Issuu on Google+

cmyk

I DEALISME, K EBERAGAMAN

DA N

KEBERSAMAAN

Borneo Tribune www.borneotribune.com

Selasa, 16 Juli 2013

7 Ramadan 1434 H - 9 Lak Gwee 2564

Telepon Redaksi/Iklan/Langganan/Pengaduan: (0561) 767788 Faximile. (0561) 766103

Alamat Redaksi: Jln Purnama Dalam No 2 - Pontianak 78121

PENGUMUMAN http://kalbar.kpu.go.id

KOMISI PEMILIHAN UMUM PROVINSI KALIMANTAN BARAT

Pastikan Anda Terdaftar Sebagai PEMILIH Jika anda belum terdaftar, hubungi PPS setempat mulai 11 Juli s/d 1 Agustus 2013

Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Kota Pontianak memusnahkan 198 kotak sosis asal Malaysia yang bermerk ‘Ayam Madu’. Sosis ini, diamankan BPOM setelah menerima penyerahan dari Intel Korem yang berhasil menangkap sebuah mobil boks yang melintasi Jalan Trans Kalimantan, pada bulan Maret lalu.

DAFTAR PEMILIH SEMENTARA (DPS) 2014

11 - 24 JULI 2013 di setiap Kantor Desa/Kelurahan

PEMILU DPR, DPD, dan DPRD

*Pemilu di Luar Negeri 30 Maret-6 April 2014

Sosis Malaysia Dimusnahkan Achmad Mundzirin Borneo Tribune, Pontianak MENURUT Kepala BPOM Kota Pontianak, Corry Panjaitan, pemusnahan barang bukti berupa sosis sebanyak 198 kota tersebut, karena mengingat barang bukti ini mudah membusuk, di mana BPOM sendiri juga tidak memiliki tempat untuk menyimpannya lebih lama, sehingga Ia pun mengambil keputusan ....Ke Halaman -3

Jadwal Imsakiyah Untuk Wilayah Pontianak dan sekitarnya Tanggal R M

Imsak

7

16/7

04.14

04.24

11.51

15.16

17.54

19.08

8

17/7

04.15

04.25

11.51

15.16

17.54

19.08

Subuh Zhuhur Ashar Maghrib

Isya

BANK KALBAR Mengucapkan

Selamat Menunaikan Ibadah Puasa

Jadwal Imsakiyah Tanggal R M

Imsak Subuh Zhuhur Ashar Maghrib Isya

7 16/7

04.14

04.24

11.51

15.16

17.54

19.08

8 17/7

04.15

04.25

11.51

15.16

17.54

19.08

PTPN13 (Persero) Mengucapkan www.ptpn13.com

Selamat Menunaikan Ibadah Puasa

DIMUSNAHKAN. Sosis asal Malaysia dimuat di dalam Mobil boks dimusnahkan BPOM Kota Pontianak. Dugaan kuat, sosis bertuliskan ‘Ayam Madu’ itu mengandung formalin. FOTO : Achmad Mundzirin/Borneo Tribune.

Perbatasan Kalbar – Malaysia Tidak Aman Polda Tingkatkan Keamanan Perbatasan Menurut Retno Pramudya, Ia bisa mengatakan hal demikian, lantaran Ia merasa tidak heran lagi jika adanya narkoba, barang, makanan/minuman, daging, ikan serta mobil dari Malaysia bisa masuk ke Kalbar secara Ilegal, karena ini memang terjadi setiap tahunnya, dan Ia hanya bisa berharap kepada seluruh aparat yang ada di perbatasan untuk tidak lengah dan selalu menjaga mental selaku aparat. “ Untuk narkoba ini sudah

Achmad Mundzirin Borneo Tribune, Pontianak

1434 H/2013 H

Drs. H. AWANG SOFIAN ROZALI, M.Si Anggota DPRD Prov. Kalbar Ketua Dekopinwil Prov. Kalbar Ketua DPP HKTI Kalbar Ketua PW Mathla’ul Anwar Kalbar Sekretaris Umum DPP MABM Kalbar

PERBATASAN Kalimantan Barat dengan Malaysia dinilai tidak aman oleh Ketua Komisi A DPRD Provinsi Kalimantan Barat, H. Retno Pramudya, lantaran setiap tahunnya telah masuk barang – barang, gula, makanan/minuman, daging, ikan serta narkoba dari Malaysia ke Kalbar, terkesan aparat di perbatasan seperti tidak bertugas secara maksimal, Senin (15/7) kemarin.

AKBP Mukson Munandar

....Ke Halaman -3

M Zeet Laksanakan Safari Ramadan Andika Lay Borneo Tribune, Pontianak SEKRETARIS Daerah (Sekda) Provinsi Kalbar, Drs M Zeet Hamdy Assovie, MTM, Senin (15/7) ini dipastikan akan melaksanakan safari Ramadan 1434 H di berbagai daerah di Provinsi Kalbar untuk memantau langsung berbagai permasalahan di Provinsi Kalbar melalui Safari ....Ke Halaman -3

M Zeet Hamdy Assovie

In Memoriam 100 Tahun Sultan Hamid II Al-Qadrie, Sultan Terakhir De Politico dan Jure di Kesultanan Qadriyah Dr. Drs. NICODEMUS R. TOUN, MM CALEG DPR-RI DAPIL PROV. KALBAR NO. URUT 7

Sangat Disiplin, Berwawasan Global & Etika Pergaulan Intrnasional (1) Oleh : Syarif Ibrahim Alqadrie PERMINTAAN sejumlah rekan “koeli tinta,” insan LSM, kolega dan mantan mahasiswa saya agar saya menulis tentang Sultan Hamid II Al-Qadrie dalam peringatan 100 tahun beliau, sangat beralasan. Upaya mengungkap kisah seorang to-

*) Syarat ketentuan berlaku

koh yang pernah punya andil di tingkat lokal, nasional, regional dan global, tidak akan pernah mubazir. Di lain pihak, sejarah sering menjadi produk politik penguasa. Produk semacam itu telah menampilkan sejum-

Kantor Pusat : Jl. A. Yani No. 89 Telp. (0561) 734280 Singkawang : Jl. A. Yani No. 8 Telp. (0562) 637000 Ketapang : Jl. R. Suprapto Telp. (0534) 31841

Soal Ujian Biologi

lah “tokoh” yang tidak pernah melakukan peran riil apapun dalam sejarah. Mereka ditampilkan dari atas tidak lain hanya untuk kepentingan baik politik etnis, politik perpartaian maupun ekonomi politik dan status quo penguasa. Jadi, upaya memenuhi permintaan tersebut tidak didasarkan

DALAM ujian semester terakhir mata kuliah biologi di suatu perguruan tinggi, seorang profesor tua masuk ke ruang kelas dengan tangan menenteng sebuah sangkar burung yang diselubungi selembar kain hitam. Profesor meletakkan sangkar itu di atas meja, kemudian menyingkap sedikit kain hitam di atas sangkar burung tersebut sehingga hanya kelihatan dua kaki burungnya saja.

....Ke Halaman -3

....Ke Halaman -11

Sanggau : Jl. Jend. Sudirman (Turunan Semboja) Sintang : Jl. MT. Haryono Telp. 0565 - 24222

HARGA ECERAN HARIAN BORNEO TRIBUNE - PONTIANAK, KUBU RAYA, MEMPAWAH,DAN SINGKAWANG Rp 2.000 - SAMBAS, BENGKAYANG Rp 2.200 - LANDAK,SANGGAU,SEKADAU, KETAPANG,KAYONG UTARA, SINTANG, MELAWI DAN PUTUSSIBAU Rp 2.500 -

cmyk

1434 H/2013 M


Selasa, 16 Juli 2013

Kayong Utara

Borneo T Tribune

2

Penghasil Ikan Teri

Bupati Inginkan Pengukusan Ikan Steril

Abdul Khoir Borneo Tribune, Sukadana Kayong Utara sebagai salah satu daerah penghasil ikan teri di Kalimantan Barat ingin menjadikan hasil produksinya benar-benar layak konsumsi. Hal itu dilakukan lantaran selama ini pengolahan ikan teri kukus dilakukan dengan menggunakan drumdrum yang dibelah dan dijadikan tempat pengukusan dan hal tersebut membuat hasil olahan terkontaminasi dengan zat-zat dari drum yang tidak steril. “Pemerintah sudah mempersiapkan drum dengan dilapisi stanlis sehingga tidak tercampur lagi bahan karat besi drum dengan ikan teri yang dikukus,” kata Bupati Kayong Utara Hildi Hamid. Diakuinya, dengan drum

yang dilapisi stanlis, akan berdampak lamanya proses perebusan air karena memakan waktu lebih lama karena adanya perubahan ketebalan wadah. Kondisi demikian sempat dikesalkan oleh masyarakat di wilayah kepulauan sehingga banyak dari mereka yang justru enggan menggunakan drum yang telah dilapisi stanlis tersebut dan kembali menggunakan drum biasa. “Kita akan terus beri penjelasan kepada masyarakat untuk dapat menggunakan drum yang stanlis sehingga hasil produksinya higienis,” katanya. Bentuk pembinaan tersebut sebagai salah satu bentuk perhatian pemerintah kepada masyarakat baik nelayan sebagai produsen dan masyarakat yang mengkonsumsi agar tetap terjaga kesehatannya.

Pasar Juadah

Butuh Pasar Khusus

Abdul Khoir Borneo Tribune, Sukadana 6 tahun setelah dimekarkan, Kayong Utara tampak semakin semarak, salah satu bentuk semaraknya adalah pada saat Ramadan tiba. Seperti pengakuan warga Sukadana, pada awal pemekaran pasar juadah belum ada dan dari tahun ke tahun bertambah dan saat ini seperti sebuah

tampilan wajib menghiasi setiap Ramadan. Sebut saja Kamil, pengusaha asal Mentubang Sukadana ini merasakan saat ini di Sukadana sudah seperti kota-kota lain di Kalimantan Barat dimana banyak yang dulu tidak ada dan sudah ada di daerah lain sekarang sudah ada di Sukadana, salah satunya pasar juadah. “Setiap persimpangan ada buka lapak juadah, jadi lebih semarak,” kata

Kamil. Kondisi seperti ini semakin memberikan rasa nyaman bagi warga asli Sukadana dan warga pendatang untuk semakin betah dan berbenah dengan daerahnya, karena dengan semakin ramainya Sukadana maka secara tidak langsung akan semakin menarik investor dan pengusaha untuk datang menanamkan investasi di daerah berjuluk Negeri Bertuah ini. “Rejeki dari pasar

juadah Alhamdulillah sampai hari ini berlimpah, walau sudah semakin banyak yang buka namun dagangan saya tetep saja habis,” kata Maksum, salah satu penjual di pasar juadah. Maksum berharap, dengan semakin maraknya pasar juadah di Sukadana dimana sebagian besar masyarakat membuka lapak di tepi jalan yang cendering membuat kesan kumuh, kendaraan pengantri

banyak mengganggu arus lalu lintas, diharapkan kedepan ada perhatian pemerintah untuk membuka pasar juadah secara terpusat. Dengan kondisi terfokusnya pusat pasar juadah, menurut Maksum para pedagang akan merasa tenang berjualan dengan tetap terjaganya makanan yang dijual dari debu jalanan serta leluasanya para pembeli untuk memilih barang dagangan yang dijual di lapak-lapak tersebut.

Semangat Menulis dari Pelatihan Cerpen Club Menulis (Bag-1) Sabtu – Minggu (13-14 Juli 2013) Club Menulis mengadakan pelatihan menulis cerpen untuk siswa SMA / Sederjat di Kota Pontianak. Pelatihan ini diikuti sejumlah siswa dari berbagai sekolah di Pontianak, menampilkan pembicara antara lain, Dr. Hermansyah, Dedy Ari Asfar, Khairul Fuad, Nur Iskandar, Yusriadi, Farninda Aditya, Sumama dan Nursilan. Berikut ini ditampilkan catatan mereka terhadap pelatihan, sekaligus apa yang akan dilakukan setelah itu.

Anita Pratiwi, SMAN 3 Pontianak

Mulai Percaya Diri Pengalaman selama 2 hari di Club Menulis STAIN Pontianak sangatlah menyenangkan, karena selain mendapat motivasi untuk menulis, saya juga dapat menikmati kisah sukses dari penulis-penulis senior. Awalnya saya sangat malas untuk menulis, namun ketika diberikan cerita luar biasa dari penulis senior, saya sudah mulai menum-

buhkan semangat untuk menulis dan percaya diri ketika dikritik oleh orang lain. Ada lagi teman-teman yang berasal dari sekolah-sekolah lain yang berminat untuk menulis dan mempunyai masaah utama seperti saya, yaitu, malas menulis. Kesuksesan tidak datang secara instan, melainkan dengan kerja keras. Dengan adanya figure seperti Kepala Sekolah SMA Negeri 3 Pontianak, Ibu Fatmawati, saya pun termotivasi untuk membuat buku seperti ibu Fatma. Dengan yel-yel pelatihan “Saya bisa menulis”, saya usahakan untuk bersemangat memiliki karya yang luar biasa.

lis cerpen, saya sangat senang sekali. Karena dapat bertemu dengan motivatormotivator yang membuat saya menjadi semangat menulis. Dan saya semakin berniat untuk segera menerbitkan buku yang saya tulis sendiri. Mungkin pada tanggal 14 Juli 2013, saya sudah bisa melihat tulisan saya dalam sebuah buku dan masih bersama dengan teman-teman saya. Yang membuat saya semakin bangga lagi, saya menjadi orang pertama yang mendapatkan buku ini, buku berjudul “Cerita Pontianak, Cerita Kota Kita”, karena saya, Alhamdulillah menjadi penulis yang terbanyak. Dari semua ini, membuat saya lebih semangat. Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada panitia Club Menulis STAIN Pontianak.

Terbitkan Buku Sendiri

· Wartawan, Kontributor, Intensive Programme and Freelancer “ Borneo Tribune” selalu di bekali tanda pengenal dan tidak diperkenankan menerima / meminta apapun dari narasumber · Setiap artikel atau tulisan berupa laporan kegiatan, cerita pendek, surat pembaca, puisi dan resensi yang dikirim ke redaksi hendaknya di ketik dengan spasi rangkap, maksimal 500 kata, ditandatangi dan disertai identitas ( No Telp / Fax jika ada ) dikirim ke alamat borneotribune@yahoo.com atau yusriadii@yahoo.com. Terimakasih

Idealisme, Keberagaman dan Kebersamaan

Lukmanul Hakim, MAS Al-Adabiy Pontianak

Bangga

Oktaviani Fenti Astuti, SMAN 8 Pontianak

Selama dua hari saya mengikuti pelatihan menu-

manfaat. Dengan menghadirkan mentor-mentor yang berkecimpung dalam dunia penulisan dan jurnalistik, seperti Pak Hermansyah, Pak Yusriadi, Pak Dedy, Pak Khairul Fuad, Pak Nur Iskandar, serta kakak-kakak mahasiswa dari Club Menulis yang menjadi motivator bagi peserta. Terima kasih atas motivasi dan inspirasi yang berhasil tercipta berkat dorongan dari adanya kegiatan ini. Semoga dapat meregenerasi dan berguna untuk dunia penulisan di Kalimantan Barat. Saya, Lulu Kurnia sebagai peserta dari SMA Muhammadiyah I Pontianak berharap Club Menulis STAIN Pontianak tetap menjalankan kegiatan ini di tahun yang akan datang.

Lulu Kurnia, SMA Muhammadiyah I Pontianak

Untuk Regenerasi di Kalbar Pelatihan menulis cerpen STAIN Pontianak selama dua hari banyak memberi

Bangga luar biasa. Ini yang saya rasakan saat melihat dan membaca buku hasil pelatihan menulis cerpen siswa SMA/ sederajat se Kota Pontianak. Buku “Cerita Pontianak, Ccerita Kota Kita” ini sangat berharga bagi saya. Bagaimana tidak, ini adalah hasil karya bersama teman-teman yang baru saya kenal, yang berasal dari sekolah yang berbeda. Yang pasti, saya sangat berterima kasih kepada panitia penyelenggara yang telah mempersiapkan pelatihan dan menghadirkan

pemateri yang sangat memotivasi. This is amazing.

Lu’lu Mutia, SMAN 3 Pontianak

Langkah Awal Menjadi Penulis Saya sangat berterima kasih untuk Club Menulis STAIN Pontianak yang sudah mengadakan pelatihan menulis Cerpen Siswa SMA/ Sederajat se Pontianak. Karena dengan pelatihan menulis ini saya mendapatkan pengetahuan baru, motivasi untuk menulis tentunya, dan teman baru untuk samasama menjadi penulis. Dari pelatihan menulis ini, merupakan langkah awal saya untuk menjadi seorang penulis. Untuk tahap selanjutnya mungkin saya akan melanjutkan untuk menulis, karena menulis adalah citacita saya dan dengan menulis dapat menambah pengetahuan saya serta meningkatkan cara berpikir saya atau imajinasi-imajinasi saya. (*)

Khairiyah Asnida, MAS Syarif Hidayatullah Pontianak

Pengalaman Menuju ke Keabadian

Selama dua hari mengikuti pelatihan menulis cerpen di Maay Corner STAIN Pontianak, saya banyak mendapatkan pengetahuan dengan dunia tulis menulis, bertemu dengan beberapa penulis senior, bercengkrama dengan beberapa orang teman baru, suka duka dilewati bersama. Yang jelas, mendapatkan pengalaman yang tidak semua orang bisa dapatkan. Menulis adalah jalan menuju keabadian, umur karya lebih panjang dibandingkan umur biologis, dapat beramal melalui goresan-goresan tinta, nama dapat dikenang sampai sepanjang masa. Singkat cerita, menulis itu memperpanjang umur. (*)

Izhar Maulana, SMAN 6 Pontianak

Merubah Mindset Kegiatan menulis dari Club Menulis ini merubah mind set saya. Dulu saya meremehkan para penulis buku karena buku-buku yang mereka tulis saya kira tidak ada gunanya, susah dibaca pula. Sekarang saya sudah menjadi penulis buku. Ternyata, menulis bisa membuat orang bahagia. Menulis juga bisa membawa orang keliling dunia. Menulis membuat orang bisa mencapai apa yang kadang kala kelihatan sulit diraih orang.

