Page 1

cmyk

I DEALISME, K EBERAGAMAN

KEBERSAMAAN

DA N

Borneo Tribune www.borneotribune.com

Selasa, 18 Maret 2014

16 Jumadil Awal 1435 H - 18 Jie Gwee 2565

Kenapa Tidak Pakai BPJS? (2) KETIKA sampai di rumah, kami mendiskusikan kembali soal BPJS untuk kakek. Kami mencari informasi apa yang harus dilakukan, apa syarat-syaratnya dan bagaimana mengurusnya. “Paman, silakan timbang-timbang”. Saya tidak ingin memberi pendapat, walaupun sebenarnya saya ragu untuk menggunakan kartu itu buat kakek.

Redaktur HBT

Masuk Dunia Politik itu Pang gilan Karolin membantah kalau Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan ) menerapkan politik dinasti. Menurutnya, ketika Cornelis yang saat ini menjabat Gubernur Kalimantan Barat menduduki ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai moncong putih itu, hanya dirinya di dalam keluarga mengikuti jejak sang Ayah.

....Ke Halaman -11

B uah Bibir Libatkan Anak dalam Kampanye, Orang Tua Bisa Dipidana

Borneo Tribune, Pontianak “PDI Perjuangan bukan partai keluarga, karena yang ada hanya saya saja, hanya Ibu Karolin yang ikut jejak Ayahnya,” ujar Ibu kelahiran 12 Maret 1982 itu ketika berpidato di depan ratusan Jemaat Gereja PPIK Desa Anik, Kecamatan Manyuke Kabupaten Landak, Minggu (16/3). Karolin juga menjelaskan, kalau masuk dunia politik karena sebagai warga negara berhak untuk berpartisipasi dalam dunia

KOMISI Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) minta Badan Pengawas Pemilihan Umum mengawasi peserta pemilu yang melibatkan anak-anak dalam kampanye terbuka. Permintaan itu telah dituangkan dalam Nota Kesepahaman atau MoU ....Ke Halaman -11

Alamat Redaksi: Jln Purnama Dalam No 2 - Pontianak 78121

dr. Karolin:

S uara Enggang

Yusriadi

Telepon Redaksi/Iklan/Langganan/Pengaduan: (0561) 767788 Faximile. (0561) 766103

Asrorun Niam Sholeh

Pergi Mendengarkan Ceramah Pukul 2 dini hari, mobil seorang kakek dicegat oleh polisi dan ditanya, hari sudah demikian larut malam ia masih mau ke mana. ”Aku akan pergi mendengarkan sebuah ceramah yang khusus membicarakan dampak buruk mengenai mabuk arak, merokok dan pulang malam terhadap kesehatan.” Jawab kakek itu. Polisi menanya: “Benar ya? Pada waktu ini siapakah yang akan begitu antusias menyampaikan ceramah semacam ini?” Sang kakek menjawab dengan tegas: “Istriku.” o

politik. Walau ilmu yang dipelajari ketika kuliah adalah kedokteran namun aura sang ayah sebagai politisi melekat dalam dirinya. Selain itu, karol, panggilan akrab Karolin mengakui kalau semua yang terjadi adalah rencana yang maha kuasa. “Saya sekolah dokter tapi tertarik ke politik, ini rencana Tuhan,” ujar istri Dokter Adi Nugroho itu. Cornelis pun mengatakan, kalau proses kaderisasi di PDI Perjuangan Kalimantan Barat tidak instan, semua melalui proses panjang.

Diungkapkan mantan Bupati Landak itu, kader bukan saja Karolin yang notabene puterinya, banyak Kepala Daerah yang bukan keluarga dan anggota Partai potensial yang dikaderkan orang nomor satu di Kalbar itu. William Shakespeare, mengatakan, “ What’s in a name? That which we call a rose by any other name would smell as sweet.” (Apalah arti sebuah nama? Andaikata kamu memberikan nama lain untuk bunga mawar, ia tetap akan berbau ....Ke Halaman -11

Masyarakat Sejiram Audiensi dengan Gubernur Borneo Tribune, Kapuas Hulu Puluhan Masyrakat di Desa Sejiram Kecamatan Seberuang, Kapuas Hulu, Senin (17/3) melaksanakan audiensi dengan Gubernur Kalbar Drs Cornelis, MH yang sedang kunjungan kerja ke Kapuas Hulu. Alexander Trifanto tokoh masyarakat Sejiram mengungkapkan, demi berjuang untuk bertemu Gubernur, jam empat

subuh sudah berangkat ke Ibukota Kapuas Hulu Putussibau, ada yang berangkat sehari sebelumnya, waktu tempuh hampir lima jam. “Perwakilan masyarakat Sejiram seperti Tumenggung Kantuk, Ketua Paguyuban Kanayatn Seberuang juga hadir dalam pertemuan tersebut,” kata Alexander Trifanto. ....Ke Halaman -11

Kebutuhan Sapi Kalbar Masih Bergantung Pulau Jawa Karolin dan Sang Ayah Cornelis

Penghuni Jembatan Pendek di Pasar Kapuas

Pak Kancil Tak Terlihat Lagi Borneo Tribune, Pontianak Pak Kancil seorang Kakek tua dengan usia 68 tahun, kini tak kan terlihat lagi di jembatan pendek di Pasar Kapuas Kecamatan Pontianak Selatan, lantaran ia ditemukan sudah dalam keadaan tidak bernyawa lagi, saat tidur di jembatan yang sangat pendek itu, Senin (17/3) kemarin. Pak Kancil adalah nama akrab sapaan para pedagang dan warga yang ada di sekitar Pasar Kapuas terhadap Samidi. Ia, salah seorang yang sudah merasakan asam garam kehidupan di ....Ke Halaman -11

Borneo Tribune, Pontianak Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kalbar Drh H Abdul Manaf Mustafa mengatakan komoditi pangan jenis sapi di Kalbar mengalami kenaikan harga. Yakni dengan kisaran harga dari Rp90 hingga Rp115 ribu. ”Karena harga di sentra produksi seperti pulau Jawa memang sudah naik,” katanya Manaf Mustafa di Pontianak, Senin (17/3). ....Ke Halaman -11

HA. Manaf Mustafa

6 Ribu Lansia di Kalbar Terlantar

PAK KANCIL Jasad Pak Kancil saat ditemukan seorang warga dan dievakuasi Tim Inafis Polresta Pontianak FOTO:Achmad Mundzirin/Borneo Tribune.

Borneo Tribune, Pontianak Kepala Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Barat, Drs. Junaidi, M.Si mengatakan jumlah lanjut usia (lansia) di Kalbar sekitar 280 ribu lebih. Hasil pendataan yang direkap dari kabupaten/kota sebanyak 2,5 persen atau 6 ribu orang terlantar. “Yang baru bisa kita sentuh dengan bantuan Rp 200 ribu per orang sebanyak 850 orang. Jadi masih sangat jauh antara kebutuhan dengan realisasi,” ungkap Junaidi, Senin (17/3). ....Ke Halaman -11

Junaidi

PT. ANZON AUTOPLAZA

Untuk Menghindari Antri Service, Silahkan Booking di (0561) 7170588 Atau (0561) 743777

Kantor Pusat Singkawang Ketapang Sanggau Sintang Landak

: : : : : :

Jl. A. Yani No. 89 Telp. (0561) 734280 Jl. A. Yani No. 8 Telp. (0562) 637000 Jl. R. Suprapto Telp. (0534) 31841 Jl. Jend. Sudirman Telp. 0564 - 2025280 Jl. MT. Haryono Telp. 0565 - 24222 Jl. Pulau Bendu No. 26, Kec. Ngabang

HARGA ECERAN HARIAN BORNEO TRIBUNE - PONTIANAK, KUBU RAYA, MEMPAWAH,DAN SINGKAWANG Rp 2.000 - SAMBAS, BENGKAYANG Rp 2.200 - LANDAK,SANGGAU,SEKADAU, KETAPANG,KAYONG UTARA, SINTANG, MELAWI DAN PUTUSSIBAU Rp 2.500 -


Kayong Utara Borneo Tribune

Selasa, 18 Maret 2014

Ajak Sukseskan Pemilu

Kontes Durian

Sekda Ajak Masyarakat Jaga Kamtibmas

Hingga Kini Belum Inventarisir Jenis

Borneo Tribune, Sukadana Sekertaris Daerah (Sekda) KKU Hendri Siswanto S.Sos mengajak masyarakat untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) guna mensukseskan pesta demokrasi lima tahunan ini. Hal tersebut disampaikan sebagai ajakan dan kebanggaan bahwa selama ini masyarakat KKU dikenal dengan masyrakat yang aman dan tentram dan terbukti pada Pemilu kepala daerah yang dilakukan pada tahun lalu dimana masyarakat mampu menahan diri dan mengedepankan ketertiban umum dan menjaga keamanan serta kenyamanan dilingkungan masing-masing. “Kita jaga kamtibmas, jangan percaya isu-isu yang sering datang saat seperti ini, dan terlenbih agi datang ke TPS untuk memberikan suaranya,” ajak Hendri Siswanto, Senin (17/3). Seperti diketahui, pemilihan legislatif (Pileg) saat ini memang banyak calon tidak seperti pada pemilu kepala daerah, sehingga kemungkinanndan tingkat ketersinggungan cukup tinggi,hal tersebut perlu mendapat perhatian dan juga kedewasaan dapal berfikir dan bertindak agar dalam praktiknya tidak terjadi silang pendapat yang berujung kepada kerugian diri sendiri dan masyarakat. (DL)

Inspirasi

Kaya Bahasa Oleh: Deplo Supoyo Dalam asumsi pribadi saya, Pak Suparman yang saya ceritakan dalam coratcoret saya beberapa kali dalam waktu yang lalu merupakan satu diantara kebanyakan orang yang banyak memberikan kita pelajaran. Pertemuan saya dengan Pak Suparman akhirnya mengantar kepada saya pada lingkaran bahasa yang dimiliki oleh setiap orang. Tidak ada yang pernah menyangka, termasuk saya setelah pertemuan dengan Pak Suparman. Percakapan kami tentang peran ibu, skripsi, keris, batu, dan barang antik koleksi Pak Suparman yang lainnya, akhirnya membawa saya belajar tentang kalimat-kalimat yang sedikit membuat saya bingung dan berpikir lebih ekstra. Dengan sedikit tersenyum Pak Suparman berucap. “Semua yang akan kita kerjakan, termasuk skripsimu itu ada jalannya” “Bagaimana jalannnya Pak?” Rasa semangat dan penasaran saya saat itu semakin tinggi. ‘’Ooo..ndak sekarang, kamu minta maaf dulu sama ibumu yang melahirkanmu itu, atau bawa orang tuamu ke sini, biar saya bisa bantu kamu”. Pak Suparman semakin nampak serius. “Ibu saya di kampung Pak, lumayan jauh,” Saya sedikit memelas menjawabnya “Kamu kan laki-laki, usahalah,” jawab Pak Suparman dengan tegas. Sejujurnya pada saat itu saya sedikit bingung, tujuan saya bertemu Pak Suparman adalah untuk mendengar cerita beliau tentang keris-kerisnya. Yang saya bingungkan juga, mengapa skripsi dan ibu saya terbawa jadinya. Mungkin beliau mengira saya ingin bertemu beliau untuk minta pencerahan tentang skripsi yang belum rampung. Sejujurnya untuk urusan skripsi saya sudah berusaha keras, dan berdoa. Tetapi tidak jadi masalah,

setidaknya ada hal baru yang saya dapatkan dari Pak Suparman. Kemudian Pak Suparman mengucapkan kalimat-kalimat yang menurut beliau digunakan agar kita mudah melakukan suatu kerjaan. Sambil menggerakan tangan dan jemarinya ke atas ke bawah, ke kiri ke kanan, Pak Suparman mengucapkan. “La ilaha illallah Muhammmadurrasulullah, roh sejati, ibu sejati, sejatinya alam, kakang awa, adi ari-ari (ari-ari kita waktu lahir), wal muko, singkarep ne Allah’’. “Waah…panjang Pak”. Saya sulit mengingatnya, selain karena bahasa yang jarang saya dengar, bagi saya kalimat tersebut sedikit aneh. “Yaaa, kamu catatlah”. Sambil saya mencatat Pak Suparman mengulang kalimat tersebut. Setelah mendengar kalimat-kalimat yang diucapkan oleh Pak Suparman, saya kembali disadarkan tentang buku Dr. Hermansyah yang berjudul Ilmu Gaib di Kalimantan Barat. Terdapat bahasa setempat yang digabungkan dengan pujian pada Nabi Muhammad saw dan Allah SWT. Sejujurnya saya tidak paham dengan kalimat-kalimat yang diucapkan oleh Pak Suparman. Bahasa yang dicampur-campur begitu, menambah tingkat kebingungan. Kalau kita perhatikan kalimat-kalimat yang diucapkan oleh Pak Suparman memliki lebih dari satu bahasa, ada bahasa Indonesia, Jawa, dan ditambah lafaz dari bahasa Arab, tentang junjungan kita Nabi Besar Nabi Muhammad SAW, serta Allah SWT Sang Maha Kuasa atas segalanya di dunia ini. Percaya atau tidak akan keampuhan kalimat dari Pak Suparman, kita harus menyikapinya dengan berpikir realistis tentunya. Di balik itu setidaknya hari itu saya belajar bahasa baru dari seorang Pak Suparman. Deplo Supoyo Club Menulis STAIN Pontianak

Borneo Tribune, Sukadana Keberadaan buah durian di Sukadana sudah tidak asing lagi, namun sayang walau dikenal sebagai kota penghasil lempok durian ini sampai saat ini belum ada data yang akurat terkait berapa jenis dan didaerah mana saja durian itu berasal. Belum terinventarisirnya buah lokal yang hampir disetiap daerah ada ini mendapat perhatian dan atensi dari Sekertaris Daerah (Sekda) KKU Hendri Siswanto S.Sos, Senin (17/3) saat melihat secara langsung kontes durian yang dilaksanakan di kawasan Taman Nasional Gunung Palung di Desa Papang Harapan. “Seharusnya buah lokal ini sudah di inventarisir nama, asal dan kualitas buah durian yang ada didaerah kita, sehingga kita dapat mengetahui mana yang bisa dikembangkan dan layak menjadi ikon daerah,” kata Hendri Siswanto. Dikatakannya, buah durian hampir disemua ka-

bupaten ada durian, sehingga menjadikan buah durian yang berbeda dari daerah lain perlu dilakukan sebuah kajian dan perbandingan, sehingga jika diketahui kualitas dan asal-usulnya, dapat dijadikan dasar bahwa Kayonng Utara atau Sukadana terkenal dengan jenis durian tertentu dan memiliki keunggulan yang dapat dijelaskan. Selain itu, dengan diketahuinya jenis durian, masyarakat akan tahu buah mana yang layak dan dapat dijadikan buah rujukan untuk dibeli, sehingga pembeli merasa puas dan tidak rugi mengeluarkan biaya mahal demi sebuah kepuasan dalam membeli buah durian. Disisi lain juga, para petani atau masyarakat penangkar buah durian dapat memilih jenis dan bibit buah durian yang memiliki kualitas baik, dengan asumsi buah durian yang merupakan unggulan Sukadana dapat dikembangbiakan serta menjadi cirri tersendiri. “Dengan buah yang ba-

2

Buah Durian saat dipamerkan pada kontes durian Sukadana di Desa Pampang Harapan, setelah dinilai dewan juri dari instansi terkat. FOTO: Abdul Khoir/Borneo Tribune

gus wajar jika masyarakat harus membayar dengan mahal, dan pedagang juga harus jujur dengan kualitas buahnya,” kata Hendri. Dengan diadakannya kontes durian yang diikuti para petani dan masyarkat lokal Sukadana, Hendri berharap kedepan jangan hanya melibatkan masyarakat di Sukadana saja, namun

lebih bersifat terbuka, sehingga kualitas durian lokal dapat dibandingkan dengan buah durian dari daerah lain di luar Sukadana bahkan diluar Kayong Utara. Selainn itu, pemilihan tempat yang strategis untuk pelaksanaan kontes durian diharapkan dapat dipilih yang strategis, selain dapat menikmati dan merasa san-

tai dilokasi lomba, para peserta dan pengunjung dapat menikmati manisnya buah durian yang dikonteskan. “Jika perlu ajak SKPD terkait untuk bekerjasama, jadikan agenda tahunan dan hal itu dapat dijadikan ikon tahunan dan pemerintah dapat mengalokasikan di APBD rutin,” harapnya. (DL)

Inspirasi

Menulis, Menulis dan Menulis… Oleh: Putriana “Menulis, Menulis dan Menulis Kalau Kamu Ingin Menjadi Seorang Penulis”. Itulah kalimat yang saat ini saya tanamkan dalam pikiran, agar saya senantiasa menulis. Menulis apapun itu. baik cerita, opini dan lain sebagainya. Dahulu ketika saya di Madrasah Aliyah (MA) saya tidak suka menulis. Saya lebih suka membaca dan menghafal pelajaran. Namun ketika saya melanjutkan sekolah ke dunia perguruan tinggi, yaitu di STAIN

Pontianak, kemauan saya tumbuh. Di sini saya banyak menemukan orang-orang yang sangat gemar menulis bahkan mereka sudah punya banyak karya, disebabkan oleh kegemaran mereka terhadap menulis. Sehingga saya yang berada di tengahtengah mereka memiliki keinginan juga untuk menulis agar ke depannya saya mempunyai karya layaknya seperti karya-karya mereka. Saya berdo’a dan berdoa kepada Allah SWT. agar saya bisa menjadi penulis seperti mereka. Dan ternyata dengan cepat Allah mengabulkan permintaan baik

saya dengan menghantarkan saya kepada kegiatan seminar yang pematerinya adalah penulis ternama A. Fuadi, yaitu penulis buku “Negeri 5 Menara” yang sekarang film dari buku ini telah banyak ditonton masyarakat Indonesia. Pada waktu itu saya tidak mempunyai uang untuk pembelian tiket seharga 50.000 Rupiah itu, karena saya belum gajian, namun Allah SWT. Memberikan jalan yang mudah kepada saya yaitu dengan memiliki tiket tersebut secara gratis. Singkat cerita, pada waktu itu salah seorang yang mengaku se-

bagai panitia dari kegiatan seminar menulis ini singgah ke Pesantren yang saat ini saya tempati, dan dia meminta 20 orang untuk mengikuti kegiatan seminar dengan gratis. Dan Alhamdulillah, salah satu dari 20 orang yang ditunjuk ketua Yayasan Pesantren ini adalah saya. “Kalau ingin hidup selamanya dan selalu dikenang orang selamanya, menulislah dan buatlah karya dengan sebuah tulisan, dengan begitu walaupun kamu sudah tiada, seakanakan kamu masih hidup, sebab tulisan kamu masih

berada dalam tangan orang lain dan dibaca oleh orang lain,” itulah pesan dari Ahmad Fuadi penulis buku “ Negeri 5 Menara” itu yang sangat mendorong saya untuk menulis. Tidak sampai di situ saja, pada selanjutnya Allah membawa saya untuk masuk ke Club Menulis STAIN Pontianak. Di Club ini saya menerima banyak motivasi untuk selalu menulis dan menulis, hingga akhirnya saya suka menulis. Saya ingin jadi penulis maka saya harus menulis dan menulis.(*)

