Page 1

cmyk

I DEALISME, K EBERAGAMAN

DA N

KEBERSAMAAN

Borneo Tribune www.borneotribune.com

Rabu, 29 Mei 2013

Telepon Redaksi/Iklan/Langganan/Pengaduan: (0561) 767788 Faximile. (0561) 766103

19 Rajab 1434 H - 20 Sie Gwee 2564

Alamat Redaksi: Jln Purnama Dalam No 2 - Pontianak 78121

Karet Tak Produktif Diolah Bernilai Ekonomis Industri itu bisa menggunakan bahan baku yang selama ini tidak termanfaatkan dengan baik. Kayu karet yang ditebang karena tidak produktif, hanya digunakan sebagai kayu bakar. Kini, kayu karet yang tidak produktif diolah menjadi partisi untuk memenuhi permintaan pasar luar negeri yang bernilai ekonomis.

Menko Kesra Kunjungi Pabrik Pengolahan Kayu Karet Andika Lay Borneo Tribune, Wajok Hulu “KAYU sebagai bahan bakar sudah diganti oleh pemerintah menggunakan gas. Daripada tidak bermanfaat, kayu karet kemudian diolah menjadi barang bernilai sangat tinggi dan

diekspor. Ini terobosan yang sangat bagus,” kata Menko Kesra HR Agung Laksono, Senin (27/5) saat mengunjungi PT Permata Borneo Lestari di Desa Wajok Hulu, Kecamatan Siantan, Kabupaten Pontianak. Kehadiran Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat

(Menko Kesra) HR Agung Laksono ke PT Permata Borneo Lestari juga didampingi Gubernur Kalbar Cornelis, Ketua TP PKK Kalbar, Ny Frederika Cornelis, mantan Kapolda Kalbar Irjen Pol (Purn) Erwin TP Lumban Tobing, Bupati Pontianak, H Ria Norsan, Ca-

mat, dan Kades ini tidak dalam rangkaian meresmikan tapi dalam rangkaian meninjau PT Permata Borneo Lestari ini yang mengolah kayu karet tak produktif menjadi bahan baku industri bernilai ekonomis. ....Ke Halaman -11

Dua Kemungkinan e-KTP Belum Jadi

B uah Bibir Kalbar Menatap PON XX Tahun 2020 PASCA keberhasilan mengangkat prestasi olahraga di tingkat nasional pada PON XVIII di Riau lalu, dari peringkat 21 ke peringkat 16 nasional. KONI Kalbar langsung menatap sebuah event akbar tersebut. Mengusung bersama semangat olahraga pada Musorprov beberapa hari lalu, bersama-sama insan

Slamet Ardiansyah Borneo Tribune, Pontianak HINGGA saat ini masih ada masyarakat wajib melakukan perekaman Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) yang belum mendapatkannya. Hal ini, menjadi pertanyaan dikalangan masyarakat. Bagai mana tidak, e-KTP dibagikan pemerintah tidaklah secara merata. “Hingga saat ini kami belum menerima e-KTP. Padahal, mereka yang belakang dari

....Ke Halaman -11

S uara Enggang Media Rakyat

Hawad Sriyanto

....Ke Halaman -11

BELAJAR dari pengalaman jaringan South East Asia Popolar Comunication Program (SEAPCP), ternyata keefektifan video dalam menggalakkan penyadaran masyarakat lokal dalam rangka penguatan pengorganisasian masyarakat dan meningkatkan kesadaran akan realitas sosialnya, terlihat sangat jelas.

Pemimpin Redaksi

Bahan Baku. Menko Kesra HR Agung Laksono bersama Gubernur Kalbar Cornelis mendapatkan penjelasan dari Direktur PT Permata Borneo Lestari, Sudarno Liu dengan bahan baku kayu karet tak produktif yang sedang dalam pengolahan menjadi playwood. FOTO Andika Lay/Borneo Tribune.

Polda : Terorisme Harus Ditindak

Achmad Munandar Borneo Tribune, Kubu Raya

....Ke Halaman -11

Sekda : Cegah Aktivitas Teror di Kalbar Andika Lay Borneo Tribune, Pontianak

Sama-sama Nggak Bisa ALUNG sedang jalan2 dihari yang panas untuk nyari udara, ditengah jalan dia bertemu sepasang suami istri sedang mendorong motor, suaminya dorong didepan istrinya dorong dibelakang. Merasa kasihan alung mencoba bertanya sapa tau bisa nolong. Alung : Kenapa pak, keabisan bensin ya? Bapak : Engga... Alung : Bannya bocor ? Bapak : Engga...

UPAYA mencegah dan mengantisipasi Terorisme di Provinsi Kalbar, Selasa (28/5) Polda Kalbar menggelar pertemuan kemitraan Polri dengan masyarakat dalam mengatasipasi Terorisme di Kalbar, di Mapolda Kalbar. Kapolda Kalbar, Brigjen Pol Tugas Dwi Apriyanto mengatakan dengan adanya UU Tentang Terorisme di Indonesia dibandingkan dengan UU se-

jenis di negara, maka penanganan masalah terorisme di Indonesia lebih baik dari negara-negara lain di dunia. “Kita mencurigai seseorang yang berkecimpung dalam terorisme bisa langsung diangkut, tanpa batas waktu, dan kita bisa tentukan dia jadi tersangka atau bukan, kalau dalam dua tahun tidak terbukti, kita lepaskan. Kita diberikan kewenangan UU 7x24 jam,” kata Kapolda, dalam sambutan yang dibacakan Waka Polda ....Ke Halaman -11

AGUSTINA Sisilia di dampingi kuasa hukumnya yakni, Asmaniar, Senin (28/7) sekitar pukul 15.00 WIB melaporkan kasusnya ke Ombudsman. Karena ia menilai sejak 2012 lalu kasus tersebut ditangani pihak Kapolda Kalbar hingga saat ini tidak mendapatkan kejelasan. ....Ke Halaman -11

Arahan. Sekda Kalbar, M Zeet Hamdy Assovie mewakili Gubernur Cornelis, menyampaikan arahan pada acara Pertemuan Kemitraan Polri Dengan Masyarakat Dalam Mengantisipasi Terorisme di Kalbar di Mapolda Kalbar. FOTO Andika Lay/Borneo Tribune.

Alung : Mogok ya ? Bapak : Engga juga...

Catatan Perjalanan ke Sulawesi Tengah (bagian 5- Habis)

Alung : Habis kenapa didorong ? Bapak & Ibu : Kami sama-sama engga bisa naik motor dik. Alung : ??????!!!!. o

Patung Palindo Lambang Peradaban orang Bada Oleh: Yogi Pusha SETELAH selesai mengunjungi hutan adat, kami pun bergegas kembali ke rumah dan makan pagi. Setelah itu bersiap-siap untuk kembali lagi ke Tentena. Kami berpamitan dengan warga sekitar. Pukul 09.30 kami meninggalkan kampung Tuare. Menurut cerita bapak Apolos Wengkaw sekitar 6 Km dari kampung terse-

but menuju arah Tentena, terdapat sebuah patung yang terbuat dari batu. Kami pun menyempatkan untuk singgah di sini, jarak dari jalan desa sekitar 4 Km. Namun karena kondisi jalannya yang tidak bisa dilalui kendaraan roda empat, kami harus berhenti dan melanjutkan perjalanan dengan jalan kaki saja. Kami pun harus menyusuri padang ilalang sekitar 3 Km ....Ke Halaman -11

KPRI Murni Tindak Kejahatan

Menjerat Terlapor Kasus KPRI KKR

Polisi Terus Cari Alat Bukti Achmad Mundzirin Borneo Tribune, Pontianak DIREKTORAT Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda Kalbar terus mencari alat bukti terkait dugaan kasus pemalsuan dan menipulasi data dalam peminjaman uang sebesar 10 miliar di Bank BKE melalui KPRI Kabupaten Kubu Raya (KKR), guna dapat menjerat terlapor yakni Kepala KPRI KKR Guntoro, Selasa (28/5).

Berfose di penginapan pinggiran danau Poso

Kini

Lebih Aman Dengan Dual SRS Airbag

Ikuti Test Drive Berhadiah Langsung Showroom Buka s.d. Jam 8 Malam. Hari Libur Minggu s.d. Pukul 13.00 WIB

hadir lebih aman dan nyaman

KANTOR PUSAT: Jl. A. Yani No. 89, Pontianak Telp. (0561) 734280

....Ke Halaman -11

Kursi Lebih Tebal dan Lebih Nyaman

CABANG: - Singkawang : Jl. A. Yani No. 08 Telp. (0562) 637000 - Sampit : Jl. Jend Sudirman Km. 1 Telp. (0531) 31558

HARGA ECERAN HARIAN BORNEO TRIBUNE - PONTIANAK, KUBU RAYA, MEMPAWAH,DAN SINGKAWANG Rp 2.000 - SAMBAS, BENGKAYANG Rp 2.200 - LANDAK,SANGGAU,SEKADAU, KETAPANG,KAYONG UTARA, SINTANG, MELAWI DAN PUTUSSIBAU Rp 2.500 -

cmyk

Sy. Machmud Alkadrie

Khiril Anwar, SE.MM


Kayong Utara

Rabu, 29 Mei 2013

Borneo T Tribune

2

Kouta Siswa Baru di KKU

Pelajar Pulau Dapat Prioritas Abdul Khoir Borneo Tribune, Sukadana BUPATI Kayong Utara Hildi Hamid tidak ingin para pelajar dari Kepulauan Karimata kalah bersaing dalam memilih sekolah favorit di ibu kota kabupaten, sehingga dengan kebijakannya memberikan prioritas kepada para pelajar asal kepulauan.

Hal itu dilakukan sebagai salah satu upaya memberikan kesempatan yang sama kepada para pelajar asal Kepulauan Karimata yang selama ini hanya mengenyam pendidikan di daerahnya tanpa tahu dan pernah merasakan kemajuan pendidikan di wilayah daratan yang lengkap dengan fasilitas dan tenaga guru. “Kalau bersaing antara pelajar pulau dengan da-

ratan tentu tidak sebanding, karena fasilitas saat ini yang dimiliki pelajar di pulau kalah dengan pelajar di daratan, sehingga saat bersaing untuk masuk sekolah favorit mereka selalu kalah,” kata Hildi Hamid. Apalagi dengan saingan di nilai ujian, banyak pelajar asal pulau yang berada di bawah nilai pelajar yang sekolah di wilayah daratan,

sehingga dengan sistem perankingan maka akan semakin memperkecil kesempatan para pelajar asal kepulauan untuk berebut kuota. Dengan memberikan prioritas kepada pelajar tamatan SMP dan SD yang ingin bersekolah di Sukadana, Simpang Hilir maupun di Teluk Batang secara perlahan memberikan satu kemajuan bagi para

pelajar asal pulau untuk ikut bersekolah di wilayah daearatan. “Soal di mana sekolahnya Diknas sudah memberikan pembagian dan tidak terkonsentrasi di Sukadana, bisa pelajar dari pulau diarahkan di Simpang Hilir ataupun Teluk Batang,” katanya. Dengan adanya priortitas kepada para pelajar dari pulau oleh sang bupati ter-

sebut, diharapkan para orang tua murid semakin bersemangat untuk menyekolahkan putra-putrinya setelah tamat SMP atau SD. “Dulu boleh beranggapan

Perantau Pulanglah, E-KTP Menunggu Abdul Khoir Borneo Tribune, Sukadana

Sebuah kapal angkutan umum yang bertolak dari dermaga Teluk Batang menuju Rasau Jaya. Kapal ini menjadi moda transportasi andalan masyarakat KKU yang akan pergi ke Pontianak. Selain kapal, rute Teluk Batang – Rasau juga dilayani oleh kapal feri dan speedboad. FOTO: Yusriadi/Borneo Tribune.

Opini Oleh:

Angela Januarti Sekadau PAGI ini hujan deras mengguyur seperti tak ingin berhenti. Aku duduk di teras depan paroki seraya menunggu pastor mempersiapkan keperluan turne. Hari ini kami akan mengunjungi dua desa dengan jarak tempuh kurang lebih satu jam. Hujan deras, jalan berlumpur dan jarak tempuh yang berat terbayang dalam benakku. Semoga bisa sampai tujuan tepat waktu. Pastor keluar dengan tas ransel hitam bermerek Polo Classic. Tas yang sudah lebih dari lima tahun menemani kemana ia pergi. Tas itu mulai terlihat lusuh, warna hitamnya memudar. Namun pribadi yang mema-

tidak perlu sekolah ke Sukadana, karena tidak diterima, tapi sekarang jangan ada lagi fikiran seperti itu, mereka selama memiliki ijazah maka akan diterima,” katanya. †

TERGET satu bulan lagi untuk menyelesaikan kuota nasional perekaman data penduduk untuk wajik KTP Elektronik (E-KTP) membuat Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) menghimpau untuk para perantau menyempatkan diri pulang ke KKU walau sehari saja. “Yang merantau, pulanglah, sehari saja untuk merekam data diri,” kata Kadis Dukcapil H. K Ronny Iswandi, Senin (27/5). Dikatakannya para perantau yang selama ini pergi keluar KKU tanpa menyertakan data diri mereka pindah ke daerah lain, maka mereka masih tercatat sebagai warga KKU, sehingga mereka akan dilayani untuk pemuatan KTP di KKU. Sementara itu, untuk para mahasiswa yang saat ini berada di Pontianak akan didata untuk selanjutnya dilakukan perekaman secara kolektif di kantor perwakilan KKU di Pontianak. Hal tersebut sebagai upaya agar seluruh masyarakat KKU yang berhak memiliki EKTP elektronik dapat terrekam seluruhnya tanpa ada yang tersisa. Semetara itu, untuk wilayah kepulauan, pihak

Dukcapil akan menerjunkan tenaga dan juga peralatan perekaman mobile yang dapat dibawa kemana-mana untuk merekam data penduduk.

Jangan beralasan karena mereka yang buat tahun lalu sampai sekarang belum jadi, lalu sekarang bermalas-malasan untuk buat EKTP, itu tidak benar

Sementara tu, sebelumnya Bupati KKU mengharapkan masyarakat untuk tidak meremehkan kepemilikan E-KTP, karena kedepan pemerintah melalui Kementerian Dalam Negeri akan mensingkronkan dara E-KTP dengan Jamkesmas, Raskin dan sebagainya, sehingga akan menyesal jika masyarakat tidak memiliki E-KTP karena data mereka tidak ada dalam sistem tersebut. “Jangan beralasan karena mereka yang buat tahun lalu sampai sekarang belum jadi, lalu sekarang bermalas-malasan untuk buat EKTP, itu tidak benar,” katanya. †

Tuaian Banyak, Pekerja Sedikit kainya tak pernah kehilangan semangat. Ia pastor paroki kami yang sangat aktif pergi turne untuk melayani para umat. Saat ini aku dipercaya memegang jabatan sebagai ketua OMK. Sudah enam bulan berjalan dan aku lebih banyak mengikuti pastor berkunjung ke desadesa. “Kamu sendirian, Gina? Teman-teman yang lain mana?” “Hujan, Pastor. Ini menjadi alasan yang tepat untuk tidak pergi turne.” Pastor terdiam sejenak, mengambil mantel dan mengajakku bergegas. “Kamu ikut saya saja dengan satu motor.” Kami pun berangkat. *** Dua puluh menit perjalanan, aku memandangi

· Wartawan, Kontributor, Intensive Programmed and Freelancer “ Borneo Tribune” selalu di bekali tanda pengenal dan tidak diperkenankan menerima / meminta apapun dari narasumber · Setiap artikel atau tulisan berupa laporan kegiatan, cerita pendek, surat pembaca, puisi dan resensi yang dikirim ke redaksi hendaknya di ketik dengan spasi rangkap, maksimal 500 kata, ditandatangi dan disertai identitas ( No Telp / Fax jika ada ) dikirim ke alamat borneotribune@yahoo.com atau yusriadii@yahoo.com. Terimakasih

Idealisme, Keberagaman dan Kebersamaan

sekitar dengan terus berdoa hujan segera reda. Rute jalan begitu menantang. Sesekali aku berjalan kaki ketika ban motor tenggelam dalam balutan tanah dan lumpur. Aku membayangkan ini seperti jalan salib. Jatuh-bangun menyusuri perjalanan salib untuk meraih puncak kemuliaan, sebagaimana Kristus melaluinya untuk mencapai golgota dan kemuliaan kebangkitan-Nya. Jalan memang berat untuk ditempuh, tapi para umat menanti kami untuk merayakan Ekaristi bersama. Pastor termasuk cekatan, jalan seperti ini sudah biasa dilaluinya. Meski usianya sudah mendekati lima puluh tahun, semangatnya jauh melampaui aku yang masih muda. Aku tersenyum sendiri memikirkan semuanya. Aku juga harus semangat, masa kalah dengan pastor. Kami sampai dengan tanah yang menempel di sepatu bot yang digunakan. Motor yang tadi bersih tidak lagi kelihatan menarik. Badan motor dan ban dipenuhi tanah dan percikan lumpur. Kami membersihkan diri sejenak dan mem-

persiapkan misa bersama. Gereja dipenuhi oleh umat yang datang merayakan Ekaristi, sebagian dari mereka yang hadir adalah orangtua. Loh, OMK-nya pada kemana ya? Setahu aku di sini banyak anak mudanya. Apa karena hujan? Terlalu banyak yang aku pikirkan hingga membuat konsentrasiku sedikit buyar. Segera kualihkan pikiranku dan merayakan Ekaristi dengan hening dan fokus. *** “Gina, kamu mikirin apa?” aku terperanjat. “Loh … sejak kapan kamu di sini, Glen?” “Sudah dari tadi. Kamu kenapa ngelamun?” “Aku lagi mikirin turne minggu lalu, Glen. Sedih lihat OMK-nya pada nggak ikut misa.” Glen duduk disampingku dan mendengarkan tiap ceritaku. Glen adalah sahabat karibku. Banyak saran-saran yang ia berikan dalam perjalananku sebagai ketua OMK. Ia sosok yang sangat kukagumi, sama seperti pastor paroki kami. “Gina … Glen …, kalian tidak ke pastoran?” tanya mama yang mucul dari ba-

lik pintu. “Memangnya ada apa di pastoran, Ma?” “Tadi Rara menelepon, katanya pastor lagi sakit. Sebaiknya kalian segera ke sana.” Mendengar kabar itu aku dan Glen segera bergegas. Aku mengambil handphoneku di kamar dan melihat lima panggilan tak terjawab. Ternyata sejak tadi Rara temanku menelepon. Sesampai di pastoran, kudapati beberapa OMK juga sudah berada di sana. Aku dan Glen menuju kamar pastor dan melihatnya duduk bersandar pada dinding ranjang. “Pastor, tidak apa-apa?” Pastor tersenyum meski terlihat dipaksakan. Wajahnya pucat dan tampak ia begitu kelelahan dan butuh istirahat. “Kamu terlihat begitu khawatir, Gina. Jangan seperti itu. Saya baik-baik saja.” Aku mencoba tersenyum, meski hatiku miris. Aku tahu sekali bagaimana perjuangan pastor di paroki kami. Kalau sudah begini, aku tidak mampu menahan airmataku. Tetesan bening itu mengalir

tanpa bisa aku tahan. “Gina, kenapa kamu menangis?” pastor kembali melontarkan pertanyaan. Aku segera melangkah keluar kamar dan duduk di teras depan. Aku kesal, entah apa sebabnya. Kubiarkan tetasan kristal itu mengalir seperti hujan yang deras. *** “Gina …,” aku mengenal suara itu. Aku menoleh dan mendapati pastor menghampiriku bersama Glen. Mereka duduk di kursi sejajar denganku. “Jangan pernah merasa bersalah, saya tidak apaapa. Kamu sudah banyak memberikan yang terbaik untuk paroki dan OMK di sini. Saya bangga melihat kontribusimu. Kamu harus tahu, sejak jabatan ketua OMK dipercayakan padamu, orang muda mulai aktif di gereja dan memberikan sumbangsih untuk kemajuan gereja kita.” “Tuaian banyak Pastor, tapi pekerjanya sedikit.” Pastor kembali tersenyum. “Nah tugas kita adalah mencari pekerja-pekerja itu. Kalian dua diantaranya. Tiga hari lagi ada jadwal turne di desa

seberang, kamu dan Glen saya tugaskan untuk ikut ke sana.” “Pastor harus istirahat, biar saya dan Glen saja.” “Trus yang bawakan misa, siapa?” tanya Glen dengan wajah bingung. Aku dan pastor tersenyum mendengarnya. “Kamu Glen,” ujarku bercanda. “Glen … calon imam penerus paroki ini,” timpal pastor membalas candaanku. “Bila Tuhan berkenan, aku siap menjadi pekerja di ladang-Nya.” Glen mengucapkan kalimatnya dengan wajah serius. Sesaat suasana berubah ceria. Aku, Glen dan pastor tertawa bersama. Glen meraih tanganku dan menarikku hingga berdiri. “Ayo, kita harus bergegas,” ia berkata. Aku mengerutkan dahi tanda bingung. “impian berarti bekerja, bukan duduk dan diam saja.” † *** #Tulisan ini aku persembahkan untuk tiap orang yang setia melayani sesama dengan tulus hati.

