Issuu on Google+

cmyk

I DEALISME, K EBERAGAMAN

DA N

KEBERSAMAAN

Borneo Tribune www.borneotribune.com

Senin, 1 Juli 2013

21 Sya’ban 1434 H - 23 Go Gwee 2564

Telepon Redaksi/Iklan/Langganan/Pengaduan: (0561) 767788 Faximile. (0561) 766103

Alamat Redaksi: Jln Purnama Dalam No 2 - Pontianak 78121

Radakng, Rumah Budaya Tipologi Kalbar Inisiasi Gubernur Cornelis Dalam waktu dekat, masyarakat Kalbar, khususnya masyarakat Dayak akan bersukacita. Sukacita bukan hanya karena usai panen seiring dengan prosisi Naik Dangau, Dange atau Gawai. Tetapi, Besok Selasa (2/7) Radakng, Rumah Betang Dayak di Kalbar diresmikan penggunaannya.

Hawad Sriyanto Borneo Tribune, Pontianak RADAKNG ini adalah salah satu rumah budaya Dayak sejajar dengan rumah budaya Melayu terlihat kokoh dan unik di Kompleks Perkampungan Budaya Provinsi Kalbar Jalan Sutan Syahrir Pontianak. Gubernur Kalbar. Drs. Cornelis, MH menuturkan

pembangunan Radakng ini merupakan bagian yang tak terpisahkan dengan visi dan misinya untuk mewujudkan masyarakat Kalbar yang Beriman, Sehat, Cerdas, Aman, Berbudaya dan Sejahtera. Sesuai dengan motto pembangunan pemerintah provinsi Kalbar yaitu Persatuan dan Demokrasi Untuk Kesejahteraan Rakyat Kalbar.

“Karena itu, inisiasi untuk menggali dan mengembangkan nilai-nilai dan keragaman budaya serta melestarikan kekayaan budaya daerah dan tradisional, saya kira dapat mempertahankan kekayaan budaya sekaligus mewujudkan periwisata berbasis budaya dan kerakyatan,” tutur mantan Camat Menyuke yang kerap turun kelapangan ini.

KataCornelis,jikanilai-nilaidan kekayaan budaya ini bisa terbangun, maka niscaya terciptanya kehidupan masyarakat yang rukun, aman, dan damai. Salah satu program melestarikan nilai dan kekayaan budaya itu, maka dibangun perkampungan budaya. “Jadi Kalbar ini ada kompleks perkampungan Budaya yang ditandai dengan Rumah ....Ke Halaman -3

Drs. Cornelis, MH

HUT Koperasi ke-66

Dekopin Kalbar Optimis Koperasi Kalbar Sejahtera Budi Rahman Borneo Tribune, Pontianak MOMENTUM Hari Ulang Tahun Gerakan Koperasi Indonesia yang jatuh pada tanggal 12 Juli memiliki arti dan makna tersendiri bagi insan gerakan koperasi. Di usia yang sudah memasuki angka 66 tahun Awang Sofian Rozali

....Ke Halaman -3

B uah Bibir Tingkatkan Layanan Air Bersih

Sutarmidji

MENGALUNGKAN BUNGA. Kapolda Kalbar Brigjend Pol Tugas Dwi Apriyanto saat mengalungkan Bunga kepada AKBP A. Rachman, pertanda AKBP A. Rachman telah mengakhiri masa tugasnya sebagai anggota Polri di Kalbar.

1.099 Polisi Naik Pangkat AKBP (Purn) A. Rachman Ingin Jadi Petani Ikan

....Ke Halaman -3

Achmad Mundzirin Borneo Tribune, Pontianak

Maha Siswa Gokil DIRUANG kuliah, seorang dosen senior sedang memarahi mahasiswanya: Dosen: “menjawab saja tidak becus, eh malah bercanda dan ngobrol seenaknya. Menjawab soal aja juga ga ada yg tahu, jadi percuma aja kuliah ini,Hayo Sekarang yang merasa dungu BERDIRI !!!! “ sang dosen membentak. Beberapa menit suasana hening. Tiba-tiba dari bangku belakang seorang mahasiswa berdiri. Dosen: “Jadi kamu yakin betul, kamulah si dungu itu ??? “ “ Bukan begitu pak, saya cuma tidak tega melihat Bapak berdiri sendiri.”o

SEBANYAK 1099 anggota kepolisian menjalani proses kenaikan pangkat di Halaman Mapolda Kalbar, di mana sebanyak 1099 polisi yang dinaikan pangkat ini, terdiri dari Brigadir hingga sampai ke AKBP, kenaikan pangkat ini pun

Ketua TP PKK Prov. Kalbar yang juga selaku Ketua Forikan Ny. Frederika Cornelis, S.Pd membuka secara resmi pencanangan gemar makan ikan, yang dilaksanakan Dinas Perikanan dan Kelautan Prov. Kalbar yang bekerjasama dengan Forikan, TP PKK Prov. Kalbar, Polda Kalbar dan Kodam XII Tanjungpura, Jumat (28/6) di halaman Mapolda Kalbar.

TELAH HADIR DI KOTASANGGAU Jl. Jenderal Sudirman (Turunan Semboja)

disematkan langsung Kapolda Kalbar Brigjend Pol Tugas Dwi Apriyanto kepada masing – masing perwakilan yang naik pangkat, Minggu (30/6) kemarin. Kenaikan pangkat yang berlangsung di Polda Kalbar untuk 1099 anggota kepolisian, ini didampingi keluarga masing – masing anggota, karena di saat Kapolda menyematkan pangkat baru

kepada para perwakilan anggota yang naik pangkat, anggota yang lainnya disematkan oleh pihak keluarganya masing – masing. “ Kenaikan pangkat bukanlah suatu hak yang harus didapatkan setiap anggota Polri, baik itu perwira hingga sampai yang bintara, melainkan kenaikan ....Ke Halaman -3

Kampanye Gemar Makan Ikan Pecahkan Rekor MURI Borneo Tribune, Pontianak Frederika mengatakan dengan dilaksanakannya pencanangan gemar makan ikan ini diharapkan dapatsekaligusmensosialisasikan kepada masyarakat Kalbar agar membudayakan mengkonsumsi ikan karena mengkonsumsi ikan mempunyai gizi tinggi dan dapat membantu perkembangan otak, oleh karenanya sudah seharusnya kita semua membudayakan konsumsi ikan terutama bagi anakanak kita. ....Ke Halaman -11

Ketua TP PKK dan Ketua Forikan Prov. Kalbar Ny. Frederika Cornelis, S.Pd. berfoto bersama dengan latar belakang Replika arwana super red

Kini

Lebih Aman Dengan Dual SRS Airbag

Kapolda Pinta Ormas Tidak Sweeping Achmad Mundzirin Borneo Tribune, Pontianak KEPALA Kepolisian Daerah Kalimantan Barat (Kapolda) Kalbar Brigjend Pol Tugas Dwi Apriyanto meminta kepada seluruh ormas yang ada di Kalbar untuk tidak melaksanakan aksi sweeping di tempat-tempat yang mengganggu kesucian bulan Ramadhan, Sabtu (29/6). “ Saya minta dan saya imbau ormas – ormas yang ada di Kalbar untuk tidak melakukan sweeping di tempat – tempat yang mengganggu kesucian bulan Ramadhan, salah satunya di tempat hiburan malam, karena saya dan jajaran akan mengamankan tempat – tempat tersebut, guna tidak mengganggu kesucian Bulan Ramadhan,” tegas Kapolda Kalbar Brigjend Pol Tugas Dwi Apriyanto. ....Ke Halaman -3

Ikuti Test Drive Showroom Buka s.d. Jam 8 Malam. Hari Libur Minggu s.d. Pukul 13.00 WIB

hadir lebih aman dan nyaman

KANTOR PUSAT: Jl. A. Yani No. 89, Pontianak Telp. (0561) 734280

Selama Bulan Suci Ramadhan

Kursi Lebih Tebal dan Lebih Nyaman

CABANG: - Singkawang : Jl. A. Yani No. 08 Telp. (0562) 637000 - Ketapang : Jl. R. Suprapto Telp. (0534) 31841 - Sintang : Jl. M.T. Haryono Telp. (0565) 24222

HARGA ECERAN HARIAN BORNEO TRIBUNE - PONTIANAK, KUBU RAYA, MEMPAWAH,DAN SINGKAWANG Rp 2.000 - SAMBAS, BENGKAYANG Rp 2.200 - LANDAK,SANGGAU,SEKADAU, KETAPANG,KAYONG UTARA, SINTANG, MELAWI DAN PUTUSSIBAU Rp 2.500 -

cmyk

UNTUK meningkatkan pelayanan maksimal khususnya penyediaan air bersih bagi masyarakat di wilayah Pontianak Timur, Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak membangun Instalasi Pengolahan Air (IPA) yang berlokasi Jl H Rais Kelurahan Parit Mayor Kecamatan Pontianak Timur. Tahap pertama pembangunan


Senin, 1 Juli 2013

Kayong Utara

Borneo T Tribune

2

KKU Percepat Pembangunan Infrastruktur Abdul Khoir Borneo Tribune, Sukadana Pembangunan infrastruktur di Kabupaten Kayong Utara akan dilakukan dengan pendekatan konsep kawasan terintregrasi. Konsep kawasan terintegrasi tersebut meliputi pembangunan kawasan Sponti dan sekitarnya yang merupakan kawasan sentra produksi pertanian dan peternakan, pembangunan kawasan Teluk Batang dan Melano yang merupakan kawasan industri dan kawasan jasa komersil; pembangunan kawasan Pulau Maya dan Kepulauaan

T

Karimata yang merupakan kawasan sentra produksi perikanan dan kawasan wisata konservasi; dan pembangunan kawasan Sukadana yang merupakan kawasan sentra jasa pemerintahan dan kawasan perdagangan. Dalam upaya tersebut Pemkab KKU akan melakukan percepatan pembangunan infrastrukur khususnya pada wilayah terpencil dan pulau-pulau kecil, karena ketertinggalan dan keterisolasian infrastruktur pada wilayah tersebut menjadi penghambat laju pertumbuhan pembangunan dan perekonomian di KKU. “Pembangunan infra-

AJUK

Hegemoni Demokrasi Apabila kekuasaan serta kekuatan uang bersinergi menghegemoni proses demokrasi yang sedang berlangsung di seantero negeri, maka sesungguhnya hegemoni itu telah membunuh demokrasi serta meluluhlantakan sendi-sendi demokratisasi yang sedang dipelajari republik ini. Ketika kursi kekuasaan diperebutkan dengan cara yang licik serta menghalalkan segala cara, maka sebaiknya kalimat demokrasi dienyahkan saja untuk digantikan dengan rezim otoriter yang gandrung menerapkan politik tangan besi. Rasanya tidak terlalu sulit untuk membuktikan bahwa hegemoni politik yang notabene menciderai demokratisasi di Indonesia, termasuk di Provinsi Kalbar untuk dibeberkan ke hadapan publik. Baik hegemoni politik yang dilakukan secara struktural maupun secara personal. Yang dibutuhkan untuk membongkar hegemoni politik yang sampai hari ini masih menjengkram Ibu Pertiwi adalah keberanian yang dibalut dengan nurani yang suci. Karena hanya dengan keberanian serta kebeningan hati yang sanggup menjadi penawar terhadap hegemoni politik yang sampai hari ini masih menggerayangi NKRI. Hegemoni politik yang cenderung pragmatis itu tentunya tidak hanya merusak sendi-sendi demokrasi, melainkan juga sebagai benalu yang setiap saat akan terus menggerogoti uang negara demi memuaskan syahwat politik serta sifat hedonismenya. Bagi mereka yang berperan sebagai pecundang politik tersebut, persetan dengan nasib rakyat Indonesia yang notabene sampai hari ini masih miskin dan terus dilindas oleh roda zaman. Karena yang terpenting bagi mereka dan koloninya adalah yang penting perut kenyang dengan harta kekayaan yang berlimpah. Bahkan kalau perlu harta kekayaan mereka itu bisa mengakomodir sampai tujuh keturunan. Oleh karena itu, rakyat Indonesia, termasuk masyarakat di seantero Provinsi Kalbar harus berani mengatakan tidak pada politik uang serta mempunyai pilihan politik yang cerdas berdasarkan hati nurani di dalam menentukan siapa pemimpin mereka di masa mendatang. Baik dalam Pemilu Legislatif (Pilegs) serta Pilpres 2014, maupun dalam pelaksanaan pesta akbar demokrasi Pemilukada Gubernur, Bupati maupun Walikota di seantero Indonesia.

S

ENGET

Pemimpin itu bukan pecundang... - Jangan pilih kucing di dalam karung... Bang Tribune

· Wartawan, Kontributor, Intensive Programme and Freelancer “ Borneo Tribune” selalu di bekali tanda pengenal dan tidak diperkenankan menerima / meminta apapun dari narasumber · Setiap artikel atau tulisan berupa laporan kegiatan, cerita pendek, surat pembaca, puisi dan resensi yang dikirim ke redaksi hendaknya di ketik dengan spasi rangkap, maksimal 500 kata, ditandatangi dan disertai identitas ( No Telp / Fax jika ada ) dikirim ke alamat borneotribune@yahoo.com atau yusriadii@yahoo.com. Terimakasih

Idealisme, Keberagaman dan Kebersamaan

struktur dasar pada daerah terisolir dan daerah sentra produksi merupakan isu strategis prioritas pertama yang termuat pada rancangan RKPD KKU tahun 2013 dan harus mendapat perhatian serius dari seluruh SKPD,” kata Bupati KKU, Hildi Hamid, belum

lama ini. Terdapat agenda besar terkait pembangunan infrastruktur di KKU, rancangan pembangunan ruas Jalan Melano – Perawas - Simpang Dua akan terkoneksi dengan ruas jalan trans Kalimantan Lintas Selatan. Hal tersebut jelas akan

mengefisienkan fungsi jarak dan waktu dalam hal distribusi sumber daya alam dari kabupaten tetangga seperti Kabupaten Sanggau, Sekadau, Melawi, Sintang dan kabupaten wilayah tengah dan pedalaman lainnya. “Harapan kita tetap ingin

menjadikan Kayong Utara sebagai outlet distribusi sumber daya alam yang dihasilkan kabupaten di wilayah tengah dan pedalaman melalui Pelabuhan Nasional Teluk Batang,” harap Hildi. Dengan kondisi demikian, Hildi juga berharap Pem-

prov Kalbar untuk dapat mengakomodir rencana pembangunan ruas jalan dan pelabuhan Teluk Batang menjadi status strategis nasional pada stuktur ruang RTRW Provinsi Kalbar yang saat ini sedang dalam proses penyempurnaan dan penetapan.

Tambah Populasi Ternak Sapi KKU Abdul Khoir Borneo Tribune, Sukadana Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan KKU, Rudi Rustaman mengatakan saat ini pihaknya terus mengupayakan peningkatan kualitas dan kuantitas ternak sapi di KKU. Hal tersebut sebagai upaya untuk menjadikan KKU

sebagai produsen bibit sapi selain untuk memenuhi kebutuhan sapi lokal maupun untuk mensuplai sapi ke kabupaten/kota di Kalbar. Peningkatan produksi bibit sapi di KKU dipusatkan di Kecamatan Seponti dengan menjadikan kawasan sapi unggulan, mulai dari produksi pakan ternak pendukung percepatan penggemukan dan penambahan populasi sapi.

“Dalam pengadaan sapi, kami mewarning penambahan sapi dengan metode trans kecamatan, karena secara global jumlah ternak tidak bertambah hanya berpindah dari satu kecamatan ke kecamatan lain di KKU,” kata Rudi. Dengan demikian, Rudi berharap penambahan populasi sapi berasal dari luar KKU dan atau dapat didatangkan dari provinsi lain yang memiliki jumlah

ternak dan kualitas sapi yang lebih baik dari daerah sendiri. Metode lain yang diupayakan oleh Dinas Pertanian dan peternakan adalah dengan melakukan pendataan ternak-ternak betina yang masih dalam masa produksi dan untuk tidak memotong ternak dalam usia produksi tersebut. “Ternak yang sudah memiliki usia tua boleh dipotong

atau dijual keluar, tapi yang masih produktif jangan dipotong biarkan berkembang biak dulu,” imbuhnya. “Masyarakat KKU masih memiliki tingkat konsumsi daging sapi yang rendah, karena masyarakat masih memilih ikan laut sebagai sumber protein mereka, sehingga dengan kondisi demikian akan mempercepat percepatan produksi sapi di KKU,” katanya.

