Issuu on Google+

cmyk

I DEALISME, K EBERAGAMAN

DA N

KEBERSAMAAN

Borneo Tribune www.borneotribune.com

Jumat, 30 Agustus 2013

23 Syawal 1434 H - 24 Chit Gwee 2564

Alamat Redaksi: Jln Purnama Dalam No 2 - Pontianak 78121

Telepon Redaksi/Iklan/Langganan/Pengaduan: (0561) 767788 Faximile. (0561) 766103

TEMU KANGEN ALUMNI FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS TANJUNGPURA 1963 - 2013 UNIVERSITAS TANJUNGPURA

Hari/Tanggal: Sabtu/31 Agustus 2013 Pukul: 19.00 WIB Tempat: FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS TANJUNGPURA

Borneo

Tribune

BANK KALBAR

Amunisi Malaysia Diperjualbelikan di Kapuas Hulu Sebanyak 10 kotak yang berisi 250 butir amunisi jenis caliber 12 merk MEGA buatan Negara Malaysia berhasil diamankan jajaran Polsek Batang Lupar. Dipimpin langsung oleh Kapolsek Batang Lupar IPDA Edi Trisno Tarigan bersama anggotanya langsung menangkap pelaku yang sedang mengendarai sebuah sepeda motor jenis Jupiter Z warna merah maron dengan nomor Polisi 3192 FF. membawa ikan, namun saat digeledah ternyata yang dibawanya amunisi sebanyak 10 kotak yang berasal dari Malaysia, ”ungkap Edi kepada Wartawan, diruang Reskrim Polres Kapuas Hulu, Kamis (29/08). Dijelaskan Edi, tersangka atas

B uah Bibir Perang Lawan Koruptor PBB

nama Ahmad Zais (43) warga Kota Putussibau jalan Kapten Piere Tendean Komplek, BTN Kodim Putussibau, ditangkap pada Rabu (28/08) kemarin sekitar pukul 12.30, di bukit Genting Lanjak Kecamatan Bantang Lupar, untuk menjalani proses pemeriksaan tersangka saat ini diperiksa di Polres Kapuas Hulu. Dikatakan Edi, berdasarkan hasil pemeriksaan tersangka rencananya akan memperjual belikan amunisi tersebut disekitar Kota Putussibau, namun tersangka belum mengakui pembelinya siapa. Dikatakan tersangka saat diperiksa amunisi tersebut dijual seharga satu kotak di Badau daerah perbatasan Indonesia-Malaysia harganya sekitar Rp.1.300.000/kotak, akan dijual belikan di Kota Putussibau dan sekitarnya seharga Rp. 75.000/butir. Jadi keuntungan ....Ke Halaman -11

Adrianus Asia Sidot BUPATI Kabupaten Landak DR. Drs Adrianus Asia Sidot, M.Si, menyatakan perang terhadap para koruptor PBB. Hal tersebut ditegaskan Bupati saat mencanangkan bulan panutan pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), Rabu (28/8) di halaman Kantor Bupati Landak. Menurutnya, PBB ....Ke Halaman -11

Sorry SEORANG cewek yang bahasa inggrisnya kacau balau menubruk seorang bule sewaktu jalan-jalan di mall. Cewek :”I...I’m sorry, Sir.” Bule :”I’m sorry,too.” Cewek :”I’m sorry three.” Bule :”What are you sorry for?” Cewek :”I’m sorry five.” Bule :”Are you sick?” Cewek :”I’m seven.” Akhirnya si bule pun sadar dan meninggalkan cewek itu sambil tersenyum kecut. o

Tersangka bersama barang bukti sebanyak 250 butir amunisi buatan Malaysia yang berhasil diamankan Polres Kapuas Hulu. Foto :Timotius/Bornoe Tribune

Bahaya Gula Rafinasi Bagi Kesehatan Pertemuan Tim Monitoring Terpadu

Kasat Reskrim Polres Kapuas Hulu (kiri) dan Kapolsek Batang Lupar (kanan) saat memperlihatkan Barang Bukti Amunisi buatan Malaysia. Foto :Timotius/Borneo Tribune

Borneo Tribune, Pontianak Sekda Kalbar Drs M Zeet Hamdy Assovie mengatakan peredaran gula rafinasi (Refined Sugar) hanya diperuntukkan bagi industri makanan dan minuman serta farmasi, dan tidak diperuntukkan bagi rumah tangga, apalagi dikonsumsi manusia. “Gula Rafinasi konsumsi-

nya hanya diperuntukan bagi mesin-mesin saja, dan tidak diperuntukanbagi manusia,” kata M Zeet Hamdy Assovie, Kamis (29/8) pada Pertemuan Tim Monitoring Terpadu, di Ruang Rapat Wagub Kalbar. Dikatakannya, banyak masyarakat awam yang belum ....Ke Halaman -11

Satu Anggota Polres Sintang Dipecat Borneo Tribune, Sintang Lantaran melakukan pelanggaran disiplin Polri, Bripda Kapitan Sona diberhentikan secara tidak hormat dari dinas Polri. Upacara pemecatan tersebut dilakukan di Mapolres Sintang, Kamis (29/8). Kapolres Sintang, AKBP

Veris Septiansyah melalui Kabag Sumda Polres Sintang, Kompol Ronadi mengungkapkan, pemecatan terhadap Kapitan Sona berdasarkan Keputusan Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Nomor: Kep/ 166/ IV/ 2013 tentang pemberhentian dengan

tidak hormat dari Dinas Polri. ”Pemberhentian secara tidak hormat ini sudah terhitung sejak 30 April 2013, hanya saja upacara pemecatan baru kita lakukan hari ini,” ungkap Ronadi ketika ditemui ....Ke Halaman -11

Penderita Kanker Payudara

Berharap Donatur untuk Berobat Borneo Tribune, Singkawang Bong Kui Fa, yang merupakan warga Gang Bhakti Rt 55/ Rw 08, No.41, Kelurahan Pasiran , Singkawang Barat, kini menderita sakit kanker Payudara. Setelah di operasi atau diangkat dari Rumah Sakit, justru kondisi Bong Kui Fa semakin terpuruk. Ketika sejumlah wartawan mendatangi kediaman Bong Kui Fa, ia terbaring lemas di kamarnya. Dari hasil perkawinannya dengan Djie Chon Fat, Bong Kui Fa, hanya di anugerahi satu orang anak. Dan itupun dalam ....Ke Halaman -11

a di Landak PT. Anzon AutoplazKab upaten Landak

*) Syarat ketentuan berlaku

DPRD Harapkan Polres Kubu Raya Segera Dibangun

Bong Kui Fa Terbaring Lemas di Kamar Rumahnya, Karena Mengalami Penyakit Kanker Payudara / Foto Rudi Borneo Tribune

Telah Hadir!!!!

Jl. Pulau Bendu No. 26, Kecamatan Ngabang

Arahan. Sekda Kalbar M Zeet Hamdy Assovie didampingi Kepala Tenaga Ahli Tim Monitoring yang juga Direktur Reskrim Khusus Polda Kalbar Kombes Pol Widodo memberikan arahan kepada Tim Monitoring dalam Pertemuan Tim Monitoring Terpadu. FOTO Andika Lay/Borneo Tribune.

Borneo Tribune, Kubu Raya Anggota Komisi D DPRD Kabupaten Kubu Raya, Mustafa MS mengharapkan kepada Mabes Polri untuk segera membangun kantor Polres untuk meningkatkan keamanan dan mempercepat proses pembangunan di kabupaten itu. “Untuk lahan sudah disiapkan oleh Pemkab Kubu Raya, meski memang sedikit terlambat, namun kita rasa hal itu bu-

kan halangan untuk mempercepat pembangunan kantor Polres ini,” kata Mustafa di Sungai Raya, Kamis (28/8). Dia menambahkan, terhambatnya pembangunan kantor Polres tersebut sebelumnya selain dikarenakan lambatnya pencarian lahan kosong yang mencukupi dan strategis, juga dikarenakan minimnya anggaran untuk ....Ke Halaman -11

Kantor Pusat : Jl. A. Yani No. 89 Telp. (0561) 734280 Singkawang : Jl. A. Yani No. 8 Telp. (0562) 637000 Ketapang : Jl. R. Suprapto Telp. (0534) 31841 Sanggau : Jl. Jend. Sudirman Telp. 0564 - 2025280 Sintang : Jl. MT. Haryono Telp. 0565 - 24222 Showroom Buka Pukul 08.00-20.00 Minggu/Libur Buka Pukul 09.00-13.00

HARGA ECERAN HARIAN BORNEO TRIBUNE - PONTIANAK, KUBU RAYA, MEMPAWAH,DAN SINGKAWANG Rp 2.000 - SAMBAS, BENGKAYANG Rp 2.200 - LANDAK,SANGGAU,SEKADAU, KETAPANG,KAYONG UTARA, SINTANG, MELAWI DAN PUTUSSIBAU Rp 2.500 -

cmyk

Borneo Tribune, Putussibau “ Setelah kita ikuti tersangka selama tiga kali, akhirnya di bukit Ginting Lanjak kita cegat yang bersangkutan dan mengeladah sebuah kotak yang dibawanya, dia sempat mengelak dan mengatakan dia hanya


Jumat, 30 Agustus 2013

Kayong Utara

Borneo T Tribune

2

23 Mahasiswa Polnep Raih Predikat Cumlaude

Ketua Jurusan Administrasi Bisnis Polnep, Ismail Umar SE MM didampingi Liliyana SE MM dan salah satu rekannya saat wawancara dengan wartawan usai acara Yudisium wisuda mahasiswanya, foto S.Arddiansyah/Borneo Tribune

BorneoTribune, Pontianak Ketua Jurusan Administrasi Bisnis Polnep, Ismail Umar SE MM mengatakan sudah lebih seribu alumni mereka. Namun hingga saat ini diketahuinya tidak banyak mahasiswanya nganggur. Bahkan masa tunggu mahasiswanya untuk bekerja rata-rata paling lama hanya enam bulan. ”Lulusan kita sudah banyak tapi rata-rata sudah bekerja meski bukan sebagai PNS. Bahkan di antara mereka sudah bekerja diperusahaan atau instansi sejak masih kuliah,” ujarnya. Ia menjelaskan di Polnep khusus pada jurusannya mengajarkan teori sekaligus praktek pada mahasiswa. Sehingga ia yakin tiap lulusan mereka sudah siap kerja baik mandiri maupun di perusahaan. “Kita ajarkan prakteknya sekitar 60 persen sehingga mereka terbiasa bekerja,” ungkapnya. Hal yang sama di ungkapkan Ketua D III Prodi Administrasi Bisnis Polnep, Liliyana SE MM. Dia mengatakan memang mengajarkan kemandirian. Hal tersbut agar mahasiswa bisa mandiri dalam berwi-

rausa dan tak hanya berharap jadi PNS. Dan pihaknya membantu mahasiswa yang ingin berwirausaha dengan memberikan bimbingan bahkan modal. ”Sudah tiga tahun ini kita ada program untuk membantu mahasiswa yang ingin berwirausaha. Dan sekarang sudah lebih sepuluh orang yang sukses dengan bantuan madol dari kita,” ungkapnya. Menurutnya selain berwirausaha mahasiswa lulusan Polnep juga banyak kerja bukan sebagai PNS. Hal tersebut karena saat magang dengan ilmu yang ada mahasiswanya juga ditekankan melakukan pendekan. “Dengan hubungan baik, ditempatnya magang mahasiswa kita banyak yang langsung direkrut untuk tetap bekerja,” ungkapnya. Sementara itu salah satu di antara peserta Yudisium Politeknik Negeri Pontianak (Polnep), Arif Bontai (21). Ia menegaskan setelah selesai kuliah tak masalah meski tak jadi pegawai negeri sipil (PNS). Itu diungkapkannya setelah mengikuti yudisium Polnep di Hotel Kapuas

Pleace, Kamis (29/8). ”Saya, terutama orangtua pasti berharap anaknya jadi PNS karena sebagai pekerjaan tetap. Tapi saya juga tak masalah tak jadi PNS, saya bisa kerja lain,” kata lulusan D-III Program Studi (Prodi) Administrasi Bisnis Polnep ini kepada wartawan, Kamis (29/8). Dijelaskannya, saat ini ia sudah bekerja sebagai Marketing Executive di Ganesha E-commerce Solution. Menurutnya jiwa wirausaha pada dirinya memang dibentuk dimasa kuliah. Ia dibimbing pihak kampus untuk mandiri sehingga tak terlalu berharap jadi PNS. ”Saya kerja waktu masih kuliah dengan bimbingan dosen saat ini saya sudah siap untuk mandiri. Sesuai jurusan saya kalau tak bisa berbisnis malu lah, kuncinya harus ada kemauan,” ujarnya. Pada Yudisium tersebut diikuti 109 calon wisudawan DIII Prodi Administrasi Bisnis. Serta 42 calon wisudawan dari Prodi Administrasi Negara. Di antara wisudawan tersebut ada 23 mahasiswa mendapat predikat cumlaude. (Slt)

Citizen Jounalism

Malino, Kota Dingin Yang Mendamaikan

Oleh: Edi V.Petebang Suhu dingin dan angin gunung yang bertiup kencang segera menyergap. Jalanan berkelok-kelok menyusuri tepian jurang sungai dan mendaki gunung. Gemuruh suara dari daundaun pinus yang ditiup angin kencang menyambut kita memasuki wilayah Kelurahan Malino, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Saya beruntung bisa menikmati indahnya alam dan historisnya Malino. Beruntung bisa duduk di kapel tempat Konferensi Malino dan menyaksikan hotel tempat deklarasi Malino. Juga beruntung bisa memfasilitasi pelatihan penulisan untuk 49 orang staff credit union-credit union anggota Puskopdit BKCUK di wilayah Indonesia Timur di Malino (21-24/ 8). Malino adalah kota kecil yang bersejarah bagi banga Indonesia, sejak jaman Belanda hingga kemerdekaan. Pada bulan Juni 1946 suatu krisis terjadi dalam pemerintahan Republik Indonesia. Kondisi ini dimanfaatkan Belanda yang telah mengusai sebelah Timur Nusantara. Tanggal 15 Juli

kapel-konferensi malino - 25 Juli 1946 di Malino dilaksanakan konferensi wakil-wakil daerah dan minta organisasi-organisasi di seluruh Indonesia masuk federasi dengan 4 bagian: Jawa, Sumatra, Kalimantan dan Timur Raya. Konferensi ini bertujuan membahas rencana pembentukan negaranegara bagian yang berbentuk federasi di Indonesia serta rencana pembentukan negara yang meliputi daerah-daerah di Indonesia bagian Timur. Konferensi yang kemudian dinamakan “Konferensi Malino” ini dihadiri oleh 39 orang dari 15 daerah dari Kalimantan (Borneo) dan Timur Besar (De Groote Oost).

· Wartawan, Kontributor, Intensive Programme and Freelancer “ Borneo Tribune” selalu di bekali tanda pengenal dan tidak diperkenankan menerima / meminta apapun dari narasumber · Setiap artikel atau tulisan berupa laporan kegiatan, cerita pendek, surat pembaca, puisi dan resensi yang dikirim ke redaksi hendaknya di ketik dengan spasi rangkap, maksimal 500 kata, ditandatangi dan disertai identitas ( No Telp / Fax jika ada ) dikirim ke alamat borneotribune@yahoo.com atau yusriadii@yahoo.com. Terimakasih

Idealisme, Keberagaman dan Kebersamaan

Dalam konferensi yang dipimpin Gubernur Jenderal Hindia Belanda Van Mook tersebut dibentuk Komisariat Umum Pemerintah (Algemeene Regeeringscommissaris) untuk Kalimantan dan Timur Besar yang dikepalai Dr. W. Hoven. Diangkat pula menjadi anggota luar biasa Dewan Kepala-kepala Departemen (Raad van Departementshooden) untuk urusan kenegaraan adalah Sukawati (Bali), Najamuddin (Sulawesi Selatan), Dengah (Minahasa), Tahya (Maluku Selatan), Liem Tjae Le (Bangka, Belitung, Riau), Ibrahim Sedar (Kalimantan Selatan) dan Oeray Saleh (Kalimantan Barat), yang disebut pula “Komisi Tujuh” (lihat di http://id.wikipedia.org/ wiki). Nama Malino pun melambung ke seluruh dunia setelah konferensi itu. Konferensi tersebut dilaksanakan di sebuah kapel Katolik di kota Malino, karena itulah satu-satunya tempat yang layak. Saat ini

kapel tersebut masih ada dan tetap berfungsi sebagai kapel yang dikelola biarawati JMJ (Jesus Marie Joseph). Jika hari minggu kapel yang berkapasitas sekitar 70 orang ini disejajali umat dari Makasar yang berlibur di Malino untuk ikut misa kudus. Malino kembali menyita perhatian publik Indonesia dan dunia ketika 12 Februari 2002 dilaksanakan Deklarasi Malino I dan II yang menghasilkan Deklarasi Malino I dan II untuk menghentikan konflik agama yang berdarah selama 36 bulan (1999-2002) di Ambon, Maluku. Deklarasi Malino ini diprakarsai dan dipimpin oleh HM Jusuf Kalla, Wakil Presiden RI yang memang berasal dari Sulsel. Jusuf Kalla pernah mengungkapkan bahwa ia memilih Malino sebagai

tempat penyelenggaraan perdamaian konflik Ambon karena posisi strategis Malino yang sangat mudah disterilkan keamanannya lantaran hanya ada satu jalur dari Makasar; dan iklimnya yang dingin sehingga dapat mendinginkan suasana yang panas dan menyejukkan hati yang dendam. Kota Wisata Tidak diketahui dengan pasti apa arti kata Malino. Dulu warga menyebutnya kampung ‘Lapparak’, yang dalam bahasa Makassar berarti datar. Maksudnya, hanya di tempat itulah yang merupakan daerah datar diantara gunung-gunung. Malino mulai dikenal dan makin popular sejak zaman penjajahan Belanda. Yakni saat Gubernur Jenderal Caron memerintah di

jalanan dgn hutan pinusnya

“Celebes on Onderhorighodon” mulai tahun 1927 menjadikan Malino tempat peristirahatan bagi para pegawai pemerintah. Kini pun Malino menjadi tempat peristirahatan, terutama warga dari Makasar, dan tempat lain di Sulawesi Selatan. Daerah yang terletak 90 km arah Selatan dari Kota Makasar ini memiliki banyak obyek wisata alam yang menjadi magnet bagi para wisatawan. Jika hari Sabtu-Minggu dan hari libur “Kota Bunga” ini disesaki para pelancong. Suhu yang berkisar antara 17-22 derajat Celsius menjadikan tempat ini nyaman untuk beristirahat. Ada obyek wisata berupa hutan wisata berupa pohon pinus yang tinggi berjejer di antara bukit dan lembah. Ada wisata air terjun Lembanna atau air terjun seribu tangga, air terjun takapala, air terjun parang bugisi, air terjun lembanna, air terjun malino, air terjun biroro, kebun teh nittoh, pemandian lembah biru, bungker peninggalan Jepang, kapel tempat Konferensi Malino, hotel tempat Deklarasi Malino; ada tempat untuk outbond. Suhu yang dingin menjadikan Malino sentra pertanian. Buah-buahan dan sayuran tumbuh subur lereng Gunung Bawakaraeng, gunung berapi yang tidak aktif lagi yang sebagian warga dianggap suci dan keramat. Ada istilah “Naik Haji” ke gunung ini. Kol, brokoli, bawang prei, kentang, tomat, wortel dan stroberi dengan mudah tumbuh di sini. Harganya pun murah. Bunga brokoli misalnya ha-

nya Rp.10.000 per kilogram. Kita bisa belanja oleh-oleh khas, yakni buah markisa, dodol ketan, Tenteng Malino, apel, wajik, dll. Malino juga menjadi daerah penghasil beras bagi wilayah Sulawesi Selatan. Atau kita bisa juga membeli bibit bunga yang dijual di pondokpondok bunga di tepi jalan. Bunga juga menjadi salah satu ciri khas kota ini sehingga juga disebut “kota bunga”. Sebagai daerah tujuan wisata, di sini tersedia hotel, wisma, villa, dan penginapan. Tarif hotel berkisar Rp.300.000,-sampai Rp.500.000,- per malam. Bisa berhemat dengan memilih wisma yang harganya sekitar Rp.200.000,-per malam. Atau jika ingin lebih ekonomis, juga tersedia penginapan yang tarifnya sekitar Rp.100.000,- per malam. Sambil menikmati indahnya pemandangan di bebukitan dan menuruni kelok-kelok jalanan menuju Makasar, saya teringat akan pesan perdamaian di Malino. Malino mengingatkanku akan prasasti perdamaian serupa yang juga banyak dibuat di Kalbar dan daerah lain untuk momentum penghentian konflik kekerasan. Saya, kita, diingatkan untuk merawat dan mengisi perdamaian. Kita, terutama para elit, diingatkan untuk tidak mempergunakan kekerasan atas nama apapun demi meraih kekuasaan dan kepentingan pribadi dan golongannya karena ketika terjadi konflik kekerasan, kita semua adalah korbannya.***

