Issuu on Google+

cmyk

I DEALISME, K EBERAGAMAN

DA N

KEBERSAMAAN

Borneo Tribune www.borneotribune.com

Sabtu, 14 September 2013

8 Dzulkaidah 1434 H - 10 Peh Gwee 2564

Telepon Redaksi/Iklan/Langganan/Pengaduan: (0561) 767788 Faximile. (0561) 766103

Alamat Redaksi: Jln Purnama Dalam No 2 - Pontianak 78121

Kalbar Terima WTP Lagi

Kapolresta Usut Pengrusakan Mobil Cawabup KKR

Pemerintah Kalbar kembali mendapatkan reward dari Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementerian Keuangan berupa penghargaan atas upaya yang telah dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Kalbar yang mendapat opini audit Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas keberhasilannya menyusun dan menyajikan laporan Keuangan tahun 2012 dengan capaian standar tertinggi dalam akuntansi dan pelaporan Pemerintah, Kamis (12/9). Borneo Tribune, Jakarta Piagam Penghargaan yang diberikan oleh Menteri Keuangan RI itu diserahkan langsung oleh Wakil Presiden RI, Prof Dr Budiono didampingi Menko Perekonomian Hatta Rajasa dan Menteri Keuangan Muhamad Khatib Basri, kepada 69 Kementerian Negara dan lembaga serta 116 Pemerintah Daerah, dan reward Pemerintah Pusat ini diterima langsung oleh Wakil Gubernur Drs Christiandy Sanjaya, SE. MM. Acara yang berlangsung di Aula Dhanapala Kementerian Keuangan tersebut dihadiri

oleh para Menteri dan pimpinan lembaga, Badan Angaran DPR-RI, Badan Pemeriksa Keuangan, para pejabat pengelola keuangan dalam lingkup Kementerian Negara/Lembaga, para Kepala Daerah, Lembaga Internasional, Komite Standar Akuntansi Pemerintah dan beberapa Institusi terkait. Wapres Budiono menyampaikan bahwa Pemerintah sangat menyambut baik dengan dilaksanakannya Rapat Kerja Nasional Akuntansi dan pelaporan keuangan, hal ini ....Ke Halaman -11

Kapolda Imbau Pasangan Calon Jaga Kamtibmas

Kombes Pol Hariyanta

REWARD WTP. Wakil Presiden RI Prof Dr Budiono menyerahkan Piagam Penghargaan Kepada Pemerintah Provinsi Kalbar atas keberhasilan dalam rangka menyusun dan menyajikan laporan Keuangan tahun 2012 dengan capaian standar tertinggi dalam akuntansi dan pelaporan Pemerintah dengan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang diterima oleh Wagub Kalbar Drs.Christiandy Sanjaya, SE, MM di Gedung Dhanapala Kementerian Keuangan RI Jakarta, Kamis (12/9). FOTO Ruslan/Staf Humas Pemprov.

Borneo Tribune, Pontianak Kepala Kepolisian Resor Kota (Polresta) Pontianak Kombes Pol Hariyanta menegaskan bahwa pihaknya akan mengusut tuntas terkait kasus pengerusakan mobil milik Ir. Suharjo selaku Wakil Bupati Kabupaten Kubu Raya (KKR) yang berpasangan dengan Muda Mahendrawan, di mana saat ini pihaknya sedang melakukan penyelidikan, Jumat (13/9) kemarin. “ Kami sedang menyelidiki kasus dirusaknya mobil milik Cawabup Kubu Raya, Ir. Suharjo, yang jelas ini merupakan kasus pidana, jadi kami bisa memprosesnya secara langsung,” tegas ....Ke Halaman -11

Grand Opening BPR Andalan

B uah Bibir Satu Dusun Satu Sarjana PEMERINTAH Kabupaten Sekadau dimassa kepemimpiman Bupati Sekadau Simon Petrus semakin giat memajukan sektor Pendidikan. Pemantapan sektor ini merupakan salah upaya Pemerintah Daerah meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) masyarakat di Bumi Lawang Kauri. Bupati Sekadau Simon Petrus mengatakan Pemkab Sekadau melakukan berbagai upaya meningkatkan sektor Simon Petrus, S.Sos, M.Si

Hilangkan Senjata

Wakapolda Ancam Pecat Seluruh Anggota Bersenpi

OPENING. Komisaris Utama PT BPR Andalan Favorit Perdana bersama Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalbar Hilman Tisnawan dan Asisten II Setda Kota Pontianak Uray meresmikan BPR Andalan dengan pengguntingan pita. FOTO Andika Lay/Borneo Tribune.

Akhir Tahun Targetkan 2.000 Rekening Borneo Tribune, Pontianak Sejalan dengan perkembangan perekonomian di Kota Pontianak pada khususnya dan Provinsi Kalbar pada umumnya, Kamis (12/9), BPR Andalan Favorit Perdana dioperasikan oleh Komisaris Utama PT BPR Andalan Favorit Perdana Abis Hasni Tahir bersama Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalbar Hilman Tisnawan, dan Asisten II Setda Kota Pontianak Uray.

menjadi tanggung jawab kita bersama dan begitu juga terkait masalah infrastruktur jalan dan jembatan, bukan semata- mata hanya tanggung jawab Dinas PU, dan hendaknya menjadi

Borneo Tribune, Pontianak Wakil Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat (Wakapolda) Kalbar Kombes Pol Hasanuddin mengancam pecat seluruh anggota Polri yang memiliki senjata api di Kalbar ini, jika memang terbukti dengan sengaja menghilangkan senjata api yang sudah diamanakan setiap anggota tersebut, Jumat (13/9) kemarin. “ Tidak dibenarkan jika seorang anggota Polri yang diamanahkan untuk memegang senjata api, namun senjata itu bisa hilang, apapun alasannya tetap tidak dibenarkan,” tegas Wakapolda Kalbar. Lanjut Wakapolda Kalbar, terkait kasus yang menimpa Bripka Budi anggota Provos Polsekta Pontianak Kota

....Ke Halaman -11

....Ke Halaman -11

....Ke Halaman -11

....Ke Halaman -11

Sarana dan Prasarana Jalan Alami Fase Kemunduran BEBERAPA waktu yang lalu beberapa anggota delegasi dari Swiss mengunjungi Indonesia untuk studi banding dan belajar untuk membuat sebuah Kementerian Kelautan di Swiss. Ketika mereka mengutarakan hal itu, beberapa pejabat menertawakan hal itu, karena Swiss tidak memiliki laut. Delegasi Swiss pun menjawab, “Kami kan belajar dari Indonesia. Buktinya kalian memiliki Departemen Hukum dan Departemen Keuangan...” o

Borneo Tribune, Pontianak Ketua Umum Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Kalbar Drs M Zeet

Hamdy Assovie mengatakan permasalahan lalu lintas yang terjadi di wilayah Kalbar bukan hanya menjadi tanggung jawab pihak kepolisian yang menangani lalu lintasmaupun Dishubkominfo, namun bersama-sama hendaknya kita sadari bahwa permasalahan lalu lintas

Gereja Sto. Pius X Pancaroba, Kubu Raya Diresmikan

Gereja Media Memperkuat Nilai Kewarganegaraan Borneo Tribune, Pancaroba Gereja Sto. Pius X Pancaroba, Kubu Raya diresmikan, Jumat (13/9) pukul 09.00. Gereja Katolik Paroki St. Fidelis Sungai Ambawang, Jalan Trans Kalimantan Desa Pancaroba, Ambawang kabupaten Kubu raya ini diresmikan oleh Gubernur Kalbar, Cornelis dan Uang Mulia Uskup Agung Pontianak, Mgr. Hieronymus Bumbun, OFM, Cap dan disaksikan pula oleh para Anggota Forpimda Kubu Raya, Kepala Kantor Kementerian Agama Kubu Raya, para Pastor, Suster, Bruder, Pelayan Gereja,

Umat dan para tokoh agama, tokoh masyarakat dan pemuda. Gubernur Cornelis, merasa berbahagia atas peresmian gereja ini. Mengawali sambutannya, orang nomor satu di Kalbar meminta agar gedung Gereja ....Ke Halaman -11

Gubernur Kalbar, Cornelis tandatangani prasasti Gereja Sto. Pius X Pancaroba, Kubu Raya sebagai symbol peresmian penggunaannya. Foto : Ist.

cmyk

Kunjungan Studi Banding Pejabat Swiss

Raker Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan

!!!! Telah Hadirdi Landak

oplaza PT. Anzon Andutu No. 26,

Kabupaten Jl. Pulau Be camatan Ngabang Landak Ke

NEW

THE REAL MPV CUMA AVANZA YANG BISA

PT. ANZON AUTOPLAZA Kantor Pusat Singkawang Ketapang Sanggau Sintang

: Jl. A. Yani No. 89 Telp. (0561) 734280 : Jl. A. Yani No. 8 Telp. (0562) 637000 : Jl. R. Suprapto Telp. (0534) 31841 : Jl. Jend. Sudirman Telp. 0564 - 2025280 : Jl. MT. Haryono Telp. 0565 - 24222

HARGA ECERAN HARIAN BORNEO TRIBUNE - PONTIANAK, KUBU RAYA, MEMPAWAH,DAN SINGKAWANG Rp 2.000 - SAMBAS, BENGKAYANG Rp 2.200 - LANDAK,SANGGAU,SEKADAU, KETAPANG,KAYONG UTARA, SINTANG, MELAWI DAN PUTUSSIBAU Rp 2.500 -


Kayong Utara Sabtu, 14 September 2013

Borneo T Tribune

2

Aksi 20 Tahun ke Depan

KKU Petakan Pulau dan Pesisir

Borneo Tribune, Sukadana. Kayong Utara yang merupakan kabupaten dengan sebagian besar wilayahnya berada di wilayah kepulauan tampaknya sudah semakin siap untuk membangun daerahnya di masa yang akan datang. Salah satu buktinya, berbagai instansi terkait melakukan pemetaan pulau dan pesisir. Kegiatan ini diikuti utusan DKP KKU, Kepala Bappeda KKU Drs Oma F MSi. Kemudian utusan dari luar KKU, yaitu dari Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSPL) Kalbar Nelson Pangabean, Dirjen Pesisir dan Pulau-pulau Kecil Direktorat Tata Ruang Laut Hendi Kushandono.

T

Sedangkan mitra kerja di program ini PT Ambara Puspita.Bapeda, Dinas Kelautan dan Perikanan. Dari laporan PT Ambara Puspita, sasaran dari kegiatan ini menyediakan data dan informasi akurat terkini tentang sumberdaya wilayah laut, pesisir dan pulau-pulau kecil di KKU. Meliputi data kebijakan, kondisi fisik wilayah, hidro-oseanografi, bioekologi, sosial ekonomi dan budaya. Dijadikan dasar untuk memformulasikan kebijakan dan strategi penataan ruang dalam kurun waktu 20 tahun ke depan. Kemudian mengidentifikasi dan menganalisis isu dan permasalahan terkait kondisi eksisting pemanfaatan ruang,

fisik wilayah, hidro-oseanografi, bio-ekologi, sosial, budaya, ekonomi, dan kebijakan sektoral wilayah laut, pesisir dan pulau-pulau kecil, sebagai dasar penyusunan arahan struktur ruang, pola ruang, indikasi program utama dan arahan pemanfaatan ruang. Mengidentifikasi dan meng-

analisis potensi pengembangan wilayah laut, pesisir, dan pulau-pulau kecil berdasarkan pada kesesuaian lahan. Output (keluaran yang ingin dicapai), tersusunnya laporan yang memuat potensi, kondisi eksisting, permasalahan pemanfaatan ruang dan kebijakan-kebijakan menge-

ENGET

Para calon kepala daerah berjanji akan menyejahterakan masyarakat *Kita jadi ingat lagu: Kau yang berjanji, kau yang mengingkari. Bang Tribune

· Wartawan, Kontributor, Intensive Programme and Freelancer “ Borneo Tribune” selalu di bekali tanda pengenal dan tidak diperkenankan menerima / meminta apapun dari narasumber · Setiap artikel atau tulisan berupa laporan kegiatan, cerita pendek, surat pembaca, puisi dan resensi yang dikirim ke redaksi hendaknya di ketik dengan spasi rangkap, maksimal 500 kata, ditandatangi dan disertai identitas ( No Telp / Fax jika ada ) dikirim ke alamat borneotribune@yahoo.com atau yusriadii@yahoo.com. Terimakasih

Idealisme, Keberagaman dan Kebersamaan

konservasi, kawasan strategis nasional tertentu (KSNT), dan alur laut. “Zonasi ini sangat bermanfaat bagi arah kebijakan dan kewenangan Pemkab Kayong Utara khususnya dan pemerintah RI pada umumnya,” ungkap Oma, Kepala Bappeda KKU. (AH)

Jumlah Pemilih di KKU 74.886

Mari Jauhi Kampanye Negatif

S

pulau Kecil (WP3K), rencana struktur ruang wilayah pesisir kabupaten maupun kota, dan lain-lain. Ini berhubungan dengan rekomendasi tata ruang wilayah dan ketentuan pengendalian pemanfaatan ruang KKU. Mencakup penetapan kawasan pemanfaatan umum (KPU), kawasan

DPT KKU Ditetapkan

AJUK

Mari jauhi kampanye negative, dan mari lakukan kampanye yang mencerdaskan pemilih. Itulah seruan yang ingin kita sampaikan kepada bakal calon kepala daerah dan tim suksesnya. Kita ingin mengingatkan mereka untuk melakukan hal-hal yang baik, sebagai contoh yang baik untuk masyarakat pemilih. Seruan ini perlu kita sampaikan karena sejauh ini kita melihat bahwa ada arah yang tidak baik dalam pelaksanaan kampanye di tengah masyarakat. Kita mendengar ada pembusukan di sana-sini. Kita mendengar ada kalangan yang lebih suka melihat kekurangan seorang calon dibandingkan kelebihan yang dia miliki. Terbaru, peristiwa perusakan kendaraan calon wakil bupati KKU Ir. Suharjo saat kampanye di wilayah Kecamatan Ambawang. Perusakan dilakukan oleh orang yang tidak dikenal. Tetapi, kuat dugaan hal itu terjadi ada kaitannya dengan politik. Kita perlu mengingatkan pelaku bahwa cara-cara negative seperti ini bisa membawa dampak buruk dalam system demokrasi kita. Masyarakat akan diajarkan untuk melihat hal buruk dibandingkan hal yang baik. Masyarakat ditutup dari informasi yang komprehensif dan dijejali dengan informasi yang parsial. Kita tidak berani membayangkan apa yang akan terjadi ke depan jika masyarakat kita diberikan pendidikan yang negative terus menerus, karena sudah bisa diramalkan keadaannya akan buruk. Perusakan kendaraan bakal calon seperti juga juga merupakan bentuk terror yang semestinya tidak dilakukan. Calon harus dijaga dan dilindungi. Mereka adalah asset. Mereka adalah tokoh. Kalau tokoh saja tidak bisa dilindungi, bagaimana dengan orang biasa. Teror ini satu sisi mungkin akan membuat nyali orang menciut, tetapi, di sisi lain akan mengeruhkan suasana. Suasana bisa semakin panas dan banyak orang bisa terbakar. Seperti yang sering kita ingatkan, kita harus memberikan kesempatan kepada semua orang untuk menawarkan yang terbaik pada diri mereka. Kita juga harus memberikan ruang setiap orang untuk memperlihatkan bahwa mereka adalah pemimpin yang baik. Biarlah setiap calon memaparkan semua program dan mengeluarkan semua seruannya. Dengan demikian maka masyarakat akan mendapatkan informasi yang lengkap. Informasi yang lengkap ini berguna sebagai bahan pertimbangan pemilih. Biarlah kelak masyarakat memilih berdasarkan nurani mereka. Mari hargai pilihan-pilihan itu. Semoga pilihan yang mereka ambil adalah pilihan terbaik, pilihan yang dapat membawa daerah ini lebih maju di kemudian hari. (*)

nai sumberdaya wilayah laut, pesisir, dan pulau-pulau kecil. Kemudian tersusun dokumen awal Rencana Zonasi Pesisir dan Pulau-pulau Kecil (RZP3K) KKU yang memuat pembahasan substansi mengenai, tujuan, kebijakan, dan strategi penataan ruang Wilayah Pesisir dan Pulau-

Dedy Efendi bersama komisioner saat rapat pleno DPT di Mahkota Kayong Sukadana. FOTO: Ist.

Borneo Tribune, Sukadana KPU KKU untuk kali pertama menetapkan daftar pemilih tetap (DPT) untuk pemilu legislatif (Pileg) yang biasanya pada pemilu kepala daerah DPT selalu ditetapkan di tingkat KPPS. Penetapan DPT pada pileg kali ini dilaksanakan KPU KKU di Mahkota Kayong Sukadana yang dihadiri seluruh partai, panwaslu, tokoh agama, masyarakat dan pemuda tidak terkecuali pihakpihak seperti pemerintah daerah. Dalam pleno yang ditetapkan pada 13 September itu, Ketua KPU KKU Dedy Efendy SH mengatakan jumlah pemilih yang sudah divalidasi hingga terakhir kali dimana dilakukannya

pleno tersebut berjumlah 74.886 pemilih terdiri dari 38.381 pemilih laki-laki dan 36.485 adalah pemilih perempuan. “Jumlah ini sudah kita validasi sebelumnya,” kata Dedy dihubungi disela pleno. Dikatakannya, 74.886 pemilih tersebut terdiri dari pemilih pemula dan pemilih yang sudah pernah memberikan hak suaranya pada pemilu yang sebelumnya, dimana para pemilih tersebut tersebar di 43 PPS dan 248 tempat pemungutan suara (TPS). Acara yang secara khusus mengagendakan rekapitulasi daftar pemilih tetap kabupaten/kota pemilihan umum anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi DAN DPRD Kabu-

paten/Kota oleh KPU Kabupaten Kayong Utara itu menurut Dedy menyampaikan data yang perlu diketahui oleh seluruh lapisan masyarakat tidak terkecuali para calon legislatif. Namun demikian, jumlah tersebut masih sangat memungkinkan untuk berkurang, dimana KPU masih akan melakukan pengoreksian data dimana jika terdapat data yang ganda, atau meninggal masih tercatat atau sejenisnya maka akan dihapus dari data. “Kalau ada kesalahan seperti data ganda kita akan hapus sehingga akan menyajikan data terupdate dan minim kesalahan,” katanya. (AH)

Inspirasi

Di Balik Kepak Sayap Garuda

Oleh: Khairul Fuad Seorang anak Taman Kanak-Kanak mendapatkan tugas memilih baju tematik untuk dikenakan saat upacara Kemerdekaan Republik Indonesia di sekolah. Anak tersebut memilih baju tema Garuda, lambang Negara Indonesia. Semalam suntuk anak tersebut menyelesaikan jumlah sayap dan ekor Garuda sesuai yang semestinya. Sayangnya, tugas itu tidak selesai sampai anak itu tertidur karena lelah dan larut malam. Anak itu tampak sedih meskipun larut malam bermandikan cahaya kerlap-kerlip bintang gemintang. Pagi hari ibu gurunya memintakan bantuan kepada teman-temanya untuk menyelesaikan tugas anak tersebut. Atas bantuan teman-temannya anak itu dapat mengikuti upacara bendera kemerdekaan Republik Indonesia dengan baju bertemakan burung Garuda. Sekelumit cerita di atas adalah Iklan Layanan Masyarakat televisi dalam rangka hari Kemerdekaan ke-68 Republik Indonesia demi meletupkan api nasionalisme. Selain itu, Garuda selalu menyertai dalam setiap peristiwa dengan kemasan nasionalisme, terutama pertandingan olah raga selama ini yang dilakoni oleh Timnas Indonesia. Misalnya, dalam pertandingan sepak bola Timnas selalu muncul kata-kata terkenal “Garuda di dadaku” sambil menunjuk gambar Garuda di kaos oblong. Galib, Garuda menjadi gambar sablon dan gambar cetakan pada kaos oblong. Identitas bangsa semakin massif diperlihatkan melalui gambar Garuda yang melekat (inherent) dengan Pancasila sebagai dasar negara.

