Issuu on Google+

cmyk

I DEALISME, K EBERAGAMAN

DA N

KEBERSAMAAN

Borneo Tribune www.borneotribune.com

Senin, 3 Juni 2013

24 Rajab 1434 H - 25 Sie Gwee 2564

Telepon Redaksi/Iklan/Langganan/Pengaduan: (0561) 767788 Faximile. (0561) 766103

Alamat Redaksi: Jln Purnama Dalam No 2 - Pontianak 78121

BANTUAN. Wakil Gubernur Christiandy Sanjaya secara simbolis menyerahkan bantuan Kanwil Kemenag kepada Ketua Walubi Kalbar, Pandita Eddy Tansuri dalam rangkain perayaan Dharmasanti Waisak 2557 Budhis Era, di Maha Vihara Maitreya. FOTO Andika Lay/ Borneo Tribune.

Walubi Peringati Dharmasanti Waisak 2557 Wagub : Tak Ada Jalan Mudah Capai Tujuan Andika Lay Borneo Tribune, Pontianak PERAYAAN Tri Suci Waisak 2557 BE umat Budha yang digelar Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) Kalbar di Maha Vihara Maitreya, Sabtu (1/6/) berjalan khidmat. Ri-

buan umat Budha dari berbagai daerah di Provinsi Kalbar memadati acara perayaan Dharmasanti Waisak 2557 BE/ 2013. Perayaan Tri Suci Waisak bersama ini juga dihadiri, Wakil Gubernur Christiandy Sanjaya, Wakil Ketua TP PKK Kalbar, Ny

Karyanti Sanjaya, Kanwil Kemenag Kalbar, H.M.Husain D.Mahmud, Pembimas Budha Kanwil Kemenag Kalbar, Saiman, Bupati Kubu Raya, Muda Mahederawan, Danlanud Supadio Kolonel Pnb Novyan Samyoga, Ketua DPRD Kota Pontianak Hartono Azas, Ang-

gota DPRD Kota Pontianak Tan Lie Hian, Cabup dan Cawabup Kubu Raya, Djohansyah dan Ahok Angking/Kwee Lay Hok, para Pandita, Ketua Parisada Hindu Darma Indonesia Kalbar Putu Dupa Bandem, Pdt Iwan, Ketua YBS, Yap Lie Khiang dan ....Ke Halaman -11

Pemkot Pontianak Kembali Raih WTP Andika Lay Borneo Tribune, Pontianak

WTP. Walikota Pontianak H Sutarmidji menerima Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) hasil Pemeriksaan BPK RI dari Kepala BPK RI Adi Sudibyo atas Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) bagi Pemerintah Kota Pontianak. FOTO Andika Lay/Borneo Tribune.

Transparansi Polri “SAAT ini Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dalam menangani kasus mengedepan profesionalitas, proporsional, akuntable dan transparansi kepada publik. Bahkan, untuk keterbukaan informasi Polda dan setiap Polres yang ada di Indonesia memiliki ruangan Pelayanan Informasi dan Dokumentasi (PID),” ungkap Kabid Humas Polda Kalbar. Kata Mukson, ruang PID Polda Kalbar ini mulai aktif sejak tahun 2010, di mana PID ini dibentuk atas dasar UU No. Mukson Munandar

....Ke Halaman -11

Salah satu dari sekian banyak spanduk penolakan kenaikan BBM yang di pasang partai PKS. FOTO Mujidi/Borneo Tribune

Belanja Cucu: “Nek… ceritain donk tentang zaman mudanya nenek?” Nenek: “Hmm… Iya dehh, dulu itu waktu nenek masih muda, kalo ke supermarket cuma bawa uang 10 perak, sudah dapat susu, gula, mie instant, pokoknya dapat banyak belanjaan.” Cucu: “Wahh hebat yaa, kalo sekarang nek?” Nenek: “Kalo sekarang sudah susah, soalnya sudah banyak CCTV.” o

Hari Ini. Pendidikan Dalmas Dibuka

PKS Tolak Kenaikan BBM

Mujidi Borneo Tribune, Bengkayang BEBERAPA spanduk penolakan kenaikan BBM di Kabupaten bertebaran. Spanduk ter-

sebut sengaja dipasang oleh Partai Keadilan Sejahterah (PKS). “Spanduk penolakan sengaja kita pasang sebagai wujud komitmen kita untuk memperjuangan keadilan dan kesejah-

teraan masyarakat,” kata Aris Winandar, Pengurus DPD PKS Kabupaten Bengkayang saat ditemui, Minggu (2/6). Kata Aris, penolakan itu menyusul rencana pemerintah pusat untuk menaikan harga BBM bersubsidi. Diberitakan bahwa pemerinta berencana menaikan BBM bersubsidi dari Rp. 4.500,- menjadi naik untuk premium Rp.6.500,- dan Solar Rp. 5.500,-. Aris mengatakan kenaikan BBM bersubsidi akan membebankan rakyat. Kelemahan pemerintah dalam meningkatkan pendapatan pajak harus di tanggung rakyat dengan naiknya BBM bersubsidi, lanjut aris. “Apabila pemerintah menaikan BBM bersubsidi akhir Juni ini maka rakyat akan merasakan beban hidup mereka semakin berat karena sebagaiman kita ....Ke Halaman -11

....Ke Halaman -11

BRIGADIR LOLOS PENDAFTARAN BRIGADIR POLRI 171 Brigadir Polri Masuk ke Brimob 197 Brigadir Polri Masuk ke Dalmas 16 Brigadir Polwan Sumber Data Bid Humas Polda Kalbar.

Achmad Mundzirin Borneo Tribune, Pontianak HARI ini Senin (3/6) sekitar pukul 08.00 Polda Kalbar membuka pelatihan untuk Brigadir Polisi yang lolos dan masuk ke fungsi Dalmas di halaman Polda Kalbar, di mana terdapat 197 Brigadir Polri yang akan mengikuti pelatihan selama 7 bulan di Sekolah Polisi Negara (SPN) Kota Pontianak, guna memberikan pendidikan untuk para pendaftar Polri, yang lolos menjadi Brigadir Polri.

Menurut Kabid Humas Polda Kalbar AKBP Mukson Munandar, pembukaan pendidikan dilakukan oleh Kapolda Kalbar Brigjend Pol Tugas Dwi Apriyanto, kemudian dalam pembukaan pendidikan Dalmas ini juga akan melibatkan pihak luar, yakni para Tokoh Masyarakat Kalbar. “ Pembukaan pelatihan Dalmas biasanya dilakukan di SPN, tapi kali pembukaan pelatihan Dalmas akan berlangsung di halaman Polda Kalbar, ....Ke Halaman -11

Kado Istimewa Ultah ke 118 Kapuas Hulu

Pesawat Manunggal Air Resmi Beroperasi Timotius Borneo Tribune, Putussibau TEPAT di Hari Jadi Kota Putussibau ke-118 pesawat Manunggal Air jenis jet dengan kapasitas 72 kursi penumpang resmi beroperasi di Kapuas Hulu dengan melakukan penerbangan perdana melayani rute Putussibau-Pontianak di Bandara Pangsuma Putussibau pada Sabtu, (1/6).

Sejumlah masyarakat dan pejabat dilingkungan Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu antusias menyanksikan penerbangan perdana Pesawat Manunggal Air di Bandara Pangsuma Putussibau. Foto :Timotius/Borneo Tribune

Penerbangan perdana pesawat Manunggal Air tersebut disaksikan langsung oleh Bupati didampingi istri dan sejumlah pejabat dilingkungan Pemkab Kapuas Hulu beserta sejumlah tamu undangan serta sejumlah masyarakat yang ditandai dengan tepung tawar dan pemecahan kendi oleh Bupati, Abang Muhammad Nasir. Direktur Utama Pesawat ....Ke Halaman -11

Kini

Lebih Aman Dengan Dual SRS Airbag

STNK asli Avanza (Plat KB) untuk ditukar dengan souvenir menarik

hadir lebih aman dan nyaman

KANTOR PUSAT: Jl. A. Yani No. 89, Pontianak Telp. (0561) 734280

Ikuti Test Drive Berhadiah Langsung

Kursi Lebih Tebal dan Lebih Nyaman

CABANG: - Singkawang : Jl. A. Yani No. 08 Telp. (0562) 637000 - Sampit : Jl. Jend Sudirman Km. 1 Telp. (0531) 31558

HARGA ECERAN HARIAN BORNEO TRIBUNE - PONTIANAK, KUBU RAYA, MEMPAWAH,DAN SINGKAWANG Rp 2.000 - SAMBAS, BENGKAYANG Rp 2.200 - LANDAK,SANGGAU,SEKADAU, KETAPANG,KAYONG UTARA, SINTANG, MELAWI DAN PUTUSSIBAU Rp 2.500 -

cmyk

B uah Bibir

PEMERINTAH Kota (Pemkot) Pontianak kembali memperoleh predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk kedua kalinya dari Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) Republik IndonesiaPerwakilan Kalbar. WTP merupakan opini

atau penilaian tertinggi dari BPK RI atas Laporan Pengelolaan Keuangan dan Aset-Aset daerah. Menurut Kepala Perwakilan Kalbar BPK RI, Adi Sudibyo opini yang diberikan sebagai hasil pemeriksaan yang telah dilaksanakan merupakan pernyataan profesional pemeriksa


Senin, 3 Juni 2013

Kayong Utara

Borneo T Tribune

2

Antisipasi Perbuatan Asusila

Orang Tua Diminta Awasi Anak Eko Susilo Borneo Tribune, Nanga Pinoh Pergaulan bebas di tengah kemajuan teknologi informasi kerap kali berdampak negatif bagi pada anak-anak muda. Seperti perbuatan asusila maupun penggunaan zat-zat terlarang. Untuk itu, perlu

T

antisipasi orang tua agar hal tersebut tak terjadi pada anak-anaknya. Seperti yang disampaikan oleh Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Melawi, Andri Suparto, sudah dua tahun berturutturut, setiap bulan puasa ramadhan, Satpol PP Melawi sering melakukan razia di tempat-tempat

umum seperti di penginapan-penginapan, café remagremang dan rumah kos. “Saat razia tersebut hampir 80 persen ditemukan pelajar dan 10 persen Pegawai Negeri Sipil kami temukan di tempat yang tidak layak atau yang tidak seharusnya,” ungkapnya saat acara syukuran HUT Satpol PP ke 63 belum lama

ini. Dia juga menjelaskan, laptop milik oknum PNS yang menjadi barang bukti ketika ditemukan saat razia pada bulan puasa tahun 2012 lalu masih ditahan dan masih tersimpan di kantor Sat Pol PP Melawi. “Hingga saat ini laptop tersebut masih kami simpan karena oknum PNS yang merupa-

kan pemilik laptop tersebut tidak berani mengambilnya,” tukasnya. Kaitan dengan hal itu, maka Andri minta bantuan kepada masyarakat supaya menjaga anaknya. Jangan sampai karena kurangnya pengawasan sehingga anak-anaknya berkeliaran di tempat-tempat yang tidak layak. Terma-

suk di tempat-tempat yang sepi seperti di kantor bupati baru, stadion olahraga Raden Temenggung Setia Pahlawan dan di stadion Nanga Pinoh. “Karena saat anggota kami melakukan razia, sering ditemukan bekas obatobatan bahkan alat kontrasepsi pria (kondom),” timpalnya.

Menurut Andri, dukungan dan kerjasama dari masyarakat untuk mengatasi persoalan tersebut memang sangat diharapkan oleh pihaknya. Karena kata Andri sangat tidak mungkin dengan keterbatasan yang dimiliki oleh Sat Pol PP Melawi, harus menjaga tempat-tempat tersebut selama 24 jam.

AJUK

Kita Prihatin pada Kondisi Rutan Kita merasa amat sangat prihatin pada kondisi rumah tahanan. Itulah hal yang ingin kita sampaikan setelah membaca berita yang dilansir media massa berdasarkan hasil supervisi Ombudsman RI. Ombudsman mengatakan bahwa pelayanan di rumah tahanan adalah yang paling buruk di Pontianak ini. Layanan yang buruk di rutan sesungguhnya merupakan cerita lama yang pernah kita dengar, pernah dikritik, dan dilakukan pembenahan, tetapi rupanya hanya sebatas cerita lama. Kenyataannya, hal tersebut tetap terjadi. Rupanya, pemerintah kita belum dapat menerapkan disiplin kerja pada petugas. Rupanya pemerintah belum dapat menerapkan prosedur kinerja yang sudah diatur. Rupanya pemerintah belum mampu membentengi para petugas dari kemungkinan godaan para tahanan. Dalam kasus ini kita akan melihat bagaimana tindakan yang diambil oleh pihak yang berwenang –atasan mereka yang terlibat. Kita menunggu apa yang akan terjadi selanjutnya. Besar harapan kita agar persoalan kali ini tidak akan tertiup angin atau usang dimakan waktu, seperti sebelumnya. Temuan ini ditindaklanjuti segera mungkin. Siapa yang terlibat dalam persoalan ini harus bertanggung jawab. Kesalahan harus dibenahi. Kita menyadari bahwa membenahi hal semacam ini tidak mudah. Namun, apapun kesulitan yang bakal dihadapi, atas nama hukum, pembenahan harus dilanjutkan. Kita memerlukan kerja keras untuk mengatasi persoalan mental apartur. Seperti kita juga memerlukan kerja keras untuk membenahi system pengawasan dan kinerja. Semoga, kejadian ini tidak terulang lagi dan keprihatinan kita tidak berlanjut. Kita berharap, hukum diletakkan pada porsinya. Sehingga pada akhirnya tidak ada perbedaan masing-masing orang di mata hukum.

KEMENANGAN PERTAMA. Pesipon akhirnya menang setelah menumbangkan Persipasi dengan Skor 2-0 di lapangan sepakbola Sultan Syarif Abdurrahman, Minggu (2/6). Pada menit awal babak pertama Helis (8) menyumbangkan gol pertama melalui sundulan kepala setelah menerima umpan tendangan bebas. Sedanglan gol kedua disumbangkan Hengki (17) pada menit terakhir babak pertama melalui titik putih setelah Helis dijatuhkan di kotak 12 pas. FOTO Fahmi Ichwan/Borneo Tribune

Opini

Praktek Bagi Hasil Oleh Nurma Sari

S

ENGET

Kata Ombudsman, layanan di Rutan Pontianak paling buruk Pelayanannya perlu diganti? Bang Tribune

Salam. Redaksi mengundang pembaca Borneo Tribune untuk mengirim tulisan untuk rubrik “Citizen Journalism”. Bentuk tulisan dapat berupa laporan kegiatan, opini, surat pembaca, puisi, cerita pendek. Panjang tulisan maksimal 500 kata. Kirimkan tulisan ke email: yusriadii@yahoo.com. Terima kasih.

