Issuu on Google+

cmyk

I DEALISME, K EBERAGAMAN

DA N

KEBERSAMAAN

Borneo Tribune www.borneotribune.com

Kamis, 7 Maret 2013

Telepon Redaksi/Iklan/Langganan/Pengaduan: (0561) 767788 Faximile. (0561) 766103

24 Rabiul Akhir 1434 H - 26 Chia Gwee 2564

Sekularisme vs Non Sekularisme (3)

Oleh Syarif Ibrahim Alqadrie* PERJALANAN dari Bandara KAA ke kota Mekkah, khususnya ke penginapan kami, hotel Fal al Sud, dekat Terowongan Jalan King Abdul Azis (KAA Road Tunnel), berjarak sekitar 80 Km. Jalan dari Bandara Jedah, ke Kota suci (Holy Mosque), tidak macet, karena belum banyak Jamaah tiba, jarak itu ditempuh sekitar 2 ½ jam. Jamaah Kloter 17 sampai

S uara Enggang Seminar Bahasa

Farninda Aditya Penulis

SUDAH bulan Maret. Kegiatan seminar bulanan yang diselenggarakan oleh Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Barat akan dilaksanakan kembali. Seminar setiap bulan ini akan menyajikan makalah berkenaan kearifan lokal, tema yang telah ditentukan sebulan yang lalu. Rabu, 13 Februari 2013. Keberagaman Sastra dan Budaya Lokal di Kalimantan Barat itulah tema seminar di Balai Bahasa Provinsi Kalimantan

Alamat Redaksi: Jln Purnama Dalam No 2 - Pontianak 78121

di Hotel pukul 12.30. Kami langsung menempati kamar masing-masing dan istirahat sampai Magrib. Penginapan Haji vs Apartemen Mahasiswa S1 “Hotel” yang diperuntukkan bagi Jemaah Haji beberapa Kloter, lebih tepat disebut penginapan atau kost berlantai 12.

Lantai 13 digunakan untuk menjemur pakaian. “Penginapan” ini menampung para anggota Jemaah Haji dari tiga Kloter, seperti Kota Padang, Palembang, Pontianak. Rombongan kami dan beberapa rombongan lain dari Kloter 17, dari Kabupaten Pontianak menginap di Lantai 10. Satu lantai penginapan terdiri dari 13

kamar yang dapat menampung dari 3 (tiga) tempat tidur untuk 3 orang sampai 6 tempat tidur/ orang. Kebanyakan hotel yang diperuntukkan bagi Jamaah Haji non-Haji Plus dapat juga dimisalkan sebagai Asrama Mahasiswa Sarjana Satu (Undergraduate Student Appartment/USAppt) yang memisahkan laki-laki/mahasiswa dari

perempuan/mahasiswi. Walau Jamaah Haji Indonesia Non-Plus bukan lagi mahasiswa atau belum pernah menjadi mahasiswa, tetapi suami isteri wajib menginap secara terpisah dalam kamar berbeda. Kalau dalam masa penggunaan Ihram, mengelilingi Ka’bah (Tawaf), berjalan dan berlari kecil

antara Safa dan Marwah (Saee), menyerahkan diri (Wukuf) di Padang Arafah dan melempar batu krikil (jumrah) ke obyek pelemparan (Jumrat), suami isteri dilarang keras mengadakan hubungan “intim.” Walaupun mereka memiliki hubungan sah sebagai suami ....Ke Halaman -11

Pembinaan Koperasi Lahirkan Wirausahawan Baru Wagub : Rakor Harus Lahirkan Program Sinergi Andika Lay Borneo Tribune, Pontianak WAKIL Gubernur Kalbar, Drs Christiandy Sanjaya mengatakan, pertumbuhan koperasi di Kalbar secara kuantitatif terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Hal ini menunjukkan minat masyarakat Kalbar untuk berkoperasi cukup tinggi. ”Yang harus mendapatkan perhatian adalahpembinaan Koperasi, agar pertumbuhan koperasi yang

....Ke Halaman -11

B uah Bibir

....Ke Halaman -11

Tinggal Proses Lelang PROSES pembangunan sejumlah sarana dan prasarana pendukung MTQ Kabupaten Melawi yang akan digelar di Kecamatan Menukung tahun ini kini tinggal menunggu proses lelang. Sejumlah fasilitas yang akan dibangun, seperti tribun serta jalan ke arah Menukung. “Terkait persiapan pembangunan sarana dan prasarana pendukung pelaksanaan ....Ke Halaman -11

Novi dan Nesy Lompat dari Lantai Atas

Akibat Kalah Main Poker ENAM orang sedang bermain poker ketika Smith kalah $500 pada satu permainan, tiba-tiba mencengkeram dadanya dan mati mendadak di kursinya karena serangan jantung. Untuk menghormati rekan mereka yang mati, lima orang lainnya menyelesaikan permainan mereka dengan bermain berdiri. Roberts melihat sekitar dan bertanya, “Sekarang, siapa yang akan memberitahu istrinya?” Mereka menggunakan sedotan. Rippington, yang selalu kalah, mengambil yang pendek. Mereka katakan padanya untuk berhati-hati, bersikap lembut, tidak membuat situasi yang buruk lebih buruk daripada itu. ”Tuan-tuan! Tahu kan? Aku orang paling bijaksana yang pernah Kalian temui. Kebijaksanaan adalah nama tengahku, serahkan padaku.” Rippington berjalan ke rumah Smith, mengetuk pintu, istrinya membua pintu, bertanya apa yang dia inginkan. Rippington mengatakan, “Suamimu baru saja kalah bermain kartu sebanyak $500.” Dia berteriak, “KATAKAN PADANYA UNTUK MATI SAJA!” Rippington berkata, “Oke, aku akan memberitahunya...”o

Andika Lay Borneo Tribune, Pontianak

KOBARAN API. Gumpalan asap hitam yang disertai dengan kobaran api dari rumah Sood dan Said ini telah meludeskan rumahnya, dan dua anak Sood menyelamatkan diri dengan melompat dari lantai atas. FOTO Andika Lay/Borneo Tribune.

KEBAKARAN hebat terjadi di rumah Milik Sood di Jalan Khatulistiwa, Gang Teluk Berlian, jalur I, Kelurahan Siantan Hilirn Kecamatan Pontianak Utara, Rabu (6/3) pukul 05.30. Rumah tinggal keluarga ini ludes terbakar namun kedua anak korban berhasil menyelamatkan diri dengan cara yang berani. Tidak ada korban jiwa dalam musibah kebakaran ini, dua orang anak Sood, Novi (27) dan ....Ke Halaman -11

Dari Bedah Buku Kalbar Berimajinasi (Bagian 3)

maji jina nassi n y a K Kaal b ar D i BBaal i k IIma ma ji na Oleh: Khairul Fuad PERTEMUAN bulanan kali ini terasa istimewa pada Maret 2013 karena diselenggarakan di sebuah Toko Buku yang terletak di pusat perdagangan modern di bilangan Jalan Ahmad Yani Pontianak. Selain itu, istimewanya lagi bahwa arus utama pertemuan tersebut adalah bedah buku antologi cerpen Kalbar Berimajinasi Antologi Cerpen

Sastrawan Kalbar. Pertemuan itu terselenggara berkat kerja sama Lingkar Studi Budaya (LSB), Club Menulis STAIN Pontianak, STAIN Pontianak Press, dan Toko Buku Karisma, tempat penyelenggaraan pada Sabtu 2 Maret 2013 di Lantai 2 pukul 15.00 – 17.30. Bedah buku antologi cerpen itu semakin memperkuat bukti bahwa Kalimantan Barat masih terus memberikan asa untuk menggelindingkan putaran sastra yang harus te-

rus bergerak. Pengaliran sastra apa pun yang terus digerakkan pasti memberikan aroma segar. Air yang dialirkan memberikan kesegaran, sedangkan yang tergenang pasti memberikan kekurangsegaran. Gerak sastra yang tidak digeliatkan akan mengalami kemandegan proses kreativitas dan kehilangan warna perkembangannya. Acara tersebut diawali pembacaan puisi Jimmy S. Mudya, penyair muda, dan ....Ke Halaman -11

Jimmy S. Mudya sedang membacakan puisi pembuka acara bedah buku Kalbar Berimajinasi di TB Karisma (Sabtu, 2/3/2013). Foto Yusriadi

PT. ANZON AUTOPLAZA Kantor Pusat: Jl. A. Yani No. 89 Telp. (0561) 734280 Cabang: Singkawang : Jl. A. Yani No. 08 Telp. (0562) 637000; Sampit : Jl. Jend Sudirman Km. 1

HARGA ECERAN HARIAN BORNEO TRIBUNE - PONTIANAK, KUBU RAYA, MEMPAWAH,DAN SINGKAWANG Rp 2.000 - SAMBAS, BENGKAYANG Rp 2.200 - LANDAK,SANGGAU,SEKADAU, KETAPANG,KAYONG UTARA, SINTANG, MELAWI DAN PUTUSSIBAU Rp 2.500 -

cmyk

Makarius Horong

ARAHAN. Wakil Gubernur Kalbar, Christiandy Sanjaya memberikan arahan kepada para peserta Rakor Forum SKPD Pemberdayaan Koperasi dan UMKM Kalbar agar dapat lahirkan Program Sinergi dalam Pembangunan Koperasi. FOTO Andika Lay/Borneo Tribune


Kamis, 7 Maret 2013

Pemkab Bangun Jalan Lingkar Dua Jalur Abdul Khoir Borneo Tribune, Sukadana Setelah lima tahun berdiri, secara bertahap pembangunan di KKU mulai menggeliat. Diantaranya Pemkab akan merealisasikan jalan lingkar dalam kota sepanjang 7 km yang akan memperluas kawasan ibu kota Kabupaten Kayong Utara (KKU). Rencananya jalan lingkar ini akan menembus dua lokasi. Mulai dari daerah Payak Itam ke Asrad sepanjang 7 km dan akan dijadikan jalan protokol. Di mana jalan tersebut akan dibangun dua jalur dan disepanjang jalan itu akan dibangun kantor bupati dan DPRD. “Saat ini tengah dilakukan penimbunan, semoga tahun ini rampung,” kata Bupati KKU, Hildi Hamid. Jalan yang memiliki lebar hingga 20 meter tersebut nantinya akan menjadi kawasn baru yang selain sebagai kawasan elit juga akan menjadi perluasan pengembangan ibu kota kabupaten dimana selama ini ibu kota kabupaten

Nanti juga akan dibangun sebuah jembatan untuk menghubungkan dua ruas jalan itu.

yang berpusat di Sukadana hanya berada di sepanjang jalan provinsi saja. “Nanti juga akan dibangun sebuah jembatan untuk menghubungkan dua ruas jalan itu,” katanya. Lebih dari itu, dengan semakin luasnya kawasan ibu kota kabupaten, maka sejalan dengan itu pemerintah akan membuat satu armada angkutan sejenis oplet untuk menjadi roda transportasi bagi masyarakat untuk melakukan aktifitas dan terlebih khusus dapat dipergunakan para pelajar untuk pergi dan pulang sekolah. “Perlahan tapi pasti KKU akan menjadi sebuah kabupaten yang besar,” katanya.

Hore…Bantuan Kapal KPDT Siap Beroperasi Abdul Khoir Borneo Tribune, Sukadana Satu unit kapal khusus bantuan dari Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal (KPDT) untuk angkutan barang segera beroperasi di perairan Kayong Utara. Kapal dengan nama “Bahtera Prukab 2” itu sudah bertambat di Dermaga Sukadana dan menunggu berita acara penyerahan yang selanjutnya bersiap mengibarkan layar untuk mengarungi lautan Karimata. Bupati Kayong Utara, Hildi Hamid mengatakan, Selasa (5/3) bahwa kapal seharga Rp 1,8 miliar dengan kapasitas sekitar 40 GT akan mengelilingi rute yang sama dengan KM Karimata yang menyusuri kepulauan. Hanya saja yang dibedakan jenis angkutannya saja. “Ini sudah kita usulkan sejak tahun lalu. Kapal ini khusus untuk angkutan barang dan rencananya juga untuk keliling pulau karena daerah kita merupakan daerah kepulauan yang sulit dijangkau tanpa transportasi air yang memadai. Jadi kita tidak minta duit

dan cukup minta barang ke pemerintah pusat agar kita tidak dibikin pusing,” kata Hildi Hamid. Masyarakat di kepulauan yang sangat memerlukan alat transportasi air karena intervensi pemerintah untuk pembangunan industri perikanan di wilayah kepulauan sudah berhasil dan saat ini hanya menunggu proses distribusi, sehingga dengan hadirnya kapal bantuan tersebut akan semakin memuluskan rencana itu. ”Produksi ikan di wilayah pulau tinggal dikirim ke sini, tidak perlu lagi memikirkan besarnya biaya angkutan, karena kapal ini saat ini jika beroperasi akan mendapat subsidi pemerintah kabupaten,” katanya. Terpisah, Kepala Desa Padang, Fauzi dan Kepala Desa Betok, Kecamatan Kepulauan Karimata Hasanudin menyambut positif hadirnya kapal angkutan barang ini. Karena selama ini hasil sumber daya perikanan di daerah ini begitu melimpah, Sayang masih terkendala pada proses distribusi dari lokasi asal ke tempat pelelangan ikan.

Salam. Redaksi mengundang pembaca Borneo Tribune untuk mengirim tulisan untuk rubrik “Citizen Journalism”. Bentuk tulisan dapat berupa laporan kegiatan, opini, surat pembaca, puisi, cerita pendek. Panjang tulisan maksimal 500 kata. Kirimkan tulisan ke email: yusriadii@yahoo.com. Terima kasih.

Idealisme, Keberagaman dan Kebersamaan

Kayong Utara

Borneo T Tribune

2

Barometer Keberhasilan Pembangunan

Bupati Sampaikan LKPJ AMj

Abdul Khoir Borneo Tribune, Sukadana Meski hanya dihadiri 11 anggota DPRD KKU dan Forkopinda, Bupati KKU Hildi Hamid langsung menyampaikan nota Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Akhir Masa Jabatan (LKPJ AMj) 2008 -2013 dengan menunjukkan data keberhasilan selama memimpin daerah tersebut, Rabu (6/3) di DPRD KKU. Dalam LKPJ AMj yang dibacakan setebal 26 halaman tersebut, Bupati KKU banyak menyampaikan keberhasilan KKU semasa kepemimpinannya, yakni sejak pertama KKU dimekarkan hingga tahun terakhir masa jabatannya. Dalam laporannya disebutkan kondisi KKU pada masa pertama kali dimekarkan masih memiliki banyak sekali kekurangan, namun dengan kekurangan yang dimiliki KKU itu justru menjadikan hal itu sebuah tantangan untuk menelurkan beragam program unggulan seperti yang saat ini ada di KKU. ”Selama kepemimpinan saya, kebijakan pengelolaan pendapatan tidak terlepas dari kondisi perekonomian

Bupati KKU Hildi Hamid didampingi Wakil Bupati, Muhammad Said menyerahkan LKPJ AMj 2008 -2013 kepada Wakil Ketua DPRD, Namrun Leru dan Sukardi FOTO: Abdul Khoir/Borneo Tribune.

ditingkat nasional serta regional, serta adanya perubahan dari pemerintah pusat berkaitan dengan penerimaan daerah,” katanya. Termasuk kondisi riil perekonomian daerah yang ditandai dengan mulai bergairahnya kegiatan investasi. Hal itu juga diimbangi dengan kegiatan usaha masyarakat sangat dipengaruhi dengan besarnya pendapatan penerimaan daerah. Kondisi demikian, tertera dalam paparannya yang tersaji dalam data lengkap

peningkatan dan kemajuan KKU dari berbagai aspek. Seperti perkembangan pendapatan mulai dari tahun 2008 - 2012 dimana meningkat dari Rp.150.240. 406.527.32 pada tahun 2008 menjadi Rp.461.417. 045. 109,77 pada tahun 2012. Bahkan ditargetkan pada tahun 2013 terjadi peningkatan sebesar 3,22 persen menjadi Rp.476.255. 066. 983,39. “Peningkatan ini mencerminkan adanya trend yang positif terhadap peningkatan pencapaian kinerja program pemba-

ngunan daerah setiap tahunnya,” lanjutnya. Demikian juga dengan Pendapatan Asli daerah (PAD) terus alami peningkatan dari tahun ke tahun. Yakni Rp.1.187.844.759,32 pada tahun 2008 meningkat hingga Rp.55.408.277. 711,86 pada tahun 2012. Sementara itu, perkembangan ekonomi makro KKU menurut data BPS 2011 jumlah penduduk sebanyak 97.643 dari sebelumnya pada tahun 2008 yang hanya 91.916 jiwa dengan Indeks Pertumbuhan Manu-

sia (IPM) selama lima tahun secara agregat rata-rata sebesar 1,55 poin dari tahun 2007 sebesar 64.20 menjadi 65.75 pada tahun 2011. Demikian juga tingkat pengangguran terbuka, pada tahun 2007 sebesar 7,60 dan terus turun hingga angka 2,56 persen pada tahun 2011. Demikian juga penurunan jumlah penduduk miskin di KKU, pada tahun 2007 jumlah penduduk miskin mengalami penurunan dari 18.700 (18,90 %) menjadi 10.523 (10.91 %) pada tahun 2012.

Lima Tahun, DPRD Terbitkan 90 Perda Abdul Khoir Borneo Tribune, Sukadana Kurun waktu lima tahun, DPRD Kayong Utara berhasil menerbitkan 90 peraturan daerah (Perda). Keberhasilan tersebut sekaligus menjawab tudingan

Inspirasi Oleh : Marsita Riandini Selasa 05/03/13 Saya dan teman- teman Club Menulis mengadakan pertemuan rutin. Selain berbicara seputar kepenulisan, kami juga berdiskusi seputar masa depan. Pembimbing Club Menulis kembali memotivasi kami. Beliau mengatakan bahwa kita punya peluang untuk membuat monumen hidup masingmasing. Tulisan kita dianggap ukuran apakah kita layak atau tidak. Sebab, dunia kedepan itu sangat kompetitif. Apa kemenangan kita dibandingkan orang lain? Buku. Kalau duit kita kalah, kalau bekingan juga belum tentu. Jadi karya inilah yang akan menjadi modal kita menatap masa depan. Itu artinya kita masih banyak pekerjaan besar, untuk masa depan kita sendiri. Beliau juga mencontohkan sebuah buku yang baru dibacanya. Membandingkan buku itu menurutnya, kita bisa membuatnya lebih baik. Tapi, buku itu sudah beredar di toko buku sebab mereka

miring dari sebagian masyarakat dimana fungsi DPRD di bidang anggaran, legislasi dan pengawasan yang dianggap tidak bekerja. Hal tersebut dikatakan Ketua Badan legislasi DPRD KKU. H. Efendi Ahmad, Rabu (6/3). Ia menyebutkan di

DPRD KKU setiap tahun sederet Perda berhasil dibahas dan disahkan. “Di tengah keterbatasan, kita terus membahas dan mengesahkan Perda bersama eksekutif,” kata Efendi. Dari 90 Perda tersebut secara rinci disampaikan Efendi Ahmad bahwa pada

tahun 2008 sebanyak 15 Perda, 2009 sebanyak 8 Perda, 2010 sebanyak 28 Perda, 2011 sebanyak 24 Perda dan pada tahun 2012 sebanyak 15 Perda “Pada tahun ini Insya Allah ada delapan belas Raperda yang akan kami bahas,” katanya.