Veddriq Leonardo, SMAN 6 Pontianak

Harus Sering Diadakan Kegiatan ini sangat bermanfaat, membuat saya bersemangat untuk menulis. Saya rasa kegiatan ini harus sering diadakan karena akan menjadi suatu wadah anak muda Pontianak untuk berkarya. Semoga dengan slogan “Saya bisa menulis”, saya bisa menerbitkan sebuah buku yang bermanfaat dan bisa membuat kedua orang tua saya bangga.

Sisilia, MAS Al-Adabiy Pontianak

Menulis tentang Perbatasan Selama 2 hari di sini, mengikuti pelatihan, jadi termotivasi untuk menulis dan membuat buku sendiri. Saya ingin membuat buku tentang perbatasan, tentang daerah saya, Temajok. Dengan menulis saya berharapbisa mencari pengalaman di luar seperti Pak Nur Iskandar dan Pak Hermansyah. Sungguh asyik. (*)

Penerbit: PT. Borneo Tribune Press. Direktur Utama: W Suwito, SH, MH. Direktur: Emiliana Sekretaris Direksi: Erika Sudiardjo Penasehat Hukum: A. Ambo Mangan, SH, MH, Martinus Ekok, SH, MH. Pemimpin Umum: Sisa Primashinta. Pimred: Hawad Sriyanto Wapimred: Yusriadi Sekretaris Redaksi : Aulia Marti Senior Editor: H. Nur Iskandar, SP, Tanto Yakobus, Alexander Mering, Hairul Mikrad. Redaktur Pelaksana: Ukan Dinata. Wartawan Senior: Andry, Budi Rahman, Agus Wahyuni Wartawan: Andika Lay, Achmad Mundzirin, Achmad Munandar, Jubeironi, Slamet Ardiansyah. Staf Redaksi: Fahmi Ichwan, Syam Abubakar, M Taufik, Fery Adeputra, Yulan Mirza.Biro Mempawah: Johan Wahyudi, Jl. Pendidikan Gg. Suka Mulya No.10 (085654587038). Biro Bengkayang: www.borneo-tribune.net Mujidi, Jl. Pahlawan No. 10, Kelurahan Bumi Emas Bengkayang (085245247955). Singkawang: Rudi Hariyanto Alamat: Jl. Manggis Rt 026/Rw 009 Kelurahan Roban Kecamatan Singkawang Tengah. TERBIT SEJAK 19 MEI 2007 Sambas: Amrul Ambiya (Kontributor/Pemasaran), Jl. Suka Mantri (085245527602). Landak: Yohanes Ngalai/Pemasaran, Jl. Barage Gg. Pak Kasih No. 51 Ngabang (085822062880). Biro Sanggau: Ratnasari Jl. Agus Salim No.10 (085245904505) Aditya ( 085349867788 ). Biro Sekadau: Bagus Kosminto, Jl. Irian No. 41 Sekadau Hilir (085245743683). Biro Sintang: Endang Kusmiyati (08524-5006757) Pemasaran: Fahri (085750296539 ) Jl. JC Oevang Oeray, Gg. Ahmad 2.Biro Melawi: Eko Susilo (0812-56452946) Jl. M Saad, Gg. Kayan, Serundung- Nanga Pinoh. Biro Kapuas Hulu: Teofilusianto Timotius Jl. Pasar Inpres blok A No. 13 Kota Putussibau. Ketapang: Jaidi Chandra (Kontributor), Jl. Gajah Mada No. 156 (081345450988). Biro Kayong Utara : Abdul Khoir. Umum Fitriyana, Ardiansyah. Percetakan/IT: (Manajer) Iwan Siswanto, (Wakil Manajer) Supriyanto, Rustam. Marketing: (Manajer) Hesty Yosana, Kusnan, Aldi C.Sirkulasi : M. Danny, Mulawarman Desain Iklan: Atika Ramadhani, M. Affandy,Keuangan: Jumi Erlinasari, Tri Agustin, Husada Muin. Tarif Iklan: BW (black and white) Rp 6000/mm kolom, Full Colour hal 1 Rp 15.000/mm kolom, halaman dalam Rp 12.000/mm kolom. Asisten Dirut: Khairoedin Pasaribu. Alamat Kantor Bisnis dan Alamat Redaksi: Jalan Purnama Dalam No 2 Pontianak Telpon 0561-767788 Fax 0561-766103. E-mail: borneotribune@yahoo.com

Borneo Tribune


cmyk

Serba Serbi

Selasa, 16 Juli 2013

Borneo T Tribune

3

Serba – Serbi Bulan Suci Ramadan

Kompol Catur Patroli dan Sahur Bareng ‘Tomat’ Achmad Mundzirin Borneo Tribune, Pontianak Untuk mewujudkan polisi mitra masyarakat atau sebaliknya, serta merubah image Polri untuk menjadi semakin baik, program – program menarik pun dibuat oleh Kapolda Kalbar hingga sampai jajaran Kapolsek, di mana Kapolsek Utara Kompol Catur mengadakan patroli dan sahur bareng Tokoh Masyarakat (Tomat) Kecamatan Pontianak Utara. Di mana Patroli yang digelar Kapolsekta Pontianak Utara, dalam rangka menjalankan program Kapolresta Pontianak Kombes Pol Drs. Hariyanta M.Si, di mana Kapolresta Pontianak menginstruksikan kepada seluruh jajarannya untuk melakukan pengawasan serta pemantauan tempat penginapan serta tempat hiburan malam di wilayah hukum masing – masing Polsek. Instruksi yang diberikan pun, tidak dimentahkan oleh sang Kapolsek Utara yang

baru, melainkan Ia juga mengundang ‘Tomat’ serta Anggota DPRD Kota Pontianak dapil Kecamatan Pontianak Utara, yakni H. M. Fauzi, S.os, untuk ikut bersama – samanya melakukan pemantauan serta pengawasan disejumlah tempat penginapan dan tempat hiburan malam. “ Saya, Kabag Ops dan Kasat Binmas Polresta Pontianak bersama – sama dengan Tokoh Masyarakat Kecamatan Pontianak Utara telah melakukan Patroli dan Sahur bersama, di mana ini suatu bentuk kepolisian mitra masyarakat dan mempererat tali silatuhrahmi antara masyarakat dan kepolisian,” ungkap Kapolsekta Pontianak Utara Kompol Catur. Dikatakan Kapolsekta Pontianak Utara, kegiatan patroli dan sahur bersama tokoh masyarakat ini, akan terus dilakukan secara bertahap di Kecamatan Pontianak Utara, di mana dengan ini berharap kepada Tokoh Masyarakat untuk dapat menso-

sialisasikan Kamtibmas kepada masyarakat Kecamatan Pontianak Utara, sehingga kepolisian dan masyarakat dapat menjaga serta menciptakan Kamtibmas yang aman dan damai. Sementara itu menurut Tokoh Masyarakat Kelurahan Batu Layang Kecamatan Pontianak Utara, Murjadi, dengan kegiatan yang dibuat Kapolsekta Pontianak Utara seperti ini, Ia selaku perwakilan masyarakat Batu Layang menyambut baik atas kegiatan ini, karena kepolisian tidak meninggalkan masyarakat serta selalu mengajak masyarakat dalam menjaga Kamtibmas. “Kita menyambut baik kegiatan seperti ini, karena kepolisian tidak menepikan masyarakat dalam menjaga, mengawasi serta memantau masyarakat dalam menjaga Kamtibmas, dan ini baru pertama kali dilakukan oleh Polsekta Pontianak Utara, saya harap kedepannya tetap seperti ini dalam menjaga kesucian Bulan Ramadhan” ungkap Murjadi.

TOMAT. Kapolsekta Pontianak Utara Kompol Catur (menggunakan jaket coklat) didampingi Kabag Ops dan Kasat Binmas Polresta Pontianak saat hendak sahur bareng dengan ‘Tomat’ di Kecamatan Pontianak Utara, FOTO : Achmad Mundzirin/Borneo Tribune.

Sedangkan Kasat Binmas Polresta Pontianak AKP Syarifah Salbiah, mengatakan, pihaknya sejauh ini selalu mensosialisasikan serta mengimbau masyarakat Kota Pontianak maupun Ka-

bupaten Kubu Raya untuk selalu berperan aktif dalam membantu pihak kepolisian untuk menjaga Kamtibmas. “ Salah satu program kita adalah, kita bekerja sama dengan pihak Telkomsel, di

mana membroadcase kepada 60.000 pelanggan Telkomsel yang ada di Kota Pontianak mapun di Kabupaten Kubu Raya, di mana Broadcase itu berisikan imbauan serta sosialisasi,” ungkap Kasat

Binmas. Lanjut Kasat Binmas, kepolisian selalu merasa senang dan menyambut dengan baik, atas kemitraan masyarakat dengan polisi, begitu juga sebaliknya, karena jika kepolisian, masyarakat serta instansi lainnya saling bekerja sama dalam menjaga Kamtibmas, Ia yakin Kota Pontianak akan tetap aman, damai dan kondusif.

“Metode Efektif Atasi Diabetes Hingga Tuntas”

PENGOBATAN SINSHE TCM YANG MANJUR, SATU-SATUNYA DI PONTIANAK Hongkong Medistra TCM Pontianak, Pengobatan dengan Metode TCM (Traditional Chinese Medicine) yang ternama, merupakan gabungan dari pengobatan, penelitian TCM, pencegahan penyakit kronis dan terapi penyembuhan. Didukung oleh konsultan Sinshe ahli TCM ternama dari Tiongkok yang sudah sangat berpengalaman; memanfaatkan resep TCM dan teknologi tinggi yang menghasilkan obat tradisional efektif, dengan system diagnose TCM yang tepat, obat tradisional terkini dari Tiongkok dan pengobatan elektroterapi, titik nadi, akupuntur, tuina, terapi lainnya, sangat efektif, khususnya bagi pasien yang menderita penyakit kronis. Waspadalah! jumlah penderita diabetes di Indonesia terus meningkat tajam, diprediksi ada jutaan orang terkena diabetes. jika tidak diobati sedini mungkin secara tepat dan efektif, beresiko merusak organ penting tubuh lain seperti: hati, paru-paru, ginjal, limpa, reproduksi, dan sistem syaraf, juga bisa menyebabkan uremia. Itulah sebabnya data WHO terkini menyatakan persentase angka kelumpuhan maupun kematian akibat penyakit diabetes dan berbagai macam komplikasi menakutkan ini terus meningkat pesat. Untuk mengatasi penyakit diabetes dan komplikasinya, Hongkong

Medistra TCM (Traditional Chinese Medicine) yang terdepan yakni “Bai Wei Hu Yi Liao Fa” mengatasi penyakit dengan ramuan herbal yang disesuaikan jenis dan kondisi penyakit penderita, dihasilkan dari 33 jenis obat berharga ditambah 28 jenis obat organik, daya serap obat sangat tinggi, rata-rata penderita diabetes setelah diobati sekitar 5-10 hari, gula darah menurun, gejala seperti kaki tangan kesemutan, seluruh badan tidak bertenaga, insomnia, dll berkurang secara nyata. Rata-rata setelah 40-60 hari, gula darah stabil, gejala komplikasi menghilang, daya tahan tubuh meningkat, keseluruhan tubuh membaik, sebagian pasien bisa berhenti konsumsi obat, fungsi insulin dan system sekresi normal kembali, fungsi reproduksi pria kembali normal, sudah bisa kembali merasakan kehidupan sehat yang normal. Sudah banyak penderita merasakan khasiat mujarabnya, tidak ada efek samping, tidak menimbulkan ketergantungan, tidak berpengaruh penderita menderita 10-20 tahun, kondisi penyakit parah/ringan, setelah diobati bisa menurunkan gula darah dan gula kencing hingga normal dan seimbang, sesudah diatasi hingga keakar-akarnya tidak mudah kambuh.

Untuk Konsultan & Pengobatan Hubungi :

HONGKONG MEDISTRA TCM Jl. H. Agus Salim No. 126 Pontianak - Kalimantan Barat Telp. (0561) 733268 HP. 0821 5279 7888 Hari Senin - Sabtu Buka Jam 09.00 s/d 17.00 WIB Minggu & Libur Besar Jam 09.00 s/d 13.00 WIB


Kalimantan Barat - Kota Pontianak Borneo Tribune

Selasa, 16 Juli 2013

4

Peringati Hari Keluarga BKKBN Kalbar Selenggarakan Berbagai Kegiatan Andika Lay Borneo Tribune, Pontianak

Operasi Patuh 2013

Polresta Pontianak Tilang Belasan Kendaraan

CMYK

Slamet Ardiansyah Borneo Tribune, Pontianak Untuk menertibkan lalu lintas di kota Pontianak, Satuan Lantas (Satlantas) Polres Pomtianak, Senin (15/7) pagi kemarin melakukan razia kendaraan roda 2. Razia kali ini dilakukan oleh Satlantas Polresta Pontianak berpusat di jalan A. Yani depan Sekertariat Dekranasda atau di depan sebelah kanan Museum Provinsi Kalbar serta dipimpin oleh Wakasat Lantas Polresta Pontianak AKP Ahmadi. AKP Ahmadi ditemui disela-sela razia berlangsung kepada Borneo Tribune mengatakan, “razia ini adalah dalam rangka Operasi Patuh 2013, yang telah dimulai dari tanggal 4 sampai tanggal 17 Juli 2013 yang akan datang. Dalam rangka menghadapi Idul Fitri 1434 Hijriah,”ujar Ahmadi. Dalam razia Operasi Patuh 2013 ini lebih lanjut dijelaskannya, razia menyasarkan pemeriksaaan kelengkapan kendaraaan dan surat-surat baik kendaraan maupun pengemudinya. “ Sesuai intruksi kami, sasaran razia ini, yang paling utama adalah kelengkapan kendaraan.

Hal ini dimaksud, supaya setiap ada pergerakan kendaraan tersebut selalu lengkap, layak jalan, aman dan lancar selama dijalan raya. Disamping pemeriksaan yang tidak kalah pentingnya seperti Surat Izin Mengemudi (SIM) dan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK),”ujarnya lagi. Pemeriksaan yang dilakukan petugas Satlantas Polresta ini kata Ahmadi juga sangat penting dilakukan, disamping untuk kedisiplinan dan kertiban administrasi. Pemeriksaan ini juga dapat mencegah atau menutup rantai perpindahan motor curian (Ranmor) dari daerah satu ke daerah lain. ”Dan bagi mereka yang lalai tidak membawa kelengkapan kendaraan dan administrasi dirinya seperti SIM dan STNK makan kendaraan yang terjaring akan kami bawa dan diamankan dulu ke Mapolresta. Pemilik bisa mengambil dengan catatan pemilik harus dapat menunjukkan STNK. Namun bagi yang belum memiliki SIM saat terkena razia maka tetap kami Tilang sesuai prosedur,”tambahnya.. Memasuki hari ke 15 operasi Patuh ini berjalan banyak kendaraan yang terjaring dan diamankan. Hal ini

disebabkan mereka-mereka ini ada yang tidak memiliki SIM dan ada yang tidak memiliki STNK dan ada lagi pelanggaran kelengkapan lainnya. “Banyak yang kita amankan sejak razia ini kita lakukan. Dan untuk hari ini saja sebanyak 26 pelanggaran beserta barang buktinya. Yaitu STNK ada 18, SIM nya 4 dan Ranmornya 3. Sebelum mengakhir, Wakasat Lantas Polresta Pontianak AKP Ahmadi menghimbau agar masyarakat selalu berwaspada dan berhati-hati dalam memacu kendaraannya, apa lagi menjelang perayaan Idul Fitri. Dimana saat itu mobilisasi warga dengan mengunakan kendaraan di jalan raya cukup padat, “mudah-mudahan melalui operasi patuh ini kita dapat bekerjasama seluruh elemen masyarakat baik itu pada hari biasa dan khususnya dalam menghadapi kepadatan kendaraaan pada perayaan Idul Fitri nanti, sehingga seluruh pengunakaan jalan yang ada di kota Pontianak ini dapat mematuhi seluruh ramburambu jalan sehingga dapat menciptakan rasa tertib, aman dan lancar selalu sampai ditempat tujuan masing-masing. o

Lomba Memasak Kepala Perwakilan BKKBN Kalbar, Dwi Listyawardani dan Sugiarti menilai masakan peserta lomba masak. FOTO Andika Lay/Borneo Tribune.

dengan kegiatan kedinasan lain yang mengakibatkan banyak karyawan/karyawati tidak berada di tempat, sehingga kegiatan yang dilaksanakan hanya lomba memasak nasi goreng yang diikuti bapak-bapak antar bidang dan lomba karaoke” kata Muslimat. Dijelaskannya, gerak jalan dan senam massal di-

laksanakan pada hari Kamis (4/7/2013) dan lomba memasak nasi goreng serta karaoke pada hari Jum’at (5/ 7) di ruang Vicon Perwakilan BKKBN Kalbar. Sebagai pemenang dalam lomba memasak nasio goreng juara I bidang KB/KR, juara II Sekretariat dan Juara III bidang KS/ PK.“Dalam lomba ini ber-

tindak selaku Juri Kepala Perwakilan BKKBN Kalbar Ir.Dwi Listyawardani M.Sc DipCom, dan Sugiarti” jelasnya. Dijelaskan, dalam kegiatan lomba memasak maupun karaoke ini lebih mengutamakan kemeriahan dan kebersamaan sebagaimana makna dari kegiatan peringatan hari keluarga. o

Lanud Supadio Persiapkan Skadron Baru Andika Lay Borneo Tribune, Pontianak Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Supadio di Provinsi Kalbar sangat bernilai strategis, karena wilayah perbatasan dengan negara lain tentunya memerlukan suatu kesiapsiagaan yang sifatnya terus menerus dan berkesinambungan, Kamis (11/7), Lanud Supadio kedatangan Tim dari Kementerian Pertahanan dalam rangka persiapan Skadron baru di lanud Supadio. Kehadiran Tim Kementerian Pertahanan ini dipim-

pin langsung oleh Kolonel Laut Aripudin dan diterima Komandan Lanud Supadio Kolonel Pnb Ir Novyan Samyoga beserta segenap pejabat Lanud Supadio di ruangan kerja Danlanud. Kedatangan tim dari Kementrian Pertahanan tersebut dalam rangka pembuatan prototipe autonomous PTTA (Pesawat Terbang Tanpa Awak). Kunjungan yang dijadwalkan selama 2 hari tersebut juga dimanfaatkan tim kementrian dan juga dari pihak lanud untuk menjelaskan paparan kesiapan untuk membentuk skadron baru.

”Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, mulai dari fasilitas yang dimiliki lanud supadio, fasilitas skadron uav, training area skadron udara 1, maupun persyaratan yang lain,” kata Kolonel Laut Aripudin. Sementara itu, Danlanud Kolonel Pnb Novyan Samyoga menegaskan bahwa keberadaan Pangkalan TNI Angkatan Udara Supadio di Kalimantan Barat sangat bernilai strategis karena wilayah perbatasan dengan negara lain tentunya memerlukan suatu kesiapsiagaan yang sifatnya terus menerus dan

berkesinambungan. ”Sehingga tindakan pelanggaran oleh negara lain dapat diketahui sejak dini dan selanjutnya dapat dicegah,” kata Kolonel Pnb Novyan Samyoga. Berkaitan dengan hal tersebut, Kota Pontianak yang sekaligus menjadi pintu gerbang Provinsi Kalbar perlu kiranya mendapat perhatian jika dipandang dari segi pertahanan dan keamanan. Kunjungan dari kementrian pertahanan tersebut juga akan dimanfaatkan untuk melihat secara langsung kondisi infrastruktur di Lanud Supadio. o

Budidaya Kelapa Sawit Harus Ikuti Aturan

Aswanto

Borneo Tribune, Ngabang Pengembangan perkebunan kelapa sawit yang ada di Kabupaten Landak adalah merupakan salah satu pengembangan usaha yang tidak bisa terlepas dari suatu sistem seperti yang di kembangkan oleh pihak perusahaan. Karena pengembangan usaha budi daya kelapa sawit itu sendiri sudah di tetapkan mekanisme cara kerjanya oleh Pemerintah melalui perusahaan perkebunan, sehingga dalam pengelolaan perkebunan tersebut mulai dari kecambah dan cara pembudidayaannya sampai dengan pengolahan hasilnya sudah di tetapkan sesuai de-

ngan aturan. Penuturan Kadisbunhut melalui Seksi Pengawasan dan Perlindungan Perkebunan, Dinas Bunhut Landak, Aswanto, SPKP, mengatakan, bahwa dalam pelaksanaan pengelolaan perkebunan kelapa sawit dengan aturan yang sudah di tetapkan adalah merupakan sebuah kesatuan yang tidak bisa di pisahkan seperti dengan komoditi lain. Karena dalam pengelolaan usaha perkebunan Kelapa sawit itu sendiri tidak bisa terlepas dari teknologi dan pembiayaan, sehingga kalaupun saat ini sudah cukup banyak perkebunan kelapa sawit yang sudah di

kembangkan oleh masyarakat tetapi harus ada ketentuan yang harus di penuhi. “Dalam hal inikan yang harus di perhatikan oleh masyarakat adalah mulai dari cara memproleh bibitnya sampai dengan hasil akan di pasarkan di mana itu harus di tentukan dulu,artinya kalaupun masyarakat akan mengembangkan usaha ini sendirisendiri harus berkonsultasi dululah bagaimana cara yang terbaik terkait dengan masalah mendapatkan bibit yang memenuhi standar dan setelah berhasil nanti akan di jual kemana kan ini yang terpenting,”ujarnya. Oleh sebab itu dalam

pembuidayaan kelapa sawit yang sangat penting di perhatikan tidak lain adalah masalah kualitas bibit karena masalah bibit ini akan sangat menentukan hasil di kemudian hari. Karena bukan tidak mungkin akan ada yang hanya memakai bibit yang berasal dari kebun-kebun yang sudah ada dan kondisi ini otomatis akan sangat mempengaruhi hasil dan rendemen buah yang akan di hasilkan. “ Yang sudah di rekomendarikan itukan di mana kecambah yang berasal dari produsen kecambah yang sudah di rekomendasi dan mereka sudah memiliki

prosdur dan mereka juga sudah di beri ketentuan bagaimana menghasilkan bibit yang baik jadi tidak sembarangan,”tuturnya. Dengan demikian seraya mengharapkan khususnya kepada masyarakat yang ingin untuk membudidayakan tanaman kelapa sawit di harapkan bisa memberikan laporan kepada Dinas Perkebunan yang kemudian pihak Dinas juga akan mengeluarkan rekomendasi SP2BKS (Surat persetujuan pengadaan Benih Kelapa Sawit). “ Jadi memang ada prosdur yang harus di ikuti bahkan kalau untuk petani khususnya masyarakat

akan di beri kemudahan dan akan mendapatkan discount karena memang di setiap produsen kecambah itu di haruskan menyisihakan produksi kecambahnya untuk petani tetapi harus mengikuti produr yang ada dan nanti juga akan ada petunjuk bagaimana proses selanjutnya,” ungkapnya. Namun demikian sebelum mengeluarkan SP2BKS pihaknya juga harus mendapatkan kepastian tentang pemasaran hasil produksi perkebunan tersebut karena memang kepastian tersebut adalah merupakan syarat utama untuk mendapatkan rekomendasi selanjutnya. (Kiriman Ya’ Syahdan) o

Hubungi dealer TVS terdekat atau SMS : TVS Pontianak

: 0853 9320 2778

TVS Rasau

: 0853 9355 5508

TVS Singkawang

: 0823 5178 4446

TVS Ketapang

: 0852 4594 6118

TVS Sintang

: 0812 5746 6666

TVS BM Sintang

: 0852 5260 1948

TVS Pinoh

: 0813 4557 8321

TVS Putussibau

: 0821 5125 9567

TVS Anugrah Sekadau

: 0813 4540 2238

TVS Merdeka Motor PTK

: 0821 5030 6989

TVS Tepuai

: 0813 4528 6562

CMYK

Petugas Sat Lantas Polresta Pontianak sedang memeriksa salah satu pengendara yang tidak bisa memperlihatkan SIM dan STNK, foto S.Ardiansyah/ Borneo Tribune

Dalam rangka memperingi Hari Keluarga ke XX, Senin (8/7) pekan lalu, BKKBN Perwakilan Kalbar melaksanakan serangkaian kegiatan. Menurut Sekretaris BKKBN Perwakilan Kalbar, Muslimat, kegiatan Hari keluarga Tahun ini selain mengikutsertakan semua karyawan/karyawati Perwakilan BKKBN Kalbar pada acara puncak peringatan Hari Krida Pertanian, Koperasi dan keluarga Berencana (Pertasi Kencana) dalam kegiatan senam massal dan gerak jalan santai yang dipusatkan di Universitas Tanjungpura Pontianak, juga menyelenggarakan lomba intern, serta ramah tamah karyawan/karyawati Perwakilan BKKBN Kalbar. “Sebenarnya ada beberapa lomba yang akan digelar seperti lomba pidato bertemakan Kependudukan dan Keluarga Berencana, Kebersihan Ruangan, serta Olah Raga, namun karena alokasi waktunya yang terlalu singkat dan bersamaan


Mempawah-Kubu Raya Borneo Tribune

Selasa, 16 Juli 2013

RSP Gelar Kuis Ramadan Berhadiah Johan Wahyudi Borneo Tribune, Mempawah Selama bulan suci ramadan, Radio Suara Praja (RSP) milik Pemerintah Kabupaten Pontianak menggelar kuis ramadan bagi para pendengar setia. Dimana RSP menyediakan bingkisan menarik bagi pendengar yang beruntung. “Selama bulan puasa ramadan ini, kita mengadakan kuis ramadan untuk para pendengar. Dimana jadwal kuis dilaksanakan saat masyarakat melaksanakan ibadah sahur saat subuh hari. Bagi pendengar FOTO: Johan W / Borneo Tribune setia, silakan mengikuti Suwanda kuis ramadan dengan selalu mendengar RSP setiap subuh,” kata Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Pontianak, Suwanda. Suwanda, menjelaskan kuis ramadan dilaksanakan dengan cara. Dimana penyiar RSP memberikan beberapa pertanyaan yang berupa pilihan ganda. Nanti masyarakat pendengar selaku peserta pendengar kuis saat onair, langsung menghubungi nomor telepon RSP setelah pertanyaannya dibacakan oleh penyiar radio. “Penelepon yang berhasil menjawab pertanyaan berhak mendapatkan bingkisan dan bisa diambil langsung ke RSP dengan menunjukan KTP. Dimana satu hari kita menyediakan 3 bingkisan hadiah,” katanya. o

FPI Imbau Warga Hormati Ramadan Johan Wahyudi Borneo Tribune, Mempawah Selama bulan suci Ramadan, DPW Front Pembela Islam (FPI) mengimbau para pengusaha tempat hiburan, rumah makan dan warung kopi agar bisa menghormati umat Islam yang sedang menjalankan ibadah puasa. “Para pedagang makanan, restoran atau rumah makan, jika berjualan pada waktu subuh sampai maghrib hendaknya menutup tirai untuk menghormati warga yang sedang berpuasa. Begitu juga dengan pengusaha tempat hiburan malam agar tutup sementara waktu,” kata Sekretaris DPW FPI Kabupaten Pontianak, Sawadi. Begitu juga dengan pasokan listrik selama Ramadan, FPI juga meminta PT PLN agar tidak melakukan pemadaman listrik secara bergilir, khususnya pada waktu sahur, berbuka, maupun salat Tarawih. “Tentu kita tidak ingin gara-gara listrik padam secara tiba-tiba, mengganggu kekhusyukan umat Islam menjalankan ibadah,” ujarnya. Meski berharap listrik tak padam, Sawadi atas nama masyarakat RT 14 dan RT 15, Jalan Raya Senggiring, Kecamatan Mempawah Timur, mengucapkan terima kasih atas kepedulian PT PLN Kalbar yang sudah memberikan bantuan sembako kepada masyarakat yang berada dekat lokasi gardu induk PLN Senggiring, belum lama ini. “Bantuan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat, khususnya bagi warga yang menjalankan ibadah puasa,” katanya. o

5

Dua Brankas Dinas Pertanian KKR Dicuri Belasan BPKB Kendaraan Dinas dan Dokumen Penting Raib Achmad Munandar Borneo Tribune, Kubu Raya Sebanyak dua brankas di ruang keuangan Dinas Pertanian Kabupaten Kubu Raya, digasak maling, Minggu, (14/ 7) malam. Kawanan pencuri berhasil membawa kabur dua brangkas milik Dinas Pertanian. Sebanyak 11 buku BPKB kendaraan roda dua dinas Pertanian, TV LCD,Layar Monitor Toshiba dan satu buku BPKB kenda-

raan roda empat milik dinas pertanian pun raib. Sang pencuri sempat mengacak-acak ruangan. Diduga, kawanan ini masuk melalui pintu belakang dengan merusak pintu masuk belakang. “kita tidak tau persis jam berapa kawanan pencuri tersebut masuk ke kantor. Yang jelas kejadian ini diketahui itu setelah pagi harinya,”kata Plt Dinas Pertanian Kabupaten Kubu Raya, Herculanus Gunawan, Senin (15/7). Saat disinggung mengenai

keterlibatan oknum pegawai, Ia pun mengatakan, bahwa hal itu belum bisa kita katakan adanya keterlibatan pegawai pertanian dalam pencurian dua brankas beserta isi-isinya tersebut. “Saya tidak tau apakah ada keterlibatan pegawai dalah kasus pencurian ini. Yang jelas kasus ini sudah kita laporkan kepada pihak kepolisian. Untuk mengarah adanya pegawai kita yang terlibat atau tidak itu tergatung ha-

sil penyelidikan pihak kepolisian. Karena saya bukan ahli dalam bidang itu,”cetusnya. Gunawan pun berharap kasus ini dapat segera di ungkap oleh pihak kepolisian. Karena banyak berkasberkas penting milik Dinas Pertanian di dalam dua brankas yang berhasil di bawa kabur oleh kawanan pencuri tersebut. “Ya, harapan kita polisi dapat secepatnya mengungkap kasus ini. Karena terdapat dokumendokumen penting di dalam

dua brankas yang hilang itu,”terangnya. Dengan adanya kejadian ini, lanjut Gunawan pun mengatakan kedepan pihaknya akan lebih meningkatkan keamanan di lingkungan perkantorannya. “Pihak keamanan, seperti satpam, kita minta untuk tetap bersiaga dalam melakukan penjagaan. Dengan harapan tidak ada lagi terjadinya kebobolan dilingkungan perkantoran Dinas Pertanian Kabupaten Kubu rRaya,”ucapnya. o

Warga Tionghoa Diajak Jaga Persatuan Johan Wahyudi Borneo Tribune, Mempawah Bupati Pontianak, Ria Norsan mengimbau masyarakat Tionghoa agar tetap menjaga persatuan dan kesatuan, khususnya menjelang dilaksanakannya Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Pontianak, 19 September mendatang. “Pilihlah pemimpin sesuati hati nurani masing-masing. Jangan pula karena berbeda pilihan, antar warga, khususnya Tionghoa, jadi terkotakkotak atau berselisih. Utamakan kebersamaan dalam hidup bermasyarakat,” kata Bupati Pontianak, Ria Norsan. Hal ini disampaikan incumbent saat membuka perayaan Hari Ulang Tahun Thai Pak Kung di bawah naungan Yayasan Tri Dharma Bhakti Sungai Pinyuh, Sabtu lalu. Pada kesempatan itu, Ria Norsan menyumbang satu unit lemari es dan TV LCD sebagai hadiah untuk dooprize bagi tamu undangan yang diundi oleh panitia pelaksana. Tampak hadir, Anggota DPRD Kabupaten Pontianak, Eddy Sugito, Ketua Yayasan Tri Dharma Bhakti Sungai Pinyuh, Bong Ka Liong, para tokoh masyarakat dan pemuda Tionghoa

ULTAH Bupati Ria Norsan didampingi tokoh masyarakat Tionghoa menyerahkan Jeruk bali yang terjual Rp 7 juta pada lelang HUT Thai Pak Kung Sungai Pinyuh. Foto : Johan Wahyudi/Borneo Tribune

serta tamu undangan se Kalimantan Barat dan Medan, Sumatera Utara. Cong Kong Hin selaku Ketua Harian Klenteng Tri Dharma Bhakti Sungai Pinyuh mengaku bangga dan senang melihat antusiasme masyarakat maupun para undangan menghadiri Perayaan Hari Ulang Tahun Thai

Pak Kung, meski saat itu Sungai Pinyuh diguyur hujan lebat. “Ucapan terima kasih juga kami sampaikan kepada Bupati Ria Norsan yang bersedia hadir dan memberi semangat kepada kami semua di sini,” ujar Cong Kong Hin. Sedangkan Hermawan Halim selaku perwakilan

masyarakat Tionghoa Sungai Pinyuh, menyampaikan pula ucapan terima kasih kepada Bupati Ria Norsan dan Pemkab Pontianak yang telah memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada masyarakat Tionghoa untuk mengekpresikan tradisi adat turun-temurun. Dalam perayaan Ulang

Tahun Thai Pak Kung, panitia pelaksana menggelar tradisi melelang barang-barang seperti kue bulan, tebu dan jeruk bali. Hebatnya, sepasang jeruk bali terjual hingga Rp 7 juta. Menurut kepercayaan masyarakat Tionghoa, jeruk bali dapat mendatangkan hoki dan membawa rezeki. o

