Issuu on Google+

cmyk

I DEALISME, K EBERAGAMAN

DA N

KEBERSAMAAN

Borneo Tribune www.borneotribune.com

Senin, 4 Februari 2013

23 Rabiul Awal 1434 H - 24 Cap Jie Gwee 2563

Soksi Tekad Wujudkan Welfare State

Telepon Redaksi/Iklan/Langganan/Pengaduan: (0561) 767788 Faximile. (0561) 766103

Alamat Redaksi: Jln Purnama Dalam No 2 - Pontianak 78121

Awas, Pencuri Mobil Beraksi di Pontianak! Satu Tersangka Tertangkap di Ketapang

Ketua Depinas SOKSI, Ade Komarudin didampingi Ketua Depidar XVI SOKSI Kalbar, Kamaruddin Sjam saat memberi keterangan pers seputar terkait rencana dan program organisasinya. Foto Budi Rahman/Borneo Tribune Ubay KPI Borneo Tribune, Pontianak SENTRAL Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) yang tak lain merupakan organisasi sayap partai berlambang pohon beringin (Golkar) bertekad mewujudkan negara sejahtera, welfare state. Usaha krea-

Warga Kota Pontianak harus lebih waspada terhadap pencurian kendaraan. Sekarang bukan hanya kendaraan roda dua, kendaraan roda empat pun kini sudah menjadi target para pelaku pencurian.

Achmad Mudzirin Borneo Tribune Pontianak SEPERTI kasus pencurian yang saat ini berhasil ditangkap di Ketapang, Minggu (3/2). Pelaku pencurian mobil ini pun bernama Suardi warga Gang

Gajah Mada 19 Jalan Gajah Mada Kecamatan Pontianak Selatan, dan Suardi berhasil melakukan pencurian ini, yakni di Hotel Transera, yakni tanggal Sabtu (2/2) kemarin malam sekitar pukul 22.30.

Sujiwo Harga Mati

tif menjadi salah satu cara untuk mencapai tujuan tersebut. Hal tersebut diungkapkan Ketua Umum Depinas Soksi, Ade Komaruddin saat membuka kegiatan Rakerda I Depidar Soksi Kalimantan Barat di Hotel Orchardz,

Achmad Munandar Borneo Tribune, Kubu Raya

....Ke Halaman -11

HAMPIR 50-an orang masyarakat perwakilan dari enam desa di Kecamatan Sungai Kakap mendesak Ketua DPC PDIP Kubu Raya, Sujiwo maju pada Pemilukada Kubu Raya. Keenam desa itu antara lain Desa Sui Kakap, Sui Kupah, Pal IX, Jeruju Besar, Tanjung Saleh dan Sui Belidak. Mereka beranggapan figur seorang Sujiwo harga mati untuk diusung dan didukung menjadi bupati. ”Waktu pilkada lalu, Sui Kakap hampir meraih suara 80 persen ke Jiwo. Jadi, kami ingin untuk kali ini

Bersama Siswa MTs Al-Ma’arif BEBERAPA hari lalu, saya dan beberapa anggota Club Menulis melakukan kampanye menulis di MTs Al-Ma’arif, Pontianak Barat. Kampanye dilakukan di sekolah ini karena usaha Bu Yuniarsih, guru di sana, yang terpanggil jiwanya untuk menumbuhkembangkan budaya menulis di kalangan siswanya.

....Ke Halaman -11

....Ke Halaman -11

Redaktur Borneo Tribune

BPD Hipmi Kalbar Tuan Rumah Rakernas Hipmi

B uah Bibir Potret Buram Perbatasan ANGGOTA Komisi C DPRD Provinsi Kalbar, HM Ali Akbar AS, merasa miris mendengar keluhan serta menyaksikan langsung potret buram air bersih di kawasan Kecamatan Nanga Badau, Kabupaten Kapuas Hulu, di daerah perbatasan Provinsi Kalbar. Perlu diketahui bahwa selama ini warga perbatasan Indonesia me-

HM Ali Akbar AS, SH

Andika Lay Borneo Tribune, Pontianak

....Ke Halaman -11

Beruntung Ditabrak Sepeda SEORANG pria separo baya sedang mengendarai sepeda, ia dengan tak hati-hati telah menabrak seorang wanita. Pria tersebut secara spontan membantu wanita yang jatuh itu bangun dari lantai, sambil berceloteh: “Aduh, Mbak, bagaimanapun nasibmu masih termasuk mujur!” Wanita itu marah besar: “Kurang asam, kamu telah menabrak jatuh diriku, kok enak saja masih mengatakan nasibku masih termasuk mujur?!!” ”Mbak harus tahu, hari ini aku lagi libur maka baru mengendarai sepeda, biasanya pekerjaanku ialah mengemudikan buldoser!”o

....Ke Halaman -11

Pilkada KKR

S uara Enggang

Yusriadi

Jenis Mobil yang berhasil dicuri Suardi pun bukan mobil murahan, Honda CRV dengan nomor polisi KB 1944 XY. Selain itu Suardi juga berhasil mendapatkan barang - barang

SEMARAK IMLEK terlihat di salah satu sudut Kota Pontianak tepatnya di Jalan Merapi dengan hiasan ornamen lampion yang tergantung melintang di atas jalan di antara bangunan-bangunan Ruko. Warga Tionghoa bersiap menyambut tahun baru dengan penuh optimisme. FOTO Budi Rahman/Borneo Tribune

BADAN Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPD Hipmi) Kalbar telah ditunjuk oleh BPP Hipmi sebagai Tuan Rumah untuk menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Hipmi yang dipusatkan di Kota Pontianak. Rakernas HIPMI yang dilaksanakan di Kota Pontianak ini direncanakan akan dibuka secara resmi oleh Presiden Republik Indonesia DR H Bambng SusiloYudhoyono, dan akan dihadiri beberapa Menteri Kabinet Indonesia Bersatu jilid II. Provinsi Kalbar diamanatkan oleh BPP Hipmi menjadi tuan rumah Rakenas Hipmi 2013. Sebelum memperoleh kesempatan sebagai tuan rumah, Provinsi ....Ke Halaman -11

Andika Lay Borneo Tribune, Pontianak “SETITIK air sebagai penyejuk atas pengabdian para penjinak api dalam pengabdiannya selama setahun. Apresiasi dan penghargaan atas pengabdiannya sebagai penjinak api.” Demikian ungkap tokoh senior Pemadam Kebakaran Kota

Pontianak, Ateng Tanjaya saat membagikan paket Imlek kepada Pengurus Pemadam Kebakaran Swasta menerima paket Imlek di kediamannya Jalan Parit Makmur, Minggu (3/2), kemarin. Sebanyak 600 minuman kaleng dibagikan kepada belasan Unit Pemadam Kebakaran Swasta (Damkar) Swasta yang

PAKET IMLEK. Wakil Ketua UPK Gotong Royong Cong Nyuk Choi menerima paket imlek dari Ateng Tanjaya sebagai kepedulian dalam momen Imlek. FOTO Andika Lay/ Borneo Tribune

....Ke Halaman -11

PT. ANZON AUTOPLAZA Cabang: Singkawang : Jl. A. Yani No. 08 Telp. (0562) 637000; Sampit : Jl. Jend Sudirman Km. 1 HARGA ECERAN HARIAN BORNEO TRIBUNE - PONTIANAK, KUBU RAYA, MEMPAWAH,DAN SINGKAWANG Rp 2.000 - SAMBAS, BENGKAYANG Rp 2.200 - LANDAK,SANGGAU,SEKADAU, KETAPANG,KAYONG UTARA, SINTANG, MELAWI DAN PUTUSSIBAU Rp 2.500 -

cmyk

Ketika Para Penjinak Api Mendapat Paket Imlek


Senin, 4 Februari 2013

Kayong Utara

Tanpa Bantuan Pupuk dan PPL, Harga Kopra KKU Labil

Petani Kopra Minta Pemerintah Buka Mata Abdul Khoir Borneo Tribune, Sukadana

KKU merupakan salah satu daerah penghasil kopra terbesar di Provinsi Kalbar. Ironisnya dari besarnya potensi tersebut ternyata masih banyak harapan dan derita yang belum diatasi oleh Pemerintah KKU. Seperti yang diutarakan

Hasan, salah seorang petani kopra di Desa Kemboja, Kecamatan Pulau Maya, dimana hasil kopra mereka hanya dihargai Rp 3000 sampai Rp 5000 per kilo. Bahkan harga tersebut jauh dari memadai jika disesuaikan dengan biaya produksi mereka. Yakni pupuk dan perawatan. “Harga kopra rendah. Jauh dari harga yang kami harapkan,” keluh Hasan.

Salam. Redaksi mengundang pembaca Borneo Tribune untuk mengirim tulisan untuk rubrik “Citizen Journalism”. Bentuk tulisan dapat berupa laporan kegiatan, opini, surat pembaca, puisi, cerita pendek. Panjang tulisan maksimal 500 kata. Kirimkan tulisan ke email: yusriadii@yahoo.com. Terima kasih.

T

AJUK

Rapat Rutin Waspada Caleg Busuk!!! Genderang Pemilu Legislatif (Pillegs) 2014, mulai ditabuhkan. Sepuluh partai politik (parpol) yang dinyatakan berhasil meraih tiket sebagai peserta Pillegs 2014 oleh penyelenggara pemilu (KPU), kini sedang berlomba-lomba menyusun serta menimangnimang siapa saja kader serta pengurus maupun simpatisan parpol yang patut dan memang pantas untuk dicalonkan sebagai calon legislatif (caleg) pada Pemilu 2014. Seiring dengan sejumlah kasus yang melibatkan banyak anggota DPR RI, DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota di seantero Indonesia. Mulai dari kasus skandal seks, skandal korupsi, narkoba, termasuk gratifikasi seks yang belakangan terakhir ramai dibicarakan publik. Tentu beragam hal tersebut harus menjadi atensi serta perhatian yang lebih serius lagi bagi parpol peserta pemilu 2014, dalam melakukan proses seleksi ketat terkait siapa saja yang akan dicalonkan sebagai calon wakil rakyat. Baik caleg untuk tingkat pusat, provinsi maupun kabupaten/kota. Publik tentunya sangat mengharapkan agar parpol peserta pemilu 2014, dapat mencalonkan para caleg yang mumpuni. Artinya dari segi iman dan taqwa serta kemampuan dan kecerdasan dalam melakukan kerja-kerja politik demi kesejahteraan rakyat sudah tidak diragukan lagi. Yakni para calon legislator itu harus punya hati nurani, komitmen serta konsisten dalam memperjuangkan aspirasi rakyat. Dan bukan mereka yang pragmatis belaka. Dan yang harus parpol ketahui adalah bahwa publik saat ini sangat memerlukan para negarawan sejati untuk mengembalikan kiprah serta jati diri bangsa Indonesia. Seperti yang didambakan serta dicita-citakan oleh para pendiri bangsa ini. Republik ini tidak membutuhkan para politisi busuk yang hanya bisa memerankan drama sebagai pecundang dan hanya mengeruk kekayaan Negara demi kepentingan pribadi serta kelompoknya saja. Karena mereka itu hanya pecundang dan tidak pantas menyandang status sebagai wakil rakyat yang terhormat. Mudahan-mudahan teriakan para mahasiswamahasiswi Indonesia di seantero negeri agar rakyat jangan sekali-kali memilih caleg busuk yang dicalonkan parpol untuk mengikuti Pilegs 2014, masih tertanam dibenak rakyat dan terus menggelora hingga ke seantero Negeri. Sehingga parpol peserta pemilu mendatang tentu akan berpikir seribu kali untuk mencalonkan caleg busuk. Sekalipun caleg busuk itu punya banyak uang serta dukungan untuk parpol tersebut.

S

ENGET

Rakyat harus ingat! - Jangan pilih caleg busuk… Bang Tribune

Idealisme, Keberagaman dan Kebersamaan

Kopra-kopra produksi masyarakat sejak lama hanya ditampung oleh agenagen swasta, dimana harga yang dipatok oleh agen selalu jauh dari harga di Pontianak. Bahkan tidak jarang harga kopra tiba-tiba anjlok dibawah Rp 3000. Hanya dengan alasan kopra melimpah. Hasan mengharapkan Pemerintah KKU membuka sebuah koperasi yang dikelola dengan baik untuk dapat memberikan kepastian harga sekaligus menampung kopra milik masyara-

kat dengan jumlah besar tanpa harus khawatir harga dipermainkan. Tidak adanya kestabilan harga tersebut, menjadi beban berat ketika dihadapkan oleh besarnya biaya perawatan kebun. Dimana dalam satu tahun memerlukan perawatan terutama pembersihan gulma yang rutin dilakukan agar kebun tidak menjadi hutan. Serta diperlukan ratusan bahkan ton pupuk untuk tetap memberikan rangsangan kepada pohon kelapa agar tetap berbuah lebat dan besar.

“Tidak ada bantuan pupuk dari pemerintah,” cetusnya. Hal itu menjadi semakin terasa berat ketika para penyuluh lapangan tidak ada, dimana banyak kendala baik penanggulangan penyakit dan pengolahan hasil pertanian yang masih dilakakukan dengan caracara tradisional tanpa ada perhatian dari Pemerintah KKU. “Kami berharap ada perhatian pemerintah kepada kami para petani korpa,” harapnya.

Borneo T Tribune

2

Karimata Ekspres segera Layani Trayek K3 Abdul Khoir Borneo Tribune, Sukadana Kecamatan Kepulauan Karimata (K3) yang merupakan kecamatan diujung kepulauan di batas Kabupaten Kayong Utara (KKU) yang juga berbatasan dengan Provinsi Bangka Belitung akan dilayani dengan menggunakan kapal cepat. Kapal cepat yang akan melayani K3 tersebut adalah Karimata Ekspres yang melayani rute ibukota kabupaten langsung ke ibukota kecamatan K3. “Untuk regular sudah ada KM Karimata. Namun untuk kapal cepat, Insya Allah akan ada kapal cepat. Yakni Karimata Ekpres,” ujar Bupati KKU, H. Hildi Hamid, di Pelapis, belum lama ini. Menurutnya, selama ini masyarakat hanya mengandalkan sarana transportasi KM Karimata, yang dalam sekali pelayaran memerlukan waktu hampir 9 jam. Hal itu belum termasuk jika harus singgah ke beberapa rute perjalanan yang merupakan trayek kapal yang disediakan oleh pemerintah. Bupati mengharapkan, dengan adanya kapal cepat ke depan untuk urusan masyarakat dapat memanfaatkan kapal cepat tersebut sehingga segala sesuatunya dapat diatasi dengan segera. “Juga bisa dimanfaatkan

Tower sedang dalam proses pembangunan. Mohon dukungan masyarakat untuk memperlancar proses pembangunannya sehingga tower segera beroperasi dan sinyal HP bisa tersedia.

untuk mengelola wisata di sana, sehingga para pengunjung tidak lagi kesulitan dalam masalah transportasi,” imbuhnya. Selain itu, K3 dalam waktu dekat, sudah tidak lagi menjadi kabupaten terisolir. Pasalnya tiga buah tower yang terkoneksi dengan satelit akan menjadi perantara sinyal salah satu perusahaan seluler yang dapat menjangkau tiga desa di kecamatan tersebut. “Tower sedang dalam proses pembangunan. Mohon dukungan masyarakat untuk memperlancar proses pembangunannya sehingga tower segera beroperasi dan sinyal HP bisa tersedia,” tandasnya.

Opini

Bangsa Perokok Berat Oleh: Sardini Indonesia merupakan negara yang banyak dihuni oleh para perokok berat. Menurut data yang dilansir pertengahan 2011 lalu, jumlah perokok di Indonesia merupakan terbesar ke-3 di dunia, setelah Cina dan India. Tak ada tempat yang aman di negeri ini dari hembusan asap para perokok. Di atas motor mereka merokok. Di dalam kantor mereka merokok. Di ruangan ber AC mereka merokok. Bahkan di rumah sakit pun para perokok tetap mengepulkan asap rokoknya. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mempublikasikan data yang dihimpun Global Adult Tobacco Survey (GATS), bahwa 190.260 orang di Indonesia meninggal dunia akibat konsumsi rokok. Jika dirata-rata, berarti setiap hari terdapat 500 orang yang meninggal akibat rokok. Ironisnya sebagian besar ahli hisab (perokok) itu adalah orang-orang miskin. Mereka tak peduli perut keroncongan, asal rokok telah terjepit diantara telunjuk dan jari tengah semua masalah seolah tanpa masalah. Mereka baru sadar tentang bahaya rokok saat tubuh bergegar menahan batuk. Jantung terguncang memompa darah beracun. Hidung tersengal

menghisap oksigen. Tubuh terbaring menanti ajal. Mereka baru insaf saat timbunan racun dan jutaan zat perusak yang dihisap bertahun-tahun itu mulai mengkudeta ketangguhan imun tubuhnya. Para perokok berat tersebut tidak mengenal usia. Bukan hanya kalangan dewasa tapi juga sudah mewabah pada anak-anak dibawah umur. Berdasarkan riset dari Komnas Perlindungan Anak tercatat dari tahun 1995 hingga 2007 ada 45 juta anak di bawah umur yang merokok. Mereka menjadi perokok aktif dari umur 10 hingga 14 tahun. Anakanak sebagai perokok pasif sudah ada lebih dari 100 juta keluarga. Di tengah penurunan jumlah perokok di negara-negara maju, pertumbuhan rokok di kalangan generasi muda Indonesia merupakan yang tercepat di dunia. Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2006, proporsi pengeluaran bulanan keluarga miskin untuk tembakau sebesar 11,9 persen, dua belas kali lebih besar dari pengeluaran untuk pendidikan yaitu 0,8 persen . Belanja Rokok No. 2 setelah Padi-padian pada keluarga miskin. Sedangkan kontribusi penerimaan dari Cukai Tembakau 6,6 % tahun 2008. Hal ini menun-

jukkan bahwa pengeluaran akan rokok tidak sebanding dibanding dengan pemasukan yang diterima oleh negara. Rokok menyebabkan orang miskin semakin miskin. Selama ini dalih pemerintah enggan menutup perusahaan rokok dikarenakan cukai rokok yang besar dan menyerap ribuan tenaga kerja. Sampai saat ini, penerimaan negara terkait cukai pun masih sangat minim bila dibandingkan dengan negara-negara lain di dunia. Misalnya saja di Amerika, harga rokok mencapai 6 dollar lebih. Di Brunei dan Malaysia, harga rokok 3-4 kali harga rokok di Indonesia. Faktanya tak ada satupun hasil devisa negara dari rokok itu dibayar oleh produsen rokok. Mau buktinya? Dari setiap harga Rp 10.000 per bungkus, harga rokok tersebut sebenarnya Rp 8.000. Yang Rp 2.000 itu cukai atau pajak rokok itu sendiri. Jadi 57 trilliun devisa negara dari keuntungan rokok itu sebenarnya bukan dari produsen rokok. Tapi semua itu dibayar oleh rakyat Indonesia sendiri. Bila dihitung rata-rata upah petani tembakau <50 % upah nasional dan ratarata upah buruh rokok 73 % dari industri pengolahan lain. Artinya upah dari para petani dan buruh tembakau

