Issuu on Google+

cmyk

I DEALISME, K EBERAGAMAN

DA N

KEBERSAMAAN

Borneo Tribune www.borneotribune.com

Senin, 25 Februari 2013

14 Rabiul Akhir 1434 H - 16 Chia Gwee 2564

Telepon Redaksi/Iklan/Langganan/Pengaduan: (0561) 767788 Faximile. (0561) 766103

Alamat Redaksi: Jln Purnama Dalam No 2 - Pontianak 78121

Barongsai Resmi Jadi Cabang Olahraga Puncak Perayaan Cap Go Meh Meriah Barongsai, simbol budaya etnis Tionghoa yang telah menyebar hampir di seluruh dunia bukan sekadar seni dan hiburan, tetapi juga satu bentuk olahraga. Di dalamnya terdapat sejumlah gerakan yang digabungkan dalam satu cerita. Ketangkasan, keindahan dan kekompakan.

Achmad Mundzirin Borneo Tribune, Pontianak “BARONGSAI sudah resmi menjadi salah satu cabang olahraga resmi yang gabung dalam KONI,” kata Christiandy Sanjaya, Minggu (24/2) pada

puncak perayaan Cap Go Meh Kota Pontianak di halaman Sekretariat Yayasan Bhakti Suci. Dikatakan Wakil Gubernur Kalbar, Federasi Olagara Barongsai Indonesia (FOBI) ini dijabat oleh Dahlan Iskan, Menteri BUMN. Dengan keteram-

pilan, kekhasan Kota Pontianak yang memiliki banyak perkumpulan barongsai, maka juarajuara nasional, atlet-atlet di bidang barongsai bisa diraih Kota Pontianak, Kalbar. “Kita berharap ini menjadi ....Ke Halaman -11

B uah Bibir Monumen Gus Dur

Muhaimin Iskandar JAKARTA - Momentum peringatan Imlek selalu mengingatkan publik atas peran KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur terhadap eksistensi etnis Tionghoa di Indonesia. Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa, Muhaimin Iskandar pun mencetuskan pendirian Monumen Gus Dur sebagai tonggak spirit pluralisme. ”Di momen Cap Go Meh yang sangat berharga ini, saya mengusulkan agar Kalbar, khususnya Singkawang, kita bersama-sama dapat mendirikan Monumen Gus Dur. Ini

PAWAI BUDAYA. Wakapolda Kalbar Kombes Pol Hasanuddin, Walikota Pontianak H Sutarmidji, Wakil Gubernur Kalbar Christiandy Sanjaya, Ny Karyanti Sanjaya,

Ketua Umum YBS The Iu Sia saat menyaksikan pawai Budaya Nusantara dalam Perayaan Cap Go Meh di Kota Pontianak. FOTO Andika Lay/Borneo Tribune

....Ke Halaman -11

Budaya Akademik

Dedy Ari Asfar Peneliti

“DI KAMPUS setiap Kamis selalu ada diskusi. Pesertanya ramai, para professor hadir,” kenang seorang teman yang pernah menimba ilmu S-2 dan S-3 di Australia dengan semangat bercerita tentang budaya akademik di sana. “Ada tamu luar yang datang pasti diajak untuk berbagi ilmu dalam forum diskusi,” jelasnya lagi. ....Ke Halaman -11

Fitur Ipad Terbaru BEBERAPA malam yang lalu, aku pergi mencari seorang putraku untuk meminjam koran. ”Daddy, jaman sudah berubah, sekarang sudah jaman iptek,” katanya. “Aku sudah tentu takkan memboroskan uang dengan siasia untuk membeli koran. Bila Daddy hendak membaca berita, segala waktu Daddy boleh meminjam iPadku ini.” Sungguh di luar dugaanku, membaca berita dengan iPad sedemikian mudahnya, di samping itu, iPad ternyata juga bisa digunakan untuk memukul laba-laba, hihihi...o

Gubernur Serahkan Bantuan Korban Kebakaran Desa Peniti Borneo Tribune, Pontianak Musibah Kebaran yang menimpa warga masyarakat di Desa Peniti Besar (Purun) Kecamatan Segedong, Kabupaten Pontianak yang terjadi beberapa hari lalu telah menimbulkan korban jiwa. Sebanyak 4 orang meninggal dunia, kini terpaksa mengungsi dirumah Keluarga dan familinya. Gubernur Kalimantan Barat Drs.Cornels,MH didampingi Ketua PMI Kalbar Ny.Frederika Cornelis,S.Pd , menyempatkan waktunya mengunjungi para korban serta memberikan bantuan, Sabtu ( 23/2). Bantuan yang diserahkan Gubernur tersebut diantaranya beras sebanyak 3 ton, minyak goreng, sarung, selimut, handup, mie instan serta bantuan uang tunai ....Ke Halaman -11

Video Porno Anak Kost Pontianak Beredar Satu Tersangka Sudah Ditahan Achmad Mundzirin Borneo Tribune, Pontianak VIDEO mesum anak kost Kota Pontianak beredar via telepon genggam dan flasdisk. Video porno berdurasi 25 menit 46 detik ini dibuat di salah satu Kost yang terletak di Kecamatan Pontianak Timur. Video ini pun diadegankan oleh AA (24) warga ....Ke Halaman -11

Speed Patroli Polisi Tabrakan di Depan Sheng Hie Achmad Mundzirin Borneo Tribune, Pontianak SERAHKAN BANTUAN. Gubernur Kalbar Drs.Cornelis,MH menyerahkan Bantuan Korban Paska Kebakaran di Desa Peniti Besar ( Purun ) yang diterima Bupati Kab Pontianak, Ria Norsan untuk diserahkan kepada para Korban Kebaran ( 23/2). Foto Istimewa

SPEED Board Patroli milik Dit Pol Air Polda Kalbar diduga tabrakan dengan speed board penumpang di depan Pelabuhan Sheng Hie Kota Pontianak tepatnya di pertengahan Sungai Kapuas, Minggu (24/2) pagi hari kemarin. ....Ke Halaman -11

Dubes dan Perwakilan Dubes Terpukau

Naga Bersinar ‘Kepung’ Rumdin Wakil Gubernur Andika Lay Borneo Tribune, Pontianak ENAM replika naga milik yayasan pemadam kebakaran yang tergabung dalam pagelaran Cap Go Meh Yayasan Bhakti Suci di Kota Pontianak mulai mengelilingi Kota Pontianak. Replika naga Yayasan Pemadam Kebakaran Panca Bhakti, Siaga, YPKK, Merdeka, Per-

kumpulan Kesejahteraan Sosial, dan Budi Pekerti, Sabtu (23/ 2) malam terlihat beraksi di halaman rumah Dinas (Rumdin) Wakil Gubernur Kalbar Drs Christiandy Sanjaya. Aksi naga bersinar ini menarik perhatian warga dan pengguna jalan yang menyempatkan berhenti di pinggiran jalan. Warga penasaran dengan replika naga yang mulai dari

kepala hingga ekornya mengeluarkan cahaya. Tampak cantik saat dimainkan oleh belasan pemuda berpakaian olahraga lengkap. Sejak prosesi buka mata naga, Minggu (24/2), naga-naga yang dikelola oleh yayasan pemadam kebakaran mulai dimainkan mengelilingi sejumlah jalan dalam Kota Pontianak

KEPALA NAGA. Wakil Gubernur Kalbar Drs Christiandy Sanjaya bersama Dubes Nico B memengan kepala naga Perkumpulan Kesejahteraan Sosial. FOTO Andika Lay/ Borneo Tribune

....Ke Halaman -11

PT. ANZON AUTOPLAZA Kantor Pusat: Jl. A. Yani No. 89 Telp. (0561) 734280 Cabang: Singkawang : Jl. A. Yani No. 08 Telp. (0562) 637000; Sampit : Jl. Jend Sudirman Km. 1

HARGA ECERAN HARIAN BORNEO TRIBUNE - PONTIANAK, KUBU RAYA, MEMPAWAH,DAN SINGKAWANG Rp 2.000 - SAMBAS, BENGKAYANG Rp 2.200 - LANDAK,SANGGAU,SEKADAU, KETAPANG,KAYONG UTARA, SINTANG, MELAWI DAN PUTUSSIBAU Rp 2.500 -

cmyk

S uara Enggang


Senin, 25 Februari 2013

Kayong Utara

Borneo T Tribune

2

Tenaga Honorer KKU Resah Daftar Honor Masuk Kategori Beredar Luas Abdul Khoir Borneo Tribune, Sukadana Tenaga honorer di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kayong Utara (KKU) resah. Pasalnya daftar honorer yang akan diangkat sebagai PNS dengan logo Badan Kepegawaian Negara dan logo BPKP lengkap dengan gambar burung garuda beredar tanpa jelas kebenaran dan sumbernya.

Data tenaga honorer yang beredar dalam bentuk foto copy dengan kop data “Daftar Honorer Pemerintah Daerah Provinsi Kabupaten/Kota Seluruh Kalimantan Barat Masuk Kategori (MK) Kabupaten Kayong Utara” yang tertera dibagian bawah Tim Verifikasi BKN-BPKP Pusat Jakarta tahun 2013. Dalam daftar tersebut, tertera 103 daftar nama tenaga honor lengkap dengan

data diri, baik tahun pertama honor, tempat bekerja, alamat bahkan sumber dana serta nama perekomendasi juga tertera dengan nama jelas. Beberapa tenaga honor yang sempat mempertanyakan kebenaran data tersebut seakan menaruh curiga dari mana sumber data tersebut, keaslian serta maksud beredarnya data itu. Dari informasi tenaga honor yang enggan diko-

T

AJUK

Pilihan Politik Cerdas Rapat Rutin Genderang Pemilu Legislatif (Pillegs) 2014, mulai ditabuhkan. Sepuluh partai politik (parpol) yang dinyatakan berhasil meraih tiket sebagai peserta Pillegs 2014 oleh penyelenggara pemilu (KPU), kini sedang berlomba-lomba menyusun serta menimang-nimang siapa saja kader serta pengurus maupun simpatisan parpol yang patut dan memang pantas untuk dicalonkan sebagai calon legislatif (caleg) pada Pemilu 2014. Seiring dengan sejumlah kasus yang melibatkan banyak anggota DPR RI, DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota di seantero Indonesia. Mulai dari kasus skandal seks, skandal korupsi, narkoba, termasuk gratifikasi seks yang belakangan terakhir ramai dibicarakan publik. Tentu beragam hal tersebut harus menjadi atensi serta perhatian yang lebih serius lagi bagi parpol peserta pemilu 2014, dalam melakukan proses seleksi ketat terkait siapa saja yang akan dicalonkan sebagai calon wakil rakyat. Baik caleg untuk tingkat pusat, provinsi maupun kabupaten/ kota. Publik tentunya sangat mengharapkan agar parpol peserta pemilu 2014, dapat mencalonkan para caleg yang mumpuni. Artinya dari segi iman dan taqwa serta kemampuan dan kecerdasan dalam melakukan kerja-kerja politik demi kesejahteraan rakyat sudah tidak diragukan lagi. Yakni para calon legislator itu harus punya hati nurani, komitmen serta konsisten dalam memperjuangkan aspirasi rakyat. Dan bukan mereka yang pragmatis belaka. Dan yang harus parpol ketahui adalah bahwa publik saat ini sangat memerlukan para negarawan sejati untuk mengembalikan kiprah serta jati diri bangsa Indonesia. Seperti yang didambakan serta dicita-citakan oleh para pendiri bangsa ini. Republik ini tidak membutuhkan para politisi busuk yang hanya bisa memerankan drama sebagai pecundang dan hanya mengeruk kekayaan Negara demi kepentingan pribadi serta kelompoknya saja. Karena mereka itu hanya pecundang dan tidak pantas menyandang status sebagai wakil rakyat yang terhormat. Mudahan-mudahan teriakan para mahasiswamahasiswi Indonesia di seantero negeri agar rakyat jangan sekali-kali memilih caleg busuk yang dicalonkan parpol untuk mengikuti Pilegs 2014, masih tertanam dibenak rakyat dan terus menggelora hingga ke seantero Negeri. Sehingga parpol peserta pemilu mendatang tentu akan berpikir seribu kali untuk mencalonkan caleg busuk. Sekalipun caleg busuk itu punya banyak uang serta dukungan untuk parpol tersebut.

S

ENGET

Sikap politik berdasarkan nurani… - Bukan karena pragmatisme… Bang Tribune

Idealisme, Keberagaman dan Kebersamaan

“pesanan”. Menanggapi hal tersebut, Kepala Bagian Kepegawaian Daerah (BKD) KKU, Romy Wijaya mengatakan data yang beredar di masyarakat tersebut tidak menjamin keasliannya. Lantaran dalam dokumen tersebut tidak tercantum cap, nama dan tanda tangan dari pejabat yang berwenang. ”Yang beredar itu saya tidak menjamin kalau resmi. Jadi jangan dipercaya,”

tegas Romy Wijaya, saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, baru-baru ini. Meski demikian, dirinya tidak menampik jika memang ada data tenaga honorer yang dimiliki BKN untuk seluruh Indonesia dan tidak terkecuali Kayong Utara. Namun jika data yang beredar tersebut merupakan saduran atau data copy-an dari data tersebut, dirinya tidak mau menyamakan antara kedua data tersebut.

”Jika benar berarti ada oknumnya. Namun saya tegaskan tenaga honor jangan percaya dengan data yang tidak jelas sumber dan keabsahannya,” lanjutnya. Romy menambahkan, data seperti itu banyak beredar pada beberapa tahun yang lalu, dimana dimungkinkan ada oknum tertentu yang sengaja mengedarkan daftar tersebut untuk mencari keuntungan atau justru sebagai modus penipuan.

Launching Film Ujang Tompoy

Salam. Redaksi mengundang pembaca Borneo Tribune untuk mengirim tulisan untuk rubrik “Citizen Journalism”. Bentuk tulisan dapat berupa laporan kegiatan, opini, surat pembaca, puisi, cerita pendek. Panjang tulisan maksimal 500 kata. Kirimkan tulisan ke email: yusriadii@yahoo.com. Terima kasih.

rankan namanya menyebutkan, banyak nama tenaga honor yang nama dan tempat tugasnya benar adanya. Termasuk data identitasnya, namun banyak tenaga honor yang saat ini tidak aktif sebagai tenaga honor, tetapi masih tercantum di dalam daftar tersebut. Dan banyak nama yang seharusnya masuk justru tidak masuk dalam daftar dan digantikan nama tenaga honor yang justru masih baru dan terkesan

Abdul Khoir Borneo Tribune, Sukadana Di luar perkiraan kemeriahan acara launching film lokal asli putra-putri KKU Ujang Tompoy serta album Melayu dan Pop ternyata mendapat simpati serta sambutan antusias dari masyarakat di tiga kecamatan. Yakni Kecamatan Simpang Hilir, Teluk Batang serta Kecamatan Sukadana, Sabtu (23/2) malam. Halaman Kantor Camat Simpang Hilir yang merupakan tempat acara launching yang dimana sebuah tenda besar disediakan untuk tamu dan masyarakat yang ingin menyaksikan launching dan pemutaran perdana film Ujang Tompoy penuh sesak. Bahkan pengunjung hingga meluber ke badan jalan. ”Sambutan antusias dari masyarakat sungguh besar. Walau ditengah keterbatasan persiapan, namun ini adalah satu persembahan dari kami yang tergabung dalam acara ini,” kata M. Muhlis Saputra, ketua panitia launching yang merupakan pelajar SMA N 1 Simpang sekaligus aktor di film

Stand Penjualan, Bupati KKU, H. Hildi Hamid berpose bersama dengan masyarakat serta penjaga stand penjualan album lagu Melayu, pop, film dokumenter dan Ujang Tompoy yang kesemuanya merupakan buah karya putraputri KKU. FOTO: Abdul Khoir/Borneo Tribune

Ujang Tompoy. Kemeriahan dan dukungan datang dari berbagai pihak, termasuk Bupati KKU, H. Hildi Hamid yang secara resmi membuka acara launching dengan dua kali pemukulan gong dipuncak acara. ”Saya bangga, ditengah kemajuan zaman dan besarnya pengaruh negatif dari kemajuan itu, ternyata masih ada di Simpang Hilir sekelompok komuntas seni yang peduli dengan kemajuan seni budaya beru-

paya memajukan seni itu dengan modal sendiri. Ini bentuk kemandirian yang perlu dikembangkan,” ujar Bupati Hildi Hamid saat membuka acara. Tidak perlu ragu, lanjut Hildi, jika itu sebuah usaha untuk mengembangkan seni budaya tentu perlu didukung. Pemerintah sangat mengapresiasi hal demikian. Terlebih lagi pengambilan gambar dan bahasa di film atau album asli KKU de-

ngan menonjolkan ikon-ikon unggulan, seperti Pantai Pulau Datok, tempat bersejarah dan lainnya seakan semakin mendekatkan nama KKU ke masyarakat. Lebih jauh Hildi memberikan motifasi kepada para tokoh seni budaya untuk bersama-sama pemerintah untuk dapat menggali seni dan ciri khas Kayong Utara untuk diangkat dan diabadkan dalam sebuah karya sehingga seni budaya dan motif khas Kayong Uta-

ra dapat lestari, dikenal dan benar-benar menjadi tuan rumah di negeri sendiri untuk masa depan KKU serta generasi yang akan datang. Dalam acara tersebut juga disampaikan penghargaan dari Bupati KKU, H. Hildi Hamid kepada para tokoh pelopor seni budaya sekaligus pendukung acara tersebut. Dimana motivasi dan kerja keras mereka sehingga sekarang seni budaya masih ada dan justru berkembang.

