Issuu on Google+

cmyk

I DEALISME, K EBERAGAMAN

DA N

KEBERSAMAAN

Borneo Tribune www.borneotribune.com

Rabu, 23 Januari 2013

11 Rabiul Awal 1434 H - 12 Cap Jie Gwee 2563

Telepon Redaksi/Iklan/Langganan/Pengaduan: (0561) 767788 Faximile. (0561) 766103

Alamat Redaksi: Jln Purnama Dalam No 2 - Pontianak 78121

Sejumlah Dinas Ganti Nama Gubernur : Jabatan Itu Bukan Hak tapi Amanah Pemprov Kalbar merotasi sejumlah pejabat dan mengubah sejumlah nama dinas. Momen pergantian Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasat Pol PP) Provinsi Kalbar dari TTA Nyarong kepada Wibersono menjadi penanda pergantian nama sejumlah dinas. Andika Lay Borneo Tribune, Pontianak

BERUBAH NAMA. Kepala Dinas Pendidikan Nasional dengan Perda berubah nama menjadi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalbar. Drs Alexius Akim menandatangani berita acara pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan oleh Gubernur Kalbar, Drs Cornelis, MH di Balai Petitih, Kantor Gubernur Kalbar. FOTO Andika Lay/Borneo Tribune

ACARA pengambilan sumpah/janji jabatan 6 Pejabat eselon II di Lingkungan Pemprov Kalbar oleh Gubernur Kalbar, Drs Cornelis, MH di Balai Petitih, Kantor Gubernur Kalbar, Selasa (22/1). Keenam

Implikasi Banjir Jakarta Terhadap Perekonomian Kalbar

B uah Bibir Larangan Pakai Motor

Dra. Hj. Hilaria Yusnani

KEPALA Dinas Pendidikan KKU, Dra. Hj Hilaria Yusnani, melarang pelajar yang belum memiliki surat izin mengemudi (SIM) untuk mengendarai kendaraan untuk berangkat maupun pulang sekolah, kecuali diantar oleh orang tua. Larangan tersebut sebagai salah satu bentuk perlindungan keselamatan terhadap pelajar itu sendiri serta bagi para pengguna jalan lainnya dari berbagai hal yang tidak diinginkan. “Kami pastikan anak sekolah ....Ke Halaman -11

Pasokan Barang dan Sembako Tersendat Andry Borneo Tribune, Pontianak IMPLIKASI cuaca buruk yang sempat melanda sejumlah perairan di Indonesia serta musibah banjir yang melanda ibukota Jakarta selama beberapa hari terakhir ternyata menimbulkan dampak yang signifikasi terhadap perekonomian Kalbar. Pasalnya distribusi barang dan sembako dari Pulau Jawa ke Pelabuhan Pontianak menjadi tersendat sekitar 60 persen akibat musibah banjir. Apabila kondisi ini tidak segera disikapi secara serius oleh Pemerintah Provinsi

H. Retno Pramudya. FOTO: Andry/Borneo Tribune

Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa Yoseph Alexander, Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan, Anak dan KB, TTA Nyarong, dan Kepala Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu, Ny Sri Djumiadatun. Menurut Gubernur Kalbar, ....Ke Halaman -11

Hati-hati dengan Bansos! Ubay KPI Borneo Tribune, Pontianak

Kalbar, maka akan berimplikasi terhadap kenaikan harga sembako di seantero ‘Bumi Borneo Barat’. Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Gabungan Forwarder dan Ekspedisi Indonesia (Gafeksi) Provinsi Kalbar, H. Retno Pramudya, menuding Pemerintah Provinsi Kalbar beserta jajarannya terkesan lamban serta kurang peka dalam menyikapi kondisi yang terjadi saat ini. Padahal kondisi ini akan berimplikasi terhadap perekonomian Kalbar itu sendiri. “Implikasi dari tersendatnya proses distribusi barang serta sembako dari Pulau Jawa ke Pelabuhan Pontianak yang jumlahnya mencapai sekitar ....Ke Halaman -11

Rahasia Memancing di Danau Es

Kepala Dinas yang mengalami perubahan nama Dinas dan Badan, diantaranya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Alexius Akim, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Yusri Zainudin, Kepala Pengelolaan Perbatasan dan Daerah Tertinggal Moses Hermanus Munsin, Kepala

Dr. Zulkarnaen

DI KALBAR, memang masih belum ada bukti penegakan hukum terkait penyaluhgunan dana bantuan sosial (Bansos). Seperti pada beberapa tahun lalu, ujung penyelewengan dana Bansos belum menemukan keputusan. Akan tetapi, dengan belum adanya bukti tersebut, bukan berarti dana bansos ....Ke Halaman -11

Kades KKR Tolak Musrenbang Achmad Munandar Borneo Tribune, Kubu Raya SEJUMLAH kepala desa di Kubu Raya sepakat menolak menggelar dan mengikuti musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang) desa maupun kecamatan. Mereka kecewa lantaran selama ini hasil Musrenbang yang diusulkan tidak pernah direalisasikan. ....Ke Halaman -11

Residivis Kambuhan Tertangkap

SEORANG pria dan anak laki-laki duduk di danau es memancing. Seharian, pria itu tidak beruntung sama sekali sementara anak itu telah menarik ikan demi ikan keluar dari lubang di es. Pria itu akhirnya membungkuk dan bertanya apa rahasianya anak itu. ”mmmmm mmm mm mmm mmmm mmm mmm,” jawabnya. ”Maafkan aku, apa yang kau katakan?” ”mmmmm mmm mm mmm mmmm mmm mmm,” anak itu mengulangi. ”Maafkan aku, aku masih tidak mengerti Anda.” Anak itu meludahkan sesuatu ke tangannya, memperlihatkannya dan berkata dengan sangat jelas, “Anda harus menjaga cacing umpan tetap hangat!”o

Man Kemong Bawa Sajam dan Kolok-kolok

Achmad Mundzirin Borneo Tribune, Pontianak SEORANG residivis kambuhan, Man Kemong warga Pontianak Barat, berhasil ditangkap Polsekta Pontianak Barat. Ia kedapatan membawa senjata tajam dan lapak serta dadu judi kolok-kolok. Residivis tersebut berhasil ditangkap ....Ke Halaman -11

Tidak Terbit

Penerbit

Mengurai Politik Etnis Cina Indonesia Etnis Cina Indonesia atau ECI (mengikut terminologi buku ini) di Pontianak dan Singkawang, Kalimantan Barat, adalah sempurnanya wajah kemanusiaan. Di dua kota tersebut, jumlah mereka dominan dari sisi statistik. Mereka tak hanya stereotif pedagang, pebisnis dan kaya. Tetapi juga hidup dan bergulat dengan kemiskinan, seperti menjalani profesi sebagai pedagang sayur, petani, tukang, buruh atau tukang becak. Oleh F Alkap Pasti TERHADAP etnis Cina Indonesia ini, terdapat penekanan atau batasan-batasan untuk ter-

libat dalam hal-hal (partisipasi) politik. Khusus di Kalimantan Barat, penekanan ini karena warisan bahwa mereka, termasuk ECI di Pontianak dan Singkawang

adalah berideologi ganda—sebagai warga negara Indonesia tetapi memiliki loyalitas ke tanah leluhur Tiongkok, atau memiliki

Buku “Etnis Cina dalam Politik Indonesia”. Foto Istimewa

....Ke Halaman -11

PT. ANZON AUTOPLAZA Kantor Pusat: Jl. A. Yani No. 89 Telp. (0561) 734280 Cabang: Singkawang : Jl. A. Yani No. 08 Telp. (0562) 637000; Sampit : Jl. Jend Sudirman Km. 1

HARGA ECERAN HARIAN BORNEO TRIBUNE - PONTIANAK, KUBU RAYA, MEMPAWAH,DAN SINGKAWANG Rp 2.000 - SAMBAS, BENGKAYANG Rp 2.200 - LANDAK,SANGGAU,SEKADAU, KETAPANG,KAYONG UTARA, SINTANG, MELAWI DAN PUTUSSIBAU Rp 2.500 -

cmyk

Tanggal 24 Januari 2013 bertepatan dengan Maulid Nabi Muhammad SAW, Harian Borneo Tribune tidak terbit. Kami terbit kembali pada Tanggal 25 Januari 2013. Demikian pemberitahuan.


Kayong Utara

Rabu, 23 Januari 2013

Empat Pesan Panglima Kodam Abdul Khoir Borneo Tribune, Sukadana Pangdam XII Tanjungpura, Mayjen TNI. Ridwan, menyampaikan empat pesan mendasar saat melakukan kunjungan kerja yang kali pertama ke KKU, di Hotel Mahkota Kayong, Senin (21/1). Konflik komunal menjadi pesan pertama Pangdam. Yang diharapkan tidak terjadi di KKU serta di seluruh wilayah di Provinsi Kalbar. Apalagi saat ini ditengah bergesernya pola pikir dan pengaruh tekanan sosial sehingga banyak masalah kecil yang dahulu merupakan masalah biasa kini bisa memicu konflik. Pangdam menambahkan, sebagai kabupaten baru KKU merupakan sebuah daerah yang sedang semangat dan giat melakukan pembangunan diberbagai bidang. Dan hal itu dibarengi dengan masuknya investor ke KKU sehingga antisipasi adanya tumpang tindih lahan dan kemungkinan adanya dokumen kepemilikan lahan ganda agar dapat diantisipasi jauh-jauh hari sebelum munculnya masalah yang lebih besar yang dapat berdampak terhadap keamanan. Ketenagakerjaan juga menjadi sorotan Pangdam. Dimana banyak tidak terpe-

Borneo T Tribune

Pangdam: Hildi Hamid Bupati Founding Fathers Abdul Khoir Borneo Tribune, Sukadana

Cinderamata, Pangdam XII Tanjungpura, Mayjen TNI Ridwan saat menerima cindera mata dari Bupati KKU, H. Hildi Hamid. FOTO: Abdul Khoir/Borneo Tribune nuhinya hak dan kewajiban antara pekerja dan pengusaha yang berdampak adanya gesekan dan koflik ketenagakerjaan. “Laksanakan Pilkada yang berkualitas.

Sama-sama menjaga keamanan serta tanamkan niat untuk menang dan terhormat,” tegas Mayjen Ridwan. Pangdam yang hadir bersama istri serta sejumlah per-

wira tinggi di Kodam XII Tanjungpura tersebut hadir dalam rangka silaturahmi dan beramah-tamah bersama tokoh masyarakat dan Pemerintah KKU. Kehadir-

an mereka disambut langsung oleh Bupati KKU, H. Hildi Hamid yang didampingi istri serta jajaran SKPD di lingkungan Pemerintah KKU.

2

Bupati KKU, H. Hildi Hamid, disebut sebagai bupati founding fathers oleh Pangdam XII Tanjungpura, Mayjen TNI Ridwan, saat acara ramah tamah dengan tokoh masyarakat dan Pemerintah KKU, di Hotel Mahkota Kayong, Senin (21/1). “Bupati pertama (Hildi Hamid, red) bisa dikatakan founding fathers. Karena dia merupakan pemimpin pertama yang meletakkan pondasi dan menentukan arah kemana dan bagamana mencapai ke arah tersebut,” ujar Pangdam XII Tanjungpura, Mayjen TNI Ridwan. Menurutnya, sebagai founding fathers, Bupati pertama harus bekerja dengan ekstra untuk membangun sebuah peradaban baru di sebuah wilayah dari titik nol. Dimana segala sesuatunya masih terbatas apa adanya untuk mengejar ketertinggalan dengan kabupaten lain yang sudah lama berdiri dan memiliki tingkat kesejahteraan yang juga lebih baik. “Sebagai founding

fathers memiliki banyak tantangan namun juga menjadi sebuah kebanggaan tersendiri, karena merupakan yang pertama dan akan dijadikan tolak ukur sebuah keputusan generasi berikutnya,” timpalnya. Namun sebagai founding fathers, sambung Pangdam juga harus dapat meletakan sebuah konsep yang benar-benar dapat dipergunakan dalam jangka panjang. Seperti penataan, perencanaan dan tentunya penentuan arah tidak hanya bersifat pragmatis atau bahkan hanya dapat dirasakan dalam jangka waktu singkat saja. Bahkan Ridwan mengumpamakan, dalam perencanaan yang baik tidak perlu malu untuk mencontoh daerah lain yang lebih dulu maju dan memiliki kualitas yang baik. Seperti dalam penataan kota dan pertanahan, dimana Malaysia dan Singapura dapat menjadi inspirasi dalam penataan ruang. Karena kedua negara tersebut dapat merencanakan bahwa negaranya akan menjadi negara maju sehingga lebar jalan, lokasi perumahan, pasar dan pusat-pusat bisnis ditata dengan sedemikian rupa.

