Page 1

cmyk

I DEALISME, K EBERAGAMAN

DA N

KEBERSAMAAN

Borneo Tribune www.borneotribune.com

Rabu, 5 Desember 2012

21 Muharram 1434 H - 22 Cap Gwee 2563

Telepon Redaksi/Iklan/Langganan/Pengaduan: (0561) 767788 Faximile. (0561) 766103

Alamat Redaksi: Jln Purnama Dalam No 2 - Pontianak 78121

Penjahat Bersajam Marak Warga Jalan WR. Supratman Dibacok Perampok

S uara Enggang Banjir Macet

Viodeogo Redaktur Borneo Tribune

SUNGGUH luar biasa menurut saya di dua hari belakangan ini. Sebagai warga yang tinggal dalam hiruk pikuk perkotaan. Peristiwa banjir dan kemacetan jalan membuat kepala ini rasanya penuh dengan kemirisan. Keduanya ibarat obat yang harus diminum dua kali sehari. Pergi pagi hari dan di sore hari menuju lokasi kerja, kondisi banjir dan macet menghampiri tanpa saya inginkan. ....Ke Halaman -11

B uah Bibir

Julia Perez

Salah satu warga Rt 03/ Rw 33 Jalan WR. Supratman Kelurahan Benua Melayu Darat Kecamatan Pontianak Selatan, diduga dibacok kawanan perampok, Selasa (4/12).

FPG Pesimis Rumah Budaya Rampung 2012

Achmad Mundzirin Borneo Tribune, Pontianak

Ino: Pekerjaan Belum 50 Persen

PERISTIWA ini terjadi sekitar pukul 18.30. Kawanan perampok diduga mendatangi rumah warga no 18. A, kemudian menjalankan aksinya. Namun saat menjalani aksinya, kawanan perampok ini dilawan oleh korban, sehingga kawanan perampok membacok korban hingga terluka. Korban mendapat luka bacok di tangan dan di wajah . Informasi yang didapatkan Borneo Tribune, bahwa korban dilarikan di rumah sakit Antonius Pontianak. Penjaga Warung Jalan Suprapto bernama Angku, mengatakan bahwa Ia mendengar adanya perampokan yakni di Jalan S. Supratman. Dimana korban mengalami luka karena dibacok.

Inosensius

Andry Borneo Tribune, Pontianak FRAKSI Partai Golongan Karya (Golkar) DPRD Provinsi Kalbar pesimis bahwa pelaksanaan proyek multiyears pembangunan rumah budaya yang menelan anggaran APBD Provinsi Kalbar sebesar Rp 44 miliar tersebut bisa rampung pada tahun ini. Terlebih fraksi partai berlambang pohon beringin ini menilai bahwa sampai sejauh ini prosentase pelaksanaan proyek masih di bawah 50 persen.

....Ke Halaman -11

Kesalkan Bupati Garut JAKARTA- Selain menyayangkan dengan perbuatan Bupati Garut, Aceng Fikri yang telah menceraikan istrinya yang masih berusia 18 tahun, Julia Perez (Jupe) juga tidak suka dengan ucapan Bupati tersebut yang mengatakan, artis harganya tak lebih dari Rp250 juta. ....Ke Halaman -11

Mesin Mobil Mogok LISA mengendarai mobilnya, saat berhenti di lampu merah mobilnya tiba-tiba macet. Itu adalah persimpangan yang sangat sibuk dan lalu lintas di belakangnya mulai menumpuk. Orang di dalam mobil di belakangnya membunyikan klakson terus-menerus sehingga Lisa panik terus mencoba menghidupkan kembali mesin mobilnya. Akhirnya Lisa memutuskan untuk melangkah keluar dari mobilnya dan mendekati pria di dalam mobil belakangnya. ”Saya tidak bisa menghidupkan mesin mobil saya,” kata Lisa, tersenyum, “Apakah Anda akan berbaik hati dan pergi melihat apakah Anda bisa menstarter mobil saya? Saya akan tinggal di mobil Anda dan membantu memencetkan klaksonnya untuk Anda.”o

Polemik Solar KKR Temukan Titik Terang Pemerintah dan Polisi Diminta Kawal Distribusi Achmad Munandar Borneo Tribune, Kubu Raya POLEMIK kelangkaan bahan bakar minyak jenis solar yang dialami kelompok nelayan Desa Sepuk Laut Kecamatan Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya beberapa waktu lalu menemukan titik terang. Sebelumnya PT Surya Niaga Indah (SNI) selaku pengelola resmi Agen Premium Minyak Solar (APMS) dituding menyelewengkan BBM tersebut angkat bicara. Tudingan tersebut terjadi lantaran kesalahpahaman ....Ke Halaman -11

Jakius Sinyor

....Ke Halaman -11

BANTU KURSI RODA. Sekda Kalbar, Drs M Zeet Hamdy Assovie menyerahkan bantuan kursi roda kepada Suryadi salah seorang penyandang disabilitas pada puncak peringatan Hari Penyandang Cacat, di Pendopo Gubernur Kalbar (4/12). FOTO Andika Lay/Borneo Tribune

Peringatan HIPERCA Kalbar

Achmad Munandar Borneo Tribune, Kubu Raya

Pemprov Usulkan Perda Penyandang Disabilitas Andika Lay Borneo Tribune, Pontianak PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) Kalbar telah mengusulkan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Tentang Penyandang Disabilitas sebagai dasar dari berbagai program

dan kebijakan yang akan dilaksanakan dalam kegiatan pembangunan kesejahteraan masyarakat di Kalbar, khususnya bagi penyandang disabilitas. “Raperda ini penting, dan menjadi salah satu prioritas dalam kebijakan Pemprov Kalbar kedepan. Saya harap, komitmen

Sosialisasi Perda Terkendala Anggaran

dan dukungan, dan sinergitas dari seluruh stakeholder yang terkait, sehingga upaya yang kita laksanakan akan terlaksana dengan baik,” kata Gubernur Kalbar dalam sambutan yang dibacakan Sekda Kalbar, Drs M Zeet Hamdy Assovie, ....Ke Halaman -11

KABAG Hukum dan HAM Kubu Raya, Mustafa, menyatakan dengan tegas bahwa sosialisasi perda yang ada di Kabupaten Kubu Raya, diakuinya hingga saat ini memang minim sosialisasi. Dan tak ayal juga banyak pelanggaran-pelanggaran dalam peraturan daerah (Perda) terjadi di Kabupaten Kubu Raya. ....Ke Halaman -11

Menikmati Transportasi di Melbourne (1)

PT. ANZON AUTOPLAZA Kantor Pusat: Jl. A. Yani No. 89 Telp. (0561) 734280 Cabang: Singkawang : Jl. A. Yani No. 08 Telp. (0562) 637000; Sampit : Jl. Jend Sudirman Km. 1

Sepeda menjadi hal yang lumrah di Australia. Pemandangan itu yang saya lihat selama berada di negara bagian Victoria, tepatnya di Kota Melbourne. Sepanjang mata memandang banyak warga Victoria yang menggunakan sepeda sebagai alat transportasi bepergian ke mana saja. Dengan helm khusus pesepeda dan kacamata hitam, mereka mengayuh pijakan kaki sepeda.

Nyamannya Bersepeda di Kota Melbourne Viodeogo Borneo Tribune, Pontianak

Sepeda di Kota Melbourne. FOTO Viodeogo/Borneo Tribune

DI BEBERAPA titik lokasi Pemerintah Victoria menyediakan sepeda khusus yang bisa digunakan oleh warga. Bayar saja koin 3 dollar, kita bisa menggunakannya sepanjang satu hari. Sepeda itu berwarna biru. Di depan stang disediakan keranjang. Warga tinggal bayar di loket khusus tak jauh sepeda di parkir. Tetapi bagi yang punya kartu kredit tinggal isi identitas pribadi dan

masukan ke mesin penyewaan. Selama 5 minggu berada di Melbourne jarang saya temui kabar sepeda itu dicuri, karena saya dengar sepeda itu khas sekali modelnya. Jadi bila di parkir di rumah, orang akan malu membawanya. Karena itu sepeda yang disediakan oleh Pemerintah. Di pusat wisata dan bisnis Kota Melbourne mulai dari Royal Melbourne Institute of Technology, State Library of Victoria, Jembatan Yarra, hing....Ke Halaman -11

Menyambut Natal & Tahun Baru Banjir Hadiah Langsung

HARGA ECERAN HARIAN BORNEO TRIBUNE - PONTIANAK, KUBU RAYA, MEMPAWAH,DAN SINGKAWANG Rp 2.000 - SAMBAS, BENGKAYANG Rp 2.200 - LANDAK,SANGGAU,SEKADAU, KETAPANG,KAYONG UTARA, SINTANG, MELAWI DAN PUTUSSIBAU Rp 2.500 -

cmyk

Melayani: - Antar Jemput Penumpang & Carter - Jasa Pengiriman Barang & Dokumen


Rabu, 5 Desember 2012

T

AJUK

Hujan RapatTurun, Rutin Banjir Lagi Baru tiga hari Kota Pontianak turun hujan, sejumlah ruas jalan protokol menjadi tergenang. Bagaimana jika hujan turun terus menerus selama seminggu atau sebulan. Bakal dipastikan bencana banjir akan datang. Pertanyaannya, sudah siapkan Pemkot Pontianak menanggulangi bencana banjir kali ini? Pontianak adalah kota yang selalu merasakan dampak buruk dari musim hujan seperti saat ini. Betapa tidak, ketika hujan hanya berlangsung dua atau tiga jam saja, di sejumlah ruas jalan dengan mudah menjadi digenangi air. Bahkan masyarakat yang tinggal di kawasan rawan banjir was-was. Diantaranya wilayah Jalan Purnama, Jeruju, Sungai Jawi, Imam Bonjol dan lainnya. Bagaimana tidak, setiap kali menjelang sore, di ruas jalan tersebut sudah tergenang oleh air setinggi hampir setengah kaki orang dewasa. Tak ayal, di sejumlah ruas jalan menjadi macet. Akibatnya para pengendara sepeda motor terjebak banjir. Sampai –sampai tidak sedikit sepeda motor warga mengalami mogok di jalan akibat mesin kendaraan kemasukan air. Masalah yang dihadapi juga oleh kota besar seperti Jakarta seharusnya tidak terjadi di Kota Pontianak yang masih tergolong kecil kalau dibandingkan dengan ibu kota negara Indonesia tersebut. Bahkan seharusnya kota ini benar-benar bebas dari banjir. Tapi kenyataannya masyarakat kota ini masih tetap bergaul dengan banjir dan pastinya masyarakat terpaksa dengan keadaan ini. Orang-orang yang ada di pemerintahan tentu tidak seperti anak kecil yang senang bermain dengan air ketika musim hujan seperti saat ini. Pemerintah pastinya sudah memikirkan bagaimana caranya agar Pontianak bebas banjir, pemerintah benar-benar tahu bagaimana caranya mengatasi masalah ini, namun yang ditunggu masyarakat adalah bagaimana hasil dari pemikiran dan kerja keras dari pemerintah tersebut. Jangan sampai masalah banjir disebabkan karena kondisi geografis Kota Pontianak yang berada di dataran rendah. Yakni, di ketinggian 0,8 hingga 1,5 meter di atas permukaan laut. Atau menyalahkan masyarakat yang suka membuang sampah sembarangan. Tapi yang paling terpenting, bagaimana Pemkot Pontianak membenahi banyak drainase yang tidak berfungsi dengan baik. Tanpa harus melakukan survei mendetail pun, kita sudah tahu bahwa drainase di Kota Pontianak tidak berfungsi optimal sebagai salah satu “penakluk” banjir. Contohnya, lihat saja gorong-gorong seukuran di bawah Jalan Gajah Mada-Tanjung Pura, pusat kota. Kondisinya memprihatinkan: dipenuhi sampah dan kabel-kabel. Celakanya, sampah-sampah tadi tidak lagi terlihat oleh kasat mata karena hampir semua pemilik ruko sudah menutup gorong- gorong dengan cor semen untuk pelantaran si empu pemilik ruko. Kita juga bisa mengamati, banyak drainase atau gorong-gorong yang berubah dari yang terbuka menjadi tertutup akibat pelebaran jalan, seperti yang ada di Iman Bonjol, A Yani dan Jalan Pahlawan. Padahal karakter gorong-gorong terbuka tidak bisa dipaksakan menjadi tertutup. Gorong-gorong bisa meledak karena mampet. Belum lagi minimnya ruang terbuka hijau. Idealnya 30 persen dari luas seluruh kota, agar bisa berfungsi optimal sebagai penyerap air. Ruang terbuka hijau sudah beralih fungsi menjadi bangunan gedung bertingkat. Contoh sederhana, bangunan Mega Mal di Jalan A Yani sebagai lahan hijau karena di lahan itu berdiri kebun langsat seluas areal mal. Padahal daerah itu, bila air hujan meluber ke jalan, maka ruang terbuka hijau inilah menjadi areal serapan air. Sekarang, masalahnya Pontianak sudah multi problem. Entah para pemikir tata ruang kota yang salah atau pemerintah kota yang arogan. Karena Visi Misi pembangunan kota Pontianak sebagai kota perdagangan dan jasa semestinya tidak mengabaikan hak-hak warga untuk hidup bebas dari banjir. Perlu langkah revitalisasi total untuk memperbaiki sistem drainase. Bila perlu menerapkan konsep drainase ramah lingkungan, yaitu dengan membuat drainase yang aliran airnya tidak ke Sungai Kapuas, tapi diserap ke dalam tanah di bawah saluran. Dengan cara itu akan mengembalikan kota Pontianak pada tahun 1960-an, yakni sebuah kota seribu parit yang bebas banjir.

S

ENGET

Sedia Payung sebelum Hujan -Jika Banjir Datang, Sediakan Anggaran Lagi... Bang Tribune

Idealisme, Keberagaman dan Kebersamaan

Kayong Utara

Borneo T Tribune

2

Status KKU Masih KLB DBD Bupati: Fogging Seluruh Desa Abdul Khoir Borneo Tribune, Sukadana Setelah beberapa bulan lalu KKU sempat menyatakan diri sebagai daerah Darurat Air Bersih, kini dipenghunjung 2012, KKU kembali dilanda kejadian Luar Biasa (KLB) Demam Berdarah Dengue (DBD). Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan KKU, hingga minggu 47 terdapat 160 suspek DBD dan 88 kasus diantaranya positif. Dengan 2 kasus meninggal dunia pada Agustus dan Oktober 2012. Dari data kasus DBD per kecamatan di wilayah puskesmas, terdapat 7 kasus di Puskesmas Sukadana, 8 kasus di Puskesmas Siduk, 7 kasus di Puskesmas Teluk Melanau, 60 kasus di Puskesmas Teluk Batang dengan 1 kasus meninggal dunia, 4 kasus di Puskesmas Telaga Arum dengan 1 kasus meninggal dunia. Sedangkan dari data suspek DBD berdasarkan pemeriksaan RDT Igg/ IgMdan NS1 oleh tenaga laboratorium puskesmas, terdapat 14 kasus di Puskesmas Sukadana, 8 kasus di Puskesmas Siduk, 11 Puskesmas Teluk Melanau, 34 Puskesmas Teluk Batang, 5 kasus Puskesmas Telaga Arum. Dari kondisi tersebut, KKU langsung mengeluarkan status KLB agar dapat langsung diambil tindakan penanggulangan agar kasus tersebut segera

dapat ditanggulangi dan ditekan angka kasusnya pada minggu-minggu selanjutnya. “KLB ini sudah kami sampaikan ke bupati dan beliau menginstruksikan untuk fogging ke 43 desa se-KKU,” kata Kabin Yankes Agus Rudi Suandi mewakili Kadinkes KKU, Selasa (4/12). Selain itu, Bupati KKU juga telah merekomendasikan untuk penggunaan anggaran tanggap bencana sebesar Rp 200 juta untuk penanganan

Kami sudah tidak lagi menunggu kasus dinyatakan positif, jika terdapat kabar ada kasus DBD, kami langsung action untuk fogging dan itupun tidak lagi fogging fokus tapi merata diradius lebih dari seratus meter.

Hildi Hamid KLB di KKU. “Kami sudah tidak lagi menunggu kasus dinyatakan positif, jika terdapat kabar ada kasus DBD, kami langsung action untuk fogging dan itupun tidak lagi fogging fokus

tapi merata diradius lebih dari seratus meter,” terang Agus. Agus menambahkan, Bupati juga menyampaikan agar Dinas Kesehatan KKU dapat membuat program untuk tahun 2013 mendatang agar di setiap desa terdapat satu unit alat fogging dan satu tenaga operator, sehingga ke depan jika terdapat kasus DBD tidak lagi menunggu tindakan dari dinas melainkan upaya masyarakat setempat untuk melakukan penanganan pertama. Sampai saat ini terdapat 8.782 rumah yang sudah difogging dan data tersebut belum termasuk dengan data fogging 3 hari terakhir khusus di wilayah kepulauaan. Karena saat ini di wilayah kepulauaan yang merupakan wilayah yang tidak terjangkau sinyal juga tengah dilakukan fogging serta pembagian bubuk abate secara cuma-cuma kepada masyarakat. Selain itu, upaya lain adalah abatenisasi juga terus dilakukan. Bahkan dari data terakhir tercatat sebanyak 7.698 rumah sudah berhasil dilakukan abatenisasi dengan harapan dapat memutus siklus hidup nyamuk yang bersarang di tempat penampungan air milik masyarakat. Selain respon cepat dari pemerintah, Dinas Kesehatan juga telah berkoordinasi dengan instansi terkait termasuk berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi untuk melakukan penanganan kasus KLB DBD di KKU. “Kita dapat bantuan alat dan racun malation dan beberapa alat lain,” timpalnya.†

KKU Wujudkan Satu Miliar Pohon Abdul Khoir Borneo Tribune, Sukadana Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) dan Bulan Menanam Nasional (BMN) KKU mendukung program tanam 1 miliar pohon. Hal tersebut sebagai salah satu upaya turut mewujudkan Indonesia Hijau dengan program Hutan Kota. Yang secara otomatis juga merealisasikan program Kayong Utara Hijau dengan mengadakan penanamam pohon yang dilaksanakan di kompleks SMP Negeri 1 Sukadana, Senin (3/12). Pelaksanaan kegiatan ini dihadiri Wakil Bupati KKU, Ir. H. Muhammad Said, DPRD KKU, Kepala SKPD di lingkungan Pemda KKU, Seluruh Organisasi Wanita KKU, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama dan pelajar. Dengan tema “Hutan Kota Mendorong Terwujudnya Indonesia Hijau”, menurut Wakil Bupati KKU saat menyampaikan sambutan Menteri Kehu-

Disamping itu kita juga ingin menunjukkan bahwa sumber daya hutan sebagai salah satu penggerak perekonomian bangsa, penyediaan lapangan kerja bagi rakyat, pengentasan kemiskinan dan sekaligus mampu menghasilkan produk ramah lingkungan.

tanan, Zulkifli Hasan bahwa dalam acara HMPI dan BMN di Jatiluhur, Provinsi Jawa Barat, Tahun 2010,

H. Muhammad Said Presiden RI telah mengamanatkan untuk melakukan Gerakan Penanaman Satu Miliar Pohon”. Gerakan Penanaman Satu Miliar Pohon merupakan gerakan nasional dan upaya nyata seluruh komponen bangsa untuk menanam pohon paling sedikit sebanyak 1 miliar pohon setiap tahun. Gerakan penanaman pohon pertama bertujuan untuk merehabilitasi hutan dan lahan yang terdegradasi/kritis guna mengembalikan fungsi hutan dan la-

han. Kedua bertujuan untuk konservasi keanekaragaman hayati (bio-diversity) baik flora dan fauna termasuk ketahanan pangan. Ketiga bertujuan untuk penyerapan karbon dioksida (CO2) dalam rangka mitigasi perubahan iklim global serta keempat dalam jangka panjang berkontribusi terhadap penyediaan bahan sandang dan pangan, energi dan ketersediaan air tanah untuk mendukung terwujudnya kesejahteraan masyarakat. Seperti diketahui bersama bahwa Keputusan Presiden RI Nomor : 24 Tahun 2008, tanggal 28 November telah ditetapkan sebagai Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) dan Bulan Desember sebagai bulan Menanam Nasional (BMN). “Hari ini kita menyelenggarakan peringatan HMPI yang ke-5. Momentum peringatan serentak ini diharapkan mampu menggalang dan membangkitkan semangat, motivasi dan budaya masyarakat Indonesia untuk menanam

dan memelihara pohon lebih giat dan lebih banyak demi kepentingan generasi penerus bangsa di masa mendatang,” kata Wabup. Tema HMPI dan BMN Tahun 2012 tersebut dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa Indonesia mempunyai komitmen yang tinggi serta program yang konsisten dalam melaksanakan upaya rehabilitasi hutan dan lahan dan konservasi lingkungan termasuk biodiversitasnya. “Disamping itu kita juga ingin menunjukkan bahwa sumber daya hutan sebagai salah satu penggerak perekonomian bangsa, penyediaan lapangan kerja bagi rakyat, pengentasan kemiskinan dan sekaligus mampu menghasilkan produk ramah lingkungan. Hal ini sejalan dengan komitmen Presiden RI Bapak Soesilo Bambang Yudhoyono tentang upaya Indonesia untuk menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 26 % atau 46 % dengan bantuan masyarakat Internasional pada tahun 2020,” tandasnya.†