Opini

Patron Klien dalam Ekonomi (Edisi 2) Oleh Ismail Ruslan Prinsip-prinsip relasi patron-klien berlaku juga pada masyarakat nelayan. Unsur-unsur sosial yang berpotensi sebagai patron adalah pedagang (ikan) berskala besar dan kaya, nelayan pemilik (perahu), juru mudi (juragan laut atau pemimpin awak perahu), dan orang kaya lainnya. Mereka yang berpotensi menjadi klien adalah nelayan buruh (pandhiga, Madura) dan warga pesisir yang kurang mampu sumber dayanya. Secara intensif, relasi patron-klien ini terjadi di dalam aktivitas pranata ekonomi dan kehidupan sosial di kampung. Para patron ini memiliki status dan peranan sosial yang penting dalam kehidupan masyarakat nelayan (Kusnadi, 2000). Kompleksitas relasi sosial patronklien (vertikal) dan relasi sosial horisontal di antara mereka merupakan uraturat struktur sosial masyarakat nelayan. Relasi patron klien dapat juga dilihat pada hubungan sosial ekonomi antara nela-

yan di Sungai Kapuas. Sebagaimana yang dilakukan aktivitas sehari-hari adalah nelayan sekaligus penjual ikan di pasar tradisional. Mereka memiliki hubungan dengan empat orang rekan kerja atau anak buah dalam mencari ikan di Sungai Kapuas. Relasi semakin kuat karena anak buahnya sangat tergantung dengan pimpinan dalam permodalan, seperti sebelum mencari ikan boleh meminjam uang untuk keperluan sehari-hari makan, membiayai sekolah anak atau keperluan di sungai. Hubungan ini berlanjut karena hasil yang diperoleh dari tangkapan itu tidak dijual kepada pembeli lain tetapi dijual kepada pimpinan dengan harga yang disepakati. Pimpinan juga sering membantu anak buahnya jika ditimpa musibah, seperti anak atau keluarga mereka sakit atau meninggal dunia. Jenis hubungan seperti ini membuat hubungan keduanya seperti patronklien, dan sulit untuk dimasuki oleh pembeli lain-

nya. Menjelang hari lebaran pedagang petani dan nelayan memperoleh “hadiah lebaran” dari “juragan”, atau sebaliknya ketika memerlukan uang segera maka tumpukan harapannya untuk pelepas uang adalah pedagang besar tersebut. Hubungan seperti ini membentuk hubungan patron-klien, hubungan induk semang dengan anak semang. Hubungan ini juga berlanjut pada tindakan sosial seperti saling memberi untuk penyelenggaraan pesta perkawinan di antara keluarga, memperingati hari kematian dan syukuran keberangkatan haji. Upaya-upaya patron dalam menjaga hubungan baik dengan kliennya antara lain. Pertama, menunjukkan kedermawanan terhadap kliennya. Kedermawanan seorang majikan sebagai patron dapat membuat klien kerasan bekerja, dan merasa ada hutang budi. Misalnya, majikan tidak pelit dengan memberikan hadiah pada saat lebaran

dan memberikan pinjaman saat kliennya membutuhkan karena tertimpa musibah. Kedermawanan para petani kaya dan maju di desa ditunjukkan ketika mereka memberikan sumbangan dalam kegiatan upacara bersih desa, perayaan hari kemerdekaan, pembangunan desa, dan pemberian sumbangan kepada tetangga yang kurang mampu. Petani kaya dan maju diharapkan dapat memberikan sumbangan yang besar atau sebagai donatur pada perayaan-perayaan hari besar dan kegiatan pembangunan desa. Jika ternyata petani maju tidak memberikan sumbangan yang pantas maka menjadi pergunjingan antar warga. Pergunjingan antar warga desa dan panitia tentang dana yang terkumpul untuk suatu kegiatan bisa terjadi di mana saja, saat bertemu dalam acara perayaan, bertemu di toko ketika membeli sarana produksi pertanian, dan sebagainya. Pergunjingan-pergunjingan seperti itu merupakan salah satu kontrol akan

ketidaksenangan terhadap warga desa kaya namun pelit dalam memberikan sumbangan. Kedua, patron dapat memberikan jaminan hidup keluarganya dengan cara mempekerjakan klien sepanjang tahun. Umumnya patron mempunyai kegiatan ekonomi ganda di sektor pertanian dan di luar pertanian agar dapat mempekerjakan kliennya sepanjang tahun. Pekerjaan di luar pertanian yang banyak diminati patron adalah berdagang. Misalnya, seorang petani maju memiliki kurang lebih tujuh klien. Ia memiliki tanah pertanian dua hektar dan mempunyai kegiatan berdagang pupuk kimia, pupuk kandang, distributor minyak tanah dan usaha penggergajian kayu; mempunyai klien sebanyak tujuh orang yang tidak pernah libur bekerja kecuali hari raya. Demikian pula beberapa petani maju lainnya yang mempunyai klien dipastikan mempunyai kegiatan ekonomi ganda di sektor pertanian dan di luar pertanian (Rustinsyah, 2011).

Penerbit: PT. Borneo Tribune Press. Direktur Utama: W Suwito, SH, MH. Penasehat Hukum: A. Ambo Mangan, SH, MH, Martinus Ekok, SH, MH. Pemimpin Umum: Sisa Primashinta. Senior Editor: H. Nur Iskandar, SP, Tanto Yakobus, Alexander Mering. Wakil Pemimpin Redaksi: Budi Rahman. Redaktur: Andry, Agus Wahyuni, Aulia Marti, Hairul Mikrad, Yusriadi, Viodeogo. Reporter: Abdul Khoir, Andika Lay, Yulan Mirza, Achmad Mundzirin, Achmad Munandar, Ubay. Biro Kubu Raya: Hanoto Jl. Sui Raya Dalam (081522711111). Biro Mempawah: Johan Wahyudi, Jl. Pendidikan Gg. Suka Mulya No.10 (085654587038). Sambas: Amrul Ambiya (Kontributor/Pemasaran), Jl. Suka Mantri (085245527602). Biro Bengkayang: Mujidi, Jl. Pahlawan No. 10, Kelurahan Bumi Emas Bengkayang (085245247955). www.borneo-tribune.net Landak: Yohanes Ngalai/Pemasaran, Jl. Barage Gg. Pak Kasih No. 51 Ngabang (085822062880). Biro Sanggau: Ratnasari Jl. Agus Salim No.10 (085245904505). Biro Melawi: Eko Susilo (0812-56452946) TERBIT SEJAK 19 MEI 2007 Jl. M Saad, Gg. Kayan, Serundung- Nanga Pinoh. Biro Sekadau: Bagus Kosminto, Jl. Irian No. 41 Sekadau Hilir (085245743683). Biro Sintang: Endang Kusmiyati (08524-5006757), Saumin (Pemasaran) (085284291321) Jl. JC Oevang Oeray, Gg. Ahmad 2. Biro Kapuas Hulu: Jl. Kenanga, Ruko Pemda Blok B. 6 Putussibau Utara (08562569007). Ketapang: Jaidi Chandra (Kontributor), Jl. Gajah Mada No. 156 (081345450988). Fotografer: Ulla Asri Sekretaris Redaksi: Erika Sudiardjo Umum: Emiliana (Manajer), Fitriyana,. Percetakan/Pracetak: Ukan Dinata. Staf Pracetak: Fahmi Ichwan, Syam „ Wartawan, Kontributor, Intensive Programme dan Abubakar, M. Taufik,. Staf Percetakan: Andre, Nurhalis, Rustam. Marketing: Sisa Primashinta, Hesty Yosana, Aldi Chairudin, Ardiansyah. Desain Iklan: Atika Ramadhani, M. Affandy,Ferry Ade Putra Freelancer Borneo Tribune dibekali identitas, surat Sirkulasi: Dhani, Suprianto. Keuangan: Jumi Erlinasari, Tri Agustin, Kusnan, Husada, IT: Iwan Siswanto. Tarif Iklan: BW (black and white) Rp 6000/mm kolom, Full Colour hal 1 Rp 15.000/mm kolom, tugas atau tanda pengenal (ID-Card) dan dalam mehalaman dalam Rp 12.000/mm kolom. Alamat Kantor Bisnis dan Alamat Redaksi: Jalan Purnama Dalam No 2 Pontianak Telpon 0561-767788 Fax 0561-766103. E-mail: borneotribune@yahoo.com laksanakan tugas jurnalistiknya tidak diperkenankan menerima suap atau amplop

Borneo Tribune


Serba Serbi

Borneo T Tribune

Senin, 25 Februari 2013

Guru Menulis

Pulau Maya, Jambrut Khatulistiwa Oleh: Syahman Guru SDN 04 Kemboja, KKU Pulau Maya adalah merupakan salah satu kepulauan yang terletak jauh dari ibukota kabupaten. Menurut salah seorang sastrawan Cina, Pulau Maya adalah sebuah pulau yang tidak jelas artinya, atau yang diartikan “Pulau adalah daratan, maya adalah samar-samar”. Jadi Pulau Maya adalah sebuah pulau yang menjadi penghuninya alias penduduknya dengan berkehidupan tidak jelas, terutama dari segi perekonomian masyarakatnya. Letak geografis Pulau Maya adalah daerah bagian barat dari dari Kabupaten

Kayong Utara. Kehidupan masyarakat Pulau Maya dengan mata pencaharian perikanan dan pertanian, sistem kerja mereka masih menggunakan pola tradisional. Pada dunia pendidikan Pulau Maya tidak juga tertinggal dari sistem pendidikan yang ada di daerah ibu kota kabupaten. Khususnya di daerah Desa Kamboja, sampai saat ini sudah banyak menelurkan orang-orang yang berkualitas tinggi. Ada yang menduduki jabatan camat, dewan perwakilan rakyat daerah (DPRD) dan tidak kalah pentingnya pada saat ini ada yang bersaing merebut kedudukan jabatan bupati Kayong Utara. Semua itu adalah bukti

bahwa Pulau Maya, khususnya Desa Kamboja, wabil khusus lagi mereka semua adalah lulusan SDN 04 Kamboja, Kecamatan Pulau Maya, yang sampai saat ini masih memegang peringkat pertama pada lomba sekolah sehat tingkat kecamatan, dan peringkat ketiga pada lomba sekolah sehat tingkat kabupaten. *** Konon ceritanya, kurang lebih 30 tahun yang silam Pulau Maya adalah merupakan pulau yang sangat ditakuti orang. Karena mengandung berbagai macam misteri, antara lain: terisolir, demam malaria, demam berdarah, dll. Bahkan pada waktu hampir semua aparat pemerintah yang ditugaskan ke sana pada umumnya mereka menolak, bahkan di antaranya ada yang siap dicabut surat keputusan penempatan mereka. Namun sebaliknya sekarang ini kenyataannya jauh berubah tidak seperti apa yang terjadi 30 tahun yang silam. Pulau Maya selain memiliki sejarah tersendiri juga memiliki sumber daya alam yang sangat bagus, seperti karang oral yang indah, terumbu karang yang banyak dan air lautnya yang jernih, sehingga ikan yang berenang di kedalaman laut terlihat dari permukaan air. Saat ini Pulau Maya Karimata sedang dipersiapkan untuk dijadikan daerah wisata bahari dengan membangun pelabuhan yang bertaraf internasional yang terletak di Padang

Karimata dan Tanjung Satai. Pelabuhan Tanjung Satai dipersiapkan untuk transit wisatawan asing maupun lokal yag berkunjung ke kepulauan Karimata yang sedang dipersiapkan saat ini. Dengan adanya sistem pemekaran kabupaten dan pemekaran kecamatan, maka Pulau Maya menjanjikan kehidupan perekonomian yang baik ke depannya. Seperti yang sudah diceritakan penulis di atas, dahulu aparat pemerintah, termasuk tenaga guru, medis dan guru lainnya enggan untuk bertugas di sana. Sekarang bahkan sebaliknya mereka berbondong-bondong ingin bertugas di sana. Sebab Pulau Maya mempunyai nilai plus menurut mereka. Pada saat ini bagi mereka yang betah bertugas di sana mendapat nilai tambahan penghasilan, antara lain, mereka mendapat tunjangan, khususnya daerah terpencil dengan nilai nominal cukup lumayan. Kami berharap (para guru) yang masih mengabdi dan tidak mengenal rintangan apa pun, kepada pihak pemegang kepentingan, janganlah bantuan seperti yang dituangkan di atas hanya bersifat sementara dan harus berkelanjutan. Sehingga siapapun dan di mana pun kami berada, kami tetap betah. Saya yakin bahkan hakkul yakin, bahwa Pulau Maya sepuluh tahun ke depan akan menjadi Jambrut Kayong Utara. Sebab tepatnya pada tanggal 24 Oktober 2012 bupati Kayong Utara bersama Camat Pulau Maya dan beberapa tokoh masyarakat sudah sepakat mencanangkan pulau Maya sebagai jambrut Kayong Utara. Hal ini tergantung kepada pihak pemimpin daerah apakah komitmen atau tidak dengan kata sepakat tersebut. (*)

3

Siswa Menulis

Badai di Awal Bahagia Cerpen Karya: Sholihin Kelas IIIC, SMPN 1 Teluk Batang Malam menjelang pagi, angin yang bertiup begitu menyejukkan, gelap telah memudar, suara burung-burung yang berkicauan ikut serta akan tibanya pagi. Kumandang azan yang terdengar di telinga seakan mengajakku untuk terbangun dari tidur dan menjalankan kewajibanku sebagai seorang muslim. Suara lentingan dari arah dapur membuatku sedikit kaget, ternyata itu ibuku yang sedang membersihkan peralatan dapur. “Andi! Bangun Nak, sudah waktunya salat Subuh,” ujar ibuku dari arah dapur. “Ya, Bu. Andi sudah bangun mau melaksanakan salat,” jawabku. “Habis itu, kamu mandi berangkat ke sekolah. Jangan lupa sarapan dulu,” ujar ibuku lagi. “Baik, Bu”. Setelah melaksanakan aktivitas di pagi itu, aku segera berangkat ke sekolah. Di sana aku bertemu sahabatku, namanya Dodi. Dia yang selalu ada di kala aku susah maupun senang. Aku selalu terhibur oleh canda tawanya. “Pagi, Dodi. Sedang apa?” sapaku sambil mendekatinya. “Pagi juga Andi. Ini sedang membaca novel saja. Eh ya An, kamu sudah siap belum... minggu depan UUB di semester dua ini?” tanya Dodi. “Waduh, kalau masalah itu aku nggak tahu,” jawabku. “Jadwalnya sudah dipasang di papan mading. Lebih baik kamu catat, entar kalau ibumu tahu, kamu pasti dimarahin”. “Ya, sudah, aku ke sana dulu ya. Eh ya, pulang sekolah tunggu aku,” ujarku pada Dodi. “Oke deh”. Dodi mengacungkan jempol kepadaku. Saat jam sekolahku selesai, kami semua pulang, aku dan Dedi pulang bersama. Hari ke hari dan waktu ke waktu telah kulewati. Aku selalu belajar dengan giat serta berdoa agar nilai ulangan umumku nanti hasilnya

PENGUMUMAN BERGABUNGLAH BERSAMA KAMI, LEMBAGA PENYIARAN PUBLIK TVRI KALIMANTAN BARAT UNTUK MENJADI: - NEWS READER - ANCHOR - NEWS CHASTER - HOST - PRESENTER PERSYARATAN 1. S1 SEMUA JURUSAN (COPY IJAZAH ) 2. PRIA TINGGI BADAN MIN. 160 CM DAN WANITA MIN. 155 CM 3. USIA MINIMAL 23, MAX. 27 TAHUN 4. SEHAT JASMANI DAN ROHANI 5. BERPENAMPILAN MENARIK 6. MENGUASAI BAHASA INGGRIS 7. TIDAK BUTA WARNA KIRIM CV LENGKAP ANDA DISERTAI FOTO UKURAN POSTCARD BERWARNA DAN CLOSE UP, KE SEKRETARIAT PANITIA DENGAN ALAMAT: TVRI STASIUN KALBAR JL. AHMAD YANI NO 60 PONTIANAK TELP. 0561 - 735993 AKHIR PENDAFTARAN 28 FEBRUARI 2013 INFORMASI LEBIH LANJUT HUBUNGI PANITIA CAP POST / STEMPEL POST KEMBANGKAN KREATIVITAS ANDA BERSAMA KAMI, TVRI KALBAR SATU DALAM KEBERAGAMAN

memuaskan. Di sisi lain, keadaan ibuku tidak membaik. Selain belajar dan berdoa, aku juga membantu kegiatan di rumah seperti halnya bakti seorang anak kepada orang tuanya. Kini waktunya yang ditunggu telah tiba, yaitu kegiatan akhir sekolah di semester 2 untuk menentukan kenaikan kelas. Ulangan itu selalu kuhadapi dengan penuh percaya diri. Tak lupa juga doa yang kupanjatkan. Aku sangat senang dengan hasil belajarku. Nilai yang kudapat selalu memuaskan. Hanya sekarang tinggal menunggu pembagian buku raport kenaikan kelas. Ibuku yang juga ikut senang setelah mendengar kabar yang telah kusampaikan pada beliau. Aku sangat bahagia bisa melihat ibuku tersenyum seperti sedia kala. Tapi senyuman itu hanya sekilas di mataku. Kemudian ibuku terdiam sejenak. Sesaat tangannya terangkat dan mengusap kepalaku sambil berkata, “Andi, sekarang dengarkan ibu baik-baik. Milikilah hati yang tak pernah membenci, milikilah senyum yang tak pernah memudar. Miliki kata yang tak pernah menyakitkan, dan milikilah hati sebening embun dan segigih baja. Jangan pernah menyerah serta mudah putus asa. Karena itu bukan jiwa seorang laki-laki. Teruslah berjuang dan raih mimpimu. Ibu akan selalu mengirimkan doa untukmu”. “Baik Bu. Amanat ini akan Andi tanamkan dalam hati. Terima kasih juga atas doanya,” seruku. *** Keesokan harinya hari pembagian buku raport. Hatiku berdebar pada saat bapak guru mengumumkan juara urutan dari belakang. Sekian banyak nama teman-temanku disebutkan, akhirnya tiba namaku. Aku sangat puas dengan apa yang kudapat ketika pak guru mengatakan bahwa aku berhasil meraih juara di kelasku. Para guru beserta temanku mengucapkan selamat. Karena selain

juara kelas, aku juga menjadi juara umum di sekolahku. Aku sangat bahagia dan gembira. Aku yakin jika ibu mengetahui akan hal ini, beliau akan merasa lebih bahagia. Karena ibu ingin melihatku mendapatkan semua ini. Selesai pembagian raport, kami pun beranjak pulang. Di perjalanan, aku berandai-andai akan melihat betapa indahnya senyuman ibuku setelah dia tahu keberhasilanku. Aku melihat ke langit, seakan merasa akan terjadi sesuatu. Langit yang pada awalnya begitu cerah, kini semua menjadi pudar ditutup oleh awan gelap. Mentari pun tidak tampak kelihatan. Namun semua itu tak kupedulikan. Aku tetap tersenyum dalam melangkah menuju arah pulang. Sampai di rumah, kudengar alunan ayat-ayat suci Alquran yang berasal dari dalam rumahku. Sesaat aku masuk. Terlihat ibu terbaring. Di hadapanku seorang ustadz membisikkan di telingaku mengatakan bahwa ibu telah kembali ke rahmatullah. Sepatah kata pun tak ada keluar dari bibirku. Hanya air mata saja yang jatuh tanpa terasa dengan sendirinya sehingga membasahi piagam dan raport yang berada di tanganku. Betapa hancur perasaanku. Aku menangis sendu. Hari liburku terhiasi dengan kesedihan dan duka serta air mata. Aku kini terpuruk sendiri setelah ditinggal pergi oleh ibuku. Pernah aku diajak berlibur oleh teman-temanku ke sebuah tempat yang cukup indah. “Andi, lihat di sana pemandangannya indah deh, “ seru Dodi. “Tempat itu memang sangat bagus dan menghibur. Namun keindahan tempat itu tidak akan mampu memperbaiki keadaanku yang sekarang ini”. Dodi hanya terdiam. Berbagai tempat wisata dan hiburan yang kudatangi bersama teman, namun itu semua tak mengubah keadaan. Aku menganggap sebagai angin yang berlalu tiada arti. Hingga pada suatu hari aku melamun dan terkenang akan ucapan ibu sebelum beliau tiada. Akhirnya, aku mengerti dengan apa yang pernah beliau ucapkan waktu itu. Kini, aku selalu berdoa untuk dan aku juga tidak pernah putus asa dalam berusaha. Dengan mendekatkan diri kepada yang Kuasa serta bertawakal, aku sekarang sudah merasa lebih nyaman seperti sedia kala. Namun tak seperti badai yang datang di saat kebahagiaan bersama ibuku waktu itu. Berkat doa dan usahaku selama ini, akhirnya tujuanku tercapai. Aku bisa menjadi orang yang sukses. Aku yakin semua ini berkat doa ibu. Walaupun beliau telah tiada, namanya tidak akan pernah pudar dan akan selalu bercahaya terang dalam lubuk hatiku. “Terima kasih ibu, atas semua yang pernah engkau berikan padaku. Dan aku akan selalu mengingat dan mendoakanmu di sepanjang hidupku. Baik dunia maupun di akhirat”. (*)

Solusi Tepat Terobosan Terbaru TCM

ATASI SEGALA MACAM PENYAKIT PRIA Ciri khas kemanjuran & keunggulan Hongkong Medistra TCM sangat jelas dengan resep kuno kekaisaran, resep rahasia turun temurun serta herbal Tiongkok alami, intinya adalah mengobati berbagai penyakit bandel yang susah disembuhkan, khusus menangani berbagai jenis penyakit kronis, begitu diobati langsung dapat dirasakan manfaatnya. Efektif mengobati berbagai penyakit kronis sampai akarnya, tanpa efek samping, setelah diatasi tidak mudah kambuh kembali. Menurut survey terbaru, disfungsi seksual pria termasuk penyakit yang sangat banyak diderita. Terutama persentase penderita impotensi, ejakulasi dini, radang prostat mengalami kenaikan pesat, berdampak jauh lebih parah bagi psikologi dan jiwa, dibanding penyakit pria lainnya, juga merupakan 30% alasan retaknya keharmonisan rumah tangga, menghancurkan kepercayaan diri pria. Penyakit fungsi seksual menimpa pria pada berbagai kalangan usia dan harus diobati sedini mungkin agar tidak memburuk hingga menimbulkan penyakit komplikasi bandel lainnya yang sangat parah dan berbahaya. Hongkong Medistra TCM ada konsultan Sinshe ahli TCM (Traditional

Chinese Medicine) ternama dari Tiongkok yang siap membantu Anda. Melalui pengalaman kerja keras puluhan tahun akhirnya berhasil menemukan terobosan terbaru, khusus mengatasi disfungsi seksual pria, seperti: Impotensi, Ejakulasi Dini, Radang Prostat, Sperma Mati, Tidak ada Sperma, Alat vital tidak normal, Kemandulan, dll. Hasilnya relatif cepat, aman dan tanpa efek samping. Terobosan metode TCM dengan herbal berharga alami yakni “Qiang Yang Bu Shen Liao Fa” ini dipadukan akupuntur elektroterapi sangat terkenal diberbagai Negara, berfungsi memperkuat ginjal & sperma, menyeimbangkan unsur yin & yang didalam tubuh, setelah diatasi bisa menormalkan fungsi seksual, masa berhubungan bisa lebih lama. Rata-rata setelah 2-3 tahap pengobatan, gejala penyakit seperti kencing terasa sakit, sering kencing, tidak tahan kencing, kencing tidak bertenaga, tidak tuntas, bernanah dan lainnya berangsur menghilang secara nyata, sistem reproduksi kembali normal, bisa diatasi hingga ke akar penyakit dan tidak mudah kambuh lagi.