Penerbit: PT. Borneo Tribune Press. Direktur Utama: W Suwito, SH, MH. Direktur: Emiliana Sekretaris Direksi: Erika Sudiardjo Penasehat Hukum: A. Ambo Mangan, SH, MH, Martinus Ekok, SH, MH. Pemimpin Umum: Sisa Primashinta. Pimred: Hawad Sriyanto Wapimred: Yusriadi Sekretaris Redaksi : Aulia Marti Senior Editor: H. Nur Iskandar, SP, Tanto Yakobus, Alexander Mering, Hairul Mikrad. Redaktur Pelaksana: Ukan Dinata. Wartawan Senior: Andry, Budi Rahman, Agus Wahyuni Wartawan: Andika Lay, Achmad Mundzirin, Achmad Munandar, Jubeironi, Slamet Ardiansyah. Staf Redaksi: Fahmi Ichwan, Syam Abubakar, M Taufik, Fery Adeputra, Yulan Mirza.Biro Mempawah: Johan Wahyudi, Jl. Pendidikan Gg. Suka Mulya No.10 (085654587038). Biro Bengkayang: www.borneotribunecom Mujidi, Jl. Pahlawan No. 10, Kelurahan Bumi Emas Bengkayang (085245247955). Singkawang: Rudi Hariyanto Alamat: Jl. Manggis Rt 026/Rw 009 Kelurahan Roban Kecamatan Singkawang Tengah. TERBIT SEJAK 19 MEI 2007 Sambas: Amrul Ambiya (Kontributor/Pemasaran), Jl. Suka Mantri (085245527602). Landak: Yohanes Ngalai/Pemasaran, Jl. Barage Gg. Pak Kasih No. 51 Ngabang (085822062880). Biro Sanggau: Ratnasari Jl. Agus Salim No.10 (085245904505) Aditya ( 085349867788 ). Biro Sekadau: Bagus Kosminto, Jl. Irian No. 41 Sekadau Hilir (085245743683). Biro Sintang: Endang Kusmiyati (08524-5006757) Pemasaran: Fahri (085750296539 ) Jl. JC Oevang Oeray, Gg. Ahmad 2.Biro Melawi: Eko Susilo (0812-56452946) Jl. M Saad, Gg. Kayan, Serundung- Nanga Pinoh. Biro Kapuas Hulu: Teofilusianto Timotius Jl. Pasar Inpres blok A No. 13 Kota Putussibau. Ketapang: Jaidi Chandra (Kontributor), Jl. Gajah Mada No. 156 (081345450988). Biro Kayong Utara : Abdul Khoir. Umum Fitriyana, Ardiansyah. Percetakan/IT: (Manajer) Iwan Siswanto, (Wakil Manajer) Supriyanto, Rustam. Marketing: (Manajer) Hesty Yosana, Kusnan, Aldi C.Sirkulasi : M. Danny, Mulawarman Desain Iklan: Atika Ramadhani, M. Affandy,Keuangan: Jumi Erlinasari, Tri Agustin, Husada Muin. Tarif Iklan: BW (black and white) Rp 6000/mm kolom, Full Colour hal 1 Rp 15.000/mm kolom, halaman dalam Rp 12.000/mm kolom. Asisten Dirut: Khairoedin Pasaribu. Alamat Kantor Bisnis dan Alamat Redaksi: Jalan Purnama Dalam No 2 Pontianak Telpon 0561-767788 Fax 0561-766103. E-mail: borneotribune@yahoo.com

Borneo Tribune


cmyk

Serba Serbi

Jumat, 30 Agustus 2013

Borneo T Tribune

3

RTBL Utamakan Tiga Aspek Borneo Tribune, Sambas Kepala Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya, Tata Ruang dan Perumahan Kabupaten Sambas yang diwakili Kabid Penataan Ruang, Bangunan dan Lingkungan, Supardiansyah, ST, M. Eng, mengatakan rencana tata bangunan dan lingkungan kawasan pemerintah Kabupaten Sambas harus mempertimbangkan tiga aspek yaitu fungsional, fisik dan lingkungan. “Untuk menetapkan kebijaksanaan dasar perencanaan dan perancangan maka ketiga aspek tersebut sangatlah menentukan,” katanya dalam seminar laporan pendahuluan rencana tata bangunan dan lingkungan kawasan pemerintahan (RTBL) Kota Sambas yang digelar Dinas PU Cipta Karya, Tata Ruang dan Perumahan Kabupaten Sambas, Kamis (29/8) di Aula Kantor Dinas PU Cip-

Seminar laporan pendahuluan rencana tata bangunan dan lingkungan kawasan pemerintahan (RTBL) Kota Sambas yang digelar Dinas PU Cipta Karya, Tata Ruang dan Perumahan Kabupaten Sambas. FOTO Amrul/Borneo Tribune ta Karya, Tata Ruang dan Perumahan Kabupaten Sambas. Dikatakannya wilayah perencanaan ini berada pada Kelurahan Dalam Kaum, Kecamatan Sambas BWK-A Kota Sambas, bangunan gedung dan lingkungan secara optimal yang terdiri atas proses perencanaan teknis dan pelaksanaan kontruksi serta kegiatan pemanfaatan,

pelstarian dan pembongkaran bangunan gedung dan lingkungan. Menurutnya, rencana tata bangunan dan lingkungan ini bertujuan menghasilkan lingkungan yang berkualitas, memenuhi syarat dan dapat diimplementasikan dalam mewujudkan tata bangunan dan lingkungan yang layak huni, berjati diri, produktif,

dan berkelanjutan. “Adapun sasaran yang ingin dicapai dalam RTBL ini seperti mengarahkan jalannya pembangunan sejak dini, mewujudkan pemanfaatan ruang secara efektif, tepat guna, spesifik setempat dan konkrit sesuai dengan rencana tata ruang wilayah, kemudian melengkapi peraturan daerah tentang bangunan gedung, mewujudkan kesatuan karakter dan meningkatkan kualitas bangunan gedung dan lingkungan, mengendalikan pertumbuhan fisik suatu lingkungan, dan menjamin implementasi pembangunan agar sesuai dengan aspirasi dan kebutuhan masyarakat dalam pengembangan lingkungan yang berkelanjutan serta menjamin terpeliharanya hasil pembangunan pasca pelaksanaan karena adanya rasa memiliki dari masyarakat terhadap semua hasil pembangunan, “ tambahnya.(Amr)

OPDA Rangkul Pemuda ‘BERAKSI’ Borneo Tribune, Sungai Ambawang Organisasi Pemuda Dakwah (OPDA) Kubu Raya, merupakan Pergerakan Pemuda Berdakwah yang selalu aktif dalam bersosialisasi. Mungkin organisasi ini asing di telinga, namun tidak asing lagi bagi masyarakat Kubu Raya, khususnya di Sungai Ambawang. Karena di situlah organisasi ini, tepatnya di Ambanga Timur Desa Bengkarek Kecamatan Sungai Ambawang, tanggal 27 Januari 2008, yang dibentuk oleh seorang pemuda ini, yaitu AFIF AL-FARIQ FR, yang sekaligus menjadi Ketua Umum OPDA Kubu Raya ini. Seorang pemuda yang rela meluangkan waktunya hanya untuk bersosialisasi bermasyarakat dalam membantu menjalankan sunnah rasul dan program pemerintah ini. Dibuktikan pada saat mereka anggota OPDA menjalankan program/agenda tahunan OPDA tersebut pada saat bersosialisasi menyantuni anak yatim, fakir miskin dan kaum dhuafa di empat Desa di Sui ambawang. Desa Bengkarek, Desa Pasak, Desa Puguk dan Desa Pasak Piang, program ini dilaksanakan setelah 7 hari idul fitri, Rabu (15/8), yang tiap tahun dilaksanakan setelah 7 hari idul fitri Afif al-fariq FR (Ketua Umum OPDA Kubu Raya ) “ Alhamdulillah sudah merupakan ke dua kalinya Organisasi Pemuda Dakwah (OPDA) ini menjalankan agenda tahunan OPDA selama 2 tahun terakhir ini, tahun kemarin hanya di Desa Bengkarek, alhamdulillah dalam

Solusi Tepat Terobosan Terbaru TCM

jangka satu tahun ini sudah mencapai 4 desa sekaligus, insya Allah pada tahun berikutnya bisa di semua desa di Kubu Raya. Karena kita anggota memakai dana mandiri, dengan sistim iuran per anggota, makanya tidak bisa meluas sementara ini dalam penyantunan, ada sih bantuan dari lembaga dan, donatur, namun tidak seberapa. Kalau yang namanya pemerintah jangankan bantu, noleh aja kayaknya nggak. Tapi itulah kami, selalu berprinsip tanpa adanya pemerintah pun kami para pemuda bisa melakukannya,” terangnya. Tidak hanya santunan yang sudah dilaksanakan OPDA ini, melainkan acara-acara agama dan sosial lainnya. “ Sebenarnya banyak Agenda tahunan / Program OPDA ini, tapi hanya beberapa saja yang sudah terlaksana. Keagamaan Seperti, Praktek Ubudiyah (tata cara sholat), Diskusi antar Pesantren/Osis (Bab Syariah); Kesehatan dengan membantu meringankan biaya orang sakit; Pendidikan dengan membantu biaya keringanan pelajar (beasiswa); Sosial dengan membantu orang yang berduka yang sekiranya kurang mampu, juga berziarah ke para Maqom Waliyullah, dan masih banyak lainnya,” kata Ketua Umum OPDA KKR Afif Al-Fair FR. Dalam organisasi ini, yang dirangkul oleh OPDA untuk menjadi anggota bersifat umum/ netral, dalam artian tidak harus pemuda yang berstatus pelajar/mahasiswa/I, melainkan 80% non pelajar, bahkan berandalan sekalipun. Dikarenakan tujuan dan maksud didirikan organisasi ini adalah tidak laik hanya sebuah pembuktian kepada masyarakat, agama, bangsa dan negara, bahkan Duni, khususnya pemuda itu sendiri, bahwa pemuda yang selama ini dianggap negatif oleh sebagian masyarakat, tidaklah seburuk yang ada di benak masyarakat, melainkan kepositifan mereka juga sangat bermanfaat bagi masyarakat sekitar, contohnya seperti santunan tersebut. Maka dari itu, organisasi ini merangkul semua golongan pemuda, untuk membuktikan kepada Duni, kalau pemuda sebenarnya bisa dalam melakukan hal apapun, termasuk hal yang tidak disangka ini. Sesuai dengan slogan OPDA yaitu, BERAKSI. Berani, Aktif, Kreatif, Sopan dan Inovatif. (*r)

ATASI SEGALA MACAM PENYAKIT PRIA Ciri khas kemanjuran & keunggulan Hongkong Medistra TCM sangat jelas dengan resep kuno kekaisaran, resep rahasia turun temurun serta herbal Tiongkok alami, intinya adalah mengobati berbagai penyakit bandel yang susah disembuhkan, khusus menangani berbagai jenis penyakit kronis, begitu diobati langsung dapat dirasakan manfaatnya. Efektif mengobati berbagai penyakit kronis sampai akarnya, tanpa efek samping, setelah diatasi tidak mudah kambuh lagi. Menurut survey terbaru, disfungsi seksual pria termasuk penyakit yang sangat banyak diderita. Terutama persentase penderita impotensi, ejakulasi dini, radang prostat mengalami kenaikan pesat, berdampak jauh lebih parah bagi psikologi dan jiwa, dibanding penyakit pria lainnya, juga merupakan 30% alasan retaknya keharmonisan rumah tangga, menghancurkan kepercayaan diri pria. Penyakit fungsi seksual menimpa pria pada berbagai kalangan usia dan harus diobati sedini mungkin agar tidak memburuk hingga menimbulkan penyakit komplikasi bandel lainnya yang sangat parah dan berbahaya. Hongkong Medistra TCM ada konsultan Sinshe ahli TCM (Traditional

Chinese Medicine) ternama dari Tiongkok yang siap membantu Anda. Melalui pengalaman kerja keras puluhan tahun akhirnya berhasil menemukan terobosan terbaru, khusus mengatasi disfungsi seksual pria, seperti: Impotensi, Ejakulasi Dini, Radang Prostat, Sperma Mati, Tidak ada Sperma, Alat vital tidak normal, Kemandulan, dll. Hasilnya relatif cepat, aman dan tanpa efek samping. Terobosan metode TCM dengan herbal berharga alami yakni “Qiang Yang Bu Shen Liao Fa” ini dipadukan akupuntur elektroterapi sangat terkenal diberbagai Negara, berfungsi memperkuat ginjal & sperma, menyeimbangkan unsur yin & yang didalam tubuh, setelah diatasi bisa menormalkan fungsi seksual, masa berhubungan bisa lebih lama. Rata-rata setelah 2-3 tahap pengobatan, gejala penyakit seperti kencing terasa sakit, sering kencing, tidak tahan kencing, kencing tidak bertenaga, tidak tuntas, bernanah dan lainnya berangsur menghilang secara nyata, sistem reproduksi kembali normal, bisa diatasi hingga ke akar penyakit dan tidak mudah kambuh lagi.

Untuk Konsultan & Pengobatan Hubungi :

HONGKONG MEDISTRA TCM Jl. H. Agus Salim No. 126 Pontianak - Kalimantan Barat Telp. (0561) 733268 HP. 0812 5279 7888

Hari Minggu & Libur Tetap Buka


Kalimantan Barat - Kota Pontianak Borneo Tribune

Jumat, 30 Agustus 2013

Robby Serahkan Jabatan Kasdam Borneo Tribune, Kubu Raya. Acara Laporan Korps Penyerahan Jabatan dan Tradisi Pelepasan Kasdam XII Tanjungpura Brigjen TNI Robby Win Kadir kepada Pangdam XII Tanjungpura Mayjen TNI Ridwan, Kamis (29/8). Dengan penyerahan ini, Brigjen TNI Rooby Win Kadir telah resmi melepas jabatan Kasdam dan akan menduduki posisi baru sebagai Irum Itjen TNI, dan poisis

yang ditinggalkan akan diisi oleh mantan Inspektorat Kemenkopolhukam Brigjen TNI M Anang Sutisna, di Aula Kodam XII/Tpr. Pangdam Mayjen TNI Ridwan mengatakan, untuk sementara jabatan Kasdam dibebankan kepada dirinya sambil menunggu pejabat Kasdam yang baru dilepas dari satuan lamanya, perlu diketahui, bahwa rangkaian penyerahan tugas ini terkait dengan Keputusan Pang-

lima TNI tentang pemberhentian dari dan pengangkatan dalam jabatan dilingkungan TNI yang mana 54 Pati TNI telah mengalami mutasi jabatan termasuk. “Brigjen TNI Robby Win Kadir akan menempati posisi baru sebagai Irum Itjen TNI, sehingga mutasi yang dilakukan di lingkungan TNI berdampak pada pembinaan organisasi dan pembinaan personel di lingkungan

TNI AD,” kata Mayjen TNI Ridwan, yang Jumat (30/8) ini juga akan menyerahkan Tongkat Komando kepada Mayjen TNI Ibrahim Saleh. Dikatakannya, dengan adanya mutasi jabatan ini diharapkan dapat mengembangkan kualitas kepemimpinan dan profesionalisme keprajuritan, serta memelihara kesinambungan organisasi guna mengoptimalkan pencapaian tugas pokok satuan, juga bertujuan untuk

kepentingan pengembangan karier bagi Perwira yang bersangkutan. “Jabatan Kepala Staf di tingkat Kodam ini memiliki peran yang sangat strategis, karena jabatan Kasdam adalah pembantu utama Pangdam yang memegang peranan penting dalam perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan semua aspek manajemen staf dalam lingkup Kodam,” ujarnya. (Lay).

Dishub Gelar Rapat Persiapan Harbubnas Daerah Borneo Tribune, Pontianak Untuk memaksimalkan Peringatan Hari Perhubungan Nasional di Tingkat Daerah, Rabu (28/8), Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika (Dishubkominfo) menggelar Rapat persiapan untuk memperingati Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) tahun 2013 tingkat Provinsi. Rapat Persiapan ini di-

laksanakan di ruang rapat Kantor Dishubkominfo Kalbar dan dipimpin oleh Sekretaris Dinas Perhubungan Kominfo Kalbar, A. Edi Sukarno, SE dan peserta rapat dari lingkungan Dishub Kominfo Kalbar, instasi yang terkait, BUMN dan mitra kerja perhubungan. “Untuk memeriahkan peringkatan Harhubnas tahun ini, rencana kegiatan

yang akan digelar antara lain upacara bendera, anjangsana, pertandingan olahraga dan senam bersama,” kata A Edi Sukarno. Dikatakannya, Peringatan Harhubnas ini akan dilaksanakan Upacara Bendera rencananya akan dilaksanakan di halaman kantor Dishubkominfo Prov. Kalbar jalan Adisucipto Km 9,2 Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya Kalbar. (Lay).

Rapat Sekretaris DishubKominfo Kalbar A Edi Sukarno memimpin Rapat persiapan HUT Harhubnas) di ruang Rapat Dishubkominfo Kalbar. FOTO Andika Lay/Borneo Tribune

4

Bantuan Uang Muka KPR Prajurit Kodam Borneo Tribune, Kubu Raya Sekertaris Yayasan Kesejahteraan Perumahan Prajurit (YKPP) Mayjen TNI (Pur) Ir. Mulhim Asirof bersama Kepala Bidang Bantuan Uang Muka (BUM) KPR Kemhan Brigjen Marinir (Purn) SH Setyabudhie SE, MBA, MA, Rabu (28/8) melaksanakan Sosialisasi YKPPBUM untuk anggota TNI/ POLRI dan PNS serta Purnawirawan yang berlangsung di Aula Kodam XII/Tpr. Sosoalisasi ini juga dihadiri Letkol Inf Hendrikus dan diikuti oleh selruh penjabat Juru Bayar baik TNI AD, AU, AL, Polri, dan Purnawirawan wilayah Garnizun Pontianak. Menurut Kepala Bidang BUM KPR Brigjen Marinir (Purn) SH Setyabudhie SE, MBA, MA secara terperinci tentang aturan dan tata cara, akta pendirian YKPP, tugas pokok YKPP, kedudukan YKPP, struktur organisasi YKPP, tugas pokok Lakgiat perum YKPP, organisasi Lakgiat perum, kegiatan yang dilakukan, pengelola BUM KPR DI OU, sifat BUM KPR, persyaratan umum dan persyaratan administrasi, persyaratan umum dan persyaratan administrasi bagi pensiunan/purn bagi anggota yang masih aktif, biaya proses, dan Fasilitas Subsidi KPR sesuai Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) Permenpera RI No. 27 Tahun 2012. “Keringanan biaya pendidikan dari YKPP, keringanan uang pangkal/dukungan pengembangan pendidikan (DUKBANGDIK) di UPN “ Veteran” dan dukungan pengembangan pendidikan di UPNV Yogyakarta,” kata Brigjen Marinir (Purn) SH Setyabudhie SE, MBA, MA. Dalam program Sosialisasi BUM KPR ini adalah suatu bentuk kerja sama Menhan, Panglima TNI dalam mempermudah perolehan rumah dan pendidikan dalam bentuk kredit kepada TNI AD, AU, AL, POLRI, PNS dan Purnawirawan untuk memperoleh KPR melalui Bank/ lembaga Keuangan TNI AD, AU, AL, POLRI, PNS dan Purnawirawan. Sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan pendidikan, bantuan sosial pendidikan kepada para keluarga prajurit TNI, PNS dan Pensiunan Dephan dan TNI serta Bantuan Uang Muka (BUM) untuk memiliki rumah melalui fasilitas Kredit Pemilikan Rumah (KPR) melalui bank bagi Prajurit TNI, Anggota Polri, PNS dan Pensiunan Kemhan, TNI dan Polri.(Lay).

