Issuu on Google+

cmyk

I DEALISME, K EBERAGAMAN

KEBERSAMAAN

DA N

Borneo Tribune www.borneotribune.com

Kamis, 6 Maret 2014

Telepon Redaksi/Iklan/Langganan/Pengaduan: (0561) 767788 Faximile. (0561) 766103

4 Jumadil Awal 1435 H - 6 Jie Gwee 2565

Alamat Redaksi: Jln Purnama Dalam No 2 - Pontianak 78121

Anggota DPR RI Temukan Pengidap Ataxia Anggota DPR RI Komisi XI dr. Karolin Margret Natasa dalam ‘blusukannya’ ke kampungkampung pedalaman Kalimantan Barat sembari bakti sosial, salah satunya pengobatan gratis. Dalam perjalanan tersebut dr. Karolin menemukan berbagai macam penyakit aneh.

Wakil Bupati Kubu Raya, Drs. Hermanus. M.Si, meresmikan pengoperasian Puskesmas Rawat Inap di Desa Lingga, di Kecamatan Sungai Ambawang. Foto : ist (Berita terkait lihat halaman 5)

dr. Karolin Dukung Puskesmas Ramah Anak Borneo Tribune, Pontianak Anggota Komisi XI DPR RI dr. Karolin Margret Natasa yang membidangi kesehatan mengatakan, untuk mengatasi angka kematian di Kalbar terutama bayi, perlu peningkatan terhadap kesehatan anak

dan harus menjadi program penting di setiap kabupaten. Hal tersebut disampaikannya ketika bersama Pemkab Sanggau meresmikan Pusat Kesehatan Masyarakat Ramah Anak (Puskesmas Ramah Anak) di Kecamatan Kapuas

Borneo Tribune, Landak Salah satu penyakit seperti yang ditemukan di Desa Agak, Kecamatan Sebangki Kabupaten Landak, Selasa (5/3), pada anak usia 12 tahun atas nama Sopia Jaya yang mengidap Ataxia yang kemudian langsung dirujuk ke Rumah Sakit Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat Soedarso di Pontia-

Kelurahan Beringin, Sanggau, Senin (3/3). Puskesmas ini juga dilengkapi tempat bermain untuk anak-anak. Terkait pencanangan Puskesmas Ramah Anak, Ibu yang ....Ke Halaman -11

Tuntutan Belum Dipenuhi PT. BJI dan PT. Ceria Prima

B uah Bibir Tiga Menteri Ajukan Cuti Kampanye

Tokoh Adat Jagoi Babang Mengadu ke Keuskupan Agung Pontianak Borneo Tribune, Jagoi Babang Beberapa tokoh masyarakat Jagoi Babang menemui Komisi PSE-KKP-Caritas Keuskupan Agung Pontianak. Kedatangan mereka disambut oleh Pastor Faustus Bagara, OFMCap dan Br. Kris Tampajara, MTB. Dalam pembicaraan dengan Pastor Bagara, OFMCap, para tokoh masyarakat Jagoi tetap konsisten menunggu penyelesaian tuntutan terhadap ....Ke Halaman -11

Dipo Alam SEKRETARIS Kabinet Dipo Alam mengatakan saat ini sudah ada tiga menteri yang mengajukan izin untuk kampanye. Namun, Dipo mengaku tidak ingat siapa menteri itu. ”Saya nggak ingat. Tapi sudah ada tiga menteri. Kan sudah ada aturannya, biasa kok ini,” kata Dipo di Pelabuhan ....Ke Halaman -11

Lari dengan Sia-sia Jack bersama Bapaknya pergi menonton sebuah lomba atletik. ”Pak, mengapa paman-paman itu semua berlari sedemikian cepatnya?” ”Mereka sekarang sedang berlomba, siapa yang lari nomor satu, ia akan menjadi juara dan nanti bisa mendapat hadiah.” ”Tetapi pelari yang tercecer di belakang kok masih ngotot lari? Mereka bisa mendapat apa?” o

Tokoh masyarakat jagoi bertemu dengan Pastor Fasutus Bagara, OFMCap, Selasa (4/3). Foto : ist

nak dan Karolin menanggung seluruh biaya perawatan. Bakti Sosial di Kecamatan Sebangki tersebut dihadiri Bupati Landak, Adrianus Asia Sidot, Wakil Bupati Landak H. Heriyadi, Camat dan para Kades. Menurut Data Panitia Baksos, sebanyak 506 orang ....Ke Halaman -11

Pontianak Belum Ada Tanda-tanda Hujan Borneo Tribune, Pontianak Sampai tanggal 6 Maret 2014 hari ini, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Stasiun Meterologi Supadio Pontianak memprediksi, di Kota Pontianak masih belum ada tanda-tanda hujan sedang. Kalau pun ada, potensi hujan sangat kecil. Hujan ringan akan terjadi di Kota Pontianak di bagian barat. Seperti pada hari sebelumnya, di Kota Pontianak hanya diguyur hujan ringan yang sangat sebentar. Tak jauh berbeda dengan

Kota Pontianak, hujan ringan juga berpotensi di sejumlah daerah di Kalbar, seperti di Mempawah, Sanggau, Sintang, Putusibau, Ngabang, Sekadau, Sukadana, Sungai Raya, dan Singkawang. Sedangkan potensi hujan sedang diperkirakan akan terjadi di Nanga Pinoh. “Sambas, Bengkayang, dan Ketapang mungkin hangan berawan,” tulis Prakirawan BMKG Supadio Dina Eka Ayu dalam pesan digitalnya kemarin. ....Ke Halaman -11

Aktivitas KPU Kota Pontianak

Selesaikan Pelipatan Surat Suara Provinsi Borneo Tribune, Pontianak Surat suara untuk jenis pemilihan Provinsi berwarna biru yang datang lebih awal. Sabtu (1/ 3) mulai dilipat dan telah selesai pada Selasa (4/3). Adapun jumlah jenis surat. Suara tersebut yaitu sebanyak 423 dus. Sedangkan dalam 1 dusnya berisi 1000 jenis surat suara dan dikalikan 4 jenis surat suara. jumlah setiap jenisnya sebanyak 423.000 atau totalnya sebanyak 169.2000 surat suara dari 4 jenis surat suara.

Saat ini KPU Kota Pontianak sedang melakukan pelipatan surat suara untuk DPD berwarna merah. Dengan jumlah yang sama dengan jenis surat suara Provinsi dan diperkirakan akan selesai pada tanggal 8 Maret 2014. ”Dengan 180 orang petugas pelipat surat suara, kita menargetkan 1 jenis surat suara selesai dikerjakan dalam 3 hari. Namun walau begitu, kita membangsikan 1 hari. Jadi ditambah dengan pengepakan maka pekerjaanter sebut baru

bisa selesai dalam waktu 4 hari,” ujar Komisioner KPU Kota Pontianak, Yuniarni, kepada awak media saat ditemui gudang logistik Pemilu 2014, jalan Johar, Pontianak, Rabu (5/ 3) siang kemarin. Yuniarni menambahkan, ke 4 jenis surat suara ini akan selesai dikerjakan peliparannya pada tanggal 16 Maret 2014. “Kita menargetkan satu jenis surat suara yang telah lengkap datang di KPU. Sedangkan 4 ....Ke Halaman -11

PT. ANZON AUTOPLAZA Kantor Pusat : Jl. A. Yani No. 89 Telp. (0561) 734280 Singkawang : Jl. A. Yani No. 8 Telp. (0562) 637000 Ketapang : Jl. R. Suprapto Telp. (0534) 31841 Sanggau : Jl. Jend. Sudirman Telp. 0564 - 2025280 Sintang : Jl. MT. Haryono Telp. 0565 - 24222 Landak : Jl. Pulau Bendu No. 26, Kec. Ngabang

Showroom Buka Pukul 08.00-20.00 Minggu/Libur Buka Pukul 09.00-13.00

HARGA ECERAN HARIAN BORNEO TRIBUNE - PONTIANAK, KUBU RAYA, MEMPAWAH,DAN SINGKAWANG Rp 2.000 - SAMBAS, BENGKAYANG Rp 2.200 - LANDAK,SANGGAU,SEKADAU, KETAPANG,KAYONG UTARA, SINTANG, MELAWI DAN PUTUSSIBAU Rp 2.500 -


Kayong Utara Kamis, 6 Maret 2014

Borneo T Tribune

2

Sosialisasi Program Bupati dan Wakil Bupati

Jangan Lagi Ada Keluhan

Jangan lagi ada keluhan dari masyarakat tentang rendahnya pelayanan pemerintah terutama yang sudah ada dalam program kerja.

Borneo Tribune, Sukadana Wakil Bupati Kayong Utara, Idrus, menekankan kepada seluruh kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk meningkatkan kinerja guna menjalankan semua program yang telah dibuat terutama peningkatan kinerja pelayanan kepada masyarakat dan meminimalisir adanya keluhan. Hal tersebut disampaikan Idrus saat membuka sosialisasi program Bupati dan Wakil Bupati Kayong Utara di Kecamatan Sukadana, Rabu (5/3) di Balai Praja. “Jangan lagi ada keluhan dari masyarakat tentang rendahnya pelayanan pemerintah terutama yang sudah ada dalam program kerja,” kata Idrus di hadapan kepala SKPD dan seluruh kepala desa se-Kecamatan Sukadana dan para tokoh masyarakatnya. Dalam sosialisasi tersebut, Idrus juga menjabarkan beberapa hal terkait janji politik semasa kampanye mulai dari tentang 10 sarjana per desa dan program kesehatan gratis yang saat ini berubah nama menjadi badan penyelenggara jaminan sosial (BPJS). Idrus menjelaskan bahwa program 10 sarjana per desa tersebut belum dapat dilaksanakan pada tahun ajaran 2012-2013 dimana pasangan baru dilantik setelah masa kelulusan sehingga tidak dapat dilaksanakan program tersebut, namun dirinya menyampaikan, pada tahun ajaran 2013 -2014 program tersebut baru dilaksanakan. “Kuota dalam satu tahun sebanyak 86 beasiswa yang akan dibagi keseluruh desa dengan sistem seleksi, namun jika tidak terpenuhi maka akan dialihkan kepada mahasiswa yang sudah

kuliah,” kata Idrus. Dirinya juga menyampaikan kepada seluruh lapisan masyarakat, agar benarbenar mencermati dan tidak salah persepsi terhadap program 10 sarjada per desa tersebut, dimana dalam pemberiannya tidak serta merta diberikan tanpa melalui seleksi dimana telah ada mekanisme terutama lolos seleksi yang dibuktikan dengan prestasi. Selain itu, program kesehatan gratis, Idrus menjelaskan agar masyarakat bersabar terutama bagi mereka yang menjadi peserta Jamkesmas dimana saat ini tengah dalam proses pengalihan data dari Jamkesmas ke BPJS dengan dibuktikan dikeluarkannya kartu yang saat ini dalam proses, namun demikian lanjut Idrus, kartu Jamkesmas yang dimiliki masyarakat tetap dapat digunakan lantaran secara otomatis peserta Jamkesmas merupakan peserta BPJS. “Kita sedang dalam proses pendataan, sehingga masyarakat bersabar, kita juga akui masih ada kelemahan di tingkat pelayanan namun kita berkomitmen untuk memperbaiki hingga masa pengabdian selama lima tahun,” katanya. (DL)

ANTRE AIR BERSIH. Akibat banyaknya jaringan pipa air bersih dilubangi oleh oknum masyarakat, masyarakat di Desa Tanjung Satai semakin kesulitan air bersih. Perlu ketegasan dan upaya secepatnya oleh pemerintah sehingga tidak terjadi hal-hal negatif akibat perebutan air bersih di Kecamatan Pulau Maya. FOTO: Abdul Khoir/Borneo Tribune

Kekeringan di Pulau Maya

Pipa Air Bersih Dilubangi 22 Titik

Borneo Tribune, Sukadana Kekeringan air bersih yang terjadi di Kecamatan Pulau Maya terutama di beberapa desa seperti Tanjung Satai, Limau Manis dan Kemboja semakin parah akibat 22 titik jalur pipa air bersih dilubangi oknum masyarakat setempat. Dikatakan Kepala Desa Tanjung Satai Turaidi, diri-

nya telah menghitung sedikitnya terdapat 22 titik lubang di pipa air bersih dari Desa Satai Lestari Hingga Desa Kemboja dan kesemuanya diduga dilakukan oleh oknum masyarakat setempat. “Saya pernah menghitung dari Limau Manis sampai ke Kemboja ada 22 titik dan setiap titik ditandai adanya

selang dan drum penampungan,” kata Turaidi dijumpai di Sukadana (5/3). Dijelaskannya, di Pulau Maya saat ini sejatinya telah dibangun jaringan pipa air bersih yang bersumber dari Sungai Meledang, dalam kondisi seperti saat ini dimana curah hujan sedikit, masyarakat yang berada di pesisir pantai kesulitan

mendapatkan air bersih dan hanya mengandalkan air dari kaki bukit Satai. Kecilnya debit air dari celah batu dan banyaknya pengguna air tersebut membuat keberadaan air bersih dari jaringan pipa sangat diperlukan, namun sayang, akibat banyaknya lubanglubang di sepanjang jaringan pipa yang dipasang oleh

pemerintah membuat air tidak sampai hingga ke desa Tanjung Satai. “Kami minta pemerintah memberi perhatian, setidaknya menindak masyarakat yang jelas-jelas membuat lubang ilegal dan bisa dikatakan merusak fasilitas umum, beri ketegasan untuk efek jera, jangan dibiarkan,” harapnya. (DuL)

Opini

Berani Bicara, Pandai Bicara dan Banyak Bicara Oleh Sholihin H.Z.** Setiap manusia memiliki potensi dan skill yang perlu ditumbuhkembangkan. Lingkungan sekolah, keluarga dan masyarakat menjadi lingkungan yang sangat mempengaruhinya (Moh. Haitami Salim dan Syamsul Kurniawan, 2012:261). Salah satu potensi yang harus terus diasah dengan asih adalah kemampuan bicara. Sederhana dan mudah kedengarannya tetapi kita sering menyaksikan yang

menunjukkan ternyata ada orang-orang yang bermasalah dalam hal bicara ini. Tidak sedikit orang-orang yang sulit untuk menyampaikan informasi lewat lisannya dan meskipun ia membaca tetapi tidak mampu mentransfer info yang baru diterimanya. Berbicara hakikatnya adalah kemampuan seseorang untuk mengkomunikasikan apa yang perlu untuk disampaikan. Sebagai sebuah sarana untuk menyampai-

· Wartawan, Kontributor, Intensive Programme and Freelancer “ Borneo Tribune” selalu di bekali tanda pengenal dan tidak diperkenankan menerima / meminta apapun dari narasumber · Setiap artikel atau tulisan berupa laporan kegiatan, cerita pendek, surat pembaca, puisi dan resensi yang dikirim ke redaksi hendaknya di ketik dengan spasi rangkap, maksimal 500 kata, ditandatangi dan disertai identitas ( No Telp / Fax jika ada ) dikirim ke alamat borneotribune@yahoo.com atau yusriadii@yahoo.com. Terimakasih

kan informasi maka berbicara sebenarnya sebuah art atau seni baik dalam mengimprov katakata maupun dengan menggunakan bahasa tubuh (body language) sehingga dikenal dengan adanya seni berbicara. Kata-kata yang kedengarannya biasa tapi disampaikan dengan ekspresi serta intonasi yang berbeda ditambah dengan bahasa tubuh yang meyakinkan maka akan menimbulkan reaksi yang berbeda. Contoh, kata “keluar” dengan ekspresi kening berkerut dan mata agak mengecil, dapat diperkirakan yang terjadi adalah komunikasi untuk sebuah pertanyaan. Beda halnya dengan kata “keluar” disampaikan dengan mata melotot dan suara menggelegar dan membentak, dapat dipastikan emosi marah sedang memuncak. Nabi Muhammad SAW

adalah contoh manusia yang pandai menempatkan kapan beliau harus bicara dan siapa yang jadi lawan bicara. Sebagai contoh dari kemampuan Nabi Muhammad mengungkapkan kata-kata dan bentuk penghargaan kepada lawan bicara adalah ketika Jibril AS menemui beliau dan bertanya kapan kiamat itu datang, Nabi menjawab, “Bahwa yang bertanya dan yang ditanya sama-sama tidak mengetahui”. Ini bentuk pelajaran yang punya makna dalam. Dari contoh di atas, apa yang berbeda. Yang berbeda adalah tempo dan ekspresi yang menyertainya. Sosok seperti halnya Bung Karno, Fidel Castro, Zainuddin MZ adalah sebagian kecil contoh orang-orang yang memiliki keahlian dalam berbicara. Mereka adalah orangorang yang berani bicara

dan pandai bicara, bukan kategori orang yang terlalu banyak bicara. Terlepas apakah mereka menyampaikannya -meminjam istilah Pakar Komunikasi Politik, Dr. Tjipta Lesmana- secara high context maupun low context. High context secara harfiah diartikan bicara dengan bahasa tinggi, gaya bicara ini dipahami sebagai bahasa yang multitafsir, perlu difahami berulang-ulang dan bahasanya “bersayap” namun ada celah salah tafsir. Pak Harto adalah contoh tokoh dunia yang dimiliki Indonesia yang sering berbicara dengan style ini. Oleh karena itu, para pendamping dan ajudan beliau harus mampu memahami dan menangkap sinyal dari bahasa bersayap beliau. Sementara low context bermakna penyampaikan bahasa dengan gaya yang

mudah dipahami, bahasanya jelas, to the point, tidak multitafsir namun seketika itu juga orang yang dimaksud dapat dipastikan akan sangat tersinggung, malu atau malah tersanjung. Bung Karno dan Habibie contoh jelas dengan style ini. Tokoh-tokoh yang disebutkan di atas adalah sosok yang berani bicara dan pandai bicara. Persoalan akan muncul manakala ada orang dengan tipe terlalu banyak bicara. Jika berani bicara diartikan sebagai sebuah sikap gentleman, mau dan mampu menyampaikan; sementara jika pandai bicara diartikan sebagai orang yang pandai bermain kata (apology) dan mengimprove apa yang disampaikannya, namun orang yang terlalu banyak bicara dapat disikapi sebagai berikut: Pertama, ia adalah tipe orang ingin

selalu didengar dan tidak mau mendengar; kedua, ia tipe orang dengan sifat ekstrovert yakni dengan jiwa yang terbuka, tidak bisa menyimpan sesuatu yang sifatnya rahasia meskipun ia cenderung sosial dan banyak teman. Bahayanya tipe terakhir ini adalah -meminjam istilah anak-anak sekarang, tipe ember- tidak mampu menempatkan sesuatu yang semestinya diletakkan dan lemah dalam hal pengendalian diri. Tipe apakah kita? Setidaknya sebagai rem kita adalah, yang baik adalah yang bicara yang baik, berbobot dan pandai menempatkan kapan harus bicara. Banyak bicara justru akan menjadikan bumerang bagi si pembicara. Lidah tidak bertulang tapi dampaknya luar biasa. Lidah hanya satu tapi dampaknya bisa ke 1000 orang! Semoga.**