Untuk Konsultan & Pengobatan Hubungi :

HONGKONG MEDISTRA TCM Jl. H. Agus Salim No. 126 Pontianak - Kalimantan Barat Telp. (0561) 733268 HP. 0821 5279 7888 Hari Senin - Sabtu Buka Jam 09.00 s/d 17.00 WIB Minggu & Libur Besar Jam 09.00 s/d 13.00 WIB


Kalimantan Barat - Kota Pontianak Borneo Tribune

Senin, 25 Februari 2013

HUT BMC Sambas Ke-2

Amrul Borneo Tribune, Sambas

Anak muda Sambas yang tergabung dalam Biker Community menunjukkan

diri bahwa anak muda saat ini mampu berkreativitas dan aktif dalam kegiatankegiatan positif. Anwari, S. Sos Anggota DPRD, yang juga Ketua KNPI Kabupaten Sambas, pada acara hari ulang tahun

4

Anak Muda Harus Ciptakan Kreatifitas

Black Motor Community (BMC) Sambas ke- 2, Sabtu (23/2), di Water Front Sambas, mengatakan generasi muda harus meningkatkan apresiasi agar dapat memberikan contoh positif kepada generasi lainnya.

“Seperti yang kita ketahui bahwa untuk menciptakan generasi yang penuh dengan kreativitas diperlukan wadah dalam menampung segala bakat anak muda Sambas, maka dengan adanya wadah atau tempat menya-

lurkan bakat dapat menciptakan anak-anak muda Sambas yang benar-benar punya talenta, skill, maupun kemampuan yang dapat memberikan perubahan kepada pembangunan agar lebih maju dan berkembang

lagi,” ujarnya. Peringatan Anniversary Black Motor Community (BMC) Sambas ini menjadi ajang kumpul dan silaturahmi biker se-Kalimantan Barat yang turut dihadiri Bupati Sambas, Ketua

MABM Kabupaten Sambas, Anggota DPRD Kabupaten Sambas, Disporabudpar yang mewakili serta Satlantas Kabupaten Sambas dan para biker club dari masing-masing organisasinya. o

Menulis Itu Menyenangkan Pawai Obor Peringati HUT Lord Baden Powel Mahmuda Borneo Tribune, Pontianak

Alghazali bahwa kalau engkau bukan anak petinggi, bukan anak pejabat, maka jadilah penulis,” ungkap Nur Iskandar. Heriyanto mengatakan, menulis bukan hanya sekedar menulis akan tetapi memikirkan dampak positif yang dihasilkan melalui tulisan, sehingga tulisan itu lebih bermanfaat ketimbang tulisan yang hanya bersifat peristiwa. “Saya pernah membuat tulisan mengenai stigma negatif tentang orang Beting. Ketika saya tulis untuk mengapus stigma negatif terhadap orang Beting, ternyata dampaknya positif sekali. Ada anggota dewan yang turun ke sana, serta masyarakat di sana mendapatkan bantuan,” ujarnya. o

Eni Desiyani Borneo Tribune, Sambas

Gugus depan 04.07904.080 Syarif Hidayatullah pangkalan STAIN Pontianak merangkul Pramuka Penegak Pandega se-Kota Pontianak, Jumat (22/2) pukul 19.00, untuk ikut serta meramaikan kegiatan pawai obor spektakuler dalam rangka memperingati hari lahir bapak pandu sedunia Lord Baden Powel, tanggal 22 Februari setiap tahun-

nya. Kegiatan dimulai dengan pembukaan yang dilaksanakan di lapangan STAIN Pontianak yang kemudian dilanjutkan dengan salat Magrib berjamaah. Kurang lebih 13 gugus depan yang berpangkalan di SMA sederajat, dan perguruan tinggi ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini. Seluruh peserta kurang lebih berjumlah 226 orang penegak dan pandega. Sumarman, S. Ag selaku Pembina Gudep Pramuka STAIN Pontianak dengan

menyerahkan obor kepada empat orang pramuka yang menggunakan pakaian ala Baden Powel, di halaman kantor walikota. Iring-iringan yang dikawal petugas dari Polresta Kota Pontianak berjalan dengan aman dan sempat membuat pengguna Jalan W.R Supratman dan Gajahmada berjalan perlahan menyaksikan arak-arakan anakanak berseragam pramuka dan membawa obor yang panjangnya kurang lebih 100 meter. Pembina upacara, Drs. H.

Suryadi MS M, Si selaku Ketua Kwarda Kalimantan Barat menerima estafet obor dari finalis Baden Pawel untuk kembali menyulutkan obor tersebut ke obor yang sudah disiapkan di pionering yang terletak di tengah lapangan. Setelah obor menyala pembina upacara memimpin para pandu masa depan untuk mengikrarkan kembali janji mereka atau biasa kemi menyebutnya dengan ulang janji, yaitu pengucapan Tri Satya yang berlangsung dengan hikmat. o

CMYK

Tidak semua orang pernah keliling dunia, tidak semua orang dengan mudah menginjakkan kaki di tanah Eropa, Asia dan negara-negara lainnya. Selain faktor ekonomi yang menjadi penyebabnya, juga masih banyak faktorfaktor lainnya. Namun untuk ke luar negeri bisa dengan mudah melalui menulis. FLP Kalimantan Barat yang menggelar Talk Show Keliling Dunia Berkat menulis yang menghadirkan beberapa pemateri yang telah keliling dunia berkat menulis. Penulis-penulis itu antara lain Nur Islkandar, penulis sekali-

gus jurnalis di Koran Borneo Tribune yang pernah mendapat anugerah Museum Rekor Indonesia melalui Buku Jusuf Manggabarani Cahaya Bayangkara dan juga pernah menjelajahi beberapa negara seperti Australia dan Timur Tengah. Selain itu ada juga Heriyanto, penulis sekaligus jurnalis Koran Pontianak Post yang juga pernah menginjakkan kaki di negara eropa. Menurut Nur Iskandar, untuk keluar negeri sangat mudah sekali. Ia mulai menulis ketika ada peristiwa-peristiwa penting. Ia juga menambahkan, menulis adalah sebuah kegiatan yang memuliakan, sebab dengan menulis bisa dikenang orang. “Mengutip dari

Andika Lay Borneo Tribune, Pontianak

Pusat Teritorial Angkatan Darat (Pusterad) melaksanakan Mobile Training Team (MTT) untuk Aparat Komando Kewilayahan (Apkowil) khususnya Babinsa, agar memiliki kemampuan dan kecakapan dalam mengaplikasikan tugastugas di lapangan. Kegiatan yang diikuti Dandim, Pasiterdim, Danramil serta Babinsa yang berjumlah 361 orang ini dilaksanakan tanggal 12-14 Februari 2013 di Rindam XII/Tpr dengan pemateri 5 orang Pamen dari Pusterad dan Pusdikter di bawah pimpinan Kolonel Inf Cucu Sumantri. Upacara pembukaan MTT berlangsung di Aula Rindam XII/Tpr, Selasa (12/2) pukul 09.00. Danrindam XII/Tpr Kolonel Inf Nugroho Budi Wiryanto, bertindak sebagai inspektur upacara. Asisten Teritorial (Aster) Kasad Mayjen TNI

Bachtiar mengatakan, penataran MTT yang dilaksanakan di seluruh jajaran kewilayahan ini dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan serta keterampilan bagi prajurit yang bertugas di komando kewilayahan khususnya para Babinsa, agar setiap tugas dapat dilaksanakan dengan optimal, sehingga permasalahan-permasalahan yang timbul di wilayahnya dapat segera diantisipasi dan dicegah. “Perkembangan global dan dinamika kehidupan sosial masyarakat saat ini telah berubah dengan cepat, sehingga menimbulkan dampak yang kadang sulit diprediksi sebelumnya,” kata Aster Kasad, dalam sambutan yang dibacakan Danrindam XII Tanjungpura Kolonel Inf Nugroho Budi Wiryanto. Dikatakannya, mencermati kondisi tersebut maka seluruh aparat Kowil terutama Babinsa sebagai pengemban tugas terdepan dituntut mengoptimalkan kinerjanya serta mampu melaksanakan deteksi dini

dan cegah dini juga temu cepat dan lapor cepat setiap gejala yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan diwilayah tugasnya. Tim penatar MTT di jajaran Kodam XII/Tpr dari 5 orang Pamen yang berasal dari Sterad, Pusterad dan Abit Lemhanas RI/ SSPS. Pembekalan meliputi materi teori tentang 5 Kemampuan Ter dan Sikap Ter, serta praktek budidaya bidang pertanian dan perikanan yang berguna nantinya di lapangan untuk disampaikan kepada masyarakat di wilayah tugas para Babinsa. Dijelaskannya, para pejabat teritorial baik para Dandim, Kasiter, Pasiter serta Danramil agar mengikuti kegiatan penataran ini dengan baik, sebagai training of trainer kepada aparat kewilayahan lainnya. “Pedomani 8 wajib TNI serta baik-baik dengan rakyat adalah senjata utama komando kewilayahan,” ujarnya. o

CMYK

361 Personel Korem 121/Abw Ikuti Kegiatan MTT

FOTO Ulla/ Borneo Tribune

Empat Naga ‘Datangi’ Kediaman Walikota Andika Lay Borneo Tribune, Pontianak

Empat naga yang telah melakukan prosesi buka mata, Sabtu (23/2) sore, mampir ke rumah dinas Walikota Pontianak, H. Sutarmidji, di Jalan Abdurrahman Saleh. Masyarakat memadati halaman rumah dinas walikota dengan mengikuti iring-iringan kendaraan

truk dan mobil naga. Empat naga beraneka warna ini silih berganti menampilkan keahlian mereka dalam memainkan andalannya. Sutarmidji juga memberikan angpao dan berkesempatan memotong jenggot naga serta membubuhkan tanda tangan pada mulut naga. Menurutnya, perayaan Cap Go Meh tahun ini dinilai cukup meriah karena banyak rangkaian kegiatan yang mengisi perayaan Cap Go Meh 2564. Kendati tidak

ada atraksi tatung di Kota Pontianak, namun pada perayaan Cap Go Meh di kota ini memiliki ciri khas tersendiri yakni naga-naganya yang panjang dan besar. “Kalau Kota Pontianak terkenal dengan naga-naganya yang panjang dan besar, sedangkan Kota Singkawang dengan atraksi tatungnya. Karena kalau tatung juga ada di Pontianak, nanti orang tidak akan berkunjung ke Singkawang. Masing-masing kota punya daya tarik

tersendiri,” katanya. Ia mendukung perayaan Cap Go Meh ini, karena akan banyak wisatawan yang berkunjung ke Kota Pontianak untuk menyaksikannya. “Yang jelas tingkat hunian hotel meningkat sehingga Pendapatan Asli Daerah (PAD) kita juga ikut meningkat. Selain itu juga meningkatkan pendapatan masyarakat karena orang-orang yang berkunjung ke sini tentunya juga berbelanja,” pungkasnya. o


Mempawah-Kubu Raya Borneo Tribune

Senin, 25 Februari 2013

Kesaksian Akung

Teriakan Korban Tewas Begitu Memilukan Johan Wahyudi Borneo Tribune, Mempawah Peristiwa kebakaran Pasar Sungai Purun Besar, Kecamatan Segedong, Kamis (21/2), kemarin menjadi hari paling menakutkan bagi Akung (34), tetangga Akhong sekeluarga yang tewas terpanggang dalam tragedi tersebut. Akung mengaku saat kejadian, dirinya dan suami beserta anak tengah tertidur di lantai dua ruko tempat tinggal mereka. Lalu Akung terbangun ketika Yanti, tetangganya menjerit minta tolong. Tak lama kejadian, giliran Akhong dan Asiak yang juga berteriak ketakutan. Dengan rasa cemas, Akung membangunkan suami dan anaknya. Belum lama kedua terjaga, tiba-tiba saja kamar mereka diselimuti asap tebal. Asap itu datang dari ruko sebelah. Sadar akan bahaya yang mengancam, Akung mengajak suami dan anaknya untuk segera keluar rumah. Dengan memberanikan diri, Akung mencoba menerobos kepulan asap yang tebal dan menyesakkan dada. Beberapa saat berjuang, akhirnya pintu ruko pun bisa terbuka. Namun betapa terkejutnya Akung saat tiba di luar rumah. Ternyata telah berkerumun banyak orang. Mereka tampak sibuk memadamkan kobaran api yang melahap deretan ruko tempat tinggal Akung. “Saya baru tersadar kalau di ruko sebelah saya masih ada Akong, Asiak, Yanti dan nenek Chin Kiun Fa. Mereka berempat terjebak dalam ruko dan tidak bisa keluar. Teriakan mereka sangat menyayat hati. Terdengar memilukan,” ungkapnya sedih. Meski sejumlah warga mencoba menyelamatkan, namun nyawa keempat anggota keluarga malang itu tidak dapat tertolong. Mereka tewas terpanggang hidup-hidup dalam kobaran api yang ganas. Harta benda mereka

KEBAKARAN Wakil Bupati Pontianak, Rubijanto meninjau lokasi kebakaran di Desa Sungai Purun Besar. FOTO : Johan Wahyudi/Borneo Tribune

ludes di lalap si jago merah. Semua nyaris tiada tersisa. Sisa-sisa jasad Akong, Asiak, Yanti dan nenek Chin Kiun Fa baru dapat ditemuka esok harinya. Saat dievakuasi, jasad mereka sudah dalam keadaan tidak utuh lagi. Anggota badan mereka banyak yang hilang terbakar api. Melihat itu semua, Akung hanya bisa menangis sedih. Dalam hati, Akung bersyukur kepada Tuhan karena dirinya beserta keluarga masih diberi kesempatan untuk hidup lebih lama lagi. Meski harta yang tinggal kini hanya pakaian di badan, namun Akun dan keluarga berhasil bisa tersenyum. “Karena tempat tinggal kami telah rusak terbakar, sekarang kami sekeluarga terpaksa menumpang di rumah salah satu keluarga di Pinyuh,” ujarnya dengan su-

ara lirih. Khusus kepada pemerintah kabupaten

Pontianak, Akung sekeluarga banyak mengucapkan

terimakasih atas bantuan yang telah diberikan. o

Hari ini, Pemkab Gelar Launching Pilpres dan Pileg Johan Wahyudi Borneo Tribune, Mempawah Sekretariat Daerah Kabupaten Pontianak, hari ini, Senin (25/2) menggelar launching Pemilihan Presiden, Pemilihan Anggota DPR, DPD, DPRD Tingkat I dan II serta Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Pontianak periode 2014-2019. Kegiatan ini akan dilaksanakan pukul 07.30 di Aula Kantor Bupati Pontianak. Usai acara launching, aca-

ra dilanjutkan dengan rapat kerja Bupati Pontianak dengan kepala SKPD, camat, lurah dan kepala desa seKabupaten Pontianak. Adapun agenda utama dari rapat kerja bupati ini adalah pembinaan penyelenggaraan pemerintahan desa dan kelurahan di Kabupaten Pontianak. “Kegiatan ini nantinya akan dilaksanakan oleh Bagian Pemerintahan Setda Kabupaten Pontianak,” kata Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Pontianak,

Suwanda. Lanjutnya lagi, berdasarkan agenda rapat kerja yang ada, dalam pertemuan nanti Bupati Pontianak akan memberi arahan umum. Setelah itu acara dilanjutkan dengan penyampaian materi secara panel dan diskusi. “Mengingat acara rapat kerja ini memiliki nilai yang sangat strategis, kepada seluruh kepala SKPD, camat, lurah dan kepala desa seKabupaten Pontianak dimintakan untuk menghadiri acara ini,” katanya. o

Kubu Raya Kembangkan Pembenihan Achmad Munandar Borneo Tribune, Sungai Raya Pemerintah Kubu Raya bersama Dinas Pertanian dan Peternakan, Badan Penyuluh dan Gapoktan Parit Solo Dusun Cendrawasih Kecamatan Sungai Kakap, mulai mengembangkan penangkaran bibit padi unggul lokal. Sebanyak 18 hekatar lahan yang digarap oleh Gapoktan tersebut, sebagian diantaranya dikhususkan untuk mengelola perbenihan. Dengan demikian kedepan petani Kubu Raya akan menggunakan benih hasil

produksi sendiri. Muda Mahnendrawan selaku Bupati Kubu Raya sangat mendukung penuh program tersebut. Sebab menurut Muda hal itu merupakan peluang yang baik untuk meningkatkan produksi dan menekan operasional petani. Jika menggunakan benih hasil olahan sendiri dangan kwalitas dan hasil yang tidak kalah saing dengan benih dan bibit produksi pabrikan akan sangat bermanfaat dan akan menekan biaya operasional. Menurutnya jika benih lokal yang dikelola merupakan benih unggul dan hasilnya baik sebuah pertanda bahwa

benih dan jenis tanaman padi tersebut potensial dikembangkan di wilayah tersebut. “Ini sangat baik, ya ada langkah dan upaya memulai penangkaran benih sendiri, dan di parit solo ini kan dari 18 hektar yang dikelola oleh Gapoktan Solo Berseri ini, sebagian diantaranya untuk pembenihan. Kita sangat mendukung ini, karena jika petani kita sudah bisa menggunakan dan memproduksi benih sendiri akan semakin baik,” jelas Muda. Hal senada juga disampaikan oleh Suhardjo, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kubu Raya terse-

but mengatakan bahwa pihaknya memang saat ini sedang melakukan pembinaan untuk memaksimalkan pengembangan penangkaran benih sendiri oleh petani. Saat ini yang sudah mulai melakukan pengolahan benih sendiri adalah Gapoktan Solo Berseri di Parit Solo Kecamatan Sungai Kakap. Suharjo mengatakan pihaknya dan kerjasama dengan penyuluh-penyuluh yang ada di Kubu Raya terus berupaya melakukan terobosan-terobosan pengembangan pembenihan sendiri tersebut. Menurutnya dengan menggunakan benih

sendiri oleh petani itu akan lebih maksimal. Dengan demikian Petani tidak hanya memproduksi padi melainkan juga bibit. “Ini langkah yang coba kita tempuh dengan melakukan pembinaan dan fasilitas-fasilitas untuk mencoba memproduksi benih sendiri. Salah satu lokasi pengembangan pembenihan yang kita coba kembangkan adalah di parit solo ini. Kita merasa dengan menggunakan benih sendiri akan lebih memudahkan petani akan perawatannya,” jelas Suhardjo saat menghadiri panen raya di parit solo Desa Sungai Kakap, kecamatan Sungai Kakap. o