pun sangat rendah. Jumlah petani tembakau tahun 2007 = 582.063 atau sekitar o,6 % seluruh tenaga kerja di Indonesia. Pekerja industri rokok pada tahun 2006 sekitar 316.991 orang atau sekitar 0,3 % Tenaga Kerja di Indonesia (BPS 19962006) . Industri rokok tidak memberikan dampak pertumbuhan ekonomi yang signifikan bagi penyerapan tenaga kerja. Solusi Permasalahan Rokok Ketika berbicara masalah idealnya kita juga memikirkan solusi konkrit untuk mengatasi permasalah akut tersebut. Menurut Aris Mardeka Sirait, Ketua Komisi Perlindungan Anak, setidaknya ada empat hal yang harus dilakukan dalam mengatasi permasalahan rokok di negeri ini. Pertama, kita perlu menggalakkan program pengendalian rokok di masyarakat. Rokok tidak boleh dijual secara terbuka di area publik. Bahkan mengkonsumsinya pun harus di tempat tertutup dan bukan di daerah yang ada anakanak. Kedua, melarang semua iklan rokok di masyarakat. Yang ini harus total. Baik di televisi, dijalanan, dan sponsor acara musik. Ketiga, harus ada undang-undang yang mengatur semua

bungkus atau kemasan rokok harus tanpa merek. Seperti di Australia, semua kemasan rokok yang dijual polos tidak bergambar, bahkan tidak ada secuil tulisan merek sekalipun. Kalaupun ada harus didominasi oleh 70% gambar yang menceritakan kerusakan akibat rokok. Keempat, kita menaikkan harga cukai rokok. Termasuk juga melarang menjual rokok satuan. Di Amerika harga rokok berkisar 200 ribu per bungkus dan penjualan rokok disembunyikan. Tawaran solusi di atas tidak akan bisa terlaksana dengan efektif jika tidak ada dukungan yang konkrit dari penguasa. Untuk para pemimpin pemegang tampuk kekuasaan tidakkah anda peduli pada rakyat yang memberimu mandat untuk memimpin mereka? Stop dan musnahkanlah perizinan para cukong kaya penghisap kekayaan dari hisapan rokok para keluarga miskin. Tak ada solusi lebih konkrit. Lebih populer dan lebih berhasil untuk mengatasi musibah rokok kecuali dengan mengkerdilkan perizinan perusahaan-perusahaan rokok di negeri ini. Mari hentikan masalah akut ini hingga ke akar-akarnya. Jika tak ada kepedulian, maka takkan ada penyelesaian masalah.

Penerbit: PT. Borneo Tribune Press. Direktur Utama: W Suwito, SH, MH. Penasehat Hukum: A. Ambo Mangan, SH, MH, Martinus Ekok, SH, MH. Pemimpin Umum: Sisa Primashinta. Senior Editor: H. Nur Iskandar, SP, Tanto Yakobus, Alexander Mering. Wakil Pemimpin Redaksi: Budi Rahman. Redaktur: Andry, Agus Wahyuni, Aulia Marti, Hairul Mikrad, Yusriadi, Viodeogo. Reporter: Abdul Khoir, Andika Lay, Yulan Mirza, Achmad Mundzirin, Achmad Munandar, Ubay. Biro Kubu Raya: Hanoto Jl. Sui Raya Dalam (081522711111). Biro Mempawah: Johan Wahyudi, Jl. Pendidikan Gg. Suka Mulya No.10 (085654587038). Sambas: Amrul Ambiya (Kontributor/Pemasaran), Jl. Suka Mantri (085245527602). Biro Bengkayang: Mujidi, Jl. Pahlawan No. 10, Kelurahan Bumi Emas Bengkayang (085245247955). www.borneo-tribune.net Landak: Yohanes Ngalai/Pemasaran, Jl. Barage Gg. Pak Kasih No. 51 Ngabang (085822062880). Biro Sanggau: Ratnasari Jl. Agus Salim No.10 (085245904505). Biro Melawi: Eko Susilo (0812-56452946) TERBIT SEJAK 19 MEI 2007 Jl. M Saad, Gg. Kayan, Serundung- Nanga Pinoh. Biro Sekadau: Bagus Kosminto, Jl. Irian No. 41 Sekadau Hilir (085245743683). Biro Sintang: Endang Kusmiyati (08524-5006757), Saumin (Pemasaran) (085284291321) Jl. JC Oevang Oeray, Gg. Ahmad 2. Biro Kapuas Hulu: Jl. Kenanga, Ruko Pemda Blok B. 6 Putussibau Utara (08562569007). Ketapang: Jaidi Chandra (Kontributor), Jl. Gajah Mada No. 156 (081345450988). Fotografer: Ulla Asri Sekretaris Redaksi: Erika Sudiardjo Umum: Emiliana (Manajer), Fitriyana,. Percetakan/Pracetak: Ukan Dinata. Staf Pracetak: Fahmi Ichwan, Syam „ Wartawan, Kontributor, Intensive Programme dan Abubakar, M. Taufik,. Staf Percetakan: Andre, Nurhalis, Rustam. Marketing: Sisa Primashinta, Hesty Yosana, Aldi Chairudin, Ardiansyah. Desain Iklan: Atika Ramadhani, M. Affandy,Ferry Ade Putra Freelancer Borneo Tribune dibekali identitas, surat Sirkulasi: Dhani, Suprianto. Keuangan: Jumi Erlinasari, Tri Agustin, Kusnan, Husada, IT: Iwan Siswanto. Tarif Iklan: BW (black and white) Rp 6000/mm kolom, Full Colour hal 1 Rp 15.000/mm kolom, tugas atau tanda pengenal (ID-Card) dan dalam mehalaman dalam Rp 12.000/mm kolom. Alamat Kantor Bisnis dan Alamat Redaksi: Jalan Purnama Dalam No 2 Pontianak Telpon 0561-767788 Fax 0561-766103. E-mail: borneotribune@yahoo.com laksanakan tugas jurnalistiknya tidak diperkenankan menerima suap atau amplop

Borneo Tribune


Serba Serbi

Borneo T Tribune

Senin, 4 Februari 2013

3

Guru, Jantung Pendidikan Oleh Y Priyono Pasti GURU adalah jantungnya pendidikan. Peran guru sangat vital dan fundamental dalam mewujudkan accountability penyelenggaraan dan pemberian layanan pendidikan yang bermutu (Hoyyima Khoiri, 2010). Sebagai agent of change, keberadaan guru dalam proses pembelajaran tak tergantikan oleh siapa pun atau apa pun, sekalipun dengan teknologi canggih. Oleh karena itu, guru yang kompeten dan profesional adalah tuntutan. Ini mengingat, pendidikan yang baik dan unggul akan sangat ditentukan oleh mutu gurunya. Sosok Guru Profesional Profesionalisme menuntut keahlian, kemahiran, atau kecakapan yang memenuhi standar mutu. Selain itu, profesionalisme mensyaratkan pendidikan profesi berbasis layanan keahlian dan ilmu pengetahuan. Guru sebagai pendidik profesional sungguh membutuhkan roh profesionalisme itu dalam menjalankan tugas mulia keguruannya. Dalam konteks Indonesia, upaya menghadirkan guruguru profesional ini semakin mendesak mengingat masih banyak guru belum memenuhi kualifikasi yang disyaratkan. Jika mengacu pada syarat yang ditetapkan UU Guru dan Dosen bahwa

guru berkualitas harus berkualifikasi pendidikan D-IV/S-1, maka masih banyak guru kita yang belum memenuhi kualifikasi itu. Dari 2,7 juta guru di Indonesia, baru satu juta guru berkualifikasi S-1 hingga S-3. Sebanyak 1,7 juta masih berpendidikan SMA – D-III (Kompas, 4/ 10). Di tengah kancah perkembangan dan rupa-rupa tantangan zaman yang begitu pesat dan beragam saat ini, guru-guru Indonesia dipersyaratkan mempunyai (1) dasar ilmu yang kuat sebagai pengejawantahan terhadap masyarakat teknologi dan masyarakat ilmu pengetahuan abad 21; (2) penguasaan kiat-kiat profesi berdasarkan riset dan praksis pendidikan; (3) pengembangan kemampuan profesional berkesinambungan. Ini penting mengingat kekerdilan profesi guru dan ilmu pendidikan disebabkan terputusnya program pre-service dan in-service karena pertimbangan birokratis yang kaku atau manajemen pendidikan yang lemah (lih. Arifin, 2000). Selain itu, guru-guru Indonesia juga dituntut untuk (1) mempunyai komitmen pada siswa dan proses belajarnya; (2) menguasai secara mendalam bahan/ mata pelajaran yang diajar-

kannya serta cara mengajarkannya kepada siswa; (3) bertanggung jawab memantau hasil belajar siswa melalui berbagai cara evaluasi; (4) mampu berpikir sistematis tentang apa yang dilakukannya dan belajar dari pengalamannya; dan (5) mampu menjadi bagian dari masyarakat belajar (learning society) dalam lingkungan profesinya (lih. Supriadi, 1998). Dengan adanya persyaratan dan tuntutan profesionalisme guru ini, guru-guru Indonesia diharapkan (1) memiliki penguasaan ilmu yang kuat; (2) memiliki ketrampilan untuk membangkitkan minat peserta didik terhadap sains dan teknologi; (3) memiliki kepribadian yang matang; dan (4) selalu siap untuk terus belajar guna pengembangan kualitas diri. Menyadari betapa pentingnya pemilikan kompetensi yang mumpuni dan tuntutan profesionalisme di kalangan guru, upaya peningkatan kompetensi dan profesionalisme guru menjadi keharusan. Salah satu diantaranya melalui kebijakan Sertifikasi Guru. Sertifikasi Guru Sertifikasi guru merupakan sebuah proses pemberian sertifikat pendidik kepada guru yang telah memenuhi persyaratan. Sertifikasi guru bertujuan untuk (1) menentukan kelayakan guru dalam

melaksanakan tugas sebagai pendidik profesional, (2) meningkatkan proses dan hasil pembelajaran, (3) meningkatkan kesejahteraan guru, dan (4) meningkatkan martabat guru dalam rangka mewujudkan pendidikan nasional yang bermutu. Dalam bahasa yang lebih singkat, sertifikasi guru merupakan upaya peningkatan mutu guru disertai peningkatan kesejahteraan guru. Ini dimaksudkan untuk meningkatkan mutu pembelajaran dan mutu pendidikan di Indonesia secara berkelanjutan. Adapun manfaat sertifikasi guru adalah (1) melindungi profesi guru dari praktik-praktik yang tidak kompeten, yang dapat merusak profesi guru, (2) melindungi masyarakat dari praktik-praktik pendidikan yang tidak berkualitas dan tidak profesional, dan (3) menjaga lembaga penyelenggara pendidikan tenaga kependidikan (LPTK) dari keinginan internal dan tekanan eksternal yang menyimpang dari ketentuanketentuan yang berlaku. Dengan demikian betapa pentingnya arti sertifikasi guru demi mewujudkan pendidikan nasional yang berkualitas (lih. Andika Pasti, 2012). Agar kebijakan sertifikasi guru untuk melahirkan guruguru yang bermutu itu dapat terwujud sebagaimana yang

diharapkan, persiapan yang matang adalah keharusan. Persiapan yang matang dalam berbagai aspek (kepanitian, waktu, tempat, sarana-prasarana pendukung, dan hal-hal administratif lainnya,) menjadi kunci penting dalam pelaksanaan sertifikasi guru secara baik dan bermutu. Selain itu, pemahaman yang benar tentang tujuan utama uji kompetensi dan sertifikasi guru menjadi sangat penting. Uji kompetensi dan sertifikasi bukanlah tujuan, melainkan salah satu alat untuk mengukur kompetensi dan kemajuan yang telah dicapai guru. Uji kompetensi dan sertifikasi guru bukanlah upaya “revolutif” peningkatan gaji guru, tetapi sebagai upaya strategis meningkatkan mutu guru yang bermuara pada peningkatan mutu pendidikan nasional. Hal lain yang juga penting adalah program pembinaan pascasertifikasi guru. Penulis berpendapat, pembinaan dan pengembangan pascasertifikasi guru berupa diklat guru yang terencana, terjadwal, dan berkesinambungan plus monitoring dan evaluasi yang komprehensif-holistik mutlak dilakukan. Ini sangat penting mengingat guru merupakan a learning person, seorang pembelajar. Guru harus belajar sepan-

jang hayat (long life education). Sebagai guru profesional dan telah menyandang sertifikat pendidik, guru berkewajiban untuk terus mempertahankan profesionalitasnya sebagai guru. Upaya-upaya pembinaan dan pengembangan profesi guru yang berkelanjutan itu (continuous professional development) dapat dilakukan melalui penggunaan wadahwadah kerja guru yang sudah ada, seperti Kelompok Kerja Guru (KKG), Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP), Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P4TK), Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) dan melibatkan Dinas Pendidikan (baik Provinsi maupun Kabupaten/Kota) serta Perguruan Tinggi. Harapannya, melalui upaya-upaya pembinaan dan pengembangan kapasitas guru pascasertifikasi tersebut, guru dapat terus meningkatkan kemampuan dan ketrampilan keguruannya. Guru tidak cukup hanya memiliki kualifikasi administratif yang disyaratkan, lebih dari itu (dan ini sangat penting), guru harus memiliki budaya (kultur) belajar (seumur hidup) yang kuat. Melalui budaya belajar yang dimilikinya, wawasan dan kualitas keilmuannya bertambah, proses

pembelajaran menjadi lebih “pakiem”, bermutu, dan bermakna. Catatan Penutup Sekali lagi ditegaskan bahwa guru adalah jantung pendidikan. Profesi guru menempati posisi yang sangat strategis dan bermakna dalam kemajuan sebuah bangsa. Guru mengemban tugas mulia bagi proses kemanusiaan, pemanusiaan, pencerdasan, pembudayaan, dan pembangun karakter bangsa. Sebagai pendidik profesional, konsekuensi logisnya, guru dituntut untuk memiliki kompetensi yang mumpuni di bidangnya. Ada empat kompetensi yang harus dimiliki, dipahami, diinternalisasikan, dan diimplementasikan seorang guru dalam tugas keguruannya. Keempat kompetensi tersebut adalah kompetensi profesional, kompetensi kepribadian, kompetensi pedagogik, dan kompetensi sosial. Pertanyaan substansialreflektifnya adalah, hai Bapak/Ibu guru yang budiman, sudahkah kita menyadari betapa strategisnya keberadaan kita di jagat pendidikan dan memiliki sejumlah kompetensi yang disyaratkan? Y PRIYONO PASTI Seorang Pendidik, Alumnus Universitas Sanata Dharma Yogya, tinggal di Pontura

Solusi Tepat Terobosan Terbaru TCM

ATASI SEGALA MACAM PENYAKIT PRIA Ciri khas kemanjuran & keunggulan Hongkong Medistra TCM sangat jelas dengan resep kuno kekaisaran, resep rahasia turun temurun serta herbal Tiongkok alami, intinya adalah mengobati berbagai penyakit bandel yang susah disembuhkan, khusus menangani berbagai jenis penyakit kronis, begitu diobati langsung dapat dirasakan manfaatnya. Efektif mengobati berbagai penyakit kronis sampai akarnya, tanpa efek samping, setelah diatasi tidak mudah kambuh lagi. Menurut survey terbaru, disfungsi seksual pria termasuk penyakit yang sangat banyak diderita. Terutama persentase penderita impotensi, ejakulasi dini, radang prostat mengalami kenaikan pesat, berdampak jauh lebih parah bagi psikologi dan jiwa, dibanding penyakit pria lainnya, juga merupakan 30% alasan retaknya keharmonisan rumah tangga, menghancurkan kepercayaan diri pria. Penyakit fungsi seksual menimpa pria pada berbagai kalangan usia dan harus diobati sedini mungkin agar tidak memburuk hingga menimbulkan penyakit komplikasi bandel lainnya yang sangat parah dan berbahaya. Hongkong Medistra TCM ada konsultan Sinshe ahli TCM (Traditional

Chinese Medicine) ternama dari Tiongkok yang siap membantu Anda. Melalui pengalaman kerja keras puluhan tahun akhirnya berhasil menemukan terobosan terbaru, khusus mengatasi disfungsi seksual pria, seperti: Impotensi, Ejakulasi Dini, Radang Prostat, Sperma Mati, Tidak ada Sperma, Alat vital tidak normal, Kemandulan, dll. Hasilnya relatif cepat, aman dan tanpa efek samping. Terobosan metode TCM dengan herbal berharga alami yakni “Qiang Yang Bu Shen Liao Fa” ini dipadukan akupuntur elektroterapi sangat terkenal diberbagai Negara, berfungsi memperkuat ginjal & sperma, menyeimbangkan unsur yin & yang didalam tubuh, setelah diatasi bisa menormalkan fungsi seksual, masa berhubungan bisa lebih lama. Rata-rata setelah 2-3 tahap pengobatan, gejala penyakit seperti kencing terasa sakit, sering kencing, tidak tahan kencing, kencing tidak bertenaga, tidak tuntas, bernanah dan lainnya berangsur menghilang secara nyata, sistem reproduksi kembali normal, bisa diatasi hingga ke akar penyakit dan tidak mudah kambuh lagi.

Untuk Konsultan & Pengobatan Hubungi :

HONGKONG MEDISTRA TCM Jl. H. Agus Salim No. 126 Pontianak - Kalimantan Barat Telp. (0561) 733268 HP. 0812 5279 7888

Hari Minggu & Libur Tetap Buka


Kalimantan Barat - Kota Pontianak Senin, 4 Februari 2013

Borneo T Tribune

Rakerda Soksi Kalbar

Pusaka Lestarikan Budaya Daerah

Penguatan Empat Pilar Kebangsaan Ubay KPI Borneo Tribune, Pontianak

reformasi, berada dalam ancaman disintegarasi. “Selain itu, Soksi juga memiliki tugas lain, yakni pemenangan pemilu dan Pilpres tahun 2014 mendatang,” ungkapnya. Dalam hal kebangsaan, Ketua DPP Soksi Ade Komarudin menegaskan, anggota dan kader Soksi akan terus bergerak dalam memberikan pemahaman. Sehingga kerja Soksi sebagai organisasi sayap tak hanya berkutat dengan politik. Namun turut memperhatikan kedaulatan Indonesia. Ketua Depiser XVI Soksi Kalbar Kamarudin Sjam, mengatakan Soksi membawa secercah harapan ke depan buat masyarakat Kalbar, peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program yang dirancang Soksi bekerjasama dengan instansi terkait.

