Issuu on Google+

cmyk

I DEALISME, K EBERAGAMAN

DA N

KEBERSAMAAN

Borneo Tribune www.borneotribune.com

Rabu, 3 April 2013

22 Jumadil Awal 1434 H - 23 Jie Gwee 2564

Telepon Redaksi/Iklan/Langganan/Pengaduan: (0561) 767788 Faximile. (0561) 766103

Aparatur Harus Berikan Pelayanan Terbaik

B uah Bibir

Andika Lay Borneo Tribune, Pontianak

Kemacetan Kota Pontianak

IR. JAKIUS SINYOR

KEPALA Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Kalbar, Jakius Sinyor ternyata gerah dengan persoalan kemacetan yang selama ini melanda sejumlah ruas jalan utama di kawasan Kota Pontianak. Apalagi dampak kemacetan yang ditimbulkan tersebut ternyata cukup merepotkan serta menganggu aktivitas masyarakat di ibukota Provinsi Kalbar sehingga anggaran pelebaran jalan menjadi prioritas utama. ....Ke Halaman -11

S uara Enggang Perubahan di Wilayah Pinang PINANG Dalam dan sekitarnya sangat jauh berubah. Saya tidak memiliki bayangan lagi tentang rumah dan jalan desa ini. Itulah yang saya rasakan ketika Minggu (30/3) saya mengunjungi desa tersebut. Saya tidak lagi mengenali wilayah pemukiman penduduk di wilayah Pinang ini. Sebenarnya awal tahun 2000 saya pernah ke sini, dua kali. Kala itu, dermaga Pinang

Yusriadi Redaktur Borneo Tribune

Alamat Redaksi: Jln Purnama Dalam No 2 - Pontianak 78121

Drs Cornelis, MH

SEBAGAI Aparatur Pemerintah, abdi negara dan masyarakat sudah sepatutnya bagi seorang PNS untuk bekerja memberikan pelayanan dengan baik

kepada masyarakat. melaksanakan tugas pekerjaan didasari rasa tanggung jawab. Demikian dikatakan Gubernur Kalbar Drs Cornelis MH, Senin (1/4) di hadapan Pejabat dan Staf PNS dilingkungan sekretariat dalam apel bulanan di

halaman Kantor Gubernur. Menurutnya, mewujudkan PNS yang handal, Profesional dan bermoral tersebut, diperlukan peraturan disiplin PNS yang dapat dijadikan pedoman dalam menegakan disiplin, sehingga dapat menjamin

terpeliharanya tata tertib dan kelancaran pelaksanaan tugas serta dapat mendorong PNS untuk lebih produktif berdasarkan sistem karier dan sistem prestasi kerja. Dikatakan olehnya, dalam ....Ke Halaman -11

Foto Porno Pelajar SMA KKR Beredar

Pornografi Pelajar Mewabah

Beberapa bulan yang lalu Kota Pontianak sudah digemparkan dengan video porno yang dibuat oleh anak Kost Kota Pontianak. Aksi serupa kini beredar pula foto porno pelajar salah satu SMA (17) yang terletak di Kabupaten Kubu Raya (KKR), di mana Foto Porno ini beredar melalui akun Face Book (Ariiya Kamandanu) sang pelaku berinisial AR (20). Achmad Mundzirin Borneo Tribune, Pontianak FOTO porno seorang gadis yang merupakan pelajar SMA yang terletak di KKR ini pun, dibuat pada bulan Desember 2012 tahun lalu. Saat itu AR dan gadis pelajar SMA tersebut merupakan

sepasang kekasih. Foto ini dibuat setelah AR dan pelajar SMA tersebut melakukan hubungan suami istri. Foto yang disebarkan AR di akun Facebook-nya sendiri itu foto pertama menggambarkan gadis pelajar SMA tersebut hanya mengenakan celana dalam ....Ke Halaman - 4

Humas Pemerintah Dibekali Pengetahuan IT

....Ke Halaman -3

Andika Lay Borneo Tribune, Pontianak

Maunya Masakk Sendiri Di sebuah warung di tepi jalan, 2 orang lelaki sambil makan, sambil minum dan sambil ngobrol. Seorang berkata: “Aduh, isteriku tak mau masak nasi sendiri, maka aku mau tak mau harus makan di sini.” ”Kamu sungguh beruntung! Isteriku sehari-harinya maunya masak sendiri, maka aku terpaksa makan di sini.” kata yang lain. o

PLAKAT. Asisten III Setda Kalbar Kartius menyerahkan plakat berlogo Akcaya kepada Dirjen IKP Kemenkominfo Freddy Hakim Tulung usai membuka Pertemuan Bakohumas Regional Indonesia Tengah. FOTO Andika Lay/Borneo Tribune

Satu Jam Diperiksa, Isw Langsung Ditahan Achmad Mundzirin Borneo Tribune, Pontianak SELAMA satu jam Isw mantan Bendahara Koni diperiksa olej jaksa, yakni setelah kasus dugaan korupsi yang melibatkannya tersebut, dilimpahkan Polda Kalbar ke Kejaksaan Negeri Pontianak, Selasa (2/4). Saat dilimpahkan Polda Kalbar

ERA digital, kebutuhan orang akan informasi dapat dengan mudah dan nyaman diperoleh di waktu kapanpun. Yang dibutuhkan hanya dengan ujung jari mereka dapat transaksi informasi digital. Fenomena ini selaras dengan eksistensi kehumasan pemerintah. Beberapa isu strategis melingkupi kehumasan pemerintah, komunikasi sosial dan kemitraan media. Kinerja humas pemerintah belum sinergis dan singkronya peran antar lembaga kehumasan, Selasa (2/4) Badan Koordinasi Kehumasan (Bakohumas) yang merupakan wadah keterpaduan humashumas pemerintah dengan pola penyampaian informasi yang terkoordinasi, terintegrasi dan singkornisasi menggelar Pertemuan Bakohumas Regional Indonesia Tengah yang dipusatkan di Hotel Aston Pontianak. ....Ke Halaman - 11

Kasus Ekstasi

Kepala BPOM Pertanyakan Sampel Achmad Mundzirin Borneo Tribune, Pontianak

ke Kajaksaan Negeri Pontianak Isw didampingi dua nasehat hukumnya, Joko Wiliono dan Muzakir Sulmanan, dimana Isw diserahkan beserta barang bukti. yakni di ruang Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Pontianak. Dan kemudian Isw diperiksa hampir satu jam. Menurut Kuasa Hukum Isw,

HASIL uji ekstasi atas pengungkapan Polresta Pontianak terkait home industry Narkoba di laboratorium Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Kota Pontianak mendapatkan hasil negative. Atas uji ekstasi yang dilakukan,

....Ke Halaman - 11

BPOM balik bertanya kepada Polresta Pontianak terkait sample ekstasi yang dikirimkan ke BNN RI. Kepala BPOM Kota Pontianak , M. Ali Bata Harahap saat dikonfirmasi terkait hasil uji lab, Selasa (2/4), pihaknya atas sample ektasi Home Industri yang berhasil diungkap Polresta ....Ke Halaman - 11

Hari Austis Sedunia

Saatnya Merasakan Indahnya Pendidikan Ubay KPI Borneo Tribune, Pontianak DALAM peringatan tahun ini, di Pontianak dibentuk Walk for Autism (WFA) Pontianak. Lembaga tersebut dibentuk untu lebih memperdulikan anak berkebutuhan khusus yang masih belum maksimal. Termasuk dalam hal merasakan indahnya pendidikan. Kota Pontianak sendiri telah

membangun sekolah atau semacam lembaga untuk mengakomodir anak-anak berkebutuhan khusus untuk sarana aplikasi kegiatan dan pengembangan diri anak-anak berkebutuhan khusus. Lembaga Walk for Autism yang di dalamnya termasuk Komisi Perlindungan Anak Daerah Kalbar dan lembaga pemerhati anak lainnya berke....Ke Halaman -11

HARI AUTIS. Wakil Walikota Pontianak Paryadi, S. Hut berbincang dengan beberapa anak penderita autis pada peringatan Hari Austis Selasa (2/4) pagi kemarin. FOTO Istimewa

4x2 Single Cabin, Bensin Desain modern dan kokoh. Toyota HILUX menjadi bagian yang tak terpisahkan dari bisnis Anda. Ruang kabinnya yang ergonomik dan nyaman, juga memiliki fitur-fitur lengkap.

PT. ANZON AUTOPLAZA Kantor Pusat: Jl. A. Yani No. 89 Telp. (0561) 734280 Cabang: Singkawang : Jl. A. Yani No. 08 Telp. (0562) 637000; Sampit : Jl. Jend Sudirman Km. 1

HARGA ECERAN HARIAN BORNEO TRIBUNE - PONTIANAK, KUBU RAYA, MEMPAWAH,DAN SINGKAWANG Rp 2.000 - SAMBAS, BENGKAYANG Rp 2.200 - LANDAK,SANGGAU,SEKADAU, KETAPANG,KAYONG UTARA, SINTANG, MELAWI DAN PUTUSSIBAU Rp 2.500 -

cmyk

Tahun ini merupakan tahun ke enam peringatan Hari Autis Sedunia setelah ditetapkan sejak tahun 2007 lalu melalui resolusi PBB No. 61/ 139 yang dikeluarkan tanggal 18 Desember 2007 silam. Tanggal 2 April ditetapkan sebagai hari austis sedunia.


Rabu, 3 April 2013

Kayong Utara

Borneo T Tribune

2

KPU Gelar Pleno Hari Ini Abdul Khoir Borneo Tribune, Sukadana Ketua KPU KKU, Dedy Efendy mengatakan pihaknya akan menggelar pleno

rekapitulasi perolehan suara calon bupati dan wakil bupati KKU di Mahkota Hotel, Rabu (3/4) pukul 09.00 . Meski terdapat surat dari tim Solidaritas Masyarakat Kayong (SMK) yang dituju-

kan kepada Panwaslu dan ditembuskan pula ke KPU KKU terkait permintaan penundaan sementara waktu rapat pleno tersebut. “Pada prinsipnya pleno tetap kita laksanakan sesuai jad-

wal,” kata Dedy, Selasa (2/4). Menurutnya, surat tembusan penundaan rapat pleno tidak menjadi sebuah alasan yang cukup untuk membuat rapat pleno itu ditunda. Terkait rekomendasi, pihak-

nya enggan mengomentari lantaran tujuan surat tersebut adalah ke Panwaslu Kabupaten sehingga ranah untuk memberikan komentar adalah Panwaslu. Saat ini sekretariat KPU

sudah mempersiapkan berbagai hal termasuk menyampaikan undangan ke semua pasangan calon dan tim suksesnya dan juga pihak terkait. Sementara terkait keamanan pelaksanaan pleno,

akan dilakukan pengamanan ekstra ketat, dimana personil Polri dan TNI dipersiapkan berlapis. “Kita siap untuk pelaksanaan pengamanan pleno besok,” kata Kabag. Ops Kompol Mario S.

Happy: Tunda Rapat Pleno Akhmad Suandi Jabat Anggota DPRD KKU Bukan Kapasitas Panwaslu Abdul Khoir Borneo Tribune, Sukadana

Abdul Khoir Borneo Tribune, Sukadana Kuasa hukum tim SMK, Hasan SH menyampaikan surat permohonan penundaan rapat pleno rekapitulasi perolehan suara calon bupati dan wakil bupati KKU ke Panwaslu, Selasa (2/3). Dikatakan Hasan, surat rekomendasi tersebut disampaikan secara santun dan tidak ada sedikitpun memberikan intervensi kepada Panwaslu, dimana surat tersebut merupakan surat permohonan.

Dalam isi suratnya menjelaskan alasan yang mendasari lahirnya surat bernomor 027/ SMK-SP/III/2013 adalah untuk keamanan dan ketertiban Kabupaten Kayong Utara yang sewaktu-waktu bisa tidak terkendali dan juga mengingat sejumlah laporan tindak pidana Pemilukada Kabupatan Kayong Utara sedang dalam proses Panwaslu. “Kami mintakan kepada Panwaslu untuk membuat surat yang ditujukan kepada KPU KKU untuk sementara waktu menunda rapat pleno rekapitulasi perolehan suara dan penetapan pasangan ca-

lon terpilih,” kata Hasan SH. Sementara itu saat dikonfirmasi, Ketua Panwaslu KKU Happy Susanto menjelaskan bahwa Panwaslu KKU tidak pada porsinya dan kewenangan untuk menunda atau menganjurkan suatu rapat pleno dilakukan. “Menunda rapat pleno bukan kapasitas kami,” kata Happy Susanto. Sehingga pihaknya menyarankan jika ada pihak yang tidak puas dengan hasil keputusan tersebut dapat menyampaikan keberatan ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Jalian “Tantang” KP

Buka dan Hitung Ulang Surat Suara Abdul Khoir Borneo Tribune, Sukadana Merasa ada yang tidak beres diproses pemungutan suara yang dilakukan di Kecamatan Seponti, calon bupati dari nomor urut 1 Jalian S.Sos “tantang” KPU KKU untuk buka dan hitung ulang surat suara di Kecamatan Seponti. “Ada indikasi surat suara yang rusak di Kecamatan Seponti, dimana ada dugaan surat suara bukan dicoblos dengan alat yang disediakan, melainkan dilubangi dengan mengambil gambar pasangan,” kata Jalian, ditemui ke-

Opini Oleh Sholihin H.Z.** Akhirnya tergambar dan terjawab sudah sejumlah pertanyaan kapan diadakannya sosialisasi, pelatihan dan pendampingan dalam rangka pelaksanaan Kurikulum 2013. Dengan diterapkannya Kurikulum 2013 pada awal tahun pelajaran baru Juli 2013 maka praktis tersisa 3-4 bulan lagi. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah menetapkan persiapan melalui pelatihan yang digelar secara berjenjang. Dimulai pada bulan April 2013 akan diadakannya pelatihan instruktur nasional, Dari instruktur nasional ini kemudian akan melatih sekitar 46.213 guru inti di bulan Mei dan pada bulan Juni akan melatih sekitar 712.947 guru kelas dan mata pelajaran (Kompas, 14 Maret 2013). Sebuah kerja yang menuntut kecepatan dan kecermatan. Sebuah proses yang perlu akselerasi. Berpacu dengan waktu. Hakikat Kurikulum Kita tentu berharap, sedikitnya waktu (semoga) menghasilkan sesuatu yang berguna, bukan sekedar sebuah tindakan merespon kondisi zaman yang terus bergulir dan ber-

diamannya. Dirinya merasa dugaan itu akan dapat terbukti benar atau tidaknya jika KPU berani membuka dan menghitung ulang setiap lembar surat suara yang ada di dalam kotak suara, karena menurutnya ada pihak yang sengaja memberikan iming-iming, jika tanda gambar itu ditunjukkan kepada tim suksesnya. Sementara itu, KPU KKU menanggapi “tantangan” tersebut menjelaskan jika terjadi tindakan inkonstitusional dimana diduga ada kerusakan surat suara pada saat pemungutan suara 28 Maret yang lalu, hal itu seharusnya

dilakukan keberatan oleh saksi pasangan calon yang hadir pada saat penghitungan di TPS. ”Saat di TPS saksi bisa sampaikan keberatan jika ada surat suara yang tidak sah,” kata Dedy Efendy. Hal itu mungkin dilakukan di tingkat penghitungan dimana para saksi yang hadir melihat satu demi satu surat suara dibuka dan dinyatakan sah atau tidak sebelum dinyatakan masuk dalam perhitungan perolehan suara salah satu calon. Namun jika hal itu dilakukan di tingkat KPU kabupaten sangat tidak mungkin, dan tidak ada aturan yang mengatur hal demikian.

Akhmad Suandi resmi dilantik sebagai anggota DPRD KKU, Selasa (2/4) melalui proses Pergantian Antar Waktu (PAW). Prosesi pelantikan sendiri dilakukan pada rapat paripurna istimewa masa keanggotaan 2009-2014, dipimpin Wakil Ketua DPRD KKU, Namrun Leru dan didampingi Wakil Ketua DPRD, M Sukardi SE MM. Pengambilan sumpah janji terhadap Akhmad Suandi yang dilakukan Namrun Leru, disaksikan forum komunikasi pimpinan daerah (Forkompinda). Diantaranya Wakil Bupati Kayong Utara, Ir H Muhammad Said, Kepala Kejaksaan Negeri Keta-

Akhmad Suandi menjalani prosesi sumpah jabatan anggota DPRD KKU FOTO Abdul Khoir/Borneo Tribune pang, Kusnendar SH, Sekda SKPD Pemkab Kayong UtaH Hendri Siswanto serta utus- ra. Termasuk pemuka maan yang mewakili Kepala syarakat dan undangan lainPengadilan Negeri Ketapang nya. dan Dandim 1203 Ketapang diDalam pengambilan sumwakilkan. pah dan janji itu, Kepala KanAcara seremonial ini diha- tor Kementerian Agama diri pula sejumlah anggota KKU, Drs H Syarifendi meDPRD dan jajaran Kepala nyaksikan secara langsung

Akhmad yang mengikrarkan sumpah dan janji jabatan. yang dibacakan Namrun Leru diikuti Akhmad dengan khidmat. Akhmad menyatakan dirinya siap menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai anggota DPRD serta mentaati segala aturan hukum yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Pengangkatan Akhmad sebagai anggota DPRD KKU berdasarkan surat keputusan Gubernur Kalbar yang dibacakan langsung Sekretaris DPRD Kayong Utara, Jumanti, S.Sos. MM. Akhmad Suandi yang juga Ketua DPC Partai Demokrasi Kebangsaan (PDK) ini menggantikan rekannya H Rudiansyah yang dinyatakan telah keluar dari partai.

Imbau Jaga Keamanan, Muspika Bahas Kamtibnas Abdul Khoir Borneo Tribune, Sukadana Tidak hanya pihak keamanan yang mengupayakan untuk menjaga Kamtibmas, Muspika Sukadana juga ambil bagian dalam menciptakan kondisi yang kondusif pasca pemungutan suara 28 Maret lalu. Danramil, Kapolsek dan Camat Sukadana duduk bersama dengan para kepala desa se-Sukadana di aula Kantor Camat Sukadana untuk membahas terkait masalah Kamtibnas tersebut. Ada beberapa hal yang sempat menjadi perbincangan

dalam rapat koordinasi tersebut. Semua pihak termasuk kepala desa untuk dapat bersama-sama mengajak masyarakat tetap tenang dan tidak terpancing isu yang berkembang. Terkait kemungkinan adanya pihak yang tidak bertanggung jawab menyebarkan isu kepada masyarakat, sejak kesepakatan itu dibuat para tamu dan beragam pertemuan yang di luar batas kewajaran untuk ditiadakan. “Kita ingin menciptakan situasi damai di Sukadana, masyarakat jangan mudah terprovokasi,” kata Camat Sukadana, Agus Suratman SE, Selasa (2/4). Pihaknya juga meminta

tamu yang tidak dikenal untuk dapat diinventarisir data diri dan maksud serta tujuan mereka datang ke Sukadana. Selain dari pada itu, pertemuan yang juga langsung dihadiri Kasat Biman Polres Ketapang AKP Jumadi itu meminta adanya kerumunan masa di salah satu tempat yang dicurigai akan berdampak negatif untuk diminimalisir. “Jika pun ada pertemuan yang membahas hal-hal positif kita justru dukung, namun jika membahas masalah yang negatif sampaikan kepada kami untuk dibubarkan,” kata Kasat Bimas. AKP Jumadi.

Imbauan yang dibuat tersebut langsung diperbanyak dan disebarluaskan kepada seluruh kepala desa dan untuk disebarluaskan kepada masyarakat. Tidak hanya Sukadana yang membuat hal sedemikian, Kecamatan Pulau Maya juga tidak mau kalah, pihaknya sudah beberapa waktu lalu membuat hal serupa dan meminta masyarakat untuk mempercayakan segala sesuatu kepada instansi yang berwenang. “Kita juga sudah imbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan tidak ikutikutan ajakan yang tidak jelas,” kata Camat Pulau Maya. H. Oesman Basri.