5

PKK Motivasi Belajar Siswa Johan Wahyudi Borneo Tribune, Mempawah Jelang pelaksanaan Ujian Akhir Sekolah (UAS) dan Ujian Nasional (UN) bagi para siswa SMP dan SMA sederajat, Tim Penggerak PKK Kabupaten Pontianak kembali menggelar kegiatan motivasi belajar. Aksi sosial ini dilaksanakan Minggu (23/2), kemarin di Gedung Kartini Mempawah. Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pontianak, Hj Erlina Ria Norsan mengatakan kegiatan pemberian motivasi belajar ini merupakan tindak lanjut dari MoU FOTO: Johan W / Borneo Tribune antara Tim Penggerak PKK Hj. Erlina Ria Norsan Kabupaten Pontianak dengan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Pontianak. “Pemberian motivasi jelang UAS dan UN ini merupakan salah satu agenda rutin tahunan dari Tim Penggerak PKK Kabupaten Pontianak. Tujuan utamanya adalah meningkatkan semangat juang para siswa-siswi SMP dan SMA dalam menghadapi UAS dan UN,” ungkapnya. Untuk mencapai tujuan yang dimaksud, Tim Penggerak PKK Kabupaten Pontianak akan mengundang seorang psikolog sebagai pembicara utama. Psikolog ini nantinya akan berbagi tips tentang peningkatan konsentrasi serta semangat dalam belajar. “Kita ingin, para siswa mempunyai persiapan yang matang dalam menghadapi UAS dan UN, sehingga mereka tak terbebani dan bisa mendapatkan nilai ijian yang baik,” katanya. o

Berantas Mafia Tanah Achmad Munandar Borneo Tribune, Kubu Raya Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kubu Raya bertekad memberantas jaringan mafia tanah di dalam maupun di luar kantor. Penegasan itu disampaikan Kepala Perwakilan Kantor Pertanahan Kubu Raya, Firdaus, SH, MH usai menanda tangani piagam kerja sama antara BPN dan Kejari Mempawah. Firdaus prihatin lantaran akibat ulah dari jaringan mafia tanah banyak terjadi sengketa agraria di kabupaten termuda di Kalbar tersebut. Kondisi ini lah yang menjadikan ia bersama jajarannya bertekad dan komitmen untuk memberantas mafia tanah. “Kita harus akui di Kubu Raya masih banyak adanya mafia tanah. Dan jikalau itu melibatkan oknum dari BPN sendiri maka ada etika birokrasinya untuk proses hukumnya apalagi kita sudah bekerja sama dengan kejaksaan untuk tindakan hukumnya,” tegas dia. Guna mencegah hal itu lanjut Firdaus, pihaknya telah memasang baliho dengan slogan jujur itu hebat untuk semua hal. Slogan ini lah yang dipasang di depan kantor. “Langkah ini sebagai upaya untuk menghindari adanya permasalahan tanah,” ucapnya. Pencegahan lainnya bahwa BPN berencana menginventarisir data-data pertanahan di Kabupaten Kubu Raya yang masih tertinggal di Kabupaten Pontianak. Rencananya minggu depan semua warkah yang masih ada di Kabupaten Pontianak akan diangkut ke Kantor BPN Kubu Raya. Memang diakui dia ada beberapa penyebab terjadinya sertifikat ganda yang kerap kali berujung pada konflik horisontal, antara lain pemetaan dan SKT yang diterbitkan oleh kepala desa. “Karena itu kedepan saya berharap setiap kali mengukur tanah melapor kepada RT. Karena tidak menutup kemungkinan hal-hal seperti ini terindikasi juga melibatkan dari jaringan mafia tanah,” ucapnya. Apalagi, pada sebelumnya telah terjadi paling sedikit 30 kasus tumpang tindih dalam setahun. Namun, di tahun 2012 secara perlahan kasus tumpang tindih lahan berkurang menjadi 7 kasus. Bahkan di tahun 2013 hingga Februari hanya 1 kasus. Karena itu ia mengimbau kepada masyarakat untuk lebih fokus merawat tanahnya. Jangan sampai dibiarkan sehingga menjadi tanah terlantar. Dan jika itu milik orang lain tidak mengaku adalah miliknya. “Jadi masyarakat harus menggarap tanahnya sendiri. Jangan ditelantarkan. Kami butuh dukungan masyarakat untuk mencegah terjadinya sengketa tanah. Termasuk pers saya mengharapkan bantuannya sebagai telinga saya,” harap Firdaus. o


Bengkayang Borneo Tribune

Senin, 25 Februari 2013

Menkokesra Launching Pandu Gerbang Kampung Agung Laksono meresmikan Program Nasional Terpadu Gerakan Pembangunan Kampung (Pandu Gerbang Kampung) dan Pusat Pelayanan Keluarga Sejahtera Terpadu Singkawang, Sabtu (23/2) sore di Kelurahan Setapuk Besar, Kecamatan Singkawang Utara

Pemkot Anggarkan Rp 3 M untuk Warga Miskin Rudi Borneo Tribune, Singkawang Masyarakat Singkawang saat ini bisa bernapas lega, pasalnya Pemkot Singkawang telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 3 miliar untuk membiayai Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) bagi masyarakat tidak mampu. Demikian yang diutarakan oleh Walikota Singkawang, Awang Ishak. Awang menjelaskan dirinya tetap meminta pada aparaturnya agar memberikan pelayanan terbaik pada masyarakat. APBD Singkawang adalah milik masyarakat sehingga uang tersebut harus dikeluarkan dan diberikan dalam bentuk pelayanan terbaik untuk warganya. “Saya minta dan aparatur ingat, dia makan dari uang rakyat. Pak Awang juga harus ingat dipinjami rumah dinas yang juga merupakan rumah rakyat,” katanya. Ia menyatakan, saat ini RSUD Abdul Azis memang memiliki kekurangan, namun demikian manajemen pelayanan publik harus terus diperbaiki. Dia juga menjelaskan terkait dana untuk Jamkesda sebesar Rp.3 miliar yang telah diserahkan langsung ke RSUD untuk jaminan kesehatan masyarakatyang tidak masuk Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas). “Cuma, untuk yang kaya jangan mengaku miskin. Pak Awang juga berdoa mudah-mudahan masyarakat saya tidak banyak yang sakit,” ujarnya. Ditemui secara terpisah, Direktur RSUD Abdul Azis Singkawang, Carlos Djaafara, mengungkapkan, kesehatan ibu dan bayi memang menjadi fokusnya. Sejak memimpin rumah sakit itu, dirinya sudah focus, meski terbentur dana. Khusus untuk kasus emergency, carlos menjelaskan tidak ada istilah penolakan. Pihaknya kan tetap menerima dan memeriksa kondisi pasien terlebih dahulu. “ Itu wajib di terima, jadi masuk dulu. Jika memang tidak bias kita tangani, kita buatkan rujukan dan siapkan ambulan,” kata Carlos. Hanya saja, lanjut Carlos untuk penggunaan ada biaya yang harus dibebankan pada pasien. Biaya tersebut nantinya akan digunakan untuk service mobil ambulan, bensin dan semua terkait dengan pemeliharaan. “Berapa biayanya, itu sudah ada kita pajang. Lihat saja dan jika ada yang meminta lebih dari itu laporkan ke kita,” pungkas Carlos. o

Rudi Borneo Tribune, Singkawang Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Menkokesra), Agung Laksono, meresmikan Program Nasional Terpadu Gerakan Pembangunan Kampung (Pandu Gerbang Kampung) dan Pusat Pelayanan Keluarga Sejahtera Terpadu Singkawang, Sabtu (23/2) sore di Kelurahan Setapuk Besar, Kecamatan Singkawang Utara. Hadir dalam acara tersebut antara lain, Sekretaris Kemenpera, Ketua Harian SIKIB Silvia Agung Laksono, Plt Sesmenko Kesra Sugihartatmo yang juga Deputi Bidang Koordinasi Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga, Deputi Menko Kesra Bidang Koordinasi Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Ina Hernawati, Staf Ahli Menko Kesra Haswan Yunaz, Staf Khusus Menko Kesra Djasri Marin dan Leo Nanaban, dan para pejabat Eselon I dari kementerian/

Lembaga terkait, Walikota Singkawang, Awang Ishak, Forkopinda Kota Singkawang, DPRD dan tamu undangan lainnya. Agung mengatakan, bahwa kemajuan pembangunan yang telah dicapai ini perlu di jaga dan diupayakan agar dapat terus ditingkatkan secara merata sampai ke tingkat desa dan kampung ataupun kelurahan seluruh tanah air. Untuk itulah pihaknya selalu mendorong koordinasi, singkronisasi dan sinergi program dan kegiatan kementerian dan lembaga, Pemda, SIKIB dan Badan Usaha Milik Negara serta swasta lainnya melalui program Pandu Gerbang Kampung. Hal ini terlihat akan dicairkannya program renovasi rumah tidak layak huni pada tahap satu dari Kementerian Perumahan Rakyat sebanyak 30 rumah di Kota Singkawang, Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) perkotaan dari Kemenko Kesra sebesar Rp 3,375 miliar untuk 5 kecamatan, bantuan APE, pela-

yanan KB gratis dan konseling kesehatan, peresmian PPKS (Pusat Pelayanan Keluarga Sejahtera), bantuan mesin jahit dan bantuan modal kerja sebesar 30 juta untuk 6 (enam) kelompok UPPKS. Tidak lupa juga ada pemberian timbangan bayi dan dewasa berikut alat ukur tinggi badan, tensimeter, stetoskop untuk posyandu dari program Indonesia sehat SIKIB, pemberian alat permainan edukatif dan buku program bookdrop dari program Indonesia Pintar SIKIB. Pemberian 2 ton Makanan Pengganti ASI (MPASI) dan 1 unit Antropometri Kit dari Kementerian Kesehatan. Dan berbagai jenis bantuan lainnya. Pada kesempatan ini juga akan diletakkan batu pertama pembangunan rumah pintar berbagai jenis bantuan program lainnya dari APBD Singkawang. “Untuk itulah dalam kesempatan ini saya menyampaikan terima kasih atas segala bentuk kerjasama dan bantuan serta program yang telah diberikan dan yang akan diberikan kepada ma-

syarakat kelurahan Setapuk Besar khususnya dan Kota Singkawang pada umumnya di tahun 2013 ini,” katanya. Semua kegiatan baik yang sudah dilaksanakan maupun yang akan dan yang sedang berproses merupakan salah langkah awal model koordinasi, singkronisasi dan sinergi pembangunan yang dilaksanakan secara terpadu guna mewujudkan kesejahteraan rakyat. Sementara Walikota Singkawang, Awang Ishak, dalam sambutannya mengatakan, bahwa program yang telah diresmikan tadi adalah suatu model pembangunan yang terkoordinasi bersinergi dan terintegrasi yang merupakan program dan kegiatan yang terpadu baik bersumber dari APBN pemerintah pusat ,provinsi maupun APBD Kota. Program ini merupakan upaya pemerintah dalam rangka percepatan penanggulangan kemiskinan melalui koordinasi, sinergi dan sinkronisasi program pembangunan dari kementerian dan lembaga lainnya. o

Festival CGM Meriah Rudi Borneo Tribune, Singkawang Sedikitnya 751 peserta tatung yang berasal dari berbagai daerah, seperti Pontianak, Pemangkat, Sambas, Samalantan, Bengkayang, Sei Duri, dan Jakarta serta daerah lainnya, masing-masing beratraksi unjuk kebolehan dalam adu kekebalan terhadap senjata tajam (sajam) di Kota Singkawang, Minggu (24/2).

Festival Cap Go Meh (CGM) itu sebelumnya dilepas oleh Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat, Agung Laksono, didampingi Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Maria Elka Pangestu, Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal A Helmy Faisal Zaini, serta Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar. Disamping itu, hadir juga Gubernur Kalbar, Cornelis beserta rombongan, duta be-

sar dari 19 negara, Direktur Unesco dan wali kota serta tamu VIP lainnya. Sementara Duta Besar yang hadir pada perayaan kali ini di antaranya, dari Afganistan, Brunei Darussalam, Cambodia, Laos, Myanmar, Poland, Seychelles, Sri Lanka, Thailand, Zimbabwe, Unesco, Deplu RI, Somalia, Kuba, Polandia, Spanyol, Kenya, Iran, dan RRC. Antusias masyarakat terhadap event ini dinilai sangat tinggi, hal ini terbukti

tampak antusias dari masyarakat tumpah ruah turun ke jalanan untuk menyaksikan arak-arakan tatung yang dilaksanakan setiap tahunnya digelar di Kota Singkawang ini. Hal ini menyebabkan beberapa ruas jalan pun harus ditutup. Meskipun hujan deras sempat mengguyur diselasela pawai berlangsung, namun tak menyurutkan semangat para penonton untuk menyaksikan atraksi tatung tersebut. o

6

Anggota DPR Desak Aparat

Usut Kapal Kemenhub yang Terbalik Saat Diluncurkan KAPAL Patroli Kesatuan Penjaga Laut dan Pantai (KPLP) pesanan Ditjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terbalik saat diluncurkan dari galangan di Tanjung Priok, Senin (18/2/2013) lalu. Anggota DPR meminta aparat mengusut terbaliknya kapal KPLP ini. ”Pembiayaan kapal itu menggunakan dana APBN, jadi seharusnya aparat hukum masuk dan mengusut tuntas kasus kapal terbalik itu,” ujar Aanggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Gerindra Edhy Prabowo dalam siaran pers, di Jakarta, Minggu (24/2/2013). Menurut dia, terbaliknya kapal milik Kemenhub itu patut dicurigai. Pasalnya, kapal itu merupakan kapal yang baru diproduksi untuk keperluan pemerintah, namun sudah mengalami insiden terbalik sebelum digunakan. Sehingga kualitas spesifikasi yang dimiliki kapal tersebut, patut dipertanyakan. Artinya, ungkap Edhy, insiden tersebut membuka ruang kecurigaan bagi publik bahwa ada kemungkinan terjadi praktik kongkalikong antara produsen kapal itu dengan KPLP Kemenhub selaku pembeli kapal tersebut. Sebab seharusnya, kata dia, jika seluruh spesifikasi kapal itu sesuai kontrak kerjasama yang dijalankan secara profesional, maka insiden kapal terbalik bisa dicegah. ”Intinya, jika spec-nya tidak sesuai, maka sudah seharusnya aparat hukum mengusut praktik kecurangan yang kemungkinan terjadi. Yang pasti, karena pembiayaannya menggunakan APBN maka sudah seharusnya instansi pengguna dana itu bertanggung jawab,” tandasnya. Sementara Kepala Pusat Komunikasi Publik Kemenhub Bambang S Ervan mengatakan kapal itu memang pesanan Kemenhub namun saat peluncuran belum diserahkan pihak galangan PT Daya Radar Utama ke Kemenhub. ”Masih sepenuhnya tanggungan dari galangan kapal. Kemenhub sempat menginvestigasi juga kenapa sampai demikian. Kami belum dapat informasi terbaru,” jelas Bambang saat dihubungi detikcom.(dtk) o

Pulang dari Batam

Anas Langsung Gelar Pertemuan di Duren Sawit SETELAH sempat pergi ke Batam, mantan Ketua Umum PD Anas Urbaningrum kembali pulang ke rumah pribadinya di Duren Sawit. Setibanya di rumah pribadinya, Anas pun bakal langsung menggelar pertemuan dengan kerabatnya. Sebuah mobil yang menjadi tunggangan Anas seharihari, Nissan Elgran warna hitam B 1683 NKP, terlihat memasuki pelataran rumah Anas di Jalan Teluk Langsa, Duren Sawit. Memang tidak terlihat jelas siapa orang yang ada di dalam mobil itu. Kaca mobil itu terus tertutup. Begitu mobil ini masuk ke pelataran parkir, pintu gerbang pun kembali ditutup. Yang terdengar jelas hanyalah suara pengajian dari dalam rumah. Soal kepastian Anas yang sudah tiba ini sendiri disampaikan oleh salah satu koleganya. ”Sudah ada di Duren Sawit, setelah ini ada pertemuan,” jelas Wakil Direktur Eksekutif Bidang Pembinaan SDM Partai Demokrat, M Rahmad saat dihubungi, Minggu (24/2/2013). Sebelumnya, seorang pembaca detikcom sempat melihat Anas Urbaningrum terbang ke Batam dengan pesawat Garuda Indonesia GA 0152 pukul 09.00 WIB dari Jakarta dan mendarat sekitar pukul 10.15 WIB di Bandara Hang Nadim Batam. Sumber detikcom menuturkan Anas ke Batam untuk bersantai. KPK telah menetapkan Anas sebagai tersangka pada Jumat (22/2). Dia juga dikenai status pencegahan ke luar negeri. Status itu tak menghalanginya bepergian di dalam negeri. (dtk) o

Atraksi Tatung Foto: Rudi/Borneo Tribune


Senin, 25 Februari 2013

Landak-Sanggau Borneo T Tribune

Kampanye di SMPN 1 Teluk Batang, Kayong Utara

“Tambah Waktu Pak” Oleh: Yusriadi Sholihin masih tekun menulis. Dia tidak terganggu oleh hiruk pikuk teman di sampingnya. Beberapa teman mendesaknya. “Udah oi. Udah”. Dia tetap tidak peduli. Seorang siswa, teman Sholihin, bertanya, “Pak, kita sampai jam berapa?” Saya berbisik pada siswa yang bertanya itu. “Seharusnya sudah habis waktunya. Sabar ya”. Tapi, rupanya Sholihin mendengar pertanyaan temannya. “Waktu ditambah-lah Pak,” pintanya. Saya mendekati. “Masih banyak?” “Pak, kalau cerpen mana bisa pendek. Harus panjang. Tambah empat jam ya”. Wadoh! Saya terkejut. Empat jam? Mungkin anak ini bergurau. Saya tidak bisa membayangkan seorang anak meminta tambahan waktu menulis sebanyak itu. Saya mendekati untuk memastikan apa yang dia maksudkan. “Benar? Mau tambah berapa?” Temannya yang lain keburu menyampuk. “Dua jam Pak”.

7

Inspirasi

Membangun Imajinasi Lokal

Oleh: Khairul Fuad

Siswa SMPN 1 Teluk Batang foto bersama usai mengikuti kampanye kepenulisan di sekolah mereka Sabtu (23/2/2013). Foto Yusriadi/Borneo Tribune “Satu jam”. Semangat mereka menulis hari itu membuat saya takjub. Saya merinding. Luar biasa. Meskipun saya sudah datang ke banyak sekolah untuk kampanye kepenulisan,

Puisi

Menuntut Ilmu Puisi Karya Endang Desty Fitrina SDN 32 Jelutung, Kayong Utara Sekolahku ... Tempatku menuntut ilmu Setiap hari Senin hingga Sabtu Aku selalu hadir di tempatmu Di sekolah inilah aku belajar pengetahuan Aku mengerti tentang budi pekerti Semuanya berguna jika aku besar nanti Menuntut ilmu adalah perlu untuk semua orang Siapapun yang ingin pandai Tuntutlah ilmu setinggi mungkin.

HO TEL HOTEL

belum pernah saya berhadapan dengan situasi seperti ini. Anak-anak di SMPN 1 Teluk Batang ini benarbenar luar biasa. Tetapi saya tidak dapat memenuhi permintaan mereka. Saya masih harus masuk ke acara workshop menulis karya ilmiah untuk guru mereka. Lagi pula, sebelumnya saya sudah bertanya pada anak-anak itu, beberapa di antara mereka belum sarapan. Kalau pelatihan ditambah waktu beberapa jam lagi, kasihan mereka. Akhirnya saya memberi batas toleransi 10 menit ke depan. Ketika 10 menit itu tiba, masih ada beberapa siswa yang belum selesai menulis. Termasuk Sholihin. “Pak, saya belum selesai. Bapak pulang jam berapa? Boleh ya saya serahkan nanti. Saya selesaikan dulu ini”. (Dan dia datang menemui saya seperti yang dijanjikan, menyerahkan

tulisan cerpen yang agak panjang). Sedangkan beberapa siswa yang lain menyelesaikan tulisan dengan buruburu dan menyerahkannya dengan kurang semangat. Ada gurat kecewa. Kecewa karena waktu terbatas. Ketika tulisan terkumpul saya melihat karya mereka luar biasa. Beberapa di antaranya dapat menulis 34 halaman dalam waktu yang singkat itu. Karya ini mengubah pandangan yang menyebutkan anak kampung kalah kemampuannya dibandingkan anak kota. Tidak! Anak Teluk Batang tidak kalah dibandingkan anak di Pontianak. Karya siswa ini kemudian saya tunjukkan kepada guru-guru yang sedang mengikuti workshop. Saya memuji kemampuan anakanak di depan mereka. Saya meminta guru-guru itu membimbing anak-anak yang potensial ini. Guru harus meluangkan waktu untuk anak-anak mereka.