Hidup Sebatangkara Agus : Miris sekali melihat kehidupan pasangan kakek- dan nenek ini. Hidup sebatangkara, yang kakeknya menghalami ganguan jiwa, sedangkan si nenek harus mencari nafkah dengan mengemis. Tidurpun dirumah tak beratap

Borneo Tribune, Pontianak Berawal dari kumpulan dari perkenalan melalui komunitas Facebook, Pontianak Informasi Comonity (PIC) terbentuk pada Januari 2013. PIC ini terbentuk karena termotivasi agar Pontianak dapat di kenal lebih luas di luar daerah bahkan di dunia Internasional. Saat ini PIC telah memilik anggota aktif sebanyak 67 anggota yang terdiri dari berbagai suku,agama dan tersebar hampir diseluruh Kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) dan berpusat di Jalan Pangeran Nata Kusuma Pontianak, demikian sekilas hal ini disampaikan Agus Koordinator kewira usahawan KIC,

kepada wartawan saat ditemui , Kamis (29/8) siang kemarin. Walau belum memiliki legalitas kata Agus yang didampingi beberapa pengurus KIC mengatakan, komunitas ini memang bergerak dengan tujuan untuk lebih memajukan Pontianak. Selain itu komunitas ini juga bergerak dibidang sosial dengan membantu dan menyantuni orang-orang yang memang membutuh bantuan. Seperti halnya yang mereka tanggani saat ini, yaitu membantu sepasang Manusia Lanjut Usia (Manula ) atau kakek-nenek yang mereka dapatkan menempati sebuah gubuk tak layak huni serta kondisi si kakek yang

mengalami gangguan jiwa sementara untuk menutupi kebutuhan sehari-hari hanya mengandalkan si nenek yang mengais rejeki dengan menjadi tukang cuci baju dan mengemis di lampu merah. Miris sekali melihat kehidupan pasangan kakek - dan nenek ini. Hidup sebatangkara, yang kakeknya menghalami ganguan jiwa, sedangkan si nenek harus mencari nafkah katanya sih jadi tukang cuci baju tapi ada juga yang mengatakan nenek ini biasa juga mengemis di daerah lampu merah Pontianak. Dan lebih parah lagi si kakek ini, tidak mau tahu hanya makan dan tidur. Bila si nenek tidak dapat membawakan

makanan kesukaannya maka si kakek ini sering marah-marah bahkan sering melempar rumah warga yang ada disekitarnya. ”Ini yang membuat masyarakat yang berada di gang Usaha Kita Jalan Nirbaya RT 06 RW 012 Kelurahan Kota Baru Kecamatan Pontianak Selatan ini mulai resah dengan keberadaan pasangan manula ini. Kita kasihan melihatnya maka kami meminta wartawan untuk langsung melihat kondisi mereka. Untuk Tidurpun dirumah tersebut sudah tak layak karena sudah roboh dan tidak beratap,”paparnya. Agus mengaku, PIC kepada sepasang manula yang diketahui telah menempati

gubuk tersebut selama 4 tahun, PIC melalui program peduli telah menyalurkan bantuan ala kadarnya yaitu dengan memberikan sembako dan mengantarkan makanan baik pagi maupun siang. “Kami mulai memberi bantuan kepada merekan pada saat bulan Ramadan yang lalu yaitu berupa bantuan sembako dan menyerahkan Zakat Fitrah anggota PIC yang kami serahkan H-2 lebaran. Dan kami sempat fakum selama perayaan lebaran namun ketika kami hendak mengantarkan makan kepada keduanya kondisi gubuk tersebut semakin memprihatinkan,”ujarnya. Agus mewakili rekan-rekannya berharap kondisi kedua kakek nenek ini perlu adanya perhatian dari pemerintah kota Pontianak, “Kami berharap pemerintah kota Pontianak melalui instansi yang terkait dapat menangani. Keduannya. Selain kehidupannya yang sangat memprihatinkan, kondisi kakek tersebut juga sadah sangat meresahkan warga sekitar. Kita ingin membantu namun kami tentunya juga terbatas, apa lagi keduanya hanya bisa mengunakan bahasa Jawa saja. Jadi kami harap Pemkot Pontianak dapat menangani mereka dengan memulangkan mereka ke tempat asalnya atau menampung si nenek ke panti jompo sedangkan si kakek di rumah sakit jiwa, demi keamanan warga yang ada

sekitarnya,”ujarnya lagi. Sementara itu, sinenek saat ditemui wartawan digubuknya mengatakan dirinya tidak mampu lagi hidup seperti ini dengan menafkahi suaminya yang kerap mengamuk baik siang, malam bahkan pada subuh hari. Dirinya mengaku bernama Siti (80) sementara suaminya bernama Supardi (90). Walau agak sulit untuk berkomunikasi dari nenek Siti didapatkan bahwa ia memiliki anak yang kesemuanya berada di Jawa. Jadi di Pontianak ini keduanya hidup sebatangkara. Supardi sendiri sempat mengamuk saat mengetahui ada yang datang namun kepada wartawan ia dapat menerima bahkan dengan akrabnya mengajak berkomunikasi walau apa yang ia katakan tidak jelas maksudnya. Sementara itu Maningsih (44) tetangganya kepada wartawan mengatakan, kedua kakek nenek tersebut memeng ia yang membawanya ke daerah tersebut. Namun pada awalnya ia tidak mengetahui bahwa kondisi si kakek mengalami gangguan jiwa. Dirinya merasa bersalah kepada warga sekitar karena dengan keberadaan keduanya sudah meresahkan. “Mereka sering bertengkar siang malam bahkan pada subuh hari. Kakak itu kalau sudah mengamuk suka melempar rumah warga sekitarnya dengan mengunakan

baru, kayu dan kaca. Saya sering disalahkan warga. Untuk itu saya harap Pemkot dapat memperhatikan kedua orang tua ini dan segeralah ditangani. Kami membiarkan keduanya tinggal disini selam 4 tahun karena rasa kemanusiaan saja akan tetapi karena kelakuan gangguan jiwa Supardi kami jadi ngeri, takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,”ujarnya. Jainudin Ketua RT/ 06 saat ditemui wartawan di kediaman menyangkut kedua pasangan manula ini mengatakan, dirinya telah beberapa kali mendatangi gubuk tempat keduanya berdiam. “Saya sudah beberapa kali melihat kondisi mereka. Dan melihat kondisi keduanya memang seharusnya segera diambil langkahlangkah untuk menanggani,”ujarnya. Ia juga mengatakan, sebenarnya untuk penanggani kedua orang tua ini telah diambil oleh pengurus RT namun karena keterbatasan hal tersebut hanya sebatas itu saja. “Mereka ini memang bukan warga di RT kami, mereka datang tidak pernah melapor walau sudah 4 tahun tinggal didaerah tersebut. Rumah itupun bukan milik mereka, mereka hanya numpang saja. Kami juga berharap instansi terkait di Pemkot Pontianak ini dapat memberi perhatian dan segera menangani ke pasangan kakek nenek ini,”pungkasnya berharap.(Slt)

Hubungi dealer TVS terdekat atau SMS : TVS Pontianak TVS Rasau TVS Singkawang TVS Ketapang TVS Sintang TVS BM Sintang TVS Pinoh TVS Putussibau TVS Anugrah Sekadau TVS Merdeka Motor PTK TVS Tepuai

: 0853 : 0853 : 0823 : 0852 : 0812 : 0852 : 0813 : 0821 : 0813 : 0821 : 0813

9320 9355 5178 4594 5746 5260 4557 5125 4540 5030 4528

2778 5508 4446 6118 6666 1948 8321 9567 2238 6989 6562

CMYK

CMYK

Sepasang Manula Perlu Perhatian


Mempawah-Kubu Raya Borneo Tribune

Jumat, 30 Agustus 2013

Remaja Perlu Paham KB

PIK Remaja BKKBN Kalbar dan Badan KB Kabupaten Pontianak melaksanakan sosialisasi PIK Remaja di Pontren Darussallam Sengkubang. Foto : Johan Wahyudi/Borneo Tribune

Borneo Tribune, Mempawah Memberikan pemahaman manfaat KB sejak dini, Perwakilan BKKBN Kalbar bekerjasama dengan Badan KB, PP, PA, PM dan Pemdes Kabupaten Pontianak, Kamis (29/8), kemarin, melaksanakan sosialisasi Pusat Informasi dan Komunikasi (PIK) Remaja tentang KB di Pondok Pesantren Darussalam Sengkubang,

Mempawah Hilir. Sosialisasi tersebut dihadiri Kepala Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga (KSPK) Perwakilan BKKBN Kalbar, Gugus Suprayitno, Kabid KB Badan KB Kabupaten Pontianak, K. Vinencia Tarigan. Pada kesempatan tersebut, Kabid KSPK Perwakilan BKKBN Kalbar mengata-

kan melalui sosialisasi PIK Remaja ini, remaja diharapkan memahami program KB dengan baik. Bahkan BKKBN terus mengkampanyekan “Genre” yaitu generasi berencana. “Kita berharap remaja bisa memahami program KB. Seperti merencanakan kapan akan menikah, memahami kesehatan reproduksi remaja. Untuk itu, kita me-

laksanakan Genre to School disekolah-sekolah, sala satunya melalui Potren ini,” kata Gugus Suprayitno, didampingi Kabid KB Badan KB Kabupaten Pontianak, K. Vinencia Tarigan. Untuk itu, Gugus, sangat mengharapkan melalui sosialisasi PIK Remaja dapat menghindari dan menimalisir hal-hal negatif, dikarenakan kurangnya pe-

mahaman remaja tentang program KB. “Lihat saja saat tahun baru, banyak ditemukan kondom-kondom yang dijual bebas dipasaran. Maka melalui sosialisasi ini, kita berharap remaja bisa mengerti dan memahamai manfaat program KB secara baik, dan menimalisir hal-hal negatif yang terjadi dikalangan remaja,” katanya. Selain itu, Gugus, menjelaskan BKKBN Kalbar, juga berencana melaksanakan Jambore PIK Remaja Se Kalbar yang akan dilaksanakan pada 12-15 September di Kota Pontianak. “Jambore ini, akan dihadiri PIK Remaja se Kalbar yang sudah terdata di BKKBN Kalbar. Jambore dilaksanakan dalam rangka sering pendapat, tukar informasi dan saran sesama PIK Remaja se Kalabar,” katanya. Sedangkan Kabid KB Badan KB Kabupaten Pontianak, K. Vinencia Tarigan, mengatakan penyelenggaraan sosialisasi PIK Remaja sangat mendukung dan membantu program pemerintah dalam mensukseskan program KB dan keluarga sejahtera, terutama mempersiapkan remaja sebagai generasi cemerlang, generasi masa depan yang sehat, dan berkualitas. “Kita berharap melalui sosialisasi ini, meningkatkan pemahaman remaja tentang KB. Serta menyiapkan pola pikir mereka kelak saat berumah tangga. Sehingga terciptanya keluarga yang sejahtera dan harmonis,” katanya. (JoE).

134 CJH Ikuti Manasik Haji Borneo Tribune, Mempawah Sebanyak 134 calon jamaah haji (CJH) Kabupaten Pontianak, Rabu (28/8), kemarin melaksanakan manasik haji di Kompleks Masjid Agung Al Falah Mempawah, yang dibuka langsung Bupati Pontianak, Ria Norsan. “Saya mengharapkan seluruh jamaah haji Kabupaten Pontianak sepulangnya ke tanah air dapat menjadi haji yang mabrur,” kata Bupati Pontianak, Ria Norsan. Selain itu, Bupati juga

meminta CJH selalu sabar selama berada di tanah suci, selalu menjaga diri, serta memperbanyak ibadah kepada Allah SWT. “Disana CJH hanya memikiki waktu selama berada 40 hari. Jadi manfaatkan waktu sebaik mungkin untuk beribadah agar mendapat keberkahan dari Allah SWT,” katanya. Untuk itu, Bupati Ria Norsan juga meminta seluruh CJH mengikuti seluruh rangkaian manasik haji, sehingga CJH lebih mantap

memahami segala rukun, wajib maupun sunnah haji. “Demi kesempurnaan pelaksanaan ibadah haji, diperlukan adanya persiapan dan pembekalan yang cukup bagi calon jamaah haji,” ujarnya. Tidak lupa, bupati mengingatkan seluruh CJH Kabupaten Pontianak yang berjumlah 134 orang, agar mempersiapkan fisik dan mental, sehingga saat melaksanakan ibadah haji bisa berjalan dengan baik. “Jagalah kesehatan dari

sekarang, dan perbanyak ibadah dan bertobat kepada Allah SWT, agar pelaksaaan ibadah haji kita tidak sia-sia dan kita menjadi haji yang mabrur dan jangan lupa selalu menjaga kekompakan,” ucapnya. Sementara itu, Asisten Ekonomi dan Kesra Setda Kabupaten Pontianak, Ismail dalam laporannya menjelaskan, CJH Kabupaten Pontianak semula berjumlah 167 orang tapi dikarenakan ada kebijakan pemerintah Arab Saudi yang

mengurangi kuota CJH secara nasional sebanyak 20 persen, maka sekarang CJH Kabupaten Pontianak yang berangkat tahun ini berjumlah 134 orang. “Rinciannya, 65 orang CJH laki-laki dan 69 CJH perempuan. Yang tertua atas nama Marjan Muhammad dengan usia 73 tahun dari Desa Sambora, Kecamatan Toho. Sedangkan termuda atas nama Asmani Bin H Fadli berusia 13 tahun dari Desa Wajok, Kecamatan Siantan,” kata Ismail. (JoE).

Dinkes Dorong Sertifikasi Produk Pangan Borneo Tribune, Sekadau Pemerintah Kabupaten Sekadau melalui Dinas Kesehatan sedang berupaya mewujudkan kesehatan masyarakat, salah satunya dengan cara menertibkan Industry Pangan Rumah Tangga (IPRT). Penertiban dilakukan dengan mendorong penerbitan sertifikasi industri pangan rumah tangga yang halal, aman dan sehat dikonsumsi masyarakat. Dinas Kesehatan Sekadau bekerjasama dengan Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Pontianak menggelar penyuluhan pentingnya sertifikasi produksi pangan industry rumah tanga. Dinkes mem-

boyong BB POM, Dinas Kesehatan Kalbar untuk menjadi narasumber penyuluhan tersebut. Kasi Sertifikasi BB POM Pontianak disela-sela kegiatan penyuluhan, Titi Khulyatin P mengatakan, penyuluhan sertifikasi pangan industri rumah tangga ini dinilai penting untuk meminimalisir peredaran jajanan yang mengandung bahan berbahaya. “Walau tidak semuanya produk industry rumah tangga, namun ada panganan yang beredar mengandung bahan berbahaya,” ujarnya, di Gedung Kateketik, Kamis (29/8). Berdasarkan hasil uji sampel yang dilakukan Di-

nas Kesehatan Sekadau bekerjasama dengan BB POM, diketahui ada sekitar 10 persen jajanan yang beredar Sekadau mengandung bahan berbahaya untuk kesehatan. “Yang paling banyak adalah borak,” tutur Titi. Borak seperti diketahui adalah bahan pengawet kayu. Jika dikonsumsi manusia, secara terus menerus bisa menyebabkan iritasi, dan mual. “Efek yang paling berat adalah bisa menyebabkan kerusakan ginjal,” rinci Titi. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sekadau, dr. H. Wirdan Mahzumi, melalui Kabid Pelayanan Kesehatan, Handayani mengungkapkan,

di Sekadau cukup banyak Industri Pangan Rumah Tangga (IPRT) yang beredar. “Ada ratusan IPRT/IRTP. Namun yang sudah memiliki nomor IPRT baru 3. Nah, lewat sosialisasi inilah kita dorong supaya Industry rumah tangga termotivasi membuat sertifikasinya,” ujarnya. Nomor IPRT/IRTP merupakan sebuah hal penting untuk memberikan jaminan bahwa produk yang sudah memiliki nomor tersebut benar-benar higienis untuk dikonsumsi dan halal. Pasalnya untuk medapatkan nomor IRT/IRTP itu, produk yang dihasilkan harus disurvey dan harus diuji di BB POM. Jika produk pa-

ngan tidak mengandung bahan berbahaya, barulah akan diberikan penomoran IRT/IRTP. “Karenanya melalui penyuluhan ini, kita berharap pemilik industry pangan rumah tangga bisa memiliki pengetahuan bagaimana memperoleh nomor IPRT/IRTP,” imbuh Handayani. Melalui penyuluhan itu, Handayani juga berharap para peserta yang terlibat bisa mengetahui tata cara dan mekanisme bagaimana membuat produk panganan yang higienis. “Melalui penyuluhan ini, kita juga berharap usaha industry rumah tangga di Sekadau semakin bergairah,” pungkasnya. (Mto).

5

Penyuluh Diminta Susun Program Borneo Tribune, Mempawah Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluh (BKP3) Kabupaten Pontianak, Ridwan Rusli, melalui Kabid Program dan Informasi Penyuluh, Munadi mengingatkan penyuluh di seluruh Kabupaten Pontianak, untuk segera menyusun program penyuluhan pertanian sesuai jadwal yang sudah ditentukan. “Paling lambat akhir September 2013, seluruh penyuluh sudah harus menyusun programa penyuluhan desa. Begitu juga dengan Unit Pelaksana Teknis (UPT) BKP3, harus menyelesaikannya penyuFOTO: Johan W / Borneo Tribune sunannya pada akhir OkMunadi tober 2013,” kata Munadi. Munadi menjelaskan, penyusunan programa penyuluhan pertanian merupakan suatu hal yang penting, karena itu salahsatu dari sembilan indikator keberhasilan penyuluh. Jika dilaksanakan dengan baik, tepat waktu, dan mengacu pada Permentan Nomor 25 Tahun 2008 tentang Pedoman Penyusunan Programa Penyuluhan Pertanian, maka peningkatan pendapatan dan kesejahteraan pelaku utama atau petani dan keluarganya akan terwujud. “Terkait penyusunan programa penyuluhan pertanian ini, BKP3 sudah mensosialisasikannya di sembilan kecamatan di Kabupaten Pontianak. Dengan sosialisasi ini diharapkan programa penyuluhan menjadi seragam dari segi format, serta lebih partisipatif dengan melibatkan pelaku utama dan pelaku usaha. Jika programa penyuluhan yang di dalamnya terdapat rencana kerja penyuluhan pertanian sudah ada, maka masing-masing kelompok tani bisa menyusun rencana definitif kelompok (DPK) dan rencana definitif kebutuhan kelompok (RDKK),” ujarnya. Program penyuluhan pertanian merupakan rencana tertulis yang disusun secara sistematis untuk memberikan arah dan pedoman sebagai alat pengendali pencapaian tujuan penyuluhan pertanian. Programa yang disusun, menjadi acuan penyuluh dalam melaksanakan kegiatan penyuluhan di setiap tingkatan, terutama desa dan kecamatan yang berbasis di UPT-BKP3 Kecamatan. “Dengan demikian, seorang penyuluh dapat mentransfer teknologi pertanian dengan tepat dan cepat ke kelompok tani dengan sistem Latihan dan Kunjungan (LAKU) yang merupakan tugas pokok dari penyuluh,” ucapnya. (JoE).

Tanah Kuning Pembangunan Proyek Makan Badan Jalan Borneo Tribune, Kubu Raya Ketua Komisi B Suparto SH, MM meminta pembangunan proyek yang menggunakan tanah kuning di ruas Jalan Ahmad Yani 2 Kubu Raya segera di bersihkan. Jika tidak diindahkan, dewan akan menginstruksikan pada dinas terkait untuk melakukan pncabutan izin sementara untuk tidak beroperasional. Kamis (29/8). ”Ketegasan Sat Pol PP dan dinas terkait mengenai jalan Ahmad Yani 2 yang sudah adanya pembangunan dan menggunakan tanah kuning sudah menyebar ke badan jalan, disamping membuat polusi juga sangat membahayakan pengendara terlebih saat hari hujan membuat kondisi jalan menjadi licin,”katanya. Menurutnya, bagi yang membangun bangunan di jalan Ahmad Yani 2 tidak memperhatikan ini, maka Sat Pol PP dengan tegas pengerjaannya akan dihentikan. “Kalau memang tidak mau membersihkan ya jangan mencemari jalan karena ini merupakan jalan umum tempat masyarakat berlalu lalang. Itu yang harus diperhatikan dan ini banyak yang mengabaikannya,”ungkapnya. Ia pun meminta meminta Sat Poi PP untuk turun ke lapangan, karena dengan adanya tindakan dari pemkab maka pemilik proyek tersebut dapat membersihkan lingkuangan yang telah kotor itu. “kalau tidak mau mendapatkan teguran atau sangsi, yah pihak proyek harus membersihkan kotoran itu, dan pemda bersikap tegas dengan hal ini, apabila tidak di indahkan maka Dinas Cipta Karya yang mengeluarkan izin akan mencabut sementara, karena ini mengabaikan keselamatan orang lain,”tutupnya. (Adex)


Bengkayang Borneo Tribune

Jumat, 30 Agustus 2013

6

Model Sekolah Harmoni Hijau Singkawang Dibawa ke Papua

Kepala Bappeda Kabupaten Jayapura, Hana Hikoyabi Beserta Rombongan Poto Bersama Dengan Para Pejabat di Lingkungan Pemkot Singkawang / Foto Rudi Borneo Tribune

Borneo Tribune, Singkawang Kepala Bappeda Kabupaten Jayapura, Hana Hikoyabi, akan membawa Model Sekolah Harmoni Hijau yang dikembangkan Wahana Visi Indonesia (WVI) dengan Dinas Pendidikan Kota Singkawang ke Jayapura Papua. Metode pembelajaran ini menurutnya, sangat baik dan cocok diterapkan di Papua. Maka dari itu, dirinya akan berkonsultasi untuk memasukan kedalam perencanaan pendidikan di Jayapura. “Apa yang kami lihat selama beberapa hari ini di Singkawang menjadi pembelajaran bagi kami, semoga menjadi mutiara yang

berharga untuk sekolah di tanah Papua,” kata Hana usai makan malam bersama Walikota Singkawang, Awang Ishak di Restoran Kampung Batu, Selasa (27/ 8) malam kemarin. Rombongan Hana Hikoyabi ini diikuti, Dinas Pendidikan Jayapura, Kabupaten Lany Jaya dan Kabupaten Sika Nusa Tenggara Timur yang didampingi Wahana Visi Indonesia (WVI) Region Papua. GM Wahana Visi Indonesia Kalbar, Untung Sidupa mengatakan, Model Sekolah Harmoni Hijau di Kalbar telah diterapkan mulai 2010 lalu di Landak, Sambas, dan Singkawang.

