Issuu on Google+

cmyk

I DEALISME, K EBERAGAMAN

DA N

KEBERSAMAAN

Borneo Tribune www.borneotribune.com

Selasa, 30 April 2013

Telepon Redaksi/Iklan/Langganan/Pengaduan: (0561) 767788 Faximile. (0561) 766103

19 Jumadil Akhir 1434 H - 21 Sha Gwee 2564

B uah Bibir RPJMD Jangan Main Tebak SEBELUM Pansus Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) DPRD Provinsi Kalbar melakukan pembahasan bersama Pemerintah Provinsi Kalbar terkait rencana pembangunan lima tahun ke depan. Sejatinya Pansus dan Pemerintah harus betul-betul mengetahui gambaran terkait kondisi serta kebutuhan Provinsi Kalbar ke H. MULYADI H. YAMIN

Supir Truk Demo Pelindo

....Ke Halaman -11

Alamat Redaksi: Jln Purnama Dalam No 2 - Pontianak 78121

Ratusan supir yang tergabung dalam Persatuan Supir Pelabuhan Besar (PSPB) di Pelabuhan Dwikora melakukan aksi demo serta memprotes kebijakan Pimpinan Pelindo Cabang Kota Pontianak. Mereka menolak pemberlakuan SP2 di Pelabuhan. Achmad Mundzirin Borneo Tribune, Pontianak SENIN, (29/4), ratusan supir ini pun berdesak – desakan untuk memasuki Kantor Pelindo Cabang Kota Pontianak, guna menemui Pimpinan Pelindo. Aksi desak – desakan ini, tidak berhasil membuat para supir masuk ke dalam kantor, lantaran hanya puluhan supir truk saja

yang dibolehkan masuk sebagai perwakilan. Mediasi pun terjadi di lantai II Kantor Pelindo Cabang Kota Pontianak, yakni di hadiri oleh GD Pelindo, Darmawi, Ketua Gapeksi Kalbar Retno Pramudya, Kabag Ops Polresta Pontianak Kompol Bangun WS, dan puluhan perwakilan supir truk. Proses mediasi ini ....Ke Halaman -11

S uara Enggang Jalan di Kalbar

Yusriadi Redaktur Borneo Tribune

SEORANG teman bertanya, kapankah jalan penghubung Pontianak-Putussibau mulus? Siapakah yang dapat menjawabnya? Mungkinkah pemerintah dapat menjawabnya? Mungkinkah ada jawabannya? Rasanya, tidak akan pernah. Jika pemerintah dan petugas kita masih seperti ini, ....Ke Halaman -3

Siapa Makan Bubur Beruang? BABY Bear pergi lantai bawah dan duduk di kursi kecilnya di meja makan, ia melihat ke dalam mangkuk kecil nya. Mangkuknya kosong. “Seseorang telah makan bubur saya!” dia berteriak. Papa Beruang tiba di meja makan dan duduk di kursi yang besar. Dia melihat ke mangkuk besar, dan mangkuk itu juga kosong. “Seseorang telah makan bubur saya!” dia mengaum.

....Ke Halaman -11

Pengamanan May Day 2013

Polda Kalbar Siapkan 2.698 Personil Achmad Mundzirin Borneo Tribune, Pontianak KEPOLISIAN Daerah Kalimantan Barat (Polda Kalbar) menyiapkan sebanyak 2.698 personil dalam rangka pengamanan hari Buruh Sedunia (May Day) yang akan berlangsung beberapa hari lagi, yang jatuh pada tanggal 1 Mei 2013. Hal tersebut dikatakan oleh Kapolda Kalbar Brigjen Pol Tugas Dwi Apriyanto, Senin (29/4), kemarin. Menurut Brigjend Pol Tugas Dwi Apriyanto, dalam menyambut Hari Buruh Sedunia (May Day) ....Ke Halaman -11

MENGAMUK. Ratusan supir Pelabuhan mengamuk saat menyampaikan rasa kecewanya di Kantor Pelindo Cabang Pontianak. Mereka mengaku tidak dapat bekerja atas kebijakan SP2 yang dibuat oleh Pelindo. FOTO Achmad Mundzirin/Borneo Tribune.

Kenaikan Harga BBM

Christiandy: Kalau Bisa Harga Sama Rp 6.500 Andika Lay Borneo Tribune, Pontianak

....Ke Halaman -11

Kades Segera Datangi Ketua Tim Achmad Mundzirin Borneo Tribune, Pontianak PROGRAM Sertifikat Adjudikasi di Kabupetan Kubu Raya (KKR) pada tahun 2009 belummenemui titik terang dan semakin tidak jelas. Warga mengeluh dan merasa dirugi-

kan, pungli pun terjadi dalam proses Sertifikat Adjudikasi tersebut. Bahkan Kepala Desa Punggur Besar Kecamatan Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya, E. Efendi AC turun tangan, guna warganya mendapatkan Sertfikat Adjudikasi ter-

sebut, Senin (29/4). Menurut Kepala Desa Punggur Besar, akhir – akhir sejumlah warga banyak mengeluh dan mengadukan permasalahan Sertifikat Adjudikasi milik warganya yang sudah diterbitkan BPN KKR, namun tidak serahkan kepada warganya, maka dari itu Ia segera mendatangi Ketua Tim ....Ke Halaman -11

cmyk

WAKIL Gubernur Kalbar, Drs Christiandy Sanjaya, SE MM berharap penerapan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kalbar sama. Hal ini menyikapi akan diterapkannya dua

macam harga menyusul kenaikan harga BBM awal Mei mendatang. “Terus terang kalau jadi diterapkan dua harga akan sangat menyulitkan di level pelaksanaan. Apalagi di Kalbar tidak semua punya Stasiun

Permasalahan Adjudikasi KKR Semakin Memanas

PT. ANZON AUTOPLAZA

....Ke Halaman -11

Kantor Pusat: Jl. A. Yani No. 89 Telp. (0561) 734280 Cabang: Singkawang : Jl. A. Yani No. 08 Telp. (0562) 637000; Sampit : Jl. Jend Sudirman Km. 1

HARGA ECERAN HARIAN BORNEO TRIBUNE - PONTIANAK, KUBU RAYA, MEMPAWAH,DAN SINGKAWANG Rp 2.000 - SAMBAS, BENGKAYANG Rp 2.200 - LANDAK,SANGGAU,SEKADAU, KETAPANG,KAYONG UTARA, SINTANG, MELAWI DAN PUTUSSIBAU Rp 2.500 -

Kayong Utara

Selasa, 30 April 2013

Borneo T Tribune

2

Pengusaha Kopra Keluhkan Harga Jual Rendah Dambakan Industri Hilir Abdul Khoir Borneo Tribune, Sukadana Juan (45) pengepul kopra yang juga mantan petani kelapa di Desa Pulau Kumbang, Kecamatan Simpang Hilir sangat mendambakan adanya industri hilir

didaerahnya. Betapa tidak. Dari ratusan ton kopra setiap bulan harus ke luar KKU. Mulai ke Pontianak maupun ke daerah lain. Termasuk di jual ke Surabaya hanya lantaran mencari harga yang sesuai dengan jerih payah para petani kelapa untuk

menimang rupiah. Juan adalah satu dari puluhan pengepul kopra di KKU hingga saat ini masih kesulitan menjual kopra miliknya untuk diolah menjadi minyak goreng dan produk turunannya. “Kalau saja ada industri minyak di sini, maka para

petani akan lebih merasakan manfaatnya,” kata Juan, disela kesibukannya menjemur kopra di Pulau Kumbang. Dalam seminggu, dirinya bisa mengirim ke Pontianak 40 - 50 ton kopra siap olah dan 10 - 15 ton arang kelapa hasil pembakaran. Jumlah sedemikian besar itu bila dikalkulasikan dengan para pengepul lain-

nya, merupakan angka yang terbilang besar. Sehingga bisa dijadikan sebuah alasan bagi pengusaha atau pihak swasta untuk membangun pabrik minyak goreng di KKU. Harga kopra siap olah yang dihasilkannya saat ini dijual dengan harga Rp 3.600 per kilo dan arang Rp1.500 per kilo. Kadis Perindakop dan

UKM KKU, A. Azahari mengatakan sampai saat ini KKU belum memiliki industri hilir terkait besarnya produksi kopra. Namun sebelumnya industri serupa pernah dibangun semasa daerah ini masih bergabubung dengan Kabupaten Ketapang. “Dulu pernah ada semasa Kabupaten Ketapang, karena penempatan tidak di

pusat produksi dan saat itu masyarakat belum maksimal mengusahakan kopra, sehingga usaha ini boleh dibilang gagal,” kata Azahari, belum lama ini. Meski begitu, pihaknya terus mengupayakan untuk menarik investor ke KKU, terutama industri minyak kelapa. Karena KKU sangat potensial dibangun industri minyak goreng.

Bupati: Ciptakan Kebersamaan Pendaftaran Anggota KPU Diundur Warga Trans dan Non Trans Tim Sel Baru Terima Dua Pelamar

Abdul Khoir Borneo Tribune, Sukadana

Bupati Kayong Utara, Hildi Hamid secara tegas mengatakan kesan warga transmigrans dan non transmigran harus segera

T

dikikis. Tujuannya untuk menghapus perbedaan antar sesama warga. “Sejak pertama masuk warga transmigrans sudah resmi menjadi warga Kayong Utara dan sejak itu pula melekat kesamaan hak dan tanggung jawab sebagai war-

AJUK

Kita Tak Ingin Aparat Terkena Syndrome Kencing Manis Hampir tiap pekan kita membaca berita tentang adanya penangkapan gula yang dilakukan oleh aparat keamanan. Polisi menangkap gula. Tentara juga menangkap gula. Penangkapan kadang di lakukan di Pontianak, di Ambawang, kadang juga di Sanggau. Kononnya penangkapan gula dilakukan karena gula tersebut illegal. Tidak ada dokumen. Tetapi, kemudian, ironisnya, meskipun sering kali penangkapan dilakukan, proses hukum terhadap pemilik gula sering kali tidak terdengar. Apakah salah mereka sebenarnya tidak cukup jelas dalam proses di persidangan. Kita masih mengingat seorang Yulius Ahok uang terkait kasus gula illegal, divonis bebas oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Sanggau, 26 Juni 2012. Masyarakat sering kali merasa agak janggal ketika mereka mendengar bahwa polisi hanya menangkap orang yang membawa gula dari wilayah perbatasan ke wilayah perkotaan di Kalbar. Mereka dianggap melanggar aturan. Sedangkan uniknya, para pemasok yang membawa gula melalui perbatasan seperti tidak tersentuh. Menurut logika awam, jika gula Malasyia adalah barang terkawal mengapa kawalannya justru berlaku di dalam wilayah Negara ini dan bukannya di tapal batas. Apakah jalan-jalan pelintasan gula begitu samar sehingga jejaknya tak bisa ditemukan? Atau, apakah ada sesuatu yang menyebabkan aroma manis tak bisa diendus oleh aparat, sehingga aparat hanya mampu mengecap dan merasakan manisnya saja? Apakah para penjaga batas sudah mabuk kepayang pada manisnya butiran gula sehingga mereka tidak awas lagi ketika pelintas membawanya. Kita berharap hal-hal seperti ini tidak terus dibiarkan terjadi. Jika gula Malaysia yang masuk sudah dianggap barang legal, maka semestinya tidak pada tempatnya bagi siapapun untuk menganggapnya sebagai barang illegal. Kita tidak ingin mendengar sass us ada ‘lengketan manis’ di balik karungkarung gula, yang membuat aparat mencari cara untuk mengecapnya. Kita tidak ingin wibawa aparat menjadi borok seperti boroknya daging-daging penikmat gula yang berlebihan. Kita tidak ingin mendengar ada aparat yang terkenal syndrome kecing manis. Di sisi lain, jika gula Malaysia lebih baik, murah dan diminati, mengapa tidak dicarikan cara agar kebaikan, kemurahan dan kenikmatan itu menjadi milik rakyat Kalbar, sedangkan keuntungan pasokan bisa dinikmati oleh Negara ini.

S

ENGET

Informasi baru dari Jeruju Besar Kakap, bibit dirampas, Gapoktan dipaksa melapor Bagaimana kalau orang yang maksa-maksa itu dilaporkan ke polisi? Bang Tribune

Idealisme, Keberagaman dan Kebersamaan

ga lain yang lebih dahulu bermukim,” kata Hildi Hamid, beberapa waktu lalu. Bupati berpendapat, jika masih dikembangkan penyebutan nama warga di Kayong Utara dengan pendatang secara emosional masih terdapat rasa pembedaan antara warga pendatang dan warga asli, yang sejatinya hal tersebut sudah tidak perlu dibedakan. Warga transmigrasi yang telah matang dengan pembekalan sebelum diberangkatkan serta pengetahuan yang lebih di bidang pertanian didaerah asalnya perlu ditularkan kepada masyarakat yang ada didaerah tempat mereka berada sekarang. Begitu juga dnegan warga asli harus dapat menerima serta membuka diri untuk saling memberi dan menerima halhal positif untuk kemajuan daerahnya. “Saling bertukar pengalaman dan pengetahuan akan semakin mempercepat proses pembauran dan pembangunan di daerah ini,” katanya. Dengan adanya pembauran dan tidak adanya lagi pembedaan, maka kedepan masyarakat akan semakin kompak untuk membangun daerahnya dan secara tidak langsung mempercepat perputaran roda perekonomian di daerah tersebut.

Abdul Khoir Borneo Tribune, Sukadana Ketua tim seleksi (timsel) anggota KPU KKU, Najril Hijar menyebutkan hingga 29 April pihaknya baru menerima 2 berkas pendaftaran dari masyarakat. Yakni milik Ujil Damsiki dan Muhtarudin. Dari dua nama yang mendaftar, belum memenuhi jumlah calon pendaftar sehingga masa pendaftaran terpaksa diperpanjang.

“Baru dua yang menyerahkan formulir pendaftaran, namun yang mengambi berkas sudah dua puluh sembilan orang,” kata Najril Hijar, Senin (29/4). Dikatakannya beberapa hal yang mendasari belum banyaknya pendaftar ke KPU dikarenakan kurangnya waktu pendaftaran, dimana waktu pendaftaran yang sebelumnya diumumkan yakni 25 - 29 April merupakan hari yang pendek dan terbentur dengan hari libur kerja.

“Ada berkas yang harus dilampirkan dari kejaksaan, namun selain jarak antara KKU Ketapang cukup jauh, ditambah sempitnya waktu membuat beberapa calon pendaftar kerepotan dan terkendala,” katanya. Namun demikian, adanya surat edaran dari KPU Provinsi terkait seleksi anggota KPU yang dilayangkan pada 26 April dimana surat bernomor 96/Sesprov-019/IV/ 2013 yang ditujukan kepada timsel seluruh kabuaten kota untuk memperpanjang tang-

gal pendaftaran dari 29 April menjadi 1 Mei.“Kita sudah rapatkan dan siap membuka pendaftaran hingga tanggal itu,” lanjutnya. Dengan diperpanjangnya tanggal pendaftaran tersebut, otomatis akan merubah beberapa poin agenda seleksi. Dimana pada 7 Mei mendatang akan diumumkan hasil seleksi administrasi dan disusul dengan ujian tertulis pada 11 Mei bagi mereka yang lulus pada seleksi administarsi.Selanjutnya akan disusul tes kesehatan dan psikotes bagi para pendaftar yang masih dinyatakan lolos dalam setiap tesnya. Para penambang batu di Desa Pulau Kumbang tampak tekun memecah bongkahan batu menjadi ukuran yang lebih kecil seiring banyakya proyek pembangunan di KKU, maka penghasilan merekapun semakin tinggi sejalan meningkatnya kebutuhan bahan bangunan. FOTO: Abdul Khoir/ Borneo Tribune

Opini

Pedesaan Sangat Membutuhkan Pendidikan Oleh: Saryadi Pentingnya pendidikan pada zaman sekarang menuntut manusia untuk mendapatkan pendidikan setingi- tingginya untuk bisa menguasai dunia. Di Kota-kota besar banyak orang berlomba-lomba untuk mengejar pendidikan, karena orang di perkotaan tidak kekurangan informasi dan motifasi dari berita-berita dan lingkungannya juga menuntut dan mendukung untuk menjadi manusia yang berguna. Di kota juga tersedia SD,SMP,SMA sangat canggih fasilitas di sekolah untuk mendukung kegiatan belajar, guru-gurunya berkualitas dan mempunyai kemampuan yang cukup untuk mengajar. Semua itu menjadikan sekolah-sekolah di kota berkualitas dan menghasilkan siswa yang berkualitas. Tetapi dibandingkan pendidikan di kota dan di desa membuat kita prihatin. Pendidikan pedesaan banyak kekurangannya, baik dari segi kualitas peralatan sekolahnya maupun guru-

nya. Desa yang jauh dari kota sulit untuk mendapatkan pendidikan yang baik karena banyak sebab dan faktor-faktor. Faktor utamanya adalah perlengkapan di dalam sekolah, faktor guru, faktor murid dan lingkungannya tidak mendukung untuk menjadikan sekolah menjadi sekolah yang baik. Desa juga tidak memiliki Listrik Negara, dan tidak mempunyai jaringan Telkomunikasi dan pula jalan yang rusak dan sebagiannya hanya tanah. Keadaan ini sering kali juga menyebabkan guruguru yang berasal dari kota tidak mampu dan tidak mau untuk menjadi guru di pedesaan. Hanya guru yang berasal dari kampung saja yang mau mendidik di desanya. Selebihnya, guruguru honorer yang hanya tamat SMA. Masalah di Pedesaan Dari itu, di daerah pelosok masih banyak orang yang membutuhkan uluran tanganan untuk dididik. Mereka memerlukan bantuan dan semangat untuk

mencapai pendidikan wajib 9 tahun. Kebanyakan anak-anak di pedesaan hanya tamat sekolah hanya sampai jenjang SD dan tidak tamat SD, dan hanya seberapa yang masuk SMP atau melanjutkan SMA. Anak yang hanya tamat SD dan tidak tamat sama sekali itu karena faktor dari orang tua yang tidak memperhatikan dan memikirkan dan juga menyepelekan pendidikan anaknya. Itulah yang dialami kebanyakan orang tua di daerah pedesaan, padahal masa depan anak itu lebih penting untuk memajukan generasi seterusnya dan untuk memajukan pedesaan dirinya sendiri. Apakah di pedesaan harus seperti itu, apakah karena mereka di pedesaan dan orang desa jadi tidak mau meningkatkan pendidikan di desanya, mungkin itu alasan yang tidak logis untuk dijadikan alasan orang kampung banyak orang tua yang tidak mementingkan pendidikan anaknya. Contohnya di SD kampung saya, SD 09 BAHTA. Sepertinya banyak anak

yang berhenti tidak mau sekolah. Kalau sekolah pun hanya bergurau-gurau tidak serius, hanya menghindar dari rumah untuk ketemu dengan kawan-kawannya di sekolah. Mereka kurang motivasi dari orangtua atau guru di sekolah untuk menyemangat mereka, sehingga mereka melalaikan tugas utama mereka sebagai anak yang membutuhkan pendidikan. Dan orang tua pun tidak melarang anaknya untuk berhenti, dan ada pula orangtua yang tidak peduli dengan pendidikan anaknya padahal masih SD. Karena kelalaian orang tua mengajak anak-anaknya bekerja mencari uang, menoreh karet atau sawit. Setelah orang tua mendapatkan duit lalu orang tua anak memberikan uang kepada anaknya karena mengikutinya bekerja. Akhirnya seorang anak mengenal uang dari bekerja dan mereka merasakan senangnya mendapatkan uang. Pernah saya mendengar obrolan seorang anak saat ditanya seseorang. “Kenapa

kamu tidak sekolah Nak? Apakah kamu sudah berhenti sekolah? Lalu si anak sangat lantangnya mengeluarkan kata, “Saya ingin mengikuti orang tua bekerja mencari duit. Apa gunanya sekolah hanya menghabiskan waktu untuk mencari uang, sudah banyak orang pintar dan sekolah pun tidak mendatangkan duit”. Sungguh malangnya anak seperti itu. Itu tangapan anak-anak yang masih SD tersebut, karena faktor dari orang tua pula yang mengajarkan anakanaknya seperti itu. Karena kelalaian orangtua dengan pendidikan anak yang tidak menyadarkan anaknya mendidik anaknya menjadi orang yang benar. Karena orang tuanya kurang informasi dari luar tidak berfikir panjang kepada anaknya dan fikirannya masih keterbelakangan. Dia tidak memikirkan masa depan anaknya nanti seperti apa. Seperti itulah orang di pelosok-plosok kampung yang memiliki keterbelakangan cara berpikirnya.