Dari 18 Raperda itu 5 Raperda adalah inisiatif DPRD dan sisanya adalah dari eksekutif. Untuk Raperda prioritas yang merupakan usulan eksekutif adalah Raperda RTRW KKU 2011 2031 dan Raperda Pajak Bumi Dan Bangunan Pedesaan dan Perkotaan.

Monumen Hidup membuatnya. Dan, hal itu jauh lebih berharga ketimbang ide kita yang besar tapi tak dibukukan. “Jadi masih bayak pekerjaan menanti kita untuk masa depan kita sendiri. Saya tidak terlalu memikirkan orang yang tidak mau. Ada atau tidak mereka, saya tetap menulis. Malah mereka yang rugi, karena kesempatan mereka untuk bekarya hilang . Mereka yang tidak mau ikut, rugi sendiri. Mereka menyesalnya itu 5-6 tahun ke depan. “ Saya menangkap pekerjaan besar yang dimaksud adalah pekerjaan untuk diri kita sendiri. Kita Jangan terpaku kepada orang lain. Bahkan menurut beliau bila semua yang kita buat di tulis dengan betul, setahun sekali kita pasti punya buku. Dan beliau juga menasehati agar hal-hal yang tak terlalu penting dikurangi. Di tengah asyiknya mendengar motivasi dari beliau. Kami semua ditanya mengenai Apa AGENDA BESAR kalian saat ini?,,,pertanyaan yang

diajukan kepada kami semua. Seorang teman menjawab bahwa ia akan melakukan segala hal yang ia inginkan bila ia mampu. “Dalam hidup mampu itu relatif, seperti Ahmad Fuadi menulis dalam novelnya, satu ungkapan penyemangat yaitu man jadda wajada. Di mana ada kemauan di situ ada jalan bila kita bersungguhsungguh. Syarat untuk bertarung dalam kehidupan itu perlu fighting spirit. Kadang-kadang kita mudah sakit karena semangat tarung kita lemah. Jangan-jangan kita sakit karena kita memanjakan penyakit itu sehingga penyakit itu berkembang.” Ia katakan bahwa dalam lapis hidup kita ada badan kasar dan badan halus yaitu jiwa. Kalau jiwa yang sakit itu yang paling susah. Sehingga pada dasarnya kita semua bisa melakuan banya hal bermanfaat dalam hidup. Bergantung sejauh mana kita benar-benar memanfaatkan waktu yang diberikan. Sehingga nantinya kita semua

mampu bersaing . Sebab kita sudah siap. Seperti salah satu konsep yang beliau kemukakan yaitu konsep hipnoteaching. Dalam konsep ini salah satu kesusksesan anak belajar, ketika secara psikologi mereka siap belajar.Kadang dosen atau guru mengajarnya sudah oke, tapi kesan di memori hanya bertahan sebentar.Hal ini dikarenakan mereka melupakan konsep hipno teaching. Ini menunjukkan jiwa perlu disentuh, perlu didoktrin. Oleh sebab itu, pada tingkat kita, hambatan psikal, itu saja yang dapat mengganggu, secara psikologi kita tidak terikat itu lagi. Beliau juga mengingatkan bahwa tak ada istilah turun naik dalam semangat. Orang yang semangatnya masih turun naik, levelnya masih di bawah. Sama halnya dengan kepenulisan karena kita tahu menulis adalah kebutuhan kita, untuk memahat monumen kehidupan. Orang yang ada konsep semangat dan tidak semangat dalam hidup, yang dalam bahasa

gaul disebut galau — karena tidak jelas arah kehidupannya. Kalau dia jelas arah kehidupannya, dia tidak akan galau. Kita mau jadi apa? Kesanalah kita tuju. Jelas arahnya. Farninda Aditya juga mengungkapkan sesuatu yang pernah ia dengar dari seseorang yaitu semakin jelas mimpi yang diinginkan maka akan semakin jelas jalan yang dituju. Beliau setuju dengan kalimat itu. Kita harus punya pimpi namun mimpi kita jangan ingin hidup jadi orang kaya, karena tujuannya materi. Tidak sesuai dengan Islam. Ketika melihat orang lain punya rumah bagus, ketika orang lain kerja ini, kita juga ingin. Itu yang buat galau, karena memikirkan materi. Menderita dan pasti tidak bahagia hidupnya. Sebab tujuannya tidak jelas, kalau tujuannya jelas, penglihatannya ke depan. Jadi tak sempat melihat ke samping apalagi ke belakang. Kalau mau maju meski lihat ke depan, kalau tidak, mana mungkin bisa berjalan cepat.

Penerbit: PT. Borneo Tribune Press. Direktur Utama: W Suwito, SH, MH. Penasehat Hukum: A. Ambo Mangan, SH, MH, Martinus Ekok, SH, MH. Pemimpin Umum: Sisa Primashinta. Senior Editor: H. Nur Iskandar, SP, Tanto Yakobus, Alexander Mering. Wakil Pemimpin Redaksi: Budi Rahman. Redaktur: Andry, Agus Wahyuni, Aulia Marti, Hairul Mikrad, Yusriadi, Viodeogo. Reporter: Abdul Khoir, Andika Lay, Yulan Mirza, Achmad Mundzirin, Achmad Munandar, Ubay. Biro Kubu Raya: Hanoto Jl. Sui Raya Dalam (081522711111). Biro Mempawah: Johan Wahyudi, Jl. Pendidikan Gg. Suka Mulya No.10 (085654587038). Sambas: Amrul Ambiya (Kontributor/Pemasaran), Jl. Suka Mantri (085245527602). Biro Bengkayang: Mujidi, Jl. Pahlawan No. 10, Kelurahan Bumi Emas Bengkayang (085245247955). www.borneo-tribune.net Landak: Yohanes Ngalai/Pemasaran, Jl. Barage Gg. Pak Kasih No. 51 Ngabang (085822062880). Biro Sanggau: Ratnasari Jl. Agus Salim No.10 (085245904505). Biro Melawi: Eko Susilo (0812-56452946) TERBIT SEJAK 19 MEI 2007 Jl. M Saad, Gg. Kayan, Serundung- Nanga Pinoh. Biro Sekadau: Bagus Kosminto, Jl. Irian No. 41 Sekadau Hilir (085245743683). Biro Sintang: Endang Kusmiyati (08524-5006757), Saumin (Pemasaran) (085284291321) Jl. JC Oevang Oeray, Gg. Ahmad 2. Biro Kapuas Hulu: Jl. Kenanga, Ruko Pemda Blok B. 6 Putussibau Utara (08562569007). Ketapang: Jaidi Chandra (Kontributor), Jl. Gajah Mada No. 156 (081345450988). Fotografer: Ulla Asri Sekretaris Redaksi: Erika Sudiardjo Umum: Emiliana (Manajer), Fitriyana,. Percetakan/Pracetak: Ukan Dinata. Staf Pracetak: Fahmi Ichwan, Syam „ Wartawan, Kontributor, Intensive Programme dan Abubakar, M. Taufik,. Staf Percetakan: Andre, Nurhalis, Rustam. Marketing: Sisa Primashinta, Hesty Yosana, Aldi Chairudin, Ardiansyah. Desain Iklan: Atika Ramadhani, M. Affandy,Ferry Ade Putra Freelancer Borneo Tribune dibekali identitas, surat Sirkulasi: Dhani, Suprianto. Keuangan: Jumi Erlinasari, Tri Agustin, Kusnan, Husada, IT: Iwan Siswanto. Tarif Iklan: BW (black and white) Rp 6000/mm kolom, Full Colour hal 1 Rp 15.000/mm kolom, tugas atau tanda pengenal (ID-Card) dan dalam mehalaman dalam Rp 12.000/mm kolom. Alamat Kantor Bisnis dan Alamat Redaksi: Jalan Purnama Dalam No 2 Pontianak Telpon 0561-767788 Fax 0561-766103. E-mail: borneotribune@yahoo.com laksanakan tugas jurnalistiknya tidak diperkenankan menerima suap atau amplop

Borneo Tribune


Advetorial Kamis, 7 Maret 2013

Borneo T Tribune

3


Kalimantan Barat - Kota Pontianak Borneo Tribune

Kamis, 7 Maret 2013

4

6 SKPD Alami Perubahan Andika Lay Borneo Tribune, Pontianak Sebagai tindak lanjut Perda No 8/2012 tentang Perubahan Kedua atas Perda No 10/2008 tentang Susunan Organisasi Perangkat Daerah, serta dalam rangka penataan organisasi dan kepegawaian Pemerintah Provinsi telah melantik 216 pejabat struktural eselon II, III dan IV pada masing-masing Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), dan Pemprov Kalbar juga melakukan penantaan PNS sebanyak 55 orang guna mengisi kebutuhan aparatur pada SKPD yang baru dan yang mengalami perubahan. “Ada 6 SKPD yang alami perubahan, dan baru 2 SKPD yang telah melaksanakan penantaan PNS, yakni Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa, dan Badan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan, Anak dan Keluarga Berencana,” kata Gubernur, Senin (4/

3) dalam sambutan yang dibacakan Sekda Kalbar M Zeet Hamdy Assovie, pada Apel Awal Bulan Maret di halaman Kantor Gubernur Kalbar. Gubernur juga meminta kepada 4 SKPD, yakni Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, dan Badan Pembangunan Perbatasan dan Daerah Tertinggal untuk segera menyampaikan daftar nama PNS non struktural dalam rangka mengisi kebutuhan SKPD masing-masing untuk ditetapkan dengan Keputusan Gubernur. “Perubahan SOPD dengan diikuti pelantikan dan penataan staf adalah bentuk ketaatan dalam menjalan peraturan. Ini harus kita jadi sebagai momentum untuk semakin memantapkan mekanisme penyelenggaraan pemerintah, pecepatan pembangunan dan peningkatan pelayanan publik di

Provinsi Kalbar,” ingatnya. Dikatakannya, para pejabat struktural yang diberikan kesempatan untuk menduduki struktural, Gubernur meningatkan kalau jabatan yang telah dibebankan ini merupakan sebuah bentuk konkrit kepercayaan pimpinan kepada pejabat tersebut dalam rangka mendukung kesuksesan pelaksanan tugas organisasi dan pemerintahan daerah. Laksanakan amanah ini secara profesional dan bertanggung jawab dengan senantiasa menjaga dan meningkatkan kualitas kinerja sesuai bidang tugas. “Jadikanlah Peraturan perundang-undangan (Perpu) sebagai kiblat dan pedoman dalam pelaksanan tugas dan tanggung jawabnya,” jelasnya. Sebagaimana diketahui, Anggaran Pendapatan dan Belanja daerah (APBD) Tahun Anggaran 2013 telah ditetapkan sejak bulan Desember lalu, dan diikuti dengan proses pengesahan DIPA dan penerbitan Surat Penyediaan Dana, selaras dengan ini, Gubernur kembali meminta perhatian masing-masing instansi un-

Sekda Kalbar, M Zeet Hamdy Assovie menjadi Pembina Upacara pada Apel Awal Bulan Maret 2013. FOTO Andika Lay/Borneo Tribune. tuk segera membuat dokumen pengajuan pencairan dana.

Tingkatkan Kesadaran Politik Perempuan

CMYK

Andika Lay Borneo Tribune, Pontianak Walikota Pontianak, H Sutamidji mengatakan peranan Perempuan dalam kehidupan berpolitik untuk saat ini semakin besar mengingat perempuan sebagai pemilih potensial yang biasa bersosialisasi dalam berbagai kalangan. “Sosialisasi ini untuk meningkatkan pengetahuan dan pengenalan, pemahaman, dan kesadaran politik perempuan,” kata H. Sutarmidji, Selasa (5/3) pada pembukaan acara Sosialisasi Partisipasi Politik Kaum Perempuan, Pemilih Pemula dan Masyarakat Kota Pontianak di Aula Kecamatan Pontianak Timur. Dikatakannya, pelaksanaan Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Pontianak tahun 2013 dan Pemilu Legislatif di tahun 2014 merupakan suatu moment yang baik, dimana setiap orang

yang mempunyai hak pilihnya untuk berpartisipasi dalam dunia politik. Sosialisasi Partisipasi Politik Kaum Perempuan, Pemilih Pemula dan Masyarakat khususnya kaum perempuan dan unsur masyarakat bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pengenalan, pemahaman dan kesadaran politik kaum perempuan dalam pembangunan Kota Pontianak dan memberikan pengetahuan dan pembelajaran bagi remaja sebagai pemilih pemula dan masyarakat agar dapat memberikan suara/pilihan yang tepat dan benar dalam rangka Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota agar partisipasi Politik Kaum perempuan agar semakin meningkat secara demokratis, tertib, aman dan terkendali. Disamping itu, Sutarmidji juga mengajak seluruh masyarakat dapat menjaga pesta demokrasi dengan jujur, adil dan yang paling penting

Sub sektor Perkebunan adalah primadona yang menjelma menjadi salat satu tulang punggung pembangunan nasional yang tercermin dari kontribusi yang cukup signifikan bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Devisa penerimaan pajak, non pajak, penyerapan tenaga kerja dalam jumlah yang cukup besar adalah kontribusi utama sektor ini menjadi mulainya era pengusahaan perkebunan beberapa dekade lalu.

“Sub sektor perkebunan merupakan bagian terpenting dalam perekonomian Kalbar, dan miliki posisi yang strategis dan jadi tumpuan pendukung tercapainya sasaran pemasukan devisa bagi daerah,” kata Ketua Gabungan Pengusaha Perkebunan Indonesia (GPPI) Kalbar, B Rachman, Senin (4/3) lalu usai dilantik sebagai Ketua DPD GPPI Kalbar. Dirinya juga menyakini, selama ini masyarakat, petani Kalbar unmumnya melakukan kehidupan keluarganya pada investasi ini, setelah terpuruknya inves-

kan melalui Keputusan Gubernur. Saya harap, siklus pelayanan pada masing-

masing Satuan kerja dapat berjalan dengan optimal,” katanya. o

Libatkan Masyarakat Kelola Sampah Serah Terima Gedung 3R dan Sanimas Andika Lay Borneo Tribune, Pontianak

ARAHAN Walikota Pontianak H Sutarmidji memberikan arahan terkait Sosialisasi Partisipasi Politik Kaum Perempuan, Pemilih Pemula dan Masyarakat Kota Pontianak di Aula Kecamatan Pontianak Timur. FOTO Andika Lay/Borneo Tribune. Pontianak yang Kondusif. “Jika Pontianak tidak kondusif maka investor tidak akan menanamkan modalnya ke Kota Pontianak, selain itu Pontianak sebagai barometer perdagangan di seluruh wilayah Kalbar maka dengan demikian, kita Jaga bersama suasana aman untuk Kota kita,” jelasnya. Dalam kegiatan Sosialisa-

si tersebut mengadirkan empat orang nara sumber antara lain DR. Bakran Suni, Drs.H.Gusti Suryansyah, MSi, DR Sofiati dan Viryan SE, MM. Hadir dalam kesempatan tersebut Camat dan Lurah untuk wilayah Kecamatan Pontianak Timur dan Utara serta organisasi wanita, Tokoh masyarakat serta pemilih pemula dari dua kecamatan tersebut. o

Perkebunan Tulang Punggung Pembangunan Nasional Andika Lay Borneo Tribune, Pontianak

“Perangkat pejabat pengelolaan keuangan masingmasing SKPD telah ditetap-

tasi di sektor kehutanan. Mencermati kondisi perkembangan pembangunan usaha perkebunan, potret perkebunan sungguh sangat berbeda dengan kondisi sepuluh tahun yang lalu. Awalnya pembangunan perkebunan diharapkan akan menjadi motor penggerak ekonomi di wilayah dan memberikan sejumlah multiplier efek pada perekonomian masyarakat tanpa menghadapi berbagai kendala, namun dalam kenyataannya, usaha sektor perkebunan dihadapkan pada beberapa persoalan yang cu-

kup menyita energi, dan pikiran, diantaranya, munculnya masalah, dan tumpang tindih sengketa lahan. Kata dia, beberapa masalah seperti ketersedian infrastruktur, adanya regulasi pemerintah daerah yang kurang simpel dengan regulasi pemerintah pusat. Regulasi, perubahan, perkembangan tata ruang, wilayah, di beberapa daerah. Beberapa masalah ini telah diselesaikan, dan ada juga yang masih proses dalam penyelesaiannya, dan berkat kerjasama pihak perusahaan dan pemerintah daerah.o

Persoalan sampah bukan hanya sekedar menjadi urusan pemerintah saja tetapi juga seluruh masyarakat. Diperlukan peran aktif masyarakat dalam mengelola sampah. Melalui program yang digulirkan Satuan Kerja Pengembangan Penyehatan Lingkungan Pemukiman (Satker PPLP) Kalbar dengan penyediaan bangunan prasarana dan sarana pengolahan sampah terpadu sistem 3 R (reduce, recycle, reuse) di Kelurahan Siantan Tengah dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Sanimas) berupa WC Umum dan tempat wudhu di Kelurahan Siantan Hulu Kecamatan Pontianak Utara. Gedung 3 R dan Sanimas, Rabu (6/3) diserahkan Walikota Pontianak, H Sutarmidji kepada Ketua Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Cahaya Maju, Azizah dan Ketua KSM Al Ihsan,

Ahmad Aslar dengan penandatanganan berita acara penyerahan di ruang kerja Walikota. Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak mendukung penuh dengan adanya program ini sebagai upaya menjaga kebersihan lingkungan yang melibatkan peran serta masyarakat baik dalam mengelola sampah menjadi sesuatu yang berguna maupun penggunaan sanitasi yang bersih dan sehat. “Saya harap, Kota Pontianak ini di setiap Kelurahan memiliki bank sampah, bahkan untuk satu Kelurahan boleh lebih dari satu bank sampah,” kata H Sutarmidji usai penandatangan Berita Acara Serah Terima Gedung 3 R dan Sanimas. Walikota juga meminta kepada Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Pontianak setiap tahun bisa memfasilitasi masyarakat membuat bank sampah. Tak hanya itu, ia pun berharap Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) ikut berperan dalam mendidik

SERAHKAN Walikota Pontianak H Sutarmidji menyerahkan gedung 3 R dan Sanimas dalam bentuk penandatangan berita acara penyerahan. FOTO Andika Lay/Borneo Tribune.