Tiga Puluh Menit untuk Ledo-Subah Borneo Tribune, Bengkayang Warga Kabupaten Bengkayang khususnya yang berdomisili di Kecamatan Ledo bersyukur karena kondisi jalan yang terhubung dengan kecamatan Subah Kabupaten Sambas sudah dibangun oleh Pemerintah Provinsi. Kondisi jalan sangat baik. Jalan dilapisi aspal dengan lebar jalan lebih dari empat meter. Kondisi jalan tersebut sangat mendukung lanjunya tranfortasi hingga waktu tempah dari Ledo hingga ke Subah hanya tiga puluh menit. ‘Dalam kelanjuan normal, lama perjalanan dari Ledo ke Subah hanya setengah jam,” demikian dikatakan Yopi. Jalan Ledo-Sambas sebenarnya sudah lama ada. Namun jalan tersebut bagus bagus dengan ukuran pengaspalan pada tahun 2011 dibawah kepemipinan Cornelis sebagai Gubernur Kalimantan Barat. “Kalau dulu masih rusak parah. Waktu tempuh dari Subah ke Ledo ataupun sebaliknya bisa setengah hari,” kata Yopi lagi. Bagusnya jalan Ledo ke Subah kemudian dari Subah ke Sambas juga memudahkan warga Kabupaten Bengkayang untuk berkunjung ke Sambas. “Sekarang, kalau kita ingin ke Sambas dari Kota Bengkayang lebih dekat lewat Ledo-Subah dari pada lewat Kota Singkawang,” kata Yopi. Karena jalan Ledo-Subah meruapakan jalan provinsi, Kamis (29/8), Gubernur direncanakan akan melakukan peresmian dengan disaksikan pimpinan masing masing kabupaten yang saling berbatasan, Kabupaten Bengkayang dan Sambas. (Mu)

Penerapan di Singkawang jauh lebih maju, disini penuh harmoni dimana berbagai ragam etnis maupun agama bisa berjalan beriringan. Pemkot, mencanangkan penanaman pendidikan berkarakter dari mulai Sekolah Dasar sebagai salah satu program Dinas Pendidikan. Kota Singkawang sendiri sudah ditetapkan sebagai salah satu pilot untuk pengembangan pendidikan berkarakter. Hal ini menjadikan kerjasama antara Dinas pendidikan Kota Singkawang dengan WVI untuk melakukan pembelajaran PAKEM berkarakter. Walikota Singkawang, Awang Ishak mengatakan,

harmoni hijau ini merupakan model pendidikan yang mengedepankan bagaimana hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia dan alam. Harmoni hijau mengajak anak didik untuk aktif dan kreatif namun juga melihat lingkungan sekeliling yang perlu dijaga dan dilestarikan, yang diharapkan keseimbangan antara manusia dengan alam. Model Harmoni Hijau sendiri, kata Awang, merupakan kerjasama antara WVI dan Dinas Pendidikan yang melakukan diskusi dan koordinasi yang intensif dalam rangka memikirkan sebuah model yang mencakup pendidikan berkarakter, juga sekolah hijau tetapi juga yang menekankan harmoni. Melalui berbagai diskusi ini, muncullah nama “Harmoni Hijau”. Nama “Harmoni Hijau” merupakan hasil diskusi panjang, harmoni menggambarkan keselarasan yang telah terjadi di Kota Singkawang ini, etnis-etnis yang berdampingan dapat saling tolerasi dan saling percaya, sedangkan hijau mempunyai dua makna yang tersurat dan tersirat. Mak-

na yang tersurat adalah menekankan mengajarkan anak-anak sejak dini untuk mencintai lingkungan alamnya, sedangkan makna hijau tersirat keadaan damai dan sejuk. Model Harmoni Hijau dikembangkan dengan pelatihan peningkatan kapasitas bagi guru-guru SD agar dapat menanamkan nilai-nilai harmoni hijau tersebut untuk meningkatkan karakter anak-anak juga. Pada awalnya kami memfasilitasi 20 Sekolah Dasar di Kota Singkawang dan sekitar 80 guru kelas 1-3 hadir pelatihan. Dua sekolah yang menjadi pilot harmoni hijau Kota Singkawang yang menunjuk 2 sekolah tersebut, yaitu SDN 4 Singkawang Utara dan SDN 2 singkawang Timur sebagai sekolah contoh. Harapan kita, ujar Awang, Guru-guru di Singkawang terus menjadi fasilitator keberlanjutan sekolah harmoni hijau, menyuarakan harmoni hijau tidak hanya untuk Singkawang namun juga Indonesia, seperti halnya Katon Bagaskara 2012 lalu menuangkan Kota ini dalam karya lagunya “Singkawang Sebuah Harmoni”. (RH)

Forum Komunitas Hijau Gelar Rakor FKH Gelar Rakor Rencana Aksi Nyata Komunitas Hijau Kota Singkawang di Aula Kantor Bappeda Kota Singkawang, Kamis (29/8) / Foto Rudi Borneo Tribune

Borneo Tribune, Singkawang Forum Komunitas Hijau (FKH) Kota Singkawang menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) rencana aksi atau kegiatan nyata komunitas hijau Kota Singkawang yang dilaksanakan di Aula Kantor Bappeda Kota Singkawang, Kamis (29/8). Rencana aksi komunitas hijau adalah implementasi dan tindak lanjut dari terbentuknya Forum Komunitas Hijau (FKH) Kota Singkawang, dimana pembentukan FKH Kota Singkawang merupakan bagian dari kegiatan Program Pengembangan Kota Hijau (P2KH) Kota Singkawang tahun 2013.

Rencana aksi “Green City Clean City” adalah sebuah gebrakan awal berupa kampanye peduli lingkungan dan pengenalan eksistensi komunitas sebagai embrio bagi gerakan pecinta lingkungan dan upaya-upaya pelestariannya yang berkelanjutan dengan melibatkan masyarakat Singkawang secara luas. Ketua Pelaksana Kegiatan, Al Fajri mengatakan, berdasarkan hasil pertemuan sebelumnya FKH Kota Singkawang telah menyusun rencana aksi komunitas hijau yang terdiri dari penanaman pohon, lomba mewarnai tingkat Sekolah Dasar, kampa-

nye Kota Hijau di sekolah, lomba foto lingkungan hidup tingkat sekolah, panggung kreasi remaja kota hijau serta senam dan jalan sehat. “Rencana aksi komunitas hijau rencananya akan dilaksanakan pada hari Sabtu dan Minggu tanggal 21-22 September 2013,” kata Al Fajri. Sementara itu, Sekretaris Bappeda Kota Singkawang, Apriyanto mengatakan, penanggung jawab kegiatan yaitu pada Bappeda melalui Dipa APBN program P2KH memberikan anggaran sebesar Rp 20 juta rupiah, namun dari enam kegiatan dimaksud diperkirakan membutuhkan dana sebesar Rp 65 juta rupiah. “Sehingga kekurangan dana akan diupayakan melalui sponsor dan donatur dari pihak swasta maupun Pemerintah Kota Singkawang,” kata Apriyanto. Dengan adanya rakor ini, diharapkan adanya dukungan dan bantuan serta pendampingan dari Pemerintah Kota Singkawang terhadap pelaksanaan rencana aksi komunitas hijau. (RH)

Persiapan MTQ Provinsi Terus Digencarkan Borneo Tribune, Bengkayang Bupati Bengkayang Suryadman Gidot, S.Pd memimpin rapat persiapan di Aula Bupati lantai I Kantor Bupati beberapa waktu yang lalu. Rapat dihadiri Wakil Bupati Bengkayang Agustinus Naon, S.Sos, Kepala Kemenag Provinsi Kalbar, sejumlah Kepala SKPD, Pimpinan PLN, Pimpinan PDAM, Ketua LPTQ Kabupaten Bengkayang dan seluruh yang tergabung dalam panitia persiapan MTQ 2014. M. Ali selaku Asisten II dan selaku Sekretaris Umum Panitia Persiapan MTQ 2014 memaparkan rencana kegiatan yang terdiri dari persiapan fisik, tempat penyelenggaraan, persiapan tempat penginapan peserta. Kemudian persiapan penyelenggaraan MTQ yang ter-

KEHILANGAN STNK KB 2066 BP NR: MH35D9204BJ439805 NM: 5D91439885 A/N ASMADI Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi. AMR

diri dari surat tugas atau SK yang dibuat Gubernur, persiapan Kafilah yang di bawah koordinasi ketua LPTQ Kecamatan. Selanjutnya yang tidak kalah pentingnya mengenai penggalangan dana kemudian penyiapan logo yang sudah kami buat dari hasil sayembara kemarin, penyiapan pakaian khas daerah yang bekerja sama dengan Dekranasda Kabupaten Bengkayang. Bupati Bengkayang Suryadman Gidot, S.Pd dalam paparannya menyatakan bahwa kegiatan MTQ ini merupakan tanggung jawab pemerintah yang harus kita sukseskan. Kemudian disamping sebagai tuan rumah kita juga sebagai peserta, jadi kita harus bisa memilah antara fungsi peserta dan fungsi panitia agar dari masing-masing bisa konsentrasi dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya. Bupati juga mengingatkan bahwa ada tiga penting yang harus kita siapkan yaitu stadiun, listrik dan air. Selanjutnya Bupati berharap agar ada sinkronisasi antara panitia dan kontigen ka-

bupaten/kota, yaitu dalam hal penyiapan tempat nginap, transportasi dan konsumsi. “maksudnya jika memang kita sebagai tuan rumah harus menyiapkan tempat dan sarana prasarana kontingen, jika memang demikian saya meminta agar setiap SKPD bisa menjadi bapak angkat masing-masing kontingen kabupaten/ kota”, tegas Bupati. Dalam rapat Bupati memutuskan langsung masingmasing SKPD untuk menjadi bapak angkat. Kemudian yang tidak dibebani menjadi bapak angkat yaitu Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika, Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Olahraga dan Dinas Pekerjaan Umum. (Domi-Humas Bky). Pengurus Kwarcab Bengkayang Dikukuhkan Borneo Tribune, Bengkayang Bupati Bengkayang Suryadman Gidot, S.Pd melantik dan mengukuhkan Ketua dan Pengurus Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Bengkayang periode 2013 – 2018 pada (26/08) di aula Kantor Bupati Bengkayang. Ketua Kwartir Cabang

Kab Bengkayang Yakobus Niron, SH mengatakan agar para kader dan pengurus pramuka yang ada di Kab Bengkayang, dapat meningkatkan pengetahuan tentang kepramukaan, supaya apa yang diharapkan oleh gerakan pramuka dapat mampu menjadikan manusia yang berkarakter dan bermartabat. Bagi para pelajar yang ada di kab bengkayang tidak hanya mengejar prestasi ilmu mata pelajaran saja, melainkan jadikan diri sendiri yang berkarakter dan bermartabat pula. Sehubungan dengan para pembina gerakan pramuka di Kab Bengkayang yang mayoritas profesinya guru, diharapkan dapat meningkatkan pemahaman tentang kepramukaan. Bupati Bengkayang dalam sambutannya meminta kepada para LSM dan wartawan yang ada di kab Bengkayang untuk tidak hanya mengkritik mengenai Gerakan Pramuka, melainkan untuk turut mengambil bagian terhadap gerakan pramuka tersebut. Ini penting agar dimasa – masa kedepan kita mampu

untuk membangun Kepramukaan di Kabupaten Bengkayang dengan lebih baik dan maju. Untuk para Kepala Sekolah baik ditingkat SD, SMP dan SMA se-Kab Bengkayang agar lebih giat lagi membina Kepramukaan yang ada di sekolah, demikian pesan yang disampaikan Bupati Bengkayang di hadapan para pengurus kwartir cabang dan undangan yang hadir. Pada kesempatan ini Bupati memberikan tanda penghargaan Lencana Panca Kwarsa kepada para pengurus gerakan pramuka, yang telah menunjukkan kesetiaannya kepada organisasi dan melakukan kegiatan orang dewasa gerakan pramuka selama 5 (lima) tahun / kelipatan lima tahun. Hadir pada kesempatan ini Bupati Bengkayang pertama Periode 2000–2005 dan 2005– 2010, Kapolres Bengkayang, Dandim 1202 Singkawang, Sekda Bengkayang, Para Pejabat dilingkungan Pemda Bengkayang, dan Para Camat se-Kab Bengkayang.(Yan Wisnu Humas, Foto Bernad Humas Bengkayang)

60 Eks Pencandu Napza Ikuti Bimbingan Sosial Borneo Tribune, Singkawang Sebanyak 60 eks pecandu mengikuti bimbingan sosial bagi korban penyalahgunaan napza di Gedung PKK, Kota Singkawang, Rabu (28/8). Kepala Bidang (Kabid) Sosial, Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kota Singkawang, Agus Purnomo menyebutkan, jika itu merupakan agenda rutin yang dilakukan Dinsosnakertrans sambil menggandeng pihak lain untuk memberikan penyuluhan kepada eks pecandu. “Kita berupaya mengakomodir mereka dengan memberikan bimbingan sosial, baik itu dari psikolog, Kementrian Agama, maupun BNN. Dari kegiatan ini, kita juga menggandeng LSM agar dapat mengikutsertakan eks pecandu,” jelas Agus Purnomo. Namun, lanjutnya, bimbingan sosial ini sempat terhenti selama tiga tahun dikarenakan anggaran yang terbatas. “Baru tahun ini dilakukan kembali meski dengan angaran yang juga terbatas,” ujarnya. Namun, kata Agus, yang terpenting saat ini bagaimana mengakomodir mereka agar tidak kembali lagi mengkonsumsi narkotika. Karena itu pihaknya berencana di tahun 2014 memberikan pelatihan keterampilan, yang disesuaikan dengan bakat dan kemampuan yang dimiliki eks pecandu ini. “Selain bermasalah dengan narkotika, mereka juga bermasalah dengan inkam pendapatan karena tidak ada pekerjaan yang dilakukan mereka. Jadi tidak hanya penyuluhan, tetapi direncanakan untuk memberikan pelatihan keterampilan di awal tahun 2014 nanti,” terangnya. Sementara Ketua Pelaksana, sekaligus Ketua LSM Merah Putih, yang konsen masalah bahayanya Narkotika, Erki Chandra menyebutkan, sebanyak 20 persen dari mereka yang hadir masih menjalani terapi metadon di RS dr. Abdul Aziz. “Karena masih ada yang ikut terapi, maka kegiatan ini penting untuk mereka, karena berupa pencegahan dan pemberdayaan untuk mereka agar tidak jatuh kembali menggunakan narkoba,” kata Erki. Erki berharap, agar Dinsosnakertrans tidak hanya memberikan penyuluhan saja, tapi juga memberikan pengembangan keterampilan buat mereka. “Karena sebagian besar mereka tidak ada pekerjaan tetap, maka bisa saja balik lagi menjadi pecandu. Maka dari itu, penting bagi mereka untuk memiliki keterampilan. Jika mereka punya keterampilan, maka bisa mencegah untuk kembali menggunakan narkotika,” ungkap Erki. Selain diberikan pelatihan, tambah dia, perlu juga ada dukungan dari lingkungan sebagai upaya untuk mencegah penggunaan narkoba. “Seharusnya lingkungan bisa menerima dan jangan membedakan mereka ketika dinyatakan pulih, terutama dari lingkungan keluarga,” pungkasnya. (RH)

Varietas Inpari 10, Miliki Kelebihan Borneo Tribune, Singkawang Kepala Kantor Penyuluh Pertanian, Perikanan, Kehutanan dan Ketahanan Pangan Kota Singkawang, Efi Megalazuarti mengatakan, kegiatan Demfarm padi inpari 10 di Kelurahan Sungai Rasau Kecamatan Singkawang Utara ditutup dengan acara panen perdana yang dilakukan oleh Walikota Singkawang, Awang Ishak didampingi Kepala Baketpanluh Provinsi Kalimantan Barat, M. Budi Setiawan, Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Kota Singkawang, Yusnita. Pelaksanaan Demfarm sendiri memiliki empat tujuan antaralain, untuk dijadikan contoh bagi petani sekitar, memberikan stimulant bagi kelompok tani dan petani untuk mengembangkan varietas unggul berlabel dan dijadikan sumber benih, dapat memotivasi para petani di Kecamatan Singkawang Utara untuk menggunakan varietas Inpari 10 karena varietas ini memiliki tekstur nasi yang lebih keras dan disukai masyarakat Kota Singkawang serta memberikan proses pembelajaran tentang rekomendasi pupuk yang cukup dapat meningkatkan produktivitas. “Penggunaan varietas Inpari 10 ini memiliki kelebihan mampu bertahan walaupun mengalami kekeringan, terkena hama blas dan keong mas. Dengan pengawalan dan penanganan yang cepat dan tepat dari penyuluhnya, maka Denfarm ini dapat kita laksanakan panen pada umur 118 hari,” kata Efi Megalazuarti. Adapun input yang diperoleh dari budidaya Inpari 10 seluas 1 hektar yaitu sebesar Rp 17.856.000 sedangkan output yang dikeluarkan selama satu musim tanam sebesar 10.625.000. jadi petani dapat memperoleh hasil atau keuntungan sebesar Rp 7.231.000 per musim tanam. “Jadi rata – rata petani mendapatkan penghasilan Rp 1.807.750 perbulan, itu berdasarkan analisa usaha tani, kenyataannya petani bisa menghasilkan pendapatan sebesar Rp. 2472.750 karena sewa tanah, semai, penyemprotan, pemupukan bisa dilakukan sendiri sehingga dapat menghemat biaya dari upah tenaga kerja,” kata Efi. (RH)


Landak-Sanggau

Jumat, 30 Agustus 2013

BPK : Tidak Ada Temuan di Dinas Sosial Borneo Tribune, Ngabang Kerja keras yang dilakukan oleh Dinas Sosial perlu diapresiasi, kendati pemeriksaan Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) bahwa tidak ada temuan dari BPK semuanya dinyatakan tidak ada masalah, Ujar Alosiur selaku Kabit Sosial Kamis, 29/8 kemarin. Dikatakan Alosius salah satu pemeriksaan BPK didinas Sosial adalah program PKH. “Tidak ada masalah dan sesuai dengan prosedur terutama pengiriman uang mulai dari pusat, kekantor pos dan kantor pos mengirimkan langsung ke Rumah Tepat sasaran Miskin (RTSM), dan semua yang mengarah kepada PKH berjalan lancar dan sukses.”jelasnya. Kata Alosius, pemeriksaan BPK yang mulai dari hari senin sampai dengan hari rabu kemarin dimulai dari daerah kecamatan Ngabang, Jelimpo dan Kecamatan Mandor. Dalam menyingkapi dilapangan yang berbau kesalahan dilapangan dalam proses penyaluran berdasarkan laporan dari data statistik tahun 2010 dan data statistik ini tidak mengacu pada Dinas Sosial maupun dari Desa ke Tingkat Dusun karna dari Dinas Sosial hanya bersifat monitoring,” papar Alosius. (Yohanes.J)

Borneo T Tribune

7

Wisudawan Universitas Tanjungpura

Berkarir dan Berkreasilah Dengan Baik BorneoTribune, Pontianak Universitas Tanjungpura (Untan) mewisuda sebanyak 1.465 Mahasiswa dari program studi seperti D3, S1, S2 bertempat di Auditorium Untan Pontianak pada Kamis (29/8) Wisudawan tersebut terdiri dari Program D3 yaitu 14 mahasiswa D3 BTP Fakultas Pertanian dan 61 D3 Fisipol. Sementara untuk program Sarjana S1 dari 9 Fakultas yang ada di Untan sebanyak 1.172 orang dan program Magister S2 dari 7 jurusan yang ada sebanyak 218 orang. Rektor Untan, Thamrin Usman DEA mengajak para wisudawan/wisudawati yang telah lulus agar mampu berkreasi saat terjun ke masyarakat dalam mengabdikan dirinya. ”Saya inigin titipkan kepada seluruh lulusan yang telah menyandang Sarjana ini. Tolong bagaimana wisudawan dapat membangun Untan dan

membesarkan nama almamaternya. Berkreasilah dan berkarirlah dengan baik, karena dengan demikian kalian bisa menjadi alumni yang beruntung, baik bagi diri sendiri maupun kampus,” ujarnya saat ditemui wartawan usai

mewisuda. Lebih lanjut Thamrin mengatakan, sebagai alumni Untan tentu dituntut untuk mampu mengemban amanah dan menjaga nama baik Universitas dimana mahasiswa itu pernah menimba ilmu.