12 Ribu Rumah Tergolong Tak Layak Huni Achmad Munandar Borneo Tribune, Kubu Raya Pemerintah Kabupaten Kubu Raya mencatat hingga saat ini terdapat 12 ribu rumah warga tergolong tidak layak huni. “Dengan program bantuan rumah tidak layak huni dari Pemerintah Pusat, maka kita menargetkan dalam kurun waktu tiga tahun 12 ribu rumah tidak layak huni tersebut dapat segera diperbaiki,” kata Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan, Minggu (30/6). Menurut Muda, bantuan stimulant perumahan swadaya (BSPS) tahap I sebanyak 1033 rumah yang diberikan pemerintah pusat kepada warga di Kecamatan

Sui Ambawang memamng belum mampu mengatasi semuanya. Karena memang untuk memperbaiki rumah dari tidak layak huni menjadi layak huni harus bertahap. Selain bertahap, lanjut dia dari bantuan tersebut memang masih ada sejumlah rumah di setiap desa yang kemungkinan besar tidak mendapatkan bantuan tersebut. Akan tetapi pemerintah kabupaten tidak tinggal diam melalui dana APBD pemerintah kabupaten juga menyiapkan anggaran yang akan digunakan untuk warga yang belum mendapatkan bantuan. “Dana dari APBD ini, akan dibagi di setiap desa yang rumahnya belum mendapatkan bantuan,” ucapnya. Diakuinya memang tahun

ini dana dari APBD yang diperuntukan untuk pembangunan rumah tidak layak huni menurun dari tahuntahun sebelumnya. Hal itu dikarenakan bantuan yang diberikan pemerintah pusat sangat besar. sehingga dana APBD tersebut lebih digunakan untuk membantu masyarakat yang mengalami musibah, seperti kebakaran. “Alhamdulillah bantuan tahun ini terus meningkat, dari sebelumnya 527 rumah menjadi 1033,” ujarnya. Terkait dengan masih adanya bantuan yang tidak tapat sasaran, dia menambahkan akan meminta kepada pengurus RT/RW dan pemerintah desa untuk membantu petugas pendataan agar data yang dikumpulkan benar-benar

susuai dengan apa yang telah ditentukan kemeterian. Sementara itu, Kepala Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Kebersihan Kabupaten Kubu Raya, Rusnaldi mengatakan program bantuan rumah tidak layak huni sudah dilaksanakan pemerintah kabupaten melalui dana APBD sudah dilakukan sejak 2011 sampai dengan tahun ini. Dimana pada 2011 jumlah rumah yang diperbaiki sebanyak 228 dengan total anggaran Rp2.3 miliyar juta, pada 2012 sebanyak 237 rumah tidak layak huni yang diperbaiki dengan anggaran mencapai Rp2.525 miliyar. Sementara, lanjut dia pada 2013, jumlah rumah tidak layak huni yang mendapatkan bantuan mengalami

penurunan, yakni hanya 118 rumah dengan total anggaran Rp1.5 miliyar. Dia menjelaskan, kondisi rumah tidak layak huni di Kabupaten Kubu Raya cukup besar dan masuk kategori kerusakan berat. Sehingga pihaknya sangat berharap kepada Kementerian Perumahan RI agar dapat memberikan kuota bantuan yang lebih besar dan memberikan program perumaghan perbaikan dengan kategori kerusakan berat. “Total rumah tidak layak huni di Kubu Raya mencapai 13.994 dan telah mendapatkan bantuan dari pusat sebanyak 1033 dan menyisakan 12961 rumah. Kita berharap pusat dapat memberikan perhatian yang lebih bagi Kubu Raya,” harapnya.

Opini

Konsepsi Islam Tentang Sirkulasi

Oleh: Yulia Ibrahim Sirkulasi dalam pengertian material berarti pemindahan atau pengangkutan sesuatu dari suatu tempat ke tempat lain. Sedangkan sirkulasi dalam pengertian hukum adalah segala aktivitas perniagaan, baik dengan kontrak barter, kontrak jual beli, maupun yang lainnya. Dalam pembahasan ini yang akan dikaji adalah sirkulasi dalam pengertian hukumnya. (Muhammad Baqir AshShadadr, 2008: 437). Jelas bahwa sirkulasi dalam bentuk pengertian materialnya adalah salah satu jenis proses produksi. Dan pembahasan sirkulasi juga tidak bisa dipisahkan dari sirkulasi. Kembali mengingatkan bahwa produksi adalah proses mengolah alam sehingga tercipta suatu bentuk terbaik yang mampu memenuhi kebutuhan manusia. Pada banyak kasus, pengangkutan sesuatu dari suatu tempat ke tempat lain menciptakan kegunaan baru, baik pengangkutan itu vertikal maupun horizontal, dan ini berarti mengubah suatu material ke bentuk terbaiknya sesuai

dengan kebutuhan manusia. Contoh pengangkutan horizontal adalah memindahkan suatu komoditas ke tempat yang lebih dekat dengan konsumen atau mengantarkan komoditas tersebut langsung ke konsumen. Pengangkutan atau pemindahan seperti ini merupakan evolusi ke bentuk yang lebih baik, sesuai dengan kebutuhan manusia. Sedangkan sirkulasi dalam pengertian hukumnya, dimana terjadi perpindahan hak kepemilikan dari seseorang ke orang lainnya sebagaimana ditemukan dalam aktivitas perniagaan, menciptakan hubungannya dengan produksi pada tataran doctrinal. Karena itu, dapat kita kaji pandangan Islam tentang hubungan antara produksi dan sirkulasi, sekaligus mengkaji sifat hubungan ini pada tataran doctrinal. Konsepsi Islam tentang sirkulasi dan hubungannya dengan produksi secara doctrinal, tidak hanya ikut ambil bagian secara langsung dalam konsepsi doctrinal, namun juga memainkan peran penting dalam formulasi kebijakan umum ikhwal area sirkulasi dan dalam mengisi kekosongan yang sengaja Islam tinggalkan

untuk diisi oleh Negara sesuai dengan situasi dan kondisi actual. Sirkulasi dalam Islam pada prinsipnya bagian dari produksi dan tidak dapat dipisahkan dari orbitnya. Konsepsi Islam yang disinggung dalam berbagai teks dan penjelasan tersebut sepenuhnya sepakat dengan sejarah dan kemunculan sirkulasi secara historis serta kebutuhan lokal yang memunculkannya. Sirkulasi kemungkinan besar tidak eksis dalam skala luas di dalam masyarakat yang mana masing-masing anggotanya dapat memenuhi sendiri kebutuhannya. Individu yang mampu mencukupi kebutuhannya sendiri tidak akan membutuhkan produk yang dihasilkan oleh individu lainnya, dan tidak akan melakukan sirkulasi serta pertukaran. Sirkulasi muncul dalam kehidupan manusia sebagai hasil dari pembagian kerja yang membuat kerja setiap individu terspesialisasi. Seorang individu hanya menggeluti satu cabang produksi tertentu dan menghasilkan produk melebihi kebutuhannya sendiri. Ia mendapatkan berbagai komoditas lain yang ia butuhkan dari

para produsen lain melalui media pertukaran dimana ia menukar produk-produknya dengan yang lain. Semakin meningkat dan beragamnya kebutuhan manusia memaksa masyarakat untuk menerapkan system pembagian kerja, dan pada gilirannya mengarah pada system sirkulasi berskala luas. Seorang produsen beras hanya memproduksi beras, ia memenuhi kebutuhan akan pakaiannya dengan membawa kelebihan produksi berasnya kepada produsen pakaian yang membutuhkan beras. Ia memenuhi kebutuhan beras si produsen pakaian, dan sebagai gantinya produsen pakaian juga memenuhi kebutuhan akan beras. Dalam pertukaran di atas terlihat bahwa produsen beras berhubungan langsung dengan konsumen beras. Demikian pula, si produsen pakaian berhubungan langsung dengan konsumen pakaian. Dalam aktivitas sirkulasi tersebut terjadi tanpa media perantara. Evolusi sirkulasi yang membuatnya semakin kompleks memunculkan peran perantara diantara kedua produsen. Produsen beras tidak lain langsung menjual berasnya kepada produsen

pakaian akan tetapi sudah melewati perantara. Di sini muncul orang ketiga yang memainkan peran perantara diantara mereka. Orang ketiga ini tidak lagi membeli beras untuk dipakai akan tetapi untuk berikutnya dijual kembali kepada konsumen lainnya. Jadi produsen beras tidak lagi langsung berhubungan dengan produsen pakaian atau lainnya. Dari sinilah muncul aktivitas perniagaan. Perantara mencurahkan usaha besar yang dinikmati oleh para produsen dan konsumen. Berikutnya dapat dipahami bahwa kedua priode sirkulasi atau transfer kepemilikan, priode produsen ke konsumen dan priode pedagang perantara, kerja produksi dilakukan oleh individu yang mentransfer kepemilikan atas komoditas dan menerima pembayarannya. Artinya, pendapatan atau profit yang diperoleh pedagang dari transfer kepemilikan ini merupakan hasil dari kerja produktif yang dilakukannya, bukan hasil dari proses transfer itu sendiri. Islam mengatur sirkulasi berdasarkan pandangannya yang spesifik dan dengan tegas menolak pemisahan sirkulasi dari produksi. Wallahu a’lam.

Penerbit: PT. Borneo Tribune Press. Direktur Utama: W Suwito, SH, MH. Direktur: Emiliana Sekretaris Direksi: Erika Sudiardjo Penasehat Hukum: A. Ambo Mangan, SH, MH, Martinus Ekok, SH, MH. Pemimpin Umum: Sisa Primashinta. Pimred: Hawad Sriyanto Wapimred: Yusriadi Sekretaris Redaksi : Aulia Marti Senior Editor: H. Nur Iskandar, SP, Tanto Yakobus, Alexander Mering, Hairul Mikrad. Redaktur Pelaksana: Ukan Dinata. Wartawan Senior: Andry, Budi Rahman, Agus Wahyuni Wartawan: Andika Lay, Achmad Mundzirin, Achmad Munandar, Jubeironi, Slamet Ardiansyah. Staf Redaksi: Fahmi Ichwan, Syam Abubakar, M Taufik, Fery Adeputra, Yulan Mirza.Biro Mempawah: Johan Wahyudi, Jl. Pendidikan Gg. Suka Mulya No.10 (085654587038). Biro Bengkayang: www.borneo-tribune.net Mujidi, Jl. Pahlawan No. 10, Kelurahan Bumi Emas Bengkayang (085245247955). Singkawang: Rudi Hariyanto Alamat: Jl. Manggis Rt 026/Rw 009 Kelurahan Roban Kecamatan Singkawang Tengah. TERBIT SEJAK 19 MEI 2007 Sambas: Amrul Ambiya (Kontributor/Pemasaran), Jl. Suka Mantri (085245527602). Landak: Yohanes Ngalai/Pemasaran, Jl. Barage Gg. Pak Kasih No. 51 Ngabang (085822062880). Biro Sanggau: Ratnasari Jl. Agus Salim No.10 (085245904505) Aditya ( 085349867788 ). Biro Sekadau: Bagus Kosminto, Jl. Irian No. 41 Sekadau Hilir (085245743683). Biro Sintang: Endang Kusmiyati (08524-5006757) Pemasaran: Fahri (085750296539 ) Jl. JC Oevang Oeray, Gg. Ahmad 2.Biro Melawi: Eko Susilo (0812-56452946) Jl. M Saad, Gg. Kayan, Serundung- Nanga Pinoh. Biro Kapuas Hulu: Teofilusianto Timotius Jl. Pasar Inpres blok A No. 13 Kota Putussibau. Ketapang: Jaidi Chandra (Kontributor), Jl. Gajah Mada No. 156 (081345450988). Biro Kayong Utara : Abdul Khoir. Umum Fitriyana, Ardiansyah. Percetakan/IT: (Manajer) Iwan Siswanto, (Wakil Manajer) Supriyanto, Rustam. Marketing: (Manajer) Hesty Yosana, Kusnan, Aldi C.Sirkulasi : M. Danny, Mulawarman Desain Iklan: Atika Ramadhani, M. Affandy,Keuangan: Jumi Erlinasari, Tri Agustin, Husada Muin. Tarif Iklan: BW (black and white) Rp 6000/mm kolom, Full Colour hal 1 Rp 15.000/mm kolom, halaman dalam Rp 12.000/mm kolom. Asisten Dirut: Khairoedin Pasaribu. Alamat Kantor Bisnis dan Alamat Redaksi: Jalan Purnama Dalam No 2 Pontianak Telpon 0561-767788 Fax 0561-766103. E-mail: borneotribune@yahoo.com

Borneo Tribune


cmyk

IKLan Senin, 1 Juli 2013

Borneo Tribune

3


Kalimantan Barat - Kota Pontianak Borneo Tribune

Senin, 1 Juli 2013

4

BNNK Gelar Tes Urine Mendadak Pegawai Dinas Cipta Karya Nihil Pengguna Narkoba Andika Lay Borneo Tribune, Pontianak

Urine Petugas BNNK Pontianak sedang melakukan test urine Pegawai Cipta Karya dalam kegiatan test urine mendadak. FOTO Andika Lay/Borneo Tribune

Pencegahan menyebarluasnya penyalahgunaan narkoba terus dilakukan Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Pontianak dengan melakukan tes urine terhadap instansi atau lembaga baik pemerintahan maupun swasta, Rabu (26/ 6) Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Perumahan Kota Pontianak menjadi target tes urine yang digelar secara mendadak di lantai dua Gedung Terpadu Jalan Sutoyo Pontianak. Satu-persatu pegawai dari total 73 orang dipanggil namanya untuk diambil urinenya dan dites di tempat untuk mengetahui apakah ada diantaranya yang menggunakan narkoba. Hasilnya, keseluruhan pegawai di instansi tersebut yang dites urine tidak ditemukan satu pun yang terindikasi menggunakan narkoba. Kepala BNNK Pontianak, AKBP Andi Harun AR menyatakan tes urine ini sengaja digelar secara mendadak

PRSI Kalbar Bidik Perenang Muda

Polda Kembali Gelar Donor Darah Achmad Mundzirin Borneo Tribune, Pontianak

IBRAHIM BANSON, Ketua PRSI Kalbar langsung menemui Firda usai ikut dalam Kejurda Renang VII di Sekadau beberapa waktu lalu, mata Firda menangis dengan sesekali menarik nafas karena kelelahan usai berenang. Dengan penuh semangat, Banson mengatakan kepada Firda, “atlet tak boleh nangis”. FOTO: Ubay KPI/Borneo Tribune

muncul atlet yang bisa mengharumkan nama Kalbar melalui renang,” ujar Banson. Selain itu, Banson juga memuji keberanian Pengcab Kota Pontianak yang melahirkan satu atlet muda berusia 6 tahun. Yakni Firda.