Opini

Menjadi Guru yang Sukses Oleh: Y PRIYONO PASTI APA yang dituntut untuk menjadi seorang guru yang sukses? Menjadi Mr./ Mrs./Ms. Nice Guy atau mengambil bagian dalam The Wicked Witch untuk menjaga agar siswa belajar sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan sekolah? Pada situasi tertentu, salah satu diantaranya dapat saja dipilih sebagai alternatif. Namun sesuai dengan tuntutan manajemen pendidikan modern, menjadi teman, pembimbing, penuntun, pengayom, fasilitator, dan motivator bagi para siswa lebih dianjurkan. Pengalaman membuktikan, melakukan pemaksaan dalam proses pembelajaran dengan tindakan-tindakan indoktrinatif dan sok kuasa hanya akan mencederai siswa dan tak akan membuat proses pembelajaran berjalan efektif. Kesediaan untuk Belajar Menjadi guru yang sukses tidak menuntut daya tarik luar biasa, penampilan parlente, fashionable, apalagi gen yang khusus. Syarat utama menjadi guru yang sukses adalah kesediaan untuk terus BELAJAR agar memiliki keahlian (kompetensi) yang mumpuni. Belajar dari dinamika dan realitas universitas kehidupan, banyak orang yang ingin dan men-

capai sukses, tetapi yang berhasil tak sebanyak mereka yang menginginkannya. Ini disebabkan kebanyakan dari mereka enggan BELAJAR tentang bagaimana PROSES mencapainya. Mereka tidak memiliki roadmap (peta jalan) menuju sukses dalam pekerjaannya. Untuk meraih sukses, orang perlu konsistensi. Betapa pentingnya konsistensi di dalam hidup kita, digambarkan dengan kekuatan tetesan air yang bisa melubangi batu cadas sekeras apa pun. Agar konsistensi itu tetap terjaga, ia membutuhkan ketekunan, self-dicipline, dan komitmen yang kuat. Tidak ada perubahan, kemajuan, dan keinginan dapat terwujud tanpa ketekunan, disiplin diri, dan komitmen. Itulah harga yang harus dibayar untuk maju dan meraih sukses. Belajar dari sejumlah tokoh, penemu, pemimpin, pengusaha, artis, dan orang-orang yang telah meraih sukses dalam hidupnya, mereka sukses karena mereka melakukan sesuatu dengan benar dan fokus. Mereka secara ajeg menerapkan prinsip 5 P sebagai sumber kekuatan untuk meraih suksesnya. Mereka punya Purpose, tujuan (cita-cita) yang sangat jelas dan mengupayakannya. Mereka punya Patient (sabar). Mereka punya Persistent (keteguhan hati). Mereka percaya diri dan bang-

Idealisme, Keberagaman dan Kebersamaan

ga atas kemampuan dan dirinya (Pride), optimis dan memandang segala sesuatu dari Perspektif yang benar (lih. Ali Murtadlo dan Tatik Suryani, 2008). Sebagai guru, tugas utamanya adalah menyusun rencana kerja (baca: Rencana Kerja Guru=RKG) yang representatif agar proses pembelajaran menjadi tepat guna dan tepat sasaran untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Halhal yang mesti dipertimbangkan guru dalam menyusun RKG-nya meliputi: (1) tujuan terdefinisi dengan baik, (2) langkah-langkah untuk mencapainya didefinisikan dengan jelas, (3) jadwal waktu yang realistik, (4) pembagian kerja, (5) pengujian keefektifan, (6) koreksi kinerja dengan menggunakan data yang terkumpul, dan (7) melakukan pengulangan. Agar RKG itu dapat berfungsi sebagaimana mestinya, guru mesti melakukan evaluasi dan perbaikan secara terus-menerus. Untuk itu, teori manajemen Siklus Shewhart (Shewhart Chart) yang disebut dengan Siklus PDCA (Plan, Do, Check, Act) ciptaan Dr. W. Edwards dapat dijadikan alternatif pijakan. Siklus PDCA ini mempunyai 4 tahapan (fase), yaitu (1) Plan (perencanaan): guru merencanakan perbaikan, (2) Do (pelaksanaan): guru bersama siswa melaksanakan rencana yang telah di-

tentukan, (3) Check (pemeriksaan): guru bersama siswa menganalisis hasil-hasilnya, dan (4) Act (penetapan): guru bersama siswa menetapkan untuk membuat standarisasi perubahan dan perbaikan kembali dengan informasi yang baru. Pendekatan PDCA ini merupakan alat untuk membantu guru berpikir secara terbuka (lateral) ketika merencanakan kegiatan pembelajaran. PDCA membantu guru melihat pekerjaan sebagai suatu proses yang berkelanjutan, untuk dievaluasi dan diuji, kemudian dimodifikasi untuk mendorong agar RKG lebih efektif, efisien, dan berkualitas. Dalam konteks pembelajaran di sekolah, bicara tentang guru (dengan segala RKG-nya) mesti juga bicara tentang siswa. Keduanya bak mata uang yang tak dapat dipisahkan satu sama lain. Berkaitan dengan siswa ini, tugas penting guru adalah memberi MOTIVASI. Hal yang sangat lazim, bahwa setiap insan mempunyai kebutuhan fundamental, yaitu ingin dihormati, dihargai, diperhatikan, dan menjadi penting di lingkungannya. Keinginan ini telah dimiliki setiap manusia sejak ia lahir. Keinginan yang telah terpenuhi dengan baik tak mudah untuk dilupakan, bahkan sampai hari tua setiap insan. Demikian juga halnya setiap siswa. Mereka juga

perlu diapresiasi, ingin dihormati, dihargai, diperhatikan, dan diakui eksistensinya. Mereka perlu dimotivasi untuk meledakkan potensi kreatif-substansial yang mereka miliki yang masih tersembunyi itu (hidden power) menjadi potensi-potensi yang terartikulasi-terejawantahkan (manifest power). Untuk itu, guru mesti mengetahui kebutuhan para siswanya, baik kebutuhan secara fisiologis maupun psikologis. Seyogianya, seorang guru juga bersikap sebagai seorang psikolog (yang humanis). Guru harus mengetahui tingkah laku para siswanya yang beraneka ragam itu. Kemampuan untuk memahami dan mendalami siswa dengan ruparupa karakteristik dan persoalan yang dihadapi dan dialaminya akan sangat membantu bagaimana guru mesti memperlakukan mereka dan bagaimana memotivasi mereka untuk terus tumbuh, maju, berkembang, berprestasi sebagaimana yang diharapkan. Berkaitan dengan tugas (mulia) guru ini, selain membuat RKG dan memotivasi siswa, tugas lain yang tidak kalah pentingnya adalah bagaimana menangani para siswa yang bermasalah. Cara guru menangani siswa yang bermasalah merupakan salah satu faktor terbesar penentu kesuksesan atau kegagalan guru dalam menjalankan tugas-

nya. Agar penanganan siswa yang bermasalah berlangsung efektif, apresiasi dan respek dari siswa menjadi tuntutan. Untuk itu kemampuan komunikasi guru yang mengedepankan penghargaan pada martabat pribadi manusia sebagai manusia yang unik dan utuh mutlak diperlukan. Agar penanganan siswa bermasalah itu dapat berlangsung efektif, rujukan berikut ini dapat menjadi pertimbangan. Pertama, bicarakan masalah tersebut dengan siswa secara pribadi. Menyalahkan siswa di depan rekan-rekannya akan mempermalukannya dan itu berdampak destruktif. Kedua, bersikaplah sangat spesifik akan masalah siswa. Mengatakan sesuatu seperti,” Anda malas bagaimana bisa berprestasi,” tak akan membantu. Lebih baik katakana,” Anda selalu datang terlambat, apa yang terjadi?” Ketiga, bersedia mendengarkan. Berikan nasehat bila perlu. Anda harus berhati-hati memberikan arahan kepada siswa yang sedang bermasalah. Keempat, pastikan bantuan apa yang tepat diberikan kepada siswa yang bermasalah itu. Apabila siswa bersikap kasar dan defensif terhadap Anda, itu adalah indikator kuat adanya masalah. Seseorang (termasuk siswa) yang bersalah biasanya menyerang siapa saja yang bicara terang-terangan ter-

hadapnya tentang masalah yang dialaminya. Kelima, sadarilah bahwa Anda bertugas untuk membantu siswa yang bermasalah. Untuk itu, tentu, Anda siap bekerja keras menolongnya. Jangan bereaksi terhadap kemarahannya karena sering kali hal itu sesungguhnya bukan ditujukan kepada Anda. Keenam, apabila Anda harus mendisiplinkan siswa, pastikan siswa bersangkutan mengetahui peraturan (tatibnya). Sepakati sanksinya. Pemberhentian adalah jalan terakhir. Namun jika diperlukan, (disepakati dewan guru) jangan dihindari. Siswa lain akan bersikap tidak respek terhadap Anda bahkan terhadap institusi (sekolah) apabila Anda membiarkan perilaku buruk siswa itu berlanjut. Mungkin masih banyak hal yang mesti dilakukan guru untuk menunjang kesuksesan kariernya sebagai guru. Namun hemat penulis, bila paparan di atas menjadi concern guru (bahkan menjadi bagian integral perilaku kesehariannya dalam proses pembelajaran), diyakini indikator kesuksesan sebagai guru telah berada dalam genggaman. Y PRIYONO PASTI Seorang Pendidik, Alumnus Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, tinggal di Pontura

Penerbit: PT. Borneo Tribune Press. Direktur Utama: W Suwito, SH, MH. Penasehat Hukum: A. Ambo Mangan, SH, MH, Martinus Ekok, SH, MH. Pemimpin Umum: Sisa Primashinta. Senior Editor: H. Nur Iskandar, SP, Tanto Yakobus, Alexander Mering. Wakil Pemimpin Redaksi: Budi Rahman. Redaktur: Andry, Agus Wahyuni, Aulia Marti, Hairul Mikrad, Yusriadi, Viodeogo. Reporter: Abdul Khoir, Andika Lay, Yulan Mirza, Achmad Mundzirin, Achmad Munandar, Ubay. Biro Kubu Raya: Hanoto Jl. Sui Raya Dalam (081522711111). Biro Mempawah: Johan Wahyudi, Jl. Pendidikan Gg. Suka Mulya No.10 (085654587038). Sambas: Amrul Ambiya (Kontributor/Pemasaran), Jl. Suka Mantri (085245527602). Biro Bengkayang: Mujidi, Jl. Pahlawan No. 10, Kelurahan Bumi Emas Bengkayang (085245247955). www.borneo-tribune.net Landak: Yohanes Ngalai/Pemasaran, Jl. Barage Gg. Pak Kasih No. 51 Ngabang (085822062880). Biro Sanggau: Ratnasari Jl. Agus Salim No.10 (085245904505). Biro Melawi: Eko Susilo (0812-56452946) TERBIT SEJAK 19 MEI 2007 Jl. M Saad, Gg. Kayan, Serundung- Nanga Pinoh. Biro Sekadau: Bagus Kosminto, Jl. Irian No. 41 Sekadau Hilir (085245743683). Biro Sintang: Endang Kusmiyati (08524-5006757), Saumin (Pemasaran) (085284291321) Jl. JC Oevang Oeray, Gg. Ahmad 2. Biro Kapuas Hulu: Jl. Kenanga, Ruko Pemda Blok B. 6 Putussibau Utara (08562569007). Ketapang: Jaidi Chandra (Kontributor), Jl. Gajah Mada No. 156 (081345450988). Fotografer: Ulla Asri Sekretaris Redaksi: Erika Sudiardjo Umum: Emiliana (Manajer), Fitriyana,. Percetakan/Pracetak: Ukan Dinata. Staf Pracetak: Fahmi Ichwan, Syam „ Wartawan, Kontributor, Intensive Programme dan Abubakar, M. Taufik,. Staf Percetakan: Andre, Nurhalis, Rustam. Marketing: Sisa Primashinta, Hesty Yosana, Aldi Chairudin, Ardiansyah. Desain Iklan: Atika Ramadhani, M. Affandy,Ferry Ade Putra Freelancer Borneo Tribune dibekali identitas, surat Sirkulasi: Dhani, Suprianto. Keuangan: Jumi Erlinasari, Tri Agustin, Kusnan, Husada, IT: Iwan Siswanto. Tarif Iklan: BW (black and white) Rp 6000/mm kolom, Full Colour hal 1 Rp 15.000/mm kolom, tugas atau tanda pengenal (ID-Card) dan dalam mehalaman dalam Rp 12.000/mm kolom. Alamat Kantor Bisnis dan Alamat Redaksi: Jalan Purnama Dalam No 2 Pontianak Telpon 0561-767788 Fax 0561-766103. E-mail: borneotribune@yahoo.com laksanakan tugas jurnalistiknya tidak diperkenankan menerima suap atau amplop

Borneo Tribune


Serba Serbi

Borneo T Tribune

Rabu, 23 Januari 2013

3

Tekan Angka Laka Lantas

80 Warga Pontianak Ditilang

Achmad Mundzirin Borneo Tribune, Pontianak Sebanyak 80 warga ditilang oleh Sat Lantas Polresta Pontianak saat melaksanakan giat rutin razia Sepeda motor, di Jalan Sultan Syahrir Pontianak, Selasa (22/1). Selain menurunkan, anggota Sat Lantas, Polresta Pontianak juga menurunkan sejumlah anggota Sat Sabhara Polresta Pontianak, dengan jumlah keseluruhan Lantas dan Sabhara 51 personil. Selain itu juga, Polresta juga berhasil mengamankan barang bukti lainnya hasil razia tersebut, yakni 28 SIM, 46 STNK, 6 Sepeda Motor. Menurut Kasat Lantas Polresta Pontianak Kompol Boy Samola, razia yang dilakukan pihaknya tersebut merupakan kegiatan rutin, dan ini dilakukan setiap harinya, namun dengan titik yang berbeda - beda. ”Ada 80 warga Kota Pon-

Ada 80 warga Kota Pontianak yang kita tilang, dan ini berbagai pelanggaran yang telah dilanggar oleh warga tersebut.

tianak yang kita tilang, dan ini berbagai pelanggaran yang telah dilanggar oleh warga tersebut,” ungkap Boy Samola. Dikatakan Boy, razia ini guna menekan angka laka lantas, baik menyebabkan luka berat maupun meninggal dunia. Selain itu juga menekan angka pelanggaran lalu lintas, baik surat

menyurat atau kelengkapan. ”Kami melakukan razia setiap hari, karena razia langkah efektif menekan angka laka lantas yang terjadi,” ujar beliau. Lanjut Boy, kesadaran hukum masyarakat Kota Pontianak, dalam hal lalu lintas, banyak yang sudah sadar dan banyak yang juga yang belum, buktinya banyak yang tidak memiliki SIM, ada juga yang memiliki SIM tapi kelengkapan berlalu lintas tidak digunakan. ”Misalnya memiliki SIM, tapi kaca sepion tidak ada, kemudian melanggar lampu merah, serta untuk remaja banyak kebut - kebutan,” ungkapnya. Kasat Lantas Polresta Pontianak pun mengimbau masyarakat Kota Pontianak, untuk selalu mentaati peraturan lalu lintas, mentaati rambu - rambu lalu lintas. Karena dengan mentaati peraturan - peraturan tersebut, karena ini demi keamanan diri sendiri maupun pengendara lain.