Garuda memang bagian terpenting bagi keberadaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari dulu, kini, yang akan datang, dan selamanya. Keberadaan Garuda sebagai lambang Negara ada dan diatur dalam Undang-Undang Dasar (UUD). Selain itu, Garuda representatif menggambarkan tanggal dan tahun kemerdekaan Indonesia, 17-8-1945. Selanjutnya, perkembangan gambar Garuda mengalami metamorfosa dari ranah struktural dalam sistem kenegaraan Indonesia ke ranah kultural sebagai ikon identitas kebangsaan. Semangat kultural merupakan pintu mudah dan halus dalam memasukkan ide kebangsaan melalui kebebasan kreatifitas, seperti gambar Garuda dalam kreasi anak muda yang tertempel dalam berbagai media. Namun demikian, metamorfosa Garuda tersebut tidak bisa dipisahkan dari tokoh yang dimiliki Kalimantan Barat. Sultan Hamid II merupakan tokoh di balik kepak sayap Garuda yang kini menjadi ikon nasionalisme anakanak muda melalui kreatifitasnya sendiri-sendiri. Sultan Hamid II yang bernama lengkap Sultan Syarif Hamid AlQadrie merupakan keluarga trah (zurriyyat) Kesultanan Qadriyah Pontianak Kalimantan Barat, yang mencipta dan merancang Elang Rajawali Garuda Pancasila. Jika dalam kerangka historisitas, metamorfosa Garuda dapat dianggap berhasil karena memunculkan makna terbarukan sesuai perkembangan masa dan masyarakat. Oleh karena itu, karya Sultan Hamid II akan abadi dan selamanya (evergreen and everlasting) dengan berbagai cara dan sudut-pandang yang

berubah. Gambar Presiden dan Wapres selalu bergantiganti, sedangkan gambar Garuda akan tetap abadi dalam wacana keindonesiaan. Sementara itu, kerangka historis perlu dikaji demi memapankan kontribusi besar Sultan Hamid II kepada Indonesia dalam khazanah sejarah Indonesia yang tidak boleh dilupakan oleh bangsa dan generasi muda bangsa ini. Kerja intelektual untuk memapankan Sultan Hamid II dalam sejarah Indonesia telah diupayakan semaksimal mungkin oleh generasi Kalimantan Barat berikutnya. Anshari Dimyati, Nur Iskandar, dan Turiman Fachturahman Nur adalah generasi berikutnya yang berusaha memapankan Sultan Hamid II sebagai tokoh yang tidak boleh dilupakan dalam lintasan sejarah Indonesia. Ketiga intelektual muda tersebut menjaminkan daya intelektualnya bahwa di balik kepak sayap Garuda selama ini terdapat tokoh Kalimantan Barat bernama Sultan Hamid II melalui datadata sejarah yang akurat. Karya intelektual ini terangkum dalam sebuah buku berjudul “Sultan Hamid II Sang Perancang Lambang Negara Elang Rajawali-Garuda Pancasila”, diterbitkan oleh TOP Indonesia bekerja sama dengan Yayasan Sultan Hamid II dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat. Hasil karya intelektual itu merupakan usaha membukakan mata masyarakat Kalimantan Barat pada khususnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya. Bagi masyarakat Kalimantan Barat bahwa budak Pontianak, Sultan Hamid II, telah ikut kontribusi besar bagi bangsa dan Negara ini. Bagi masya-

rakat Indonesia bahwa lambang Negara Garuda terkepak sayapnya tersembunyi di baliknya seorang anak bangsa bernama Sultan Hamid II yang berasal dari Kalimantan Barat. Kemudian, fakta dan data sejarah dapat tersimpan dengan baik di dalam karya intelektual tersebut sehingga terbuka untuk ditelaah dan bisa dijadikan acuan dialektika guna pengayaan ilmiah kajian sejarah Sultan Hamid II. Dari sebuah karya muncul karya lain adalah keniscayaan. Dengan kata lain, orang lain akan mengkajinya kembali melalui sudut-pandang lain sehingga khazanah sejarah Sultan Hamid II semakin beragam. Secara implisit dapat dikatakan, karya intelektual tersebut mengisyaratkan bahwa Kalimantan Barat sudah lama, sejak masa kemerdekaan, tidak seperti sekarang-sekarang ini saja, telah ikut bersama-sama menegakkan panji-panji keindonesiaan melalui putraputrinya yang terbaik dari yang terbaik. Sebelum misalnya Oesman Sapta, Akil Mochtar, dan Daud “Cino” Yordan, Sultan Hamid II telah berdedikasi secara nasional untuk bangsanya, Indonesia. Kemunculan karya intelektual tiga generasi muda Kalimantan Barat menambah khazanah sejarah Indonesia. Selain ilmu pengetahuan, sejarah berpotensi besar sebagai nakhoda yang akan mengarahkan sebuah bangsa ke tujuan yang lebih baik. Dedikasi Sultan Hamid II melalui masterpiecenya Elang Rajawali Garuda Pancasila sebagai lambang Negara dapat menjadi anutan bagi generasi muda, khususnya Kalimantan Barat, ikut berkontribusi bagi Indonesia sesuai keahliannya masing-masing. Misalnya, karakter Sultan Hamid II yang bisa dijadikan

anutan bagi masyarakat sekarang ini adalah kebesaran jiwa dalam ranah sosial dan kenegarawanan dalam ranah Negara. Seperti ditulis oleh Max Yusuf Al-Qadrie saat Sultan Hamid II membesuk Soekarno, Presiden I RI, yang sedang dirawat di RSPAD pada Jumat 19 Juni 1970. Sultan Hamid II berkata, “Saya Hamid Bung! Maafkan kesalahan saya dan kesalahan Bung saya maafkan”, Soekarno hanya bisa menjawab dengan tetesan air mata karena kondisinya sangat lemah (Anshari, NurIs, dan Turiman, 2013: 255). Sikap kenegarawanannya menghapus perseteruannya waktu itu dengan Soekarno, yang menyebabkan dijebloskan ke dalam penjara dengan vonis 10 tahun dengan masa potong tahanan 3 tahun. Perseteruan itu disebabkan kekecewaan Sultan Hamid II kepada Soekarno yang tidak menetapkannya menjadi Menteri Pertahanan dalam Kabinet RIS pada 1950 (2013: 257). Sikap ini menunjukkan bahwa Sultan Hamid II dapat membedakan antara ranah politis dan ranah sosial. Karya intelektual tiga generasi muda Kalimantan Barat telah mengungkapkan sepak terjang nasionalisme Sultan Hamid II terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Sebagai telaah historis ditawarkan kerangka dialektika untuk memunculkan karya berikutnya sekaligus dapat dijadikan pertimbangan de jure (hukum) Negara untuk menetapkan Sultan Hamid II sebagai pahlawan Nasional walau de facto sudah diakui seperti yang disampaikan Max Yusuf Al-Qadrie di sebuah Koran lokal Pontianak. Sudut Kantor 260813

Penerbit: PT. Borneo Tribune Press. Direktur Utama: W Suwito, SH, MH. Direktur: Emiliana Sekretaris Direksi: Erika Sudiardjo Penasehat Hukum: A. Ambo Mangan, SH, MH, Martinus Ekok, SH, MH. Pemimpin Umum: Sisa Primashinta. Pimred: Hawad Sriyanto Wapimred: Yusriadi Sekretaris Redaksi : Aulia Marti Senior Editor: H. Nur Iskandar, SP, Tanto Yakobus, Alexander Mering, Hairul Mikrad. Redaktur Pelaksana: Ukan Dinata. Wartawan Senior: Andry, Budi Rahman, Agus Wahyuni Wartawan: Andika Lay, Achmad Mundzirin, Achmad Munandar, Jubeironi, Slamet Ardiansyah. Staf Redaksi: Fahmi Ichwan, Syam Abubakar, M Taufik, Fery Adeputra, Yulan Mirza.Biro Mempawah: Johan Wahyudi, Jl. Pendidikan Gg. Suka Mulya No.10 (085654587038). Biro Bengkayang: www.borneotribunecom Mujidi, Jl. Pahlawan No. 10, Kelurahan Bumi Emas Bengkayang (085245247955). Singkawang: Rudi Hariyanto Alamat: Jl. Manggis Rt 026/Rw 009 Kelurahan Roban Kecamatan Singkawang Tengah. TERBIT SEJAK 19 MEI 2007 Sambas: Amrul Ambiya (Kontributor/Pemasaran), Jl. Suka Mantri (085245527602). Landak: Yohanes Ngalai/Pemasaran, Jl. Barage Gg. Pak Kasih No. 51 Ngabang (085822062880). Biro Sanggau: Ratnasari Jl. Agus Salim No.10 (085245904505) Aditya ( 085349867788 ). Biro Sekadau: Bagus Kosminto, Jl. Irian No. 41 Sekadau Hilir (085245743683). Biro Sintang: Endang Kusmiyati (08524-5006757) Pemasaran: Fahri (085750296539 ) Jl. JC Oevang Oeray, Gg. Ahmad 2.Biro Melawi: Eko Susilo (0812-56452946) Jl. M Saad, Gg. Kayan, Serundung- Nanga Pinoh. Biro Kapuas Hulu: Teofilusianto Timotius Jl. Pasar Inpres blok A No. 13 Kota Putussibau. Ketapang: Jaidi Chandra (Kontributor), Jl. Gajah Mada No. 156 (081345450988). Biro Kayong Utara : Abdul Khoir. Umum Fitriyana, Ardiansyah. Percetakan/IT: (Manajer) Iwan Siswanto, (Wakil Manajer) Supriyanto, Rustam. Marketing: (Manajer) Hesty Yosana, Kusnan, Aldi C.Sirkulasi : M. Danny, Mulawarman Desain Iklan: Atika Ramadhani, M. Affandy,Keuangan: Jumi Erlinasari, Tri Agustin, Husada Muin. Tarif Iklan: BW (black and white) Rp 6000/mm kolom, Full Colour hal 1 Rp 15.000/mm kolom, halaman dalam Rp 12.000/mm kolom. Asisten Dirut: Khairoedin Pasaribu. Alamat Kantor Bisnis dan Alamat Redaksi: Jalan Purnama Dalam No 2 Pontianak Telpon 0561-767788 Fax 0561-766103. E-mail: borneotribune@yahoo.com

Borneo Tribune


cmyk

Serba Serbi

Sabtu, 14 September 2013

Borneo T Tribune

3

Masyarakat Sungai Asam Tumpah - Ruah

9 Kecamatan Kubu Raya Siap Menangkan Pasangan Independen Borneo Tribune, Kubu Raya Ribuan warga Desa Sungai Asam Kecamatan Sungai Raya tumpah-ruah memadati Lapangan Glora Sungai Asam dalam kampanye pasangan Calon Bupati. Dan Calon Wakil Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan dan Ir. Suharjo, Jumat (13/9). Muda - Harjo dalam kesempatan itu mengucapakan terima kasih atas dukungan yang luas dari masyarakat Sungai Asam . Dia juga memohon maaf atas segala kekurangan selama menjabat bupati. Muda- Harjo yang sering disapa akrab oleh masyarakat sebagai bapaknya Beras Kubu Raya juga menuturkan, program-program yang digalakkannya, serta yang sudah berjalan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat terutama kemajuan di bidang pertanian, pendidikan

dan infrastruktur. ”Saya berterima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh keluarga, saudara-saudara saya masyarakat Sungai Asam . Saya siap untuk mengabdi sekuat tenaga demi kemajuan bumi Kabupaten Kubu Raya yang kita cintai ini. Kami dari pasangan nomor 2 memohon restu dan dukungan untuk memilih kami pada 19 September mendatang,” ungkapnya. Tidak hanya itu juga, pasangan nomor 2 yang maju melalui jalur independen ini pun meminta masyarakat untuk tidak menjadi korban politik para pasangan calon bupati dan wakil bupati lainya. “ Saya tidak mau berjanji-berjanji terlalu banyak kepada masyarakat. Akan tetapi bila mana saya terpilih sebagai Bupati Kubu Raya kedua kalinya mendatangm maka saya akan

membayar dukungan masyarakat dengan sejumlah program yang dapat men-

sejaterahkan massyarakat Kubu Raya,”ungkapnya. Tokoh Masyarakat, Desa

Sungai Asam Kecamatan Sungai Raya, Ustad Muniri menyampaikan, bahwa ia beserta masyarakatnya di Desa Sungai Asam siap memenangkan Muda - Harjo sebagai Bupati Kubu Raya yang kedua kalinya. Karena ia menilai dalam kepemimpinan Pak Muda sebagai Bupati Kubu Raya lalu sudah jelas dan terbukti. “ Saya tetapkan masyarakat Desa Sungai Asam akan siap memenangkan pasangan Muda - Harjo dan kita

pastikan juga sungai asam pada tanggal 19 september mendatang pasangan Muda Harjo menang 90 persen, “cetusnya. Berdasarkan pantauan dilapangan, mulai dari Kecamatan Batu ampar, Kubu, Terentang, Telok Pakedai, Rasau Jaya, Sungai Kakap, Sungai Ambawang, Kuala Mandor B masyarakat menyapaikan komitmennya untuk siap memenangkan pasangan yang maju melalui jalur independen ini. Hal se-

nada juga dilontarkan masyarakat Kecamatan Sungai Raya khususnya Desa Sungai Asam yang juga siap memenangkan pasangan independen Muda-Harjo. ”Saya rasa 9 Kecamatan yang ada di Kubu Raya ini juga siap memenangkan pasangan Muda-Harjo. Dan kami berharap besar Muda dan Harjo dapat memimpin Kubu Raya untuk yang kedua kalinya serta melanjutkan pembangunan kubu raya lebih merata”, katanya.

Solusi Tepat Terobosan Terbaru TCM

ATASI SEGALA MACAM PENYAKIT PRIA Ciri khas kemanjuran & keunggulan Hongkong Medistra TCM sangat jelas dengan resep kuno kekaisaran, resep rahasia turun temurun serta herbal Tiongkok alami, intinya adalah mengobati berbagai penyakit bandel yang susah disembuhkan, khusus menangani berbagai jenis penyakit kronis, begitu diobati langsung dapat dirasakan manfaatnya. Efektif mengobati berbagai penyakit kronis sampai akarnya, tanpa efek samping, setelah diatasi tidak mudah kambuh lagi. Menurut survey terbaru, disfungsi seksual pria termasuk penyakit yang sangat banyak diderita. Terutama persentase penderita impotensi, ejakulasi dini, radang prostat mengalami kenaikan pesat, berdampak jauh lebih parah bagi psikologi dan jiwa, dibanding penyakit pria lainnya, juga merupakan 30% alasan retaknya keharmonisan rumah tangga, menghancurkan kepercayaan diri pria. Penyakit fungsi seksual menimpa pria pada berbagai kalangan usia dan harus diobati sedini mungkin agar tidak memburuk hingga menimbulkan penyakit komplikasi bandel lainnya yang sangat parah dan berbahaya. Hongkong Medistra TCM ada konsultan Sinshe ahli TCM (Traditional

Chinese Medicine) ternama dari Tiongkok yang siap membantu Anda. Melalui pengalaman kerja keras puluhan tahun akhirnya berhasil menemukan terobosan terbaru, khusus mengatasi disfungsi seksual pria, seperti: Impotensi, Ejakulasi Dini, Radang Prostat, Sperma Mati, Tidak ada Sperma, Alat vital tidak normal, Kemandulan, dll. Hasilnya relatif cepat, aman dan tanpa efek samping. Terobosan metode TCM dengan herbal berharga alami yakni “Qiang Yang Bu Shen Liao Fa” ini dipadukan akupuntur elektroterapi sangat terkenal diberbagai Negara, berfungsi memperkuat ginjal & sperma, menyeimbangkan unsur yin & yang didalam tubuh, setelah diatasi bisa menormalkan fungsi seksual, masa berhubungan bisa lebih lama. Rata-rata setelah 2-3 tahap pengobatan, gejala penyakit seperti kencing terasa sakit, sering kencing, tidak tahan kencing, kencing tidak bertenaga, tidak tuntas, bernanah dan lainnya berangsur menghilang secara nyata, sistem reproduksi kembali normal, bisa diatasi hingga ke akar penyakit dan tidak mudah kambuh lagi.

Untuk Konsultan & Pengobatan Hubungi :

HONGKONG MEDISTRA TCM Jl. H. Agus Salim No. 126 Pontianak - Kalimantan Barat Telp. (0561) 733268 HP. 0812 5279 7888

Hari Minggu & Libur Tetap Buka


Kalimantan Barat - Kota Pontianak Borneo Tribune

Pemkot Liburkan Tanggal 19 September Borneo Tribune, Pontianak Menjelang Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Pontianak tahun 2013 yang akan digelar pada Kamis (19/9) mendatang, maka pada hari pemungutan suara tersebut ditetapkan sebagai hari yang diliburkan di Kota Pontianak. “Ketetapan itu

dituangkan dalam Keputusan Gubernur Kalimantan Barat Nomor 413/ PEM/2013 tentang penetapan hari pemungutan suara pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Pontianak tahun 2013 sebagai hari yang diliburkan di Kota Pontianak,” ujar Kepala Sub Bagian

(Kasubbag) Hubungan Masyarakat Sekretariat Daerah Kota Pontianak, Nasril, Kamis (12/9) di ruang kerjanya. Dijelaskannya, sebagaimana dalam Surat Keputusan tersebut, apabila pemungutan suara digelar selama dua putaran, maka putaran kedua juga ditetapkan seba-

gai hari yang diliburkan. “Apabila nantinya pemungutan suara dilaksanakan dua putaran, maka tanggal 7 November 2013 ditetapkan sebagai hari pemungutan suara putaran kedua dan sebagai hari yang diliburkan,” jelasnya. Dengan pemberitahuan ini, lanjutnya lagi, diha-

rapkan masyarakat Kota Pontianak mengetahui pada hari pemungutan suara tersebut sebagai hari yang diliburkan. “Mari kita sukseskan pemilihan Walikota dan Wakil Walikota dengan menggunakan hak pilihnya masing-masing,” tutupnya. (Uby)

CMYK

Latihan Uji Protap Penanggulangan Bencana Alam Borneo Tribune, Ponianak Saat ini wilayah Kalbar memasuki suatu musim dengan curah hujan yang cukup tinggi dan diikuti kondisi cuaca yang sulit diprediksi, bahkan dengan mudah dapat berubah-ubah secara ekstrim. Seperti pada tahun-tahun sebelumnya, apabila curah hujan tinggi dan cuaca tidak menentu, kondisi seperti ini sangat berpotensi menimbulkan bencana alam seperti, Banjir, Tanah Longsor dan hujan lebat yang disertai Angin Puting Beliung yang sering melanda beberapa daerah di Kalbar. Dalam rangka itulah, Korem 121/Abw melaksanakan apel gelar pasukan dan perlengkapan dengan melibatkan beberapa Satuan Badan Pelaksan (BALAK) yang berada dibawahnya, dan Apel Pasukan ini dibuka Kepala Staf Korem (Kasrem) 121/Abw Letkol Inf. Agus Prasetyo Ariwibowo, Senin (9/9) lalu. Kegiatan ini dikuti oleh 1 pleton pelatih, 2 pleton personil Korem 121/Abw, 1 pleton personil gabungan

Satuan Badan Plaksanaan (BALAK) Korem 121/Abw, 1 pleton personil dari Kodim 1205/Stg, 1 pleton personil dari Satpol PP, Anggota Linmas, BPBD, Manggala Agni, Dishub, Tagana Depsos Kabupaten Sintang serta siswa/i SLTA Immanuel Sintang. Danrem 121/Abw Kolonel Inf. Tiopan Aritonang mengatakan, latihan uji protap yang akan kita laksanakan ini merupakan simulasi pengarahan kekuatan Korem 121/Abw dan Badan Pelaksana dibawahnya, dalam memberikan bantuan kepada pemerintah daerah guna penanggulangan akibat bencana alam. Kegiatan ini sesuai dengan apa yang diamanatkan undang-undang RI No. 24 tahun 2007 tentang bencana alam, khususnya keterlibatan TNI-AD dalam penanggulangan bencana yang diwadahai oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Undang-undang RI No. 34 tahun 2004 tentang TNI pasal 7 ayat 2 bahwa tugas pokok TNI dilaksanakan dengan

Penyematan Kasrem 121/Abw Letkol Inf. Agus Prasetyo Ariwibowo menyematkan tanda peserta latihan kepada perwakilan. FOTO Andika Lay/Borneo Tribune

operasi militer untuk perang dan operasi militer selain perang (OMSP). “Tugas dalam OMSP adalah tugas membantu menaggulangi akibat bencana alam, pengungsian dan pemberian bantuan kemanusiaan,” kata Danrem dalam sambutan yang dibaca-

kan Kasrem 121/Abw Letkol Inf. Agus Prasetyo Ariwibowo. Danrem masih dalam sambutannya, menekankan kepada seluruh peserta latihan agar memperhatikan faktor keamanan baik personil maupun materil yang digunakan, memanfa-

atkan waktu latihan yang relatif singkat ini seoptimal mungkin, ikuti petunjuk dan tata tertib dalam seluruh rangkaian kegiatan latihan, sehingga realisme dalam latihan uji protap ini dapat berhasil sesuai dengan tujuan dan sasaran yang diharapkan. (Lay).

Lembaga PTSP Dilimpahkan Tandatangani Penerbitan Izin Pelimpahan Kewenangan Gubernur, Bupati/Walikota Dipercepat Borneo Tribune, Pontianak Edaran Surat Mendagri Nomor 061/3023/SJ tertanggal 9 Agustus 2012 tentang Percepatan Pelimpahan Kewenangan Perizinan dan Non Perizinan Berusaha di daerah Kepada Lembaga Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), Gubernur Kalbar melalui Surat Nomor 065/2413/OR-B tanggal 9 Agustus 2012 telah membuat kebijakan PTSP Pemprov Kalbar kepada Bupati/ Walikota se Kalbar supaya mempercepat pelimpahan kewenangan penandatangan seluruh perizinan dan non perizinan berusaha kepada lembaga PTSP. “Diupayakan tidak ada lagi penertiban izin dan non izin berusaha di daerah yang ditandatangani oleh Bupati/Walikota maupun Kepala SKPD Teknis dan di Proses oleh Lembaga PTSP,” kata Sekda Kalbar M Zeet Hamdy Assovie, Rabu (11/9) pada Pembukaan Bimtek

Arahan Sekda Kalbar Drs M Zeet Hamdy Assovie memberikan arahan kepada peserta Bimtek Peningkatan Kualitas Pelayanan PTSP Kabupaten/Kota se Kalbar. FOTO Andika Lay/Borneom Tribune

Peningkatan Kualitas Pelayanan PTSP Kabupaten/ Kota se Kalbar. Diminta oleh Sekda, segera menggunakan dan mengoptimalkan SPIPISE dalam proses penerbutan perizinan dan non perizinan

penanaman modal dalam negeri dan Aplikasi pelayanan dalam proses penerbitan perizinan dan non perizinan berusaha di daerah. “Berikan dukungan penuh kepada Lembaga PTSP dalam bentuk perumusan ke-

bijakan-kebijakan Pemerintah daerah terkait dengan penyelenggaraan PTSP,” pinta M Zeet Hamdy Assovie. Dikatakannya, Bimtek ini merupakan langkah strategis sebagai upaya mendo-

rong perbaikan dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik. Kebijakan reformasi birokrasi bertujuan untuk membangun profil dan prilaku aparatur negara yang memiliki integritas, produktivitas, dan bertanggungjawab, serta memiliki kemampuan memberikan pelayanan yang prima melalui perubahan pola pikir dan budaya kerja dalam sistem manajemen pemerintahan. “Reformasi birokrasi mencakup beberapa area perubahan pada instansi pemerintah pusat dan daerah. Salah satu area perubahan utama adalah bidang ketatalaksanaan. Pada hakekatnya, perubahan ketatalaksanaan diarahkan untuk melakukan penataan tata laksana diwujudkan dalam bentuk penyusunan dan implementasi standar operasioanl prosedur administrasi pemerintah,” jelasnya. (Lay).