Penerbit: PT. Borneo Tribune Press. Direktur Utama: W Suwito, SH, MH. Direktur: Emiliana Sekretaris Direksi: Erika Sudiardjo Penasehat Hukum: A. Ambo Mangan, SH, MH, Martinus Ekok, SH, MH. Pemimpin Umum: Sisa Primashinta. Pimred: Hawad Sriyanto Wapimred: Yusriadi Sekretaris Redaksi : Aulia Marti Senior Editor: H. Nur Iskandar, SP, Tanto Yakobus, Alexander Mering, Hairul Mikrad. Redaktur Pelaksana: Ukan Dinata. Wartawan Senior: Andry, Budi Rahman, Agus Wahyuni Wartawan: Andika Lay, Achmad Mundzirin, Achmad Munandar, Jubeironi, Slamet Ardiansyah. Staf Redaksi: Fahmi Ichwan, M Taufik, Fery Ade putra, Yulan Mirza.Biro Mempawah: Johan Wahyudi, Jl. Pendidikan Gg. Suka Mulya No.10 (085654587038). Biro Bengkayang: Mujidi, www.borneotribunecom Jl. Pahlawan No. 10, Kelurahan Bumi Emas Bengkayang (085245247955). Singkawang: Rudi Hariyanto Alamat: Jl. Manggis Rt 026/Rw 009 Kelurahan Roban Kecamatan Singkawang Tengah. TERBIT SEJAK 19 MEI 2007 Sambas: Amrul Ambiya (Kontributor/Pemasaran), Jl. Suka Mantri (085245527602). Landak: Yohanes Ngalai/Pemasaran, Jl. Barage Gg. Pak Kasih No. 51 Ngabang (085822062880). Biro Sanggau: Ratnasari Jl. Agus Salim No.10 (085245904505) Aditya ( 085349867788 ). Biro Sekadau: Bagus Kosminto, Jl. Irian No. 41 Sekadau Hilir (085245743683). Biro Sintang: Endang Kusmiyati (08524-5006757) Pemasaran: Fahri (085750296539 ) Jl. JC Oevang Oeray, Gg. Ahmad 2.Biro Melawi: Eko Susilo (0812-56452946) Jl. M Saad, Gg. Kayan, Serundung- Nanga Pinoh. Biro Kapuas Hulu: Teofilusianto Timotius Jl. Pasar Inpres blok A No. 13 Kota Putussibau. Ketapang: Jaidi Chandra (Kontributor), Jl. Gajah Mada No. 156 (081345450988). Biro Kayong Utara : Abdul Khoir. Umum Fitriyana, Ardiansyah. Percetakan/IT: (Manajer) Iwan Siswanto, Rustam, Andri Desi, Toni. Marketing: (Manajer) Hesty Yosana, Kusnan, Aldi C.Sirkulasi : M. Danny, Mulawarman Desain Iklan: Atika Ramadhani, M. Affandy,Keuangan: Jumi Erlinasari,Linda, Husada Muin. Tarif Iklan: BW (black and white) Rp 6000/mm kolom, Full Colour hal 1 Rp 15.000/mm kolom, halaman dalam Rp 12.000/mm kolom. Asisten Dirut: Khairoedin Pasaribu. Alamat Kantor Bisnis dan Alamat Redaksi: Jalan Purnama Dalam No 2 Pontianak Telpon 0561-767788 Fax 0561-766103. E-mail: borneotribune@yahoo.com

Borneo Tribune


4 U

cmyk

Pemilu 2014

Kamis, 6 Maret 2014

Borneo T Tribune

3

KPUD: Pemilu 2014 Mencoblos Bukan Menconteng Borneo Tribune, Putussibau Pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) tahun ini berbeda dari tahun 2009, tahun ini masyarakat dalam menentukan pilihannya dengan cara mencobos bukan dengan menconteng. Hal ini dipaparkan pihak Komisi Pemilihan

Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Kapuas Hulu saat mensosialiasikan 3 (tiga) peraturan KPU No. 26 Tahun 2013, Peraturan KPU No. 27 Tahun 2013, Peraturan KPU No. 29 Tahun 2013, yang dilaksanakan di Aula Kantor KPUD Kapuas Hulu, sekitar

pukul 09.00 wib, Rabu (5/03). Sosialisasi yang dipimpin langsung oleh Ketua KPUD Kapuas Hulu, Lisma Roliza tersebut dihadiri oleh masing-masing Ketua dan perwakilan pengurus Partai Politik (Parpol), dan juga dihadiri oleh Ketua Panwaslu

PANTI ASUHAN MURAH HATI Jl. Trans Kalimantan Km.50 Pontianak - Tayan Kalimantan Barat

YAYASAN CI XIN Rekening : Bank Mandiri 120 000 781 8888 BCA 428 1679729 Rekening ditandatangani 4 orang Pengurus di lokasi : Bpk. Suwandi Hp. 0857 8716 0065 Sukarelawan di Pontianak : Ibu Martha Hp. 0812 5807 8003

Alfred dan Jony, dua abang-adik, dilahirkan oleh ibu mereka yang berasal dari Indonesia di Taiwan. Tidak tahu mengapa setelah ayah mereka meninggal keluarga ayah mereka tidak menerima mereka. Setelah kembali ke Indonesia, ibu mereka tidak berhasil dapatkan pekerjaan yang memadai, bahkan Alfred yang telah kelas empat terpaksa disekolahkan mulai kelas satu. Syukurlah, baik Alfred maupun Jony kemudian bisa ditampung di Panti Asuhan Murah Hati (Ci Xin). Alfred dan Jony hanyalah contoh dari kemalangan yang dihadapi sejumlah anak-anak yang ditampung Panti Asuhan Ci Xin. Mereka menjadi anak-anak Panti Asuhan bukan kesalahan mereka, bahkan mereka lahir ke dalam dunia pun bukan kemauan mereka. Mereka berharap pada belas kasihan Bapak/Ibu sekalian. Melalui uluran tangan Bapak/ Ibu seorang sedikit kiranya mereka bisa bertumbuh besar dan bersekolah dengan baik. Mereka ingin seperti anak-anak lain, menggapai cita-cita. Sesungguhnya ada banyak anak yang memerlukan pertolongan. Dengan seorang ambil bagian sedikit, maka jika kita kumpulkan, ada banyak anak yang bisa kita tolong, kita berikan mereka harapan masa depan yang lebih baik.

Kapuas Hulu, Sabni bersama anggotanya dengan jumlah yang hadir sekitar keseluruhannya sekitar 15 orang. “ Pemilu 2014 ini agak sedikit berbeda dengan pemilu tahun 2009 lalu, tahun ini masyarakat menentukan pilihannya dengan mencoblos, tidak dengan menconteng, dan ada sejumlah aturan dan ketentuan yang berbeda dari Pemilu sebelumnya melalui 3 (tiga) peraturan KPU,” ucap Ketua KPUD Kapuas Hulu, Lisma Roliza. Sementara itu, Komisioner KPUD Kapuas Hulu Awang Ramlan sebagai pemateri memaparkan tata cara pencoblosan, disertai dengan ketentuannya. Salah satunya dipaparkan Awang yiatu ketentuan saksi, Partai Politik bisa mengirimkan dua orang saksinya kedalam satu Tem-

Suasana Sosialisasi tiga peraturan KPU yang dilaksanakan di Aula Kantor KPUD Kapuas Hulu. Foto : Timotius/ Borneo Tribune pat Pemungutan Suara (TPS), meskipun demikian tetap satu saksi yang masuk, sementara satu saksinya lagi sebagai cadangan. Lebih lanjut Awang, untuk pemungutan suara pada

Pemilu 9 April 2014 dimulai pada pukul 07. 00 wib s/d 13.00 wib , untuk perhitungan suara dimulai dari DPR, DPD, DPRD Provinis kemudian DPRD Kabupaten/Kota yang dimulai pukul 13.30 wib.

“ Jadi sebelum pukul 13.30 wib tidak boleh dilakukan perhitungan suara, ini sudah ketentuan dan peraturan, meskipun ada kesepakatan para pengurus KPPS tetap saja tidak boleh,”tandasnya. (Timo)

Ratusan Kertas Suara di Solo Rusak Borneo Tribune, Jakarta ]Komisi Pemilihan Umum Solo melakukan pelipatan dan penyortiran kertas surat suara Pemilu Legislatif 2014 sejak Selasa, 4 Maret 2014, kemarin. Dari hasil sementara ditemukan ratusan lembar suara suara yang mengalami kerusakan. Selain itu, jumlah surat suaranya juga kurang di sejumlah kotak yang diterima KPU Solo dari perusahaan percetakan. Pantaun VIVAnews, proses penyortiran dan pelipatan dilakukan di dua tempat, yakni di halaman belakang kantor KPU Solo dan Gelanggang Youth Center Bung

Karno, Manahan, Solo. Sebanyak 365 orang tenaga pelipat dikerahkan untuk melipat kertas suara untuk DPR RI serta DPRD Provinsi. Sedangkan hingga hari ini, Rabu, kertas surat suara untuk DPRD Solo dan DPD belum sampai di KPU Solo. Ketua KPU Solo Agus Sulistyo mengatakan pelipatan surat suara yang dilakukan para tenaga pelipat sekaligus untuk menyortir surat suara yang rusak. Berdasarkan hasil dari laporan kegiatan sortir surat suara yang dilakukan KPU Solo bahwa pada Selasa ditemukan 484 kertas surat suara yang rusak.

”Penyebab kerusakan seperti percikan tinta dari percetakan, kertas sobek, serta kertas berlubang di bagian lipatan,” kata Agus di kantor KPU Solo. Selain persoalan surat suara yang rusak, juga ditemukan sejumlah kotak yang jumlah surat suaranya kurang. Setiap kotak yang dikirim dari percetakan ke KPU itu berisi 1.000 kertas surat suara. Kekurangan surat suara itu terjadi di beberapa kecamatan yang ada di Solo. Setiap kecamatan mengalami jumlah kekurangan yang berbeda. ”Berdasarkan catatan un-

tuk lima kecamatan yang ada di Solo, jumlah surat suara yang kurang mencapai 321 lembar,” katanya. Selanjutnya, Agus menjelaskan, ditemukannya surat suara yang rusak serta jumlah yang kurang akan dilaporkan kepada pihak KPU Pusat. Kemudian, pengiriman penggantian surat suara yang rusak dan kurang itu akan dilakukan oleh pihak perusahan percetakan yang mencetak kertas surat suara untuk wilayah Solo. “Nanti surat suara penggantinya akan dikirim oleh pihak percetakan,” katanya. (vivanews)


Kalimantan Barat - Kota Pontianak Borneo Tribune

Kamis, 6 Maret 2014

4

TNI-AD Buka Pendaftran Calon Tamtama PK Waka Pendam: Gratis, Tanpa Dipungut Biaya Borneo Tribune, Kubu Raya TNI AD telah membuka kesempatan bagi putra Kalbar yang mau bergabung dan berdinas di TNI AD silahkan persiapkan diri dan administrasi yang telah ditentukan oleh Angkatan Darat. “Ingat, dan saya sampaikan bagi pemuda Kalbar yang ingin bergabung dengan TNI AD “ Gratis “ tidak di-

pungut biaya,” kata Waka Pendam Letkol Inf Rolando Mangatas. Diinformasikan dan sekaligus mengajak kepada pemuda Kalimantan, telah dibuka pendaftaran calon Tamtama Prajurit Karier (PK) TNI AD Gelombang I TA 2014, pendaftaran mulai 3 Maret s.d 4 April 2014 setiap hari kerja mulai pukul 08.00 s.d 14.00 WIB, se-

dangkan untuk Calon Taruna Akademi Militer mulai pendaftaran tanggal 17 Maret sampai dengan 2 Mei 2014. Dengan persyaratan umum; Warga Negara Indonesia, beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, Setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila

Christiandy Sanjaya Borneo Tribune, Pontianak Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Christiandy Sanjaya, mengakui inti dari pembangunan daerah perbatasan di Kalbar adalah infrastruktur. Sehingga program-

SMP/Tsanawiyah atau setara baik negeri atau swasta terakreditasi. Belum pernah kawin/nikah dan sanggup tidak kawin/nikah selama dalam pendidikan pertama dan 2 tahun setelah diangkat menjadi prajurit. Memiliki tinggi badan 163 cm, bersedia menjalani ikatan dinas pertama selama 7 tahun, Surat persetu-

Satgas Pamtas Amankan 4,5 Ton Kayu Gaharu

positif usulan itu. Mungkin ke depan, sebelum ada Raker yang mengundang pimpinan daerah masing-masing kepala badan sudah ada rapat pendahuluan. Sehingga saat rapat sudah mengetahui hasilnya. Tekait perhatian pemerintah pusat terhadap perbatasan Kalbar sudahcukup besar. “Maka saya sangat mengapresiasi Menteri PDT. Sebenarnya perhatian pemerintah pusat sudah sangat baik. Karena kita sangat sering menyampaikan permohonan dan sebagainya,” kata Wagub.Ia berterimakasih, apa yang selama ini disuarakan sudah mendapatkan respon. Hanya saja, mungkin dana itu masih terbatas.”Menteri PDT sangat mendukung pembangunan jalan paralel perbatasan. Untuk Kalbar butuhnya Rp 5 Triliun dan Kaltim Rp 6 Triliun,” tandasnya. (Slt)

Anggota Satgas Pamtas 143/TWEJ saat mengamankan kayu Gaharu yang dibawa tanpa dilengkapi dokumen resmi. FOTO : ist

Mi Berbahan Formalin Beredar, Ini Ciri-cirinya Borneo Tribune, Jakarta Masyarakat Kota Bandung harus lebih waspada. Baru-baru ini Satuan Narkotika dan Obatobatan terlarang Polrestabes Bandung berhasil menyita 1,5 ton mi berformalin siap

juan dari orang tua/wali, mengikuti pemeriksaan/ pengujian yang diselenggarakan oleh panitia penerimaan yang meliputi Administrasi, kesehatan, jasmani, mental ideologi dan psikologi. “Tidak bertato/bekas tato dan tidak ditindik telinganya atau anggota badan lainnya, kecuali yang disebabkan oleh ketentuan adat,” ujarnya. (Lay)

CMYK

CMYK

Pembangunan Perbatasan Kalbar Terhambat Infrastruktur program yang sudah diberikan tidak didukung infrastruktur. “Saya sudah sampaikan saat rapat dengan BNPP di Jakarta beberapa waktu lalu, Kalbar yang luasnya 1,5 kali Pulau Jawa terbatas dalam penyediaan infrastruktur. Padahal dari rekap anggaran kementerian kita yang paling tinggi diantara daerah perbatasan di Indonesa,” katanya,Rabu (05/3) kemarin. Lebih jauh dikatakan, saat Rapat Kerja BNNP ia melihat sebagian kementerian yang memaparkan masih di level kebijakan, belum action.”Sehingga itu yang menjadi dasar ketika kita diberikan kesempatan. untuk masukan. Saya sarankan agar Raker ke depan sudah berisi aksi nyata. Programnya apa, tidak lagi di tataran akan dan akan,” ujarnya. Menurutnya, Sekretaris BNPP sangat menyambut

kehilangan hak menjadi prajurit berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap. “Untuk informasi lebih lanjut, bisa mengakses dialamat situs web http:// rekrutmen-tni.ilmci.com/,” jelasnya. Dikatakannya, Untuk Calon Tamtama, pendidikan serendah-rendahnya

dan Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945, berumur 18 tahun dan setinggi-tingginya 22 tahun pada saat pembukaan pendidikan tanggal 28 April 2014, tidak memiliki catatan kriminalitas yang dikeluarkan secara tertulis oleh Kepolisian Republik Indonesia, sehat jasmani dan rohani dan tidak sedang

edar yang disita dari pabrik yang berada di Jalan Soekarno Hatta, Kecamatan Babakan Ciparay, Kota Bandung. Kapolrestabes Bandung Komisaris Besar Polisi Mashudi mengklaim telah menangkap tersangka BS (59) di kediamannya yang digunakan sebagai pabrik pada Senin 3 Maret. ”Setelah kami lakukan penyelidikan, kami tangkap pelaku,” kata Mashudi di Polrestabes Bandung, Rabu 5 Maret 2014. Dia mengatakan, tersangka BS telah

menjalankan aksinya selama tiga bulan. Dia mengedarkan mi berformalin ke beberapa pasar tradisional seperti pasar Andir dan juga pasar Caringin. “Dia memperkerjakan tiga orang. Omzetnya mencapai Rp10 juta per hari,” katanya. Sementara itu, Kasatnarkoba Polrestabes Bandung AKBP Muhammad Ngajib menjelaskan efek dari konsumsi berfomalin sangat berbahaya. Dalam jangka panjang bagi yang mengkonsumsi dapat berakibat gangguan ginjal, hati, jantung dan juga kanker. “Formalin sudah dilarang

untuk bahan makanan,” katanya. Mi basah yang diberi formalin itu sangat berbeda. Dari warna mi berformalin lebih cerah dibanding mi tanpa formalin yang lebih pucat. Selain itu teksturnya lebih licin dan juga mi ini dapat bertahan 5 hingga 6 hari. “Kalau yang biasa paling cuman sehari,” ujarnya. Atas perbuatannya, tersangka yang kini mendekam di balik sel tahanan Sat Narkoba Polrestabes Bandung dijerat dengan Undang-undang Pangan dengan ancaman 5 tahun penjara. (vvn)

Borneo Tribune, Entikong Anggota Pamtas Yonif 143/TWEJ di Pos Kotis Satgas Pamtas saat melaksanakan pemeriksaan rutin di sepanjang Jalan Lintas Entikong-Pontianak, Kabupaten Sanggau didepan Pos Sei Daun, mencurigai dan melakukan pemeriksaan terhadap 1 unit Mobil Hino Dutro warna hijau dengan Nopol KB 9812 DK yang dikemudikan oleh Zadrak, Jumat (28/2) lalu. Dari hasil pemeriksaan dilapangan oleh petugas, bahwa tindakan yang telah dilakukan oleh Zadrak asal Desa Sepiluk Kecamatan Ketungau Hulu Kabupaten Sintang Provinsi Kalbar yang telah membawa kayu Gaharu milik Ciu yang rencanaya kayu tersebut akan dibawa menuju Pontianak. Saat itu, petugas Satgas Yonif 143/TWEJ sedang melaksanakan pemeriksaan dan mendapatkan 1 unit Mobil Hino Dutro warna hijau dengan Nopol. KB 9812 DK yang membawa Kayu Gaharu sebanyak 4500 Kg tanpa dilengkapi surat dan dokumen resmi,” Baminlog Kompi B Satgas Sertu Suradi. Dikatakannya, selain Zadrak, juga terdapat 1 (satu) orang warga sipil sebagai perantara/ makelar kayu tersebut yaitu Agus yang mengaku sebagai anggota Polisi dari Polres Sanggau, akan tetapi setelah diadakan pendalaman dan pemeriksaan ternyata Agus tidak memiliki kartu anggota alias (Polisi gadungan). “Barang bukti berupa 1 unit Mobil Hino Dutro warna Hijau dengan Nopol. KB 9812 DK yang membawa 4.500 Kg Kayu Gaharu ke kantor Polsek Sekayam, Sabtu (1/3) menyerahkan barang bukti,” jelasnya. (*r/Lay).