IAIN, Nggak Nyoblos Nggak Keren Oleh: Fitri Sari Pemilu (pemilihan umum) akan diadakan pada Rabu, 09 April 2014 mendatang. Sekarang ini sosialisasi gencar dilakukan. Apa tujuan dari sosialisasi pemilu ini? Karena pentingnya pelaksanaan pemilu diimbangi dengan partisipasi masyarakat sendiri dalam mengawasi jalan berlangsungnya pemilu. Dengan ikut andilnya masyarakat pada pemilu ini diharapkan dapat meminimalisir masalah-masalah di dalam pemilu. Adapun gerakan sosialisasi ini berarti menstransformasikan gerakan moral setiap Negara yang punya hati dan tanggung jawab dengan adanya kegiatan pemilu, menciptakan dan membentuk relawan yang memiliki kemampuan yang memadai dengan terbentuknya “Ge-

rakan Sejuta Relawan Pengawas Pemilu” yang mana perekrutan anggotanya dimulai dari pemilih pemula yang berumur 17 tahun yang tentunya telah memiliki hak pilih. Mengapa diutamakan pemilih pemula menjadi relawan? karena, menurut penelitian pemilih pemula ini lebih besar kecenderungannya untuk golput. Jadi, hal ini diharapkan dapat mengubah kecenderungan pola pikir mereka serta memberikan pengetahuan tentang pentingnya partisipasi untuk andil dalam pemilu mendatang. Adapun tugas relawan adalah mengawasi dan mencari informasi yang berkaitan dengan pelanggaran pemilu harap dilaporkan. Pelanggaran-pelanggaran berupa politik uang (money politik) yaitu pada saat kampanye di tempat ibadah dan pendidikan, kandidat yang bersangkutan menjanjikan

atau memberi sejumlah uang kepada masyarakat. Namun, hal ini berbeda halnya dengan pemberian baju dan topi yang diberi lambang partai tertentu, ini disebut dengan pemberian atribut dan diperbolehkan. Kemudian, adanya politik hitam yaitu anggota parpol (partai politik) menjelek-jelekkan partai politik lain. Selanjutnya ada pemilih siluman yaitu pemilih yang tidak terdaftar dalam data pemilu tapi dapat memilih. Nah, ketiga hal ini termasuk pelanggaran dalam pemilu dan dapat kita laporkan pada pengawas pemilu. Jika ada kerusakan surat suara dalam pemilu ini merupakan kesalahan logistik. Hak relawan berupa buku panduan. Jadi, relawan dibekali buku panduan dimana disitu tertera bagaimana teknis pengawasan pemilu, mendapatkan ID card, rompi dan sertifikat

yang direncanakan akan langsung mendapat tanda tangan dari Presiden kita Bapak Susilo Bambang Yudhoyono. Kewajiban relawan adalah membaca buku panduan yang telah diberikan, mengawasi tahapan pemungutan suara dari tingkat desa hingga kota. Kemudian dalam pemilu kita menginstruksikan untuk membentuk pengawas pemilu yang nantinya akan menerima dugaan-dugaan pelanggaran dari relawan ketika berlangsungnya pemilu. Pada tingkat nasional dan provinsi juga dibentuk pengawas pemilu. Cabang di Kalbar (Kalimantan Barat) diwakili oleh Pak Hamidi. Beliau ini adalah lulusan dari STAIN Pontianak. Berkaitan dengan pemilu, relawan memiliki kode etik yaitu : menjunjung tinggi kejujuran, objektif, rendah hati, mengutamakan pela-

yanan masyarakat dan bekerja dengan senang hati. Kemudian adapun untuk pemilih yang buta huruf dan tunanetra memiliki hak pilih yang sama. Tunanetra adalah istilah umum untuk kondisi seseorang yang memiliki gangguan atau hambatan dalam indra penglihatannya. Disetiap TPS (Tempat Pemungutan Suara) ada alat bantu untuk pemilih yang tunanetra atau alat bantu khusus buta aksara. Adapun untuk pemilih yang buta huruf dapat didampingi saudara, kerabat maupun petugas pemilu sesuai dengan UU NO 8 Tahun 2012 Tentang Pemilihan Umum. Pesan moral ketua dan jajaran panwaslu (Panitia Pengawas Pemilu) : Bersamasama kita selamatkan pemilu Indonesia ! (*)

Penerbit: PT. Borneo Tribune Press. Direktur Utama: W Suwito, SH, MH. Direktur: Emiliana Sekretaris Direksi: Erika Sudiardjo Penasehat Hukum: A. Ambo Mangan, SH, MH, Martinus Ekok, SH, MH. Pemimpin Umum: Sisa Primashinta. Pimred: Hawad Sriyanto Wapimred: Yusriadi Sekretaris Redaksi : Aulia Marti Senior Editor: H. Nur Iskandar, SP, Tanto Yakobus, Alexander Mering, Hairul Mikrad. Redaktur Pelaksana: Ukan Dinata. Wartawan Senior: Andry, Budi Rahman, Agus Wahyuni Wartawan: Andika Lay, Achmad Mundzirin, Achmad Munandar, Jubeironi, Slamet Ardiansyah. Staf Redaksi: Fahmi Ichwan, M Taufik, Fery Ade putra, Yulan Mirza.Biro Mempawah: Johan Wahyudi, Jl. Pendidikan Gg. Suka Mulya No.10 (085654587038). Biro Bengkayang: Mujidi, www.borneotribunecom Jl. Pahlawan No. 10, Kelurahan Bumi Emas Bengkayang (085245247955). Singkawang: Rudi Hariyanto Alamat: Jl. Manggis Rt 026/Rw 009 Kelurahan Roban Kecamatan Singkawang Tengah. TERBIT SEJAK 19 MEI 2007 Sambas: Amrul Ambiya (Kontributor/Pemasaran), Jl. Suka Mantri (085245527602). Landak: Yohanes Ngalai/Pemasaran, Jl. Barage Gg. Pak Kasih No. 51 Ngabang (085822062880). Biro Sanggau: Ratnasari Jl. Agus Salim No.10 (085245904505) Aditya ( 085349867788 ). Biro Sekadau: Bagus Kosminto, Jl. Irian No. 41 Sekadau Hilir (085245743683). Biro Sintang: Endang Kusmiyati (08524-5006757) Pemasaran: Fahri (085750296539 ) Jl. JC Oevang Oeray, Gg. Ahmad 2.Biro Melawi: Eko Susilo (0812-56452946) Jl. M Saad, Gg. Kayan, Serundung- Nanga Pinoh. Biro Kapuas Hulu: Teofilusianto Timotius Jl. Pasar Inpres blok A No. 13 Kota Putussibau. Ketapang: Jaidi Chandra (Kontributor), Jl. Gajah Mada No. 156 (081345450988). Biro Kayong Utara : Abdul Khoir. Umum Fitriyana, Ardiansyah. Percetakan/IT: (Manajer) Iwan Siswanto, Rustam, Andri Desi, Toni. Marketing: (Manajer) Hesty Yosana, Kusnan, Aldi C.Sirkulasi : M. Danny, Mulawarman Desain Iklan: Atika Ramadhani, M. Affandy,Keuangan: Jumi Erlinasari,Linda, Husada Muin. Tarif Iklan: BW (black and white) Rp 6000/mm kolom, Full Colour hal 1 Rp 15.000/mm kolom, halaman dalam Rp 12.000/mm kolom. Asisten Dirut: Khairoedin Pasaribu. Alamat Kantor Bisnis dan Alamat Redaksi: Jalan Purnama Dalam No 2 Pontianak Telpon 0561-767788 Fax 0561-766103. E-mail: borneotribune@yahoo.com

Borneo Tribune


cmyk

Pemilu 2014 Borneo Tribune

Selasa, 18 Maret 2014

3

KPU Bengkayang Ajukan Kekurangan Susu Borneo Tribune, Bengkayang Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bengkayang mengatakan ada kekurangan surat suara untuk pemilihan calon angota DPRD Kabupaten Bengkayang. Kekurangan tersebut dikarenakan ada beberapa hal. “Kekurangan surat suara itu karena jumlah yang dikirim kurang dari yang kita butuhkan serta adanya surat suara yang rusak,” demikian dikatakan

Iyos, Anggota KPU Bengkayang, Devisi Logistik saat ditemui, Senin (17/30. Iyos menerangkan, kekurangan suara itu hanya terjadi untuk pemilihan DPRD Kabupaten Bengkayang. Kekurangan surat suara DPRD Kabupaten Bengkayang itu juga hanya terjadi pada daerah pemilihan satu dan daerah pemilihan tiga. “Daerah pemilihan satu itu kekurangannya sebanyak 222, sementa-

ra untuk kekurangan Dapil tiga sebanyak 485 surat suara,’ kata dia. Atas kekurangan tersebut, KPU Kabupaten Bengkayang telah menyampaikan surat permohonan ke KPU pusat untuk melengkapi kekurangan surat suara khusus untuk DPRD Kabupaten Bengkayang. “Sabtu kemarin surat sudah kita sampaikan. Jadi untuk sementara kita tinggal menunggu saja,” jelas Iyos. (Mu).

PANTI ASUHAN MURAH HATI Jl. Trans Kalimantan Km.50 Pontianak - Tayan Kalimantan Barat

YAYASAN CI XIN Rekening : Bank Mandiri 120 000 781 8888 BCA 428 1679729 Rekening ditandatangani 4 orang Pengurus di lokasi : Bpk. Suwandi Hp. 0857 8716 0065 Sukarelawan di Pontianak : Ibu Martha Hp. 0812 5807 8003

Alfred dan Jony, dua abang-adik, dilahirkan oleh ibu mereka yang berasal dari Indonesia di Taiwan. Tidak tahu mengapa setelah ayah mereka meninggal keluarga ayah mereka tidak menerima mereka. Setelah kembali ke Indonesia, ibu mereka tidak berhasil dapatkan pekerjaan yang memadai, bahkan Alfred yang telah kelas empat terpaksa disekolahkan mulai kelas satu. Syukurlah, baik Alfred maupun Jony kemudian bisa ditampung di Panti Asuhan Murah Hati (Ci Xin). Alfred dan Jony hanyalah contoh dari kemalangan yang dihadapi sejumlah anak-anak yang ditampung Panti Asuhan Ci Xin. Mereka menjadi anak-anak Panti Asuhan bukan kesalahan mereka, bahkan mereka lahir ke dalam dunia pun bukan kemauan mereka. Mereka berharap pada belas kasihan Bapak/Ibu sekalian. Melalui uluran tangan Bapak/ Ibu seorang sedikit kiranya mereka bisa bertumbuh besar dan bersekolah dengan baik. Mereka ingin seperti anak-anak lain, menggapai cita-cita. Sesungguhnya ada banyak anak yang memerlukan pertolongan. Dengan seorang ambil bagian sedikit, maka jika kita kumpulkan, ada banyak anak yang bisa kita tolong, kita berikan mereka harapan masa depan yang lebih baik.

KPU distribusikan logistik Pemilu

Pemilu Sumbang Pertumbuhan Usaha Logistik DISTRIBUSI alat-alat pemilu, seperti surat suara dan tinta ke seluruh Indonesia, berdampak positif kepada perusahaan jasa logistik. Permintaan jasa ini naik lebih dari 10 persen. ”Masa pemilu itu kenaikannya temporary lima persen.

Kenaikannya sudah mulai terjadi dua bulan yang lalu,” kata Ketua Umum Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI), Iskandar Zulkarnain, di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Senin 17 Maret 2014. Iskandar mengatakan bahwa menjelang pemilu, perminta-

an distribusi alat-alat pemilu seperti surat suara, tinta, dan alat mencoblos meningkat. Sebab, barang-barang tersebut tidak hanya didistribusikan ke seluruh Indonesia, tapi juga ke negara-negara lainnya. Di samping itu, tahun ini, pengusaha menilai usaha

logistik menjanjikan. Pada tahun lalu, total transaksi logistik dari transportasi darat, laut, dan udara, mencapai Rp287 triliun. Selain itu, pertumbuhannya mencapai 11-12 persen per tahun. “Tahun ini, kenaikannya 10-11 persen,” kata dia.( VIVAnews)


Kalimantan Barat - Kota Pontianak Borneo Tribune

Selasa, 18 Maret 2014

Borneo Tribune, Pontianak Terbongkarnya penyelundupan minol ilegal asal luar negeri yang masuk dari Perbatasan Malaysia – Kalbar, pada tanggal 4 Maret 2014 kemarin, diduga penjualan atau pemasarannya marak di Kota Pontianak, di mana hal ini diungkapkan langsung oleh Anggota Komisi C DPRD Kota Pontianak, H. M. Fauzi, Senin (17/3) kemarin. “Minol luar negeri yang marak dijual di Kota Pontianak, diduga ilegal semuanya, dan ini terbukti, Polda Kalbar telah melakukan penangkapan minol – minol ilegal tersebut, beberapa waktu lalu,” ujar anggota Dapil Pontianak Utara tersebut. Menurut Fauzi, dengan indikasi maraknya minol ilegal yang dijual di Kota Pontianak, dirinya meminta kepada Sat Pol PP, Dinas Perindag, BPOM dan kepolisian untuk merazia, tempat – tempat yang disnyalir menjadi wadah pemasaran minol ilegal tersebut. “ Minol – inol ilegal ini, pasti ada yang menampungnya, dan kemudian penampungnya itu memasarkannya, bisa saja seluruh tempat hiburan mala mini, menjual minuman haram yang ilegal itu, jadi diharapkan pihak terkait turun ke lapangan untuk merazia minol – minol itu,” pinta Fauzi. Lanjut Fauzi, di Kota Pontianak ini dilarang untuk menjual minol, khususnya di Café dan Karaoke, apalagi yang dijual itu adalah minol ilegal. “Segera tertibkan minol ilegal itu, karena di Kota Pontianak, penjualan minol itu dilarang untuk Café dan Karaoke, sedangkan Hotel dibolehkan, itupun untuk konsumsi tamu dan dihabiskan di tempat,” tambahnya. Dikatakan Fauzi, dalam melakukan penindakan terhadap pengusaha yang menjual minol luar negeri di Kota Pontianak, Sat Pol PP seperti tutup mata. “ Indikasi kuat pengusaha tempat hiburan malam yang ada di Kota Pontianak ini menjual minol ilegal, tapi Sat Pol PP seperti enggan merazia atau menindak pengusaha itu, ada apa dengan Sat Pol PP kita ini, seharusnya dengan adanya tangkapan besar minol ilegal ini, Sat Pol PP sudah turun ke lapangan, untuk mengecek minol – minol luar negeri yang dipasarkan di Kota Pontianak, dan merazianya,” katanya. Dampak dari Minol, Fauzi menjelaskan, akan merusak moral masyarakat, khususnya di Kota Pontianak ini. “ Dampaknya sudah jelas, moral kita sudah hancur, minol itu merupakan saah satu factor penyebab terjadinya kejahatan, misanyal penodongan, perkelahian, pemerkosaan dan sebagainya,” jelas Fauzi. Lebih jauh lagi Fauzi juga mengatakan, dalam hal ini Pemerintah harus tegas, karena ini merupakan barang ilegal, apakah mau Kota Pontianak dibilang sebagai tempat penampung barang ilegal. “ Masa, hilang gula ilegal, kini muncul maraknya minol ilegal, dan utnuk kepolisian, jangan hanya menangkap yang menyelundupkan saja, melainkan tangkap penampungnya, dan giring kasus minol ilegal ini sampai ke Meja hijau,” tegasnya.(Zrn).

Maraknya Penjualan Minol Ilegal

BPOM dan Instansi Terkait Jangan Diam Borneo Tribune, Pontianak Badan Pengawasn Obat dan Makanan (BPOM) dan Instansi terkait diminta jangan diam, dalam menyikapi masukya barang – barang ilegal di Kalbar, khususnya yang dipasarkan di Kota Pontianak. Hal ini ditegaskan langsung oleh Ketua Forum Relawan Kemanusiaan Pontianak (FRKP), Stephanus Paiman, Senin (17/3) kemarin. “ Indikasi minol ilegal itu dijual di Kota Pontianak sudah jelas ada, jadi BPOM dan Instansi terkait, seperti Disperindag Kota Pontianak, wajib untuk melakukan pemeriksaan di tempat – tempat hiburan malam yang ada di Kota Pontianak,” tegas

Setibanya di Bumi Khatulistiwa Kasau disambut Komandan Lanud Supadio Kolonel Pnb Ir. Novyan Samyoga beserta Ibu, Pangdam XII/Tpr Mayjen TNI Ibrahim Saleh, Kapolda Kalbar Brigjen TNI Arie Sulistyo, Pjs. Danlanal Pontianak, Kajati Kalbar Ibu Resi Anna Napitupulu , Bupati Kubu Raya Rusman Ali dan para pejabat Militer/Sipil. Setelah itu Kasau dan rombongan disambut tarian Dayak dan Melayu. Adapun kegiatan kuker Kasau diawali paparan komando Danlanud Supadio, paparan komando Danlanud Singkawang II, pengarahan Kasau, penyerahan cinderamata, kunjungan ke Skadron Udara 1, penanaman pohon, foto bersama, konfrensi pers dan kunjungan ke kantor dan hanggar Skadron UAV. ”Kunjungan yang saya lakukan saat ini untuk melihat sejauh mana pencapai program dalam setahun ini yang telah dicapai. Dan apa yang

gal – ilegal yang ada di Kota Pontianak, pihaknya sudah pernah menemukan beberapa kali kehebatan para cukong – cukong besar untuk melancarkan masuknya minol ilegal tersebut. “ Supir dan Kernet itu biasanya, curhat sama kami, mereka bilang, saat diperbatasan, mereka dibiarkan lewat, kemudian saat di Jalan Trans Kalimantan, mereka dirazia sama kepolisian, tetapi mereka cukup menelepon Bos mereka saja, kemudian meninggal Truk – truk mereka, tahu – tahunya sesampai di gudang, truk – truk mereka sudah sampai, seperti ada yang mengantarkan, apa tidak hebat itu cukong – cukongnya,” ungkap

Ketua FRKP. Ketua FRKP menilai, disini lah masyarakat dapat menilai, aparat yang ada di Perbatasan, seperti Bea Cukai, Kepolisian, Imigrasi, Karantina dan TNI bekerja dengan serius atau tidak. “ Kalau mereka (para aparat red.) bertugas di perbatasan dengan serius, tentu barang – barang ilegal, khususnya minol ilegal, tidak akan sampai ke Kota Pontianak, melainkan saat di perbatasan itu pula ditangkapnya,”kritiknya. Stephanus juga memaparkan dampak dari masuknya minol ilegal ini ke Kalbar atau ke Kota Pontianak. “ Dampaknya itu sudah je-

las, Negara dirugikan, dan merusak moral masyarakat, minol itukan salah satu pemicu atau factor seseorang berbuat kejahatan, dan itu telah terbukti, banyak para pelaku street crime seperti penodongan, sebelum menjalankan aksi, diduga mengonsumsi minol terlebih dahulu,” katanya. Lebih jauh lagi Stephanus mengatakan, dalam segi pajak Negara sudah jelas dirugikan, kemudian moral masyarakat juga dirusak akibat mengonsumsi minol ilegal itu. “ Pertanyaannya, dampak negatise seperti ini sampai kapan mau dibiarkan, silakan semua pihak untuk memikirkan hal ini,”tambahnya. (Zrn).

Pangdam Silaturahmi Dengan Masyarakat Adat Dayak

Pangdam Mayjen TNI Andi Ibrahim Saleh didampingi Kasdam Brigjen TNI Misjan Anang Sutisna (kiri), Cornelius Kimha (kiri kedua) menyerahkan plakat kepada Pengurus DAD Kalbar Yakobus Kumis. FOTO Andika Lay/Borneo Tribune

Kasau Kunjungi Lanud Supadio Borneo Tribune, Pontianak Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Ida Bagus Putu Dunia dan Ketua Umum (Ketum) PIA Ardhya Garini Ny. Dewi Ida Bagus Putu Dunia melaksanakan kunjungan kerja (Kuker) di Lanud Supadio, Senin (17/3). Kedatangan orang nomor satu di TNI Angkatan Udara menggunakan pesawat Boeing dengan tail number A-7306 yang berhome base di Skadron Udara 17 Lanud Halim Perdana Kusuma. Kuker ini untuk kali kedua setelah sebelumnya bulan April tahun lalu Kasau juga melaksanakan kunjungan kerja di Lanud Supadio. Untuk kuker kali ini Kasau didampingi Asops Kasau, Asren Kasau, Pangkoopsau I, Pangkohanudnas, Dankorpaskhas, Kadispenau, Kadisminpersau, Kadiskumau, Kadiskomlekau, Korsmin Kasau, Kasubdis Pespur dan Paban V dan ibu-ibu pengurus PIA AG pusat.