anak-anak sejak dini untuk bisa memilah sampah. “Meskipun PAUD itu gratis, tapi sebagai gantinya dibayar dengan sampah yang sudah dipilah, misalnya bekas botol minuman mineral dan sebagainya. Itu sebagai sumbangan siswa untuk PAUD,” jelasnya. Inovasi-inovasi seperti itu perlu didukung sebagai upaya menjaga kebersihan lingkungan sekaligus untuk mendidik anak lebih disiplin dalam hal membuang sampah pada tempatnya serta mendaur ulang sampah agar lebih bermanfaat. Terkait Sanimas, yakni sanitasi berbasis masyarakat berupa MCK, septik tank komunal dan lainnya juga menjadi perhatian Pemkot. “Tahun ini saja Pemkot akan membantu memperbaiki sanitasi atau WC masyarakat bagi seribu rumah,” ujarnya. Sementara itu, Satker PPLP, Runtung menyatakan, pihaknya menggulirkan program yang melibatkan pemberdayaan masyarakat. “Di mana masyarakat dilibatkan perencanaan dan pembangunan sehingga kita harapkan dalam pengelolaan itu mereka sudah mampu jalan sendiri,” kata Runtung. Sampah, menurutnya, bukan hanya sekedar barang yang tidak berguna tetapi boleh dikatakan sampah itu ibarat emas karena bisa dimanfaatkan kembali dengan mengelolanya menjadi sesuatu yang berguna. “Misalnya menjadi kompos untuk sampah organik dan daur ulang plastik yang bisa dijadikan berbagai macam barang-barang berguna,” jelasnya. o

CMYK

Perpu Kiblat dan Pedoman Pelaksanaan Tugas


Mempawah-Kubu Raya Borneo Tribune

Kamis, 7 Maret 2013

5

PTUN Sahkan Hasil Test CPNS KKR 2010 Achmad Munandar Borneo Tribune, Kubu Raya Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Pontianak memenangkan gugatan pembatalan hasil tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2010 dan memerintahkan pihakpihak terkait untuk melaksanakan keputusan tersebut. Keputusan sendiri disampaikan pada sidang lanjutan gugatan dengan agenda pembacaan putusan akhir terhadap gugatan pembatalan hasil tes Calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2010, Selasa (5/ 2) kemarin. Sidang yang dipimpin majelis hakim PTUN Pontianak, R Basuki bersama anggota hakim lainnya, Gugum Surya Gumilam dan Hari Sunaryo resmi membatalkan keputus-

an Bupati Kubu Raya, nomor 810/0845/BKD-C tentang persiapan pelaksanaan ujian ulang pengadaan CPNS Kabupaten Kubu Raya 2010. Humas PTUN Pontianak, Hari Sunaryo mengatakan berdasarkan surat keputusan hakim Nomor 18/G/2012/ PTUN-PTK bahwa keputusan Bupati Kubu Raya yang menyatakan hasil tes CPNS 2010 batal, dinyatakan oleh PTUN Pontianak batal. “Dengan keputusan ini, berarti hasil tes CPNS 2010 dianggap berlaku dan sah,” katanya, Selasa (5/2). Berdasarkan keputusan majelis hakim itu, lanjut dia ada tiga perintah yang harus dilakukan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya, yakni membatalkan dan mencabut kembali SK Bupati Kubu Raya tentang pembatalan

hasil tes CPNS 2010, dan menindaklanjuti keputusan hakim sebagaimana mestinya. “Pada dasarnya ada beberapa keputusan hakim lainnya, yakni membatalkan objek sengketa empat surat Menteri PAN dan RB, 8 Agustus 2012 prihal tanggapan alokasi formasi dan lima surat Menpan RB; red) nomor: R/100/Mpan RB/06/2012 , 11 Juni 2012 prihal alokasi formasi penerimaan CPNS 2012,” terangnya. Adapun pertimbangan majelis hakim memenangkan penggugat, dia menjelaskan di dalam pokok perkara bahwa telah terjadi kesalahan dalam prosedur penerimaan CPNS 2010 yang mana Pemkab Kubu Raya tidak berkoordinasi dengan Gubernur Kalbar, dan tidak mela-

kukan kerjasama dengan perguruan tinggi yang berakibat terjadi kesalahan pembuatan tata tertib, dan Lembar Jawaban Kerja (LJK), dimana dari 3952 LJK ditemukan 2996 LJK tidak ditandatangani peserta ujian, sisanya 965 LKJ ditandatangani. Dari 236 yang dinyatakan lulus terdapat 212 LJK tidak ditandatangani hanya 24 yang ditandatangani. Dari 24 terdapat 13 LJK yang ditemukan ada kemiripan tandatangan, dan 54 LJK yang telah ditandatangani sebelum pelaksanaan tes CPNS 2010. Dia menjelaskan, yang menjadi dasar hasil keputusan akhir dengan memenangkan pihak penggugat adalah bahwa kesalahan yang dilakukan pejebat negara pada dasarnya tidak dapat menja-

KSU Karya Bersatu Menjadi Koperasi Percontohan Johan Wahyudi Borneo Tribune, Mempawah Bupati Pontianak, Ria Norsan, Rabu (6/3) kemarin membuka Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi Serba Usaha (KSU) Karya Bersatu di Pondok Gravitasi, Desa Sungai Burung, Kecamatan Segedong dan dihadiri sekitar 600 anggotanya. Pada kesempatan tersebut, Bupati Pontianak, Ria Norsan mengharapkan hendaknya pengurus koperasi menjalankan roda usaha sesuai Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART), membudayakan tertib administrasi dan transparan dalam pengelolaan keuangan serta rutin menyelenggarakan Rapat Anggota Tahunan (RAT). “KSU Karya Bersatu ini, bisa menjadi koperasi percontohan se Kabupaten Pontianak. Karena koperasinya berkembang secara sehat dalam meningkatkan kesejahteraan anggota dan masyarakat. Untuk itu, semangat kebersamaan harus terus dijaga dengan baik,” kata Bupati Pontianak, Ria Norsan, dihadapan para anggota KSU Karya Bersatu Sungai Burung.

RAT KOPERASI Bupati Pontianak, Ria Norsan, menyerahkan doorfrez televisi kepada anggota koperasi KSU Karya Bersatu. FOTO : Johan Wahyudi/Borneo Tribune

Sedangkan Kepala Dinas Perdagangan, Industri, Koperasi, Pertambangan dan Energi (Disperindagkoptamben) Kabupaten Pontianak, Darwin, menjelaskan rapat anggota tahunan koperasi merupakan kekuasaan tertinggi di tata kehidupan koperasi yang berarti berbagai persoalan mengenai suatu koperasi hanya di-

tetapkan dalam rapat anggota tersebut. Kepala KSU Karya Bersatu, Surip mengatakan sejak berdiri tahun 2006, sampai saat ini, jumlah anggota KSU Karya Bersatu sudah mencapai 600 orang lebih. Terdiri beberapa unsur element masyarakat baik perikanan, pertanian, perkebunan, perdagangan, bahkan PNS.

“Alhamdullilah, sejak berdiri tahun 2006, koperasi kami berjalan lancar dan baik. Karena kami terus berupaya meningkatkan perekonomian masyarakat, dari kecil menjadi besar. Segala manajemen koperasi diatur dengan program moderenisasi dengan sistem syariah yang bernafaskan Islam,” katanya. o

Keterbukaan Informasi Publik Hak Masyarakat Johan Wahyudi Borneo Tribune, Mempawah Kebutuhan masyarakat terhadap suatu informasi yang bermanfaat menjadi suatu hak yang harus diwujudkan pemerintah dalam rangka menciptakan tata kelola pemerintahan yang baik atau good governance. DPRD dan Pemkab Pontianak, melalui rapat paripurna yang dipimpin Wakil Ketua DPRD, Rusli Abdullah, dan dihadiri Bupa-

ti Pontianak, Ria Norsan, Selasa (5/3), kemarin, mengesahkan Raperda Keterbukaan Informasi Publik menjadi Raperda, yang merupakan implementasi dari Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik. Pada kesempatan itu, enam fraksi DPRD menyampaikan sejumlah catatan agar pelaksanaan Raperda Keterbukaan Informasi Publik ini bisa memberikan kepastian hukum yang menjamin hak rakyat memperoleh informasi

publik demi terwujudnya penyelenggaraan yang lebih demokratis, transparan, akuntabel dan berkeadilan yang memberi manfaat bagi rakyat Indonesia. “Keterbukaan atas informasi publik memiliki posisi strategis sebagai bagian dari sistem demokratis yang berfungsi untuk merepresentasikan hak asasi warga negara Indonesia, sekaligus bentuk pengawasan dari rakyat terhadap badan-badan publik dalam penyelenggaraan negara,” kata juru bicara Fraksi

Golkar, Hati Nurani dan Amanat Nasional (GOHAN), Romi Zakaria. Sementara itu, Fraksi Rakyat Bersatu melalui juru bicaranya, M Ridhlo’i Ubaidillah, mengatakan, keberadaan Perda Keterbukaan Informasi Publik, bertujuan untuk menjamin hak warga masyarakat untuk mengetahui rencana pembuatan kebijakan publik, program kebijakan publik, dan proses pengambilan keputusan publik, serta alasan pengambilan suatu keputusan publik. o

di tanggungjawab masyarakat. Sehingga yang bertanggungjawab dari kesalahan itu adalah pejabat negara. Dan yang terpenting adalah bahwa jika keputusan hakim dipertentangkan dalam hal mencari keadilan, maka hukum harus dikedepankan untuk mecapai tujuan keadilan. “Kebijakan pejabat Negara yang berakibat hukum tidak dapat dilimpahkan kepada masyarakat,” jelasnya. Meski keputusan akhir telah memenangkan peserta tes CPNS 2010, dia menambahkan tergugat masih diberikan kesempatan untuk berpikir apakah akan naik banding. Jika dalam rentan waktu 14 hari tidak ada kejelasan, maka dianggap menerima keputusan hakim dan wajib menjalankan apa yang men-

jadi keputusan hakim. Sementara itu, Kuasa Hukum Peserta tes CPNS 2010, AS Nazar mengatakan pada dasarnya proses gugatan yang dilakukan pihaknya adalah untuk melakukan koreksi terhadap perbuatan yang dilakukan oleh pejabat tata usaha negara. “Berdasarkan keputusan majelis hakim, yang sifatnya korektif maka kami meminta kepada pihak-pihak terkait untuk menarik menarik kembali surat-surat yang dikeluarkannya berkenaan dengan pelaksanan tes ulang CPNS 2010 yang dilaksanakan pada 2012 lalu,” katanya. Berdasarkan keputusan hakim, lanjut dia sudah jelas tergugat satu diperintahkan untuk menarik kembali keputusan yang dikeluarkan tentang pembatalan hasil tes

CPNS 2010, dan memproses kembali peserta CPNS tersebut. “Sesuai dengan hak kita, dan esensi keputusan ini bahwa keputusan pejabat tidak boleh menimbulkan kerugian dalam hal ini masyarakat. Dan tentunya hak-hak ini yang akan kita perjuangkan,” tegasnya. Sementara salah seorang peserta CPNS 2010, M Holil mengatakan jika Pemkab tidak melakukan upaya hukum selanjutnya, maka dapat melaksanakan keputusan majelis hakim PTUN Pontianak. Karena sudah jelas keputusan akhir membatalkan SK Bupati Kubu Raya tentang pembatalan hasil tes CPNS 2010. “Kami sangat gembira dengan keputusan ini, tapi tentunya kami masih menunggu banding yang menjadi hak tergugat,” tuturnya. o

Kubu Raya Miliki Pusat Penjualan Beras Lokal Achmad Munandar Borneo Tribune, Kubu Raya Pemerintah Kabupaten Kubu Raya membentuk pusat penjualan beras lokal hasil olahan petani setempat untuk memperluas pemasaran beras lokal yang menjadi ikon dari kabupaten termuda di Kalbar ini. “Selama ini untuk proses pemasarannya baru pada tingkat PNS dan pasar swalayan yang ada di Kubu Raya maupun Kota Pontianak, serta beberapa koperasi lainnya. Namun, pada tahun 2013 ini, kita berkomitmen untuk memperluas pemasaran beras lokal Kubu Raya, agar bisa semakin menyerap beras dari petani dan meningkatkan penghasilan mereka,” kata Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan di Sungai Raya, Selasa, (5/3). Menurutnya, dengan dibukanya pusat penjualan beras lokal Kubu Raya yang berlokasi di Jalan Ali Anyang tersebut, menjadi bukti keseriusan Pemerintah Kubu Raya untuk memperluas pemasar-

an beras lokal tersebut. Muda berpendapat, jika hasil pertanian masyarakat bisa terserap oleh pasar, maka akan meningkatkan animo masyarakat, khususnya para petani untuk lebih meningkatkan hasil pertaniannya dan membuka sawah baru. “Dengan demikian, tingginya angka pengangguranpun bisa ditekan karena masyarakat yang tidak memiliki pekerjaan bisa menggarap lahan untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka. Muara akhirnya adalah, dengan semakin meningkatnya produksi beras Kubu Raya, kita yakin bisa berkonstribusi dalam memenuhi kebutuhan pangan Nasional,” tuturnya. Dia menyatakan, keseriusan Pemkab Kubu Raya untuk terus meningkatkan produksi pertanian tersebut menjadi bukti nyata adanya kabupaten baru yang ingin berkontribusi dalam pembangunan Indonesia. “Karena sejak pertama kali dibentuk kita sudah berkomitmen, bahwa Kubu Raya harus bisa memberikan manfaat bagi bangsa ini. Sesuai dengan motto yang sudah kita

gaungkan sejak tahun 2008 lalu, Dari Kubu Raya, Untuk Indonesia,” kata Muda. Ditempat yang sama, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kubu Raya, Suharjo menyatakan, sejak tahun 2009 lalu, hingga saat ini pihaknya terus berupaya untuk memperluas areal pertanian dan membuka lahan baru. “Alhamdulillah, saat ini perkembangannya sudah bisa dilihat, dimana sudah banyak tercetak sawah baru yang digarap oleh masyarakat. Bahkan, yang lebih membanggakan, animo masyarakat yang sangat besar bisa dilihat dari semakin banyaknya produk beras lokal yang dibuat oleh gabungan kelompok tani,” katanya. Suharjo menjelaskan, sampai saat ini, sudah ada empat merk dagang dari beras lokal yang dibuat oleh petani, bahkan sudah ada beberapa gapoktan lainnya yang siap mengeluarkan merk beras lokal sendiri. “Yang jelas, ini akan menjadi suatu terobosan terbaru dari Pemkab Kubu Raya dalam memperluas pemasaran beras lokal. o

Lestarikan Kesenian Pasalan Achmad Munandar Borneo Tribune, Kubu Raya Wakil Bupati Pontianak, Rubijanto mengaku senang kesenian pasalan maulud di Desa Semparong, Parit Raden, Kecamatan Sungai Kunyit masih menjadi kekayaan seni budaya Kabupaten Pontianak yang masih lestari sampai saat ini. “Pasalan maulud merupakan kegiatan positif sebagai sarana mengembangkan adat istiadat dan budaya daerah. Untuk saya, berharap agar kesenian pasalan juga dapat dikenalkan di kalangan remaja. Hal ini selain untuk melestarikan kebudayaan juga bermanfaat bagi

para remaja dalam mengisi waktu luangnya. Apalagi di tengah terjangan pengaruh negatif globalisasi, seperti peredaran narkoba dan pergaulan bebas,” kata Rubijanto. Selain itu, Rubijanto, mengimbau para orang tua untuk melibatkan anakanaknya pada kegiatan-kegiatan kesenian dan budaya seperti pasalan. Serta mengharapkan para orang tua khususnya kaum ibu untuk membawa serta anak-anak mereka pada setiap kegiatan keagamaan. “Oleh karena itu saya selalu mengimbau kegiatan pasalan maulud ini untuk bisa mendorong keterlibatan anak-anak remaja kita. Begitu juga di majelis-majelis

taklim, rata-rata yang hadir sudah berumur semua. Ini sangat disesalkan. Harusnya kita dorong dan ikutkan anak-anak pada kegiatan seperti itu karena akan memberikan bekal akhlak dan sikap mental untuk tidak terpengaruh dengan pergaulanpergaulan yang negatif,” katanya. Sementara itu Ketua Panitia Pasalan Kecamatan Sungai Kunyit, Saniran menjelaskan, kegiatan yang digelar pihaknya merupakan agenda rutin tiga bulanan. Kegiatan pasalan di Desa Semparong sendiri merupakan gelaran yang kesembilan. Karena melalui kegiatan pasalan juga dapat dijalin keakraban antarkelompok pasalan. o


Bengkayang Borneo Tribune

Kamis, 7 Maret 2013

6

Tertibkan Kendaraan Angkutan Overload Rudi Borneo Tribune, Singkawang Kerap kali didapati sejumlah kendaraan angkutan barang, sarat muatan berlebihan yang berkeliaran di pusat kota Singkawang. Kendaraan bermuatan lebih itu, justru membahayakan penguna jalan lainnya namun tak terkendali oleh intansi terkait. Pantauan Borneo Tribune, hampir setiap harinya ditemukan sejumlah kendaraan yang bermuatan lebih berkeliaran hingga ke pusat kota. Padahal, kendaraan bermuatan lebih itu, selain membahayakan pengendara lainnya, juga mengancam keselamatan si pengemudi itu sendiri. “Biasanya, setiap hari ada kendaraan angkutan barang dengan sarat bermuatan lebih mengintari jalan pusat kota ini,” ujar Iswanto, salah seorang pengendara asal Kota Singkawang. Menurutnya, kendaraan angkutan barang bermuatan lebih itu, justru membahayakan keselamatan para penguna jalan. Selain mem-

bahayakan si penguna jalan, juga mengancam keselamatan si pengemudi kendaraan itu sendiri. Untuk itu, dia berharap intansi terkait Pemkot Singkawang, tidak membiarkan kendaraan angkutan barang bermuatan lebih itu bebas mengintari jalan di pusat kota ini. Selain membahayakan, juga tak elok dipandang mata. Tidak hanya itu, sambungnya, kerap kali didapati sejumlah kendaraan angkutan barang bermuatan lebih itu, hingga barang angkutan yang dibawa mengenai kabel listrik yang bergelantungan di pusat kota. Kadis Hubkominfo Kota Singkawang, Libertus mengatakan, terkait sejumlah kendaraan angkutan dengan muatan yang berlebihan (overload), sesungguhnya penegakan peraturan atas masalah itu adalah pihak Kepolisian. Namun, sebagai leading sektor sebagai pelaksana kebijakan dalam bidang keselamatan bertranfortasi, hal itu tetap menjadi perha-

sebuah kendaraan yang membawa muatan berlebihan (overload), insert/ Libertus

tian Dishubkominfo Kota Singkawang, yang didasari dengan Undang-Undang nomor 22 tahun 2009 tentang system LLAJ. Untuk itu, sambung Liber, bagi sopir atau pemilik kendaraan angkutan barang yang bermuatan lebih atau over load, sudah melanggar peraturan atau perudang-undangan, dan kendaraan ang-

kutan barang yang overload itu, harus ditertibkan oleh pihak Kepolisian. “ Untuk penegakan hukum di lapangan, seharusnya kendaraan overload itu ditertibkan oleh pihak berwenang,” ujar Liber. Namun, Liber tetap menghimbau, kepada sejumlah sopir angkutan barang, agar tidak lagi melakukan hal yang serupa. Dimana

mengangkut barang secara berlebihan akan membahayakan penguna jalan lainnya, bahkan membahayakan sopir itu sendiri. “ Dalam waktu dekat ini, saya akan membuat surat secara resmi kepada sopir atau pemilik kendaraan angkutan barang, agar tidak melakukan hal serupa (overload),” pungkas Liber.

