Page 1

cmyk

I DEALISME, K EBERAGAMAN

DA N

KEBERSAMAAN

Borneo Tribune www.borneotribune.com

Jumat, 30 November 2012

16 Muharram 1434 H - 17 Cap Gwee 2563

Telepon Redaksi/Iklan/Langganan/Pengaduan: (0561) 767788 Faximile. (0561) 766103

Alamat Redaksi: Jln Purnama Dalam No 2 - Pontianak 78121

Mahasiswa Untan Ancam Mogok Mahasiswa Universitas Tanjung Pura

(Untan) dari sembilan fakultas mengancam mogok kuliah, terkait dugaan pengelolaan dana kemahasiswaan yang tidak transparan oleh Rektorat Untan. Para mahasiswa ini berunjuk rasa melalui perwakilan, menuntut hak-hak mereka.

Rektor: BOPTN Memang Belum Cair

Achmad Mundzirin Borneo Tribune, Pontianak AKSI ini dikoordinatori oleh Ishak Vito, Wakil Presiden Mahasiswa Untan. Ia mengajak teman – temannya untuk mengetahui dana kemahasiswaan secara rinci, agar para mahasiswa yang belajar di Untan mendapatkan hak-haknya se-

suai hak yang harus didapatkan, Kamis, (29/11), kemarin. Menurut Vito, Ia mengajak teman-temannya untuk menanyakan hal ini, guna mengetahui kemana dana alokasi mahasiswa. Lantaran selama ini para mahasiswa tidak mendapatkan penjelasan yang transparan terkait dana kemahasiswaan. Seperti ....Ke Halaman -11

UNJUK RASA. Seluruh Ketua Bem dari 9 Fakultas yang terdapat di Universitas Tanjung Pura (Untan) mewakili seluruh mahasiswa untuk berunjuk rasa di depan Kantor Rektorat Untan. FOTO Achmad Mundzirin/Borneo Tribune

S uara Enggang

HUT Ke 41 KORPRI

Larut tetapi tidak hanyut

Dirut Bank Kalbar Dianugerahi Lencana Emas

Anakku Setia Nugraha, SUDAH tiga hari ibumu pergi ke Jakarta. Ada symposium di sana. Bapak di rumah sendirian. Ketika surat ini di tulis, jarum pendek jam dinding telah mendekati angka 10. Jarum panjangnya mendekati angka 11. Itu berarti hampir pukul 10 malam. Dari

Leo Sutrisno Kolomnis

Andika Lay Borneo Tribune, Pontianak DIREKTUR Utama (Dirut) PT Bank Pembangunan Daerah Kalbar, Drs Sudirman HMY, MM, dianugerahi Lencana KORPRI Emas oleh Sekda

....Ke Halaman -11

B uah Bibir

....Ke Halaman -11

600 Undangan Disebar Hadiri Pelantikan

Para Pencari Tuhan

Deddy Mizwar

Kalbar, yang juga Ketua Dewan Pengurus Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) Kalbar, Drs M Zeet Hamdy Assovie, pada Upacara Peringatan HUT Ke 41 Korpri di Halaman Kantor Gubernur Kalbar.

JAKARTA- Karakter Bang Jack yang diperankan Deddy Mizwar di sinetron Para Pencari Tuhan (PPT) sudah begitu melekat. Namun, Deddy tak menjamin kembali tampil di sinetron yang

Yulan Mirza Borneo Tribune, Pontianak SEBANYAK 600 undangan telah siap disebarkan dalam menghadiri pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar terpilih. Hal itu dikatakan Kepala Biro Humas dan

Protokol Sekretariat Daerah Kalimantan Barat, Numsuan Madsun, kemarin. Menurut Numsuan, jumlah undangan itu disesuaikan dengan kapasitas ruangan di Gedung DPRD Provinsi Kalbar selaku tempat pelantikan. ....Ke Halaman -11

Harga Bensin Tembus Rp 8 Ribu Perliter

....Ke Halaman -11

Di Pengecer Menghilang Jaidi Chandra Borneo Tribune, Ketapang

Lari Pagi Tentara

DI KETAPANG bensin di tingkat pengecer mulai menghilang. Harga bensinpun menembus Rp 8 ribu perliter, sementara SPBU-SPBU hanya buka

SERSAN Johan membuat sebuah pengumuman pagi untuk sekelompok tamtama pendatang baru di kamp pelatihan: “Hari ini, saya memiliki beberapa kabar baik dan kabar buruk. Pertama, yang baik. Kopral Jono akan menjadi pematok kecepatan pada lari pagi kita.” Satu peleton itu sangat gembira, karena Kopral Jono memiliki kelebihan berat badan dan sangat lambat. Tapi kemudian sersan melanjutkan pernyataannya: ”Sekarang untuk berita buruknya: Pada lari pagi kita kali ini Kopral Jono akan mengemudikan Jeep.”o

bebarapa jam saja. Kondisi ini membuat masyarakat mengeluh dan panik. Kepedulian pemerintah, DPRD, dan Aparat kepolisian dirasakan sangat kurang untuk mengatasi persoalaan BBM di Ketapang ....Ke Halaman -11

Jumlah Perempuan ODHA Meningkat LENCANA EMAS. Sekda Kalbar, Drs M Zeet Hamdy Assovie menyematkan Lencana KORPRI Emas didada kiri Dirut BPD Kalbar, Drs Sudirman HMY, MM, dalam rangkai peringatan HUT ke 41 KORPRI di Provinsi Kalbar. FOTO Andika Lay/Borneo Tribune

Yulan Mirza Borneo Tribune, Pontianak JUMLAH perempuan yang berstatus Orang Hidup dengan

HIV/AIDS (ODHA) disinyalir meningkat pesat. Peringatan Hari AIDS sedunia atau HAS yang akan digelar tanggal 1 ....Ke Halaman -11

Pontianak Heritage

Europeesche Lagere School Bangunan yang dulunya gedung Europeesche Lagere School ini sekarang digunakan sebagai gedung Bank BNI 46. Berada di Jl. Tanjungpura No. 1, Pontianak. Secara administratif masuk ke wilayah Kelurahan Darat Sekip, Kecamatan Pontianak Kota. Oleh Ahmad Asma dZ BERDASARKAN Platte Grond Van de Hoofdplaats Pontianak, 1 Maart 1934 (peta Pontianak tahun 1934) bangunan ELS, berada di Resident weg, kini masuk di jalan Tanjungpura. Sebelah

kiri atau timurnya terdapat Kantoor N.V Borneo Sumatra H Mij. Di belakangnya berdiri Huis Directeur Firma Geo Wehrij. Bangunannya menghadap ke arah barat, masuk di sisi jalan Larive Park menuju ke overzetver, sekarang jalan

Bardan yang menuju fery penyeberangan. Diseberang jalan depan terdapat Garnizoens Bureau (Kantor Garnisun), Tennisvelden(Lapangan Tenis) dan Huis Gew Mil Comdt (Markas Komando daerah). Europeesche Lagere School (ELS ) atau Sekolah Rendah Eropa adalah Sekolah Dasar pada zaman kolonial Hindia Belanda. Awalnya hanya diperuntukkan khusus bagi warga Belanda saja. Karena salah satu tujuan utamanya adalah mengembangkan dan memperkuat kesadaran kebang....Ke Halaman -11

Jalan Rahadi Usman, sekarang depan BNI 46. FOTO Int.

Menyambut Natal & Tahun Baru Banjir Hadiah Langsung

PT. ANZON AUTOPLAZA Cabang: Singkawang : Jl. A. Yani No. 08 Telp. (0562) 637000, Sampit : Jl. Jend Sudirman Km. 1

HARGA ECERAN HARIAN BORNEO TRIBUNE - PONTIANAK, KUBU RAYA, MEMPAWAH,DAN SINGKAWANG Rp 2.000 - SAMBAS, BENGKAYANG Rp 2.200 - LANDAK,SANGGAU,SEKADAU, KETAPANG,KAYONG UTARA, SINTANG, MELAWI DAN PUTUSSIBAU Rp 2.500 -

cmyk

Melayani: - Antar Jemput Penumpang & Carter - Jasa Pengiriman Barang & Dokumen


Jumat, 30 November 2012

Kayong Utara

Borneo T Tribune

2

HKG Ke-49

TP PKK KKU Gelar Ragam Perlombaan

Abdul Khoir Borneo Tribune, Sukadana Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Kayong Utara (KKU) menggelar berbagai lomba dalam rangka memperingati Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-40. Rangkaian kegiatan tersebut diikuti oleh TP PKK dari enam kecamatan di KKU. Hal ini sebagai salah satu bukti keaktifan TP PKK KKU, mulai dari tingkat kabupaten hingga ke kecamatan dan desa seKKU. Sederet perlombaan tersebut, mulai dari lomba dengan menggunakan kemampuan penalaran dan pengetahuan hingga kegiatan yang merupakan hasil olah tangan yang menghasilkan kerajinan tangan. Diantaranya lomba cerdas cermat KF, lomba UP2K, jalan sehat, Rakor HKG PKK dan masih banyak lagi perlombaan lainnya. Sementara itu, lokasi kegiatan berlangsung di Sekretariat PKK di Gedung Balai Praja dan Pantai Pulau Datok Sukadana. Seluruh anggota TP PKK yang mengikuti berbagai perlombaan unjuk kebolehan dalam kegiatan ini serta menampilkan sejumlah potensi daerah masing-masing yang telah di-

olah sedemikian rupa sehingga bisa menarik minat para pengunjung maupun warga setempat yang menyaksikan. Dukungan dari para suporter masing-masing kecamatan turut menyemarakan berbagai kegiatan yang diperlombakan. Dan bagi para pemenang lomba telah disediakan berbagai macam hadiah hiburan. “Banyaknya kegiatan yang diperlombakan bukan semata-mata untuk menjadi juara, namun lebih pada pemberdayaan kepada seluruh anggota dalam memanfaatkan potensi dan sumber daya yang dimiliki,” ujar Ketua TP PKK KKU, Hj. Diah Permata Hildi. Diah menambahkan, kegiatan tersebut dimaksudkan agar anggota PKK menjadi mandiri dan lebih terampil dalam memanfaatkan peluang untuk menunjang perekonomian keluarga. Selain itu, sambung dia, melalui perlombaan-perlombaan dan kegiatan lainnya tersebut dapat memberikan pengetahuan dan pengalaman baru bagi anggota PKK. Menurutnya, dengan mendapatkan pengetahuan melalui pemanfaatan peluang ekonomi serta membina keluarga agar lebih baik serta menyusun program-program kegiatan PKK meru-

Menjelang Natal

Ny Diah Permata Hildi saat melihat stand pameran milik PKK Kecamatan se-KKU, yang tengah dipamerkan di Pantai Pulau Datok. FOT: Humas KKU

pakan hal utama yang mesti dilaksanakan oleh anggota PKK. Sebab, kata dia, keberhasilan PKK tidak hanya untuk para anggota tetapi juga menjadi motivasi dan penggerak bagi masyarakat terutama kaum perempuan dan ibu-ibu yang secara langsung adalah sebagai manajer dalam sebuah rumah tangga.†

KKU Komitmen Wujudkan KLA Abdul Khoir Borneo Tribune, Sukadana Pemerintah Kabupaten Kayong Utara (KKU) berkomitmen untuk melindungi serta melakukan pemenuhan hak-hak anak. Hal itu dimaksudkan untuk mengatasi berbagai permasalahan dalam rangka membangun sumber daya manusia (SDM) di masa mendatang. Demikian disampaikan Wakil Bupati KKU, Ir. H. Muhammad Said, saat membuka secara resmi aca-

Koperindag Akan Cerpen Turun Lapangan

Boneo Tribune, Landak Mengantisipasi barang kadaluarsa di Kota Ngabang, Kepala Dinas Koperindag, Marius menyebutkan dalam waktu dekat ini akan melakukan pemantauan barang-barang di toko maupun diswalayanswalayan yang ada dikota Ngabang. Hal ini untuk mengantisipasi barang yang dikonsumsi oleh masyarakat. ”Pemantauan atau pengecekan barangbarang yang dikonsumsi oleh masyarakat biasanya dari Dinas Koperindag melakukan pengecekan 3 bulan sekali dan dilakukan biasanya menjelang hari raya,” ujar Marius. Barang yang mengandung bahan kimia atau yang sudah kadar luasa, kami akan melakukan kerjasama dengan dinasdinas terkait seperti dinas kesehatan dan ekon Pemda. Dalam melakukan penelitian biasanya dilakukan mengambil sample dari swalayan atau toko-toko dan apabila terdapat barang-barang kadar luasa maka akan kami tarik, selain itu kami beri peringatan pada swalayan atau toko yang bersangkutan agar barang ini segera disimpan dan jangan dijual kembali. “Kalau dalam peninjauan kami laku-

kan dan masih didapati barang yang bersangkutan maka kami tindak tegas supaya barang yang kadar luasa tersebut jangan sampai dijual ke masyarakat takutnya nanti akan mengganggu kesehatan,” paparnya. Marius juga mencontohkan barang yang harus disimpan atau jangan sampai dijual kemasyarakat seperti kaleng susu yang kemek. Untuk melakukan pengawasan maupun pengecekan barang-barang yang dikonsumsi dimasyarakat karna menjelang hari raya Natal maka minggu kedua bulan desember nanti dari dinas Koperindag akan turun dilapangan bersama dengan dinas terkait. Dalam melakukan pengawasan serta pengecekan bagi barang yang kadar luasa, kepala dinas Kesehatan Nurlaini Sitinjak ditemui kemarin, dari dinas kesehatan siap untuk membantu dinas Koperindag untuk mengecek barang-barang yang kadar luasa. “Sekarang kami sudah menunggu surat dari dinas Koperindag untuk melakukan pengecekan barangbarang yang kadar luasa maupun barang-barang yang rusak dan kami dari dinas kesehatan siap terjun,” kata kadis Kesehatan. (Yohanes.J)†

Idealisme, Keberagaman dan Kebersamaan

Cerpen Karya : Abdul Hamid “Lebaran kali ini kita tidak boleh menerima daging kurban. Jadi Ibu sudah menyisakan sebagian daging ayam untuk dibuat sate besok. Kamu tak usah mengambil jatah daging meskipun kamu jadi panitia kurban.” Pinta ibu seuasai berbuka puasa sunah. Aku mengangguk, meski sebenarnya hatiku masih terasa berat. Bagaimana aku menjaga perasaan kedua sahabatku?. Kemarin aku sudah merencanakan ingin mengundang mereka berdua untuk makan sate bersama di rumah. Bahkan, tadi sore seoarang sahabatku yang tinggal di ujung Desa Madani mengirim pesan singkat. Dia akan datang kerumah besok pagi setelah solat. “Besok pagi aku mau kerumahmu dengan Abi. Aku mengajak dia makan sate bersama di rumah mu. Tolong disiapin ya boy.” Pesan singkat Amin yang masuk di telepon selulerku. Aku hanya menjawab dengan dua kata. “Datang saja.” Dua sahabatku yang sama-sama tinggal satu kost itu memang selalu datang kerumah di setiap lebaran kurban. Mereka tahu kalau aku selalu jadi panitia pembagian daging kurban. Ketajaman hidungnya dalam mengendus

ra Sosialisasi Kabupaten/ Kota Layak Anak (KLA) tahun 2012 di Gedung Balai Praja Sukadana, Selasa (27/11). Wabup menyampaikan bahwa anak-anak saat ini akan menjadi SDM lebih unggul yang dapat memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap bangsa dan negaranya di masa mendatang. Menurutnya, masalah anak yang paling mendasar dewasa ini antara lain masih tingginya anak yang bekerja. Seperti anak jalanan, eksploitasi dan tindak kekerasan, pelecehan serta

pornografi. Bahkan persoalan anak yang berhadapan dengan hukum, tingginya anak drop out, terutama dikalangan anak laki-laki. Oleh karena itu, sambung dia, sejak tahun 2006 yang lalu, sebagai tindak lanjut dari komitmen dunia tentang “World Fit for Children” KPP-PA telah memperkenalkan kebijakan kabupaten/ kota layak anak. Kebijakan ini merupakan pendekatan yang komprehensif dan holistik di dalam memenuhi hak anak secara mendasar. Yaitu hak untuk hidup, tumbuh dan berkembang serta

hak untuk berpartisipasi dan dilindungi. Untuk mengindikasikan kelayakan sebuah kabupaten/kota, terdapat 28 indikator yang mampu mewakili terpenuhinya hakhak anak sehingga dapat dikatakan menuju kabupaten/kota layak anak. Substansi dari 28 indikator tersebut disarikan dari hak-hak anak yang diamanatkan dalam UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan Konvensi Hak Anak yang sudah diratifikasi dengan Keputusan Presiden (Kepres)

Nomor 36 Tahun 1990, yang terdiri dari hak sipil dan kebebasan, lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif atau pengganti, kesehatan dasar dan kesejahteraan, pendidikan, pemanfaatan waktu luang dan kegiatan seni budaya serta perlindungan khusus. “Kami sangat berharap indikator-indikator KLA tersebut tidak hanya berhenti sebatas menjadi sederet Check List Evaluasi, tetapi dapat menjadi acuan bagi kabupaten/kota layak anak yang terintegrasi, holistik dan sinergis,” katanya.†

DUA TUSUK SATE aroma sate memang tidak diragukan lagi. Kami bertiga sudah saling kenal sejak lama. Kami dipertemukan di sebuah shelter pengungsian korban musibah sosial pada tahun 1999. Selama kurang lebih tiga tahun keluarga kami tinggal satu shelter. Mereka berdua sudah seperti bagian dari keluargaku. Bahkan Abi dan Amin sudah menganggap aku seperti adiknya. Ketika lulus dari SMP Purnama, kami bertiga mengenyam pendidikan di sekolah yang berbeda. Abi memilih bersekolah di SMA Negeri 2 Purnama. Aku bersekolah di SMK Maju Jaya, sementara Amin lebih memilih Ilmu Agamanya di Madrasah Aliyah Al- Ma’aarif. Untuk bertahan hidup dan memenuhi kebutuhan seharihari, sepulang dari bersekolah aku membantu ibu berjualan sate di Pasar Flamboyan. Setiap malam aku menyisakan Dua tusuk sate untuk kedua sahabatku Amin dan Abi. Mereka menyeringai didalam shelter ketika datang aku membawakan sate. Maklum saja, hidup dipengungsian jatah makanan kami sering tidak menentu. Tahun 2000 Pemerintah Povinsi Borneo Barat memindahkan para pengungsi dari Gedung Olahraga Pangsuma secara berangsur-angsur ke sebuah relokasi bernama Madani.