Pemuda Sambas Kreatif (Pusaka), menggelar Festival Bujang–Dare dan Lagu Daerah Sambas se Kabupaten Sambas, Sabtu–Minggu tanggal 2-3 Februari 2013, di Jalan Mohammad Hambal Kecamatan Pemangkat, dengan menampilkan artis Kembang Polaria Kecamatan Selakau. Ketua Panitia Pusaka Kabupaten Sambas Suryadi mengatakan, budaya merupakan hal yang perlu dilestarikan, baik itu budaya daerah, maupun budaya nasional. Indonesia memiliki keanekaragaman budaya yang indah dan tak lepas dari karya seni. Salah satunya seni dan budaya Sambas. Ia mengatakan, maksud dan tujuan kegiatan ini untuk melestarikan dan memperkenalkan budaya daerah khususnya Kabupaten Sambas,

untuk memacu prestasi dalam seni musik serta meningkatkan minat dan bakat anak-anak muda, mengarahkannya ke bidang seni yang positif. Ia mengharapkan ajang bujang dare diadakan setiap tahun, “Jadi untuk persiapan semuanya sudah matang karena ikut petunjuk pembina kami Pak Bulyan, Ibu Serly yang juga Sekretaris Camat Pemangkat, penasehat dari muspika-muspika Kecamatan Pemangkat untuk mengangkat budaya Kabupaten Sambas mulai sisi budaya seni, baik apapun yang bernuansa Melayu, Dayak, Cina yang berpotensi akan kita kembangkan,” ungkapnya. Ia mengucapkan terimakasih pada pihak yang telah mensukseskan acara Festival Bujang Dare dan Lagu Daerah Sambas, terutama Ketua Majelis Adat Budaya Melayu (MABM) Ir. H. Burhannuddin Arsyid.

“Kami berharap dari instansi-instansi yang ada di Kabupaten Sambas dapat menganggarkan dana untuk kegiatan Pusaka, agar budaya Sambas menjadi nilai jual sebagai ajang pariwisata,” harapnya. Bupati Sambas, juga mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah berupaya menghidupkan kembali seni budaya daerah Sambas, menjaga keamanan, ikut membangun pelaksanaan program pemerintah. “Salah satu upaya pembangunan bidang kebudayaan adalah adanya upaya kita untuk menggali dan memelihara potensi budaya tradisional yang kita miliki, sehingga dapat tumbuh dan berkembang di tengah-tengah kehidupan yang serba modern. Alhamdulillah sampai hari ini kita masih dapat melestarikannya,” kata dr. Hj. Juliarti Djuhardi Alwi MPH.

Menurutnya, kegiatan yang bersifat adat dan tradisi maupun seninya, wajib dijaga karena budaya yang penuh dengan suri teladan akan sampai ke anak cucu. Ia berharap Festival Bujang Dare yang digelar bukan sekadar mampu menunjukkan seseorang terampil dalam bidang berjalan dan berpose di atas panggung, indah dalam mengkreasi pakaian dan make up, tapi juga harus mampu mengkaji dan mengaplikasikan filosofi yang terkandung di dalamnya pada kehidupan sehari-hari. Pada akhir sambutan, ia menyempatkan untuk berpantun, “Ketika turun ke medan laga putri delima melepas duka, adat budaya harus dijaga petuah lama jadi pusaka. Putri rupawan bawa selendang, wajah berseri wahai putri hindun, jadi tauladan masa mendatang, bagi generasi berilmu dan bertamadun”.

CMYK

CMYK

Depidar Soksi Kalbar yang diketuai Kamarudin Sjam menggelar Rapat Kerja Daerah sekaligus dirangkai dengan pelantikan, untuk pertama kalinya, dengan tema “Aktualisasi Semangat Kejuangan Melalui Penguatan Empat Pilar Kebangsaan dalam Wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia”, di Orchadz Hotel, Gajah Mada, Pontianak, Minggu (3/2) pagi kemarin. Ketua DPP Depimas Ade Komarudin, melantik secara langsung Depidar XVI Soksi Kalbar, yang dirangkai dengan pelantikan tim pemenangan ARB dan DPD KWSI. Sekjen Dewan Pembina Depimas Soksi Kalbar Boby Suhardiman yang mewakili

Ketuanya, Morkes Effendi yang berhalangan hadir karena menghadiri acara di Ketapang dalam sambutan tertulisnya menyampaikan, penguatan empat pilar kebangsaan sangat dibutuhkan mengingat situasi bangsa yang saat ini sedang dalam keprihatinan. Pasalnya, melalui empat pilar, bangsa ini akan lebih kokoh dan lebih bermartabat. Tak hanya di daerah perkotaan, namun Boby juga menegaskan penguatan ini akan dilakukan juga di daerah perbatasan. “Boleh saja mereka berada di perbatasan, tetapi wawasan kebangsaan rakyat Indonesia tetap kuat dan mempertahankan NKRI,” ujar Boby. Soksi menurut Boby, lahir atas dasar keprihatinan terhadap bangsa dalam kurun waktu 14 tahun setelah era

Amrul Borneo Tribune,Sambas

4


Mempawah-Kubu Raya Borneo Tribune

Senin, 4 Februari 2013

5

SOPD Tunggu Perubahan Nama Johan Wahyudi Borneo Tribune, Mempawah Pemerintah Kabupaten Pontianak berencana tahun 2013 mengajukan rancangan peraturan daerah terkait perubahan Struktur Organisasi Perangkat Daerah (SOPD). Tujuannya demi

menyesuaikan dengan kebutuhan pemerintah daerah dan kebijakan yang ditetapkan pemerintah pusat. “Memang ada rencana Tahun 2013 ini melakukan perubahan SOPD. Namun kita menunggu perubahanan nama Kabupaten Pontianak menjadi Kabupaten Mempawah disetujui Mendagri, se-

hingga saat perubahan SOPD semua administrasi sudah menggunakan nama Kabupaten Mempawah,” kata Bupati Pontianak, Ria Norsan. Lanjutnya lagi, perubahan sejumlah SOPD menjadi sangat penting dan strategis untuk mendapatkan bantuan dana pusat. Apalagi ke-

menterian tidak akan memberikan dana dekonsentrasi apabila organisasi perangkat daerah tidak sesuai dengan organisasi kementerian. Dan saat ini, usulan perubahan nama kabupaten telah disampaikan ke Gubernur Kalbar yang nantinya akan disampaikan ke Mendagri

“Perubahan SOPD memang sudah harus dilakukan. Dulu pasca terjadi pemengkaran, memang beberapa kantor, badan dan dinas dirampingkan untuk menghemat penggunaan anggaran. Sekarang Alhamdullilah, anggaran terus meningkat dan kita berharap dengan adanya peru-

bahan SOPD kinerja kedepan semakin baik lagi,” katanya. Terkait nama-nama SOPD yang akan dilakukan perubahan, Bupati menjelaskan yaitu Dinas Pendapatan Pengolahan Keuangan dan Aset Daerah (PPKAD) yang akan dipisahkan. Begitu juga Badan Pe-

merintahan Desa, Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPDPPdan KB), dan beberapa SOPD lainnya. “Kapan akan dilakukan perubahan nama ini, kita tunggu semoga nama perubahanan secepatnya disetujui Mendagri,” katanya. o

Gelar Lomba Karaoke Mandarin Johan Wahyudi Borneo Tribune, Mempawah Menyambut dan memerihakan Tahun Baru Imlek 2564, Bunga Production (BP) akan melaksanakan lomba Karaoke Mandarin 2013 akan dilaksanakan 8-9 Februari di GOR Bulutangkis Chandramidi Mempawah. “Kita ingin perayaan Imlek di Kabupaten Pontianak meriah. Untuk FOTO: Johan W / Borneo Tribune itu, kami menggelar lomGatot Plastik ba karaoke Mandarin ini,” kata Ketua Panitia, Yoso Miharjo yang biasa disapa Gatot Plastick. Lanjutnya lagi, peserta tidak dipungut biaya pendaftaran. Dimana peserta yang ingin ikut karaoke, syaratnya hanya membawa kaset/CD sendiri. Sesuai dengan lagu Mandarin yang ingin mereka nyanyikan. “Peserta hanya bermodal CD saja. Dimana mereka diminta membawa satu lagu saja. Setelah bernyanyi, peserta akan diberi kupon undian yang akan diundi setelah acara berakhir,” katanya. Untuk itu, Gatot Plastik, berharap warga masyarakat, khusus warga Tionghoa bisa mendukung dan meramaikan acara ini. Dan bagi donatur yang ingin menyumbang doorprize bisa menghubungi Hp 082149671938 atau Warung Kopi ANA depan Lapangan Basket, Jalan Melati Mempawah. “Demi kesuksesan kegiatan ini, tentu kita sangat berharap dukungan seluruh element masyarakat. Dan semoga kegiatan ini, semakin menambah semarak menyambut perayaan Imlek di Kabupaten Pontianak,” kata Gatot, yang juga sebagai staf BNN Kabupaten Pontianak ini. o

MAULID Bupati Pontianak, Ria Norsan menghadiri Maulid Nabi Muhammad SAW 1434 Hijriah, di Masjid Al-Wasilah Mempawah Hilir. FOTO : Johan Wahyudi/Borneo Tribune

Dinkes KKR Bangun Lima Poskesdes Achmad Munandar Borneo Tribune, Kubu Raya Plt Kepala Dinas Kesehatan, Kabupaten Kubu Raya, Titus Nursiwan mengungkapkan untuk saat ini daerah ini baru memiliki 112 Pos Kesehatan Desa (Poskesde). “Berarti tidak semua desa

memiliki Poskesdes. Apa lagi untuk desa-desa yang baru pemekaran tentu belum ada. Tahun ini kita ada rehap Poskesdes lama dan rusak berat. Kedepan kita akan menambah lagi,”katanya. Menuturnya, penempatan Poskesdes ini minimal itu setiap desa satu dan Kubu Raya memiliki 117 desa.

“Tinggal 5 desa lagi yang belum memiliki Poskesdes tersebut. Insya Allah tahun ini akan segera dibangun untuk lima desa itu,”ungkapnya. Saat disinggung mengenai tenaga medis apakah ada penambahan, Titus pun menyatakan, bahwa setiap tahun pihaknya mendapatkan penambahan tenaga medis.

Dan pihaknya pun tetap melakukan pengusulan tenaga medis setiap tahunya. “Untuk petugas poskesdes ini, pegawai negeri sipil dan petugas tidak tetap (PTT) untuk menempati poskesdes yang ada di seluruh desa kabupaten kubu raya. Namun meskipun demikian pihaknya setiap tahun tetap meng-

usulkan tenaga medis kepada pemerintah pusat,” ungkapnya. Ia pun mengatakan, jumlah 112 Poskesdes yang ada di Kabupaten Kubu Raya ini semua sudah memiliki petugasnya. “Untuk saat ini petugas Poskesdes yang ada hanya satu petugas saja,”paparnya. o

PDIP Gotong Royong Bersama Warga Tionghoa Achmad Munandar Borneo Tribune, Kubu Raya Masih dalam suasana peringatan HUT PDI ke-40. Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kubu Raya terus menggelar Bakti Sosial. Kali ini bersama-sama masyarakat Desa Parit Baru menggelar aksi gotong royong

berupa,menampal sejumlah jalan-jalan rusak dengan cara melakukan penyemenan. “Kegiatan gotong royong ini pun sudah berlangsung di beberapa tempat. Kita inginkan kegiatan tersebut dapat menumbuhkan rasa kepedulian antar warga setempat terhadap lingkungannya,” kata Sujiwo Ketua DPC PDI Perjuangan Kubu Raya Sab-

tu (2\2). Sujiwo mengatakan bahwa kegiatan seperti ini merupakan program PDI Perjuangan Kubu Raya setiap tahun. Menurutnya kegiatan gotong royong ini dilakukan bukanlah menunggu momenmomen tertentu seperti menjelang pilkada atau Pileg. “Ini merupakan program yang sudah setiap tahunya

kita lakukan. Bukanya apa yang dilakukan saat ini merupakan untuk melakukan pendekatan terhadap masyarakat, dimana Kabupaten Kubu Raya dalam hitungan bulan akan menghadapi pesta demokrasi,”ujarnya. Selain menggelar aksi gotong royong bersama warga Desa Parit Baru, lanjut Sujiwo mengatakan pihak-

nya juga membagikan paket sembako kepada saudarasaudara yang akan merayakan hari raya imlek. “ Jadi disamping kita melaksanakan program gotong royong, pihaknya juga membagikan paket berupa sembako kepada masyarakat khususnya masyarakat thionghua dalam menyambut hari raya imlek,”tuturnya. o

Kelenteng Tri Dharma Bhakti Pinyuh Dibenahi Johan Wahyudi Borneo Tribune, Mempawah Dalam rangka menyambut datangnya Hari Raya Imlek ke 2564, Kepengurusan Yayasan Tri Dharma Bhakti Sungai Pinyuh sudah melakukan sejumlah persiapan, salahsatunya pengecatan ulang seluruh bangunan kelenteng, hingga pembersihan altar sembahyang. Sekretaris Yayasan Tri Dharma Bhakti, Hermawan Halim, menjelaskan, persiapan menyambut datangnya Imlek, sudah dilakukan pihaknya sejak dua minggu yang lalu. “Sekarang sudah hampir rampung semuanya. Seluruh sisi kelenteng kita cat baru. Dua batang lilin besar seberat sekitar 500 kilogram perbatangnya juga sudah dipesan sebagai perlengkapan sembahyang massal yang akan dilaksanakan, 9 Februari mendatang, sekitar pukul 23.00 WIB sampai pagi hari,” jelas Hermawan. Sedangkan Ketua Harian Yayasan Tri Dharma Bhakti , Cong Kong Hin, berharap perayaan Imlek tahun ini bisa berjalan lancar dan tidak mendapat kendala apapun, baik cuaca maupun hal lain yang mengganggu aktifitas ritual sembahyang. “Kita berharap bisa seperti tahun lalu, perayaan Imlek yang berjalan tertib, lancar dan meraih,” ucapnya. o


Bengkayang Borneo Tribune

Senin, 4 Februari 2013

6

Puluhan Peserta Ikuti Turnament Sumpit Borneo Tribune, Singkawang Seikitnya puluhan peserta mengikuti Tornament Sumpit se-Kalbar di lapangan mini Bagak Sahwa, Singkawang Timur, Minggu (3/1). Para peserta berasal dari Kab. Pontianak, Sambas, Sanggau Kapuas, Bengkayang, Sekadau, dan Singkawang itu akan memperebutkan total hadiah sebesar 6 juta + tropy yang sudah disiapkan oleh panitia. Adapun kategori yang akan diikuti, antara lain, kejuaraan putra/putri berdiri, kejuaraan putra/putri jongkok, kejuaraan putra/putri beregu, dan kejuaraan pemula putra/putri.

Ketua Persatuan Sumpit Singkawang, Patrisius Leo mengatakan, semua pihak patut bersyukur, karena melalui perlombaan sumpit ini, selain dijadikan sebagai ajang olahraga, kegiatan ini juga sekaligus untuk memperkenalkan budaya Kalbar yang selama ini sudah mulai pudar. Untuk itu, katanya, jadikanlah ajang ini sebagai budaya yang benar-benar bisa dinikmati baik itu untuk peserta dari Singkawang sendiri, maupun peserta dari luar Singkawang. “Mudah-mudahan, apa yang kita lakukan ini dapat memberikan manfaat yang

baik dan bisa berkembang sampai ke anak cucu kita nantinya,” harapnya. Kepada peserta, pinta Leo, melalui ajang ini janganlah dilihat dari sisi hadiahnya. Meskipun tidak begitu besar, tetapi jadikanlah ajang ini sebagai alat untuk pemersatu masyarakat. “Khusus kepada peserta yang tergabung dalam ajang ini, saya katakan bahwa inilah para pahlawan sejati dalam rangka melestarikan budaya. Untuk itu, saya ucapkan kepada peserta, selamat bertanding,” tegasnya seraya memberikan semangat kepada peserta. (freelancer/Rudi) o

Sejumlah peserta melakukan uji coba lapangan dalam tornament sumpit se-kalbar, di lapangan mini bagak sahwa, singkawang timur

Masyarakatkan Olahraga Sumpit Borneo Tribune, Singkawang Ketua Persatuan Sumpit Singkawang, Patrisius Leo mengajak masyarakat Kalbar memasyarakatkan olahraga sumpit mengingat saat ini olahraga sumpit belum banyak dikenal atau digemari masyarakat umum. Meski demikian, pihaknya selalu berusaha untuk FOTO: Rudi / Borneo Tribune memberikan beragam pePatrisius Leo latihan olahraga sumpit itu bagi masyarakat Singkawang yang berminat. “Kebetulan, di rumah saya di Jalan Yohana Godang ada lapangannya untuk latihan olahraga sumpit. Jadi, bagi siapa saja yang berminat silahkan datang, saya siap untuk melatihnya,” saran Leo. Menurutnya, olahraga sumpit itu bukan hanya milik salah satu suku saja. Tetapi, sekarang sudah beda. Siapa saja boleh. Karena ini sudah merupakan budaya yang harus kita kembangkan. Disebutkan Leo, bahwa selama ini, anak binaannya yang aktif mengikuti latihan olahraga sumpit itu ada sekitar 15 orang, yang terdiri dari putra 8 orang dan putri sebanyak 7 orang. “Kalau banyak yang berminat kan, akan lebih baik,” katanya. (Freelancer/Rudi) o