Kubu Raya Jemput Bola Bentuk Koperasi Tani Achmad Munandar Borneo Tribune, Kubu Raya Pemerintah Kabupaten Kubu Raya akan menerapkan sistem jemput bola untuk membentuk koperasi bagi petani yang ada di setiap desa maupun dusun. “Untuk memudahkan masyarakat mendapatkan pinjaman dan memudahkan masyarakat membentuk koperasi, Pemkab Kubu Raya telah mengagendakan sistem pelayanan jemput bola,” kata bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan di Sungai Raya, Minggu, (14/7). Nantinya, kata Muda, petugas pelayanan terpadu dan petugas notaris akan ditugaskan kedesa-desa untuk

memudahkan masyarakat mengurus badan hukum koperasi desa serta ijin operasi dan lain sebagainya. “Kita menyiapkan program, di mana nantinya petugas pelayanan terpadu serta petugas notaris akan kita tugaskan ke desa-desa untuk membantu masyarakat mengurus badan hukum koperasi desa dan kecamatan, sehingga jika mereka memiliki koperasi akan lebih mudah Bank memberikan pinjaman-pinjaman kepada pengembangan usaha masyarakat,” tuturnya. Ia mengatakan langkah itu, akan bisa membantu masyarakat. Sehingga masyarakat dari desa-desa yang jauh tidak perlu lagi harus bolak-balik ke Kabupaten mengurus hal-hal yang

bersifat administratif. Dengan demikian pertumbuhan ekonomi masyarakat bisa terus bertumbuh dengan baik, tingga bagaimana masyarakat mengelola dan memanajemennya. Pemkab lewat dinas Koperasi akan membina koperasi-koperasi desa dan kecamatan sesuai dengan fungsinya. ”Upaya itu sekaligus juga membuka peluang-peluang bagi masyarakat dalam pengembangan usaha pertanian, perikanan, peternakan dan lainnya, mengingat Kubu Raya merupakan Kabupaten Penyangga untuk Kalimantan Barat dan Pontianak Khususnya,” kata Muda. Muda mengatakan, pihaknya akan terus berusaha mempercepat peningkatan

kesejahteraan petani dengan menerapkan ekonomi kerakyatan. “Hal ini terus kita lakukan setiap tahunnya, dimana baik melalui anggaran dari APBD maupun APBN kita selalu memantapkan program pertanian dengan perluasan lahan baru dan pendapingan kepada petani secara terarah. Kita juga memantapkan pola perekonomian kerakyatan yang juga sudah kita lakukan terhadap petani,” katanya. Menurutnya, dengan memperkuat permodalan petani dan memberikan pola pendampingan modal, diharapkan para petani bisa memperluas area pertanian dan meningkatkan hasil tani mereka. Pola itu dirasa sangat te-

pat dikembangkan di Kubu Raya mengingat wilayah Kubu Raya yang sangat agraris, peluang pengembangan pertanian sangat besar. Muda mengatakan, pengembangan usaha pertanian dan juga usaha lainnya, kebanyakan sangat dipengaruhi oleh permodalan. Kendala yang paling banyak dihadapi masyarakat adalah sulitnya mendapatkan modal yang cukup. “Untuk itu, pemkab berupaya memberikan solusi dengan membangun sistem perkoperasian masyarakat. Sebab melalui koperasi masyarakat bisa simpan pinjam untuk meningkatkan produktifitas pertanian, peternakan dan usaha lainnya,” tuturnya. o


Bengkayang Borneo Tribune

Selasa, 16 Juli 2013

6

Masih Ada Warga Miskin Belum Tersentuh BLSM Mujidi Borneo Tribune, Bengkayang Sudah banyak program yang diluncurkan pemerintah untuk menanggulangi kemiskinan. Namun sayang, tidak sepenuhnya program tersebut dirasakan warga tersebut. Salah satu contohnya adalah program bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM) tahun 2013 yang mulai digulirkan. Suria misalnya. Warga yang tinggal di Jalan Bakran Usman, Kampung Kaum, Kelurahan Bumi Emas, Kecamatan Bengkayang mengklaim diri tidak pernah tersentuh program program

tersebut. Padahal Suriah dapat dikategorikan orang yang miskin. Saat ini Suria berusia 61 tahun. Ia tinggal bersama sang istri dan adek iparnya yang berusia masing masing 55 dan 51 tahun. Ketiganya sudah tidak kuat bekerja secara maksimal karena pengaruh fisik yang lemah. Akibatnya, saat in ketiganya hanya bertahan hidup dengan belas kasihan warga tetangga. Suriah sekeluarga tinggal di sebuah rumah sederhana. Berdinding papan, beratap seng, sebagian berlantai papan dan untuk bagian dapur berlantaikan tanah. Rumahnya saat ini diakuinya sudah cukup lumayan karena dulu-

nya hanya beratap daun dan berdindingkan anyaman bambu. “Kami tidak mampu bekerja apa apalagi, kami tidak punya anak dan dan saat ini hanya memperoleh bantuan tetangga,” kata Suria saat ditemui. Suriah mengadu, ia, istri dan adik iparnya tidak mendapatkan Jamkesda, tidak mendapatkan Jamkesma,

tidak mendapatkan BLT, beras Raskin pun terkadang, kemudian bantuan baru berupa BLSM juga tidak mendapatkannya. “Kami tidak tahu bagaimana pendataannya, padahal kami memiliki KTP dan memiliki Kartu Keluarga,” ucap Suriah. Pengaduan Suriah itu ditanggapi serius Aris

Winandar, salah seroang pekerja Pekerja social di salah lembaga social kemasyarakatan di Kabupaten Bengkayang. “Kita berharap, kondisi masyarakat seperti ini yang harus diperhatikan pemerintah,” kata Aris lagi. Kata dia, idealnya, pemerintah memperhatikan

kebutuhan hidup untuk kekperluan sehari hari. Terlebih warga tersebut tidak memiliki kemampuan fisik untuk bekerja keras. “Bagi saya, Suriah itu salah satu contoh war-

ga, karena masih banyak warga lain yang tidak mendapatkan bantuan bantuan serupa yang diprogramkan pemerintah,” ucap Aris lagi. o

219 Motor Terjaring Operasi Patuh Rudi Borneo Tribune, Singkawang Tercatat ada 219 pelanggaran yang dilakukan oleh pengendara kendaraan bermotor roda dua di wilayah Kota Singkawang pada Operasi Patuh yang di gelar Polres Singkawang dari tanggal 4 – 15 Juli. Sementara Operasi Patuh yang digelar itu akan berakhir sampai Rabu (17/7) mendatang. Kapolres Singkawang, AKBP A. Widhihandoko FOTO: Rudi / Borneo Tribune melalui Kasat Lantas, AKP Wahyu Jati Wibowo AKP Wahyu Jati Wibowo menyebutkan, sebanyak 219 pelanggaran yang dilakukan pengendara roda dua itu yang paling dominan tidak memiliki SIM, tidak membawa perlengkapan sepeda bermotor seperti kaca spion dan helm standar, dan juga masih adanya pengguna knalpot racing. “Dan bahkan pada razia pagi tadi (kemarin) petugas menemukan pengendara yang sama sekali tidak memakai helm,” kesalnya. Disamping itu, masih banyaknya pelangaran yang dilakukan para pelajar dan terjaring pada razia kemarin, tentunya harus menjadi perhatian pihak sekolah dan orang tua. Karena, belum sepenuhnya masalah lalu lintas itu dipahami oleh anak yang masih pelajar. “Sayang terhadap anak ‘kan bukan berarti orang tua harus memberikan semuanya kepada anak. Tetapi lindungilah anak,” sarannya. Banyaknya pelanggaran yang dilakukan para pelajar, tentunya ini akan menjadi catatan bagi pihak kepolisian, guna melakukan sosialisasi dan penyuluhan di sekolahsekolah. “Kita berharap, anak pelajar jangan dulu memakai kendaraanlah,” pintanya. Kemudian, mana yang swasta dan umum, nanti pihaknya akan menyurati sebagai sarana untuk menjadi pelopor keselamatan dalam berlalu lintas. o

Rumah Suria, tampak dari luar. Suria adala warga Kampung Kaum, Bengkayang, yang tidak menerima BLSM tahun 2013. FOTO Mujidi/Borneo Tribune

Raperbup Persalinan Aman, IMD dan ASI Terus Dibahas Mujidi Borneo Tribune, Bengkayang Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkayang bekerjasama dengan dengan PKBI serta USAID terus melakukan pertemuan untuk membahas draf atau rancangan peraturan bupati terkait dengan persalinan aman, inisiasi menyusu dini serta ASI eklusif. Untuk kali ke empat, draf Perbup tesebut dibahas dengan dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkayang bersama kepala bidang dan kepala seksi, bagian hukum, serta dengan melibatkan masyarakat.

Karena banyaknya pembenahan yang harus dilakukan pada Perbup tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkayang, Lutter Wongkar berkeinginan agar draf Perbut tersebut dibawa kembali oleh masing-masing peserta dengan tujuan agar peserta bisa memberikan masukan. ‘Kalau satu hari ini kita tidak akan bisa menyelesaikan draf Perbup ini, baiknya memang draf Perbup ini kita bagikan ke pserta untuk dibawa pulang dan untuk memberikan masukan,” kata Lutter pada pembahasan draf Perbup yang dilaksanakan di Kantor PKBI di Jalan Sanggua Ledo Kabupaten Bengkayang. o

Pembasan Draf Perbup///Mujidi

Selama Ramadan

BKD Awasi Pelaksanaan Jam Kerja Pegawai Rudi Borneo Tribune, Singkawang Selama Ramadan, jam kerja Pegawai Negeri Sipil (PNS) khususnya yang mem-

FOTO: Rudi / Borneo Tribune

H. Juandi

berikan pelayanan langsung kepada masyarakat, seperti pegawai Rumah Sakit dan Puskesmas tidak berubah. Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Singkawang, H. Juandi menyebutkan, dalam Surat Edaran yang ditandatangani Walikota Singkawang, sebagai tindak lanjut surat dari Kemenpan, untuk PNS yang memberikan pelayanan langsung ke masyarakat tidak ada perubahan dari harihari biasanya. “Namun untuk PNS lainnya ada perubahan jam kerja,” ujarnya. Surat Edaran Nomor 451/ 114/BKD-A tentang penetapan jam kerja PNS selama Ramadan 1435 H/2013, disebutkan Juandi, kepada seluruh pimpinan SKPD di lingkungan Pemkot Singkawang, termasuk instansi vertikal, lembaga non departeman jam kerja ditetapkan Senin sampai dengan Kamis dari pukul 08.00 - 15.00 Wib, dan waktu istirahat 12.00- 12.30 Wib. Sementara pada Jumat 08.00 - 15.30 Wib waktu istirahat 11.30 -12.30 Wib. Kemudian untuk PNS di Puskesmas dan Rumah Sakit atau SKPD yang membe-

rikan pelayanan langsung kepada masyarakat, tetap enam hari kerja (Senin- Sabtu), dimana Senin- Kamis mulai dari pukul 08.00-14.00 Wib, jam istirahat mulai pukul 12.00-12.30 Wib. Kemudian pada Jumat 08.0014.30 Wib dan waktu waktu istirahat 11.30-12.30 Wib. ”Tidak ada perubahan untuk PNS yang memberikan langsung pelayanan kepada masyarakat,” kata Juandi. Diedarkannya surat tersebut, lanjut Juandi, juga berlaku bagi instansi vertikal, lembaga non departeman yang ada di Kota Singkawang. Termasuk unit kerja di bawahnya. ”Pengumuman ini berlaku sejak hari pertama hingga berakhirnya Ramadan 1434 H,” katanya. Dalam hal pengawasan, dikatakan Juandi, secara langsung dilaksanakan oleh Kepala SKPD terkait. Namun tidak dipungkiri, pengawasan secara tidak langsung akan dilakukan BKD. ”Secara langsung pengawasan memang berada di Kepala SKPD, tapi kami bisa saja melaksanakan pengawasan secara tidak langsung,” katanya. o

Hujan seharian yang melanda Kota Singkawang sejak Minggu (14/7) sore dan disambung pada Senin (15/7) pagi, membuat beberapa ruas jalan menjadi genangan air. Salah satunya, Jalan Stasiun Ponegoro, ketinggian air diperkirakan 15 cm.sehingga sedikit menyulitkan bagi para siswa melintasinya. Foto Rudi /Borneo Tribune


Landak-Sanggau

Selasa, 16 Juli 2013

Borneo T Tribune

7

Sweeping Polisi

11.250 Kilogram Gula Ditahan Ratna Sari Borneo Tribune, Sanggau

Sekitar 225 karung atau sekitar 11.250 kilogram gula ilegal yang berasal dari Malaysia berhasil diamankan, Jumat (12/7) belum lama ini oleh Dit Reskrimsus I Polda Kalbar bersama Reskrim Polres Sanggau dan Polsek Kembayan. Kapolsek Kembayan, Iptu Budi Hartono ketika dikonfirmasi, Senin (15/7) mengatakan bahwa ratusan karung gula tersebut disita dalam sweeping yang digelar tim gabungan ke gudanggudang sembako. Gula tersebut diamankan dari gudang milik Saron (38) di Dusun Tanjung Pinang Desa Sebungkuh Kecamatan Kembayan Kabupaten Sanggau. Budi menyatakan setelah melakukan penyitaan tersebut, gudang gula ilegal itu kemudian dilakukan penyegelan oleh pihak kepolisian. Kasusnya pun sekarang sedang disidik di Polres Sanggau untuk proses selanjutnya. Sementara itu, Kapolres Sanggau, AKBP Sigit Dedy

Terutama menjelang lebaran Idul Fitri 1434 Hijriah, Polres Sanggau akan menggiatkan razia rutin untuk mengantisipasi Kamtibmas.

Purwadi mengatakan bahwa sweeping itu dilakukan, karena merupakan kegiatan rutin yang ditingkatkan dalam rangka antisipasi Kamtibmas menjelang lebaran. Sigit menuturkan bahwa razia yang digelar tersebut merupakan sebagai upaya menekan masuk dan beredarnya barang-barang ilegal tanpa dokumen yang sah di wilayah Indonesia khususnya Kabupaten Sanggau. ”Terutama menjelang lebaran Idul Fitri 1434 Hijriah, Polres Sanggau akan menggiatkan razia rutin untuk mengantisipasi Kamtibmas,” pungkasnya.

Positif Narkoba, Dua Wanita Wajib Lapor BNNK Sanggau Ratna Sari Borneo Tribune, Sanggau Positif menggunakan narkoba jenis sabu-sabu, dua orang wanita paruh baya yang terjaring dalam razia rumah kos belum lama ini akhirnya dikenakan wajib lapor ke Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Sanggau. ”Keduanya harus menjalani masa wajib lapor karena positif menggunakan narkoba jenis sabu dalam sesi tes urine di Kantor Satpol PP,” ujar Kasi Pemberdayaan Masyarakat BNNK Sanggau, dr. Herlina

ketika dikonfirmasi Sabtu (13/7) siang belum lama ini. Herlina menuturkan, keduanya dikenakan wajib lapor dan harus mengikuti pembinaan yang dilaksanakan oleh BNN. Selain itu, mereka juga ada pertemuan untuk diberikan wejangan, baik itu dari ustadz atau pendeta, Dinas Sosnaker, Kepala BNN dan lainnya. ”Jadi mereka ini diwajibkan lapor ke BNNK untuk mengetahui kondisi ketergantungan mereka dalam pemakaian narkoba. Kita harap sih mereka bisa benar-benar terbebas dan tidak memakai lagi. Nanti mereka juga akan dibimbing oleh ustad, pendeta dan la-

innya,” jelasnya. Sementara itu, terkait pelatihan yang diperuntukkan bagi pecandu yang wajib lapor, pelatihan yang diberikan diantaranya pelatihan di salon kecantikan bagi yang wanita. Sedangkan kalau pria diberikan pelatihan di bengkel-bengkel mekanik untuk menambah keterampilan. ”Yang wanita biasanya kita latih di salon-salon kecantikan, sementara yang prianya di bengkel. Ini untuk menambah kemampuan dan keterampilan mereka agar kedepannya bisa hidup lebih baik, serta memanfaatkan potensi diri sendiri dengan baik,” ungkapnya. Namun, jika keduanya ingin mendapatkan rehabilitasi di Lido Bogor Jawa Barat, itu harus merupakan keinginan dari masing-masing dan, jika keduanya tidak mau dan tidak mendapat restu dari orang tua, maka tidak dapat diberangkatkan.