Penerbit: PT. Borneo Tribune Press. Direktur Utama: W Suwito, SH, MH. Direktur: Emiliana Sekretaris Direksi: Erika Sudiardjo Penasehat Hukum: A. Ambo Mangan, SH, MH, Martinus Ekok, SH, MH. Pemimpin Umum: Sisa Primashinta. Pimred: Hawad Sriyanto Wapimred: Yusriadi Sekretaris Redaksi : Aulia Marti Senior Editor: H. Nur Iskandar, SP, Tanto Yakobus, Alexander Mering, Hairul Mikrad. Redaktur Pelaksana: Ukan Dinata. Wartawan Senior: Andry, Budi Rahman, Agus Wahyuni Wartawan: Andika Lay, Achmad Mundzirin, Achmad Munandar, Jubeironi, Slamet Ardiansyah. Staf Redaksi: Fahmi Ichwan, Syam Abubakar, M Taufik, Fery Adeputra, Yulan Mirza.Biro Mempawah: Johan Wahyudi, Jl. Pendidikan Gg. Suka Mulya No.10 (085654587038). Biro Bengkayang: www.borneo-tribune.net Mujidi, Jl. Pahlawan No. 10, Kelurahan Bumi Emas Bengkayang (085245247955). Sambas: Amrul Ambiya (Kontributor/Pemasaran), Jl. Suka Mantri (085245527602). Landak: Yohanes Ngalai/Pemasaran, TERBIT SEJAK 19 MEI 2007 Jl. Barage Gg. Pak Kasih No. 51 Ngabang (085822062880). Biro Sanggau: Ratnasari Jl. Agus Salim No.10 (085245904505) Aditya ( 085349867788 ). Biro Sekadau: Bagus Kosminto, Jl. Irian No. 41 Sekadau Hilir (085245743683). Biro Sintang: Endang Kusmiyati (08524-5006757) Pemasaran: Fahri (085750296539 ) Jl. JC Oevang Oeray, Gg. Ahmad 2.Biro Melawi: Eko Susilo (0812-56452946) Jl. M Saad, Gg. Kayan, Serundung- Nanga Pinoh. Biro Kapuas Hulu: Teofilusianto Timotius Jl. Pasar Inpres blok A No. 13 Kota Putussibau. Ketapang: Jaidi Chandra (Kontributor), Jl. Gajah Mada No. 156 (081345450988). Biro Kayong Utara : Abdul Khoir. Umum Fitriyana, Ardiansyah. Percetakan/IT: (Manajer) Iwan Siswanto, (Wakil Manajer) Supriyanto, Rustam. Marketing: (Manajer) Hesty Yosana, Kusnan, Aldi C.Sirkulasi : M. Danny, Mulawarman Desain Iklan: Atika Ramadhani, M. Affandy,Keuangan: Jumi Erlinasari, Tri Agustin, Husada Muin. Tarif Iklan: BW (black and white) Rp 6000/mm kolom, Full Colour hal 1 Rp 15.000/mm kolom, halaman dalam Rp 12.000/mm kolom. Khairoedin Pasaribu. Alamat Kantor Bisnis dan Alamat Redaksi: Jalan Purnama Dalam No 2 Pontianak Telpon 0561-767788 Fax 0561-766103. E-mail: borneotribune@yahoo.com

Borneo Tribune


CMYK

Seremonial

03

www.borneotribune.com

Borneo Tribune

Djohansyah-Ahok Maju Pilbup KKR Andika Lay Borneo Tribune, Pontianak

Balon Bupati dan Wabup Djohansyah-Ahok Angking mendeklarasikan diri sebagai pasangan Calon Bupati dan pasangan calon Wakil Bupati Kubu Raya. FOTO Andika Lay/Borneo Tribune.

Sebagai putra daerah asli Kabupaten Kubu Raya, Djohansyah-Ahok Angking dipastikan maju dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah (Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati) Kabupaten Kubu Raya. Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Kubu Raya Djohansyah-Ahok yang akan maju menggunakan jalur partai dan dukungan masyarakat ini mengusung motto Menuju Kubu Raya Bersatu, Bersama Kita Bangun. Menurut Djohansyah, pertimbangan pasangan calon ini maju bukan tanpa alasan, dan pasangan ini maju setelah melalui berbagai pertimbangan yang matang, dan kesamaan visi dan misi kedepan, agar Kabupaten Kubu Raya lebih maju lagi. “Kami maju karena dukungan masyarakat Kubu Raya dan mereka menginginkan kami maju. Kami tidak akan

menolak kepercayaan ini,” kata Djohansyah, Selasa (28/5) saat dihubungi via telepon selulernya. Dikatakannya, pasangan calon ini memiliki keinginan agar Kabupaten Kubu Raya dari segi pembangunan, ekonomi, perikanan, kesejahteraan, dan sumber daya manusia dari Kecamatan masih banyak yang harus dibenahi. “Sebagai putra daerah, kami harus pulang kampung, dan kami wajib membangun kampung kami,” jelasnya. Djohansyah, yang hingga saat ini masih sebagai Anggota DPRD Kota Pontianak harus memutuskan untuk pulang kampung untuk membangun Kabupaten Kubu Raya. “Keluarga besar saya tinggal di Desa Punggur, Kecamatan Sungai Kakap,” ujarnya. Sementara itu, Ahok Angking atau yang lebih dikenal Kwee Lay Hok, tokoh masyarakat Sungai Raya juga memiliki dukungan yang luar biasa “Saya tinggal di Siaga, dan mereka berharap saya maju pada Pilbup ini,” ucap Ahok Angking. o

Kodam Terima Kunjungan Tim Dalprog TNI AD Andika Lay Borneo Tribune, Pontianak

Dalam mengendalikan serta mengawasi pelaksanaan Program Kerja dan Anggaran Kodam XII/Tpr TA. 2013 guna menghindari penyimpangan dalam pelaksanaannya agar tidak menghambat sasaran program, Senin (27/5) kemarin, Tim Pengendalian Program (Dalprog) TNI-AD melaksanakan kunjungan di Makodam XII Tanjungpura. Kehadiran Tim Dalprog TNI-AD ini diterima langsung oleh Asisten Operasi Kasdam XII/Tpr Kolonel Inf Djauhari di ruang rapat Puskodaldam XII/Tpr, dan dihadiri para Asisten/ Kabalak Kodam XII/Tpr. Pangdam XII/Tpr Mayjen TNI Ridwan mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk mengendalikan serta mengawasi pelaksanaan Program Kerja dan Anggaran Kodam XII/Tpr TA. 2013 guna menghindari penyimpangan dalam pelaksanaannya agar tidak menghambat sasaran program.

“Kegiatan Tim Dalprog Terpadu TNI-AD ini, saya anggap memiliki arti yang sangat penting, karena selain dapat melihat kondisi ril tentang kemajuan administrasi dan fisik setiap program dan kegiatan yang sedang berjalan,” kata Pangdam, dalam sambutan yang dibacakan Asops Kasdam Kolonel Inf Djauhari. Diingatkannya, kegiatan ini juga sekaligus dapat dimanfaatkan untuk melihat kondisi objektif Kodam XII/ Tpr khususnya berbagai fasilitas, sarana dan prasarana serta kemampuan dukungan yang ada di satuan jajaran Kodam XII/Tpr, sehingga dari hasil peninjauan yang dilakukan saat ini, diharapkan nantinya dapat menjadi bahan masukan bagi Pimpinan TNI AD dalam proses perencanaan dan penganggaran pada tahun yang akan datang. Sementara, Asrena Kasad Mayjen TNI Muktiyanto mengatakan kegiatan Dalprog TNI AD Tahap I TA 2013 diselenggarakan dengan tujuan untuk mengendalikan dan mendorong percepatan Program

dan Anggaran semester I TA. 2013, sehingga diharapkan akan diperoleh pencapaian kegiatan yang maksimal dengan penyerapan anggaran yang proporsional pada Pelaksanaan Program dan Anggaran TNI AD TA 2013. Pelaksanaan Dalprog TNI AD Tahap I TA. 2013 secara langsung adalah

untuk melihat kemajuan administrasi dan fisik di lapangan terhadap hasil Pelaksanaan Program Kerja dan Anggaran Kotama atau Balakpus TNI AD TA. 2013 sampai sejauh mana kemajuan kegiatan yang telah dilaksanakan,” kata Asrena Kasad, dalam sambutan yang dibacakan Ketua Tim Dalprog TNI-AD, Kolonel

Inf Arifin. Dikatakannya, kegiatan ini menjadi salah satu metode pengendalian yang merupakan tindakan korektif terhadap pelaksanaan kegiatan Program dan Anggaran yang telah ditetapkan sebagai bahan masukan kepada Pimpinan TNI AD dalam penentuan kebijakan selanjutnya.o

DALPROG Ketua Tim Dalprog TNI-AD, Kolonel Inf Arifin dan Asops Kasdam Kolonel Inf Djauhari saat menyampaikan materi kepada Perwira Kodam XII Tanjungpura. FOTO Andika Lay/Borneo Tribune.

Hadir di Pontianak untuk memenuhi kebutuhan busana batik bagi Anda dan Keluarga

Menyediakan kain dan busana batik eksklusif bagi Pria, Wanita, Sarimbit (pasangan), Remaja dan Anak-anak dengan motif dan model yang trendy untuk kegiatan formal maupun informal

CMYK

Rabu, 29 Mei 2013

Bangun Kebersamaan, Pupuk Persatuan

Andika Lay Borneo Tribune, Pontianak

Asisten Intel Kasdam, Kolonel Inf Ontang Roma P saat menyampaikan sambutan Pangdam XII Mayjen TNI Ridwan pada acara Tatap Muka Bersama Tokoh Masyarakat Antisipasi Terorisme di Kalbar di Mapolda Kalbar. FOTO Andika Lay/Borneo Tribune. Pangdam XII Tanjungpura Mayjen TNI Ridwan mengatakan tatap muka seperti ini merupakan sarana yang paling efektif untuk memelihara dan meningkatkan kebersamaan guna membangun komunikasi dialogis diantara kita, sehingga dapat diperoleh kesamaan pandang dalam memahami setiap permasalahan yang terjadi, disamping akan terpeliharanya keharmonisan dan sinergitas kerja kita semua. “Ikatan kebersamaan seperti ini, perlu kita tumbuhsuburkan guna memupuk rasa persatuan dan kesatuan yang sangat diperlukan untuk menghadapi berbagai dinamika permasalahan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” kata Pangdam, Selasa (28/5) dalam sambutan yang dibacakan Asisten Intel Kasdam, Kolonel Ontang Roma P, dalam acara Tatap Muka Bersama Tokoh Masyarakat Antisipasi Terorisme di Kalbar. Dikatakan olehnya, kondisi kehidupan masyarakat yang aman di wilayah ini, tentunya memberikan gambaran kepada kita semua tentang adanya rasa kebersamaan antara Pemerintah dengan masyarakat dalam menciptakan suasana yang kondusif “Kondisi seperti ini sangat diperlukan, mengingat bangsa kita saat ini masih berada pada suasana yang kurang menguntungkan terutama yang menjadi sorotan adalah masalah persatuan dan kesatuan bangsa, masalah nasionalisme, maraknya aksi premanisme serta terorisme,” jelasnya. Maraknya aksi terorisme di beberapa wilayah di Indonesia belakangan ini semakin membuat resah kalangan masyarakat dan tidak menutup kemungkinan Kalbar ini akan menjadi sarang persembunyian bagi teroris seperti pernah terjadi di Kabupaten Melawi. Salah satu upaya antisipasi yang paling komprehensif dan terintegrasi adalah melibatkan semua elemen, baik aparat maupun masyarakat agar berperan aktif dalam menjaga situasi yang kondusif. “Jangan lupa kewaspadaan kita semua terhadap bahaya teroris harus tetap dilakukan apalagi wilayah Kalbar ini sangat luas sehingga dengan kewaspadaan yang tinggi dapat mempersempit ruang gerak teroris,” ingatnya. Upaya deteksi dini perlu juga ditingkatkan kembali dengan cakupan secara berjenjang seperti kegiatan siskamling, pelaporan tamu yang masuk di wilayah rukun tetangga (RT) lebih dari 1x24 jam. Hal itu dapat menjadi kepekaan dan sensitivitas dalam masyarakat guna menangkal jaringan teroris yang masuk di setiap wilayah di Kalbar ini. Dijelaskannya, peran aktif masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, dan aparat pemerintahan itu sangat penting untuk ikut mewaspadai sekecil apapun gejala perubahan yang ada di masyarakat contohnya mencermati adanya perubahan perilaku terhadap salah satu keluarga yang mengarah pada tindakan terorisme. “Saya harapkan kepada Pemerintah dan Unsur terkait untuk lebih jeli dan teliti dalam meneropong munculnya berbagai ideologis di masyarakat, karena jika dapat diketahui sejak awal maka akan lebih mudah dalam penanganannya,” harapnya. o


Serba-Serbi Borneo Tribune

Rabu, 29 Mei 2013

3

Tingkatkan Kualitas PAUD Wujudkan Anak Bangsa Berkualitas Amrul Borneo Tribune, Sambas PENUTUPAN Porseni PAUD tingkat Kecamatan Sambas, yang berlangsung di TK Pembina Sambas, Senin (27/5) meriah. Tampak hadir Penilik PAUD kecamatan Sambas mewakili Ka. UPT Disdik Sambas, dua anggota DPRD Sambas dan sejumlah Orangtua peserta. Acara ini menampilkan juara 1,2,3 Bujang Dare Cilik Putra-Putri (TK-KB), Penampilan juara 1 solo Putra-Putri (TK-KB), serta penampilan juara 1 Celoteh putra-putri (TK-KB). Ada sembilan cabang olahraga yang dilombakan yaitu Azan, Tari Kreasi, Do’a Putra-Putri, Puisi Putra-Putri, Bujang Dare Cilik Putra-Putri, Solo Putra-Putri, Mewarnai Putra-Putri, Melukis Putra-Putri, Celoteh Putra-Putri, Finger Painting Putra-Putri, Do’a Non Muslim Putra-Putri, Lari Rintangan Putra-Putri, Hulahup Putra-Putri, Lari Estafet Putra-Putri, Lempar Bola Merah Putra-Putri dan Sepak Bola Mini. Ketua Panitia, Yuliana D, S.Pd mengatakan pelaksanaan porseni PAUD tingkat Kecamatan Sambas ini merupakan program Disdik Pendidik TK kecamatan yang bertujuan menumbuhkan kompetisi antara lembaga sekaligus sebagai bahan evaluasi. Anggota Dewan Kabupaten Sambas, Faisal M Bakrie mengatakan kegiatan ini harus berkelanjutan karena ini menciptakan prestise dan kreativitas anak usia dini untuk berkarya sehingga dapat meningkatkan kecerdasan pada anak seperti kecerdasan berbahasa, logika, visual, musical, sosial, gerak, intrapersonal, natural, spiritual,” katanya. Dikatakanya guru-guru besar sekali jasanya, tapi gaji yang didapatkan tidak sebesar jasanya, kedepan akan kita perjuangkan gaji guru sesuai dengan jasanya paling tidak gajinya harus sesuai dengan gaji pegawai negeri sipil,” ungkapnya. Dirinya berharap anak didik usia dini ini benar-benar di didik, dengan dibekali pembinaan sehingga dapat mewujudkan anak bangsa yang berkualitas. Senada dengan rekannya, anggota DPRD Sambas, Anwari S.Sos mengatakan Paud merupakan pendidikan dasar anak. Melaluinya, membuat anak kita cerdas, sehat dan ceria. Karena itu dirinya akan berjuang agar dapat meningkatkan gaji guru Paud minimal sesuai dengan upah maksimum regional. Penilik PAUD KecamatanSambas, Yulizar S.Pd menghendaki setiap cabang yang dilombakan memiliki minimal sembilan kecerdasan yang harus kita tanamkan, ransang dan biasakan pada anak salah satunya yaitu kecerdasan berbahasa/kecerdasan linguistik yaitu dapat berkembang bila dirangsang melalui berbicara, mendengar, membaca, menulis, berdiskusi, dan bercerita,” tuturnya.

Solusi Tepat Terobosan Terbaru TCM

ATASI SEGALA MACAM PENYAKIT PRIA Ciri khas kemanjuran & keunggulan Hongkong Medistra TCM sangat jelas dengan resep kuno kekaisaran, resep rahasia turun temurun serta herbal Tiongkok alami, intinya adalah mengobati berbagai penyakit bandel yang susah disembuhkan, khusus menangani berbagai jenis penyakit kronis, begitu diobati langsung dapat dirasakan manfaatnya. Efektif mengobati berbagai penyakit kronis sampai akarnya, tanpa efek samping, setelah diatasi tidak mudah kambuh kembali. Menurut survey terbaru, disfungsi seksual pria termasuk penyakit yang sangat banyak diderita. Terutama persentase penderita impotensi, ejakulasi dini, radang prostat mengalami kenaikan pesat, berdampak jauh lebih parah bagi psikologi dan jiwa, dibanding penyakit pria lainnya, juga merupakan 30% alasan retaknya keharmonisan rumah tangga, menghancurkan kepercayaan diri pria. Penyakit fungsi seksual menimpa pria pada berbagai kalangan usia dan harus diobati sedini mungkin agar tidak memburuk hingga menimbulkan penyakit komplikasi bandel lainnya yang sangat parah dan berbahaya. Hongkong Medistra TCM ada konsultan Sinshe ahli TCM (Traditional

Chinese Medicine) ternama dari Tiongkok yang siap membantu Anda. Melalui pengalaman kerja keras puluhan tahun akhirnya berhasil menemukan terobosan terbaru, khusus mengatasi disfungsi seksual pria, seperti: Impotensi, Ejakulasi Dini, Radang Prostat, Sperma Mati, Tidak ada Sperma, Alat vital tidak normal, Kemandulan, dll. Hasilnya relatif cepat, aman dan tanpa efek samping. Terobosan metode TCM dengan herbal berharga alami yakni “Qiang Yang Bu Shen Liao Fa” ini dipadukan akupuntur elektroterapi sangat terkenal diberbagai Negara, berfungsi memperkuat ginjal & sperma, menyeimbangkan unsur yin & yang didalam tubuh, setelah diatasi bisa menormalkan fungsi seksual, masa berhubungan bisa lebih lama. Rata-rata setelah 2-3 tahap pengobatan, gejala penyakit seperti kencing terasa sakit, sering kencing, tidak tahan kencing, kencing tidak bertenaga, tidak tuntas, bernanah dan lainnya berangsur menghilang secara nyata, sistem reproduksi kembali normal, bisa diatasi hingga ke akar penyakit dan tidak mudah kambuh lagi.

Untuk Konsultan & Pengobatan Hubungi :

HONGKONG MEDISTRA TCM Jl. H. Agus Salim No. 126 Pontianak - Kalimantan Barat Telp. (0561) 733268 HP. 0821 5279 7888 Hari Senin - Sabtu Buka Jam 09.00 s/d 17.00 WIB Minggu & Libur Besar Jam 09.00 s/d 13.00 WIB


Kalimantan Barat - Kota Pontianak Borneo Tribune

Rabu, 29 Mei 2013

4

Kota Pontianak Juara III Nasional Pemanfaatan Toga Andika Lay Borneo Tribune, Pontianak Tim Penggerak (TP) PKK Kota Pontianak tidak hentihentinya mengukir prestasi di tingkat nasional. Kota Pontianak yang mewakili Kalbar dalam lomba pemanfaatan tanaman obat keluarga (toga) berhasil menyabet juara III nasional kategori akota. “Kota Pontianak berada di peringkat ketiga setelah Kota Administratif Jakarta Barat peringkat kedua dan Kota Tangerang Selatan

peringkat pertama,” Yovita Yudit Ijuk, Ketua TP PKK Kelurahan Darat Sekip. Atas prestasi ini, Ketua Umum TP PKK Pusat, Ny Vita Gamawan Fauzi menyerahkan piala dan penghargaan Pakarti Utama III lomba pemanfaatan toga tingkat nasional ini kepada Ketua TP PKK Kelurahan Darat Sekip, Yovita Yudit Ijuk pada pembukaan pameran dan gelar dagang dalam rangka Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) X dan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke 41, Selasa (28/5) di Banjar-

baru, Kalsel. Menurut Yovita, Kelurahan Darat Sekip merupakan kawasan percontohan toga dan menjadi unggulan kelurahan ini. Ada berbagai jenis tanaman obat yang ditanam oleh warga masyarakat dengan memanfaatkan pekarangan yang ada. Salah satu tanaman obat yang menjadi unggulan yakni kunyit hitam dan jerangau merah yang memiliki khasiat untuk menyerap racun yang terdapat dalam tubuh. “Syukurlah, apa yang sudah kita lakukan dengan maksimal mengantarkan Kota Pontianak meraih

peringkat tiga nasional dalam pemanfaatan toga ini,” ujarnya senang. Dikatakannya, toga mempunyai banyak manfaat karena selain untuk pencegahan penyakit dan pertolongan pertama pada penyakit dalam keluarga, tanaman ini bisa menghasilkan pendapatan tambahan bagi warga masyarakat. “Kami selalu mendorong kader-kader PKK dan warga masyarakat untuk bercocok tanam dan membudidayakan toga di pekarangan masing-masing,” jelasnya. Sementara itu, Ketua TP

PKK Kota Pontianak, Ny Lismaryani Sutarmidji mengatakan, keberhasilan yang diraih ini tidak terlepas dari peranan para pengurus dan kader-kader PKK serta kerja sama dengan Pemerintah Kota Pontianak. “Kita berharap apa yang sudah kita capai ini tidak hanya berhenti disini saja, tetapi bagaimana kita mendorong masyarakat untuk memanfaatkan tanaman obat bagi keluarga,” kata Ny Lismaryani Sutarmidji. Dijelaskan olehnya, upaya PKK dalam mewujudkan pemanfaatan toga oleh masyarakat di antaranya me-

lalui upaya penanaman, pengolahan, pemanfaatan dan pemasaran hasil toga. “Upaya ini akan memberikan dampak positif yang nyata bagi masyarakat ke depannya,” terang Lismaryani. Dia menilai, tidak semua penyakit mesti diobati dengan mengkonsumsi obatobatan yang berbahan dasar kimia. Tanaman atau tumbuhan yang ada di sekitar rumah pun bisa menjadi obat alternatif untuk menyembuhkan berbagai penyakit. Sebut saja ginseng, jahe, kencur, temulawak dan masih banyak lagi ta-

naman lainnya yang bermanfaat mengobati maupun mencegah bermacam penyakit. Lismaryani mengajak warga untuk memasyarakatkan jenis-jenis tanaman yang bermanfaat bagi kesehatan sehingga konsumsi obat-obatan yang mengandung bahan kimia bisa dikurangi. “Manfaatkan pekarangan yang ada di sekitar rumah untuk ditanami tanaman obatobatan sehingga tidak perlu repot lagi mencari obatobatan karena sudah tersedia di pekarangan,” pungkasnya. o

Diskop Latih UMKM Menulis Dinas Koperasi (Diskop) dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Kabupaten Kubu Raya memberikan pelatihan penulisan proposal pinjaman modal usaha kepada para UMKM untuk mempermudah pelaku usaha mendapatkan pinjaman modal kepada perbankan dalam mengembangkan usaha mereka. “Hal ini kita lakukan sebagai upaya membantu para pelaku usaha dalam mendapatkan bantuan pinjaman modal pengembangan usaha kepada perbankan. Kita akui sampai saat ini APBD Kubu Raya masih sangat kecil, sehingga masih belum bisa memberikan bantuan modal usaha maupun pengembangan usaha kepada masyarakat,” kata kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kubu Raya, Sutoyo di Sungai Raya.