Kembangkan Wisata dengan Estetika Kota Borneo Tribune, Singkawang Kota Singkawang merupakan salah satu destinasi wisata Kalbar. Diantaranya dengan menggelar event Cap Go meh (CGM), yang masuk dalam kalender pariwisata nasional. Potensi wisata ini mesti dikemas dalam bingkai yang apik, terutama kaitan dengan penyajiannya kepada touris lokal maupun mancanegara. Demikian diungkapkan Iskandar, warga Singkawang. Ia mengatakan, pada perayaan agenda pariwisata nasional tahun ini pasti akan lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Juga tidak kalah penting peran dari kepanitiaan yang matang, agar secara keseluruhan kegiatan dapat berjalan dengan baik, serta sukses dan berjalan lancar. Sebagai warga Singkawang, pintanya, sudah semestinya turut mensukseskan agenda pariwisata tersebut. Karena, ia yakin bila warga Singkawang sudah cukup memahami mana yang namanya seni budaya dan mana yang namanya ibadah keagamaan. “Sebagai warga kota pun harus memilah dan memilih. Jika dalam ranah keagamaan, agama lain tidak boleh ikut campur. Juga sebagai warga negara yang baik, harus belajar saling menghargai dan menghormati, dalam menjalankan perintah dan kepercayaan agama masing-masing,” ujarnya. Dalam bingkai kondisi itulah, kata Iskandar, sudah mengajarkan antar sesama untuk saling menghargai dan menghormati kepercayaan agama yang satu dengan yang lainnya, yaitu dengan cara menjaga kerukunan antar umat beragama. Di sisi pariwisata sendiri, merupakan kewajiban Pemkot untuk mengemasnya dengan apik. “Pengemasan itu dimulai dari ketertiban lalu lintas, keamanan, sarana dan prasarana yang diperuntukkan oleh para wisatawan. Dimulai dari kenyamanan transportasi, kuliner dan sebagainya,”sebut Iskandar. Menurutnya, hal tersebut sangat penting untuk menyukseskan event besar di kota ini. Agar tidak kalah ketinggalan dari daerah lainnya. Oleh sebab itu, peran Pemkot Singkawang dalam menangani perhotelan, sudah saatnya diatur dengan tegas. Ketegasan itu dapat dilakukan, dimulai dari harga kamar sampai pelayanan sebuah hotel. Pasalnya, di kota ini masih ada hotel yang tidak memiliki halaman, dengan dwi fungsi yang tidak nyambung. “Masak ada hotel, di situ juga sarang burung waletnya. Besar harapan saya, kepada pimpinan Awang Ishak dan Abdul Mutahlib, dapat kiranya dalam kurun waktu setahun kedepan penertibaan perhotelan benar-benar terlaksana,” pintanya. Secara mendasar, lanjut Iskandar, sebuah kota perlunya investasi. Dan mementingkan keteraturan dan keindahan kota. Khususnya bagi pengembang investasi di bidang perhotelan. Dibalik itu, Pemkot juga harus tegas jika ada perizinan yang disalahgunakan. (Freelancer/ Rudi) o

KOMKA Hunting Bareng ke Bengkayang Mujidi Borneo Tribune, Bengkayang Minggu (3/1), sekitar pukul 07.00 terlihat sekelompok orang berkumpul di halaman Gedung Pancasila Bengkayang. Jumlahnya lebih dari 30. Pakaian beragam, namun warna hitam mendominasi dengan embel-embel nama KOMKA. “Kami dari Komunitas Makro Kalimantan Barat (KOMKA, red),” kata Irfan Marindra, Ketua KOMKA saat mengenalkan komunitas yang ia dipimpin. KOMKA salah satu komunitas pecinta fotografi untuk makro. Komunitas ini terbentuk sejak 2011 lalu di Kota Pontianak. Sebelum KOMKA, komunitas yang dirintis melalui jejaring sosial facebook ini bernama KMK. “Awalnya KMK, tetapi ketika saya dipercaya menjadi ketua, KMK berubah nama menjadi KOMKA,’ ujar Irfan. KOMKA terus memperluas jaringan, mulai dari Kota Pontianak, Kubu Raya, Sambas, Landak, Tembayan dan Kabupaten Bengkayang. Komunitas ini diyakini akan semakin memperluas jaringan ke seluruh daerah. “Target saya selama memimpin, KOMKA bisa dikenal seluruh Kalbar dan memberikan informasi bah-

KOMKA saat tiba di Bengkayang dan hunting bareng di beberapa lokasi FOTO: Mujidi/Borneo Tribune

wa foto makro itu punya tempat khusus untuk sebuah komunitas fotografer serta mudah dipelajari,’ ucapnya. Agar keakraban antara sesama terus terjalin, KOMKA juga menjadikan hunting bareng sebagai program unggulan. Kegiatan bersama ini sudah tidak terhitung lagi banyaknya, belasan kali dan mungkin puluhan kali. Hunting itu dilaku-

kan ke berbagai lokasi yang disepakati secara bersama. Kegiatan juga dijadwal sedemikian rupa hingga semua anggota bisa bergabung bersama. “Sekarang kami di Bengkayang untuk hunting bareng. Ini sebagai salah satu program kami dan akan terus kami pertahankan!” “Program ini juga sebagai bentuk silaturahmi kita de-

ngan sesama anggota.” KOMKA hunting bareng di Kabupaten Bengkayang hingga pukul 16.00. Setelah itu, tiap anggota KOMKA akan bertolak ke daerah asal. Rombongan KOMKA ini datang dengan cara gerombolan. Ada yang menggunakan kendaraan roda dua dan roda empat. “Untuk Bengkayang, kita akan hunting bareng di Riam

Budi,” terang Irfan. Irfan menambahkan, Riam Budi, salah satu tempat yang akan kita tuju. Selanjutnya, kalau waktu memadai, hunting akan dilanjutkan ke lokasi lain dan itu tergantung kesepakatan bersama. “Hari ini pastinya kita senang, senang bisa ke Bengkayang dan kumpul sama teman teman,” kata Irfan sembari tersenyum. o

Terminal Bengkayang Dibenahi Mujidi Borneo Tribune, Bengkayang Setelah dikunjungi langsung Bupati Bengkayang dua minggu lalu, pembenahan di terminal Bengkayang langsung dilakukan. Banyak lobang menganga baik pada jalan masuk maupun di tengah jalan. “Kami sudah bekerja di sini semenjak seminggu yang lalu bang,” kata salah seorang pekerja di terminal Kabupaten Bengkayang. Bukan satu, dua atau tiga orang, terminal dikerjakan belasan orang. Mereka berjibaku dengan panasnya

api pembakaran untuk menggoreng aspal. Kayu bergelimpangan dan alat berat juga terlihat stan by. “Kita bekerja terus bang, walau minggu tetap bekerja,” jelasnya. Beberapa waktu lalu, Kepala Bappeda Bengkayang, Obaja mengatakan, penataan terminal Kabupaten Bengkayang segera dilakukan. Penataan itu penting karena terminal bagian dari wajah Kabupaten Bengkayang. “Ini akan kita benahi, dan semua itu tidak lepas dari dukungan Pemkab Bengkayang dan masyarakat,’ kata Obaja. o

Terminal Bengkayang Sebelum Dibenahi FOTO :Mujidi/Borneo Tribune

Panitia Imlek Bengkayang Gelar Lomba Fotografi Mujidi Borneo Tribune, Bengkayang

Pengumuman Lomba FOTO: Mujidi/ Borneo Tribune

Panitia Imlek mengemaskan perayaan Hari Raya Imlek di Kabupaten Bengkayang dengan berbagai kegiatan. Tujuannya untuk menyemarakkan Imlek itu sendiri. Salah satunya dengan menggelar fotografi. “Perlombaan kita rancang sedemikian rupa dengan melibatkan semua pihak. Saat ini pendaftaran telah kita buka,” kata Cunk, salah seorang panitia Imlek Bengkayang.

Cunk menambahkan, lomba foto itu akan dinilai oleh empat orang dewan juri, Dulhadi BCL (Guru Mandarin), Chin Ji Sun (Penasehat Dharma Bhati Persada), Drs. Yulianus, S.Hut, M. Si (fotografer) dan Adi Aprillah (fotografer). “Lomba photo ini terbuka untuk umum. Waktu pendaftaran 1-8 Februari. Peserta wajib melakukan registrasi pada 9 Februari,” jelas Cunk. Perlombaan photo itu sendiri akan berlangsung di Gedung Pancasila, mulai pukul 17.00 , 9 Februari mendatang. Yang menjadi obyek

photo dalam perlombaan itu adalah modern dancer, fashion show, tarian barongsai dan lainnya selama kegitaan di panggung berlangsung. Dalam perlombaan foto, beberapa hal prinsip yang tidak boleh dilanggar, diantaranya menggunakan flash internal ataupun eksternal, olah digital hanya boleh sebatas cropping, noise, level, saturasi ataupun redup. “Hasil lomba akan diumumkan 16 Februari, dan semua foto yang dikumpulkan hak dari panitia,” ujar Cunk. o


Senin, 4 Februari 2013

Taksi Hantam Rumah Pejabat Rutan Sanggau Ratna Sari Borneo Tribune, Sanggau Mobil taksi innova dengan nomor polisi KB 1602 DA, Sabtu (2/2) malam kemarin tiba-tiba menghantam sebuah rumah milik Kepala Seksi Pelayanan Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Sanggau, M. Khalil di Jalan Sultan Syahrir. Taxi yang membawa tiga orang penumpang dengan rute Pontianak-Sanggau diketahui mengalami masalah boros bensin. Dan saat mengantar penumpangnya di Blok M tersebut mobilnya pun tiba-tiba kehabisan bensin. Ketika ditemui, Khalil menceritakan, kejadian tersebut berlangsung sekitar pukul 22.00 WIB. Saat itu dirinya dan keluarga sedang berada di dalam rumah. Dirinya dan keluarga pun sangat kaget, mendengar adanya bunyi hantaman keras pada bagian garasi depan rumahnya. Ketika dilihat, ternyata ada mobil taxi yang mundur dan mengenai garasi rumahnya. “Rupanya ada taksi mundur dan mengenai garasi,” ujarnya. Khalil menjelaskan berdasarkan informasi yang diperolehnya, taxi tersebut awalnya kehabisan bensin setelah mengantar salah seorang penumpang di wilayah Blok M Jalan Sutan Syahrir. Taksi kemudian berhenti di salah satu tikungan yang hanya berjarak sekitar 200 meter dari rumah Khalil. Supir mengaku kepada dirinya kalau saat itu lagi mau mengisi bensin. Dan kebetulan ada mobil yang mau lewat. Karena sempit, supir keluar. Taksi yang saat itu dalam keadaan tidak hidup kemudian didorong kebelakang. “Tanpa diketahui, lokasi rumah saya inikan agak menurun, mobil langsung meluncur membelok, kena garasi depan rumah,” ungkapnya. Khalil menuturkan, sebelum menghantam garasi kediamannya, mobil sempat terhempas saat melewati jurang kecil. Karena hal itulah yang kemudian menyebabkan ban mobil sebelah kiri tersebut pecah. Kaca send mobil belakang sebelah kanan yang menghantam garasi dan juga pecah. Namun, untuk penumpang dan supir taksi tersebut selamat. Sementara itu, berdasarkan keterangan supir taksi mengakui mobil yang dikendarainya itu mengalami masalah boros bensin. “Padahal saya sebelumnya sudah ngisi bensin, habis Rp. 400 ribu. Saya tidak tahu, kenapa bisa boros begini,” ujarnya. Akibat kejadian tersebut, pintu sebelah kanan mobil ringsek, karena setelah mundur, supir sempat membuka pintu untuk melakukan pengereman. Namun karena terlalu laju, dirinya panik. Bahkan salah satu penumpang di dalam pun keluar ikut membantu dorong dari belakang. Dikarenakan tidak cukup tenaga, mobil menikung ke belakang melewati jurang kecil dalam keadaan pintu terbuka. Pintu pun menghantam semen pembatas. Pintu bodi sebelah kanan mobil ringsek dan mengalami pecah ban. Kejadian tersebut pun menjadi perhatian puluhan massa yang tinggal di wilayah Blok M mendekati lokasi kejadian. Masyarakat setempat yang hadir turut membantu melakukan evakuasi hingga pukul 23.45 WIB.

HO TEL HOTEL

Landak-Sanggau Borneo T Tribune

7

Pemberlakukan Kartu Kendali BBM Bersubsidi Landak Timbulkan Gejolak Borneo Tribune, Ngabang Pemberlakuan kartu kendali BBM bersubsidi jenis Solar di Kabupaten Landak yang ditetap pada hari Jumat tanggal 1 Februari 2012 sontak menimbulkan gejolak. Pemberlakuan tersebut dinilai tanpa ada sosialisasi khususnya oleh para pengantri minyak Solar di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Minyak Umum ( SPBU). Hal tersebut dilontarkan Manejar SPBU 64.783,12 Pal 3 Ngabang Heronimus saat ditemui harian ini di ruang kerjanya, Jumat (1/2) pekan lalu. Heronimus yang didampingi Ketua LSM CG Ondon Baget menceritakan pemberlakuan kartu kendali BBM bersubsidi jenis solar pada hari Jumat itu berdampak sekali terhadap pelayanan SPBU dengan warga yang ingin mengisi solar, sehubungan dengan diberlakukannya edaran kartu kendali pengisi BBM solar bersubsidi yang dikeluarkan oleh Kepala Dinas Perhubungan dan informatika Kabupaten Landak Ependi. S.Sos.MM. Bahkan karena tidak mengetaui telah diberlakukannya aturan tersebut maka sempat terjadi perdebatan hampir dua jam. ”Sesuai dengan aturan yang diberlakukan pihak kami hanya melayani mereka yang membawa kartu kendali. Dan bagi mereka yang ingin mengisi solar bersubsidi mereka selain membawa kartu oleh

petugas kami nopol yang tercantum dikartu harus disesuaikan dengab plat yang terpasang. Hal Ini jelas mereka tidak terima karena mereka merasa sebagai warga Landak kok tidak bisa mendapatkan solar bersubsidi. Bahkan mereka sempat membuat ribut dan mengancam akan melintangkan kendaraannya di jalan raya depan SPBU kami,”papar Heron panggilan akrab Manejer SPBU Pal 3 Ngabang. Heron menambahkan perselisihan di SPBU-nya yang terjadi berawal dari adanya sekitar 40an warga yang ingin mengisi Solar. Tapi karena mereka tidak memiliki kartu kendali BBM bersubsidi dan ditolak oleh petugas SPBU. “Jadi diberlakukannya kartu kendali Ini berarti sangat menyulitkan rakyat. Padahal yang namanya SPBU ini merupakan milik umum bukan hanya diperuntukkan warga kabupaten Landak. Apa lagi adanya syarat-syarat di dalam kartu pengendali ini harus masalah surat menyurat seperti KIR kendaraan, SIM dan STNK itu tidak ada hubungan dengan SPBU ini dan bukan tugas kami,”ujar Heron lagi. Untuk menghindari bentrok kata Heron menambahkan dirinya kepada mereka yang ditolak mengisi Solar subsidi. Heron menunjukkan Surat pengendalian kepada mereka. “Dari pada SPBU kami

jadi sasaran ketidakpuasan warga, saya langsung menunjutkan kartu tersebut. Masih merasa tidak puas warga yang sempat mengancam akan memarkirkan kendaraannya di jalan depan SPBU. Maka saya sarankan langsung saja ke kantor Dinas Perhubungan,”ujarnya. Heron kembali mengatakan, pihaknya baru sore Jumat (1/2) sekitar pukul 18.00 Wib mendapat info bahwa pemberlakukan kartu kendali ini baru akan diberlakukan pada tanggal 12 Februari 2012 melalui pemberi tahuan petugas Dinas Perhubungan yang langsung datang ke SPBU. Sebelumnya pada hari Selasa (5/1) pihak SPBU Pal 3 Ngabang ini diundang untuk membahas penerapan kartu kendali ini. Heronimus menyarankan bila pihak Dinas Perhubungan ingin melakukan penertiban berkaitan dengan penertiban kendaraan dan untuk menambah pendapatan asli daerah (PAD) lakukanlah razia penertiban di luar SPBU. ”Kalau penerapan kartu kendali itu untuk melakukan penertiban dan menambah PAD Kabupaten Landak lakukanlah razia di luar dan jangan kaitkan dengan SPBU. Karena bila hal ini seolaholah dilimpahkan ke petugas SPBU seperti kejadian tadi, maka urusannya bisa rumit dan bisa membahayakan pe-

tugas kami yang melakukan pelayana pengisian solar subsidi ini. Kita juga berharap pemerintah Landak meninjau ulang penerapan kartu kendali ini dan bila memang

diterapkan jauh-jauh hari sebelumnya harus sudah disosialisasi kepada masyarakat agar dimengerti dan ditaati,”tandasnya. (Amat Dasa/Free)

Keamanan Kendaraan

Lurah Ilir Kota Imbau Warga Jangan Ceroboh

Lurah Ilir Kota, Ade Imran mengimbau kepada masyarakatnya agar jangan ceroboh ketika meninggalkan rumah maupun memarkirkan kendaraannya. Dikarenakan aksi kejahatan dinilai bisa menimpa siapa saja dan dimana saja. Beberapa titik yang rawan aksi kejahatan diantaranya Sanggau Permai dan jalan PH Sulaiman. Masyarakat diminta menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungannya masing-masing jika perlu mengaktifkan kembali sistem keamanan keliling (Siskamling) di wilayahnya masing-masing. “Pastikan rumah dalam keadaan terkunci rapat ketika ditinggalkan, ketika memarkir kendaraan, parkir dengan benar dan kunci dengan benar jika perlu gunakan kunci ganda. Saya kira

ini solusi yang tepat dalam rangka terhindar dari aksi kejahatan. Intinya, jangan berikan kesempatan para pelaku kejahatan untuk beraksi,” jelasnya. Imran berharap kepada pihak kepolisian, agar segera mengungkap pelaku kejahatan yang selama ini meresahkan warganya seperti yang terjadi di Jalan PH Sulaiman beberapa bulan lalu. Imran juga meminta warganya tidak hanya berharap sepenuhnya kepada pihak Kepolisian mengingat personil Kepolisian yang terbatas dan tidak sebanding dengan wilayah tugasnya. Tetapi kesadaran masyarakat untuk secara bersamasama menjaga Kamtibmas. “Jadilah polisi bagi diri sendiri dan keluarga, tingkatkan koordinasi dengan pihak Kepolisian, laporkan segera jika mendapati halhal yang dianggap mengancam situasi Kamtibmas kepada Kepolisian atau aparat setempat,” ujarnya.

