Page 1

cmyk

I DEALISME, K EBERAGAMAN

DA N

KEBERSAMAAN

Borneo Tribune www.borneotribune.com

Jumat, 9 November 2012

24 Dzulhijjah 1433 H - 26 Kauw Gwee 2563

Telepon Redaksi/Iklan/Langganan/Pengaduan: (0561) 767788 Faximile. (0561) 766103

Alamat Redaksi: Jln Purnama Dalam No 2 - Pontianak 78121

Bandar SS Diancam Hukuman Mati MUKERDA. Togi Lumban Tobing didampingi H Soeharsojo, dan Santyoso Tio saat membuka Mukerda Gapensi Kalbar dengan pemukulan gong. FOTO Andika Lay/Borneo Tribune.

Gapensi Kalbar Pelopor Lahirnya LPJK Andika Lay Borneo Tribune, Pontianak KETUA Umum Badan Pimpinan Pusat Gabungan Pelaksana Kontruksi Nasional Indonesia (BPP Gapensi), Ir H Soeharsojo mengatakan, BPD Gapensi Kalbar menjadi pelopor lahirnya ....Ke Halaman -11

S uara Enggang

Bawa BB Seberat 3,8 Kg dari Jakarta Kalimantan Barat sepertinya sudah menjadi target peredaran gelap Narkoba. Barang haram dari berbagai tempat masuk ke daerah ini. Mulai dari ibukota negara sampai negeri jiran, sabu-sabu (SS) dipasok dalam jumlah besar. SABU-SABU. Kapolda Kalbar Brigjend Pol Unggung Cahyono S.Ik bersama Dir Narkoba Polda Kalbar Kombes Pol Ahmad Alwi saat memperlihatkan Narkoba jenis sabu seberat 3,8 Kg dan Sang Bandar yang diancam dengan hukuman mati, FOTO: Achmad Mundzirin/Borneo Tribune

Pahlawan

Leo Sutrisno Kolomnis

Anakku Setia Nugraha, BULAN November merupakan bulan yang cukup istimewa di hati banyak orang Indonesia. Mereka selalu diingatkan akan jasa para pahlawan. Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) mengeluarkan Pedoman Pelaksanaan Peringatan Hari Pahlawan 2012. Tema Peringatan ....Ke Halaman -11

B uah Bibir Terekam 86.000 Jiwa GUNA mengejar target perekaman e-KTP, Dinas Catatan Sipil Kabupaten Ketapang melakukan sistem mobile atau jemput bola ke lapangan. Yakni dengan target sebanyak 344.024 jiwa masyarakat Ketapang yang harus memiliki e-KTP. Ironisnya, hingga kini baru sekitar 86.000 jiwa yang sudah terekam atau setara Joko Wijanarko

....Ke Halaman -11

Ayam Bangkok dan Ayam Kampung SEEKOR ayam kampung dijual oleh pemiliknya ke pasar di kota untuk membeli sembako. Di pasar ayam tersebut dibeli oleh orang yang memiliki ayam bangkok ....Ke Halaman -11

Achmad Mundzirin Borneo Tribune, Pontianak SABU seberat 3,8 kg dari Jakarta berhasil ditangkap Dit Restik Polda Kalbar di kediaman Mastur Indra (MI), di Gang Gu-

nung Puting, Jalan H. Rais A. Rachman (Sungai Jawi), Kamis (8/11), kemarin. Penangkapan yang dilakukan Polda Kalbar terhadap MI, berawal dari MI yang sudah menjadi TO selama setengah bulan terakhir, oleh Dit

Restik Polda Kalbar. Kemudian anggota Dit Restik Polda Kalbar melakukan penyamaran dengan cara memesan sabu sebanyak 5 paket sabu seberat 500 gram, dengan berat perpaket 100 gram. ....Ke Halaman -11

BC Entikong Amankan Sabu 28 Kg Ratna Sari Borneo Tribune, Sanggau

Dua Curanmor di Asrama Pol Airud Ditangkap Satu Tersangka Ditembak Achmad Mundzirin Borneo Tribune, Pontianak PELAKU pencurian sepeda motor di Asrama Pol Airud Polda Kalbar yang terletak di Jalan Khatulistiwa, Een dan Santo berhasil ditangkap Polresta Pontianak dan Jajaran di Jalan Perdana Kecamatan Pontianak Selatan, Kamis (8/11). ....Ke Halaman -11

NARKOBA jenis sabu-sabu seberat 28 kilogram dari Malaysia yang akan dibawa ke Pontianak melalui Bus SJS jurusan Pontianak-Kuching dengan nomor Polisi KB 7725 AP berhasil diamankan anggota Kantor Bea Cukai Entikong bersama anggota TNI AD, Rabu (7/ 11) sekitar pukul 14.30 kemarin. Penangkapan sabu-sabu tersebut pun akan ditindaklanjuti oleh Kanwil Dirjen Bea dan Cukai Kalimantan Bagian Barat dan Polda Kalbar dan akan dibawa langsung ke Pontianak,

POTENSI luas lahan gambut Indonesia mencapai 20,6 juta hektar. Berada pada urutan keempat terbesar di dunia setelah Rusia, Kanada, dan Amerika Serikat. Area lahan gambut itu tersebar di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Papua dan Jawa. Lahan gambut di Kalbar sangat luas, yakni mencapai 1,7 juta

....Ke Halaman -11

....Ke Halaman -11

Launching Masterplan Pengelolaan Ekosistem Gambut

ASEAN Dukung Perlindungan Lahan Gambut Aulia Marti Borneo Tribune, Pontianak

Pontianak Heritage Melayani: - Antar Jemput Penumpang & Carter - Jasa Pengiriman Barang & Dokumen

Surau Bait Annuur Beratap sirap, tinggi dari tanah sekira-kira satu meter, lantai dan seluruh dindingnya menggunakan kayu belian. Naiklah kedalamnya dengan melewati empat anak tangga. Buka pintu gesernya. Lalu dua rakaat tahiyat mesjid di dalamnya. Kesan tentram mungkin akan Anda rasakan. Atau juga kecerahan jiwa.

BAIT Annuur nama surau ini dikenal. Jika diperbolehkan diartikan berarti Rumah Cahaya. Surau bait Annuur didirikan pada 1216 Hijriah atau bertepatan dengan tahun 1802 pada penanggalan Masehi. Tertera ....Ke Halaman -11

Bangunan Surau Bait Annuur. Foto dokumentasi pribadi Ahmad Asma dZ.

Menyambut Natal & Tahun Baru Banjir Hadiah Langsung

PT. ANZON AUTOPLAZA Cabang: Singkawang : Jl. A. Yani No. 08 Telp. (0562) 637000, Sampit : Jl. Jend Sudirman Km. 1

HARGA ECERAN HARIAN BORNEO TRIBUNE - PONTIANAK, KUBU RAYA, MEMPAWAH,DAN SINGKAWANG Rp 2.000 - SAMBAS, BENGKAYANG Rp 2.200 - LANDAK,SANGGAU,SEKADAU, KETAPANG,KAYONG UTARA, SINTANG, MELAWI DAN PUTUSSIBAU Rp 2.500 -

cmyk

Oleh Achmad Asma dZ


Jumat, 9 November 2012

Kayong Utara

Borneo Tribune

2

Proyek Dermaga Perikanan Tanjung Satai

DKP Dituding Lakukan Penyusutan Volume Pekerjaan Abdul Khoir Borneo Tribune, Sukadana Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Kayong Utara (KKU), Santun P Simorangkir, membantah adanya penyusutan volume pekerjaan di dalam pembangunan proyek dermaga perikanan di Desa Tanjung Satai, Kecamatan Pulau Maya. Pelabuhan perikanan di Tanjung Satai pada saat

sosialisasi sempat mengemuka akan dibangun dengan panjang 200 meter. Namun ketika pembangunan proyek yang saat ini tengah mulai dikerjakan berubah menjadi 35 meter saja. “Tidak benar adanya penyusutan,” ucap Santun. Menurutnya, pelabuhan perikanan di Tanjung Satai merupakan dermaga yang nantinya akan dijadikan sebagai tempat sandaran bagi kapal-kapal nelayan yang akan melakukan bong-

Salam. Redaksi mengundang pembaca Borneo Tribune untuk mengirim tulisan untuk rubrik “Citizen Journalism”. Bentuk tulisan dapat berupa laporan kegiatan, opini, surat pembaca, puisi, cerita pendek. Panjang tulisan maksimal 500 kata. Kirimkan tulisan ke email: yusriadii@yahoo.com. Terima kasih.

T

AJUK

Darurat Narkoba asus demi kasus penangkapan Narkoba terus saja terjadi di Kalbar. Seolah tanpa jeda, aktivitas peredaran gelap dan penggunaan Narkoba begitu kerap terjadi di daerah ini. Teranyar, tertangkapnya bandar dan barang bukti Narkoba jenis sabu-sabu (SS) di dua tempat dalam waktu nyaris bersamaan telah menguatkan anggapan bahwa Kalbar kini bukan lagi sekadar tempat transit tapi telah menjadi pasar besar. Sabu seberat 3,8 kg dari Jakarta berhasil ditangkap Dit Restik Polda Kalbar di kediaman Mastur Indra (MI), di Gang Gunung Puting, Jalan H. Rais A. Rachman (Sungai Jawi), Kamis (8/11), kemarin. Penangkapan yang dilakukan Polda Kalbar terhadap MI, berawal dari MI yang sudah menjadi TO selama setengah bulan terakhir, oleh Dit Restik Polda Kalbar. Kemudian anggota Dit Restik Polda Kalbar melakukan penyamaran dengan cara memesan sabu sebanyak 5 paket sabu seberat 500 gram, dengan berat perpaket 100 gram. Setelah berhasil mendapatkan 5 Paket sabu seberat 500 gram, anggota Polda Kalbar melakukan pengembangan atas 500 gram sabu tersebut. Akhirnya anggota Polda Kalbar pun menggerebek rumah sang bandar. Dan saat melakukan penggerebekan anggota menemukan sabu seberat 3,3 Kg sabu, sehingga jika ditambah dengan 500 gram sabu, jumlah totalnya adalah 3,8 kg sabu. Selain itu anggota juga berhasil menemukan barang bukti lainnya, yakni berupa uang senilai Rp 6.000.000, satu buah timbangan Merk Pocket Scale, satu buah timbangan warna putih oren merk lion star, satu buah lak ban, satu sendok stanless, tiga buah hp merk Samsung, Blackberry dan Nokia, lima buah ATM BCA, satu buah ATM Mandiri, satu bungkus plastic transparan, dua bungkus plastic hitam, satu buku catatan pengiriman uang masuk dan keluar, satu alat Lak Ban, satu buah klik BCA, dan satu buah sepeda motor Vario KB 4785 QO. Membaca saga penangkapan sabu-sabu di atas kita sebagai warga Kalbar tentu patut mengurut dada. Betapa daerah ini telah menjelma menjadi sarang pengedar Narkoba. Kasus demi kasus penangkapan Narkoba ini jelas mengindikasikan bahwa daerah ini begitu rentan dan mudah ditembus jaringan sindikat pengedar narkotika internasional. Entah apa sebab utama para pengedar itu menyasar Kalbar sebagai pasar. Banyak sebab yang bisa dikaji dan dikaitkan dengan fenomena peredaran Narkoba yang semakin menjemur saat ini. Pergeseran nilai dan moral, lemahnya hukum dan aparatnya, kondisi geografis, semua bisa menjadi sebab musabab yang saling berkait. Setelah melihat dan mencermati kasus demi kasus peredaran dan penggunaan Narkoba di banyak kalangan di Kalbar saat ini, sudah sepantasnya pemerintah dan aparat terkait menerapkan status ‘Darurat Narkoba’ bagi daerah ini. Sebelum jumlah korban yang jatuh berguguran semakin tak terbilang, sebelum jaringan sindikat pengedar semakin mengurat akar, sebelum masa depan daerah ini hancur dimusnahkan barang haram bermana Narkoba. Ada baiknya pemerintah, BNN, polisi dan stakeholder lainnya berfikir taktis dan strategis. Hentikan peredaran dan penyalahggunaan Narkoba sekarang juga!

K

S

ENGET

Sabu-sabu puluhan kilo ditangkap Bea Cukai Dalangnya ngumpet dimana ya?

kar muat atau hanya sekadar berlabuh. Santun menambahkan, pembangunan dermaga yang hanya mencapai 35 meter tersebut didasarkan dari besarnya anggaran yang diterima untuk melakukan pembangunan tersebut. Dimana anggarannya hanya mencapai Rp.1,5 miliar. Direncanakan lebar pembangunan proyek dermaga tersebut mencapai empat meter. Dengan bangunan fisik menggunakan bahan beton. Jika melihat kebutuhan, dermaga perikana di Tanjung Satai hanya membutuhkan panjang sekitar 120 meter saja dan bukan 200 meter. Namun di dalam pembangunan tahap awal ukuran panjang proyek mencapai 35 meter. “Tahun depan kita usulkan lagi tiga miliar, tapi masih di dalam tahap pengusulan,” tandasnya. o

Jelang Panen, beginilah suasana di sejumlah persawahan milik petani di Provinsi Kalbar menjelang masa panen. Mereka terlihat sibuk menjaga lahan pertanian dari serangan hama belalang, tikus maupun burung yang kerap mengancam padi mereka. FOTO: Istimewa

Disdukcapil Lakukan Pemutakhiran Data Penduduk Abdul Khoir Borneo Tribune, Sukadana Tidak yakin dengan data penduduk yang ada saat ini, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Kayong Utara (KKU) dalam waktu dekat akan melakukan pendataan penduduk. Hal itu sebagai upaya mengupdate data

Inspirasi Oleh: Khairul Fuad Kedai kopi Chef di Jalan KH. Wahid Hasyim, mungkin tidak seperti biasa karena ada perbincangan budaya di lantai atasnya. Kemungkinan juga sudah saatnya mengubah cara pandang selama ini terhadap kedai atau warung kopi yang hanya untuk kongkow-kongkow ngobrol tak ada juntrungnya sambil menyeruput kopi. Pada malam 29 Oktober 2012 berlangsung perbincangan budaya yang diprakarsai Lingkar Studi Budaya di lantai atas kedai kopi Chef. Perbincangan itu dipenuhi oleh para pemerhati budaya, termasuk A. Halim R, budayawan sekaligus wartawan senior Kalbar. Pemerhati bahasa dan sastra, pegiat sastra, pegiat teater, dan wartawan tumplak dalam perbincangan bertajuk Kota Pontianak dalam Perspektif Budaya dan Lingkungan. Kota Pontianak tampaknya menjadi titik-tumpu awal untuk selanjutnya merambah ke persoalan global Kalbar yang memiliki wilayah luas. Wacana-wacana budaya terlontar oleh para hadirin dalam perbincangan itu, yang terfokus pada diskusi

penduduk terkini dan terbarukan. Apalagi selama ini banyak data yang masuk namun tidak disertai fakta di lapangan. “Yang lahir terus dilaporkan, tapi yang mati tidak ada data masuk. Inikan mustahil,” tegas Kepala Disdukcapil KKU, Rony Iswandi. Menurutnya, dengan tidak memasukan data pengurangan penduduk

lantaran meninggal dunia maupun pindah tempat tinggal sehingga membuat data yang seharusnya sudah dikurangi menjadi tidak berubah. Pemutakhiran data penduduk tersebut akan dilakukan pada minggu ketiga November 2012 yang akan melibatkan seluruh RT di seantero KKU sebagai petugas pemutakhiran data

penduduk. Rony menambahkan, salah satu tujuan dilakukan pemutakhiran data penduduk, yakni selain untuk mengetahui jumlah penduduk asli sekaligus sebagai penunjang bagi penggunaan data penduduk untuk pemilu yang juga dipergunakan dalam tujuan sasaran program pemerintah lainnya. “Bagi rumah yang sudah

dilakukan pendataan oleh petugas akan diberikan semacam stiker yang ditempel di rumah penduduk,” ujarnya. Sementara itu, saat ini jumlah penduduk di KKU tercatat sebanyak 130.797 jiwa atau meningkat sekitar 50 ribu jiwa lebih dari jumlah penduduk saat pertama kali KKU dimekarkan dari Kabupaten Ketapang. o

Autokritik A. Halim R, Adri Aliayub sebagai pembicara dan Nano L. Basuki sebagai moderator. Malam itu dijadikan ajang ngrasani diri sendiri, yang memiliki kesadaran terhadap nodanoda yang tebercak pada badan dan bopeng-bopeng yang terhias di wajah. Kumpul-kumpul itu juga membalikkan sebuah peribahasa, Gajah di pelupuk mata tampak, kuman di seberang lautan taktampak. Walau rambut telah memutih, A. Halim R, budayawan sekaligus wartawan senior Kalbar, masih meledak-ledak pembicaraannya dalam diskusi itu. Seledakledak kritiknya terhadap kondisi kehidupan manusia dan masyarakatnya, khususnya sekitar kehidupan Pontianak. Sudah sepatutnya seorang budayawan selalu awas terhadap pergeseran-pergeseran budaya masyarakatnya sebagaimana yang dilakoni oleh A. Halim R. Bagi A. Halim R, Kalbar telah kehilangan elan jati dirinya karena tercerabut dari akar-akar penopangnya. Ia memberikan contoh mudah saja, seorang juri perempuan tari Melayu yang akan menilai keadaban dalam berbusana, justru tata-busana yang dike-

nakannya tidak menunjukkan jati-diri adiluhung kemelayuan. Seharusnya bagian tubuhnya yang ditutupi, justru agak terbuka dan disimpannya rapat-rapat, malah ditonjol-tonjolkan. Lebih menohok lagi menghujam ulu hati, budayawan yang jauh dari rokok dan kopi ini, menyebutkan bahwa Kalbar telah kehilangan hutan khasnya sehingga keragaman hayati khas Kalbar ikut hilang juga dari peredaran. Burung-burung khas Kalbar sudah tidak lagi dijumpai karena pepohonan yang ditanam berbeda dengan pohon yang selama ini menyertai kehidupannya. Bahkan, A Halim R semakin geram karena hutan Kalbar telah diganti dengan sawit, saking geramnya kata sawit disebutnya sampai tiga kali. Dulu, Kalbar penyumbang devisa ketiga untuk Indonesia, tetapi kini sudah tidak bisa mempertahankan itu apalagi meningkatkan. Itu terjadi karena Kalbar telah kehilangan hutannya. Meminjam istilah Emil Salim, mantan menteri linkungan hidup, plasma nutfah telah hilang dari peredaran lingkungan Kalbar. Autokritik melalui dunia

ide disodorkan oleh A. Halim R dengan melontarkan pemikiran yang didasarkan oleh budaya dan lingkungan Kalbar. Kerangka idenya berasal anatomi tubuh manusia, kepala merupakan ranah pikir, badan merupakan ranah spiritual, dan badan merupakan ranah gerak (physical). Modal itu digunakan manusia sebagai Khalifah fi al-‘ardl untuk membentuk kebudayaannya masingmasing. Sementara itu, autokritik dalam dunia empirikpraksis disodorkan oleh Adri Aliayub. Menurutnya, infrastruktur memberikan andil yang tidak kecil bagi lestarinya dan terbentuknya budaya masyarakat. Gedung aparatur pemerintah dan bangunan kebudayaan merupakan simbol eksistensi sebuah masyarakat. Ditambah lagi, Rencana Umum Tata Ruang (RUTR) juga mendukung terbentuknya karakter anggota masyarakat. Menurut Adri Aliayub, RUTR harus dibuat dengan sedemikian rupa karena ada Undang-Undang yang mengatur dan dipublikasikan ke masyarakat. Kenyataannya, RUTR tidak pernah dipublikasikan. “Pembangunan apapun,

termasuk infrastruktur, harus direncanakan dan dirancang secara masak untuk jangka yang lebih panjang”, tandasnya. Dengan demikian, tidak ada lagi pembangunan yang hanya bersifat jangka pendek atau malah sekadar tambal sulam saja. “Kota Romawi tidak dibagun dalam hitungan tahun, tetapi berabad-abad walau gontaganti pemerintahan, tambah A. Halim Ramli. Autokritik A, Halim R dan Adri Aliayub seperti membelalakkan mata terhadap kondisi budaya dan lingkungan Pontianak, termasuk Kalbar secara luas, yang sebenarnya. Kondisi budaya dan lingkungan semakin mengkhawatirkan jika tidak diperhatikan oleh semua pihak. Wacana seperti itu perlu didengarkan dengan saksama agar kesadaran tetap terjaga terhadap budaya dan lingkungan sendiri. Diskusi dengan para pembicara tertentu, perlu terus digalakkan dan istiqomah agar dapat menjadi kontribusi untuk mengiringi perkembangan Pontianak. Harapan itu sebagaimana paparan Dedy Ari Asfar, seorang pemerhati bahasa, pada awal pembukaan diskusi Lingkar Studi Budaya. Menjelang Siang 061112o