Salah satu usaha yang dapat dilakukan, lanjut Sutoyo, adalah dengan mencarikan bantuan modal dari pihak ketiga, baik melalui BUMN dan perbankan. Dia menyatakan, Diskop dan UMKM Kubu Raya menggandeng beberapa BUMN dan Perbankan dalam memberikan bantuan modal dan pengembangan usaha kepada masyarakat. “Langkah ini juga sudah dirasakan manfaatnya oleh para pelaku usaha, khususnya UMKM, dimana mereka bisa lebih mudah mendapatkan akses permodalan dari pihak ketiga tersebut. Namun, kita berharap, setiap perusahaan yang ada di Kubu Raya bisa membantu permodalan UMKM dengan memanfaatkan dana CSR mereka agar UMKM di Kubu Raya bisa terus tumbuh dan berkembang,” kata Sutoyo. Sementara itu, Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan mengatakan, untuk

membantu peningkatan usaha UMKM di kabupaten itu, melalui Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu (BPMPT) pihaknya terus mempermudah masyarakat untuk mendapatkan izin usaha agar tercipta wirausaha baru. Dikatakannya, banyaknya wirausaha baru, tentu akan berdampak pada menurunnya angka pengangguran. Untuk mempercepat tumbuhnya wirausaha baru, pihaknya juga membantu masyarakat yang akan berusaha untuk mendapatkan modal awal maupun tambahan modal. Dalam membantu permodalan tersebut, Pemkab Kubu Raya bekerjasama dengan Badan Usaha Milik Negara maupun perbankan yang memiliki program yang sama dengan pemkab Kubu Raya dalam membantu usaha mikro dan menengah mengembangkan usaha mereka. “Kita menjamin masyara-

kat agar mudah mendapatkan pinjaman dari bank dan BUMN yang sudah bekerjasama dengan kita. Jadi jika ada masyarakat yang membutuhkan modal, bisa langsung mendatangi dinas Koperasi dan UMKM Kubu Raya dan mengurus perizinan usaha mereka di BPMPT,” katanya. Muda menjamin, dari proses pengurusan izin usaha, masyarakat dipastikan tidak akan direpotkan, karena BPMPT Kubu Raya sudah menetapkan pola pelayanan yang benar-benar terpadu, transparansi, akuntabel dan cepat. Dia yakin, jika masyarakat banyak yang menjadi wirausaha, maka proses perputaran ekonomi di Kubu Raya akan cepat. Selain berpengaruh besar pada peningkatan pendapatan dan ekonomi masyarakat, hal itu jelas akan sangat berpengaruh pada percepatan pembangunan di Kubu Raya. o

UU Nomor 17 Perlu Didukung PP dan Kepmen Slamet Ardiansyah Borneo Tribune, Pontianak Ketua Dewan Koprasi Indonesia Wilayah (Dekopinwil) Provinsi Kalbar Drs. H. Awang Sofian Rozali, M.Si mengatakan Undang-Undang Nomor 17 tentang Perkoperasian perlu adanya dukungan. “ Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2012 ini perlu didukung dengan Keputusan Menteri (Kepmen) dan Peraturan Pemerintah (PP). Paling tidak ada 6 minimal PP dan Kepmen yang menyertai supaya UU tersebut berjalan dengan efektif. Tetapi sebagaimana amanat UU Nomor 17 ini ada pasal yang menyatakan, sembari menunggu PP dan Kepmen maka masa transisi aturanaturan lain yang berkaitan dengan UU koperasi ini selama 3 tahun,” jelasnya. Menurutnya, pada UU Nomor 17 ini secara tegas diatur namanya berubah

Ketua Ketua Dekopinwil Provinsi Kalbar Drs. H. Awang Sofian Rozali, M.Si mendampingi kedua narasumber acara sosialisasi UU No 17, Raliansen Saragih, SH dan Alfian dari Dekopin Pusat. Foto: S. Ardiansyah/ Borneo Tribune menjadi Koperasi Simpan Pinjam (KSP) atau Kopdit. “Kalau dulu ada namanya WSP, WSP tidak boleh lagi yang ada KSP. Namun untuk CU tidak apa-apa. Koperasi kredit yang menjadi anggotanya adalah orang yang sekaligus yang dilayani,” ujarnya. Ia mengatakan, ada bebe-

rapa koperasi seperti “Koperasi 46” yang dapat merusak citra koperasi. Untuk itu dalam menertibkan keberadaan badan usaha yang mengatasnamakan koperasi, UU nomor 17 ini perlu didukung oleh PP dan Kepmen. “ Dengan demikian nantinya pemerintah akan mengambil langkah. Bahkan nan-

ti akan ada lembaga penjamin kredit koperasi supaya ada perlindungan dan kepestian hukum untuk anggota yang menyimpan dananya. Mudah-mudahan dengan diberlakukannya UU nomor 17 ini dan didukung PP. serta Kepmen, akan ada suasana perkoperasian,” pungkasnya. o

Peserta Diklat foto bersama. FOTO Amrul/Borneo Tribune

Diklat Tingkatkan Kompetensi PNS Amrul Borneo Tribune, Sambas Wakil Bupati Sambas Pabali Musa, M. Ag mengatakan, tujuan pelatihan peningkatan kompetensi sekretaris desa adalah meningkatkan pengetahuan, keahlian, keterampilan dan sikap untuk melaksanakan tugas jabatan secara profesional, yang dilandasi kepribadian dan etika pegawai negeri sipil. “Menciptakan aparatur yang mampu berperan sebagai agen pembaharuan (agen of change) dan perekat persatuan dan kesatuan bangsa serta memantapkan sikap dan semangat pengabdian yang berorientasi pada pelayanan publik dan menciptakan kesamaan visi dan pola pikir (mindset) dalam melaksanakan tugas umum pemerintahan dan pembangunan demi terwujudnya PNS yang memiliki kompetensi yang sesuai dengan persyaratan jabatan masing-masing,” katanya, dalam Pendidikan dan Pelatihan Peningkatan Kompetensi Sekretaris Desa, yang digelar tang-

gal 20-25 Mei 2013, di Aula Badiklat Kabupaten Sambas yang dihadiri Kepala BKD Kabupaten Sambas Drs. H. Nurpinarto, MH, Kepala Bidang Pengembangan Pegawai Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Sambas Abdul Muin, S.Sos, MM, beserta anggota panitia diklat sekdes, serta 39 peserta Diklat Sekretaris Desa di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Sambas yang telah diangkat menjadi pegawai negeri sipil. Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Sambas Drs. H. Nurpinarto, MH, mengatakan setiap calon pegawai negeri sipil/pegawai negeri sipil (PNS) wajib mengikuti latihan prajabatan yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999, kemudian secara teknis ditetapkan kembali Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2000 tentang Pendidikan dan pelatihan Jabatan Pegawai Negeri Sipil. ” Dari dua regulasi ini terlihat betapa penting diklat

diberikan kepada semua calon pegawai negeri sipil/pegawai negeri sipil. Saya berharap kegiatan yang diselenggarakan memberi manfaat dan masukan yang berharga bagi peningkatan kompetensi antara lain terbangunnya kemampuan manajerial, timbulnya daya konseptual yang baik punya integritas dan komitmen pegawai negeri sipil yang ditunjukkan dengan kejujuran, perubahan sikap perilaku (behavior), disiplin dan cinta profesi pegawai negeri sipil,” harapnya. Seketaris Desa Sungai Kelambu Mustafa mengatakan, dirinya telah diberikan ilmu yang bermanfaat dan akan diterapkannya di masyarakat. “Kami berharap kegiatan seperti ini berkelanjutan sebab sangat baik sekali untuk menambah ilmu kami yang mana kami tidak tahu dengan aturan-aturan administrasi desa, keuangan desa, tehnik penyusunan produk hukum desa, manajemen pelayanan publik, wawasan kebangsaan, kepemimpinan dalam organisasi,” katanya. o

Hubungi dealer TVS terdekat atau SMS : TVS Pontianak

: 0853 9320 2778

TVS Rasau

: 0853 9355 5508

TVS Singkawang

: 0823 5178 4446

TVS Ketapang

: 0852 4594 6118

TVS Sintang

: 0812 5746 6666

TVS BM Sintang

: 0852 5260 1948

TVS Pinoh

: 0813 4557 8321

TVS Putussibau

: 0821 5125 9567

TVS Anugrah Sekadau

: 0813 4540 2238

TVS Merdeka Motor PTK

: 0821 5030 6989

TVS Tepuai

: 0813 4528 6562

CMYK

CMYK

Achmad Munandar Borneo Tribune, Kubu Raya


Mempawah-Kubu Raya Borneo Tribune

Rabu, 29 Mei 2013

5

Dukungan Ganda Lunturkan Demokrasi Pemilukada Achmad Munandar Borneo Tribune, Kubu Raya Ditemukannya dukungan ganda di Sungai Bemban Kecamatan Kubu dari salah satu pasangan balon bupati dan wakil bupati Kubu Raya dari jalur perseorangan dianggap telah melunturkan tatanan demokrasi. Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu) pun menyayangkan terjadinya dukungan ganda tersebut. “Penyelenggara pemilu harus mencoretnya saat verifikasi faktual. Masyarakat yang memberikan dukungan itu harus membuat pernyataan untuk memilih salah satu calon yang didukung,” tegas Ketua Bawaslu Provinsi Kalbarm Ruhermansyah. Disebutkannya, dalam Peraturan KPU Nomor 9 tahun 2013 sudah jelas mekanismenya bahwa apabila terdapat dukungan ganda maka diverifikasi faktual,

masyarakat tersebut harus ditanyakan untuk menentukan pilihannya dengan membuat surat pernyataan. “Namun jika dalam verifikasi faktual itu ditemukan ada oknum penyelenggara pemilu yang tidak melaksanakan ketentuan itu maka akan dapat dikenai pidana,” ucapnya. Menurutnya, memang tidak ada sanksi dalam pelanggaran dukungan ganda ini. Sanksinya hanya berupa administrasi. Kecuali jika disengaja menghilangkan atau memanipulasi data maka dipidana. “Pasangan yang ditemukan ternyata ada berkas dukungan ganda baru bisa digugurkan jika tidak memenuhi persyaratan minimal seperti yang ditentukan dalam aturan,” ujarnya. Ruhermansyah tak menampik jika dukungan ganda itu tidak hanya dapat terjadi di satu tempat saja namun dapat terjadi di tempat-tempat lain. “Tugas kita semua termasuk masyara-

kat berpartisipasi untuk segera melaporkan jika merasa tidak memberikan dukungan terhadap kandidat lain namun ternyata KTP maupun namanya tercantum di dukungan kandidat lain,” tuturnya. Sementara itu Ketua FPKEL (Forum Pemantau Kinerja Eksekutif - Legislatif), Izharudin mengaku prihatin dengan temuan dukungan ganda di Sungai Bemban. “Ini sangat memprihatinkan dari mekanisme berdemokrasi di Kubu Raya. Padahal, tolak ukur dari proses perkembangan sebuah kabupaten tentu Kubu Raya sangatlah maju akan tetapi dalam berdemokrasi sangat lah mundur,” terangnya. Ia menilai dengan ditemukannya pengaduan dari Desa Sui Bemban terhadap dukungan calon independen artinya gagal membawa masyarakat berdemokrasi. Padahal, ada dua wadah yang disiapkan oleh pemerintah

ketika mau maju dalam pemilukada yakni melalui jalur independen dan parpol. “Ini menunjukan pemahaman demokrasi terbalik. Lebih cerdas masyarakat ketimbang para calon bupati dan wakil bupati. Akan menjadi pelajaran kita semua kalau mau maju jadi cabup tidak asal-asal punya uang, tentu harus memiliki pemahaman demokrasi. Jelas ini contoh proses demokrasi yang gagal oleh kandidat itu sendiri,” tegasnya. Artinya, lanjut Izharudin, bahwa kita gagal dalam memberikan nilai-nilai demokrasi yang jurdil. Ini harus agenda KPU sehingga calon perseorangan maju tidak menerima dukungan KTP asal-asalan. Tahapan ini sangat penting agar yang masyarakat pilih mengerti karena untuk menjadi seorang pemimpin harus paham dan mengerti yang menjadi tahapan-tahapan dalam KPU. o

Agung Laksono Imbau Pemda Bina Pengusaha

Tinjau Pabrik Menkokesra Agung Laksono (dua dari kanan), didampingi Gubernur Cornelis dan Bupati Ria Norsan meninjau pabrik PT. Permata Borneo Lestari di Desa Wajok Hulu, Kecamatan Siantan, Kabupaten Pontianak. Foto : Humas

Johan Wahyudi Borneo Tribune, Mempawah Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat, Agung Laksono mengunjungi pabrik pengolahan kayu karet PT Permata Borneo Lestari di Desa Wajok Hulu, Kecamatan Siantan, Kabupaten Pontianak, Senin (27/5), kemarin. Dalam kunjungan ini, Agung Laksono didampingi Gubernur Cornelis dan Bupati Pontianak, Ria Norsan. Bupati Pontianak, Ria Norsan menjelaskan, kedatangan Menko Kesra bertujuan untuk meninjau langsung keberadaan pabrik pengolahan kayu karet menjadi bahan plywood untuk industri furniture. “Pabrik yang baru beroperasi sejak bulan Maret 2013 ini sendiri merupakan satusatunya di Kalimantan Barat dengan orientasi ekspor ke negara-negara Eropa, Jepang, dan Cina,” katanya..

Sedangkan Menko Kesra, Agung Laksono menjelaskan, kedatangan dirinya ke Desa Wajok Hulu erat kaitannya dengan pembukaan pabrik pengolahan kayu karet PT Permata Borneo Lestari. Dirinya mengatakan sangat antusias terhadap usaha-usaha yang bisa merekrut banyak tenaga kerja. “Sekarang ini isu yang penting adalah bagaimana terciptanya lapangan pekerjaan,” kata Agung. Selain itu, Agung menerangkan, dibukanya pabrik pengolahan kayu karet ini punya manfaat yang banyak. Jika sebelumnya masyarakat terbiasa membakar hutan karet tidak produktif ataupun menjadikan kayu karet sebatas kayu bakar, maka adanya pabrik membuat kayu karet mempunyai nilai tambah. Pengolahan kayu karet juga sekaligus bisa mengurangi jumlah hotspot pembakaran lahan karet tidak produktif. “Pembukaan pabrik peng-

olahan kayu sejalan dengan komitmennya terhadap upaya pembukaan lapangan pekerjaan yang dapat mengurangi angka kemiskinan. Inilah concern saya, fokus kepedulian saya,” katanya. Pada kesempatan itu, Agung Laksono juga memberi masukan kepada perusahaan terkait keselamatan kerja, di mana ia melihat antara mesin dengan pekerja letaknya sangat dekat dan tanpa pengaman. Karenanya ia meminta kepada perusahaan agar memperhatikan masalah ini. “Saya juga mengingatkan kepada pemilik perusahaan agar dalam menjalankan usahanya tetap berada di dalam koridor aturan resmi pemerintah, baik menyangkut pajak, prosedur eksporimpor, dan sebagainya. Dan saya meminta pemerintah daerah baik gubernur maupun bupati, agar selalu memberikan pembinaan kepada pengusaha,” katanya.

Sedangkan Gubernur Kalbar, Cornelis sendiri tidak banyak berkomentar. Ia hanya menegaskan bahwa apapun petunjuk dari Menko Kesra Agung Laksono maka pemerintah daerah siap melaksanakannya. “Petunjuk Menteri nanti kita laksanakan sama-sama mulai dari gubernur hingga masyarakat,” ungkapnya. Sementara itu, Direktur PT Permata Borneo Lestari, Sudirno, mengucapkan terima kasih atas kedatangan Menko Kesra Agung Laksono. Dirinya berharap pabrik yang dipimpinnya dapat memberikan kontibusi kepada daerah Kabupaten Pontianak. “Terima kasih banyak Menteri telah datang jauhjauh untuk melihat pabrik yang baru kita mulai ini. Mudah-mudahan pabrik ini bisa bermanfaat luas bagi daerah. Mohon dukungan pemerintah dan masyarakat,” kata Sudirno. o

Silaturrahmi Ketua DPW Partai Nasdem Kalbar, Sy Abdullah Alkadrie, bersama Caleg DPRD Kabupaten Pontianak, Hairul Mikrad bersilaturrahmi bersama kader Partai Nasdem di Desa Sungai Batang, Kecamatan Sungai Pinyuh. Foto : Johan Wahyudi/Borneo Tribune

Partai Nasdem Membawa Gagasan Baru Johan Wahyudi Borneo Tribune, Mempawah Menjalin silaturrahmi yang lebih dekat dengan kader-kader Partai Nasdem, Ketua DPW Partai Nasdem Kalbar, Sy Abdullah Alkadrie didampingi Caleg Partai Nasdem Kabupaten Pontianak, Dapil II Kecamatan Sungai Pinyuh-Anjongan, Hairul Mikrad, Selasa malam (27/5), kemarin menggelar pertemuan di Jalan Sinar Tani, Desa Sungai Batang, Kecamatan Sungai Pinyuh. Pada kesempatan tersebut, Ketua DPW Partai Nasdem Kalbar, Sy Abdullah Alkadrie, mengatakan silaturrahmi dengan masyarakat beserta kader-kader Partai Nasdem sebagai ben-

tuk mempeterat tali persaudaraan dan persatuan, terutama sesama kader dan pengurus partai Nasdem. “Silaturrahmi ini, akan memperpanjang umur, mempermudah rezeki, susah hilang dan timbul senang,” katanya. Sy Abdullah, tidak lupa memaparkan program-program Partai Nasdem yang melakukan perubahan bagi bangsa ini secara konstitusi agar menjadi jauh lebih baik. “Partai Nasdem satu-satunya partai baru pada Pemilu 2014 mendatang, Partai Nasdem membawa gagasan baru. Kehadiran Partai Nasdem sebagai ikhtiar untuk melakukan gerakan perubahan,” katanya. Selain itu, Caleg DPR RI ini tidak lupa mengingatkan kader Partai Nasdem untuk

memenangkan Partai Nasdem pada Pemilu Legislatif 2014 mendatang. “Saya tidak berani berjanji, janji utang yang harus ditepati. Tapi Partai Nasdem telah memberi bukti dengan memberikan santunan duka bagi anggota Partai Nasdem,” katanya. Sedangkan salah satu Kader Partai Nasdem, Tahjuddin mengatakan selaku kader partai menyatakan siap memenang Partai Nasdem, serta mendukung caleg-caleg Partai Nasdem untuk menduduki kursi DPRD Kabupaten Pontianak. “Kami siap memenangkan Partai Nasdem, serta mendukung keberhasilan calegcaleg Partai Nasdem untuk bisa menjadi wakil rakyat baik di Kabupaten, Provinsi dan pusat,” katanya. o

Wabup Senang BBGRM Dilaksanakan di Ujung Desa Johan Wahyudi Borneo Tribune, Mempawah Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) ke X di Kabupaten Pontianak dipusatkan di Desa Parit Banjar, Kecamatan Mempawah Timur, Selasa (28/5), kemarin, di Halaman SDN 10 Mempawah Timur, yang dibuka langsung Wakil Bupati Pontianak, Rubijanto. Pada kesempatan tersebut, Wakil Bupati Pontianak, Rubijanto mengaku senang BBGRM dipusatkan di ujung Desa Parit Banjar. Dimana pemerintah daerah, bisa melihat langsung kondisi kehidupan masyarakat di pedesaan secara langsung. “Saya senang BBGRM ini, dilaksanakan diujung desa. Kita bisa melihat langsung kondisi kehidupan masyarakat dan kondisi pembangunan pedesaan. Jangan hanya di daerah perkotaan saja,” katanya. Untuk itu, Rubijanto, me-

Gotong Royong. Wakil Bupati Pontianak, Rubijanto memukul gong tanda dimulainya Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat ke X di Desa Parit Banjar, Kecamatan Mempawah Timur. Foto : Johan Wahyudi/Borneo Tribune

minta para pejabat SKPD yang hadir diharapkan memperathatikan secara serius kondisi kehidupan ekonomi dan pembangunan masyarakat di pedesaan. “Pejabat yang hadir, bisa langsung melihat kesulitan masyarakat. Mana yang harus diperhatikan. Dan kegiatan gotong royong bukan hanya seremonila belaka, tapi dalam diaplikasikan dalam kehidupan seharihari,” katanya. Selain itu, BBGRM dinilai

mempunyai arti penting mewujudkan visi dan misi pemerintah Kabupaten Pontianak, dalam melaksanakan pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Tradisi gotong royong harus terus dibangkitkan. Karena gotong royong suatu pengikat kesatuan masyarakat yang majemuk. Apalagi semangat gotong royong ini, sudah ada sejak zaman dulu, maka jangan dihilangkan,” katanya. o