Stephanus Paiman. Menurut Stephanus Paiman, praktek penjualan minol ilegal ini, diduga sudah lama terjadi di Kota Pontianak, tetapi BPOM dan Instansi terkait, seperti tutup mata saja. “ BPOM dan Instansi terkait jangan diam, segera razia adan sita minol ilegal yang telah dijual sejumlah pengusaha tempat hiburan malam yang ada di Kota Pontianak, ini sudah ada bukti, telah masuk ribuan botol minol ilegal yang hendak dipasarkan di Kota Pontianak, sehrausnya cepat menyikapi hal tersebut,” tegas Stephanus Paiman. Bahkan, lanjut Ketua FRKP yang sangat fokus dalam mengawasi barang ile-

dilaporkan oleh Dan Lanud. Supadio terkait salah satunya even besar yang dilakukan TNI AU yaitu Satgap TNI dan persiapan HUT TNI sudah bagus kesiapannya seperti ,” ungkap Marsekal TNI Ida Bagus Putu Dunia kepada para awak media disela-sela kunkernya. Ida Bagus Putu Dunia, juga mengatakan saat ini pihaknya telah mempersiapan penambahan peralatan bagi markas Lanud Supadio, salah satunya adalah penempatan pesawat pengintai tampa awak, penambahan radar di pangkal Lanud di Bengkayang dan perlengkapan senjata bagi memperkuat Lanud Supadio dalam menjaga ke utuhan NKRI. ”Hingga saat saya belum mengetahui pasti kapan realisasi keseluruhan peralatan tambahan ini datang ke Lanud Supadio ini. Tapi kita telah mengajukan ke Menham dan kita harap lebih cepat lebih bagus,”tandasnya sambil berharap. (Slt)

Borneo Tribune, Pontianak Pangdam XII Tanjungpura Mayjen TNI Andi Ibrahim Saleh, Jumat (14/3) malam menyambut pertemuan dalam rangka silaturahmi dengan tokoh masyarakat adat Dayak, di Rumdin Pangdam. Turut menghadiri dalam pertemuan ini,

Kasdam XII Tanjungpura Brigjen TNI Misjan Anang Sutisna, Staf Ahli, Asisten Kasdam, Kabalakdam, Pengurus Dewan Adat Dayak Kalbar. Tujuan kegiatan ini merupakan suatu silaturahmi antara pengurus Dewan Adat Dayak dangan Pangdam XII/Tpr. Dalam silaturahmi ini sangatlah strategis untuk mensinergikan antara TNI dengan Rakyat dalam rangka menciptakan keamanan di Kalimantan Barat serta mempercepat proses pembangunan terutama didaerahdaerah perbatasan. Pengurus DAD Kalbar Yokubus Kumis sangat menyambut baik dan mendukung tugas-tugas TNI di Kalimantan Barat ini apalagi ketika Pangdam menyatakan akan memberikan perioritas kepada pemuda-pemuda di daerah

perbatasan untuk mengabdikan dirinya menjadi Anggota TNI. Dalam pesta Demokrasi yang sebentar lagi akan dilaksanakan, Masyarakat Adat Dayak akan siap ikut mensukseskannya, “untuk menyambut pemilu ini, bahwa masyarakat Adat Dayak seluruh Kalimantan Barat siap untuk mensukseskan pemilu. “Kita berharap, pemilu tanggal 9 april ini dapat berlangsung dengan aman, lancar, tertib,” kata Yokubus Kumis. Sementara itu, Pangdam XII Tanjungpura Mayjen TNI Andi Ibrahim Saleh mengucapkan terimakasih atas dukungan dari masyarakat dalam menjalankan tugas diwilayah Kalimantan Barat dan TNI bersama Rakyat selalu menjaga keadaan yang kondusif. Pangdam juga menyata-

kan dalam waktu dekat ini Negara kita akan mengadakan pesta demokrasi, maka dari itu Pangdam mengharapkan semuanya dapat berjalan lancar, aman, kondusif dan semua elemen masyarakat ikut menyukseskan pemilu ini. “Saya harap, masyarakat menggunakan hak pilihnya, dan tidak ada yang Golput,” harap Mayjen TNI Andi Ibrahim Saleh. Dikatakanya, TNI akan selalu bersikap Neteral didalam pemilu. “TNI sudah menjadi ketentuan untuk tidak terlibat dalam Berpolitik Praktis dan akan mematuhi semua ketentuan-ketentuan yang berlaku dalam pemilu. “Bila ada TNI yang melanggar pasti akan dihukum sesuai ketentuan yang berlaku bahkan sampai pemecatan dari TNI,” ancam Pangdam. (Lay).

Masyarakat Makin Peduli Pemilu Rekapitulasi Pelanggaran Alat Praga Kampanye Borneo Tribune, Pontianak Dalam rangka melaksanakan pengawasan terhadap tahapan Pemilihan Umum tahun 2014 khususnya pemilihan calon anggota DPR, DPD dan DPRD, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) melalui Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten/Kota se- Kalimantan Barat (Kalbar) sudah berulangkali melaksanakan koordinasi dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten/Kota, Kepolisian Resort Kabupaten/Kota serta Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten/Kota dan para partai politik peserta pemilu

tahun 2014 dan memberikan rekomendasi hasil pengawasan atas Alat Praga Kampanye (APK) yang melanggar dari Partai Politik Peserta Pemilu Tahun 2014 kepada KPU Kabupaten/Kota dan Pemda setempat melalui Sat Pol PP terkait dengan penertiban APK yang dipasang oleh peserta pemilu pada tempat-tempat yang tidak dibolehkan/dilarang atau tidak sesuai Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 15 Tahun 2013 tentang perubahan atas Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 01 Tahun 2013 tentang Pedoman Pelaksanaan Kampanye Pemilihan Umum Anggo-

ta Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah yaitu Pasal 17. Peraturan Komisi Pemilihan Umum tersebut di atas tidak mencantumkan sanksi pidana bagi peserta pemilu yang memasang Alat Praga Kampanye (APK) di luar ketentuan-ketentuan tersebut di atas sehingga tidak memberikan efek jera kepada para calon. Banyaknya masyarakat umum yang melakukan kritikan atau komplain dan pengaduan terhadap Bawaslu Provinsi Kalbar dan Panwaslu Kabupaten/

TVS Pontianak

: 0812 5626 3889

TVS Ketapang

: 0852 4945 5790

TVS Pinoh

: 0813 4557 8321

TVS Merdeka JAYA Motor PTK : 0812 5666 3269

TVS Rasau

: 0857 8722 8838

TVS Sintang

: 0565 2025524

TVS Putussibau

: 0821 5125 9567

TVS Tepuai

TVS Singkawang

: 0857 5069 6740

TVS BM Sintang

: 0852 5260 1948

TVS Anugrah Sekadau

: 0813 4540 2238

Hubungi dealer TVS terdekat atau SMS

: 0813 4528 6562

Kota terkait dengan APK menandakan mulai munculnya kesadaran masyarakat untuk ikut berpartisipasi melakukan pengawasan terhadap jalannya pemilihan umum. Ketua Bawaslu Provinsi Kalbar, Ruhermansyah,SH memberikan apresiasi yang tinggi terhadap kepedulian masyarakat tersebut. Menurutnya hal ini juga akan menjadi bahan masukan bagi Bawaslu Provinsi Kalbar beserta jajarannya di tingkat Kabupaten/Kota untuk terus meningkatkan pengawasan terhadap semua tahapan pemilihan umum tahun 2014. (Slt)

CMYK

CMYK

Penjualan Minol Ilegal Marak Di Pontianak

4


Mempawah-Kubu Raya Borneo Tribune

Selasa, 18 Maret 2014

5

Sambut Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Terpilih

Gedung DPRD Lakukan Pembenahan Borneo Tribune, Mempawah Gedung DPRD Kabupaten Pontianak terus melakukan pembenahan. Hal ini, dilakukan untuk mempersiapkan proses pelantikan Bupati Pontianak dan Wakil Bupati Pontianak Terpilih, Ria Norsan-Gusti Ramlana, yang direncanakan akan dilaksanakan 14 April mendatang.

Anwar

“Dari halaman kantor, sampai seluruh ruang DPRD kita lakukan pembenahan agar tertata rapi dan bersih. Seperti penataan taman dan pengecatan kantor ,” kata Sekretaris DPRD Kabupaten Pontianak, Anwar, ditemui di ruang kerjanya, Senin (17/3), kemarin. Lanjutnya lagi, tidak hanya

penataan taman dan gedung DPRD Kabupaten Pontianak. Sekretariat DPRD juga telah melakukan persiapan undangan, penyewaan tenda, kursi, sound sistem dan segala perlengkapan yang terkait pada proses pelantikan nanti. “Kita ingin proses pelantikan berjalan lancar, sehingga persiapan harus dilaksana-

kan semaksimal mungkin. Jangan sampai terganggu halhal kecil yang bisa membuat malu sekretariat DPRD. Seperti masalah sound sistem dan yang lainnya,” katanya. Selain itu, masalah keamanan Anwar, mengatakan pihaknya akan melakukan koordinasi dengan pihak Polres Pontianak dan TNI.

Karena keamanan dan ketertiban selama proses pelantikan harus berjalan tertib. “Masalah keamanan, sudah pasti kita berkoordinasi dengan aparat kepolisian dan TNI. Dan saya berharap dukungan semua pihak agar proses pelantikan nanti berjalan, tertib, aman dan lancar,” katanya. (JoE).

PAW Anggota DPRD Kabupaten Pontianak dari proses PAW, Rapai, menandatangi berita acara pengambilan sumpah jabatan yang disaksikan Ketua DPRD Kabupaten Pontianak, Rahmad Satria

PAW DPRD Kabupaten Pontianak

Rapai Resmi Gantikan Amilia tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Pontianak, Rahmad Satria, mengatakan PAW dilaksanakan berdasarkan keputusan Gubernur Kalbar Nomor 170/PEM/2014. Setelah melalui mekanisme verifikasi KPU Kabupaten Pontianak. “Selamat atas saudara Rapai, selamat bekerja dan berjuang memperjuangkan amanat masyarakat Kabupaten Pontianak. Sedangkan kepada saudari Amilia, saya mengucapkan terima kasih yang telah melaksanakan tugasnya di DPRD Kabupaten Pontianak,” katanya.

Selamat atas saudara Rapai, selamat bekerja dan berjuang memperjuangkan amanat masyarakat Kabupaten Pontianak. Sedangkan kepada saudari Amilia, saya mengucapkan terima kasih yang telah melaksanakan tugasnya di DPRD Kabupaten Pontianak

Borneo Tribune, Mempawah DPRD Kabupaten Pontianak kembali menggelar rapat paripurna istimewa, peresmian pemberhentian dan peresmian pengangkatan penggantian antar waktu (PAW) anggota DPRD Kabupaten Pontianak, dari Partai Demokrasi Pembaharuan (PDP), Amilia, yang digantikan Rapai, Senin (17/3), kemarin. Dimana Rapat paripurna istimewa DPRD tersebut, langsung dipimpin Ketua DPRD Kabupaten Pontianak, Rahmad Satria, yang juga dihadiri Wakil Bupati, Rubijanto. Pada kesempatan

Sedangkan Anggota DPRD Baru dilantik, Rapai, mengatakan siap memperjuangkan aspirasi rakyat, walaupun masa jabatan 6 bulan. “Saya akan semaksimal mungkin memperjuangkan aspirasi masyarakat. Walaupun masa jabatan saya tinggal beberapa bulan lagi,” katanya. Selain itu, Ketua PKP Partai Demokrasi Pembaharuan (PDP) Provinsi Kalbar, Robert Panggabean, menyatakan proses PAW secara administrasi partai sudah sesuai prosuder. “Suruh mekanisme partai sudah dipenuhi. Sehingga

proses pergantian Amilia oleh Rapai sudah sesuai prosuder. Namun saya sempat menyayangkan sikap Amilia, dalam urusan partai tidak menggunakan mekanisme partai. Kita pengurus provinsi merasa dilompati, seharusnya Amilia berkoordinasi dengan pengurus provinsi dalam proses PAW, jangan langsungke pusat, mekanisme partaikan ada. Untuk itu, hal ini bisa menjadi pelajaran politik bagi yang lainnya, jika dibiarkan bakal berdampak buruk terhadap proses politik di daerah ini,” katanya.(JoE).

Polsek Pinyuh Ringkus Pelaku Curanmor Borneo Tribune, Mempawah Dalam waktu tiga jam, Kepolisian Polsek Pinyuh berhasil meringkus pelaku pencurian motor (Ranmor) pada Minggu (16/3) subuh. Menurut Kapolsek Pinyuh, Agus Mulyana, pelaku yang diamankan bernama Wandi (16), warga Desa Ngarak, Kecamatan Mandor, Kabupaten Landak. “Pelaku kita amankan sekitar pukul 05.00 WIB, berdasarkan laporan dari korban. Setelah kita periksa, ternyata pelaku

warga Kabupaten Landak,” ungkapnya. Kapolsek mengatakan, kejadian bermula pada Minggu (16/3) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB, pemilik motor yang bernama Hilarius, hendak pulang setelah berkumpul bersama teman-temannya di sekitar rumah adat dayak Anjongan. Namun saat tiba diparkiran, korban terkejut karena sepeda motornya sudah tidak ada. “Karena merasa motornya telah dicuri orang,

maka korban langsung melaporkan ke polsek pinyuh, berdasarkan keterangan korban serta saksi, petugas segera ke TKP dan melakukan penyisiran di wilayah Anjongan,” katanya. Pada saat pencarian yang juga dibantu oleh warga, lanjut Kapolsek, sekitar pukul 04.00 WIB diperoleh informasi ada seseorang yang membawa motor ke dalam hutan, dengan gerak-gerik yang mencurigakan. Mendapat-

kan informasi tersebut, petugas bersama warga langsung melakukan pengecekan ke lokasi. “Dari situlah kita mendapatkan keberadaan pelaku, dan langsug melakukan penangkapan. Masyarakat yang geram sempat menghakimi pelaku, namun segera diamankan petugas. Pelaku dan barang bukti segera dibawa ke Mapolsek Sungai Pinyuh untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” jelasnya.

Untuk mengantisipasi pencurian kendaraan bermotor, Kapolsek Mengimbau seluruh warga untuk waspada, terutama di lokasi yang rawan. Sehingga apabila akan memarkir kendaraan harus di tempat yang aman, dan melengkapi dengan kunci ganda. “Lebih baik kita mencegah dengan selalu waspada, dan melengkapi kendaraan dengan kunci ganda agar tidak mudah untuk dicuri,” pungkasnya.(JoE).

Kinerja PNS KKR Dinilai Sesuai Prestasi Borneo Tribune, Kubu Raya Dengan diberlakukannya PP Nomor 46 tahun 2012, maka mulai tahun 2014 ini akan diterapkan Penilaian Prestasi PNS. Dengan adanya peraturan ini, maka setiap PNS bakal diperketat untuk melihat sejauh mana kredibilitas kinerjanya. ”Jadi, nantinya setiap atasan mulai pejabat eselon II, III dan IV serta staf diwajibkan membuat Sasaran Kinerja Pegawai,” jelas Kepala BKD Kubu Raya, M. Noh Syaiman, Senin (17/3). Sasaran kinerja pegawai yang akan dijadikan dasar untuk menilai prestasi kerja PNS sebagai pengganti DP3 yg selama ini digunakan. Dalam penerapan SKP ini seluruh pejabat struktural dan seluruh staf wajib menanda tangani kontrak kerja dengan atasan langsung PNS yang bersangkutan. Noh menuturkan untuk penerapan PP No. 46 tahun 2012 ini, BKD telah memberikan Bimbingan Teknis (Bimtek) kepada Sekretaris dan Kasubbag Kepegawaian setiap SKPD serta para Kabag di lingkungan Sekrt Daerah. “Untuk mendukung penerapan ini kami sudah memberikan pelatihan sebanyak dua kali. Diharapkan seluruh PNS dalam bulan Januari 2014 sdh membuat dan menanda tangani kontrak SKP dengan atasan langsung masing-masing,” tuturnya. Namun diakui Noh Bimtek SKP yang dilaksanakan tahun 2013 dengan narasumber dari BKN Jakarta Bidang Bimtek Regional V BKD Jakarta belum dapat diberikan kepada seluruh pejabat struktural lantaran keterbatasan anggaran. “Akan tetapi akan melaksanakan Bimtek penerapan PP No. 46 di tahun 2014 ini. Mudah-mudahan anggaran yang kita usulkan disetujui Tim Anggaran,” harapnya. Meskipun demikian ia berharap semua pejabat di lingkungan Pemkab Kubu Raya dapat memahami implementasi PP No. 46 tahun 2012. Ia mengingatkan juga kosekuensi dari penerapan PP no 46 tahun 2012 itu terhadap jajaran PNS yang kinerjanya tidak baik, atau seperti yang diketahui selalu mangkir dari jam kerja akan diberikan sanksi sesuai dengan PP no 53 tahun 2010. “Jika penilaiaan SKP PNS tidak mencapai baik, maka sanksi yang diberikan bisa berupa penundaan kenaikan pangkat atau sanksi lainya sesuai dengan tingkat penilaian,” pungkasnya. (Adex)


Bengkayang Borneo Tribune

Selasa, 18 Maret 2014

Zakarias Gugat KPU ke Bawaslu Borneo Tribune, Bengkayang Calon anggota DPD RI dari Dapil Kalimantan Barat, Zakarias yang dicoret namanya oleh KPU sebagai peserta Pemilihan Umum Legislatif 2014 akan mengajukan gugatan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawslu). Pencoretan Zakarias itu sesuai dengan Surat Keputusan (SK) Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia nomor :298/Kpts/KPU/Tahun 2014, tanggal 14 Maret 2014. Saat dihubungi, Senin (17/30, mantan aktivis sekaligus pengacana di Kabupaten Bengkayang ini mengatakan dimana batas waktu yang diberikan 3 hari bagi calon yang dicoret namanya untuk melakukan gugatan sejak diputuskan dan diumumkan oleh KPU Kalimantan Barat. “Saya mencium adanya konsfirasi yang dilakukan LO saya, dan diduga dibekingi oleh okum pihak ketiga yang tidak ingin saya maju menjadi calon anggota DPD RI,” Ungkap Zakarias. Zakarias menuturkan, Senin kemarin, dia berangkat ke Jakarta untuk mendaftarkan gugatan ke Badan pengawas pemilu (Bawaslu) Pusat . Ketua Pemuda Pancasila (PP) Kabupaten Bengkayang ini juga mengisyaratkan dan menelisik gugatan dilakukan karena ada indikasi tidak beres. ‘Tidak beres karena dimungkinkan dilakukan LO, kerjasama dengan pihak ketiga,” duga Zakarias. (Mu).