Bang Tribune

Penerbit: PT. Borneo Tribune Press. Direktur Utama: W Suwito, SH, MH. Penasehat Hukum: A. Ambo Mangan, SH, MH, Martinus Ekok, SH, MH. Pemimpin Umum: Sisa Primashinta. Senior Editor: H. Nur Iskandar, SP, Tanto Yakobus, Alexander Mering. Wakil Pemimpin Redaksi: Budi Rahman. Redaktur: Andry, Agus Wahyuni, Aulia Marti, Hairul Mikrad, Yusriadi, Viodeogo. Reporter: Abdul Khoir, Andika Lay, Yulan Mirza, Achmad Mundzirin, Achmad Munandar, Ubay. Biro Kubu Raya: Hanoto Jl. Sui Raya Dalam (081522711111). Biro Mempawah: Johan Wahyudi, Jl. Pendidikan Gg. Suka Mulya No.10 (085654587038). Sambas: Amrul Ambiya (Kontributor/Pemasaran), Jl. Suka Mantri (085245527602). Biro Bengkayang: Mujidi, Jl. Pahlawan No. 10, Kelurahan Bumi Emas Bengkayang (085245247955). www.borneo-tribune.net Landak: Yohanes Ngalai/Pemasaran, Jl. Barage Gg. Pak Kasih No. 51 Ngabang (085822062880). Biro Sanggau: Ratnasari Jl. Agus Salim No.10 (085245904505). Biro Melawi: Eko Susilo (0812-56452946) TERBIT SEJAK 19 MEI 2007 Jl. M Saad, Gg. Kayan, Serundung- Nanga Pinoh. Biro Sekadau: Bagus Kosminto, Jl. Irian No. 41 Sekadau Hilir (085245743683). Biro Sintang: Endang Kusmiyati (08524-5006757), Saumin (Pemasaran) (085284291321) Jl. JC Oevang Oeray, Gg. Ahmad 2. Biro Kapuas Hulu: Jl. Kenanga, Ruko Pemda Blok B. 6 Putussibau Utara (08562569007). Ketapang: Jaidi Chandra (Kontributor), Jl. Gajah Mada No. 156 (081345450988). Fotografer: Ulla Asri Sekretaris Redaksi: Erika Sudiardjo Umum: Emiliana (Manajer), Fitriyana,. Percetakan/Pracetak: Ukan Dinata. Staf Pracetak: Fahmi Ichwan, Syam n Wartawan, Kontributor, Intensive Programme dan Abubakar, M. Taufik,. Staf Percetakan: Andre, Nurhalis, Rustam. Marketing: Sisa Primashinta, Hesty Yosana, Aldi Chairudin, Ardiansyah. Desain Iklan: Atika Ramadhani, M. Affandy,Ferry Ade Putra Freelancer Borneo Tribune dibekali identitas, surat Sirkulasi: Dhani, Suprianto. Keuangan: Jumi Erlinasari, Tri Agustin, Kusnan, Husada, IT: Iwan Siswanto. Tarif Iklan: BW (black and white) Rp 6000/mm kolom, Full Colour hal 1 Rp 15.000/mm kolom, tugas atau tanda pengenal (ID-Card) dan dalam mehalaman dalam Rp 12.000/mm kolom. Alamat Kantor Bisnis dan Alamat Redaksi: Jalan Purnama Dalam No 2 Pontianak Telpon 0561-767788 Fax 0561-766103. E-mail: borneotribune@yahoo.com laksanakan tugas jurnalistiknya tidak diperkenankan menerima suap atau amplop Idealisme, Keberagaman dan Kebersamaan

Borneo Tribune


Serba Serbi Borneo Tribune

Jumat, 9 November 2012

3

Barca Takluk di Celtic CELTIC - Barcelona dipaksa menelan kekalahan saat melawat ke Celtic di matchday IV Liga Champions. Di Celtic Park, Kamis (8/11/2012) dinihari WIB, The Catalans tunduk dengan skor tipis 1-2. Barcelona lebih dulu tertinggal dua gol setelah gawang Victor Valdes dijebol Victor Wanyama di menit 21

dan Tony Watt pada menit 83. Sementara gol balasan Barca baru datang di menit pertama periode injury time melalui Lionel Messi. Kekalahan ini menghentikan rangkaian 12 laga tak terkalahkan secara beruntun yang didapat Barcelona di berbagai pertandingan resmi. Namun begitu, skuat besutan Tito Vilanova ma-

sih bertengger di puncak klasemen Grup G dengan poin sembilan serta punya peluang terbesar untuk lolos ke babak 16 besar. Sementara Celtic kini punya tujuh poin dan bertengger di posisi dua klasemen. Dengan tinggal dua pertandingan sisa menghadapi Spartak Moscow dan Benfica, Celtic juga punya kans

besar untuk melangkah ke babak knock out. Duduk di posisi tiga klasemen sementara adalah Benfica dengan poin empat. Wakil Portugal itu pada pertandingan yang berlangsung bersamaan di tempat berbeda memetik kemenangan 20 atas Spartak. Jalannya Pertandingan Lewat kerjasama Jordi Alba dengan Lionel Messi, Barcelona menciptakan peluang pertamanya di menit delapan. Namun tak ada gol dari momen tersebut karena sepakan Messi melayang terlalu tinggi. Mendominasi penguasaan bola, Barca justru kebobolan di menit 21. Dari skenario tendangan sudut, bola yang disepak Charlie Mulgrew melayang ke arah tiang jauh. Memenangi duel dengan Javier Mascherano, tandukan yang dilepaskan Victor Wanyama merobek gawang Barca yang dikawal Victor Valdes. Pertandingan kemudian berjalan satu arah, dengan Barcelona menguasai ball possession dan Celtic yang menumpuk pemain di lini belakangnya. Peluang Barca menyamakan kedudukan baru datang di menit 36 saat tandukan pelan Alexis Sanchez menyongsong umpan dari Dani Alves cuma membentur tiang gawang. Babak pertama berakhir dengan kedudukan 1-0 untuk Celtic. Sepuluh menit babak kedua berjalan Messi nyaris menjebol gawang Celtic le-

wat tendangan jarak jauh, bola sepakannya yang mengarah ke sudut gawang masih bisa diamankan oleh Fraser Forster. Messi punya peluang lain di menit 70 saat menyosong umpan dari Jordi Alba, namun lagi-lagi Forster membuat penyelamatan penting di bawah gawangnya. Di menit 77 Andres Iniesta mencoba peruntungan dengan melepaskan tembakan dari luar kotak penalti, namun akurasinya masih buruk karena bola melayang tinggi di atas sasaran. Semenit berselang upaya Alba melepaskan tendangan jarak jauh juga masih terhadang bek lawan. Saat upaya mencetak gol penyama tak kunjung berhasil, gawang Barca justru kembali jebol di menit 83. Memanfaatkan kesalahan bek Barca yang gagal membuang umpan panjang kiper Forster, Tony Watt berhasil mengejar si kulit bundar dan mengarahkannya ke sudut bawah gawang saat tinggal berhadapan satu lawan satu dengan Valdes. Skor berubah jadi 2-0. Memasuki periode injury time babak kedua Barca akhirnya bisa memperkecil ketinggal. Messi menjebol gawang Celtic dari jarak dekat setelah sebelumnya Forster membuat penyelamatan gemilang. Susunan Pemain Celtic: 1-Fraser Forster; 23-Mikael Lustig (32-Tony Watt 72), 6-Kelvin Wilson, 4Efe Ambrose, 2-Adam Matthews; 15-Kris Commons, 67-Victor Wanyama,

16-Joe Ledley, 21-Charlie Mulgrew; 9-Giorgos Samaras (33-Beram Kayal 79), 7Miku Barcelona: 1-Victor Valdes; 21-Daniel Alves, 15Marc Bartra (3-Gerard Pique

72), 14-Javier Mascherano, 18-Jordi Alba; 6-Xavi, 25Alex Song (4-Cesc Fabregas 71), 8-Andres Iniesta; 9-Alexis Sanchez (7-David Villa 66), 10-Lionel Messi, 17-Pedro. (detiksport) o

Ronaldo Jadi Penyerang Tengah Madrid MADRID - Real Madrid sedang dilanda krisis penyerang tengah untuk laga kontra Levante. Sangat mungkin peran itu nanti akan dilakoni Cristiano Ronaldo yang memang punya ketajaman oke. Sejatinya, El Real punya dua penyerang murni mumpuni dalam diri Karim Benzema dan Gonzalo Higuain. Namun, keduanya kini tengah dibekap cedera. Dalam laga kontra Borussia Dortmund di Liga Champions pada tengah pekan, Rabu (7/11/2012) dinihari WIB, Higuain menyusul Benzema yang sudah lebih dulu cedera. Higuain digantikan Jose Maria Callejon, yang sebenarnya lebih berkarakter sebagai second striker atau winger. Walhasil Madrid menyudahi laga lawan Dortmund dengan sejumlah pemain ofensif seperti Angel Di Maria, Mesut Oezil, Ronaldo, dan Callejon, kendati tak satupun merupakan penyerang murni sebagaimana halnya Benzema dan Higuain. Dengan situasi itulah kini Madrid akan menyambangi markas Levante, Minggu (11/11). Guna mengakali situasi, AS menyebut bahwa Ronaldo akan dimainkan

Aku tak suka bermain seperti itu tetapi aku harus beradaptasi seperti permintaannya (Mourinho)

sebagai penyerang tengah, dengan penyerang berusia 20 tahun, Alvaro Morata, siaga di bench. Posisi itu sendiri sejatinya tidak asing-asing amat buat Ronaldo karena beberapa kali pernah melakoninya buat Madrid. Dalam beberapa kesempatan itu ia mengemukakan ketidaksenangannya dengan posisi tersebut kendatipun tetap berusaha menerima instruksi pelatihnya, Jose Mourinho. ”Aku tak suka bermain seperti itu tetapi aku harus beradaptasi seperti permintaannya (Mourinho),” kata Ronaldo setelah itu, seperti dikutip Football Espana. Dari 10 laga liga sejauh ini, Ronaldo telah mengemas 11 gol. Pemain asal Portugal itu adalah top skorer kedua sementara di bawah Lionel Messi (13 gol). (detiksport) o

PENGUMUMAN RENCANA PELAKSANAAN VERIFIKASI LEGALITAS KAYU IUPHHK-HT Bersama ini disampaikan rencana pelaksanaan verifikasi legalitas kayu IUPHHK-HT oleh LVLK Ayamaru Certification pada : Nama Auditi SK IUPHHK-HT

: PT. Daya Tani Kalbar : SK.60/Kpts-II/1997 tanggal 28 Januari 1997 Luas : 56.060 Ha Lokasi : Kab. Kubu Raya dan Kab. Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat Alamat Kantor : Jl. Arteri Supadio No. 18 RW.01 RT.06 Ds. Sungai Raya, Kec. Sungai Raya, Kab. Kubu Raya, Kalimantan Barat Waktu Pelaksanaan : 26 - 30 November 2012 Kepada pihak yang berkepentingan dapat menyampaikan data, informasi dan masukan terkait dengan pelaksanaan kegiatan VLK secara tertulis dengan dilengkapi data pendukung kepada : AYAMARU CERTIFICATION (d/h PT. AYAMARU BAKTI PERTIWI) Komplek Ruko Braja Mustika B-11, Jl. Dr. Sumeru bogor Telp. : 0251-8333513, 8333515 Fax. : 0251-8333593 Email : abp.certification@ayamarubaktipertiwi.co.id Website : www.ayamarucertification.wordpress.com Bogor, 05 November 2012 PT. AYAMARU CERTIFICATION

“Metode Efektif Atasi Diabetes Hingga Tuntas”

PENGOBATAN SINSHE TCM YANG MANJUR, SATU-SATUNYA DI PONTIANAK Hongkong Medistra TCM Pontianak, Pengobatan dengan Metode TCM (Traditional Chinese Medicine) yang ternama, merupakan gabungan dari pengobatan, penelitian TCM, pencegahan penyakit kronis dan terapi penyembuhan. Didukung oleh konsultan Sinshe ahli TCM ternama dari Tiongkok yang sudah sangat berpengalaman; memanfaatkan resep TCM dan teknologi tinggi yang menghasilkan obat tradisional efektif, dengan system diagnose TCM yang tepat, obat tradisional terkini dari Tiongkok dan pengobatan elektroterapi, titik nadi, akupuntur, tuina, terapi lainnya, sangat efektif, khususnya bagi pasien yang menderita penyakit kronis. Waspadalah! jumlah penderita diabetes di Indonesia terus meningkat tajam, diprediksi ada jutaan orang terkena diabetes. jika tidak diobati sedini mungkin secara tepat dan efektif, beresiko merusak organ penting tubuh lain seperti: hati, paru-paru, ginjal, limpa, reproduksi, dan sistem syaraf, juga bisa menyebabkan uremia. Itulah sebabnya data WHO terkini menyatakan persentase angka kelumpuhan maupun kematian akibat penyakit diabetes dan berbagai macam komplikasi menakutkan ini terus meningkat pesat. Untuk mengatasi penyakit diabetes dan komplikasinya, Hongkong

Medistra TCM (Traditional Chinese Medicine) yang terdepan yakni “Bai Wei Hu Yi Liao Fa” mengatasi penyakit dengan ramuan herbal yang disesuaikan jenis dan kondisi penyakit penderita, dihasilkan dari 33 jenis obat berharga ditambah 28 jenis obat organik, daya serap obat sangat tinggi, rata-rata penderita diabetes setelah diobati sekitar 5-10 hari, gula darah menurun, gejala seperti kaki tangan kesemutan, seluruh badan tidak bertenaga, insomnia, dll berkurang secara nyata. Rata-rata setelah 40-60 hari, gula darah stabil, gejala komplikasi menghilang, daya tahan tubuh meningkat, keseluruhan tubuh membaik, sebagian pasien bisa berhenti konsumsi obat, fungsi insulin dan system sekresi normal kembali, fungsi reproduksi pria kembali normal, sudah bisa kembali merasakan kehidupan sehat yang normal. Sudah banyak penderita merasakan khasiat mujarabnya, tidak ada efek samping, tidak menimbulkan ketergantungan, tidak berpengaruh penderita menderita 10-20 tahun, kondisi penyakit parah/ringan, setelah diobati bisa menurunkan gula darah dan gula kencing hingga normal dan seimbang, sesudah diatasi hingga keakar-akarnya tidak mudah kambuh.

Untuk Konsultan & Pengobatan Hubungi :

HONGKONG MEDISTRA TCM Jl. H. Agus Salim No. 126 Pontianak - Kalimantan Barat Telp. (0561) 733268 HP. 0821 5279 7888 Hari Senin - Sabtu Buka Jam 09.00 s/d 17.00 WIB Minggu & Libur Besar Jam 09.00 s/d 13.00 WIB


Kalimantan Barat - Kota Pontianak Borneo Tribune

Jumat, 9 November 2012

4

Raker Komwil V Apeksi

Aturan Pusat Membebani Pemda ATURAN yang dibuat pemerintah pusat telah menjadi beban bagi pemerintah daerah, terutama dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD), hal ini pada akhirnya mengakibatkan belanja pegawai menjadi tinggi, dan dianggap pemborosan anggaran. Walikota Pontianak H. Sutarmidji SH, M.Hum mengatakan, pihaknya akan terus melakukan disiplin anggaran dalam hal perjalanan dinas, karena menurutnya

setiap bulan pemerintah pusat kerap mengundang instansi-instansi pemerintah daerah untuk mengirim delegasi agar dapat mengikuti kegiatan yang diselenggarakan pemerintah pusat. “Hal ini akan menjadi pemborosan anggaran, seharusnya dana tersebut bisa untuk pelayanan publik dan kepentingan masyarakat,” ujar Sutarmidji, dalam acara Rapat Kerja Komwil V Apeksi tahun 2012, Kamis (8/ 11) di Hotel Mercure Pontianak. Maka, ia melakukan upaya agar pengurusan izin dapat diselesaikan lebih cepat

Walikota: Pengelolaan Keuangan Sesuai Prinsip

CMYK

Andika Lay Borneo Tribune, Pontianak TARGET Pendapatan Asli Daerah (PAD) 2013 Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak ditentukan berdasarkan pertimbangan realisasi PAD tiga tahun terakhir dan melihat data potensi yang ada serta memperhatikan kondisi ke depan. “Dengan pendekatan ini diharapkan penerimaan PAD dapat dicapai sesuai dengan yang direncanakan,” kata Walikota Pontianak, Sutarmidji, di ruang rapat paripurna DPRD Kota Pontianak, saat menyampaikan jawabannya atas Pandangan Umum (PU) fraksi-fraksi DPRD Kota Pontianak terhadap Nota Keuangan Rancangan APBD tahun anggaran 2013 dan 7 rancangan peraturan daerah yang telah disampaikan beberapa waktu lalu. Dikatakannya, dalam upaya peningkatan pendapatan yang bersumber dari PAD, pihaknya terus berupaya semaksimal mungkin melalui perbaikan langkah dengan melakukan penyederhanaan sistem, prosedur administrasi pemungutan pajak dan retribusi daerah, kepatuhan dan ketaatan wajib pajak dan retribusi daerah serta meningkatkan pengendalian dan pengawasan atas pungutan PAD. “Upaya ini diikuti dengan peningkatan kualitas, ke-

mudahan, ketepatan dan kecepatan pelayanan,” jelasnya. Dirinya sependapat dengan PU fraksi-fraksi DPRD Kota Pontianak, dalam pengelolaan keuangan Kota Pontianak harus sesuai dengan prinsip efisiensi, ekonomis, efektivitas, transparansi dan bertanggung jawab memperhatikan kepatutan dan manfaat kepada masyarakat.

Upaya ini diikuti dengan peningkatan kualitas, kemudahan, ketepatan dan kecepatan pelayanan

“Pemkot Pontianak terus bersungguh-sungguh mengedepankan prinsip-prinsip tersebut, sehingga program-program pembangunan tepat sasaran dan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya. Tahun anggaran 2013, komponen Sisa Lebih Penghitungan Anggaran (Silpa) proyeksi sesuai dengan asumsi. “Penerimaan Silpa tersebut bersumber dari dana plafon penerimaan PAD, plafon penerimaan dana perimbangan serta sisa penghematan atau efisiensi belanja,” pungkasnya. o

dan tepat waktu, menggunakan anggaran yang berkualitas untuk kesejahteraan masyarakat dengan memfokuskan pada bidang pendidikan dan kesehatan. Melalui Raker Asosisasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) yang mengangkat tema Transparansi anggaran menuju pemerintah daerah yang bebas korupsi dan regulasi birokrasi pelayanan publik ini, ia berharap dapat menyikapi persoalan-persoalan yang ada di daerah, agar dapat mengutamakan transparansi anggaran dalam pelayanan publik serta memberikan pelayan-

an yang terbaik untuk masyarakat. Walikota Palangka Raya H. M. Riban Satia, yang bertindak sebagai Ketua Komisariat Wilayah (Komwil) V mengatakan dalam APEKSI ini diharapkan mampu memberikan inovasi baru untuk memperbaiki pelayanan publik di pemerintah daerah. Sejauh ini ia melihat pemerintah daerah hanya berkutat pada program pribadi pemerintah, “Birokrasi kita belum sampai pada pelayanan cepat, tepat, seperti masalah aset-aset daerah yang belum sepenuhnya diserahkan ke kota,” ujar Riban.