4

LIPD Siap Pantau Pemilukada di Dua Daerah Borneo Tribune, Pontianak Untuk memantau jalannya Pilwako Pontianak dan Pilkada Kabupaten Kubu Raya. Lembaga Independen Pemantau Demokrasi (LIPD) melakukan perekrutan sebagai tim pemantau. Tim LIPD tersebut berjumlah 40 anggota yang terdiri dari mahasiswa dan masyarakat sipil lainnya, yang peduli akan sukses jalannya Pimulukada di 2 daerah tersebut. Glorio Sanen, Direktur LIPD mengatakan, pada dasarnya anggota yang terlibat dalam pemantauan proses Pemilukada di dua daerah ini sudah memiliki pengalaman dalam pemantauan pada Pilgub Kalbar 2012 dan Pemilukada Kayong Utara. ”Memang lembaga kami ini sudah terakreditasi resmi. Kami sudah melatih relawan untuk turut memantau proses demokrasi di Kalbar,” ujar Glorio Sanen di sekretariat LIPD yang terletak di Jalan Tanjungpura No.218 Pontianak, Rabu (11/9). LIPD kata Glorio Sanen, juga menerima pengaduan dugaan pelanggaran terhadap proses Pemilukada yang sedang berlangsung, khususnua di Kota Pontianak dan kabupaten Kubu Raya. ”Jika ingin mengadu datang saja ke posko pengaduan kita yang terletak di Jalan Tanjungpura Nomor 218. Atau tepatnya di sebelahnya Gembira Tour seberang Sentral Yamaha ,” jelasnya. Glorio juga menjelaskan, bahwa LIPD bekerja dengan semua pihak dan sudah melakukan pemantauan sejak dini.” Kita sudah mulai memantau sejak data pemilih sementara, penetapan pasangan calon, dan tahapan kampanye hingga nanti pada puncaknya yaitu pada massa pencoblosan dan perihitungan suara,” katanya. Setidaknya, lanjut Glorio Sanen mengatakan, ada beberapa tahapan yang mesti dijalani oleh LIPD, seperti kampanye yang sedang berjalan, masa tenang, pemungutan dan perhitungan suara dan pelantikan. ” Kami secara kelembagaan akan konsen melakukan pantauan di tahapan yang kita anggap rawan. Seperti pada pengalaman kita pada beberapa Pilkada yaitu pada proses pencoblosan perhitungan suara dan Tapi tidak juga mengabaikan yang lain, seperti kampanye juga kita pantau. Dan ada tiga jenis pelanggaran yang dijadikan acuan diantaranya, administratif, pidana dan kode etik.” ujar Glorio. ”Hingga saat ini kita sudah melihat dan menerima masukan terkait pelanggaran Pilwako ini, hanya terkadang kendala, dari masyarakat sifatnya bukan melapor dan hanya sekedar memberitahukan,” jelasnya. Glorio mencontohkan, pada saat masyarakat mengadu bahwa ada pelanggaran kampanye. Akan tetapi hal tersebut tampa disertai dasar yang kuat. “ Iya mereka hanya mengadukan adanya pelanggar dan tidak disertai barang bukti itu cukup kuat. Hal ini tentu saja mempersulit LIPD dalam melacak pelanggaran yang telah diadukan masyarakat tersebut,”tandasnya. (Slt)

70 Persen Masyarakat Punya Referensi Pilihan Borneo Tribune, Pontianak Pengajar ilmu pemerintahan dan politik Fakultas Sosial dan Politik Universitas Tanjungpura Jumadi menilai, pada pemilihan kepala daerah Kota Pontianak tahun ini, 70 persen pemilih di Kota Pontianak sudah punya pilihan sebelum hari pemilihan. Hal itu disampaikan Jumadi beralasan, lantaran di Pontianak sudah banyak sumber referensi untuk menentukan pilihan. Salah satu referensi besar adalah media massa. Mengingat Kota Pontianak sangat mudah mengakses informasi dari kandidat walikota. “Bisa dikatakan, 70 persen pemilkih sudah punya pilihan, masyarakat sudah sangat mudah untuk melihat rekam jejak kandidat,” ujar Jumadi saat dihubungi siang kemarin. Jumadi menambahkan, tingkat pemilih di Kota Pontianak sudah cerdas dalam menentukan pilihan. Karena factor itulah, dalam massa kampanye jelang pemilihan 19 September mendatang sangat efisien melakukan kampanye tatap muka langsung atau dialogis, ketimbang kampanye terbuka dengan konvoi. “Ada pemandangan berbeda pada kampanye tahun ini, rata-rata kandidat memilih blusukan dna dialogis ketimbang kampanye di lapangan terbuka. Itu suatu langkah baik dan sangat efisien,” tutur Jumadi. (Uby)

Hubungi dealer TVS terdekat atau SMS : TVS Pontianak TVS Rasau TVS Singkawang TVS Ketapang TVS Sintang TVS BM Sintang TVS Pinoh TVS Putussibau TVS Anugrah Sekadau TVS Merdeka Motor PTK TVS Tepuai

: 0853 : 0853 : 0823 : 0852 : 0812 : 0852 : 0813 : 0821 : 0813 : 0821 : 0813

9320 9355 5178 4594 5746 5260 4557 5125 4540 5030 4528

2778 5508 4446 6118 6666 1948 8321 9567 2238 6989 6562

CMYK

Sabtu, 14 September 2013


Mempawah-Kubu Raya Borneo Tribune

Sabtu, 14 September 2013

Cornelis Tegaskan Dukung Ria Norsan-Ramlana

Ribuan Massa Kampanye pasangan calon bupati dan wakil bupati Pontianak, Ria Norsan-Gusti Ramlana, yang selalu dihadiri ribuan pendukung . Foto : Johan Wahyudi/Borneo Tribune.

Borneo Tribune, Mempawah Ketua DPD PDI Perjuangan Kalimantan Barat, Cornelis mengatakan pasangan calon bupati dan wakil bupati Pontianak, Ria Norsan-Gusti Ramlana (R2) merupakan perpaduan pasangan yang sangat serasi dan hebat. Ria Norsan sebagi seorang

politik dan pengusaha, sedangkan Gusti Ramlana dari birokrat yang mengerti sistem pemerintahan. “Ini perpaduan yang sangat hebat untuk pemimpin dan membawa kemajuan dalam segala bidang di Kabupaten Pontianak,” kata Cornelis. Bahkan Cornelis menilai

Muda: Masyarakat Diminta Tak Terima Money Politik Borneo Tribune, Kubu Raya Muda Mahendrawan yang akrab disapa Bapak Beras Kabupaten Kubu Raya minta masyarakat menolak money politics dalam pemilihan Bupati Kubu Raya, 19 September 2013 mendatang. Dalam memilih pemimpin, muda mengajak masyarakat lebih cerdas dengan melihat program yang ditawarkan. Masyarakat, lanjut Muda, juga harus mampu melihat mana pemimpin yang komitmen atau tidak. “Pilih pemimpin yang tidak suka dengan banyak janji. Jangan pernah rugikan diri Anda dengan menerima money politics tapi rugi 5 tahun,” kata Muda saat berorasi di Desa Sungai Nau Kecamatan Kuala Mandor B, Rabu (11/9). Di tengah teriknya matahari, warga Ssungai Nau mendengarkan komitmen calon bupati dan wakil bupati itu yang akan tetap melanjutkan perjuangan di setiap sektor mulai dari pembangunan infrastruktur jalan, kesehatan, pendidikan dan perekonomian yang sudah berjalan ini. Satu diantara warga yang ikut meramaikan kampanye calon pasangan independen Kubu Raya itu, Adi mengatakan, jika pada pemilihan kepala daerah tahun ini siap memenangkan pasangan independen yakni, Muda - Harjo. “Saya sangat bangga, karenaa dimasa kepemimpinan Muda. Mahendrawan sebagai Bupati Kubu Raya lalu, telah banyak membawa perubahan selama memimpin Kubu Raya, mulai dari bantuan untuk para petani beras, kesehatan dan pendidikan di desanya. Lanjut dia dia pun memberikan doa kepaddda Muda Mahnedrawan semoga terpilih kembali sebagai Bupati Kubu Raya serta menjadi Bapaknya Beras rakyat Kubu Raya. “Saya mendoakan semoga Pak Muda kembali memimpin Kubu Raya lagi, agar masyarakat kembali dapat merasakan perjuangan Pak Muda yang sampai saat ini tak terhitung jumlahnya,” katanya. Adi berharap ketika Muda dan Harjo memimpin Kubu Raya lima tahun kedepan, bisa sering mengunjungi desanya, agar komunikasi masyarakat dan calon pemimpinnya tidak putus pada kampanye saja. “Jika memimpin Kubu Raya, kembali saya berharap keluh-kesah kami di desa tetap terdengar oleh bupati yang nantinya menjabat. Saya dan keluarga besar sudah paham betul sosok Muda, di mata kami Pak Muda adalah seorang pemimpin yang selalu membuka diri kepada masyarakat, sosok pemimpin yang tidak mengkotak-kotakan rakyatnya, mudah-mudahan saja Muda-Harjo memimpin Kubu Raya lagi,” harapnya. (Adex)

banyak keberhasilan dalam pembangunan yang diraih Kabupaten Pontianak selama dipimpin Ria Norsan. Hal itulah yang menjadi salahsatu alasan PDI Perjuangan mendukung dan merestui pasangan R2 MANTAB kembali memimpin daerah. “Ria Norsan sangat baik

dalam menjalankan roda pemerintahan, sebab Norsan merupakan sosok bupati yang dapat bekerjasama dengan pemerintah provinsi bahkan pemerintah pusat, melalui program pembangunan yang telah disusunnya demi kepentingan masyarakat Kabupaten

Pontianak, tegas Cornelis. Selain itu, Cornelis juga mengingatkan pasangan R2 MANTAB untuk bersama masyarakat menjaga keamanan dan ketertiban di Kabupaten Pontianak. Selain itu, Cornelis juga tidak lupa mengingatkan masyarakat untuk tidak percaya terhadap isu-isu yang berkaitan dukunganya terhadap pasangan R2. Selama ini beredar selebaran yang mengatakan PDI Perjuangan tidak mendukung pasangan R2. “Semua isu itu tidak benar. Saya tegaskan sekali lagi saya mendukung pasangan R2, karena mereka merupakan sosok psangan yang sangat serasi. Untuk itu, saya mengajak masyarakat Kabupaten Pontianak menjaga konsisi kamtibmas demi terwujudnya pembangunan di Kabupaten Pontianak,” katanya. Tidak lupa, Cornelis mengingatkan dan mengajak masyarakat untuk datang ke TPS, 19 September dan tidak ragu memilih Calon Bupati dan Wakil Bupati Pontianak nomor urut 6, Ria NorsanGusti Ramlana. “Siapapun yang mendukung saya pada Pilgub lalu, karena saya menang di Kabupaten Pontianak, saya minta menyerahkan suaranya untuk mendukung Ria Norsan dan Gusti Ramlana,” ucapnya. (JoE).

Masyarakat Sungai Ambawang Tetap Pilih Muda Borneo Tribune, Kubu Raya Memasuki masa kampanyenya yg ke 10, pasangan nomor urut 2 Muda-Harjo menggelar kampanye dialogis di halaman lapangan Futsal Desa Jawa Tengah Kecamatan Sungai Ambawang. Ribuan masyarakat dari berbagai desa yang ada di Kecamatan Sungai Ambawang sore tadi memadati halaman lapangan Futsal yang teletak di Desa Jawa Tengah Kecamatan Sungai Ambawang. Kedatangan pasangan nomor urut 2 ini ke tempat kampanyenya, mendapatkan rasatusan iring-iringan kendaraan yang membawa atribut kampenye, baik roda dua, maupun roda empat yang memadati sepanjang jalan Sungai Ambawang, mulai dari Tugu Ali-Anyang sampai ke lapangan Futsal di Desa Jawa Tengah. Dalam orasinya, pasangan Independen ini mengajak masyarakat untuk bersamasama mensukseskan Pemilukada Kubu Raya tahun ini. Pasangan yang memiliki jargon “Lanjutkan Perjuangan” ini juga meminta kepada seluruh pendukungnya agar tetap bersatu dalam mensukseskan pemilukada kali ini. Calon Bupati Kubu Raya nomor urut 2 Muda Mahendrawan berjanji, apabila dirinya terpilih kembali sebagai Pemimpin Kubu

Raya, dirinya akan tetap memproritaskan sejumlah sektor yang dianggap sangat diperlukan masyarakat Kubu Raya. “Diantaranya, sektor Pendidikan, Kesehatan, Insfrastruktur jalan, pertanian, perikanan, ekonomi kerakyatan dan lain sebagainya,”kata Muda. Menurut Muda, kesemua program tersebut sudah menjadi Visi dan Misinya selama menjabat sebagai Bupati saat ini. Dihadapan ribuan simpatisan dan pendukungnya, Muda mengucapkan terima kasih, karena selama kepemimpinannya, masyarakat Kubu Raya bisa bersatu dan berkontribusi di dalam membangun Kabupaten yang baru 6 tahun berdiri. Selain itu, Muda juga bersyukur, karena Kubu Raya yg di pimpinnya selama kurang lebih 5 tahun ini sudah bisa bersaing dengan Kabupaten yang sudah berkembang saat ini. “ Ayo kita lanjutkan perjuangan ini,”cetus Muda. Bupati incumben ini juga menuturkan, apabila dirinya kembali terpilih sebagai Bupati Kubu Raya, maka Kubu Raya akan menjadi Kabupaten pertama di Indonesia yang memiliki Bupati yang menang dari jalur Independen sebanyak dua kali. Karena pada saat pemilukada 5 tahun lalu, Muda Mahendrawan yang

saat itu berpasangan dengan Andreas Muhrotien menang dari jalur independen. Sementara itu, salah satu masyarakat yang ikut dalam kampanye pasangan nomor 2 ini, Sudi mengatakan dirinya merasa bangga dengan kepemimpinan Muda selama menjabat sebagai Bupati Kubu Raya kurang lebih 5 tahun ini. “Karena selama kepemimpinan Muda, saya bisa merasakan pembangunan di daerahnya, karena selama Kubu Raya masih bergabung dari Kabupaten Pontianak, daerahnya sangat jauh dari sentuhan pembangunan. Bahkan Bupatinya dulu jarang untuk mengunjungi desanya,”kata Sudi. Untuk itu, dirinya tetap optimis kalau Pasangan MudaHarjo ini bisa memenangi pemilukada tahun ini. Dan dirinya juga yakin, kalau Muda Mahendrawan bisa terpilih kembali sebagai Bupati Kubu Raya, karena menurutnya, sosok Muda sangat dekat dengan masyarakat, selain itu Muda juga selalu memberikan apa yang menjadi kebutuhan masyarakat. ”Saya berharap, apabila Muda-Harjo terpilih menjadi Bupati Kubu Raya untuk 5 tahun kedepan, pasangan ini bisa melanjutkan pembangunan yang selama ini masih berjalan,”tuturnya. (Adex)

5

24 September CJH Mempawah Dilepas Borneo Tribune, Mempawah Pelepasan 134 Calon Jemaah Haji (CJH) Kabupaten Pontianak, dipastikan pada 24 September mendatang, di Halaman Kantor Bupati Pontianak. Rencananya dilepas Bupati Pontianak, Ria Norsan. Hal ini disampaikan Kasubbag Mental dan Spiritual, Bagian Kesra Setda Kabupaten Pontianak, Muhammad Pagi, belum lama ini. “Berbeda dengan tahuntahun sebelumnya, kali ini pelepasan CJH direncanakan di Halaman Kantor Bupati Pontianak. Pertimbangannya lokasi lebih luas,” katanya. M. Pagi Selain jadwal pelepasan menuju Asrama Haji Kota Pontianak, CJH Kabupaten Pontianak juga diminta agar senantiasa menjaga kondisi kesehatan dan meluruskan niat berangkat ke tanah suci dengan selalu menjaga sikap selama beribadah. “Kesehatan faktor penting dalam melaksanakan ibadah haji, jadi fisik dituntut harus senantiasa optimal selama beribadah disana. Jadi perbanyaknya mengkonsumsi vitamin dan makanan bergizi sebelum berangkat maupun selama berada di tanah suci,” katanya. Terkait persiapan keberangkatan CJH menuju Arab Saudi, seperti manasik haji dan pemberian vaksin meningitis, dijelaskan Muhammad Pagi, sudah dilaksanakan sejak beberapa waktu lalu. “Alhamdulillah pelbagai persiapan sudah kita laksanakan dan berlangsung lancar. Sekarang tinggal persiapan keberangkatan CJH,” ujarnya. Di tahun 2013 ini, calon jemaah haji Kabupaten Pontianak berjumlah 134 orang dengan rincian 65 lakilaki dan 69 perempuan. Para calon haji ini berasal dari beragam latar belakang, yakni pegawai negeri sipil, petani, pedagang, swasta, ibu rumah tangga, TNI/Polri, pensiunan, BUMN, dan pelajar. Jenjang pendidikan calon jemaah haji ini sendiri bervariasi mulai sekolah dasar hingga sarjana strata II (S2). “Untuk keberangkatan ke embarkasi Batam dan selanjutnya ke Arab Saudi, jemaah Kabupaten Pontianak tergabung di kelompok terbang (kloter) 17 bersama jemaah Kabupaten Ketapang, Kabupaten Kayong Utara, dan Kota Pontianak,” ungkapnya. (JoE).

Masyarakat Jangan Golput Borneo Tribune, Mempawah Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pontianak, Rusli Abdullah berharap masyarakat Kabupaten Pontianak tidak menjadi Golput dan tetap menggunakan hak pilihnya, karena merekalah yang menentukan siapa yang jadi memimpin Kabupaten ini lima tahun mendatang. “Jangan golput. Gunakan hak pilih sesuai pilihan masing-masing dan keyakinan akan pilihannya adalah terbaik untuk Kabupaten Pontianak ke depan. Ayo kita semua datang ke TPS pada 19 September nanti. Mari kita laksanakan dengan penuh rasa tanggung jawab, untuk memilih calon pemimpin,” katanya. Untuk itu, Rusli berharap semua lapisan masyarakat, khususnya yang memiliki hak suara memiliki peranan penting, dalam ikut menentukan kemajuan daerah dalam masa lima tahun mendatang. Menurut dia, nasib Kabupaten Pontianak ini sangat tergantung kepada Bupatinya, dan Bupati terpilih sangat tergantung kepada warga sebagai individu yang akan menentukan siapa yang akan memimpin kedepan. “Oleh karena itu jika masyarakat ingin memperoleh Bupati terbaik harus menggunakan hak pilih agar kedaulatan yang dimiliki tidak sia-sia,” katanya. Dengan demikian, kualitas pemilu Bupati jauh lebih meningkat, karena masyarakat dalam memberikan suara tidak lagi hanya berdasarkan pertimbangan tradisional melainkan faktor-faktor yang rasional dan objektif. Sebab apabila masyarakat menginginkan perubahan untuk menjadi lebih baik, perlu adanya penyaluran aspirasi. Namun bila aspirasi tidak disalurkan, kekecewaan yang besar akan muncul. Oleh sebab itu, perlunya menyalurkan hak pilih untuk menyuarakan siapa pemimpin yang layak dipilih. “Ayo memilih pemimpin yang kita harapkan. Jangan golput atau tidak memilih. Sebab, suara kita yang menentukan kelanjutan masa depan daerah kita ini,” ajak Rusli. Dia mengatakan, kerugian besar bagi masyarakat dan daerah jika masyarakatnya bersikap apatis dan menjadi bagian golput. Pasalnya, suara rakyat adalah yang menentukan maju mundurnya suatu daerah dalam memilih pemimpinnya sendiri. (JoE).


Bengkayang Borneo Tribune

Sabtu, 14 September 2013

6

Sidang Dugaan Pembabatan Hutan Lindung Bukit Serantak

PH: Kasus Sengaja Dipaksakan Borneo Tribune, Bengkayang Sidang pembacaan keberatan (Eksepsi) terdakwa Kurnadi alias Adi (35) yang dituduhkan merambah Hutan Lindung Gunung Serantak Desa Tiga Berkat Kecamatan Lumar Kabupaten Bengkayang pada Febuari 2011 lalu sudah memasuki proses persidangan sejak Rabu 28-Agustus 2013 lalu. Ketua Pengadilan Negeri

Bengkayang, Jahoras Siringo Ringo.SH, saat dikonfirmasi mengatakan kasus yang menimpa Kurnadi itu katanya baru pada tahap pembacaan keberatan (Eksepsi) terdakwa dan persidangan selanjutnya pada Selasa ((17/09/2013) mendatang. “Sidang masih pada tahap pembacaan keberatan terdakwa. Terkait Vonis, kita masih melihat perkembang-

an sesuai proses persidangan, oleh itu PN Bengkayang, mengagendakan kembali pada Selasa depan,” kata Ketua Pengadilan yang baru bertugas di Bengkayang ini, saat ditemui di ruang kerjanya pada Rabu (11/09/2013) Sementara itu Zakarias.SH selaku kuasa hukum terdakwa meminta pihak kehakiman melakukan pengecekan pada titik

kordinat Hutan Lindung yang dituduhkan kepada tersangka, serta menghadirkan pelaku lain yang dinyatakan DPO guna memastikan lokasi tersebut apakah masuk konsesi areal kawasan hutan lindung serta mengecek pemilik perusahaan PT.Pelangi Harapan Jaya. Selain itu katanya terdakwa berhak mengajukan saksi ahli untuk mengkaji persoalan keadilan hukum.