Antisipasi Peristiwa Tanjung Gusta Borneo Tribune, Ngabang Rutan Landak sejak jauh hari sudah mengantisipasi permasalahan yang terjadi seperti di Lapas Tanjung Gusta tersebut. Seperti diketahui, keributan para penghuni Lapas Tanjung Gusta tersebut dipicu akibat kurangnya pasokan air bersih dan sering padamnya listrik di Lapas tersebut. Permasalahan itupun juga dialami Rutan Klas IIB Landak. “Yang jelas begitu saya bertugas di Rutan Landak ini, pertama yang saya

identifikasi permasalahan yang ada yakni masalah pasokan air bersih dan keadaan listrik di Rutan Landak,” ujar Kepala Rutan Klas IIB Landak, Taufik Rachman, Jumat (12/7) di kantornya. Ia sendiri sudah mendapat informasi bahwa aliran listrik yang ada di Rutan tersebut bukan termasuk jalur Kota Ngabang, melainkan jalur daerah pedalaman. “Saya juga melihat keadaan lampu di Rutan inipun sering hidup mati. Imbasnya tentu kepada alat-alat elektronik

yang ada. Untuk mengantisipasi padamnya listrik inipun, kami sudah menyediakan mesin genset,” katanya. Sedangkan masalah pasokan air tambah Taufik, di Rutan Landak hanya mengandalkan sumber air dari air hujan dan sumber mata air. “Tapi kalau musim kemarau datang, debit air yang ada sangat sedikit. Namun, dengan penghuni Rutan yang tidak terlalu banyak yakni berjumlah 38 orang, mudah-mudahan masalah air bersih ini bisa teratasi,” harap Taufik yang baru bertugas di

Rutan Landak kurang lebih 2 bulan. Ia meminta kepada Pemkab Landak supaya bisa memikirkan juga terhadap masalah yang terjadi di Rutan Landak. “Kamipun sangat mengharapkan PDAM bisa masuk ke Rutan ini. Sebab zaman Kepala Rutan Landak yang lalu, pernah berupaya untuk membuat sumur bor. Tapi pada kenyataannya, dari beberapa titik sumber mata air yang ada, memang tidak bisa keluar,” ungkapnya.(Kiriman Ya’Syahdan)

Ramadan, Kesederhanaan dan Hidup Hemat Oleh: Rudi Handoko Ramadan kembali, riuh rendah kesibukan untuk menjalankan ibadah “ritual” sebulan dalam setahun ini tampak meriah. Sejak bulan sebelumnya, stasiun-stasiun televisi pun telah berlomba menghadirkan suasana Ramadan, baik melalui program acara (ada yang memang bermutu sampai yang terkesan “sampah”), tentunya beserta iklan-iklan yang mendadak melakukan “Ramadanisasi” untuk me-

rayu para insan yang mudah jatuh dalam rayuan “konsumerisme” dari jebakan kapitalistik media dan iklan, atau mungkin memang terlanjur hidup dengan gaya hidup konsumtif. Meskipun Ramadan masa ini bertepatan dengan BBM naik tinggi dan harga barang “nyaris” tak terbeli. Sudah banyak penjelasan yang menguraikan, bahwa ash-shaum yang secara etimologi atau lughawiyah bermakna menahan itu hakikatnya bukanlah semata menahan lapar dan dahaga serta menahan keinginan biologis. Karena secara umumnya, hikmah ibadah shaum juga untuk membina hati dan pengendalian diri. Menahan segala bentuk nafsu dari banyak “daftar keinginan.” Daftar-daftar keinginan itu ialah termasuk yang bersifat konsumtif, inilah yang juga mestinya diredam melalui pembelajaran shaum. Karenanya ibadah shaum sebagai ibadah yang mempunyai hikmah untuk membina kesalehan personal, selalu dianjurkan pula mesti diikuti dengan menumbuhkan simpati dan kepedulian untuk saling berbagi melalui ibadah yang berdimensi sosial seperti bershadaqah,

berinfak, berzakat dan sebagainya. Dalam ibadah shaum untuk mencapai derajat taqwa, mafhumnya dijelaskan ada tiga tingkatan; Pertama, shaum tingkatan kaum awam yang sekadar menahan haus dahaga dan nafsu biologis. Kedua, shaum level orang-orang khusus (khawwas) yang mengiringi shaumnya bukan saja dengan menahan lapar, dahaga dan keinginan biologis, tapi juga menjaga pandangan, menjaga pendengaran dan senantiasa menata hati dari hal-hal yang membatalkan shaum, termasuk dengan menjalankan ibadahibadah lainnya baik fardhu dan sunnah, yang personal maupun sosial. Ketiga, shaum insan-insan khusus dari yang khusus (khawwasul khawwas), yakni mereka yang benar-benar memanfaatkan momentum shaum sebagai media menjaga hati dan mengendalikan diri dari segala kecenderungan duniawi serta sematamata mendekatkan diri hanya kepada Allah guna mencapai keridhaan dan derajat taqwa sebagai predikat tertinggi. Nah, anomali yang terjadi dan kerap terulang pada tiap momen Ramadan di se-

bagian pemeluk agama yang menjalankan shaum, yakni masalah perilaku konsumtif. Nilai-nilai suci ibadah shaum dengan segala hikmahnya menjadi kalah sanding bila berhadapan dengan perilaku “tidak hemat” tersebut. Malah pada saat ini, ketika situasi agak kalut karena inflasi terjadi, daftar harga melambung tinggi, terlebih lagi karena dampak kenaikan harga BBM yang membuat semuanya semakin meroket, tapi pola hidup konsumtif ini tetap dibudayakan dan “diberdayakan” dengan apik. Ramadan sedianya mengajarkan kesederhanaan, menumbuhkan simpati dan kepedulian, mendidik keikhlasan dan hanya mengharapkan keridhaan. Sejatinya, ketika saat-saat seperti inilah perilaku hidup hemat dan cukup dengan apa yang ada (qana’ah) menjadi penting untuk di-internalisasikan dan dilakukan. Karena yang lebih penting dalam menjalankan ibadah shaum ini, paling tidak kita berusaha mencapai derajat yang kedua, meski belum sampai pada level shaumnya para insan khusus dari yang khusus (khawwasul khawwas). Namun sedaya upayalah kita berikhtiar menggapai level shaum yang bermakna ibadah, baik dalam amalan-amalan personal maupun yang bermanfaat secara sosial. Menyambut Ramadan dan memeriahkannya, termasuk menjalankan dengan ceria adalah sangat baik. Tentu akan bertambah baik jika dilakukan dengan hemat, sederhana dan tidak berlebih-lebihan. Karena tetap saja yang berlebihlebihan bahkan sampai pada tingkatan mubazir adalah “perilaku tak layak.” Rudi Handoko Warga Masyarakat KKU


Sekadau Borneo Tribune

Selasa, 16 Juli 2013

Panwascam Dituntut Netral

Anggota DPRD Molor

Rapat Paripurna Kesekian Kalinya Batal Bagus Kosminto Borneo Tribune, Sekadau

Panwaslu Sekadau beserta 21 Panwascam yang baru dilantik berfoto bersama Wakil Bupati, Wakil Ketua DPRD dan anggota KPU Kabupaten Sekadau usai kegiatan pelantikan Panwascam Sabtu kemarin. // FOTO Bagus Kosminto/Borneo Tribune Bagus Kosminto Borneo Tribune, Sekadau PANITIA Pengawas Pemilu legislatif 2014 Kabupaten Sekadau telah menjaring nama-nama yang lolos dalam tahap seleksi untuk menjadi anggota Panwaslu Kecamatan. Sebanyak 21 nama yang mewakili 7 kecamatan, mereka pun telah resmi dilantik, Sabtu (13/7). Ketua Panwaslu Kabupaten Sekadau, Marselinus Oktavianus mengatakan, 21 Panwascam telah mengikuti serangkaian proses seleksi. Mereka merupakan yang terbaik dari semua pendaftar. “Dilakukan tes dua kali yakni tes administrasi dan uji kelayakan dan kepatutan. Hasilnya, 21 orang ini layak menempati posisi panwascam,” ujar Okta di Mess Pemkab Sekadau, Sabtu. Kegiatan pelantikan anggota Panwascam dilaksanakan di gedung mess Pemkab Sekadau. Wakil Bupati Sekadau, Rupinus, wakil ketua DPRD H. Isnaini, ketua KPU Sekadau Gusti M. Buang serta anggota KPU Drianus Saban turut hadir dalam kegiatan itu. Acara pelantikan berlangsung lancar dan khidmat. Masing-masing kecamatan akan ditempati tiga orang Panwas. Wajah-wajah lama tampak masih dominan menghiasi daftar anggota panwascam. Dikatakan Okta, anggota panwascam yang dilantik memiliki latar belakang beragam. “Ada dari kalangan petani, swasta, hingga jurnalis,” katanya. Terkait netralitas Panwascam dalam Pilleg 2014, Okta menjamin independensianggotaPanwascam,sebagaimanaPanwasKabupaten. Iaberjanjiturutmengawasiknerjapanwascamdilapangan.“Sayayakin semua yangdilantikindependen,”serunya. Jika ditemukan anggota Panwascam ‘bermain’ dalam tanda kutip saat Pemilu berlangsung, Okta meminta masyarakat untuk melapor ke Panwas Kabupaten dengan menyertakan bukti dan saksi. Bukti yang diajukan dapat berupa foto saat pelanggaran terjadi, ataupun rekaman video serta keterangan saksi. “Walaupun saya yakin mereka netral, tapi tetap harus kita awasi bersama,” ucapnya. Sejak dilantik, anggota Panwascam telah ditunggu tugas-tugas. Yang terdekat yakni mengawasi daftar pemilih sementara (DPS) yang telah dikeluarkan KPU Sekadau. Panwascam juga akan merekrut anggota pengawas pemilu lapangan. “Selamat bertugas, bekerja professional dan jaga independensi anda,” pesan Okta. Wakil Bupati Sekadau, Rupinus, meminta anggota Panwascam untuk bekerja secara jujur dan sesuai aturan. Panwas, kata Rupinus, merupakan wasit dalam gelaran Pemilu. Untuk itu, Panwas harus betul-betul berada di jalur independen dan professional. “Sudah diambil sumpah dan mengucap janji, Panwas dituntut bekerja secara professional,” pungkasnya.o

INFO BANK BNI 46 Pontianak, Jl. Tanjung Pura No. 1 Telp. (0561) 736211, 732016, 732630, 732026 (0561) 736392 Capem Univ. Tanjungpura. Jl. Daya Nasional Telp. (0561) 736046 (0561) 764012 Capem Pasar Siantan, Jl. Khatulistiwa No. 81-83 Siantan Telp. (0561) 881419 (0561) 883263

BCA KCU PONTIANAK, Jln. A. Yani No. 1 Ptk, 0561-736305 (hunting) KCP Imam Bonjol, Jln. Imam Bonjol No. 457 Ptk, 0561-737984, 734524 KCP Rahadi Usman, Jln. Rahadi Usman No. 4 Ptk, 0561-733482, 740814-15 KCP Sei Pinyuh, Jln. Raya Terminal 05-06, Sei Pinyuh KCP Sultan Muhammad, Jln. Sultan Muhammad 136, Ptk, 0561-738051

BANK KALBAR CABANG UTAMA PONTIANAK Jl. Rahadi Osman No. 10 Pontianak 78117, Telp. (0561) 732148, 736723 Fax. (0561) 745149, Telex. 29174, 29129 CABANG SYARIAH Jl. A. Yani Pontianak, Komp. Perkantoran & Town House No. 5-6 (depan A. Yani Mega Mall) Telp. (0561) 733033, 7061800, Fax. (0561) 732599

BANK BRI Kantor Cabang Barito, Jalan Barito, Telp. (0561) 734009, Fax. (0561) 733019 Komplek Pertokoan Pasar Flamboyan Jalan Gajah Mada Blok C. 14 Ptk

BANK DANAMON Jl. Tanjung Pura No. 102, Ptk Telp. (0561) 737107 (H), 730898, Fax : (0561) 736264, 765595 Jl. St. Muhammad No. 173, Ptk Telp. (0561) 731156, Fax : (0561) 734462 Jl. KH. Wahid Hasyim No.24-26, Telp.: 0561-768599/765411, Fax : 0561-768599/765411

BANK MANDIRI SYARIAH PONTIANAK, Jl. Diponegoro No. 95, Telp. (0561) 745004, Fax. Ketapang, Jl. MT. Haryono No. 111-112 Ketapang, Telp. (0534) 34600 Fax. (0534) 34395 Kantor Kas Politeknik, Kampus Politeknik Negeri Jl. A. Yani No. 52, Telp. (0561) 583850 Kantor Layanan Syariah Bank Mandiri Pontianak-Sidas, Jl. Sidas No. 2, Pontianak, Telp. : (0561)7069797, Fax. : (0561) 763082

BANK BUKOPIN Cabang Jl. Ir. H. Juanda No. 55-56 Pontianak 78117 (0561) 745025 (Hunting) (0561) 734253 Cabang Pontianak Kal-Bar, Jl. Adi Sucipto Km. 7,5 (Gedung Kopkar Mekar PLN Wil Kal - Bar) Kabupaten Pontianak, Telp. 0561 722598, 0561 - 723158, Kantor Kas Adisucipto Jl. Sultan Muhammad No. 48, Pontianak 78117 , (0561) 730001/ 730077, (0561) 730132, Capem Sultan Muhammad

8

RAPAT Paripurna DPRD Kabupaten Sekadau yang dijadwalkan 12 juli kemarin sempat batal digelar. Pasalnya, anggota DPRD molor waktu selain dominan banyak yang tidak hadir dalam Paripurna penting. Rapat yang dijadwalkan pukul 09.30 diundur menunggu sejumlah anggota DPRD untuk memenuhi quorum hingga pukul 11.15. Namun karena hari itu bertepatan Jumat, pimpinan sidang Paripurna oleh wa-

kil Ketua DPRD, Markus, membacakan penundaan sidang Paripurna sembari meminta Bamus menjadwalkan sidang ulang. “Mengingat hari Jumat maka tidak mungkin rapat dilanjutkan,” kata Markus di ruang paripurna DPRD Sekadau Jumat. Usai membacakan penundaan jadwal paripurna DPRD itu, Markus kemudian mengingatkan agar Bamus membuat jadwal Paripurna ulang. Ditundanya Rapat paripurna hari itu cukup disayangkan sebab ada dua agenda penting untuk membahas pan-

dang umum fraksi-fraksi di DPRD mengenai dua Raperda tentang hari jadi Kabupaten Sekadau dan Raperda tentang retribusi perpanjangan izin Tenaga kerja Asing. Perwakilan pihak eksekutif tampak hadir Wakil Bupati Sekadau, Rupinus, Sekda Kabupaten Sekadau, Yohanes Jhon, para Kepala SKPD dilingkungan Pemkab Sekadau. Dari hasil pantauan Wartawan, hanya ada belasan orang anggota DPRD yang hadir dari 25 keseluruhan anggota DRPD Kabupaten Sekadau. Anggota yang hadir dalam agenda Paripurna, Markus,

H. Isnaini, Abdul Awal, Iskandar, Muhammad, Handi, Nobertus, Indra Brata, Martinus, H. Harison dan Jefray Raja Tugam. Ketua DPRD, Aloysius, menurut informasi dari sekretariat DPRD saat itu berhalangan hadir karena sedang melaksanaan tugas ke luar Daerah. Sedangkan sejumlah anggota DPRD yang lain belum ada keterangan berupa izin resmi ke lembaga. Hingga berita ini dicetak belum dapat dikonfirmasi alasan anggota DPRD tidak menghadiri sidang Paripurna tersebut.o

18 Desember di Usulkan Hari Jadi Sekadau Sejumlah mantan anggota tim pemekaran Kabupaten Sekadau datang ke kantor DPRD Sekadau, Kamis lalu. Kedatangan mereka dalam rangka menghadiri undangan Panitia Khusus (Pansus) DPRD Sekadau tentang Raperda Hari Jadi Kabupaten Sekadau. Bagus Kosminto Borneo Tribune, Sekadau MANTAN anggota tim pemekaran yang datang ke DPRD Sekadau itu digawangi Temenggung Adat Yang Dituakan Kabupaten Sekadau, H Umar Jafar. Ada juga Zulkifli HS, Isbianto, serta sejumlah tokoh pemekaran lainnya, baik dari etnis Melayu, Dayak, maupun Tionghoa. Selain tim pemekaran, hadir juga sejumlah pejabat eksekutif. Antara lain, Asisten I, Sabas S, Asisten II, Khandra Asmarahady, serta sejumlah pejabat teras lainnya. Kedatangan mantan anggota tim pemekaran Kabupaten Sekadau itu dilakukan dalam rangka hearing dengan DPRD dan pihak eksekutif terkait pembahasan Raperda Hadi Jadi

Bagus Kosminto Borneo Tribune, Sekadau MENTERI koperasi dan UKM Republik Indonesia Syarifudin Hasan memberikan penghargaan Bhakti Koperasi dan UKM kepada Bupati Sekadau Simon Petrus, pada acara puncak peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-66 tahun 2013 di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (12/7) pekan kemarin. Pada Harkopnas yang bertema ‘Sejahtera Bersama Koperasi’ itu juga dihadiri langsung oleh Presiden Republik Indonesia, H. Susilo Bambang Yudhoyuno dan ibu Negara Ani Yudhoyono. SBY memberikan penghargaan bidang koperasi pada Pemerintah Daerah setempat. Di antaranya Satya

Kabupaten Sekadau. Hearing itu dipimpin Wakil Ketua DPRD Sekadua, H Isnaini dan dihadiri Ketua Pansus, Harison. Salah satu agenda urgent yang dibahas adalah peringatan hari jadi Kabupaten Sekadau. “Menurut kami, sebaiknya hari jadi Kabupaten Sekadau diperingati tiap tanggal 18 Desember,” kata H Umar Japar, pentolan tim pemekaran Kabupaten Sekadau. Usulan diperingati 18 Desember bukan tanpa dasar. Berdasarkan UU 34 Tahun 2003, Kabupaten Sekadau resmi dibentuk tanggal 18 Desember 2003, berbarengan dengan pembentukan Kabupaten Melawi. “Jadi ada dasar hukumnya,” usul H Umar Japar. Usulan ini ternyata diamini oleh banyak pihak yang hadir dalam ke-

Dengar pendapat tentang rencana penetapan hari jadi Kabupaten Sekadau di DPRD Kabupaten Sekadau yang dihadiri tokoh-tokoh masyarakat. sempatan hearing tersebut. “Memang sebaiknya 18 Desember, biar ada kekuatan hukumnya,” kata Khandra Asmarahady, Asisten II Pemkab Sekadau. Pimpinan hearing, H Isnaini mengatakan, meski pun banyak pihak

yang sudah mendukung usulan hari jadi Sekadau 18 Desember, tidak berarti usulan itu bisa langsung ditetapkan. “Ini kan hearing. Untuk penetapannya, kewenangannya ada di Pansus,” jelas Isnaini.o

Menteri Serahkan Lansung Penghargaan Untuk Bupati Lencana Pembangunan bidang koperasi kepada Pemda, Koperasi Award untuk pengelola koperasi teladan serta Bhakti Koperasi dan UKM pada Pemerintah Kabupaten/Kota. Bupati Sekadau Simon Petrus, saat menerima penghargaan tersebut didampingi kepala Dinas Perindagkop dan UKM Kabupaten Sekadau, Kabid Koperasi dan ketua Koperasi Satrimas. Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kalimantan Barat dan stafnya juga ikut hadir dalam acara hari puncak koperasi di NTB tersebut.