Ditambahkannya, meski Kalimantan memiliki sumberdaya alam yang melimpah, ia sangat menyayangkan pengelolaannya hingga kini masih ditangani pihak swasta. Melihat beberapa persoalan yang ada ini, Direktur Eksekutif Apeksi Drs. H. Sarimun Hadisaputra MSi, mengatakan, aturan-aturan yang dibuat Pemerintah Pusat banyak yang berdampak pada pemerintah daerah, seperti contohnya sertifikasi guru yang dibebankan pemerintah pusat pada setiap daerah. Pada akhirnya, Anggaran

Tanah Kota Pontianak Telan Biaya Mahal Andika Lay Borneo Tribune, Pontianak LETAK ketinggian tanah yang hanya 0,2 hingga 1,2 meter di atas permukaan laut serta struktur tanah yang bergambut dan labil di Kota Pontianak ini, membuat Himpunan Ahli Teknik Tanah Indonesia (HATTI) Cabang Provinsi Kalbar, menggelar seminar Fenomena Gerakan Tanah Sebagai Penyebab Kerusakan Struktur Bangunan, di Hotel Orchardz Perdana. Walikota Pontianak H. Sutarmidji, yang menjadi salah satu narasumber dalam seminar ini mengatakan, kondisi tanah yang demikian mengakibatkan pembiayaan untuk konstruksi jalan mahal dan daya tahannya pun tidak begitu panjang. “Seminar ini mudah-mudahan bisa memberikan gambaran yang lebih komprehensif tentang kondisi tanah di Kota Pontianak secara teknis,” kata H Sutarmidji. Dengan adanya gambaran tersebut, saat perencanaan gedung maupun jalan serta infrastruktur lainnya tidak terjadi penurunan maupun keretakan. “Di Pontianak ini, bangunan apapun yang dibangun, dindingnya pasti mengalami keretakan. Kalau bangunan itu retak merupakan hal biasa, karena karakter tanah di Kota Pontianak yang labil dan bergambut. Tidak mungkin bangunan itu tidak retak,” jelas Sutarmidji. Dirinya berharap, rekayasa konstruksi pembangunan ge-

Pendapatan Belanja Daerah (APBD) dari sektor belanja pegawai jadi tinggi, menurutnya hal ini perlu pengkajian dan advokasi, agar tidak menjadi temuan dan pemborosan anggaran. “Kita bahas transparansi bebas korupsi dan kolusi, karena dalam pemerintahan sentralistik membutuhkan aturan yang sejalan dengan otonomi daerah,” kata Sarimun. Dikatakannya, Apeksi yang terbentuk sejak tahun 2000 lalu itu digulirkan sebagai wadah yang mampu melaksanakan aturan otonomi daerah. “Karena masih

Januari-November, Tiga Kasus Prostitusi Terungkap Achmad Munandar Borneo Tribune, Pontianak

Plakat Walikota Pontianak Sutarmidji menerima plakat dari Himpunan Ahli Teknik Tanah Indonesia (HATTI) Cabang Kalbar. FOTO Andika Lay/Borneo Tribune. dung maupun jalan di Kota Pontianak ini, serta daya dukungnya bisa lebih tinggi dan daya tahannya lebih lama serta lebih murah. Terkait perencanaan outter ring canal, menurutnya, muara outter ring canal harus diupayakan ke muara saluran primer, bukan saluran sekunder. “Bahaya jika muaranya ke saluran sekunder karena saluran sekunder di Kota Pontianak ini daya dukungnya terbatas. Tidak bisa dilebarkan lagi, di dalamkan juga rawan karena turapnya tidak dalam sehingga muaranya itu harus langsung disalurkan ke laut,” jelasnya. Sementara itu, Ketua HATTI Cabang Kalbar, Rustamaji menyatakan tidak hanya di Kota Pontianak, di manapun daerah apabila ingin membuat suatu bangunan atau mengkonstruksi, harus terlebih dahulu dilakukan penyelidikan tanah. “Yang menjadi unik di Pontianak ini yakni persoalan daya dukung dan stabili-

tas,” kata Rustamaji. Dijelaskannya, secara teknis banyak yang bisa dilakukan dengan menyiasatinya seperti stabilisasi, perkuatan dan semua teknologi yang dikenal dalam konstruksi, tapi upaya itu belumlah cukup, dikarenakan tanah yang demikian labil dan mudah bergerak itu bisa membawa kepada akibat stabilitas. “Apabila infrastruktur yang dibangun menyangkut infrastruktur yang vital, semisal fasilitas publik, bangunan yang besar dan kompleks, maka konstruksi-konstruksi dan fasilitas publik yang menyangkut infrastruktur itu akan semakin kompleks,” katanya. Tak hanya pertambahan penduduk, ketersediaan lahan pun akan menjadi salah satu tantangan dalam konstruksi. Untuk itu, menurutnya perlu dilakukan kajian dan persiapan yang matang sedini mungkin. “Karena jika tidak, akan menjadi problem di kemudian hari,” pungkasnya. o

banyak hal-hal yang belum sepenuhnya pemerintahan yang sentralistik,” ujarnya, kemarin. Namun, ia melihat perkembangan Kota Pontianak sudah jauh berbeda, menurutnya ada peningkatan yang signifikan. Mulai dari segi fisik, Pendapatan Asli Daerah (PAD), dan pelayanan publik, sehingga menurutnya Pemkot Pontianak layak mendapatkan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), sehingga dapat dijadikan indikator. “Itu menjadi langkah-langkah yang kita harapkan,” tukasnya. o

SEPANJANG Januari hingga November 2012, Kepolisian Daerah Kalimantan Barat berhasil mengungkap tiga kasus prostitusi anak. Bahkan mucikari tiga kasus itu masih di bawah umur. Ia tertangkap tangan ketika menjual korban di sebuah hotel di daerah Kubu Raya. “Ada tiga kasus sepanjang Januari hingga November 2012,” kata Kabid Humas Polda Kalbar AKBP Mukson Munandar. Mukson mengatakan, pengungkapan kasus tersebut, disinyalir kasus serupa banyak terjadi di Kota Pontianak dan mempunyai jaringan yang rapi. Ia menuturkan, dari hasil pemeriksaan petugas menerangkan lebih dari satu kali terlibat di dunia prostitusi anak, melayani tamu selalu dilakukan di hotel. Berkaca dari keterangan yang diberikan korban dan mucikarinya, Mukson tidak menampik Kota Pontianak dan sekitarnya bebas dengan aksi prostitusi. Pihak kepolisian berkomitmen melakukan pengungkapan terhadap para pelaku yang berperan sebagai mucikari. “Kapolda Kalbar sudah membentuk tim khusus dalam melakukan penangkapan terhadap mucikari yang masih marak di Kota Pontianak ini. Tim khusus terse-

but dibentuk dari Polresta Pontianak,” kata Mukson. Menurutnya, modus operandi para mucikari selalu menghubungi korban melalui telepon. Meminta korban datang ke hotel. Sedangkan mucikari menunggu di sana. Sebelum kemudian mengantar korban menemui tamu yang sudah berada di kamar hotel. Kemudian tarif harga ditentukan mucikari. Sementara korban hanya tahu hasil jadi. Tanpa ikut campur negosiasi penentuan harganya. “Jika korban dihargai Rp 800.000, mucikari memperoleh jatah Rp 400.000. Selebihnya menjadi hak korban,” terang Mukson. Mukson menambahkan, dalam kasus ini pihak hotel juga akan dimintai keterangan terkait keberadaan anak di bawah umur bisa masuk kamar hotel secara bebas. “Kita mensinyalir tidak hanya satu hotel tempat tersangka menjalankan aksi prostitusi anak. Diduga hotel berbintang maupun hotel kelas melati juga sebagai sarana mucikari dalam melakukan perdagangan anak di bawah umur tersebut kepada pria hidung belang,” tuturnya. Ia mengimbau kepada para orang tua agar mendidik anak-anaknya dalam hal-hal yang positif. Karena dengan hal-hal yang positif anak dapat membedakan mana yang benar dan mana yang tidak dilakukan sebagai seorang anak. o

KPK Dorong Pemkot Tingkatkan Kualitas Borneo Tribune, Pontianak KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendorong perbaikan kualitas layanan publik dan pengelolaan APBD, baik di pusat maupun daerah, dengan memfokuskan pada layanan publik dan pengelolaan APBD di lingkungan Pemkot Pontianak. Seminar “Pencegahan Korupsi melalui Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik dan Pengelolaan APBD” di

Aula Sultan Syarif Abdurrahman, Kantor Walikota Pontianak, Kamis (8/ 11), KPK mendorong Pemkot Pontianak untuk terus meningkatkan kualitas layanan publik dan pengelolaan APBD. Seminar ini merupakan rangkaian program koordinasi dan supervise pencegahan korupsi kerjasama KPK dengan BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan) yang dilak-

sanakan di 33 provinsi dan 33 ibukota provinsi seluruh Indonesia. “Beberapa persoalan umum yang sering ditemui dalam pelayanan publik adalah belum transparan dan akuntabelnya pelayanan, serta prosedur yang panjang dan berbelit-belit, selain biaya yang mahal yang kerap dikeluhkan pengguna layanan. Sedangkan dalam pengelolaan APBD masih dijumpai keterlam-

batan penetapan APBD dan adanya program kegiatan yang tidak masuk dalam KUA PPAS tetapi masuk dalam APBD serta belum efisiennya pengalokasian anggaran, “ kata Sekjend KPK, Bambang Sapto Pratomosunu. Menurut Bambang, persoalan mendasar pelayanan publik masih terletak pada pola pikir aparatur pemerintah yang berorientasi kekuasaan dan bukan pelayanan

sebagaimana mestinya. Oleh karena itu pelayanan publik harus ada SOP yang jelas dan Service Level Agreement (SLA) yang pasti. Dalam pengadaan barang dan jasa didorong untuk menggunakan LPSE (Layanan Pengadaan Singkirkan Envelope) Penanggung Jawab Tim Koordinasi dan Supervisi Pencegahan Korupsi di Kota Poritianak yang juga Kepala Perwakilan BPKP Provin-

si Kalimantan Barat, Panijo, Ak., MM memaparkan temuan yang diperoleh dari hasil pengamatan langsung di beberapa instansi layanan publik dan SKPD di Pemkot Pontianak, antara lain di BP2T, Dinas Perhubungan (UPTD KIR, UPTD Pelabuhan Kapal Seng Hie dan Jasa Perparkiran), Bappeda, BPKAD, DPRD, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan dan Dinas PU Bina Marga.

Melalui seminar peningkatan kualitas layanan publik dan pengelolaan APBD yang dilakukan secara berkesinambungan ini, KPK mengharapkan komitmen yang tinggi dari walikota dan semua SKPD di lingkungan Pemkot Pontianak untuk melakukan aksi perbaikan dalam meningkatkan kualitas layanan publik dan pengelolaan APBDnya. (rilis/ aulia) o

CMYK

Aulia Marti Borneo Tribune, Pontianak


Mempawah-Kubu Raya Borneo Tribune

Jumat, 9 November 2012

5

PANEN RAYA Bupati Pontianak, Ria Norsan panen raya padi di Desa Pak Bulu, Kecamatan Anjongan. FOTO : Johan Wahyudi/ Borneo Tribune

Petani Diimbau Gunakan Varietas Unggul Johan Wahyudi Borneo Tribune, Mempawah Bupati Pontianak, Ria Norsan mengimbau kepada petani di Kabupaten Pontianak untuk mengembangkan padi varietas unggul seperti Inpari 3, Inpari 10, Inpari 13, Cibogo dan Situbagedit, sebagai padi unggulan daerah. “Padi varietas unggul memiliki keunggulan dari pada padi lokal. Padi Varietas unggul tahan hama dan penyakit

diharapkan akan menguntungkan petani secara ekonomis karena resiko gagal panen relatif dapat teratasi. Oleh sebab itu saya berharap kepada petani kita agar bisa mengembangkan padi varietas unggul,” kata Bupati Pontianak, Ria Norsan. Hal ini disampaikannya pada panen raya padi demplot varietas unggul baru, sekaligus kegiatan pendampingan Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SLPTT) Padi di di Desa Pak Bulu, Keca-

matan Anjongan, Kamis (8/ 11), kemarin. Panen ini juga dihadiri Kepala Dinas Pertanian, Peternakan, Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Pontianak, Asfahany Arsyad, Kepala BKPPP, Ridwan Rusli dan Kepala Dinas PU, Hamdani. Norsan juga mengatakan Pemda siap membantu para petani, terutama dalam menerapkan teknologi pertanian yang modern. Seperti membantu alat pertanian hand traktor, bahkan masa-

lah pengairan yang menjadi kendala petani saat musim hujan. “Pemerintah memiliki komitmen memajukan sketor pertanian. Bahkan Pemda siap membantu memperbaikan saluran perairan dengan membangun bendungan, maupun membantu alat-alat pertanian modern,” katanya. Sedangkan Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Kalbar, Djiyanto mengatakan melihat kondisi alam dan iklim di Kecamatan Anjongan, khususnya di

Transmigran Rasakan Peningkatkan Kualitas Hidup Achmad Munandar Borneo Tribune, Kubu Raya Masyarakat transmigrasi yang bermukim di Kabupaten Kubu Raya mengalami peningkatan kesejahteraan hidup dan merasa lebih baik dari pada saat tinggal di daerah asal mereka. “Bisa dikatakan 80 persen masyarakat transmigrasi yang ada di Kabupaten Kubu Raya sudah bisa merasakan peningkatan kualitas hidup, dibanding saat.masih bera-

da di daerah asal. Hanya segelintir masyarakat transmigrasi yang tidak bisa bangkit dan.itu dikarenakan mereka tidak mau untuk bekerja keras memperbaiki mutu hidup mereka,” kata ketua Komisi Ketua Komisi A DPRD Kubu Raya, Jupri, Kamis, (8/11). Menurutnya, peningkatan kualitas hidup tersebut bisa dilihat dari banyaknya masyarakat transmigrasi yang sudah hidup mapan di Kubu Raya. Dimana sudah banyak masyarakat yang bisa meme-

nuhi kehidupan mereka secara layak dari hasil kerja keras masyarakat transmigrasi itu sendiri. “Saya juga awalnya adalah masyarakat transmigrasi dari Kabupaten Blora. Alhamdulillah, kita bisa bersaing secara sehat dengan masyarakat setempat dan membina hubungan harmonis dalam meningkatkan kesejahteraan hidup,” katanya. Jupri menjelaskan, untuk kecamatan Sungai Ambawang, khususnya di desa Jawa Tengah, lebih dari

20.000 masyarakat asal blora yang bermukim di sana. Masyarakat Blora tersebut datang ke Kubu Raya sejak tahun 1919. “Kami warga Blora adalah warga pekerja keras, makanya saat ini masyarakat sudah banyak bisa hidup mapan. Selama ini masarakat Blora bekerja sebagai petani, perkebunan dan sektor lainnya dan kita sangat bersyukur masyarakat setempat dan masyarakat lainnya bisa menerima kita dan hidup dengan harmonis,” katanya. o

Pengusaha Harus Terapkan UMP Achmad Munandar Borneo Tribune, Kubu Raya Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) Kalimantan Barat meminta kepada seleuruh jajaran pemerintah di kabupaten maupun kota dan perusahaanperusahaan di seluruh Kalbar dapat menerapkan upah minimun provisni (UMP) yang telah ditetapkan Gubernur Kalbar, pada Oktober lalu. Ketua KBSI Kalbar, Suherman mengatakan berdasarkan UMP yang telah ditetapkan, maka setiap buruh mendapat upah sebesar Rp1.060.00 dan ketika peme-

rintah kabupaten dan kota aan menentukan UMK, maka minimal harus lima persen di atas UMP. “Bagi buruh yang bekerja di sektor unggulan, maka upah yang diterima harus di atas lima persen dari UMP,” katanya, Rabu (7/11). Dari kacamata KSBSI Kalbar, lanjut Suherman memang tidak dapat dipungkiri UMP yang telah ditetapkan masih terbilang kecil dan terkecil di region Kalimantan. Namun demikian, pihaknya sangat memahami kondisi yang ada di Kalbar. Seperti yang disampaikan Apindo, tambah Suherman yang menjadi permasalahan pengusaha untuk menerapkan UMP bagi bu-

ruh adalah biaya pajak dan suku bunga yang tinggi. Sehingga kondisi itu berdampak pada nasib buruh yang dipekerjakan. Namun yang harusdipahami oleh pemerintah dan pengusaha, setiap mempekerjakan buruh, maka kerja layak dan upah layak sudah menjadi kebutuhan yang harus dipenuhi. Saat ini secara umum dari 80 persen kebutuhan hidup layak bagi buruh secara peraturan telah tercapai. Dan kedepan target yang harus dikejar adalah 100 persen kebutuhan hidup layak. Dengan berbagai cara yang dilalukan diharapkan, pada 2014, 100 persen kebutuhan

hidup layak dapat tercapai. “Dasar perhitungan kebutuhan hidup layak itu berdasarkan Surat Keputusan Menteri Tenaga Kerja Nomor 13 tahun 2012 tentang perhitungan kebutuhan hidup layak,” terangnya. Untuk itu, Suherman sangat berharap kepada Pemerintah Kabupaten dan Kota ketika menetapkan UMK nanti dapat berdasarkan UMP yang telah disahkan Gubernur Kalimantan Barat. dimana untuk penentuan UMK minimal harus naik lima persen dari UMP. Dan untuk buruh yang bekerja di sektor unggulan UMK harus di atas lima persen dari UMP. o

Desa Pak Bulu, yang cocok digunakan padi Inpari 10. Karena bisa mengadaptasi dengan baik, terhadap kondisi perubahanan cuaca. “Padi Inpari 10 cocok di daerah Pak Bulu ini, karena walaupun sempat mengalamai musim

kemarau hasil panenya masih sangat baik. Sedangkan varietas unggl lainnya, harus didukung sistem pengairan yang baik,” katanya. Sedangkan, Sukiman, petani pemandu lapang sangat berharap Pemda segera membangun sisitem perair-

an yang baik, sehingga saat musim kemarau petani tidak kesulitan mengelolah sawahnya. “Kita berharap sistem pengairan bisa dibangun, karena tanpa pengairan yang baik, hasil panen juga akan berkurang,” katanya. o

Tingkatkan Kualitas SDM, PNS Disekolahkan 4 orang diploma satu (D1) Perpajakan, 10 orang program diploma tiga (DIII) pada Politeknik Negeri Pontianak, dan 8 orang program diploma empat (DIV)/strata satu Pemerintah Kabupaten (S1) serta 8 orang untuk program Pontianak terus mengempascasarjana Universitas Gadjah bangkan berbagai program peMada (UGM) Yogyakarta. ningkatan kualitas sumber Selain itu, khusus untuk program daya aparatur, baik program percepatan pendidikan guru dalam pendidikan formal maupun injabatan jenjang S1, telah formal. Khusus pendidikan dialokasikan sebanyak 238 orang formal, Pemkab sudah mempada FKIP Untan dan program berikan izin belajar, maupun Pendidikan jasmani Kesehatan mengirim pegawai negeri sipil (Penjaskes) STKIP PGRI (PNS) untuk melaksanakan Pontianak. tugas belajar. “Sedangkan untuk program shar“Di tahun 2012 ini, Pemkab FOTO: Johan W / Borneo Tribune ing cost APBN, terdapat 18 orang Rubijanto Pontianak melalui dana yang terdiri atas 1 orang program APBD Kabupaten Pontianak doktoral Ilmu Lingkungan Univertelah mengirim PNS tugas belajar. Mere- sitas Diponegoro Semarang, 6 orang untuk ka tersebar di beberapa perguruan tinggi,” program dokter spesialis, dan 1 orang prokata Wakil Bupati Pontianak, Rubijanto, gram pascasarjana Pengawas Sekolah Unidi sela penutupan kegiatan Diklatpim Ting- versitas Indonesia. Dan dimana program kat IV Angkatan VIII di Anjongan. ini ke depannya akan terus diupayakan Adapun PNS yang dikirim tugas belajar, sesuai dengan kemampuan daerah,” ungyakni sebanyak 30 orang yang terdiri atas kapnya. o Johan Wahyudi Borneo Tribune, Mempawah

Hari Pahlawan, PNS Wajib Ikut Upacara Johan Wahyudi Borneo Tribune, Mempawah Kendati Hari Pahlawan jatuh pada Sabtu (10/11), hal itu tidak menjadi alasan bagi pegawai negeri sipil (PNS) untuk tidak mengikuti upacara bendera. Agenda tahunan ini tetap berjalan sebagaimana biasa dengan tanpa ada pengecualian. “Meski Hari Pahlawan bertepatan dengan hari Sabtu, di mana seluruh PNS libur, namun upacara peringatan Hari Pahlawan tetap kita laksanakan,” kata Kabag Humas dan Protokol Setdakab Pontianak, Suwanda. Dijelaskannya, tahun ini pelaksanaan upacara Hari Pahlawan dipusatkan di

Halaman Kantor Bupati Pontianak, Sabtu (10/11), pukul 07.30 WIB. Upacara Hari Pahlawan ini akan dihadiri pejabat eselon II dan III, jajaran Forkorpimda Kabupaten Pontianak, TNI/Polri, PNS, organisasi sosial masyarakat dan pemuda, pelajar SLTP, SLTA, serta veteran/ Vepabri. “Usai melaksanakan upacara bendera, dilanjutkan dengan acara ziarah nasional di Taman Makam Pahlawan “Putra Bangsa”, Mempawah. Acara tersebut dilaksanakan pada pukul 10.00 WIB. Sedangkan sehari sebelumnya, Jumat (9/11) malam, sekitar pukul 23.30 WIB dilaksanakan apel kehormatan dan renungan suci di Taman Makam Pahlawan “Putra Bangsa”, Mempawah,” ungkapnya. o


Bengkayang Borneo Tribune

Jumat, 9 November 2012

6

Bupati Komitmen Bangun Pendidikan Mujidi Borneo Tribune, Bengkayang

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Singkawangmelakukan verifikasi parpol di Sekretariat DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Singkawang, Rabu (7/11) FOTO:Rudi

KPU Verifikasi DPD PAN Borneo Tribune, Singkawang Hari ketiga verifikasi faktual, KPU Singkawang mendatangi Sekretariat DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Singkawang, Rabu (7/ 11). Rombongan KPU disambut baik Ketua DPD PAN, Muhammadin didampingi sekretarisnya, Junam, serta bendahara, Aswandy. Anggota KPU Singkawang, Ridwan didampingi empat stafnya melakukan pengecekan terhadap kepengurusan DPD PAN serta keanggotaan partai pimpinan Hatta Rajasa ini. Maden sapaan akrab Ketua DPD PAN juga anggota DPRD Singkawang, mengucapkan terima kasih atas kehadiran anggota KPU

dan Ketua Panwaslu Singkawang. “Inilah Kantor DPD PAN Kota Singkawang, segala kekurangan dan kelebihan kantor ini, mohon dimengerti dan dimaafkan,” kata Maden kepada rombongan KPU. Ia menambahkan, PAN tidak berubah masih seperti yang dulu, reformis, nasionalis, Idealis dan selalu terbuka kepada siapa saja, termasuk rekan-rekan media. Kata Ridwan, pengecekan atau pencocokan SK pengurus adalah salah satu syarat dari verifikasi yang akan menentukan layak atau tidaknya sebuah partai politik untuk menjadi peserta pemilu 2014.