TVS Pontianak

: 0853 9320 2778

TVS Ketapang

: 0852 4945 5790

TVS Pinoh

: 0813 4557 8321

TVS Merdeka Motor PTK : 0821 5030 6989

TVS Rasau

: 0853 9355 5508

TVS Sintang

: 0812 5746 6666

TVS Putussibau

: 0821 5125 9567

TVS Tepuai

TVS Singkawang

: 0857 5069 6740

TVS BM Sintang

: 0852 5260 1948

TVS Anugrah Sekadau

: 0813 4540 2238

Hubungi dealer TVS terdekat atau SMS

: 0813 4528 6562


Mempawah-Kubu Raya Borneo Tribune

Kamis, 6 Maret 2014

Pemkab-DPRD Bakal Bahas 11 Raperda Borneo Tribune, Mempawah DPRD dan Pemerintah Kabupaten Pontianak, Selasa (4/3), kemarin menandatangani nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MOU) Program Legislasi Daerah (Prolegda) 2014. Ini dilakukan dalam rapat paripurna di Gedung DPRD yang dipimpin, Ketua DPRD, Rahmad Satria dan dihadiri Wakil Bupati Pontianak, Rubijanto. Penandatanganan MoU Prolegda 2014 dilakukan antara, Rahmad Satria yang didampingi Wakil Ketua, H. Amin H Aminin, dan Rusli Abdullah, selaku pihak legislatif, dengan Wakil Bupati Pontianak, Rubijanto di pihak eksekutif. Ketua DPRD, Rahmad Satria menjelaskan bahwa implementasi dari MoU Prolegda 2014, eksekutif dan legistatif akan membahas 11 Raperda yang terdiri dari 7

MoU Ketua DPRD, Rahmad Satria bersama Wabup Rubijanto menandatangani MoU Program Legislasi Daerah. Foto : Johan Wahyudi/ Borneo Tribune

prakarsa Pemkab Pontianak dan 4 Raperda yang bersumber dari hak inisiatif DPRD. “Kita menargetkan tahun ini

seluruh Raperda yang tercantum dalam Prolegda 2014 bisa segera terselesaikan,” kata Rahmad.

11 Raperda yang termasuk di dalam Prolegda 2014, yakni Raperda tentang Perpanjangan Izin Mempekerjakan

Pekerja Asing, Raperda tentang Pengelolaan Kawasan Budaya, Raperda tentang Corporate Social Responsiblity (CSR) atau Tanggungjawab Sosial Perusahaan, Raperda tentang Perubahan Nama Kecamatan Siantan menjadi Kecamatan Jungkat. Selanjutnya, Raperda tentang Perubahan Atas Raperda Nomor 1 Tahun 2010 tentang Pembentukan dan Susunan Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Pontianak, Raperda tentang Lambang Kabupaten Mempawah dan Mars Kabupaten Mempawah, Raperda tentang Pokok-Pokok Pengelolaan Keuangan Daerah, Raperda tentang Pasar Tradisional, Raperda tentang Zona Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, Raperda tentang Penyelenggaraan Pendidikan, dan terakhir Raperda tentang Retribusi Izin Trayek. (JoE).

Wakil Bupati Resmikan Puskesmas Rawat Inap KKR Borneo Tribune, Kubu Raya Wakil Bupati Kubu Raya, Drs. Hermanus. M.Si, meresmikan pengoperasian Puskesmas Rawat Inap di Desa Lingga, di Kecamatan Sungai Ambawang. Hermanus menjelaskan peningkatan pelayanan kesehatan di Kubu Raya terus diupayakan demi meningkatkan pelayanan yang baik berupaya memberikan layanan kesehatan mayarakat yang merata dengan tujuan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. “ Salah satunya dengan mendirikan Puskesmas Rawat Inap (PRI) di Desa Lingga Kec. Sungai Ambawang. Puskesmas Rawat Inap yang didirikan di Desa Lingga Tersebut sebagai jawaban atas kebutuhan pelayanan Kesehatan di daerah tersebut sebagai konsekuensi dibukanya akses ja-

lan Trans Kalimantan yang mana mempengaruhi tingkat LakaLantas yang berujung pada kebutuhan adanya layanan kesehatan yang baik dan 24 jam dijalur tersebut,”katanya. Dikatakannya, pembangunan Puskesmas Rawat Inap ini merupakan komitmen pemerintah daerah yang terus berupaya meningkatkan pembangunan yang dapat menyentuh semua kepentingan masyarakat terutama dibidang kesehatan. “Dengan telah diresmikannya Puskesmas ini diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat di Kecamatan Sungai Ambawang dan sekitarnya untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang cukup memadai, karena tujuan pendirian Puskesmas Rawat Inap ini adalah seba-

gai upaya meningkatkan pelayanan kesehatan secara merata, bermutu dan terjangkau serta mendekatkan akses pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” terangnya. Hermanus menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya akan terus menambah dan meningkatkan pelayanan kesehatan di Kubu Raya,

termasuk puskesmas rawat inap, dengan fasilitas yang lebih memadai, dengan demikian masayarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan tidak perlu jauhjauh harus ke Pontianak. Sementara itu, Kepala Puskesmas Lingga Krisyanto meminta kepada pemerintah agar dapat memberikan perlengkapan yang lebih standar

dan memadai di Puskesmas tersebut. Sebab kebutuhan pelayanan kesehatan di daerah tersebut sangat tinggi. Disamping itu, yang berobat di Puskesmas tersebut banyak juga warga negara tetangga, oleh sebab itu pelayan kesehatan di Puskesmas menjadi branda terdepan Kubu Raya dan Kalimantan Barat. (Adex)

KPU Siapkan 90 Petugas Pelipat Surat Suara Borneo Tribune, Mempawah Sebanyak 764 kotak logistik yang terdiri dari surat suara dan formulir tiba di penyimpanan Logistik KPU Kabupaten Pontianak, Gedung Candramidi dekat Pasar Mempawah, Senin (3/ 3), kemarin. Kedatangan logistik tersebut mendapat pengawalan ketat dari dua anggota kepolisian Polda bersenjata laras panjang. Dimana kedatangan logistik tersebut, terlebih dahulu diserahterimakan secara jelas. Anggota Panwaslu Kabupaten Pontianak turut hadir saat penurunan logistik dari truk ke gudang penyimpangan KPU. Seluruh logistik dihitung ulang untuk disesuaikan dengan catatan yang ada. Perkotaknya ber-

jumlah 1000 surat suara dan formulir. Komisioner Pokja Logisitik, KPU Kabupaten Pontianak, Yudo Suseno mengatakan untuk logistik tersebut pihaknya akan segera melakukan pelipatan serta sortir. Namun sebelumnya untuk petugas pelipatan dan sortir akan dilakukan breafing terlebih dahulu agar dalam melaksanakan tugasnya dapat berjalan dengan benar. “Setelah logistik ini sampai. Pertama kita akan lakukan persiapan terhadap seluruh petugas sortir dan pelipatan yang berjumlah 90 orang. Kita akan persiapkan mereka bagaimana caranya melipat dan menghitung yang benar. Kita tidak ingin hal ini dilakukan dengan

sembarangan,” kata Yudo Suseno. Yudo, menjelaskan dalam perekrutan petugas pelipatan, sekalipun tidak memberlakukan persyaratan yang ketat, namun dipilih orang-orang yang sudah berpengalaman. Dan diutamakan bagi mereka yang memang sudah pernah jadi petugas sebelumnya. “Kita ambil dari petugas yang sebelumnya pernah melakukah hal ini. Karena tugas kita melakukan pelipatan sekaligus melakukan peyortiran surat suara dan formulir ini. Jumlah saat ini, masih ditambah 2 persen dari DPT yang berjumlah 179.600, makanya kita masih melakukan penyortiran,” ungkapnya. (JoE).

Logistik Logistik pemilu legislatif terdiri dari surat suara dan formulir yang tiba di penyimpanan Logistik KPU Kabupaten Pontianak, Gedung Candramidi Mempawah. Foto : Johan Wahyudi/ Borneo Tribune

5

KONI Bentuk Satgas Porprov Borneo Tribune, Mempawah Menyongsong Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Juni 2014 mendatang, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Pontianak, belum lama ini menggelar rapat bersama para pengurus cabang (pengcab). “Rapat yang dipimpin Ketua KONI Kabupaten Pontianak, Pak Ali Bakar ini bertujuan mematangkan persiapan keikutsertaan pada Porprov XI pada bulan Juni 2014 mendatang,” kata Ketua Satgas Porprov Kabupaten Pontianak, Jailani. Dijelaskan Jailani, salah satu agenda rapat tersebut yakni membentuk Tim Satuan Tugas (Satgas) Porprov XI tahun 2014 di Kabupaten Pontianak. Satgas tersebut akan memantau dan mengevaluasi persiapan seluruh atlet disemua cabor yang akan dikirim pada Porprov mendatang. “Satgas tersebut di Ketuai oleh saya, Wakil Ketua, H Trisna Jaya, Sekretaris, Jarot Sutrisno, Anggota, Edy Sugito, Susanto, David Sianipar dan Mulyadi Elly. Rencananya pelaksanaan pemusatan latihan akan dimulai pada April hingga menjelang keberangkatan kontingen,” ungkap Jailani. Lebih jauh, Jailani menambahkan, saat Porprov nanti KONI akan mengikutsertakan 23 cabor yang dinilai memiliki potensi yang besar untuk mendulang mendali. Dari 23 cabor tersebut, diperkirakan kontingan yang akan dikirim nantinya berjumlah 300 orang yang terdiri dari atlet, pelatih, ofisial dan panitia. “Dalam menentukan cabor itu, kita melihat dari beberapa aspek. Seperti, hasil evaluasi terhadap pencapaian prestasi yang diraih cabor itu sendiri pada Kejurda maupun Pra Porprov lalu. Selain itu, kita juga melihat dari rekam jejak kepengurusan dari cabor itu sendiri,” ucapnya. (JoE).

KB Kes 2014 Diharapkan Dapat Berdampak Postif Untuk Masyarakat Borneo Tribune, Kubu Raya Terkait dengan Pelaksanaan Kegiatan Pencanangan Kesatuan Gerak PKK-KB-Kesehatan tahun 2014 Tingkat Kabupaten, Tim Penggerak PKK – KB KES melaksanakan kegiatan pencanangan tersebut di Desa Teluk Kapuas Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya. Dalam kegiatan itu pun, juga dihadiri oleh Ketua PKK Kabupaten Kubu Raya. Sementara tim penilai dari Provinsi Kalmantan Barat. Ketua tim penggerak PKK Kubu Raya, Endang Indrawati mengatakan kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari keikutsertaan PKK Kubu Raya dalam kegiatan KB KES tahun 2014. “Ya pada 2014 ini Tim Penggerak PKK akan turut serta dalam Pelaksanaan Kegiatan Pencanangan Kesatuan Gerak PKK-KBKesehatan tahun 2014 Tingkat Kabupaten,”:katanya. Endang mengatakan bahwa kegiatan KB Kes tersebut merupakan kegiatan sosial yang diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat di Kubu Raya terutama di Kecamatan yang menjadi percontohan dan penilaian. “Jadi pada intinya, tidak hanya karena ingin mendapatkan penilaian tetapi dapat membawa dampak posotif bagi kehidupan sehari-hari masyarakat,”tuturnya. Ia pun berharap, masyarakat di Desa teluk Kapuas dapat mengambil dampak yang positif bagi kehidupan sehari-hari dari kegiatan yang dilakukan disini. Disamping itu juga dapat meningkatkan pemahaman dan keikutsertaan dalam ber KB. Selait itu juga diharapkan dapat memelihara lingkungan yang sehat. “Kegiatan ini pun dapat berlangsung dengan baik dan mendapat dukungan yang baik dari masyarakat. Sehingga program tersebut dapat dilaksanakan dengan baik sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat,”katanya. (Adex)


Bengkayang Borneo T Tribune

Kamis, 6 Maret 2014

M. Noor Pindah ke Kota Semarang Borneo Tribune, Singkawang Kepala PT (Persero) Jasa Raharja Perwakilan Singkawang, Muhammad Noor, harus meninggalkan Kota Singkawang. Pria yang sangat dekat dengan awak media ini harus pindah tugas di tempat yang baru sebagai Kepala PT (Persero) Jasa Raharja Perwakilan Khusus di Kota Semarang. Sedangkan posisinya digantikan oleh Dedy Octo, yang sebelumnya bertugas sebagai Kanit di PT (Persero) Jasa Raharja Cabang Kalimantan Tengah. Kepala Cabang Jasa Raharja Kalimantan Barat, Eko Setyanto menyebutkan, bahwa mutasi ini adalah hal yang rutin dilakukan oleh pihaknya. “Mutasi ini hanya penyegaran saja,” katanya. Muhammad Noor dipromosikan sebagai Kepala Perwakilan khusus Jasa Raharja di Kota Semarang, di tempat yang baru wilayah kerjanya tentu lebih luas dari Singkawang. Sedangkan Kepala Perwakilan PT Jasa Raharja Singkawang yang baru, Edy Octo menyebutkan, kalau karir di Jasa Raharja diawalinya bertugas di Bandung, kemudian pindah ke kantor Pusat, dan sempat disekolahkan ke Malaysia selama dua tahun kemudian kembali ke kantor Pusat, selanjutnya mutasi lagi ke kantor cabang Kalimantan Tengah, dan terakhir di Singkawang. ”Karena Singkawang masih baru bagi saya, namun saya akan menyesuaikan diri dengan kondisi yang baru ini, terutama dengan karyawan, masyarakat, serta pemerintah setempat,” katanya. Sementara Muhammad Noor, mengakui bertugas di Singkawang selama 2,2 tahun. Menurutnya, Singkawang sangat sudah memberikan kesan, selain kotanya yang bersih, namun juga kesadaran masyarakat akan pentingnya berlalu lintas juga sangat tinggi sekali. Selain itu, katanya, kerjasama yang terjalin dengan Pemerintahan Kota Singkawang, khususnya dengan Dinas Hubkominfo, masyarakat, pelaku usaha angkutan, Organda, serta dengan para awak media juga sangat terjalin dengan baik selama dirinya bertugas. ”Walau saya tidak lagi bertugas di sini, namun saya sangat mengharapkan agar hubungan itu tetap terjalin dengan baik khususnya dengan Kepala Perwakilan Jasa Raharja Singkawang yang baru yaitu Pak Dedy,” harapnya. Kepada seluruh karyawan Jasa Raharja Singkawang, agar tetap mendukung program-program yang dipimpin pejabat yang baru, karena bagaimanapun pimpinan tidak dapat bekerja secara maksimal tanpa ada keterlibatan dari para karyawan. Diakuinya, sejak bergabung di Jasa Raharja dirinya belum pernah bertugas di luar Kalimantan Barat. Namun karena itu perintah dari pimpinan maka harus dijalankan, apalagi itu adalah amanah yang harus dijalankan. ”Mutasi ini adalah dadakan, dan tanpa saya ketahui, karena SK-nya baru keluar pada Jumat. Saya juga sebelumnya tidak pernah membayangkan kalau di mutasi ke luar kalbar,” ucapnya. (RH)

6

Rumah Bekas Pesuruh STKIP Ludes Terbakar

Sebuah rumah yang berada di Komplek STKIP, terbakar / Foto Rudi Borneo Tribune

Borneo Tribune, Singkawang Sebuah rumah yang berada di komplek STKIP, yang beralamat di Jalan Kridasana, Gang Karya II, Kelurahan Pasiran, Kecamatan Singkawang Barat, Rabu (5/3) terbakar. Diketahui, kalau bangunan yang terbakar itu adalah rumah yang pernah didiami pesuruh STKIP yang sudah terhitung 3 tahun ini tak pernah didiami lagi. “Awalnya saya mencium bau tak sedap di sekitar komplek ini sekitar pukul 03.00 wib. Waktu itu saya sedang mengaji, lalu saya keluar kantin, untuk melihat-lihat apa yang terjadi dengan adanya aroma tak sedap itu. Saya lihat tidak ada apa-apa. Lalu saya pun

masuk ke kantin lagi,” cerita Pak De yang kesehariannya membuka Kantin, di SMK N 1 Singkawang Barat saat ditemui di lokasi kejadian, Rabu (5/3) pagi. Alangkah terkejutnya Pak De, karena sewaktu mau membuka Kantin, sekitar pukul 05.30 wib, tiba-tiba dia melihat kepulan asap tebal keluar dari bangunan yang berada di komplek STKIP. Lantas dirinya pun berlari menuju asal kepulan asap tersebut, dengan membawa sebuah ember yang berisikan air. Namun sampai di tempat kepulan asap, dia melihat api sudah membesar ke atas dan menjilat pagar beton SMK N 1. “Yang saya khawatirkan, di atas pohon

itu ada kabel dan gardu listrik. Lalu secepatnya saya berlari memanggil Kepala Sekolah SMK N 1. Mungkin saja dia ada menyimpan nomor mobil Damkar,” ujarnya. Karena kalau saya lihat, lanjut Pak De, sepertinya api tersebut hanya bisa dipadamkan dengan mobil Damkar. “Kalau telat dua menit saja mobil Damkar datang, kemungkinan seluruh komplek yang ada di sini bakal habis dilahap api,” pungkasnya. Sementara Jalaludin, seorang pekerja bangunan yang tak jauh dari lokasi bangunan yang merupakan asset PGRI itu menceritakan, saat itu dirinya baru mau memulai kerja. Tiba-tiba dia dikejutkan dengan kepulan asap tebal yang berasal dari komplek STKIP. Untuk memastikan berasal dari mana kepulan asap itu , Jalaludin akhirnya melompati pagar SMK N 1. “Ternyata rumah bekas penjaga seko-

lah yang terbakar,” ujarnya. Lantas dia pun memberitahukan hal tersebut kepada penjaga SMK N 1, dan langsung menelepon petugas pemadam kebakaran. “Dua menit saja mobil Damkar terlambat datang, dipastikan bangunan yang memiliki 13 lokal itu bakal habis terbakar. Karena saya lihat api sudah menjilat pagar SMK N 1,” ujarnya. Di tempat terpisah, Ketua PGRI Singkawang, Bambang Sri Seramto membenarkan jika yang terbakar itu merupakan bekas rumah pesuruh STKIP. Dan itu sudah lama tidak lagi didiami, lantaran STKIP sekarang sudah pindah ke Jalan Demang Akub, Kelurahan Sungai Bulan, Kecamatan Singkawang Utara. Berdasarkan keterangan dari beberapa sumber yang berada di sekitar komplek STKIP, kata Bambang, mengatakan kalau di selasar bangunan itu sering dijadikan tempat bermain Jelang-

kung. “Biasa dalam 1 atau 2 minggu sekali sering dijadikan muda mudi untuk bermain jelangkung. Dan mereka mainnya di selasar dekat rumah pesuruh yang sudah kosong itu,” jelasnya. Hal ini, kata Bambang, sudah dua kali ditemukan oleh petugas Satpol PP, yang mana lilin dalam keadaan hidup namun sudah ditinggal oleh mereka yang bermain Jelangkung. “Dugaan sementara kalau api berasal dari lilin bekas permainan jelangkung,” pungkasnya. Untuk menghindari agar kejadian serupa tidak terulang kembali, jelas Bambang, pihaknya sudah membangun Sekretariat, yang rencananya kalau bangunan itu sudah jadi dan bisa difungsikan, pihaknya akan mengambil 4 karyawan yang akan menempati tempat tersebut. “Dua karyawan untuk bagian administrasi, 1 karyawan untuk pesuruh dan 1 karyawan untuk penjaga malam,” terangnya. (RH)

Caleg Jangan Bikin Kumuh Kabupaten Bengkayang Borneo Tribune, Bengkayang Pemasangan alat peraga yang sembarangan dan tidak sesuai dengan aturan akan menjadikan kumuh Kota Kabupaten Bengkayang. ”Caleg bisa membuat kumuh kota apabila memasang alat peraga secara sembarangan,” demikian dikatakan Edy Martono, Ketua Panwas Kabupaten Bengkayang. Edy menjelaskan, dari pengawasan yang telah dilakukan Panwas pelanggaran yang paling banyak dilakukan adalah pemasangan alat

peraga dan atribut kampanye. ”Kebanyakan alat peraga dipasang tidak pada tempatnya atau tidak sesuai dengan zona,” kata Edy. Edy menerangkan, pelanggaran pelanggaran terakit alat peraga dan atribune tersebut sudah ada yang ditangani dan ada juga masih dalam proses pemeriksaan dan penelitian. ” Yang sudah kita tangani, lima pelanggaran dari Parpol atau Caleg pemasangan Baleho di luar Zona yang sudah kita tentukan.