· Wartawan, Kontributor, Intensive Programmed and Freelancer “ Borneo Tribune” selalu di bekali tanda pengenal dan tidak diperkenankan menerima / meminta apapun dari narasumber · Setiap artikel atau tulisan berupa laporan kegiatan, cerita pendek, surat pembaca, puisi dan resensi yang dikirim ke redaksi hendaknya di ketik dengan spasi rangkap, maksimal 500 kata, ditandatangi dan disertai identitas ( No Telp / Fax jika ada ) dikirim ke alamat borneotribune@yahoo.com atau yusriadii@yahoo.com. Terimakasih

Idealisme, Keberagaman dan Kebersamaan

Perbedaan yang mendasar antara ekonomi Islam dengan sistem ekonomi lainnya adalah tidak diterapkannya bunga sebagai pranata beroperasinya sistem ekonomi tersebut. Dalam perdebatan kajian ilmiah selama ini bunga dapat dinyatakan sebagai riba, dan riba haram hukumnya menurut syari’ah Islam. Sebagai gantinya adalah bagi hasil. Dalam prakteknya ketentuan bagi hasil usaha harus ditentukan pada awal akad usaha disepakati oleh pihak pihak yang terlibat. Dikenal dengan porsi bagi hasil, biasanya ditentukan dengan suatu perbandingan, misalnya 40:60 yang berarti bahwa atas hasil usaha yang dijalankan oleh mitra usaha akan didistribusikan sebesar 40% kepada pemilik dana/ investor (shahibul maal)dan sebesar 60% didistribusikan kepada pengelola dana(mudharib) Berdasarkan beberapa referensi, dalam praktiknya mekanisme perhitungan bagi hasil dapat didasar-

kan pada dua cara profit sharing (bagi laba) dan revenue sharing(bagi pendapatan) Perhitungan bagi hasil menurut profit sharing adalah perhitungan bagi hasil yang mendasarkan pada laba dari pengelola dana yaitu pendapatan usaha dikurangi dengan beban usaha untuk mendapatkan pendapatan usaha tersebut. Perhitungan bagi hasil menurut revenue sharing adalah perhitungan bagi hasil yang mendasarkan pada revenue dari pengelola dana yaitu pendapatan usaha. Aplikasi kedua dasar bagi hasil ini mempunyai kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Menurut Slamet Wiyono dosen tetap Fakultas Ekonomi Trisakti menjabarkan; pada profit sharing semua pihak yang terlibat dalam akad akan mendapatkan bagi hasil sesuai dengan laba yang diperoleh atau bahkan tidak mendapatkan laba apabila pengelola dana mengalami kerugian normal. Disini unsur keadilan dalam berusaha betul betul diterapkan. Apabila pengelola dana mendapatkan laba besar maka

pemilik dana juga mendapatkan bagi hasil dalam jumlah yang besar pula,jadi keadilan dalam berusaha betul betul terwujud. Meskipun dalam profit sharing keadilan dapat diwujudkan,mungkin pemilik dana investor tidak seratus persen setuju dengan mekanisme tersebut, manakala pengelola dana menderita kerugian normal sehingga pemilik dana tidak akan mendapatkan bagi hasil,sedangkan dalam bank konvensional pemilik dana akan selalu mendapatkan bunga walaupun bank mengalami kerugian. Kalau hanya dilihat dari aspek ekonomi saja maka profit sharing mempunyai kelemahan dibandingkan dengan prinsip bunga/ konvensional. Untuk mengurangi resiko ditolaknya calon investor yang akan menginvestasikan dananya maka pengelola dana dapat memberikan porsi bagi hasil menurut revenue sharing. Untuk mengatasi ketidaksetujuan prinsip bagi hasil tersebut karena adanya kerugian bagi pemilik dana maka prinsip rev-

enue sharing dapat diterapkan yaitu bagi hasil yang didistribusikan kepada pemilik dana didasarkan pada revenue pengelola dana tanpa dikurangi dengan beban usaha untuk mendapatkan pendapatan. Dalam revenue sharing ke dua belah pihak akan selalu mendapatkan bagi hasil, karena bagi hasil dihitung dari pendapatan pengelola dana. Sepanjang pengelola dana memperoleh revenue maka pemilik dana pasti mendapatkan bagi hasilnya. Tetapi bagi pengelola dana hal ini dapat memberikan risikio bahwa suatu periode tertentu pengelola dana akan mengalami kerugian, karena bagi hasil yang diterimanya lebih kecil dari beban usaha untuk mendapatkan revenue tersebut. Disinilah ketidakadilan dapat dirasakan oleh pengelola dana karena terdapat risiko kerugian,sedangkan pemilik dana terbebas dari risiko kerugian. Jalan keluar yang dapat dijalankan adalah pengelola dana harus menjalankan usaha dengan prinsip prudent atau usaha penuh kehati-hatian,sehingga de-

ngan revenue sharing risiko kerugian dapat ditekan sekecil mungkin agar pemilik dana/investor tertarik menginvestasikan dananya pada usaha yang dikelola bank syari’ah. Konsep bagi hasil berbeda sama sekali dengan konsep bunga yang diterapkan pada bank konvensional. Pemilik dana menginvestasikan dananya melalui lembaga keuangan bank yang bertindak sebagai pengelola dana. Pengelola /bank syari’ah mengelola dana tersebut di atas dalam sistem pool of fund, selanjutnya bank akan menginvestasikan dana tersebut dalam proyek/usaha yang layak dan menguntungkan serta memenuhi aspek syari’ah. Kedua belah pihak menandatangani akad yang berisi ruang lingkup kerja sama,nominal,nisbah dan jangka waktu berlakunya kesepakatan tersebut.

Penulis adalah Dosen Prodi Perbankan Syariah Jurusan Syariah STAIN Pontianak

Penerbit: PT. Borneo Tribune Press. Direktur Utama: W Suwito, SH, MH. Direktur: Emiliana Sekretaris Direksi: Erika Sudiardjo Penasehat Hukum: A. Ambo Mangan, SH, MH, Martinus Ekok, SH, MH. Pemimpin Umum: Sisa Primashinta. Pimred: Hawad Sriyanto Wapimred: Yusriadi Sekretaris Redaksi : Aulia Marti Senior Editor: H. Nur Iskandar, SP, Tanto Yakobus, Alexander Mering, Hairul Mikrad. Redaktur Pelaksana: Ukan Dinata. Wartawan Senior: Andry, Budi Rahman, Agus Wahyuni Wartawan: Andika Lay, Achmad Mundzirin, Achmad Munandar, Jubeironi, Slamet Ardiansyah. Staf Redaksi: Fahmi Ichwan, Syam Abubakar, M Taufik, Fery Adeputra, Yulan Mirza.Biro Mempawah: Johan Wahyudi, Jl. Pendidikan Gg. Suka Mulya No.10 (085654587038). Biro Bengkayang: www.borneo-tribune.net Mujidi, Jl. Pahlawan No. 10, Kelurahan Bumi Emas Bengkayang (085245247955). Sambas: Amrul Ambiya (Kontributor/Pemasaran), Jl. Suka Mantri (085245527602). Landak: Yohanes Ngalai/Pemasaran, TERBIT SEJAK 19 MEI 2007 Jl. Barage Gg. Pak Kasih No. 51 Ngabang (085822062880). Biro Sanggau: Ratnasari Jl. Agus Salim No.10 (085245904505) Aditya ( 085349867788 ). Biro Sekadau: Bagus Kosminto, Jl. Irian No. 41 Sekadau Hilir (085245743683). Biro Sintang: Endang Kusmiyati (08524-5006757) Pemasaran: Fahri (085750296539 ) Jl. JC Oevang Oeray, Gg. Ahmad 2.Biro Melawi: Eko Susilo (0812-56452946) Jl. M Saad, Gg. Kayan, Serundung- Nanga Pinoh. Biro Kapuas Hulu: Teofilusianto Timotius Jl. Pasar Inpres blok A No. 13 Kota Putussibau. Ketapang: Jaidi Chandra (Kontributor), Jl. Gajah Mada No. 156 (081345450988). Biro Kayong Utara : Abdul Khoir. Umum Fitriyana, Ardiansyah. Percetakan/IT: (Manajer) Iwan Siswanto, (Wakil Manajer) Supriyanto, Rustam. Marketing: (Manajer) Hesty Yosana, Kusnan, Aldi C.Sirkulasi : M. Danny, Mulawarman Desain Iklan: Atika Ramadhani, M. Affandy,Keuangan: Jumi Erlinasari, Tri Agustin, Husada Muin. Tarif Iklan: BW (black and white) Rp 6000/mm kolom, Full Colour hal 1 Rp 15.000/mm kolom, halaman dalam Rp 12.000/mm kolom. Asisten Dirut: Khairoedin Pasaribu. Alamat Kantor Bisnis dan Alamat Redaksi: Jalan Purnama Dalam No 2 Pontianak Telpon 0561-767788 Fax 0561-766103. E-mail: borneotribune@yahoo.com

Borneo Tribune


cmyk

Senin, 3 Juni 2013

Serba-Serbi

Borneo T Tribune

3

Premium Jadi Rp 6.500 dan Solar Rp 5.500, Harga Properti Dipastikan Naik Jakarta - Pemerintah berencana menaikkan harga BBM subsidi. Bensin premium naik jadi Rp 6.500/liter dan solar jadi Rp 5.500/liter. Harga properti dipastikan bakal bergerak naik juga. Apa alasannya? ”Harga properti pasti akan naik, pengaruhnya pasti naik karena bahan bangunan pun pasti akan naik, komponen pasti akan naik,” ungkap Direktur Keuangan Pang-

hegar Group M. Sofyar saat ditemui di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Sabtu (1/6/2013). Ia mengungkapkan, dengan kenaikan harga BBM tersebut, maka ongkos transportasi akan terdorong naik. Hal ini akan berimbas pada kenaikan harga bahan bangunan seperti semen dan besi. Sehingga pihak pengembang mau tidak mau menaikkan harga unit propertinya sebesar 10-15%. ”Kalau BBM naik berarti

ada penyesuaian harga apartemen sebesar 10-15%. Karena komponennya yang terkait BBM seperti distribusi bahan bangunan, komponen besi dan semen itu akan naik. Contohnya apartemen seharga Rp 3 miliar itu akan naik 10%,” tuturnya. Selain itu, kenaikan harga BBM subsidi juga akan berdampak pada lamanya waktu penjualan. Karena konsumen akan berpikir ulang untuk

membeli unit properti disebabkan kenaikan harga barangbarang lainnya. ”Pasti ada efeknya, karena untuk konsumen karena untuk membeli kehidupan yang lain juga meningkat. Mungkin target penjualan, target penjualan kita biasanya satu tahun mungkin akan lebih panjang 3 bulan. Selain itu investasi berikutnya juga akan menuntut biaya yang lebih tinggi,” kata Sofyar.(dtc)

Hebat! 120 Pesawat C295 Made in Bandung Dipakai Berbagai Negara Jakarta - Sebanyak 120 unit pesawat C295 buatan PT Dirgantara Indonesia (PTDI) telah dipesan banyak negara di dunia. Hampir 100 unit C295 yang sudah ada dioperasikan di berbagai negara seperti Alzajair, Brazil, Chilie, Colombia, Republik Ceko, Mesir, Finlandia, Ghana, Yordania, Kazakhstan, Mexico, Polandia, Portugal, dan Spanyol. Seperti dikutip dari siaran pers, Jumat (31/5/2013), C295 adalah pesawat generasi baru yang ideal untuk misi-misi pertahanan dan sipil, seperti misi kemanusiaan, patroli maritim, misi pengawasan lingkungan, dan yang lainnya. Berkat ketangguhan dan keandalan, dan dengan sistem

operasi yang mudah digunakan, pesawat taktis ukuran sedang ini memiliki banyak kelebihan dan fleksibel, yang diperlukan untuk angkut personil, pasukan, cargo, evakuasi korban, serta mempunyai kemampuan menurunkan logistik dari udara. Pesawat buatan pabrik PTDI di Bandung ini merupakan perpaduan teknologi sipil dan militer yang mendukung suksesnya misi-misi taktis, berkemampuan untuk menambah peralatan-peralatan yang lebih maju di masa depan serta mempunyai kemampuan menyesuaikan diri di wilayah udara sipil. Pesawat besutan salah satu Badan Usaha Milik Negara

(BUMN) ini juga mampu lepas landas dan mendarat di landasan pendek atau Short Take Off and Landing (STOL) dan landasan yang tidak dipersiapkan (CBR 3), dapat terbang rendah dalam misi taktis, membawa beban sampai 9 ton dengan kecepatan jelajah normal 260 knots (480 km/jam). Tak hanya C295, pesawat hasil PTDI lainnya, yaitu CN235 dan NC212 masingmasing telah terjual lebih dari 270 unit dan 470 unit, serta telah beroperasi dengan sukses di lebih 50 negara. Para operator CN295, CN235, NC212 sangat puas dengan keandalan, kapabilitas dan ketangguhan dari pesawatpesawat tersebut, yang sangat

mudah dioperasikan di dalam situasi yang bergejolak dan medan yang sulit. Dan hasilnya pesawat tersebut saat ini menduduki posisi terdepan di kelasnya.(dct)

Manggis dan Salak RI Ditolak China Jakarta - Negeri tirai bambu China saat ini masih menutup pintu masuknya beberapa produk Indonesia. Produk tersebut di antaranya manggis, salak, sarang burung walet, dan alpukat. Apa tanggapan pemerintah? Alasan pertama China menolak 3 produk hortikultura Indonesia karena adanya kandungan logam berat dan organisme penyakit tanaman (OPT). Sedangkan penolakan atas sarang burung walet karena adanya bahaya residu. Namun alasan lain yang dilontarkan pemerintah China ternyata menginginkan pintu masuk impor produk hortikulturanya melalui Pelabuhan Tanjung Priok dengan mekanisme perjanjian Mutual Recognition Agreement (MRA). Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa menyatakan dengan tegas, China harus adil jika melakukan hubungan dagang dengan Indonesia. ”Saya kira kita harus konsisten dan kita lakukan yang kita anggap baik. Kita ingin fair trade (perdagangan adil) dan kita ingin adil perdagangan ini. Kalau kita ingin memiliki MRA dengan China tidak ada masalah masuk ke Priok. Namun MRA-nya ini kita harus selesaikan,” cetus Hatta saat ditemui di Gedung Smesco, Jakarta, Sabtu (01/ 06/2013). Sampai saat ini, Indonesia yang diwakilkan Balai Karantina Kementerian Pertanian dan Menteri Pertanian Suswono sedang menjajaki proses perjanjian MRA dengan China. Indonesia hanya mengakui status MRA atas 3 negara yaitu Australia, Amerika Serikat, dan Kanada.(dtc)

“Metode Efektif Atasi Diabetes Hingga Tuntas”

PENGOBATAN SINSHE TCM YANG MANJUR, SATU-SATUNYA DI PONTIANAK Hongkong Medistra TCM Pontianak, Pengobatan dengan Metode TCM (Traditional Chinese Medicine) yang ternama, merupakan gabungan dari pengobatan, penelitian TCM, pencegahan penyakit kronis dan terapi penyembuhan. Didukung oleh konsultan Sinshe ahli TCM ternama dari Tiongkok yang sudah sangat berpengalaman; memanfaatkan resep TCM dan teknologi tinggi yang menghasilkan obat tradisional efektif, dengan system diagnose TCM yang tepat, obat tradisional terkini dari Tiongkok dan pengobatan elektroterapi, titik nadi, akupuntur, tuina, terapi lainnya, sangat efektif, khususnya bagi pasien yang menderita penyakit kronis. Waspadalah! jumlah penderita diabetes di Indonesia terus meningkat tajam, diprediksi ada jutaan orang terkena diabetes. jika tidak diobati sedini mungkin secara tepat dan efektif, beresiko merusak organ penting tubuh lain seperti: hati, paru-paru, ginjal, limpa, reproduksi, dan sistem syaraf, juga bisa menyebabkan uremia. Itulah sebabnya data WHO terkini menyatakan persentase angka kelumpuhan maupun kematian akibat penyakit diabetes dan berbagai macam komplikasi menakutkan ini terus meningkat pesat. Untuk mengatasi penyakit diabetes dan komplikasinya, Hongkong

Medistra TCM (Traditional Chinese Medicine) yang terdepan yakni “Bai Wei Hu Yi Liao Fa” mengatasi penyakit dengan ramuan herbal yang disesuaikan jenis dan kondisi penyakit penderita, dihasilkan dari 33 jenis obat berharga ditambah 28 jenis obat organik, daya serap obat sangat tinggi, rata-rata penderita diabetes setelah diobati sekitar 5-10 hari, gula darah menurun, gejala seperti kaki tangan kesemutan, seluruh badan tidak bertenaga, insomnia, dll berkurang secara nyata. Rata-rata setelah 40-60 hari, gula darah stabil, gejala komplikasi menghilang, daya tahan tubuh meningkat, keseluruhan tubuh membaik, sebagian pasien bisa berhenti konsumsi obat, fungsi insulin dan system sekresi normal kembali, fungsi reproduksi pria kembali normal, sudah bisa kembali merasakan kehidupan sehat yang normal. Sudah banyak penderita merasakan khasiat mujarabnya, tidak ada efek samping, tidak menimbulkan ketergantungan, tidak berpengaruh penderita menderita 10-20 tahun, kondisi penyakit parah/ringan, setelah diobati bisa menurunkan gula darah dan gula kencing hingga normal dan seimbang, sesudah diatasi hingga keakar-akarnya tidak mudah kambuh.