Penerbit: PT. Borneo Tribune Press. Direktur Utama: W Suwito, SH, MH. Asisten Direksi: Khairoedin Pasaribu. Penasehat Hukum: A. Ambo Mangan, SH, MH, Martinus Ekok, SH, MH. Pemimpin Umum: Sisa Primashinta. Senior Editor: H. Nur Iskandar, SP, Tanto Yakobus, Alexander Mering. Wakil Pemimpin Redaksi: Budi Rahman. Redaktur: Andry, Agus Wahyuni, Aulia Marti, Hairul Mikrad, Yusriadi, Hawad Sriyanto. Reporter: Abdul Khoir, Andika Lay, Yulan Mirza, Achmad Mundzirin, Achmad Munandar, Ubay. Biro Mempawah: Johan Wahyudi, Jl. Pendidikan Gg. Suka Mulya No.10 (085654587038). Sambas: Amrul Ambiya (Kontributor/Pemasaran), Jl. Suka Mantri (085245527602). Biro Bengkayang: Mujidi, Jl. Pahlawan No. 10, Kelurahan Bumi Emas Bengkayang (085245247955). www.borneo-tribune.net Landak: Yohanes Ngalai/Pemasaran, Jl. Barage Gg. Pak Kasih No. 51 Ngabang (085822062880). Biro Sanggau: Ratnasari Jl. Agus Salim No.10 (085245904505) Pemasaran: Pangsius (081257056286). TERBIT SEJAK 19 MEI 2007 Biro Melawi: Eko Susilo (0812-56452946) Jl. M Saad, Gg. Kayan, Serundung- Nanga Pinoh. Biro Sekadau: Bagus Kosminto, Jl. Irian No. 41 Sekadau Hilir (085245743683). Biro Sintang: Endang Kusmiyati (08524-5006757) Pemasaran: Sahri (085750296539), Saumin (Pemasaran) (085284291321) Jl. JC Oevang Oeray, Gg. Ahmad 2. Biro Kapuas Hulu: Jl. Kenanga, Ruko Pemda Blok B. 6 Putussibau Utara (08562569007). Ketapang: Jaidi Chandra (Kontributor), Jl. Gajah Mada No. 156 (081345450988). Fotografer: Ulla Asri Sekretaris Redaksi: Erika Sudiardjo Umum: Emiliana (Manajer), Fitriyana,. „ Wartawan, Kontributor, Intensive Programme dan Percetakan/Pracetak: Ukan Dinata. Staf Pracetak: Fahmi Ichwan, Syam Abubakar, M. Taufik,. Staf Percetakan: Andre, Nurhalis, Rustam. Marketing: Sisa Primashinta, Hesty Yosana, Aldi Freelancer Borneo Tribune dibekali identitas, surat Chairudin, Ardiansyah. Desain Iklan: Atika Ramadhani, M. Affandy,Ferry Ade Putra Sirkulasi: Dhani, Suprianto. Keuangan: Jumi Erlinasari, Tri Agustin, Kusnan, Husada, IT: Iwan Siswanto. Tarif tugas atau tanda pengenal (ID-Card) dan dalam meIklan: BW (black and white) Rp 6000/mm kolom, Full Colour hal 1 Rp 15.000/mm kolom, halaman dalam Rp 12.000/mm kolom. Alamat Kantor Bisnis dan Alamat Redaksi: Jalan Purnama Dalam No 2 laksanakan tugas jurnalistiknya tidak diperkenanPontianak Telpon 0561-767788 Fax 0561-766103. E-mail: borneotribune@yahoo.com kan menerima suap atau amplop

Borneo Tribune

Serba Serbi

Borneo T Tribune

Selasa, 30 April 2013

18 Manfaat Berhenti Merokok

Menilai Bakat Gemuk atau Kurus Borneo Tribune, Jakarta Tidak semua orang punya bakat gemuk, biarpun makan banyak beberapa orang tetap saja memiliki badan kurus kerempeng. Beberapa yang lain karena punya bakat gemuk, tetap saja tambun meski sudah olahraga dan mengurangi asupan kalori. Beberapa hal yang bisa dipakai untuk menilai bakat gemuk seseorang adalah sebagai berikut, seperti dikutip dari Healthy Living MSN, Senin (29/4). Kadar Tiroid “Jika hormon tiroid kurang aktif dan lambat, maka metabolisme juga akan lambat,” kata Elizabeth DeRobertis, MS, RD, dari Scarsdale Medical Nutrition and Diabetes Center. Lewat pemeriksaan Tiroid Stimulating Hormon (TSH), dokter bisa menilai perlu tidaknya pemberian obat semacam Synthroid untuk meningkatkan metabolisme dan mencegah kegemukan. Foto-foto lama Sebuah penelitian di American Journal of Clinical Nutrition menunjukkan bahwa orang dewasa yang semasa kecil punya masalah kegemukan cenderung akan mengalami masalah yang sama di masa tuanya, sekalipun pernah sukses melangsingkan tubuh. Begitu pula jika memiliki orang tua yang gemuk-gemuk. Foto-foto keluarga di masa lalu bisa membantu memperkirakannya. Kebiasaan tidur

Kurang tidur bisa mempengaruhi 2 hormon yang disbeut leptin dan ghrelin. “Leptin berfungsi memberi tahu saat perut merasa kenyang, sedangkan ghrelin memberi tahu saat lapar,” kata Tanvir Hussain, MD, ahli kardiologi di New York. “Kurang tidur atau tidur lama tapi tidak berkualitas bisa meningkatkan kadar leptin dan mengurangi kadar ghrelin sehingga cepat lapar.” Bau mulut “Orang yang memiliki kadar hidrogen dan methane dalam bau mulutnya cenderung punya Indeks Massa Tubuh (IMT) yang tinggi sekaligus kadar lemak yang tinggi pula,” kata Ruchi Mathur, MD dari CedarsSinai Medical Center. Temuan yang dimuat di Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism ini menunjukkan adanya perbedaan komposisi mikroba di perut yang mempengaruhi metabolisme sekaligus komposisi gas dalam udara pernapasan. Kadar insulin saat puasa Hormon insulin bukan hanya mempengaruhi risiko diabetes. “Insulin adalah hormon penimbun lemak,” kata Derobertis. “Siapapun yang memiliki insulin ekstra dalam peredaran darahnya akan butuh upaya ekstra pula untuk menjaga berat badannya. Jika kadarnya di atas 10, maka seseorang perlu mengurangi asupan kalori dalam makanannya.(dtk)

3

Borneo Tribune, Jakarta Merokok diketahui memiliki efek yang buruk untuk kesehatan tubuh. Meskipun begitu, para perokok tetap mengalami kesulitan atau bahkan enggan untuk berhenti melakukannya. Berikut 18 manfaat yang akan didapatkan tubuh jika berhenti merokok, seperti dikutip dari Times of India, Senin (29/4): 1. Tubuh akan terasa lebih sehat Tidak secara klise, tetapi jika memang tadinya merokok dan segera menghentikan kebiasaan ini, dalam hitungan menit tubuh akan kembali ke respons normalnya. Mulai dari tekanan darah, nadi, hingga suhu tubuh secara keseluruhan. Semua aktivitas di dalam tubuh ini akan menjadi normal. 2. Menghentikan batuk yang parau Segera setelah berhenti merokok, kecenderungan untuk batuk dengan tingkat yang parah akan berkurang. Dalam waktu yang sama, pernapasan berat yang kerap kali terjadi juga akan berkurang karena paru-paru mulai kembali ke fungsi normalnya tanpa gangguan

asap rokok. Karena fungsi paru mulai kembali normal, kemampuan paru-paru untuk mengendalikan lendir, membersihkan paru-paru, dan mengurangi risiko infeksi akan meningkat. 3. Meningkatkan kemampuan seksual Bagi Anda yang sudah menikah dan memiliki pasangan perokok, segera ingatkan untuk berhenti sebab berhenti merokok akan meningkatkan kemampuan seksual seseorang. Bagi pria, dengan menghentikan kebiasaan merokok akan memudahkan proses ereksi, sedangkan bagi wanita akan menjadi mudah terangsang. 4. Aroma rokok dalam tubuh menghilang Jika berhenti merokok, dalam beberapa menit aroma rokok dari tubuh akan hilang.

Selain itu, tempat di mana Anda tinggal akan segar dan bersih.

karbon monoksida akan menurun dan sistem pernapasan menjadi lebih baik.

5. Mengurangi risiko berbagai masalah kesehatan Merokok hanya membuat hidup menjadi rentan. Berhenti merokok jika Anda ingin hidup sehat tanpa berbagai penyakit seperti impotensi, masalah kesuburan, katarak, penyakit gusi, kehilangan gigi, dan osteoporosis.

9. Meningkatkan harga diri dan kepercayaan diri Berhenti merokok jika ingin mendapatkan kembali harga diri dan kepercayaan diri. Dengan berhenti, Anda akan berhenti bersembunyi di belakang batang rokok setiap kali Anda berinteraksi dengan seseorang atau berurusan dengan sesuatu.

6. Memperpanjang usia Merokok meningkatkan sepuluh kali risiko mengidap penyakit hingga meninggal akibat berbagai masalah kesehatan yang mengancam kehidupan.

10. Masalah jantung berkurang Seperti disebutkan sebelumnya, merokok membuat lebih dekat dengan kematian dan memperpendek usia. Jika berhenti merokok, kemungkinan meninggal dengan penyakit jantung koroner, serangan jantung dan stroke akan turun hampir 50 persen.

7. Terlihat awet muda Merokok menyebabkan penuaan dini. Dengan berhenti merokok, tidak hanya akan menguntungkan kesehatan secara keseluruhan, tetapi juga penampilan. Merokok menyebabkan kulit menjadi keriput dan kusam. 8. Tidak ada lagi sesak napas Apakah Anda sering merasa gelisah dan sesak napas setelah berjalan selama 2 menit? Ini akibat nikotin. Setelah Anda berhenti merokok, dalam satu hari tingkat

11. Organ sensorik kembali normal Setelah berhenti merokok, Anda akan mendapatkan kembali kemampuan mengenali sentuhan dan rasa. Saraf yang rusak akan mulai tumbuh kembali dan akhirnya rasa sentuhan, rasa, dan bau akan kembali normal. 12. Mengurangi biaya untuk

cek ke dokter Merokok menyebabkan beberapa penyakit yang muncul, baik saat ini maupun nanti. Penyakit seperti batuk, bronkitis, luka pada mulut, semua akan mulai menghilang. Jika berhenti merokok, Anda akan merasa lebih sehat. 13. Menangani stres dengan cara yang lebih sehat Umumnya kita berpikir bahwa rokok membantu untuk meringankan stres. Tapi itu tidak benar, ketika merokok tubuh Anda mengalami reaksi stres karena tingkat oksigen dalam otak berkurang, hal justru meningkatkan stres. Oleh karena itu, berhenti merokok jika Anda ingin menangani stres dengan cara yang lebih sehat. 14. Transportasi oksigen dalam tubuh menjadi baik Setelah berhenti merokok, tingkat karbon monoksida akan berkurang. Hal ini akan meningkatkan tingkat hemoglobin, sehingga transportasi oksigen akan dilakukan secara efisien di seluruh tubuh. 15. Mengurangi risiko kanker Karena adanya unsur karsinogenik dalam rokok, maka semakin sering merokok semakin besar kemungkinan untuk memicu berbagai jenis kanker, seperti tenggorokan, mulut dan kerongkongan. 16. Kesehatan mulut lebih baik Kesehatan mulut diperlukan untuk keseluruhan yang lebih baik. Dengan merokok, akan mengurangi kemampuan untuk mengecap, muncul noda pada gigi dan meningkatkan masalah gusi. Nantinya bisa menyebabkan hilangnya gigi dan merusak penampilan secara keseluruhan. 17. Sistem kekebalan tubuh akan lebih kuat Dalam beberapa hari berhenti merokok, sistem kekebalan tubuh akan tumbuh lebih kuat. Ini akan mengurangi kemungkinan jatuh sakit karena berbagai masalah kesehatan seperti pilek dan flu. 18. Anda akan merasa lebih berenergi Setelah berhenti merokok, sirkulasi dalam tubuh akan membaik. Sirkulasi oksigen yang baik berarti akan membuat tubuh menjadi lebih berenergi dan sehat.(int/dtk)

DIBUTUHKAN SEGERA 1. Apoteker dan Asisten Apoteker 2. K a r y a w a n / K a r y a w a t i tamatan SLTA, ada kendaraan pribadi, jujur, disiplin. Lamaran diantar ke : APOTEK PRETTY Jl. Tanjung Raya 2 Ruko 1 No. 89, Pontianak Timur

“Metode Efektif Atasi Diabetes Hingga Tuntas”

PENGOBATAN SINSHE TCM YANG MANJUR, SATU-SATUNYA DI PONTIANAK Hongkong Medistra TCM Pontianak, Pengobatan dengan Metode TCM (Traditional Chinese Medicine) yang ternama, merupakan gabungan dari pengobatan, penelitian TCM, pencegahan penyakit kronis dan terapi penyembuhan. Didukung oleh konsultan Sinshe ahli TCM ternama dari Tiongkok yang sudah sangat berpengalaman; memanfaatkan resep TCM dan teknologi tinggi yang menghasilkan obat tradisional efektif, dengan system diagnose TCM yang tepat, obat tradisional terkini dari Tiongkok dan pengobatan elektroterapi, titik nadi, akupuntur, tuina, terapi lainnya, sangat efektif, khususnya bagi pasien yang menderita penyakit kronis. Waspadalah! jumlah penderita diabetes di Indonesia terus meningkat tajam, diprediksi ada jutaan orang terkena diabetes. jika tidak diobati sedini mungkin secara tepat dan efektif, beresiko merusak organ penting tubuh lain seperti: hati, paru-paru, ginjal, limpa, reproduksi, dan sistem syaraf, juga bisa menyebabkan uremia. Itulah sebabnya data WHO terkini menyatakan persentase angka kelumpuhan maupun kematian akibat penyakit diabetes dan berbagai macam komplikasi menakutkan ini terus meningkat pesat. Untuk mengatasi penyakit diabetes dan komplikasinya, Hongkong

Medistra TCM (Traditional Chinese Medicine) yang terdepan yakni “Bai Wei Hu Yi Liao Fa” mengatasi penyakit dengan ramuan herbal yang disesuaikan jenis dan kondisi penyakit penderita, dihasilkan dari 33 jenis obat berharga ditambah 28 jenis obat organik, daya serap obat sangat tinggi, rata-rata penderita diabetes setelah diobati sekitar 5-10 hari, gula darah menurun, gejala seperti kaki tangan kesemutan, seluruh badan tidak bertenaga, insomnia, dll berkurang secara nyata. Rata-rata setelah 40-60 hari, gula darah stabil, gejala komplikasi menghilang, daya tahan tubuh meningkat, keseluruhan tubuh membaik, sebagian pasien bisa berhenti konsumsi obat, fungsi insulin dan system sekresi normal kembali, fungsi reproduksi pria kembali normal, sudah bisa kembali merasakan kehidupan sehat yang normal. Sudah banyak penderita merasakan khasiat mujarabnya, tidak ada efek samping, tidak menimbulkan ketergantungan, tidak berpengaruh penderita menderita 10-20 tahun, kondisi penyakit parah/ringan, setelah diobati bisa menurunkan gula darah dan gula kencing hingga normal dan seimbang, sesudah diatasi hingga keakar-akarnya tidak mudah kambuh.

Untuk Konsultan & Pengobatan Hubungi :

HONGKONG MEDISTRA TCM Jl. H. Agus Salim No. 126 Pontianak - Kalimantan Barat Telp. (0561) 733268 HP. 0821 5279 7888 Hari Senin - Sabtu Buka Jam 09.00 s/d 17.00 WIB Minggu & Libur Besar Jam 09.00 s/d 13.00 WIB

Kalimantan Barat - Kota Pontianak Borneo Tribune

Selasa, 30 April 2013

4

Walikota Ancam Sat Pol PP Ubay KPI Borneo Tribune, Pontianak Jumlah anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) di Kota Pontianak hanya 100 lebih anggota operasional di lapangan. Angka tersebut

menurut Walikota Pontianak jauh dari ideal. Akan tetapi, di mata Sutarmidji, kerja Sat Pol PP sudah cukup baik dan efektif kendati dengan jumlah yang terbatas. “Idealnya, untuk Pontianak itu 260 sampai 300 personel. Tapi dengan jumlah yang ada

saat ini, penegakan perda yang dilakukan Sat Pol PP sudah baik,” ujar Sutarmidji dalam acara HUT Sat Pol PP ke-63 sekaligus HUT Perlindungan Masyarakat (linmas) di halaman kantor Walikota Pontianak, Senin (29/4) pagi kemarin. Meski memberikan pujian, Sutarmidji juga tak lu-

put meminta kepada seluruh jajaran Sat Pol PP untuk lebih baik lagi meningkatkan kinerjanya dengan menjaga kewibawaan. Juga untuk semakin mengedepankan tindakan persuasif dalam menciptakan keamanan dan ketertiban di Pontianak. Tindakan dialogis, menurut Sutarmidji juga harus dilaku-

kan dalam bertindak. Hal itu menunjukkan sebagai bentuk intelektualitas personal. Nalar pikiran harus digunakan guna menghindari hal-hal yang berdampak pada kekerasan. Personel harus bisa menjauhi sikap menggunakan otot dalam bertindak, terkecuali dalam keadaan yang terpaksa.

591 Siswa SMA/SMK Bertarung di O2S dan FLS2

Sebagai perangkat satuan daerah, di hadapan personel Sat Pol PP Kota Pontianak kemarin, ia juga memberikan ancaman kepada siapa saja yang bertingkah ceroboh dan melanggar aturan. Tidak segan ia akan menindak siapa saja yang melanggar disiplin seperti menjadi backing pelanggar

604 Orang Ikut Sosialisasi ST2013

CMYK

Amrul Borneo Tribune, Sambas

GONG Walikota Pontianak, H. Sutarmidji membuka secara resmi OSN dan FLSN dengan memukul gong. FOTO Andika Lay/Borneo Tribune. Andika Lay Borneo Tribune, Pontianak 591 siswa SMA/SMK seKota Pontianak, Senin (29/ 4), ikut serta dalam Olimpiade Olahraga Siswa (O2S) dan Festival Lomba Seni Siswa (FLS2) Tingkat Kota Pontianak di Gelora Olah Raga (GOR) Pangsuma. Walikota Pontianak H. Sutarmidji meminta siswa peserta O2S dan FLS2, wasit, panitia dan pendukung masing-masing sekolah bisa menjunjung jiwa sportifitas

yang baik dan jiwa persaudaraan dan kebersamaan. “Tidak ada artinya, suatu kemenangan apabila diperoleh dengan cara-cara yang tidak baik. Tidak ada artinya suatu kejuaraan yang diperoleh apabila kita mengorbankan perasaan saudara kita yang lain,” kata H. Sutarmidji, dalam sambutannya. Walikota juga meminta seluruh pelajar supaya terus meningkatkan prestasinya dalam segala hal yang positif. “Tunjukkan prestasi adikadik, jangan sampai Pon-

tianak dikenal karena halhal yang tidak baik,” pesannya. Kegiatan O2S dan FLS2 ini merupakan upaya meningkatkan kemampuan siswa SMA/SMK di bidang olah raga dan seni. “Mudahmudahan adik-adik bisa menunjukkan prestasi yang sangat membanggakan dan dapat mewakili Kota Pontianak ke tingkat yang lebih tinggi lagi dan mempersembahkan kebanggaan bagi kota yang kita cintai ini,” jelasnya. Dirinya juga optimis, se-

luruh siswa SMA/SMK yang mengikuti kegiatan O2S dan FLS2 ini telah mempersiapkan diri semaksimal mungkin untuk menunjukkan prestasi terbaik bagi sekolahnya masing-masing. “Mudah-mudahan prestasi yang diperoleh nanti kualitasnya lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” ujarnya. Sementara itu, Ketua Panitia O2S dan FLS2, Dwi Suryanto mengatakan tujuan digelarnya kegiatan ini untuk memfasilitasi dan memotivasi para siswa yang

memiliki bakat di cabang olahraga dan seni. “Sehingga diharapkan para siswa dapat meningkatkan skill dan kemampuan mereka sesuai dengan bidang yang dimiliki,” kata Dwi Suryanto. Dikatakannya, O2S dan FLS2 ini digelar tanggal 29 April hingga 1 Mei 2013 yang memperlombakan cabang olahraga karate, pencak silat, atletik, tenis meja, renang, bulu tangkis, bola volley dan catur. Sedangkan cabang seni yakni cipta dan baca puisi,vocal, baca Alquran, tari dan teater/drama. o

Enam Pos Siskamling Terima Penghargaan Andika Lay Borneo Tribune, Pontianak

BANTUAN Walikota Pontianak, H. Sutarmidji menyerahkan bingkisan kepada Pos Sistem Keamanan Lingkungan terbaik. FOTO Andika Lay/Borneo Tribune.