Firda merupakan atlet termuda yang ikut dalam Kejurda Renang VII di Sekadau beberapa waktu lalu. “Saya acungi jempol dengan keberanian Firda yang ikut bersaing dengan atlet lainnya, meski usianya masih sangat dini. Namun

ini akan menjadi bibit unggul renang Kalbar,” ungkap Banson. Orang tua Firda, Sabli mengaku sangat senang dengan keberanian anaknya bersaing dengan lainnya. meski usianya masih sangat dini. o

Anak Ahli Waris Pimpim Upacara HBD Upacara Hari Berkabung Khidmad Di Dispora Andika Lay Borneo Tribune, Pontianak Upacara dalam rangka Memperingati Hari Berkabung Daerah dilaksanakan dengan khidmad di halaman belakang Dinas Pemuda dan Olahraga (DISPORA) Provinsi Kalimantan Barat pagi tadi

Jum’at 28 Juni 2013 dengan serangkaian acara sesuai dengan surat edaran Sekretaris Daerah Prov. Kalbar diantaranya menyanyikan lagu Indonesia raya dan lagu perjuangan yaitu Syukur. Serta pembacaan Sejarah Singkat Makam Juang Mandor. Upacara dipimpin oleh Kabid. Keolahragaan Ba-

Sambut Hut Bhayangkara ke 67

pak Drs. Sugeng Hariadi MM. Dalam amanatnya disampaikan bahwa telah terjadi pembunuhan secara masal pada tanggal 28 Juni 1944 terhadap 21.037 jiwa dan dikuburkan secara masal di 10 buah makam di Mandor. Mereka yang dibunuh secara keji dan kejam oleh Tantara Jepang merupakan tokoh masya-

rakat, pemuka masyarakat, kaum cendekiawan dan pejuang yang tidak berdosa. Dan kebetulan nenek dari mertua Bapak Sugeng termasuk juga yang dibunuh,. “Dihimbau bahwa dulu para pejuang kita berjuang dengan segala bentuk perngorbanan termasuk nyawa dan sekarang tinggal

kita mengisinya membangun negara ini dibandingkan dulu yang serba sulit bahkan nyawa taruhannaya,” kata Sugeng Peringatan dihadiri sebagian staf Dispora karena sebagian staf yang lain menghadiri kegiatan serupa di Makam Juang Mandor bersama Kadispora Ibu Dra. Hj. Utin Kusumawaty, M.Si. o

Polda Kalbar Kalimantan Barat kembali menggelar donor darah, yakni terDonor darah ini kait dalam rangka memerupakan bhati nyambut Hut Bhayangkara sosial dari pihak ke 67 di Tahun 2013, di mana donor darah kali ini kepolisian dalam dilakukan seluruh pejabat rangka menyambut utama dan Ibu Bhayangkari Polda Kalbar, Hut Bhayangkara, dan Sabtu (29/6) kemarin. semoga bhakti sosial Menurut Kabid Humas yang diberikan pihak Polda Kalbar AKBP kepolisian melalui Mukson Munandar, donor darah yang kembali dige- satu rangkaian kegiatlar pihaknya itu, merupaan, dapat berguna dan kan satu rangkaian kegiatbermanfaat bagi an dalam menyambut Hut Bhayangkara ke 67 di Kamasyarakat luas limantan Barat, di mana yang berpatisipasi untuk mendonorkan darah adalah, pejabat utama beserta Ibu Bhayangkari. “ Pendonor darah kali ini, merupakan seluruh pejabat utama Polda Kalbar beserta istri, termasuk Kapolda Kalbar beserta istri,” ungkap Mukson Munandar. Lanjut Mukson Munandar, yang mendonorkan darah kali ini sebanyak 300 anggota kepolisian yang bertugas di Polda Kalbar, dan diharapkan dari donor darah tersebut berguna serta bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan. “ Donor darah ini merupakan bhati sosial dari pihak kepolisian dalam rangka menyambut Hut Bhayangkara, dan semoga bhakti sosial yang diberikan pihak kepolisian melalui satu rangkaian kegiatan, dapat berguna dan bermanfaat bagi masyarakat luas,” ujar Kabid Humas Polda Kalbar. Ditambahkan Mukson, donor darah terkait Hut Bhayangkara kali ini, sudah merupakan yang ke sekian kalinya yang dilakukan Polda Kalbar, bahkan bukan dalam rangka Hut Bhayangkara saja, hari – hari biasa pun, Polda Kalbar juga sering melakukan donor darah, guna membantu masyarakat yang membutuhkan. o

Hubungi dealer TVS terdekat atau SMS : TVS Pontianak

: 0853 9320 2778

TVS Rasau

: 0853 9355 5508

TVS Singkawang

: 0823 5178 4446

TVS Ketapang

: 0852 4594 6118

TVS Sintang

: 0812 5746 6666

TVS BM Sintang

: 0852 5260 1948

TVS Pinoh

: 0813 4557 8321

TVS Putussibau

: 0821 5125 9567

TVS Anugrah Sekadau

: 0813 4540 2238

TVS Merdeka Motor PTK

: 0821 5030 6989

TVS Tepuai

: 0813 4528 6562

CMYK

CMYK

Langkah berani dilakukan Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) Kalbar. Untuk mengintensifkan pembibitan, pengprov bakal melakukan pemantauan di setiap pengurus cabang untuk melihat bibitbibit baru perenang Kalbar. “Kami ingin membidik perenang-perenang muda. Pembibitan sangat efektif dilakukan memang sejak usia dini,” ujar Ketua PRSI Kalbar, Ibrahim Banson usai Kejurda Renang VII di Sekadau beberapa waktu lalu. Menurut Banson, sasaran yang dituju dalam pencarian bibit baru tak lain adalah klub-klub renang yang sudah di Kalbar. Sebagai awalan, Kota Pontianak menjadi kota pertama yang akan dilihat atlet mudanya. Hal itu, dikarenakan sesuai dengan pantauan, pada Kejurda di Sekadau beberapa hari lalu, ada atlet dini berusia 6 tahun dari Kota

Pontianak. Selain itu, dalam kepengurusan PRSI periode kedua Ibrahim Banson, juga akan melengkapi kepengurusan di tingkat daerah. Sejauh ini menyisakan dua daerah yang belum terbentuk. Diakui oleh Ibrahim Banson, kendala di daerah belum terbentuknya kepengurusan cabang, disebabkan karena tidak adanya sarana latihan (kolam renang). Hal ini menurut Banson juga menjadi kendala dalam pembibitan dan pelatihan bagi atlet. Sejauh ini, Kalbar hanya memiliki 2 kolam renang standar nasional. Dua daerah yang memiliki kolam tersebut yakni Pontianak dan Sekadau. Masa depan renang Kalbar menurut Banson masih sangat potensial menembus prestasi tingkat nasional. Selain Lusiana, ada beberapa atlet muda berpotensi untuk masa depan. “Pontianak, Kubu Raya, dan Sintang punya banyak generasi, kita berharap dengan pembinaan yang efektif

hat perkembangannya selama masa pembinaan. Apabila ada perubahan dari yang bersangkutan sebagai seorang PNS maka akan diperbaiki. Sementara itu, Kepala Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Perumahan Kota Pontianak, Ismail mengakui dirinya diberitahu oleh BKD akan adanya rencana tes urine ini dan diminta untuk menyiapkan segala sesuatu yang diperlukan untuk tes urine. “Jadi hanya saya dan sekretaris yang mengetahui adanya rencana tes urine ini, para pegawai lainnya tidak ada yang tahu,” kata Ismail. Dikatakan olehnya, dengan digelarnya tes urine di instansi yang dipimpinnya ini, pihaknya mendukungan upaya BNNK dalam upaya membersihkan lingkungan kerja dari penyalahgunaan narkoba. “Kita berterima kasih karena BNN sudah bekerja sama dengan kita untuk melakukan tes urine di dinas ini. Saya berharap tidak ada satu pun staf saya yang menggunakan narkoba,” ucapnya. o

Ubay KPI Borneo Tribune, Pontianak

dan rahasia, hanya pihakpihat terkait yang mengetahui rencana tes urine ini. Hal ini dilakukan untuk memperoleh data yang aktual serta mencegah adanya pegawai yang mencoba menghindar dari tes urine. “Kita sengaja lakukan secara mendadak, bisa besok, lusa atau kapan pun itu tidak ada yang tahu. Yang tahu paling tinggi walikota atau Badan Kepegawaian Daerah (BKD),” kata AKBP Andi Harun AR. Dikatakan olehnya, sepanjang tahun 2013 ini sudah ada enam instansi atau Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak yang dilakukan tes urine, dan selama dilakukan tes urine, ada beberapa pegawai yang dinyatakan positif menggunakan narkoba. “Yang dinyatakan positif menggunakan narkoba kita lakukan pembinaan, kita serahkan dengan Walikota dan Kepala Dinasnya agar dibina,” jelasnya. Dibina artinya dilakukan tes urine terus terhadap yang bersangkutan dan dili-


Mempawah-Kubu Raya Borneo Tribune

Senin, 1 Juli 2013

5

Kampus BPPTD Tarik Minat Ahli Transportasi Eropa Johan Wahyudi Borneo Tribune, Mempawah Pembangunan tahap pertama Balai Pengembangan Pendidikan Transportasi Darat (BPPTD) Kementerian Perhubungan wilayah Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan Papua, di Desa Antibar, Kecamatan Mempawah Timur, resmi dimulai. Prosesi dimulai pemba-

ngunan BPPTD itu ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Bupati Pontianak, Ria Norsan, yang diikuti Kepala Pusat Pengembangan SDM Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Anton S Tampubolon, Wakil Bupati, Rubijanto, dan Sekda Gusti Ramlana. Pada kesempatan tersebut, Kepala Pusat Pengembangan SDM Perhubungan

Darat Kementerian Perhubungan, Anton S Tampubolon, dalam sambutannya menjelaskan, pembangunan fisik BPPTD di areal seluas 20 hektare ini akan dilaksanakan dalam empat tahap dengan kurun waktu empat tahun. Tahap pertama yang dimulai tahun 2013, Kemenhub akan membangun gedung rektorat dan pagar mengelilingi kampus, tahap kedua

pada 2014 akan dibangun asrama, kelas, sebagian labolatorium, serta dermaga latih, tahap ketiga pada 2015 akan dibangun labolatorium dan ruangan simulator, dan tahap keempat atau terakhir akan dilakukan proses penyelesaian secara keseluruhan terhadap keseluruhan bangunan BPPTD tersebut. “Pembangunan BPPTD ini akan menelan dana Rp 325

miliar. Sedangkan untuk tahap awal pembangunan ini kita membutuhkan dana Rp 13,8 miliar. Anggaran tersebut belum termasuk peralatan atau kelengkapan pendukung,” jelasnya. Anton menambahkan, BPPTD di Kabupaten Pontianak menjadi satu-satunya kampus perhubungan darat di Asia tenggara yang memiliki kapasitas dan unjuk kerja yang bisa melayani

siapapun untuk mengembangkan SDM-nya. Tak hanya itu, gaung pembangunan BPPTD ini sudah terdengar sampai ke Eropa. “Bahkan, sudah ada sejumlah ahli transportasi dan perhubungan di eropa bersedia menawarkan pemikiran dan pengetahuan bagi pengembangan transportasi darat di Indonesia,” ucapnya. Untuk itu, Anton berharap, keberadaan BPPTD di

Kabupaten Pontianak ini bisa melayani program pendidikan pengembangan SDM transportasi darat, khususnya bidang angkutan sungai, danau, dan penyeberangan, yang mencakup 17 provinsi dan 340 kabupaten/kota di Indonesia. “Kita berharap dengan adanya kampus ini akan melahirkan SDM transportasi darat yang berkualitas,” katanya. o

Kwarcab Gelar LT II dan Raimuna Lokanira Ranting

Pramuka Ciptakan Generasi Muda Berkualitas Aksi marching band pangkalan SMPN 2 Segedong yang memukau penonton

Peserta perkemahan menunjukan keterampilan tali temali Kak Kwarcab Kabupaten Pontianak, Rahmad Satria, memasang tanda peserta perkemahan

Johan Wahyudi Borneo Tribune, Mempawah Mengisi waktu libur dan mengimplementasikan pendidikan karakter kepada generasi muda. Kwarcab Kabupaten Pontianak menggelar Perkemahan Lomba Tingkat (LT) II dan Raimuna Lokanira Ranting se Kabupaten Pontianak yang dimulai sejak 28-30 Juni di Halaman Kantor Camat Segedong, yang dibuka langsung Ketua Kwarcab Kabupaten Pontianak, Rahmad Satria, dengan diikuti 207 peserta pramuka tingkat penggalang. “Perkemahan ini, dalam

rangka mengisi waktu luang selama libur sekolah. Dimana kita manfaat waktu libur, agar selama libur sekolah tidak digunakan hanya untuk bersantai saja,” kata Rahmad. Bahkan Ketua DPRD Kabupaten Pontianak ini, menilai orang yang bisa memanfaatkan waktu luang dengan berbagai kegiatan yang positif, merupakan salah satu ciri-ciri orang yang sukses. “Untuk itu, waktu luang selama libur sekolah ini, Kwarcab mengagendakan melaksanakan perkemahan ini. Karena melakukan perkemahan ini, akan mendidik kedisiplinan, kepemimpinan dan karakter anak menjadi

anak yang berkualitas sebagai generasi penerus bangsa. Apalagi kegiatan pramuka merupakan amanah negara yang telah diatur dalam undang-undang,” katanya. Selain itu, Rahmad, menilai adik-adik peserta perkemahan tersebut, merupakan anak-anak terpilih karena telah mewakili gugus depan serta Kwarran disetiap kecamatan. “Mereka yang mengikuti perkemahan ini, merupakan

anak-anak terpilih karena mewakili pangkalan gudep sekaligus Kwarran mereka. Kalah menang dalam suatu pertandingan biasa,namun kita harus berusaha meraih prestasi sebaik-baiknya,” katanya. Dan acara pembukaan juga diisi aktraksi marching band pangkalan SMPN 2 Kecamatan Segedong, yang sangat memukau para peserta perkemahan, pembina dan udangan yang hadir. o

Peserta siap menunjukan keterampilan semahpore dan morse

Kak Kwarcab Kabupaten Pontianak, Rahmad Satria, saat diwawancari para juranlis


Bengkayang Borneo Tribune

Senin, 1 Juli 2013

6

Air Tak Ngalir, PDAM Siap Turun ke Lapangan Rudi Borneo Tribune, Singkawang Terhitung seminggu ini air leding yang berada di Jalan Ratu Sepudak tidak mengalir. Tentu saja hal tersebut menjadi pertanyaan warga. Seperti yang diungkapkan Elvi, warga setempat, mereka mempertanyakan apa masalahnya sehingga air di daerahnya itu tidak mengalir selama sepekan ini. “Biasanya Senin dan Kamis, air mengalir. Namun, dalam seminggu ini tidak mengalir. Pernah mengalir, namun air tersebut tidak bisa digunakan lantaran airnya keruh dan kotor,” ungkapnya. Kalaupun ada permasalahan, sebaiknya segera

FOTO: Rudi / Borneo Tribune

Deni Isnaeni diumumkan kepada warga. Sehingga tidak menjadi pertanyaan warga lagi, pinta Elvi.

Di tempat terpisah, Direktur PDAM Gunung Poteng Singkawang, Kristina Killin melalui Humasnya, Deni Isnaeni, saat dikonfirmasi menimpal jika air leding yang dikeluhkan warga itu dalam keadaan aman-aman saja. Dalam artian, selalu lancar dan tidak ada masalah. Meskipun tidak mengalir, kata Deni, mungkin hanya perorangan saja. Dirinya juga menyatakan siap turun ke lapangan jika apa yang dikeluhkan warga itu memang benar. “Nanti kalau ada laporan dari warga ke kita, besok (hari ini;red) kita akan turun ke lapangan. Mungkin saja ada saluran yang bocor sehingga air di daerah tersebut tidak mengalir,” ujarnya. o

Kapolres Ajak RT Pantau Tamu

Rudi Borneo Tribune, Singkawang Kapolres Singkawang, AKBP Andreas Widhihandoko mengajak para Ketua RT dan pemilik rumah Kost maupun kontrakan untuk bersama-sama memonitor para tamunya guna mendeteksi dini anti teroris yang sewaktu-waktu bakal terjadi di kota ini. Seperti yang kita ketahui, katanya, akhir-akhir ini Negara kita banyak sekali kejadian-kejadian yang disebabkan oleh segelintir orang/kelompok dengan tujuan tertentu yang kiranya dapat membuat Negara kita menjadi terusik. “Maka dari itu, kami

FOTO: Rudi / Borneo Tribune

AKBP Andreas Widhihandoko

Maka dari itu, kami mengajak kepada para Ketua RT dan pemilik rumah kost maupun kontrakan untuk bersamasama menyikapi situasi/kondisi di Kota Singkawang ini. Karena, laporan/data mengenai pengunjung yang berada di wilayahnya itu merupakan salah satu tujuan guna mendeteksi dini anti teroris di kota ini mengajak kepada para Ketua RT dan pemilik rumah kost maupun kontrakan untuk bersama-sama menyikapi situasi/kondisi di Kota Singkawang ini. Karena, laporan/data mengenai pengunjung yang berada di wilayahnya itu merupakan salah satu tujuan guna mendeteksi dini anti teroris di kota ini,” pinta

Andreas. Menurutnya, program kepolisian untuk meminta kepada para Ketua RT maupun pemilik Kost dan Kontrakan untuk memberikan laporan terhadap tamu-tamunya merupakan program yang sudah lama. Namun, hal tersebut semakin luntur, maka dari itulah harus pihaknya galakkan kembali. “Tamu yang berada di wilayahnya lebih dari 1x24 jam harus wajib lapor kepada Ketua RT. Hal itu harus dilakukan, guna mengetahui kejelasan dari tamu yang bersangkutan. Baik untuk mengetahui kejelasan kerjanya dan lain-lain,” ujarnya. Menurutnya pula, himbauan untuk segera memberikan data pengunjung itu sebenarnya sudah lama disosialisasikan. Namun sampai detik ini, para Ketua RT maupun pemilik Kost dan Kontrakan masih belum punya kesadaran untuk memberikan laporan terhadap tamu-tamunya. Maka dari itu, tegas Andreas, dalam waktu dekat pihaknya akan jemput bola terhadap tamu-tamu yang berada di rumah kost maupun kontrakan di kota ini. “Kita tegaskan, antara pihak kepolisian, Ketua RT dan pemilik Kost maupun Kontarakan untuk bersamasama memonitorlah,” pungkasnya. o

Kompol Bastian saat mengambil undian door prize pada acara Gerak Jalan Sehat di halaman Mes Daerah, Minggu (30/6). Foto Rudi /Borneo Tribune

Ribuan Peserta Jalan Sehat HUT Bhayangkara ke-67 Rudi Borneo Tribune, Singkawang Ribuan peserta tumpah ruah di halaman Mes Daerah Kota Singkawang guna mengikuti gerak jalan sehat yang diselenggarakan Polres bekerjasama dengan BNN Kota Singkawang dalam rangka memeriahkan HUT Bhayangkara ke-67, Minggu (30/6).