Kurikulum 2013: Ada Apa denganmu? ubah. Kurikulum adalah jantungnya pendidikan dan secara umum faktor yang ikut memunculkan image sebuah bangsa. Kurikulum dalam dunia pendidikan adalah sebuah alat untuk mencapai tujuan pendidikan, dalam hal ini alat untuk menempa, membina dan mengarahkan manusia yang diharapkan sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Didasari oleh hal itulah maka tujuan pendidikan dari setiap banga yang ada di dunia ini tidak akan ada yang betul-betul sama, tentu juga selain falsafah bangsa tersebut dengan berbagai pendekatannya, pendekatan kebudayaan, ideologi maupun agama. Kurikulum hakikatnya adalah sejumlah agenda masa yang akan datang yang direalisasikan saat ini, singkatnya konteks masa depan yang dibawa saat sekarang. Oleh karenanya hasil pelaksanaan kurikulum baru akan dapat dilihat 10 bahkan 20 tahun yang akan datang. Kemampuan menga nalisis kurikulum dalam arti kemampuan menangkap sinyal-sinyal perkembangan zaman maupun sebaliknya kesalahan dalam menetapkan dan menerapkannya akan menjadikan sebuah bangsa ini

Idealisme, Keberagaman dan Kebersamaan

apakah mundur, jalan di tempat atau berkembang maju. Dengan demikian kurikulum bersifat dinamis, letak kedinamisannya adalah karena kurikulum didesain sebagai tujuan yang akan dicapai dengan melihat konteks kebutuhan pengguna pendidikan dalam hal ini stakeholders (orang tua, masyarakat dan lingkungan lainnya). Dikarenakan zaman yang terus mengalami perubahan dan perkembangan, maka kurikulum dituntut untuk merespon hal itu sebijak mungkin supaya antara kurikulum dan kondisi real masyarakat tidak terjadi kesenjangan yang lebar. Kurikulum yang dirancang tidak dengan cermat dan matang akan sangat berpengaruh terhadap proses pendidikan itu sendiri. Empat komponen kurikulum yakni adanya tujuan, terdapatnya materi yang akan diajarkan, dirancangnya metode dan adanya evaluasi, menjadikan kurikulum sebagai sesuatu yang sangat penting. Satu hal pasti difahami juga oleh semua adalah -dan ini yang kurang mendapat perhatian- bahwa guru sebagai unsur penting baru sekedar diberikan penguatan kognitif atau yang sejenisnya

seperti seminar-seminar, sosialisasi dan sebagainya namun kurang (untuk tidak mengatakan tidak sama sekali) diberikan penguatan secara skill dan aplikatif. Dorongan dan dukungan dengan memberikan bantuan biaya dalam menghasilkan karya nyata (bahan ajar, modul, bukubuku) dalam rangka mengeksplore potensi insan pendidik menjadi agenda yang menarik untuk ditindaklanjuti. Jika gurunya berkualitas, maka proses pendidikan dan hasilnya akan menunjukkan hasil yang signifikan. Jika ekspektasi ini terus digulirkan maka tidak menutup kemungkinan sebuah lembaga pendidikan (sekolah) akan memerankan dirinya sebagai institusi yang dapat mengubah masyarakat ke arah yang lebih baik. Dalam posisi inilah sekolah sebagai lembaga rekonstruksi sosial. Ketika ini terjadi, maka dapat dikatakan bahwa kurikulum telah tertata dan diperlakukan sebagai pedoman dan arahan kemana anak negeri ini akan dibawa. Ideal memang kedengarannya, namun sebagai sebuah upaya mencerdaskan kehidupan bangsa maka ia

harus di tempuh kalau tidak bangsa ini semakin jauh tertinggal dari bangsabangsa lain. Apa Kabar Kurikulum Lama Sejak Indonesia merdeka tahun 1945 hingga diberlakukannya Kurikulum 2013 ini, kurikulum sekolah telah mengalami pergantian sebanyak 9 kali yaitu pada tahun 1947 (Rentjana Pelajaran 1947), 1952 (Rentjana Pelajaran Terurai 1952), 1964 (Rentjana Pendidikan 1964), 1968 (pembinaan jiwa pancasila, pengetahuan dasar, dan kecakapan khusus), 1975 , 1984, 1994 dan suplemennya 1999, 2004 (KBK), dan 2006 (KTSP). (Jurnal INSPIRASI Vol II. No. 2 – Mei 2011 h. 27). Dalam era Orde Baru saja, dengan terjadinya pergantian kabinet sejalan dengan pergantian menteri yang menangani pendidikan dan kebudayaan ini, sejak periode Mashuri, Soemantri Brodjonegoro, Syarief Thayeb, Daoed Joesoef, Nugroho Notosusanto, Fuad Hassan, Wardiman Djojonegoro, Wiranto Arismunandar, hingga kabinet era Reformasi, betapa banyak gagasan inovatif dan strategis. Namun, ga-

gasan-gagasan itu terkesan bersifat temporer, terlaksana sebatas masa jabatan menteri yang bersangkutan. Betapa banyak dana yang telah dihabiskan, tetapi akhirnya upaya tersebut tidak cukup terlihat dampaknya bagi pembenahan masalah pendidikan. Sungguh disayangkan, dengan reasoning yang logis bahwa zaman yang terus dan harus direpon secara positif namun akhirnya tenggelam sejalan dengan bergantinya decision maker. Jika demikian, maka secara de facto semakin sah bahwa ganti menteri ganti kebijakan. Dan, yang menjadi korban adalah anakanak negeri yang selalu patuh dengan aturan yang ada. Akhirnya, bukan pepatah malu bertanya sesat di jalan, yang terjadi adalah malu bertanya jalan terus. The Man Behind The Gun Term di atas sudah sering didengar, bahwa sarana penting, media perlu, kurikulum harus namun jika dijalankan oleh persons yang tidak punya motivasi unggulan dan inovasi kreatif, maka yang terjadi adalah penumpukan keterampilan-keterampilan yang dibebankan kepada anak, sementara faktor terpen-

ting itu semua adalah adanya motivasi. Adanya keterampilan yang tidak disertai dengan motivasi untuk berkembang maka ia hanya akan menjadi seperti seekor monyet yang membawa tumpukan buku, selalu di bawa tapi tidak ada keinginan untuk memahaminya lebih jauh. Bukankah motivasi dan semangat jauh lebih penting dari sekedar keterampilan-keterampilan? Sejatinya, Kurikulum 2013 tidak sekedar sebagai trade merk Mendikbud yang sekarang, tidak sekedar perubahan semu tapi juga mampu menginspirasi persons yang terkait baik langsung maupun tidak langsung dengan pendidikan dengan satu kesepakatan bahwa kualitas bangsa ditentukan oleh manusianya, dan manusia yang unggul ditentukan oleh sejauh mana konsep pendidikannya dan pendidikan yang bermutu berawal dari adanya kurikulum yang terarah, terukur dan tepat sasaran. Selamat Datang Kurikulum 2013. ============================= Penulis adalah Mahasiswa Program Pasca Sarjana STAIN Pontianak.

Penerbit: PT. Borneo Tribune Press. Direktur Utama: W Suwito, SH, MH. Asisten Direksi: Khairoedin Pasaribu. Penasehat Hukum: A. Ambo Mangan, SH, MH, Martinus Ekok, SH, MH. Pemimpin Umum: Sisa Primashinta. Senior Editor: H. Nur Iskandar, SP, Tanto Yakobus, Alexander Mering. Wakil Pemimpin Redaksi: Budi Rahman. Redaktur: Andry, Agus Wahyuni, Aulia Marti, Hairul Mikrad, Yusriadi, Hawad Sriyanto. Reporter: Abdul Khoir, Andika Lay, Yulan Mirza, Achmad Mundzirin, Achmad Munandar, Ubay. Biro Mempawah: Johan Wahyudi, Jl. Pendidikan Gg. Suka Mulya No.10 (085654587038). Sambas: Amrul Ambiya (Kontributor/Pemasaran), Jl. Suka Mantri (085245527602). Biro Bengkayang: Mujidi, Jl. Pahlawan No. 10, Kelurahan Bumi Emas Bengkayang (085245247955). www.borneo-tribune.net Landak: Yohanes Ngalai/Pemasaran, Jl. Barage Gg. Pak Kasih No. 51 Ngabang (085822062880). Biro Sanggau: Ratnasari Jl. Agus Salim No.10 (085245904505) Pemasaran: Pangsius (081257056286). TERBIT SEJAK 19 MEI 2007 Biro Melawi: Eko Susilo (0812-56452946) Jl. M Saad, Gg. Kayan, Serundung- Nanga Pinoh. Biro Sekadau: Bagus Kosminto, Jl. Irian No. 41 Sekadau Hilir (085245743683). Biro Sintang: Endang Kusmiyati (08524-5006757) Pemasaran: Sahri (085750296539), Saumin (Pemasaran) (085284291321) Jl. JC Oevang Oeray, Gg. Ahmad 2. Biro Kapuas Hulu: Jl. Kenanga, Ruko Pemda Blok B. 6 Putussibau Utara (08562569007). Ketapang: Jaidi Chandra (Kontributor), Jl. Gajah Mada No. 156 (081345450988). Fotografer: Ulla Asri Sekretaris Redaksi: Erika Sudiardjo Umum: Emiliana (Manajer), Fitriyana,. „ Wartawan, Kontributor, Intensive Programme dan Percetakan/Pracetak: Ukan Dinata. Staf Pracetak: Fahmi Ichwan, Syam Abubakar, M. Taufik,. Staf Percetakan: Andre, Nurhalis, Rustam. Marketing: Sisa Primashinta, Hesty Yosana, Aldi Freelancer Borneo Tribune dibekali identitas, surat Chairudin, Ardiansyah. Desain Iklan: Atika Ramadhani, M. Affandy,Ferry Ade Putra Sirkulasi: Dhani, Suprianto. Keuangan: Jumi Erlinasari, Tri Agustin, Kusnan, Husada, IT: Iwan Siswanto. Tarif tugas atau tanda pengenal (ID-Card) dan dalam meIklan: BW (black and white) Rp 6000/mm kolom, Full Colour hal 1 Rp 15.000/mm kolom, halaman dalam Rp 12.000/mm kolom. Alamat Kantor Bisnis dan Alamat Redaksi: Jalan Purnama Dalam No 2 laksanakan tugas jurnalistiknya tidak diperkenanPontianak Telpon 0561-767788 Fax 0561-766103. E-mail: borneotribune@yahoo.com kan menerima suap atau amplop

Borneo Tribune


Serba Serbi

Borneo T Tribune

Rabu, 3 April 2013

3

Mengajar Bagaimana Caranya Belajar Perlu 7 M Oleh P Adrianus Asisi Belajar adalah inti dari keseluruhan proses pendidikan, sehingga belajar merupakan segenap rangkaian kegiatan yang dilakukan secara sadar atau tidak dan mengakibatkan perubahan perilaku pada diri seseorang yang melakukan proses belajar tersebut. Jika tidak terjadi perubahan perilaku ke arah yang lebih baik, maka proses belajarnya belumlah mencapai ke tahap sempurna. Yang bersangkutan harus melakukan remediasi terhadap cara, teknik, dan taktik cara dia belajar. Bisa jadi cara belajarnya keliru atau tidak sesuai dengan kediriannya. Belajar memerlukan langkah, kiat, teknik, taktik, atau strategi yang masing-masing orang dapat jadi berbeda dengan orang lain, sehingga tanpa disadari akhirnya aktivitas belajar menjadi suatu hal yang sifatnya personal. Malas, boring, galau bahkan jenuh yang hinggap pada diri pebelajar bisa disebabkan karena belum menemukan langkah, kiat, teknik, taktik, atau strategi. Dalam tataran inilah guru yang maha guru hadir memberikan motivasi, menelorkan gagasannya, dan

membimbing pebelajar agar dapat belajar dengan mudah, cespleng dalam memahami bahan ajarnya dan yang bersangkutan menjadi senang dan hilang belenggu belajarnya. Agar pebelajar menjadi senang dan asyik dengan tugas belajarnya, Sri Rahayu Yunus (2011) dalam bukunya Begini Cara Menjadi Guru Inspiratif dan Disenangi Siswa, menandaskan ide yang disebutnya Learn how to Learn sangat penting diajarkan kepada siswa. Dia menuliskan tujuh langkah bagaimana cara menciptakan belajar yang mengasyikan. Penulis meneruskan dengan menuliskan judul bahwa untuk mencapai hal itu diperlukan 7 M. Menyakini Perbedaan Tipe Belajar adalah M pertama. Guru disarankan untuk tidak memaksakan tipe belajar tertentu kepada siswanya, karena modalitas ini berbeda setiap orang karena sifatnya personal. Tipe belajar adalah kecenderungan atau persentase terbesar pada diri seseorang dalam kemudahannya menyerap dan memahami materi pelajaran. Terdapat 5 tipe belajar yaitu visual (penglihatan), auditif (pendengaran), kinestetik (gerakan), taktil (raba-

an atau sentuhan), olfaktorius (indera pencium), dan gustative (kemampuan mencicipi). Mencapai Kondisi Belajar Efektif adalah M kedua. Hal ini dapat dicapai apabila pebelajar berkonsentrasi. Artinya, memusatkan (fokus) perhatian pada satu hal, menyangkal hal yang lain di luar pembelajaran. Berkonsentrasi akan menjaga secara konsisten gelombang otak pada keadaan alfa (á), kondisi konsentrasi yang santai, sehingga pebelajar lebih cepat memahami dan mengingat kontens dan konteks pembelajaran. Mengatasi Lupa dan Kejenuhan adalah M ketiga. Lupa dapat diatasi dengan kiat-kiat menemukan cara mudah, cepat, dan menyenangkan untuk mengingat semua bentuk informasi. Mr. SGM dalam bukunya Memorize Everything menelorkan jurus agar tidak lupa, antara lain jurus cerita, lokasi, dan angka. Kejenuhan dapat diatasi oleh guru dengan memberikan humor yang porposional. Mengajarkan Teknik Mencatat adalah M keempat. Guru dan pebelajar saling bertukar informasi, pebelajar menyerap informasi lalu dipindahkan dalam ben-

tuk catatan. Bu Sri menganjurkan untuk mengenal teknik mencatat berupa peta pikiran (mind mapping, Tony Buzzan) dan teknik mencatat dua kolom. Peta pikiran membantu menangkap pikiran dan gagasan dengan jelas, lengkap, dan mudah. Dua kolom adalah mencatat halhal penting dalam dua kolom. Kolom pertama berisi inti sari pembelajaran sedangkan kolom kedua berisi perasaan saat membaca atau menyimak guru atau fasilatator sejawat. Melatih Keterampilan Membaca adalah M kelima. Membaca berarti membuka jalan ke jendala dunia informasi. Membaca harus dilatih, semua orang dapat melakukannya, bukan hobi tetapi dapat dilatih. Mulai membaca 15 menit per sehari, lakukan itu selama 21 hari, maka akan menjadi kebiasaan (habit). Mengingat informasi dari membaca berbeda pada setiap individu. Ada yang membaca sekilas saja informasinya telah tersalin di otak memori. Jika tidak, maka dapat menyiapkan catatan dua kolom atau peta pikiran seperti pada langkah terdahulu. Mengajarkan Teknik Mengingat adalah M keenam. Pikiran kita menyimpan segala

sesuatu yang dilihat, didengar, dan dirasa. Artinya, kita memiliki memori yang sempurna. Tugas berikutnya, adalah mengingat kembali memori itu dan mengeluarkannya saat diperlukan. Guru membantu pebelajar untuk mengajarkan teknik mengingat yaitu teknik asosiasi (alat bantu yang luar biasa dengan memanfaatkan imajinasi pikiran kita), bercerita (misal guru meminta pelajar menceritakan peristiwa, sejarah atau informasi yang telah dipelajarinya), dan penempatan (menggambarkan atau menempatkan benda-benda pada tempat tertentu). Menyiapkan Ulangan, Mengoreksi dan Mengembalikan dengan cepat, dan Menyiapkan Tindak Lanjut adalah M ketujuh. Perhatikan Standar Kompetensi Lulusan sehingga sesuai dengan Standar Kompentesi dan Kompetensi Dasar untuk membuat kisikisi soal. Beritahu pebelajar waktu pelaksanaan dan tipe soal ulangan. Setelah selesai ulangan segeralah mengoreksi dan mengembalikan kertas kerja siswa untuk memberi kepastian dan membangun kepercayaan siswa terhadap guru. Itulah tujuh M yang penulis maksudkan, yaitu tujuh

langkah, kiat, teknik, taktik, atau strategi jitu agar guru dapat mengajarkan bagaimana caranya belajar supaya tercapai tujuan pembelajaran berupa hasil kemandirian pada diri pebelajar. Semoga dengan menerapkan ketujuh M langkah, kiat, teknik, taktik, atau strategi di atas, guru dapat melaksanakan Learn how to Learn untuk pebelajarnya

dan akhirnya setiap individu, pribadi pebelajar merasakan belajar adalah menyenangkan, mengasyikan. P Adrianus Asisi Guru SMP dan SMA Santo Fransiskus Asisi Kota Pontianak, Mahasiswa S-2 Teknologi Pendidikan Universitas Tanjungpura Pontianak, Kalimantan Barat

Terpanggil Ciptakan Ketenangan

Anak OSO Pulang Kampung Abdul Khoir Borneo Tribune, Sukadana Raja Sapta Sermando, putra bungsu pengusaha nasional Osman Sapta Odang “pulang kampung” lantaran terpanggil sebagai masyarakat KKU untuk membantu menciptakan suasana tenang di negeri bertuah tempat dimana mereka dibesarkan. “Saya pulang karena panggilan moral dari dalam hati untuk bersama masyarakat menyejukkan suasana di

Kita ingin semua tenang, jangan ada yang beropini ada gesekan masa, apalagi membawa sara, kita disini semua bersaudara banyak yang masih terpaut keluarga jangan mau diadu domba pihak lain di luar sana.

KKU,” kata Raja Sapta Sermando yang akrab di panggil Yayang ini. Dirinya sudah menemui beragam pihak yang berkepentingan terkait pasca pemungutan suara 28 Maret lalu sempat terjadi sedikit ketegangan. Dimana tersebar kabar ada hal-hal yang cukup meresahkan masyarakat. “Kita ingin semua tenang, jangan ada yang beropini ada gesekan masa, apalagi membawa sara, kita disini semua bersaudara banyak yang masih terpaut keluarga jangan mau diadu domba pihak lain di luar sana,” katanya. Yayang yang menyempatkan diri bertandang di kediaman Jalian S.Sos pasangan calon bupati nomor urut 1 di Jalan Tanjungpura Selasa (2/ 3), yang dalam pertemuannya itu mencoba mencairkan suasana dan meminta kepada masyarakat untuk tidak terpengaruh hal-hal yang negatif. Sementara itu, Jalian S.Sos yang dijumpai kediamannya menjelaskan pertemuan bersama Yayang untuk membahas situasi saat ini. Dimana banyak sekali dijumpai pelanggaran pemilu dan bagaimana mengatasinya. “Selain untuk mengatasi masalah isu negatif juga saya sampaikan agar Panwaslu dan KPU untuk bertindak profesional, dan dapat menuntaskan semua laporan terkait kecurangan dan pelanggaran dan saya minta itu disampaikan ke OSO,” kata Jalian.