Walikota Pontianak Sutarmidji memberikan penghargaan kepada enam pos Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling), penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apreasiasi atas dedikasi mereka yang ikut membantu pemerintah dalam menciptakan rasa aman di lingkungannya. “Kita mengajak seluruh warga untuk mengaktifkan kembali siskamling di lingkungannya masing-masing supaya tercipta rasa aman

dan nyaman,” kata Sutarmidji, Senin (29/4), usai upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) ke 63 dan HUT Perlindungan Masyarakat (Linmas) ke 51, di halaman Kantor Walikota. Dikatakannya, terciptanya situasi keamanan dan ketertiban bukan hanya tugas aparat keamanan maupun pemerintah saja, tetapi juga menjadi tanggung jawab bersama termasuk seluruh lapisan masyarakat. “Dengan adanya Siskamling di lingkungan masingmasing berarti masyarakat

ikut peduli menjaga keamanan dan ketertiban lingkungannya,” jelasnya. Dirinya juga berharap, masyarakat selalu menjaga keamanan dan ketertiban mulai dari lingkungannya serta menjadi polisi bagi dirinya sendiri. “Tetap jaga kewaspadaan, setiap warga baru di lingkungan RT harus melaporkan dirinya kepada Ketua RT,” ujarnya. Keberadaan pos jaga atau Siskamling yang ada di setiap lingkungan warga merupakan salah satu upaya menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah masingmasing. o

perda atau menerima siap. “Jangan gadaikan seragam yang saudara kenakan dengan lembaran uang. Beberapa anggota Satpol PP sudah kita tarik karena melakukan kesalahan-kesalahan. Bahkan ada yang menjadi pembacking pelanggar perda, langsung kita tindak tegas,” ujar Sutarmidji. o

Sensus Pertanian (ST) 2013 di Kabupaten Sambas melibatkan 604 orang yang tersebar di 19 kecamatan. ST 2013 merupakan kegiatan besar sehingga pelaksanaannya harus dilakukan dalam beberapa tahapan, sehingga dapat menghasilkan data yang berkualitas. Pelaksanaan di lapangan nanti, petugas tidak bekerja secara individu, tapi bekerja secara tim, dalam satu tim terdapat empat orang yang terdiri dari satu orang Kortim (koordinator tim) dan tiga orang PCL (pencacah lapangan), jumlah tim di Kabupaten Sambas mencapai 151 tim. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sambas, Amad Badar, SE, MM mengatakan, sensus pertanian di Indonesia telah dilaksanakan sebanyak 5 kali, yaitu tahun 1963, 1973, 1983, 1993, dan 2003. Pada tahun 2013 ini akan dilaksanakan sensus pertanian yang ke-6 dengan tema menyediakan informasi untuk masa depan petani yang lebih baik. “Hasil Sensus Pertanian 2013 digunakan sebagai bahan perencanaan, implementasi kebijakan, dan evaluasi program pembangunan pertanian di kementerian dan lembaga terkait seperti Kementerian Pertanian, Kelautan dan Perikanan, Kehutanan, Perdagangan, Bappenas, peguruan tinggi, dan lembaga internasional serta pelaku usaha di sektor pertanian,“ katanya dalam Sosialisasi Sensus Pertanian 2013 yang digelar BPS Kabupaten Sambas, Senin (29/ 4), di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Sambas, yang dihadiri Wakil Bupati Sambas, Kepala BPS Provinsi Kalimantan Barat, Kepala BPS Kabupaten Sambas, Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Sambas, dinas/ badan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sambas, camat se-Kabupaten Sambas, Ketua KTNA, Ketua HNSI, tokoh masyarakat serta peserta sosialisasi Sensus Per-

tanian 2013. Ia meminta peran serta masyarakat Kabupaten Sambas khususnya rumah tangga petani yang menjadi responden ST2013. “Kami berharap masyarakat menerima kedatangan petugas ST2013 dan memberikan jawaban apa adanya sesuai keadaan yang ada. Untuk seluruh jajaran pegawai BPS Kabupaten Sambas dan petugas ST2013, kami mengharapkan kerja keras dan penuh tanggung jawab untuk melaksanakan ST2013 sehingga dapat berjalan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan. Semoga pelaksanaan ST2013 di Kabupaten Sambas dapat berjalan lancar, aman dan sukses,“ harapnya. Wakil Bupati Sambas, Pabali Musa, M. Ag menyampaikan, meminta aparat pemerintah dan organisasi kemasyarakatan membantu mensosialisasikan ST2013 kepada seluruh masyarakat agar siap untuk didata. “ Kepada seluruh jajaran BPS Kabupaten Sambas dan para petugas lapangan agar bekerja dengan sungguhsungguh dalam melaksanakan ST2013 di Kabupaten Sambas. Saya berharap melalui ST2013 akan menghasilkan data yang akurat untuk menyempurnakan datadata terkait sebagai aspek potensi pertanian di Kabupaten Sambas,“ harapnya. Kepala Bidang Statistik Produksi BPS Provinsi Kalimantan Barat menyampaikan materi dengan tema ST2013 “Menyediakan informasi untuk masa depan petani yang lebih baik”, terkait UU RI Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik mengamanatkan BPS untuk melaksanakan Sensus Penduduk (SP), Sensus Pertanian (ST) ,dan Sensus Ekonomi (SE), tujuannya untuk mendapatkan data statistik pertanian yang lengkap agar diperoleh gambaran yang jelas tentang pertanian di Indonesia salah satu manfaatnya. Menghasilkan data yang digunakan untuk mendukung perencanaan dan evaluasi pembangunan yang berkualitas,” paparnya. o Sosialisasi Sensus Pertanian 2013 yang digelar Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sambas, Senin (29/4), di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Sambas. FOTO Amrul/Borneo Tribune

CMYK

HUT Sat Pol PP ke-63

Mempawah-Kubu Raya Borneo Tribune

Selasa, 30 April 2013

Muda Pastikan Tidak Gunakan Fasilitas Negara Achmad Munandar Borneo Tribune, Kubu Raya Pelaksanaan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Bupati dan Wakil Bupati Kubu Raya sudah memasuki tahapan penyerahan masa dukungan bagi pasangan calon yang akan menggunakan jalur perseorangan. Berkaitan dengan itu, calon incumbent, Muda Mahendrawan memastikan tidak akan menggunakan fasilitas negara yang biasa digunakan ketika menjalankan tugas sebagai bupati.

Seperti yang diketahui berdasarkan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) RI nomor 01 tahun 2013 tentang peserta pemilu, dijelaskan bahwa penggunaan fasilitas negara dilarang digunakan untuk kepentingan kampanye. Menurutnya, berdasarkan aturan tersebut dirinya memastikan pada saat pelaksanaan Pemilukada yang akan dilaksanakan September mendatang tidak akan menggunakan fasilitas negara yang saat ini masih digunakan untuk kepentingan menjalankan tugas sebagai bupati Kubu Raya, seperti

mobil dinas, PNS atau fasilitas daerah yang dibiaya melalui APBD. Bahkan, dia menegaskan fasilitas negara bukan hanya berupa barang yang saat ini digunakan, jajaran Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang ada diseluruh instansi dan aparatur pemerintah desa yang dekat dengan masyarakat dilarang untuk dimanfaatkan untuk kepentingan politik. “Saya pastikan fasilitas negara yang saat ini digunakan untuk kepentingan tugas tidak akan digunakan sebagai kepentingan pencalonan nanti,” tegasnya, Jumat (26/4) Berdasarkan aturan

kedisiplinan Pegawai Negeri Sipil, lanjut dia sudah jelas dilarang untuk terlibat dalam politik praktis. “Yang dimaksud dalam politik praktis adalah keterlibatan PNS sebagai tim sukses atau tim kampanye, itu saya pastikan tidak akan terjadi dan mereka akan bersikap netral dalam Pemilukada mendatang,” terangnya. Menurutnya, bahkan saat menjalankan tugas sebagai bupati dirinya sudah terbiasa tidak menggunakan fasilitas negara, seperti mobil dinas. Seperti yang masyarakat ketahui selama ini, rumah

dinas untuk bupati saja tidak pernah dianggarkan, lantaran pemerintah lebih mementingkan untuk kepentingan publik dari pada kepentingan pejabat yang terkadang tidak memiliki kolerasi ketika menjalankan tugas. “Penggunaan jalur perseroangan ini juga adalah bukti dan komitmen kita untuk tidak mempolitisisasi birokrasi yang ada di Kubu Raya. Dan kalaupun saat ini calon wakil yang diambil berasal dari birokasri, pada saatnya ketika sudah memasuki tahapan maka akan mengundurkan diri sebagai PNS,” katanya. o

Sujiwo Tidak Maju Rebut KKR 1 Achmad Munandar Borneo Tribune, Kubu Raya Sujiwo yang digadanggadang akan mencalonkan diri pada akhirnya menyatakan tidak akan merebut kursi nomor satu di Kabupaten Kubu Raya. Ketua DPC PDI Perjuangan itu menyatakan ada berbagai pertimbangan yang membuat dirinya memilih untuk tidak mencalonkan diri sebagai calon bupati Kubu Raya, diantaranya adalah keinginan dari kader partai yang menginginkannya untuk fokus pada perebuatan kursi di legislatif. “Saya sudah sampaikan keputusan ini langsung ke ketua DPP PDI Perjuangan, dan ada berbagai pertimbangan yang memang tidak bisa diungkapnya ke publik,”

katanya, setelah menutup acara turnamen sepakbola seKabupaten Kubu Raya di Kecamatan Rasau Jaya, Minggu (28/4). Menurutnya, saat ini kemungkinan besar partainya akan mendukung Rusman Ali sebagai calon bupati Kubu Raya. Dengan berbagai pertimbangan dan kontrak politik yang telah dibangun, diantaranya kesiapannya untuk menjadi kader PDI Perjuangan Kabupaten Kubu Raya. “Memang saat ini belum ada keputusan dan rekomendasi siapa yang akan diusung pada Pemilukada nanti, tetapi kemungkinan besar akan mengusung Rusman Ali. Dan ketika itu telah menjadi keputusan maka mesin politik akan siap digerakan untuk memenangkan calon yang telah dipilih,” ucapnya.

Akan tetapi, lanjut dia politik itu tidak dapat dipastikan karena bisa saja dalam waktu dekat berubah siapa yang akan dukung. Akan tetapi dalam komunikasi yang telah dibangun dengan ketua DPD, kemungkinan besar mengarah ke Rumsan Ali. Dan kemungkinan besar, rekomendasi siapa yang akan diusung itu akan dilakukan pada Mei mendatang. Sementara itu, Wakil Ketua DPP PDI Perjuangan Kalimantan Barat Bidang Buruh Tani dan Nelayan, M Jimi mengatakan hingga saat ini pihaknya belum mengetahui kabar mengenai dukungan pihaknya kepada Rusman Ali dan Hermanus sebagai pasangan calon bupati dan wakil bupati Kubu Raya. “Yang jelas hingga saat ini belum ada rekomendasi yang dikeluarkan oleh DPP terka-

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL PAJAK KANTOR WILAYAH DPJ KALIMANTAN BARAT KANTOR PELAYANAN PAJAK PRATAMA MEMPAWAH Jalan Sultan Abdurahman No. 76 Pontianak 78121, Telp. (0561) 736735, Fax. (0561) 732 Website: www.pajak.go.id, Layanan SMS Center KANWIL DPJ KALIMANTAN BARAT 0818072772525

PENGUMUMAN LELANG KEDUA Nomor : PENG. 02 /WPJ.13/KP.0404/2013 Kantor Pelayanan Pajak Pratama Mempawah dengan perantaraan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Pontianak akan melaksanakan penjualan umum (lelang) barang sitaan Wajib Pajak/Penanggung Pajak sebagai berikut. PT. PATOKA SARANA NPWP.01.406.270.7-704.000 a. Satu bidang Tanah beserta bangunan Ruko 2 ( dua ) lantai, SHM No. 3381 an. TERDY MENGKO, Luas Tanah 82 m2, Terletak di JI. Seliung No. B 17 Kel. Sungai Pinyuh Kec. Sungai Pinyuh Kab. Pontianak. Harga limit Rp. 153.600.000,-(belum termasuk PPN dan /atau PPN dan PPnBM ) dan uang jaminan lelang Rp. 76.800.000,b. Satu unit Bulldozer Merk Shantui Tipe SD.16F Tahun 2007 Harga limit Rp. 351.246.000,- ( belum termasuk PPN dan/atau PPN dan PPnBM )dan uang jaminan Rp. 175.623.000,-Lokasi barang JL.Sultan Abdurahman No.76 Pontianak Waktu dan Tempat Lelang Hari Selasa tanggal 14 Mei 2013. pukul 09.00 WIB bertempat di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Mempawah JI.Sultan Abdurrahman No,76 Pontianak Syarat-syarat Lelang: 1. Peserta lelang wajib menyetor uang jaminan lelang sebesar sebagaimana tersebut diatas ke rekening Penampungan lelang KPKNL Pontianak pada PT. BNI (Persero) Cabang Pontianak Nomor Rekening 0076050464 dengan mencantumkan nomor urut barang yang ditawar paling lambat satu hari sebelum pelaksanaan lelang sudah efekif direkening tersebut dan mendaftarkan / melaporkan kepada Pajabat Lelang atau Bendaharawan Penerima di KPKNL Pontianak JI.Letjen. Sutoyo No. 19 Pontianak paling lambat satu hari sebelum pelaksanaan lelang. 2. Pembeli/Pemenang lelang dikenakan PPN 10 % ( khusus lelang eksekusi sitaan pajak). 3. Biaya lelang dikenakan kepada pembeli sebesar 2 % untuk barang tidak bergerak dan 3 % untuk barang bergerak ditambah biaya-biaya resmi lainya yang telah diatur sesuai dengan ketentuan yang berlaku. 4. Pembeli/ Pemenang Lelang wajib melunasi harga lelang paling lambat 3 (tiga) hari setelah pelaksanaan lelang, apabila Pembeli/ Pemenang Lelang tidak melunasi pada tenggang waktu tersebut dinyatakan Wanprestasi dan uang jaminan disetor ke Kas Negara dan dimasukan kedalam Daftar Hitam Lelang. 5. Peserta Lelang Wajib melakukan penawaran dan penawaran paling sedikit sama dengan nilai limit , apabila tidak melakukan penawaran dikenakan sanksi tidak diperbolehkan mengikuti lelang selama 3(tiga) bulan diwilayah kerja KPKNL yang melaksanakan lelang. 6. Penawaran lelang terbuka secara lisan dengan cara naik naik 7. Apabila karena suatu hal terjadi pembatalan / penundaan lelang terhadap salah satu barang atau beberapa barang sitaan tersebut diatas,pihak pihak yang berkepentingan/peminat lelang tidak dapat melakukan tuntutan dalam bentuk apapun kepada KPKNL Pontianak dan Kantor Pelayanan Pajak Pratama Mempawah. 8. Penjelasan lebih lanjut dapat diminta di Kantor Pelayanan Pajak Pratama Mempawah Jalan.Sultan Abdurrahman No.76 Pontianak atau KPKNL Pontianak Jalan Letjen.Sutoyo No.19 Pontianak Telp. (0561) 735269 - 741891.

it siapa yang akan diusung. Akan tetapi apabila ada usulan untuk mendukungnya itu sah-sah saja,” ungkapnya. Dia menegaskan, sebelum rekomendasi ditandatangi oleh ketua partai maka usulan untuk mengusung Rusman Ali belum dapat dipastikan. Akan tetapi jika

partai telah memilih mengusungnya, maka kader partai dibawah akan siap menjalankan tugas untuk memenangkannya. “Kalau survenya memang menang dan mampu menyaingi calon incumbent maka sah-sah saja untuk mengusungnya,” terangnya. o

5

Kinerja DPRD Bakal Menurun

15 Legislator Harus di-PAW Johan Wahyudi Borneo Tribune, Mempawah Jumlah anggota DPRD Kabupaten Pontianak bisa dipastikan berkurang. Karena setiap anggota legislatif yang partainya tidak lolos verifikasi pemilu 2014 dan mencalonkan kembali dari partai lain harus mundur dari keanggotaan DPRD sesuai dengan peraturan KPU. Tercatat ada 15 anggota dewan yang mencalonkan lagi, melalui parpol lain. Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pontianak, HM Amin H Aminin mengatakan, jika ada pegurangan 15 anggota DPRD Kabupaten Pontianak, bakal menyebabkan kinerja anggota DPRD akan menurun. Karena setiap anggota dewan mempunyai fokus kerja dapil masing-masig. “Jika anggota DPRD berkurang, tidak bisa dipungkiri akan berpengaruh terhadap kinerja DPRD. Namun kita tetap akan bekerja secara profesional, walaupun nantinya anggota DPRD berkurang dan belum ada pergantian antar waktu,” katanya. Lanjutnya lagi, walaupun ada penggantian anggota DPRD yang baru dari Pergantian Antar Waktu (PAW). Legislator Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini, menilai anggota DPRD yang baru tentu harus belajar dan mengetahui tugas, fungsi dan tanggungjawab selaku anggota DPRD. “Peraturan KPU harus dijalan sesuai ketentuan yang berlaku. Dan sudah pasti ada perubahan susunan pengurus di DPRD, termasuk komisi-komisi, jika ada yang berhenti,��� katanya. o

Pengrajin IKM Mendapat Pelatihan Serat Nanas Johan Wahyudi Borneo Tribune, Mempawah 30 pengrajin Industri Kecil Menengah (IKM) di Kabupaten Pontianak, Senin (29/ 4), kemarin mengikuti pendidikan dan latihan (Diklat) pengembangan desain produk kerajinan serat nanas yang dilaksanakan Kementerian Perindustrian RI, bekerjasama dengan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Pertambangan dan Energi (Disperindagkoptamben) Kabupaten Pontianak di Aula Kantor Disperindagkoptamben. Kepala Disperindagkoptamben Kabupaten Pontianak, Darwin mengatakan Diklat tersebut menghadirkan instruktur dari Balai Diklat Industri Yogyakarta, untuk memberikan pelatihan mengelolah serat nanas menjadi bahan industri yang bernilai ekonomis. “Pelatihan ini, diharapkan bisa meningkatkan pendapatan anggota dan pengurus IKM

DIKLAT Diklat Pengembangan Desain Produk Kerajinan Serat Nanas di Aula Kantor Disperindagkoptamben Kabupaten Pontianak. Foto : Johan Wahyudi/ Borneo Tribune

di Kabupaten Pontianak. Apalagi Kabupaten Pontianak, memiliki potensi nanas yang cukup banyak. Mungkin selama ini, hanya buah nanas yang dikonsumsi dan diolah menjadi bahan industri seperti kripik nanas dan sirup nanas,” kata Darwin. Bahkan Darwin, berharap kerjasama dengan pihak Kementerian Perindustrian RI dan Balai Diklat Industri Yogyakarta, tidak hanya sampai pada proses pelatihan, tapi berlanjut sampai

proses pemasaran. Dikarena proses pemasaran, menjadi kendala para IKM. “Kabupaten Pontianak bukan daerah tujuan wisata, sehingga memasarkan hasil produk industri menjadi persoalan. Kalau Yogyakarta, tempatnya wisata. Maka jika bisa hasil produk industri kita, bisa di pasarkan ke Yogyakarta,” katanya. Sedangkan Instruktur Balai Diklat Industri Yogyakarta, Nurwantoro mengatakan Diklat kerajinan

insdutri serat nanas akan dilaksanakan mulai 29 April-4Mei 2013. Dimana peserta akan diberi pengetahuan tentang pengolahan bahan serta nanas menjadi bahan bernilai ekonomis. Seperti kotak tisu, tas, sendal, dan beberapa produk lainnya. “Diklat ini, diisi teori sebanyak 20 persen dan prakter 80 persen. Kita berharap para peserta bisa memiliki keterampilan dan ilmu pengelolahan serat nanas,” katanya. o

Bupati Lepas Kontingen Pospeda Johan Wahyudi Borneo Tribune, Mempawah Bupati Pontianak, Ria Norsan, Senin (29/4), kemarin melepas 26 atlet Pekan Olah Raga dan Seni AntarPondok Pesantren Tingkat Daerah (Pospeda) ke VI Provinsi Kalimantan Barat yang dipusatkan di Asrama Haji Pontianak, 29 April-2Mei 2013. Pada kesempatan terse-

but, Bupati Pontianak, Ria Norsan mengingatkan para santri yang mengikuti Pospeda harus mampu menunjukan dirinya seorang pelajar yang beriman, berakhlak dan bertakwa. “Dalam mengikuti pertandingan harus profesional, bertanding secara jujur, disiplin, semangat dan kerja keras sehinga cita-cita untuk menjadi atlet yang berprestasi bisa tercapai,” katanya.