Untuk Konsultan & Pengobatan Hubungi :

HONGKONG MEDISTRA TCM Jl. H. Agus Salim No. 126 Pontianak - Kalimantan Barat Telp. (0561) 733268 HP. 0821 5279 7888 Hari Senin - Sabtu Buka Jam 09.00 s/d 17.00 WIB Minggu & Libur Besar Jam 09.00 s/d 13.00 WIB


Kalimantan Barat - Kota Pontianak Borneo Tribune

Senin, 3 Juni 2013

Pemkab Perbaiki 1.000 RTLH Ambawang Achmad Munandar Borneo Tribune, Kubu Raya Pemerintah Kabupaten Kubu Raya pada tahun 2012 telah menyelesaikan 572 rumah tidak layak huni (RTLH). Sementara pada tahun 2013 ini 1.000 rumah tidak layak huni yang akan dilaksanakan khusus Kecamatan Sungai Ambawang Kabupaten Kubu Raya. “Bantuan rumah tidak layak huni untuk tahun 2012 sudah selesai terlaksa-

nakan. Bantuan itu pun tersebar di 9 kecamatan Kabupaten Kubu Raya,” kata Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan Perumahan Tidak Layak Huni, Juni Wardana, Minggu (2/6). Sementara tahun 2013 ini pihaknya mendapatkan pencairan dana dari pusat untuk 1.000 rumah tidak layak huni di Kecamatan Sungai Ambawang. “Pada tahun 2013 ini kita mengajukan Kemenpora sebanyak 14.000 rumah yang tidak layak huni. Sementara

yang baru dapat balasan itu 1.000 RTLH khusus Kecamatan Ambawang. Untuk 8 kecamatan lainnya terpaksa harus menunggu,” katanya. Ia mengatakan, untuk proses pendapatan dananya, dari Pemkab, masyarakat langsung ke Bank BRI. Karena dari Kemenpera itu langsung membuka rekening sendiri khusus masyarakat yang mendapatkan bantuan. “2013 tetap dibuatkan buku rekening, namun proses pencairannya dikawal

TPM tapi dananya masuk langsung ke toko bangunan,” tuturnya. Jika dihitung dengan uang, per kepala keluarga (KK) mendapatkan Rp7,5 juta, dengan proses pencairan dua kali. “Jadi dana rumah tidak layak huni yang akan diterima oleh masyarakat itu melalui dua proses tahapan pencairan dananya. Dimana tahap pertama 50 persen dan tahap keduanya 50 persen,” jelasnya. Saat disinggung mengenai

anggaran rumah tidak layak huni tersebut dialih fungsikan, pihaknya pun menjelaskan telah bekerjasama dengan pihak desa, karena desa merupakan pengawasan dalam proses pembangunan. “Jika ada penyimpangan maka seharusnya pihak desa melaporkan. Sejauh ini belum ada laporan atas penyimpangan tersebut. Namun jika itu terjadi maka dana dalam proses pembangunannya tidak kita cairkan,” ungkapnya. o

4

Siswa SMP dan SMP Ikut Penyuluhan Anti Narkoba Borneo Tribune, Sanggau Satuan Reserse Narkoba bersama ibu-ibu Bhayangkara menyelenggarakan penyuluhan anti narkoba dalam rangka ulang tahun ke 67 Bhayangkara. Kasat Reserse Narkoba Sanggau, AKP Hadi Rasa menyampaikan, kegiatan penyuluhan anti narkoba tersebut memberikan materi terkait penyalahgunaan narkoba dan peredaran barang haram di Kalimantan Barat secara umum dan di Kabupaten Sanggau secara khusus, Kamis (30/5), pukul 09.00, di Aula Mapolres Sanggau. Pesertanya antara lain siswa SMP dan SMA, metode yang diberikan berupa pembelajaran di kelas, agar peserta yang mengikutinya tidak merasa bosan, sehingga diselingi dengan pemutaran film yang menggambarkan bahayanya narkoba, yang dapat merugikan diri sendiri, keluarga dan menghancurkan masa depan. (rilis)o

Walikota Umumkan Kelulusan Siswa SMPN 5 Slamet Ardiansyah Borneo Tribune, Pontianak

CMYK

Walikota Pontianak H. Sutarmijdi, SH, M. Hum mengumumkan kelulusan siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 5 Pontianak yang telah berhasil lulus 100 persen, Sabtu (1/6) sore kemarin, di halaman sekolah tersebut. Pengumuman tersebut disaksikan kepala sekolah, guru, orang tua, wali murid yang disambut teriakan suka cita murid kelas IX dan senyum kepuasan orang tua murid yang hadir.

“Tahun ini peserta UAN SMPN 5 Pontianak lulus 100 persen. Namun ada berita lain yang tak kalah menggembirakan bagi kita semua khususnya SMPN 5 Pontianak, karena sekolah ini telah memiliki gedung baru,” ujarnya. Selama ini kegiatan belajar mengajar murid SMPN 5 masih menumpang di SMPN 1 Pontianak. Hal ini terjadi hingga para murid kelas IX SMPN 5 akan menghadapi UAN 2013. Kegiatan belajar mengajar yang terpaksa menumpang ini dikarenakan gedung SMPN 5 ini sedang dalam proses pembangunan. Sehingga

mau tidak mau kegiatan belar harus dipindahkan ke sekolah lain. Sementara itu, orang tua murid saat ditemui di selasela keriuhan mengucapkan syukur atas kelulusan anakanaknya. “Alhamdulillah anak saya dapat lulus dengan nilai yang baik. Ini semua berkat kerja keras bimbingan para guru di SMPN 5 ini dan tentu saja kerja giat belajar anak saya selama ini. Sebagai orang tua, saya akan terus mendukung niat anak saya untuk melanjutkan belajarnya di SMA. Bahkan hingga ke jenjang perguruan tinggi,” tandasnya. o

Slamet Ardiansyah Borneo Tribune, Pontianak

Kamis (30/5), di Hotel Sambas Indah, ia mengatakan maksud dan tujuan sosialisasi ini untuk menyamakan persepsi antara institusi terkait dalam rangka penyusunan program legislasi daerah dan harmonisasi peraturan daerah. “Kegiatan sosialisasi ini diharapkan dapat menyatukan persepsi kita tentang pembentukan peraturan daerah dan dapat meningkatkan koordinasi dan siner-

gitas antar instansi terkait,” harapnya. Ketua Badan Legislasi DPRD Kabupaten Sambas Supni Alatas mengatakan, berkaitan dengan pengelolaan prolegda di legislatif terbitnya UU No 12 Tahun 2011 menguatkan peran DPRD dalam fungsi legaslasi. “Dua prolegda harus diputuskan dalam paripurna sebelum ketuk palu APBD agar dapat dianggarkan,” harapnya. o

Salah satu siswa SMA Rahadi Oesman Pontianak yang diberhentikan karena tidak mampu melunasi iuran ulangan, mendapat respon dari Walikota Pontianak H. Sutarmidji, SH, M. Hum akan memanggil pihak yayasan dan sekolah untuk menjelaskan permasalahan kasus tersebut. “Saya akan panggil mereka dan bila mereka tidak mau ikut aturan, cari aturan yang lain. Makanya Senin (3/6) akan kita panggil,” ujarnya saat ditemui di sela-sela acara penyerahan amplop kelulusan di SMPN 5 Pontianak, Sabtu (1/6). Namun Wako juga menjelaskan, pemanggilan tersebut untuk memastikan duduk perkara untuk melakukan penanggulangan masalah ini. “Kita hanya memfasilitasi, itukan urusan intern mereka. Akan tetapi kita

memiliki hak untuk berkumpul dan menyatakan pendapat. Namun, dalam praktiknya tidak semua Ormas dapat berjalan sesuai anggaran dasar dan anggaran rumah tangga masing-masing. Demikian diungkapkan, Osvarinusa, pemerhati sosi-

al dan politik Kabupaten Sekadau. “Yang saya lihat, tidak semua Ormas tahu apa tugas pokok dan fungsi masing-masing. Banyak yang tidak berjalan sebagaimana mestinaya ,” ujarnya, dijumpai di Terminal Lawang Kuari, kemarin.

Berdasarkan pengamatan Oos, sapaan akrabnya, hal mendasar yang menyebabkan banyak Ormas salah kaprah yakni kualitas sumberdaya manusia petinggi masing-masing Ormas yang kurang memadai. Namun anehnya, saat tampuk kepe-

Sosialisasi Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 di Hotel Sambas Indah. FOTO Amrul/Borneo Tribune

Prolegda Wujudkan Law Center Amrul Borneo Tribune, Sambas Kristiana M. Samosir, SH mengatakan diresmikannya Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Kalimantan Barat, tanggal 18 Maret 2011 sebagai law center, fungsinya tidak sebatas pada peraturan perundangundangan di tingkat pusat. Sesuai ketentuan UndangUndang Nomor 32 Tahun

2004 tentang Pemerintahan Daerah, pasal 10 ayat 3 menyebutkan, ada enam urusan pemerintahan yang menjadi urusan pemerintah pusat yang tidak diserahkan kepada pemerintah daerah dalam rangka desentralisasi, salah satunya yustisi hukum. Dalam Sosialisasi Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Perundang-undangan di Kabupaten Sambas,

Ormas Mesti Kerja Sesuai Visi Misi Bagus Kosminto Borneo Tribune, Sekadau

Keberadaan organisasi massa (ormas) merupakan bagian dari amanah konstitusi yang mana setiap warga negara

sangat mengharapkan ke depan tidak boleh lagi terjadi kasus mengeluarkan anak hanya gara-gara tidak dapat membayar iuran ulangan. Sedangkan saya menilai untuk anak yang melakukan tindak kriminal saja masih perlu harus diperhatikan pendidikannya,” tandasnya. Kami Akan Bantu Kepala Dinas Pendidikan Kota Pontianak, Mulyadi, ditemui di tempat yang sama, mengatakan peristiwa ini tidak seharusnya dialami para siswa yang tidak mampu. Karena pemerintah telah mengeluarkan dana program Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan bantuan. “Seharusnya pemilik yayasan atau Kepsek SMA Rahadi Oesman, kalau ada anak kurang mampu sampaikan ke kami nanti kami akan bantu. Asal melalui prosedur yang jelas yaitu keterangan surat tidak

mampu dari RT dan pernyataan anak tidak mampu. Selain itu siswa berasal kurang mampu. Harus ada pernyataan dari aparatur desa dimana tempat tinggal yang bersangkutan. Hal ini untuk memastikan siswa bersangkutan benar-benar berasal dari keluarga tidak mampu,” ujarnya. Menurutnya, SMA Rahadi Oesman bukan lembaga bisnis, namun harus mempertimbangkan faktorfaktor kekurangan orang tua dari setiap anak didiknya di sekolah tersebut. “Tapi juga harus diingat, orangtua juga harus jujur. Jika mendapatkan beasiswa maka uang beasiswanya harus dipergunakan untuk kepentingan sekolah. Jangan digunakan untuk kepentingan yang lain,”ujarnya Ia pun berjanji secepatnya akan menyelesaikan masalah ini. “Hari Senin ini kami data di lapangan dengan mengatangi sekolah tersebut,” tandasnya. o

mimpinan Ormas berganti, posisi tersebut menjadi rebutan anggotanya. “Tapi begitu menjabat, pemimpin Ormas tidak tahu apa yang harus dilakukan. Bahkan mengambil kebijakan pun kebingungan,” ucapnya. Ia juga mempertanyakan

orientasi pembentukan Ormas. Pasalnya, banyak diantaranya yang tidak fokus pada tupoksi sebagaimana mestinya. Ia pun menuding perebutan menjadi pemimpin Ormas sebagai upaya untuk memperoleh bargaining position belaka. o

Hubungi dealer TVS terdekat atau SMS : TVS Pontianak

: 0853 9320 2778

TVS Rasau

: 0853 9355 5508

TVS Singkawang

: 0823 5178 4446

TVS Ketapang

: 0852 4594 6118

TVS Sintang

: 0812 5746 6666

TVS BM Sintang

: 0852 5260 1948

TVS Pinoh

: 0813 4557 8321

TVS Putussibau

: 0821 5125 9567

TVS Anugrah Sekadau

: 0813 4540 2238

TVS Merdeka Motor PTK

: 0821 5030 6989

TVS Tepuai

: 0813 4528 6562

CMYK

Kepsek dan Yayasan SMA Rahadi Oesman Akan Dipanggil


Mempawah-Kubu Raya Borneo Tribune

Senin, 3 Juni 2013

5

MPR-Golkar Sosialisasi 4 Pilar Berbangsa dan Bernegara

Sosialisasi 4 Pilar Berbangsa dan Bernegara menghadirkan Anggota MPR RI, Hetifah, Ketua DPP Partai Golkar, Korbid Kerjasama Ormas, Rambe Kamarul Zaman, Anggota DPR RI Dapil Kalbar, Ir H Zulfadhli dengan moderator Ketua DPD Patai Golkar Kabupaten Pontianak, Rahmad Satria

Johan Wahyudi Borneo Tribune, Mempawah Bertempat di Gedung Kartini Mempawah, Jumat (31/5), kemarin, sekitar 300 kader dan Ormas Partai Golkar Kabupaten

Pontianak mengikuti kegiatan Sosialisasi 4 Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara. Sosialisasi ini dilaksanakan Korbid Kerjasama Ormas DPP Partai Golkar dan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI,

Peserta sosialisasi 4 Pilar berbangsa dan bernegara memenuhi Gedung Kartini Mempawah

bekerjasama dengan DPD Partai Golkar Kabupaten Pontianak. Pertemuan tersebut menghadirkan narasumber anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar/MPR RI, Hetifah, Ketua DPP Partai Golkar, Korbid Kerja sama Ormas, Rambe Kamarul Zaman, serta Anggota DPR RI Dapil Kalbar, Zulfadhli. “Sebenarnya banyak peserta dan kader partai yang ingin menghadiri sosialisasi 4 Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara ini. Tapi karena dibatasi, maka kita memanggil perwakilan dari Ormas-Ormas pendiri dan didirikan Partai Golkar, pengurus kecamatan, kabupaten, serta Caleg-Caleg DPRD Kabupaten Pontianak,” kata Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Pontianak, Rahmad Satria. Rahmad menilai sosiali-

Kader dan Ormas perempuan Partai Golkar ikut serta dalam sosialisasi 4 Pilar berbangsa dan bernegara

Panitia sibuk mendata kehadirian peserta

sasi 4 pilar berbangsa dan bernegara ini sangat penting dilaksanakan bagi kader Partai Golkar, mengingat empat pilar tersebut tidak pernah terlepas dari kawalan dan perjuangan Partai Golkar. “Saya berharap para peserta betul-betul mengambil intisari dan manfaat dari empat pilar berbangsa dan bernegara yang disosialisasikan dalam kegiatan ini,” katanya. Sedangkan, Ketua DPP Partai Golkar Korbid Kerjasama Ormas, Rambe Kamarul Zaman, mengatakan sosialisasi 4 pilar kehidupan berbangsa dan bernegara ini merupakan kerjasama antara DPP Partai Golkar dengan MPR RI. “Untuk tahun 2013, Kalimantan Barat, tepatnya di Kabupaten Pontianak menjadi daerah keempat di Indonesia yang kita kunjungi, selain Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jakarta,” katanya. Lanjutnya lagi, melalui sosialisasi ini, Rambe berharap seluruh kader Partai Golkar berperan aktif dalam mensosialisasikan pilar-pilar kebangsaan ke masyarakat, mengingat Partai Golkar memiliki hubungan historis yang cukup erat dalam menjaga bangsa dan negara serta yang menjadi alasan dibentuknya Partai Golkar. “Kader-kader Partai Golkar harus memahami 4

Pilar Berbangsa dan Bernegara ini, dan mewujudkannya dalam kehidupan sehari-hari,” katanya. Sementara itu, Anggota DPR/MPR RI, Hetifah, saat membuka kegiatan ini mengatakan sosialisasi empat pilar berbangsa dan bernegara ini merupakan program kerja MPR RI dalam upaya menguatkan jati diri dan identitas bangsa, yakni memahami dan menginternalisasikan empat pilar kebangsaan yang meliputi Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, dan NKRI. “Sosialisasi 4 pilar ini, merupakan program kerja MPR RI dalam menguatkan jati diri dan indentitas bangsa Indonesia,” katanya. Sedangkan Anggota DPR RI Dapil Kalbar dari Partai Golkar, Zulfadhli berharap sosialisasi 4 pilar kehidupan berbangsa dan bernegara menjadi pondasi yang kuat bagi seluruh masyarakat Indonesia, tentang bangsa dan nilai-nilai luhur bangsa yang terdapat dalam 4 Pilar Berbangsa (Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika). “Bahkan saya mengharapkan kedepan, CalegCaleg Partai Golkar dilakukan test terkait pemahaman 4 pilar berbangsa dan negara, sebelum mereka ditetap sebagai Caleg dari Partai Golkar. Agar para Caleg memahami nilai-nilai luhur bangsa sebagai dasar pengetahuan dan moral jika kelak menjadi anggota legislatif,” katanya. o