68 Pasangan Mesum Ditangkap Polisi 7 Tempat Penginapan Digerebek Achmad Mundzirin Borneo Tribune, Pontianak Hasil operasi Pekat yang dilakukan Polresta Pontianak kali ini, sangat menakjubkan, lantaran sebanyak 68 pasangan mesum dari 138 orang yang berhasil dijaring pihak kepolisian di 7 tempat penginapan yang ada di Kota Pontianak, Sabtu (29/6) sekitar pukul 23.00 Wib. Penggerebekan kali ini pun merupakan penggerebekan dengan hasil tangkapan yang paling banyak sebanyak operasi Pekat yang di gelar Polresta Pontianak. pasangan mesum yang digerebek pun, terdiri dari berbagai usai, mulai anak di bawah

umur, remaja hingga orang tua. Dan tujuh tempat penginapan yang digerebek itu pun, yakni Hotel “M”, 9*, Kd, Sr, Kost Jalan Suprapto, PJ dan PBM. “ Hasil operasi pekat kali ini merupakan hasil yang terbanyak selama operasi berlangsung, di mana kita berhasil mengamankan 68 pasangan mesum di 7 tempat penginapan,” ungkap Kabag Ops Polresta Pontianak Kompol Hujra Saumena. Lanjut Kompol Hujra, pihaknya tidak akan pernah berhenti melakukan razia ditempat penginapan, dan ini akan terus dilakukan hingga sampai Bulan Ramadhan berakhir, karena operasi Pekat ini, untuk menciptakan kondisi yang

kondusif, guna tidak mengganggu umat muslim beribadah selama Bulan Ramadhan berlangsung. “Kita tidak akan berhenti melakukan razia ini, selain ini perintah dari Kapolresta Pontianak, ini juga merupakan perintah dari Kapolda, di mana tujuan operasi ini, menekan angka penyakit masyarakat dan menciptkan kondisi yang baik dalam menyambut Bulan Suci Ramadhan,” ujar Kompol Hujra. Dikatakan Kompol Hujra, selain mengggerebek 68 pasangan mesum, pihaknya juga mengamankan satu orang pembawa saja, dan 8 pembalab liar yang membuat resah pengendara lainnya, di mana 68 serta 8 pemabalap liar saat ini sudah diamankan pihaknya, guna dilakukan pendataan dan pembinaan. “ Semua yang terjaring akan kita berikan pembinaan dan pendataan, serta membuat surat pernyataan, guna tidak mengulangi perbuatan. Sedangkan bagi yang di bawah umur, selain disuruh membuat surat pernyataan, orang tuanya juga kita minta membuat pernyataan, guna anaknya tidak mengu-

langi hal tersebut lagi,” jelas Hujra Saumena. Ditambahkan Hujra, semua yang terjaring dalam operasi pekat akan dikenakan Tindak Pidana Ringan (Tipiring), selain itu Ia juga berharap ada tindakan dari Dinas terkait dari hasil Operasi yang dilakukan pihaknya, guna kedepannya angka penyakit masyarakat selain dapat ditekan, juga ada pembinaan berkelanjutan terhadap yang telah dijaring. Kompol Hujra mengatakan, bahwa pihaknya hanya bisa memberikan peringatan terhadap pihak pengelola penginapan, namun untuk memberikan tindakan pihaknya tidak dapat melakukan hal tersebut, karena itu terkait dengan Peraturan Daerah, lantaran semua tempat penginapan dapat berdiri sesuai izin yang diberikan pemerintah. Sementara itu Kapolresta Pontianak Kombes Pol Drs. Hariyanta, M.Si, mengimbau kepada seluruh tempat penginapan untuk tidak menerima tamu tanpa melihat identitas dan status jelas, karena ini telah terbukti banyaknya pasangan yang ditemukan pihaknya saat menggelar operasi Pekat. o

Gerak jalan yang mengambil rute dari Jalan Merdeka (start)-Niaga-Setia BudiNusantara 1-Nusantara 2Jend. Sudirman-PemudaJembatan Agen dan berakhir di Mes Daerah itu dimeriahkan puluhan door prize yang dimulai dari kulkas, televisi, sepeda, vcd player, dan lainlain. Hadiah ini merupakan sumbangsih dari instansi dan masyarakat di kota ini.

Kapolres Singkawang, AKBP Andreas Widhihandoko melalui Kabag Ops, Kompol Bastian bersyukur karena atas partisipasi dan dukungan masyarakat sehingga acara dalam rangka memeriahkan HUT Bhayangkara ke-67 ini bisa berjalan dengan lancar dan tertib. Bastian berharap, mudahmudahan melalui kegiatan itu, pihak kepolisian bisa men-

jalin kemitraan yang lebih baik lagi kepada masyarakat, sehingga bisa menjalankan tugas dan tupoksinya sebagai aparat keamanan di kota ini. “Sehubungan HUT Bahayangkara ke-67 ini, kita bertekad untuk menjalin kemitraan dan meningkatkan pelayanan kita kepada masyarakat sebagai aparat keamanan dengan baik,” pungkas Bastian. o

YDBA Rambah Usaha Mikro

BUKA TIRAI sebagai tanda peresmian LPB Mitra Mandiri Pontianak yang didirikan oleh YDBA bekerjasama dengan Pertamina, serta BCA. Kantor ini terletak di Jalan 28 Oktober, Pontianak Utara. FOTO: Ubay KPI

Ubay KPI Borneo Tribune, Pontianak Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) selain intens memberikan pendampingan dan pembinaan dalam otomotif, kini merambah ke sektor lain. Yakni ke sektor usaha mikro. Pembinaan yang dihrapkan mampu meningkatkan spirit entrepreneurship ini digawangi oleh salah satu organisasinya, yakni Lembaga Pengembangan Bisnis (LPB) Mitra Bersama. Jumat (28/6) lalu, YDBA secara terbuka meresmikan

kantor LPB yang terletak di Jalan 28 Oktober, Pontianak Utara. LPB di Pontianak merupakan LPB ke-5 seluruh Indonesia yang didirikan YDBA di Indonesia. Daerah lain yang telah berdiri LPB yakni Waru Sidoarjo, Palembang, Bukit Tinggi, dan Yogyakarta. Pendirian LPB MB di Pontianak tak hanya diprakarsai YDBA, namun juga didukung oleh perusahaan lain. Yakni Pertamina dan BCA. Dalam peresmian kantor LPB MB kemarin, selain dihadiri oleh 57 UKM binaan yang telah tergabung, juga dihadiri Camat Pontianak Uta-

ra, ESR Division Head PT Astra Internasional Tbk. Riza Deliansyah, Bendahara YDBA Arrietta Adrianti, Perwakilan Pertamina, dan Dinas Koperasi dan UKM Kalbar. Sekretaris YDBA Henry C Widjaja dalam peresmian menyebutkan, LPB MB nantinya akan intens memberikan pendampingan serta memfasilitasi UMKM mitra LPB sehingga memiliki daya saing dan kualitas yang baik. Sebelum peresmian kantor Jumat lalu, LPB MB juga telah melakukan pelatihan basic mentality kepada UKM binaan yang dilaksanakan 27-29 Juni lalu. Sedangkan Manager LPB Alex Widjaja mengatakan, pembinaan LPB Mitra Bersama di Pontianak, akan lebih memfokuskan pada UMKM yang mengembangkan produk yang ada di Kalbar. Khusus di Pontianak adalah lidah buaya. ”Kami akan fokus pada potensi setempat, seperti lidah buaya, perbengkelan roda dua,” ujar Alex. Alex menambahkan, LPB MB lebih mengutamakan masyarakat yang telah memiliki usaha (UKM), bukan yang memiliki modal. o


Senin, 1 Juli 2013

Landak-Sanggau Borneo T Tribune

7

Satgas Pamtas Amankan 6 Ton Gula Ratna Sari Borneo Tribune, Sanggau Enam ton gula diamankan Satuan Gagasan Pengaman Perbatasan (Satgas Pamtas) Yonif 403/WP yang bertugas di Entikong, Rabu (26/6) sekitar pukul 16.00 WIB. Pengamanan gula terjadi ketika

anggota menggelar razia di Pos Kotis Entikong di sepanjang Jalan Lintas Malindo. Hal itu diungkapkan Kapenrem 121/ABW, Mayor Kav Eddy Wijaya ketika dikonfirmasi, Minggu (30/6) kemarin. Edi menuturkan gula ilegal tersebut diamankan saat petugas menghentikan sebuah mobil boks dengan nomor po-

lisi B 9329 HR yang dikemudikan HJ (18) warga asal Sibulue Kabupaten Bone Sulawesi Selatan yang dicurigai mengangkut komoditi sembako ilegal. ”Setelah dilakukan pemeriksaan dengan seksama, mobil boks tersebut ternyata

membawa gula sebanyak 120 karung atau sekitar 6 ton, dimana masing-masing karung memuat gula sebanyak 50 kg,” ujarnya. Ketika ditanyai, supir tersebut mengaku memiliki izin tetapi didalam surat dinyatakan hanya 25 karung. Sedang-

kan jumlah karung di dalam mobil sebanyak 120 karung. Sehingga 95 karungnya merupakan selundupan tanpa didukung dokumen resmi. Menurut pengakuan HJ, gul-gula tersebut merupakan milik RT yang beralamat di Balai Karangan Kabupaten Sanggau.

Eddy menambahkan, setelah dilakukan pemeriksaan dan diambil data oleh pasukan Satgas Pamtas, mobil beserta pengemudi dan muatan gula tersebut diserahkan ke Bea dan Cukai Entikong untuk mendapat penanganan lanjutan sesuai dengan kewenangan

pihak yang berlaku. ”Upaya pemeriksaan dan pencegahan masuknya barangbarang komoditi ilegal dari negeri Jiran akan terus dilakukan oleh Satgas Pamtas RIMalaysia untuk mencegah masuknya barang tanpa izin tersebut,” pungkasnya.

Diduga Epilepsi Kambuh, Anton Tenggelam Ratna Sari Borneo Tribune, Sanggau Diduga epilepsi kambuh, Antonius Anton (30) warga Dusun Lintang Kapuas Desa Lintang Kapuas Kecamatan Kapuas Kabupaten Sanggau ditemukan tewas tenggelam di lanting milik alm Harso di Sungai Kapuas Dusun Lintang Kapuas, Sabtu (29/ 6) sekitar pukul 12.30 WIB. Anton diduga jatuh pada Jumat (28/6) sekitar pukul 10.00 WIB. ”Korban jatuh ke sungai pada Jumat (28/6) sekitar pukul 10.00 WIB dan ditemukan pada Sabtu (29/6) sekitar pukul 12.30 WIB di lanting tersebut. Diduga penyakit korban kambuh dan langsung terjatuh ke sungai. Korban memang mengidap penyakit epilepsi atau ayan,” ujar Kasat Reskrim Polres Sanggau, AKP M. Husni Ramli, SIK ketika dikonfirmasi Minggu (30/6). Husni menjelaskan, kejadian tersebut berawal ketika Anton yang saat itu turun mandi ke Sungai Kapuas sendirian, Jumat (28/6) sekitar pukul 09.00 WIB tiba di lanting. Ketika Anton mandi di tepi lanting, diduga penyakit korban tiba-tiba kambuh dan terjatuh ke sungai yang akhirnya tenggelam. Sekitar pukul 09.45 WIB,

tetangga korban Milo (15) bersama neneknya Anyun (54) turun mandi ke sungai di lanting tersebut. Milo pun lantas terjun ke sungai untuk berenang. Tiba-tiba Milo merasa dirinya ada menendang badan manusia. Merasa takut, Milo pun naik dan memberitahukan kepada neneknya. Anyun pun meminta kepada cucunya itu untuk melihat lagi mungkin tubuh binatang yang ditendang cucunya itu. Namun, Milo tak berani. Milo dan neneknya melihat di lanting ada perlengkapan mandi milik Anton, namun pemiliknya tidak ada. Melihat hal itu, keduanya langsung pergi ke rumah Anton dan setibanya di sana, rumah Anton dalam keadaan sepi. Keduanya lantas kembali lagi ke lanting dan memberitahukan kepada warga sekitar bahwa Anton tenggelam di Sungai Kapuas. Warga Lintang Kapuas pun langsung mencari Anton ke Sungai Kapuas beramai-ramai hingga malam hari. Akhirnya, Sabtu (29/6) sekitar pukul 12.30 WIB, Anton ditemukan tidak jauh dari tempat pertama korban terjatuh. Jasad Anton pun langsung dibawa ke rumah korban untuk disemayamkan. Diketahui, Anton memang sudah lama mengidap penyakit tersebut.