Bengkayang Borneo Tribune

Rabu, 29 Mei 2013

6

Walikota Minta Dewan Pengawas

Kaji Masalah Internal di PDAM Singkawang Rudi Borneo Tribune, Singkawang Baru-baru ini, diperkirakan sekitar enam puluh sembilan (69) orang karyawan PDAM Kota Singkawang melayangkan Mosi tak percaya terhadap pimpinan mereka, yaitu Direktur Utama (Dirut) PDAM Kota Singkawang, Kristina Kilin. Mosi tak percaya itu berawal atas pemecatan salah seorang karyawan PDAM bernama Lutfi. Yang dilakukan oleh Dirut PDAM. Bahkan, dari 69 karyawan yang melayangkan mosi tersebut mengancam akan mogok kerja, jika tuntutannya tidak disikapi oleh Pemkot kota ini. Menanggapi itu, Walikota Singkawang, Awang Ishak kepada wartawan mengatakan, hingga sekarang ini dewan pengawas belum memberikan laporan terkait masalah mosi yang dilayangkan 69 karyawan PDAM itu. “Saya belum menerima laporan dari dewan pengawas

terkait mosi yang dilayangkan oleh karyawan PDAM tersebut,” ungkap Awang. Bahkan, Awang berencana akan membuat suatu survey mengenai sejauh mana masyarakat menilai, atau menerima kinerja dari Dirut PDAM sekarang ini. Awang tak menampik, jika hingga detik ini belum mengetahui secara persis internal dalam tubuh PDAM. Oleh sebab itu, Awang akan meminta dewan pengawas untuk mengkaji kembali masalah internal di dalam tubuh PDAM, sehingga bisa diketahui sejauh mana hasil yang dicapai kinerja Dirut sekarang ini. “Nanti, saya akan minta dewan pengawas untuk mengkaji kembali sejauh mana masalah internal PDAM,” ujarnya. Sebagai Walikota, tambah Awang, ia belum bisa menilai, memastikan, ataupun memvonis siapa yang salah dan siapa yang benar dalam masalah ini. Oleh karena itu, Walikota minta dewan pengawas untuk kembali

mengkaji masalah internal di PDAM. “Saya tidak bisa memutuskan siapa yang benar, ataupun yang salah, apa lagi memvonis kesalahan seseorang,” pungkas Awang. Sebelumnya, salah seorang karyawan PDAM Gunung Poteng Kota Singkawang, Lutfi proses pemecatan terhadap dirinya dilakukan secara tidak hormat oleh Direktur PDAM, Kritina Kilin. Akhirnya, Lutfi bersama puluhan karyawan PDAM mendatangi Wakil Walikota, Abdul Mutalib di Rumah Dinas Wawako, Senin (27/5) siang. Kedatangan Lutfi bersama puluhan karyawan PDAM disambut baik oleh Abdul Mutalib di rumah dinasnya. Dalam kesempatan itu, Lutfi bersama puluhan karyawan PDAM menyatakan mosi tak percaya terhadap pimpinan Direktur PDAM sekarang ini, yakni Kristina Kilin. Oleh sebab itu, mereka beramai-ramai membubuhkan tanda tangan mosi

ketidakpercayaan tersebut. Pada kesempatan itu pula, Lutfi membeberkan berbagai permasalahan yang terjadi di dalam tubuh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Singkawang. Mulai dari pemasangan meteran yang tidak mengunakan standar SNI, hingga dugaan indikasi korupsi pun dibeberkan. Menurut Lutfi, masalah awal dirinya dipecat secara tidak hormat oleh Kristina Kilin, lantaran dirinya acap kali melawan kebijakan yang diputuskan oleh sang Direktur. Dia mengaku, bentuk perlawanan itu, dilakukan demi kepentingan masyarakat, dalam pelayanan air bersih. “Karena melawan kebijakan, saya dipecat secara tidak hormat. Seharusnya, sebelum melakukan pemecatan Direktur memberikan surat peringatan pertama (SP1), hingga memberikan surat peringatan ke tiga (SP3),” kata Lufi. Tapi, tambah dia, prosedur tersebut tidak diindahkan oleh direktur. Malah peme-

catan, atau pemberhentian kerja terhadap dirinya dilakukan secara tidak hormat, atas dasar itu pula mosi ketidakpercayaan ini mereka lakukan. “Saya dibilang melakukan pemasangan meteran air kepada pelanggan secara ilegal. Atas alasan itu pula, saya dipecat oleh Kristina Kilin,” katanya. Lutfi bersama puluhan karyawan PDAM mengaku akan melakukan mogok kerja, jika mosi tuntutan mereka tidak disikapi oleh Pemkot Singkawang. Dalam tempo seminggu, tuntutan itu mereka sampaikan di hadapan Abdul Mutalib, agar segera disikapi dengan tegas. Menanggapi itu, dalam tempo seminggu ini, Abdul Mutalib mengatakan akan memanggil Direktur PDAM Kristina Kilin, untuk mendengar penjelasan kedua belah pihak. Apakah ini ada indikasi suka atau tidak suka, atau pun ada indikasi lain dalam tubuh PDAM. “Saya akan memanggil ke-

dua belah pihak, untuk mencari jalan keluarnya,” kata Abdul. Sementara Direktur PDAM Singkawang Kristina Kilin, ditemui wartawan di ruang kerjanya menegaskan, kalau dirinya siap untuk memenuhi panggilan dari Wakil Walikota Singkawang, Abdul Mutalib. Kristina Kilin juga mempertanyakan, apakah mosi tersebut bisa memecat dirinya? “Apakah mosi tidak percaya ini bisa menurunkan Direktur dari jabatannya?,” tegas Kilin. Terkait dengan rencana puluhan karyawan PDAM akan melakukan mogok kerja, karena mendukung ketidakterimaan Lutfi terhadap pemecatan dirinya, Kristina Kilin mengatakan pemecatan yang dilakukan terhadap Lutfi, karena ada kesalahan. “Saya tidak akan berani memecat karyawan tanpa ada kesalahan. Pemecatan ini dilakukan, karena Lutfi sudah melakukan kesalahan berat,” ungkap Kilin. Dalam rangka mendukung

program Walikota, kata Kilin, salah satunya memberantas sambungan meteran yang dipasang secara ilegal. Dimana pihaknya sudah menganalisa, dan ditemukan sambungan secara ilegal yang dilakukan oleh saudara Lutfi ini. “Sesuai dengan peraturan yang berlaku dalam PDAM. Konsekuensinya adalah pemberhentian, jika ditemukan ada karyawan yang melakukan penyambungan meteran secara ilegal,” ujarnya. Oke lah, kata dia, jika dikaitkan dengan kedisipliner karyawan yang masih bisa dipertimbangkan, tapi pelanggaran yang sudah dilakukan saudara Lutfi masuk dalam pelanggaran berat, dan konsekuensinya adalah pemecatan secara tidak hormat. “Dia (Lutfi), sudah melakukan penyambungan meteran air kepada pelanggan secara ilegal, juga mengunakan stempel dari kantor. Tapi, tagihan dari pelanggan tersebut, tidak sepersen pun masuk ke kantor,” katanya. o

Nurat Ketua DPD KNPI Bengkayang Mujidi Borneo Tribune, Bengkayang Setelah fakum semenjak tahun 2007 yang lalu, Sabtu (25/5), KNPI Kabupaten Bengkayang menggelar Musyawarah Daerah (Musda) II yang bertujuan untuk memilih ketua yang baru untuk priode tiga tahun, 20132016. Musda ke II KNPI Kabupaten Bengkayang itu dilaksanakan di Aula Paroki Santo Pius X dengan dihadiri Wakil Bupati Bengkayang, Forkopimda, Ketua DPD KNPI Provinsi Kalimantan Barat, mahasiswa, pelajar SMA dan SMK, LSM, Ormas, serta sejumlah Organisasi Kepemudaan yang tergabung dalam KNPI. MUSDA ke II KNPI Kabupaten Bengkayang dibuka Wakil Bupati Bengkayang, Agustinus Naon. MUSDA berlangsung mulai pukul 09.00 hingga pukul 17.00 wib. Dari awal hingga selesai, kegiatan berjalan lancar.

Dalam pemilihan yang dilaksanakan, organisasi yang berhak memberikan suara untuk memilih ketua adalah organisasi kepemudaan yang tergabung dalam KNPI dengan syarat kepengurusannya ada di Kabupaten Bengkayang hingga pusat. Organisasi organisasi kepemudaan yang hadir adalah Pemuda Pancasila, FKPPI, Pemuda Khatolik, GP Ansor, GMKI, GAMKI, GM Kosgoro, Gema Kosgoro, Mapancas, IPPNU, IPNU, KNPI Kecamatan Ledo, KNPI Kecamatan Lumar, KNPI Suti Semarang, KNPI Sungai Betung, PMKRI, Pemuda Muhammadiyah, Fatayat NU, KNPI Kecamatan Sanggau Ledo dan DPD KNPI Bengkayang. OKP ini memberikan suara kepada salah satu calon dari tiga calon yang telah mendaftar. Calon calon tersebut adalah Andre Proniko, Nurat SE, dan Wardi S. Si. Saat perhitungan dilakukan, perolehan Nurat langsung memimpin.

Pada akhrinya, Nurat tampil sebagai calon ketua dengan suara terbanyak. Diakhir perhitungan, Nurat memperoleh tujuh belas suara, Wardi memperoleh dua suara dan Andre Proniko memperoleh satu suara. Kemenangan Nurat ini kemudian disahkan dengan berita acara yang ditandatangani oleh ketua, sekretaris dan anggota pimpinan sidang yang terdiri dari, Ismael Edison, Rantau, Niko Frankas, Rudiman dan Alivus. Akhir dari pemilihan, Nurat menyampaikan visi misinya. Nurat mengatakan, langkah awal yang akan dilakukan adalah mencari kantor sekretariat untuk KNPI. Dan yang tidak kalah penting adalah menyatukan semua organisasi kepemudaan. “Pemuda Bengkayang harus maju, pemuda Bengkayang harus jaya dan berperan untuk membangun Kabupaten Bengkayang yang lebih maju,” jelas Nurat. o

Persentase Kelulusan Meningkat

Pelajar di Perbatasan Lulus 100 Persen Mujidi Borneo Tribune, Bengkayang Pelajar tingkat SMA yang sekolah di daerah perbatasan, SMAN 1 Jagoi Babang dan SMAN 1 Seluas bisa berbangga karena tingkat kelulusan yang mencapai seratus persen. Persentase itu meningkat karena pada tahun belumnya, angka kelulusan di sana hanya sembilan puluh persen. “Kita boleh berbangga karena pelajar pelajar kita yang sekolah di sekolah perbatan bisa lulus semua,’ demikian dikatakan Silveius Sinoor yang saat pengumuman kelulusan masih menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkayang. Sinoor mengatakan, perbatasan cerminan bagi Kabupaten Bengkayang dan bangsa Indonesia. Dengan angka kelulusan tersebut, daerah perbatasan bukanlah suatu halangan untuk membangun dunia pendidikan yang lebih maju. Apa yang dikatakan Sinoor ini disampaikan ke seluruh Kepala Sekolah tingkat SMA, MA dan SMK se Kabupaten Bengkayang, Jumat (25/5) sesaat sebelum penyampaian amplop kelu-

lusan kepada pihak sekolah. Secara garis besar, angka kelulusan SMA untuk Kabupaten Bengkayang mencapai 99, 33 persen. Dari tahun ke tahun angka keulusan itu meningkat. Sebagai perbandingan, tahun 2009-2010 angka kelulsan mencapai 83, 39 persen, 2010-2011 angka kelulusan mencapai 95, 80 persen, 2011-2012 angka kelulusan mencapai 97, 58 persen dan tahun 2012-2013 mencapai 99,33 persen. Apabila SMA hanya 99, 33 persen, maka untuk SMK lebih tinggi dengan angka kelulusan 100 persen. Artinya semua siswa yang mengikuti ujian SMK dinyatakan lulus secara menyeluruh. Untuk perbandingan tahun ke tahun, kelulusan SMK mengalami pasang surut, tahun 2009-2010 angka kelulusan hanya 66, 1 persen, tahun 2010-2012 mencapai 100 persen, tahun 2011-2012 menurun lagi menjadi 94, 86 persen dan untuk tahun 20122013 mencapai 100 persen. Berikut ini, sekolah- sekolah dengan angka kelulusan 100 persen, SMAN 1 Bengkayang, SMAN 2 Bengkayang, SMAN 3 Bengkayang, SMAN 1 Samalantan, SMAN 1 Jagoi Babang, SMAN 1 Seluas, SMAN 1 Teriak, SMAN 1

Lumar, SMAN 1 Ledo, SMAN 1 Sungai Betung, SMA Dwi Dharma, SMA Asisi, SMA Shalom, SMA Borneo, MAN Sanggau Ledo, MA Alma’arif, MA Nurul Ummah dan SMA Methodis. Kemudian, ada empat SMA dengan kelulusan dibawah seratus persen, SMAN 1 Sanggau Ledo hanya 98, 25 persen, SMAN Capkala mencapai 87, 50 persen, SMA Harapan Bangsa 99, 15 persen dan SMA Betung Garatung 93, 75 persen. Sinoor mengatakan, dirinya memberikan apresiasi yang tinggi kepada pihak sekolah yang telah berusaha semaksimal mungkin untuk meluluskan para siswa. Bagi Sinoor, tidak ada guru yang menginginkan siswanya tidak lulus. “Namun demikian, untuk perbaikan ke depan, tentunya kita perlu melakukan evaluasi diri, apa yang harus dipertahankan dan apa yang harus dilakukan kembali,’ jelas Sinoor. Ternyata, pertemuan dengan para kepala sekolah tersebut menjadi pertemuan terakhir bagi Sinoor, karena pada pukul 14.00, yang bersangkutan dilantik untuk menduduki jabatan sebagai Kepala Dians ESDM Kabupaten Bengkayang. o

Penyerahan buku sekolah harmoni hijau, di lokakarya mewujudkan pendidikan berkarakter dan ramah di Kalbar, melalui Sekolah Harmoni Hijau, di aula Kantor Pemkot Singkawang, Selasa (28/5)/ Foto Rudi Borneo Tribune

Metode PAKEM Tingkatkan Minat Sekolah Rudi Borneo Tribune, Singkawang World Vision Indonesia (WVI) bekerjasama dengan Dinas Pendikan Kota Singkawang menerapkan konsep PAKEM (pembelajaran aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan) dengan peningkatan kehadiran siswa mencapai 40 persen. .

Transformational Director World Vision Indonesia, Grace Hukom mengatakan, perubahan positif mulai terasa dengan dilaksanakannya konsep PAKEM yang menerapkan nilai kearifan lokal dan penanaman berkarakter yang menjadikan siswa SD menerapkan harmoni dengan diri sendiri, sesama, alam dan pencipta. ”Di Bulan September

2012, peningkatan kehadiran siswa hingga 40 persen, disamping para guru yang merasa tidak stres saat mengajar. Dampak lain para siswa juga tidak merasa terpaksa menimba ilmu,” ungkapnya usai melaunching buku panduan Sekolah Hijau di aula Kantor Pemkot Singkawang, Selasa (28/5). Menurutnya, komitmen dari 80 guru SD yang menerima

pelatihan PAKEM merupakan salah satu alasan meningkatnya minat sekolah siswa. Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Singkawang, H.M Nadjib menambahkan, konsep pendidikan harmoni Hijau ini membangun generasi yang berkarakter yang nantinya menunjang pencapaian akademis maupun non akademis siswa. o

HKG Provinsi

TP PKK Bengkayang Panen Piala

Ketua TP PKK Kabupaten Bengkayang, Ny. Femi Suryadman Gidot, berfoto bersama dengan para pengurus TP PKK Bengkayang saat mengikuti HKG ke 41 Provinsi Kalimantan Barat di Melawi. Foto TP PKK Bengkayang

Mujidi Borneo Tribune, Bengkayang Tim Penggerak PKK Kabupaten Bengkayang panen piala saat ikut serta dalam HKG PKK ke 41 Provinsi Kalimantan Barat yang dilaksanakn di Kabupaten Melawi beberapa waktu yang lalu. Secara terperinci, kepengurusan TP PKK yang dipimpin Ny. Femi Suryadman Gidot ini memperoleh empat hadiah dari empat perlombaan. Empat piala yang diperoleh tersebut masing-masing, jua-

ra satu lomba busana khas daerah yang diperagakan langsung oleh ketua TP PKK Bengkayan, Ny. Femi. Busa yang digunakan Femi adalah busana batik khas Kabupaten Bengkayang dengan corak “Saruwe Kalamange”. TP PKK Kabupaten Bengkayang juga menyabet juara satu untuk stand pameran, kemudian juara tiga produk Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) PKK untuk anyaman kap lampu, serta juara dua untuk 10 Program Pokok PKK. “Untuk lomba busana,

saya yang sebagai peraganya, sementara UP2K yang kita ikutkan adalah produk hasil binaan kelompok PKK Bengkayang,” jelas Femi saat ditemui di kediamannya, Senin (27/5). Femi menerangkan, piala ataupun hadiah yang diperoleh TP PKK Kabupaten Bengkayang merupakan perwujudan kerja keras yang telah dilakukan selama ini. Hadiah itu sebagai bentuk penghargaan untuk pengurus PKK mulai dari tingkat Kabupaten, Kecamatan hingga Desa.

“Ini hadiah kita bersama, hadiah untuk pengurus TP PKK, hadiah untuk kader PKK dan tentunya hadiah untuk warga Kabupaten Bengkayang secara keseluruhan,” terang Femi. Femi menuturkan, kedepannya, TP PKK Bengkayang beserta akan terus berbuat demi kemajuan Kabupaten Bengkayang. TP PKK Bengkayang akan terus berbuat untuk mewujudkan masyarakat Kabupaten Bengkayang lebih maju, sehat cerdas dan sejahtera. “Langkah- langkah yang akan dilakukan untuk memajukan Bengkayang dan masyarakatnya itu, tentunya dengan mensosialisasikan sepuluh program pokok TPP PKK Kepada masyarakat mulai dari perkotaan hingga kepelosok,” terang Femi. Dengan prestasi- prestasi yang telah dicapai, Femi mengucapkan terimakasih kepada semua kader dan anggota PKK Kabupaten Bengkayang yang ikut barpartisipasi aktif pada HKG Provinsi Kalimantan Barat di Melawi. “Dengan dukungan para kader tersebut, PKK Kabupaten Bengkayang memperoleh hasil yang menggembirakan dengan memperoleh empat piala ini,” ungkap Femi. o


Landak-Sanggau Borneo Tribune

Rabu, 29 Mei 2013

7

Kasus Dugaan Keracunan Satu Keluarga di Jangkang

Hasil Labfor Belum Keluar Ratna Sari Borneo Tribune, Sanggau

Bubarkan Teroris Mbai: Indonesia Rujukan PBB Bukan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) atau Densus 88 Anti Teror yang harus dibubarkan, melainkan para pelaku aksi radikal terorisme di Indonesia yang harus dibubarkan. “Jika ada suara sejumlah ulama menuntut BNPT dan Densus 88 dibubarkan apa tidak salah alamat? Kenapa bukan teroris yang dituntut bubar?” Demikian pernyataan keras Kepala BNPT Drs Ansyaad Mbai saat membuka Pelatihan Anti Radikal Terorisme bagi pengurus Forum Komunikasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Bagian Barat Indonesia di Emerald Hotel, Medan, Selasa (28/5/13) sore. Pernyataan Ansyaad Mbai sebagai menjawab protes keras sejumlah tokoh karena menuntut BNPT atau Densus 88 Anti Teror untuk dibubarkan karena ditengara melanggar Hak Azasi Manusia (HAM) selain banyak menangkap “aktivis” Islam. Bicara pelanggaran HAM menurut Mbai tidak perlu berteori dan berdefinisi, cukup melihat kenyataan yang terjadi di sekitar kita. Mulai dari peledakan bom yang menelan puluhan, bahkan ratusan korban jiwa. Bom Bali 1 dan 2, bom JW Marriot. Bom di sejumlah kedutaan besar asing di Jakarta. Aksi yang disebut-sebut sebagai “jihad” tersebut juga dilanjutkan dengan perampokan bank, seperti Bank CIMB Medan. Uang hasil rampok itu akan digunakan untuk gerakan lebih lanjut yang lebih besar. Menurut Mbai, langkah Indonesia yang menjadi contoh bagi PBB adalah pendekatan persuasif-lembut sekaligus refresif-keras. “Kita tidak main tembak. Coba bandingkan dengan pelaku

Nur Iskandar Borneo Tribune, Medan

Nigeria mendapat rekomendasi Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) untuk mendapatkan “the best practices” bagaimana mengatasi aksi radikal terorisme. Salah alamat jika BNPT dan Densus 88 dibubarkan

Ansyaad Mbai

FOTO Net

Bom Boston, keduanya ditembak. Artinya 100 persen dari pelaku teroris. Ini jika kita mau buat persentase.” Oleh karena itu Indonesia sangat menimbang soal HAM. Dari 833 teroris yang ditangkap “hanya” 89 orang yang ditembak. Data penegakan hukum terhadap pelaku terorisme di Indonesia sebanyak 833 orang ditangkap dan hanya 89 orang yang meninggal di Tempat Kejadian Perkara (TKP). Sebanyak 833 yang ditangkap, 700 orang sudah divonis pengadilan, 308 sudah bebas dari hukuman, 392 masih mendekam di Lembaga Pemasyarakatan (LP) untuk menjalani hukuman, serta 25 orang tergolong resedivis. Sejak tahun 1998 hingga 2013 sedikitnya BNPT mencatat realitas aksi radikal terorisme di Indonesia sebanyak 38 kejadian. Mulai dari peledakan bom gedung Atrium Senen (1 Desember 1998), bom Mesjid Istiqlal (1999), bom Gereja GKPI Medan (2000), bom Beji (2012), Poso hingga peledakan Kedubes Myanmar (22-23 Mei 2013) dimana 2 orang ditangkap.

INFO HOTEL

Hingga saat ini, belum ada laporan secara resmi terkait hasil laboratorium forensik atas sampel muntahan korban dugaan keracunan makanan di Kecamatan Jangkang Kabupaten Sanggau beberapa waktu lalu. Hal itu diutarakan Kapolres Sanggau, AKBP Winarto ketika dikonfirmasi Selasa (28/5) kemarin. Hal itu disampaikannya terkait informasi yang berkembang di masyarakat saat ini.

