Issuu on Google+

cmyk

I DEALISME, K EBERAGAMAN

DA N

KEBERSAMAAN

Borneo Tribune www.borneotribune.com

Jumat, 12 Juli 2013

3 Ramadan 1434 H - 5 Lak Gwee 2564

Telepon Redaksi/Iklan/Langganan/Pengaduan: (0561) 767788 Faximile. (0561) 766103

Alamat Redaksi: Jln Purnama Dalam No 2 - Pontianak 78121

http://kalbar.kpu.go.id

KOMISI PEMILIHAN UMUM PROVINSI KALIMANTAN BARAT

2014

PEMILU DPR, DPD, dan DPRD

*Pemilu di Luar Negeri 30 Maret-6 April 2014

Minta Ganti Dokter Anak SEKALI Amir telah jatuh sakit, maka oleh ibunya ia dibawa ke rumah sakit. Dalam proses pemeriksaan, supaya Amir tidak merasa tegang, sambil menunjuk telinga Amir, dokter berkata dengan nada setengah senda gurau: “Si upik, ini hidungmu bukan?” Sesudah mengamat-ngamati dokter itu sebentar, Amir menolehkan kepalanya ke arah ibunya dan dengan serius berkata: “Bu, kita rupanya perlu ganti seorang dokter, dia sampai hidung dan kuping pun tak jelas, bagaimana dia bisa mengobati sakitku?”o

Stempel Garuda Disimpan di Kesultanan Pontianak Abubakar : Karya Lambang Negara Memori Terindah Jelang peluncuran buku Biografi Politik Sultan Hamid II bukti-bukti menguatkan pun membuncah keluar. Salah satu yang sangat otentik adalah stempel Garuda Pancasila.

Jadwal Imsakiyah Untuk Wilayah Pontianak dan sekitarnya Tanggal R M

Imsak

2

11/7

04.13

04.23

11.50

15.15

17.54

19.08

3

12/7

04.14

04.24

11.50

15.15

17.54

19.08

Subuh Zhuhur Ashar Maghrib

Isya

Nur Iskandar Borneo Tribune, Pontianak

BANK KALBAR

PELUNCURAN buku yang akan berlangsung Jumat (12/7/13) hari ini di PCC pukul 15.00-18.30 disambut suka-cita oleh Kesultanan Pontianak. Kesultanan Pontianak akan tampil terdepan dalam memperjuangkan hak Sultan Hamid setelah terbitnya buku biografi politik tersebut. ”Selaku Sultan saya mengucapkan beribu-ribu terimakasih atas terbitnya buku biografi politik Sultan ke-7 Qadriyah Pontianak, Sultan Hamid II. Kami keluarga besar Alqadri merasa tersanjung karena karya Lambang Negara,” ungkap Sultan Abubakar ketika menyambut kedatangan tim penulis di kediamannya,

Mengucapkan

Selamat Menunaikan Ibadah Puasa

Jadwal Imsakiyah Tanggal R M

Imsak Subuh Zhuhur Ashar Maghrib Isya

2 11/7

04.13

04.23

11.50

15.15

17.54

19.08

3 12/7

04.14

04.24

11.50

15.15

17.54

19.08

PTPN13 (Persero) Mengucapkan www.ptpn13.com

Selamat Menunaikan Ibadah Puasa

Wawancara Salah Seorang Penulis Buku, H. Nur Iskandar dengan salah seorang Narasumber Max Nico, beberapa waktu lalu. Foto : Ist.

1434 H/2013 H

Drs. H. AWANG SOFIAN ROZALI, M.Si Anggota DPRD Prov. Kalbar Ketua Dekopinwil Prov. Kalbar Ketua DPP HKTI Kalbar Ketua PW Mathla’ul Anwar Kalbar Sekretaris Umum DPP MABM Kalbar

1434 H/2013 M Dr. Drs. NICODEMUS R. TOUN, MM CALEG DPR-RI DAPIL PROV. KALBAR NO. URUT 7

ADIR TELAH H NGGAU A S A T O K DI Sudir man

ral Jl. Jende n Semboja) (Turuna

....Ke Halaman -11

Pasar Juadah di Bulan Ramadan (2)

Seabad Kelahiran Sultan Hamid II 12 JULI 1913 – tatkala itu zaman Belanda, terlahir seorang putra mahkota, Sultan Muhammad Oleh : A. Halim R n a m a Ayahndanya, Sultan Pontianak adalah martabatnya. Putra terlahir Hamid Alkadri, disambut gembira seluruh negeri, tampan rupawan dia punya diri, setelah dewasa bijak bestari. Putra Indonesia yang bermartabat, Sultan Pontianak yang sangat

merakyat, karena permainan politik yang jahat, beliau dihukum dan dijerat. Padahal pikirannya sangat cemerlang, menghargai anak bangsa tidak berbilang, antero Nusantara sama dipandang, beragam etnik pecah dipantang. Sebagai pejuang anak bangsa, hidupnya lama di dalam penjara, pada zaman Orde Lama, orang pintar banyak terhina. Bukanlah apa penyebab gara-gara, melainkan politik punya sengketa, hukum diberlaku semenamena, yang tak sepaham masuk penjara. Politik memang barang ....Ke Halaman -11

Pasar Tahunan Yang Menghiasi Kota Achmad Mundzirin Borneo Tribune, Pontianak PASAR juadah di Bulan Suci Ramadan merupakan ‘Pasar Tahunan’ yang menghiasi kota Pontianak. Pasar juadah ini sendiri sudah dikenal masyarakat kota Pontianak sejak puluhan tahun yang lalu, yakni dimulai dari para remaja masjid yang menjualan hidangan untuk berbuka di mesjid maupun di surau. Ana salah seorang pedagang pasar juadah. Menurutnya, setiap tahunnya di kota Pontianak pasar juadah ini ada puluhan tahun yang lalu, di mana awalnya pasar juadah ini hanya ada di Mesjid maupun di Surau, yakni penjual hidang....Ke Halaman -11

CABANG: - Singkawang : Jl. A. Yani No. 08, Telp. (0562) 637000 - Ketapang : Jl. R. Suprapto, Telp. (0534) 31841 - Sintang : Jl. M.T. Haryono, Telp. (0565) 24222

HARGA ECERAN HARIAN BORNEO TRIBUNE - PONTIANAK, KUBU RAYA, MEMPAWAH,DAN SINGKAWANG Rp 2.000 - SAMBAS, BENGKAYANG Rp 2.200 - LANDAK,SANGGAU,SEKADAU, KETAPANG,KAYONG UTARA, SINTANG, MELAWI DAN PUTUSSIBAU Rp 2.500 -


Kamis, 11 Juli 2013

Kayong Utara

Borneo T Tribune

2

KKU Cetak 300 Lahan Baru

Tingkatkan Produksi Padi Abdul Khoir Borneo Tribune, Sukadana Kabupaten Kayong Utara yang merupakan kabupaten berada di kawasan taman nasional Gunung Palung memiliki keterbatasan lahan untuk pengembangan sawah untuk tanaman padi, dimana dalam setiap tahunnya tidak dapat secara leluasa menambah luas lahan. Seperti pada tahu 2013 ini, KKU hanya mampu membuka lahan persawahan baru seluas 300 hektar dimana jumlah tersebut merupakan

jumlah yang besar jika melihat kondisi kawasan yang banyak berstatus taman nasional hutan lindung dan konservasi sehingga membatasi dalam pembukaan kawasan baru. Dikatakan Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan KKU, Ir. H Rudy Rustaman bahwa keterbatasan lahan tersebut membuat KKU berada di urutan ketiga paling bawah dalam kepemilikan lahan persawahan setelah Kota Singkawang dan Kota Pontianak. “Kita hanya memiliki 15 ribu hektar lahan pertanian,

T AJUK Upaya Dokumentasi Sejarah Kalbar Harus Didorong Upaya dokumentasi sejarah Kalimantan Barat harus didorong. Pemerintah harus memberikan perhatian pada upaya itu. Kita memerlukan dokumentasi sejarah karena dengan dokumentasi itu sejarah bisa diwariskan, dipelajari dan dipahami oleh generasi selanjutnya. Sejarah yang dicatat dengan tinta emas akan menjadi kebanggaan dan teladan, sedangkan sejarah dengan tinta hitam akan menjadi pembelajaran. Banyak hal penting yang berlalu begitu saja dan mungkin dilupakan orang, atau mungkin dipahami separoh-separoh, ketika dokumentasi tidak dilakukan. Kisah Sultan Hamid II sebagai menteri ad interim dan perancang lambing Negara kita merupakan contohnya. Sekian lama nama tokoh penting dari Kalbar ini dilupakan; bahkan, dalam pelajaran-pelajaran di buku sejarah, nama ini kadang tidak dicatatkan. Sekian lama Sultan Hamid II dipandang negative karena sikap politiknya yang dianggap tidak sejalan dengan pemerintah kala itu. Sultan Hamid II sempat dianggap sebagai orang yang tidak nasionalis karena sikapnya. Padahal, melihat jejak sejarah beliau, mencerminkan perhatiannya pada bangsa ini. Lambang Negara, yaitu burung garuda dan atributnya itu, yang beliau rancang menunjukkan pemikiran dan sumbangan bhakti untuk bangsa. Adakah orang yang tidak mencintai bangsa ini mau memberikan sumbangan besar untuk bangsa ini? Adakah orang yang anti NKRI meninggalkan jejak simbolik pemersatu bangsa ini? Sekarang, public mengetahui bahwa Sultan Hamid II adalah tokoh bangsa ini. Sumbangannya jelas. Filosofi yang dilekatkan pada lambang Negara menunjukkan cara beliau berpikir tentang masa depan bangsa ini. Pengetahuan publik disumbangkan Anshari, Nur Iskandar, Turiman, melalui buku mereka “Biografi Politik Sultan Hamid II” yang diterbitkan TOP Indonesia (2013). Buku ini akan dilaunching sore ini, di PCC Pontianak. Kita yakin, banyak lagi jejak sejarah para tokoh Kalbar yang harus didokumentasi. Sekadar menyebut contoh, tentang gubernur-gubernur Kalbar tempo dulu banyak yang belum ditulis: pemikiran mereka, buah karya dan sumbangannya untuk daerah ini. Sudah pasti, selain diperlukan perhatian para penulis, juga banyak hal yang diharapkan dari pemerintah. Pemerintah harus memberikan perhatian dan bantuan dalam upaya dokumentasi itu, karena semua itu kelak juga untuk kepentingan masa depan Kalbar.

S

se KKU itu angka yang kecil dibadingkan kabupaten lain yang mencapai 30 bahkan sampai 40 ribu hektar,” kata Rudy. Namun demikian dengan keterbatasan lahan tersebut dan ditambah pembukaan lahan baru di KKU sebanyak 300 hektar, KKU membuat

Abdul Khoir Borneo Tribune, Sukadana Pengendalian kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), merupakan beban tugas yang tidak ringan. Untuk itu perlu sejak awal dipersiapkan dengan sebaik-baiknya. “Persiapan yang perlu saya ingatkan kembali, antara lain pengecekan kondisi dan kemampuan masing-masing

Bang Tribun

· Wartawan, Kontributor, Intensive Programme and Freelancer “ Borneo Tribune” selalu di bekali tanda pengenal dan tidak diperkenankan menerima / meminta apapun dari narasumber · Setiap artikel atau tulisan berupa laporan kegiatan, cerita pendek, surat pembaca, puisi dan resensi yang dikirim ke redaksi hendaknya di ketik dengan spasi rangkap, maksimal 500 kata, ditandatangi dan disertai identitas ( No Telp / Fax jika ada ) dikirim ke alamat borneotribune@yahoo.com atau yusriadii@yahoo.com. Terimakasih

Idealisme, Keberagaman dan Kebersamaan

hingga manfaatnya dapat dirasakan baik oleh seluruh masyarakat petani sebagai pelaku usaha tani sehingga pendapatan dan kesejahteraannya dapat meningkat dan sekaligus berkontribusi secara langsung dalam program peningkatan produksi beras nasional. Sementara manfaat lain bagi masyarakat dan lingkungan yang sehat utamanya pemanfaatan air yang lebih efisien, berku-

alitas bebas dari pencemaran pupuk kimia, dan perbaikan kualitas lahan serta hasilnya berupa padi organik yang sehat untuk dikonsumsi. Tahun 2013 ini penanaman padi dengan metode SRI di Kabupaten Kayong Utara dilaksanakan seluas 400 hektar yang tersebar di 7 desa yakni di Desa Sutera seluas 60 hektar, Desa Sejahtera seluas 20 hektar, Sedahan Jaya seluas 140

hektar, desa Pangkalan Buton seluas 20 hektar dan Desa Alur bandung seluas 20 hektar. “Pengolahan tanah sawah sehat yang dilakukan secara konvensional, dengan memberikan asupan bahan organik seperti kotoran hewan, hijauan, limbah organik, jerami yang proses dekomposisinya di percepat dengan menggunakan mikroorganisme lokal (mol),” katanya.

personil pemadaman kebakaran hutan dan lahan yang terdapat di setiap instansi terkait. Pengecekan kondisi peralatan, sehingga setiap saat dapat digunakan. Persiapan logistic yang diperlukan, seperti bahan makanan, minuman, bahan bakar, dan lain-lain,” ungkap Ir Bimbing Parjoko, Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun), KKU, kemarin. Selain itu, sambungnya,

aktifkan pos komando (Posko) melalui kerjasama dengan masyarakat peduli api (MPA). Persiapkan data dan informasi tentang cuaca. Persiapkan peta kerja dan kuasai data kekuatan pendukung, berupa sarana jalan, sungai, tersedianya embung atau sumber air, tenaga yang tersedia dari unsur lain, peralatan yang tersedia dari unsur lain, dan lain-lain. “Persiapkan tenaga ca-

dangan atau pengganti untuk setiap saat diperlukan. Persiapkan data dan informasi tentang sarana bantuan kesehatan serta lokasi untuk evakuasi dan pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K). Intensifikasi kegiatan patroli rutin pada daerah-daerah yang rawan terhadap kebakaran hutan dan lahan,” pesan Bimbing. Perkara tersebut itu, lanjutnya, diyakini telah dipa-

hami seluruh anggota Brigade Pengendalian Kebakaran (Brigdalkar). “Namun saya ingin menekankan kembali kepada seluruh anggota Brigdalkar, supaya hal itu selalu mendapat perhatian yang sungguh-sungguh, untuk dilakukan pengecekkan kembali dan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya,” pesannya lagi. Bimbing menyadari, peralatan dan personil Brig-

dalkar yang sekarang telah ada, belum sebanding dengan kebutuhan dan permasalahan kebakaran hutan dan lahan di kabupaten Kayong Utara (KKU). “Untuk itu perlu ditingkatkan koordinasi dan kerjasama dengan pihakpihak terkait yang telah terbina selama ini dengan sebaik-sebaiknya. Seperti dengan anggota TNI, Polri, MPA, dan kelompok masyarakat lainnya,” tutur Bimbing.

Seorang peserta sedang focus mewarnai gambar saat mengikuti lomba tingkat Taman Kanak-kanak se Kota Pontianak di UPT STAIN Pontianak beberapa waktu lalu. Lomba seperti ini penting untuk mengasah focus anak dan juga ketelitian mereka dalam berusaha. FOTO Fahmi Ichwan/Borneo Tribune.

Opini

Dahsyatnya Doa Orang yang Berpuasa

Oleh: Sholihin HZ

*Biografi siapa berikutnya?

tion (SRI) merupakan salah satu pendekatan praktek budidaya padi yang menekankan pada manajemen pengelolaan tanah, tanaman dan air melalui pemberdayaan kelompok dan kearifan lokal yang berbasis pada kegiatan ramah lingkungan. Dengan pola tanam padi metode SRI diharapkan dapat dapat menyebarkan teknologi baru usaha tani padi se-

Bimbing: Persiapkan Pengendalian Karhutla

ENGET

Biografi Politik Sultan Hamid II diluncurkan hari ini

inovasi untuk meningkatkan produktifitas pertanian dengan menggunakan bibit padi yang berkualitas baik seperti Ciherang, Cibogo, Sitibagendit dan Impari. “Lahan boleh sedikit, tapi jika produksi padi per hektarnya tinggi sama saja kita bisa mengejar produksi padi berlimpah dan tetap swasembada,” kata Rudy. Selain itu, dengan pola System of Rice Intensifica-

Dalam sebuah hadits Rasulullah SAW, yang diriwayatkan oleh Ahmad, Tirmidzi dan Ibnu Majah serta dishohihkan oleh Albani dan Syuaib Al-Arnauth, Rasulullah SAW menyatakan bahwa ada tiga golongan yang tidak ditolak doanya yaitu doanya orang yang berpuasa sampai berbuka, pemimpin yang adil dan orang yang dizalimi. Apa yang menyebabkan kuatnya kedudukan orang yang berpuasa sehingga

doanya sangat berpotensi mustajab (dikabulkan oleh Allah SWT)? Dengan kondisi fisik yang lemah, tidak makan dan minum, dilakukan sebagai bentuk melaksanakan kewajiban yang telah ditentukan dan wujud ketaatan kepada Allah, dalam konteks inilah, doadoanya diijabah oleh Allah SWT. Bukankah Ia senang dengan amaliah hamba-Nya yang mendekati-Nya dengan amalanamalan wajib terlebih lagi jika itu dibulan yang penuh dengan kemuliaan dan keberkahan. Doa, sebagai bentuk

kelemahan dan ketidakberdayaan kita dihadapan-Nya, menjadi media penghambaan diri. Meskipun demikian, dalam berdoa sikap yakin dan baik sangka (husnuz zhan) kepada Allah SWT harus menjadi perhatian utama tentu disamping adab dan ketentuan lainnya ketika berdoa. Sebagai seorang muslim kita diajarkan untuk senantiasa berharap penuh kepada Allah SWT. Komaruddin Hidayat (2012:11) menggolongkan kemungkinan doa kita dijawab Allah SWT dengan beberapa hal.