“Metode Efektif Atasi Diabetes Hingga Tuntas”

PENGOBATAN SINSHE TCM YANG MANJUR, SATU-SATUNYA DI PONTIANAK Hongkong Medistra TCM Pontianak, Pengobatan dengan Metode TCM (Traditional Chinese Medicine) yang ternama, merupakan gabungan dari pengobatan, penelitian TCM, pencegahan penyakit kronis dan terapi penyembuhan. Didukung oleh konsultan Sinshe ahli TCM ternama dari Tiongkok yang sudah sangat berpengalaman; memanfaatkan resep TCM dan teknologi tinggi yang menghasilkan obat tradisional efektif, dengan system diagnose TCM yang tepat, obat tradisional terkini dari Tiongkok dan pengobatan elektroterapi, titik nadi, akupuntur, tuina, terapi lainnya, sangat efektif, khususnya bagi pasien yang menderita penyakit kronis. Waspadalah! jumlah penderita diabetes di Indonesia terus meningkat tajam, diprediksi ada jutaan orang terkena diabetes. jika tidak diobati sedini mungkin secara tepat dan efektif, beresiko merusak organ penting tubuh lain seperti: hati, paru-paru, ginjal, limpa, reproduksi, dan sistem syaraf, juga bisa menyebabkan uremia. Itulah sebabnya data WHO terkini menyatakan persentase angka kelumpuhan maupun kematian akibat penyakit diabetes dan berbagai macam komplikasi menakutkan ini terus meningkat pesat. Untuk mengatasi penyakit diabetes dan komplikasinya, Hongkong

Medistra TCM (Traditional Chinese Medicine) yang terdepan yakni “Bai Wei Hu Yi Liao Fa” mengatasi penyakit dengan ramuan herbal yang disesuaikan jenis dan kondisi penyakit penderita, dihasilkan dari 33 jenis obat berharga ditambah 28 jenis obat organik, daya serap obat sangat tinggi, rata-rata penderita diabetes setelah diobati sekitar 5-10 hari, gula darah menurun, gejala seperti kaki tangan kesemutan, seluruh badan tidak bertenaga, insomnia, dll berkurang secara nyata. Rata-rata setelah 40-60 hari, gula darah stabil, gejala komplikasi menghilang, daya tahan tubuh meningkat, keseluruhan tubuh membaik, sebagian pasien bisa berhenti konsumsi obat, fungsi insulin dan system sekresi normal kembali, fungsi reproduksi pria kembali normal, sudah bisa kembali merasakan kehidupan sehat yang normal. Sudah banyak penderita merasakan khasiat mujarabnya, tidak ada efek samping, tidak menimbulkan ketergantungan, tidak berpengaruh penderita menderita 10-20 tahun, kondisi penyakit parah/ringan, setelah diobati bisa menurunkan gula darah dan gula kencing hingga normal dan seimbang, sesudah diatasi hingga keakar-akarnya tidak mudah kambuh.

Untuk Konsultan & Pengobatan Hubungi :

HONGKONG MEDISTRA TCM Jl. H. Agus Salim No. 126 Pontianak - Kalimantan Barat Telp. (0561) 733268 HP. 0821 5279 7888 Hari Senin - Sabtu Buka Jam 09.00 s/d 17.00 WIB Minggu & Libur Besar Jam 09.00 s/d 13.00 WIB


Kalimantan Barat - Kota Pontianak Borneo Tribune

Rabu, 3 April 2013

4

Data Valid Jadi Masalah Sambas Bupati Sambas dr. Hj. Juliarti Djuhardi Alwi MPh, mengatakan yang menjadi masalah di Sambas adalah ke-valid-an data. “Karena kegiatan sosialisasi penyusunan program kerja dan pendataan PMKS dan PSKS sangatlah penting untuk memecahkan masalah yang ada di Kabupaten Sambas," terangnya, saat sosialisasi Penyusunan Program Kerja dan Pendataan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) dan Potensi Sumber

Kesejahteraan Sosial (PSKS) bagi Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), Pekerja Sosial Masyarakat (PSM), karang taruna dan tugas perencana, di Balairung Sari Kantor Bupati Sambas. “Data yang ada harus disempurnakan lagi dengan strategi-strategi yang lebih valid, tajam dan tepat sasaran,“ ujarnya. Mantan Kepala Dinas Kesehatan ini mengatakan, kesejahteraan masyarakat merupakan sasaran bersama bagi pemerintah melalui Dinas Sosnakertrans. “Kita ketahui kesejahtera-

an sosial merupakan suatu kondisi kebutuhan materil, spritual dan sosial agar dapat hidup layak dan mampu mengembangkan diri sehingga dapat melakukan fungsi sosial dalam masyarakat,“ jelasnya. Kepala Bidang Sosial Dinas Sosnakertrans Kabupaten Sambas H. Satono, S. Sos, I, MH selaku ketua panitia, mengatakan acara ini dihadiri 19 TKSK, 75 PSM, 16 Karang Taruna, 25 Tagana, 19 Kesos se-Kabupaten Sambas. Dikatakannya, data yang ada di dinas tidak akurat dikarenakan selalu berubah-ubah. “Dapat kita lihat data ke-

miskinan yang ada di BPS mengatakan sekian persen, sedangkan di dinas sendiri berbeda-beda, penyebab ini semua dari kita sendiri karena tidak konsisten apa yang kita inginkan dengan program yang kita buat dalam pengumpulan data,” jelasnya. Menurutnya, definisi masalah kesejahteraan sosial dapat menyebabkan seluruh aspek misalnya kesejahteraan material ini dikategorikan masyarakat kemiskinan kemudian mampu mengembangkan diri termasuk dapat mengembangkan pendidikan secara mandiri dan melakukan fungsi sosi-

Cornelis: Maknai Pengorbanan Yesus Dalam Kehidupan

al. “Sasaran ini tidak mungkin tercapai apabila dilakukan pemerintah semata tetapi harus dilakukan seluruh komponen masyarakat sehingga tujuan kita tercapai melalui jawaban masalah-masalah yang kita hadapi dalam mencapai kesejahteraan,“ jelasnya. Ia berharap dengan kegiatan ini Dinas Sosnakertrans dapat memfungsikan TKSK, PSM, Karang Taruna, Tagana dan Kasi Sosial Kecamatan dalam pemutahiran data. “Sehingga permasalahanpermasalahan yang ada di Kabupaten Sambas dapat dicapai,“ harapnya. o

Perfilman Anak Sambas Berkembang Amrul Borneo Tribune, Sambas Perfilman di Sambas kini semakin berkembang seiring tingginya kreativitas anak muda Sambas dalam menunjukkan kemampuan mereka dalam beracting, sehingga masyarakat Sambas menyukai keterampilan anak Sambas. Hal ini dipicu produksi film berbahasa Sambas yang meningkatkan minat masyarakat Sambas terhadap perfilman. Salah satu film berbahasa Sambas yang akan segera hadir adalah cerita Jambol, yang dimainkan oleh pemain-pemain lokal yang tidak kalah kualitasnya dengan pemainpemain nasional. Salah satu pemain, Wesi yang berperan sebagai Marfu'ah, mengatakan telah mendalami perannya. Diceritakannya, saat beradegan sakit, dia benar- benar me-

CMYK

SOSIALISASI Foto bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Sambas, Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi usai sosialisasi Penyusunan Program Kerja dan Pendataan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) dan Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial. FOTO: Amrul/Borneo Tribune

rasakan demam waktu itu. " Walaupun saya benarbenar pertama main film, tapi saya benar-benar total bermain dalam film ini, dan benar-benar merasakan peran saya pada cerita film ini," jelasnya. Ia mengatakan film ini mengandung unsur pendidikan dan nilai-nilai sosial dalam masyarakat dan layak untuk ditonton semua lapisan masyarakat Sambas. Andi Johdari, Sutradara Film Jambol menceritakan film ini, Jambol merupakan anak tunggal yang tinggal bersama ibunya dalam kemiskinan dan kesulitan hidup dia berusaha untuk bangkit mengubah nasib. Ibu Jambol berhutang dengan seorang rentenir. Film ini menampilkan aksi-aksi menggelitik, cerita sedih dan aksi antagonis. “ Karakter si Jambol ini diperankan oleh Muslim. Sebagian besar dari Desa Lumbang, Seburing dan

Sekura. Masa pengerjaannya lebih kurang satu bulan. Saya berencana akan tetap membuat film Sambas ke depan dengan karya yang lebih baik lagi. Film Sambas Si Jambol yang berbahasa Melayu dengan logat Sambas ini berdurasi 01.20 menit. Cerita ini terinspirasi dari kehidupan sosial di masyarakat, yang berisikan pesanpesan moral yang baik untuk masyarakat dan anak remaja. “ Saya membuat film ini dengan fasilitas yang minim, dari penulisan skrip dan pengarahan pemain saya buat sendiri. Tetapi atas dorongan kawan-kawan akhirnya kami dapat menyelesaikan filmnya. Alhamdulillah sambutan masyarakat baik, setelah menonton film ini, “ ungkapnya. Film Si Jambol ini telah dilaunching oleh direktur, dosen dan mahasiswa-mahasiswa Poltek Sambas pada 27 Maret 2013. o

Ciptakan Persit Sehat Andika Lay Borneo Tribune, Pontianak

MISA Gubernur Cornelis, bersama Ny. Frederika Cornelis, Angelina Fremalco, Fransiskus Diaan dengan khusyuk mengikuti misa paskah di Gereja Katederal Pontianak. FOTO Andika Lay/Borneo Tribune. Andika Lay Borneo Tribune, Pontianak “Kita memaknai yang membuat hidup ini berarti adalah pengorbanan. Bukan menarik untuk diri sendiri tetapi pengorbanan untuk sesama umat manusia yang ada di muka bumi ini,Tuhan Yesus telah memberikan arinya pengorbanan dalam hidup-Nya demi untuk orang lain oleh sebab itu dalam peringatan wafat-Nya Tuhan Yesus harus dapat memberikan makna dan arti pentingnya dalam pengorbanan hidup ini untuk sesamanya,” kata Gubernur Kalbar Drs. Cornelis MH, Minggu (29/3) ketika menyampaikan sambutan usai melaksanakan Misa Paskah

bersama keluarga dan umat kristiani di Gereja Katedral Pontianak. Dikatakannya, umat kristiani diharapkan ikut serta dalam gerakan-gerakan penebusan dosa Allah melalui apa yang dilakukan Yesus dengan mengorbankan dirinya sampai disalib. "Ini disebut prinsip cinta kasih sebagai inti ajaran dari Kristus yang tidak lain adalah memberi, bukan mengambil. Inti pengorbanan Kristus memberikan dirinya, mengorbankan supaya manusia hidup," jelasnya. Gerakan pelaksanaan ibadah ini adalah ajakan kepada umat-umat Kristiani supaya ikut dalam gerakan pengorbanan memberikan diri untuk sesama supaya kita semua memiliki hidup.

Kematian Yesus sudah mengubah sejarah peradaban manusia, sejak kematian dan juga kebangkitan-Nya lah para murid insyaf akan tujuan Yesus di dunia ini. Jika Yesus mati sesuai nubuatan nabi-nabi, itu berarti kematianNya bukan karena dosa Yudas Iskarior, Pilatus atau orang-orang Yahudi saja. Allah sudah merencanakan-Nya dan memberitahukan pada para nabi. Sebagaimana juga diberitakan Yohanes: “Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia” (Yohanes 1:29b) dan Yesaya: “TUHAN berkehendak meremukkan dia dengan kesakitan. Apabila ia menyerahkan dirinya sebagai korban penebus salah, ia akan melihat keturunannya,

umurnya akan lanjut, dan kehendak TUHAN akan terlaksana olehnya (Yesaya 53:10). Gubernur juga berharap, seluruh umat kristiani untuk bersama-sama pemerintah menjaga dan membangun kehidupan yang harmonis dan damai, jalin kehidupan yang punya etika dan sopan santun sesuai dengan ajaran Tuhan Yesus. Menyinggung pembangunan Gereja Katederal Cornelis merasa bersyukur terlaksananya pembangunan tersebut telah mencapai 70 persen. Gubernur meminta kepada seluruh umat kristiani untuk bersama-sama memberikan sumbangsih baik pemikiran maupun dana demi kepentingan bersama. o

Ketua Persit Kartika Chandra Kirana PD XII/Tpr Ny Dra. Hj. Euis Ridwan meminta organisasi yang sehat bisa mengayomi anggotanya dengan penuh kekeluargaan dan keakraban antara sesama anggota. Saat memimpin upacara

serah terima jabatan Ketua Persit Cabang III/Spersdam dari Ny. Nining Dedy Kusmayadi kepada Ny. Langgeng Asep Syaripudin, dan Sertijab Ketua Persit Cabang LIX Brigif 19/Kh serta Sertijab Ketua Yayasan Kartika Jaya Koordinator LIX Brigif 19 PD XII/Tpr dari Ny Langgeng Asep Syaripudin kepada Ny Kandi Putra Jaya di Aula Makodam., ia

berharap Ketua Persit Cabang LIX Brigif 19/Kh Ny. Kandi Putra Jaya, dengan berbekal pengalaman sebelumnya akan dapat menciptakan organisasi Persit yang sehat, dan mampu membimbing ibu-ibu muda dengan penuh kekeluargaan, solid sehingga Persit Cabang LIX Brigif 19/Kh menjadi organisasi persit yang lebih maju, baik dan bermartabat. o

FOTO BERSAMA Pengurus Persit usai dilantik Ketua Persit KCK PD XII/Tpr Ny Euis Ridwan berkesempatan foto bersama. FOTO Andika Lay/Borneo Tribune.

CMYK

Amrul Borneo Tribune, Sambas


Mempawah-Kubu Raya Borneo Tribune

Rabu, 3 April 2013

Caleg Pemilu 2014

Pindah Parpol, Anggota DPRD Harus Berhenti “

Ketentuan tersebut telah diatur dalam Peraturan KPU No 07 tahun 2013. Merupakan salah satu syarat bakal calon anggota DPR, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten/ kota

Johan Wahyudi Borneo Tribune, Mempawah

FOTO: Johan W / Borneo Tribune

Munir Putra

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pontianak menegaskan legislator yang pindah partai politik (Parpol) untuk maju pada Pemilu 2014, wajib menyertakan surat keputusan (SK) pemberhentian sebagai anggota legislatif. “Ketentuan tersebut telah diatur dalam Peraturan KPU

No 07 tahun 2013. Merupakan salah satu syarat bakal calon anggota DPR, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten/ kota,” kata Ketua KPU Kabupaten Pontianak, Munir Putra, ditemui di ruang kerjanya, Selasa (2/4), kemarin. Lanjutnya, SK pemberhentian tersebut sudah diserahkan ke KPU paling lambat 18 April 2013. Selain SK pemberhentian, anggota dewan yang maju dengan menggunakan partai lain juga wajib mengi-

si formulir BB 5 yang berisikan pernyataan telah mengundurkan diri dari anggota DPRD yang diketahui oleh partai politik sebelumnya. “Kalau soal yang bersangkutan benar-benar mundur atau tidak, termasuk soal pergantian antarwaktu, bukan urusan KPU. KPU hanya berada di tataran administrasi Pemilu, kalau berkasnya sudah lengkap tentu kami anggap memenuhi syarat,” ungkapnya. o

PBB Harus Meningkatkan PAD

PERDA Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pontianak, HM Amin H Aminin, menyerahkan berita acara pengesahan Raperda PBB Perdesaan dan Perkotaan kepada Wakil Bupati, Rubijanto. Foto : Istimewa

Johan Wahyudi Borneo Tribune, Mempawah Raperda tentang Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Perdesaan dan Perkotaan, Senin siang (1/4) kemarin, akhirnya disahkan DPRD Kabupaten Pontianak dalam sidang paripurna yang dipimpin Wakil Ketua DPRD, HM Amin H Aminin, dan dihadiri Wakil Bupati Pontianak, Rubijanto. enam Fraksi DPRD Kabu-

Mencuatnya dugaan pelanggaran izin Amdal dan pembabatan hutan lindung yang dilakukan PT Kendalia Alam terus mendapat sorotan. Sembilan anggota Komisi C DPRD Kabupaten Kubu Raya, beserta pegawai Dinas Perkebunan dan Kehutanan dan Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Kubu Raya langsung mendatangi perusahaan yang beroperasi di Desa Kubu Kecamatan Kubu. Dari pertemuan tersebut, setidaknya tiga dugaan pe-

Koperasi Wajib Gelar RAT Johan Wahyudi Borneo Tribune, Mempawah Wakil Bupati Pontianak Rubijanto mengatakan setiap koperasi wajib melaksanakan rapat anggota tahunan (RAT) untuk menilai kinerja suatu koperasi baik atau tidak. “RAT merupakan kegiatan yang mutlak untuk diadakan, guna menilai kinerja suatu koperasi, apakah sehat atau tidak. Serta mampu mensejahterakan anggotanya atau tidak,” kata Rubijanto, saat menghadiri RAT Koperasi Jasa Keuangan Syariah Baitul Mal wat-Tamwil UGT Sidogiri Cabang Kalimantan Barat di Gedung Kartini, Mempawah. Pada kesempatan tersebut, Rubijanto memuji KJKS BMT UGT Sidogiri yang dinilai koperasi yang telah terbukti mampu menjalankan amanah yang diberikan para anggotanya. Dimana keberhasilannya dapat dilihat dari sedikitnya anggota yang mengambil sisa hasil usaha. “Ini berarti anggota menaruh kepercayaan yang besar terhadap Sidogiri. Berbeda dengan koperasi yang bermasalah, tentu para anggotanya akan segera mengamankan dananya masing-masing,” katanya. Untuk itu, Rubijanto berharap, seluruh koperasi di Kabupaten Pontianak, termasuk KJKS Sidogiri dapat mengembangkan usahanya. Serta terus membina anggotanya dengan baik. “Saya berharap di Kabupaten Pontianak juga dapat berkembang koperasi-koperasi maju lainnya,” katanya. Sementara itu Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kalimantan Barat, Ignatius IK yang membuka pelaksanaan RAT meminta para anggota koperasi dapat memanfaatkan RAT untuk menyalurkan gagasan demi pengembangan koperasi ke depannya. “Kedepan anggota KJKS Sidogiri dapat membentuk koperasi sektor riil yang dapat membantu program-program pemerintah. Karena koperasi yang baik adalah koperasi yang dapat menyejahterakan para anggotanya,” kata Ignatius. Sedangkan pengurus KJKS BMT UGT Sidogiri Kalbar, Abdul Hadi menjelaskan KJKS Sidogiri Cabang Kalbar telah beranggotakan 349 orang yang tersebar di 5 kabupaten/kota se-Kalbar dengan 14 kantor. Di Kalbar sendiri kini asetnya telah mencapai sekitar Rp 33,7 miliar dengan omset (dana berputar) lebih dari 150 miliar rupiah. “Kami komit dengan sistem ekonomi yang berdasarkan syariat Islam. Kami tidak akan menoleransi penyimpangan yang berujung kepada riba. Silakan laporkan kepada pengurus jika di lapangan ada petugas yang berlaku menyimpang,” tegasnya. o

Pemkab Gelar Pelatihan MC Achmad Munandar Borneo Tribune, Kubu Raya paten Pontianak, menyatakan menyetujui dan menerima Raperda tentang PBB Perdesaan dan Perkotaan, melalui Pendapat Akhir (PA) yang disampaikan fraksifraksi DPRD. Fraksi P2KB melalui juru bicaranya M. Zaldi Arpan, meminta pemerintah daerah mempersiapkan infrastruktur dalam melaksanakan Perda PBB Perdesaan dan Perkotaan. “Selain itu, Pemda juga harus mempersiapkan SDM

handal, serta mempersiapkan komponen pendukung seperti bank data seperti pemetaan wilayah dan sistem informasi, sehingga kedepan melalui PBB Pedesaan dan Perkotaan mampu meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD),” katanya. Fraksi GOHAN, melalui juru bicaranya, Safruddin Asra, meminta pemerintah daerah mencegah muncul oknum-oknum pemungut pajak yang menyalahgunakan kewenangan dalam melak-

sanakan tugasnya. “Kami juga meminta dalam proses pemungutan pajak bumi dan bangunan perdesaan dan perkotaan ini tetap mengacu pada peraturan perundang-undangan yang berlaku, dan tidak mengejar target semata, tapi meningkatkan pelayanan publik secara merata dan memberikan azas manfaat untuk masyarakat,” ucapnya. Menanggapi disahkannya Perda PBB Perdesaan dan Perkotaan itu, Wakil Bupati