”Secara moralitas dan kejujuran perlu diutamakan. Mari kita sama-sama bekerja dengan baik. Harapan kita jika itu sudah terlaksana, kita diberi amanah. Kami bangga kalau wisudawan kali ini akan terus menjaga martabat, moralitas dan nama baik universitas, semoga wisudawan/wisudawati kali ini sukses dalam berkarier,” tambahnya. Rektor Untan ini juga kepada para wisudawan menghimbau agar lulusan Untan itu terus berjuang untuk memajukan masyarakat dengan mengembangkan potensi yang ada dalam diri masing-masing. ”Turjun kemasyarakat kembangkan potensi diri baik yang Diploma maupun S1, agar terus berjuang, silahkan berjuang, kami berdoa agar semua bisa berkarier di masyarakat. Kemudian bagi yang sudah bekerja baik S1 maupun Magister, berkarierlah dengan baik

dan kembangkanlah skill yang ada,” harapnya. Dia juga berharap hendaknya para wisudawan dan wisudawati selalu mensyukuri atas gelar sarjana yang sudah diraih itu.Karena para wisaudawan/ wisudawati telah mampu menaikan derajatnya masingmasing,” tandasnya. Adapun mahasiswa terbanyak diwisuda Untan pada 29 Agustus 2013, untuk program S1 adalah dari kampus Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), yakni sebanyak 605 mahasiswa. Sementara terbanyak untuk program Magister yakni dari Magister Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, untuk IPK tertinggi diraih oleh Fakultas Ekonomi, yitu 3,98. Sementara IPK tertinggi ratarata dari Fisipol yakni 3, 45. Serta masa studi tercepat yakni 3,1 tahun dari Kampus Fisipol dan terlama dari Fakultas Mipa.(Slt)

Legislatif Minta Eksekutif Segera Berikan Kepastian Borneo Tribune, Sanggau Ketua DPRD Kabupaten Sanggau, Jumadi mengatakan pembahasan Rancangan

Anggaran Pengeluaran dan Belanja Daerah (RAPBD) Perubahan 2013 diperkirakan akan kembali molor di-

Wabup Lantik DPR PDKS Desa Sei Mawang Borneo Tribune, Sanggau Wakil Bupati Sanggau, Paolus Hadi belum lama ini telah melantik Dewan Pimpinan Ranting Pemuda Dayak Kabupaten Sanggau (DPR PDKS) Desa Sei Mawang Kecamatan Kapuas Kabupaten Sanggau, Sabtu (24/8) yang lalu di Dusun Sanjan Sebiau Desa Sei Mawang. Paolus pun menyambut baik dengan adanya organisasi kemasyarakatan ini yang tentunya dapat bekerjasama dengan Pemerintah untuk mensukseskan pembangunan. Selain itu dengan adanya organisasi ini diharapkan untuk ikut serta mewujudkan Sanggau

kearah yang lebih baik. ”Dengan dilantiknya anggota dan pengurus PDKS ini diharapkan untuk dapat menjalankan organisasi ini dengan baik yaitu sebagai salah satu contoh organisasi kemasyarakatan yang menjunjung tinggi anggaran dasar dan anggaran rumah tangga,” ujarnya. Paolus pun meminta kepada seluruh anggota dan pengurus DPR yang dilantik untuk dapat menjaga nama baik organisasi ini, karena organisasi yang baik adalah organisasi yang dapat memajukan organisasinya dan masyarakat kearah yang lebih baik. (rtn)

karenakan pihak eksekutif belum menyampaikan kesiapannya untuk pembahasan bersama pihak legislatif. Lantaran RAPBD Perubahan belum sampai ke pihak DPRD Kabupaten Sanggau. ”Hal itu dikhawatirkan akan membuat terganggunya kinerja profesional Pemerintah Kabupaten Sanggau,” ujarnya. Menurutnya, belum sampainya RAPBD Perubahan ke

dewan, karena menunggu kesiapan eksekutif yang belum ada. Kalau sudah ada, dari dewan akan membuat jadwal pembahasan. Hal tersebut berdasarkan hasil rapat Banmus DPRD Sanggau. Jumadi mengungkapkan, bahwa pihaknya telah beberapa kali mengingatkan melalui surat maupun koordinasi langsung kepada eksekutif terkait segera pembahasan RAPBD Perubahan

tersebut. Namun, belum ada jawaban pasti dari pihak eksekutif terkait kesiapan tersebut. Alasan waktu juga harus diperhatikan oleh pihak eksekutif demi kinerja professional pemerintahan. ”Komunikasi sudah sering dilakukan, saat ini waktu semakin mepet dan sejatinya kita diburu waktu. Kita surati belum dijawab, karena surat itu bersifat mengingatkan agar eksekutif sege-

ra mempersiapkan. Alasan mereka masih ada SKPD yang belum melengkapi KUA PPAS,” ungkapnya. Jumadi menambahkan, bahwa efek keterlambatan pembahasan tersebut akan sangat berdampak bagi profesionalisme kinerja pemerintah. Dengan keterlambatan ini jelas ada kelalaian dan ketidakcermatan. Pihaknya pun tidak mengetahui secara jelas apa yang

menjadi penyebab eksekutif belum siap dalam hal pembahasan tersebut. Jumadi pun berharap eksekutif segera berkomitmen untuk melaksanakan pembahasan agar tidak mengganggu kinerja pemerintah kedepan. ”Kita berharap eksekutif segera berkomitmen untuk melaksanakan pembahasan agar tidak mengganggu kinerja pemerintah kedepannya,” pungkasnya. (rtn)

Pedalaman Belum Tersentuh Pembangunan Borneo Tribune Landak “Kurangnya perhatian Pemerintah terhadap pembangunan disejumlah daerah terpencil dikabupaten Landak ini tentunya bukan baru kali ini. Masalah klasik yang terus menerus kami suarakan dan perjuangkan dilembaga DPRD Landak ini,” ujar wakil Ketua DPRD Landak, Markus Hamid, Kamis (29/8) kemarin digedung Dewan. Menurutnya, sampai saat

ini masyarakat di daerah terpencil tersebut masih merasa dianak tirikan dalam hal pembangunan, baik oleh Pemerintah Pusat, Provinsi dan Kabupaten. Oleh karena itu Lembaga DPRD Landak juga tidak tutup mata melihat hal tersebut. “ Tapi kita sering mengalami kendala-kendala dalam menyuarakan dan memperjuangkan pembangunan didaerah terpencil tersebut. Salah satu alasan klasik

Pemerintah yakni adanya keterbatasan anggaran dan adanya kebijakan-kebijakan yang diskrisminasi,” katanya. Markus Hamid mencontohkan seperti adanya aspirasi dari masyarakat yang meminta wakil rakyat untuk memperjuangkan pembukaan bodi jalan dari air terjun Banangar menuju Desa Merayuh Kecamatan Air Besar. “Tapi sampai sekarang belum ada jawaban sama

sekali dari Pemerintah atas aspirasi masyarakat yang sudah kami perjuangkan itu. Oleh karena itu kami meminta kepada Pemkab Landak supaya segera merealisasikan kebijakan sehingga bodi jalan tersebut dibuka.” tegasnya. Kata Markus, demikian halnya pula ruas jalan menuju Desa Sekendal sampai saat ini masih jalan tanah masih jalan tanah”jelasnya. Selain itu tambahnya, ada

juga jalan lintas Behe menuju Kuala Behe yang belum tuntas dan ruas jalan dari Serimbo menuju Tengon yang peningkatan jalannya belum ada. “ Mau sampai kapan semua itu akan segera tuntas. Itu baru berbicara masalah pembangunan di Dapil saya yakni Kecamatan Kuala Behe. Belum lagi kita berbicara masalah pembangunan di 11 kecamatan lainnya dilandak, katanya. (Yohanes J)

Borneo Tribune, Entikong Dalam Memeriahkan Hari Ulang Tahun ke 48 Batalyon Infantri (Yonif) 403/WP dan HUT RI ke 68, prajurit Yonif 403 yang tergabung dalam Satgas Pamtas di pos Gabma Kotis Entikong Kabupaten Sanggau memeriahkan HUT Yonif 403/WP ke48 dan HUT RI ke-68 dengan berbagi tali asih kepada masyarakat yang kurang mampu. Sasaran kali adalah bagi anak yatim piatu di Yayasan Bukit Pengharapan Balai Karangan. Sebanyak 27 pelajar (SD, SMP dan SMU) merupakan anak yatim piatu dari baerbagai desa yang memang ditampung oleh yayasan tersebut. Tali asih yang diberikan berupa tas sekolah, alat-alat tulis, buku

tulis dan pensil untuk melukis. Dansatgas Letkol Inf Renal Aprindo Sinaga didampingi oleh Wadan Satgas Kapten Inf Taufik H, hadir dalam acara tersebut. Dansatgas menyampaikan, Tali asih ini sudah menjadi tradisi satuan kami yang terus menerus dilaksanakan dalam menyambut dan Hari Ulang Tahun dengan menyelenggrakan bakti sosial. “Buat adik-adik yang ada sekarang jangan putus asa karena tidak punya siapasiapa, ada Tuhan yang menyanyangi kalian. Kami (Satgas) hadir untuk kalian, kami adalah bahagian dari adik-adik, apabila mau berbagi kasih dan pengalaman hidup, kami siap untuk itu. Kuatkan iman kalian, berserah kepada Tuhan dan jadikan atas kuasa-Nya, tidak ada yang mustahil bagi Tuhan. Kalian semuanya nantinya menjadi generasi penerus yang handal, siap pakai dan siap menjadi anak-anak yang memba-

ngun daerah Balai Karangan dan Provinsi Kalbar,” Dansatgas Letkol Inf Renal Aprindo Sinaga. Sementara itu, Kepala Yayasan Ibrahim Siregar menyampaikan rasa ucapan terimakasih yang sebesarbesarnya kapada Satgas Pamtas Yonif 403/WP yang telah diberikan keringanan langkah dan mau berbagi kasih buat kami yang ada di sini. “Kami selama ini merasa berjalan sendiri dalam menampung, mendidik dan menyetarakan pendidikan anak-anak yatim piatu di tempat ini dengan anak-anak sekolah lain pada umumnya. Melalui kuasa Tuhan, hari ini dan pertama kali ini Satgas mau memperhatikan kami. Kami sangat bangga dengan Satgas sekarang dan TNI pada umumnya,” kata Ibrahim Sireger. Ditempat terpisah, tali asih juga diberikan kepada anak-anak yang di TPQ mesjid Peripin Kecamatan Entikong. Dansatgas di dampingi Wadan Satgas

menyerahkan asih kepada 16 orang anak, berupa Kitab Al-quran, kitab berjanji, yasin tahlil, iqro, mekena, sarung dan gula pasir. Tali asih ini diterima langsung oleh bapak Ustad Veri yang merupakan pembina TPQ selama 6 tahun. Ustadz Veri menyampaikan rasa terimakasih yang sebesar-besarnya atas tali asih yang diberikan. Harapan beliau kiranya dengan hubungan silahturahmi ini menjadikan landasan membangun iman bagi kita akan pentingnya saling berbagi kasih terhadap sesama manuasia. Diwaktu yang berbeda, Dansatgas yang didampingi Wadan Satgas juga memberikan tali asih kepada mantan para pejuang kemerdekaan RI di tanah kelahiran Balai Karangan dan Entikong pada masa konvontasi perebutan wilayah Kalimantan. Tali asih yang diberikan berupa baju batik buatan asli dari Solo Jawa Tengah, topi pet kebanggan Yonif 403/ WP dan dana tunai sebesar

1 juta rupiah. Tali asih ini diberikan kepada 9 orang veteran dengan yang dituakan adalah bapak Karjo. Dansat menyampaikan, kami bangga sebagai generasi penerus kemerdekaan sekarang atas jasa-jasa bapakbapak dalam perebutan kemerdekaan, patut kami jadi contoh akan semangat yang berkobar dan tidak pernah luntur oleh waktu. Kami generasi penerus sekarang selalu siap menjaga dan mengamankan kedaulatan wilayah NKRI. Kami seluruh warga Satgas Pamtas Yonif 403/WP meminta dukungan doa kepada bapak-bapak yang ada di tempat ini dan kepada masyarakat di Entikong, kiranya kami diberikan kesehatan dan kekuatan dalam menjalankan tugas negara yang telah diperintahkan kepada kami, tanpa bantuan dan kerjasama masyarakat perbatasan maka mustahil kami dapat berhasil dalam menjalankan dan mengemban tugas pokok kami,” jelasnya. (Lay).

KEHILANGAN

KEHILANGAN

KEHILANGAN

KEHILANGAN

Satgas Pamtas Yonif 403/WP Berbagi Tali Asih

KEHILANGAN BPKB KB 9622 AF NR: FE119-006782 NM: 4D34C-136782 A/N APRIANTO Dengan ini BPKB dinyatakan tidak berlaku lagi. NGL

KEHILANGAN STNK KB 5067 LN NR: MH1JFD213DK349917 NM: JFD2E-13433227 A/N ALTER.A.KESEK Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi. NGL

STNK KB 4234 LJ NR: MH328D40CBJ137514 NM: 28D-3137336 A/N NURLIANA Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi. NGL

STNK KB 2722 LG NR: MH35D9204CJ525397 NM: 5D9-1525462 A/N LIYUNG Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi. NGL

STNK KB 3803 LM NR: MH35D9204CJ640808 NM: 5D9-1640802 A/N DODI SETIADI Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi. NGL

STNK KB 3238 LM NR: MH345P002CK085742 NM: 45P-095163 A/N ALPIAN Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi. NGL


Sekadau Borneo Tribune

Jumat, 30 Agustus 2013

Lumbung Benih Lokal Produktif

Bupati Yakin Produksi Padi Sekadau Meningkat Borneo Tribune, Sekadau Warga petani Sekadau kini boleh berbangga, pasalnya lumbung benih padi unggul sudah tersedia di Bumi Lawang Kuari, tepatnya di Kecamatan Sekadau Hulu yang kini sudah produksi. Produsi Padi di Kabupaten Sekadau pun diyakini meningkat kedepan dengan tersediannya benih padi lokal. Panen perdana benih padi unggul pun digelar Kamis pagi kemarin (29/8) oleh Bupati Sekadau Simon Petrus didampingi Ketua TP PKK Ny. Scolastika Simon Petrus, sejumlah pimpinan SKPD, Camat Belitang Hilir dan Camat Sekadau Hulu, para Kepala Desa se-kecamatan Sekadau Hulu, di penangkaran benih yang berlokasi tak jauh dari kantor Camat Sekadau Hulu. Pemerintah Kabupaten Sekadau telah meluncurkan program jitu untuk menanggulangi minus produksi beras. Program itu yakni dengan mencetak penangkaran benih padi unggul yang sudah ada di Kecamatan Sekadau Hulu, tepatnya di Desa Rawak Hulu yang kini dikelola serius oleh gabungan kelompok tani Harapan Bahagia.

Bupati Sekadau Simon Petrus, mengatakan adanya penangkaran benih padi di Sekadau menunjukkan kemajuan dalam bidang pertanian. Ia optimis, dalam beberapa tahun kedepan produksi padi di Sekadau akan merangkak naik. “Selama ini kita masih bergantung dari Negeri luar untuk memenuhi kebutuhan beras. Hal ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Program penangkaran benih ini merupakan solusi untuk meningkatkan produktivitas pertanian. Saya yakin, hasil pertanian kita bisa naik, tentunya secara bertahap,” ujar Simon Petrus menjawab pertanyaan sejumlah wartawan. Bupati berharap, Gapoktan dapat mengoptimalkan lahan yang ada untuk menghasilkan benih semaksimal mungkin. Simon menyadari, dengan kondisi iklim yang tak menentu sekarang ini, tentu memberikan tantangan tersendiri bagi petani. Untuk itu, Bupati meminta peran dari instansi terkait, terutama kalangan pegawai penyuluh lapangan (PPL) untuk memberikan wawasan kepada petani dalam mengha-

dapi kendala-kendala non teknis. “Petani mesti dibekali ilmu pertanian yang memadai agar hasil yang dicapai bisa lebih optimal,” pinta Bupati. Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Peternakan Kabupaten Sekadau, Adrianto Gondo Kusumo menuturkan, sejauh ini lahan yang sudah digarap untuk penangkaran benih seluas 30 hektar. Program penangkaran benih dibebankan pada APBD Kabupaten Sekadau TA 2013 dengan angka yang relatif kecil, hanya Rp 92 juta rupiah. “Ini merupakan terobosan baru yang akan bermuara pada target swasembada beras di Kabupaten Sekadau,” kata Adrianto. Distankanak telah melakukan pengubinan pada lahan penangkaran tersebut. Hasilnya, dari luas 30 hektare itu benih padi yang akan dihasilkan pada satu kali panen mencapai 96 ton, dengan rincian per hektare mampu menghasilkan benih sebanyak 3,2 ton per Ha. Seperti diketahu beberapa tahun terakhir, pasokan beras untuk konsumsi Sekadau ma-

sih bergantung dari hasil impor dari luar Negeri seperti Thailand dan China, dan lokal Indonesia. Pasalnya, hasil pertanian lokal tidak mencukupi kebutuhan konsumsi dalam satu tahun. “Kita yakin produksi akan meningkat dengan tersediannya benih unggul padi lokal,” yakin Adrianto. Nantinya, benih yang dihasilkan akan diperuntukkan bagi program Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SLPTT) untuk seluruh Kabupaten Sekadau. Dijelaskan Adrianto, Kabupaten Sekadau memiliki lahan SLPTT seluas 3.000 hektare. SLPTT merupakan program pemerintah pusat dalam mendukung peningkatan produksi beras nasional (P2BN). Untuk mensukseskan SLPTT itu, dibutuhkan benih padi sebanyak 75 ton, dengan perhitungan 25 kilogram benih per hectare lahan. “Artinya, benih yang dihasilkan dari penangkaran ini sudah melebihi kebutuhan untuk program SLPTT,” jelas Adrianto. Ketua Gapoktan Harapan Bahagia, Alamsyah, mengatakan, lahan 30 hektar yang kini

menjadi areal penangkaran benih sudah dikelola petani setempat sejak 32 tahun silam dengan sistem pertanian konvensional satu kali panen dalam setahun. Sejak munculnya program penangkaran benih yang dimulai tahun 2012 lalu, lahan tersebut kini produktivitasnya meningkat, bisa panen dua kali setahun. “Awalnya kami sempat ragu apakah bisa benih padi panen dua kali setahun. Karena, selama ini kami mengandalkan sistem pertanian tradisional yang hanya panen sekali setahun,” tutur Alamsyah. Kedatangan Bupati Sekadau secara langsung untuk melakukan panen perdana merupakan sebuah kehormatan bagi Gapoktan Harapan Bahagia. “Kami merasa terhormat pak Bupati bersedia turun langsung untuk panen perdana,” ucap Alamsyah. Menutut rangkaian kegiatan, Bupati Sekadau bersama Ketua TP PKK, para kepala SKPD, dan para Camat melakukan panen perdana di lahan penangkaran benih padi. Momen itu pun menarik, sembari diabadikan para awak media. (Mto).

8

GOW Selamatkan Remaja dari Ancaman Narkoba Kristina : Narkoba No, Prestasi Yes!

Ratusan Pelajar cukup antusias mengikuti peyuluhan bahaya Narkoba di Gedung Kateketik, Kamis kemarin. Kegiatan itu diprakarsai Gabungan Organisasi Wanita Kabupaten sekadau bekerjasama dengan Satua Narkoba polres Sekadau.// FOTO Bagus Kosminto/Borneo Tribune Borneo Tribune, Sekadau Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Sekadau bekerjasama dengan Polres Sekadau menggelar sosialisasi bahaya Narkoba kepada pelajar SMA di kota Sekadau. Tidak kurang dari 100-an para remaja memakai seragam sekolah mengikuti kegiatan tersebut di Gedung Kateketik Sekadau, Kamis (29/8). Ketua GOW Kabupaten Sekadau, Kristina Rupinus, mengatakan Narkoba sangat dibenci oleh berbagai kalangan karena mampu mempengaruhi akal sehat Manusia, apalgi sampai merasuk ke anak-anak usia remaja. “Adik-adik sekalian, buatlah orangtua kalian bahagia, jadilah anak yang berprestasi. Kalian adalah generasi penerus bangsa dan harapan Pemerintah, diharapkan agar menjadi harapan untuk pembangunan di Kabupaten Sekadau ini,” ucap Kristina, di Gedung Kateketik, Kamis. Tampak hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah penguru penting dan anggota GOW Kabupaten Sekadau, Kasat Narkoba Polres Sekadau bersama personilnya, ratusan pelajar dari berbagai sekolah di Kota Sekadau. Kristina berharap para remaja usia sekolah tidak menyia-nyiakan kesempatan belajar dan bersekolah diusia remaja. Apalagi usai remaja memiliki semangat tinggi dalam meraih citacita dan masa depan mereka. Ibu yang merintis karirnya menjadi Guru ini tak ingin para remaja di Sekadau mencoba-coba Narkoba yang semakin hari semakin mengancamusia pelajar ditengah kemudahan komunikasi saat ini. Oleh

karena itu ia menyarankan agar para remaja membatasi ruang bergaul mereka apalagi dengan orang yang tidak dikenal asal usulnya. “Jangan sekali kali mau mencoba yang namanya Narkoba, ingat bahwa Narkoba itu racun yang sangat berbahaya, bahkan bisa mematikan. Katakan Narkoba no, prestasi yes,” ingatnya kepada ratusan Pelajar. Kristina ingin pelajar di Bumi Lawang Kuari bisa menunjukan kegiatan-kegiatan positif diluar sekolah baik dalam bidang olahraga, seni, agar menghindari pergaulan yang hura-hura. Apalagi, mau ikut-ikutan trend ngelem, pergaulan bebas hingga tidakan kekerasan Kriminal. Sebab, anak yang baik menurutnya, adalah anak yang patuh kepada orang tua. “Anak yang baik adalah anak yang taat dan patuh kepada orang tua, ingat bahwa prestasi kalian dibanggakan orang tua dan Daerah kita,” timpal Ibu ramah ini. Kapolres Sekadau, yang diwakilkan Kasat Narkoba Polres Sekadau, AKP. Setyadi, ketika memberi materi bahaya Narkoba kepada ratusan pelajar memaparkan banyak hal negatif bahkan mematikan soal kandungan Narkoba. “Untuk itu adik-adik sekalian saya ingatkan lagi, jangan pernah mau menyentuh Narkoba. Karena tidak ada untungnya menyentuh yang namanya Narkoba,” ingatnya. Setyadi berharap para pelajar membuat kegiatan positif guna menghindari pergaulan bebas termasuk ancaman penyebaran Narkoba ditingkat remaja. Ia khawatir usia remaja memang mudah dipengaruhi dengan hal-hal baru termasuk hal negatif. “Oleh sebab itu gunakanlah waktu kalian dengan baik mengisi kreatifitas menuju prestasi dan masa depan,” ungkapnya.(Mto).