Ketua DPD Partai Golkar, Rahmad Satria menyampaikan sambutan

Ketua DPP Partai Golkar, Korbid Kerja sama Ormas, Rambe Kamarul Zaman antusias mensosialisasikan 4 pilar berbangsa dan bernegara

Anggota MPR RI, Hetifah, menyerahkan cindramata kepada Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Pontianak, Rahmad Satria

Gedung Kartini dipadati kader dan Ormas pendiri dan didirikan Partai Golkar


Bengkayang Borneo Tribune

Senin, 3 Juni 2013

6

Ajukan Draf Baru Perda IMB Dinas Tata Kota, Pertanahan dan Cipta Karya Kota Singkawang memasukan draf baru mengenai peratur-

an daerah tentang izin mendirikan bangunan (IMB) di Kota 1000 kelenteng belum lama ini. “Ada beberapa kelemahan di perda yang lama tentang IMB, sehingga kita memasukan draf baru untuk dilaku-

Antisipasi Diare, Terapkan PHBS kepada Anak Rudi Borneo Tribune, Singkawang Meskipun belum ada laporan mengenai peningkatan angka kasus Diare di Kota Singkawang, diharapkan masyarakat di kota ini untuk selalu menerapkan Perilaku FOTO: Rudi / Borneo Tribune Hidup Bersih dan Sehat Achmad Kismed (PHBS) terutama kepada anak-anak agar terhindar dari penyakit itu. Plt Kepala Dinas Kesehat- Menerapkan Perilaan Kota Singkawang, ku Hidup Bersih Achmad Kismed mengatadan Sehat akan kan sampai dengan hari ini, menghindarkan memang belum ada laporan ke Dinas nya mengenai adaanak terserang nya peningkatan kasus penyakit Diare, diare. Hanya saja masyaralantaran hidup kat diimbau untuk menerapkan Perilaku Hidup Bersih tidak sehat merudan Sehat. pakan salah satu “Menerapkan Perilaku Hipenyebab penyakit dup Bersih dan Sehat akan menghindarkan anak tersetersebut, terutama rang penyakit Diare, lantarbagi anak-anak an hidup tidak sehat merupakan salah satu penyebab penyakit tersebut, terutama bagi anak-anak,” kata Kismed. Disebutkan Kismed, berperilaku hidup bersih dan sehat diantaranya bagaimana menggunakan air bersih, mencuci tangan pakai sabun setelah beraktivitas, memasak makanan dengan benar, penggunaan jamban sehat dan tidak jajan makanan dan minuman sembarangan. Diare, merupakan salah satu penyakit yang paling gampang menyerang terutama ketika memasuki musim penghujan. Hal ini juga disebabkan kondisi tubuh yang menurun, perlu kehati-hatian dan usaha ekstra agar tubuh tidak terserang penyakit ini. o

kan revisi,” ujar Kepala Dinas Tata Kota, Pertanahan dan Cipta Karya Kota Singkawang, Muslimin. Menurut Muslimin, kelemahan dalam Perda lama itu hanya mengenal IMB-nya namun tidak disebutkan mengenai izin peruntukan bangunan itu didirikan. Sehingga diharapkan dengan adanya draf baru yang diajukan itu bisa memperjelaskan fungsi dari bangunan itu didirikan. “Selama ini memang tidak jelas, ketika awal dibangun memang biasanya untuk ruko dan rumah. Tapi lama kelamaan malah berubah fungsi, kemudian membuka toko atau malah tingkat duanya berubah dan ini yang menjadi persoalan, karena awalnya izin mendirikannya dikeluarkan tapi izin diperuntukan bangunan itu yang tidak dikeluarkan,” terang Muslimin. Sehingga, lanjut dia, de-

Ada beberapa kelemahan di perda yang lama tentang IMB, sehingga kita memasukan draf baru untuk dilakukan revisi

Rudi Borneo Tribune, Singkawang

FOTO: Rudi / Borneo Tribune

Muslimin ngan adanya pengajuan draf baru tersebut bisa memperjelas fungsi bangunan itu. Bahkan dalam draf baru tersebut, bisa ditentukan mengenai sistem perizinan yang dibutuhkan masyarakat dalam mendirikan bangunan. Saat mendirikan bangunannya, kata Muslimin,

bisa saja masyarakat diberikan izin sementara selama kurang lebih enam bulan. Setelah itu, baru dilanjutkan lagi pemberian izin yang sesuai dengan bangunan yang memang didirikan. “Awalnya memang diberikan izin sementara, apakah bangunan itu mengalami perubahan serta mengikuti aturan atau tidak dan izin itu berlaku selama enam bulan. Kemudian baru diberikan izin selanjutnya,” terang dia.

Selain dalam bentuk penjelasan mengenai perizinan dalam mendirikan bangunan, draf baru itu juga diharapkan bisa menjelaskan tentang tupoksi dari masing-masing pihak terhadap bangunan di Kota Amoy ini yang melanggar ketentuan pemerintah saat mendirikannya. “Jadi bisa diperjelas, dan tidak menitikberatkan pada dinas terkait saja, nantinya dalam draf itu tingkat RT dan Kelurahan pun bisa menegur jika ada masyarakat yang mendirikan bangunan tidak memenuhi ketentuan dan peraturan yang ada,” jelas dia. Menurut Muslimin, draf yang dimasukan ini bukan merupakan pengajuan draf untuk membuat perda baru, melainkan hanya merevisi perda yang sudah ada. Saat ini draf baru untuk revisi tersebut sudah diajukan ke Asisten II Pemkot Kota Pontianak. Setelah dipela-

jari lebih lanjut, kata Muslimin, draf itu akan naik di lembaga legislatif untuk dilakukan pembahasan. “Draf ini sudah diajukan ke Asisten II Pemkot Singkawang, nantinya akan dibahas bersama-sama dengan anggota dewan. Jadi draf ini hanya bentuk revisi terhadap perda yang lama,” ujarnya. Sementara itu untuk pengajuan izin pendirian bangunan, Muslimin menyebutkan ada 40-50 pengajuan izin yang dilakukan masyarakat dalam satu bulan. “Izin untuk masing-masing bangunan, baik itu perumahan maupun ruko sama, hanya saja besaran pajak mereka yang berbeda. Sejauh ini pertumbuhan bangunan di Singkawang cukup bagus, namun yang banyak mengajukan izin itu untuk bangunan ruko dan perumahan,” tutupnya. o

WKRI Bengkayang Ikuti Seminar Kesehatan Mujidi Borneo Tribune, Bengkayang

Peserta Seminar WKRI sedang mendengarkan materi tentang kesehatan, Minggu (2/6). Foto Mujidi/ Borneo Tribune

PEMERINTAH KABUPATEN KUBU RAYA BESERTA JAJARAN

Lebih dari seratus wanita se Paroki Santo Pius X mengikuti seminar sehari tentang kesehatan yang dilaksanakan organisasi Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) yang dilaksanakan selama satu hari, Minggu (2/6). Ketua Panitia Pelaksanakan kegiatan, Lusiah Askiah, saat ditemui mengatakan seminar tersebut berkaitan dengan hari ulang tahun WKRI 89 untuk seluruh Indonesia. Berbagai kegiatan dilaksanakan untuk HUT WKRI termasuklah seminar kesehatan. “Dalam seminar kesehatan ini, peserta mendapatkan empat mater, seperti materi deteksi dini kanker darah, pengamanan dini pada struk, pemahaman yang benar tentang masa manupaus serta tetap semangat dan bahagia menjelang masa manupaus,’ terang Lusiah.

Lusiah menjelaskan, seminar kesehatan yang dilaksanakan tersebut merupakan seminar pertama kali. “Karena selama ini yang dilakukan hanya seminar pendidikan ataupun kegiatan lainnya,” jelas Lusiah. Ditambahkan Lusiah, pemateri- pemateri yang dilibatkan dalam seminar tersebut adalah Sri Syamsudewi, dr. Petrus Boli, dr. Alexander dan materi dari Pesatuan Gizi (Persagi) Kabupaten Bengkayang. Kegiatan seminar kesehatan tersebut disambut baik oleh Herbertus Hermes Abet, Pr. Ia mengatakan, semintar tersebut sangat bermanfaat, khususnya bagi kaum wanita. Wanita bisa menambah pengetahuannya terkai dengan dunia kesehatan. ‘Dengan seminar ini, wanita-wanita kita akan mendapatkan ilmu yang bermanfaat, sebagai seorang ibu, wanita harus tetap bisa bersaing untuk menambah wawasan,” jelas Pastor. o

30 Calon Dai Ikuti Lomba Ceramah

Kelompok BKMT sedang menampilkan hiburan di sela lomba Ceramah yang diselenggarakan BKMT Bengkayang. PC NU dan PHBI Bengkayang. Foto Mujidi/Borneo Tribune

Mujidi Borneo Tribune, Bengkayang

Tertanda,

Muda Mahendrawan, SH

Drs. Andreas Muhrotien, M.Si

Bupati

Wakil Bupati

Drs. H. Husein Syawiek Sekretaris Daerah

Tiga puluh calon dai mulai dari remaja hingga ibu ibu majlis taklim yang ada di Kabupaten Bengkayang ikut berlomba menjadi yang terbaik dalam ajang lomba ceramah yang digelar BKMT Kabupaten Bengkayang bekerja sama dengan pengurus PCNU Kecamatan dan PHBI Kabupaten Bengkayang di Masjid Agung Syuhada, Minggu (2/6). Sebelum pertandingan dilaksanakan, satu jam sebelumnya, telah dilakukan teknikal metting untuk mengetahui jumlah peserta terakhir yang akan berlomba. Diketahui, perlombaan diikuti empat belas remaja yang berasal dari siswa siswi SMP dan SMA di Bengkayang. Sementara untuk peserta dari majlis taklim diikuti sebelas orang.

Bukan hanya para peserta, para dai yang tampil juga disaksikan ratusan undangan. Kalangan ibu- ibu dan bapak, remaja putra dan putri hingga anak berkumpul bersama di Masjid Agung. Semua ikut mendengarkan apa yang disampaikan para dai yang tampil dengan batas waktu yang telah ditentukan panitia. Ketua BKMT Kabupaten Bengkayang, Hj. Komariah mengatakan, lomba ceramah tersebut diselenggarakan atas kerjsama sama beberapa ormas keagamaan di Kabupaten Bengkayang. Lomba ceramah tersebut untuk melatih kaum remaja dan kaum majlis taklim untuk tampil ke depan. “Kegiatan kita bertujuan untuk melatih anak anak kita, kaum ibu untuk tampil ke depan, tujuan pastinya menyampaikan syiar islam,” kata Komariah menjelaskan. Dikatakannya, lomba cera-

mah tersebut juga sebagai upaya untuk memperingati Isra’ Miraj nabi Muhammad Saw. Peristiwa Isra’ Mi’raj menjadi tonggak awal perintah Salat yang diwajibkan kepada umat Islam. Miftahurahman, pejabat yang mewakili Kepala Kementerian Agama Kabupaten Bengkayang, menyatakan pihaknya sangat menyambut baik kegiatan berupa lomba ceramah antara remaja dan ibu ibu kaum majlis taklim. “Dalam mensiarkan ajaran islam, kita harus bahu membahu, bersama sama, dan elemen yang terpenting untuk mensiarkan agama Islam itu adalah ormas ke agamaan, seperti BKMT, PCNU, PHBI dan organisasi organisasi lainnya,” jelas Miftah. Setelah semua memberikan sambutan, Mifta kemudian dipercayakan untuk membuka lomba ceramah. o


Senin, 3 Juni 2013

Beredarnya Informasi PK Yansen Keluar

Kajari Bantah Informasi yang Beredar Ratna Sari Borneo Tribune, Sanggau Akhir-akhir ini,beredar informasi telah keluarnya Peninjauan Kembali (PK) terhadap terdakwa Yansen Akun Effendi terkait kasus Korupsi TPA di Kecamatan Meliau Kabupaten Sanggau. Namun hal itu dibantah oleh Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Sanggau, Tito Prasetyo. Tito mengatakan bahwa pihaknya belum menerima putusan PK tersebut belum. Selama belum adanya tembusan salinan putusan tersebut kepada pihak Pengadilan Negeri (PN) dan Kejaksaan maka pihaknya tidak berani menyampaikan kebenaran informasi tersebut. ”Kita secara prosedural saja, sebelum ada putusan dari Pengadilan Negeri, ya, kita tidak tahu,” ujarnya ketika ditemui belum lama ini. Menurutnya, putusan tersebut biasanya dikirim melalui Pengadilan Negeri setempat dan nantinya akan dikirim kepada pihak-pihak yang berkepentingan yakni terdakwa dan jaksa. Bahkan, pihaknya juga enggan membuat dugaan-dugaan pembenaran terkait putusan tersebut karena akan berdampak kurang baik di masyarakat. ”Saya tidak mau komentari informasi yang ada di lapangan, karena bisa memperkeruh suasana. Lebih baik kita lihat sesuai proseduralnya saja dan saya tidak mau berspekulasi ini dan itu, takutnya nanti tidak sesuai dengan kenyataannya,” jelasnya.Tito pun berharap, semua pihak dapat menunggu sampai dengan informasi yang benar bisa didapatkan. Pihaknya beranggapan informasi yang berkembang sejauh ini wajar-wajar saja dan tidak akan mempengaruhi putusan tersebut nantinya. ”Kita harapkan kepada masyarakat, agar tidak menerima secara mentah-mentah informasi yang ada. Saya kira masyarakat sudah bisa melihat bahwa setiap putusan ada prosedurnya masing-masing dan jangan menerima informasi yang belum jelas faktanya. Kalau memang sudah ada putusan resminya pasti akan disampaikan kepada publik melalui media,” pungkasnya.

446 Teguran Pelanggaran Lalin Selama Operasi Simpatik di Landak Borneo Tribune, Ngabang Operasi Simpatik Kapuas 2013, di wilayah Polres Landak, dimulai Senin (6/5), berakhir Selasa (28/5), masih banyak ditemukan pelanggaran yang dilakukan oleh masyarakat, saat mengendarai kendaraan di jalan raya Kota Ngabang khususnya dan Landak pada umumnya, belum menyadari betapa pentingnya mematuhi peraturan lalulintas. Menurut Kanit Laka Satlantas Polres Landak, Ipda Djoko Prakoso mengatakan pelaksanaan Operasi Simpatik Kapuas di wilayah hukum Polres Landak memang berjalan aman dan lancar. “Namun meskipun demikian, masih banyak kita temukan adanya pelanggaran lalu lintas yang pada umumnya dilakukan oleh para pengendara sepeda motor,” ujar Djoko pekan lalu di kantornya. Dijelaskannya, pelanggaran yang paling banyak dilakukan para pengendara sepeda motor tersebut yakni tidak adanya surat menyurat saat mengendarai sepeda motor. “Selama Operasi Simpatik inipun kita memberikan teguran kepada para pelanggar sebanyak 446 teguran, penilangan sebanyak 10 penilangan. Sedangkan jumlah kecelakaan lalulintas selama Operasi Simpatik sebanyak 7 kasus dengan jumlah korban meninggal dunia sebanyak 6 orang, luka berat 5 orang, luka ringan 7 orang dan kerugian materil sebesar Rp. 31.700.000,” jelasnya.