Penerbit: PT. Borneo Tribune Press. Direktur Utama: W Suwito, SH, MH. Penasehat Hukum: A. Ambo Mangan, SH, MH, Martinus Ekok, SH, MH. Pemimpin Umum: Sisa Primashinta. Senior Editor: H. Nur Iskandar, SP, Tanto Yakobus, Alexander Mering. Wakil Pemimpin Redaksi: Budi Rahman. Redaktur: Andry, Agus Wahyuni, Aulia Marti, Hairul Mikrad, Yusriadi, Viodeogo. Reporter: Abdul Khoir, Andika Lay, Yulan Mirza, Achmad Mundzirin, Achmad Munandar, Ubay. Biro Kubu Raya: Hanoto Jl. Sui Raya Dalam (081522711111). Biro Mempawah: Johan Wahyudi, Jl. Pendidikan Gg. Suka Mulya No.10 (085654587038). Sambas: Amrul Ambiya (Kontributor/Pemasaran), Jl. Suka Mantri (085245527602). Biro Bengkayang: Mujidi, Jl. Pahlawan No. 10, Kelurahan Bumi Emas Bengkayang (085245247955). www.borneo-tribune.net Landak: Yohanes Ngalai/Pemasaran, Jl. Barage Gg. Pak Kasih No. 51 Ngabang (085822062880). Biro Sanggau: Ratnasari Jl. Agus Salim No.10 (085245904505). Biro Melawi: Eko Susilo (0812-56452946) TERBIT SEJAK 19 MEI 2007 Jl. M Saad, Gg. Kayan, Serundung- Nanga Pinoh. Biro Sekadau: Bagus Kosminto, Jl. Irian No. 41 Sekadau Hilir (085245743683). Biro Sintang: Endang Kusmiyati (08524-5006757), Saumin (Pemasaran) (085284291321) Jl. JC Oevang Oeray, Gg. Ahmad 2. Biro Kapuas Hulu: Jl. Kenanga, Ruko Pemda Blok B. 6 Putussibau Utara (08562569007). Ketapang: Jaidi Chandra (Kontributor), Jl. Gajah Mada No. 156 (081345450988). Fotografer: Ulla Asri Sekretaris Redaksi: Erika Sudiardjo Umum: Emiliana (Manajer), Fitriyana,. Percetakan/Pracetak: Ukan Dinata. Staf Pracetak: Fahmi Ichwan, Syam „ Wartawan, Kontributor, Intensive Programme dan Abubakar, M. Taufik,. Staf Percetakan: Andre, Nurhalis, Rustam. Marketing: Sisa Primashinta, Hesty Yosana, Aldi Chairudin, Ardiansyah. Desain Iklan: Atika Ramadhani, M. Affandy,Ferry Ade Putra Freelancer Borneo Tribune dibekali identitas, surat Sirkulasi: Dhani, Suprianto. Keuangan: Jumi Erlinasari, Tri Agustin, Kusnan, Husada, IT: Iwan Siswanto. Tarif Iklan: BW (black and white) Rp 6000/mm kolom, Full Colour hal 1 Rp 15.000/mm kolom, tugas atau tanda pengenal (ID-Card) dan dalam mehalaman dalam Rp 12.000/mm kolom. Alamat Kantor Bisnis dan Alamat Redaksi: Jalan Purnama Dalam No 2 Pontianak Telpon 0561-767788 Fax 0561-766103. E-mail: borneotribune@yahoo.com laksanakan tugas jurnalistiknya tidak diperkenankan menerima suap atau amplop

Borneo Tribune


Serba Serbi

Borneo T Tribune

Rabu, 5 Desember 2012

Lima Kebiasaan Tidur yang Berbahaya Borneo Tribune, Jakarta Setelah lelah beraktivitas dan mencari nafkah seharian, malam hari adalah saat yang paling tepat untuk beristirahat. Tubuh manusia juga sebenarnya sudah memiliki mekanisme alami untuk merilekskan saraf-saraf yang tegang lewat tidur. Tak hanya itu, tidur sebenarnya merupakan elemen penting yang memungkinkan seseorang untuk mencapai keberhasilan dalam hidup, menurunkan berat badan dan memperpanjang umur. Banyak penelitian yang menemukan bahwa kekurangan tidur dapat memicu berbagai gangguan kesehatan. Tapi ada banyak orang yang meremehkan kebiasaan tidurnya, seperti yang dilansir Fox News, Senin (3/12/2012) berikut ini: 1. Meremehkan jam tidur Setiap orang memiliki lama jam tidur yang berbeda. Walau demikian, beberapa ahli menyarankan untuk tidur sebanyak 9 jam per hari. Sayangnya, banyak orang yang mengalami kurang tidur kronis atau mengidap gangguan tidur. Sebuah survei menemukan bahwa kebanyakan pengidap insomnia melakukan aktivitas yang mengganggu 1 jam sebelum masuk ke tempat tidur, yaitu menonton TV, mengoperasikan komputer dan melakukan pekerjaan rumah tangga. Artinya, aktivitas-aktivitas itu besar kemungkinannya mengganggu jam tidur. 2. Kekurangan atau keba-

nyakan tidur National Health Interview Survey di AS menemukan bahwa orang dewasa yang terbiasa tidur kurang dari 6 jam lebih mungkin merokok, kecanduan alkohol, kurang olahraga, dan obesitas. Menariknya, orang dewasa yang tidur lebih dari 9 jam juga sama-sama melakukan perilaku tidak sehat. Peneliti dari University College London menemukan bahwa kurang atau kebanyakan tidur meningkatkan risiko kematian sebesar 2 kali lipat. Para ilmuwan memang sudah yakin mengapa kurang tidur berakibat buruk bagi jantung, namun penyebab mengapa kebanyakan tidur juga memiliki efek yang sama masih menjadi misteri.

4. Tidur dengan lampu menyala Hormon tidur atau melatonin dihambat oleh cahaya dan akan meningkat seiring dengan gelap. Semakin lama terjaga, produksi melatonin akan menurun dan berakibat buruk bagi kesehatan mental dan fisik. Penelitian menunjukkan bahwa penuaan dini berkaitan dengan rendahnya kadar melatonin saat tidur. Melatonin terlibat dalam proses pembelajaran dan memori, serta diduga efektif untuk mengobati penyakit Alzheimer. Hormon ini dianggap sebagai antioksidan kuat yang mampu melindungi DNA dari kerusakan radikal bebas dan dapat mencegah perkembangan beberapa jenis kanker.

3. Tidur tak sesuai dengan pergerakan matahari Cryptochromes adalah protein yang ditemukan pada setiap makhluk hidup di bumi. Protein ini sensitif terhadap cahaya fajar dan senja serta mempengaruhi jam biologis dan banyak ditemukan di mata serta kulit. Dengan protein ini, tubuh manusia dapat mendeteksi sinar matahari bahkan dengan mata tertutup. Cryptochromes mendeteksi sinar matahari dan mengurangi sinyal kelenjar pineal pengubah serotonin sehingga membuat suasana hati meningkat sepanjang hari, juga meningkatkan hormon melatonin agar tubuh dapat beristirahat dengan baik. Inilah yang memungkinkan orang bangun segar di pagi hari.

5. Tidur kurang nyenyak Kekurangan tidur kronis dapat mengubah metabolisme glukosa. Kemampuan tubuh untuk menghasilkan dan merespon insulin akan menurun sekitar 30 persen, mirip dengan tanda awal diabetes. Penelitian telah menunjukkan bahwa kesulitan tidur nyenyak juga berhubungan dengan gangguan hormonal. Jadi yang paling penting bukanlah kuantitas tidurnya, melainkan kualitasnya. Tidur yang kurang berkualitas akan meningkatkan kadar kortisol, hormon stres yang bermanfaat, namun juga menjadi masalah jika berlebihan. Kadar kortisol yang tinggi akan menurunkan testosteron, merusak sistem imun, meningkatkan massa otot serta tekanan darah. (dtk/int)

3

Dunia Kerja Masih Tak Bersahabat dengan Pasien HIV/AIDS Borneo Tribune, Jakarta Tidak semua orang dengan HIV/AIDS (ODHA) adalah orang-orang yang gemar melakukan seks berisiko. Namun apapun penyebabnya, pasien HIV/AIDS masih kerap didiskriminasikan. Bahkan untuk mendapat pekerjaan agar mandiri dalam hidupnya, seorang ODHA sering kali kesulitan. Di tengah per i ngatan Hari AIDS sedunia yang jatuh 1 Desember lalu, Xiao Qi (bukan nama sebenarnya) bergulat untuk memperoleh haknya mendapat pekerjaan yang layak. Saat ini dia sedang dalam proses gugatan terhadap otoritas pendidikan yang menurutnya telah menolak lamaran kerja karena dia adalah seorang dengan HIV positif. Gugatan yang dilayangkannya terhadap biro pendidikan Kabupaten Jinxian di Provinsi Jiangxi, China memang belum secara resmi terdaftar untuk ditangani. Xiao Qi mengajukan gugatan di pengadilan setempat pada 26 November lalu.

Pemuda ini bertekad untuk mendapatkan keadilan sehingga nekat mengajukan gugatan. “Karena ini bukan hanya untuk saya, tapi untuk seluruh orang dengan HIV/ AIDS yang rentan,” katanya seperti dikutip dari China Daily, Senin (3/12/2012). Pada Juni lalu Xiao telah lulus tes seleksi menjadi guru dengan nilai yang tinggi. Namun impiannya menjadi guru pupus setelah dalam tes kesehatan dinyatakan positif HIV. Biro pendidikan setempat mendiskualifikasi pemuda tersebut. Itulah yang melatar belakangi Xiao mengajukan gugatan ke pengadilan. Kendati ada aturan hukum bahwa ODHA dan keluarganya memiliki hak untuk bekerja, bersekolah, dan menda-

pat pelayanan kesehatan, namun dia mengajukan gugatan dengan dipenuhi ketidakoptimisan. Sebab Xiao bukanlah orang pertama di China yang mengajukan gugatan tentang diskriminasi kerja terhadap ODHA. 780.000 orang dari 1,3 miliar penduduk di China diperkirakan hidup dengan HIV/ AIDS. Menurut data Departemen Kesehatan China, jumlah kasus yang dilaporkan hingga akhir Oktober mencapai 492.191, termasuk 68.802 kasus baru pada tahun ini. Laporan Organisasi Buruh Internasional (ILO) serta Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit China pada 2010 menyebut orang yang hidup dengan HIV/AIDS masih banyak yang mendapatkan diskriminasi kerja di China. Diskriminasi itu antara lain

penolakan kesempatan kerja dan pengunduran diri paksa. Padahal berdasarkan peraturan tentang pencegahan dan penanganan HIV/AIDS pada 2006 di China, ODHA dan keluarganya memiliki hak hukum untuk dilindungi, termasuk hak untuk menikah, perawatan kesehatan, dan pendidikan. Di Indonesia, Menkes Nafsiah Mboi menegaskan dirinya akan menindak tegas petugas kesehatan yang bersikap diskriminatif atau memberi stigma kepada penderita HIV/AIDS. Pemerintah Indonesia juga gencar menyosialisasikan slogan ‘Stop AIDS melalui Kesetaraan Gender untuk Menghapus Segala Bentuk Stigma dan Diskriminasi’. Hingga September, jumlah kasus AIDS di Indonesia ada 39.000 jiwa. Sementara itu 3.541 kasus baru muncul pada Januari-September 2012. Papua merupakan provinsi dengan kasus ODHA HIV/AIDS tertinggi dengan angka 7.527 orang. DKI Jakarta berada di peringkat kedua dengan pengidap HIV/ AIDS mencapai 6.299 orang, sedangkan Jawa Timur di tempat ketiga dengan jumlah ODHA sebanyak 5.257 orang. (dtk/int)

“Metode Efektif Atasi Diabetes Hingga Tuntas”

PENGOBATAN SINSHE TCM YANG MANJUR, SATU-SATUNYA DI PONTIANAK Hongkong Medistra TCM Pontianak, Pengobatan dengan Metode TCM (Traditional Chinese Medicine) yang ternama, merupakan gabungan dari pengobatan, penelitian TCM, pencegahan penyakit kronis dan terapi penyembuhan. Didukung oleh konsultan Sinshe ahli TCM ternama dari Tiongkok yang sudah sangat berpengalaman; memanfaatkan resep TCM dan teknologi tinggi yang menghasilkan obat tradisional efektif, dengan system diagnose TCM yang tepat, obat tradisional terkini dari Tiongkok dan pengobatan elektroterapi, titik nadi, akupuntur, tuina, terapi lainnya, sangat efektif, khususnya bagi pasien yang menderita penyakit kronis. Waspadalah! jumlah penderita diabetes di Indonesia terus meningkat tajam, diprediksi ada jutaan orang terkena diabetes. jika tidak diobati sedini mungkin secara tepat dan efektif, beresiko merusak organ penting tubuh lain seperti: hati, paru-paru, ginjal, limpa, reproduksi, dan sistem syaraf, juga bisa menyebabkan uremia. Itulah sebabnya data WHO terkini menyatakan persentase angka kelumpuhan maupun kematian akibat penyakit diabetes dan berbagai macam komplikasi menakutkan ini terus meningkat pesat. Untuk mengatasi penyakit diabetes dan komplikasinya, Hongkong

Medistra TCM (Traditional Chinese Medicine) yang terdepan yakni “Bai Wei Hu Yi Liao Fa” mengatasi penyakit dengan ramuan herbal yang disesuaikan jenis dan kondisi penyakit penderita, dihasilkan dari 33 jenis obat berharga ditambah 28 jenis obat organik, daya serap obat sangat tinggi, rata-rata penderita diabetes setelah diobati sekitar 5-10 hari, gula darah menurun, gejala seperti kaki tangan kesemutan, seluruh badan tidak bertenaga, insomnia, dll berkurang secara nyata. Rata-rata setelah 40-60 hari, gula darah stabil, gejala komplikasi menghilang, daya tahan tubuh meningkat, keseluruhan tubuh membaik, sebagian pasien bisa berhenti konsumsi obat, fungsi insulin dan system sekresi normal kembali, fungsi reproduksi pria kembali normal, sudah bisa kembali merasakan kehidupan sehat yang normal. Sudah banyak penderita merasakan khasiat mujarabnya, tidak ada efek samping, tidak menimbulkan ketergantungan, tidak berpengaruh penderita menderita 10-20 tahun, kondisi penyakit parah/ringan, setelah diobati bisa menurunkan gula darah dan gula kencing hingga normal dan seimbang, sesudah diatasi hingga keakar-akarnya tidak mudah kambuh.

Untuk Konsultan & Pengobatan Hubungi :

HONGKONG MEDISTRA TCM Jl. H. Agus Salim No. 126 Pontianak - Kalimantan Barat Telp. (0561) 733268 HP. 0821 5279 7888 Hari Senin - Sabtu Buka Jam 09.00 s/d 17.00 WIB Minggu & Libur Besar Jam 09.00 s/d 13.00 WIB


Kalimantan Barat - Kota Pontianak Borneo Tribune

Rabu, 5 Desember 2012

4

Perbaikan Infrastruktur Kuras Dana Rp 147 Miliar Peningkatan perbaikan jalan terus dilakukan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Pontianak, dengan memfokuskan pada peningkatan kualitas jalan yang menguras dana Rp 147 miliar. “Dari anggaran PU, 70 persen untuk jalan, selebihnya untuk drainase. Total

anggaran Dinas PU tahun ini Rp 147 miliar, sedangkan tahun lalu hanya Rp 130 miliar. Jumlah itu meningkat sekitar Rp 17 miliar,” kata Kepala Dinas PU Kota Pontianak Ir. Edi Rusdi Kamtono. Ia mengatakan, jalan utama juga akan dilakukan peningkatan seperti Jalan DR Wahidin, akan dibeton untuk ditinggikan dan dilebarkan menjadi 12 meter untuk sementara ini. Sebab

ke depan akan dilebarkan lagi. Edi menambahkan, terdapat beberapa ruas jalan yang akan dituntaskan tahun 2013 mendatang. Karena beberapa ruas jalan kondisinya sudah tidak lagi memadai. Jika dilihat dari banyaknya pengendara yang melalui beberapa ruas jalan. “Kita akan overlay Jalan Ahmad Yani, Putri Candramidi, Sultan Abdurrahman,

Pemkot Pontianak Implementasikan PUG

Gusti Sulung Lelanang, dan beberapa ruas jalan lagi. Sedangkan di Pontianak Utara kita akan tuntaskan Jalan Dharma Putra. Pontianak Timur kita akan menuntaskan Jalan Tanjung Raya 2 selesai, jadi tahun 2013 ini program walikota sesuai dengan RPJM, 85 persen jalan mantap bisa tercapai tahun 2013 akhir,” ungkapnya. Ia menjelaskan, tidak hanya jalan yang akan diper-

CMYK

Andika Lay Borneo Tribune, Pontianak Pengarusutamaan gender (PUG) adalah strategi yang dilakukan secara rasional dan sistematis untuk mencapai dan mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender dalam sejumlah aspek kehidupan manusia, baik rumah tangga, masyarakat maupun negara, melalui kebijakan dan program yang memperhatikan pengalaman, aspirasi, kebutuhan dan permasalahan perempuan dan laki-laki ke dalam perencanaan, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi dari seluruh kebijakan dan program di berbagai bidang kehidupan dan pembangunan. “PUG di jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak telah lama diimplementasikan dengan memberikan proporsi bagi kaum wanita dalam menduduki jabatan birokrasi. Bahkan jabatan

yang diduduki kaum hawa itu tidak mesti di bidang yang berkaitan feminisme,” kata Wakil Walikota Pontianak, Paryadi, Selasa (4/12), saat membuka Sosialisasi PUG di lingkungan Pemkot Pontianak, di Aula Pertamina Pontianak. Dicontohkannya, untuk jabatan Kepala Dinas Kebersihan di lingkungan Pemkot Pontianak, umumnya jabatan dipegang kaum laki-laki tetapi Pemkot mempercayakan kepada perempuan meskipun dari sisi feminisme itu kurang layak. “Itu salah satu contoh penghargaan kita terhadap pengarusutamaan gender,” ujarnya. Dirinya menilai, sudah banyak kalangan yang memahami PUG. Bahkan, Ketua RT pun sudah banyak dipegang kaum wanita. “Dibuktikan dengan tidak ada lagi profesi-profesi yang berbeda antara laki-laki dan perempuan, termasuk RT juga sudah banyak dari kalangan perempuan,” jelas-

nya. Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan, Anak dan KB (BPMPAKB) Kota Pontianak Dharmanelly menyatakan, PUG di Kota Pontianak sudah sejak lama diimplementasikan. Misalnya, sudah banyak anak-anak lakilaki dan perempuan yang bersekolah, pelayanan kesehatan bagi kaum laki-laki dan perempuan, cakupan imunisasi dan pemberian air susu ibu (ASI). “Hanya saja kita perlu kebijakan-kebijakan karena selaku pemerintah perlu adanya regulasi. Jadi kita harus buat aturan-aturan itu. Alhamdulillah, Kota Pontianak sudah memiliki SK PUG bagi semua kepala SKPD,” tuturnya. Menurut Dharmanelly, di seluruh SKPD Pemkot Pontianak juga sudah dibentuk gender vocal point, yakni penyampai informasi terkait pengarusutamaan gender. o

TPS Tampung 800 Pedagang Pasar Flamboyan Andika Lay Borneo Tribune, Pontianak Walikota Pontianak Sutarmidji menyatakan, 800 pedagang yang ada di Pasar Flamboyan akan ditampung di Tempat Penampungan Sementara (TPS) yang sudah dibangun Pemkot Pontianak di Jalan Veteran. “Bulan depan sudah ram-

pung dan bisa ditempati. Saya berharap pada bulan puasa tahun depan pasar tradisional di Flamboyan sudah bisa kita tempati,” kata H Sutarmidji, Senin (3/ 12) di saat meninjau TPS. TPS ini nantinya akan menampung 800-an pedagang, dan bangunan sementara ini akan bertahan hingga delapan bulan. “Lahan yang dibangun