INFO BANK BNI 46 Pontianak, Jl. Tanjung Pura No. 1 Telp. (0561) 736211, 732016, 732630, 732026 (0561) 736392 Capem Univ. Tanjungpura. Jl. Daya Nasional Telp. (0561) 736046 (0561) 764012 Capem Pasar Siantan, Jl. Khatulistiwa No. 81-83 Siantan Telp. (0561) 881419 (0561) 883263

BCA Bupati Sekadau, Simon Petrus didampingi Ny. Scolastika Simon Petrus, Kadistanak Kabupaten Sekadau dan sejumlah pejabat Penting di Pemkab Sekadau melakukan panen perdana benih padi unggul di Desa Rawak Hulu, Kecamtan Sekadau Hulu, Kamis pagi (29/8). Foto Bagus Kosminto/Borneo Tribune

Sosialisasi Tata Cara Kampanye Pileg

Caleg Minta KPU Tegas Soal Bau Money Politik dan ‘Permainan’ Borneo Tribune, Sekadau Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Sekadau sudah menggelar sosialisasi tata cara Kampaye dan penyusunan finalisasi Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu legislatif 2014 mendatang. Puluhan kader partai Politik mengikuti Sosialiasasi penting di Daerah Pemilihan I Kecamatan Sekadau Hilir, di Mess Pemkab Sekadau, Kamis (29/8). Ketua KPU Kabupaten Sekadau, Gusti Mahmud Buang, mengatakan sosialisasi soal tahapan Pemilu akan dilakukan berkelanjutan hingga pelaksanaan Pemilu Legisatif tahun depan. “Jadi sampai tahun depan KPU masih terus mensosialisasikan teknis-teknis penyelenggaraan Pemilu termasuk sosialisasi soal perhitungan surat suara sah, tidak sah,” jelas Gusti Mahmud Buang, di Mess Pemkab Sekadau, Kamis. Pria yang akrab disapa Buang ini berpendapat teknis-teknis penyelenggaraan Pemilu legislatif cukup penting diketahui oleh Caleg. Sebab, Caleg berhak dan harus mengetahui teknis, aturan Pemilu legislatif supaya tidak terjadi penyimpangan-penyimpangan. Buang mengira, penyim-

pangan yang mungkin saja dapat terjadi adalah kecurangan yang dilakukan oknum Caleg sendiri. “Caleg harus tau teknis Pemilu sampai pada pada hari H, ini demi menghindari adanya kecurangan dilapangan,” lugasnya. Salah satu Calon Legislatif Daerah Pemilihan I Kecamatan Sekadau Hilir, Yohanes Aji, menganggap penting meminimal terjadinya kecurangan Pemilu legislatif 2014 mendatang. Apalagi, sampai berbau money Politik (politik Uang). Ia berharap pihak berwenang seperti KPU dan Panwaslu mengawasi dengan ketat tahapan, sampai penyelenggaran Pemilu Legislatif kedepan, demi meminimal sedini mungin kecurangan dapat terjadi oleh Calon Legislatif. Menurutnya pengawasan cukup penting dilakukan. “Kami sangat berharap pihak berwenang mengawasi dengan ketat kegiatan-kegiatan pemilu apalagi soal money Politik,” ingatnya. Berbeda dengan Calon Legislatif yang lain, Zainul Arifin, mengingatkan kembali agar KPU menindak tegas soal adanya ‘permainan’ pada saat puncak Pemilu Legislatif mendatang. Permainan yang mungkin saja terjadi menurut Zainul

adalah pengelembungan perolehan suara calon legislatif ditingkat TPS, PPS hingga pleno penetapan Pemenang legislatif kedepan. Zainul berharap tidak ada kata permainan perolehan suara di tingkat TPS pada waktu pemungutan suara 9 April 2014 mendatang. “Untuk meminimal hal ini terjadi, mungkin KPU punya cara mengatasi kecurangan perhitungan suara Calon nanti. Menurut saya hal ini sangat perlu dilakukan,” ingatnya. Ketua KPU Kabupaten Sekadau, Gusti Mahmud Buang mengatakan KPU, Panwaslu

memiliki tufoksi mengawasi jalannya Pemilu Legislatif, termasuk juga masyarakat. “Kita percaya kepada Panwaslu yang akan mengawasi kemungkinan terjadinya Money politik dilapangan, termasuk masyarakat. Namun demikian, kita akan tetap berupaya meminimal kecurangan-kecurangan kegiatan Pemilu legislatif nanti,” sebutnya. Komisioner KPU Kabupaten Sekadau, Marselinus Daniar, mengatakan pihaknya berani menjamin pelaksanaan Pemilu lancar tanpa ada permainan. Sebab, ia yakin banyak masyarakat dan pihak pengawas Pemilu yang

akan memantau jalannya pemungutan suara nanti. “Jadi dengan 12 Parpol cukup sulit adanya Permainan. Kami percaya Panwaslu bersama masyarakat memiliki hak mengawasi jalannya kegiatan Pemilu sesuai dengan aturan,” tandasnya. Kendati demikian, Marsel mengakui permainan dalam Pileg 2014 bisa saja terjadi oleh okmun yang tidak bertanggungjawab. “Namun kita yakin Panwaslu memaksimalkan tufoksi mereka, sehingga meminimal sedini mungkin kecurangan dalam Pemilu,” lugasnya. (Mto).

KCU PONTIANAK, Jln. A. Yani No. 1 Ptk, 0561-736305 (hunting) KCP Imam Bonjol, Jln. Imam Bonjol No. 457 Ptk, 0561-737984, 734524 KCP Rahadi Usman, Jln. Rahadi Usman No. 4 Ptk, 0561-733482, 740814-15 KCP Sei Pinyuh, Jln. Raya Terminal 05-06, Sei Pinyuh KCP Sultan Muhammad, Jln. Sultan Muhammad 136, Ptk, 0561-738051

BANK KALBAR CABANG UTAMA PONTIANAK Jl. Rahadi Osman No. 10 Pontianak 78117, Telp. (0561) 732148, 736723 Fax. (0561) 745149, Telex. 29174, 29129 CABANG SYARIAH Jl. A. Yani Pontianak, Komp. Perkantoran & Town House No. 5-6 (depan A. Yani Mega Mall) Telp. (0561) 733033, 7061800, Fax. (0561) 732599

BANK BRI Kantor Cabang Barito, Jalan Barito, Telp. (0561) 734009, Fax. (0561) 733019 Komplek Pertokoan Pasar Flamboyan Jalan Gajah Mada Blok C. 14 Ptk

BANK DANAMON Jl. Tanjung Pura No. 102, Ptk Telp. (0561) 737107 (H), 730898, Fax : (0561) 736264, 765595 Jl. St. Muhammad No. 173, Ptk Telp. (0561) 731156, Fax : (0561) 734462 Jl. KH. Wahid Hasyim No.24-26, Telp.: 0561-768599/765411, Fax : 0561-768599/765411

Sosialisasi tata cara Kampaye dan penyusunan finalisasi Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu legislatif 2014 di Mess Pemkab Sekadau, Kamis (29/8). Kegiatan ini juga diikuti puluhan Caleg.// Foto Bagus Kosminto/Borneo Tribune

BANK MANDIRI SYARIAH PONTIANAK, Jl. Diponegoro No. 95, Telp. (0561) 745004, Fax. Ketapang, Jl. MT. Haryono No. 111-112 Ketapang, Telp. (0534) 34600 Fax. (0534) 34395 Kantor Kas Politeknik, Kampus Politeknik Negeri Jl. A. Yani No. 52, Telp. (0561) 583850 Kantor Layanan Syariah Bank Mandiri Pontianak-Sidas, Jl. Sidas No. 2, Pontianak, Telp. : (0561)7069797, Fax. : (0561) 763082

BANK BUKOPIN Cabang Jl. Ir. H. Juanda No. 55-56 Pontianak 78117 (0561) 745025 (Hunting) (0561) 734253 Cabang Pontianak Kal-Bar, Jl. Adi Sucipto Km. 7,5 (Gedung Kopkar Mekar PLN Wil Kal - Bar) Kabupaten Pontianak, Telp. 0561 722598, 0561 - 723158, Kantor Kas Adisucipto Jl. Sultan Muhammad No. 48, Pontianak 78117 , (0561) 730001/ 730077, (0561) 730132, Capem Sultan Muhammad

BANK BTN CABANG PONTIANAK, Jl. Imam Bonjol No. 29 Pontianak 78123, Pontianak, Telepon: (0561) 740163 Fax: (0561) 740168 CABANG PEMBANTU JERUJU, Jl. Kom. Yos Sudarso No. 10, Jeruju Pontianak 78122, Telepon: (0561) 770567 Fax: (0561) 770567 KAS LAYANAN POS ONLINE PONTIANAK, Jl. St. A. Rahman No.49, 78116, Pontianak, Telepon: 0561-730641, 0561-730642, 0561730644 Fax: 0561-762146

BANK PERMATA Juanda KC, Jl. IR. H. Juanda No. 49-50 BB, Pontianak (781177), 0561-738323, 0561 -736411 Gajah Mada KCP, Jl. Gajah Mada no 69 C, Pontianak (78121), 0561747371, Tanjung Pura KCP, Jl. Tanjung Pura No. 370, Pontianak (78122), 0561764926

BANK BII KC Pontianak Jl. Tanjungpura No.20 (Pontianak) Telp. (0561) 39220

BANK MANDIRI

BANK BHI

Jl. I Gusti Ngurah Rai No. 2 , Humaera B (0561) 734247, 734147 Jl. Achmad Yani No. 3 - 3 A, (0561) 765010, 767993 Jl. Tanjungpura No. 110, (0561) 734464, 734752 Jl. Sidas No. 2 (0561) 734670, 747495, 733672

BANK MEGA

Cabang PONTIANAK, Jl. Imam Bonjol No.567 , Telp. (0561)-762838; Fax. (0561) -76290

KC PONTIANAK, Jl. H. Agus Salim No. 10 - 12, Telp. (0561) 739822, (0561) 749078


Jumat, 30 Agustus 2013

Sintang-Melawi

Borneo T Tribune

9

Anomali Persoalan Tenaga Kerja Asing di Kabupaten Ketapang

Ratusan TKA Perusahaan Tambang Disinyalir Ilegal

Ibrahim Borneo Tribune, Pontianak ANOMALI seputar persoalan tenaga kerja asing (TKA) yang bekerja di perusahaan pertambangan di Kabupaten Ketapang eksistensinya disinyalir ilegal. Apalagi ratusan TKA yang disebut berasal dari Bejing tersebut hanya mengantongi

visa kunjungan sehingga keberadaannya mulai meresahkan masyarakat setempat. Anggota DPRD Provinsi Kalbar dari daerah pemilihan (dapil) Kabupaten Ketapang-Kabupaten Kayong Utara (KKU), Andry Hudaya Wijaya, SH, MH, Kamis (29/

8) siang, didatangi beberapa kelompok masyarakat asal Kabupaten Ketapang. Mereka melaporkan beberapa perusahaan pertambangan di Kabupaten Ketapang yang ditenggarai memperkerjakan TKA dalam jumlah yang tidak sedikit. Ironisnya hal tersebut terkesan tidak diawasi secara ketak oleh Pemerintah Kabupaten Ketapang maupun Pemerintah Provinsi Kalbar. Bahkan jumlah TKA tersebut disinyalir mencapai ratusan orang. Mereka bekerja di sektor pertambangan dan perkebunan. “Data resminya mungkin puluhan saja yang tercatat. Namun data dari hasil investigasi yang kami laku-

kan di lapangan di atas angka tersebut,” beber Ibrahim, salah seorang penggiat lingkungan Kabupaten Ketapang ketika melaporkan hal tersebut ke Gedung DPRD Provinsi Kalbar. Ibrahim mencontohkan, misalnya di Kecamatan Tumbang Titi, dimana ada perusahaan yang melakukan aktivitas pertambangan yang disinyalir mempergunakan bahan berbahaya. Seperti bahan kimia, dinamit serta beberapa peralatan canggih lainnya. “Hasil investigasinya adalah Izin Usaha Pertambangan adalah emas. Namun ketika beroperasi melakukan pengeboran sangat dalam. Diduga ada bahan lain seper-

ti uranium. Ini sangat berbahaya kalau tidak diawasi. Apalagi bahan tambang tersebut langsung dibawa ke negara luar. Kita minta wakil rakyat dari dapil Ketapang-Kayong Utara segera turun ke lapangan,” lugasnya. Menurutnya, aktivitas pertambangan tersebut cukup terisolir dan terkoordinir secara rapi. Bahkan untuk masuk ke sana juga tidak mudah, karena dijaga secara ketat. “Pengawasan di dalamnya sangat ketat,” timpal Ibrahim. Sementara itu, wakil rakyat dapil Kabupaten Ketapang-KKU, Andry Hudaya Wijaya mengatakan, pihaknya sudah melakukan koor-

Jangan Percaya Calo CPNS Borneo Tribune, Nanga pinoh PEMERINTAH Kabupaten Melawi tahun ini akan membuka kembali rekruitmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Ada sebanyak 137 formasi umum yang akan dipersiapkan. Rencananya tes akan dimulai pada 3 November mendatang. Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Melawi, Syafarudin mengimbau, kepada seluruh masyarakat untuk memanfaatkan peluang tersebut sehingga tidak mempercayai calo CPNS yang biasanya muncul memanfaatkan momentum tersebut. “Kita tidak ada calo-calo, yang penting kita bekerja se-

Rakor Pendapatan Daerah se-Kalbar Borneo Tribune, Nanga Pinoh WAKIL Bupati Melawi, Panji mengharapkan, ada inovasi dan kreatifitas dari masing-masing kabupaten/ kota di seantero Provinsi Kalbar. Hal tersebut penting untuk mendongkrak pendapatan dari berbagai sumber yang banyak di daerah masing-masing. “Kita berharap dalam pertemuan ini rekan-rekan lain bisa menyampaikan gagasannya di sini. Sehingga apa yang menjadi harapan bersama bisa terwujud. Yakni dalam upaya peningkatan pendapatan,” ujar Wabup Panji saat membuka pelaksanaan Rakor Pendapatan Daerah yang dihadiri dari sejumlah kabupaten/kota se-Kalbar.

suai aturan. Kita minta masyarakat jangan percaya calo. Para peserta harus mempersiapkan diri sebaik mungkin dengan belajar dan berdoa. Soal tes pun dari pusat dan ada tim yang akan mengawasinya,” ujar Kepala BKD Kabupaten Melawi, Syafarudin, di Gedung DPRD Kabupaten Melawi, Rabu (28/8). Dari 137 formasi umum tersebut, 55 persen formasi guru, 35 persen formasi kesehatan dan 10 persen formasi teknis. Ia berharap pelaksanaan CPNS dapat berjalan dengan baik. Sementara itu, Agung Prayogi, salah seorang pemuda Melawi menuturkan, pro-

ses seleksi CPNS pada dasarnya merupakan usaha yang sistematis yang dilakukan guna lebih menjamin bahwa mereka yang diterima adalah yang dianggap paling tepat, baik dengan kriteria yang telah ditetapkan maupun jumlah yang dibutuhkan. Pasalnya sumber daya manusia adalah pendukung utama setiap organisasi apapun bentuknya. Melihat penerimaan di tahun-tahun sebelumnya, berbagai upaya telah dilakukan oleh para pelamar CPNS untuk menjadi CPNS Melawi. Dari proses pendaftaran sampai dengan mengikuti tes tertulis. Berbagai biaya juga tidak sedikit mereka keluarkan.

“Harapan diterima manjadi CPNS tentunya idaman semua pelamar,” katanya. Menurutnya, dalam proses rekrutmen CPNS, indikator diterima atau tidak diterima hanya terletak pada hasil tertulis. Oleh karena itu untuk menghindari kecurigaan ada permainan dalam rekrutmen CPNS kali ini, Pemda Melawi harus segera mempublikasikan kepada publik terkait hasil tes tertulis itu nantinya sehingga dalam penetapan hasil CPNS tidak ada lagi indikasi bahwa tes CPNS hanya sekadar formalitas belaka. Hal ini perlu dilakukan dan menjadi perhatian pemda.

Karena selama ini timbul anggapan masyarakat bahwa jangankan menjadi CPNS, menjadi tenaga hanorer saja harus melakukan berbagai cara. Oleh karena itu, Pemda harus membuktikan bahwa tidak ada titipan, tidak ada permainan, tidak ada uang pelicin dalam rekrutmen CPNS yang saat ini masih menghantui para pelamar CPNS tersebut. “Kondisi ini berkaitan dalam proses penerapan prinsip pemerintahan yang baik (good governance) adalah salah satunya dengan menerapkan prinsip transparansi dan akuntabilitas. Yaitu terbuka dan bertanggung kepada publik,” ucap Agung Prayogi. (eko) †

Taruli Manurung: Jangan Salah, Nanti Berurusan ke KPK

Taruli Manurung Panji mengatakan, di Melawi sendiri sektor pendapatan terbesar masih bersumber dari retribusi. Padahal potensi lain juga sangat terbuka lebar, hanya saja masih belum tergarap secara maksimal sehing-

ga dibutuhkan kerjasama yang baik dari semua pihak. “Sektor perkebunan dan retribusi untuk galian C, dua hal ini sebenarnya sangat besar jika bisa tercapai sesuai keinginan. Apalagi untuk saat ini kebutuhan pembangunan semakin besar, maka galian C ini bisa dimaksimalkan. Di Melawi sendiri sudah ada namun belum semuanya tersentuh dengan baik,” lugasnya. Oleh karena itu, Panji menambahkan, diperlukan sistem dan mekanisme yang efektif dalam penarikan retribusi ini supaya pendapatan bisa benar-benar maksimal. “Mudah-mudahan dalam pertemuan ini juga bisa dihasilkan pola yang baik agar apa yang diinginkan bisa terwujud,” ujarnya. Sementara itu, Kepala Di-

nas Pendapatan Daerah (Dispenda) Provinsi Kalbar, Taruli Manurung mengungkapkan, untuk membantu mendongkrak pendapatan daerah, pemerintah sedang mengkaji penarikan pajak terhadap kendaraan jenis alat berat. “Kita sedang rencanakan untuk membangun sistem ITI. Dengan alat tersebut kita akan membuat data base jumlah alat berat yang ada di seluruh Kalbar, di mana alat beratnya berada di sanalah mereka membayar pajak,” ujar Taruli. Dia mengungkapkan, aturan pajak terhadap alat berat ini sebenarnya secara bersamaan dengan kendaraan lainya. Namun potensi ini belum digali. Untuk itulah perlunya sosialisasi kepada perusahaan yang memiliki alat be-

rat. “Rate-nya sendiri justru lebih murah, pajaknya hanya ya 0,2 persen dan Bea Balik Nama (BBN) hanya 0,75 persen. Namun harganya memang mahal dari kendaraan biasa,” timpalnya. Dia menambahkan, pihaknya juga sedang merancang agar sistem pembayaran bisa berjalan dengan lancar. Pemerintah akan membuat rekening khusus sedangkan dananya langsung masuk ke khas Pemerintah Provinsi Kalbar. “Jadi untuk memaksimalkan pendapatan dari sektor alat berat, Pemkab harus mendorong. Ingat, kalau mereka mau bayar pajak harus melalui rekening khusus khas Provinsi. Jangan sampai salah sebab nanti urusannya ke KPK,” tegasnya. (eko) †

APBD Kabupaten Melawi Tahun 2014

Anggaran Perjalanan Dinas Harus Dipangkas Borneo Tribune, Nanga Pinoh POLA perencanaan APBD Kabupaten Melawi tahun anggaran 2014 diharapkan dapat dirubah. Dimana belanja rutin yang dinilai tak penting dan hanya memboroskan keuangan daerah harus dipangkas. Belanja rutin daerah tersebut, diantaranya perjalanan dinas sebaiknya dialihkan pada pembangunan infrastruktur di sejumlah daerah di seantero Kabupaten Melawi yang hingga kini masih terbengkalai. Anggota DPRD Kabupaten Melawi, Franseda mengungkapkan, beberapa tahun terakhir, APBD Kabupaten Melawi sepertinya kurang memperhatikan belanja publik yang justru lebih ber-

Franseda Foto Eko Susilo/Borneo Tribune

dampak pada masyarakat di daerah. “Sekarang pemerintah harus berpikir berbeda, karena masih banyak jalan yang masih rusak dan jembatan

yang belum dibangun. Ketimbang malah memperbesar anggaran perjalanan dinas atau pembelian mobil dinas yang tidak ada dampaknya pada masyarakat,” ujar anggota DPRD Kabupaten Melawi, Franseda. Franseda mengkritisi masih banyaknya pembangunan infrastruktur yang belum juga tuntas di sejumlah kecamatan. Ia mencontohkan pembangunan jalan ke arah Kecamatan Menukung yang hanya dianggarkan Rp 4 miliar pada tahun ini. “Dari Nanga Pinoh ke Menukung cuma dapat anggaran Rp 4 miliar. Anggaran segitu mana cukup. Padahal dari Ella ke Menukung saja ada sekitar 20 sampai 30 kilometer yang belum

diaspal. Kalau pola anggaran kita seperti ini terus, sepuluh tahun juga jalan ke sana tak akan selesai-selesai,” lugasnya. Padahal, sambung dia, itu baru pada satu ruas jalan saja. Lebih jauh Franseda mengungkapkan, banyak PR jalan poros yang kondisinya masih sangat memprihatinkan. Mulai dari jalur ke arah Sokan, Kota Baru-Ulak Muid, di wilayah Kecamatan Pinoh Utara sampai jalur Belimbing-Belimbing Hulu. “Itu baru pada persoalan jalan. Belum lagi jembatan yang belum juga tuntas sampai sekarang. Seperti jembatan Kota Baru, jembatan Kebrak, bahkan Jembatan Melawi II cuma sampai tiang

pondasinya saja,” cetusnya. Oleh karena itu, Franseda berharap adanya perubahan paradigma dalam melakukan penganggaran APBD Kabupaten Melawi. Setidaknya bisa dimulai pada tahun depan. Makanya dirinya sebagai legislator meminta agar porsi belanja publik seperti pembangunan jalan, jembatan, perkantoran serta rumah sakit dapat lebih diperbesar. “Tiga tahun ke depan, kita puasalah dulu untuk anggaran perjalanan dinas atau membeli mobil dinas. Perbaiki dulu infrastruktur di daerah. Belanja tak penting, sebaiknya dipangkas atau dibuang. Kita benahi dulu infrastruktur kita,” harapnya. (eko) †

Andry Hudaya Wijaya dinasi terkait persoalan ini kepada Dinas Tenaga Kerja serta Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Ketapang. Namun jawaban yang diperoleh menyebutkan bahwa Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalbar ternyata sudah turun ke lapangan. “Tapi hasilnya apa juga tidak diketahui,” ujar Andry Hudaya Wijaya menyitir ucapan dari pihak dinas terkait di Kabupaten Ketapang. Oleh karena itu, legislator Partai Golkar itu mendesak Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalbar segera turun ke titik-titik penempatan TKA bersama dinas teknis yang mengurusi bidang pertambangan dan energi. Jangan sampai tidak diawasi karena akan merugikan negara. “Tenaga kerja asing itu ada titik pengawasannya. Mereka tidak boleh sembarangan masuk ke wilayah orang,” tegasnya. Mantan aktivis mahasiswa itu menambahkan, berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 50 Tahun 2010 tentang Pedoman