Beberapa cerita rekaan (cerkan) yang pernah mencuri perhatian masyarakat nyatanya tidak rekaan semata meski rekaaan itu tetap disematkan dalam cerita tersebut. Trilogi novel Ahmad Tohari berlatar kehidupan ronggeng di daerah Banyumas dan Tetralogi Andre Hirata berbasis pada kehidupan sosial masyarakat Bangka-Belitung. Novel penggugah jiwa Habiburrahman al- Sirazy dan Ahmad Fuadi didasarkan oleh kehidupan komunitas masyarakat pesantren yang memiliki keunikan tradisi. Mimesis lingkungan sekitar sebuah novel termasuk bagian penting sebagai dasar pembangun ceritanya. Bagi yang di dalam komunitasnya dijadikan cermin untuk melihat dirinya sendiri, sedangkan bagi yang di luar komunitasnya dijadikan pengetahuan bahwa ada komunitas lain yang hidup di kolong jagad ini dengan keunikan tradisi. Sebenarnya tulisan apapun memang tidak lepas dari pengetahuan yang menjadi aksi tersembunyi (hidden action) dari penulisnya, baik budayanya maupun pengalamannya. Maka dari itu, tulisan memiliki tiga pilar yang termuat di dalamnya, tulisan itu sendiri sebagai simbol penanda, bahasa sebagai penanda, dan petanda yang merupakan pengetahuan yang dimuat oleh bahasa (The Hermeneutic Reader, 1985: 135). Jika karya sastra tidak mengalami kekosongan budaya sebagai jargon sastra, terdapat kebenaran sesuai tiga pilar tersebut, setidaknya pilar pengetahuan sebagai kerangka budaya yang melatarinya atau bahkan mencakup dua pilar lainnya. Sementara itu, karya sastra memiliki karakteristik khas dibandingkan dengan karyakarya lain jika diukur melalui pendapat Horatius yang mengatakan bahwa karya sastra memiliki dua fungsi, utile (manfaat) dan dulce (indah) (Prodolokusumo, 1992). Fungsi indah ini menjadikan kekhasan

Ibnu Fhani Busya, menunjukkan buku Kalbar Berimajinasi. Sampul buku ini adalah karya Ibnu Fhani. Foto Yusriadi/ Borneo Tribune

karakteristik yang dimiliki karya sastra. Untuk mewujudkan fungsi indah tersebut dibutuhkan strategi khusus untuk membangun kerangka karya sastra. Tampaknya imajinasi merupakan strategi yang dapat membedakan karya lain dengan karya sastra. Imajinasi atau imaji memang bagian terpenting dari sebuah karya sastra, yang itu sepertinya tidak dimiliki oleh karya-karya selain sastra. Keindahan yang diinginkan dalam karya sastra difasilitasi oleh strategi imajinasi sebagai kekuatan yang wajib dimiliki oleh para penulis. Imajinasi atau imaji adalah citraan yang menurut Ezra Pound adalah that which present an intellectual and emotional complex in an instant time (sesuatu yang muncul dan ditangkap secara tiba-tiba oleh sastrawan, kemudian diungkapkan dengan kata-kata yang sangat kompleks) (Bayu Kristianto, 2010: 88-89). Sementara itu, citraan adalah cara membentuk citra mental pribadi atau gambaran sesuatu, kesan, atau gambaran visual yang ditimbulkan oleh sebuah kata, frasa, atau kalimat, dan merupakan unsur dasar yang khas dalam karya prosa dan puisi (KBBI, 2008: 270). Jika meminjam pendapat Jurgen Habermas, imajinasi merupakan kepentingan di balik sebuah karya sastra (lihat The Hermeneutic Reader, 1985: 37), yang membedakan dengan karya-karya lainnya. Seni tari Ronggeng yang berkembang di daerah pesisir Jawa diimajinasikan sedemikian rupa oleh Ahmad Tohari dengan tokohnya Srintil sebagai penarinya. Kemudian, Ronggeng diungkapkannya dari berbagai sudut pandang, seperti, sosial dan politik. Konflik horisontal yang pernah terjadi di Kalimantan Barat diimajinasikan oleh Odhy’s dalam cerpen Indahnya Persatuan, yang diungkapkan melalui tali percintaan dua jenis manusia berbeda dari masingmasing suku yang terlibat konflik tersebut. Sungai Kapuas sering menjadi imajinasi para penulis Kalimantan Barat dengan berbagai ungkapan yang beragam. Kalbar Berimajnasi Antologi Cerpen Sastrawan Kalbar merupakan kumpulan cerpencerpen yang ditulis oleh penulis-penulis Kalimantan Barat. Upaya antologi ini untuk memberikan kemudahan bagi para penulis Kalimantan Barat untuk menerbitkan cerpencerpennya, sebagaimana yang dimaksudkan oleh editor antologi tersebut. Selain itu, antologi ini juga upaya menggambarkan imajinasi Kalimantan Barat dengan berbagai ungkapan yang beragam dari tangan-tangan yang masih memberikan ruang untuk sastra Kalimantan Barat. Para penulis yang telah bergelut lama ikut berkontribusi menerbitkan cerpen-cerpennya di antologi ini, seperti Pradono, Wyaz Ibn Sinentang, Saifun Arif Kojeh, dan E. Widiantoro. Begitu juga, para penulis yang tengah meretas di dunia sastra Kalimantan Barat ikut berkontribusi juga, termasuk juga para anggota Club Menulis STAIN Pontianak yang memang telah akrab dengan tulis-menulis, ikut membagi imajinasinya. Bahkan, yang selama ini kerap menulis non-

fiksi, juga ikut berkontribusi menulis fiksi, seperti Dedy Ari Asfar dan Yusriadi sekaligus bertindak editornya. Dengan demikian, Kalbar Berimajinasi semakin beragam melalui para penulis di atas yang pasti memiliki latarbelakang pengetahuan yang beragam. Tentu, imajinasi Pradono dengan Saifun Arif Kojeh akan berlainan, yang tengah meretas di dunia sastra dengan para anggota Club Menulis tidak akan sama, antara Dedy Ari Asfar dan Yusriadi akan ditemukan perbedaan imajinasinya. Perbedaan itu disebabkan pengambilan sudut pandang untuk pengungkapannya, sekaligus dipengaruhi oleh latar belakang mereka. Akan tetapi, yang menyatukan dari semua perbedaan itu adalah Kalimantan Barat, pulau terbesar ketiga di dunia, sebagai sumber imajinasi untuk diangkat dalam wacana cerita-rekaan, berupa cerpen. Cerpen-cerpen dalam Kalbar Berimajinasi Antologi Cerpen Sastra Kalbar mengungkapkan persoalan-persoalan yang dimiliki dan dihadapi oleh Kalimantan Barat. Sebagai pulau terbesar ketiga dunia, pasti memiliki berbagai persoalan besar pula untuk diceritakan agar para pembaca memeroleh utile, manfaat dengan memperhatikan persoalan yang dirundung Kalimantan Barat melalui tangan-tangan kreatif antologi tersebut. Pemertahan budaya lokal tidak luput dijadikan ungkapan untuk melancarkan imajinasi tentang Kalimantan Barat. Budaya-budaya lokal sangat menarik untuk diangkat ke permukaan sebagai sumber cerita karena dasar pemikiran kearifan lokal (local genuine) yang menarik untuk pembentukan pendidikan karakter (pendikar). Eksotika Kalimantan Barat tidak lupa dijadikan ungkapan berimajinasi, kultur sungai yang memengaruhi kehidupan sosial masyarakatnya menarik untuk diperhatikan di dalam antologi tersebut. Warung kopi eksotika lain yang dimiliki Kalimantan Barat juga diangkat di dalam antologi tersebut. Meskipun di tempat lain memiliki tradisi warung kopi, Kalimantan Barat pasti memiliki tradisi sendiri yang merapat di warung kopi. Tak kalah penting, konservasi alam Kalimantan Barat tak luput dibidik untuk mewarnai antologi cerpen tersebut. Sudah dimaklumi bahwa kerusakan alam menjadi persoalan dunia, termasuk kerusakan alam yang melanda Kalimantan Barat, dari penambangan emas, pembalakan liar, dan perkebunan sawit. Lingkungan alam selalu menjadi bidikan empuk para penulis sastra karena bagian yang takterpisahkan dari kehidupan. Cerpen-cerpen Kalimantan Berimajinasi memberikan katarsis persoalan alam Kalimantan Barat sekaligus cara khas sastra melakukan konservasi alam untuk anak-cucu yang akan datang. Akhirnya, imajinasi lokal yang dibangun di dalam Kalimantan Berimajinasi sedianya akan dibedah konstruksinya oleh Lingkar Studi Budaya pada Maret mendatang untuk mengetahui imajinasi-imajinasi Kalimantan Barat lainnya. Sudut Kantor 210213


Sekadau Borneo Tribune

Senin, 25 Februari 2013

Pelanggan Minta PLN Ubah Jadwal Pemadaman

Pemerintah Harus Serius Perbaiki Jalan Negara

Dewan : Jangan Matikan listrik Saat Jam Belajar Bagus Kosminto Borneo Tribune, Sekadau Intensitas pemadaman aliran listrik dari PT PLN Ranting Sekadau cukup tinggi sejak pertengahan Februari lalu. Sementara pelanggan yang natobene memiliki aktivitas beragam meminta kepada PLN mengubah jadwal pemadaman listrik secara bergilir. “Tolong PLN jangan padamkan listrik pada jam belajar anak sekitar jam 79 malam,” kata Mus, seorang pelanggan, berdomisili di Jalan Sanggau, Desa Sungai

Ringin, kemarin. PLN Ranting Sekadau memang sudah mengumumkan adanya pemadaman listrik secara bergilir sejak 19 Februari hingga 27 Februari 2013 nanti. Pemadaman seperti di pengumuman yang sudah dijadwalkan itu mulai sore hari pukul 17.00 - 22.00 malam. Alasannya pemadaman bergilir itu agar hemat Bahan Bakar Minyak (BBM). Anggota DPRD Kabupaten Sekadau, Paulus Subarno mengaku prihatin dengan tingginya intensitas pemadaman listik di wilayah Sekadau. “Kita sangat prihatin dengan

kondisi listrik di Sekadau ini. Kita harapkan tidak ada lagi pemadaman aliran listrik,” ujar Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Sekadau ini. Menurut Barno, diwaktuwaktu seperti itu aktivitas warga sangat tinggi. Yang lebih penting lagi adalah anak-anak usia sekolah saat waktu tersebut sedang belajar. “Kita harapkan PLN tidak mematikan lampu saat jam belajar seperti itu. Apalagi dalam minggu-minggu ini, mereka mempersiapkan diri untuk pelaksanaan ujian nasional dengan jadwal try out atau

8

semacamnya,” kata legislator asal, Desa Tinting Boyok, Kecamatan Sekadau Hulu itu. Diakui Barno, dirinya secara pribadi sudah pernah mempertanyakan tingginya pemadaman aliran listrik langsung kepada pihak PLN Sekadau. Berdasarkan pengakuan pihak PLN, seperti diberitakan sebelumnya, pemadaman listrik terjadi di wilayah perhuluan disebabkan penghematan BBM. Tak terkecuali jika stok BBM menipis tidak menutup kemungkinan gelap gulita mengancam wilayah Kalimantan Barat. o

Bagus Kosminto Borneo Tribune, Sekadau Anggota DPRD Kabupaten Sekadau Muhammad, kembali menyuarakan protes terkait kerusakan jalan nasional di wilayah prehuluan Kalbar. Bahkan dengan lantang legislator Partai Amanat Nasional (PAN) itu mengkritisi sikap anggota DPRD Kalbar dari Dapil Sekadau-Sanggau yang dinilai kurang tanggap dengan kerusakan jalan tersebut. “Kalau memang mereka (anggota DPRD Kalbar, red) tanggap, seharusnya dari dulu-dulu sudah diperbaiki,” kata Wakil Ketua Ko-

misi A DPRD Sekadau yang akrab disapa Mangas, kemarin. Sebelumnya, Anggota DRPD Provinsi Kalbar asal Daerah Pemilihan SanggauSekadau Martinus Sudarno, menyatakan bahwa mereka telah memperjuangkan perbaikan jalan nasional ke wilayah timur Kalbar yang mengalami kerusakan. Yakni di ruas Jalan Sanggau menuju batas Sekadau dan ruas Simpang Tayan hingga Sosok. “Sekarang ini kondisi jalan sudah parah sekali. Kalau memang mereka tanggap, seharusnya sebelum rusaknya parah, sudah ada perbaikan,” tuding Mangas. Mangas menegaskan, ru-

as Jalan Sekadau-Sanggau sangat infrastruktur vital bagi masyarakat perhuluan Kalbar. “Jalan itu merupakan satu-satunya akses jalan ke ibu kota provinsi dari wilayah timur Kalbar, Sekadau, Sintang, Melawi, Kapuas Hulu,” katanya. Mereka, DPRD Provinsi, menurut DPRD Sekadau bisa mendesak Pemerintah Provinsi Kalbar dan audiensi langsung dengan Kementerian PU untuk mendesak perbaikan. “Siapa lagi kalau bukan orang kita yang dipilih dari Dapil Sanggau-Sekadau untuk memperjuangkannya. Kita minta ada keseriusan mengurusnya. o

Akhirnya Perusahaan Perbaiki Jalan Bagus Kosminto Borneo Tribune, Sekadau Aspirasi sejumlah warga di Desa Balai Sepuak yang meminta perbaikan jalan dari pihak perusahaan kini terpenuhi. Sabtu sore (23/2), PT Grand Utama Mandiri (GUM) menurunkan beberapa unit alat berat memperbaiki kerusakan jalan di bibir jembatan Belitang. Sesuai penuturan warga, perbaikan jalan di titik kerusakan memang sudah seringkali dilakukan, namun kontruksi jalan yang masih beralas tanah timbunan itu selalu ambruk. “Saya ucapkan terimakasih, kepada perusahan memperbaiki jalan rusak itu. Perusahaan jangan lagi membiarkan jalan rusak terlalu lama,” kata Akat, Minggu (24/2). Akat katakan, perusahaan akan merehab lokasi jalan

itu secara permanen. “Memang harus di beton di sana. Paling tidak, dikasi pengerasan batu. Informasinya akan dikasi batu, hari ini (kemarin) dan masih menunggu material batu yang dibawa dari Engkabang,” tambah Suratmin, warga lainnya. sebelumnya, jalan poros pusat Kota Kecamatan Belitang Huluyang menuju Puskesmas dan kantor Camat Pemerintah Kecamatan Belitang Hulu memang rusak parah. Kerusakan lebih parah sejak Januari lalu hingga sekarang pasca musim hujan. Jalan yang masih beralas tanah timbunan dan kerikil kini dipenuhi lubang-lubang dalam. Kondisi ini menyebabkan puluhan truk harus antre di seberang jembatan, akibat tak dapat melalui jalan berlubang itu. Ketua DPRD ke Lapangan Sementara itu, Anggota DPRD Kabupaten Sekadau asal Desa Balai Sepuak

Aloysius, menyempatkan diri pulang meninjau lokasi kerusakan jalan itu. Ketika dihubungi, Aloysius membenarkan kalau PT Grand Utama Mandiri su-

dah memperbaiki jalan yang sempat beberapa hari terakhir dikeluhkan warga di sana lewat media massa. “Saya sedang di Balai Sepuak. Jalan yang rusak

sudah di perbaiki PT GUM dan sudah lancar,” jelasnya, Minggu (24/2). Politisi PDI Perjuangan asal Dapil III Belitang ini, juga mengabarkan kalau

perusahaan sudah berencana akan membuat kontruksi beton di jalan yang rusak parah itu. “Pimpinan PT GUM menyampaikan ke kita, kalau

titik rusak akan di beton dalam waktu dekat. Jadi, sekarang tidak ada masalah lagi dan lancar,” jelas Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sekadau ini. o

INFO BANK BNI 46 Pontianak, Jl. Tanjung Pura No. 1 Telp. (0561) 736211, 732016, 732630, 732026 (0561) 736392 Capem Univ. Tanjungpura. Jl. Daya Nasional Telp. (0561) 736046 (0561) 764012 Capem Pasar Siantan, Jl. Khatulistiwa No. 81-83 Siantan Telp. (0561) 881419 (0561) 883263

BCA KCU PONTIANAK, Jln. A. Yani No. 1 Ptk, 0561-736305 (hunting) KCP Imam Bonjol, Jln. Imam Bonjol No. 457 Ptk, 0561-737984, 734524 KCP Rahadi Usman, Jln. Rahadi Usman No. 4 Ptk, 0561-733482, 740814-15 KCP Sei Pinyuh, Jln. Raya Terminal 05-06, Sei Pinyuh KCP Sultan Muhammad, Jln. Sultan Muhammad 136, Ptk, 0561-738051

BANK KALBAR CABANG UTAMA PONTIANAK Jl. Rahadi Osman No. 10 Pontianak 78117, Telp. (0561) 732148, 736723 Fax. (0561) 745149, Telex. 29174, 29129 CABANG SYARIAH Jl. A. Yani Pontianak, Komp. Perkantoran & Town House No. 5-6 (depan A. Yani Mega Mall) Telp. (0561) 733033, 7061800, Fax. (0561) 732599

BANK BRI Kantor Cabang Barito, Jalan Barito, Telp. (0561) 734009, Fax. (0561) 733019 Komplek Pertokoan Pasar Flamboyan Jalan Gajah Mada Blok C. 14 Ptk

BANK DANAMON Jl. Tanjung Pura No. 102, Ptk Telp. (0561) 737107 (H), 730898, Fax : (0561) 736264, 765595 Jl. St. Muhammad No. 173, Ptk Telp. (0561) 731156, Fax : (0561) 734462 Jl. KH. Wahid Hasyim No.24-26, Telp.: 0561-768599/765411, Fax : 0561-768599/765411

BANK MANDIRI SYARIAH PONTIANAK, Jl. Diponegoro No. 95, Telp. (0561) 745004, Fax. Ketapang, Jl. MT. Haryono No. 111-112 Ketapang, Telp. (0534) 34600 Fax. (0534) 34395 Kantor Kas Politeknik, Kampus Politeknik Negeri Jl. A. Yani No. 52, Telp. (0561) 583850 Kantor Layanan Syariah Bank Mandiri Pontianak-Sidas, Jl. Sidas No. 2, Pontianak, Telp. : (0561)7069797, Fax. : (0561) 763082

BANK BUKOPIN Cabang Jl. Ir. H. Juanda No. 55-56 Pontianak 78117 (0561) 745025 (Hunting) (0561) 734253 Cabang Pontianak Kal-Bar, Jl. Adi Sucipto Km. 7,5 (Gedung Kopkar Mekar PLN Wil Kal - Bar) Kabupaten Pontianak, Telp. 0561 722598, 0561 - 723158, Kantor Kas Adisucipto Jl. Sultan Muhammad No. 48, Pontianak 78117 , (0561) 730001/ 730077, (0561) 730132, Capem Sultan Muhammad

BANK BTN CABANG PONTIANAK, Jl. Imam Bonjol No. 29 Pontianak 78123, Pontianak, Telepon: (0561) 740163 Fax: (0561) 740168 CABANG PEMBANTU JERUJU, Jl. Kom. Yos Sudarso No. 10, Jeruju Pontianak 78122, Telepon: (0561) 770567 Fax: (0561) 770567 KAS LAYANAN POS ONLINE PONTIANAK, Jl. St. A. Rahman No.49, 78116, Pontianak, Telepon: 0561-730641, 0561-730642, 0561730644 Fax: 0561-762146