Ansyaad mengaku banyak bertanya kepada para ulama mengenai makna jihad, namun jawaban yang diperoleh sampai ke Riyadh-Saudi Arabia bahwa Islam tidak mengajaran permusuhan dan peperangan. Islam adalah rahmat bagi lingkungan. “Kita tidak mau perang dengan teroris, BNPT mau damai,” tegas Ansyaad yang mengaku sudah 11 tahun bergelut dengan penanggulangan terorisme. Diharapkannya para ulama menguraikan makna jihad yang lembut dan moderat. “Jangan dengan tameng dakwah, isinya seruan permusuhan,” timpalnya. Dengan demikian diharapkan Ansyaad antisipasi jauh lebih utama daripada refresi atau penindakan dengan kekerasan. Solusi selain dakwah para ulama yang mengurai jihad secara moderat adalah kesadaran masyarakat luas. Misalnya pemilik hotel dan kost melaporkan siapa saja yang menginap, maka akan mempersempit ruang gerak teroris. Fakta ditunjukkan dengan Bom Beji. Pelaku teroris tidak diketahui para tetangga sendiri karena terlalu tidak peduli. Warga dikelabui dengan papan nama berkedok Yatim Piatu. Melalui sejumlah penindakan sejak Aceh, Poso, Jawa Barat, Jawa Tengah disimpulkan Ansyaad terorisme Indonesia terkait idiologi yakni ingin menegakkan negara Islam. “Dari buku, pengakuan para teroris, dan fakta-fakta lapangan, tampak ada garis idiologis sejak pemberontakan Andi Azis di Sulawesi Selatan, Daud Baeururueh di Aceh, sampai Kahar Muzakkar di Jabar. Mereka semua hendak mendirikan Negara Islam. Teroris mengklaim hanya dirinya yang benar, selain dirinya kafir.” Ansyaad Mbai hadir di Medan dengan membawa adik kandung Amrozi salah satu pelaku Bom Bali dan korban warga Belanda yang putus kakinya akibat bom JW

Marriot. Keduanya bicara terorisme, jaringan, idiologi dan dampak gerakannya. Di hadapan 100 orang yang memenuhi Grand Ball Room Emerald, Ansyaad menyitir buku yang diterbitkan The Wahid Institute dan Maarif Institute. Hasil penelitian kedua lembaga tersebut, dinyatakan, ada aliran yang mengklaim merekalah yang paling benar. Merekalah yang paling tahu menafsirkan Alquran dan hadits. Selain mereka diklaim kafir. “Indonesia disebut mereka kafir. Ulama yang bekerjasama dengan pemerintah dituding thogut.” Agar korban tidak terus berjatuhan, Ansyaad menyerukan seluruh elemen bangsa, termasuk FKPT untuk bekerjasama dengan FKUB, FKDM, Kesbangpol, Binmas Polri, Binter TNI, Kejaksaan, Lapas sampai Kominda. “Kita tidak mau melanggar HAM. Kita mau damai,” ujar Mbai. Wujud kerjasama itu dimulai dari diri sendiri dan keluarga. Jangan sampai ada anggota keluarga yang “dicuci otak” kemudian secara mengejutkan membawa bom bunuh diri. Di tempat yang sama, Deputi I Bidang Pencegahan Perlindungan dan Deradikalisasi BNPT, Mayjen TNI Agus Surya Bakti mengatakan bahwa menghadapi terorisme harus secara semesta. Melibatkan seluruh komponen masyarakat. Pelatihan Anti Radikal Terorisme bagi pengurus FKPT berlangsung sejak 2831 Mei dengan mendengarkan serta berdialog terhadap sejumlah narasumber. Selain Ansyaad Mbai, Mayjen Agus Surya Bakti termasuk KH Said Agil Siradj yang juga Ketua NU. PBB merujuk Indonesia sebagai negara yang baik menangani terorisme karena telah melibatkan gerakan masyarakat. Selain FKPT, juga ada Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) maupun Forum Komunikasi antara Umat Beragama (FKUB). * o

Pemerintah Kabupaten Bengkayang melakukan penyegaran untuk sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dengan memberhentikan pejabat lama dan menggantinya dengan pejabat baru. Pejabat yang dilantik itu mulai dari eselon IV, III dan II. Pelantikan dilakukan oleh Wakil Bupati Bengkayang, Jumat (24/5). Wakil Bupati Bengkayang, Agustinus Naon menjelaskan, pergantian jabatan untuk sejumlah pejabat di lingkungan pemerintah Kabupaten Bengkayang tersebut wajar dilakukan. Pelantikan tersebut bertujuan untuk penyegaran organisasi dan regenarasi. “Pergantian ini sebuah kewajaran dalam organisasi, tentunya juga untuk regenerasi yang lain,” demikian dikatakan Wakil Bupati. Lebih dari lima puluh pejabat yang dilantik mulai dari eselolan II setingkat kepala dinas dan kepala badan, pejabat eselon III setingkat dengan kepala bagian ataupun kepala bidang dan eselon IV setingkat dengan kepala sub bagian ataupun kepala seksi. Pejabat eselon dua yang dilantik seperti Siverius Sinoor dan Paulus Anwardi. Sinoor yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan ditunjuk untuk mendudukan Dinas ESDM, Paulus Anwardi yang sebelumnya mendudukan sebagai Kepala Dinas ESDM ditunjuk se-

KEHILANGAN

KEHILANGAN

KEHILANGAN

STNK, KB 4839 LI NK: MH328D40CBJ069090 NS: 28D-3065667 AN: SUMADI Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi. NGL

KEHILANGAN

STNK, KB 2356 LH NK: MH35D9003AJ943880 NS: 5D9-943955 AN: RUDIANTO MANIK Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi. NGL

KEHILANGAN

STNK, KB 4626 LI NK: MH35D9204BJ262467 NS: 5D9-1262443 AN: DORANI Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi. NGL

KEHILANGAN

KEHILANGAN

STNK, KB 2148 LG NK: MH331B002AJ284841 NS: 31B-284915 AN: MIKAEL AYONG Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi. NGL

KEHILANGAN

KEHILANGAN

STNK, KB 3772 LM NK: MH35D9204CJ628672 NS: 5D9-1628659 AN: MARKI Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi. NGL

Mujidi Borneo Tribune, Bengkayang

STNK, KB 2154 LJ NK: MH328D405BK111567 NS: 28D-3210872 AN: SALOMON ISIH Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi. NGL

STNK, KB 5200 LJ NK: MH328D40DBJ439547 NS: 28D-3439529 AN: SARENG Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi. NGL

KEHILANGAN

STNK, KB 4384 LJ NK: MH35D9204BJ426736 NS: 5D9-1426818 AN: ARMANTA ANDAT Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi. NGL

Pelantikan oleh wakil Bupati///Mujidi

bagai Kepala Badan Penanaman Modal Perizinan dan Pelayan Terpadu, Dr. Yan yang sebelumnya Kepala BPMP2T ditunjuk sebagai Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkayang. Pergantian jabatan juga terjadi untuk pejabat eselolan tiga, salah satu contohnya, untuk Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) diganti, Yustinuas K sebagai pejabat lama ditun-

juk untuk menjadi Camat Bengkayang. Begitu juga degan pejabat eselon IV, seperti contoh, Hajija Nafisa yang sebelumnya menduduki Kasubag Humas dan Dokumentasi ditunjuk untuk menjadi Kepala Seksi Informasi di Dinas Perhubungan Kabupaten Bengkayang. Selain yang telah disebutkan, ada puluhan pejabat yang dilantik pada hari Jumat itu. o

KEHILANGAN

KEHILANGAN

STNK, KB 4676 LJ NK: MH328D40DBJ347514 NS: 28D-3347411 AN: HERMAN Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi. NGL

KEHILANGAN

STNK, KB 2884 LK NK: MH328D407BK484436 NS: 28D-3484446 AN: SAMSU Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi. NGL

KEHILANGAN

STNK, KB 4538 LJ NK: MH35D9204BJ410462 NS: 5D9-1410546 AN: SARKAWI Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi. NGL

diungkap karena terkendala otopsi korban. Padahal, otopsi akan membongkar semua dugaan-dugaan yang muncul di masyarakat. Sementara pemeriksaan sampel muntahan korban masih diperiksa Labfor Mabes Polri dan belum dilaporkan kembali hasilnya. ”Untuk itu, saya mengharapkan agar pihak keluarga bisa bekerjasama dan memberikan izin untuk dilakukannya otopsi demi kepentingan pengungkapan kasus ini. Supaya cepat diketahui apakah benar keracunan atau ada sebab lainnya,” pungkasnya. o

Bengkayang Lakukan Penyegaran SKPD

KEHILANGAN

STNK, KB 4484 LK NK: MH35D9204CJ525282 NS: 5D9-1525360 AN: MONIATI Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi. NGL

Winarto meminta agar siapa saja tidak menyampaikan informasi-informasi yang tidak memiliki dasar yang kuat untuk konsumsi publik. Lantaran ditakutkan menimbulkan pro dan kontra terhadap penyelidikan kasus tersebut. ”Biarkan kepolisian menyelesaikan kasus ini, jadi jangan ada informasi ini dan itu yang belum jelas sumbernya. Jadi jangan katanya-katanya, nanti kalau katanya salah gimana, kan repot,” tegasnya. Winarto menjelaskan, untuk sejauh ini, penyebab keracunan memang belum bisa

KEHILANGAN

STNK, KB 2283 LM NK: MH35D9204CJ567594 NS: 5D9-1567681 AN: ANGGE Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi. NGL

KEHILANGAN

STNK, KB 2920 LH NK: MH328D305AK343721 NS: 28D-2340575 AN: LIBERTUS HENDRI Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi. NGL

STNK, KB 3770 LG NK: MH328D205AK956900 NS: 28D-1949998 AN: AMAT Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi. NGL

STNK, KB 3223 LJ NK: MH335D004BJ035216 NS: 35D-035237 AN: ALINIUS Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi. NGL

KEHILANGAN

STNK, KB 5181 LG NK: MH35D9003AJ935382 NS: 5D9-935485 AN: ANDREAS ACIN Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi. NGL

STNK, KB 4325 LJ NK: MH35D9204BJ382575 NS: 5D9-1382655 AN: PARANSISKUS LANSIM Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi. NGL

KEHILANGAN

KEHILANGAN

KEHILANGAN

KEHILANGAN

KEHILANGAN

STNK, KB 3360 LG NK: MH331B002AJ444676 NS: 31B-444754 AN: ALI TAUFIK Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi.

STNK, KB 2263 LI NK: MH328D30CBJ836152 NS: 28D-2831566 AN: ECONG Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi.

STNK, KB 5014 LD NK: MH8EN125A8J-540188 NS: F405-ID-540107 AN: ALOYSIUS SIMIN Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi.

STNK, KB 3655 LI NK: MH35D9203BJ217174 NS: 5D9-1217151 AN: SUPARTO Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi.

STNK, KB 2162 LH NK: MH331B002AJ601650 NS: 31B-601741 AN: SAURIN Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi.

NGL

NGL

NGL

NGL

NGL


Sekadau Borneo Tribune

Rabu, 29 Mei 2013

8

Timsel Umumkan 20 Besar Calon Anggota KPU Sekadau Bagus Kosminto Borneo Tribune, Sekadau Tim seleksi calon Anggota KPU Kabupaten Sekadau selasa (28/4) kemarin telah mengumumkan 20 nama calon Komisioner KPU Kabupaten Sekadau yang lolos test tertulis dan pisikologi. Ketua Tim seleksi anggota KPU Kabupaten Sekadau, Losianus, mengatakan

20 nama komisioner KPU itu pada 1 juni 2013 akan registrasi ulang untuk mengikuti test wawancara pada 3 juni mendatang. “Kita sudah mengumumkan nama-nama 20 calon anggota KPU Kabupaten Sekadau Selasa 28 Mei 2013. Pengumuman boleh dilihat di papan pengumuman Tim seleksi KPU di Jalan Merdeka Timur, (jalan Sekadau-Sintang), dan kita

Pemkab Pilih 7 Desa Sadar Hukum Bagus Kosminto Borneo Tribune, Sekadau Pemerintah Kabupaten Sekadau secara berkelanjutan memberikan pembinaan Desa Sadar Hukum kepada masyarakat lewat sosialisasi-sosialisasi yang digelar. Kegiatan sosialisasi Desa sadar hukum digelar di aula lantai dua kantor Bupati sekadau Selasa (28/5). Mewakili Bupati Sekadau, Sekretaris Daerah Kabupaten Sekadau Drs. Yohanes Jhon, MM, lansung membuka resmi kegiatan tersebut. Sekda Drs. Yohanes Jhon, MM, mengatakan kegiatan sosialisasi desa sadar hukum ini merupakan salah satu upaya pembangunan di bidang hukum yang didahului dengan pembentukan 7 tujuh Desa sadar hukum di Kabupaten Sekadau. “Semakin tinggi tingkat kesadaran masyarakat terhadap hukum, maka semakin tinggi pula tuntutan masyarakat untuk mendapatkan rasa keadilan dan kepastian hukum,” ujar pria asal tiang tanjung Kabupaten Landak ini, di aula Kantor Bupati Sekadau Selasa (28/5). Sekda berharap kegiatan itu

menambah wawasan masyarakat tentang pentingnya produk hukum. “Kegiatan ini juga diharapkan bisa menjadi wahana untuk memperluas pengetahuan dan wawasan di bidang hukum, mampu menjadi kader pembangunan di lingkungan masingmasing sebagai wujud nyata partisipasi dalam pembangunan masyarakat, bangsa dan Negara,” tandasnya. Kabag Dokumentasi Hukum Setda Provinsi Kalbar, Toga Sinaga, menyampaikan materi yang disampaikan pada kegiatan sosialisasi tersebut diantaranya penataan batas administrasi dan hubungan hukum adat dengan hukum positif. kegiatan itu diikuti oleh pemuka adat, tokoh adat, perangkat Desa, tokoh pemuda dan SKPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sekadau dengan jumlah kurang lebih 100 orang. Dikatakan Sinaga, tujuan dilaksanakan sosialisasi ini adalah untuk menambah wawasan dan pengetahuan masyarakat tentang materi-materi hukum yang berlaku di Negara Indonesia, sehingga dapat memantapkan peranan masyarakat untuk turut serta dalam pembangunan supremasi hukum dalam kehidupan sehari-hari. o

INFO BANK BNI 46 Pontianak, Jl. Tanjung Pura No. 1 Telp. (0561) 736211, 732016, 732630, 732026 (0561) 736392 Capem Univ. Tanjungpura. Jl. Daya Nasional Telp. (0561) 736046 (0561) 764012 Capem Pasar Siantan, Jl. Khatulistiwa No. 81-83 Siantan Telp. (0561) 881419 (0561) 883263

BCA KCU PONTIANAK, Jln. A. Yani No. 1 Ptk, 0561-736305 (hunting) KCP Imam Bonjol, Jln. Imam Bonjol No. 457 Ptk, 0561-737984, 734524 KCP Rahadi Usman, Jln. Rahadi Usman No. 4 Ptk, 0561-733482, 740814-15 KCP Sei Pinyuh, Jln. Raya Terminal 05-06, Sei Pinyuh KCP Sultan Muhammad, Jln. Sultan Muhammad 136, Ptk, 0561-738051

BANK KALBAR CABANG UTAMA PONTIANAK Jl. Rahadi Osman No. 10 Pontianak 78117, Telp. (0561) 732148, 736723 Fax. (0561) 745149, Telex. 29174, 29129 CABANG SYARIAH Jl. A. Yani Pontianak, Komp. Perkantoran & Town House No. 5-6 (depan A. Yani Mega Mall) Telp. (0561) 733033, 7061800, Fax. (0561) 732599

BANK BRI Kantor Cabang Barito, Jalan Barito, Telp. (0561) 734009, Fax. (0561) 733019 Komplek Pertokoan Pasar Flamboyan Jalan Gajah Mada Blok C. 14 Ptk

BANK DANAMON Jl. Tanjung Pura No. 102, Ptk Telp. (0561) 737107 (H), 730898, Fax : (0561) 736264, 765595 Jl. St. Muhammad No. 173, Ptk Telp. (0561) 731156, Fax : (0561) 734462 Jl. KH. Wahid Hasyim No.24-26, Telp.: 0561-768599/765411, Fax : 0561-768599/765411

BANK MANDIRI SYARIAH PONTIANAK, Jl. Diponegoro No. 95, Telp. (0561) 745004, Fax. Ketapang, Jl. MT. Haryono No. 111-112 Ketapang, Telp. (0534) 34600 Fax. (0534) 34395 Kantor Kas Politeknik, Kampus Politeknik Negeri Jl. A. Yani No. 52, Telp. (0561) 583850 Kantor Layanan Syariah Bank Mandiri Pontianak-Sidas, Jl. Sidas No. 2, Pontianak, Telp. : (0561)7069797, Fax. : (0561) 763082

BANK BUKOPIN Cabang Jl. Ir. H. Juanda No. 55-56 Pontianak 78117 (0561) 745025 (Hunting) (0561) 734253 Cabang Pontianak Kal-Bar, Jl. Adi Sucipto Km. 7,5 (Gedung Kopkar Mekar PLN Wil Kal - Bar) Kabupaten Pontianak, Telp. 0561 722598, 0561 - 723158, Kantor Kas Adisucipto Jl. Sultan Muhammad No. 48, Pontianak 78117 , (0561) 730001/ 730077, (0561) 730132, Capem Sultan Muhammad

BANK BTN CABANG PONTIANAK, Jl. Imam Bonjol No. 29 Pontianak 78123, Pontianak, Telepon: (0561) 740163 Fax: (0561) 740168 CABANG PEMBANTU JERUJU, Jl. Kom. Yos Sudarso No. 10, Jeruju Pontianak 78122, Telepon: (0561) 770567 Fax: (0561) 770567 KAS LAYANAN POS ONLINE PONTIANAK, Jl. St. A. Rahman No.49, 78116, Pontianak, Telepon: 0561-730641, 0561-730642, 0561730644 Fax: 0561-762146

BANK PERMATA Juanda KC, Jl. IR. H. Juanda No. 49-50 BB, Pontianak (781177), 0561-738323, 0561 -736411 Gajah Mada KCP, Jl. Gajah Mada no 69 C, Pontianak (78121), 0561747371, Tanjung Pura KCP, Jl. Tanjung Pura No. 370, Pontianak (78122), 0561764926

BANK BII KC Pontianak Jl. Tanjungpura No.20 (Pontianak) Telp. (0561) 39220

BANK MANDIRI

BANK BHI

Jl. I Gusti Ngurah Rai No. 2 , Humaera B (0561) 734247, 734147 Jl. Achmad Yani No. 3 - 3 A, (0561) 765010, 767993 Jl. Tanjungpura No. 110, (0561) 734464, 734752 Jl. Sidas No. 2 (0561) 734670, 747495, 733672

BANK MEGA

Cabang PONTIANAK, Jl. Imam Bonjol No.567 , Telp. (0561)-762838; Fax. (0561) -76290

KC PONTIANAK, Jl. H. Agus Salim No. 10 - 12, Telp. (0561) 739822, (0561) 749078

umumkan nama-nama mereka lewat media massa,” kata Losianus, ditemui di Sekadau kemarin. Berikut nama-nama calon anggota KPU Kabupaten Sekadau yang masuk 20 besar ; Yusvia Nonong, SH, Aloysius Budi, H.SS, Hipariyo, STh, Hermanto, ST, Marselinus Oktavianus, S.Pd, Bernadus Senen, Muhammad Soleh, S.Pd.i, Drianus Saban, S.Pd, Andi Sarpini, S.Sos, Nur

Ihwani, SE, Gusti M Buang, SE, Anastasius Aspul, Ilham Maulana, A.Md, Deryadi, SP, Tohidin, Marselinus Daniar, SH, Meligun, Yohanes Gunawan, SH, M.Hum, Marlana Emarius, S.Th, Heri Purwanto, SE. Losianus juga mengimbau masyarakat memberikan masukan dan tanggapan kepada 20 besar calon komisioner KPU Kabupaten Sekadau. masukan dan tanggapan kata

dia, bisa disampaikan dalam bentuk tertulis, dengan identitas yang jelas kepada tim seleksi anggota KPU Kabupaten Sekadau di jalan Merdeka Timur Km.2 atau melalui email kpu.sekadau@gmail.com. “Masukan dan tanggapan masyarakat atas 20 besar calon anggota KPU Kabupaten Sekadau ini diterima paling lambat 30 Mei,” tutupnya. o