Karena, kejadian serupa justru dapat membahayakan, juga mengancam keselamatan pengguna jalan lainnya. Misalnya, Liber mencontohkan, jika sejumlah barang angkutan itu jatuh, hingga menimpa pengguna jalan lainnya, maka kejadian itu akan berakibat fatal. “ Kan bisa berabeh, jika ada angkutan barang itu hingga terjatuh menimpa warga atau pengguna jalan lainnya. Untuk itu, saya tegaskan, agar hal serupa tidak diulangi oleh para sopir kendaraan angkutan barang,” tegas Liber. Terkait dengan truk yang kesehariannya mengangkut material Galian C, tambah Liber, diharapkan jangan sampai meresahkan warga sekitar maupun pengguna jalan. Karena, kata Liber, akibat material Galian C yang berjatuhan hingga mengotori jalan raya, dapat membuat polusi udara terhadap warga sekitar ataupun pengendara, terutama di jalan Permai Kelurahan Roban, Kecamatan Singkawang Tengah

tersebut. “Saya himbau, kepada pemilik/sopir kendaraan angkutan material Galian C, jangan sampai membuat polusi udara dan mengotori jalan raya, sehingga mengakibatkan debu-debu tanah beterbangan dan membahayakan penguna jalan, Untuk itu diharapkan kepada supir mau kiranya menutup material Galian C itu dengan terpal atau plastic,” imbau Liber. Bayangkan, sambung Liber, jika ada penguna jalan saat berada di belakang kendaraan angkutan material Galian C, dan debu-debu tanah itu beterbangan membuat kabut udara, dan bukan tidak mungkin pengendara yang berada di belakang kendaraan itu bisa-bisa celaka. “ Jadi, tolonglah jangan seenaknya berlalulintas, tetapi tidak memperhatikan keselamatan transportasi lainnya. Jangan mengutamakan kepentingan pribadi, dan mengesampingkan kepentingan umum. Karena, hak penguna jalan itu sama dimata hukum,” tegas Liber mengingatkan. o

Solusi Tepat Terobosan Terbaru TCM

ATASI SEGALA MACAM PENYAKIT PRIA Ciri khas kemanjuran & keunggulan Hongkong Medistra TCM sangat jelas dengan resep kuno kekaisaran, resep rahasia turun temurun serta herbal Tiongkok alami, intinya adalah mengobati berbagai penyakit bandel yang susah disembuhkan, khusus menangani berbagai jenis penyakit kronis, begitu diobati langsung dapat dirasakan manfaatnya. Efektif mengobati berbagai penyakit kronis sampai akarnya, tanpa efek samping, setelah diatasi tidak mudah kambuh lagi. Menurut survey terbaru, disfungsi seksual pria termasuk penyakit yang sangat banyak diderita. Terutama persentase penderita impotensi, ejakulasi dini, radang prostat mengalami kenaikan pesat, berdampak jauh lebih parah bagi psikologi dan jiwa, dibanding penyakit pria lainnya, juga merupakan 30% alasan retaknya keharmonisan rumah tangga, menghancurkan kepercayaan diri pria. Penyakit fungsi seksual menimpa pria pada berbagai kalangan usia dan harus diobati sedini mungkin agar tidak memburuk hingga menimbulkan penyakit komplikasi bandel lainnya yang sangat parah dan berbahaya. Hongkong Medistra TCM ada konsultan Sinshe ahli TCM (Traditional

Chinese Medicine) ternama dari Tiongkok yang siap membantu Anda. Melalui pengalaman kerja keras puluhan tahun akhirnya berhasil menemukan terobosan terbaru, khusus mengatasi disfungsi seksual pria, seperti: Impotensi, Ejakulasi Dini, Radang Prostat, Sperma Mati, Tidak ada Sperma, Alat vital tidak normal, Kemandulan, dll. Hasilnya relatif cepat, aman dan tanpa efek samping. Terobosan metode TCM dengan herbal berharga alami yakni “Qiang Yang Bu Shen Liao Fa” ini dipadukan akupuntur elektroterapi sangat terkenal diberbagai Negara, berfungsi memperkuat ginjal & sperma, menyeimbangkan unsur yin & yang didalam tubuh, setelah diatasi bisa menormalkan fungsi seksual, masa berhubungan bisa lebih lama. Rata-rata setelah 2-3 tahap pengobatan, gejala penyakit seperti kencing terasa sakit, sering kencing, tidak tahan kencing, kencing tidak bertenaga, tidak tuntas, bernanah dan lainnya berangsur menghilang secara nyata, sistem reproduksi kembali normal, bisa diatasi hingga ke akar penyakit dan tidak mudah kambuh lagi.

Untuk Konsultan & Pengobatan Hubungi :

HONGKONG MEDISTRA TCM Jl. H. Agus Salim No. 126 Pontianak - Kalimantan Barat Telp. (0561) 733268 HP. 0812 5279 7888

Hari Minggu & Libur Tetap Buka


Kamis, 7 Maret 2013

Kelompok Tani Minta Bantuan Pemda Kabag Perikanan: Ajukan Proposal Permohonan Bantuan Borneo Tribune, Ngabang 20 orang warga Dusun Tubang Raeng desa Tubang Raeng Kecamatan Ngabang, yang sudah membentuk kelompok tani budidayakan iIkan air tawar, membutuhkan bantuam dari Pemda khususnya dari instansi terkait. Demikian dikatakan Nurman,S.Pd Wakil Ketua kelompok tani tersebut, beberapa waktu lalu. Menurutnya, mereka sudah menyiapkan kolam kelompok. “ Sudah dipersiapkan kolam oleh masyarakat sejak lama, hanya keterbatasan kemampuan masyarakat dalam pengadaan bibit ikan tersebut yang juga menjadi masalah, sehingga kelompok ini tidak terlalu konsisten dalam menjalan usaha ini,” tutur Nurman. Nurman menambahkan, padahal kalau dilihat dari potensi alam maupun animo masyarakat di daerah ini cukup besar sehingga sangat disayangkan kalau memang kondisi ini tidak dibina dengan melakukan bimbingan secara teknis kepada kelompok. Kendati menurutnya yang belum terbangun saja berupaya dibangun apalagi yang memang sudah dibentuk. “ Dari beberapa tahun lalu memang kelompok kita sudah ada, hanya masalahnya kita tidak bisa berkembang dengan baik karena terkendata masalah bibit,” tuturnya. Dia berharap bantuan bibit ikan. Selain itu, adanya penyuluh yang dapat memberikan bimbingan teknis kepada kelompok tani sehingga petani akan dapat mengetahui teknis pengelolaan yang baik agar bisa berkelanjutan.Di tempat terpisah, Kabag Perikanan, Dinas Perikanan Landak, Gusti Basrun menyambut baik harapan kelompok tani. Dia mengharapkan kelompok tani segera mengajukan kembali proposal permohonan pengajuan bibit ikan, dan nanti ketika sudah ada permohonan pengajuan bantuan bibit ikan maka dari Dinas mengajukan kembali ke atasan. “Keputusan ada di tangan mereka,” katanya. (Yohanes.J/Free)

Persoalan Sawit di Belimbing Terkait Tapal Batas Borneo Tribune, Ngabang Kasus penggusuran kebun karet ini milik masyarakat yang ada di Desa Belimbing Kecamatan Kuala Behe Kabupaten Landak oleh perusahaan perkebunan kelapa sawit yang ada di daerah ini, akan ditangani pihak Polres Landak. Kasat Reskrim Polres Landak AKP Alber Manurung,S.Ik waktu lalu mengatakan pihaknya baru menerima laporan dari masyarakat. Mereka sudah melakukan pemanggilan saksi-saksi. Permasalah tersebut terkait tapal batas. Permasalahan ini beberapa waktu lalu telah coba diselesaikan oleh Pemda untuk penentuan tapal batas, bahkan sampai dengan pertemuan DPRD, namun usaha itu tidak berhasil. “ Makanya hari ini kita akan turun ke TPK untuk melakukan olah TKP, serta saksi dua orang sudah kita periksa untuk dimintai keterangan,” ungkap Albert Manurung. Diharapkan Kasat Reskrim, melalui proses ini semua hal tersebut akan dapat teratasi dengan baik. “Yang perlu kita garis bawahi, kalau untuk masalah tapal batas, bukan wewenang kami, itu ranahnya Pemda. Oleh sebab itu Pemda harus selesaikan,”tegasnya. (Yohanes.J)

HO TEL HOTEL

Landak-Sanggau Borneo T Tribune

7

Polres Landak Tangkap Bandar Narkoba Borneo Tribune,Ngabang Polres Landak, Selasa (5/ 3) siang kemarin berhasil menangkap bandar narkoba jenis sabu-sabu dan pil ekstasi. Kapolres Landak AKBP Hotma Viktor Sihombing membenarkan adanya penagkapan dua orang penjual narkoba. Ditemui di ruang kerjanya, kepada Borneo Tribune ia memaparkan penangkapan pengedar narkoba ini sudah menjadi incaran Polres Landak sejak lama. Penangkapan kedua pengedar narkoba ini terjadi secara terpisah pada awalnya diduga pengedar narkoba berinisial Sf (37) warga Ngabang berhasil ditangkap di depan SMPN 1 Ngabang tepat di sebelah lapangan Bardan, sekitar pukul 13.30 Wib tanpa adanya perlawanan. “Pelaku saat ditangkap saat berada di jalan depan SMPN 1 Ngabang. Pelaku sempat membuang barang bukti yang dibawanya berupa 1 paket kecil sabu-sabu. Namun dengan sigap petugas kita berhasil menangkap pelaku dan mengamankan Barang Bukti. Dari penangkapan Sf ini kami kembang-

Barang Bukti (BB) Narkoba hasil tangkapan Polres Landak. Foto- Slamet A

Pelaku GM (berambut gondrong) saat diperiksa petugas beserta barang bukti, foto-Slamet A

kan dan berhasil menangkap GM (33) juga merupakan warga Ngabang. GM ditangkap di tempat kontraknya di daerah Desa Raja,” ungkap Hotma VS. Sedangkan barang bukti yang berhasil diamankan yaitu uang sebanyak Rp 5.726.000, narkoba jenis sabu-sabu dan pil ekstasi, bong. pipet, HP berbagai merek, lettop da empat buah motor. “ Setelah digeledah selain uang di jok motor GM yang berada di dalam rumah

ngan pengedaran barang haram tersebut. Ditanya apakah Sf dan GM ini dapat dianggap sebagai pemakai atau pengedar, Hotma VS menjelaskan, “untuk penentuan saat ini kita belum bisa menentukan, kita akan lihat dari hasil pemeriksaan. Namun sudah jelas akan kita jerat dengan Undang-undang narkotika nomor 35 tahun 2009 dan bila nantinya mereka kena pada pasal 112 minimal 4 tahun dan bila nanti dikena-

kontrakan terdapat empat paket kecil sabu-sabu, 2 butir ekstasi dan 1 butir ekstasi yang telah dihancurkan. Di tempat lain masih di dalam rumah kontrakan GM, Polisi juga berhasil menemukan 10 butir pil ekstasi yang telah dimasukan ke dalam 9 paket dan 1 paket besar sabu-sabu. Turut juga disita 2 buah timbangan digital, 4 buah bong, 2 bungkus pipet, 7 buah HP, 1 buah laptop serta 4 buah sepeda motor yang diduga masih berkaitan de-

kan pasal 114 maka akan dipenjara selama 5 tahun,”ujarnya. Saat ini kedua pelaku beserta barang sitaan diamankan di Polres Landak. Kapolres mengatakan dari keduanya Polisi akan terus melakukan penyelidikan dan pengembangan penangkapan tersebut. “Untuk memastikan hasil sitaan yang diduga sabu-sabu dan pil ekstasi akan kita kirim ke laboratorium,”tandas Hotma VS. (Kiriman Slamet Ardiansyah)

Polres Landak Tangkap Pelaku Curanmor Borneo Tribune, Ngabang Satuan Reskri Polres Landak berhasil menangkap Tersangka (Tsk) pelaku pencurian kendaraan bermotor (Curanmor), Jumat (1/3) lalu. Saat dikonfirmasikan di ruang kerjanya, Rabu (6/3) Kapolres Landak melalui Kasat Reskrim AKP Alber Sihombing menjelaskan, ketiga Tsk Curanmor yang dibekuk Satuan Reskrim Polres Landak berinisial Dk alias Dd (25) warga Desa Belitang Satu Kecamatan Belitang Kabupaten Sekadau, Ps alias Lk (25) warga Bangsal Behe Kecamatan Ngabang Kabupaten Landak dan Is (24) warga Kampung Limau Kecamatan Jelimpo Kabupaten Landak. Saat ini ketiga Tsk tersebut diamankan di Mapolres Landak untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Menurut Kasat Reskrim Landak penangkapan ke tiga Tsk Curanmor ini berawal

dari laporan korban atas nama Martinus pada tanggal 22 Oktober 2012. Korban melaporkan sepeda motornya hilang di penginapan Ceria 2, Ngabang. ”Dari laporan korban kita langsung mengadakan penyelidikan dan berhasil menangkap Tsk di tempat dan waktu berbeda. Is kita tangkap pada tanggal 26 Februari 2013 di kediamannya di kampung Limau Kecamatan Jelimpo Kabupaten Landak. Sehari setelah itu Ps alias Lk. tertangkap di kediamannya di Desa Bangsal Behe Kecamatan Ngabang Kabupaten Landak. Sedangkan Dk alias Dd dijemput di Polres Sekadau,”ujar Alber Manurung. Adapun modus operandi ketiga Tsk kata Kasat lagi, para pelaku awalnya menginap di Hotel Ceria 2 kamar atas, setelah pukul 04.00 Wib subuh pelaku turun ke parkir dan melihat sepeda motor

Ketiga Pelaku Curanmor yang berhasil ditangkap Reskrim Polres Landak, foto-Slamet A yang sedang parkir. Melihat suasana sepi pelaku mencongkel sebuah sepeda motor merk Yamaha Type RXKing 135 warna kuning No.Pol KB 2031 LL dengan mengunakan kunci T. Setelah berhasil pelaku kemudian mendorong keluar sepeda mo-

tor dari penginapan. Sedangkan teman yang lain memantau situasi sekitar. “Barang bukti (BB) sempat dibawa ke daerah Darit dan sempat masuk bengkel. Namun ketahuan oleh keluarga korban dan hal tersebut langsung dilaporkan kepada Polisi setempat. Oleh Polres Landak saat ini BB berupa sepeda motor dan kunci T telah kita amankan,” kata Alber M lagi. Sementara itu salah satu pelaku Dk alias Dd saat dite-

KEHILANGAN STNK KB 4729 LG NR: MKZB1A1H2AJ001759 NM: 0H2HA1035091 A/N HADRIANUS SARTONO Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi. NGL

KEHILANGAN STNK KB 4126 LJ NR: MH344D002BK238528 NM: 44D-238460 A/N TJONG SUI PIN Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi. NGL

KEHILANGAN STNK KB 9124 AD NR: MHFE114-055870 NM: 4D31C-096739 A/N DEDI Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi. NGL

KEHILANGAN STNK KB 5336 LG NR: MH1JBB214AK011759 NM: JBB2E-1012460 A/N KANTAN Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi. NGL

KEHILANGAN STNK KB 4277 LF NR: MH8BG41CAJJ-346350 NM: G420-ID-406569 A/N AGUS SUDIONO Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi. NGL

mui mengatakan, kedatangannya di kota Ngabang sebenarnya bukan untuk mencuri sepeda motor. “Saya tidak tahu sama sekali pencurian itu. Kedatangan saya di Ngabang ini mau menagih Is uang yang saya berikan kepadanya untuk beli motor. Memang saya mau beli motor bodong dari Is. Sama Is saya diajak beli kunci T dan saya tidak tahu untuk apa. Dan saya tidak tahu pernah berurusan dengan Polisi seperti kasus ini,”ujar Dk lesu. Pada saat bersamaan, Is mengaku semua rencana Curanmor ini merupakan idenya. “Curanmor ini memang saya otaknya dan saya bermaksud untuk membayar hutang saya dengan Dk. Dengan janji uang Rp 3 juta yang Dk berikan ke saya akan saya carikan sebuah motor,” ungkap Is. (Kiriman Slamet Ardiansyah)

KEHILANGAN BPKB KB 4159 LH NR: MH350C001BK032990 NM: 50C-032754 A/N EFENDY MARPAUNG Dengan ini BPKB dinyatakan tidak berlaku lagi. NGL

KEHILANGAN STNK KB 5154 LK NR: MKZB3A1H2CJ010188 NM: 0H2LB1049915 A/N SUTONO Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi. NGL

KEHILANGAN STNK KB 4109 LE NR: MH33C0029J396721 NM: 30C-396742 A/N SRI JOKO Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi. NGL

KEHILANGAN STNK KB 3341 LI NR: MH1JBB21XBK132863 NM: JBB2E-1132673 A/N YORDANUS DUDUNG Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi. NGL

KEHILANGAN STNK B 1501 SQN NR: MHML0WY399K004130 NM: 4D56CE00905 A/N BPN RI PUSAT Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi. NGL

KEHILANGAN STNK KB 4434 LI NR: MH1JBE118BK128992 NM: JBE1E-1131224 A/N HERI KUSNADI Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi. NGL


Sekadau Borneo Tribune

Kamis, 7 Maret 2013

8

BBI Kemawan Sentra Bibit Ikan Sekadau Bagus Kosminto Borneo Tribune, Sekadau Balai Benih Ikan Kemawan berdiri sejak tahun 2006 kini menjadi sentra bibit ikan di Bumi Lawang Kuari. Kolam-kolam yang berada di lahan seluas sekitar 5 hektare itu telah dimanfaatkan untuk mengembang biakan bibit ikan air tawar.

