Page 1

cmyk

I DEALISME, K EBERAGAMAN

KEBERSAMAAN

DA N

Borneo Tribune www.borneotribune.com

Senin, 30 September 2013

24 Dzulkaidah 1434 H - 26 Peh Gwee 2564 Telepon Redaksi/Iklan/Langganan/Pengaduan: (0561) 767788 Faximile. (0561) 766103

Alamat Redaksi: Jln Purnama Dalam No 2 - Pontianak 78121

Warga Kalbar di Pangkal Pinang Rindu Cornelis Beliau Merakyat, Peduli dan Punya Komitmen Bangun Kalbar Kerinduan kepada pemimpin (Gubernur-red) selalu menjadi dambaan bagi masyarakat Kalimantan Barat yang ada diperantauan, meski sudah merantau meninggalkan daerah bahkan telah menjadi warga masyarakat diwilayah setempat, namun mereka tetap selalu merindukan dan mendambakan bisa bertemu kepada sang pemimpinnya. Borneo Tribune, Pangkal Pinang Seperti warga Kalimantan Barat yang tergabung dalam Forum Ikatan Keluarga Besar Kalbar (IKKB-Kalbar) yang merantau bahkan sudah sekian lama menetap diwilayah Tanjung Pinang Provinsi Kepulauan Riau, mereka bangga dan senang dapat berjumpa dengan Gubernur Drs.Cornelis,MH, ini merupakan obat kerinduan bisa bertemu.

Pertemuan Silaturahmi Gubernur dengan masyarakat Kalbar di Pangkal Pinang berlangsung di Hotel Aston, Jum’at ( 27/9). Seperti di utarakan H. Khadir Warga masyarakat Kabupaten Sambas, dimana hampir 75 % hidupnya dihabiskan untuk bekerja dan menetap di Pangkal Pinang, meski demikian jiwa

RINDU . Gubernur menyalami warga Ikatan Keluarga Kalimantan Barat (IKKB) di Pangkalpinang dalam acara silaturahmi . Foto : Ist KEPENGURUSAN. Ketua IKKB Kalbar Pangkalpinang Muad Akil menyerahkan susunan pengurus kepada Gubernur. Foto : Ist.

....Ke Halaman -11

Kesenian Kalbar Perlu Digali Ketua MABM Kalbar Apresiasi Gubernur

Borneo Tribune, Pangkal Pinang Budaya Melayu adalah budaya yang sudah sejak lama menjadi unsur yang dominan dalam budaya Indonesia. Salah satunya adalah Gurindam XII yang

Drs.Cornelis, MH didampingi Ny Frederika Cornelis, S.Pd ketika menyempatkan diri melihat latihan peserta kontingen Kesenian Melayu Kalimantan Barat yang akan mengikuti Festival Tamadun Melayu ke I di ....Ke Halaman - 11

Seminar Nasional BPD Se Indonesia

B uah Bibir Investasi Harus Dijaga UNTUK membangun Kabupaten Kapuas Hulu perlu melibatkan berbagai pihak, tidak hanya Pemerintah dan masyarakat, namun dengan adanya investor yang menanamkan investasinya di Bumi Uncak Kapuas bertujuan untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat dan daerah. “Tolong dijaga investasi yang sudah ada di Bumi Uncak Kapuas, apabila ada persoalan hendaknya Muhammad Nasir

merupakan karya besar yang mengabadikan nilai-nilai dan ajaran luhur yang tidak lekang dengan perjalanan waktu. “Sastra Melayu di tangan pujangga masyhur Raja Ali Haji,

mempunyai pengaruh sangat luas pada kesusasteraan bangsa kita. Pada abad sekarang kemajuan perubahan zaman, perlu adanya pengembangan kreasi baru dengan tidak menghilangkan identitas dan jati diri bangsa Indonesia dalam budaya Melayu tersebut,” Tegas Gubernur

....Ke Halaman -11

Alasan Mau Diajak Menikah Istri: “Kamu sungguh tak beda dengan seorang raja lalim!” Suami: “Lho, waktu itu mengapa kamu kok mau kawin dengan diriku?” Istri: “Karena waktu itu kamu mengatakan, jika aku tak mau dipersunting olehmu, kamu segera akan bunuh diri.” Suami: “Jika waktu itu aku bunuh diri dan mati bukankah lebih baik?” Istri: “Tetapi pada waktu itu aku kan masih belum menjadi ahli warismu yang sah!” o

Bank Kalbar Dipercaya Jadi Tuan Rumah Borneo Tribune, Pontianak Upaya untuk mewujudkan Bank Pembangunan Daerah (BPD) Regional Champion serta strategi BPD menghadapi krisis Global, PT Bank Pembangunan Daerah Kalbar atau Bank Kalbar dipercaya untuk menjadi tuan rumah Seminar Nasional BPD se Indonesia yang akan berlangsung Kamis (3/10), di Hotel Mercure, Jalan Ayani I, Pontianak. Seminar ini mengusung tema “Strategi Bank Pembangunan Daerah Dalam Menghadapi Krisis Global Untuk Mewujudkan BPD Regional Champion”, dan rencanannya, seminar ini juga akan dihadiri Gubernur Bank Indonesia

Agus Martowardoyo, Muliawan Hadad dan Gubernur Kalbar, Cornelis. Menurut Direktur Utama Bank Kalbar, H Sudirman HM Yusuf, Provinsi kalbar siap menjadi tuan rumah pada Seminar Nasional BPD se Indonesia. “Ini merupakan kebanggaan kita bersama, karena perokonomian daerah terus bergerak naik. Seminar ini juga melibatkan para bankir BPD se Indonesia sebagai ajang akademik terbesar banker BPD se Indonesia,” kata H Sudirman HM Yusuf, Sabtu (28/9) saat ditemui. Dikatakannya, serangkaian acara seminar juga akan dilak....Ke Halaman - 11

Pengrusakan Kantor KPU Kubu Raya Tidak Dipermasalahan Borneo Tribune, Pontianak Unjuk rasa yang dilakukan 300-400 massa yang berlangsung di Kantor KPU Kabupaten Kubu Raya (KKR) hingga berujung aksi anarkis sehingga mengalami kerusakan di Kantor KPU, beberapa waktu lalu tersebut, ternyata hal ini tidak dipermasalahkan oleh Ketua KPU KKR. Hal ini pun ditegaskan oleh Kapolresta Pontianak Kombes Pol Drs. Hariyanta, melalui via ....Ke Halaman - 11

Kombes Pol Drs. Hariyanta, FOTO:Achmad Mundzirin/Borneo Tribune.

Kurang Sosialisasi Warga Enggan Melapor

Panwaslu Diminta Rilis Kasus Selama Pilkada

H Sudirman HM Yusuf

Borneo Tribune, Kubu Raya Pemilukada di empat daerah sudah usai. Bahkan, pemenangnya sudah ditetapkan KPU Daerah masing-masing. Namun, hingga kini perkembangan kasuskasus yang ditangani Panwaslu Pilkada di Kota Pontianak, Kabupaten Kubu raya, Pontianak dan Sanggau belum banyak diketahui publik. Sejumlah pemerhati dan

pegiat pemilu merasa Panwaslu Pemilukada di empat daerah yang menghelat Pemilukada dan bahkan Bawaslu Provinsi kurang melakukan sosialisasi terkait dengan proses pelaporan pelanggaran pemilukada sebagaimana yang diatur oleh Undang-Undang maupun peraturan KPU ....Ke Halaman - 11

Warga Sekitar Terkejut dan Panik Pemadam Kebakaran sulit untuk memasuki lokasi terbakarnya gardu milik PLN. Gardu PLN ini meledak sempat menghebohkan warga yang sedang belanja serta pengusaha di Nusa Indah, FOTO:Achmad Mundzirin/ Borneo Tribune.

Gardu PLN Pusat Pertokoan Nusa Indah Meledak Borneo Tribune, Pontianak Gardu PLN terletak di Pusat Pertokoan Kawasan Nusa Indah Kecamatan Pontianak Kota, tepatnya dibelakang Toko Kawan Lama Elektronik tiba – tiba meledak, Minggu (29/9) siang. Akibat dari ledakan Gardu milik PLN tersebut, membuat sejumlah karyawan bekerja di Pusat pertokoan Nusa Indah tersebut berhamburan keluar dari tempat kerja masing – masing, bahkan

ada yang mengamankan barang-barang beharga. Informasi yang betrhasil dihimpun di lapangan, Gardu yang letaknya ditengah pusat Pertokoan dan Perbelanjaan itu meledak secara mendadak, dan membuat warga sekitar terkejut. Sehingga bukan hanya karyawan yang bekerja di pusat Pertokoan Nusa Indah saja yang berhamburan keluar, mela....Ke Halaman - 4

PT. ANZON AUTOPLAZA

Kunjung i!!! Pameran di Mega M A.Yani Po all ntianak s/d 30 S ept’ 13

Kantor Pusat : Jl. A. Yani No. 89 Telp. (0561) 734280 Singkawang : Jl. A. Yani No. 8 Telp. (0562) 637000 Ketapang : Jl. R. Suprapto Telp. (0534) 31841 Sanggau : Jl. Jend. Sudirman Telp. 0564 - 2025280 Sintang : Jl. MT. Haryono Telp. 0565 - 24222 Landak : Jl. Pulau Bendu No. 26, Kab. Landak Kec. Ngabang

HARGA ECERAN HARIAN BORNEO TRIBUNE - PONTIANAK, KUBU RAYA, MEMPAWAH,DAN SINGKAWANG Rp 2.000 - SAMBAS, BENGKAYANG Rp 2.200 - LANDAK,SANGGAU,SEKADAU, KETAPANG,KAYONG UTARA, SINTANG, MELAWI DAN PUTUSSIBAU Rp 2.500 -


Kayong Utara

Borneo T Tribune

Senin, 30 September 2013

2

Marzuki Paling Dikenal, Priyo Paling Aspiratif, dan Ruhut Paling Ngotot JAKARTA, Borneo Tribune. Marzuki Alie adalah anggota DPR yang paling dikenal publik. Priyo Budi Santoso adalah anggota DPR yang paling aspiratif dalam menampung pendapat serta aduan masyarakat. Ruhut Sitompul adalah anggota DPR yang paling ngotat atau keras dalam menyampaikan pendapat. Demikian rangkuman dari hasil penelitian Citra dan Evaluasi Kinerja DPR di mata publik yang dilakukan Institute Riset Indonesia (INSIS). Dalam riset ini diketahui, responden yang menjawab citra DPR tidak baik 38.5 persen, semakin tidak baik 26.1 persen, baik 29,2 persen, semakin baik 1.9 persen, dan tidak menjawab 4.3 persen. Bila diagregatkan maka publik menilai citra DPR tidak baik di atas 50 persen lebih. Ini membahayakan bagi wajah

Parlemen Indonesia masa kini dan mendatang,” kata Peneliti INSIS Mochtar W Oetomo, di Jakarta, kemarin (29/09). Penyebab buruknya citra DPR disebabkan beragam persoalan. 55.3 persen publik menyatakan tidak puas dan sangat tidak puas dengan kapasitas anggota DPR. 79.5 persen publik tidak puas dan sangat tidak puas mengenai moral anggota DPR. 81.4 persen publik menyatakan tidak puas dan sangat tidak puas terhadap komitmen pemberantasan korupsi. 78.3 persen publik menyatakan tidak puas dan sangat tidak puas soal tingkat kehadiran anggota DPR. Begitu pula dengan kinerja anggota DPR. 77 persen publik menilai kinerja DPR tidak baik dan semakin tidak baik. 48.5 persen publik mengaku tidak puas dan sangat tidak

puas soal kinerja DPR dalam membentuk UU. 46.6 persen publik mengaku tidak puas dan sangat tidak puas kinerja DPR dalam membahas APBN. 59.6 persen publik mengaku tidak puas dan sangat tidak puas kinerja DPR dalam pengawasan UU dan APBN. 73.9 persen publik mengaku tidak puas dan sangat tidak puas kinerja DPR dalam menyerap keluhan masyarakat. 60.9 persen publik mengaku tidak puas dan sangat tidak puas kinerja DPR dalam memberikan pendapat atau masukan kepada pemerintah. Priyo Budi Santoso mendapat penilaian tertinggi dari responden sebagai anggota DPR yang paling aspiratif dan disukai 6.91 persen. Berikutnya secara berturut-turut diikuti Rieke Dyah Pitaloka 6.16 persen, Ganjar Pranowo 5.6 per-

sen, Taufik Kurniawan 4.67 persen, Budiman Sujatmiko 3.92 persne, Mahfudz Siddiq 3.45 persen, Ahmad Muqowam 2.89 persen, Ahmad Muzani 1.86 persen, Eko Hendro Purnomo 1.4 persen, lainnya 40.46 persen, dan tidak menjawab 21.21 persen. Mochtar W Oetomo mengatakan, munculnya Wakil Ketua DPR itu sebagai anggota DPR paling aspiratif lantaran kerap memberi komentar positif terhadap sejumlah isu aktual. Salah satu contohnya adalah menemui demontrasi besar kepala desa dan perangkatnya. ‘’Penjelasan Priyo bahwa dia sekadar menyampaikan aspirasi dan tidak berkepentingan apapun, yang dikutip oleh media massa, ternyata dipahami masyarakat’’. Sekalipun dianggap paling aspiratif, namun Priyo ternyata bukan anggota yang

paling dikenal. Ketua DPR Marzuki Alie menjadi anggota DPR yang paling dikenal dengan hasil penelitian 9.43 persen. Diikuti Ruhut Sitompul 8.69 persen, Priyo Budi Santoso 7.57 persen, Hidayat Nur Wahid 6.54 persen, Puan Maharani 6.07 persen, Pramono Anung 5.51 persen, Hajriyanto Thohari 4.48 persen, Fahri Hamzah 3.92 persen, Bambang Soesatyo 3.64 persen, Ahmad Yani 3.27 persen, Tantowi Yahya 2.71 persen, lainnya 24.01 persen, tidak jawab 7.1 persen. Adapun anggota DPR yang kontroversial Ruhut Sitompul dinilai sebagai anggota DPR yang paling keras/ngotot dalam menyampaikan pendapat 8.22 persen. Diikuti Bambang Soesatyo 3.27 persen, Eva Kusuma Sundari 2.52 persen, Fahri Hamzah 2.52 persen, Sutan Bhatoegana 2.42 per-

sen, Nurul Arifin 2.14 persen, Martin Hutabarat 1.86 persen, Ahmad Yani 1.77 persen, Syarifuddin Suding 1.49 persen, lainnya 58.22 persen, tidak menjawab 15.51 persen. Popularitas Marzuki tinggi karena sebagai Ketua DPR. Selain itu, intensitas Marzuki muncul di media cukup meningkat. Terutama dalam beberapa bulan terakhir kiprah Marzuki dalam Konvensi Partai Demokrat banyak diberitakan televisi. ‘’Sebanyak 86.3 persen responden mengenal anggota DPR melalui televisi,’’ kata peneliti Insis. Survei ini dilakukan pada 17 Agustus hingga 20 September di 34 provinsi. Menggunakan metodologi rambang berjenjang (multistage random sampling). Jumlah responden 1.070 orang. Margin of Error ± 3 persen. Level of Confidence 95 persen. Pe-

ngumpulan data dilakukan melalui wawancara tatap muka dengan pedoman kuesioner. Peneliti Founding Fathers House (FFH) Dian Permata mengatakan, potret cerminan citra dan kinerja DPR masa datang harus lebih baik dari pada masa kini. Hal ini dilatarbelakangi posisi DPR sebagai lembaga tinggi negara yang memunyai posisi strategis dan punya daya politik tawar yang tinggi. Begitu pula dengan kader-kader yang bakal di duduk di DPR. Harus lebih baik daripada produk saat ini. “Harus ada kaderkader baru seperti Nurul Arifin, Priyo Budi Santoso, Rieke Dyah Pitaloka, Pramono Anung, Ahmad Yani baru di DPR. Bukan melahirkan produk seperti Nazarrudin, Angelina, maupun Wa Ode.”. (Rilis INSIS).

Cara Hindari Negatif Thinking Oleh: Widodo Kebiasaan berburuk sangka telah ada sejak lama. Di sekitar kita, bila dicermati, bertebaran sikap manusia yang berprasangka buruk. Sebutlah pandangan mata, curiga, sinis, ekspresi kecut yang penuh apriori, sampai dalam bentuk sikap kasar yang tidak bersahabat. Menurut para ahli, buruk sangka merupakan salah satu mekanisme psikologis yang paling alamiah dalam diri manusia. Karena itu, sulit sekali menghilangkan buruk sangka. Banyak faktor yang memicu merebaknya prasangka-prasangka buruk: 1. Faktor lingkungan Lingkungan memberi pengaruh yang cukup besar bagi lahirnya sikap buruk sangka. Lingkungan dimaksud bisa keluarga, masyarakat, tempat bekerja, sekolah, dan lain sebagainya. Lingkungan yang kejam, kotor, dan tidak sehat seringkali memberi pengaruh kuat bagi lahirnya kebiasaan buruk sangka. Bahkan, dalam budaya orang-orang ‘primitif’, buruk sangka seringkali menjadi acuan utama kehidupan sosial mereka, sebagai kompensasi timbal balik dari lingkungannya yang memang buruk. Lingkungan hidup yang keras bisa menumbuhsuburkan sikap cepat curiga. Ia identik dengan medan tempat setiap orang harus bertarung mempertahankan hidupnya. Berjibaku mengejar apa yang bisa ia makan, meski harus memangsa orang lain dengan jalan yang salah. Bagaimana dengan lingkungan kita? Atau Bagaimana dengan lingkungan kerja kita? 2. Keyakinan yang salah Keyakinan yang salah bisa melahirkan buruk sangka. Termasuk dalam kategori ini adalah ideologi atau aqidah

yang salah. Seperti berburuk sangka kepada Allah, dengan menuduh-Nya tidak adil. Orang-orang jahiliyah sebelum Islam punya keyakinan yang terkait erat dengan prasangka buruk. Setiap memasuki hari-hari yang baru, mereka mengukur nasib dengan apa yang pertama kali mereka lihat. Bila pagi itu mereka melihat ular, atau burung gagak, atau apa saja yang berwarna hitam, pertanda hari buruk sedang menanti. Dalam Islam, perilaku seperti itu disebut dengan tathayyur. Secara bahasa, tathayyur artinya sebuah perilaku menyandarkan sikap kepada burung (tha-ir). Tindakan seperti itu dilarang keras oleh Islam karena bisa merusak kemurnian akidah. Buruk sangka dengan kemasan keyakinan seperti itu masih banyak menyebar dalam masyarakat. Terlebih bila masyarakat tersebut dahulunya penganut paham animisme. Tetapi, dalam perkembangan selanjutnya, masyarakat modern pun banyak yang masih terjerat perilaku seperti itu. Banyak yang menggantungkan nasibnya kepada ramalan-ramalan aneh. 3. Kepentingan Politik Kepentingan-kepentingan politik juga menjadi pemicu lahirnya sikap buruk sangka. Definisi kepentingan politik yang dimaksud tidak selalu harus dalam konteks kekuasaan di sebuah negara, dari tingkat lurah sampai presiden. Bisa saja berbentuk politik pencapaian jabatan di sebuah instansi, politik pencapaian tujuan tertentu dalam sebuah organisasi, atau dalam sebuah komunitas masyarakat. 4. Estimasi Pertahanan Diri Kadang, orang punya prasangka buruk demi kepentingan mempertahankan diri. Rasa