Petugas Damkar Sedang Berusaha Memadamkan Api Yang Muncul Dari Lantai Dua Kantor SSA / Foto Rudi Borneo Tribune

Kantor SSA Nyaris Habis Terbakar Borneo Tribune, Singkawang Karyawan PT. Sinka Sinye Agrotama (SSA) Kota Singkawang, Senin (17/3) pagi dikejutkan dengan munculnya kepulan asap yang keluar dari lantai dua kantor tersebut. Lantas saja peristiwa itu membuat beberapa karyawan Tetiono (pengusaha) berhamburan keluar guna menyelamatkan diri. “Pagi sekitar pukul 07.00 wib, kami sedang berada di lantai dua Kantor. Tiba-tiba kami mencium aroma seperti ada kabel yang terbakar, yang disertai dengan kepulan asap yang keluar dari salah satu ruangan,” ujar salah seorang karyawan PT. SSA yang tidak mau namanya di korankan. Kebakaran yang sempat diselimuti hujan deras pagi itu, samasekali tak membuat warga beranjak dari tempatnya demi menyaksikan petugas Damkar yang sedang berusaha memadamkan api agar tak semakin membesar. Beberapa kaca mulai dari lantai dasar sampai ke lantai tiga sengaja di pecahkan, untuk memudahkan petugas Damkar menyemprotkan air ke dalam ruangan agar api bisa dengan mudah untuk di padamkan. Kapolres Singkawang, AKBP A. Widihandoko beserta jajarannya terlihat turut mendatangi lokasi kebakaran. Dalam kesempatan itu, Widihandoko belum bisa memastikan dari mana sumber api berasal. Namun, kata Widihandoko, berdasarkan informasi dari pihak PLN, mengabarkan kalau sumber api diduga berasal dari aliran listrik dari salah satu ruangan yang ada di lantai dua Kantor SSA. Namun insiden ini masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. ”Kita baru dapat kabar telah terjadi kebakaran di Kantor ini sekitar pukul 08.30 wib. Jadi kita belum bisa menyimpulkan, sumber api berasal dari mana. Namun dari pihak PLN, mengabarkan kalau sumber api diduga berasal dari aliran listrik dari salah satu ruangan yang ada di lantai dua. Namun ini masih dalam penyelidikan kita,” ujarnya. Pantauan Borneo Tribune, beberapa mobil Damkar terlihat sibuk memadamkan api yang berasal dari lantai dua Kantor SSA. Sementara beberapa karyawan SSA, berkumpul di luar Kantor dengan raut muka yang sedikit cemas. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden itu. Namun hingga berita ini diturunkan, belum diketahui berapa besar kerugian materil yang dialami pengusaha ternama asal Kota Singkawang itu. (RH)

6

Tingkatkan SDM, Dishubkominfo dan PPSDMPD Selenggarakan IHT Borneo Tribune, Singkawang Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kota Singkawang bekerjasama dengan Pusat Pengembangan SDM Perhubungan Darat (PPSDMPD) Jakarta melaksanakan In House Tranning Bidang Perhubungan Darat, di Aula PKK Kota Singkawang, Senin (17/3). In House Tranning dibuka secara resmi oleh Wakil Walikota Singkawang, H. Abdul Muthalib. Dalam sambutannya, Abdul Muthalib menegaskan, agar kegiatan tersebut dapat dilaksanakan dengan sungguh–sungguh agar dapat meningkatkan profesionalisme aparatur di Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika. ”Kegiatan ini menggunakan uang rakyat, oleh karena itu saya tegaskan agar kegiatan dilaksanakan jangan hanya sekedar formalitas namun penyelenggara maupun peserta harus sungguh–sungguh memanfaatkan anggaran negara ini untuk meningkatkan kualitas peserta dan pada akhirnya bisa meningkatkan pelayanan di bidang perhubungan darat kepada masyarakat,” ungkap Abdul. Sementara Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kota singkawang, Sumatro dalam laporannya mengatakan, In House Tranning diikuti oleh 20 peserta dari aparatur Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika yang akan dilaksanakan dari tang-

In House Tranning Bidang Perhubungan Darat, di Aula PKK Kota Singkawang / Foto Rudi Borneo Tribune

gal 17-21 Maret 2014. ”Dengan keterbatasan anggaran yang di miliki Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kota Singkawang, kita berupaya untuk berkoordinasi dan bekerjasama dengan Pusat pengembangan SDM Perhubungan Darat agar In House Tranning bisa di selenggarakan di Kota Singkawang. Puji syukur permohonan kita bisa dikabulkan dan hasilnya hari ini IHT bisa diselenggarakan seusia dengan harapan agar In House

Tranning ini benar-benar bermanfaat, diharapkan seluruh peserta bisa fokus dan serius mengikuti tahapan demi tahapan yang di sampaikan oleh instruktur,” harap Mastro. Dalam kesempatan tersebut, dari Pusat pengembangan SDM Perhubungan Darat juga memberikan bantuan sarana prasarana penunjang berupa Laptop, Camera Digital, Stop Watch, Kompas, Traffic Cone, Stick Lamp, Walking Measure, Rol Meter, Plang Survey 40 x 60,

Tyre Gauge, Peluit, Speed Gun, Tint Meter, Counter, Clipboard. Sementara perwakilan dari Pusat pengembangan SDM Perhubungan Darat, Beta Ramadhani mengatakan, kegiatan In House Tranning ini bertujuan untuk memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan terkait dengan bidang lalulintas angkutan jalan. ”Kegiatan ini diprioritaskan bagi aparatur Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kota

Singkawang yang belum pernah mengikuti Bimtek terkait, sehingga seluruh aparatur memiliki pengetahuan dan keterampilan tentang lalulintas angkutan jalan. Dengan kemampuan yang dimiliki aparatur di harapkan bisa meningkatkan pelayanan dan edukasi kepada masyarakat terkait dengan lalulintas angkutan jalan, pada akhirnya angka pelanggaran dan angka kecelakaan bisa di tekan seminimal mungkin,” ungkap Beta. (RH)

Kuasa Hukum Bella Ajukan Penangguhan Penahanan Kapolres: Tidak Ada Penangguhan Untuk Bella

AKBP A. Widihandoko Borneo Tribune, Singkawang Pasca ditetapkannya Bella Safitri (17), sebagai tersangka dan ditahan oleh Polres Singkawang, pada kasus pencurian dompet di tempat lelong beberapa waktu lalu, melalui kuasa hukumnya, pihak keluarga Bella mengajukan penangguhan

penahahan. Kuasa Hukum Bella, Asyari SH. MH mengatakan, surat penangguhan itu sudah dia ajukan ke Polres Singkawang, pada Sabtu (15/ 3) kemarin. ”Dengan diajukannya penangguhan itu, berharap ada keadilan, supaya Bella bisa ditangguhkan,” kata Asyari. Menurut Asyari, dari surat yang diajukan itu, ada tujuh point yang menjadi dasar pertimbangan untuk permohonan penangguhan penahanan terhadap Bella. Tujuh point itu di antaranya, jelas Asyari, tersangka sudah melalui proses pemeriksaan selama penyidikan dan tidak mempersulit jalannya pemeriksaan. Kemudian ada jeda waktu, sejak

tersangka dilakukan penahanan, hingga saat ini. Sehingga dengan adanya tenggat waktu tersebut dianggap cukup bagi penyidik memerlukan waktu pemeriksaan terhadap tersangka. Apalagi usia tersangka masih 17 tahun. Meskipun sudah menikah, tetapi kondisi fisik dan kejiwaanya masih tergolong anak di bawah umur. Selain itu, kata Asyari, ditengarai ada tersangka lain dalam kasus tersebut. Untuk itu, ujar Asyari, diharapkan pihak kepolisian bisa mengabulkan penangguhan penahanan terhadap Bella. ”Kami berharap ada keadilan disini, kalau bisa bella ditangguhkan. Ini sebagai pembanding kasus gula

ilegal, yang tersangkanya juga bisa ditangguhan,” katanya. Menurut Asyari, sah-sah saja jika pihak kepolisian menolak penangguhan penahanan ini. Namun, katanya, dengan adanya penolakan itu, pihaknya akan melakukan upaya hukum lain. Ditempat terpisah, Kapolres Singkawang, AKBP A. Widihandoko, membenarkan jika pihaknya ada menerima surat penangguhan yang diajukan kuasa hukum Bella. “Kita menolak, karena dia memang pelakunya juga,” tegas Widihandoko. Disamping itu, pihak kepolisian juga telah melakukan pemeriksaan kepada Suryati, yang disinyalir merupakan pelaku pencurian dompet di sebuah tempat

lelong. “Usai melakukan pemeriksaan, Suryati juga ditetapkan sebagai tersangka, dan langsung dilakukan penahanan. Kalau Suryati ditahan, bukan berarti Bella bisa dilepas. Karena, dia (Bella) juga mengakui telah mengambil dompet tersebut sewaktu dilakukan pemeriksaan,” ujar Widihandoko. Berdasarkan isu-isu yang berkembang dari pihak keluarga tersangka (Bella), bahwa tersangka dalam kasus pencurian ini menjadi bertambah. “Tersangkanya menjadi dua orang, yaitu Bella dan Suryati. Saya ucapkan terima kasih kepada pihak keluarga tersangka, karena pelakunya bertambah satu orang, yakni Suryati,” ungkap mantan Kapolres Sekadau ini. (RH)

HKG PKK ke 42-2

TP PKK Samalantan Raih Juara Umum HKG

Seorang Karyawan PT. SSA Sedang Menyelamatkan Berkas Dokument Penting Yang Belum Sempat Dimakan Api

Borneo Tribune, Bengkayang Tim Penggerak PKK Kecamatan Samalanta menjadi yang terbaik saat dilaksanakannya perayaan Hari Kesatuan Gerak PKK ke 42 dan HKG PKK Kabupaten Bengkayang ke 2. PKK Samalantan berhasil menjadu yang terbaik setelah dinobatkan sebagai juara umum dengan menyisihkan enam belas kecamatan lainnya. PKK Samalantan pantas dinobatkan sebagai juara karena meraih banyak juara dan beberapa perlombaan yang dipertandingkan. Samalantan merebut juara

umum dari Kecamatan Sungai Raya yang tahun sebelumnya sebagai juara umum. Piala juara umum diserahkan langsung oleh ketua TP PKK Kabupaten Bengkayang, Femi Suryadman Gidot ke TP PKK Samalantan. Penyerahan piala juga disakasikan Bupati Bengkayang, Suryadman Gidot. HKG PKK Nasional yang ke 42 dan HKG PKK Bengkayang ke 2 dipusatkan di Kecamatan Sungai Duri belangsung selama empat hari dan berakhir, Jumat (14/3). Dalam penutupan HKG PKK, Ketua PKK Kabupaten

Bengkayang, Ny. Femi Suryadman Gidot, menuturkan untuk tahun 2014 ini, semua PKK di 17 Kecamatan ikut serta dan mengikuti secara aktif semua kegiatan yang dilaksanakan. ”Semua PKK dari 17 Kecamatan ikut serta. Semuanya aktif dan kita memberikan apresiasi yang tinggi,” kata Femi. Bupati Bengkayang, Suryadman Gidot, dalam arahannya mengatakan, PKK sangat berperan penting dalam mensejahterahkan keluarga dengan sepuluh program pokok PKK. (Mu)

HKG PKK//Mujidi


Selasa, 18 Maret 2014

Hari Pemadam Kebakaran ke 95

Bupati Adrianus, Cegah Kebakaran Sejak Dini

Borneo Tribune, Ngabang BUPATI Kabupaten Landak DR. Drs. Adrianus. Asia Sidot, M.Si, menghimbau kepada seluruh komponen masyarakat, pejabat, dan perusahaan untuk dapat mencegah kebakaran hutan dan mengantisipasi hal-hal yang dapat menyebabkan kebakaran, baik dilingkungan rumah, pekarangan dan hutan. Hal itu disampaikan Bupati Adrianus, pada peringatan Hari Pemadam Keba-

karan ke 95, di halaman kantor Bupati Landak, Senin, (17/3), di Ngabang. Bersamaan dengan peringatan hari pemadam kebakaran ke 95 tahun, Bupati menyerahkan 3 unit pompa air kepada tiga Kecamatan, yaitu Kecamatan Sengah Temila, Mandor dan Kecamatan Menjalin, masing-masing diterima langsung Camat yang bersangkutan. Bupati Adrianus, berkesempatan membacakan amanat Menteri Dalam Negeri, yang mengatakan. (Syah) †

Landak-Sanggau Borneo T Tribune

Sanggau Akan Kirim 28 Cabor Ikuti Porprov Borneo Tribune, Sanggau KETUA Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Sanggau, Abdul Muthalib mengatakan bahwa dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalbar yang dijadwalkan akan dilaksanakan pada 7 Juni hingga 15 Juni 2014 di Kota Pontianak, pihaknya akan mengirimkan atlet di 28 cabang olahraga (Cabor). ”Ada 27 cabor yang mengikuti pertandingan, sedangkan satu cabor yakni Golf untuk eksebisi,” ujarnya Senin (17/3) siang kemarin. Ketika disinggung soal tar-

get, Abdul Muthalib menuturkan bahwa ia tidak menargetkan juara dari semua cabor yang ada. Namun akan lebih berupaya maksimal dalam penyelenggaraan tersebut. ”Tidak ada cabor yang ditargetkan untuk juara, tetapi paling tidak kita ikut dulu. Karena kita masih dalam masa transisi kepemimpinan. Kita diprediksi berangkat tanggal 6 Juni 2014 mendatang karena pelaksanaan 7-15 juni 2014 di Pontianak,” ungkapnya. Sementara itu, terkait atlet luar yang mungkin mem-

Wabup Lakukan Pertemuan dengan 6 Lurah di Kecamatan Kapuas dan Karang Taruna

Pertemuan Karang Taruna dengan Wakil Bupati Sanggau. Foto Istimewa Borneo Tribune, Sanggau WAKIL Bupati Sanggau, Yohanes Ontot melakukan pertemuan dengan enam lurah yang ada di Kecamatan Kapuas Kabupaten Sanggau beserta Karang Taruna Kelurahan Ilir Kota belum lama ini. Hal itu dilakukan untuk mewujudkan

Program Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sanggau yakni Program Sanggau Bersih, Sanggau Tertib dan Sanggau Terang. Dalam paparannya, Yohanes Ontot mengatakan bahwa Lurah merupakan ujung tombak Pemerintah Kabupaten Sanggau yang

7

mempunyai akses langsung terhadap masyarakat dan mempunyai peranan penting dalam mensosialisasikan serta melaksanakan program Pemerintah. Untuk itu para Lurah harus dapat memberikan informasi dan sebagai teladan kepada masyarakat. Selain

itu, peranan para Lurah sangat-sangat besar dalam mewujudkan hal tersebut dikarenakan para Lurah dapat memberikan contoh positif kepada masyarakat. Sehingga perlu adanya pendekatan yang baik antara Pemerintah dan masyarakat. Sementara itu, Lurah Ilir Kota, Imran mengatakan bahwa dalam upaya mewujudkan Sanggau Bersih, Tertib dan Terang Kelurahan Ilir bersama Karang Taruna Ilir Kota mendukung sepenuhnya program Pemerintah Kabupaten Sanggau. Untuk tenaga Karang Taruna, Imran memastikan siap dan hanya perlu dukungan sarana dan prasarana seperti peralatan kebersihan dan alat angkut. ”Kita siap untuk tenaga Karang Taruna, kita hanya perlu dukungan saranan dan prasarana saja seperti alat kebersihan dan alat angkut,” pungkasnya. (rtn) †

Kita tidak mau mencapai prestasi daerah dengan menggunakan atlet lain. Kita harus siap dengan atlet daerah sendiri

Jadi, sangat pantas jika Masjid Babul Ulum dijadikan sebagai Masjid Agung

Borneo Tribune, Ngabang KETUA Majelis Ulama Kabupaten Landak, Senin, (17/3), Abdul Syukur, S.Ag, di Ngabang, Mengatakan. “Kita sangat mendukung kehadiran Masjid Agung di Landak. Apalagi ormas Islam, seperti NU dan PDM, pengurus Masjid di Kota Ngabang mendukung dibangunnya Masjid Agung di Landak. Karena memang di Kabupaten Landak belum ada Masjid Agung, yang seharusnya di Kabupaten sudah memiliki Masjid Agung, yang berkedu-

Musrenbang Tingkat Kabupaten

Bupati Sampaikan Tujuh Ikon Pembangunan ngatakan bahwa hingga kini pihaknya akan merancang pembangunan perguruan tinggi (PT) mulai tahun depan. Pemerintah ingin mengembangkan PT. yang berbasis pada potensi yang ada di daerah Sanggau. Sedangkan Perguruan Tinggi yang sudah ada akan lebih dibina lagi. Perguruan Tinggi yang ada masih fokus di pendidikan. ”Nanti kita akan memperlebar itu. Di Sanggau ini luas, punya berbagai potensi, seperti di sektor pertanian, perkebunan, pertambangan juga luas kita harus punya perguruan tinggi yang mengakomodir semua itu,” ungkapnya. Paolus menjelaskan, bahwa Sanggau memiliki kemampuan terbatas untuk mengelola itu semua. Sehingga pihaknya akan bekerjasama dengan berbagai pihak untuk membicarakan persoalan ini mulai tahun depan. “Untuk PAUD usai dini, termasuk sekolah unggulan dan sekolah berasrama di beberapa tempat, kita akan mendorong untuk mewujudkan wajib pendidikan sembilan tahun,” jelasnya.

atlet dari Sanggau harus digunakan sebaik-baiknya,” tegasnya. Abdul Muthalib pun kedepan menargetkan pembinaan untuk atlet asli Kabupaten Sanggau. Budaya ambil atlet dari luar daerah sudah seharusnya dihapuskan karena tidak baik bagi perkembangan olahraga daerah, termasuk di Sanggau. ”Kita tidak mau mencapai prestasi daerah dengan menggunakan atlet lain. Kita harus siap dengan atlet daerah sendiri,” pungkasnya. (rtn) †

MUI Landak Dukung Pembangunan Masjid Agung

Musrenbang Tingkat Kabupaten. Foto Istimewa

Borneo Tribune, Sanggau BUPATI Sanggau, Paolus Hadi membuka secara langsung Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Tingkat Kabupaten, Senin (17/ 3) di Gedung Pertemuan Umum (GPU) Sanggau dan dihadiri Gubernur Kalbar yang diwakili Asisten II Sekda Provinsi Kalbar, Lensus Kandri. Paolus Hadi mengatakan bahwa Musrenbang rencana kerja Pemkab Sanggau tahun 2014 ini merupakan penjabaran dari rencana pembangunan jangka menengah daerah Kabupaten Sanggau tahun 2014–2019. Paolus Hadi pun menyampaikan tujuh ikon pembangunan dalam menata Kabupaten Sanggau menjadi lebih baik. Diantaranya yang pertama yakni Sanggau Tertib yang dimulai dari PNS-nya yang kemudian diikuti masyarakat dan aturan hukumnya. Kedua, Sanggau Bersih dan Indah. Diharapkan, Sanggau dapat menjadi lebih indah dan dapat menjadi lebih cantik termasuk dalam hal Ruang Terbuka Hijau (RTH). Ketiga yakni Sanggau Pintar. Dalam Sanggau pintar, Paolus me-

bela Kabupaten Sanggau, Abdul Muthalib dengan tegas menolak adanya atlet dari luar Sanggau. Menurutnya, SDM dari Sanggau akan diprioritaskan karena ia percaya atlet asli Sanggau tidak kalah bersaing dengan atletatlet dari luar. ”Saya tidak mau atlet dari luar daerah, saya mau atlet asli Sanggau. Tapi, kita sedang upayakan pelatih dari luar, atletnya dari asli Sanggau. Kita harus siap dengan atlet dari daerah sendiri. SDM kita masih banyak. Tidak bermaksud sombong, tetapi saat ini potensi