Ritual adat, menghayutkan rakit ke sungai Landak

Raja Landak Lepas Rakit ke Sungai

Borneo Tribune, Ngabang Pangeran Ratu Kerajaan Landak Drs. Gusti Suryansyah, M.Si bersama pejabat Kabupaten Landak, Sabtu, 29/6, melakukan prosesi ritual adat menghanyutkan rakit ke sungai Landak. Ritual adat ini merupakan warisan leluhur dalam upaya menjaga hubungan

baik dengan sesama mahkluk sekitarnya. Setelah itu dilakukan ritual adat Tumpang Negeri. Menurut Pangeran Landak, ritual adat ini merupakan warisan leluhur dalam upaya menjaga keseimbangan alam, dimana disamping kehidupan alam nyata, juga ada kehidupan alam gaib,

yang satu dengan lainnya tidak saling mengganggu. Dikatakannya, acara Ziarah Akbar dan Tumpang Negeri yang setiap tahun dilakukan oleh Keraton Ismahayana Landak, yang pertama untuk melestarikan adat istiadat budaya leluhur, dan menumbuh kembangkan kecintaan masyarakat ter-

hadap budaya yang dimilikinya. Keraton Ismahayana adalah merupakan pusat pemerintahan kerajaan Landak pada masanya, yang mengayomi seluruh lapisan hidup masyarakat. Termasuk budaya yang dimiliki oleh masyarakat dari berbagai etnis adalah merupakan aset dari Keraton yang

keberadaanya wajib dilestarikan dan dikembangkan. “ Melalui acara Ziarah Akbar dan Tumpang Negeri, mari kita junjung tinggi budaya bangsa dan mari kita lestarikan serta tumbungkembangkan budaya yang dimiliki, “ ucapnya. (Kiriman Ya’ Syahdan)

Ibu Bhayangkari Beri Mawar kepada Suami Borneo Tribune, Ngabang Penertiban kendaraan bermotor yang digelar Polsek Ngabang, Kamis (27/6) di depan Mapolsek tersebut berlangsung tidak seperti biasanya. Tiba-tiba saja sejumlah ibu Bhayangkari yang mengenakan baju pink menghampiri polisi—suami mereka yang sedang bertugas. Ibu-ibu itupun langsung menyerahkan setangkai bunga mawar kepada suaminya sambil mengucapkan selamat HUT Bhayangkara. Tidak lupa ciuman pipi kiri dan kanan didaratkan sang istri kepada suaminya yang tengah bertugas tersebut. Hal sama juga terjadi di Mapolres Landak. Di saat sang suami tengah berbincang-bincang sesama polisi di depan teras Mapolres Landak, sejumlah ibu-ibu menghampiri sang suami sambil memberikan setangkai bunga mawar dan memberikan ciuman pipi kiri dan kanan. Tidak hanya itu, sepotong kue ulang tahun yang dibawa sejumlah ibu-ibu tersebut disuapkan ke masingmasing suami. Ditemui usai aksi tersebut, wakil ketua Bhayangkari Cabang Polres Landak, Novita Gunawan mengatakan aksi yang dilakukan tersebut semata-mata hanya untuk memberikan surprise kepada sang suami ketika melaksanakan tugas. “Kami di Bhayangkari memang sangat peduli terhadap Polri. Jadi, sebagai seorang istri yang berada di

Seorang ibu Bhayangkari memberikan setangkai bunga mawar kepada suaminya yang tengah melaksanakan tugas. FOTO Istimewa rumah, kami tidak hanya menunggu suami pulang tugas. Tapi berkenaan dengan HUT Bhayangkara ini kita memberi surprise kepada sang suami,” ujarnya. Menurutnya, sebagai istri seorang polisi dan sebagai ibu dari anak-anak, ibu-ibu Bhayangkari selalu memberikan dukungan kepada suami dalam melaksanakan tugas. “Kami selalu berdoa supaya sang suami bisa diberi kemudahan dalam melaksanakan tugasnya. Demiki-

an juga dengan keseharian didalam rumah tangga, kita selalu menjalin komunikasi yang baik. Intinya, kita harus saling percaya dalam berumah tangga ini,” katanya. Ia berharap kepada ibu-ibu Bhayangkari Cabang Landak untuk selalu memberikan dukungan kepada suami dalam melaksanakan tugas. Paling tidak ibu-ibu Bhayangkari bisa mengikuti kegiatan-kegiatan yang digelar oleh Bhayangkari Polres Landak. “Kegiatan-kegiatan yang dige-

lar tersebut merupakan salah satu dukungan kita terhadap suami. Demikian juga dalam berorganisasi kita harus bisa menunjukan bahwa kita memang betul-betul istri dari seorang polisi,” ucapnya. Dukungan yang sama juga diungkapkan salah satu istri anggota Mapolsek Ngabang, Ria Andriani. “Saya sangat mendukung setiap tugas-tugas yang diemban suami sebagai anggota polisi. Saya tetap berdoa semoga suami selalu sukses

dalam melaksanakan tugastugasnya,” ujar istri Hari Sulistiadi ini. Ria mengaku seringkali dirinya bersama anak ditinggal suami yang melaksanakan tugas di tempat yang jauh. “Rasa kekhawatiran memang ada ketika suami melaksanakan tugas di tempat yang jauh. Tapi yang namanya istri, kita selalu mendoakan suami supaya dia dilindungi oleh Tuhan selama melaksanakan tugas,” katanya. (Ya’ Syahdan)


Sekadau Borneo Tribune

Senin, 1 Juli 2013

8

Bupati Pimpin Upacara Hari Berkabung Daerah Bagus Kosminto Borneo Tribune, Sekadau

Anak-anak mengerumini perpustakaan keliling membaca buku-buku bacaan maupun buku pelajaran di event FBBLK IV 2013 kemarin.// FOTO Bagus Kosminto/Borneo Tribune

Perpustakaan Keliling Dikerumuni Pelajar Bagus Kosminto Borneo Tribune, Sekadau

PERPUSATAKAAN keliling milik Pemerintah Kabupaten Sekadau selalu dikerumuni para pelajar usia SD hingga usia SMP ketika melayani pembaca. Atusias pelajar membaca terlihat ketika perpustakaaan keliling itu melayani pembaca di event Festival Budaya Bumi Lawang Kuari (FBBLK) 27-29 juni kemarin. Seorang pelajar Yan, disambangi disela-sela kegiatan mengaku cukup antusias membaca berbagai buku yang tersedia diperpusatakaan keliling. “Kita bisa pilih buku disini om, kan kalau di sekolah bukubuku yang ada tidak banyak,” ujar bocah polos berkulit cokelat itu. Siswa kelas lima sebuah sekolah dasar di Kecamatan Sekadau Hilir itu mengaku senang dia bersama tiga sahabatnya bisa membaca buku-buku yang ada. Pantauan kemarin, anakanak usia pelajar terlihat antu-

sias memilih sebuah buku yang tersedia di dalam satu unit mobil perpustakaan keliling itu. sejumlah petugas juga tampak sibuk menyusun bukubuku bacaan ke rak yang sudah dipinjam para pembaca. Kepala Kantor Perpustakaan Kearsipan dan Dokumentasi Kabupaten Sekadau, Y. Sebastian Batur mengatakan pihaknya dengan senang hati bisa melayani masyarakat pembaca dengan fasilitas penunjang yang ada. Fasilitas penunjang yang ia makasudkan adalah fasilitas buku dan perpustakaan keliling yang selalu hadir disetiap kesempatan seperti di event FBBLK. “Kita pasti senang ya kalau anak-anak dan masyarakat pembaca mau mampir membaca buku-buku ke perpustakaan keliling,” timpal Batur disambangi di sela-sela kegitan baru-baru ini. Mantan camat Belitang Hulu itu mengatakan pihaknya ingin sekali melayani pembaca disetiap kesempatan yang ada. Tujuannya adalah untuk lebih

meningkatkan partisipasi minat pembaca mulai dari usia SD hingga Desa. Secara konsep, lanjut Batur hampir tidak ada perbedaan dengan yang terdahulu dalam melayani pembaca. Oleh karena itu, menarik minat baca para pelajar cukup penting

Pontianak, Jl. Tanjung Pura No. 1 Telp. (0561) 736211, 732016, 732630, 732026 (0561) 736392 Capem Univ. Tanjungpura. Jl. Daya Nasional Telp. (0561) 736046 (0561) 764012 Capem Pasar Siantan, Jl. Khatulistiwa No. 81-83 Siantan Telp. (0561) 881419 (0561) 883263

NOMOR

BCA KCU PONTIANAK, Jln. A. Yani No. 1 Ptk, 0561-736305 (hunting) KCP Imam Bonjol, Jln. Imam Bonjol No. 457 Ptk, 0561-737984, 734524 KCP Rahadi Usman, Jln. Rahadi Usman No. 4 Ptk, 0561-733482, 740814-15 KCP Sei Pinyuh, Jln. Raya Terminal 05-06, Sei Pinyuh KCP Sultan Muhammad, Jln. Sultan Muhammad 136, Ptk, 0561-738051

BANK KALBAR CABANG UTAMA PONTIANAK Jl. Rahadi Osman No. 10 Pontianak 78117, Telp. (0561) 732148, 736723 Fax. (0561) 745149, Telex. 29174, 29129 CABANG SYARIAH Jl. A. Yani Pontianak, Komp. Perkantoran & Town House No. 5-6 (depan A. Yani Mega Mall) Telp. (0561) 733033, 7061800, Fax. (0561) 732599

BAB IV PELAKSANAAN URUSAN DAN PEMBIAYAAN

Pasal 6 (1)

Pelaksanaan urusan pemerintahan Kabupaten yang pengaturannya diserahkan kepada desa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 dilaksanakan oleh Pemerintah Desa;

(2)

Apabila pelaksanaan urusan Pemerintahan Kabupaten yang pengaturan dan pembiayaannya diserahkan kepada desa dalam kurun waktu 2 (dua) tahun tidak berjalan secara efektif, Pemerintah Kabupaten dapat menarik sebagian atau seluruh urusan pemerintahan yang pengaturannya telah diserahkan;

BANK BRI Kantor Cabang Barito, Jalan Barito, Telp. (0561) 734009, Fax. (0561) 733019 Komplek Pertokoan Pasar Flamboyan Jalan Gajah Mada Blok C. 14 Ptk

BANK DANAMON Jl. Tanjung Pura No. 102, Ptk Telp. (0561) 737107 (H), 730898, Fax : (0561) 736264, 765595 Jl. St. Muhammad No. 173, Ptk Telp. (0561) 731156, Fax : (0561) 734462 Jl. KH. Wahid Hasyim No.24-26, Telp.: 0561-768599/765411, Fax : 0561-768599/765411

Pasal 7 (1)

Pelaksanaan urusan Pemerintahan Kabupaten yang pengaturannya diserahkan kepada Desa diikuti oleh pembiayaan.

(2)

Pembiayaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diperoleh dari :

(3)

BAB V

Pasal 8 Pemerintah Kabupaten dapat menambah penyerahan urusan pemerintahan yang pengaturannya diserahkan kepada Desa atas permintaan Pemerintahan Desa dan hasil kajian Pemerintah Kabupaten. Pasal 9 (1)

Dalam hal desa dianggap belum siap atau tidak mampu melaksanakan urusan pemerintahan yang diserahkan kepada desa, daerah dapat menarik kembali urusan pemerintahan tersebut.

(2)

Penarikan kembali urusan pemerintahan atas urusan-urusan pemerintahan yang telah diserahkan kepada desa, sebagaimana dimaksud pada ayat (1), disertai dengan penarikan kembali dan atau penghentian sumberdaya pendukungnya.

(3)

Penilaian kemampuan desa dilakukan dengan menggunakan kriteria sebagai berikut : a. Desa mampu menyelenggarakan Musrenbang Desa pada setiap bulan Januari dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pembangunan (RKP) Desa yang menghasilkan kesepakatan tentang program, kesepakatan tentang kegiatan, kesepakatan tentang alokasi biaya untuk kegiatan, dan kesepakatan tentang Delegasi Masyarakat Desa yang akan terlibat dalam Musrenbang Kecamatan; b. Kepala Desa mampu menyusun rancangan akhir RKP Desa berdasarkan hasil Musrenbangdes dan menetapkannya dengan Keputusan Kepala Desa; c. Desa mampu secara benar mengajukan usulan kegiatan di luar kewenangan Desa dalam RKP Desa diajukan kepada Pemerintah Kabupaten melalui Musrenbang Kecamatan;

BANK PERMATA Juanda KC, Jl. IR. H. Juanda No. 49-50 BB, Pontianak (781177), 0561-738323, 0561 -736411 Gajah Mada KCP, Jl. Gajah Mada no 69 C, Pontianak (78121), 0561747371, Tanjung Pura KCP, Jl. Tanjung Pura No. 370, Pontianak (78122), 0561764926

d. Desa mampu secara baik dan benar menyusun laporan dan melakukan pertanggungjawaban kegiatan selama setahun di akhir tahun anggaran. (4)

Penarikan kembali urusan pemerintahan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) akan diatur dengan Peraturan Bupati.

(1)

Desa yang urusan pemerintahannya ditarik kembali oleh Pemerintah Kabupaten Sekadau, sebagaimana dimaksud pada Pasal 9 ayat (1), berhak mendapatkan bimbingan penuh dan pendampingan dari Pemerintah Daerah;

(2)

Desa yang setelah mendapatkan bimbingan penuh dan pendampingan, sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dianggap mampu dan siap melaksanakan kewenangannya, berhak mendapatkan kembali urusanurusan pemerintahannya beserta sumber daya pendukungnya;

(3)

Pengembalian urusan pemerintahan dan sumberdayanya, sebagaimana dimaksud pada ayat (2) diatur kemudian dengan Peraturan Bupati.

Pasal 10

BANK BII KC Pontianak Jl. Tanjungpura No.20 (Pontianak) Telp. (0561) 39220

BANK MANDIRI

BANK BHI

Jl. I Gusti Ngurah Rai No. 2 , Humaera B (0561) 734247, 734147 Jl. Achmad Yani No. 3 - 3 A, (0561) 765010, 767993 Jl. Tanjungpura No. 110, (0561) 734464, 734752 Jl. Sidas No. 2 (0561) 734670, 747495, 733672

BANK MEGA

Cabang PONTIANAK, Jl. Imam Bonjol No.567 , Telp. (0561)-762838; Fax. (0561) -76290

KC PONTIANAK, Jl. H. Agus Salim No. 10 - 12, Telp. (0561) 739822, (0561) 749078

a. anggaran pendapatan dan belanja daerah kabupaten ; b. bantuan keuangan dari Pemerintah ; c. hibah dan sumbangan dari pihak ketiga ; dan d. sumber pendapatan desa. Pembiayaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dituangkan dalam Peraturan Desa melalui mekanisme Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa.

PENAMBAHAN DAN PENARIKAN URUSAN

BANK BTN CABANG PONTIANAK, Jl. Imam Bonjol No. 29 Pontianak 78123, Pontianak, Telepon: (0561) 740163 Fax: (0561) 740168 CABANG PEMBANTU JERUJU, Jl. Kom. Yos Sudarso No. 10, Jeruju Pontianak 78122, Telepon: (0561) 770567 Fax: (0561) 770567 KAS LAYANAN POS ONLINE PONTIANAK, Jl. St. A. Rahman No.49, 78116, Pontianak, Telepon: 0561-730641, 0561-730642, 0561730644 Fax: 0561-762146

TAHUN 2013

URUSAN PEMERINTAHAN YANG DISERAHKAN PENGATURANNYA KEPADA DESA DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN SEKADAU

BANK BUKOPIN Cabang Jl. Ir. H. Juanda No. 55-56 Pontianak 78117 (0561) 745025 (Hunting) (0561) 734253 Cabang Pontianak Kal-Bar, Jl. Adi Sucipto Km. 7,5 (Gedung Kopkar Mekar PLN Wil Kal - Bar) Kabupaten Pontianak, Telp. 0561 722598, 0561 - 723158, Kantor Kas Adisucipto Jl. Sultan Muhammad No. 48, Pontianak 78117 , (0561) 730001/ 730077, (0561) 730132, Capem Sultan Muhammad

1

TENTANG

BANK MANDIRI SYARIAH PONTIANAK, Jl. Diponegoro No. 95, Telp. (0561) 745004, Fax. Ketapang, Jl. MT. Haryono No. 111-112 Ketapang, Telp. (0534) 34600 Fax. (0534) 34395 Kantor Kas Politeknik, Kampus Politeknik Negeri Jl. A. Yani No. 52, Telp. (0561) 583850 Kantor Layanan Syariah Bank Mandiri Pontianak-Sidas, Jl. Sidas No. 2, Pontianak, Telp. : (0561)7069797, Fax. : (0561) 763082

Bupati juga meminta kepada pegawai dan pelajar agar rajin bekerja serta memiliki komitment yang tinggi dalam mempersiapkan masa depan yang lebih baik, gemar menabung dan menghilangkan kebiasaan hidup boros, karena yang terpenting lanjut orang nomor satu di bumi lawan kuari ini adalah setiap pegawai harus mempunyai komitmen untuk menyekolahkan anak – anaknya sampai pada kejenjang pendidikan yan lebih tinggi. “Mengapa saat itu kita bisa dijajah, salah satu faktornya adalah karena SDM kita yang masih sangat rendah. Untuk itu saya mengajak kepada para pelajar agar mempersipakan masa depan yang lebih baik, belajarlah yang rajin, membantu orang tua dan kepada Pegawai agar anak-anaknya disekolahkan,” sarannya.o

PERATURAN DAERAH KABUPATEN SEKADAU

INFO BANK BNI 46

agar mereka menjadi pintar dan berkarya untuk Daerah. “Dengan demikian masyarakat secara berkelanjutan terbiasa membaca, dari membaca itu menambah wawasan dan menambah ilmu menuju masyarakat Sekadau yang pintar,” tandasnya.o

BUPATI Sekadau Simon Petrus, bertindak langsung sebagai inspektur pada upacara peringatakan har berkabun daerah peristiwa mandor tahun di halaman kantor bupati sekadau Jumat (28/6), kemarin. Upacara yan dimulai sekitar pukul 08.00 wib itu dihadiri oleh wakil bupati sekadau Rupinus, Kapolres Sekadau AKBP. Agus Triatmaja, Ketua DPRD Kabupaten Sekadau, Aloysius, Danramil Sekadau, para kepala dinas, badan kantor di lingkungan pemerintah kabupaten sekadau, organisasi wanita, PNS serta pelajar. Bupati Sekadau Simon Petrus dalam pidatonya mengatakan peringatan hari berkabung dae-

rah yang termuat dalam perda provinsi kalimantan barat nomor 57 tahun 2007 tentang peristiwa mandor dan peraturan gubernur kalbar nomor 3 tahun 2011 tentang pedoman dan tata upacara hari berkabung daerah provinsi kalimantan barat dapat memotivasi bagi generasi muda untuk berjuang dengan gigih mempertahakan Negara Indonesia sebagaimana yang telah dilakukan oleh para korban mandor ini. “Mereka bahkan rela dibunuh oleh penjajah hanya untuk mempertahankan Negara ini, bagaimana dengan kita yang masih hidup di dunia ini, saya mengajak para PNS dan pelajar agar memiliki semangat untuk mempertahankan Negara kesatuan dengan saling membantu, bekerja dengan ikhlas dan jujur serta memiliki jati diri yang baik,” ingat Bupati.