Orang tua aku dan Amin menerima bantuan rumah dan sebidang tanah untuk masing-masing kepala keluarga yang diberikan oleh pemerintah. Sementara Abi bersama keluarganya lebih memilih tinggal di Desa Durian, dekat dengan Bandar Udara Supadio. Meskipun keluarga kami tidak lagi tinggal berdekatan. Namun persahabatan kami terus berlanjut. Kami bertiga lebih memilih tinggal di kota untuk melanjutkan kuliah dan tetap tinggal satu kost. Sesekali kami pulang kerumah masing- masing jika liburan kuliah. Di Kota Khatulistiwa kami bertiga menyewa sebuah rumah untuk dijadikan tempat kursus Bahasa Inggris. Dan dari mengajar kursus itulah kami bisa membiayai sendiri uang kuliah dan bertahan hidup. Malam ini pikiranku berkecamuk. Aku tidak ingin mengecewakan kedua sahabatku yang sudah aku anggap sebagai saudaraku. Disisi lain, permintaan ibu untuk peduli tetangga adalah amanah. Ibu adalah orang yang idealis dan pekerja keras. Jika ucapannya tidak diikuti, apalah guna aku sekolah tinggitinggi. Apa yang diucapkan oleh ibu sebetulnya merupakan wujud simpatinya untuk membantu sebagian saudara-saudara kami di Madani yang masih hidup dibawah

taraf hidup yang layak. Lebaran kurban adalah saat paling menyenangkan bagi sebagian mereka untuk ikut menikmati daging kurban. Daging yang menjadi konsumsi makanan keseharian orang-orang yang mampu. Malam ini terasa khidmat, seuasai solat magrib surau-surau di Madani mulai mengumandangkan takbir. Beberapa stasiun televisi tampak menyiarkan kegiatan wukuf di Padang Arafah. Rasa haru tampak menyelimuti jutaan para jemaah haji di Arafah. Terasa bergetar rasanya batinku walau hanya menonton melalui siaran televisi. Terbayang betapa bahagianya jika aku dan ibu saat ini berada ditengah-tengah mereka. Malam ini juga semua orang memakai wajah suka cita. Anak- anak berlarian di halaman masjid. Para orang tua dan yang sudah remaja bergantian melantunkan takbir. Allahu akbar, Allahu akbar, Allahuakbar, La ilaha illallah wallahu akbar, Allahu akbar walillahilhamd. *** “Gimana? Bisa langsung kita mulai bakar satenya?” Tanya Abi. Wajahnya cengengesan ketika aku membawa kantong plastik berwarna hitam ke rumah. “Daging ini bukan untuk kita. Ini untuk orang yang

lebih membutuhkan daripada kita.” Jawabku. “Kok gitu. Lalu gimana dengan kami. Kami kan masih sama- sama miskin.” Sanggah Amin. “Iya. Tapi masih ada yang lebih membutuhkan. Kamu gak usah khawatir, kita tetap akan makan sate samasama.” Jawabku. Mereka berdua menyeringai mendengar jawabanku. Ibu datang menghampiri kami di teras rumah dengan membawa sate ayam. Aroma satenya menggoda selera. Asap tipis membumbung di atas sate yang sudah dilumuri kecap. Aku tersenyum dan kagum terhadap Ibu. Ternayata ibu mengerti dengan kebiasaan persahabatan kami. “Wah, Aroma satenya masih mirip dengan kamu jual dulu Bi.” Kata Abi disertai tawanya yang khas. “Satenya ada enam tusuk. Berarti masing-masing dari kita dapat jatah dua. Dari dulu sampai sekarang hanya nambah satu tusuk saja”. Timpal Amin. Kami pun tertawa mendengarnya. Benar juga candaan Amin. Perubahan dalam kehidupan kami memang pelan. Namun seiring dengan berjalannya waktu nasib kami akan terus berubah kearah yang lebih baik meski dengan keterbatasan yang kami miliki saat ini. Pontianak, 10/10/10

Penerbit: PT. Borneo Tribune Press. Direktur Utama: W Suwito, SH, MH. Penasehat Hukum: A. Ambo Mangan, SH, MH, Martinus Ekok, SH, MH. Pemimpin Umum: Sisa Primashinta. Senior Editor: H. Nur Iskandar, SP, Tanto Yakobus, Alexander Mering. Wakil Pemimpin Redaksi: Budi Rahman. Redaktur: Andry, Agus Wahyuni, Aulia Marti, Hairul Mikrad, Yusriadi, Viodeogo. Reporter: Abdul Khoir, Andika Lay, Yulan Mirza, Achmad Mundzirin, Achmad Munandar, Ubay. Biro Kubu Raya: Hanoto Jl. Sui Raya Dalam (081522711111). Biro Mempawah: Johan Wahyudi, Jl. Pendidikan Gg. Suka Mulya No.10 (085654587038). Sambas: Amrul Ambiya (Kontributor/Pemasaran), Jl. Suka Mantri (085245527602). Biro Bengkayang: Mujidi, Jl. Pahlawan No. 10, Kelurahan Bumi Emas Bengkayang (085245247955). www.borneo-tribune.net Landak: Yohanes Ngalai/Pemasaran, Jl. Barage Gg. Pak Kasih No. 51 Ngabang (085822062880). Biro Sanggau: Ratnasari Jl. Agus Salim No.10 (085245904505). Biro Melawi: Eko Susilo (0812-56452946) TERBIT SEJAK 19 MEI 2007 Jl. M Saad, Gg. Kayan, Serundung- Nanga Pinoh. Biro Sekadau: Bagus Kosminto, Jl. Irian No. 41 Sekadau Hilir (085245743683). Biro Sintang: Endang Kusmiyati (08524-5006757), Saumin (Pemasaran) (085284291321) Jl. JC Oevang Oeray, Gg. Ahmad 2. Biro Kapuas Hulu: Jl. Kenanga, Ruko Pemda Blok B. 6 Putussibau Utara (08562569007). Ketapang: Jaidi Chandra (Kontributor), Jl. Gajah Mada No. 156 (081345450988). Fotografer: Ulla Asri Sekretaris Redaksi: Erika Sudiardjo Umum: Emiliana (Manajer), Fitriyana,. Percetakan/Pracetak: Ukan Dinata. Staf Pracetak: Fahmi Ichwan, Syam „ Wartawan, Kontributor, Intensive Programme dan Abubakar, M. Taufik,. Staf Percetakan: Andre, Nurhalis, Rustam. Marketing: Sisa Primashinta, Hesty Yosana, Aldi Chairudin, Ardiansyah. Desain Iklan: Atika Ramadhani, M. Affandy,Ferry Ade Putra Freelancer Borneo Tribune dibekali identitas, surat Sirkulasi: Dhani, Suprianto. Keuangan: Jumi Erlinasari, Tri Agustin, Kusnan, Husada, IT: Iwan Siswanto. Tarif Iklan: BW (black and white) Rp 6000/mm kolom, Full Colour hal 1 Rp 15.000/mm kolom, tugas atau tanda pengenal (ID-Card) dan dalam mehalaman dalam Rp 12.000/mm kolom. Alamat Kantor Bisnis dan Alamat Redaksi: Jalan Purnama Dalam No 2 Pontianak Telpon 0561-767788 Fax 0561-766103. E-mail: borneotribune@yahoo.com laksanakan tugas jurnalistiknya tidak diperkenankan menerima suap atau amplop

Borneo Tribune


Serba Serbi

Borneo T Tribune

Jumat, 30 November 2012

Dinas ESDM Sudah Surati Pertamina

3

Gas Elpiji 3 Kilogram Menghilang di Sanggau Ratna Sari Borneo Tribune, Sanggau

Sejak perayaan Idul Adha kemarin, pasokan gas elpiji ukuran 3 kilogram bersubsidi kembali langka di sekitar wilayah Kabupaten Sanggau. Warga pun mulai kesulitan mendapatkan pasokan gas elpiji bersubsidi tersebut. Bahkan, sejumlah pangkalan gas elpiji di Kecamatan Kapuas mengakui kehabisan pasokan gas. Alfian (43) warga Kelurahan Beringin Kecamatan Kapuas ketika ditemui Rabu (28/11) pagi mengatakan bahwa dirinya sejak kemarin mencari gas elpiji 3 kilogram, tapi tidak ada. ”Sejak kemarin saya mutar-mutar cari gas, tapi semuanya habis. Begitu juga di sejumlah pangkalan, sampai siang ini juga tak ada yang jual,” ujarnya. Kondisi ini jelas sangat menganggu aktifitas dapur warga. Karena sebagian besar warga, terutama di Kecamatan Kapuas menggunakan gas elpiji untuk masak.

”Untung masih ada kompor minyak, jadi bisa masak pakai minyak tanah. Itupun kadang dapat kadang tidak,” ungkapnya. Menurut beberapa pemilik pangkalan gas elpiji bersubsidi, memang sejak perayaan Idul Adha kemarin, pasokan gas elpiji dari Pertamina sedikit tersendat. Bahkan menurut Amin, salah seorang pemilik pangkalan ditemui dikediamannya di Jalan Pangsuma Kelurahan Beringin mengatakan, biasanya, pangkalan mendapatkan jatah 15-20 tabung sekali turun dalam satu minggu, tapi sekarang seminggu hanya dapat satu kali. Amin berharap pemerintah segera menyelesaikan persoalan kelangkaan elpiji ini. Akibat kelangkaan tersebut, Amin mengakui terjadi kenaikan harga gas elpiji 3 kilogram dari biasanya Rp. 18.000 - Rp. 20.000 menjadi Rp. 25.000 - Rp. 30.000. Sementara itu, Kepala Di-

nas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Kabupaten Sanggau Cristian Antonius ketika dikonfirmasi, Rabu (28/11) mengatakan, bahwa memang telah terjadi kelangkaan elpiji 3 kilogram di Kabupaten Sanggau. Christian pun mengaku sudah mengirim surat kepada ESDM Provinsi, Pertamina Pontianak dan BPH Migas terkait kelangkaan tersebut. “Sudah saya kirimkan surat berkali-kali, bahkan pada setiap pertemuan pun sering saya sampaikan soal ini,” ungkapnya. Cristian juga telah menanyakan secara langsung kepada pihak Pertamina Pontianak. “Jawaban orang pertamina pun menunggu anggaran APBN Perubahan karena dana yang dipakai itukan dana APBN,” ujarnya. Sementara untuk harga eceran tertinggi (HET) tabung gas elpiji 3 kilogram di Kabupaten Sanggau sudah ditetapkan yaitu sebesar

Rp.18.500 pertabung. “Kalau ada yang menjual lebih dari itu, kewenangan agen untuk menegur bukan kami, kami hanya melakukan pengawasan terhadap distribusinya,” ujarnya. Christian menambahkan, untuk menghindari monopolisi, di Sanggau sudah ada dua agen penyalur gas elpiji subsidi diantaranya PT. Erlima di Jalan Pangsuma Kelurahan Beringin dan PT. Lumbung Panca Guna di Jalan Jenderal Sudirman Kelurahan Bunut. Untuk PT. Erlima, mendapat jatah 30.000 tabung perbulan, sementara PT. Lumbung Panca Guna mendapat jatah 20.000 tabung perbulan. “Untuk distribusinya sudah merata di seluruh Kecamatan kecuali di Tayan Hulu yang belum. Jumlahnya sebanyak 8551 tabung. Saya tidak tahu pasti kendalanya apa yang jelas untuk Tayan Hulu belum disalurkan,” pungkasnya.†

Solusi Tepat Terobosan Terbaru TCM

ATASI SEGALA MACAM PENYAKIT PRIA Ciri khas kemanjuran & keunggulan Hongkong Medistra TCM sangat jelas dengan resep kuno kekaisaran, resep rahasia turun temurun serta herbal Tiongkok alami, intinya adalah mengobati berbagai penyakit bandel yang susah disembuhkan, khusus menangani berbagai jenis penyakit kronis, begitu diobati langsung dapat dirasakan manfaatnya. Efektif mengobati berbagai penyakit kronis sampai akarnya, tanpa efek samping, setelah diatasi tidak mudah kambuh lagi. Menurut survey terbaru, disfungsi seksual pria termasuk penyakit yang sangat banyak diderita. Terutama persentase penderita impotensi, ejakulasi dini, radang prostat mengalami kenaikan pesat, berdampak jauh lebih parah bagi psikologi dan jiwa, dibanding penyakit pria lainnya, juga merupakan 30% alasan retaknya keharmonisan rumah tangga, menghancurkan kepercayaan diri pria. Penyakit fungsi seksual menimpa pria pada berbagai kalangan usia dan harus diobati sedini mungkin agar tidak memburuk hingga menimbulkan penyakit komplikasi bandel lainnya yang sangat parah dan berbahaya. Hongkong Medistra TCM ada konsultan Sinshe ahli TCM (Traditional

Chinese Medicine) ternama dari Tiongkok yang siap membantu Anda. Melalui pengalaman kerja keras puluhan tahun akhirnya berhasil menemukan terobosan terbaru, khusus mengatasi disfungsi seksual pria, seperti: Impotensi, Ejakulasi Dini, Radang Prostat, Sperma Mati, Tidak ada Sperma, Alat vital tidak normal, Kemandulan, dll. Hasilnya relatif cepat, aman dan tanpa efek samping. Terobosan metode TCM dengan herbal berharga alami yakni “Qiang Yang Bu Shen Liao Fa” ini dipadukan akupuntur elektroterapi sangat terkenal diberbagai Negara, berfungsi memperkuat ginjal & sperma, menyeimbangkan unsur yin & yang didalam tubuh, setelah diatasi bisa menormalkan fungsi seksual, masa berhubungan bisa lebih lama. Rata-rata setelah 2-3 tahap pengobatan, gejala penyakit seperti kencing terasa sakit, sering kencing, tidak tahan kencing, kencing tidak bertenaga, tidak tuntas, bernanah dan lainnya berangsur menghilang secara nyata, sistem reproduksi kembali normal, bisa diatasi hingga ke akar penyakit dan tidak mudah kambuh lagi.

Untuk Konsultan & Pengobatan Hubungi :

HONGKONG MEDISTRA TCM Jl. H. Agus Salim No. 126 Pontianak - Kalimantan Barat Telp. (0561) 733268 HP. 0812 5279 7888

Hari Minggu & Libur Tetap Buka


Kalimantan Barat - Kota Pontianak Borneo Tribune

Jumat, 30 November 2012

4

Dua Bengkel Nyaris Terbakar

CMYK

Dua bengkel di Jalan Perdamaian Pontianak Kota nyaris terbakar. Salah satu karyawan Bengkel Cemerlang sedang mengelas besi, tanpa sengaja percikan api las menyambar kaleng-kaleng tiner, hingga api sempat berkobar besar dan melalap bagian belakang bengkel, Kamis (29/11) pukul 11.00. Karena panik, semua karyawan di bengkel tersebut lari menyelamatkan diri. Begitu juga penghuni bengkel sepeda motor yang bertetanggaan dengan bengkel las. Pemilik Bengkel Cemerlang, Feni, mengalami luka akibat terkena seng saat berusaha memadamkan kebakaran, namun api berhasil dipadamkan dan tidak menyebabkan seluruh bangunan hangus terbakar. Feni, mengatakan rumah toko hanya dijadikan tempat bengkel, dan tidak ada yang menempatinya, sehingga aktifitas memasak tidak ada. “Tangan saya terluka, saat saya berusaha memadamkan kobaran api,” jelas Feni. Ari, salah seorang karyawan toko, mengatakan api

diketahui saat membesar dan membakar dinding bagian belakang. “Tidak tahu jelas penyebab kebakaran ini, tapi saat diketahui, api sudah membakar dinding,” kata Ari, yang ditemui di lokasi kejadian. Alang istri Feni, turut menyelamatkan benda berharga, ia terkejut melihat gumpalan asap tebal di belakang ruko. Ia pun berlari ke dalam dan mengambil seng untuk memadamkan api. Kemudian ia memillih keluar sambil berteriak minta tolong dan menelpon pemadam kebakaran. Edloy, sang kakek terus memeluk cucunya di teras ruko bengkel sepeda motor. Beruntungnya ruko yang digunakan sebagai tempat kediamannya itu tidak tersambar api. Ia sendiri mengaku, sempat mendengar ledakan dari ruko sebelah. Saat kejadian, ia sedang istirahat karena sakit. Ia pun langsung keluar dan menggendong cucunya. Beberapa petugas pemadam kebakaran di Kota Pontianak dan Kubu Raya mengerahkan kekuatannya untuk memanggulangi kebakaran ini, setelah 15 menit kejadian. Aparat kepolisian setempat masih melakukan penyelidikan terkait peristiwa tersebut. o

Pemkab Sambas Kembangkan Ekonomi Kreatif Amrul Borneo Tribune, Sambas Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sambas menggelar lomba cipta cinderamata khas Kabupaten Sambas, dalam upaya menggali budaya Kabupaten Sambas melalui pengembangan ekonomi kreatif rakyat, Kamis (29/11), di Aula Kantor Bupati Sambas. Kepala Bidang Perdagangan Kabupaten Sambas, Nisa Azwarita, SE mengatakan peserta yang mengikuti lomba wajib menggunakan sumberdaya alam dari Kabupaten Sambas. Bagi peserta yang menjadi juara akan mendapat surat pernyataan untuk melakukan

produksi di Sambas. Peserta paling jauh berasal dari Kabupaten Kapuas Hulu. “Saya melihat mereka semua kreatif-kreatif sehingga apabila pendatang dari luar Sambas dapat membeli kerajianan yang dibuat karena harganya terjangkau bagi kalangan menengah ke bawah,” katanya. Ia berharap, peserta lomba yang tidak memperoleh juara agar terus memproduksi kerajinan, karena pada tahun 2013 mendatang, pihaknya berencana akan membangun galeri khusus untuk menampilkan semua produk UMKM Kabupaten Sambas. “Jadi saya berharap untuk lomba cinderamata ini baik yang juara maupun yang tidak menang, mereka harus berproduksi,” pintanya. o

PADAM Beberapa petugas pemadam kebakaran sedang memadamkan api yang nyaris meludeskan bengkel teralis. FOTO Andika Lay/Borneo Tribune.