PDAM Rekam Meter dengan Kamera

Direktur PDAM Kabupaten Bengkayang, Barudin, SH didampingi Lurah Sebalo, Konsultan yang dipercaya , beserta pegawai PDAM melakukan perekaman perdana meteran PDAM dengan Kamera. Foto Mujidi/Borneo Tribune

Borneo Tribune, Bengkayang Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Bengkayang membuat terobosan baru untuk memberikan pelayanan maksimal pada pelanggan konsumen. Perbaikan layanan itu diwujudkan dengan mengubah cara pencatatan meter yang awalnya manual ke pencatatan dengan kamera. “Hari ini pencatatan meter kita ubah, yang awalnya dengan system catat manual menjadi catat kamera,” demikian dikatakan Direktur PDAM Kabupaten, Barudin, SH.

Pencatatan meteran dengan system kamera tersebut dimulai pada Jumat (13/9). Pencatatan dimulai dari kediaman pribadi Bupati Bengkayang, Suryadman Gidot. Pencatatan dilaksanakan sekitar pukul 09.00 Wib setelah mendapat izin. Setelah di kediaman Bupati Bengkayang, perekaman dilanjutkan ke Rumah Sekda Bengkayang, Kristianus Anyim, Kediaman Kepala Bapeda, Obaja dan selanjutnya ke rumah rumah penduduk. “Perekaman kita kali ini adalah perdana, dibimbing

oleh konsultan serta disaksikan pejabat Lurah Bengkayang,” tambah Barudin. Barudin mengatakan, pola pencatatan meteran dengan kamera dilakukan bertujuan untuk memaksimalkan pelayanan pada pelanggan. Hasil yang diharapkan, pelanggan PDAM Kabupaten Bengkayang merasa puas dengan peyanan yang diberikan. “Sistem yang kita terapkan bertujuan untuk pelayanan maksimal pada pelanggan,” ucap Barudin.

Ari Abdullah Syafari, selaku konsultan yang dilibatkan mengatakan system pencatatan dengan kamera lebih praktis dan mudah. Sistem ini bertujuan untuk menghasilkan kerja yang akurat dengan kesalahan yang minimal. “System pencatatan ini tentu lebih praktis. Kalau dengan manual biasa tiga kali kerja, sementara dengan kamera hanya sekali kerja. Apabila ada keraguan dengan hasil, bisa dilihat kembali dari foto yang diambil,” ucap Ari. (Mu)

Tiga Hari Berturut-Turut Ada Rumah Terbakar Borneo Tribune, Singkawang Peristiwa kebakaran rumah kian marak terjadi di Kota Singkawang. Baru saja warga mengalami kebakaran rumah kosong pada Rabu dan Kamis dini hari kemarin, kini kebakaran terjadi lagi di Jalan Pembangunan, Kelurahan Melayu, Kecamatan Singkawang Barat, Jumat (13/9) pukul 08.30 wib. Rumah yang baru saja dua hari dihuni Acung (50) itu, diduga terbakar karena konsleting listrik yang berasal dari lantai dua. Beberapa mobil pemadam kebakaran pun diterjunkan, guna memadamkan api agar tidak semakin merembet ke rumah warga lainnya yang hanya berbatasan dengan dinding saja. “Saat kejadian, saya tidak berada di rumah. Karena subuh hari, saya sudah pergi berangkat kerja. Yang ada di rumah hanya Ango (istri) dan ibu saya,” terang Acung yang ikut menyaksikan pasukan pemadam kebakaran sedang berusaha memadamkan api di rumahnya. Acung mengakui, informasi kebakaran di rumah yang dihuninya itu berasal dari temannya. Temannya mengatakan, kalau ada kebakaran di jalan sekitar rumahnya. “Saya coba untuk pulang ke rumah, ternyata dugaan saya benar, kalau rumah saya yang terbakar,” ungkapnya. Dikatakan Acung, jika di dalam rumah milik petunggalan yang dihuninya itu tidak ada satu pun barang-

Pasukan pemadam kebakaran berusaha memadamkan api di rumah Acung, di Jalan Pembangunan, Kelurahan Melayu, Kecamatan Singkawang Barat, Jumat (13/9) pukul 08.30 wib, agar tak merembet ke rumah warga yang lainnya. Foto Rudi /Borneo Tribune

barang elektronik yang bisa memicu kebakaran. Karena, baru dua hari mendiaminya, jadi hanya ada pakaian saja. “Belum ada uang mau beli barang-barang elektronik dan perabot lainnya,” ujar Acung yang sebelumnya mengaku tinggal di Gang Happy, Pasar Turi Singkawang. Sementara Seimin, yang merupakan tetangga Acung, yang tinggal persis di depan rumahnya, mengakui melihat asap tebal keluar dari atap bagian tengah Rumah Acung. “Begitu melihat ada asap, saya langsung memberitahukan kepada orang yang ada di rumah,” akunya. Sucinto, pemilik rumah yang dihuni Acung, mengakui kalau rumah tersebut sudah ada sekitar setengah tahun mengalami kekosongan.

“Yang menempatinya sekarang masih keluarga saya. Itupun baru dua hari. Tidak saya kontrak atau sewakan. Hanya saya suruh jaga saja,” ujarnya. Kapolres Singkawang, AKBP A. Widihandoko yang turun langsung di lokasi kejadian kebakaran, meminta kepada warga untuk siaga. Siaga dalam artian, saat bercpergian atau meninggalkan rumah sebaiknya pastikan dulu kalau rumahnya benar-benar aman. “Pastikan barang-barang yang dapat memicu kebakaran seperti kompor dan listrik dalam keadaan mati,” sarannya. Di tempat terpisah, Manajer PLN Area Singkawang, Arief Kuncoro mengatakan sehubungan dengan seringnya terjadi kebakaran

yang di akibatkan dari adanya hubungan arus pendek di instalasi pelanggan, dan masih seringnya pelanggan beranggapan bahwa terjadi kebakaran akibat dari PLN, maka dirinya mengimbau kepada masyarakat sebelum berpergian keluar kota supaya melihat kembali listrik di dalam rumah, dimana ada stop kontak yang belum dicabut, disarankan untuk dicabut atau dipadamkan supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Disamping itu, Arief juga berpesan kepada warga, agar menggunakan peralatan listrik yang memenuhi standar SNI. “Jangan menggunakan stop kontak yang bertumpuktumpuk, karena akan mengakibatkan panas,” pesannya. (RH)

Menurut Zakarias, profesi Wartawan atau Jurnalis sebagai kontrol sosial seakan tak habis diceritakan, terlebih lagi kinerja para kuli tinta ini kerap mengalami intimidasi serta fitnah dari pemerintah atau oknum yang sarat dengan kepentingan. Terdakwa Kurnadi mendekam selama kurang lebih enam bulan di Markas Besar Kepolisian (MABES-POLRI) Jakarta Pusat atas tuduhan merambah hutan observasi. Kuasa Hukum terdakwa juga menyampaikan, ada dugaan Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam (Ditjen PHKA) Kementerian Kehutanan Pusat menjadikan kasus ini sebagai tumbal, artinya kasus tersebut dipaksakan demi kepentingan. Selain itu, kasus itu terjadi Konspirasi Bisnis antara PT.Pelangi Harapan Jaya, karena PT.PHJ terdapat dua nama perusahaan yang sama digandakan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab demi meraup keuntungan. Persoalannya adalah perebutan harta karun Raja-Ria Lumar pada kawasan Gunung Serantak berupa gudang emas yang kononnya mencapai 700Kg itu. “Saya menilai, kasus ini sengaja dipaksakan, karena tidak cukup bukti jika terdakwa merambah hutan lindung,” tambah pengacara yang juga selaku LBH Kabupaten Bengkayang menjelaskan. Katanya lagi, hal tersebut diperkuat dengan Surat Perintah Direktur Kementerian Kehutanan wilayah Kalbar No.SP.18/IV/PPH-3/ SPRINDIK/PPNS/2012 tanggal 07 Agustus 2012 lalu. Sementara sejarah membuktikan jika Gunung Serantak merupakan bekas Lokasi Pertambangan sejak Zaman Penjajahan Belanda hingga sekarang, bahkan Menteri Pertambangan dan Energi

Republik Indonesia telah mengeluarkan Izin Eksploitasi untuk PT.Pelangi Harapan Jaya yang berlaku dari Tahun 2000-2011, sementara Bupati Bengkayang mengeluarkan Izin ekplorasi pada Tahun 2008-2009 di lokasi yang sama atas nama PT.Furinamas Primantara. “Gunung Serantak tidak masuk konsesi Hutan Lindung, namun menjadi milik perusahaan PT.Pelangi Harapan Jaya. Selanjutnya aktivitas dilakukan karena masuk pada konsesi wilayah perusahaan. Jika Gunung Serantak merupakan kawasan Hutan Lindung, mengapa Pemerintah berani memberikan izin pertambangan kepadan pihak perusahaan,” Jelas Zakarias. Pertanyaannya adalah, apa yang membuat terdakwa hingga kini ditahan Direktorat Penyidikan dan Pengamanan Hutan Bareskrim Polri? Bukankah penyidik berdalih memperpanjang penahanan Kurnadi karena mengalami gangguan kesehatan fisik dan mental? Apakah orang yang mengalami gangguan fisik dan mental harus ditahan? Bersamaan, disampaikan terdakwa usai sidang pembacaan eksepsi membenarkan jika dirinya disekap oleh orang tak dikenal saat berada di Pontianak pada (12/04/ 2013) lalu. Selain menyekap, petugas yang mengaku berasal dari Mabes Brigade SPORC Jakarta Pusat tersebut menerbangkan ke Jakarta dengan alasan pemeriksaan. Terdakwa dalam persidangan mengatakan keberatan atas tuduhan yang dibebankan kepadanya, karena dirinya hanya diperintah oleh Suprapto menyewa satu unit Excavator merk Hitachi zaxis 210-MF untuk perbaikan jalan dan rencana pembuatan Helipad dalam rangka kunjungan Panglima

TNI bersama Jajaran Petinggi TNI Kodam XII Tanjungpura pada 8 Maret 2011 dan terkait rencana kunjungan Ka.Ops Intelijen TNI di wilayah perbatasan Indonesia Malaysia. Kejanggalan lain menurut Kurnadi adalah Keputusan Majelis Hakim pada tanggal 18 Mei 2011 atas Laporan Nomor: 01/PID.PRA/2011/ PN.BKY bahwa penyegelan dan penyitaan dengan cara menggembok dan menahan alat berat Exavator Hitachi Zaxis 210 MF. Kejadian itu mendapat protes berat dari terdakwa sebab tidak ada niat merambah hutan. Ia mengajukan gugatan Pra Peradilan ke Pengadilan Negeri Bengkayang. Gugatan itu dikabulkan PN Bengkayang, 18 Mei 2011. Penyidik harus segera mengembalikan alat berat berupa excavator merk Hitachi Zaxis 210MF kepada pemiliknya Edison alias Akong melalui Kurnadi. Alat berat itu diterima pemiliknya Edison, pada tanggal 1 Mei 2012. Katanya lagi, kasus yang menimpa dirinya merupakan indikasi kerancuan pelanggaran Pasal 50 ayat (3) huruf-a dan atau huruf g jo pasal 78 ayat (2) dan atau ayat (6) dan atau ayat 14 Undang-undang nomor 41 Tahun 1999 Tentang Kehutanan, namun berdasarkan Geo Stationary System (GPS) titik kordinat masih jauh dari Hutan yang dilindungi oleh Negara itu. Kejanggalan lain juga muncul saat perpanjangan penahanan menggunakan dasar surat keterangan dokter. Direktorat Penyidikan dan Pengamanan Hutan, Kementrian Kehutanan, mengeluarkan surat permohononan perpanjangan penahanan No.S.16/IV/PPH-3/ PPNS/2013 tertanggal 30 Mei 2013 di Pengadilan Negeri Bengkayang. (Mu)

Kemenkes Keluarkan SE Baru Perbaikan Jamkesmas Borneo Tribune, Singkawang Seksi Jamkesda Bidang Promosi Informasi Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Singkawang, Hidayat S.Km mengatakan, ada surat edaran baru dari Kemenkes terkait perpanjangan waktu pelaporan perbaikan penerima Jamkesmas. Sebelumnya, Kemenkes memberikan tenggat waktu hingga 30 Juni, namun dengan berbagai pertimbangan, Kemenkes mengeluarkan SE lagi, dengan batas waktu hingga 30 September 2013. “Kalau Singkawang sendiri sebetulnya sudah dan telah dibawa ke Jakarta sebelum 30 Juni lalu, tapi dengan adanya SE terbaru tersebut, kita manfaatkan untuk melakukan perbaikan kembali,” kata Hidayat belum lama ini. Di Kota Singkawang, lanjutnya, dari perbaikan penerima per 30 Juni 2013 (SE Menkes Nomor 149/2012) ditemukan sebanyak 948 dan itu sudah ada Surat Keputusannya (SK). Namun

terkait dengan diterbitkannya kembali SE Menkes Nomor HK.03.03/X/ 1572/2013, pihaknya sedang menunggu sambil berjalan dalam rangka perbaikan. “Penggantian kita koordinasikan dengan instansi terkait di jajaran Pemkot termasuk tingkat kelurahan,” ujarnya. Adanya perbaikan penerima Jamkesmas, lanjutnya, juga menyebabkan kartu yang sudah ada sekarang ini, ditunda didistribusikan. Hanya pada tahap pertama saja, yakni sebanyak 38.632 kartu telah diberikan kepada penerimanya. Sementara untuk pembagian tahap kedua dengan jumlah 2.591 dan Tahap III berjumlah 8453 ditahan terlebih dahulu. “Kalau dalam perbaikan ini ditemukan ada yang harus diganti sementara kartu telah diberikan pada tahap I, kita akan tarik kembali, sementara kartu Jamkesmas lainnya masih kita tahan,” katanya.

Namun jika memang dalam kenyataannya dalam rentan waktu perbaikan hingga 30 September nanti, ada yang sakit dan benarbenar memerlukan pelayanan kesehatan (Program Jamkesmas), dipersilahkan datang ke Dinas Kesehatan dan kartunya bisa diberikan. “Kalau sekarang ini sakit misalnya dan perlu berobat, meskipun belum kita serahkan. warga bisa langsung mengambilnya ke Dinas, sementara bagi pengganti yang namanya sudah di SK-kan mengalami hal sama, bisa meminta surat keterangan agar mendapatkan pelayanan kesehatan dengan biaya ditanggung pemerintah pusat,” katanya. Hidayat mengingatkan, dalam rangka perbaikan penerima Program Jamkesmas 2013, bisa dilakukan dengan catatan tidak melebihi jumlah kuota yang ditentukan Pemerintah Pusat, yakni untuk Kota Singkawang sebanyak 49.676 jiwa. (RH)

Perlu Komitmen Bersama Kembangkan Kota Hijau Borneo Tribune, Singkawang Pengembangan Kota Hijau, sangat penting bagi keberlangsungan kota yang sedang berkembang. Hal tersebut untuk menghindari penurunan kualitas lingkungan maupun hidup masyarakatnya. Konsep ramah lingkungan, adalah bagaimana mensinergikan antara yang alami dan buatan dengan menyesuaikan dengan perencanaan pembangunan kota. “Penting sekali dalam sebuah perencanaan pembangunan seperti Singkawang yang merupakan kota berkembang karena daya tariknya, sehingga penataan ruang hijau sangat diperlukan un-

tuk mengurangi penurunan kualitas hidup dan lingkungan,” ujar Abdul Muthalib, selaku Kepala Bidang Fisik, Prasarana, Tata Ruang Wilayah Badan Perencanaan Pembangunan Kota Singkawang, saat memberikan sambutannya pada kegiatan Workshop pengembangan Kota Hijau di Kota Singkawang 2013, di ruang Betagan, Hotel Dangau, Kamis (12/9) kemarin. Melalui komitmen bersama, lanjutnya, ingin mewujudkan ruang berkualitas, dan telah terbentuknya Forum Komunikasi Hijau dibarengi komitmen bersama penggiat lingkungan, kemudian telah disusunnya perenca-

naan kota hijau serta master plan jota hijau yang sedang dalam penyusunan, pengembangan Kota Hijau di Singkawang akan terealisasi. Dipilihnya Kota Singkawang sebagai Kota Hijau, katanya, karena Singkawang memiliki Peraturan Daerah RTREK yang saat ini masih tersangkut di Provinsi. Namun diharapkan dengan kegiatan ini, dijadikan momentum untuk membangkitkan Kota Hijau, tapi perlu penataan dan perancangan, diantaranya menambah ruang hijau di sepanjang sungai, pantai, sekolah dan perkantoran. (RH)


Sabtu, 14 September 2013

Landak-Sanggau Borneo T Tribune

7

Setelah 33 Hari, Jasad Maliki Ditemukan Warga Borneo Tribune, Sanggau Setelah 33 hari, jasad Muhammad Maliki (19) yang terjun dari jembatan Semuntai 10 Agustus 2013 yang lalu telah ditemukan warga Mapai Desa Semerangkai Kecamatan Kapuas Kabupaten Sanggau di Sungai Kapuas, Kamis (12/9) sore sekitar pukul 15.00 WIB kemarin. Mayat Maliki ditemukan dalam keadaan mengambang di atas permukaan air dengan sebagian anggota tubuh rusak. Mayat Maliki ditemukan pertama kali oleh Rudiansyah (25) yang saat itu hendak mencari sayuran rebung di hutan. Saat pertama kali melihat, Rudiansyah mengira mayat tersebut adalah sebuah boneka. Namun setelah sedikit jauh dan karena penasaran Rudiansyah pun kembali lagi dan melihat bahwa itu adalah sesosok mayat manusia. Usai memastikan itu adalah mayat manusia, Rudiansyah kemudian menggiring mayat tersebut ke pinggir sungai dan selanjutnya

memberitahukan kepada warga setempat. Setelah memberitahu warga, kemudian melapor kepada pihak kepolisian setempat. Kondisi mayat saat ditemukan masih terbalut pakaian kotak-kotak warna putih abu-abu, celana jins warna hitam dan menggunakan ikat pinggang.\ Kasat Reskrim Polres Sanggau, AKP M. Husni Ramli ketika ditemui di Kamar Jenazah RSUD Sanggau, Jumat (13/9) dini hari mengatakan begitu mendapat laporan, anggota dari Polsek Kapuas bersama anggota identifikasi Polres Sanggau langsung menuju lokasi dan memeriksa mayat tersebut dan memastikan bahwa mayat tersebut adalah Muhammad Maliki (19) warga Sumber Baru Desa Belangin RT 10/RW 3 Kecamatan Kapuas Kabupaten Sanggau yang belum ditemukan sejak terjun dari jembatan Semuntai pada Sabtu (10/ 8) lalu. ”Usai anggota melakukan identifikasi di lokasi penemuan, mayat kemudian di-

KPU Sanggau Distribusikan Logistik Borneo Tribune, Sanggau Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sanggau sejak Kamis (12/9) kemarin mulai mendistribusikan logistik Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Bupati dan Wakil Bupati Sanggau periode 2014-2013 ke sejumlah kecamatan yang ada di Kabupaten Sanggau. Ketua KPU Kabupaten Sanggau, Mugiono Pramono mengatakan bahwa pihaknya telah mendistribusikan logistik pemilukada ke sejumlah kecamatan. Pendistribusian pertama pun dilakukan di lima kecamatan prioritas yakni lima kecamatan terjauh diantaranya Kecamatan Jangkang, Noyan dan Toba. ”Kemarin (Kamis) kita distribusikan ke lima keca-

bawa ke RSUD Sanggau dengan menggunakan mobil ambulance perusahaan. Sampai di RSUD Sanggau pukul 22.15 WIB,” ujarnya. Setibanya di rumah sakit, jenazah kemudian dilakukan visum sebelum diserah-

kan kepada pihak keluarga yang langsung datang ke RSUD Sanggau. Dini hari kemarin mayat langsung dibawa oleh pihak keluarga untuk disemayamkan di rumah duka dan dimakamkan. Sementara itu, abang kan-

dung korban, Muhammad Kholil (21) mengatakan bahwa adik kandung bungsunya tersebut dilaporkan hilang sejak hari ketiga lebaran. Bahkan, sebelumnya almarhum berpamitan untuk bekerja jauh tetapi tidak dise-

butkan kemana tujuannya. Bahkan almarhum juga mengatakan bahwa sebelumnya tidak ada masalah keluarga. Almarhum hanya pamit akan pergi kerja. ”Saat hari itu keluarga mengetahui setelah diberi

kabar oleh orang yang menemukan telepon genggam, motor serta barang lainnya milik korban di lokasi jembatan Semuntai. Almarhum memang tuna wicara. Saat ia berpamitan menggunakan bahasa isyarat saja kepada keluarga,” ujarnya. Kholil menuturkan, almarhum merupakan anak bungsu dari dua bersaudara. Adiknya dikenal sebagai anak yang bersahaja dan tidak ada masalah apa-apa dengan keluarga. Bahkan adiknya itu juga dikenal baik dengan masyarakat sekitarnya. Dirinya berharap adik bungsunya tersebut bisa tenang di alam sana dan mendapat tempat yang layak. Sebelumnya, Muhammad Maliki pria yang diketahui terjun dari sisi hulu jembatan Semuntai, Kecamatan Mukok pada Sabtu (10/8) sekitar pukul 08.00 WIB lalu. Maliki menuju jembatan Semuntai dari kediamannya dengan menggunakan sepeda motor jenis Yamaha Jupiter. Setibanya di jembatan, sendal dan dompet yang berisi surat-surat penting seperti KTP diletakkan di tepi jembatan sedangkan dirinya terjun ke sungai. (rtn)

matan prioritas. Untuk kecamatan-kecamatan lainnya akan menyusul,” ujarnya. Mugiono menargetkan, pendistribusian logistik ini paling lambat akan selesai pada Sabtu (14/9). “Ya, paling lambat besok (Sabtu) sudah selesai,” ungkapnya. Sementara disinggung adanya surat suara yang rusak, Mugiono menuturkan bahwa ada sejumlah surat suara yang rusak. Untuk jumlahnya, dirinya pun tidak mengetahui secara pasti totalnya. Namun, pihaknya akan memusnahkan surat suara yang rusak pada 18 September 2013. ”Kalau jumlahnya belum diketahui secara pasti. Tapi, kita akan lakukan pemusnahan pada 18 September 2013 ini,” pungkasnya. (rtn)