Tunggal (1643-1672 M). pemerintah berjalan sebagaimana mestinya dan pada saat beliau wafat putranya yaitu Pangeran Purba tidak berada di Sintang maka tampuk kekuasaan diserahkan ke pada Abang Nata (putra Nyai Cili, saudara kandung Pangeran Tunggal). Pada masa pemerintahan Abang Nata atau lebih dikenal dengan gelar Sultan Nata Muhammad Syamsudin Sa’idul Khairiwaddien, agama Islam berkembang dengan pesat, oleh karena itu beliau menjadikan agama Islam sebagai landasan terbentuknya undang-undang kerajaan Sintang, yang terdiri dari 32 pasal dan diresmikan pada tanggal 1 Muharram 1093 H. Seiring dengan berjalannya waktu dan roda pemerintahan terus berganti, dan undang-undang tersebut juga senantiasa mengalami perubahan dan perbaikan. Pada masa pemerintahan Ade Muhammad Yasin dengan gelar Pangeran Adipati Surya Negara Muhammad Jamaluddin, undang-undang ini telah berisi 50 pasal. Undang-undang inilah yang berhasil dikumpulkan oleh Masngud Zauzi pada tulisan karyanya, yaitu undang-undang yang ada pada masa pemerintahan Ade Muhammad Yasin (1238H/1823 M). Prinsip ekonomi Islam yang diterapkan oleh Kerajaan Islam Sintang pada masa itu adalah seperti menerapkan praktek penitipan barang dengan prinsip suka sama suka, apabila pihak yang menitipkan tersebut dengan sengaja menghilangkan barang titipan maka penerima titipan harus menggantinya, namun apabila barang yang dititipkan hilang tanpa unsur kesengajaan maka maka tidak harus menggantinya. Di pasal lain berbicara tentang kepemilikan kebun (tanah), disebutkan apabila kebun (tanah) tidak dikelola oleh siapa pun maka orang yang mengelola dan memeli-

hara tanah (kebun) tersebutlah sebagai pemilik. Ada juga aturan yang berkaitan dengan hutang piutang barang, tepatnya hutang piutang atas suatu barang dengan cara pesanan. Artinya, dilakukan pembelian barang dengan cara hutang-piutang dan barang akan diserahkan kemudian hari sesuai dengan kesepakatan. Dalam hal ini harus disebutkan dengan jelas kriteria-kriteria atau ciriciri barang yang diinginkan dan disebutkan batas akhir waktu penyerahan barang pesanan atau ditangguhkan penyerahannya. Apabila telah jatuh tempo, maka pesanan itu harus diberikan kepada pemesan dan apabila tidak sesuai dengan perjanjian (akad) yang ada, maka barang itu harus diganti sesuai dengan kriteria-kriteria yang disebutkan dalam akad sesuai harga yang berlaku saat ini. Kebanyakan ulama sepakat bahwa akad yang terjadi pada jual beli seperti ini masuk dalam kategori praktek as-salam yang sangat dianjurkan dalam sistem ekonomi Islam. Tujuan utama jual beli seperti ini adalah untuk saling embantu antara konsumen dan produsen. Adakalanya barang yang dijual oleh konsumen tidak sesuai dengan keinginan atau tidak memenuhi selera konsumen. Untuk membuat barang yang sesuai selera konsumen, produsen memerlukan modal, oleh karena itu konsumen bersedia membayar modal untuk barang yang dipesan ketika akad, sehingga produsen bisa membeli bahan dan mengerjakan barang yang dipesan sesuai keinginan. Akad ini pada masa sekarang dipraktekkan oleh pihak perbankan syariah sesuai dengan konsep ekonomi Islam.

Undang-undang ini juga berbicara tentang barang gadaian. Barang yang digadaikan apabila telah jatuh tempo dan pemilik barang tidak dapat mengembalikan dana yang dipinjam sesuai dengan harga barang gadaian maka barang yang digadaikan tersebut dapat dijual oleh pihak yang menerima gadai dengan ketentuan jika barang gadai yang dijual tersebut dibawah jumlah pinjaman maka penerima gadai dapat meminta tambahan terhadap penggadai dan sebaliknya jika harga jual barang gadaian diatas jumlah pinjaman maka penerima barang gadaian harus mengembalikan kelebihan dana terhadap pihak penggadai. Praktek seperti ini pada masa kekinian dilakukan oleh pihak pegadaian syariah yang berangkat dari nilai-nilai yang terkandung dalam Islam. Beberapa prinsip ekonomi yang diterapkan oleh undangundang kerajaan Islam Sintang tahun 1238 H atau pada masa pemerintahan raja Ade Muhammad Yasin dengan gelar Pangeran Adipati Surya Negara Muhammad Jamaluddin terlihat jelas memiliki kesesuaian dengan kajian fiqh ulamaulama terdahulu tentang akad-akad yang digunakan dalam ekonomi Islam. Wallahu a’lam. Awalnya Undang-Undang Kerajaan Islam Sintang Tahun 1238 H (1822) ini oleh raja Ade Muhammad Yasin dengan gelar Pangeran Adipati Surya Negara Muhammad Jamaluddin ditulis dengan menggunakan huruf latin, kemudian disalin oleh Muhammad Saleh dengan gelar Mas Dipanata Kepala Kampung Tengah Benua dengan tulisan Arab Melayu.

KEHILANGAN

KEHILANGAN

KEHILANGAN

KEHILANGAN

KEHILANGAN

STNK, KB 4991 LG NK: MH8BE4DUAAJ-166281 NS: E470-ID-174767 AN: MIRAN Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi.

STNK, KB 4851 LJ NK: MH1JBE111BK239061 NS: JBE1E-1239119 AN: SUPARJO Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi.

STNK, KB 4474 LJ NK: MH314D205BK278936 NS: 14D-1279376 AN: JUSMAN Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi.

Ratna Sari Borneo Tribune, Sanggau

Opini Prinsip Ekonomi Islam Pada Kerajaan Islam Sintang Oleh: Yulia Ibrahim Ada sebuah karya menarik dari seorang mahasiswa Program Studi Ekonomi Islam STAIN Pontianak yang berkaitan dengan bidang kajian ekonomi Islam. Karya ini merupakan sebuah skripsi yang dihasilkan oleh seorang mahasiswa bernama Masngud Zauzi pada tahun 2008. Memang karya ini dilakukan beberapa tahun yang lalu, namun dalam tulisannya ia mengangkat bagaimana prinsip-prinsip ekonomi yang diterapkan pada masa kerajaan Islam Sintang pada tahun 1238 H (1822 M) tepatnya pada masa pemerintahan raja Ade Muhammad Yasin dengan gelar Pangeran Adipati Surya Negara Muhammad Jamaluddin. Menurut saya ada beberapa fakta yang mengejutkan berkaitan dengan kajian ekonomi Islam kekinian. Secara administratif, batas wilayah kabupaten Sintang di bagian Utara berbatasan dengan Serawak (Malaysia Timur) dan Kapuas Hulu, bagian Selatan berbatasan dengan Kalimantan Tengah dan Kabupaten Melawi, bagian Timur berbatasan dengan Kalimantan Tengah dan Ti-

mur, dan bagian Barat berbatasan dengan Kabupaten Ketapang, Kabupaten Sanggau dan Kabupaten Sekadau. Sebagian besar Kabupaten Sintang merupakan wilayah perbukitan dan merupakan kabupaten terbesar kedua di Kalimanatan Barat setelah Kabupaten Ketapang, dengan dialiri dua sungai besar yaitu Sungai Kapuas dan Sungai Melawi. Asal mula kerajaan Sintang di Nanga Sepauk atau lebih tepatnya di Bukit Kujau yang terletak di hulu Sungai Sepauk dengan raja pertama bernama Aji Melayu sekitar abad ke-8 Masehi. Sekitar abad ke-14 M kerajaan yang terletak di Sepauk dipindahkan ke Sintang oleh Demong Irawan I yang bergelar Jubair Irawan I. Untuk selanjutnya Abang Pincin alias Pangeran Agung keturunan ke-17 dari Aji Melayu memerintah dari tahun 1600-1643 M, pada masa inilah datang dua orang mubaligh yaitu Penghulu Saman dari Banjarmasin dan Enci’ Somad dari Serawak, Malaysia, dan Pangeran Agung adalah raja Islam pertama di kerajaan Sintang. Setelah Pangeran Agung wafat, beliau digantikan oleh putranya, yaitu Pangeran

NGL

STNK, KB 2834 LG NK: MH1JBC117AK908503 NS: JBC1E-1901770 AN: SUNARYO HENDRO Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi. NGL

NGL

STNK, KB 2868 LJ NK: MH1JBE113BK177999 NS: JBE1E-1175420 AN: SUSANTO Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi. NGL

NGL


Sekadau Borneo Tribune

Senin, 4 Februari 2013

8

Paroki Nanga Mahap Miliki PAUD Baru Bagus Kosminto Borneo Tribune, Sekadau Paroki Santo Agustinus Nanga Mahap kini memiliki gedung Pendidikan Anak Usia Dini (Paud). Minggu (3/ 2) pagi, Peresmian gedung baru PAUD langsung dihadiri Bupati Sekadau Simon Petrus bersama sejumlah pastor, pengurus Paroki dan sejumlah umat Katolik di Nang Mahap, Kecamatan Nanga Mahap. Ketua panitia pembangunan Pastor Biono CP yang juga Pastor Paroki Santo Angustinus, mengatakan gedung PAUD Santo Agustinus menelan biaya sebesar Rp 400 juta, dengan ukuran 20 lebar dan panjang bangunan 10 meter. Fasilitasnya terdiri dari 2 ruang belajar dan dua ruang kantor.“Jumlah siswa angkatan pertama ada sebanyak 36 orang,” kata Pastor. Pastor Biono, menyatakan terima kasih kepada Bupati Sekadau, Uskup Keuskupan Sanggau adalah buah kasih yang didukung oleh banyak pihak, antar umat, Keuskupan dan pihak Pemerintah Kabupaten Sekadau serta para dontur lainnya karena mampu menyelesaikan pembangunan PAUD Santo Agustinus. Sementara itu, Simon Petrus, mengatakan pembangunan gedung PAUD yang dibangun oleh Uskup sungguh hal yang luar biasa. Belum ada orang hebat atau orang pemilik modal besar yang dengan rela hati membangun gedung untuk kepen-

tingan pendidikan, selain para pelayan Umat seperti Uskup. “Inilah bukti cinta kasih yang dimiliki oleh pimpinan Gereja Katolik bisa membangun untuk membantu pendidikan anak,” ungkap Bupati. Bupati berharap PAUD diartikan sebagai imunisasi intelektual, PAUD ini sebagai langkah awal bagi anakanak dalam mengenal pendidikan. “Adanya paud saya imbau kepada orang tua murid, jangan sampai tidak ambil kesempatan baik seperti PAUD ini. Rugi, jika kesempatan ini tidak bisa dimanfaatkan para orang tua dan melalui pendidikan kehidupan kita bisa lebih baik, melalui pendidikan juga nasib kita akan berubah dan semakin lebih baik,” ajaknya. Bupati juga memberi semangat kepada sejumlah orang tua murid, semangat itu katanya harus bertekad dan kencangkan ikat pinggang menyekolahkan anakanak. “Tidak apa-apa orang tua sakit dahulu, yang penting anak-anaknya bisa bersekolah, karena al ini harus dimulai dari diri kita sendiri. Jangan ada lagi anak yang tidak sekolah, karena fasilitas sudah disediakan oleh Pemerintah,” ungkapnya, sembari mengatakan PAUD yang didirikan itu tidak diragukan lagi karena dikelola oleh para suster. Pimpinan umum suster santo agustinus, Sr Ignasia OSA, dalam laporannya mengatakan umat Nanga Mahap sangat antusias de-

Berpose bersama anak-anak PAUD usai peresmian. FOTO Bagus Kosminto/Borneo Tribune Minggu Kemarin

ngan kehadiran para suster. “Sungguh kami merasa didukung dan diterima di Kabupaten Sekadau khususnya di Paroki Nanga Mahap. Suster Maria dan Suster Helena yang bertugas di Paroki Nanga Mahap. Kami berharap kalian berdua bisa membawa kasih kepada umat, dalam pela-

yanan harus membawa kasih,” ungkapnya. Misi PAUD Santo Agustinus, dikatakannya, adalah dengan semangat cinta kasih mencerdaskan anak bangsa yang berkualitas sesuai dengan keunikan masing-masing. Uskup Keuskupan Sanggau Mgr Yulius

Mencucini, merasa gembira atas kehadiran kongregasi Santo Agustinus, semoga karya dan samngat tetap mantap dan bisa seluruh umat dalam Keuskupan Sanggau dan khususnya untuk masyarakat Kabupaten Sekadau. “Karena itu saya mengucapkan terima kasih kepa-

da pemerintah Kabupaten Sekadau, kepada para pastor, para suster dan respon umat juga sangat luar biasa,” ungkap warga Italia yang fasih berbahasa Indonesia ini. Peresmian ditandai dengan membuka tirai plang PAUD, dilanjutkan dengan pengguntingan pita dan

pemberkatan setiap ruangan oleh uskup. Ikut hadir dalam acara peresmian itu, para pejabat pemerintahan, para pastor, suster, orang tua dan seluruh umat katolik serta perangkat desa. Untuk diketahui lokasi PAUD berada di pasar Kota Nanga Mahap atau eks pastoran Pasionis. o

Petani Sayur Harapkan Realisasi

Kecamatan Belitang Hulu Perlu Pasar Tradisional INFO BANK BNI 46 Pontianak, Jl. Tanjung Pura No. 1 Telp. (0561) 736211, 732016, 732630, 732026 (0561) 736392 Capem Univ. Tanjungpura. Jl. Daya Nasional Telp. (0561) 736046 (0561) 764012 Capem Pasar Siantan, Jl. Khatulistiwa No. 81-83 Siantan Telp. (0561) 881419 (0561) 883263

BCA KCU PONTIANAK, Jln. A. Yani No. 1 Ptk, 0561-736305 (hunting) KCP Imam Bonjol, Jln. Imam Bonjol No. 457 Ptk, 0561-737984, 734524 KCP Rahadi Usman, Jln. Rahadi Usman No. 4 Ptk, 0561-733482, 740814-15 KCP Sei Pinyuh, Jln. Raya Terminal 05-06, Sei Pinyuh KCP Sultan Muhammad, Jln. Sultan Muhammad 136, Ptk, 0561-738051

BANK KALBAR CABANG UTAMA PONTIANAK Jl. Rahadi Osman No. 10 Pontianak 78117, Telp. (0561) 732148, 736723 Fax. (0561) 745149, Telex. 29174, 29129 CABANG SYARIAH Jl. A. Yani Pontianak, Komp. Perkantoran & Town House No. 5-6 (depan A. Yani Mega Mall) Telp. (0561) 733033, 7061800, Fax. (0561) 732599

BANK BRI Kantor Cabang Barito, Jalan Barito, Telp. (0561) 734009, Fax. (0561) 733019 Komplek Pertokoan Pasar Flamboyan Jalan Gajah Mada Blok C. 14 Ptk

BANK DANAMON Jl. Tanjung Pura No. 102, Ptk Telp. (0561) 737107 (H), 730898, Fax : (0561) 736264, 765595 Jl. St. Muhammad No. 173, Ptk Telp. (0561) 731156, Fax : (0561) 734462 Jl. KH. Wahid Hasyim No.24-26, Telp.: 0561-768599/765411, Fax : 0561-768599/765411

BANK MANDIRI SYARIAH PONTIANAK, Jl. Diponegoro No. 95, Telp. (0561) 745004, Fax. Ketapang, Jl. MT. Haryono No. 111-112 Ketapang, Telp. (0534) 34600 Fax. (0534) 34395 Kantor Kas Politeknik, Kampus Politeknik Negeri Jl. A. Yani No. 52, Telp. (0561) 583850 Kantor Layanan Syariah Bank Mandiri Pontianak-Sidas, Jl. Sidas No. 2, Pontianak, Telp. : (0561)7069797, Fax. : (0561) 763082

BANK BUKOPIN Cabang Jl. Ir. H. Juanda No. 55-56 Pontianak 78117 (0561) 745025 (Hunting) (0561) 734253 Cabang Pontianak Kal-Bar, Jl. Adi Sucipto Km. 7,5 (Gedung Kopkar Mekar PLN Wil Kal - Bar) Kabupaten Pontianak, Telp. 0561 722598, 0561 - 723158, Kantor Kas Adisucipto Jl. Sultan Muhammad No. 48, Pontianak 78117 , (0561) 730001/ 730077, (0561) 730132, Capem Sultan Muhammad

BANK BTN CABANG PONTIANAK, Jl. Imam Bonjol No. 29 Pontianak 78123, Pontianak, Telepon: (0561) 740163 Fax: (0561) 740168 CABANG PEMBANTU JERUJU, Jl. Kom. Yos Sudarso No. 10, Jeruju Pontianak 78122, Telepon: (0561) 770567 Fax: (0561) 770567 KAS LAYANAN POS ONLINE PONTIANAK, Jl. St. A. Rahman No.49, 78116, Pontianak, Telepon: 0561-730641, 0561-730642, 0561730644 Fax: 0561-762146

BANK PERMATA Juanda KC, Jl. IR. H. Juanda No. 49-50 BB, Pontianak (781177), 0561-738323, 0561 -736411 Gajah Mada KCP, Jl. Gajah Mada no 69 C, Pontianak (78121), 0561747371, Tanjung Pura KCP, Jl. Tanjung Pura No. 370, Pontianak (78122), 0561764926

BANK BII KC Pontianak Jl. Tanjungpura No.20 (Pontianak) Telp. (0561) 39220

BANK MANDIRI

BANK BHI

Jl. I Gusti Ngurah Rai No. 2 , Humaera B (0561) 734247, 734147 Jl. Achmad Yani No. 3 - 3 A, (0561) 765010, 767993 Jl. Tanjungpura No. 110, (0561) 734464, 734752 Jl. Sidas No. 2 (0561) 734670, 747495, 733672

KC PONTIANAK, Jl. H. Agus Salim No. 10 - 12, Telp. (0561) 739822, (0561) 749078

Cabang PONTIANAK, Jl. Imam Bonjol No.567 , Telp. (0561)-762838; Fax. (0561) -76290

BANK MEGA

Bagus Kosminto Borneo Tribune, Sekadau Pembangunan pasar tradisional di kecamatan yang sudah direncanakan Pemerintah Kabupaten Sekadau tahun 2013 disambut baik oleh sejumlah warga di Belitang Hulu. Jika mampu direalisasikan cukup mendukung percepatan perputaran ekonomi masyarakat di sana. “Kalau sudah ada pasar, cukup membantu kita nanti menjual sayur-sayuran. Selama ini pasar di Sepuak hanya pasar seadanya dan belum ada bangunannya,” kata Kion, salah seorang petani sayur asal Desa Mengaret Kecamatan Hulu, kemarin. Menurutnya, lewat aktivitas pasar nantinya dipasti-

kan ada agen penampung komoditi sayuran seperti cabai, jahe, serta sayur-sayuran lainnya. “Memang sudah saatnya Sepuak ini punya pasar, kita juga enak jualan kalau sudah ada pasar,” harapnya. Di pusat kota Kecamatan Belitang Hulu di Desa Balai Sepuak misalnya, hingga kini belum ada pasar tradisional yang dibuat sebuah komplek permanen seperti rumah toko (ruko) oleh Pemerintah Daerah. Kendala pembangunan bidang ini dipastikan karena daerah belum memiliki dana khusus, selain dana yang disediakan pemerintah masih konsentrasi membangun sarana infrastruktur dasar di Daerah Belitang Hulu termasuk di daerah lain. Di Desa Balai Sepuak sen-

diri masyarakat yang mengadakan kegiatan jual beli sayuran umumnya masih dengan cara tradisional yakni door to door. Atau ada juga pedagang yang lain memanfaatkan lahan (pasar tumpah) di sekitar lokasi terminal tidak jauh dari lokasi kantor camat yang lama. Sementara berbelanja sembako di sana hanya pengusaha toko menyediakan tempat pribadi untuk bertransaksi jual beli. Begitu juga dengan toko pakaian, toko elektornik di sana dijual oleh pedagang di lokasi yang mereka sediakan secara pribadi oleh pedagang. Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kabupaten Sekadau H Isdianto beberapa waktu lalu mengatakan pihaknya telah mengusul-

kan pembangunan pasar tradisional di tiga kecamatan melalui dana dari pemerintah pusat. Tiga kecamatan yang diprioritas pengembangannya adalah Kecamatan Nanga Taman, Belitang Hilir dan Kecamatan Belitang Hulu. Pihak Pemkab Sekadau menilai pembangunan pasar tradisional di tiga daerah ini mengingat perputaran ekonomi cukup pesat. “Memang wacana Pemerintah Daerah sudah lama. Namun, karena terkendala anggaran, pembangunannya mesti berkelanjutan,” kata H Isdianto. Wacana pembangunan pasar tradisional memang sudah berhembus sejak beberapa tahun terakhir. Namun, hingga kini belum juga dapat terealisasi akibat ter-

kendala anggaran dana untuk merealisasi pembangunan pasar. Dalam Musrenbang Kabupaten tahun 2012 pembangunan pasar tradisional kembali dibahas. Pemerintah Kabupaten Sekadau sepertinya cukup serius memperhatikan persoalan tersebut. Tidak hanya sampai di situ, upaya tersebut ditindaklanjuti dengan mengusulkan rencana tersebut ke Pemerintah Pusat.“Tiga Kecamatan itu sangat potensial. Sangat disayangkan jika wacana itu tidak ditindaklanjuti. Berbagai persiapan kita lengkapi, termasuk masterplan-nya pun sudah ada. Hanya tinggal menunggu anggaran dan mudah-mudahan mendapat dukungan penuh dari masyarakat,” tuturnya. o