Di sana sedikitnya terdapat 32 kolam dengan sumber air dari perbukitan di sekitar balai benih. Selain didukung oleh 11 petugas, BBI itu, juga telah memiliki gudang pakan, gedung kawin atau pachri, serta bengkel ikan. Ada tiga jenis komoditas ikan yang hidup di sana yakni ikan lele, nila dan mas sebagai komoditas utama BBI Kemawan. “Proses rutin mencakup

perawan, seleksi, pengawinan, penetasan induk. Selanjutnya sortir benih, pemeliharaan, dan terakhir panen,” jelas Iwan Supardi, koordinator BBI Kemawan, Minggu (3/3). Tujuan utama BBI membantu penyediaan bibit ikan kepada masyarakat yang berminat budi daya keramba maupun kolam. Warga juga dapat berkonsultasi tentang budi daya ikan yang

benar dan tepat kepada para petugas balai benih. Sejak tahun lalu, BBI Kemawan sudah mengantongi sertifikasi ikan mas majalengka. Artinya, bibit ikan mas di BBI tersebut dijamin berkualitas standar. Bahkan pada tahun 2013 ini, bertekad untuk mendapatkan sertifikasi ikan nila. Sebelumnya, dua petugas balai benih ikan kemawan

Petani Landau Kodah Panen Perdana Bagus Kosminto Borneo Tribune, Sekadau

juga telah mengantongi sertifikasi manajemen pengendali mutu perbenihan. Setiap tahun, balai benih juga menabur ribuan benih ikan ke sungai-sungai di Sekadau untuk berkembang biak secara alamiah serta mendidik masyarakat agar menghindari sistem tuba atau racun. “Istilahnya restoking untuk ikan liar,” ungkapnya. Iwan memastikan setiap

tahun, produksi benih meningkat signifikan. Permintaan masyarakat terhadap benih ikan secara alamiah turut meningkat. Pada akhirnya, penduduk semakin banyak mengkonsumsi protein ikan cukup mendukung kesehatan terlebih menjadi pangan keluarga dan meningkatkan kecerdasan regenerasi muda. “Secara rutin mengkonsumsi ikan tentu akan

baik bagi anak dan keluarga, semoga saja generaasi semakin cerdas,” katanya. Kepala Dinas Pertanian Perikanan dan Peternakan Sekadau Adrianto menjelaskan selain BBI Kemawan, Sekadau juga telah memiliki satu lagi BBI di Kecamatan Nanga Mahap. Balai benih ikan dikhususkan untuk ikan lokal mencakup tengadak, jelawat, gurame, dan baong. o

Di Pusaran Perang yang Terabaikan Enzo Mangini

Petani di Dusun Landau Kodah menggelar panen raya, Sabtu (2/3) kemarin. Setelah tiga bulan berjerih lelah menanam benih padi chierang di lahan seluas 1 hektar itu, kini mereka sedang lakukan masa panen. Satu hektare sawah itu mampu menghasilkan padi sebanyak lima ton padi. Masa tanam kali ini terhitung berhasil karena didukung cuaca dan kemampuan petani merawat tanaman tersebut. “Kita turut senang begitu saat padi sudah panen,” ungkap Yahyem, seorang petani. Seluruh petani, menurutnya, puas terhadap hasil penen tersebut. Selain untuk konsumsi sendiri gabah juga sebagian dijual kepada pengumpul. Yahyem menyatakan hasil panen cukup menghidupi keluarga. Untuk tambahan diperoleh dari berkebun dan beternak. Sebagai salah satu daerah sentra padi di Sekadau, petani di Dusun Landau Kodah turut mendapat bantuan Handtraktor dari Pemerintah Daerah Kabupaten Se-

FOTO: Internet kadau, lewat Dinas Pertanian Perikanan dan Peternakan untuk mengolah sawah. Satu tahun, petani berupaya mampu tiga kali tanam dan tiga kali panen padi, minimal dua kali tanam dan dua kali panen.“Kuncinya, cuaca bersahabat dan curah hujan normal. Bersyukur semuanya lancar,” tutur Yahyem. Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Perikanan,

INFO BANK BNI 46 Pontianak, Jl. Tanjung Pura No. 1 Telp. (0561) 736211, 732016, 732630, 732026 (0561) 736392 Capem Univ. Tanjungpura. Jl. Daya Nasional Telp. (0561) 736046 (0561) 764012 Capem Pasar Siantan, Jl. Khatulistiwa No. 81-83 Siantan Telp. (0561) 881419 (0561) 883263

BCA KCU PONTIANAK, Jln. A. Yani No. 1 Ptk, 0561-736305 (hunting) KCP Imam Bonjol, Jln. Imam Bonjol No. 457 Ptk, 0561-737984, 734524 KCP Rahadi Usman, Jln. Rahadi Usman No. 4 Ptk, 0561-733482, 740814-15 KCP Sei Pinyuh, Jln. Raya Terminal 05-06, Sei Pinyuh KCP Sultan Muhammad, Jln. Sultan Muhammad 136, Ptk, 0561-738051

BANK KALBAR CABANG UTAMA PONTIANAK Jl. Rahadi Osman No. 10 Pontianak 78117, Telp. (0561) 732148, 736723 Fax. (0561) 745149, Telex. 29174, 29129 CABANG SYARIAH Jl. A. Yani Pontianak, Komp. Perkantoran & Town House No. 5-6 (depan A. Yani Mega Mall) Telp. (0561) 733033, 7061800, Fax. (0561) 732599

BANK BRI Kantor Cabang Barito, Jalan Barito, Telp. (0561) 734009, Fax. (0561) 733019 Komplek Pertokoan Pasar Flamboyan Jalan Gajah Mada Blok C. 14 Ptk

BANK DANAMON Jl. Tanjung Pura No. 102, Ptk Telp. (0561) 737107 (H), 730898, Fax : (0561) 736264, 765595 Jl. St. Muhammad No. 173, Ptk Telp. (0561) 731156, Fax : (0561) 734462 Jl. KH. Wahid Hasyim No.24-26, Telp.: 0561-768599/765411, Fax : 0561-768599/765411

BANK MANDIRI SYARIAH PONTIANAK, Jl. Diponegoro No. 95, Telp. (0561) 745004, Fax. Ketapang, Jl. MT. Haryono No. 111-112 Ketapang, Telp. (0534) 34600 Fax. (0534) 34395 Kantor Kas Politeknik, Kampus Politeknik Negeri Jl. A. Yani No. 52, Telp. (0561) 583850 Kantor Layanan Syariah Bank Mandiri Pontianak-Sidas, Jl. Sidas No. 2, Pontianak, Telp. : (0561)7069797, Fax. : (0561) 763082

BANK BUKOPIN Cabang Jl. Ir. H. Juanda No. 55-56 Pontianak 78117 (0561) 745025 (Hunting) (0561) 734253 Cabang Pontianak Kal-Bar, Jl. Adi Sucipto Km. 7,5 (Gedung Kopkar Mekar PLN Wil Kal - Bar) Kabupaten Pontianak, Telp. 0561 722598, 0561 - 723158, Kantor Kas Adisucipto Jl. Sultan Muhammad No. 48, Pontianak 78117 , (0561) 730001/ 730077, (0561) 730132, Capem Sultan Muhammad

BANK BTN CABANG PONTIANAK, Jl. Imam Bonjol No. 29 Pontianak 78123, Pontianak, Telepon: (0561) 740163 Fax: (0561) 740168 CABANG PEMBANTU JERUJU, Jl. Kom. Yos Sudarso No. 10, Jeruju Pontianak 78122, Telepon: (0561) 770567 Fax: (0561) 770567 KAS LAYANAN POS ONLINE PONTIANAK, Jl. St. A. Rahman No.49, 78116, Pontianak, Telepon: 0561-730641, 0561-730642, 0561730644 Fax: 0561-762146

BANK PERMATA Juanda KC, Jl. IR. H. Juanda No. 49-50 BB, Pontianak (781177), 0561-738323, 0561 -736411 Gajah Mada KCP, Jl. Gajah Mada no 69 C, Pontianak (78121), 0561747371, Tanjung Pura KCP, Jl. Tanjung Pura No. 370, Pontianak (78122), 0561764926

BANK BII KC Pontianak Jl. Tanjungpura No.20 (Pontianak) Telp. (0561) 39220

BANK MANDIRI

BANK BHI

Jl. I Gusti Ngurah Rai No. 2 , Humaera B (0561) 734247, 734147 Jl. Achmad Yani No. 3 - 3 A, (0561) 765010, 767993 Jl. Tanjungpura No. 110, (0561) 734464, 734752 Jl. Sidas No. 2 (0561) 734670, 747495, 733672

BANK MEGA

Cabang PONTIANAK, Jl. Imam Bonjol No.567 , Telp. (0561)-762838; Fax. (0561) -76290

KC PONTIANAK, Jl. H. Agus Salim No. 10 - 12, Telp. (0561) 739822, (0561) 749078

dan Peternakan Sekadau Adrianto Gondokusumo memastikan Sekadau dapat mencapai swasembada beras pada tahun 2014. Berbagai upaya dan terobosan dilakukan untuk menggapai target itu, di antaranya perluasan lahan, penambahan fasilitas peralatan pendukung, dan peningkatan infrastruktur pertanian kepada petani. Belum meningkatnya hasil produksi padi karena disebabkan keterlambatan

bibit padi ke petani, kata Adrianto, pihak Pemerintah Daerah mengkaji dan mengambil kebijakan untuk membuat pembibitan padi di Sekadau. Hasilnya, Sekadau kini telah mengembangkan bibit padi lokal yang berpusat di Desa Timpuk. “Kita optimis swasembada bisa tercapai, untuk itu, sangat dianjurkan petani tanam dan panen dua kali dalam se tahun di lahan yang sama, maupun lahan baru,” paparnya. o

Konversi lahan Perkebunan dan Pangan Bagus Kosminto Borneo Tribune, Sekadau Lahan pangan mestinya perlu dioptimalkan pemanfaatannya oleh masyarakat. Pasalnya, jika ekspansi perluasan perkebunan sawit tidak diimbangi dengan perluasan lahan pertanian dapat berpotensi krisis pangan ke depan. Saat menggelar seminar Publik Konversi lahan Perkebunan dan Pangan, fasilitator Nasional Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS) Arifin mengingatkan kepada petani sawit supaya tetap mempertahankan lahan pertanian berupa padi, jagung, umbi-umbian, dan komoditas lain selain sawit. “Tanah milik masyarakat sedapatnya dipertahankan serta dimanfaatkan untuk dikelola menjadi produktif untuk tanaman pangan. Tujuaannya tidak lain untuk kesejahteraan keluarga dalam persediaan pangan yang mandiri,” katanya, Selasa (5/3). Berdasarkan data yang dimilikinya, 300.000 hektare dari 500.000 hektare luas wilayah Kabupaten Sekadau telah mendapat izin perkebunan sawit. Karena itu, Arifin berpendapat agar konversi lahan perkebunan dan pertanian kini menjadi isu penting dan mesti digalakan oleh masyarakat petani. “Langkah tersebut untuk menjaga keseimbangan bila harga komoditas kelapa sawit turun drastis. Artinya petani jangan dengan mu-

dah menjual lahan kebun kepada perusahaan skala besar,” harapnya. Sementara itu, anggota DPRD Kabupaten Sekadau Nobertus mengatakan kondisi ideal bagi masyarakat agraris adalah memiliki kebun sawit, kebun karet serta lahan padi. Kendati begitu, Petani juga diharapkan memikirkan pemanfaatan lahan pertanian agar bisa menyiapkan stok pangan mandiri. “Meski sulit mencapai kondisi ideal namun harus diperjuangkan dan diterapkan. Jangan bergantung hanya pada satu komoditas pertanian yang harganya banyak dipengaruhi oleh hukum pasar,” katanya. Dewan kata dia, mendukung pembahasan rancangan Peraturan Daerah tentang kedaulatan pangan. Kepala Dinas Pertanian Perikanan dan Peternakan Kabupaten Sekadau Adrianto Gondokusmo memastikan Sekadau masih jauh dari ancaman krisis pangan. “Karena ditempat kita masih banyak sekali lahan yang belum dimanfaatkan oleh petani untuk tanaman pangan, potensinya juga banyak, tinggal dikelola lebih giat,” harapnya. Saat ini Pemerintah Sekadau kian giat memperhatikan soal pangan, dan senantiasa menambah luas areal lahn pertanian serta melengkapi petani dengan peralatan kepada petani. “Ini maksudnya agar terus meningkatkan hasil produksi pangan,” tandasnya. o

STEPANAKERT (IPS) – SEBUAH mobil 4x4 peninggalan Soviet menggerung di jalanan berlumpur menuju garis depan. Ini hari berkabut yang lain di dataran timur dari perbatasan wilayah kecil tapi otonom, Nagorno-Karabakh, yang terjepit di antara Armenia dan Azerbaijan. Ibukotanya, Stepanakert (berpenduduk 50.000 jiwa), berada 30 kilometer sebelah barat. Baku, ibukota Azerbaijan, 400 km sebelah timur dan Yerevan, ibukota Armenia, 350 km sebelah barat. Wilayah ini dihuni warga Armenia. Kota Agdam di sana penuh puing. Pernah menjadi tempat bagi 30.000 jiwa, kota itu tercabik konflik antara Armenia dan Azerbaijan pada masa Uni Soviet. Pada 1936, diktator Joseph Stalin menyerahkan wilayah itu pada republik Azerbaijan yang saat itu bagian dari Uni Soviet. Sesudah pecah, rakyat di sana menuntut otonomi lebih luas dari Azerbaijan. Saat itu, rakyat Armenia berjumlah 75 persen dari 190.000 penduduk yang bermukim di wilayah seluas 11.500 kilometer persegi itu, menjorok ke dalam area Kaukasus, 2.400 km sebelah selatan Moskow. Rakyat di sana menuduh Baku terseret apa yang disebut “Azerbaijanisasi”, dan ingin bergabung dengan Armenia yang baru saja merdeka. Ketika mereka akhirnya memproklamasikan kemerdekaan Republik Nagorno-Kharabakh (NKR), Azerbaijan mengirimkan tank-tank tempur. Antara 1992 dan 1993, 70 persen dari wilayah NKR ditaklukkan pasukan Azerbaijan. Armenia melakukan serangan balik, merebut kembali hampir semua tanah yang hilang, mendesak dan memotong zona penyangga di wilayah Azerbaijan sejauh beberapa kilometer. Azerbaijan tetap mengendalikan sebuah provinsi bagian utara yang kecil. Perang itu menewaskan 30.000 jiwa dan menyebabkan sejuta orang mengungsi, nyaris seimbang di antara kedua kubu. Perang secara resmi tak pernah berakhir dan tentara masih bercokol di sana, di garis gencatan senjata pada 1994. “Maaf, tak boleh memotret,” ujar seorang letnan dari Angkatan Bersenjata NKR kepada kami dalam perjalanan menuju garis gencatan senjata. Dia memberi hormat kepada komandannya, Letnan Colonel Arzvik, pria tangguh berumur 45 tahun bermata hijau, dua gigi emas, dan senapan berburu. “Anda beruntung. Dengan hari berkabut begini, takkan ada penembak jitu,” ujar Arzvik. “Kemarin prajurit kami ditembak dua kali tapi musuh kami menghilangkan jejak. Tak ada penembak jitu hari ini, tapi kepala Anda tetaplah merunduk.” Dia menunjuk arah jalan di depan. “Jalan ini menuju Baku. Tapi kami tinggal di sini seperti yang sudah kami jalani selama 19 tahun terakhir, sejak gencatan senjata. Kami tak tertarik merebut tanah Azerbaijan. Kami tetap menjaga posisi kami selama diperlukan dan tak melanggarnya sehari pun.” Parit-parit mengingatkan suasana Perang Dunia I: dinding-dinding lumpur dilapisi gumpalan semen, dan pos beton kecil tempat para serdadu tidur sesudah tugas jaga malam. Senapan AK-47 dan senjata lain bersandar di satu sudut, di sisi sebuah kompor dengan ketel. Kabel dengan kaleng kosong terikat di sekitar mereka sepanjang garis pertahanan luar. “Bila mereka datang, kami mendengarnya,” ujar Arzvik. “Kami punya perangkat lebih modern, tapi yang ini sudah sangat efektif.” “Wajib militer mengharuskan dua tahun tugas ketentaraan,” kata Arzvik. “Tapi kalau kami diserang, setiap orang di NKR akan angkat senjata. Sama seperti yang kami lakukan pada 1991.” Para prajurit, hampir tak sepenuhnya menanggalkan raut remaja mereka, tampak efisien: membersihkan senjata, menyiapkan amunisi, dengan seragam musim dingin yang hangat dan sepatu boot baru. Tampak jelas mereka seharusnya pergi mencari kerja atau sekolah. Merekalah generasi pertama dari sebuah republik berpenduduk 150.000 jiwa, dengan parlemen, presiden, visa, dan kementerian sendiri –yang belum satu negara pun mengakui. Ekonomi bergantung pada uang rakyat Armenia yang berdiaspora, tanpa investasi atau bantuan asing. Satu-satunya jalur keluar-masuk adalah melewati jalan pegunungan yang melintasi Armenia sepanjang Tamerlan Pass, setinggi 2.500 meter. Pemeirntah setempat ingin membuka kembali satu-satunya bandara udara di pinggiran Stepanakert, yang ditutup sejak 1992. Namun Azerbaijan mengancam akan menembak jatuh setiap pesawat yang mendarat di NKR. Banyak buruh pindah ke Armenia untuk mendapatkan penghasilan lebih baik. Rerata upah bulanan setempat sekira 200 dolar (Rp 1,8 juta). Lembaga swadya masyarakat (LSM) internasional absen, dengan pengecualian The Halo Trust, LSM dari Inggris yang fokus pada isu ranjau. Sejak perang berakhir pada 1994, lebih dari 350 orang tewas atau cidera oleh ranjau atau bom curah. The Halo Trust menaksir butuh waktu lima tahun untuk membersihkan ranjau. Dalam dua tahun terakhir, staf lokalnya dikurangi hingga setengah, dari 280 menjadi 140 orang. Upaya perdamaian oleh Minsk Group, sebuah gugus tugas diplomatik yang dibentuk pada 1992 oleh Organisasi untuk Keamanan dan Kerjasama di Eropa (OSCE) dan diketuai Amerika Seirkat, Prancis, dan Rusia, berhenti pada 2011. Presiden Rusia saat itu dan kini Perdana Menteri Dimitri Medvedev memperantarai pertemuan antara Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev dan Presiden Armenia Serzh Sargsyan di Kazan, Rusia. Namun pertemuan tingkat tinggi itu gagal dan mendorong kekusutan lebih lanjut. Terdampar dalam ketidakmenentuan politik, rakyat NKR membangun kembali ibukota Stepanakert dan desa-desa mereka di pegunungan, tempat luka perang masih terasa. Dalam konfrontasi antara dua tetangga yang saling bertempur, mereka sama sekali tak mendapat keuntungan, baik dari transformasi cepat ekonomi Armenia yang berorientasi Uni Eropa maupun manfaat kekayaan minyak Azerbaijan. Konflik itu tidak mendapat perhatian dunia. Ketika dimulai pada akhir 1980-an, konflik itu digunakan dan diawasi sebagai peledak bagi keruntuhan Soviet. Kongres AS pada 1989 dan Parlemen Uni Eropa pada 1993 menyetujui resolusi yang mendukung hak rakyat Nagorno-Karabakh untuk menentukan nasib sendiri. Sesudah Uni Soviet ambruk, hanya sedikit yang memberi perhatian terhadap mereka. Saat ini bisa jadi tahun penting. Pada 18 Februari, rakyat Armenia memilih kembali Serzh Sargsyan sebagai presiden dari republik berpenduduk 3,5 juta itu, sekalipun ada keraguan hasil pemilu tersebut telah melalui proses yang bersih. Dia ingin menyelesaikan masalah tersebut dengan langkah-langkah membangun kepercayaan diri yang “kreatif”. Di sisi lain, Baku menggunakan kekayaan minyaknya untuk mendapatkan dukungan internasional atas klaim-klaimnya. Presiden Aliyev, menjelang pemilu pada Oktober tahun ini, bisa tergoda oleh kebanggaan nasionalnya untuk mengikat lebih banyak dukungan dari 10 juta warga yang kian kecewa. Ini bisa diwujudkan ke dalam sikap lebih ofensif di kubu Azerbaijan di garis depan yang dijaga Letnan Arzvik dan serdadu mudanya.*

Translated by Fahri Salam Edited by Budi Setiyono Naskah ini dipublikasikan atas kerjasama Yayasan Pantau dan IPS Asia-Pasifik


Kamis, 7 Maret 2013

Sintang-Melawi

Borneo T Tribune

9

Warga Nanga Man Kembali Gelap Gulita

Listrik Swadaya Tak Mampu Beroperasi Eko Susilo Borneo Tribune, Nanga Pinoh MERASAKAN listrik memang sudah menjadi dambaan setiap orang, termasuk masyarakat di Desa Nanga Man, Kecamatan Pinoh Utara ini. Sebenarnya masyarakat setempat sudah berupaya membangun listrik swadaya yang dipergunakan untuk mengalirkan listrik ke desa mereka. Namun karena tingginya biaya operasional, teruta-

ma dari sisi bahan bakar membuat kini listrik swadaya tersebut tak mampu lagi beroperasi. Kepala Desa Nanga Man, Saparudin, mengatakan hingga kini warga Desa Nanga Man terus berharap di desa mereka kembali terang benderang. Seperti yang pernah dirasakan oleh warga saat masih beroperasinya lisdes di desa tersebut. “Listrik desa (lisdes) yang kita bangun secara swadaya pernah menyala. Namun sayangnya karena

terkendala warga tidak mampu membiayai BBMnya sehingga sudah satu tahun lebih lisdes tersebut tidak difungsikan. Akibatnya Desa Nanga Man kembali gelap gulita,” ungkap Kepala Desa Nanga Man, Saparudin, Rabu (6/3). Menurutnya, lisdes di Nanga Man sempat dinikmati oleh warga selama beberapa bulan, sejak diresmikan pada akhir tahun 2011 lalu. Bahkan sudah ada sekitar 350 Kepala Keluarga (KK)

yang sudah mendapatkan sambungan listrik ke rumah mereka. “Beberapa bulan setelah diresmikan oleh Bupati Melawi, lisdes yang ada di tempat kami masih menyala. Karena harga BBM saat itu masih terjangkau oleh warga. Tapi setelah harga solar naik, warga tidak mampu lagi membelinya. Karena untuk menghidupkan mesin dari sore hingga pagi membutuhkan 100 liter solar,” terangnya. Saparudin menambah-

kan, karena masyarakat sudah tidak mampu menyediakan BBM untuk lisdes sehingga menyebabkan tidak menyalanya listrik sampai satu tahun lebih. Oleh karena itu masyarakat mengharapkan supaya dibangun jaringan listrik yang menghubungkan antara jaringan PLN dengan jaringan lisdes yang ada di Desa Nanga Man. “Usulan atau proposal pengajuan pembangunan jaringan listrik tersebut sudah beberapa kali disampaikan, baik kepada pemerintah maupun kepada pihak PLN.