BANK PERMATA Juanda KC, Jl. IR. H. Juanda No. 49-50 BB, Pontianak (781177), 0561-738323, 0561 -736411 Gajah Mada KCP, Jl. Gajah Mada no 69 C, Pontianak (78121), 0561747371, Tanjung Pura KCP, Jl. Tanjung Pura No. 370, Pontianak (78122), 0561764926

BANK BII KC Pontianak Jl. Tanjungpura No.20 (Pontianak) Telp. (0561) 39220

BANK MANDIRI

BANK BHI

Jl. I Gusti Ngurah Rai No. 2 , Humaera B (0561) 734247, 734147 Jl. Achmad Yani No. 3 - 3 A, (0561) 765010, 767993 Jl. Tanjungpura No. 110, (0561) 734464, 734752 Jl. Sidas No. 2 (0561) 734670, 747495, 733672

BANK MEGA

Cabang PONTIANAK, Jl. Imam Bonjol No.567 , Telp. (0561)-762838; Fax. (0561) -76290

KC PONTIANAK, Jl. H. Agus Salim No. 10 - 12, Telp. (0561) 739822, (0561) 749078

FOTO: DOK

Polisi dan Pemkab Terus Perangi PETI

Warga Sepakat Hentikan PETI di Janang Sebatu Bagus Kosminto Borneo Tribune, Sekadau Pemerintah Kabupaten Sekadau bersama pihak kepolisian Resort Sekadau sampai sekarang sedang ketat memerangi aktivitas Penambangan Emas Tanpa Ijin (PETI) di wilayah hukum Bumi Lawang Kuari. Selain kegiatan represif berbentuk razia, polisi juga melakukan pendekatan melalui sosialisasi maupun imbauan langsung kepada para pekerja PETI untuk menghentikan aktivitas meraka. Rabu (20/2) lalu, Polres Sekadau menggelar sosialisasi larangan aktivitas PETI, kepada masyarakat Dusun Jenang Sebatu, Desa Tapang

Semadak, Kecamatan Sekadau Hilir, yang di aula Mapolres Sekadau. Sosialisasi yang dipimpin langsung Kapolres Sekadau, AKBP Andreas Widihandoko itu juga dihadiri sejumlah pihak terkait. Di atnaranya Kepala Dinas Kesehatan Wirdan Mahzumi, Kepala Sat Pol PP Sekadau H M Arsya, perwakilan Dinas Kehutanan, Perwakilan Dinas PU dan Pertambangan, Danramil Sekadau Hilir, Perwakilan Dinas Lingkungan Hidup, perwakilan Bupati Sekadau. Tampak juga hadir petinggi Polres Sekadau, seperti Waka Polres Kompol Yohanes Suhardi, Kabag Ops Kompol Hujra Soumena, serta para kabag dan Kasat di lingkungan

Polres Sekadau. Kapolres Sekadau AKBP Andreas Widihandoko dalam paparannya mengimbau kepada warga Dusun Jenang Sebatu Desa Tapang Semadak untuk segera menghentikan aktivitas Peti di daerah mereka. Alasannya, aktivitas PETI itu melanggar undang-undang dan dapat ditindak dengan aturan hukum yang berlaku. “PETI harus dihentikan karena bertentangan dengan Undang-Undang dan aturan hukum yang berlaku,” ujar Kapolres. Aktivitas PETI menurut Kapolres, juga menyimpan potensi konflik yang sewaktu-waktu bisa pecah jadi antara masyarakat yang pro dan kontra. “Bisa menimbulkan potensi perkelahian antara sesama warga masyarakat,”

katanya. Atas dasar banyaknya mudhorat aktivitas PETI, Kapolres berharap masyarakat setempat yang masih melakukan aktivitas PETI segera menghentikan aktivitasnya. Ia mengancam akan mengambil tindakan tegas jika aktivitas PETI masih berlangsung. “Jika imbauan ini tidak diindahkan masyarakat, maka dengan terpaksa akan kami lakukan penindakan bersama aparat hukum terkait dan pihak Pemda,” ancamnya. Kompol Hujra Soumena menjelaskan aktivitas PETI bertentangan dengan Udang-Undang Nomor 4 Tahun 2009. “PETI berdampak terhadap kerusakan lingkungan baik di areal PETI maupun di sekitar

arel PETI,” tutur Hujra. Dalam sosialisasi tersebut, masyarakat Desa Tapang Semadak, telah membuat kesepakatan tertulis untuk menghentikan aktivitas mereka melakukan aktivitas PETI. Terhitung 4 x 24 jam setelah sosialisasi itu, masyarakat sepakat akan membongkar semua mesin PETI mereka yang beroperasi di daerah Janang Sebatu dan sekitarnya. Kepala Desa Tapang Semadak, Kepala Dusun Jenang Sebatu, pihak kecamatan, tokoh masyarakat dan tokoh adat Desa Tapang Semadak, serta sejumlah warga yang beberapa diantaranya bekerja sebagai penambang PETI juga menghadir sosialisasi penting itu. o


Sintang-Melawi

Senin, 25 Februari 2013

Borneo T Tribune

9

Warga Butuh Program Ekonomi Kerakyatan dan Infrastruktur Eko Susilo Borneo Tribune, Nanga Pinoh KECAMATAN Pinoh Utara sangat memerlukan sentuhan pembanguunan. Hal ini terungkap dalam Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrembang) Kecamatan Pinoh Utara digelar di gedung Serba Guna Kompas Raya, belum lama ini. Pembangunan yang diinginkan warga diantara peningkatan pendapatan melalui program ekonomi kerakyatan. Termasuk pula, pembangunan insfrastruktur berupa meningkatkan jalan poros dan melanjutkan pembangunan jembatan Melawi II. “Sebelum dilaksanakan Musrembang Kecamatan, terlebih dahulu 19 desa di kecamatan Pinoh Utara telah melakukan Musrem-

Musrembang Pinoh Utara

bang Desa. Secara umum, hasil Musrembang desa, warga berkeinginan untuk meminta program ekonomi kerakyatan dan pembangunan infrastruktur,” ungkap Camat Pinoh Utara, Yohanes Atoi, kemarin. Dipaparannya, program ekonomi kerakyatan yang diinginkan warga diantaranya meningkatkan program pertanian, perkebunan dan tanaman holtikultura. Lantaran warga Pinoh Utara sebagian besar adalah petani. Selain itu, ungkap Atoi, warga juga berkeinginan untuk program dalam bidang perikanan air tawar. Lantaran beberapa desa di Pinoh Utara berada di pinggir Sungai Melawi yang sangat cocok budidaya ikan air

tawar melalui keramba. “Masing-masing desa mengusulkan keramba untuk memelihara ikan di air Sungai Melawi. Mereka juga memerlukan bibit ikan air tawar,” terangnya. Dia pun mengungkapkan keinginan warga Pinoh Utara yang meminta dukungan program industri kecil dan perdagangan. Bidang insftastruktur, kata Atoi, warga sangat menginginkan peningkatan pembangunan jalan poros yang sudah ada. Saat ini jalan poros tersebut masih jalan tanah. Hingga bila musim hujan, jalan tersebut tidak bisa dilalui. “Jalan Poros yang diinginkan warga dari ibu kota kecamatan hingga ke desadesa yang ada di Pinoh Uta-

ra. Dari Desa Kompas Raya sebagai ibu kota kecamatan hingga ke Natai Panjang,” ulasnya. Warga juga ingin pembangunan jalan poros dari Nanga Man ke Kompas Raya lalu dilanjutkan ke Suka Damai. Semua jalan ini merupakan kebutuhan yang sangat mendesak bagi warga. lantaran selama ini transportasi warga masih didominasi oleh jalur sungai yang memerlukan biaya besar dan lama. Tempat sama, Wakil Ketua DPRD Melawi, Amri Kalam, menegaskan agar Musrembang tahun ini tidak seperti tahun-tahun sebelumnya. Namun, benarbenar masuk dalam APBD Melawi. “Kita tidak ingin Musrem-

Pelaksanaan Musrenbang di Kecamatan Pinoh Utara yang menjadi wadah aspirasi masyarakat untuk pelaksanaan pembangunan di kecamatan tersebut. FOTO: Ist bang diartikan sebagai musyawarahnya keren, hasilnya ngambang. Hingga

itu, kita meminta pada pihak kecamatan untuk mengabsen desa-desa yang ti-

dak hadir. Bagi desa yang tidak hadir, maka tidak perlu dibangun,” pungkasnya. †

Hasil Quick Count Sementara

Aher-Deddy Unggul Tipis

Berkenalan Lewat Facebook, Pelajar Bawa Kabur ABG Perayaan festival Cap Go Meh di sejumlah daerah di Kalbar tidak hanya menyuguhkan seni dan budaya saja, melainkan membawa berkah bagi para pedagang kaki lima. Pasalnya, semakin banyak event yang akan disuguhkan akan semakin bertambah juga pendapatan yang dihasilkan. FOTO: Ulla Asri/Borneo Tribune

Pemprov Diminta Jangan Tutup Mata

Jalur Pinoh-Sokan Makin Hancur

HANCURNYA sejumlah ruas jalan antar kecamatan di wilayah Kabupaten Melawi membuat arus transportasi ke arah Sokan dan Kota Baru kini semakin sulit dilalui. Bahkan jalan tersebut nyaris terputus karena tak bisa lagi dilalui sejumlah kendaraan roda empat. Ketua DPRD Kabupaten Melawi, Abang Tajudin mengatakan bahwa kondisi ruas jalan provinsi Nanga Pinoh-Sokan sudah putus total. Pemerintah provinsi diminta segera mengambil langkah-langkah untuk menangani jalan yang sudah rusak parah tersebut. “Jalan provinsi putus total, baik dari Nanga Pinoh-Kota Baru maupun dari Kota BaruSokan. Oleh karena itu, kita

Truk terbalik karena truk termundur saat mau melewati tanjakan di bukit Cempedak tersebut, akibat ada badan jalan yang terputus berada ditengah-tengah tanjakan

Eko Susilo Borneo Tribune, Nanga Pinoh

minta pemerintah provinsi segera menanganinya. Jangan tutup mata dengan kondisi ini,” ungkapnya . Menurut Tajudin, akibat dari jalan yang rusak terse-

but sudah sangat terasa dampaknya bagi masyarakat, baik masyarakat yang berada di Kota Baru kecamatan Tanah Pinoh maupun masyarakat kecamatan Sokan. “Kelancaran transportasi pun terganggu di ruas jalan provinsi tersebut. Walau telah diperbaiki beberapa waktu lalu namun jalan di sana tetap memprihatinkan,” ucapnya. Diterangkannya, akibat jalan yang rusak tersebut belum lama ini ada truk yang membawa muatan terbalik diruas jalan tersebut, tepatnya di tanjakan bukit Cempedak (Tebodak-red) sekitar wilayah desa Mekar Pelita kecamatan Sayan. Akibat kejadian tersebut sehingga menyebabkan terjadinya antrian panjang kendaraan dilokasi tersebut. “Truk terbalik karena truk

termundur saat mau melewati tanjakan di bukit Cempedak tersebut, akibat ada badan jalan yang terputus berada ditengah-tengah tanjakan,” terangnya. Sementara untuk badan jalan yang sudah berkubang, memang berada dibanyak tempat, hingga ke kecamatan Sokan. Di lokasi yang berkubang tersebut juga menjadi kendala bagi akses transportasi di ruas jalan tersebut karena selain harus antri melewatinya, kendaraan yang bermuatan juga harus ditarik baru bisa lewat. “Bila kondisi ini dibiarkan berlarut, dengan kondisi cuaca yang masih tinggi curah hujannya, arus transportasi diruas jalan provinsi ini bisa lumpuh total. Ini yang harus menjadi pertimbangan bagi pemerintah provinsi,” ulasnya. †

KASUS pelecehan seksual dengan modus berkenalan lewat Facebook kembali menelan korban. Kali ini, seorang siswi di Depok yang jadi sasarannya. Tak hanya dibawa kabur, korban yang masih duduk di bangku kelas 3 SMK itu pun mengaku telah digauli pelaku sebanyak 3 kali. Ironisnya, aksi bejat tersebut dilakukan oleh pelaku yang ternyata masih berstatus pelajar, F. Ditemui di Mapolsek Sukmajaya, remaja tanggung itu pun hanya bisa tertunduk lemas. Data yang dihimpun VIVAnews menyebutkan, kasus pelecehan itu terjadi melalui perkenalan keduanya di Facebook. Hanya butuh empat hari, bagi F membujuk korbannya untuk bertemu di sebuah tempat di Sawangan, Depok. Dibawah ancaman dan paksaan, korban pun tak kuasa menahan ajakan pelaku untuk menginap di rumahnya. Di rumah pelaku itulah, korban menjalani

hubungan intim layaknya suami istri sebanyak tiga kali. “Kami melakukannya di rumah saya. Dia saya bawa ke rumah. Orangtua saya tahu. Kami sudah melakukannya tiga kali. Kalau dia nggak mau menuruti permintaan saya, ya saya ancam putus,” ucap F di Mapolsek Sukmajaya, Sabtu 23 Februari 2013. Namun apes bagi F, ibunda korban ternyata melapor ke polisi yang kemudian ditindak lanjuti dengan tertangkapnya pelaku di kawasan Sawangan Depok. Saat ini, kasusnya masih dalam penyidikan polisi. Pelaku bakal terancam dengan Undang-undang Perlindungan Anak, dengan ancaman di atas 9 tahun penjara. “Karena melibatkan dua anak di bawah umur maka kasusnya kami limpahkan ke Mapolresta Depok, unit perlindungan perempuan dan anak,” kata Kapolsek Sukmajaya Komisaris Fitria Mega. (VIVAnews)

HASIL perhitungan cepat Lingkaran Survei Indonesia (LSI) pukul 14.00 WIB menempatkan pasangan Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar berada di posisi pertama dengan peraihan suara 30,88%. Sementara perolehan suara pasangan nomor empat itu ditempel ketat oleh pasangan Rieke Diah Pitaloka-Teten Masduki yang meraih 28,28% suara. Pasangan nomor urut tiga, Dede Yusuf-Lex Zaenal berada di posisi ketiga dengan perolehan suara 24,41%. tertinggal cukup jauh dibanding tiga pesaingnya dengan berada di posisi keempat adalah Irianto Syafiuddin-Tatang F. Hakim mendapat 21,49% suara. Sedangkan posisi bontot untuk sementara ditempati pasangan Dikdik Mulyana-Cecep Toyib dengan perolehan 1,86 persen. Deddy Mizwar yang pada pagi tadi menggunakan hak pilihnya di TPS 64, Perumahan Jatiwaringin Asri, Pondok Gede, Kota Bekasi, mengatakan siapa pun yang terpilih nanti sebagai pemimpin Jawa Barat harus bisa bekerja sama dengan masyarakat. ”Karena dua orang yang terpilih bukan superman. Jadi harus kerja sama dengan masyarakat,” katanya. Lebih lanjut Deddy mengungkapkan bahwa dirinya ternyata tidak siap menang ataupun kalah pada Pilgub Jawa Barat ini. ”Saya hanya siap dimuliakan, siap dipercaya dan siap bekerja jika terpilih,” ujarnya. Pada siang ini pemeran film Nagabonar Jadi 2 itu pun turut memantau perhitungan cepat atau quick count dari kediamannya. Hasil perhitungan cepat menurut Deddy biasanya mendekati hasil akhir. (VIVAnews) †


Senin, 25 Februari 2013

Kapuas Hulu

Borneo T Tribune

10

Albert Safaria: Realisasi PLTGB Belum Ada Kejelasan Timotius Borneo Tribune, Putussibau KEPALA Dinas Perikanan Kabupaten Kapuas Hulu HMohammad Zaini menilai saat ini popularitas dan perkembangan ikan lokal Kapuas Hulu sudah mulai menurun. Pihaknya akan berupaya mengembangkan serta membudidayakan ikan lokal yang memiliki juga nilai ekonomis. “Tahun ini kita akan terus mengembangkan ikan lokal terutama ikan baung, karena menurut nelayan kita, khusus untuk pakan tidak terlalu sulit. Apa saja makanannya bisa, sekalipun ikan busuk jadi agak berbeda dengan pemeliharaan ikan lain,” ucapnya baru-baru ini. Namun jika dibandingkan antara ikan paten dan ikan baung, perkembangan ikan paten menurutnya lebih cepat, tetapi dari sisi ekonomis, ikan baung juga lebih ekonomis ini terlihat dari pasaran yang ada di Kapuas Hulu. Dikatakan Zaini, dalam meningkatkan popularitas ikan lokal pihaknya akan terus memprioritaskan perkembangan dan pengembangan benih-benih ikan lokal asal Kapuas Hulu. Dijelaskannya, untuk ikan baung akan dikembangkan di keramba dan di danau-danau sedangkan

H Mohammad Zaini FOTO Timotius/Borneo Tribune

untuk di kolam pihaknya masih mengembangkan ikan nia, ikan gurame, dan ikan jelawat. Sementara untuk pengembangan ikan lokal lainnya seperti ikan semah, menurut Zaini, sudah dibahas melalui Musrembang disejumlah kecamatan, awalnya akan di tetapkan di Seriwangi. Namun setelah melihat kelapangan di Seriwangi sendiri cukup kesulitan pada musim kemarau. “Sehingga untuk UPR di Seriwangi akan kita alihkan ke Riam Menggelai di Kecamatan Boyan Tanjung. Selain itu akan juga kita buat kolam percontohan ikan Semah di Kecamatan Putussibau Utara. Hanya saja kami akan koordinasi dengan pihak TNBK, dengan harapan kedepan ikan lokal kita tidak mengalami penurunan,”tuntasnya. †

PLN berupaya mengurangi ketergantungan dari Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Solar. Hanya saja Pembangkit Listrik Tenaga Gas Batu Bara (PLTGB) yang rencanannya dibangun di Kecamatan Kalis, sampai saat ini belum ada kejelasan. “Sampai sekarang belum ada tindak lanjut dari hasil-hasil musyawarah, dan saya menilai belum ada kejelasan. Kegiatan ini belum

termonitor oleh pihak terkait. Padahal PLTGB ini merupakan salah satu alternatif kita untuk mengurangi ketergantungan PLN dari minyak solar,” ungkap Albert Safaria Manager PTPLN Rayon Putussibau kepada wartawan, Jum’at (22/2). Menurutnya, salah satu kendala yang dihadapi PLN Rayon Putussibau saat ini yaitu masalah minyak mengingat wilayah Kabupaten Kapuas Hulu cukup luas dengan memiliki mesin yang tersebar disejumlah wilayah sekitar 60 buah mesin.