Ketua Panwaslu Singkawang, Abdul Naser Nasution kebetulan pada saat itu mengatakan kehadiran Panwaslu dalam proses verifikasi ini merupakan pendelegasian dari Bawaslu. Ia juga melihat, selama tiga hari verifikasi dilakukan, Panwaslu belum menemukan adanya temuan kejanggalan, baik itu dilakukan partai politik maupun KPU Singkawang. “Sejauh ini Panwaslu belum ada temuan, verifikasi faktual yang dilakukan KPU kota Singkawang masih aman terkendali,” ujarnya. Usai melakukan pengecekan kepengurusan dan anggota PAN Kota Singkawang, Ridwan dalam

keterangan persnya menyatakan persyaratan yang ditentukan proses verifikasi DPD PAN sudah lengkap. Hanya tinggal susunan pengurus dan KTA saja yang perlu ditambahkan. “KPU dalam verifikasi, tidak akan membedakan, mana partai kecil dan besar atau partai baru dan lama. KPU akan tegas menerapkan aturan, jika ada partai politik yang tidak mampu memenuhi persyaratan yang ada, serta ditemukan ada satu nama di beberapa kepengurusan partai politik. Maka KPU akan memberikan catatan, untuk kemudian dikirim kepada KPU pusat,” kata Ridwan. (Freelancer/Rudi) o

KHH Tanamkan Harmoni Diri, Sesama dan Alam

Bupati Bengkayang menyatakan komitmennya membangun dunia pendidikan di Bengkayang. Setidaknya demikian diutarakan Asisten II Sekda Bengkayang, M. Ali, ketika menerima dewan pendidikan provinsi Kalbar. Ia mengatakan, sebagai bupati yang

berlatarbelakang pendidikan, Suryadman Gidot tetap mengedepankan pendidikan sebagai dasar utama untuk mencapai kemajuan yang kemudian berakhir pada kesejahteraan masyarakat. “Bupati kita berkomitmen untuk memajukan pendidikan di Bengkayang dan itu bagian dari visi misi 5 tahun kedepan,” kata Ali. Salah satu bentuk perhatian yang diberikan Pemkab adalah dengan mendirikan

asrama untuk pelajar. Asrama itu telah berdiri megah di Jalan Sekayok. Asrama itu diharapkan bisa menampung para siswa yang berdomisili jauh dari Kota Bengkayang. “Asrama itu diharapkan bisa menampung pelajar kita yang jauh dari kota, terlebih para pelajar yang berasal dari daerah perbatasan,” kata Ali menegaskan fungsi asrama pelajar yang diinginkan bupati tersebut. o

Agustinus: Tidak Ada Tempat untuk Narapidana Mujidi Borneo Tribune, Bengkayang Wakil Bupati Bengkayang, Agustinus Naon mengatakan tidak ada mantan narapidana yang menjabat sebagai pejabat struktural, baik itu kadis, kabid maupun kasi di Bengkayang. “Kita mendukung surat kebijakan dari Kemendagri mengenai pelarangan untuk

jabatan bagi narapidana tersebut,” kata Naon. Lorensius, Kepala Badan Kepegawaian Daerah dan Diklat Bengkayang mengungkapkan, jangan sampai ada mantan narapidana yang menjabat jabatan struktural Pemkab Bengkayang. “Di Kabupaten Bengkayang tidak ada,” tegasnya. Ketua DPRD Bengkayang, Sebastianus Darwis, menambahkan, langkah peme-

rintah pusat sudah sangat baik untuk terciptanya pemerintahan yang bersih baik pusat, provinsi dan kabupaten, agar pejabat yang dipercaya adalah pejabat yang bersih, bermartabat dan bermoral yang dapat bekerja dengan penuh amanah. “Kabupaten Bengkayang sepertinya tidak ada yang mantan napi atau yang tersangkut masalah,” katanya. o

Nasdem Targetkan Enam Kursi Mujidi Borneo Tribune, Bengkayang Ketua DPD Partai Nasdem Bengkayang, Johanes A Dopong berkeyakinan partainya akan mampu berbicara banyak dan setidaknya akan meraih enam kursi pada Pileg 2014 mendatang. “Untuk tingkat Bengkayang, kami menargetkan enak kursi yang akan

duduk di kursi legislatif, walaupun pengurus pusat hanya menargetkan 30 persen, semoga ini dapat tercapai” ujar Dopong. Ia merincikan, dari enam kursi tersebut masing-masing daerah pemilihan menargetkan perwakilannya dua kursi karena Kabupaten Bengkayang memiliki tiga Dapil. Sebanyak 28 desa telah dibentuk kepengurusannya,

30 desa belum di buat surat keputusan menjadi kepengurusan, dan selebihnya yakni belum terbentuk. “Kepengurusan di tingkat rayon atau TPS baru hasil Rakorwil beberapa waktu lalu baru diinstruksikan membentuk kepengurusan sehingga dari jumlah total TPS di Kalbar sesuai Pilgub 2012 sebanyak 11.009 TPS dan kita belum membentuk kepengurusannya,” ujarnya. o

Camat Mediasi Pertemuan Warga-Perusahaan

Peserta KHH foto bersama Manager WVI Adp Singkawang, Jenna beserta dewan guru di TPPI Singkawang FOTO: Rudi

Borneo Tribune, Singkawang Walikota, Hasan Karman diwakili Plt Kadis Pendidikan Singkawang, Martinus Missa, membuka secara resmi kegiatan Kemping Harmoni Hijau (KHH) yang digelar Wahana Visi Indonesia (WVI) bekerjasama dengan Dinas Pendidikan di Taman Pasir Panjang Indah (TPPI) Singkawang, Kamis (08/11). Kegiatan yang mengambil tema “Menanamkan Harmoni Diri, Harmoni Sesama, Harmoni Alam pada Anak” itu diselenggarakan selama 3 hari yakni 8- 10 November 2012 dan diikuti sebanyak 5 SDN yang ada di Kota Singkawang. Diantaranya SDN 02 Singkawang Timur, SDN 04 Singkawang Utara, SDN 06 dan SDN 08 Singkawang Selatan, serta SDN 07 Singkawang Barat.

“Saya turut mengapresiasi langkah inisiatif Dinas Pendidikan beserta Wahana Visi Indonesia (WVI) Singkawang untuk melaksanakan kegiatan ini. Karena kegiatan ini sejatinya adalah bagian untuk menggugah kesadaran lebih banyak anggota masyarakat untuk melakukan aksi-aksi pelestarian lingkungan secara rutin yang dimulai dari lingkungan sekolah,” ujar Plt. Kadis Pendidikan, Martinus Missa saat membacakan sambutan Walikota Singkawang. Dalam membangun kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang peduli lingkungan hidup, lanjut Martinus, Kementerian Lingkungan Hidup bersama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan terus mengintegrasikan aspek lingkungan dalam kebijakan pendidikan pada jalur pendidikan formal.

Oleh karenanya, terus dikembangkan Program Adiwiyata, sekolah peduli dan berbudaya lingkungan yang bertujuan untuk mewujudkan warga sekolah yang bertanggungjawab dalam upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup melalui tata sekolah yang baik untuk mendukung pembangunan berkelanjutan. Maka dari itu, sambungnya, melalui kegiatan Kamping Harmoni Hijau ini diharapkan setidaknya para pelaksana pendidikan guru pada khususnya harus dapat menciptakan lingkungan sekolah menjadi hijau untuk menunjang kesehatan fisik mental dan kecerdasan otak anak. “Mari kita hijaukan sekolah kita masing-masing dengan menggalakkan konsep “Sekolah Alam” yaitu lingkungan-lingkungan sekolah

yang menyatu dengan alam dan menjadikan alam sebagai media belajar anak,” ajaknya. Manager WVI Adp Singkawang, Jenna, menjelaskan tema KHH. Yakni harmoni diri bertujuan untuk menciptakan hidup disiplin bagaimana siswa bisa hidup sendiri. Sedangkan harmoni sesama, mencegah tawuran antar pelajar melalui kegiatan yang bisa menciptakan sikap saling menyayangi dan menghargai antar sesama. “Nah, yang paling kita tekankan dari kegiatan ini, adalah harmoni alam, bagaimana anak-anak bisa mengenali dan peduli terhadap lingkungan, baik itu cara-cara mengatasi sampah, melakukan berbagai penanaman pohon, dan masih banyak yang lainnya,” katanya. (Freelancer/Rudi) o

Borneo Tribune, Singkawang Camat Singkawang Barat, Buharnudin membuka ruang dialog antara warga antara puluhan warga Jalan Saman Bujang dengan pihak perusahaan, Kamis (8/11) pagi, di Aula Camat. Sebelumnya kedua pihak ini sempat berpolemik tentang masalah rencana pembangunan tower BTS yang sempat ditolak oleh warga setempat, belum lama ini. Pertemuan tersebut juga dihadiri Dinas Tata Kota, Dishubkominfo, pihak perusahaan, dan Dosen Fakultas Teknik Untan, yang sengaja di datangkan pihak perusahaan, untuk menjelaskan kepada warga mengenai bangunan antena BTS tersebut. Masing-masing dari dinas terkait menjelaskan kepada warga mengenai rencana, dampak, dan kegunaan dari antena BTS dan perizinan bangunan. Namun, warga merasa belum puas, dari penjelasan yang disampaikan tersebut. Akhirnya, dari pertemuan itu sama sekali belum ditemukan titik terangnya antara warga dengan pihak perusahaan ataupun pengelola antena yang bakal terealisasi tersebut. Pembicaraan antara warga dengan pihak perusahaan berlangsung alot dan tertib. Meski rencana bangunan antena BTS itu ditolak war-

Buharnudin memberikan fasilitasi pertemuan antara puluhan warga Jalan Saman Bujang, dengan pihak perusahaan, mengenai rencana bangunan antena BTS yang sempat ditolak oleh warga setempat, belum lama ini, Kamis (8/11) pagi, di aula Camat FOTO: Rudi

ga di hadapan pemilik perusahaan dan dinas terkait. Pihak perusahaan tetap ngotot, tetap memilih lokasi rencana bangunan antena tersebut di komplek warga Saman Bujang. Lantaran, menurut pihak perusahaan berdasarkan hasil survey pihak operator, titik terbaik yang dapat difungsikan nantinya sebagai antena BTS atau alat telekomunikasi, bertepatan di rumah saudara Fedrik Kasasih, warga komplek Jalan Saman Bujang. Meski demikian, warga setempat lainnya yang tak menyetujui bangunan tersebut tetap ngotot. Bahkan, warga menyarankan, tak ada alasan lain, pihak perusahaan harus membatalkan rencana bangunan antena pada komplek mereka. Penolakan warga itu, bukan tak beralasan. Warga

khawatir, nantinya bangunan antena setinggi 6 meter tersebut, sangat berpengaruh terhadap radiasi yang ditimbulkan. Selain itu, warga juga khawatir, bila bangunan itu nantinya roboh atau tumbang, bakal menimpa rumah warga. Seperti yang diungkapkan, Wita, salah satu warga Saman Bujang yang hadir saat pertemuan itu, secara tegas menolak rencana bangunan tersebut. Juga disampaikan Edy, masalah ini datang, lantaran belum ada kejelasan dari pihak perusahaan. Hingga pertemuan itu diakhiri, sekitar pukul 12.00, belum ada keputusan berarti antara kedua pihak. Sehingga, warga diberikan kesempatan untuk menimbang kembali keputusan mereka pada beberapa hari berikutnya.(Freelancer/ Rudi) o


Jumat, 9 November 2012

Guru Malas Ngajar, Murid Malas Sekolah Borneo Tribune, Ngabang Guru malas mengajar, murid malas sekolah. Tidak diketahui mengapa guru tersebut enggan mengajar. Dinas Pendidikan akan menyelesaikan persoalan ini. Dusun Nabo Desa Ampadi, Kecamatan Meranti itu terdapat SDN 11 Nabo. Sekolah ini memiliki 120 siswa dan dua guru PNS serta 6 guru bantu. Salah satu guru sekolah ini jarang mengajar. Orang tua murid, Ropinus Roni, mengatakan “ dalam seminggu hanya 2 bahkan 3 kali guru masuk mengajar, sehingga anak-anak kami malas masuk sekolah. Katanya, kalau ada urusan orang tua murid mereka harus berkorban pergi menuju ke rumah tempat kediaman kepala sekolah SDN 11 Nabo tersebut di Kecamatan Banyuke Hulu. Roni berharap agar PNS yang ditugaskan terutama Kepsek SDN 11 Nabo agar aktif mengajar supaya anak-anak maju. Kepala Desa Ampadi, Amsyah membenarkan keluhan itu. Katanya, memang benar guru PNS SDN 11 Nabo jarang masuk. “Kami tidak tahu kenapa”, aku Amsyah. Amsyah yang juga selaku tenaga guru bantu di sekolah juga mengaku tidak tahu kendala apa yang dihadap guru PNS tersebut. “Terkadang satu bulan tidak pernah masuk sekolah. Saya seorang Kades merasa terbeban untuk membantu anak-anak untuk mengajar walaupun hanya sebatas guru bantu di SDN 11 Nabo ini, karena hal ini juga adalah bentuk kepedulian saya sebagai pemimpin di desa ini karena siapa lagi kalau bukan orang daerah ini yang peduli”. ujarnya. Kepala Dinas Pendidikan Kabaupaten Landak, Aspantinus,S.IP saat dikonfirmasi melalui selulernya dengan singkat mengatakan bahwa Ia akan memanggil kepsek yang bersangkutan melalui kepala Bidang Dinas Pendidikan. (Yohanes.J/Freelancar)†

Landak-Sanggau Borneo T Tribune

7

Semua Tidak Lulus UK

Guru PLPG Parindu Kirim Surat ke Gubernur Ratna Sari BorneoTribune, Sanggau

14 orang guru Sekolah Dasar (SD) asal Kecamatan Parindu yang diutus untuk mengikuti Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) di Pontianak, semuanya tidak lulus. Merasa tidak puas dengan hasil yang diterimanya, 14 guru tersebut juga telah mengadukan persoalan ini kepada Gubernur Kalbar, Cornelis. Perwakilan Forum Komunikasi Kompak Guru (FKKG) Kecamatan Parindu, Donatus Dabong, Kamis (8/ 11) sangat menyesalkan dengan hasil yang diberikan oleh Panitia Guru Rayon 120

Universitas Tanjungpuira (Untan) Pontianak. FKKG merasa penilaian yang diberikan tersebut dianggap tidak fair dan bahkan terkesan terindikasi diskriminasi dan pelecehan terhadap guru. “Kami sudah menyampaikan surat ke panitia, yang ditembuskan ke Gubernur Kalimantan Barat. Menyatakan sangat keberatan dengan hasil penilaian yang diberikan panitia. Kami telah berusaha mengikuti PLPG atau UK mengulang lebih dari 2 kali. Pelatihannya dilakukan selama 10 hari, semuanya kami lulus, hanya di UK saja kami yang tidak lulus. Tapi itu tidak diperhatikan dan dipertimbangkan kelulusan oleh

panitia PLPG,” ujarnya. Semua rangkaian kegiatan PLPG yang diikuti sebanyak 320 guru se-Kabupaten Sanggau selama 10 hari, mulai dari workshop, praktek mengajar, ujian tertulis, menyusun RPP/ silabus dan Uji Kompetensi (UK). Sejumlah guru ini gagal dalam mengikuti UK. Menurut sepengetahuan para guru, PLPG yang dilaksanakan tersebut tidak lebih dari sekedar kursus untuk pemantapan guru di lapangan. Sehingga, tidak ada kata tidak lulus, karena para guru yang mengikuti PLPG ini kesemuanya sudah menjadi pegawai atau guru PNS dan bukannya akan melamar jadi calon guru PNS. “Masa kerja dan dedikasi

kami menjadi guru sudah puluhan tahun, dan usia kami masing-masing di atas 50 tahun. Mohon kepada panitia agar dapat merespon, memperhatikan dan mempertimbangkan kelulusan kami. Karena bagi kami yang tidak lulus mau diapakan,” jelasnya. Meskipun tidak berdampak pada kenaikan pangkat, PNS golongan IV A itu menyatakan, kelulusan mengikuti PLPG memang sangat dibutuhkan oleh para guru, karena hasil kelulusan dapat memberikan keuntungan bagi para guru, terutama dari segi pendapatan atau gaji. “Ya memang dampaknya kenaikan gaji sampai 2 kali lipat,” ungkapnya.

Donatus menambahkan, jika dari pihak panitia tidak merespon, maka para guru yang tidak lulus tersebut akan mendatangi panitia untuk mendapatkan penjelasan. “Panitia sebelumnya bilang saat UK, dari 100 soal yang dikerjakan, kalau betul 43 soal saja, maka sudah aman, bisa lulus. Tapi setelah pengumuman, bagi kami yang tidak lulus ini, tidak ada penjelasan kenapa kami tidak lulus. Banyak guru, mungkin ada seratusan orang yang tidak lulus, cuman mereka tidak berani ngomong. Tapi intinya, inilah pernyataan sikap kami, bahwa kami merasa sangat tidak puas dengan hasil yang diberikan panitia,” pungkasnya.†

Mobil Bermuatan Kopi Jatuh dari Jembatan Kelawit Borneo Tribune, Ngabang Mobil box plat B.9350KCB yang membawa 7 ton kopi bubuk yang sudah dalam kemasan dan siap edar di Kabupaten Pinoh, sekitar pukul 08:00 wib terjun dari tebing jembatan di daerah kampung Kelawit Kecamatan Sengah Temila. Mobil jatuh karena menghindari tabrakan dengan mobil jenis xenia berwana putih di tengah jembatan. “Sesampainya di dekat jembatan tiba-tiba mobil xenia warna putih muncul dari depan sambil makan bodi jalan mobil box,” ujar Alpiat supir box. Menurut Alpiat, mobil itu sebelumnya tidak kelihatan lantaran di arah jembatan tersebut ada beberapa tikungan. Alpiat juga menduga mungkin sopir xenia juga

tidak melihat mobil box dari arah berbeda. “Saya tidak laju, karena saya mengelak mobi xenia, ban belakang mobil saya sudah ke pinggir jalan dan tidak pada posisi di jalan. Akhirnya kami 3 orang jatuh bersama mobil. Beruntunglah kami bertiga selamat, walaupun mobil jatuh asalkan jangan sampai nyawa melayang,” papar Alpiat. Puluhan orang yang melewati jalan tersebut singgah untuk melihat dan menyaksikan jatuhnya mobil box yang bermuatan 7 ton kopi bubuk dengan posisi terbalik di sungai Kelawit. Hingga sekitar pukul 09:00 wib mobil box belum dievakuasi, menunggu aparat datang ke TKP. Masyarakat setempat menuturkan di tempat jemba-

Mobilbox jatuh dari Jembatan tidak ada korban jiwa. Foto Ist tan Sungai Kelawit tersebut sering terjadi kecelakaan. Diduga kemungkinan kerap

terjadinya kecelakaan di tempat ini dalah faktor jembatannya kecil, dan ke-

dua faktor ada tikungan sebelum jembatan. (Yohanes.J/Freelancer)†

Pemkab Jadwalkan Hearing Tokoh Senin Depan Ratna Sari BorneoTribune, Sanggau

HO TEL HOTEL Jl. Dr. Setia Budi No. 93 Ptk Telp.: 0561-736195 Fax.: 0561-736668 e-mail : aromainn@ymail.com

Jl. Jendral Ahmad Yani No. 91 Pontianak, Tel : (+62 561) 577 888 Fax. (+62 561) 768 833

HOTELMERPATI Jl. Gajah Mada No. 177-183, Pontianak 78121, Telp. (+62-561) 761598, 761397 (Hunting) Fax. (+62-561) 761398

Jl. Imam Bonjol No. 111 Pontianak, Telp. 0561-745481, Fax. 0561-762662

Grand KARTIKA HOTEL Jalan Gajah Mada No. 89 Pontianak, Telp. (0561) 768999, Fax : 0561-761999

Jl. Rahadi Usman No. 2 Pontianak, T elp. (0561) 734401, Fax. 0561-738457

Jalan Nusa Indah III, Telp. (0561) 732223 Fax. (0561) 742882 Pontianak

Jl. Tajungpura No. 45 Pontianak, T elp. (0561) 736162, 745475 Fax. (0561) 740651

HOTEL KHATULISTIWA Jalan Pahlawan No. 40 Pontianak, T elp. (0561) 735890, Fax. (0561) 739001

Jalan Diponegoro No. 56 Pontianak 78117 Telp. 0561-736793 Fax. 0561 - 734930

Hotel’95 Jl. Sidas No. 8 Pontianak Telp. (0561) 736022/ Fax. (0561) 736200

Jl. Imam Bonjol No. 95 Pontianak, T elp. 7959595 (95 m samping UNTAN)

Hotel Surya Jl. Gajah Mada No. 889 Telp. (62-561) 736 122 Fax. (62-561) 734 374

Jl. Sidas No. 1 1-A Telp. (0561) 734337 Fax. (0561) 760334 Pontianak-Kalbar

Hotel

KAPUAS DHARMA Jalan Diponegoro No. 46 Telp. (0561) 733777 Fax. (0561) 740555

Jl. Imam Bonjol No. 89 Pontianak, Telp. 0561-766669 Fax. 735399

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sanggau telah menjadwalkan dengar pendapat (hearing) antara Pemerintah Daerah bersama para tokoh pemuka masyarakat, agama dan adat yang akan dilaksanakan Senin, 12 November. Hearing tersebut bertujuan untuk menyaring aspirasi, pendapat, saran serta solusi dari para tokoh tersebut

terkait dengan penanganan sekaligus penertiban sejumlah Pedagang Kaki Lima (PKL) yang telah menjamur di jalur-jalur protokol Kota Sanggau. Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Kabupaten Sanggau, Drs. H. Chairuddin Rais, Rabu (7/11) siang kemaren mengatakan pihaknya hingga sekarang belum ada menerima undangan terkait hearing tersebut. “Kalau dilihat dari agenda Pak Bupati, ya tanggal 12 November ini, tapi sampai

sekarang, kami belum merima undangannya,” ujarnya. Chairuddin mengatakan, pertemuan tersebut rencananya akan dihadiri oleh unsur Forkompimda, instansi terkait yang tergabung dalam tim kecil penanganan PKL, para tokoh pemuka masyarakat, agama dan adat, para Camat dan lurah. Chairuddin menambahkan, untuk ke depannya, apakah surat ultimatum pembongkaran lapak-lapak PKL akan dilakukan dalam atau

setelah dilakukannya pertemuan tersebut. Menurut informasi, pertemuan tersebut, juga berisi tentang kesepakatan para tokoh dalam mendukung program Pemerintah Daerah dalam hal penataan, penertiban dan pembinaan terhadap PKL. “Langkah memberikan ultimatum pembongkaran, kemungkinan dilakukan setelah itu, kemungkinan didalam rapat tim kecil. Tapi dari itu, kita tetap berharap kepada pedagang agar dengan kesadaran sendiri membong-

kar lapaknya,” jelasnya. Point-point yang dibahas kemungkinan hanya lebih berupa shering, meminta masukan, saran, dalam mencari solusi. Karena seperti yang diketahui, persoalan PKL ini merupakan tanggungjawab bersama dalam rangka menata Kota Sanggau, tanpa peran aktif itu maka pembangunan tidak akan maksimal dan harus dibarengi dengan sikap mental, tekad, semangat serta disiplin seluruh komponen secara bersamasama.†

Polres Sanggau Gelar Perkara

Sanggau Lahan Menggiurkan Bagi Pelaku Curanmor

Ratna Sari BorneoTribune, Sanggau Tiga resedivis kambuhan pencurian sepeda motor (curanmor) yang beraksi di Kabupaten Sanggau berhasil diamankan tim khusus Polres Sanggau di tempat yang berbeda. Hal itu diungkapkan Kapolres Sanggau, AKBP Winarto saat melakukan gelar perkara di Mapolres Sanggau, Selasa (6/11) sore. Tiga tersangka curanmor diantaranya JY (27) warga asal Salatiga Kabupaten Landak yang ditangkap di

KEHILANGAN STNK, KB 2275 LG NK: MH1JBB114AK322108 NS: JBB1E-131592 AN: YA’ M. NASIR Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi.