Masih banyak pelanggaran lainnya yang masih kita proses,” terang Edy. Edy menjelaskan, atas temuan pelanggaran tersebut, Panwas memberikan rekomendasi ke KPU, KPU punya waktu tujuh hari untuk menyampaikan ke Parpol. ”Parpol diberikan waktu untuk melakukan penertiban. Kalau Parpol juga tidak mengindahkan, Panwas akan memberikan rekomendasi ke Sat Pol PP untuk melakukan pembongkaran,” jelasnya (Mu).

RSUD Singkawang Gelar “Road To Rumkit Abdul Azis” Borneo Tribune, Singkawang RSUD dr. Abdul Azis Kota Singkawang terus berbenah baik dari segi pelayanan yang diberikan kepada masyarakat, sampai kepada pembangunan fisik rumah sakit tersebut. Direktur RSUD dr. Abdul Azis Kota Singkawang, Dr. Carlos Jaafara mengatakan, rumah sakit yang dipimpinnya selalu berusaha berbenah dengan meningkatkan pelayanan kesehatan, serta pembangunan fisik rumah sakit. ”Untuk itu, kami dari pihak rumah sakit bersama Walikota akan menggelar ‘Road To Rumkit’. Kami juga akan mengajak para awak media di Singkawang untuk ikut dalam acara itu, yang rencananya bakal di gelar

Dr. Carlos Jaafara pada pertengahan Maret ini,” katanya. Menurutnya, nanti dapat dilihat semua ruangan yang ada di rumah sakit,

baik bangunan yang lama maupun bangunan yang baru. ”Selain itu juga melihat bagaimana cara pelayanan yang diberikan pihak rumah sakit kepada pasien. Terserah nanti bagaimana pandangan dari media pada saat jalan-jalan di rumah sakit nantinya,” tuturnya. Usai acara Road to Rumkit, kata Carlos, pihaknya siap dikritik, karena pada prinsipnya memang pihaknya tidak anti terhadap kritikan, justru dengan adanya kritikan dari masyarakat maka akan dijadikan bahan rujukan agar tumah sakit lebih meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. “Asal jangan difitnah saja,” selorohnya. (RH)


Kamis, 6 Maret 2014

Awasi Anak dalam Pengoperasian Internet Borneo Tribune, Sanggau Kepala Cabang Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Kacab Disdikpora) Kecamatan Kapuas, Abang Usman mengatakan bahwa peran serta orangtua mengawasi anak-anaknya dalam pengoperasian internet sangatlah penting. Mengingat di dunia internet apa saja bisa ditemukan dan banyak diantaranya tidak layak konsumsi untuk anak-anak. ”Mengandalkan kebijakan pemerintah untuk memblokir situs yang dianggap tidak layak tidaklah cukup, karenanya peran orang tua sangat diharapkan dalam mencerdaskan anak mereka dalam berselancar internet,” ujarnya ketika ditemui Rabu (5/3) kemarin. Abang Usman menuturkan, orangtua memang tidak bisa melarang anak ketika si anak bersahabat dengan perangkat lunak tersebut, namun orangtua tidak boleh begitu saja melepas anaknya karena dikhawatirkan akan berdampak bagi prilaku anak itu sendiri. ”Kalau di internet itu dia

memperoleh informasi yang mendidik, tidak masalah. Tetapi kalau yang didapat itu informasi yang kurang baik, kan anak kita juga yang rusak,” jelasnya. Menurutnya, saat ini, internet yang masuk kategori mewah dan mahal, dengan sangat mudah diperoleh dan digunakan anak-anak saat ini. “Contohnya saja anak saya di rumah, dia lebih paham mengoperasikan internet dari pada saya, tetapi saya tetap kontrol dia, apa yang dibuka di internet tetap saya pantau,” ungkapnya. Abang Usman menghimbau kepada para orangtua agar tidak sembarangan memberikan telepon genggam kepada anak-anaknya, sebab dampak dari keberadaan telepon genggam bagi anak-anak sudah sangat meresahkan. ”Saya sering menghimbau kepada guru-guru atau kepala sekolah. Bagi anak-anak yang bawa HP, sekali-kali diperiksa, takutnya mereka ini menyimpan video terlarang yang bukan untuk usia dia,” pungkasnya. (rtn)

Landak-Sanggau Borneo T Tribune

7

RSUD Landak

Pasien Peserta BPJS Masih Ditarik Biaya

Borneo Tribune, Ngabang Di Kabupaten Landak pelaksanaan program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) menemui masalah. Pasien peserta BPJS ditarik sejumlah biaya saat berobat di RSUD Landak. Seperti kasus yang dialami pasien atas nama Almh Maimun, (56), warga Desa Sebirang Kecamatan Ngabang. Terhadap Almh, yang salah satu peserta BPJS masih dikenakan biaya saat menjalani perawatan di RSUD Landak. Keluarga pasien, Ya’ Ayi Bonar mengatakan, saat menjalani perawatan di RSUD Landak hingga pasien meninggal dunia 22 Februari lalu, pasien tersebut dikenakan pembayaran biaya sebesar Rp. 235 ribu. “Adapun rincian biaya yang dibayar pasien yakni, pemakaian oksygen sebesar Rp. 200 ribu dan biaya tindakan medis sebesar Rp. 35 ribu. Padahal Almh Maimun sendiri merupakan pasien peserta BPJS,” ujar Ay Bonar, kemarin, di Ngabang. Ironisnya, tabung oksygen yang sempat dipakai Almh Maimun saat dirawat disalah satu zaal di RSUD Landak, bertuliskan pribadi. “Yang menjadi pertanyaan saya, apakah bisa fasilitas kesehatan pribadi dibawa ke rumah sakit, sementara pasien peserta BPJS dikenakan biaya atas pemakaian

Saya pun sudah menyampaikan kepada pegawai di RSUD Landak, baik dokter maupun perawat, kalau memang kita tidak punya sarana dan prasarana di rumah sakit, tapi kita menyediakannya sendiri, jelas resiko ditanggung oleh yang menyediakan. Artinya, mereka bersedia untuk tidak menarik bayaran kepada pasien.

Tabung oksygen yang bertuliskan pribadi, sempat dipakai pasien peserta BPJS. Pasien bersangkutan dikenakan biaya atas pemakaian tabung oksygen ini. FOTO istimewa tabung oksygen itu?” tanya Bonar. Diakuinya, hal inipun berbeda dengan perawatan keluarga lainnya yang merupakan pasien peserta BPJS dan tidak ditarik biaya pada saat

mendapat perawatan. “Pasien yang saya maksudkan itu atas nama Farida yang terkena penyakit paruparu,” katanya. Ia menambahkan, saat masuk RSUD Landak 3 Ma-

ret lalu dan dirujuk ke RSUD Sudarso Pontianak, pasien bersangkutan tidak dikenakan biaya perawatan sepeserpun dari pihak RSUD Landak maupun RSUD Sudarso. Ketika dikonfirmasikan, Direktur RSUD Landak, dr. Pius Erwin menegaskan, dengan alasan apapun juga, selama pasien memegang kar-

tu BPJS, pasien bersangkutan dibebaskan sama sekali dari biaya. “Saya pun sudah menyampaikan kepada pegawai di RSUD Landak, baik dokter maupun perawat, kalau memang kita tidak punya sarana dan prasarana di rumah sakit, tapi kita menyediakannya sendiri, jelas resiko ditanggung oleh yang menyediakan. Artinya, mereka bersedia untuk tidak menarik bayaran kepada pasien,” jelas Pius, Rabu (5/3) di aula Kantor Bupati Landak. Ia menegaskan, program BPJS ini memang gratis. Dengan demikian, ketika ada pihak yang menyediakan sarana dan prasarana yang seharusnya gratis, seharusnya pasien peserta BPJS tidak dikenakan biaya, meskipun memakai sarana dan prasarana pribadi. “Kecuali pasien umum, jelas dikenakan biaya,” ucap Pius. Pius mempersilakan keluarga pasien peserta BPJS tersebut untuk menarik kembali biaya yang sudah dibayar itu. “Sebab saya tegaskan lagi, pasien peserta BPJS memang tidak dikenakan biaya,” tegasnya. Hari inipun kata Pius, RSUD Landak diundang dalam kegiatan evaluasi pelaksanaan BPJS. “Nantinya kami akan menyampaikan persoalan-persoalan yang seperti ini pada evaluasi pelaksanaan BPJS,” janjinya. (Syah)

Masih Adanya Dokter Spesialis Enggan Bertugas ke Daerah

Penugasan Dokter Spesialis Diatur Pusat

Borneo Tribune, Sanggau Pihak Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar tidak memungkiri bahwa masih adanya dokter spesialis yang enggan bertugas di daerahdaerah. Terkait hal tersebut, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia akan melakukan langkah-langkah perbaikan termasuk mengambil alih status kepegawaian menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pusat. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar, Andi Jap ketika ditemui Senin (3/3) belum lama ini di Sanggau mengatakan bahwa persoal-

an tersebut merupakan bagian pembahasan bersama Kemenkes RI belum lama ini. Menurutnya, ada wacana bahwa dokter spesialis ini akan diambil alih oleh pusat. “Jadi ini sudah kita bahas dengan ibu Menteri. Salah satunya ada wacana bahwa tenaga medis seperti dokter spesialis ditarik lagi ke pusat. Jadi pusat yang mengatur penugasannya. Jadi mereka statusnya ya PNS di Pusat. Jadi sekarang ada dokter-dokter yang tidak mau bertugas di daerah. Itu nanti yang urus pusat. Kembali seperti dulu lagi,

diambil alih Pusat,” ujarnya. Andi Jap menuturkan, dengan semua kewenangan diambil alih oleh Pusat, penempatan daerah tugas semuanya tergantung Pusat. Hal itu diharapkan mampu menutupi kebutuhan dokter spesialis di daerah yang memang membutuhkan. Tetapi ia tidak menyebutkan kapan kebijakan tersebut akan dilakukan. ”Salah satu solusi untuk mengatasi sulitnya mendapatkan jasa dokter spesialis. Kalau sudah di Pusat berarti PNS Pusat.

Artinya, kalau di sini ada yang mau masuk lagi silahkan diganti dan seterusnya. Jadi lebih mudah perputarannya. Pusat kan skala nasional, mungkin Kalbar dirasa sudah cukup, jadi diisi ke daerah lain, itu contohnya,” jelasnya. Namun, dengan ditentukan oleh Pusat, daerah juga boleh menyekolahkan dokter. “Kita juga tentu boleh menyekolahkan. Tetapi di Kementerian juga banyak menyekolahkan dokter-dokter ini. Rata-rata per seribu orang yang disekolahkan kementerian,”

ungkapnya. Andi Jap menilai meski ada dokter spesialis yang tidak mau bertugas di daerah, tetapi sebagian masih ada yang mau. Persoalan ini diharapkan segera bisa diatasi dengan adanya pembahasan di Kementerian. Karena kebutuhan dokter spesialis apalagi di daerah sangat dibutuhkan. ”Kalau ada yang tidak mau ke daerah itu, iya, tetapi ada juga yang mau. Nah justru kebutuhan di daerah kurang jadi Kementerian harus memaksa mereka lagi,” pungkasnya. (rtn)

Opini

Sampah, Masalah yang Tak Pernah Selesai Oleh: Rezekikasari Pertambahan jumlah penduduk, perubahan pola konsumsi dan gaya hidup masyarakat telah meningkatkan jumlah, jenis, keragaman dan karakteristik sampah. Tumpukan sampah yang berasal dari aktifitas rumah tangga di Kota Pontianak sering kita temukan dimana saja. Timbunan sampah di Kota Pontianak diperkirakan 1443 m3/hari. Permasalahan sampah di perkotaan tidak hanya dipandang sebagai masalah teknis belaka tapi dapat menjadi persoalan lain yaitu menjadi masalah sosial, ekonomi dan budaya. Sebagai contoh, jika lingkungan sekitar tempat tinggal kita dipenuhi sampah yang merusak pemandangan, aroma lingkungan yang tidak sedap, tidak akan ada investor yang mau berinvestasi di lokasi tersebut. Dengan demikian pertumbuhan ekonomi akan terganggu hanya karena masalah sampah. Dipandang dari segi budaya, tidak ada investor yang percaya untuk berinvestasi di wilayah tersebut karena adanya rasa ketidakpercayaan terhadap masyarakat dan aparat pemerintahan setempat karena dianggap mengurus masalah sampah saja tidak

sanggup. Jika kita telaah sungguhsungguh ungkapan di atas betapa masalah sampah akan menimbulkan banyak problem tanpa kita sadari. Untuk itu kesadaran penanganan permasalahan sampah perlu diupayakan mulai dari lingkungan terkecil yaitu rumah tangga. Pemerintah Kota Pontianak telah membuat Peraturan Daerah No. 4 Tahun 2010 tentang Retribusi Pelayanan Persampahan dan Peraturan Walikota Pontianak No. 6 Tahun 2008 tentang Jadwal Pembuangan Sampah yang sepertinya belum diketahui masyarakat luas. Budaya gotong royong setiap pagi minggu sudah jarang kita lihat di gang-gang di kota ini seperti pengamatan penulis. Apakah karena peningkatan taraf hidup seperti yang dikemukakan diatas, kita meyerahkan tanggung jawab ini kepada orang yang mampu kita gaji? Menurut pendapat saya budaya bersih-bersih lingkungan yang dulu kita laksanakan setiap pagi minggu bersama para tetangga se RT/RW sudah tergeser dengan budaya lain “bersepeda”. Slogannya “buanglah sampah pada tempatnya”, anjuran ini biasanya hanya kita temukan di sekolah-sekolah, namun di rumah kita juga terkadang belum mampu mengajak anak-anak

kita disiplin dalam membuang sampah ditambah lagi sampah yang dihasilkan dari rumah berbeda dan jauh lebih banyak dengan sampah dan jenisnya ketika mereka berada di sekolah. Peran orang dewasa diperlukan di luar sekolah terutama ditujukan untuk anak-anak dengan cara mencontohkan hidup bersih dari kehidupan sehari-hari karena dengan demikian akan tercipta lingkungan hidup yang bebas dari sampah akibat aktifitas setiap hari. Pengelolaan sampah bertujuan agar keberadaan sampah tidak menjadi sumber petaka bagi masyarakat yang berada di sekitarnya. Faktor yang berpengaruh terhadap pengelolaan sampah adalah (1) sosial politik, yang menyangkut kepedulian dan komitmen pemerintah dalam menentukan anggaran APBD untuk mengelola sampah perkotaan, membuat keputusan publik dalam pengelolaan sampah serta upaya pendidikan, penyuluhan dan latihan keterampilan untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam mengelola sampah (2) aspek sosial demografi, yaitu meliputi sosial ekonomi-kegiatan pariwisata, pasar

dan pertokoan dan kegiatan rumah tangga (3) sosial budaya yaitu yang menyangkut kearifan lokal, interaksi antar lembaga desa, aturan adat, kegiatan ritual, jiwa pengabdian yang tulus, sikap mental dan prilaku warga yang apatis (4) keberadaan lahan untuk tempat penampungan dan pengelolaan sampah (5) financial (keuangan) (6) keberadaan LSM (7) koordinasi antar lembaga. Ada juga faktor pendorong dan penghambat dalam upaya partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah, tingkat pendidikan, penempatan sampah dalam rumah, keberadaan pemulung, adanya aksi kebersihan, adanya aturan tentang penegakan hukum dan sanksi. Di samping itu pengembangan teknologi dan model pengelolaan sampah serta partisipasi masyarakat merupakan usaha alternatif untuk memelihara lingkungan yang sehat , bersih dan dapat memberikan manfaat lain. Beberapa solusi yang dapat dipertimbangkan untuk mengatasi masalah ini adalah 1.Adanya kerjasama antar warga secara keseluruhan, dimulai dari tingkat RT, RW sampai ke pemimpin pemerintahan setempat. 2.Mengurangi volume sam-

pah dengan cara pemilihan jenis sampah yang masih bisa dimanfaatkan oleh keberadaan pemulung, sampah yang bisa di daur ulang, sampah yang bisa dikomposkan, dikelola oleh pemilik asal sampah (dari rumah asal sampah tersebut). 3.Penyuluhan kepada warga harus giat dilakukan, mengingat jumlah sampah akan terus bertambah seiring dengan pertumbuhan penduduk, pola konsumsi yang meningkat dan gaya hidup yang berubah seiring dengan perkembangan zaman. 4. Aturan penegakan hukum beserta sanksinya perlu disosialisasikan 5.Perhatian serius dari pihak pemerintah berupa penganggaran biaya untuk menyelesaikan masalah pengelolaan sampah misalnya dengan menciptakan teknologi yang tepat. 6.Tetap menjaga budaya atau kearifan lokal seperti dulu misalnya mengaktipkan lagi kerja gotong royong setiap minggu pagi di tiaptiap RT agar tercipta lingkungan yang bersih di lokasi tempat tinggal kita masingmasing. Semoga Rezekikasari Mahasiswa Program Magister Ilmu Lingkungan Univ. Tanjungpura


Sekadau Borneo Tribune

Kamis, 6 Maret 2014

8

IWAS Rintis Sekadau English Club Borneo Tribune, Sekadau Ikatan Wartawan Kabupaten Sekadau (IWAS) dalam waktu dekat akan membentuk English Club. Rencananya, komunitas itu akan dinamakan Sekadau English Club (SEC). Rencana tersebut tercetus atas pemikiran bahwa pendalaman berbahasa inggris sudah men-

jadi tuntutan di era globalisasi. Apalagi, pengaplikasian bahasa inggris sebagai bahasa internasional telah merambah perangkat-perangkat yang menjadi sahabat manusia di era modern seperti handphone. “Bahasa Inggris sudah menjadi kebutuhan untuk mengimbangi kemajuan jaman. Kare-

nanya, IWAS menganggap penting bagi masyarakat untuk mulai mendalami bahasa inggris. Memang tidak bisa instan, tapi pasti bisa jika ada kemauan,” ujar penasehat IWAS yang juga inisiator Sekadau English Club, Niko Bohot, (4/2) kemarin. Sampai dengan kemarin, ca-

lon anggota SEC sudah cukup banyak dan berasal dari berbagai latar belakang. Ada yang dari kalangan jurnalis, masyarakat biasa, hingga kaum professional. Animo itu, kata itu, menunjukkan bahwa minat untuk mendalami bahasa inggris di Sekadau cukup besar dan tidak mengenal latar belakang.

“Anggota IWAS dan lima orang komisioner KPU Sekadau menyatakan telah siap bergabung. Tentu ini kabar baik. Kita berharap, kedepan semakin banyak kalangan yang berminat bergabung,” tutur Niko. Adapun agenda yang direncanakan oleh SEC diantaranya pertemuan rutin mingguan dengan

muatan dialog bahasa inggris. Dialog dianggap mampu mengasah kemampuan berbahasa inggris secara lebih efektif. “Rencananya setiap minggu dilakukan satu kali pertemuan sesama anggota. Untuk sementara, sudah ada beberapa orang yang akan ditunjuk menjadi user atau pembimbing bahasa inggris

untuk anggota,” beber Niko. Ketua KPU Sekadau, Gusti Mahmud Buang membenarkan ia dan komisioner KPU lainnya berminat bergabung dengan SEC. “Saya pikir ini bagus untuk meningkatkan kapasitas SDM kita. Saya dan empat komisioner KPU Sekadau lainnya siap bergabung,” ucap Mahmud. (Mto).