· Wartawan, Kontributor, Intensive Programme and Freelancer “ Borneo Tribune” selalu di bekali tanda pengenal dan tidak diperkenankan menerima / meminta apapun dari narasumber · Setiap artikel atau tulisan berupa laporan kegiatan, cerita pendek, surat pembaca, puisi dan resensi yang dikirim ke redaksi hendaknya di ketik dengan spasi rangkap, maksimal 500 kata, ditandatangi dan disertai identitas ( No Telp / Fax jika ada ) dikirim ke alamat borneotribune@yahoo.com atau yusriadii@yahoo.com. Terimakasih

Idealisme, Keberagaman dan Kebersamaan

aman yang ingin diperoleh seseorang sering kali diwujudkan dengan membuat lingkar pengaman secara psikologis atas semua orang yang dihadapi. Kebiasaan ini bahkan telah merambah ke sektor-sektor kehidupan harian. Ada penelitian unik (Baron & Byrne,1997) tentang kecenderungan para perawat di rumah sakit yang enggan merawat orang-orang gemuk, karena prasangka ringan (mild prejudice) yang tak berdasar. Mereka berprasangka bahwa orang gemuk umumnya sulit diberi pelayanan perawatan. Tentu saja ini belum tentu benar. Tapi, begitulah adanya. Estimasi pertahanan diri yang dasarnya buruk sangka sangat berbahaya. Ia bisa melahirkan stereotipe. Sebuah penyeragaman pandangan atas suatu obyek dengan totalitas. Seperti sangkaan bahwa ‘laki-laki yang menuntun motor di tengah malam itu pasti pencuri’, ‘orang yang berambut panjang itu pasti preman’, dan lain sebagainya. Bila berlebihan, buruk sangka karena estimasi pertahanan diri bisa menjadi penyakit kepribadian seperti paranoid. Di mana orang punya rasa takut yang sangat berlebihan. Hingga melahirkan anggapan secara konsisten bahwa orang lain berusaha menuntut, merusak, atau mengancam. Bahkan, orang yang berpenyakit seperti itu menolak menceritakan rahasia kepada orang lain karena takut kalau informasi tersebut digunakan untuk melawan dirinya. Bisa juga berdampak kepada gangguan kepribadian skizotipal. Yaitu suatu sikap dan penampilan ganjil, selalu curiga, dan kecemasan sosial yang luar biasa terhadap orang yang tidak dikenal. 5. Ilmu yang Pas-Pasan Keterbatasan ilmu juga menjadi pemicu bagi munculnya sikap buruk sangka. Minimnya pengetahuan akan berpengaruh pada kemampuan seseorang untuk memandang masalah, menyimpulkan, serta menentukan sikap atas berbagai peristiwa. Dalam beberapa disiplin ilmu, kata ‘prasangka’ secara definitif diartikan sebagai penguasaan masalah sebesar 50 persen atau lebih tapi tidak sampai seratus persen. Ia sekaligus lawan dari kata ‘faham’,

yaitu penguasaan masalah hingga seratus persen. Maka, orang yang tidak faham, sangat mungkin memaknai sesuatu dengan cara yang salah. Setiap orang harus sadar, bahwa di atas yang tahu masih ada yang lebih tahu. Di atas yang berilmu masih ada yang lebih berilmu. Apalaqi hampir semua ilmu itu dinamis, berkembang, dan memunculkan hal-hal baru. Buruk sangka karena keterbatasan pengetahuan bisa dihindari dengan mencari tahu. Dahulu, ketika Rasulullah memutuskan menerima perjanjian damai dengan orang-orang Quraisy di Hudhaibiyah, sebagian sahabat -termasuk Umar bin Khatab- memandang itu sebagai kekalahan. Tetapi dikemudian hari ia menyadari kekeliruan dugaannya. Dahulu, Musa menganggap Haidhir telah bertindak aniaya. Membolongi perahu, membunuh anak, serta memperbaiki bangunan di suatu kampung yang penduduknya pelit. Setelah dijelaskan alasannya barulah ia menyadari bahwa dugaannya itu salah. Di sisi yang lain, ada juga hasil kesimpulan yang akhirnya memberikan nilai minus/kurang atas diri seseorang, yang mana instrumen penilaiannya benar-benar berdasarkan perangkat penilaian yang obyektif (misalnya mengacu pada poinpoin syakhsiyah Islamiyah). Namun ironisnya penilaian itu justru dianggap sebagai kesimpulan yang dipenuhi oleh rasa buruk sangka. Akibatnya, orang yang ilmu-nya pas-pasan justru menaruh simpati kepada orang yang telah dinilai kurang tersebut. Lebih parah lagi jika rasa simpati itu sudah bersemayam sejak lama, sehingga melahirkan sikap proteksi atas semua penilaian yang kurang atas orang yang dikaguminya. Inilah bentuk lain dari buruk sangka terhadap suatu evaluasi yang obyektif. Wallahu’alam. Hanya orang yang kuat dan berilmu, yang mampu memikul amanah. 8. Diskriminasi ‘Besar-Kecil’ Adanya diskriminasi atas ‘orang-orang kecil’ oleh ‘orangorang besar’ dalam berbagai bentuk juga merupakan salah satu korban buruk sangka. Seringkali orang-orang kaya memenuhi pikirannya dengan persepsi bahwa orang-orang

miskin itu kumuh, udik, bodoh, bahkan pencuri. Padahal, orang-orang ‘besar’ banyak juga yang profesinya sebagai koruptor dan penjahat berkerah putih. Seorang pembantu rumah tangga wanita, sebut saja Tina, di kawasan Jakarta Selatan pernah pergi meninggalkan majikannya karena tidak tahan dengan perlakuan diskriminatif yang ia terima. Kedekatan anak-anak majikannya dengan dirinya akhirnya tak mampu meluluhkan hatinya untuk pergi. Kebetulan sekali saat ia pamit, baru saja ada penghuni rumah itu yang kehilangan uang. Dan, dengan serempak dirinya yang diperiksa. Tas kecil miliknya yang berisi pakaian pun tak urung dibongkar dan diacakacak. Tina berusaha tabah meski sebagai manusia normal ia sebenarnya tidak rela diperlakukan kasar. Diskriminasi ‘besar-kecil’ terjadi dalam banyak bentuk. Budaya feodalisme yang merambah beragam sektor kehidupan turut membudidayakan kebiasaan buruk sangka menjadi penyakit yang menyerang kemana-mana. Seorang tentara mengira dirinya yang paling kuat, sedang orang sipil itu lemah. Seorang dokter merasa dirinya yang paling punya pengetahuan tentang kesehatan, sedang pasien itu bodoh dan tidak tahu menahu soal penyakit. Orang tua merasa dirinya paling tahu sedang anak-anaknya yang mulai tumbuh dianggap anak bau kencur yang tak mengerti apa-apa. Seorang kepala bagian, seorang manajer, seorang direktur, seorang ketua, merasa bahwa orangorang yang berada dibawahnya lebih rendah dari dirinya. Rasialisme oleh rezim apartheid di Afrika juga bagian dari bentuk prasangka buruk, bahwa orang kulit putih lebih mulia dari orang kulit hitam. Semua itu adalah perilaku buruk sangka yang diskriminatif dan tidak semuanya benar. Urat nadi buruk sangka masih sangat banyak. Dengan menekan semaksimal mungkin sikap berprasangka buruk, setidaknya kita telah memberi kontribusi yang cukup berarti bagi kelangsungan hidup banyak orang. Ya, kita memang harus berpikir sebelum bertindak.

Kita harus berpengetahuan sebelum berkesimpulan. Sebuah pembiasaan diri yang tidak ringang, memang. Agar kita tidak salah langkah lagi dikemudian hari, karena hidup ini tidak mengenal siaran tunda. Wallahu’alam Dampak Berikut adalah penjelasan tentang dampak dari adanya pikiran negative yang berdampak terhadap fisik jasmani kita, ini diambil dari hasil penelitian Dr. Masaru Emoto San yang termaktub di dalam bukunya telah membahas dengan jelas bahwa bila kita selalu berpikiran negative yang terusmenerus nantinya akan berdampak terhadap resonansi organ-organ tubuh tertentu sehingga tidak akan bisa berfungsi dengan maksimal, akibatnya akan dapat menimbulkan berbagai penyakit degeneratif, dari yang ringan hingga yang fatal. Misalnya, bila sering cemas, maka lambung akan terresonansi, akibatnya akan terjadi gangguan pencernaan berat, yang dalam jangka panjang lambungnya akan sakit / tidak sehat. Secara ringkas, hasil penelitian Dr. Masaru tentang berpikir negative dan penyakit yang bisa ditimbulkan, diantaranya sebagai berikut : * Bahwa jika kita sering membiarkan diri kita stress, maka kita akan mengalami gangguan pencernaan. * Bila kita sering khawatir, kita bisa terkena sakit punggung. * Bila kita mudah tersinggung, maka kita akan terkena insomnia (susah tidur). * Bila sering kebingungan, akan terkena sakit tulang belakang bagian bawah. * Bila sering membiarkan rasa takut yg berlebihan, akan mudah terkena penyakit ginjal. * Bila suka cemas akan diikuti sakit dyspepsia (sulit mencerna). * Bila suka marah bisa sakit hepatitis. * Bila sering apatis/acuh terhadap lingkungan, bisa mengakibatkan vitalitas melemah. * Bila Anda sering tidak sabar, bisa mengakibatkan diabetes (sakit gula). * Bila sering merasa kesepian, bisa mengakibatkan sakit demensia senelis (memori dan kontrol fungsi tubuh berkurang

& bisa menyebabkan kematian !!). * Bila sering bersedih, bisa menderita leukemia (yg hingga kini belum ada obatnya). * Bila selalu dengki/iri hati terhadap seseorang, mudah mengakibatkan kulit bernanah atau cantengan. Jika mau disimpulkan, mengenai pikiran negative apa saja yang bisa menimbulkan penyakit, diantaranya : Stress, Rasa khawatir yang berlebihan, Mudah Tersinggung, Bingung, Rasa Cemas, Pemarah, Apatis, Tidak sabar, Sering merasa Kesepian, Sering merasa sedih dan Iri hati serta Dengki. Lalu timbul Pertanyaan, bagaimana kita bisa menghentikan pikiran-pikiran negative tersebut ? Caranya bermacam-macam, tetapi yang paling penting adalah bagaimana kita bisa selalu mengendalikan pikiran kita agar jangan sampai sedikitpun dicemari oleh pikiran negative. Nah agar pikiran Anda tidak selalu dicemari oleh pikiran seperti itu, Anda bisa coba, cara ini bukan satu-satunya sih, masih banyak cara yang lain, tapi setidaknya bisa Anda coba. ~ selalu tanamkan dibenak Anda & yakinkan bahwa apapun yang telah terjadi didalam hidup kita ini, benarbenar sudah tepat sesuai dengan ketentuan rencana Tuhan Yang Maha Kuasa, untuk menyadarkan diri dari yg tidak kelihatan menjadi kasat mata. ~ Bisa juga kita selalu berpikir seolah-olah semua kejadian baik-baik saja. Makanya, kalau terasa ada beban, ya pasrahkan saja kepadaNYA yang berkuasa mengatur hidup kita. Sebaliknya, kalau ada rezeki besar, kita juga harus mau sepakat dengan rencanaNYA yang selalu ingin mensejahterakan semua orang (Artinya Kita Wajib Berbagi tanpa hitung-hitungan). ~ Cobalah selalu mem filter semua perasaan atau emosi Negative kita agar tidak menimbulkan pencemaran negative pada pikiran sendiri, dengan cara selalu bersyukur setiap saat. Kalau sudah bisa melakukan seperti ini terusmenerus kelak berbagai masalah dan penyakit bisa di counter dengan sendirinya. Segala masalah bisa tuntas dan Insya Allah badan Anda pun akan terasa sehat wal afiat . (Int).

Penerbit: PT. Borneo Tribune Press. Direktur Utama: W Suwito, SH, MH. Direktur: Emiliana Sekretaris Direksi: Erika Sudiardjo Penasehat Hukum: A. Ambo Mangan, SH, MH, Martinus Ekok, SH, MH. Pemimpin Umum: Sisa Primashinta. Pimred: Hawad Sriyanto Wapimred: Yusriadi Sekretaris Redaksi : Aulia Marti Senior Editor: H. Nur Iskandar, SP, Tanto Yakobus, Alexander Mering, Hairul Mikrad. Redaktur Pelaksana: Ukan Dinata. Wartawan Senior: Andry, Budi Rahman, Agus Wahyuni Wartawan: Andika Lay, Achmad Mundzirin, Achmad Munandar, Jubeironi, Slamet Ardiansyah. Staf Redaksi: Fahmi Ichwan, Syam Abubakar, M Taufik, Fery Adeputra, Yulan Mirza.Biro Mempawah: Johan Wahyudi, Jl. Pendidikan Gg. Suka Mulya No.10 (085654587038). Biro Bengkayang: www.borneotribunecom Mujidi, Jl. Pahlawan No. 10, Kelurahan Bumi Emas Bengkayang (085245247955). Singkawang: Rudi Hariyanto Alamat: Jl. Manggis Rt 026/Rw 009 Kelurahan Roban Kecamatan Singkawang Tengah. TERBIT SEJAK 19 MEI 2007 Sambas: Amrul Ambiya (Kontributor/Pemasaran), Jl. Suka Mantri (085245527602). Landak: Yohanes Ngalai/Pemasaran, Jl. Barage Gg. Pak Kasih No. 51 Ngabang (085822062880). Biro Sanggau: Ratnasari Jl. Agus Salim No.10 (085245904505) Aditya ( 085349867788 ). Biro Sekadau: Bagus Kosminto, Jl. Irian No. 41 Sekadau Hilir (085245743683). Biro Sintang: Endang Kusmiyati (08524-5006757) Pemasaran: Fahri (085750296539 ) Jl. JC Oevang Oeray, Gg. Ahmad 2.Biro Melawi: Eko Susilo (0812-56452946) Jl. M Saad, Gg. Kayan, Serundung- Nanga Pinoh. Biro Kapuas Hulu: Teofilusianto Timotius Jl. Pasar Inpres blok A No. 13 Kota Putussibau. Ketapang: Jaidi Chandra (Kontributor), Jl. Gajah Mada No. 156 (081345450988). Biro Kayong Utara : Abdul Khoir. Umum Fitriyana, Ardiansyah. Percetakan/IT: (Manajer) Iwan Siswanto, (Wakil Manajer) Supriyanto, Rustam. Marketing: (Manajer) Hesty Yosana, Kusnan, Aldi C.Sirkulasi : M. Danny, Mulawarman Desain Iklan: Atika Ramadhani, M. Affandy,Keuangan: Jumi Erlinasari,Linda, Husada Muin. Tarif Iklan: BW (black and white) Rp 6000/mm kolom, Full Colour hal 1 Rp 15.000/mm kolom, halaman dalam Rp 12.000/mm kolom. Asisten Dirut: Khairoedin Pasaribu. Alamat Kantor Bisnis dan Alamat Redaksi: Jalan Purnama Dalam No 2 Pontianak Telpon 0561-767788 Fax 0561-766103. E-mail: borneotribune@yahoo.com

Borneo Tribune


cmyk

Senin, 30 September 2013

Serba Serbi

Borneo T Tribune

3

Oknum Juru Parkir Menagatasnama Pemerintah Naikan Tarif Parkir Pengunjung Dipaksa Bayar Rp. 2000 Borneo Tribune, Pontianak Juru Parkir Taman Alun – alun Kapuas Kota Pontianak yang menggunakan rompi bewarna biru bertulisan Dinas Perhubungan Kota Pontianak dengan Iklan TVS pada belakang rompi, telah mengambil tarif parkir roda dua sebesar Rp.2000 kepada pengunjung, penarikan retribusi parkir tersebut mengatasnamakan Pemerintah yang telah menaikan tarif, Sabtu (28/9) malam kemarin. Hasil pantauan Borneo Tribune di lapangan penarikan retribusi sebesar Rp.2000 ini pun sempat terjadi perdebatan antara pengunjung Taman Alun – alun Kapuas dengan Juru Parkir yang menggunakan Rompi Dinas Perhubungan tersebut, di mana pengunjung menanyakan tarif retribusi yang dminta juru parkir. “ Bayar parkirnya ngape naek bang, biase bayar seribu bang,” tanya pengunjung Taman Alun – alun Kapuas kepada Juru Parkir yang mengenakan riompi Dishub tersebut. Juru Parkir yang mengenakan baju Dishub itu pun menjawab, tarif parkir memang sudah naik di Tamn Alun – Alun Kapuas sebesar Rp.2000 untuk sepeda motor. “ Biasanye memang udah kayak gini, jadi harus bayar Rp.2000, udah lama dah naek harge ni” jelas juru parkir. Kemudian sang pengunjung pun kembali bertanya kepada Juru Parkir, memperjelas tarif parkir tersebut, sang pengunjung menanyakan dasar kenaiakn parkir tersebut, apakah dianaikan sendiri atau sudah diatur oleh pemerintah. “ Saye mau nanya, yang naikkan tarif parkir siape, abang sendiri atau Pemerintah,” tanya pengunjung lagi dengan wajah

yang kesal. Dengan tegas, Juru Parkir itu pun mengatakan, bahwa yang menaikan tarif parkir adalah pemerintah. “ Yang naikan harge parkir di sini menjadi Rp.2000 Pemerintah,” tegas Juru Parkir Taman Alun – alun Kapuas kepada sang pengunjung yang melakukan protes atas penarikan tarif parkir untuk roda dua sebesar Rp.2000 tersebut. Mendengar penjelasan akhirnya sang pengunjung langsung membayar tarif retribusi parkir sebesar Rp.2000. “ Udah kalau memang Pemerintah, saye bayar lah, karene saye sendiri belum dengar ade kenaikan harge parkir untuk motor,” ujar sang pengunjung. Dan terlihat jelas pemungutan tarif parkir di Taman Alun – alun Kapuas ini untuk kedaraan roda yang dilakukan oleh juru Parkir yang menggunakan rompi Dishub maupun tidak tetap Ist menarikan tarif sebesar Rp.2000, tepatnya penarikan ini dilakukan juru parkir di dekat Hotel Kartika. “ Ngape jadi kayak gini, bile pula pemerintah naekan harge parkir,” celetuk Pengunjung lainnya melihat aksi protes kepada Juru Parkir yang dilakukan salah satu pengunjung itu. Dihubungi melalui via telepon Minggu (29/9) kemarin, terkait penarikan retibusi perparkiran di Kota Pontianak, Kepala Seksi Penegakan Peraturan dan Perundang – undangan (Kasi P3) Sat Pol PP Kota Pontianak Rachmat Suprayitno, dirinya menegaskan bahwa tarif parkir sudah diatur dalam Peraturan Daerah (Perda). “ Penarikan Retribusi Parkir itu sudah diatur dalam Perda, dan sejauh ini untuk penarikan retribusi Parkir untuk kendara-