Selain itu, Bupati tidak lupa mengingtakan para atlet untuk menjaga kesehatan, kekompakan dan nama baik daerah selama mengikuti Pospeda. “Jagalah kesehatan sebelum bertanding, sehingga cita-cita ingin menjadi yang terbaik bisa tercapai,” katanya. Sedangkan Assiten II Setda Kabupaten Pontianak, H. Ismail selaku Ketua Kontingen menjelaskan kontingen Kabupaten

Pontianak akan mengikuti 5 cabang lomba yaitu atletik, bulutangkis, pencak silat, tenis meja dan pidato 3 bahasa. “Jumlah kontingen yang berangkat sebanyak 61 orang. Terdiri dari 26 Atlet, 13 pelatih dan 25 pendamping. Kita berharap bisa menjadi yang terbaik di Pospeda tingkat provinsi ini. Walaupun kabupaten/kota lainnya juga memiliki persiapan yang matang,” katanya. o

Bengkayang Borneo Tribune

Selasa, 30 April 2013

6

Kasus Pembunuhan Bengkayang

Polisi Masih Tunggu Hasil Otopsi Mujidi Borneo Tribune, Bengkayang Pembunuhan sadis kembali menggemparkan warga Bengkayang pada Minggu (28/ 4) dini hari. Korban pebunuhan tersebut adalah Liu Nyat Thin (80) dan Tjong Man Fha (75), warga Jalan Jarendeng Nomor 135 Bengkayang. Polisi masih

belum dapat disimpulkan, namun tiga saksi sudah dimintai keterangan untuk mengungkap pelaku. “Dari hasil olah TKP Korban diduga dipukul dengan benda tumpul di bagian kepala dan dada hingga mati,” Kata Polsekta Minggu (28/4/ 2013) Menurutnya, pihak kepolisian belum dapat menyim-

Salah satu korban pembunuhan yang terjadi di Bengkayang Minggu (28/4) dini hari. Peristiwa ini menggemparkan warga sekitar. Foto Mujidi/Borneo Tribune

menunggu hasil otopsi untuk dapat menyimpulkan siapa pelaku. Kapolres Bengkayang melalui Kapolsek Kota Bengkayang, AIPTU Abdul Azis menerangkan kejadian tersebut diperkirakan jam 12:00-00:6 dini hari setelah laporan cucu korban kepada kepolisian. Hasil olah TKP

pulkan pelaku, karena kedua korban masih menunggu hasil otopsi dan keterangan dari tiga saksi masih belum diketahui. Bersamaan, Niko selaku cucu korban, kejadian tersebut berawal dari kecurigaannya dengan ruko yang tertutup, sementara pagi itu bengkelnya tempatnya be-

kerja dibuka seperti harihari biasanya. Mengetahui pintu tertutup, akhirnya gembok dibuka paksa dengan memotong lalu mendobrak hingga terbuka. “Saya lihat Nenek dan Kakek sudah terkapar tidak bernyawa,” kata Niko sambil menangis. Masih di tempat yang sama, salah satu anak korban AN mengungkapkan, sebelumnya sudah terjadi pertengkaran dengan kedua orangtuanya. Bahkan katanya sudah pernah ditangani pihak petugas hanya karena perebutan warisan. Sejauh ini kesimpulannya kematian kedua orang tuanya karena salah satu enam adik kandungnya sering memaksa menandatangani berkas penjualan rumah, namun ditolak lantaran uang digunakan untuk membayar hutang piutang. “Bapak dan mama aku dipaksa untuk menjual rumah itu dan menandatangani berkas yang sudah disiapkannya,” Jelas AN Kapolsek mempertegas, pihaknya belum bisa memastikan siapa pelaku pembunuhan tersebut. Namun demikian, hingga berita diterbitkan, pihak kepolisian terus melakukan pemeriksanaan terhadap saksi saksi yang dikumpulkan. o

Bank Kalbar Berikan Dump Truk Mujidi Borneo Tribune, Bengkayang Sebagai Bank Daerah milik Kalimantan Barat, Bank Kalbar menjadikan masyarakat sebagai bagian penting dari kemajuan Bank itu. Karena itu, pada saat HUT Pemda Bengkayang ke-14, Bank Kalbar menyerahkan sebuah dump truk ke Pemerintah Kabupaten Bengkayang. Secara simbolis, kunci dump truk tersebut diserahkan oleh Kepala Cabang Bank Kalbar untuk Kabupaten Bengkayang, Nanang Nirmansyah ke Pemerintah Kabupaten Bengkayang yang diterima langsung Bupati Bengkayang, Suryadman Gidot. Penyerahan dump truk itu dilakukan setelah upacar HUT Pemda Bengkayang dilaksanakan, Sabtu (27/4). Nanang menjelaskan, dump truk tersebut merupakan salah satu bentuk kepedulian dan tanggung jawab bank Kalbar ke masyarakat. Supaya dump truk tersebut dapat digunakan sebagaimana mestinya, maka dump truk itu diserahkan Kepemerintah Kabupaten Bengkayang.

Penyerahan Dump Truk///Mujidi

“Dump truk ini merupakan hasil dari keuntungan yang diperoleh pihak Bank. Keuntungan itu juga diperoleh dari masyarakat sebagai nasabah,” jelas Nanang. Bupati Bengkayang, Suryadman Gidot, menyatakan terima kasihnya kepada Bank Kalbar. Bupati menilai positif apa yang diberikan Bank Kalbar tersebut. Apa yang dilakukan Bank Kalbar merupakan salah satu bentuk kepedulian yang harus diapresiasi. “Kita berterimakasih dengan bantuan dump truk tersebut. Kita berencana, dump

truk ini digunakan untuk armada angkutan sampah di Kabupaten Bengkayang,” kata Bupati. Ke depannya, Bupati Berharap Bank Kalbar bisa lebih berkembang dan mendapatkan keuntungan berlipat lipat dari tahun ke tahunnya. Kemudian keuntungan itu bisa digunakan untuk kepentingan masyarakat. “Partisipasi Bank Kalbar ini begitu kita harapkan pada masa masa mendatang. Moga apa yang dilakukan Bank Kalbar bisa diikuti pihak-pihak lainnya,” harap Bupati. o

Bupati Bengkayang membuka selubung logo MTQ ke-25, Sabtu (27/4). Foto Mujidi/Borneo Tribune

Bupati Launching Logo MTQ ke-25 Mujidi Borneo Tribune, Bengkayang Logo MTQ tingkat Provinsi Kalimantan Barat ke XXV pada tahun 2014 mendatang dilaunching oleh Bupati Bengkayang bertepatan dengan kegiatan ramah tamah HUT Pemda Bengkayang ke 14 dalam lantai atas Kantor Satu Atap Bupati Bengkayang, Sabtu (27/4). Launching ditandai dengan pembukaan papan selubung logo MTQ. Launching disaksikan se-

luruh undangan mulai dari pejabat Forkopimda, SKPD, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda dan tokoh wanita. Launching juga disaksikan perwakilan dari daerah-daerah tetangga yang ikut hadir, seperti dari Kabupaten Pontianak dan Kota Singkawang. Sebelumnya, untuk menemukan logo yang tepat, panitia MTQ yang diketuai M. Ali melakukan perlombaan. Dalam perlombaan itu ada beberapa logo yang masuk dan terpilihlah lima logo terba-

ik, dan terbaik satu dijadikan logo MTQ ke 25 yang dilaksanakan di Kabupaten Bengkayang. Berikut ini makna dari logo MTQ tersebut, bingkai biru membentuk air melambangkan persaudaraan, kemurnian dan keiklasan dalam kehidupan, serta dari sisi geografis, Kabupaten Bengkayang memiliki sumber daya air yang melimpah dan dapat digunakan secara kontinyu. Dalam logo itu juga menampilkan gambar Alquran dan rumah baluk,

sebagai rumah adat istiadat suku Daya Sebujit yang melambangkan tempat pertemuan. Masih banyak lagi arti dari lambang-lambang yang telah diresmikan bupati tersebut. Logo MTQ memilki lima warna menonjol, hijau melambangkan kesuburan dan keteduhan, merah melambangkan keberanian, kuning melambangkan kesejahteraan, biru melambangkan kecerdasan dan kejujuran, serta putih melambangkan kemurnian. o

Bengkayang Berusia 14 Tahun Mujidi Borneo Tribune, Bengkayang Kabupaten Bengkayang merayakan hari ulang tahunnya dengan pelaksanaan upacara yang dipusatkan di halaman kantor Bupati Bengkayang, Sabtu (27/4). Upacara tersebut menandakan Kabupaten Bengkayang telah berusia empat belas tahun. Dalam upacara tersebut, Bupati Bengkayang, Suryadman Gidot tampil sebagai pembina dengan menyampaikan sejumlah pesan. Sementara Ketua DPRD Kabupaten Bengkayang, Sebastianus Darwis bertindak sebagai pembaca riwayat singkat terbentuknya Kabupaten Bengkayang. Suryadman Gidot dalam upacara HUT Pemda itu kembali mengingatkan kepada seluruh masyarakat Kabupaten Bengkayang mulai dari masyarakat biasa hingga para pejabat untuk sela-

Upacara HUT Pemda Bengkayang dipimpin Bupati Bengkayang Suryadman Gidot, Sabtu (27/ 4). Foto Mujidi/Borneo Tribune

lu berbuat demi majunya Kabupaten Bengkayang. Bupati menuturkan, untuk mencapai kemajuan tersebut, banyak hal yang telah diperbuat, kemudian banyak juga hal hal yang harus dilakukan pada masa- masa mendatang. Tentunya hal hal itu bertujuan untuk meningkatkan tingkat IPM Kabupaten Bengkayang. Upacara HUT Pemda Bengkayang dihadiri ratus-

an orang, mulai dari pejabat Forpimda, pejabat SKPD, tokoh usaha, tokoh masyarakat, tokoh agama hingga tokoh pemuda. Kalangan TNI mulai dari Angkatan Darat hingga angkat udara dan pihak kepolisian juga meramaikan. Pelajar Kabupaten Bengkayang ikut serta mulai dari SD hingga mahasiswa. Upacara berlangsung lancar dengan sinar matahari

begitu terik. Upacara berjalan kurang lebih satu jam atau lebih. Upacara diperkirakan dimulai sekitar pukul 08.00 dan berakhir sekitar pukul 09.00. Setelah upacara dilaksanakan, kegiatan selanjutnya adalah ramah tamah yang juga dihadiri Bupati, DPRD, SKPD, Forkopimda, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama dan Tokoh Pemuda dan para undangan lainnya. o

Karnaval Ramaikan HUT Pemda Mujidi Borneo Tribune, Bengkayang Karnaval mengiringi perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Pemda Kabupaten Bengkayang ke 14 yang puncaknya pada Sabtu (27/4).

Karnaval diikuti belasan kendaraan umum mulai dari Dinas, kantor, Camat, Lurah hingga pihak swasta. Karnaval tersebut dilepas Sekretariat Daerah Kabupaten Bengkayang, Kristianus Anyim di halaman Kantor Satu Atap Bupati

Ditinggal Sesaat, Rumah Terbakar Rudi Borneo Tribune, Singkawang Baru saja ditinggal beberapa menit oleh pemiliknya, sebuah rumah yang beralamat di Jalan Durian, Blok C, Rt. 041/Rw. 013 Perumnas, dilahap si jago merah, Minggu (28/4) sekitar pukul 14.30 wib. Diketahui, kalau rumah tersebut adalah milik seorang anggota Pol PP, yang Sebuah rumah yang beralamat di Jalan Durian, Blok C, Rt. 041/Rw. 013 Perumnas, terbakar, Minggu (28/4) sekitar pukul 14.30 wib. Belum diketahui penyebab kebakaran tersebut. Foto Rudi /Borneo Tribune

bernama Dedi Iswandi, dan bertugas di Kantor Kecamatan Singkawang Tengah. Untung saja dalam hitungan kurang lebih satu jam-an, api dapat segera dipadamkan, sehingga tidak menyebar ke rumah warga yang lain, yang memang jaraknya sangat berdekatan. “Saya dan istri sedang pergi ingin menjemput anak saya di Pasiran, tepatnya di Jalan Gunung Sari, di rumah bibi. Karena semalam (Sabtu) kan malam libur, seperti biasanya anak saya sering tidur di rumah bibinya. Dan pada Minggunya kami tetap menjemputnya lagi. Namun, baru saja dalam perjalanan, saya menerima telepon dari tetangga dan mengatakan kalau rumah saya terbakar,” ujar Dedi saat di sela-sela

kesibukannya mengamankan barang-barang yang masih bisa dipakai. Dedi belum dapat memastikan kalau api tersebut berasal dari mana. Yang jelas, kata Dedi, sebelum dia dan istrinya meninggalkan rumah, tidak ada satupun api dari kompor yang menyala. Sumo Pawiro, tetangga Dedi, mengaku tahu dari anak-anak yang berteriakteriak kalau ada kebakaran di rumah Dedi. Mendengar berita tersebut, lantas dirinya pun pergi menuju rumah Dedi, dan ikut membantu warga untuk memadamkan api. “Untung saja api dapat dipadamkan, kalau tidak sudah pasti merembet ke gudang yang berada di sebelah rumah Dedi,” ujarnya. o

Atraksi marching band meramaikan karnaval dalam rangka HUT Pemerintah Kabupaten Bengkayang, Sabtu (27/4). Foto Mujidi/Borneo Tribune

Bengkayang sekitar pukul 15.00. Anyim berharap karnaval yang dilaksanakan setiap tahun tersebut bisa memacu semua pihak untuk membangun Kabupaten Bengkayang hingga Bengkayang lebih maju di masa masa mendatang. Bergandeng tangan secara bersama sama demi kemajuan bersama. “Karnaval ini bagian dari HUT Pemda Bengkayang. Kita berharap Karnaval ini bisa menjadi penyemangat kita untuk bersama sama membangun Kabupaten Bengkayang,” kata Anyim lagi. Karnaval diawali dengan

iringan marching band dari SMA Borneo Bengkayang. Marching tersebut membuat suasana karnaval lebih hidup dan memancing masyarakat untuk menyaksikan. Kemudian, iringan iringan mobil mengikuti langkah kaki marching band tersebut. Karnaval tersebut memulai star di halaman Kantor Bupati Bengkayang dan kemudian finis di kantor Bupati Lama. Karnaval berjalan lancar melewati jalur jalur yang telah ditentukan oleh panitia. Semua peserta karnaval diperkirakan sampai ke lokasi finis sekitar pukul empat hingga lima sore. o

Selasa, 30 April 2013

12 Reka Adegan Rekonstruksi Pembunuhan Ayah Kandung Ratna Sari Borneo Tribune, Sanggau Senin (29/4) sekitar pukul 11.00 WIB Polsek Kapuas menggelar rekonstruksi pembunuhan ayah kandung yang dilakukan oleh anaknya sendiri di Tapang Dulang. Rekonstruksi dilaksanakan di Mapolsek Kapuas dengan 12 reka adegan. Kapolsek Kapuas, AKP Mariko ketika dikonfirmasi mengatakan rekonstruksi berjalan lancar dan sesuai dengan keterangan-keterangan yang terjadi dalam peristiwa tersebut. Rekonstruksi tersebut digelar dengan durasi sekitar 20 menit. Semua tahapan rekonstruksi berjalan lancar dan sesuai dengan tindak pidana yang dilakukan oleh tersangka. Tersangka saat ini mendekam di lembaga pemasyarakatan dan proses hukumnya sesuai dengan pasal-pasal yang menjeratnya. ”Rekonstruksinya berjalan lancar. Kita lakukan kurang lebih 20 menit di Mapolsek Kapuas untuk kepentingan keamanan dan kenyamanan. Pelaku sudah dititipkan di lembaga pemasyarakatan dan proses hukumnya sesuai dengan pasal-pasal yang dilanggarnya,” ujarnya. Kasus pembunuhan dengan pelaku DM (18), dan korban ayah kandungnya SD (46) terjadi pada Rabu (10/4) lalu. Akibat perbuatannya, DM langsung diamankan oleh Satreskrim Polres Sanggau untuk menjalani pemeriksaan terkait kasus tersebut. DM menghabisi nyawa ayah kandungnya dengan tangan kosong. Korban dibunuh dengan cara dianiaya. Polisi sejauh ini masih menyelidiki lebih jauh kronologis kasus pembunuhan tersebut. Kapolres Sanggau, AKBP Winarto saat dikonfirmasi juga membenarkan peristiwa tersebut. Dugaan sementara adalah karena adanya kesalahpahaman antara anak dan ayah, sehingga memicu perselisihan dan akhirnya terjadi peristiwa tersebut.

TBC Kronis, Penghuni Rutan Sanggau Meninggal di RSUD Sanggau Ratna Sari Borneo Tribune, Sanggau Sembilan hari di RSUD Sanggau, penghuni Rutan Klas IIB Sanggau, Yf (60) akhirnya meninggal dunia, Senin (29/4) di RSUD Sanggau sekitar pukul 10.47 WIB lantaran menderita sakit TBC kronis. Karutan Klas IIB Sanggau, Mulyoko ketika dikonfirmasi membenarkan hal tersebut. Yf merupakan penghuni Rutan yang sudah putus satu tahun lebih. Mulyoko mengatakan Yf diketahui memang mengidap TBC sebelum masuk ke dalm rutan. Bahkan TBC yang diritanya sudah kronis. Selain mengidap penyakit TBC, YF juga miliki sakit asma. ”Yf dirawat di RSUD Sanggau mulai tanggal 20 April yang lalu. Selama menjadi penghuni rutan, Yf sudah dua kali dirawat di RSUD,” ujarnya. Yf merupakan warga Meliau Kabupaten Sanggau. Pihak keluarga pun diketahui tidak mau mengurusi Yf karena sakit yang dideritanya. Yf tersangkut kasus penipuan. Mulyoko menambahkan, jenazah Yf akan diserahkan ke pihak keluarga di Meliau. “Sekarang jenazah dalam pengiriman ke pihak keluarganya di Meliau,” pungkasnya.

HO TEL HOTEL

Landak-Sanggau Borneo T Tribune

7

Diskursus Pemimpin Muda dan Pemimpin Tua Terus Jadi Perdebatan

Kalau Pemda Tidak Bisa Maksimalkan Potensi Swasta, Pasti Ada Sesuatu Ratna Sari Borneo Tribune, Sanggau Ketua DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Bidang Energi dan Sumber Daya Alam, Maman Abdurrahman mengatakan pergolakan diskursus porsi antara pemimpin muda dan pemimpin tua terus menjadi perdebatan pasca kejatuhan Orde Baru (Orba). Pasca tumbangnya kepemimpinan rezim orde baru tahun 1998-1999, Indonesia kemudian dihadapkan pada pilihan sulit, apakah akan terus membangun dari keterpurukan dengan tetap mengarah pada kitab pedoman sang pendiri rezim, atau mengubah ideologi pembangunan di era reformasi dengan semangat baru. Akhirnya, muncul kemudian wacana kepemimpinan yang lahir dari golongan muda. Yang memandang pemimpin tua hanya akan mewariskan “pergantian kulit” model rezim pendahulunya. Meskipun bercermin dari pengalaman, bagaimana kekecewaan para kaum muda terhadap pemimpin tua yang juga tidak banyak yang menghasilkan. Tetapi, begitu apakah para kaum muda juga mampu menjawab klaimklaim tua, yang untuk membangun sebuah negara atau pemerintahan tentu tidak

hanya berbekal dengan idealisme semata, miskin pengalaman. Tidak banyak kaum muda yang tampil ke permukaan memberikan kontribusi aktif selain kritik tanpa solusi. Yang muda juga tidak genap memiliki modal ekonomi dan sosial, tambah lagi kendaraan politik yang diandalkan sebagai pintu masuk dibangun kokoh oleh kaum tua. ”Bagaimana dengan fenomena Jokowi yang mampu hadir di tengah krisis kepercayaan masyarakat Kota Jakarta yang notabene Kota Jakarta sebagai barometer pembangunan di daerah. Masyarakat mulai pintar untuk memilih,” ujarnya saat berbincang dengan para wartawan, Sabtu (27/4) siang. Banyak hal yang menjadi pertimbangan masyarakat secara keseluruhan untuk menggeser pilihannya kepada kaum muda. Menurut Maman, secara fisik yang muda akan lebih lincah dan energik. Ide-ide segar tentang pembangunan akan mengalir seiring dengan kemajuan dan kemajemukan masyarakat saat ini. Namun, banyak pula kaum tua yang berhasil menggerakkan suatu pembangunan berdasarkan pengalaman serta ikatan sosial yang dibangunnya selama bertahun-tahun. Menurut Maman, kata “muda” dalam pengertian pe-