Pertama, doa yang kita mohonkan kepada-Nya akan dikabulkannya sebagaimana yang diminta dalam waktu dekat. Kedua, doa yang dipanjatkan akan dijawab-Nya setelah berkalikali memohon tapi dalam waktu yang lama. Ketiga, doa dikabulkan-Nya namun diganti dalam bentuk lain yang sepadan dan pantas bagi kepentingan hamba-Nya dan keempat bahwa doa akan dkabulkannya tapi tidak di dunia ini namun kelak di akhirat. Inti dari hal di atas adalah yakin bahwa doa

kita pasti akan diijabahnya hanya melihat kondisi dan keadaan yang cocok bagi yang meminta kepadanya. Ilustrasi sederhana, bagaimana sikap orang tua terhadap anaknya yang baru berusia lima tahun namun minta uang jajan sebesar lima juta rupiah. Dapat dipastikan tentu tidak akan diberi, apakah tidak diberinya uang sejumlah itu kepada anaknya pertanda tidak sayangnya orang tua kepada anaknya? Tentu tidak, bukan karena tidak sayangnya orang tua kepada anaknya

tetapi orang tua lebih melihat dan menilai kesanggupan si anak itu dalam mengelola uang sejumlah yang diminta. Allah SWT lebih tahu terhadap kondisi makhluk-Nya. Ramadhan sebagai satu bulan yang istimewa dari 11 bulan lainnya (sayyidus syuhur) menggugah emosi keberagamaan kita untuk meningkatkan amaliah Ramadhan kita, wahana mendekatkan diri kepadaNya dan moment berharga untuk meminta kepadaNya. Hal ini juga dikarenakan berdoa adalah merupakan ibadah.**

Penerbit: PT. Borneo Tribune Press. Direktur Utama: W Suwito, SH, MH. Direktur: Emiliana Sekretaris Direksi: Erika Sudiardjo Penasehat Hukum: A. Ambo Mangan, SH, MH, Martinus Ekok, SH, MH. Pemimpin Umum: Sisa Primashinta. Pimred: Hawad Sriyanto Wapimred: Yusriadi Sekretaris Redaksi : Aulia Marti Senior Editor: H. Nur Iskandar, SP, Tanto Yakobus, Alexander Mering, Hairul Mikrad. Redaktur Pelaksana: Ukan Dinata. Wartawan Senior: Andry, Budi Rahman, Agus Wahyuni Wartawan: Andika Lay, Achmad Mundzirin, Achmad Munandar, Jubeironi, Slamet Ardiansyah. Staf Redaksi: Fahmi Ichwan, Syam Abubakar, M Taufik, Fery Adeputra, Yulan Mirza.Biro Mempawah: Johan Wahyudi, Jl. Pendidikan Gg. Suka Mulya No.10 (085654587038). Biro Bengkayang: Mujidi, Jl. Pahlawan No. 10, Kelurahan Bumi Emas Bengkayang (085245247955). Singkawang: Rudi www.borneo-tribune.net Hariyanto Alamat: Jl. Manggis Rt 026/Rw 009 Kelurahan Roban Kecamatan Singkawang Tengah. Sambas: Amrul Ambiya (Kontributor/Pemasaran), Jl. Suka Mantri (085245527602). Landak: Yohanes Ngalai/Pemasaran, TERBIT SEJAK 19 MEI 2007 Jl. Barage Gg. Pak Kasih No. 51 Ngabang (085822062880). Biro Sanggau: Ratnasari Jl. Agus Salim No.10 (085245904505) Aditya ( 085349867788 ). Biro Sekadau: Bagus Kosminto, Jl. Irian No. 41 Sekadau Hilir (085245743683). Biro Sintang: Endang Kusmiyati (08524-5006757) Pemasaran: Fahri (085750296539 ) Jl. JC Oevang Oeray, Gg. Ahmad 2.Biro Melawi: Eko Susilo (0812-56452946) Jl. M Saad, Gg. Kayan, Serundung- Nanga Pinoh. Biro Kapuas Hulu: Teofilusianto Timotius Jl. Pasar Inpres blok A No. 13 Kota Putussibau. Ketapang: Jaidi Chandra (Kontributor), Jl. Gajah Mada No. 156 (081345450988). Biro Kayong Utara : Abdul Khoir. Umum Fitriyana, Ardiansyah. Percetakan/IT: (Manajer) Iwan Siswanto, (Wakil Manajer) Supriyanto, Rustam. Marketing: (Manajer) Hesty Yosana, Kusnan, Aldi C.Sirkulasi : M. Danny, Mulawarman Desain Iklan: Atika Ramadhani, M. Affandy,Keuangan: Jumi Erlinasari, Tri Agustin, Husada Muin. Tarif Iklan: BW (black and white) Rp 6000/mm kolom, Full Colour hal 1 Rp 15.000/mm kolom, halaman dalam Rp 12.000/mm kolom. Asisten Dirut: Khairoedin Pasaribu. Alamat Kantor Bisnis dan Alamat Redaksi: Jalan Purnama Dalam No 2 Pontianak Telpon 0561-767788 Fax 0561-766103. E-mail: borneotribune@yahoo.com

Borneo Tribune


Serba Serbi

Borneo T Tribune

Jumat, 12 Juli 2013

3

Program ADIK Terancam Pindah Daerah Ubay KPI Borneo Tribune, Pontianak

Sat Pol PP Amankan 30 Stik Billiar Ubay KPI Borneo Tribune, Pontianak Hari kedua puasa, Kamis (11/7) kemarin. Satuan Polisi Pamong Praja Kota Pontianak melakukan razia di salah satu tempat billiar di Kota Pontianak. Dari razia tersebut, Sat Pol PP mengamankan sebanyak 30 stik biiliar dari salah satu tempat di Jalan Johar. Stik tersebut diamankan lantaran pemilik billiard tidak mengindahkan aturan pemerintah Kota Pontianak terkait larangan membuka tempat hiburan selama tiga hari. Kabid Penegakan Hukum dan Perundang-undangan Sat Pol PP Kota Pontianak, Uray Berty saat ditemui di ruang kerjanya kemarin menjelaskan, pengamanan tersebut sudah sesuai dengan prosedur. Lantaran pe-

milik billiard masih membuka usaha pada waktu yang dilarang oleh pemerintah. “Semua telah kita beri surat edaran dari walikota, kalau kami bertindak demikian jangan salahkan kami. Kami tetap melakukan tugas sesuai aturan,” ujar Uray Berty. 30 stik billiard tersebut diamankan di kantor Sat Pol PP Kota Pontianak. hingga pukul 14.00 siang kemarin, belum ada klaim dari pemilik perusahaan. Sasana billiard merupakan bagian dalam olahraga. Akan tetapi, tempat tersebut masuk dalam larangan dan dianggap mengganggu ketertiban umum dan ketentraman masyarakat. Rumah billiard masuk dalam SK Walikota Nomor 403 Tahun 2013 Tanggal 5 Juli pada poin pertama yang berbunyi tempat-tempat usaha ketangkasan, rumah billiard,

Tahun ini, seluruh Program ADIK (Afirmasi Dikti) untuk daerah terpencil, terluar, dan terpencil. Kalimantan Barat mendapat kuota 100 mahasiswa untuk kuliah di perguruan tinggi ternama di Indonesia. Hanya saja, muncul kekecewaan dari pihak panitia lokal, yang dalam hal ini adalah Universitas Tanjungpura. Kekecewaan tersebut lantaran ada bebe-

rapa daerah yang tidak memanfaatkan peluang beasiswa perguruan tinggi tersebut. “Ada beberapa daerah yang hanya mengirim dua calon mahasiswa, kan sayang kalau gitu. Padahal ini beasiswa penuh dan kuliah di perguruan tinggi ternama di Indonesia. kalau tahu begini mending kita berikan kepada siswa yang ada di Pontianak. Pasti akan selesai kalau Cuma 100 kursi,” ujar Purek I Untan Abubakar Alwi. Abubakar juga menambahkan, karena kondisi se-

macam ini program ADIK terancam akan pindah ke daerah lain di Indonesia. Dari tahapan seleksi beberapa waktu lalu, Program ADIK yang khusus 10 daerah di Kalbar yakni Kayong Utara, Ketapang, Sambas, Bengkayang, Landak, Sanggau, Sekadau, Melawi, Sintang, dan Kapuas Hulu hanya kedatangan 235 calon mahasiswa. Itu pun tak semuanya ikut seleksi. “Yang ikut seleksi hanya 135 pendaftar. 100 hilang entah kemana,” ungkap Abubakar.

Abubakar sangat menyayangkan lagi, bila dari 100 nama yang telah diumumkan tidak seluruhnya mengambil. Pasalnya perguruan tinggi tujuan dari Program ADIK rata-rata perguruan tinggi punya nama. Seperti IPB, Institut Teknologi 10 November, Universitas Indonesia, ITB, UGM, dan UPI Bandung. “Kami berharap, dari 100 nama yang telah dinyatakan lulus tak ada yang mundur. Sebab meski ada 35 nama yang gagal, tidak mengganti nama yang telah mundur.

Kalau 100 nama yang lulus komitmen, kemungkinan besar Program ADIK tetap bertahan untuk di Kalbar,” kata Abubakar. Pasca pengumuman yang telah dilakukan tanggal 8 Juli lalu, selanjutnya Untan akan memanggil 100 nama tersebut untuk diberikan pembekalan, mengenai waktunya Untan masih berkoordinasi dengan Dirjen Dikti di Jakarta. “Setelah pembekalan, baru nanti setiap calon mahasiswa mendaftar di perguruan tinggi tujuan,” pungkasnya.

karaoke dan kafe baik yang menyediakan dan atau tidak menyediakan live music/live media TV elektronik, baik itu berdiri sendiri dan/atau menyatu dengan operasional hotel, mulai 2 (dua) hari tanggal 8 Juli 2013 sebelum Ramadan dan 1 (satu) hari setelah Ramadhan, kegiatan operasionalnya mulai pukul 20.30 WIB sampai dengan pukul 24.00 WIB, kecuali usaha jasa warnet dapat dibuka sesuai dengan ijin yang dimilikii dan harus tutup pada pukul 24.00 WIB. Kepala Seksi Penyidikan dan Penyuluhan Satpol PP Kota Pontianak, Rahmat Suprayetno mengatakan, pihaknya tak akan berhenti pada stik billiard bila pemiliki rumah billiard masih bersikeras membuka, namun Sat Pol PP akan ikut mengangkut meja billiard bila pemilik masih Bengal.

“Metode Efektif Atasi Diabetes Hingga Tuntas”

PENGOBATAN SINSHE TCM YANG MANJUR, SATU-SATUNYA DI PONTIANAK Hongkong Medistra TCM Pontianak, Pengobatan dengan Metode TCM TCM (Traditional Chinese Medicine) yang terdepan yakni “Bai Wei Hu Yi Liao Fa” (Traditional Chinese Medicine) yang ternama, merupakan gabungan dari mengatasi penyakit dengan ramuan herbal yang disesuaikan jenis dan kondisi pengobatan, penelitian TCM, pencegahan penyakit kronis dan terapi penyembuhan. penyakit penderita, dihasilkan dari 33 jenis obat berharga ditambah 28 jenis obat Didukung oleh konsultan Sinshe ahli TCM ternama dari Tiongkok yang sudah sangat organik, daya serap obat sangat tinggi, rata-rata penderita diabetes setelah diobati berpengalaman; memanfaatkan resep TCM dan teknologi tinggi yang menghasilkan sekitar 5-10 hari, gula darah menurun, gejala seperti kaki tangan kesemutan, obat tradisional efektif, dengan system diagnose TCM yang tepat, obat tradisional seluruh badan tidak bertenaga, insomnia, dll berkurang secara nyata. Rata-rata terkini dari Tiongkok dan pengobatan elektroterapi, titik nadi, akupuntur, tuina, terapi setelah 40-60 hari, gula darah stabil, gejala komplikasi menghilang, daya tahan lainnya, sangat efektif, khususnya bagi pasien yang menderita penyakit kronis. tubuh meningkat, keseluruhan tubuh membaik, sebagian pasien bisa berhenti Waspadalah! jumlah penderita diabetes di Indonesia terus meningkat tajam, konsumsi obat, fungsi insulin dan system sekresi normal kembali, fungsi diprediksi ada jutaan orang terkena diabetes. jika tidak diobati sedini mungkin reproduksi pria kembali normal, sudah bisa kembali merasakan kehidupan sehat secara tepat dan efektif, beresiko merusak organ penting tubuh lain seperti: hati, yang normal. Untuk Konsultan & Pengobatan Hubungi :

paru-paru, ginjal, limpa, reproduksi, dan sistem syaraf, juga bisa menyebabkan Sudah banyak penderita merasakan khasiat mujarabnya, tidak ada efek uremia. Itulah sebabnya data WHO terkini menyatakan persentase angka samping, tidak menimbulkan ketergantungan, tidak berpengaruh penderita

HONGKONG MEDISTRA TCM

kelumpuhan maupun kematian akibat penyakit diabetes dan berbagai macam menderita 10-20 tahun, kondisi penyakit parah/ringan, setelah diobati bisa komplikasi menakutkan ini terus meningkat pesat. menurunkan gula darah dan gula kencing hingga normal dan seimbang, sesudah

Jl. H. Agus Salim No. 126 Pontianak - Kalimantan Barat Telp. (0561) 733268 HP. 0821 5279 7888

Untuk mengatasi penyakit diabetes dan komplikasinya, Hongkong Medistra diatasi hingga keakar-akarnya tidak mudah kambuh.

Hari Senin - Sabtu Buka Jam 09.00 s/d 17.00 WIB Minggu & Libur Besar Jam 09.00 s/d 13.00 WIB


Kalimantan Barat - Kota Pontianak Borneo Tribune

Jumat, 12 Juli 2013

Kapolresta: Hati–hati Memilih Makanan Dugaan Marak Beredar Selama Ramadan dan Jelang Lebaran

Air Mancur Tugu Digulis Habiskan Rp 5 Miliar

Achmad Mundzirin Borneo Tribune, Pontianak Kepala Kepolisian Resort Kota (Kapolresta) Pontianak Kombes Pol Drs. Hariyanta M,Si mengimbau kepada seluruh masyarakat, untuk hati-hati dalam memilih makanan, karena saat Ramadan maupun menjelang lebaran, dugaan makanan yang tidak aman itu banyak beredar, Kamis (11/7) kemarin. Menurut Kapolresta Pontianak, mengenai makanan yang masuk dari Negara asing secara ilegal ke Indonesia khususnya di Kota Pontianak ini, pihaknya selalu melakukan penyelidikan, seperti minuman dan makanan siap saji atau kalengan, gula, daging dan jenis makanan ilegal lainnya, karena makanan – makanan seperti ini belum diketahui sehat atau tidak. “ Makanan ilegal itu berbahaya, karena makanan atau minuman ilegal belum diketahui sehat atau tidak, bisa saja beracun, karena semua makanan atau minuman siap saji atau yang sudah dikemas itu sudah diuji oleh BPOM, sehingga sudah dinyatakan sehat dan tidak beracun, dan aman untuk dikonsumsi,” jelas Kapolresta. Lanjut Kapolresta Pontianak, baru – baru ini pihaknya berhasil menangkap Gula Ilegal sebanyak 150 karung, gula ini asal dari Malaysia dengan merk AAA, dan diduga pula gula ini akan dipasarkan sepanjang Ramadan, karena rata – rata penjualan gula ilegal ini lebih murah dibanding dengan gula Indonesia, namun gula ilegal belum dinyatakan aman untuk dikonsumsi, dan dapat dikatakan berbahaya untuk kesehatan masyarakat, maka dari itu pihaknya selalu melakukan penangkapan terhadap gula Ilegal. “ Sejauh ini yang marak masuk ke Pontianak dan banyak diungkap adalah gula ilegal dari Malaysia,sedangkan makanan atau minuman yang sudah dikemas jarang masuk, walaupun begitu, kami akan tetap melakukan penyelidikan terkait semua makanan, minuman, daging ilegall yang masuk ke Kota Pontianak, guna masyarakat merasa aman dalam mengonsumsi makanan,” jelas Kombes Pol Drs. Hariyanta, M.Si. Dikatakan Kombes Pol Hariyanta, Ia juga sudah membuat surat edaran kepada masyarakat terkait imbauan hati – hati dalam memilih makanan selama Ramadan hingga Hari Raya Idul Fitri, di mana imbauan ini dikeluarkan dengan Nomor : SE/08/VII/2013, dan imbauan ini pun berbentuk imbauan bersama, yang memberikan imbauan adalah Kapolresta Pontianak dan Kepala Kemenag Kota Pontianak Drs.H.A. Dja’far. “ Saya dan Kepala Kemenag Agama Kota Pontianak sudah mengeluarkan bentuk imbauan bersama, di mana pada poin huruf K. saya dan Kepala Kemenag Agama mengimbau kepada masyarakat untuk hati-hati dalam memilih makanan untuk dikonsumsi, karena makanan atau minuman ilegal sangat berbahaya, begitu juga makanan dan minuman yang sudah siap saji namun sudah kadarluasa,” katanya. Lebih jauh lagi, Kapolresta Pontianak meminta kepada seluruh masyarakat untuk selalu memerhatikan imbauan yang sudah diberikan, guna masyarakat tetap dalam keadaaan aman, karena segala sifat imbauan tersebut jika benar-benar diperhatikan masyarakat serta digunakan masyarakat dalam dalam beraktivitas, Ia yakin masyarakat selain dapat membantu pihak kepolisian menjaga Kamtibmas, tetapi masyarakat juga dapat mengantisipasi menjadi korban tindak kejahatan. Sementara itu Kapolda Kalbar Brigjend Pol Tugas Dwi Apriyanto melalui kabid humasnya, AKBP Mukson Munandar, saat Ramadan seperti ini pihaknya meningkatkan razia di daerah perbatasan, karena dengan meningkatkan razia di wilayah perbatasan, maka dapat menekan angka masuknya barang maupun makanan ilegal dari Malaysia. “ Kita sudah mengintruksikan kepada seluruh jajaran, di mana 5 Polres yang ada di Perbatasan harus melakukan kegiatan rutin seperti patroli maupun razia, di mana ini bertujuan masuknya makanan dan minuman serta barang ilegal saat Ramadan dan Idul Fitri,” jelas Mukson Munandar. Dikatakan Mukson, sedangkan untuk melakukan razia yang ada di pertokoan atau di pasar, pihaknya tidak dapat melakukan razia secara khusus, melainkan pihaknya hanya bisa memback up, yakni jika BPOM maupun Desperindag melakukan razia, kemudian jika ditemukan makanan atau minuman ilegal serta menyerahkan kepada pihaknya untuk memproses hukum lebih lanjut, pihaknya tetap siap menerima penyerahan tersebut. “Kalau untuk razia di pasar, kami tidak dapat melakukan sendiri, melainkan kami hanya membackup, jika BPOM maupun Disperindag melakukan razia, karena kami melakukan razia ketika sedang dalam perjalanan saja, namun jika ada informasi dari masyarakat, kami tetap akan menyelidikinya,” pungkas Kabid Humas Polda Kalbar. o