Bahkan hingga ke PLN Cabang Sanggau,” ucapnya. Dikatakannya, untuk menghidupkan listrik di Nanga Man, pemerintah atau PLN hanya perlu membangun jaringan untuk menyambungkan antara jaringan PLN di wilayah Kecamatan Nanga Pinoh dengan jaringan lisdes yang sudah ada di Nanga Man. “Karena kalau untuk instalatir rumah, sudah dipasang bahkan sudah sesuai dengan standar PLN, termasuk tiang dan jaringan di desa semuanya juga sudah sesuai dengan

standar PLN,” tambahnya. Saparudin berharap kepada PLN supaya memperhatikan apa yang menjadi harapan oleh warga yang ada di Desa Man. Tak hanya itu, yang terpenting adalah Pemerintah Kabupaten Sekadau yang harus memperhatikan apa yang menjadi keinginan masyarakat setempat. “Karena 350 KK dari tiga dusun yang rumahnya sudah ada instalasi listriknya sangat berharap bisa dinyalakan. Dengan mendapatkan arus listrik dari PLN Nanga Pinoh,” ujarnya. †

Parpol Sibuk Jaring Caleg Potensial PASCA ditetapkannya 10 partai politik (parpol) yang akan berlaga pada pemilihan umum (Pemilu) 2014, oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Beberapa parpol sudah mulai melakukan berbagai persiapan. Mulai dari penjaringan calon legislatif (caleg) yang potensial serta persiapan lainnya. Seperti yang dilakukan oleh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Sintang. Muhammad Rizka Wahab selaku ketua DPC PKB Kabupaten Sintang mengatakan, lolosnya uji verifikasi administrasi dan verifikasi faktual PKB di tingkat pusat hingga daerah merupakan bukti kesiapan PKB untuk optimis merebut kemenangan. “Karena partai kami sudah lolos uji verifikasi administrasi dan faktual. Kami siap menangkan Karena partai Pilegs,” lugasnya. kami sudah lolos Dalam proses uji verifikasi penjaringan caleg, pihaknya saat ini administrasi dan lebih mengutamakan faktual. Kami kader internal partai. siap menangkan “Kalau masalah bakal caleg tetap Pilegs kader internal yang kami utamakan. Terkecuali jika nantinya ada kader potensial dari luar yang siap. Namun hal itu tetap kami pertimbangakan,” beber pria yang biasa disapa Agam ini. Hal senada juga disampaikan oleh Ketua DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Sintang, Sholihin, yang menyatakan bahwa sejak ditetapkanya sebagai partai peserta Pemilu 2014, DPD PKS terus melakukan konsolidasi. Salah satunya melakukan penjaringan kader yang akan menjadi bakal calon legislatif. “Sampai sekarang memang kami terus melakukan konsolidasi terutama terhadap internal partai,” ucapnya. Untuk DPD PKS Kabupaten Sintang, lanjut Sholihin, sejak tahun 2011 terus melakukan persiapan dengan harapan mampu menarik simpati masyarakat Kabupaten Sintang. “Kami memang sampai hari ini masih mencari kader-kader potensial untuk mendongkrak suara partai,” terangnya. Ketua DPC Partai Nasdem Kabupaten Sintang, Heri Syamsudin juga mengakui hal yang sama. Menurutnya, sampai hari ini pihaknya terus melakukan konsolidasi. Salah satunya adalah melakukan penjaringan bakal caleg yang akan bertarung dalam Pilegs 2014 mendatang. “Partai kami adalah partai baru sehingga sampai hari ini kami masih terus melakukan penjaringan caleg,” pungkasnya. † Endang Kusmiyati Borneo Tribune, Sintang

Razia gabungan yang digelar di terminal bis Sidomulyo kemarin. FOTO: Eko Susilo/ Borneo Tribune

Jelang UN 2013

Satpol PP Gencarkan Razia

Endang Kusmiyati Borneo Tribune, Sintang GUNA memperoleh hasil yang maksimal bagi siswa menjelang Ujian Nasional (UN), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Setda Sintang mulai menggelar operasi razia terhadap siswa yang nongkrong di pinggir jalan, terutama pada malam hari serta untuk siswa yang mangkal diwarnet pada jam sekolah. Antisipasi hal-hal yang tidak diinginkan apalagi menjelang pelaksanaan UN maka kita akan rutin menggelar rajia rutin khususnya ditempattempat yang dijadikan siswa sebagai tempat

ngumpul. Seperti Warnet, sekolah, taman, hutan wisata, termasuk sepanjang jalan akan terus kita pantau,” ungkap Kasi Penyuluhan dan Penindakan Satpol PP Kabupaten Sintang, H. Molyadi, kepada sejumlah wartawan, Rabu (6/3). Molyadi mengatakan, pihaknya juga akan melakukan razia ke sekolah-sekolah, karena sekolah juga terindikasi menjadi tempat perkumpulan pelajar. Dari siswa sekolah yang satu dan siswa sekolah lainnya berkumpul dan ketemu di sekolah. “Alasan kita menggelar razia ke sekolah-sekolah adalah untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak

diinginkan terjadi di sekolah. Seperti kasus pelajar yang terjadi belakangan ini, khususnya untuk siswa kelas tiga,” ujarnya. Sebelumnya Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sintang, YAT Lukman Riberu meminta kepada seluruh orang tua siswa dan Pemerintah Kabupaten Sintang, khususnya Satpol PP agar dapat berperan aktif dalam membantu menyukseskan pelaksanaan UN tahun ini. “Pengawasan dari pihak orangtua dan semua masyarakat sangat penting. Kepada orang tua murid kita meminta agar ikut berperan aktif untuk mengawasi anak-anak

mereka, terutama anak yang dari luar kota dan tinggal di rumah kos,” timpal Lukman. Menurutnya, untuk persiapan pelaksanaan UN, Disdik sudah melakukan kordinasi dengan pihak sekolah. Diharapkan pihak sekolah lebih memaksimalkan upaya untuk meningkatkan kemampuan siswa sehingga lebih siap dalam menghadapi UN. “Kepada orang tua murid khususnya untuk anaknya yang sebentar lagi akan mengikuti UN agar memberikan perhatian khusus kepada anaknya terutama untuk kegiatan- kegiatan yang tak mendukung belajar anak, baik siang maupun

malam hari, tolong dihilangkan,” harapnya. Sementara itu, Ketua PGRI Sintang, P E Chunoi, menuturkan bahwa kunci utama dalam pengawasan terhadap anak berada pada orang tua siswa. Apalagi untuk pelajar yang jauh dari orang tuanya. “Pengawasan untuk anak siswa yang jauh dari jangkauan orang tua agar lebih intens mengontrol anaknya supaya tidak terjerumus terhadap halhal negatif. Pasalnya mereka yang tinggal sendiri terkadang tak ada yang menegur sehingga berbuat semaunya termasuk tak mempersiapkan diri untuk menghadapi UN,” bebernya. †

Pasca Kebakaran Pasar Inpres

Razia Gabungan Satlantas dan Dishubkominfo

Eko Susilo Borneo Tribune, Nanga Pinoh RAZIA gabungan digelar di terminal bis Sidomulyo, Kecamatan Nanga Pinoh. Razia yang melibatkan UPPD Melawi, Dishubkominfo Melawi dan Sat Lantas Polres Melawi tersebut melakukan

pengecekan terhadap kelengkapan kendaran roda dua dan kendaraan roda empat, termasuk bis yang melintasi jalan tersebut. “Setiap kendaraan pribadi, angkutan umum, pengendara sepeda motor seluruhnya kita lakukan pemeriksaan. Bila tidak bisa menunjukkan surat kendaraan atau tidak

memiliki kelengkapan berkendara maka langsung kita tilang,” kata KBO Lantas Polres Melawi, IPDA Harsono, usai mengelar razia. Selain menyasar pada kelengkapan surat menyurat kendaraan, sejumlah bis penumpang juga diperiksa untuk mengetahui apakah

kendaraan umum tersebut masih layak jalan atau tidak. Sekretaris Dishubkominfo Melawi, P. R. Benirobin yang juga turun langsung dalam kegiatan razia itu menuturkan, kewewenangan Dishubkominfo dalam razia gabungan ini tidak lain adalah membantu dalam pemeriksaan perizinan

trayek dan kir bus serta pemeriksaan lainnya yang berkaitan langsung dengan Dishubkominfo. Dengan adanya gelaran razia ini, Benirobin berharap kepada pemilik atau si pengguna kendaraan semakin menumbuhkan kesadaran akan pentingnya melengkapi surat-surat kendaraan dalam rangka

menjalankan tertib berlalu lintas sesuai dengan UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. “Kegiatan ini merupakan salah satu agenda rutin Dishubkominfo bekerjasama dengan instansi terkait,” jelasnya. Pada razia yang digelar kemarin di terminal bis,

terdapat 24 pengendara kendaraan bermotor yang ditilang. Rinciannya, tidak memiliki STNK sebanyak 12 unit, tidak ada SIM C berjumlah 4 unit, tidak ada SIM A berjumlah 3 unit dan yang tidak ada SIM B sebanyak 1 unit. Sementara kendaraan yang tidak ada surat menyurat ada 4 unit. †


Kamis, 7 Maret 2013

Kapuas Hulu

Borneo T Tribune

10

Pesawat Garuda Segera Beroperasi

Landasan Bandara Pangsuma Telan Dana Rp 25 Milyar Timotius Borneo Tribune, Putussibau

Pesantren Syahrul Nur Pusat MTQ Mentebah Timotius Borneo Tribune, Putussibau UNTUK yang ke empat kalinya Kecamatan Mentebah akan menggelar MTQ tingkat kecamatan yang akan diikuti oleh delapan desa se-Kecamatan Mentebah. Komplek Pesantren Syahrul Nur Desa Suka Maju Kecamatan Mentebah ditunjuk sebagai pusat kegiatan yang akan dibuka langsung Bupati Kabupaten Kapuas Hulu. Abang Ahmad Syarif Ketua Panitia Pelaksana mengatakan bahwa kegiatan tersebut akan dilaksanakan 7 -10 Maret 2013. sedikitnya 35 peserta dari delapan 8 desa akan turut serta dalam berbagai jenis perlombaan. “MTQ ini sudah yang keempat kalinya akan kita laksanakan, dan besok (hari ini, red) akan dibuka langsung oleh Bupati Kapuas Hulu. Harapan kita kegiatan ini bisa berjalan lancar dan menghasilkan, hasil yang berkualitas untuk persiapan MTQ tingkat kabupaten,” ungkapnya Syarif, Rabu (6/3).

Abang Ahmad Syarif FOTO Timotius/Borneo Tribune

Selain merupakan agenda rutinitas, MTQ tersebut juga kata Syarif merupakan ajang untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan dan mencari bibit-bibit ditingkat kecamatan dalam persiapan MTQ tingkat kabupaten. “Pada Tahun 2008 lalu, salah satu peserta yang meawakili Kapuas Hulu pada MTQ tingkat provinsi itu, berasal dari Kecamatan Mentebah dan alhamdulillah meraih juara II. Kita terus gali potensi-potensi yang kita miliki di kecamatan bisa membawa nama baik Kapuas Hulu ditingkat Provinsi dan bahkan di tingkat nasional,” pungkasnya. †

LANDASAN Bandara Pangsuma Kota Putussibau rencananya akan ditambah lagi panjangnya pada tahun ini yang menelan dana Rp 25 milyar. Penambahan landasan tersebut untuk mendukung rencana masuknya penerbangan Garuda Indonesia ke Kapuas Hulu. Saat ini panjang landasan Bandara Pangsuma Putussibau hanya sekitar 1 400 meter. Dengan dana dari pusat nanti, akan ditambah 250 meter sehingga total panjang landasan mencapai 1.650 meter. “Idealnya memang sekitar 1.800 meter. Namun karena teranggarkan hanya Rp 25 milyar maka hanya ditambah 250 meter untuk target kehadiran pesawat Garuda Indonesia,” kata Abang Muhammad Nasir, Bupati Kapuas Hulu di ruang kerjanya, Rabu (6/3). Dijelaskan Nasir, sebelumnya Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu sudah menyurati Kementerian Perhubungan dan pihak penerbangan Garuda Indonesia. “Alhamdullilah permintaan kita tersebut direspon. Tadi pihak penerbangan Garuda Indonesia sudah datang, hanya saja kendala saat ini menyangkut masalah landasan kita. Tapi mudah-mudahan akhir

tahun ini, pesawat Garuda sudah bisa beroperasi,” ucapnya. Dengan beroperasinya pesawat Garuda Indonesia diharapkan transpotasi melalui udara ke Kapuas Hulu dapat lancar, sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan perekonomian Kabupaten Kapuas

AKHIR-akhir ini masyarakat Kabupaten Kapuas Hulu mulai merasa terusik dengan maraknya aksi pencurian dan perampokan. Bahkan dari bulan Januari-Maret 2013 ini sempat menggemparkan

aksi perampokan dengan menggunakan senjata tajam dan senjata api. Tidak tanggung-tanggung korbanya hingga masuk rumah sakit. Menanggapi kondisi ini, Effendi Anggota DPRD Kapaus Hulu mengingatkan agar seluruh masyarakat Kabupaten Kapuas Hulu mewaspadai marak-

Kerawing Menerima pesanan & menjual : hasil tenunan daerah/ kerajinan, berupa pakaian adat, anyaman dan lukisan Putusibau SISKA Hp. 081257159998

PT. BUMI BORNEO CEMERLANG

Penerbangan Pontianak - Jakarta BATAVIA : 5x penerbangan dalam sehari ( z07.05 z07.55 z11.10 z14.35 z16.00 ) SRIWIJAYA : 4x penerbangan dalam sehari ( z07.00 z07.55 z11.55 z15.50 ) LION AIR : 3x penerbangan dalam sehari ( z07.30 z11.35 z15.30 )

GARUDA : 3x penerbangan dalam sehari ( z08.00 z12.55 z17.35 ) Penerbangan PTK - JOGJA & PTK - SURABAYA BATAVIA : 1x penerbangan dlm sehari (pukul : 14.45)

PALAPA TAXI

PONTIANAK - SINGKAWANG (PP) PONTIANAK SINGKAWANG

Jl. Arteri Supadio Ruko No. 1-2

Jl. Niaga No. 25

0561-717 8888 0562-333 9999 0821 4876 8888 0821 4876 9999 ARMADA INNOVA & YARIS ARMADA INNOVA & YARIS JAM JAM BERANGKAT :

BERANGKAT:

05-07-08-09-10-11-13-14-15-16-17-19.00 WIB 05.00 - 08.00 - 11.00 - 14.00 - 17.00 - 19.00

terkecil CA 1000 itu yang terkecil, kapasitas 12 eksekutif dan 84 ekonomi ini yang paling terbaru. Nah itu membutuhkan landasan kurang lebih 1.800 meter. Sedangkan yang ada baru 1.400 meter, jadi kalau semua fasilitas sudah siap baru kita bisa terbang,” jelasnya. †

Kondisi Bandara Pangsuma Putussibau yang rencananya tahun ini akan dikerjakan perpanjangan landasan pacu. Foto: Int

Gallery

Jl. Gaj ahma da N o. 3 P ont ianak Gajahma ahmada No Po ntianak Email: aria_tur@yahoo.com

Marketing Manager Garuda Indonesia Pontianak membenarkan bahwa pihaknya akan segera beroperasi di Bumi Uncak Kapuas, hanya saja yang saat ini menjadi kendala terkait landasan. “ Kita akan melihat dulu kondis bandaranya, karena kita punya pesawat

Aksi Perampok Marak, Kapuas Hulu Mulai Terusik Timotius Borneo Tribune, Putussibau

Telp. 0561-577868

Hulu. “Jika penerbangan kita lancar, tamu-tamu dan para investor tidak kesulitan masuk ke Kapuas Hulu, selama ini yang terjadi untuk mengejar waktu itu sulit jika tidak menggunakan pesawat,” terangnya. Sementara itu, Sony

Distributor Aspal Shell (Drum) Pen 60/70, Berat Bersih : 154 Kg

Effendi

AKBP Dhani Kristianto

FOTO Timotius/Borneo Tribune

FOTO Timotius/Borneo Tribune

nya aksi pencurian dan perampokan bersenjata tersebut. Menurutnya, dengan beberapa kejadian tersebut Kabupaten Kapuas Hulu yang dulunya terkenal aman, nyaman dan tenang ini sudah mulai terusik. “Selama ini Kapuas Hulu aman-aman saja, namun akhir-akhir ini rasa aman tersebut sudah mulai terusik. Kita minta

masyarakat mewaspadai dan mengaktifkan kembali ronda malam, demi keamanan dan kenyamanan. Selain itu aparat keamanan juga harus lebih meningkatkan patrolinya dan mesti bekerja ekstra. Jangan sampai kejadian seperti ini terus terulang, mari kita antisipasi bersama, agar Kapuas Hulu ini kembali aman dan nya-

man,” ajaknya saat di temui, Rabu (6/3). Ditempat terpisah, AKBP Dhani Kristianto Kapolres Kapuas Hulu juga mengimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Kapuas Hulu untuk selalu mewaspadai tindak kejahatan yang kemungkinan bisa mengangguk Kamtibmas, salah satunya pencurian dan perampokan tersebut. Dhani meminta masyarakat dapat menjadi polisi bagi diri sendiri,bagi keluarga dan bagi lingkungannya. “Setiap gerak-gerik yang mencurigakan segera laporkan, mohon dukungan dan kerjasama semua masyarakat dalam menciptakan keamanan di tengahtengah masyarakat. Bila perlu ronda malam diaktifkan kembali, ini demi keamanan di lingkungan masyarakat juga,” cetusnya. †

IKLAN BARIS Dijual Bangunan

Ser vice Mobil

Taxi

Dijual cepat eks. kantor, sertifikat, 2 lt, Jl. Nurali No. 2, Hub. 081384151188 tnp perantara.