Pembangunan Uji KIR Kendaraan Dilanjutkan Tahun Ini Bagus Kosminto Borneo Tribune, Sekadau Pemerintah Kabupaten Sekadau melalui Dinas Perhubungan Telekomunikasi Informasi Kebudayaan dan Pariwisata (Dishubtelinfobudpar) Kabupaten Sekadau tahun ini melanjutkan pembangunan uji kelayakan kendaraan (KIR). Dengan begitu, uji KIR kendaraan nantinya akan lebih mudah bila warga hendak menguji kelaikan kendaraan bermotor karena tersedianya di Sekadau ke depan. Pelaksana tugas Kepala Dishubtelinfobudpar Kabupaten Sekadau H Khandra Asmarahady, mengatakan Pemkab sudah mulai membangun lokasi uji KIR kendaraan yang terletak di Ja-

lan Sekadau-Sanggau tahun ini. Selanjutnya penambahan fasilitas untuk uji KIR kendaraan akan dilanjutkan pada 2013, hingga rampung. “Fasilitas Uji KIR kendaraan itu dibangun dari dana daerah dan dibantu pusat, tahun ini sudah mulai pembangunannya, kita target 2015 sudah rampung termasuk SDM pengelola,” ucap Khandra, beberapa waktu lalu. Menurutnya, pengujian kendaraan memang penting dilakukan. Selama ini masyarakat Sekadau sebagian besar masih menguji kendaraan di daerah lain, karena Pemkab Sekadau masih memiliki dana terbatas untuk membangun fasilitas KIR sendiri. “Semoga saja dengan tersedianya KIR di Sekadau

akan mempermudah pengujian kendaraan,” timpalnya. Sebelumnya memang ada keluhan dari masyarakat Sekadau beberapa waktu lalu berkaitan dengan belum adanya uji kendaraan di daerah ini. Menanggapi hal tersebut, Khandra mengatakan Pemkab Sekadau berupaya mencari jalan keluar dari permasalahan tersebut, akhirnya dibangunlah fasilitas uji KIR kendaraan walaupun sekarang belum rampung. Khandra menyarankan kepada warga di Sekadau yang hendak menguji kendaraan mereka dapat menumpang di daerah lain sementara menunggu fasilitas uji kendaraan di Sekadau rampung. “Boleh menumpang di Kabupaten lain jika ada ma-

syarakat kita yang mau uji kendaraan, tidak ada larangan, sementara menunggu uji KIR kita beroperasi,” sarannya. Selain itu, Khandra mengatakan tahun ini Dinas Perhubungan Telekomunikasi Informasi Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sekadau sudah mengirim dua tenaga dari Pemkab yang di sekolahkan ke Luar daerah di Bali untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia pengelola. Dengan begitu, setelah kembali ke Sekadau menjalankan tugasnya, tenaga ahli sudah siap dipakai. Pengujian kendaraan bermotor disebut juga uji KIR adalah serangkaian kegiatan menguji atau memeriksa bagian-bagian kendaraan bermotor, angkutan umum (Bus) kereta gan-

dengan, kereta tempelan dan kendaraan khusus dalam rangka pemenuhan terhadap persyaratan teknis dan layak jalan. Pelaksanaan Pengujian kendaraan bermotor di Unit PKB dan pemeriksaan dilakukan oleh Penguji yang memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh Pemerintah. Bagi kendaraan yang memenuhi kelayakan akan disahkan oleh pejabat yang ditunjuk akan diberi tanda uji. Upaya ini pengujian kendaraan dilakukan dalam rangka keseriusan Pemkab soal pelayanan Publik salah satunya uji kelayakan kendaraan ini. “Harapan kita selambat-lambatnya tahun 2015 KIR sudah benar-benar siap beroperasi, termasuk sumber daya pengelola nanti,” tandas Khandra. o


Senin, 4 Februari 2013

Warga Poring Pertanyakan Jaringan Listrik Belum Berfungsi Eko Susilo Borneo Tribune, Nanga Pinoh

Nilai anggarannya saya tidak tahu. Yang jelas nama perusahaan yang mengerjakan yakni CV. Tangkau Pontianak. Kita minta pihak perusahaan tersebut dapat memberikan kejelasan lah terkait hal ini

MESKI pembangunan jaringan listrik di Desa Poring, Kecamatan Nanga Pinoh sudah rampung sejak Desember 2012. Namun hingga saat ini, jaringan listrik tersebut belum juga difungsikan oleh pihak PLN, untuk dinyalakan dalam upaya pemenuhan listrik bagi masyarakat setempat. “Kita juga belum mendapat kejelasan, apa yang menjadi kendalanya. Sehingga listrik belum bisa dinyalakan di Desa Poring. Padahal, pembangunan jaringan sejauh lima Kilometer dari Desa Tanjung Sari menuju Desa Poring sudah selesai dikerjakan,” kata Kepala Desa Poring,Iyon, di Nanga Pinoh kemarin. Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa pembangunan jaringan listrik di Desa Poring merupakan proyek dari pusat. Sehingga tender proyeknya pun dilakukan di luar Kabupaten Melawi. Dirinya juga tidak mengetahui berapa anggaran pembangunan jaringan listrik masuk desa Poring tersebut. “Nilai anggarannya saya tidak tahu. Yang jelas nama perusahaan yang mengerjakan yakni CV. Tangkau Pontianak. Kita minta pihak perusahaan tersebut dapat memberikan kejelasan lah terkait hal ini,” harapnya. Pembangunan Jaringan listrik di Desa Poring dilakukan pada bulan Oktober 2012 dan selesai dikerjakan pada bulan Desember 2012. Selain itu juga, pihak terkait juga sudah meninjau langsung hasil pengerjaan jaringan untuk pengecekan arus. Tak hanya itu saja, dalam pembangunannya, masyarakat Poring sangat mendukung sekali karena memang sudah dinanti-nantikan sejak lama. “Masyarakat kita juga tidak ada yang minta ganti rugi lahan ataupun pohon karetnya yang ditebang untuk pembangunan jaringan listrik ini. Dengan harapan listrik bisa cepat masuk ke kampung. Nyatanya, belum juga ada. Padahal, dulu kami dijanjikan sebelum perayaan Natal, listrik sudah mengalir ke rumah warga, tapi nyatanya bohong,” kesalnya. Iyon berharap agar pihak terkait dapat segera memberikan penjelasan kepada warga Poring terkait belum dinyalakan listrik tersebut. Jangan sampai pembangunan jaringan dibiarkan begitu saja tanpa difungsikan. Karena bagaimanapun, masyarakat Poring juga siap membayar tagihan listrik setiap bulannya sama seperti konsumen PLN di wilayah lainnya. “Kami pun ingin seperti desa-desa lain yang sudah bisa menikmati listrik negara untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari selama 24 jam. Bertahun-tahun kami masih mengandalkan genset dan pelita saja,” pungkasnya. †

Sintang-Melawi

Borneo T Tribune

9

Tajudin Tutup Turnamen Bola di Kotabaru Eko Susilo Borneo Tribune, Nanga Pinoh TURNAMEN sepakbola bertajuk TJN Cup II di Kecamatan Tanah Pinoh resmi berakhir pada Sabtu lalu. Ketua DPRD Melawi yang juga menjabat sebagai Ketua KONI Melawi, Abang Tajudin menutup turnamen yang diikuti puluhan tim sepakbola dari berbagai kecamatan. Turnamen ini memperebutkan piala bergilir Abang Tajudin, sepatu emas dan sejumlah uang pembinaan beserta piala kepada juara I hingga juara IV. Turnamen ini digelar sekaligus dalam rangka memeriahkan HUT Pemkab Melawi ke-9 2013. Selain pertandingan sepakbola juga dilaksanakan pertandingan bola voli putri. Babak final sepakbola yang mempertemukan tim Lastura, Desa Landau Sadak, Sayan versus Persiloka dari Desa Loka Jaya, Tanah Pinoh. Lastura pun berhasil menjadi juara dengan skor 10 dan juara III diraih tim Tugu Indah Desa Madong Raya dan juara IV diraih tim Portugal Desa Bina Jaya. Sementara untuk tim terbaik adalah tim SMAN I Tanah Pinoh serta pemain terbaik sekaligus pencetak gol terbanyak adalah Deriy yang mencetak 12 gol dan berhak menerima hadiah sepatu emas. Untuk voli juara I diraih tim Guntur, Desa Suka Maju, juara II diraih tim AJC Desa Batu Gigi, juara III diraih tim Silver Desa Landau Siling dan juara IV diraih tim Hosana Desa Ribang Rabing. Ketua Panitia Penyelenggara kegiatan Darmadiyansyah mengucapkan terimakasih kepada seluruh masyarakat atas dukungan yang

Tajudin menyerahkan piala bergilir kepada juara dari TJN CUP II di Kota Baru. Foto Eko Susilo/Borneo Tribune telah sukses menyelenggarakan ajang penyaluran minat dan bakat generasi muda Melawi umumnya. Selanjutnya Darmadiyansyah berharap agar nilai kekeluargaan dan semangat gotong royong di Melawi melalui pertandingan-pertandingan sepakbola khususnya tetap terjaga, sehingga persatuan, kebersamaan dan keamanan di wilayah masing-masing penyelenggara turnamen selalu terbina demi mewujudkan Melawi yang berbudaya. Camat Tanah Pinoh H. Hamidun menyampaikan, dengan adanya turnamen seperti ini diharapkan akan menjadikan motivasi pada kalangan remaja di Melawi. Selain itu Hamidun sangat menyambut baik dengan

adanya turnamen sepakbola tersebut. “Dengan adanya turnamen sepakbola ini bertujuan untuk kompetisi dan teknik bermain lebih baik. Turnamen sepakbola ini harus berkelanjutan dan dapat melahirkan pesepakbola untuk menjadi bibit-bibit daerah Melawi,” ungkapnya. Dirinya juga berharap dari turnamen ini, dapat melahirkan bibit baru atlet sepakbola di Melawi dan dapat diharapkan pula agar dapat menciptakan tali persaudaraan yang tinggi karena perlu diketahui bahwa kekuatan masing-masing tim dilatarbelakangi dengan berbagai macam perbedaan dalam melaksanakan turnamen tersebut.

“Pemerintah Kecamatan Tanah Pinoh wajib memberi apresiasi kepada pak Abang Tajudin sebagai pewaris sekaligus putra asli daerah Melawi dapat mengimplementasikan pikiran untuk melaksanakan turnamen sepakbola untuk membangun daerah ini dalam bidang olahraga terutama sepakbola,” ujar Hamidun. Sementara itu Abang Tajudin yang juga Ketua KONI Melawi mengatakan, bahwa turnamen tersebut merupakan sebuah kepedulian terhadap dunia olahraga dan yang terpenting juga adalah terdongkraknya ekonomi masyarakat Pedagang Kaki Lima (PKL) selama turnamen tersebut di gelar. Selain itu kata Tajudin, turna-

men ini merupakan sebuah wadah para atlet sepakbola untuk dapat mengaktualiasikan dan membangun bakat yang dimiliki atlet sehingga diharapkan agar memanfaatkan waktu tersebut dengan sebaik-baiknya. “Melihat geliat dan partisipasi masyarakat dalam kegiatan olahraga tersebut sehingga ke depan, akan direncanakan pembangunan gedung tribun penonton di seluruh desa secara bertahap untuk memberikan motivasi baru kepada pemuda-pemudi di Melawi untuk menyalurkan minat dan bakat mereka untuk bisa bertanding di berbagai even di luar daerah Melawi dengan potensi dan bibit yang unggul,” pungkasnya. †


Senin, 4 Februari 2013

Kapuas Hulu

Borneo T Tribune

10

Areal Pertambangan Kapuas Hulu Capai 543.414 Hektar “

Timotius Borneo Tribune, Putussibau

Investasi swasta di bidang pertambangan selama ini dengan penggunaan bahan galian golongan C H Mukhlis FOTO Timotius/Borneo Tribune

KEPALA Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Kapuas Hulu Drs H Mukhlis mengatakan luas lahan pertambangan di Kabupaten Kapuas Hulu mencapai 543.414 hektar, yang dikelola 71 perusahaan yang berbeda dan tersebar di seluruh Kabupaten Kapuas Hulu.

“Investasi swasta di bidang pertambangan selama ini dengan penggunaan bahan galian golongan C,” jelasnya, beberapa waktu lalu. Mukhlis memaparkan bahwa untuk pertambangan jenis tambang batu bara terdapat 42 perusahaan dengan luas areal 313.772 hektar. Terdiri dari jenis emas sebanyak 17 perusahaan dengan luas areal 194.617 hektar, jenis

tambang antimony sebanyak 7 perusahaan dengan luas areal mencapai 22.095,70 hektar. Kemudian jenis tambang biji besi sebanyak 2 perusahaan dengan luas areal 9.436 hektar, mengusahakan air raksa hanya 1 perusahaan dengan luas areal 1000 hektar, jenis tambang tembaga sebanyak 1 perusahaan dengan luas areal 1978 hektar, mengusahakan tanah

hitam sebanyak 1 perusahaan dengan luas areal 516 hektar. Namun menurut Mukhlis dari 71 perusahaan tersebut hanya 8 perusahaan yang tahap operasi produksi, sedangkan 63 perusahaan lainnya baru tahap ekplorasi. “Baru delapan perusahaan, yang dalam tahap operasi produksi, yang lainnya belum,” cetus Mukhlis.

Meskipun demikian Mukhlis bertekad dan akan mengupayakan melalui sektor pertambangan tersebut dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). “Kita tetap berupaya meningkatkan PAD melalui sektor pertambangan ini. Untuk itu perlu dukungan dan kerjasama semua pihak terlebih lagi dukungan masyarakat,” pintanya. †

Bangun Terminal Standar Internasional di Perbatasan DENGAN Soft Launching Pos Pemeriksaan Lintas Batas (PPLB) Nanga Badau pada tahun 2012 lalu, arus keluar masuk orang semakin hari semakin meningkat. Hanya saja hingga saat ini di Kecamatan Badau sendiri belum memiliki terminal yang berstandar internasional, padahal keberadaan PPLB tersebut sudah membuka akses kedua negara antara Indonesia-Malaysia. “Sudah saatnya pemerintah pusat memikirkan pembangunan terminal yang berstandar internasional. Jangan sampai kondisi terminal yang saat ini tidak kunjung diperhatikan, tampak semraut dan tidak tertata, dan tidak layak

Jika untuk dibangun melalui APBD nampaknya cukup berat, dan ini sudah kewenangan pemerintah provinsi dan pusat untuk daerah perbatasan. Kami hanya melakukan koordinasi

Timotius Borneo Tribune, Putussibau

untuk dijadikan persinggahan bertaraf internasional,” kata Antonius Ringga, salah satu warga Nanga Badau, Minggu (3/2). Menurut Ringga, bahwa

dalam memperhatikan daerah perbatasan memerlukan keseriusan pemerintah, sebab masih banyak yang harus dibangun dan dibenahi. Meskipun saat ini infrastruktur jalan sudah diperhatikan dan PPLB sudah dibuka bukan berarti pembangunan stop berjalan. Justru pemerintah harus memikirkan perkembangannya ke depan termasuk sarana dan prasarana pendukung lainnya, salah satunya yaitu terminal. Hal senada juga pernah dikatakan RA Sungkalang Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Kapuas Hulu yang mengatakan bahwa, dengan dibukanya PPLB Nanga Badau sudah menyangkut arus keluar masuk orang, dan untuk bongkar muat barang. Sungkalang menilai saat ini kondisi Nanga Badau terkesan kumuh mulai dari sekitar terminal dan disekitar pusat Kecamatan Badau. “Saya rasa ini sangat penting menjadi perhatian mengingat Badau itu dijadikan pusat keluar masuknya orang dan barang dari dalam dan luar negeri. Di mana wibawa bangsa kita apabila penataan daerah perbatasan saja tidak diperhatikan,” jelasnya.