Pemantauan Tenaga Kerja Asing di daerah banyak pihak yang terlibat. Misalnya Menteri Dalam Negeri melakukan pengawasan umum atas pemantauan TKA di daerah. Gubernur melakukan pengawasan umum atas pemantauan TKA di kabupaten/kota termasuk Bupati atau Walikota melakukan pengawasan umum atas pemantauan TKA di desa. Bupati atau Walikota dalam melakukan pengawasan melimpahkan kepada camat. “Runutannya jelas,” paparnya. Sementara itu, saat dikonfirmasi Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalbar, Haris Harahap mengatakan, berdasarkan data memang jumlah tenaga kerja asing di Kabupaten Ketapang mencapai 60 orang. “Namun dari laporan intelejen kami di lapangan, jumlahnya bisa ratusan. Yang di luar itu bisa dikategorikan illegal, karena tidak terdaftar,” terang (Plt) Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalbar, Haris Harahap. (soe) †

Kebijakan Umum Anggaran Harus Prioritaskan Sarana Pendidikan Borneo Tribune, Sintang PEMERINTAH Kabupaten Sintang sejatinya harus lebih fokus di dalam meningkatkan pembangunan, khususnya bagi sarana pendidikan di Kabupaten Sintang. Anggota DPRD Kabupaten Sintang, Sutarmin mendesak Pemkab Sintang untuk memprioritaskan perbaikan dan penambahan sarana fasilitas pendidikan dalam kebijakan umum anggaran tahun 2014. Pasalnya, dia menilai sekolah-sekolah di Kabupaten Sintang masih sangat minim sarana dan prasarana dalam mendukung kegiatan belajar mengajar. ”Kurangnya sarana dan prasarana pendidikan perlu mendapat perhatian oleh Pemkab Sintang,” tuturnya. Sutarmin mengharapkan, Pemkab Sintang berani menganggarkan 20 persen dari APBD 2014 untuk pendidikan, di luar belanja pegawai dan gaji guru. Pasalnya dalam reses ke Kecamatan Kelam Permai beberapa waktu lalu, pihaknya sangat miris melihat kondisi sarana prasarana pendidikan yang ada di sana. Banyak sekolah yang gedungnya rusak, bahkan ada ruang kelas yang terpaksa di sekat menjadi dua karena kekurangan lokal kelas. ”Jika kondisi ini terus dibiarkan, maka peningkatan kualitas pendidikan akan berjalan lambat,” lugasnya. Ia juga mengharapkan Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sintang membuat hitungan yang jelas terkait keperluan untuk perbaikan dan penambahan sarana prasarana pendidikan. Dengan adanya hitungan yang jelas tentunya DPRD Kabupaten Sintang tahu berapa kebutuhan untuk perbaikan dan penambahan sarana prasarana pendidikan tersebut. Sekaligus mengetahui berapa persen yang akan dikerjakan tahun depan se-

hingga diketahui dalam kurun berapa tahun persoalan sarana prasarana pendidikan akan tuntas. ”Harus diperhitungkan yang pas, berapa gedung sekolah yang rusak, berapa yang perlu ditambah dan berapa total anggaran yang dibutuhkan. Silahkan sampaikan ke Komisi III,” tuturnya. Sementara itu, Sekretaris Disdik Kabupaten Sintang, M. Afen menyambut baik dukungan dewan dalam upaya memajukan pendidikan di Kabupaten Sintang. ”Kami berterima kasih sekali, karena itu yang kami idam-idamkan selama ini. Terus terang untuk dana rutin kita selama ini hanya tinggal Rp 500 juta untuk pembangunan fisik,” ucap Disdik Kabupaten Sintang, M. Afen, di ruang kerjanya, Kamis (29/8). Menurutnya, dana Rp 500 juta itu hanya cukup untuk pembangunan 3 unit ruang sekolah baru. Jadi sangat minim sekali untuk pembangunan fisik sehingga dukungan dari dewan sangatlah dibutuhkan. ”Mudah-mudahan tahuntahun yang akan datang lebih banyak lagi bea kita untuk pembangunan sekolah sehingga tidak ada lagi sekolah-sekolah yang masuk koran. Seperti sekolah roboh beberapa waktu lalu,” ucapnya. Sementara itu ketika disinggung tentang adanya permintaan dari dewan untuk merincikan dengan jelas apa saja yang diperlukan untuk membangun dan menambah sarana prasarana pendidikan di Kabupaten Sintang, Afen menjawab, “Kita sudah melakukan pemetaan dan sudah ada program jangka panjang yang memang setiap tahun tidak bisa kita capai sepenuhnya, karena dananya tidak ada. Kita berharap tahun 2020 sudah tidak ada lagi sekolah yang tidak layak pakai,” tukasnya. (eti) †


Kapuas Hulu Borneo T Tribune

Jumat, 30 Agustus 2013

10

Desa Datah Dia’an Juara Harapan III se-Indonesia Borneo Tribune, Putussibau DARI 72.000 desa yang ada di Indonesia, Desa Datah Dia’an Kecamatan Putussibau Utara Kabupaten Kapuas Hulu berhasil menjadi peringkat enam dan menjadi juara harapan III se-Indonesia. Sebelumnya Desa Datah Dia’an tersebut telah berhasil menjadi juara I tingkat Provinsi Kalimantan Barat. Sebagai Desa yang berprestasi mengharumkan Provinsi Kalimantan Barat ini memperoleh piagam penghargaan serta hadiah yang diserahkan oleh Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Kalimantan Barat Aleander kepada Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu, di halaman Kantor Bupati Kapuas Hulu, Kamis (29/08). Kepala Badan Pemerintahan Desa, Perempuan dan Keluarga Berencana (BPDPKB) Kapuas Hulu Ibrahim mengatakan bahwa prestasi yang diraih dalam lomba desa tersbeut berkat pembinaan Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu. “Ini

atas pembiaan dari pak Bupati Kapuas Hulu, serta dukungan seluruh SKPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu, serta semangat gotogroyong yang ada pada masyarakat di Desa Datah Dia’an,atas prestasi ini akan banyak daerah yang akan mengunjungi Desa tersebut salah satunya akan dikunjungi Kabupaten Sintang dan Kabupaten Sanggau,” jelasnya. Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Kalimantan Barat, Y. Alexander mengungkapkan bahwa ada delapan kategori lomba desa, untuk Desa Datah Dia’an mendapatkan nilai tertinggi dibidang Kesehatan dan Pendidikan. Selain itu usaha perekonomian masyarakat dari hasil perkebunan karet, untuk keamanan dan ketertiban Kapuas Hulu tidak pernah seperti daerah yang lainnya. Selain itu, partisipasi masyarakat di Desa Datah Dia’an cukup tinggi, hanya saja untuk administrasi pemerintahan desa mendapatkan nilai

rendah dan perlu mendapat perhatian serius. “ Dalam lomba desa tersebut meskipun kita berada paling ujung namun kita masih bisa bersaing secara Nasional, dan yang menjadi keunggulan desa tersebut yaitu menjaga hutan kelestarian alamnnya dan adanya hukum adat, sehingga atas prestasi Kapuas Hulu pada Desa Datah Dia’an mampu mengangkat nama baik Provinsi Kalimantan Barat,” tuturnya. Sementara itu Bupati Kapuas Hulu, Abang Muhammad Nasir mengatakan bahwa prestasi yang diraih dalam lomba desa tingkat nasional tersbeut merupakan suatu sejarah bagi Kabupaten Kapuas Hulu dan

Provinsi Kalimantan Barat. Untuk itu kedepannya, untuk meraih prestasi perlu evaluasi dan tidak boleh dibebankan kepada SKPD yang bersangkutan melainkan perlu dukungan dari seluruh SKPD terkait. Kerjasama dan dukungan tersebut sangat perlu sebab dalam kegiatan tersebut memang melibatkan peran serta program sejumlah instansi. “Kedepan perlu pembinaan dini terhadap desa yang ada di Kapuas Hulu, sehingga apabila dilaksanakan lomba desa kita benar-benar sudah mempersiapkan diri, yang jelas prestasi yang sudah kita peroleh ini harus dipertahankan dan harus lebih ditingkatkan,” pungkasnya.(MO) †

Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Kalimantan Barat saat menyerahkan piala kepada Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu yang diterima oleh Bupati Kapuas Hulu. FOTO: Timotius/Borneo Tribune

Gallery

Kerawing

Menerima pesanan & menjual : hasil tenunan daerah/ kerajinan, berupa pakaian adat, anyaman dan lukisan Putusibau s SISKA Hp. 081257159998

PT. BUMI BORNEO CEMERLANG

Distributor Aspal Shell (Drum) Pen 60/70, Berat Bersih : 154 Kg

IKLAN BARIS Dijual Bangunan

DIJUAL

Telp. 0561-577868 Jl. Gaj ahma da N o. 3 P ont ianak Gajahma ahmada No Po ntianak Email: aria_tur@yahoo.com Penerbangan Pontianak - Jakarta BATAVIA : 5x penerbangan dalam sehari ( z07.05 z07.55 z11.10 z14.35 z16.00 ) SRIWIJAYA : 4x penerbangan dalam sehari ( z07.00 z07.55 z11.55 z15.50 ) LION AIR : 3x penerbangan dalam sehari ( z07.30 z11.35 z15.30 )

GARUDA : 3x penerbangan dalam sehari ( z08.00 z12.55 z17.35 ) Penerbangan PTK - JOGJA & PTK - SURABAYA BATAVIA : 1x penerbangan dlm sehari (pukul : 14.45)

Tanah Kavling lokasi strategis, siap bangun di Perbatasan Sungai Raya Dalam - Punggur Kecil (lurus Paris2), SHM - aman / tidak bertimpa, dll. Tersedia 62 kavling 10 x 20 m2 (25jt cash), 8 kavling Ruko 5 x 40m2 (50 jt cash). Untuk kredit DP 5jt, sisanya diangsur 3642 bulan. Hanya 5 Km dari Jl.Ayani 3 dan pinggir jalan raya Paris - Parit Buluh. Berminat Hubungi :

0812 5710 225

Biro Melawi: Eko Susilo (081256452946)

Dijual cepat eks. kantor, sertifikat, 2 lt, Jl. Nurali No. 2, Hub. 081384151188 tnp perantara.

Biro Sekadau: Bagus Kosminto (085245743683).

Langganan Koran

Biro Sintang: Endang Kusmiyati (08524-5006757)

Ingin berlangganan Harian Borneo Tribune di daerah, hubungi: Biro Kubu Raya: Aldi (08971600688) Biro Mempawah: Johan Wahyudi (085654587038). Biro Sambas: Amrul Ambiya (Kontributor/Pemasaran) (085245527602). Biro Bengkayang: (085245247955).

Mujidi

Biro Landak: Yohanes Ngalai / Pemasaran (085822062880). Biro Sanggau: (085245904505).

Ratnasari

Biro Kapuas Hulu: (085654585775)

Herdi

Biro Ketapang: (08971600688)

Aldi

Biro Kayong Utara: Abdul Khoir (081345154592)

Ser vice Mobil

Taxi CV. TEGAR PRATAMA TRANSPORT Melayani Antar Jemput Penumpang Jl. Kalimantan No. 24B 0562-640029/641366 SINGKAWANG Jl. Imam Bonjol Gg. Tnjng Sari No. 36 0561-747211/749025 PONTIANAK INNOVASI TAXI. Melayani Antar Jemput. Jl. Tua Pekong No.24 Singkawang, (0562)3309800, Jl. A. Yani (RM. Bertagis) Pontianak Telp. (0561) 7015100, (0561) 7157000

SUTOYO MOTOR. Service, Tune Up, Las/Cat Mobil. Jl. Letjen Sutoyo No. 11 Telp. 743690 Ptk

Kost Gallery Kost. Menerima Pria & Wanita Fasilitas Air & Listrik dan lain-lain. Jl. Diponegoro No. 9 Telp. 0562-3320424 SKW

Iklan Baris:

1 baris / hari Rp. 6.000,-


Teras Borneo T Tribune

Jumat, 30 Agustus 2013

Bangga Akan Prestasi

Pemkab Pawai Keliling but yaitu juara harapan III dalam lomba desa tingkat Nasional yang diraih oleh Desa Datah Dia’an Kecamatan Putussibau Utara, Juara I lomba Desa tingkat Provin-

vinsi Tahun 2013, Juara I penilaian kinerja Puskesmas se-Kalimantan Barat, Juara I tingkat Provinsi kategori peduli hutan, Juara I tingkat Provinsi pelaksana-

Kita sudah komitmen meskipun kita berada di daerah paling ujung, namun dalam prestasi kita tidak boleh ketinggalan, banyak hal yang bisa kita perbuat dalam menjadikan Kapuas Hulu ini dikenal direpublik ini,Saya berharap seluruh SKPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu proaktif saling bahu membahu dalam sejumlah kegiatan terutama dalam meraih prestasi

Borneo Tribune, Putussibau SEGUDANG prestasi telah diperoleh Kabupaten Kapuas Hulu, tidak hanya tingkat Provinsi prestasi juga diraih hingga tingkat Nasional bahkan menembus hingga tingkat provinsi. Untuk meluapkan rasa syukur dan bangga atas sejumlah prestasi tersebut Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu menggelar pawai keliling, apalagi pada lomba desa tingkat Nasional, Desa Datah Dia’an menduduki juara harapan III masuk peringkat ke-enam dari 72000 desa se-Indonesia. Prestasi tersebut menjadi kebanggan tersendiri bagi masyarakar dan Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu. Pawai yang diikuti sejumlah instansi dilingkungan Pemerintah Kapuas Hulu tersebut, dilepas langsung oleh Bupati Kapuas Hulu Abang Muhammad Nasir, di Halaman Kantor Bupati Kapuas Hulu, Kamis (29/8) sekitar pukul 08.30. Sejumlah prestasi terse-

si, peringkat ke-III E-KTP tingkat Nasional, Juara I tingkat Nasional peserta terbanyak MOP pria, juara I Kalpataru katagori Pembina lingkungan hidup atas nama Bupati Kapuas Hulu A.M Nasir, Juara I Duta Lingkungan Hidup Tingkat Pro-

an program penanaman I milyar pohon, juara I tingkat provinsi Kepala Sekolah berprestasi, juara III tingkat Provinsi guru berprestasi SLTP, juara I tingkat provinsi lomba masak menu ikan oleh PKK, juara I tingkat lomba masak cipta menu (PKK),

juara II tingkat Nasional lomba masak Bergizi, berimbang, serasi dan aman (B2SA). Dan sejumlah prestasi yang lainnya terutama bidang seni dan budaya. Bupati Kapuas Hulu Abang Muhammad Nasir mengatakan bahwa prestasi yang diraih Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu merupakan hasil kerja keras dan kerjasama semua pihak. Sehingga keberhasilan dalam meraih prestasi tersebut merupakan kebanggaan seluruh masyarakat. “Kita sudah komitmen meskipun kita berada di daerah paling ujung, namun dalam prestasi kita tidak boleh ketinggalan, banyak hal yang bisa kita perbuat dalam menjadikan Kapuas Hulu ini dikenal direpublik ini,Saya berharap seluruh SKPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu proaktif saling bahu membahu dalam sejumlah kegiatan terutama dalam meraih prestasi,” ucapnya. (MO) †

Satu Anggota Polres Sintang Dipecat Borneo Tribune di ruang kerjanya. Ia mengatakan, pemecatan Kapitan Sona karena telah melakukan pelanggaran pasal 5 huruf a, pasal 6 ayat 1 huruf a dan c Perkap No. Pol. 7 tahun 2006 tentang kode Etik profesi polri (KEPP). “Yang bersangkutan pernah dihukum dua kali, atas kasus pemukulan dan asusila. Dan yang terberat ia tak pernah masuk sudah lebih dari 30 hari (disersi),” jelasnya Ketika ditanya, apakah yang bersangkutan hadir saat upacara pemberhentian yang dilakukan di Mapolres Sintang, Ronadi mengatakan bahwa Kapitan Sona memang tidak hadir di upacara tersebut, tetapi surat pemberhentian sudah disampaikan kepada yang bersangkutan. “Yang bersangkutan memang tak hadir, dan biasanya anggota yang dipecat memang selalu tak hadir. Bahkan saat sidang kode etik pada tanggal 14 Novem-

ber 2012 yang dipimpin Wakapolres Sintang, dia juga tak hadir,” katanya. Ronadi menegaskan, Bripda Kapitan Sona yang bergabung di polri pada 2006 lalu, pernah bertugas di satuan intel, ia bertugas di Polsek Ketungau Hulu pada tahun 2007, Polsek Binjai tahun 2008, dan 2010 di Sepauk, serta terakhirnya anggota Siup Polres Sintang. Ronadi mengatakan, hal serupa akan diberlakukan bagi seluruh anggota Polri yang melanggar kode etik Polri sesuai dengan tingkat kesalahan. “Kita tak akan menutup mata terhadap anggota yang melakukan pelanggaran, siapapun orangnya akan kita tindak sesuai dengan tingkat pelanggaran. Dan siapapun orang yang menjadi korban dan melaporkan, tetap akan kita layani,” ungkap Ronadi. Menurutnya, sesuai dengan data yang ada, 2013 dari Januari hingga Agustus sudah ada lima pelanggaran disiplin yang dilakukan

anggota polri di jajaran Polres Sintang. Kelima Anggota ini akan tetap diproses sesuai aturan yang ada. “Dua kasus sudah kita proses, sedangkan tiga kasus lainnya akan diproses pada 3 Sptember mendatang. Sehingga dengan diprosesnya ketiga kasus ini, semua kasus pelanggaran disiplin anggota selesai,” katanya. Kasat Binmas Polres Sintang yang merangkap sebagai kasi humas Polres Sintang, Rasim Sugiarto mengingatkan, agar semua anggota Polri khususnya jajaran Polres Sintang dapat menjalankan tugas dengan baik. “Kita berharap semua anggota bisa menjalankan tugasnya dengan baik sesuai dengan bidangnya, dan penuh tanggung jawab sebagai abdi negara,” katanya. Sementara itu, Ketua Ormas Lumbung Informasi Rakyat Kabupaten Sintang, Abdul Hadi memberikan apresiasi terhadap tindakan tegas yang diambil Polres

Sintang pada anggotanya. “Sebagai masyarakat kita sangat mengapresiasi tindakan tegas pihak polres terhadap anggota yang melanggar kode etik,” ujar Abdul Hadi. Menurutnya, tindakan pemberhentian dengan tidak hormat terhadap anggota yang melanggar kode etik Profesi Polri dinilai sangat tepat, baik bagi polri sendiri maupun masyarakat. Hal ini memberikan pesan bahwa dalam penerapan kode etik pemimpin mampu bersikap tegas. “Artinya dari kasus ini dapat dilihat bahwa tak hanya masyarakat umum yang bersalah yang ditindak, tetapi aparat yang melakukan pelanggaran hukum juga mendapatkan perlakuan yang sama,” katanya. Ia berharap tindakan tegas terhadap aparat yang melanggar hukum, dapat terus ditegakkan sehingga tugas Polri sebagai pe ngayom dan pelindung masyarakat benar- benar terealisasi. (eti) †

Bahaya Gula Rafinasi Bagi Kesehatan mengetahui dampak yang ditimbulkan oleh gula rafinasi. Terlebih lagi dalam hal membedakan guna rafinasi dengan gula Kristal putih yang diperuntukkan bagi konsumen. Peredaran gula rafinasi hanya diperuntukkan bagi industry makanan dan minuman serta farmasi, dan tidak diperuntukkan bagi rumah tangga. Hal itu disebabkan karena gula rafinasi tidak boleh dikonsumsi langsung sebab harus melalui proses terlebih dahulu. Senada dengan Sekda, Direktur Reskrim Khusus Polda Kalbar yang juga Kepala Tenaga Ahli Tim Monitoring Kombes Pol Widodo mengatakan sebagaimana Keputusan Presiden Nomor 57/2004 tentang penetapan gula sebagai barang dalam pengawasan, bahwa perda-

gangan dan peredaran gula di Provinsi Kalbar harus di awasi oleh Tim Monitoring atau Tim Ahli Terpadu serta diikuti pembuatan laporan-laporan tertulis. “Gula yang dapat dikonsumsi langsung oleh manusia adalah gula kristal putih (Plantation Whiye Sugar), selain itu harus melalui proses pengelolahan. Gula Rafinasi adalah gula yang dipergunakan sebagai bahan baku produksi, bukan untuk konsumsi manusia,” kata Kombes Pol Widodo. Selama ini, masih menurutnya, Pemerintah Provinsi Kalbar melalui Instansi yang diberikan kewenangan untuk pengawasan peredaran gula antar pulau belum melakukan pengujian kendali mutu apakah gula yang beredar di Kalbar memang gula Plantation Whiye Sugar.