SUTOYO MOTOR. Service, Tune Up, Las/Cat Mobil. Jl. Letjen Sutoyo No. 11 Telp. 743690 Ptk

CV. TEGAR PRATAMA TRANS-

Dijual Tanah

Dicari

Jln.Purnama I Gg. Purnama Indah 1 No. 21. Menuju Komplek Dinasti Indah. Uk. 16 x 27 m. Bangunan L 14,5 m, P 18,5 m. Hub. Bpk. Gusti Hp. 081256983336 DIJUAL CEPAT TANAH SHM, tanpa perantara. * Jl. Gusti Situt Mahmud, Gg. Selat Makasar, Siantan (blkng BPAS) LT 1000 m2 Rp. 300 jt (nego). Hub. 0819 565 2794/0561 700 4977 Dijual tanah, 364 M 2, Jl. Danau Sentarum, Gg. Wonosobo, 50 Juta. Hub. Sri 081352269380 Dijual tanah, jl. Ujung Pandang, luas 4114 m2 sertifikat, Hub. 081384151188 tnp perantara.

SGR, Guru PAUD/TK, Bersedia Ikut Diklat, Lgsg Penempatan, Hub. Jl. Pancasila No. 207 Telp. 761562

Peluang Bisnis

PORT Melayani Antar Jemput Penumpang Jl. Kalimantan No. 24B 0562-640029/641366 SINGKAWANG Jl. Imam Bonjol Gg. Tnjng Sari No. 36 0561-747211/749025 PONTIANAK

INVESTASI EMAS! Hari ini daftar mulai besok Dpt PROFIT (7%/hari) www.forecashier.com/ID.000833 /SMS “MINAT”.Hp.087775210833

INNOVASI TAXI. Melayani Antar

Kost

A. Yani (RM. Bertagis) Pontianak

Gallery Kost. Menerima Pria & Wanita Fasilitas Air & Listrik dan lain-lain. Jl. Diponegoro No. 9 Telp. 0562-3320424 SKW

Jemput. Jl. Tua Pekong No.24 Singkawang, (0562)3309800, Jl. Telp. (0561) 7015100, (0561) 7157000

Disewakan Disewakan gudang 2 pintu, luas + 250 m2 dan 200 m2, cocok utk kndraan bermotor, alat telekomunikasi, di Jl. Adisucipto. Hub 081384151188 tnp perantara.

Iklan Baris:

1 baris / hari Rp. 6.000,-


Teras Borneo Tribune

Kamis, 7 Maret 2013

Di Balik Imajinasinya Kalbar

Tinggal Proses Lelang MTQ, kita akan mempercepat pelaksanaan tender berbagai macam proyek pembangunan di daerah ini, termasuk tender pembangunan fasilitas pendukung MTQ Menukung,” ungkap Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Melawi, Makarius Horong, di Kantor Bupati Melawi, kemarin. Horong menambahkan, dirinya menargetkan proses tender secepatnya dilakukan sehingga pekerjaan fasilitas pendukung sarana dan prasarana lokasi utama MTQ juga secepatnya dikerjakan. Seperti pekerjaan pematangan/pengerasan lahan, pembangunan tribun dan Astaka dengan besaran

anggaran Rp 1,4 miliar serta pembangunan Jalan EllaMenukung melalui anggaran DAK/DAU sebesar Rp 3,5 miliar. “Saat ini PU mulai mempersiapkan semua perlengkapan untuk mendukung proses lelang secara elektronik. Panitia beserta PPTK juga sudah siap,” timpalnya. Oleh karena itu, Horong menyebut bahwa mau tidak mau persiapan, mulai dari sarana dan prasarana, fisik, tribun utama dan fasilitas lainnya harus dipacu sehingga pelaksanaan MTQ menjadi tepat waktu ditahun ini. “Kita juga menginginkan Kecamatan Menukung bisa menjadi tuan rumah yang

sukses. Melihat pengalaman pada pelaksanaan MTQ Sokan dan MTQ Tingkat Provinsi di Nanga Pinoh, pembangunan terkesan serba mendesak. Nah, saya pikir semua pihak tentu tidak menginginkan terulang kembali seperti itu,” ujarnya. Kata dia, ada beberapa SKPD yang terlibat di dalam pelaksanaan pembangunan infrastruktur pendukung MTQ. Antara lain Dinas PU bertanggung jawab membangun jalan, arena utama dan bentuk arenanya. Sedangkan PDAM bertanggungjawab terhadap masalah air bersih dan Distamben bertanggung jawab untuk listrik, termasuk sektor lainnya yang akan

ditangani oleh SKPD lainnya. “Hanya untuk anggaran di setiap SKPD yang terkait dengan dukungan persiapan MTQ di Menukung, kami tidak mengetahuinya. Dana pastinya saya belum tahu,” elaknya. Dirinya menegaskan bahwa pihaknya juga tak mengurusi persoalan anggaran ganti rugi serta total lahan yang disediakan untuk pelaksanaan MTQ kabupaten tersebut. “Kita sangat berharap segala jenis pembangunan yang berhubungan dengan pelaksanaan MTQ itu nantinya tidak ada pekerjaan seolaholah main sulap,” lugasnya. (Eko Susilo/Borneo Tribune)

al di dalamnya. Nama Diri Etnik Tionghoa di Kota Pontianak dibahas oleh Irmayani. Dari makalah tersebut pembentukan nama diri untuk orang Tionghoa diketahui, khususnya di kota Pontianak. Pemakalah menampilkan bagaimana pola pemberian nama yang terdiri dari unsur-unsur tertentu. Pemberian nama ini terdiri dari 1) berpola tiga unsur, 2) berpola dua unsure, 3) berpola satu unsur, 4) berpola empat unsur. Contoh-contoh dari pola tersebut juga ditunjukkan, bagaimana bentuk nama apabila menggunakan tiga unsur, dua, dan sebagainya. Makalah ini memberikan penjelasan mengapa ada nama-nama orang Tionghoa

yang berkombinasi baik nama seperti nama orang Indonesia, atau Eropa dan Amerika. Khairul Fuad membahas tentang Eksoterik dan Esoteris dalam Perkembangan Sastra Islam di Kalimantan Barat. Perkembangan penulis-penulis di Kalimantan Barat dilihatkan dari sejarah sastra yang ada. Periode-periode dari setiap penulis memiliki ciri khas yang berbeda dari penulis sesudah maupun sebelumnya. Seminar yang diprakasai oleh peneliti dari Balai Bahasa ini tidak hanya menjadi seminar untuk mereka saja. Seminar kali ini menampilkan pemakalah yang berbeda setiap pertemuan. Pembentang tidak hanya

dari Balai Bahasa saja tetapi peneliti dari instansi lain, atau penelitian yang tidak berhubungan dengan bahasa juga diajak bersama menampilkan hasil penelitian mereka. Makalahmakalah yang berkenaan dengan Sains pun akan diseminarkan. Begitulah kata Ketua Panitia. Tentu saja seminar ini tidak sekedar menyajikan hasil penelitian tetapi juga mempertemukan para peneliti di Kalimantan Barat hingga seminar ini memberi pengetahuan yang lebih kaya. Saya sendiri merasa beruntung mendapatkan kesempatan tersebut, sebagai penulis pemula saya bisa belajar mengenai penelitian dari para peneliti di Kalimantan Barat.

Seminar Bahasa Barat bulan lalu. Pada seminar tersebut Musfeptial, S.S, M. Hum yang juga menjadi ketua panitia seminar menjadi pembentang. Beliau menyajikan makalah yang berjudul Kritik Sosial pada Kumpulan Puisi Sarang Enggang Mata Borneo. Ada 4 Puisi yang dibahas, puisi yang kesemuanya berkenaan dengan lingkungan ini. Dua diantaranya Nano L. Basuki yang berjudul Ibu dan Yang Terhormat Gubenur, Pay Jarot Sujarwo dengan puisinya Menggambar Kalimantan dan Hikayat Lima Enggang oleh Wisnu Pamungkas. Puisi-puisi dari penulis Kalimantan Barat ini ditafsirkan, makna-makna yang terdapat dalam larik diartikan oleh Pak Mus dengan berbagai kritik sosi-

Sekularisme vs Non Sekularisme (3) isteri, namun, hubungan “intim” suami isteri pada masamasa itu dilarang dan tidak sah. Kalau itu terjadi, mereka akan dikenakan denda (dam) - 2 ekor unta (SA Rial 3.000.000,-), dan haji mereka tidak sah, mereka harus mengulang kembali kegiatan haji pada musin haji berikutnya. Sekularisme vs NonSekularisme Analogi antara penginapan Jamaah Haji Non-Haji Plus dengan Apartemen Mahasiswa S1 -walaupun realitasnya berbeda, misalnya keduanya terletak di negara yang berbeda (di Indonesia tidak ada Apartemen Mahasiswa seperti dijumpai di negeri-negeri yang universitas mereka berbahasa Inggris (English Speaking University countries)- adalah bahwa hak kebebasan untuk “berhubungan intiem” kapan saja sepanjang mau sama mau, tidak ada unsur paksaan, dan dilakukan di luar appartemen, tetap dilindungi oleh hukum negara. Itulah yang disebut hak kebebasan individu, termasuk dalam hubungan Seks antara lakilaki dengan perempuan di luar nikah. Tidak ada dosa terhadap Tuhan dan tidak juga ada pelanggaran terhadap hukum negara, karena sekularisme telah menongkrongi kehidupan masyarakat di situ. Namun, perbedaan sekularisme yang subur di Barat, di satu fihak, dari nonsekularisme yang “tidak” berlaku subur di Arab Saudi dan di Indonesia, di lain fihak, menurut pengamatan beberapa Jamaah tenaga pengajar dua universitas besar di Jawa, adalah bahwa jenis isme pertama lebih memiliki karakter humanisme, sedangkan jenis kedua terputus dari akar humanisme. Padahal humanisme merupakan bagian tidak terpisahkan dari Hablumminannas. Karakter sekular, menurut seorang Jamaah berprofesi sebagai wartawan di Pontianak, diduga telah mengarahkan bangsa ini pada kesemrawutan. Namun, itu merupakan “sekularisme khas Indonesia” yang tidak melemparkan Keberadaan Tuhan, tapi menghancurkan eksistensi kemanusiaan yang menjadi akar dari prinsip Habluminnannas sebagai konsekuensi logis dan teologis dari Kebesaran-NYA. Karena itu, Jamaah Haji Indonesia yang menyelesaikan ibadah haji diharapkan bukan hanya tidak menjadi sekuler,

tetapi juga berorientasi pada kemanusiaan. Holy Mosque dan Perpindahan Qiblat Kota Mekkah adalah Ibu Kota Provinsi Mekkah. Provinsi ini berpenduduk sekitar 2.150.000 orang, sedangkan Ibu Kotanya, Mekkah berpenduduk sekitar 600.000 orang dengan luas 4.800 ha (http://saibah.co.id/ letak-geografis-kotamekkah/). Jadi, kota ini memiliki kepadatan penduduk berkisar 125 orang per ha. Pada Musim Haji penduduk kota ini dapat mencapai paling sedikit 6 kali lipat, sehingga kepadatan penduduk bisa mencapai 1.250 orang per ha. Suhu udara di Makkah kering dan panas. Ini disebabkan oleh gunung-gunung dan tanah berbatu telah mengelilingi kota ini yang menghalangi datangnya angin dari sebelah utara. Kondisi ini memantulkan sinar matahari yang menambah panasnya suhu udara. Kota ini terletak antara dua gunung utasma sehingga bangunan yang ada di kota ini kalau dilihat dari jauh tidak akan kelihatan. Dua gunung tersebut adalah Gunung Falaq atau Falah yang terletak di sebelah Makkah dan memanjang ke arah Barat, Gunung Quai Quan yang tingginya hampir sama dengan gunung Hindi, Luk-luk dan Kaddi (http://saibah.co.id) Kota ini terkenal karena Masjid Sucinya yang di tengahnya terdapat Ka’bah, arah utama sholad (Kiblat) bagi Umat Islam di seluruh Jagad Raya ini. Sebelum 15 Sya’ban 2 H / 1584 M Kiblat Umat Islam masih berada di Mesjid Aqsa, Palestina. Namun, sejak saat itu, dengan Ayat-Nya, QS. AlBaqarah : 144, Allah SWT, memenuhi keinginan Rasulallah, Muhammad, SAW, telah memindahkan Kiblat Umat Islam dari Masjid Aqsa (Baitul Maqdis) ke Ka’bah (Baitullah) [ http://saibah.co.id]. Ayat itu berbunyi : Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan dimana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Al Kitab (Taurat dan Injil) memang mengetahui, bahwa berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar dari

Tuhannya; dan Allah sekalikali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan. (QS. Al-Baqarah : 144). Ka’bah dan Tempat Persembahan Ka’bah memiliki sejarah panjang tentang Keimanan paling dalam; Ketauhidan mutlak: Tiada Tuhan melainkan Allah, tidak beranak dan tidak pula diperanakan dan tidak ada satu makhlukpun yang menyamai dan menyerupai-NYA; Ketaqwaan universal: siapapun, apapun suku, keturunan, ras dan bangsa, akan dekat dengan-NYA asal mereka bertaqwa; dan penyerahan total terhadapNYA, pengorbanan bagi kemanusiaan, keadilan dan keimanan yang dilambangkan oleh Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. Ka’bah menjadi lebih terkenal dan bermakna daripada bangunan apapun, karena ia menjadi tempat persembahan para penganut agamaagama sebelumnya: agama duniawi (non samawi) dan agama akherati (samawi), sampai Nabi Ibrahim membersihkannya dari segala berhala yang merusak aqidah. Ini diperjelas oleh bukti hidup: tempat tapak kaki (Maqom) Ibrahim dan Hijir Ismail di kiri dan kanan Ka’bah. Namun, Ka’bah bertambah populer karena ia juga merupakan bangunan kokoh berbentuk kubus. Sesuai dengan artinya, Ka’bah (http://sorot.news.viva.co.id) berarti kubus dengan ukuran panjang-lebar-tinggi: 13,16 M X 11,53 M X 12,03 M. Di dalamnya ada sebuah ruangan berukuran sekitar 10 X 8 M2, dengan dua pilar menjulang ke langit-langit. Tinggi seluruh dinding adalah 15.00 M, dengan lebar dinding Utara ialah 10.02 M, Barat 11.58 M, Selatan 10.13 M, dan Timur 10.22 M. Kata Ka’bah memang berasal dari bahasa ‘Arab, yang berarti ‘bangunan persegi empat.’ Akan tetapi bentuknya tidak sama sisi. Ukuran Ka’bah, (Abbas Kararah, al Din wa Tarikh al Haramain as Syarifain : 78) adalah tinggi dari dasar tanah 15 M, lebar pada arah pintu Ka’bah 11,58 M, lebar pada bagian Hijir Isma’il 10,22 M, Lebar antara Hijir Isma’il dan Rukun Yamani bagian barat 11,93 M, lebar antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad 10,13 M, tinggi dasar Ka’bah dari tanah 2 M, dan panjang pintunya 2 M, letak Hajar

Aswad dari tanah 1,50 M, jarak antara Ka’bah dan maqom Ibrahim 11,10 M (http://waspadamedan.com). Ka’bah berada di tengahtengah halaman dalam Masjidil Harram. Luas halaman Timur Masjid yaitu tempat Sa’ee di Qusyasyiyyah adalah 46.000 Mý, halaman Pasar Kecil 28.000 Mý, halaman arah Syamiyyah 14.000 Mý, total luas halaman ialah 88.000 Mý. Daya tampung pada halaman ini adalah sekitar 220.000 Jamaah. Pada perluasan Pertama dan Kedua tercatat : tinggi terowongan bawah tanah (lantai paling dasar) adalah 4 M, tinggi lantai dasar 9,80 M, lantai atas 9,63 m, tinggi bagian depan luar 20,97 m, ada 12 menara (sampai November 2012) yang tingginya sekitar 89 m, pintu masuk seluruhnya berjumlah 95 buah, bangunan luar untuk tangga berjumlah: 7 buah. Ada 5 tingkat bangunan utama masjid dihitung dari tingkat paling dasar. Kalau tiap tingkat memiliki tinggi ratarata hanya sekitar 9,60, maka bangunan Masjidil Harram memiliki tinggi sekitar 48,25 m. Masjid ini diperluas beberapa kali. Sampai dengan 2010 perluasan meliputi terowongan bawah tanah, lantai dasar, lantai atas dan lantai atap yang luasnya 76.000 mý dengan luas keseluruhan adalah 278.000 mý. Daya tampung jamaah berjumlah 190.000 orang. Total daya tampung di dalam masjid adalah 694.000 orang. Perluasan juga dilakukan pada halaman sholat di sekeliling Masjidil Haram. Luas 1 (satu) bagian halaman rata-rata adalah 88.000 mý. Total seluruh perluasan halaman ialah 366.000 mý. Daya tampung untuk 1 (satu) bagian halaman saja adalah 220.000. Total daya tampung pada halaman sekeliling masjid ialah 914.000 orang. Ditambah daya tampung pada halaman Timur 220.000 Jemaah, dan daya tampung jamaah di dalam Masjid 694.000 orang. Jadi jumlah daya tampung pada seluruh bagian masjid adalah 1.828.000 orang Jamaah (http://saibah.co.id), setelah dihitung sendiri oleh penulis artikel ini, Akhir November, 2012]. Alqadrie, Dosen UNTAN, Pengamat Bidang Filsafat Agama Islam dan Sosiologi Agama

KEHILANGAN

KEHILANGAN

KEHILANGAN

KEHILANGAN

STNK KB 3943 KK NR: MH314D203BK347212 NM: 14D1346867 A/N LILIK Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi. HN

STNK KB 3586 KJ NR: MH828D40DBJ241433 NM: 28D8241338 A/N ERNI Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi. HN