an roda dua belum ada kenaikan, melainkan tetap Rp.1000, bukan Rp.2000, dan jika memang ada juru parkir yang menarikan Rp.2000, itu suatu penyimpangam,” tegas Rahmat. Lanjut Rahmat, yang bisa menangani ini secara teknis adalah pihak Dishub Kota Pontianak khususnya di bagian Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Perparkiran Dinas Perhubungan Kota Pontianak. “ Yang menangani hal seperti ini yang menangani adalah UPTD Perparkiran Dishub Kota Pontianak, dan Sat Pol PP sendiri selaku penegak Perda juga bia mengambil tindakan, namun sejauh ini belum ada koordinasi dari Dinas Perhubungan, dan jika memang minta ditertibkan Juru Parkir tersebut, maka kami siap melakukan penertiban,” tegas Rahmat Suprayitno. Dikatakan Kasi P3 Sat Pol PP Kota Pontianak, dirinya sebelum menjabat sebagai Kasi P3 Sat Pol PP Kota Pontianak, dirinya pernah menjabat sebagai Kepala UPTD Perparkiran Dishub, dan saat itu dirinya selalu mengantisipasi hal ini terjadi, dengan cara melakukan pembinaan dan pendataan, kemudian selanjutnya adalah mengambil tindakan tegas dengan penertiban. “ Intinya Sat Pol PP selalu siap untuk melakukan penertiban, dan kita akan tunggu koordinasi dari Dishub terkait permasalahan ini, karena tidak boleh dibiarkan, guna tidak terjadi cek cok antara Juru Parkir dan Pengunjung,” tambahnya. Semenatara itu Samsul saat dihubungi via telepon, Kepala UPTD Perparkiran Dishubkominfo Kota Pontianak, menegaskan dirinya membantah dengan keras bahwa Pemerintah

telah menaikan tarif Retsibusi parkir di Kota Pontianak, lantaran untuk tarif restibusi parkir di Kota Pontianak sendiri sudah diatur dalam Perda no 4 Tahun 2011 tentang Retresbusi Jasa Umum, di amna untuk kendaraan roda dua tariff parkirnya adalah Rp.1000 dan untuk kendaraan roda empat tarif parkirnya adalah Rp.2000. “Pemerintah Kota Pontianak tidak pernah menaikan harga Parkir untuk kendaraan roda

dua, melainkan tetap Rp.1000, di mana hal ini sudah diatur dalam Perda, jadi terkait ungkapan Juru Parkir yang menarik Rp.2000 untuk kendaraan roda dua di Taman Alun – Alun Kapuas itu sudah melakukan penyimpangan,” jelas Kepala UPTD Perparkiran Dishubkominfo Kota Pontianak. Terkait penarikan tarif parkir Rp.2000 di Taman Alun – alun Kapuas, Kepala UPTD Perparkiran dengan tegas akan mendatangi semua juru Parkir yang ada di sana, yakni guna mengambil tindakan tegas, karena tidak dibenarkan jika ta-

rif retribusi kendaraan roda dua dalah Rp.2000, apalagi sampai membawa nama Pemerintah untuk menaikan tarif parkir tersebut. “ Kami akan melakukan penertiban, yang jelas saya dengan tegas meminta Koordinator Perparkiran di Taman Alun – alun Kapuas untuk memecat Juru Parkir tersebut, karena sudah melakukan pelanggaran berat, karena sudah mengatasnamakan Pemerintah untuk mendapatkan bayaran Rp. 2000 kepada pengunjung yang datang,” tegasnya lagi. Selain itu dirinya juga me-

ngatakan, bahwa informasi penarikan Parkir untuk kendaraan roda dua sebesar Rp.2000 di taman Alun – Alun Kapuas tersebut, pihaknya sudah banyak mendapat laporan, dan dalam waktu dekat pihaknya akan mengambil tindakan tegas. “ Kita sudah banyak mendapatkan laporan dan informasi dari warga, dalam wkatu dekat kita akan mengambil tindakan tegas, dan kita sendiri akan berkoordinasi dengan Sat Pol PP untuk melakukan penertiban, terkait pelanggaran Perda No. 4 Tahun 2011 itu,” tambahnya. (Zrn).

P3M STAIN Pontianak Adakan Workshop Penyusunan Perangkat Pembelajaran Berbasis Kurikulum

FOTO BERSAMA. Panitia dan peserta foto bersama usai pembukaan kegiatan Workshop Penyusunan Perangkat Pembelajaran Berbasis Kurikulum di MINU 2 Pontianak (Foto Ist) PONTIANAK. Kurikulum 2013 sebagai pengembangan Kurikulum KTSP telah mulai diaplikasikan tahun pelajaran 2013/2014 ini. Hal ini mengindikasikan lembaga-lembaga pendidikan dan khususnya para guru untuk dapat mengaplikasikan model pembelajaran berbasis kurikulum 2013. Tentu hal ini tidak mudah. Karena itu diperlukan sosialisasi secara kontinyu

cmyk

dan serangkaian pelatihan dalam kaitannya dengan implementasi kurikulum 2013. Salah satunya adalah keterampilan menyusun perangkat pembelajaran yang berbasis kurikulum 2013. Berangkat dari kesadaran bahwa masih banyak guru-guru yang belum mengerti seperti apa kurikulum 2013 dan bagaimana menyusun perangkat pembelajaran berbasis 2013, P3M

STAIN Pontianak mengadakan workshop penyusunan perangkat pembelajaran berbasis kurikulum 2013. Peserta kegiatan ini adalah guru-guru di MINU 2 Pontianak sebagai madrasah binaan STAIN Pontianak. Kegiatan ini diselenggarakan mulai dari tanggal 26 sampai dengan 29 September 2013. Menurut Ketua Panitia kegiatan ini, Erwin, S.Ag., M.Ag, Workshop Penyusunan Perangkat Pembelajaran Berbasis Kurikulum 2013 ini merupakan kelanjutan program workshop yang pernah diadakan oleh P3M STAIN Pontianak pada tahun 2012. Jikalau kegiatan sebelumnya lebih kepada sosialisasi, maka menurut Erwin, kegiatan Workshop Penyusunan Perangkat Pembelajaran Berbasis Kurikulum 2013 ini lebih menekankan pada praktik, dengan persentase 40 % teori dan 60 % praktik. Dengan kegiatan ini diharapkan kualitas guru-guru di MINU 2 Pontianak akan mengalami peningkatan, khususnya dalam keterampilan menyusun perangkat pembelajaran berbasis kurikulum 2013, yang pada akhirnya berdampak pada meningkatnya kompetensi dan profesionalisme mereka, demikian tutur Erwin. (Release)


Kalimantan Barat - Kota Pontianak Borneo T Tribune

Senin, 30 September 2013

4

Borneo Tribune, Pontianak Pengurus Paguyuban Gotong Royong Sentosa Siantan Pontianak (PGSSP), Minggu (29/9) membawa 160 paket sembako untuk dibagikan kepada warga yang membutuhkan di wilayah Kecamatan Pontianak Utara, Kelurahan Siantan Tengah. Disamping menyediakan 160 paket bagi warga yang membutuhkan, Pengurus PGSSP juga membagikan paket sembako kepada Panti Asuhan Yatim Piatu Abdi Agape. Pengurus PGSSP hadir langsung dipimpim Ketua PGSSP Mu Kit Siong, dan didampingi beberapa orang Ketua diantaranya Chin Ji Hiun, Lim Phin Shiu, dan Chia Kwet Phin, Sekretaris LO Cie Jin, Bendahara Lim Lie Sen, Ketua Bidang Kesenian Kong Hap Sang, Pengurus Perwakilan di Siantan Ho Jan Meu, dan Lo Cie Chiung, sementara bantuan langsung diterima Pengurus Panti Asuha Ribkha Kwee/Kok Hie Moi mewakili Ketua Yayasan Abdi Agape Andreas Djunaidi/Djung Bie Kiun. Usai secara simbolis menyerahkan bantuan paket kepada Panti Asuhan, Pengurus PGSSP juga menyerahkan bantuan paket sembako kepada warga yang membutuhkan, dan sebelum dibagikan, sejak pagi, para penerima paket dengan penuh kesabaran sudah menanti kehadiran Pengurus PGSSP untuk menerima paket sembako. Penuh dengan keakraban dan penuh kekeluargaan antara warga yang menerima paket dengan

Pengurus Paguyuban Gotong Royong Sentosa Siantan Pontianak (PGSSP) yang terajut dalam kasih peduli terhadap sesama. Paket yang dibagikan kepada warga berupa beras 5 kg, minyak goreng 1kg, gula psir 1 kg, 10 bks mie instan, gram 1 bungkus, ikan sarden 2 kaleng. “Kita siapkan 170 paket, yang kita bagikan 160 paket kepada warga yang membutuhkan,” kata Ketua II PGSSP Chin Ji Hiun. Sementara itu, Pengasuh Panti Asuhan Abdi Agape Ribkha Kwee mengucapkan terima kasih kepada Pengurus PGSSP yang telah menyambangi Panti Asuha ini untuk menyalurkan bantuan paket sembako kepada anak-anak Panti Asuhan Yatim Piatu. “Saya atas nama Pengurus mengucapkan terima kasih kepada Pengurus PGSSP yang telah menyalurkan bantuan sembako kepada Panti kami,” ucap Ribkha Kwee. Dikatakannya, saat ini, Panti Asuhan Yatim Piatu Abdi Agape sedang dihuni 43 warga yang rata-rata dari Kabupaten di Provinsi Kalbar, dan mereka menginap di Panti ini langsung dibekali pendidikan dari jenjang TK hingga SMA. “Anakanak Panti yang menghuni disini, rata-rata dari berbagai Kabupaten di Provinsi Kalbar,” jelasnya. Diceritakan Ribkha Kwee yang juga Pengurus Yayasan Abdi Abdi Agape Panti Asuhan ini sudah mulai ada sejak tahun 1976, dan sejak tahun 1983 Panti Asuhan Yatim Piatu ini sudah mu-

Paket Ketua PGSSP Mu Kit Siong didampingi Pengurus PGSSP secara simbolis menyerahkan bantuan Paket sembako kepada Pengasuh Panti Asuhan Yatim Piatu Abdi Agape Ribkha Kwee. FOTO Andika Lay/Borneo Tribune

lai berkembang hingga sekarang ini. “Anak-anak Yatim Piatu yang sudah pernah tinggal disini hingga sekarang hampir mencapai 2.000 anak,” ujarnya. (Lay).

Amankan Lingkungan Warga

Pendatang Diharapkan Wajib Lapor Borneo Tribune, Pontianak Untuk menciptakan keamanan dan Ketertiban masyarakat (Kantibmas) khususnya di wilayah Kelurahan Kota Baru (Kobar) Kecamatan Pontianak Selatan, harus disadari tidak hanya di bebankan kepada aparat kemanan semata. Kepada masayarakat kobar, Lurah Kobar Muhammad Yatim, S.Ap menghimbau kepada warganya agar selalu peka dan dapat bekerjasama dalam menjaga Kantibmas di lingkungan masing-masing. ” Saya memang sengaja memberikan himbauan seperti ini mengigat kondisi keamanan bagi lingkungan warga maka warga yang berada di tempat itulah yang lebih mengetahui kondisi kantibmas di lingkungannya,”ujarnya. Apa lagi beberapa waktu lalu, ujar Muhammad mencontohkan, di Kelurahan Kobar ini tepatnya di gang Nirbaya pernah diamankan sepasang suami istri, warga

pendatang yang keberadaannya meresahkan warga setempat. “Suami istri ini adalah warga pendatang yang menumpang cukup lama bahkan sudah 4 tahun lamanya, namun tidak pernah dilaporkan kepada aparat kelurahan Kobar. Karena kondisi pasangan ini, yang suami mengalami gangguan jiwa dan selalu meresahkan warga barulah masalah ini dilaporkan. Dan selama ini mereka tidak pernah melapor ke saya dan aparat RT disini, juga tidak pernah menyampaikan keberadaan kedua orang ini ke Kekelurahan,”paparnya. Untuk itu Lurah Kobar ini menghimbau kepada seluruh warga di wilayah Kelurahan Kobar untuk senantiasa mau membantu menjaga keamanan lingkungannya. Minimal selalu melakukan adaptasi terhadap sekelilingnya dan elakukan pengawasan kantibmas baik itu kepada kondisi kantipmas

CMYK

CMYK

Paguyuban Gotong Royong Sentosa Siantan Bagikan Paket

lingkungannya, saling mengawasi antar tetangga dan tidak luput pengawasan terhadap para pendatang. ”Mari kita awasi lingkungan Kantibmas kita masing-masing tapi jangan terlalu berprasangka buruk kepada tamu. Ya bila tamu datang kita terima asal mereka sopan dan mau mengikuti peraturan yang berlaku. Dan apa bila mereka ingin menginap maka kepada pihak keluarga yang menumpangi rumahnya diingatkan tamunya untuk melaporkan diri ke RT,”ujarnya lagi. Kejelian warga terhadap Kantibmas di lingkungan masing-masing harus tetap terjaga. Karena ini sangat perlu sekali apa lagi saat ini telah memasuki masa Pemilu. Dan secara khusus demi terpeliharanya keamanan, ketertiban dan kenyamanan disetiap lingkungan yang ada di seluruh wilayah Kelurahan Kora Baru kecamatan Pontianak Barat ini,”tandasnya. (Slt)

Hubungi dealer TVS terdekat atau SMS : TVS TVS TVS TVS TVS TVS TVS TVS TVS TVS TVS

Pontianak Rasau Singkawang Ketapang Sintang BM Sintang Pinoh Putussibau Anugrah Sekadau Merdeka Motor PTK Tepuai

: 0853 : 0853 : 0823 : 0852 : 0812 : 0852 : 0813 : 0821 : 0813 : 0821 : 0813

9320 9355 5178 4594 5746 5260 4557 5125 4540 5030 4528

2778 5508 4446 6118 6666 1948 8321 9567 2238 6989 6562


Mempawah-Kubu Raya Borneo Tribune

Senin, 30 September 2013

Petani Sungai Batang Garap 40 Hakter Lahan Tidur

Doa Selamat Gapoktan Maju Bersama Desa Sungai Batang, melaksanakan doa bersama tanam perdana lahan tidur seluas 40 hektar. Foto : Johan Wahyudi/ Borneo Tribune

Borneo Tribune, Mempawah Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Maju Bersama Desa Sungai Batang, Minggu (29/9), kemarin melaksanakan doa bersama menandakan dimulainya pelaksanaan musim tanam perdana di lahan tidur seluas 40

hakter. Acara tanam perdana tersebut dihadiri Camat Sungai Pinyuh, Syamsul Rizal, Kades Sungai Batang, Kepala UPT Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluh Pertanian, Koordinator Penyluh Kecamatan

Sungai Pinyuh, Mantri Tani, dan PPL. Pada kesempatan tersebut, Camat Sungai Pinyuh, Syamsul Rizal mengatakan doa bersama masuk musim tanam merupakan sudah menjadi budaya masyarakat peta-

ni di Kecamatan Sungai Pinyuh. Ini dalam rangka memohon berkah dari Allah sehingga hasil panen melimpah. “Doa bersama sudah menjadi budaya masyarakat petani, memohon agar tanaman tidak diganggu hama dan

hasil panen melimpah,” kata Syamsul Rizal. Lanjutnya lagi, tanam perdana yang dilaksanakan Gapoktan Maju Bersama Desa Sungai Batang dilakukan secara terpadu, serentak dan terencana baik agar mendapatkan hasil panen sesuai dengan yang diharapkan. Sehingga bisa meningkatkan penghasilan petani dan mewujudkan Kabupaten Pontianak lumbung beras. “Para petani akan menggarap 40 hektar lahan tidur yang sudah lama tidak dimanfaatkan masyarakat. Masyarakat mulai menanam 1-10 Oktober secara serempak, hal ini agar tanaman padi terhindar dari serangan hama seperti hama tikus,” katanya. Sedangkan Ketua Gapoktan Maju Bersama, Andi Manopo mengucapkan terima kasih kepada pemerintah yang telah membantu menyediakan bibit unggul dan pupuk bersubsidi dengan harga relatif murah, sehingga masyarakat petani tidak terbebani masalah harga bibit dan pupuk. “Doa bersama dan tanam padi perdana secara serempak, tidak lain upaya kita agar hasil tanam meningkat dan tanaman padi terhindar dari gangguan hama penyakit,” katanya.(JoE).

Pedagang Jangan Gunakan Perwarna dan Pengawet Borneo Tribune, Mempawah Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, UKM, Pertambangan, dan Energi (Disperindagkoptamben) Kabupaten Pontianak, Darwin mengimbau menjelang hari raya Idul Adha, kepada para pedagang untuk tidak sekali-kali menggunakan zat pewarna makanan dan bahan pengawet makanan yang berbahaya bagi kesehatan dan merugikan

konsumen. “Berdaganglah dengan mengedepankan prinsip berkeadilan agar hasil yang diperoleh halal dan berkah. Insya Allah, rezeki yang didapat akan mendapat berkah dari Allah,” katanya. Namun Darwin, mengakui realitas keinginan konsumen yang telah mengglobal terkait pemenuhan bahan pangan yang sehat dan aman untuk dikonsumsi ini erat

hubungannya dengan terselenggaranya budi daya tanaman yang baik. “Di mana dalam praktiknya, penyediaan bahan pangan yang aman harus menerapkan teknologi yang ramah lingkungan, pencegahan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT), dan penjagaan kesehatan yang semuanya bermuara pada peningkatan kesejahteraan petani,” katanya.

Darwin menjelaskan pola penyediaan pahan pangan yang baik ini, telah diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2004 tentang Keamanan, Mutu dan Gizi Pangan. Dalam peraturan tersebut diatur pula ketentuan cara berproduksi buah dan sayuran yang baik, yang pelaksanaannya mengacu pada ketentuan Good Agriculture Practices (GAP) yang relevan dengan kondisi

Indonesia (Indo-GAP). “Kendati pemerintah telah mengamanatkan tata cara pengelolaan dan penyediaan bahan pangan yang aman, kita selaku konsumen juga diminta untuk teliti sebelum membeli bahan makanan yang hendak dikonsumsi. Hal ini penting agar bahan makanan yang kita konsumsi benar-benar dalam kondisi yang aman dan sehat,” katanya.(JoE).

Oknum Pelajar Curi Sepeda Motor Di Hotel Borneo Tribune, Pontianak KA (16) Seorang oknum pelajar yang masih duduk dibangku kelas 3 SMP di salah satu Sekolah di Kota Pontianak, nekat menjadi seorang pelaku Pencurian Kendaraan Motor (Curanmor), di salah satu parkir hotel Pontianak, Sabtu (28/9) pukul 14.30 Wib kemarin. Jenis sepeda motor yang dicuri KA itu pun, yakni Honda Beat warna merah KB 4469 QD, miliknya Bong Fui Tik, seorang salah seorang guru. Di mana Bong Fui Tik sendi-

ri yang merasa menjadi korban tindak kejahatan konvesional khususnya curanmor langsung melaporkan kejadian ini ke Polsekta Pontianak Selatan. “ Korban melaporkan kasus curanmor ini ke Polsekta Pontianak Selatan, kemudian kita langsung melakukan penyelidikan dan pencarian pelaku, hingga akhirnya kita berhasil menangkap KA yang merupakan pelaku pencurian, di mana KA sendiri sudah kita amankan di Mapolsek Pontianak Selatan,” ungkap

Kapolsekta Pontianak Selatan Kompol. Marthen Yesayas, kepada wartawan, Minggu (29/9) kemarin. Lanjut Kapolsekta Pontianak Selatan, selain menangkap KA, pihaknya juga berhasil mengamankan barang bukti yang diambil KA, yakni kendaraan milik korban di mana KA sendiri sudah mengganti Plat nomor polisi yang asli dengan yang paslu dengan nomor KB 3024 NS (plat palsu), serta barang bukti lainnya. “Kata sudah memanggil orang tua KA, mengingat

KA senidri masih bawa umur dan berstatus pelajar,” jelas Kapolsekta Pontianak Selatan. Dikatakan Kompol Marthen dalam kasus ini masih dalam proses penyelidikan dan pengembangan lebih lanjut, untuk mengetahui apakah pelaku melakukan aksinya dengan sendiri atau memiliki rekan. “ Kita akan kembangkan kasus ini, apakah ada TKP lain dan pelaku menjalankan aksinya sendiri atau bersama teman – temannya,” katanya Mengingatkan tindak keja-

hatan ini dilakukan anak di bawah umur, Kapolsek menghimbau, kepada seluruh orangtua untuk selalu lebih proaktif lagi dalam melihat pergaulan anakanaknya. Guna tidak terlibat dalam kasus tindak pidana. “ Saya mengimbau kepada seluruh orang tua untuk lebih proaktif lagi dalam menjaga anak serta membimbing anak, hal ini guna anak tidak menjadi korban kejahatan atau pun menjadi pelaku kejahatan,” imbau Kompol Marthen Yesayas. (Zrn).