“Hasil tangkapan kita, yang kita temukan dalam penangkapan ini adanya penggantian karung atau merk gula-gula yang berasal dari luar Indonesia. Gulaku produk dari mana, tidak jelas, dan beredar di pasaran Kalbar,” contoh Pamen Polda Kalbar. Tim Ahli juga meminta kepada Disperindag untuk menjalankan kewenangannya dalam pengawasan peredaran gula antar pulau bersama dengan Tim Monitoring yang telah dibentuk melalui Surat Keputusan Gubernur Kalbar. ”Saya minta, Disperindag benar-benar mencatat atau mendatakan gula-gula yang masuk di wilayah Kalbar. Berasal dari mana, produk dari mana, berapa banyaknya, siapa pengimpornya, dokumen apa yang meleng-

kapinya, dan rekomendasi dari siapa,” pintanya. Tim Monitoring juga mengancam perorangan yang melakukan perdagangan gula antar pulau atau mengantarpulaukan gula tanpa dilengkapi perizinan yang sah dan dikenakan sanksi lain sesuai Peraturan perundangan-undangan. ”Badan Usaha yang melakukan perdagangan gula antar pulau atau mengantarpulaukan gula yang tidak memiliki pengakuan sebagai Pedagang Gula Antar Pulau Terdaftar (PGAPT) dan Dokumen Surat Persetujuan Perdagangan Gula Antar Pulau (SPPGAP) dikenakan sanksi pencabutan SIUP dan Perizinan usaha lainnya, serta sanksi lain sesuai dengan Peraturan Perundang-undangan,” ancam Kombes Pol Widodo. (Lay) †

DPRD Harapkan Polres Kubu Raya Segera Dibangun pembebasan lahan tersebut. “Namun, hal itu sudah bisa diantisipasi Pemkab Kubu Raya dan tahun 2013 ini, sudah dibebaskan lahan seluas 3,5 hektar untuk pembangunannya dan berlokasi di Desa Kuala Dua, Kecamatan Sungai Raya,” tuturnya. Mustafa yakin, dengan terbentuknya Polres di Kubu Raya selain bisa meningkatkan keamanan masyarakat juga bisa mempercepat proses pembangunan fisikd an ekonomi masyarakat. “Jika Polres itu sudah terbentuk, tentu keamanan di Kubu Raya bisa semakin ditingkatkan karena selama ini, untuk penanganan keamanan di kabupaten ini harus di

back up oleh dua Polres,” katanya. Disisi pembangunan infrastruktur kata Mustafa, tentu juga akan sangat berpengaruh, karena pada umumnya, jika ada suatu pembangunan perkantoran di suatu daerah, tentu akan diikuti dengan pembangunan lainnya disekitar bangunan tersebut. “Makanya, kita sangat berharap agar pembangunan Polres di Kubu Raya bisa segera dilakukan oleh Mabes Polri,” kata Mustafa. Seperti yang diketahui, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya sampai saat ini masih menunggu tindak lanjut dari Mabes Polri mengenai rencana Pemba-

ngunan kantor Polres yang diharapkan dapat segera dilaksanakan pasca pembebasan lahan oleh pemkab setempat yang berlokasi di Desa Kuala Dua, Kecamatan Sungai Raya.ÿ “Untuk proses pembebasan lahan oleh Pemkab Kubu Raya sudah dilakukan, dimana kita sudah menyiapkan lahan seluas tiga hektare yang berlokasi di Desa Kuala Dua, Kecamatan Sungai Raya,” kata Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan. Dia menuturkan, mengenai pembangunan gedung Polres itu sendiri, akan dilakukan oleh Mabes Polri karena Pemkab Kubu Raya hanya berkewajiban untuk

membebaskan lahan guna pembangunannya. “Dari informasi yang kita dapat, rencananya Mabes Polri akan mulai melakukan pembangunan kantor Polres tersebut pada tahun depan. Kita tunggu saja realisasinya,” tuturnya. Dia menambahkan, letak desa Kuala Dua yang strategis, yang dapat dilalui dari kecamatan Rasau Jaya, Sungai Raya dan kecamatan lainnya, tentu menjadikan kantor Polres Kubu Raya lebih mudah mencakup daerah lainnya. “Demikian imbas dari pembangunannya, tentu juga bisa dirasakan oleh masyarakat dari daerah lainnya,” kata Muda. (Adex) †

11

Hitung Cepat Pilkada Jatim: Soekarwo di Atas Angin Borneo Tribune, Jakarta HITUNG cepat dua lembaga survei atas Pilkada Jawa Timur 2013 menunjukkan hasil serupa. Hingga pukul 15.00 WIB, Kamis 29 Agustus 2013, quick count Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Network dan Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC) memperlihatkan keunggulan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur incumbent, Soekarwo-Saifullah Yusuf. Suara pemilih yang masuk ke LSI Network sudah 96,57 persen – hampir 100 persen, dengan Soekarwo-Saifullah Yusuf (Karsa) berada di urutan teratas dengan 48,10 persen suara. Urutan kedua ditempati oleh Khofifah

Indar Parawansa-Herman Surjadi Sumawiredja (Berkah) dengan 38,01 persen suara. Bambang Dwi HartonoSaid Abdullah (Jempol) menyusul di urutan ketiga dengan 11.52 persen suara. Posisi paling buncit ditempati oleh pasangan yang maju dari jalur independen Eggi Sudjana-Muhammad Sihat (Brebes) dengan 2,37 persen suara. Dua posisi teratas ditempati oleh cagub Soekarwo dan Khofifah. Namun selisih suara keduanya yang mencapai 10 persen membuat Khofifah sulit mengejar ketertinggalannya. SMRC memprediksi Pilkada Jatim 2013 hanya akan berlang-

sung satu putaran, dengan keunggulan pada incumbent. Hitung cepat SMRC menunjukkan hasil yang sama dengan quick count LSI Network: Soekarwo unggul. Dari 85,33 persen suara pemilih yang masuk ke SMRC pada pukul 14.30 WIB, pasangan nomor urut 1 SoekarwoSaifullah Yusuf mengantongi 46,88 persen suara, disusul Khofifah Indar Parawansa-Herman Surjadi Sumawiredja dengan 37,8 persen suara. Posisi ketiga ditempati Bambang Dwi Hartono-Said Abdullah dengan 12,98 persen suara, dan terakhir Eggi Sudjana-Muhammad Sihat mengantongi 2,34 persen suara. (vivanews/umi) †

Amunisi Malaysia Diperjualbelikan di Kapuas Hulu tersangka dalam 1 kotak sekitar Rp. 1.000.000/kotak, bahkan menurut keterangan tersangka kepada polisi modal keseluruhannya sebesar Rp. 13.000.000. ”Menurut tersangka amunisi tersebut memang akan diperjual belikan di Kota Putussibau dan sekitarnya, hanya saja tersang-

ka belum mengatakan akan dijual kemana, dan tersangka juga belum mengatakan dirnya mendapatkan dan membeli dari siapa, yang jelas kita terus dalami dan kita kembangan kasus ini,”ungkapnya. Saat ini lanjut Edi, tersangka sudah mendekam di Polres Kapuas Hulu, dan akibat perbuatannya terse-

but tersangka dijerat dengan Undang-Undang Darurat No. 12 Tahun 1951 ayat 1, barang siapa dengan tanpa hak memasukan ke Indonesia amunisi, menguasai memiliki atau menyimpan atau membawa, dihukum penjara setinggitingginya 20 tahun, seumur hidup dan atau hukuman mati. (MO) †

Perang Lawan Koruptor PBB sektor Perdesaan dan Perkotaan ini jumlahnya cukup sedikit. Palingan hanya berkisar antara Rp. 4 juta sampai Rp. 5 juta. Tapi masih saja dikorupsi oleh oknum yang tidak bertanggungjawab. “ Oleh karena itu saya menyatakan perang terhadap para koruptor PBB ini. Kalau nanti adanya terbukti mengorupsi uang PBB, jelas akan saya tindak tegas secara hukum,” tegas Bupati. Dirinya mengatakan, PBB tersebut merupakan uang yang dibayar dari rakyat untuk membiayai pemba-

ngunan. Namun masih ada oknum-oknum yang tega mengorupsi uang PBB ini. “Oleh karena itu tidak ada ampunnya lagi kepada oknum yang mengorupsi uang PBB ini. Kita tidak memandang apakah petugas pemungut PBB ditingkat Desa dan Kadesnya, petugas pemungut PBB ditingkat Kecamatan dan Camatnya atau aparat Pemerintah di Dinas Pendapatan Daerah, bahkan Kepala Dinasnya, akan kita tindak tegas,” ujarnya. Orang nomor satu di Kabupaten Landak meminta

supaya masyarakat di Landak bisa membayar PBB ini dengan sadar. Hal inipun merupakan salah satu bentuk partisipasi masyarakat terhadap pembangunan. “Jadi jangan hanya pandai menuntut pembangunan, tapi bayar PBB tidak mau. Inikan berarti tidak adil. Jangan ada alasan lagi bahwa pajak yang sudah dibayar itu dikorupsi oleh oknum yang tidak bertanggungjawab, sehingga masyarakat tidak mau bayar pajak, itu jangan sampai terjadi, “ katanya. (Syah) †

Berharap Donatur untuk Berobat kondisi cacat fisik sejak lahir. Aluk, anak Bong Kui Fa, cacat fisik, dan untungnya memiliki keahlian montir alat-alat elektronik. Sejak sang ayah Djie Chon Fat meninggal dunia 8 tahun silam, Aluk menjadi tulang punggung keluarga. Untuk biaya pengobatan orang tuanya, Aluk mengandalkan dari hasil kerjaan yang hasilnya tak menentu. “Belakangan ini, saya menjadi tulang punggung keluarga.Terus terang saja, waktu itu ada donatur yang

membantu pengobatan mama saya. Seperti Yayasan Tzu Chi, Bapak Lim Sui Khiang, dan lainnya. Saya berharap, agar Yayasan Tzu Chi, atau para donatur yang simpati dengan derita saya ini, silahkan membantu biaya pengobatan buat orang tua saya. Bagi para donatur yang berkenan membantu, silahkan menghubungi ke nomor Hp. 081256517888,” harap Aluk. Sementara, salah satu Ketua RT bernama Rudy mengatakan, bahwa sauda-

ra Aluk memang perlu mendapatkan bantuan. Beberapa waktu lalu, kata Rudi, Aluk sudah dibantu saudara Lim Sui Khiang. Kami berharap, agar ada donatur lain, yang membantu beban derita orang tua Aluk. “Hati siapa yang tak sedih, jika melihat orang tuanya sakit. Sementara, dirinya sendiri juga mengalami keterbatasan. Kami berharap, agar ada donatur lain yang mau menyumbangkan sebagian hartanya buat saudara Aluk ini,” harap Rudy. (RH) †


CMYK

Borneo Tribune

Jumat, 30 Agustus 2013

www.borneotribune.com

Hari Ini, Ridwan Serahkan Tongkat Komando Sertijab Pangdam XII Tanjungpura

PBDYA 3/Pamdok PB IV Spamad, dan Pamen Mabes TNI dipersiapkan jabatan Bais TNI, Dansat Satintel Bais TNI, Asintel Kasdam Jaya, dan Asintel Kostrad, Danrem 091/Antasari, Pamen Mabes (Pendidikan Lemhanas), Danpusintelad, Kasdam Jaya, Aspam Kasad, dan Waka Bais TNI. “Pangdam juga pernah beberapa kali tugas operasi diluar negeri, tahun 1987 di Malaysia, tahun 1992 di Kamboja, dan tahun 2002 di Vietnam, dan Dalam negeri Tahun 1983 Operasi Seroja di Timtim, tahun 1992 Untac PBB Kamboja,” jelasnya. (Lay).

Kostrad,d an dilanjutkan dengan Kasi I/Intel Yonif 503 Kostrad. Danlat Taja Brigif Linud 18, Dankibant Yonif 503 Kostrad, Kasi Intel Kontingen Garuda XII/A, Wadan Kodiklat Rindam Jaya, Wadanden Intel Kodam Jaya, Pamen Kodam Jaya (Pendidikan Seskoad), PBDYAGAL Sintel Kodam Jaya, Dandim 0505/Js Kodam Jaya, Kasrem 051/Wkt Kodam Jaya. Perwira Tinggi (Pati) berdarah Bugis, kelahiran Ujung Pandang, 21 Desember 1957 yang memiliki 2 orang anak yang memperoleh berbagai tanda Kehormatan ini juga pernah menjabat

Mayjen TNI HA Ibrahim Saleh bersama Keluarga. FOTO Andika Lay/Borneo Tribune. Borneo Tribune, Pontianak Asisten Operasi (Asops) Panglima TNI Mayjen TNI Ridwan, Jumat (30/8) ini menyerahkan tongkat Komando Pangdam XII Tanjungpura kepada Mantan Komandan Komando Resor Militer (Danrem) 091/ Antasari Kodam VI Tanjungpura sebelum di Likuidasi (sekarang Kodam VI Mulawarman red), Mayjen TNI HA Ibrahim Saleh, dihadapan Kasad Jenderal TNI Moeldoko, di Mabesad Jakarta. Menurut informasi yang diperoleh dari Penerangan Kodam (Pendam) XII Tanjungpura, usai melaksanakan serah terima jabatan di Markas Besar TNI-AD, Sabtu (31/8) akan dilaksanakan Penyambutan Pangdam XII Tanjungpura Mayjen TNI HA Ibrahim Saleh dengan Tradisi Tepung tawar di Bandara Supadio, penerimaan Pati juga akan dilaksanakan dengan Tradisi penerimaan Pangdam di Makodam dan Tradisi penciuman Pataka. “Usai penerimaan Pangdam, acara

akan dilanjutkan dengan Wawancara dengan wartawan yang hadir, dan didampingi mantan Pangdam Mayjen TNI Ridwan di samping Aula Makodam, sore harinya, akan kita laksanakan Tradisi pelepasan Mayjen TNI Ridwan ( Pedang pora dan hormat jajar),” kata Kapendam Kolonel Inf Desius melalui Kasi Penum Mayor Komaruddin, Kamis (29/8). Sebelum menjabat sebagai Pangdam, Mayjen TNI HA Ibrahim Saleh adalah Waka Bais TNI dari 1 Pebruari 2012 hingga 29 Agustus 2013. Beberapa jabatan strategis telah dipercayakan Pimpinan TNI kepada suami Qurida Seskania Syam diantaranya, Aspam Kasad, Kasdam Jaya, Danpusintelad, Pamen Mabes (Pendidikan Lemhanas), dan Danrem 091/Antasari. Lulus Akabri Tahun 1983 dengan pangkat Letda menjabat sebagai Danton 2/8 Yonif 501 Kostrad, Danton 3/A Yonif 503 Kostrad, Danton 2/A

Mayjen TNI HA Ibrahim Saleh

SPESIFIKASI PONDASI COR BETON SETEMPAT + PERKUATAN CERUCUK RANGKA BADAN BETON BERTULANG DINDING BATAKO PLESTER LUAR LANTAI COR BETON KERAMIK 40 X 40 (T 45 X T 70) TERAS COR + KERAMIK 40 X 40 RANGKA ATAP BAJA RINGAN ATAP SENG METAL PINTU JENDELA KUSEN ALUMINIUM, DAUN PINTU MULTIPLEK CAT LUAR DALAM PLAFON RANGKAALUMINIUM PENUTUP GYPSUM (DALAM) GRC (LUAR)

KM/WC KERAMIK 20 X 20 SANITARY KLOSET JONGKOK (T 45) KLOSET DUDUK (T 70) FASILITAS LISTRIK PLN 1300 W LEBAR JALAN 5 METER AIR BERSIH PDAM PAGAR KELILING

Diklat PSDM 2 Malino: Melahirkan Militan Credit Union di Timur

Borneo Tribune, Malinau Salah satu faktor yang paling menentukan dan strategis bagi masa depan dan eksistensi credit union adalah para staffnya. Sebab mereka inilah yang sehari-hari mengelola dan sekaligus menggantungkan hidupnya pada credit union (CU). Di tangan staff yang jujur, bermoral dan profesional maka niscaya CU akan tetap menjadi alat untuk mensejahterakan anggota dan masyarakat umumnya. Sampai bulan Mei 2013 ada 47 credit union yang menjadi anggota Puskopdit BKCU Kalimantan yang berpusat di Jalan Imam Bonjol Pontianak. Total asset ke-47 CU yang tersebar di seluruh pulau di Indonesia tersebut mencapai total asset Rp. 4.453.732.068 ( 4,45 triliun) dan anggota 396.972 orang. Pencapaian ini harus terus dipertahankan dan ditambah. Karena itu diperlulan para staf yang mumpuni dan punya integritas. Untuk mendapatkan staff CU yang mampu mengelola CU secara jujur, bermoral dan professional maka Pusat Koperasi Kredit Badan Kordinasi Credit Union Kalimantan (Puskopdit BKCUK) District Office (DO) Wilayah Indonesia Timur mengadakan Pendidikan dan Pelatihan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Diklat PSDM). Diklat yang kedua kalinya tersebut selama 40 hari, yakni tanggal 21 Juli sampai 26 Agustus 2013 bertempat di Panti Samadi Ratna

Miriam, Malino, Kabupaten Gowa, Sulaweis Selatan. Malino dipilih karena udaranya segar dan dingin sehingga peserta bisa berkonsentrasi. Pastor Fredy Rante Taruk, Pr., wakil ketua BKCUK dalam pengarahannya pada pembukaan Diklat meminta seluruh peserta berjumlah 49 orang tersebut agar berdisiplin diri, mengubah hal-hal buruk dalam dirinya, dan mampu menerapkan pengetahuan, keterampilan yang diperoleh di CU masingmasing. ”Ini kesempatan terbaik bagi Anda untuk belajar secara utuh tentang CU. Gunakan kesempatan ini karena tidak akan datang dua kali, ”pesan Pastor yang juga pendiri/pengurus sejumlah CU di wilayah Indonesia Timur ini. Ada 11 CU yang mengirimkan staffnya mengikuti Diklat ini: 9 dari wilayah Indonesia Timur, satu dari Kalbar dan satu CU dari Jatim. Yakni CU Kasih Sejahtera, AtambuaNTT (10 orang), CU Sauan Sibarung, Tana Toraja-Sulsel (11 orang), CU Mekar Kasih, MakasarSulsel (4 orang), CU Bahtera Sejahtera, Maumere- NTT (5 orang), CU Ndar Sesepok, Agats-Papua (2 orang), CU Primadanarta, Surabaya ( 1 orang), CU Liku Aba, Wetebula-NTT (3 orang), CU Hati Amboina, Ambon (2 orang), CU Mototabian, Sulut (1 orang), CU Pancur Dangeri, Ketapang-Kalbar (3 orang), dan CU Sinar Saron, Larantuka-NTT (5 orang). Selama 40 hari peserta mendapatkan pengetahuan, keterampilan teknis serta pembinaan mental spiritual. Ada 11 materi pelatihan yang disampaikan oleh fasilitator yang sudah berpengalaman dan

HUBUNGI:

YONGKY 0852 4551 2773

TYPE 45 & 70 Denah Lokasi

POM BENSIN

Keraton Kadariah

DENAH T 45

DENAH T 70

Jl. Ya’ M Sabran

Jl. Panglima Aim

Jl. Tj Hilir

Kertas Fotokopi Berkualitas

DISTRIBUTOR TUNGGAL

Jl. Tanjung Raya

CV. DUTA UTAMA ADITYA

RS YARSI

Jl. Putri Candramidi No. 8 Pontianak-Kalbar Telp. 0561-767552/766199

Hadir di Pontianak untuk memenuhi kebutuhan busana batik bagi Anda dan Keluarga

Menyediakan kain dan busana batik eksklusif bagi Pria, Wanita, Sarimbit (pasangan), Remaja dan Anak-anak dengan motif dan model yang trendy untuk kegiatan formal maupun informal

CMYK

12

sehari-hari menggumuli mumpuni. Yakni Pastor Fredy Rante Taruk (kepemimpinan, manajemen konflik), Pastor Junarto Timbang, Pr (personality plus), Antonius Pararak (manajemen Diklat), Edi Susanto (SP dan BP), Serapina Serafin (Manajemen Keuangan), Salomon (Satuan Pengendalian Internal), Pius Matangkin, Edi V.Petebang (kepenulisan/jurnalistik). Kedua belas materi tersebut adalah: (1). Kepemimpinan (2). Strategic planning dan business plan (3).manajemen Diklat (4).personality plus (5).manajemen keuangan (6).sistem pengendalian internal (7).manajemen konflik (8).manajemenkredit (9).penulisan/jurnalistik (10 ).outbond (11).membangun komitmen bersama. Hampir semua materi terdiri dari teori dan praktek. Tujuannya agar peserta benar-benar tahu dan paham tentang yang dipelajarinya. Selain materi tersebut, setiap pagi dan malam dilaksanakan doa dan renungan, juga ada olah raga. “Diklat ini untuk mengembangkan potensi diri dengan mampu berpikir strategis,peserta mampu menemukan jati dirinya, memiliki jiwa kepemimpinan serta menanamkan nilai-nilai positif dalam diri guna membangun Credit Union yang telah digeluti ini,”jelas Erowin, Kepala DO Indotim. Dalam Diklat yang kedua ini ada satu materi baru, yakni tentang kepenulisan. Materi ini difasilitasi oleh Edi V.Petebang, salah seorang wartawan senior di Kalbar yang mulai berkarya sejak 1993. Ada empat sesi pokok dalam materi ini, yakni membentuk kesadaran bahwa menulis itu penting, bagaimana menulis berita, bagaimana menulis artikel opini, dan bagaimana mengelola sebuah media. Ada tiga kali praktek menulis yang kemudian dinilai oleh fasilitator. “Materi ini menarik karena hal baru bagi kami dan kami bertekad untuk mulai menulis,”kata Ardi,peserta dari CU Pancur Dangeri. Pada akhir acara semua peserta membuat komitmen secara pribadi dan bersama-sama untuk menerapkan pengetahuan, keterampilan yang didapat selama pelatihan ini di CU nya masingmasing. Risusanto Te’Dang dari CU Sauan Sibarung misalnya mempunyai komitmen pribadi untuk memberikan segenap kemampuan terbaik yang ia miliki untuk membesarkan dan menyebarluaskan CU. Semoga udara dingin bersuhu 17-22 derajat Celsius di “Kota Wisata” Malino menjadi pengingat para peserta PSDM2 untuk memberikan yang terbaik dari dirinya bagi pengembangan credit union. (*r)


Harian Borneo Tribune 30 Agustus 2013