Landak-Sanggau Borneo T Tribune

7

SMPN 2 Ngabang Lulus 100 Persen Borneo Tribune, Ngabang Penyerahan amplop kelulusan di SMPN 2 Ngabang diawali dengan acara seremonial penyerahan siswa kepada orang tua. Kegiatan ini dihadiri komite sekolah, Kepala sekolah SMPN 2 Ngabang, Mariyani, S.Pd, dan orang tua siswa. Setelah acara serah terima, dilangsungkan dengan penyerahan amplop kelulusan kepada orang tua siswa berlangsung di aula SMPN 2 Ngabang, Sabtu, (1/ 6). Kepala sekolah SMPN2 Ngabang, Mariyani, S.Pd, dalam kata sambutanya mengatakan pihaknya telah berusaha semaksimal mungkin agar siswa dapat berhasil menempuh ujian, baik ujian sekolah maupun ujian nasional. Menurutnya, sebelum menempuh ujian, terlebih dahulu dilakukan tiga kali tryout, yaitu tryout yang dilaksanakan dengan menggunakan dana BOS, dengan menggunakan dana Pemda, dan tryout dengan menggunakan dana swadaya orang tua siswa. Sebelumnya juga untuk memantapkan jiwa siswa, telah dilakukan acara ritual agama dengan berzikir menurut ajaran agama Islam bagi siswa yang beragama Islam, dan berdo’a bagi siswa yang beragama Kristen dan Katolik. Mariyani menambahkan, dari 241 peserta yang mengikuti UN, kelulusan sebesar 100 persen. “Alhamdulillah, tingkat kelulusan UN di SMPN 2 Ngabang tahun 2013 ini sebesar 100 persen. Hal ini tentunya tidak terlepas dari usaha kita dan pe-

Kepala sekolah SMPN 2 Ngabang Mariyani, S.Pd, menyerahkan hadiah kepada 3 orang siswa yang mendapatkan juara umum kelulusan, kepada orang tua siswa. FOTO Ya’ Syahdan/ Borneo Tribune naan UN tingkat SMP/MTs Setelah itu secara keseluran dari orangtua siswa sentahun 2013 inipun Landak ruhan sebanyak 11 pelajar diri,” ungkap Kepsek SMPN berada di rangking ke lima dari 5.542 pelajar peserta 2 Ngabang, Mariyani. dalam rangking kelulusan. Ujian Nasional (UN) tingkat Sementara itu kelulusan UN Kemudian, rangking total niSMP/MTs di Kabupaten Lan100 persen juga terjadi di lai atau mutu hasil UN SMP/ dak dinyatakan tidak lulus MTs Negeri Ngabang. Dari 13 MTs di Landak berada di UN. Kesebelas pelajar yang peserta UN di MTs Negeri peringkat ke 6 se Kalbar. tidak lulus UN tersebut berNgabang, Semuanya dinyataSementara itu, pantauan peada di 7 SMP di Landak yakkan lulus UN. laksanaan pembagian ampni SMP Santo Thomas seba“Syukur Alhamdulillah, lop hasil UN tingkat SMP/ nyak 1 orang, SMP Harapan dengan adanya kerja keras MTs di sejumlah sekolah di sebanyak 1 orang, SMP Panca yang kita lakukan hasil keluKota Ngabang kemarin, berKarya Tembawang Bale sebalusan UN tahun 2013 ini di jalan aman dan lancar. Tidak nyak 1 orang, SMP Dharma MTs Negeri Ngabang lulus ada aksi coret menyoret baju Mulia Aur sebanyak 1 orang, 100 persen. Namun dari segi seragam sekolah dan konvoi SMPN 1 Ngabang sebanyak nilai dibanding dengan jumkendaraan yang dilakukan 2 orang, SMPN 2 Kuala Behe lah rata-rata tahun lalu, ada pelajar SMP/MTs. Seperti sebanyak 4 orang dan SMPN mata pelajaran yang memang suasana pembagian amplop 1 Sebangki sebanyak 1 orang. memerlukan perhatian khuhasil UN di SMPN 1 Sedangkan total nilai UN sesus, yakni IPA dan MatemaNgabang, setelah menerima besar 27,43 dengan rata-rata tika,” kata Kepala MTs Neamplop tersebut, para pelasebesar 6,86. Pada pelaksageri Ngabang, Deni Irawan.

jar pun membubuhkan tandatangannya pada sehelai kain putih yang disediakan pihak sekolah. Di sekolah yang berada di jantung Kota Ngabang ini, jumlah peserta UN terdata sebanyak 283 peserta. Namun, dua peserta mengundurkan diri, sehingga yang mengikuti UN sebanyak 281 peserta. “Dari 281 pelajar SMPN 1 Ngabang yang mengikuti UN tahun 2013 ini, ternyata ada dua peserta yang tidak lulus UN. Tapi inilah kenyataannya. Padahal usaha yang kami lakukan sudah cukup maksimal. Namun pada kenyataannya hasil kelulusan UN di SMPN 1 Ngabang ini hanya sebesar 98 persen,” ujar Kepala Sekolah (Kepsek) SMPN 1 Ngabang, Valentinus, Sabtu (1/6) disekolahnya. Menurutnya, untuk hasil Ujian Sekolah (US) di SMPN 1 Ngabang memang lulus 100 persen, termasuklah kedua pelajar yang tidak lulus UN tersebut. “Dalam hal ini bukan pihak sekolah yang tidak meluluskannya. Namun setelah nilainya kita konversikan antara hasil US dan UN, ternyata nilai kedua pelajar tersebut tidak tercapai,” katanya. Ia menambahkan, jika dibandingkan hasil UN tahun 2012 lalu di SMPN 1 Ngabang dengan persentase kelulusan sebesar 99 persen, hasil UN tahun 2013 ini mengalami penurunan. “Tapi masalah nilai UN kami tetap naik. Hanya jumlah kelulusannya saja yang turun,” ucapnya. (Kiriman Ya’ Syahdan)

Jembatan sungai Puti’ Kampung Lalang Desa Hilir Tengah Ngabang hingga berita ini dimuat, Sabtu, (1/6), belum terselesaikan. Menurut masyarakat setempat, Mat Ali, mereka sama sekali tidak mengenal siapa pemborongnya. Sepengetahuannya bahwa jembatan ini sudah lama terhenti kegiatannya. Pihaknya sangat mengharapkan agar jembatan itu segera diselesaikan agar transportasi tidak terhambat. “ FOTO. Ya’ Syahdan/Borneo Tribune

INFO HOTEL

Mandala FC Juara Umum Daranante Cup 2013 Ratna Sari Borneo Tribune, Sanggau Final Daranante Cup 2013 yang digelar di Lapangan Glora Pancasila Sanggau Permai, Sabtu (1/6) malam Mandala FC dari Kecamatan Tayan. Hilir berhasil meraih juara umum pada laga final melawan Perdam FC dari Tayan dengan skor 4-2. Pada pertandingan yang disaksikan langsung oleh Wakil Bupati Sanggau, Paolus Hadi, Ketua Panitia Daranante Cup 2013 yang juga sekaligus Kajari Sanggau, Tito Prasetyo, Kadisdik Kabupaten Sanggau, Yohanes Ontot, Kabag Ops Polres Sanggau, Kompol Roni Mustofa dan para undangan yang lainnya berjalan dengan aman dan lancar. Kedua tim pun bermain dengan saling serang. Pada babak pertama, Mandala FC memimpin dengan skor 2-1.

Wabup menyerahkan Piala Bergilir Namun, pada awal babak ligus sebagai juara umum kedua, Perdam berhasil meDaranante Cup 2013. Mannyamakan skor menjadi 2-2. dala akhirnya membawa puTak mau kebobolan lagi, lang piala bergilir Daranante Mandala FC kembali melaCup, piala tetap juara pertakukan penyerangan. Hingga ma, medali dan uang pembipluit panjang wasit ditiupkan naan Rp. 32 juta. Sementara bertanda waktu permainan Perdam FC meraih juara keselesai, Mandala berhasil dua mendapatkan uang pemmenambah pundi-pundi gol binaan Rp. 24 juta. Juara kenya menjadi 4-2. tiga Sekayam Raya mendaMandala FC pun akhirnya patkan uang pembinaan Rp. meraih juara pertama seka19 juta. Juara keempat

Entikong FC mendapatkan uang pembinaan Rp. 14 juta. Sementara juara kelima hingga kedelapan masingmasing tim meraih uang pembinaan Rp. 1,5 juta. Sementara untuk Top Skore diraih oleh R. Rasyid pemain dari Sekayam FC dengan mengumpulkan 15 gol. Rasyid pun mendapatkan uang pembinaan Rp. 5 juta. Wakil Bupati Sanggau, Paolus Hadi mengatakan Daranante Cup tahun ini merupakan suatu Daranante yang luar biasa. Karena dapat disaksikan langsung dan ditonton oleh masyarakat yang luar biasa datang dari berbagai kecamatan. Paolus pun menuturkan, bahwa dalam menyaksikan pertandingan final kali ini, kedua tim bermain dengan luar biasa dan menunjukan kualitas untuk tingkat Kabupaten. ”Kami bangga bisa memfasilitasi kegiatan ini, tentunya dengan sportivitas dan

fair play dengan baik dan lancar. Meskipun perlu adanya perbaikan-perbaikan. Daranante ini merupakan event yang ditunggu-tunggu masyarakat, agar mendapatkan para pemain yang baik. Ini tahun ketiga dan selanjutnya diharapkan bisa dilanjuti oleh PSSI Sanggau dan bisa secara terus menerus dilaksanakan. Tentunya semua ini untuk Kabupaten Sanggau. Tahun lalu Tayan merebut juara umum dan sekarang telah diambil oleh Mandala FC. Semoga tahun depan kecamatan lain bisa meningkatkan prestasinya,” ujarnya. Sementara itu, Ketua Panitia, Tito Prasetyo mengatakan turnamen Daranante Cup 2013 sejak pembukaan hingga sekarang dilaksanakan dengan aman dan lancar. “Semoga sepak bola di Kabupaten Sanggau dapat semakin maju baik di tingkat provinsi maupun tingkat nasional,” pungkasnya.


Sekadau Borneo Tribune

Senin, 3 Juni 2013

8

Sekadau Peringkat 4 Kelulusan SMP Se-Kalbar Siswa Tidak Lulus 0,18 Persen

Bagus Kosminto Borneo Tribune, Sekadau Angka kelulusan tingkat jenjang pendidikan SMP di Kabupaten Sekadau tahun ajaran 2012/2013 cukup membanggakan setelah kelulusan SMA/MA sederajat mencapai kelulusan 100 Persen. Sabtu kemarin, se-

mua peserta UN tingkat SMP/MTs sudah memerima amplop kelulusan. Berdasarka Data Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Barat, Peringkat kelulusan tingkat SMP/MTs tahun 2013 Kabupaten Sekadau meraih peringkat keempat, dengan jumlah peserta ujian 2.812 dan tidak lulus lima siswa, persenta-

Program Jampersal Perlu Disosialisasi Bagus Kosminto Borneo Tribune, Sekadau Program Jaminan Persalinan (Jampersal) di pedalaman Kabupaten Sekadau belum diminati para ibu yang akan melahirkan. Pasalnya, sosialisasi kepada masyarakat dinilai masih kurang. Warga dikampung justru lebih banyak menggunakan biaya sendiri dalam proses persalinan. Rekomendasi DPRD Kabupaten Sekadau terhadap LKPj Bupati Sekadau 2012 salah satunya menyorot soal masih minimnya sosialisasi Jaminan persalinan Gratis yang dicanangkan Pemerintah. Program Jaminan Persalinan gratis (Jampersal) yang dicetuskan pemerintah bertujuan untuk menekan angka kematian ibu dan bayi pada saat proses persalinan berlangsung. Namun, tidak semua masyarakat khususnya kelas ekonomi menengah kebawah yang mengetahui ada program ini. Isdamayanti, salah seorang warga Sekadau mengatakan baru mendengar ada program persalinan secara medis tanpa dipungut biaya. Sepengetahuannya, persalinan dengan menggunakan jasa bidan ataupun di rumah sakit bersalin membutuhkan biaya yang tidak sedikit. “Saya saja baru dengar ada program itu,” katanya polos. Ibu kelahiran Bogor, Jawa Barat itu mengatakan dari 3 anak yang dilahirkannya, semuanya menggunakan jasa dukun beranak atau bidan kampung.bersyukur ia tidak pernah mengalami hal-hal buruk selama persalinan. “Alhamdulillah tidak pernah terjadi hak-hal yang tidak diinginkan, semua anak saya lahir dengan selamat,” tuturnya. o

INFO BANK BNI 46 Pontianak, Jl. Tanjung Pura No. 1 Telp. (0561) 736211, 732016, 732630, 732026 (0561) 736392 Capem Univ. Tanjungpura. Jl. Daya Nasional Telp. (0561) 736046 (0561) 764012 Capem Pasar Siantan, Jl. Khatulistiwa No. 81-83 Siantan Telp. (0561) 881419 (0561) 883263

BCA KCU PONTIANAK, Jln. A. Yani No. 1 Ptk, 0561-736305 (hunting) KCP Imam Bonjol, Jln. Imam Bonjol No. 457 Ptk, 0561-737984, 734524 KCP Rahadi Usman, Jln. Rahadi Usman No. 4 Ptk, 0561-733482, 740814-15 KCP Sei Pinyuh, Jln. Raya Terminal 05-06, Sei Pinyuh KCP Sultan Muhammad, Jln. Sultan Muhammad 136, Ptk, 0561-738051

BANK KALBAR CABANG UTAMA PONTIANAK Jl. Rahadi Osman No. 10 Pontianak 78117, Telp. (0561) 732148, 736723 Fax. (0561) 745149, Telex. 29174, 29129 CABANG SYARIAH Jl. A. Yani Pontianak, Komp. Perkantoran & Town House No. 5-6 (depan A. Yani Mega Mall) Telp. (0561) 733033, 7061800, Fax. (0561) 732599

BANK BRI Kantor Cabang Barito, Jalan Barito, Telp. (0561) 734009, Fax. (0561) 733019 Komplek Pertokoan Pasar Flamboyan Jalan Gajah Mada Blok C. 14 Ptk

BANK DANAMON Jl. Tanjung Pura No. 102, Ptk Telp. (0561) 737107 (H), 730898, Fax : (0561) 736264, 765595 Jl. St. Muhammad No. 173, Ptk Telp. (0561) 731156, Fax : (0561) 734462 Jl. KH. Wahid Hasyim No.24-26, Telp.: 0561-768599/765411, Fax : 0561-768599/765411

BANK MANDIRI SYARIAH PONTIANAK, Jl. Diponegoro No. 95, Telp. (0561) 745004, Fax. Ketapang, Jl. MT. Haryono No. 111-112 Ketapang, Telp. (0534) 34600 Fax. (0534) 34395 Kantor Kas Politeknik, Kampus Politeknik Negeri Jl. A. Yani No. 52, Telp. (0561) 583850 Kantor Layanan Syariah Bank Mandiri Pontianak-Sidas, Jl. Sidas No. 2, Pontianak, Telp. : (0561)7069797, Fax. : (0561) 763082

BANK BUKOPIN Cabang Jl. Ir. H. Juanda No. 55-56 Pontianak 78117 (0561) 745025 (Hunting) (0561) 734253 Cabang Pontianak Kal-Bar, Jl. Adi Sucipto Km. 7,5 (Gedung Kopkar Mekar PLN Wil Kal - Bar) Kabupaten Pontianak, Telp. 0561 722598, 0561 - 723158, Kantor Kas Adisucipto Jl. Sultan Muhammad No. 48, Pontianak 78117 , (0561) 730001/ 730077, (0561) 730132, Capem Sultan Muhammad

BANK BTN CABANG PONTIANAK, Jl. Imam Bonjol No. 29 Pontianak 78123, Pontianak, Telepon: (0561) 740163 Fax: (0561) 740168 CABANG PEMBANTU JERUJU, Jl. Kom. Yos Sudarso No. 10, Jeruju Pontianak 78122, Telepon: (0561) 770567 Fax: (0561) 770567 KAS LAYANAN POS ONLINE PONTIANAK, Jl. St. A. Rahman No.49, 78116, Pontianak, Telepon: 0561-730641, 0561-730642, 0561730644 Fax: 0561-762146

BANK PERMATA Juanda KC, Jl. IR. H. Juanda No. 49-50 BB, Pontianak (781177), 0561-738323, 0561 -736411 Gajah Mada KCP, Jl. Gajah Mada no 69 C, Pontianak (78121), 0561747371, Tanjung Pura KCP, Jl. Tanjung Pura No. 370, Pontianak (78122), 0561764926

BANK BII KC Pontianak Jl. Tanjungpura No.20 (Pontianak) Telp. (0561) 39220

BANK MANDIRI

BANK BHI

Jl. I Gusti Ngurah Rai No. 2 , Humaera B (0561) 734247, 734147 Jl. Achmad Yani No. 3 - 3 A, (0561) 765010, 767993 Jl. Tanjungpura No. 110, (0561) 734464, 734752 Jl. Sidas No. 2 (0561) 734670, 747495, 733672

BANK MEGA

Cabang PONTIANAK, Jl. Imam Bonjol No.567 , Telp. (0561)-762838; Fax. (0561) -76290