Meninjau Walikota Pontianak H Sutarmidji meminjau pembangunan air mancur di Bundaran Digulis Untan. FOTO Andika Lay/Borneo Tribune

4

17 Agustus Uji Coba Andika Lay Borneo Tribune, Pontianak Pembangunan air mancur di Tugu Digulis, jalan Ahmad Yani oleh Pemerintah Kota Pontianak ini menelan dana sebesar Rp 5 miliar dari APBD Kota Pontianak. Rencananya, air mancur di Tugu Bundaran Untan ini akan dilakukan uji coba bertepatan dengan Hari kemerdekaan Republik Indonesia. “Insya Allah, tanggal 17 Agustus akan kita lakukan uji coba,” kata Walikota Pontianak, H Sutarmidji, Selasa (9/7) saat meninjau perkembangan pembangunan air mancur di Tugu Digulis Untan. Dikatakannya, pembangunan air mancur ini sedikit mengalami kendala lantaran koordinasi dengan Balai Jalan untuk pemotongan jalan negara membutuhkan waktu hingga dua bulan lamanya. Pemotongan jalan negara ini dilakukan untuk Pemasang crossing gorong-gorong pembuangan air. “Ini salah satu kendalanya tapi kita tetap kerjakan karena masalah ini bukan hal yang prinsip,” jelasnya. Menurutnya, air mancur di Tugu Digulis ini jauh lebih menarik, lantaran terdapat 300 titik pemancaran air mancur. “Jumlah itu jauh lebih banyak ketimbang Taman Alun Kapuas yang memiliki 150 pemancaran air mancur,”rincinya. Air mancur di Tugu Digulis sendiri, akan dioperasikan siang hingga malam. Selain itu, pembangunan air mancur ini tidak akan menggusur Tugu Digulis yang sudah ada sejak awal berdiri. Kabar baik bagi warga Kota Pontianak, pembangunan air mancur di Tugu Digulis atau bundaran Universitas Tanjungpura (Untan) dalam waktu dekat akan segera dilakukan uji coba sebelum diresmikannya. “Penyelesaian pekerjaan pembangunan air mancur ini hingga bulan Oktober tahun ini,” ujarnya. o

Danlanud Supadio Terima Juara Dunia Kelas Ringan (IBO) Andika Lay Borneo Tribune, Pontianak Danlanud Supadio Kolonel Pnb Ir Novyan Samyoga

beserta staf pejabat Lanud Supadio, Rabu (10/7) menerima kedatangan Daud ‘Cino’ Yordan, sang juara Dunia Kelas Ringan (IBO) di Bandara Supadio.

Petinju yang berasal dari Kabupaten Kayong Utara, Provinsi Kalbar akhirnya menyabet gelar juara dunia International Boxing Organization (IBO) dalam per-

tarungan yang menegangkan di Metro City, Northbridge, Perth, Australia, Sabtu malam. Pada pertarungan selama 12 ronde tersebut, Daud Yordan berhasil menang angka atas petinju Argentina, Danie Eduardo Brizuela, setelah ketiga juri memberikan angka kemenangan kepada Daud, yaitu 117-111, 115-113, 116-112. Ayah dari Miquel Angela Yordan Jr. tersebut menjadi juara dunia kelas ringan (61,2 kilogram) IBO. Kelas ringan menjadi kelas baru yang ditekuni Daud Yordan setelah memutuskan pindah kelas. Sebelumnya, petinju kela-

hiran Sukadana Kalbar 10 Juni 1987 tersebut menekuni kelas bulu (57,1 kilogram). Di kelas bulu, yang sudah ditekuni sejak 2005, Daud juga menorehkan prestasi yang bagus dengan menjadi juara dunia IBO. Akan tetapi, Daud kehilangan gelarnya setelah dikalahkan petinju Afrika Selatan, Simpiwe Vetyeka, melalui pertarungan yang menegangkan di Senayan, Jakarta, 14 April 2013. Juara dunia yang diraih Daud Yordan di kelas ringan itu bukan yang pertama kali bagi petinju Indonesia, karena sejumlah petinju pernah dan masih memegang gelar

juara dunia. Petinju Indonesia yang meraih gelar juara dunia pertama kali adalah Ellyas Pical (juara dunia kelas terbang junior IBF), Nico Thomas (juara dunia kelas terbang mini IBF), Chris John (juara dunia kelas bulu WBA), M. Rahman (juara dunia kelas terbang mini IBF). Pada kesempatan tersebut Danlanud juga turut mengungkapkan rasa bangga atas prestasi yang diraih daud dan hasil yang telah diraih supaya dipertahankan dan ditingkatkan, karena hal ini tentunya sangat membanggakan masyarakat Kalbar dan negara Indonesia. o

Dialog Danalud Supadio Kolonel Pnb Novyan Samyoga menerima kedatangan Sang Juara Dunia Kelas IBO, Daud ‘Cino’ Yordan di VIP Bandara Suapdio. FOTO Andika Lay/Borneo Tribune

Hubungi dealer TVS terdekat atau SMS : TVS Pontianak

: 0853 9320 2778

TVS Rasau

: 0853 9355 5508

TVS Singkawang

: 0823 5178 4446

TVS Ketapang

: 0852 4594 6118

TVS Sintang

: 0812 5746 6666

TVS BM Sintang

: 0852 5260 1948

TVS Pinoh

: 0813 4557 8321

TVS Putussibau

: 0821 5125 9567

TVS Anugrah Sekadau

: 0813 4540 2238

TVS Merdeka Motor PTK : 0821 5030 6989 TVS Tepuai

: 0813 4528 6562


Mempawah-Kubu Raya Borneo Tribune

Jumat, 12 Juli 2013

Sediakan Menu Berbuka Puasa Johan Wahyudi Borneo Tribune, Mempawah Pasar Juadah merupakan salah satu ciri khas selama bulan suci Ramadan. Suasana tersebut, dapat dilihat hari pertama puasa Ramadan, Rabu sore (10/7), kemarin, di kawasan jalan raya Sungai Pinyuh arah Mempawah, puluhan stand juadah diserbu warga. Pasar juadah menyediakan bebagai macam aneka lauk, sayur, minuman serta kue menu berbuka puasa. Tradisi pasar juadah selalu ada tiap tahun, dan menjadi tempat yang selalu ramai dikunjungi umat Islam yang mayoritas melaksanakan puasa. “Alhamdulillah ada pasar juadah ini. Karena lumayan membantu saya yang tak sempat menyiapkan makanan untuk berbuka bersama keluarga,” kata Jamilah, salah seorang warga Sungai Pinyuh.

Sedangkan Ahmad, salah seorang pedagang pasar juadah mengaku setiap tahun dirinya selalu meramaikan pasar juadah di Sungai Pinyuh. Berbagai jenis kue tradisional tersedia di meja dagangannya. Bahkan ia harus kewalahan melayani para pembeli yang memenuhi stand dagangannya. “Setiap Ramadan, pasar juadah disini selalu diserbu warga. Bahkan banyak mobil yang berhenti disini, untuk membeli makanan berbuka puasa. Alhamdullilah, hasil jualan disini juga lumayan,” katanya. Bahkan tidak hanya pedagang pasar juadah meraih rezeki. Juru parkir sekitar pasar juadah, juga merasakan peningkatan hasil pendapatannya. Hal ini, diakui Budi, salah seorang juru parkir di wilayah sekitar pasar juadah. “Ramai sekali orang belanja. Alhamdullilah, rezeki juga bertambah,” katanya. o

Pasar Juadah Sungai Pinyuh Diserbu warga

Pasar Juadah Pasar juadah Sungai Pinyuh yang menyediakan berbagai jenis makanan berbuka puasa diserbu warga. Foto : Johan Wahyudi/ Borneo Tribune

Johan Wahyudi Borneo Tribune, Mempawah

Operasi Patuh Satlantas Polres Pontianak melaksanakan operasi patuh di wilayah Kecamatan Sungai Pinyuh. Foto : Istimewa

Satuan Lalu Lintas Polres Pontianak, Rabu (10/7), kemarin, menggelar Operasi Patuh Kapuas 2013 di Pasar Sungai Pinyuh. Hasilnya, 43 pengendara sepeda motor ditilang petugas, yang sebagian besar tidak menggunakan helm standar. Kapolres Pontianak, Hady Poerwanto, melalui Kasat Lantas, Jonathan David, mengatakan, selama operasi yang berlangsung 14 hari, pihaknya mengedepankan penindakan secara selektif prioritas terhadap pelang-

Perbedaan, Proses Pendewasaan Umat Ketua Penasihat Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kubu Raya H Jipridin, mengimbau agar umat dapat memahami perbedaan yang ada sebagai proses pendewasaan diri. Terlebih Rasulullah sendiri mengajarkan bahwa perbedaan tersebut hendaknya menjadi rahmat. ”Perbedaan pendapat dalam umat itu yakni ketika dalam melakukan musyawarah atau persidangan, disitulah ada argumentasi, baik dalil nagli (Al Quran dan hadis) maupun dalil agli, (akal) termasuklahj eksperimen-eksperimen, itu tentu dibenarkan dalam rangka pendewasaan diri,” katanya, selasa (9/7). Akan tetapi ketika perbedaan itu telah dirumuskan di dalam suatu kesimpulan,

maka perbedaan itu tidak boleh terjadi dan dimunculkan lagi, dalam rangka menenangkan dan menyejukan umat. “Oleh karena itu sebagaimana sidang Itsbat yang dipimpin oleh, Menteri Agama RI, termasuk didalamnya ormas Islam, telah menetapkan dan memutuskan bahwa 1 Ramadhan, 1432 H jatuh pada 10 Juli 2013. Sebagai warga yang taat asas dan hukum hendaknya kita mentaati,” tegasnya. Namun demikian apa apabila masih ada masyarakat yang berpegang teguh kepada metode hisab, tentu ada keleluasaan bagi mereka, akan tetapi yang tidak boleh terjadi, adanya provokasi umat. “Oleh kerena itu kerukanan intern umat beragama sangat diprioritaskan dalam menjalankan ibadah ini. Jangan hanya ada yang melaksanakan puasa hari

Pembangunan Butuh Dukungan Masyarakat Johan Wahyudi Borneo Tribune, Mempawah

Operasi Patuh, 43 Pengendara Ditilang

Achmad Munandar Borneo Tribune, Kubu Raya

5

selasa, ada yang rabu, menggangu msayarakat yang ingin beribadah secara khusuk,” jelas Jipridin. Makna Ramadahan artinya bulan “pembakaran dosa” bulan intropeksi diri. Oleh karena Itu sejatinya bila

bulan puasa tiba, umat bergembira untuk Melaksanakn ibadah dengan suka cita. ”Apakah 29 hari atau 30 hari, dengan semata dorongan iman dengan niat mengharap ridha Allah SWT,” Pungkasnya. o

garan yang berpotensi menyebabkan kecelakaan lalu lintas. “Meski bersifat penindakan, namun kita tetap tidak mengenyampingkan peneguran secara simpatik terhadap masyarakat,” ucapnya seraya menambahkan operasi ini akan berakhir pada 17 Juli mendatang. Lebih lanjut, Jonatan menjelaskan, Operasi Patuh Kapuas 2013 dilaksanakan dalam upaya menciptakan kondisi keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelan-

caran Lalu (Kamseltibcar) lalu lintas menjelang bulan suci Ramadan dan Idul Fitri 1434 Hijriah, serta untuk membangun kesadaran dan kepatuhan hukum masyarakat dalam berlalu lintas. “Tujuan utama pelaksanaan operasi ini terwujudnya situasi lalu lintas yang aman, tertib dan lancar, serta berkurangnya angka kecelakaan dan jumlah pelanggaran yang terjadi,” jelasnya. Disebutkannya, selama pelaksanaan Operasi Patuh Kapuas 2013 ini Satlantas

Polres Pontianak juga akan melaksanakan pendidikan kepada masyarakat, pemasangan spanduk imbauan, pemberian brosur, penempelan stiker, dan lain sebagainya. “Dengan dilaksanakannya kegiatan ini, masyarakat dapat lebih mematuhi dan memahami arti pentingnya tertib dalam berlalu lintas sehingga tidak ada lagi nyawa yang terkorban sia-sia di jalan raya akibat kelalaian dan kecerobohan diri sendiri maupun orang lain,” ungkapnya. o

Bupati Pontianak, Ria Norsan, mengatakan dalam melaksanakan pembangunan daerah diperlukan koordinasi pihak-pihak terkait serta dukungan dari masyarakat. “Menuju pembangunan yang tepat sasaran, berkualitas serta berjalan lancar dan aman. Sangat membutuhkan dukungan semua pihak, terutama masyarakat,” kata Norsan. Untuk itu, Ia sangat mengharapkan dukungan masyarakat setempat untuk bersama-sama membangun Kabupaten Pontianak di segala bidang. “Jangan sebaliknya masyarakat memperlambat pembangunan di wilayah ini, kita harapkan kebersamaan saling membantu, berkoordinasi baik pemerintah, DPRD dan masyarakat sehingga semua proses pembangunan dapat berjalan dengan cepat,” ungkapnya. Apalagi dalam proses pembangunan di Kabupaten Pontianak, tidak muda dengan cepat membalik talapak tangan langsung jadi, namun harus butuh kerja keras. Oleh karena itu, dukungan masyarakat sangat dibutuhkan. “Dalam rangka percepatan pembangunan, masyarakat harus memberikan yang terbaik untuk pemerintah. Dalam artian mendukung pekerjaan di wilayahnya atau di lokasi desanya sehingga proses pembangunan di wilayah tersebut berjalan baik,” katanya. o


Bengkayang Borneo Tribune

Jumat, 12 Juli 2013

Pasar Juada Permudah Cari Menu Buka

Tim Sidak Mamin Kadaluarsa Rudi Borneo Tribune, Singkawang Untuk yang kesekian kalinya, Disperindag dan UKM beserta Dinas Kesehatan, Pol PP, dan Kecamatan menggelar sidak di sejumlah pasar tradisional dan swalayan yang ada di Kota Singkawang, Kamis (11/7). Namun untuk sidak yang dilakukan kali ini, difokuskan pada makanan dan minuman yang sudah kadaluarsa. Mengingat masih banyaknya barang yang diperjualbelikan di pasaran pada bulan puasa dan menjelang Idulfitri. “Dalam sidak yang kita lakukan, kita sudah mendapatkan lima kantong besar barang-barang yang sudah tidak layak edar di pasaran, diantaranya makanan kaleng dan makanan anakanak. Pelaku usaha kita berikan masukan, sebagai ben-

Mujidi Borneo Tribune, Bengkayang Salah satu pemadangan yang tidak biasa di pasar saat bulan Ramadan adalah bertebarannya kios kios kecil penjual menu makanan untuk berbuka puasa. Di Kabupaten Bengkayang, kios- kios penjual makanan buka itu berkumpul di salah satu titik di Jalan Pasar Belakang Kota Bengkayang. Kumpulan Kios ini kemudian kerap dinamakan dengan pasar juadah. Para penjual makanan ringan tersebut memulai aktivitas setelah salat Zuhur. Beragam jenis makanan disuguhkan. Harganya juga cukup terjangkau. Bukan saja makanan, pasar juadah tersebut juga menjual beragam jenis minuman. “Jam satu udah ada yang jualan, Bang,” jelas salah satu orang pembeli yang ikut meramaikan transaksi jual beli di Pasar Juadah tersebut. Cara sekelompok pedagang membaca peluang pasar tersebut tentunya berbuah keuntungan. Setidaknya pada pedagang memperoleh keuntungan berupa materi rupiah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari yang cenderung meningkat. Keuntungan lain yang diberikan adalah memberikan kemudahan bagi yang berpuasa untuk mencari menu berbuka. “Dengan adanya pasar juada, kita tidak repot lagi membuat menu untuk berbuka,” demikian dikatakan Sumiati, salah seorang wanita muslimah di Kabupaten Bengkayang. Keadaan pasar juadah semakin meningkat di saat mendekati detik-detik waktu berbuka. Silih berganti pembeli datang ke lokasi. Pedagang sedikit mengalami kerepotan. Namun demikian, senyum sumringah begitu terlihat di wajah mereka karena apa yang mereka sajikan diserbu para pembeli. Demikian sedikit cerita adanya pasar juadah di Bengkayang. o

Residivis Motor Dibekuk Polisi Rudi Borneo Tribune, Singkawang

Tersangka, Ev beserta barang bukti yang berhasil diamankan jajaran Polres Singkawang, dan sebuah motor Mio KB 5194 K warna hijau, di daerah Sebalo, Kab. Bengkayang. Sayangnya, kata Adi, pelaku belum ditemukan, dan saat ini masih dalam pencarian. Foto Rudi /Borneo Tribune