19 Pebisnis Indonesia Masuk Daftar Orang Terkaya Dunia 2014 Kakak beradik Hartono masih yang terkaya di negeri ini MAJALAH ekonomi terkemuka dunia, Forbes, kembali merilis daftar orang terkaya dunia 2014. Tim periset kekayaan global Forbes dalam rilis yang dikutip Selasa 4 Maret 2014, menemukan 1.645 miliarder dengan kekayaan bersih sekitar US$6,4 triliun. Jumlah tersebut naik dibanding tahun lalu yang tercatat US$5,4 triliun. Dari jumlah tersebut, 19 di antaranya berasal dari Indonesia. Peringkat pertama daftar orang terkaya Indonesia masih dikuasai keluarga Hartono. R. Budi Hartono dari Grup Djarum mencatat kekayaan US$7,6 miliar atau sekitar Rp88 triliun, sedangkan Michael Hartono US$7,3 miliar atau setara Rp84,6 triliun. Peringkat dunia orang terkaya Indonesia itu masing-masing di posisi 173 dan 184. Total kekayaan keluarga Hartono itu mencapai US$14,9 miliar atau setara Rp172,6 triliun. Menyusul di peringkat ketiga adalah pemilik CT Corporation, Chairul Tanjung yang memiliki kekayaan US$4 miliar. Kemudian, Sri Prakash Lohia dengan kekayaan US$3,5 miliar. Di posisi lima besar terdapat Peter Sondakh dengan pundi-pundi harta tercatat US$2,8 miliar. Peringkat dunia Chairul Tanjung 375, Sri Prakash 446,

sedangkan Peter Sondakh di peringkat 609. Para miliarder Indonesia itu mengumpulkan pundi-pundi kekayaan dari bisnis mereka di beberapa industri. Terbanyak di sektor manufaktur, disusul energi, dan lainnya di industri real estate, minyak, media, finansial, investasi, serta fashion dan ritel. Orang terkaya Indonesia yang menumpuk harta mereka di sektor manufaktur adalah Michael Hartono, Sri Prakash Lohia, Bachtiar Karim, dan Martua Sitorus. Michael Hartono menjadi orang terkaya kedua di Indonesia di bawah kakaknya, R, Budi Hartono, yang kekayaannya turun US$900 juta dalam 12 bulan terakhir. Induk usaha terbesar keluarga Hartono adalah PT Bank Central Asia Tbk, bank swasta terbesar di Indonesia. Bisnis lainnya adalah pabrik rokok kretek Djarum, yang didirikan ayah Michael di Kudus, Jawa Tengah. Djarum adalah pembuat rokok kretek terbesar ketiga di Indonesia, serta memperoleh keuntungan dari peluncuran produk rokok yang ringan kandungan tar dan nikotin. Aset lain termasuk saham di bisnis telekomunikasi melalui Sarana Menara Nusantara. Sri Prakash Lohia. Miliarder

INFO BANK BNI 46 Pontianak, Jl. Tanjung Pura No. 1 Telp. (0561) 736211, 732016, 732630, 732026 (0561) 736392 Capem Univ. Tanjungpura. Jl. Daya Nasional Telp. (0561) 736046 (0561) 764012 Capem Pasar Siantan, Jl. Khatulistiwa No. 81-83 Siantan Telp. (0561) 881419 (0561) 883263

BCA KCU PONTIANAK, Jln. A. Yani No. 1 Ptk, 0561-736305 (hunting) KCP Imam Bonjol, Jln. Imam Bonjol No. 457 Ptk, 0561-737984, 734524 KCP Rahadi Usman, Jln. Rahadi Usman No. 4 Ptk, 0561-733482, 740814-15 KCP Sei Pinyuh, Jln. Raya Terminal 05-06, Sei Pinyuh KCP Sultan Muhammad, Jln. Sultan Muhammad 136, Ptk, 0561-738051

BANK KALBAR CABANG UTAMA PONTIANAK Jl. Rahadi Osman No. 10 Pontianak 78117, Telp. (0561) 732148, 736723 Fax. (0561) 745149, Telex. 29174, 29129 CABANG SYARIAH Jl. A. Yani Pontianak, Komp. Perkantoran & Town House No. 5-6 (depan A. Yani Mega Mall) Telp. (0561) 733033, 7061800, Fax. (0561) 732599

BANK BRI Kantor Cabang Barito, Jalan Barito, Telp. (0561) 734009, Fax. (0561) 733019 Komplek Pertokoan Pasar Flamboyan Jalan Gajah Mada Blok C. 14 Ptk

BANK DANAMON Jl. Tanjung Pura No. 102, Ptk Telp. (0561) 737107 (H), 730898, Fax : (0561) 736264, 765595 Jl. St. Muhammad No. 173, Ptk Telp. (0561) 731156, Fax : (0561) 734462 Jl. KH. Wahid Hasyim No.24-26, Telp.: 0561-768599/765411, Fax : 0561-768599/765411

BANK MANDIRI SYARIAH PONTIANAK, Jl. Diponegoro No. 95, Telp. (0561) 745004, Fax. Ketapang, Jl. MT. Haryono No. 111-112 Ketapang, Telp. (0534) 34600 Fax. (0534) 34395 Kantor Kas Politeknik, Kampus Politeknik Negeri Jl. A. Yani No. 52, Telp. (0561) 583850 Kantor Layanan Syariah Bank Mandiri Pontianak-Sidas, Jl. Sidas No. 2, Pontianak, Telp. : (0561)7069797, Fax. : (0561) 763082

BANK BUKOPIN Cabang Jl. Ir. H. Juanda No. 55-56 Pontianak 78117 (0561) 745025 (Hunting) (0561) 734253 Cabang Pontianak Kal-Bar, Jl. Adi Sucipto Km. 7,5 (Gedung Kopkar Mekar PLN Wil Kal - Bar) Kabupaten Pontianak, Telp. 0561 722598, 0561 - 723158, Kantor Kas Adisucipto Jl. Sultan Muhammad No. 48, Pontianak 78117 , (0561) 730001/ 730077, (0561) 730132, Capem Sultan Muhammad

BANK BTN CABANG PONTIANAK, Jl. Imam Bonjol No. 29 Pontianak 78123, Pontianak, Telepon: (0561) 740163 Fax: (0561) 740168 CABANG PEMBANTU JERUJU, Jl. Kom. Yos Sudarso No. 10, Jeruju Pontianak 78122, Telepon: (0561) 770567 Fax: (0561) 770567 KAS LAYANAN POS ONLINE PONTIANAK, Jl. St. A. Rahman No.49, 78116, Pontianak, Telepon: 0561-730641, 0561-730642, 0561730644 Fax: 0561-762146

BANK PERMATA Juanda KC, Jl. IR. H. Juanda No. 49-50 BB, Pontianak (781177), 0561-738323, 0561 -736411 Gajah Mada KCP, Jl. Gajah Mada no 69 C, Pontianak (78121), 0561747371, Tanjung Pura KCP, Jl. Tanjung Pura No. 370, Pontianak (78122), 0561764926

BANK BII KC Pontianak Jl. Tanjungpura No.20 (Pontianak) Telp. (0561) 39220

BANK MANDIRI

BANK BHI

Jl. I Gusti Ngurah Rai No. 2 , Humaera B (0561) 734247, 734147 Jl. Achmad Yani No. 3 - 3 A, (0561) 765010, 767993 Jl. Tanjungpura No. 110, (0561) 734464, 734752 Jl. Sidas No. 2 (0561) 734670, 747495, 733672

BANK MEGA

Cabang PONTIANAK, Jl. Imam Bonjol No.567 , Telp. (0561)-762838; Fax. (0561) -76290

KC PONTIANAK, Jl. H. Agus Salim No. 10 - 12, Telp. (0561) 739822, (0561) 749078

kelahiran India ini mengendalikan bisnis Indorama Ventures, sebagai penghasil polyethylene terephthalate terbesar di dunia, bahan dasar pembuat botol plastik. Indorama juga membeli saham perusahaan pembuat sarung tangan di Malaysia, YTY Industry, senilai US$270 juta. Pria dengan dua anak itu menginvestasikan US$6 juta untuk mendirikan Politeknik Enjinering Indorama di Jawa Barat. Anaknya, Amit, menjalankan bisnis dagang Indonesia dan Afrika dari Singapura. Sementara itu, adiknya, Aloke, juga miliarder yang menjalankan usahanya dari Thailand. Lohia yang juga ipar miliarder baja India, Lakshmi Mittal, mengklaim memiliki koleksi litograf berwarna terbesar kedua di dunia. Bachtiar Karim menjalankan bisnis dengan bendera Musim Mas, produsen eleokimia dan kelapa sawit di Indonesia. Perusahaan ini juga memiliki sejumlah kapal, termasuk kapal tanker, dan salah satu kilang minyak sawit terbesar di dunia. Almarhum ayahnya, Anwar, mendirikan pabrik sabun Nam Cheong pada 1972. Keluarga Bachtiar juga telah mendanai pusat entrepreneur di Universitas Sumatera Utara di Medan. Dia juga merupakan donor reguler ke almamaternya, National University of Singapore. Martua Sitorus, yang berdagang ikan sejak remaja, kini menjadi salah satu pendiri Wilmar International, produsen minyak sawit terbesar dunia. Dia mengundurkan diri sebagai chief operating officer (COO) pada Juli lalu, setelah mengemban posisi itu selama 7 tahun. Kini pria dengan empat orang anak itu menduduki jabatan sebagai ketua eksekutif. Ia berniat untuk menghabiskan lebih banyak waktu pada bisnis keluarganya, dan membeli saham perusahaan batu bara Australia, Whitehaven. Bersama dengan miliarder Singapura, dan pendiri Wilmar, Kuok Khoon Hong, Martua juga memiliki gedung pencakar langit, London Aviva Tower. Adapun orang terkaya di Indonesia yang menumpuk harta di bisnis properti adalah Ciputra. Forbes menyebut Ciputra sebagai pengembang real estate Indonesia dan seorang arsitek handal yang mendirikan Ciputra Group sejak lebih dari tiga dekade lalu. Melalui yayasannya, Ciputra Entrepreneurship Foundation, ia menawarkan program pelatihan dan kelas bahasa Inggris bagi para pekerja migran. Proyek properti yang digadang Ciputra saat ini adalah menduplikasi model kawasan bisnis Orchard Road Singapura di Jalan Satrio, salah satu jalan tersibuk di Jakarta. Di situ, perusahaannya juga telah membuka sebuah kompleks seluas 123 ribu meter persegi mencakup mal, kantor, dan apartemen. Sementara itu, pemain di bisnis sektor energi yang menjadi orang terkaya di Indonesia salah satunya adalah Edwin Soeryadjaya. Pendiri perusahaan investasi PT Saratoga Investama Sedaya ini merupakan anak pengusaha terkenal, William Soeryadjaya, yang merupakan pendiri PT Astra International Tbk. Edwin menawarkan 17 per-

Berikut peringkat 19 orang terkaya RI versi Forbes:

Berikut daftar 10 miliarder teratas dunia 2014.

1. R. Budi Hartono (US$7,6 miliar). 2. Michael Hartono (US$7,3 miliar). 3. Chairul Tanjung (US$4 miliar).

1. Bill Gates Jumlah kekayaan: US$76 miliar Sumber kekayaan: Microsoft

4. Sri Prakash Lohia (US$3,5 miliar). 5. Peter Sondakh (US$2,8 miliar). 6. Mochtar Riady dan keluarga (US$2,5 miliar). 7. Sukanto Tanoto (US$2,1 miliar). 8. Bachtiar Karim (US$2 miliar). 9. Theodore Rachmat (US$1,85 miliar). 10. Tahir (US$1,85 miliar). 11. Murdaya Poo (US$1,75 miliar). 12. Martua Sitorus (US$1,7 miliar). 13. Achmad Hamami dan keluarga (US$1,6 miliar). 14. Ciputra dan keluarga (US$1,3 miliar). 15. Low Tuck Kwong (US$1,3 miliar). 16. Edwin Soeryadjaya (US$1,2 miliar). 17. Hary Tanoesoedibjo (US$1,2 miliar). 18. Harjo Sutanto (US$1,1 miliar). 19. Lim Hariyanto Wijaya Sarwono (US$1 miliar). sen saham Saratoga kepada publik melalui IPO di Bursa Efek Indonesia pada Juni 2013. Saratoga memiliki 44 perusahaan afiliasi, termasuk perusahaan batubara PT Adaro Energy Tbk dan perusahaan perkebunan PT Provident Agro Tbk. Menurut Forbes, sebagai anak mantan miliarder dan pernah mengenyam pendidikan di AS, Edwin telah bekerja untuk mengembalikan kekayaan keluarga. Pengusaha di sektor keuangan, R. Budi Hartono diposisikan sebagai orang terkaya di Indonesia. Budi berada di peringkat ke-173 dalam daftar orang terkaya dunia 2014, dengan nilai kekayaan mencapai US$7,6 miliar atau sekitar Rp88 triliun. Menurut Forbes, R. Budi Hartono tetap orang terkaya di Indonesia, meskipun mengalami penurunan kekayaan hingga US$900 juta atau sekitar Rp10,4 triliun dalam setahun terakhir. Induk usaha terbesar yang dimiliki pengusaha asal Kudus, Jawa Tengah, ini adalah PT Bank Central Asia Tbk, bank swasta terbesar di Indonesia. Budi mengendalikan BCA bersama adiknya, Michael Hartono. Putra bungsu Budi, Armand, telah menjadi direktur sejak 2009. Sementara itu, Martin, kakak Armand, berinvestasi di bidang internet. Keluarga Hartono juga menguasai kepemilikan Djarum, perusahaan rokok kretek yang didirikan oleh ayah Budi dan Michael. Selain itu, keluarga Hartono memiliki saham dalam perusahaan yang bergerak di bidang telekomunikasi, Sarana Menara Nusantara. Bill Gates Sebanyak 268 orang tercatat sebagai miliarder baru tahun ini, 42 orang di antaranya adalah miliarder baru perempuan. Secara total, ada 172 perempuan dalam daftar miliarder 2014. Bill Gates menjadi orang terkaya di dunia setelah absen selama empat tahun. Peringkat kedua ditempati oleh Carlos Slim Helu dari Meksiko yang sebelumnya menjadi orang terkaya di dunia selama empat tahun berturut-turut. Jumlah kekayaan Bill Gates melonjak US$9 miliar pada tahun lalu yang membawanya ke posisi teratas pada daftar miliarder dunia. Hingga saat ini, Gates telah menempati posisi pertama orang terkaya di dunia selama 15 tahun dari 20 ta-

hun terakhir. Peritel pakaian asal Spanyol, Amancio Ortega, yang terkenal dengan brand Zara, mempertahankan peringkat ketiga orang terkaya di dunia dalam dua tahun berturut-turut. Peringkatnya tersebut memperpanjang keunggulannya atas Warren Buffet yang menempati posisi keempat. Pemilik bisnis judi asal Amerika Serikat, Sheldon Adelson, mampu menambahkan jumlah kekayaan sebesar US$11,5 miliar, dan membuatnya masuk dalam 10 besar orang terkaya di dunia untuk pertama kalinya sejak 2007. Keuntungan terbesar diperoleh oleh pendiri Facebook, Mark Zuckerberg. Jumlah kekayaannya melonjak US$15,2 miliar menjadi US$28,5 miliar berkat melambungnya kinerja jejaring sosial miliknya. Berkat lonjakan bisnis berbasis teknologi dan pasar saham yang kuat, Amerika Serikat kini memimpin negara di dunia dengan menelurkan 492 orang miliarder, diikuti China sebanyak 152 miliarder, dan Rusia 111 miliarder. Meski sudah 28 tahun menerbitkan daftar miliarder dunia, Forbes mengakui bahwa tim periset tidak pernah mudah melaksanakan tugasnya. Antara lain melakukan perjalanan jauh untuk menggali informasi lebih dalam. Untuk mengkompilasi nilai kekayaan bersih para miliarder, tim ini menghitung aset per individu. Termasuk di dalamnya antara lain saham di perusahaan publik dan swasta, real estate, yacht, benda seni, dan perkiraan kas. Selain itu juga memperkirakan utang yang dimiliki per individu. Tim periset juga berusaha untuk mengkonfirmasi semua data itu dengan semua miliarder, di mana Beberapa diantaranya bekerja sama dan yang lainnya tidak. Selain itu, tim juga berkonsultasi dengan para ahli dari berbagai bidang. Tim tidak memasukkan anggota keluarga kerajaan atau diktator, yang mendapatkan kekayaan mereka sepenuhnya sebagai akibat dari posisi dan jabatan mereka di kekuasaan, dalam daftar riset. Dalam memperkirakan kekayaan para miliarder tahun ini, Forbes menyoroti jumlah aset yang dimiliki pada 12 Februari, di mana tim periset mengunci dan menganalisa harga saham dan nilai tukar mata uang dari seluruh dunia. (ren)

2. Carlos Slim Helu Jumlah kekayaan: US$72 miliar Sumber kekayaan: telekomunikasi 3. Amancio Ortega Jumlah kekayaan: US$64 miliar Sumber kekayaan:Retail 4. Warren Buffet Jumlah kekayaan: US$58,2 miliar Sumber kekayaan: Berkshire Hathaway 5. Larry Ellison Jumlah kekayaan: US$48 miliar Sumber kekayaan: Oracle 6. Charles Koch Jumlah kekayaan: US$40 miliar Sumber kekayaan: Diversifikasi 7. David Koch Jumlah kekayaan: US$40 miliar Sumber kekayaan: Diversifikasi 8. Sheldon Adelson Jumlah kekayaan: US$38 miliar Sumber kekayaan: bisnis kasino 9. Christy Walton Jumlah kekayaan: US$36,7 miliar Sumber kekayaan: Wal-Mart 10. Jim Walton Jumlah kekayaan: US$34,7 miliar Sumber kekayaan: Wal-Mart Metodologi

Yamaha Tambah Moge Baru untuk Pasar Indonesia PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing diam-diam tengah menyiapkan motor gede (moge) terbaru untuk menambah line-up di Indonesia. Menurut GM Promotion & Community Development Yamaha Indonesia Eko Prabowo, moge itu akan diluncurkan tahun ini. ”Untuk kapan waktunya tunggu saja. Saat ini kita lagi studi kira-kira kapan bisa diluncurkan,” kata Eko, Selasa 4 Maret 2014. Menurutnya moge itu tidak mungkin dihadirkan dalam waktu dekat ini. Sebab tidak lama lagi akan digelar pemilihan umum. “Mungkin semester dua,” ujarnya. Eko tidak menjelaskan lebih detail moge terbarunya itu. Namun dia mengklaim model anyar ini akan menjadi lebih gesit, karena bisa dikendarai di jalur off road atau perkotaan. ”Pokoknya model ini baru saja diluncurkan di Eropa,” sebut Eko. Mengacu dari bocoran tersebut kemungkinan besar adalah motor naked bike yang hadir di EICMA Milan, Yamaha MT-07. Jika benar, maka Yamaha MT-07 akan ikut bersaing dengan Kawasaki ER6n. Yamaha MT-07 2014 mengusung mesin Twin-cylinder parallel 270-derajat berkapasitas 689cc yang sanggup melontarkan tenaga hingga 74,8 Hp dan torsi maksimum 50,1 lb-ft. Motor ini diklaim memiliki berat 179 kg. (eh/ VIVAnews)

Yamaha MT-07


Sintang-Melawi Kamis, 6 Maret 2014

Borneo T Tribune

9

Parpol Tandatangani Kesepakatan Pemilu Damai

Pimpinan Parpol bersama jajaran polres dan KPU serrta pemerintah foto bersama usai penandatangan kesepakatan pemilu damai. Foto: Endang Kusmiyati/Borneo Tribune Borneo Tribune, Sintang DUA belas pimpinan partai politik (parpol) peserta Pemilu Legislatif (Pilegs) 2014, di Kabupaten Sintang, Rabu (5/3) bersepakat mengikuti sekaligus menyukseskan pelaksanaan pemilu secara

damai. Kesepakatan tersebut ditandai dengan dilakukannya penandatangan bersama yang disaksikan jajaran Polres Sintang, KPUD Sintang, Panwaslu dan TNI serta Pemerintah Kabupaten Ketapang.