Foto Int

Banjir Jakarta

Posko Telkom Group Peduli Evakuasi 11 Balita JAKARTA, 22 Januari 2013 – Pada hari pertama dibukanya Posko Telkom Group Peduli, di Penjaringan kemarin (21/1), Tim Telkomsel Emergency Response and Recovery Activity (TERRA) berhasil mengevakuasi 11 balita, dari lokasi banjir di Kelurahan Penjaringan, Jakarta Utara. Pengoperasian posko dan tindakan evakuasi di Penjaringan, Jakarta Utara merupakan kelanjutan dari bantuan dan dukungan yang telah diberikan oleh Telkom Group, sejak bencana banjir melanda Jakarta, pertengahan ming-

gu lalu. Kawasan Penjaringan, Pluit dan sekitarnya merupakan daerah yang hingga kini masih tergenang air. Kondisi ini menyulitkan warga, terutama anak-anak, yang mengalami gangguan kesehatan. Oleh karena itu, bekerja sama dengan Yayasan Kesehatan Telkom, tim Telkom Group Peduli berinisiatif melakukan pemeriksaan dan pengobatan gratis dengan mendatangi rumah-rumah warga yang terjebak dan tidak dapat mendatangi posko terdekat. Operation Vice President

Public Relation PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk Arif Prabowo, mengatakan, “Banjir selalu membawa risiko munculnya berbagai penyakit, terutama bagi anakanak dan orang tua. Untuk meringankan penderitaan warga korban banjir dan membuka akses terhadap pengobatan di lokasi banjir,” lanjut Arif Prabowo. Posko Telkom Group Peduli Penjaringan dilengkapi dengan 1 unit mobile service Bisbuzz yang dialih fungsikan menjadi posko layanan kesehatan, 1 unit ambulance, 4 perahu karet, 3 genset

sebesar 1000 KVA, 40 relawan, 2 dokter, 2 perawat serta 1 tenda pengungsi yang dapat menampung hingga 20 orang. Hingga saat ini, Telkom Group telah membuka 6 posko tanggap darurat di Asem Baris, GOR Jakarta Timur (Otista), Kampung Pulo, Penjaringan, Ciputat dan Karawang. “Di setiap Posko Telkom Group Peduli disediakan layanan kesehatan 24 jam, layanan telepon, akses internet, dan layanan charger ponsel gratis,” tambah Mas’ud Khamid, Direktur Sales PT. Telekomunikasi Selular (Telkomsel). (Rilis).

Solusi Tepat Terobosan Terbaru TCM

ATASI SEGALA MACAM PENYAKIT PRIA Ciri khas kemanjuran & keunggulan Hongkong Medistra TCM sangat jelas dengan resep kuno kekaisaran, resep rahasia turun temurun serta herbal Tiongkok alami, intinya adalah mengobati berbagai penyakit bandel yang susah disembuhkan, khusus menangani berbagai jenis penyakit kronis, begitu diobati langsung dapat dirasakan manfaatnya. Efektif mengobati berbagai penyakit kronis sampai akarnya, tanpa efek samping, setelah diatasi tidak mudah kambuh kembali. Menurut survey terbaru, disfungsi seksual pria termasuk penyakit yang sangat banyak diderita. Terutama persentase penderita impotensi, ejakulasi dini, radang prostat mengalami kenaikan pesat, berdampak jauh lebih parah bagi psikologi dan jiwa, dibanding penyakit pria lainnya, juga merupakan 30% alasan retaknya keharmonisan rumah tangga, menghancurkan kepercayaan diri pria. Penyakit fungsi seksual menimpa pria pada berbagai kalangan usia dan harus diobati sedini mungkin agar tidak memburuk hingga menimbulkan penyakit komplikasi bandel lainnya yang sangat parah dan berbahaya. Hongkong Medistra TCM ada konsultan Sinshe ahli TCM (Traditional

Chinese Medicine) ternama dari Tiongkok yang siap membantu Anda. Melalui pengalaman kerja keras puluhan tahun akhirnya berhasil menemukan terobosan terbaru, khusus mengatasi disfungsi seksual pria, seperti: Impotensi, Ejakulasi Dini, Radang Prostat, Sperma Mati, Tidak ada Sperma, Alat vital tidak normal, Kemandulan, dll. Hasilnya relatif cepat, aman dan tanpa efek samping. Terobosan metode TCM dengan herbal berharga alami yakni “Qiang Yang Bu Shen Liao Fa” ini dipadukan akupuntur elektroterapi sangat terkenal diberbagai Negara, berfungsi memperkuat ginjal & sperma, menyeimbangkan unsur yin & yang didalam tubuh, setelah diatasi bisa menormalkan fungsi seksual, masa berhubungan bisa lebih lama. Rata-rata setelah 2-3 tahap pengobatan, gejala penyakit seperti kencing terasa sakit, sering kencing, tidak tahan kencing, kencing tidak bertenaga, tidak tuntas, bernanah dan lainnya berangsur menghilang secara nyata, sistem reproduksi kembali normal, bisa diatasi hingga ke akar penyakit dan tidak mudah kambuh lagi.

Untuk Konsultan & Pengobatan Hubungi :

HONGKONG MEDISTRA TCM Jl. H. Agus Salim No. 126 Pontianak - Kalimantan Barat Telp. (0561) 733268 HP. 0821 5279 7888 Hari Senin - Sabtu Buka Jam 09.00 s/d 17.00 WIB Minggu & Libur Besar Jam 09.00 s/d 13.00 WIB


Kalimantan Barat - Kota Pontianak Borneo Tribune

Rabu, 23 Januari 2013

4

Sekda Ajak Lestarikan Lingkungan

CMYK

Borneo Tribune, Mempawah Hal tersebut di sampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan, juga selaku Dewan Paripurna PPM, Drs. M. Zeet Hamdy Assovie,MTM. Pada acara peringatan Hut LLVRI ke-56 dan Hut PPM ke-32. Halaman kantor Desa Bakau kec. Sungai Pinyuh kab. Pontianak. Pada kegiatan tersebut juga para LVRI dan PPM berjiarah ke makam pahlawan di kab pontianak, dilanjutkan menanam pohon bakau di bibir pantai yang terkena Abrasi. Hadir pada acara tersebut Asisten I Setda Kab. Pontianak, Ketua LVRI Prov Kalbar, KaPolsek pinyuh, Kasdam, FKPPI, Tokoh Masyarakat dan Agama. Lebih lanjut Dewan Paripurna PPM (Pemuda Panca Marga) mengatakan dengan tema “ Siap menjadi Garda terdepan dalam membina Lingkungan” mengajak semua kalangan untuk bersama-sama untuk bisa menjaga lingkungan. Kegiatan peringatan Hut LVRI dan PPM yang di adakan di Bakau ini sengaja dilakungan karna daerah ini merupakan daerah yang dekat dengan pesisir pantai laut yang Abrasinya sudah makin besar di setiap bibir pantainya, ini lah yang harus kita waspadai bersama-sama. Banyak hal yang bisa kita lakukan dalam menjaga lingkungan di masyarakat, contohnya dengan menanam pohon bakau dan lain sebagainya disetiap bibir pantai

yang mudah terkena abrasi. Dengan bermodalkan kemauan dan niat, segala sesuatu yang ingin dilakukan pasti akan dapat berjalan sesuai dengan apa yang kita inginkan. Untuk itu, Jadikan budaya menjaga lingkungan menjadi pegangan hidup kita sehari-hari, dan di mulai dari diri kita sendiri . Ungkap “Drs. M. Zeet Hamdy Assovie, MTM”. Selain itu, Perlu adanya suatu sikap untuk menjadikan momentum Pringatan Ulang Tahun LVRI ke-56 dan PPM ke-32 ini sebagai motivasi yang mampu mendorong kinerja organisasi, baik secara kualitas maupun kuantitas, dan evaluasi terhadap pelaksanaan program organisasi. Usia LVRI ke-56 dan PPM ke-32 merupakan usia yang sangat dewasa, oleh karena itu diharapkan kiprahnya sebagai organisasi sosial semakin dapat dirasakan keberadaan dan perannya di tengahtengah masyarakat, sesuai dengn peran dan fungsi masing-masing. Dalam pembukaan Undang-Undang dasar 1945, secara jelas dan gamblang mengamanatkan kita agar meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran bagi seluruh rakyat indonesia. Untuk mewujudkan hal tersebut Pemerintah dan masyarakat diharapkan selalu bersinergi dalam memerangi dan menuntaskan berbagai masalah yang sedang dan akan kita hadapi, khususnya pemerintah Prov Kalbar, yaitu menuntaskan masalah kebodohan dan kemiskinan.

Maslah kebodohan dan kemiskinan adalah faktor utama yang mendasari terjadinya persoalan dan komplek sosial. Terkait dengan hal tersebut, sebagaimana kita ketahui bersama bahwa IPM kalbar saat ini masih di bawah rata-rata nasional. Untuk itu, perlu komitmen yang kuat dan sungguh-sungguh dari pemerintah dan semua elemen masyarakat, termasuk organisasi masyarakat, untuk berjuang dan bekerja keras bergandengan tangan dalam mengejar keterpurukan tingkat IPM kalbar saat ini. Sebagai mana diketahui juga, saat ini pemerintah sedang gencar-gencarnya mensosialisasikan kebijakan pemerintah untuk mempercepat peningkatkan kesejahteraan masyarakat, yaitu melalui Undang-Undang Nomor 40 tahun 2004 tentang sistem jaminan sosial nasional (SJSN), yang apabila di implementasikan dengan baik dan benar diyakini dapat menjawab berbagai permaslahan di bidang perlindungan sosial, karena memuat dan mengatur secara komprehensip upaya mewujudkan masyarakat yang sejahtera, adil, makmur dan bermartabat. Hal tersebut sangat berarti dan strategis, termasuk apabila dapat diimplementasikan oleh pemerintah bersama-sama dengan semua organisasi masyarakat, antara lain seperti LVRI dan PPM yang memperingati Ulang Tahunnya “tutur “Drs. M. Zeet Hamdy Assovie, MTM”. (Rinto/Humas Prov KalBar).

Sekda Prov, selaku Dewan Paripurna PPM Menyerahkan Cndra mata kepada Ketua LVRI Kalbar Foto Istimewa

Muazah terpilih kembali Amrul Borneo Tribune, Sambas Pelantikan Pengurus Badan Kotak Majelis Taklim ( BKMT ) di Balairung Sari Bupati Sambas Sabtu, (19/ 1) Sekabupaten Sambas berjalan lancar. Majelis Taklim adalah lembaga pendidikan agama Islam non formal yang se nantiasa berusaha menanamkan akhlaq yang mulia, meningkatkan ketaqwaan, pengetahuan dan kecakapan dalam mencari keridhaan Allah SWT. Selain itu majelis taklim merupakan swadaya masyarakat, berkembang dari kalangan masyarakat dan untuk kepentingan masyarakat. Dalam acara Pelantikan BKMT ini, Muazah dilantik sebagai Ketua BKMT Kabupaten Sambas. Hj Muazah Al Adawiyah dipercaya untuk memimpin BKMT kabupaten Sambas periode 2013-2018. Penetapan tersebut sesuai dengan hasil musyawarah daerah kedua BKMT Kabupa-

ten Sambas tahun 2012 yang digelar diruang siding DPRD Kabupaten Sambas. Organisasi ini berfungsi sebagai media pemberdayaan dan pengembangan pendidikan keagamaan bagi setiap anggota organisasi maupun bagi masyarakat bangsa secara keseluruhan. Sedangkan tujuan BKMT secara umum terwujudnya cita-cita nasional bangsa Indonesia sebagaimana termaktub dalam pembukaan UUD 1945, dan memajukan kesejahteraan ummat dan masyarakat berdasarkan prinsip-prinsip ajaran Islam,.Kemudian tujuan khususnya adalah meningkatkan kemampuan dan peranan majelis taklim serta mewujudkan masyarakat baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur. Menurut Ketua BKMT Kabupaten Sambas, Hj Muazah Al Adawiyah mengatakan Dengan terpilihnya saya sebagai Ketua BKMT kabupaten Sambas yang baru, Insyaallah BKMT Sambas akan lebih baik dari sebe-

lumnya. “ Insyaallah kami akan tetap memberikan wawasan yang terbaik kepada masyarakat, meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT untuk melaksanakan kegiatan BKMT. Harapannya kedepan BKMT akan lebih baik lagi, akan lebih focus dengan

pendidikan Islam, berwawasan Islam serta meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT. Untuk target kedepannya semua Kecamatan akan lebih banyak kelompok-kelompok bukan hanya dari kualitas tapi kuantitas juga penting, “ Ungkapnya. o

Foto Bersama Ketua terpilih ( Muazah Al Adbwiah) BKMT dalam acara pelantikan BKMT Kabupaten Sambas Di Balai ruang Sari Bupati Sambas.

Kalbar Rangking 13 Produksi Padi Wagub: Jadikan Kalbar Pulau Pangan Indonesia Andika Lay Borneo Tribune, Pontianak Wakil Gubernur Kalbar, Drs Christiandy Sanjaya mengatakan, meskipun Provinsi Kalbar telah sukses meningkatkan produksi padi diatas 5 persen selama 3 tahun berturut-turut dan dimulai tahun 2009, 2010, dan 2011, bahkan secara nasional produksi padi di Provinsi Kalbar berada di peringkat 13 dari 33 Provinsi, tetapi jangan terlena. “Masih banyak yang harus kita lakukan, dimana, saya berkeinginan agar Provinsi Kalbar dapat menjadi sebagai salah satu lumbung pangan nasional sekaligus menjadikan Pulau Kalimantan sebagai pulau pangan Indonesia,” kata Christiandy Sanjaya, Selasa (22/1) pada pembukaan acara Seminar Dalam

Rangja HUT Pemprov Kalbar, di Grand Mahkota Hotel. Dikatakan olehnya, pada sub sector peternakan, kondisi peternak di Provinsi Kalbar saat ini memberikan janji masa depan yang baik, sekalipun masih banyak persoalan yang dihadapi. Provinsi Kalbar masih menyimpan banyak potensi yang dapat digali lebih dalam lagi untuk pengembangan sector peternakan. “Dibutuhkan berbagai macam inovasi dari para pelaku peternak itu sendiri untuk menguak peluangpeluang tersebut. Yang paling krusial dan merupakan peluang untuk dikembangkan adalah bagaimana peternak mengembangkan bibit yang berkualitas, serta paling efisien dalam pemeliharaannya,” jelasnya. Secara umum, masih menurut Wagub, kemampuan masyarakat Kalbar

dalam mengkonsumi protein hewani masih tergolong rendah dari target konsumsi hewani yang ditargetkan, dan ini disebabkan masih relative mahalnya harga hewani. “Mahalnya harga makanan hewani tersebut tidak terlepas, karena biaya untuk pengadaan pakan ternak cukup besar,” ujarnya. Diakui oleh Wagub lagi, dalam merubah IPM bukan semudah membalikan telapak tangan, dan banyak faktor yang harus diperhatikan, namun dirinya berkeyakinan, dengan komitmen bersama, dan dukungan persatuan dan perjuangan dari seluruh masyarakat Kalbar, pasti kita akan bisa melakukan perubahan demi mewujudkan masyarakat Kalbar yang beriman, sehat, cerdas, aman, berbudaya, dan sejahtera. o

CMYK

“Jaga lingkungan untuk keberlangsungan kehidupan yang lebih cerah.”