Pemkot Tanam 300 Pohon Yulan Mirza Borneo Tribune, Pontianak Pemerintah Kota Pontianak melakukan penanaman pohon sebanyak 300 batang di Jalan Parit Pangeran, Kelurahan Siantan Hulu, Kecamatan Pontianak Utara, Rabu (28/11) kemarin. Penanaman pohon terse-

but dalam rangka memperingati Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) dan Bulan Menanam Nasional (BMN) secara serentak di seluruh Indonesia. Wakil Walikota Pontianak Paryadi, memimpin langsung penanaman pohon jenis trembesi bersama masyarakat. Paryadi menjelaskan, kegiatan itu tidak hanya berhenti pada satu ti-

tik saja dan bukan hanya menjadi program nasional tetapi menjadi agenda daerah. “Kita ketahui Pontianak sebagai penyangga bagi berbagai daerah di Kalimantan Barat akibat degradasi hutan,” ucap dia. Paryadi mengakui sejauh ini pembangunan yang kian pesat dan begitu massif saat ini perlu diim-

bangi dengan adanya penghijauan di lingkungan masyarakat. “Karena itu, saya lihat pemukiman perumahan di Kota Pontianak masih sangat minim penghijauannya,” terang dia. Saat ini, Pemkot terus melakukan penanaman pohon-pohon di sepanjang jalan dalam upaya penghijauan di Kota Pontianak. Orang

nomor dua di Kota Pontianak ini berharap, agar upaya tersebut tidak hanya semata dilakukan Pemkot. Tetapi juga diikuti peran aktif masyarakat. “Sehingga jangan sampai ada warga masyarakat yang di depan rumahnya tertutup pohon-pohon kemudian pohon itu ditebang karena dianggap menghalangi,” tutur Paryadi. o

Implementasi Ketahanan Pangan Harus Kongkrit Yulan Mirza Borneo Tribune, Pontianak Walikota Pontianak Sutarmidji meminta, rapat koordinasi Dewan Ketahanan Pangan tidak hanya sekedar rapat membahas persoalan ketahanan pangan saja, tapi harus ada implementasi yang kongkrit. “Bagaimana kita memasyarakatkan keanekaragaman jenis makanan non beras jika tidak ada langkah

yang kongkrit,” jelas Sutarmidji, kemarin. Agar implementasinya itu terwujud, lanjut dia, melakukan kerjasama dengan pusat kajian makanan tradisional yang ada di Universitas Tanjungpura (Untan) dalam menggali jenis-jenis makanan non beras. Misalnya apa saja yang bisa dibuat menjadi jenis makanan dari bahan umbiumbian. “Saya suka makan sop ubi kayu. Sop ubi kayu itu enak

untuk makanan sehari-hari. Selain kalorinya cukup, gizinya juga terpenuhi. Kita juga mengurangi makan nasi,” terang dia. Sutarmidji mengakui sejauh ini banyak jenis makanan non beras yang bisa diolah sebagai pengganti beras. Salah satunya buah. Buah bisa menjadi salah satu makanan alternatif selain beras, dan untuk memperolehnya pun tidak perlu dengan cara membeli. “Masyarakat bisa me-

manfaatkan pekarangannya untuk ditanami buahbuahan sehingga ia tidak perlu membeli, tinggal petik saja,” ucap dia. Kepala Kantor Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Kota Pontianak, Suryatmi menguraikan rapat koordinasi tersebut diperlukan integrasi dan koordinasi program dari dinas, instansi terkait, lembaga dan pemangku kepentingan yang tergabung dalam wadah Dewan Ketahanan Pangan

untuk mewujudkan ketahanan pangan di Kota Pontianak. “Agar dapat meningkatkan perannya yang sangat penting dalam mengarahkan, merumuskan, serta mengawal implementasi kebijakan ketahanan pangan, mendorong keikutsertaan masyarakat dalam penyelenggaraan ketahanan pangan serta mengevaluasi pelaksanaan program ketahanan pangan,” pungkas Suryatmi. o

Desember, PLN Tambah 18 MW Yulan Mirza Borneo Tribune, Pontianak

Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sambas menggelar lomba cipta cinderamata khas Kabupaten Sambas, Kamis (29/11). FOTO istimewa

PT. PLN area Kota Pontianak merencanakan awal Desember 2012 akan melakukan penambahan daya listrik sebesar 18 Mega Watt (MW). Hal itu dimaksudkan agar menambah dan mendukung daya listrik yang ada di Kota Pontianak dan sekitarnya.

“Ini artinya, tidak akan ada lagi pemadaman listrik yang dilakukan oleh PLN. Kita berharap dengan rencana kekuatan tambahan daya ini masalah kelistrikan di Kota Pontanak dapat teratasi,” jelas Manager PLN area Kota Pontianak Ahmad Ismail, belum lama ini. Sebelumnya, 13 November yang lalu, pihaknya juga

telah melakukan penambahan daya dukung pasokan listrik sebanyak 15 MW. Berarti, dukungan daya listrik di sektor Pontianak akan semakin kuat. “Saat ini, PLN mengklaim kondisi kelistrikan tidak mengalami masalah, meskipun diakuinya beberapa waktu lalu pihaknya masih dalam kondisi siaga dengan pemadaman listrik yang dilakukan,” terang

Ahmad. PT. PLN juga berjanji akan memberikan kinerja yang maksimal agar kondisi kelistrikan di Kota Pontianak tidak rentan terhadap pemadaman akibat kekurangan daya dukung listrik. “Saat ini, PLN terus meningkatkan kemampuannya agar warga kota bisa menikmati listrik dengan nyaman dan aman,” ucap dia.

Karena itu, Ahmad meminta kepada masyarakat Kota Pontianak agar pengertian terhadap masalah pemadaman yang lalu. Mengingat keterbatasan daya listrik PLN. “Kita berharap adanya tambahan listrik tersebut, masalah yang ada bisa sedikitnya teratasi. Mengenai masalah itu, lebih baik masyarakat langsung yang menilai,” pungkas dia.o

CMYK

Andika Lay/ Achmad Mundzirin Borneo Tribune, Pontianak


Mempawah-Kubu Raya Borneo Tribune

Jumat, 30 November 2012

Johan Wahyudi Borneo Tribune, Mempawah Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pontianak telah menyelesaikan verifikasi faktual tahap pertama menyangkut komposisi kepengurusan dan pemegang Kartu Tanda Anggota (KTA). Dari 16 partai politik (Parpol) calon peserta Pemilu 2014, ada lima Parpol masih terganjal administrasi. “Di Kabupaten Pontianak ada 3 Parpol yang diminta memperbaiki KTA, sedangkan 2 Parpol diminta melengkapi data berkaitan dengan 30 persen keterwakilan perempuan. Sedangkan 11 parpol lainnya, dinyatakan tidak perlu memperbaiki dan melengkapi lagi,” kata Ketua KPU Kabupaten Pontianak Munir Putra. Untuk itu, Munir, menjelaskan terkait 5 Parpol yang belum melengkapai data, KPU memberikan waktu selama 7 hari dari 27 November-3 Desember 2012 untuk memenuhi persyaratan administrasi tersebut. Selanjutnmya KPU Kabupaten Pontianak akan melakukan verifikasi terhadap perbaikan data dan administrasi pada 4-17 Desember 2012. “Setelah itu, KPU Kabupaten Pontianak akan menyampaikan hasil verifikasi faktual tahap dua kepada KPU Provinsi Kalbar pada 20-31 Desember 2012. Dan hasil akhir keputusan berada pada KPU Pusat untuk menetapkan Parpol peserta Pemilu dari 29 Desember 2012 - 8 Januari 2013” katanya. o

Dewan Minta Stop Kerjasama dengan PT Askes Achmad Munandar Borneo Tribune, Kubu Raya Kerjasama yang dijalin Dinas Kesehatan Kabupaten Kubu Raya dengan PT Askes untuk melayani masyarakat tidak mampu melalui program Jamkesmas dan Jamkesda menuai kritikan dari anggota DPRD Kabupaten Kubu Raya, H Mustafa MS, S. Ag Rabu (28/11). Mustafa mengatakan, selama tiga tahun terakhir sejak 2009 hingga 2011 Dinas Kesehatan Kabupaten Kubu Raya telah menjalin kerjasama dengan PT Askes untuk melayani

Jamkesmas dan Jamkesda bagi 1000 orang warga Kabupaten Kubu Raya. Namun, selama kerjasama yang dilakukan, lanjut Mustafa banyak kendala yang ditemukan, diantaranya jika terjadi kelebihan kuota, PT Askes tidak mau bertanggungjawab, sehingga hal ini tidak dapat memberikan pelayanan kesehatan secara maksimal kepada masyarakat. “Lebih 50 orang saja mereka tidak mau bertanggungjawab,” katanya. Selain itu, Mustafa menilai pelayanan yang diberikan PT Askes tidak maksimal. Terlebih transparansi penge-

Kita belajar dengan Pemerintah Kota Solo yang mengelola anggaran Jamksemas dan Jamkesda langsung ditangani Dinkesnya

Lima Parpol Terganjal Administrasi

lolaan keuangan sangat tidak jelas. Karena seharusnya setiap tiga bulan sekali PT Askes harus memberikan la-

Sujiwo ‘Aminin’ Berpasangan dengan Incumbent DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kubu Raya mengakui sudah mengantongi bebrapa nama calon bupati dan wakil bupati yang akan diusung dalam pilkada Kubu Raya, September 2013 mendatang. “Kita sudah melirik beberapa tokoh, baik dari kalang-

an, birokrat, politik maupun umum yang akan diusung pada pilkada Kubu Raya nanti. Hanya saja sesuai proses dan mekanisme yang ada, kita harus membuka pendaftaran terlebih dahulu saat menjelang tahapan pilkada nanti,” kata Ketua DPC PDI Perjuangan Kubu Raya, Sujiwo di Sungai Raya, Kamis, (29/11). Pihaknya berharap, dalam proses pendaftaran nanti,

Warga Diimbau Waspada DBD

setiap calon yang sudah dilirik oleh PDI Perjuangan bisa mendaftarkan dirinya agar bisa dilakukan proses seleksi. “Jika setiap calon ini sudah mendaftarkan diri, maka tahapan berikutnya kita akan melakukan survey. Jadi siapa calon yang mendapatkan survey tertinggi, itu yang akan kita kawal,” tuturnya. Saat ditanyai mengenai kabar yang menyatakan

Johan Wahyudi Borneo Tribune, Mempawah

Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Pontianak, Herman AP mengimbau masyarakat agar mewaspadai penyakit demam berdarah dengue (DBD) selama musim hujan yang diperkirakan berlangsung hingga akhir tahun. “Kita melihat beberapa kabupaten di Kalbar mulai terserang wabah DBD. Untuk itu, kita juga mengimbau kepada masyarakat Kabupaten Pontianak untuk waspada terhadap wabah DBD yang biasanya meningkat pada musim hujan di akhir tahun seperti saat ini,” katanya. Legislator Partai Golkar ini, menilai kasus demam berdarah biasanya meningkat tajam pada musim hujan setiap akhir tahun, akibat membiaknya nyamuk aedes aegypti pada wadahwadah yang dapat menampung air hujan. “Kunci pencegahan penyakit musim hujan adalah kesadaran warga untuk menjaga kebersihan lingkungannya dari sampah dan kaleng atau wadah-wadah bekas. Serta warga masyarakat harus menggencarkan gerakan 3M

Masyarakat Kalimantan Barat sedang demam durian. Buah berduri ini berlimpah hingga di Pasar Sungai Pinyuh dan Mempawah. Masyarakat diingatkan, agar tetap membuang sampah pada tempatnya, sehingga kebersihan tetap terjaga. Kepala Bidang Kebersihan dan Pertamanan Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Pontianak, Hamidia Norfal, mengatakan, terkait musim buah durian ini, pihaknya telah melakukan antisipasi untuk menampung sampah kulit durian dari masyarakat. “Saya sudah menugaskan petugas kebersihan untuk bekerja keras di sentra-sentra pasar maupun pemukiman warga agar sampah kulit durian dapat terangkut semua. Penumpukan sampah kulit durian akan menimbulkan bau tidak sedap, bahkan jadi sumber penyakit,” katanya. Norfal berharap kerjasama masyarakat untuk tidak sembarangan membuang kulit durian agar tidak merugikan masyarakat itu sendiri. “Buang lah sampah pada tempatnya, dan jika ada sampah yang luput

Herman AP Plus, yaitu menguras, mengubur, menutup dan menabur bubuk abate pada wadah-wadah sebagai cara yang efektif mencegah menularnya DBD,” katanya. Selain itu, Dinas Kesehatan, Puskesmas dan rumah sakit, agar selalu siap mengantisipasi kemungkinan terburuk, jika Kabupaten Pontianak terserang wabah DBD. Seperti mempersiapkan personil di lapangan, melakukan sosialisasi, dan melaksanakan kegiatan pengasapan atau fogging jika suatu daerah ditemukan pasien positif DBD. o

bangannya. Sementara ini saya masih ingin fokus di legislatif dan membesarkan partai,” kata Sujiwo. Meski menyatakan belum kepikiran untuk maju kembali pada pilkada Kubu Raya, Sujiwo menyatakan saat ini PDI Pejuangan sudah mulai memanaskan mesin politik, terutama dalam menjaring beberapa calon yang akan diusung nantinya. o

Musim Durian, Jangan Lupa Jaga Kebersihan

Johan Wahyudi Borneo Tribune, Mempawah

FOTO: Johan W / Borneo Tribune

bahwa dirinya akan berdampingan dengan Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan? Sujiwo hanya mengamini hal tesebut. Namun, dia menegaskan, sampai saat ini masih belum kepikiran untuk maju kembali pada pesta demokrasi di kabupaten itu. “Jujur saja, untuk saat ini saya belum kepikiran untuk maju lagi, namun, kita lhat saja nanti perkem-

Saya sudah menugaskan petugas kebersihan untuk bekerja keras di sentrasentra pasar maupun pemukiman warga agar sampah kulit durian dapat terangkut semua

Achmad Munandar Borneo Tribune, Kubu Raya

5

FOTO: Johan W / Borneo Tribune

Hamidia Norfal

dari pengangkutan petugas kami, agar segera menghubungi Dinas PU supaya cepat ditangani,” ungkapnya. o

poran. Kenyataannya satu tahun satu kali saja, laporan penggunaan uang tidak pernah diinformasikan. Untuk 2013, dirinya meminta kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Kubu Raya untuk tidak lagi menjalin kerjasama dengan PT Askes dan lebih memberdayakan UPT Dinas Kesehatan, sehingga dana tersebut akan tersimpan untuk memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat. “Kedepan kita harapkan Dinkes tidak lagi menjalin kerjasama,” ucapnya. Pelayanan Jamkesda dan Jamkesmas tidak sesuai de-

ngan tujuan kerjasama, dan tidak transparan, ada baiknya anggaran tersebut langsung dikelola Dinkes Kabupaten Kubu Raya. “Kita belajar dengan Pemerintah Kota Solo yang mengelola anggaran Jamksemas dan Jamkesda langsung ditangani Dinkesnya,” terangnya. Terpenting, tambah Mustafa ketika dana tersebut dikelola langsung Dinkes Kabupaten Kubu Raya akan lebih mempermudah askes masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan dan birokrasi dalam mengurus lebih muda dan singkat. o

Antisipasi DBD, Masyarakat Harus Hidup Bersih Achmad Munandar Borneo Tribune, Kubu Raya Kepala Puskesmas Rasau Jaya Abang Darmawansyah menegaskan masyarakat mesti berpola hidup bersih untuk mencegah berkembanganya nyamuk Aedes aegypti yang menjadi perantara terjadinya demam berdarah. “Titik berat permasalahan itu terkait dengan perilaku hidup bersih dan sehat (HBS) yang dilakukan masyarakat,” kata Abang, Kamis (29/11). Untuk itu, lanjut Abang, masyarakat perlu menggalakkan kembali gotong royong untuk membersihkan lingkungan tempat tinggal dan sekitarnya. Selain itu juga, pemberantasan sarang nyamuk demam berdarah ini dilakukan dengan 3 M. “Masyarakat bisa saja melakukan Jumat bersih untuk menjaga lingkungannya dari perkembangan nyamuk ini. Lakukannya 3 M seperti yang sudah disosialisasikan, menutup tempat penyimpanan air, menguras tempat penyimpanan air dan mengubur sampah plastik,” jelasnya. Abang menegaskan peran serta masyarakat juga mesti didukung dengan upaya yang dilakukan Puskesmas setempat dengan melakukan sosialiasi mengenai pemberantasan sarang nyamuk (PSN), pembagian bubuk abate serta fogingisasi. “Kita sudah melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN), dengan melakukan sosialisasi dan penyuluhan, dalam item disitu, membuat tiga M. Tindakan kita, melakukan pembagian abate dan fogingisasi. Meskipun upaya itu kita lakukan setelah ada korban,” jelasnya. Ia pun tidak menampik jika sarana dan prasarana menjadi kendala dalam melakukan upaya pencegahan penyakit demam berdarah ini. “Kita sudah melakukan upaya ini sejak jauh-jauh hari, tapi hanya satu orang saja bagian Sanitasi yang menanganinya. Namun kita tetap berupaya maksimal dengan apa yang tersedia,” tambahnya. o

Spekulan BBM Harus Ditertibkan Johan Wahyudi Borneo Tribune, Mempawah Antrian panjang di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Sungai Pinyuh dan Kuala Mempawah, hampir setiap hari terjadi. Kelangkaan BBM ini, dinilai Anggota DPRD Kabupaten Pontianak, Susanto, akan terus terjadi dan ber-

masalah jika para spekulan yang membeli solar di SPBU belum ditertibkan. “Selama spekulan masih ada, dipastikan kelangkaan BBM tetap terjadi. Untuk itu, harus ada ketegasan pihak terkait atau aparat untuk melakukan penertiban dan pemberantasan,” kata Susanto. Legislator PDI Perjuangan ini, mencontohkan terkait

solar untuk nelayan. Jika pengguna hanya para nelayan, dipastikan para nelayan akan kebagian dan mudah untuk mendapatkannya. Namun dilapangan banyak pemain atau spekulan yang lebih banyak, akibatnya nelayan sebagai konsumen harus kesulitan mendapatkan solar. “Jika hanya para nelayan yang menggunakan solar,

saya yakin tidak ada kelangkaan solar untuk nelayan. Namun banyak oknum-oknum pemain, yang menyebabkan solar bahkan besin menjadi langka. Untuk itu, perlu penertiban yang tegas disetiap SPBU, apaperlu ada sangsi hukum bagi para spekulan atau oknum-oknum yang sengaja menimbun atau menjual BBM subsidi ke industri,” ungkapnya. o


Bengkayang Borneo Tribune

Jumat, 30 November 2012

6

Guru Mulok Berlatih Membuat Bunga Kering Ny. Femy Suryadman Gidot, didampingi Stefanus Salikin beserta sejumlah pengurus Dekranasda dan para guru Mulok se-Bengkayang dalam Bimtek Pembuatan Bunga Kering FOTO: Mujidi/Borneo Tribune