Penyelesaian Soal BBM, Ombudsman Diminta Turun Tangan Borneo Tribune, Nanga Pinoh KEHADIRAN Ombudsman di Kabupaten Melawi diharapkan dapat menyelesaikan masalah klasik terkait dengan harga BBM eceran yang melambung saat pasokan berkurang ke SPBU. Wakapolres Melawi, Kompol. Ichsan Nur yang ikut hadir dalam paparan Ombudsman di ruang rapat Kantor Bupati Melawi menginginkan, agar Ombudsman bisa membantu aparat dan Pemerintah Kabupaten Melawi untuk menyelesaikan persoalan BBM, karena kerap polisi ikut disalahkan apabila adanya antrean yang panjang dan harga BBM melambung di tingkat eceran. Dirinya menuturkan, kepolisian terkadang serba salah saat akan menindak. Di satu sisi membeli BBM menggunakan jirigen atau pun drum tidak diperkenankan, namun di sisi lain dengan kondisi geografis yang ada di Melawi memang tidak memungkinkan jika BBM tersebut tidak dibawa menggunakan drum atau jirigen, khususnya di kecamatan pedalaman. “Sementara APMS kan tidak di semua kecamatan ada, kalau tidak boleh dibawa pakai drum atau jiriken bagaimana masyarakat seperti di Kecamatan Sokan dan lain sebagainya mendapatkan minyak. Nah ini terkadang polisi yang selalu menjadi sasaran,” keluhnya. Ichsan menerangkan, persoalan BBM yang susah didapat dengan Memang hal ini harga bersubsidi kerap nampaknya perlu muncul pada saat musim dikaji kembali dan kemarau. Pertamina pasokan tidak diinventarisir kem- beralasan lancar karena air sungai yang surut sehingga bali, kemudian yang terkena dicarikan solusinya masyarakat dampaknya adalah di bagaimana baiknya wilayah perhuluan, termasuk Kabupaten Melawi. “Pendistribusian BBM itukan sudah menjadi tanggung jawab Pertamina, kalau misalnya terjadi kemarau pasokan terganggu harusnya Pertamina ada solusinya, lewat darat juga bisa, apakah Pertamina tidak mampu kalau lewat darat,” katanya. Ichsan berharap, kepada Pemerintah Kabupaten Melawi bisa membuat HET khusus BBM di tingkat eceran agar masyarakat tidak selalu menjadi korban ketika terjadi kekurangan pasokan dari Pertamina. “Kasihan masyarakat, kalau stok BBM kurang mereka harus beli BBM dengan harga mahal, harusnya pemerintah juga membuat HET,” ingatnya. Kepala Ombudsman RI Perwakilan Kalbar, Agus Priyadi mengungkapkan, pihaknya akan segera melakukan koordinasi kembali berkenaan dengan hal ini. Ia mengakui selama ini polisi kerap menjadi sasaran jika persoalan BBM muncul di lapangan. “Kita akan koordinasi kembali dengan Ombudsman di Jakarta, sedangkan terkait masalah HET, mungkin ini pemerintah daerah dan instansi terkait yang mengaturnya,” katanya. Sementara itu, Wabup Melawi Panji mengungkapkan, persoalan HET sejatinya bukan hal yang baru di Kabupaten Melawi. Sejak dua tahun lalu, pihaknya juga sudah menetapkan HET untuk BBM di tingkat eceran, namun jika pasokan BBM berkurang, persoalan kembali muncul. “Kita sudah bahas dengan berbagai pihak, namun kalau sudah terjadi kekurangan pasokan BBM HET tidak lagi berlaku, kalau ditanya apa masalahnya, saya juga tidak tahu apa. Yang jelas inilah kenyataan yang terjadi di lapangan,” katanya. Panji juga mengungkapkan, pihaknya sudah melakukan pendataan terhadap kios-kios BBM yang mengantongi izin. “Memang hal ini nampaknya perlu dikaji kembali dan diinventarisir kembali, kemudian dicarikan solusinya bagaimana baiknya,” pungkasnya. (eko) †

“Kami mengucapkan terima kasih kepada pihak Polres yang telah memfasilitasi kegiatan ini. Kita berharap ini menjadi titik awal bagi terlaksananya pemilu secara aman dan damai,” harap ketua KPU Sintang, Supranto Aji, di sela-sela penutupan kegiatan yang dilaksanakan di Hotel Sartika Puri. Lebih lanjut, Supranto Aji menjelaskan, sesuai kesepakatan bersama dengan parpol peserta pemilu, di Kabupaten Sintang, jadwal kampanye rapat umum akan dilaksanakan mulai 16 Maret sampai 5 April. Sedangkan kampanye bentuk lain telah dilaksana-

kan, baik dalam bentuk tatap muka atau pemasangan alat peraga. Terkait dengan kampanye dengan menggunakan alat peraga, ia mengharapkan supaya ketua parpol bisa menginformasikan sekaligus mengharapkan para caleg untuk mengikuti ketentuan yang telah dibuat. “Untuk logistik Pilegs sampai hari ini sudah banyak yang sampai ke KPUD Sintang. Surat suara sedang dalam proses pelipatan. Kita sedang menunggu kiriman segel dan formulir saja,” timpalnya. Terkait surat suara antisipasi daftar pemilih khusus (DPK), Supranto Aji me-

ngatakan, saat ini untuk Kabupaten Sintang telah aman. Pasalnya KPU Pusat telah mengirimkan surat suara sebanyak 297 ribu lembar. Jumlah tersebut sudah termasuk antisipasi 2 persen dari surat suara yang rusak. Sementara kebutuhan surat suara Kabupaten Sintang hanya 293. 850 ribu, ditambah dengan jumlah DPK seluruh Kabupaten Sintang yang telah terdata sebanyak 300 pemilih. “Sementara ini masih aman untuk surat suara. Kita berharap KPU Pusat bisa membuat surat edaran yang menyatakan bahwa DPK bisa masuk dalam antisipasi 2 persen dari DPT di setiap TPS. Karena regulasi yang ada sekarang DPK belum diakomodir dalam 2 persen antisipasi surat suara,” timpalnya. Sementara itu, Kapolres Sintang, AKBP. Veris Septyansah mengatakan, dalam persiapan Pilegs 2014, pihaknya telah melakukan berbagai kegiatan preventif. Antara lain latihan pra operasi, cipta kondisi dan sinergis kondisionol. Polres Sintang juga melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait dari unsur pemerintahan. Misalnya unsur dari Kesbangpolinmas dan Satpol PP. Begitu juga dengan unsur TNI, untuk antisipasi berbagai situasi yang mungkin saja bisa terjadi. Kapolres menambahkan, pihaknya juga telah melakukan pemetaan daerah rawan konflik dengan berbagai ting-

katan di wilayah Kabupaten Sintang. Menurutnya, setiap daerah di Sintang memiliki tingkat kerawanan dan karakteristik yang berbedabeda. “Ada daerah yang rawan karena pergesekan antarcaleg, pergesekan antarparpol. Tapi ada juga daerah yang adem ayem tapi rawan terhadap pengamanan dari penyelenggara pemilu,” terangnya. Terkait hal tersebut, kata Kapolres, pihaknya telah merencanakan berbagai tindakan antisipasi pengamanan. Termasuklah akan menurunkan 2/3 kekuatan Polres Sintang atau sekitar 383 personil yang akan diterjunkan untuk mengawal pelaksanaan Pilegs yang damai. “Idealnya memang satu TPS 1 anggota Polri. Kalau kondisinya harus begitu, maka kita akan kekurangan sekitar 1.000 personil. Maka kita akan siasati dengan melakukan regrouping TPS yang saling berdekatan,” ucap Kapolres. Kesekapatan pelaksanaan pemilu damai di Kabupaten Sintang dituangkan dalam 8 item kesepakatan serta ditandatangani oleh setiap pimpinan parpol peserta. Ada pun 8 item tersebut adalah bahwa parpol harus siap melaksanakan pemilu 2014 secara jujur, adil, santun dan bermartabat. Parpol juga harus siap bekerja sama dengan penyelenggara pemilu untuk tidak mengangkat isu-isu yang berbau sara (suku, agama, ras dan an-

targolongan). Selanjutnya bersama Polri dan aparat TNI juga diminta siap untuk menjaga situasi kamtibmas agar selalu kondusif, aman dan damai serta dapat mengendalikan massa pendukungnya masing–masing. Parpol juga diminta untuk mendukung sepenuhnya tindakan tegas aparat penegak hukum sesuai prosedur dan ketentuan perundang - undangan yang berlaku. Parpol peserta pemilu diminta juga untuk mentaati aturan sesuai dengan perundang - undangan yang berlaku. Para caleg parpol peserta pemilu harus siap dipilih dan siap tidak terpilih dalam pemilu legislatif dan harus pula mendukung calon anggota DPR dan DPRD terpilih melalui proses pemilihan yang demokratis dan transparan. Masing–masing calon legislatif dan parpol peserta pemilu diminta siap untuk berkompetisi atau bersaing secara sehat baik internal maupun eksternal sesuai dengan peraturan perundang– undangan yang berlaku. KPU sebagai penyelenggara pemilu diminta pula untuk siap melaksanakan tugas dan fungsinya sesuai dengan perundang– undangan dan peraturan yang berlaku. Apabila dikemudian hari ditemukan pelanggaran terhadap kesepakatan yang telah dibuat pada Rabu (5/3) maka akan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku. (End) †

Keluhan dan Penyimpangan

Silahkan Lapor Ombudsman

Borneo Tribune, Nanga Pinoh MASYARAKAT diharapkan dapat menyampaikan laporan atau aduan apabila memang terdapat keluhan terhadap layanan publik. Aduan tersebut dapat disampaikan pada Ombudsman RI sehingga ada langkah penyelesaian serta menemukan solusi permasalahan, khususnya terkait dengan pelayanan publik. Kepala Ombudsman RI Perwakilan Kalbar, Agus Priyadi saat menyosialisasikan tugas dan fungsi Ombudsman di Kantor Bupati Melawi, kemarin mengatakan, saat ini Ombudsman bahkan sudah membuka line SMS pengaduan sehingga memudahkan pelapor untuk menyampaikan laporan atau keluhannya. “Wewenang Ombudsman bisa meminta keterangan tertulis dari pelapor dan terlapor. Jadi dalam menyelesaikan suatu laporan, tidak jarang kita meminta klarifikasi dari instansi terlapor. Klarifikasi tersebut kita kirim bisa lewat surat, email, fax bahkan telepon,” ujarnya.

Peran dan Fungsi, Kepala Ombudsman RI Perwakilan Kalbar, Agus Priyadi memberikan paparan terkait dengan peran dan fungsi Ombudsman terkait dengan pengawasan terhadap layanan publik pemerintah. Foto Eko Susilo/ Borneo Tribune Banyak hal yang bisa dilaporkan pada Ombudsman. Agus menerangkan, berbagai hal maladministrasi, seperti penundaan pelayanan berlarut-larut, tidak menangani atau tidak kompeten memberikan pelayanan publik, bertindak sewenang-wenang, adanya indikasi suap atau pungli sampai soal adanya penyimpangan dan prosedur.

“Kita juga tak jarang memantau sebuah laporan dari pemberitaan di media. Bisa berbagai macam persoalan yang dianggap menyangkut hajat hidup orang banyak, seperti keluhan soal infrastruktur jalan, jembatan, soal BBM dan berbagai macam keluhan lainnya,” katanya. Pelaporan juga dapat disampaikan dengan datang

langsung ke kantor Ombudsman, melalui surat, telepon atau sms. Pada tahun lalu, setidaknya ada 75 persen pelapor yang datang langsung. “Yang penting saat melapor ada identitas serta nomor telepon yang bisa dihubungi. Adanya bukti pendukung baik berupa berkas serta tidak dalam proses persidangan. Kalau sudah masuk dalam ranah

persidangan, kita tidak bisa menangani itu karena sudah merupakan ranah pengadilan. Selain itu, sebelumnya pelapor juga sudah menyampaikan laporannya pada instansi terlapor. Kalau belum biasanya kita sarankan agar mereka terlebih dahulu sampaikan laporannya ke instansi tersebut,” kata Agus. Usai menerima laporan dan pemeriksaan berkas, Agus mengungkapkan, pihaknya akan melakukan klarifikasi pada instansi terlapor. Proses klarifikasi ini yang terkadang memakan waktu yang lama, karena ketiadaan respon dari instansi terlapor walau memang ada batasan waktu selama 14 hari. “Dalam kewenangannya terlapor dan saksi yang dipanggil tiga kali berturut-turut tidak memenuhi panggilan, Ombudsman bisa meminta bantuan Polri untuk menghadirkan. Tapi langkah ini belum pernah kita lakukan, karena kita lebih mengedepankan penyelesaian masalah secara persuasif,” ujarnya. (eko) †

PKR Jangan Dipolemikan Borneo Tribune, Sintang MENCUATNYA kembali pemberitaan di media lantaran munculnya isu bahwa Kabupaten Sanggau mengundurkan diri dari cakupan kabupaten yang akan tergabung dalam Provinsi Kapuas Raya (PKR) mendapatkan respon yang berbeda dari berbagai kalangan. Bupati Sintang, Milton Crosby yang juga koordinator pembentukan PKR justru meminta agar masalah Kapuas Raya tidak lagi dipolemikan. “Bagi saya ini bukan polemik dan tidak perlu dipolemikan. Karena masalah Kapuas Raya ini bolanya sudah di pusat. Jadi sebaiknya yang tidak mengetahui tentang Kapuas Raya dan sejarahnya tidak memberikan komentar, karena akan membuat masyarakat menjadi kacau,” ujar Bupati Sintang, saat ditemui usai pelantikan pejabat eselon II, di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sintang, Selasa (4/3).

Menurutnya, pemberitaan tentang mundurnya Kabupaten Sanggau sebagai kabupaten pendukung PkR harus diluruskan. Surat yang dikirim oleh Bupati Sanggau kepada Gubernur menurutnya bukanlan surat pengunduran diri, namun surat yang isinya permohonan petunjuk terkait dengan Provinsi Kapuas Raya. “Surat beliau itu isinya mohon petunjuk kepada Gubernur berdasarkan grand design yang dibuat oleh Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi. Kalau kita tetap berpedoman kepada grand design dari pusat, makanya dikeluarkan ampres yang sifatnya sangat segera. Menurut saya, wajar beliau minta petunjuk, karena mungkin ada rasa ragu atau apa,” jelasnya. Milton menegaskan, PKR adalah polemik yang sengaja diciptakan di tengah suasana politik saat ini. Namun ia kembali menegaskan supaya masalah PKR tidak dipolemikan

lagi, sebab semuanya telah final. Menurutnya, hal itu ditunjukan dengan telah dikeluarkannya Ampres, kemudian Prolegnas dan kunjungan anggota DPR RI dan DPD RI ke Sintang. Selain itu, menurutnya sejarah bahwa Kalbar akan dimekarkan menjadi 2 provinsi telah dimulai sejak tahun 1983 silam. Dimana saat itu di Sintang telah ditempatkan pembantu Gubernur wilayah 1 dan terakhir kalinya dijabat oleh Dra. Musahadah. “Kita kembali ke sejarah itu. Hanya saja sayangnya ketika reformasi, hal itu dihapus,” ucapnya. Terkait dengan keberangkatannya, di Jakarta Minggu lalu, Milton mengatakan bahwa tidak ada lagi pertemuan khusus dengan DPD RI. Ia mengaku hanya melihat proses pembahasan tentang akan dikeluarkannya rekomendasi dari DPD RI kepada sejumlah daerah yang akan dibentuk menjadi DOB dan telah dikun-

jungi. Ia juga mengatakan bahwa hingga 6 Maret besok, pembahasan 65 DOB belum bisa dituntaskan di tingkat DPD RI. Selanjutnya, pembahasan tersebut akan dilanjutkan setelah pelaksanaan Pemilu Legislatif. “Jadi bukan hanya Kapuas Raya, tapi 65 DOB yang harus dibahas nanti setelah Pemilu Legislatif,” ujarnya. Terhadap pernyataan Sekda Sanggau bahwa komunikasi yang dilakukan Bupati Milton Crosby sebagai Koordinator PKR kurang menggigit, Milton mengatakan bahwa mestinya Sekda Sanggau membaca sejarah tentang Kalbar. Khususnya tentang keberadaan pembantu gubernur wilayah 1 di Sintang dan wilayah 2 di Singkawang pada tahun 1983 silam. “Beliau itu kan baru jadi sekda, seharusnya membaca sejarahnya mulai dari tahun 1983. Apalagi PKR ini sudah lama, sudah 8 tahun karena telah dimulai sejak tahun

2006,”ujarnya. Milton menegaskan, pembentukan PKR adalah kepentingan Negara. Oleh karena itu sebaiknya tidak ada pihak-pihak yang melakukan sesuatu yang sifatnya bertentangan dengan Negara. Termasuk dalam penyusunan grand design oleh Pemerintah Pusat. Bahkan, menurutnya Presiden telah mengeluarkan 4 atensi khusus yang menyangkut pemekaran wilayah dan kepentingan strategi nsional. Empat atensi utama tersebut adalah daerah perbatasan dan strategis nasional, daerah rawan konflik, daerah kepulauan dan daerah dengan rentang kendali yang terlalu luas. “Oleh karena itulah kemudian DPR RI mengeluarkan Prolegnas pada 24 Oktober 2013 dan dilanjutkan dengan Ampres pada 27 Desember 2013 lalu. Jadi PKR ini bukan kepentingan Milton, tapi kepentingan strategi nasional,” lugasnya. (end) †


Kapuas Hulu Borneo T Tribune

Kamis, 6 Maret 2014

Diduga Ilegal

Truk Bawa Material Asal Malaysia Kembali Masuk Badau

Truk Malaysia masuk menggunakan jalan perkebunan kelapa sawit milik PT. Sinar Mas tanpa melintasi Pos Pemeriksaan Lintas Batas (PPLB) Nanga Badau. Foto: Timotius/Borneo Tribune Borneo Tribune, Putussibau SEPULUH truk bermuatan material jenis batu sertu dari Negara Malaysia kembali masuk dengan bebasnya ke wilayah Negara Indonesia tepatnya di Nanga Badau Kecamatan Badau, Kabupaten Kapuas Hulu. Truk-truk Malaysia yang membawa batu asal Malaysia ini juga untuk keperluan pembangunan Pabrik milik PT. Sinar Mas. Bahkan kesepuluh truk tersebut tidak mengantongi dokumen lengkap dan masuk melalui jalan milik PT. Sinar Mas.Hal ini menunjukan lemahnya penegakan hukum didaerah perbatasan, para aparat seakan tutup mata. “ Saya bingung mengatasi persoalan ini, mau mengadu

PT. BUMI BORNEO CEMERLANG

Distributor Aspal Shell (Drum) Pen 60/70, Berat Bersih : 154 Kg

Sepuluh truk bermuatan Material asal Negara Malaysia yang sebelumnya masuk ke wilayah Indonesia di Nanga Badau. Foto: Timotius/ Borneo Tribune

Gallery

Kerawing Menerima pesanan & menjual : hasil tenunan daerah/ kerajinan, berupa pakaian adat, anyaman dan lukisan Putusibau SISKA Hp. 081257159998

kesiapan, hampir setiap subuh sepuluh-sepuluh truk masuk ke wilayah kita ini, dan sampai saat ini mereka tidak menunjukan dokumen kepada kami, tetapi Saya dengan keterbatasan sebab Saya juga disini atas perintah pimpinan,” ucap Banden salah satu petugas PLB Nanga Badau melalui via telepon kepada Borneo Tribune, Rabu (5/03). Menurut Banden, dirinya tidak pernah menghalanghalangi masuknya barang dari Malaysia tetapi dengan catatan harus sesuai prosedur, harus ada dokumen. Karena Banden mengaku sudah mengikuti langsung pertemuan yang membahas kesepakatan PT. Sinar Mas dengan pihak Pemerintah.