11

STNK KB 3157 KJ NR: MH314D205BK274734 NM: 14D1274107 A/N STEPANUS LOMEN Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi. HN

STNK KB 5103 KJ NR: MH1JBE119BK250096 NM: JBE1E1248315 A/N STEPANUS UTOK Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi. HN

Farninda Aditya, aktivis Club Menulis, yang diatur perjalanannya oleh Nano L. Basuki, guru sekaligus pegiat sastra. Sambutan acaranya disampaikan oleh Dr. Hermansyah, Direktur STAIN Pontianak Press yang juga Puket III STAIN Pontianak dan Didin, Perwakilan Toko Buku Karisma yang menambah greget acara tersebut, selain substansi yang diangkat dalam acara itu. Sementara itu, di tengah-tengah acara dipentaskan pembacaan cerpen oleh Pradono. Tampak juga Yoseph Oendoen, pegiat seni, para penulis antologi cerpen itu, dan para pegiat sastra Singkawang seperti Gunta Wirawan menambah aroma sastra dalam atmosfir lantai 2 T.B. Karisma. Termasuk juga, para pengunjung yang masih memberi sisi ruang diri untuk sastra, seperti dari mahasiswa-mahasiswa Untan Pontianak. Tak kalah penting, Ahmad Asma Dz, nakhoda LSB, “aktor intelektual” di balik acaraacara diskusi, termasuk bedah buku antologi cerpen ini. Selain di balik penyelenggaraan bedah buku antologi di atas, di balik kemunculan Kalbar Berimajinasi Antologi Cerpen Sastrawan Kalbar juga menarik dicermati. Yusriadi, editor sekaligus orang di balik antologi tersebut, membuka rahasia di depan forum bedah buku tersebut. Menurutnya, antologi tersebut dipantik oleh sebuah antologi sastra lokalitas para penulis Kaltim yang dieditori oleh sastrawan Kaltim, Korrie Layun

Rampan, yang dilihatnya saat di rumah sohib karibnya, Dedy Ari Asfar. Ditambah lagi, Yusriadi mengaku merasa malu, mengapa sampan, angkutan manusia dan barang, yang selalu melintasi dan menyeberangi sungai Kapuas, harus ditulis oleh orang lain. Tere Liye, orang lain bukan pemilik asli sungai Kapuas, telah menulis sisi kehidupan sepanjang sungai Kapuas melalui novelnya Aku, Kau, dan Angpao Merah. “Padahal, sampan itu selalu dekat di depan mata, justru luput untuk ditulis”, candanya. Oleh karena itu, Yusriadi merasa tertantang untuk memunculkan antologi serupa dan Kalbar mampu memiliki antologi seperti yang dimiliki Kaltim. Dengan intensitas usaha, termasuk menggandeng Dedy Ari Asfar, kerja intelektual dan kreatif dilakukan sehingga terbit Kalbar Berimajinasi Antologi Cerpen Sastrawan Kalbar. Antologi tersebut memuat cerpen-cerpen para penulis, baik yang lama, tengah, dan baru berkecimpung di dunia sastra, meretaskan cerita-cerita yang dikandung Kabar. Mereka berpotensi nantinya sebagai penjaga kearifan lokal Kalbar melalui karya sastra. Rahasia di balik antologi tersebut juga datang dari Dedy Ari Asfar sekaligus bertindak juga sebagai editor. Menurutnya, antologi ini berusaha mengisi kekosongan yang terdapat pada pengetahuan-pengetahuan lokal. “Selama ini pengetahuan-pengatahuan lokal selalu ditemui melalui karya-

karya ilmiah dari sebuah penelitian”, tandasnya. Selanjutnya, digagas sebuah antologi cerpen berbasis pengetahuan lokal Kalbar dari bebagai sudut-pandang dan dihasilkan Kalbar Berimajinasi Antologi Cerpen Sastrawan Kalbar. Kehadiran antologi cerpen ini disambut baik oleh Budi “Kutukupret” Rahman, penulis sekaligus wartawan Borneo Tribune, yang bertindak sebagai pembedah antologi itu. Penilaian baiknya didasarkan oleh muatan lokal Kalbar yang terdapat di dalam cerpen-cerpennya, yang kemungkinan orang Kalbar sendiri tidak mengetahuinya di tengah menjamurnya budaya pop. Selain itu, problematika kekinian juga dihadirkan, seperti kerusakan alam yang lambat laun tengah menghampiri Kalbar. Sementara itu, saya sendiri menilai bahwa antologi ini mencakup dua sisi dalam kerangka imajinasi, yaitu intelektualitas dan emosionalitas. Intelektualitas dalam arti langkah riset dan emosionalitas dalam arti langkah penceritaan untuk membangun cerpen berbasis lokalitas Kalbar. Akhirnya, bedah buku Kalbar Berimajinasi Antologi Cerpen Sastrawan Kalbar ditutup dengan sebuah simpulan menerbitkan kembali antologi yang sama jilid II. Sastra Kalbar akan, selalu, dan pasti menanti dengan setia Kalbar Berimajinasi Antologi Cerpen Sastrawan Kalbar seri sequel. Ruang Kamar 050313 (Bersambung)

Novi dan Nesy Lompat dari Lantai Atas Nesy (22) yang masih tertidur pulas di lantai atas terkaget saat kobaran api meludeskan rumahnya. Untuk menyelamatkan diri, kedua anaknya melompat dari lantai atas. Akibatnya dua orang penghuni rumah mengalami luka bakar saat menyelamatkan diri dari kobaran api. “Saat saya tahu, api sudah membesar, dan saya dengan adik saya langsung melompat dari lantai atas,” kata Novi, saat ditemui di lokasi kebakaran. Dikatakan olehnya, saat itu, dirinya bersama adiknya sedang tertidur pulas, dan mendengar dan mengetahui terjadinya kebakaran sontak merusaha menyelamatkan diri. “Kami berdua saja di dalam rumah dan tidur di lantai atas kami sudah tidak bisa turun lewat tangga jadi harus manjat tiang samping dan meloncat,” jelasnya lagi. Usai menyelamatkan diri, keduanya langsung dilarikan kerumah sakit terdekat karena mengalami luka bakar cukup serius dibagian lengannya saat menyelamatkan diri dari kobaran api.

Dalam musibah kebakaran ini, selain meludeskan rumahnya, kebakaran ini juga meludeskan satu unit sepeda motor miliknya, dan dapur rumah milik Said yang berada persis di belakang rumah korban juga ikut ludes terbakar. Sementara, Zulkanain, anak korban kebakaran mengatakan, dirinya tidak tahu persis penyebab kebakaran ini, karena saat diketahui, api sudah membesar dilantai II. “Saya tidak tahu apa penyebab kebakaran ini. Saat diketahui, api sudah membesar,” kata Zulkanain. Di sisi lain, Ketua Forum Kebakaran Kota Pontianak, Ateng Tanjaya yang saat kebakaran terjadi langsung turun ke lapangan untuk melakukan koordinasi dengan pemadam kebakaran yang ada di TKP, sehingga forum komunikasi kebakaran yang selalu berada dalam genggamannya ditinggalkan untuk turun ke TKP. Dikatakan olehnya, setelah komunikasi ditinggalkan, ada beberapa pemadam kebakaran yang kecolongan dengan informasi kebakaran

ini sehingga pemadam kebakaran berangkatnya menuju TKP di Pelabuhan. “Ada pemadam kebakaran yang berangkat ke TKP di Pelabuhan,” kata Ateng Tanjaya. Dijelaskan oleh Ateng yang akrab disapa Alfa Tango di frekuensi emergency ini, awalnya laporan kebakaran memang didepan pelabuhan arah Siantan, namun komunikasi dilepas, sehingga beberapa pemadam kebakaran langsung berangkat ke Pelabuhan. “Saya minta maaf atas kejadian ini. Saya langsung turun ke TKP sehingga komunikasi kebakaran ditinggalkan,” ucap Ateng Tanjaya. Satu jam kemudian api baru dapat dipadamkan setelah pemadam kebakaran mengerahkan kekuatanya untuk menanggulangi kebakaran ini. Dalam menanggulagi kebakaran ini, petugas pemadam kebakaran mengalami kesulitan sumber air, karena parit yang ada hanya dapat menyediakan sumber air seadanya, sementara petugas lain harus mengambil sumber air dari lokasi yang sangat jauh.

Pembinaan Koperasi Lahirkan Wirausahawan Baru meningkat terus harus diimbangi dengan meningkatnya kesejahteraan masyarakat yang diwujudkan dengan meningkatnya pendapatan dan penyerapan tenaga kerja,” kata Christiandy Sanjaya, Rabu (6/3) saat membuka Rakor Forum SKPD Pemberdayaan Koperasi dan UMKM Kalbar. Dikatakan oleh Wagub, berbagai upaya telah dilakukan pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk pemberdayaan Koperasi dan UMKM di Kalbar. Pemerintah telah mengalokasi anggaran untuk pemberdayaan Koperasi dan UKM, dan Kemenkop dan UKM thun 2000 sampai tahun 2012, diantaranya, pasar tradisional thun 2009 di Sekadau dan Kubu Raya sebesar Rp 1 miliar, tahun 2010 di Kabupaten Bengkayang sebesar Rp 600 juta, tahun 2011 di Kayong Utara sebesar Rp 600 juta, dan Melawi Rp 800 jut, serta tahun 2012 di Kabupaten Sintang sebesar Rp 800 juta. Disamping itu, Tempat Praktek Keterampilan Usa-

KEHILANGAN STNK KB 5262 KS NR: MH1JF5122CK941534 NM: JF51E2918892 A/N SYARIFUDIN Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi. HN

ha dri tahun 2006 sampai tahun 2012 penerima 15 unit Koperasi dan UKM senilai Rp 2,3 miliar. Kemudian Bansos Program Perdesaan dan Perkotaan tahun 2011 penerimanyaa 21 unit Koperasi senilai Rp 1.050 miliarn tahun 2012 dengan penerima 11 Koperasi dengan total Rp 550 juta. Bansos KUR untuk 13 Koperasi dengan nilai total Rp 286 juta. “Saya harap, Kadis yang membidangi pembinaan Koperasi dan UMKM Provinsi, Kabupaten/Kota melakukan pengendalian terhadap dana-dana yang telah disalurkan kepada Koperasi dan UMKM,” jelasanya. Pelaksanaan pembangunan Koperasi dan UMKM merupakan suatu proses kegiatan yang berkesinambungaan dan dalam pelaksanaannya perlu didukung dengan koordinasi yang mantap antara pihak-pihak yaang berkempentingan dan melibatkan masyarakat. Sebagai bagian dari tujuan pembangunan ekonomi, pemberdayaan koperasi dan UMKM, masih menurut Wagub, menjadi hal yang penting untuk mendapatkan perhatian dari pemerintah. Dijelaskan olehnya lagi, berbagai program dan kegiatan pemberdayaan Koperasi dan UMKM yang dilaksanakan oleh pemerintah pada dasarnya untuk mewujudkan Koperasi dan UMKM sebagai

pelaku ekonomi yang memiliki daya saing yang tinggi, profesional, dan mampu memberikan kontribusi bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. “Pembinaan koperasi dan UMKM melalui program diharapkan dapat menghasilkan wirausaha baru dan profesional dan mampu menyerap tenaga kerja,” harapnya. Diakui olehnya, saat ini, kondisi koperasi dan UMKM di Kalbar masih memiliki berbagai keterbatasan dengan berbagai permasalahan baik kelembagaan, usaha, maupun permodalan masih merupakan faktor yang membatasi ruang gerak koperasi dan UMKM. “Bila kita mempelajari permasalahan yang ada pada dasarnya secara umum terletak pada keterbatasan SDM Koperasi dan UMKM,” jelasnya. Keterbatasan SDM ini pada kenyataannya mengakses pada keterbatasan dalam mengelola Koperasi dan perusahaan, kurang mantapnya pelaksanaan manajemen, terbatasnya akses informasi, terbatasnya penerapan teknologi dan sempitnya lingkup pasar. “Kondisi SDM Koperasi dan UMKM ini harus diantisipasi dengan program pengembangan SDM melaluim kegiatan Diklat, Bimtek dan konsultasi,” ingat Christiandy Sanjaya.


CMYK

Seremonial

12

www.borneotribune.com

Borneo Tribune

Kamis, 7 Maret 2013

“JAYALAH KAYONG UTARA NEGERI BERTUAH”

Jujur Dalam Bangun KKU Abdul Khoir Borneo Tribune, Sukadana

Mengukur kata puas memang tidak ada standarnya, karena standar kepuasan memiliki ukuran yang berbeda-beda setiap individu. Hal itulah yang tersurat dalam Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Akhir Masa Jabatan (PKPJ AMj) bupati KKU masa Bhakti 2008 - 2013 pada rapat paripurna di DPRD KKU, Rabu (6/3). “Jujur dengan kerendahan hati saya akui bahwa saya belum sepenuhnya dapat meningkatkan pendapatan perkapita sebagai mana harapan masyarakat, namun saya yakin, secara pasti dengan kebijakan pendidikan gratis 12 tahun dan kesehatan gratis kita dapat mengurani beban pengeluaran masyarakat,” kata Hildi Hamid, Rabu(6/3). Kejujuran dan keberanian seorang pemimpin dalam pembangunan memang perlu dan itulah tipe pemimpin yang saat ini dibutuhkan masyarakat, sehingga berangkat dari latar belakang sebuah kabupaten baru dimana tersaji datayang cukup drastis mulai dari rendahnya angka partisipasi murid, tingginya angka putus sekolah, rendahnya angka kelulusan serta rendahnya angka yang melanjutkan ke perguruan tingga menjadi tantangan di sekotor pendidikan. Sementara itu keterbatasan sarana dan prasarana pendidikan, rendahnya aksebilitas dan pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang diperparah kurangnya prasarana kesehatan, yang berkorelasi rendahnya tingkat kesejahteraan masyarakat dan buruknya infrastruktur pemerintahan, desa, wilayah dan keterbatasan prasarana sosial ekonomi dimasyarakat. Lima tahun mengabdikan diri, sederet data tersaji bukti sebuah pembangunan itu menuai buah yang manis dimana berbagai tantangan yang dulu menghadang kini justru berbuah prestasi dan penghargaan dari berbagai pihak. Bidang Pendidikan pada tahun 2007 KKU hanya memiliki 6 unit sekolah TK bertambah menjadi 19 unit, SD/MI pada 2007 hanya 92 unit, pada tahun 2012 bertambah menjadi 110 unit, SMP/Mts pada tahun 2007 sebanyak 27 unit bertambah menjadi 40 unit pada 2012, SMA/MA pada tahun 2007 sebanyak 7 unit bertambah menjadi 13 unit pada 2012, dan SMK 2007 3 unit bertambah menjadi 4 unit pada tahun 2012. Demikian juga jumlah guru pada tahun 2008 yang memenuhi kualifikasi S1/ D-4 sebanyak 22 orang meningkat menjadi 638 pada tahun 2012, Angka Partisipasi Murni (APM) SD/MI pada tahun 2008 sebesar 86,20 % meningkat menjadi 100,57 % pada tahun 2012, SMP/MTs meningkat dari 53,80 % menjadi 62,10 % pada 2012, APM SMA/ MA meningkat dari 13,53 % pada 2008 menjadi 42,56 % pada 2012. Dibidang Kesehatan, jumlah puskesmas meningkat dari 6 unit pada 2008 menjadi 8 unit pada 2012 dengan fasilitas rawat inap dengan 27 puskesmas pembantu, 13 tenaga dok-

ter, 124 perawat dan kini tersedia perumahan paramedis. Dibidang pemerintahan, Sebagai daerah otonomi baru yang terbentuk pada 2007 Pemkab Kayong Utara telah mengalami berbagai capaiaan yang cukup menggembirakan. Dari hasil Evaluasi Daerah Otonomi Baru (EDOB) sampai dengan tahun 2011 yang dilakukan Kementerian Dalam Negeri RI terdapat 4 faktor penilaiaan yang meliputi kesejahteraan masyarakat, pelayanan publik, daya saing daerah dan tata pemerintahan yang baik, sederet penilaiaan membuktikan KKU merupakan kabupaten berhasil. Dimana dari 198 daerah otonomi hasil pemekaran (DOHP) se Indonesia pada periode 1999 - 2011 Kabupaten Kayong Utara berada pada urutan ke 67, sedangkan dalam kategori usia pemekaran 0 - 3 tahun, dari 57 kabupaten/kota se Indonesia periode 2008 2011 KKU berada pada peringkat 4, sedangkan khusus daerah otonom hasil pemekaran di Kalimantan Barat periode 1999 2011 usia pemekaran 0 - 12 tahun KKU berada diperingkat ke 3 dibawah Kota Singkawang dan Kabupaten Landak. o

Penerimaan otonomi award

PERKEMBANGAN APBD KABUPATEN KAYONG UTARA 2008 - 2013 A

Perkembangan Kondisi Makro 1

2

3

4

B

Tahun 2008 91.916

Tahun 2011 97.643

Jumlah Penduduk Miskin Uraian Jiwa Persentase

Tahun 2008 14.390 14,50 %

Tahun 2009 12.500 13,46%

Tahun 2010 11.200 11,69%

Tahun 2011 10.523 10,91%

Tingkat Pengangguran Terbuka Uraian Tahun 2008 Persentase 8,53 %

Tahun 2009 5,82 %

Tahun 2010 4,29 %

Tahun 2011 2,56 %

Indeks Pembangunan Manusia ( IPM ) Uraian Tahun 2008 Point 64,69

Tahun 2009 65,07

Tahun 2010 65,38

Tahun 2011 65,75

Th 2008 150.240.406.527,32 1.878.844.759,32 126.902.772.728,45

Th 2009 320.276.778.697,68 5.468.898.443,30 2295.422.282.707,75

Th 2010 340.514.067.901,15 5.949.463.190,66 359.006.353.980,60

Th 2011 378.974.619.080,87 8.467.802.998,99 369.063.784.555,64

Th 2008 755,93 milyar 377,91 milyar 5,84 % 8,73 %

Th 2009 834,35 milyar 399,97 milyar 2,78 % 7,39 %

Th 2010 946,72 milyar 433,43 milyar 5,92 % 7,13 %

Th 2011 1.068 triliyun 461,25 milyar 5,94 % 6,50 %

Perkembangan A P B D NO 1 2 3

C

Jumlah Penduduk Uraian Jiwa

URAIAN Pendapatan Daerah Pendapatan Asli Daerah Belanja Daerah

Perkembangan Perekonomian NO 1 2 3 4

URAIAN PDRB (ADHB) PDRB (ADHK) Pertumbuhan Ekonomi Tingkat Inflasi

Hadir di Pontianak untuk memenuhi kebutuhan busana batik bagi Anda dan Keluarga

Menyediakan kain dan busana batik eksklusif bagi Pria, Wanita, Sarimbit (pasangan), Remaja dan Anak-anak dengan motif dan model yang trendy untuk kegiatan formal maupun informal

CMYK

Th 2012 461.417.045.109,77 55.408.277.711,86 447.748.360.053,20

Th 2013 476.255.066.983,39 15.460.124.788,39 527.247.012.329,01

Bupati Kayong Utara, Hildi Hamid


Harian Borneo Tribune 7 Maret 2013