mimpin muda akan menjadi sangat sederhana jika dia hanya dihubungkan dengan kondisi fisik dan usia. “Saya kira tua-muda secara fisik memang akan berpengaruh, yang muda akan lebih energik, tapi perlu banyak belajar. Dia tua tapi kaya akan pengalaman. Tinggal bagaimana mengkombinasikan hal itu,” ujar Ketua DPP Ampi Bidang Pedesaan dan Daerah Tertinggal. Ketika disinggung soal gaya kepemimpinan, khususnya pada lingkup pemerintah kabupaten, Wakil Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia Bidang Pengembangan Organisasi itu mengaku sulit memberikan ponten jika urusan tua-muda menjadi tolak ukurnya. Karena menurut dia tidak sedikit pemimpin muda secara fisik yang justru mewarisi gaya kepemimpinan kaum tua. ”Seperti masalah IPM, kan muaranya pada kesejahteraan. Pemimpin harus memiliki kemampuan wirausaha, dapat berfikir atau berjiwa interpreuner. Faktanya banyak program yang ada sekarang ini tidak memiliki feed back. Karakteristik pemerintah hanya cenderung menjalankan melanjutkan birokrasi yang ada dari kepemimpinan sebelumnya. Tidak ada program yang berkesinambungan, bagaimana untuk berkembang, memaksimal-

kan potensi yang ada. Kritikan saya yang pertama masalah infrastruktur jalan yang tentunya memiliki efek domino bagi peningkatan IPM. Masalah jalan itu juga membuat fasum yang ada di desa-desa tidak sinergis,” ujar mantan presiden mahasiswa Universitas Trisakti ini. Maman menambahkan, untuk masalah jalan harus ada terobosan, karena kalau pakai APBD tidak bisa, mau tidak mau pemerintah harus menggandeng pihak ketiga. Panggil semua perusahaanperusahaan yang ada di Sanggau ini, ada BUMN, tambang, perkebunan dan lainnya, hadirkan. Minta mereka menyumbangkan CSRnya. ”Biar Ormas nanti yang pantau perencanaannya, harus ada. Kalau tidak, Pemda punya hak untuk menyetop izin mereka karena dianggap tidak berkontribusi untuk daerah. Seperti saya, kebetulan saya juga bergerak di bidang Migas di PT Luwas Biru Utama, kami setiap tahunnya memprogramkan sampai Rp2 miliar untuk CSR. Kalau pemda sampai tidak bisa memaksimalkan swasta berarti ada sesuatu. Saya yakin pasti ada sesuatu. Karena kalau hanya beralasan karena faktor kurang perhatian pusat, ya kita kan tidak harus menunggu sampai berta-

hun-tahun, makanya pemerintah harus kreatif,” ungkap pria yang juga menjabat sebagai Presdir di PT Hasta Mega Persada, Manajer Pengembangan Bisnis di PT Starborn Chemical Indonesia ini. Sementara itu, terkait potensi alam, Anggota Departemen DPP Partai Golkar Bidang Energi dan Sumber Daya Alam serta Ketua DPP GM FKPPI Bidang Ekonomi dan Koperasi tersebut menyatakan tidak setuju jika dikatakan bawa SDM daerah melulu dituding tidak siap mengelola kekayaan SDA-nya sendiri. Alih-alih sebagai alasan bagi penguasaan pihak asing. Faktanya SDM daerah kerap tidak diberi kesempatan untuk mengelola alamnya sendiri. ”Saya tidak setuju kalau SDA dikatakan tidak siap. Karena perubahan itu siap tidak siap harus dilaksanakan, kita harus mampu survive. Banyak potensi tenaga lokal yang tidak terserap. Saya melihat sekarang bukan ke situ lagi permasalahanya, sistem pengelolaan management SDA tidak maksimal. Kalau tidak pemerintah tidak segera menyadari trend ini, efeknya bisa kepada konflik sosial. Kembali lagi pemerintah sebagai yang memiliki kekuasaan di daerah harus punya kemampuan manajerial,” pungkasnya.

LCC ke-I Tingkat SMA Sederajat se-Kabupaten Sanggau

SMAN 2 Sanggau Juara I, SMAN 1 Tayan Hilir Juara II Ratna Sari Borneo Tribune, Sanggau Untuk memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Persatuan Wartawan Kabupaten Sanggau (PWKS) bersama Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Sanggau menggelar Lomba Cerdas Cermat (LCC) ke-I tingkat SMA/SMK/MA se-Kabupaten Sanggau, Sabtu (27/4). SMA Negeri 2 Sanggau keluar sebagai juara pertama dalam kegiatan LCC ini. Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Bupati Sanggau yang diwakili oleh Asisten III Setda Kabupaten Sanggau, Hadi Sudibyo. Selain itu juga dihari oleh Wakil Ketua KNPI Pusat, Maman , BNNK Sanggau dan perwakilan SKPD serta perwakilan Forkompimda Sanggau. Dalam sambutannya, Hadi Sudibyo mengatakan bahwa

dengan adanya LCC tingkat SMA/SMK/MA se-Kabupaten Sanggau ini dapat menjadi wadah mengukur sejauh mana siswa menyerap atau menerima pendidikan formal di sekolah. Selain itu, dengan ada kegiatan ini diharapkan siswa berani tampil di depan untuk melatih jiwa kepemimpinan dan kepercayaan diri, serta

melatih untuk berfikir cepat, tepat dalam mengambil keputusan. ”Saya berharap dengan adanya kegiatan ini dapat memacu siswa-siswi yang ada di Sanggau untuk berlomba-lomba mengembangkan minat dan bakat di bidang akademik,” ujarnya. Lomba tersebut dimenangkan oleh SMAN 2 Sanggau

berhasil menyabet Juara I setelah berhasil menyingkirkan 78 peserta dari 26 sekolah utusan lainnya. SMAN 2 keluar sebagai pemenang dengan mengantongi nilai skor tertinggi 650 pada babak final. Di posisi kedua, utusan peserta dari SMAN 1 Tayan Hilir. Mereka berhasil menang sebagai juara II dengan point 325 pada babak final. Dan di posisi juara III, dari SMAN 1 Kembayan. Mereka berhasil setelah menambah poin nilai 300 pada babak final tambahan. Mereka sedikit lebih cepat beberapa detik dari anak-anak SMAN IV Tayan Hulu yang mendapat nilai poin 200 pada babak final tambahan. Sementara itu juara V diraih oleh SMAS PGRI 3 Tayan Hulu dengan nilai skor 50. Meskipun telah berupaya keras, anak-anak SMAS PGRI 3 Tayan Hulu tidak tampak berkecil hati dan tetap bersemangat.

Acara yang digagas oleh Persatuan Wartawan Kabupaten Sanggau (PWKS) dan Komite Pemuda Nasional Indonesia (KNPI) Sanggau tersebut berlangsung seru dan meriah, setiap babaknya sangat mendebarkan. Acara ini diikuti oleh sebanyak 81 peserta dari 27 sekolah utusan. Masing-masing sekolah terdiri dari 3 orang peserta regu. ”Kami sangat senang dan berterimakasih, luar biasa para peserta masing-masing utusan nampak antusias dan bersemangat sekali dalam mengikuti lomba,” ujar Ketua Panitia penyelenggara, Abdul Rahim SH didampingi Ketua KNPI Sanggau, Achmad Zuhri. Abdul Rahim mengatakan acara tersebut diadakan dalam rangka menyongsong Hari Pendidikan Nasional 2 Mei mendatang, dengan mengangkat tema “Dengan semangat Hari Pendidikan Nasional kita bangkitkan generasi emas Indonesia”.

UAN Susulan SMP Jelimpo Digelar Besok Borneo Tribune, Ngabang Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Menengah (Dikmen) Dinas Pendidikan Kabupaten Landak, Jongki, SPd, MPd, mengatakan pelaksanaan UAN susulan untuk SMP Jelimpo akan digelar Rabu (1/ 5) mendatang. “Khusus peserta UAN di sekolah penyelenggara SMPN 1 Jelimpo yang pelaksanaan UAN nya sempat ditunda karena siswa banyak yang

mengalami kesurupan seperti yang diberitakan beberapa hari lalu, akan mengikuti UAN susulan sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan. Sedangkan mata ujian yang diikuti yakni Matematika,” ujar Jongki usai pembukaan kegiatan O2SN tingkat pelajar SMP se Landak, Sabtu (27/ 4) di lapangan sepakbola Senakin Kecamatan Sengah Temila. Ia menjelaskan, pelaksanaan

UAN susulan ini nampaknya hanya diikuti peserta UAN di sekolah penyelenggara SMPN 1 Jelimpo saja. Sebab sampai Sabtu kemarin Dinas Pendidikan Kabupaten Landak belum menerima adanya laporan peserta lain di luar sekolah penyelenggara SMPN 1 Jelimpo yang berhalangan hadir pada UAN utama. “Kalau memang ada peserta UAN yang berhalangan hadir pada pelaksanaan UAN

utama dengan alasan jelas, tentu akan kita ikutkan dalam pelaksanaan UAN susulan,” katanya. Sedangkan untuk naskah soal UAN susulan, ia mengatakan naskah soalnya memang berbeda dengan naskah soal UAN utama. Pihaknyapun sudah memesan naskah soal UAN susulan itu ke Provinsi. “Sebab, naskah soal UAN susulan, kita hanya diberi 10 eksamplar saja. Sementara

KEHILANGAN

KEHILANGAN

KEHILANGAN

KEHILANGAN

STNK, KB 5291 LK NK: MH328D407BK502376 NS: 28D-3502092 AN: ABELIUS Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi. NGL

STNK, KB 3294 LK NK: MH35D9204BJ512982 NS: 5D9-1513068 AN: LUKMAN Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi. NGL

STNK, KB 3314 LK NK: MH331B004BJ962033 NS: 31B-962084 AN: MATERUS Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi. NGL

STNK, KB 5235 LJ NK: MH35D9204BJ464692 NS: 5D9-1464775 AN: SANTO Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi. NGL

yang ikut UAN susulan tingkat SMP di Landak, lebih dari 10 orang. Makanya kita memesan naskah soal itu ke Provinsi. Kitapun sudah melaporkan peristiwa kesurupan yang terjadi di SMPN 1 Jelimpo ke Pusat, karena kejadiannya merupakan kejadian luar biasa,” jelasnya. Seperti yang diberitakan sebelumnya, UAN susulan bagi peserta yang mengikuti UAN disekolah penyelenggara SMPN 1 Jelimpo akan diikuti sebanyak 235 pelajar. Pada pelaksanaan UAN susulan nanti, tidak akan digelar di gedung SMPN 1 Jelimpo, melainkan digelar di dua SD yang ada di Jelimpo dan di SMAN 1 Jelimpo. (Kiriman Ya’ Syahdan)

KEHILANGAN

KEHILANGAN

KEHILANGAN

KEHILANGAN

KEHILANGAN

STNK, KB 3525 LF NK: MH328D204AK225338 NS: 28D-1225013 AN: MULYASIH Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi.

STNK, KB 8220 AF NK: MHF31KF5200043530 NS: 7K-0091548 AN: ALHADRI FIRDAUS SURAPATI Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi.

STNK, KB 3614 LJ NK: MH33C1005BK712261 NS: 3C1-713324 AN: TARISNO Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi.

STNK, KB 5066 LF NK: MH35D9002AJ609002 NS: 5D9-609070 AN: SALIM Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi.

STNK, KB 3139 LM NK: MH35D9204CJ623039 NS: 5D9-1622935 AN: SEBUYAN Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi.

NGL

NGL

NGL

NGL

NGL

Sekadau Borneo Tribune

Selasa, 30 April 2013

8

Bupati Dampingi Lippo Group Survey Zircon Lippo Berencana Investasi 20 Juta USD di Sekadau Bagus Kosminto Borneo Tribune, Sekadau Lippo Group tampaknya akan serius berinvestasi di Bumi Lawang kuari. Senin pagi kemarin (29/4) sebuah helikopter pribadi milik investor untuk kedua kalinya mendarat di halaman kantor Bupati Sekadau, setelah sebelumnya tim dari PT Sung Putra Persada yang tergabung di Lippo pernah ekspose rencana kerja menggarap tambang Zircon. Tak tanggung-taggung, DR. Moktariadi, pemilik saham terbesar di Lippo group dan rombongan datang lansung ke Sei Ayak Kecamatan Belitang Hilir didampingi Bupati Sekadau Simon Petrus dan Kapolres Sekadau AKBP. A Widihandoko menggunakan helikopter. “Kami sangat senang dengan sambutan bapak Bupati, Kapolres Kejaksaan dan jajarannya telah mendukung rencana investasi kami,” kata DR. Mokariadi, di dampingi Albert Y Putra, DPR RI Daerah pemilihan Kalbar, di Kediaman Bupati Sekadau, Senin Siang (29/4). Lippo group berencana investasi sebesar 20 juta USD di Kabupaten Sekadau, untuk membangun pabrik olahan Zircon. “kita akan mulai berinvestasi di Sekadau diperkirakan 20 juta USD, bukti kami datang ke Sekadau Kalimantan Barat ini adalah keseriusan kami,”ungkap DR. Moktariadi. Perusahaan Nasional ini melihat betapa besar peluang investasi di yang bisa digarap di Kalimantan ba-

rat salah satunya di Kabupaten Sekadau. Soal komitmen CSR (Corporate social responsibility) apabila nanti sudah berinvestasi di Sekadau Lippo Group mengungkapkan keseriusan mereka. DR. Moktariadi menyakatan di group setiap perusahaan yang tergabung di seluruh Indonesia pihak Lippo Group sanggat patuh menjalankan program CSR tersebut. “SCR itu menarik, jadi kita tidak akan main-main soal ini. Kita sudah bangun sekolah, rumah sakit di seluruh Indonesia, salah satuinya di Sekadau nanti,” janjinya. Albert Y Putra mengatakan secara umum di Kalimantan Barat memiliki potensi yang luar biasa salah satunya di Sekadau. kendati semua potensi alam tersebut belum dapat digrap secara masal. “Ada banyak potensi yang belum tergali di Kabar dan Sekadau. kami berharap setelah Sekadau ini memulai membuka peluang dan membuka inspirasi untuk daerah lain di Kalbar ini,” katanya. Bupati Sekadau, Simon Petrus menyambut baik rencana investasi tersebut. Bukti keseriusan pemkab Sekadau, katanya yakni memfasilitasi investor untuk berinvestasi yang tujuannya untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. “Memang Sekadau baru dimekarkan pak, jadi kita masih konsentrasi soal infastruktur dan fasilitas umum lainnya. Mudah-mudahan, setelah investasi ini sema-

kin merubah tingkat perekonomian masyarakat terutama di wilayan perusahaan nanti,” kata Bupati. Bupati berharap masyarakat diwilayah perusahaan mendukung rencana investasi tersebut. Karenannya, ketertiban dan kemananlah yang menjadi modal masyarakat dalam menjaga investor di Daerah. “Jadi modal utama adalah kemanan dan ketertibanslah investor mau berinvestasi di Daerah kita,” kata Bupati. Sementara itu, selain jajaran Muspida Kabupaetn Sekadau, sejumlah kepala Dinas, Badan, Kantor dan Bagian di Pemkab Sekadau tampak menghadiri pertemiuan singkat di Pendopo Bupati Sekadau. Pertemuan singkat hanya kurang lebih satu jam. Rombongan kemudian meninggalkan Rumah Dinas bupati sekitar pukul 13.30, dan kembali terbang ke Jakarta. o

Lippo Group saat berada di Kediaman Bupati Sekadau Senin Siang kemarin, usai survey potensi Zircon di Kecamatan Belitang Hilir.// FOTO Bagus Kosminto Borneo Tribune

(Menikmati Tetesan Air Meragun Bag 2)

Mari Jaga Hutan di Bukit Raya

Losianus, S.Pd, M.Si. FOTO Dok/Borneo Tribune Bukit Raya Desa Meragun Kecamatan Nanga Taman pusat bangunan Intake Air bersih Sirin Meragun tampak dari kejauhan.// FOTO Bagus Kosminto/ Borneo Tribune

INFO BANK BNI 46 Pontianak, Jl. Tanjung Pura No. 1 Telp. (0561) 736211, 732016, 732630, 732026 (0561) 736392 Capem Univ. Tanjungpura. Jl. Daya Nasional Telp. (0561) 736046 (0561) 764012 Capem Pasar Siantan, Jl. Khatulistiwa No. 81-83 Siantan Telp. (0561) 881419 (0561) 883263

BCA KCU PONTIANAK, Jln. A. Yani No. 1 Ptk, 0561-736305 (hunting) KCP Imam Bonjol, Jln. Imam Bonjol No. 457 Ptk, 0561-737984, 734524 KCP Rahadi Usman, Jln. Rahadi Usman No. 4 Ptk, 0561-733482, 740814-15 KCP Sei Pinyuh, Jln. Raya Terminal 05-06, Sei Pinyuh KCP Sultan Muhammad, Jln. Sultan Muhammad 136, Ptk, 0561-738051

BANK KALBAR CABANG UTAMA PONTIANAK Jl. Rahadi Osman No. 10 Pontianak 78117, Telp. (0561) 732148, 736723 Fax. (0561) 745149, Telex. 29174, 29129 CABANG SYARIAH Jl. A. Yani Pontianak, Komp. Perkantoran & Town House No. 5-6 (depan A. Yani Mega Mall) Telp. (0561) 733033, 7061800, Fax. (0561) 732599

BANK BRI Kantor Cabang Barito, Jalan Barito, Telp. (0561) 734009, Fax. (0561) 733019 Komplek Pertokoan Pasar Flamboyan Jalan Gajah Mada Blok C. 14 Ptk

BANK DANAMON Jl. Tanjung Pura No. 102, Ptk Telp. (0561) 737107 (H), 730898, Fax : (0561) 736264, 765595 Jl. St. Muhammad No. 173, Ptk Telp. (0561) 731156, Fax : (0561) 734462 Jl. KH. Wahid Hasyim No.24-26, Telp.: 0561-768599/765411, Fax : 0561-768599/765411

BANK MANDIRI SYARIAH PONTIANAK, Jl. Diponegoro No. 95, Telp. (0561) 745004, Fax. Ketapang, Jl. MT. Haryono No. 111-112 Ketapang, Telp. (0534) 34600 Fax. (0534) 34395 Kantor Kas Politeknik, Kampus Politeknik Negeri Jl. A. Yani No. 52, Telp. (0561) 583850 Kantor Layanan Syariah Bank Mandiri Pontianak-Sidas, Jl. Sidas No. 2, Pontianak, Telp. : (0561)7069797, Fax. : (0561) 763082

BANK BUKOPIN Cabang Jl. Ir. H. Juanda No. 55-56 Pontianak 78117 (0561) 745025 (Hunting) (0561) 734253 Cabang Pontianak Kal-Bar, Jl. Adi Sucipto Km. 7,5 (Gedung Kopkar Mekar PLN Wil Kal - Bar) Kabupaten Pontianak, Telp. 0561 722598, 0561 - 723158, Kantor Kas Adisucipto Jl. Sultan Muhammad No. 48, Pontianak 78117 , (0561) 730001/ 730077, (0561) 730132, Capem Sultan Muhammad

BANK BTN CABANG PONTIANAK, Jl. Imam Bonjol No. 29 Pontianak 78123, Pontianak, Telepon: (0561) 740163 Fax: (0561) 740168 CABANG PEMBANTU JERUJU, Jl. Kom. Yos Sudarso No. 10, Jeruju Pontianak 78122, Telepon: (0561) 770567 Fax: (0561) 770567 KAS LAYANAN POS ONLINE PONTIANAK, Jl. St. A. Rahman No.49, 78116, Pontianak, Telepon: 0561-730641, 0561-730642, 0561730644 Fax: 0561-762146

BANK PERMATA Juanda KC, Jl. IR. H. Juanda No. 49-50 BB, Pontianak (781177), 0561-738323, 0561 -736411 Gajah Mada KCP, Jl. Gajah Mada no 69 C, Pontianak (78121), 0561747371, Tanjung Pura KCP, Jl. Tanjung Pura No. 370, Pontianak (78122), 0561764926

BANK BII KC Pontianak Jl. Tanjungpura No.20 (Pontianak) Telp. (0561) 39220

BANK MANDIRI

BANK BHI

Jl. I Gusti Ngurah Rai No. 2 , Humaera B (0561) 734247, 734147 Jl. Achmad Yani No. 3 - 3 A, (0561) 765010, 767993 Jl. Tanjungpura No. 110, (0561) 734464, 734752 Jl. Sidas No. 2 (0561) 734670, 747495, 733672

BANK MEGA

Cabang PONTIANAK, Jl. Imam Bonjol No.567 , Telp. (0561)-762838; Fax. (0561) -76290