Mempawah-Kubu Raya Borneo Tribune

Rabu, 23 Januari 2013

Pembangunan Rumah Sakit Wacana

Kepala SKPD Diberi Penyuluhan Hukum Johan Wahyudi Borneo Tribune, Mempawah Meningkatkan pengetahuan hukum terkait pengetahuan tentang perjanjian kontrak pengadaan barang dan jasa, Kejaksaan Negeri (Kajari) Mempawah, Selasa (22/1), kemarin melaksanakan penyuluhan hukum tentang pengadaan barang dan jasa dan pengguna anggaran di ruang lingkup pemerintah daerah Kabupaten Pontianak di Aula Kantor Bupati Pontianak. Acara tersebut, dihadiri langsung Kajari Mempawah, Bambang Setyadi, Bupati Pontianak, Ria Norsan, Setda, Gusti Ramlana, Kepala SKPD, PPK, PPATK, bendahara umum, asosiasi kontruksi dan staf Kejari Pada kesempatan terse-

but, Bupati Pontianak, Ria Norsan mengatakan melalui penyuluhan hukum ini, diharapkan seluruh pengguna anggaran daerah, PPK, PPATK, bendahara, maupun asosiasi kontruksi bisa melaksanakan tugas, fungsi dan tanggungjawabnya dengan baik. “Kita berharap pelaksanaan anggaran, bisa terlaksana dengan baik sesuai prosuder dan aturan hukum yang berlaku. Apalagi dalam pengolahan uang daerah banyak pihak yang terlibat. Untuk pelaksana anggaran jangan takut melaksanakan tugas asalkan sesuai aturan yang berlaku. Dan pemerintah daerah tetap menjalin kerjasama dan koordinasi dengan pihak kejaksaan tetap terjalin dengan baik,” katanya. Sedangkan Kajari Mem-

Achmad Munandar Borneo Tribune, Kubu Raya

HUKUM Kajari Mempawah, Bambang Setyadi saat memberikan penyuluhan hukum kepada Kepala SKPD beserta staf di Aula Kantor Bupati Pontianak. FOTO : Johan Wahyudi/Borneo Tribune

pawah, Bambang Setyadi dalam penyuluhannya mengatakan melalui penyuluhan hukum diharapkan bisa membangun pemerintahan yang Good Government, dalam rangka pencegahan korupsi. Terutama dalam proses pengolahan anggaran da-

erah dan pengadaan barang dan jasa. Khusunya tugas dan tanggungjawab PPK dan PPATK. “Penyebab terjadinya penyimpangan anggaran karena sisitem perencanaan anggaran yang kurang tepat dan tidak realistis, ada niat dari

pelaksana pengadaan dan adanya tekanan dari pihak luar kepada pelaksana pengadaan. Dan adanya kelemahan Perpres dalam penawaran. Saya berharap melalui penyuluhan ini, bisa menciptakan system pemerintahan yang Good Government,” katanya. o

Kehidupan Masyarakat Harus Lebih Baik Johan Wahyudi Borneo Tribune, Mempawah Tahun 2012 baru saja berlalu. Berbagai rencana yang belum sempat terealisir di tahun lalu hendaknya menjadi “PR” di tahun 2013 ini. Kerja-kerja yang menyangkut peningkatan kesejahteraan masyarakat perlu untuk dilanjutkan agar tahun 2013 jauh lebih baik dari tahun 2012. Cara pandang yang demikian itu merupakan bagian dari sikap hidup masyarakat yang tahu dan mau bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan karunia yang telah di berikan-Nya. Pesan moral ini disampaikan Bupati Pontianak Ria Norsan saat memberikan kata sambutan, di acara Syukuran Tahun Baru 2013 Umat Kristiani se-Kecamatan Sadaniang, Senin (21/1)

kemarin. Acara yang di langsungkan di Gereja St Gregardus, Untang ini di hadiri oleh sejumlah pejabat muspida, muspika, rohaniawan Kristen Katolik, anggota DPRD Kabupaten Pontianak serta para jemaat. Lebih lanjut Bupati Pontianak juga mengatakan esensi dari acara syukuran tahun baru 2013 ini adalah refleksi diri. Sebagai umat beragama, sudah sepatutnya apabila kita bisa mensyukuri beragam nikmat yang telah dikaruniakan Tuhan. “Bila kita ingin menjadi orang-orang yang beruntung, maka di tahun 2013 ini segalanya harus lebih baik dari tahun 2012. Jika tahun 2013 ini keadaannya sama dengan tahun 2012, maka kita termasuk dalam golongan orang-orang yang merugi. Dan apabila tahun 2013 lebih buruk dari tahun 2012, bias dipastikan kita masuk dalam golongan

FOTO: Johan W / Borneo Tribune

Ria Norsan orang-orang yang celaka,” katanya. Ungkapan yang sama juga disampaikan oleh Plt Camat Sadaniang, Suhardy. Dikatanya, untuk bisa tampil lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya, seluruh masyarakat kecamatan Sadaniang harus mau membuka diri terhadap pelaksanaan pembangunan. Masuk-

nya investor yang berkeinginan membangun daerah hendaknya disambut dengan tangan terbuka. “Usia kecamatan Sadaniang ini boleh dibilang muda. Di usianya yang menginjak enam tahun ini, tidak sedikit investor yang membuka usahanya di sini. PT Antam dan PT Palm adalah dua dari sekian banyak perusahaan besar yang telah berinvestasi di kecamatan Sadaniang,” terang pria murah senyum ini. Sementara itu Sucipto selaku Ketua Panitia Syukuran Tahun Baru 2013 Umat Kristiani se-Kecamatan Sadaniang menambahkan masyarakat kecamatan Sadaniang dari dulu hingga kini hidup dalam damai. Saling menghargai dan saling menerima berbagai macam perbedaan merupakan perekat persatuan dan kesatuan bagi seluruh masyarakat. Suasana yang baik ini

Minat Baca Masyarakat Meningkat Achmad Munandar Borneo Tribune, Kubu Raya Kantor Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Kubu Raya mengklaim sepanjang 2012 telah terjadi peningkatan terhadap minat baca masyarakat di Kabupaten Kubu Raya. Kepala Kantor Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Kubu Raya, Jipridin mengatakan peningkatan dapat dilihat dari jumlah pengunjung yang datang ke Kantor Perpustakaan setiap hari. “Alhamdulillah, meski pengunjung yang datang relatif tapi per harinya lebih dari sepuluh orang,” katanya, Selasa (22/1). Menurut Jipridin, peningkatan minat baca tersebut tidak terlepas dari upaya yang dilakukan pihaknya, seperti melakukan sosialisasi pentingnya membaca ke-

pada masyarakat. Indikator untuk mengatakan terjadi peningkatan sangat sederhana, diantaranya berapa banyak pengunjung yang datang ke perpustakaan. Selain sosialisasi, lanjut Jipridin untuk meningkatkan minta baca masyarakat Kabupaten Kubu Raya, pihaknya melakukan gebrakan dengan membuat program perpustakaan keliling. Dengan menggunakan mobil, pihaknya mendatangi tiap-tiap desa dan kecamatan. “Ketika perpustakaan keliling menyambangi pedesaan, warga yang datang membeludak. Ini bukti bahwa keingintahuan masyarakat sangat tinggi” ucapnya. Jipridin memang tidak memungkiri jika pihaknya kesulitan menjangkau daerah-dareah terpencil, karena memang kondisi infrastruktur yang ada masih belum

5

mendukung. Terutama bagi daerah-daerah yang aksesnya menggunakan jalur sungai. Karena memang pihaknya tidak memiliki armada sungai untuk menjangkau. Akan tetapi, lanjut Jipridin kendala infrastruktur tersebut menjadi penghambat pihaknya untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat di daerah terpencil. Karena memang selama ini berbagai upaya telah dilakukan untuk mencerdaskan masyarakat, yakni dengan memberikan bantuan-bantuan buku. Bantuan-bantuan buku yang diberikan, Jipridin menambahkan harus melalui persyaratan. Yakni masyarakat menyediakan tempat yang dijadikan sebagai lokasi perpustakaan, sudut baca atau yang lebih dikenal dengan taman bacaan masyarakat. Ketika lokasi itu ada,

maka buku-buku yang dibutuhkan pasti akan dikirim. “Upaya apapun akan kita lakukan guna mencerdaskan masyarakat,” terangnya. Saat ini, Jipridin menjelaskan di Kabupaten Kubu Raya telah memiliki sembilan sudut baca yang berdiri di sembilan kecamatan yang ada. Untuk mendukung keberadaan sudut baca itu, beberapa waktu lalu pihaknya telah menyalurkan bantuan berupa 1000 exsamplar untuk masing-masing sudut baca. Akan tetapi diakuinya hingga saat ini belum diketahui apakah buku yang telah disalurkan dapat dimanfaatkan dengan baik sesuai dengan fungsinya. “Kita berharap pihak kecamatan dan bekerjasama untuk melakukan pemantauan mengenai pemanfaatan sudut baca sebagai langkah pencerdasan masyarakat Kubu Raya,” harapnya. o

sudah tentu menjadi modal dasar yang tak ternilai dalam membangun kesejahteraan masyarakat. “Bagi kami, kebersamaan merupakan segalanya. Perbedaan suku, bangsa serta agama kami jadikan sarana mempererat semangat persatuan dan kesatun, bukan sebaliknya,” ungkap Sucipto yang juga tokoh pemuda di kecamatan Sadaniang ini. o

Bupati Kabupaten Kubu Raya, Muda Mahendrawan menyatakan Kubu Raya saat ini masih dalam tahap wacana untuk membangun rumah sakit. “Kita ada niat untuk membangun rumah sakit di Kabupaten Kubu Raya ini. Mengingat pemerintah Kabupaten Kubu Raya masih belum memiliki rumah sakit sendiri, seperti di kabupaten/kota lainnya. Namun hal itu hingga saat ini masih dalam wacana dan pembahasan pemkab dengan pihak-pihak terkait,”kata Muda, Selasa (22/1). Menurutnya, sebelum pembangunan rumah sakit di Kabupaten Kubu Raya itu, Ia akan memperkuat pondasi dalam memberikan pelayanan dasar kesehatan kepada masyarakat. “Jadi mungkin untuk tahun ini proses pembangunan rumah sakit itu belum bisa terlaksana. Kita saat ini sedang fokus untuk pelayanan dasar kesehatan kepada masyarakat, jika pondasi pelayanan dasar itu sudah kuat baru lah kita akan membangun rumah sakit yang selama ini diidamkan oleh masyarakat Kubu Raya,”tuturnya. Saat disinggung mengenai indikator kesiapan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya dalam membangun rumah sakit, Muda pun menyatakan peralatan-peralatan medis yang lengkap, SDM yang memadai serta pelayanan dasar yang kuat. “ Kita akui untuk tenaga medis saja kita masih kekurangan banyak. Untuk membangun rumah sakit tentu tenaga medisnya juga harus cukup dalam memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat kita,”ujarnya. Muda mengatakan, untuk para tenaga dokter juga diakuinya masih kurang. “Ya tenaga dokter masih sangat minim. Jika tenaga dokter kita tarik untuk memenuhi pelayanan rumah sakit, maka tenaga dokter di setiap Puskesmas tidak dapat melayani masyarakat. Maka untuk itu pembangunan rumah sakit masih dalam pemikiran pembkan dan pihak-pihak terkait,”ucapnya. “Banyak pihak yang menawarkan kepada saya untuk membangun rumah sakit di wilayah Kabupaten Kubu Raya. Namun kita masih belum tanggapi dengan serius. Karena proses pembangunan harus penuh dengan kajiankajian terlebih dahulu,”ungkapnya. o

Penutupan Robo-robo di Kubu Semarak Achmad Munandar Borneo Tribune, Kubu Pekan seni dan budaya Robo-robo di Kecamatan Kubu ditutup, Sabtu (19/1) kemarin. Ribuan masyarakat dari pelosok desa hingga kecamatan sekitarnya tumpah ruah berbaur menikmati sajian atraksi hiburan rakyat di samping halaman Keraton Kubu. Tokoh Masyarakat Kubu, M Sood Djafar yang akrab disapa Tok Alang berharap Robo-robo tidaklah hanya sekadar agenda seni budaya semata namun lebih dari itu jadikan sebagai ajang evaluasi dan instropeksi di awal tahun 2013. “Masih banyak yang harus kita perbaiki di tahun 2013. Pembangunan yang masih tertinggal di beberapa desa hendaknya menjadi perhatian utama pemerintah sehingga masyarakat dapat menikmati hasil pembangunan itu,” ucapnya. Terhadap tradisi Roborobo, Ia harapkan tetap terus dipertahankan sebagai tradisi budaya yang tak terlupakan. “Seni budaya ini merupakan bentuk kepedulian masyarakat terhadap seni budayanya yang telah diwariskan sejak ratusan tahun lalu. Ini sangat baik bagi generasi penerus kita selanjutnya,” kata To Alang.