NGL

Landak, Jumat (2/11) kemarin. JY mengaku sudah 9 kali masuk penjara dengan kasus yang sama. Selain itu, JD (23) asal Sompak di Kabupaten Landak, dan DN (35) warga asal Kabupaten Landak. Kasus curanmor ini diungkap di 5 TKP berbeda. Selain itu, tim khusus yang dibentuk satu bulan yang lalu juga berhasil mengamankan 4 tersangka pencurian dengan pemberatan (curat) RZ, RH, NR dan SP yang keempatnya merupakan warga Kabupaten Sanggau. ”Terkait dengan curat ada 5 kasus yang diungkap dengan 4 tersangka dan beberapa barang bukti diantaranya organ, gitar, mesin pompa dan perabot rumah tangga, termasuk tape dan keyboard. Sementara curanmor ada 3 tersangka dengan 3 unit barang bukti motor vixion dan 2 unit lainnya masih kita ambil dari 5 TKP yang terungkap. Sekarang

anggota masih berada di lapangan untuk mengambil barang bukti lainnya. Mudah-mudahanan bisa berkembang di TKP lainnya, karena bisa saling terkait,” ujarnya. Sementara untuk TKP curat diantaranya di SD Negeri 9 Sanggau, salah satu Gereja di Sanggau, Jalan Pembangunan, Kantor Kelurahan Beringin dan MAN Sanggau. Bahkan, Polres Sanggau juga mengamankan satu bandar judi kolok-kolok, RE (45) warga Kecamatan Kapuas. RE diamankan beserta barang bukti seperangkat alat kolok-kolok dan uang senilai Rp. 336 ribu. Winarto menjelaskan pihaknya telah membentuk tim khusus satu bulan yang lalu dengan jumlah personil 16 orang dibagi menjadi dua tim. Selama satu bulan ini pihaknya telah mengungkap 10 kasus. ”Sudah satu bulan kita

bentuk tim khusus terkait kejahatan konvensional diantaranya curat, curas dan curanmor. Kita laksanakan upaya-upaya penyelidikan dan penindakan. Karena info yang sudah masuk dan terdata membuahkan hasil,” jelasnya. Winarto mengungkapkan, dua bulan sebelumnya, pihaknya juga berhasil mengungkap kasus di Sekayam dengan 12 TKP dan saat ini sedang melaksanakan proses persidangan. ”Sebagai pelayanan masyarakat, perlindungan dan jiwa raga masyarakat, kita selalu berupaya untuk memberikan yang terbaik. Kita juga tidak bisa bekerja sendiri tanpa adanya dukungan masyarakat dan stake holder,” ungkapnya. Winarto menambahkan, tersangka curanmor, JY memiliki semboyan selama hidup akan melakukan kejahatan di Sanggau. Lantaran,

menurutnya, orang Sanggau kaya-kaya. Karena memakirkan motornya banyak di depan rumah. ”Kita juga tidak hentihentinya melakukan himbauan-himbaun agar hatihati dalam meninggalkan sepeda motor. Perbandingan polisi dengan wilayah yang ada tidak sebanding. Saat ini 1 polisi berbanding 700 jiwa. Tentunya tanpa dukungan semuanya maka tidak akan bekerja secara maksimal. Tim khusus ini akan terus berlanjut. Terutama dengan kejahatan konvensional. Dan diharapkan bisa memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat di Sanggau,” jelasnya. Sementara itu, ketika ditanyai, JY mengaku untuk mencuri sepeda motor, dirinya hanya membutuhkan waktu selama 5 menit saja. Dia menjual motor curiannya dengan harga antara Rp. 4 juta hingga Rp. 5 juta.†


Sekadau Borneo Tribune

Jumat, 9 November 2012

8

Fuso Terguling, Kemacetan Panjang Dua Jam Kerusakan Jalan Negara Sanggau-Sekadau Kembali Makan Korban Bagus Kosminto Borneo Tribune, Sekadau AKHIRNYA kerusakan jalan negara dari Kabupaten Sanggau-Kabupaten Sekadau yang kondisinya sangat memprihatinkan menelan korban. Rabu (7/ 11) malam, satu truk fuso terjebak di lubang dan akhirnya terguling dengan posisi melintang di ruas jalan tersebut. Tak pelak, kondisi itu membuat kemacetan panjang dengan durasi waktu mencapai dua jam.

Syamsudin, salah seorang warga Sekadau, menceritakan bahwa posisi truk fuso yang terguling itu melintang di sebelah kiri ke arah jalan menuju Kabupaten Sanggau. Akibatnya kendaraan roda empat berbodi kecil. Seperti mobil avanza tak dapat menerobos sempitnya badan jalan tersebut, akibat fuso melintang. Apabila dipaksakan maka mobil yang melewati fuso bisa terjebak lubang di sebelah kanan arah menuju Kabupaten Sanggau. “Sayangnya, sudah kerap

kali jalan macet akibat truk amblas belum juga diperbaiki Jalan Sekadau-Sanggau. Saya jadi malas kalau mau pergi ke Sanggau, karena jalan rusak,” keluh Syamsudin, di Sekadau, Kamis (8/11). Tak hanya Syamsudin saja yang mengeluhkan kondisi tersebut, melainkan yang lainnya juga. “Hampir 3 jam kami macet di sana. Ndak bisa lewat fuso yang melintang,” ucap Abun, salah seorang warga yang kebetulan melintas di ruas jalan tersebut.

Pantauan di lapangan memperlihatkan bahwa kondisi jalan Negara dari Desa Peniti menuju Sanggau memang saat ini dalam kondisi yang rusak parah. Namun, proses perbaikan jalan itu sudah dilakukan dengan panjang sekitar 12 kilometer. Yakni, mulai dari Dusun Ensalang menuju kota Sekadau. Bahkan sampai ke kilometer 6 di Jalan Sekadau-Sintang juga sudah diperbaiki dan layak lintas. Yang lebih memprihatinkan adalah jalan dari arah

Desa Peniti, Kabupaten Sekadau menuju Penyeladi. Bahkan sampai di kawasan kota Kabupaten Sanggau, kondisinya juga rusak parah dan berlubang. Apalagi kondisi tersebut sudah berlangsung selama bertahun-tahun hingga sekarang. Dalam pantauan Borneo Tribune, sudah kerap kali kendaraan truk pengangkut sembako, bus maupun kendaraan pribadi terjebak di lubang yang cukup dalam yang berada di sekitar Dusun Penyeladi atau di Desa

Semuntai. Warga Sanggau-Sekadau terutama mereka yang rutin melewati jalan Nasional ini setiap hari hanya bisa pasrah. Karena belum ada tindakan khusus dari pemerintah maupun dari pihak berkompeten untuk mencarikan solusi atas kerusakan jalan tersebut. Sebelumnya, keluhan kerusakaan jalan Negara dari Sanggau-Sekadau itu sempat digelorakan oleh anggota DPRD Kabupaten Sekadau, Paulus Subarno. Bahkan secara tegas dirinya

mengharapkan instansi terkait di Provinsi Kalbar harus segera menangani kerusakan jalan Nasional tersebut. “Perbaikan jalan ini sifatnya mendesak. Tolong Pemerintah Provinsi Kalbar secepatnya menangani kerusakan jalan itu. Karena kalau dibiarkan bisa-bisa jalan putus dan imbasnya bermacam-macam, terutama terhadap harga sembako di kawasan timur Provinsi Kalbar,” tegas Paulus Subarno, di Sekadau, Rabu (7/11). o

Dinkes Lakukan Pendataan Balita Bagus Kosminto Borneo Tribune, Sekadau DINAS Kesehatan Kabupaten Sekadau telah mendata jumlah balita hingga ke pelosok daerah di seantero ‘Bumi Lawang Kuari’. Belasan ribu balita ini perlu mendapatkan pelayanan kesehatan dasar berupa pelayanan imunisasi, campak dan lainnya. Dari kegiatan pendataan tersebut, Dinkes Kabupaten Sekadau mencatat, sedikitnya ada 13.000 balita yang tersebar di berbagai kecamatan. Sekitar 5.000 dari 13.000 balita tersebut luput dari pendataan dan diperkirakan masuk kategori gizi buruk dan gizi kurang. Apabila permasalahan balita dengan gizi buruk dan gizi kurang telah teratasi maka akan berdampak pada peningkatan terhadap Indeks Pembangunan Kesehatan Masyarakat (IPKM) di daerah ini. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sekadau, dr. Wirdan Mahzumi, mengaku optimis bila semua lintas

sektor dapat bekerja sama maka tingkat kesehatan masyarakat akan meningkat di Kabupaten Sekadau. “Persoalan pelayanan di daerah masih menjadi kendala kita. Karena itu kami mencoba terobosan baru dengan menyelenggarakan Program Penanggulangan Daerah Bermasalah Kesehatan (PDBK) serta mengoptimalkan pelayan kesehatan di desa-desa,” ujar Wirdan Mahzumi, di Sekadau, baru-baru ini. Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Sekadau fokus kepada pengobatan dengan fasilitas kesehatan yang belum rampung hingga di pelosok-pelosok daerah. Dari sekian banyak data balita masih ada yang belum mendapatkan pelayanan kesehatan rutin. Berupa penimbangan secara rutin, imunisasi di Posyandu maupun unit kesehatan lainnya. “Kendala yang paling mendasar adalah masih terbatasnya ketersediaan tenaga medis di daerah-daerah, selain kendala soal infrastruktur pendukung. Seperti sarana jalan bagi war-

ga yang bermukim di daerah pedalaman,” timpalnya. Wirdan menambahkan, selama ini pihaknya terus berupaya meningkatkan pelayanan dasar kesehatan di masyarakat. Upaya tersebut dilakukan dengan cara mendirikan sejumlah Posyandu, perbaikan Puskesmas di kecamatan, pembangunan Pustu maupun Polindes di sejumlah desa. Sementara itu, Bupati Sekadau Simon Petrus, mengatakan hidup sehat itu merupakan hak semua masyarakat. Karena itu, kesadaran kesehatan juga penting dipahami oleh masyarakat luas. “Karena itu, Pemerintah selalu menganjurkan masyarakat agar senantiasa hidup sehat. Manfaatkanlah fasilitas kesehatan yang sudah dibuat oleh Pemerintah,” ujar Bupati Sekadau. Upaya lain yang sudah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Sekadau, sambung Simon Petrus adalah dengan melakukan pengobatan gratis berupa operasi kebutaan katarak selama beberapa tahun ini. Upaya

Generasi Penerus, beginilah wajah-wajah generasi penerus bangsa di Kabupaten Sekadau yang tentunya perlu mendapatkan perlindungan hak dan kesehatan sebagai calon pemimpin bangsa di masa mendatang. FOTO: Bagus Kosminto/Borneo Tribune pelayanan ini disambut baik oleh masyarakat penderita kebutaan katarak yang berekonomi lemah. “Pemerintah Daerah sudah membuat komitmen mengenai pengobatan gratis. Seperti operasi katarak.

Pelajar Sekadau Galang Dana untuk Musibah Kebakaran Bagus Kosminto Borneo Tribune, Sekadau KORBAN kebakaran di Desa Belitang II, di kawasan pusat kota di Kecamatan Belitang, Senin (5/11) lalu terus menuai perhatian dari masyarakat Sekadau. Mulai dari Pemerintah Kabupaten Sekadau, organisasi, pemuka agama dan perkantoran. Bahkan siswa-siswi dari berbagai jenjang pendidikan di Kabupaten Sekadau juga larut melakukan upaya penggalangan dana untuk para korban. Sejak terjadi musibah kebakaran, penggalangan dana serta bantuan sembako maupun pakaian terus dikucurkan masyarakat kepada para korban kebakaran. Bantuan itu disalurkan melalui lembaga, perorangan maupun kelompok. Kelompok Pelajar Sekolah SMA Karya Sekadau serta pelajar dari sekolah lain misalnya. Dimana mereka turun ke jalan dengan membawa kotak sumbangan sukarela untuk korban musibah kebakaran di Belitang. Langkah ini mendapat apresiasi positif dari berbagai kalangan masyarakat di Kabupaten Sekadau. “Kita memang harus peduli. Apalagi saudara-saudara kita di Belitang sangat membutuhkan sumbangan ini,” ujar Ketua Panitia Penggalangan Dana Solidaritas Warga Belitang, Ngala Pati,

Pertimbangan ini terutama ditujukan kepada masyarakat yang kurang mampu ekonominya untuk berobat. Kita harap masyarakat memanfaatkan kesempatan ini dan berbahagialah mereka yang sudah sembuh dari kegiatan operasi katarak gratis,” ucap Bupati. Sementara itu, Bidang Kesehatan Kabupaten Sekadau

Kamis (8/11). Ngala mengharapkan partisipasi sumbangan kemanusiaan untuk korban kebakaran di Belitang dalam bentuk apa saja. Sumbangan itu bukan melihat besar kecilnya jumlah barang atau bentuk uang yang diberikan, melainkan nilai-nilai solidaritas yang menjadi penting di dalam aksi tersebut. “Ini juga menunjukkan solidaritas kita. Apapun bentuk sumbangan, kita akan terima dan tampung. Dan di Sekadau nanti akan didistribusikan bersama panitia,” terangnya. Ngala menambahkan, pihaknya yang natobene dari anak-anak muda secara spontanitas membuat aksi tersebut setelah ada kejadi-

an musibah kebakaran di Desa Belitang II, Senin (5/11) dini hari lalu. Dari panitia yang terbentuk terdapat 64 orang anggota panitia penggalangan dana Solidaritas Kebakaran Belitang, termasuk ketua, sekretaris dan bendahara. Untuk melegalkan kepanitiaan, pihaknya mendapatkan izin dari pengurus Paguyuban Rukun Ayong Mualang di Sekadau serta mendapatkan surat rekomendasi dari Pemerintah Kabupaten Sekadau melalui Bagian Kesejahteraan Sosial serta ditembuskan ke kepolisian maupun DPRD Kabupaten Sekadau. “Agar legal dan tidak membuat persepsi orang macam-macam, kita juga min-

ta surat rekomendasi secara resmi dari Pemerintah Daerah, yang diketahui oleh pihak Dewan, Kabag Kesejahteraan Sosial serta ditembuskan ke Kepolisan Sekadau,” terangnya. Camat Belitang, Miki Hermanto, menyatakan hingga kemarin, posko bantuan para korban kebakaran terus dipadati warga yang ingin memberikan sumbangan kemanusiaan. Bantuan tersebut berupa sembako, uang tunai, pakaian serta perlengkapan memasak. “Bantuan terus mengalir ke posko. Kita mewakili warga Belitang, sangat berterima kasih kepada masyarakat semua yang peduli atas musibah ini,” ujar Camat Belitang. o

untuk melaksanakan pelayanan kesehatan di Kabupaten Sekadau, tersedia pula tenaga kesehatan berupa dokter umum dan dokter spesialis. Serta terdapat 125 perawat yang bertugas di RSUD dan Puskesmas dan 85 bidan yang kesemuanya bertugas menyebar di tujuh kecamatan di seantero Kabupaten Sekadau. o

Dispenda Optimis Target PAD Tercapai Bagus Kosminto Borneo Tribune, Sekadau

Pasca Kebakaran, beginilah kondisi Pasar Belitang pasca dilanda musibah kebakaran hebat, Senin lalu. FOTO: Bagus Kosminto/Borneo Tribune

memiliki fasilitas kesehatan. Yakni, berupa satu unit Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), 12 Puskesmas, 56 Puskesmas Pembantu serta tiga Poliklinik yang tersebar di tujuh kecamatan. Tak hanya itu, terdapat pula 192 unit Posyandu untuk melaksanakan program imunisasi yang tersebar di tujuh kecamatan. Bahkan

PEMERINTAH Kabupaten Sekadau diawal tahun anggaran 2012, memasang target Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar 23,033 miliar rupiah. Saat ini menjelang tahun anggaran berakhir, tepatnya per November 2012, PAD yang sudah masuk angkanya mencapai 16,792 miliar atau 72,91 persen dari target. “Angka itu masih akan terus bertambah, karena proses juga masih sedang berjalan,” kata Kepala Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Sekadau, Zakaria Umar, di ruang kerjanya, Rabu (7/11). Zakaria memaparkan, PAD dari sektor pajak daerah hingga kini mencapai 3,416 miliar rupiah dari target 6,487 miliar atau 52,7 persen. Sedangkan PAD yang bersumber dari retribusi daerah menunjukkan angka yang cukup menjanjikan. Yakni, 4,374 miliar dari target 6,140 miliar (71,2 persen). Dari hasil pengelolaan kekayaan daerah, 2,814 miliar dari target 3,5 miliar yang sudah masuk ke kantong daerah. Dana tersebut merupakan bagi hasil cetak modal dengan Bank Kalbar.

“Juga masih terus bertambah,” timpal Zakaria. Sementara itu, lain-lain PAD yang sah telah mengumpulkan 4,767 miliar dari target capaian yang dipatok 6,904 miliar (69 persen). Sedangkan proses BPHTB saat ini baru menyumbangkan sebanyak 937 juta rupiah. Angka itu masih cukup jauh dari target 2,5 M. Bahkan Zakaria mengakui bahwa proses BPHTB memang membutuhkan waktu cukup lama sehingga prosesnya berjalan lambat. Namun demikian, Zakaria optimis dapat mencapai semua target PAD. Walaupun waktu tinggal menyisakan lebih kurang 2 bulanan lagi sampai tutup tahun anggaran. “Kita optimis bisa tercapai,” lugasnya. Sebelumnya, anggota DRPD Kabupaten Sekadau, Hasan, mengharapkan Pemerintah Kabupaten Sekadau untuk terus memaksimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Menurutnya, beberapa instansi masih belum mengoptimalkan potensi-potensi PAD di berbagai sektor. Oleh karena itu, Dispenda Kabupaten Sekadau perlu kerja lebih ekstra lagi di dalam meningkatkan PAD tersebut demi mempercepat pembangunan di Kabupaten

Zakaria Umar FOTO: Bagus Kosminto/ Borneo Tribune Sekadau. “SKPD juga perlu inovasi, meningkatkan kerja, terutama sekali menggali potensi PAD. Kendati pendapatan sudah 50 persen,” ucapnya. Meski membutuhkan perbaikan, sambung Hasan, namun secara umum pendapatan daerah Kabupaten Sekadau dinilai masih sangat wajar. Dari target kredit anggaran sebesar Rp 453,5 miliar pada pelaksanaannya terealisasi sebesar Rp 434,8 miliar atau (95,86 persen). Sementara untuk realisasi anggaran belanja, dari target Rp 480,9 miliar, terealisasi sebesar Rp 439,3 miliar (91,35 persen). Dengan realisasi itu, berarti masih ada sisa lebih target realisasi anggaran yang mencapai sekitar 9 persen. o


Jumat, 9 November 2012

Bupati: DPR, Fasilitasi Pengadaan Gudang Pupuk

Sintang-Melawi

Akses Transportasi Pinoh-Kota Baru Terhambat Eko Susilo Borneo Tribune, Nanga Pinoh

Salah satu faktor pendukung pembangunan bidang pertanian adalah ketersediaan pupuk. Selama ini petani kerap merasa kesulitan untuk mendapatkan pupuk, khususnya pupuk subsidi. Jika ada, maka dipastikan harganya telah bergerak naik dan bukan lagi harga subsidi. Menyikapi hal ini, Bupati Sintang Milton Crosby tak menyia-nyiakan kesempatan bagus saat komisi IV yang membidangi masalah pertanian melakukan kunjungan kerja ke Sintang, Rabu (7/11). Di hadapan wakil ketua dan anggota komisi IV DPR RI, bupati dengan jelas menyampaikan permohonan agar anggota DPR Komisi IV memfasilitasi pembangunan gudang pupuk lini 3 di Sintang. Rentang kendali dan panjangnya pendistribusian pupuk, membuat petani di Sintang susah mendapatkan kebutuhan pokok dunia pertanian tersebut. “Kita sudah sampaikan permohonan secara lisan kepada Komisi IV tentang pembangunan gudang pupuk lini 3 di Sintang ini. Untuk itu kita akan siapkan lahan seluas kurang lebih1 ha untuk pembangunan gudangnya,” katanya. Permintaan pembangunan gudang pupuk lini 3 di Sintang ini menurutnya merupakan permintaan yang wajar. Mengingat Sintang memiliki potensi pertanian yang besar, ditambah lagi dengan visi misi pemerintahan yang dituangkan dalam konsep Jakarta Selatan. Menyikapi hal ini, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Firman Soebagyo di hadapan bupati dan unsur Forkopinda Sintang langsung melemparkan pada BUMN pertanian yang turut serta dalam rombonganya tersebut. Namun ia memberikan saran, agar bupati tidak mengantungkan produksi pertanian hanya pada pupuk kimia saja. Mengingat pupuk kimia punya potensi merubah struktur kimia dan fisika tanah. Kesempatan kunjungan kerja ke Sintang, wakil ketua dan anggota Komisi IV DPR RI melakukan peninjauan gudang dolog, mengunjungi museum Kapuas Raya dan meninjau pencetakan sawah baru di Kecamatan Kelam Permai. †