10

Material Malaysia yang dibawa menggunakan truk Malaysia dibawa kelokasi Pabrik milik PT. Sinar Mas di Kecamatan Badau. Foto: Timotius/Borneo Tribune

Setiap memasukan barang asal Malaysia pihak PT.Sinar Mas wajib memberikan dokumen. Sementara itu, Julianus warga Badau juga mengeluhkan dengan bebasnya PT. Sinar Mas membawa material asal Malaysia, apalagi jika tidak menunjukan dokumen. “Jelas saja ini selalu menjadi pertanyaan kami, tetapi apa mau dikata selaku masyarakat kami tidak bisa berbuat apa-apa, justru para aparat dan petugas yang ditugaskan di perbatasan ini yang seharusnya memiliki kewenangan menangkap justru terjadi pembiaran, apa karena Sinar Mas itu perusahaan besar,sehingga tanpa dokumenpun mereka bebas membawa material dari Malaysia dengan skala besar, coba kalau masyarakat yang seperti itu, aparat penegak hukum pasti cepat melakukan penangkapan,” kesalnya. Diakui Jalulianus bahwa selama ini masyarakat di daerah perbatasan memang ketergantungan dengan Negara tetangga, namun ada aturanya yang mengikat masyarakat melalui Sosekmalindo. PT. Sinar Mas yang mengambil material yang katanya sudah mengantongi izin begitu bebasnya membawa barang untuk pembangunan pabrik dengan skala besar. “ Yang menjadi pertanyaan perizinan yang dimiliki PT. Sinar Mas untuk pengangkutan Material itu

izin yang seperti apa, setahu saya selama ini mereka tidak memiliki dokumen hanya melakukan koordinasi terkadang via telepon dengan pihak PLB, justru itu terjadi pembiaran oleh para petugas keamanan,” tuturnya. Untuk itu, Julianus meminta kepada pihak terkait termasuk aparat penegak hukum untuk benar-benar melaksanakan tugas dan fungsinya dalam mengawasi masuknya barang ilegal, ditegaskan Julianus jika memang menyalahi aturan sebaiknya dilakukan penangkapan, jangan karena memandang Sinar Ma situ perusahaan besar tetapi justru hukum tidak berlaku, ini sama saja mencabik harga diri Bangsa Inonesia. Sementara itu, menurut penjelasan pihak PT. Sinar Mas, Suryanto mengatakan bahwa pihaknya memiliki dokumen, hanya saja saat dipertanyakan Borneo Tribune, Suryanto hanya menunjukan dokumen yang ada di dalam BlackBerrynya, sementara dokumen berbentuk kertas secara fisik tidak ada, Suryanto mengatakan dirinya hanya dikirim melalui email ke BlackBerry miliknya. Yang menjadi pertanyaan, apakah itu diperobolehkan atau memang itu hanya permainan oknum-oknum tertentu, apa tugas dan fungsi penenegak hukum yang ditugaskan di daerah perbatasan, sehingga terkesan ada pembiaran?. (Timo) †

Penerbitan Dokumen Kependudukan Tidak Dipungut Biaya Borneo Tribune, Putussibau SAAT ini masyarakat tidak perlu memikirkan biaya untuk membuat dokumen kependudukan pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, sebab berdasarkan kebijakan Pemerintah penerbitan dokumen kependudukan tidak dipungut biaya alias gratis. “ Mulai dari penerbitan

Kartu Keluarga (KK), KTPel, Akta Kelahiran, Akta Perkawinan, Akta Kematian, Akta Perceraian, dan Akta Pengakuan Anak dan yang lainnya Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil tidak memungut biaya, ini berdasarkan aturan,” ungkap Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kapuas Hulu, Marcellus Basso kepada Borneo Tribune, Selasa ( 4/03) kemarin. Dijelaskan Marcellus, bahwa tidak hanya penerbitan dokumen kependudukan yang geratis, namun berdasarkan Undang-Undang RI No. 24 Tahun 2013 tentang perubahan atas UndangUndang No. 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan, ada beberapa perubahan seperti e-KTP berubah menjadi KTP-el (KTP elektronik). Kemudian, masa berlaku KTP-el yang semula 5 (lima) tahun diubah menjadi seumur hidup, sepenjang tidak ada perubahan elemen data dalam KTP-el, antara lain perubahan status, perubahan nama, perubahan alamat, penambahan gelar, per-

ubahan jenis kelamin, baik yang sudah diterbitkan maupun yang belum diterbitkan. Selain itu,lanjutnya, penerbitan Akta Pencatatan Sipil yag semula dilaksanakan ditempat terjadinya peristiwa penting, diubah penerbitannya di tempat domisili penduduk. Perubahan norma ini dapat memudahkan masyarakat, karena masyarakat tidak perlu mengurus akta-akta pencatatan sipil di tempat terjadinya peristiwa, tetapi cukup mengurus didomisilinya saja. Oleh karena itu, Marcellus mengharapkan masyarakat Kapuas Hulu tidak mudah tertipu oleh pihak ketiga yang mengatas namakan Dinas Dukcapil, dengan melalukan pemunguta. Ditegaskannya bahwa pihaknya sama sekali tidak melakukan pemungutan, kecuali yang bersangkutan menggunakan jasa pihak ketiga untuk mengurus dokumen kependudukannya, dan itupun bukan Dinas Dukcapil yang melakukan pemungutan. “ Yang jelas jika masyarakat mendatangi langsung

Kepala Dinas Dukcapil Kapuas Hulu Marcellus Basso FOTO: dok/Borneo Tribune

Dinas Dukcapil maka dalam penerbitan dokumen kependudukan sama sekali tidak dipungut biaya, kecuali masyarakat menggunakan perantara jika pun ada biaya bukan dari Dinas Dukcapil melainkan pungutan yang dilakuka pihak ketiga tersebut,”pungkasnya. (Timo) †

IKLAN BARIS Langganan Koran

DIJUAL

Telp. 0561-577868 Jl. Gaj ahma da N o. 3 P ont ianak Gajahma ahmada No Po ntianak Email: aria_tur@yahoo.com Penerbangan Pontianak - Jakarta BATAVIA : 5x penerbangan dalam sehari ( z07.05 z07.55 z11.10 z14.35 z16.00 ) SRIWIJAYA : 4x penerbangan dalam sehari ( z07.00 z07.55 z11.55 z15.50 ) LION AIR : 3x penerbangan dalam sehari ( z07.30 z11.35 z15.30 )

GARUDA : 3x penerbangan dalam sehari ( z08.00 z12.55 z17.35 ) Penerbangan PTK - JOGJA & PTK - SURABAYA BATAVIA : 1x penerbangan dlm sehari (pukul : 14.45)

Tanah Kavling lokasi strategis, siap bangun di Perbatasan Sungai Raya Dalam - Punggur Kecil (lurus Paris2), SHM - aman / tidak bertimpa, dll. Tersedia 62 kavling 10 x 20 m2 (25jt cash), 8 kavling Ruko 5 x 40m2 (50 jt cash). Untuk kredit DP 5jt, sisanya diangsur 3642 bulan. Hanya 5 Km dari Jl.Ayani 3 dan pinggir jalan raya Paris - Parit Buluh. Berminat Hubungi :

0812 5710 225

Ingin berlangganan Harian Borneo Tribune di daerah, hubungi: Biro Kubu Raya: Aldi (08971600688) Biro Mempawah: Johan Wahyudi (085654587038). Biro Sambas: Amrul Ambiya (Kontributor/Pemasaran) (085245527602). Biro Bengkayang: Mujidi (085245247955). Biro Landak: Yohanes Ngalai / Pemasaran (085822062880). Biro Sanggau: Ratnasari (085245904505). Biro Melawi: Eko Susilo (081256452946). Biro Sekadau: Bagus Kosminto (085245743683). Biro Sintang: Endang Kusmiyati (08524-5006757)

Biro Kapuas (085654585775)

Hulu:

Herdi

Biro Ketapang: Aldi (08971600688) Biro Kayong Utara: Abdul Khoir (081345154592)

Taxi CV. TEGAR PRATAMA TRANSPORT Melayani Antar Jemput Penumpang Jl. Kalimantan No. 24B 0562-640029/641366 SINGKAWANG Jl. Imam Bonjol Gg. Tnjng Sari No. 36 0561-747211/749025 PONTIANAK INNOVASI TAXI. Melayani Antar Jemput. Jl. Tua Pekong No.24 Singkawang, (0562)3309800, Jl. A. Yani (RM. Bertagis) Pontianak Telp. (0561) 7015100, (0561) 7157000

Service Mobil SUTOYO MOTOR. Service, Tune Up, Las/Cat Mobil. Jl. Letjen Sutoyo No. 11 Telp. 743690 Ptk

Kost Gallery Kost. Menerima Pria & Wanita Fasilitas Air & Listrik dan lain-lain. Jl. Diponegoro No. 9 Telp. 0562-3320424 SKW

Iklan Baris:

1 baris / hari Rp. 6.000,-


Teras Borneo T Tribune

Kamis, 6 Maret 2014

11

Pelantikan Bunda PAUD Kecamatan Borneo Tribune, Nanga Pinoh PENDIDIKAN Anak Usia Dini (PAUD) kini memang ikut menjadi perhatian pemerintah. Apalagi sudah ada Permendiknas Nomor 58 Tahun 2009 tentang Standar PAUD sehingga pembinaan PAUD menjadi perhatian penting bagi Pemerintah Pusat, provinsi bahkan, di tingkat kabupaten. Dalam rangka pembinaan dan pengembangan PAUD, Bunda PAUD Kabupaten Melawi yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Penggerak PKK, Henny Dwi Rini Firman melantik sejumlah istriistri camat menjadi Bunda PAUD kecamatan. Pelantikan yang digelar di Pendopo Bupati Melawi, Rabu (5/2) menjadi salah satu upaya agar pembinaan PAUD juga berjalan sampai ke tingkat kecamatan, bahkan juga desa. Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Melawi, Paulus dalam kegiatan tersebut mengungkapkan, Disdik merupakan instansi yang bertugas mengembangkan PAUD di tingkat kabupaten. Di Kabupaten Melawi sendiri jumlah PAUD meningkat 20 persen, dimana pada 2013 lalu sudah ada 88 lembaga PAUD yang berdiri. “Namun, saat ini 88 lembaga PAUD baru berada di 51 desa. Padahal target nasional, setidaknya satu desa memiliki satu PAUD. Berarti masih ada 118 desa lagi yang kita dorong bisa terbentuk PAUD di tahun-tahun mendatang, karena seharusnya target tersebut bisa tercapai pada tahun ini,” katanya.

Pelantikan Bunda PAUD, Kecamatan oleh Ketua PKK Melawi, Henny Dwi Rini Firman yang juga menjabat sebagai Bunda PAUD Kabupaten Melawi. Foto Eko Susilo/Borneo Tribune Paulus berharap, momen pelantikan Bunda PAUD kecamatan nantinya bisa diikuti dengan pelantikan Bunda PAUD Desa sehingga target nasional agar setiap desa memiliki PAUD benar-benar dapat terrealisasi. Hal dasar lainnya yang juga masih perlu menjadi perhatian adalah Angka Partisipasi Kasar (APK) PAUD di tahun 2013, yang baru mencapai 30,7 persen dari rata-rata nasional yang sudah mencapai 48 persen. “Dukungan anggaran dari pemerintah untuk PAUD di Kabuaten Melawi sendiri sudah ada, dimana melalui APBD Melawi tahun 2013

pembinaan PAUD dianggarkan sebesar Rp 1,6 miliar. Sedangkan pada APBD tahun ini, dianggarkan lagi sebesar Rp 1,8 miliar,” terangnya. Paulus mengungkapkan, dukungan anggaran dari APBD Provinsi Kalbar pada tahun lalu untuk alat pembelajaran di PAUD mencapai Rp 1 miliar dari APBN sebesar Rp 452 juta. Sedangkan untuk tahun 2014, bantuan dari APBN meningkat drastis hingga Rp 1,1 miliar. “Sedangkan dari provinsi tidak terlalu signifikan, karena bantuan lebih banyak diarahkan untuk pendidikan dasar yang

mencapai Rp 2 miliar,” jelasnya. Sementara itu, Ketua PKK sekaligus Bunda PAUD Kabupaten Melawi, Henny Dwi Rini Firman mengatakan, PAUD kini telah menjadi salah satu program prioritas Kemendikbud dengan peserta didik anak usia 0 sampai 6 tahun dalam bentuk TK, Kelompok Belajar, TPA, serta Satuan PAUD Sejenis (SPS). “Peran Bunda PAUD adalah memperluas peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan PAUD serta memfasilitasi peningkatan pelayanan PAUD sampai ke desa-

dr. Karolin Dukung Puskesmas Ramah Anak akrab disapa Dokter Karol itu menyambut baik, dan diharapkannya kabupaten lain bisa membuat pula, “Saya sangat mengapresiasi untuk pencanangan Puskesmas Ramah Anak, mudah-mudahan ini bisa ditularkan di luar sanggau, “ ujar Dokter lulusan Universitas Atmajaya Jakarta itu. Senada itu, Bupati Sanggau Paolus Hati mengatakan, pencanangan Puskesmas Ramah Anak itu akan dijadikan percontohan dalam peningkatan pelayanan khusus pada anak dalam

bidang kesehatan. Paolus berharap agar adanya kesesuaian antara program dengan pelayananan, “Idealnya mereka tidak takut ke sini, bukan hanya waktu sakit, tidak pun mereka ke sini,” Harap mantan Wakil Bupati Sanggau itu. Selain itu terkait dukungan terhadap program nasional Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) yang di dalamnya ada jamian kesehatan nasional (JKN) Bupati Sanggau mengharapkan Puskesmas bisa penunjang rogram tersebut. Sementara itu, Kepala

Dinas Kesehatan Sanggau, dr. Jones Siagian, MQIH, program Puskesmas Ramah Anak merupakan pemenuhan terhadap hak anak bidang kesehatan dan difokuskan pada pencegahan dan pengobatan, termasuk juga pelayanan imunisasi lengkap BCG untuk pencegahan TBC, hepatitis, difteri, polio, tetanus neonatorium, dan campak, dan tempat konsultasi tmuh kembang anak. Demikian juga dengan usia belita yang harus mendapatkan imunisasi difteritetanus, dan perempuan

mendapatkanÿ imunisasi tetanus tuksoit, “Semua diberikan gratis,” ujarnya. Untuk tahun 2014 dijelaskannya ada tiga kecamatan yakni Kapuas, Meliau dan Entikong. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, dr. Andi Jap mengatakan, inovasi dari Kabupaten Sanggau ini, konsep dan programnyanya akan dibawa di Rapat Kerja Nasional di Bali, dimana Sanggau bisa menampilkan program unggulan dalam penerapan Puskesmas ramah anak. (*r/haes) †

Tokoh Adat Jagoi Babang Mengadu ke Keuskupan Agung Pontianak PT.Bukit Jagoi Indah yang melakukan take over perkebunan kelapa sawit pada PT. Ceria Prima, yang sangat merugikan masyarakat Jagoi Babang. Beberapa tokoh tersebut antara lain; Anjiu Kades Jagoi, Darmawan Kepala Desa Jagoi Sekida, Pak Nogian-Kepala Dusun Jagoi Babang, Ahau Kadoh-Ketua Forum Masyarakat Adat Kaum Bi Jagoi, Vincentius Jitiem-Ketua Dewan Adat Kecamatan Jagoi Babang. Para toko masyarakat tersebut membahas terkait peristiwa usaha paksa PT. Ceria Prima untuk masuk kawasan Kebun PT. Bukit Jagi Indah dengan memerintahkan Koordinator Manajer PT. Ledo Lestari mengorganisir buruh masuk kawasan perkebunan PT. BJI yang masih bermasalah. Masuknya buruh dengan perintah Koordinator Manajer PT. Ledo Lestari bernama Joko Widodo Prastiyo (37 th)bermaksud untuk memanen buah tandan sawit milik PT. Bukit Jagoi Indah (03/03/2014). Vincentius Jatiem mebeberkan bahwa PT. Cerita Prima berusaha melakukan usaha paksa untuk melakukan pemanenan buah sawit yang selama ini masih belum jelas penyelesaiaanya karena tuntutan masyarakat belum dipenuhi oleh pihak PT. BJI

dan PT. Ceria Prima. Hal senada diungkapkan oleh Bapak Anjiu selaku Kepala Desa Jagoi Babang, bahwa PT. Ceria Prima tidak berhak melakukan usaha paksa memanen buah sawit di Kawasan Kebun PT. BJI karena tuntutan masyarakat terhadap PT. BJI belum dipenuhi. “ Kami tidak akan mundur selangkahpun terhadap peyelesaian persoalan dengan PT. BJI, kami telah melayangkan surat berkali-kali kepada pihak PT. BJI dan Pihak Instansi terkait di pemerintah dan juga legislatif. Tuntutan kami pertama ialah datangkan pemilik PT. Bukit Jagoi Indah untuk menemui masyarakat kemudian yang kedua memenuhi tuntutan rakyat atas lahan masyarakat yang dijadikan kawasan kebun” ujarnya kecewa. Dalam peristiwa tersebut, Koordinator Manajer PT. Ledo Lestari diamankan ke Mapolsek Jagoi Babang, setelah melihat kondisi kurang kondusif maka diamankan di Mapolres Bengkayang. Sedangkan para buruh yang berjumlah mobil strada, for ranger dan dum truck 8 dengan muatan seluruhnya kurang lebih 200 orang semuanya kembali ke base camp PT. Ledo Lestari. Pastor Bagara menyayangkan kejadian ini kare-

na persoalan masyarakat dengan PT. BJI belum selesai, dan tuntutan masyarakat perlu diperhatikan pihak-pihak yang terkait. sedangkan kawasan kebun PT. BJI tersebut secara adat sudah ditutup untuk akses pihak-pihak manapun, baik PT. Ceria Prima, PT. BJI dan termasuk masyarakat sendiri. Hanya aset yang ada di kawasan kebun sawit tetap dijaga dan diamankan oleh masyarakat Jagoi Babang dan Jagoi Sekida” Ujar Pastor Bagara selaku Ketua Komisi PSE-KKPCaritas KAP. Kejadian berawal dari usaha PT. Ceria Prima belum bisa beroperasi karena kawasan PT. BJI yang telah ditake over kepada PT. Ceria Prima masih ditutup sampai seluruh persoalan tuntutan masyarakat dipenuhi. Usaha masuk secara paksa dilakukan pada hari Senin (3/03/2014) pihak PT. Ceria Prima memobilisir buruh sebanyak 4 dum truck tetapi urung masuk kawasan kebun milik PT. BJI karena diblockir oleh aparat keamanan agar tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Kemudian pada Selasa (04/03/2013) usaha masuk paksa dilakukan kembali dengan memobilisir kurang lebih 200-an orang buruh menggunakan 8 dum truck yang dikoordinir oleh Koor-