Panitia memberikan kenang-kenangan kepada sejumlah pihak yang berpartisipasi menyukseskan event Robo-robo. FOTO: IST

Anggota DPR RI, Zulfadhli yang diwakili Zulfi Hamid memberi apresiasi terlaksananya Robo-robo dengan aman dan lancar. “Ini menunjukan bahwa warga inginkan acara ini digelar tiap tahun dan menunjukan adanya kepedulian masyarakat terhadap seni budaya,” katanya. Robo-robo menurut Zulfi dapat menjadi daya tarik bagi pariwisata Kubu Raya. Karena itu kedepan mesti lebih ditingkatkan lagi kegiatannya dan dibuat semarak mungkin. Dalam kesempatan itu, Zulfadhli juga memberikan bantuan kepada panitia. Tokoh pemuda Kecamatan Kubu, Suharso menilai Roborobo tentunya menjadi ajang silaturahmi dan mempererat rasa persatuan dan kesatu-

an di masyarakat Kubu Raya yang majemuk. “Ini yang harus terus dipertahankan. Dan ambil hikmahnya untuk kesejahteraan dengan lebih mengedepankan kebersamaan untuk meningkatkan taraf hidup,” harapnya. Dengan begitu kata Suharso, jika Kubu sudah dapat menunjukan kemajuannya di berbagai sektor maka Kabupaten Kubu Raya akan menjadi kabupaten terdepan dan berkualitas. Ketua Panitia, Bujang Hadi berterima kasih kepada semua pihak yang ikut menyukseskan robo-robo. Menurut dia, dengan roborobo ini menjadi modal dasar sosial budaya masyarakat untuk terus membangun dan mengembangkan potensi yang dimiliki di daerahnya. o


Bengkayang Borneo Tribune

Rabu, 23 Januari 2013

Bupati Sidak, Kondisi Pasar Seketika Berubah Mujidi Borneo Tribune, Bengkayang Bupati Bengkayang beserta sejumlah pejabat di Bengkayang melakukan inspeksi ke terminal dan pasar Bengkayang. Perubahan seketika terlihat. Terminal yang sebelumnya penuh dengan sampah menjadi bersih, begitu juga dengan pasar yang semrawut seperti disulap menjadi tertib dan tertata rapi. Dua atau tiga hari yang lalu, minggu lalu atau bulan kemarin, kondisi terminal begitu semrawut. Seperti parkir kendaraan yang tidak tertata rapi, para pedagang yang semau hati menggelar dagangan sampai sampah bertebaran di mana-mana sehingga aroma busuk merebak seluruh penjuru terminal.. Selasa (22/1), sekitar pukul 07.45, Bupati Bengkayang, Suryadman Gidot sampai di terminal. Bupati melihat langsung sampah yang berserakan. Bupati menyaksikan langsung kendaraan yang terparkir sembarangan. Kedatangan bupati itu memacu petugas kebersihan bekerja cepat. Sampah disapu, dimasukkan dalam mobil pengangkut sampah. Begitu juga dengan pihak perhubungan yang langsung meminta petugas parkir untuk bekerja cekatan. Sampai-sampai Satpol PP tidak ketinggalan dengan tupoksinya sebagai penegak

Bupati Bengkayang, Suryadman Gidot, didampingi sejumlah pejabat saat melakukan sidak di Terminal dan Pasar Teratai Bengkayang FOTO: Mujidi/Borneo Tribune

aturan. Hari itu semuanya menjadi sibuk. Diantaranya para pedagang, tukang parkir, petugas kebersihan, petugas keamanan, pegawai rendahan, termasuk juga para pejabat Pemkab. Semuanya sibuk akibat aksi bupati yang turun ke lapangan. Adapun pantauan Borneo Tribune sejumlah pejabat mendampingi bupati, seperti; Kepala Bappeda Bengkayang, Obaja, Asitensi 1, Aleksius, Kepala BPMPTT, Dr. Yan, Kepala PU, Jonathan Peno, Kepala Perhubungan, Yulius Yulianus, Kepala Pendapatan Daerah, Aleksius, Kepala Pol PP, Yustinus K, pihak camat, lurah beserta sejumlah pejabat dan staf terkait lainnya. “Untuk terus menciptakan

kondisi yang tertib dan rapi ini, saya berharap semua SKPD terkait untuk terus menerus melakukan koordinasi,” kata bupati diselasela sidaknya, Setelah sekian lama di terminal, bupati memantau langsung pasar teratai. Masih ditemani sejumlah pejabat, orang nomor satu ini melihat kondisi pedagang sayur, pedagang ayam, pedagang daging, dan melihat sebuah bangunan liar. Bangunan itu berdiri di tempat pembuangan sampah. Karena alih fungsi tempat sampah. Pedagang membuang sampah sembarangan. Sungai menjadi sasaran. Sungai kotor. Air tercemar. Aliran sungai tersumbat. Dan inilah yang menjadi salah satu penyebab terjadinya banjir, seperti di Jakarta.

Obaja mengomentari kunjungan bupati. Katanya, kunjungan bupati itu untuk melihat langsung kondisi terminal dan pasar. Selanjutnya, terminal dan pasar akan ditata rapi. Pedagang ditempatkan secara rapi dengan lokasi taplak yang ditentukan, kemudian kondisi parkir diatur hingga tidak semrawut. “Selama ini terkesan semrawutan, kedepannya kita mengharapakan semuanya rapi. Rapi bukan hanya pada saat Bupati turun, tetapi rapi untuk selama lamanya. Kita minta pejabat ataupun pihak yang terkait melakukan pemantauan secara terus menerus,” kata Obaja. Obaja menjelaskan, warga Bengkayang, khsusnya para pedagang menerima apabila

penertiban lokasi dilakukan. Para pedagang sadar kerapian merupakan suatu hal yang diutamakan untuk menciptakan kondisi pasar yang tertib dan nyaman. “Tidak ada penolakan oleh pedagang, semuanya tergantung pemerintah untuk mendekati warganya,” terang Obaja. Salah seorang pedagang yang tidak mau disebutkan namanya menuturkan, penertiban yang dilakukan merupakan sebuah langkah positif. Pemerintah memiliki kewenangan untuk mengatur warganya. “Pedagang siap untuk dibenahi. Saya setuju bila lokasi para pedagang yang berjualan ditata kembali,” jelas pedagang yang juga memiliki kios di depan Polres Bengkayang ini. o

“Exposur” Menjajaki Bumbung Mujidi Borneo Tribune, Bengkayang

Sebagian anggota Exposure Bengkayang ///ist

Komunitas fotografer Bengkayang yang menamakan kelompok “Exposure” semakin memantapkan langkah dengan program sosial kemasyarakatan. Setelah melakukan hunting human interest di rumah warga Sungai Raya, Kecamatan Sungai Betung, kelompok ini

berencana akan menjajaki Dusun Bumbung Desa Bengkawan, Kecamatan Seluas, Bengkayang. Dijadwalkan, kegiatan akan dilaksanakan selama tiga hari dua malam, Jumat-Minggu (25-27/1). Sekitar pukul tujuh pagi tanggal 25 Januari, rombongan meninggalkan Kota Bengkayang untuk bertolak ke dermaga Seluas. Pukul 09.00 meninggalkan dermaga menuju Bumbung, namun sebelumnya akan singgah di Dusun Kerumbik untuk melakukan pemotretan. Di sana ada pemukiman sederhana penduduk. Pemukiman yang sebagian besar bangunannya terbuat dari bambu. Setelah selesai di Kerumbik, rombongan melanjutkan perjalanan ke Bumbung dan langsung ke SMPN 2 Seluas. Diperkirakan akan sampai pada pukul 14.00 dan di SMPN inilah rombongan akan bermalam. Banyak agenda yang akan dilaksanakan di Bumbung, mulai dari ramah tamah dengan pihak sekolah hingga warga, bercengkerama bersama para siswa di luar kelas hingga masuk kelas, dan yang tidak boleh terlewatkan adalah melakukan hunting ke beberapa lokasi berpotensi. Setelah semua selesai, Minggu (22/11) sekitar pukul 11.00, rombongan akan meninggalkan Bumbung untuk kembali ke Bengkayang. “Untuk menuju Bumbung, persiapan terus kita lakukan. Persiapan akhir akan dibicarakan pada Kamis malam, (24 Januri, red),” kata Jamli Panago, Koordinator Kegiatan Exposure Menapak Bumbung. Karena kunjungan bersifat sosial, Exposure juga akan menyerahkan bantuan kepada pihak sekolah. Bantuan itu bersumber dari para donatur yang bersedia menyisihkan sebagian hartanya untuk disedekahkan. “Hingga saat ini, sumbangan yang pasti kita berikan ke pihak sekolah berupa delapan lunsin buku dan enam lusin balpoint,’ terang Jamli ditemui di kediamannya, Selasa (22/1). o

6

Kapolda: Singkawang Kota Multi Etnis Borneo Tribune, Singkawang Pada umumnya banyak yang mengakui Singkawang merupakan kota yang multi etnis. Selain kaya dengan obyek wisata, Singkawang juga memiliki keanekaragaman yang majemuk serta saling membaur antara satu sama lain tanpa membeda-bedakan agama, ras dan golongan. Hal ini terbukti, yang mana letak antara Masjid Raya dengan Vihara Tri Dharma hanya berjarak sekitar 100 meter saja. Bisa jadi alasan ini, Singkawang selalu menarik perhatian para wisatawan maupun mancanegara untuk selalu mengunjunginya. Hal itu juga dirasakan Kapolda Kalbar, Brigjen Polisi Drs. Tugas Dwi Apriyanto, saat pertama kali mengunjungi kota seribu kelenteng ini. Ia mengaku Singkawang merupakan kota yang multi etnik. Menurutnya, negara RI adalah negara kebhinekaan. “Kebetulan makna dari kebhinekaan itu terdapat pada di Singkawang ini. Dan mungkin, untuk di Kalimantan ini, Singkawang inilah salah satunya kota yang bisa berkembang untuk dijadikan sebagai Kota Pariwisata,” ungkapnya. Namun, katanya, semua itu tidak bakal bisa terwujud tanpa ada persatuan dan kesatuan dari masyarakat yang ada di sekitarnya. “Untuk itu, tingkatkan terus rasa persatuan dan kesatuan itu tanpa membeda-bedakan satu sama lain,” sarannya. (Freelancer/Rudi) o

Dishubkominfo Larang Parkir di Jalan Diponegoro Borneo Tribune, Singkawang Di sepanjang Jalan Diponegoro, tepatnya di depan RS Vincensius kini menjadi tempat parkir kendaraan roda empat. Aksi parkir sembarangan itu dikeluhkan para pengendara saat melintas. Pasalnya, jalan tersebut, kata pengendara, bukan untuk tempat parkir kendaraan pasien maupun keluarga pasien yang berobat di FOTO: Rudi/Borneo Tribune RS tersebut. Libertus Menyikapi masalah kendaraan parkir sembarangan itu, Kepala Dishubkominfo Kota Singkawang, Libertus menegaskan, disepanjang jalan Diponegoro itu bukan untuk fasilitas parkir, terkecuali khusus toko pada pusat pembelanjaan di jalan tersebut. “Disepanjang jalan Diponegoro kendaraan tak boleh parkir, kecuali toko-toko di jalan tersebut yang sudah dipasang marka parkir,” tegas Libertus. Di luar marka itu, jelas Libertus, tidak diperbolehkan parkir. Apa lagi jalan Diponegoro itu berstatus jalan provinsi. Meskipun jalan itu berada bawah pengaturan provinsi, dan nantinya kita akan lakukan koordinasi dengan pemerintah provinsi. “Kita perlu koordinasi dengan pemerintah provinsi, untuk memasang rambu lalu lintas, secara khusus larangan parkir,” ungkapnya. Sementara itu, lanjut Libertus, RS itu merupakan badan publik dan semestinya telah menyediakan lahan parkir tersendiri di luar badan jalan. Bahkan merupakan salah satu objek parkir yang diatur berdasarkan Perda No. 11 tahun 2009 tentang pajak daerah. “Seperti halnya RS lainnya. Sejak awal RS Vincensius telah menyediakan lahan parkir sepeda motor. Juga sudah melakukan kewajibannya membayar retribusi parkir, lantaran pajak parkir belum berlaku,” katanya. Kendalanya lahan parkir di RS itu terbatas sehingga terpaksa para pengunjung harus parkir di badan Jalan Diponegoro itu. Sehingga dapat mengganggu lalu lintas pengendara lainnya. (Freelancer/Rudi) o

Pemkot Baru Data 9 Home Stay Borneo Tribune, Singkawang Pada umumnya banyak yang menginginkan Festival Cap Go Meh tahun 2013 ini bisa dilaksanakan meriah dari tahun-tahun sebelumnya. Biasanya, pada acara tersebut tujuh ratusan tatung baik dari anak-anak, dewasa dan orang tua, bakal melakukan atraksi unjuk kebolehan dengan berbagai macam cara sehingga membuat FOTO: Rudi/Borneo Tribune para penonton yang berasal dari Supardiana dalam maupun luar Singkawang menjadi terpukau. Pada moment seperti ini juga, selalu dimanfaatkan para pedagang maupun pengusaha hotel untuk mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya. Berdasarkan informasi yang diperoleh Borneo Tribune, sebanyak 21 Hotel di Singkawang ini sudah full booking sejak 2 bulan lalu. Begitu pula dengan home stay yang sudah didata dari Disbudparpora, pada bagian Kasi Pemasaran. “Kalau berdasarkan data home stay tahun 2012 kemarin, sedikitnya ada 9 buah rumah siap menampung wisatawan untuk beristirahat,” jelasnya. Sebenarnya, kata Supardiana, di Singkawang ini masih banyak kost atau rumah sewa, hanya saja belum bisa terdata oleh Disbudparpora. Untuk itu, katanya, bila ada warga yang memiliki, supaya bisa menghubungi Disbudparpora, melalui nomor handphone (081256173131) atas nama Supardiana. “Mengenai tarifnya, kita serahkan langsung kepada pemilik yang bersangkutan. Karena kita hanya sebagai fasilitator saja. Jadi, ada tamu yang membutuhkan tempat untuk beristirahat, maka kita pun langsung menghubungi pemilik rumah yang bersangkutan,” ujarnya. (Freelancer/Rudi) o