TPS ini milik swasta, kita pinjam sementara. Nanti setelah selesai pembangunan Pasar Flamboyan, kita kembalikan lagi seperti semula,” jelasnya. Banyak ruko maupun kioskios dan lapak di Pasar Flamboyan yang dibongkar. Pembangunan TPS untuk menampung para pedagang sementara juga tampak sedang dikerjakan.o

nentu untuk mengatasi kemacetan dan pertumbuhan, termasuk auto ring road,” ungkapnya. Ia mengatakan, Pemkot akan terus berupaya semaksimal mungkin untuk menghentikan kemacetan di Kota Pontianak. Mengingat beberapa lokasi di Kota Pontianak terjadi kemacetan yang cukup parah., karena kondisi jalan yang rusak parah. “Sekarang dalam tahap

studi kelayakan, kita tetap serius dengan berbagai upaya baik melalui jalur eksekutif maupun legislatif. Anggaran untuk menguraikan kemacetan cukup besar, karena kita manajemen merakit lalu lintas ini tidak sekadar infrastruktur. Tapi pengaturan arah lalu lintas, pengaturan pusat kegiatan, areal parkir, dan banyak faktor yang mempengaruhi kemacetan,” jelasnya. o

BSPS Usulkan 1.224 Unit Rumah Hanya 245 Dikabulkan Amrul Borneo Tribune, Sambas

PUG Wakil Walikota Pontianak Paryadi memberikan arahan kepada peserta Sosialisasi PUG di lingkungan Pemkot Pontianak, di Aula Pertamina Pontianak. FOTO Andika Lay/Borneo Tribune.

baiki sejumlah drainase di beberapa lokasi juga akan jadi perhatiannya. Termasuk melakukan normalisasi parit-parit dan saluran. “Rencana pembangunan Jembatan Kapuas III untuk jangka menengah dan panjang. Hal itu terkait lintas dana APBD provinsi dan dana pusat. Jadi kita tetap koordinasi. Rencana ke depan tetap berharap jalan layang, Jembatan Kapuas III, karena salah satu faktor pe-

Dinas Pekerjaan Umum (PU) Cipta Karya Tata Ruang dan Perumahan Kabupaten Sambas memprogramkan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), dengan mengusulkan 1.224 unit rumah dari 5 kecamatan 18 desa dan hanya 255 yang dikabulkan Kementerian Perumahan. Dalam acara sosialisasi mekanisme BSPS 2013, Senin (3/12), di Aula Bupati Sambas, Dinas PU Cipta Karya Tata Ruang dan Pe-

rumahan Kabupaten Sambas membahas BSPS, yang merupakan program Kementerian Perumahan Rakyat dalam rangka pemenuhan kebutuhan rumah layak huni bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), berupa penanganan peningkatan kualitas rumah yang mengalami rusak, sedang, untuk masyarakat miskin berpenghasilan hingga Rp. 1.250.000. Kepala Dinas PU Cipta Karya Tata Ruang dan Perumahan Kabupaten Sambas, Ir. Ibrahim Kasim, MM mengatakan program ini sudah dilaksanakan sejak ta-

hun 2006, namun di Kabupaten Sambas baru dilaksanakan tahun ini. Tim verifikasi lapangan yang terlibat, yakni Bidang Perumahan (Dinas PU CK TR dan PR), Ketua Unit Pelaksana Kegiatan (UPK) dan Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM). Hasil verifikasi lapangan terdapat 245 unit rumah yang lolos untuk mendapatkan bantuan BSPS tahun 2012, yaitu Kecamatan Selakau dengan 4 desa (Parit Baru 93 unit, Pangkalan Bemban 26 unit, Kuala 79 unit, Twi Mentibar 47 unit), dengan nominal BSPS yang diterima senilai Rp 6 juta per unit. “Ini murni hanya diperun-

Dinas PU Cipta Karya Tata Ruang dan Perumahan Kabupaten Sambas menggelar sosialisasi mekanisme BSPS 2013, Senin (3/12), di Aula Bupati Sambas. FOTO Amrul/Borneo Tribune

tukkan pembelian material perbaikan rumah, sedangkan untuk pengerjaannya dilakukan oleh warga secara bergotong royong melalui UPK, “ ungkapnya. Penyaluran dana BSPS kepada penerima bantuan dilakukan melalui bank yang telah ditunjuk. Bank penyalur akan menerbitkan buku tabungan atas nama penerima bantuan. Ia menegaskan, penerima dana BSPS dilarang memberi kuasa penarikan tabungan kepada pihak lain. Bank penyalur dilarang melayani apabila ada penarikan tabungan BSPS dengan surat kuasa. “Hal ini dilakukan agar tidak ada penyimpangan dalam penggunaan dana stimulan tersebut, untuk rekening tabungan,” harapnya. Penerima bantuan membuka rekening tabungan di Bank BRI untuk program tahun ini. Selanjutnya, penggunaan dana bantuan tersebut akan ada pendampingan dari konsultan TPM dan UPK, tahap pertama dana yang dicairkan sebesar 50 persen dari total nilai bantuan. Kemudian setelah pengerjaan tahap pertama selesai dan telah diverifikasi oleh tim, selanjutnya tahap kedua pencairan sisa dananya sebesar 50 persen untuk menyelesaikan perbaikan rumah tersebut. “Pada saat ini, proses pelaksanaan BSPS masuk pada proses pencairan tahap pertama yaitu 50 persen,” ujarnya. o

2013, Pasar Tengah Jadi Objek Wisata Achmad Munandar Borneo Tribune, Pontianak Tahun 2013 mendatang, langkah Pemkot Pontianak untuk merenovasi sejumlah pasar tradisional akan terus berlanjut. Jika pembangunan Pasar Flamboyan tuntas, Pemkot berencana akan menata kawasan Pasar Tengah sekaligus menjadi objek wisata. Sebab sebagai pasar tertua yang memiliki arsitektur klasik, bangunan Pasar Tengah akan dipertahankan sebagai salah satu objek wisata Kota Pontianak. Pem-

bangunan Pasar Tengah tetap tidak menghilangkan fungsinya sekarang. Bangunan pasar yang sudah berumur puluhan tahun tak pernah mengalami renovasi itu bisa memberikan nuansa nostalgia bagi warga Kota Pontianak atau pengunjung dari luar ketika bertandang ke kawasan tersebut. Kepala Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Perumahan Kota Pontianak Ismail, mengatakan memasuki tahun 2013 Pemkot mulai menata kawasan Pasar Tengah. “Pembangunan akan tetap mempertahankan bangunan lama. Sehing-

ga bisa dijadikan cagar budaya Kota Pontianak,” ungkap Ismail. Menurutnya, Pemerintah Kota Pontianak akan mendapatkan bantuan dari pusat untuk menata kawasan Pasar Tengah dan sekitarnya pada tahun anggaran 2013 sebesar Rp 1,3 miliar dan dari APBD sebesar Rp 5 miliar. “Dengan penataan yang baru dan dengan bangunan yang bernilai sejarah, tentu bisa dijadikan pusat aktivitas masyarakat dan menarik wisatawan mancanegara untuk datang ke Pontianak. Sehingga Pasar Tengah ti-

dak hanya jadi tempat berjualan, tapi bisa dijadikan sebagai kawasan wisata,” terangnya. Ismail menambahkan, selain pasar, rumah masyarakat yang ada di pinggiran Sungai Kapuas, terutama bangunan yang lama juga akan dipertahankan. Sehingga bisa dijadikan aset budaya dan bisa dijadikan home stay (rumah inap) Kota Pontianak, bagi wisatawan yang ingin menginap di pinggiran sungai. “Saat ini kami sedang melakukan pendataan terhadap rumah-rumah tersebut,” katanya. o

CMYK

Achmad Munandar Borneo Tribune, Pontianak


Mempawah-Kubu Raya Borneo Tribune

Rabu, 5 Desember 2012

Mantapkan Persamaan Persepsi

Pelaku Sejarah Pembentukan KKR Bertemu Achmad Munandar Borneo Tribune, Kubu Raya Para pelaku sejarah pembentukan Kabupaten Kubu Raya mengadakan pertemuan, Sabtu (1/12) kemarin. Mereka merumuskan persepsi dan tujuan yang sama dalam mendorong percepatan pembangunan Kubu Raya. Salah satu pelaku sejarah yang juga hadir dalam pertemuan tersebut adalah Muda Mahendrawan yang merupakan bupati pertama di daerah otonom termuda di Kalbar. Selaku Bupati pertama yang juga terlibat langsung dalam memperjuangkan proses pembentukan Kabupaten Kubu Raya, Muda Mahendrawan memiliki tanggungjawab penuh dalam memperjuangkan pembangunan Kubu Raya dalam mencapai visi terdepan dan berkualitas.

“Kabupaten Kubu Raya sebagai Kabupaten termuda di Kalimantan Barat, terus berbenah diri mempercepat pembangunan dengan spirit dari Kubu Raya untuk Indonesia, proses pembangunan terus berjalan dengan baik dan telah membawa dampak positif bagi kelangsungan hidup masayarakat Kubu Raya,” aku mantan Ketua Pemekaran Kubu Raya Abdul Wahab. Menurutnya, saat ini pembangunan Kubu Raya sebagai Kabupaten baru sudah jelas, fondasi dan arah yang diletakkan bupati termasuk menata pemerintahan yang baik sesuai dengan arah kebijakan yang sudah menjadi arah pembangunan Kubu Raya. “Kami melihat memasuki 5 tahun perjalanan Kubu Raya sudah sangat bagus pertumbuhan ekonominya, pembangunan infrastrukturnya, penataan dan arah kebijakan serta fondasi pe-

merintahannya sangat bagus, dan sudah terasa manfaatnya di masyarakat, akses semakin mudah dan perekonomian terus bertumbuh,” ungkap Abdul Wahab. Ditambahkan Suharso, salah satu pelaku sejarah Pembentukan Kubu Raya, pertumbuhan dan perkembangan pembangunan Kubu Raya sudah bagus dan bahkan sudah sangat bagus. Banyak prestasi nasional yang sudah diraih dan sudah semakin dikenal di Indonesia. Untuk itu, pertemuan yang dilakukan antara pelaku sejarah Kubu Raya adalah dalam upaya membangun persepsi serta memberikan evaluasi dan masukan kepada pemerintah akan beberapa hal yang mungkin bisa semakin memacu pertumbuhan pembangunan Kubu Raya. “Kita harapkan apa yang sudah dibangun di Kubu Raya dan apa yang menjadi kebijakan yang baik yang

sudah ada tinggal dikawal dan teman-teman pelaku sejarah terus mengawal pembangunan Kubu Raya kedepan,” ujarnya. Sementara itu Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan mengatakan bahwa pertemuan tersebut adalah dalam upaya menyatukan persepsi membangun Kubu Raya yang lebih baik. Agar arah pembangunan Kubu Raya terus terkawal dengan baik. “Ini adalah upaya yang kita lakukan dalam menyamakan persepsi membangun Kubu Raya. Melalui silaturahmi dan diskusi-diskusi seperti ini adalah sebuah sarana untuk mencari solusi-solusi dan gagasan-gagasan dalam upaya mempercepat pembangunan Kubu Raya. Kita inginkan ada kesamaan persepsi pembangunan Kubu Raya sehingga akan semakin cepat larinya dalam pembangunan,” ung-

kap Muda. Dalam diskusi-diskusi dan pertemuan serta silaturahmi yang dilakukan antara pelaku-pelaku sejarah pembentukan Kubu Raya yang tetap solid akan mampu mengawal perjalanan pembangunan Kubu Raya yang lebih baik. Menurut Muda, pertemuan antara pelaku sejarah yang terus mengawal pembangunan Kubu Raya adalah dalam upaya membangun pola pikir yang luas dan negarawan. Membangun generasi Kubu Raya yang berkualitas dan berkarakter. Dan semangat masyarakat dalam mendorong kemajuan pembangunan sebagai fondasi utama pembangunan. Menurutnya selaku generasi pertama Kubu Raya memiliki tanggung jawab yang sangat besar untuk mengawal dan mendorong pembangunan generasi Kubu Raya yang lebih baik. o

R4 Juara Futsal Bupati Pontianak Cup Johan Wahyudi Borneo Tribune, Mempawah Tim R4 Kota Pontianak berhasil menjadi juara turnamen futsal memperebutkan Bupati Pontianak Cup 2012, setelah di final menundukan Tim Spartan asal Segedong dengan skor telak 9-5. Pertandingan di lapangan Futsal DMZ Kecamatan Segedong, Senin malam (3/ 12), kemarin disaksikan Camat Segedong, Sukarjo, mewakili Bupati Pontianak, Kapolsek Segedong, Syaeful Bahri, Anggota DPRD Kabupaten Pontianak, Abdul Fattah, dan Kades Peniti Besar, Jamhur. Diiringi sorak-sorai ratusan penonton maupun suporter kedua tim, pertandingan final ini menyuguhkan permainan atraktif dari kedua tim. Jual beli serangan terjadi sehingga gol demi gol pun tercipta melalui kombinasi permainan yang cantik dan menarik, namun berkat kerjasama tim yang baik, pertandingan akhirnya dimenangkan Tim R4 Kota Pontianak, dengan skor 9-5. Kemenangan ini tak pelak disambut suka cita pemain, oficial tim dan pendukung Tim R4 Kota Pontianak. Tim R4 Kota Pontianak yang berhasil menjuarai juara turnamen Futsal Bupati Pontianak 2012, berhak membawa pulang piala tetap Bupati Pontianak dan uang pembinaan sebesar Rp 5 juta. Sedangkan Juara II Tim Spartan, selain membawa trophy juga menerima uang pembinaan Rp 3 juta, Juara III diraih Tim Fortuna yang

berhak menerima trophy dan Rp 2 juta uang pembinaan dan Juara IV diraih Jangkis Segedong berhak menerima uang pembinaan Rp 1 juta. Usai penyerahan trophy dan dana pembinaan, Camat Segedong, Sukarjo, mengatakan Pemda sangat mendukung dilaksanakannya turnamen futsal tersebut. Apalagi melalui turnamen futsal akan melahirkan bibit-bibit pemain futsal berbakat, sekaligus memberikan hiburan kepada masyarakat. “Kemenangan tentu menjadi dambaan setiap orang, tapi jangan sampai menghalalkan segala cara untuk kita meraihnya, dan saya memberikan aplus terhadap seluruh pemain yang menjujung tinggi fair play dan masyarakat yang mendukung suksesnya turnament futsal ini,” katanya. Sedangkan Ketua Panitia Futsal, Supardi Munir, menjelaskan keberhasilan melaksanakan pertandingan futsal tersebut, tidak terlepas dukungan dari seluruh warga Kecamatan Segedong, yang mau ikut bersama panitia menjaga ketertiban dan keamanan selama kompetisi futsal berlangsung. Serta Bupati Pontianak yang mendukung penuh terlaksananya tounament Futsal Bupati Pontianak Cup 2012. “Alhamdullilah, kompetisi futsal berlangsung lancar. Saya berusaha tahun depan kegiatan serupa tambah meriah dan lebih banyak peserta yang ambil bagian. Dan selaku panitia kami tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada Pak Bupati Ria Norsan, yang telah mendukung tournament futsal ini,” ungkapnya. o

5

Pencegahan HIV/AIDS Diperlukan Komitmen Bersama Johan Wahyudi Borneo Tribune, Mempawah Sekda Kabupaten Pontianak, Gusti Ramlana melalui sambutan tertulis Bupati Pontianak berharap peringatan Hari AIDS se dunia dapat meningkatkan kewaspadaan dan kepedulian seluruh lapisan masyarakat untuk pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS. “Kita berharap setiap eleFOTO: Johan W / Borneo Tribune men masyarakat dapat Gusti Ramlana berpartisipasi dan mengambil bagian sesuai dengan tugas, fungsi, dan kapasitasnya dalam hal pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS,” katanya. Apalagi saat ini, penularan HIV/AIDS cenderung meningkat dan bukan hanya menulari kalangan pekerja seks, narkoba suntik, dan hubungan seks yang tidak aman, namun telah menulari ibu rumah tangga dan bayi dalam kandungan yang tertular melalui transmisi secara heteroseksual, jarum suntik tak steril, dan transfusi darah yang tidak aman. Bahkan Pemda juga sangat menyambut baik kegiatan-kegiatan yang dilakukan KPA Kabupaten Pontianak bekerja sama dengan populasi kunci, instansi terkait, tokoh agama, tokoh masyarakat, LSM peduli HIV/AIDS, dan panitia Hari AIDS Sedunia tahun 2012. “Di Indonesia, salah satu tujuan pembangunan milenium 2015 yang sulit dicapai adalah menurunkan secara signifikan preferensi dan epidemi HIV/AIDS, dalam hal ini mengingat besarnya tantangan dan ancaman epidemi tersebut pada masyarakat Indonesia yang heterogen dan plural. Untuk itu, kita sangat berharap semua pihak yang terlibat dalam penanggulangan dan pencegahan HIV/AIDS ini dapat meningkatkan kualitas, kuantitas, keterpaduan, dan kebersamaannya dalam setiap upayanya,” ungkapnya. o

E-KTP Sungai Kunyit Baru Mencapai 65 Persen Johan Wahyudi Borneo Tribune, Mempawah

JUARA Para juara Tounament Futsal Bupati Pontianak 2012, usai menerima trophy dan dana pembinaan. Foto : Johan Wahyudi/Borneo Tribune

Drainase Buruk, Pasar Pinyuh Tergenang Johan Wahyudi Borneo Tribune, Mempawah Tingginya curah hujan membuat sebagian kawasan pasar Sungai Pinyuh tergenang. Kondisi tersebut diperparah dengan buruknya kondisi drainase yang membuat sebagian ruas jalan dan halaman ruko-ruko juga banjir. Kondisi genang air dapat dilihat di areal ruko-ruko yang tidak jauh dari Tugu Simpang Tiga Sungai Pinyuh

serta Pasar Los yang merupakan pusat perbelanjaan di Kecamatan Sungai Pinyuh. “Seharusnya genangan air tidak terjadi, jika saluran air di depan-depan ruko tidak tersumbat. Apalagi wilayahnya berada di dekat aliran sungai, yang seharusnya air mudah mengalir,” kata Tri Agus, warga Sungai Pinyuh. Untuk itu, harusnya ada kesadaran pemilik ruko agar tidak menyumbat drainase atau rajin membersihkan sampah yang menyumbat. Selain itu, harus ada perha-

tian dan kepedulian pemerintah agar memperhatikan kondisi drainase di Kecamatan Sungai Pinyuh. “Memang sudah ada upaya pemerintah mengatasi permasalahan banjir atau genangan air di Kecamatan Sungai Pinyuh, dengan memperbaiki drainase. Seperti terminal bis Pinyuh yang sudah tidak banjir lagi saat curah hujan tinggi. Namun masih ada beberapa titik drainase yang masih harus menjadi perhatian seperti di Pasar Los,” ungkapnya. o

Camat Sungai Kunyit, Iwan Supradi mengatakan pelaksanaan perekaman program E-KTP di wilayahnya baru mencapai 65 persen dari warga yang wajib KTP. Namun diakui proses rekam ulang E-KTP diperkirakan akan molor dari jadwal yang sudah ditentukan. “Batas akhir perekaman E-KTP 31 Oktober lalu dan sekarang diperpanjang sampai 31 Desember 2012. Untuk sekarang Kecamatan Sungai Kunyit, baru mencapai 65 proses warga yang melakukan perekaman E-KTP,” kata Iwan Supardi ditemui di Kantor Bupati Pontianak, Senin (3/12), kemarin. Lanjutnya lagi, kendala dalam proses perekaman EKTP di wilayah Kecamatan Sungai Kunyit, dikarenakan masih ada warga yang wajib KTP yang tidak memiliki KK, serta banyak warga Sungai Kunyit yang bekerja diluar daerah, seperti menjadi TKI. “Bahkan ada indentitas warga yang salah, sehingga tidak terekam saat dilakukan proses perekaman. Dan kemungkinan secara reguler proses perekaman E-KTP akan dilanjutkan sampai 30 September 2013. Namun kita belum mengetahui, apakah pelayanan E-KTP gratis atau harus bayar,” katanya. Namun Iwan, menjelaskan pihaknya telah membentuk tim untuk mengunjungi ke rumah-rumah warga yang tidak bisa melakukan E-KTP, karena faktor usia dan sakit. “Kita berencana mengujungi langsung warga yang kesulitan melakukan perekaman E-KTP dikarenakan faktor usia atau sakit. Karena kita berharap persentase pelaksanaan program E-KTP di Kecamatan Sungai Kunyit meningkat, bahkan kita tidak berhenti terus melakukan sosialisasi ke masyarakat kita,” katanya.S o