Akibat hujan yang terus menerus mengguyur Melawi, tidak hanya terjadi bencana banjir, namun banyak ruas jalan yang terputus akibat hujan, diantaranya jalan koridor PT. Erna yang berada di sekitar daerah Bemban. Sehingga semua kendaraan, terpaksa harus melewati jalan provinsi Pinoh-Kota Baru. Ketua Komis B DPRD Melawi, Yordanes mengatakan dampak dari terputusnya badan jalan dan jembatan yang berada di ruas jalan koridor PT Erna yang selama ini menjadi jalan utama bagi kendaraan ke sejumlah kecamatan yang berada di jalur Sungai Pinoh, sehingga jalan provinsi menjadi

3 Instalatir Ditangkap Polisi

Meski terbilang sebagai pendatang baru, Partai Nasdem optimis bisa meraih suara signifikan pada pemilu legislatif (Pileg) 2014 mendatang. Tak tanggung-tanggung, Ketua Partai Nasdem Sintang, H.M Herry Syamsudin mentargetkan untuk merebut 5 kursi baru DPRD Sintang. “Di Sintang ada penambahan 5 kursi baru, itu yang jadi target kita merebut kursi baru itu atau minimal 1 fraksi. Karena kita bawa konsep dan program restorasi. Omong kosong saja kita mau restorasi tapi kalau kita tidak jadi pemenang. Kalau kita tidak menang maka kita tidak bisa jadi decision maker dan hanya menjalankan konsep orang lain,” jelasnya usai menerima tim verifikasi faktual KPUD Sintang di komplek resto Sake Sintang, belum lama ini. Mantan Ketua DPRD Sintang ini mengatakan bahwa persiapan Nasdem untuk verifikasi dan bertarung pada Pileg 2014 mendatang telah dilakukan sejak 2 tahun lalu. Nasdem bergerak dari ormas

Ulah “nakal” instalatir listrik yang tergabung dalam CV. Mekar Karya berakhir sudah. Tepatnya setelah pihak Polres Sintang melakukan penangkapan dan penahanan Direktur CV. Mekar Karya dan dua pegawainya pada akhir Oktober lalu. DRM NS dan dua anak buahnya masing-masing FISL dan TGH (keduanya warga Bonet) resmi menjadi tahanan Polres sejak 29 Oktober lalu. Penahanan mereka ini dilakukan setelah warga Dedai melaporkan aksi penipuan rekanan kerja PLN Rayon Sintang tersebut. “Penipuan dan penggelapan berawal dari janji CV. Mekar Karya kepada masyarakat untuk memasang jaringan listrik dengan harga Rp 6,5 juta rupiah. Perusahaan instalatir itu berjanji akan memasang jaringan listrik setelah 3 bulan para calon pelanggan membayarkan uang mukanya. Namun janji itu tidak ditepati sampai saat ini,” kata Kapolres Sintang, AKBP Oktavianus Marthin, belum lama ini. Dikatakan Kapolres, uang muka yang diminta oleh DRm CS kepada sejumlah calon pelanggan besaranya berbedabeda. Jumlahnya mulai Rp 1 – Rp 2,5 juta. Lantaran CV. Mekar Karya tidak juga menepati janjinya, warga merasa kesal dan merasa dirugikan. Besarnya dana yang dipungut oleh CV.Mekar Karya di Dedai Kanan sekitar Rp 73 juta dari calon pelanggan yang jumlahnya sekitar 60 orang. Angka kerugian warga tersebut dipastikan akan terus bertambah, karena CV Mekar Karya mencari mangsa di beberapa kecamatan. Pihak Polres itu akan terus melakukan penyelidikan dan pengembangan masalah penipuan ini. “Pesan kita, warga harus berhati-hati dan tidak mudah percaya dengan orang yang mengaku-ngaku menjadi mitra PLN dalam pemasangan jaringan listrik. Sebaiknya warga melakukan ricek terlebih dahulu ke PLN di Sintang ini,”pesannya. Rasa jengkel dan tertipu oleh CV. Mekar Karya juga pernah dilaporkan ke Polres Sintang oleh belasan warga Jerora pada sekitar 28 Agustus 2012 lalu. Sama halnya dengan yang dirasakan oleh 60an warga Dedai, belasan warga Jerora ini juga awalnya telah menyampaikan permintaan pertanggungjawaban dari perusahaan instalatir tersebut. Petrus Embah, warga Jerora 1kepada sejumlah wartawan pernah menunjukkan beberapa lembar kwitansi yang mencatat jumlah setoran uang sebesar Rp 1juta kepada CV Mekar Karya yang diterima oleh Hasan. Tanggal yang tercantum dalam kwitansi tersebut berbeda beda. Dijelaskan pula saat itu oleh Petrus Embah bahwa pimpinan CV.Mekar Karya DRM NS, berjanji akan memasang KWH listrik di rumahnya 5 Mei 2012. Jika tidak ditepati mengembalikan dana yang telah diserahkan oleh warga pada tanggal 6 Juni lalu. “Uang muka yang kami serahkan Rp 1 juta, kemudian instalasi kabel dipasang dan kami diminta membayar lagi sebesar Rp 1,5 juta. Jadi totalnya sudah 2,5 juta. Sebenarnya jumlah kami banyak, tapi banyak juga warga lain yang tak kuasa mengurusnya dan milih minta pasang dari instalatir lain,” tutur Wiwin Febriyanti, warga Jerora 1 lainnya. Hingga saat ini masih ada 11 warga yang menunggu janji dari CV. Mekar Karya. Total dana yang telah diserahkan kepada perusahaan instalatir tersebut menurutnya sudah sebesar Rp 21 juta. Namun dari sejumlah dana tersebut, CV. Mekar karya telah mengembalikan kepada masyarakat sebesar Rp 9 juta saja. Saat itu pimpinan CV. Mekar Karya Darmen NS mengatakan bahwa terkait masalah tersebut urusanya sudah tidak dengan dirinya lagi. “Urusan pemasangan listrik di Jerora 1 itu sudah diurus oleh orang lain. Tidak ada lagi urusan dengan CV. Mekar Karya karena sudah batal dan dana telah dikembalikan. Termasuk masalah sisa uang yang menjadi tuntutan warga,” katanya. Saat itu Darmen menjelaskan bahwa orang yang akan melanjutkan pengurusan listrik di Jerora bernama Rudi dan Rasyid. Keduanya menurutnya merupakan anggota Polres Sintang yang berdomisili di Baning. Terkait penahanan CV.Mekar Karya, Menejer PLN Rayon Sintang Gurit Baskoro mengatakan bahwa selama ini perusahaan instalatir tersebut tidak pernah melakukan koordinasi dengan pihaknya. “CV Mekar Karya saat melakukan pemasangan instalasi di rumah pelanggan langsung bermitra dengan pelanggan, yang jelas dari proses pengajuan awal tidak berkoordinasi dengan bagian teknik di PLN Rayon Sintang,” ujar Gurit Baskoro.†

9

Jalan Koridor Erna Putus

Endang Kusmiyati Borneo Tribune, Sintang

Endang Kusmiyati Borneo Tribune, Sintang

Borneo T Tribune

jalan alternatif untuk semua kendaraan. “Semenjak jalan Erna putus, satu-satunya jalan yang bisa digunakan hanya jalan provinsi. Padahal jalan ini tidak pernah dilewati oleh kendaraan roda empat maupun angkutan, selama ini hanya digunakan oleh kendaraan roda dua,” ungkapnya kepada wartawan kemarin. Ia menjelaskan, akibat semua kendaraan pada saat ini melawati jalan provinsi, menyebabkan ruas jalan provinsi dari arah Bemban-Bukit lintang menjadi rusak parah, bahkan sudah ada yang terputus akibat padatnya arus lalu lintas kendaraan. Termasuk kendaraan yang bermuatan. “Jalan yang paling parah di daerah bukit Lintang ini ada beberapa titik, yakni dari arah

turunan Bukit Lintang menuju Bemban, di daerah ini yang beberapa hari ini banyak truk yang terbalik,” terangnya. Saat dirinya melintasi jalan tersebut pada Selasa (6/ 11) malam, ada tiga truk yang terbalik, ada yang terbalik ke tebing dan ada yang terbalik di tengah jalan, sehingga terjadi antrian panjang kendaraan, bahkan kendaraan angkutan umum yang berangkat pagi dari Nanga Pinoh, sore baru sampai di Kota Baru. “Kita minta beberapa titik di jalan provinsi yang sudah rusak parah bahkan ada yang putus di tengah-tengah tanjakan tersebut supaya segera ditangani, karena kalau tidak segera ditanggulangi, jalan tersebut tidak akan bisa dilewati sama sekali,” jelasnya. Yordanes juga menjelaskan,

jalan di Bukit Lintang ini merupakan salah satu titik di ruas jalan provinsi yang sulit dilewati, sehingga selama ini tidak ada kendaraan angkutan yang mau melintasi jalan tersebut. Karena selain tanjakan tinggi, di tengah-tengah tanjakan banyak yang sudah mengalami kerusakan. “Saat ini, karena tidak ada jalan lain yang bisa dilewati, kendaraan yang bermuatan baru bisa melewati tanjakan di Bukit lintang harus ditarik menggunakan bantuan kendaraan yang lain, kalau tidak ditarik, kendaraan tidak mampu naik dan akhirnya termundur,” jelasnya. Sementara anggota Komisi B DPRD Melawi, Yoab Lengket mengatakan jalan di Bukit Lintang tersebut memang harus segera ditanggulangi,

karena pada saat ini tidak ada jalan alternatif lain yang bisa digunakan. Selain itu, jalan provinsi tersebut sudah tidak layak digunakan. “Karena kalau menunggu Jalan Erna di perbaiki, untuk memperbaiki Jalan Erna yang putus tersebut tidak mudah, apalagi yang terputus tersebut ada dua titik, mungkin dalam satu atau dua minggu ini belum bisa dilewati,” ungkapnya. Apalagi 40 persen dari penduduk Melawi ini sangat tergantung dengan jalan provinsi tersebut, karena ada masyarakat dari lima kecamatan yang menggantungkan nasibnya dari jalan tersebut. Yakni Kecamatan Pinoh Selatan, Sayan, Tanah Pinoh, Tanah Pinoh Barat dan Sokan. “Bila jalan ini tidak segera diperbaiki, perekonomian masyarakat di lima kecamatan tersebut akan menjadi lumpuh total,” pungkasnya.†

Nasdem Targetkan Kursi Baru DPRD Sintang Endang Kusmiyati Borneo Tribune, Sintang

Eko Susilo Borneo Tribune, Nanga Pinoh Berladang atau berhuma bukanlah aktivitas yang asing bagi warga Kalbar, khususnya Melawi. Kegiatan yang biasa dilakukan Agustus- Oktober tersebut kerap kali dilakukan oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pangan. Namun, bila yang berladang adalah seorang wakil bupati, mungkin ini adalah hal yang unik. Mengingat sangat jarang orang yang memiliki jabatan penting masih mengerjakan kegiatan yang biasanya dilakukan oleh masyarakat petani biasa. Namun, itulah yang kini menjadi aktivitas lain dari Wakil Bupati Melawi, Panji. Selain tetap menjalankan tugasnya sebagai wakil bupati, Panji juga menyempatkan diri untuk mengurus ladangnya di wilayah Belimbing. Dengan begitu padatnya tugas sebagai wakil bupati yang harus mengatur waktu, untuk berbagai kegiatan di dalam bahkan luar Melawi, Panji masih bisa menyempatkan berladang bersama sang istri tercinta, Astrid Hadi Panji dan berbaur bersama masyarakat untuk ikut menabur benih di ladang miliknya. “Karena saya memang anak petani kampung, yang memang beginilah saya hidup dan dibesarkan. Jadi saya berladang ini antara lain untuk mengakui dan mengingat budaya dan pola hidup orang-orang yang telah membesarkan saya,” kata Panji saat ditanya alasan dirinya berladang.

Ketua KPUD Sintang melakukan verifikasi faktual Partai Nasdem FOTO: Endang Kusmiyati/Borneo tribune dan kemudian pada 22 February 2011 lalu dideklarasikan menjadi partai politik. Untuk mencapai kemenangan Nasdem Sintang menurutnya telah membentuk kepengurusan cabang (DPC) di 14 kecamatan. Bahkan jumlah anggota partai Nasdem yang memegang KTA telah mencapai belasan ribu dan tersebar di seluruh kecamatan. Mendapatkan 5 kursi atau minimal 1 fraksi dikatakan Herry Syamsudin bukanlah target yang muluk-muluk.

Mengingat begitu besarnya harapan dan dukungan masyarakat Sintang kepada partai baru tersebut. Ia sendiri mengaku telah keliling ke semua kecamatan dan memastikan dukungan kepada partai yang dipimpinnya ini akan sangat luar biasa. Bahkan saat ini pihakanya telah menutup pendaftaran penjaringan caleg. Selanjutnya akan ada mekanisme internal partai untuk menentukan siapa caleg yang layak diusung oleh partai tersebut. Mekanisme pembobotan

baik dari sisi internal dan eksternal akan menjadi penentu caleg yang akan diusung. “Satu hal lagi, bahwa caleg kita tidak akan dibebani dengan biaya kampanye, karena khawatir akan melakukan korupsi bila kelak terpilih. Pusat akan siapkan itu. Kita juga akan pastikan bahwa caleg yang kita usung adalah mereka yang memang riil mempunyai dukungan,” katanya. Sementara Ketua KPUD Sintang Ade M Iswadi yang langsung melakukan verifikasi faktual di sekretariat Partai Nasdem mengatakan ada 6 point utama yang menjadi pertanyaan dalam verifikasi faktual parpol. Enam point yang mengacu pada SE KPU provinsi No: 538 antara lain berisi tentang susunan SK kepengurusan dari DPP, Susunan personal pengurus parpol, keterwakilan 30 persen perempuan dalam kepengurusan, surat keterangan domisili untuk keberadaan sekretariat partai, bukti kepemilikan sektretariat, “Apakah kontrak atau hak milik, kemudian pernyataan sanggup atau tidak mencapai quota 30 persen perempuan yang harus dikeluarkan

oleh DPP.” “Yang ini belum ada, tapi memang masih ada waktu. Jadi mungkin DPP partai secara kolektif bisa membuat surat pernyataan tersebut,” ujarnya. Usai melakukan verifikasi faktual, Ami sapaan akrab ketua KPUD Sintang ini mengatakan bahwa kesimpulan verifikasi faktual hanya bisa disampaikan oleh KPU pusat. Pihaknya hanya sebatas memberikan laporan saja. Namun apapun hasilnya, pasti akan disampaikan kepada masing-masing parpol. Hari pertama verifikasi, KPUD Sintang membentuk 5 tim untuk melakukan verifikasi faktual pada 5 parpol di Sintang, masingmasing Partai Nasdem, PAN, Golkar, PKPI dan PDIP. Keseluruhan ada 16 parpol yang lolos verifikasi administrasi di KPU pusat. Ada dua parpol yang tidak akan diverifikasi yaitu PKBIB dan PDP. PKBIB mengirimkan berkas verifikasi administrasi melalui pos dan berdasarkan ketentuan tidak harus dilakukan verifikasi. Sedangkan PDP memang tidak mengirimkan berkas parpol sama sekali alias gugur.†

Jenuh Rutinitas Kantor, Wabup Pilih Berladang

Panji saat melakukan kegiatan “Nuggal” saat berladang bersama masyarakat FOTO Istimewa Berladang atau buma dalam bahasa Dayak Seberuang, menurutnya juga menjadi sarana bertemu bersama dengan keluarga dan masyarakat yang tidak bisa dengan mudah bertemu dirinya di lingkungan pemerintah. “Ini menjadi media pertemuan saya yang bebas dari soal-soal seputar kedudukan, jabatan dan status. Jadi masih ada sarana yang menyatukan saya dengan keluarga dan masyarakat peladang,” kata putra daerah Desa Langan, Belimbing ini. Berladang menurut Panji memiliki makna mendalam karena bisa menjadi sarana introspeksi diri bahwa jabat-

an wakil bupati yang diemban merupakan amanah dan jabatan dari masyarakat dan ada batas waktunya. Bila nantinya dirinya usai mengemban amanat tersebut, maka tentunya ia akan kembali ke habitatnya. “Sehingga saya tetap ingat dan tidak salah memaknai jabatan yang saya emban,” tuturnya. Selain itu, kata Panji, berladang juga bisa menjadi wahana pengalihan rasa jenuh terhadap rutinitas kantor sehari-hari. Karena filosofi yang ia pegang bahwa dalam diri kita memang ada dua sisi kehidupan yang tak bisa dipisahkan dimana ke-

hidupan perasaan atau jiwa dan kehidupan nyata atau raga. Keduanya harus dikendalikan secara berimbang. “Berladang juga menjadi konsep untuk mewujudkan ketahanan pangan. Setidaknya bagi masyarakat Melawi sendiri,” ucapnya. Tak hanya Panji, sang istri, Astrid Panji juga bisa ikut berbaur dengan masyarakat yang bersama-sama bergotong royong dalam kegiatan berladang. Meski latar belakangnya adalah presenter dan penyanyi yang berasal dari ibukota negara, namun ia juga ikut akrab dengan masyarakat dan menikmati suasana kebersamaan de-

ngan masyarakat peladang. “Ini semua adalah pengalaman hidup dan ilmu. Saya begitu mensyukuri serta dapat menikmati hal ini sebagai pengalaman hidup yang unik dan indah,” katanya. Astrid pun berujar, pengalaman sang suami yang berasal dari anak Desa Gunung Saran serta yatim piatu dari kecil ternyata mampu menapaki kehidupan hingga menjadi sampai saat ini, termasuk saat berada di Jakarta. “Pak Panji bisa mendampingi saya di lokasi syuting dan nyanyi, artinya ia punya pengetahuan yang seolaholah bisa menembus segala lapisan dan zaman. Jadi dia adalah anak Gunung Saran yang menaklukkan Jakarta. Sedangkan saya adalah anak yatim piatu yang lahir di Jakarta juga bisa menaklukkan keunikan kehidupan di Gunung Saran,” tuturnya. Panji pun menerangkan tak sedikit masyarakat yang ikut bersama-sama dirinya berladang. Ada sekitar 142 orang yang ikut membantu menanam padi. “Itupun karena tak semua desa dikasih tahu. Bila semuanya sempat tahu, pasti akan lebih banyak lagi mereka yang turun membantu. Tapi bila nantinya padi tumbuh bagus, maka waktu panen semuanya akan kita beri tahu,” pungkasnya.†


Jumat, 9 November 2012

Guru Profesional Wajib Menguasai Teknologi Informatika Borneo Tribune, Putussibau Salah satu syarat untuk menjadi guru profesional adalah wajib menguasai teknologi informatika (TI). “ Apalagi saat ini apa yang tertuang dalam buku sudah dapat diakses melalui elektronik atau internet, jadi seorang guru wajib menguasai teknologi,” tegas Antonius Kepala Dinas Saat ini teknologi Pendidikan dan Olahraga (Disdikpora) Kapuas sudah canggih Hulu, Rabu (7/11). segala informasi Menurutnya, apabila seorang guru sudah bisa bahkan bahan menguasai teknologi untuk mengajar informatika maka tidak akan kekurangan narasaja dengan musumber, tempat untuk dah diakses, bahbelajar sehingga memperkan bisa disimmudah dalam penerapan dan penyampaian proses pan dalam benmengajar. tuk aplikasi. “ Saat ini teknologi sudah canggih segala informasi bahkan bahan untuk mengajar saja dengan mudah diakses, bahkan bisa disimpan dalam bentuk aplikasi,” ujarnya. Selain itu, Antonius mengatakan penguasaan teknologi juga diharapkan dapat menghasilkan penyampaian pembelajaran yang berkualitas di kelas, laptop dan infokus. “Merancang administrasi pembelajaran dan menyiapkan materi pembelajaran, dan mampu menyajikan pembelajaran lewat laptop dan infokus. sehingga akan meningkatkan motivasi siswa. Ketika motivasi tinggi akhirnya meningkatkan kualitas peserta didik itu sendiri,” ujarnya. Sejauh ini, ia mengaku sudah ada upaya yang dilakukan dengan mengadakan kursus pengenalan teknologi informatika dan merancang pembelajaran menggunakan dan menyajikan di dalam kelas. “ Untuk itu saya mengimbau agar guru dapat memanfaatkan teknologi informatika sehingga tercipta guru yang profesional,” tegasnya. (Freelancer/Timotius) †

Kapuas Hulu

Borneo T Tribune

10

Investor Lirik Karet KKH Borneo Tribune, Putussibau Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Kapuas Hulu Hassan mengatakan, salah satu investor telah melirik potensi karet di Kapuas Hulu untuk mendirikan pabrik. “ Pabrik karet memang sangat kita perlukan mengingat potensi karet di Kapuas Hulu sangat menjanjikan, dan salah satunya mata pencarian masyarakat,” kata Hassan, belum lama ini.