5

Pemuda Harus Kreatif Memanfaatkan Peluang Kerja Borneo Tribune, Mempawah Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Pontianak, Herman AP mengimbau para pemuda yang ada di Kabupaten Pontianak, harus kreatif memanfaatkan peluang kerja, sehingga tidak hanya berharap menjadi calon pegawai negeri sipil saja. “Pemuda harus bisa membuka lapangan kerja atau memanfaatkan peluang pekerjaan lainya seperti bekerja di perusahaan swasta juga berwirausaha. Jadi jangan hanya terfokus penerimaan CPNS saja,” katanya. Namun Legislator Partai Golkar ini, melihat semua itu tidak terlepas dari semua terpulang kepada Herman AP pemuda tersebut, apakah ingin bekerja atau tidak. Selain memanfaatkan peluang usaha yang ada, pemuda diharapkan juga mampu membuka peluang pekerjaan sendiri. “Seperti halnya mantan mahasiswa harus bisa memanfaatkan kemampuan dan pengalaman selama pendidikan ditengah-tengah masyarakat dengan membuka usaha sendiri. Begitu juga dengan mantan siswa STM, seperti jurusan tehnik mesin, jika memang tidak ada lapangan pekerjaan maka sebaiknya membuka usaha kalau perlu dari kecil-kecilan.Yang penting itu niat, jika niat kuat yakinlah pasti ada jalan,” ungkapnya. Untuk itu, Herman, berharap pemuda harus kreatif dan inovatif dalam membaca peluang, jangan berharap keberuntungan saja, tapi berusaha menciptakan ide-ide yang lebih kreatif. “Selain itu, pemerintah juga harus bisa mendorong keratifitas pada pemuda dengan berbagai macam pelatihan kewirausahaan,” katanya. (JoE).

90 Persen Pelaku Usaha kantongi Izin Borneo Tribune, Kubu Raya Dinas Tata ruang Kabupaten Kubu Raya memastikan lebih dari 90 persen tempat usaha yang ada di kabupaten itu telah mengantongi izin usaha dan IMB. “Dari data yang ada, sudah banyak tempat usaha di Kubu Raya yang sudah mengantongi izin usaha dan IMB, jumlahnya mencapai 90 persen. Sementara sisanya, kita harapkan agar bisa mengurus izin usaha mereka, agar memiliki legalitas,” kata Kepala Bidang Tata Ruang Kabupaten Kubu Raya, Teddy Erwanto, di Sungai Raya, Minggu, (29/9). Dia mengatakan, kesadaran masyarakat untuk mengurus perizinan usahanya dan mengurus IMB saat mendirikan bangunan sudah sangat tinggi. Namun, untuk tempat-tempat usaha yang belum mengantongi izin bangunan dan usahanya, lanjut Teddy, ia akan melakukan monitoring di lapangan guna memberikan imbauan agar temppat usaha yang belum mengantongi izin tersebut segera mengurus izinya. ”Karena hal ini telah diatur dalam Undang-undang yakni, Perda No 1 Tahun 2010 Tentang Retribusi Izin Mendirikan Bangunan. Jadi, jita sudah menghimbau kepada pemilik usaha atau bangunan agar mengurus berbagai perizinannya,” tutrnya. Jika imbauan tersebut tidak diindahkan, lanjut Teddy, pihanya akan memberikan sanksi tegas. Bahkan, pihaknya akan melakukan pembongkaran jika memang pemilik usaha melanggar ketentuan pemanfaatan ruang,misalnyaa mendirikan usaha di kawasan hutan lindung, diatas badan jalan. “Dan penetapan sanksinya ini juga sudah diatur dalam Undang-undang tata ruang no 26 tahun 2007 dengan denda maksimal Rp2 miliar, atau dengan ketentuan yang berlaku sesuai prosedur hukum,” katanya. Saat disinggung mengenai, ada tidaknya pemilik usaha yang melakukan pelanggaran hingga masuk ke ranah hukum, Teddy pun menegaskan, bahwa sampai saat ini pihaknya belum ada memproses hal tersebut. Karena tingkat kesadaran masyarakat Kubu Raya patut di berikan apresiasi sehingga pihaknya tidak ada yang melakukan pembongkaran banguna usaha maupun tempat tinggal yang tidak mengantongi izin. (Adex)


Bengkayang Borneo Tribune

Senin, 30 September 2013

6

Kalapas: Bukan Zamannya Lagi Bertindak Keras Terhadap Napi

Kondisi Sungai Singkawang cukup memprihatinkan. Keadaan ini harus diperbaiki jika Singkawang ingin meraih Adipura. / Foto Rudi Borneo Tribune

Adipura

Selamatkan Sungai Singkawang Borneo Tribune, Singkawang Sungai Singkawang merupakan sungai kebanggaan Kota Singkawang. Namun sangat disayangkan, melihat kondisinya akhir-akhir ini, cukup memprihatinkan, ditambah lagi sungai tersebut selalu mengeluarkan aroma yang tidak sedap apabila musim kemarau tiba. Demi mewujudkan kota yang bersih dan teduh, ling-

kungan yang sehat dan menjadi suatu target pencapaian penghargaan Adipura tentunya hal tersebut harus menjadi motivasi bagi Pemerintah Kota Singkawang untuk segera membenahinya. “Sungai Singkawang harus segera diselamatkan dari hulu sampai ke hilir. Jadikan sungai itu dengan Proyek Kali Bersih (Prokasih) yang bebas dari kotoran hewan dan sam-

pah,” pinta Pemerhati Lingkungan Kota Singkawang, Ipenk Heames. Disamping itu, sarannya, Pemkot Singkawang juga harus melokalisir pembuangan itu, untuk tidak lagi di Sungai Singkawang. Sangat disayangkan, apabila Sungai Singkawang tercemar dan tidak terawat. Karena disamping dilengkapi dengan Taman Anak-Anak, Taman

Bunga dan Wisata Kuliner, sungai itu juga merupakan lintasan kota. Target Adipura, Ipenk rasa bukan hanya keinginan Pemkot saja, melainkan masyarakat pun menginginkannya. “Salah satunya tadi, Pemkot harus membenahi Sungai Singkawang. Karena itu satu-satunya target untuk merebut Adipura kembali,” pungkasnya. Untuk itu, pinta Ipenk,

kembalikan Sungai Singkawang seperti semula. Bila perlu, adakan pengerukan. Pemkot jangan menyerah, sebelum ada usaha-usaha untuk membenahinya. Disisi lain, kata Ipenk, Pemkot juga harus mencarikan solusi pembuangan hewan dan sampah agar tidak di sungai itu lagi. “Carikan solusinya untuk dialihkan ke pembuangan lain,” sarannya. (RH)

KPU Rekrut 25 Relawan Demokrasi Borneo Tribune, Singkawang Menindaklanjuti surat Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) No. 609/KPU/ IX/2013 tanggal 9 September 2013, KPU Kota Singkawang membuka pendaftaran Relawan Demokrasi Pemilihan Umum tahun 2014. Demikian hal ini disampaikan langsung Anggota KPU Kota Singkawang, Erwin. Program Relawan Demokrasi yang digagas KPU ini, kata Erwin, melibatkan masyarakat dari 5

segmen pemilih strategis yaitu, pemilih pemula, kelompok agama, kelompok perempuan, penyandang disabilitas dan kelompok pinggiran. “Diharapkan program relawan demokrasi ini mampu menumbuhkan kembali kesadaran positif terhadap pentingnya pemilu dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” harapnya. Pada akhirnya relawan demokrasi ini, dapat menggerakkan masyarakat ditempat mereka berada, agar mau

menggunakan hak pilihnya dengan bijaksana serta penuh tanggung jawab, sehingga partisipasi pemilih dan kualitas Pemilu 2014 dapat lebih baik dibandingkan pemilu-pemilu sebelumnya. Adapun tujuan direkrutnya relawan demokrasi ini, adalah untuk meningkatkan kualitas proses pemilu, untuk meningkatkan partisipasi pemilih, untuk meningkatkan kepercayaan publik terhadap proses demokrasi, dan untuk membangkitkan

kesukarelaan masyarakat sipil dalam agenda pemilu dan demokrasi. Kota Singkawang, akan merekrut 25 orang relawan demokrasi. Yang mana pendaftarannya dibuka sejak 25 September - 2 Oktober 2013 dengan persyaratan sebagai berikut, WNI, berusia minimal 17 tahun dan maksimal 25 tahun, pendidikan minimal SLTA sederajat, berdomisili diwilayah setempat, non partisan sekurang-kurangnya 5 tahun,

memiliki komitmen sebagai relawan demokrasi, terdaftar sebagai pemilih, memiliki kemampuan komunikasi dengan baik, bertanggung jawab dan berahklak baik, bukan bagian dari penyelenggara pemilu, memiliki pengalaman terkait penyuluhan atau aktif dalam organisasi kemasyarakatan/kemahasiswaan, dan tidak pernah terlibat tindak pidana atau tidak sedang menjalani proses hukum atas tindak pidana, terang Erwin. (RH)

Muscab II DPC PATRI Sekadau

Revitalisasi Peran PATRI dalam Pembangunan Daerah

Ketua DPD PATRI Kalbar Imam Muhadi saat memberi sambutan pada pembukaan Muscab DPC PATRI Sekadau di Mess Pemkab Sekadau. Foto Budi Rahman / Borneo Tribune

Borneo Tribune/Sekadau Program transmigrasi yang digagas pemerintah sejak zaman kolonial hingga kini tak bisa dianggap sebelah mata. Meski masih perlu perbaikan dan penyempurnaan dibuat ber-

bagai sektor, program ini patut diapresiasi untuk mengatasi masalah kependudukan dan ancaman disintegrasi bangsa. Mengambil tema Revitalisasi Peran PATRI dalam pembangunan Dae-

rah, Menuju Sekadau yang Mandiri dan Bermartabat dalam Bingkai NKRI, ratusan anggota PATRI Sekadau tampak antusias mengikuti Muscab yang digelar di Mess Pemkab Sekadau, Minggu (30/9).

Ketua DPD PATRI Kalbar, Imam Muhadi dalam sambutannya menjelaskan platform dan latar belakang organisasinya. Dikatakan oleh figur low profile ini, kelahiran PATRI tidak lepas dari semangat dan komitmen organisasinya terhadap keutuhan bangsa dan nilai - nilai kemanusiaan yang luhur. “PATRI tidak didirikan hanya untuk satu golongan saja. Semua yang terlibat dalam program transmigrasi, baik transmigrasi yang dilaksanakan pemerintah maupun trans sisipan, trans lokal ataupun yang hijrah atas inisiatif sendiri bisa bergabung,” ujar pribadi santun yang rendah hati ini. Pada kesempatan ini Imam juga memotivasi anggota PATRI Sekadau agar giat bekerja dan berkarya untuk meningkatkan kesejahteraan dan taraf hidup warga transmigrasi di Sekadau. Pihaknya berupaya untuk memberikan kontri-

busi positif dalam pembangunan di daerah, baik melalui kegiatan ekonomi kerakyatan, kegiatan sosial maupun adat budaya yang semakin memperkuat kesatuan nasional. “Kita berharap kehadiran PATRI dapat memperkokoh semangat kebhinekaan dan nasionalisme kita,” ajak tokoh muda yang juga calon Anggota DPD RI ini. Saran dan ajakan Ketua DPD PATRI Kalbar mendapat sambutan positif keluarga PATRI Sekadau. Nur Ibnu, caretaker DPC PATRI Sekadau mengucapkan terima kasih kepada ketua PATRI Kalbar yang bersedia turun langsung membuka Muscab dan memberi motivasi kepada rekan-rekannya. “Dengan dilaksanakannya Muscab ini kami berharap PATRI Sekadau yang saat ini seperti antara hidup dan mati bisa lebih aktif dan maju ke depannya,” ujar Ibnu. (brm)

Borneo Tribune, Singkawang Kalapas Klas II B Singkawang, Setia Budi Irianto menegaskan, kalau sekarang ini bukan zamannya lagi bertindak keras terhadap Narapidana. Karena, jika disikapi dengan kekerasan, justru akan memancing keributan di dalam Lapas. Menurutnya, bahwa di Lapas yang dipimpinnya tak terkecuali juga dengan Lapas lainnya, ada Standar Operasional Prosedur (SOP) yang diterapkan kepada warga binaan, ketika mereka melakukan kesalahan. Tetapi SOP itu bukan melakukan kekerasan fisik kepada Narapidana. “Didalam SOP ada prosedur yang harus dilakukan, jika Napi telah melakukan kesalahan,” jelasnya. Setia Budi Irianto Prosedur yang dimaksud, jelas Budi, di antaranya, bisa saja mencabut hakhaknya sebagai Napi. Misalnya, Budi mencontohkan, Napi yang bersangkutan tidak diperkenankan lagi dikunjungi oleh keluarganya ataupun temannya, atau bisa juga Napi tersebut tidak mendapatkan remisi. Jika kesalahan Napi sangat fatal, kata Budi, bukan berarti pihaknya melakukan tindakan yang keras, tetapi memasukkan Napi tersebut ke Strapsel (sel khusus untuk mengisolasi Napi yang berperilaku buruk yang tidak bisa diarahkan). “Didalam ruangan tersebut bisa juga disebut sebagai ruang isolasi, karena hanya cukup untuk satu orang saja,” terangnya. Jika pihak keluarga tidak bisa menerima dengan prosedur SOP itu, tambah Budi, dan mau memperkarakannya, tidak masalah. “Silahkan saja, yang terpenting warga binaan tidak dianiaya,” pungkasnya. (RH)

Pentingnya Pembinaan Terhadap Guru Borneo Tribune, Bengkayang Pembinaan terhadap guru sangatlah penting terutama dalam meningkatkan mutu maupun terkait kinerja para pendidik. Pembinaan ini diserahkan sepenuhnya melalui kepala sekolah dan pengawas pada UPT-Kecamatan masing-masing daerah. Tetapi pengawas tampaknya belum menyadari bahwa pembinaan sangat berarti dalam meningkatkan kinerja guru. Membina guru hanya lewat kehadiran di waktu rapat untuk berceramah tidak akan banyak meningkatkan kinerja guru dalam meningkatkan mutu pendidikan. Sehubungan pembinaan, penataran dan pelatihan guru sering dikatakan menghabiskan dana yang tidak sedikit namun belum banyak berarti dalam peningkatan kinerja. “Perilaku siswa adalah cerminan guru, namun beberapa guru di sekolah tidak lagi mendidik, melainkan hanya mengajar sehingga dianggap Indikator palsu yang menyesatkan,” ungkap F.Maner, pengurus Forum Perduli Pelayanan Publik (FPPP) Kabupaten Bengkayang bidang pendidikan saat ditemui Minggu (29/09).) “Guru yang bermasalah akan kita bina terlebih dahulu, kalau tidak bisa dibina, baru kita binasakan,” tambah Maner yang juga sebagai Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS-UPT Bengkayang). Lebih jauh Sekretaris PC-PGRI ini menyampaikan, setiap individu guru harus dianggap tidak bersalah sebelum ada pembinaan dari UPT. Terlebih guru guru tersebut terpublikasikan melalui media masa. (MU)

20 Gudep Pramuka Penggalang Ikuti Jamran Borneo Tribune, Bengkayang Sebanyak 20 gugus depan penggalang pramuka dengan jumlah peserta mencapai 224 orang mengikuti Jambore Ranting (Jamran) Kwartir Ranting Grakan Pramuka Jagoi Bababng yang dipusatkan di Kampung Sentimok, Kecamatan Jagoi Babang. Kegiatan dipusatkan di perkebunan sawit, tepatnya di lokasi Wirata III SD 13 Sentimok. Jamran dibuka pengurus Kwarcab Pramuka Kabupaten Bengkayang, Ridwan Mas, Kamis (26/09. Jmaran itu sendiri dilaksanakan hingga, 28/9. Agus Elpin, ketua pelaksana Jamran menyatakan, peserta sebanyak 224 orang itu terbagi menjadi 135 putra, 119 orang. “Karena kegiatan ini dilaksanakan di wilayah perbatasan, ada satu SD dari Kabupaten Sambas yang ikut serta, yaitu SDN 16 Senabah,” kata Agus. Pada saat Jamran, juga dilaksanakan penyematan tanda penghargaan pramuka Pancawarsa yang lansung dilakukan pengurus Kwarcab Bengkayang. Ka. Kwarran Jagoi Babang, Zakaria ,S.Pd, mengatakan pelaksanaan kegiatan dimaksudkan untuk menumbuhkan rasa cinta kepada tanah air, khusus kepada anakanak yang berada di daerah perbatasan khususnya untuk Sentimok. Dia menambahkan, terlebih dengan program dan pembinaan yang lebih kreatif lagi, agar pendidikan kepramukaan jadi wadah pembinaan karakter diri peserta didik. “Tentunya dengan kegiatan menarik, kreatif dan mengandung unsur pendidikan, yang dilakukan di alam terbuka, dan disenangi,” harap Zakaria. (Mu)


Senin, 30 September 2013

Oleh: Edo BolasZ

Landak-Sanggau Borneo T Tribune

7

Di Balik Peringatan Hari Kesaktian Pancasila

Setiap tanggal 1 Oktober rakyat Indonesia memperingati Hari Kesaktian Pancasila dengan diadakannya upacara di berbagai instansi pemerintah, dan untuk skala nasional upacara tersebut diadakan di lokasi tempat terjadinya sejarah yaitu di Lubang Buaya. Masih saktikah Pancasila? Banyak wacana muncul akhir-akhir ini yang menyatakan kalau Pancasila sudah tidak sakti lagi atau bahkan di berbagai media memberitakan bahwa Pancasila sudah “dilupakan” di Indonesia. Jadi apakah benar kenyataan itu? Jawabannya adalah ada pada diri kita masing-masing, dan mungkin kita perlu sedikit merenungkan untuk

hal tersebut, apakah kita masih berperilaku seperti yang tersirat dalam jiwa pancasila? atau apakah kita sudah melenceng? Melihat perkembangan kondisi di Indonesia belakangan ini mungkin kita menganggap kalau rakyat Indonesia sudah tidak lagi ber”Pancasila” dengan adanya kerusuhan dimanamana yang timbul karena masalah yang berkaitan dengan sila pertama yaitu “Ketuhanan Yang Maha Esa”. Yaitu dengan ricuhnya kelompok agama mayoritas melawan minoritas dengan alasan-alasan tertentu. Padahal kalau kita telaah lagi, terjadinya “bentrokan” seperti itu terkadang belum tentu benar-benar karena soal agama, mungkin karena ada satu alasan kepentingan tertentu yang ingin di-

capai oleh “segelintir” personal, maka dengan kekuatannya mereka menggunakan alasan keagamaan untuk mendapatkan tujuannya. Sebaiknya marilah kita lihat saja dengan “kepala dingin”, dari jaman dulu kita sudah hidup dengan keragaman, mayoritas dan minoritas tidak perlu dijadikan bahan pertentangan, tapi jadikan itu kekuatan yang tetap menyatukan kita. Berkaitan dengan 1965 Incident Road Show in the United States, ada satu peristiwa monumental yang tidak bisa begitu saja ditelan dan diterima secara bulatbulat. Peristiwa ini masih berjalan sampai sekarang, yaitu upacara nasional pada tanggal 1 Oktober pagi di Lubang Buaya, Jakarta yang oleh pemerintahan Orde Baru, di bawah pimpinan Suharto/