12

Losianus S.Pd M.Si FOTO Dok/ Borneo Tribune

Peresmian Gereja di Meromo Meriah

Wabup : Isi Gereja Dengan Kegiatan Rohani Bagus Kosminto Borneo Tribune, Sekadau Wakil Bupati Sekadau Rupinus, meresmikan Gereja Katolik Santo Petrus Meromo Paroki Yesus Tersalib Taman Nanga Taman Kabupaten Sekadau, Sabtu 25 mei kemarin. Keuskupan Sanggau Mgr. Yulius Mencucini, CP, juga hadir dalam acara peresmian Gereja Katolik tersebut. Wabup Rupinus, didampingi wakil Ketua PKK Ny. Kristina Rupinus, camat Nanga taman Afronius Akim Sehan, dan Sejumlah tokoh masyarakat Nanga Taman, dan warga Meromo. Keuskupan Sanggau diundang khusus oleh Pastor Paroki Nanga Taman dan umat Meromo untuk memberkati gedung Gereja yang berdiri megah di kampung yang Mayoritas beragama katolik sekaligus memberikan sakramen krisma kepada ratusan umat katolik di Meromo. Kedatangan rombongan wabup dan uskup di Meromo ini disambut dengan konvoi sepeda motor oleh warga. Kurang lebih satu setengah jam perjalanan dari Paroki Nanga Taman menuju kampung Meromo dengan menggunakan sepeda motor. Medan jalan yang berkultur tanah merah, dan mendaki cukup membuat rombongan wakil Bupati lelah. Meski tidak membuat surut niat dan semnagat rombongan menuju kampung Sarik yang berbatasan dengan Kecamatan Meliau Kabupaten Sanggau. Sesampainya di Kampung Meromo, rombongan disambut dengan tari-tarian adat dayak setempat yang telah dipersiapkan oleh panitia pelaksana. Rombongan disambut oleh warga yang telah membentuk barisan pagar betis mulai dari anak-anak hingga orang tua. Usai acara penyambutan, dilanjutkan dengan acara peresmian dan pemberkatan gereja katolik Santo Petrus Meromo, setelah itu dilanjutkan dengan acara ramah tamah yang dipusatkan di Gereja Katolik Santo Petrus Meromo. Panitia pembangunan Gereja Katolik Santo Petrus Meromo, Lino, mengatakan Gereja dibangun bersumber dari swadaya umat sekitar Rp 60-an juta, kemudian material pasir dan batu dikumpulkan oleh ibu dan anakanak . “Kita bangun gereja ini dengan swadaya umat, gotong royong sampai anak-anak juga ikut,” paparnya. Gereja dibangun mulai tahun 2010 dan selesai tahun 2011. Terbangunnya Gereja Katolik Santo Petrus Meromo ini sambung Lino ini merupakan berkat dukungan semua umat, Pemerintah Kabupaten Sekadau, pihak kesukupan, paroki nanga taman masyarakat setempat serta dukungan dari semua donatur. Wakil Bupati Sekadau Rupinus, mengatakan Kehadiran Gereja katolik Santo Petrus Paroki Nanga Taman ini merupakan simbol dan harapan umat. “Sekarang dengan terbangunnya gedung gereja di Sarik saya rasa umat pasti senang,” kata Wakil Bupati Sekadau didihadapan ratusan umat Katolik. Kata Wakil bupati, berdirinya Gereja di Sarik ini merupakan kebanggaan bagi umat dan masayarakat setempat, apapalgi dengan bangunan yang megah. Wakil Bupati berpesan, dengan hadirnya Gereja tersebut supaya

dijaga dan dirawat serta dimanfaatkan dengan baik untuk berdoa dan beribadah. ”Gereja ini harus dipelihara, diisi oleh umat jangan sampai kosong. Terutama pada hari Minggu, gereja ini harus diisi oleh umat untuk beribadah,” pesannya. Pastor Paroki Nanga Taman Pastor Konsulatus, CP juga menyampaikan ucapan terima kasoh kepada umat yang telah bersatu padu membangun gereja ini, sehingga bisa selesai dengan baik. ”Terima kasih juga kepada pemda dan uskup Keuskupan Sanggau, yang sudah dengan rela membantu proses pengerjaan gereja ini,” ujarnya. Sementara itu Uskup keuskupan Sanggau Mgr. Yulius Mencucini mengatakan dirinya sangat bangga bisa menghadiri acara peresmian tersebut. Ia mengha-

rapkan kehadiran Gereja di Sarik ini bisa meningkatkan iman umat. ”Dengan kehadiran Gereja di Temedak Merat ini kiranya terbangun rohani yang lebih baik dalam rangka mewartakan kasih kristus. Karena gereja ini merupakan simbol umat” ungkap Uskup. Dia berpesan kepada pemimpin umat khususnya, agar mengajak umat agar terus dan menerus berdoa di gereja, tidak hanya pada hari minggu, tetapi bilama mana umat ada menghadapi masalah, ajaklah mereka untuk berdoa bersama, termasuk juga jika ada wabah penyakit, ajaklah umat berdoa, dengan harapan umat sarik tetap terlindung dari segala penyakit dan marabahaya. ”Jika kita percaya, tuhan tidak pernah diam, karena tuhan itu kasih. Mari kita berdoa kepadaNya,” pinta uskup. o

Keuskupan Sanggau Mgr. Yulius Mencucini, CP, bersama Wakil Bupati Rupinus, Camat Nanga Taman, Afronius Akim Sehan, dan rombongan disambut dengan meriah ketika meresmikan Gereja Katolik Santo Petrus Meromo Paroki Yesus Tersalib Taman Nanga Taman Kabupaten Sekadau, Sabtu lalu.//FOTO Bagus Kosminto/Borneo Tribune

PENJELASAN ATAS PERATURAN BUPATI SEKADAU NOMOR 19 TAHUN 2011 TENTANG SISTEM DAN PROSEDUR PEMUNGUTAN BEA PEROLEHAN HAK AT AS TANAH DAN BANGUNAN DI KABUPATEN SEKADAU

Lampiran penjelasan IV

D.

^dWW,d

CONTOH LAPORAN



WDZ/Ed,<hWdE^<h  /E^WEWdEZ, 

    EŽŵŽƌ͗ϬϬϬϭ dĂŶŐŐĂůWĞŶĞƌďŝƚĂŶ

^hZdd'/,EW:<Z, WZK>,E,<d^dE,EE'hEE dĂŚƵŶ͗ϮϬϭϮ

:ƵŵůĂŚƉĂũĂŬLJĂŶŐƚĞƌƵƚĂŶŐLJĂŶŐŵĂƐŝŚŚĂƌƵƐĚŝďĂLJĂƌ͗

ZƉ͘;Ϳ

>ĞƚĂŬKďũĞŬWĂũĂŬ

EĂŵĂΘůĂŵĂƚtĂũŝďWĂũĂŬ Ϯ ͙͙͙͙͙͙͙͙͙͙͙͙͙͙͙͙͙͙͙͙͙͙͙͙͙͙͙͙͙͙͙͙͙ ͙͙͙͙͙͙͙͙͙͙͙͙͙͙͙͙͙͙͙͙͙͙͙͙͙͙͙͙͙͙͙͙͙

EKW͗

EWtW͗

WĞƌŝŶĐŝĂŶWĂũĂŬLJĂŶŐdĞƌƵƚĂŶŐ ZƉ͘ ϭ͘WĂũĂŬLJĂŶŐƚĞƌƵƚĂŶŐŵĞŶƵƌƵƚ^^WW,dͬ^<W<ƵƌĂŶŐĂLJĂƌͬ^<W<ƵƌĂŶŐĂLJĂƌdĂŵďĂŚĂŶΎͿ Ϯ͘dĞůĂŚĚŝďĂLJĂƌƚĂŶŐŐĂů͕͘͘͘͘͘͘͘͘͘͘͘͘͘͘͘͘͘͘͘͘͘͘͘͘͘͘͘͘͘͘͘͘͘͘͘͘͘ϮϬ͘͘͘͘͘͘͘͘ ZƉ͘ ϯ͘WĞŶŐƵƌĂŶŐĂŶ ZƉ͘ ϰ͘:ƵŵůĂŚLJĂŶŐĚĂƉĂƚĚŝƉĞƌŚŝƚƵŶŐŬĂŶ;ĂŶŐŬĂϮнĂŶŐŬĂϯͿ ϱ͘WĂũĂŬLJĂŶŐŬƵƌĂŶŐĚŝďĂLJĂƌ;ĂŶŐŬĂϭͲĂŶŐŬĂϰͿ ϲ͘ĞŶĚĂĂĚŵŝŶŝƐƚƌĂƐŝϮйdžϮϰďƵůĂŶdžZƉ͘;ĂŶŐŬĂϱͿ ϳ͘WĂũĂŬLJĂŶŐƚĞƌƵƚĂŶŐďĞƌĚĂƐĂƌŬĂŶƉƵƚƵƐĂŶW^WĚŝŬƵƌĂŶŐĂŶŐŬĂϭ ϴ͘WĂũĂŬLJĂŶŐŵĂƐŝŚŚĂƌƵƐĚŝďĂLJĂƌ;ϱнϲнϳͿ

ZƉ͘ ZƉ͘ ZƉ ZƉ ZƉ͘

dĂŶŐŐĂů:ĂƚƵŚdĞŵƉŽ͗

dĞŵƉĂƚWĞŵďĂLJĂƌĂŶ͗

dĂŶŐŐĂů͗

ĂŶŬ<ĂůďĂƌĂďĂŶŐ^ĞŬĂĚĂƵ͕<ĞZĞŬĞŶŝŶŐ<ĂƐĂĞƌĂŚ͕EŽ͘ϵϱϬϭϬϬϭϭϰϯ

Bersambung …………………


Sintang-Melawi

Rabu, 29 Mei 2013

Borneo T Tribune

9

Warga Keruap Minta Group Alas Tegur Kontraktor Ponton Eko Susilo Borneo Tribune, Nanga Pinoh ABANG Sudirmansyah salah seorang warga Keruap, Kecamatan Menukung yang menjadi korban tabrakan ponton solar milik salah satu kontraktor perusahaan Group Alas Kusuma, meminta agar pihak Alas segera menegur kontraktornya yang selama ini meresahkan dan merugi-

kan masyarakat pengguna sungai Melawi. Hal tersebut, diutarakannya terkait penyelesaian insiden 52 ton kulat (karet mentah,red) miliknya yang ditabrak ponton solar bermuatan 250 ton beberapa waktu lalu di perairan sungai Melawi. “Ya, kita minta pihak Group Alas Kusuma segera menegur para kontraktor pontonnya yang selama ini telah meresahkan masyara-

kat pengguna sungai. Bahkan bila perlu, tidak usah dipakai lagi yang bermasalah. Bayangkan saja, saya harus merugi hingga 52 ton dengan tuntutan ganti rugi Rp 550 juta, namun yang disanggupi oleh kontraktor ponton hanya Rp 300 juta saja. Apakah ini yang dikatakan bertanggung jawab,” ungkapnya penuh kesal, saat menghubungi Borneo Tribune, Selasa (28/5).

RSUD Penyumbang PAD Sintang Terbesar Endang Kusmiyati Borneo Tribune, Sintang PENYUMBANG terbesar Pendapatan Asli Daerah (PAD) Sintang pada triwulan pertama berasal dari Rumah Sakit Umum (RSUD) Ade M Djoen Sintang. Sehingga untuk PAD Sintang pada triwulan pertama terealisasi mencapai 15 Miliyar melampaui target yang sudah ditetapkan yakni 14 Miliyar. “Jika dibandingkan dengan SKPD lainnya maka RSUD ini lah penyumbang terbesar untuk PAD Sintang pada triwulan pertama. Bahkan, jika dihitung hingga akhir bulan mei ini sudah jauh melampaui target yang sudah ditetapkan,” Ungkap Kepala Dinas Pendapataan Pengelolaan Keuangan dan Aset (DPPKA)Kabupaten Sintang Yosefa Hasnah kepada wartawan, Senin(27/5). Meskipun demikian, dibalik keberhasilan RSUD mampu mendokrak PAD Sintang, ternyata masih banyak pula sektor PAD lainya yang belum di maksimalkan akibat belum siapnya SKPD membuat draft Perbup terhadap

Perda yang di telah di syahkan DPRD Sintang. ”Masih ada keraguan dari SKPD teknis pengelolaan aset akibat belum adanya Turunan Perda yakni Perbub yang di keluarkan, Seperti potensi parkir di Stadion Baning Sintang dan tempat strategis lainya.” Kata Yosefa Hasnah. Kedepan Menurut Yosefa perlu ada rapat khusus membahas hal-hal yang bersifat teknis menyusul keluarnya perda baru yang juga merupakan turunan Undang undang yang baru pula, terlebih Kabupaten Sintang telah membentuk Dispenda yang lebih konsen dalam mendongkrak pendapatan Asli Daerah. Sementara itu Wakil Bupati Sintang Ignasius Juan mengatakan SKPD dituntut leih kreatif dalam mengelola Asetnya menjadi Sumber PAD. ” Rata-rata SKPD yang memiliki Objek pengelolaan tetap dapat mencapai target, seperti Rumah Sakit kecuali objek pajak retribusi yang sifatnya tidak tetap seperti retribusi perijinan dan hiburan sebab sifatnya Kontemporer.” Kata Ignasius

juan seusai memimpin rapat rekonsiliasi evaluasi PAD di Balai Berangin Sintang. Menurut Juan Bahwa Kabupaten Sintang saat ini sudah memiliki Gedung-gedung yang dapat di komersilkan, tinggal di tata degan baik sehingga pihak pihak yang membutuhkan dapat menggunakanya. ”Kita Prihatin dengan Gedung Serbaguna yang kondisinya rusak dan hanya menjadi tempat negatif, instansi yang menangani ini harus memikirkan bagaimana aset ini dapat di gunakan masyarakat, kerusakan harus di perbaiki di percantik dan menempatkan satpam sehingga tidak rusak dan tak terurus seperti sekarang.” jelasnya. Mess Pemda di Pontianak juga harus di perhatikan kelayakanya sehingga masyarakat Sintang mau menginap di Mess tidak seperti sekarang yang mirif dengan rumah sakit. ”Tidak ada daya tarik untuk masyarakat menginap di sana karena panas, maka kalau fasilitasnya di tingkatkan seperti hotel hargaya juga akan bagus, masyarakatpun akan tertarik. †

TIM SELEKSI CALON ANGGOTA KPU KABUPATEN MELAWI TAHUN 2013 PENGUMUMAN HASIL TES TERTULIS, TES KESEHATAN DAN TES PSIKOLOGI CALON ANGGOTA KPU KABUPATEN MELAWI Nomor : 05/P/TIMSELKPU-KAB.MLW/V/2013 Berdasarkan hasil Tes Tertulis, Tes Kesehatan dan Tes Psikologi, dengan ini diumumkan nama-nama Calon Anggota KPU Kabupaten Melawi yang memenuhi persyaratan untuk mengikuti seleksi Wawancara sebagai berikut: NO. NOMOR URUT PENDAFTARAN

NAMA CALON

JENIS KELAMIN

PEKERJAAN Wiraswasta

01

02

Yustikanida, S.Tp

Pr

02

03

Pdt. Lengson Kana, S.Th

Lk

03

04

M. Hutapiadi, S.Pd

Lk

04

06

Hendi Suwandi, A.Md

Lk

05

07

H. A. M. Sadrie, S.Pd

Lk

06

08

Muslikin

Lk

07

09

Yovinus, Drs

Lk

08

11

Ida Bagus Bawa Astito

Lk

09

14

Susanti, SH, MM

Pr

10

15

W. Kartikawati, SH

Pr

11

16

Faisal, SH

Lk

12

17

Dedi Hartono, A.Md

Lk

13

19

Nur Laili Indah R.

Pr

14

22

Lk

15

24

Yohanes Wahyudi Sulistyono Julita, SH

16

25

Ariani, S.Pd

Pr

17

26

Petrus Mono, SP

Lk

Pr

ALAMAT

Desa Paal, Kec. Nanga Pinoh Anggota KPU Desa Kenual, Kec. Nanga Kab. Melawi Pinoh Anggota KPU Desa Kenual, Kec. Nanga Kab. Melawi Pinoh Wiraswasta Desa Paal, Kec. Nanga Pinoh Anggota KPU Desa Paal, Kec. Nanga Kab. Melawi Pinoh Pensiunan Polri Desa Nanga Sokan, Kec. Sokan Wiraswasta Jl. Darma Bakti No. 42, Desa Tanjung Niaga, Kec. Nanga Pinoh Wiraswasta Desa Manggala, Kec. Pinoh Selatan Wiraswasta Jl. Juang Km 2, Nanga Pinoh Wiraswasta Selama Indah, Blok Raya 5 Wiraswasta Jl. Juang Km 1, Nanga Pinoh Swasta Desa Nanga Sayan, Kec. Sayan Ibu Rumah Tangga Desa Sido Mulyo, Kec. Nanga Pinoh Wiraswasta Desa Paal, Kec. Nanga Pinoh Ketua KPU Kab. Desa Kenual, Kec. Nanga Melawi Pinoh PNS Desa Karangan Purun, Kec. Sayan Karyawan, Swasta BTN Selama Indah Blok 9 No. 3 A

Pelaksanaan Seleksi Wawancara akan dilaksanakan pada hari sabtu, 1 Juni 2013, mulai Pukul 08.00 WIB, tempat dan Urutan wawancara akan ditentukan kemudian. Jadwal wawancara dapat dilihat pada papan pengumuman Kantor Tim Seleksi KPU Kabupaten Melawi pada tanggal 31 Mei 2013. Adapun materi wawancara meliputi Sistem Politik, Manajemen Pemilu, Peraturan Perundang-undangan yang berkaitan dengan bidang politik dan klarifikasi tanggapan masyarakat. Kepada masyarakat diharapkan untuk memberikan masukan dan tanggapan terhadap nama-nama Calon Anggota KPU Kabupaten Melawi tersebut. Masukan dan tanggapan tersebut disampaikan secara tertulis disertai dengan identitas yang jelas kepada Tim Seleksi Calon Anggota KPU Kabupaten Melawi dengan alamat Jl. Pinoh Kota Baru Km 4 Nanga Pinoh, Contact Person : Dr. Clarry Sada, M.Pd (081522614260), Drs. H.M. Zubir Saidy, M.Si (081257640017), Arjulida, S.Pd (08125709461) email : arjulida@gmail.com, Sri Wahyuni K, M.Pd (081345535409) dan Mardiana, M.Pd (081258974654) selambat-lambatnya tanggal 31 Mei 2013.

Menurutnya selama ini hubungan masyarakat yang berada di kecamatan Ella Hilir dan Menukung dengan salah satu perusahaan kayu Group Alas Kusuma sudah berjalan baik. Akan tetapi, hubungan itu lambat laun dikhawatirkan renggang. Akibat tercoreng oleh kontraktor penarik ponton yang bekerja sama dengan pihak Alas, jika terus bertingkah membuat ulah kepada masyarakat dengan tidak bertanggung jawab. Khususnya, ketika terjadi insiden tabrakan di sungai, seperti yang dialaminya. Dalam dokumen izin Ge-

rak Kapal nomor : PP.305/87/ 17/KSOP/PTK/ 2013 yang dikeluarkan oleh Kementrian Perhubungan Laut Kantor Kesyahbandaran dan otoritas pelabuhan Pontianak tanggal 3 mei 2013, izin diberikan kepada agen PT Pely Sahabat Kapuas untuk bergerak dari Sei Raya ke PT AKR Wajok dan ke Tontang. Untuk keperluan muat dan bongkar BBM solar sebanyak 250.000 liter. Dengan tongkang GT 154 dengan panjang 24.54 meter. Namun sayangnya, dalam dokumen tersebut masih banyak yang janggal. Seperti

panjang tongkang (ponton, red) yang masuk ke sungai Melawi tidak sesuai dengan dokumen yang tercantum. “Pihak Group Alas harus bertindak tegas. Ini jelas akan merusak citra perusahaan dimata masyarakat. Kami memang orang kecil, tapi bukan berarti kami dipandang masyarakat lemah,” katanya. Ia berharap peristiwa yang dialaminya itu menjadi pelajaran penting bagi masyarakat luas, khususnya masyarakat pengguna sungai Melawi. Sebagai akses pilihan untuk membawa angkut-

an hasil alam dan lainnya. “Kita memang ada rencana untuk mencegat semua ponton yang menuju Ella dan Menukung, tapi masih melihat akhir penyelesaian kasus ini seperti apa dulu. Yang jelas, kita masih menghargai pihak Group Alas Kusuma dan perusahaan besar lainnya yang juga menggunakan sungai Melawi,” ucapnya. Hasil pemantauan Borneo Tribune dilapangan, saat ini ponton beserta kapal penarik sudah bergeser dari Desa Kelakik. Dan sekarang berada di Desa Baru, kecamatan Nanga Pinoh. †

Pacaran Berujung Maut

Mayat di Gor Nanga Pinoh, Ternyata Korban Pembunuhan Eko Susilo Borneo Tribune, Nanga Pinoh TAK sampai tiga jam, Polres Melawi berhasil mengungkap penyebab kematian Ujang Suhanadi (48), mayat yang ditemukan berlumuran darah di Gor Nanga Pinoh, Senin (27/5) lalu. Ujang tewas setelah dibunuh oleh Senia (30) dengan membenturkan kepala korban ke lantai berkalikali. Sebelum peristiwa tragis tersebut terjadi, keduanya ternyata sempat cekcok karena Senia yang baru dikenalnya selama dua hari dipaksa untuk berhubungan badan. Kapolres Melawi, AKBP Semuel Tandi Todingrara saat jumpa pers dengan wartawan kemarin (28/5) mengungkapkan pengungkapan tersangka pembunuh Ujang didasarkan pada hasil olah TKP serta sejumlah barang bukti. “Di TKP kita menemukan sandal wanita. Selain itu, kita juga mengecek panggilan terakhir dan sms yang ada di hp korban. Dari itu kita lakukan pengembangan dan mengetahui pemilik nomor hp sekaligus pemilik sandal,” paparnya. Dari pengakuan tersangka Senia, korban dan dirinya sebenarnya baru berkenalan sekitar dua hari. Senia sendiri merupakan janda yang sehari-hari bekerja sebagai penjaga warung kopi di pasar Nanga Pinoh. Dari perkenalan tersebut, Ujang kemudian mengontak Senia untuk mengajak berjalan-jalan pada minggu petang. Sebelum menuju GOR, keduanya sempat singgah di lapangan kecamatan untuk makan nasi goreng sambil membeli gorengan untuk dibawa ke GOR. “Kemudian keduanya berduaan di GOR. Sambil curhatcurhatan dan berbicara panjang lebar, Ujang kemudian mengajak Senia untuk berhubungan badan. Tersangka pun langsung menolak. Namun Ujang tetap memaksa Senia sambil menjanjikan akan menikahinya,” terang Kapolres. Karena terus mendapat penolakan, akhirnya terjadi percekcokan antara keduanya. Karena kesal, Ujang sempat

Mayat yang ditemukan di Gor Nanga Pinoh pada Senin lalu dengan posisi tertelungkup dan darah beku yang berada di sekitarnya. Korban yang diketahui bernama Ujang ternyata meninggal setelah dibunuh oleh seorang wanita. FOTO Eko Susilo/Borneo Tribune menempeleng Senia. Wanita yang sudah memiliki satu anak itupun berupaya membela diri dengan mengambil sebatang kayu yang berada di dekatnya dan kemudian digunakan untuk memukul Ujang. Ujang juga berupaya menangkap tangan Senia hingga keduanya sempat terjatuh dari tangga tribun di GOR tersebut. “Karena jatuh, keduanya mengalami luka di kepala dan sempat pingsan. Saat Senia sadar dan bangun, ia mengecek nadi Ujang untuk mengetahui apakah Ujang masih hidup. Saat itu, dari pengakuan tersangka, masih ada denyut nadi Ujang. Karena takut bila Ujang melapor ke Polisi, ia kemudian menarik Ujang ke bawah tribun dan dalam posisi telentang, kepala Ujang kemudian dibenturkan berkali-kali ke lantai hingga Ujang pun tak bernyawa,” jelas Kapolres. Benturan berkali-kali ditambah dengan banyaknya pecahan kaca di lantai membuat Ujang pun tewas seketika. Senia yang bingung dan ketakutan, mengembalikan posisi tubuh menjadi tengkurap. Tersangka bahkan sempat tiduran di bawah tribun menggunakan jaket milik korban hingga tengah malam karena saat itu banyak kendaraan yang lewat dekat GOR.