KC PONTIANAK, Jl. H. Agus Salim No. 10 - 12, Telp. (0561) 739822, (0561) 749078

se ketidaklulusan 0,18 persen saja. “Setelah menerima kabar kelulusan anak-anak kita, saya cukup puas juga,” ungkap Syamsidar warga Sekadau Hilir, dijumpai Sabtu kemarin. Ia mengatakan jauh hari sudah yakin kalau anak mampu lulus mengikuti UN beberapa waktu lalu. “saya

yakin karena diluar jam sekolah mereka juga kita ikutkan les tambahan,” ungkapnya sembari mengatakan anaknya bersekolah SMP Negeri 1 Sekadau Hilir. Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalbar, Alexius Akim di Pontianak, menyatakan Kabupaten Sambas yang memiliki peringkat kelulusan

SMP/MTs tertinggi. Kabupaten pesisir Kalbar itu lulus 100 persen dari 6.951 peserta. Peringkat kedua Kabupaten Sanggau, jumlah peserta ujian 5.210 siswa. Tidak lulus hanya dua siswa dengan persentase ketidaklulusan 0,04 persen. Peringkat ketiga Kabupaten Melawi, total peserta ujian 2.492 siswa dan tidak lulus dua siswa dengan per-

sentase ketidaklulusan 0,08 persen. Sebanyak 631 siswa SMP dan sederajat di Provinsi Kalimantan Barat tidak lulus Ujian Nasional Tahun 2013. “Tapi angka tersebut jauh lebih rendah dibanding tahun 2012, tahun lalu siswa yang tidak lulus mencapai 1.402 orang,” kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalbar,

Alexius Akim di Pontianak, Jumat, (31/5). Dia mengemukakan persentase kelulusan tahun 2013 juga lebih baik dibanding tahun 2012. Tahun 2012, jumlah peserta sebanyak 63.408 siswa dengan tingkat kelulusan 98,026 persen. Sementara tahun ini, jumlah peserta 64.762 siswa, dengan tingkat kelulusan 99,026 persen. o

Kerjasama Investor dan Petani BelumTampak Bupati: Mereka Mesti mengedepankan Komunikasi dan Musyawarah Bagus Kosminto Borneo Tribune, Sekadau Iklim investasi diwilayah Kabupaten Sekadau memang belum dapat dikatakan berjalan mulus terutama di sektor perkebunan kelapa Sawit. Tak jarang, perbedaan paham antara investor dengan masyarakat petani berujung konflik misalnya ada aksi demonstrasi kepada manjemen Perusahaan. Menyikapi masih kurangnya alur komunikasi antara masyarakat petani dan investor, Bupati Sekadau Simon Petrus, menyatakan antara perusahaan dan masyarakat lokal mesti dibangun harmonisasi sejak awal perusahaan berinvestasi di daerah setempat untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif. Menurut Bupati, mempertahankan komunikasi yang baik antar perusahaan perkebunan dan masyarakat akan tumbuh rasa saling menghargai antara kedua pihak. Jika hubungan koordinasi keduanya terjalin harmonis segala macam bentuk konflik niscaya dapat diminimalisir sedini mungkin. Sejauh ini, kata Simon, sikap saling mengerti dan saling kerjasama antar investor dan masyarakat belum terlihat sejalan. Masing-masing pihak masih cenderung mengedepankan egonya ketimbang bermusyawarah untuk mencapai sepakat. “Saya berharap sejak awal mulai dari pembebasan lahan sampai perusahaan sudah beroperasi penuh, terjalin hubungan baik antara perusahaan perkebunan kelapa sawit dan masyarakat lokal. Dengan demikian segala kemungkinan permasalahan bisa diantisipasi. Kalaupun sudah terjadi, penyelesaian masalah pun bisa ditempuh melalui musyawarah,” kata Bupati Simon diwawancarai sejumlah Wartawan, di Kantor Bupati baru-baru kemarin. Menurut Bupati, untuk mewujudkan itu, masyarakat diharapkan bersikap dewasa menyampaikan tuntutan-tuntutan yang berkaitan dengan hak. Sebaliknya, pihak investor juga harus mau menghargai kearifan lokal serta mau bersikap kooperatif menanggapi keluhan petani terutama soal hak-hak petani. “Semua untuk kebaikan bersama. Di satu sisi masyarakat bisa menikmati kehadiran investor di daerahnya, di sisi lain investor pun merasa nyaman dalam berinvestasi,” tutur Simon. Kendati demikian, ada pengecualian bagi kasus-kasus yang tidak dapat ditoleransi. Bupati mendukung proses hukum oleh kedua belah pihak apabila terjadi pelanggaran yang memang mengharuskan penyelesaian lewat jalur hukum. Na-

mun, Bupati menyarankan agar upaya-upaya persuasif lebih diutamakan menyelesaikan apapun. “Intinya adalah selalu bermusyawarah. Kalau masih bisa dirundingkan, rundingkan dulu. Jika memang masalahnya berkaitan dengan pelanggaran hukum, silahkan tempuh jalur itu,” ujar pria kelahiran Belitang Hulu. Sepeti diketahui, konflik antar petani dan manajemen perusahaan sering mencuat di media massa, petani kelapa sawit melakukan pemagaran kebun milik perusahaan perkebunan kelapa sawit. Sering pula ma-

Bupati Sekadau Simon Petrus. FOTO: Dok/ Borneo Tribune syarakat berjubel mengadu ke Pemerintah untuk mendapatkan dukungan sembari menyelesaikan persoalan

dengan masyarakat. Sebaliknya, pihak investor terkesan tak memeiliki solusi yang tepat menanggapi aspirasi petaninya. Hal itu terlihat kerapnya petani gigit jari saat meminta Pemerintah memfasilitasi pertemuan kedua pihak di tempat netral semisal gedung DPRD, ataupun saat masyarakat melakukan aksi demo di kantor manajemen perusahaan. Kondisi tersebut terus berlangsung bahkan sejak perusahaan perkebunan kelapa sawit pertamakali muncul di Sekadau sekitar tahun 1980-an lalu yang terus tumbuh sampai Sekadau dimekarkan Kabupaten 2003 lalu. Sampai saat ini, tak terhitung jumlah konflik yang muncul. Pemerintah pun pusing dibuatnya. Aparat Kepolisian pun dibuat

repot mengawal aksi-aksi demontrasi petani. Contoh saja cekcok antar sejumlah petani kelapa sawit di Desa Tapang Pulau Kecamatan Belitang Hilir dengan manajemen PT Parna Agromas (LG Group) yang baru mencuat di awal tahun ini. Dalam kasus itu, petani menuntut perusahaan untuk segera membayar biaya pinjam lahan yang belum dikonversi padahal mestinya lahan masyarakat sudah terkonversi sejak lama. Masih banyak lagi contoh kasus yang hingga kini masih sulit dicari jalan keluar. Kebanyakan permasalahan muncul lantaran pemenuhan hak dan kewajiban masing-masing pihak tidak berjalan sesuai janji-janji awal perusahaan beroperasi. o

PENJELASAN ATAS PERATURAN BUPATI SEKADAU NOMOR 19 TAHUN 2011 TENTANG SISTEM DAN PROSEDUR PEMUNGUTAN BEA PEROLEHAN HAK AT AS TANAH DAN BANGUNAN DI KABUPATEN SEKADAU

Bersambung …………




Senin, 3 Juni 2013

Sintang-Melawi

Borneo T Tribune

9

Ruko Ambruk, Satu Tewas “

Namun kita serahkan ke pihak yang berwajib sajalah mengenai penyebab runtuhnya bangunan itu suara itu kedua rekan Paijun berlari ke bagian belakang dan Paijun sendiri tak sempat berlari hingga ikut terjatuh dengan bagian yang ambruk.

“Saat kejadian saya sedang berada di rumah warga yang mengadakan acara pernikahan di depan bangunan yang runtuh itu. setelah mengetahui hal itu, saya langsung ke lokasi dan melihat satu korban bersimbah darah ikut dalam runtuhan itu,” cerita Kades Sidomulyo, Sugimiarto, saat dikonfirmasi di kediamannya, Minggu (2/6). Diungkapkan pria yang akrab disapa Mas Or. selain satu korban yang tewas, ada dua orang pekerja juga yang mengalami luka, yakni teman korban yang tewas tadi. Sementara tiga pekerja lain ya selamat. “Korban yang tewas langsung dibawa ke Klinik Citra Husada, dalam perjalanan sebelum sampai klinik, kor-

Bangunan ruko yang ambruk di desa Sidomulyo dan menyebabkan satu pekerja tewas. FOTO Eko Susilo/Borneo Tribune ban sudah meninggal,” jelasnya. Usai diotopsi di klinik, jenazah korban dibawa ke masjid RT 6 Desa Sidomulyo untuk dimandikan. Setelah selesai dimandikan

Suasana Haru Warnai Pelantikan Kades Merarai II Budi Baskoro, Montir yang Menjadi Kepala Desa

Endang Kusmiyati Borneo Tribune, Sintang SUASANA halaman balai desa Merarai II kecamatan Sungai Tebelian mendadak ramai di penuhi warga. Terlihat sejumlah kaum perempuan mengenakan seragam bercorak batik khas Kalimantan dengan bawahan berwana hitam, tengah duduk di barisan depan tenda biru dengan ukuran 6x8 meter. Di bagian tenda utama yang ukuranya lebih kecil, terlihat sejumlah tamu dari unsur pimpinan kecamatan. Di sisi sebelah kanan tenda, duduk dengan tenang seorang pria yang seragam berwarna putih dilengkapi dengan penutup kepala menyerupai kostum TNI angkatan laut. Disampingnya duduk istrinya yang mengenakan kostum PKK dengan warna hijau mendominasi. Hari itu, Sabtu (1/6) adalah hari bahagia bagi Budi Baskoro, kepala desa terpilih yang selanjutnya akan dilantik oleh camat Sungai Tebelian Bernard Saragih suasana terlihat haru. Saat prosesi pelantikan dilakukan, masyarakat yang hadir memenuhi halaman balai desa terlihat lebih tenang. Bahkan diantara mereka ada yang berkali-kali mengusap air mata yang mengalir di pipi. “Terharu, karena kami tidak menyangka beliau bisa terpilih jadi kepala desa dan bisa dilantik hari ini oleh pak camat,”ungkap Nita, yang mengaku masih kerabat dekat kades terpilih.

dan dikafani, jenazah korban dimasukan ke kotak dan dipulangkan ke keluarganya ditemani sang paman yang juga merupakan pekerja bangunan yang runtuh itu.

Dituturkanya betapa perjuangan untuk menjadi kepala desa penuh tantangan dan rintangan. Karena yang terjadi adalah proses penyadaran masyarakat untuk memilih pemimpin tanpa melihat status sosialnya. Budi Baskoro yang akrab di sapa Babas awalnya adalah seorang montir di bengkel kecil usahanya. Ia pun tidak memiliki anak buah. Ketika mencalonkan diri sebagai kades, saat itu ia berkonsultasi dengan keluarga besarnya. Tak sedikit yang meragukan kemampuanya, apalagi dukungan ekonomi keluarga. Namun hal itu tak membuatnya surut. “Karena semangat dan tekad beliau, maka kami keluarga besar sepakat untuk mendukung niat mulianya membuat perubahan di desa ini,” tambah Nita. Dari lima calon kepala desa, yang kemudian tersisa empat

karena calon incumbent mengundurkan diri, Babas berhasil mengantongi suara 536, atau hampir 50 persen dari sekitar 1200an pemilih yang menggunakan hak suaranya. “Kami berharap di bawah kepemimpinan Budi Baskoro, kondisi desa Merarai II ini menjadi lebih baik. Karena sejak terbentuk menjadi desa diawal tahun 80an lalu, baru tiga kali ini terjadi pergantian kepala desa. Dan baru Budi Baskoro ini, kepala desa yang terpilih dari luar. Karena kepala desa kami sebelumnya adalah putra dari kepala desa pertama,”ujar Supri warga Merarai II lainnya. Sementara itu, Camat Sungai Tebelian Bernard Saragih dalam sambutanya mengingatkan kepada Budi Baskoro dan sejumlah kades lain yang hadir agar mampu menjadi pengayom dan pelindung masyarakatnya. “Jangan sampai malah

kadesnya yang jadi provokator. Ciptakan suasana yang aman dan kondusif sehingga proses pemerintahan desa bisa berjalan dengan baik dan pembangunan bisa dilaksanakan,” pesannya. Camat juga mengingatkan kades agar melibatkan istri untuk mengaktifkan PKK di desanya masing-masing. Karena PKK memiliki peran yang sangat strategis dalam mendukung proses pemerintahan dan pembangunan di setiap desa. Usai dilantik, saat ditemui di kediamanya Budi Baskoro mengatakan bahwa dirinya akan konsisten berpegang teguh melaksanakan visi dan misi yang disampaikannya saat pencalonan. “Saya memang akan memprioritskan perbaikan infrastruktur jalan. Karena itu sarana yang sangat vital dan mempengaruhi perekonomian masyarakat,” tegasnya. †

rena konstruksi yang belum memenuhi standar. “Namun kita serahkan ke pihak yang berwajib sajalah mengenai penyebab runtuhnya bangunan itu,” ucapnya. †

Festival Seni Budaya Islam Siap Digelar Eko Susilo Borneo Tribune, Nanga Pinoh

Usai di lantik, Budi Baskoro dan istri menerima ucapan selamat dari warga. FOTO Endang Kusmiyati/ Borneo Tribune

“Sekitar pukul 00.00 Wib, jenazah korban langsung dibawa ke Pontianak oleh pamannya,” jelas Or. Menurut Or, melihat dari kondisi bangunan yang runtuh tersebut, bisa saja ka-

SEBAGAI tindak lanjut dari pendidikan bernuansa Islam. Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kabupaten Melawi, kembali menggelar Festival Seni Budaya Islam tahun 2013 yang dipusatkan di Manggala, Kecamatan Pinoh Selatan. “Pembukaan festival tanggal 25 Juni mendatang. Selaku pihak pelaksana, berbagai hal sudah kita persiapkan agar pelaksanaan nanti dapat berjalan lancar dan sukses,” ungkap ketua BKPRMI Melawi, Widya Rima kepada Borneo Tribune, ditemui di kediamannya, Minggu (2/6). Selain menampilkan berbagai pertunjukan seni budaya Islam seperti Nasyid, Hadrah, Sahril Qur’an dan lainnya, juga ada pelatihan fardu kifayah bagi para generasi muda Islam di Kabupaten Melawi. “Pelatihan Fardu Kifayah, sangat disambut antusias masyarakat. Sudah banyak yang mendaftarkan diri untuk mengikutinya nanti.

Lantaran, pelatihan Fardu Kifayah bagi generasi muda sangat jarang sekali diadakan,” katanya dengan ramah.