Bengkayang Borneo Tribune

Rabu, 5 Desember 2012

Pemkab Promosi Pulau Randayan Mujidi Borneo Tribune, Bengkayang Kabupaten Bengkayang memiliki kelengkapan kekayaan alam yang luar biasa. Selain memiliki gunung, daerah pecahan dari Kabupaten Sambas ini memiliki beberapa pulau kecil dengan keindahan yang men-

janjikan. ‘Kita punya beberapa pulau yang cukup menarik untuk dikembangkan,” kata Frans Wijaya, Kasi Promosi Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Bengkayang, Senin (3/12). Salah satu pulang yang terkenal itu adalah Randayan. Sebuah pan-

orama indah di dasar laut disuguhkan pada pulau ini. Letaknya di lintasan Laut Natuna. Untuk mencapai ke sana memerlukan waktu kurang dua jam menggunakan motor air dan empat puluh lima menit kalau menggunakan speedboat. “Penyelaman di sana sangat bagus. Villa disiapkan untuk para pengunjung yang

ingin menginap,” kata Frans. Pulau lain yang tidak kalah indah adalah, Pulau Kabung, Pulau Lumukutan, Pulau Penata Besar dan Kecil dan pulau Seluas. “Semua pulau yang kita miliki sangat indah, tidak rugi untuk para wisatawan yang ingin berkunjung ke sana,” kata Frans mempromosikan. o

Pemkab Siap Beli Beras Petani “

Mujidi Borneo Tribune, Bengkayang

Pemerintah pusat menginstruksikan kepada kabupaten/kota untuk memiliki cadangan pangan terutama beras. Menindaklanjuti hal tersebut, Dinas Pertanian Bengkayang siap membeli beras atau gabah petani dengan sesuai dengan harga pasar. “Berhubung ini program, jadi kita tidak dapat memaksa,” kata Kadis Pertanian Bengkayang, Petrus Diaz. Ia melanjutkan, Dinas Pertanian Bengkayang tetap berusaha mencari cara agar petani memproduksi beras sebanyak mungkin. Dengan begitu, pihaknya sangat bersyukur dan tidak perlu repotrepot membeli beras ke luar

Kami siap membeli gabah atau beras petani, mengenai harganya sesuaikan dengan harga pasar

Pulau Randayan FOTO:Ist

6

kabupaten karena dapat membeli gabah atau beras petani. “Kami siap membeli gabah atau beras petani, mengenai harganya sesuaikan dengan harga pasar,” beber Diaz. Untuk harga gabah, Dinas Pertanian Bengkayang membeli gabah dari petani sebesar Rp 3000 per kilogram. “Warga Bengkayang pada

masing-masing rumah tangga dapat memenuhi kebutuhan beras sendiri dan tidak tergantung situasi di luar, karena beras akan jadi komoditi yang dapat jadi kerawanan dan dipolitisir orang,” harapnya. Saat Diaz turun ke lapangan dan bertatap muka dengan petani, ia selalu memberikan penyuluhan dan pandangan kepada petani akan pentingnya stok padi sampai setahun. Hal ini dianggap wajar, karena selain itu merupakan tupoksi juga mengantisipasi kerawanan akan pangan dengan iklim global yang saat ini tidak menentu. “Walau punya uang, belum tentu orang mau jual berasnya karena masingmasing untuk cadangan.” katanya. o

Tuntutan Warga Kinande Tetap Plasma Mujidi Borneo Tribune, Bengkayang

Christiandy Sanjaya melakukan penanaman pohon dalam rangka memperingati Hari Menanam Pohon Indonesia dan Bulan Menanam Nasional tingkat Kalbar di Taman Pasir Panjang Singkawang, Selasa (4/12)

Wagub:Banyak Pohon, Banyak Rezeki Borneo Tribune, Singkawang Pemprov Kalbar melakukan penanaman pohon dalam rangka memperingati Hari Menanam Pohon Indonesia dan Bulan Menanam Nasional tingkat Kalbar di Taman Pasir Panjang Singkawang, Selasa (4/12). Hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Gubernur Kalbar beserta isteri, ketua dan anggota DPRD

Kalbar, Walikota Singkawang, para camat, mahasiswa dan sejumlah kepala daerah lainnya. Walikota Singkawang, Hasan Karman mengatakan, penanaman satu miliar pohon 2012 merupakan gerakan nyata penanaman pohon secara massal yang bertujuan untuk menambah tutupan lahan dan hutan guna mencegah longsor dan banjir pada musim hujan, menyerap

karbondioksida akibat dari mitigasi perubahan iklim dan penyediaan bahan baku industri pengolahan kayu, pangan dan energi terbarukan. Hasan menambahkan, kegiatan penanaman pohon pada hari ini merupakan wujud kebersamaan pemerintah dan masyarakat yang harus terus di bina dan kembangkan sehingga masyarakat semakin sadar akan

pentingnya lingkungan hidup yang baik dan dengan kesadaran sendiri berperan aktif dalam merehabilitasi hutan dan lahan. Sementara Wakil Gubernur Kalbar, Christiandy Sanjaya mengatakan, kegiatan hari ini harus dimaknai bukan hanya sekedar kegiatan seremonial saja. “Makin banyak pohon makin banyak rezeki,” katanya. (Freelancer /Rudi) o

Pengurus DAD Kecamatan Lembah Bawang, Kristianus menegaskan tuntutan warga Kinande tetap pada pembagian plasma oleh pihak PT Darmex. “Kalau pun ada kejadian saat proses tuntutan tersebut itu merupakan bumbu dan tidak akan mempengaruhi tuntutan kami,” katanya. Komentarnya ini menyikapi kejadian yang melibatkan warga Kinande dengan pihak kepolisian beberapa waktu yang lalu. Perselisihan itu muncul lantaran pihak kepolisian mengambil kendaraan yang ditahan oleh

warga, dan penahan kendaraan itu sebelumnya melalui ritual adat. “Kejadian itu bagian dari tujuan utama. Tujuan kita tetap pada tuntutan terhadap perusahaan untuk membagikan plasma ke warga Kinande,” tegas Kristianus lagi. Ditambahkan, dengan adanya kejadian tersebut, dirinya yakin pihak perusahaan masih sebagai pengayom dan pelindung warga. ‘Kita yakin itu. Kita tetap menghormati kepolisian sesuai dengan fungsi dan tugasnya,” katanya. Namun demikian, Kristianus tetap menyesalkan tindakan kepolisian yang begitu cepat bila laporan tersebut datang dari pihak perusahaan.

“Kita juga sering melapor. Tetapi mereka selalu menanggapi gampang. Kalau memang kepolisian juga peduli dengan warga, tangkap pihak perusahaan yang melakukan penebangan dan perampasan lahan warga,” terang dia lagi. Kristianus menginformasikan, pihak perusahaan dan masyarakat dengan difasilitasi pemerintah akan kembali bertemu hari ini (Rabu, red) untuk membicarakan kelanjutan soal permasalahan plasma tersebut. “Pertemuan rencananya di Kinande. Kita tidak melakukan pertemuan di Kantor Bupati, karena kita sudah capek ke sana dan perlu dana yang cukup besar,” terangnya. o

Singkawang Utara Dukung Program KB Borneo Tribune, Singkawang Program KB Nasional telah dilaksanakan pemerintah sejak 42 tahun lalu. Tujuannya untuk mengendalikan jumlah penduduk. Hal itu dikatakan Wakil Walikota Singkawang, Edy R. Yacoub saat melaksanakan KB Kesehatan Kecamatan Singkawang Utara, di SDN 1, Setapuk Besar,

Selasa (4/11). Di hadapan para ibu PKK dan organisasi Wanita, Edy mengatakan sekarang ini dengan jumlah penduduk Indonesia sebanyak 237 juta menjadi peringatan semua pihak untuk sadar membantu program KB dari pemerintah. ”Program ini sempat jalan di tempat pada era reforma-

si, bagaimana pun perlu program KB, bukan tidak boleh punya anak, namun untuk mengendalikan, sesuai dengan sosial ekonomi,” katanya. Menurutnya, jumlah anak yang di anjurkan pemerintah cukup dua. Ia mengajak semuanya harus melihat kondisi ekonomi kita melihat dinamika sekarang dengan

tantangan yang berat. “Kita harus jeli melihat kebutuhan. Oleh karena itu pemerintah melalui instansi dan berbagai organisasi menitipkan program tersebut,” katanya. Yakni tetap mendukung program KB, menjaga jarak kelahiran, dan menjaga kesehatan ibu dan anak (Freelancer/ Rudi) o

Jadikan masjid tempat beribadah, bermusyawarah dan pembinaan generasi muda Peletakan Batu Pertama Masjid Nurul Huda Borneo Tribune, Singkawang Wakil Walikota Singkawang, Edy R. Yacoub meletakkan batu pertama renovasi pembangunan Masjid Nurul Huda, Kelurahan Setapuk Besar, Kecamatan Singkawang Utara, Selasa (4/12). Anggota DPRD, Muhammadin , merupakan jemaah dari Masjid Nurul Huda mengatakan dana awal untuk pembangunan ini berasal dari dana aspirasi tahun 2012, sebesar 150 juta rupiah dan perkiraan dana yang dibutuhkan sekitar Rp 2 miliar. Dia bertekad untuk mendukung pendanaan pada tahun berikutnya, mengingat aksesnya langsung dengan di pemerin-

tahan dan untuk umat. Wakil Walikota Singkawang, Edy R. Yacoub mengatakan, niat baik bersama warga untuk membongkar masjid yang sudah berumur kurang lebih 50 tahun itu untuk memperbaiki arah kiblat ini sangat tepat. ”Insya Allah, niat baik ini akan dikabulkan oleh Allah SWT,” harap Edy. Pembangunan ini tentu dibutuhkan partisipasi dari masyarakat, dengan semangat gotong royong dan kebersamaan. Dari dana pemerintah sangat terbatas, dikatakan Edy, untuk pondasi saja mungkin tidak cukup. Namun jika masyarakat memiliki komitmen yang kuat tu-

juan ini akan tercapai. ”Jangan ada warga disini yang tidak menyumbang, gerakkan semua potensi yang ada sesuai kemampuan,” katanya. Edy mengaku bangga jika masjid, gereja, dan kelenteng di Singkawang ini berdiri megah, dan hal itulah yang mencerminkan semangat persatuan umat. Dia berpesan, untuk menjadikan masjid sebagai sarana ibadah dan nantinya masjid semakin bagus keinginan untuk shalat berjamaah juga semakin tinggi. Selain itu, dia mengharapkan masjid tidak hanya tempat ibadah, namun masjid juga tempat bermu-

syawarah untuk kemajuan umat, bahkan untuk pembinaan generasi muda. ”Sekarang kita lihat generasi muda sekarang ini sangat jarang ke Masjid, bentuklah remaja masjid dan tumbuhkan anak remaja yang mencintai masjid,” sarannya. Edy juga menyarankan, agar masjid ini dilengkapi dengan perpustakaan yang menyediakan buku-buku pendidikan agama dan etika. Hadir dalam peletakan batu pertama itu, Camat Singkawang Utara, Momie, perwakilan Kemenag, Denny, dan tokoh masyarakat, Yudha R. Hand. (Freelancer/Rudi) o

Tim gabungan melakukan penertiban dalam rangka mewujudkan Kamtibnas di Singkawang, Selasa (04/12)

Tim Gabungan Razia Siswa Bolos Sekolah Borneo Tribune, Singkawang Tim gabungan terdiri dari Satpol PP, Dandim 1202, Brimob, Rindam XII, Subdenpom, Polres, dan Dinas Pendidikan melakukan penertiban kepada siswa bolos atau tidak pulang selesai jam sekolah. Pasalnya, banyak pihak orang tua yang mengeluhkan para siswa sering pulang sekolah tidak sesuai dengan waktu jam sekolah, sehingga menjadi kekhawatiran orang tua terhadap anaknya. “Kita banyak menerima laporan dari masyarakat atau orang tua. Mereka mengatakan kalau anak-anak pelajar itu sering nongkrong di warung kopi, warnet atau tempat biliar pada saat jam pelajaran masih berlangsung. Setelah kita telusuri, ternyata benar, pada penertiban ini kita menjumpai beberapa siswa yang sedang

nongkrong di warung kopi di seputar Jalan Diponegoro,” kata Karyadi, Kasatpol PP Singkawang. Akan tetapi, lanjut Karyadi, sewaktu tim mendatangi, beberapa siswa yang nongkrong itu beralasan jika mereka sudah selesai melaksanakan ulangan umum di sekolah. Dan bahkan, ada sebagian siswa yang beralasan dirinya sedang berteduh karena kehujanan di jalan saat menuju pulang ke rumahnya. Tim pun menyarankan kepada beberapa siswa yang kepergok itu untuk segera pulang ke rumahnya masingmasing, agar pihak orang tua tidak bimbang dan mencaricari anaknya. Pasi Ops Kodim 1202 Singkawang, Letnan 1 Taufik W.R, menyatakan siap mendukung Pemkot Singkawang mewujudkan Kamtibnas di

kota ini. Menurutnya, apa yang dilakukan TNI bersama Satpol PP adalah salah satu tugas pokok TNI yang terkandung di dalam UU TNI No. 34 tahun 2004. Salah satunya membantu pembangunan dalam pemerintahan daerah, melalui pembentukan karakter anak tunas bangsa. Jadi, katanya, selaku anggota yang ditugaskan untuk turut serta dalam penertiban itu, sangat mendukung penuh kegiatan itu. Harapannya bagaimana menciptakan anak-anak tunas bangsa ini akan menjadi baik dan sesuai harapan kita. “Jika kita melihat siswa yang sedang nongkrong di tempat-tempat umum, maka akan kita sampaikan ke Satpol PP,” kata Dansi Provos Rindam XII Singkawang, Nurpakuaji. (Freelancer/Rudi) o


Rabu, 5 Desember 2012

100 Kotak Radiator dari Malaysia Diamankan Ratna Sari BorneoTribune, Sanggau Sekitar 100 kotak onderdil jenis radiator sepeda motor merek Yamaha yang dikirim oleh Warga Negara Asing (WNA) diamankan Polsek Entikong, Minggu (2/ 12). Kapolres Sanggau, AKBP Winarto melalui Kapolsek Entikong, Kompol Areis Aminullah ketika dikonfirmasi, Selasa (5/12) mengatakan barang-barang tersebut dikirim oleh Alim warga Malaysia dengan menggunakan jasa bus jurusan Kuching-Pontianak. Onderdiil tersebut diamankan ketika anggota sedang melakukan razia rutin, Minggu (2/12) sekitar pukul 10.00. ”Onderdil Itu disimpan di dalam bus Sri Merah bernomor polisi QMQ 3176,” ujarnya. Ketika itu, anggotanya melakukan pemeriksaan kepada sopir dan kenet. Barang tersebut diketahui dikirim ke Pontianak oleh Alim. Barang-barang itu pun tidak memiliki dokumen resmi. ”Barang ini memang tidak memiliki dokumen. Jadi, itu tidak boleh. Makanya kita tahan,” jelasnya. Areis menuturkan, untuk saat ini pihaknya sedang memproses barang-barang ilegal itu dan berusaha meminta keterangan pemiliknya. Untuk supir bus pun langsung ditegur, karena barang yang dikirim harusnya memiliki dokumen lengkap. Sementara itu, Kapolres Sanggau, AKBP Winarto pun telah menginstruksikan kepada seluruh jajaran Polsek jalur Entikong untuk mengadakan razia secara rutin. Razia itu bertujuan untuk mencegah masuknya barangbarang ilegal dari Malaysia. ”Kita himbau kepada masyarakat untuk bekerjasama dengan pihak kepolisian. Jika memang ada informasi barang ilegal silahkan menghubungi pihak kepolisian,” pungkasnya.†

Penetapan UMK Landak Tunggu Keputusan Gubenur Borneo Tribune, Landak Dinas Tenaga kerja dan Transminigrasi Kabupaten Landak, Yudhi Kuswara selaku kepala bidang Tenaga kerja, mengaku sedang menunggu surat penandatanganan Gubenur Kalimantan Barat terkait Penetapan Upah Minimum (UMK) Kabupaten Landak yang sudah diajukan ke Dinas Tenaga Kerja Provinsi Kalimantan Barat. ” Kami lagi menunggu keputusan dan penandatanganan dari Gubenur Kalimantan Barat atas Penetapan Upah Minimum Kabupaten Landak yang saat ini dari dinas tenaga kerja kabupaten Landak sudah mengajukan ke dinas tenaga kerja provinsi,” ujar Yudhi. Penetapan upah Minimum Kabupaten Landak yang sudah diajukan cuman lagi menunggu, masalah pengajuan yang diajukan sejauh ini belum ada penolakkan upah dari Gubenur, apa yang diajukan dari dinas tenaga kerja kabupaten Landak semua berjalan seiring yang ditetapkan dari Kabupaten. Dari dinas Tenaga Kerja Kabupaten Landak pada tahun 2013 mendatang untuk penetapan upah pada tahun 2014 akan direncanakan menetapkan upah sektoral dari upah minimum kabupaten yang nantinya 5 persen dari upah minimum Kabupaten Landak. (Yohanes.J)†

HO TEL HOTEL Jl. Dr. Setia Budi No. 93 Ptk Telp.: 0561-736195 Fax.: 0561-736668 e-mail : aromainn@ymail.com

Jl. Jendral Ahmad Yani No. 91 Pontianak, Tel : (+62 561) 577 888 Fax. (+62 561) 768 833

HOTELMERPATI Jl. Gajah Mada No. 177-183, Pontianak 78121, Telp. (+62-561) 761598, 761397 (Hunting) Fax. (+62-561) 761398

Jl. Imam Bonjol No. 111 Pontianak, Telp. 0561-745481, Fax. 0561-762662

Grand KARTIKA HOTEL Jalan Gajah Mada No. 89 Pontianak, Telp. (0561) 768999, Fax : 0561-761999

Jl. Rahadi Usman No. 2 Pontianak, T elp. (0561) 734401, Fax. 0561-738457

Jalan Nusa Indah III, Telp. (0561) 732223 Fax. (0561) 742882 Pontianak

Jl. Tajungpura No. 45 Pontianak, T elp. (0561) 736162, 745475 Fax. (0561) 740651

HOTEL KHATULISTIWA Jalan Pahlawan No. 40 Pontianak, T elp. (0561) 735890, Fax. (0561) 739001

Jalan Diponegoro No. 56 Pontianak 78117 Telp. 0561-736793 Fax. 0561 - 734930

Hotel’95 Jl. Sidas No. 8 Pontianak Telp. (0561) 736022/ Fax. (0561) 736200

Jl. Imam Bonjol No. 95 Pontianak, T elp. 7959595 (95 m samping UNTAN)

Hotel Surya Jl. Gajah Mada No. 889 Telp. (62-561) 736 122 Fax. (62-561) 734 374

Jl. Sidas No. 1 1-A Telp. (0561) 734337 Fax. (0561) 760334 Pontianak-Kalbar

Hotel

KAPUAS DHARMA Jalan Diponegoro No. 46 Telp. (0561) 733777 Fax. (0561) 740555

Jl. Imam Bonjol No. 89 Pontianak, Telp. 0561-766669 Fax. 735399

Landak-Sanggau Borneo T Tribune

7

Pengembangan Multikulturalisme

Dewan Minta Pemkab dan PT BHD Cari Solusi Ratna Sari BorneoTribune, Sanggau

Terkait dengan adanya polemik antara petani dan PT. BHD beberapa waktu yang lalu, anggota Komisi B DPRD Kabupaten Sanggau, Khironoto pun meminta Pemerintah Daerah bersama pihak perusahaan dapat segera mencari solusi penyelesaian terhadap buntut dari polemik tersebut. Karena dalam situasi tersebut, masyarakat petanilah yang paling dirugikan

”Menurut saya (polemik) itu merupakan kesalahan manjemen DSP dan BHD. Saya minta pemerintah cepat turun tangan selesaikan. Kalau alasannya TBS tidak tertampung gara-gara tangki penimbunan yang sudah diolah penuh. Mengapa petani jadi korban,” ujarnya. Dengan kondisi sekarang ini, para petani sangat kuwalahan, karena tidak bisa menjual buah sawit kepada perusahaan. Apalagi ketika memasuki bulan Desember seperti ini, tentu petani akan memerlukan tam-

bahan biaya relatif besar untuk perayaan Natal. ”Kasihan, apalagi ini sudah mau dekat Natal. Bagi mereka yang mau merayakan bagaimana,” ungkapnya. Khironoto menjelaskan kesalahan manajemen yang dimaksud yakni soal lambatnya pengosongan tangki yang dilakukan oleh pihak manajemen perusahaan. Padahal, daya tampung olahan CPO perhari prusahaan tersebut dapat mencapai seribu ton perhari. Namun karena akibat lambat dikosongkan, menye-

babkan tangki penyimpanan menjadi over kapacity. ”TBS petani dibawah seribu ton, karena hasil pengolahan CPO lambat dijual keluar. Jadinya over kapasitas, karena lambat mengosongkan tangki tadi,” jelasnya. Beberapa solusi yang bisa ditempuh, diantaranya BHD bisa segera menyiapkan atau mengosongkan tangki penyimpanan yang ada dengan cara segera mendatangkan ponton, agar pabrik bisa dapat mengolah dan beroperasi seperti semula.