Soeharto, diberi nama Hari Kebangkitan Pancasila. Kemudian upacara ritual ini dilajutkan oleh presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Kita semua tahu dari pelajaran sekolah apa sebabnya diberi nama Hari Kesaktian Pancasila, yaitu telah terbukti bahwa Pancasila itu ampuh dan berhasil menghalau dan menumpas komunis dan Partai Komunis Indonesia (PKI) dari muka bumi Indonesia dan menyelamatkan bangsa Indonesia dari kehancuran pada percobaan kudeta PKI tahun 1965. Benarkah demikian? Apakah arti sesunggunya di balik peringatan ini? Setiap tanggal 1 Oktober pagi, hampir semua pejabat kunci negara Republik Indonesia (RI) berkumpul di Lubang Buaya, Jakarta untuk mengadakan ritual,

memperbaharui dan mengkokohkan tekat untuk melindungi negara RI dari rongrongan komunis melalui Partai Komunis Indonesia (PKI). Upacara ritual ini disimbolkan dengan pengorbanan nyawa yang sangat memilukan dan menyayat hati dari 6 jenderal senior dan lainnya. Upacara ritual seperti ini mengingatkan akan adegan sembayang ritual dalam satu film laga Hongkong. dalam adegan itu, para guru dan murid melukai tangan mereka, meneteskan darahnya di dalam satu panci arak, diminum secara bergantian dengan khidmat dan penuh kegeraman sambil bersumpah dengan sengit akan menjaga dan menjunjung nama baik, persatuan dan keutuhan perguruan mereka. Mereka juga bersumpah akan mengusir

dan membalas dendam kalau perlu dengan cara membunuh para musuh dan mantan musuh para leluhur mereka sampai ke akar-akarnya. Peringatan Hari Kesaktian Pascasila ini bercikal bakal pada peristiwa 30 September 1965, di mana enam jenderal senior dan beberapa orang lainnya dibunuh dalam upaya kudeta yang dilakukan oleh para pengawal istana (Cakrabirawa) yang dianggap loyal kepada PKI dan pada saat itu dipimpin oleh Letkol. Untung. Keenam pejabat tinggi yang dibunuh tersebut adalah: * Panglima Angkatan Darat Letjen TNI Ahmad Yani, * Mayjen TNI R. Suprapto * Mayjen TNI M.T. Haryono * Mayjen TNI Siswondo Parman * Brigjen TNI DI Panjaitan

*

Brigjen TNI Sutoyo Siswomiharjo Jenderal TNI A.H. Nasution juga disebut sebagai salah seorang target namun dia selamat dari upaya pembunuhan tersebut. Sebaliknya, putrinya Ade Irma Suryani Nasution dan ajudan AH Nasution, Lettu Pierre Tandean tewas dalam usaha pembunuhan tersebut. Selain itu beberapa orang lainnya juga turut menjadi korban: * AIP Karel Satsuit Tubun * Brigjen Katamso Darmokusumo * Kolonel Sugiono Para korban tersebut kemudian dibuang ke suatu lokasi di Pondok Gede, Jakarta yang dikenal sebagai Lubang Buaya. Mayat mereka ditemukan pada 3 Oktober 1965. (Int).

Opini

‘Membangun Karakter Anak Didik’ Oleh : Heriansyah Di Indonesia sedang boomingnya Pendidikan karakter yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan Nasional, dengan harapan ‘kehadiran’ memberikan perubahan yang sangat signifikan sehingga anak bangsa ini terlepas/ terbebas dari dekadensi moral, dan prilaku yang menyimpang serta melanggar norma-norma yang ada di Indonesia serta tidak ada lagi muncul sifat-sifat itu, karena mereka sudah dibekali 18 nilai karakter yang diberikan oleh Guru di sekolah. Membangun karakter anak didik bukan hanya tugas Guru tapi orang tua dan masyarakat. Orang tua memiliki peran yang sangat penting untuk membentuk karakter anaknya seperti ungkapan Kahlil Gibran dalam Fatchul Mu’in(2011:

367) yang menyatakan.. “Anakmu bukan milikmu, mereka putera-puteri sang Hidup yang rindu pada diri sendiri, lewat engkau mereka lahir, namun tidak dari engkau, mereka padamu, namun bukan hakmu…”. Ini menunjukan bahwa anak adalah titipan Allah swt yang harus dijaga dan dididik, dan bahkan harus tetap diberikan pendidikan sepanjang hayat yang biasa kita kenal dengan long life education. Titipan yang diberikan ini harus kita berikan karakter yang baik, karena dengan karakter itu siapa tahu dapat menjauhkannya dari murka-Nya, dan juga yang dimintai pertanggungjawaban adalah mereka yang diberikan titipan. Sehingga sebagai orang tua jangan hanya ‘lepas tangan’ untuk tidak memberikan/

mengontrol sejauh mana pendidikan anak yang didapatnya, jika memang perlu kita buat indikator yang menyatakan anak kita sudah ada perubahan yang lebih baik (indikatornya bisa dibuat oleh orang tua yang bersangkutan). Karena di sekolah lebih sedikit bagi guru untuk mengontrol anak didiknya, mungkin hanya berkisar dalam 8 jam itu pun katagori maksimal sehingga sangat penting bagi orang tua untuk tetap membangun karakter anak. Masyarakat juga memiliki peranan dalam hal ini karena lingkungan yang baik akan mewujudkan ‘sosok teladan’ bagi anak-anak di lingkungan tersebut. Mereka lebih senang meniru (imitasi) orang sekitarnya tanpa memfilter terlebih dahulu yanhg baik buat mereka. Sehingga tidak jarang anak terjebak karena lingkungan sekitarnya ‘mendukung’ untuk melakukan perbuatan yang melanggar normanorma. Sudah saatnya sebagai warga Negara Indonesia kita memberikan kontribusi bagi calon pemimpin bangsa ini, karena kita tidak mungkin hidup menongkat langit (baca; hidup sampai hari kiamat datang). Jika memang tidak kita mulai memberikan pendidikan karakter itu kepada anak, apalagi kita sampai ‘lari’ maka akan ada kemungkinan mereka tidak mengetahui itu dan tunggu saja kehancurannya (baca:Merosotnya akhlak anak bangsa). Berhasilnya pendidikan dilihat dari Indeks Pembangunan Manusia(IPM), tentulah IPM yang diinginkan adalah mereka yang mampu mengangkat derajat bangsa Indonesia dari dekadensi moral. Membangun akhlak untuk anak memang harus dilakukan, karena nabi pun diutus menyempurnakan akhlak, sebagaimana dalam sabdanya yang sangat popular yang artinya “ Tidaklah aku ini diutus melainkan untuk menyempurnakan Akhlak”. Mari kita tanamkan sifat untuk membangun karakter anak minimal dalam tingkah laku kita dalam kehidupan sehari-hari misalnya: di rumah dan di masyarakat... wallahu a’lam bisshawab. Heriansyah Mahasiswa PAI, Tarbiyah, STAIN Pontianak

Konspirasi G30S PKI dan Kesaktian Pancasila KONSPIRASI G30S PKI 30 September 1965 terjadi sebuah sejarah buruk di negeri ini, sejarah yang dicatat dan dikenal dengan tragedi G30S/PKI. Namun Hingga kini peristiwa ini merupakan sebuah tragedi yang masih buram yang masih menyimpan segala kesimpang siuran. Buramnya tragedi ini semakin dipercaya setelah sebuah situs, yakni Whistle Blowler Indoleaks merilis sebuah dokumen visum para korban keganasan PKI pada 30 September tersebut pada tanggal 13 Desember 2010, yang mengungkapkan sesuatu yang berbeda dengan sejarah yang dipelajari sejak bangku Sekolah Dasar dan sebuah film dokumenter yang disutradarai Arifin C Noer dan dibintangi oleh artis terkenal saat itu diantaranya Ade Irawan, Amoroso Katamsi, Umar Kayam, dan Sofia WD, yang saat Orde Baru menjadi suatu tayangan wajib yang harus ditonton setiap tanggal 30 September. Beberapa hal yang diungkapkan oleh situs Indoleaks adalah S. Parman hanyalah mengalami luka tembak & patah tulang, yang tentunya berbeda dengan yang disebutkan di dalam catatan sejarah Orde Baru, mengalami penyiksaan paling sadis seperti Letjen R Soeprapto, Mayjen Soetoyo dan Lettu Pierre Tendean. Mereka antara lain disilet, disundut, bahkan sampai dipotong alat kelaminnya. Selain itu situs tersebut juga mengungkapkan berdasarkan penemuan bukti visum yang me-

reka publikasikan yang dipercaya sebagai hasil visum 5 dokter RSPAD yaitu dr Roebino Kertopati, dr Frans Pattiasina, dr Sutomo Tjokronegoro, dr Liaw Yan Siang, dr Lim Joe Thay, pada 5 Oktober 1965. Dokumen ini bercap Panitera Mahkamah Militer Luar Biasa, diduga dari sinilah dokumen itu diperoleh, bahwa Pierre Tandean tidak dimutilasi serta organ tubuh dari Letjen Soeprapto sebetulnya utuh, dan hal ini sangat berbeda dengan sejarah yang diketahui publik selama ini dan film karya Arifin C Noer tersebut. Fakta sejarah belum benar-benar terungkap dengan jelas dan masih sangat buram, sebagai publik yang awam dan tidak mengerti apa maksud dari semua itu, kepentingan apa yang mendalangi Indoleaks mengungkapkannya, atau kepentingan apa pihak Orde Baru ataupun TNI menutupi semua ini (apabila yang diungkapkan Indoleaks adalah benar). Semuanya masih buram. Hari Kesaktian Pancasila “Pada tanggal 30 September 1965, adalah awal dari Gerakan 30 September (G30SPKI). Pemberontakan ini merupakan wujud usaha mengubah unsur Pancasila menjadi ideologi komunis. Hari itu, enam Jendral dan berberapa orang lainnya dibunuh sebagai upaya kudeta. Namun berkat kesadaran untuk mempertahankan Pancasila maka upaya tersebut mengalami kegagalan. Maka 30 September diperi-

ngati sebagai Hari Peringatan Gerakan 30 September G30S-PKI dan tanggal 1 Oktober ditetapkan sebagai Hari Kesaktian Pancasila, memperingati bahwa dasar Indonesia, Pancasila, adalah sakti, tak tergantikan.” (http://id.wikipedia.org/wiki/ Pancasila) Gerakan 30 September dianggap sebagai usaha dari sebuah Partai Komunis Indonesia untuk menggantikan Ideologi Bangsa Indonesia yaitu Pancasila, Namun usaha itu mengalami kegagalan itulah sebabnya 1 Oktober diperingati sebagai Hari Kesaktian Pancasila. PKI dianggap melakukan sebuah gerakan kudeta untuk mengambil alih tampuk kekuasaan di negeri ini, yang dimana saat itu kekuatan politik dikuasai oleh tiga kekuatan besar yakni Nasionalis, Agamais, dan Komunis. Kondisi yang sangat gaduh ditambahnya tingkat inflasi negara yang merajalela memperburuk keadaan. Asal muasal kejadian ini disebabkan karena usaha PKI untuk membentuk “Angkatan Kelima” beranggotakan petani dan para buruh yang bermaksud untuk menentang Federasi Malaysia. namun Gagasan ini ditentang keras oleh AD. Untuk memperkuat gagasannya, PKI mulai meniupkan adanya dewan jenderal. PKI mengklaim menemukan “dokumen Gilchrist” yang antara lain di dalamnya terdapat kalimat : “ …masa depan kerja sama dengan teman-teman kita di AD” . Kata “teman-teman kita di AD” diterjemahkan

PKI sebagai adanya dewan jenderal. Gilchrist adalah nama duta besar Inggris di Indonesia. Kegaduhan ini berlangsung dengan Presiden Sukarno berada di pusat. Saat presiden sakit keras, maka, situasi menjadi sangat matang, dan meletuslah peristiwa yang dikenal sebagai Gerakan 30 September itu. Jenderal Suharto mengatakan bahwa gerakan ini adalah sebuah usaha kudeta untuk mengambil alih kekuasaan dari pemerintah yang sah, dan pasti didalangi oleh PKI, maka pada tanggal 12 Maret 1966, dengan SUPERSEMAR, Jenderal Suharto membubarkan PKI dan menyatakan bahwa PKI dan seluruh organisasi lain yang terkait dengannya dinyatakan terlarang, termasuk ajaran-ajaran komunisme/marxisme, dan Leninisme. Hal ini diperkuat dengan TAP No XVIII/MPRS/1966. Gerakan 30 September dinyatakan sebagai gerakan untuk menggantikan Ideologi Pancasila dan mengalami kegagalan mengganti Ideologi Pancasila tersebut, oleh karena itu Pancasila masih tetap dipakai sebagai Ideologi Negar ini, dan disebut sakti karena bertahan dari berbagai usaha menggantikannya. Sejarah tinggal sejarah, semoga terungkap mana yang menjadi kebenaran, dan sejarah dapat menjadi pelajaran untuk menata kehidupan negara ini kedepannya. SEMOGA. (Sumber http://nizarsuryan tara. wordpress.com/2011/10/01/ konspirasi-g30s-pki-dan-kesaktian-pancasila/)


Sekadau Borneo Tribune

Senin, 30 September 2013

8

93 Jiwa Kehilangan Tempat Tinggal, 9 Rumah Jadi Puing INFO BANK BNI 46 Pontianak, Jl. Tanjung Pura No. 1 Telp. (0561) 736211, 732016, 732630, 732026 (0561) 736392 Capem Univ. Tanjungpura. Jl. Daya Nasional Telp. (0561) 736046 (0561) 764012 Capem Pasar Siantan, Jl. Khatulistiwa No. 81-83 Siantan Telp. (0561) 881419 (0561) 883263

BCA KCU PONTIANAK, Jln. A. Yani No. 1 Ptk, 0561-736305 (hunting) KCP Imam Bonjol, Jln. Imam Bonjol No. 457 Ptk, 0561-737984, 734524 KCP Rahadi Usman, Jln. Rahadi Usman No. 4 Ptk, 0561-733482, 740814-15 KCP Sei Pinyuh, Jln. Raya Terminal 05-06, Sei Pinyuh KCP Sultan Muhammad, Jln. Sultan Muhammad 136, Ptk, 0561-738051

BANK KALBAR CABANG UTAMA PONTIANAK Jl. Rahadi Osman No. 10 Pontianak 78117, Telp. (0561) 732148, 736723 Fax. (0561) 745149, Telex. 29174, 29129 CABANG SYARIAH Jl. A. Yani Pontianak, Komp. Perkantoran & Town House No. 5-6 (depan A. Yani Mega Mall) Telp. (0561) 733033, 7061800, Fax. (0561) 732599

BANK BRI Kantor Cabang Barito, Jalan Barito, Telp. (0561) 734009, Fax. (0561) 733019 Komplek Pertokoan Pasar Flamboyan Jalan Gajah Mada Blok C. 14 Ptk

BANK DANAMON Jl. Tanjung Pura No. 102, Ptk Telp. (0561) 737107 (H), 730898, Fax : (0561) 736264, 765595 Jl. St. Muhammad No. 173, Ptk Telp. (0561) 731156, Fax : (0561) 734462 Jl. KH. Wahid Hasyim No.24-26, Telp.: 0561-768599/765411, Fax : 0561-768599/765411

BANK MANDIRI Jl. I Gusti Ngurah Rai No. 2 , Humaera B (0561) 734247, 734147 Jl. Achmad Yani No. 3 - 3 A, (0561) 765010, 767993 Jl. Tanjungpura No. 110, (0561) 734464, 734752 Jl. Sidas No. 2 (0561) 734670, 747495, 733672

BANK MANDIRI SYARIAH PONTIANAK, Jl. Diponegoro No. 95, Telp. (0561) 745004, Fax. Ketapang, Jl. MT. Haryono No. 111-112 Ketapang, Telp. (0534) 34600 Fax. (0534) 34395 Kantor Kas Politeknik, Kampus Politeknik Negeri Jl. A. Yani No. 52, Telp. (0561) 583850 Kantor Layanan Syariah Bank Mandiri Pontianak-Sidas, Jl. Sidas No. 2, Pontianak, Telp. : (0561)7069797, Fax. : (0561) 763082

BANK BUKOPIN Cabang Jl. Ir. H. Juanda No. 55-56 Pontianak 78117 (0561) 745025 (Hunting) (0561) 734253 Cabang Pontianak Kal-Bar, Jl. Adi Sucipto Km. 7,5 (Gedung Kopkar Mekar PLN Wil Kal - Bar) Kabupaten Pontianak, Telp. 0561 722598, 0561 - 723158, Kantor Kas Adisucipto Jl. Sultan Muhammad No. 48, Pontianak 78117 , (0561) 730001/ 730077, (0561) 730132, Capem Sultan Muhammad

BANK BTN CABANG PONTIANAK, Jl. Imam Bonjol No. 29 Pontianak 78123, Pontianak, Telepon: (0561) 740163 Fax: (0561) 740168 CABANG PEMBANTU JERUJU, Jl. Kom. Yos Sudarso No. 10, Jeruju Pontianak 78122, Telepon: (0561) 770567 Fax: (0561) 770567 KAS LAYANAN POS ONLINE PONTIANAK, Jl. St. A. Rahman No.49, 78116, Pontianak, Telepon: 0561-730641, 0561-730642, 0561730644 Fax: 0561-762146

BANK PERMATA Juanda KC, Jl. IR. H. Juanda No. 49-50 BB, Pontianak (781177), 0561-738323, 0561 -736411 Gajah Mada KCP, Jl. Gajah Mada no 69 C, Pontianak (78121), 0561747371, Tanjung Pura KCP, Jl. Tanjung Pura No. 370, Pontianak (78122), 0561764926

BANK BII KC Pontianak Jl. Tanjungpura No.20 (Pontianak) Telp. (0561) 39220

BANK BHI Cabang PONTIANAK, Jl. Imam Bonjol No.567 , Telp. (0561)-762838; Fax. (0561) -76290

BANK MEGA KC PONTIANAK, Jl. H. Agus Salim No. 10 - 12, Telp. (0561) 739822, (0561) 749078