dinator Manajer PT. Ledo Lestari bernama Joko Widodo Parastiyo. Usaha masuk paksa buruh tersebut diblokir oleh masyarakat Jagoi Babang dan Jagoi Sekida di Wilayah Jagoi Sekida. Dalam peristiwa tersebut terjadi ketegangan antara masyarakat dan pihak buruh, namun setelah terjadi negosiasi pihak buruh akhirnya kembali ke base campnya dan Joko Widodo Prastiyo selaku Koordinator Manajer PT. Ledo Lestari diamankan aparat. Dalam kejadian tersebut hadir juga Camat Jagoi Babang dan aparat keamanan menenangkan masyarakat agar tidak terjadi tindakan yang tidak diinginkan. “Aneh bagi logika sehat kita, karena PT. Cerita Prima memerintahkan pihak PT. Ledo Lestari melakukan pemanenan, padahal tidak ada kaitan apa-apa antara PT. Ledo Lestari dengan kawasan PT.BJI, saya kira ini preseden buruk dan usaha-usaha untuk menciptakan konflik oleh pihak perusahaan, saya harap masyarakat tetap konsisten pada tuntutannya dan tidak melakukan tindakan anarkis sehingga tidak terjebak pada tuduhan kriminalitas” Ujar Br. Kris Tampajara, MTB anggota Komisi PSEKKP-Caritas KAP. (*/ Hilkris) †

desa serta meningkatkan sinergisitas dunia pendidikan anak usia dini,” ujarnya. Henny juga menerangkan, kenapa setiap daerah perlu memiliki Bunda PAUD? Yaitu untuk memastikan ketersediaan

dan keterjangkauan layanan PAUD, kualitas dan mutu layanan, kesetaraaan dalam memperoleh layanan pendidikan serta kepastian memperoleh layanan PAUD. “Saya berharap pada Bunda PAUD Kecamatan dapat meneruskan peran Bunda PAUD sampai ke desa-desa,” harapnya. Program PAUD, sambung Henny pelaksanaannya tidak hanya bergantung pada kepala daerah saja, tapi juga dari pada Bunda PAUD atau istri camat dan istri kepala desa. Dukungan dan upaya sosialisasi harus terus dilakukan dari para Bunda PAUD untuk menyebarluaskan program PAUD pada masyarakat. “Saat ini masih rendahnya jumlah dan layanan PAUD disebabkan karena terbatasnya layanan PAUD di desa, jumlah pendidik dan tenaga pendidik PAUD yang belum sesuai dengan kualifikasi dan kompetensi serta rendahnya dukungan dana. Ini tugas kita bersama untuk mengatasi berbagai persoalan ini,” ucapnya. Di kesempatan yang sama, Bupati Melawi, Firman Muntaco mengingatkan, agar momen

pelantikan Bunda PAUD Kecamatan bukan hanya sebatas kegiatan yang insidentil atau euforia semata. Dirinya berharap, Bunda PAUD yang dilantik bisa menjalankan amanah dan bisa bekerja untuk membina sekaligus mengembangkan PAUD, di kecamatan masing-masing. “Saya juga mengingatkan pada para pengelola PAUD, agar anak janganlah dibiasakan atau dipaksa untuk terus belajar. Di usia dini seperti anak yang berumur 0 sampai 4 tahun adalah momen bagi anak untuk bermain,” pesannya. Firman menuturkan, masa-masa anak usia dini adalah dunia bagi mereka untuk bermain dan bergembira. Anak lebih baik diarahkan untuk mengenal lingkungannya. Anak-anak juga tidak mesti harus cerdas dan hebat karena mampu berbahasa inggris atau sudah bisa membaca dan menulis di usia dini. “Tapi yang terpenting adalah perkembangan tumbuh anak itu sendiri sesuai dengan keinginannya sehingga belum saatnya sang anak diberikan pendidikan akademis yang di luar kemampuannya,” lugas Bupati Melawi. (eko) †

Anggota DPR RI Temukan Pengidap Ataxia yang pasien yang keluhannya mulai dari sakit kepala, pinggang, sakit mata dan sakit kulit. Yang paling parah adalah pengidap Ataxia. Dokter lulusan Atmajaya Jakarta itu menjelaskan, ataxia disebabkan oleh hilangnya fungsi otak, otak kecil, yang mana berfungsi sebagai pusat koordinasi. Ataxia juga dapat disebabkan oleh tidak berfungsinya jalan masuk dan keluar dari otak kecil. Informasi masuk ke otak kecil dari saraf spinal dan bagian lain dari otak

dan sinyal-sinyal dari otak kecil keluar ke saraf spinal lalu ke otak. Kepala Desa Agak mengatakan, sangat menyambut gembira pengobatan gratis yang dilakukan ini, supaya ke depan sering dilakukan karena sangat membantu masyarakat yang sulit menjangkau rumah sakit terutama dalam hal biaya. Terkait hal ini Dokter Karolin menanggapi pengobatan gratis ini sudah dilakukan di seluruh Kalimantan Barat, ini memang

sudah menjadi tugasnya yang berada di Komisi XI yang menangani bidang Kesehatan, seperti di Desa Ambawang Bukit Kabupaten Kubu Raya beberapa waktu lalu juga pasien pengobatan gratis membludak. Selain pengobatan gratis, Legislator PDI Perjuangan itu melakukan sosialisasi BPJS dan UU nomor 6 tahun 2014 tentang Desa. Serta memberikan bantuan kepada rumah Ibadah di Kecamatan Sebangki. (*/ hentakun) †

Tiga Menteri Ajukan Cuti Kampanye Merak, Banten, Rabu 5 Maret 2014. Kata Dipo, cuti kampanye diperbolehkan untuk menteri karena sudah ada aturannya. Aturan itu tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2013 tentang pengajuan cuti pejabat publik. Dalam pasal 11 ayat 2 disebutkan bahwa pejabat negara boleh melaksanakan cuti selama satu hari kerja dalam satu minggu pada masa kampanye pemilu anggota DPR, DPD, dan DPRD, sampai dengan dimulainya kampanye rapat umum. Pada pasal 3 menyebutkan bahwa pejabat negara me-

laksanakan cuti selama hari kerja dalam satu minggu pada kampanye pemilu anggota DPR, DPD, dan DPRD, selama kampanye rapat umum sampai dengan dimulainya masa tenang. Sementara itu, pasal 14 ayat 1 menyebutkan menteri dan pejabat setingkat menteri yang berasal dari partai politik dapat meminta dan memperoleh cuti untuk kampanye pemilu anggota DPR dan DPRD. Pasal 2 menyebutkan menteri dan pejabat setingkat menteri yang bukan dari partai politik dapat meminta dan memperoleh cuti untuk kampanye pemilu anggota DPD apabila berstatus

sebagai calon anggota DPD.? Cuti kampanye, kata Dipo, tak ada hubungannya dengan surat edaran yang mewajibkan menteri untuk tetap di Jakarta pada hari Selasa hingga Kamis. “Kalau itu (surat edaran) kan supaya untuk fokus kita sidang kabinet, baik paripurna maupun sidang kabinet terbatas. Jadi kalau surat edaran saya nggak ada hubungannya dengan pemilu,” katanya. “Memang dalam rangka pemilu sudah dekat kami minta fokus, Selasa, Rabu, Kamis harus di Jakarta. Dan jangan sering-sering ke luar negeri,” Dipo menambahkan. (vivanews) †

Pontianak Belum Ada Tanda-tanda Hujan Dalam beberapa hari terakhir, Pontianak hanya diguyur hujan ringan. Masyarakat Kota Pontianak umumnya, mengharapkan Kota Khatulistiwa segera diguyur hujan. Selain karena untuk menormalkan cuaca di Kota Pontianak. Juga untuk mencukupi kebutuhan air bersih untuk sehari.

Hendra, warga Pontianak Kota kemarin menuturkan. Dalam beberapa Minggu terakhir kebutuhan air bersih banyak ditopang dengan membeli per galon. Lantaran persedian air hujan yang ditampungnya sudah habis. “Pengeluaran masik tinggi, khususnya untuk kebutuhan air. Sehari bisa dua galon,” ungkapnya.

Sebagaimana diketahui, belakangan air sungai Kapuas sudah sangat asin. Menjadikan warga tak bisa lagi leluasa menggunakan air tersebut untuk kebutuhan sehari-hari. Apalagi, Dinas Kesehatan Kota Pontianak telah menetapkan, air Sungai Kapuas tak lagi layak dikonsumsi. (Uby) †

Selesaikan Pelipatan Surat Suara Provinsi hari selesai dikerjakan. Jadi karena ada 4 jenis, sedangkan kita mulai mengerjakan pada tanggal 1 Maret dan mudah-mudahan pada tanggal 16 Maret semua surat suara telah selesai kita kerjakan,” ungkapnya. Apabila nanti ada kemungkinan terjadi kekurangan surat suara, Yuniarni mengatakan pihaknya telah mewaspadai jauh-jauh hari dengan melakukan kontak personal dengan pihak percetakan dengan memberikan bocoran dulu berapa kekurangan su-

rat suara. Hal ini dimaksud apabila pihak percetakan mendapat intruksi dari KPU RI, maka percetakan ini bisa mempersiapkan dengan cepat dalam langsung mendistribusikannya, tampa meninggalkan mekanisme administrasi pendistribusian surat suara ini. “Satu jenis surat suara 422.193 dikalikan 4 dengan hasil totalnya 1.688.774. Jumlah ini sudah termasuk 2 persen surat suara cadangan. Nah bila nanti ada kekurangan surat suaranya kita telah mengambil lang-

kah-langkah antisipasi dengan cepat.”ujarnya. Yunarni juga mengatakan, pada surat suara yang datang tentu saja ada yang mengalami kerusakan, cacat dan sebagainya. Hal ini tentu saja surat suara tersebut tidak dapat digunakan. Agar aman, nantinya pada saat usai semua pengerjaan pelipatan surat suara, pengepakan dan jumlah surat suara ini sudah sesuai dengan yang dibutuhkan. Maka surat suara yang cacat tersebut akan dimusnahkan. (Slt) †


CMYK

Borneo Tribune

Kamis, 6 Maret 2014

www.borneotribune.com

Sertijab Kepala LLP RRI Pontianak

12

Ubah Tupoksi, Tingkatkan Kualitas Siaran Borneo Tribune, Pontianak Walau sempat menurun kredibilitas dan popularitasnya sebagai radio milik bangsa, akibat tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) Radio Republik Indonesia (RRI) yang lebih cenderung menjadi “Corong Pemerintah” di masa orde baru, kini sedang melakukan pembaharuan. “Sejak diundangkan UU No 32/2002, RRI berubah menjadi Lembaga Penyiaran Publik (LPP) yang bersifat independen, netral, dan tidak bersifat komersial yang tugasnya adalah memberikan pelayanan siaran informasi, pelestarian budaya, pendidikan, hiburan yang sehat, kontrol sosial dan menjaga citra positif bangsa di dunia internasional,” kata Gubernur Kalbar Drs Cornelis, MH, Selasa (4/3), dalam sambutan yang dibacakan Staf Ahli Gubernur Parbubu Lumban Tobing, saat menghadiri Serah terima Jabatan (Sertijab) dan Pisah Sambut Kepala LPP RRI Pontianak. Dikatakannya, Tupoksi RRI yang diberikan negara melalui UU 32/2002 tentang Penyiaran, PP 11/2005 Tentang LPP, serta PP 12/2005 Tentang Lembaga Publik RRI tersebut, RRI dikukuhkan sebagai satu-satunya sebagai Lembaga Penyiaran yang dapat berjaringan secra nasional dan dapat bekerjasama dalam siaran dengan lembaga penyiaran Asing. ”Dalam Konteks Tupoksi, keberadaan LPP RRI Pontianak mempunyai peran dan fungsi yang sangat strategis dalam upaya memajukan dan membangun wilayah Kalbar yang begitu luas melalui siaran-siaran yang berkualitas, menghibur, mendidik, dan memberi akses informasi yang seluasluasnya kepada seluruh lapisan masyarakat,” jelasnya. LPP RRI Pontianak selama dipimpin Drs Robinhutno telah menunjukkan jajaran LPP RRI Pontianak mampu

memberikan pelayanan informasi, pendidikan, hiburan yang sehat, sebagai alat kontrol dan perekat sosial, serta melestarikan budaya bangsa untuk kepentingan seluruh lapisan masyarakat melalui programprogram siaran baik yang bersifat lokal maupun yang bersifat nasional. Dijelaskannya, Satu hal yang perlu kita beri apresiasi kepada LPP RRI adalah terkait dengan pendirian studio wilayah perbatasan dan daerah terpencil di Kalbar. Keberadaan studio produksi ini bertujuan untuk meningkatkan rasa nasionalisme dan memberikan akses informasi yang berimbang bagi masyarakat di daerah perbatasan agar dapat menerima siaran RRI atau Blankspot. “Salah satu peran LPP RRI sebagai sabuk pengaman informasi (Safety Belt Information),” ujarnya. Diharapkannya lagi, Kepala LPP RRI Pontianak yang baru menerima jabatan LPP RRI untuk dapat menyamai, bahkan melebihi kiberja dan prestasi yang telah dicapai sebelumnya melalui peningkatan kualitas siaran di tengah persaingan dengan radio-radio swasta. Kedepan LPP RRI Pontianak memiliki keunggulan di semua bidang penyiaran. “Kiranya, LPP RRI Pontianak menjalin kerjasama dan bersinergi dengan media televisi seperti TVRI, dan media On Line dalam rangka untuk melayani publik,” harapnya. Serah Terima Jabatan dan Pisah Sambut Kepala LPP RRI Pontianak dari Drs Robinhutno kepada Dra Redno Desy Swasri berlangsung penuh khitmad dan diwarnai pemberian ucapan selamat dari Gubernur Kalbar yang diwakili Staf Ahli Gubernur Parbubu Lumban Tobing, Pangdam XII Tanjungpura yang diwakili Kapendam XII Tanjungpura Kolonel Inf Desius. (Lay).

Staf Ahli Gubernur Kalbar Parbubu Lumban Tobing saat memberikan sambutan dalam acara Sertijab dan Pisah Sambut Kepala LPP RRI Pontianak. FOTO Andika Lay/Borneo Tribune.

Cegah Resiko Kecelakaan di Tempat Kerja

SPESIFIKASI PONDASI COR BETON SETEMPAT + PERKUATAN CERUCUK RANGKA BADAN BETON BERTULANG DINDING BATAKO PLESTER LUAR LANTAI COR BETON KERAMIK 40 X 40 (T 45 X T 70) TERAS COR + KERAMIK 40 X 40 RANGKA ATAP BAJA RINGAN ATAP SENG METAL PINTU JENDELA KUSEN ALUMINIUM, DAUN PINTU MULTIPLEK CAT LUAR DALAM PLAFON RANGKA ALUMINIUM PENUTUP GYPSUM (DALAM) GRC (LUAR)

Agus Supardan membuka acara Penyuluhan Ketenaga Kerja Dan Hubungan Industrial di Aula PT. Sumber Djantin Sambas, Selasa ( 4/4). Foto : Amrul/Borneo Tribune. KM/WC KERAMIK 20 X 20 SANITARY KLOSET JONGKOK (T 45) KLOSET DUDUK (T 70) FASILITAS LISTRIK PLN 1300 W LEBAR JALAN 5 METER AIR BERSIH PDAM PAGAR KELILING

HUBUNGI:

YONGKY

TYPE 45 & 70

0852 4551 2773 Denah Lokasi POM BENSIN

DENAH T 45

DENAH T 70

Keraton Kadariah

Jl. Ya’ M Sabran Jl. Panglima Aim

Jl. Tj Hilir

Jl. Tanjung Raya

RS YARSI

Borneo Tribune, Sambas Pentingnya K3 bagi pekerja akan menciptakan situasi kerja yang aman, tentram dan sehat, karena K3 (keselamatan, kesehatan, kerja) adalah salah satu bentuk perlindungan bagi tenaga kerja dari resiko kecelakaan dan penyakit akibat kerja yang terjadi di tempat kerja. Demikian hal ini, diungkapkan Drs. Agus Supardan, Kepala Dinas Sosnakertrans Kabupaten Sambas dalam kegiatan Penyuluhuan Ketenagakerjaan dan Hubungan Industrial, Selasa (4/3). Menurutnya dalam era globalisasi dan Industrilisasi saat ini, dunia usaha dituntut untuk meningkatkan efisiensi dalam menghasilkan produk– produk yang bermutu meme-

nuhi standar, aman dan ramah lingkungan, sehingga dapat bersaing di pasar Internasional yang semakin terbuka. “Namun masih banyak pengusaha atau perusahaan yang belum sepenuhnya menerapkan K3 secara menyeluruh, karena menganggap bahwa K3 tidak memiliki kolerasi langsung terhadap nilai kesejahteraan tenaga kerja dan di anggap membebani perusahaan,” jelasnya. Dikatakannya terciptanya tempat kerja yang aman, nyaman, sehat dan produktif menuju peningkatan produksi oleh produktivitas juga diamanatkan oleh UU No 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja. K3 mempunyai kedudukan yang sangat strategis karena

merupakan salah satu pilar tegaknya HAM dimana K3 sangat erat hubungannya terhadap perlindungan fisik tenaga kerja di tempat kerja. Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Pengawasan Dinas Sosial, Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Kabupaten Sambas, Syardi mengharapkan kepada semua peserta penyuluhan ini dapat berkomitmen untuk menerapkan dan membudayakan K3 dalam pekerjaannya sesuai dengan petunjuk-petunjuk yang diberikan oleh pimpinan. “Dengan mematuhi dan menerapkan K3 di tempat kerja maka resiko kecelakaan kerja dapat di hindari, “ harapnya. Selain itu Syardi juga menyarankan agar setiap dunia usa-

ha harus meningkatkan kwalitas pekerjanya agar mampu memenuhi standar keselamatan kesehatan kerja (K3). “Dengan menerapkan K3 secara menyeluruh maka para tenaga kerja akan mendapatkan kenyamanan terutama dalam hal perlindungan keselamatan di tempat kerja, sehingga pekerjaan yang dilakukan juga akan maksimal sehingga menghasilkan hasil yang maksimal pula,” katanya. Dia juga mengungkapkan bahwa dengan menerapkan K3 yang dikelola dengan baik maka akan memberikan manfaat yang sangat banyak seperti menghemat biaya, kemudian penurunan biaya premi asuransi, dan meningkatkan produktivitas. (vivanews)

Hadir di Pontianak untuk memenuhi kebutuhan busana batik bagi Anda dan Keluarga

Menyediakan kain dan busana batik eksklusif bagi Pria, Wanita, Sarimbit (pasangan), Remaja dan Anak-anak dengan motif dan model yang trendy untuk kegiatan formal maupun informal

Kertas Fotokopi Berkualitas

DISTRIBUTOR TUNGGAL

CV. DUTA UTAMA ADITYA Jl. Putri Candramidi No. 8 Pontianak-Kalbar Telp. 0561-767552/766199


Harian Borneo Tribune 6 Maret 2014