“Usai kejadian ini, Senia kemudian sempat menghentikan sejumlah motor yang melintas di GOR. Ia mengaku baru saja jatuh dan minta diantar ke rumah tinggalnya. Senia juga sempat dibawa ke klinik untuk mendapatkan pengobatan,” tambah Kapolres. Mayat Ujang baru ditemukan senin sore setelah sejumlah anak-anak yang biasa bermain di sekitar GOR melaporkan kepada salah satu anggota tentang adanya mayat. Dari keterangan saksi, penelusuran nomor hp akhirnya terungkaplah kejadian pembunuhan tersebut. “Awalnya tersangka sempat berbelit tak mengaku pembunuhan tersebut. Namun setelah kita tunjukkan bukti hp, akhirnya Senia mengakui kejadian tersebut. Kita mendatangi langsung kediamannya di rumah lanting. Bukti lain, masih adanya darah di rambut dan baju tersangka yang diduga juga berasal dari darah korban,” terangnya. Ujang sendiri, sempat mengaku duda pada Senia. Namun saat polisi melakukan visum dan otopsi terhadap korban, ada wanita yang mengaku sebagai istri Ujang dan kini sedang hamil 7 bulan. Kesehariannya, korban bekerja serabutan mulai dari jadi pengojek,

suakang bahkan terkadang membantu menebas rumput di kantor polisi. “Dari KTP, Ujang diketahui beralamat di desa Laman Bukit, kecamatan Belimbing. Namun, sehari-hari juga ia sering berada di desa Pemuar dan Nanga Pinoh,” terang Semuel. Kini Senia telah ditahan di Polres Melawi dan terus diperiksa, termasuk psikologisnya. Polisi juga mengamankan barang bukti berupa pakaian korban dan pelaku, hp korban dan pelaku, jaket kulit milik korban, sandal korban dan pelaku, kayu yang digunakan pelaku untuk memukul korban serta sepeda motor bersama sekantong gorengan. Karena bukan merupakan pembunuhan berencana, polisi menerapkan pasal 351 ayat 3 KUHP terkait dengan penganiayaan yang menyebabkan orang meninggal dunia serta pasal 338 tentang pembunuhan dengan ancaman penjara maksimal 15 tahun. “Kita juga masih mengecek pengakuan tersangka soal adanya upaya membela diri karena menolak ajakan hubungan badan. Hanya nanti akan kita cek dan direkonstruksi. Saksi juga sudah kita ambil keterangan, termasuk yang menemukan mayat pertama kali serta keterangan dari petugas klinik yang mengobati tersangka,” pungkasnya. †

PKS Bantah Atur Proyek Block Grant 2012 Eko Susilo Borneo Tribune, Nanga Pinoh ANGGOTA DPRD Melawi asal PKS, Widya Rima membantah keras opini yang bergulir dipublik bahwa partainya mengatur proyek dana hibah Block Grant tahun 2012 dari Australia pada Dinas Pendidikan Melawi. “Apa kapasitas saya jika sampai mengatur proyek tersebut.Yang tahu teknis bukanlah saya. Saya hanya membantu memperjuangkan saja sebagai anggota DPRD Melawi dari komisi A. Selain itu juga saya yang diminta dari masyarakat untuk mengurus ini. Yang jelas proyek

Blok Grant bukan proyek milik PKS, hanya saja mengurusnya dari PKS,” ungkapnya ketika dikonfirmasi sejumlah wartawan diruangannya, Senin (27/5). Menurutnya proyek Block Grant tahun 2012 yang masuk di Melawi memang sudah sangat layak, lantaran sudah lama dinanti-nantikan oleh masyarakat, khususnya yang berada di daerah yang jauh dari perkotaan. Misalnya didaerah Menukung, Sayan dan lainnya. Pada tahun 2013 ini saja,lanjutnya Kalbar mendapat jatah sekitar 78 unit bangunan yang bersumber dari Blokc Grant. Proyek Block Grant sendiri, ditangai langsung oleh pi-

hak komite. Begitu pula dalam hal pencairan uangnya, juga langsung ditransfer kerekening kepala sekolah atau komite melalui Perbankan yang ditunjuk. Jadi, bukan melalui rekening dinas atau pihak perorangan. “Soal berapa anggaran yang digelontorkan saya tidak tahu persis. Yang penting, harapan kami adalah anak didik kita yang berada dikampung bisa terus melanjutkan sekolahnya. Sesuai salah satu visi pembangunan Melawi yakni mewujudkan melawi cerdas,” ucapnya. Untuk mendapatkan proyek Block Grant, dirinya menceritakan tidaklah mudah. Harus melalui proses yang cukup panjang. Dan le-

bih terpenting adalah harus mendapatkan persetujuan dari Kepala Daerah. “Moratorium awalnya memang daerah kita tidak ingin menerima proyek Block Grant ini, dengan alasan kekurangan tenaga guru. Tapi Alhamdulillah, akhirnya kita bersedia. Mengingat sarana pendidikan memang masih kurang. Untuk lebih jelasnya bisa dikonfirmasikan kembali kepada Dinas Pendidikan,” pungkasnya. Informasi yang dihimpun Borneo Tribune, pada Block Grant tahun 2012 lalu Melawi mendapat jatah 11 pembangunan SMP Satu Atap dan 4 unit pembangunan Sekolah Baru (USB) dengan total mliaran rupiah. †


Rabu, 29 Mei 2013

Kapuas Hulu

Borneo T Tribune

10

Jalan Lintas Kapuas Mendesak Timotius Borneo Tribune, Putussibau PEMERINTAH Kabupaten Kapuas Hulu komitment akan fokus terhadap penuntasan pembangunan jalan lintas Kapuas di dua kecamatan

pesisir sungai Kapuas yiatu Kecamatan Bunut Hilir dan Kecamatan Embaloh Hilir. Sebab dari 23 kecamatan di Kapuas Hulu, hanya dua kecamatan tersebut yang sampai saat ini belum bisa diakses menggunakan jalan darat. Camat Embaloh Hilir,

Ridwan mengatakan akses jalan lintas Kapuas khususnya yang menghubungkan Kecamatan Embaloh Hilir ke Kota Putussibau tersebut merupakan kebutuhan masyarakat. Dikatakan Ridwan, masyarakatnya selama ini hanya bisa mengandalkan transportasi sungai untuk menuju Ibu Kota Kabupaten. “Saya rasa kecamatan yang sudah cukup tua ini dengan 17 Camat yang sudah penah menjabat di

Embaloh Hilir, sampai saat ini akses jalan darat belum bisa ditempuh, masyarakat masih mengandalkan transpotrasi sungai dengan menggunakan speed boad, meskipun saat ini pembangunan jalan tersebut sudah menjadi prioritas Pemerintah namun diharapkan pekerjaan jalan tersebut benar-benar dilaksanakan sesuai ketentuan untuk kepentingan masyarakat,” ungkapnya, Selasa (28/5). Ridwan berharap

pembangunan jalan tersebut harus tetap diteruskan meningat kebutuhan masyarakat, yang dapat meningkatkan perekonomian masyarakat itu sendiri. Menurutnya, pembangunan jalan yang tahun lalu dilaksanakan dari Embaloh Hilir menuju Manday, hanya saja perlu dibangun jembatan sementara minimal masyarakat bisa menggunakannya dengan menggunakan kendaraan roda dua. “Saya rasa memang

Ridwan Camat Embaloh Hilir Foto Timotius/Borneo Tribune

kunci utama itu pembangunan jembatan untuk sungai Manday, agar masyarakat bisa menggunakan jalan tersebut walaupun sementara hanya bisa menggunakan sepeda motor. Masyarakat berharap pembangunan jalan lintas Kapuas tersebut harus sudah selesai sebelum masa kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Kapuas Hulu, sebab ini memang benarbenar kebutuhan masyarakat,” pungkasnya. †

Bupati: Sarjana Tidak Mesti Jadi PNS Abang Muhammad Nasir FOTO dok/Borneo Tribune

BUPATI Kabupaten Kapuas Hulu, Abang Muhammad Nasir mengungkapkan bahwa seorang sarjana tidak harus menjadi Pegawai Negeri

Sipil (PNS). Sebab selama ini karena sudah sarjana gengsi untuk bekerja selain PNS. “Pemikiran yang selama ini selalu beranggapan kalau sudah sarjana harus menjadi PNS, sementara saat ini cukup sulit, padahal jika dilihat masih banyak peluang kerja yang benar-benar membutuhkan tenaga seorang sarjana dan itu tidak harus menjadi PNS,”ungkap Nasir belum lama ini. Dikatakan Nasir Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu akan terus berupaya dalam menciptakan lapangan pekerjaan, dengan hadirnya sejumlah investor di Kapuas Hulu dapat dijadikan sebagai peluang dalam mencari

Yang harus ditanam pada anakanak kita yaitu mendapatkan pekerjaan yang penting halal, sehingga sarjana tidak harus bekerja dan menunggu menjadi PNS

Timotius Borneo Tribune, Putussibau

pekerjaan, apalagi untuk ukuran seorang sarjana. “Kuncinya seorang sarjana jangan gengsi bekerja diluar PNS, justru peluang yang cukup besar

itu bukan menjadi seorang PNS, bahkan sarjana juga harus bisa menciptakan lapangan pekerjaan dengan pengalaman serta pengetahuan yang diperolehnya,” kata Nasir. Untuk itu, selaku Bupati dirinya berharap Sumber Daya Manusia di Bumi Uncak Kapuas dapat lebih meningkat serta pengangguran dapat semakin menurun. terutama dengan adanya sejumlah investor yang menanamkan investasi di Bumi Uncak Kapuas. “Yang harus ditanam pada anakanak kita yaitu mendapatkan pekerjaan yang penting halal, sehingga sarjana tidak harus bekerja dan menunggu menjadi PNS,” tandasnya. †

Bidang Pemerintahan Umum di Sorot Dewan Kerawing Menerima pesanan & menjual : hasil tenunan daerah/ kerajinan, berupa pakaian adat, anyaman dan lukisan Putusibau SISKA Hp. 081257159998

PT. BUMI BORNEO CEMERLANG

Distributor Aspal Shell (Drum) Pen 60/70, Berat Bersih : 154 Kg

DALAM rekomendasi DPRD Kabupaten Kapuas Hulu melalui Panitia Khusus (Pansus) dalam Laporan Kegiatan Pertanggungjawaba (LKPJ) Bupati Kapuas Hulu disoroti juga terkait pelayanan di Bidang Pemerintahan Umum. Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu diharapkan secara kontinyu dan konsisten untuk terus meningkatkan kualitas dan kapasitas SDM melalui pelatihan mengikuti Bimtek atau workshop terkait tugas dan fungsi pokok dibidang pengelolaan keuangan. Selain itu, Ketua Pansus DPRD Kabupaten Kapuas Hulu Agustinus Kasmayani juga mengatakan Pemda juga diminta untuk dapat secara intensif dan komprohensif untuk dapat melakukan intensifikasi dan ekstensifikasi Pendapatan Daerah, dengan memperhatikan ketentuan dan peraturan

Mohon kepada Bupati Kapuas Hulu bersama DPRD Kapuas Hulu untuk melakukan evaluasi terhadap kinerja PDAM Kabupaten Kapuas Hulu

Gallery

Timotius Borneo Tribune, Putussibau

Agustinus Kasmayani Ketua Pansus DPRD Kapuas Hulu Foto dok/Borneo Tribune

perundang-undagan yang menjadi acuan dan melakukan sosialisasi yang lebih intensif terhadap wajib pajak. Tidak hanya itu, penyertaan modal Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu juga kepada PDAM pada tahun 2012 berjumlah Rp. 2 milyar dari dana tersebut baru 136 rumah tangga yang teraliri system instalansi PDAM. “Mohon kepada

Bupati Kapuas Hulu bersama DPRD Kapuas Hulu untuk melakukan evaluasi terhadap kinerja PDAM Kabupaten Kapuas Hulu,”kata Kasmayani. Bahkan, pihak DPRD Kapuas Hulu juga meminta agar Bupati dapat melakukakan evaluasi terhadap program-program kerja setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Kapuas Hulu, agar benarbenar maksimal dan sesuai RPJMNAS dan RPJMD. †

IKLAN BARIS Dijual Bangunan Dijual cepat eks. kantor, sertifikat, 2 lt, Jl. Nurali No. 2, Hub. 081384151188 tnp perantara.

Langganan Koran Ingin berlangganan Harian Borneo Tribune di daerah, hubungi: Biro Kubu Raya: Aldi (08971600688)

Telp. 0561-577868 Jl. Gaj ahma da N o. 3 P ont ianak Gajahma ahmada No Po ntianak Email: aria_tur@yahoo.com Penerbangan Pontianak - Jakarta BATAVIA : 5x penerbangan dalam sehari ( z07.05 z07.55 z11.10 z14.35 z16.00 ) SRIWIJAYA : 4x penerbangan dalam sehari ( z07.00 z07.55 z11.55 z15.50 ) LION AIR : 3x penerbangan dalam sehari ( z07.30 z11.35 z15.30 )

GARUDA : 3x penerbangan dalam sehari ( z08.00 z12.55 z17.35 ) Penerbangan PTK - JOGJA & PTK - SURABAYA BATAVIA : 1x penerbangan dlm sehari (pukul : 14.45)

Biro Mempawah: Johan Wahyudi (085654587038). Biro Sambas: Amrul Ambiya (Kontributor/Pemasaran) (085245527602). Biro Bengkayang: (085245247955).

Mujidi

Biro Landak: Yohanes Ngalai / Pemasaran (085822062880). Biro Sanggau: (085245904505).

Ratnasari

Biro Melawi: Eko Susilo (081256452946) Biro Sekadau: Bagus Kosminto (085245743683). Biro Sintang: Endang Kusmiyati (08524-5006757) Biro Kapuas Hulu: (085654585775)

Herdi

Biro Ketapang: (08971600688)

Aldi

Biro Kayong Utara: Abdul Khoir (081345154592)

Ser vice Mobil SUTOYO MOTOR. Service, Tune Up, Las/Cat Mobil. Jl. Letjen Sutoyo No. 11 Telp. 743690 Ptk

Taxi CV. TEGAR PRATAMA TRANSPORT Melayani Antar Jemput Penumpang Jl. Kalimantan No. 24B 0562-640029/641366 SINGKAWANG Jl. Imam Bonjol Gg. Tnjng Sari No. 36 0561-747211/749025 PONTIANAK INNOVASI TAXI. Melayani Antar Jemput. Jl. Tua Pekong No.24 Singkawang, (0562)3309800, Jl. A. Yani (RM. Bertagis) Pontianak Telp. (0561) 7015100, (0561) 7157000

Kost Gallery Kost. Menerima Pria & Wanita Fasilitas Air & Listrik dan lain-lain. Jl. Diponegoro No. 9 Telp. 0562-3320424 SKW

Iklan Baris:

1 baris / hari Rp. 6.000,-


Teras Borneo Tribune

Rabu, 29 Mei 2013

11

Patung Palindo Lambang Peradaban orang Bada lagi. Meskipun suasana panasnya sinar matahari namun tidak menyurutkan niat kami untuk mendatanginya. Setelah berjalan kurang lebih 40 menit, rasa capek dan panas akhirnya terbayar sudah. Tampak berdiri megah sebuah patung terbuat dari batu, yakni patung Palindo. Lokasi Patung ini yang terdapat di padang rumput Sepe, Desa Kolori. Di tempat ini, kita dapat melihat terbentang luas lembah Bada di kawasan Hutan Lindung Lore Lindu. Patung Palindo mempunyai ketinggian ñ 4 meter. Dan bahkan ada sumber yang menyebutkan patung ini merupakan patung Megalith pertama yang terkenal sampai ke seluruh penjuru dunia. Konon di masa lalu tidak semua orang bisa menemukan patung-patung ini, hanya yang secara kebetulan tidak berniat untuk mencarinya saja.

Selain Patung Palindo, terdapat juga patung-patung megalith lainnya yang tersebar di seluruh bagian padang Sepe. Seperti situs patung Tadulako, situs Pokekea. Dan biasanya Setiap patung diberi nama oleh penduduk, dengan nama tempat ditemukannya. Antara lain patung Palindo, Loga, Torompana, dan Tarae Roe. Menurut info dari tetua adat setempat dan referensi dari berbagai sumber menyebutkan kalau Patung-patung tersebut diperkirakan berumur sekitar 3.000 SM - 1.300 SM. Namun dari sekian situs tersebut yang paling mencolok adalah situs Palindo. Palindo berarti Sang penghibur tak bermulut. Senyum bukan karena ada mulutnya tapi karena hidungnya yang maju sehingga membuat bayangan senyum di bawah hidungnya, dengan tangan yang terletak di sebelah alat vitalnya. Patung ini menghadap ke

utara, diartikan sebagai arah datangnya nenek moyang orang Bada. Posisi patung ini agak miring menurut mitos masyarakat setempat karena di masa lalu saat orang-orang Toraja ingin menyerang Lembah Bada, mereka mengakui kekuatan suku Lore di lembah ini. Orang Toraja beranggapan patung inilah sumber kekuatan orang Bada. Mereka kemudian berusaha memutar patung itu namun tidak berhasil, bahkan delapan orang dari mereka ini harus menjadi korbannya terjepit di bawah patung itu, sehingga patungnya pun miring. Ada juga cerita lainnya menyebutkan di masa lalu populasi Kerbau yang begitu besar, kemudian dijadikan tempat menggaruk badan mereka sehingga patungnya pun menjadi miring, hal ini terdapat adanya bekas gesekan di samping patung. Di sekelilingnya patung Palindo ini, tampak rapi dan

bersih karena sering ditebas rumputnya oleh warga sekitar. Kami pun tidak menyianyiakan kesempatan langka ini untuk berphoto ria. Saya sebelumnya hanya melihat patung batu ini melalui internet namun informasinya pun hanya terbatas. Namun sekarang dapat secara langsung melihatnya, dan rasanya benar-benar puas. Dari tempat ini juga kita dapat melihat pemandangan permukiman masyarakat Lore Barat dan Lore Selatan yang berada di pinggiran sungai dikelilingi pegunungan. Selain patung Palindo, di sini terdapat juga rumah adat masyarakat To Bada. Ada berbagai macam rumah adat tradisional suku Bada.Umumnya rumah-rumah ini terbuat dari tiang kayu bulat dan dinding bambu dan beratap daun lontar maupun ijuk. Di bagian bubungannya dipasang juga tanduk Kerbau. Ada pun jenis-jenis rumah

suku Bada antara lain, yakni : Lobo (Baruga), Rumah adat yang digunakan untuk berbagai acara adat seperti festival, upacara atau pesta modulu-dulu (makan bersama).ÿTambi, merupakan rumah tempat tinggal bagi masyarakat suku Bada. Gampri, adalah rumah yang digunakan sebagai lumbung padi. Sedangkan senjata tradisional mereka dinamakan Pihok, terbuat dari besi dan gagangnya biasa dibuat dari tanduk Kerbau. Setelah puas berfose, kami pun melanjutkan perjalanan kembali menuju Tentena. Lagi-lagi seperti sehari sebelumnya kami pun tertahan di perjalanan, karena kondisi jalannya yang rusak. Kami pun harus membantu menarik kendaraan lainnya yang melintas dan amblas, kali ini lebih banyak dari sebelumnya saat kami pergi. Suasana malam dan hujan yang mengguyur tidak membuat

para sopir kendaraan luntur semangatnya. Bahkan tetap jalan terus. Jam 12 malam akhirnya kami tiba kembali di kota Tentena dan langsung beristirahat. Selanjutnya pada, Kamis-Jumat (16-17) Mei kami secara khusus menghadiri sekaligus sebagai peninjau kegiatan Musyawarah Wilayah AMAN Sulawesi Tengah di kompleks Festifal Danau Poso. Jumlah komunitas anggota AMAN di sini ada 214. Di sela-sela kegiatan Muswil ini saya bersama teman lainnya juga menyempatkan diri menyambangi danau Poso. Danau ini merupakan danau terbesar ketiga di Indonesia dengan memiliki panjang 32 Km dan lebar 16 Km. Dan terletak pada ketinggian 657 m dari permukaan laut. Danau Poso memberikan berkah bagi penduduk sekitarnya, dimana masyarakat banyak membudidayakan ikan air tawar.