Ada Bedah Buku Hari Ini Kupas Selingkuh Industri Farmasi -Perusahaan Rokok AS CIKAL Kalimantan dan Indonesia Berdikari menggelar bedah buku tentang Selingkuh Industri Farmasi dengan Perusahaan Rokok AS” Jum’at, 30 November 2012 pukul 13.00-17.30 di Hotel Orchardz Gajahmada. Koordinator acara, Andrew Yuen mengatakan buku “Muslihat Kapitalis Global: Selingkuh Industri Farmasi dengan Perusahaan Rokok AS” (Indonesia Berdikari, Jakarta, 2012) mencoba mengurai ribuan benang kusut selingkuh kapitalis global yang mengangkat tema besar: Perang Terhadap Tembakau. Bedah buku ini diharapkan mampu membuka benang kusut itu, dan memberikan gambaran terang bagi semua pihak tentang apa sebenarnya yang sedang terjadi. Dan pada akhirnya, bagaimana posisi Indonesia, sebagai sebuah entitas, sebagai sebuah negara penghasil tembakau, yang masyarakatnya mengkonsumsi produk tembakau, yang memberikan kontribusi bagi perekonomian nasional, di dalam pertarungan global tersebut? Rencananya pihak penyelenggara akan mengundang sejumlah pembicara diantaranya Okta Pinanjaya (penulis buku), Simon (pengamat industry tembakau), Dr. Hermansyah SH, M.Hum (pengamat hukum), drg. Multi Junto Bhatarendro (sedang dikonfirmasi). Gambaran umum isi dri buku ini mengupas perang tembakau secara global sudah berlangsung lama, bahkan sejak Perang Dunia. Kini kelompok yang menamakan diri anti-rokok semakin kuat menancapkan kukunya, lewat berbagai regulasi yang dibuat di sejumlah negara. Regulasi-regulasi itu turut didorong oleh Badan Kesehatan Dunia WHO, terutama lewat Framework Convention on Tobacco Control atau FCTC. Sayangnya, tidak serta-merta apa yang ada di dalam FCTC itu bertujuan mulia demi kesehatan. Ada tujuantujuan terselubung di balik upaya pengendalian tembakau di seluruh dunia, yang muaranya adalah sebuah pertarungan kapitalis global untuk memperebutkan pasar tembakau. Lebih jauh, isi klausul FCTC ternyata lebih berbicara ‘pokok-soal’ pengendalian suplai tembakau pada tingkat hulu, pengendalian produksi dan distribusi pada tingkat hilir, beserta serangkaian kebijakan pendanaan sektor keuangan di tingkat global, daripada secara serius bermaksud sungguh-sungguh mewujudkan sistem kesehatan yang terjangkau oleh seluruh masyarakat dunia. Berbagai pengaturan FCTC secara restriktif jelas memprasyaratkan adanya modal besar dan teknologi tinggi. Misalnya skema kebijakan cukai tinggi maupun suplai tembakau jenis nikotin dan tar rendah yang sarat rekayasa sains dan teknologi tinggi. Dengan begitu traktat FCTC adalah rezim standarisasi yang beroperasi dengan nalar pembatasan (regulated). Isu tujuan kesehatan masyarakat dunia adalah sekadar retorika, kamuflase atau kemasan argumentasi. Akhirnya muncul paradoks atau ambivalensi atau standar ganda dari FCTC ini. Ada beberapa fakta signifikan. Diantaranya tingkat konsumsi tembakau dunia dari tahun ke tahun terus meningkat. Meningkatnya fenomena merger dan akuisisi perusahaan-perusahaan rokok nasional di beberapa negara berkembang oleh perusahaanperusahaan rokok multinasional negara-negara maju. Amerika Serikat sebagai negara produsen tembakau terbesar di dunia setelah China, Brazil dan India, ternyata justru memberikan serangkaian kebijakan proteksi pada industri tembakaunya. Dan AS belum meratifikasi FCTC. Siapa dan apakah kepentingan sesungguhnya dari perang tembakau ini? Sebutlah salah satu eksponennya ialah lembaga Bloomberg Initiative yang bermarkas di AS. Lembaga ini menyalurkan dana ratusan juta dolar kepada banyak LSM, ormas, universitas maupun lembaga pemerintah, untuk mendorong proses ratifikasi atau adopsi konvensi FCTC ke dalam perundang-undangan nasional pada lebih dari 50 negara berkembang dan miskin, termasuk Indonesia. Di sisi lain semua menyaksikan adanya kepentingan industri farmasi terhadap pangsa pasar nikotin global. FCTC adalah regulasi yang mewadahi kepentingan ekspansi industri obat global. Tulisan Wanda Hamilton dalam “Nikotine War”, misalnya, telah membuka tabir kepentingan sesungguhnya perusahaan-perusahaan farmasi multinasional di balik gencarnya kampanye anti tembakau global. Bahkan Hamilton mencatat, sejalan kepentingan bisnis nikotin global ini adalah bukan sesuatu yang haram bagi perusahaan multinasional farmasi dan rokok, dua entitas yang seolah-olah saling menegasikan satu sama lain ternyata saling berkonsolidasi dan bersinergi kepentingan modal. Jika dipertajam lagi pertanyaannya, maka jejaring kekuatan modal apa sajakah yang bertitik temu pada sosok Micheal Bloomberg, pendiri Bloomberg Initiative? Kemudian siapa-siapa saja industri farmasi yang berada di balik perang ini? Dan bagaimanakah selingkuh itu terjadi? Nah, bagi anda yang penasaran dengan isi acara berdah buku ini bisa datang langsung di tempat yang telah ditentukan. (rilis) o

Mujidi Borneo Tribune, Bengkayang Sedikitnya 20 guru muatan lokal dari Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) seBengkayang mengikuti bimbingan teknis pembuatan

bunga kering. Kegiatan tersebut dilaksanakan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Bengkayang bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Bengkayang, di Sekretariat PKK Bengkayang, Kamis (29/11). Stefanus Salikin, ketua penyelenggara mengatakan,

bimtek tersebut dilakukan karena di Bengkayang memiliki aneka ragam flora yang merupakan kekayaan alam dan budaya yang tidak ternilai serta perlu digali dan dilestarikan. Keanekaragaman tersebut dapat dituangkan menjadi ragam hias aneka bunga kering. Kegiatan itu bertujuan untuk meningkatkan kreativitas dan keterampilan peserta didik dalam memanfaatkan keanekaragaman flora lokal. “Kita berharap ini sebagai salah satu bahan masukan dalam menyusun kurikulum mulok bagi siswa,” kata Salikin.

Ketua Dekranasda Bengkayang, Ny. Femi Suryadman Gidot mengatakan pihaknya sengaja melakukan kegiatan yang sedikit berbeda. Berbeda karena sebelumnya, bimbingan teknis kerajinan hanya diarahkan kepada para perajin, sementara untuk kali ini diarahkan kepada guru Mulok di Bengkayang. ‘Alasan kita, kalau kita memfokuskan kepada perajin maka manfaatnya hanya untuk perajin itu sendiri. Sementara bila bimbingan kita berikan kepada guru Mulok, maka guru Mulok itu nantinya bisa mengajar para siswanya di sekolah masing-

masing,” jelas Femi. Dengan adanya transformasi pengetahuan kerajinan dari guru mulok untuk setiap siswa itu diyakini pada lima tahun atau sepuluh tahun mendatang akan dampak positif yang bisa dibanggakan. Dalam lima tahun dan sepuluh tahun kedepan, siswa yang dilatih itu bisa muncul menjadi perajin yang mandiri. “Terciptanya generasi yang terampil dan mandiri menjadi keinginan kita. Dengan demikian, kita telah melakukan hal yang positif untuk kemajuan masyarakat,” terang Femi. o

Warga Kinande “Tilang” Polisi Bayar Adat Mujidi Borneo Tribune, Bengkayang Karena melakukan pelecehan dan perusakan adat masyarakat Desa Kinande yang termasuk dalam wilayah adat Binua Kananyatn, Kepolisian Resor Bengkayang Sektor Samalantan harus membayar adat sebesar Rp.17.264.900, serta denda adat sebesar Rp.77.777.777. “Adapun tindakan adat yang telah dilanggar oleh aparat kepolisian tersebut adalah basara ka tumpo batangan atau pelecehan terhadap adat,” kata Kristianus Rabu (28/11). Ia mengatakan nilai tersebut diperoleh setelah pada Rabu kemarin dilakukan prosesi adat yang dipimpin langsung oleh Ketua DAD Kecamatan Lembah Bawang, A. Akun, beserta perangkatnya, Kristianus (Ketua I), Philipus (Ketua II), Akiong (Sekretaris) di desa Kinande. Saat proses adat berlangsung, hadir pula Kapolres Bengkayang, Kapolsek Samalantan, Camat Lembah Bawang, Kabag Tapem. “Disamping harus membayar denda adat, pada prosesi itu juga telah dibuat kesepakatan,” tambahnya.

Adapun kesepakatan yang dimaksud, yakni pertama, mobil yang dirampas aparat kepolisian harus dikembalikan ditempat semula. Kedua, aparat kepolisian yang ada di areal perkebunan harus ditarik keluar. Ketiga, tuntutan masyarakat terhadap realisasi kebun plasma harus diselesaikan minggu ini, jika tidak maka PT. Darmex Agro akan ditutup oleh masyarakat Kinande. Mengomentari prosesi adat yang telah dilaksanakan tersebut, LSM LIRA Bengkayang, J.B Marbun meminta agar upaya penegakan hukum adat harus dapat ditegakkan tanpa memandang siapapun pihak yang melakukan pelanggaran, termasuk aparat kepolisian sendiri. “Apa yang terjadi di Kinande kedepan mestinya menjadi contoh bagi komunitas adat ditempat lain. Kita harapkan juga tidak ada lagi pelecehan maupun pelanggaran adat lainnya,” tegasnya. Mengenai kejadian di Desa Kinande ini, Kepala Desa Semunying Jaya, Kecamatan Jagoi Babang, Momonus mengaku sangat mengapresiasikan serta mendukung dengan apa yang telah dilakukan oleh masya-

rakat Kinande. Dukungan tersebut tak terlepas dari kesamaan nasib yang dialami masing-masing warga desa, dimana investasi yang ada ternyata bukannya memberi keuntungan bagi masyarakat, malah sebaliknya, masyarakat semakin sengsara. “Sebenarnya kita sangat mendukung masuknya investasi didaerah, hanya saja investasi yang masuk harusnya mampu memberikan kontribusi bagi kedua belah pihak, baik masyarakat maupun unit usaha itu sendiri,” tambah Momonus. Sejauh ini, perjuangan warga desa Semunying Jaya untuk memperjuangkan hak mereka sudah berjalan pada masa yang cukup lama, yakni sekitar 7 tahun. Namun sayangnya, hingga saat ini belum ada kejelasan dari pihak perusahaan terkait hakhak yang semestinya diberikan kepada masyarakat (kebun plasma) serta diperhatikannya kelestarian lingkungan (hutan adat). “Kami juga berharap agar pemerintah, dalam hal ini Pemkab Bengkayang agar dapat menjadi mediasi dalam proses penyelesaian masalah antara masyarakat dengan perusahaan,” tandasnya. o

Tim Gabungan Gelar Rakor Atasi Gangguan dan Kebisingan Borneo Tribune, Singkawang Jelang perayaan Natal 2012 dan Tahun Baru 2013, tim gabungan terdiri dari Satpol PP, Kodim 1202,perwakilan Polres, Brigif, Dinas Pariwisata dan tokoh masyarakat menggelar rapat koordinasi (rakor) untuk mengatasi gangguan dan kebisingan, Kamis (29/11). Berbagai gangguan dan kebisingan yang dimaksud itu tentunya tidak terlepas dari kegiatan yang sering dilakukan oleh masyarakat Kota Singkawang sendiri. Untuk itulah, demi keamanan dan kenyamanan bagi umat yang merayakan Natal dan tahun baru diperlukan sejumlah langkah selanjutnya untuk dilakukan penertiban dan pembinaan. “Kami dari Satpol PP, seringkali menemukan berbagai penyakit masyarakat yang cukup meresahkan,’ kata Kasatpol PP Singkawang, Karyadi. Diantaranya prilaku ngelem yang sering dilakukan oleh anak-anak pelajar. Disamping itu, kita juga banyak menerima keluhan dari masyarakat kiri kanan, yang rata-rata banyak yang melaporkan dengan adanya suara bising dan sangat mengganggu yang berasal dari tempat hiburan malam, sehingga mengganggu ketentraman bagi orang yang sedang beristirahat.

Pustu Bumbung FOTO:Mujidi/Borneo Tribune

PUSTU Bumbung Terlantar Mujidi Borneo Tribune, Bengkayang Pusat pelayanan kesehatan terpadu (PUSTU) Desa Bengkawan Kecamatan Seluas yang berdiri sejak 2008, sampai sekarang belum juga ditempati lantaran petugas medis masih menempati bangunan lama di tengah pemukiman warga. “Petugas dari kesehatan takut menempati PUSTU yang baru, apalagi dia seorang gadis,” kata Ayul Kibli, Kepala Desa Bengkawan Kecamatan Seluas Kabupaten Bengkayang. Menurutnya, setiap ajang kunjungan petugas kesehatan dari Kecamatan maupun yang bertugas di desanya lebih memilih menempati bangunan lama, lantaran dekat dengan pemukiman, selain itu, kata Kades bangunan

yang baru belum memiliki fasilitas lengkap seperti listrik dan air bersih. Bambang, warga asal Dusun Kambih Desa Bengkawan mengkritisi pembangunan PUSTU yang ada hanya menghabiskan anggaran saja, karena sejak 2008 lalu tidak pernah ditempati oleh petugas, bahkan bangunan tersebut dimanfaatkan oleh warga untuk gudang pribadi. Selain mubazir, bangunan ini juga tidak terawat, seperti yang terlihat pada gambar, disekeliling bangunan dipenuhi rumput yang tinggi menjulang. “PUSTU jika tidak difasilitasi peralatan justru akan membuat petugas tidak betah dan sama halnya Dinas kesehatan belum siap menempati petugas yang akan ditugaskan di pedalaman,” tambah Bambang. o

Tagana Gelar Simulasi KSB

Satpol PP menggelar rapat gangguan dan kebisingan untuk melakukan langkah-langkah pembinaan kepada penyakit masyarakat menjelang perayaan natal 2012 dan tahun baru 2013

“Untuk itulah, kita disini menggelar rapat untuk menentukan langkah-langkah apa yang harus dilakukan guna menertibkan semua itu,” katanya. Menanggapi banyaknya laporan masyarakat tersebut pihaknya meminta Dinas Pariwisata untuk selalu mengingatkan pemilik tempat hiburan malam. Bahkan ia juga kerap menerima laporan adanya pasangan bukan suami istri yang syah, yang selalu mengganggu warga setempat dikarenakan ada seorang tamu laki-laki yang selalu datang dan pergi ke suatu tempat pada subuh hari. “Sementara Untuk orgil atau gepeng, alhamdulillah, karena kita juga sebelumnya

selalu rutin melakukan penertiban sehingga sampai detik ini masih belum ada laporan dari anggota saya adanya pendatang baru di Singkawang ini,” kata Karyadi. Dari semua penyakit masyarakat yang saya sebutkan tadi, saran Karyadi, hendaknya mari semua pihak bersama-sama untuk menentukan sejumlah langkah apa yang ditempuh untuk melakukan penertiban dan pembinaan. “Jangan sampai apa yang sudah kita temukan untuk langkah selanjutnya pada hari ini, tetapi begitu dilakukan penertiban sudah diketahui oleh masyarakat dulu, dalam artian informasi sudah bocor. Ini yang harus kita jaga,” pintanya. (Freelancer / Rudi) o

Borneo Tribune, Singkawang Rencana Desember ini, Taruna Siaga Bencana (Tagana) Singkawang akan menggelar simulasi Kampung Siaga Bencana (KSB) di Semelagi Kecil, Kecamatan Singkawang Utara. “Kegiatan simulasi ini bertujuan untuk mengajarkan serta melatih masyarakat setempat untuk mendirikan tenda, dan dapur umum guna menanggulangi bencana secara dini,” ujar Ketua Korwil Tagana Singkawang, Zulfian Agus. Ia mengatakan kegiatan simulasi ini merupakan yang ke 2 kalinya Tagana lakukan. Sementara untuk anggaran berasal dari pusat karena merupakan program Kementerian Pusat. “Yang pertama, kita gelar di Kota Mempawah. Dan yang kedua ini, kita gelar di Kota Singkawang, yaitu di Semelagi Kecil. Dipilihnya daerah itu, karena Semelagi merupakan daerah yang rawan akan banjir,” ungkapnya. Saat disinggung terkait curah hujan yang cukup tinggi akhir-akhir ini di Kota

FOTO: Rudi/Borneo Tribune

Zulfian Agus Singkawang, Agus menyatakan bahwa di lima kecamatan yang ada di Singkawang ini masih aman dari banjir. Namun dirinya tidak bisa memastikan, karena curah hujan diprediksikan akan berakhir pada Januari 2013. “Biasanya pada Januari yang sangat deras. Tapi, mudah-mudahan saja, Singkawang aman dari banjir,” harapnya.(Freelancer/ Rudi) o


Jumat, 30 November 2012

Oknum Camat Tayan Diduga Pungli IMB Ratna Sari BorneoTribune, Sanggau Oknum pegawai di kantor Kecamatan Tayan Hulu Kabupaten Sanggau, diduga telah melakukan pungutan liar (pungli) terhadap pembuatan Izin mendirikan Bangunan (IMB) warga di daerahnya. Hal itu diketahui setelah muncul adanya sejumlah pembayaran diluar prosedur administrasi pembuatan IMB. Hal itu diungkapkan warga Sosok Kecamatan Tayan Hulu, Darwin (48) ketika ditemui, Kamis (29/11) kemarin. Darwin mengaku tidak bisa berbuat apa-apa lantaran izin yang diajukannya tidak ditandatangani oleh pihak camat. Lantaran dirinya tidak menyetor sejumlah uang yang diminta oleh oknum tersebut. “Karena tidak ada amplop saya ditolak mentah-mentah dan rekomendeasi tersebut Tidak ada biayatidak ditanda tangani,” ujarbiaya itu. Kita nya. hanya mengenaDarwin menjelaskan, awalnya bermula ketika di- kan biaya-biaya rinya hendak mengajukan izin pembangunan tersebut sesuai disekitaran Jalan Raya Sodengan aturan sok ke kantor camat. Darwin Perda tentang pun kaget, ternyata diluar IMB. pembayaran izin IMB sendiri, masih dikenai biaya tambahan berupa, biaya uang ketik rekomendasi Rp. 300 ribu. Uang turun ke lapangan Rp. 100 ribu. Uang rekomendasi Rp. 500 ribu. Uang tanda tangan Camat Rp. 1 juta. Dengan total keseluruhannya mencapai Rp 1.9 juta. Melihat hal itu, Darwin pun menolak memberikan sejumlah uang yang diminta. Sehingga, rekomendasi yang diajukan Darwin tertolak oleh pihak Kecamatan. Awalnya, Darwin mengira hanya dirinya saja yang diperlakukan seperti itu. Namun ternyata beberapa warga yang ditemuinya melaporkan hal yang sama. “Saya sudah sampaikan ke Bupati, saya tembuskan ke Dewan. Tapi hingga saat ini tidak ada jawaban dari Bupati. Jika permasalahan tersebut tidak segera ditangani saya akan melaporkan hal ini kepada instansi terkait untuk memproses ini secara hukum,” tegasnya. Sementara itu, Camat Tayan Hulu, Suis Sos ketika dikonfirmasi melalui telepon genggamnya membantah tuduhan tersebut. Dirinya bahkan tidak mengetahui adanya permasalah itu. “Tidak ada biaya-biaya itu. Kita hanya mengenakan biaya-biaya tersebut sesuai dengan aturan Perda tentang IMB,” jelasnya. Suis mengatakan, kemungkinan memang ada oknum pegawainya yang melakukan tindakan tersebut. Namun dirinya menolak kalau hal itu dikatakan sebagai pungli. Karena pihak Kecamatan tidak pernah menuntut pembayaran apapun diluar yang seharusnya. “Mungkin juga ada, tapi itu bukan pungli. Karena biasanya dari masyarakat sendiri yang dengan suka rela memberi. Karena mungkin merasa sudah dibantu dengan pegawai kita, biasa mereka memberi, ya semacam ucapan terima kasih lah. Tapi tidak ada menentukan harus berapa-berapa harganya,” jelasnya. Suis menambahkan, dirinya akan mengusut laporan dari masyarakat tersebut. Jika memang benar terdapat atau terindikasi penyelewengan kewenangan seperti yang telah dilaporkan. Pihaknya akan melakukan tindakan tegas.†

HO TEL HOTEL Jl. Dr. Setia Budi No. 93 Ptk Telp.: 0561-736195 Fax.: 0561-736668 e-mail : aromainn@ymail.com

Jl. Jendral Ahmad Yani No. 91 Pontianak, Tel : (+62 561) 577 888 Fax. (+62 561) 768 833

HOTELMERPATI Jl. Gajah Mada No. 177-183, Pontianak 78121, Telp. (+62-561) 761598, 761397 (Hunting) Fax. (+62-561) 761398