BERSAMBUNG………

Wakil Bupati Sekadau, Rupinus didaulat memukul gong tanda penutupan agenda FBBLK IV 2013 Sabtu malam kemarin (29/ 6).// FOTO Bagus Kosminto/Borneo Tribune

Agenda FBBLK IV Ditutup

Wabup Ingin FBBLK Kedepan Inovatif Bagus Kosminto Borneo Tribune, Sekadau

WAKIL Bupati Sekadau, Rupinus, didampingi istri Kristina Rupinus menutup agenda Festival Bumi Lawang Kuari (FBBLK) ke IV Sabtu malam (29/6) kemarin. FBBLK IV 2013 terlaksana sukses selama tiga hari berturut-turut yang dimulai tanggal 27 hingga 29 juni. Wabup mengatakan pelestarian seni dan budaya lokal sudah ditugaskan kepada Pemrintah dan Masyarakat. Oleh sebab itu, dalam rangka melestarikandan menggali seni budaya itu hendaknya perlu kerjasama antar masyarakat dan Pemerintah. “Pelestarian dan menggali budaya sudah menjadi tugas kita semua, karena itu kita harapkan event FBBKL ini menjadi moment melestarikan dan menggali seni budaya lokal agar menjadi identitas Daerah dan anak cucu kita kedepan,” kata Rupinus. Tampak hadir dalam kegiatan itu, Asisten Tampak hadir sejumlah pejabat di lingkungan pemerintah kabupaten sekadau, diantaranya asisten bidang administrasi dan umum Setda Kabupaten Sekadau, Drs. H. Khandra asmarahad. Wakapolres Sekadau, Kompol Yohanes Suhardi, para Camat dan Kepala desa seKabupaten Sekadau, serta para tokoh masyarakat dan peserta FBBLK IV 2013 serta ratusan warga Sekadau. Dalam arahannya Wabup

berharap event FBBLK kedepan dibuat lebih baik lagi terutama soal menu kegiatan dan pameran yang dipersembahkan masing-masing perwakilan Kecamatan. Wabup mengatakan selama kegiatan perlombaan yang sukses dilaksanakan dalam ajang FBBLK tersebut tentu ada kalah dan ada yang menang. Untuk itu Wabup berpesan agar perserta yang kalah tidak berkecil hati dan tidak patah semangat. “Yang kalah dalam perlombaan jangan berkecil hati, masih ada kesempatan untuk menang diajang kedepan. Dan yang menang supaya tidak berlebihan merayakan kemenangan,” ingat Wabup. Ketua panitia FBBLK IV, H. Syafarani mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang membantu menyukseskan kegiatan FBBLK IV 2013. Ucapan itu ia tujukan khususnya kepada kontingen dari 7 Kecamatan. “Kami sampaikan terima kasih kepada masyartakat sekadau dan Pemerintah Kabupaten Sekadau sudah banyak membantu panitia menyukseskan kegiatan FBBLK ini,” katanya. Para pemenang lomba terbanyak diraih oleh kontingen kecamatan Sekadau Hilir. Adapun lomba yang digelar kemarin, yaitu lomba tari kreasi dayak dan melayu, lomba pop singer lagu Daerah Dayak Melayu, pemilihan bujang dara Bumi Lawang Kuari dan berangam lomba lainnya.o


Senin, 1 Juli 2013

Sintang-Melawi

Borneo T Tribune

9

Persoalan Batas Wilayah Loka Jaya dan Keranjik Tuntas PERSOALAN sumirnya tapal batas yang nyaris terjadi hampir di seluruh kecamatan di Kabupaten Melawi sehingga perlu dilakukan penyelesaian

sengketa batas oleh camat. Salah satunya di Kecamatan Tanah Pinoh yang saat ini persoalan tapal batasnya sudah sebagian berhasil dituntaskan. Dengan melakukan survei langsung ke lokasi yang dipermasalahkan. Camat Tanah Pinoh,

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Azwar Abubakar

Hamidun mengatakan, salah satu sengketa tapal batas yang berhasil dituntaskan diantaranya adalah batas Desa Loka Jaya dan Desa Keranjik. “Kesepakatan ditandai dengan pemasangan tapal batas antara dua desa. Pemasangan tapal batas ini turut disaksikan unsur Pemerintah Kecamatan Tanah Pinoh, Kepala Desa, BPD dan tokoh masyarakat di dua desa tersebut yang difasilitasi oleh perusahaan perkebunan kelapa sawit PT AKM,” ujar Hamidun. Hamidun memberi apresiasi positif terhadap masyarakat Desa Loka

Ke depan kedua belah pihak wajib mentaati hasil kepekatan bersama ini dan bertanggung jawab sepenuhnya terhadap keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah masingmasing

Eko Susilo Borneo Tribune, Nanga Pinoh

Jaya dan Desa Keranjik yang telah menyepakati bersama untuk menyelesaikan batas kedua daerah tersebut. “Saya tahu persis penyelesaian batas kedua daerah ini telah memakan waktu yang panjang. Namun lewat kerja keras semua unsur terkait yang memfasilitasinya sehingga penyelesaiannya bisa tuntas,” ucapnya. Dengan disepakatinya tapal batas dua desa tersebut, Hamidun mengungkapkan, optimisnya roda pemerintahan, pembangunan dan akses pelayanan bagi warga di dua desa itu akan semakin

lancar. “Ke depan kedua belah pihak wajib mentaati hasil kepekatan bersama ini dan bertanggung jawab sepenuhnya terhadap keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah masing-masing,” ucapnya. Menurutnya, kegiatan penyelesaian tapal batas dilakukan untuk memastikan wilayah administratif suatu desa. Apalagi dengan masuknya perusahaan perkebunan sehingga dapat mempermudah masyarakat dalam memperoleh kepastian hukum terkait kepengurusan surat-surat tanah. “Sebelumnya juga sudah dilakukan kegiatan yang

sama penyelesaian tapal batas desa antara Desa Bata Luar dan Desa Keranjik,” ungkapnya. Pihaknya menargetkan, tahun ini akan menyelesaikan tapal batas desa khusus di desa-desa yang terkena pembebasan lahan areal perusahaan perkebunan. Dirinya berharap kepada Pemkab Melawi melalui instansi terkait agar ke depan turut membantu menyelesaikan permasalahan tapal batas di wilayah Pemerintah Kecamatan Tanah Pinoh serta di kecamatan lainnya sehingga konflik batas wilayah tidak terus berkepanjangan. †

Sosialisasi PBB-P2 di Kabupaten Melawi Mulai 2013

Masuk Sekolah Dinas Harus Ikut Tes CPNS JAKARTA - Peserta didik yang akan masuk sekolah kedinasan, termasuk Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), wajib mengikuti tes kompetensi dasar (TKD) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) mulai 2013. Nantinya, setelah peserta didik ini selesai mengikuti pendidikan, baru mereka akan diangkat menjadi CPNS. Demikian disampaikan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Azwar Abubakar, seperti dikutip dari situs resmi Setkab, Minggu (30/6/ 2013). “Prinsipnya mereka adalah PNS. Karena itu setiap peserta didik yang akan masuk sekolah kedinasan harus mengikuti ujian sebagaimana layaknya

masuk menjadi CPNS,” kata Azwar. Dia mengaku, tes CPNS telah dilakukan secara adil, obyektif, transparan dan bebas KKN sejak 2012. Sehingga hal tersebut seharusnya juga dapat dilakukan pada tes masuk sekolah kedinasan, yang konon banyak diwarnai dengan permainan. Menurut Azwar, setidaknya ada dua keuntungan yang akan diraih dalam penerimaan CPNS yang adil, obyektif, transparan dan bebas KKN. ”Pertama, kita akan memperoleh pemuda/ pemudi terbaik bangsa. Kedua, kita akan mendapatkan peningkatan kepercayaan para pemuda/pemudi Indonesia bahwa mereka telah diperlakukan secara fair oleh Negara,” tambah dia. (okezone) †

Eko Susilo Borneo Tribune, Nanga Pinoh KABUPATEN Melawi kembali akan menerima kunjungan dari pejabat kementerian yang dibarengi dengan hadirnya anggota DPR RI dari Komisi XI. Kementerian Keuangan bersama Kementerian Dalam Negeri tersebut direncanakan akan bertandang ke Kabupaten Melawi dalam rangka sosialisasi Pelaksanaan Pengalihan Pajak Bumi dan Bangunan Pedesaaan dan Perkotaan (PBB-P2) menjadi Pajak Daerah yang rencananya akan digelar pada Kamis (4/7) mendatang.

Jaya Sutardi Foto dok/Borneo Tribune

“Rombongan yang melaksanakan kunjungan kerja (kunker) ke Melawi ini sebanyak 12 orang, yang terdiri dari anggota Komisi XI DPR RI, staf ahli DPR

RI, Kasubdit Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IV Ditjen Perimbangan Keuangan Kemenkeu, Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kalbar, Kasi Bimbingan Ekstentifikasi Kanwil DJP Kalbar, Kasi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah IV-B dan IV- D (DJP Kemenkeu) dan Pelaksana Ditjen Perimbangan Keuangan Kemenkeu,” ujar Asisten Setda Bidang Administrasi Umum, Jaya Sutardi di ruang kerjanya, Jumat, pekan lalu. Jaya menambahkan, peserta sosialisasi yang akan diundang, diantaranya dari pimpinan dan anggota komisi yang membidangi keuangan,

sekretaris daerah, SKPD terkait, Camat, Kepala Desa, BPN, pimpinan Bank serta para tokoh masyarakat. “Adanya Undang-Undang Otonomi Daerah memberi konsekuensi kepada Pemerintah Daerah untuk lebih mandiri dalam mengelola keuangan daerahnya masing-masing. Dengan mencari sumbersumber penerimaan potensial yang dimiliki,” paparnya. Menurutnya, salah satu ciri suatu daerah otonom mampu berotonomi adalah terletak pada kemampuan daerah dalam mengelola keuangan daerah. Dengan berlakunya UndangUndang Nomor 28 Tahun

2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, maka terjadi pengalihan Pengelolaan PBB-P2. Yang semula dikelola oleh Pemerintah Pusat yang diserahkan sepenuhnya kepada daerah kabupaten/ kota. “Untuk mencapai ini, tentu perlu diimbangi dengan kerja keras dan koordinasi yang harus dilaksanakan semua pihak terkait dan dukungan seluruh komponen masyarakat serta peran aktif para camat dan kepala desa. Makanya hingga struktur pemerintahan di tingkat bawah juga diharapkan hadir dalam sosialisasi tersebut,” jelasnya. †

Kapolres Serahkan Bantuan Kebakaran Eko Susilo Borneo Tribune, Nanga Pinoh AKSI kepedulian kembali dilakukan oleh jajaran Polres Melawi terhadap salah satu warga yang mengalami musibah. Sabtu (29/6) sore, Kapolres Melawi, AKBP Semuel Tandi Todingrara menyerahkan bantuan kepada korban kebakaran rumah, Mupidun Alhasan, di Dusun Mawang Raya, Desa Batu Nanta, Kecamatan Belimbing. Penyerahan bantuan berupa material bangunan, seperti seng dan semen, uang serta empat karung beras empat dus mie, diserahkan langsung Kapolres di kediaman Mupidun yang kini menempati bangunan tak permanen pasca terbakarnya rumah kediamannya pada 13 Maret lalu. “Ini merupakan bentuk kepedulian kita kepada sesama. Apalagi warga kita ada yang tertimpa musibah. Jadi kedatangan kami untuk memberikan bantuan ala kadarnya. Untuk membantu meringankan beban bapak Mupidun,” ujar Kapolres.

BANTUAN MAKANAN DAN MATERIAL, penyerahan bantuan berupa bahan makanan dan material bangunan oleh Kapolres Melawi, AKBP Semuel Tandi Todingrara kepada korban kebakaran di Desa Batu Nanta. FOTO: Eko Susilo/ Borneo Tribune Kapolres menuturkan, bantuan yang diberikan oleh Polres Melawi tersebut janganlah dilihat dari nilai besarannya. Namun yang terpenting adalah hubungan silaturahmi antara masyarakat dan kepolisian. “Ke depan, bila ada musibah yang terjadi di manapun, tolong disampai-

kan kepada kami. Siapa tahu kami bisa ikut membantu. Tak hanya soal kebakaran seperti ini, tapi juga musibah yang lain,” ujar Semuel. Kepala Desa Batu Nanta, Seraman mengatakan, dirinya mengucapkan terima kasih atas kepedulian Kapolres Melawi yang

ikut berpartisipasi membantu warganya yang tertimpa musibah. Dirinya berharap bantuan yang diberikan nantinya bisa dimanfaatkan oleh Mupidun sekeluarga, termasuk membangun kembali rumah yang telah habis dilalap api. Hal senada disampaikan

oleh Mupidun yang menyampaikan rasa terima kasihnya terhadap bantuan dari Kapolres Melawi. Walau seluruh bangunan rumahnya kini rata dengan tanah, namun ia tetap optimis untuk menjalani hidup sembari berusaha agar rumahnya bisa kembali berdiri. †

“Metode Efektif Atasi Diabetes Hingga Tuntas”

PENGOBATAN SINSHE TCM YANG MANJUR, SATU-SATUNYA DI PONTIANAK Hongkong Medistra TCM Pontianak, Pengobatan dengan Metode TCM (Traditional Chinese Medicine) yang ternama, merupakan gabungan dari pengobatan, penelitian TCM, pencegahan penyakit kronis dan terapi penyembuhan. Didukung oleh konsultan Sinshe ahli TCM ternama dari Tiongkok yang sudah sangat berpengalaman; memanfaatkan resep TCM dan teknologi tinggi yang menghasilkan obat tradisional efektif, dengan system diagnose TCM yang tepat, obat tradisional terkini dari Tiongkok dan pengobatan elektroterapi, titik nadi, akupuntur, tuina, terapi lainnya, sangat efektif, khususnya bagi pasien yang menderita penyakit kronis. Waspadalah! jumlah penderita diabetes di Indonesia terus meningkat tajam, diprediksi ada jutaan orang terkena diabetes. jika tidak diobati sedini mungkin secara tepat dan efektif, beresiko merusak organ penting tubuh lain seperti: hati, paru-paru, ginjal, limpa, reproduksi, dan sistem syaraf, juga bisa menyebabkan uremia. Itulah sebabnya data WHO terkini menyatakan persentase angka kelumpuhan maupun kematian akibat penyakit diabetes dan berbagai macam komplikasi menakutkan ini terus meningkat pesat. Untuk mengatasi penyakit diabetes dan komplikasinya, Hongkong

Medistra TCM (Traditional Chinese Medicine) yang terdepan yakni “Bai Wei Hu Yi Liao Fa” mengatasi penyakit dengan ramuan herbal yang disesuaikan jenis dan kondisi penyakit penderita, dihasilkan dari 33 jenis obat berharga ditambah 28 jenis obat organik, daya serap obat sangat tinggi, rata-rata penderita diabetes setelah diobati sekitar 5-10 hari, gula darah menurun, gejala seperti kaki tangan kesemutan, seluruh badan tidak bertenaga, insomnia, dll berkurang secara nyata. Rata-rata setelah 40-60 hari, gula darah stabil, gejala komplikasi menghilang, daya tahan tubuh meningkat, keseluruhan tubuh membaik, sebagian pasien bisa berhenti konsumsi obat, fungsi insulin dan system sekresi normal kembali, fungsi reproduksi pria kembali normal, sudah bisa kembali merasakan kehidupan sehat yang normal. Sudah banyak penderita merasakan khasiat mujarabnya, tidak ada efek samping, tidak menimbulkan ketergantungan, tidak berpengaruh penderita menderita 10-20 tahun, kondisi penyakit parah/ringan, setelah diobati bisa menurunkan gula darah dan gula kencing hingga normal dan seimbang, sesudah diatasi hingga keakar-akarnya tidak mudah kambuh.