Bupati Landak, Adrianus Asia Sidot saat memberikan arahan pada acara rapat pleno penetapan DPT Landak untuk Pemilu 2014, di hadapan anggota KPU, PPK, Forkompimda, Panwas dan Pengurus Partai,berlangsung di hotel Hanura Ngabang. FOTO Ya’ Syahdan/ Borneo Tribune

DPT Kabupaten Landak Ditetapkan 257.666 Pemilih

Borneo Tribune, Ngabang Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Landak menetapkan rekapitulasi Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2014, Jumat, (13/9), bertempat di hotel Hanura Ngabang. Penetapan itu dilakukan dalam rapat pleno oleh ketua KPU, Lomon, bersama 4 anggota, dihadiri Bupati Landak Dr. Adrianus Asia Sidot, M.Si, jajaran Forkompimda, Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), dan sejumlah pengurus Partai Politik Peserta Pemilu tahun 2014 yang ada di Kabupaten Landak. Bupati mengatakan, Daftar Agregat Kependudukan

(DAK) 2 di Kabupaten Landak sudah dimulai sejak tahun 2012. “DAK 2 ini sudah dihimpun dan dibersihkan di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Apalagi di Kemendagri sendiri kita punya bank data dan data kependudukan itu dihimpun berdasarkan laporan dari daerah-daerah,” ucap Bupati. Dikatakannya, bahwa pada bulan Februari lalu, DAK 2 sudah diserahkan kepada semua Bupati/Walikota yang selanjutnya diserahkan kepada Ketua KPU Kabupaten/ Kota. “Memang masih ada selisih antara DAK 2 dan DP4 dengan Badan Pusat Sta-

tistik (BPS). Kemungkinan juga ada selisih dengan DPT. Tapi yang namanya data tentu dibuat juga oleh manusia. Tentu saja bisa menimbulkan perbedaan-perbedaan antara satu unsur dengan unsur lainnya,” kata Bupati. Contoh seperti perbedaan data jumlah penduduk yang signifikan antara Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Landak dengan BPS Landak. “Data jumlah penduduk Landak yang saat ini ada di BPS Landak sebanyak 336 ribu lebih. Sementara data di Disdukcapil Landak, jumlah penduduk Landak mencapai

385 ribu lebih,” katanya. Ia menambahkan, terjadinya selisih jumlah penduduk Landak tersebut disebabkan BPS mengambil jumlah data penduduk dari Sensus Penduduk 2010. “Data dari BPS ini kemudian diproyeksikan. Sementara data jumlah penduduk dari Disdukcapil Landak dihimpun dari laporan para Kepala Desa dan Camat. Selisih jumlah data penduduk inipun memang menimbulkan banyak masalah,” jelasnya. Dari hasil rapat pleno penetapan DPT Pemilu 2014, ditetapkan jumlah DPT Pemilu 2014 Kabupaten Landak adalah 257.666 pe-

milih. Meliputi Kecamatan Ngabang 47.482 pemilih, Kecamatan Jelimpo 19.537 pemilih, Kecamatan Sebangki 12.716 pemilih, Kecamatan Sengah Temila 42.870 pemilih, Kecamatan Mandor 21.458 pemilih, Kecamatan Menjalin 13.771 pemilih, Kecamatan Mempawah Hulu 25.091 pemilih, Kecamatan Sompak 10.676 pemilih, Kecamatan Menyuke 20.994 pemilih, Kecamatan Banyuke Hulu 8.636 pemilih, Kecamatan Meranti 6.966 pemilih, Kecamatan Air Besar 16.658 pemilih dan Kecamatan Kuala Behe sebanyak 10.811 pemilih. (Syah)

167 CPNS untuk Kabupaten Landak Borneo Tribune, Ngabang Sebagaimana dijelaskan Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP), Jaya Saputra, melalui Sekretaris, BKPP, Dolsius, mengatakan dari 167 CPNS yang dibutuhkan di Landak, formasi untuk tenaga guru sebesar 55 persen atau sebanyak 92 orang. Formasi kesehatan 35 persen atau sebanyak 58 orang dan formasi teknis sebesar

10 persen atau 17 orang. “ Pemerintah Kabupaten Landak sudah memetakan daerah-daerah mana di Landak ini yang masih kekurangan tenaga pegawai. Oleh karena itu formasi tersebut diumumkan secara terbuka melalui papan pengumuman di BKPP Landak,” terangnya kepada wartawan di Ngabang, (13/9). Dijadwalkan, penerimaan berkas lamaran CPNS

dibuka 13/9 hingga Sabtu (28/9) mendatang. Untuk penerimaan CPNS tahun 2013 ini Pemkab Landak membutuhkan sebanyak 167 CPNS. “Sementara untuk formasi dan penempatan penugasan sudah ditempelkan di papan pengumuman yang ada di depan BKPP Landak. Dengan demikian para pelamar CPNS ini sudah betul-betul mempertimbangkan, terutama tempat

penugasan,” ujar tegasnya. Dengan harapan agar pelamar CPNS yang nantinya dinyatakan lulus mesti siap tugas ke mana saja di lingkungan Kabupaten Landak, sekalipun di daerah pedalaman. “ Karena penerimaan CPNS ini bukan menambah pegawai, tapi mengisi tempat-tempat yang masih belum ada pegawainya. Jadi jangan ada pemikiran jika dinyatakan lulus,

CPNS bersangkutan bisa menentukan sendiri tempat tugasnya,” kata Dolsius. Kemudian bagi pelamar yang dinyatakan lulus membuat surat pernyataan. Isinya, “ minimal selama 10 tahun bagi yang bersangkutan tidak bisa pindah dari Landak. Dan jangan jadikan penerimaan CPNS ini sebagai batu loncatan untuk bekerja di luar Landak,” pintanya.(Syah)


Sekadau Borneo Tribune

Sabtu, 14 September 2013

Pendapatan UPTD SPAM 2 M Selama 8 Bulan Borneo Tribune, Sekadau Kinerja Unit Pelaksana Teknis Dinas Sitem Penyediaan Air Minum (UPTD SPAM) Kabupaten Sekadau sangat mengembirakan Pemerintah Daerah. Pasalnya UPTD SPAM sudah bisa membuktikan kalau Pemerintah Daerah tidak sia-sia membangun instalasi air bersih untuk ribuan masyarakat Sekadau. Instansi yang bernaung di bawah Dinas PU dan Pertambangan Kabupaten Sekadau ini mampu menyumbang pendapatan terbesar untuk daerah, khususnya dari pelayanan Masyarakat. “Terhitung sejak Januari hingga Agustus tahun 2013, kita sudah menyumbang pendapatan untuk kas daerah sekitar Rp 2 miliyar,” ujar Yok Kelak, Kepala UPTD SPAM Sekadau dijumpai wartawan di kantornya, Kamis kemarin (12/9). Jumlah pendapatan 2 Miliyar disumbang dari pendapatan bea pemasangan sambungan rumah (SR), serta alih langganan pelanggan lama ke Pelanggan baru. Kemudian pendapatan dari sumbangan biaya rekening air dari pelanggan Leding per bulan. “Khusus untuk pendapatan dari biaya rekening leding, kisarannya berada pada angka Rp 150 juta per bulan. Angka pendapatan dari rekening Air kemungkinan besar bertambah menjadi 200 sampai 300 juta/bulan jika semua daerah di Kota Sekadau dan sekitarnya sudah terpasang saluran baru,” paparnya. Meningkatkan jumlah pendapatan UPTD SPAM tidak terlepas dari adanya perubahan sumber air bersih yang dulunya masih mengandalkan air Sungai Sekadau ke air Meragun di kawasan Hutan Lindung Gunung Naning, Kecamatan Nanga Taman. Kualitas air yang bersih dan mengalir selama 24 jam membuat banyak warga yang tertarik memasang air leding system gravitasi bumi. Berdasarkan data UPTD SPAM, jumlah pelanggan air ledeng yang saat ini sudah tersambung sekitar 3000 orang. Mereka ada yang pelanggan baru, dan ada juga pelanggan lama yang beralih ke pelanggan sumber air Meragun ini. “Hingga akhir tahun ini, kita targetkan penambahan jumlah pelanggan sekitar 700 sambungan, khususnya di dalam Kota Sekadau,” pungkas Yok. (Mto).

IPSI Sekadau Optimis Mampu Sabet Medali Borneo Tribune, Sekadau Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Sekadau optimis menatap Kejurda yang akan dihelat bulan November 2013 mendatang. Berbagai persiapan dilakukan ISPI dalam rangka mengikuti agenda Kejurda mendatang salah satunya menggelar latihan rutin. Ketua IPSI Sekadau, Apin, mengaku timnya telah siap secara mental dan fisik. “Kita siap ikut Kejurda nanti,” ujar Apin, di Sekadau kemarin. Segala persiapan sudah dimatangkan. Dijelaskan Apin, IPSI menggelar latihan minimal dua kali seminggu di semua wilayah sampai kecamatankecamatan. Latihan rutin dimaksudkan untuk menjaga kebugaran atlit serta melatih teknik-teknik yang mumpuni. “Kita latihan rutin, dua kali seminggu,” tuturnya. Saat ini, atlit pencak silat yang dimiliki IPSI setidaknya berjumlah 14 orang yang siap bertarung. Mereka berasal dari semua kelas yang dilombakan. Para atlit tersebut, sambung Apin, sudah terbiasa dengan aroma kompetisi. Karena, mereka selalu mengikuti kejurda-kejurda yang diselenggarakan. “Setiap tahun kita ikut kejurda. Atlit-atlit kita sudah siap. Rencananya kita akan ikutkan 14 atlet,” jelas Apin. Prestasi terbaik yang diraih IPSI Sekadau adalah medali emas yang diraih dalam kejurda di Kabupaten Landak tahun lalu. Medali perak dan perunggu pun sudah cukup banyak dikantongi. Kejurda tahun ini, Apin menargetkan setidaknya lima medali emas untuk masing-masing kelas yang menajdi unggulan IPSI Sekadau yakni kelas A,B dan C putra, serta kelas A dan B putri. “Kita kuat di lima kelas, kelimanya kita harapkan mampu meraih emas,” tadasnya. (Mto).

8

Caleg Dilarang Pasang Baliho

Tohidin. FOTO Bagus Kosminto/Borneo Tribune

Borneo Tribune, Sekadau Calon anggota legislatif harus dengan kesadaran sendiri menertibkan alat peraga Kampanya berupa baliho yang sudah terpampang di berbagai sudut kota sampai ke pelosok. Sesuai PKPU nomor 15 tahun 2013 tentang perubahan PKPU nomor 01 tahun 2013, para Caleg tidak diperbolehkan memasang alat peraga sebelum masa Kampanye. Anggota KPU Sekadau yang membidangi Pokja Kampanye, Tohidin, mengatakan seperti diatur dalam pasal 17 ayat 1 huruf b1, alat peraga seperti baliho hanya boleh dipasang oleh partai politik. Meski dibo-

lehkan, pemasangan baliho oleh parpol pun dibatasi. “Parpol diperbolehkan memasang baliho yang memuat visi misi parpol, jargon, dan foto-foto pengurus parpol yang tidak memproklamirkan diri sebagai caleg,” tegas Tohidin dijumpai di kantor KPU Sekadau, (11/9) kemarin. Baliho parpol pun tidak boleh dipamerkan semaumaunya. Masing-masing parpol hanya boleh memasang baliho sebanyak satu unit di satu wilayah desa. “Satu unit satu desa,” jelas Tohidin. Namun demikian, baik Parpol maupun Caleg diperbolehkan memasang alat peraga

berupa spanduk dengan ukuran tak lebih dari 1,5 x 7 meter per unit. “Sama dengan baliho, spanduk juga hanya boleh satu unit setiap desa,” papar Tohidin. Baliho-baliho yang saat ini sudah terpampang luas di berbagai wilayah Kabupaten Sekadau mau tidak mau mesti ditertibkan sendiri oleh para Caleg jika tidak ingin pihak terkait yang melakukan penertiban paksa. “PKPU 15 tahun 2013 berlaku satu bulan sejak diundangkan, atau mulai tanggal 27 september mendatang. Artinya, jika sampai tanggal 27 nanti masih ada atribut-atribut yang tidak sesuai dengan ke-

tentuan, maka akan dilakukan penertiban,” ujar Tohidin. Dilanjutkan Tohidin, para Caleg baru diperbolehkan memamerkan baliho jika sudah memasuki masa kampanye kelak. “Dalam tahapan kampanye baliho diperbolehkan, tapi hanya di areal kampanye saja,” tambahnya. PKPU Nomor 15 tahun 2013 juga mengatur pemasangan atribut tidak boleh dipasang disembarang tempat seperti sekolah, tempat ibadah, gedung milik Pemerintah, pelayanan kesehatan seperti rumah sakit dan puskesmas, serta sarana prasarana publik seperti tiang listrik, serta pepohonan dan taman. (Mto).

DPT Sekadau 145.320 KPU Prediksi Masih Ada Penambahan Borneo Tribune, Sekadau Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Sekadau melakukan rapat pleno terbuka penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu anggota DPR, DPD, dan DPRD Propinsi Kabupaten/Kota Kamis (12/9). Ketua KPU Kabupaten

Sekadau, Gusti Mahmud Buang, KPU telah melakukan beberapa kali proses pengolahan data Pemilih mulai dari Daftar Pemilih Sementara (DPS) dan Daftar Pemilih Sementara Hasil Perubahan (DPS HP) hingga mencapai Daftar pemilih Tetap (DPT). Sebelumnya, KPU sudah menetapkan Daftar Pemilih Sementara sebelum perbaikan, total pemilih di seluruh Kabupaten Sekadau mencapai 149.256 pemilih. Kemudian setelah DPS HP perubahan data

Pemilih menjadi 147.274, kemudian data DPT berubah menjadi 145.320. “Kemudian data DPT berubah menjadi 145.320. Namun tidakmenuntup kemungkinan ada perubahan penambahan yang diisi oleh pemilih tambahan sesuai domisili,” jelas Buang disela-sela pembukaan rapat Pleno penetapan DPT di Mess Pemkab Sekadau, Kamis (12/9). Tampak hadir staf ahli Bupati Sekadau mewakili Bupati Sekadau, Perwakilan Kepala PM Kesbang Pemdes, Perwa-

kilan Polres Sekadau, Perwakilan Ormas, Tokoh Pemuda, Tokoh masyarakat, sejumlah pengurus dan Kader Partai Politik, dan sejumlah calon Legislatif 2014-2019. Dalam proses pemutakhiran data DPS HP, ke DPT terdapat selisih 1.954 pemilih. Pengurangan data pemilih karena banyak pemilih yang terdaftar dalam DPS HP ke DPT, lanjut Buang kerena terdata ganda, belum cukup umur, termasuk yang pindah domisili. “Jadi tidak menutup kemung-

kinan ada penambahan data Pemilih tambahan,” jelasnya. Meski demikian, DPT masih mungkin mengalami perubahan, baik penambahan maupun pengurangan. Karena, kemungkinan masih ada pemilih yang belum terdaftar dalam DPT. Bagi pemilih dengan kasus tersebut, hak suaranya tidak hilang. “Nah, bagi pemilih yang tidak terdaftar, dapat menggunakan hak suaranya dengan metode pemilihan khusus,” tandasnya. (Mto).

INFO BANK BNI 46 Pontianak, Jl. Tanjung Pura No. 1 Telp. (0561) 736211, 732016, 732630, 732026 (0561) 736392 Capem Univ. Tanjungpura. Jl. Daya Nasional Telp. (0561) 736046 (0561) 764012 Capem Pasar Siantan, Jl. Khatulistiwa No. 81-83 Siantan Telp. (0561) 881419 (0561) 883263

BCA KCU PONTIANAK, Jln. A. Yani No. 1 Ptk, 0561-736305 (hunting) KCP Imam Bonjol, Jln. Imam Bonjol No. 457 Ptk, 0561-737984, 734524 KCP Rahadi Usman, Jln. Rahadi Usman No. 4 Ptk, 0561-733482, 740814-15 KCP Sei Pinyuh, Jln. Raya Terminal 05-06, Sei Pinyuh KCP Sultan Muhammad, Jln. Sultan Muhammad 136, Ptk, 0561-738051

BANK KALBAR CABANG UTAMA PONTIANAK Jl. Rahadi Osman No. 10 Pontianak 78117, Telp. (0561) 732148, 736723 Fax. (0561) 745149, Telex. 29174, 29129 CABANG SYARIAH Jl. A. Yani Pontianak, Komp. Perkantoran & Town House No. 5-6 (depan A. Yani Mega Mall) Telp. (0561) 733033, 7061800, Fax. (0561) 732599

BANK BRI Kantor Cabang Barito, Jalan Barito, Telp. (0561) 734009, Fax. (0561) 733019 Komplek Pertokoan Pasar Flamboyan Jalan Gajah Mada Blok C. 14 Ptk

BANK DANAMON Jl. Tanjung Pura No. 102, Ptk Telp. (0561) 737107 (H), 730898, Fax : (0561) 736264, 765595 Jl. St. Muhammad No. 173, Ptk Telp. (0561) 731156, Fax : (0561) 734462 Jl. KH. Wahid Hasyim No.24-26, Telp.: 0561-768599/765411, Fax : 0561-768599/765411

BANK MANDIRI SYARIAH PONTIANAK, Jl. Diponegoro No. 95, Telp. (0561) 745004, Fax. Ketapang, Jl. MT. Haryono No. 111-112 Ketapang, Telp. (0534) 34600 Fax. (0534) 34395 Kantor Kas Politeknik, Kampus Politeknik Negeri Jl. A. Yani No. 52, Telp. (0561) 583850 Kantor Layanan Syariah Bank Mandiri Pontianak-Sidas, Jl. Sidas No. 2, Pontianak, Telp. : (0561)7069797, Fax. : (0561) 763082

BANK BUKOPIN Cabang Jl. Ir. H. Juanda No. 55-56 Pontianak 78117 (0561) 745025 (Hunting) (0561) 734253 Cabang Pontianak Kal-Bar, Jl. Adi Sucipto Km. 7,5 (Gedung Kopkar Mekar PLN Wil Kal - Bar) Kabupaten Pontianak, Telp. 0561 722598, 0561 - 723158, Kantor Kas Adisucipto Jl. Sultan Muhammad No. 48, Pontianak 78117 , (0561) 730001/ 730077, (0561) 730132, Capem Sultan Muhammad

BANK BTN CABANG PONTIANAK, Jl. Imam Bonjol No. 29 Pontianak 78123, Pontianak, Telepon: (0561) 740163 Fax: (0561) 740168 CABANG PEMBANTU JERUJU, Jl. Kom. Yos Sudarso No. 10, Jeruju Pontianak 78122, Telepon: (0561) 770567 Fax: (0561) 770567 KAS LAYANAN POS ONLINE PONTIANAK, Jl. St. A. Rahman No.49, 78116, Pontianak, Telepon: 0561-730641, 0561-730642, 0561730644 Fax: 0561-762146

BANK PERMATA Juanda KC, Jl. IR. H. Juanda No. 49-50 BB, Pontianak (781177), 0561-738323, 0561 -736411 Gajah Mada KCP, Jl. Gajah Mada no 69 C, Pontianak (78121), 0561747371, Tanjung Pura KCP, Jl. Tanjung Pura No. 370, Pontianak (78122), 0561764926

BANK BII KC Pontianak Jl. Tanjungpura No.20 (Pontianak) Telp. (0561) 39220

BANK MANDIRI

BANK BHI

Jl. I Gusti Ngurah Rai No. 2 , Humaera B (0561) 734247, 734147 Jl. Achmad Yani No. 3 - 3 A, (0561) 765010, 767993 Jl. Tanjungpura No. 110, (0561) 734464, 734752 Jl. Sidas No. 2 (0561) 734670, 747495, 733672

BANK MEGA

Cabang PONTIANAK, Jl. Imam Bonjol No.567 , Telp. (0561)-762838; Fax. (0561) -76290

KC PONTIANAK, Jl. H. Agus Salim No. 10 - 12, Telp. (0561) 739822, (0561) 749078

Rapat Pleno penetapan DPT Pemilu Anggota DPR, DPD, DPRD Propinsi Kabupaten/Kota 2014 mendatang di Mess Pemkab sekadau, Kamis (12/9).//FOto Bagus Kosminto/Borneo Tribune

Mahasiswa KKM STKIP Melakukan Kerja Bhakti Sosial Borneo Tribune, Sekadau Puluhan mahasiswa Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) PGRI Pontianak yang berasal dari Kabupaten Sekadau melakukan kegiatan bhakti sosial di Desa Peniti, Sabtu pekan lalu. Kegiatan itu dilakukan dalam rangka Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM). Kegiatan bhakti sosial yang dilakukan mahasiswa tersebut antara lain melakukan gotong royong membersihkan Kantor Desa Peniti, membersihkan Gereja dan Masjid, maupun rumah ibadah lainnya. Mereka juga membuat plang nama jalan, serta sejumlah kegiatan sosial lainnya. Kordinator KKM Kabupaten, Akhmal Setiadi Musran mengapresiasi masyarakat Desa Peniti yang sudah bersedia menerima para mahasiswa melaksankan KKM di sana. “Saya sangat berterimakasih kepada masyarakat Desa Peniti yang telah menerima kegiatan sosial kami,” ujarnya. Akhmal berharap, semoga dengan adanya kegiatan KKM ini, semua pihak bisa sadar dengan semangat rasa Gotong Royong yang hampir tidak dipikirkan oleh masyarakat saat ini. “Kegiatan ini adalah usaha kami untuk menerpkan Tri Dharma Perguruan Tinggi satu dianataranya Pengabdian kepada masyarakat,” ulasnya. Kordinator KKM Desa Peniti, Hardiman menyampaikan meminta maaf atas segala kekurangan yang mungkin masih dirasakan dalam kegiatan KKM tersebut. “Karena ini masih proses pembelajaran, tetapi kalau bukan kami sebagai pemuda daerah siapa lagi yang akan membangun daerah ini,” ujarnya. (Mto).