Pontianak, Rubijanto, mengatakan atas nama Pemerintah Kabupaten Pontianak mengucapkan terima kasih atas kerja keras dan kerja sama yang terjalin antara eksekutif dan legislatif selama ini sehingga Raperda ini bisa disahkan. “Kami berharap keberadaan Perda ini bisa meningkatkankinerja pemerintah daerah dan PAD demi meningkatan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Pontianak,” katanya. o

PT Kendalia Bantah Melanggar Achmad Munandar Borneo Tribune, Kubu Raya

5

langgaran yang dilakukan, yakni pelanggaran izin Amdal, pembabatan hutang lindung dan tidak berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya dibantah pihak perusahaan yang mendapat izin mengelola hutan mangrove itu. Direktur Utama PT Kendalia Alam, Fairus menyebutkan dari izin yang dikeluarkan Kementerian Kehutanan untuk pemanfaatan hutan katu dengan luas lahan sebesar 18.130 haktare izin pihaknya hanya mengelola 11 ribu haktar saja. Menurutnya, berdasarkan aturan yang ada tujuh ribu haktar yang tersi-

sa dijadikan sebagai hutan konservasi. “Tujuh ribu haktar itu tidak boleh diganggu gugat,” katanya. Dia menjelaskan, dari 11 ribu haktar kawasan hutan mangrove yang dijadikan kawasan produksi tidak dapat dilakukan sekaligus. Karena berdasarkan aturan, bahwa pemanfaatan hutan mangrobve harus dilakukan bertahap selam 20 tahun. “11 ribu haktar itu harus dibagi dengan 20 tahun, maka dapatlah hasilnya per tahun luas hutan mangrove yang boleh ditebang sebesar 550 haktar. Yang mana hutan mangrove yang tahun ini su-

dah dikelola baru boleh dikelola kembali 20 tahun kemudia, dan hutan yang sudah ditebangi itu baru dapat ditanami kembali dua tahun kemudian.” jelasnya. Terkait dugaan pelanggaran izin Amdal dengan membuat kanal-kanal, dia menegaskan bahwa kanal-kanal yang dibuat tidaklah melanggar aturan. Karena aktivitas yang dilakukan sudah sesuai dengan dokumen teknis yang dikeluarkan oleh Departemen Kehutanan dan dokumen dampak lingkungan yang dikeluarkan BLH. Yang mana dalam dokumen rancangan kerja tahunan

(RKT) baik pembuatan kanal, tempat pengumpulan kayu sudah disebutkan. “Antara hutan lindung dan hutan produksi sudah ada zona aman dengan luas 500 meter. Sehingga tidak mungkin kami dapat melalukan pembabatan hutan lindung. Dan memang, sejak mulai beroperasi 2009, laporan perkembangan itu belum kami lakukan, karena masih belum mengetahui bagaimana konsep laporan yang harus dibuat untuk diserahkan, selain itu juga petugas pembuat laporannya pada saat itu belum ada,” tuturnya. o

Upaya peningkatan kualitas percaya diri dan pengetahuan, Pemkab Kubu Raya melalui Dinas Budaya Pariwisata Pemuda dan Olahraga yang bekerjasama dengan Dewan Kesenian Kubu Raya menggelar pelatihan keprotokolan dan master of ceremony (MC), Selasa, (2\4) di Aula Bupati. Pelatihan tersebut diikuti oleh 250 peserta yang terdiri dari unsur birokrasi, guru, PKK, Sanggar-sanggar di Kubu Raya dan direncanakan Bupati Kubu Raya yang membuka acara tersebut. Kabid Budaya Disbudparpora Kubu Raya Busri Ismail mengatakan bahwa pelatihan keprotokolan dan MC menjadi kebutuhan bagi semua sebagai organisasi maupun lembaga yang memiliki banyak kegiatan. “Pelatihan MC ini sangat dibutuhkan sekali. Karena yang namanya MC harus dengan skill dan bakat, tidak muncul secara tiba-tiba tetapi harus dilatih supaya mengetahui bagaimana teknik menjadi MC yang bagus,” katanya. Busri mengharapkan dengan pelatihan ini nanti akan menambah skill dan ketrampilan peserta itu untuk menjadi MC yang baik. Sehingga benar-benar bagi peserta yang mengikutinya menjadi seorang yang tahu tentang keprotokoleran dan menjadi MC yang professional. Lanjutnya Busri menyampaikan bahwa dasar keprotokolan yakni UU No.9 tahun 2010 tentang Keprotokolan dari penyempurnaan UU No.8 1987 tentang Keprotokolan. “Selama inikan kalau kita melihat para MC di Kubu Raya inikan belum masih banyak yang sama artinya tidak ada perbedaan cara pembawaanya yang bersifat formal dan non formal,” paparnya. Pelatihan berlangsung sehari penuh itu nantinya diakhiri dengan praktek bagaimana membuat atur acara dan membawakan acara oleh perwakilan peserta yang telah dibagi dalam kelompok. Untuk itu Busri mengharapkan setelah pelatihan nanti selesai, mereka nantinya dapat mengembangkan kemampuannya di berbagai lembaga maupun organisasi. “Bahkan mereka memberikan ilmunya tersebut sampai tingkat bawah, bagaimanamenjadi seorang MC yang profesional,” harapnya. o


Bengkayang Borneo Tribune

Rabu, 3 April 2013

6

Ak Akui Ngembat Rokok Bos untuk Judi Biliar Rudi Borneo Tribune, Singkawang

Investasi Bodong

Asep: Jika Jadi Korban, Laporkan ke Polisi Tidak sedikit masyarakat di kota ini yang menjadi korban atas kasus investasi bodong, namun hingga saat ini pihak kepolisian belum pernah menerima laporan dari para korban yang mengalaminya. “Sampai hari ini belum ada yang melapor ke kita. Namun tetap kita anjurkan sebaiknya warga yang menjadi korban agar segera mau melaporkannya,” kata Kapolres melalui Kasubag Humas Polres Singkawang, Iptu Asep, S. Polisi tidak bisa melakukan proses hukum, jika memang tidak ada korban yang mau melapor. Namun sebaliknya, jika ada korban yang melapor, tentunya polisi akan melakukan penyelidikan dan penyidikan, yang dimulai dari pemeriksaan saksi serta pengumpulan alat bukti.

Jika ada laporan dari korban, kita akan memanggil saksi-saksi untuk diperiksa. Kita cek kebenarannya, jika uang tersebut ditransfer, kita cek ke rekening, kemana dan kepada siapa ditransferkannya

Rudi Borneo Tribune, Singkawang

“Jika ada laporan dari korban, kita akan memanggil saksi-saksi untuk diperiksa. Kita cek kebenarannya, jika uang tersebut ditransfer, kita cek ke rekening, kemana dan kepada siapa ditransferkannya,” jelasnya. Dari proses yang dilakukan itu, sambung Asep, agar polisi bisa mengetahui apakah

investasi yang dilakukan korban tersebut fiktif ataupun tidak. “Jika terbukti fiktif, maka bisa dipastikan uang korban ikut hilang dibawa kabur oleh pelaku. Dan sebaliknya, jika investasi itu tidak fiktif, yang bersangkutan bisa kita panggil untuk dipintai keterangan. Tetapi semua itu perlu dicek kebenarannya, sehingga korban juga harus melapor,” jelasnya. Asep mengatakan, jika ada korban yang mau melapor dan dilakukan penyelidikan, sekaligus penyidikan, tidak ada pungutan biaya sepersen pun alias gratis, dari pihak kepolisian. Disamping itu, tak lupa Asep mengingatkan kepada masyarakat, untuk tidak mudah mempercayai segala bentuk penawaran yang menjanjikan atas hasil dalam jumlah yang besar. “Hal itu adalah sematamata agar masyarakat tidak menjadi korban yang berikutnya,” pesannya. o

Nasib apes yang dialami oleh seorang karyawan, yang berinisial, An alias Ak (24), pasalnya nekat mengembat barang jualan milik bosnya di sebuah Toko Citra, Jalan Ratu Sepudak, Rt 9 RW 6, Kecamatan Singkawang Utara. Aksi ini terhitung sudah yang ke 3 kalinya dia lakukan, selama 5 hari dia bekerja di sebuah toko milik Lie Pin Pin, Minggu (31/3) kemarin. Saat ditemui sejumlah wartawan, Ak mengaku kalau aksi ini bukan yang pertama kalinya dia lakukan melainkan merupakan aksinya yang ke 3 kalinya. Sebelumnya Ak sudah 2 kali beraksi. Aksi pertama, cerita Ak, dilakukannya di hari ke 2 bekerja, yaitu pada Kamis (28/3) siang. “Saat itu saya mengambil 10 slop rokok dari lantai II toko dan menyimpannya di dalam tas yang dari awal sudah dipersiapkannya. Dan barang hasil curian itu saya simpan di bawah tangga, dan kemudian dibawa pulang pada saat jam pulang kerja,” aku Ak polos. Dikarenakan usahanya yang pertama berhasil, Ak pun berniat ingin mengulangi kembali aksi yang serupa pada hari berikutnya, yaitu pada Jumat (29/3). Ak kembali mengulangi aksi yang sama, dan mengambil 5 slop rokok saja. Namun, aksi serupa ini terbongkar, yang mana pada saat itu Ak ingin mengulangi aksinya yang ke 3. Masih dengan cara yang sama, setiap usai beraksi, Ak tetap menyimpan hasil curiannya di

dalam tas dan kemudian ditaruh di bawah tangga. Ternyata, tas itu secara tidak sengaja telah ditemukan majikannya yang bernama Lie Pin Pin, yang mana pada saat itu bosnya hendak ke belakang toko. Penasaran, apa gerangan yang ada di dalam tas itu, Lie Pin Pin pun membukanya, dan alangkah terkejutnya, ruparupanya ada 9 bungkus slop rokok di dalam tas tersebut. Akhirnya sang pemilik toko pun merasa heran, lantas bertanya kepada karyawan terkait kepemilikan rokok yang ditemuinya itu. “Saat bos nanya, saya ngaku kalau rokok itu saya yang ambil,” kata Ak. Dikatakan Ak pula, kalau barang curian tersebut dijualnya dengan teman-temannya dengan harga 100 ribu rupiah/ slop rokok. “Uangnya saya gunakan untuk makan, dan bermain judi biliard,” akunya. Kapolres Singkawang, AKBP Prianto, melalui Kasubag Humas Asep S, membenarkan kalau pelaku beraksi secara berurutan. Barang yang diambil pun merupakan milik majikan di tempat dia bekerja. “Baru saja lima hari bekerja, terhitung sudah mengambil sebanyak 24 slop rokok,” kata Asep. Menurut Asep, dari 24 slop rokok, 15 diantaranya sudah terjual. Pelaku menjual satu slop rokok seharga Rp100 ribu, sedangkan harga jual normal itu Rp.125 ribu. “Jadi ada Rp1,5 juta keuntungan pelaku dari menjual rokok. Tetapi uang itu sudah habis dalam beberapa hari, digunakannya untuk bermain judi biliar dan makan,” kata Asep. o

Opini

Terima Kasih Guru Oleh: Heriansyah Terpujilah wahai engkau Ibu Bapak Guru. Namamu akan selalu hidup dalam sanubari ku. Penggalan lagu ini mengingatkan saya dan bahkan kita semua yang pernah menduduki bangku sekolah. Tentulah setiap upacara hari Senin kita menyanyikannya dengan penuh penghayatan , bahkan ada diantara guru saya mengeluarkan air mata karena terharu dengan baitbait yang sangat menyentuh kalbu. Adanya peringatan hari Guru ini menandakan bahwa betapa pentingnya seorang guru hingga jasanya jangan mudah dilupakan dan bahkan jangan sampai terlupakan. Hadirnya professor dan bahkan para cendekiawancendekiawan muncul karena ‘jerih payah’ seorang guru. Guru bukan hanya seorang yang mengajarkan pengetahuannya kepada peserta didiknya tetapi dia dengan ikhlas membimbing, mengarahkan, serta memperbaiki sikap seorang peserta didiknya yang tidak benar menjadi benar. Guru memiliki peranan penting dalam membangun generasi agar lebih maju dan martabat. Bahkan ada anggapan bahwa ketika peserta didik melanggar normanorma baik norma hukum, agama, kesopanan dan kesusilaan yang disalahkan adalah gurunya. Padahal guru hanya punya waktu sedikit untuk memperbaiki akhlak peserta didiknya dibanding orang tua dan masyarakat. Tetapi guru tetap berusaha semaksimal mungkin memberi yang terbaik pada

peserta didiknya. Keikhlasan seorang guru dinukil Allah dalam firmannya surah Yusuf ayat 104 : ‘Dan kamu sekali-kali tidak meminta upah kepada mereka (terhadap seruanmu ini), itu tidak lain hanyalah pengajaran bagi semesta alam’. Gelar pahlawan tanpa tanda jasa yang diberikan kepada guru adalah suatu hal yang istimewa. Ia selalu berusaha memberi yang terbaik tanpa pengharapan imbalan dalam bentuk apapun. Ia bagaikan pelita dalam kegelapan dan bagaikan embun penyejuk dalam kehausan. Wajar saja di momen peringatan hari guru seyogyanyalah diisi dengan kegiatan-kegiatan pendidikan. Karena pendidikan itu tidak pernah terlepas dari upaya guru yang ia lakukan secara sadar. Ketika hari ini orang sudah tidak lagi menganggap pentingnya seorang guru maka ia seolah-olah telah membuat anak bangsa ‘bodoh’ karena adanya para ilmuwan adalah bagian penting dari seorang guru. Saatnya kita mulai hari ini, baik sebagai orang tua dan masyarakat serta mahasiswa menghargai jasa-jasa guru, dengan menanamkan semangat belajar kepada generasi bangsa dan menteladani guru, Karena perubahan itu dapat dimulai dari diri sendiri. Mari kita kembalikan lagi semangat guru yang telah ‘menciptakan’ generasi-generasi yang dikenal kepintarannya oleh seluruh Bangsa dan Negara. Terima kasih kuucapkan pada guruku yang tulus karena ilmu yang berguna selalu dilimpahkan hingga tumbuhlah bakatku…Terima kasih Guruku.

Mahasiswa Menulis untuk Hari Kartini

Wanita dan Karyanya Oleh: Fitri Muthmainnah Sebelum kita masuk kepada topik bahasan kita, terlebih dahulu kita harus mengenal dahulu siapa itu Kartini? Menurut kalian Kartini itu siapa dan mengapa namanya tidak asing di telinga kita jika mendengar namanya? Katini adalah anak dari seorang bangsawan jawa yang hidupnya yang selalu diatur oleh keluarganya. Dia tinggal bersama orang tuanya. Nama ayahnya adalah Raden Mas Adipati Sosrodiningrat anak dari seorang bupati di Jepara dan ibunya bernama M.A. Ngasirah. Kartini adalah anak ke-5 dari 11 bersaudara. Ibunya Kartini itu adalah istri pertama dari ayahnya dan bukan istri yang utama. Alasanya kenapa bisa begitu, karena ibunya Kartini itu bukanlah seorang bangsawan makanya ayanya kartini menikah lagi dengan anak seorang bangsawan keturun Raja Madura. Nama Istri kedua ayahnya adalah Raden Adjeng Woerjan. Karena perkawinan ayahnya dengan anak keturun Raja Madura maka Ayahnya kemudian langsung di angkat menjadi seorang Bupati di Jepara. Kartini itu sebenarnya anak ke-5 dari 11 saudara kandung dan saudara tirinya. Kartini juga mempunyai saudara yang pintar dalam bidang bahasa. Kartini diizinkan untuk bersekolah sampai usia 12 tahun di salah satu sekolah khusus untuk anak-anak bangsawan. Nama sekolahnya adalah sekolah Europese Lagere School (ELS) dan di sekolah inilah Kartini belajar bahasa Belanda. Setelah usianya berumur 12 tahun kemudian Kartini dipingit dan hanya belajar di rumahnya. Karena Kartini bisa berbahasa Belanda, maka dia di rumah belajar bahasa Belanda sendiri dan menulis surat-surat korespondensinya kepada temannya yang berasal dari Belanda. Nama temannya dari belanda itu adalah Rosa Abendanon. Dari temannya itulah Kartini belajar mengenai berbagai hal. Dan dari temannya juga Kartini bisa mendapat pengetahuan dari kiriman koran-koran dan majalah dari Belanda. Dari buku-buku, koran dan majalah itulah Kartini belajar mengenai banyak hal mulai dari masalah sosial, budaya sampai masalah wanita. Dan dari situlah Kartini terinspirasi dari wanita Eropa untuk membangkitkan mengenai emansipasi wanita. Dan mulai dari situlah Kartini banyak menulis mengenai masalah yang dihadapi wanita pribumi. Dan salah satu karyanya adalah buku yang berjudul Habis Gelap Terbitlah Terang dan masih banyak yang lainnya. Buku inilah salah satu hasil karya Kartini yang sangat terkenal. Dan dari sinilah mulai perjuangan seorang Kartini demi emansipasi wanita yang telah di nanti oleh wanita pribumi lainnya. Jasa Kartini untuk wanita indonesia sangatlah besar dan kita patut untuk menghargainya. Kartini wafat pada usia yang masih sangat muda yaitu masih dalam usia 25 tahun. Kartini wafat pada tanggal 17 September 1904 di Rembang, Jawa Tengah, Hindia Belanda. Baiklah kita akan membahas mengenai mengapa kita harus merayakan hari Kartini. Karena kita harus menghargai jasanya terhadap wanita Indonesia. Untuk itu dalam peringatan hari Kartini 21 April kita membuat suatu acara yang membuat seorang wanita untuk tidak hanya tinggal di rumah mengurus rumah tangganya, namun bisa menghasilkan suatu karya yang dapat digunakan oleh semua orang. Dengan begitu kita bisa membuat suatu kegiatan yang dikerjakan oleh ibu-ibu atau wanita yang tidak bekerja. Kita membuat suatu kegiatan usaha rumah tangga yang dapat menghasilkan suatu karya yang bermanfaat dan hasilkaryanya dapat diperjualbelikan. Dengan adanya kegiatan yang melibatkan para wanita untuk berkarya atau berekspresi, diharapkan tidak ada atau dapat mengurangi pengangguran yang ada di Indonesia ini. Selain itu, acara ini kita buat dalam rangka memperingati hari lahirnya Raden Ajeng Kartini itu dibuat dengan semarak mungkin, dengan mengeksplor semua kemampuan yang dimiliki oleh wanita-wanita tersebut. Pada acara itu juga kita melibatkan para wanita yang berkecimpung dalam kelompok ibu-ibu PKK, Industri rumah tangga dan lain-lain Pada acara tersebut kita akan memamerkan atau menampilkan hasil karya para wanita yang membuat suatu barang atau karya yang dapat dipergunakan dan dimanfaatkan oleh banyak orang. Contohnya adalah dengan membuat tas, dompet, sepatu, sendal, dari limbah plastik pengharum pakaian, rinso dan lain sebagainya. Bukan hanya itu dalam kegiatan itu kita juga dapat menampilkan hasil sulaman, batik, rajutan, lukisan, dan masih banyak lagi hasil karya yang dibuat oleh ibu-ibu PKK dan Industri rumah tangga. Dengan begitu, wanita bukan hanya dianggap sebagai ibu rumah tangga namun juga dapat menghasilkan suatu karya yang dapat menjadi pemasuk untuk rumah tangganya. Dengan demikian bahwa kita sebagai manusia dimuka in jangan lah meremehkan kaum wanita. Krena wanita bukan hanya tinggal dirimah namun bisa berkarya di luar rumahnya. Dan kita juga tidak melupakan kodrat kita sebagai wanita. Pada dasarnya wanita dan pria itu sama, namun yang membedakanya adalah kodrat masing-masig wanita dan pria. Fitri Muthmainnah Mahasiswa PAI Jurusan Tarbiyah STAIN Pontianak