KC PONTIANAK, Jl. H. Agus Salim No. 10 - 12, Telp. (0561) 739822, (0561) 749078

Pendaftaran Anggota KPU Diperpanjang Hingga 1 Mei

Bagus Kosminto Borneo Tribune, Sekadau Di samping pintu masuk intake air bersih Sirin Meragun tertancap sebuah balok ukuran 8 kali 8. Balokbalok itu ditancap ke tanah sekira satu meter. Balok itu adalah patok tanda batas kawasan hutan lindung yang dipinjam untuk kawasan pembangun air bersih Sirin Meragun, yang berpusat di Bukit Raya di kawasan hutan lindung Naning, Desa Meragun Kecamatan Nanga Taman. Tak hanya disitu saja, disepanjang jalan sebelah kanan masuk lokasi intake ada banyak balok tertancap bercat warna putih merah itu rupanya patok penting. Meski tak mengerti apa maksud dari fungsi balok bertulisan SM 28 itu, awak media tak mau kehilangan momen untuk mendokumentasikan apa saja yang dianggap sebagai pelengkap peliputan. Sekilas patok yang ditancapkan ditepi jalan masuk areal intake itu tak berarti apa-apa. Kendati fungsinya

sebagai tanda peminjamanan kawasan hutan lindung atas rekomendasi Kementerian Kehutanan RI yang diajukan oleh Pemkab Sekadau lewat Dinas Pekerjaan Umum dan Pertambangan Kabupaten Sekadau. “Patok itu tanda peminjaman kawasan hutan lindung untuk jalan dan bangunan intake Air Meragun. Jadi ini tidak sembarangan. Kita bekerja harus hati-hati, satu jengkal saja kita garap kawasan hutan lindung ini tanpa pemberitahuan dan izin dari Kementerian Kehutanan RI, kita bisa dipidana,” jelas Yok sembari menceritakan pengalamannya yang cukup rumit mengurus perizinan peminjaman kawasan hutan lindung itu. Keasrian hutan Bukit Raya yang berada di kawasan hutan lindung Naning, sudah ternacam aktivitas ladang berpindah. Memang ada satu eks ladang warga di Desa Sekitar yang tak jauh dari lokasi pusat intake air bersih Meragun. Dari ketidaktahuan warga tersebutlah mereka meladangi areal intake air bersih. Kendati setelah mengetahui

aturan dari Pemerintah bahwa hutan lindung tak boleh diladang, warga disana berjanji menjaga bukit raya agar tetap asri. “Masyarakat sekitar perlu menjaga Bukit Raya ini. Kalau diladangi, bisa dipastikan debit air untuk meragun ini bisa berkurang,” ungkap Yok memprediksi. Pemerintah Kabupaten Sekadau tidak akan melakukan pembiaran warga yang melakukan aktivitas ladang disana. Pemkab sudah berencana melakukan pembinaan dan sosialisasi kepada masyarakat sekitar mengenai pentingnya menjaga keasriaan hutan Bukit Raya. “Kita akan membicarakan hal ini dengan instansi terkait,” kata Wakil Bupati Sekadau Rupinus, Senin (29/4). Pemkab Sekadau akan segera mengambil langkahlangkah kongkrit untuk menjaga kelestarian kawasan hutan di Bukit Raya dan sekitarnya. Salah satu yang akan dilakukan adalah memberikan himbauan secara berantai melalui Dinas Kehutanan, Camat, dan Kepala Desa agar menghimbau warga untuk ti-

dak melakukan aktivitas perladangan disana. “Nanti secara berantai akan kita berikan himbauan kepada warga untuk tidak melakukan aktivitas perladangan disana,” ungkapnya. Ia juga mengajak warga untuk bersama-sama menjaga kawasan hutan lindung itu, sembari menyarankan agar bersama-sama melakukan penghijauan di kawasan hutan yang sudah terlanjur digarap dengan menanam pohon-pohonan yang produktif, seperti buah-buahan dan tanaman lainnya. Keasrian hutan kawasan Bukit Raya di kawasan hutan Lindung Naning Desa Meragun Kecamatan Nanga Taman memang sudah sewajibnya dilestarikan dan dijaga keasriannya. Pemkab Sekadau tampaknya perlu bahu membahu mensosialisasikan pentingnya menjaga hutan dikawasan Bukit Raya lewat instansi-instansi terkait. Pasalnya, Bukit Raya ini boleh dikatakan sebagai ‘sumber kehidupan’ masyarakat Sekadau karena sumber air bersih yang kini sudah dinikmati ribuan masyarakat Sekadau. o

Sekda : PNS Juga Harus Tertib Lalu Lintas Bagus Kosminto Borneo Tribune, Sekadau Pemerintah Kabupaten Sekadau berupaya keras agar tercipta budaya tertib berlalu lintas yang baik di bumi Lawang Kuari ini. Kepedulian menanamkan budaya tertib berlalu lintas tidak hanya dilakukan oleh kepolisian. Sekda Kabupaten sekadau, Yohanes Jhon, mengatakan Pemkab tidak akan segan memberikan sanksi tegas kepada para PNS pelaku pelanggar lalu lintas. “Tahap awal akan kita berikan teguran lisan. Ke-

mudian teguran tertulis, dan selanjutnya akan kita berikan sanksi, misalnya penundaan berkala (kenaikan pangkat, red),” tegas Yohanes Jhon, di dampingi kasat lantas Polres Sekadau, AKP Eko Andi Sutejo, ditanyai Wartawan di Kantor Bupati Sekadau, Senin (29/4). Kata Sekda, ancaman atau sanksi pelanggar lalin khusus PNS itu bukan dimaksudkan sebagai sebuah kecongkakan. Sanksi itu lebih kepada bagaimana PNS bisa menjadi contoh kepada masyarakat tentang membudayakan tertib berlalu lintas. Hal ini penting demi keba-

ikan para PNS itu sendiri, yakni agar tidak menjadi korban kecelakaan lalu lintas. Selain untuk menstimulasi para PNS untuk tidak melakukan pelanggaran lalu lintas. Berdasarkan data Sat Lantas Polres Sekadau, pelanggaran lalu lintas di Kabupaten Sekadau dilakukan oleh pengendara dari berbagai latar belakang. Ada yang pelajar, mahasiswa, masyarakat umum, hingga PNS. Tak hanya pelanggaran lalu lintas, korban akibat kecelakaan lalu lintas juga beragam. Bahkan ada juga korban lalu lintas yang ber-

status sebagai PNS aktif. Karena itu, Jhon kembali mewarning para PNS untuk tertib dalam berlalu lintas. “Jangan kebut-kebutan, kalau masuk kerja pukul 08.00, ya PNS turun dari rumah pukul 7.15. yang terpenting atur memanajemn waktu secara baik agar tidak terlambat datang ke kantor,” timpalnya. Ia bahkan mencontohkan dirinya turun kerja selalu lebih awal agar tidak terlambat. “Jika masuk jam 08.00, jangan turun jam 08.00 atau setengah delapan. Turunlah lebih awal,” pungkasnya. o

Bagus Kosminto Borneo Tribune, Sekadau Proses seleksi anggota komisioner KPUD Sekadau diperpanjang sampai 1 Mei mendatang. Memasuki hari kelima sejak pendaftaran dibuka 25 April lalu, sudah lebih 48 peminat yang mengambil formulir di sekretariat pendafatran di Jalan Sekadau-Sintang. Sesuai dengan jadwal awal, masa pendaftaran anggota KPU Kabupaten Sekadau dimulai sejak 25 April dan akan berakhir tanggal 29 April. Namun masa pendaftaran ini diperpanjangan oleh KPU Provinsi Kalbar. “Sesuai dengan surat dari KPU Kalbar, pendaftaran diperpanjang hingga 1 Mei nanti. Jadi masih ada waktu dua hari lagi untuk pendaftaran,” kata Losianus ketua TimSel anggota KPU Kabupaten Sekadau kepada wartawan, di Sekretariat Timsel Anggota KPU Kabupaten Sekadau, Senin (29/4). Losianus mengakui tingginya minat warga untuk mendaftar sebagai anggota KPUD Sekadau. Hingga kemarin sudah 48 orang yang mengambil formulir. Bahkan Senin kemarin, tampak di sekretariat Timsel Anggota KPU masih banyak pendaftar yang melakukan pengambilan formulir pendaftaran. Rata-rata yang mengambil formulir itu berpendidikan, Diploma dan didominasi oleh S1. “Bahkan ada pendaftar yang berpendidikan S-2, minat masyarakat luar biasa, terutama sarjana-sarjana di Sekadau ini,” jelas Losianus. Dari 40 lebih pendaftar yang mengambil formulir, tercatat dipanitia baru 6 orang yang sudah mengembalikan berkas pendaftaran. Sementara sisanya, masih ada yang mengurus persyaratan, mulai dari akademik hingga persyaratan lain. “Besok atau lusa mungkin makin banyak yang akan mengambalikan formulir pendaftaran ke kita,” ucap Losianus. o

Selasa, 30 April 2013

Sintang-Melawi

Borneo T Tribune

9

Masyarakat Tuding Operasi Hutan Lestari Kapuas 2013 Tebang Pilih

Kapolres: Semua masyarakat Sama di Mata Hukum Eko Susilo Borneo Tribune, Nanga Pinoh

Aburizal Bakrie

ARB Tak Khawatir Lumpur Lapindo Dipolitisasi Lawan Politik JAKARTA- MAJUNYA Ketua Umum Partai Golkar, Aburizal Bakrie, sebagai calon presiden 2014 kemungkinan terganjal oleh permasalahan lumpur Lapindo. Apalagi, urusan ganti rugi hingga saat ini tak kunjung selesai. Tapi, menurut pria yang akrab disapa Ical itu, persoalan lumpur Lapindo tidaklah berpengaruh besar. Ia justru mengaku khawatir dengan persoalan lainnya. “Jadi Lapindo, kalau betul ada satu masalah yang harus diselesaikan, tetapi efeknya kecil. Lebih besar ISL (Indonesia Super-League),” ujar Ical di Hotel Four Season, Jakarta, Senin (29/4/ 2013). Ical menceritakan, ISL lebih berpengaruh ketimbang Lapindo. Dikatakannya, penayangan ISL sempat diacak oleh dua media televisi miliknya (ANTV dan TVOne) karena persoalan keuntungan perusahaan. Persoalan ini sempat menuai

kekecewaan dari masyarakat. ”Setelah dibereskan, banyak masyarakat yang berterima kasih. Saya bilang kepada mereka (ANTV dan TVOne) berapa sih keuntungannya dan tambahan kalian, ternyata keuntungan tambahannya jauh lebih kecil daripada kemauan masyarakat. Setelah diproses, yang terima kasih kepada saya luar biasa,” jelasnya. ”Saya enggak khawatir isu itu akan digunakan lawan politik,” ungkapnya. Ical mengungkapkan, caleg yang diusung oleh Partai Golkar telah melalui survei di 77 daerah pemilihan, dan banyak nama-nama lama yang muncul kembali dalam survei tersebut. “Kan survei saya selama ini paling tidak, empat besar. Kadang-kadang tiga besar, kadang-kadang nomor satu. Kalau Lapindo ada masalah, itu pasti akan turun. Tapi, kenyataannya tidak,” tutup Ical. (net) †

Jadi Buronan, Susno Curhat di Youtube JAKARTA - Mantan Kabareskrim Mabes Polri, Irjen Pol (Purn) Susno Duadji, tiba-tiba saja muncul di situs berbagi video Youtube. Padahal, sejak lepas dari eksekusi pada Rabu, 24 Maret, terpidana kasus suap itu hilang. Bahkan sudah ditetapkan buron oleh Kejaksaan Agung (Kejagung). Dalam rekaman videonya, Susno membantah kabur. Dia mengaku berada di daerah pemilihannya di Dapil I Jawa Barat. “Saya berada di daerah pemilihan saya, di Dapil I Jawa Barat. Jadi tidak benar saya hilang, tidak ada rimbanya. Apalagi saya dikatakan melarikan diri. Saya tidak akan lari dari tanggung jawab,” aku Susno. Di video berdurasi 15 menit 34 detik tersebut, Susno mengenakan kemaja batik lengan pendek. Dia memberikan keterangan dalam keadaan duduk. Seperti diberitakan, Kejagung resmi menetapkan Susno Duadji sebagai buronan, lantaran mangkir dalam tiga panggilan jaksa sebelumnya. Dia sempat dijemput paksa di salah satu rumahnya di kawasan Bukit Dago Resort, Kecamatan

Cimenyan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, pada Rabu, 24 April 2013, sekira pukul 10.20 WIB. Eksekusi dilakukan oleh tim gabungan dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta, Kejati Jawa Barat, dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Bandung dengan menggunakan sepuluh mobil. Pengadilan Negeri Jakarta Selatan telah memutuskan Susno bersalah dalam dua perkara korupsi. Yakni kasus penanganan perkara PT Salmah Arowana Lestari (SAL) dan kasus dana pengamanan Pilkada Jawa Barat 2008. Terkait PT SAL, dia didakwa karena menerima hadiah Rp 500 juta untuk mempercepat penyidikan kasus tersebut. Saat itu, dia menjabat sebagai Kabareskrim. Sedangkan saat menjabat sebagai Kapolda Jabar, Susno memotong dana pengamanan sebesar Rp 4,2 miliar untuk kepentingan pribadi. Atas perbuatan tersebut, Susno diganjar hukuman 3,5 tahun penjara. Mendapat vonis ini, Susno lantas mengajukan kasasi. Namun, MA menolak kasasi Susno. (net) †

MESKI Polres Melawi sudah berhasil mengamankan sedikitnya 718 batang kayu illegal hasil Operasi Hutan Lestari Kapuas 2013. Ternyata langkah tersebut masih ditanggapi dingin oleh sebagian besar masyarakat Kabupaten Melawi. Bahkan menurut, Johansyah, salah seorang warga Nanga Pinoh menuding, pihak Polres Melawi belum terlalu maksimal dalam melakukan operasi tersebut yang diduga sudah bocor terlebih dahulu. Tak hanya itu saja, dia juga meminta kepada Polres Melawi untuk tidak tebang pilih di dalam melakukan operasi. “Kita minta kalau memang praktek kayu di Melawi mau ditertibkan, ya jangan setengah hati dan tebang pilih. Kredibilitas kepolisian di mata publik yang dipertaruhkan. Jangan sampai hanya masyarakat kecil yang menjadi korban atau tumbal di dalam operasi tersebut. Ini yang tidak diinginkan,” tegas Johansyah, Senin (29/4).

AKBP Semuel Tandi Todingrara Foto Eko Susilo/Borneo Tribune

Menanggapi tudingan tersebut, Kapolres Melawi, AKBP. Semuel Tandi Todingrara membantah keras bahwa pihaknya disebut tebang pilih di dalam melakukan operasi Hutan Lestari Kapuas 2013 di wilayah hukum Polres Melawi. Karena menurutnya, semua masyarakat di mata hukum adalah sama. Dan setiap perbuatan yang melawan hukum atau melanggar hukum sudah jelas sanksi yang akan diberikan, termasuk praktek kayu illegal. Di lain sisi juga penegakan hukum merupakan tugas dari kepolisian. “Semua kayu yang berhasil diamankan saat ini sebanyak 718 batang, merupakan informasi dari masyarakat. Kalau memang ada informasi baru dan valid terkait kayu illegal yang beredar, ya silahkan disampaikan ke kami. Supaya kami bisa tindak tegas. Jika Polres Melawi tidak mampu, bisa kami serahkan kepada pihak

Polda Kalbar untuk turun tangan,” tegas Kapolres Melawi, AKBP. Semuel Tandi Todingrara saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Senin (29/4). Perwira menengah polisi dengan dua melati di pundaknya itu juga membantah, jika operasi Hutan Lestari Kapuas 2013 di wilayah hukum Polres Melawi sudah terlebih dahulu bocor. “Kami bekerja secara professional, menjunjung tinggi aturan serta menjaga nama baik institusi. Sebelum kita melakukan penggerebekan, terlebih dahulu kita melakukan pengecekan langsung ke lapangan. Operasi ini belum berakhir, bisa saja hasil

tangkapan operasi bertambah,” tegas Semuel. Sementara itu, saat disinggung terkait kayu temuan di dalam kawasan HPH PT Kalimantan Satya Kencana (KSK) yang berjumlah sekitar 300 batang lebih, pihak Polres saat ini masih melakukan penyelidikan terkait siapa pemilik dari kayukayu tersebut. “Yang jelas, tidak mungkin kalau tidak ada pemilik kayu tersebut, makanya masih kita cari,” ucap Kapolres. Sementara itu, Humas PT Kalimantan Satya Kencana (KSK), M. Dahar menyerahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum terkait penemuan kayu di dalam

kawasan HPH perusahaan hasil operasi Hutan Lestari Kapuas 2013. Namun demikian, Dahar mengharapkan supaya pihak kepolisian tetap bekerja dengan penuh professional dan tidak ada tebang pilih di dalam penegakan hukum. “Kalau pihak perusahaan tidak ada masalah. Karena jelas, PT KSK Group Atha Graha adalah perusahaan pemegang HPH yang legal. Dan setiap kayu yang akan ditebang pihak perusahaan mempunyai kewajiban untuk membayarnya ke kas Negara,” jelas Humas PT Kalimantan Satya Kencana (KSK), M. Dahar, saat dikonfirmasi belum lama ini. †

KAYU ILEGAL, Kasat Reskrim Polres Melawi, AKP. Joko Sulistiono saat menunjukan barang bukti ratusan kayu illegal dalam operasi hutan lestari Kapuas 2013. FOTO: Eko Susilo/Borneo Tribune

Pemerintah Sosialisasikan Budidaya Ikan Eko Susilo Borneo Tribune, Nanga Pinoh PENGEMBANGAN budidaya ikan saat ini terus digalakkan oleh Pemerintah Pusat melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan. Berbagai macam program, seperti PNPM Kelautan dan Perikanan maupun Pengembangan Usaha Mina Pedesaan Bidang Perikanan Budidaya (PUMP-PB) juga dikucurkan ke sejumlah kelompok tani guna menumbuhkembangkan usaha perikanan. Dinas Pertanian, Perikanan dan Peternakan (Distan-

kannak) Kabupaten Melawi menggelar sosialisasi cara budidaya ikan yang baik (CBIB), cara pembenihan ikan yang baik (CPIB), PUMP-PB dan PUMP-P2HP di Balai Benih Ikan, Dusun Tahlut, Senin (29/4). Kepala Distankannak Kabupaten Melawi, Abang Sukandar mengatakan, sektor pertanian merupakan sektor strategis karena dapat menambah penghasilan petani sekaligus peningkatan kesejahteraan masyarakat. “Selain memproduksi ikan, kita juga bisa mengkonsumsi ikan lebih banyak, karena ikan mengandung protein yang baik untuk ke-

cerdasan dan kepintaran dan tentunya lebih sehat,” terangnya. Abang menambahkan, PUMP-PB merupakan bagian dari program PNPM Mandiri–KP berupa bantuan pengembangan usaha dalam menumbuhkembangkan usaha perikanan. Tujuannya untuk mendorong upaya peningkatan produksi, nilai tambah dan tumbuhnya wirausaha baru di bidang perikanan serta meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat. “Sedangkan PUMP-P2HP bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan mengembangkan wirausaha bi-

dang pengolahan dan pemasaran di pedesaan. Pola pembinaan wirausaha ini diarahkan melalui tiga tahap dari wirausaha pemula yang tidak mampu kemudian kita berikan bantuan dana PUMP-PB,” ujarnya. Sehingga nantinya wirausaha pemula ini mampu berkembang menjadi wirausaha layak usaha dan menguntungkan dan terus dibina sehingga mampu mengakses kredit permodalan dari bank. Seperti KUR, KKPE dan berbagai bentuk kredit lainnya. “Pengembangan wirausaha ini pun diharapkan dapat meningkatkan kapasitas dan peningkatan produksi peri-

kanan budidaya,” jelasnya. Abang mengharapkan supaya penyuluh perikanan dan pertanian dapat membantu membina sekaligus mengarahkan dan memotivasi petani agar bantuan langsung masyarakat yang disalurkan ke petani dapat betul-betul dipergunakan untuk membudidaya ikan. “Bantuan ini merupakan bantuan langsung dan tidak dikembalikan. Sehingga tanggung jawab pengelolaannya ada di petani itu sendiri. Kami percayakan mandat kepada para kelompok tani untuk benar-benar dimanfaatkan sesuai dengan kebutuhan,” pungkasnya. †

Empat Kades Dilantik

Camat: Peran dan Tanggung Jawab Kades Makin Berat Eko Susilo Borneo Tribune, Nanga Pinoh EMPAT kepala desa yang baru terpilih beberapa waktu lalu resmi dilantik oleh Camat Nanga Pinoh, Aimolnija, Senin (29/4). Kades yang dilantik tersebut berasal dari desa di wilayah Kota Nanga Pinoh. Yakni Kades Tanjung Niaga, Juliansyah, Kades Baru, Sabni, Kades Paal, Supriyadi serta Kades Sidomulyo, Sumigiharto. Aimolnija seusai melantik keempat kades tersebut mengharapkan, supaya kades bisa menjalankan tugasnya dengan baik. Apalagi dalam menjalankan tugasnya, kades dituntut adanya kerjasama yang baik dengan seluruh perangkat desa, lembaga desa dan seluruh warga. “Setelah resmi dilantik, kades bukan lagi menjadi milik para pendukungnya, tapi sudah menjadi milik warga desa semuanya dan harus mampu merukunkan warganya,” tegas Aimolnija. Aimol menambahkan, kades yag baru dilantik dan telah terpilih nantinya akan melaksanakan tugas yang merupakan aspirasi masyarakat. Sumpah dan janji

yang diucapkan saat ini merupakan sebuah amanah yang harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab dan keikhlasan untuk menata serta memajukan desa serta senantiasa membangun kemitraan bersama semua pihak. “Peran dan tanggung jawab kades akan semakin berat

seiring dengan semakin meningkatnya tantangan perubahan zaman. Kades juga harus bisa menjadi figur yang dapat dicontoh oleh masyarakat, baik dalam sikap, tutur kata serta tindakan,” ujarnya. Selain itu, Aimolnija juga meminta agar kades mampu menjadi pemimpin bagi

seluruh perangkat desa dalam menyelenggarakan fungsi-fungsi pemerintahan di wilayah masing-masing. Dan untuk menunjang keberhasilan tugas, kades diminta untuk tidak memunculkan jurang pemisah antara yang satu dengan yang lain. “Sebab tugas utama dari