Dikatakan Bupati penghargaan yang diberikan oleh meneteri Koperasi dan UKM kepada Pemerintah Kabupaten Sekadau merupakan sesuatu yang bersejarah dan sekaligus untuk memberikan motivasi kepada Pemerintah Daerah. “Kami menyampaikan ucapan terima kasih kepada menteri Koperasi dan UKM yang sudah memberikan motivasi kepada kita untuk membina secara terus menerus kepada koperasi,” ujarnya. Bupati juga minta agar Koperasi

yang merupakan mitra Pemerintah Kabupaten Sekadau agar meningkatkan pelayanan yang baik kepada para Nasabah, dengan cara jemput bola dan pelayanan khusus lainnya. Bupati menilai kehadiran koperasi terutama CU Sudah memberikan konstribusi yang besar kepada masyarakat dan Pemerintah. “Tanpa koperasi masyarakat belum terbiasa untuk menabung. Kami ucapkan Selamat ulang tahun koperasi, harapan kita masyarakat semakin sejahtera bersama koperasi,” ujarnya.o

BANK BTN CABANG PONTIANAK, Jl. Imam Bonjol No. 29 Pontianak 78123, Pontianak, Telepon: (0561) 740163 Fax: (0561) 740168 CABANG PEMBANTU JERUJU, Jl. Kom. Yos Sudarso No. 10, Jeruju Pontianak 78122, Telepon: (0561) 770567 Fax: (0561) 770567 KAS LAYANAN POS ONLINE PONTIANAK, Jl. St. A. Rahman No.49, 78116, Pontianak, Telepon: 0561-730641, 0561-730642, 0561730644 Fax: 0561-762146

BANK PERMATA Juanda KC, Jl. IR. H. Juanda No. 49-50 BB, Pontianak (781177), 0561-738323, 0561 -736411 Gajah Mada KCP, Jl. Gajah Mada no 69 C, Pontianak (78121), 0561747371, Tanjung Pura KCP, Jl. Tanjung Pura No. 370, Pontianak (78122), 0561764926

BANK BII KC Pontianak Jl. Tanjungpura No.20 (Pontianak) Telp. (0561) 39220

BANK MANDIRI

BANK BHI

Jl. I Gusti Ngurah Rai No. 2 , Humaera B (0561) 734247, 734147 Jl. Achmad Yani No. 3 - 3 A, (0561) 765010, 767993 Jl. Tanjungpura No. 110, (0561) 734464, 734752 Jl. Sidas No. 2 (0561) 734670, 747495, 733672

BANK MEGA

Cabang PONTIANAK, Jl. Imam Bonjol No.567 , Telp. (0561)-762838; Fax. (0561) -76290

KC PONTIANAK, Jl. H. Agus Salim No. 10 - 12, Telp. (0561) 739822, (0561) 749078

Sejumlah rombongan berpoto bersama Bupati Sekadau, Simon Petrus usai menerima pengharagaan Bhakti Koperasi dan UKM pada acara puncak peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-66 tahun 2013 di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat.// Foto: Hartono/Humas Pemkab Sekadau


Selasa, 16 Juli 2013

Sintang-Melawi

Borneo T Tribune

9

Perbaikan Jalan YC Oevang Oeray Harus Lewat APBN Ino Sensius: Saya Kerap Bersuara Lantang Perjuangkan Aspirasi Rakyat

Andry Borneo Tribune, Pontianak ANGGOTA Komisi C DPRD Provinsi Kalbar, Drs. Ino Sensius menegaskan, dirinya kerap bersuara lantang memperjuangkan beragam aspirasi masyarakat di kawasan timur Provinsi Kalbar. Salah satunya aspirasi masyarakat Kabupaten Sintang terkait kondisi Jalan Oevang Oeray yang berstatus Jalan Nasional yang kini rusak parah, bahkan kerap menelan korban jiwa. “Kondisi jalan tersebut memang memprihatinkan. Bahkan saya sering mendengar ada kejadian laka lantas yang memakan korban jiwa. Saya sebagai wakil rakyat dari daerah pemilihan (dapil) Kabupaten Sintang, Kabupaten Melawi dan Kabupaten Kapuas Hulu yang duduk di Komisi C DPRD Provinsi Kalbar kerap bersuara lantang memperjuangkan aspirasi masyarakat terkait perbaikan Jalan Oevang Oeray yang berstatus jalan nasional setiap kali ada pertemuan dengan Kementerian Pekerjaan Umum, dalam hal ini adalah Bina Marga,” tegas anggota Komisi C DPRD Provinsi Kalbar, Ino Sensius, di Gedung DPRD Provinsi Kalbar, Senin (15/7). Berdasarkan Keputusan Menteri Pekerjaan Umum (PU) Nomor: 631/KPTS/M tahun 2009, tanggal 31 De-

RUSAK PARAH, kondisi Jalan YC. Oevang Oeray saat ini kondisinya rusak parah serta kerap menimbulkan kecelakaan lalu lintas. Ironisnya hingga kini kondisi tersebut tak kunjung disikapi secara serius oleh Pemerintah. sember 2009, maka status Jalan Oevang Oeray dengan panjang 4,59 kilometer tersebut merupakan jalan nasional. Legislator Partai Golkar itu berpendapat, karena Jalan Oevang Oeray itu merupakan jalan nasional maka perbaikan maupun pening-

katan jalan tersebut harus dianggarkan melalui APBN dan bukan melalui APBD Provinsi maupun APBD Kabupaten Sintang. “Oleh karena itu, saya kira kita harus bersama-sama berjuang untuk menyampaikan aspirasi tersebut kepada wakil kita yang ada di

Senayan. Supaya mengalokasikan anggaran untuk melakukan perbaikan maupun peningkatan Jalan Oevang Oeray supaya bisa diperbaiki sesegera mungkin. Kalau perlu dimasukan melalui APBN-P atau APBN murni tahun 2014. Saya kira itu salah satu solusi konkret

yang bisa kita lakukan untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat Kabupaten Sintang,” lugasnya. Meski demikian, Ino yakin dan percaya bahwa sesungguhnya Pemerintah Provinsi Kalbar dan Pemerintah Kabupaten Sintang sejatinya ingin membantu menyelesai-

Kadisdik Akan Panggil Seluruh Sekolah

Biaya Daftar Ulang SMA Sokan Tembus Rp 700 Ribu

Eko Susilo Borneo Tribune, Nanga Pinoh TAK sedikit sekolah yang masih menetapkan pungutan yang tinggi terhadap siswa baru. Kondisi tersebut tentunya membuat banyak orang tua yang keberatan terhadap besaran biaya yang dipatok oleh pihak sekolah. Menindaklanjuti persoalan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Melawi, Paulus akan memanggil seluruh kepala sekolah untuk melaporkan pungutan biaya yang ditetapkan pada siswa. “Saya akan minta seluruh sekolah melaporkan besaran pungutan kepada siswa secara rinci. Ini dilakukan agar mereka bisa mempertanggungjawabkan untuk apa saja uang tersebut,” tegas Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Melawi, Paulus, di ruang kerjanya. Paulus mengatakan, dirinya tak menginginkan setiap ajaran baru selalu saja ada pungutan yang sangat memberatkan yang kemudian berdampak pada beban yang harus dipikul orang tua siswa. Apalagi terkadang biaya-biaya yang dibebankan tersebut terkadang tak masuk akal. “Yang kita inginkan adalah sekolah ini terbuka kepada orang tua dan komite berapa sih sumber dana dari pemerintah dan berapa dana yang terkumpul dari orang tua. Dan apa saja peruntukannya. Ini harus jelas dan transparan disampaikan kepada orang tua,” lugasnya. Seperti kasus pungutan di SMA Sokan, dimana ditetapkan per siswa dipungut sebesar Rp 700 ribu untuk daftar ulang. Dengan rincian pakaian olahraga Rp 120 ribu, pakaian batik Rp 170 ribu, atribut sekolah Rp 30 ribu, ikat pinggang Rp 25 ribu, iuran komite 3 bulan Rp 150 ribu, iuran pemeliharaan gedung satu tahun Rp 50 ribu, LKS Rp 145 ribu

dan kartu pelajar Rp 10 ribu. “Okelah kalau untuk seragam dimasukkan ke dalam pungutan, karena hampir semua sekolah polanya sama. Tapi jangan sampai ikat pinggang atau sepatu atau apapun yang lain juga harus dikoordinir sekolah. Inikan bisa dibeli orang tua sendiri sesuai dengan kemampuan mereka masingmasing,” ucapnya. Termasuk juga untuk uang pemeliharaan gedung, menurutnya hal tersebut seharusnya tidak diperbolehkan dipungut dari siswa. Karena ini menjadi tanggung jawab dari pemerintah. Hal ini tidak hanya untuk SMA Sokan, tapi juga ke seluruh sekolah di seantero Kabupaten Melawi. Apalagi tahun ini seluruh SMA juga mendapatkan alokasi dana BOS. Seperti halnya SD dan SMP. “Ke depan SMA juga bisa digratiskan dari biaya sekolah, bila memang dana BOS masih mencukupi untuk kebutuhan sekolah. Kalau kurang, baru kemudian dibebankan pada orang tua,” katanya. Sebelumnya, Ketua Komite SMAN 1 Sokan, Boy Anwar mengungkapkan, biaya pungutan yang ditetapkan oleh SMA tersebut memberatkan orang tua siswa. Pungutan biaya masuk terhadap siswa baru tersebut bukan merupakan hasil kesepakatan bersama antara komite sekolah. Melainkan kebijakan dari sekolah itu sendiri terkhusus kepala sekolahnya. Persoalan ini tentu membuat masyarakat, khususnya orang tua murid menjadi sangat kecewa. “Akibat dari pada pungutan biaya itu, banyak orang tua murid yang mengeluh. Bahkan mirisnya ada seorang anak murid yang nangis berhari-hari. Karena orang tuanya belum mampu membayarkan biaya yang diminta oleh pihak sekolah tersebut,” ungkapnya.

Boy berharap pemerintah, khususnya Disdik Melawi segera mengambil tindakan terhadap sekolah-sekolah yang memungut biaya hingga memberatkan para orang tua murid tersebut.

“Jangan sampai karena persoalan ini, banyak anak di Sokan menjadi tidak bisa melanjutkan sekolahnya ke tingkat SMA. Karena keterbatasan kemampuan para orang tua mereka,” lugasnya. †

Paulus Foto dok/Borneo Tribune

Kadisdik Akan Panggil Seluruh Sekolah

Buka Puasa Bersama Masyarakat Sokan

BUKA PUASA BERSAMA Kegiatan buka puasa bersama masyarakat Sokan yang digelar di kediaman Ketua DPRD Kabupaten Melawi, Abang Tajudin. FOTO: Eko Susilo/Borneo Tribune Eko Susilo Borneo Tribune, Sokan KETUA DPRD Kabupaten Melawi, Abang Tajudin menggelar acara buka puasa bersama di kediaman pribadinya di Kecamatan Sokan, Sabtu (13/7). Acara tersebut dihadiri ratusan warga Sokan yang dilaksanakan untuk mengikat tali silaturahmi dengan masyarakat setempat. Apalagi Sokan merupakan tanah kelahiran Tajudin. Tajudin mengatakan, pelaksanaan buka puasa bersama merupakan hal yang rutin dia lakukan hampir setiap tahun. “Jadi ini merupakan bentuk ukhuwah kita

sebagai sesama umat muslim sekaligus ajang silaturahmi bersama masyarakat Sokan,” ujarnya. TJN berharap, semua masyarakat Sokan dapat dengan khusyu menjalankan ibadah puasa pada tahun ini. Selain itu, dirinya juga meminta agar silaturahmi yang dilaksanakan di kediamannya juga semakin memperkuat persatuan dan tali silaturahmi sesama umat muslim maupun dengan umat lainnya. Sementara itu, ustad Muhammad Zaki yang memberikan siraman rohani sebelum buka puasa mengatakan di kalangan masyarakat Melawi, terutama di Sokan, seringkali ada istilah Me-

nyadik yang diartikan sebagai saudara atau keluarga dalam istilah Melayu. “Ini juga dapat diartikan bahwa muslim yang satu dengan muslim lainnya adalah bersaudara. Persatuan ini pangkalnya keberhasilan,” katanya. Zaki juga menyampaikan bahwa setiap masing-masing umat manusia adalah pemimpin. Makanya sebagai pemimpin seorang manusia harus bisa mempersiapkan bekal menuju alam akhirat. “Yang harus dimiliki sebagai seorang pemimpin adalah harus berilmu, kreatif, bertanggung jawab serta tegas. Ini yang harus ada di dalam diri pemimpin,” lugasnya. †

kan persoalan perbaikan infrastruktur jalan tersebut. “Misalnya melalui UPJJ. Namun persoalannya adalah apabila anggaran perbaikan tersebut dikeluarkan melalui APBD Provinsi maupun APBD Kabupaten, maka hal tersebut akan menjadi temuan oleh BPK. Nah kalau menjadi temuan, maka keinginan yang baik itu tadi tentu menjadi problema tersendiri. Disitulah saya kira letaknya, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten Sintang harus mengusulkan hal tersebut melalui APBN,” timpalnya. Sebelumnya, tidak sedikit masyarakat Kabupaten Sintang yang mengeluhkan lambannya sikap Pemerintah dalam memperbaiki Jalan Oevang Oeray yang kini dalam kondisi rusak parah. “Hampir setiap malam paling tidak dua sampai tiga orang yang jatuh di sini. Karena selain kondisi lubang yang dalam dan lebar, ruas jalan ini di malam hari cendrung menipu pengelihatan pengendara. Karena hanya titik-titik tertentu saja yang mengalami kerusakan,” ungkap Bayu, salah seorang warga Baning Kota. Hal senada diungkapkan Dendra, salah seorang warga Oevang Oeray di Komplek Stadion Baning mengungkapkan, setiap malam pasti ada pengendara yang terkapar di lubang besar di Jalan Oevang Oeray, khususnya di komplek depan CU Keling Kumang. ”Saya heran lubang jalan ini sudah cukup lama dibiarkan atau memang dipelihara lubangnya supaya pemerintah dapat premi asuransi kecelakaan,” cetus Dendra. Sementara itu, di sisi lain persoalan Jalan Oevang Oeray terkesan menjadi bola pimpong bagi pemerintah. Pasalnya, Bupati Sintang, Milton Crosby saat dikonfirmasi mengaku bahwa maraknya kecelakaan akibat keru-

Drs. Ino Sensius Foto Andry/Borneo Tribune

sakan jalan tersebut justru akibat keterbatasan kebijakan perbaikan maupun pembangunan pada jalur lintas provinsi maupun jalur yang berstatus jalan negara. ”Jalan Oevang Oeray adalah ruas penghubung lintas kabupaten. Memang diakui di sana banyak kerusakan parah di beberapa titik. Namun saya tegaskan saya tidak bisa berbuat banyak, karena ini terkait kebijakan pengelolaan,” tegas Milton. Pantauan di lapangan memperlihatkan, di Jalur Oevang Oeray sedikitnya terdapat 8 titik kerusakan yang terbilang cukup parah. Bahkan beberapa diantaranya nyaris memutuskan ruas jalan. Seperti jalan yang terdapat di depan CU Keling Kumang, depan Hotel Cika Sintang, depan Pintu Gerbang Hutan Wisata Baning, depan Akper Sintang, depan Jalan Tangguk Yunus serta di depan simpang SMP 3 Sintang. ”Kami berharap siapa pun yang merasa bertanggungjawab tidak hanya pemerintah, namun juga kalangan swasta untuk dapat berperan aktif dalam menormalkan ruas Jalan Oevang Oeray ini. Sebab tidak menutup kemungkinan korban luka akan terus berjatuhan serta tidak menutup kemungkinan juga korban jiwa akan terenggut akibat buruknya kondisi ruas jalan ini,” ucap Bupati Sintang. †