Rabu, 3 April 2013

Bupati Sanggau Letakkan Batu Pertama Masjid Al-Mukarramah Desa Sui. Muntik Ratna Sari Borneo Tribune, Sanggau Bupati Sanggau, H. Setiman H. Sudin meletakkan batu pertama pembangunan Masjid Al-Mukarramah Desa Sui. Muntik Dusun Kayu Tunu Kecamatan Kapuas, Sabtu (29/3) beberapa waktu lalu. Bupati Sanggau, H. Setiman H. Sudin menghimbau kepada semua lapisan masyarakat terutama jamaah Masjid Al- Mukarramah agar dapat bersama-sama bekerja bergotong royong membangun Masjid. Sehingga tidak semua pelaksanaan pembangunan diupahkan seperti pengadaan material pasir maupun batu kerikil yang cukup banyak di Dusun Kayu Tunu. Setiman berpesan agar masyarakat saling Kepada panitia agar sinergisitas dalam mem- melakukan manajebangun ada saling kepercayaan dalam men terbuka terutakepanitiaan dan terutama mengenai angma bagaimana agar dapat memakmurkan mas- garan baik itu angjid yang ada. garan yang masuk “Kepada panitia agar melakukan manajemen maupun anggaran terbuka terutama meyang keluar, sehingngenai anggaran baik itu anggaran yang masuk ga tidak ada curiga. maupun anggaran yang keluar, sehingga tidak Dan kalau memungada curiga. Dan kalau kinkan agar catatan memungkinkan agar catatan keuangan tersebut keuangan tersebut dicatat dan ditempel di dicatat dan ditempel dinding masjid,” ujarnya. di dinding masjid. Setiman juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sanggau telah menganggarkan sebanyak Rp. 20 juta untuk membantu pembangunan Masjid AlMukarramah Kayu Tunu. Sementara itu, Pangeran Ratu Gusti Arman dalam kesempatan tersebut juga menghimbau agar masyarakat dapat memakmurkan rumah ibadah. Jangan sampai rumah ibadahnya bagus dan megah, namun jamaahnya malah tidak ada, akan menjadi mubazir. Menurut Ketua Panitia, kondisi Masjid tersebut diketahui sekarang tidak cukup lagi menampung jumlah jamaah yang ada. Untuk itu perlu adanya pelaksanaan pembangunan yang lebih besar lagi. Berdasarkan pertemuan yang diadakan oleh pengurus masjid bersama jamaah telah mengambil kesepakatan untuk membangun Masjid Al-Mukarramah yang lebih besar lagi. Sesuai dengan RAB yang telah dibuat maka dana yang dibutuhkan kurang lebih seberar 700 juta rupiah, dan hingga saat ini melalui jamaah dan para donatur. Jumlah dana yang telah terkumpul untuk pembangunan masjid tersebut sekitar Rp. 34 juta lebih. Pelaksanaan pembangunannya pun dilakukan secara bertahap agar tidak mengganggu pelaksanaan ibadah. Dalam kesempatan itu pula Dandim 1204 Sanggau, Kapolres Sanggau dan Pangeran Ratu Gusti Arman masing-masing memberikan bantuannya sebanyak 50 sak semen. Sedangkan Bupati Sanggau juga memberikan bantuan secara pribadi senilai Rp. 5 Juta.

Landak-Sanggau Borneo T Tribune

7

Kecewa Listrik

Puluhan Warga Sompu Datangi Kantor PLN Area Sanggau Ratna Sari Borneo Tribune, Sanggau

Sekitar 70 warga Sompu Kelurahan Tanjung Kapuas Kecamatan Kapuas Kabupaten Sanggau, Senin (1/4) sekitar pukul 18.00 WIB mendatangi kantor Perusahaan Listrik Negara (PLN) Area Sanggau Jalan Agus Salim untuk menyampaikan rasa kekecewaan mereka kepada PLN. Kedatangan para warga tersebut dikarenakan umat Kristiani Lingkungan Sompu tidak bisa melaksanakan ibadah paskah di Gereja Santo Gabriel Sompu, Jumat (29/3) sekira pukul 18.00 WIB yang lalu. Pembatalan ibadah Paskah di-

karenakan penerangan dari PLN tidak menyala hingga Senin (1/4). Warga Sompu, Yohanes Jakin (31) mengatakan bahwa warga sangat kecewa, lantaran sejak Jumat (29/3) pukul 18.00 WIB warga sudah ramai berada di gereja. Namun kembali pulang, karena mati lampu. Bahkan sebelum memutuskan pulang, pihaknya juga telah menghubungi PLN tentang pemadaman yang dilakukan. Tetapi tidak ada tanggapan yang positif. “Sudah ditelepon Pak RT, saya dan warga lain tapi tidak ada reaksi. Jelas kami kecewa, jadi kami datang ke sini,” ujarnya. Ketua Rukun Tetangga (RT) VII Sompu, Umar

Bakri mengatakan di gereja tersebut belum memiliki genset. Ketika mati lampu, listrik sangat dibutuhkan. Dirinya menuturkan, persoalan ini sangat mengecewakan warga. Dirinya pun menilai PLN tidak tanggap akan keluhan warga. “Kasus ini baru kena warga kita belum yang lain. Kita tidak ingin ada warga lain yang dikecewakan seperti ini,” jelasnya. Umar menjelaskan, kedatangan warga ke PLN awalnya hanya meminta penjelasan. Namun, seolah-olah ada petugas keamanan yang tidak ramah menanggapi massa. “Kami seolah ditantang petugas keamanan itu. Makanya warga agak kesal, syukur warga masih bisa menahan emosi,” ujarnya.

Sementara itu, penasehat RT VII Lingkungan Sompu, Martin mengaku kesal dengan kejadian ini. Sudah beberapa kali warga menyampaikan namun tak juga mendapat tanggapan. Bahkan, Senin (1/4) sekitar pukul 16.00 WIB, petugas PLN mendatangi lapangan. Tetapi listrik juga tak kunjung menyala. “Kita sangat kecewa berat, karena momen sakral lampu mati. Ditelepon juga tidak diangkat,” ungkapnya. Asisten Manager Administrasi dan Pelayanan PLN Area Sanggau, Doni Hernandi menjelaskan, matinya lampu di Sompu dikarenakan kabel Oxit yang terbakar. Terbakarnya kabel menjalar ke trafo yang akhirnya jebol. Trrafo yang jebol

itu ukurannya kecil. Trafo tersebut jenisnya model lama dan sulit dicari. “Trafo itu modelnya lama, jadi tidak ada lagi, jadi kita keliling-keliling ke unit cari trafo itu,” ujarnya. Doni menuturkan, bahwa Senin (1/4) malam listrik sudah bisa menyala. Lantaran pihaknya menyambungkan dari tower. Sambil berjalan, pihaknya akan mengganti trafo yang terbakar tersebut. “Solusinya, kita akan ganti trafo yang baru yang berkapasitas lebih besar. Jadi, harus ganti konstruksi yang baru juga, jika tidak ada kendala hujan atau lainnya. Penggantian trafo maupun konstruksi itu memerlukan waktu sekitar satu hari,” pungkasnya.

HO TEL HOTEL

ALTERNATIF. Padatnya kendaraan dan macetnya arus lalu lintas di jalan raya khususnya di jembatan Tol I yang ada di kota Pontianak, menjadikan kapal penyeberangan di sungai kapuas sebagai alternatif bagi masyarakat untuk memperlancar perjalanannya. FOTO Fahmi Ichwan/ Borneo Tribune

RA Hamili Anak Kandung Borneo Tribune, Ngabang Entah setan apa yang merasuk Pelaku RA (44) Warga di sebuah dudun di Desa Ambawang, Kecamatan Mempawah Hulu. RA tega menyetubuhi anak kandungnya sendiri sebut saja bunga (16) pelajar SMAN 1. Persetubuhan diakui pelaku terjadi hingga 30 kali ini membuahkan hasil hingga bunga kini hamil 8 bulan. Kepala Borneo Tribune pelaku mengatakan, perbuatannya ini dilakukan sejak April 2012 hingga Juni 2012. “Saya setubuhi anak saya saat di rumah saat rumah sedang sepi. Bunga saya ancam dengan mengatakan jangan bilang-bilang ke mamakmu nanti kita berdua masuk penjara,” ujar pelaku ketika diwawancarai di Unit Perlindungan Anak dan Perempuan Polres Landak, Selasa (2/ 4) siang kemarin. Pelaku juga mengakui perbuatan tak pantas tersebut ia lakukan tidak hanya di runah saja akan tetapi juga dilakukan disaat menjemput bunga dari sekolah dan dilakukan di

tempat sepi dalam perjalanan pulang. “Saat melakukan persetubuhan saya sepertinya di luar kesadaran saya,” kilahnya. ”Saya sangat menyesal atas perbuatan saya ini. Jika memang mau dihukum seberat-beratnya saya rela. Ditembak juga saya rela. Makanya sewaktu saya mau ditangkap saya sudah tahu dan saya tidak melawan. Bahkan sebelumnya saya sudah pernah punya niat mau menyerahkan diri ke Polisi, setelah pertama sekali mengetahui anak saya hamil 4 bulan. Itulah herannya saya koq biasa dia hamil dan saya kaget, makanya saya ingin menyerahkan diri,”ujarnya lagi. Sementara itu Kapolres Landak melalui Kanit Perlindungan Anak dan Perempuan Aiptu Dahman Saragih, saat ditemui Borneo Tribune di ruang kerjanya membenarkan adanya kasus ini. Kini ujar Dahnan pelaku telah diamankan di Mapolres Landak. “Pelaku sudah kita tahan dan diambil keterangannya. Nanti kasus ini terus kita

Pelaku RA (44) yang menghamili anak kandungnya. Foto S.Ardiansyah. Borneo Tribune.

proses lebih lanjut. Selain pelaku ibu korban juga akan kita panggil untuk memberikan kesaksiannya,”ujar Dahman. Melihat dari kejadian ini pelaku dapat kita jerat pada persetubuhan terhadap anak

di bawah umur sebagai mana dimaksud dalam pasal 81 ayat 1 dan 2, pasal 82 UU no 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak ) pasal 287 KUHP Jo Pasal 64 KUHP apa lagi menyetubuhi anak kandung sendiri dengan ancam-

an 15 tahun penjara. “Namun demikian kami terus melakukan penyelidikan lebih lanjut. Agar kasus ini dapat segera di limpahkan ke pengadilan dengan bukti yang konkrit,” tandas Dahman. (Kiriman Slamet Ardiansyah)

Sengah Temila Dapat Jatah 500 Unit Rehabilitasi Rumah Borneo Tribune, Ngabang Kecamatan Sengah Temila Kabupaten Landak mendapat jatah 500 unit rumah yang akan direhabilitasi. Pelaksanaan rehab diperkirakan pada bulan April 2013 ini. Menurut Camat Drs Yosep, tidak kurang 500 unit rumah yang dinilai tidak layak huni akan dibedah, namun rumah yang mendapat bantuan dari Kementrian Perumahan ini disesuiakan dengan kerteria

rumah yang memang sangat membutuhkan untuk di rehabilitasi. “Data kita hari ini sudah masuk ke Kementrian Perumahan yang berada di Jakarta. Lalu kemudian tim verifikasi akan turun memastikan rumah mana yang layak dibantu dan pada bulan April sudah bisa action,”ujar Yosep kepada Borneo Tribune saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (1/4) siang kemarin.

Yosef lebih jauh menjelaskan, di Kecamatan Sangah Temila terdapat 14 Desa. Dan dari 500 unit setiap desa diperkirakan mendapat jatah 25 hingga 30 unit. “Hal ini juga tidak dapat dipastikan atau dipatokan, karena di setiap desa yang diusulkan ada yang berjumlah 50 unit. Dan belum tentu semua dapat, berapa setiap desa ya tergantung verifikasi dari tim ini. Tapi minimal 25 unit ,”ujar Yosef.

Ia juga mengingatkan penentuan rumah mana yang dapat bantuan bedah rumah bukan atas kemauan Camat. Akan tetapi hal tersebut telah melalui verifikasi tim yang telah ditunjut untuk menilai rumah mana yang layak dibantu. “Program ini sifatnya adalah bantuan dari Kementrian Perumahan RI. Dimana per rumah mendapat bantuan sebesar Rp 7,5 juta. Nah dari jumlah bantuan ini akan di-

tentukan melalui foto yang jelas bagian mana dari rumah tersebut akan di rehabilitasi. Dan bantuan ini memang dalam bentuk uang yang akan diterima langsung Kepala Keluarga yang rumahnya akan dibedah. Dimana setiap KK ini akan diberi nomor rekening dan langsung menerimannya. Namun dalam pengunaanya tetap diawasi dan dikoordinir oleh tim pengelola kegiatan,”pungkas Yosef.


Sekadau Borneo Tribune

Rabu, 3 April 2013

8

PPK Bangun Soliditas Untuk Pemilu Berkualitas Bagus Kosminto Borneo Tribune, Sekadau

Salah satu rumah Dinas Guru Sekolah Dasar di Desa Lubuk Tajau Kecamatan Nanga Taman yang perlu sentuhan perbaikan FOTO Bagus Kosminto/Borneo Tribune

Ketua Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Sekadau, Subandrio mengatakan dalam rangka menyukseskan Pemilu 2014 maka diperlukan kerjasama yang solid dari Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) di 7 Kecamatan di Kabupaten Sekadau. Oleh sebab itu, Subandiro berpesan para anggota PPK harus jeli dalam bekerja. Sebab, Pemilu 2014 mendatang dinilai cukup rumit. “Tentunya, hal ini menuntut kepiawaian saudarasaudara bapak dan ibu anggota PPK di Kecamatan, bagaimana mensukseskan pesta demokrasi Pemilu 2014 mendatang,” katanya kepada para anggota PPK baru-baru kemarin. Pesta demokrasi tak lama lagi akan digelar, berbagai proses dan tahapan Pemilu 2014 mendatang sudah dimulai. Oleh sebab itu, Komisi Pemilihan Umum Daerah Kabupaten Sekadau berharap, PPK yang baru di-

Subandrio. FOTO Dok/Borneo Tribune

lantik memiliki fungsi strategis dalam mewujudkan pemilu berkualitas di tingkat Kecamatan dan Kabupaten Sekadau.

Di samping itu, Subandrio mengatakan suatu variabel yang sangat mempengaruhi keberhasilan pekerjaan PPK adalah komunikasi dan koordinasi dengan Pemerintah Kecamatan. “Para PPK diminta untuk bekerja sama sesuai aturan yang telah ditetapkan, sehingga penyelenggaraan Pemilu bisa lancar dan berkualitas,” katanya. Karena itu, dalam melaksanakan fungsi dan perannya dapat menjunjung tinggi azas-azas pemilu yaitu mandiri, jujur, adil, kepastian hukum, tertib penyelenggarakan pemilu, kepentingan umum, keterbukaan, proporsionalitas, profesionallitas, akuantabilitas, efesien dan efektif. Suban percaya, anggota PPK adalah orang-orang yang kredibel, terpercaya, profesional dan bertanggung jawab. “Mari kita tingkatkan solidalitas bekerja agar pemilu berlansung sukses dan berkualitas. KPU percaya saudara-saudari mampu bekerja profesional,” pintanya. o

Humas Pemerintah Dibekali Pengetahuan Andika Lay Borneo Tribune, Pontianak Kepala Sub Bagian (Kasubbag) Humas, Protokoler, dan Rumah Tangga Setda Kabupaten Sekadau, Anwar S.Sos menyambut baik pertemuan Badan Koordinasi Hubungan Masyarakat (Bakorhumas) Regional Indonesia Tengah yang diselenggarakan oleh Kemenkominfo bersama Pemerintah Provinsi Kalbar yang dipusatkan di

Hotel Aston Pontianak. Menurut Anwar, S.Sos, kegiatan seperti ini dapat memberikan masukan dan informasi bagian aparatur Humas yang ada di Pemerintahan. “Kegiatan ini memberikan wawasan dan meningkatkan pengetahuan aparatur Humas,” kata Kasubbag Humas, Protokoler, dan Rumah Tanggah Setda Kabupaten Sekadau, Anwar, S.Sos, Selasa (2/4) saat ditemui sesaat mengikuti Pertemuan Bakorhumas

INFO BANK BNI 46 Pontianak, Jl. Tanjung Pura No. 1 Telp. (0561) 736211, 732016, 732630, 732026 (0561) 736392 Capem Univ. Tanjungpura. Jl. Daya Nasional Telp. (0561) 736046 (0561) 764012 Capem Pasar Siantan, Jl. Khatulistiwa No. 81-83 Siantan Telp. (0561) 881419 (0561) 883263

BCA KCU PONTIANAK, Jln. A. Yani No. 1 Ptk, 0561-736305 (hunting) KCP Imam Bonjol, Jln. Imam Bonjol No. 457 Ptk, 0561-737984, 734524 KCP Rahadi Usman, Jln. Rahadi Usman No. 4 Ptk, 0561-733482, 740814-15 KCP Sei Pinyuh, Jln. Raya Terminal 05-06, Sei Pinyuh KCP Sultan Muhammad, Jln. Sultan Muhammad 136, Ptk, 0561-738051

BANK KALBAR CABANG UTAMA PONTIANAK Jl. Rahadi Osman No. 10 Pontianak 78117, Telp. (0561) 732148, 736723 Fax. (0561) 745149, Telex. 29174, 29129 CABANG SYARIAH Jl. A. Yani Pontianak, Komp. Perkantoran & Town House No. 5-6 (depan A. Yani Mega Mall) Telp. (0561) 733033, 7061800, Fax. (0561) 732599

BANK BRI Kantor Cabang Barito, Jalan Barito, Telp. (0561) 734009, Fax. (0561) 733019 Komplek Pertokoan Pasar Flamboyan Jalan Gajah Mada Blok C. 14 Ptk

BANK DANAMON Jl. Tanjung Pura No. 102, Ptk Telp. (0561) 737107 (H), 730898, Fax : (0561) 736264, 765595 Jl. St. Muhammad No. 173, Ptk Telp. (0561) 731156, Fax : (0561) 734462 Jl. KH. Wahid Hasyim No.24-26, Telp.: 0561-768599/765411, Fax : 0561-768599/765411

BANK MANDIRI SYARIAH PONTIANAK, Jl. Diponegoro No. 95, Telp. (0561) 745004, Fax. Ketapang, Jl. MT. Haryono No. 111-112 Ketapang, Telp. (0534) 34600 Fax. (0534) 34395 Kantor Kas Politeknik, Kampus Politeknik Negeri Jl. A. Yani No. 52, Telp. (0561) 583850 Kantor Layanan Syariah Bank Mandiri Pontianak-Sidas, Jl. Sidas No. 2, Pontianak, Telp. : (0561)7069797, Fax. : (0561) 763082