”Paling tidak itu untuk jangka pendek, karena terdapat sekitar 3 ribu sawit restan punya petani plasma yang sudah siap angkut tapi tidak dapat diangkut selama satu minggu ini. Kasihan sampai busuk. Atau paling tidak, jika perusahaan tidak mampu menampung, buat kebijakan, tawarkan ke perusahaan lain untuk jangka pendeknya,” tukasnya. Aki pun menghawatirkan, jika permasalahan tersebut tidak segera diatasi, maka akan menimbulkan polemik baru di masyarakat.†

Bupati Ngaku Tunggang Langgang Urus BBM Borneo Tribune, Landak Menjawab pertanyaan dari Anggota DPRD tentang upaya-upaya yang diambil untuk mengatasi kelangkaan serta penimbunan BBM yang ada di Kabupaten Landak saat ini, Bupati Landak Adrianus Asia Sidot mengatakan bahwa pasokan bahan bakar minyak (BBM) sudah cukup, pasalnya, dikatakan Bupati karna ada 5 SPBU yang sudah beroperasi dengan baik. Akibat kelangkaan BBM di SPBU kabupaten Landak bukan karna kuota BBM berkurang tetapi karna diakibatkan kecendrungan manusianya itu sendiri. ”Untuk Kembali kepada mentalitas pada orang yang bersangkutan mau yang mana, saya berteriak-teriak untuk mengatur BBM bersama dengan kasat pol PP sudah tunggang langgang, saya pikir kalau untuk reguler stok BBM cukup untuk kabupaten Landak kalau pihak kontraktor dan investor tidak ikut-ikutan mengambil BBM subsidi,” papar

Adrianus Asia Sidot Adrianus Asia Sidot. Dalam mengatur BBM, Adrianus AS akan berupaya mengaturnya sekarang sudah ada beberapa peraturan yang dibuat seperti peraturan tentang harga BBM prenium maupun BBM solar, surat edaran Bupati Landak nomor 541/104/Tamben.C tanggal 27 agustus tahun 2012 tentang pelarangan penggunaan bahan bakar minyak so-

lar bersubsidi untuk kendaraan perusahaan perkebunan dan pertambangan dan Industri, surat edaran Bupati Landak nomor 541/105/ Tamben C. Tanggal 27 agustus 2012 tentang penertiban kios yang tidak punya ijin dan surat wakil Bupati Landak nomor 541/ 103/Tamben.C tanggal 24 April 2012 tentang pengendalian pendistribusi BBM bersubsidi, dan surat Bupa-

ti Landak nomor 541/107/ Tamben C. Tanggal 8 mei 2012 tentang kuota jenis BBM, kalau dari segi regulasi sudah dilakukan. “Itu tidak cukup ternyata dibentuk lagi tim Terpadu, Surat Bupati Landak nomor 541/184/HK 2012 tentang pembentukan terpadu memonitoring pengendalian pendistribusian yang BBM bersubsidi dan surat tugas Bupati Landak nomor 541/ 205/Ekon tanggal 6 november 2012 tentang tim terpadu monitoring koordinasi, saya tidak tahu bagaimana lagi, karna bukan hanya Landak, dimana-mana terjadi antrian yang luar biasa,” ujar Adrianus AS. Kalau dilihat pasokan BBM dari Pertamina beberapa SPBU seperti SPBU Dinamika Landak pulau

Bendu untuk prenium jatahnya 8 ribu liter perhari dan solar 8 ribu liter. Kemudian SPBU Dayak Kalimantan jalur 3 Ngabang dengan jumlah pasokan perhari 24 ribu liter prenium dan solar 16 ribu liter perhari. SPBU APMS Ngabang mendapat pasokan 16 ribu liter prenium perminggu dan solar 16 ribu liter perminggu. Lalu SPBU pancur Kekelawar Sidas mendaptkan pasokan 16 ribu liter perhari dan solar 8 ribu liter perhari dan SPBU dimandor yang belum diketahui data pasokan BBM Mandor, tapi amsumsi Bupati Landak solar 8 ribu liter perhari. Bupati Landak menyebutkan, kalau tidak ada tangki siluman, pihak kontraktor dan Investor, BBM bisa lebih cukup. (Yohanes J.)†

Truk Terperosok Jalan Sanggau-Sintang Macet Dua Jam Ratna Sari BorneoTribune, Sanggau Pagi sekitar pukul 09.30, Jalan Raya SanggauSintang di Kecamatan Semuntai Kabupaten Sanggau macet total akibat truk terperosok di jalan yang mengalami kerusakan. Lalu lintas dan jalannya kendaraan lain sempat terhenti selama dua jam. Kapolsek Mukok, Ipda Deni Gumela ketika dikonfirmasi mengatakan kejadian tersebut terjadi di dua lokasi yakni di Semuntai dan di Sumber Jantin. Kendaraan sempat tertahan selama dua jam menunggu evakuasi dan penimbunan jalan tersebut. Dua kendaraan di lokasi berbeda pun terperosok dan mengakibatkan arus dari dua arah sempat terganggu. Pihak polisi yang mengetahui kejadian tersebut langsung ke lokasi untuk mengatur lalu lintas dan mengevakuasi kendaraan dari arah Sintang Pontianak tersebut. ”Hari ini ada dua tkp kemacetan, satu di dekat Dermaga PT. MPE Semuntai, dan di tanjakan sebelum Sumber Jantin, akibat truk bermuatan terperosok,” ungkap Kapolsek, Selasa, (4/12), kemarin. Deni mengatakan kejadian tersebut dikarenakan badan jalan yang mengalami rusak parah. Kondisi seperti ini kemungkinan bisa terjadi kapan saja selama perbaikan jalan provinsi tersebut belum dilakukan. Saat ini badan jalan sudah mulai ditimbun oleh pihak PU. Hanya saja, jika kondisi hujan kembali turun, maka jalanan akan kembali licin dan becek. “Kondisi jalannya sudah rusak parah, apalagi kalau hujan turun. Kita harapkan ada perhatian lah dari pemerintah soal jalan ini, jangan sampai masyarakat dirugikan KEHILANGAN terus menerus,” ujarnya. STNK, KB 5229 LE Deni pun meNK: MH1KC11108K162265 NS: KC11E1164143 nghimbau kepada AN: PARULIAN SARAGIH pengguna jalan Dengan ini agar lebih berhaSTNK dinyatakan ti-hati dan pelantidak berlaku lagi. NGL pelan saat melewati badan jalan KEHILANGAN yang rusak, agar STNK, KB 3090 LF keselamatan peNK: MH1JBC11X9K505126 ngendara, kendaNS: JBC1E-1503534 raan, dan barangAN: YUSUF barang bawaan Dengan ini bisa terjaga dan STNK dinyatakan sampai tujuan detidak berlaku lagi. NGL ngan selamat.†


Sekadau Borneo Tribune

Rabu, 5 Desember 2012

8

Ratusan Petani PT PAM Padati Dewan Bagus Kosminto Borneo Tribune, Sekadau Ratusan Petani Kelapa sawit PT Parna Agro Mas, di Kecamatan Belitang Hilir kembali mendatangi Gedung DPRD Kabupaten Sekadau mengadu nasib mereka ke depan. Kedatangan ratusan petani kedua kalinya ini berharap agar permasalahan diselesaikan pihak Pemerintah Daerah melaui TP4K dan pihak legislatif di DPRD Kabupeten Sekadau. Sebelumnya Petani pernah mengadu ke wakil Rakyat di DPRD Kabupaten Sekadau September lalu. Ratusan petani kelapa sawit PT PAM disambut langsung lintas komisi di DPRD Kabupaten Sekadau, TP4K Kabupaten Sekadau yang tergabung dari instansi terkait, perwakilan manajemen PT parna Agro Mas dan ratusan petani dari berbagai desa di wilayah kebun kelapa sawit PT parna Agro Mas. Pertememuan di ruang paripurna dewan berjalan cukup alot. Ada beberapa tuntutan petani kepada manajemen perusahaan, salah satunya perubahan pola mitra yang selama ini dijalankan. “Kami dari petani ingin agar pola yang diterapkan manajemen perusahaan, yakni pola mitra tidak diberlakukan lagi. Kami minta agar pola baru ditetapkan menyusul adanya manajemen baru,” tegas Martinus Dien, perwakilan pertani, di

ruang Sidang Paripurna Dewan, kemarin (4/12). Perwakilan Petani PT Parna Agro Mas yang lain, Mulyadi mengatakan mereka menuntut beberapa hal mengenai kesejahteraan petani dan kesejahteraan masyarakat di bidang ketenagakerjaan, termasuk menuntut agar perusahaan kembali menerapkan kearifan lokal sesuai dengan adat istiadat setempat. Menurutnya, aspek sosial sudah jauh lebih berubah di wilayah sekitar perusahaan perkebunan PT Parna Agro Mas. “Yang kami tuntut terutama soal uang tunggu kaplingan sawit yang beberapa waktu lalu sudah diusulkan dari petani kepada pihak perusahaan agar dinaikan sesuai dengan perminataan petani. Namun sejauh ini belum ada jawaban dan tindakan lanjutan. Yang kedua soal perekrutan tenaga kerja lokal, termasuk keraripan lokal di masyarakat yang tidak disadari sudah hilang, akibat ada aturan dari Perusahaan, ” jelas Mulyadi. Soal perekrutan ketenagakerjaan, menurut Mulyadi perlu ada kebijakan khusus dari manajemen perusahaan. Alasannya, yang memiliki lahan tanam adalah notobene masyarakat di sana. Hanya disayangkan, lanjutnya, sejauh ini perusahaan terkesan tebang pilih dan tidak ada upaya baik mengakomodir tenaga kerja lokal. “Kita berharap sekali perusahaan memperhatikan

Ratusan petani kelapa sawit PT Parna Agro MAs (PAM) di Kecamatan Belitang Hilir memadati gedung Paripurna DPRD Sekadau mengadu nasib mereka untuk kedua kalinya, Kamis kemarin (4/12) FOTO: Bagus Kosminto/Borneo Tribune masyarakat sekitar terurama soal kesejahteraan petani, dan tenaga kerja. Sejauh ini tenaga kerja lokal sangat minim, karena dulu banyak karyawan lokal berhenti karena beda manajemen,” kenangnya. Dijelaskan Mulyadi lagi, sebelum pihaknya menuju ke DPRD untuk mengadu soal masalah seputar petani dan perusahaan, mereka sudah melakukan pertemuan antar masyarakat, perwakilan petani bersama pihak perusahaan. Namun sejauh ini belum ada tindakan khusus dari manajemen perusahaan atas usulan mereka.

“Ini yang cukup kita sesalkan belum ada tanggapan, karenanya kita berharap Pemerintah Daerah melalui instansi terkait dan pihak DPRD bisa mencari solusi keluhan petani,” tegasnya. Selain itu, petani meminta agar perusahaan memberian kepastian mengenai pembagian kaplingan kelapa sawit yang kini sudah produktif. Sejauh ini petani secara umum belum tahu di mana letak kaplingan kelapa sawit berikut jumlah kaplingan yang dikonversikan kepada masing-masing petani. “Pembagian kapling kelapa sawit juga belum ada kejelasan,” timpalnya. o

11 Tahun Petani Parna Dikelabui Perusahaan Petani: Take Over Penyebab Pola Berganti-Ganti

Kisah petani kelapa sawit PT Parna Agro Mas (kini take over ke PT LG Internasional), di Kecamatan Belitang Hilir sungguh menyedihkan. Betapa tidak, dari tahun 2000-an hingga 2012, atau sekitar 11 tahun nasib petani terkatung-katung tanpa ada kejelasan. Salah seorang petani, Paulus Saeng, menceritakan sudah 11 tahun Petani Parna rata-rata mendapat bersih sisa potongan Rp 300 ribuan setiap bulan per hektar lahan sawit. Pola kemitraan yang diterapkan perusahaan itu dipercaya menjadi penyebab banyaknya potongan penghasilan petani oleh pihak manajemen perusahaan. “Ini sudah 11 tahun kita mendapatkan hasil ratarata Rp 300 ribuan per bulan. Mau makan apa. Habis itu, sewa lahan pun tidak dinaikkan perusahaan kepada kami yang mereka sebut uang tunggu,” keluhnya di sela-sela pertemuan dengan petani dan PT PAM di ruang rapat DPRD Sekadau, Kamis (4/12).

Petani lain, Martinus Dien, mengatakan penyebab pola berpindah-pindah menjadi persoalan berarti bagi petani. Betapa tidak, sejak take over selama lebih tiga kali, yang sekarang ini manajemen perusahaan sepenuhnya dikuasai oleh pihak PT LG Internasional setelah take over dari PT Parna Agro mas pun tidak ada perubahan. “Jadi sejak 11 tahun ini kami rasa tidak ada perubahan. Itu tak itu saja polanya, hasilnya juga sama, lalu petani mau makan apa, sementara barang keperluan rumah tangga semakin hari naik,” keluhnya. Perlu diketahui, perusahaan yang bergerak di perkebunan Kelapa Sawit di Belitang Hilir memang sudah beberapa kali berganti manjemen. Terakhir sejak 2011, manajemen PT Parna Agro Mas, diambil alih oleh PT LG Internasional (take over). Menurut, Martinus Dien, ada beberapa solusi yang ditawarkan petani agar masalah yang dihadapi petani dan perusahaan bisa diminimalisir. Pertama, manajemen perusahaan harus merubah pola yang saaat ini pola kemitraan. Kedua memper-

timbangkan matang-matang permintaan petani agar tidak ada masalah ke depan dan Pemerintah Daerah memberikan solusi kepada perusahaan. “Karena kami yakin oleh pola yang berubah-rubah itu tidak ada keberpihakan kepada petani,” tegasnya, berharap agar pola diganti. Petani dari Kampung Sungai Merah, Daud, berharap agar dengan adanya pertemuan antar perusahaan dan petani yang diketahui Pemerintah Daerah dan DPRD Kabupaten Sekadau memperoleh solusi, agar masalah tidak berlarut-larut. “Kita ingin agar masalah ini tidak larut, harapan kami pemerintah bisa memberi solusi,” tegasnya. Nasib petani PT Parna Agro Mas atau PT LG Internasional group ada di Pemerintah Daerah. Dalam hal ini instansi terkait musti membuat kebijakan strategis, tanpa mengabaikan pertimbangan-pertimbangan penting. Karenanya, dengan adanya solusi yang tepat diharapkan menjadi jawaban keluhan petani Parna selama ini. “Kami berharap Pemerintah Daerah dan DPRD yang bisa memberikan solusi masalah ini,” tambah Mulyadi Ketua Koperasi Belitang Hilir di lingkungan PT PAM. o

pekerjaan di sawah masih tradisional termasuk masih pola tradisional berladang berpindahpindah. “Merubah pola fikir memang tidak mudah. Jadi, tugas semua pihak dengan cara bertahap merubah pola pikir ini,” ajaknya. Kendati demikian, Yadi

menilai sarana pendukung pertanian seperti alat mesin pertanian hingga kini terus disalurkan ke kelompok-kelompok tani di berbagai daerah setiap tahun oleh Pemerintah Daerah. Terlebih dengan tersedianya peningkatan infrastruktur irigasi pertanian menjadi hal

yang penting dalam rangka meningkatkan produksi pertanian pertahunnya. “Karena itu, pembinaan petani lah yang menjadi beranda terdepan,” tandasnya, seraya berharap Kabupaten Sekadau ke depan menjadi daerah swasembada pangan untuk Kalbar. o

Bagus Kosminto Borneo Tribune, Sekadau

Sosialisasi bahaya HIV AIDS yang antusias diikuti oleh pelajar SMP dan SMA di Nanga Taman FOTO: Bagus Kosminto/ Borneo Tribune

Belajar Jadi Petani Modern Bagus Kosminto Borneo Tribune, Sekadau Penduduk di pedalaman Kabupaten Sekadau boleh dikatakan mayoritas hidup sebagai petani. Bahkan boleh dibilang hampir 80 persen masyarakat bekerja sebagai petani. Semua penduduk menggantungkan hidupnya dari sektor pertanian dan perkebunan. Karenanya untuk menyukseskan masyarakat petani diharapkan Pemerintah Daerah, instansi terkait perlu meningkatkan pembinaan dan dukungan. Pembangunan pertanian menjadi sangat penting sebagai prioritas pemba-

ngunan pemerintah seperti upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Sekadau selama ini. Di samping pembangunan sarana infrastruktur, alat pendukung kerja, SDM juga perlu ditingkatnya pengetahuanya tentang bagaimana bertani dengan metode modern. “Agar teknologi dan SDM dapat sejalan dengan teknologi berikut pengetahuan petani tentang memberikan pupuk berkala dan pengetahuan tentang pembasmian hama,” kata Yadi warga Sekadau, ketika bertandang ke Sekadau baru-baru ini. Menurutnya, pembangunan bidang pertanian dan perkebunan sebagai

salah satu pembangunan yang prioritas bagi pemerintah sebagaimana sudah terencana di RPJMD Kabupaten Sekadau agar dapat menyentuh langsung pada petani. Upaya tersebut sebagai sasaran peningkatan taraf hidup petani di massa mendatang. “Petani mesti diberikan pengetahuan tentang cara bertani yang intensif dan menggunakan metode pertanian modern sehingga dapat meningkatkan produksi hasil tani,” ungkap Alumni Fakultas Pertanian UPB Pontianak ini. Sebagian besar petani di daerah Kabupaten Sekadau adalah petani tradisional yang masih

mengandalkan cara-cara tradisional yang diwarisi nenek moyang mereka secara turun temurun. Hingga kini tak sedikit petani dipedalaman masing menggunakan cara tradisional dan seadanya, bahkan mengoperasikan alat petani saja belum bisa. “Pola bertani modern itu memang penting. Teknologi pertanian modern sudah diterapkan di negara maju untuk meningkatkan hasil pertanian seperti di Thailand itu, termasuk di Indonesia, hanya belum di wilayah kita,” bandingnya. Bapak dua anak ini mengatakan dirinya selalu mengamati kinerja petani di daerah. Petani-petani umumnya setiap tahun selalu melaksanakan


Rabu, 5 Desember 2012

Sintang-Melawi

Borneo T Tribune

9

PLN Nanga Pinoh Rugi, Tunggakan Pelanggan Rp 1,4 Miliar “ Eko Susilo Borneo Tribune, Nanga Pinoh

Makanya akan ditertibkan seluruh pelanggan yang menunggak. Tim rencananya akan berada di Nanga Pinoh hingga akhir tahun ini

Yoriza Martha Foto Eko Susilo/Borneo Tribune

TINGKAT disiplin pelanggan PLN untuk membayar listrik setiap bulannya masih kurang. Hal ini terungkap dari tingginya tunggakan pembayaran rekening listrik di wilayah PLN Ranting Nanga Pinoh mencapai Rp 1,4 miliar hingga November. “Tunggakan pelanggan di wilayah kita masih cukup tinggi. Sehingga per November kemarin ada Rp 1,4 mili-

ar tagihan yang belum dibayar,” kata Manajer PLN Ranting Nanga Pinoh, Yoriza Martha, kemarin. Pelanggan yang menunggak, terangnya pun tak tanggung-tanggung. Ada pelanggan yang ternyata tak membayar tagihan hingga berbulan-bulan bahkan sampai setahun. “Biasanya emang ada yang menunggak antara satu sampai dua bulan. Tapi ada juga yang sudah sampai 12 bulan,” jelas Yoriza. Penerapan sistem meter-

an prabayar bagi para pelanggan baru serta sejumlah pelanggan lama pun tak efektif untuk menekan tunggakan PLN tersebut. Diungkapkan Yoriza, dari 21.725 pelanggan PLN Nanga Pinoh, baru 5.100 yang sudah menggunakan meteran prabayar. “Tunggakan ini semuanya dilakukan pelanggan lama kita yang masih menggunakan meteran konvensional,” terangnya. Kini, untuk melakukan penertiban pelanggan yang menunggak, Yoriza mengungkap-

kan, sudah ada tim yang turun langsung dari PLN Area Sanggau untuk mengecek langsung ke lapangan. Bila ada pelanggan yang menunggak, maka langsung akan diputus. “Bahkan sebulan menunggak juga bisa langsung di putus, tapi kita cabut MCB nya saja. Kalau berlanjut hingga tiga bulan tak bayar juga, maka meterannya akan kita bongkar,” tegasnya. Tingginya angka tunggakan memang sudah terjadi sejak lama. Turunnya tim dari Sanggau pun, karena diang-

gap tunggakan pelanggan di Ranting Nanga Pinoh sudah terlalu kronis. “Makanya akan ditertibkan seluruh pelanggan yang menunggak. Tim rencananya akan berada di Nanga Pinoh hingga akhir tahun ini,” jelas Yoriza. PLN Nanga Pinoh sendiri mengeluarkan tagihan pelanggan PLN hingga Rp 2 miliar setiap bulannya. Dari seluruh tagihan pelanggan tersebut, seringkali ada pelanggan yang tidak melunasi tagihannya setiap bulan. †