PAW Dewan Loncat Partai Politik

Kluisen: DPRD Wajib Surati Parpol Eko Susilo Borneo Tribune, Nanga Pinoh WALAU sudah muncul Surat Edaran Mendagri terkait dengan pemberhentian antar waktu anggota dewan yang menjadi caleg dari partai politik lain. Namun kebijakan ini hingga kini belum ditindaklanjuti oleh DPRD Kabupaten Melawi. Wakil Ketua DPRD Kabupaten Melawi, Kluisen menegaskan, berdasarkan Surat Edaran Mendagri, Nomor 161/3294/Sj, DPRD wajib menyurati partai politik yang bersangkutan untuk segera melakukan pemberhentian dan Pergantian Antar Waktu (PAW). “DPRD wajib menyurati partai politik yang bersangkutan untuk menyiapkan PAW dan memberhentikan anggota DPRD yang sudah menjadi caleg dari partai lain,” tegas Wakil Ketua DPRD Kabupaten Melawi, Kluisen, di ruang kerjanya, kemarin. Menurutnya, langkah yang diinstruksikan Mendagri tersebut dilakukan untuk mengakomodir hak politik anggota DPRD yang mencalonkan diri dari partai politik lain pada Pemilu Legislatif 2014 mendatang. Apalagi di dalam PP Nomor 16 Tahun 2010 sudah ditegaskan bahwa anggota DPRD diberhentikan antar waktu apabila menjadi anggota partai politik lain. “Parpol juga wajib mengurus PAW anggota dewan yang pindah partai tersebut. Kalau tidak dilakukan maka DPRD akan surati parpol untuk

Kluisen Foto Eko Susilo/Borneo Tribune

memberikan kesempatan selama 14 hari melakukan usulan PAW,” timpal Kluisen. Bila tak ada juga respon atau tanggapan atas surat DPRD tersebut, Kluisen mengatakan DPRD bisa saja mengusulkan pemberhentian atau PAW dewan pindah partai kepada Gubernur melalui Bupati untuk kemudian diberhentikan sebagai anggota DPRD. “Hal ini sudah kami diskusikan sebagai unsur pimpinan DPRD. Yang jelas, sudah ada aturan kuat mengenai PAW ini,” lugasnya. Setidaknya ada sembilan anggota DPRD Kabupaten Melawi yang terancam akan di PAW, karena menjadi caleg dari partai lain. Dua orang mencalonkan diri sebagai caleg di tingkat provinsi, sedangkan enam orang lainnya mencalonkan diri sebagai caleg di DPRD Kabupaten Melawi dan seorang lagi menjadi caleg di DPRD Kabupaten Sintang. †


Kapuas Hulu

Borneo Tribune

Selasa, 16 Juli 2013

10

Kapuas Hulu Kekurangan Guru Timotius Borneo Tribune, Putussibau Penempatan guru yang tidak merata salah satu kendala yang dihadapi Kabupaten Kapuas Hulu dalam meningkatkan kualitas pendidikan, bahkan keterbatasan guru masih sangat dirasa-

kan terutama di daerah-daerah pedalaman di wilayah Kapuas Hulu. “Ketersediaan tenaga pendidik ini masih jauh dari kata terpenuhi, apalagi penempataan guru tidak merata, terutama untuk guru bidang study, kebanyakan menumpuk di sejumlah sekolah, semen-

tara ada sekolah yang hanya memiliki dua atau tiga guru saja ,”ungkap Ketua Komisi A bidang Pendidikan DPRD Kapuas Hulu, Iman Sabirin kepada Borneo Tribune, Senin (15/7). Untuk itu, Iman berharap kepada Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu

melalui bidangnya untuk memperhatikan pormasi penerimaan guru untuk wilayah Kapuas Hulu. Sebab guru merupakan salah satu kebutuhan dalam meningkatkan sumber daya manusia. Selain itu, Dinas Pendidikan Kapuas Hulu juga diminta untuk lebih teliti

dalam memperhatikan perkembangan dunia pendidikan di Bumi Uncak Kapuas. Menurut Iman, harus ada grand strategis dalam mengutamakan mutu pendidikan. Dan sebagai fasilitator dunia pendidikan selama ini juga belum sepenuhnya dilakukan, sehingga

perlu peningkatan kinerja kedepannya. “Harapan kita Dinas Pendidikan akan lebih baik lagi, sebab Dinas Pendidikan merupakan rumah besar dalam mengkontruksikan pendidikan Kapuas Hulu, jadi fasilitatornya juga mesti diperhatikan,”ucapnya. o

Iman Sabirin FOTO: Timotius/Borneo Tribune

Tidak Ada Dana Trotoar dan Rumput di Jalan Tak Terurus Timotius Borneo Tribune, Putussibau Kota Putussibau saat ini terkesan tidak terurus, bahkan rumput-rumput sudah mulai tebal menghiasi jalan trotoar dan disisi-sisi jalan dalam Kota Putussibau. Kondisi ini terkendala karena tidak adanya anggaran untuk pembersihan trotoar dan jalan yang ada dalam Kota Putussibau. “ Memang untuk pember-

Nusantara Gawat FOTO: Timotius/Borneo Tribune

sihan trotoar dan jalan dalam Kota tidak ada anggaran, sehingga ini menjadi kendala kita, sebab disisi lain rumput sudah mulai tebal dan ada trotoar yang rusak,”kata Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kapuas Hulu, Nusantara Gawat, kepada Borneo Tribune, Senin (15/7). Menurutnya, kondisi Kota Putussibau saat ini menjadi catatan khusus dalam penataan kedepan. Terutama untuk trotar yang sudah rusak dan rumput yang tebal di hampir sepanjang jalan dalam Kota Putussibau. Selaku Kepala Dinas, Nusantara menyadari bahwa memang kedepan masih banyak yang pelru dibenahi dalam penataan Kota Putussibau, yang pertama masalah drainase yang memang pelu dibangun, penanganan sampah dan penataan lingkungan Kota Putussibau. “Saya rasa dalam menata Kota pelu lebih fokus, dan memakan dana yang cukup besar, jika nanti semuanya sudah tertata baru lah kita membangun monumen ciri khas Kapuas Hulu, dan belum bisa kita lakukan tahun ini, karena memang belum ada anggaran, sehingga kita akan anggarkan tahun depan,”jelasnya.o

Kerusakan trotoar ini terpaksa dibiarkan begitu saja hingga disisi jalan Kota Putussibau ditumbuhi rumput hal tersebut dikarenakan tidak adanya anggaran. Foto : Timotius/Borneo Tribune

5 Caleg Tak Penuhi Syarat PT. BUMI BORNEO CEMERLANG

Distributor Aspal Shell (Drum) Pen 60/70, Berat Bersih : 154 Kg

KPUD Umumkan DCT Bulan Agustus Timotius Borneo Tribune, Putussibau Setelah melalui tahapan penetapan Daftar Calon Sementara (DCS) bagi Calon Legislatif Pemilu 2014, maka Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kapuas Hulu akan segera melakukan penyusuna Daftar Calon Tetap (DCT) yang akan diumumkan pada bulan Agustus 2013. Ketua KPUD Kapuas Hulu Lisna Roliza menjelaskan bahwa dari 340 Caleg yang mendaftar ke KPUD Kapuas Hulu yang masuk DCS hanya 335 orang, sebab 5

Lisna Roliza Ketua KPUD Kapuas Hulu Foto Timotius/Borneo Tribune

orang tidak memenuhi persyaratan dan ketentuan terutama untuk keterlibatan pidana dan tidak cukup umur. Kemudian kata Lisna, dari 335 caleg yang masuk DCS tersebut akan disusun

Gallery

Kerawing Menerima pesanan & menjual : hasil tenunan daerah/ kerajinan, berupa pakaian adat, anyaman dan lukisan Putusibau SISKA Hp. 081257159998

kembali dengan ketentuan dan atuaran yang berlaku masuk kedalam DCT. “ Ada lima orang yang tidak masuk dalam DCS, itu dikarenakan tidak memenuhi syarat dan ketentuan yang berlaku, ada yang tidak cukup umur dan masih terlibat dalam pidana sehingga tidak masuk DCS, ini memang sudah aturan,”jelasnya. Menurutnya, sesuai jadwal yang ditentukan bahwa penyusunan DCT akan dilaksanakan pada tanggal 25 Juli s/d 22 Agustus 2013, dan akan diumumkan pada 23 s/d 25 Agustus 2013. Untuk itu, Lisna meminta para Partai Politik untuk prokatif dalam menyampaikan klarifikasi atas tanggapan masyarakat. “ Proses dan sejumlah tahapa tersebut wajib kita laksanakan sesuai ketentuan dan aturan yang berlaku, dan diharapkan para Parpol juga bisa melaksanakan kewajibannya terutama dalam penyampaian hasil kalrifikasi calegnya yang mendapat tangggapan masyarakat,”pintanya.o

IKLAN BARIS Dijual Bangunan

DIJUAL

Telp. 0561-577868 Jl. Gaj ahma da N o. 3 P ont ianak Gajahma ahmada No Po ntianak Email: aria_tur@yahoo.com Penerbangan Pontianak - Jakarta BATAVIA : 5x penerbangan dalam sehari ( l07.05 l07.55 l11.10 l14.35 l16.00 ) SRIWIJAYA : 4x penerbangan dalam sehari ( l07.00 l07.55 l11.55 l15.50 ) LION AIR : 3x penerbangan dalam sehari ( l07.30 l11.35 l15.30 )

GARUDA : 3x penerbangan dalam sehari ( l08.00 l12.55 l17.35 ) Penerbangan PTK - JOGJA & PTK - SURABAYA BATAVIA : 1x penerbangan dlm sehari (pukul : 14.45)

Tanah Kavling lokasi strategis, siap bangun di Perbatasan Sungai Raya Dalam - Punggur Kecil (lurus Paris2), SHM - aman / tidak bertimpa, dll. Tersedia 62 kavling 10 x 20 m2 (25jt cash), 8 kavling Ruko 5 x 40m2 (50 jt cash). Untuk kredit DP 5jt, sisanya diangsur 3642 bulan. Hanya 5 Km dari Jl.Ayani 3 dan pinggir jalan raya Paris - Parit Buluh. Berminat Hubungi :

0812 5710 225

Biro Melawi: Eko Susilo (081256452946)

Dijual cepat eks. kantor, sertifikat, 2 lt, Jl. Nurali No. 2, Hub. 081384151188 tnp perantara.

Biro Sekadau: Bagus Kosminto (085245743683).

Langganan Koran

Biro Sintang: Endang Kusmiyati (08524-5006757)

Ingin berlangganan Harian Borneo Tribune di daerah, hubungi: Biro Kubu Raya: Aldi (08971600688) Biro Mempawah: Johan Wahyudi (085654587038). Biro Sambas: Amrul Ambiya (Kontributor/Pemasaran) (085245527602). Biro Bengkayang: (085245247955).

Mujidi

Biro Landak: Yohanes Ngalai / Pemasaran (085822062880). Biro Sanggau: (085245904505).

Ratnasari

Biro Kapuas Hulu: (085654585775)

Herdi

Biro Ketapang: (08971600688)

Aldi

Biro Kayong Utara: Abdul Khoir (081345154592)

Ser vice Mobil

Taxi CV. TEGAR PRATAMA TRANSPORT Melayani Antar Jemput Penumpang Jl. Kalimantan No. 24B 0562-640029/641366 SINGKAWANG Jl. Imam Bonjol Gg. Tnjng Sari No. 36 0561-747211/749025 PONTIANAK INNOVASI TAXI. Melayani Antar Jemput. Jl. Tua Pekong No.24 Singkawang, (0562)3309800, Jl. A. Yani (RM. Bertagis) Pontianak Telp. (0561) 7015100, (0561) 7157000

SUTOYO MOTOR. Service, Tune Up, Las/Cat Mobil. Jl. Letjen Sutoyo No. 11 Telp. 743690 Ptk

Kost Gallery Kost. Menerima Pria & Wanita Fasilitas Air & Listrik dan lain-lain. Jl. Diponegoro No. 9 Telp. 0562-3320424 SKW

Iklan Baris: 1 baris / hari Rp. 6.000,-


Teras Borneo T Tribune

Selasa, 16 Juli 2013

11

Sosis Malaysia Dimusnahkan untuk memusnahkannya. “Barang bukti semula berjumlah 199 kotak sosis Malaysia, namun yang kita musnahkan hanya 198 Kotak saja, sedangkan satu kotaknya akan kita jadikan barang bukti di Pengadilan. Pemusnahan yang kami lakukan ini sudah mendapat izin dari pengadilan,” jelas Corry Panjaitan. Lanjut Corry Panjaitan, penyidikan yang dilakukan pihaknya terkait sosis Malaysia ini, sudah mengarah kepada tersangka, tersangkanya bernisial HGK, namun sampai saat ini masih dalam prosesÿ penyidikan, dan selanjutnya Ia akan memproses hukum kasus ini sampai ke Pengadilan. “Tersangkanya sudah kita ketahui, namun kita tidak bisa terburu - terburu, yang jelas kasus sosis Malaysia ini, masih dalam proses pemeriksaan lebih lanjut dari pihak kami, dan ketika penyidikan sudah selesai dan memiliki

bukti yang kuat, saya akan membawa kasus ini ke Pengadilan,” tegas Corry Panjaitan yang baru menjabat sebagai Kepala BPOM Kota Pontianak. Selain itu Kepala BPOM juga mengatakan, barang bukti selain sosis yang diserahkan oleh pihak Korem kepada pihaknya untuk diamankan, seperti Daging Sapi, Ikan Kembung dan Daging Ayam. Ia sudah menyerahkan kepada dinas terkait di Kota Pontianak, karena pihaknya tidak ada wewenang untuk melakukan penyidikan kasus itu, melainkan Balai Karantina dan Dinas terkait dapat memprosesnya. “ Kalau BPOM ini dapat memproses hukum bahan mentah yang sudah diolah menjadi makanan atau obat, namun selama itu belum diolah, kami tidak bisa melakukan proses hukum, contohnya seperti sosis ini, karena merupakan makanan olahan dari daging, maka Ia da-

pat memprosesnya lebih lanjut,” katanya. Lebih jauh lagi Kepala BPOM mengimbau kepada seluruh masyarakat Kota Pontianak maupun Kalbar untuk berhati hati dan selalu waspada jika memilih makanan, karena menjelang Ramadan atau lebaran seperti ini, indikasi kuat makanan kadarluasa dan ilegal yang tidak dijamin keamanannya banyak beredar di pasar maupun swalayan. “ Saya minta masyarakat hati - hati memilih makanan, karena indikasi makanan dan minuman yang sudah dalam kemasan, mengandung zat berbahaya, ilegall yang tidak dijamin keamanannya, kemudian kadarluasa banyak beredar, jadi masyarakat harus jeli untuk memilih makanan, salah satunya dengan cara melihat ada lambang BPOM RI atau tidak dan melihat masa berlakunya makanan,” imbau Kepala BPOM Kota Pontianak. †

Perbatasan Kalbar - Malaysia Tidak Aman kesekian kalinya, para jaringan Internasional bisa lolos dari Malaysia masuk ke Kalbar, dan saya berikan apresiasi kepada pihak BNNP Kalbar, di mana info yang didapat BNN RI dan BNNP berhasil menangkap kiloan sabu dan ribuan butir pil ekstasi yang diduga berasal dari Malayia, pertanyaannya bagaimana bisa pemeriksaan yang dikatakan ketat, jika narkoba bisa masuk,” ungkapnya. Dikatakannya, maraknya barang - barang, narkoba makanan/minuman, serta daging dan ikan masuk melalui perbatasan setiap tahunnya, harus menjadi perhatian serius oleh pihak aparat yang ada di perbatasan, dan untuk pejabat pimpinan yang tertinggi di Kalbar, harus melakukan sidak atau evaluasi untuk kinerja aparanya yang ada di perbatasan, sehingga kedepannya aparat di perbatasan tidak bermental buruk dan tidak lengah serta selalu menjaga keaman perbatasan. “ Kita ketahui perbatasan kita memang rawan akan masuknya barang haram serta lain sebagainya dari Malaysia, namun kalau begini terus aparat di perbatasan, maka narkoba serta lain sebagainya, tidak akan ada henti - hentinya masuk ke Kalbar, dan tidak tutup kemungkinan ada keterli-

batan oknum aparat, maraknya masuk barang barang ilegal dari Malaysia,” pintanya. Retno juga mengumpamakan, jangankan narkoba jenis sabu yang barangnya kecil bisa masuk ke Kalbar, melainkan mobil dengan ukuran yang besar juga bisa masuk ke Kalbar melalui perbatasan Malaysia. Retno juga meminta kepada pihak BNNP Kalbar untuk melakukan tes urine kepada seluruh aparat yang menjaga pintu masuk perbatasan, baik itu TNI,Polri, Balai Karantina serta Bea dan Cukai, karena menurutnya tidak menutup kemungkinan aparat yang menjaga perbatasan menjadi pemakai narkoba. “Saya hanya berharap kepada pimpinan aparat yang ada di Kalbar untuk memberikan rasa aman di perbatasan, karena kejahatan masuknya barang, gula, daging, ikan, makanan/minuman ilegall serta narkoba di perbatasan Kalbar - Malaysia, menjadi ciri khas kejahatan yang terus berlangsung di Kalbar setiap tahunnya, namun saya juga tak lupa memberikan apresiasi bagi aparat yang melakukan pengungkapan,” harapnya. Sementara itu Kabid Humas Polda Kalbar, AKBP Mukson Munandar Polda Kalbar kini telah

meningkatkan razia terhadap keluar masuknya barang-barang dari kawasan perbatasan karena biasanya saat Ramadan banyak oknum yang tidak bertanggung jawab memanfaatkan momen Ramadan untuk memasukkan barang murah asal Malaysia, untuk dijual di Kalbar, dengan tujuan mendapat untung besar, seperti gula dan narkoba, bahkan yang terakhir ini bawang dan ikan pun juga dimasukan ke Kalbar. “Peningkatan razia ini, diharapkan dapata menekan angka masuknya barang-barang ilegal asal Malaysia, seperti gula, daging sapi dan ayam beku, ikan, makanan dan minuman serta narkoba,” jelas AKBP Mukson Munandar. Dikatakan Mukson, ada lima Polres yang bertugas menjaga perbatasan, yakni Polres Bengkayang, Sanggau, Sintang, Kapuas Hulu dan Sambas, di mana kelima Polres ini sudah diinstruksikan Kapolda Kalbar untuk meningkatkan razia guna menenakan maraknya barang illegal masuk ke Kalbar. “Ada lima Polres yang diperintahkan Kapolda untuk selalu meningkatkan keamanan di perbatasan, terutama dengan barang barang ilegal yang masuk ke Kalbar dari perbatasan,” pungkas Mukson Munandar. †