Ditambahkan Sungkalang, untuk pembangunan terminal berstandar internasional tidak hanya di pusat Kecamatan Nanga Badau. Tetapi, lanjutnya, mesti juga dibangun terminal transit yang harus berstandar internasional pula dan itu menurutnya sangat strategis jika dibangun di Mataso Kecamatan Embaloh Hulu. “Jika untuk dibangun melalui APBD nampaknya cukup berat, dan ini sudah kewenangan pemerintah provinsi dan pusat untuk daerah perbatasan. Kami hanya melakukan koordinasi,” pungkasnya. †

Gallery

Kerawing Menerima pesanan & menjual : hasil tenunan daerah/ kerajinan, berupa pakaian adat, anyaman dan lukisan Putusibau SISKA Hp. 081257159998

PT. BUMI BORNEO CEMERLANG

Telp. 0561-577868 Jl. Gaj ahma da N o. 3 P ont ianak Gajahma ahmada No Po ntianak Email: aria_tur@yahoo.com Penerbangan Pontianak - Jakarta BATAVIA : 5x penerbangan dalam sehari ( z07.05 z07.55 z11.10 z14.35 z16.00 ) SRIWIJAYA : 4x penerbangan dalam sehari ( z07.00 z07.55 z11.55 z15.50 ) LION AIR : 3x penerbangan dalam sehari ( z07.30 z11.35 z15.30 )

GARUDA : 3x penerbangan dalam sehari ( z08.00 z12.55 z17.35 ) Penerbangan PTK - JOGJA & PTK - SURABAYA BATAVIA : 1x penerbangan dlm sehari (pukul : 14.45)

PALAPA TAXI

PONTIANAK - SINGKAWANG (PP) PONTIANAK SINGKAWANG

Jl. Arteri Supadio Ruko No. 1-2

Jl. Niaga No. 25

0561-717 8888 0562-333 9999 0821 4876 8888 0821 4876 9999 ARMADA INNOVA & YARIS ARMADA INNOVA & YARIS JAM JAM BERANGKAT :

BERANGKAT:

05-07-08-09-10-11-13-14-15-16-17-19.00 WIB 05.00 - 08.00 - 11.00 - 14.00 - 17.00 - 19.00

Distributor Aspal Shell (Drum) Pen 60/70, Berat Bersih : 154 Kg

Kondisi terminal Nanga Badau yang saat ini sudah tidak layak lagi digunakan untuk hubungan arus persinggahan bongkar muat barang antar negara. Foto: Dokumentasi/Borneo Tribune

Pengerjaan Jalan Kabupaten Tidak Bisa Tuntas Sekaligus Timotius Borneo Tribune, Putussibau KEPALA Dinas Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Kapuas Hulu Ana Mariana mengatakan Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu tidak bisa menangani jalan yang berstatus jalan kabupaten secara sekaligus. Pasalnya mengingat jalan di23 kecamatan dengan luas wilayah dan panjang jalan tidak sebanding dengan kemampuan APBD Kabupaten Kapuas Hulu. “Tidak bisa kita kerjakan secara sekaligus mesti bertahap, dana APBD kita tidak mampu. Syukur-syukur jika dapat dibantu dari dana pusat,” ucap Ana, belum lama ini. Dikatakan Ana, untuk menjadikan infrastruktur

jalan dan jembatan menjadi mulus itu tidak seperti membalikan telapak tangan. Menurutnya, masyarakat juga harus memahami kondisi dan kendala lain yaitu masalah dana. “Infrastruktur jalan kita memang masih memerlukan perhatian serius, namun tidak bisa sekaligus. Kami terpaksa melihat skala prioritas belum bisa semuanya kita perhatikan,jadi saya harap masyarakat bersabarlah,” cetusnya. Sementara itu, dijelaskan Ana, khusus untuk jalan di daerah perbatasan terutama Puring Kencana,saat ini sudah teranggarkan melalui APBN melalui dana pusat, karena menyangkut daerah perbatasan. Dengan adanya APBN tersebut, kata Ana, sudah sangat membantu Peme-

rintah Kabupaten Kapuas Hulu, sebab jika menunggu dana APBD tidak akan bisa tuntas sekaligus. “Kami akan terus berusaha untuk memperhatikan infrastruktur baik itu jalan dan jembatan. Kita bertekad seluruh kecamatan di Kabupaten Kapuas Hulu ini bisa diakses juga melalui jalan darat, terutama Kecamatan Bunut Hilir dan Kecamatan Embaloh Hilir yang selama ini hanya bisa diakses melalui jalur sungai dan saat ini prioritas penuntasan jalan untuk dua kecamatan tersebut,” ucapnya. Meskipun demikian, menurut Ana, bukan berarti pihaknya tidak memperhatikan pembangunan yang lain.Tidak bisa dilakukan sekaligus, tetapi bertahap. †

IKLAN BARIS Dijual

Dicari

Peluang Usaha

Rumah Permanen. Jl. Purnama Komp. Dinasti Indah Blok B No. 14 Ptk. Ukuran Tanah 10 x 18 m2, Ukuran Bangunan 9 x 15 m2. Hub:085252015279

SGR, Guru PAUD/TK, Bersedia Ikut Diklat, Lgsg Penempatan, Hub. Jl. Pancasila No. 207 Telp. 761562

BISNIS FOREX! Daftar hr ini, besok psti dpt Profit (7% selama 100 hr) www.forexal.com SMS “PETUNJUK” Hp.087885563999 T.07789645034

Dijual Bangunan Dijual cepat eks. kantor, sertifikat, 2 lt, Jl. Nurali No. 2, Hub. 081384151188 tnp perantara.

Peluang Bisnis INVESTASI EMAS! Hari ini daftar mulai besok Dpt PROFIT (7%/hari) www.forecashier.com/ID.000833 /SMS “MINAT”.Hp.087775210833

Dijual Tanah

Peluang Bisnis

Jln.Purnama I Gg. Purnama Indah 1 No. 21. Menuju Komplek Dinasti Indah. Uk. 16 x 27 m. Bangunan L 14,5 m, P 18,5 m. Hub. Bpk. Gusti Hp. 081256983336

Bisnis Forex! Modal Min Rp.300rb, Profit Besar, Cek UTK Pns, Pensiunan dll. Info www. inforexal.com, SMS “MINAT” Hp. 087885563999

DIJUAL CEPAT TANAH SHM, tanpa perantara. * Jl. Gusti Situt Mahmud, Gg. Selat Makasar, Siantan (blkng BPAS) LT 1000 m2 Rp. 300 jt (nego). Hub. 0819 565 2794/0561 700 4977

Gallery Kost. Menerima Pria & Wanita Fasilitas Air & Listrik dan lain-lain. Jl. Diponegoro No. 9 Telp. 0562-3320424 SKW

Dijual tanah, 364 M 2, Jl. Danau Sentarum, Gg. Wonosobo, 50 Juta. Hub. Sri 081352269380 Dijual tanah, jl. Ujung Pandang, luas 4114 m2 sertifikat, Hub. 081384151188 tnp perantara.

Kost

Taxi CV. TEGAR PRATAMA TRANSPORT Melayani Antar Jemput Penumpang Jl. Kalimantan No. 24B 0562-640029/641366 SINGKAWANG Jl. Imam Bonjol Gg. Tnjng Sari No. 36 0561-747211/749025 PONTIANAK INNOVASI TAXI. Melayani Antar Jemput. Jl. Tua Pekong No.24 Singkawang, (0562)3309800, Jl. A. Yani (RM. Bertagis) Pontianak Telp. (0561) 7015100, (0561) 7157000

Disewakan Disewakan gudang 2 pintu, luas + 250 m2 dan 200 m2, cocok utk kndraan bermotor, alat telekomunikasi, di Jl. Adisucipto. Hub 081384151188 tnp perantara.

Iklan Baris:

1 baris / hari Rp. 6.000,-


Teras Borneo Tribune

Senin, 4 Februari 2013

Soksi Tekad Wujudkan Welfare State

Ketika Para Penjinak Api Mendapat Paket Imlek ada di Kota Pontianak, Kabupaten Kubu Raya, Kabupaten dan Pontianak. Pemadam Kebakaran Sungai Raya mendapatkan 40 dus paket imlek, Badan Pemadam Api Jungkat 40 dus, Pemadam Kebakaran Sungai Ambawang 25 dus, Unit Pemadam Kebakaran Gotong Royong 80 dus, Pemadam Kebakaran Siaga 20 dus, Pemadam Kebakaran Bhakti Raya 60 dus, Pemadam Kebakaran Mandiri 35, Aloy wakili Lan Pu Pan 54 dus, BPAS Unit III 60 dus, dan Pengurus Sehati 70 dus, serta beberapa pemadam kebakaran swasta juga mendapatkan paket imlek ini sesuai dengan jumlah anggotanya. Satu persatu pemadam kebakaran antrian dan memuat paket imlek diatas mobil operasionalnya. Tampak kecerian dari raut wajah para anggota penjinak api sesaat menerima paket imlek ini. “Terima kasih atas perha-

tian Pak Ateng atas paket imleknya ini,” kata Wakil Ketua UPK Gotong Royong Cong Nyuk Choi sesaat menerima paket imlek. Senada dengan Cong Nyuk Choi, Ketua Pemadam Kebakaran Mandiri Bong Ciap Jung juga mengucapkan terima kasih kepada Pak Ateng atas paket imleknya. “Kami terima paket ini setiap tahun, dan ini bentuk kepedulian Pak Ateng terhadap pemadam kami,” jelas Bong Ciap Jung. Sementara itu, Ateng Tanjaya yang juga mantan Ketua BPAS tahun 19841994, walau sekarang ini sudah tidak terlibat secara langsung dalam organisasi pemadam kebakaran, namun panggilan jiwa tetap melekat, sehingga sulit meninggalkan aktifitas sebagai penjinak api. “Orang tua saya telah menanamkan teladan jiwa sosial kepada kami. Kami menjalankan teladan ini. Orang tua kami mengajar-

kan kami untuk membantu sesama,” kata Ateng Tanjaya. Dikatakan olehnya, dalam merayakan hari raya imlek, masih kata Ateng Tanjaya yang juga Ketua Forum Kebakaran Kota Pontianak merupakan momen yang paling tepat dalam berbagai kasih. Tanggung jawab dan kewajiban seorang pemadam kebakaran lebih banyak susahnya dibandinkan dengan enaknya. “Tertolong tidak dipuji, tidak tertolong dicaci maki. Jadi anggota pemadam, saat mobil mulai star, sudah dicaci terlambat,” ujarnya. Dijelaskan olehnya lagi, paket imlek yang dibagikan kepada pemadam kebakaran swasta ini merupakan partisipasi keluarga besar Ateng Tanjaya yang disalurkan oleh Rudi Halim. Pemadam Kebakaran swasta yang menerima paket ini merupakan pemadam kebakaran di Kota Pontianak sebagian, Kubu

Raya, dan Kabupaten Pontianak. “Kami sadari, kemampuan kami terbatas, sehingga tidak semua pemadam kebakaran dapat kami salurkan paket imlek ini. Saya mohon maaf bagi pemadam kebakaran yang belum mendapatkan paket imlek ini,” ucapnya. Pemadam kebakaran swasta bajunya boleh beda, tapi hati yang dimiliki oleh para anggota Pemadam kebakaran swasta adalah sehati, dan anggota tidak digaji, begitu ada musibah kebakaran mereka langsung berangkat. “Ini salah satu bentuk kepedulian. Mereka bekerja selama 1 tahun. Ini adalah air penyejuk ‘sebagai pendingin,” ingatnya. Dirinya juga berharap, semua pemadam kebakaran swasta yang ada saat ini harus terus meningkatkan semangat pengabdian tanpa pamrih dalam mengabdikan diri sebagai penjinak api.

liki. Jika sekarang ini semangat mereka miliki adalah semangat 45, maka, kelak jika buku sudah terbit, semangat mereka akan menjadi semangat 90. Saya merasa ‘gah’ dan bangga melihat apa yang dicapai sekarang ini. Bangga melihat hasil karya itu. Saya juga memiliki optimisme. Saya seperti melihat bibit-bibit unggul di sini, yang kelak akan tumbuh dan berkembang menjadi orang besar di kemudian hari. Saya juga bangga, karena, dibandingkan apa yang saya saksikan di MTsN2 Pontianak -sebuah sekolah pilihan. Saat dilakukan kampanye kepenulisan di sana, hasil tulisan siswa di MTs swasta ini tidak kalah jauh -kalau pun bukan setara. Beberapa di antara kar-

ya anak-anak yang saya baca sudah bisa dinikmati dengan asyik. Kampanye kemarin baru dilakukan di satu kelas. Mudah-mudahan di lain waktu, kelas-kelas lain juga bisa digarap. Harapan saya perkembangan siswa di sekolah ini bergerak beriringan antara satu kelas dengan kelas yang lain. Mudahmudahan para guru, kepala sekolah, tetap memperlihatkan semangat mereka dalam soal ini hingga harapan kesetaraan bisa terwujud. Lebih dari itu, saya berharap sekolah-sekolah lain juga memiliki panggilan untuk melakukan hal yang sama: menggarap potensi menulis anak dengan maksimal. Bukankah keinginan kita bersama melihat anakanak kita menjadi anak yang sukses?

juga muncul dari Desa Sui Kupah. “Kami harapkan beliau maju karena kami inginkan adanya perubahan. Karena selama ini di tempat kami kondisi pembangunan masih memprihatinkan terutama seperti jalan poros yang masih rusak,” ujar Ahmad. Ia juga mengharapkan di PDIP sendiri tidak ada dualisme pencalonan seper-

ti adanya David Maryansyah yang juga ingin maju. “Kami tidak mengenal figur yang lain seperti Pak David. Karena kami lihat belum familiar dan dikenal masyarakat. Manalagi ia bukan lah warga dari Kubu Raya. Sudah pasti tidak tahu kondisi permasalahan yang ada di Kubu Raya. Yang jelas figur Pak Jiwo harga mati,” tegasnya. Dukungan juga disampaikan Suryanto perwakilan masyarakat dari Desa Jeruju Besar. Pembangunan infrastruktur lagi-lagi menjadi sorotan utamanya mengingat desa tersebut masih minim. “Dengan majunya Pak Jiwo kami berharap ada perubahan untuk di desa kami. Apalagi, beliau dekat dengan Pak Cornelis, Ketua PDIP Kalbar juga Gubernur Kalbar. Otomatis nanti bisa membantu mengucurkan dana pembangunan dari provinsi di tempat kami. Karena tidak mungkin juga berharap dari dana Kubu Raya yang terbatas,” tuturnya. Sementara Effendi dari Tanjung Saleh menegaskan akan menggalang massa untuk mendatangi DPC PDIP Kubu Raya meminta Sujiwo untuk maju. “Kami akan menggalang massa di masyarakat mendesak agar Pak Jiwo maju menjadi bupati. Karena kami tahu beliau orangnya peduli dan dekat dengan masyarakat. Apalagi, waktu di pilkada lalu, dukungan untuk Pak Jiwo hampir 50 persen,” ucapnya. Desa Pal IX juga sepakat menyatakan dukungan terhadap Sujiwo maju pada pencalonan bupati di Pemilukada 2013. “Pak Jiwo harga mati. Kami tidak mencalonkan figur lain. Beliau kami lihat layak untuk menjadi pemimpin. Kubu Raya harus ada perubahan. Pak Jiwo lah yang kami harapkan bisa untuk melakukan perubahan itu,” tegasnya.

Bersama Siswa MTs Al-Ma’arif “Kami minta Club Menulis datang agar bisa membimbing anak-anak menulis,” begitu katanya sewaktu mengajukan permintaan agar kami datang ke sekolah ini. MTs Al-Ma’arif adalah salah satu sekolah yang perkembangannya cukup pesat. Setidaknya, dibandingkan tahun 2000-an awal, perubahan sekolah ini sangat mencolok. Bangunannya bertambah. Jumlah muridnya juga bertambah. Menurut Bu Yuni, sekolah ini adalah MTs swasta yang memiliki siswa terbanyak di Pontianak. Ternyata perkembangan fisik sekolah itu diiringi dengan (atau disebabkan oleh?) semangat di kalangan guru. Guru bersemangat membimbing anak untuk melihat kualitas mereka. Bu

Yuni dan guru-guru yang lain berusaha agar perkembangan anak di sekolah ini bisa maksimal. Saya yakin usaha ini berhasil. Saya melihat semangat para siswa dalam belajar. Saat kampanye kepenulisan berlangsung, siswa menunjukkan mereka antusias untuk menerima sesuatu yang baru. Mereka duduk dengan tertib, dan mendengarkan apa yang disampaikan dengan tenang. Mereka mengikuti arahan mentor dan kemudian menghasilkan tulisan. Kini tulisan itu sedang dalam proses komputerisasi. Jika tidak ada halangan, beberapa pecan ke depan, tulisan-tulisan itu sudah akan menjadi buku. Sudah pasti buku ini akan menambah lagi semangat yang sudah mereka mi-

Sujiwo Harga Mati beliau juga harus maju lagi,” kata Zainuri dari Desa Sui Kakap, Sabtu (2/2). Apalagi, ia melihat Sujiwo sosok yang peduli terhadap masyarakat. Terbukti, meskipun ia kalah dalam pertarungan pilkada lalu, namun masih ada perhatian hingga kini selaku Ketua DPRD menganggarkan untuk pembangunan. Nada yang sama dilontarkan Abdullah dari

Desa Sui Belidak. “Pembangunan infrastruktur menjadi perhatian serius beliau. Sering kali ada bantuan yang diberikan untuk di desa kami. Apalagi, Sui Belidak satu-satunya desa di Kecamatan Sui Kakap yang memenangkan Pak Jiwo waktu pilkada lalu,” tuturnya. Desakan Sujiwo untuk menjadi bupati Kubu Raya

11

Minggu, (3/2) kemarin. Langkah awal yang dilakukan adalah menggaet pekerja mulai dari PKL hingga produksi rumahan bergabung untuk diberikan pelatihan sekaligus modal. Usaha-usaha kreatif yang mulai menjadi bidikan Soksi Kalbar seperti pedagang menengah ke bawah dengan dibantu permodalan. Ketua Depidar XVI Soksi Kalbar Kamarudin Sjam usai pembukaan Rakerda menegaskan, Soksi telah melakukan kerjasama dengan bank dalam membantu permodalan tanpa agunan. Tujuannya tak lain dalam upaya meningkatkan kesejahteraan rakyat. Selain itu, Kamarudin juga menyampaikan, Soksi dalam waktu dekat akan membawa beberapa warga Kalbar ke Provinsi Bali untuk mengikuti pelatihan dan cara budidaya lele. Dalam hal sosial, Soksi tak lagi diragukan dalam keiuktsertaannya. Tak hanya di daerah, namun di Soksi Pusat juga ikut bergerak dalam memberikan bantuan sosial. Seperti pada banjir yang melanda ibukota Jakarta beberapa waktu lalu. Ade juga menyampaikan bagaimana hubungan antara Soksi dan Partai Golkar. Merupakan dua unit yang tak bisa dipisahkan. Soksi

memiliki peran besar dalam mengembangkan sayap partai pimpinan Abu Rizal Bakrie yang digadangkan menjadi Calon Presiden 2014 mendatang. “Sejalan dengan semangat program catur bangkit, Soksi akan berjuang mewujudkan welfare state. Negara kesejahteraan. Dengan program dan kerja-kerja nyata hingga ke lapisan masyarakat paling bawah kita akan mencapai tujuan tersebut.” Sejurus dengan dekatnya pemilu dan pilpres, Soksi sebagai organisasi terus bekerja, khususnya dalam memberikan dan menjadikan wadah bagi para karyawan. Baik dalam upaya tuntutan hak, dan terobosan baru dalam dunia usaha. “Cita-cita mewujudkan negara sejahtera tersebut tentu akan lebih mungkin dicapai jika Partai Golkar mendapat kepercayaan untuk memimpin bangsa ini,” tegas Ade mempertegas statemennya. Ade Komarudin juga menyebutkan dalam sambutannya terkait kasus Benua Indah Grup di Ketapang, Kalbar yang hingga saat ini hak karyawan belum dipenuhi. Dalam hal ini, Ade mengatakan akan mengadvokasi para buruh tersebut agar haknya didapat dari perusahaan bersangkutan.