Kegiatan mahasiswa mahasiwi STKIP asal Sekadau melakukan bhakti sosial dalam agenda KKM di Desa Peniti, Kecamatan Sekadau Hilir.// foto Istimewa

Empat Pejabat BPN Baru Borneo Tribune, Sekadau Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Sekadau sedanga penyegaran organisasi. Pejabat BPN yang baru mengantikan empat pejabat BPN yang lama. Proses pergantian ditandai dengan acara pisah sambut yang digelar di Kantor BPN Sekadau, Rabu siang kemarin (11/9). Empat pejabat BPN yang diganti itu masing-masing, Adriansyah, Ida Herlina, dan Sutrisno, yang dimutasi ke Kantor BPN berbeda. Sementara satu lagi, yakni Ade Supiadi, mendapat promosi jabatan. Ida Herlina yang menjabat sebagai

Kasubag TU dimutasi menjadi Kasi Pemberdayaan Masyarakat BPN Sanggau. Ardiansyah yang menjabat Kasi SPP dimutasi sebagai Kasi P3 Kantor BPN Kapuas Hulu. Sutrisno yang menjabat sebagai Kasi Pemberdayaan Masyarakat dimutasi sebagai Kasi SKP BPN Kabupaten Pontianak. Sementara Ade Supiadi yang menjabat sebagai Kasubsi Pengukuran, mendapat promosi jabatan sebagai Kasi SPP Kabupaten Kapuas Hulu. Di kesempatan yang bersamaan, BPN Sekadau juga kedatangan lima pejabat baru. Mereka adalah Eko Herry Supriyanto, yang menjabat se-

bagai Kasubag TU, Fuad Aburahman, yang menjabat sebagai Kasi SPP, serta Sulistyo Agung Prabowo, yang menjabat sebagai Kasi SKP. Kemudian ada Haryadi Aptnh yang menjabat sebagai Kasi P3, serta Helfi M Noor yang menjabat sebagai Kasi PPM. “Pergantian pejabat ini adalah hal yang lumrah,” ujar Syahrannur, Kepala Kantor BPN Sekadau di sela acara pisah sambut tersebut. Pergantian pejabat, lanjut Syahran, sangat bermanfaat untuk penyegaran organisasi. “Selain itu bermanfaat juga untuk jenjang karir pejabat yang diganti tersebut,” tandas Syahran. (Mto).


Sabtu, 14 September 2013

Sintang-Melawi

Borneo T Tribune

9

43 Kasus Kaki Gajah di Melawi Simson: Kebanyakan Penderita Diasingkan di Ladang

Borneo Tribune, Nanga Pinoh KEPALA Dinas Kesehatan Kabupaten Melawi, Simson menegaskan, penyakit filariasis atau kaki gajah merupakan salah satu penyakit menular menahun yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat Indonesia. Pasalnya penyakit tersebut berjangkit di sebagian besar wilayah Indonesia serta menimbulkan cacat secara permanen. Tak terkecuali di Kabupaten Melawi, Provinsi Kalbar yang hingga 2013 tercatat sedikitnya ada 43 kasus. Simson memperkirakan, masih ada penderita yang belum terlaporkan untuk ditangani secara medis. Berdasarkan laporan darah dan hasil survey darah jari hingga 2010, tercatat sebanyak 356 kabupaten /kota sudah dinyatakan endemis filariasis dari 495 kabupaten/ kota di Indonesia. Sedangkan untuk jumlah kasus kronis

filariasis telah tercatat sebanyak 11.969 orang yang tersebar di 401 kabupaten/kota di 33 Propinsi. “Kebanyakan penderita kaki gajah diasingkan, seperti di ladang dan ditempat terpencil yang jauh dari pemukiman warga. Butuh dukungan lintas sektoral di dalam memberantas penyakit kaki gajah di Melawi,” jelas Simson, saat memimpin rapat koordinasi tingkat kabupaten pemberian obat massal pencegahan filariasis Dinas Kesehatan Melawi, di Aula Kantor Bupati Melawi, Jumat (13/9). Kabupaten Melawi merupakan salah satu kabupaten/ kota yang terdapat kasus filariasis yang terus dilakukan berbagai upaya untuk memberantasnya. Tak tanggungtanggung, Pemerintah Kabupaten Melawi melalui Dinas Kesehatan menargetkan pada 2015, Melawi tereliminasi atau terbebas dari filariasis.

RAKOR PENCEGAHAN FILARIASIS, acara rakor pemberian obat massal pencegahan filariasis oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Melawi. FOTO: Eko Susilo/Borneo Tribune “Salah satu penyakit menular yang menjadi masalah di Kabupaten Melawi adalah filariasis yang sangat berpengaruh dengan derajat kesehatan masyarakat,” ujarnya. Di Kabupaten Melawi ter-

dapat lima kecamatan yang terdapat kasus filariasis. Yaitu Kecamatan Sokan, Kota Baru, Ulak Muit, Tiong Keranjik dan Nanga Pinoh. Kasus filariasis paling banyak ditemukan di Kecamatan Ta-

nah Pinoh Barat (Ulak Muit), yakni tercatat 14 orang. “Tidak menutup kemungkinan di kecamatan lainnya juga ada penderitanya. Maka dari itu kita minta laporan dari kepala desa atau pihak

manapun. Jika menemukan penderita filariasis yang belum terdata oleh petugas kesehatan kita,” pintanya. Pria ramah ini menjelaskan, penanganan penyakit filariasis harus dilakukan secara terpadu, karena masalah penyakit ini lebih karena perilaku masyarakat. Namun faktor yang mendasar adalah karena persoalan ekonomi, pendidikan, sosial dan lainnya. Berdasarkan permasalahan di atas, intervensi yang diperlukan pelaksanaan pemberian Obat Massal Pencegahan Penyakit (POMP) filariasis. Tujuan dari pelaksanaan POMP filariasis adalah untuk memutuskan mata rantai penularan dan menurunkan microfilaria menjadi <1%. Pelaksanaan POPM di semua Puskesmas pada Julu s/ d Agustus lalu. Dimana obat diberikan secara gratis, yakni albendazole dan DEC.

Obat ini diminum setelah makan dan berikan satu kali setahun selama lima tahun berturut-turut. Untuk seluruh masyarakat Kabupaten Melawi, dimulai sejak 2011 hingga 2015. Sedangkan penduduk yang ditunda untuk minum obat tersebut, seperti anak usia dibawah dua tahun, ibu hamil, penderita gangguan ginjal, penderita gangguan fungsi hati, epilepsy, sedang sakit berat, penderita kronis filariasis serangan akut, anak kurang gizi (marasmus dan atau kwassiokor) serta penduduk usia lanjut di atas 75 tahun. “Jika pencapaian program POMP filariasis tahun 2012 mencapai sekitar 72 persen, tahun ini diharapkan bisa meningkat lebih baik. Sehingga target 2015, Melawi terbebas filariasis tercapai sesuai visi daerah mewujudkan Melawi sehat,” pungkasnya. (eko) †

Koperasi Harus Cerdas dan Kreatif Borneo Tribune, Sintang DI era globalisasi ini, masyarakat dituntut untuk kreatif dalam mengolah sumber daya alam sehingga menjadi sumber daya ekonomi yang dapat memajukan kesejahteraan. ”Uang itu bersembunyi di tanah, air dan di hutan. Oleh karena itu, masyarakat harus kreatif dalam mengolah sumber daya alam menjadi sumber daya ekonomi,” ujar Bupati Sintang, Milton Crosby menyambut kedatangan Asisten Deputi Ketenagalistrikan dan Aneka Usaha Kementerian Koperasi dan UKM RI, Ir. Viktoria br. Simanungkalit MM, di Pendopo Bupati Sintang, Jumat (13/9). Milton menilai, adanya bantuan dari Pemerintah

Pusat kepada masyarakat Kabupaten Sintang sangat diperlukan sehingga bisa memacu kreatifitas dan produktifitas masyarakat. ”Kita sangat berterima kasih sekali dengan adanya bantuan dari Kementerian Koperasi dan UKM. Adanya program ini merupakan upaya dalam menggali potensi dan peluang usaha yang ada di daerah yang tentunya sangat berguna untuk masyarakat,” ucapnya. Bupati mengungkapkan, pihaknya juga sudah banyak membantu masyarakat dengan berbagai program yang langsung menyentuh masyarakat. ”Pemkab Sintang juga membantu perkembangan koperasi yang ada, bahkan

Markus: Berikan ASI Intensif Selama 6 Bulan Borneo Tribune, Sintang MELALUI emansipasi wanita, sejumlah wanita yang telah menyandang predikat ibu memberikan susu atau makanan instan kepada si buah hati. Terlebih lagi, dengan adanya beberapa kebiasaan yang diturunkan dari keluarga, sang ibu cenderung tidak mengetahui pentingnya ASI intensif yang diberikan kepada si buah hati dari kelahirannya hingga enam bulan. SS (35), seorang ibu yang sehari-harinya menjual minyak mengaku tidak memberikan susu secara intensif selama enam bulan. Sibuknya ia dalam bekerja, terlebih lagi kurangnya pengetahuan di dalam masalah pemberian ASI sehingga membuat dirinya tidak terlalu ambil pusing dengan masalah tersebut. ”Berikan susu hanya sekadar sajalah, sebulan penuh juga tidak. Soalnya kan saya harus antre minyak juga,” jelas SS sembari menggendong anaknya yang berumur dua tahun di depan tempatnya berjualan, Jumat (11/9). Menurutnya, sejak anaknya berumur satu bulan, dia sudah memberikan susu yang banyak dijual oleh beberapa toko maupun minimarket di kawasan Sintang. Bahkan dirinya juga menyebut, sudah memberikan anaknya makanan selain susu, seperti bubur saring. ”Kalau saya kerja, saya titipkan anak saya ke tetangga. Ya sekalian dengan susu

yang sudah saya beli. Kadang-kadang saya berikan kole-kole saja,” ucapnya. Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, Markus Gatot Budi menyampaikan, pentingnya pemberian ASI kepada si buah hati. ”Anak harusnya diberikan ASI intensif selama enam bulan oleh ibunya. Itu penting untuk kesehatan si anak nantinya,” tegasnya. Markus mengatakan, pemberian ASI selama enam bulan merupakan satu diantara upaya di dalam menunjang kesehatan si buah hati jika ia sudah besar nanti. Pasalnya, sebelum enam bulan, usus bayi belum berfungsi dengan baik serta paling rawan jika dimasuki oleh makanan lain selain ASI. ”Usus belum sempurna jika harus dimasuki oleh makanan lain selain ASI. Pemaksaan pemberian makanan pada usus yang masih rawan membuat penyerapan gizinya tidak baik. Tentunya hal itu dapat membuat si anak menjadi mudah terserang penyakit,” paparnya. Markus menambahkan, sulit untuk merubah kebiasaan yang sudah menjadi turun menurun di dalam suatu keluarga. Meskipun demikian, pihaknya akan berusaha untuk tetap memberikan pengertian dan pengetahuan akan pentingnya memberikan ASI intensif kepada si buah hati. (end) †

mendorong masyarakat untuk membentuk dan menjadi anggota koperasi di Kabupaten Sintang” jelasnya. Sementara itu, Viktoria br. Simanungkalit menyampaikan, pihaknya berharap agar koperasi yang ada bisa ikut menjaga hutan yang masih ada. ”Kami memiliki program yang diharapkan akan mendorong koperasi untuk memanfaatkan kayu di sungaisungai untuk kerajinan ukiran atau dijadikan kerajinan apa saja yang memiliki nilai jual. Kami akan bantu pembiayaan dan pemasaran. Maka kita pilih beberapa koperasi di Kabupaten Sintang untuk menjalankan program ini,” papar Viktoria br. Simanungkalit. (end) †

PELAJAR TERJARING RAZIA, sejumlah pelajar di Kabupaten Sintang yang terjaring razia diantar ke sekolah mereka masing-masing oleh petugas Satlantas Polres Sintang. FOTO: Istimewa

Simulasi Penyelamatan Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana

SIMULASI, reaksi cepat penanggulangan bencana. FOTO: Istimewa Borneo Tribune, Sintang LUAPAN air Sungai Kapuas mengakibatkan beberapa daerah di Kabupaten Sintang terendam banjir. Sehingga diperlukan dua buah perahu karet, satu kapal hiu dan kapal sea rider yang dikerahkan dalam proses pencarian sekaligus penyelamatan korban banjir. Bahkan beberapa orang korban yang ditemukan mengapung berhasil diselamatkan petugas. Begitu mendapatkan instruksi evakuasi dari Danrem 121/ ABW, Kolonel. Inf. Tiopan Aritonang, tim reaksi cepat penanggulangan bencana segera menelusuri Sungai Kapuas. Mulai dari pelabuhan di Jalan Pangeran Kuning hingga ke rumah sakit Kesrem. Satu persatu korban banjir luapan air Su-

ngai Kapuas diselamatkan. Mulai dari korban yang mengapung hingga kurban luka. Demikianlah rangkaian kegiatan simulasi penyelamatan reaksi cepat penanggulangan bencana yang dilakukan Korem 121/ABW, Kamis (12/ 9). Danrem 121/ABW, Kolonel. Inf. Tiopan Aritonang menjelaskan, simulasi penyelamatan dalam penanggulangan bencana merupakan langkah guna memberikan bantuan kepada pemerintah daerah guna penanggulangan akibat bencana alam. ”Latihan ini kita lakukan agar semua personel yang tergabung di dalam tim ini benar-benar memiliki kesiapan sekaligus pemahaman dalam menanggulangi benca-

na,” ujar Tiopan. Menurutnya, Sintang merupakan satu diantara daerah yang rawan terhadap bencana, baik banjir, longsor maupun angin puting beliung. Oleh sebab itu, saat bencana yang tak terduga ini datang, tim penanggulangan bencana sudah siap dan mengerti apa yang harus dilakukan. Perwira Seksi (Pasi) Pertahanan Wilayah Korem 121/ ABW, Mayor. Inf. Syafendi mengungkapkan, latihan penanggulangan bencana kali ini difokuskan pada banjir. Sebab Kalbar khususnya banyak memiliki sungai sehingga rawan terhadap banjir. ”Kegiatan ini kita libatkan sebanyak 300 personil, kita tak hanya bicara pada

saat tanggap darurat, akan tetapi juga sebelum kejadian sudah kita koordinasikan dengan pemerintah daerah sehingga apabila ada kejadian bencana kita mudah,” lugasnya. Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sintang, Martin Nandung mengungkapkan, Pemda Sintang telah menetapkan status siaga bencana alam di Kabupaten Sintang. Pasalnya sudah ada dua desa yang melapor secara lisan karena terendam banjir di Kecamatan Kayan Hilir. Yaitu, Desa Lalang Inggar dan Desa Pakak. ”Status kita saat ini sudah memasuki siaga bencana alam. Namun yang paling parah Desa Lalang Inggar,

selain banjir selama sepekan bahkan sekolah sempat diliburkan. Desa ini juga terjadi longsor,” ungkapnya. Longsor yang terjadi di desa ini terdapat di tiga titik. Yakni dengan luasan tanah yang longsor antara empat hingga lima hektare setiap titik sehingga 24 kepala keluarga kehilangan lokasi kerja yang merupakan mata pencaharian mereka. ”Kita sudah cek lapangan. Areal yang longsor ini merupakan areal perkebunan cabai, karena longsor cukup berat sehingga ladang mereka tertimbun. Bahkan pondok mereka juga tertimbun, namun belum ada yang mengungsi,” ujar Martin. Menurutnya, desa ini merupakan desa penghasil cabai terbesar. Bahkan setiap kepala keluarga (KK) bisa mencapai antara Rp 3 juta hingga Rp 5 juta per bulan. Mengenai korban longsor, sambung dia, sudah dibicarakan di tingkat Pemkab Sintang. Martin menambahkan, di Kabupaten Sintang sendiri ada beberapa kecamatan yang rawan terhadap bencana, terutama banjir. Yaitu, Kecamatan Kayan Hilir, Kayan Hulu, Dedai, Sintang, Sepauk dan Kecamatan Tempunak. Sementara itu, dirinya juga memastikan Pemkab Sintang juga sudah menyiapkan logistik sebagai antisipasi terjadinya bencana. Baik dari BPBD maupun Dinas Sosial. Memasuki September hingga Januari mendatang, biasanya memang curah hujan terbilang tinggi, bahkan ada beberapa kecamatan yang menjadi langganan terendam banjir. (end) †


Kapuas Hulu Borneo T Tribune

Sabtu, 14 September 2013

10

Tiga Aspek Penentu Keberhasilan Roda Pemerintahan Borneo Tribune, Putussibau BUPATI Kabupaten Kapuas Hulu Abang Muhammad Nasir menilai ada tiga aspek yang mempengaruhi keberhasilan dalalm menjalankan roda pemerintahan kedepan, diantaranya memberikan layanan kepada masyarakat, pelaku bisnis dengan cepat dan transparan, memberikan dukungan akses informasi

untuk pengambilan keputusan pemimpin daerah terkait resource dan status proses dari Pemda, dan meningkatkan koordinasi SKPD dan instansi vertical yang ada agar berjalan lebih optimal. "Kami yang berada di wilayah perbatasan ini, ketiga aspek tersebut secara eksplisit merupakan aspek penentu keberhasilan da-

Pengembangan Tanaman Hultikultura Kurang Dana Borneo Tribune, Putussibau SEKRETARIS Dinas Peternakan, Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Kapuas Hulu, Jumadi Kamrsyah mengeluhkan selama ini anggaran untuk pengembangan tanaman hultikultura di wilayah Kapuas Hulu sangat minim, setiap tahunnya hanya mendapatkan alokasi anggaran sekitar Rp 100 juta. “Potensi tanaman hultikulturan di wilayah Kapuas Hulu cukup menjanjikan hanya saja selama ini kita terkendala oleh keterbatasan dana, namun dengan keterbatasan dana tersebut kita terus berupaya

Gallery

Kerawing Menerima pesanan & menjual : hasil tenunan daerah/ kerajinan, berupa pakaian adat, anyaman dan lukisan Putusibau SISKA Hp. 081257159998

sehingga pengembangan hultikultura tetap kita kembangkan,”jelasnya saat ditemui Borneo Tribune, di ruang kerjanya belum lama ini. Dijelaskan Kamrsyah selama ini pihaknya melakukan pengembangan tanaman hultikultura tersebut arealnya menyebar di seluruh wilayah Kabupaten Kapuas Hulu, diantaranya pengembangan bibit durian, rambutan, pisang, manggis, mangga. Hanya saja sampai saat ini kawasan sentra produksi buah durian terdapat di lima kecamatan diantaranya yiatu Kecamatan Putussibau Selatan, Kecamatan Putussibau Utara, Kecamatan Kalis, Kecamatan Mentebah, Kecamatan Embaloh Hulu. Untuk itu dirinya berharap agar pada anggaran tahun 2014 dana untuk bidang hultikultura mengalami penambahan, sebab selama ini banyak kelompok masyarakat yang meminta bibit tanaman tersebut namun belum bisa dilayani secara maksimal. (MO)

lam menjalankan roda pemerintahan Kabupaten Kapuas Hulu kedepannya," ucap Nasir saat Launching Putussibau Digital Society di Aula Kantor Bupati Kapuas Hulu, Jum'at (13/09). Oleh karenanya, menurut Nasir pilot project bersama yang dikembangkan antara Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu, BPPT dan PT. Telkom ini, merupakan tahapan awal dari beberapa tahapan yang ada. Namun berdasarkan hasil kerja tim penguatan sistem inovasi daerah melalui kelompok kerja E-Government baru menyelesaikan tahapan awal dalam mem-

bangun sistem pelayanan dan informasi yang berbasis digital sebagai program pendahulunya terdiri dari Boardband Learning Center (BLC) yang dibangun di Kecamatan Badau. Selain itu lanjut Nasir, pengembangan Tele Centre di Balai Sentra Industri, Indischool yang saat ini baru terpasang pada 15 Sekolah, School Net baru terpasang pada 17 Sekolah, Wiifi ID yang terpasang pada public area seperti rumah sakit, hotel, Danau Piang Kuak, Puja Sera, Balai Sentra dan Taman Alun Kapuas. (MO)

Bupati Kapuas Hulu saat menyampaikan sambutan pada acara Launching Putussibau Digital Society di Aula Kantor Bupati Kapuas Hulu. FOTO: Timotius/Borneo Tribune

Putussibau Digital Society di Launching Tingkatkan Kemajuan, Pengetahuan dan Daya Saing

Penandatanganan prasasti Putussibau Digital Society oleh Komisaris Utama PT. Telkom Indonesia yang juga dilakukan oleh Bupati Kapuas Hulu dan Deputi Bidang Penerapan Kajian Teknologi. FOTO: Tmotius/Borneo Tribune Borneo Tribune, Putussibau KEMAJUAN suatu daerah tidak terlepas dari pemanfaatan teknologi sebagai pendukung dalam setiap pembangunan. Kemajuan teknologi tersebut menjadi komitmen Kapuas