Selain syiar Islam dan memperkuat tali ukhuwah Islamiyah, kegiatan ini juga sekaligus untuk melestarikan budaya Islam agar tidak pudar ditelah modernisasi

SATU unit rumah toko (ruko) beton di kawasan Jalan Provinsi Desa Sidomulyo Kecamatan Nanga Pinoh Kabupaten Melawi ambruk, Sabtu (1/6). Robohnya ruko tersebut menewaskan seorang pria asal Cilacap, Imam Paijun (18), yang merupakan seorang pekerja di tempat bangunan itu. Korban tewas setelah ikut terjatuh dalam ambruknya bangunan tersebut. Kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 17.30 saat korban Paijun bersama lima pekerja lainnya sedang beristirahat dan bersantai di lantai dua bangunan, usai menikmati makanan sambil

menunggu waktu Maghrib tiba. Tiba-tiba terdengar seperti suara barang terseret pada bangunan tempat mereka bersantai. Mendengar

Eko Susilo Borneo Tribune, Nanga Pinoh

Menurutnya, pemahaman masyarakat khususnya para generasi muda tentang Fardu Kifayah harus ditingkatkan. Padahal, fardu Kifayah ini sudah jelas wajib bagi kita seorang Muslim atas muslim lainnya yang terkena musibah atau meninggal dunia. “Tentunya kita berharap pelatihan Fardu Kifayah bagi generas muda , juga dapat diselenggarakan kembali oleh instansi terkait peme-

rintah. Karena ini sangat penting sekali,” harapnya. Lebih lanjut pria yang juga anggota DPRD Melawi ini katakan, pendidikan bernuansa Islam tentunya mempunyai seni budaya tersendiri dan merupakan alat untuk mengukur serta mengetahui dan melestarikan seni budaya Islam terhadap generasi muda, khususnya pada anak didik. “Selain syiar Islam dan memperkuat tali ukhuwah Islamiyah, kegiatan ini juga sekaligus untuk melestarikan budaya Islam agar tidak pudar ditelah modernisasi,” terang Widya. Festival seni budaya Islam merupakan salah satu khasanah budaya yang ada di Kabupaten Melawi yang wajib dikembangkan serta dilestarikan oleh kita semua, khususnya para generasi muda Kabupaten Melawi, sehingga lebih mengenal secara baik tentang seni budaya yang bernuansa Islami. “BKPRMI juga telah menyalurkan sejumlah bantuan bagi Taman Pendidikan AlQuran yang sudah berjalan, sebagai bentuk pembinaan,” bebernya. †

Puskesmas Nanga Pinoh Ikuti Lomba Teladan Tingkat Provinsi Eko Susilo Borneo Tribune, Nanga Pinoh DINAS Kesehatan Kabupaten Melawi telah menetapkan puskesmas teladan, dokter teladan, bidan teladan, perawat teladan tingkat kabupaten Melawi. Menurut Kepala Puskesmas Nanga Pinoh, dr Sien Setiawan, Puskesmasnya akan mewakili Melawi dalam penilaian lomba teladan tingkat Provinsi. “Puskesmas, dokter, bidan dan perawat teladan ini untuk mewakili Melawi pada penilaian lomba teladan ditingkat provinsi Kalbar,” ungkapnya belum lama ini. Untuk mengikuti lomba teladan tingkat provinsi, maka Puskesmas Nanga Pinoh sebagai puskesmas

teladan di tingkat kabupaten pada minggu ini telah dinilai oleh Dinas Kesehatan Provinsi. “Penilaian Puskesmas teladan tingkat provinsi ini meliputi seluruh aspek kegiatan program pelayanan kesehatan pada masyarakat, administrasi manajemen, administrasi keuangan, kebersihan ruangan puskesmas, program unggulan, inovasi atau kreativitas program, kinerja prestasi seluruh staf, hubungan lintas stake holder dan sebagainya,” ucap Sien. Sedangkan untuk dokter teladan di tingkat kabupaten terpilih dr Indra Krisna Agung dari Puskesmas Kota Baru kecamatan Tanah Pinoh. Bidan teladan Henny Siswandari dari Poskesdes Tanjung Sari kecamatan

Puskesmas Teladan Kabupaten Melawi

Nanga Pinoh. Serta perawat teladan Agusnawan yang bertugas di puskesmas Manding kecamatan Pinoh Utara. “Adapun Penilaian terhadap dokter, bidan, dan perawat teladan untuk tingkat provinsi Kalbar sudah dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan provinsi belum lama ini. Kriteria penilaian meliputi track record pengabdian, kinerja prestasi, ujian tertulis, pemnuatan makalah, interview oleh team penguji dari provinsi Kalbar,” tuturnya. Sementara hasil penilaian lomba puskesmas, dokter, bidan dan perawat teladan, baru akan diumumkan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar menjelang peringatan HUT Proklamasi Agustus nanti. †

Puskesmas Nanga Pinoh

Dokter Teladan Kabupaten Melawi

dr Indra Krisna Agung dari Puskesmas Kota Baru.

Bidan Teladan Kabupaten Melawi

Henny Siswandari dari Poskesdes Tanjung Sari

Perawat Teladan Kabupaten Melawi

Agusnawan dari Puskesmas Manding


Senin, 3 Juni 2013 Timotius Borneo Tribune, Putussibau PUNCAK perayaan Hut Kota Putussibau ke-118 yang jatuh pada 1 Juni 2013 berlangsung meriah. perayaan hari jadi Kota Putussibau ini dipusatkan di lapangan sepak bola mini di Komplek SKB Kota Puutussibau dengan ditandai dengan pemotongan tumpeng dan penekanan serine serta pesta kembang api, Sabtu (1/6) sekitar pukul 20.00 wib. Pusat perayaan Hut Kota Putussibau ini dipadati ratusan masyarakat serta dihadiri sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu, sejumlah Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat, Tokoh Agama, Tokoh Pemuda dan sejumlah ornagisasi lainnya. Bupati Kapuas Hulu Abang Muhammad Nasir

Kapuas Hulu

Borneo T Tribune

10

Puncak Perayaan Hut Putussibau Meriah mengungkapkan bahwa Putussibau memeliki sejarah, beberapa tahun lalu kota putussibau jauh dri ibu kota provinsi, untuk sampai ke putussibau agak sulit. Namun saat ini sudah berbeda dimana pertumbuhan Kota Putussibau berkembang pesat. ”Kalau disebut kota Putussibau saya rasa tidak cocok lagi karena tidak putus lagi, sebab sekarang cukup strategis dari kabupaten lain. Kalau mau keluar Negeri bisa dari Kota Putussi-

bau langsung melewati Badau,” jelasnya. Namun dalam perkembangannya di kota Putussibau ini, masih banyak hal yang perlu dibenahi dan merupakan tanggungjawab semua pihak, tidak hanya diserahkan kepada Pemerintah Daerah semata, akan tetapi dukungan dan partisifasi masyarakat sagatlah penting. Menurut Nasir, hal yang perlu dibenahi di Kota Putussibau ini yiatu masalah dreanase, khususnya di depan mini market Tita di

Jalan Kom Yos Sudarso Kota Putussibau, dan ini akan segera ditangani. Selain itu untuk menjadi kota Putussibau sebagai kota yang maju dan berkembang perlu kesadaran masyarakat juga untuk tetap menjaga kebersihan serta menjaga keamanan serta ketertiban ditengah-tengah masyarakat. “Mudahmudahan kota Putussibau tetap berseri dan maju, jaga keamanan dan ketertiban serta kebersihan,” tandasnya.

Border Aruk Belum Efektif Amrul Borneo Tribune, Sambas KEPALA Bidang Perdagangan Kabupaten Sambas Nisa Azwarita, SE mengatakan, pasar perdagangan expor dan impor melalui pintu perbatasan, border Aruk diharapkan pelaku usaha perdagangan dapat melakukan perdagangan lintas batas tersebut. “Jika pasaran expor kita negara Malaysia, dan kegiatan expornya melalui pintu perbatasan Aruk tentu akan lebih murah biaya transportasi dan juga waktu pengirimana bisa menjadi lebih singkat. Tapi kenapa pengusaha kita belum banyak yang mencoba melakukan ekspor melalui pintu perbatasan border Aruk apakah pengusaha Kabupaten Sambas belum mengerti prosedur expor impor,” kata dia, saat sosialisasi kebijakan perdagangan lintas batas yang dilaksanakan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kalimantan Barat bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Sambas, Kamis (30/5), di Aula Kantor Bupati Sam-

Bupati Kapuas Hulu didampingi istri dan sejumlah pejabat saat memotong tumpeng saat puncak perayaan Hut Kota Putussibau di Komplek SKP Putussibau. FOTO: Timotius/ Borneo Tribune

Bupati : Putussibau Jadi Kota Strategis Timotius Borneo Tribune, Putussibau

Sosialisasi kebijakan perdagangan lintas batas yang dilaksanakan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kalimantan Barat bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Sambas. FOTO: Amrul/Borneo Tribune bas. Ia meminta pelaku usaha mendapat bekal bagaimana prosedur dan kebijakan untuk melakukan expor jika melalui border Aruk, serta dicarikan solusi yang baik agar sarana expor di perbatasan Aruk dapat ditingkatkan, sehingga kegiatan expor impor di Kabupaten Sambas lebih mudah. “Petugas karantina masih minim jumlahnya, dan jika alat tidak ada, harus dibawa ke Entikong, karena ka-

rantina Aruk masih di bawah pengawasan karantina Entikong, ini tentu saja tidak efektif,” ujarnya. Salah satu pengusaha Arang Tempurung Tamrin asal Teluk Keramat Kabupaten Sambas mengatakan sudah melakukan expor Arang Tempurung lewat border Aruk selama dua tahun. “Kegiatan expor melalui pintu perbatasan Aruk lebih murah biaya transportasi dan juga waktu pengiriman bisa menjadi lebih sing-

kat,” ujarnya. Menurutnya, infrastruktur jalan masih menjadi kendala. “Saya berharap agar dicarikan solusi yang baik agar infrastuktur jalan menuju Aruk ke perbatasan negara Jiran dapat merata mulusnya jalan disana untuk dapat meningkatkan sarana ekspor di perbatasan Aruk dan dicarikan solusi agar kegiatan expor impor bagi pengusaha di Kabupaten Sambas dapat lebih mudah,” pintanya.

BERBEDA dengan beberapa tahun silam, saat ini kota Putussibau yang merupakan Ibu Kota Kabupaten Kapuas Hulu keberadaanya menjadi strategis dibandingkan sejumlah kota di wilayah Kalbar. Pasalnya Kota Putussibau saat ini sudah bisa terakses menuju luar Negeri melalui Pos Pemeriksaan Lintas Batas (PPLB) Nanga Badau dan saat ini juga sedang dibangun jalan lingkar timur yang menebus kewilayah Kalimantan Utara.

”Keberadaan kota Putussibau tidak lagi seperti dulu, beberapa tahun lalu untuk sampai ke Pontianak atau sebaliknya untuk ke Putussibau saja sulit, namun saat ini sejumlah transpotrasi baik udara, darat dan air bisa digunakan menuju Kota Putussibau, bahkan melalui Kota Putussibau juga bisa diakses ke Malaysia,”kata Nasir saat Hut Kota Putussibau, Sabtu malam (1/6). Untuk itu, dirinya selaku Bupati Kapuas Hulu mengajak seluruh masyarakat Kapuas Hulu untuk mempersiapkan diri menghadapi perkembangan Kota Putussibau yang kedepannya

akan lebih maju dan berkembang lagi. Tidak hanya itu, Nasir juga meminta masyarakat untuk terus mendukung program pembangunan yang masuk diwilayah Kabupaten Kapuas Hulu. ”Dari tahun ketahun kita sudah rasakan perubahan dan kemajuan kita, namun dalam membangun Kapuas Hulu tidak semata-mata mengandalkan Pemerintah daerah, namun perlu dukungan masyarakat Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi bahkan investor, sehingga dapat memacu petumbuhan ekonomi diwilayah Kabupaten Kapuas Hulu ini,” tuturnya.

Gallery

Kerawing Menerima pesanan & menjual : hasil tenunan daerah/ kerajinan, berupa pakaian adat, anyaman dan lukisan Putusibau SISKA Hp. 081257159998

PT. BUMI BORNEO CEMERLANG

Distributor Aspal Shell (Drum) Pen 60/70, Berat Bersih : 154 Kg

Abang Muhammad Nasir, SH

Agus Mulyana,SH

Bupati

Wakil Bupati

Ir. H. Muhammad Sukri Sekda Kapuas Hulu

IKLAN BARIS Dijual Bangunan Dijual cepat eks. kantor, sertifikat, 2 lt, Jl. Nurali No. 2, Hub. 081384151188 tnp perantara.

Langganan Koran Ingin berlangganan Harian Borneo Tribune di daerah, hubungi: Biro Kubu Raya: Aldi (08971600688)

Telp. 0561-577868 Jl. Gaj ahma da N o. 3 P ont ianak Gajahma ahmada No Po ntianak Email: aria_tur@yahoo.com Penerbangan Pontianak - Jakarta BATAVIA : 5x penerbangan dalam sehari ( z07.05 z07.55 z11.10 z14.35 z16.00 ) SRIWIJAYA : 4x penerbangan dalam sehari ( z07.00 z07.55 z11.55 z15.50 ) LION AIR : 3x penerbangan dalam sehari ( z07.30 z11.35 z15.30 )

GARUDA : 3x penerbangan dalam sehari ( z08.00 z12.55 z17.35 ) Penerbangan PTK - JOGJA & PTK - SURABAYA BATAVIA : 1x penerbangan dlm sehari (pukul : 14.45)

Biro Mempawah: Johan Wahyudi (085654587038). Biro Sambas: Amrul Ambiya (Kontributor/Pemasaran) (085245527602). Biro Bengkayang: (085245247955).

Mujidi

Biro Landak: Yohanes Ngalai / Pemasaran (085822062880). Biro Sanggau: (085245904505).

Ratnasari

Biro Melawi: Eko Susilo (081256452946) Biro Sekadau: Bagus Kosminto (085245743683). Biro Sintang: Endang Kusmiyati (08524-5006757) Biro Kapuas Hulu: (085654585775)

Herdi

Biro Ketapang: (08971600688)

Aldi

Biro Kayong Utara: Abdul Khoir (081345154592)

Ser vice Mobil SUTOYO MOTOR. Service, Tune Up, Las/Cat Mobil. Jl. Letjen Sutoyo No. 11 Telp. 743690 Ptk

Taxi CV. TEGAR PRATAMA TRANSPORT Melayani Antar Jemput Penumpang Jl. Kalimantan No. 24B 0562-640029/641366 SINGKAWANG Jl. Imam Bonjol Gg. Tnjng Sari No. 36 0561-747211/749025 PONTIANAK INNOVASI TAXI. Melayani Antar Jemput. Jl. Tua Pekong No.24 Singkawang, (0562)3309800, Jl. A. Yani (RM. Bertagis) Pontianak Telp. (0561) 7015100, (0561) 7157000

Kost Gallery Kost. Menerima Pria & Wanita Fasilitas Air & Listrik dan lain-lain. Jl. Diponegoro No. 9 Telp. 0562-3320424 SKW

Iklan Baris:

1 baris / hari Rp. 6.000,-


Teras Borneo Tribune

Senin, 3 Juni 2013

11

Walubi Peringati Dharmasanti Waisak 2557

Wako Resmikan Gedung Bimba AIUEO Rudi Borneo Tribune, Singkawang Upaya Pemkot untuk menjadikan Singkawang sebagai kota jasa pendidikan ternyata tak main-main. Bahkan saking seriusnya, Walikota Singkawang, Awang Ishak menyatakan siap meminjamkan fasilitas Pemkot kepada siapapun, jika orang tersebut berniat memajukan dunia pendidikan di Kota Seribu Kelenteng ini. “Saya siap meminjamkan gedung milik Pemkot jika ada yang berniat untuk membangun lembaga dunia pendidikan,” ujar Awang saat meresmikan Gedung Bimbingan Belajar (Bimba) AIUEO yang beralamat di Jalan Jenderal Sudirman, Sabtu (1/6) kemarin. Awang memberikan dukungan kepada guru sekaligus pengelola Bimba AIUEO karena lembaga tersebut dinilainya sangat mendidik terutama kepada anak yang berumur dari 3-6 tahun. Disamping itu, keberadaan lembaga Bimba juga dapat berfungsi sebagai tempat pengarahan sekaligus pembinaan pendidikan karakter anak. “Mudah-mudahan lembaga Bimba AIUEO ini cepat tumbuh dan berkembang,” harapnya. Keberadaan Bimba AIUEO ini tentunya juga dapat membantu pengawasan dari kedua orang tua yang super sibuk. “Jadi kepada kedua orang tua yang super sibuk bekerja, diharapkan kepada orang tua tersebut bisa menitipkan anaknya di lembaga ini. Manfaatkan betul-betul keberadaan Bimba ini,” sarannya. Sementara Magistar Management Bimba AIUEO, Dr. Asti Lestari, menyatakan tujuan dia mendirikan lembaga Bimba tersebut, karena secara kasat mata dirinya melihat kalau sekolah pendidikan yang berkualitas di Kota ini sangat minim. Maka dari itulah, dia bersama guru pembimbing yang lain berniat untuk membentuk karakter serta moral anak. “Karena, seperti yang kita ketahui di zaman sekarang inikan, banyak anak yang masih berumur belia namun sudah pandai melawan orang tua. Nah, mudahmudahan dengan didirikannya lembaga ini kita bisa memberikan input kepada orang tua dengan tidak memaksakan kehendak kepada anak-anaknya. Disamping itu, kita juga berupaya untuk menumbuhkembangkan minat baca si anak, supaya mereka (anak-anak) tidak mudah untuk dibodohi. ,” ungkapnya. Menurutnya, pendidikan anak usia dini sangat penting. Jadi, jika anak dari usia dini sudah pandai membaca, tentunya menjadi kesenangan bagi anak tersebut. “Mereka sudah mulai pandai membaca koran, membaca buku-buku cerita dan lainlain. Yang jelas, kita di sini berusaha membuat si anak, bagaimana sich kalau membaca itu sesuatu hal yang

Walikota Singkawang, Awang Ishak poto bersama dengan pihak pengelola dan guru pembimbing Bimba AIUEO, Sabtu (1/6). Sebelumnya Awang Ishak melakukan pemotongan pita dan pemotongan tumpeng sebagai tanda diresmikannya Gedung Bimba AIUEO/Foto Rudi Borneo Tribune

sangat menyenangkan. Disamping itu, kita juga menegaskan kepada guru-guru pembimbing agar tidak mudah meluapkan emosinya, jika menemukan anak tidak mau belajar dan sebagainya, ” ujarnya.