Kebakaran Hebat di Sungai Ringin Sekadau Borneo Tribune, Sekadau Kebakaran hebat kembali terjadi dikota Sekadau, kini melanda pemukiman padat di RT 09/RW.04 Dusun Kapuas 1, Desa Sungai Ringin Sekadau sekitar pukul 18.30 WIB, Jumat petang (27/9). Setidaknya 93 jiwa harus kehilangan rumah tinggal, 9 rumah warga ludes dan rata dengan tanah dilahap si jago merah. Satu diantaranya korban kebakaran adalah rumah Kepala Desa Sungai Ringin, Adurrahman. Dugaan sementara api berasal dari arus pendek listrik, api mulai menjalar dari rumah di deretan depan. Bersyukur tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebaran tersebut, namun kerugian material ditaksir ratusan jutaan rupiah. Data yang berhasil dilansir Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sekadau Sabtu kemarin (28/9) mencatat, ada 9 rumah menjadi puing, 6 rumah rusak sedang (sebagian terbakar), keseluruhan ada 29 KK dan 93 jiwa yang kehilangan tempat tinggal. Kades Sungai Ringin, Abdurrahman tampak cukup terpukul dengan kebakaran itu. “Sepertinya arus pendek listrik,” kata Man, sapaan akrab Abdurrahman. Diakui Abdurrahman, saat kebakaran terjadi dirinya sedang tidak dirumah. Sementara istrinya, Mar dan kedua anaknya sedang bermain di luar rumah. “Di rumah hanya ada orang tua saya (H Latif). Beliau sedang sakit keras, hanya mampu baring, tapi Alhamdulillah bisa diselamatkan,” ujarnya. “Api awalnya berkobar dari dapur rumah yang didepan itu,” kata Ardi, salah seorang saksi mata. Menurut Ardi, api tiba-tiba

saja api membesar dari rumah tersebut. “Api langsung besar. Keluar dari ventilasi pintu dapur, karena sore itu angin cukup kuat ditambah lagi rumah ini berada ditepian pantai Sungai Kapuas,” ujarnya. Sejumlah mobil pemadam kebakaran dari Pemkab Sekadau, Yayasan Bhakti Luhur berbodong-bondong memadamkan api. Namun api yang sudah terlanjur membesar sulit dikendalikan. Sejumlah personil kepolisian dari Polres Sekadau juga diturunkan untuk melakukan pengamanan. Bahkan Waka Polres Sekadau, Kompol Yohanes Suhardi juga ikut membantu memadamkan api. “Penyebab kebakaran masih kita selidiki. Kerugian materi maupun apakah ada korban jiwa, juga masih belum bisa kita pastikan,” tandas Wakapolres Sekadau di TKP. Hibur Korban Sekretaris Daerah Kabupaten Sekadau, Yohanes Jhon, mengaku prihatin dengan musibah kebakaran di Desa Sungai Ringin Jumat petang. Guna menghibur korban kebakaran, Sekda mewakili Pemkab Sekadau menyempatkan diri turun lapangan sejak peristiwa kebakaran Jumat petang dan Sabtu kemarin (28/9). Pada saat kejadian Jumat kemarin, Bupati dan Wakil Bupati Sekadau sedang bertugas ke luar Daerah. “Malam kejadian juga saya datang ke sini. Tapi karena ada acara saya terlambat. Api sudah padam,” kata Jhon disela meninjau lokasi bekas kebakaran Sabtu. Jhon mengaku sudah meminta sejumlah instansi terkait untuk mendata para korban. Selanjutnya akan dilaporkan ke Bupati untuk ditindaklanjuti dengan penyerahan bantuan

Puing-puing rumah warga di RT 09/RW.04 Dusun Kapuas 1, Desa Sungai Ringin Kecamatan Sekadau Hilir Pasca kebakaran Jumat Petang (27/9).// FOTO Bagus Kosminto/Borneo Tribune

dari Pemkab Sekadau. “Mungkin Senin (hari ini) sudah bisa disalurkan,” imbuhnya. Selain melakukan peninjauan, Sekda yang didampingi Kades Sungai Ringin, Abdurrahman dan Ketua RT 09, Syaiful Bahri juga sempat berdialog dengan sejumlah warga yang menjadi korban kebakaran. Sekda berharap korban kebakaran tabah atas musibah itu. Namun demikan, katanya, Pemerintah Daerah juga tidak akan tinggal diam untuk segera memberikan bantuan kepada korban kebakaran. Selain mengandalkan Pemkab Sekadau, Sekda juga berharap sejumlah Perusahaan yang ada di sekadau bisa meringankan beban Korban kebakaran.“Kita hanya berupaya. Mudah-mudahan ada pihak yang mau membantu meringankan beban para korban,” tandasnya. Sejak malam kejadian hingga Minggu kemarin sejumlah korban kebakaran masih mengungsi ke rumah saudaranya. Salah satunya, Ardi Hidayatullah. Bersama sang istri, Syafarina dan anaknya Afifa Zahra Humaira yang masih berusia 9 bulan, Ardi harus merasakan kehilangan tempat tinggal. Satu Korban, Ardi mengaku hanya pasrah dengan musibah terebut. Barang-barang pun tak banyak yang dapat ia selamatkan. “Hanya beberapa potong baju saja yang bisa dibawa. Sekarang kami menumpang tempat keluarga dulu,” kata Ardi lirih. Ayah Ardi, Agus Aman yang tinggal serumah, mengakui api merembet dengan cepat. “Kejadiannya sangat cepat. Saya hanya bisa menyelamatkan digital receiver dan TV 14 inci. Semua pakaian cucu saya sudah terbakar,” kata Aman. Ketua RT 09/RW 04 Desa Sungai Ringin, Syaiful Bahri, berterima kasih atas kedatangan Sekda Sekadau. “Kita terima kasih sekali atas kedatangan bapak, dengan hadirnya bapak mewakili Pemkab Sekadau kami merasa dihibur.

Data Korban Kebakaran Desa Sungai Ringin Jumat (28/9) Pukul 18.30 WIB Rumah Rusak Berat

JUMLAH

1.

H. Latif (Orang tua Kades, Abdurrahman)

2.

Jasmin AB

3.

Abdullah

4.

Supardi. M

5.

Mohtar.

6.

Zainal,

7.

Abd Muin. HL

8.

Agus

9.

Jalmas

Rumah Rusak Ringan 1.

Abd Radeni. HL

2.

Yani Oktaviani

3.

Nasir

4.

Samsiar

5.

Mat Johan/Acan

6.

Junaidi

Jumlah KK

29 Kepala keluarga

Jumlah Jiwa

93 Jiwa

Korban Jiwa

Tidak ada

Jumlah Kerugian

Masih dihitung

Laporan Bagus Kosminto/Borneo Tribune Sekadau Sumber : Berbagai Sumber/BPBD Kab. Sekadau/RT/DesaSungai Ringin

Mudah-mudahan bantuan dari Pemkab segera diberikan,” imbuh Syaiful. Kucurkan Bantuan Data korban kebarakan yang berhasil dihimpun BPBD Kabupaten Sekadau, mencatat ada 29 Kepala keluarga (KK) kehilangan tempat tinggal. “Sementara 93 jiwa mengungsi ke rumah saudara dan keluarganya yang lain,” kata Akhmad Suryadi, Kepala Bandan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sekadau, Sabtu. Menurut, Akhmad Suryadi, BPBD Kabupaten Sekadau sudah menyalurkan bantuan untuk meringkan para korban kebakaran. Bantuan yang sudah disalurkan berupa beras, mie instan, pakaian, serta bantuan lainnya. “Hari Senin (hari ini) atau Selasa (besok) Pemkab Sekadau akan secepatnya menyalurkan bantuan,” imbuh Amad. Saat kebakaran, Petugas kata

Akhmad, sapaan Akhmad Suryadi, cukup kesulitan untuk memberikan tindakaan pemadaman karena pada saat kejadian angin Jumat petang bertiup kencang. “Kendala juga sebagian besar bangunan rumah warga berasal dari kayu yang mudah terbakar ini juga menjadi peyebab api semakin menjadi,” simpulnya. BPBD memperkirakan terjadinya kebakaran disebabkan arus pendek listrik sesuai dengan pengakuan saksi mata. Namun kepastian penyebab kebakaran tersebut,BPBD serahkan lebih lanjut kepada pihak berwenang. Rumah Korban, Abdurrahman masih dipasang garis polisi oleh aparat kepoliasian di Sat Reskrim Polres Sekadau. “Kita masih melakukan penyelidikan sumber api,” kata Kapolres Sekadau, AKBP Agus Triadmaja melalui Kasat Reskrim Polres Sekadau, AKP Bermawis Sabtu kemarin. (Mto).


Senin, 30 September 2013

Pelaksanaan Orientasi Intelektual Mahasiswa Baru Universitas Panca Bhakti Sukses Borneo Tribune, Pontianak SUMPAH mahasiswa Indonesia yang digelorakan oleh ratusan mahasiswa baru yang mengikuti kegiatan Orientasi Intelektual Mahasiswa Baru (OIMB) Universitas Panca Bhakti (UPB) Pontianak mewarnai suksesnya serangkaian acara OIMB UPB yang digelar sejak Jumat (27/9) hingga Minggu (29/9), di Kampus Kuning UPB Pontianak. Acara tersebut juga dihadiri sejumlah alumni UPB yang sekaligus didaulat sebagai keynot speeker. Diantaranya, mantan Redaktur Pelaksana (Redpel) Harian Borneo Tribune, Andry, SE, Wakil Ketua Bawaslu Provinsi Kalbar, Muhamad, SH, MH, Pengusaha Muda, Moch. Sabi’in, SP serta Ketua KNPI Kota Pontianak, M Rival dan lainnya. Cama-cami baru UPB yang notabene sekaligus sebagai calon generasi muda penerus bangsa tersebut tidak hanya diberikan berbagai pemahaman seputar dunia kampus dan berbagai organisasi internal yang ada di Kampus Kuning saja, melainkan juga diberikan pengetahuan serta kecerdasan tentang empat pilar demokrasi, konstitusi, hukum dan

perundang-undangan, sosialisasi narkoba sekaligus memberikan pemahaman tentang fungsi pers sebagai salah satu pilar demokrasi. Rektor UPB Pontianak, Dr. Rahmatullah Rizieq memberikan apresiasi terkait suksesnya pelaksanaan OIMB UPB 2013.

Sintang-Melawi

Sumpah Mahasiswa Indonesia... Kami Mahasiswa Indonesia Bersumpah... Bertanah Air Satu, Tanah Air Tanpa Penindasan... Kami Mahasiswa Indonesia Bersumpah... Berbangsa Satu, Bangsa yang Gandrung akan Keadilan... Kami Mahasiswa Indonesia Bersumpah... Berbahasa Satu, Bahasa Tanpa Kebohongan... Hidup Mahasiswa..., Hidup Mahasiswa..., Hidup Mahasiswa... Sementara itu, Pembantu Rektor (Purek) III UPB Pontianak, Purwanto, SH,

M.Hum mengatakan, kegiatan OIMB UPB 2013, sejatinya harus menjadi penga-

laman yang berharga bagi para mahasiswa baru untuk saling mengenal antara satu AKRAB, Pembantu Rektor III UPB, Purwanto, SH, M. Hum terlihat akrab dengan para mahasiswa baru. FOTO: Andry/ Borneo Tribune

KOMPAK DAN AKRAB, ratusan mahasiswa baru yang mengikuti kegiatan Orientasi Intelektual Mahasiswa Baru (OIMB) UPB 2013, bersalaman dengan semua panitia OIMB usai mengikuti kegiatan sejak Jumat lalu. Emosi mereka menyatu sebagai mahasiswa UPB Pontianak, di Kampus Kuning UPB Pontianak, Minggu (29/9). FOTO: Andry/Borneo Tribune

Benang Pukat Bukti Perjanjian Damai Kerajaan Sintang dan Kotawaringin di dua. Yakni sebagian wilayah Sungai Melawi ikut dalam Kerajaan Sintang, sementara jalur sungai Pinoh ikut dalam Kerajaan Kotawaringin. “Dilihat dari kondisi geografisnya, segala benda bersejarah ataupun temuan lain yang ditemukan ini berada di sekitar sungai semua. Satu di Sungai Nanga Pinoh dan satu di Sungai Melawi. Nah sungai Nanga Pinoh ini dulunya lebih dominan ke Kotawaringin di Provinsi Kalteng dan Sungai Melawi ikut dalam Sintang,” terangnya. Dari benda-benda temuan itu pula, ada dugaan bahwa Melawi dulunya menjadi

rebutan dua kerajaan, yakni kerajaan Sintang dan kerajaan Kotawaringin Kalteng. Hal itu dapat diketahui dari adanya benang pukat yang didapat oleh Disbudparpora di Nanga Sokan. “Benang Pukat ini semacam bukti perjanjian damai antara kerajaan Sintang dan Kerajaan Kotawaringin,” urainya. Dia mengungkapkan, pada zaman itu kerajaan di dua wilayah tersebut merupakan wilayah kerajaan Hindu. Hal ini diperkuat dengan bendabenda temuan yang ditelititi oleh tim arkeolog adalah banyak menggunakan simbolsimbol agama Hindu. “Seperti temuan batu Yoni

dan Batu Lingga, batu ini merupakan batu pasangan yang biasanya dipergunakan sebagai wadah atau tempat untuk bersuci oleh umat Hindu. Jadi pada saat itu Islam belum masuk,” jelasnya. Bambang mengungkapkan, jika dirunut dari sejarah berdirinya Indonesia yang bermula dari Kutai maka kerajaan di Pulau Kalimantan lebih tua daripada kerajaan di Jawa. “Namun sejarah itu terputus dan inilah yang menjadi pekerjaan rumah tim arkeolog,” ujarnya. Sementara itu, Kasi Kebudayaan dan Kesenian Disbudparpora Kabupaten

Melawi, Paulus Dai Hajon mengungkapkan, tim arkeolog sudah datang ke Melawi sejak 16 September dan mulai melakukan penelitian pada 17 September. “Kurang lebih 8 hari tim arkeolog kemari dan mereka sudah menyampaikan hasil penelitian ini kepada Wakil Bupati,” katanya. Paulus mengatakan, harapan wakil Bupati kepada tim arkeolog nantinya bisa datang kembali ke Melawi dan menetapkan beberapa benda berjarah yang diajukan oleh Disbudparpora menjadi benda cagar budaya sehingga sejarah Melawi lebih terungkap ke permukaan. (eko) †

STKIP Melawi Lahirkan 196 Wisudawan Borneo Tribune, Nanga Pinoh SEKOLAH Tinggi Ilmu Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Melawi, Sabtu (28/9) lalu, melepas 196 wisudawan dari dua program studi S1. Yakni Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) dan Pendidikan Jasmasni, Kesehatan dan Rekreasi (Penjaskesrek). Lulusan STKIP yang telah menjalani pendidikan akademik bertahun-tahun ini sendiri terdiri dari dari 139 orang dari jurusan PGSD dan 57 orang dari Prodi Penjaskesrek. Pelaksanaan wisuda yang digelar di Gedung STKIP Melawi pun dihadiri ribuan orang, baik wisudawan, keluarga wisudawan serta jajaran civitas akademika STKIP Melawi. Sekda Provinsi Kalbar, M. Zeet Hamdi Assofie, Koordinator Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) Wilayah XI Kalimantan, Prof. Dr. Sipon Mulyadi, Wabup Melawi, Panji, Ketua DPRD Melawi, Abang Tajudin serta Ketua Pengelola STKIP Melawi, Clarry Sada. Sejumlah tokoh yang hadir ini diberikan kesempatan untuk menyampaikan orasi

9

Cama UPB Dididik Disiplin dan Cerdas

Tim Arkeolog Teliti Sejarah Melawi

Borneo Tribune, Nanga Pinoh PENGUNGKAPAN sejarah Melawi mulai dilakukan oleh Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Melawi bersama tim arkeolog dari pusat. Penelitian dilakukan terhadap sejumlah benda-benda bersejarah serta sisa bangunan kerajaan yang ditemukan di berbagai tempat. Salah satu anggota tim arkeolog yang ikut melakukan penelitian di Melawi, Bambang mengungkapkan, jika dilihat dari temuan benda-benda bersejarah dan sisa bangunan kerajaan, ada dugaan Melawi pada zaman dulu terpecah menja-

Borneo T Tribune

WISUDA STKIP MELAWI, STKIP Melawi mewisuda 196 lulusan dari dua program studi. Yakni PGSD dan Penjaskesrek. Pelaksanaan wisuda angkatan pertama Prodi S1 tersebut dihadiri oleh Sekda Provinsi Kalbar dan Koordinator Kopertis Wilayah Kalimantan. FOTO: Eko Susilo/ Borneo Tribune ilmiah. Seperti Sekda Provinsi, M Zeet serta Koordinator Kopertis XI Kalimantan, Sipon Mulyadi di hadapan wisudawan. Wabup Panji mengatakan, sebagai lulusan dari sebuah perguruan tinggi yang mencetak para kaum pendidik, sudah seharusnya alumni STKIP Melawi mampu mengembangkan dunia pendidikan di Melawi. “Sarjana STKIP Melawi harus memiliki sikap yang

bertanggungjawab, mampu menghadapi tantangan dan mampu membaca zaman. Bersikap positif dan memiliki semangat untuk bekerja keras,” pesan Panji pada wisudawan. Panji berharap agar alumni STKIP Melawi bisa menjadi wadah aspirasi masyarakat Melawi. Menjadi sumber pengetahuan untuk bertanya masyarakat Melawi. Selalu memberi perubahan dan pesan perdamaian

pada masyarakat. “Kondisi masyarakat saat ini sangat labil. Salah satunya disebabkan oleh proses politik. Masyarakat masih mudah dijebak oleh konflik. Masyarakat juga masih kaku di dalam menghadapi perubahan sosial. Alumni STKIP mesti menjadi pihak yang mampu sebagai peredam atau pendingin di tengah masyarakat,” harapnya. Khusus bagi STKIP Melawi, Panji memberi apresiasi lantaran telah membuktikan berhasil melawati proses pendidikan dengan baik. Dia pun bangga, lantaran daerah ini telah berhasil mencetak sarjana pendidikan dari daerah ini sendiri. “Kita putut bersyukur telah berhasil mencetak sarjana dari daerah sendiri. Kebahagiaan ini menjadi landasan yang erat untuk kemudian berbakti pada keilmuan. Sebagaimana tujuan negara ini untuk menciptakan kecerdasan kehidupan bangsa,” ujarnya. Sementara itu, Ketua Pengelola STKIP Melawi, Clarry Sada menerangkan, seluruh prodi di STKIP Melawi telah melalui proses akreditasi oleh Badan Akreditasi

Nasional (BAN PT) sehingga tak ada lagi persoalan ijazah. Pembuktiannya bisa diakses di web Dikti. Akreditasi Prodi Penjaskesres dan PGSD bernilai C. Terakreditasnya prodi di STKIP Melawi ini jelas berdampak pada kualitas lulusan sarjana dari perguruan tinggi ini. “Kita berharap sarjana STKIP Melawi bisa berkarya untuk mengabdi untuk masyarakat. Apalagi ijazah mereka sudah tidak diragukan lagi,” ujarnya. Legalitas akreditasi Prodi STKIP Melawi ini dibenarkan oleh Koordinator Perguruan Tinggi Swasta Wilayah XI Kalimantan, Prof. Dr. Ir H Sipon Muladi. Ia menegaskan, banyak perguruan tinggi di Indonesia telah mendapatkan akreditasi. Salah satunya, dua prodi STKIP Melawi. “Sekitar 6 ribu prodi yang belum tentu mesti melewati proses untuk mendapatkan akreditasi. Sedangkan dua prodi STKIP Melawi yang mendapatkan nilai C sudah sangat baik. Masyarakat Melawi dan Kalbar tidak perlu ragu untuk menguliahkan anaknya ke STKIP Melawi,” tegasnya. (eko) †

dengan lainnya, termasuk mengenal para senior mereka di empat fakultas yang ada di UPB. Yakni, Fakultas Ekonomi, Fakultas Hukum, Fakultas Pertanian serta Fakultas Teknik. “Selain akan saling mengenal, OIMB UPB 2013 diharapkan bisa membuka cara berpikir serta prilaku para mahasiswa baru sebagai bekal mereka memasuki dunia kampus,” harap Purwanto. Dosen Fakultas Ekonomi UPB, Budi Sayogio, SE mengatakan, pihaknya akan senantiasa mendukung kegiatan kemahasiswaan di UPB. “Organisasi itu penting. Saya juga dulu aktivis mahasiswa. Saya akan selalu mendukung kegiatan serta perjuangan mahasiswa,” ucap Budi Sayogio. Ketua Panitia OIMB UPB 2013, Cahyo mengucapkan, terima kasih yang sebesarbesarnya kepada semua panitia OIMB yang telah be-

kerja keras dengan penuh rasa tanggungjawab sehingga kegiatan berlangsung sukses. “Terima kasih kepada semua kawan-kawan panitia yang telah bekerja keras dengan penuh tanggungjawab sehingga kegiatan OIMB UPB 2013 sukses. Terima kasih pula kepada pihak lembaga yang telah mensuport kegiatan kemahasiswaan di UPB. Dan tak lupa terima kasih kawan-kawan panitia kepada semua senior maupun alumni yang ikut berpartisipasi di dalam kegiatan ini,” ucap Cahyo. Puncak acara penutupan kegiatan OIMB UPB 2013 tersebut, dimana ratusan para mahasiswa baru tersebut didaulat untuk mencium panji UPB serta memberikan hormat seraya mencium sang Saka Merah Putih. Mereka berjanji akan berbhakti dan mengabdi kepada bangsa dan negara ini. (Soe) †