Jl. Imam Bonjol No. 111 Pontianak, Telp. 0561-745481, Fax. 0561-762662

Grand KARTIKA HOTEL Jalan Gajah Mada No. 89 Pontianak, Telp. (0561) 768999, Fax : 0561-761999

Jl. Rahadi Usman No. 2 Pontianak, T elp. (0561) 734401, Fax. 0561-738457

Jalan Nusa Indah III, Telp. (0561) 732223 Fax. (0561) 742882 Pontianak

Jl. Tajungpura No. 45 Pontianak, T elp. (0561) 736162, 745475 Fax. (0561) 740651

HOTEL KHATULISTIWA Jalan Pahlawan No. 40 Pontianak, T elp. (0561) 735890, Fax. (0561) 739001

Jalan Diponegoro No. 56 Pontianak 78117 Telp. 0561-736793 Fax. 0561 - 734930

Hotel’95 Jl. Sidas No. 8 Pontianak Telp. (0561) 736022/ Fax. (0561) 736200

Jl. Imam Bonjol No. 95 Pontianak, T elp. 7959595 (95 m samping UNTAN)

Hotel Surya Jl. Gajah Mada No. 889 Telp. (62-561) 736 122 Fax. (62-561) 734 374

Jl. Sidas No. 1 1-A Telp. (0561) 734337 Fax. (0561) 760334 Pontianak-Kalbar

Hotel

KAPUAS DHARMA Jalan Diponegoro No. 46 Telp. (0561) 733777 Fax. (0561) 740555

Jl. Imam Bonjol No. 89 Pontianak, Telp. 0561-766669 Fax. 735399

Landak-Sanggau Borneo T Tribune

7

Bayi dengan Jari 24 AKhirnya Meninggal Ratna Sari BorneoTribune, Sanggau Bayi laki-laki yang baru berusia 4 hari yang menderita kelainan, akhirnya meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Sanggau, Kamis (29/11) sekitar pukul 03.15. Bayi tersebut merupakan putra dari pasangan Pondi (46) dan Martha (43) warga Segolek yang tinggal di Sungai Kosak Sanggau Permai. Kepala ruangan bayi, Wenni ketika ditemui diruangannya, Kamis (29/11) pagi mengatakan, bayi yang memiliki kelainan bibir sumbing dan total jari-jarinya mencapai 24 buah telah meninggal dunia setelah masuk ke rumah sakit pada, Selasa (27/11) kemarin. Setelah dipastikan meninggal, bayi tersebut langsung dibawa ke kamar mayat. ”Sekitar pukul 08.00 baru dibawa pulang ke rumag duka dan bapaknya sendiri yang membawa pulang, sambil menunggu keluarga lainnya,” ujarnya. Sementara itu, dr. Harry Iskandar, SpA ketika ditemui diruangannya mengata-

kan, bayi tersebut meninggal dunia bukan karena kelainan fisik yang dideritanya. Melainkan faktor lain. Harry menjelaskan penyebabnya adalah ketika kelahiran yang tidak dibantu tenaga medis, melainkan hanya dibantu suami dan membuat pertolongan persalinannya tidak steril. Sehingga terjadi inveksi dan tidak segera diobati. ”Mungkin karena keterbatasan pengetahuan dan biaya, tidak segera ditangani,” ungkapnya. Harry menuturkan, saat usia baru dua hari, bayi tersebut tersedak air susu saat sang bapak memberikan susu kepada anaknya. Tapi setelah bayi tersedak, tidak diberikan pertolongan, melainkan dilanjutkan memberi susunya. Sehingga susu masuk kedalam paru-paru dan menyebabkan gangguan paru-paru. Bayi tersebut tidak memiliki langit-langit. Karena bibir sumbing yang dideritanya termasuk dalam tiga jenis yakni dari bibir, gusi dan langit-langit yang terbelah. Karena biasanya, penderita bibir sumbing hanya dibagian bibir..

Bayi dari pasangan Pondi dan Martha ketika mendapat perawatan di RSUD Sanggau. Foto Dok Borneo Tribune ”Kalau untuk kelainan bibir sumbing dan jari-jari itu tidak vatal dan bisa dioperasi setelah besar nantinya. Kalau kondisi fisiknya sehat bisa dilakukan operasi. Se-

jak dibawa ke rumah sakit, kondisi bayi sudah buruk. Nafas pun sudah sering berhenti,” jelasnya. Harry menambahkan, faktor kelainan tersebut bisa saja

terjadi karena pembentukan tidak sempurna, sang ibu ada mengkonsumsi obat atau jamu selama hamil, dan kekurangan asam folat yang ada didalam susu dan tablet.†

Guru-guru sedang menyanyikan lagu Mars PGRI dan Hymne Guru. Foto Istimewa

Guru Harus Miliki Empat Kompetensi Borneo Tribune, Ngabang Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Landak spansius, S.IP,M.Si disela-sela perinatan hari PGRI dan hari Guru Nasional Kamis (29/11) kepada wartawan mengatakan, untuk bisa mengajar dan mendidik dengan baik seorang guru harus memiliki 4 kompetensi antara lain: Kompetensi Pedagogi, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial dan kompetensi profesionalisme. Sehubungan dengan momen memperingati hari PGRI ke 67 dan hari Guru Nasional ke 19 tahun 2012 ini, merupakan momen yang sangat baik terutama kepa-

da Insan Pendidik untuk intropeksi diri dalam arti melihat,Sejauh mana tingkat profesionalisme dari pada pendidik dalam melaksanakan tugas-tugas keguruannya terutama untuk guru-guru paling tidak memiliki empat (4) kompetensi yang dimiliki guru antara lain: Kompetensi Pedagogi, kompetensi kepribadian, komtensi sosial dan kompetensi profesionalisme. Aspansius berpesan kepada guru setiap jenjang pendidikan antara lain: untuk jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD) dalam jenjang pendidikan ini kesempatan mulai membentuk

KEHILANGAN

KEHILANGAN

STNK, KB 4794 LJ NK: MH1JB9123BK829200 NS: JB91E-2820324 AN: EDI Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi. NGL

KEHILANGAN

STNK, KB 4855 LJ NK: MH1JBE315BK111032 NS: JBE3E-1109383 AN: JONO Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi. NGL

KEHILANGAN

STNK, KB 2645 LF NK: MH1JBC119K33186 NS: JBC1E-1325228 AN: SULAIMAN Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi. NGL

STNK, KB 4995 LJ NK: MH1JB9123BK815121 NS: JB91E-2806335 AN: SUHARDI TINGKOT Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi. NGL

kepribadian anak pada tingkat PAUD itu pendidikan karakter lebih diutamakan dalam pelajaran pada peserta didiknya,belum saatnya memaksa anak untuk membaca dan menulis.Dalam jenjang PAUD ada dua kelompok usia 4-6 tahun yang dulunya disebut Taman Kanak-kanak(TK) termasuk kelompok pendidikan formal dan ada sifatnya non formal berbentuk penitipan anak maka titik berat dalam pembelajaran anak lebih mengutamakan dalam pembentukkan karakter dari pada anak itu sendiri. Pendidikan Dasar juga ada dua yakni Sekolah Dasar (SD), sekolah dasar ini mohon kepada insan pendidik menuntaskan pendidikan dasar pengetahuan dasar kita adalah membaca menulis dan berhitung (calistung), maka untuk insan pendidik pada guru sekolah dasar memetakan

pendidikan dari peserta didiknya ada ketuntasan dari membaca, menulis dan berhitung. Pendidikan dasar yang kedua adalah Pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP) atau sederajat merupakan tahap penelusuran pendidikan pedagogi,ada penelusuran pendidikan akademis dan penelusuran pocasional. Jika nanti sudah masuk jenjang pendidikan Sekolah menengah Atas (SMA), Madrasah Alyah (MA) maka pendidikan akademislah yang kita dorong ke SMAnya tadi, jika anak memiliki kompetensi dibidang pocasionalnya maka kita dorong pada Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Selanjutnya pendidikan luar sekolah termasuk PAUD yang jalur non formal hanya pada pendidikan karakter tentunya menuju pendidikan karakter Bangsa Indonesia. Untuk pendidikan masyara-

kat (penmas) live skillnya yang bisa menjadi teknisi atau yang bisa menjadi operator itu konsep-konsep yang kita tawarkan terlebih dalam peringatan hari PGRI yang ke 67 dan haru guru nasional ke 19 tahun 2012 ini. Inilah momen dari guru untuk meng-Introspeksi diri dalam menjalankan tugastugasnya sebagai tugas profesi dari seorang guru. Disinggung jumlah guru yang ada di Kabupaten Landak sebanyak 5 ribu lebih yang PNS tiga ribu lebih dan yang sudah sertifikasi seribu lebih yang sertifikasi adalah menuju guru yang profesional dalam rangka merekrutmen guru profesioanl dimulai dari: Porto polio ditambah dengan Uji Kompetensi Awal (UKA) dan PLPG ditambah lagi dengan persyaratan-persyaratan lain seperti misalnya kwalifikasi akademis, usia dan masa kerja. (Amat Dasa/Freelancer) †

KEHILANGAN

KEHILANGAN

KEHILANGAN

STNK, KB 4405 LI NK: MH1JBE119BK121369 NS: JBE1E-1120820 AN: APUY Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi. NGL

STNK, KB 5409 LD NK: MH32P20078K834956 NS: 2P2-935929 AN: SODIONO Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi. NGL

STNK, KB 2386 LK NK: MH1JBH110BK108057 NS: JBH1E-1106990 AN: SAUT MARASI NAINGGOLAN Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi. NGL

KEHILANGAN

KEHILANGAN

KEHILANGAN

KEHILANGAN

KEHILANGAN

STNK, KB 3805 LG NK: MH331B002AJ461426 NS: 31B-461508 AN: JAMALUDIN Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi.

STNK, KB 3502 LG NK: MKZS3C1HDBJ004355 NS: OE4KA2187109 AN: EDIA HS. Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi.

STNK, KB 5374 LK NK: MH1JBH11XCK162743 NS: JBH1E-1157995 AN: AGUSTINUS YANTO Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi.

STNK, KB 4232 LJ NK: MH328D40DBJ230924 NS: 28D-3230614 AN: TONO WARDI Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi.

STNK, KB 2941 LF NK: MH1JBC21X9K267826 NS: JB2E-1265584 AN: ANTONIUS IMUS T. Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi.

NGL

NGL

NGL

NGL

NGL


Sekadau Borneo Tribune

Jumat, 30 November 2012

8

Aktifitas Truk Ekspedisi Tersendat

Solar dan Material Bangunan Langka Bagus Kosminto Borneo Tribune, Sekadau Material bangunan berupa semen dan lainnya langka di sejumlah toko bahan bangunan di kawasan kota Sekadau. Kondisi ini menyu-

sul akibat langkanya BBM jenis solar di sejumlah daerah, termasuk di kawasan timur Provinsi Kalbar. “Semen memang tidak ada stok bang. Kemungkinan dua atau tiga hari lagi baru ada. Itupun kalau dari Pontianak bisa lewat ekspe-

disi,” terang Wiko, seorang karyawan toko bangunan di sekitar kota Sekadau, Kamis (29/11). Menurutnya, penyebab kelangkaan bahan bangunan seperti semen berbagai merk serta material bangunan lainnya, dipastikan karena ek-

spedisi tersendat dari Pontianak-Sekadau, termasuk ke wilayah timur Kalbar. Bahkan permasalahan tidak hanya berhenti di situ, banyak warga pendatang di Kabupaten Sekadau yang hendak membangun rumah tinggal, termasuk yang me-

ngerjakan pembangunan proyek pemerintah terpaksa dihentikan, karena kelangkaan bahan baku. Salah satunya adalah semen. Warga juga tidak dapat menjalankan aktifitas kerja terutama yang hendak melakukan plester atau

menyemen rumah tinggal. Seperti yang dialami Welson. Bahkan dirinya mengaku sudah hampir dua minggu memberhentikan kegiatan plester rumah tinggal yang berukuran 6x8 meter yang dikerjakan oleh tukang lokal akibat kelangkaan se-

men. “Ya, mau bagaimana lagi. Kalau bahan baku tidak ada, terpaksa saya suruh tukang berhenti dulu bekerja dan mencari kerja cadangan,” ujarnya seraya berharap masalah ini segera diatasi oleh pemerintah. o

Wartawan Gadungan Gentayangan Bagus Kosminto Borneo Tribune, Sekadau

Retak dan Lubang plang proyek pekerjaan Jalan Negara yang terpampang di sekitar Penanjung atau arah Jalan SekadauSintang di Desa Mungguk, membuktikan baru saja proyek ini selesai dikerjakan selama satu tahun lebih. Ironisnya Jalan Negara itu kini kondisi banyak berlubang serta aspal yang retak-retak. FOTO: Bagus Kosminto/ Borneo Tribune

Baru Setahun Rampung

Jalan Negara Kembali Retak dan Berlubang Bagus Kosminto Borneo Tribune, Sekadau Pelaksanaan proyek Jalan Negara di kawasan kota Sekadau sepertinya tidak sesuai dengan perencanaan konsultan. Bagaimana tidak, baru berusia satu tahun lebih per Maret 2011 sampai Maret 2012, sesuai dengan plang proyek nomor kontrak 08.08-BM/PJNM.IV PPK.09/05, yang dilaksanakan oleh PT. Angkasapuri Konsursindo. Ternyata kondisi aspal sudah tampak terkikis. Bahkan di

sejumlah titik jalan sudah tampak berlubang. Pantauan di lapangan memperlihatkan bahwa terdapat belasan titik aspal yang terkikis dari badan jalan, termasuk pondasi jalan yang sudah terlihat turun. Beberapa titik yang jelas terlihat, seperti di depan Pemakaman Katolik di Jalan Merdeka Timur atau Jalan Sekadau-Sanggau, di depan Hotel Multi lama atau di Jalan Merdeka Timur serta di depan tempat cucian kendaraan di Jalan Merdeka Timur atau Jalan Sekadau-Sintang, sekitar

200 meter dari komplek Mapolres Sekadau. Tak pelak, kondisi ini mengundang keprihatinan banyak warga Sekadau. “Kita cukup menyesalkan kondisi jalan di dalam kota yang berlubang. Padahal belum lama diperbaiki. Kalau dikerjakan bagus-bagus seperti jalan di SekadauSintang tentu tahan lama,” keluh Mul, seorang warga Sekadau, kemarin. Mul menuding bahwa pekerjaan yang dilakukan oleh PT. Angkasapuri Konsursindo tidak sesuai dengan perencanaan yang dibuat

oleh konsultan perencana. Pasalnya, secara kasat mata aspal terlihat cukup tipis dan pecah-pecah. “Logika saja berpikir. Kalau pondasi jalan tebal, otomatis tahan. Apalagi kendaraan yang lewat di jalan kita ini berat-berat, sementara yang dilihat di lapangan tidak sesuai,” bebernya. Pemerintah Kabupaten Sekadau dan Provinsi Kalbar sudah berupaya mengusulkan perbaikan Jalan Negara di kawasan kota Sekadau hingga batas SekadauSanggau kepada Pemerin-

tah Pusat. Bahkan upaya ini sudah direalisasikan tahun 2011 dan tahun 2012. Dengan menyedot dana kurang lebih Rp 47 miliar lebih dari APBN yang dikucurkan kepada Kementerian Pekerjaan Umum. Haya saja, sambung dia, pelaksana proyek di lapangan yang terkesan seadanya dan tidak bekerja sesuai dengan keinginan masyarakat. “Percuma saja habiskan uang bermiliar-miliar tapi kalau kerja di lapangan seperti kondisi yang kita lihat sekarang,” kritik Semadi,

warga lainnya. Sebelumnya, pelaksana teknis lapangan PT. Angkasapuri Konsursindo melalui salah seorang stafnya tahun lalu mengabarkan bahwa perawatan jalan menjadi tanggungjawab perusahaan selama beberapa tahun ke depan. Memastikan hal itu, awak media mencoba mengkonfirmasi PT. Angkasapuri Konsursindo untuk mendapatkan penjelasan melalui sambungan telepon. Namun, sampai berita ini diturunkan, pihak perusahaan masih belum bisa dikonfirmasi. o

Program P2TP2A Berkelanjutan Bagus Kosminto Borneo Tribune, Sekadau Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sekadau, Yohanes Jhon mewakili Bupati Sekadau membuka secara resmi pelatihan Pusat Pela-

yanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) yang dilaksanakan di Hotel Multi Sekadau, Kamis (29/11). Yohanes Jhon mengatakan P2TP2A merupakan wadah pelayanan pemberdayaan perempuan dan per-

lindungan anak yang berbasis masyarakat. Menurutnya, P2TP2A memiliki bagian–bagian yang sesuai kebutuhan dan pokok permasalahan yang menjadi fokus untuk ditangani di setiap daerah. Sekda mengharapkan ke-

Sekda kabupaten sekadau membuka secara resmi sosialisasi P2TP2A di hotel multi.

giatan ini jangan hanya bersifat serimonial saja, melainkan dapat memberikan kontribusi yang berguna bagi para peserta sebagai bekal ketika kembali ke daerahnya masing–masing. “Kita berharap kegiatan ini jangan bersifat rutinitas. Jika hasilnya tahun ini dirasakan bermanfaat bagi masyarakat, tahun depan silahkan mencari kegiatan lain yang mengarah pada pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. Sehingga ke depan tidak ada lagi kasus–kasus kekerasan yang menimpa perempuan dan anak,” harapnya. Acara tersebut juga dihadiri Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Sekadau, Polres Sekadau, Kejaksaan Negeri Sekadau, Ketua TP PKK Kabupaten Sekadau, Ny. Scolastika Simon Petrus, Ketua GOW Kabupaten Sekadau, Ny. Kristina Rupinus, Ketua Persatuan Istri Legislatif, Ny. Yanti Aloysius, Koordinator Wahana Visi Indonesia, Iqnasius Anggoro serta sejumlah un-

dangan. Kepala Kantor Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KBP3A) Kabupaten Sekadau, Honorius Bruno, mengatakan tujuan dilaksanakan kegiatan ini dalam rangka upaya peningkatan peran dan kualitas perempuan serta perlindungan anak dari tindakan– tindakan yang merugikan dan mengancam keberlangsungan hidup perempuan dan anak. “Untuk itu perlu dilakukan sosialisasi untuk memotivasi para peserta agar mereka paham dengan masalah pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak secara menyeluruh. Agar program ini bisa berjalan dengan baik, tentu tidak terlepas dari dukungan dan kerja sama dari semua pihak, masyarakat, pemerintah dan dunia usaha,” ujarnya. Menurutnya, peserta yang ikut ambil bagian dalam kegiatan sosialisasi P2TP2A ini terdiri dari beberapa unsur organisasi. Dianta-

ranya PKK, GOW, Dharma Wanita Persatuan, Wanita Katolik Republik Indonesia Cabang Sekadau, BKMT, Persip, Bhayangkari dan Guru BP dari enam sekolah menengah atas (SMA) yang ada di Kabupaten Sekadau. “Jika kita gabungkan jumlah peserta dari beberapa organisasi yang kita undang itu, jumlahnya mencapai 60 orang,” ujarnya. Menurutnya, selain dihadiri oleh para peserta yang terdiri dari beberapa organisasi tersebut, sosialisasi P2TP2A ini juga dihadiri oleh para tim teknis yang merupakan fasilitator pengembangan pusat pelayanan terpadu pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak Kabupaten Sekadau serta beberapa narasumber lainnya yang dianggap paham terhadap persoalan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. “Karenanya, butuh kerjasama semua pihak dalam rangka merealisasikan P2TP2A,” tandasnya. o