BANK BUKOPIN Cabang Jl. Ir. H. Juanda No. 55-56 Pontianak 78117 (0561) 745025 (Hunting) (0561) 734253 Cabang Pontianak Kal-Bar, Jl. Adi Sucipto Km. 7,5 (Gedung Kopkar Mekar PLN Wil Kal - Bar) Kabupaten Pontianak, Telp. 0561 722598, 0561 - 723158, Kantor Kas Adisucipto Jl. Sultan Muhammad No. 48, Pontianak 78117 , (0561) 730001/ 730077, (0561) 730132, Capem Sultan Muhammad

BANK BTN CABANG PONTIANAK, Jl. Imam Bonjol No. 29 Pontianak 78123, Pontianak, Telepon: (0561) 740163 Fax: (0561) 740168 CABANG PEMBANTU JERUJU, Jl. Kom. Yos Sudarso No. 10, Jeruju Pontianak 78122, Telepon: (0561) 770567 Fax: (0561) 770567 KAS LAYANAN POS ONLINE PONTIANAK, Jl. St. A. Rahman No.49, 78116, Pontianak, Telepon: 0561-730641, 0561-730642, 0561730644 Fax: 0561-762146

BANK PERMATA Juanda KC, Jl. IR. H. Juanda No. 49-50 BB, Pontianak (781177), 0561-738323, 0561 -736411 Gajah Mada KCP, Jl. Gajah Mada no 69 C, Pontianak (78121), 0561747371, Tanjung Pura KCP, Jl. Tanjung Pura No. 370, Pontianak (78122), 0561764926

BANK BII KC Pontianak Jl. Tanjungpura No.20 (Pontianak) Telp. (0561) 39220

BANK MANDIRI

BANK BHI

Jl. I Gusti Ngurah Rai No. 2 , Humaera B (0561) 734247, 734147 Jl. Achmad Yani No. 3 - 3 A, (0561) 765010, 767993 Jl. Tanjungpura No. 110, (0561) 734464, 734752 Jl. Sidas No. 2 (0561) 734670, 747495, 733672

BANK MEGA

Cabang PONTIANAK, Jl. Imam Bonjol No.567 , Telp. (0561)-762838; Fax. (0561) -76290

KC PONTIANAK, Jl. H. Agus Salim No. 10 - 12, Telp. (0561) 739822, (0561) 749078

Regional Indonesia Tengah di Hotel Aston, Pontianak. Dikatakannya, kegiatan Pertemuan ini juga merupakan salah satu momentum untuk mempersatukan Humas se-Indonesia, khususnya Regional Indonesia Tengah, karena Humas memiliki peranan sebagai corong informasi pemerintah, maka harus dibekali berbagai wawasan dan ilmu pengetahuan. Dirinya juga berharap, setelah Kemenkominfo melaksanakan pertemuan ini, Pemerintah Provinsi juga melaksanakan kegiatan semacam ini untuk tingkat Provinsi antar Humas Kabupaten dan Kota se-Kalbar. Kata Anwar, perkembangan sosial masyarakat sema-

kin dinamis, pemerintah dituntut harus adaptif dalam menyusun kebijakan, agar mendapatkan respon positif dari publik. Dalam konteks teknologi informasi dan komunikasi, masyarakat juga semakin horizontal, mereka saling terhubung, akses informasi mudah dan mendapatkan informasi cukup. Dalam pertemuan Bakorhumas Regional Indonesia Tengah, Pemerintah Kabupaten Sekadau mengirimkan 3 orang utusan diantaranya, Kabag Umum Setda Kabupaten Sekadau Sapto Utomo, Kasubbag Humas, Protokoler dan Rumah Tangga Bagian Umum Setda Kabupaten Sekadau Anwar dan Stafnya Hermanus Hartono. o

MENYIMAK Kasubbag Humas, Protokoler dan Rumah Tangga Setda Kabupaten Sekadau, Anwar S.Sos dan Stafnya, Hermanus Hartono, S.Sos sedang menyimak materi Pertemuan Bakorhumas Regional Indonesia Tengah. FOTO Andika Lay/Borneo Tribune.

Peran OMP Usaid Bidang Pendidikan

Pasar Kecamatan Percepat Roda Ekonomi Masyarakat Realisasinya Ditunggu Calon Pedagang Bagus Kosminto Borneo Tribune, Sekadau Pembangunan pasar tradisional di Kecamatan yang sudah direncanakan Pemerintah Kabupaten Sekadau tahun 2013 kini disambut baik oleh sejumlah warga di Belitang Hulu. Jika mampu direalisasikan pasar tradisional ini cukup mendukung percepatan perputaran ekonomi masyarakat di Kecamatan-Kecamatan. “Kalau sudah ada Pasar, cukup membantu kita nanti menjual sayur-sayuran. Selama ini pasar di Sepauak hanya pasar seadanya dan belum ada bangunannya,” kata Kion sala seorang petani sayur asal desa mengaret Kecamatan Belitang Hulu, Kemarin. Menurutnya, lewat aktivitas pasar nantinya dipastikan ada agen penampung komoditi sayuran seperti cabai, jahe, serta sayur-sayuran lainnya. “Memang sudah saatnya Sepuak ini punya pasar, kita juga enak jualan kalau sudah ada pasar,” harapnya. Di pusat kota Kecamatan Belitang Hulu di Desa Balai Sepuak misalnya, hingga kini belum ada pasar tradisional yang dibuat sebuah komplek permanen seperti rumah toko (ruko) oleh Pemerintah Daerah. Kendala pembangunan bidang ini di-

pastikan karena Daerah belum memiliki dana khusus, selain dana yang disediakan Pemerintah masih konsentrasi membangun sarana infrastruktur dasar di Daerah Belitang Hulu termasuk di Daerah lain. Di Desa Balai Sepuak sendiri masyarakat yang mengadakan kegiatan jual beli sayuran umunya masih dengan cara tradisional yakni door to door. Atau ada juga pedagang yang lain memanfaatkan lahan (pasar tumpah) di sekitar lokasi terminal tidak jauh dari lokasi kantor Camat yang lama. Sementara berbelanja sembako disana hanya pegusaha toko (toke) menyediakan tempat pribadi untuk bertransaksi jual beli. Begitu juga dengan toko pakaian, toko elektornik disana dijual oleh pedangan di lokasi yang mereka sediakan secara pribadi oleh pedagang. Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kabupaten Sekadau, H Isdianto beberapa waktu lalu mengatakan pihaknya telah mengusulkan pembangunan pasar tradisional di tiga Kecamatan melalui dana dari Pemerintah Pusat. Tiga kecamatan yang diprioritas pengembangannya adalah Kecamatan Nanga Taman, Belitang Hilir dan

Kecamata Belitang Hulu. Pihak pemkab Sekadau menilai pembangunan pasar tradisional di tiga Daerah ini mengingat perputaran ekonomi cukup pesat. “Memang wacana Pemerintah Daerah sudah lama. Namun, karena terkendala anggaran, pembangunannya mesti berkelanjutan,” kata H Isdianto. Wacana pembangunan pasar tradisional memang sudah berhembus sejak beberapa tahun terakhir. Namun, hingga kini belum juga dapat terealisasi akibat terkendala anggaran dana untuk merealisasi pembangunan pasar. Dalam Musrenbang Kabupaten Tahun 2012 pembangunan pasar tradisional kembali dibahas. Pemerintah Kabupaten Sekadau sepertinya cukup serius memperhatikan persoalan tersebut. Tidak hanya sampai disitu, upaya tersebut ditindaklanjuti dengan mengusulkan rencana tersebut ke Pemerintah Pusat.“Tiga Kecamatan itu sangat potensial. Sangat disayangkan jika wacana itu tidak ditindaklanjuti. Berbagai persiapan kita lengkapi, termasuk masterplan-nya pun sudah ada. Hanya tinggal menunggu anggaran dan mudah-mudahan mendapat dukungan penuh dari masyarakat,” tuturnya. o

Aduan, Dasar Perubahan Sekolah Bagus Kosminto Borneo Tribune, Sekadau Fasilitator Organisasi Mitra Pelaksana (OMP) Pengaduan Kinerja USAID Kabupaten Sekadau, Marsius Luwi, mengatakan sejauh ini persentase partisipatif masyarakat terhadap forum OMP Pengaduan tentang pendidikan dasar sudah menunjukan peningkatan. Peningkatan partisipatif masyarakat dan Komite Sekolah cukup signifikan sejak akhir tahun 2012, dari awalnya hanya 40 persen, menjadi 70-80 persen di akhir tahun kemarin. “Perubahan sudah ada, walau pun perlahan lahan sejak ada OMP Pengaduan Kinerja USAID. Dulunya komite sekolah jarang sekali mengadu persoalan mereka, namun sekarang dari 20 sekolah binaan itu banyak, termasuk hal-hal kecil dan teknis,” katanya. Pengaduan yang banyak disampaikan pihak komite sekolah adalah soal teknis dan penambahan sarana dan prasarana penungjang sekolah. Misalnya, seperti pembuatan pagar sekolah, bhakti sosial membersihkan lingkungan sekolah dari komite sekolah sendiri, maupun kegiatan sosial lainnya. “Tujuan OMP Pengaduan dari Kinerja USAID untuk meningkatkan pelayanan publik soal pendidikan dasar ke 20 sekolah binaan. Kita datang untuk membantu kerja Daerah soal pendataan aduan tentang pelayanan publik bidang pendidik-

an Dasar,” terang Luwi. Menurutnya, sejak pertama program OMP Pengaduan bidang Pendidikan Dasar Kinerja USAID berjalan di Kabupaten Sekadau, kini sudah ada perubahan dari kesadaran komite Sekolah Dasar di Bumi Lawang Kuari. Ke 20 sekolah mitra atau sekolah binaan mereka terdapat diwilayah Kecamatan Sekadau Hilir, Sekadau Hulu, Belitang Hilir dan Nanga Taman. “Kita senang komite sekolah bisa memanfaatkan forum USAID pengaduan. Tentu hal itu tidak terlepas dari dukungan pemerintah Daerah terutama Dinas Pendidikan dan Bappeda yang sudah banyak mendukung, kita ucapkan terima kasih kepada pemda,” timpalnya. Sementara itu, Local Public Service Specialist (LPSS) Chandra Hamhaz, menambahkan peran aktif komite sekolah terhadap aduan soal pendidikan Dasar sudah cukup baik. karena itu, dia berharap kedepan peran serta komite sekolah terus semangat menjalankan tufoksi mereka. “Kita ingin komite memiliki keinginan kuat dalam membangun sekolah mereka masing-masing, terutama soal pelayanan publik. Nah saat ini di Sekadau sudah ada perubahan singnifikan dari system manajemen sekolah yang dulunya kurang terkomunikasi dengan baik, seperti misalnya tarnsparasi penggunaan dan pelaporan dana BOS dari Sekolah,” tambahnya. o


Sintang-Melawi

Rabu, 3 April 2013

Borneo T Tribune

9

Masalah Tapal Batas Wilayah Pantik Konflik Horizontal Bupati: Harus Disikapi Secara Tegas

Eko Susilo Borneo Tribune, Nanga Pinoh MASUKNYA investor perkebunan, seperti kelapa sawit memang berdampak positif pada perekonomian masyarakat serta infrastruktur seperti jalan. Namun sisi negatifnya, kini muncul persoalan batas wilayah, baik antardesa maupun antarkecamatan yang mencuat. Hal ini seringkali berdampak pada konflik

horizontal warga antardesa yang saling mengklaim wilayah-wilayah tertentu. Bupati Melawi, Firman Muntaco, seusai memimpin rapat koordinasi di ruang rapat kantor Bupati, Selasa (2/4) menegaskan, persoalan batas wilayah memang sudah seharusnya disikapi secara tegas. “Ya kita akan berupaya menyelesaikan persoalan tapal batas ini dan memang harus ada aturan yang mengatur hal tersebut,” te-

gas Bupati Melawi. Menurut Firman, munculnya persoalan batas wilayah memang sudah dimulai dari proses pemekaran puluhan desa pasca terbentuknya Kabupaten Melawi. Selain itu, adanya kepentingan-kepentingan tertentu. Seperti kepentingan bisnis, karena ada masuknya investasi ke wilayah tersebut sehingga menimbulkan klaim-klaim dari kelompok masyarakat tertentu.

“Setidaknya ada tiga kecamatan yang masih ada persoalan perbatasan. Termasuk di Kecamatan Menukung, Sokan dan Belimbing. Kalau tak salah ada beberapa desa yang menyebar,” terangnya. Langkah penyelesaian persoalan tapal batas ini, kata Firman menjadi kewenangan Pemerintah Kabupaten Melawi. Para camat juga diminta bisa ikut membantu sengketa tapal batas, karena diang-

gap lebih mengetahui wilayahnya. “Nantinya penyelesaian tapal batas bisa kita anggarkan, karena hal ini merupakan prioritas,” jelasnya. Sementara itu, Camat Sokan, Ardiansyah mengungkapkan, di Kecamatan Sokan sendiri terjadi sengketa tapal batas dengan sejumlah kecamatan yang berbatasan langsung. Seperti Tanah Pinoh, Tanah Pinoh Barat hingga ke

Sayan. “Masyarakat saling mengklaim wilayah sejak masuknya perkebunan sawit di wilayah Sokan,” ungkapnya. Menurut Ardiansyah, seperti persoalan tapal batas yang terjadi antara wilayah Sokan dan Tanah Pinoh Barat yang sampai menyebabkan aksi pagar-memagar jalan perusahaan serta lahan di wilayah sengketa. “Memang sepertinya harus dilakukan penataan

Firman Muntaco ulang untuk menyelesaikan persoalan tapal batas wilayah tersebut,” ucapnya. †

Anggaran Motor Dinas Kades Rp 300 Juta BPMPDKBP: Jumlah Motor Tak Cukup untuk Semua Kades Eko Susilo Borneo Tribune, Nanga Pinoh MEREALISASIKAN janji Bupati Melawi untuk menyediakan kendaraan dinas bagi seluruh Kepala Desa (Kades) di Kabupaten Melawi, pada tahun ini Badan Pemberdayaan Masyarakat, Pemerintahan Desa, Kesatuan Bangsa dan Politik (BPMPDKBP) Kabupaten Melawi telah menganggarkan motor dinas bagi para Kades tersebut. Kepala BPMPDKBP Kabupaten Melawi, Junaidi yang ditemui sejumlah wartawan seusai Rakor di Kantor Bupati Melawi kemarin, menuturkan jumlah motor yang disediakan memang belum mencukupi bila harus dibagikan kepada seluruh kades yang berjumlah 169 desa.

“Anggaran pengadaan motor dinas kades kurang lebih sebesar Rp 300 jutaan sehingga kita perkirakan hanya bisa untuk membeli 30 motor saja. Padahal desa kita ada 169 desa,” terangnya. Oleh karena itu, Junaidir menuturkan, pihaknya belum melakukan pengadaan terhadap motor dinas tersebut. Mengingat jumlah desa yang seharusnya menerima motor dinas tersebut sangat banyak. “Kita masih minta pertimbangan kepada Bupati apakah nantinya anggarannya bisa ditambah sehingga jumlahnya mencukupi dengan jumlah kades yang ada di Melawi. Atau paling tidak setengahnya dulu,” ucapnya. Junaidi menambahkan, apabila motor dinas yang tersedia hanya 30 buah tentunya akan sulit menentukan

desa mana saja yang akan mendapatkan motor tersebut. Setiap desa tentu akan berebut motor dinas tersebut. Dirinya juga tak bisa memprioritaskan alokasi motor kepada desa yang me-

mang berada jauh di pedalaman. “Kades yang sudah duduk dua periode saja masih menuntut untuk bisa mendapatkan motor dinas ini. Kalau tak dikasi mereka akan

tetap minta saja,” lugasnya. Saat ini, kata Junaidi, sebenarnya pengadaan motor dinas tersebut tetap akan dilakukan. Hanya bila memang bisa dilakukan penambahan anggaran untuk me-

nambah jumlah motor dinas tentunya akan semakin baik. “Dengan anggaran yang tersedia sekarang, kemungkinan motor yang bisa dibeli adalah motor bebek,” jelasnya. †

Junaidi Foto Eko Susilo/Borneo Tribune

Jokowi Jadi Ikon Antikekerasan Seksual Anak

Jokowi dang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak terutama mengenai sanksi hukuman bagi pelaku tindakan kekerasan pada anak. Sanksi berupa hukuman penjara 10 tahun hingga 15 tahun yang tertuang di dalam UU No 23/2002 harus diubah menjadi hukuman penjara lebih berat. Yakni, minimal 20 tahun dan maksimal hukuman penjara seumur hidup. ”Karena tindakan kekerasan pada anak sudah merupakan kejahatan berat. Jadi harus diberikan hukuman seberat-beratnya,” tegas Arist. Selain itu, Arist menyayangkan sikap ibu negara Ani Yudhoyono yang tidak responsif dengan banyaknya kasus kekerasan seksual pada anak dari tahun ke tahun. ”Idealnya Ibu Ani yang jadi ikon anti kekerasan seksual anak di Indonesia. Tapi karena beliau tidak responsif dan kami tawarkan ke Jokowi, akhirnya Gubernur Jokowi yang bersedia,” ungkapnya. †

Ketua GOW Melawi, Ny Nurbetty Eka Mulya Asti Panji, saat memberikan sambutannya pada acara Camp Wanita Bijak modul I tahun 2013. FOTO Eko Susilo/Borneo Tribune

Camp Wanita Bijak 2013 Eko Susilo Borneo Tribune, Nanga Pinoh DALAM rangka menyiapkan wanita yang berpotensi dan tahan uji agar berguna bagi Gereja, Bangsa dan Negara. Camp Wanita Bijak modul 1 Kabupaten Melawi tahun 2013 digelar pada Selasa (2/4). Acara yang dipusatkan di Aula Emaus Nanga Pinoh itu dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Melawi, Panji. Dengan penuh antusias 115 wanita mengikuti acara yang baru pertama kalinya digelar di Kabupaten Melawi ini. Kegiatan yang dihelat selama dua hari (2-4 April) mengangkat tema Melalui Keunikannya Wanita Berfungsi Maksimal Dan Menjadi Teladan.

Tampak hadir pada acara tersebut, Ketua GOW Kabupaten Melawi, Ny Nurbetty Eka Mulyastri Panji, para pembicara dari Jakarta, Kepala Puskesmas Nanga Pinoh, dr. Sien Setiawan dan para fasilitator. Pelayanan wanita bijak melalui keunikannya wanita berfungsi dan menjadi teladan itulah visi yang diemban pelayanan ini dengan membina dan memuridkan wanita dari berbagai kelompok usia. Sementara itu, Wakil Bupati Melawi, Panji mengatakan camp wanita bijak merupakan sebuah pelayanan yang lahir untuk membawa para wanita melihat bahwa diri mereka diciptakan Tuhan, indah, berharga dan mulia. Sehingga setiap wanita dapat menerima mandat

Kita (wanita, red) harus berwawasan. Yang pastinya harus berkualitas. Kita juga harus potensial aktif dan kreatif. Agar kita bisa dipandang sejajar dengan kaum pria. Dan kita yakin, kita bisa

JAKARTA- Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) mendaulat Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) sebagai duta antikekerasan seksual pada anak. Langkah ini pun disambut baik Jokowi. Mantan Wali Kota Solo itu bersedia menjadi ikon antikekerasan seksual pada anak. 21 April mendatang, Jokowi bersama Komnas PA serta aktivis dan pemerhati anak seluruh Indonesia akan berperan serta dan ambil bagian dalam kampanye Stop Kekerasan Anak di Bundaran Hotel Indonesia (HI). Selain memperingati Hari Kartini, pihaknya akan menjadikan kasus kematian RI, bocah 10 tahun yang diperkosa ayah kandungnya hingga koma empat hari dan akhirnya meninggal dunia di RSUP Persahabatan sebagai simbol kekerasan seksual anak. Mengingat, 21 April merupakan hari ulang tahun RI. ”Kami berharap upaya ini kembali mengingatkan masyarakat betapa kejamnya kekerasan seksual pada anak dan harus segera dihentikan. Kami akan bawa surat terakhir RI yang menginginkan ulang tahunnya dirayakan meriah,” ujar Ketua Komnas PA, Arist Merdeka Sirait saat ditemui di kantornya di Jalan TB Simatupang, Pasar Rebo, Jakarta Timur, Selasa (2/4/2013). Menurut Arist, kampanye antikekerasan seksual anak diharapkan dapat meminimalisir tindak kekerasan seksual pada anak. Gerakan ini juga untuk mendesak pemerintah mengamandemen sebagian pasal di dalam Un-

Tuhan dalam fungsinya sebagai seorang penolong dan hidupnya diikuti oleh wanita lain sebagai teladan.