2013, Bupati Akan Bangun Pos Batas Kalbar-Kalteng Eko Susilo Borneo Tribune, Nanga Pinoh TAPAL batas wilayah antara Provinsi Kalbar-Kalteng yang terletak daerah di Kabupaten Melawi, Kecamatan Sayan akhirnya menemukan titik terang. Tapal batas akhirnya kembali pada posisi semula yakni kilometer 86 bukan kilometer 80 Jalan Koridor PT Erna Djuliawati yang selama ini diketahui masyarakat karena adanya pintu gerbang perbatasan. “Persoalan tersebut sudah saya ketahui sejak lama dari masyarakat serta pihak Kecamatan Sayan. Bahkan sejak zaman gubernur Usman Dja’far. Dan sekarang, Alhamdulillah sudah selesai dan jelas, tapal batasnya di km 86 bukan km 80. Untuk itu, pada tahun 2013 mendatang kita berencana akan membangun pos perbatasan disana, yang rencananya didanai dari APBD 2013,” kata Bupati Melawi, Firman Muntaco, Senin (4/12). Dengan demikian, bupati berharap masyarakat yang berada di dekat perbatasan Kalteng tersebut, seperti Dusun Senain, Desa Nanga

Pintu gerbang perbatasan antara Kalbar dan Kalteng yang terletak di jalan koridor PT Erna di wilayah elawi. Gerbang tersebut nantinya akan dipindahkan ke KM 86 karena selama ini posisi gerbang masih berada di wilayah Kalbar, tepatnya pada KM 80 FOTO Eko Susilo/Borneo Tribune Kompi, Kecamatan Sayan tidak perlu lagi takut ataupun khawatir ketika melintasi ataupun mengambil sumber daya alam untuk pemenuhan kebutuhan hidup yang masih berada di wilayah Kalbar. Apalagi secara historis, me-

mang posisi batas Melawi dan Kalteng tersebut berada pada km 86. “Pos penjagaan yang ada di Km 80, ya secepatnya di tahun 2013 harus sudah pindah di tapal batas sebenarnya, yakni km 86. Untuk membe-

rikan kenyamanan dan keamanan bagi masyarakat. Jangan sampai timbul persoalan baru. Ini yang tidak kita inginkan,” katanya. Firman juga mengungkapkan meminta dukungan aparat kepolisian termasuk TNI

terkait dengan pengamanan pintu perbatasan khususnya di batas Melawi dan Kalteng. Sementara itu, Sajirin salah seorang warga Senain mengaku senang persoalan tapal batas antara KalbarKalteng sudah menemukan

Dewan Targetkan APBD 2013 Kelar Sebelum Natal Eko Susilo Borneo Tribune, Nanga Pinoh PEMBAHASAN RAPBD 2013 Melawi diharapkan kelar sebelum Natal pada 25 Desember mendatang. Kini awal Desember, Pemkab Melawi juga diminta bisa melakukan pembahasan Rencana Kerja Anggaran (RKA) setiap SKPD lebih cepat sehingga target ketuk palu sebelum Januari bisa tercapai Ketua DPRD Melawi, Abang Tajudin mengatakan saat ini Rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA)

Abang Tajudin Foto Eko Susilo/Borneo Tribune

dan Prioritas Platform Anggaran Sementara (PPAS) APBD tahun anggaran 2013 sudah diserahkan oleh eksekutif kepada DPRD Melawi, belum lama ini. “Dalam minggu ini kita

menargetkan untuk melakukan pembahasan terhadap KUA dan PPAS APBD tahun 2013. Pembahasan terhadap KUA dan PPAS akan kita lakukan mulai hari ini,” ungkapnya, kemarin. Menurut Tajudin, pembahasan dilakukan terhadap Rancangan KUA dan PPAS harus dilakukan pada minggu ini agar Senin depan sudah bisa dilakukan rapat paripurna penyampaian Pandangan Umum (PU) Fraksi-fraksi DPRD Melawi terhadap Rancangan KUA dan PPAS APBD tahun 2013 tersebut. “Hari Senin depan, kita

sudah menjadwalkan untuk melakukan rapat paripurna, harapannya agar bisa secepatnya dilakukan pengesahan terhadap Rancangan KUA dan PPAS APBD tahun 2013 tersebut,” ucapnya. Tajudin menjelaskan, untuk APBD murni tahun anggaran 2013, dirinya telah menargetkan untuk pengesahan akan diupayakan untuk bisa dilakukan pada akhir bulan Desember 2012 ini. Bahkan Ia menargetkan pengesahan atau ketuk palu APBD tahun anggaran 2013 sudah dilakukan sebelum tanggal 25 Desember atau sebelum Natal.

“Oleh karena itu, kita minta kepada pihak pemerintah supaya segera menyerahkan Rencana Kerja Anggaran atau Nota Keuangan dan Rancangan Peraturan daerah APBD tahun anggaran 2013 kepada DPRD Melawi,” harapnya. Ditambahkan, pengesahan APBD 2013 memang harus dilakukan secepatnya agar berbagai kegiatan yang masuk dalam anggaran APBD 2013 bisa lebih cepat terlaksana. Selain itu, hal tersebut perlu dilakukan agar terhindar dari sanksi pemerintah pusat yang menunda pencairan DAU ke Melawi. †

RUU Masyarakat Adat Dikritisi ALIANSI Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Kalbar mengadakan Dialog Publik mengenai Rancangan Undang-undang Pengakuan dan Perlindungan Hak-hak masyarakat adat, Senin (3/ 12). Dialog ini diadakan untuk mengkritisi Rancangan Undang-undang Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Adat yang sedang dibahas di Badan Legislatif DPR RI. Namun isi RUU tersebut masih banyak yang perlu disempurnakan. Antara lain mengenai terminologi yang digunakan, yakni Masyarakat Hukum Adat. Pelaksana Tugas Ketua AMAN Kalbar Agapitus mengatakan terminologi ini mempersempit definisi masyarakat adat. Karena menurutnya, masyarakat adat tidak hanya dilihat dari sisi hukum saja, namun berbagai sisi lain yang

lebih luas. “Dalam rancangan undangundang itu dipakai terminologi masyarakat hukum adat. Ini memberi arti lebih sempit tentang masyarakat adat. Bahwa pembuat undang-undang hanya menilik masyarakat adat dari sisi hukum saja. Padahal masyarakat adat sendiri berkenaan dengan sesuatu yang lebih luas, mulai dari soal budaya, adat istiadat, hingga soal ekonomi,” kata Agapitus, Pelaksana Tugas Ketua Aliansi Masyarakat Adat Nusantara Kalbar. Menurut Agapitus masih banyak pasal dalam draft RUU tersebut yang perlu diperbaiki. Karena itu AMAN perlu menghimpun berbagai masukan dari masyarakat dan tokoh adat yang menjadi subjek dalam RUU tersebut. Nantinya masukan tersebut akan disampaikan pada

Baleg. Sehingga diharapkan akan memperbaiki sejumlah pasal yang dipermasalahkan. Salfius Seko, Akademisi dari Universitas Tanjungpura menjelaskan, dalam kontek hak atas tanah, hukum legal formal lebih banyak mengatur hak individual, tetapi sama sekali tidak mengatur soal hak secara komunal. Padahal ketika membicarakan masyarakat adat, kebanyakan hak atas tanah bersifat komunal. “Misalnya soal teritori hak hutan adat, itukan bukan kepemilikan personal tetapi komunal. Masalahnya belum ada pengakuan legal soal ini,” katanya. “Kalau secara legal formal itu kebanyakan yang bersifat korporasi. Misalnya hak guna usaha bagi perusahaan perkebunan,” tambahnya. Yang jadi problem, kata Salfius, saat wilayah komu-

nal itu tiba-tiba dijadikan wilayah perkebunan. Pemerintah sulit disalahkan ketika memberikan ijin pada wilayah komunal tersebut. Sebab selama ini belum ada yang ketentuan mengenai hak atas tanah komunal tersebut. Mengenai sejumlah pasal yang melanggar undang-undang sektoral misalnya Undang-undang Pertambangan, Salfius mengatakan, selama ini berbagai aturan perundangan memang mengabaikan hak-hak masyarakat adat. “Posisi masyarakat adat yang masih minoritas perlu dilindungi. Kita juga harus terus memperjuangkan pengakuan atas keberadaan masyarakat adat,” tambahnya. Mengapa? Karena menurut Salfius, negara selama ini masih setengah-setengah dalam pengakuan eksistensi masyarakat adat. “Mengakui tetapi tidak mengakui,” kata-

nya. “Misalnya konflik agraria, bagaimana keberpihakan pemerintah? Apakah pada masyarakat adat atau pada korporasi?” tanyanya. Untuk memberikan sejumlah masukan bagi perbaikan Rancangan Undang-undang tersebut, AMAN Kalbar mencari masukan dari berbagai kalangan. “Kami coba menghimpun masukan supaya hasil ini bisa jadi rumusan dan akan kita sampaikan pada Baleg. Ranah politik ini cukup berat, tetapi kita percaya, ini bisa kita dorong,” jelas Agapitus. AMAN sendiri secara nasional sudah merumuskan satu draft Rancangan Undang-undang Masyarakat Adat versi AMAN. “Semoga ini bisa menjadi bahan acuan bagi pembahasan RUU ini selanjutnya di Baleg,” katanya. (borneoclimatechange) †

titik koordinat yang jelas yakni km 86. Diceritakan, selama ini masyarakat di Senain sebagai masyarakat yang dekat dengan perbatasan wilayah itu hanya mengetahui bahwa tapal batas berada di km 80. Hal tersebut diperkuat dengan dibangunnya pintu gerbang perbatasan sekitar tahun 2007 serta adanya posko penjagaan milik perusahaan PT Erna Djuliawati. “Warga di Senain juga ada yang pernah ditangkap oleh pihak perusahaan, gara-gara dituduh mencuri kayu Belian (ulin,red) di km 81. Mudahmudahan dengan adanya kepastian ini, kami selaku masyarakat tidak lagi khawatir dalam mengelola ataupun mengambil hasil hutan seperti kayu misalnya untuk bahan membuat rumah,”

ucap pria yang akrab disapa Long Jok ini, kepada Borneo Tribune. Lebih lanjut bapak satu anak ini mengatakan bahwa selama ini masyarakat di Senain sangat sulit untuk masuk ke wilayah Kalteng ataupun kawasan perusahaan. Setiap kendaraan yang masuk harus diperiksa dan meninggalkan identitas jika ingin masuk. Maklum, pemeriksaan ketat itu dikarenakan base camp perusahaan berada di km 97. Jadi, ada aturan yang diterapkan pihak perusahaan. “Kami juga berharap pihak pemerintah kabupaten Melawi dapat mensosialisasikan tapal batas yang baru tersebut dengan masyarakat serta pihak perusahaan,” pungkasnya. †

Presiden: Memajukan Pendidikan Nasional PRESIDEN Susilo Bambang Yudhoyono mengajak seluruh unsur bangsa Indonesia untuk berkontribusi memajukan pendidikan nasional, sesuai porsinya masing-masing. Hal tersebut disampaikan Presiden di hadapan guru-guru dalam Puncak Peringatan Hari Guru Nasional 2012 dan HUT PGRI ke-67 di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Selasa (4/12). Presiden mengajak seluruh unsur bangsa berbagi tugas dan tanggung jawab. “Secara nasional yang bertanggung jawab adalah presiden, namun karena dunia pendidikan sangat luas, dan meliputi seluruh Indonesia, mari berbagi peran dan tanggung jawab,” ujar Presiden. Unsur bangsa yang dimaksud Presiden adalah pemerintah, institusi pendidikan / guru, siswa, orang tua, masyarakat, dunia usaha, dan pers. Pemerintah bertugas menyiapkan undang-undang dan peraturan-peraturan yang berkaitan dengan sektor pendidikan secara tepat, ujar Presiden SBY. Selain itu pemerintah bertanggung jawab menyusun dan menjalankan kebijakan pendidikan dengan tepat, menyiapkan anggaran dengan tepat dan mencukupi, dan membangun infrastruktur pendidikan yang lengkap dan memadai. “Dan menjadi tugas pemerintah juga meningkatkan kemampuan dan kesejahteraan guru dan dosen,” ujarnya menambahkan. Selanjutnya Presiden menjelaskan peran institusi pendidikan dan guru. Tugas utama institusi pendidikan adalah menyelenggarakan pendidikan sebaik-baiknya. Selain itu harus mengejar hasil yang terbaik dan selalu berorientasi kepada mutu. “Jangan sekedar selesai, jangan asal siswa lulus,” pesan Presiden kepada para guru. Tugas lain para guru menurut Presiden yaitu meningkatkan semangat belajar peserta didik, dan menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. Peran orang tua dalam pendidikan juga tidak luput

dari perhatian Presiden. “Tugas orang tua ikut mengawasi, ikut membimbing putra-putri mereka, jangan kalau ada apa-apa kemudian menyalahkan guru atau sekolah,” ujarnya. Selain itu orang tua hendaknya membangun komunikasi dengan pihak sekolah dan guru terkait kemajuan dan masalah yang dihadapi putra-putri mereka. Kepada para siswa dan mahasiswa, Presiden berpesan agar bersekolah atau belajar dengan baik, serius, gigih untuk mendapatkan hasil sebanyak mungkin dari pendidikan mereka. “Mottonya haruslah sekolahku masa depanku,” kata Presiden. Jika motto tersebut dipegang teguh para siswa, pasti mereka akan berbuat yang terbaik dan belajar dengan baik. Masyarakat dan dunia usaha juga memiliki peran penting dalam pendidikan, ujar Presiden. Tugas masyarakat adalah membangun tatanan masyarakat yang baik. “Jangan sampai anakanak dibuat bingung karena di sekolah diajarkan yang baik-baik, namun di masyarakat yang diliatnya berbeda,” ujarnya. Masyarakat juga harus ikut berkontribusi memajukan pendidikan, tidak bersikap masa bodoh dan apatis. Kepada dunia usaha, Presiden berharap agar program corporate social responsibility (CSR) lebih diarahkan ke sektor pendidikan. Unsur terakhir yang tidak kalah pentingnya yaitu pers dan media massa, kata Presiden. Tugas pers adalah untuk membangun iklim agar bangsa Indonesia gigih berjuang untuk menciptakan generasi yang unggul dan maju. “Selain itu harus memberikan kritik-kritik yang konstruktif kepada semua pihak yang belum baik,” kata mantan menteri di era Presiden Megawati tersebut. Tugas penting untuk media massa yang juga disoroti Presiden adalah tidak mewartakan atau membuat tayangan yang bisa merusak karakter anak-anak Indonesia. (kemdiknas) †


Rabu, 5 Desember 2012

Lima Kecamatan Masuk KPHP rana prasarana KPH lainnya. Sedangkan dana APBN 2012 ini KPHP model mendapatkan mendapatkan sarana prasarana pendukung operasional seperti roda empat, kendaraan roda dua, komputer dan lainnya dari Balai Pemantapan Kawasan Hutan (BPKH).

”Kegiatan rehabilitasi hutan dan lahan di kawasan hutan produksi dan hutan lindung seluas 4.000 Ha dari Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Kapuas. Dijelaskan Hasan, beberapa waktu yang lalu Disbunhut Kapuas Hulu telah melakukan rapat Konvergensi di Pontianak dengan pihakpihak terkait bidang kehutanan yang difasilitasi oleh Kepala Pusat Pengendalian (Kapusdal) pembangunan Kehutanan Regional III. Kemudian pada tanggal 30 November kemarin, juga digelar rapat koordinasi pembangunan KPHP Model Kapuas Hulu di Aula Kantor Bupati, diharapkan dapat memberikan suatu harapan dalam rangka mendorong percepatan operasional KPHP model ini di masa yang akan datang,” terangnya. (Freelancer/Timotius) †

Alexander Rombonang FOTO Timotius/Borneo Tribune

Tampak ribuan orang sangat antusias ingin menyaksikan pembukaan FDS-BK yang dilaksanakan Tahun 2011 lalu yang dilaksanakan di Kecamatan Batang Lupar, diperkirakan Festival Danau Sentarum-Betung Kerihun tanggal 12 Desember 2012, lebih meriah dari tahun lalu. FOTO: Timotius/Borneo Tribune Borneo Tribune/Putussibau FESTIVAL Danau Sentarum-Betung Kerihun yang akan dilaksanakan tanggal 12 Desember 2012 siap digelar. Rangkaian kegiatan selama Festival Danau Sentarum sudah dipersiapkan sedemikian rupa, sehingga diperkirakan akan lebih meriah dari Tahun lalu. “Persiapan sudah hampir selesai dan kondisi di lapangan juga sudah siap karena kita juga dibantu oleh panitia di kecamatan,” kata

Alexander Rombonang, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kapuas Hulu, Selasa (4/12). Dikatakan Rombonang, Festival Danau SentarumBetung Kerihun rencananya akan dibuka oleh Menteri Pariwisata dan akan dihadiri sejumlah pihak Kementerian dan Dirjen Pemasaran dan Dirjen Pengembangan Destinasi, Dirjen Jasa Lingkungan Kementerian Kehutanan dan perwakilan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan, dan sejum-

Borneo Tribune/Putussibau PENGGUNAKAN Kartu Tanda Penduduk (KTP) manual akan berakhir pada 31 Oktober 2013 mendatang. Hal tersebut disampaikan Gamawan Fauzi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) baru-baru ini di Jakarta. Pernyataan dari Mendagri tersebut juga senada disampaikan Marcellus Basso, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kapuas Hulu, Senin (3/ 12). Sedangkan untuk e-KTP atau KTP Elektronik akan berlaku seumur hidup dan se-Indonesia. Oleh karenanya kata Marcellus, pihaknya akan tetap melayani perekaman e-KTP akan tetapi secara reguler. “Sampai saat ini pelayan-

as Hulu yang belum melakukan perekaman mencapai 53. 151 jiwa. Kebanyakan mahasiswa, pelajar, dan tenaga kerja yang bekerja di luar Kapuas Hulu. “Jadi kita himbau bagi wajib e-KTP yang belum lakukan perekaman, agar meluangkan waktu kembali ke Kapuas Hulu untuk membuat e-KTP, sebab KTP manual tidak di-

Marcellus Basso FOTO Timotius/Borneo Tribune

an perekaman e-KTP tidak dipungut biaya dan kami akan terus melakukan pelayanan sebab untuk masa berlaku KTP manual hingga Oktober 2013,” ucapnya. Dikatakan Marcellus, wajib e-KTP Kabupaten Kapu-

Menerima pesanan & menjual : hasil tenunan daerah/ kerajinan, berupa pakaian adat, anyaman dan lukisan Putusibau SISKA Hp. 081257159998

PT. BUMI BORNEO CEMERLANG

Telp. 0561-577868 Jl. Gaj ahma da N o. 3 P ont ianak Gajahma ahmada No Po ntianak Email: aria_tur@yahoo.com Penerbangan Pontianak - Jakarta BATAVIA : 5x penerbangan dalam sehari ( z07.05 z07.55 z11.10 z14.35 z16.00 ) SRIWIJAYA : 4x penerbangan dalam sehari ( z07.00 z07.55 z11.55 z15.50 ) LION AIR : 3x penerbangan dalam sehari ( z07.30 z11.35 z15.30 )

GARUDA : 3x penerbangan dalam sehari ( z08.00 z12.55 z17.35 ) Penerbangan PTK - JOGJA & PTK - SURABAYA BATAVIA : 1x penerbangan dlm sehari (pukul : 14.45)

PALAPA TAXI

PONTIANAK - SINGKAWANG (PP) PONTIANAK SINGKAWANG Jl. Niaga No. 25

0561-717 8888 0562-333 9999 0821 4876 8888 0821 4876 9999 ARMADA INNOVA & YARIS ARMADA INNOVA & YARIS BERANGKAT:

05-07-08-09-10-11-13-14-15-16-17-19.00 WIB 05.00 - 08.00 - 11.00 - 14.00 - 17.00 - 19.00

lah tamu-tamu lainnya. Sedangkan untuk tamu undangan dari luar Negeri hingga saat ini belum dipastikan, sebab belum ada konfirmasi secara resmi. “Kalau secara lisan tamu dari luar negeri sudah menyampaikan akan hadir akan tetapi yang kita minta pemberitahuan secara resmi, sebab ini berkaitan dengan tempat menginap,” cetusnya. Dipaparkan Rombonang, dalam pelaksanaan Festival Danau Sentarum tersebut

pihaknya telah menyiapkan 60 buah stand di lapangan, akan tetapi masih banyak yang tidak bisa mengikuti stand karena keterbatasan lokasi dan tenda. “Jika dibandingkan tahun lalu, kali ini peminat stand malah banyak bahkan sangat disayangkan tidak semuanya bisa ditampung, kita termasuk kwalahan untuk menyediakan stand,” ujarnya. Sementara untuk sejumlah jenis perlombaan, menurut Rombonang akan ada

penyempurnaan terutama untuk persyaratan, salah satunya yaitu lomba sampan, jika tahun lalu pedayungnya 20 orang, tahun ini menjadi 8 pedayung. Begitu juga dengan lomba sumpit lomba pangka gasing akan disiapkan panitia. Apalagi untuk pemilihan Bujang Darah Pariwisata Kapuas Hulu akan lebih objektif dari tahun sebelumnya. “Dengan segala kekurangan, kegiatan tersebut kita upayakan seobjektif mungkin dan manfaatnya dapat dirasakan lansung oleh masyarakat. Selain itu hasil Festival Danau Sentarum ini juga akan dibawa mewakili Kapuas Hulu pada Festival Budaya Bumi Khatulistiwa (FBBK) yang akan dilaksanakan di Pontianak,” tandasnya. (Freelancer/Timotius) †