Warga di kecamatan termasuk di kawasan kota Sekadau, belakangan terakhir mengeluhkan kehadiran oknum para wartawan yang tidak jelas status medianya serta juntrungannya dalam melakukan tugas jurnalistik. Terlebih lagi, mereka yang mengaku wartawan dari luar daerah Sekadau ini kerap kali meminta sejumlah uang untuk operasional kepada warga yang menjadi target korban mereka. Di Sekadau, sejak 2011 lalu, sudah didirikan wadah perkumpulan pekerja media yang diberi nama Ikatan Wartawan Kabupaten Sekadau (Iwas). Dewan Etik Iwas Kabupaten Sekadau, Arkadio Gansi Ilisa, mengimbau kepada warga jika ada hal-hal yang perlu ditanyakan kepada pengurus wadah wartawan dapat menghubungi sekretariat sementara Iwas di Komplek Terminal Lawang Kuari. “Kalau ada aduan bisa datang ke terminal di sekretariat sementara Iwas. Di sana ada bapak Bedu dan bapak Sipen atau mengirim aduan ke email iwassekadau@yahoo.com,” ujarnya, Kamis (29/11). Sejak beberapa hari kemarin, sejumlah warga di Desa Sungai Ayak, kereap mengeluhkan adanya oknum yang mengaku wartawan tersebut. “Memang beberapa minggu kemarin, ada beberapa warga kita yang cukup risih dengan kehadiran tamu wartawan dari luar Sekadau. Rata-rata mereka juga tidak membawa surat tugas resmi dari kantornya setelah ditanya warga setempat,” terangnya. Oleh karena itu, Arkadio menegaskan apabila ada oknum yang mengaku wartawan meminta imbalan berupa barang atau uang agar tidak dipenuhi. Alasannya, karena wartawan yang bekerja di media cetak maupun elektronik sudah digaji dari kantor masing-masing. “Apalagi kalau sudah keterlaluan, oknum tersebut bisa dilaporkan kepada pihak berwajib. Karena melanggar kode etik jurnalistik sebagaimana yang diamanahkan Undang-Undang No 40 tahun 1999 tentang Pers,” paparnya. Menurutnya, UU pokok Pers, yakni Undang-Undang No 40 Tahun 1999 tentang Pers. Hal itu yang penting dihargai dan pahami oleh semua pihak. Dasar itulah yang memberikan kebebasan dalam peliputan berita yang layak dikonsumsi oleh masyarakat. “Tidak ada larangan dan batasan dalam meliput berita sesuai dengan UU pers. Hanya saja kalau oknum tentu mengaku wartawan, namun ternyata dia gadungan. Sama saja merusak UU yang dibuat serta merusak profesi wartawan yang bekerja secara tulus,” tegasnya.o


Jumat, 30 November 2012

Sintang-Melawi

Borneo T Tribune

9

Warga Rela Swadaya Perbaiki Jalan Rusak Eko Susilo Borneo Tribune, Nanga Pinoh

Masyarakat memperbaiki jalan menuju Balai Agas secara swadaya agar jalan tersebut tetap dapat dilalui kendaraan FOTO: Kades Balai Agas

Bupati: PNS Jangan Lamban Layani Publik Endang Kusmiyati Borneo Tribune, Sintang TUJUAN reformasi birokrasi adalah untuk memberikan pelayanan publik yang terbaik, cepat, akurat dan murah. Maka sebagai pelayanan publik, PNS harus menghilangkan pandangan lamban dalam melayani masyarakat. Hal itu dikatakan Bupati Sintang, Milton Crosby saat menjadi inspektur upacara HUT KORPRI ke- 41 di halaman Kantor Bupati, Kamis (29/11). “Pegawai negeri sipil adalah pelayan masyarakat maka jangan lamban dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat dan pandangan lamban itu harus mampu kita hapus dengan memberikan layanan terbaik,” tegasnya. Apel diikuti ratusan PNS Pemkab Sintang ini dirangkai dengan peringatan hari anti AIDS se-dunia. Terkait dengan pelayanan publik, saat ini Sintang telah memiliki kantor pelayanan terpadu satu pintu (PTSP). Di kantor tersebut menurutnya pelayanan kepada masyarakat di upayakan dilakukan secara cepat, tepat, akurat dan murah. Terpadu Satu Pintu (PTSP). Termasuk memberikan

RUSAKNYA ruas jalan Balai Agas menuju Desa Tiong Keranjik atau jalan poros desa membuat kondisi jalan tersebut sulit dilalui. Sementara anggaran perbaikan jalan tersebut juga tidak kunjung dikucurkan. Agar jalan tersebut tetap dapat digunakan, masyarakat pun bergotong-royong untuk memperbaiki jalan agar setidaknya bisa dilalui oleh kendaraan mereka. “Sejumlah titik jalan yang mengalami kerusakan parah kita perbaiki bersamasama,” kata Kades Balai

Agas, Constantius Pose, Kamis (29/11). Perbaikan jalan ini dilakukan menggunakan dengan peralatan seadanya. Dengan bersenjatakan cangkul dan alat tebas, masyarakat bahu-membahu menimbun lubang, menggunakan material yang juga seadanya. “Agar setidaknya jalan ini tak putus total dan masih tetap bisa digunakan. Karena bukan hanya masyarakat Balai Agas yang menggunakan jalan ini, tapi juga masyarakat desa lain seperti Langan,” terangnya. Perbaikan jalan tersebut, pun tak hanya dilakukan oleh masyarakat Balai Agas. Tapi masyarakat lain yang

juga menggunakan jalan tersebut, seperti dari Desa Langan pun ikut membantu. Meski memang tidak serta merta membuat jalan ini bisa dilalui kendaraan dengan muatan berat. “Sementara ini, cuma kendaraan double garden yang bisa menuju Balai Agas. Kalau truk masih belum bisa menuju Balai Agas, karena medannya cukup berat,” kata Pose. Pose pun berharap, Pemkab Melawi, benar-benar bisa merealisasikan perbaikan jalan, bahkan mungkin melakukan peningkatan jalan Belimbing, utamanya ke arah Tiong Keranjik- Balai Agas. Anggaran perbaikan

juga sebaiknya diarahkan pada sejumlah jembatan yang kini kondisinya sudah cukup parah. “Tahun ini sempat mau dianggarkan Rp 4 miliar. Hanya karena kondisi keuangan daerah kita tak mencukupi, kita berharap tahun depan bisa dianggarkan kembali,” harapnya. Bahkan ia meminta agar anggaran untuk jalan ke Balai Agas bisa ditambah hingga Rp 10 miliar. Persoalannya selain jarak yang cukup jauh, kerusakan jalannya juga sudah sangat luar biasa. Sehingga ditakutkan, kalau dianggarkan seadanya, jalan tersebut cepat rusak kembali. †

Pengurus MABM Melawi Dikukuhkan

Chairil Effendi : Jadikan MABM Institusi yang Mencerdaskan

Eko Susilo Borneo Tribune, Nanga Pinoh

Milton Crosby memberikan hadiah kepada pemenang lomba gaplek pada HUT Korpri ke- 41. FOTO: Endang Kusmiyati/ Borneo Tribune pelayanan kepada masyarakat dengan meningkatkan sarana dan prasarana kebutuhan dasar. Misalnya akses jalan, saran pada bidang pendidikan dan kesehatan. “Namun saya belum puas karena sarana dan prasarana tersebut belum sepenuhnya dapat dinikmati masyarakat apalagi jalan yang saat ini kondisinyya memang sangat belum baik,” kata Milton. Dikatakan Milton, pola pikir PNS harus berubah dari wewenang kekuasaan dan “pemintaminta” menjadi pelayan

masyarakat dan terus berpikir kritis terhadap kepentingan publik. “Maka, orientasi PNS harus diubah. Jangan hanya asal-asalan. Tapi bagaimana program tersebut dapat berguna bagi masyarakat,” lanjut Milton. Puncak Peringatan HUT ke- 41 Korpri dan peringatan hari AIDS se-dunia di Sintang diakhiri dengan pembagian hadiah pada pemenang pertandingan gaplek dan remi box. Panitia juga menyelenggarakan kegiatan donor darah yang diikuti puluhan PNS Pemkab Sintang. †

PENGURUS DPD Majelis Adat Budaya Melayu (MABM) Melawi, Rabu (28/ 11) secara resmi dikukuhkan oleh DPP MABM Kalbar. Ketua MABM Kalbar, Chairil Effendi bahkan datang langsung bersama sejumlah pengurus MABM Kalbar untuk mengukuhkan Ketua MABM Melawi, M Zubir Saidy bersama sejumlah pengurus lainnya di Pendopo Bupati Melawi. Seusai mengukuhkan pengurus MABM Melawi, Chairil mengatakan terima kasih kepada pengurus MABM periode sebelumnya yang dianggap telah mampu membuktikan eksistensi MABM di Melawi. Peran MABM sebagai lembaga etnis Melayu juga dapat lebih berkembang sebagai institusi yang mencerdaskan. “Kita menginginkan MABM ini menjadi wadah institusi yang mencerdaskan, bukan malah menjadi provokator,” ucapnya. Chairil mengungkapkan, keberadaan MABM juga dalam rangka menciptakan ke Indonesiaan itu dengan cara melestarikan budaya-budaya

Pengukuhan Pengurus DPD MABM Melawi oleh Ketua DPP MABM Kalbar, Profesor DR. Chairil Efendi, di Pendopo Bupati Melawi. FOTO Eko Susilo/Borneo Tribune bangsa, khususnya budaya Melayu agar Indonesia tetap dalam kondisi sehat di masa yang akan datang. “Ada ratusan suku bangsa di Indonesia ini. Kalau tidak dipelihara kehidupan budaya dan bernegara, justru akan memunculkan potensi benturan-benturan seperti yang terjadi akhir-akhir ini di berbagai wilayah,” paparnya. Dalam pandangannya, konflik yang terjadi di Indonesia lebih karena kita mengedepankan persamaan. Padahal, memang ada perbedaan antara setiap etnis. Sehingga perlu diperlihatkan perbedaan tersebut sehingga setiap orang memahami apa yang disukai dan apa yang tidak disukai dari orang lain. “Dari sanalah akhirnya kita bisa berupaya untuk menjaga diri. Dan bila terjadi permasalahan, semoga bisa diselesaikan secara sederhana dan baik-baik. Jangan sampai di forum atas kita saling mendukung, tapi yang di bawah malah menjadi provokator,” ujar Chairil. Ditempat yang sama, Ke-

tua MABM Melawi, Zubir Saidy berharap ada kerjasama dari seluruh pengurus agar bisa mencapai hasil yang memuaskan. Keberadaan MABM, kata dia justru menjadi wadah pengabdian diri pengurus dan anggota MABM di luar tugas utama dan kewajiban kita. “Ini bentuk pengabdian kita terhadap masyarakat, sehingga apa yang MABM lakukan nantinya bisa dirasakan oleh masyarakat, khususnya masyarakat Melayu,” tuturnya. Keberadaan organisasi adat ini sendiri, kata Zubir bukan menjadi dikotomi negatif. Ia mengumpamakan organisasi adat adalah tungku untuk memasak yang terdiri dari tiga kaki. Satu tungku adalah MABM, dan yang lain adalah organisasi adat lain seperti MABT dan DAD. “Dan kualinya adalah budaya itu sendiri, sehingga memang kita bersama-sama untuk menjaga kelestarian budaya,” paparnya. Sementara itu, Wakil Bupati Melawi, Panji mengata-

kan adat dan budaya adalah identitas bangsa. Pemerintah sangat mendukung dan berharap dapat terus bekerja sama sehingga kerukunan antar etnis dapat terus terjaga di Kabupaten Melawi. Termasuk dukungan dari MABM agar Pemkab Melawi dapat terus bekerja untuk membangun Melawi tercinta. “Karena bila kebersamaan antar etnis dapat terus terjaga, roda pembangunan juga akan berjalan. Ini merupakan hal yang sangat penting untuk kita jaga,” ucapnya. Adat dan budaya juga tambah Panji memiliki nilai-nilai pemersatu bangsa. Walau terdapat perbedaan di dalamnya, hal tersebut seharusnya bukan menjadi alasan untuk terjadinya perpecahan, tapi untuk saling menguatkan. Pengurus DPD MABM kabupaten Melawi yang dikukuhkan kemarin akan menjabat selama periode 20122017. Sebelum dijabat oleh Zubir Saidy, Ketua MABM Melawi dipegang oleh M Noor Haz. †

PLTGB Sintang Terkendala Kesiapan Kontraktor Endang Kusmiyati Borneo Tribune, Sintang MEMASUKI tahun ke dua setelah peletakan batu pertama rencana pembangunan pusat listrik tenaga gas batu bara (PLTGB) di Menyurai tak juga menunjukkan perkembangan. Melihat kondisi tersebut, besar kemungkinan rencana pembangunan PLTGB tersebut gagal dilakukan. “Informasi yang kami terima, baik dari masyarakat maupun dari PLN wilayah pembangunan PLTGB tersebut tidak bisa dilanjutkan. Kendalanya adalah kesiapan rekanan kita yaitu PT. first prima energy,” kata manager PLN Rayon Sintang, Gurit Baskoro, Kamis (29/11).

Hal itu menurutnya sangat berbeda dengan kondisi pembangunan PLTGB di Kapuas Hulu tempatnya pernah bertugas sebagai kepala PLN juga. Di daerah tersebut meski geraknya lambat, namun proses pembangunan konstruksi bangunan saat ini telah berjalan. Namun dikatakan bahwa kontraktor yang menjadi mitra PLN dalam pembangunan PLTGB di Kapuas Hulu berbeda dengan kontraktor PLTGB Sintang. Perjalanan rencana pembangunan PLTGB Sintang berakhir sampai pada pembahasan UPL sekitar 5 bulan lalu di badan lingkungan hidup Sintang. Dipastikan pula bahwa persyaratan dan ketentuan yang harus dipenuhi oleh daerah termasuk

PLN Rayon Sintang untuk pembangunan PLTG tersebut telah dipenuhi. “Persoalannya memang ada pada kontraktor,” kata Gurit Baskoro. Berbeda dengan PLTGB, saat ini pembangunan konstruksi PLTU di kawasan Sungai Ringin justru telah mulai dilakukan. direncanakan akhir 2013 mendatang, bangunan fisik PLTU Sintang dengan daya 3x7 MW sudah rampung. Sehingga pada 2014 nanti, bila prosesnya lancar aliran listrik dari PLTU tersebut sudah bisa dinikmati oleh masyarakat. “Untuk PLTU sampai sekarang masih berjalan sesuai jadwal. Kalau tidak ada halangan, akhir 2013 bangunan fisik sudah rampung,” tegasnya. †


Jumat, 30 November 2012

Kapuas Hulu

Borneo T Tribune

10

APBD KKH Harus Pro Rakyat

Eksekutif Dianggap Tidak Serius Borneo Tribune, Putussibau PEMBAHASAN Rancangan APBD Tahun Anggaran 2013 Kabupaten Kapuas Hulu, yang dilaksanakan di Gedung DPRD Kapuas Hulu, Kamis (29/11), pukul 14.00, menghasilkan pendapat silang dan mengutamakan APBD harus pro rakyat serta SKPD dapat menyampaikan RKA secara rinci. Joni Kamiso dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan mengatakan SKPD mesti mengutamakan urusan wajib dari urusan lainnya. Selain itu APBD Kapuas Hulu diharapkan bermanfaat dan pro masyarakat. Nurjana Aini dari Fraksi Partai Bintang Keadilan, mengatakan dalam pembahasan rancangan APBD Kapuas Hulu masih ada kekurangan, terutama pendeknya

waktu pembahasan. Bahkan pihak DPRD Kapuas Hulu masih menemukan adanya SKPD yang menyampaikan RKA yang tidak lengkap dan tidak layak untuk dibahas. “Tingkat keseriusan pihak eksekutif dalam pembahasan APBD masih rendah dan ini sering terjadi, namun tidak ada pembenahan dari pihak eksekutif, untuk itu hal tersebut harus menjadi perhatian sehingga ke depan akan lebih baik, sehingga dapat menghasilkan APBD yang berkualitas,” ucapnya. H. Wan Taufikorahman dari Fraksi Partai Golkar mengatakan, silang pendapat dalam pembahasan rancangan APBD merupakan hal yang wajar untuk menghasilkan keputusan dan harus disikapi dengan bijaksana. Fraksi Golkar

BERITA ACARA Penandatanganan berita acara pendapat akhir fraksi di DPRD Kapuas Hulu terhadap rancangan APBD tahun anggaran 2013. Foto: Timotius/Borneo Tribune mengharapkan masing-masing instansi di lingkungan Pemerintah Kapuas Hulu dapat memanfaatkan anggaran tepat sasaran.

“Dari pembahasan terakhir Fraksi Golkar, dapat menerima persetujuan bersama atas APBD Kapuas Hulu,” ujarnya.