Untuk Konsultan & Pengobatan Hubungi :

HONGKONG MEDISTRA TCM Jl. H. Agus Salim No. 126 Pontianak - Kalimantan Barat Telp. (0561) 733268 HP. 0821 5279 7888 Hari Senin - Sabtu Buka Jam 09.00 s/d 17.00 WIB Minggu & Libur Besar Jam 09.00 s/d 13.00 WIB


Senin, 1 Juli 2013

Kapuas Hulu

Borneo T Tribune

10

Grasstrack Bupati Championship Diikuti 68 Crosser Masyarakat Bantu Polisi Jaga Kantibmas Saat ini Kapuas Hulu Kondusif Timotius Borneo Tribune, Putussibau UNTUK mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan yang bisa menganggu Keamanan dan Ketertiban masyarakat (Kamtibmas) merupakan tanggungjawab semua pihak tidak hanya petugas keamanan atau pihak kepolisian saja, Peran serta dukungan dan kesadaran semua pihak sangat diharapkan sehingga tercipta situasi yang kondusif di tingah-tengah masyarakat. “Kami dari Polri tidak bisa bekerja sendiri, kami perlu dukungan seluruh lapisa masyarakat, dalam menciptakan sutuasi yang kondusif di wilayah Kabupaten Kapuas Hulu ini, dan ini tanggungjawab kita bersama,” kata Kapolres Kapuas Hulu AKBP Mahyudi Nazriansyah kepada Wartawan belum lama ini. Saat ini menurutnya, situasi di wilayah Kabupaten Kapuas Hulu masih kondusif hanya saja, Mahyudi meminta seluruh masyarakat Kapuas Hulu janga terlena dengan kondis tersebut, artinya harus tetap bahu

AKBP Mahyudi Nazriansyah Kapolres Kapuas Hulu Foto dok/Borneo Tribune

membahu, dengan segenap masyarakat mengamankan dan menjaga situasi Kamtibmas agar tetap kondusif. “Kalau situasi Kamtibmas kondusif, maka masyarakat pun dapat melaksanakan aktifitas sehari-hari dengan aman dan tentram, bahkan perekonomian juga bisa berputar, sebab ujungujungnya yang kita harapkan yaitu kesejahteraan masyarakat, ini pentingnya kita untuk tetap menjaga keamanan dan ketertiban, kami mohon dukungan semua pihak,” pungkasnya. †

Timotius Borneo Tribune, Putussibau Kejuaraan Grasstrack Bupati Championship Event Club tahun 2013 resmi dibuka, ratusan masyarakat Kota Putussibau dan sekitarnya memadati arena perlombaan tersebut. Kejuaraan Grasstrak yang digelar di sirkuit Pulau Kambing Komplek Kodim 1206/Putussibau diikuti sekitar 68 crosser berasa dari Kota Pontianak, Kabupaten Kubu Raya, Kabupaten Landak, Kabupaten Sambas, Kabupaten Sanggau Kabupaten Sekadau, Kabupaten Sintang dan Kabupaten Kapuas Hulu. Event bergensi ini dibuka lansung oleh Bupati Kapuas Hulu Abang Muhammad Nasir, tampak hadir pula dalam kegiatan tersebut Ketua DPRD Kapuas Hulu Ade Muhammad Zulkifli, Wakil Ketua DPRD Kapuas Hulu Yusuf Habibie, Ketua KONI Kapuas Hulu Daniel Ateng, Dandim 1206/Putussibau Let.Kol.Inf. Jayusman, Kapolres Kapuas Hulu AKBP Mahyudi Nazriansyah, dan sejumlah Pimpinan SKPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu. Minggu (30/6) sekitar pukul 09.30 wib. Ketua Panitia Pelaksana, Sugianto mengatakan bahwa kejuaraan grasstrack Bupati Championship Event Club tersebut diikuti sekitar 68 crosser dan 110 orang starter, dengan memperlombakan bebek standart pemula, bebek modifikasi junior, bebek modifikasi 2 tak senior, bebek modifikasi 4 tak senior

Para peserta kejuaraan Grasstrack Bupati Championship sedang berlaga disaksikan ratusan penonton. FOTO: Timotius/ Borneo Tribune

dan bebek campuran. Menurut Sugianto kejuaraan yang memperebutkan hadiah Rp. 43 juta dan satu buah motor ini dilaksanakan sebagai wadah penyaluran bakat kaum muda, selain itu dapat menjadi motivasi para pembalap khususnya daerah Kalbar, bahkan kegiatan ini salah satu upaya mengurangi kebut-kebutan liar di jalan raya. Selain itu Dandim 1206/ Putussibau Let.Kol.Inf. Jayusman mengatakan bahwa upaya untuk menyelenggarakan kegiata tersebut agar Kabupaten Kapuas Hulu tidak kalah oleh kabupaten-kabupaten yang lainnya. Dan

PT. BUMI BORNEO CEMERLANG

Distributor Aspal Shell (Drum) Pen 60/70, Berat Bersih : 154 Kg

Bupati Kapuas Hulu saat melepas para pembalap saat kejuaraan Grasstrack Bupati Championship Event Club di Sirkuit Pulau Kambing Kodim 1206 Putussibau. FOTO: Timotius/Borneo Tribune

melalui kegiatan inilah tempat menyalurkan bakat dan hobi pembalap. Jangan sampai anak-anak muda melakukan kebut-kebutan di jalan raya. “Jika ingin menyalurkan bakat disinilah tempatnya, lebih baik balap-balapan disini ketimbang di jalan raya,” pintanya. Jayusman berharap melalui kegiatan tersebut dapat muncul pembalap-pembalap muda yang bisa diandalkan dalan event-event besar lainnya. Terutama untuk sportifitas kaum muda dalam me-

nyalurkan bakat. Untuk itu dengan berkoordinasi dengan berbagai pihak termasuk Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu kedepannya akan dilakukan pembenahan untuk lapangan balap ini. Sementara itu, Bupati Kapuas Hulu Abang Muhammad Nasir mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu sangat mendukung kegiatan tersebut, untuk itu akan dilaksanakan secara rutin dan menjadi event tetap di Kapuas Hulu. Selain menyalurkan bakat dan mencari

bibit-bibit pembalap melalui event ini juga bertujuan untuk mengurangi terjadinya balapan liar dijalan-jalan raya. ”Jangan sampai terjadi balapan liar, etika berkendaraan juga harus dipatuhi, jika ingin menyalurkan bakat melalui kegiatan seperti ini. Untuk itu jika memungkinkan kedepan maka kegiatan seperti ini akan terus dikembangkan, apalagi tahun depan dilaksanakan Porprov, tentu kita harus mempersiapkan pembalap kita,” pungkasnya. †

Pulau Kambing Tidak Seperti Dulu Kini akan dibangun Kolam Renang dan Lapangan Tembak

Timotius Borneo Tribune, Putussibau KOMPLEK Kodim 1206 Putussibau saat ini sedikit berbeda dari beberapa tahun sebelumnya, sebab sejumlah lahan tidur sudah dimanfaatkan menjadi taman hiburan, mulai dari permainan bebek engkol, dan dijadikan arena tempat menyalurkan bakat para pembalap, dan saat ini komplek permainan tersebut diberi nama Pulau Kambing. Dandim 1206/Putussibau Let.Kol.Inf Jaysuman mengatakan bahwa kedepannya

Let.Kol.Inf Jayusman Dandim 1206/Putussibau Foto Timotius/Borneo Tribune

Gallery

Kerawing Menerima pesanan & menjual : hasil tenunan daerah/ kerajinan, berupa pakaian adat, anyaman dan lukisan Putusibau SISKA Hp. 081257159998

Pulau Kambing tersebut aka terus dikembangkan, rencananya akan dibangun kolam renang dan lapangan tembak. Sehingga sejumlah lahan tidur bisa dimanfaatkan dan sekaligus bisa memberikan hiburan bagi warga Kota Putussibau dan sekitarnya. “Pengembangan dan pemanfaatan lahan tidur di Komplek Kodim ini juga berdasarkan petunjuk pimpinan, oleh karenanya kedepan Pulau Kambing ini akan terus dikembangkan terutama untuk pembuatan kolam renang dan lapangan tembak,” jelasnya. Dalam pengembangan sejumlah sarana dan prasarana terutama arena balap atau sirkuit kedepannya akan dilaksanakan berdasarkan koordinasi denga semua pihak termasuk pemerintah. “Jadi saya ingin meminta masukan saran serta dukungan dari semua pihak, sebab ini bertujuan untuk kepentingan bersama terutama memberikan hiburan kepada masyarakat,” pintanya. †

IKLAN BARIS Dijual Bangunan Dijual cepat eks. kantor, sertifikat, 2 lt, Jl. Nurali No. 2, Hub. 081384151188 tnp perantara.

Biro Sekadau: Bagus Kosminto (085245743683).

Langganan Koran

Biro Sintang: Endang Kusmiyati (08524-5006757)

Ingin berlangganan Harian Borneo Tribune di daerah, hubungi: Biro Kubu Raya: Aldi (08971600688)

Telp. 0561-577868 Jl. Gaj ahma da N o. 3 P ont ianak Gajahma ahmada No Po ntianak Email: aria_tur@yahoo.com Penerbangan Pontianak - Jakarta BATAVIA : 5x penerbangan dalam sehari ( z07.05 z07.55 z11.10 z14.35 z16.00 ) SRIWIJAYA : 4x penerbangan dalam sehari ( z07.00 z07.55 z11.55 z15.50 ) LION AIR : 3x penerbangan dalam sehari ( z07.30 z11.35 z15.30 )

GARUDA : 3x penerbangan dalam sehari ( z08.00 z12.55 z17.35 ) Penerbangan PTK - JOGJA & PTK - SURABAYA BATAVIA : 1x penerbangan dlm sehari (pukul : 14.45)

Biro Melawi: Eko Susilo (081256452946)

Biro Mempawah: Johan Wahyudi (085654587038). Biro Sambas: Amrul Ambiya (Kontributor/Pemasaran) (085245527602). Biro Bengkayang: (085245247955).

Mujidi

Biro Landak: Yohanes Ngalai / Pemasaran (085822062880). Biro Sanggau: (085245904505).

Ratnasari

Biro Kapuas Hulu: (085654585775)

Herdi

Biro Ketapang: (08971600688)

Aldi

Biro Kayong Utara: Abdul Khoir (081345154592)

Ser vice Mobil

Taxi CV. TEGAR PRATAMA TRANSPORT Melayani Antar Jemput Penumpang Jl. Kalimantan No. 24B 0562-640029/641366 SINGKAWANG Jl. Imam Bonjol Gg. Tnjng Sari No. 36 0561-747211/749025 PONTIANAK INNOVASI TAXI. Melayani Antar Jemput. Jl. Tua Pekong No.24 Singkawang, (0562)3309800, Jl. A. Yani (RM. Bertagis) Pontianak Telp. (0561) 7015100, (0561) 7157000

SUTOYO MOTOR. Service, Tune Up, Las/Cat Mobil. Jl. Letjen Sutoyo No. 11 Telp. 743690 Ptk

Kost Gallery Kost. Menerima Pria & Wanita Fasilitas Air & Listrik dan lain-lain. Jl. Diponegoro No. 9 Telp. 0562-3320424 SKW

Iklan Baris:

1 baris / hari Rp. 6.000,-


Teras Borneo T Tribune

Senin, 1 Juli 2013

11

Kubu Raya Miliki P2MKP Achmad Munandar Borneo Tribune, Kubu Raya Pusat Pelatihan Mandiri Kelautan dan Perikanan (P2MKP) adalah lembaga pelatihan/permagangan di bidang kelautan dan perikanan yang dibentuk dan dikelola oleh pelaku utama maju di bidang kelautan dan perikanan baik perorangan maupun kelompok. P2MKP merupakan wujud partisipasi dan keswadayaan masyarakat ikut mengembangkan SDM melalui pelatihan dari, oleh dan untuk masyarakat. Pelaku utama yaitu pembudidaya ikan, pengolah hasil perikanan, dan nelayan sangat memerlukan peningkatan kualitas SDM melalui pelatihan. Unit Pelaksana Teknis (UPT) pelatihan lingkup Badan Pengembangan SDMKP Ke-

menterian Kelautan dan Perikanan yang berjumlah 6 unit tersebar di Medan, Subang, Tegal, Banyuwangi, Bitung, dan Ambon belum sebanding dengan jumlah pelaku utama yang harus dilatih yang diperkirakan 6 juta orang, sehingga Badan Pengembangan SDMKP melalui Pusat Pelatihan Kelautan dan Perikanan mendorong pembentukan dan pengembangan P2MKP. Melalui identifikasi P2MKP yang serempak dan tersistem, diperkirakan animo calon P2MKP lebih banyak karena unit produksi bidang kelautan dan perikanan sangat variatif. Secara the factor, lembaga pelatihan kewirausahaan kelautan dan perikanan yang dikelola masyarakat yang akan ditetapkan sebagai P2MKP sudah tumbuh. Sudah saatnya, mereka diberikan pembinaan secara te-

rencana, tersistem, terpadu serta berkesinambungan. Peran P2MKP sangat dibutuhkan dalam rangka (a) efektivitas dan efisiensi penyelenggaraan pelatihan di kawasan masing-masing Pengembangan usaha perilanan. (b) meningkatkan pencapaian target pelatihan Kementerian Kelautan dan Perikanan dengan target latih di P2MKP, (c) bentuk pembinaan bagi lembaga pelatihan kewirausahaan masyarakat di bidang kelautan dan perikanan. Di kalimantan Barat sstusatunya P2MKP yang diakui dan telah mendapat pengakuan dari kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia adalah P2MKP Mina Kapuas yang ada di Desa Kapur, Kec. Sungai Raya Kab. Kubu Raya dibawah pinpinan Koris Parhusip. P2MKP Mina Kapuas te-

lah menjadi pusat pelatihan utama usaha perikanan di Kalimantan Barat. Dikatakan Koris, dirinya sudah memberikan pelatihan dibeberapa daerah di Kalimantan Barat. ”jadi satu-satunya yang resmi di Kalimantan Barat adalah P2MKP Mina Kapuas ini. Beberapa kita dipanggil oleh kementrian Kelautan untuk mewakili Kalimantan Barat. P2MKP ini adalah P2MKP pertama dan satu-satunya di Kalimantan Barat,” ungkap Koris. Pria yang memulai usaha budidaya perikanan dengan modal sendiri dan dengan otodidak telah menjadi inspirasi bagi pembudidaya lainnya, sehingga dirinya menjadi penyuluh swadaya dan membentuk P2MKP yang telah diakui Kementrian Kelautan RI. dan di bawah binaan dari SDMKP Tegal. Selama 3

ÿkarena saya akan mengasah jiwa - jiwa Polri, guna tidak pernah hilang sampai kapan pun,” jelas Tugas. Lanjutnya lagi, untuk mengasah jiwa - jiwa guna tidak pernah hilang atau dilupakan para Purnawiaran, Ia akan melakukan anjang sana kepada para Purnawiran, selain itu Ia juga akan membuat acara untuk Persatuan Purnawiran Polri di Kalbar. Sementara itu AKBP A. Rachman salah satu Perwira yang baru saja mengakhiri masa tugasnya sebagai anggota Polri, Ia mengatakan bahwa dirinya merupakan seorang anggota Polri yang merupakan Putra Daerah Kalimantan Barat, di mana jenjang karirnya, berawal dari pangkat polisi yang paling rendah, kemudian masuk Bintara, hingga bisa sampai menjadi seorang Perwira Menegah (Pamen) di Polda Kalbar. “ Semua fungsi Polri sudah saya pernah rasakan, dan karir saya mulai dari pang-

kat Polri yang paling rendah, hingga sampai ke AKBP, dan paling berkesan baginya adalah menyelamatkan warga yang disandra, dan saat itu saya bertugas di Sanggau,” ungkap AKBP Purn. A. Rachman. Pamen asal Kabupaten Pontianak yang baru saja pensiun itu mengatakan, walaupun Ia sudah tidak bertugas sebagai anggota Polri, dan saat menyandang status Purnawirawan saat ini, Ia akan tetap berperan aktif untuk membaut pihak kepolisian, dalam menjaga Kamtibmas di lingkungan tempat tinggalnya. “ Setelah ini, saya ingin menjadi seorang Petani Ikan, walaupun begitu saya akan tetap eksis membantu pihak kepolisian, karena jiwa Polri ditubuh saya ini, tidak akan pernah hilang, karena saya mengabdikan diri kepada Negara selaku anggota Polri, yakni selama 38 tahun 2 bulan,” pungkas A. Rachman.