Hulu untuk memajukan daerahnya, hal tersebut terbukti dengan launching Putussibau Digital Siciety oleh Komisaris Utama PT. Telkom Jusman Syafii Djamal yang ditadai dengan penandatanganan prasasti

secara bersama oleh Bupati Kapuas Hulu Abang Muhammad Nasir, Deputi Bidang Penerapan Kajian Teknologi (PKT) pada Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Pusat, Tatang A. Taufik, selain itu pelepasan balon oleh Bupati Kapuas Hulu Abang Muhammad Nasir. Launching Putussibau Digital Socety tersebut dihadiri ratusan peserta yang terdiri dari seluruh Kepala SKPD di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu, para pelajar, pengusaha dan BUMD di wilayah Kabupaten Kapuas Hulu, kegiatan ini dilaksanakan di Aula Kantor Bupati Ka-

puas Hulu, Jum’at (13/09). Bupati Kapuas Hulu Abang Muhammad Nasir mengatakan berbagai upaya telah dilakukan bersama-sama dalam perumusan dan formulasi program bersumber dari visi dan misi Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu hingga saat ini membuahkan hasil dan salah satunya adalah dengan dicanangkannya Kota Putussibau Digital Society dalam fokus kegiatan pengembangan E-government Kabupaten Kapuas Hulu. “Kita renungkan bersama beberapa decade yang lalu dimana arus komunikasi informasi dan teknologi

PT. BUMI BORNEO CEMERLANG

Distributor Aspal Shell (Drum) Pen 60/70, Berat Bersih : 154 Kg

Bupati Kapuas Hulu melepas balon dalam rangka Launching Putussibau Digital Society di Halaman Kantor Bupati Kapuas Hulu. FOTO: Timotius/Borneo Tribune

yang hadir masih belum bisa memberikan jawaban terhadap kebutuhan baik pemerintah maupun pembangunan dikarenakanmasih banyaknya kekurangan dan kelemahan dari infrastruktur yang ada, padahal sangat dipahami bahwa dengan ICT kita akan lebih maksimal dalam menjalankan roda pemerintahan dan pembangunan yang ada sehingga membuka akses lebih luas dan peluang untuk berinvestasi,”jelasnya. Dikatakan Nasir, perkembangan ICT dewasa ini memberikan banyak aspek positif dalam pengembangan birokrasi baik pemerintah maupun swasta, terutama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat secara luas. Hal ini dikarenakan oleh semakin meningkatnya kebutuhan aksesibility instant yang ada pada masyarakat tersebut, setiap sector pelayanan publik. Tentunya daya dukung utamanya haruslah sudah merujuk kepada kualitas sehingga bagi unser atau pengguna layanan benar-benar merasakan manfaat dan hasil secara maksimal. Deputi Bidang Penerapan Kajian Teknologi (PKT) pada Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Pusat, Tatang A. Taufik mengatakan bahwa teknologi tersebut tujuannya untuk kemajuan dan perkembangan daerah Kabupaten Kapuas Hulu kedepan. Melalui teknologi ini bisa meningkatkan kemajuan, pengetahuan dan meningkatkan daya saing. Sementara itu, Komisaris Utama PT. Telkom Jusman Syafii Djamal mengungkapkan bahwa Telkom Indonesia mengembangkan Digital Society dengan empat pilar, guna percepatan pembangunan disejumlah bidang. “ Sebetulnya generasi sekarang ini tanpa disadari sudah terbiasa dengan yang namanya teknologi, oleh karenanya kemajuan teknologi ini kita manfaatkan untuk kemajuan daerah khususnya untuk wilayah Kabupaten Kapuas Hulu,” pungkasnya. (MO)

IKLAN BARIS Dijual Bangunan

DIJUAL

Telp. 0561-577868 Jl. Gaj ahma da N o. 3 P ont ianak Gajahma ahmada No Po ntianak Email: aria_tur@yahoo.com Penerbangan Pontianak - Jakarta BATAVIA : 5x penerbangan dalam sehari ( z07.05 z07.55 z11.10 z14.35 z16.00 ) SRIWIJAYA : 4x penerbangan dalam sehari ( z07.00 z07.55 z11.55 z15.50 ) LION AIR : 3x penerbangan dalam sehari ( z07.30 z11.35 z15.30 )

GARUDA : 3x penerbangan dalam sehari ( z08.00 z12.55 z17.35 ) Penerbangan PTK - JOGJA & PTK - SURABAYA BATAVIA : 1x penerbangan dlm sehari (pukul : 14.45)

Tanah Kavling lokasi strategis, siap bangun di Perbatasan Sungai Raya Dalam - Punggur Kecil (lurus Paris2), SHM - aman / tidak bertimpa, dll. Tersedia 62 kavling 10 x 20 m2 (25jt cash), 8 kavling Ruko 5 x 40m2 (50 jt cash). Untuk kredit DP 5jt, sisanya diangsur 3642 bulan. Hanya 5 Km dari Jl.Ayani 3 dan pinggir jalan raya Paris - Parit Buluh. Berminat Hubungi :

0812 5710 225

Biro Melawi: Eko Susilo (081256452946)

Dijual cepat eks. kantor, sertifikat, 2 lt, Jl. Nurali No. 2, Hub. 081384151188 tnp perantara.

Biro Sekadau: Bagus Kosminto (085245743683).

Langganan Koran

Biro Sintang: Endang Kusmiyati (08524-5006757)

Ingin berlangganan Harian Borneo Tribune di daerah, hubungi: Biro Kubu Raya: Aldi (08971600688) Biro Mempawah: Johan Wahyudi (085654587038). Biro Sambas: Amrul Ambiya (Kontributor/Pemasaran) (085245527602). Biro Bengkayang: (085245247955).

Mujidi

Biro Landak: Yohanes Ngalai / Pemasaran (085822062880). Biro Sanggau: (085245904505).

Ratnasari

Biro Kapuas Hulu: (085654585775)

Herdi

Biro Ketapang: (08971600688)

Aldi

Biro Kayong Utara: Abdul Khoir (081345154592)

Ser vice Mobil

Taxi CV. TEGAR PRATAMA TRANSPORT Melayani Antar Jemput Penumpang Jl. Kalimantan No. 24B 0562-640029/641366 SINGKAWANG Jl. Imam Bonjol Gg. Tnjng Sari No. 36 0561-747211/749025 PONTIANAK INNOVASI TAXI. Melayani Antar Jemput. Jl. Tua Pekong No.24 Singkawang, (0562)3309800, Jl. A. Yani (RM. Bertagis) Pontianak Telp. (0561) 7015100, (0561) 7157000

SUTOYO MOTOR. Service, Tune Up, Las/Cat Mobil. Jl. Letjen Sutoyo No. 11 Telp. 743690 Ptk

Kost Gallery Kost. Menerima Pria & Wanita Fasilitas Air & Listrik dan lain-lain. Jl. Diponegoro No. 9 Telp. 0562-3320424 SKW

Iklan Baris:

1 baris / hari Rp. 6.000,-


Teras Borneo Tribune

Sabtu, 14 September 2013

Satu Dusun Satu Sarjana pendidikan dari programprogram kerja setrategis termasuk mengandeng perusahaan swasta. Program-program sektor pendidikan tidak terlepas dari RPJMD Kabupaten Sekadau yang mengacu Visi Misi Pemerintah Kabupaten Sekadau 2010-2015 yakni terwujudnya Kabupaten sekadau yang sejahtera mandiri dan Demokratis. Salah satunya program sektor pendidikan yang dipandang stategis adalah program Satu Dusun Satu Sarjana (SDSS). Program pendidikan yang diracik Pemkab Sekadau lewat kebijakan-kebijakan strategis dunia pendidikan ada namanya Bidik Misi, beasiswa anak tidak mampu, dan kuliah gratis buat dari hasil kerjasama Pemkab Sekadau dengan Univertitas Pelita Harapan (UPH) Jakarta lewat program CSR

dan kerjasama Pemerintah Kabupaten Sekadau dengan Untan Pontianak. Sejak digelontarkan rencana kerjasama kuliah gratis di UPH oleh DR. Mohktar Riyadi, perintis UPH, ketika berkunjung ke Sekadau April 2013, program ini pun disambut sukacita oleh orang tua yang memiliki putra-putri yang berminat kuliah namun mereka tidak memiliki dana kuliah. “Harapan kita dan pemerintah Daerah program satu dusun satu sarjana ini semakin memotivasi orang tua menyekolahkan anakanaknya. Kita termasuk banyak program kuliah lainnya misalnya di Universitas Pelita harapan, program beasiwa bidik misi, termasuk ada kuliah gratis dari Kementerian. Upayaupaya ini tentu untuk memajukan bidang pendidikan ditempat kita ini,” jelas

Grand Opening BPR Andalan Simon pada setiap kesempatan. Terkait hal tersebut, Bupati juga selalu menghimbau kepada putra putri daerah untuk memanfaatkan peluang kuliah. Ia berharap kuliah gratis di UPH satu universitas ternama di Nusantara ini menambah semangat putra daerah untuk mengambil kuliah, terutama bagi peminat yang berekonomi lemah. “Ini kesempatan yang sangat baik. Kapan lagi bisa kuliah di universitas ternama, gratis pula,” tandasnya. Tahun 2013, putra Putri asal Kabupaten sekadau juga mendapat kesempatan kuliah oleh Dikti Kementerian Pendidikan Kebudayaan RI, lewat program Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADIK) Daerah Terluar Terdepan dan Tertinggal (3T). Empat belas putra putri asal sekadau diantaranya

kuliah di Institut Pertanian Bogor (IPB) 4 orang, 1 orang kuliah di institute teknologi 10 November Surabaya (Jurusan Teknik), 2 orang kuliah di Universitas Indonesia (UI), 2 orang kuliah di Institut Teknologi Bandung (ITB), keduanya jurusan (Farmasi dan Mipa), 4 orang kuliah di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung dan 1 orang kuliah di Universitas Gajahmada (UGM). “Kita berterima kasih kepada Pemerintah pusat yang sudah memprogramkan ADIK bagi putra-putrid di Sekadau. Program ini sangat membantu kita, dan kepada orang tua supaya tetap mendorong anak-anaknya untuk sekolah, karena peluang untuk sekolah sangat tinggi, jadi tidak ada kata anak-anak kita putus sekolah,” ungkap Bupati. (Mto).

an pelaksanaan APBN tahun anggaran 2004 yang terdiri dari laporan realisasi anggaran, neraca, laporan arus kas dan catatan atas laporan keuangan, dan LKPP tersebut setelah diaudit dan diberikan opini oleh BPK RI, disampaikan kepada DPR enam bulan setelah tahun anggaran berakhir. Dimana pada tahun-tahun sebelumnya, pertangungjawaban pelaksanaan APBN tersebut hanya berupa perhitungan anggaran Negara yang disampaikan kepada DPR untuk dibahas menjadi UU dua tahun sesudah berakhir tahun anggaran. Adapun tujuan dilaksanakannya Rakernas ini, menurut Menkeu adalah untuk membangun sinergi diantara para pejabat pengelola keuangan Negara Kementerian Negara,/Lembaga/Pemerintah Daerah dalam mewujudkan pengelolaan Keuangan Negara yang transparan dan akuntabel, dan bersama membangun komunikasi dalam rangka mewujudkan kesamaan persepsi terhadap berbagai permasalahan berkenaan dengan pengelolaan keuangan Negara serta menumbuhkan sinergi

antara para pejabat pengelola keuangan Pemerintah. Tercapainya LKPP, LKPD dan LKKL yang akuntabel dan transparan sesuai dengan prinsip good governance, tercapainyaÿ opini WTP, tersedianya informasi keuangan Pemerintah yang dapat diandalkan dan dapat dipercaya yang berguna untuk pengambilan kebijakan, serta terlaksananya akuntansi berbasis akural dalam pelaporan pemerintah pusat dan Pemerintah Daerah paling lambat tahun 2015. Berdasarkan data realisasi peningkatan kualitas laporan keuangan pemerintah daerah untuk opini Wajar Tanpa Pengecualian (Unqualified ) thn. 2007- 4, 2008- 13, 2009- 15, 201034, 2011- 67, 2012- 116, opini Wajar dengan pengecualian (Qualified ) thn. 2007283, 2008- 323, 2009- 330, 2010- 341, 2011- 349, 2012286, opini tidak memberikan pendapat (Disclaimer) thn 2007- 123, 2008- 118, 2009111, 2010- 121, 2011- 96, 2012- 37, untuk opini Tidak Wajar (Adverse) thn, 200759, 2008- 31, 2009- 48, 2010- 26, 2011- 8 dan 20124. (Lay/Rsl/R).

Kalbar Terima WTP Lagi diharapkan dapat memberikan kontribusi dan menjadi sarana dalam menciptakan langkah-langkah strategis untuk mewujudkan pengelolaan keuangan Negara yang lebih baik serta peningkatan kualitas laporan keuangan yang menghasilkan keuangan Negara yang diharapkan baik oleh pemerintah maupun masyarakat. Sementara itu, Wakil Gubernur Kalbar Christiandy Sanjaya, menyampaikan tentunya patut kita syukuri, bahwa Provinsi Kalbar mendapat penghargaan dari Kementerian Keuangan atas opini audit dari BPK dengan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), dengan penghargaan tersebut menurut Wagub sesuai dengan arahan Wakil Presiden dan Menteri Keuangan, tentunya Pemerintah Kalbar akan berupaya untuk terus mempertahankan serta meningkatkan kinerja terutama dalam pengelolaan keuangan di Daerah. ”Tantangan kedepannya memang sangat berat, untuk itulah kedepannya saya berharap kepada seluruh Kabupaten dan Kota se-Kalbar ÿyang masih belum mendapat predikat tersebut (WTP) untuk dapat segera disele-

saikan sehingga seluruh Kabupaten/Kota di Kalbar juga akan mendapat predikat yang sama,” kata Christiandy Sanjaya, usai menerima Penghargaan Pemerintah Pusat mewakili Gubernur Kalbar, Drs Cornelis.ÿ Menteri Keuangan RI Muhamad Khatib Basri mengatakan dilaksanakannya Rakernas Akuntansi dan Pelaporan Keuangan tahun 2013 ini dilatar belakangi oleh terbitnya paket peraturan perundangundangan di bidang keuangan Negara diantaranya yaitu UU nomor 17 tahun 2013 tentang keuangan Negara, UU nomor 1 tahun 2004 tentang perbandaharaan Negara dan UU nomor 15 tahun 2004 tentang pemeriksaan pengelolaan keuangan Negara secara tertib, efisien, ekonomis dan efektif termasuk pertanggungjawaban atas pengelolaan keuangan Negara. Terkait dengan pertanggungjawaban pengelolaan keuangan pemerintah, semenjak tahun 2005 untuk pertama kali pemerintah pusat telah berhasil menyusun laporan keuangan pemerintah pusat (LKPP) sebagai bentuk pertanggungjawab-

Kapolresta Usut Pengrusakan Mobil Cawabup KKR Kapolresta Pontianak Kombes Pol Hariyanta. Lanjut Kapolresta Pontianak, atas kejadian ini, pihaknya segera melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi yang mengetahui kerusakan mobil milik Ir. Suharjo tersebut, kemudian akan melakukan penyelidikan lebih mendalam, guna kasus ini dapat diungkap oleh pihaknya. “ Terutama kita akan melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi serta penyelidikan lebih dalam, guna dapat mengungkap serta memproses hukum pelaku pengerusakan tersebut,” ujar Kombes Pol Hariyanta. Dikatan Hariyanta pula, terlepas dari Pilkada atau bukan ini merupakan suatu tindak pidana, jika memang ada keterlibatan para oknum disini, maka pihaknya juga tidak akan tinggal diam. “ Terlepas dari Pilkada atau bukan, maupun adanya keterlibatan oknum yang sengaja memperburuk suasana Pilkada dengan acara merrusaknya kendaraan pasangan calaon, maka pihaknya juga tidak akan tinggal diam, dapat pihaknya tetap akan memproses hukum siapa pun pelakunya,” tegasnya lagi. Kapolresta juga mengatakan, bahwa pihaknya sudah melakukan Pengamaan (Pam) melekat

terhadap seluruh pasangan calon, namun dengan kejadian seperti tersebut, bahkan Ia mengatakan itu merupakan suatu dinamika di lapangan. “ Kita sudah melakukan pam Melekat, namun terjadinya gangguan kampanye salah satu Cawabup KKR tersebut, itu merupakan dinamika di lapangan, danÿ kedepannya pihaknya akan lebih ketat lagi dalam melakukan pengamanan saat Kampanye berlangsung, baik di KKR maupun di Kota Pontianak,” tambahnya. Sementara itu Kapolda Kalbar Brigjend Pol Tugas Dwi Apriyanto saat dikonfirmasi terkait insiden dugaan pengerusakan mobil milik Cawabup KKR yang berpasangan dengan Muda Mahendrawan tersebut, dirinya mengimbau kepada seluruh masyarakat maupun seluruh pasangan calon beserta tim sukses yang sedang melaksanakan Pilkada di empat daerah yang ada di Kalbar untuk tetap menjaga Kamtibmas, sehingga Kalbar tetap kondusif. “ Saya meminta kepada seluruh masyarakat serta seluruh pasangan calon beserta tim sukses yang sedang melaksanakan Pilkada di empat daerah yang ada di Kalbar, untuk turut menjaga Kamtibmas, sehingga Kalbar tetap kondusif, jangan malah sebaliknya malah memperburuk suasana,” imbau Kapolda Kalbar. Kapolda juga menekankan, kepada seluruh jajarannya untuk selalu memantau situasi Pilkada yang berlangsung di empat daerah yang ada di Kalbar, yakni Kota Pontianak, KKR, Kabuapaten Mempawah serta Sanggau, sehingga setiap ancaman gangguan Kamtibmas dapat diantisipasi lebih dini. “ Untuk menciptakan

11

Pilkada yang aman, damai dan sukses, semua pihaknya harus turut menjaga Kamtibmas, dan sepanjang berjalannya Pilkada jangan sampai adanya sesuatu hal yang memperburuk suasana, seperti ada yang menjadi Provokator, melakukan pengerusakan, dan hal - hal yang melanggar pidana lainnya, karena pihaknya tidak akan tinggal diam atas hal hal tersebut,” tegas Brigjend Pol Tugas Dwi Apriyanto. Mobil Ir. Suharjo Dirusak Saat Kampanye Dialogis Pengerusakan terhadap mobil milik Cawabup KKR Ir. Suharjo yang berpasangan dengan Muda Mahendarawan itu pun terjadi pada hari, Rabu (11/9) sekitar pukul 21.00 WIB beberapa hari yang lalu, yakni di saat Ir. Suharjo sedang melakukan Kampanye Dialogis di Desa Korek Kecamatan Sungai Ambawang Kabupaten Kubu Raya. “Kami sedang ˜berkampanye dialogis di Desa Korek Kecamatan Sungai Ambawang. Kampanye itu pun selesai sekitar pukul 22.00 WIB. Namun sangat mengejutkan ketika melihat kondisi mobil milik Ir. Suharjo yang merupakan calon Wakil Bupati Kubu Raya itu telah dirusak oleh orang yang tak kita ketahui,”kata Yanto yang merupakan supir˜ Cawabup KKR Ir. Suharjo, Kamis (12/ 9) kemarin.˜ Dijelaskan oleh Yantobanyak hal -hal yang telah dirusak oleh orang yang tak dikenal itu, misalnya seperti ˜bamper depan mobil itu telah tanggal. Dan masih banyak kerusakan-kerusakan lainya yang terjadi. “Kalau memang mobil itu di tabrak orang, maka akan ada goresan di bagian mobil itu. Sementara goresan itu

tidak ada, cuma bamper mobil saja yang lepas, ÿkejadian ini terjadi saat kendaraan tersebut di parkir tidak di pinggiran jalan, melainkan kendaraan tersebut kita parkir di bawah badan jalan sehingga jauh dari lalu lintas kendaraan,” ÿjelas Yanto. Yanto mengatakan, saat kejadian berlangsung ada saksi yang melihat. Namun saksi tersebut mengetahui kejadian itu setelah alarm mobil berbunyi. “Warga melihat ada mobil melaju kencang setelah alarm mobil Pak Harjo itu berbunyi,”tuturnya.ÿ Cawabup KKR Belum Buat Laporan Sementara itu Kapolsek Sungai Ambawang, AKP Sudyono mengatakan sampai saat ini pihaknya belum menerima laporan calon Wakil Bupati Kabupaten Kubu Raya Ir. Suharjo.ÿ Meski dirinya belum melakukan pelaporan secara resmi namun pihak kepolisian tetap akan menindak lanjutinya.ÿ “Kami masih melakukan pendalaman penyidikan terkait kasus pengrusakan mobil itu,” katanya.ÿ Tentang motif pengrusakan, lanjut ia mengatakan, belum bisa menyimpulkan tetapi diprediksi ada beberapa hal yang terkait dalam pemilukada Kabupate Kubu Raya ini. “Ya bisa juga ini ada kaitannya dengan politik atau pun hal yang lain. Yang jelas pihak kepolisian sendiri akan tetap menindak lanjuti hal tersebut. sementara itu untuk pengamanan terhadap pasangan calon bupati dan wakil bupati yang melakukakn kampanye di wilayah hukumnya akan ditingkatkan agar hal serupa tidak terulang lagi,”ujarnya. (Zrn/Adex)