“Melalui Camp Wanita Bijak ini saya yakin akan dapat memberi dampak khusus kepada wanita. Dampaknya bukan hanya pemulihan secara pribadi tetapi juga lahirnya model atau teladan sekaligus melahirkan Ibu rohani bagi wanita di Gereja lokalnya,” urai Panji. Sementara itu, Ketua GOW Kabupaten Melawi, Nurbetty Eka Mulya Astri Panji mengharapkan kepada para peserta Camp Wanita Bijak untuk membuang anggapan dan perasaan selama ini bahwa wanita adalah kaum yang lemah. Mulai tanamkan dari diri sendiri bahwa kita adalah wanita bijak yang diberikan Tuhan dengan segala kelebihan. Oleh karena itu, sambung dia, para wanita harus mu-

lai menggali potensi diri agar menjadi wanita yang bijak dan teladan sehingga wanita tidak lagi menjadi korban, baik itu seperti korban pelecehan, korban kekerasan hingga korban perasaan. “Kita (wanita, red) harus berwawasan. Yang pastinya harus berkualitas. Kita juga harus potensial aktif dan kreatif. Agar kita bisa dipandang sejajar dengan kaum pria. Dan kita yakin, kita bisa,” ungkap wanita yang akrap disapa Astrid ini seraya memberi motivasi kepada para peserta. Menurutnya, wanita bijak adalah wanita terdidik, pandai, mandiri dan berani. Tetapi tetap memelihara penampilannya yang anggun, tidak berlebihan, baik hati, setia dan lebih mengutamakan kecantikan batin. †


Rabu, 3 April 2013

Kapuas Hulu

Borneo T Tribune

10

PNPM Wujudkan Mimpi Warga Mentebah

Rp. 376 Juta Bisa Bangun Jalan 10 Km KPUD Kapuas Hulu Segera Buka Pendaftaran Caleg 2014 Timotius Borneo Tribune, Putussibau BERBAGAI persiapan masing-masing Partai Politik sudah mulai tampak, rencana Pemilihan Umum Legislatif (Pileg) Tahun 2014 mendatang sudah menjadi perbincangan hangat ditengah-tengah masyarakat. Bahkan Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Kapuas Hulu akan segera membuka pendaftaran Calon Legislatif Muhammad Sainihadi, ST (Caleg). Ketua KPUD Kapuas Hulu Ketua KPUD Kapuas Hulu, Foto Timotius/Borneo Tribune Muhammad Sainihadi mengatakan bahwa pihaknya secara resmi membuka pendaftaran Caleg pada tanggal 9 s/d 22 April 2013. Untuk itu, Sainihadi meminta agar para Parpol segera mempersiapkan diri dengan Caleg masing-masing sesuai persyaratan yang berlaku. “Setelah dilakukan pembukaan pendaftaran tersebut, kami akan melakukan verifikasi kembali terhadap kelengkapan adminstrasi bagi peserta Caleg yang sudah terdaftar, sesuai syarat yang berlaku, apabila ada yang belum memenuhi persyaratan kita masih memberikan kesempatan untuk melengkapinya dari tanggal 23 April s/ d 2 Mei 2013,” jelas Sainihadi ditemui Borneo Tribune, Senin (1/4) kemarin. Dikatakannya, setelah perbaikan serta melengkapi persyaratan tersebut Parpol harus sudah menyerahkannya kembali kepada KPUD Kapuas Hulu. Untuk itu, Sainihadi menghimbau kepada Parpol yang ikut serta dalam pelaksanaan Pemilu 2014 agar dapat benar-benar melakukan seleksi terhadap Calegnya. “Yang kita harapkan Parpol melakukan seleksi Caleg benar-benar sesuai mekanisme yang berlaku, terutama untuk persyaratan terkait keterwakilan 30 persen kepengurusan perempuan. Apabila 30 persen tersebut tidak terpenuhi di Daerah Pemilihan masing-masing dari Parpol tersebut, maka tidak diperbolehkan ikut serta dalam Pemilu, ini khusus dapil yang tidak memenuhi 30 persen keterwakilan perempuan,”tegasnya. †

Timotius Borneo Tribune, Putussibau SALAH satu yang menjadi harapan masyarakat Kecamatan Mentebah selama ini, yaitu pembangunan jalan terjawab sudah. Pasalnya dengan kehadiran Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Integrasi saat ini mewujudkan mimpi masyarakat. Hal tersebut terbukti dengan pembangunan jalan baru Lintas Pengkadan di Ddusun Mentebah Kiri Kecamatan Mentebah. Jalan sepanjang 10 kilometer dengan lebar 8 meter ini mampu diselesaikan dengan pagu dana sebesar Rp. 376 juta, padahal dalam kontrak pekerjaan jalan tersebut hanya 6,670 kilometer, namun karena kesadaran masyarakat dengan keter-

batasan dana tersebut mampu diselesaikan melampaui panjang jalan dalam kontrak. Kepala Dusun Mentebah Kiri 1, Abang Muslim Yadi mengatakan bahwa pekerjaan jalan tersebut melebihi kontrak yang ada, hal ini atas keinginan masyarakat. Demi terbukanya jalan yang selama ini diinginkan masyarakat yaitu jalan yang menghubungkan langsung Desa Nanga Mentebah dengan Dusun Semedang Desa Tanjung Intan Kecamatan Mentebah. “Untuk mewujudkan mimpi warga agar jadi kenyataan, maka dalam pembukaan jalan baru tersebut masyarakat tidak menuntut ganti rugi lahan dan kebunnya tergusur selebar rata-rata 15 -20 meter,” jelasnya, Senin (1/4). Dikatakannya, masyara-

SEBANYAK 115 orang Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) se-Kapuas Hulu dalam rangka persiapan Pemilu DPR, DPR dan DPRD, secara resmi dilantik. Pelantikan dan pengambilan sumpah tersebut dipimpin Ketua KPUD Kapuas Hulu, Muhammad Sainihadi di Aula Bank Kalbar Kota Putussibau, Selasa (2/ 4) sekitar pukul 09.00 wib. Tampak hadir dalam kegiatan tersebut, Bupati Kapuas Hulu Abang Muhammad Nasir, Anggota DPRD Kapuas Hulu Rajuliansyah, Waka Polres Kapuas Hulu, Camat Putussibau Selatan, Pimpinan Bank Kalbar Cabang Putussibau dan sejumlah tamu undangan lainnya. Ketua KPUD Kapuas Hulu, Muhammad Sainihadi mengatakan bahwa sumpah dan janji yang dilakukan harus dimaknai dalam menjalankan tugas sebagai PPK, sebab sumpah mengandung pertanggungjawaban secara moral dan pertanggungjawaban kepada Tuhan. “Ini bukan acara seremonial belaka, sebab pengambilan sumpah dan janji ini sebagai pedoman dalam melaksanakan tugas dengan

Susana pengambilan sumpah/janji PPK se-Kabupaten Kapuas Hulu di Aula Bank Kalbar Kota Putussibau. FOTO: Timotius/Borneo Tribune penuh tanggung jawab,” ucapnya. Dijelaskannya, bahwa PPK yang dilantik, merupakan hasil seleksi, dimana dari 23 kecamatan yang ada di Kapuas Hulu terdapat 5 petugas PPK setiap kecamatan. Sainihadi berharap para petugas PPK dapat menjalankan amanah tersebut. “Mulai saat ini luruskan niat penyelenggara Pemilu, jangan sampai menjadi PPK hanya berniat yang untuk membantu salah satu parpol atau caleg,

Menerima pesanan & menjual : hasil tenunan daerah/ kerajinan, berupa pakaian adat, anyaman dan lukisan Putusibau SISKA Hp. 081257159998

PT. BUMI BORNEO CEMERLANG

Penerbangan Pontianak - Jakarta BATAVIA : 5x penerbangan dalam sehari ( z07.05 z07.55 z11.10 z14.35 z16.00 ) SRIWIJAYA : 4x penerbangan dalam sehari ( z07.00 z07.55 z11.55 z15.50 ) LION AIR : 3x penerbangan dalam sehari ( z07.30 z11.35 z15.30 )

GARUDA : 3x penerbangan dalam sehari ( z08.00 z12.55 z17.35 ) Penerbangan PTK - JOGJA & PTK - SURABAYA BATAVIA : 1x penerbangan dlm sehari (pukul : 14.45)

PALAPA TAXI

PONTIANAK - SINGKAWANG (PP) PONTIANAK SINGKAWANG

Jl. Arteri Supadio Ruko No. 1-2

Jl. Niaga No. 25

0561-717 8888 0562-333 9999 0821 4876 8888 0821 4876 9999 ARMADA INNOVA & YARIS ARMADA INNOVA & YARIS JAM JAM BERANGKAT :

BERANGKAT:

05-07-08-09-10-11-13-14-15-16-17-19.00 WIB 05.00 - 08.00 - 11.00 - 14.00 - 17.00 - 19.00

rakat memperluas kebun karet dan membuka persawahan serta membuaut ko-

Timotius Borneo Tribune, Putussibau

Kerawing

Jl. Gaj ahma da N o. 3 P ont ianak Gajahma ahmada No Po ntianak Email: aria_tur@yahoo.com

kat juga begitu antusias tidak hanya membangun jalan melainkan juga masya-

PPK di Seluruh Kecamatan Resmi Dilantik

Gallery

Telp. 0561-577868

Kepala Dusun Mentebah Kiri 1, Abang Muslim Yadi (kiri) dan Kepala Desa Nanga Mentebah, Syafarudin (kanan) dilokasi pembangunan jalan baru. FOTO: Ist.

lam ikan, sehingga masyarakat benar-benar merasa terbantu dengan adanya PNPM tersebut. Untuk itu, Yadi saat didampingi rekannya Kepala Desa Nanga Mentebah, Syafarudin sangat berharap kepada Pemeirntah Kabupaten Kapuas Hulu khususnya untuk instansi terkait agar dapat memperhatikan masyarakat setempat. Baik itu dibidang pertanian, perkebunan dan dapat meningkatkan pembangunan jalan tersebut. “Dengan dibukanya akses jalan tesebut, masyarakat sudah membuka kelompok tani bahkan sudah mempersiapkan lahan untuk pembangunan lumbung pangan, diharapkan masyarakat mendapat perhatian oleh Pemerintah, khusus untuk pembangunan jalan tersebut kami meminta dapat lebih ditingkatkan,” ujar Syafarudin menambahkan. †

Distributor Aspal Shell (Drum) Pen 60/70, Berat Bersih : 154 Kg

apalagi jika ada niat yang tidak baik, itu benar-benar melanggar aturan, tapi saya yakin sumpah janji saat pelatikan ini dapat dijadikan pedoman,” tegasnya. Pengalaman intensitasi dalam pemilu selama ini, kata Sainihadi khususnya masyarakat sudah cukup

baik, terdidik dan cerdas dalam berpolitik, demikian juga parpol saat ini sudah sangat baik dari sekian banyaknya parpol hanya 12 parpol yang lolos verifikasi. Untuk itu penyelenggara Pemilu juga harus bisa mengimbangi dengan bekerja mengutamakan profesio-

nalisme. Sementara itu, Bupati Kapuas Hulu Abang Muhammad Nasir mengatakan bahwa dalam melaksanakan tugas sebagai PPK yang diahadapi sudah pasti masalah, dan tugas yang diemban juga cukup berat, meskipun demikian Nasir meminta dalam menjalankan tugas penyelenggara pemilu jangan sampai diintervensi. “Tapi saya yakin PPK ini bisa bekerja lebih baik dan profesional,” jelasnya. Pelantikan PPK tahun ini menurut Nasir sudah cukup awal, sehingga diharapkan PPK dapat mempersiapkan diri dan segera melakukan rapat dan koordinasi internet dan melakukan koordinasi dengan semjumlah pihak terkait “ Saya minta dalam melaksanakan tugas selalu mengedepankan semangat profesionalisme dan menjaga netralitas penyelenggara pemilu yang harus tetap ditegakan sebab netralitas merupakan modal dalam menjalankan demokrasi,” harapnya. †

Mahfud Beri Nilai A untuk Wartawan Borneo Tribune, Jakarta Mahfud MD mengapresiasi kinerja wartawan dalam memberitakan Mahkamah Konstitusi. Dia mengatakan hampir tidak ada pemberitaan yang merugikan MK selama lima tahun kepemipinannya. “Kalau dinilai di perguruan tinggi, dari nilai sempurna 100 maka ada kesalahan pemberitaan sekitar 15. Tetapi setelah diselesaikan menjadi lima kesalahan, jadi kalau dinilai mendapatkan A,” ujar Mahfud dalam acara perpisahan di rumah dinasnya di Kompleks Menteri Widya Chandra, Jakarta

Pusat, Selasa, 2 April 2013. Dia pun mengucapkan terima kasih atas kinerja wartawan tersebut. Mahfud mengadakan acara sederhana itu dengan para wartawan dan pegawai MK. Masa jabatan Mahfud sebagai ketua MK berakhir pada 1 April 2013 setelah menjabat sejak 2008. Dia juga mengatakan pentingnya peran wartawan bagi lembaganya. “Wartawan bukan membantu Mahfud, tetapi membantu ketua MK dan MK,” katanya. Mahfud menegaskan sebuah lembaga tidak akan besar jika tidak disukai oleh

wartawan. “Mungkin malah lembaga itu akan hancur. Oleh karena itu selama di MK tidak ada hal yang saya sembunyikan kepada wartawan.” Dia menyadari MK menjadi lembaga hukum yang dijadikan harapan bagi masyarakat. “Jajak pendapat mengatakan Komisi Pemberantasan Korupsi menjadi lembaga hukum yang paling diharapkan bagi masyarakat, setelah itu MK. Makanya saya selalu terbuka namun tetap berhati-hati dan menjaga diri agar terhindar dari kesalahan,” ucap Mahfud. (tempo.co) †

IKLAN BARIS Dijual Bangunan Dijual cepat eks. kantor, sertifikat, 2 lt, Jl. Nurali No. 2, Hub. 081384151188 tnp perantara.

Langganan Koran Ingin berlangganan Harian Borneo Tribune di daerah, hubungi: Biro Kubu Raya: Aldi (08971600688) Biro Mempawah: Johan Wahyudi (085654587038). Biro Sambas: Amrul Ambiya (Kontributor/Pemasaran) (085245527602). Biro Bengkayang: (085245247955).

Mujidi

Biro Landak: Yohanes Ngalai / Pemasaran (085822062880). Biro Sanggau: (085245904505).

Ratnasari

Biro Melawi: Eko Susilo (081256452946) Biro Sekadau: Bagus Kosminto (085245743683). Biro Sintang: Endang Kusmiyati (08524-5006757) Biro Kapuas Hulu: (085654585775)

Herdi

Biro Ketapang: (08971600688)

Aldi

Biro Kayong Utara: Abdul Khoir (081345154592)

Ser vice Mobil SUTOYO MOTOR. Service, Tune Up, Las/Cat Mobil. Jl. Letjen Sutoyo No. 11 Telp. 743690 Ptk

Taxi CV. TEGAR PRATAMA TRANSPORT Melayani Antar Jemput Penumpang Jl. Kalimantan No. 24B 0562-640029/641366 SINGKAWANG Jl. Imam Bonjol Gg. Tnjng Sari No. 36 0561-747211/749025 PONTIANAK INNOVASI TAXI. Melayani Antar Jemput. Jl. Tua Pekong No.24 Singkawang, (0562)3309800, Jl. A. Yani (RM. Bertagis) Pontianak Telp. (0561) 7015100, (0561) 7157000

Kost Gallery Kost. Menerima Pria & Wanita Fasilitas Air & Listrik dan lain-lain. Jl. Diponegoro No. 9 Telp. 0562-3320424 SKW

Iklan Baris:

1 baris / hari Rp. 6.000,-


Teras Borneo Tribune

Rabu, 3 April 2013

Pornografi Pelajar Mewabah saja sambil menutup wajah dengan tangan serta dengan kondisi baring. Kemudian ada foto pelaku dan pelajar SMA ini sedang berciuman, foto pelajar SMA yang tidak menggunakan baju, melainkan hanya BH. Tidak lama membuat Foto porno tersebut, gadis pelajar SMA langsung memutuskan hubungan pacaran dengan AR, dan arena tidak terima AR pun menyebarkan foto porno mantan pacarnya tersebut ke Facebook. Sementara itu terungkapnya, AR menyebarkan foto porno ini, lantaran ada ketahuan oleh pihak sekolah si pelajar tersebut, sehingga pelajar terancam dikeluarkan dari sekolahnya. Dan akhirnya pelajar ini pun menceritakan kepada orang tuanya. Kemudian orang tuanya pun melaporkan kejadian ini ke Polresta

Pontianak atas tindak pidana pencabulan terhadap anak di bawah umur, yakni pada hari, Minggu (31/3) kemarin. Dan saat laporan ini dibuat di Polresta Pontianak, AR sang pelaku langsung dilakukan penangkapan serta penahanan oleh Polresta Pontianak, terkait pencabulan yang dilakukan terhadap mantan kekasihnya tersebut. Menurut pengakuan AR kepada pihak kepolisian, dirinya mneyebarkan luaskan Fto tersebut, lantaran tidak terima karena gadis pelajar tersebut memutuskan hubungan dengannya, selain itu Ia juga kesal, karena sering dicaci maki mantan pacarnya itu. Sehingga pada bulan Maret Ia pun menyebarkan foto porno mantan kekasihnya, biar semuanya tahu.

Perubahan di Wilayah Pinang Kasat Reskrim Polresta Pontianak Kompol Puji Prayitno S.Ik membenarkan ada kasus penyebaran Foto porno pelajar SMA, dan korbannya masih duduk di bangku SMA kelas II di KKR dan berusia 17 tahun. Namun yang dilaporkan orang tua korban adalah pencabulan yang dilakukan pelaku terhadap korban. “Kasus ini dilaporkan dengan landasan pencabulan yang dilakukan pelaku terhadap korban, namun terbongkarnya kasus pencabulan terhadap gadis pelajar SMA ini, yakni setelah beredarnya foto porno yang dibuat pelaku,” ungkap Kasat Reskrim. Dikatakan Kasat, modus pelaku dalam penyebaran Foto porno pelajar SMA tersebut, lantaran pelaku yang dulunya adalah pacar dari korban, namun korban me-

mutuskan pelaku, sehingga pelaku tidak terima dan menyebarkan Foto tersebut, guna mengungkap aib pelaku dan korban, karena pelaku sudah merasa kesal dengan korban. “Penyebaran foto porno ini pun, yakni melalui akun Facebook pelaku sendiri, yakni akun Facebook yang bernama Ariiya Kamanadanu, dimana terdapat sejumlah foto porno pelajar SMA tersebut,” jelas Kompol Puji Prayitno. Ditegaskan Puji, bahwa kini pelaku sudah ditahan di Polresta Pontianak. Pelaku bernisial AR ini dijerat dengan hukuman maksimal belasan tahun penjara yakni sesuai dengan hukum yang diterapkan di dalam undang-undang perlindungan anak, dimana pelaku telah mencabuli anak di bawah umur.