“Soksi merupakan ormas tua dan telah dikenal banyak orang. Sebab telah banyak organisasi dan forum yang bekerjasama dengan Soksi,” ungkapnya. Selain Ade yang punya keinginan kuat membangun masyarakat sejahtera melalui kerja Soksi, Kamarudin Sjam turut berbicara soal kesejahteraan yang masih jauh dari panggang. Karenanya, Sjam mengajak seluruh kader Soksi untuk berperan serta dalam melakukan gerakan pencapaian kesejahteraan, baik buruh, karyawan, maupun usaha kecil. Pada kesempatan yang sama kemarin, Kamarudin Sjam juga dilantik sebagai tim pemenangan Abu Rizal Bakrie (ARB) dalam pencalonan menuju kursi presiden tahun 2014. Terkait hal ini, Ade Komarudin mengatakan dibentuknya tim pemenangan pilpres di tubuh Soksi agar terbantu dalam mensosialisasikan sosok ARB ke tengah masyarakat Kalbar. Soal amanah tersebut, Sjam mengatakan dengan penuh kesiapan dan akan bekerja melaksanakan amanah yang diberikan kepadanya. “Kami tentunya akan bekerjasama dengan partai, caleg, dan lainnya dalam hal ini,” ujarnya.

BPD Hipmi Kalbar Tuan Rumah Rakernas Hipmi Kalbar harus bersaing dengan dengan 2 Provinsi BPD Provinsi Sumatera Barat dan Jawa Timur, dan Provinsi Jatim tidak hadir dalam proses penetapan dan paparan dalam penentuan tuan rumah, akhirnya proses penetapan hanya dihadiri 2 BPD Hipmi, yakni BPD Hipmi Sumbar dan BPD Hipmi Kalbar. “BPD Hipmi Kalbar ditetapkan lewat voting. Dan 31 suara untuk BPD Kalbar, 19 suara untuk BPD Sumbar,” kata Ketua I BPD Hipmi Kalbar, Nugroho Hendra Eko Putra, Minggu (3/2) saat konfrensi pers di Hotel Aston. Dikatakan olehnya, Rakernas Hipmi ini akan dilaksanakan sekitar awal bulan Juni dan bertepatan dengan HUT ke 41 Hipmi dan

tanggal pelaksanaan belum bisa ditentukan karena masih menunggu BPP dan Protokol Kepresiden. “Rakernas kan menhdirkan senior-senior HIPMI,” jelasnya Sementara itu, Sekretaris BPD Hipmi Kalbar Rizal Edwin mengatakan, Rakernas ini merupakan momentum emas bagi BPD Hipmi Kalbar bisa menjadi tuan rumah, dan dirinya berharap peran serta dan dukungan masyarakat serta pemerintah akan memberikan efek sangat besar. ÿ “Hadirnya pengusahapengusaha besar di Indonesia, dan sekaligus membuka peluang investasi bagi Provinsi Kalbar dan memberikan efek bagi masyartakat,” kata Rizal Edwin. Disamping itu, Rakernas ini juga akan menjadi tolak

ukur bagi BPD HIPMI Kalbar untuk bergerk bersama daerah. Ini jadi sprit bersama, dan BPD Hipmi Kalbar dapat maju. “Jumlah peserta diperkitrakn 1.500 orang dari seluruh Indonesia,” ujarnya. Manfaaat Rakernas HIPMI sangat besar sekali, dari pandangan ekonomi, efeknya cukupnya signifikan, karena ribuan peserta dari luar Provinsi Kalbar akan menikmati peluang ini. “Ini langsung dirasakan masyarakat,” jelasnya. Mantan Ketua Umum BPD Hipmi Kalbar Iwan gunawan, mengatakan Rakernas Hipmi adalah amanah organisasin dan kegiatan terprogram dan jadi primadona bagi BPD untuk diperebutkan oleh BPD Hipmi se Indonesia.

Awas, Pencuri Mobil Beraksi di Pontianak! yang ada di dalam mobil korban, yakni berupa satu unit Nokia, satu unit Blackberry Gemini. Dan atas kejadian pencurian tersebut, korban pun melaporkan kejadian ini ke Polresta Pontianak, yakni dengan nomor LP/492/II/ 2013. Mendapat laporan ini, Polresta Pontianak langsung melakukan olah TKP terakit kejadian tersebut, kemudian melakukan penyelidikan berserta saksi - saksi, terutama saksi korban. Dan karena di dalam mobil tedapat dua unit telepon genggam milik korban, kepolisian langsung melacak keberadaan nomor dua unit nomor HP tersebut, dan tenyata keberadaan dua nomor HP tersebut sudah berada di Kabupaten Ketapang, yakni tepatnya di Rumah Makan. Mengetahui keberadaan pelaku di Ketapang, Polresta Pontianak langsung melakukan koordinasi

dengan Polres Ketapang, guna menangkap pelaku yang sedang berada di salah satu rumah makan di Ketapang tersebut. Akhirnya anggota Polres Ketapang pun meluncur ke rumah makan yang disinggahi pelaku, dan ternyata benar terdapat Mobil Suzuki CRV KB 1944 XY, dan setelah selesai makan, Suardi yang merupakan pelaku hendak melanjutkan perjalanannya, dan ketika sudah berjalan menggunakan mobil curian tersebut. Anggota kepolisian langsung membututinya dari belakang, dan anggota langsung menghentikan Suardi beserta mobil curiannya. Setelah berhasil membekuk Suardi, anggota langsung menggiring tersangka dan barang bukti di Polres Ketapang, dan hendak mengirimnya ke Pontianak guna menjalani proses hukum lebih lanjut. Kasat Reskrim Polresta

Pontianak Kompol Puji Prayitno S.Ik, membenarkan kejadian, dan menurutnya aksi pencurian mobil di Kota Pontianak, baru pertama kali ini terjadi, dan pihaknya saat ini sedang menunggu kedatangan tersangka guna melakukan pemeriksaan, tekait modus pencurian mobil ini. “Kita meminta masyarakat waspada karena aksi pencurian di Kota Pontianak, bukan hanya pencurian terhadap sepeda motor, melainkan terhadap mobil juga sudah ada, bahkan kejadian ini terjadi di Hotel Transera Pontianak,” ungkap Puji. Maka dari itu, lanjut Puji, Ia selalu meminta masyarakat untuk waspada, yakni tidak lengah dan lalai apabila memarkirkan kendaraan, dan jika kendaraan roda dua gunakan lah kunci ganda, dan untuk roda empat gunakan alarm serta alat ganda untuk mengantisipasi pencurian.

Potret Buram Perbatasan ngetahui kebutuhan air bersih itu dibangun dari dana APBD Provinsi Kalbar. Namun dana tersebut sepertinya kurang kunjung datang ke warga perbatasan Indonesia. Sehingga warga kecamatan selalu mengandalkan alam bahkan mungkin air dari Malaysia, demi memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Warga di Kecamatan Nanga Badau serta beberapa kecamatan lain memang membutuhkan banyak kucuran dana untuk keperluan air bersih masyarakat setempat. “Seharusnya Pemprov Kalbar mengupayakan pa-

sokan air bersih dapat terlayani dengan baik. Minimal di sini dibangun semacam UPT PDAM yang sifatnya melayani warga perbatasan Indonesia. Kasihan masyarakat. Namun kita upayakan dalam waktu dekat untuk berkoordinasi. Bisa saja kita mengambil langkah memanggil Dinas PU Provinsi Kalbar terkait permasalahan serius ini,” tegas AliAkbar, saat melakukan kunjungan kerja ke daerah perbatasan Provinsi Kalbar, baru-baru ini. Legislator PPP ini menambahkan, keluhan masyarakat tentang air bersih di da-

erah perbatasan memang sudah lama. Namun semua tidak dapat berbuat banyak karena mungkin keterbatasan dana. Masalah di wilayah perbatasan tak hanya air bersih, persoalan infrastruktur jalan dan jembatan juga menjadi persoalan bersama. “Beragam persoalan ini tentu perlu segera dicarikan solusi konkret sehingga masyarakat di kawasan perbatasan Provinsi Kalbar tidak terus menerus menderita. Kita akan tetap konsisten memperjuangkan nasib mereka,” lugasnya. (Andry/ Borneo Tribue)


CMYK

Seremonial www.borneotribune.com

Borneo Tribune

12

Senin, 4 Februari 2013

Anggota Bhakti Marga Peng Terima Angpao Andika Lay Borneo Tribune, Pontianak “SEDERHANA, tidak ada yang istimewa, hanya terasa keakraban dan penuh dengan kekeluargaan didalam Sekretariat Perkumpulan Marga Peng. Beberapa sisi ruangan terlihat sudah rapi dan dihiasi berbagai dekorasi bernuansa imlek 2564 membuah pagi menjelang siang yang begitu sejuk dan dibawah rintik hujan, anggota bhakti Perkumpalan Marga Peng berkumpul untuk mendapatkan angpao imlek. Pembagian angpoa untuk merayakan imlek oleh Pengurus Perkumpulan Marga Peng sebagai bentuk penghargaan atas upaya dan usaha yang dikorbankan anggota bhakti Perkumpulan Marga Peng dalam memberikan pelayanan dan pengurusan Pemakaman bagi keluarga marga Peng yang meninggal dunia dan dihantar ke pemakaman Perkumpulan Marga Peng, Minggu (3/2), sebanyak 25 anggota Perkumpulan Marga Peng menerima angpao. Pembagian angpao kepada anggota Bhakti Perkumpulan marga Peng secara simbolis dibagikan Ketua Umum Perkumpulan Marga Peng di Sekretariat Perkumpulan Marga Peng, jalan Sutoyo. “Angpoa ini sebagai bentuk terima kasih Pengurus kepada Anggota,” kata Phang Khat Fu, sesaat menyerahkan simbolis kepada anggota bhakti Perkumpulan Marga Peng. Dikatakannya, pembagian angpao setiap menjelang Hari Raya Imlek merupakan bentuk penghargaan Perkumpulan Marga Peng kepada anggota Bhakti atas pengabdiannya selama satu tahun. Pembagian Angpao imlek tahun ini terasa lebih istimewa, karena salah seorang Pengurus Phe Sun Song juga ikut serta dalam memberikan angpao imlek. Sebelum pembagian angpao kepada Anggota bhkati, Phang Khat Fu juga mengucapkan kepada keluarga besar Marga Peng yang tergabung dalam Perkumpulan Marga Peng semoga merayakan Hari Raya Imlek penuh kesederhanaan. “Gong Xi Fa Cai, Wan Xhi Ru Yi, Shen Ti Jian Gang, Jia Ting Xin Fu,” ucap Khat Fu sambil membagikan angpao.

13 Ribu Lampion Hiasi Langit Pontianak

Semarakan Imlek 2564 dan Cap Go Meh

YBA Siapkan Barongsai Baru

Panitia Gandeng PHRI Semarakan Cap Go Meh Andika Lay Borneo Tribune, Pontianak DALAM menyemarakkan Hari Raya Imlek 2564 dan puncak perayaan Cap Go Meh di Kota Pontianak. Berbagai kesiapan untuk menyambut datangnya moment hari besar bagi warga Tionghoa di Kalbar, khususnya di Kota Pontianak, Yayasan Bhakti Suci (YBS) telah memasang sebanyak 13 ribu lampion atau teng long sepanjang jalan Kota Pontianak. 13 ribu lampion tersebut dipasang sepanjang Jalan Diponegoro, Gajah Mada, Pahlawan dan Tajungpura. Keindahan lampion yang bergantung di langit Kota Pontianak telah memperindah suasana penyambutan Hari Raya Imlek dan Cap Go Meh di Kota Pontianak. Menurut Ketua Pantia Cap Go Meh Yayasan Bhakti Suci, Buyung Bunardi perayaan Cap Go Meh tahun ini di Kota Pontianak akan lebih meriah dari biasanya. Berbagai event menyambut hari ke 15 penutupan Hari Raya Imlek akan digelar berbagai kegiatan, diantaranya, festival kuliner, panggung rakyat atau pasar malam dan perayaan naga dengan pawai budaya nusantara. “Even Cap Go Meh tahun ini, kita akan rancang lebih banyak dari biasanya. Kita harap, ini bisa banyak menarik wisatawan datang ke Kota Pontianak. Kita juga menggandeng Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) untuk mendukung perayaan Cap Go Meh tahun ini,” kata Buyung Bunardi saat konfrensi pers di Sekretariat YBS, Jumat (1/2) lalu. Dikatakan Buyung yang juga salah seorang Ketua YBS, festival kuliner dan panggung rakyat dipusatkan di Jalan Diponegoro mulai tanggal 20 hingga 24 Februari 2013 mulai dari

pukul 17.00-22.00 Wib. Ada pasar malam sepanjang Jalan Diponegoro. Tengahtengahnya ada panggung hiburan rakyat. “Setiap malam akan diisi tarian multi etni dan budaya nusantara,” jelasnya. Festival kuliner tersebut akan menyajikan berbagai macam kuliner. Mulai dari kuliner khas Kalbar hingga Nusantara. Jadi festival tersebut juga sebagai ajang promosi produk. Permainan naga dan pawai budaya nusantara akan dilaksanakan pada Jumat tanggal 22 Februari 2013. Agendanya terdiri dari ritual naga buka mata di kelenteng Kwan Ya Keng di Jalan Diponegoro. Selesai buka mata masingmasing naga mengunjungi donatur-donatur. Setelah itu dilanjutkan dengan kunjungan kehormatan naga ke Kantor Gubenrur, Kodam, DPRD Provinsi, Polda Kalbar,

Kantor Walikota Pontianak, Polresta Pontianak dan Kodim Kota Pontianak. “Sampai saat ini naga yang sudah mendaftar ada 6 ekor. Kita tetap masih membuka pendaftaran dan tidak akan membatasi bagi naga yag mau ikut bergabung. Kita tidak ingin ada naga beraksi liar tanpa sepengetahuan dari panitia,” jelasnya. Ia menyarankan bagi yang mau ikut pawai budaya nusantara untuk mendaftarkan diri ke YBS. Termasuk juga naga dan barongsai. “Pembukaan Festival Kuliner akan dilakukan oleh Walikota Pontianak tanggal 20 Februari. Kita menghimbau kepada masyarakat yang buka stand untuk lebih awal di hari pertama. Sampai saat ini stand yang disiapkan ada 56 buah dengan ukuran 6x4 meter. Jika satu stand dibagi dua akan ada 128

stand,” paparnya. Buyung menambahkan, tatung di pawai budaya nusantara tidak ada. Hanya dibolehkan masing-masing kelenteng saja. “Pawai ini juga akan dimeriahkan oleh komunitas gerakan tim aksi khatulistiwa (Gertak). Berbagai komunitas bergabung dalam komunitas Gertak,” ujarnya. Untuk di Pendopo Gubernur Kalbar akan dihiasi dengan dua lampion besar. Serta akan dipajang ular raksasa. Karena tahun ini bertepatan dengan tahun ular air. Agenda naga mengunjungi para donatur dari tanggal 23 Februari 2013. Kemudian hari Minggu tanggal 24 Februari 2013 merupakan acara puncak perayaan naga dengan pawai budaya nusantara start dari Jalan Diponegoro ke Jalan Gajah Mada atau sampai depan Yayasan Bhakti Suci.

Hadir di Pontianak untuk memenuhi kebutuhan busana batik bagi Anda dan Keluarga

Menyediakan kain dan busana batik eksklusif bagi Pria, Wanita, Sarimbit (pasangan), Remaja dan Anak-anak dengan motif dan model yang trendy untuk kegiatan formal maupun informal

CMYK

Semua peserta pawai budaya nusantara memberikan penghormatan berupa atraksi dan lain-lain selama 10 menit. Setelah itu dilanjutkan lagi ke Jalan Pahlawan terus ke Jalan Tanjungpura dan ke Jalan Agus Salim kemudian masing-masing naga bubar. Pukul 19.30 sampai dengan selesai dilanjutkan dengan panggung kehormatan dan atraksi naga bersinar di depan POMDAM di Jalan Rahadi Usman atau alun-alun kapuas. Senin, 25 Februari masingmasing naga mengunjungi donatur dari pukul 08.00 hingga 12.00 Wib. Kemudian dilanjutka pukul 14.00 sampai selesai dengan agenda ritual naga tutup mata di kelenteng Kwan Ya Keng di jalan Diponegoro. Dilanjutkan upacara ritual bakar naga di tempat pemakaman umum Yayasan Bhakti Suci, Sungai Raya km 8 Kubu Raya.

Andika Lay Borneo Tribune, Pontianak DALAM menyemarakan perayaan Hari Raya Imlek 2564 dan Pucak Perayaan Cap Go Meh di Kota Pontianak, Yayasan Budi Agung (YBA) telah mempersiapkan dua ekor barongsai baru berwarna merah untuk puncak perayaan Imlek dan Cap Go Meh di Kota Pontianak. Sebelum barongsai yang baru saja didatangkan ini menyemarakkan Imlek dan Cap Go Meh, Kamis (31/1) lalu, dua ekor barongsai menjalani ritual barongsai buka mata di Sekretariat YBS, jalan Khairil Anwar, kota Pontianak. Ritual barongsai buka mata ini dipimpin oleh Lay Lie Khi dan disaksikan oleh Suhu Lay Oi Khiun serta Ketua Umum YBA, Simon Budianto dan Pengurus YBA. Setelah barongsai menjalani ritual buka mata barongsai ini akan tampak seperti hidup. “Usai buka mata, barongsai baru siap untuk dimainkan. Barongsai baru boleh dimainkan untuk sembahyang, upacara peresmian kantor, kunjungan kerumah-rumah,” kata Ketua YBA Simon Budianto. Dikatakannya, dipilihnya tanggal 31 Januari masehi maupun penanggalan imlek tanggal 20 bulan 12 merupakan hari yang baik untuk menjalankan ritual baronsai buka mata. Ia juga berharap, dengan ritual ini, saat tampil, baik diperayaan Imlek maupun hari-hari biasa, barongsai yang ditampilkan dapat membawa berkah keselamatan, rejeki, serta kebahagian yang berlimpah. Dijelaskan oleh Simon Budianto, dua ekor barongsai ini dibeli dari Kuching, Malaysia dan dibandrol harga Rp 15 juta, dan lebih mahal 50 persen harga buatan lokal. YBS sudah banyak memiliki barongsai buatan lokal, dan kualitas saat dimainkan cepat hancur. “Saya harap, kualitas barongsai produk lokal juga harus bisa memiliki kualitas dan keindahan, agar kita tidak membeli hingga keluar negeri,” ujarnya.


Harian Borneo Tribune 4 Februari 2013