Kosmas dari Fraksi Partai Perjuangan Daerah mengharapkan, masing-masing SKPD menyampaikan RKA lebih rinci dan jelas, serta

menganggarkan kegiatan pokok sesuai visi dan misi Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu, “Kami dari Fraksi Perjuangan Daerah menyetujui pembahasan rancangan APBD tahun 2013, dengan harapan dapat bermanfaat bagi seluruh masyarakat Kapuas Hulu,” pintanya. Budiarjo dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan menyampaikan, SKPD harus menganggarkan program pokok terlebih dahulu baru kemudian untuk program pilihan. Terkait pembahasan rancangan APBD tahun anggaran 2013, dari fraksi PDIP menyatakan setuju. Maura Marselina Hiro dari Fraksi Partai Demokrat mengatakan, belanja daerah harus dilaksanakan untuk urusan daerah yang bersifat wajib maupun urusan pilih-

an. Secara umum rancangan APBD tahun 2013 Fraksi Demokrat mengharapkan setiap SKPD dapat menunda pembelian kendaraan dinas, sehingga dapat diahlikan untuk belanja urusan wajib. Ia meminta khusus belanja langsung agar disesuaikan dengan peraturan Bupati Kapuas Hulu, sehingga tidak terlalu mencolok. Selain itu, tidak semua program menjadi prioritas, perlu diatur adanya skala prioritas, sehingga pembangunan dapat efektif dan efisien,” Wakil Ketua DPRD Kapuas Hulu Yusuf Habibi mengatakan, dari pendapat akhir fraksi-fraksi DPRD Kapuas Hulu telah disimpulkan legislatif menyetujui dan menerima hasil pembahasan rancangan Peraturan Daerah tentang APBD Tahun Anggaran 2013. (Freelancer/Timotius)

PR SKPD, Selesaikan Kegiatan Fisik dan Non Fisik

Borneo Tribune, Putussibau WAKIL Bupati Kabupaten Kapuas Hulu Agus Mulyana, dengan tegas mengingatkan agar seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemerintah Kapuas Hulu segera menyele-

saikan seluruh kegiatan fisik dan non fisik, karena tahun 2012 tinggal sebulan. “Anggaran yang telah dilaksanakan wajib dipertanggungjawabkan, mengingat tahun 2012 ini tinggal tersisa satu bulan lagi, saya

SOSIALISASI Wakil Bupati Kapuas Hulu membuka sosialisasi Pemendagri tentang pedoman pendaftaran organisasi kemasyarakatan di Aula Kantor Bupati Kapuas Hulu. Foto: Timotius/Borneo Tribune Borneo Tribune, Putussibau PEMERINTAH Kabupaten Kapuas Hulu melalui bidang Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) melaksanakan pembinaan dan sosialisasi Peraturan Menteri Dalam Negeri (Pemendagri) No. 33 Tahun 2012 tentang Pedoman Pendaftaran Organisasi Kemasyarakatan di lingkungan Kementerian Dalam Negeri dan Pemerintah Daerah, yang dibuka Agus Mulyana, Wakil Bupati Kapuas Hulu, di Aula Kantor Bupati Kapuas Hulu, Kamis (29/11), pukul 09.30. Kegiatan tersebut dihadiri 50 orang peserta, yang terdiri dari sejumlah pengurus masing-masing organisasi kemasyarakatan seperti

Gallery

Kerawing Menerima pesanan & menjual : hasil tenunan daerah/ kerajinan, berupa pakaian adat, anyaman dan lukisan Putusibau SISKA Hp. 081257159998

PT. BUMI BORNEO CEMERLANG

Telp. 0561-577868 Jl. Gaj ahma da N o. 3 P ont ianak Gajahma ahmada No Po ntianak Email: aria_tur@yahoo.com Penerbangan Pontianak - Jakarta BATAVIA : 5x penerbangan dalam sehari ( z07.05 z07.55 z11.10 z14.35 z16.00 ) SRIWIJAYA : 4x penerbangan dalam sehari ( z07.00 z07.55 z11.55 z15.50 ) LION AIR : 3x penerbangan dalam sehari ( z07.30 z11.35 z15.30 )

GARUDA : 3x penerbangan dalam sehari ( z08.00 z12.55 z17.35 ) Penerbangan PTK - JOGJA & PTK - SURABAYA BATAVIA : 1x penerbangan dlm sehari (pukul : 14.45)

PALAPA TAXI

PONTIANAK - SINGKAWANG (PP) PONTIANAK SINGKAWANG

Jl. Arteri Supadio Ruko No. 1-2

Jl. Niaga No. 25

0561-717 8888 0562-333 9999 0821 4876 8888 0821 4876 9999 ARMADA INNOVA & YARIS ARMADA INNOVA & YARIS JAM JAM BERANGKAT :

BERANGKAT:

05-07-08-09-10-11-13-14-15-16-17-19.00 WIB 05.00 - 08.00 - 11.00 - 14.00 - 17.00 - 19.00

Distributor Aspal Shell (Drum) Pen 60/70, Berat Bersih : 154 Kg

LSM, organisasi kepemudaan, dan sejumlah ormas lainnya, sejumlah kepala pimpinan SKPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu, perwakilan dari Polres dan Kejaksaan Negeri Putussibau. Wakil Bupati Kapuas Hulu, Agus Mulyana mengatakan pembinaan dan sosialisasi Pemendagri dapat dijadikan pondasi dalam kerjasama antara pemerintah daerah dengan organisasi kemasyarakatan yang ada di wilayah Kabupaten Kapuas Hulu. Menurutnya, minat masyarakat membentuk organisasi kemasyarakatan dengan berbagai jenis dan bentuk yang semakin beragam dan luasnya bidang atau sektor garapan ormas, serta tingginya frekuensi aktivitas di ruang publik, tentunya membutuhkan seperangkat pengaturan, agar aktivitas dan kreativitas masing-masing ormas tidak saling bersinggungan, dengan tujuan mengayomi kepentingan yang positif bagi masyarakat atau publik. “ Selama ini dalam proses pendaftaran ormas kita berpedoman pada Pemendagri No. 5 Tahun 1986 tentang ruang lingkup, tata cara pemberitahuan kepada pe-

Pemendagri ini bukan untuk menghambat dan mempersulit masyarakat dalam membentuk dan mendirikan organisasi kemasyarakatan, namun lebih kepada aspek pendidikan dan pemberdayaan organisasi, yang semuanya bermuara pada perubahan kesejahteraan bagi masyarakat

Suasana pembukaan sosialisasi Pemendagri tentang pedoman pendaftaran organisasi kemasyarakatan yang diikuti sejumlah pengurus organisasi kemasyarakatan di wilayah Kabupaten Kapuas Hulu. FOTO: Timotius/Borneo Tribune

tekankan agar seluruh kegiatan fisik dan non fisik segera diselesaikan dan dipertanggungjawabkan,” tegas Mulyana, usai penyampaian pendapat fraksi DPRD Kapuas Hulu terhadap rancangan APBD Kapuas Hulu tahun anggaran 2013, di Gedung DPRD Kapuas Hulu, Kamis (29/11). Terkait pendapat akhir DPRD Kapuas Hulu, Mulyana mengatakan berkembangnya pendapat DPRD Kapuas Hulu dapat dijadikan perbaikan kinerja Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu ke depan. Oleh sebab itu, dituntut keseriusan semua pihak terutama penyelenggara negara dengan tetap mengacu kepada peraturan yang berlaku berkaitan pembahasan APBD hingga pelaksanaan anggarannya. “Pendapat fraksi, bukanlah akhir penyusunan APBD, langkah selanjutnya yaitu menyampaikan rancangan APBD ke Gubernur Kalimantan Barat guna dievaluasi,” harapnya. Mulyana mengharapkan, ke depan hasil audit BPK dapat ditingkatkan dari opini wajar dengan pengecualian menjadi opini wajar tanpa pengecualian. “Semua anggaran yang telah dilaksanakan arus jelas pertanggungjawabnya, tertib administrasi dan tepat sasaran,” pungkasnya. (Freelancer/Timotius)

merintah serta papan nama dan lambang organisasi kemasyarakatan, namun peraturan pemerintah tersebut sudah tidak mampu memenuhi tuntutan dan dinamika perkembangan dalam pelayanan pendaftaran organisasi kemasyarakatan baik tingkat nasional maupun daerah,” jelasnya. Kehadiran Pemendagri No 33 Tahun 2012 tersebut, me-

rupakan salah satu upaya pemerintah dalam menertibkan ormas yang ada, baik dari segi administrasi hingga kinerja ormas itu sendiri. “ Pemendagri ini bukan untuk menghambat dan mempersulit masyarakat dalam membentuk dan mendirikan organisasi kemasyarakatan, namun lebih kepada aspek pendidikan dan pemberdayaan organisasi, yang semuanya bermuara pada perubahan kesejahteraan bagi masyarakat,” ucapnya. Mulyana mengimbau, seluruh ormas yang ada di wilayah Kabupaten Kapuas Hulu segera menyiapkan bahan dan memenuhi persyaratan yang ditentukan dalam Pemendagri dan melaporkan keberadaan organisasi tersebut kepada Bupati Kapuas Hulu melalui Kesbangpol pada Sekretariat Daerah Kabupaten Kapuas Hulu. “ Harus segera terealisasi guna penyusunan database organisasi kemasyarakatan tingkat nasional, karena organisasi yang didaftarkan akan langsung kita masukan ke dalam database organisasi kemasyarakatan di Dirjen Kesbangpol Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia,” tegasnya. (Freelancer/Timotius)

IKLAN BARIS Dijual

Dicari

Peluang Usaha

Rumah Permanen. Jl. Purnama Komp. Dinasti Indah Blok B No. 14 Ptk. Ukuran Tanah 10 x 18 m2, Ukuran Bangunan 9 x 15 m2. Hub:085252015279

SGR, Guru PAUD/TK, Bersedia Ikut Diklat, Lgsg Penempatan, Hub. Jl. Pancasila No. 207 Telp. 761562

BISNIS FOREX! Daftar hr ini, besok psti dpt Profit (7% selama 100 hr) www.forexal.com SMS “PETUNJUK” Hp.087885563999 T.07789645034

Dijual Bangunan Dijual cepat eks. kantor, sertifikat, 2 lt, Jl. Nurali No. 2, Hub. 081384151188 tnp perantara.

Peluang Bisnis INVESTASI EMAS! Hari ini daftar mulai besok Dpt PROFIT (7%/hari) www.forecashier.com/ID.000833 /SMS “MINAT”.Hp.087775210833

Dijual Tanah

Peluang Bisnis

Jln.Purnama I Gg. Purnama Indah 1 No. 21. Menuju Komplek Dinasti Indah. Uk. 16 x 27 m. Bangunan L 14,5 m, P 18,5 m. Hub. Bpk. Gusti Hp. 081256983336

Bisnis Forex! Modal Min Rp.300rb, Profit Besar, Cek UTK Pns, Pensiunan dll. Info www. inforexal.com, SMS “MINAT” Hp. 087885563999

DIJUAL CEPAT TANAH SHM, tanpa perantara. * Jl. Gusti Situt Mahmud, Gg. Selat Makasar, Siantan (blkng BPAS) LT 1000 m2 Rp. 300 jt (nego). Hub. 0819 565 2794/0561 700 4977

Gallery Kost. Menerima Pria & Wanita Fasilitas Air & Listrik dan lain-lain. Jl. Diponegoro No. 9 Telp. 0562-3320424 SKW

Dijual tanah, 364 M 2, Jl. Danau Sentarum, Gg. Wonosobo, 50 Juta. Hub. Sri 081352269380 Dijual tanah, jl. Ujung Pandang, luas 4114 m2 sertifikat, Hub. 081384151188 tnp perantara.

Kost

Taxi CV. TEGAR PRATAMA TRANSPORT Melayani Antar Jemput Penumpang Jl. Kalimantan No. 24B 0562-640029/641366 SINGKAWANG Jl. Imam Bonjol Gg. Tnjng Sari No. 36 0561-747211/749025 PONTIANAK INNOVASI TAXI. Melayani Antar Jemput. Jl. Tua Pekong No.24 Singkawang, (0562)3309800, Jl. A. Yani (RM. Bertagis) Pontianak Telp. (0561) 7015100, (0561) 7157000

Disewakan Disewakan gudang 2 pintu, luas + 250 m2 dan 200 m2, cocok utk kndraan bermotor, alat telekomunikasi, di Jl. Adisucipto. Hub 081384151188 tnp perantara.

Iklan Baris:

1 baris / hari Rp. 6.000,-


Teras Borneo Tribune

Jumat, 30 November 2012

Dirut Bank Kalbar Dianugerahi Lencana Emas Disamping Dirut BPD, juga ikut dianugerahi Lencana KORPRI Emas oleh Sekda Kalbar, Asisten II (Administrasi Perekonomian dan Kesejahteraan Sosial) Setda Kalbar, Lensus Kandri, SH, MH, Kadispora Kalbar, Dra Hj Utin Kusumawaty, Kadisbun Kalbar, Ir H Hiarsolih Buchari, dan Karo Hukum Setda Kalbar, Marius Mercellus TJ, SH, MM. Puncak Peringatan HUT Ke 41 KORPRI ini, Sekda Kalbar, M Zeet Hamdy Assovie yang bertindak sebagai Pembina Upacara se-

kaligus membacakan sambutan Tertulis, Presiden Republik Indonesia, yang juga Penasihat Nasional KORPRI, Dr H Susilo Bambang Yudhoyono. Menurut Presiden RI, Dr H Susilo Bambang Yudhoyono, pemantapan jiwa Korps segenap insan Pegawai Republik Indonesia dapat meningkatkan kesadaran dan tanggung jawab dalam pelaksanaan tugas kedinasan. “Saat ini kita sedang menata birokrasi menuju tatanan birokrasi yang bersih, efisien, efektif, dan

produktif. Birokrasi yang semakin transparan dan akuntabel dalam berikan pelayanan yang murah, cepat, dan baik kepada masyarakat,” kata Presiden, dalam sambutan tertulis yang dibacakan Sekda Kalbar, M Zeet Hamdy Assovie, Kamis (29/11). Sejalan dengan tema, Pemantapan Jiwa KORPRI guna mempercepat Reformasi Birokrasi, maka KORPRI harus mampu meningkatkan kualitas manajemen pemerintah melalui pemantapan kelembagaan, ketatalaksanaan, hingga

Larut tetapi tidak hanyut peningkatan kompetensi sumber daya manusia PNS. “Hampir setengah abad, KORPRI telah menunaikan perannya sebagi pilar utama dalam mewujudkan tata pemerintah yang bersih dan berwibawa,” jelasnya. Birokrasi pemerintah saat ini telah tampil dengan pelayanan yang semakin baik. Peneingkatan kinerja aparatur negara melalui reformasi birokrasi, memiliki posisi yang sangat strategis terhadap keberhasilan pencapain tujuan pembangunan nasional.

600 Undangan Disebar Hadiri Pelantikan “Pemprov Kalbar akan mengundang seluruh gubernur dan Ketua DPRD tingkat provinsi se-Indonesia, para mantan Gubernur dan Wagub Kalbar, bupati, dan walikota seKalbar. Selain itu, Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarno

Putri juga dijadwalkan hadir,” terang dia. Selain itu, pihaknya juga akan mengundang ketua umum partai lain yang berkoalisi dengan PDI Perjuangan di Pilkada Kalbar, seperti Partai Demokrat. “Diperkirakan juga hadir. Tetapi, masih menunggu

kepastian,”ucap dia. Gubernur-Wakil Gubernur Kalbar terpilih ialah Cornelis dan Christiandy Sanjaya. Dan bagi masyarakat yang ingin menyaksikan pelantikan gubernur oleh Mendagri itu, nantinya pihak Pemprov akan menyiapkan tempat di luar Ge-

dung DPRD Provinsi Kalbar. “Akan disediakan layar khusus di luar gedung. Ada sekitar seribu yang diperkirakan dapat ditampung di luar gedung. Dan nantinya, pelantikan itu akan melibatkan pihak kepolisian serta aparat yang lebih besar,” pungkas dia.

Jawa Barat nanti, Deddy berjanji akan mengurangi kesibukannya di dunia akting. Namun, bintang film Nagabonar ini tetap akan meningggalkan dunia akting. “Enggak ada larangan untuk main film, cuma etikanya saja harus mengu-

rangi kegiatan film. Sebab kita diberikan fasilitas oleh rakyat untuk mengurus kepentingan rakyat sehingga waktu-waktu senggangnya boleh. Larangan tidak ada, tapi etika yang membuat kita menjadi manusia yang lebih beradab,” jelasnya.

Para Pencari Tuhan tayang saban bulan puasa itu jika terpilih menjadi wakil gubernur Jawa Barat nanti. “PPT kan tidak bergantung dari saya. Pemain lain banyak, ya mungkin beberapa episode saya bisa masuk di waktu-waktu senggang saya. Jadi itu tontonan yang

memang sudah melekat di masyarakat kan dan bermanfaat, dengan isinya dan kemasannya, maka yang baik harus dilanjutkan bagaimanapun carannya,” kata Deddy, di kawasan Jakarta Pusat, belum lama ini. Jika terpilih di Pilkada

Harga Bensin Tembus Rp 8 Ribu Perliter yang sudah berlansung lama. Heri(35) warga Kelurahan Mulia Baru Kecamatan Delta Pawan mengatakan, dirinya membeli bensin harga mahal Rp. 8 ribu perliternya, ironisnya ia membeli bensin tersebut dari pengecer yang berjualan di jalan A.Yani berdekatan dengan SPBU Ketapang Mandiri. “Aduh Bang, masak harga bensin satu liternya sampai Rp 8 ribu, tolongalah pemerintah menetapkan HET bensin di pengecer ini, ini sudah sangat keterlaluan, dimana sih peran pemerintah untuk mengaturnya,” keluhnya, Kamis (29/11). Heri mengatakan, ia tidak mungkin mengisi bensin di SPBU-SPBU karena setiap

harinya selalu dipadati oleh spekulan atau penyedot bensin. Sementara pihak SPBU selalu membiarkan mereka mengantre setiap harinya, sehingga kondisi ini menyulitkan bagi masyarkata umum yang mau mengisi bensin di SPBU. “Jalur khusus yang diberlakukan SPBU untuk masyarakat umum, sudah tidak ada lagi. Semua bercampur dengan spekulan itu,” kata Heri. Heri berharap kepada pemda, DPRD dan Polres Ketapang, untuk segera menertibkan para spekulan yang mengunakan sepeda motor maupun mobil yang selalu saja antre setiap harinya di SPBU-SPBU. “Kami ini masyarkat ke-

cil yang hanya bisa berharap kepada pemda, DPRD dan aparat kepolisian untuk mengatasi masalah penjangya antrean dan HET Bensin di pengecer, kalau kondisi ini tidak solusinya berarti, tidak ada gunanya pemerintah itu,” ujar Heri kecewa. Kekecewaan juga di ungkapkan Anto warga Ketapang lainya, ia mengaku kesulitan mendapatkan bensin di pengecer di Kecamatan Muara Pawan jalan Ketapang-Siduk, hampir tidak ada satu pun pengecer yangÿ mengelar bensinya yang biasanya di pajang di sepanjang jalan tersebut. “Walaupun ada harganya mahal Rp 7.500 perliternya, tapi itu pun bensinya

disembuyikan pengecer. Jadi kesanya seolah-olah bensin sulit didapat, mereka bisa jual dengan harga mahal, ÿsaya juga terpaksa beli bensin, karena bensin motor saya mau habis,” kata Anto. Pantaun koran ini di SPBU-SPBU di Ketapang ÿpemandangan antrean panjang setiap harinya yang didominasi para penyedot atau spekulan selalu saja terlihat. Meskipun ada aparat kepolisian yang berjaga di SPBU-SPBU tersebut, namun tidak juga bisa menertibkan para spekulan BBM tersebut. SPBU hanya buka berapa jam saja, dan sudah tutup pada siang harinya dengan alasan stok BBM habis.

Sehingga terdapat Onderwzjks en Lagere School voor Eropeanen/Eerste Europese Lagere School. Disebut juga ELS pertama. ELS pertama ini menyajikan pendidikan yang lebih tinggi mutunya, tidak menerima anak-anak Indonesia sekalipun anak ningrat tinggi. Kemudian ada sekolah dasar bagi warga pribumi yang dibuka pada tahun 1907. Di tahun 1914 berganti nama menjadi HollandschInlandsche School (HIS). Sementara sekolah bagi warga Tionghoa, dibuat HollandschChineesche School (HCS).