Saatnya Merasakan Indahnya Pendidikan inginan ada penyetaraan bagi anak-anak berkebutuhan khusus. Salah satunya dapat ikut serta dalam pendidikan formal. Ketua KPAID Kalbar Alik R Rosyad kemarin diselasela kegiatan peringatan HAS menyatakan anakanak harus mendapatkan pendidikan sesuai usia dan kondisi kebutuhan. Diskriminasi ABK yang dianggap ‘aneh’ dalam pergaulan masih terjadi hingga saat ini. karenanya hal seperti itu menurut Alik tak perlu terulang kembali. Dengan mengusung tema ‘Menyiapkan Anak berkebutuhan Khusus untuk Bersekolah di Sekolah For-

mal’. Walk For Autism dalam peringatan kemarin mengajak masyarakat untuk sadar bahwa anak berkebutuhan khusus merupakan bagian dari anakanak bangsa, anak Indonesia, dan anak kita semua. Dalam mencapai harapan ini, KPAID bekerjasama dengan Twin Kidz Therapy Centre, Junior Chamber International (JCI) Kalbar, Parlemen Anak Kalbarm Parlemen Anak Kota Pontianak, dan PT Pegadaian pada tahun ini menggelar beberapa serangkaian kegiatan, termasuk penyebaran pamphlet di simpang Ayani-Jalan Abdurahman yang berisikan pesan untuk

lebih menghargai ABK. Peringatan Hari Autis Sedunia yang dilaksanakan di Jalan Irian Pontianak kemarin, juga dihadiri Wakil Walikota Pontianak Paryadi, S. Hut. Orang nomor dua Pontianak tersebut kemarin sempat melakukan bincang dan komunikasi dengan anak-anak berkebutuhan khusus. Kepada awak media, Paryadi mengatakan Anak berkebutuhan khusus tidak hanya sekedarÿ bagian untuk diperhatikan, akan tetapi menjadi pekerjaan besar untuk terus diperhatikan. Karenanya, dalam memberikan perhatian besar kepada mereka anak-anak yang

berkebutuhan khusus, Pemkot Pontianak mengajak beberapa lembaga yang lebih dulu memberikan perhatian. “Kita terus melibatkan mereka-mereka yang terus dan lebih dulu memperhatikan seperti KPAID, parlemen anak, dan lainnya. lembaga-lembaga seperti itu akan menjadi mitra pemerintah yang akan memberikan perhatian kepada ABK,” ujarnya. Paryadi yakin terhadap lembaga-lembaga yang lebih dulu dan konsen memberikan perhatian. Sebab menurut Paryadi mereka (lembaga) sudah memiliki jam terbang yang lebih baik dan mengetahui persoalan.

Kepala BPOM Pertanyakan Sampel Pontianak, dirinya membantah keras. Jika memang alat pengujian untuk Narkoba dikatakan minim, karena BPOM Kota Pontianak memiliki alat uji yang bertaraf internasional. “Saya tidak tahu sample narkoba yang mana yang dimaksud Kasat Narkoba tersebut hasil dari kami negatif, walaupun demikian kami memang menerima sample yang diberikan kepolisian, dan mengenai pengambilan sample adalah di luar dari tanggung jawab kami,” tegas Ali Bata. Dijelas Ali Bata, jika kepolisian memberikan sample narkoba kepada pihaknya, maka sample yang diberikan

kepolisian itu lah yang diuji pihaknya. Jadi jika memang hasil uji dari pihaknya adalah negatif, berarti faktanya negatif, karena kami tidak mungkin untuk mengada ngadakan hasil dari uji sample narkoba tersebut. “Mekanisme pengujian sampel narkoba dari kepolisian, yakni pertama ada penyerahan secara resmi dari kepolisian dan sample tersebut bersegel, kemudian di buka secara bersama sama dihadapan kepolisian maupun pihak kami, dan itu ada berita acaranya, jadi jika negatif, ya berarti memang negatif,” katanya. Lanjut Kepala BPOM, untuk melakukan pengujian

11

sample narkoba, pihaknya memiliki SOP dan bahkan sudah teragritasikan, jadi hasil yang dikeluarkan dari pengujian pihaknya, bukan dibuat dengan mengada ngada. “Alat uji kami itu ISO 17025, dimana 17025 ini merupakan alat uji bertaraf internasional. Intinya kami itu hanya menguji sampel yang diberikan, dan mengenai pengambilan sampel itu di luar tanggung jawab kami,” ujar Kepala BPOM. Selain itu Kepala BPOM juga mengatakan, jika memang sample yang dikirim ke pihaknya tersebut sama dengan sample yang di kirim ke BNN RI, karena jika

sample yang dikirim dengan pihaknya maupun BNN RI, Ia meyakini bahwa hasilnya juga akan sama. “Apakah sama sampel yang dikirim ke kami dan ke BNN RI, karena jika sama hasilnya juga sama, tetapi kalau berbeda hasilnya juga berbeda, dan saya katakana sekali lagi, bahwa pengambilan sample diluar tanggung jawab kami, dari mana kepolisian mengambilnya itu diluar tanggung jawab kami, jadi kami tegaskan bahwa alat uji kami bertaraf internasional, dan itu sudah teragritasikan, dan itulah hasil sebenarnya,” pungkas Kepala BPOM Kota Pontianak.

Baru masih sepi. Orang tidak ramai. Rumah-rumah di sekitar dermaga juga satu dua. Kiri kanan hamparan rerumputan bekas ladang penduduk. Tetapi, sekarang 12 tahun kemudian, dermaga ini ramai. Motor penyeberangan tak putus membawa penumpang. Rumah-rumah penduduk sudah cukup padat. Kiri kanan jalan penghubung dari dermaga ke wilayah Pinang (Luar dan Dalam) kini semuanya ada rumah-rumah penduduk. Di sini juga dibangun sekolah. Bahkan ada TK-nya juga. Selain itu motor melintas cukup kerap. Kadang kala motor pelintas yang nampak buru-buru menuju dermaga. Kala yang lain, motor pedagang keliling, dan motor petani yang membawa hasil alam. Saya sempat ragu apakah jalan yang saya lalui ini jalan menuju Pinang Dalam atau bukan, hingga seorang

warga memastikannya. “Jalan ini lurus, nanti sampai di simpang, belok kiri. Itu arah Pinang Dalam,” kata seorang warga. Di persimpangan jalan dermaga dan poros Pinang yang dahulunya hanya semak-rerumputan, sekarang sudah seperti pasar. Pasar kecil. Di persimpangan ini, warga bisa berbelanja dan duduk untuk ‘ngopi’. Rumah penduduk yang umumnya cukup bagus -malah beberapa di antaranya sangat bagus, juga terlihat padat di jalan poros. Hingga ke bagian ujung kampung Pinang Luar. Setelah itu, ladang jagung, kebun singkong, kacang panjang, dan sawit. Ada juga lahan bekas tanaman padi, selain lahan yang nampaknya masih terbiar. Aneka perubahan ini membuat saya takjub. Perubahan luar biasa terjadi di

sini dalam waktu 10-an tahun. Masih terbayang dahulu di lahan-lahan ini, semak belukar. Masih tergambar jalan tanah gambut yang bergelombang. Saya masih ingat rumah-rumah panggung yang lebih mirip rumah ladang -kecil, beratap daun. Menarik rasanya jika bisa mengetahui mengapa perubahan bisa terjadi begitu cepat? Bagaimana dinamikanya? Apa factor yang mendorong terjadinya perubahan itu? Apakah ada actor penting di balik perubahan itu? Apa dampak lain dari perubahan fisikal yang bisa disaksikan? Apakah secara non-fisikal juga terjadi perubahan? Seperti apa? Tetapi, apapun, perubahan begini harus disyukuri karena inilah petanda adanya kemajuan. Perubahan ini menandakan upaya-upaya yang dilakukan masyarakat (mungkin juga pemerintah) menunjukkan hasil.

Humas Pemerintah Dibekali Pengetahuan IT Menurut Gubernur Kalbar Drs Cornelis, MH, pertemuan Bakohumas Regional Indonesia Tengah akan memberikan pengetahuan dan pemahaman yang berarti bagi pejabat Humas dalam merumuskan kebijakan dan memberikan kebijakan terutama dalam era tranparansi dan perkembangan teknologi informasi, dimana perkembangan ini membuat masyarakat lebih kritis dan cenderung terjadi perubahan di masyarakat. “Kondisi ini menuntut lembaga pemerintah mengakomodir dan mengantisipasi keinganan masyarakat/publik untuk memperoleh informasi,” kata Gubernur dalam sambutan yang dibacakan Asisten III Setda Kalbar, Kartius, SH, M.Si. Dikatakan olehnya, tugas kehumasna memunculkan

sikap partisipasi publik, keterbukaan yang harus mengacu pada prinsip akuntabilitas yang bisa dipertanggungjawabkan, dan peran Bakohumas menjadi menonjol dimana dinamika yang berkembang dewasa ini juga menuntut pemerintah lebih proaktif dan kreatif dalam penyusunan strategi komunikasi pemerintahan. ”Fokus utamanya adalah bagaimana mengembangkan alur informasi yang terintegrasi dan terkoordinasi sehingga memberikan manfaat dalam pelaksana tugas fungsi institusi kita,” jelasnya. Di era transparasi dan perkembangan teknolgi dan informasi yang menjadikan masyarakat lebih kritis dan cederung terjadi perubahan cepat di masyarakat. Kondi-

si ini menuntut pemerintah pusat maupun daerah untuk mengakomodir keinginan masyarakat untuk memperoleh informasi. Perkembangan teknologi informasi telah melahirkan perkembangan yang cukup pesat pada media cetak maupu elektronik. ”Menjamurnya berbagai media massa dan derasnya alur informasi yang menerpa masyarakat belum merupakan jaminan akan memberikan pencerahan pada masyarakat, bahkan dalam beberapa kasus, justru membuat binggung masyarakat,” ujarnya. Sementara itu, Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik (Dirjen IKP) Freddy Hakim Tulung mengatakan Bakohumas dihadapkan pada isu-isu yang sangat menentukan perjalanan bangsa kedepan.

Aparatur Harus Berikan Pelayanan Terbaik organisasi, khususnya di lingkungan Pegewai Negeri Sipil (PNS) tentu ada aturan serta jenjang birokrasinya, oleh sebab itu, jika ada persoalan yang menyangkut kepegawaian dan lainnya, jangan dilakukan dengan tindakanÿaksi demo. “Kalau kita melakukan demo, itu menunjukan kita sebagai abdi negara dan masyarakat kurang memahami tugas dan fungsi kita selaku PNS. Oleh sebab itu, apabila ada persoalan dan masalah hendaknya disalurkan melalui forum atau lembaga yang telah disediakan (Korpri). Menyangkut masalah kesejahteraan Pegawai atau Kespeg, itu adalah kebijakan masing-masing Pe-

merintah Provinsi atau Kabupaten/Kota, “ ingat Cornelis. Peraturan pemerintah tentang disiplin PNS ini antara lain memuat kewajiban, larangan, dan hukuman disiplin yang dapat dijatuhkan kepada PNS yang telah terbukti melakukan pelanggaran. Penjatuhan hukuman disiplin dimaksudkan untuk membina PNS yang telah melakukan pelanggaran, agar yang bersangkutan mempunyai sikap menyesal dan berusaha tidak mengulanmgi dan memperbaki diri pada masa akan datang. Dalam peraturan pemerintah ini secara tegas disebutkan jenis hukuman disiplin yang dapat

dijatuhkan terhadap suatu pelanggaran disiplin. ”Ini dimaksudkan sebagai pedoman bagi pejabat yang berwenang menghukum serta memberikan kepastian dalam menjatuhkan hukuman disiplin,” jelasnya. Dijelaskan olehnya lagi, batasan kewenangan bagi pejabat yang berwenang menghukum telah ditentukan dalam Peraturan Pemerintah ini. Penjatuhan hukuman berupa jenis hukuman disiplin ringan, sedang, atau berat sesuai dengan berat ringannya pelanggaran yang dilakukan oleh PNS yang bersangkutan, dengan mempertimbangkan latar belakang dan dampak dari pelanggaran yang dilakukan.

Kemacetan Kota Pontianak “Kondisi jalan di kawasan Kota Pontianak tetap menjadi prioritas kita. Anggarannya tetap melibatkan dana dari APBD maupun APBN,” ujar Jakius Sinyor, di Gedung DPRD Provinsi Kalbar, baru-baru ini. Menurut Jakius Sinyor, prioritas anggaran untuk mengakomodir beberapa ruas jalan tersebut tentu dampaknya akan mempengaruhi kelancaran lalu lintas kendaraan. Misalnya jalur jalan nasional atau jalan negara di Jalan Ahmad Yani I atau Jalan Provinsi di Jalan Adisucipto termasuk Jalan di Adisucipto. “Tetap ada anggarannya. Entah dari APBN maupun APBD. Kita juga tidak mau main-main,” lugasnya.

Sementara itu, saat disinggung berapa besar porsi anggaran yang akan diprioritaskan? Jakius enggan merincinya lebih jauh. Menurutnya, yang pasti dana-dana perbaikan jalan tersebut, baik untuk jalan nasional maupun jalan negara, termasuk jalan provinsi sudah masuk di dalam APBN dan APBD 2013. “Saya kurang ingat angkanya. Tinggal dilihat saja. Bahkan sudah ada yang jalan proses lelangnya,” tuturnya. Selanjutnya, kata dia, jalan nasional di Jalan Ahmad Yani I, rencananya akan dilebarkan. Bahkan anggaran tersebut sudah ada dan masuk di APBN 2013. Kata Jakius, pihaknya sendiri akan menjadi pengawasnya.

“Namun semuanya tergantung dari Pak Walikota Pontianak. Sebab akan ada agenda tebang pohon. Jalan itu merupakan proyek kelanjutan yang sebelumnya dan akan dilanjutkan sampai simpang Polda Kalbar,” terangnya. Masih kata Jakius, proyek pengerjaan jalan nasional sudah disetujui di Jalan Ahmad Yani. Hal ini merupakan komitmen Pemerintah untuk mengurai persoalan kemacetan di ruas jalan tersebut. Pasalnya Kota Pontianak sekarang telah menjadi sentra jalan yang terpadat kendaraan roda dua serta empat. “Kita lihat kalau jam pulang kerja atau siang hari. Macetnya luar biasa,” ucapnya. (Andry/ Borneo Tribune)

Satu Jam Diperiksa, Isw Langsung Ditahan Joko Wiliono, dalam kasus yang menimpa kliennya tersebut , dirinya menduga uang yang digunakan oleh kliennya hanya sebesar Rp 650 juta saja. Dimana uang yang dipakai nantinya segera dikembalikan kliennya. “Dalam kasus ini, klien saya diduga melanggar pasal 2 ayat (1) jo. Pasal 3 jo. Pasal 8 jo. Pasal 9 UU No.31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU no. 20 tahun 2001 jo. Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP, berartikan masih ada tersangka

utamannya,” ungkap Joko. Lanjut sang pengacara, dari total dana yang ada, yakni pada tahun 20042008, kliennya mengakui menggunakan uang sebesar Rp650 juta. Sementara itu sisanya merupakan hasil dari penyidikan Polda Kalbar. Ditambahkan Joko, pihaknya juga akan mengupayakan penangguhan terhadap kliennya, setelah dinyakatan ditahan oleh Kejaksaan Negeri Pontianak. “Ini tahap dua. Dan hari ini juga akan dila-

kukan penahanana. Sementara itu Kepala Kejaksaan Tinggi, Jasman Panjaitan mengatakan bahwa kasus korupsi Bansos pertama kali disidik oleh Polda Kalbar, dan sekarang sudah diserahkan ke kejaksaan. Penyerahan tahap dua ini dilaksanakan Kejari, selaku lembaga penuntutan. Namun demikian jika dalam persidangan nanti ada perkembangan-perkembangan baru, maka pihak akan segera mengambil alih untuk dilakukan penyidikan selanjutnya.


CMYK

Moment & Activity www.borneotribune.com

Borneo Tribune

UPPD Kabupaten Sintang Dispenda Provinsi Kalbar

Ka. UPPD Sintang Dispenda Kalbar Mawardi, saat menerima Piala Citra Pelayanan Prima dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

12

Rabu, 3 April 2013

RAIH PIALA CITRA PELAYANAN PRIMA

Sekda Kalbar M. Zeet HamdyAssovie bersama Kadispenda Kalbar R. Taruli Manurung dan Ka.UPPD Sintang Mawardi saat di Balai Kartini Jakarta sebelum di mulai acara penyerahan penghargaan.

Gubernur Drs. Cornelis, MH memegang Piala Citra Pelayanan Prima bersama Kadispenda Kalbar R Taruli Manurung dan Ka.UPPD Sintang Mawardi.

Berbekal kebersamaan, tekad dan semangat kerja keras melaksanakan reformasi birokrasi melalui peningkatan kualitas pelayanan publik Kantor Unit Pelayanan Pendapatan Daerah (UPPD) Kab. Sintang Dispenda Prov. Kalbar di nilai oleh tim Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI, mendapat predikat terbaik katagori A untuk sepuluh besar tingkat nasional bidang peningkatan kualitas pelayanan publik tahun 2012. Penghargaan pun berupa piala yang merupakan penghargaan tertinggi Citra Pelayanan Prima. Penyerahan piala di lakukan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Kamis (28/ 3) di Balai Kartini di terima Kepala UPPD Sintang, Mawardi di hadiri Sekda Kalbar M. Zeet Hamdy Assovie mewakili Gubernur Drs. Cornelis, MH dan Kadispenda Kalbar R. Taruli Manurung, SE. MM. Keberhasilan yang di raih UPPD sintang dapat menyisihkan dari 66 nominasi masuk pada 10 besar katagori A mendapatkan piala, sedangkan sisa 56 hanya mendapatkan piagam penghargaan katagori B. “Kami tidak mengira UPPD Sintang mendapatkan piala penghargaan tertinggi dalam peningkatan kualitas pelayanan publik tahun2012 ini”, ungkap Mawardi. Dikatakannya selama ini dalam bekerja tidak membayangkan untuk meraih penghargaan, yang lebih di utamakan adalah hasil kerja bagaimana dapat memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Upaya ini terus dibangun dengan kebersamaan dan tekad serta semangat kerja keras. “Penghargaan ini

Gubernur Kalbar Drs. Cornelis, MH dengan Piala Citra Pelayanan Prima.

Hadir di Pontianak untuk memenuhi kebutuhan busana batik bagi Anda dan Keluarga

Menyediakan kain dan busana batik eksklusif bagi Pria, Wanita, Sarimbit (pasangan), Remaja dan Anak-anak dengan motif dan model yang trendy untuk kegiatan formal maupun informal

CMYK

patut disyukuri sebagai motivasi untuk bekerja lebih baik lagi”, janjinya. Prestasi yang diraih UPPD Sintang ini mendapat apresiasi Gubernur Kalbar Drs. Cornelis, MH. Menurut Gubernur keberhasilan yang di raih ini hendaknya dapat di pertahankan dan kedepan harus di tingkatkan lagi. Tidak itu saya Gubernur berharap kualitas pelayanan publik ini harus menjadi perhatian utama bagi aparat pemerintahan di Kalbar. “Semuanya harus baik,” tegas Gubernur. o

Sekda Kalbar M. Zeet Hamdy Assovie foto memegang Piala Citra Pelayanan Prima bersama Kadispenda Kalbar dan Ka.UPPD Sintang usai penyerahan penghargaan di Balai Kartini Jakarta.

Sekda Kalbar, M. Zeet Hamdy Assovie foto bersama dengan para Penerima Penghargaan dari Kabupaten/kota di Kalbar.


Harian Borneo Tribune 3 April 2013