M Zeet Laksanakan Safari Ramadan Ramadan ini. Safari Ramadan ini akan dimulai dari Kabupaten Benkayang, dan diteruskan, Selasa (16/7) di Kota Singkawang, dan dilanjutkan, Rabu (17/7) di Kabupaten Sambas. “Safari Ramadan ini merupakan momentum untuk bersilaturahmi dengan warga Kalbar dan sekaligus untuk melihat secara langsung bagaimana kehidupan masyarakat. Banyak hal yang akan didapatkan dalam Safari Ramadan ini,” kata M Zeet Hamdy Assovie, Minggu (14/7) dikediamannya. Dikatakannya, Safari Ramadan ini merupakan acara tahunan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalbar dalam menyambut bulan suci Ramadan,

dan juga untuk membangun membangun sinergi melalui Safari ramadan ini, baik antara masyarakat dengan pemerintah, maka kebijakan-kebijakan pemerintah untuk kesejahteraan masyarakat bisa direalisasikan dengan baik. Silaturahmi yang dilaksanakan melalui Safari Ramadan ini merupakan media yang sangat tepat untuk pererat rasa persatuan serta memperkokoh Uhkuwah Islamiyah sesama kita, dan dengan melaksanakan kunjungan silaturahmi, akan menumbuhkan semangat dan rasa kebersamaan dan kekompakan antara kita, sekarang orang selalu dihadapkan kesibukan baik dengan pekerjaan, usaha

dan lain sebagainya, dengan kesibukan yang luar biasa tersebut cenderung akan melunturkan serta mengurangi semangat kebersamaan dan kekompakan. “Dengan kita mengadakan silaturahmi, akan menumbuhkan kembali rasa kebersamaan dan kekeluargaan serta kesetiakawanan yang mulai pudar tersebut,” jelasnya. Dijelaskannya, safari Ramadan Pemprov Kalbar merupakan kegiatan yang banyak sekali manfaatnya, selain dirinya sebagai kapasitas Ketua PWNU Kalbar juga sekaligus sebagai Sekda Kalbar untuk melihat perkembangan pembangunan dan tingkat kesejahtreraan masyarakat di daerah. †

Soal Ujian Biologi Soal ujian yang diberikan kepada para siswa ialah: “Amati kedua kaki burung ini dengan cermat, lalu tulislah di kertas ujianmu, ini jenis burung apa?” Seorang siswa yang selama beberapa hari ini sedang mati-matian menyiapkan ujian dengan cara menghapal, melihat sekarang di atas meja hanya

terletak seekor burung, pelajaran yang tadinya ia hapalkan secara mati-matian ternyata sia-sia belaka, maka ia segera naik darah dan tak mampu mengendalikan diri lagi. Ia pun segera bangkit dari tempat duduknya, lalu dengan cepat menyerahkan kertas ujian kosong di tangannya tanpa membubuhi nama dan nomor

ujiannya. Melihat keadaan ini sang profesor sangat marah, ia menyuruh siswa itu meninggalkan namanya. Siswa itu dengan cekatan menjinjing kaki celananya, sambil memperlihatkan kakinya yang berbulu, ia berkata kepada sang profesor: “Coba Anda terka, aku ini siapa?” †

Salah satu lapak pasar juadah yang ada di jalan A Rais A Rahman/Sungai Jawi Pontianak. Tampak pengunjung sedang memilih-milih makanan apa yang akan di belinya untuk berbuka puasa hari ini, Selasa (15/7). FOTO: S.Ardiansyah/ Borneo Tribune

Sangat Disiplin, Berwawasan Global & Etika Pergaulan Intrnasional (1) pada motif apapun selain hanya ingin mengungkapkan fakta riil dan obyektif mengenai hubungan sejarah dan politik: ‘sejarah adalah politik pada masa lampau dan politik ialah sejarah masa kini.’ Ini berarti, kalaupun ketokohan seorang putra Indonesia keturunan Arab Alawiyyin kelahiran KalBar ini tercampakkan dari sejarah, itu berarti ada sesuatu yang keliru dalam politik masa lalu. Ini juga mengingatkan kita bahwa kebijakan yang keliru semacam itu jangan pernah terulang, karena ia akan menjadi sejarah kelam bangsa ini. Ketidakhadiran dan Panceklik Hamid Al-Qadrie lahir di Pontianak 12 Juli 1913 dari seorang ayah, Sultan Muhammad Al-Qadrie, keturunan Melayu-DayakBugis-Arab Alawiyyin dan Ibu keturunan Turki. Ia wafat 3 Maret 1978 di Jakarta pukul 18.15 setelah melaksanakan shalat Maghrib. Seandainya masih hidup, sekarang ini Hamid berumur 100 tahun. Sampai saat ini, hari wafatnya telah berlangsung 35 tahun 4 bulan 9 hari. Setiap tahun, hari kelahiran dan wafatnya diperingati di Kesultanan Qadriyah. Artikel ini bermaksud dan boleh dianggap memperingati dua masa bersejarah itu. Namun, isinya lebih dimaknai oleh rekan-rekan saya sebagai perwujudan baik dari kondisi ketidakhadiran (absence) atau panceklik hadirnya para pemimpin besar di Indonesia selama 45 tahun sejak ORBA maupun dari krisis kepercayaan rakyat terhadap mereka. Kehilangan Satu Generasi Pemimpin. Rakyat Indonesia, terutama di KalBar haus dan rindu akan dan mendambakan hadirnya pemimpin-pemimpin besar sekaliber antara lain Multatuli, Soekarno, Mohammad Hatta, A. H. Nasution dan Hamid AlQadrie yang ide politik mereka merakyat dan banyak berbicara di tingkat Nasional dan internasional. Setelah Hamid, memang banyak pemimpin-pemimpin formal dan informal datang silih berganti mengisi jabatan kosong, karena KalBar kehilangan satu generasi pemimpin. Peristiwa Mandor 1943 dengan Balatentara Kempitai Jepang memegang peran kunci menyebabkan KalBar mengalami musibah kepemimpinan. Rakyat KalBar pantas

berterima kasih kepada para pemimpin yang telah datang atau didatangkannya (dropped) dan telah menggerakkan roda pemerintahan. Namun, KalBar perlu waktu untuk memperoleh banyak manfaat dari mereka karena berbagai alasan: mereka kurang mengenal KalBar dan budayanya, lamanya masa tugas sangat terbatas, sering dialihtugaskan (rolling of duty) ketempat lain, komitmen dan tanggung jawab mereka lebih pada instansi yang mendatangkan mereka ketimbang pada rakyat dan daerah KalBar. Karena itulah, pembangunan di daerah ini telah sedang berjalan sangat lamban bagai sebuah “becak yang bannya bocor,” sedangkan percepatan (acceleration) pembangunan di daerah lain terutama Jakarta, seluruh Jawa, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Sumatera Utara, Sumatera Barat dan Bali berjalan bagaikan “sepeda motor balap 250 cc.” Selain itu, ketidakberuntungan KalBar dari kehilangan satu generasi pemimpin juga dirasakan dalam segi sosial ekonomi: hancurnya lingkungan

alam dan sosial, proses pengundulan hutan sangat cepat, ketidakpedulian, moralitas, penataan kota dan lingkungan yang menimbulkan krisis identitas. Figur Konkrit Bukan Messiah Dalam kondisi suram seperti itu, masyarakat KalBar melihat ke belakang pada apa yang telah dilakukan oleh Hamid AlQadrie untuk menempatkan KalBar sederajad dengan daerah dan Bangsa lain. Mereka menginginkan lahir dan munculnya figur-figur pemimpin dan tokoh bertaraf nasional dan internasional dan memiliki gagasan, pemikiran dan obsesi besar, dan integritas tinggi, dalam bentuk konkrit bukan dalam bentuk messiah yang “turun dari langit” sebagaimana diharapkan oleh aliran mesianisme, seperti Imam Mahdi dalam masyarakat Syiah, Ratu Adil pada masyarakat pedalaman Jawa dan “messiah” yang konkrit dalam masyarakat Dayak (Alqadrie, 1994). Figur semacam itu diharapkan muncul di KalBar dari generasi penerus: pemikir-

pemikir yang memiliki obsesi besar, pekerja keras, jujur dan konsisten. Putera KalBar yang satu ini berpendidikan sangat baik. Ia secara pribadi dididik oleh seorang wanita Inggris dan menguasai dua bahasa asing secara aktif, Inggris dan Prancis. Begitu menyelesaikan Sekolah Lanjutan Pertama, Hamid muda telah menguasai dua bahasa asing lainnya: Belanda dan Jerman. Ia dapat mengelola waktu dan pekerja keras, memiliki disiplin sangat baik, wawasan global dan etika pergaualan internasional. Karena menerima pendidikan Barat dan Timur, ia berhasil menggabungkan dua dunia: global dan lokal, sehingga ia mampu berfikir global dan berhati lokal. Ini ditunjukkannya ketika berada di lingkungan keluarganya, ia makan dengan menggunakan tangan dan bermain dengan kawan-kawan sebayanya, tetapi ia menyukai kebersihan dan menghargai perbedaan. Dosen UNTAN, Professor tamu Center of South East Asian Study (CSEAS), Kyoto University, Jepang & NIAS,Copenhagen, Denmark. †


CMYK

Borneo Tribune

Selasa, 16 Juli 2013

www.borneotribune.com

12

CALON WALIKOTA DAN WAKIL WALIKOTA KOTA PONTIANAK PERIODE 2013-2018 Mengucapkan:

Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadan 1434 H/2013 M H Sutarmidji, SH, MHum

Prajurit Lanud Bersihkan Tempat Ibadah

Ir H Edi Rusdi Kamtono, MM, MT

Cawako dan Caleg Padati HUT Klenteng HUT Klenteng Toa Pek Kong Berlangsung Meriah

Andika Lay Borneo Tribune, Pontianak DALAM rangka memperingati Hari Bakti Ke-66 TNI Angkatan Udara, Jumat (12/7) lalu, Prajurit Pangkalan TNI-AU (Lanud) Supadio dan Skadron Udara 1 melaksanakan gotong royong membersihkan tempat-tempat ibadah yang ada disekitar wilayah hukum Lanud Supadio. Dalam kegiatan ini, para Prajurit Lanud maupun Skadron Udara mengambil sasaran kegiatan kerja bakti antara lain di masjid Baitussalam, gereja Santo Antonius dan Pura Giri Pati Mulawarman yang terletak di Desa Parit Baru. Mayor Kes Yudi Setiawan selaku Ketua Seksi Kebersihan mengatakan dalam rangka hari bakti tahun ini, personel Lanud Supadio dan Skadron Udara 1 membersihkan tempat-tempat Kerja Bhakti. Prajurit Lanud Supadio ibadah yang ada dan Skadron Udara membersihkan disekitar Lanud. “Kita fokuskan halaman Pura Giri Pati Mulawarman di Desa Parit Baru. FOTO Andika Lay/ untuk membersihkan mesjid, Borneo Tribune. gereja dan pura. Kemudian direncanakan untuk membersihkan Taman Makam Pahlawan (TMP) Dharma Patria Jaya dan membersihkan lingkungan disekitar Lanud Supadio,” kata mayor Kes Yudi Setiawan. Dikatakannya, kegiatan kerja bakti ini bukan hanya dilakukan oleh personel Lanud tetapi juga dibantu oleh pengurus dan warga sekitar tempat ibadah. Walaupun sebagian besar anggota yang melaksanakan kerja bakti sedang berpuasa namun bukan menjadi penghalang untuk berbuat kebaikan. Hal ini terbukti dengan hasil kerja bakti yang maksimal.

Andika Lay Borneo Tribune, Pontianak CALON Wakil Walikota Pontianak Sebastian, dan Erick S Martio bersama beberapa Caleg Anggota DPRD Provinsi Stievenes Tjin Siam dan Linda Ango, maupun Caleg DPRD Kota Pontianak Emiliana TB, Hartono Azas, Tan Lie Hian, Iwan Khosasi, Minggu (14/7) memadati halaman Klenteng

Toa Pek Kong, jalan Selat Sumba II Pontianak untuk menghadiri jamuan HUT ke 145 Klenteng Toa Pek Kong. Walau dalam suasana peringatan HUT ini, hujan mengguyur Kota Pontianak, namun hujan ini tidak menjadi halangan bagi undangan untuk tetap menghadiri HUT Klenteng Toa Pek Kong ini, dan diiringi Band Kuning Agung menjadikan suasana peringatan HUT ber-

langsung meriah. Jamuan HUT Klenteng Toa Pek Kong yang dilaksanakan oleh Pengurus Yayasan Makmur Sejahtera (d/h Toa Pek Kong) juga dimemeriahkan acara hiburan musik Band Kuning Agung. Menurut Ketua Yayasan Makmur Sejahtera, Tjhin Bu Jung, HUT yang dilaksanakan oleh Pengurus ini merupakan acara tahunan setiap tanggal 6 bulan 6 dalam penanggalan

imlek. “Ini acara tahunan yang setiap tahun kita laksanakan jamuan,” kata Tjhin Bu Jung. Dikatakan olehnya, sehari sebelum acara puncak ini dilaksanakan, Pengurus terlebih dahulu menjalankan ritual penyembahan, dan ritual berlangsung Khusyuk daan khitmad. Klenteng Toa Pek Kong yang didirikan tahun 1868 yang awalnya merupakan sebuah klenteng kecil dan menjadi tempat bagi

umat Kong Hu Cu untuk melaksanakan ritual keagamaan di lokasi dimana klenteng ini didirikan hingga sekarang ini. Setelah berdiri dan memasuki usia 145 tahun dan menjadi tempat ritual bagi umat Kong Hu Cu, di usia ke 137 tahun atau tahun 2005, Pengurus Yayasan Makmur Sejahtera memugar bangunan klenteng yang kecil ini untuk dibangun menjadi bangunan Kleteng yang representatif.

Kacab JR Kalbar Serahkan Sarung Jok Andika Lay Borneo Tribune, Pontianak PT Jasa Raharja (JR) Cabang Kalbar menyerahkan bantuan berupa 100 buah Sarung Jok Bus kepada Perum DAMRI Pontianak, Jumat (12/7). Penyerahan bantuan sarung jok Bus ini diserahkan langsung oleh Kepala Cabang PT Jasa Raharja Eko Setyanto dan didampingi Kepala Unit Teknik Edy Subandri bersama Kepala Unit Humas dan Hukum Lus Prihadi, serta PJ. Iuran Wajib H.Muhammad Taufik yang diterima langsung oleh Kepala Stasiun Perum DAMRI Pontianak Turdjono di ruang kerja Kepala Stasiun Perum.DAMRI Pontianak. Kepala Cabang Jasa Raharja Kalbar Eko Setyanto menyampaikan, bahwa PT Jasa Raharja sebagai pengemban amanah UndangUndang Nomor Bantuan. Kacab PT Jasa Raharja Kalbar 33 dan 34 Tahun Eko Setyanto menyerahkan bantuan sa- 1964 akan terus rung jok Bus Damri kepada Turjono. berupaya memberikan pelayanFOTO Andika Lay/Borneo Tribune. an terbaik kepada masyarakat, terutama dalam memberikan santunan kepada korban kecelakaan lalu lintas, baik di Darat, Laut, Udara dan Penyeberangan, sesuai Motto Jasa Raharja. ”Utama Dalam Perlindungan dan Prima Dalam Pelayanan”, karena Jasa Raharja Sebagai Asuransinya Masyarakat Indonesia,” kata Eko Setyanto. Sebelum acara tersebut diatas, telah dilakukan penandatanganan Berita Acara Serah Terima Bantuan Hibah oleh Kepala Cabang Jasa Raharja Kalimantan Barat Eko Setyanto kepada Kepala Stasiun Perum DAMRI Pontianak Turdjono, tentang Penyerahan Bantuan Hibah Sarung Jok Bus untuk Perum.DAMRI sebanyak 100 buah.

CALEG DPRD Kota Pontianak Dapil Pontianak Utara, Emiliana TB bersama Tim juga berkesempatan untuk menghadiri HUT ke 145 Klenteng Toa Pek Kong. FOTO Andika Lay/Borneo Tribune.

Hadir di Pontianak untuk memenuhi kebutuhan

Menyediakan kain dan busana batik eksklusif bagi Pria, Wanita, Sarimbit (pasangan), Remaja dan Anak-anak

Perguruan Binoa CMYK


Harian Borneo Tribune 16 Juli 2013