Marhaban, Yaa Ramadan Bulan Ramadan adalah bulan yang memang Allah wajib untuk umat Islam berpuasa sebagaimana yang dinukilkan Allah dalam Al-Quran surah al-Baqarah ayat 183 yang artinya: “Wahai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana yang telah diwajibkan atas orang sebelum kamu, agar kamu bertakwa’. Sungguh beruntung kita yang hari ini masih diperkenankan oleh Allah untuk berjumpa di bulan yang mulia ini, penuh dengan keberkahan dan terutama penuh dengan ampunan-Nya. Banyak saudara-saudara kita yang tahun kemarin masih ketemu di bulan yang suci ini, tapi tahun ini beliau sudah tidak bersama kita lagi, sudah dipanggil oleh yang maha pemilik segala alam se-

tuk pembinaan untuk tetap mewaspadai barang-barang yang dijual apakah sudah kadaluarsa atau belum. Demikian juga terhadap barang yang hampir habis masa kadaluarsanya, agar disimpan di tempat terpisah,” ujar Kasi Bina Pasar dan Distribusi Disperindagkop dan UKM Kota Singkawang, Helmi di sela-sela Sidak berlangsung di sebuah minimarket yang beralamat di Jalan Alianyang, Kecamatan Singkawang Barat. Dikatakan Helmi, selain fokus pada barang –barang kadaluarsa, sidak itu juga fokus terhadap barang-barang luar yang beredar namun ilegal. Namun, pihaknya juga meminta kepada masyarakat untuk ikut mengawasi produk dari luar yang masuk di psaran Kota Singkawang. “Jika ada yang menemukan dan ternyata ilegal, segera laporkan ke kita,” pintanya. o

Disperindag dan UKM beserta Dinas Kesehatan, Pol PP, dan Kecamatan menggelar Sidak di sejumlah pasar tradisional dan swalayan yang ada di Kota Singkawang, Kamis (11/7). Foto Rudi/ Borneo Tribune

Opini

Oleh : Heriansyah

6

mesta ini. Kewajiban memang terkhusus bagi mereka yang beriman dan termasuk dari rukun Islam yang ke empat. Bagi mereka yang beriman menganggap puasa adalah suatu kebutuhan sehingga jika tidak melaksanakan puasa bukan hanya ketakutan akan dosa, tetapi merasa ada yang kurang dalam hidupnya, karena orang yang beriman menganggap puasa bukan suatu ‘beban’. Bulan Ramadan adalah bulan yang Allah jadikan sebagai bulan untuk melebur segala dosa-dosa kita selama satu tahun yang lalu, sehingga setelah sebulan penuh kita berpuasa maka kembali lah kita dalam keadaan suci/fitrah tanpa dosa apapun jika kita melaksanakan puasa dan melaksanakan ibadah-ibadah lainnya dengan keimanan serta mengharap ridho dari Allah SWT. Sebagaimana doa nabi Muhammad SAW yang ar-

tinya; “Ya Allah berkahi Kami di bulan Rejab dan sya’ban dan sampaikan kami di bulan Ramadan”. Ini menandakan bahwa sebuah kesempatan yang luar biasa dari Allah karena kita dipertemukannya dengan bulan yang dibukakannya pintu ampun yang selebarnya sehingga kita yang kemarin masih banyak melakukan kesalahan masih bisa memohon ampun. Seandainya saja jika perbuatan dosa yang kita lakukan tidak diampunkan tentu kita termasuk orang yang merugi. Kesempatan yang Allah berikan menandakan Allah belum ‘main’ hitunghitungan atas dosa kita. K.H Abdullah Gymnastiar atau yang biasa disapa dengan AA’ Gym mengatakan, “Jika Allah SWT main hitung-hitungan atas dosa kita dan kalau Allah langsung membalasnya tentu kita sudah hancur

lebur dibuatnya, tapi Allah maha baik, Allah masih menunggu kita untuk tobat”. Mari dan mari kita isi bulan suci Ramadan ini sesuai yang disyariatkan Islam dengan kegiatan yang penuh dengan manfaat dan mengisinya dengan amal ibadah, siapa tahu karena keikhlasan kita menjalankan amal ibadah di bulan suci Ramadan, Allah Rido dan mengampuni dosa kita, dan kita tidak akan mengulangi dosa yang sama di bulan yang berbeda sehingga Ibroh yang terkandung dalan bulan suci Ramadan kita dapatkan dan kita implementasikan dalam kehidupan seharihari..aminn..marhaban yaa Ramadan... Heriansyah Mahasiswa Jurusan Tarbiyah PAI STAIN Pontianak

Gara-gara hendak menjual aki tower yang merupakan barang hasil curiannya, RK alias Ev (21), ditangkap oleh anggota Polsek Singkawang Tengah, Jumat (5/7) kemarin, di sekitar Pasar Baru, Kecamatan Singkawang Barat. Akibat perbuatannya, Ev sekarang mendekam di tahanan Polres Singkawang dan dikenakan pasal 363 dengan ancaman maksimal di atas lima tahun penjara. Kapolsek Singkawang Tengah, Iptu Adi Nugroho, membenarkan kalau Ev yang merupakan warga Akasia, Kelurahan Naram, Kecamatan Singkawang Utara itu, saat ini sudah berada di tahanan Polres Singkawang. Menurut cerita Adi, awalnya Ev mencuri aki tower di daerah Samalantan. Namun, pada saat Ev hendak menjual aki tersebut di sekitar Pasar Baru, dia langsung di bekuk oleh beberapa anggota Polsek Singkawang Tengah. Setelah dilakukan pengembangan, terungkaplah kasus baru, yakni pencurian motor (curanmor) yang dilakukan

oleh Ev, di Jalan Veteran, Gg. Satria samping MAN Model Singkawang, yakni sebuah motor Honda Vario KB 4779 YF, warna merah. Motif pencurian, Ev mengambil motor di dalam garasi rumah Zahra, yang mana kondisi motor tersebut sedang dipanaskan oleh korban. “Melihat ada sebuah motor yang dilengkapi dengan kuncinya, semakin memudahkan Ev untuk membawanya,” ujar Adi.

Saat ditanya wartawan Ev mengakui kalau dia sudah delapan kali melakukan pencurian motor dengan TKP yang berbeda. Antara lain, di Sei wie, Perum, Sekip Baru, Pajintan, Belakang Anim Kelurahan Condong, Bengkayang, dan Pontianak 2 unit. Dalam aksinya, dia tidak sendirian namun dibantu oleh tiga orang rekannya. Rata-rata motor yang dicurinya itu merupakan motor matic, dan dijual di

daerah Ketapang, Jawai, dan Serukam. “Uangnya saya gunakan untuk jajan, makan, nyabu dan lain-lain,” ujar Ev tertunduk lesu. Sebelumnya, anggota Polsek Singkawang Tengah berhasil mengamankan sebuah sepeda motor Mio KB 5194 K warna hijau, di daerah Sebalo, Kab. Bengkayang. Sayangnya, kata Adi, pelaku belum ditemukan, dan saat ini masih dalam pencarian. o

Kritik Satu Tahun Kepimpinan Hendarman Soepandji BADAN Pertanahan Nasional (BPN) harus melakukan terobosan terhadap persoalan tanah dan Hak Guna Usaha (HGU) terlantar. PP No.11 Tahun 2010 sebagai dasar penertiban dan pendayagunaan tanah terlantar tidak berjalan maksimal. Jika enggan melakukan terobosan BPN tidak ubahnya seperti Orde Baru yang anti perubahan Jurubicara Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) Galih Andreanto mengatakan, terobosan itu perlu dilakukan BPN. Langkah itu perlu diambil lantaran eskalasi konflik pertanahan makin beragam. Begitu pula dengan jumlah dan jenis konflik yang tiap tahunnya mengalami peningkatan. Apabila tidak dilakukan maka dikhawatirkan jenis persoalan pertanahan makin banyak. “Bila persoalan itu terus meningkat maka PR (Pekerjaan Rumah) BPN makin menumpuk,” katanya di Jakarta, kemarin (09/07). Sebagai contoh, dilanjutkan Galih, untuk tahun 2012 saja, 45 persen konflik pertanahan di bidang perke-

bunan. Konflik sektor ini menjadi besar disebabkan ketidaktegasan BPN dalam menerapkan kebijakan. Seperti penetapan status sebuah tanah atau HGU. Apakah masuk dalam kategori terlantar atau tidak. Dalam kasus seperti ini maka korbannya adalah petani yang kerap dihadapkan dengan pemilik HGU ataupun sebaliknya. Penanganan konflik pertanahan seperti ini harus mengedepankan kepentingan masyarakat. Karena itulah dibutuhkan sejumlah terobosan dari BPN. “Seperti ini mengumpulkan para pemilik HGU. Mendata ulang serta menghitung ulang apakah HGU tersebut masuk dalam kategori terlantar apa tidak. Apabila terlantar maka segera didistribusikan ke masyarakat. Sehingga datanya jelas. Tujuannya adalah upaya untuk melindungi masyarakat atau petani yang sudah lebih dahulu menduduki sebuah tanah.” BPN, sambung Galih, harus berani mengambil terobosan-terobosan baru seper-

ti ini. Soalnya, pelaksanaan PP No.11/2010 mangkrak. Hingga saat ini, restribusi tanah terlantar dan Hak Guna Usaha (HGU) terlantar yang dimiliki perkebunan besar belum diredistribusikan kepada rakyat. Awalnya, hadirnya PP ini menjadi pembuka jalan bagi redistribusi tanahtanah yang banyak diterlantarkan oleh perusahaan besar. Operasionalisasi PP ini menguap di bawah kepemimpinan Hendarman Supandji. Banyak tanah secara fisik terlantar tetapi tidak didata sebagai tanah terlantar. Padahal, tanahtanah tersebut sudah ditinggalkan oleh pengusaha dan juga sudah digarap oleh rakyat. Dalam PP No 40 Tahun 1996 tentang Hak Guna Usaha, Hak Guna Bangunan Dan Hak Pakai Atas Tanah, perusahaan dapat memperbaharui hingga 95 tahun. Pengajuan maksimal 35 tahun. Perpanjangan 25 tahun. Pembaharuan 35 tahun. “HGU disesuaikan dengan lahan yang dimanfaatkan perusahaan. Sisanya, lahan

yang tidak dimanfaatkan oleh perusahaan, disertifikat dan diberikan ke masyarakat untuk meningkatkan kesejahtraan petani. Apabila tidak berani maka BPN tak ubahnya seperti melanggengkan kebijakan Orde Baru. Tidak mau melakukan perubahan-perubahan yang mengedepankan kepentingan masyarakat. Apalagi, produk HGU dikeluarkan di masa Orde Baru“ Mandeknya proses penetapan tanah terlantar ini menunjukan tidak adanya komitmen politik BPN dalam menyelenggarakan pemerintahan yang bersih dan bertanggung jawab. Karena pada dasarnya, PP tanah terlantar ini menjadi jalan untuk menyaring mana pengusaha spekulan tanah dan mana pengusaha yang bersungguh-sungguh memanfaatkan tanah. Karena itu dia mempertanyakan komitmen pelaksanaan reforma agraria BPN. Galih Andreanto Kepala Departemen Kampanye dan Kajian Strategis & Jurubicara Konsorsium Pembaruan Agraria


Jumat, 12 Juli 2013

Landak-Sanggau Borneo T Tribune

Dusun Riam Panjang Minta PLN Masuk Borneo Tribune, Ngabang Dusun Riam Panjang yang berpenghuni 170 KK termasuk dalam wilayah Desa Pengembangan Mungguk Kecamatan Ngabang, sejak kemerdekaan RI 68 tahun silam belum mendapat layan-

7

an Perusahaan Listrik Negara (PLN). Dusun yang berjarak 1,5 km dari Mungguk seharusnya sudah mendapat listrik, karena di Mungguk sebagai Desa pengembangan sudah lama menikmati layanan listrik. “ Ini sangat ti-

Loren, pengusaha angkutan umum . FOTO Ya’ Syahdan/ Borneo Tribune

Pengusaha Angkutan Umum Pertanyakan Tarif Resmi Pemerintah Borneo Tribune, Ngabang Pengusaha angkutan umum, Via Ria, Loren, Rabu, ‘(11/7), di Ngabang mempertanyakan tarif resmi kepada Pemerintah. Hal ini menurutnya biar ada kejelasan berapa kisaran tarif yang resmi, sebab kita sama tahu bahwa angkutan umum adalah kebutuhan semua lapisan masyarakat yang setiap saat diperlukan oleh masyarakat untuk berpergian ke luardan dalam kota. “ Kita berharap agar Pemerintah segera menerbitkan SK terhadap tarif angkutan umum yang berlaku secara nasional, “ harapnya. Ia menambahkan, untuk saat ini tarif yang ditarik para calo dari Ngabang dan Pontianak sangat berbeda. Kalau di Ngabang mereka menarik ongkos dari penumpang tujuan Ngabang-Pontianak sebesar Rp 35.000,-. Sementara itu tarif dari

Pontianak ke Ngabang sebesar Rp 40.000,-, sementara sopir hanya menerima sebesar Rp 30.000,- saja. Jadi jelas ada perbedaan tarif yang ditarik para calo di lokasi yang berbeda. Nah untuk dapat menertibkan masalah tarif ini hanya kebijakan Pemerintah. Untuk itu agar tidak menimbulkan pemahaman yang keliru terhadap kenaikan BBM yang berimbas kepada kenaikan angkutan umum, agar Pemerintah secepatnya menetapkan tarif resmi terhadap angkutan umum yang berlaku secara nasional. “Kita minta agar Pemerintah sesegera mungkin mengeluarkan SK terhadap tarif angkutan umum yang disesuaikan dengan kenaikan BBM, “ harapnya. Sementara itu pantauan koran ini di terminal penumpang kota Ngabang kondisi penumpang tertib seperti biasa. (Kiriman Ya’ Syahdan).

HO TEL HOTEL

Dusun Riam Panjang belum tersentuh PLN. FOTO Ya’ Syahdan/ Borneo Tribune dak masuk akal, jarak antara Mungguk dan Dusun Riam Panjang hanya kurang lebih 1.5 km, tapi layanan PLN tidak pernah sampai sampai sekarang ini, “ ucap Matnor, tokoh masyarakat, di Riam Panjang, Rabu, 11/7. Menurutnya, masyarakat Dusun Riam Panjang sangat antusias dan sangat meng-

harapkan kehadiran listrik, sebab masalah listrik ini sudah puluhan tahun yang lalu diusulkan pembangunannya kepada Bupati, Gubernur, dan PLN Provinsi Kalimantan Barat. “ Beberapa waktu yang lalu saat pengusulan pembangunan listrik untuk Dusun Riam Panjang yang kami sampaikan. Kami

disyaratkan untuk membuat kesepakatan warga, kami disyaratkan untuk membuat jalan raya yang bisa dilewati mobil, dan persyaratan lainnya, yang semuanya itu sudah kami penuhi, tapi hingga tahun bertahun berjalan PLN belum juga masuk ke Dusun kami,” paparnya dengan kesal.

Pemerintah Pusat Alirkan Dana Rp 15,5 M untuk RSUD Sanggau Pemerintah Pusat mengalirkan dana untuk Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sanggau senilai Rp. 15,5 Miliar. Dana tersebut diberikan untuk memaksimalkan pelayanan RSUD Sanggau kepada masyarakat dan untuk melengkapi sarana dan prasarana pelayanan yang ada. Hal itu diutarakan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, Andy Jap ketika melakukan inspeksi mendadak di RSUD Sanggau belum lama ini. Dana dari pusat tahun 2013 senilai Rp. 15,5 Miliar

diketahui berasal dari DAK sebesar Rp. 8 Miliar dan dari dana TP sebesar Rp. 7,5 Miliar. Namun, rincian dana dari DAK diantaranya Rp. 900 juta untuk RSUD, dan Rp. 7,1 Miliar untuk Puskesmas dan jajarannya. Sementara dana TP itu terdiri dari Rp. 7 Miliar untuk RSUD Sanggau dan Rp. 500 juta untuk Dinas. Andy menjelaskan bahwa dana ini di luar dari Jamkesmas dan BOK (Bantuan Operasional Kesehatan). Dana ini diperuntukkan bagi pengadaan sarana dan prasarana. Andy mengakui bahwa masih banyak yang harus terus dibenahi di RSUD

Sanggau. Dengan adanya dukungan dana dari Pusat, diharapkan pelayanan yang diberikan bisa lebih baik lagi. ”Kalau soal dana, sebesar apa pun yang dicairkan tetap saja kurang. Karenanya diharapkan kepada pihak RSUD Sanggau untuk membuat skala prioritas dalam membelanjakan kucuran dana tersebut. Jadi jangan asal mengeluarkan anggaran tanpa mementingkan aspek kebutuhan mendasarnya. Jadi pihak RSUD dapat menyusun apa-apa saja yang akan dibeli dan yang mendesak paling dibutuhkan sesuai dengan besaran anggaran yang tersedia,” pungkasnya.

KEHILANGAN

KEHILANGAN

KEHILANGAN

STNK, KB 2262 LN NK: MH1JF5138CK503609 NS: JF51E-3506144 AN: HANURA BIN SINTAU Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi.

STNK, KB 3057 LJ NK: MH1JBE118BK203917 NS: JBE1E-1205565 AN: SUDIMANTO CABOK Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi.

KEHILANGAN

KEHILANGAN

Ratna Sari Borneo Tribune, Sanggau

NGL

STNK, KB 4532 LJ NK: MH35D9204BJ426466 NS: 5D9-1426538 AN: TEMAN Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi. NGL

KEHILANGAN BPKB, KB 3888 QT NK: MH1JF0211BK18626 NS: JF02E-1017716 AN: ELENA Dengan ini BPKB dinyatakan tidak berlaku lagi. NGL

NGL

STNK, KB 5342 LH NK: MH1JBE31XBK007832 NS: JBE3E-1008351 AN: SUSANTO Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi. NGL

KEHILANGAN BPKB, KB 3582 SY NK: MKZS3C1HD9J000505 NS: 0E4C92167138 AN: HERBIANTO Dengan ini BPKB dinyatakan tidak berlaku lagi. NGL

Sementara itu dalam berbagai kebijakan Pemerintah seperti pemilukada Bupati dan Gubernur kami masyarakat Dusun Riam Panjang telah memberikan sumbangan suara yang signifikan. Yang katanya bila terpilih akan memasukan listrik, tapi hal itu sampai sekarang belum terwujud. “ Kapan kami menikmati kemerdekaan ini, “ tanyanya. Ia menambahkan, kalau sekiranya PLN beralasan tidak punya kabel, seka-

rang ini Dusun Riam Panjang sudah punya kabel peninggalan PLTMH, yang kabelnya berstandar PLN. Kalau sekiranya PLN beralasan tidak punya jalan raya, sekarang jalan raya sudah ada dan sudah bisa dilewati mobil. Kalau sekiranya PLN beralasan kurang pelanggan, kami masyarakat Dusun Riam Panjang sebanyak 170 KK sudah sepakat untuk menjadi pelanggan yang setia. “ Kami rasa tidak ada lagi

alasan bagi PLN untuk tidak masuk ke Dusun Riam Panjang, karena semuanya sudah kami jamin dan percayalah semuanya akan berjalan aman dan lancar. Tinggal menunggu kapan PLN siap, kami masyarakat Dusun Riam Panjang sudah lama menanti PLN. “ Silahkan PLN masuk ke Riam Panjang, kecil telapak tangan, nyiru kami tadahkan, “ sambutnya dengan gembira. (Kiriman Ya’ Syahdan )

Safari Ramadan Bupati Sanggau

Peletakkan Batu Pertama Masjid Pesantren

STNK, KB 4706 LJ NK: MH328D40DBJ375770 NS: 28D-3375857 AN: SARIUS Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi.

Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sanggau menggelar Safari Ramadan. Rabu (11/7) kemarin, Bupati Sanggau, H. Setiman H. Sudin selain Safari Ramadan di Pondok Pesantren Hidayatullah, juga sekaligus meletakkan batu pertama pembangunan Masjid Aqshol Madinah yang berlokasi di Pondok Pesantren dan meresmikan Asrama Pusat Pendidikan Anak Sholeh (PPAS) dilokasi yang sama. Ketua Pelaksana Pembangunan Masjid, Abdus Syukur mengatakan bahwa bangunan Masjid yang dibangun berukuran 15 m x 23 yang akan digunakan untuk anak-anak Pondok Pesant-

ren juga untuk masyarakat sekitarnya. Abdus menuturkan, bahwa sampai dengan saat ini jumlah penghuni pesantren sebanyak 36 orang yang berasal dari Sanggau, Sintang, Bengkayang, Landak dan Ketapang. Bahkan diantara mereka juga ada yang disekolahkan di luar seperti 8 orang di Jakarta, Padang 1 orang, Balikpapan dan 3 orang di Pontianak. Lantaran 9 orang tersebut telah melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi lagi. ”Yayasan Hidayatullah ke depannya juga akan membangun sebuah Madrasah Tsanawiyah,” ujarnya. Sementara itu, Bupati Sanggau, H. Setiman H. Sudin dalam sambutannya berharap agar pembangunan Masjid dapat berjalan lancar dan memberikan keber-

kahan kepada masyarakatnya. Kemudian dalam peresmian asrama PPAS, Setiman pun berharap agar asrama ini dapat memberikan manfaat, terpenting agar jika diberikan pendidikan berupa pemasangan berbagai gambar terutama para pemuka agama, ilmuwan Islam sebagai dasar sejarah kepada mereka. Setiman menyarankan agar dapat menambahkan pula untuk membuat gambar-gambar dengan nama 3 bahasa yaitu bahasa Arab, Indonesia maupun bahasa lain. Seperti nama-nama bulan dan lain sebagainya. Pada kesempatan itu juga Bupati Sanggau berkenan memberikan bantuan kepada 36 penghuni pesantren berupa pakaian dan sejumlah uang.

KEHILANGAN

KEHILANGAN

KEHILANGAN

KEHILANGAN

NGL

STNK, KB 3035 LI NK: MH328D30CBJ907457 NS: 28D-2907007 AN: LIASAN Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi. NGL

KEHILANGAN STNK, KB 3578 LI NK: MH1JF5126BK027933 NS: JF51E-2026327 AN: TOBIAS ELEN Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi. NGL

Ratna Sari Borneo Tribune, Sanggau

STNK, KB 4411 LJ NK: MH1JBE11XBK200498 NS: JBE1E-1199898 AN: ANITA Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi. NGL

KEHILANGAN STNK, KB 4492 LN NK: MH1JF5136CK873215 NS: JF51E-3860410 AN: WILFRIDA Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi. NGL

STNK, KB 5264 LJ NK: MH1JBE218BK119773 NS: JBE2E-1117946 AN: JHONI Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi. NGL

KEHILANGAN STNK, KB 3351 LM NK: MH35D9204CJ630166 NS: 5D9-1630158 AN: ADELBERTUS RAHAMAN DANIEL Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi. NGL

STNK, KB 2383 LI NK: MH35D9203BJ174009 NS: 5D9-1173979 AN: ARDIANUS Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi. NGL

KEHILANGAN STNK, KB 4693 LM NK: MH1JB9133CK048641 NS: JB91E-3038342 AN: ANGELA HERLINA Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi. NGL


Sekadau Borneo Tribune

Jumat, 12 Juli 2013

8

Cornelis : Warga Lokal Jangan Kalah Saing GUBERNUR Kalbar, Cornelis setiap kesempatan berkunjung ke Daerah selalu mengingatkan masyarakat lokal agar tidak kalah saing dengan warga luar Kalimantan Barat, khususnya di Sekadau.

Gubernur Kalbar, Cornelis

Tangkal dan Tangani HIV/AIDS

Pemkab Usulkan Bangun VCT di Sekadau Bagus Kosminto Borneo Tribune, Sekadau KEPALA Dinas Kesehatan Propinsi Kalbar, dr. Andy Jap, memberi angin segar terkait usulan RSUD Sekadau yang berencana mengusulkan klinik VCT (Voluntary, Counseling and Testing), untuk penanganan penyakit HIV/AIDS. “Memang sudah ada rencana kita akan membangun klinik VCT di Sekadau,” katanya ditanyai sejumlah wartawan dalam kunjungan kerjanya ke Sekadau Senin. Diakui Andy Jap, penyebaran HIV/AIDS memang cukup memprihatinkan, tidak hanya di Kabupaten Sekadau, namun banyak Daerah lain di Kalimantan Barat. “HIV/ AIDS ini bukan hanya sekedar penyakit menular biasa. Karena itu memang perlu dilakukan tindakan antisipasi dini,” ujarnya. Langkah antisipasi, menurut Andy Jap, yang paling penting adalah menghindari hubungan seks bebas. Pasalnya, faktor utama penyebaran HIV/AIDS memang karena hubungan seks. Selain itu, HIV/AIDS juga bisa menyebar karena faktor lain, seperti penggunaan narkoba dengan 1 jarum suntik secara bergantian, dan sejumlah factor lainnya yang ada hubungannya dengan kontak darah. Dalam langkah antisipasi itu, generasi muda, terutama yang usia produktif harus mendapat prioritas pembinaan. Sosialisa-

si terkait bahaya HIV/AIDS kepada generasi muda harus digencarkan. “Kepada yang sudah terbukti tertular, juga harus diberikan pembinaan agar mereka tidak menularkan kepada orang lain. Dan yang penting lagi, kepada mereka yang sudah tertular, diharapkan jangan dikucilkan,” pungkasnya Kepala RSUD Sekadau dr. Libra Soetomo mengaku kesulitan untuk menangani kasus HIV/AIDS. Psalnya, RSUD belum memiliki klinik khusus untuk menangani dan meneliti pasien yang tertular HIV/AIDS yang biasanya disebut klinik VCT (Voluntary, Counseling and Testing). “Di Sekadau kita memang belum bisa melakukan pemeriksaan terhadap pasien HIV/AIDS. Soalnya di Sekadau belum ada klinik VCT,” kata Libra, kemarin. Selama ini, pasien atau orang yang diduga tertular HIV/AIDS di Sekadau belum bisa ditangani di Sekadau. Jika ditemukan kasus, mereka dirujuk ke klinik VCT di RSUD Sanggau atau di RSUD Sintang. Meski begitu, Libra mengaku pihaknya tidak tinggal diam. Pihaknya sudah berkonsultasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Sekadau untuk pembangunan klinik VCT tersebut. “Saya sudah koordinasi dengan Dinas. Secara berantai akan diusulkan ke Dinas Kesehatan Provinsi,” tukasnya.

Bagus Kosminto Borneo Tribune, Sekadau

DIERA globalisasi seperti ini kata, Cornelis masyarakat sudah dituntut harus rajin belajar dan tekun bekerja supaya bisa menjadi orang berhasil. “Orang tua ingat pendidikan anak-anak tidak boleh putus. Jangan kalah saing de-

ngan orang luar, kita harus hidup setarap dan sejahtera,” ungkap Cornelis dengan gaya khasnya dihadapan ribuan masyarakat Sekadau ketika membuka kegiatan Gawai V di lapangan E.J Lantu Sekadau Senin. Cornelis ingin masyarakat di Sekadau lebih mandiri, sejahtera, tekun dan terus belajar dalam mengelola semua

kekayaan alam yang ada di Bumi Lawang Kuari. Mantan Bupati Landak ini inginkan masyarakat lebih fokus terhadap pertanian dan pangan. Sebab dari nenek moyong sudah diturunkan budaya bertani, panen dan syukuran yang sangat erat hubungan dengan Gawai. “Bertani itu sudah ada se-

Pontianak, Jl. Tanjung Pura No. 1 Telp. (0561) 736211, 732016, 732630, 732026 (0561) 736392 Capem Univ. Tanjungpura. Jl. Daya Nasional Telp. (0561) 736046 (0561) 764012 Capem Pasar Siantan, Jl. Khatulistiwa No. 81-83 Siantan Telp. (0561) 881419 (0561) 883263

BCA KCU PONTIANAK, Jln. A. Yani No. 1 Ptk, 0561-736305 (hunting) KCP Imam Bonjol, Jln. Imam Bonjol No. 457 Ptk, 0561-737984, 734524 KCP Rahadi Usman, Jln. Rahadi Usman No. 4 Ptk, 0561-733482, 740814-15 KCP Sei Pinyuh, Jln. Raya Terminal 05-06, Sei Pinyuh KCP Sultan Muhammad, Jln. Sultan Muhammad 136, Ptk, 0561-738051

BANK KALBAR CABANG UTAMA PONTIANAK Jl. Rahadi Osman No. 10 Pontianak 78117, Telp. (0561) 732148, 736723 Fax. (0561) 745149, Telex. 29174, 29129 CABANG SYARIAH Jl. A. Yani Pontianak, Komp. Perkantoran & Town House No. 5-6 (depan A. Yani Mega Mall) Telp. (0561) 733033, 7061800, Fax. (0561) 732599

BANK BRI Kantor Cabang Barito, Jalan Barito, Telp. (0561) 734009, Fax. (0561) 733019 Komplek Pertokoan Pasar Flamboyan Jalan Gajah Mada Blok C. 14 Ptk

BANK DANAMON Jl. Tanjung Pura No. 102, Ptk Telp. (0561) 737107 (H), 730898, Fax : (0561) 736264, 765595 Jl. St. Muhammad No. 173, Ptk Telp. (0561) 731156, Fax : (0561) 734462 Jl. KH. Wahid Hasyim No.24-26, Telp.: 0561-768599/765411, Fax : 0561-768599/765411

dapat berhasil dan tidak kalah saing dengan masyarakat luar. “Jadi orang luar datang Sekadau kenapa bisa berhasil, sebab mereka ulet dan rajin, oleh sebab itu kita sudah dituntut rajin, ulet dan berhasil. Anak-anak disekolahkan, kesehatan dijaga baik-baik supaya mereka orang pintar,” timpalnya.

Seminar Budaya Dayak Bicarakan Eksistensi Seni Budaya Gawai Dayak V Kabupaten Sekadau dirangkai sejumlah agenda kegiatan penting salah satunya agenda seminar Budaya Dayak. Rabu kemarin (10/7) seminar Budaya Dayak digelar bersamaan dengan perlombaan permainan tradisional, menyumpit, pangkak gasing, anjang sana Bujang Dara gawai V tahun 2013 yang akan dipilih Rabu malam. Bagus Kosminto Borneo Tribune, Sekadau KETUA DAD Kabupaten Sekadau, Rupinus secara resmi membuka Seminar Budaya Dayak di Gedung Kateketik Sekadau. Dalam arahannya Rupinus mengatakan agenda seminar Budaya Dayak merupakan agenda penting dilakukan dalam rangka membahas berbagai eksistensi seni Budaya Dayak di Kabupaten Sekadau. “DAD Kabupaten Sekadau menyambut baik kegiatan seminar yang cukup penting dilakukan dalam rangka membahas pengembangan, pengalian dan pelestarian seni Budaya Dayak. Sebab kita tahu pengaruh jaman yang modern ini tidak terasa mengikis kepedulian generasi muda terhadap seni dan budaya lokal. Oleh sebab itu kita patut menggali, melestarikan dan mengembangkan seni budaya Daerah,” ucap Rupinus. Pembicara seminar menghadirkan tokoh asal Kabupaten Sekadau, P. Florus, didampingi pengurus DAD Kabupaten Sekadau, Kapolres Sekadau, AKBP. Agus Triatmaja, perwakilan Dishubkominfo dan Budpar Kabupaten Sekadau. Tampak hadir sejumlah tokoh seperti Tanto Yakobus yang menyempatkan diri hadir, pengurus DAD Kecamatan dan Desa serta diikuti sejumlah tokoh masyarakat dan pengurus adat. Seminar juga membicarakan soal rencana kegiatan Gawai Dayak tahun 2014, terutama se-

INFO BANK BNI 46

menjak kita-kita ini belum ada alias dari jaman nenek moyang kita. Kalau mereka dulu panen sekali setahun kenapa kita tidak bisa panen padi dua sampai tiga kali panen,” imbaunya. Masyarakat di Sekadau kemudian dipesan agar ulet, rajin dan tekun setiap hari. Dari keulaten dan tekun itu masyarakat dayak khususnya

BANK MANDIRI SYARIAH PONTIANAK, Jl. Diponegoro No. 95, Telp. (0561) 745004, Fax. Ketapang, Jl. MT. Haryono No. 111-112 Ketapang, Telp. (0534) 34600 Fax. (0534) 34395 Kantor Kas Politeknik, Kampus Politeknik Negeri Jl. A. Yani No. 52, Telp. (0561) 583850 Kantor Layanan Syariah Bank Mandiri Pontianak-Sidas, Jl. Sidas No. 2, Pontianak, Telp. : (0561)7069797, Fax. : (0561) 763082

BANK BUKOPIN Cabang Jl. Ir. H. Juanda No. 55-56 Pontianak 78117 (0561) 745025 (Hunting) (0561) 734253 Cabang Pontianak Kal-Bar, Jl. Adi Sucipto Km. 7,5 (Gedung Kopkar Mekar PLN Wil Kal - Bar) Kabupaten Pontianak, Telp. 0561 722598, 0561 - 723158, Kantor Kas Adisucipto Jl. Sultan Muhammad No. 48, Pontianak 78117 , (0561) 730001/ 730077, (0561) 730132, Capem Sultan Muhammad

kali soal pembentukan panitia gawai, penjadwalan dan dana gawai. Semua peserta mengusulkan agar panitia gawai ditentukan lebih dini, sehingga tidak menggangu kinerja panitia yang instan seperti tahun sebelumnya. Kepala Dinas, Dishubkominfo dan Budpar Kabupaten Sekadau, yang diwakilkan Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Budaya, Isbianto, mengatakan dalam RPJMD kabupaten Sekadau 20102015 sudah diamanahkan Pemerintah Daerah memperhatikan asset-aset seni budaya Daerah di Kabupaten Sekadau. Dalam Program pihak Dishubkominfo dan Budpar sudah membuat program pengelolaan kekayaan budaya, pengelolaan dan pelestarian situs bersejarah, program pengembangan kesenian dan budaya daerah yang didanai dari APBD Kabupaten Sekadau dalam kurun waktu 5 tahun. “Salah satunya pengembangan Seni budaya itu dalam agenda Gawai Dayak yang mengangkat budaya tradisional, pelestaraian seni budaya, termasuk agenda FBBLK yang diadakan 2 tahun sekali. Ada juga Program pengembangan Destinasi pariwisata, Contohnya batu bertulis Nanga Mahap dan lainnya,” jelas Isbianto. Untuk itu Isbianto berharap Panitia Gawai Dayak kedepan bisa berkerjasama dengan Pemerintah Daerah di SKPD terkait soal penganggaran dana Gawai. “Kita harapkan pantia Gawai kedepan bekerjasama dengan kita dan SKPD terkait guna menyukseskan Gawai kedepan,” tandasnya.

BANK BTN CABANG PONTIANAK, Jl. Imam Bonjol No. 29 Pontianak 78123, Pontianak, Telepon: (0561) 740163 Fax: (0561) 740168 CABANG PEMBANTU JERUJU, Jl. Kom. Yos Sudarso No. 10, Jeruju Pontianak 78122, Telepon: (0561) 770567 Fax: (0561) 770567 KAS LAYANAN POS ONLINE PONTIANAK, Jl. St. A. Rahman No.49, 78116, Pontianak, Telepon: 0561-730641, 0561-730642, 0561730644 Fax: 0561-762146

Seminar Budaya Dayak yang digelar di Gedung Kateketik dalam agenda Gawai V Kabupaten sekadau 2013.// FOTO Bagus Kosminto/Borneo Tribune

Bulan Rahmadan, Jam Kerja Diperlambat Bagus Kosminto Borneo Tribune, Sekadau

BANK PERMATA Juanda KC, Jl. IR. H. Juanda No. 49-50 BB, Pontianak (781177), 0561-738323, 0561 -736411 Gajah Mada KCP, Jl. Gajah Mada no 69 C, Pontianak (78121), 0561747371, Tanjung Pura KCP, Jl. Tanjung Pura No. 370, Pontianak (78122), 0561764926

BANK BII KC Pontianak Jl. Tanjungpura No.20 (Pontianak) Telp. (0561) 39220

BANK MANDIRI

BANK BHI

Jl. I Gusti Ngurah Rai No. 2 , Humaera B (0561) 734247, 734147 Jl. Achmad Yani No. 3 - 3 A, (0561) 765010, 767993 Jl. Tanjungpura No. 110, (0561) 734464, 734752 Jl. Sidas No. 2 (0561) 734670, 747495, 733672

BANK MEGA

Cabang PONTIANAK, Jl. Imam Bonjol No.567 , Telp. (0561)-762838; Fax. (0561) -76290

KC PONTIANAK, Jl. H. Agus Salim No. 10 - 12, Telp. (0561) 739822, (0561) 749078

Drs. Yohanes Jhon, MM. FOTO Bagus Kosminto/Borneo Tribune

Sekretaris Daerah Kabupaten Sekadau Yohanes Jhon mengatakan, Pemkab Sekadau telah menetapkan jam kerja baru bagi PNS. Pemberlakuan jam kerja baru itu merupakan sikap toleransi bagi PNS yang menjalankan ibadah puasa bulan suci rahmadan 1434 H tahun 2013. “Jam masuk diperlambat menjadi jam 08.00 pagi, dan jam pulang pukul 15.00 sore,” kata Sekda dijumpai Senin lalu. Jam kerja itu akan diberlakukan sejak hari pertama puasa atau 10 juli kemarin. Pemkab Sekadau pun telah mengeluarkan

surat edaran terkait aturan itu kepada Satuan Kerja Perangkat Daerah di lingkungan Pemkab Sekadau. Selain pemberlakuan jam kerja baru, Pemkab Sekadau juga akan meniadakan apel Senin sebagai bentuk toleransi bagi PNS yang beragama muslim selama bulan puasa. “Ini kebijakan Pemda karena kita menghargai saudara-saudara yang berpuasa,” tambahnya. Meski demikian, Jhon tetap meminta agar kinerja PNS tidak terganggu selama bulan Ramadan. “Tugas harus tetap dijalankan seperti biasa,” tuntasnya.