Ikon yang keempat, Sanggau Sehat yakni dengan terus melakukan peningkatan di sektor pelayanan di rumah sakit dan Puskesmas. Untuk rumah sakit, pemerintah akan mulai merevitalisasi dan tahun depan sudah harus buat baru. ”Untuk dananya, kita akan bahas minimalnya, mungkin sesuai yang kita ajukan dulu. Kalau Puskesmas kita tingkatkan setiap tahun harus ada dua atau tiga,” ujarnya. Paolus Hadi mengakui kalau untuk rumah sakit DPRD harus diajak bicara terlebih dahulu. Hal itu juga menyangkut persoalan pendanaan pembangunan tersebut. Kelima, Sanggau Manjur yakni maju infrastruktur. Bukan hanya jalan sanggau, tapi juga air, jembatan dan bangunan. “Air di Kota Sanggau ini harus sudah maksimal,” tegasnya. Sedangkan yang keenam yakni Sanggau Terang. Dari Kota hingga Desa dapat terang. Paolus Hadi pun berharap semua desa-desa yang ada di Sanggau. ”Terakhir yakni Sanggau budiman, berbudaya dan beriman,” pungkasnya. (rtn) †

Abdul Syukur, S.Ag Ketua MUI Landak FOTO Ya’ Syahdan/Borneo Tribune

dukan di Ibukota Kabupaten. Sudah selayaknya Kabupaten Landak memiliki Masjid Agung, ” ucapnya. Ia menambahkan, MUI Landak tidak berkebertan sekiranya Masjid Babul Ulum yang dibangun di jalan Ilung Kampung Raja Ngabang, itu dijadikan Masjid Agung, “ Kita setuju saja, ” tadasnya. MUI Landak mengingatkan bahwa Masjid Agung idealnya memiliki lokasi yang luas, supaya bisa dibangun, perpustakaan, halaman pakckir, menjadi Islamic Center, dan Pondok Pasantren. “ Pada dasarnya MUI Landak sangat mengdukung pembangunan Masjid Agung di Landak, karena sesuai dengan kedudukannya bahwa Masjid Jami bertempat di Ibukota Kecamatan, Masjid Agung di Kabupaten, Masjid Raya di Provinsi, dan Masjid Istiqlal berkedudukan di Ibukota Negara, ” terangnya. Bersesuaian dengan MUI, ketua NU Landak, Haji Ahmad Fauzi, juga mendukung pembangunan dan kehadiran Masjid Agung, yang memang diharuskan di ibukota Landak ini. “Sayapun berharap Masjid Agung Landak ini bisa menjadi asset Pemerintah Daerah dan kebanggaan umat Islam. Masjid Agung inipun saya harapkan betul-betul bisa menjadi Islamic Center Landak,” pintanya. Sementara itu ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Landak, Haji Romdhani, mengatakan, Masjid Agung memang harus terletak di ibukota Kabupaten. Demikian juga luas bangunan Masjid Agung harus terbesar diantara Masjid yang ada di Kota Ngabang. “Jadi, sudah sepantasnyalah Landak memiliki Masjid Agung. Tapi saya mengingatkan, pendirian Masjid Agung ini jangan membelakangi Masjid Jami Keraton Landak yang sudah ada. Sebab, Masjid Jami memiliki nilai sejarah ,” Romdhani mengingatkan. Terpisah , Kepala Kantor Agama Landak, Haji Mudjazie mengurai keterangannya, dijadikannya Masjid Babul Ulum sebagai Masjid Agung bukan tanpa alasan. “Kita lihat dari segi lokasi Masjid Babul Ulum memang

mempunyai areal yang besar. Letak Masjid itupun cukup strategis dan Masjid tersebut akan menjadi Masjid terbesar di Landak dengan luas bangunan sebesar 25 x 27 meter, di bangun diatas tanah 50 x 50 meter, “ jelasnya. Menambahkan, Masjid Agung Babul Ulum itu nantinya akan dilengkapi dengan perpustakaan, koperasi Masjid, kantor dan kelengkapan lainnya. “Jadi, sangat pantas jika Masjid Babul Ulum dijadikan sebagai Masjid Agung,” katanya. Ia mengatakan para tokoh agama, ormas Islam dan pengurus Masjid yang ada di kota Ngabang, mendukung dan bersepakat. Setelah adanya kesepakatan tersebut, proses selanjutnya akan ada Surat Keputusan (SK) sebagai Masjid Agung oleh Bupati Landak. “Kemudian, setelah dikeluarkan SK Bupati Landak tersebut, maka akan dibentuk kepengurusan Masjid Agung Babul Ulum yang baru dengan struktur kepengurusan yang menyesuaikan dengan kriteria Masjid Agung,” jelasnya. Dengan harapan keberadaan Masjid Agung di Landak ini akan menjadi kebanggaan umat Islam dan masyarakat di Landak. “Oleh karena itu menjadi kewajiban bagi seluruh masyarakat Landak dan masyarakat yang berasal dari Landak dimanapun dia berada, untuk merestui dan mendukung, baik secara moral maupun material,” pintanya. Dengan demikian tambahnya, Masjid Agung Babul Ulum yang saat ini masih dalam tahap pembangunan, secepatnya selesai dan sudah bisa difungsikan. “Dukungan dana inipun dengan partisipasi masyarakat. Kemudian, karena Masjid Agung ini di SK kan oleh Bupati, kita berharap Pemerintah Daerah dapat menganggarkan pembangunan Masjid itu setiap tahunnya,” pinta Mudjazie. Ia menjelaskan, anggaran yang diperlukan untuk membangun Masjid Agung Babul Ulum tersebut sekitar Rp. 2 miliar. “Adapun dana yang terkumpul sekarang ini berasal dari partisipasi masyarakat. Dengan dana yang ada itu, untuk saat ini pembangunannya sudah sampai pada pondasi,” katanya. Ia menambahkan, pada musyawarah tersebut, juga sudah disepakati bahwa seluruh Masjid di Kota Ngabang bisa mendukung sebagian dana untuk pembangunan Masjid Agung Babul Ulum itu setiap bulannya. “Adapun besaran dukungan dana tersebut tergantung kesanggupan Masjid yang ada di Kota Ngabang. Kamipun di Kemenag Landak selalu berkewajiban untuk mendorong, membimbing dan mendukung, baik moral maupun material dengan sumber dana yang halal dan dibenarkan,” kata Mudjazie. (Syah) †


Sekadau Borneo Tribune

Selasa, 18 Maret 2014

8

Pembukaan MTQ III Meriah Warga Dihibur Tarian Multi Etnis dan Goyang Prajurit kampung halaman saya,” kata ini. Perlu kita ketahui, Pemda Borneo Tribune, Sekadau Warga di Kecamatan Bupati yang juga pernah men- dan Saya tidak pernah mencoret dana yang diusulkan. KegiBelitang Hilir menyemut jadi Camat Belitang Hilir. Bupati bersukur, sektor atan ini salah satunya untuk dihalaman kantor Camat Belitang Hilir pusat perayaan transportasi ke daerah Belitang meningkatkan keimanan kita, MTQ III se- Kabupaten semakin lancar apalagi ada se- oleh sebab itu jaga Kamtibmas Sekadau 2014, saat pembuka- buah kegiatan misalnya pelak- dan jaga kebersihan selama an kegiatan senin (17/3). War- sanaan MTQ memang erat ka- kegiatan nanti,” pesannya. Ketua panitia pelaksana ga yang bukan berasal dari pe- itannya dengan kelancaran MTQ ke-III Kabupaten serta MTQ tingkat Kecamatan transportasi. “Inilah Daerah Belitang, Sekadau, Paulus Misi, mengatampak antusias memadati yang sebelum Sekadau peme- takan jauh hari panitia pelakpusat kegiatan. Kegiatan seremonial diawali karan jarang tersentuh, kare- sana MTQ sudah mempersiapdengan menyanyikan lagu ke- na memang jarak jauh. kan segala hal teknis pelaksabangsaan Indonesia raya yang Belitang itu status jalannya naan MTQ. Misi mengucapkan dikumandangan bersamaan adalah jalan Kabupaten, jika terima kasih atas partisipasi seluruh peserta. Atraksi kese- jalan rusak, kita mungkin ber- masyarakat dari berbagai kanian tari-tarian dari gabungan susah payah mau kesini, atau langan, panitia sudah bekerja siswa dan siswi di Kecamatan mungkin tidak bisa datang ke sama dengan baik dan Belitang Hilir serta atraksi drum band, dan goyang projurit mampu membuat ratusan warga terkesima. Meski sempat di guyur hujan sejak pagi, kegiatan MTQ tetap berjalan dengan baik. agenda dimulai dari pawai yang diiringi drum band lalu diikuti oleh kafilah dengan rute pawai dari areal kantor Camat Belitang Hilir me- Bupati Sekadau, Simon Petrus memukul beduk tanda dibuka resmi rangkaian mutar di jalan acara MTQ III di Belitang Hilir, Senin kemarin (17/3).// foto Bagus Kosminto/ kampung baru Borneo Tribune hingga berbalik di daerah Sepantak lantas masuk sini,” papar Bupati. terstruktur sehingga kegiatan kembali ke arah lapangan puTerkait pelaksanaan MTQ di MTQ III dapat dilaksanakan sat kegiatan MTQ III. Kabupaten Sekadau, Bupati mulai Senin kemarin. “Kami Rangkaian Kegiatan MTQ III mengatakan Pemerintah Dae- ucapkan terima kasih kepada Se-Kabupaten Sekadau di ke- rah sepenuhnya mendukung panitia, masyarakat yang sudah camatan Belitang Hilir resmi rangkaian kegiatan banyak membantu sehingga dibuka oleh Bupati Sekadau, kegamanan seperti itu dengan pelaksanaan MTQ bisa digelar Simon Petrus. telah dibuktikan dukungan dengan baik,” kata Misi. “Kepada panitia kami ucap- mengalir mulai dari MTQ I, II Kepala Kantor Kementerian kan terima kasih sudah berse- dan III. Tujuannya, tak lain Agama Kabupaten Sekadau, M. dia sebagai tuan rumah pelak- kata Bupati yakni untuk Taufik dan ketua LPTQ kabusanaan MTQ ke-III ini dan suk- mempertembal iman umat paten Sekadau, Nurhari memses acara semegah ini. Kepada beragama, khususnya agama berikan support kepada selukafilah yang datang, inilah Muslim. ruh peserta dari tujuh KecaBelitang Hilir salah satu Keca“Tentu Pemrintah Daerah matan yang mengikuti MTQ III matan selatan sekadau dan ini mendukung kegiatan seperti se-Kabupaten Sekadau. (Mto).

INFO BANK BNI 46 Pontianak, Jl. Tanjung Pura No. 1 Telp. (0561) 736211, 732016, 732630, 732026 (0561) 736392 Capem Univ. Tanjungpura. Jl. Daya Nasional Telp. (0561) 736046 (0561) 764012 Capem Pasar Siantan, Jl. Khatulistiwa No. 81-83 Siantan Telp. (0561) 881419 (0561) 883263

BCA KCU PONTIANAK, Jln. A. Yani No. 1 Ptk, 0561-736305 (hunting) KCP Imam Bonjol, Jln. Imam Bonjol No. 457 Ptk, 0561-737984, 734524 KCP Rahadi Usman, Jln. Rahadi Usman No. 4 Ptk, 0561-733482, 740814-15 KCP Sei Pinyuh, Jln. Raya Terminal 05-06, Sei Pinyuh KCP Sultan Muhammad, Jln. Sultan Muhammad 136, Ptk, 0561-738051

BANK KALBAR CABANG UTAMA PONTIANAK Jl. Rahadi Osman No. 10 Pontianak 78117, Telp. (0561) 732148, 736723 Fax. (0561) 745149, Telex. 29174, 29129 CABANG SYARIAH Jl. A. Yani Pontianak, Komp. Perkantoran & Town House No. 5-6 (depan A. Yani Mega Mall) Telp. (0561) 733033, 7061800, Fax. (0561) 732599

BANK BRI Kantor Cabang Barito, Jalan Barito, Telp. (0561) 734009, Fax. (0561) 733019 Komplek Pertokoan Pasar Flamboyan Jalan Gajah Mada Blok C. 14 Ptk

BANK DANAMON Jl. Tanjung Pura No. 102, Ptk Telp. (0561) 737107 (H), 730898, Fax : (0561) 736264, 765595 Jl. St. Muhammad No. 173, Ptk Telp. (0561) 731156, Fax : (0561) 734462 Jl. KH. Wahid Hasyim No.24-26, Telp.: 0561-768599/765411, Fax : 0561-768599/765411

BANK MANDIRI SYARIAH PONTIANAK, Jl. Diponegoro No. 95, Telp. (0561) 745004, Fax. Ketapang, Jl. MT. Haryono No. 111-112 Ketapang, Telp. (0534) 34600 Fax. (0534) 34395 Kantor Kas Politeknik, Kampus Politeknik Negeri Jl. A. Yani No. 52, Telp. (0561) 583850 Kantor Layanan Syariah Bank Mandiri Pontianak-Sidas, Jl. Sidas No. 2, Pontianak, Telp. : (0561)7069797, Fax. : (0561) 763082

BANK BUKOPIN Cabang Jl. Ir. H. Juanda No. 55-56 Pontianak 78117 (0561) 745025 (Hunting) (0561) 734253 Cabang Pontianak Kal-Bar, Jl. Adi Sucipto Km. 7,5 (Gedung Kopkar Mekar PLN Wil Kal - Bar) Kabupaten Pontianak, Telp. 0561 722598, 0561 - 723158, Kantor Kas Adisucipto Jl. Sultan Muhammad No. 48, Pontianak 78117 , (0561) 730001/ 730077, (0561) 730132, Capem Sultan Muhammad

BANK BTN CABANG PONTIANAK, Jl. Imam Bonjol No. 29 Pontianak 78123, Pontianak, Telepon: (0561) 740163 Fax: (0561) 740168 CABANG PEMBANTU JERUJU, Jl. Kom. Yos Sudarso No. 10, Jeruju Pontianak 78122, Telepon: (0561) 770567 Fax: (0561) 770567 KAS LAYANAN POS ONLINE PONTIANAK, Jl. St. A. Rahman No.49, 78116, Pontianak, Telepon: 0561-730641, 0561-730642, 0561730644 Fax: 0561-762146

BANK PERMATA Juanda KC, Jl. IR. H. Juanda No. 49-50 BB, Pontianak (781177), 0561-738323, 0561 -736411 Gajah Mada KCP, Jl. Gajah Mada no 69 C, Pontianak (78121), 0561747371, Tanjung Pura KCP, Jl. Tanjung Pura No. 370, Pontianak (78122), 0561764926

Camat Sekadau Hilir Hermanto menyerahkan Piala bergilir MTQ kepada Bupati Sekadau, Simon Petrus usai pembukaan MTQ III kemarin.// foto Bagus Kosminto/Borneo Tribune

Dewan Hakim MTQ III Dilantik Borneo Tribune, Sekadau Pelantikan dewan hakim Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) III tingkat Kabupaten Sekadau berlangsung di gedung pertemuan umum Kecamatan Belitang Hilir, Minggu Malam (16/3). Dewan hakim yang dikukuhan tersebut berjumlah 30 orang dan panitera 6 orang. “Pelantikan dewan hakim Mushabakah Tilawatil Qur’an Kabupaten Sekadau tahun 2014sesuai dengan SK Bupati Sekadau No 451.15/100/ kessos/2014 tanggal 27 februari dengan memberikan petunjuk serta kekuatan lahir batin kepada saudara-saudara,” ungkap Kepala kantor kementrian agama kabupaten sekadau M. Taufik mengutip SK Bupati sekadau. Acara malam pengukuhan dewan hakim, lanjut Taufik tidak menyalahi kaidah-kadiah LPTQ Propinsi. MTQ I dan II sudah disumpah dewan hakim,

KC Pontianak Jl. Tanjungpura No.20 (Pontianak) Telp. (0561) 39220

BANK BHI

Jl. I Gusti Ngurah Rai No. 2 , Humaera B(0561) 734247, 734147 Jl. Achmad Yani No. 3 - 3 A, (0561) 765010, 767993 Jl. Tanjungpura No. 110, (0561) 734464, 734752 Jl. Sidas No. 2 (0561) 734670, 747495, 733672

BANK MEGA

Cabang PONTIANAK, Jl. Imam Bonjol No.567 , Telp. (0561)-762838; Fax. (0561) -76290

KC PONTIANAK, Jl. H. Agus Salim No. 10 - 12, Telp. (0561) 739822, (0561) 749078

III dalam rangka menyukseskan kegiatan MTQ 2014. Sementara itu Ketua LPTQ Kabupaten Sekadau, Nurhadi mengatakan acara MTQ ini menjadi evaluasi indikator pembangunan dibidang keagamaan di Kabupaten Sekadau. Tugas dewan hakim tentunya tidak mudah dan dewan hakim tetap terapkan sikap positif dan jujur serta independent. Nurhadi berharap dewan hakim bisa bekerja professional supaya tidak menimbulkan kesan negatif dari peserta jika tidak bersikap profesional. “Amanah yang diberikan musti dijalankan dengan sikap profesional. Kepada seluruh dewan hakim, kita harapkan tidak merasa ada interpensi dalam menilai. Mudah-mudahan hasil kerja kita mendapatkan qori dan qoriah yang terbaik untuk MTQ tingkat propinsi di Kabupaten Bengkayang nantinya,” tutup mantan camat Belitang itu.(Mto).

Pelaporan Keuangan Desa Diminta Rapi, dan Bisa Dipertanggungjawabkan

BANK BII

BANK MANDIRI

namun yang ke III ini tidak ada dan karena jadwal yang sedikit berubah. Menurut Taufik harus dilakukan penyesuaian terhadap jadwal pelantikan Dewan hakim seperti MTQ III tahun ini. Untuk itu agenda MTQ kedepan lebih sempurna lagi, karena setiap kegiatan panitia tentu berbenah menjadi lebih baik lagi. “Hakim harus profesional dalam memberikan penilaian, dan tidak memihak pada kafilah manapun, karena dewan hakim itu KUA yang ada dan tentu ada kafilahnya juga mengikuti. dewan hakim yang memimpin kafilah musti harus memutuskan hubungan dan selesai nanti baru nyambung lagi, dalam konteks dinas dibolehkan, namun dalam konteks pribadi itu dipending dulu lah,” lanjutnya. Taufik menuntut dewan hakim serius dan profesionalis memenjalankan tugas-tugasnya selama pelaksanaan MTQ

Sabas, S.IP.