KTP Manual Berakhir 31 Oktober 2013

Kerawing

JAM JAM BERANGKAT :

10

Festival Danau Sentarum Siap Digelar

Gallery

Jl. Arteri Supadio Ruko No. 1-2

Borneo T Tribune

KPHP model ini ke depannya menjadi harapan untuk menjawab semua tantangan dalam mengelola hutan yang berpegang prinsip pada kelola ekologi, sosial dan ekonomi

Borneo Tribune/Putussibau KEPALA Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Kapuas Hulu H Hassan mengatakan bahwa ada lima Kecamatan di Kapuas Hulu yang masuk dalam Kesatuan Pengolala Hutan Produksi (KPHP) dengan total luas 458.025 Ha. Kelima kecamatan tersebut yaitu Kecamatan Putussibau Utara, Kecamatan Embaloh Hulu, Kecamatan Embaloh Hilir, Kecamatan Batang Lupar dan Kecamatan Badau. ”Ini merupakan dukungan terhadap program pemerintah di sektor kehutanan dengan dibentuknya KPHP, dan kita komitmen akan terus mendukung program tersebut,” ujar Hassan, Selasa (4/12). Menurut Hassan pembentukan KPHP tersebut berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor SK 380/Menhut-II/2011 tanggal 28 Juli 2011 dan SK Bupati Kapuas Hulu Nomor 35 Tahun 2011 tanggal 16 November 2011 dengan nama Kesatuan Pengelola Hutan Produksi (KPHP) model Kapuas Hulu. Dijelaskannya, kedudukan secara organisasi pada saat ini KPHP Model Kapuas Hulu ini merupakan UPTD dari Disbunhut Kapuas Hulu. Tugas pokok dan fungsi UPTD KPHP ini adalah merupakan kepanjangan tangan dari dinas dalam melaksanakan pengelolaan hutan secara lestari di wilayahnya serta bertanggung jawab langsung kepada Kepala Dinas dan Bupati. ”KPHP model ini ke depannya menjadi harapan untuk menjawab semua tantangan dalam mengelola hutan yang berpegang prinsip pada kelola ekologi, sosial dan ekonomi,” jelasnya. Ditambahkan Hassan untuk tahun 2012 telah dianggarkan pembangunan mess pegawai dan saat ini masih tahap pengerjaan oleh pihak ketiga serta penyediaan sa-

Kapuas Hulu

Distributor Aspal Shell (Drum) Pen 60/70, Berat Bersih : 154 Kg

berlakukan lagi.” Tuturnya. Sementara itu, untuk perekaman e-KTP yang sudah dilakukan sebelumnya, kurang lebih 40.000 e-KTP yang sudah diterima dan siap disampaikan ke Kecamatan masing-masing. Ditambahkan Marcellus untuk mengambil e-KTP tersebut tidak bisa diwakilkan karena akan diambil kem-

bali sidik jarinya, sebab akan diverifikasi kembali dengan smart card. “Saat ini puluhan ribu eKTP tersebut akan disortir berdasarkan masing-masing kecamatan dan penyerahan kepada bersangkutan akan diserahkan sepenuhnya kepada pihak kecamatan.”Pungkasnya. (Freelancer/Timotius) †

Warga Cemas Sungai Kapuas Kembali Meluap Borneo Tribune/Putussibau KEKHAWATIRAN masyarakat Kabupaten Kapuas Hulu khususnya yang tinggal di Kota Putussibau kembali muncul, pasalnya hujan yang mengguyur Bumi Uncak Kapuas mengakibatkan meluapnya kembali sungai Kapuas. Meluapnya sungai Kapuas mulai terjadi pada sore Senin (3/12), hingga pagi Selasa (4/12) yang bisa dijumpai di dataran rendah di Kota Putussibau dan sekitarnya mulai tergenang air. Pantauan di lapangan, banjir yang terjadi kali ini sudah mulai merendam sejumlah ruas jalan di Kota Putussibau seperti di Jalan Pasar Inpres, daerah Dogom, daerah Teluk Barak, Kam-

pung Jati, Prajurit, ruas jalan daerah Sibau dan sejumlah dataran rendah lainnya. Namun aktifitas masyarakat masih berjalan seperti biasanya. Fitryani (37) seorang warga Kota Putussibau mengaku tidak tenang dengan kondisi pasang surutnya sungai Kapuas, sebab Fitryani takut banjir kali ini akan lebih besar dari tahun sebelumnya. “Bulan lalu air sudah banjir dan hampir merendam rumah kami, sudah mulai tenang karena surut. Akhirnya ini kembali banjir lagi, kita tidak tahu apakah air ini semakin naik atau cuma bertahan sehari atau dua hari, yang jelas kita takut banjir besar,” tuturnya.

Hal senada juga dikatakan Suryanto yang mengaku tinggal Kampung Jati. Dirinya khawatir meluapnya sungai Kapuas kali ini akan merendam rumah penduduk di Kampung Jati, sebab Kampung Jati merupakan dataran rendah. “Banjir bulan lalu saja sudah merendam rumah, jika bulan ini juga erjadi banjir seperti bulan lalu bahkan lebih besar dari bulan lalu akan membuat masyarakat cemas, bahkan bingung mau mengungsi kemana, satu-satunya cara membuat panggung dalam rumah, itu pun tak membuat tenang, mudah-mudahan luapan sungai Kapuas ini bisa surut kembali besok (hari ini, red),” harapnya. (Freelancer/Timotius) †

IKLAN BARIS Dijual

Dicari

Peluang Usaha

Rumah Permanen. Jl. Purnama Komp. Dinasti Indah Blok B No. 14 Ptk. Ukuran Tanah 10 x 18 m2, Ukuran Bangunan 9 x 15 m2. Hub:085252015279

SGR, Guru PAUD/TK, Bersedia Ikut Diklat, Lgsg Penempatan, Hub. Jl. Pancasila No. 207 Telp. 761562

BISNIS FOREX! Daftar hr ini, besok psti dpt Profit (7% selama 100 hr) www.forexal.com SMS “PETUNJUK” Hp.087885563999 T.07789645034

Dijual Bangunan Dijual cepat eks. kantor, sertifikat, 2 lt, Jl. Nurali No. 2, Hub. 081384151188 tnp perantara.

Peluang Bisnis INVESTASI EMAS! Hari ini daftar mulai besok Dpt PROFIT (7%/hari) www.forecashier.com/ID.000833 /SMS “MINAT”.Hp.087775210833

Dijual Tanah

Peluang Bisnis

Jln.Purnama I Gg. Purnama Indah 1 No. 21. Menuju Komplek Dinasti Indah. Uk. 16 x 27 m. Bangunan L 14,5 m, P 18,5 m. Hub. Bpk. Gusti Hp. 081256983336

Bisnis Forex! Modal Min Rp.300rb, Profit Besar, Cek UTK Pns, Pensiunan dll. Info www. inforexal.com, SMS “MINAT” Hp. 087885563999

DIJUAL CEPAT TANAH SHM, tanpa perantara. * Jl. Gusti Situt Mahmud, Gg. Selat Makasar, Siantan (blkng BPAS) LT 1000 m2 Rp. 300 jt (nego). Hub. 0819 565 2794/0561 700 4977

Gallery Kost. Menerima Pria & Wanita Fasilitas Air & Listrik dan lain-lain. Jl. Diponegoro No. 9 Telp. 0562-3320424 SKW

Dijual tanah, 364 M 2, Jl. Danau Sentarum, Gg. Wonosobo, 50 Juta. Hub. Sri 081352269380 Dijual tanah, jl. Ujung Pandang, luas 4114 m2 sertifikat, Hub. 081384151188 tnp perantara.

Kost

Taxi CV. TEGAR PRATAMA TRANSPORT Melayani Antar Jemput Penumpang Jl. Kalimantan No. 24B 0562-640029/641366 SINGKAWANG Jl. Imam Bonjol Gg. Tnjng Sari No. 36 0561-747211/749025 PONTIANAK INNOVASI TAXI. Melayani Antar Jemput. Jl. Tua Pekong No.24 Singkawang, (0562)3309800, Jl. A. Yani (RM. Bertagis) Pontianak Telp. (0561) 7015100, (0561) 7157000

Disewakan Disewakan gudang 2 pintu, luas + 250 m2 dan 200 m2, cocok utk kndraan bermotor, alat telekomunikasi, di Jl. Adisucipto. Hub 081384151188 tnp perantara.

Iklan Baris:

1 baris / hari Rp. 6.000,-


Teras Borneo Tribune

Rabu, 5 Desember 2012

FPG Pesimis Rumah Budaya Rampung 2012 “Saya pesimis pembangunan rumah budaya yang nilainya mencapai Rp 44 miliar yang berada di Jalan Sultan Syahril (Kota Baru) Pontianak dapat diselesaikan pada tahun 2012. Apalagi mega proyek rumah budaya yang dikerjakan dengan tahun jamak, 2010, 2011 dan 2012, pada tingkat implementasi pengerjaannya sampai sekarang belum mencapai 50 persen,” tegas Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Provinsi Kalbar, Drs. Inosensius, di ruang Fraksi Partai Golkar, di Gedung DPRD Provinsi Kalbar, Selasa (4/12). Oleh karena itu, legislator Partai Golkar ini mengharapkan agar Dinas PU Provinsi Kalbar dapat segera memberikan progress atas pelaksanaan pekerjaan proyek multiyears tersebut kepada Komisi C DPRD Provinsi Kalbar. “Saya mengharapkan agar Gubernur Kalbar dalam hal ini Dinas PU Kalbar dapat

memberikan progress atas pengerjaan proyek tersebut kepada DPRD Kalbar melalui Komisi C DPRD Kalbar,” timpal Inosensius. Ino menyebut bahwa sejauh ini pihaknya terus konsisten melakukan pengawasan terkait pelaksanaan proyek pembangunan rumah budaya tersebut. “Melihat keadaan sekarang dengan kondisi cuaca dengan curah hujan yang tinggi, pesimis bisa dikerjakan tepat waktu. Untuk itu perlu antisipasi khusus, baik itu dari Dinas PU maupun kontraktor pelaksana agar perkerjaan itu bisa tepat waktu,” lugasnya. Dirinya mengharapkan agar dalam waktu dekat Komisi Pembangunan DPRD Provinsi Kalbar dapat segera memanggil Dinas PU Provinsi Kalbar beserta rekanan terkait kondisi terkini dari pelaksanaan proyek tersebut. “Komisi C DPRD Kalbar panggil Dinas PU dan

rekanan untuk selesaikan masalah ini,” ucapnya. Sementara itu sebelumnya, Kepala Dinas PU Provinsi Kalbar, Ir. Jakius Sinyor, menyebutkan bahwa pembangunan rumah budaya sudah sesuai. Artinya perencanaan dengan realisasi fisik bangunan sudah sesuai, dan April 2013 diperkirakan bisa selesai semua. “Jadi tidak benar kalau pekerjaan proyek tidak sampai 50 persen. Saya sudah tanyakan kepada kontraktornya baru-baru ini dan tidak ada masalah,” tepis Jakius. Hanya memang, kata Jakius, kemarin ada keterlambatan dikarenakan pembongkaran bangunan kantor Kapet di lahan yang sama. Kemudian keterlambatan juga disebabkan karena menunggu persetujuan DPRD Kalbar. Tidak hanya itu, sambung Jakius, masalah lainnya antara lain gugatan atau sanggahan dari beberapa

Banjir Macet pihak mengenai proses lelang yang dianggap tidak memenuhi persyaratan. Namun, Jakius memastikan kini tidak ada lagi masalah karena semua sudah dijelaskan ke pihak-pihak terkait. Bahkan dirinya menambahkan, untuk tahap awal akan dilakukan pembersihan area. “Karena ada tiga instansi serta sejumlah bangunan lain yang harus dipindahkan dan dibongkar,” timpalnya. Rumah budaya yang akan dibangun itu bernuansa adat Dayak dan adat Melayu. Masing-masing dianggarkan dana Rp 22 miliar. “Yang jelas target bulan April 2013, pekerjaan rumah budaya selesai. Yang terdiri dari rumah betang dan rumah melayu,” jelas Jakius Sinyor. Secara umum, ada tiga bagian utama di kawasan itu nantinya. Yakni Rumah Adat Melayu, Rumah Adat Dayak dan plaza. Untuk plaza, Rp 16 miliar rencana anggaran yang dibutuhkan.

Sosialisasi Perda Terkendala Anggaran ”Minimnya sosialisasi perda itu dikarenakan anggaran yang terbatas hanya sampai sebatas satu kecamatan saja setiap tahunya. Akibatnya, tidak heran kalau Perda banyak tidak diketahui hingga masyarakat bawah sehingga banyak warga kurang paham ataupun tidak mengerti,” tegasnya. Mustafa mengatakan, kalaupun ada setiap tahunnya dilakukan di satu kecamatan saja. Sementara Kabupaten Kubu raya memiliki 9 kecamatan. Belum lagi ditingkat desa. “Ya mau berkata apalagi karena anggaran yang minim dan

terbatas.ÿKita anya bisa melakukan sosialisasi perda setiap tahunya untuk 1 kecamatan saja. Sementara biaya untuk sosialisasi itu snagat besar. Jika bukan dari anggraran yang ada mau menggunakan apa untuk sosialisasi,” cetusnya. Menurutnya, untuk tahun ini saja, sosialisasi perdaperda tersebut bahkan dikurangi sampai angkanya merosot mencapai 50 persen. Jadi sebenarnya sudah kita usahakan untuk pembiayaan sosialisasi perda. Sayangnya itu belum maksimal. Meskipun demikian, Ia pun memastikan pihaknya

tidak pernah menyerah meskipun tidak mudah. Salah satu cara melalui media massa. “Kita tetap akan berupaya maksimal. Meskipun anggaran perda di Pemerintah Kabupaten Kubu Raya sangat minim dan terbatas. Kita akan meminta bantu kepada media massa untuk ikut mensosialisasikan perda yag ada di Kabupaten Kubu Raya. Sehingga masyarakat dan pengusaha yang ada di Kabupaten Kubu Raya dapat memtahuinya,” kata Mustafa. Mustafa menjelaskan, Peraturan Daerah adalah Peraturan Perundang-undangan

ag dibentuk oleh Dewan Perwakilan Rakyat dengan persetujuan bersama Kepala Daerah, misalnya, Gubernur, Bupati dan walikota. Dilain itu juga perda juga sangat penting. Karena seluruh materi muatan dalam rangka penyelenggaraan otonomi daerah dan tugas pembantuan, dan menampung kondisi khusus daerah. “Makanya perda sangat perlu di sosialisasikan kepada masyarakat dan pengusaha agar tidka terjadinya pelanggaran dalam Perda yang sudah dibuat oleh Eksekutif dan Legeslatif,” ujarnya.

Pemprov Usulkan Perda Penyandang Disabilitas pada Puncak Peringatan Hari Penyandang Cacat (HIPERCA) di Pendopo Gubernur Kalbar, Selasa (4/12). Dikatakan olehnya, Provinsi Kalbar adalah Provinsi kedua setelah DKI Jakarta yang mengusulkan Raperda Penyandang Disabilitas tingkat Nasional. Pengusulan Raperda ini membuktikan, kalau Pemprov Kalbar sangat peduli dengan para penderita Disabilitas. “Kami berharap, Perda ditingkat Provinsi harus dilanjutkan ke Perda tingkat Kabupaten/Kota. Ujung tombak pembangunan ada di Kabupaten/Kota,” jelasnya.

Sampai dengan tahun 2012 ini, masih menurutnya, tercatat jumlah penyandang disabilitas sebanyak 20.204, yang terbagi dalam kelompok Disabilitas ringan sebanyak 8.635 orang, Disabilitas sedang sebanyak 9.936 orang, dan Disabilitas berat sebanyak 1.633 orang. Dari jumlah yang ada dan sejalan dengan visi mewujudkan masyarakat Kalbar yang beriman, sehat, cerdas, aman, berbudaya dan sejahtera, Pemprov Kalbar telah berupaya untuk membangun komitmen dan keseriusan dalam upaya peningkatan kesejateraan dan

aksesebilitas bagi penyandang Disabilitas. “Salah satu wujud komitmen adalah adanya kebijakan nyata yang telah dilakukan pemprov Kalbar, agar seluruh gedung SKPD dilingkungan Pemprov Kalbar menyediakan aksesebilitas bagi penyandang Disabilitas. Menyalurkan bantuan uang sebesar Rp 300 ribu setiap bulannya kepada 626 orang penyandang disabilitas yang tersebar di 9 Kabupaten/Kota melalui Program Asistensi Sosial dengan Kecactan berat,” ujarnya. Senada dengan Gubernur, Ketua DPD PPCI Kalbar, Saparlis NS memberikan

dukungan kepada Pemprov Kalbar yang mengusulkan Raperda tentan Kesejahteraan penyandang Disabilitas ini. “Mudah-mudahan, tahun 2013 mendatang, Raperda ini segera diundangkan,” harap Saparlis. Dengan adanya Perda ini, dan Peraturan Gubernur, DPD PPCi sangat berharap implementasi dari Perundangan dan peraturan tentang penyandang disabilitas bisa terwujud. “Selama ini yang kita rasakan, masih banyak bagian dari UU dan PP tentang penyandang cacat masih belum diimplementasikan,” jelasnya.

Pontianak, yakni seorang ibu - ibu. Ia mendapat informasi juga tentang perampokan tesebut, dan menurutnya pula kejadian ini tejadi pukul 18.30. Kapolsekta Pontianak Selatan Kompol I Gede SW, saat dikonfirmasi wartawan terkait perampokan tersebut, dirinya mengatakan tidak mengetahui kejadian tersebut, karena tidak ada laporan dari anggotanya. Sementara itu Kasat Reskrim Polresta Pontianak Kompol Puji Prayitno S.IK, saat dikonfirmasi wartawan, dirinya mengatakan kepada wartawan bahwa ada laporannya di Polresta Pontianak. Ketua Kami Minta Patroli Ketat Jalan WR. Supratman memang dikenal rawan akan tindak kejahatan konvesional, yakni seperti jamret dan rampok. Dan hal ini diungkapkan oleh Ketua Rt 03/ Rw 33 Kelurahan Benua Melayu Darat, Dasar Sugito, Selasa (4/ 12), kemarin. Menurut Ketua RT, warganya masih trauma akan aksi - aksi pelaku kejahatan, lantaran pelaku kejahatan, seperti jambret dan rampok, sering kali membawa senjata tajam (sajam). Karena sudah ada beberapa warganya yang menjadi korban aksi pelaku perampojan bersajam, hingga warganya trauma. “ Warga saya trauma karena aski - aksi perampokan yang dilakukan pelaku jamret dan rampok yang membawa pisau, karena sudah ada beberapa warga

saya yang menjadi korban, dan ini terjadi sudah sejak beberapa tahun yang lalu, dan kali ini saya mendapat informasi bahwa warga saya ada yang kenak bacok perampok,” ungkap Ketua RT yang merupakan Purnawirawan Polri. Lanjut Ketua Rt, karena trauma yang kuat, warganya pun selalu menutup pintu rumah dengan rapat, memasang pagar yang tinggi. Kemudian warganya tidak berani turun dari mobil walaupun sudah berada di depan rumah mereka sendiri, karena rata - rata pelaku mengikuti warga yang pulang kerja, dan ketika turun dari mobil langsung di todong dengan pisau. “Di daerah saya selalu sepi, sekitar pukul 06.00 WIB dan 18.00. Dan di jam jam ini lah pelaku beraksi,” kata Dasar Sugito. Dikatakannya pula, bahwa warganya selalu berharap ada patroli ketat di wilayah Jalan S. Supratman. Karena dengan Patroli ketat setidaknya meminimalisir pelaku untuk berbaut kejahatan, karena kalau ada polisi yang berpatroli tidak mungkin pelaku berani beraksi. “Kita berharap kepolisian selalu berpatroli di Jalan WR. Supratman, karena warga tidak mau ada kejadian, perampok menikam korban, jambret membacok korban, dan lain sebagainya. Warga Jalan S. Supratman benar - benar trauma akan aksi perampok dan penjamret bersajam,” harap Dasar Sugito.