“Jelas saja biaya operasional khususnya untuk minya lebih berat, untuk beban puncak Kota Putussibau dan sekitarnya saja sekitar 5 megawatt sedangkan kapasitas yang dimiliki saat ini 6 megawatt,” terangnya. Bahkan dikatakan Albert selama ini kebutuhan pasokan minyak khusus PLTD Sawai 600 ton, tidak bisa terpenuhi sepenuhnya oleh pihak Pertamina. Sehingga bila PLTGB tersbut bisa terealisasi maka kendala yang di hadapi PT PLN Rayon Putussibau akan

berkurang, dan masyarakat atau pelanggan bisa terlayani. “Untuk PLTGB bukan kewenangan saya, hanya saja sepengetahuan saya sampai saat ini belum ada kejelasan,padahal pertemuan dilakukan berkalikali namun belum ada kejelasan. Jika PLTGB itu beroperasi saya yakin kendala kita berkurang. Sebab mesin yang kita miliki ini bisa dijadikan cadangan, jadi harapan kita bersama PLGB di Kecamatan Kalis tersebut bisa teralisasi,” pintanya. †

Albert Safari FOTO Timotius/Borneo Tribune

Bupati Hadiri Pelantikan Pengurus Generasi Muda FKPPI Kapuas Hulu

Jaga organisasi ini dengan baik, maju mundurnya organisasi ini tergantung dari anggota dan pengurusnya

Tingkatkan Popularitas Ikan Lokal Kapuas Hulu

Timotius Borneo Tribune, Putussibau

Timotius Borneo Tribune, Putussibau BUPATI Kabupaten Kapuas Hulu Abang Muhammad Nasir menghadiri pelantikan pengurus Generasi Muda FKPPI 1506 Cabang Kabupaten Kapuas Hulu, yang dilaksanakan di Aula Bank Kalbar Cabang Putussibau, Sabtu malam (23/2). Dalam Musyawarah Cabang (Muscab) sebelumnya yang dihadiri puluhan Anggota FKPPI, Suryatno terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Pengurus Cabang Generasi Muda FKPPI 1506 Kabupaten Kapuas Hulu. Pelantikan yang dipimpin langsung oleh Wahyu Asmidi oleh Ketua Pengurus Daerah FKPPI Provinsi Kalimatan Barat ini dihadiri oleh Letkol Inf Jayusman sebagai Ketua Dewan Pembina FKPPI 1506 Putussibau. Agus Mulyana Mantan Ketua Pengurus

Ketua Pengurus Daerah FKPPI Provinsi Kalimantan Barat saat melantik kepengurusan Generasi Muda FKPPI 1506 Cabang Kabupaten Kapuas Hulu di aula Bank Kalbar Kota Putussibau. FOTO: Timotius/Borneo Tribune Cabang Generasi Muda FKPPI 1506 Cabang Kapuas Hulu periode 2008-2012 yang saat ini menjadi Dewan Penasehat, dan sejumlah tamu undangan lainnya. Wahyu Asmidi Ketua Pengurus Daerah FKPPI Provinsi Kalimantan Barat mengatakan bahwa FKKPI merupakan wadah berkumpulnya anak-anak TNIPOLRI yang didirikan sejak tahun 1978, sedangkan di Kalimantan Barat berdiri sejak KRAD yang akhirnya juga menjadi FKPPI saat ini. “Secara umum FKPPI ini didirikan tidak pernah ber-

lawanan dengan masyarakat dan Pemerintah, sebab FKPPI ini merupakan ujung tombak dalam meneruskan perjuangan dalam mempertahankan dan terus menjaga bangsa ini yang dilakukan oleh orangtua anggota FKPPI,” jelasnya.

Oleh karenanya, Wahyu berpesan agar melalui kepengurusan Generasi Muda FKPPI yang baru ini dapat terus membesarkan FKPPI. Di tubuh organisasi tersebut, kata Wahyu, harus tertib organisasi dan administrasi, lakukan pendidikan

kader-kader FKPPI agar dapat meneruskan cita-cita perjuangan. “Laksanakan kaderisasi terus lakukan pembinaan dengan tetap menumbuhkan dan menanamkan jiwa yang solid, militandan kuat,”pesannya. Sementara itu Abang Muhammad Nasir mengungkapkan bahwa FKPPI memiliki sejarah dan tidak semua orang bisa masuk menjadi bagian dalam organisasi tersebut. “Jaga organisasi ini dengan baik, maju mundurnya organisasi ini tergantung dari anggota dan pengurusnya,”ucap Nasir. Nasir menilai keberadaan FKPPI di Kabupaten Kapuas Hulu selama ini cukup baik, kerjasama dengan pemerintah terjalin baik. Berbagai prestasi tentunya yang diukir FKPPI di tingkat provinsi salah satu wujud membawa nama baik Kabupaten Kapuas Hulu. “Sudah menjadi tekad, meskipun Bumi Uncak Kapuas berada paling jauh. Namun untuk prestasi dan urusan organisasi serta sejumlah kegiatan lainnya tidak boleh kalah oleh daerah yang lain,” tandasnya. †

Gallery

Kerawing Menerima pesanan & menjual : hasil tenunan daerah/ kerajinan, berupa pakaian adat, anyaman dan lukisan Putusibau SISKA Hp. 081257159998

PT. BUMI BORNEO CEMERLANG

Telp. 0561-577868 Jl. Gaj ahma da N o. 3 P ont ianak Gajahma ahmada No Po ntianak Email: aria_tur@yahoo.com Penerbangan Pontianak - Jakarta BATAVIA : 5x penerbangan dalam sehari ( z07.05 z07.55 z11.10 z14.35 z16.00 ) SRIWIJAYA : 4x penerbangan dalam sehari ( z07.00 z07.55 z11.55 z15.50 ) LION AIR : 3x penerbangan dalam sehari ( z07.30 z11.35 z15.30 )

GARUDA : 3x penerbangan dalam sehari ( z08.00 z12.55 z17.35 ) Penerbangan PTK - JOGJA & PTK - SURABAYA BATAVIA : 1x penerbangan dlm sehari (pukul : 14.45)

PALAPA TAXI

PONTIANAK - SINGKAWANG (PP) PONTIANAK SINGKAWANG

Jl. Arteri Supadio Ruko No. 1-2

Jl. Niaga No. 25

0561-717 8888 0562-333 9999 0821 4876 8888 0821 4876 9999 ARMADA INNOVA & YARIS ARMADA INNOVA & YARIS JAM JAM BERANGKAT :

BERANGKAT:

05-07-08-09-10-11-13-14-15-16-17-19.00 WIB 05.00 - 08.00 - 11.00 - 14.00 - 17.00 - 19.00

Distributor Aspal Shell (Drum) Pen 60/70, Berat Bersih : 154 Kg

Bupati Kapuas Hulu foto bersama dengan pengurus FKPPI Kabupaten Kapuas Hulu usai pelantikan kepengurusan Generasi Muda FKPPI 1506 Cabang Kabupaten Kapuas Hulu. FOTO: Timotius/Borneo Tribune

IKLAN BARIS Dijual

Dicari

Peluang Usaha

Rumah Permanen. Jl. Purnama Komp. Dinasti Indah Blok B No. 14 Ptk. Ukuran Tanah 10 x 18 m2, Ukuran Bangunan 9 x 15 m2. Hub:085252015279

SGR, Guru PAUD/TK, Bersedia Ikut Diklat, Lgsg Penempatan, Hub. Jl. Pancasila No. 207 Telp. 761562

BISNIS FOREX! Daftar hr ini, besok psti dpt Profit (7% selama 100 hr) www.forexal.com SMS “PETUNJUK” Hp.087885563999 T.07789645034

Dijual Bangunan Dijual cepat eks. kantor, sertifikat, 2 lt, Jl. Nurali No. 2, Hub. 081384151188 tnp perantara.

Peluang Bisnis INVESTASI EMAS! Hari ini daftar mulai besok Dpt PROFIT (7%/hari) www.forecashier.com/ID.000833 /SMS “MINAT”.Hp.087775210833

Dijual Tanah

Peluang Bisnis

Jln.Purnama I Gg. Purnama Indah 1 No. 21. Menuju Komplek Dinasti Indah. Uk. 16 x 27 m. Bangunan L 14,5 m, P 18,5 m. Hub. Bpk. Gusti Hp. 081256983336

Bisnis Forex! Modal Min Rp.300rb, Profit Besar, Cek UTK Pns, Pensiunan dll. Info www. inforexal.com, SMS “MINAT” Hp. 087885563999

DIJUAL CEPAT TANAH SHM, tanpa perantara. * Jl. Gusti Situt Mahmud, Gg. Selat Makasar, Siantan (blkng BPAS) LT 1000 m2 Rp. 300 jt (nego). Hub. 0819 565 2794/0561 700 4977

Gallery Kost. Menerima Pria & Wanita Fasilitas Air & Listrik dan lain-lain. Jl. Diponegoro No. 9 Telp. 0562-3320424 SKW

Dijual tanah, 364 M 2, Jl. Danau Sentarum, Gg. Wonosobo, 50 Juta. Hub. Sri 081352269380 Dijual tanah, jl. Ujung Pandang, luas 4114 m2 sertifikat, Hub. 081384151188 tnp perantara.

Kost

Taxi CV. TEGAR PRATAMA TRANSPORT Melayani Antar Jemput Penumpang Jl. Kalimantan No. 24B 0562-640029/641366 SINGKAWANG Jl. Imam Bonjol Gg. Tnjng Sari No. 36 0561-747211/749025 PONTIANAK INNOVASI TAXI. Melayani Antar Jemput. Jl. Tua Pekong No.24 Singkawang, (0562)3309800, Jl. A. Yani (RM. Bertagis) Pontianak Telp. (0561) 7015100, (0561) 7157000

Disewakan Disewakan gudang 2 pintu, luas + 250 m2 dan 200 m2, cocok utk kndraan bermotor, alat telekomunikasi, di Jl. Adisucipto. Hub 081384151188 tnp perantara.

Iklan Baris:

1 baris / hari Rp. 6.000,-


Teras Borneo Tribune

Senin, 25 Februari 2013

Video Porno Anak Kost Pontianak Beredar Kabupaten Mempawah yang merupakan anak kost di kawasan Pontianak Timur dan FZ (23) warga Sungai Ambawang Kabupaten Kubu Raya. Dimana video ini direkam oleh AA sekitar Bulan November tahun 2012 pada siang hari sekitar pukul 10.00, Dan saat AA merekam video tersebut, tanpa adanya penolakan dari FZ sekalipun. Saat ini AA sudah ditahan di Polresta Pontianak, guna menjalani proses hukum lebih lanjut. Lantaran AA yang telah membuat video tersebut dilaporkan oleh keluarga FZ ke Polresta Pontianak.ÿ Sementara itu saat ini pihak kepolisian sedang memburu penyebar video tersebut. AA dan FZ merupakan sepasang kekasih yang menjalani hubungan sekitar satu tahun yang lalu, namun setelah perekaman Video tersebut, mendadak seminggu, FZ memutuskan AA. Dengan alasan FZ telah hamil.Mendengar hal ini AA pun hendak bertanggung jawab atas perbuatannya tersebut, dan siap menikahi FZ, namun FZ menolak dengan alasan mau menggugurkan kandungannya tersebut. Kemudian AA pun pulang ke kampung halamannya, yakni di Kabupaten

Pontianak (Mempawah), dan selang dua bulan tanpa hubungan apa - apa lagi antara AA dan FZ. FZ menghubungi AA, dan meminta AA ke Kota Pontianak dengan alasan FZ mau menikah dengan AA, namun ternyata tepat tanggal 20 Februari 2013 saat malam harinya,ÿ ketika hendak jalan - jalan dengan FZ, AA langsung ditangkap oleh anggota Polresta Pontianak. Karena Video Porno yang dibuatnya tersebut telah beredar. Menurut AA yang saat di Polresta Pontianak, dirinya mengatakan, bahwa Ia lah yang merekam video pornonya tersebut. Dimana Ia merekamnya saat di Kostnya yang terletak di kawasan kecamatan Pontianak Timur. “Saya merekam video tersebut, untuk kenang - kenangan kami berdua, dan tidak ada penolakan dari FZ. Dan saya rekam menggunakan HP bermerk Maxtron milik FZ. Dan setelah saya rekam, saya ambil kartu memorinya dan saya simpan,” ungkap AA, Minggu (24/2). Dikatakan AA, Ia tidak pernah menyebarkan Video hubungan intimnya dengan FZ kepada siapapun, namun pernah memperlihatkannya

Barongsai Resmi Jadi Cabang Olahraga

kepada teman dekatnya, yakni Abdurahman (Maman). “Saya tidak tahu siapa yang menyebarkan Video ini, namun saya memperlihatkan dengan Maman, kemudian saya tinggalkan 15 menit, karena makan, sedangkan HP nya dipegang oleh Maman saat itu,” ujar AA. Lanjut AA, Ia dan FZ sudah sering melakukan hubungan intim tersebut, bahkan waktu sebulan terakhir bersama dengan FZ, setiap hari Ia dan FZ melakukan hubungan intim di kostnya. “ Saya rekam untuk kenang - kenangan, bukan untuk disebarkan, dan saya tidak tahu, dan saya baru tahu video saya tersebar melalui HP danÿ Flashdisk, bahkan katanya ada di Youtube, saya benar tidak tahu mengapa video tersebut beredar,” timpalnya. Lebih jauh lagi AA mengatakan, bahwa, hanya 3 orang yang tahu video ini, yakni Ia, FZ dan Maman. “ Saya pastikan HP tidak pernah ada ditangan orang lain, karena setelah merekam video tersebut menggunakan HP FZ, memorinya saya cabut dan saya pindahkan ke HP saya memorinya,” tambahnya. Sementara itu Kapolresta Pontianak Kombes Pol

Muharrom Riyadi melalui Kasat Reskrim Polresta Pontianak Kompol Puji Prayitno S.Ik, dirinya membenarkan, bahwa Polresta Pontianak telah menahan seorang pemuda, yakni berinisial AA. Dimana pemuda ini ditahan dikarenakan telah merekam Video Porno yang diadegankan pemuda tersebut dan kekasihnya FZ. “Kasus ini masih dalam tahap penyelidikan dan penyidikan, kita menduga saat ini yang merekam dan yang menyebarkan adalah AA, namun kita sampai saat ini terus melakukan penyelidikan, apakah ada tersangka lain atau tidak,” tegasnya. Dikatakan Kasat, durasi Video Porno Anak Kost tersebut, berfile yang dinamakan FZ VS Aril. Dan video ini direkam di kost - kost yang terletak di kawasan Pontianak Timur. “Sampai saat ini ada beberapa orang yang kita curigai sebagai penyebar video tersebut, dan sedangkan kita lakukan pengejaran,” ungkapnya. Lebih jauh lagi Kasat menegaskan, bahwa AA ini ditahan, karena telah melanggar pasal 29 UU No 44 Tahun 2008 tentang pornografi.

masyarakat. Dia pun meminta masyarakat Singkawang serta wakil bendahara DPP PKB Daniel Johan untuk berkoordinasi agar monumen tadi terealisasi. Gus Dur saat menjadi presiden dengan tegas mencabut Inpres No. 14/1967. Lantaran dinilai bertentangan dengan UUD 1945. Sebelum dicabut, selama puluhan tahun Inpres tersebut memasung warga Tionghoa sehingga tak bisa bebas melaksanakan budayanya. Termasuk merayakan Imlek dan Cap Go Meh secara ter-

buka. Mantan Ketua Umum PBNU itu menerbitkan Keppres No. 6/2000 yang menjamin warga Tionghoa dapat menjalankan kegiatan keagamaan, kepercayaan dan adat istiadatnya secara terbuka. Tahun 2001, Gus Dur kembali membuat gebrakan dengan menjadikan tahun baru Imlek sebagai hari libur nasional fakultatif. Untuk pertama kalinya saat itu perayaan Imlek nasional diselenggarakan dan dihadiri Gus Dur selaku Presiden RI.

ada sama sekali tetapi bertransformasi dalam kelompok diskusi kecil mahasiswa dan dosen. Ada kolaborasi antara dosen dan mahasiswa dalam membuat buku dengan kuantitas yang sangat mengairahkan. Empat bulan sebelum tahun 2012 berakhir, sebuah kelompok diskusi akademik berbasis warung kopi muncul dan menjadi pencerahan terutama di kalangan teman-teman nonakademisi. Budaya akademik mirip arisan ini melakukan roadshow diskusi. Konsep nomaden sebagai alternatif tempat berdiskusi menjadi ciri khas. Dampaknya luar biasa, kelompok diskusi yang disebut lingkar studi budaya (LSB) ini disambut dengan baik. Kelompok diskusi ini pun diminta untuk memfasilitasi ruang berbagi ilmu dengan mengisi acara di stasiun radio, televisi, dan bedah buku di toko buku komersial secara rutin. Alhamdulillah, saya bisa melihat kelompok ini menjadi think thank bagi enkulturasi cahaya ilmu di Kalimantan Barat. Uniknya budaya akademik ini tidak lahir dari kemapanan dan kehebatan masyarakat kampus. Baru-baru ini saya diajak beberapa teman akademisi yang berinisiatif membuat panggung akademik di sekitar kampus. Tidak mudah memang mengumpulkan para akademisi dalam kelompok ini. Saya tahu masingmasing orang punya kesibukan dan urusan yang jauh lebih penting daripada sekadar diskusi akademik. Undangan disebar yang datang hanya lima orang. Bagi saya sebagai sebuah permulaan itu sudah cukup baik. Kelima

orang ini pun berinisiatif mulai membangun budaya akademik dalam bahasa Inggris dengan merangkul intelektual kampus dan nonkampus dalam wadah bernama Borneo Public Intellectual Group Discussion. Kelompok ini menjadi varian lain dalam menghidupkan budaya akademik di Kalimantan Barat. Kelompok diskusi yang lahir di kampus ini menawarkan ilmu berdasarkan pengalaman riset lapangan dan pustaka. Apapun nama dan bentuk diskusi itu yang penting adalah konsisten dalam berdialektika dan roh akademiknya sudah terbentuk. Biarkan saja varian-varian budaya akademik ini terus bermunculan. Saya yakin masih banyak kelompok-kelompok diskusi, menulis, dan menerbitkan buku yang berkembang di tanah Borneo. Spirit seperti inilah yang harus dijaga dan dikembangkan. Lebih bagus lagi diskusi harus disertai dengan orientasi untuk menerbitkan buku hasil diskusi. Toh menerbitkan buku tidak mesti harus sempurna. Kalau menunggu harus sempurna mungkin buku hasil diskusi tidak akan pernah terbitterbit. Biarkan publik yang melihat dan menilai hasil penerbitan tersebut. Bukankah kesempurnaan itu miliknya Allah? Saya yakin sahwat intelektual untuk berbagi ilmu dan pengalaman dalam diskusi dan menerbitkan buku merupakan keniscayaan untuk memarwahkan budaya akademik di Kalimantan Barat. Mudah-mudahan kita menjadi bagian dari tradisi baik dan indah ini. Pusat Penelitian Kebudayaan Melayu Untan, 21 Februari 2013

Monumen Gus Dur sebagai pusat kesadaran kebhinekaan agar semangat pluralisme dan keadilan semakin menjiwai bangsa Indonesia,” ujar Muhaimin Iskandar saat menghadiri Festival Cap Go Meh Singkawang, Sabtu (23/02/2013) malam. Pria yang akrab dipanggil Cak Imin punya argumen kuat. Sejarah membuktikan, imbuhnya, Gus Dur adalah pencetus sejarah Imlek di Indonesia. Sehingga ragam budaya Tionghoa diterima secara terbuka seluruh kalangan masyarakat Indonesia.