Menurut Hassan, investor tersebut bergerak pada pabrik ban yang ada di Indonesia, selama ini salah satu pabrik ban itu masih mendatangkan karet dari Thailand, sedangkan potensi pabrik Kapuas Hulu luar biasa. “ Jika memang memungkinkan kenapa tidak, pabrik karet ini bukan hanya dambaan masyarakat bahkan pemerintah juga mengharapkan adanya insvestor, ini

yang lagi diusahakan oleh pak bupati, dan mesti kita dukung,” ucapnya. Hanya saja, Hassan menilai selama ini karet yang dimiliki Kapuas Hulu masih bersifat karet lokal, akan tetapi sudah ada kesadaran masyarakat sehingga tidak sedikit masyarakat yang melakukan peremajaan dengan menanam karet melalui program rehabilitasi hutan dan lahan. “Program yang kita ga-

lakkan ini bertujuan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat, dimana kita memberdayakan kelompok tani, satu kelompok minimal 50 orang, satu orang menyiapkan satu hektar lahan untuk ditanami karet dan gaharu,” paparnya. Ia mengharapkan adanya investor yang mau menanamkan investasinya di Kapuas Hulu dengan mendirikan pabrik karet, hanya saja

kendala saat ini yaitu masalah tata ruang.” Tata ruang itu salah satu faktor yang sangat menentukan, sehingga tidak ada tumpang tindih, dan kita berharap investor tersebut benar-benar serius mendirikan pabrik, sehingga harga karet tidak anjlok lagi, masyarakat pun bisa meningkatkan perekonomian juga untuk kemajuan Kapuas Hulu,” harapnya. (Freelancer/Timotius)†

SABUT KELAPA. Dulu, serat sabut kelapa seakan-akan tidak dilirik, namun kini permintaan serat sabut kelapa semakin meningkat, tidak hanya dari industri lokal, industri dari luar Kalbar dan Indonesia pun melakukan permintaan yang cukup tinggi, karena manfaat sabut kelapa yang begitu berpotensi. FOTO Ulla Asri/Borneo Tribune.

Pesparawi Ke-III, Putussibau Utara Mewakili KKH Ajang bergengsi tersebut dilaksanakan untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan, meningkatkan kualitas SDM melalui kegiatan kerohanian dengan memanjatkan puji-pujian kepada Tuhan serta salah satu per-

PT. BUMI BORNEO CEMERLANG

Distributor Aspal Shell (Drum) Pen 60/70, Berat Bersih : 154 Kg

Gallery

Kerawing Menerima pesanan & menjual : hasil tenunan daerah/ kerajinan, berupa pakaian adat, anyaman dan lukisan Putusibau SISKA Hp. 081257159998

Telp. 0561-577868 Jl. Gaj ahma da N o. 3 P ont ianak Gajahma ahmada No Po ntianak Email: aria_tur@yahoo.com Penerbangan Pontianak - Jakarta BATAVIA : 5x penerbangan dalam sehari ( z07.05 z07.55 z11.10 z14.35 z16.00 ) SRIWIJAYA : 4x penerbangan dalam sehari ( z07.00 z07.55 z11.55 z15.50 ) LION AIR : 3x penerbangan dalam sehari ( z07.30 z11.35 z15.30 )

GARUDA : 3x penerbangan dalam sehari ( z08.00 z12.55 z17.35 ) Penerbangan PTK - JOGJA & PTK - SURABAYA BATAVIA : 1x penerbangan dlm sehari (pukul : 14.45)

PALAPA TAXI

PONTIANAK - SINGKAWANG (PP) PONTIANAK SINGKAWANG

Jl. Arteri Supadio Ruko No. 1-2

Jl. Niaga No. 25

0561-717 8888 0562-333 9999 0821 4876 8888 0821 4876 9999 ARMADA INNOVA & YARIS ARMADA INNOVA & YARIS JAM JAM BERANGKAT :

BERANGKAT:

05-07-08-09-10-11-13-14-15-16-17-19.00 WIB 05.00 - 08.00 - 11.00 - 14.00 - 17.00 - 19.00

siapan Kapuas Hulu untuk mengikuti Pesparawi tingkat Provinsi Kalimantan Barat yang akan dilaksanakan di Singkawang pada tahun 2013 mendatang. Dari sekian banyak peserta, untuk bidang perlombaan paduan suara dewasa campuran dimenangkan oleh Kecamatan Putussibau Utara dengan nilai rata-rata 76,7 yang akan mewakili Kapuas Hulu di tingkat provinsi, disusul Kecamatan Kalis menjadi juara II dengan jumlah nilai rata-rata 68,5. Kecamatan Batang Lupar juara III dengan nilai rata-rata 65,9. Kecamatan Mentebah juara IV dengan nilai rata-rata 65,5. Asisten I Sekretariat Daerah Kapuas, F. Leonardus mengatakan Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu sangat mendukung kegiatan tersebut dan mengapresiasi pelaksanaan Pesparawi melalui kegiatan kerohanian dapat memunculkan prestasi bagi Kabupaten Kapuas Hulu. “ Saya nilai kegiatan Pesparawi ini ada peningkat-

Kesiapan harus benar-benar matang, jangan terlarut dengan kesenangan setelah menjadi juara, terus berlatih dan mengasah kemampuan sehingga pada ajang Provinsi nanti bisa mengharumkan nama Kapuas Hulu.

Borneo Tribune, Putussibau Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) ke-III Kabupaten Kapuas Hulu ditutup, Rabu (7/11) pukul 19.00 oleh L. Franleonardus Asisten I Sekretariat Daerah Kapuas Hulu.

an kualitas, dan ini juga merupakan persiapan kita Kabupaten Kapuas Hulu untuk mengikuti Pesparawi di tingkat provinsi,” jelasnya saat ditemui usai kegiatan.

Meskipun kegiatan tersebut sudah dilaksanakan, akan tetapi Leonardus mengharapkan para peserta yang berhasil menjadi pemenang lebih memantapkan diri. “ Kesiapan harus benar-benar matang, jangan terlarut dengan kesenangan setelah menjadi juara, terus berlatih dan mengasah kemampuan sehingga pada ajang Provinsi nanti bisa mengharumkan nama Kapuas Hulu,” pintanya. Menanggapi masih minimnya jumlah kecamatan yang berpartisipasi dalam Pesparawi tingkat kabupaten ini, menurut Leonardus menjadi tantangan bagi penyelenggara, bagaimana memotivasi agar peserta yang mengikuti perlombaan lebih banyak. “ Ini hanya diikuti 11 kecamatan saja, dari sekian kecamatan di wilayah Kapuas Hulu, namun demikian untuk pelaksanaan Pesparawi ke-III ini sudah mengalami peningkatan, kita berharap semakin tahun kegiatan ini semakin berkembang,” tandasnya. (Freelancer/Timotius)†

IKLAN BARIS Dijual

Dicari

Peluang Usaha

Rumah Permanen. Jl. Purnama Komp. Dinasti Indah Blok B No. 14 Ptk. Ukuran Tanah 10 x 18 m2, Ukuran Bangunan 9 x 15 m2. Hub:085252015279

SGR, Guru PAUD/TK, Bersedia Ikut Diklat, Lgsg Penempatan, Hub. Jl. Pancasila No. 207 Telp. 761562

BISNIS FOREX! Daftar hr ini, besok psti dpt Profit (7% selama 100 hr) www.forexal.com SMS “PETUNJUK” Hp.087885563999 T.07789645034

Dijual Bangunan Dijual cepat eks. kantor, sertifikat, 2 lt, Jl. Nurali No. 2, Hub. 081384151188 tnp perantara.

Dijual Paket DAHSYAT MITSUBISHI!! Colt Diesel + Dump. DP Cuma 75 Juta + Bns TV LED 24” Hub. 085 268 495 763

Dijual Tanah

Peluang Bisnis

Jln.Purnama I Gg. Purnama Indah 1 No. 21. Menuju Komplek Dinasti Indah. Uk. 16 x 27 m. Bangunan L 14,5 m, P 18,5 m. Hub. Bpk. Gusti Hp. 081256983336

Bisnis Forex! Modal Min Rp.300rb, Profit Besar, Cek UTK Pns, Pensiunan dll. Info www. inforexal.com, SMS “MINAT” Hp. 087885563999

DIJUAL CEPAT TANAH SHM, tanpa perantara. * Jl. Gusti Situt Mahmud, Gg. Selat Makasar, Siantan (blkng BPAS) LT 1000 m2 Rp. 300 jt (nego). Hub. 0819 565 2794/0561 700 4977

Gallery Kost. Menerima Pria & Wanita Fasilitas Air & Listrik dan lain-lain. Jl. Diponegoro No. 9 Telp. 0562-3320424 SKW

Dijual tanah, 364 M 2, Jl. Danau Sentarum, Gg. Wonosobo, 50 Juta. Hub. Sri 081352269380 Dijual tanah, jl. Ujung Pandang, luas 4114 m2 sertifikat, Hub. 081384151188 tnp perantara.

Kost

Taxi CV. TEGAR PRATAMA TRANSPORT Melayani Antar Jemput Penumpang Jl. Kalimantan No. 24B 0562-640029/641366 SINGKAWANG Jl. Imam Bonjol Gg. Tnjng Sari No. 36 0561-747211/749025 PONTIANAK INNOVASI TAXI. Melayani Antar Jemput. Jl. Tua Pekong No.24 Singkawang, (0562)3309800, Jl. A. Yani (RM. Bertagis) Pontianak Telp. (0561) 7015100, (0561) 7157000

Disewakan Disewakan gudang 2 pintu, luas + 250 m2 dan 200 m2, cocok utk kndraan bermotor, alat telekomunikasi, di Jl. Adisucipto. Hub 081384151188 tnp perantara.

Iklan Baris:

1 baris / hari Rp. 6.000,-


Teras Borneo Tribune

Jumat, 9 November 2012

Gapensi Kalbar Pelopor Lahirnya LPJK Lembaga Pengembangan Jasa Kontruksi Nasional (LPJKN) Kalbar. “Saya bangga dengan BPD Gapensi Kalbar, dan satu-satunya di Indonesia, mempelopori lahirnya LPKJN Kalbar,” kata H Soeharsojo, Rabu (7/11), saat ditemui di Pontianak. Dikatakan olehnya, Provinsi Kalbar untuk pertama kali di seluruh Indonesia yang mempelopori, dan lahirnya LPJK ini tidak terlepas dari peran BPD Gapensi sebagai Asosiasi tertua dan terbesar. “Secara nasional, anggota Gapensi capai 60.000. Provinsi Kalbar saja anggotanya mencapai 4.000. Gapensi terbesar diantara Asosiasi-asosiasi lain,” jelasnya. Walau sebagai Asosiasi

tertua dan terbesar di seluruh Indonesia, Gapensi juga dituntut untuk ikut berperan pembinaan jasa kontruksi. Dirinya juga melihat, khusus di Provinsi Kalbar Gapensi dituntut untuk mempercepat pelaksanaan Infrastruktur. ”Kita menyakini, dengan pembangunan pekerjaanpekerjaan infrastruktur, maka akan menarik menjadi lokomotif pembangunanpembangunan, juga sektorsektor yang lain,” ujarnya. Dirinya juga berpesan, untuk sedini mungkin mempersiapkan diri, meningkatkan diri anggota-anggotanya untuk menjadi kontraktor yang profesional, agar bisa menjadi mitra yang baik bagi pem-

bangunan di wilayahnya. “Kalau pembangunan itu berhasil di Infrastruktur, pasti dia akan memiliki pengaruh positif kepada kesejahteraan masyarakat,” pesan Ketua Umum BPP Gapensi. Sementara itu, Gubernur Kalbar, Drs Cornelis, MH mengatakan jasa kontruksi memegang peranan penting dalam pembangunan di Provinsi Kalbar, dan sebagai barometer pertumbuhan ekonomi nasional. “Kontruksi pembangunan infrastruktur yang berfungsi mendukung pertmbuhan dan perkembangan ekonomi,” kata Gubernur dalam sambutan yang dibacakan Staf Ahli Gubernur, Togi Lumban Tobing.

bukan dirimu, melainkan NAMA-mu?!” “Kan, sama saja!” tukas si pejuang. “Oh, tidak! , sahabatku. Namamu adalah bunyi suara yang dipakai untuk menyebut atau memanggilmu. Itu labelmu. Tapi, siapakah KAMU?” Setiap bulan November kita heboh. Kita ingin mengusulkan ini-itu agar dianugerahi gelar pahlawan. Dengan segala macam bukti tindakan yang telah dilakukannya. Padahal, yang diperlukan setiap orang untuk ‘mati’ dengan sukacita adalah label yang akan dikenang, yaitu nama. Ia si Amat, si Belo, si Cane dsb. Mungkin juga ketika mereka bertindak saat itu tidak terbesit di dalam hatinya agar tindakantindakkannya akan dikenang oleh generasi berikutnya. Salah satu pembicaraan di luar penjara, setelah dialog antara Sang Guru dengan sahabatnya itu bocor, dikisahkan seperti berikut ini. “Ah, nama seseorang tentunya lebih dari sekedar bunyi belaka.” Kata salah seorang diskusi jalanan. Karena kebetulan Sang Guru lewat di situ, omongan tadi juga didengarnya. Ia tergoda untuk memberikan klarifikasi. “Kawan, apakah engkau telah mendengar laporan jurnalistik tentang seorang pedagang asongan yang kini telah menjadi milyuner?” Tanya Sang Guru. “Belum!. Bagaimana itu

isinya?” seru orang banyak. “Pedagang itu membubuhkan dua tanda silang (XX) pada cek sebagai pengganti tanda tangan karena pedagang itu buta hurup” “Pada suatu hari”, lanjut Sang Guru, “Petugas bank melihat tiga tanda silang (XXX) di atas ceknya. ‘Itu istriku’ kata si milyuner menjelaskan, ‘ia memang mempunyai ambisi-ambisi sosial’. Tanda X yang kedua adalah nama tengahku’. Nah, kalian paham dengan kisah ini?” tanya sang Guru. Semua orang mengelengkan kepala. “Aku pun juga tidak tahu apakah klarifikasi ini memperjelas atau tidak. Yang aku ingat hingga saat ini adalah nama si pedagang asongan itu adalah Aloy. Itu yang juga diingat para tetangga dan kawan-kawannya” Demikian juga denganmu kelak. Yang akan paling diingat oleh para muridmu adalah namamu. Baru kemudian apa yang engkau lakukan sekarang ini. Mungkin juga, orang-orang yang sekarang ini kita ributkan untuk diajukan sebagai pahlawan juga tidak memikirkan agar apa yang yang telah dilakukannya diingat orang banyak. Mungkin akan lebih bahagia jika namanya yang selalu diingat oleh para generasi berikutnya. Bapak akhiri surat ini dengan doa, semoga engkau selalu berusaha supaya namamu akan diingat oleh banyak orang kelak.

Pahlawan Hari Pahlawan Tahun 2012 adalah “Semangat Kepahlawanan Untuk Indonesia Sejahtera”. Dalam pedoman itu, Mensesneg berharap agar masyarakat berperan serta dalam Peringatan Hari Pahlawan dengan cara menyebarluaskan nilai-nilai kepahlawanan,ÿmenggugah hati orang untuk berbuat ÿyang bermanfaat bagi kemajuan negeri, ÿdemi kesejahteraan rakyat. Ketika membongkar-bongkar tumpukan buku di perpustakaan kita, bapak temukan buku kecil kumpulan cerita-cerita bijak yang di tulis oleh seorang bijak dari India. Salah satu ceritanya berjudul “Nama”. Dikisahkan seorang Guru mengunjungi sejawatnya, seorang pejuang kebebasan yang meringkuk di dalam penjara. Berikut adalah sepotong dialognya. “Sahabatku, Besok pagi engkau akan menghadapi hukuman mati dengan gagah berani. Hanya satu hal yang menghalangimu untuk menyongsong kematian dengan sukacita” Kata Sang Guru “Apa itu?” tanya si pejuang. “Harapan bahwa keberaniamu akan dikenang. Keinginan bahwa generasi-generasi di masa depan akan memuji tindakan-tindakan kepahlawananmu.” “Adakah hal yang salah dengan itu?” tanya si pejuang. “Tidaklah terpikir olehmu bahwa jika generasi mendatang mengingat semua tindakanmu, yang mereka ingat

Surau Bait Annuur nama nahkoda ahmad sebagai pendirinya. Sosok nahkoda Ahmad merupakan salah seorang nahkoda kapal yang membawa rombongan Sultan Syarief Abdurahman sampai ke daerah delta sungai Kapuas ini. Sebagai salah satu dari

empat belas benda cagar budaya yang telah di tetapkan pemerintah daerah. Sentuhan perawatan dan pemeliharaan tentunya akan membuat bangunan ini jauh lebih apik dan bersahaja. Karena selain memiliki sejarah yang panjang, surau ini

juga tetap digunakan dan difungsikan sampai saat ini. Surau bait Annur, terletak sekitar 600-800 meter dari gerbang istana Kadriah. Masuk di dalam kawasan (kelurahan) Kampong Dalam Bugis. Kecamatan Pontianak Timur.

Ayam Bangkok dan Ayam Kampung jantan yang gagah. Ayam kampumg tadi akan dijadikan bibit karena bodynya bongsor dan bagus. Sesampainya di rumah, ayam kampung tadi dilepaskan di pekarangan belakang rumah yang luas. Tiba tiba ayam bangkok jantan berlari kencang mendekati ayam kampung tadi.

Ayam kampung yang baru saja dilepas kaget dan lari secepat-cepatnya. Dia lompat ke pagar, si jantan ikut lompat. Dia lompat ke jendela, si jantan pun lompat juga. Aksi kejar mengejar terus berlangsung sampai akhirnya si ayam kampung sempat melihat tumpukan

kayu dan segera masuk kedalamnya. Maka selamatlah dia. Si ayam jantan sambil terengah-engah berteriak : “Kurang ajar, dasar kampungan!!!, keluar kau!!” Ayam kampung : “Biarin! memang saya ayam kampung!!!”

perekaman e-KTP,” terang Joko Wijanarko, di ruang kerjanya, Kamis (8/11). Joko memaparkan, selama ini masih banyak kendala yang dihadapi saat proses perekaman e-KTP sehingga membuat Kabupaten Ketapang menjadi tertinggal dari 10 kabupaten/kota di Provinsi Kalbar. Joko menambahkan, sejumlah hal yang menjadi kendala. Diantaranya, pelatihan bagi 20 operator yang dilaksanakan terlambat atau paling belakangan dari Pemerintah Provinsi Kalbar. Yakni pada 28 Juli 2012, pada awal Agustus 2012, peralatan e-KTP di Ketapang juga belum lengkap di semua kecamatan. Kalau pun peralatan sudah terpasang, namun masih belum bisa on. “Jika peralatan rusak teknisinya juga harus didatangkan dari propinsi serta masalah listrik di kecamatan di daerah pedalaman yang juga ikut menjadi kendala. Hal-hal inilah yang menjadi kendala uta-

ASEAN Dukung Perlindungan Lahan Gambut Ha atau 11,58 persen dari wilayah Kalimantan Barat. Keberadaan lahan gambut di Kalbar dinilai sangat bermanfaat untuk menyokong kehidupan masyarakat. Provinsi Kalbar yang memiliki luas 146,807 Km2, dengan jumlah penduduk mencapai 4 juta jiwa, atau rata-rata 28 jiwa per kilometer, sebagiannya telah memanfaatkan lahan gambut sebagai media bercocok tanam, perkebunan, kehutanan, hortikultura. Dengan adanya kondisi ini, Pemerintah Provinsi Kalbar memberikan perhatian khusus dan menganggap penting keberadaan lahan gambut di Kalbar. Kepala BLHD Kalbar, M. Darmawan mengatakan, dalam kesempatan ini pihaknya bekerjasama dengan pemerintah pusat melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan ASEAN Peatland

Forest Project (APFP) untuk mewujudkan masterplan pengelolaan ekosistem gambut berkelanjutan di Provinsi Kalbar, Kamis (8/ 11) pukul 08.00, di Hotel Mercure Pontianak. Nantinya, masterplan ini jelas Darmawan, akan dijadikan pedoman dalam semua perencanaan program dan kegiatan pembangunan yang berkaitan dengan lahan gambut. Dikatakannya, kunci dari masterplan ini, akan dijelaskan bagaimana tata cara pengelolaan lahan. Penyusunan masterplan bersifat multisektoral karena mengacu pada UU yang berlaku, dan akan menjadi acuan tata ruang Kalbar. “Seluruh kegiatan yang berkaitan dengan gambut harus mengacu pada masterplan,” kata Darmawan. Maka, hal ini menjadi komitmen dari negara-negara ASEAN, agar dapat menge-

lola gambut lebih bijak. Menurutnya, jika tidak memungkinkan untuk kebun, maka gambut akan dilindungi. Karena gambut dapat menyimpan api hingga di bawah 5-7 meter, menjadi lahan yang mudah terbakar, meski permukaan lahan tidak ada percikan api. Dr. Raman Letchumanan, Head of Environment Division-ASCC Department, ASEAN Secretariat, Kamis kemarin, mengatakan pengelolaan lahan gambut di Kalbar dinilai lebih maju, sehingga Kalbar dipilih menjadi tuan rumah untuk melaunching masterplan lahan gambut. Ia sangat berharap, hasil dari masterplan ini dapat menjadi contoh dari daerah-daerah lain dalam hal tata cara penanganan lahan gambut. “Dalam pertemuan ini kita sharing dengan beberapa negara, bagaimana tata

cara pengolahan lahan gambut,” ujarnya. Ia mengatakan, lahan gambut harus dilindungi, karena selama ini lahan gambut dianggap lahan yang sangat sensitif, terutama ketika musim panas dan kemarau tiba. Menurutnya, lahan gambut yang tersisa harus dilindungi dan dilestarikan atau dipelihara. “Action plan tiap negara, harus meningkatkan dukungan mereka terhadap konservasi dan rehabilitasi lahan gambut,” kata Raman. Pengelolaan lahan gambut ini, jelas Raman, mendapat tanggapan positif dan serius dari beberapa negara ASEAN, seperti Kamboja, Laos, Malaysia, Myanmar, Philipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam, untuk bersama-sama memberikan perlindungan dan rehabilitasi hutan gambut yang tersisa.