Maka dari itu, terang Asti, sebelum orang tua memasukkan anak-anaknya di Bimba AIUEO ini, kita memberikan gratis yang dinamakan Trayel selama 3X pertemuan. “Nanti pihak orang tua bisa menilai, co-

cok/suka ndak anaknya dimasukkan ke lembaga ini. Kalau orang tua tidak berkeinginan atau tidak suka, mereka boleh pergi. Yang jelas, kita sifatnya menguntungkan orang tua anak dan pihak lembaga,” tutupnya. o

Transparansi Polri 14/2008 tentang keterbukaan informasi publik. Di PID inilah masyarakat dapat mengetahui sejumlah informasi tentang kepolisian serta Kamtibas yang ada di Kalbar. Jenis informasi yang dapat diberikan kepada masyarakat melaui PID Polda Kalbar, seperti informasi setiap saat, informasi serta merta dan yang tidak diinformasikan yakni terkait informasi yang dikecuali-

kan, seperti meteri penyidikan. ” Masyarakat, mahasiswa, LSM serta para media dapat mengetahui informasi tentang kepolisian dan Kamtibmas di Kalbar, karena PID ini dibuat untuk keterbukaan informasi publik, dan ini juga bentuk dari transparansi Polri, bahkan bukan hanya Polri yang seharusnya memberikan keterbukaan informasi me-

lainkan seluruh isntansi yang ada di Indonesia,” tuturnya. Ditambahkan Mukson, jika masyarakat ingin mengetahui tentang kepolisian di Kalbar, apa - apa saja programnya, dan mengenai Kamtibmas di Kalbar, silahkan datang di PID yang ada di Polres maupun di Polda Kalbar. (Achmad Mundzirin/ Borneo Tribune). o

PKS Tolak Kenaikan BBM ketahui bahwa bulan Juli adalah tahun ajaran baru yang setiap orang tua sudah harus merogoh kocek lebih dalam untuk biaya pendidikan lalu, bulan Juli bertepatan dengan bulan

ramadhan yang pasti berdampak pada naiknya harga barang,” ujar Aris. Kata dia, walaupun di pusat PKS berkoalisi dengan pemerintah, penolakan tersebut harus disuarakan ka-

rena bagian dari tuntutan masyarakat. “Dengan pertimbangan yang kami sampaikan, kami bersekukuh untuk menolakan kenaikan harga BBM tersebut,” terangnya lagi. o

Buyung Bunardi, Ignatius Lyong, dan Setiawan Lim. Menurut Wakil Gubernur Kalbar Christiandy Sanjaya tidak ada jalan mudah mencapai tujuan yang besar dan mulia. Membangun Provinsi Kalbar menuju masyarakat yang maju dan sejahtera tidak semudah membalikan telapak tangan, memerlukan persatuan, kebersamaan, dan kerja keras kita semua. Upaya bersama dan kerja keras ini harus terus kita lakukan tanpa henti dengan penuh kesadaran dan keteguhan sebagaimana yang dicontohkan oleh Sang Buddha Gautama. ”Keteguhan dan tekad adalah pilar utama bagi keberhasilan kita membangun hari esok yang lebih baik, percaya pada diri sendiri, tegar menghadapi setiap cobaan dan ujian, serta gigih berupaya dan mencari solusi terhadap semua masalah yang kita hadapi,” kata Christiandy Sanjaya, pada Malam Perayaan Dharmasanti Waisak 2557 Budhis Era, di Maha Vihara Maitreya. Dikatakannya, peringatan dan perayaan Waisak mengandung nilai-nilai luhur dan pedoman hidup bagi Umat Buddha. Perayaan Hari Tri Suci Waisak

berarti mengenang kembali 3 peristiwa agung yang terkandung didalamnya. Pada bulan Waisak, Pangeran Sidartha lahir, pertapa Buddha Gautama mencapai penerangan sempurna, dan Buddha Gautama Parinibhawa/wafat. “Kita harapkan, perayaan Tri Suci Waisak menjadi momentum bagi umat Buddha untuk mengenang dan menghayati kembali perjuangan Pangeran Sidartha Gautama dalam mencapai kesempurnaan hidup. Kesempurnaan yang diraih dengan mendarmabhaktikan kehidupan bagi sang pencipta dan kemanusia,” harapnya. Melalui cerminan terhadap perjuangan Sidartha Gautama, masih menurut Christiandy Sanjaya, umat Buddha dapat melakukan evaluasi dalam menata kehidupan menuju puncak pengembalian diri sebagai bentuk kesempurnaan hidup yang paling hakiki. Perjalanan pendakian spritual Sidartha Gautama hingga mencapai pencerahan sejati tentu tidaklah mudah, berjat keteguhan dan tekad yang kuat untuk menemukan pembebasan kehidupan manusia, dia mampu melampui berbagai tantangan kehidupan untuk

kebahagian semua mahkluk. ”Ambil makna Perjalanan pendakian spritual untuk dijadikan tauladan kita bersama. Keteguhan dan tekad untuk dalam sebuah perjuangan untuk mencapai tujuan yang mulia. Sebuah sikap hidup yang dapat menjadi sumber motivasi bagi umat Buddha pada khususnya, dan masyarakat Kalbar pada umumnya dalam mengatasi berbagai persoalan bermasyarakat dan bernegara,” ujarnya. Wagub juga mengingatkan kepada umat Buddha Kalbar untuk merenung kembali Semangat Tri Suci Waisak, kita tingkatkan kesadaran untuk terus berbuat kebajikan, agar hati dan pikirkan kita disadarkan, serta langkah dan perjalanan kita dibimbing dan dituntun untuk selalu mengembangkan Buddha Darma dengan terus berbuat kebajikan. ”Berbuat terus kebaikan menuntun kita menuju kehidupan masyarakat Kalbar yang aman, damai, dan harmonis. Kesemuanya itu akan menuju kehidupan yang adil, demokratis, dan penuh toleransi, serta tenggang rasa, menuju kehidupan bersama yang makin sejahtera lahir dan bathin,” ingatnya. o

Pemkot Pontianak Kembali Raih WTP mengenai kewajaran atas penyajian laporan keuangan yang didasarkan pada kesesuaian dengan Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP), kecukupan pengungkapan (adequate disclosure), kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan, serta efektivitas Sistem Pengendalian Intern (SPI). “Berdasarkan kriteria tersebut, kami nyatakan pendapat Wajar Tanpa Pengecualian Dengan Paragraf Penjelasan (WTP DPP) atas LK Pemerintah Kota Pontianak dan Wajar Dengan Pengecualian (WDP) atas LK Kabupaten Pontianak,” kata Adi Sudibyo, Selasa (28/5) lalu. Dikatakan olehnya, dari tujuh kelemahan SPI yang ditemukan BPK RI dalam LK Pemerintah Kota Pontianak, tiga diantaranya adalah, penatausahaan persediaan obat dan barang pakai habis pada RSUD Kota Pontianak belum tertib, pengelolaan aset tetap Pemerintah Kota Pontianak TA 2012 belum dilakukan secara memadai, dan perolehan aset dari dana belanja ope-

rasional sekolah belum dicatat dalam neraca dan belum diadministrasikan secara memadai. Sedangkan yang mempengaruhi pemberian opini pada LK Pemerintah Kabupaten Pontianak terdiri dari satu kelemahan SPI dan tiga temuan kepatuhan, yakni penatausahaan aset tetap pada Pemerintah Kabupaten Pontianak masih belum memadai, penyalahgunaan kewenangan oleh petugas pemungut pajak daerah atas SSPD TA 2012 minimal sebesar Rp123.732.000,00, penyertaan modal Pemerintah Kabupaten Pontianak pada PDAM Tirta Dharma tidak didukung dengan Peraturan Daerah, realisasi belanja perjalanan dinas pada Sekretariat DPRD dan Sekretariat Daerah Pemerintah Kabupaten Pontianak tidak sesuai ketentuan sebesar Rp2.785.741.700,00. Selain itu juga masih ada temuan tahun sebelumnya yang belum ditindaklanjuti, yaitu investasi non permanen sebesar Rp7.692.743.410,00 yang tidak memadai.

Menanggapi LHP atas LKPD TA 2012 yang diterima Pemkot Pontianak, Ketua DPRD Kota Pontianak, Hartono Azas menyampaikan terima kasih kepada Walikota H Sutarmidji yang telah menjalankan prinsipprinsip akuntansi pemerintahan yang baik, sehingga memperoleh opini yang sama dengan tahun yang lalu. “Saya harap ini dapat menjadi motivasi bagi pemerintah daerah lainnya. Hal-hal yang menjadi pengecualian bagi kedua pemerintah daerah akan menjadi perhatian dan berusaha untuk memperbaikinya sesegera mungkin,” kata Hartono Azas. Dijelaskan olehnya, DPRD juga akan selalu menjalankan fungsi pengawasan yang lebih menekankan pada pembinaan dan koordinasi. Hal senada juga disampaikan oleh Walikota Pontianak H. Sutarmidji yang mengharapkan bersama dengan DPRD, pemerintah daerah dapat terus berbenah, sehingga semakin hari semakin baik. o

Pesawat Manunggal Air Resmi Beroperasi Manunggal Air, Silverster Matutina mengatakan kehadiran Manunggal Air tersebut berkat doa dan dukungan semua pihak termasuk Pemkab Kapuas Hulu. Untuk sementara ini penerbangan akan dilakukan mulai senin dan jumat dengan keberangkatan dari Pontianak sekitar pukul 11.00 dan harga tiket antara Rp. 800 ribu hingga Rp.1.100 ribu. “Rencananya kami akan mendatangkan dua unit lagi untuk wilayah Kalbar, sehingga kami akan usahakan agar penerbangan dapat dilakukan setiap hari dan tepat waktu, dengan harapan penerbangan ini berkesinambungan dan bermanfaat bagi masyarakat. Khusus masya-

rakat yang sakit kami bisa menerbangkan dan akan menjadi prioritas. Untuk itu, kami mohon dukungan semua pihak,” pintanya. Sementara itu Bupati Kapuas Hulu Abang Muhammad Nasir mengatakan kehadiran pesawat Manunggal Air tersebut merupakan hal yang bersejarah dimana pesawat jet baru pertama kali masuk di Kapuas Hulu. Selama ini, menurutnya masalah yang sulit diatasi yaitu transportasi udara, sehingga dengan hadirnyaÿ Manunggal Air itu menjawab dan menjadi solusi kendala selama ini. “ Tentunya ini menjadi kembanggan kita juga dimana pada body pesawat

Manunggal Air ini terdapat gambar ikan arwana yang bertuliskan ikan arwana super red Putussibau, ikon itu merupakan salah satu bentuk promosi dimana ikan arwana memang habitatnya ada di Kapuas Hulu,” tuturnya. Selain itu, lanjut Bupati, dengan hadirnya Pesawat Manunggal Airÿ tersebut, masyarakat Kapuas Hulu berharap agar penerbangan bisa dilaksanakan setiap hari dengan harga tiket yang terjangkau. “ Jadi kita patut bersyukur bertepatan dengan hari Jadi Kota Putussibau, pesawat Manunggal Air ini resmi beroperasi dan saya rasa ini kado istimewa buat masyarakat,” pungkasnya. o

Hari Ini, Pembukaan Pendidikan Dalmas kemudian pendidikannya tetap berlangsung di SPN selama 7 bulan,” ungkap Mukson Munandar. Lanjut Mukson, bagi para Brigadir Polri yang baru lolos masuk fungsi Dalmas, untuk menyiapkan diri, baik itu kesehatan serta mental, guna dalam pendidikan Dalmas sebanyak 197 Brigadir Polri yang lolos dapat dilalui dengan sempurna dan nilai yang memuaskan pula. “ Agar pendidikan dilewati dengan hasil yang memuaskan, para peserta didik yang baru lolos menjadi Brigadir Polri, untuk menyiapkan diri terutama mengenai ke-

sehatan dan mental,” tegas Mukson Munandar. Selain itu Kabid Humas juga mengatakan, bahwa Brigadir Polri yang lolos itu mendapatkan berbagai pendidikan dari fungsi kepolisian, yakni terdapat 197 Brigadir Polri yang menjalani pendidikan Dalmas, 171 Brigadir Polri mendapatkan pendidikan di Brimob Polda Kalbar dan 16 Brigadir Polri khusus Polwan mendapat pendidikan Polwa Polda Kalbar. “ Selama masa pendidikan berlangsung, saya harap semua orang tua peserta didik memberikan dukungan atau support yang penuh ke-

pada para seperta didik fungsi Polri, karena dengan support orang tua juga salah satu faktor membuat para peserta didik mendapatkan nilai yang memuaskan,” ujarnya. Ditambahkannya pula, Brigadir Polri yang sudah mendapatkan pendidikan kedepannya diharapkan, menjadi seorang anggota Polri yang Profesional, Proposional dan mengedepankan Pelayanan, Perlindungan serta Pengayoman yang prima terhadap masyarakat, sehingga ke depannya dapat membuat Polri dapat dipercayai masyarakat. o


CMYK

Moment & Activity

12 Manunggal Air, Kado Istimewa Hut Putussibau www.borneotribune.com

Borneo Tribune

BANDARA Pangsuma Putussibau, Sabtu (1/6) tidak seperti biasanya. Sore itu, lebih ramai. Maklum sejumlah warga menyaksikan kehadiran pesawat Manunggal Air yang hadir melayani rute Bumi Uncak Kapuas-Pontianak. Pesawat jenis jet PK-VTN yang sudah lama dinanti-nantikan masyarakat ini, resmi beroperasi tepat pada hari jadi kota Putussibau yang ke-118. Kehadiran Manunggal Air ini mewujudkan dambaan masyarakat dan bukan hanya memberikan kemudahan pada transportasi udara, tapi sebagai salah satu bukti kemajuan di Bumi Uncak Kapuas. Direktur Utama Manunggal Air, Silverster Matutina mengatakan kapasitas pesawat jenis jet tersebut dengan 72 kursi penumpang. Agar penerbangan bisa lancar dan berkesinambungan Silverster meminta dukungan penuh seluruh ma-

Diharap Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Senin, 3 Juni 2013

syarakat, terlebih Pemkab Kapuas Hulu agar penerbangan ini bisa dilaksanakan setiap hari. Bupati Kapuas Hulu, Abang Muhammad Nasir mengatakan kehadiran Manunggal Air ini mengukir sejarah baru, sebab pesawat jenis jet ini baru pertama kali masuk di Bumi Uncak Kapuas. Transportasi udara yang selama ini jadi kendala, kini teratasi, apalagi suasana di dalam pesawat cukup luas dan nyaman. “Ini sebagai kado untuk masyarakat Kapuas Hulu pada Hut kota Putussibau. Bahkan, hal mengagumkan lagi, ada gambar ikan arwana ada pada pesawat tersebut. Harapan kita bisa terbang setiap hari karena transportasi udara ini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi,�harapnya. o Narasi dan Foto : Timotius/Borneo Tribune

Bupati saat memberikan sambutan.

Bupati memecahkan kendi, tanda simbolis penerbangan perdana Manunggal Air di Bumi Uncak Kapuas. Pesawat Manunggal Air Jenis Jet pertama kali hadir di Bandara Pangsuma Putussibau.

Pesawat saat mendarat di Bandara Pangsuma Putussibau.

Para awak pesawat Manunggal Air saat turun di Bumi Uncak Kapuas.

Sejumlah pejabat dan masyarakat antusias saat penerbangan perdana di Bandara Pangsuma Putussibau.

Bupati memberikan tepung tawar.

Bupati beserta Istri, didampingi Kepala Dishubkominfo saat meninjau kondisi didalam pesawat.

Bupati bersama Direktur Utama Pesawat Manunggal Air dengan latar gambar ikan Arwana di badan pesawat sebagai ikon Kapuas Hulu.

Bupati turun dari pesawat.

Direktur Utama Pesawat Manunggal Air, Silverster Matutina. Bupati bersama sejumlah pejabat Kapuas Hulu dengan para awak pesawat Manunggal Air. CMYK


Harian Borneo Tribune 3 Juni 2013