Foto Bagus Kosminto/Borneo Tribune

Borneo Tribune, Sekadau Setiap Desa yang ada di Kabupaten Sekadau diharapkan mampu melaksanakan pengelolaan keuangan (ADD) denagn sebaik mungkin. Tidak hanya dalam penerapan kebijakan keuangan, tapi juga pertanggungjawaban keuangan itu. Plt. Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat, Kesatuan Bangsa, dan Pemerintah Desa

Kabupaten Sekadau, Sabas, berharap masing-masing desa mampu menyusun surat pertanggungjawaban (SPJ) ADD dengan rapi dan dapat dipertanggungjawabkan. “Memang masih kita temui ada SPJ yang kurang rapi. Tapi semakin kesini relatif semakin membaik,” ujar Sabas di kantor Bupati Sekadau, pekan kemarin. Namun demikian, Pemdes di-

300 Caleg akan Rebut 30 Kursi Dewan Caleg Jangan Mementingkan Diri Sendiri Borneo Tribune, Sekadau Lebih dari tiga ratusan Caleg akan bertarung memperebutkan tiga puluh kursi di DPRD Kabupaten Sekadau dalam Pemilu 2014 nanti. Apapun hasilnya kelak, siapapun yang duduk sebagai wakil rakyat periode 2014-2019 diharapkan mampu mengemban tugas sebaik-baiknya sebagai wakil rakyat di parlemen serta mampu memperjuangkan aspirasiaspirasi konstituennya. Namun, dengan mendeklarasikan diri maju dalam Pemilu, para Caleg sudah harus memiliki tanggungjawab moral terhadap Kabupaten Sekadau secara keseluruhan. Artinya, para caleg yang nanti duduk di DPRD mesti memiliki rasa cinta terhadap daerah dan tidak hanya mementingkan diri sendiri. “Rekan-rekan caleg diharapkan memiliki kecintaan terhadap Kabupaten Sekadau dan tidak hanya mementingkan diri sendiri,” pesan Bupati Sekadau, Simon Petrus dalam kegiatan karnaval partai politik, (15/3) kemarin. Rasa cinta terhadap daerah penting ditanamkan sedini mungkin. Menurut Bupati, hal itu dengan sendirinya akan menarik simpati masyarakat. Jika dalam perjuangannya menuju kursi DPRD saja para caleg tidak mampu menunjukkan hal itu, Simon meyakini masyarakat tidak akan simpati. Pernyataan Bupati tersebut dianggap wajar mengingat posisinya sebagai kepala daerah yang memiliki tanggungjawab besar untuk membangun Bumi Lawang Kuari. “Saya yakin masyarakat kita sudah dewasa dalam menyikapi Pemilu karena sudah terbiasa. Saya yakin dengan memiliki tekad untuk betul-betul mencalonkan diri dengan itikad memperjuangkan daerah, simpati masyarakat dengan sendirinya akan mengalir,” tandas Simon.(Mto). harapkan mengelola sendiri SPJ ADD. Karena, demi mengejar target penyerahan SPJ serta tingkat kerapiannya, masih ada desa yang menggunakan jasa pihak ketiga untuk pengetikan SPJ. “Tidak boleh begitu, harus dilakukan secara mandiri. Kalau pakai jasa pihak ketiga, kapan Desa bisa mandiri,” kata Sabas. Ia juga menuntut agar aparatur Desa dapat bahu-

membahu dalam menyusun SPJ. “Jangan hanya dibebankan kepada Kades atau Sekdes saja, semua harus berartisipasi,” pesannya. Sabas menambahkan, setiap tahun selalu diadakan Bimtek bagi aparatur Desa. Dengan demikian, mestinya aparat desa tidak mengalami kesulitan yang berarti saat menjalankan roda pembangunan, termasuk membuat SPJ. (Mto).


Sintang-Melawi Selasa, 18 Maret 2014

Borneo T Tribune

9

Cegah Penyakit Diare

Masyarakat Jangan Konsumsi Makanan Sembarangan (Kabid) Pencegahan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, Dinas Kabupaten Melawi, Oktavianus Naibaho, belum lama ini. Naibaho mengungkapkan, diare pada umumnya terjadi akibat pola konsumsi yang kurang tepat. Bisa saja dari air minum yang terkontaminasi maupun makanan yang tidak layak. Apalagi saat ini banyak sekali makanan yang dijual dalam kemasan di toko. “Sebenarnya memang tidak hanya pengaruh perubahan musim, pola konsum-

si yang kurang tepat juga bisa mengakibatkan diare. Apalagi jika masih anakanak, pencernaan mereka belum sempurna seperti orang dewasa,” terangnya. Untuk menghindari diare, Naibaho mengharapkan kepada masyarakat, khususnya kepada orang tua yang memiliki anak balita supaya tidak sembarangan memberikan makanan yang kurang tepat. Sebab hal itu juga bisa menyebabkan terjadinya diare. Sementara itu, di Klinik Kasih Bunda Jaya Nanga

Kalau ada yang perlu dirujuk ke rumah sakit atau pun opname kami sudah siap, karena di rumah sakit juga sudah ada dokter spesialis anak

Borneo Tribune, Nanga Pinoh DINAS Kesehatan Melawi mengimbau kepada masyarakat untuk waspada terhadap penyakit musiman, terutama penyakit diare. Apalagi saat ini memasuki pergantian musim dari kemarau ke musim penghujan. “Sejauh ini memang belum ada laporan terjadi lonjakan kasus diare dari Puskesmas maupun rumah sakit, namun kita tetap minta masyarakat waspada memasuki pergantian musim,” kata Kepala Bidang

Pinoh, jumlah pasien anak yang terkena diare mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Dari laporan yang disampaikan perawat setempat, dalam satu hari mencapai enam sampai dengan tujuh kasus. Dokter anak yang bekerja di klinik tersebut juga mengakui terjadi peningkatan kasus diare dalam beberapa hari terakhir. Sedangkan kasus diare, di RSUD Melawi belum mengalami lonjakan signifikan. Direktur RSUD Melawi Tanjung Harapan mema-

parkan, jika pun ada kasusnya hanya satu atau dua orang saja. “Masih relatif normal sih kalau di rumah sakit, tidak ada lonjakan signifikan, hanya diare biasa saja,” terangnya. Kendati demikian, kata Tanjung, pihaknya tetap melakukan antisipasi terhadap kasus musiman tersebut. Menurutnya, saat ini juga sudah ada dokter spesialis anak yang siap memberikan pelayanan di rumah sakit. “Kalau ada yang perlu dirujuk ke rumah sakit atau

pun opname kami sudah siap, karena di rumah sakit juga sudah ada dokter spesialis anak,” timpalnya. Tanjung mengakui, pergantian musim memang seringkali menyebabkan terjadinya peningkatan kasus diare. Terutama kepada anak-anak, hal ini karena pola konsumsi masyarakat terutama menyangkut penggunaan air bersih. “Bisa jadi airnya sudah terkontaminasi dengan bakteri ini juga menyebabkan diare terhadap anak,” paparnya. (eko) †

Samsul Dipastikan Tewas Kecelakaan Borneo Tribune, Pontianak KEMATIAN Samsul (21) warga Desa Kapur Kecamtan Sungai Raya, di Jembatan Kapuas II beberapa waktu lalu, dipastikan karena kecelakaan lalu lintas, di mana ini diketahui setelah pihak kepolisian mendapatkan hasil visum dari Dokkes Polda Kalbar dan keterangan saksi mata atas kecelakaan yang dialami Samsul beberapa wkatu yang lalu. “ Kita pastikan Samsul Arifin, seorang pemuda yang menggunakan sepeda motor Ninja warna Merah, yang ditemukan meninggal dunia di Jembatan Kapuas II beberapa wkatu lalu itu, meninggal karena kecelakaan lalu lintas,” jelas Kasat Lantas Polresta Pontianak Kompol Jovan R Sumual melalui Kanit Lakanya, AKP Effendi, Senin (17/3) kemarin. Menurut AKP Effendi, dugaan kecelakaan sebagai penyebab kematian Samsul, diperkuat setelah pihak memeriksa saksi atas kecelakaan yang

menimpa Samsul di Jembatan Kapuas II itu, dan hasil visum. “ Hasil visum menyatakan bahwa Samsul meninggal karena kekerasan benda tumpul, kemudian berdasarkan keterangan dua orang saksi mata, Samsul mengalami kecelakaan lalu lintas di Jembatan Kapuas II, sehingga membuatnya meninggal dunia,’ jelasnya lagi. Lanjut AKP Effendi, mengenai putusnya tangan kiri Samsul, dipastikan karena terkena besi yang ada di Trotoar Jembatan Kapuas II. “Dimana terlihat luka memang di dada sejajar dengan putusnya tangan kiri dan lukanya tangan kanan Samsul, semuanya sejajar, dan hasil visum sendiri tidak ada luka yang diakibatkan benda tajam, seperti sayatan dan sebagainya,”ujarnya. Dikatakannya, berdasarkan keterangan saksi mata dengan jarak pandang, 30 – 50 meter dibelakang Samsul, Samsul terlihat mengalami kecelakaan,

lawannya adalah kendaraan roda empat jenis minibus. “ Kendaraan minibus sebagai lawan kecelakaan Samsul, dengan arah tujuan yag berlawanan, di mana minibus itu, menyalib kendaraan lainnya dengan tujuan Jalan Trans Kalimantan, sedangkan Samsul tujuan ke Jalan Adi Sucipto,”katanya. Beredasarkan Saksi mata pula, kendaraan Smasul terlepar sebelah kanan, sedangkan samsul terseret, dengan jaraknya yang sangat jauh, dan ditemukan meninggal dunia dalam keadaan terkelungkup dengan kepala menggantung di trotoar. “ Ketersangan saksi mata, sesuai dengan hasil olah TKP kita, jadi kita pastikan ini murni kecelakaan, dan saat ini kita sedang menyelidiki minibus lawan tabrakan dari Samsul saat malam itu, karena saksi tidak melihat plat minibus tersebut,” ungkapnya lagi. (Zrn) †

NasDem Pilih Pembekalan Saksi untuk Penguatan Borneo Tribune, Pontianak BERBEDA dengan partai lainnya, memasuki masa kampanye Pemilu 2014 ini. NasDem tak kepincut melakukan penggerakan masa hingga ke jalan. NasDem memilih memberikan penguatan terhadap saksi yang akan bertugas di masing-masing TPS pada hari pelaksanaan nanti. Ketua DPD Partai NasDem Kota Pontianak Firdaus Zar’in saat dihubungi siang kemarin menerangkan, saksi-saksi yang nantinya bakal bertugas menjadi ujung tombak. Selain menjadi bagian dalam tim pemenangan, saksi nantinya akan menjadi motor penggerak sekaligus menjaga keamanan yang diperoleh dari tingkat yang paling bawah tersebut. “Hal ini tak bisa dipungkiri. Saya rasa

setiap partai pasti punya pandangan sama. Dalam pembekalan tersebut diberikan pengarahan terkait mekanisme dan pengawasan,” ujarnya. Ditanya soal pengerahan massa. Firdaus menyatakan sangat kurang efektif. Selain memikirkan dampak negative missal kecelakaan di jalan raya. Saat ini pengerahan massa sangat rentan dengan kemunafikan. Kemunafikan yang dimaksud Firdaus Zar’in ialah tidak terelakkan satu orang bakal berkali-kali ikut dalam kampanye tersebut. “Bisa jadi, malah sangat bisa dipastikan. Missal hari ini ikut Partai NasDem, besok ikjut partai lainnya,” tuturnya. Selain pembekalan terhadap saksi. NasDem juga telah siap tempur bersaing dengan partai lain

peserta pemilu. “Calegcaleg sudah siap bersaing. Sosialisasi baik personal maupun bersama dilakukan Partai NasDem menghadapi pemilu 9 April mendatang”. Terkait pengerahan massa. Firdaus menjelaskan NasDem tidak menutupkemungkinan akan ikut melakukan. Khususnya pada jadwal kampanye nasional yang akan dihadiri Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh. Seperti diberitakan sebelumnya. Kampanye nasional Partai NasDem di Kalbar direncanakan akan dipusatkan di Kabupaten Kubu Raya. “Di kesempatan kampanye nasional nanti, kita tak menutupkemungkinan akan ikut mengerahkan massa untuk ikut dalam kampanye nasional,” pungkas Firdaus. (Uby) †

Pembukaan Musrenbang Kecamatan Nanga Pinoh yang dihadiri seluruh aparat desa. Musrenbang digelar untuk menyusun program pembangunan pada tahun depan dengan menerima aspirasi dari masyarakat di tingkat desa. Foto Eko Susilo/Borneo Tribune

Musrenbang Jangan Hanya Seremonial Belaka Borneo Tribune, Nanga Pinoh MOMENTUM pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) merupakan ajang untuk menyerap aspirasi masyarakat di tingkat bawah. Oleh karena itu, berbagai kegiatan yang nantinya masuk ke desadesa memang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, bukannya pesanan kontraktor atau proyek yang tidak jelas. Wakil Ketua DPRD Kabupaten Melawi, Kluisen saat membuka Musrenbang tingkat Kecamatan Nanga Pinoh, belum lama ini mengatakan, melihat dari proses pelaksanaan Musrenbang di Kabupaten Melawi, penyusunan perencanaan melalui Musrenbang sangat bagus. “Karena saat Musrenbang melibatkan semua elemen masyarakat, mulai dari Musrenbang yang berada di tingkat bawah hingga Musrenbang ke tingkat atas,” ujarnya saat membu-

ka pelaksanaan Musrenbang Tingkat Kecamatan Nanga Pinoh, di aula kantor camat, kemarin. Hanya, kata Kluisen, kerap kali proyek pembangunan masuk tanpa adanya pemberitahuan ke desa dan banyak pembangunan yang tidak tercatat, bahkan kepala desa ada yang tidak tahu kalau ada kegiatan pembangunan yang masuk di wilayah desanya. Jadi, ke depan jangan sampai ada lagi pembangunan yang tidak diketahui Kades, karena yang mengetahui kondisi di desanya tentunya adalah Kades. “Kita mengimbau kepada para tokoh masyarakat, jika mengajukan proposal untuk kegiatan pembangunan harus diketahui Kades,” ungkapnya. Kluisen menambahkan, dalam menyusun perencanaan pembangunan juga harus melihat hal-hal yang memiliki nilai manfaat dan benar-benar kebutuhan masyarakat. Agar tidak terke-

san kegiatan pesanan dari kontraktor. Karena ada dibangun jalan CCTB, tapi tidak ada penduduknya. “Karena itu ajukanlah kegiatan yang benar-benar perencanaannya dari masyarakat, yang perencanaannya sesuai dengan kebutuhan mereka,” ucapnya. Demikian juga hal-hal yang sifatnya urgensi atau darurat, Kades tidak perlu lagi membuat proposal. Namun cukup membuat surat yang ditujukan kepada bupati dan ditembuskan kepada DPRD, DPPKAD dan Camat. Karena untuk menghitung suatu kegiatan ada tenaga ahli khusus di dinas terkait. Camat Nanga Pinoh, Aimolnija mengungkapkan, kegiatan Musrenbang memang wajib dilaksanakan dalam rangka untuk menyusun perencanaan mulai dari tingkat terbawah di desa hingga ke tingkat atas di kabupaten. Karena para kepala desa diminta untuk menyampaikan apa yang

menjadi usulan untuk perencanaan pembangunan tahun 2015. Aimol mengharapkan, dengan adanya kegiatan Musrenbang, tidak ada lagi kegiatan fisik maupun non fisik tidak tercover di dalam Musrenbang tingkat kecamatan. Semua aspek pembangunan di desa diharapkan bisa masuk di dalam sistem perencanaan pembangunan. “Dengan demikian sehingga tidak ada lagi ke depannya, pembangunan di desa yang tidak tertulis di dalam rencana pembangunan. Misalnya tahun-tahun ini belum dilaksanakan tentunya bisa dimasukan lagi pada tahun depan,” jelasnya. Musrenbang tingkat kecamatan tersebut diikuti oleh 17 kepala desa dan 17 Badan Permusyawaratan Desa (BPD) se-Kecamatan Nanga Pinoh. Kegiatan tersebut untuk perencanaan pembangunan tahun 2015. (eko) †

Pontianak Masih dalam Lingkaran Ekonomi dan Angka Kemiskinan Borneo Tribune, Pontianak PADA Musrenbang Pemerintah Kota Pontianak tahun 2014 beberapa waktu lalu. Soal mendongkrak perekonomian dan menekan angka kemiskinan di Kota Pontianak menjadi pembahasan sangat dominan. Secara perbandingan dengan daerah lainnya, Pontianak sudah cukup tinggi dalam sektor pendapatan asli daerah. Namun dikepemimpinan Sutarmidji-Edi Kamtono

dua hal tersebut masih menjadi persoalan yang sangat serius untuk ditangani. Wali Kota Pontianak Sutarmidji menyatakan Pontianak masih fokus pada masalah-masalah yang kaitannya untuk memacu pertumbuhan ekonomi, menekan angka kemiskinan, pembukaan lapangan kerja dan hal-hal lainnya usai membuka Musrenbang beberapa waktu lalu. Selain tiga hal tersebut,

infrastruktur dan sektor pendidikan masih menjadi sasaran dalam perumusan RKPD dalam musrenbang ini. ”Capacity building juga masih sangat diperlukan untuk peningkatan sumber daya manusia sesuai dengan visi dan misi Kota Pontianak,” kata Sutarmidji. Meski Pontianak di bawah kepemimpinannya sangat pesat perkembangan, namun Midji tak mau jumawah. Di hadapan

peserta Musrenbang Midji menyatakan secara terbuka bahwa semua itu tak lepas dari partisipasi masyarakat Kota Pontianak. Salah satu contoh yang disampaikannya ialah, keterlibatan masyarakat dalam membangun jalan lingkungan. Kendati Pemkot hanya memberikan bantuan berupa material, namun dalam pengerjaan dan penambahan kekurangannya ditutup swadaya masyara-

kat. ”Sampai saat ini panjang ruas jalan lingkungan yang terdata di Kota Pontianak mencapai 739,606 kilometer yang mana 68 persennya telah kita tangani melalui skema partisipasi swadaya masyarakat,” jelas Midji. Dalam mendongkrak perekonomian masyarakat, Pemkot Pontianak menerapkan skema pelatihanpelatihan keterampilan yang melibatkan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)

yang telah memiliki fasilitas pendidikan keterampilan. Di sektor kesehatan, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan Syarif Mochamad Alkadrie telah dioperasionalkan dengan motto “Rumah Sakit Tanpa Kelas dan One Way Service”. Dan di bidangn pendidikan, Pemkot telah mempersiapkan langkah dan strategi untuk wajib belajar 12 tahun sehingga pada akhir tahun 2014

penduduk Kota Pontianak telah bersekolah sampai dengan menamatkan pendidikan tingkat atas. ”Dengan demikian kualitas sumber daya manusia akan meningkat dan pada akhirnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) juga ikut meningkat seiring dengan peningkatan kesehatan, usia harapan hidup serta perbaikan pendapatan masyarakat melalui pendidikan dan latihan keterampilan,” pungkasnya. (Uby) †


Kapuas Hulu Borneo T Tribune

Selasa, 18 Maret 2014

Cornelis: Aparat Desa Jangan Tergoda Gunakan Uang Negara Borneo Tribune, Putussibau RUANG gerak Pemerintahan tingkat desa akan semakin leluasa dalam membangun pembangunan didesa, apalagi dengan munculnya Undang-Undang No. 6 Tahun 2014 Tentang Desa. Mengingat peranan Un-

Saya datang kesini bukan dengan tangan kosong, tetapi membawa banyak program bagi masyarakat, dan ini harus berjalan dengan baik terutama untuk pembangunan bahkan hingga ketingkat desa

Peserta Raker Pembinaan Penyelenggaran Pemerintah Desa dan Kelurahan Kabupaten Kapuas Hulu terdiri dari Camat dan Kades se-Kapuas Hulu. FOTO: Timotius/Borneo Tribune

Gubernur Buka Musrembang RKPD Kapuas Hulu Borneo Tribune, Putussibau GUBERNUR Kalimantan Barat, Cornelis secara resmi membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan Dalam Rangka Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (Musrembang-

RKPD) di Kabupaten Kapuas Hulu yang diselenggarakan di Indoor Volley SKB Kota Putussibau, pada Senin (17/03). Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Bupati Kapuas Hulu, Abang Muhammad

PT. BUMI BORNEO CEMERLANG

Distributor Aspal Shell (Drum) Pen 60/70, Berat Bersih : 154 Kg

Nasir, Ketua DPRD Kapuas Hulu Ade Muhammad Zulkifli, Wakil Bupati Kapuas Hulu Agus Mulyana, pimpinan SKPD di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Kapuas Hulu, Camat dan Kepala Desa se-Kapuas Hulu. Dalam kesempatan tersebut, Cornelis mengatakan bahwa kegiatan tersebut sangatlah penting sebab untuk memaduserasikan pencapaian sasaran program baik secara vertikal maupun