”Kita melihat peluang untuk mengantisipasi dan memberikan kontribusi dalam meningkatkan serta ikut dalam menumbuhkan roda perekonomian di Kota Pontianak, terutama dalam bidang jasa pelayanan perbankan dalam menghimpun dan menyalurkan kredit dalam bentuk kredit konsumtif, maupun kredit UMKM,” kata Abi Hasni Tahir. Dikatakannya, saat Grand Opening ini, jumlah rekening sudah hampir 300 meski baru. “Target kita sampai akhir tahun menjadi 2.000 rekening. Sementara dalam beberapa bulan, masih bisa dengan modal sendiri untuk pembiayaan, yaitu modal awal sebesar Rp 12 miliar,” jelasnya. Perusahaan tidak mau gegabah mengelola BPR karena masih baru dan belum terlalu banyak memiliki database nasabah. Karena itu, dalam menjalankan kegiatannya akan selalu mengutamakan prinsip kehatihatian. Selain itu, ke depan pasti mengelola dana masyarakat dalam bentuk simpanan maupun deposito.ÿ “Itu tanggung jawab sangat besar sekali maka dibutuhkan prinsip kehatihatian. Maka kita tidak melangkah dengan cepat, pelan-pelan tapi pasti,” jelasnya. Sesuai Visi kami, menjadi BPR yang tangguh dan terpercaya dalam memberikan pelayanan prima kepada para nasabah dengan prinsip Good Corporate Governance

sesuai namanya BPR Andalan. Sesuai mimpi kami, dan sesuai namanya, akan menjadi BPR yang Andalan, baik skala lokal maupun nasional. Dalam Opening ini, akan dilaksanakan pembukaan rekening sebanyak 100 nasabah BPR Andalan. Sementara dari produk yang ada, di antaranya Tabungan Andalan, Junior Andalan, KPR Andalan, dan KKB Andalan. Menurut Abi, target penjualan akan difokuskan atau back up cobusiness keagenan mobil yang masih merupakan satu group, di mana terdapat empat merk. BPR Andalan akan memiliki sedikit banyak data base daripada customer yang terekam jejak di arsip, terutama mengenai transaksi mobil untuk disasar jadi nasabah. Sedangkan dari semua produk yang ada, BPR Andalan memfokuskan penjualan produk KKB Andalan yaitu pembiayaan kendaraan bermotor pada tahap awal. ”Pertama kita fokus ke KKB, karena kita lebih tahu dan punyai data lengkap untuk KKB. Target kita dari penjualan mobil beberapa merk yang kita miliki, kita ambil 10-15 persen saja. Kita tidak mungkin ambil semua karena pertama modal, kedua tidak akan merugikan mitra kita yang terjalin selama ini seperti leasing,” jelasnya. Meskipun antara BPR dan showroom mobil adalah satu group, persyaratan yang harus dipenuhi konsu-

men mobil tetap sama mengikuti prosedur perbankan. “Kita maunya BPR ini dikelola profesional, meski KKB ini sangat di back up bisnis induk kita. Kita juga siap memberikan pembiayaan modal untuk mendukung UKM yang ada di Kalbar. Memberikan kredit kepada UKM, kita ada porsi ke sana karena tidak semuanya untuk KKB,” katanya. Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalbar, Hilman Tisnawan, BPR Andalan ini merupakan BPR ke 11 di Kota Pontianak, dan merupakan BPR ke 20 di Provinsi Kalbar, dan kehadiran BPR Andalan merupakan sebuah kebanggan bagi Bank Indonesia, karena BPR di opening dalam kondisi perekonomian dunia sedikit menurun, tapi BPR ini justru hadir untuk jadi tantangan. ”Saya harap, BPR Andalan ini akan terus berjuang untuk menjadi BPR yang unggul baik lokal maupun nasional. Saya kira ini bukan mimpi, tapi bisa menjadi kenyataan,” Kepala Perwakilan Bank Indonesia juga berharap, BPR ini dapat dikelola dengan profesional dan tidak tanggung-tanggung. BPR ini bukan sekedar hadir untuk melengkapi, tapi BPR ini hadir harus berkembang dan bermanfaat bagi peluang buat masyarakat. “Saya harap, BPR ini bisa melayani segmen-segmen, khususnya mikro,” ujarnya. (Lay).

Wakapolda Ancam Pecat Seluruh Anggota Bersenpi tersebut, Propam Polda Kalbar sedang memeriksa Bripka Budi, yakni guna menjelaskan senjata api yang telah diamanahkan tersebut sampai bisa hilang. “ Anggota yang hilang senjata apinya, saat ini sedang dilakukan pemeriksaan di Propam Polda Kalbar, guna mempertangungjawabkan atas hilangnya senjata api tersebut, namun hilangnya senjata anggota tersebut berawal dari korban pencurian saat sang anggota sedang keluar rumah, sehingga Senpi beserta amunisi serta uang milik anak korban juga diambil, dan akan dilihat nanti apakah ada unsur kesengajaan atau tidaknya,” tegasnya lagi. Wakapolda menjelaskan , sanksi pecat dapat diberikan kepada anggota Polri, apabila dengan sengaja lalai meninggalkan senjata, sehingga membuat senjata hilang, namun jika tidak disengaja dan tidak lalai, anggota yang

menghilangkan senjata tidak di pecat namun tetap diberikan sanksi, karena bagaimana pun setiap anggota Polri harus dapat menjaga serta mempertahankan senjata walaupun harus mengorbankan nyawa. “ Dalam Polri, bagaimana pun setiap anggota kepolisian harus dapat mempertaahankan dan menjaga senjata api yang diberikan, walaupun nyawa menjadi taruhannya, jadi tidak ada boleh kata lalai atau lupa dan sebagainya, jika sudah diamanahkan untuk memegang senjata,” pungkas Wakapolda juga mengatakan, mekanisme kepemilikan senjata api oleh anggota Polri itu, di mana pun dan kapan pun senjata api, harus di bawa anggota yang diberikan hak untuk kepemilikan tersebut, karena senjata api ini di institusi Polri diibaratkan seperti Istri Pertama setiap anggota Polri. “ Senjata api harus di

bawa kemana pun, karena itu sudah menjadi tangggung jawab anggota yang memilikinya, karena kalau sampai hilang, dampaknya bisa fatal, apalagi sampai jatuh ke tangan orang yang salah, maka dari itu sanksi yang dapat diberikan terhadap anggota itu adalah sanksi pecat,” jelasnya. Wakapolda pun mengimbau kepada seluruh anggota Polri yang ada di Kalbar ini untuk menjaga serta mempertahankan senjata api yang sudah dipegang setiap anggota yang terpilih dalam kepemilikan senjata api tersebut, karena dirinya tidak mau lagi mendengar ada senjata api milik anggota yang hilang. “ Saya tidak mau lagi mendengar ada senjata api yang hilang, pastikan senjata api itu dirawat, dijaga serta dipertahankan, karena jika hilang sanksi tegas untuk anggota tersebut,” imbau Wakapolda Kalbar.(Zrn)

Gereja Media Memperkuat Nilai Kewarganegaraan yang baru diresmikan ini dapat difungsikan secara optimal untuk memfasilitasi segala kebutuhan umat dan lembaga gereja maupun masyarakat, khususnya yang ada didaerah ini. Kata Gubernur, pembangunan gereja bertujuan sebagai sarana ibadah agar imaan jemaat makin tumbuh dan berkembang terhadap kepercayaan kepada Kristus, serta terus menerus dapat menggugah umat lebih giat menghayati dan mengamalkan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari sesuai dengan Firman Tuhan, serta menuruti teladan Yesus Kristus. “Manusia tidak dapat berkarya di dalam dunia ini kalau tapa campur tangan Tuhan, dengan demikian kita tidak dapat mengandalkan kekuatan kita sendiri, tetapi dengan memohon kepada Tuhan untuk campur tangan dalam setiap karya

kita, maka apapun yang kita kerjakan senantiasa akan berhasil,” jelasnya. Ditambahkannya Gubernur, perhatian kita terhadap kebutuhan kerohanian semakin meningkat, sebab kebutuhan akan jasmani harus terus berbanding lurus dengan kebutuhan akan rohani dalam rangka membentuk umat Katolik yang bertaqwa kepada Tuhan yang maha Kuasa dan mencipatkan umat Katolik sebagai warga Negara yang berbakti kepada nusa dan bangsa. “Demikian juga dengan keberadaan gereja St. Pius X Pancaroba ini, setidaknya mampu memenuhi kebutuhan umat Katolik, serta mendukung setiap rencana pelaksanaan kegiatan kerohanian di wilayah Keuskupan Agung Pontianak,” imbuhnya. Dalam akhir sambutannya, Cornelis menekankan

agar Gereja Katolik Sto. Pius X Pancaroba ini menjadi sebguah Gereja Katolik yang mandiri dan professional yang secara maksimal dapat memberdayakan fungsi Gereja sebagai tempat ibadah, dan juga menjadi lembaga social keagamaan yang mampu memberikan pelayanan kepada umat, baik melalui pencerahan keagamaan dan aktivitas diakonia maupun kegiatan social kemasyarakatan lainnya. “Selain itu, Gereja ini hendaknya dapat dijadikan sebagai media dalam mendorong masyarakat untuk pro aktif mengadakan kerjasama yang baik dibidang social, ekonomi dan budaya sehingga pada akhirnya dapat memperkuat nilai-nilai kewarganegaraan dalam perubahan social menuju terwujudnya masyarakat Kalbar yang adil dan sejahtera,” pintanya. (haes)

Sarana dan Prasarana Jalan Alami Fase tanggung jawab kita semua, agar inftastruktur yang telah disediakan dapat memberikan manfaat yang optimal bagi seluruh masyarakat. “Forum ini sudah sepantasnya, dapat berperan dan memberikan masukan positif dalam setiap permasalahan yang terkait dengan lalu lintas dan angkutan, karena didalam Forum ini terisi instansi terkait,” kata M Zeet Hamdy Assovie, Kamis (12/9) pada Rapat Kerja (Raker) Forum Lalu

Lintas dan Angkutan Jalan, di Hotel Mercure. Dikatakan M Zeet Hamdy Asovie yang juga Sekda Kalbar, Senseof belonging masyarakat pengguna jalan terhadap sarana dan prasarana jalan yang dibangun mengalami Fase kemunduran yang cukup memprihatikan, indikator tersebut terlihat seperti tidak taatnya masyarakat terhadap Traffic light.”Banyak pejalan kaki yang merasa kesulitan pada

saat menyeberang jalan karena hampir semua kendaraan bermotor dikendarai dengan kecepatan tinggi meski di tempat yang ramai, dan banyak kejadian lainnya,” jelasnya. Sebagai contoh nyata dan berdampak sistematik terhadap lalu lintas di wilayah Kota pontianak yakni tertabraknya Jembatan Kapuas I oleh Ponton. “Ini terjadi karena pemilik ponton tidak patuh pada ketentuan. (Lay).


CMYK

Borneo Tribune

Sabtu, 14 September 2013

www.borneotribune.com

12

Kado Istimewa HUT YSB Moral Ji Xin Raja Mempawah Ciptakan Lagu Ji Xin Borneo Tribune, Pontianak “Ji Xin Deng Wo, Qing Bie Qu, Bie Hen Wo, Xiangxin Wo. Ji Xin Wo Ai Ni, Zhende Ai Ni, Weishenme Ni, Bu Neng Ai Wo. Weishenme-Weishenme, Ying Xiong Nan Guo Mei Ren Guan, Wo Ai Ren, Xiang Humian Ni. Oh.....Ji Xin Wo Ai Ren, Ni Xiang He Shenme Yin Yue, Ai Ren Jiu Shi, Li Liong Shen Ming” berikut kutipan bait lagu yang diciptakan Raja Mempawah Pangeran RatuMulawangsa Mardan Adijaya saat dilantunkan kepada para Penerima Sedekah,

Minggu (8/9) pada Puncak Peringatah HUT ke 4 Yayasan Sosial Bhakti (YSB) Moral JI Xin Dejiaohui, di Jalan Budi Utomo Pontianak. Diawali dengan pemberian penyembahan kepada Nabi Cie Kung, Pengurus dan Umat Ji Xin dengan penuh khitmad dan penuh kesederhaan mengikuti semua ritual Peringatan HUT ke 4 YSB Moral Ji Xin di Pontianak, dan dilanjutkan dengan kegiatan Aktiviti Pemberian Sedekah kepada warga yang membutuhkan. Sebanyak 1.200 paket yang

Pangeran Ratu Mulawangsa Mardan Adijaya mengatakan pembagian paket ini merupakan kepedulian Pengurus YSB Moral Ji Xin merupakan rasa cinta kasih, rasa kepedulian yang telah diajarkan Buddha Cie Kung. “Paket ini untuk kebersamaan, dan saling peduli, saling kasih. Itu yang penting bagi kita dalam hidup ini,” kata Raja Mempawah. Disisi lain, Kapolsek Pontianak Utara Kompol Catur Prasetiyo mengatakan sangat nendukung kegiatan yang dilaksanakan Pengurus YSB Moral Ji Xin ini merupakan bentuk kepedulian Pengurus kepada warga yang membutuhkan. (Lay).

terdiri dari Gula, Mie Instan, dan Beras telah tersusun rapi di Sekretariat YSB Moral Ji Xin untuk disalurkan kepada warga yang membutuhkan. Paketpaket ini dibagikan kepada 400 orang warga di Kota Pontianak, untuk warga di Desa Jungkat sebanyak 200 paket, dan Warga di Segedong dan Sungai Pinyuh. “Paket ini merupakan kepedulian YSB Moral Ji Xin Dejiaohui kepada warga yang membutuhkan. Paket ini diterima, dan dinikmati, jangan menerima paket ini lalu dijual lagi,” Pinta Ketua YSB Moral Ji Xin Dejiaohui Lim Hui Kwang, kepada para penerima sedekah. Sementara Raja Mempawah

PEDULI. Ribuan warga penerima paket peduli YSB Moral Ji Xin Dejiaohui memadati Sekretariat YSB Moral Ji Xin untuk menerima paket peduli HUT ke 4 YSB Ji Xin Moral. FOTO Andika Lay/Borneo Tribune.

SPESIFIKASI PONDASI COR BETON SETEMPAT + PERKUATAN CERUCUK RANGKA BADAN BETON BERTULANG DINDING BATAKO PLESTER LUAR LANTAI COR BETON KERAMIK 40 X 40 (T 45 X T 70) TERAS COR + KERAMIK 40 X 40 RANGKA ATAP BAJA RINGAN ATAP SENG METAL PINTU JENDELA KUSEN ALUMINIUM, DAUN PINTU MULTIPLEK CAT LUAR DALAM PLAFON RANGKAALUMINIUM PENUTUP GYPSUM (DALAM) GRC (LUAR)

RS. Bhayangkara Jadi RS Anton Soedjarwo Borneo Tribune, Pontianak Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat (Kapolda Kalbar) Brigjend Pol Tugas Dwi Apriyanto meresmikan nama baru untuk RS. Bhayangkara Polda Kalbar (Dokkes), menjadi RS. Anton Soedjarwo, di mana peresmian nama RS. Anton Soedjarwo ini dihadiri seluruh pejabat utama Polda Kalbar beserta seluruh PNS Polri yang bertugas di Polda Kalbar, Jumat (13/9) kemarin. Selain meresmikan nama baru untuk RS. Bhayangkara Polda Kalbar, Kapolda juga mengalihfungsikan Mess Bhayangkara Polda Kalbar yang terletak di samping RS. Anton Soedjarwo, yakni menjadi satu dengan RS. Anton Soedjarwo, sehingga saat ini RS. Anton Soedjarwo memiliki 120 tempat tidur rawat inap untuk pasien. Kapolda Kalbar Brigjend Pol Tugas Dwi Apriayanto mengatakan, Ia mengganti nama RS. Bhayangkara Polda Kalbar (Dokkes) menjadi RS. Anton Soedjarwo, karena yang mendirikan RS. Bhayangkara Polda Kalbar adalah Anton Soedjarwo

merupakan mantan Kapolda Kalbar maupun Kapolri. “ Nama RS. Bhayangkara Polda Kalbar saya ganti menjadi RS. Anton Soedjarwo, karena Anton Soedjarwo merupakan pendiri RS. Bhayangkara saya menjabat sebagai Kapolda Kalbar, selain itu beliau juga merupakan mantan Perwira Polri dengan pangkat tertinggi, yang tak lain adalah mantan Kapolri di Bumi Pertiwi ini,” ungkap Brigjend Pol Tugas Dwi Apriyanto. Lanjut Kapolda Kalbar, saat ini RS. Anton Soedjarwo, sudah menyandang rawat inap Kelas III, di mana dulunya, sewaktu bernama RS. Bhayangkara Polda Kalbar, hanya menyandang rawat inap kelas IV. “ Perubahan dari kelas IV menjadi kelas III ini, karena dulunya saat bernama RS. Bhayangkara Polda Kalbar hanya memiliki 70 lebih tempat tidur pasien, namun saat ini sudah memiliki 120 tempat tidur pasien, jadi dapat menerima pasien lebih banyak lagi,” jelas Tugas Dwi Apriyanto. Dikatakan Tugas, ketika ada anggota Polri maupun

Purnawariran serta PNS Polri yang ingin berobat atau mendapatkan pelayanan kesehatan, kini tidak perlu mengeluarkan biaya yang besar lagi, bahkan kalau bisa dipermudahkan lagi dengan tidak mengeluarkan biaya sedikit pun. “ Saya sudah pesankan dengan Kabid Dokkes Polda Kalbar, sepanjang anggota Polri, Purnawiran, serta PNS yang mau berobat, untuk tidak dipungut biaya sepeserpun, jadi Kabid Dokkes harus bisa mengusahakan setiap anggota Polri atau PNS Polri yang berobat untuk tidak dikenakan biaya,” katanya. Selain itu Kapolda juga mengatakan bahwa pelayana kesehatan atau perawatan di RS. Anton Soedjarwo sangatlah lengkap, semua Dokter Spesialis bertugas di RS yang baru diresmikannya itu, namun Ia juga tetap mengajak kepada seluruh Dokter umum untuk bergabung dengan RS. Anton Soedjarwo, guna dapat meningkatkan pelayananan bagi anggota Polri, PNS Polri maupun masyarakat yang dirawat. (Zrn)

Kapolda: Jangan Ada Anggota yang Ditolak KM/WC KERAMIK 20 X 20 SANITARY KLOSET JONGKOK (T 45) KLOSET DUDUK (T 70) FASILITAS LISTRIK PLN 1300 W LEBAR JALAN 5 METER AIR BERSIH PDAM PAGAR KELILING

HUBUNGI:

YONGKY 0852 4551 2773

TYPE 45 & 70 Denah Lokasi

POM BENSIN

Keraton Kadariah

DENAH T 70

Jl. Ya’ M Sabran

Jl. Panglima Aim

Jl. Tj Hilir

DENAH T 45

Kapolda Kalbar Brigjen Drs Tugas Dwi Apriyanto menandatangani prasasti RS Bhayangkara Kalbar didampingi perwira dan disaksikan jajaran Polda Kalbar. FOTO S. Ardiansyah

Jl. Tanjung Raya

RS YARSI

Borneo Tribune, Pontianak Kapolda Kalbar, Tugas Dwi Apriyanto mengatakan terwujudnya Rumah Sakit Bhayangkara dari kelas 4 menjadi kelas 3 memang cukup cepat bila dilihat saat ia menjabat. Namun untuk hal tersebut ia mengakui harus melewati rintangan yang cukup sulit. Bahkan menurutnya lagi, tantangan itu datang dari istrinya yang tak setuju jika mess Bhayangkara dialihfungsikan menjadi RS Bhayagkara yang saat ini diberinama RS Anton Soedjarwo. ” Sebelumnya memang saya dengar prosesnya cukup lama sudah bertahun-tahun lamanya. Dan pada saat saya menjabat, untuk menyerahkan mess ini saya sempat tidak ditegur istri hingga seminggu, kata istri saya nanti ia dicopot dari Yayasan. Tapi saya katakan tak apa-apa yang penting RS ini bisa terwujud demi kepenting bersama,” katanya.

Brigjen Pol. Tugas Dwi Apriyanto

Kapolda juga mengaku, ia melakukan itu hanya menuruti instingnya. Sebab setelah melihat langsung kegunaan mess yang sudah tidak optimal. Dan mess hanya ditempati oleh orang-orang sehat yang mengantar pasien dan bukan digunakan untuk pasien . Akan tetapi sebaliknya pasien harus tidur dilantai karena tidak adanya tempat di Dokkes Bhayangkara. ”Saya berharap ini merupakan satu langkah maju untuk

Bidokes Polda kedepan. Sebab fasilitas yang tersedia sudah pasti lebih banyak dan baik dibanding sebelumnya. Dengan demikian pelayanan terhadap masyarakat khususnya pada anggota Polri akan memiliki daya tampung yang lebih dan baik ,” ujarnya. Tugas Dwi Apriyato kepada para tenaga medis serta jajaran RS Anton Soedjarwo yang baru diresmikan. Agar dapat bekerja dengan lebih baik dan dapat melayani pasien secara baik serta maksimal. Kapolda Kalbar juga memberi peringatan keras. Ia mengatakan RS Anton Soedjarwo dalam melayani para anggota Polri yang sedang sakit, diingatkan ia tidak mau mendengar jika sampai tidak dilayani secara baik. ”Tolong jangan sampai saya dengar di manapun saya berada ada anggota polri ditolak,” tegasnya mengakhiri. (Slt)

Hadir di Pontianak untuk memenuhi kebutuhan busana batik bagi Anda dan Keluarga

Menyediakan kain dan busana batik eksklusif bagi Pria, Wanita, Sarimbit (pasangan), Remaja dan Anak-anak dengan motif dan model yang trendy untuk kegiatan formal maupun informal

Kertas Fotokopi Berkualitas

DISTRIBUTOR TUNGGAL

CV. DUTA UTAMA ADITYA Jl. Putri Candramidi No. 8 Pontianak-Kalbar Telp. 0561-767552/766199 CMYK


Harian Borneo Tribune 14 September 2013