Rabu, 23 Januari 2013

Opini Pemanfaatan Limbah Pertanian Menjadi Pupuk Organik Bokashi LIMBAH pertanian merupakan sisa-sisa hasil pertanian yang berasal dari tumbuhan dan hewan ternak misalnya sisa dari pemanenan hasil tanaman pangan, perkebunan, hortikultura, sampah rumah tangga, kotoran hewan ternak dan sebagainya. Pemanfaatan limbah pertanian sangat perlu kita lakukan agar tidak terjadi pencemaran lingkungan selain itu dapat dijadikan masukan/tambahan bagi petani ataupun masyarakat yang memanfaatkan limbah tersebut. Masyarakat telah menyadari bahwa menggunakan bahan-bahan kimia non alami seperti pupuk dan pestisida sintetik serta hormon tumbuhan dalam memproduksi hasil pertanian ternyata menimbulkan efek terhadap kesehatan manusia dan lingkungan. Gaya hidup sehat menjadi trend bagi masyarakat dunia dan kini telah melembaga secara internasional yang diwujudkan melalui regulasi perdagangan global, makanan yang dikonsumsi mempunyai kandungan nutrisi tinggi dan ramah lingkungan. Bokashi adalah suatu kata dalam bahasa Jepang yang berarti “Bahan organik yang telah difermentasikan” jadi pupuk organic. Bokashi merupakan hasil fermentasi bahan organik dari limbah pertanian (kotoran ternak, jerami padi, sekam padi, serbuk gergaji, sampah, rumput dan lain-lain) yang diolah dengan menggunakan aktifator Effektif Microorganisme4 (EM4). Tahun 1980-an, Prof. Dr. Teruo Higa dari Universitas Ryukyu, di Okinawa Jepang telah memperkenalkan konsef EM (Mikroorganisme Efektif) kepada pertanian yang alami. Effektif Microorganisme4 (EM4) merupakan suatu kultur campuran berbagai mikro organisme yang terdiri dari bakteri pengurai bahan organik yang digunakan untuk proses pembuatan pupuk organik bokashi, yang dapat menjaga kesuburan tanah sehingga berpeluang untuk meningkatkan produksi dan menjaga kestabilan produksi. EM4 mengandung mikro organisme fermentasi yang terdiri dari bakteri asam laktat (Laktobacillus spp), bakteri Fotosintetik (Rhodopseudomonas spp), Actinomycetes, Streptomyces sp dan ragi. Manfaat Pupuk Organik Bokashi 1. Menggemburkan tanah, 2.Menghasilkan unsur hara mikro dan makro yang cepat terserap oleh perakaran tanaman. 3.Mencegah timbulnya jamur pada pupuk kandang dan tanah lingkungan tanaman. 4.Merangsang pertumbuhan yang cepat dengan populasi maksimal. 5.Mengurangi penggunaan pupuk kimia 50% sampai 70%. 6. Menekan populasi perkembangan hama atau bakteri patogen sehingga mengurangi penggunaan insektisida, pestisida maupun fungisida. Jenis – jenis Bokashi Menurut bentuknya bokashi dibagi dalam 2 jenis yaitu Bokasih padat dan Bokashi cair, Bokashi padat terbuat dari limbah pertanian yang berbentuk padat, misalnya kotoran ternak, sampah organik, dll. Sedangkan pupuk bokashi cair terbuat dari kotoran ternak atau limbah pertanian lainnya yang diolah berbentuk cair dengan penambahan air sesuai anjuran. Kiriman: Rendy Aprianto Mahasiswa Semester I, Fakultas Pertanian UNTAN Pontianak.

HO TEL HOTEL

Landak-Sanggau Borneo T Tribune

7

Humas dan Protokol Akan Fungsikan Radio Telegram Kecamatan Borneo Tribune, Ngabang Kasubag Humas dan Protokol Kabupaten Landak Abdul Hadi di ruang kerjanya (21/1) kemarin mengatakan akan memungsikan kembali Radio Telegram yang sudah lama tidak berfungsi. Abdul Hadi menyebutkan, salah satu program fokus Humas dan Protkol di Pemerintahan Kabupaten Landak pada Tahun 2013 adalah merencanakan akan memungsikan Radio Telegram

yang ada di setiap kecamatan yang sudah lama tidak digunakan. “Nantinya apabila didapati ada kerusakan pada alat tersebut nanti akan segera difungsikan kembali,” ujar Abdul Hadi. Katanya alat radio Telegram atau kawat telegram adalah alat komunikasi sifatnya rahasia yang menggunakan banyak kata sandi, oleh sebab itu alat ini akan difungsikan kembali. Memang diakui canggihnya tek-

nologi seperti telpon membuat alat ini sudah ketinggalan tapi tidak menutup kemungkinan alat ini bisa dimanfaatkan kembali sebab alat ini cocok sekali untuk digunakan yang sifatnya rahasia dan non rahasia pada Pemerintahan. Selain itu Abdul Hadi juga menyebutkan untuk mengaktifkan Radio Telegram ini, akan mengupayakan terlebih dahulu Kasubag bagian Radio telegram yang sudah biasa dengan menggunakan

kata-kata Sandi. Dikatanya Hadi, radio Telegram ini nantinya akan bermanfaat sebagai pelaporan informasi dari kecamatan untuk melapor ke Pemerintahan Kabupaten Landak, yang selanjutnya akan diinformasikan melalui kasubag Radio Telegram. “ Pemberitahuan ini sifatnya rahasia dan non rahasia, untuk menggunakan alat ini harus bisa dipertanggungjawabkan di atas hitam dan putih,” inbuhnya. Dalam program fokus Pe-

merintahan Kabupaten Landak Melalui Kasubag Humas Dan Protokol di tahun 2013 adalah dengan harapan akan terus menjalin hubungan dengan media. “ Karena media adalah satu-satu alat resmi yang sudah dipertanggungjawabkan kelas manapun, baik kelas bawah maupun kelas atas, oleh sebab itu kami akan terus menjalin kerjasama antara para mediamedia,” papar Abdul Hadi. (Yohanes.J)

Inspirasi

Fatmawati: Kepsek yang Super Duper Oleh: Farninda Aditya

Fatmawati

“Nama saya Fatmawati, maaf ya, suara saya mau habis, soalnya banyak menulis” beliau pun tertawa saat memperkenalkan dirinya di ruang malay Corner hari itu pada anggota Club Menulis. Guru teladan Pontianak ini adalah wanita tercantik dari peserta Top Indonesia, beliau adalah satu-satunya wanita yang ikut serta dalam pelatihan menulis ini. Hari itu, Sabtu. 12 januari 2013, beliau mengaku se-

nang dengan kedatanganya di Club Menulis, bahkan beliau ingin kegiatan-kegiatan kepenulisan yang dilakukan oleh Club menulis bisa melibatkan sekolahnya. Sebab beliau tahu bahwa dari 900-an siswa di SMA 4 ada siswa yang memiliki minat dan bakat di dunia kepenulisan. Siswa dari SMA ini pernah menyabet juara nasional dalam lomba menulis cerpen. Bahkan beliau juga berniat untuk mengajak siswa-siswanya untuk mengunjungi

Club Menulis suatu ketika saat pelajaran bahasa Indonesia. Beliau ingin siswasiswanya mendapatkan pengalaman baru mengenai di dunia kepenulisan dari Club Menulis. Sungguh, beliau memang guru yang sangat perhatian. Bu Fatma terlihat sebagai guru yang periang, dia selalu melihatkan ekspresi senangnya, apalagi ketika beliau tahu bahwa dua siswanya dari SMA Negeri 4 menulis di buku Cerpen Khatulistiwa yang diselenggarakan oleh Borneo Tribune yang dibimbing oleh Yusriadi, Dedy Ari Asfar, Ubay KPI dan Koordinator Club Menulis, Farninda Aditya. Mengetahui itu, Ibu Fatma pun langsung memesan 10 buku yang diperuntukkan di perpustakaan sekolah di SMAN 4. Dua diantaranya untuk 2 siswanya yang menulis dibuku tersebut. Beliau merancang, ketika buku itu diserahkan ketika pelaksanaan dengan upacara hari Senin, beliau juga ingin menginfokan penemuan buku karya siswanya ini itu pada siswa-siswa lain di SMAN 4. Beliau ingin informasi tersebut menjadi motivasi pada siswa yang lain. Semangat menulis dan kemauan menulis menyebar luas di sekolah yang terpilih sebagai sekolah Adiwiyata tingkat nasional pada tahun 2011. Menulis, diakui olehnya sebagai bagian dari kesenangannya. Membuat buku hasil karyanya adalah citacita yang sudah sangat diimpikannya, sejak dulu, sejak puluhan tahun yang lalu. Pengakuan ini tidak sekedar diucapkannya di ruang pertemuan bersama Club Menulis, tetapi ketika launching buku, kumpulan cerpennya yang berjudul Lima Hari, Dua Puluh Tahun yang Lalu. Ia berkata kembali bahwa mempunyai buku adalah impiannya sejak dulu. Dari kumpulan cerpen karya guru yang pernah mengabdi di salah satu sekolah di Siantan, memuat satu cerpen yang nama tokohnya diambil dari seorang siswanya sekolah Siantan. Nama siswanya itu diabadikannya dalam cerpen tersebut, karena menurutnya sangatlah berkesan untuknya, Dabo sangatlah pintar. Selain kumpulan cerpen ini bu Fat juga menulis buku tentang dirinya sendiri, atau autobiograf. Terlihat sekali wajah senangnya ia ia menceritakan tentang latar belakang bukunya. Ia juga merasa senang dengan mengikuti pelatihan Top Indonesia, kesenangan itu ia ucapkan dengan kata “Super duper”.


Sekadau Borneo Tribune

Rabu, 23 Januari 2013

Hanura Sekadau Matangkan Persiapan Jelang Pileg 2014 Bagus Kosminto Borneo Tribune, Sekadau Dewan Pimpinan Cabang Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Kabupaten Sekadau melakukan Rapat Kerja Cabang (Rakercab) guna mempersiapkan pemilihan Presiden dan pemilihan Anggota Legislatif pada 2014 mendatang, di Sekretariat DPC Hanura Kabupaten Sekadau, Selasa (22/1). Ketua DPC Partai Hanura, Kabupaten Sekadau, Paulus Sutami, mengatakan Rakercab merupakan amanah dari Partai Hanura pusat. “Kita adakan Rakercab ini menjalankan amanah AD/ART Partai Hanura yang kita cintai ini,” katanya. Dijelaskan dia, DPC Partai Hanura Kabupaten Sekadau awalnya tak lolos verifikasi faktual oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD), di tingkat Kabupaten Sekadau. Namun, karena kegigihan pengurus dan kader Partai Hanura, melakukan verifikasi di tingkat internal partai untuk menambah kuota perempuan sebesar 30 persen. Pada verifikasi faktual terakhir, Partai Hanura dinyatakan lolos khusus di Kabupaten Sekadau, bahkan lolos 10 besar di tingkat nasional. “Waktu verifikasi dulu kita sempat tidak lolos di tingkat kabupaten, sekarang kuota pengurus 30 persen perempuan sudah terpenuhi,” cerita aktivis kepemudaan ini. Hadir langsung Ketua DPD Hanuara Kalimantan

Barat, H. A Baharuddin Nahris, sekretaris dan rombongan, sejumlah pengurus DPC, PAC di tujuh kecamatan, dan simpatisan. H A Baharuddin Nahris, mengatakan partai Hanura dapat sukses oleh solidalitas pengurus di tingkat DPD, DPC dan PAC. Menurutnya, konsolidasi partai dari tingkat PAC, DPC dan DPD tidak bisa ditawar-tawar. “Konsolidasi langsung berjalan akan meningkatkan rasa kekeluargaan dan solidalitas kita, kemudian barulah dilanjutkan kolaborasi,” ungkapnya. Partai Hanura adalah satu sepuluh partai yang lolos mengikuti Pilpres mendatang. Karenanya, Baharuddin optimis Hanura di

Pontianak, Jl. Tanjung Pura No. 1 Telp. (0561) 736211, 732016, 732630, 732026 (0561) 736392 Capem Univ. Tanjungpura. Jl. Daya Nasional Telp. (0561) 736046 (0561) 764012 Capem Pasar Siantan, Jl. Khatulistiwa No. 81-83 Siantan Telp. (0561) 881419 (0561) 883263

BCA KCU PONTIANAK, Jln. A. Yani No. 1 Ptk, 0561-736305 (hunting) KCP Imam Bonjol, Jln. Imam Bonjol No. 457 Ptk, 0561-737984, 734524 KCP Rahadi Usman, Jln. Rahadi Usman No. 4 Ptk, 0561-733482, 740814-15 KCP Sei Pinyuh, Jln. Raya Terminal 05-06, Sei Pinyuh KCP Sultan Muhammad, Jln. Sultan Muhammad 136, Ptk, 0561-738051

BANK KALBAR CABANG UTAMA PONTIANAK Jl. Rahadi Osman No. 10 Pontianak 78117, Telp. (0561) 732148, 736723 Fax. (0561) 745149, Telex. 29174, 29129 CABANG SYARIAH Jl. A. Yani Pontianak, Komp. Perkantoran & Town House No. 5-6 (depan A. Yani Mega Mall) Telp. (0561) 733033, 7061800, Fax. (0561) 732599

BANK BRI Kantor Cabang Barito, Jalan Barito, Telp. (0561) 734009, Fax. (0561) 733019 Komplek Pertokoan Pasar Flamboyan Jalan Gajah Mada Blok C. 14 Ptk

BANK DANAMON Jl. Tanjung Pura No. 102, Ptk Telp. (0561) 737107 (H), 730898, Fax : (0561) 736264, 765595 Jl. St. Muhammad No. 173, Ptk Telp. (0561) 731156, Fax : (0561) 734462 Jl. KH. Wahid Hasyim No.24-26, Telp.: 0561-768599/765411, Fax : 0561-768599/765411