Seorang ibu satu dari sekian banyak eserta mengayam ragak sedang sibuk menyelesaikan anyamannya dalam agenda lomba mengayam ragak (bakul) yang dirangkai dalam agenda lomba Gawai Dayak V Kabupaten sekadau, Kemarin.// FOTO Bagus Kosminto/Borneo Tribune


Jumat, 12 Juli 2013

Sintang-Melawi

Borneo T Tribune

9

Kasus Narkoba Serawai Terkesan Dipetieskan Endang Kusmiyati Borneo Tribune, Sintang MESKIPUN kasus narkoba Serawai sudah dua pekan berlalu, ironisnya hingga saat ini tak kunjung ada kejelasan untuk publikasi terkait proses penanganannya di Polres Sintang. Bahkan terkesan kasus tersebut sengaja dipetieskan. Pasalnya satu diantara ketujuh warga yang diamankan tersebut terdapat anak dari anggota Kepolisian Resort Sintang. Berangkat dari pengalaman, setiap ada penangkapan kasus narkoba yang

dilakukan oleh Polres Sintang, proses publikasinya cepat. Hari ini ditangkap keesokan harinya sudah digelar jumpa pers bersama para awak media. Namun berbeda dengan kasus narkoba Serawai ini. Setiap awak media mempertanyakan proses penanganan kasus narkoba Serawai tersebut, pihak kepolisian selalu berkilah bahwa sampai saat ini kasus tersebut masih dalam tahap pengembangan. "Sampai saat ini kita masih dalam proses pengembangan dan sampai hari ini sudah ada tiga kasus baru," ungkap Kepala

Satuan Reserse Narkoba Polres Sintang, IPTU. Agus Hasanudin saat dikonfirmasi Rabu (10/7). Agus mengakui saat ini Polres Sintang sudah menetapkan sebagian orang menjadi tersangka. "Kalau tersangka sudah ada. Salah satunya anak anggota Polisi itu tadi dan untuk masalah nama-nama besok kemungkinan akan kami publikasikan," terangnya. Dia menambahkan, alasan belum bisa dipublikasikan karena ketujuh tersangka yang sudah diamankan tersebut saat ini masih dilakukan pendalaman. "Kami terus melakukan

Bongkar Muat Semen Toko Sinar Baning

Rumah Warga Kecipratan Debu Semen Endang Kusmiyati Borneo Tribune, Sintang SALAH seorang warga Desa Baning, kota Sintang, Efendi mengeluhkan aktifitas bongkar muat semen milik Toko Bangunan Sinar Baning yang berada persis di samping rumahnya sehingga mengakibatkan debu semen betebaran masuk ke dalam rumah warga saat aktifitas bongkar muat berlangsung. Sudah pasti kondisi tersebut sangat mengganggu kenyamanan serta kesehatan warga yang berdomisili di sekitar toko tersebut. "Di samping rumah saya itu ada toko usaha bangunan. Di toko itu sering ada aktifitas bongkar muat semen. Jika ada bongkar muat tentu debunya akan beterbangan ke manamana. Itu sangat mengganggu kenyamanan bagi kami. Selain halaman depan rumah dipenuhi dengan debu semen, juga masuk ke dalam rumah," keluh Efendi, Rabu (10/7). Menurutnya, selain mengotori halaman dan rumahnya tersebut, debu yang ditimbulkan akibat bongkar muat semen tersebut juga sangat membahayakan masyarakat di sekitar. "Saya memiliki anak kecil. Kasihan kalau dia harus makan bercampur debu. Ini sangat membaha-

yakan. Ini bisa menimbulkan penyakit," tegas Efendi. Kejadian ini bukan tidak pernah disampaikan langsung ke pemilik toko bangunan tersebut. Bahkan pihaknya sudah berkalikali meminta pemilik toko untuk tidak melakukan bongkar muat dalam skala besar di toko sehingga tidak mengganggu masyarakat sekitar. Ironisnya hingga kini pemilik toko tidak terlalu menghiraukan keluhan masyarakat setempat. "Kalau sudah ada bongkar muat semen, rumah kami dipenuhi dengan debu. Pentilasi, jendela, teras rumah dipenuhi debu. Sebenarnya saya tidak usil dengan orang cari makan, tetapi jangan merugikan dong," tukasnya. Efendi menambahkan, permasalahan tersebut sudah pernah disampaikan kepada RT setempat. Namun sampai saat ini tidak ada tindak lanjut dari RT tersebut. "Kami tidak tahu harus menyampaikan kondisi seperti ini," timpalnya. Hal senada juga dikeluhkan oleh Sri Ningsih, salah seorang pedagang pakaian jadi yang tokonya terletak tidak begitu jauh dari Toko Bangunan Sinar Baning. Dia mengungkapkan, toko bangunan tersebut sering melakukan bongkar muat semen dalam skala besar. Saat ada bongkar muat, halaman rumah bersama de-

ngan teras rumahnya pasti kebagian debu semen milik Toko Sinar Baning tersebut. "Ya kalau debunya sih kadang sampai ke toko saya, makanya pakaian yang saya perjualbelikan ini terpaksa saya plastik agar tidak menempel langsung" keluhnya. Sementara itu, secara terpisah, pemilik Toko Bangunan Sinar Baning, Atung saat dikonfirmasi terkait keluhan masyarakat setempat mengatakan, permasalahan ini sebenarnya sudah pernah dibicarakan dengan saudara Efendi. Namun memang belum ada penyelesaian. "Saya sudah ngomong sama Pak Efendi dan sudah dicarikan solusi. Solusinya kami minta pentilasi dia ditutup. Dan lubang angin di sebelah belakang," ujar Atung. Atung menilai, masalah ini adalah masalah sepele. Pihaknya juga mengaku siap untuk membantu saudara Efendi untuk menutup pentilasi tersebut. Sementara itu, Kepala Desa Baning Kota, Dedi Kayung saat dikonfirmasi mengaku, baru mengetahui adanya permasalahan tersebut. "Belum lama ini sih ada RT mengatakan kepada saya. Tetapi kami kira ini permasalahan sepele. Keluhan warga tersebut akan segera kita tindaklanjuti," ucapnya. †

“ ”

Kami terus melakukan pengembangan

pengembangan," imbuhnya. Pihaknya mengaku kesulitan untuk menetapkan tersangka. Pasalnya penangkapan tersebut tidak dilakukan oleh Satuan Narkoba Polres Sintang. "Yang nangkap itukan anggota Polsek Serawai.

Kami hanya mendapat limpahan. Makanya kami sedang melakukan pemeriksaan. Siapa-siapa yang dijadikan tersangka nantinya," tukasnya. Agus yang pada saat dihubungi mengaku masih berada di Pontianak ber-

CUKUP banyak warga yang berada dikawasan pedalaman Kecamatan Belimbing tidak bisa mengikuti perekaman Kartu Tanda Penduduk Elektronik (eKTP). Namun dengan kebijakan pemerintah agar melakukan jemput bila langsung ke desanya, akhirnya 93 persen warga yang belum melakukan perekaman eKTP berhasil direkam. Seperti tiga dusun yang berada di Desa Balai Agas, Kecamatan Belimbing. Yakni Dusun Balai Agas, Dusun Lintah dan Pintas. Untuk menuju ke Desa Balai Agas dari pusat kota Kecamatan Belimbing, harus memakan waktu selama 7 jam perjalanan serta melalui medan jalan yang berat. Seperti berlumpur serta naik turun gunung. "Namun dengan kerja keras pegawai saya, maka semua bisa teratasi sehingga 93 persen dari jumlah warga

Itulah kendala dari masyarakat yang tidak bisa mengikuti perekaman saat itu. Kemudian kendala dari kita, yakni fasilitas yang kita gunakan bukanlah fasilitas khusus yang digunakan secara online, melainkan secara offline yang harus melakukan perekaman e-KTP sebanyak 1600 jiwa, kini sudah terekam," ujar Camat Belimbing, Aji Kuswara, barubaru ini. Meskipun demikian, masih ada sekitar seratus jiwa lagi yang belum melakukan

perekaman e-KTP. Sebab tidak memiliki Kartu Keluarga (KK). Kemudian tidak terdaftar karena terjadinya perubahan nomor NIK dari yang lama ke yang baru sekarang ini. "Itulah kendala dari masyarakat yang tidak bisa mengikuti perekaman saat itu. Kemudian kendala dari kita, yakni fasilitas yang kita gunakan bukanlah fasilitas khusus yang digunakan secara online, melainkan secara offline," jelasnya. Aji mengharapkan, penyediaan fasilitas khusus untuk jemput bola ke daerah yang sangat jauh di pedalaman bisa dikeluarkan. Misalnya, seperti fasilitas mobile endromen yang memang khusus untuk pelayanan berjalan secara online. "Kemudian kita juga berharap pihak Disdukcapil bisa memberikan pelayanan jemput bola pula dalam pelayanan pembuatan KK. Sebab masih banyak warga yang berada di pedalaman belum memiliki KK," bebernya. †

Polres Sintang selama ini tidak pernah membeda-bedakan hukum. Meskipun satu diantaranya adalah anak anggota Polisi. Namun pihaknya tetap tidak akan membeda-bedakan dalam menangani suatu kasus. †

Petasan Berdaya Ledak Tinggi Dirazia Polisi

Eko Susilo Borneo Tribune, Nanga Pinoh GUNA memberikan kenyamanan bagi umat Islam dalam menunaikan ibadah selama bulan suci Ramadhan, pihak kepolisian semakin memperketat pengawasan terkait penjualan petasan di Kabupaten Melawi, terutama petasan yang berdaya ledak tinggi. Kamis (11/7), Kepolisian Sektor Nanga Pinoh Resort Melawi merazia sejumlah lapak yang berjualan petasan di kawasan kota Nanga Pinoh. Alhasil, sejumlah petasan yang diduga memiliki daya ledak tinggi langsung diamankan petugas. "Yang paling kita khawatir adalah pembeli petasannya masih anak-anak. Apalagi, jika petasan yang dibelinya itu berdaya ledak besar tentu akan membahayakan sekali jika tanpa pengawasan orang tua," tegas Kapolsek Nanga Pinoh, AKP. Dwi Eyki. Perwira muda polisi dengan tiga balok di pundaknya ini mengimbau, kepada seluruh pedagang petasan untuk lebih bijak dalam berjualan petasan, terutama bagi pembeli yang dinilai masih tergolong anak-anak. "Yang jelas, kita masih bersifat persuasif bagi para pedagang petasan. Tapi, jika masih tetap membandel menjual petasan yang berdaya ledak besar tentu

Razia Petasan, aparat Kepolisian Sektor Nanga Pinoh Resort Melawi melakukan razia terhadap sejumlah lapak yang berjualan petasan di kawasan Pasar Kota Nanga Pinoh, Kamis (11/7). FOTO: Eko Susilo/Borneo Tribune akan kita tindak tegas. Kita juga sudah mencatat semua nama pedagang petasan yang beroperasi di kota Nanga Pinoh serta jenis petasan yang mereka jual," lugasnya. Sementara itu, Mulyadi salah seorang pedagang pe-

tasan mengaku menyambut baik razia yang dilakukan oleh Kepolisian Resort Melawi, melalui Polsek Kota. Namun demikian, dirinya mengharapkan kepada pihak kepolisian untuk tidak menutup usaha penjualan petasan mereka se-

Bhatoegana Akui Ada Pembagian Uang

93 Persen Warga Belimbing Sudah Terekam e-KTP Eko Susilo Borneo Tribune, Nanga Pinoh

janji setelah nantinya dilakukan pemeriksaan, Polres Sintang akan secepatnya mempublikasikan kasus tersebut. "Setelah semua selesai, tetap kami informasikan," ujarnya. Agus menambahkan,

JAKARTA- KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami dugaan aliran dana korupsi proyek Hambalang ke kongres Partai Demokrat di Bandung 2010 silam. Uang itu digunakan untuk memenangkan salah satu calon Ketua Umum Partai Demokrat. Menurut ketua DPP Partai Demokrat, Sutan Bhatoegana, yang ketika itu menjadi tim sukses ketua umum terpilih Anas Urbaningrum, memang ada bagi-bagi uang dalam kongres tersebut. "Kalau di Bandung ada bagi-bagi uang di DPC, tapi karena saya enggak lihat, saya enggak tahu besarannya. Saya tahu dari orang, bisik-bisik semua. Saya juga bilang ke Nazar (Muhammad Nazarudin, mantan Bendahara Umum Partai Demokrat), enggak usah pakai ginian," kata Sutan di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (11/7/2013). Sutan menegaskan, mengaku tidak

tahu soal adanya money politic dari calon peserta kongres lainnya, seperti Andi Mallarangeng. Sebab, dia hanya berfokus pada calon yang dia dukung. "Itu omongannya Nazar, saya enggak tahu. Kan Nazar memang ada masalah, saya enggak tahu," kata dia. Sutan juga mengaku tidak tahu soal dana yang digunakan untuk penyelenggaraan Kongres. Padahal, disebutkan Nazaruddin, ada dana BUMN yang mengalir dalam Kongres itu. Sutan hanya memastikan, dana yang digunakan dalam kongres itu adalah dana yang halal dan bukan berasal dari uang rakyat. "Saya kira dimana-mana, untuk jadi ketua OSIS pun ada sponsornya. Sepanjang dana itu halal bukan uang rakyat. Kalau saya ketum, ada yang simpati dan nyumbang, apa salah, yang salah itu kalau dana haram," ujarnya. (okezone) †

lama bulan Ramadan. Lantaran usaha tahunan tersebut menjadi ladang rezeki tambahan bagi mereka untuk menafkahi keluarga. Terlebih saat ini kebutuhan hidup yang semakin tinggi akibat naiknya harga BBM. "Selama ini kita juga ti-

dak sembarangan dalam menjualkan petasan. Jika ada anak-anak yang ingin membeli petasan berdaya ledak cukup besar, tidak kita izinkan. Kita sarankan membeli petasan kecil ataupun hanya kembang api saja," ujarnya. †

Emir Moeis Akhirnya Ditahan KPK JAKARTA - KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Ketua Komisi XI DPR RI, Izerdik Emir Moeis, terkait penyidikan kasus proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tarahan Lampung. Dia digelandang menuju Rumah Tahanan Militer Guntur, Jakarta Selatan, setelah diperiksa selama lima jam lebih sebagai tersangka penerima suap Rp 2,8 miliar. Emir keluar dari Gedung KPK, Jakarta Selatan, pukul 16.00 WIB, Kamis (11/7/2013). Tampil dengan menyelempangkan baju tahanan, karena kekecilan untuk ukuran tubuhnya yang tambun, Emir segera menuju mobil tahanan tanpa mau memberi komentar sedikit pun. Emir akhirnya ditahan KPK setelah menjalani pemeriksaan perdana sebagai tersangka. Namun, dia baru diperiksa setelah setahun lebih ditetapkan sebagai tersangka. Sejak ditetapkan menjadi tersangka pada 26 Juli 2012, KPK belum pernah memeriksa Emir Moeis dengan dalih proses penyidikan menjadi cukup rumit karena dilakukan di Amerika Serikat. Sebelumnya, PT Alstom Indonesia diduga memberikan suap kepada Emir sebesar Rp 2,8 miliar. Uang itu diduga keras sebagai pelicin untuk memuluskan pembangunan proyek PLTU Tarahan pada 2004. Kasus korupsi PLTU Tarahan terungkap setelah KPK berhasil mengembangkan kasus proyek CISRISI di PLN Distribusi Jakarta Raya (Disjaya) Tangerang yang menjerat Eddie Widiono. Emir disangka melanggar Pasal 5 Ayat (2), Pasal 12 a dan b, Pasal 11 dan atau Pasal 12 D UndangUndang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001. (okezone) †


Jumat, 12 Juli 2013

Panwaslu Kapuas Hulu Seleksi Panwascam

Kapuas Hulu

Timotius Borneo Tribune, Putussibau

SAAT ini Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Kapuas Hulu sedang melaksanakan seleksi bagi anggota Panwas kecamatan. Perekrutan yang dilaksanakan sejak 23 Juni hingga 3 Juli 2013 ini diikuti sebanyak 117 orang calon Panwascam, yang kemudian akan diseleksi hingga 69 orang Anggota Panwascam. "Kita akan umumkan hasil seleksi ini pada hari Sabtu tanggal 13 Juli 2013, dan rata-rata calon Panwascam ini ada keterwakilan dari 23 Kecamatan yang ada di Kapuas Hulu," jelas Ketua Panwaslu Kabupaten Kapuas Hulu, Sabni kepada Borneo Tribune, Rabu (10/7) kemarin. Dipaparkan Sabni, sebanyak 117 calon Anggota Panwascam tersebut telah memenuhi beberapa tahapan dengan sejumlah persyaratan seperti, warga Negara Indonesia, tidak pernah terlibat Pidana, berusia minimal 25 tahun dan minimal tamatan SLTA dan tidak terlibat dalam Partai Politik. Sebagai Ketua Panwaslu, Sabni menghimbau agar siapapun dari 117 calon Panwascam yang akan disaring hingga 69 orang Anggota Panwascam ini, diminta untuk menjalankan tugasnya sesuai aturan yang berlaku, dan tetap menjaga independen dalam melaksanakan tugas dan fungsinya, tanpa tekanan dari manapun juga. "Para Anggota Panwascam ini rencananya akan segera dilantik pada tanggal 14 Juli 2013,agar lancar dalam menjalankan tugas kami