Gallery

Kerawing Menerima pesanan & menjual : hasil tenunan daerah/ kerajinan, berupa pakaian adat, anyaman dan lukisan Putusibau SISKA Hp. 081257159998

horizontal, kemudian strategis karena dapat menciptakan harmonisasi dan singkronisasi dokumen perencanaan khusus dalam upaya kita melakukan konsistensi antara perencanaan, penggangaran, pelaksanaan bahkan sampai tahap pertaggungjawaban. Dikatakan Cornelis, berdasarkan target indicator makro pembangunan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Kalbar tahun 2014-2018 ditargetkan pertumbuhan ekonomi mencapai 5,99-6,54 persen, pertumbuhan ekonomi ini diikuti dengan menurunya angka kemiskinan 7,49-4,22 persen, dan angka pengangguran 3,27-3,01, selanjutnya untuk IPM/HDI 72, 86-74,99. “Untuk mencapai indicator mikro tersebut maka diharapkan Kapuas Hulu dapat memberikan kontribusi pertumbuhan ekonomi sebe-

sar 4,56-5,02 persen, angka kemiskinan 9,62-6,16 persen, tingkat pengangguran 2,34-2,26 persen, IPM sebesar 71,88-73,31 persen yang dapat dimanfaatkan dari sumber yang ada,”ucap Cornelis. Menurut Cornelis, pembangunan manusia di Kabupaten Kapuas Hulu harus tetap menjadi perhatian utama. Program pembangunan perlu diarahkan kekecamatan dan desa-desa miskin. Selain itu, pengurangan angka kemiskinan dan angka pengangguran harus tetap juga menjadi prioritas utama. (Timo) †

dang-Undag tersebut membuat gelontaran dana kedesa semakin besar setiap desa akan mendapatkan kuncuran dana sebesar antara Rp. 500 juta sampai dengan Rp. 1,5 milyar. Gubernur Kalimantan Barat, Cornelis menekankan agar pengelolaan uang tersebut harus sesuai peraturan yang ada, makanya perlu pembinaan dan pengawasan penyelenggaraan Pemerintahan Desa secara berkelanjutan. Bahkan Cornelis minta Rapat Kerja (Raker) dapat dilakukan enam bulan sekali. Ini sangat penting sebab sering kali aparatur pemerintah, bahkan aparat desa tidak sungguh-sungguh melayani masyarakat. “Saya khawatir nantinya banyak Kepala Desa yang ditangkap polisi dan jaksa, karena menggunakan uang yang bukan miliknya. Aparat Desa jangan tergoda gunakan uang Negara, apalagi di Kabupaten Kapuas Hulu

10

ini setiap desa juga mendapatkan Alokasi Dana Desa (ADD) yang relatif cukup besar,”jelas Cornelis saat membuka Raker pembinaan penyelenggaran pemerintah desa dan kelurahan kabupaten Kapuas Hulu, yang diselenggarakan di Indoor Volley SKB Kota Putussibau, Senin (17/03). Dikatakan Cornelis dalam skala desa tentunya pemerintahan desa mesti dipimpin oleh kepala desa yang kreatif, mau bekerja, jujur, dan bertanggungjawab. Kepala Desa dituntut untuk bekerja lebih keras dalam membangun desanya, sebagai mana digariskan peranannya itu dalam UU No. 6 Tahun 2014 tentang desa. Selain itu, memang ada perubahan besar dalam UU No. 6 Tahun 2014 tersebut, semua hak asal usul hak adat yang senyatanya masih ada dalam lingkungan masyarakat akan diakui dan dihargai serta dijamin kelestariannya. Menurutnya, apabila hak adat dan pranata social dalam masyarakat adat tersebut masih sesuai dengan falsfah dan sistem Pemerintahan NKRI. Bila persyaratan tersebut terpenuhi maka di wilayah tersebut bisa dibentuk Desa Adat. “Ini sangat luar biasa, karena tidak ada lagi penyeragaman desa, adanya pengakuan dan perlindungan terhadap desa adat ini menunjukkan bahwa peranan desa kedepan menjadi lebih besar. Harapan lain dengan pengaturan desa yang baru ini akan tumbuh dan menguat kembali sikap gotong royong dan partisifasi masyarakat,” ujarnya. Tidak hanya itu, Cornelis juga mengingatkan kepada Ketua dan anggota BPD untuk bersama-sama melakukan kontrol dan pengawasan penggunaan anggaran yang dialokasi kepada pemerintahan desa, karena uang tersebut merupakan uang Negara tetap wajib dikontrol. “Saya datang kesini bukan dengan tangan kosong, tetapi membawa banyak program bagi masyarakat, dan ini harus berjalan dengan baik terutama untuk pembangunan bahkan hingga ketingkat desa,” pungkasnya. (Timo) †

Kades Diminta Selesaikan Profil dan Batas Desa Borneo Tribune, Putussibau UNTUK melaksanakan program pembangunan di tingkat desa, saat ini para Kepala Desa diminta untuk segera menyelesaikan profil dan batas desa. Sebab profil desa tersebut merupakan acauan dalam program pembangunan. Demikian dikatakan Kepala Badan Pemereintahan Desa Provinsi Kalimatan Barat, Yoseph Alexander ditemui sejumlah wartawan usai pembukaan Raker pembinaan penyelenggaran pemerintah desa dan kelurahan kabupaten Kapuas Hulu, Senin (17/03). Dikatakan Alexander, untuk profil desa di wilayah Provinsi Kalimantan Barat dari 1. 789 desa hanya sekitar 30 persen yang sudah menyelesaikan,padahal me-

Kepala Badan Pemerintahan Desa Prov Kalbar Yoseph Alexander FOTO: Timotius/Borneo Tribune

nurutnya profil desa tersebut sangat penting terlebih lagi untuk batas desa. “ Jika dulu batas desa hanya dilaksanakan dengan batas alam, seperti sungai dan bukit, tetapi dengan adanya perkebunan sawit sekarang seperti lautan sawit, batas desa perlu menggunakan titik koordinat, bahkan untuk profil desa harus bisa diakses melalui website,” jelasnya. Sehingga Alexander menekankan kepada seluruh kepala desa yang ada di wilayah Provinsi Kalimantan Barat untuk dapat segera menuntaskan profil dan batas desa, dan targetnya sampai 2015 mendatang semua desa harus sudah memiliki profil desannya masing-masing. (Timo) †

IKLAN BARIS Langganan Koran

DIJUAL

Telp. 0561-577868 Jl. Gaj ahma da N o. 3 P ont ianak Gajahma ahmada No Po ntianak Email: aria_tur@yahoo.com Penerbangan Pontianak - Jakarta BATAVIA : 5x penerbangan dalam sehari ( z07.05 z07.55 z11.10 z14.35 z16.00 ) SRIWIJAYA : 4x penerbangan dalam sehari ( z07.00 z07.55 z11.55 z15.50 ) LION AIR : 3x penerbangan dalam sehari ( z07.30 z11.35 z15.30 )

GARUDA : 3x penerbangan dalam sehari ( z08.00 z12.55 z17.35 ) Penerbangan PTK - JOGJA & PTK - SURABAYA BATAVIA : 1x penerbangan dlm sehari (pukul : 14.45)

Tanah Kavling lokasi strategis, siap bangun di Perbatasan Sungai Raya Dalam - Punggur Kecil (lurus Paris2), SHM - aman / tidak bertimpa, dll. Tersedia 62 kavling 10 x 20 m2 (25jt cash), 8 kavling Ruko 5 x 40m2 (50 jt cash). Untuk kredit DP 5jt, sisanya diangsur 3642 bulan. Hanya 5 Km dari Jl.Ayani 3 dan pinggir jalan raya Paris - Parit Buluh. Berminat Hubungi :

0812 5710 225

Ingin berlangganan Harian Borneo Tribune di daerah, hubungi: Biro Kubu Raya: Aldi (08971600688) Biro Mempawah: Johan Wahyudi (085654587038). Biro Sambas: Amrul Ambiya (Kontributor/Pemasaran) (085245527602). Biro Bengkayang: Mujidi (085245247955). Biro Landak: Yohanes Ngalai / Pemasaran (085822062880). Biro Sanggau: Ratnasari (085245904505). Biro Melawi: Eko Susilo (081256452946). Biro Sekadau: Bagus Kosminto (085245743683). Biro Sintang: Endang Kusmiyati (08524-5006757)

Biro Kapuas (085654585775)

Hulu:

Herdi

Biro Ketapang: Aldi (08971600688) Biro Kayong Utara: Abdul Khoir (081345154592)

Taxi CV. TEGAR PRATAMA TRANSPORT Melayani Antar Jemput Penumpang Jl. Kalimantan No. 24B 0562-640029/641366 SINGKAWANG Jl. Imam Bonjol Gg. Tnjng Sari No. 36 0561-747211/749025 PONTIANAK INNOVASI TAXI. Melayani Antar Jemput. Jl. Tua Pekong No.24 Singkawang, (0562)3309800, Jl. A. Yani (RM. Bertagis) Pontianak Telp. (0561) 7015100, (0561) 7157000

Service Mobil SUTOYO MOTOR. Service, Tune Up, Las/Cat Mobil. Jl. Letjen Sutoyo No. 11 Telp. 743690 Ptk

Kost Gallery Kost. Menerima Pria & Wanita Fasilitas Air & Listrik dan lain-lain. Jl. Diponegoro No. 9 Telp. 0562-3320424 SKW

Iklan Baris:

1 baris / hari Rp. 6.000,-


Teras Borneo T Tribune

Selasa, 18 Maret 2014

11

Masuk Dunia Politik itu Panggilan

Suhu Hengky Theresya/The Kim Heng menyerahkan 2 unit mobil Damkar kepada Damkar YPKK dan Damkar Mandiri, serta 3 Unit Mesin Damkar untuk Damkar Mandiri, Damkar Sungai Ambawang, dan Damkar Sungai Regas, serta Beras yang disalurkan melalui YPKK. FOTO Andika Lay/Borneo Tribune.

Suhu Hengky Theresya Sumbang Mobil dan Mesin Damkar Borneo Tribune, Pontianak MELIHAT makin banyaknya Yayasan sosial Pemadam Kebakaran (Damkar) yang berada di Kota Pontianak dan Kubu Raya pada khususnya, Suhu Hengky Theresya/The Kim Heng merasa sangat senang. Kesadaran masyarakat untuk membantu sesamanya semakin besar dari hari kehari. “Ini merupakan perubahan ke arah yang lebih baik,” kata Hengky Theresya/The Kim Heng, Senin (17/3) sesaat usai menyerahkan 2 unit Mobil dan Mesin Damkar di kediamannya, jalan Gajah Mada 19. Dikatakannya, Tahun 2013 lalu Suhu Hengky Theresya telah menyumbangkan 2 unit mobil Damkar kepada Damkar YPKK dan Damkar Sungai Ambawang, namun masih

banyaknya armada kendaraan dari pemadam kebakaran yang sudah kondisinya tidak efisien lagi untuk dipakai karena faktor usia, dll. “Karena itulah, saya merasa perlunya masyarakat untuk membantu Yayasan pemadam kebakaran sebagai bentuk kepedulian dan memberi dukungan agar mereka berkinerja lebih baik lagi dalam memberikan pertolongan,” jelasnya. Tahun 2014 ini, Suhu Hengky Theresya kembali menyumbangkan 2 unit mobil Damkar, dan 3 unit Mesin Damkar, serta Beras. “Semua sumbangan ini merupakan sumbangan dari pasien-pasien saya yang merasa tersentuh dan ingin memberikan bantuan agar kehidupan bermasyarakat menjadi lebih baik dan indah,” kata Suhu yang biasa

disapa. Suhu Hengky juga berharap, dengan diberikannya bantuan 2 Unit Mobil kepada Damkar YPKK 2 dan Pemadam kebakaran Mandiri, dan 3 Unit Mesin Damkar untuk Pemadam Kebakaran mandiri, Pemadam Kebakaran Sungai Ambawang dan Pemadam Kebakaran Sungai Rengas, serta sumbangan Beras yang disalurkan melalui YPKK, maka mereka dapat berkinerja lebih baik lagi, tidak kenal lelah, dimanapun dan kapanpun masyarakat membutuhkan bantuan mereka. “Dengan begini, maka mereka akan lebih maksimal dalam menjalankan tugas sosialnya,” harapnya. Sementara itu, Ketua Pemadam Kebakaran Mandiri Bong Ciap Jung menyampaikan penghargaan dan

ucapan terima kasih atas bantuan Mobil dan mesin Damkar. Bantuan ini sangat membantu tugas operasional Damkar Mandiri dalam penanggulang bahaya kebakaran. “Kami sampaikan ucapan terima dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas bantuan ini. Bantuan ini sangat mendukung kinerja kami dalam penanggulangan bahaya kebakaran,” ucap Bong Ciap Jung. Senada dengan Bong Ciap Jung, Ketua YPKK Yo Yong Siang juga menyampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih atas bantuan mobil Damkar untuk YPKK 2 di Purnama. Sekretariat YPKK di Purnama memang masih minim sarana alat Damkar, dan dengan bantuan ini, tentu menunjang semua kegiatan kami dalam opersional Penanggulangan bahaya kebakaran. (Lay)†

pergi lagi ke RSUD. Kali ini membawa harapan besar bahwa kami berjumpa dengan dokter yang kami butuhkan. Kali ini, karena kedatangan saya agak siang, nomor antrian mencapai ratusan. Setelah lebih dua jam menunggu, giliran tiba. Nomor yang saya pegang diarahkan pada conter 1. “Bapak pakai kartu apa?” petugas bertanya dengan ramah. Pertanyaan ini membuat saya bingung. “Kartu .?” Saya tidak mengerti maksudnya. “Ya, apa kartu BPJS?”

“Tidak. Pasien umum”. “O, kalau umum bukan di sini. Conter 5”. Ya, salam. Sudah menunggu lebih dua jam ternyata salah lagi. Kesal, geram, campur satu. Salah saya tidak bertanya pada saat mengambil nomor antrian. Saya mengambil lagi nomor antrian. Dan untungnya, loket 5 dan 4 sudah sepi. Malah, loket 1,2 sudah kosong. Petugas istirahat siang menghilang dari tatapan para pengantri yang masih tersisa di kursi tunggu, yang menatap penuh harap mendapatkan layanan. (*) †

Kenapa Tidak Pakai BPJS? (2) Hakkul yakin, urusannya pasti panjang dan bentuk pelayanannya belum tahu. Berkaca pada model penggunaan kartu sebelum ini, bentuk pelayanan selalu membuat keluarga pasien ekstra sabar. “Ndak usah ajalah. Kasian kakek,” kata Paman, kemudian. “Ngurus ini ‘kan harus ke sana ke mari. Balek lagi dari kampung”. Malamnya ketika di kantor saya meyakini pilihan paman benar. Di sebuah surat kabar diberitakan tentang keluhan seorang pasien yang menggu-

nakan kartu BPJS. Ada keluhan di RSUD Sudarso dan ada keluhan di RSUD Landak. Koran itu saya tunjukkan pada Paman dan beliau manggut-manggut. Menurut Paman, biarlah kami mendengar dahulu berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk berobat kakek. Kami masih berharap, biaya yang diperlukan tidak besar amat. Biaya bertemu dokter, biaya periksa, dan biaya obat mungkin masih dapat ditanggung. Kalau tidak, bisa patungan. *** 10 hari kemudian. Kami

Libatkan Anak dalam Kampanye, Orang Tua Bisa Dipidana agar anak jangan sampai dilibatkan dalam kampanye. Ketua KPAI, Asrorun Ni’am Sholeh mengatakan, orangtua yang membawa anaknya dalam kampanye terbuka peserta pemilu 2014 bisa dipidana. Dia mendasarkan itu pada Pasal 87 UU 23/2002 tentang Perlindungan Anak. “Hukumannya ancaman penjara maksimal lima tahun atau denda maksimal Rp500 juta bagi orangtua,” kata Asrorun Ni’am Sholeh, Ketua KPAI di Jakarta, Senin 17 Maret 2014. Pernyataan orang tua yang menyatakan tidak punya tempat untuk menitipkan anaknya saat kampanye tidak bisa dijadikan alasan. “Menempatkan anak di tempat pengasuhan akan lebih baik daripada anak diikutsertakan dalam kampanye,” ujarnya. Asrorun menyesalkan Parpol belum menyiapkan

langkah bagi kader atau simpatisan yang membawa anak dalam kampanye. Baginya seharusnya parpol menyiapkan tempat yang dekat bagi kader atau simpatisan mereka menitipkan anak. Ini sebagai salah satu tanda dimana Parpol belum begitu peduli terhadap perlindungan anak. “Saat ini parpol belum ada yang memiliki program yang kongkrit terhadap perlindungan anak,” ujarnya. Berikut bunyi pasal yang dirujuk Ketua KPAI itu. Pasal 87: Setiap orang yang secara melawan hukum merekrut atau memperalat anak untuk kepentingan militer sebagaimana dimaksud dalam Pasal 63 atau penyalahgunaan dalam kegiatan politik atau pelibatan dalam sengketa bersenjata atau pelibatan dalam kerusuhan sosial

atau pelibatan dalam peristiwa yang mengandung unsur kekerasan atau pelibatan dalam peperangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 15 dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/ atau denda paling banyak Rp 100.000.000,00 (seratus juta rupiah). Adapun Pasal 63 berbunyi berikut ini. Pasal 63: Setiap orang dilarang merekrut atau memperalat anak untuk kepentingan militer dan/atau lainnya dan membiarkan anak tanpa perlindungan jiwa. Sementara UU 8/2008 tentang Pemilihan Umum tidak memuat larangan mengikutsertakan anak. Yang dilarang dalam UU tersebut diikutsertakan dalam kampanye antara lain hakim, pejabat BPK, pejabat BI, Direksi sampai karyawan BUMN dan BUMD, PNS, TNI/Polri, kepala desa,

dan perangkat desa. Meski tidak muncul di UU Pemilu, Komisi Pemilihan Umum memunculkan pelarangan menyertakan anak di dalam kampanye dalam Peraturan KPU Nomor 15/2013 tentang Pedoman Kampanye, yakni pada poin (k), yang berbunyi peserta pemilu dilarang memobilisasi WNI yang belum memenuhi syarat sebagai pemilih. Sebelumnya, Ketua Bawaslu Muhammad mengaku sudah menegur partai politik yang melibatkan anak-anak. Namun, dia tidak menyebut partai apa yang telah diberikan teguran itu. “Pelanggaran pertama semua partai dapat teguran karena melibatkan anakanak. Kami sudah surati KPU supaya diberi teguran pertama kalau teguran berulang Bawaslu akan tegas, parpol diskualifikasi,” ujarnya. (vvn/umi) †

Kebutuhan Sapi Kalbar Masih Bergantung Pulau Jawa Menurut Manaf, naiknya harga daging sapi di pulau Jawa sangat berpengaruh terhadap pedagang di Kalbar. “Karena ada aspek psikologis. Dengar naik, lalu dinaikan juga oleh pedagang kita,” jelasnya Mustafa menilai kurangnya produksi sapi di Kalbar karena sistem beternak yang belum modern.