Adapun kegiatan Muswil AMAN Sulteng ini berjalan dengan lancar, didahului dengan seminar, dialog dan pagelaran sarasehan. Jumat malam pukul 21.00, setelah acara Muswil selesai kami pun kembali pulang ke Kota Palu. Sama dengan saat perginya, kami membutuhkan waktum 7-8 jam untuk sampai di kota Palu. Pukul 04.00 subuh kami tiba di kota Palu. Pukul, 09.00 paginya semua rombongan kami pun meninggalkan kota Palu menuju tempat masing-masing. Entah sampai kapan lagi akan bisa menginjakkan kaki di bumi Celebes. Berjuta pengalaman kami dapatkan, semoga saja kearifan local masyarakat adat dalam mempertahankan hak-haknya dalam menjaga hutan adat bisa dijadikan pembelajaran semua pihak. Termasuk juga bagi kita di daerah Kalimantan Barat. o

Polda Kalbar terkesan tertutup jadi bisa lebih terbuka. Karena ini sudah jelas merupakan tindak kejahatan dengan memanipulasi data,” tegasnya. Seperti yang diberitakan, Polda Kalbar mengklaim bahwa pihaknya sudah memeriksa 17 saksi dalam kasus manipulasi data dalam pengajuan pinjaman ke Bank BKE melalui KPRI Jaya Bersama. Diantara 17 saksi yang diperiksa terdapat empat saksi ahli yang menyatakan bahwa kasus KPRI Jaya Bersama tidak

ditemukan unsur pidananya. Asmaniar menegaskan empat saksi ahli yang diperiksa Polda Kalbar dalam kasus KPRI Jaya Bersama itu saksi ahli apa. “Menggunakan nama orang lain tanpa izin orang tersebut untuk mencairkan uang dalam nilai yang besar itu kejahatan, apa tidak. Intinya, dalam kasus nama klien saya digunakan untuk mencairkan uang. Namun bukan hanya nama klien saya saja bahkan nama istri Wakil Bupati Kabupaten Pontianak juga turut serta

sehingga secara langsung ataupun tidak langsung akan mempergaruhi perspektif atau pola pikir yang dimiliki oleh seseorang atau sekelompok orang terhadap aliran agama tersebut,” kata Gubernur dalam sambutannya yang dibacakan Sekda Kalbar M Zeet Hamdy Assovie. Dikatakannya berkembangnya faham yang kemudian menyebabkan adanya kegiatan atau aktivitas yang menimbulkan rasa takut atau teror merupakan salah satu bentuk kejahatan terhadap nilai-nilai kemanusian. “Untuk mencegah supaya aktivitas ilegal tersebut tidak sampai membahayakan keamanan bangsa dan negara, serta menganggu tata kehidupan masyarakat, khususnya masyarakat di Kalbar, tentulah diperlukan komitmen, kerjasama dan sinergi diantara seluruh stakeholder pembangunan di Kalbar, baik itu pemerintah, swasta, maupun masyarakat,” jelasnya. Hal ini, masih menurutnya, tidak lain adalah guna mencegah timbul dan berkembangnya faham yang kemudi-

an memberikan dampak negatif khususnya dalam penciptaan suasana dan situasi takut dan cemas di Provinsi Kalbar pada khususnya dan NKRI pada umumnya. Pemberian perhatian terhadap terorisme sangatlah besar diberikan oleh Pemerintah Republik Indonesia dengan Perpres Nomor 46/ 2010 telah dibentuk Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) untuk menjadi pusat Pengedalian Krisis apabila terjadi tindak pidana terorisme. BNTP selaku institusi resmi Pemerintah, tentunya tidaklah dapat bekerja sendirian tanpa adanya kerjasama dan bantuan dari kita semua. “Desember lalu, Pemprov Kalbar telah dibentuk Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Kalbar sebagai wadah untuk mencegah terjadinya tindakan teror di Kalbar,” jelasnya. Dijelaskannya, adanya peristiwa penangkapan salah satu pelaku teror di Kalbar beberapa waktu lalu, merupakan peringatan bagi kita semua bahwa dengan semakin mudahnya perlintasan orang karena kemajuan prasarana dan sarana

trasportasi, hanya akan dapat ditangkal melalui kepedulian dan kewaspadaan dari kita semua dan seluruh warga Kalbar terhadap aktivitas dan kegiatan dari orang luar masuk wilayah Kalbar. “Saya minta, agar aktivitas teror yang dilakukan oleh seseorang ataupun sekelompok orang, janganlah dikaitkan dengan aliran agama. Tidak akan mungkin dalam satu ajaran agama dibenarkan untuk melakukan aktivitas yang dapat menimbulkan rasa takut dan perasaan tidak aman orang lain,” pintanya. Dinyatakannya lagi, aktivitas atau tindakan teror yang dilakukan oleh seseorang atau pihak-pihak tertentu tidak dapat diterima di Bumi Khatulistiwa yang kita cintai ini. “Mari kita bangun keperdulian terhadap kondisi bangsa dan keberlanjutan upaya negara dan pemerintah khususnya pemerintah daerah untuk menciptakan rasa aman kepada seluruh warga negaranya dan tindakan nyata dari peranan aktif yang kita berikan dalam tindakkan pencegahan aktivitas teror,” ajaknya. o

tersandung dalam pengajuan pinjaman uang ke Bank BKE melalui KPRI Jaya Bersama Kabupaten Kubu Raya,” bebernya. Ia pun menegaskan, bahwa kliennya tidak pernah mengajukan pinjaman ke KPRI Jaya Bersama, tidak pernah memberikan datanya ke koperasi dan kliennya tidak mengizinkan bahwa gajinya di “mark up” oleh koperasi maupun Pemda Kabupaten Kubu Raya. “Jadi dengan semua itu, tanpa izin dari klien saya, itu bukan sebuah tindak kejahatan. Kemudian mengumpulkan nama orang dan mengajukan pinjama ke Bank BKE serta menghasilkan uang Rp. 5,3 miliar dalam pengajuan tersebut, apa tidak juga merupakan tindak kejahatan,” tuturnya. Dan jadi pertanyaan besar lagi, lanjut Asmaniar uang yang di pinjam melalui nama-nama yang telah dicatut oleh KPRI Jaya Bersama itu akan dibayar menggunakan uang apa, dan memakai uang apa. “ Ini merupakan kejahatan kelas putih. Dimana pejabat yang merupakan aparatur negara menggunakan nama PNSnya, menggunakan kewenangan para PNS untuk buat proposal dan mengirim proposal tersebut ke Bank BKE serta menggaransi KPRI layak

menerima uang dari hasil pengajuan tersebut,” kata Asmaniar. Jika memang kasus ini merupakan bukan tindak kejahatan, maka saya imbau kepada seluruh lapisan masyarakat dan pejabat Kalbar boleh saling pakai indentitas orang lain. Dan diperbolehkan meminjam uang ke Bank dengan identitas orang lain. “Ketika orang-orang yang memiliki identitas itu tidak tahu dan masyarakat maupun pejabat yang menggunakan identitas fiktif itu telah memakan uang hasil manipulasi data tersebut apa bukan kejahatan namanya. Dan, terus itu apa namanya,” tanya Asmaniar. Kepala Perwakilan Ombudsman RI Kalbar, Agus Priyadi mengatakan, bahwa laporan ibu Agustina Sisilia yang didampingi oleh kuasa hukumnya yakni, Asmaniar kita terima. “Kita akan telaah dulu, semua berkasberkas korban yang datang ke kita. Dan, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Polda Kalbar sejauh mana proses kasus ini berjalan,” kata Agus. Sementara itu, Praktisi Hukum M. Musa Surin SH.MH menyatakan sejauh ia memandang berjalanya kasus KPRI ini seharusnya Polda Kalbar tidak perlu

menggunakan saksi ahli. Seharusnya, dalam kasus ini perlu adanya labkrim untuk membuktikan kebenaran dari pada nama-nama yang telah digunakan dalam pengajuan proposal tersebut. “Yang jelas itu ada tindak pidananya,” tegas Musa. Ia menjelaskan, bahwa pada Pasal 263 didalam ayat A orang yang membuat surat itu menjadi mirip siapa. Dan yang B orang yang mengunakan surat itu. “Jadi dalam pasal 263 ini dapat dikatageorikan bisa satu pelaku atau sebagai dua pelaku, satu pelaku utama adanya juga dadernya dalam arti pelaku.” jelasnya. Menurutnya, dalam kasus ini polisi sebagai aparat penegak hukum adalah seorang petugas yang menerima laporan atau pengaduan yang mana selanjutnya melakukan tindakan penyelidikan. Jika ditemukan yang kemudian meningkatkan menjadi penyidikan dan itu merupakan tugas aparat kepolisian. “Dalam proses polisi nantinya akan disebut tersangka. Sedangkan oleh kejaksaan terdakwa. Dan untuk membuktikan masalah itu ada, itu adalah pengadilan. Jadi mau ada pidana maupun perdata itu pengadilan,” Jelasnya. o

komunal masyarakat Nusa Ceningan, di Bali telah membuktikan hal tersebut. Pengalaman yang hampir mirip juga dialami oleh rekan-rekan di Yayasan Nen Mas Il, Tual dan Baeleo, Maluku, Ambon dalam penggunaan video untuk pengornisasian masyarakat, advokasi, dan memfasilitasi resolusi konflik telah juga menunjukan kekuatan dari media audio visual dalam penguatan kerekatan, solidaritas dan toleransi di masyarakat. Media visual disadari memang tidak netral, orang dibalik media harus memiliki perspektif yang kuat yang mempromosikan norma-norma lokal, jaringan kerja, solidaritas dan toleransi. Karenanya, pengalaman rakyat yang memiliki nilai-nilai hakiki perlu untuk dipertukarkan maupun dibagikan dengan rekanan lainnya. Pengalaman saya ketika

bersama Yayasan Nen MasIl dan Baeleo, dalam menggunakan video untuk mendukung proses resolusi konflik, PPSW di Jakarta dalam menggalakkan peningkatan kapasitas wanita di berbagai provinsi, Serikat Petani Sumatera Utara (SPSU) dalam pekerjaannya dengan para petani di Sumatera Utara, LBBT Kalbar dan sejumlah aktivis lainnya membagi pelajaran yang mirip bahwa video merupakan alat yang praktis dan efektif untuk pengorganisasian dan pendidikan masyarakat. Menurut saya, kekuatan dari video terletak pada peluang bagi orang untuk melihat apa yang mereka ucapkan (baca : sudah proses melihat, mendengar, analisis (berpikir) hanya belum bertindak) dan bercermin dari apa yang telah dialami. Hal ini mendorong mereka untuk melatih dirinya pada peningkatan pemikiran kritis dan dalam membuat ke-

putusan kritis dalam interaksi sosial mereka. Saya kira, kedepan, perlu diretas memperbanyak video pendidikan rakyat yang bertujuan membantu mereka untuk mengembangkan kesadaran kritis, memikirkan dan menganalisa permasalahannya, mendapatkan pemahaman dan kesadaran baru dan memfasilitasi masyarakat untuk rencana tindak lanjut yang lebih konstruktif. Jika ini terjadi, aksi-aksi nyata bukan hanya kata, tapi dapat dilihat dengan mata bahwa ada gerakan perubahan yang bergejolak dalam jiwa dan terimplementasi dalam kehidupan nyata, yaitu penguatan kapital sosial, menerapkan norma, membangun jaringan, meningkatkan solidaritas sosial, meningkatkan kepercayaan dan toleran yang semuanya dibutuhkan untuk masyarakat yang aman dan demokratis. o

peminjaman uang sebesar 10 miliar melalui KPRI, tidak menyalahi SOP yang dijalankan Bank BKE, kemudian dari seluruh saksi ahli yang kita mintai keterangan, juga mengatakan tidak menyalahi aturan Pidana, Perbankan dan Koperasi. “ Menurut Bank BKE proposal atau pengajuan tidak menyalahi aturan, bahkan seluruh saksi ahli juga mengatakan demikian, maka dari itu kami mencari alat bukti baru guna dapat menjerat terlapor,” katanya. Menurut Dir, jika ada nama seseorang digunakan untuk mengajukan proposal dalam peminjaman seperti yang dilakukan KPRI dalam peminjaman uang 10 miliar ke Bank BKE, itu tidak me-

langgar pidana, selama korban tidak mengalami kerugiaan, namun jika korban mengalami kerugian materil, seperti gaji dipotong itu baru melanggar pidana, bahkan jika nama Kapolda Kalbar sekali pun jika digunakan untuk melakukan peminjaman seperti dalam dugaan kasus KPRI KKR, selama Kapolda tidak ada kerugiannya, itu juga tidak ada pidananya. “ Yang jelas kami disini profesional dalam menangani kasus ini dan belum kami hentikan penyelidikan dan penyidikan dalam kasus ini, karena kasus ini masih kami dalami dan mencari bukti yang kuat untuk menjerat terlapor tadi,” jelasnya lagi. o

KPRI Murni Tindak Kejahatan “Hari ini kita menyerahkan semua berkas-berkas serta barang bukti yang kita miliki bahwa memang benar nama klien saya telah dicatut dalam proses peminjaman uang melalui KPRI Jaya Bersama,”kata Asmaniar, Senin (28/5) saat ditemui di Kantor Ombudsman. Saat disinggung mengenai laporanya terhadap Ombusdman, apakah bentuk ketidak seriusan pihak Kepolisian Kalbar dalam menangani kasusnya, Asmaniar pun mengatakan langkah yang kita ambil

hari ini juga bukan mengatakan pihak Polda Kalbar tidak serius dalam menangani kasus yang dilaporkannya. Melainkan Ombudsman juga merupakan lembaga penjaga ketika aparat hukum, aparatur negara bekerja tidak baik. Maka tempat ini adalah tempat yang benar-benar layak untuk didatangi dan berlindung. “Jadi dengan adanya Ombudsman ini kami berharap bisa mendapatkan transparansi publik. Sehingga kasus yang selama ini ditangani

Polda : Terorisme Harus Ditindak Kalbar, Kombes Pol Hasanuddin rapada acara Kemitraan Polri Dengan Masyarakat Dalam Mengatasipasi Terorisme di Kalbar, di Mapolda Kalbar. Dikatakannya, perlu dipahami, apa yang dilakukan Polri adalah untuk melindungi masyarakat dan kepentingan umum termasuk mencegah paham yang tidak sesuai nilai-nilai agama dan Pancasila sekaligus menjaga keutuhan NKRI. “Teror harus ditindak, apapun yang dilakukan melawan terorisme, terbebas dari persoalan pro dan kontra sehingga mendapatkan legitimasi,” jelasnya. Sementara itu, Gubernur Kalbar, Cornelis, mengatakan tindakan teror merupakan salah satu bentuk ancaman terhadap Pemerintah dan NKRI karena menganggu upaya dan konsentrasi pemerintah dalam meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan seluruh lapisan masyarakat Indonesia. “Tindakan teror juga seringkali dikaitkan dengan salah satu aliran agama yang juga hidup dan dianut oleh warga negara di bumi pertiwi yang sama-sama kita cintai

Media Rakyat Tokoh pendiri SEAPCP asal Indonesia, Roem Topatimasang, bersama penulis beberapa ketika berada di Tual, Maluku Tenggara menuturkan pengalaman meyakinkan para pengoranisir lokal untuk melakukan dan menggalakan pendidikan masyarakat secara efisien dan efektif. Saya banyak belajar dengan beliau. Beliau adalah guru, sekaligus sahabat. Maksudnya, meski ketika dikelas beliau sebagai maha guru. Namun, ketika berguru kepada rakyat bersamasama di lapangan beliau adalah sahabat. Memang mengerjakan kerja-kerja pendidikan advokasi pada orang dewasa, video merupakan media yang praktis dan berguna untuk meyakinkan pengambil kebijakan tentang permasalahan yang berkembang di masyarakat. Pengalaman Yayasan Wisnu, dalam melakukan advokasi hak kepemilikan

Polisi Terus Cari Alat Bukti Dir Reskrimsus Polda Kalbar Kombes Pol Wirdhan Denny menegaskan, sejauh ini pihaknya terus melakukan proses penyelidikan terkait kasus yang dilaporkan Agustina Sisilia ke Polda Kalbar pada tahun 2012 lalu. Karena untuk menjerat terlapor, pihaknya perlu mendapatkan bukti yang kuat serta memenuhi unsur pidananya. “ Yang dilaporkan korban adalah Pemalsuan yakni pasal 263 KUHP tentang tidak pidana pemalsuan, dan kita sampai saat ini terus mencari alat bukti untuk melakukan proses hukum terhadap terlapor. Karena hasil dari penyelidikan serta gelar, bahkan keterangan para saksi ahli, belum timbul

pidananya pada korban,” ungkap Kombes Pol Wirdhan. Kata Pol Wirdhan, laporan yang dibuat dapat memenuhi unsur apabila korban mengalami kerugian, sedangkan hasil dari pemeriksaan pihaknya terhadap korban, korban belum sama sekali pernah mengalami kerugian. “ Dalam pemeriksaan oleh pihak kami, gaji korban tidak pernah dipotong terkait pinjaman 10 miliar oleh KPRI, jadi di mana kerugiannya, berarti itu tidak mengalami kerugian,” timpal Dir Reskrimsus. Dijelaskannya, Polda sudah melakukan pemeriksaan terhadap Bank BKE, namun menurut Bank BKE, proposal atau pengajuan

Kalbar Menatap PON XX Tahun 2020 olahraga Kalbar mempersiapkan menjadi tuan rumah PON XX tahun 2020 mendatang. Ketua terpilih KONI Kalbar untuk periode 20132018, Syarif Machmud Alkadrie usai pemilihan beberapa hari lalu mengatakan semangat menjadi tuan rumah PON telah dipikirkan matang-matang oleh KONI Kalbar yang juga didorong pemerintah Provinsi Kalbar. Salah satunya, pemerintah Kalbar akan menyelenggarakan pembangunan sport centre yang terletak di Jalan Trans Kalimantan pada area kurang lebih 40 hektar. Selain itu, pemerintah juga akan membangun dengan memperindah arena olahraga di komplek Stadion Sultan Syarif Abdurahman Pontianak. “Kita akan bergandengan

bersama, mewujudkan Kalbar menjadi tuan rumah PON tahun 2020 mendatang. Kita yakin bila dipersiapkan sejak dini, maka kelengkapan fasilitas akan lebih optimal,” ungkapnya. Machmud menambahkan, mengenai rencana menjadi tuan rumah tersebut, dirinya telah bertemu dengan Gubernur Kalbar, Cornelis terkait pembangunan fasilitas sport centre. Menurutnya, KONI terus mendukung pembangunan tersebut dan berharap pembangunan segeraÿ dapat dilaksanakan. “Kita terus mendukung rencana sport centre. Namun, bukan berarti kami ingin ikut campur dalam hal pembangunan. Masalah proyek KONI menyerahkan segalanya kepada pemerintah,” tutur Machmud. Hanya saja, dalam perebutan menjadi tuan rumah PON tahun

2020, Kalbar harus bersaing dulu dengan sedikitnya tiga daerah yang juga menyatakan siap menjadi tuan rumah, yakni Bali, Papua dan Sulawesi Selatan. Ketiga daerah tersebut juga telah menyatakan siap menyongsong PON tahun yang sama. Terkait rencana besar tersebut, Pemerintah Provinsi Kalbar melalui Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, Utin Kusumawaty mengatakan tetap mendukung rencana akbar demi kemajuan olahraga Kalbar. Namun, langkah tersebut tak hanya melihat persiapan infrastruktur semata, akan tetapi pembinaan menyongsong kesiapan tersebut harus juga dilakukan. Salah satu yang diamanahkan dalam peraturan, yakni pemerintah daerah sedikitnya memiliki satu cabang olahraga andalan. o

Dua Kemungkinan e-KTP Belum Jadi kami e-KTPnya sudah jadi,”kata warga Jeruru yang enggan namanya dikorankan, saat ditemui, Jumat (24/5). Menurut Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Pontianak, Khairil Anwar, SE. MM mengatakan hal ini sudah pernah ditanyakan ke Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri), “Jadi ada dua kemungkinan yaitu pertama memang belum di cetak atau kemungkinan kedua bisa jadi ada kekeliruan pada data. Untuk itulah yang seperti ini kami tunggu dimana letak kekeliruannya. Dengan demikian, maka kami harapkan dapat untuk perbaikan,” jelasnya. Agar lebih jelas lagi dalam waktu dekat ini Disdukcapil Kota Pontianak akan mengirimkan petugasnya.”Hal ini kami maksudkan agar petugas kita ini untuk memferi-

vikasi data-data yang sudah lama dikirim namun belum jadi, disebabkan apa ? Jadilah yang kita tunggu karena secara nasional mencetak eKTP ini terpusat di disuatu tempat yaitu di Kemendagri Jakarta,” ujarnya. Hingga berita ini diturunkan, sesuai keterangan Khairil Anwar pada laporan harian perekaman data KTP Elektronik kota Pontianak Tahun 2013 pada 6 kecamatan total pelayanan sebanyak 332,381 atau 88,65 persen. “Angka ini termasuk jumlah pada pelayanan e-KTP yang kami lakukan secara mobile ke SMA-SMA se-Kota Pontianak yaitu sebanyak 1162 wajib KTP. Ini totol angka hingga per 21 Mei 2013 dan kita akan tetap melakukan jemput bola pada daerah-daerah yang belum wijib KTP-nya belum melakukan perekaman. Karena hingga

saat ini warga kota Pontianak yang belum melakukan perekaman kurang lebih sekitar 42 ribuan ditambah dengan usia masuk wajib KTP. Sedangkan untuk satu tahun ke atas yang belum jadi sekitar 320an dan ini kita akan bawa ke Jakarta untuk mempertanyakannya,” ujarnya. Menyinggung masalah pendistribusian, Khairil Anwar kembali menjelaskan, pada pendistribusian awalnya, e-KTP yang sudah jadi kami kirimkan ke kantor Kecamatan. Namun kerena terlambat dan jauhnya kecamatan dengan kelurahan maka sesuai instruksi Menteri kami drop ke RT-RT melalui bantuan Lurah dan Kades. Dan disanalah warga yang telah merekam eKTP dapat mengambil KTP elektonik yang sudah jadi,”bebernya. o

Karet Tak Produktif Diolah Bernilai Ekonomis “Saya hadir ini tidak meresmikannya PT Permata Borneo Lestari, Saya datang untuk meninjau industri yang bisa menyerap tenaga kerja. Kepentingan saya, industri ini bisa mengurangi angka kemiskinan di Kalbar,” jelas Agung Laksono lagi. Sementara itu, Gubernur Kalbar Cornelis menyam-

but baik dibukanya investasi pabrik pengolahan kayu karet tak produktif menjadi bahan baku bernilai ekonomis dan untuk memenuhi permintaan luar negeri. “Ada lapangan pekerjaan, ada gaji, ada duit, ada belanja, tak ada yang miskin, dan tidak ada yang busung lapar, ingat itu,” kata Cornelis. Senada dengan

Gubernur Kalbar, Bupati Pontianak H Ria Norsan juga menyambut baik dibukanya pabrik pengolahan kayu karet tak produktif menjadi bahan baku bernilai ekspor. “Mudah-mudah, ini dapat berikan peluang bagi masyarakat sekitar untuk dapat bekerja,” harap H Ria Norsan. o

Harian Borneo Tribune 29 Mei 2013  

Harian Borneo Tribune 29 Mei 2013

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you