RATUSAN masyarakat Kota Putussibau dan sekitarnya memadati tempat pengobatan gratis yang diselenggarakan Majelis Agama Tionghua Indonesia (MAKIN), pengobatan gratis ini dilaksanakan di Gedung Pemadam Kebakaran Yayasan Bakti Suci, dengan mendatangkan tiga orang dokter umum, atas kerjasama MAKIN dengan Dinas Kesehatan, Apotik Sentosa dan Yayasan Bhakti Suci. "Kita laksanakan pengobatan gratis ini dalam rangka Hari Jadi Pekong Kota Putussibau, sehingga kita melaksanakan kegiatan untuk membantu masyarakat yang tidak mampu, "kata Ketua MAKIN Kapuas Hulu, Chin Liat Pin, kepada Borneo Tribune, disela-sela pengobatan gratis di Yayasan Bhakti Suci di ja-

FOTO Timotius/Borneo Tribune

mohon doa dan dukungan semua pihak, sehingga fungsi pengawasan benar-benar kita laksanakan hingga kelapisan kecamatan di wilayah Kapuas Hulu," pungkasnya. Terkait dengan proses seleksi Panwascam yang dilakukan Panwaslu Kapuas Hulu, Pemerhati Pemilu, Yanto (47) menegaskan agar tiga anggota Panwaslu Kabupaten Kapuas Hulu melakukan seleksi dengan benar, karena disinyalir isu yang berkembang di masyarakat mereka yang akan jadi nanti ini adalah jatah masing-masing anggota yang sekarang akan melakukan proses seleksi. "Kita berharap agar isu yang berkembang di masyarakat ini tidak jadi kenyataan. Karena itu, seleksilah dengan benar. Ikuti aturan proses rekruitmen sesuai dengan peraturan Bawaslu. Kita berharap anggota Panwascam yang berkinerja buruk pada pemilu sebelumnya, jangan diangkat kembali. Jika pada pengawasan dibutuhkan tenaga pengawasan, namun pengawasnya malah pergi ke luar kota dan yang kerja anggota lainnya, orang seperti ini jangan lagi di rekrut," tegas Yanto. †

10

MAKIN Gelar Pengobatan Gratis

Timotius Borneo Tribune, Putussibau

Sabni Ketua Panwaslu Kapuas Hulu

Borneo T Tribune

Pasien menjalani pemeriksaan petugas kesehatan saat pengobatan gratis yang diselenggarakan oleh MAKIN Kapuas Hulu. FOTO: Timotius/Borneo Tribune

lan Kom Yos Sudarso, Kamis (11/7). Menurut, Chin, pengobatan gratis seperti ini akan terus dilaksanakan, sebab banyak masyarakat yang tidak mampu, sehingga diharapkan kegiatan tersebut dapat membantu masyarakat Kapuas Hulu. Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas Hulu H. Harisson mengatakan bahwa sangat mendukung kegiatan pengobatan gratis tersebut, sebab itu salah satu program Dinas Kesehatan dalam membantu masyarakat secara umum. "Program kita menyehatkan masyarakat terutama masyarakat yang tidak mampu, oleh karenanya pengobatan gratis seperti ini selalu kita dukung dengan mengirimkan tenaga medis bahkan dokter, harapan kita masyarakat bisa terbantu," jelasnya. †

Miras Hasil Pekat Dimusnahkan di Polda Timotius Borneo Tribune, Putussibau SEBANYAK 27 jerigen Minuman Keras (Miras) jenis arak putih akan dimusnahkan langsung di Polda Kalimantan Barat. Miras tersebut terjaring saat operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) yang dilaksanakan selama 14 hari menjelang bulan Puasa dengan pelaksanaan razia secara rutin oleh Polres Kapuas Hulu disejumlah tempat hiburan

malam, hotel dan beberapa kost. Kasat Narkoba Polres Kapuas Hulu AKP Abdullah Syam mengatakan 27 jerigen arak putih tersebut merupakan hasil dari operasi Pekat, selain ini selama operasi Pekat juga telah terjaring 2 kasus Narkoba yang saat ini masih dalam proses hukum. "Sebenarnya bukan hanya miras dan Narkoba saja yang masuk dalam operasi Pekat, namun untuk prostitusi, premanisme

dang geng motor tidak kita temukan selama operasi Pekat berlangsung. Sedangkan untuk 27 Jerigen arak putih sudah kita kirim ke Polda Kalbar untuk dimusnahkan disana," jelas Syam kepada Borneo Tribune, Rabu (10/7) kemarin.

Meskipun Operasi Pekat telah berakhir, namun untuk kegiatan Rutinitas menurut Syam, akan terus dilaksanakan selama bulan puasa, pengamanan sejumlah pasar juadah, terminal dan lalu lintas. Untuk itu dirinya menghimbau kepada seluruh

masyarakat Kapuas Hulu agar tetap menjaga keamanan dan ketertiban (Kamtibmas) di wilayah Kapuas Hulu selama bulan puasa. "Kita akan terus melaksanakan kegiatan rutinitas baik itu partoli hingga pelaksanaka kegiatan lain-

nya selama bulan puasa, yang jelas mari kita samasama menjaga Kamtibmas agar tetap kondusif, apalagi selama bulan suci ini sehingga pelaksanaan ibadah puasa bisa berjalan aman, nyaman dan lancar," tandasnya. †

PT. BUMI BORNEO CEMERLANG

Distributor Aspal Shell (Drum) Pen 60/70, Berat Bersih : 154 Kg Suasana pasar Juadah di simpang empat Jembatan Kedamin Kecamatan Putussibau Selatan, diserbu warga khususnya umat muslim yang mencari menu untuk berbuka puasa. FOTO: Timotius/Borneo Tribune

Cari Menu Berbuka

Pasar Juadah Kedamin Diserbu Warga Timotius Borneo Tribune, Putussibau ARUS kendaraan Kota Putussibau dihari pertama puasa berbeda dengan harihari biasanya, warga kota putussibau dan sekitarnya

lalu lalang khususnya umat muslim yang menjalankan ibadah puasa, bahkan pasar Juadah disimpang empat Kedamin Kecamatan Putussibau Selatan diserbu warga yang mencari berbagai makanan dan minuman untuk berbuka puasa.

Gallery

Kerawing Menerima pesanan & menjual : hasil tenunan daerah/ kerajinan, berupa pakaian adat, anyaman dan lukisan Putusibau SISKA Hp. 081257159998

Pantauan Borneo Tribune jajanan untuk berbuka puasa ini bermacam-macam mulai dari Kerupuk Basah, berbagai jenis kue gorengan, minuman, kelapa muda dan sejumlah keperluan berbuka puasa lainnya. Tidak hanya terdapat di simpang empat kedamin namun para pedagang yang berjualan juga terdapat disejumlah titik Kota Putussibau. "Alhamdulillah, dengan adanya pasar juadah kita merasa terbantu, tidak perlu repot-repot lagi mencari makanan atau minuman untuk berbuka, kita langsung datangi saja para pedagang ini dan kita pilih apa yang kita mau untuk

menu buka puasa," ungkap Yayat (30) warga Kota Putussibau kepada Borneo Tribune, sore Rabu (10/7) kemarin. Sementara itu, Rusmansyah salah satu pedagang dipasar juadah bahwa dihari pertama puasa tersebut barang dagangannya sangat laris. Dan menurutnya bulan suci ramadhan ini benar-benar bulan penuh berkah. "Selain bisa mempermudah bagi umat yang menjalankan puasa, melalui ini juga salah satu jalan mencari rejeki,dan ini benarbenar bulan berkah,semoga amal ibadah kita selama puasa ini diterima Allah," jelasnya. †

IKLAN BARIS

DIJUAL

Telp. 0561-577868 Jl. Gaj ahma da N o. 3 P ont ianak Gajahma ahmada No Po ntianak Email: aria_tur@yahoo.com Penerbangan Pontianak - Jakarta BATAVIA : 5x penerbangan dalam sehari ( z07.05 z07.55 z11.10 z14.35 z16.00 ) SRIWIJAYA : 4x penerbangan dalam sehari ( z07.00 z07.55 z11.55 z15.50 ) LION AIR : 3x penerbangan dalam sehari ( z07.30 z11.35 z15.30 )

GARUDA : 3x penerbangan dalam sehari ( z08.00 z12.55 z17.35 ) Penerbangan PTK - JOGJA & PTK - SURABAYA BATAVIA : 1x penerbangan dlm sehari (pukul : 14.45)

Tanah Kavling lokasi strategis, siap bangun di Perbatasan Sungai Raya Dalam - Punggur Kecil (lurus Paris2), SHM - aman / tidak bertimpa, dll. Tersedia 62 kavling 10 x 20 m2 (25jt cash), 8 kavling Ruko 5 x 40m2 (50 jt cash). Untuk kredit DP 5jt, sisanya diangsur 36-42 bulan. Hanya 5 Km dari Jl.Ayani 3 dan pinggir jalan raya Paris - Parit Buluh.

Dijual Bangunan Dijual cepat eks. kantor, sertifikat, 2 lt, Jl. Nurali No. 2, Hub. 081384151188 tnp perantara.

Langganan Koran Ingin berlangganan Harian Borneo Tribune di daerah, hubungi: Biro Kubu Raya: Aldi (08971600688)

Berminat Hubungi :

Biro Mempawah: Johan Wahyudi (085654587038).

0812 5710 225

Biro Sambas: Amrul Ambiya (Kontributor/Pemasaran) (085245527602).

Biro Bengkayang: (085245247955).

Mujidi

Biro Landak: Yohanes Ngalai / Pemasaran (085822062880). Biro Sanggau: (085245904505).

Ratnasari

Biro Melawi: Eko Susilo (081256452946) Biro Sekadau: Bagus Kosminto (085245743683). Biro Sintang: Endang Kusmiyati (08524-5006757) Biro Kapuas Hulu: (085654585775) Biro Ketapang: (08971600688)

Biro Kayong Utara: Abdul Khoir (081345154592)

Taxi

Service Mobil

CV. TEGAR PRATAMA TRANSPORT Melayani Antar Jemput Penumpang Jl. Kalimantan No. 24B 0562-640029/ 641366 SINGKAWANG Jl. Imam Bonjol Gg. Tnjng Sari No. 36 0 5 6 1 - 7 4 7 2 11 / 7 4 9 0 2 5 PONTIANAK

SUTOYO MOTOR. Service, Tune Up, Las/Cat Mobil. Jl. Letjen Sutoyo No. 11 Telp. 743690 Ptk

Kost Gallery Kost. Menerima Pria & Wanita Fasilitas Air & Listrik dan lain-lain. Jl. Diponegoro No. 9 Telp. 0562-3320424 SKW

Herdi

Iklan Baris:

Aldi

1 baris / hari Rp. 6.000,-

INNOVASI TAXI. Melayani Antar Jemput. Jl. Tua Pekong No.24 Singkawang, (0562)3309800, Jl. A. Yani (RM. Bertagis) Pontianak Telp. (0561) 7015100, (0561) 7157000


Teras Borneo T Tribune

Jumat, 12 Juli 2013

11

lntel Kodam Tangkap 12 Ton Barang Ilegal Achmad Mundzirin Borneo Tribune, Pontianak

Sampah yang menumpuk dan berserakan di Jalan Lumbang, Simpang Tiga Tugu Lingkar Kecamatan Sambas, Kamis (11/7), yang dibuang oleh oknum tak bertanggungjawab yang menyebabkan aroma tidak sedap sehingga terpasang plang yang bertuliskan dilarang membuang sampah di jalan ini tertanda masyarakat Lumbang. Foto Amrul/Borneo Tribune

Max Nico kini menetap di Belanda,” ungkapnya. Kondisi kesehatan Sultan agak kurang baik, karena ada gangguan pada bagian kakinya. “Jika saya fit, pasti hadir. Namun jika berhalangan, ada Putra Mahkota yang mewakili saya,” imbuhnya. Karya Hamid juga terkoleksi di Istana Qadriyah. Salah satunya adalah stempel Garuda. “Stempel itu diserahkan oleh Max Nico saat berkunjung ke Istana,” tegasnya. Bukti nyata bahwa Sultan Hamid II sebagai perancang Lambang Negara semakin kuat dan tak terbantahkan. “Prediksi

saya setelah buku diluncurkan nanti akan semakin banyak bukti-bukti sejarah bermunculan,” ungkap peneliti Lambang Negara, Turiman Fachturrahman Nur. Max Nico saat mengetahui kisah hidup ayahnya akan dibukukan merasa haru. Air mata menggelantung di pelupuk matanya. “Tulislah tentang ayah saya selengkap-lengkapnya. Saya tahu beliau banyak sekali berkorban. Ia cinta Indonesia,” tegasnya. Sementara itu di PCC kondisi peluncuran buku sudah paripurna. Tak urung baliho besar pun terpampang di kawasan Bundaran Untan. *

Pasar Tahunan Yang Menghiasi Kota an berbuka puasanya adalah para remaja mesjid, namun karena semakin menarik dan berkembang, pasar juadah ini pun semakin membanjiri Kota Pontianak. “Banjirnya pasar Juadah Kota Pontianak setiap Bulan Ramadan, karena ada perkembangan zaman. Ada kelompok masyarakat yang membuat pasar juadah, jadi tidak lagi di Mesjid maupun di Surau. Sekarang di mana-mana sudah ada. Jadi ada panitianya, kemudian masyarakat mendaftar sebagai pedagang. Ini hal, sudah tidak bisa dihilangkan setiap tahunnya. Pasar Juadah ini dapat disebut Pasar Tahunan atau Pasar Musiman,” jelas Ana. Pasar Tahunan atau Pasar Musiman ini bukan hanya menyajikan hidangan berbuka untuk masyarakat, melainkan membantu masyarakat, karena masyarkat yang sangat sibuk, tidak perlu khawatir

untuk mendapatkan hidangan berbuka puasa, karena cukup keliling di Kota Pontianak, masyarakat yang sibuk sudah bisa mendapatkan hidangan berbuka. Pasar tahunan merupakan suatu wadah atau tempat membantu masyarakat yang pengangguran untuk dapat bekerja, karena bukan hanya orang yang menganggur menjadi pedagang di pasar juadah, melainkan orang yang sudah mapan atau pun memiliki pekerjaan juga menyempatkan diri untuk menjadi pedagang juadah. “Saya berjualan di pasar juadah ini, karena untuk mengisi waktu saya yang kosong, jadi pasar juadah ini dapat dimanfaatkan, karena selain mendapatkan keuntungan, waktu yang kosong kita juga dapat terisi,” ungkap seorang Ibu Rumah Tangga yang berkehidupan mapan. Dikatakannya, Ia tidak

sal dari Kuching Malaysia yang hendak di bawa ke PT. Gunung Benua di Kalimantan Barat. “ Kami sudah menerima penyerahan dari Intel Kodam, yakni berupa 12 ton barang ilegall, dengan jenis bawang dan kubis dengan berat masing- masing enam ton, dan ketahui bawang dan kubis ini pun berasal dari Kuching dan hendak dikirim ke PTK Gunung Benua di Kalimantan Barat, namun sampai saat ini kita masih menyelidiki kasus ini, dan semua pihak terkait akan kita panggil,” ungkap Kasi Karantina Tumbuhan Kota Pontianak. Lebih jauh lagi Kasi Karantina Tumbuhan mengatakan, sampai saat ini supir masih menjalani pemeriksaan intensif terkait bawang dan kubis yang dibawa sang supir dari Malaysia untuk sebauh perusahaan yang ada di Kalbar, dan nantinya juga akan dikembangkangkan dari pemeriksaan tersebut. Sementara itu ketika wartawan hendak menkonfirmasi sang supir yang diamankan, sang supir menolak untuk diwawancarai. †

duhan kepada Sultan Hamid II, berontak kepada negara itu maknanya, ingin menyerang Sidang Kabinet RIS begitu tuduhannya, tanggal 21 Januari 1950 itu waktunya. Tesis lolos bernilai baik, semua argumentasi disusun apik, tuduhan primer Mahkamah Agung jungkir-balik, tidak terbukti benar dan resik. Konon pula kicauan Persadja, di buku Peristiwa Sultan Hamid II, yang ditulis tahun 1953, rekayasa politik sudahlah nyata. Adakah jaksa membukukan dakwa dan pengakuan, itu bukti: hukum tak jalan, sengaja dicetak: fitnah disebarkan, untuk menghancurkan kharisma Sang Sultan. Peradilan pastilah tidak sempurna, bisa dinilai oleh yang pandai membaca, sengaja diatur dengan tekanan terencana, oleh manusia-manusia yang aniaya. Akan halnya tesis Anshari Dimyati, diakui kebenarannya di kalangan akademisi, seharusnya Sultan Hamid II bebas murni, namun kezaliman menggiringnya ke dalam bui. Adapun Anshari Dimyati, adalah putra Kalbar sejati, usia 25 tahun dia kini, pemuda cemerlang bersih bestari. Tanggal 30 Maret 1978 Sultan Hamid II telah berpulang, namun karya

baktinya tetap menjulang, walau namanya ditutup orang, negatifnya saja selalu dibilang. Begitulah pengorbanan pahlawan sejati, tak ingin menonjol meninggikan diri, tak diingat orang beliau tak iri, yang penting bakti telah diberi. Bakti bukan untuk mengais rezeki, apalagi untuk mencuri-korupsi, memaknai hidup lebih berarti, rezeki ada di tangan Ilahi. Di dalam bui beliau tabah, berpisah dengan keluarga beliau pasrah, jiwa pun tidak menjadi gundah, beribadah mengingat Allah lebih berfaedah. Kebenaran sejati bukan di mahkamah manusia, sebah manusia makhluk yang leta, hukum bisa diputar-balikkannya, kebenaran hakiki Allah pemutusnya. Kami mengingat kelahiran putra bangsa, putra Kalbar yang pernah menderita, nasab dan martabatnya sangat mulia, namun raja hidup di penjara. Tuduhan zalim sudah terbukti, jungkir-balik di mahkamah akademisi UI, masih adakah yang berkeras hati, tak menerima kenyataan ini? Sultan Hamid II putra Kalbar ini, ternyata tokoh nasional sejati, pun perancang lambang negeri, IndonesiakuIndonesiamu – tempat kita berdiri. (Penulis adalah wartawan senior dan budayawan Kalbar).