“Sistem peternak rakyat, buka seperti perusahaan. Sehingga kita harus pasok dari luar, terutama dari Madura yang mencapai 19 ribu ekor pertahun,” ujarnya. Untuk itu Mustafa mengaku, Distanak Kalbar terus berupaya untuk mengembangkan populasi ternak sapi di Kalbar, sehingga da-

pat meningkatkan produksi sapi di provinsi itu. Program peningkatan produksi sapi kata Manaf dengan melakukan integrasi sapi sawit. “Karena saling menguntungkan, antara perkebunan dan peternak sapi. Nanti kita akan kerja sama dengan Dinas Perkebunan, karena luas kebun sawit di

Kalbar memadai. Tinggal kita lepas saja sapi-nya, tanpa campurtangan manusia,” katanya. Mustafa berharap, program integrasi sapi sawit tersebut bisa didukung semua perusahaan yang ada di Kalbar. “Kita akan upaya bagaimana program ini didukung oleh perusahaan,” tandasnya. (Slt) †

wangi). Nama Karolin Margret Natasa, unik, bermakna seperti wangi mawar Sastrawan terbesar Inggris kelahiran 1564 itu. Makna tersebut sejalan dengan perjuangan yang sudah dilakukannya sejak dilantik menjadi Anggota DPR RI dari daerah pemilihan Kalimantan Barat. Karolin hampir tidak punya waktu istirahat, karena menjaring aspirasi pembangunan di segala bidang, sampai ke kampungkampung di wilayah terluar dan perbatasan Kalimantan Barat didatanginya, dari berkendaraan sampai naik ojek bahkan jalan kaki masuk keluar kampong yang terisolasi, dilakukannya, demi kemajuan masyarakat Kalimantan Barat. Tiga nama yang semestinya untuk tiga orang tersebut menurut Ayahnya Cornelis, suatu ketika menjelaskan bahwa makna nama puteri sulungnya itu diambil dari tiga orang tokoh wanita terkemuka di dunia, terutama dalam bidang politik. Dijelaskannya, Karolin, diambil dari nama Caroline, anak Raja Monaco, bernama lengkap

Caroline Louise Marguerite Grimaldi, yang mewarisi tahta Monaco sejak tahun 2005. Sedangkan Margret diambil dari nama perdana menteri Ingris terkenal dengan nama Margaret Thatcher. Terlahir dengan nama Margaret Hilda Roberts yang lahir di Grantham, Lincolnshire, kota kecil di timur Inggris, 13 Oktober 1925. Thatcher memulai debut politiknya saat menyampaikan pidato pada usia 20 tahun. Ia mengenyam pendidikan di ilmu kimia Universitas Oxford. Sempat menjadi ahli kimia dan pengacara, karier politik Thatcher mulai menanjak saat terpilih menjadi Ketua Partai Konservatif pada 1975. Hanya berselang empat tahun, ia membuat sejarah dengan menjadi perdana menteri perempuan pertama di negara itu. Selama kepemimpinannya di periode pertama, namanya mencuat saat memerintahkan perang dengan Argentina yang mengklaim Kepulauan Falklands atau Malvinas pada 1982. Kemenangan Inggris merebut kembali Falklands menbuat

wanita yang dijuluki perempuan berhati besi itu terpilih kembali pada Pemilu 1983. Sedangkan Natasa, diambil dari nama bintang Film kelahiran Jerman yang popular era 1982, bernama lengkap Nastassja Aglaia Nakszynski, yang menurut karolin sendiri adalah bintang film hebat yang dalam aktingnya di sebuah film berhasil menyusup ke markas Nazi kemudian menumpasnya. Mengapa Karolin memilih PDI Perjuangan?, menurut peraih suara tertinggi ketiga pada pemilihan umum legislative 2009 lalu itu, Partai yang dipimpin Megawati Soekarno Putri itu, konsisten dengan empat pilar kebangsaan yakni, Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dijelaskannya pula, PDI Perjuangan itu partai nasionalis, tidak abuabu dalam ideologi. PDI Perjuangan juga penyambung aspirasi kaum minoritas di Indonesia dan merangkul semua lapisan masyarakat sampai akar rumput. (*r/ haes) †

6 Ribu Lansia di Kalbar Terlantar Begitu juga dengan orang dengan kecacatan berat sebanyak 4 ribu lebih. Mereka yang miskin sekitar 60 persen. “Sebagian besar penyandang cacat ini dari keluarga miskin. Yang baru memperoleh Asistensi Sosial Orang Dengan Kecacatan (ASODK) berat baru 626 orang. Kami juga berterimakasih karena memperoleh asistensi sosial lanjut usia yang jumlahya sebanyak 850 orang. Ini sangat membantu mereka yang berasal dari keluarga miskin,” ujarnya. Junaidi menjelaskan, program Asistensi Sosial Lanjut Usia (ASLUT), Asistensi Sosial Orang Dengan Kecacatan (ASODK) berat

dan Proram Keluarga Harapan (PKH) yang dikelola oleh kementerian sosial merupakan program pelindungan sosial yang launcingnya oleh presiden. Hanya saja ia mengakui, di lapangan sangat sulit menjelaskan mengapa ada kabupaten yang dapat dan tidak. Ia mencontohkan, di satu kecamatan yang dapat hanya 5 orang sementara yang cacat ada 15 orang. Memang agak sulit menjelaskannya. Intinya dana yang dialokasikan tidak bertambah. “Kami iri dengan anggaran di kementerian lain seperti Bantuan Operasional Sekolah (BOS) seluruhnya dapat. Sementara kita ini bertahap. Seperti PKH di-

luncurkan 2007, Kalbar baru dapat 2010. Kemudian sampai 2013 baru 8 kabupaten yang menerima dari 14 kabupaten/kota,” paparnya. Ia menyadarai, memang Kementerian Sosial sangat kesulitan karena harus memperluas program PKH secara nasional. Sehingga banyak dana yang tersedot ke situ. Tetapi poinnya adalah permasalahan sosial semakin tahun semakin meningkat. “Alokasi anggaran untuk penanganan masalah kesejahteraan sosial juga meningkat. Alokasi anggaran untuk kementerian sosial seharusnya juga diperbesar,” pungkasnya. (Slt) †

Pak Kancil Tak Terlihat Lagi pasar, kehidupannya di pasar kurang lebih selama 20 tahunan, namun nasibnya begitu malang, rumah tidak ada, keluarga pun seperti tidak memperdulikannya, ditambah lagi kakinya yang sudah lumpuh. Akhirnyam ia memutuskan memilih untuk tinggal di jembatan kecil di Pasar Kapuas tersebut, dan hidup pun dari belas kasihan orang. Namun kini orang - orang, maupun pedagang sekitar pasar Kapuas, tidak akan melihatnya lagi, karena dirinya sudah meninggal dunia. Dirinya ditemukan terbujur kaku, layaknya seorang yang sedang tidur, tepatnya di jembatan kecil penyambung lorong pasar. “ Kasihan bapak itu, biasanya saya melihat dia duduk disitu, dan saya juga biasa kalau ada sedikit uang, memberikan kepadanya, tapi kali ini dia telah tiada,” ujar seorang laki laki yang mengaku sering berbelanja di Pasar Kapuas. Sebelumya kematian Pak Kancil tidak, diketahui pedagang setempat, namun karena tepat pukul 08.30 Wib, Pak Kancil juga tidak bangun dari tidurnya, akhirnya seorang pedagang, mengampiri tubuh Pak Kan-

cil. “ Saya mendapatkan informasi, Pak Kancil tidak bangun - bangun dari tidurnya, sehingga saya pun mengeceknya, dan merasakan tubuhnya, ternyata Pak Kancil telah tiada,” ungkap seorang pedagang enggan disebutkan namanya. Mayatnya pun, tidak angkat oleh warga maupun pedagang setempat, melainkan menunggu pihak kepolisian datang untuk mengangkat Mayatnya, di mana mayatnya diangkat oleh pihak kepolisian sekitar pukul 11.00 Wib. Semasa hidupnya, Pak Kancil sebelumnya adalah seorang pemulung, kemudian karena lumpuh dan tidak bergerak, akhirnya dirinya memilih, diam, dan berharap ada belas kasihan dari orang. Sementara itu Siti hanya bisa termenung dan meneteskan air mata, melihat Ayahnya sudah dalam keadaan membujur kaku dan tidak bergerak, dan terlihat panik dan kebingungan. Hujan gerimispun membasahi tubuh Pak Kancil yang terselimutkan kain batik. “ Saya bingung, harus dibawa ke mana ini” ujat Siti. Sebaiknya dibersihkan da-

hulu bapak mu itu, kasihan dan tunggu polisi terlebih dahulu, untuk mengangkat mayatnya,” ujar seorang perempuan yang mencoba menenangkan anak Pak Kancil. Informasi yang berhasil didapat dilapangan, diduga kematian Pak Kancil ini pun, disebabkan karena sakit yang dideritanya, di mana Pak Kancil dikabarkan sudah bertahun - tahun menderita lumpuh di kaki. Pengunjung pasar dan pedagang lainnya pun, mengerumuni Jasad Pak Kancil, satu persatu melihat, bahkan ada yang merasa kenal dengan Pak Kancil, lantaran setiap kali melintasi jembatan kecil penyambung lorong pasar itu. Seorang demi seorang pengunjung pasar, memberikan bantuan seadanya untuk Pak Kancil, yakni memberikan uang dan di masukan kedalam kotak, di mana bantuan masyarakat itu, untuk biaya pemakamannya dan biaya di rumah sakit. Pengunjung pasar maupun pedagang pun, bubar dan meninggalkan tempat Pak Kancil ditemukan tak bernyawa itu, di mana anaknya berencana memakamkan jasad Ayahnya itu secepat mungkin, usai dari rumah sakit. (Zrn) †

Masyarakat Sejiram Audiensi dengan Gubernur Pertemuan masyarakat Sejiram dengan Gubernur tersebut dengan bermacam aspirasi seperti pengusulan listrik, telpon, tower telpon, sekolah dasar, dan rumah adat, rumah ibadah. Kepala Desa Pala Kota mengajukan sekolah dasar mini. Terkait listrik, Sekdes Pala Kota mengakui sudah mengajukan pembangunan jaringan listrik sejak 2009reda. “Sudah diusulkan namun bahkan sampai pengukuran tiang jaraknya dari Pala Kota tidak jauh, satu kilometer dari Pala Kota” kata Sekdes Pala itu.

Sementara itu, Gubernur Kalbar Drs Cornelis, MH menuturkan bahwa listrik, telpon itu Badan Usaha Milik Negara namun tidak salah mengusulkan. Walau tidak serta merta, bisa direalisasikan. “Sertai data lengkap, bila perlu minta bantuan dengan perusahaan,” ujar Cornelis. Khusus listrik, gubernur menjelaskan apakah ada potensi energi air terjun, sehingga bisa dibuat Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH). Ketua Paguyuban Dayak Kanayatn di Sejiram, meng-

usulkan asrama karena banyak yang sekolah di Kecamatan numpang dengan orang, sehingga asrama diperlukan. Ajukan permohonan tertulis diketahui camat, kepala desa, diajukan ke Gubernur pun dijelaskan Gubernur. Dalam bidang adat istiadat Gubernur juga meminta agar tumenggung dan dewan adat untuk melestarikan membina masyarakat serta nilai adat istiadat. Adat yang tidak baik seperti mabuk-mabukan, pesta sampai bangkrut jangan dilestarikan lagi. (Lay) †


CMYK

Borneo Tribune

Selasa, 18 Maret 2014

www.borneotribune.com

12

Bersama Waria Karol Rayakan Ultah

Borneo Tribune, Pontianak Dr. Karolin Margret Natasa, anggota DPR RI dapil Kalimantan Barat mengundang para waria se Kalimantan Barat untuk silaturahmi sekaligus syukuran dalam rangka ulang tahunnya ke-32 yang jatuh pada 12 Maret 2014, namun baru melakukan ucapan syukur, 16 Maret, atau empat hari setelahnya. Silaturahmi pun dilaksanakan di Istana Rakyat Kalimantan Barat. Hadir juga Anggota Ikatan Sepeda Sport Indonesia, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kalimantan Barat Ny Frederika Cornelis. Dalam silaturahmi tersebut digelar juga kreativitas para waria mulai dari menyanyi, lips Sing, fashion show.

Ketua Persatuan Waria Pontianak (Perwapon) Yetti Dharmawati, mengucapkan terima kasih sudah diundang ke Istana Rakyat yang sebelumnya diakui sebagai tempat yang jauh dari jangkauan masyarakat apalagi kaum waria. Jaman Bapak Gubernur Cornelis menurutnya baru bisa para waria masuk ke istana rakyat ini, “Kami berharap sekali, pertemuan ini tidak hanya sekali, dan terima kasih kami diperhatikan sudah bisa diterima ditengah masyarat,” ujar Yetti. Yetti juga mengungkapkan sebagai waria, banyak sudah kegiatan positif yang dilakukan sejak didirikan s9 tahun lalu, khususnya di Pontianak, seperti ikut menyukseskan program

PKK, dan waria menjadi anggota sampai tingkat dasawisma. Yetti tidak bisa menutupi kegembiraanya karena waria bukan lagi kelas sosial yang dipandang sebelah mata, “kami bersyukur sudah tidak dipandang sebelah mata, namun sudah empat mata,” ujar Yetti. Karolin Margret Natasa mengatakan, wadah silaturahmi ini untuk ajang kreatifitas para waria. Dan Disamping itu, dirinya sebagai Anggota DPR RI Komisi IX berkewajiban mensosialisasi BPJS yang sudah menjadi program nasional. Legislator PDI Perjuangan itu menghimbau agar masyarakat mendaftarkan diri ke BPJS, karena dirinya juga anggota BPJS. (*r/hentakun)

SPESIFIKASI PONDASI COR BETON SETEMPAT + PERKUATAN CERUCUK RANGKA BADAN BETON BERTULANG DINDING BATAKO PLESTER LUAR LANTAI COR BETON KERAMIK 40 X 40 (T 45 X T 70) TERAS COR + KERAMIK 40 X 40 RANGKA ATAP BAJA RINGAN ATAP SENG METAL PINTU JENDELA KUSEN ALUMINIUM, DAUN PINTU MULTIPLEK CAT LUAR DALAM PLAFON RANGKA ALUMINIUM PENUTUP GYPSUM (DALAM) GRC (LUAR)

KM/WC KERAMIK 20 X 20 SANITARY KLOSET JONGKOK (T 45) KLOSET DUDUK (T 70) FASILITAS LISTRIK PLN 1300 W LEBAR JALAN 5 METER AIR BERSIH PDAM PAGAR KELILING

HUBUNGI:

YONGKY

TYPE 45 & 70

0852 4551 2773 Denah Lokasi POM BENSIN

DENAH T 45

DENAH T 70

Keraton Kadariah

Jl. Ya’ M Sabran Jl. Panglima Aim

Jl. Tj Hilir

Jl. Tanjung Raya

RS YARSI

Tiup Lilin. Dr. Karolin Margret Natasa meniup lilin ulang tahunnya ke 32 di dampingi suaminya dr. Adi Nugroho, Ibunya Ny. Frederika Cornelis, serta Adiknya Angelina Fremalco di Istana Rakyat, Minggu 16/3. Karolin merayakan ulang tahun bersama waria se Kalimantan Barat.

Implementasikan Pelestarian Seni Budaya Daerah Borneo Tribune, Sambas Untuk mewujudkan kota Sambas sebagai kota Wisata dan Seni Budaya, Senin (17/3) acara Bimtek Kesenian Daerah digelar bertempat di Aula utama Bupati Sambas dan dilanjutkan dengan acara aksi sapta pesona budaya di depan Istana Alwatzikhoebillah Sambas, kegiatan yang diikuti oleh 40 peserta ini berlangsung lancar. Wakil Bupati Sambas, Pabali Musa, M.Ag mengatakan Seni dan budaya daerah mempunyai peranan penting dalam pembangunan daerah dan merupakan potensi lokal yang harus dikembangkan khususnya di Kabupaten Sambas. Dalam memajukan seni budaya sangat erat kaitannya dengan kemajuan dunia wisata dan merupakan mata rantai dari ekonomi kreatif. “Karena dengan pembangunan kesenian berarti kita membangun ekonomi masyarakat,” katanya. Pabali mengharapkan kepada Kepala Dinas yang menangani bidang kebudayaan dan pariwisata untuk dapat menyusun rencana tindak (Action Plan) pengembangan aspek seni budaya daerah. Dikatakannya seni tradisional adalah bagian dari totalitas kehidupan yang menjadi ciri manusia sebagai makhluk khusus dan karena itu sekaligus merupa-

kan wilayah kegiatan yang bisa merasuk pada penggalian nilai-nilai manusia yang tidak akan pernah habis. Menurutnya seni tradisional telah menjadi media atau alat yang sangat berjasa dalam mempersatukan umat manusia yaitu menyebarkan agama islam, atau metode untuk menerapkan ajaran-ajaran agama islam. Pendidikan seni pada masa lalu disampaikan secara natural mulai dari lingkungan keluarga, kelompok masyarakat dan lingkungan sekolah baik itu termasuk kedalam intra kurikuler maupun ekstrakurikuler. “Pendidikan seni sebagai esthetic needs memiliki fungsi yang esensial dan unik, sehingga mata pelajaran ini tidak dapat digantikan dengan mata pelajaran lain, “ jelasnya. Menurut Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sambas, M. Syerly menyampaikan bimtek kesenian ini merupakan kegiatan yang dilaksanakan Direktorat Jenderal Pengembangan Destinasi Pariwisata Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Kabupaten Sambas. Bimtek kesenian ini juga merupakan implementasi dari upaya untuk menjaga dan memelihara kebudayaan yang antara lain kesenian daerah,

Wakil Bupati Sambas, Pabali Musa M.Ag menyampaikan sambutannya dalam acara Bimtek Kesenian Daerah. Foto Amrul termasuk didalamnya adat istiadat, nilai sosial budaya masyarakat, terutama nilai-nilai etika, moral dan adab agar keberadaannya tetap terjaga dan berkelanjutan. Syerly juga mengungkapkan perkembangan kesenian daerah Kabupaten Sambas diharapkan tidak meninggalkan ciri khas serta keunikan yang ada, dimana ciri khas tersebut dapat mencerminkan identitas, tradisi dan adat istiadat yang dimulai oleh Kabupaten Sambas. Keanekaragaman kebudayaan termasuk kesenian yang tumbuh dan berkembang dapat dimanfaatkan untuk memperkaya SDM kebudayaan daerah Kabupaten Sambas. “ Kabupaten Sambas sangat kaya dengan keanekaragaman budaya, adat istiadat dan kesenian dari berbagai etnis. Persoalan yang kita hadapi adalah

bagaimana memberdayakan, mengembangkan dan meningkatkan kualitas agar dapat lestari sehingga mampu memberikan nilai tambah ditengah masyarakat dan menjadi sarana kompetisi positif dalam mencapai kemajuan bersama seluruh masyarakat,” jelasnya. Dikatakannya pelestarian kesenian melalui bimtek kesenian dengan tetap mempertahankan akar budaya yang dimiliki dan tidak dimaksudkan untuk mengganti unsur-unsur budaya yang sudah ada. “Sanggar-sanggar kesenian di Kabupaten Sambas cukup banyak, kira-kira ada enam pulahan. Untuk itu mari kita lestarikan dan tumbuhkembangkan mulai dari sekarang, dan kita mulai dari diri kita terlebih dahulu agar pelestarian seni budaya daerah akan tetap terjaga dan semakin berkembang,” harapnya. (aml)

Hadir di Pontianak untuk memenuhi kebutuhan busana batik bagi Anda dan Keluarga

Menyediakan kain dan busana batik eksklusif bagi Pria, Wanita, Sarimbit (pasangan), Remaja dan Anak-anak dengan motif dan model yang trendy untuk kegiatan formal maupun informal

Kertas Fotokopi Berkualitas

DISTRIBUTOR TUNGGAL

CV. DUTA UTAMA ADITYA Jl. Putri Candramidi No. 8 Pontianak-Kalbar Telp. 0561-767552/766199

Harian Borneo Tribune 18 Maret 2014  

Harian Borneo Tribune 18 Maret 2014

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you