Paulus Sutami. Foto Bagus Kosminto/Borneo Tribune

Partai Hanura Optimis Kader Duduk di Kursi DPRD Bagus Kosminto Borneo Tribune, Sekadau Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Kabupaten Sekadau merasa optimis bisa bersain dengan partai lainnya pada Pilres dan Pileg 2014. Bahkan, Hanura Kabupaten Sekadau yakin mampu menambah jumlah kader yang duduk di kursi DPRD 2014 nanti. “Kader DPC Partai Hanura Kabupaten Sekadau memiliki loyalitas tinggi. Kami percaya Pileg nanti bisa bersaing dengan partai lain bersaing di tiga daerah pemilihan (Dapil),” kata Paulus Sutami, Ketua DPC Partai Hanura di sela-sela Rakercab di Sekadau, Selasa (22/1). Menurut Sutami, Kader Partai Hanura Sekadau sudah memiliki strategi ke depan yaitu memberikan semangat bahwa kader memiliki jiwa solidalitas terhadap partai, dan mampu mewujudkan cita-cita ke depan. “Saya yakin kader Hanura tidak kalah dan mampu bersaing di Pileg nanti,” timpalnya. Ketua DPD Partai Hanura Kalimantan Barat, H A Baharuddin Nahris mengatakan langkah untuk memperkenalkan Partai Hanura di tingkat masyarakat adalah dengan menggaungkan Partai Hanuara. Menurutnya, Partai Hanura memiliki citra yang nasionalisme, karena mengakomodir semua lini tanpa memandang suku dan agama. Baharuddin Nahris berharap kader Partai Hanura Sekadau sudah menyiapkan strategi pemenangan Presiden dan calon anggota Legislatif. “Isi taktik kemenangan itu dengan konsep dan strategis yang pas, jaga Dapil masingmasing,” tandasnya. o

SMAN 1 Sekadau Hulu Dibekali Pengetahuan Bahaya Narkoba Bagus Kosminto Borneo Tribune, Sekadau

INFO BANK BNI 46

Sekadau ini mampu membentangkan sayap dan mampu bersaing dengan 9 partai besar lainnya. “Partai anda adalah 10 besar di nasional, anda berada pada tempat strategis dan pas,” tuturnya. Baharuddin berharap tiga daerah pemilihan di Kabupaten Sekadau, mampu mendorong minimal 1 kader terpilih dalam setiap dapilnya. Menurut dia, kader Partai Hanura di Kabupaten Sekadau memiliki potensi besar dan dipercaya mampu bersaing dengan kader partai. “Berarti ada tiga kader kita yang duduk di DPRD, apakah anda setuju,” ucapnya. Usai memberi arahan, Ketua DPD Hanura Kalbar didaulat membuka kegiatan Rakercab. o

8

BANK MANDIRI SYARIAH PONTIANAK, Jl. Diponegoro No. 95, Telp. (0561) 745004, Fax. Ketapang, Jl. MT. Haryono No. 111-112 Ketapang, Telp. (0534) 34600 Fax. (0534) 34395 Kantor Kas Politeknik, Kampus Politeknik Negeri Jl. A. Yani No. 52, Telp. (0561) 583850 Kantor Layanan Syariah Bank Mandiri Pontianak-Sidas, Jl. Sidas No. 2, Pontianak, Telp. : (0561)7069797, Fax. : (0561) 763082

BANK BUKOPIN Cabang Jl. Ir. H. Juanda No. 55-56 Pontianak 78117 (0561) 745025 (Hunting) (0561) 734253 Cabang Pontianak Kal-Bar, Jl. Adi Sucipto Km. 7,5 (Gedung Kopkar Mekar PLN Wil Kal - Bar) Kabupaten Pontianak, Telp. 0561 722598, 0561 - 723158, Kantor Kas Adisucipto Jl. Sultan Muhammad No. 48, Pontianak 78117 , (0561) 730001/ 730077, (0561) 730132, Capem Sultan Muhammad

BANK BTN CABANG PONTIANAK, Jl. Imam Bonjol No. 29 Pontianak 78123, Pontianak, Telepon: (0561) 740163 Fax: (0561) 740168 CABANG PEMBANTU JERUJU, Jl. Kom. Yos Sudarso No. 10, Jeruju Pontianak 78122, Telepon: (0561) 770567 Fax: (0561) 770567 KAS LAYANAN POS ONLINE PONTIANAK, Jl. St. A. Rahman No.49, 78116, Pontianak, Telepon: 0561-730641, 0561-730642, 0561730644 Fax: 0561-762146

BANK PERMATA Juanda KC, Jl. IR. H. Juanda No. 49-50 BB, Pontianak (781177), 0561-738323, 0561 -736411 Gajah Mada KCP, Jl. Gajah Mada no 69 C, Pontianak (78121), 0561747371, Tanjung Pura KCP, Jl. Tanjung Pura No. 370, Pontianak (78122), 0561764926

BANK BII KC Pontianak Jl. Tanjungpura No.20 (Pontianak) Telp. (0561) 39220

BANK MANDIRI

BANK BHI

Jl. I Gusti Ngurah Rai No. 2 , Humaera B (0561) 734247, 734147 Jl. Achmad Yani No. 3 - 3 A, (0561) 765010, 767993 Jl. Tanjungpura No. 110, (0561) 734464, 734752 Jl. Sidas No. 2 (0561) 734670, 747495, 733672

BANK MEGA

Cabang PONTIANAK, Jl. Imam Bonjol No.567 , Telp. (0561)-762838; Fax. (0561) -76290

KC PONTIANAK, Jl. H. Agus Salim No. 10 - 12, Telp. (0561) 739822, (0561) 749078

Sosialisasi Bahaya Narkoba di SMA Negeri 1 sekadau Hulu, Selasa Kemarin (22/1). FOTO Bagus Kosminto/Borneo Tribune

Guna menghindari penyalahagunaan narkoba, Pemerintah Kabupaten Sekadau melalui Dinas Kesehatan, dan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sekadau, bekerja sama dengan pihak lain menggelar sosialisasi bahaya narkoba di SMAN 1 Sekadau Hulu, Selasa (22/ 1). Sedikitnya, sekitar 100 orang siswa siswi kelas XI dan kelas XII IPA dan IPS mengikuti sosialisasi bahaya narkoba. Kepala sekolah SMA

Negeri 1 Sekadau Hulu Apensius, menyampaikan terima kasih kepada pihak Pemerintah Kabupaten Sekadau melalui Dinas Sosnakertrans bekerja sama dagan BNK Kabupaten Sekadau sudah memberikan sosialisasi kepada anak didik di sekolahnya. “Sosialisasi ini sangat berguna bagi anak didik kami, semoga melalui sosialisasi ini, para pelajar mendapat pengetahuan tentang bahaya narkoba. Dengan tidak menggunakan narkoba, masa depan jadi lebih baik,” ujarnya. Wakil Bupati Sekadau Rupinus ketika memberi arahan mengatakan, ciri-ciri orang yang mengguna

narkoba dengan sendirinya akan menghilangkan jati dirinya dari orang yang baik menjadi tidak baik. Bahkan yang parahnya lagi, barang haram ini bisa membuat orang menjadi ketergantungan untuk menggunakannya. “Para pelajar supaya tidak cobacoba menggunakan narkoba. Narkoba akan membuat orang sengsara,” tegas Wabup. Wabup berharap, generasi muda menjadi harapan orang tua, harapan bangsa, harapan pemerintah. Karena itu, Rupinus berharap para pelajar lebih giat belajar agar menjadi orang berprestasi. Di lain sisi, Wabup mengimbau para pelajar supaya tidak melakukan kebut-kebutan di jalan raya. Sebab berdasarkan data dari Polres Sekadau, selama tahun 2012, kecelakaan lalu lintas didominasi oleh anak pelajar. “Saya cukup perihatin, ingat, sayangi jiwa kalian, masa depan kalian, sayangi orang tua kalian, sayangi teman kalian. Katakan tidak pada narkoba dan kebut-kebutan di jalan,” ungkapnya. Sementara itu, ada beberapa materi penyalahgunaan narkoba yang disosialisasikan kepada pelajar di SMA Negeri 1 Sekadau Hulu. Materi itu langsung diberikan Wakil Bupati, Kepala Bidang Sosial Sosnakertrans, dan perwakilan dari Polres Sekadau yang disampaikan Briptu Muhamad Mikrad. Kepala Bidang Sosial Dinas Sosnakertrans Kabupaten Sekadau Yohanes, mengatakan kegiatan sosialisasi penyalahgunaan narkoba di SMA Rawak adalah terakhir yang diselenggarakan di 7 kecamatan. Sebelumnya dilaksanakan di SMA Karya Kecamatan Sekadau Hilir, kedua dilaksanakan di SMAN Belitang Hulu, selanjutnya di SMA Negeri Belitang, SMA Negeri 1 Belitang Hilir, SMA Negeri Nanga Mahap dan SMA Negeri Nanga Taman. “Ini adalah kegiatan rutin yang kita laksanakan setiap tahun. Semoga kegiatan ini memberikan dampak positif bagi perkembangan para pelajar dan masyarakat Kabupaten Sekadau,” tandasnya. o


Rabu, 23 Januari 2013

Sintang-Melawi

Borneo T Tribune

9

Kasus Stadion Nanga Pinoh Jalan di Tempat Eko Susilo Borneo Tribune, Nanga Pinoh

Kapolda Kalbar, Tugas Dwi Apriyanto beserta istri (tengah) dan Kapolres Singkawang, AKBP. Prianto (kiri pojok) foto bersama para penari di Mapolres Singkawang, Sabtu (19/1). FOTO: Rudi/Borneo Tribune

Warga Tuntut Penambahan Kursi Dapil Ella-Menukung “

SEJUMLAH masyarakat dari wilayah Daerah Pemilihan (Dapil) Ella-Menukung menuntut penambahan kursi legislatif dari wilayah mereka. Permintaan tersebut disampaikan karena saat ini telah ada penambahan jumlah penduduk serta alokasi kursi legislatif kabupaten Melawi yang juga kini menjadi 30 kursi. Kades Batu Badak, Kecamatan Menukung, Damianus Enus yang hadir bersama dengan sejumlah Kades dan masyarakat dari Dapil tersebut mengungkapkan pihaknya menuntut KPU Melawi bisa mengakomodir keinginan bertambahnya kursi dari Dapil Ella-Menukung. “Saat ini Dapil Ella-

Menukung hanya mendapat alokasi lima kursi. Kami berharap ini bisa ditambah menjadi enam kursi, karena kabupaten Melawi mendapatkan tambahan kursi menjadi 30 kursi,” ujarnya. Menurut Enus, masyarakat di wilayah Ella dan Menukung berharap adanya keadilan dan kesetaraan terkait dengan penetapan jumlah kursi DPRD Melawi. Karena pada Pemilu Legislatif 2014 mendatang jumlah kursi DPRD bertambah, diharapkan di Dapil Ella dan Menukung juga bisa bertambah. “Kalau alasannya daerah kecamatan lain bertambah penduduknya, kami juga di Menukung juga bertambah penduduknya,” ujarnya. Sementara itu, Ketua KPU Melawi, Julita yang didampingi anggotanya Hutapiadi

Karena berdasarkan data terbaru dari Disdukcapil jumlah penduduk Melawi mencapai 222.932 jiwa. Jadi diatas 200 ribu kita mendapat alokasi 30 kursi di DPRD Melawi

Eko Susilo Borneo Tribune, Nanga Pinoh

saat menerima penyampaian aspirasi masyarakat Menukung mengatakan alokasi kursi DPRD ke setiap dapil dilakukan sesuai dengan mekanisme dan aturan yang memang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Dewan Keluhkan Mutasi Guru Langgar Prosedur Eko Susilo Borneo Tribune, Nanga Pinoh PERSOALAN pendidikan terutama terkait dengan kinerja tenaga pendidik memang masih sering bermunculan di sejumlah daerah. Tak hanya guru yang tak aktif mengajar, tapi juga adanya guru yang pindah tugas tanpa prosedur yang benar. Hal ini dikeluhkan oleh Wakil Ketua DPRD Melawi, Kluisen yang mengungkapkan adanya laporan dari masyarakat terkait dengan guru pindah tanpa diketahui oleh Dinas Pendidikan. “Banyak daerah yang mengeluhkan mudahnya perpindahan guru tersebut. Salah satu keluhan itu datang dari UPTD Kecamatan Sayan. Ada oknum guru yang baru sekitar 1 tahun menjadi PNS bertugas di SMPN 5 Sayan berinisial FN, pindah tugas tidak melalui prosedur tanpa diketahui Dinas Pendidikan (Disdik) Melawi. Yang bersangkutan saat ini mengajar ke Desa Labang, Kecamatan Belimbing,” ungkap Kluisen. Kluisen menyebutkan, bahwa kondisi pendidikan di Kecamatan Sayan dalam kondisi kekurangan tenaga

Kluisen Foto Eko Susilo/Borneo Tribune

pendidik khususnya di SMPN 5. Lanjut Kluisen, menurut prosedur yang berlaku jika guru akan pindah ke tempat lain harus mengajukan permohonan ke Kepala Sekolah dimana dia bertugas. Setelah itu permohonan juga diajukan ke UPTD Disdik dan Dinas Pendidikan Kabupaten. “Namun saya heran, kenapa guru yang bersangkutan pindah tugas tanpa melalui prosedur,” ujarnya. Tentang pemindahan oknum guru SMPN 5 itu berdasar informasi yang berhasil di himpun Kluisen termasuk dari Disdik Melawi melalui Sekretaris Disdik Joko Wahyono, bahwa yang ber-

sangkutan sesuai dengan pengakuan Sekretaris kata Kluisen, belum pernah direkomendasikan untuk pindah tugas. Lantas Kluisen mempertanyakan, apakah bisa pindah tugas seorang PNS tanpa melalui permohonan rekomendasi pindah yang diajukan oleh yang bersangkutan kepada pihak sekolah, UPTD Disdik setempat, Disdik Kabupaten, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) hingga ke persetujuan Bupati. Kluisen meminta kepada Disdik dan BKD Melawi untuk mengecek kejelasan terkait pemindahan oknum guru tersebut. Menurut Kluisen, yang bersangkutan tidak akan berani pindah tugas mengajar apabila tidak ada rekomendasi pindah dari oknum-oknum tertentu terlebih yang bersangkutan baru seumur jagung menjadi PNS. “Nah, siapa oknum yang memindahkan ini harus diusut tuntas dan diambil tindakan tegas oleh pemerintah kepada yang bersangkutan karena telah menyalahi prosedur. Saya minta oknum guru itu dikembalikan bertugas ke SMPN 5 Sayan, karena disana masih kekurangan guru,” pungkasnya. †