Seabad Kelahiran Sultan Hamid II

Stempel Garuda Disimpan Pontianak Timur. Apa kenangan terindah Sultan VIII Qadriyah Pontianak, Sultan Abubakar Alqadrie? Diakuinya adalah lambang negara karya pamannya tersebut, yakni Elang Rajawali Garuda Pancasila. Tampil sederhana dengan menggunakan kain plekat motif kotak-kotak, Sultan bercerita panjang lebar tentang kehidupan Hamid yang penuh dedikasi dan prestasi. Ia mengakui bahwa usianya dengan putra Sultan Hamid, Max Nico hanya terpaut beberapa tahun. “Hampir sama usia kami. Dan Max Nico dikhitan di depan pintu Istana Qadriyah. Namun

Intel Kodam XII Tanjung Pura berhasil mengamankan 12 Ton barang – barang ilegal asal Negara Malaysia yang dimuat dalam satu unit Truk Fuso. Truk ini berisi enam ton bawang merah dan enam ton kubis. Barang ini di bawa ke Indonesia dengan tujuan Kota Pontianak tidak memiliki dokumen lengkap, Kamis (11/7) kemarin pagi. Selain berhasil mengamanakan Truk Fuso, Intel Kodam juga berhasil mengamankan supir truk, saat ini barang bukti beserta supir sudah diserahkan ke Karantina Kota Pontianak, guna diproses hukum lebih lanjut. Bahkan, berdasarkan informasi masyarakat ada tiga truk yang berangkat dari Malaysia ke Kota Pontianak membawa barang yang sama, dan diduga masuknya bawang dan kubis ilegal ini dimanfaatkan oknum ketika sembako di Indonesia mengalami kenaiakan harga. Berhasilnya Intel Kodam dalam melakukan penangkapan ini pun, berawal dari informasi yang diberikan

masyarakat, ada tiga truk yang membawa bawang dan kubis ilegal melalui Jalan Trans Kalimantan, informasi itu pun langsung diselidiki angota intel kodam, dan ternyata benar terlihat Truk Fuso yang melintas, ketika dihentikan dan dilakukan pemeriksaan, isinya Truk Fuso enam ton bawang dan enam ton kubis, kemudian langsung diamankan oleh Intel Kodam, karena tidak memiliki dokumen yang sah. “Kami berhasil melakukan penangkapan serta pengamanan supir dan truknya. Berawal infomasi dari masyarakat, kemudian diselidiki dan ternyata benar terdapat satu Truk Fuso yang melintasi Jalan Trans Kalimantan, dan ketika kita lakukan pemeriksaan ternyata benar,” ungkap seorang anggota Intel Kodam. Sementara itu Kasi Karantina Tumbuhan Kota Pontianak, Subur PS membenarkan, bahwa pihaknya telah menerima penyerahan barang bukti berupa 12 ton barang ilegal, yakni terdiri dari enam ton bawang dan enam ton kubis, di mana bawang dan bus ilegal ini bera-

perlu merasa malu untuk menjadi seorang pedagang juadah walaupun kehidupannya sudah mapan, karena untuk menjalankan aktivitas yang positif siapa pun boleh melakukannya, apalagi pasar juadah ini merupakan Pasar Tahunan atau Musiman, jadi setiap bulan Ramadan saja ia berdagang. Sementara itu penyiapan pasar juadah di Kota Pontianak, yakni adalah yang dua bulan dan satu bulan sebelum Ramadan, sejumlah panitia pun mendirikan tenda, membuat meja serta lapak untuk para masyarakat yang ingin mendaftar sebagai pedagang, di mana ada harga per meja yang ditetapkan panitia untuk pedagang dalam kurun satu bulan berjualan di pasar juadah. “Untuk berdagang disini, saya harus mengeluarkan uang beberapa ratus ribu saja, kemudian saya berjualan selama satu bulan,” ucap Yas seorang pedagan juadah di Sungai Jawi. Sementara itu pasar juadah setiap Ramadan ini pun, terlihat ramai pengunjungnya sejak pukul 15.00 hingga 17.50, dan pandangan semarak meriahnya Ramadan seperti ini dapat dilihat di Kota Pontianak setiap tahunnya, karena ini merupakan pasar tahunan atau musiman yang menjadi ciri khas mengisi Ramadan di kota Khatulistiwa.

celaka, sejak zaman dahulu kala, semua cara dihalalkannya, sejarah pun bisa diubahnya. Sejarah bisa diubahnya, fitnah bisa diadaadakannya, nama orang bisa dihapuskannya, jasa orang tak lagi dikenangnya. Sultan Hamid II ditangkap rezim Orde lama, tanggal 5 April 1950 dinihari pukul 03.00, di Hotel Des Indes di Jakarta, hingga tahun 1958 beliau dipenjara. Tanggal 16 Januari 1962, ditangkap lagi oleh rezim yang sama, di Jalan Teuku Cik Di Tiro kota Jakarta, pukul 04.00 dinihari beliau dibawa. Tahun 1966 tatkala Orde Baru yang berkuasa, tahanan-hukuman politik dibebaskan semua, Sultan Hamid II termasuk di dalamnya, politikus dan wartawan banyak pula. Di zaman Orde Lama, 12 tahun Sultan Hamid II dipenjara, itu bukanlah sedikit masa, duka derita beliau terima semua. Tatkala jasad telah dimakamkan, di Batulayang beliau berdekatan, dengan para keluarga dan sultan, sejarah mulai timbul ke permukaan. Uun Mahdar seorang mahasiswa, di Universitas Pajajaran dia berada, mulai meneliti dan menyelia, Garuda Pancasila siapa pembuatnya. Ia dibimbing Profesor Soemantri, Bagir Manan sebagai penguji, skripsi diteliti lalu diuji, ia lulus tanpa diragui. Intelektual muda lain mulai mencungkil, mencari fakta di tebaran kerikil, Turiman mahasiswa UI yang terampil, nak menyusun tesis: demam menggigil. Anak Pontianak yang sederhana ini, mendapat ide dari kawan senegeri, namanya Max Yusuf Alkadri, untuk menulis sejarah lambang RI. Garuda Pancasila siapa tak kenal, lambang negara berfalsafah handal, namun siapa perancang yang original, sosok yang nyata tidak dikenal. Ada yang bilang Muhammad Yamin, namun keabsahannya tidak terjamin, Basuki Resobowo kata yang lain, namun tak ada pula tukang amin. Turiman dan Max Yusuf Alkadri, teringat pada Sultan sendiri, fakta awal lalu dicari, kepala menaning tapi keras hati. Bukti dan dokumen lalu disisir, ke museum-arsip dan para pemikir, termasuk ke Mas Agung mereka mampir, muslim Tionghoa ahli zikir. Dari Mas Agung bukti didapat, walau dari dokumen yang sudah terlipat, dari Kerajaan Sintang diperoleh bukti kuat, fakta dan dokumen jadi berkebat-kebat.

Bung Hatta menjadi saksi, manusia jujur-bersih-terpuji, dalam tulisan yang tahan uji, beliau bersaksi dan beralibi. Dengan bukti berkebat-kebat, absah sudah perancang garuda didapat, bukan orang jauh dari Gujarat , Sultan Hamid II perancang yang tepat. Untuk menyusun tesis sejati, perancang Garuda Pancasila yang asli, Turiman perlu dana sepundi, kemana pula duit hendak dicari. Berkomunikasi keduanya dengan sahabat dekat, Redaktur APPost yang sangat erat, untuk mencari cara yang tepat, Turiman disuruh membuat surat . Surat Pembaca untuk dimuat, isinya mohon bantuan kerabat-sobat, gayung bersambut sangatlah cepat, Yayasan Bhakti Suci siap dan cekat. FX Asali anak negeri, penasihat Yayasan Bhakti Suci, ketua Halim Irejo alias AO diomongi, untuk membantu mahasiswa senegeri. Bhakti Suci bukan cuma untuk orang mati, yang hidup nak buat tesis pun ikut diberi, mendukung marwah negeri sendiri, akhirnya tesis lolos dan tahan uji. Profesor-Doktor di Universitas Indonesia, mengakui kebenaran paparan yang ada, tiada cacat dan tiada cela, tesis yang hebat sejarah dibuka. Secara akademis kebenaran diakui, Sultran Hamid II perancang lambang RI, pelukis Dullah yang menyempurnai, diperintah Bung Karno penggemar seni. Kata Bhinneka Tunggal Ika, itu Bung Karno yang mereka, inti filosofis yang ada di dalamnya, wajah berbeda satu saudara. Bertahun tesis Turiman bergema, namun hanya di media Kalbar saja, orang luar seperti memekakkan telinga, ataukah tak mau peduli akan adanya. Hingga pada suatu masa, Nanang R Hidayat nama orangnya, dosen Institut Seni Indonesia Jogja, nak menulis tentang Garuda Pancasila. Nanang membuka situs Garuda, ada di internet dunia maya, di sanalah ia berjumpa, Turiman dan Max Yusuf nama tertera. Kontak-mengontak lalu berjalan, bahkan pertemuan di darat pun diadakan, silarurrahim dan dialog berbulan-bulan, bak sahabat saling merindukan. Bagaikan bertemu buku dan ruas, berbagai hal dan kaidah sama dibahas, ide dan fakta terbentang luas, untuk menulis buku tanpa

was-was. Tahun 2008 wujud buku menjadi nyata, dicetak penerbit Nalar di Jakarta, buku diberi judul langka, Mencari Telur Garuda. Nanang R Hidayat bertutur kocak, namun isinya bernas dan pacak, membuka mata semua khalayak, siapa perancang Garuda Pancasila yang bijak. Fakta dan dokumen dirangkairangkai, menjadi buku yang sangat bitai, siapapun boleh mengintai, mana yang haq mana yang kulai. Tiada lagi syak wasangka, atas semua fakta yang disodorkannya, hanya manusia yang berhati durjana, tidak mengakui kebenarannya. Buku Mencari Telur Garuda, buku belum ada tolok bandingnya, telah beredar di seluruh Nusantara, pun tiada pula penyanggahnya. Tahun 2012 Anshari Dimyati datang membela, di mahkamah magister hukum Universitas Indonesia, membantah semua tuduhan kepada Sultan Hamid II, dibimbing Prof Dr Jur Andi Hamzah SH. Prof Mardjono Reksodiputro SH MA sebagai penguji, Dr Suratini Fitriasih SH MH ikut mendampingi, menjejal pertanyaan berkarung-karung goni, lulus dengan “nilai baik” untuk Anshari Dimyati. Perancang makar tu-


CMYK

Seremonial www.borneotribune.com

Borneo Tribune

12

Jumat, 12 Juli 2013

Supported by:

Pontianak Convention Centre, 12 Juli 2013

PEMERINTAH PROVINSI KALBAR

YAYASAN SULTAN HAMID II (SULTAN HAMID II FOUNDATION)

BANK KALBAR

PEMERINTAH UNIVERSITAS KOTA PONTIANAK TANJUNGPURA

KESULTANAN QADRIYAH PONTIANAK

CU BAHTERA

Anak Tak Sekolah, Ortu Siap Ditilang Walikota Tingkatkan Pendidikan Andika Lay Borneo Tribune, Pontianak Walikota Pontianak, H Sutarmidji berencana akan memberikan sanksi tilang kepada orang tua yang tidak menyekolahkan anakanaknya. Ini dilakukannya, lantaran ada segelintir orang tua yang sengaja membiarkan anak-anaknya putus sekolah. Kalau pun masalah biaya masuk sekolah yang kerap dikeluhkan masyarakat, Sutarmidji menegaskan sekolah negeri tidak ada lagi yang memungut biaya. Sedangkan untuk sekolah swasta, Pemerintah Kota Pontianak juga menyiapkan beasiswa bagi anak-anak yang berasal dari keluarga tidak mampu. “Kalau masalah pakaian seragam bagi anak dari keluarga tidak mampu, bapak, ibu silakan lapor kepada kepala sekolah, karena tahun ini kita sudah menyiapkan 5 ribu pakaian

seragam sekolah,” kata H Sutarmidji, Kamis (11/7) saat penyerahan bantuan bahan pangan bagi warga Kecamatan Pontianak Timur dalam rangka penanganan daerah rawan pangan, di Aula Kantor Camat Pontianak Timur. Dikatakan olehnya, Pemkot Pontianak memberikan perhatian serius dalam dunia pendidikan termasuk memberikan reward bagi siswa berprestasi untuk meningkatkan sumber daya manusia di Kota Pontianak. Ada beberapa jenis beasiswa diantaranya beasiswa dari Pemkot Pontianak bagi siswa berprestasi kelas VI SD memasuki SMP, dan kelas III SMP memasuki SMA. Kemudian ada beasiswa dari

Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bagi siswa berprestasi dari keluarga tidak mampu. “Bantuan beasiswa ini kita serahkan langsung kepada anak yang punya prestasi dari keluarga tidak mampu,” ujarnya. Ia menilai, pendidikan merupakan faktor penting yang bisa mengubah perekonomian rumah tangga. Sebaliknya, apabila ada orang tua yang tidak menyekolahkan anakanaknya maka itu akan menjadi beban selamalamanya bagi keluarga. “Kalau ia sekolah, apalagi yang pintar dan punya prestasi, maka dialah yang bisa mengubah ekonomi rumah tangga itu,” ingatnya.

CURHAT. Walikota Pontianak, H Sutarmidji dengarkan warga Pontianak Timur usai serahkan bantuan. FOTO Andika Lay.

BPKP Sosialisasi Anti Korupsi Tindakan edukatif dan preventif terkait dengan kasus korupsi lebih diutamakan. Sebab, apabila telah terjadi, kasus korupsi dapat menimbulkan kerugian keuangan yang besar tetapi pengembalian atas kerugian tersebut relatif kecil dan proses litigasi menyita waktu dan biaya, baik bagi aparat hukum maupun calon tersangka. Andika Lay Borneo Tribune, Pontianak “PENERIMA Hibah/ Bansos Bersama BPKP memerangi Korupsi” kata Pelaksana Harian Kepala Perwakilan, Kepala Bidang Akuntan Negara, Roy C.A.A Yournalista, Kamis (47) lalu sebagaiman tema Sosialisasi Kegiatan Sosialisasi Program Anti Korupsi di Kantor Perwakilan BPKP Provinsi

Kalbar. Dikatakannya, kegiatan ini merupakan salah satu program tahunan Bidang Investigasi Perwakilan BPKP Provinsi Kalbar dan bertujuan memberikan pemahaman kepada para calon penerima bansos/hibah mengenai halhal terkait korupsi dan membangun kepedulian agar para calon penerima bansos/ hibah berperan aktif dalam upaya pemberantasan korup-

SOSIALISASI .BPKP Kalbar menggelar Sosialisasi Program Anti Korupsi. FOTO Andika Lay/ Borneo Tribune.

Hadir di Pontianak untuk memenuhi kebutuhan

Menyediakan kain dan busana batik eksklusif bagi Pria, Wanita, Sarimbit (pasangan), Remaja dan Anak-anak dengan motif dan model yang trendy

CMYK

si di Indonesia. Kepala Bidang Investigasi Perwakilan BPKP Provinsi Kalbar Hasoloan Manalu memaparkan tentang Strategi Pemberantasan TPK yang dikembangkan oleh BPKP yaitu Strategi Edukatif, Preventif dan Investigatif. Strategi edukatif yaitu memberikan sosialisasi anti korupsi, sedangkan Strategi preventif yaitu mencegah korupsi melalui pembangunan mekanisme pengendalian dan yang terakhir, Strategi Investigatif yaitu melakukan audit investigatif terhadap kasus-kasus TPK atas permintaan aparat penegak hukum. “Tindakan edukatif dan preventif lebih diutamakan sebab, apabila telah terjadi, kasus korupsi dapat menimbulkan kerugian keuangan yang besar tetapi pengembalian atas kerugian

tersebut relatif kecil dan proses litigasi menyita waktu dan biaya,baik bagi aparat hukum maupun calon tersangka,” kata Hasoloan Manalu. Pemilihan peserta yang merupakan penerima bansos bukanlah tanpa sebab, menurut data KPK, ada sekitar 131 pengaduan masyarakat terkait TPK pada bansos, yang sebagian besar berupa realisasi yang tidak sesuai peruntukannya. Selain itu, banyak kasus yang ditangani oleh KPK terkait dengan bansos, antara lain, penyalahgunaan anggaran bantuan sosial Kabupaten Kutai Kartanegara Provinsi Kaltim, Kota Bandung, Kabupaten di wilayah Provinsi Jawa Tengah dan Sumatera Utara. “Penerima hibah/bansos dapat ikut berperan serta memerangi korupsi dengan cara membuat proposal, SPJ

dan laporan dengan benar, tidak melakukan kolusi dengan pihak lain serta melaporkan kegiatan yang berindikasi korupsi,” jelasnya. Setelah pemaparan oleh narasumber, acara dilanjutkan dengan tanya jawab yang diikuti oleh peserta. Antusiasme peserta sangat tinggi, hal ini ditunjukan dengan banyaknya pertanyaan maupun masukan yang dilontarkan oleh para peserta. Kegiatan ini dibuka oleh Pelaksana Harian Kepala Perwakilan, Kepala Bidang Akuntan Negara, Roy C.A.A Yournalista, sedangkan sebagai pembicara dilakukan oleh Kepala Bidang Investigasi Perwakilan BPKP Provinsi Kalimantan Barat, Hasoloan Manalu dan moderator oleh Kepala Bidang Akuntabilitas Pemerintah Daerah, Arif Ardiyanto.


Harian Borneo Tribune 12 Juli 2013