1099 Polisi Naik Pangkat pangkat ini berdasarkan penilaian secara estafet, di mana penilaian seorang anggota Polri, dinilai melalui teman dan atasannya, begitu juga saya selaku Kapolda Kalbar, juga dinilai oleh Kapolri layak atau tidak untuk dinaikan pangkat,” jelas Kapolda Kalbar. Lanjut Kapolda, selain itu kenaikan pangkat dapat diberikan kepada seorang anggota kepolisian, jika seorang anggota kepolisian itu, memiliki prestasi, dedikasi, loyalitas dan tidak berbuat hal yang tercela selama menjalankan tugas dan fungsi sebagai insan Polri, sehingga Ia pun dapat mengatakan kenaikan pangkat bukanlah hak dari anggota Polri, melainkan kenaikan pangkat diberikan atas beberapa pertimbangan. “ Petimbangan untuk menaikan pangkat seorang Polri itu memang ada, guna menentukan layak atau tidak dinaikan pangkat, karena kalau tidak layak dinaikan, walaupun sudah

waktunya untuk dinaikan, maka saya tidak akan naikan,” papar Kapolda. Selain itu Kapolda juga mengatakan, Ia lebih senang seorang anggota Polri yang ÿberpangkat Bintara tapi berjiwa Perwira, namun Ia tidak senang dengan seorang anggota Polri yang berpangkat Perwira tapi tidak berkembang dan tidak kreatif serta tidak menjalankna tugas dengan baik. Sedangkan untuk sejumlah anggota Polda Kalbar yang sudah ditetapkannya sebagai Purnawiran Polri, Tugas mengtakan, Ia tidak akan mendiamkan semua Purnawiran Polri yang ada di Kalbar, karena Ia akan membuat Purnawiran tetap eksis dan mengasah jiwa jiwa Polri kepada Purnawirawan tersebut. “ Pengabdian tidak akan berakhir, dengan alasan karena sudah pensiun, melainkan pengabdian akan terus berjalan walaupun sudah menyandang status Purnawirawanm Polri,

Dekopin Kalbar Optimis Koperasi Kalbar Sejahtera ini, para pelaku gerakan koperasi optimis kejayaan gerakan ekonomi bangsa yang digagas Bung Hatta ini akan menuai sukses. Optimisme tertahadap kemampuan Gerakan Koperasi ini digelorakan oleh Dewan Koperasi Wilayah (Dekopinwil) Kalbar. Momentum HUT Koperasi yang ke-66 akan menjadi ajang pembuktian eksistensi Gerakan Koperasi di Kalimantan Barat. Serangkaian acara akan dihelat Dekopinwil bersama tokoh dan pelaku gerakan yang menjadi sokoguru ekonomi bangsa ini. Mulai dari kegiatan intelektual di atas meja, hingga aksi sosial di lapangan telah dijadwalkan secara rapi oleh panitia. Ketua Dekopinwil Kalbar, Awang Sofian Rozali mene-

gaskan, momentum HUT Koperasi kali ini dirasa lebih spesial dan istimewa. Usia 66 tahun bagi gerakan koperasi di Indonesia menurutnya memiliki arti penting terhadap eksistensi gerakan ekonomi yang bisa menjadi pilar ekonomi bangsa ini. Koperasi dengan sejarah dan dinamika zaman yang telah dilaluinya menurut Awang telah memberi warna dan kontribusi penting bagi perekonomian bangsa. “Melihat usia dan prestasi yang telah dicapai kita optimis dengan masa depan koperasi di masa yang akan datang. Jika koperasi dikelola dengan baik dan benar, sesuai dengan prinsip-prinsip koperasi yang menganut nilai kebersamaan, jaringan dan pendidikan, Insya Allah koperasi akan semakin

jaya,” ujar Awang. Bukan sekedar retorika, Awang telah membuktikan. Saat ini gerakan koperasi di Kalimantan Barat telah menunjukkan eksistensi dan kemajuan yang cukup berarti. Melalui pembinaan SDM pengelola koperasi dan serangkaian pelatihan-pelatihan yang rutin dilakukan sepanjang tahun, pertumbuhan koperasi di Kalimantan Barat menunjukkan perkembangan yang signifikan. Di Dekopinwil Kalbar sendiri telah muncul berbagai program dan kegiatan yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh anggotanya. “Bukan sekedar omong kosong, tema sejahtera bersama koperasi ini sudah kita rasakan bukti dan manfaatnya. Kita memiliki lem-

baga pendidikan, sekolah mulai dari SMP, SMA maupun SMK Koperasi. Munculnya koperasi-koperasi primer dan manajemen pengelolaan koperasi yang lebih professional juga tidak lepas dari pembinaan kita,” ujar sosok humanis yang rendah hati ini. Disampaikan pula oleh Awang, dalam rangka memperingati HUT Koperasi ke66 ini Dekopinwil akan mempersembahkan sesuatu yang istimewa sebagai kado anggota koperasi dan warga Kalbar pada umumnya. Serangkaian kegiatan dipersiapkan untuk menyemarakkan peringatan. “Hari Senin (1/7) kita akan menggelar acara bersama panitia Pertasi Kencana. Selanjutnya kita akan menggelar seminar dan bhakti sosial yang memberi manfaat langsung kepada masyarakat,” kata Awang menyebut beberapa agenda kegiatan yang akan digelar Dekopinwil. Lebin rinci Sekretaris Dekopinwil Kalbar, Jamaluddin MT menjelaskan mata acara yang masuk dalam agenda peringatan HUT Koperasi ke-66 yang dimotori Dekopinwil. Menurut Jamal setidaknya ada enam kegiatan yang telah dan akan dilaksanakanÿ dalam rangka Hari Koperasi. Mulai dari melakukan ziarah ke makam tokoh-tokoh Gerakan Koperasi Kalbar, donor darah, kunjungan ke panti asuhan dan penanaman pohon dan seminar. “Kita juga akan menggelar pasar murah untuk rakyat Tanggal 5-6 Juli nanti. Puncaknya Tanggal 16 Juli nanti kita akan menggelar syukuran dan ramah tamah bersama seluruh insan koperasi di Kalimantan Barat,” terang Jamaluddin.

hari ini, Koris memberikan pembinaan kepada pembudidaya-pembudidaya perikanan di Kalimantan Barat yang di pantau langsung oleh tim penilai dari Tegal. Di kaksanakan di rumah ya sendiri sekitar 20 orang pembudidaya nampak antusias menyimak penjelasan dari Koris. Adapun pelatihan yang dberikan adalah mengenai pembuatan pak ada n ada lterbatif, pemanfaatan teknologi, serta pedoman-pedoman teknis lainnya yang merupakan hadir dari pengalamannya sendiri sebagai pembudidaya yang ngsudah

berhasil hingga dipercaya oleh pemerintah pusat sebagai pengembabgan SDM pembudidaya perikanan. Koris juga menyampaikan terimakasih atas perhatian pemerintah lewat Dinas Kelautan, Badan Penyuluh dan Bupati Kubu Raya yang membuka peluang bagi dirinya leawt program-program bupati terhadap pengembangan budidaya petikanan. Ditempat terpisah Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan mengaku bangga dan memberikan apresiasi atas kepercayaan kementerian kelautan bagi warganya menjadi pembina

sekaligus penyuluh dan pusat pengembagan SDM bagi pembudidaya perikanan di Kalimantan Barat. ”ini adalah bukti dari spirit yabg kita bagun yaitu dari Kubu Raya untuk Indonesia, P2MKP kita ini adalah pertama dan satu-satunya di Kalimantan Barat. kita tau pak Koris adalah orang yang kreatif, inovatif dan semangat, beliau menciptakan mesin pakan sendiri, menciptakan pelet sendiri dan banyak inovasi lainnya, jadi wajar kalo Kita di Percaya menjadi P2MKP Kalimantan Barat,” ungkap Muda.

Kampanye Gemar Makan Ikan Pecahkan Rekor MURI “Pada saat ini masyarakat Kalbar dalam mengkonsumsi ikan rata-rata 32 kg perkapita per tahun, artinya memenuhi bahkan melampaui standar nasional yang telah ditetapkan oleh pemerintah,” terang Frederika. Pada kesempatan yang sama Gubernur Cornelis mengatakan bahwa acara pencanangan gemar makan ikan ini merupakan kegiatan yang sangat positif untuk mengajak agar masyarakat lebih banyak mengkonsumsi ikan. “Yang paling mendasar, bagaimana mengajak masyarakat kita mau makan ikan. Selain itu, bagaimana potensi alam kita yang begitu kaya bisa menjadi sumber pendapatan bagi daerah dan masyarakat. Sehingga IPM Kalbar semakin meningkat karena masyarakat semakin cerdas dan sehat,” kata Drs. Cornelis, MH. Senada dengan Gubernur Dirjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan KKP Saut P Hutagalung

mengatakan acara ini sangat penting karena berbicara mengkonsumsi makan ikan adalah berbicara membangun generasi bangsa yang kuat dalam jangka panjang. Karena hasil penelitian mengenai nutrisi di sepuluh Negara Asia Tenggara menunjukkan bahwa enam tahun terakhir kecepatan pertumbuhan dari segi tinggi badan bahwa dari sepuluh negara tersebut, Indonesia yang paling lambat. “Jika tidak ada upaya perubahan dalam peningkatan nutrisi masyarakat Indonesia, maka orang Indonesia akan masuk pada kategori “kate” atau pendek dibandingkan dengan negara tetangga di Asia Tenggara. Hal ini sangat mengkhawatirkan karena negara kita adalah negara yang memiliki luas wilayah yang sangat luas dan terdiri dari kepulauan serta kondisi alam agraris. Tapi bagaimana bisa kita terjadi demikian? Jawabannya karena kita

adalah negara yang mengkonsumsi protein hewani masyarakat kita paling rendah. Untuk itulah kegiatan kampanye gemar makan ikan ini sangatlah penting dilaksanakan. Acara pencanangan gemar makan ikan tersebut juga di meriahkan dengan kegiatan lomba masak serba ikan antar PKK Kabupaten dan Kota se- Kalbar serta Dharma Wanita. Selain itu juga sebagai bagian dari kampanye nasional gemar makan ikan dilakukan pembuatan replika arwana merah super (super red) yang memecahkan rekor MURI. Dengan panjang 12,30 meter dan lebar 3 meter menjadi replika ikan terpanjang di Indonesia yang terbuat dari makanan olahan (nugget) ikan. Penghargaan diberikan Manajer Senior Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri) Paul Pangka ke para penggagas, dan disaksikan Dirjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan KKP Saut P Hutagalung.(humas/joe)

Tingkatkan Layanan Air Bersih reservoar dan sarana IPA ini menelan dana sebesar Rp 30 miliar bersumber dari APBD Kota Pontianak tahun 2013. “Air PDAM di Pontianak Timur ini disuplai dari PDAM Imam Bonjol melalui pipa bawah sungai. Namun karena pipa tersebut sering pecah disebabkan lalu lintas sungai maupun jangkar dari kapal sehingga muncul pemikiran kita untuk membangun IPA sendiri di kawasan ini,” ujar Walikota Pontianak, Sutarmidji usai meresmikan pemancangan tiang pertama pembangunan IPA, Kamis (27/6). Menurutnya, dengan kekuatan maksimal 300 liter per detik air PDAM ini idealnya

bisa untuk melayani secara baik bagi 200 hingga 250 ribu penduduk. “Pontianak Timur ini kan penduduknya tidak sampai 100 ribu sehingga air akan sangat berlimpah di kawasan ini,” kata Midji. Dia menilai, dalam penyediaan air PDAM, kenaikan tarif bukan menjadi hal yang prioritas namun yang terpenting adalah memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat terutama dalam penyediaan air bersih kendati diakuinya belum pernah ada kenaikan tarif sejak tahun 2008. “Kalau ada penghematan dan efisiensi di PDAM, saya rasa tidak ada masalah,” timpalnya.

Terkait permasalahan air asin yang kerap dikeluhkan masyarakat saat musim kemarau tiba, ia menargetkan tahun depan proyek pipa Penepat akan selesai berikut pompa yang akan menyuplai air ke PDAM sehingga permasalahan air asin bisa teratasi. Ia berharap kekuatan suplai air di Kota Pontianak bisa mencapai 2.000 liter per detik sehingga mampu melayani 1,5 juta penduduk. “Jumlah penduduk Kota Pontianak kan baru 600 ribu lebih. Jadi kalau air berlimpah dengan tingkat kebocoran 30 persen itu masih sangat baik,” jelas Midji. (Andika Lay/ Borneo Tribune)

Kapolda Pinta Ormas Tidak Sweeping Menurut Kapolda, seluruh jajaran Polres yang ada di Kalimantan Barat sedang melaksanakan Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat), selama lima belas hari kedepan, yang dimulai dari tanggal 24 - 8 Juli mendatang, salah satu tujuannya adalah cipta kondisi menjelang Bulan Ramadhan, sehingga dapat menekan tindak penyakit masyarakat saat Bulan Suci Ramadhan. “ Polda Kalbar dan jajaran saat ini sedang melaksanakan operasi Pekat, guna cipta kondisi jelang Bulan Suci Ramadhan, dan saat Bulan Ramadhan juga kita laksanakan operasi, guna tidak ada aktifitas yang mengganggu Bulan Ramadhan,” katanya. Lanjut Brigjend Pol Tugas, sasaran operasi pekat yang

dilakukan oleh pihaknya, yakni seperti Miras, Prostitusi, Narkoba dan lain - lainnya. kemudian tempat yang menjadi target operasi pekat, tempat penginapan, mulai dari Kost - Hotel, serta tempat hiburan malam seperti Caf‚ dan Karaoke. “ Saat ini sudah banyak Miras yang sudah diamankan pihak saya, bahkan beberapa tempat penginapan ditemukan pasangan mesum maupun prostitusi, dan semua tempat usaha, dan penyelidikan narkoba juga terus dilakukan, jadi saya harapkan kepada ormas yang ada di Kalbar, serahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian untuk menjaga Kamtibmas di Bulan Suci Ramadhan,” ujar Kapolda. Lebih jauh lagi Kapolda

mengatakan, Ormas itu merupakan mitra pihak kepolisian dalam menjaga Kamtibmas, dan jika pun mengetahui serta menemukan gangguan selama Bulan Ramadhan, ormas cukup menginformasikan kepada pihaknya, karena pihaknya akan menindak lanjuti informasi yang diberikan. “ Saya berharap ormas tidak melakukan sweeping, namun memberikan informasi, dan informasi tersebut pasti ditindak lanjuti pihak kami, dan saya selalu menekankan sinergitas kepada semua pihak dalam menjaga Kamtibmas di Kalbar ini, dan bersama dengan ormas mari kita jaga Kamtibmas di Bulan Suci Ramadhan nanti,” pungkas Kapolda Kalbar Brigjend Pol Tugas Dwi Apriyanto.

Radakng, Rumah Budaya Tipologi Kalbar Budaya. Yang ada saat ini, rumah Radakng Daya’ atau rumah Betang dan Rumah Melayu. Kedepan, akan nada rumah budaya lainnya. Radakng yang akan diresmikan ini, punya 14 kamar sebagai simbol 12 kabupaten dan 2 kota yang ada di Provinsi Kalbar,” jelas Cornelis di Pendopo, Ming-

gu (30/6). Dijelaskannya, Rumah Radakng (sebutan untuk rumah adat dalam Bahasa Dayak Kanayatn-red), merupakan rumah yang dihuni oleh masyarakat Dayak. Rumah betang mempunyai ciri-ciri yaitu bentuk panggung dan memanjang. Pada suku Dayak

tertentu, pembuatan rumah panjang bagian hulunya haruslah searah dengan Matahari terbit dan sebelah hilirnya ke arah Matahari terbenam, sebagai simbol kerja-keras untuk bertahan hidup mulai dari matahari tumbuh dan pulang ke rumah pada matahari terbenam.


CMYK

IKLan www.borneotribune.com

Borneo Tribune

CMYK

12 Senin, 1 Juli 2013


Harian Borneo Tribune 1 Juli 2013