Lima Formasi CPNS Melawi Lowong Total Pendaftar CPNS 1.065 Orang

Borneo Tribune, Nanga Pinoh PENDAFTARAN CPNS Kabupaten Melawi resmi ditutup pada Sabtu (28/9) sore lalu. 1.065 pendaftar CPNS tercatat sebagai calon peserta seleksi CPNS yang akan memperebutkan 137 formasi yang disediakan oleh Pemkab Melawi. Kendati demikian, masih ada beberapa formasi yang kosong alias tanpa pendaftar. Kabid Data dan Pengadaan Pegawai, Akhmad mengungkapkan dari pendaftaran dibuka pada 13 September hingga 28 September kemarin, sedikitnya terdapat 1.065 pendaftar yang telah memasukkan berkas. Rinciannya, 269 pendaftar pada formasi tenaga kependidikan, 439 pada formasi tenaga kesehatan dan 347 pendaftar pada formasi tenaga teknis. “Setelah pendaftaran ditutup, kita tidak lagi menerima pendaftar CPNS. Jadi para pendaftar CPNS tinggal menunggu nomor tes yang akan dibagikan pada tanggal 10 sampai 17 Oktober mendatang,” jelasnya. Akhmad mengungkapkan, adanya lima formasi yang masih kosong hingga pendaftaran ditutup. Formasi tersebut terdiri dari Dokter Anak, Anestesi, Pengelola Perpustakaan, Guru Pendidikan Teknik Mesin serta Pendidikan Teknik Sipil. BKD sendiri berencana akan mengusulkan ke Menpan agar formasi yang kosong tersebut bisa dialihkan untuk menambah formasi lain yang juga dibutuhkan Pemda. “Kita berharap nantinya formasi yang tidak ada pendaftarnya bisa dialihkan ke formasi lain. Seperti Kedokteran Anak kan tidak ada yang daftar. Mungkin kita coba usulkan ke pusat untuk dialihkan ke dokter umum. Karena sayang formasi kalau tidak terisi,” jelasnya. Pelaksanaan seleksi CPNS sendiri dipastikan akan berlangsung sangat ketat mengingat hanya 137 formasi yang tersedia. Formasi D III Keperawatan menjadi formasi yang paling banyak peminatnya. Dengan total 248 pelamar. Formasi ini sendiri hanya menyediakan 10 kursi CPNS. Disusul formasi PGSD dengan 123 pelamar dan formasi Kebidanan dengan 121 pelamar. Sedangkan formasi yang minim pelamar adalah formasi guru Pendidikan Pertanian yang hanya ada satu pelamar serta D III Elektro Medis dengan dua orang pelamar. Sedangkan untuk Dokter Hewan ada dua pelamar yang memasukkan berkasnya. Selain pelamar umum, pelaksanaan tes juga dilaksanakan bersamaan dengan seleksi untuk pengangkatan tenaga honorer kategori II. Tes yang berlangsung pada 3 November akan dilaksanakan di berbagai tempat, termasuk salah satunya adalah penggunaan stadion Raden Tumenggung Setia Pahlawan untuk honor K II. “Kita juga meminta pada tenaga honorer yang masuk dalam K II untuk menyerahkan pas foto 4x6 dan materai mulai Senin sampai Jumat pekan depan. Nantinya siapa saja tenaga honorer yang ikut seleksi juga akan kita umumkan bersamaan dengan pengambilan nomor tes,” ujar Akhmad. (eko) †


Kapuas Hulu Borneo T Tribune

Senin, 30 September 2013

Alokasikan 56 Persen Untuk Kawasan Lindung Borneo Tribune, Putussibau WAKIL Bupati Kapuas Hulu Agus Mulyana mengatakan bahwa dalam perlindungan sistem penyangga kehidupan dan pengawetan keanekaragaman hayati Kapuas Hulu mengalokasikan 56 persen dari total luas Kabupaten Kapuas Hulu sebagai kawasan lindung dan dua Taman Nasional yaitu Taman Nasional Betung Kerihun (TNBK) dengan luas 800.000 Ha dan Taman Nasional Danau Sentarum (TNDS) dengan luas 132.000 Ha. Dikatakan Agus penetapan Kabupaten Kapuas Hulu sebagai Kabupaten Konservasi pada bulan Mei 2003 melalui SK Bupati No. 144/ 2003 dengan tegas menyatakan Kabupaten konservasi

Gallery

Kerawing Menerima pesanan & menjual : hasil tenunan daerah/ kerajinan, berupa pakaian adat, anyaman dan lukisan Putusibau SISKA Hp. 081257159998

Agus Mulyana Wakil Bupati Kapuas Hulu Foto Timotius/Borneo Tribune

mendukung upaya inspiratif Pemerinta dan masyarakat Kapuas Hulu untuk membangun Kabupaten konservasi yang berazaskan harmoni kehidupan kehidupan manusia dengan alam. Bahkan menurut Agus, wilayah Kabupaten Kapuas Hulu seluas 3,1 juta Ha merupakan 13 persen dari wilayah Heart Of Borneo (HOB) seluas sekitar 23 juta Ha nilai strategis kabupaten Kapuas Hulu dalam wilayah HOB diantaranya hutan-hutan tropis dan rawa air tawar (TNBK dan TNDS). “Sebagai “Menara Air” bagi pulau Kalimantan khususnya bagi daerah hilir Pro-

vinsi Kalimantan Barat, terdapat Social capital yang potensial bagi pembangunan khususnya sektor pariwisata khusus dibagian sebagai menara air pulau Kalimantan merupakan daerah hulu dari 14 sungai besar di Kalimantan. Terlebih spesifik di Kabupaten Kapuas Hulu khususnya sungai kapuas yang menjadi bagian hulu sungai yang perlu dijaga dan agar pengelolaannya dapat berkelanjutan serta terpadu,”ucapnya belum lama ini. Ditambahkannya, Sumber Daya Alam (SDA) yang berlimpah tersebut tidak otomatis akan memberikan manfaat yang maksimal bila tidak bersama-sama dijaga dilestarikannya. “ Salah satu contohnya sumber daya air yang ada di Kapuas Hulu yang sangat berlimpah, namun terdapat banyak juga permasalahan yang harus dihadapi seperti adanya tingkat erosi dan longsor ditepian sungai yang tinggi, yang otomatis berkontribusi terhadap peningkatan konten sedimentasi dan kekeruhan sungai, akhirnya masyarakat sulit mendapatkan air bersih dan jernih,” terangnya. (MO) †

10

Kota Putussibau Harus Dibenahi Borneo Tribune, Putussibau KEPALA Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Kapuas Hulu, Nusantara Gawat mengatakan bahwa untuk menata Kota Putussibau perlu banyak yang harus dibenahi, kondisi tersebut mesti menjadi salah satu prioritas kedepannya, terutama yang berkaitan dengan anggaran. “Persoalan dalam menata Kota Putussibau tidak hanya satu, masih banyak hal yang harus dibenahi seperti penanganan, sampah dan pembangunan drainase itu semua memerlukan dana yang cukup besar,” ungkap

KORBAN. Pohon ditanam untuk menjaga keasrian dan membawa kesejukan. Oleh mereka yang tak bertanggungjawab, pohon dijadikan tempat reklame. FOTO: S. Ardiansyah

Nusantara Gawat Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kapuas Hulu Foto Timotius/Borneo Tribune

Nusantara belum lama ini. Dijelaskan Nusantara, selama ini penanganan sampah cukup menjadi perhatin serius, namun disisi lain keterbatasan anggaran menjadi kendala dalam penanganannya. Untuk tahun ini saja dana untuk penanganan sampah hanya 500 juta rupiah untuk satu tahun, sedangkan untuk petugas kebersihan hanya 20 orang, dengan truk pengangkut dari 4 unit yang ada hanya 2 unit yang efektif bisa digunakan. Selain itu, yang tidak kalah pentingnya juga menurut Nusantara yiatu perso-

alan draenase, sebab selama ini banyak draenase yang tidak berfungsi bahkan tidak ada drainasenya, sehingga jika musim hujan tiba disejumlah ruas jalan dalam Kota Putussibau tergenang air, apalagi di daerah Kedamin hingga kehalaman rumah warga. “Kedua persoalan ini menjadi prioritas kita tahun depan, selain itu penataan dalam kota juga terutama bangunan-bangunan yang mesti tertata, dan pembangunan monument ciri khas Kapuas Hulu, tentunya akan memperindah Kota Putussibau,” tuturnya. (MO) †

Tawaran Menarik Berhadiah Mobil Murah Ayla

PT. BUMI BORNEO CEMERLANG

Distributor Aspal Shell (Drum) Pen 60/70, Berat Bersih : 154 Kg

Ayla mejeng di IIMS 2013. Foto : Ist Borneo Tribune, Jakarta Daihatsu makin gencar menggaet konsumen untuk membeli mobil murah Ayla. Kali ini melalui acara test drive Daihatsu Ayla dengan metode Eco Driving. Program yang dilaksanakan khusus untuk calon pembeli Ayla ini, memiliki beberapa tingkatan untuk menjadi juara umum yang berhak mendapatkan 1 Daihatsu Ayla. Diantaranya juara tingkat outlet, kualifikasi ketingkat propinsi (Jakarta, Surabaya, Semarang, Bandung dan Makassar), dan baru bisa ber-

tanding ditingkat nasional. Untuk tingkat nasional akan terbagi dalam 2 kategori matik dan manual, di mana juara pertamanya berhak mendapatkan masingmasing 1 unit Astra Daihatsu Ayla tipe D+. Program ini akan dilakukan OktoberDesember dan pendaftaran dimulai Oktober 2013 di semua outlet Daihatsu. Adapun Kriteria para pemenang adalah mereka yang mampu berkendara dengan konsumsi bahan bakar terendah (di atas 20 km/l) dan mencatat waktu terbaik (tercepat) seta memenuhi per-

syaratan telah memiliki Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) Daihatsu Ayla. “Kami berharap program ini dapat membangun pengetahuan dan membangun kesadaran konsumen tentang cara berkendara yang ramah lingkungan, sehingga kemampuan hemat bahan bakar Ayla dapat dicapai dengan optimal,” kata Elvina Afny, Customer Satisfaction and Value Chain Division Head Astra Daihatsu Motor di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Selasa 24 September 2013. (vivanews) †

IKLAN BARIS Dijual Bangunan

DIJUAL

Telp. 0561-577868 Jl. Gaj ahma da N o. 3 P ont ianak Gajahma ahmada No Po ntianak Email: aria_tur@yahoo.com Penerbangan Pontianak - Jakarta BATAVIA : 5x penerbangan dalam sehari ( z07.05 z07.55 z11.10 z14.35 z16.00 ) SRIWIJAYA : 4x penerbangan dalam sehari ( z07.00 z07.55 z11.55 z15.50 ) LION AIR : 3x penerbangan dalam sehari ( z07.30 z11.35 z15.30 )

GARUDA : 3x penerbangan dalam sehari ( z08.00 z12.55 z17.35 ) Penerbangan PTK - JOGJA & PTK - SURABAYA BATAVIA : 1x penerbangan dlm sehari (pukul : 14.45)

Tanah Kavling lokasi strategis, siap bangun di Perbatasan Sungai Raya Dalam - Punggur Kecil (lurus Paris2), SHM - aman / tidak bertimpa, dll. Tersedia 62 kavling 10 x 20 m2 (25jt cash), 8 kavling Ruko 5 x 40m2 (50 jt cash). Untuk kredit DP 5jt, sisanya diangsur 3642 bulan. Hanya 5 Km dari Jl.Ayani 3 dan pinggir jalan raya Paris - Parit Buluh. Berminat Hubungi :

0812 5710 225

Biro Melawi: Eko Susilo (081256452946)

Dijual cepat eks. kantor, sertifikat, 2 lt, Jl. Nurali No. 2, Hub. 081384151188 tnp perantara.

Biro Sekadau: Bagus Kosminto (085245743683).

Langganan Koran

Biro Sintang: Endang Kusmiyati (08524-5006757)

Ingin berlangganan Harian Borneo Tribune di daerah, hubungi: Biro Kubu Raya: Aldi (08971600688) Biro Mempawah: Johan Wahyudi (085654587038). Biro Sambas: Amrul Ambiya (Kontributor/Pemasaran) (085245527602). Biro Bengkayang: (085245247955).

Mujidi

Biro Landak: Yohanes Ngalai / Pemasaran (085822062880). Biro Sanggau: (085245904505).

Ratnasari

Biro Kapuas Hulu: (085654585775)

Herdi

Biro Ketapang: (08971600688)

Aldi

Biro Kayong Utara: Abdul Khoir (081345154592)

Ser vice Mobil

Taxi CV. TEGAR PRATAMA TRANSPORT Melayani Antar Jemput Penumpang Jl. Kalimantan No. 24B 0562-640029/641366 SINGKAWANG Jl. Imam Bonjol Gg. Tnjng Sari No. 36 0561-747211/749025 PONTIANAK INNOVASI TAXI. Melayani Antar Jemput. Jl. Tua Pekong No.24 Singkawang, (0562)3309800, Jl. A. Yani (RM. Bertagis) Pontianak Telp. (0561) 7015100, (0561) 7157000

SUTOYO MOTOR. Service, Tune Up, Las/Cat Mobil. Jl. Letjen Sutoyo No. 11 Telp. 743690 Ptk

Kost Gallery Kost. Menerima Pria & Wanita Fasilitas Air & Listrik dan lain-lain. Jl. Diponegoro No. 9 Telp. 0562-3320424 SKW

Iklan Baris:

1 baris / hari Rp. 6.000,-


Teras Borneo T Tribune

Senin, 30 September 2013

11

MoU KPU dengan Sandi Negara Dinilai Janggal

Borneo Tribune, Jakarta PARTAI Nasional Demokrat (NasDem) meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) membatalkan nota kesepahaman (MoU) dengan Lembaga Sandi Negara. Lembaga negara itu dianggap tidak ada kaitannya dengan persoalan data hasil pemilu. ”Apa yang hendak dirahasiakan dengan disandikan terhadap hasil pemilu? Jika ingin menyelamatkan hasil pemilu sebagai dokumen negara, bukankah MoU jus-

tru harus bekerja sama dengan Lembaga Arsip Nasional, bukan dengan Lemsaneg. Apa yang ingin disandikan?,” kata Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai NasDem, Ferry Mursyidan Baldan, Sabtu, 28 September 2013. Pemilu, lanjut dia, justru harus diketahui oleh masyarakat dalam semua tahapan pemilu, kecuali saat pemilih memberikan pilihannya di bilik TPS. MoU KPU dengan Lemsaneg juga dianggap tidak lumrah. Padahal pemilu

diselenggarakan dengan prinsip langsung, umum, bebas, sedang rahasia hanya menyangkut kerahasiaan pilihan masyarakat pemilih di bilik TPS. “Wajar jika menimbulkan kecurigaan tentang tujuan dan manfaat MoU tersebut jika dikaitkan dengan kualitas dan pemilu yang bersih,” katanya lagi. Terlebih, kata Ferry, jika dikaitkan dengan hasil akhir pemilu, bukan kah UU Pemilu justru menegaskan bahwa bahwa proses peng-

hitungan suara pada semua tingkatan harus terbuka dan dapat disaksikan oleh masyarakat. Bahkan, penghitungan tidak boleh dilakukan jika kurang pencahayaan, yang menyebabkan saksi parpol kesulitan untuk memastikan dalam penghitungan suara. ”Agar Pemilu 2014 tidak dipenuhi dengan ‘syak wasangka’ terhadap hal yang tidak perlu, maka KPU harus membatalkan MoU dengan Lemsaneg, dan justru harus membuat MoU dengan Lembaga Arsip Nasional,” ujarnya. Pengamat pemilu dari Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi Indonesia (Sigma), Said Salahudin, menilai langkah Komisi Pemilihan Umum yang menggandeng Lembaga Sandi Negara adalah keliru karena lembaga pemerintah itu tidak ada urusannya dengan persoalan data hasil Pemilu. ”Nota kesepahaman KPU dan Lemsaneg patut dibatalkan. Langkah KPU menarik-narik lembaga berbau militer itu ke dalam proses politik dapat dikatakan keliru,” kata Said.