HCS dan HIS ini digolongkan dalam Eerste Klasse School atau Sekolah Kelas Satu yang diperuntukan bagi penduduk non Eropa. Walaupun Sekolah Kelas Satu pada tahun 1914 diubah menjadi Hollands Inlandse School (HIS) yang berbahasa Belanda. Namun keinginan masuk ELS tidak berkurang. Anak-anak priyayi dan pegawai berkedudukan tinggi lainnya menginginkan anaknya memperoleh pendidikan yang sama dengan anak Belanda. Keberlanjutan prinsip konkordansi kemudian terancam dengan banyaknya anak warga pribumi dan Cina (timur asing) yang memasuki sekolah ELS. Setelah beberapa tahun, pemerintah Belanda beranggapan bahwa keberadaan anak pribumi dan timur asing di ELS ternyata berdampak negatif pada tingkat pendidikan di sekolah-sekolah HIS dan ELS itu sendiri. Sehingga kemudian ELS kembali dikhususkan bagi warga Belanda saja. Setelah didirikan untuk pertama kalinya di Weltevreden (Jatinegara, Batavia) pada tahun 1817, ELS makin lama semakin banyak jumlahnya dan tersebar di hampir seluruh wilayah Hindia Belanda. Tercatat, tahun 1820 sekolah ini hanya berjumlah 7 buah. 25 tahun kemudian, tahun 1845, terdapat 24 bangunan sekolah. Lalu 68 buah di tahun 1868. Dan di tahun 1917 terdapat 198 ELS. Belum ada data yang menerangkan secara jelas kapan ELS di Pontianak ini dibangun dan mulai di jalankan. Namun jika melihat struktur perkembangan kota dan perkembangan jumlah penduduk khususnya bangsa Eropa. Sangat dimungkinkan keberadaaan ELS di Pontianak, termasuk salah satu dari 68 ELS di tahun 1868.

Europeesche Lagere School saan di kalangan warga keturunan Belanda. Keberadaan ELS tidak terlepas dari prinsip konkordansi yang dijalankan oleh Pemerintah Belanda. Prinsip konkordansi dilatar belakangi agar adanya persamaan kesempatan pendidikan bagi warga Belanda yang ada di negeri Belanda dan yang ada di negara koloninya. Hal ini dikarenakan adanya orangorang Belanda dan anakanaknya di negara-negara koloni yang kembali, libur, atau pensiun ke tanah asalnya. Sehingga perlu ada ke-

samaan pendidikan. Agar anak-anak mereka dapat langsung mengikuti sekolah dimana pun mereka berada. Prinsip konkordansi ini tetap dipertahankan dengan sangat ketat selama masa penjajahan. Kemudian karena adanya beberapa tekanan, sejak tahunÿ1903ÿkesempatan belajar juga diberikan kepada orang-orang pribumi yang mampu dan warga Tionghoa. Penyelenggaraan ELS pun dibedakan antara pendidikan dasar untuk anak Eropa dan sekolah dasar untuk anak pribumi dan timur asing.

11

radio mengalun lagu-lagu rohani dari sebuah statsiun pemancar baru. Bapak tidak menangkap jelas namanya. Mungkin, ‘Radio Tujuh?’. Sore tadi, bapak bermaksud membuat nasi goreng. Tetapi, tidak jadi. Kebetulan garam habis. Warung sebelah tidak menjual garam LoSoSa- Low Sodium Salt (garam rendah Sodium). Katanya, garam LoSoSa merupakan produk garam konsumsi yang dikembangkan sebagai alternative bagi orang-orang yang mengalami kelebihan Sodium/ Natrium. Kelebihan Sodium di dalam tubuh dapat disebabkan oleh pola hidup yang kurang berolahraga, konsumsi garam dapur berlebihan, atau makanan siap saji serta penyedap rasa. Konsumsi Sodium berlebihan dapat menyebabkan kehilangan Kalsium. Akibatnya, terjadi percepatan pengeroposan tulang (osteporoses). Konsumsi Sodium yang rendah serta Kalium seimbang dapat memelihara kestabilan tekanan darah, menghambat pengeroposan tulang, menyerap alkohol dan kafein dalam tubuh serta dapat mencegah serangan jantung mendadak. Bapak tidak ingin bercerita tentang garam LoSoSa ini. Bapak akan mengajakmu merenungkan makna kata ‘garam’. Orang yang sudah berumur, sudah berpengalaman dikatakan su-

dah ‘makan garam’. Kau masih ingat peribahasa ini? ‘Bagai menggarami laut’. Apa artinya? Air laut mengandung garam, asin. Kau ingat dulu ketika kita naik kapal “Bukit Raya” jurusan Pontianak-Surabaya. Air kamar mandi di kapal itu terasa asin, bukan? Karena, air diambil langsung dari laut. Air laut itu mengandung garam yang cukup tinggi. Menggarami air laut berarti melakukan perkejaan yang sia-sia. Masih ingat peri bahasa yang lain? Bagai bubur tanpa garam. Artinya, hambar. Bagaikan garam bertemu asam. Artinya, cocok banget. Belum tahu di asin garam. Belum cukup berpengalaman. Jika sejumput garam dimasukkan ke dalam segelas air, dapat dipastikan bahwa garam itu akan larut semua. Seluruh airnya terasa asin. Garamnya larut di dalam air. Tetapi, airnya terasa asin. Apa yang terjadi jika garam ditambah? Semua akan larut. Garam tetap larut. Air tetap asin. Tanda keberadaan si garam tetap ada. Walaupun, wujudnya sudah tidak ada. Garam di dalam air itu larut tetapi tidak hanyut. Rasa asinnya tetap ada. Rasa asinnya tidak hilang. Identitasnya tidak hilang. Wujudnya yang hilang. Anakku, hidup di era global ini, ibarat kita tercebur di dalam air, air kebudaya-

an global. Ada mal. Ada mobil. Ada HP. Ada internet. Segala macam tersedia. Kita tidak dapat menghindar. Kita juga tidak dapat melawan. Karena itu, agar identitas diri kita masih tetap ada perlu kita mencontoh sifat garam. Larut tetapi tidak hanyut. Jika itu terjadi, itu berarti kita telah memiliki kepribadian yang kuat. Dengan perkataan lain, jika ingin larut tetapi tidak hanyut kita harus memiliki kepribadian moral yang kuat. Bagaimana caranya? Ada tiga prinsip dasar moral yang perlu ditanamkan dari diri kita masingmasing. Ketiga prinsip itu adalah: bersikap baik kepada semua orang, adil dan menghormati diri sendiri. Selain itu, kita juga perlu mengembangkan tata nilai yang memiliki keutamaan moral yang tinggi. Kelima keutamaan moral itu adalah: kejujuran, tanggung jawab, kemandirian moral, kebarian moral serta kerendahan hati. Anakku, Bapak akhir surat ini dengan doa semoga berkatNya sampai menjangkaumu. Jangan lupa, usahakan dirimu memiliki kepribadian moral yang kuat agar engkau dapat larut dalam perkembangan jaman tetapi tidak hanyut. Sampai jumpa.

Jumlah Perempuan ODHA Meningkat Desember mendatang, Panitia Peringatan Hari AIDS Sedunia tahun 2012 Kota Pontianak mengajak semua pihak untuk berperan aktif dalam meningkatkan perlindungan bagi perempuan. Perempuan rentan terinfeksi HIV yang berdampak terhadap anak. Mengusung tema “Lindungi Perempuan dan Anak Dari HIV dan AIDS”, diharapkan kasus AIDS ini dapat ditekan. Pada tahun 2011 yang lalu, tercatat 8.170 orang ibu hamil yang positif HIV di Indonesia. Jumlah tersebut meningkat jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Hal itu pun menimbulkan keprihatinan sejumlah pihak. Sekretaris Panitia Hari AIDS Sedunia (HAS) 2012, Ishak Pratama mengatakan situasi ini menempatkan anak pada prosisi rentan terhadap HIV dan AIDS dari orang tuanya yang mengidap HIV dan AIDS dalam proses persalinan, menyusui, dan

melalui media lain seperti transfusi darah. Sehingga, lanjut Ishak, hal tersebut meninggalkan kesan sangat miris. Karena itu, sambung dia lagi, pihaknya melakukan program yang ditujukan khususnya untuk melakukan penguatan hak-hak reproduksi dan penguatan posisi tawar perempuan. “Secara substantif hal ini sejalan dengan ‘cawed’ sebuah konvensi yang bertujuan untuk menghapus diskriminasi terhadap perempuan yang telah diratifikasi dalam bentuk undang-undang nomor 7 tahun 1984 Tentang Pengesahan Konvensi mengenai Penghapusan sagala bentuk Diskriminasi Terhdap wanita,” urai Ishak. Perempuan, kata Ishak lagi, berhak mendapatkan informasi dan pelayanan yang mengenai hal-hal yang berkaitan dengan kesehatan dan organ reproduksinya.

Dan kaum hawa diharapkan sadar serta mengerti benar akan hak-hak reproduksinya. “Kampanye bertemakan perempuan telah diangkat pada tahun 1990, kemudian tahun 2004. Dua puluh tahun kemudian tema tersebut kembali diangkat dengan pertimbangan perempuan yang dilahirkan pada tahun 1990 telah mencapai kematangan seksualnya di tahun 2012 dan banyak dari mereka yang telah menjadi ibu,”papar dia. Sedangkan untuk pengetahuan tentang HIV dan AIDS, Ishak mengakui, masih belum memadai dan hal tersebut akan berdampak terhadap anak. Terutama bayi yang dikandungnya. “Karena itu, penyelenggaraan Hari AIDS Sedunia (HAS) tahun 2012 dipandang tepat untuk memfokuskan kampanye pada perlindungan perempuan dan perlindungan anak,” pungkas dia.

Mahasiswa Untan Ancam Mogok adanya pengembangan akademik dan pengembangan kegiatan mahasiswa dari APBN sebesar Rp 5.028.259.00 yang dimana terdapat poin Biaya Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN) untuk kegiatan mahasiswa yakni sebesar Rp 3.908.259.000. “Kami di sini menuntut untuk mengetahui dana kemahasiswaan, yakni lari kemana alokasi dana tersebut? Sampai saat ini, kami menanyakan dengan pihak Akademik, Akademik mengatakan dengan Rektorat, dan ketika bertanya dengan Rektorat, Rektorat mengatakan tanya dengan Akademik, dan ini membuat kami bingung, sehingga menggelar aksi unjuk rasa ini,” tegas Vito. Ditambahkan Vito, sesuai dengan Undang-Undang Dasar 1945 pasal 28 tentang kemerdekaan berserikat dan berkumpul, mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan serta Keputusan (Kep). Mendikbud RI No. 155/U/1998 yang mengatur tata kehidupan organisasi di Perguruan Tinggi. Tapi sampai saat ini campur tangan pihak Untan semakin kuat dalam mengintimidasi kegiatan organisasi mahasiswa. Bahkan tidak melibatkan mahasiswa dalam pengambilan kebijakan serta pembuatan regulasi kampus. “Pada hal hal tersebut langsung dengan kehidupan organisasi mahasiswa. Ironisnya pengambilan kebijakan diambil sepihak oleh

Rektor dengan memandang mahasiswa sebela mata. Ini tidak bisa didiamkan, lantaran sekarang ini zaman demokrasin atau orde baru,” tegasnya lagi. Lebih jauh lagi Ia menambahkan, jikalau dalam waktu dekat tidak ada tanggapan serta perubahan, maka seluruh mahasiswa Untan akan turun aksi besar-besaran serta mogok belajar di Fakultas, dan akan berhenti sampai adanya tanggapan dan perubahan. Bahkan bila perlu kalau ada yang terindikasi korupsi yang dilakukan oleh pihak Rektorat, dari kucuran dana tersebut, lebih baik mengundurkan diri. “Kami juga akan meminta aparat yang berwajib menjeruji sang pelaku tersebut,” tegas Vito. Sementara itu, Rektorat Universitas Tanjung Pura (Untan) Pontianak, Prof. Dr. Thamrin Usman DEA, menegaskan bahwa unjuk rasa yang dilakukan mahasiswanya tersebut, yakni menanyakan terkait APBN Perubahan (P) yang mengalokasikan dana kemahasiswaan. Dan Ia membenarkan bahwa APBNP tersebut Untan termasuk yang dialokasikan dalam APBNP, yakni dalam anggaran yang disebut Biaya Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN). “BPOTN, belum dikucurkan ke Untan. Jadi bagaimana pihak kami mau mengalokasikan kepada mahasiswa, sedangkan APBNP ini sendiri berselisih jalan dengan Tahun Anggaran dan

Tahun Ajaran.” BOPTN ini sendiri sampai saat ini menurut Thamrin belum dikucurkan oleh Kas Nagara ke Untan. “Jadi Mahasiswa harus mengerti hal tersebut, bagaimana dana yang belum dicairkan, harus dialokasikan dengan mahasiswa,” ungkap Rektorat Universitas Tanjung Pura Pontianak. Dikatakan Thamrin Usman, bahwa Ia BOPTN dialokasikan dalam APBNP anggaran tahun 2012, namun sampai saat ini belum dikucurkan. Dan paling lambat dikucurkan oleh Negara terkait BOPTN, yakni pada tanggal 14 Desember. Dan jika lewat tanggal tersebut, dan Negara belum mengucurkan, maka sudah termasuk melanggar undang - undang. “Sebelumnya terkait hal ini sudah kami sampaikan melalui Presiden Bem Untan, yakni Abdul Jabar. Dan karena yang ditanyakan mereka adalah BOPTN yang teralokasi dalam APBNP 2012, maka mahasiswa Untan harus bersabar, karena anggaran ini memang belum dikucur, walaupun memang hak mereka dana tersebut,” ungkap Thamrin. Rektor mengatakan bahwa ini bukan miskomunikasi antara Rektorat dengan mahasiswanya, melainkan terkait hal ini sendiri sudah diinformasikan melalui Presiden Bem Untan. Tetapi Presiden BEM sendiri yang tidak mensosialisasikan kepada jajarannya yang ada di Untan tersebut.


CMYK

Moment & Activity www.borneotribune.com

Borneo Tribune

12

Jumat, 30 November 2012

KP2KP Bengkayang Selenggarakan Workshop Bendahara

Bendahara Mesti Mahir Pajak

Kepala Kantor KP2KP Bengkayang menyampaikan laporan pelaksanaan workshop bendahara mahir pajak di Hotel Lala Golden, Kamis (29/11). MANFAATKAN APBD dengan bijaksana untuk pembangunan, potong/pungut, setor dan laporkan pajaknya dengan benar dan tepat waktu, menjadi tema utama workshop bendahara mahir pajak yang dilaksanakan Kantor Pelayanan Penyuluhan dan Konsultasi Perpajakan (KP2KP) Bengkayang bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Bengkayang. Workshop bendahara mahir pajak yang dilaksanakan di Hotel Lala Golden, Kamis (29/11) diikuti para bendahara dari 51 SKPD se Kabupaten Bengkayang, 15

Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) dan 5 orang dari DPPKAD. Jumlah total peserta yang diharapkan ikut serta sebanyak 71 orang. Kepala KP2KP Bengkayang, Heru Alfyanto Malay, menegaskan pentingnya workshop untuk para bendahara dan PPTK di SKPD Kabupaten Bengkayang. Workshop ini semakin penting dilaksanakan mengingat tahun anggaran akan berakhir. “Kesibukan ibu dan bapak pada akhir tahun anggaran ini juga yang mendorong kami untuk menggelar workshop ini,” demikian dikatakan Heru. Kemudian, Heru menuturkan masih banyaknya bendahara yang belum mengerti soal pajak yang berakibat semakin menumpuknya pekerjaan, ditambah lagi sedikitnya bank penerima setoran yang ada di Bengkayang membuat workshop ini perlu dilaksanakan. Sekretaris DPPAKD Kabupaten Bengkayang, Dody, saat membacakan sambutan Bupati Bengkayang, Suryadman Gidot, mengatakan peranan pajak sangat besar dalam penerimaan negara yang tercermin dalam APBN dimana setiap tahun kontribusi pajak selalu meningkat. Untuk meningkatkan lagi penerimaan dari sektor pajak salah satunya adalah dengan mengoptimalkan peran bendahara sebagai ujung

tombak dalam menghimpun penerimaan negara. Untuk itu bendahara harus mendapatkan infomasi yang benar tentang kewajiban sebagai pemotong/pemungut pajak sebagaimana diatur dalam peraturan perundang undangan di bidang perpajakan. “Dengan adanya workshop ini diharapkan bendahara dalam memungut, memotong dan menyetorkan pajak didukung dengan pengadministrasian yang baik, sudah menjadi tekad kita pemerintah Kabupaten Bengkayang bahwa tahun ini merupakan tahun tertib dan prestasi termasuk tertib dan prestasi dalam pengelolaan dan pelaporan pajak,” kata Bupati yang disampaikan Dody. Diharapkan bendahara dapat meningkatan kinerjanya dengan memanfaatkan APBBD dengan bijaksana, potong/pungut, setor dan laporkan pajaknya dengan benar dan tepat waktu dalam upaya meningkatkan opini atas laporan keuangan menuju wajar tanpa pengecualian dalan audit BPK-RI. Menurutnya, perlu bagi bendahara untuk mengikuti workshop. Karena workshop itu penting untuk daerah dan bermanfaat untuk semua pihak. Kemudian secara resmi workshop dibuka Bupati Bengkayang melalui Dody selalu Sekretaris DPPKAD Bengkayang. (ma)

Salah seorang pemateri dengan gamblang menyampaikan materi soal perpajakan

Narasi dan Foto : MUJIDI

Keseriusan peserta begitu terlihat ketika sampai pada sesi penyampaian materi workshop bendahara mahir pajak. Dody, Sekretaris DPPKAD saat membacakan sambutan Bupati Bengkayang, Suryadman Gidot

51 Bendahara, 15 PPTK dan 5 orang staf dari DPPKAD ikut serta dalam workshop bendahara mahir pajak

Tingkatkan Kemampuan Kelola Aset

BIMTEK Lahirkan SDM Yang Handal Amrul Borneo Tribune, Sambas PENGELOLAAN barang daerah yang baik menjadi

salah satu pendukung keberhasilan penyelenggaraan pemerintah dan pembangunan yang ada. Maka, Bagian Perlengkapan Sekretariat Daerah Kabupaten

Sambas melaksanakan bimbingan teknis (Bimtek) tanggal 26-27 November, di Aula Bupati Sambas. Kepala Bagian Perlengkapan, Drs. H. Sunaryo me-

ngatakan tujuan dari kegiatan ini untuk meningkatkan kemampuan dalam hal pengelolaan aset di lingkungan kerja, dan administrasi dokumen aset. “Peser-

Bagian Perlengkapan Sekretariat Daerah Kabupaten Sambas melaksanakan bimbingan teknis (Bimtek) tanggal 26-27 November, di Aula Bupati Sambas. FOTO istimewa CMYK

ta bimtek ini adalah staf teknis yang langsung menangani pengelolaan aset daerah pada masing-masing SKPD di lingkungan Pemkab Sambas,” katanya. Sekretaris Daerah Kabupaten Sambas yang mewakili Bupati Sambas, Drs. H. Jamiat Akadol menyampaikan kegiatan ini dapat memberikan sumbangan dalam manajemen pengelolaan barang milik daerah. “Kita menyadari bahwa manajemen pengelolaan barang milik daerah selama ini belum maksimal, sesuai dengan harapan,” imbuhnya. Menurut dia, permasalahannya karena belum memahami dan menerapkan tentang tata cara pengisian formulir, penomoran kode wilayah/barang, rekapitulasi, penyampaian laporan secara komprehensif. “ Saya mengajak kepada peserta bimtek untuk dapat meningkatkan motivasi yang dapat dijadikan semangat pendorong dalam meraih keberhasilan di dalam pengelolaan barang milik daerah. Mari kita tingkatkan komitmen kita untuk melakukan perubahan terhadap pengembangan aset daerah,” harapnya. (pro)

Hadir di Pontianak untuk memenuhi

Menyediakan kain dan busana batik eksklusif

Harian Borneo Tribune 30 November 2012  

Harian Borneo Tribune 30 November 2012

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you