PELANTIKAN KADES, Camat Nanga Pinoh, Aimolnija memasang tanda jabatan kepada empat kades yang baru dilantik. FOTO: Eko Susilo/Borneo Tribune

seorang kades adalah melayani seluruh warganya dan berusaha secara maksimal mengarahkan warganya dalam pelaksanaan pembangunan di desanya,” jelasnya. Dirinya juga menambahkan, kades juga harus sering berkoordinasi dan bekerjasama dengan seluruh jajaran aparaturnya, lembaga desa, tokoh masyarakat dan seluruh warganya. Dalam melaksanakan roda pemerintahan kades juga hendaknya dapat mengikuti kebijakan yang dikeluarkan oleh Pemkab Melawi terkait dengan mewujudkan Melawi Lancar, Kuat, Sehat, Cerdas dan Terang. “Saya juga meminta agar semua kepala desa apabila ada warga atau rakyat kita meminta pengurusan administrasi di kantor desa agar dilayani secara cepat, baik dan tepat. Jangan hanya menerima laporan di meja saja, karena apabila ada permasalahan di kemudian hari akibat kekeliruan yang kita lakukan maka tetap kembali ke Pemerintah Desa nantinya,” lugasnya. Seusai pelantikan kepala desa, Ketua TP PKK Kecamatan Nanga Pinoh, Endang kemudian melantik ketua PKK masing-masing desa. †

Borneo T Tribune

Drainase Satu Paket Dengan Jalan

Antonius: Jangan Coret Seragam Sekolah Lebih Baik di Berikan Pada Mereka yang Membutuhkan

Pembangunan Drainase Tanggungjawab Pempus

Timotius Borneo Tribune, Putussibau

Timotius Borneo Tribune, Putussibau KONDISI drainase sepanjang jalan Kota Putussibau kondisinya memprihatinkan, rata-rata keberadaan drainase tersebut sudah tidak berfungsi lagi karena tersumbat, akibatnya saat musim hujan tiba, sejumlah titik ruas jalan khususnya di jalan Kom Yos Sudarso terendam air. Kepala Dinas Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Kapuas Hulu, Ana Mariana mengatakan bahwa saat ini sejumlah ruas jalan dalam Kota Putussibau sudah berstatus jalan Nasional, diantaranya jalan Ahmad Yani dan jalan Kom Yos Sudarso, sehingga untuk drainase juga salah satu tanggungjawab Pemerintah Pusat. “Drainase itu sudah menjadi tanggungjawab Pemerintah Pusat, karena bagaimanapun drainase tersebut satu paket dengan jalan, sedangkan jalan itu saat ini sudah berstatus jalan Nasional, dan saya sudah melakukan koordinasi dengan Pemerintah Pusat, dan akan segera di tangani pihak Provinsi melalui dana Pusat,” jelas Ana ditemui diruang kerjanya, Senin (29/4). Menurutnya, Pemerintah Provinsi yang diberi kewenangan menangani drainase tersebut, hanya saja Ana mengaku dirinya tidak mengetahui pasti kapan pelaksanaan pembangunannya, karena dirinya hanya menyampaikan informasi yang dibutuhkan masyarakat khususnya pembangunan drainase yang menjadi masalah di daerah ini. Bahkan, Ana menghimbau kepada seluruh masyarakat

Genangan air akibat tidak berfungsinya drainase dalam Kota Putussibau yang menjadi kewenangan Pemerintah Pusat, sebab jalan tersebut berstatus jalan Negara. FOTO: Timotius/Borneo Tribune untuk mendukung program pembangunan Pemerintah tersebut, apalagi terkait pembangunan drainase nantinya. Salah satu kendalanya, warga selalu meminta ganti rugi yang sangat mahal, padahal untuk drainase masih satu paket sama pembangunan jalan dan tidak menambah pelebaran ke lahan masyarakat. “Dukungan masyarakat sangat diharapkan, karena

itu untuk masyarakat juga, Pemerintah sudah beritikad baik untuk membangun jangan sampai terhambat tidak adanya dukungan masyarakat, kondisi drainase yang saat ini tak berfungsi, yang merasakan masyarakat, begitu juga kalau dibangun masyarakat juga yang merasakannya, jadi program pembangunan drainase ini harus didukung,” ucapnya.

Ditambahkan Ana, pihaknya akan mengusulkan sejumlah ruas jalan di Kota Putussibau ini agar menjadi jalan Nasional, jangan sampai status jalan Nasional itu terputus-putus, setelah jalan Ahamad Yani dan Kom Yos Sudarso, pihaknya juga akan mengusulkan jalan Gaja Madah dan jalan Kirin Durian dan jalan WR. Supratman. “Kita juga minta agar Pe-

Gallery

Kerawing Menerima pesanan & menjual : hasil tenunan daerah/ kerajinan, berupa pakaian adat, anyaman dan lukisan Putusibau

merintah Pusat melalui Pemerintah Provinsi dapat memperhatikan apa yang menjadi kebutuhan masyarakat saat ini khususnya yang berkaitan dengan pembangunan yang ditangani Pemerintah Pusat,” pungkasnya. †

PELAKSAAN Ujian Nasional baik itu tingkat SLTP dan SLTA sudah selesai, hanya saja tinggal menunggu hasilnya. Biasanya, sejumlah rangkaian kegiatan dilakukan seperti dilaksanakannya perpisahan siswa, moment tersebut sering dijadikan ajang coret-coret seragam sekolah, padahal sebaiknya diberikan kepada anak-anak yang membutuhkannya. “Jangan ada siswa atau pun siswi yang mencoret-coret seragam sekolah setelah ujian, lebih baik pakaian itu diberikan kepada anakanak yang lebih membutuhkan, karena jika dicoret-coret akan menjadi sia-sia tidak bisa digunakan lagi,” kata Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kapuas Hulu, Antonius baru-baru ini. Menurut Antonius, setelah ujian sekolah bukan berarti selesai semuanya, namun harus dipikirkan juga arah sekolah kedepannya. “Dengan ujian selesai bukan berarti dibuat ajang senangsenang, tugas siswa sebagai pelajar masih depan mata,” ucapnya. Terkait pelaksanaan Ujian Nasional menurut Antonius secara keseluruhan berjalan lancar dan sukses, tinggal menunggu hasilnya seperti apa. Untuk Kapuas Hulu tahun sebelumnya hasil Ujian tingkat SLTA Kapuas Hulu menduduki peringkat ke-2 untuk angka kelulusan se-Kalbar, sedangkan untuk tahun ini harus tetap dipertahankan,

Antonius Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kapuas Hulu Foto Timotius/Borneo Tribune

Dengan ujian selesai bukan berarti dibuat ajang senang-senang, tugas siswa sebagai pelajar masih depan mata lebih baik lagi jika bisa ditingkatkan. “Yang harus kita tingkatkan kualitas pendidikan di Kapuas Hulu, secara kuantitas kita menduduki peringkat kedua se-Kalbar, namun untuk kualitas masih memerlukan proses dan perjuangan semua pihak, termasuk kaum pelajar itu sendiri. Jadi sekali lagi saya berpesan agar baju-baju seragam sekolah yang sudah ada itu jangan dicoret-coret,” pintanya. †

Dua Kecamatan Belum Terakses Jalan Darat Dianggarkan Tiap Tahun

SISKA Hp. 081257159998

PT. BUMI BORNEO CEMERLANG

Distributor Aspal Shell (Drum) Pen 60/70, Berat Bersih : 154 Kg

10

Selasa, 30 April 2013

Kapuas Hulu

Ana Mariana Kepala Dinas Bina Marga dan Pengairan Kapuas Hulu Foto Timotius/Borneo Tribune

Timotius Borneo Tribune, Putussibau DARI 23 Kecamatan yang ada di Bumi Uncak Kapuas, masih ada dua kecamatan lagi yang sampai saat ini masih belum bisa diakses melalui jalan darat, dan

saat ini masih dalam tahap pembangunan yang akan menjadi prioritas utama Pemkab Kapuas Hulu. “Ini merupakan prioritas Pemerintah Daerah Kabupaten Kapuas, masih ada dua kecamatan yang belum bisa diakses jalan darat yiatu Kecamatan Embaloh Hilir dan Kecamatan Bunut Hilir, sedangkan 21 Kecamatan yang tersebar di Bumi Uncak Kapuas ini sudah bisa terkases jalan darat,” kata Bupati Kapuas Hulu Abang Muhammad Nasir, belum lama ini. Dikatakan Nasir Pemkab Kapuas Hulu berkomitmen akan terus memperhatikan infrastruktur di wilayah Kapuas Hulu, hanya saja menurut Nasir luas wilayah Kabupaten Kapuas Hulu menjadi kendala dalam pembangunan. Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga dan Pe-

Abang Muhammad Nasir Bupati Kapuas Hulu Foto Timotius/Borneo Tribune

ngairan Kabupaten Kapuas Hulu, Ana Mariana mengatakan bahwa khusus untuk dua kecamatan tersebut akan dianggarkan setiap tahunnya, hingga akhirnya kedua kecamatan yang selama ini hanya bisa diakses melalui Sungai Kapuas, bisa diakses melalui jalan darat. “Dua kecamatan itu sudah menjadi prioritas kita, kita akan terus anggarkan hingga jalan yang saat ini sedang dibangun bisa diakses dan dimanfaatkan masyarakat. Untuk Kecamatan Bunut Hilir akan tembus ke Kecamatan Boyan Tanjung, dan untuk Kecamatan Embaloh Hilir akan tembus ke Kecamatan Bika,”tuturnya. †

IKLAN BARIS Dijual Bangunan Dijual cepat eks. kantor, sertifikat, 2 lt, Jl. Nurali No. 2, Hub. 081384151188 tnp perantara.

Langganan Koran Ingin berlangganan Harian Borneo Tribune di daerah, hubungi: Biro Kubu Raya: Aldi (08971600688)

Telp. 0561-577868 Jl. Gaj ahma da N o. 3 P ont ianak Gajahma ahmada No Po ntianak Email: aria_tur@yahoo.com Penerbangan Pontianak - Jakarta BATAVIA : 5x penerbangan dalam sehari ( z07.05 z07.55 z11.10 z14.35 z16.00 ) SRIWIJAYA : 4x penerbangan dalam sehari ( z07.00 z07.55 z11.55 z15.50 ) LION AIR : 3x penerbangan dalam sehari ( z07.30 z11.35 z15.30 )

GARUDA : 3x penerbangan dalam sehari ( z08.00 z12.55 z17.35 ) Penerbangan PTK - JOGJA & PTK - SURABAYA BATAVIA : 1x penerbangan dlm sehari (pukul : 14.45)

Biro Mempawah: Johan Wahyudi (085654587038). Biro Sambas: Amrul Ambiya (Kontributor/Pemasaran) (085245527602). Biro Bengkayang: (085245247955).

Mujidi

Biro Landak: Yohanes Ngalai / Pemasaran (085822062880). Biro Sanggau: (085245904505).

Ratnasari

Biro Melawi: Eko Susilo (081256452946) Biro Sekadau: Bagus Kosminto (085245743683). Biro Sintang: Endang Kusmiyati (08524-5006757) Biro Kapuas Hulu: (085654585775)

Herdi

Biro Ketapang: (08971600688)

Aldi

Biro Kayong Utara: Abdul Khoir (081345154592)

Ser vice Mobil SUTOYO MOTOR. Service, Tune Up, Las/Cat Mobil. Jl. Letjen Sutoyo No. 11 Telp. 743690 Ptk

Taxi CV. TEGAR PRATAMA TRANSPORT Melayani Antar Jemput Penumpang Jl. Kalimantan No. 24B 0562-640029/641366 SINGKAWANG Jl. Imam Bonjol Gg. Tnjng Sari No. 36 0561-747211/749025 PONTIANAK INNOVASI TAXI. Melayani Antar Jemput. Jl. Tua Pekong No.24 Singkawang, (0562)3309800, Jl. A. Yani (RM. Bertagis) Pontianak Telp. (0561) 7015100, (0561) 7157000

Kost Gallery Kost. Menerima Pria & Wanita Fasilitas Air & Listrik dan lain-lain. Jl. Diponegoro No. 9 Telp. 0562-3320424 SKW

Iklan Baris:

1 baris / hari Rp. 6.000,-

Teras Borneo Tribune

Selasa, 30 April 2013

Jalan di Kalbar

Supir Truk Demo Pelindo pun berlangsung kurang lebih 1 jam. Iskandar selaku Bendahara PSPB Kota Pontianak, dirinya sangat menyesalkan atas kebijakan yang dibuat Pelindo Cabang Kota Pontianak tentang berlakunya SP2, di mana SP2 ini adalah bongkar muat yang tidak berlangsung di dalam Pelabuhan melainkan di luar Pelabuhan, seperti dipinggir jalan, ataupun langsung di tempat penerima barang. “SP2 yang dibuat Pelindo ini membuat kami tidak bekerja dan menganggur di pelabuhan, karena kami tidak bisa bongkar muat, bahkan untuk mendapatkan satu ret bongkar muat saja sangat sulit. Jadi bongkar muat SP2 ini hanya bisa dilakukan kontainer, bukan supir truk seperti kami,” ungkap Iskandar. Selain itu Iskandar juga mengatakan, aksi para supir ini merupakan, aksi spontanitas, karena tidak terima atas kebijakan Pelindo tersebut. Karena kebijakan tersebut membuat para supir tidak bisa bekerja dan tidak bisa mendapatkan upah seperti biasanya, padahal sebelum SP2 dibuat Pelindo, semuanya berjalan dengan lancar dan aman. “Dari hasil audiensi tadi dengan GD Pelindo, kami tetap meminta waktu tiga hari kepada Pelindo untuk mencari solusi terhadap kami - kami yang tidak bisa bekerja ini, cabut SP2, sehingga kami bisa bekerja seperti biasa, karena kalau tidak ada teman - teman kami yang mengancam untuk mogok kerja,” tegas Bendahara PSPB Kota Pontianak. Sementara itu salah satu

supir yang sangat merasakan kerugian kebijakan SP2 yang dibuat oleh Pelindo, yakni Ishak (40), dirinya mengatakan dengan kebijakan SP2 ini, membuat penghasilannya sanag berkurang. Dirinya tidak ada bekerja karena kebijakan yang dibuat Pelindo tersebut. “Syukur - syukur satu hari itu ada satu ret yang kita bisa bongkar muat, biasanya tidak ada. Ini sudah berlang hampir satu bulan, karena SP2 ini diberlakukan Pelindo sejak tanggal 1 April 2013. Dan adanya SP2 ini jelas membuat kami mengalami kerugian,” ungkap supir yang bekerja di Pelabuhan sejak tahun 1990 itu. “Pimpinan yang baru ini lebih baik mundur saja, jika tidak bisa member solusi kepada kami. Karena pimpinan Pelindo yang baru ini nlah membuat kebijakan SP2, sedangkan Pimpinan yang lama tidak pernah membuat kebijakan yang menyengsarakan kami seperti ini,” kesal Ishak. Ishak pun berharap, bongkar muat diberlangsungkan di dalam Pelabuhan, sehingga Ia dan teman - temannya yang bekerja di Pelabuhan dapat bekerja, yakni dengan cara mencabut kebijakan tersebut atau dengan cara memberikan solusi kepada para supir. Karena kalau tidak sama saja membuat para supir menganggur di Pelabuhan. “Jika semuanya ingin mogok kerja, saya juga akan mogok, karena kebijakan itu memang membuat kami sengsara. Bahkan anehnya lagi bongkar muat SP2 ini belangsung di tepi jalan, bahkan ada yang mengangkut barang dari kontainer dengan menggunakan mobil

Plat Hitam bahkan Mobil Pick Up, bukan kah kebijakan ini membuat kami tidak bekerja?” cetusnya lagi. Sementara itu selaku Mandor Karet di Pelabuhan Dwikora Pontianak, Toni, dirinya juga mengatakan hal yang sama, kebijakan SP2 ini membuat Ia merasakan hal yang sama, karena pendapatannya juga berkurang setelah ada kebijakan tersebut. “Lebih baik Pimpinan Pelindo yang baru mundur dan diganti yang baru saja, karena Pimpinan saat ini benar - benar membuat kami mengalami kerugian, penghasilan yang berkurang dan membuat kami menganggur,” kesal Mandor Karet yang digelar Kapten Toni. Pelindo Membantah PT. Pelindo Cabang Kota Pontianak membantah jika para supir mengatakan pihaknya tidak ada bongkar di dalam Pelabuhan, karena sampai saat ini pihaknya masih melayani bongkar muat untuk para supir lebih dari 100 Box, Senin (29/4), kemarin. GD PT. Pelindo Cabang Kota Pontianak, Darmawi saat dikonfirmasi terkait demo yang dilakukan oleh para supir, dirinya membenarkan bahwa Kantor Pelindo Cabang Pontianak, telah didatangi oleh ratusan supir, yakni meminta pihaknya mencabut SP2 yang dibuat Pelindo yang berlaku sejak 1 April 2013 kemarin. “Intinya para supir Pelabuhan ini tidak menginginkan SP2 terus berlangsung di Pelabuhan, karena bongkar muat di luar Pelabuhan atau SP2, membuat mereka tidak bisa bekerja, namun hal tersebut tidak lah benar, karena sampai hari ini pi-

hak kami melayani para supir bongkar muat bdi dalam pelabuhan lebih dari 100 box,” ungkap GD PT. Pelindo Cabang Pontianak. Menyikapi hal ini, lanjut Manager Umum Pelindo, dirinya sudah melakukan mediasi dengan para supir, namun hanya puluhan supir saja yang diminta untuk mediasi sebagai perwakilan supir yang lainnya, selain itu juga mengundang pihak Gapeksi, Polresta Pontianak dan KP3L dan Sahbandar. “Kami tadi sudah mediasi, saat mediasi kami meminta waktu seminggu untuk mencari solusi terkait para supir yang meminta kami mencabut SP2 tersebut, namun para supir memberikan kami hanya dalam kurun waktu tiga hari, dan kami rasa itu tidak mungkin, karena tidak bisa sesingkat itu,” tegas Darmawi. Dikatakan Darmawi, walaupun demikian aspirasi dari para supir ini akan ditampung oleh pihaknya, dan akan sampai kepada Pimpinan Pelindo Pusat, karena kebijakan ini bukan Pelindo Cabang Pontianak yang membuat, melainkan dari Kantor pusat. Dan Pelindo di Pontianak yang merupakan Cabang, hanya mengikuti kebijakan pusat. “Kami hahya mengikuti kebijakan dari pusat terkait SP2 itu, jadi jika ingin mencabut SP2 itu, berikan kami kesempatan untuk mengusulkan kepada pusat, karena aspirasi para supir ini akan kita sampaikan, namun jika dituntut dalam waktu tiga hari atau seminggu, saya rasa itu tidak mungkin, jadi saya harap para supir juga bersabar, karena kami juga menunggu dari pusat untuk mencabut SP2 yang berlaku ini,” timpalnya.