Dua Curanmor di Asrama Pol Airud Ditangkap Penangkapan yang dilakukan Polresta Pontianak dan jajaran ini, berawal dari Polsekta Pontianak Selatan yang mendapat informasi dari masyarakat, bahwa ada seseorang yang akan menjual sepeda motor jenis Satria F merk Suzuki, hanya seharga empat juta rupiah. Kemudian dilakukan penyelidikan terhadap orang yang mau menjual tersebut, dan orang yang mau menjual tersebut pun bernama Een. Anggota Polsekta Pontianak Selatan pun memancing Een, yakni dengan cara menyamar sebagai orang yang mau membeli sepeda motor tersebut. Kemudian Een pun menyetujui untuk menjual sepeda motor tersebut. Anggota yang menyamar sebagai pembeli ini, meminta harga dikurangkan, yakni memin-

ta kepada Een arag menjual sepeda motornya, hanya 3 juta saja. Een tidak mau, bahkan Een menawarkan jika mau sepeda motor dengan harga tiga juta juga ada, yakni dengan jenis sepeda motor Yamaha Vega R. dan mengatakan kepada anggota bahwa harga empat juta tersebut sudah murah. Lantaran Ia menjual Satria F di Ketapang seharga 5 juta. Akhirnya anggota pun menyetujuinya. Een menentukan lokasi transaksi, yakni di Sungai Ambawang, namun Een menciumi keberadaan anggota, akhirnya Een meminta agar transaksi di Tanjung Hulu saja, namun lagi-lagi Een sudah mengetahui bahwa Ia sedang diikuti anggota. Kemudian Een meminta kepada anggota yang menya-

mar untuk bertransaksi di Jalan Perdana. Anggota pun menyetujuinya, namun bukan Een yang pergi melainkan teman Een yakni bernama Santo. Dan saat itulah anggota melakukan penangkapan terhadap Santo, yakni di Jalan Perdana. Kemudian anggota melakukan pengembangan, ternyata Een ada di rumahnya, yakni di Jalan Trans Kalimantan Sungai Ambawang. Anggota pun melakukan penjemputan terhadap Een, dan ketika hendak ditangkap. Ternyata Een melakukan perlawanan akhirnya dilumpuhkan dengan timah panas. Akhirnya Een pun dirawat di RS. Dokkes Polda Kalbar sedangkan Santo ditahan di Polsekta Pontianak Utara, lantaran LP ada di Polsekta Pontiaank Utara. Kapolsekta Pontianak Se-

latan Kompol I Gede SW saat dikonfirmasi terkait penangkapan ini, dirinya membenarkan, bahwa anggotanya telah melakukan penangkapan. Namun anggotanya tidak sendiri, melainkan penangkapan ini berhasil juga dibantu oleh anggota Polsekta Pontianak Utara, Timur dan Sat Reskrim Polresta Pontianak. “Sekarang tersangka atas nama Een ada di Dokkes sedangkan Santo ditahan di Polsekta Pontianak Utara, karena LP ada di Polsekta Pontianak Utara. Yakni TKP di Asrama Pol Airud Polda Kalbar,” ungkap Kapolsekta. Ditegaskan oleh Kompol I Gede SW, bahwa kedua tersangka ini dijerat dengan pasal 362 KUHP, yakni diancam dengan hukuman penjara diatas lima tahun.

Sementara itu, Kapolres Sanggau, AKBP Winarto ketika dikonfirmasi Rabu malam membenarkan penangkapan dilakukan oleh BC Entikong dan saat ini berada di BC Entikong. Namun, BB selanjutnya diserahkan ke Kanwil Bea Cukai Kalbar dan Polda Kalbar sambil menunggu hasil laboratorium. “Informasinya benar demikian. BB dibawa ke BC Entikong dan infonya akan diserahkan ke Kanwil BC dan Polda Kalimantan Barat sambil menunggu hasil laboratorium,” jelasnya. Kapolres Sanggau, AKBP Winarto, Kamis (8/11) pagi melakukan pemantauan dan pengecekan ke Entikong ditemani langsung Dandim 1204 Sanggau, Letkol CZI Ade Heri Kurniawan. Winarto pun menambahkan, upaya penanggulangan narkoba khusus yang melewati

Border Entikong akan di tingkatkan koordinasinya selaku kewenangan yang ada di Border Polri dan BC yang akan selalu melakukan pemeriksaan atau razia terhadap setiap mobil yang keluar masuk. “Selain itu kita juga memaksimalkan sarpras extray yang dimiliki oleh BC Entikong untuk mengawasi barang-barang yang dibawa oleh masyarakat yang masuk wilayah Indonesia,” jelasnya. Winarto pun menghimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak segan-segan menginformasikan atau melaporkan kepada aparat Polri terkait jika mendengar atau mengetahui adanya narkoba yang ada di masyarakat. “Untuk kasus ini akan ditindaklanjuiti oleh Kanwil Dirjen BC dan Polda Kalbar,” pungkasnya.

BC Entikong Amankan Sabu 28 Kg Kamis (8/11) kemarin. Informasi yang diperoleh dilapangan, Rabu (7/11) malam, sekitar 1 ons sample sabu-sabu hasil tangkapan tersebut di bawa ke Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) untuk dilakukan pengecekan akan kebenaran jenis narkoba sabu-sabu itu. Selama perjalanan menuju ke BPOM untuk melakukan pengecekan mendapatkan pengawalan yang ketat oleh anggota Kepolisian, Koramil dan Bais. Kasi Kepabeanan Bea Cukai Entikong, Syafrudin ketika dikonfirmasi melalui telepon genggamnya, Rabu malam membenarkan penangkapan itu. Pihak Bea Cukai Entikong sejauh ini masih melakukan pemeriksaan dan mengambil sample dari barang tersebut untuk diuji laboratorium.

Informasi yang berhasil dihimpun dari berbagai sumber di lapangan, bahwa Rabu (7/11) sekitar pukul 09.00 di Bea Cukai khususnya di Border Entikong melakukan pemeriksaan rutin terhadap Bus SJS jurusan Pontianak-Kuching dengan KB 7725 AP yang dikendarai oleh AN. Dalam pemeriksaan tersebut terdapat barang mencurigakan akan tetapi tidak dilakukan penahanan. Setelah dilakukan koordinasi, anggota langsung mengejar bus tersebut dan berhasil dihentikan di daerah Desa Korek, Tayan sekitar pukul 14.30 dan dilakukan pengecekan ulang. Hasilnya pun ditemukan yang diduga sabu-sabu dengan berat 28 kilogram. Barang tersebut diketahui dikirim oleh seseorang atas nama Vivi.

Bandar SS Diancam Hukuman Mati

manya kenapa Ketapang tertingal dan belum memenuhi target,” ujarnya. Menurut Joko, Ketapang masih meminjam alat eKTP dari Kabupaten Kubu Raya (KKR) sebanyak 4 unit. Pasalnya KKR lebih dulu menyelesaikan perekaman e-KTP. Bahkan saat ini Ketapang masih kekurangan alatÿdan berharap dari Pemerintah Pusat agar dapat menambah alat sebanyak empat unit lagi. “Empat alat ini akan kita tempatkan di kecamatan yang memiliki perekaman eKTP yang terbesar. Seperti di Kecamatan Delta Pawan yang data perekamannya mencapai 55.000 orang,” tandasnya. (Jaidi Chandra/ Borneo Tribune)

Setelah berhasil mendapatkan 5 Paket sabu seberat 500 gram, anggota Polda Kalbar melakukan pengembangan atas 500 gram sabu tersebut. Akhirnya anggota Polda Kalbar pun menggerebek rumah sang bandar. Dan saat melakukan penggerebekan anggota menemukan sabu seberat 3,3 Kg sabu, sehingga jika ditambah dengan 500 gram sabu, jumlah totalnya adalah 3,8 kg sabu. Selain itu anggota juga berhasil menemukan barang bukti lainnya, yakni berupa uang senilai Rp 6.000.000, satu buah timbangan Merk Pocket Scale, satu buah timbangan warna putih oren merk lion star, satu buah lak ban, satu sendok stanless, tiga buah hp merk Samsung, Blackberry dan Nokia, lima buah ATM BCA, satu buah ATM Mandiri, satu bungkus plastic transparan, dua bungkus plastic hitam, satu buku catatan pengiriman uang masuk dan keluar, satu alat Lak Ban, satu buah klik

BCA, dan satu buah sepeda motor Vario KB 4785 QO. Sabu sebanyak 3,8 Kg ini pun sebelumnya dikirim oleh Mario (MO) warga Jakarta yakni pada tanggal 7 November 2012, yakni hari Rabu kemarin. Pengiriman yang dilakukan MO sebanyak empat kali, yakni sejak bulan Oktober 2012 dan masing - masing pengiriman diatas 2 Kg. Dan sabu kiriman ini diedarkan di wilayah Kota Pontianak. Sementara itu MI saat ditemui di Polda Kalbar, dirinya mengakui bahwa Ia lah yang melakukan pemesanan dengan MO, yakni melalui telepon genggam. Setiap pemesanan sabu, per kilonya Ia mendapatkan uang sebesar Rp 5000.000. Selain Bandar, Ia juga merupakan seorang suruhan dari MO, untuk mengedarkan Narkoba di Kota Pontianak. “Saya melakukan pemesanan melalui via telepon kemudian dikirim melalui jasa ekspidisi, TIKI. Dan pada hari Rabu sampai

baru diambil kemudian disimpan dirumah. Saya juga merupakan orang suruhan dari MO, dimana setiap pengiriman saya sendiri mendapat Rp.5000.000,” ungkap MO. Kapolda Kalbar Brigjend Pol Unggung Cahyono S.Ik saat dikonfirmasi terkait hal ini, dirinya pun membenarkan dalam jumpa pers terkait penangkapan terhadap MI. Dan menurutnya sendiri, MI berhasil ditangkap lantaran MI sudah diselidiki sebelumnya, dan juga merupakan TO dari Polda Kalbar. “MI sudah menjadi TO kita sejak setengah bulan terakhir, kemudian kita selidiki dan kita pancing, akhirnya berhasil mengaman sabu seberat 500 gram. Dan dari sabu 500 gram tersebut, kita lakukan pengembangan serta melakukan penggerebekan di rumah sang Bandar, kemudian ditangkap dan digiring ke Dit Restik Polda Kalbar, guna dilakukan pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut,”

ungkap Kapolda Kalbar. Lanjut Kapolda, bahwa MI ini merupakan salah satu Bandar terbesar di Kota Pontianak, yang baru keciuman oleh pihaknya sejak setengah bulan yang lalu. Dan dari penangkapan - penangkapan yang terbesar di Polda Kalbar, ini merupakan penangkapan terbesar pada tahun 2012 ini. Dan jika dinilai dengan uang, sabu seberat 3,8 Kg ini seharga lima meliar rupiah. Sedangkan untuk MO yang merupakan sang pengirim sabu dari Jakarta, Ia sudah berkoordinasi dengan Bareksrim Mabes Polri, guna melakukan penyelidikan. “Ancaman hukuman untuk MI ini, yakniÿ sesuai dengan undang - undang no 35 tahun 2009 tentang Narkotika, dan sesuai dengan berat narkobanya, maka MI ini kita jerat dengan ancaman hukuman maksimal hukuman mati, “ tegas Kapolda Kalbar Brigjend Pol Unggung Cahyono.

KEHILANGAN

KEHILANGAN

KEHILANGAN

KEHILANGAN

KEHILANGAN

Terekam 86.000 Jiwa dengan 25 persen. Kepala Bidang Pencatatan Sipil Kabupaten Ketapang, Joko Wijanarko, mengatakan dari target sebanyak 344.024 jiwa masyarakat Kabupaten Ketapang yang wajib memiliki e-KTP, namun baru 86.000 jiwa saja yang sudah terekam atau hanya sekitar 25 persen saja. Oleh karena itu, untuk mencapai target serta memudahkan bagi warga di desa-desa maupun kelurahan yang akan merekam eKTP, pihaknya melakukan mobil keliling secara mobile, dimana petugas operator akan berada di kantor desa/ kelurahan tersebut untuk melayani masyarakat terkait proses perekaman data pembuatan e-KTP. “Ini semacam sistem jemput bola. Ada dua mobil yang kami operasikan. Satu di kecamatan yang berada di dalam kota dan satunya lagi di kecamatan di daerah pedalaman. Sehingga warga yang ada di desa maupun kelurahan mudah melakukan proses

11

STNK KB 4293 KK NR: MH328D40DCJ716729 NM: 28D3716389 A/N TONI Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi. HN

STNK KB 4077 KD NR: MH1HBG2168K313506 NM: HBG2E1311338 A/N BENNY ABRAHAM Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi. HN

STNK KB 5356 KA NR: MH35TP0055K384300 NM: 5TP653930 A/N HERAWATI Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi. HN

STNK KB 3545 KE NR: MH330C0028J186748 NM: 30C186754 A/N ELISTIANA Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi. HN

STNK KB 4934 TF NR: MH1JF0215BK083094 NM: JF02E108257 A/N ELSI FAMAWATI Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi. HN


CMYK

Seremonial

12

www.borneotribune.com

Borneo Tribune

Jumat, 9 November 2012

AIPKI Gelar PEPKI Ke-VI In Anticipation to ASEAN Community 2015 Pendidikan merupakan suatu proses dinamis dan selalu berubah mengikuti perkembangan jaman. Dalam pendidikan kedokteran, perubahan dan penyesuaian harus selalu dilakukan untuk mengikuti perkembangan tersebut. Andika Lay Borneo Tribune, Pontianak BERDASARKAN latar belakang ini, Kamis (8/11), Asosiasi Institusi Pendidikan Kedokteran Indonesia (AIPKI) menggelar pertemuan tahunan yang dipusatkan di Kota Pontianak, bersama Univer-

sitas Tanjungpura, acara ini disebut Pertemuan dan Ekspo Pendidikan Kedokteran Indonesia (PEPKI) di Hotel Aston, Pontianak. PEPKI ke VI ini akan berlangsung selama 3 hari dengan mengusung tema In Anticipation to ASEAN Community 2015, towards Social Accountability in

Medical Schools. Rektor Untan, Prof Dr Thamrin Usman, DEA menuturkan salah satu hal yang melatar belakangi pengusung tema ini adalah bertambahnya jumlah Fakultas Kedokteran di Indonesia saat ini. ”Sayangnya, pertambahan jumlah ini tidak diiringi jaminan perkembangan kualitas yang merata, dikhawatirkan akan terjadi kesenjangan kualitas lulusan yang dapat dillihat dari tingkat kelulusan Ujian Kompetisi Dokter Indonesia (UKDI),” kata Thamrin Usman. Kata Thamrin, digelarnya pertemuan PEPKI ini merupakan sebuah kehormatan bagi

Untan dalam pertemuan ekspo pendidikan kedokteran ini. “Ini kegiatan rutin yang diselenggarakan Universitas yang memiliki Fakultas Kedokteran,” jelasnya. Dalam pertemuan ini, masih menurut Rektor, kota Pontianak yang menjadi tuan rumah kedatangan tiga orang narasumber dari luar negeri, yakni Amtersdam, Amerika dan Banglades. Dengan demikian, lanjutnya ia pertemuan ini memberikan kontribusi sangat besar bagi perkembangan pendidikan dunia kedokteran, khususnya Fakultas Kedokteran Untan Kalimantan Barat.o

HADIR Rektor Untan, Prof. DR. Thamrin Usman, DEA saat menghadiri Pertemuan dan Ekspo Pendidikan Kedokteran Indonesia (PEPKI) di Hotel Aston, Pontianak. FOTO Andika Lay/Borneo Tribune.

Partai Politik Pilar Demokrasi

MATERI Narasumber saat menyampaikan materi pembahasan pada acara Pembinaan Keuangan Partai Politik di Hotel Orchardz Pontianak. FOTO Andika Lay/Borneo Tribune.

Andika Lay Borneo Tribune, Pontianak PARTAI Politik merupakan sebuah struktur politik yang mempunyai peran besar dalam perjalanan bangsa dan daerah ini. Partai politik merupakan salah satu wujud partisipasi masyarakat yang sangat penting dalam mengembangkan kehidupan demokrasi. ”Partai Politik Pilar demokrasi. Tidak ada demokrasi tanpa politik,” kata Gubernur Kalbar, Cornelis, Kamis (8/ 11) dalam sambutan tertulis yang dibacakan Kepala Badan Kesbanpol Kalbar, Tonny Ferdy saat membuka Acara Pembinaan Keuangan Partai Politik di Hotel Orchardz Pontianak. Oleh karena itu, masih menurutnya, komunikasi antara Partai Politik dengan rakyat perlu dijalin secara inDONOR DARAH tensif dan terus menerus. Selain memberikan pendidikUntuk memeriahkan HUT Nabi Kong Hu Cu ke 2563, dan HUT Kota Pontianak ke 241, YBS menggelar acara bhakti sosial, donor darah massal, dan an politik kepada rakyat, Partai Politik dapat juga memengajak masyarakat ikut berpatisipasi. FOTO Andika Lay/Borneo Tribune. nyerap aspirasi rakyat secara lebih luas guna memantapkan langkah perjuangan. ”Untuk mewujudkan pendidikan politik kepada masyarakat merupakan suatu kewajiban yang harus terus dilakukan demi pengembangan kehidupan demokrasi yang lebih baik,” jelasnya. darah massal. syarakat. Kita targetkan 70 sipasi dalam acara bhakti so“Ini wujud kepedulian dan Andika Lay Dikatakan olehnya, terkait dengan peran partai politik Kegiatan bhakti sosial ini kantong darah,” kata Jhonny sial, donor darah massal ini. pengabdian kita kepada maBorneo Tribune, Pontianak dalam upaya melaksanakan pendidikan poltik kepada akan berlangsung di Sekretari- Yuwandi, Ketua Panitia Pe- Kegiatan donor darah dilaksa- syarakat yang diaplikasikan masyarakat sesuai amanat UU No. 2/2008 tentang ParDALAM upaya memeriah- at Yayasan Bhakti Suci (YBS). duli Donor Darah YBS, Kamis nakan setiap menjelang dan dengan kegiatan ini, dan tai Politik, dan diubah dengan UU No. 2/2011, maka par“Kegiatan ini dilaksana(8/11) di sekretariat YBS jasesudah HUT Nabi Kong Hu agenda tahunan. Kiranya, kan HUT Nabi Kong Hu Cu tai politik menerima bantuan keuangan dari Anggaran kan sebagai wujud sosial dan lan Gajah Mada Pontianak. Cu, namun, tahun ini, bertekantong-kantong darah yang ke 2563, dan HUT Kota Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) atau Anggarpengabdian kepada masyaraKata Jhonny, pihak panipatan dengan HUT Kota terkumpul dapat bermanfaPontianak ke 241, Yayasan an Belanja dan Pendapatan Daerah (APBD) yang diberikat. Ini juga sebagai wujud tia mengundang masyarakat Pontianak, makanya, kegiatan at bagi yang sungguh memBhakti Suci (YBS) menggekan secara proporsional kepada partai politik yang memibutuhkan,” harapnya.o lar acara bhakti sosial donor kepedulian kita kepada ma- umum untuk ikut berparti- ini dilaksanakan sekaligus. liki kursi di DPR/DPRD Provinsi, Kabupaten/Kota yang perhitungannya berdasarkan jumlah perolehan suara. ”Bantuan keuangan ini di prioritaskan untuk melaksanakan pendidikan politik bagi anggota partai politik dan masyarakat,” ujarnya. Sebagai konsekuensi atas Hadir di Pontianak untuk memenuhi kebutuhan bantuan keuangan kepada Partai politik yang berasal dari APBN/APBD, maka partai politik berkewajiban menyampaikan laporan Menyediakan kain dan busana batik eksklusif pertanggung jawaban peneribagi Pria, Wanita, Sarimbit (pasangan), maan dan pengeluaran yang Remaja dan Anak-anak bersumber dari APBN/APBD dengan motif dan model yang trendy kepada BPK RI secara berkala satu tahun sekali untuk dilakukan audit, dan paling lambat 1 bulan setelah tahun anggaran berakhir. ”Pemahaman akan pengelolaan keuangan Parpol, khususnya yang terkait dengan bantuan keuangan Parpol ini menjadi kebutuhan, agar tiap parpol dapat memahami dengan jelas filosoti, latar belakang, dan landasan diberikannya bantuan keuangan Parpol yang berasal dari APBN/APBD,” ujarnya.o

YBS Wujudkan Kepedulian Sosial

CMYK


Harian Borneo Tribune 9 November 2012  

Harian Borneo Tribune 9 November 2012

Advertisement
Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you