Gardu PLN Pusat Pertokoan Nusa Indah Meledak inkan warga yang sedang berbelajan juga berhamburan keluar dari toko untuk menyelamatkan diri sambil mencari sumber bunyi ledakan tersebut. Tak lama Gardu meledak, dengan cekatan dan sigap pemadam kebakaran langsung ke lokasi untuk memadamkan percikan api yang mengeluarkan asap itu dari Gardu milik PLN tersebut. Namun pemedam sempat mengalami kesulit-

an untuk sampai kelokasi gardu yang meledak itu. Dan akhirnya salah satu pemadam kebakaran pun sampai ke Gardu PLN, yakni dengan cara masuk dari pusat pertokoan yang menjual barang elektronik. Sedangkan Puluhan pemadam terus mencari celah ditempat yang lain untuk sampai pada Gardu tersebut. Menurut Budi Pemilik Toko Kawan Lama Elektro-

nik, Gardu milik PLN tersebut meledak secara tiba tiba dan mengeluarkan suara yang sangat mendentumkan telinga, bahkan dapat dikatakan seperti Bom, dan ia sendiri langsung mengintruksi kepada seluruh karyawannya untuk mengeluarkan barang - barang elektronik di Tokonya. Lanjut Budi, kebakaran tersebut tidak sampai membakar bangunan pemukiman warga, hanya Gardu

milik PLN saja. “Dengan kejadian seperti ini saya harap kedepannya tidak terjadi lagi, dan meminta pihak PLN supaya memerhatikan hal - hal seperti ini, karena hal seperti ini dapat membawa musibah terhadap warga,” harapnya. Sampai beri ini diturunkan, kasus kebakaran Gardu yang menghebohkan warga di pusat Perbelanjaan ini sedang ditangani pihak kepolisian. (Zrn) †

Pengrusakan Kantor KPU Kubu Raya Tidak Dipermasalahan telepon Sabtu (28/9) kemarin. Menurut Kapolresta Pontianak, dirinya membenarkan telah terjadi pengrusakan di Kantor KPU KKR, ketika Kantor KPU didatangi sekelompok massa yang berunjuk rasa, di mana massa tersebut sekitar 300 - 400 orang, dan ketika unjuk rasa dilakukan, aksi unjuk rasa tersebut berujung sifat anarkis, sehingga terjadi pengerusakan di Kantor KPU KKR. “Memang benar telah terjadi pengerusakan di Kantor

KPU KKR, pengerusakan tersebut terjadi berawal dari unjuk rasa yang dilakukan sebanyak 300 - 400 orang, kantor KPU yang dirusak tersebut, yakni telah terjadi pemecahan kaca dan papan KPU dirusak,” ungkap Kombes Pol Drs. Hariyanta. Dikatakan Hariyanta, saat itu pihaknya yang melakukan pengamanan sudah berimbang dengan jumlah massa yang melakukan unjuk rasa, selain ada anggota Polri, pihaknya juga di back up TNI, jadi massa dapat

dikendalikan, walaupun sempat terjadi pengerusakan. “Terkait pengerusakan tersebut, kami sedang melakukan penyelidikan, namun menurut Ketua KPU KKR sendiri tidak mempermasalahkan pengrusakan yang dilakukan massa tersebut, karena sebagain kecil saja yang dirusak, selain pihak kepolisian sendiri yang diback up TNI berhasil melakukan pengamanan,” katanya. Lanjut Kapolresta Pontianak, KPU tidak memper-

masalahkan hal tersebut, dan yang terpenting saat ini di KKR sudah aman dan kondusif terkait Pilkada yang berlangsung di KKR. Lebih jauh lagi Kombes Pol Hariyanta mengimbau suasana di KKR yang sudah kondusif dan aman pasca unjuk rasa yang berujung pengerusakan di Kantor KPU KKR tersebut, untuk tidak ada yang mengacaukan kekondusifan seperti saat ini, karena suara terbanyak dalam Pilkada di KKR sudah diumumkan KPU melalui Pleno. (Zrn) †

Panwaslu Diminta Rilis Kasus Selama Pilkada dan Bawaslu. Ketua Panitia Pengawas Pemilu Kabupaten Kubu Raya Mujiyo memastikan masyarakat pelapor indikasi politik uang pada pilkada lalu tidak akan dikenai sanksi hukum asalkan laporan yang diberikan memiliki bukti yang kuat. “Tidak akan ada sanksi hukum bagi pelapor kasus money politik pada pilkada Kubu Raya dan pilkada manapun. Ini harus dipahami masyarakat agar proses demokrasi dan pilkada yang jurdil bisa ditegakkan,” kata Mujiyo di Sungai Raya, Minggu, (29/9). Kata Mujiyo, memang di lapangan kita mendapat kabar banyak masyarakat yang takut melapor karena takut kalau dijerat sanksi hukum. Itu tidak benar, karena justru para pelapor dan saksi dari dugaan money politic itu harus dilindungi oleh hukum,” tuturnya. Mujiyo menjelaskan, sampai saat ini pihaknya memang masih banyak menerima laporan adanya money politic tersebut. Namun, dia mengatakan laporan tersebut bisa diterima pihaknya setelah tujuh hari masa pencoblosan. “Artinya jika saat pencoblosan itu di lakukan pada tanggal 19 September, maka batas akhir pelaporan adalah tanggal 26 September lalu. Dengan demikian, saat ini kita tidak bisa lagi

menerima laporan dari masyarakat,” kata Mujiyo. Namun, pihaknya berani memastikan, dari 72 laporan money politic yang sudah masuk sebelum tanggal 26 September, masih terus diproses. Bahkan, sudah ada dua kasus money politik yang sudah lengkap dan dilimpahkan kepada Gakkumdu. Dia menjelaskan, pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap beberapa saksi. Dari hasil pemeriksaan beberapa saksi tersebut memang ditemukan adanya tindak pidana. ”Sudah ada yang kita periksa para saksi dari Kubu dan Kakap. Sementara untuk Kecamatan Telok Pak Kedai kita masih melakukan pemanggilan terhadap para saksi guna proses pemeriksaan saksi terkait kasus money politic yang dilaporkan,” tuturnya. Mengenai barang bukti yang diserahkan para pelapor, ia pun menyatakan bahwa sejumlah barang bukti dalam melakukan menindaklanjuti politik uang itu telah siap dibawa ke Gakkumdu. “Barang buktinya sudah lengkap, itu berupa, saksi, uangÿ dan sejumlah barang bukti lainnya,” katanya. Dia pun menyatakan, bahwa selama Pilkada Kabupaten Kubu Raya ini berlangsung telah banyak ditemukan berbagai jenis pelang-

garan, misalnya, pelanggaran jenis administrasi dan pidana. Selain itu, Mujiyo mengatakan terjadi peningkatan temuan maupun pelaporan dari pihak masyarakat maupun pihak dari salah satu pasangan calon bupati dan calon wakil bupati terkait money politic yang terjadi di beberapa kecamatan yang ada di Kabupaten Kubu Raya. Ditempat terpisah Pemerhati Pemilu, Yanto menuturkan mestinya Panwaslu Kubu Raya merilis setiap perkembangan kasus money politic yang ditanganinya. “Untuk memastikan Panwaslu Pilkada Kubu Raya bekerja sesuai dengan tupoksinya yang diatur undangundang, mestinya Panwaslu Pilkada Kubu Raya merilis perkembangan kasus baik yang dilaporkan masyarakat maupun yang ditemukannya sendiri, hal ini dilakukan untuk memberikan informasi kepada masyarakat agar apa yang dilakukan komisioner Panwaslu baik per Divisi maupun secara pleno. Dengan demikian untuk menghindari kecurigaan masyarakat baik yang melapor maupun masyarakat umum,” tegasnya. Kata Yanto, Panwaslu Pilkada Kubu Raya pun wajib menyampaikan sosialisasi kepada warga Kubu Raya agar proses penangan-

an pelanggaran khususnya Money Politic sesuai dengan yang diatur oleh Peraturan KPU maupun Pebawaslu. “Banyak warga tak mengetahui secara jelas unsur-unsur dari kategori pidana pelanggaran money politic. Salah satunya, orang yang memberi uang jika tidak termasuk dalam daftar tim kampanye paslon dan paslon apakah masih bisa dilaporkan ke Panwaslu ?, Hal ini penting, mengingat warga Kubu Raya itu banyak diperairan yang rentang kendali wilayahnya cukup jauh dan mengeluarkan biaya yang besar. Andaikan dilaporkan dari daerah perairan Kubu, tetapi begitu disampaikan ke kecamatan atau kabupaten namun dikembalikan karena tidak memenuhi unsur, atau diterima dan diproses di Panwaslu namun, dikembalikan oleh Gakkumdu, kasihan yang lapor. Sudah keluarkan uang, hilangkan waktu, namun yang dilakukan ternyata sia-sia,” tutur Yanto. Kata Yanto, karena itu walau terlambat Panwaslu Pilkada Kubu Raya dan tiga daerah lainnya segera merilis perkembangan kasus yang ditanganinya baik di kesekretariatan, ruangruang public maupun di media massa, agar public tahu karena itu hak public dan itu diatur oleh peraturan Bawaslu. (adex/haes) †

Menurut dia, Lemsaneg merupakan lembaga pemerintah yang berurusan dengan pengamanan informasi rahasia negara. Lembaga ini dibutuhkan dalam hal mengamankan data-data rahasia yang berpotensi membahayakan pertahanan dan keamanan negara, dan bukan untuk mengelola data penghitungan dan perolehan

suara pemilu. Data hasil Pemilu, lanjut dia, bukan lah informasi yang dapat membahayakan pertahanan dan keamanan negara, dan bukan pula informasi yang terkait dengan strategi, taktik, dan operasi intelejen atau menyangkut data militer, misalnya. ”Hasil Pemilu adalah informasi yang harus dinyata-

kan sebagai data terbuka dan oleh karenanya setiap warga negara tidak boleh dihambat untuk mengakses data tersebut,” katanya lagi. Pelibatan Lemsaneg sebagai lembaga Pemerintah yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden dalam persoalan pemilu juga akan memantik kecurigaan publik. (vivanews/adi) †

Warga Kalbar di Pangkal Pinang Rindu Cornelis dan raganya tetap mencintai daerah kelahiranya Kalbar, khususunya di kabupaten Sambas, rasa memiliki sang pemimpin (Gubernur-red) selalu terpatri didalam jiwanya, sudah sekian lama baru sekarang dapat ketemu serta bertatap muka dengan Cornelis. Gubernur Cornelis adalah anak bangsa putra daerah yang pertama melakukan silaturahmi dengan masyarakat perantau di Pangkal Pinang, beliau orang yang merakyat serta peduli dengan rakyatnya khususnya yang ada diperantauan. Hal senada juga diungkapkan Muad Akil Ketua Forum asal Sambas, beliau (Gubernur Cornelis) memang tokoh dan pigur yang mempunyai komitmen untuk membangun Kalbar, terbukti dimana pembangunan Insprastruktur jalan mulai jalan menuju perbatasan antar negara hingga Kabupaten bahkan kedesa-desa terpencil tetap mendapat perhatian Gubernur,” ungkap Muad Akil Sementara Itu menurut Cornelis, masyarakat Kalbar yang ada diperantauan harus dapat menjaga kehidupan yang rukun, baik se-

sama warga Kalimantan Barat sendiri maupun dengan masyarakat disekitar lingkungan setempat. Seperti pepatah mengatakan dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung, adapun makna yang terkandung didalamnya sangat mendasar, sikap dan prilaku serta karakter kita harus menyatu menyesuaikan dengan adat istiadat norma serta budaya yang berlaku, sehingga dapat terciptanya kehidupan yang harmonis rukun dan damai dengan saling harga menghargai dan menghormati sikap toleransi. Memang Undang-undang mengatakan bahwa setiap warga negara RI berhak hidup dan mendapatkan pekerjaan yang layak diseluruh wilayah negara kesatuan RI, namun harus kita sadari pula bahwa setiap wilayah tentu mempunyai adat yang berbeda. Apabila kita menyadari Kehidupan yang demikian maka dimanapun kita merantau tentu dapat diterima masyarakat setempat. Cornelis menegaskan, bagi warga perantau untuk tidak hidup yang anehaneh, tunjukan bahwa war-

ga Kalimantan Barat orang yang ramah sopan dan mudah bergaul, memang kesanÿ selama ini apabila bicara wilayah Borneo, pasti orangnya kasar serta bertemperamen tinggi, tapi sebaliknya pulau Kalimantan yang dihuni berbagai suku etnis yang memiliki beragam budaya, adat istiadat dan agama ternyata masyarakatnya hidup damai. “Pengalaman sejarah yang pernah terjadi di Kalbar, harus menjadi pelajaran dan sejarah masa lalu, akibat kejadian yang pernah dialami membuat kita jauh ketinggalan dibanding dengan saudarasaudara kita diwilayah lain, oleh sebab itu mulai sekarang kita harus bangkit, bersatu untuk membangun Kalbar menuju kearah yang sejahtera, berubahnya nasib suatu kaum tergantung kaum itu sendiri mau tidak merubahnya,”tegas Cornelis. Hadir mendampingi kunjungan kerja Gubernur tersebut Ketua Tim Penggerak PKK Kalbar Ny. Frederika Cornelis, S.Pd, Kepala Biro Humpro Drs. J. Numsuan Madsun, MT. (*r/haes) †

Kesenian Kalbar Perlu Digali Tanjungpinang, Jumat (27/ 9). Menurut Gubernur, kebudayaan khususnya kesenian melayu yang ada di Kalbar, perlu digali dan dikembangkan setiap kesenian dipoles dan dipadukan dengan berbagai kreasi sehingga memberikan warna baru, tidak saja kesenian melayu yang ada di Kalbar, kalau perlu semua bentuk kesenian yang dimiliki beragam etnis harus dapat menjadi aikon guna menarik para turis baik dalam maupun mancanegara, karena banyak event bisa dipadukan dan dibuat

serta disesuaikan dengan jadual yang ada seperti kegiatan Kulminasi matahari, Cap Go Meh dan Gawai Dayak apabila ini kita padukan akan menjadi event bertarap nasional sehingga dapat memberikan nilai tambah dalam rangka meningkatkan ekonomi masyarakat,” jelasnya. Sementara itu Ketua MABM Kalbar, Chairil Effendi menyambut baik atas kehadiran Gubernur yang bersedia menyempatkan diri untuk melihat secara langsung keberadaan kontingen Kalbar, ini sangat

memberikan motivasi dan semangat bagi peserta kontingen, sehingga mereka makin percaya diri dan berjuang untuk meraih prestasi. Oleh sebab itu seluruh panitia yang terlibat dalam mengikuti Festival Tamadun Melayu Ke-I di Pangkalpinang ini memberikan penghargaan kepada Gubernur Drs.Cornelis,MH beserta Ketua Tim Penggerak PKK Kalbar, Ny.Frederika Cornelis,S.Pd yang telah memberikan dukungan kepada kontingen Kalbar,” tegas Chairil. (*r/haes) †

Bank Kalbar Dipercaya Jadi Tuan Rumah sanakan dengan kegiatan acara ramah-tamah bersama Gubernur Kalbar, Cornelis di Pendopo, dilanjutkan dengan Seminar Nasional BPD di Hotel Mercure, dan malam harinya, sebagai acara puncak diadakan penarikan undian tabungan Simpeda, di gedung PCC Pontianak.

Dipercayakannya Provinsi Kalbar menjadi tuan rumah dalam Seminar Nasional BPD ini, agar dapat membuat daerah lebih dikenal. Ini tentunya akan menjadi suatu kebanggaan. Seminar ini juga akan dapat membuahkan rumusan-rumusan strategi yang baik, maka kedepan daerah kita akan

lebih berkembang pesat. ”Kini, Bank Kalbar terus bergerak maju, menyusun strategi BPD dalam menghadapi krisis ekonomi global sambil mempersiapkan kemenangan di wilayah diantaranya mewujudkan target sebagai BPD Regional Champion,” ujarnya. (Lay) †


CMYK

www.borneotribune.com

Borneo Tribune

9

Senin, 30 September 2013

12

Penghargaan untuk Bank Kalbar Anugerah Perbankan Indonesia 2013

P

Buah dari kerja keras sepanjang 2012

Tropi dari pendiri Economic Review kepada Komisaris Utama Bank Kalbar Drs H Murdjani Abdullah

Penyerahan tropi dari ketua dewan juri

Menyambut di pintu utama Ritz Carlton

Registrasi

Tarian selamat datang

Disambut tembang

ertumbuhan dan perkembangan Bank Kalbar tidak hanya secara fisik bangunan, namun juga modal serta manajerial. Hasil yang dimunculkannya adalah deret prestasi yang inspiratorial. Penilaian bank milik pemerintah daerah ini terbaik nasional bukannya bak pepatah Sintang “tempunak muji bakol” namun penilaian yang ketat dilakukan media ekonomi, bisnis dan keuangan bernama Economic Review bermitra dengan kampus Perbanas Institute. Di dalam penjurian 120 bank seluruh Indonesia juri yang terdiri dari para ahli sebanyak 16 orang dipimpin Rektor Perbanas, Prof Dr Ir Marsudi Wahyu Kisworo, M.Sc. Juri bekerja berbulan-bulan lamanya demi memeriksa Annual Report atau Laporan Tahunan 2012. Selain itu sejumlah referensi seperti website dan berita online juga menjadi rujukan. Hasilnya sangat menggembirakan. Bank Kalbar yang terus membangun gedung di sejumlah cabang hingga tiga tingkat seperti Sukadana, Sekadau, Semitau dan sedang rehab gedung utama di Kota Pontianak mendapatkan penghargaan telak. Enam tropi sebagai penghargaan di peringkat satu, yakni CEO in Leadership, Finance, Good Corporate Governance, Corporate Communication, dan Modal Inti. Tiga bidang, masing-masing Human Capital, Marketing dan Information Technology berada di peringkat kedua nasional, khususnya pada kategori BPD modal di bawah Rp 1 triliun. Di bawah Bank Kalbar ada Bank Nusa Tenggara Timur. Sebelumnya Bank NTT menjadi rujukan karena melakukan banyak reformasi. Acara Anugerah Perbankan Indonesia (API) 2013 berlangsung di hotel bintang lima Ritz Carlton Kuningan, Jakarta Pusat, Kamis (26/9/13) malam. Hotel yang dihuni banyak ekspatriat ini pernah menghebohkan dunia lantaran diserang teroris dengan ledakan

bom. Oleh karena itu penyambutan undangan 120 bank sangat ketat, di mana setiap mobil masuk diperiksa dengan metal detector. Kemudian penjagaan ekstra. Tetapi tangga menuju kesuksesan terpampang megah. Di Grand Ball Room para bankir melangkah. Dan di setiap langkah masuk ini mereka disambut musik tradisional Jawa, Gamelan. Di panggung utama pula ditampilkan tarian selamat datang. Di balik kemeriahan acara, juga bernas dengan pesan-pesan pertumbuhan ekonomi maupun bisnis keuangan. Hal ini disampaikan pendiri Economic Review Raden Ajeng Hj Irlisa Rachmadiana, Rektor Perbanas Institute Prof Dr Ir Marsudi Wahyu Kisworo, M.Sc serta analis utama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Satrio Wibowo. Panggung gemerlap yang dilengkapi dua monitor datar layar lebar memampangkan 9 prestasi yang diukir Bank Kalbar. Tak pelak, tepuk tangan membahana. Dirut Bank Kalbar, Drs H Sudirman HMY, MM pun didaulat maju untuk menerima tropi. Di sampingnya turut serta Komisaris Utama Bank Kalbar Drs H Murdjani Abdullah serta Wakil Pemimpin Cabang Bank Kalbar Jakarta, Iwan Sutaryadi, SH, MH. Momentum indah ini diabadikan media cetak lokal dan nasional. Wabil khusus Economic Review. Dirut PT BPD Bank Kalbar Drs H Sudirman HMY, MM seusai penganugerahan penghargaan menyatakan bahwa selain bobot penilaian pada Annual Report serta info online, dirinya juga diwawancarai khusus. “Penilaian memang semakin ketat,” ungkapnya seraya menyebutkan penghargaan ini buah dari kerja keras semua staf di Bank Kalbar, dengan arahan atau nasehat Dewan Komisaris maupun pembinaan Kepala Perwakilan Pengawas Bank Indonesia Kalbar, serta motivasi yang terus dipompakan pemilik saham mayoritas Gubernur Kalbar, Drs Cornelis, MH. Prestasi yang baru diumumkan ini juga kabar baik menjelang Seminar Nasional dan penarikan undian nasional dengan tuan rumah Bank Kalbar, 3 Oktober 2013 di Pontianak. Selamat dan terus ukir prestasi Bank Kalbar—Bank kebanggaan masyarakat Bumi Khatulistiwa. *

Dirut Bank Kalbar Drs H Sudirman HMY, MM

Ketua Dewan Juri Prof Dr Marsudi M.Sc

Analis utama dari Otoritas Jasa Keuangan

Foto dan Narasi: Nur Iskandar

Tayangan layar lebar yang membanggakan

Menaiki tangga kesuksesan

Senyum kemenangan sebagai bekal meningkatkan per tumbuhan

Undangan 120 bank memenuhi Grand Ball Room Ritz Carlton

16 juri yang kompeten CMYK

Harian Borneo Tribune 30 September 2013  

Harian Borneo Tribune 30 September 2013