Pemerintah Provinsi Kalbar harus konsekwen. Karena apa yang telah disampaikan oleh Gubernur semua sudah diatur oleh Undang-undang. Saya rasa apabila kita salah di dalam menyusun RPJMD serta salah memprediksi perencanaan pembangunan di Kalbar, berarti kita mengkhianati aspirasi rakyat,” tegas H. Mulyadi. Oleh karena itu, legislator Partai Golkar DPRD Provinsi Kalbar ini menilai, DPRD Provinsi Kalbar beserta Pemerintah Provinsi Kalbar sangat berkepentingan untuk mengetahui dimana posisi serta kondisi terkini beragam aspek pembangunan di seantero Kalbar. Seperti salah satunya adalah pembangunan di bidang in-

frastruktur Kalbar selama lima tahun terakhir. “Dimana posisi pembangunan di bidang infrastruktur Kalbar berada saat ini? Berapa anggaran yang diperlukan untuk menuntaskan persoalan infrastruktur di Kalbar. Kita jangan main tebak menebak lagi. Okelah di dalam tatanan teori infrastruktur Kalbar dikatakan sudah cukup baik, sementara fakta di lapangan masyarakat masih mengeluh ketika berbicara soal infrastruktur jalan di Kalbar. Berarti ada manajemen yang salah terkait pengaturan hal tersebut sehingga kita harus mengetahui secara pasti bagaimana kondisi terkini infrastruktur jalan di seantero Kalbar. Bagaimana kondisi terkini jalan negara di Kalbar? Bagaimana kondisi terkini jalan provinsi? Sehingga diketahui secara pasti berapa kilometer jalan yang kondisinya rusak serta berapa kilometer pula jalan yang kini kondisinya sudah baik. Itu yang saat ini penting untuk diketahui oleh Pansus RPJMD DPRD Provinsi Kalbar bersama Pemerintah Provinsi Kalbar untuk merencanakan pembangunan lima tahun ke depan,” ucap H. Mulyadi H. Yamin (Andry/Borneo Tribune)

RPJMD Jangan Main Tebak depan sehingga diketahui posisi serta kondisi terkini terhadap beragam aspek pembangunan di seantero ‘Bumi Borneo Barat’. “Sebelum kita membahas RPJMD lima tahun ke depan yang berdasarkan visi dan misi Gubernur Cornelis, tentunya kita ingin mengetahui dimana posisi serta kondisi terkini Provinsi Kalimantan Barat saat ini. Dimana posisi infrastruktur kita? Bagaimana kondisi IPM Kalbar? Bagaimana posisi serta kondisi pendidikan, kesehatan serta pemberdayaan ekonomi Kalimantan Barat saat ini? Sehingga kita bisa memprediksi pembangunan lima tahun ke depan terhadap apa yang harus dilaksanakan

serta dilakukan oleh Pemerintah Provinsi berdasarkan visi dan misi Gubernur Cornelis,” tegas Ketua Komisi C DPRD Provinsi Kalbar, H. Mulyadi H. Yamin, di Gedung DPRD Provinsi Kalbar, Senin (29/4). Wakil rakyat daerah pemilihan (dapil) Kabupaten Sanggau-Kabupaten Sekadau ini berpendapat, selama ini lain yang telah direncanakan serta lain pula yang dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi Kalbar. “Kita mau apa yang direncanakan bisa fokus berdasarkan visi dan misi Gubernur Cornelis serta sesuai dengan apa yang telah direncanakan Pemerintah Provinsi Kalbar melalui RPJMD selama lima tahun ke depan.

11

Siapa Makan Mama Beruang menepok jidatnya di sudut dapur dan berteriak, “Demi Tuhan, berapa kali kita harus melalui hal ini?” “Mama beruang yang bangun pertama kali, membangunkan semua orang di rumah, membuat kopi, mencuci piring, pergi keluar di udara dingin pagi untuk mengambil koran, menata meja, menaruh kucing di luar, membersihkan kotak sampah, dan menyajikan makanan kucing.... Dan, sekarang kalian hanya duduk dan mengeluh. Dengarkan baik-baik, karena mama hanya akan mengatakan ini satu kali saja...” “Mama BELUM MEMBUAT BUBUR!!!”

jika masyarakat kita masih begini begitu, impian pada jalan yang mulus, mungkin seperti pungguk yang merindukan bulan. Sampai hari ini, komitmen pemerintah pada kegiatan pembangunan jalan masih menjadi tanda tanya. Bahkan kerap menjadi bahan sindiran. Alokasi dana yang besar sering kali tidak benar-benar digunakan untuk meningkatkan kualitas jalan. Cara pemerintah membangun jalan yang sering kali bisa selesai dalam ‘semalam’, mengorbankan kekokohan jalan itu. Lapisan-lapisan material jalan sering kali lebih mudah terkikis oleh berbagai hal, mulai dari hal yang teknis, sampai hal-hal yang non-teknis. Orang sering meradang ketika mengatakan bahwa tidak ada pekerjaan pembangunan jalan yang bisa dilakukan maksimal memanfaatkan plafon anggaran yang disediakan. Bahkan ada orang yang pernah mengatakan jika bisa mendapatkan keuntungan besar, mengapa mengambil keuntungan

yang kecil? Karena itulah masyarakat kita tidak heran jika seorang kontraktor itu sangat makmur. Jika ada orang yang mendapat proyek, lalu kehidupan dia berubah, masyarakat akan sangat mafhum. Sebalik, masyarakat akan menganggap aneh kalau ada pemegang proyek yang sisi kehidupan materialnya tetap biasa saja. Setali tiga uang juga dijumpai dalam sikap masyarakat. Lihat saja kendaraan yang melintas di jalan raya. Lihatkan truk-truk yang membawa barang. Rasakan getaran tanah di sekitar jalan saat kendaraan besar melintas. Luar biasa. Masyarakat jenis ini tidak berpikir apakah beban berat kendaraannya akan merusak jalan. Mereka juga tidak peduli kalau-kalau jalan rusak karena beban berat kendaraan mereka. Malah seorang sopir menceritakan dia membawa truk yang berisi belasan ton setiap kali datang ke Pontianak. “Kalau bos suruh isi se-

mua barang ke dalam truk, mana kita boleh nolak?” Bos yang dia maksud adalah pedagang sekaligus pemilik truk. Mereka ini berprinsip, selagi bak truk masih mungkin diisi, maka isilah. Soal berat, tak usah peduli. Truk tidak akan tenggelam seperti perahu atau kapal. “Lalu apakah tidak ditahan oleh petugas di jembatan timbang?” Serta merta sopir itu mengatakan, “Hah, mana!” Katanya, secara pribadi dia justru senang kalau seandainya petugas di jembatan timbang menurunkan isi truk agar tonasenya jadi berkurang. Membawa truk dengan muatan sarat menurutnya sangat berisiko. Tetapi, seumur-umur dia membawa truk, belum pernah dia melihat petugas menurunkan barang di truknya, sekalipun isi truk menjulang tinggi. “Lalu, apa yang kita’ buat dengan mereka?” Sopir hanya tertawa. Mungkin petugas waktu itu juga tertawa. Mungkin dia berpikir, ngapain sedih melihat jalan yang rusak. (*)

Permasalahan Adjudikasi KKR Semakin Memanas Adjudikasi KKR Tahun 2009, Nurziman. “Saya akan mendatangi Ketua Tim Adjudikasi, dan saya akan meminta Sertifikat Adjudikasi milik warga saya yang sudah terbit untuk diserahkan warganya sesuai atas nama hak milik. Sertifikat Adjudikasi tersebut milik warga dan hak warga,” tegas E. Efendi. Dikatakan E. Efendi, dirinya tidak akan tinggal diam melihat warganya yang merasa dirugikan atas Program Sertifikat Adjudikasi, karena warganya sudah ada yang membayar sertifikat tersebut, namun sampai saat ini belum keluar, dan ada yang sudah keluar sertifikat namun membayar dengan harga sebesar Rp.2.100.000. “Memang benar sertifikat ini gratis tidak dipungut biaya kepada warga, maka dari itu Saya selaku Kepala Desa Punggur Besar, akan meminta Ketua Tim Adjudikasi untuk menyeragkan sertifikat milik warga saya, karena saya tahu Ketua Tim lah yang menahankan sertifikat tersebut,” ungkap Kepala Desa. Jika memang Ketua Tim Adjudikasi KKR tahun 2009, Nurziman mengatakan diri-

nya yang memegang sertifikat milik warga Punggur Besar, lanjut Efendi, dirinya ingin mempertanyakan atas dasar apa Ketua Tim Adjudikasi menahan sertifikat milik wargnya tersebut, dan jika mengucapkan bahasa mengamankan sertifikat, Ia merasa lebih aman diserahkan saja kepada warganya, karena jika hilang sertifikat tersebut, siapa yang mau tanggu jawab. “Menahan atau mengamankan Ketua Tim Adjudikasi harus menyerahkan sertifikat, karena ketika sudah terbit, itu bukan hak dari Ketua Tim Adjudikasi, melainkan hak warga saya. Jika Ketua Tim mau mengamankan sertifikat warga saya, apakah jika hilang Ketua Tim Adjudikasi mau tanggung jawab,” cetus Kades Punggur Besar. Sementara itu, Tosan selaku warga Punggur Besar yang menjadi korban Sertifikat Adjudikasi KKR tahun 2009, meminta pihak BPN untuk tidak diam melihat Program Sertifikat Adjudikasi Tahun 2009 yang amburadul dan tidak jelas sampai saat ini. Setidaknya BPN bisa melakukan pe-

manggilan terhadap Ketua Tim Adjudikasi yang menahan sertifikat yang sudah terbit milik warga Punggur Besar. “Saya selaku warga dan menjadi korban Program Sertfikat Adjudikasi KKR, meminta kepada Kepala BPN KKR untuk tidak diam melihat permasalahan ini, karena sertifikat itu hak kami, bukan milik Ketua Tim Adjudikasi,” tegas Tosan yang sudah membayar uang sebesar Rp.2.500.000 untuk menebus sertifikat di BPN, namun sertifikatnya sampai saat ini belum keluar. Bukan Hanya Tosan yang meminta BPN untuk bergerak, melainkan Sariman yang juga menjadi korban juga mengatakan hal yang sama, dimana Ia meminta BPN untuk tidak diam melihat permasalahan yang dihadapi warga. “BPN saya harap perjelas sertifikat adjudikasi milik kami yang sampai saat ini tidak keluar, dan tolong tanyakan kepada Ketua Tim Adjudikasi KKR tahun 2009 itu, karena sayaÿ sudah membayar sertifikat nmaun juga tidak keluar sampai saat ini,” pinta Sariman.

Polda Kalbar Siapkan 2.698 Personil yang jatuh pada tanggal 1 Mei di tahun 2013 ini, dirinya pada tanggal 30 April 2013 (Hari ini) akan melakukan gelar pasukan di mana Ia sendiri selaku Inspektur Upacara, yakni di Halaman Musium Kalbar Jalan A.Yani, sekitar pukul 08.00 Wib. “Gelar pasukan ini dilaksanakan, guna memberikan arahan kepada setiap anggota kepolisian yang melakukan pengamanan, guna tidak ada lagi yang boleh melakukan kesalahan saat pengamanan sedang berlangsung, selain itu langkah - langkah pengamanan nantinya juga akan saya instruksikan saat gelar pasukan,” ungkap Kapolda Kalbar. Lanjut Kapolda, mengenai kesiapan anggota untuk mengamanakan May Day 2013, Ia sudah menyi-

apkan anggota sebanyak 2698 yakni terdiri dari semua fungsi, termasuk Brimob Polda Kalbar. “Anggota 2698 ini merupakan seluruh anggota kepolisian yang ada di Kalbar, baik di Polda Kalbar sendiri, maupun yang ada di Polres-Polres, termasuk Brimob nantinya juga akan kita ikut sertakan dalam pengamanan May Day,” jelas Brigjend Pol Tugas. Brigjen Pol Tugas, pengamanan May Day ini dilakukan, karena biasanya ada sejumlah buruh yang menyampaikan aspirasi, dan hal tersebut perlu dilakukan pengamanan, guna tidak terjadi hal - hal yang diinginkan. “Saya ucapkan selamat Hari Buruh Sedunia untuk para Buruh di Kalbar, dan jika ada para Buruh yang ingin menyampaikan aspi-

rasi, silakan disampaikan. Dan saya meminta dan harapan saya kepada para Buruh yang menyampaikan aspirasi ÿhendaknya dilakukan secara kondusif dan tertib, dan pastinya tidak bersifat anarkis,” pinta Kapolda Kalbar Brigjend Pol Tugas Dwi Apriyanto. Lebih jauh lagi Kapolda meminta kepada para Buruh yang hendak menyampaikan aspirasi atau demo, untuk membuat surat izin terlebih dahulu di Sat Intel Polres - polres yang terdapat di Kota maupun Kabupaten yang ada di Kalbar, sehingga aspirasi atau pun demo yang disampaikan secara proseudr dan dapat pengamanan atau pengawalan dari pihak kepolisian, guna tetap mengedapankan Kamtibmas di Kalbar yang sudah kondusif saat ini.

Christiandy: Kalau Bisa Harga Sama Rp 6.500 Penisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang cukup. Sehingga ada SPBU yang harus menjalankan dua harga,” kata Christiandy Sanjaya, Senin (29/4) saat ditemui usai membuka Bimtek Pendidikan Politik Bagi Pemilih Pemula di Hotel Kapuas Palace. Dikatakan olehnya, belum lagi ada warga yang tidak bisa diberikan pemahaman dan tetap ngotot dengan harga yang rendah. Sehingga cenderung akan meningkatkan kesulitan di level pelaksanaan. ”Semoga ini

tidak terjadi. Kalau harganya Rp 6.500, semuanya sama,” ujarnya Diakui olehnya, pihaknya sudah membentuk Tim Satgas untuk koordinasi persiapan menghadapi kenaikan BBM. Satgas tersebut dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Kalbar, M Zeet Hamdy Assovie, MTM dan ada juga Asisten II Setda Kalbar, Lensus Kandri. “Tetapi saya baca berita terakhir untuk dua harga ini mungkin tidak diterapkan. Hal itu jauh lebih

baik,” jelasnya. Ia juga menilai, kenaikan harga BBM bersubsidi sudah pantas dilakukan untuk menguragi beban anggaran pemerintah. “Sudah pantas naik, dan pemerintah masih memberi subsidi walau harganya Rp 6.500 per liter,” ujarnya. Kenaikan harga BBM subsidi akan mengurangi beban pemerintah dan bisa dialihkan untuk membiayai infrastruktur di Kalbar yang masih membutuhkan banyak biaya untuk membangun infrastruktur.

CMYK

Seremonial www.borneotribune.com

Borneo Tribune

12

Selasa, 30 April 2013

Bimtek Pendidikan Politik Gunakan Hak Pilih Sebagai Kewajiban Pemilih Pemula Andika Lay Borneo Tribune, Pontianak

Pemilihan Umum (Pemilu) adalah proses pemilihan orang untuk mengisi jabatan-jabatan politik tertentu. Jabatan-jabatan tersebut beraneka-ragam, mulai dari presiden, wakil rakyat di berbagai tingkat pemerintahan, sampai kepala desa. Pada konteks yang lebih luas, Pemilu dapat juga berarti proses mengisi jabatan-jabatan seperti ketua OSIS atau ketua kelas. Karena begitu pentingnya Pemilu terutama bagi Pemula, Senin (29/4) Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) menggelar Bimtek Pendidikan Politik Bagi Calon Pemilih Pemula kepada pelajar di Kota Pontianak dan Kubu Raya di Hotel Kapuas Palace. Menurut Wakil Gubernur Kalbar Christiandy Sanjaya kegiatan ini tahapan persiapan bagi calon pemilih pemula dan gunakan hak dalam event ini. “Tempatkan diri sebagai peserta mewakili sekolah, dan disosialisakan kepada teman-teman yang tak memiliki kesempatan ikut

Bimtek ini,” kata Christiandy Sanjaya kepada peserta Bimtek. Dikatakannya, di belahan bumi maupun hampir tak ada penyelenggara pemilu yang tidak menyoroti pemilih pemula. Di Indonesia, pemilih dengan kisaran usia 17-21 tahun yang berstatus pelajar dan mahasiswa selalu menjadi topik, agar mereka berpartisipasi secara aktif dalam pemilu. “Semua pihak setuju, dan tidak mau kalau pemilih pemula tidak memiliki pendirian politik, atau suaranya mangambang dalam pemilu,” jelasnya. Karena konstitusi di Republik ini, masih kata Christiandy Sanjaya, memilih dalam pemilu adalah hak bagi warga negara, dan berbeda dengan Negara Republik Rakyat China, Australia, atau negara-negara lain yang menganggap wajib bagi warga negara, dan dikenai sanksi hukuman bagi yang tidak memilih, maka kesadaran untuk menggunakan hak pilihnya patut digelindingkan ke seluruh lapisan masyarakat, termasuk kelompok pemilih pemula, sehingga menjadi semacam kesalahan dan rasa malu

yang teramat sangat jika tidak ikut memilih. “Hak Pilih harus kita sertai dengan kewajiban. Gunakanlah hak pilih dalam menentukan pilihannya. Kita ingin, pemilih pemula ketahui hak, dan menjalankan kewajibannya,” jelasnya. Dijelaskannya, pendidikan politik bagi pemilih pemula merupakan keniscayaan yang tidak bisa dihindari, dan begitu juga di sekolah, para pelajar SLTA pasti sudah mendapatkan pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn), dan didalamnya disinggung tentang demokrasi dan mungkin juga tentang pemilihan umum. “Kita harapkan para pemilih pemula menggunakan hak pilihnya dengan baik, dan mensukseskan Pemilu Walikota Pontianak dan Pemilu Bupati Kubu Raya, dan sekaligus Pemilu 2014,” harapnya. o

PEMILIH PEMULA Wakil Gubernur Kalbar Drs Christiandy Sanjaya didampingi Kepala Badan Kesbangpol Kalbar Tonny Ferdy memberikan arahan kepada peserta Bimtek yang juga Pemilih Pemula agar dapat menggunakan hak pilihnya yang disertai dengan kewajibannya. FOTO Andika Lay/Borneo Tribune.

Reggae “Hentak” Taman Budaya di Akhir Pekan Ubay KPI Borneo Tribune, Pontianak

Sabtu (27/4) malam lalu, panggung luar Taman Budaya “dihentakkan” dengan Music Reggae. Ratusan pecinta reggae hadir dan mengikuti alunan musik dari para pemain. Bahkan, dari mereka membuktikan kesenangannya dengan “jingkrak-jingkrak” bersama, seiring lantunan musik. Malam tersebut, merupa-

kan panggung reggae yang digelar oleh gabungan musisi reggae yang ada di Kota Pontianak. Hadir pula dalam kesempatan tersebut Paryadi, S. Hut yang bergabung sekaligus memberikan kata sambutan di hadapan pecinta reggae di Pontianak. Reggae adalah salah satu jenis musik yang terbilang bersahabat dengan pende-

ngarnya. Bisa dibilang jenis musik ini adalah musik santai. Andri Syukur salah satu pecinta music reggae mengakui, dirinya adalah salah satu pecinta musik reggae. Ditemui di sela-sela konser musisi rreggae di Pontianak Sabtu malam lalu di Taman Budaya, Andri mengatakan mengatakan bahwa musik reggae

MUSIK REGGAE dipandang sebelah mata. Namun music ini tetap memiliki fans setia. Khususnya di kota Pontianak. Terlihat pada gambar, Paryadi, S. Hut hadir dalam konser Music Reggae di halaman Taman Budaya Kalbar, Sabtu (27/4) malam lalu. Dirinya memberikan dukungan dalam kegiatan tersebut. FOTO: Ubay KPI/Borneo Tribune

Hadir di Pontianak untuk memenuhi kebutuhan busana batik bagi Anda dan Keluarga

Menyediakan kain dan busana batik eksklusif bagi Pria, Wanita, Sarimbit (pasangan), Remaja dan Anak-anak dengan motif dan model yang trendy untuk kegiatan formal maupun informal

CMYK

kini makin berkembang. ”Ada beberapa grup music reggae di Pontianak saat ini. Pada awalnya saya hanya suka, hingga akhirnya aktif ikut bersama kawankawan yang punya grup,” ujar Andri. Andri menambahkan, salah satu music yang bisa menyalurkan kebahagian adalah musik reggae. Andri mengakui, music reggae terbilang mempunyai masa tersendiri, bahkan dari segala umur dan berbagai negara terdapat komunitas pecinta musik reggae. Akan tetapi, Andri mengakui dari sekian banyaknya aliran dan jenis musik, reggae bisa dibilang di anak tirikan dan masih di pandang sebelah mata. Padahal banyak musisi-musisi handal pun sekarang menyukai reggae. “Pada mulanya saya heran dengan music ini sebab seakan asal-asalan. Tapi setelah masuk saya tidak menyangka, banyak sekali peminatnya,” tuturnya. Ternyata tak hanya Andri yang mencengangkan pada music reggae khususnya pada peminatnya. Ternyata Paryadi, S. Hut juga turut tercengang saat sampai di halaman Taman Budaya Sabtu malam lalu. Hingga ia terlontar ucapan. “Ramai juga ya peminatnya. Tidak menyangka akan seramai ini,” ujar Paryadi setelah turun dari mobil. Dalam kata sambutannya di hadapan pecinta reggae yang memenuhi halaman Taman Budaya. Paryadi mengungkapkan rasa kebahagiannya bisa menyaksikan langsung music reggae dari anakanak Pontianak. Selama ini menurut Paryadi, dirinya hanya mengetahui melalui televisi dan kaset. “Ini bisa menjadi ajang kebersamaan, artinya kalau ada yang mengatakan reggae dianak-tirikan, itu tak masalah. Yang penting reggae tetap hidup dan di Pontianak, pun masih memiliki massa yang banyak,” ujar Paryadi. Tak lupa juga, Paryadi mengingatkan kepada siapa yang hadir untuk bersama-sama menjaga persaudaraan dan ketentraman. Khususnya antar-sesama pecinta reggae. o


Harian Borneo Tribune 30 April 2013