Penjahat Bersajam Marak Pernyataan yang sama juga di ungkapkan oleh Penjaga Warung Kopi Susi di Jalan Supratman, yakni di dekat SMKN 3 Pontianak, dan menurut penjaga warung ini, dirinya membenarkan adanya perampokan di rumah tersebut. “Saya mendengar ada suara perempuan minta tolong, yakni sekitar pukul 18.30, dan ketika saya keluar orang sudah ramai di rumah korban, dan korban

langsung dilarikan di RS. Antonius,” ungkap penjaga WK. Susi yang enggan disebutkan namanya. Menurutnya pula, kejadian ini terjadi sangat cepat. Ia mendapatkan Informasi dari orang bahwa korban dibacok oleh perampok yang datang saat itu. Sedangkan pelaku sudah tidak tahu lari kemana. Kemudian hal serupa juga diungkapkan oleh seorang penjual jajanan SMKN 3

11

Pertama saya mau cerita pengalaman tentang banjir. Bermula di hari Senin (3/12), hujan tak berhenti satu harian penuh menggenangi beberapa ruas jalan di Kota Pontianak. Tepat di depan Kantor Pariwisata Provinsi Kalbar, air sudah menghantam knalpot motor. Saya amati, satu.dua.tiga motor berada di pinggir jalan. Pemiliknya berusaha berkalikali menghidupkan motor mereka. Paling parah genangan banjir saat akan masuk jembatan yang baru dibangun di Jalan Purnama. Saya berhenti sejenak dan melihat, tumpukan sampah dan genangan air berada di atas sungai. Seperti tak ada saluran aliran air untuk mengurangi genangan. Saya kemudian lanjutkan perjalanan, tampak beberapa ratus meter ke depan, terdapat motor ditinggalkan oleh pemilik motornya. Saya pelankan motor, rupanya genangan air di depan sudah menghadang. Saya khawatir sepertinya genangan air akan dalam. Karena di kiri jalan terdapat sungai. Ternyata benar saja, awalnya ban motor saja yang tergenang, makin maju ke de-

pan knalpot motor yang tergenang. Satu motor di depan saya berhenti. Pemiliknya memilih cara mendorong saja. Saya berpikir tidak mungkin ikut berhenti, karena saya harus menyelesaikan tanggung jawab sebagai dikejar deadline editing. Saya pertahankan terus gas walaupun pelan supaya jangan sampai motor mogok. Akhirnya genangan air berhasil dilewati. Rasa khawatir tetap saja berada di kepala. Jangan sampai banjir menunggu di depan. Tetap fokus berada di tengah jalan, jangan terbawa keinginan berada di bibir jalan karena terdapat aliran sungai. Parahnya karena tidak ada pembatas di pinggir sungai. Tak lama saya pun sampai di kantor melanjutkan aktivitas lama yang saya tinggalkan selama 5 minggu belajar tentang media di Melbourne, Australia. Keesokan pagi harinya, dari arah Siantan jam menunjukan pukul 07.30 WIB. Saya harus ke kota untuk menyelesaikan beberapa tulisan. Ada yang lain sepertinya arus lalu lintas tepat di depan Kantor Badan Narkotika Pontianak. Kendaraan motor dan mobil

jalan merayap pelan. Rupanya ini menjadi macet terpanjang yang saya alami karena hampir setengah jam lebih baru bisa sampai di Jembatan Kapuas. Ternyata kemacetan Kota Pontianak sudah semakin parah dari ke hari di dalam pikiran saya. Volume kendaraan bermotor semakin bertambah banyak. Jalan semakin diperlebar bukan mengurangi kemacetan tetapi malah menambah macet. Entah sampai kapan persoalan macet berkepanjangan. Tentunya dengan banjir, cerita di atas yang saya tulis terlebih dahulu. Banjir membuat masyarakat Kota Pontianak waswas meninggalkan rumahnya. Kemudian aktivitas menjadi sangat terganggu, karena khawatir motor akan mogok. Di persoalan macet, entah sampai kapan sebagian warga Kota Pontianak hanya menghabiskan waktu di jalan dengan. Keduanya menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan oleh Pemerintah Kota. Di saat negera maju lain sudah jauh melangkah, kita masih saja berkutat pada persoalan yang sama dari tahun ke tahun.

Nyamannya Bersepeda di Kota Melbourne ga sampai National Gallery of Victoria. Banyak sepeda berwarna biru disewakan khususkan bagi yang ingin menikmati sepanjang hari. Apalagi ditambah matahari terbenam cukup lama dari pada di Indonesia. Matahari baru akan tenggelam pukul 20.30 WIB. Sehingga turis baik Asia atau generasi baru warga Australia bisa puas menikmati indahnya Kota Melbourne dengan gaya arsitektur Eropa di masa tahun 1800-an. Tidak perlu khawatir mengembalikan sepeda. Karena tempat parkir penyewaan sepeda tersedia di mana-mana.

Kembali ke cerita sepeda, pesepeda memang menjadi favorit masyarakat Australia. Terlebih kepedulian Pemerintahnya menyediakan jalur khusus bagi para pesepeda. Mereka para pesepeda sudah diberikan jalur khusus juga jangan seenaknya melanggar lampu lalu lintas. Kala lampu merah berhenti, pesepeda harus ikut pula berhenti bersama pengendara mesin seperti motor dan mobil. Pesepeda harus menunggu lampu hijau menyala, dan kalau ada pejalan kaki lewat. Warga Australia memang memiliki kepedulian

terhadap kesehatan. Bagusnya itu didukung oleh kebijakan pemerintah setempat. Satu kesempatan saya sempat melihat pesepeda dihadang 2 polisi bersepeda. Rupanya pesepeda tersebut terkena sanksi karena melanggar lampu merah. Pemandangan itu jauh berbeda tidak saya temui di Indonesia, khususnya di Kota Pontianak ini. Pemerintah Kota Pontianak tampaknya bisa meniru kebijakan tersebut. Karena keuntungannya bagi warga sendiri. Mengurangi polusi udara, membuat sehat, dan mengurangi kemacetan.

Kesalkan Bupati Garut Menurut bekas kekasih Gaston Castano itu, ucapan sang Bupati secara tak langsung telah melecehkan dan merendahkan para artis Tanah Air. “Tapi saya tidak suka dengan kata-kata dia (Bupati Garut) yang menyebutkan harga artis saja enggak segitu (Rp250 juta). Kayaknya ngerendahin

banget, ngajak perang,” tutur Jupe kepada Okezone saat dihubungi melalui telefon, Senin (3/12/2012). Meski demikian, Jupe merasa tidak berhak untuk mencopot jabatan Aceng sebagai Bupati. Yang jelas, kata Jupe, seorang Bupati atau pemimpin harus bisa memberikan contoh yang

baik untuk warganya. “Kalau masalah diganti bukan wewenang saya. Meskipun saya orang Garut tapi kan saya enggak tinggal disana. Jadi enggak tahu kinerjanya, biar pemerintah aja yang memutuskan. Tapi Bupati itu harusnya bisa memberikan contoh kepada warganya,” tegasnya.

Polemik Solar KKR Temukan Titik Terang antara pengelola dan nelayan. Pemerintah Desa Sepuk Laut pun akhirnya melakukan musyawarah dengan kelompok nelayan dan pihak pengelola yang dihadiri pemerintah Kabupaten Kubu Raya dalam hal ini diwakili asisten 1, dan juga camat Kakap. Dikatakan Asisten 1, Sugiono P, mencuatnya adanya isu kelangkaan dan dugaan penyelewengan BBM di APMS itu berawal dari laporan masyakat kepada Bupati Kubu Raya pada 9 November 2012 lalu. Oleh Bupati Kubu Raya, laporan itu kemudian didisposisikan kepada asisten 1 untuk mengecek laporan itu dengan berkoordinasi dengan Camat Kakap dan DKP Kubu Raya. Dari hasil koordinasi itu, lanjut sugiono pihaknya kemudian mempertanyakan ke Pertamina Wilayah Kalbar dan turun ke lokasi. Pada tanggal 20 November 2012, pihaknya mendapati bahwa laporan kelangkaan BBM benar adanya, banyak nelayan tidak kebagian solar yang akibatnya nelayan tidak dapat melaut. Mendapatkan informasi itu ia mempertanyakan kembali ke Pertamina. Namun dari pihak Pertamina menyampaikan bahwa sudah BBM sebanyak 300 kl untuk kebutuh Desa Sepuk Laut sudah disalurkan sejak Agustus lalu. Selain itu, Dia juga menemui komisaris PT SNI, Riduan selaku pengelola resmi APMS desa Sepuk Laut tersebut. “Waktu itu saya ketemu langsung dengan pak Riduan. Dan beliau mengatakan bahwa pihak APMS sudah menerima penyaluran Pertamina. Namun harus terkendala dengan perbaikan ponton, sehingga

pendistribusian BBM terhambat. Sedangkan minyak sebanyak 300Kl ditampung APMS. Seandainya waktu itu Pertamina memberikan pengertian mungkin nelayan disini tidak akan bertanyatanya,” jelasnya. Sehingga, kata Sugiono, Ada kesan minyak APMS yang seharusnya disalurkan kepada nelayan diselewengkan. Untuk itu masyarakat mengkonfirmsi kepada penyalur resmi. “Di sini jelas ada miskomunikasi. Minyak sekarang sudah disalurkan,” lanjutnya. Kedepannya, tambah Sugiono, pihaknya minta kepada pihak kepolisian dan pemerintah untuk memantau pendistribusian solar tersebut. Dia juga berharap adanya penambahan kuota BBM di kecamatan kakap sehingga tidak menumpuk di satu tempat. Camat Sungai Kakap H.Suhairi, SH, pihaknyaÿ memberikan apresiasi kepada masyarakat yang sudah melaporkan persoalan itu kepada Bupati. “Kalau tidak ada laporan seperti ini, kami juga tidak mengetahui. Sebagai catatan Desa Sepuk Laut ini terdiri dari 800 KK, 250 KK lainnya bermata pencaharian sebagai nelayan,” tambahnya. Sementara itu Komisaris PT. SNI sebagai mengelola resmi APMS di Sepuk Laut, Riduan mengaku adanya kendala penyaluran BBM jenis solar ke Desa Sepuk Laut dikarenakan adanya renovasi ponton. Menurut Riduan, renovasi tersebut membutuhkan waktu yang cukup lama karena harus disesaikan dengan prosedur yang ada. Dikatakan Riduan, minyak Pertamina tersebut merupakan minyak alokasi,

dimana kalau tidak diambil setiap bulan akan hangus. Sehingga kita saling membantu kepada masyarakat agar distribusi ini tidak putus. “Sehingga kita ambil sampai selesainya renovasi. Setelah selesai bagai pendistribusian kepada masyarakat kita lakukan. Alhamdulilah sekarang kita sudah salurkan dan sudah mencukupi,” katanya. Disinggung soal penambahan kuota, Riduan akan mengusulkan ke pihak Pertamina. “Nanti kita akan usulkan. Sejauh ini kuota yang ada 75 Kl perbulan untuk memenuhi kebutuhan nelayan di Desa Sepuk Laut ini,” katanya. Sementara itu Ali, salah satu perwakilan nelayan desa Sepuk Laut hanya bisa berharap pendistribusian solar kepada nelayan Sepuk Laut lancar. Dikatakannya, selama beberapa hari yang lalu, nelayan desa Sepuk Laut merasa kesulitan mendapatkan solar karena adanya kelangkaan. Bahkan para nelayan harus merogoh kocek sebesar Rp 7500 per liter. Padahal harga resmi hanya Rp 4500 perliter. “Terus terang kami kemarin kesulitan untuk mendapatkan solar. Kami harus membeli solar dari luar yang harganya jauh lebih tinggi. Untuk itu kami berharap agar pendistribusian solar ke Sepuk Laut lancar setiap bulannya,” katanya menambahkan.

KEHILANGAN STNK KB 4678 KF NR: MH330C0029J625990 NM: 30C-625996 A/N JAENUDIN Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi. HN


CMYK

Seremonial www.borneotribune.com

Borneo Tribune

12

Rabu, 5 Desember 2012

Rakor Penanggulangan HIV/AIDS se-Kalbar

Pemprov Dukung Upaya Cegah HIV/AIDS Secara Holistik Andika Lay Borneo Tribune, Pontianak

Upaya mewujudkan komitmen bersama dalam pencegahan dan penanggulangan HIV dan AIDS, Pemerintah Provinsi Kalbar melalui Biro Kesejahteraan Sosial Setda Kalbar menggelar Rakor Penanggulangan HIV/AIDS Kabupatan/Kota se-Kalbar. Rakor yang dibuka secara resmi oleh Sekda Kalbar, Drs M Zeet Hamdy Assovie, berlangsung di Hotel Kini, dengan menghadirkan Pembicara dari Dinas Kesehatan Kalbar, BNNP Kalbar dan KPA Provinsi Kalbar. Sekda Kalbar, Drs M Zeet Hamdy Assovie mengatakan perkembangan HIV/ AIDS di Kalbar telah berada dalam tahap penyebaran yang terkonsentrasi pada kelompok-kelompok beresiko tinggi, bahkan beberapa kasus pengidap HIV ditemui di masyarakat umum.

”Penderita HIV/AIDS sampai bulan Agustus tahun 2012 di seluruh Kalbar yaitu, HIV sebanyak 3.451 kasus, AIDS sebanyak 1.658 kasus, dan diantaranya 511 orang meninggal dunia,” kata M Zeet Hamdy Assovie. Jumlah ini, kata dia, jumlah yang baru diketahui dan terdata, dan tidak menutup kemungkinan, kasus di lapangan akan jauh lebih besar, mengingat posisi Kalbar saat ini berada dalam posisi tujuh besar daerah rawan penyebaran HIV, apalagi ditambah penularannya yang sulit terdeteksi, sehingga jumlah kasus yang dilaporkan jauh dari keadaan yang sebenarnya, yang popoler disebut sebagai Fenomena Gunung Es. Tingginya mobilitas penduduk Kalbar ke tempattempat yang insiden HIV/ AIDS cukup tinggi, seperti Jakarta, Batam, Singapura, Malaysia, dan Brunai Darussalam serta diguna-

kannya Pintu Lintas Batas (PLB) Entikong untuk masuk dan keluarnya penduduk, baik penduduk lokal Kalbar, maupun dari seluruh Indonesia dapat mempengaruhi epidemi HIV/ AIDS di Kalbar. “Kasus Trafficking yang cukup tinggi di Kalbar, menambah rumitnya permasalahan HIV/AIDS,” jelasnya. HIV/AIDS bukan semata-mata masalah ekonomi, tetapi mempunyai implikasi politik, ekonomi, sosial, etis, agama dan hukum. Cepat atau lambat akan menyentuh hampir semua aspek kehidupan manusia. Upaya pencegahan dan penanggulangannya perlu melibatkan berbagai program dari instansi lembaga pemerintah secara holistik. Pengalaman Internasional, masih kata Sekda, keberhasilan penaggulangan penyakit HIV/AIDS sangat bergantung kepada kemauan politik pada tingkat tinggi sebuah negara, dan ke-

sungguhan kepemimpinan dalam mengatasi masalah akibat HIV/AIDS. ”Saya lihat, banyak program dan upaya-upaya yang telah dilakukan untuk menghambat laju penyebaran HIV, baik pemerintah maupun LSM, tapi upaya dan pendekatan ini masih tampaknya bersifat parsial, tidak komprehansif, dan berjalan sendiri-sendiri, sehingga daya jangkau terhadap sasaran kurang memberikan hasil yang diharapkan,” jelas M Zeet. Kata M. Zeet, salah satu faktor penting yang harus dibangun dan dikembangkan adalah kesamaan persepsi dalam memahami HIV dan AIDS, sehingga diperoleh sinergitas, serta keterpaduan langkah dan upaya dalam penanggulangan HIV dan AIDS di Kalbar. “Pemprov telah mendukung langkah-langkah pencegah dan penanggulangan HIV dan AIDS dengan

ARAHAN Sekda Kalbar, M Zeet Hamdy Assovie, memberikan arahan kepada peserta Rakor Penanggulang HIV/AIDS Kabupaten/Kota Se-Kalbar. FOTO Andika Lay/Borneo Tribune. merevitalisasi keanggotaan dan Kepengurusan Komisi Penanggulang AIDS Kalbar dengan Keputusan Gubernur No. 749/2007 yang langsung di Ketuai Gubernur,” ujarnya. Meningat upaya yang dilakukan masih sangat terbatas, jika dibandingkan dengan penyebaran dan

penularan HIV dan AIDS yang sudah semakin meluas, dan tidak hanya berada dilingkungan PSK saja, namun yang lebih meningkat penularan HIV dan AIDS adalah melalui jarum suntik akibat penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja dan masyarakat berusia produktif.

“Saya mengajak untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi terlaksananya kegiatan penanggulangan HIV dan AIDS, yakni dengan mengurangi stigmatisasi, diskriminasi, dan pelanggaran hak Azasi bagi penderita atau Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA),” ajak M. Zeet. o

FKIP Untan Gelar Olimpiade Mahasiswa

POHON NATAL Pohon natal yang didesain menyerupai peristiwa kelahiran juru selamat lengkap dengan semburan busa yang menyerupai salju hadir di loby Ayani Mega Mall. Keberadaan pohon ini untuk menyambut dan merayakan Hari Raya Natal. FOTO Andika Lay/ Borneo Tribune.

DEKAN FKIP Untan, Aswandi memberikan wejangan dan motivasi kepada perwakilan mahasiswa seluruh jurusan FKIP Untan pada pembukaan OOSM di lapangan olahraga FKIP Untan Kampus I, Jumat (30/11) sore. FOTO: Ubay KPI/Borneo Tribune Ubay KPI Borneo Tribune, Pontianak

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak tahun ini kembali menggelar Olimpiade Olahraga dan Seni Mahasiswa. Jika tahun sebelumnya, banyak memperlombakan cabang modern, kali ini OOSM mengkolaborasikan dengan perlombaan tradisional. Kegiatan ini mendapat dukungan dari pihak fakultas. Pada pembukaan yang dilaksanakan Jumat (30/

11) sore lalu dihadiri langsung Dekan FKIP Untan, Dr. Aswandi. Usai acara, Aswandi mengatakan peran budaya dalam menjaga kelestariannya tak luput dari peran serta pihak pendidikan. Sebab kebudayaan merupakan sebuah pendidikan. Karenanya, inisiatif yang dilakukan oleh pihak panitia terkait permainan tradisional tersebut mendapat apresiasi yang sangat bagus. Kata Aswandi, permainan tradisional yang diperlombakan seperti enggrang dan halangtangkap atau galasin. Enggrang adalah sa-

lah satu permainan tradisional yang kini sudah sangat minim dijumpai di Indonesia. meskipun ada, permainan yang menggunakan kayu atau bambu yang kemudian diberi tempat pijakan kaki di antara ujung dan pangkalnya tersebut hanya dalam kegiatan seremonial. Anak-anak pedalaman sudah mulai meninggalkan permainan ini. Begitu juga halang, lanjut dia, permainan ini sangat tradisional. Cara mainnya sebuah tim menjaga di garis yang telah ditentukan dan menjaga lawan yang akan masuk melewati

Hadir di Pontianak untuk memenuhi kebutuhan

Menyediakan kain dan busana batik eksklusif bagi Pria, Wanita, Sarimbit (pasangan), Remaja dan Anak-anak dengan motif dan model yang trendy

CMYK

garis tersebut, permainan ini bisa dilakukan tiga sampai enam orang per tim. Tak hanya perlombaan itu saja, ada beberapa macam lomba dan pertandingan yang akan dilaksanakan, seperti bola mini, stand up comedy, dan puisitisasi. Kegiatan ini mendapat dukungan dari pihak fakultas. Selain itu, Aswandi juga menyatakan olimpiade yang dilaksanakan menjadi ajang silaturahmi dalam menjaga persahabatan antarmahasiswa. “Kegiatan seperti ini bisa menjadi wadah memupuk kebersamaan antarmahasiswa, sehingga dampaknya tak ada lagi tawuran dan hal negative sejenisnya,” ungkapnya. Ketua Panitia OOSM, Zaumilhaz juga menyampaikan, inisiatif memasukkan cabang tradisional pada olimpiade tersebut tujuannya agar tak menghilangkan kebudayaan yang ada sekaligus mengenal dan melestarikan budaya yang ada. Sementara itu, Ketua Bidang Humas OOSM, Wila Anggraini menyatakan, dari beberapa cabang yang diperlombakan, lokasi dibagi di tiga tempat berbeda. Seperti di kampus satu di Universitas Tanjungpura, di kampus dua di daerah Kota Baru, dan kampus tiga di Jalan Ayani II. Kata Wila, OOSM merupakan ajang kreasi seni dan olahraga yang diperuntukkan mahasiswa di seluruh jurusan yang ada di FKIP Untan. “Syukur, semua jurusan di FKIP Untan ikut serta,” jelasnya. o

Harian Borneo Tribune 5 Desember 2012  

Harian Borneo Tribune 5 Desember 2012