Monumen Gus Dur dinilai Cak Imin bisa mewakili kenangan sang Guru Bangsa tersebut. Sehingga setiap generasi paham bahwa Indonesia pernah memiliki tokoh besar yang membela yang lemah dan terdiskriminasi. “Gus Dur tampil sebagai pendobrak bagi kelompok minoritas. Karena itu baik NU dan Tionghoa memiliki hubungan batin yang kuat dengan Gus Dur,” papar Menakertrans ini. Cak Imin berharap, penghargaan tersebut diwujudkan secara swadaya

Budaya Akademik Kritik seorang teman yang juga dosen ini ingin menegaskan bahwa kita ternyata masih kurang suka berkumpul untuk berdiskusi secara akademik. Kita kurang memanfaatkan kedatangan para tamu akademik yang kebetulan berkunjung ke Kalimantan Barat untuk didaulat berbagi ilmu. Tidak sedikit ilmuwan dalam dan luar negeri yang berkunjung ke Pontianak, malangnya agak jarang diajak untuk berceramah. Kita kehilangan momentum untuk menyerap ilmu dan pengalaman orang lain. Pikiran saya menerawang kembali pada pengalaman sepuluh tahun silam ketika masih menyedot ilmu di negeri jiran. Saya ingat tradisi berdiskusi dan mencetak buku begitu kental selama berada dalam kawah candradimuka di tanah bekas jajahan Inggris itu. Tepatnya, di Bangi, Selangor Darul Ehsan. Penerbitan fakultas tumbuh sumbur, jangan tanya penerbitan universitas-penerbitannya pun mapan dan termanajemen dengan profesional. Saya termasuk penikmat tradisi akademik yang disajikan kala itu. Alangkah malangnya ketika kembali ke tanah air roh akademik itu tidak muncul dan subur berkembang. Seolah-olah tradisi akademik itu belajar saat sekolah pascasarjana saja atau ketika kembali ke tanah air belajar hanya sebatas membaca dan mengajar. Padahal, hasil membaca mestinya diartikulasikan dan dibagi kepada orang lain. Hilang sudah tradisi belajar melalui diskusi antarsesama akademisi untuk saling mengisi dan beradu presentasi untuk menjadikannya buku ilmiah berpresisi. Mungkin saja kita terlalu sibuk dengan

rutinitas yang kurang mengasah ketajaman intelektualitas. Entahlah, tetapi itu fakta yang tidak enak untuk dikatakan. Budaya akademik di Pontianak masih kurang. Persis seperti yang dirasakan sahabat-sahabat yang pernah belajar di Australia dan Amerika ketika kembali ke Pontianak bara akademik mereka mulai redup. Pikiran saya pun kembali menerawang sekitar tujuh tahun silam. Kekecewaan rendahnya tradisi akademik untuk berdiskusi dan mencetak buku hasil makalah diskusi lantas memacu semangat beberapa teman untuk menghidupkan budaya akademik di Pontianak. Alhasil, seorang teman yang juga satu almamater dengan saya begitu bersemangat menginisiasi kelompok diskusi dalam bentuk seminar sederhana. “Targetnya buku!” kata teman saya yang berprofesi sebagai dosen STAIN ketika itu. Target diskusi yang disertai makalah berdasarkan hasil riset berhasil dikumpulkan dan diterbitkan pada waktu itu. Tradisi akademik ini berjalan sampai beberapa tahun dengan menghasilkan 7 buku hasil diskusi. Sangat bagus untuk ukuran Kalimantan Barat yang masih kering tradisi akademiknya. Walaupun, buku itu mungkin dianggap sinis oleh beberapa kalangan tetapi setidaknya buku itu menjawab budaya omong doang (omdo) menjadi budaya literasi dalam masyarakat akademik Kalimantan Barat. Konsistensi budaya diskusi dan menerbitkan buku hasil diskusi di kalangan akademisi sempat berkurang dua tahun belakangan. Bukan berarti tidak

11

satu andalan bidang olahraga yang akan berprestasi,” harapnya. Sejalan dengan apa yang menjadi harapan Walikota, maka di Pemerintah Provinsi Kalbar memberikan dukungan sepenuhnya, karena dunia pariwisata merupakan andalan kehidupan perekonomian bangsa. Banyak negara-negara mengandalkan dunia pariwisata sebagai andalan dalam perekonomian bangsa. “Kalbar memiliki banyak budaya yang bisa jadi andalan kita dalam dunia pariwisata,” jelas Christiandy Sanjaya. Dijelaskannya lagi, dalam perayaan Cap Go Meh di Kota Pontianak dan Singkawang, pemerintah Provinsi Kalbar mendapatkan kunjungan 18 duta besar dan UNESCO untuk datang ke Provinsi Kalbar, khususnya Kota Pontianak dan Kota Singkawang untuk menyaksikan perayaan Cap Go Meh. “Saat ini, mereka sedang berada di Kota Singkawang. Mereka juga sudah menyaksikan naga bersinar. Seka-

rang kita mengikuti pawai multi etnis, pawai budaya yang ada di Kalbar,” ujarnya. ÿDi samping itu, masih kata Wagub, atraksi tatung yang mengemparkan dunia pariwisata akan menjadi keajaiban dunia, karena sedang melakukan kerjasama dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif serta Marplus. “Mudah-mudah kandidat Kota Singkawang yang penuh dengan atraksi tatung bisa menjadi keajaiban dunia, sehingga Provinsi Kalbar akan semakin dikenal,” harapnya. Sementara itu, Walikota Pontianak H Sutarmidji mengharapkan perayaan Cap Go Meh di Kota Pontianak semakin tahun semakin baik. Semakin tertib guna memberikan kesempatan kepada siapapun, etnis manapun, penganut agama apapun diakui di negara ini bisa laksanakan prosesi keagamaan, dan budayanya, dermi menyatukan keragaman yang ada di Kota Pontianak ini. “Kota Pontianak didiami

berbagai macam suku bangsa dan mencerminkan Indonesia mini. Mari keberagaman itu kita terima sebagai satu hal yang menjadikan Kota Pontianak semakin hari semakin baik tumbuhnya, semakin nyaman dijadikan sebagai rumah kita,” kata H Sutarmidji. Dikatakan olehnya, pagelaran budaya seperti ini memberikan pendapatan asli daerah bagi pemkot Pontianak maupun kegiatan usaha di Kota Pontianak, sehingga kondisi ini membuat PAD meningkat signifikan. “Mari kita jaga Kota kita, mari kita rajut keberagaman itu dengan kebersamaan. Mari kita saling toleransi, saling menghormati antara satu etnis dengan etnis lainnya, dengan satu penganut dengan penganut agaman yang lain agar kita bisa jadikan Kota Pontianak sebagai Kota yang Nyaman untuk dijadikan tempat tinggal,” harap Sutarmidji kepada warga Kota Pontianak.

Gubernur Serahkan Bantuan Korban Kebakaran sebesar 15 juta dari Palang Merah Indonesia (PMI) Kalbar. Bantuan diterima Bupati Kabupaten Pontianak Ria Norsan selanjutkan diteruskan untuk para korban kebakaran. Dikatakan Gubernur Drs.Cornelis, sebelumnya mohon maaf karena baru sekarang sempat mengunjungi para korban, bukan berarti Pemerintah mengabaikan tapi karena banyaknya agenda yang harus dilaksanakan. Di sela-sela ada sedikit waktu kosong maka kesempatan ini baru dapat dilaksanakan. Untuk bantuan dari Pemerintah jika dinilai tidaklah seberapa tidak bisa sepenuhnya mencukupi kebutuhan bagi korban kebakaran, tapi ini wujud kepedulian dari pemerintah baik pemerintah Provinsi, Ormas dan Pemerintah Kabupaten, Pemerintah selalu berusaha untuk membantu masyarakatnya apabila telah mendapat musibah. “Yang namanya musibah ini datang dan terjadi se-

cara tiba-tiba, tapi ini semuanya sudah diatur yang diatas, tinggal kita sebagai manusia yang harus selalu waspada dan berhati - hati segala sesuatunya. Kita jangan sampai larut dalam kesedihan serahkan semuanya ini pada Tuhan Yang Maha Kuasa semuanya itu atas kehendaknya,” imbau Cornelis. Menurut Cornelis hari esok dan harapan kedepan masih ada, anggap saja kejadian dan musibah ini sudah menjadi nasib dan takdir yang telah ditentukan sang Pencipta, jangan sampai kejadian ini membuat kita putus asa dan berlarut larut dirundung kesedihan. “Kitaÿ harus punya semangat bagaimana menghadapi tantangan kedepan, sehingga segala sesuatu yang telah hilang dapat kita raih kembali,” tegas Cornelis. Gubernur juga berharap agar Pemerintah Daerah khususnya Bupati Kabupaten Pontianak dapat memberikan bantuan dalam rangka mereka

merebilitasi kembali rumahnya meski bantuan tersebut tidak sepenuhnya mengingat kemampuan keuangan daerah juga terbatas, karena sekarang ini segala bantuan tersebut harus dapat dipertanggung jawabkan, sehingga tidak adanya temuan dari KPK. Sementara itu Bupati Kabupaten Pontianak Ria Norsan sangat berterima kasih kepada Pemerintah Provinsi melalui Bapak Gubernur Drs.Cornelis,MH serta PMI Kalbar, dimana telah memberikan perhatian kepada masyarakatnya, ini menunjukan itikat baik dan perhatian yang sangat besar. Oleh sebab itu Pemerintah Kabupaten dan masyarakat khususnya masyarakat yang terkena korban kebakaran merasa bersyukur dan berterima kasih atas segala perhatian dan bantuan yang diberikan, semoga segala amal dan perbuatan kita selalu dirhidoi Allah SWT dan menjadi amal perbuatan disisinya, ‘ jelas Norsan. (Rilis/ Nasir Humas Pemprov)

Naga Bersinar ‘Kepung’ Rumdin Wakil Gubernur pada puncak perayaan hari ke-15 Imlek 2564. ÿSelain dipadati masyarakat yang hendak menyaksikan geliat naga bersinar, kediaman jabatan orang nomor dua jajaran Pemerintah Provinsi Kalbar juga dipadati oleh Duta Besar dan Perwakilan Duta Besar di beberapa negara untuk menyaksikan geliat naga bersinar. Menurut Wakil Gubernur Kalbar Drs Christiandy Sanjaya menyambut kedatangan para Dubes dan perwakilan Dubes di Provinsi Kalbar untuk menyaksikan puncak perayaan Cap Go Meh di Kota Pontianak dan Kota Singkawang. “Banyak kegiatan budaya yang kita laksanakan untuk memeriahkan Cap Go Meh,” kata Christiandy Sanjaya. Selain pelaksanaan pera-

yaan Cap Go Meh, Pemerintah Provinsi juga melaksanakan Tour D Khatulistiwa,d an dalam rangkaian malam ramah tamah ini juga, Pemerintah Provinsi Kalbar juga merangkain tarian 3 etnis bagi tamu-tamu luar negeri yang berkunjung di Provinsi Kalbar. “Saya berikan apresiasi kepada tamu yang akan berkunjung ke Kota Singkawang untuk menyaksikan Tatung dan perayaan Cap Go Meh di sana,” jelasnya. Wagub juga berharap, dengan pelaksanan Cap Go Meh 2013 ini, dari tahun ke tahun kejungan wisatawan pada perayaan hari besar keagamaan akan terus tumbuh dan berkembang serta menjadi tulang punggung bangsa dalam pembangunan pariwisata Indonsia, khu-

susnya Provinsi Kalbar. Dalam kesempatan ini, Christiandy Sanjaya juga mempromosikan Vania Larissa yang merupakan Putri asal Kota Pontianak yang berhasil menyabet Miss Indonsia 2013, dan Miss Indionesia ini, Vania akan mewakili Provinsi Kalbar untuk mempromosikan kelebihan Provinsi kepada dunia luar. Sementara itu, Dubes Zimbabwe untuk Indonesia mengatakan untuk pertama kalinya menginjak kakinya di Kota Pontianak, dan Kota Pontianak adalah Kota yang indah, kota yang terkenal dengan seribu sungai. Dan Pariwisata adalah sektor lintas negara,”Kota Pontianak dengan Kota Seribu sungai adalah Kota yang sangat indah,” kata Alice Magiza.

Speed Patroli Polisi Tabrakan di Depan Sheng Hie Kejadian ini terjadi berawal dari, Speed Board Penumpang, yang membawa beberapa keranjang Ikan, hendak menyeberangi Sungai Kapuas, yakni menuju ke Pasar Kampung Dalam, dimana Speed Board ini menyebarang diduga dengan kecepatan penuh. Namun ketika sudah di pertengahan Sungai Kapuas, muncul speed board patroli yang didiuga milik Dit Pol Air, dari arah Jembatan Kapuas 1. Karena dua - duanya dengan kecepatan penuh, akhirnya terjadilah tabrakan. Dalam tabrakan ini tidak ada korban yang meninggal dunia, namun kerugian yang dialami speed board penum-

pang yakni sekitar 6 juta. Sementara itu akibat dari insiden tersebut, Speed Board penumpang setengah tenggelam, dan ikan yang dibawa pada jatuh ke sungai. Kemudian Speed Board Penumpang pun dievakuasi ke Dit Pol Air Polda Kalbar. Menurut Puri (40) selaku Petugas Parkir di Pelabuhan Shang Hie Pontianak, dirinya mengatakan kejadian ini terjadi, ketika speed penumpang hendak mengantarkan ikan ke Pasar Kampung Dalam, dan saat penyeberangan dan posisi di tengah Sungai, ada speed polisi yang datang dari arah Jembatan Kapuas I, kemudian tejadilah tabrakan an-

tara kedua speed board tersebut. “Posisi speed board penumpang tenggelam setengah, sedangkan posisi speed board polisi, diatas speed board penumpang. Dan ikan yang dibawa oleh speed penumpang tumpah ke sungai,” ungkap Puri. Dikatakan Puri, bahwa setelah kejadian tesebut, speed langsung dievakuasi oleh polisi, yakni mengamankan speed. Sementara itu Dir Pol Air Kombes Pol Ramses saat hendak dikonfirmasi oleh wartawan, dan dihubungi nomor teleponnya, Dir Pol Air tidak mengangkat telepon, bahkan dicoba berulang kali.


CMYK

Moment & Activity www.borneotribune.com

Borneo Tribune

12

Senin, 25 Februari 2013

Menuju CU Pancur Kasih “Bersahabat Sejati” rosesi Rapat Anggota Tahunan (RAT) Credit Union Pancur Kasih (CUPK) Tahun Buku (TB) 2012, Sabtu (23/2) di Funcion Hall Kapuas Hotel Pontianak berjalan lancar dan menghasilkan beberapa keputusan strategis. RAT kali ini, bukan sekedar mendengar paparan perkembangan dan program kerja pengurus, pengawas dan manajemen semata. Tapi lebih dari itu. Isu terkini menyoal pajak badan hukum CU, penetapan panitia pemilihan pengurus periode 20142017 dan pembenahan teknis administrasi telah dibahas tuntas melalui forum tertinggi ini. Durasi 10 jam waktu tersedia seakan minus. Kecuali 48 orang undangan, selesai acara protokoler, pulang. Namun, 608 anggota tertera dalam daftar hadir asal utusan dari 37 TP tetap mengkritisi pembahasan materi dipimpin moderator Erma Suryani Ranik,SH yang juga anggota DPD RI. Ketua Panitia, Sukimin, SE melaporkan RAT Pleno ini merupakan puncak pelaksanaan Pra-RAT/RAT TP yang telah digelar di 37 TP daerah di 2 kota dan 7 kabupaten, yaitu Kota Pontianak, Singkawang dan Kabupaten Landak, Kubu Raya, Pontianak, Bengkayang, Sanggau, Sambas dan Sintang, akhir Januari lalu. Mereka hadir memiliki hak suara dan hak bicara, sehingga pengambilan keputusan dapat memenuhi quorum. Sementara itu, Ketua Dewan Pengurus, Dra. Norberta Yati Lantok, menuturkan kilas balik perjalanan CU PK TB 2012 cukup menggembirakan dan patut disyukuri. “Dikancah nasional, dengan usianya ke-25, CU PK menempati posisi ke-7 dalam 100 daftar koperasi besar di Indonesia. Kondusifnya Kalbar, memungkinkan aktivitas perekonomian masyarakapun meningkat,” tuturnya. Hal ini, kata Yati berdampak posi-

P

tif bagi CU PK. Menurut Chief Executive Offier CU PK, Marselinus Engkolon, SE dampak positif terlihat pada pertumbuhan CU PK secara umum mengalami peningkatan. Begitu pula dengan pencapaian target program TB 2012 terealisasi dengan baik. Anggota tumbuh 9,42 %. Aset 18,60 %. Pinjaman beredar 13,00 %, pendapatan 8,62 % dan SHU dibagikan mengalami pertumbuhan 9,45 %. “Hal ini membuat Balas Jasa Anggota (BJA) maksimal yang akan diterima bisa mencapai 15 %,” paparnya. Namun, Kata Yati, disisi lain kondisi global berpengaruh negatif bagi anggota CU. Harga komoditas karet dan sawit tren menurun berdampak pada daya beli, menabung dan mengangsur pinjaman di CU. “Kondisi ini menuntut CU berorientasi dengan standar global. CU “BERSAHABAT” adalah alat penilaian kinerja untuk CU secara nasional. Akronim dari Besar, Sehat, Aman dan Adaptif terhadap perkembangan Teknologi,” jelasnya. CU “Bersahabat”, jika diterapkan akan menyelaraskan CU dengan standar nasional naik kelas berstandar internasional. Maka, dengan demikian CU tetap eksis sepanjang jaman. Pertumbuhan tersebut mesti dibarengi dengan peningkatan mutu dalam pengelolaan. Menurut Marselinus Engkolon, pengelolaan mesti memiliki kompetensi minimal 3 hal, yaitu keterampilan, wawasan dan integritas/sikap. “Tahun 2012 aktivitas difokuskan pada peningkatan kualitas pengelola. Sehingga nilainilai inti CU PK yaitu “SEJATI” akronim dari Solider, Excellent, Jujur, Akuntabel, Tangguh dan Ikhlas perlahan namun pasti terwujud,” jelasnya. Gubernur Kalbar, Drs. Cornelis, MH mengatakan meskipun selama 25 tahun CU Pancur Kasih tumbuh dan berkembang sebenarnya jika dihitung dengan

Jajaran Penasehat, Dewan Pengurus, Badan Pengawas dan Top Management (CEO, CHRDO, CBO, CAAO, CCIO, IAC, COO I dan COO II) CU PK Periode 2010-2013 seksama masih banyak anggota belum menabung. “Jika aset per 31/12/2012 lalu dibagi dengan 110.891 orang, sesungguhnya setiap anggota hanya menabung sebesar Rp. 39.126 per bulan. Ini relatif kecil, jadi CU ini masih perlu penguatan kelembagaan,” tegasnya. Karena itu, terkait dengan pajak, anggota jangan kuatir, pemerintah telah memberikan insentif pajak. “Saya sudah sampaikan masalah ini kepada Bapak Menteri Koperasi dan UKM sudah lama dan hasilnya berupa insentif pajak tersebut,” pungkasnya. Satu keputusan strategis telah ditetapkan, sebelum acara berakhir dengan door prize, yaitu Panitia Pemilihan Calon Pengurus Periode 2014-2017. Mereka yang ditetapkan adalah Norberta Yati Lantok (Unsur Pengurus), Marselinus Engkolon (Unsur Manajemen), 4 orang wakil TP, yaitu Alexander Al (TP. Ledo), Silestinus (TP. Menjalin), Anselmus (TP. Sei Jawi) dan Erma Suryani Ranik (TP. Siantan). Mereka mendapat mandat merekrut calon pengurus periode 4 tahun mendatang. o

Sambutan Ketua Panitia RAT TB 2012, Sukimin, SE

Sambutan Ketua Dewan Pengurus, Sambutan Puskopdit Borneo, Dra. Norberta Yati Lantok diwakili Cyprianus Nagas

Gubernur Kalbar, Drs. Cornelis, MH memukul gong lima kali, dimaknai perwujudan patuh dan selalu ingat pada Pancasila, simbol dimulainya kegiatan RAT Tahun Buku 2012

Gubernur Kalbar, Drs. Cornelis MH, memberikan kata sambutan

Personil Panitia Pemilihan Calon Pengurus Periode 2014-2017 usai ditetapkan

Narasi : Hawad Sriyanto & Foto : Eko dan Kiki

Gubernur Kalbar, Drs. Cornelis, MH mengkritisi buku laporan RAT TB 2012, disaksikan CEO, Marselinus Engkolon, SE dan Ketua Dewan Pengurus, Dra. Norberta Yati Lantok

Peserta Menyimak Sambutan Panitia, Pengurus, Puskopdit, Ditjen Pajak Wilayah Kalbar dan Gubernur Kalbar Presentasi Perkembangan Tahun Buku 2012 oleh Jajaran Dewan Pengurus, Pengawas dan CEO

Hasil Keputusan RAT TB 2012 usai disahkan dalam forum, ditandatangani 3 orang wakil anggota disaksikan Pimpinan Sidang

Pengesahan Dokumen Ralat Berita Acara TB 2009 ditandatangani Pimpinan Sidang Erma Suryani Ranik, SH dan para Saksi Hawad Sriyanto, SH dan Elias Ngiuk, S.Sn

Penasehat, Drs. F.Y. Khosmas, M.Si dan Pr. Yeremias Yerry, OFM Cap menyimak Lpj Dewan Pengurus, Pengawas dan CEO TB 2012

Anggota Menyimak Paparan LPJ Dewan Pengurus, Badan Pengawas TB 2012 dan Program Kerja TB 2013 CMYK


Harian Borneo Tribune 25 Februari 2013