”Kami di KPU dalam penataan Dapil selalu berdasarkan aturan. Jadi pembagiannya disesuaikan dengan jumlah kursi dan jumlah penduduk,” ujarnya. Hingga kini usulan untuk jumlah Dapil dan jumlah kursi setiap Dapil belum ditentukan oleh KPU Pusat. Bahkan untuk usulannya dari KPU kabupaten Melawi juga hingga kini belum dilakukan pleno. “Jadi kalau memang ada aspirasi dari masyarakat di Dapil Ella dan Menukung yang meminta tambahan kursi lagi sebaiknya membuat surat tertulis yang disampaikan langsung ke KPU Pusat, karena disana yang berwenang menentukan dapil dan jumlah kursi. Kami hanya menyampaikan usulan saja,” terang Julita. Sementara itu, Divisi Hu-

kum KPU Melawi, Hutapiadi menerangkan, empat dapil yang direncanakan KPU Melawi memang masih sebatas wacana saja. Yang sudah pasti baru jumlah kursi untuk DPRD Melawi yang bertambah lima kursi menjadi 30. “Karena berdasarkan data terbaru dari Disdukcapil jumlah penduduk Melawi mencapai 222.932 jiwa. Jadi diatas 200 ribu kita mendapat alokasi 30 kursi di DPRD Melawi,” ucapnya. Sementara itu, untuk pembagian Dapil, nantinya diwacanakan bertambah satu dimana Dapil Belimbing dan Belimbing Hulu terpisah dari Dapil Sayan, Sokan, Tanah Pinoh dan Tanah Pinoh Barat. “Pembagian kursi dinilai dari jumlah penduduk di setiap Dapil,” pungkasnya. †

HINGGA kini, belum ada kejelasan terkait dengan tindak lanjut penanganan dugaan korupsi pada pelaksanaan pembangunan Stadion Nanga Pinoh. Padahal kasus tersebut telah ditangani Kejaksaan sejak beberapa tahun silam. Kepala Kejari Sintang M. Djumali ketika dikonfirmasi usai dirinya menghadiri ramah tamah Pemkab Melawi bersama Pangdam XII Tanjungpura baru-baru ini di Pendopo Rumah Jabatan Bupati Melawi mengatakan, kasus dugaan korupsi masih banyak yang mengendap lantaran menunggu hasil audit BPK Perwakilan Kalbar seperti kasus dugaan korupsi pembangunan Stadion Nanga Pinoh. Menurut Djumali, lambatnya penyelesaian kasus dugaan korupsi pembangunan stadion itu karena dokumen audit yang dibutuhkan belum juga diserahkan oleh BPK Perwakilan Kalbar.

“Kami telah menyerahkan beberapa permintaan audit kepada BPK Perwakilan Kalbar. Memang ada beberapa kasus yang sudah kami mintakan audit ke BPK Perwakilan Kalbar tapi mungkin masih banyak yang harus diaudit jadi belum selesai,” ucapnya. Berdasarkan data yang dimiliki Kejari kata Djumali, kasus dugaan korupsi stadion tersebut yang tengah diaudit pihak BPK Perwakilan Kalbar, yakni kasus dugaan tindak pidana korupsi penyelewengan anggaran dana proyek yang sudah disidik sejak 3 tahun lalu. Dikatakan, Meski belum bisa dipastikan berapa besar kerugian negara pada pembangunan stadion itu, namun Djumali memperkirakan kerugian negara berkisar Rp 2 milyar lebih. Ditambahkan Djumali, berdasarkan hasil penyidikan pihaknya, bahwa dugaan tindak pidana korupsi penyelewengan anggaran dana proyek pembangunan stadion tersebut antara lain di areal pematangan lahan pembangunan. †

Pemerintah Anggarkan Rp4 Triliun Tanggulangi Banjir MENTERI Keuangan Agus Martowardojo mengaku pemerintah telah menyediakan dana cadangan bencana penanggulangan banjir sebesar Rp4 triliun. Dana ini dicairkan jika dampak banjir semakin besar. ”Kalau diperlukana kita ada dana cadangan bencana sebesar Rp4 triliun yang sifatnya on call, dan bisa dicairkan jika ada persetujuan dari DPR,” kata Agus Marto di Gedung DPRRI Jakarta, Senin 21 Januari 2013. Mantan Dirut Bank Mandiri ini menegaskan dana tersebut berasal dari pemerintah dan tidak ada unsur hibah dari luar negeri atau pihak asing manapun. “Kita tidak bicara dana hibah semua berasal dari dalam negeri,” katanya. Agus mengatakan pemerintah belum meng-

anggarkan dana sodetan Kali Ciliwung ke Kanal Banjir Timur sebesar Rp500 miliar. Selain itu, pemerintah masih memerlukan dana sebesar Rp1,2 triliun untuk pengembangan dan pengaturan Kali Ciliwung. “Kita juga akan membuat MCK mobile, karena banyak pengungsi yang tidak memperoleh MCK dan kita mau siapkan,” katanya. Total, pemerintah membutuhkan dana sebesar Rp2 triliun untuk merealisasikan perbaikan dan program tersebut. Untuk itu, pemerintah akan rapat koordinasi dengan DPR agar dana tersebut dapat cair pada 2013-2014 mendatang. “Kita akan melakukan rapat dengan Komisi V DPR-RI untuk optimalkan anggaran Kanal Banjir Timur,” katanya. (VIVanews) †

Sugimiarto Pimpin Desa Sidomulyo Eko Susilo Borneo Tribune, Nanga Pinoh PEMILIHAN Kepala Desa Sidomulyo periode 20132019 yang digelar, Senin (21/ 1) akhirnya berjalan dengan sukses dan lancar. Dari tiga kandidat yang bersaing, masing-masing Zulfiansyah (Apong), Kristiarjo Masri (Butet) dan Sugimiarto (Or). Kandidat nomor urut 3 yakni Sugimiarto berhasil mengungguli suara kandidat lainnya dengan memperoleh suara sebanyak 641 suara, disusul Kristiarjo Masri sebanyak 617 suara dan Zulfiansyah sebanyak 337 suara. Namun demikian, menjelang detik-detik penghitungan suara semua TPS di kantor Balai Desa Sidomulyo sempat terjadi ketegangan. Beruntung insiden itu dapat diselesaikan dengan musyawarah dan etika demokrasi. Camat Nanga Pinoh, Aimolnija juga meninjau langsung proses penghitungan suara Pilkades Sidomulyo yang berlangsung demokratis. “Inilah sebuah demokrasi, masyarakat yang menentukan pilihannya. Namun yang jelas, saya menghimbau kepada seluruh masyarakat khususnya desa di wilayah Kecamatan Nanga pinoh yang akan menggelar pesta

Camat Nanga Pinoh, Aimolnija saat meninjau jalannya pemilu kepala desa Sidomulyo didampingi Ketua Panitia pemilu, Rusnawi didampingi anggota. FOTO: Eko Susilo/Borneo Tribune demokrasi untuk dapat menjunjung tinggi pemilu, yang jujur, adil, umum, bebas dan rahasia. Jangan sampai terjadi konflik akibat kecurangan, yang dapat mencoreng jalannya pesta demokrasi itu sendiri,” ucap Aimolnija kepada wartawan disela-sela kunjungannya. Sementara itu, Ketua Panitia pelaksana Pilkades Sidomulyo, Rusnawi menga-

takan bahwa Pilkades Sidomulyo periode 2013-2019 berjalan dengan sukses, lancar dan aman. Dari 2.365 daftar pemilih tetap, yang menggunakan hak suara mencapai 1.595 suara. Itu menandakan tingkat partisipasi masyarakat Sidomulyo cukup tinggi, yakni sekitar 70 persen. “Sidomulyo terdiri dari dua dusun, yakni Dusun Sidomulyo dan Rondah Per-

mai. Dengan masyarakatnya yang heterogen. Tentunya kami berharap dengan terpilihnya kepala desa yang baru dapat membawa kemajuan desa yang lebih baik kedepannya. Karena bagaimanapun semua kandidat yang maju ini merupakan putraputra terbaik Desa Sidomulyo, yang mempunyai satu visi yakni memajukan desa,” pungkasnya. †


cmyk

Rabu, 23 Januari 2013

Kapuas Hulu

Borneo T Tribune

10

Kekuatan Angin Semakin Meningkat

Warga Diminta Waspada Karyawan PT PIP Tengelam di Sungai Kapuas Timotius Borneo Tribune, Putussibau SEORANG buruh harian pada PT Pramita Internusa Pratama (PIP) tewas tenggelam di sungai Kapuas tepatnya di Kecamatan Semitau. Saat hendak menyeberang menggunakan speed penyeberangan menuju lokasi perkebunan sawit. Kejadian naas yang menimpa Muhaimin (40) tersebut, terjadi sekitar pukul 12.45 wib, Minggu (21/01). “Dia saat itu, hendak menyeberang menggunakan speed penyeberangan dengan menaiki sepeda motor, kondisi speed penyeberangan masih tertambat. Namun Muhaimin yang menunggu istrinya sambil memainkan gas motor yang masih dinaikinya yang berada diatas speed penyeberangan, ternyata motor tersebut masih masuk gigi, begitu digasnya motor bersama dirinya langsung mencebur ke sungai, dan Muhaimin pun tak timbul-timbul,” ungkap Iwan Supriadi, Camat Semitau, Senin (22/ 01). Dituturkan Iwan, dengan kejadian tersebut warga setempat langsung melakukan pencarian,dan menyelam ke dasar sungai Kapuas, untuk mencari Muhaimin. Namun yang ditemukan

hanya sepeda motornya saja, sedangkan Muhaimin tidak ditemukan. “Menurut warga Muhaimin tersebut memang tidak bisa berenang, sehingga saat motor dan dirinya mencebur kesungai dirinya langsung tidak munculmuncul, saat itu warga lagsung mencari korban, dengan menyelam tetapi tidak ditemukan, yang ada cuma motornya saja,” kata Iwan. Sekitar pukul 01.30 wib dini hari, Senin (22/01), Muhaimin ditemukan mengapung di lanting Bank Kalbar Semitau dengan kondisi sudah tidak bernyawa lagi. “Muhaimin ditemukan warga, mayatnya timbul tepat di sisi lanting Bank Kalbar,” tuturnya. Sementara itu IPDA Suprianto, Kapolsek Semitau, membenarkan adanya kejadian yang menimpah Muahimin. Kronologis kejadian hampir mirip dengan apa yang dituturkan Camat Semitau, hanya saja menurut Suprianto kejadian tersebut yang menyebabkan kematian murni kecelakaan, bukan tindak pidana. “Tidak ada unsur pidana atas tenggelamnya Muhaimin, dia tidak bisa berenang dan sebelumnya juga tidak ada pengaruh alkhol atau yang lainnya, murni kecelakaan tanpa unsur pidana,” tegasnya. †

Timotius Borneo Tribune, Putussibau BULAN Januari awal tahun 2013 ini, bencana angin puting beliung mendominasi menimpa sejumlah wilayah di Kabupaten Kapuas Hulu. Oleh sebab itu, seluruh masyarakat Kapuas Hulu diminta selalu mewaspadai ancaman puting beliung yang bisa datang kapan saja, dan di mana saja. “Puting beliung ini perlu diwaspadai, sebab menurut pengamatan kita, angin akan cukup meningkat di awal tahun 2013 ini,” ucap Gunawan Kepala Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kapuas Hulu, ditemui Senin (22/01). Dipaparkan Gunawan sejumlah daerah yang dilanda angin puting beliung di antaranya yaitu di Dusun Pesayah, Desa Semuntik, Kecamatan Badau, yang merobohkan satu buah betang, kemudian di Ingko’ Tambe Kecamatan Putussibau Selatan, di Dusun Bika Hulu, Kecamatan Bika, serta jembatan gantung di Kecamatan Pengkadan.

Warga Dusun Pesayah, Desa Semuntik, Kecamatan Badau terpaksa tinggal di rumah sementara dengan kondisi yang memprihatinkan, akibat angin puting beliung yang menghantam rumah betang yang sedang dibangun. FOTO: Timotius/Borneo Tribune “Rata-rata kejadiannya hampir bersamaan, meski dari kejadian tersebut tidak ada korban jiwa. Namun meningkatnya bencana angin puting beliung ini membuat cemas masyarakat,

Gallery

Kerawing Menerima pesanan & menjual : hasil tenunan daerah/ kerajinan, berupa pakaian adat, anyaman dan lukisan Putusibau SISKA Hp. 081257159998

JUAL “AYAM KETAWA” - Asli Sulawesi - Suara khas dan unik Hubungi: Jl. H. Agus Salim Dalam No. 124 ABC Telpon (0561) 734826 Hp: +6281323331889 Pontianak (Kalbar)

PT. BUMI BORNEO CEMERLANG

Jl. Gaj ahma da N o. 3 P ont ianak Gajahma ahmada No Po ntianak Email: aria_tur@yahoo.com Penerbangan Pontianak - Jakarta BATAVIA : 5x penerbangan dalam sehari ( z07.05 z07.55 z11.10 z14.35 z16.00 ) SRIWIJAYA : 4x penerbangan dalam sehari ( z07.00 z07.55 z11.55 z15.50 ) LION AIR : 3x penerbangan dalam sehari ( z07.30 z11.35 z15.30 )

GARUDA : 3x penerbangan dalam sehari ( z08.00 z12.55 z17.35 ) Penerbangan PTK - JOGJA & PTK - SURABAYA BATAVIA : 1x penerbangan dlm sehari (pukul : 14.45)

PALAPA TAXI

PONTIANAK - SINGKAWANG (PP) PONTIANAK SINGKAWANG

Jl. Arteri Supadio Ruko No. 1-2

Jl. Niaga No. 25

0561-717 8888 0562-333 9999 0821 4876 8888 0821 4876 9999 ARMADA INNOVA & YARIS ARMADA INNOVA & YARIS JAM JAM BERANGKAT :

BERANGKAT:

05-07-08-09-10-11-13-14-15-16-17-19.00 WIB 05.00 - 08.00 - 11.00 - 14.00 - 17.00 - 19.00

seluruh masyarakat Kapuas Hulu selalu mewaspadai angin puting beliung. Selama bulan Januari ini saja, menurut Agus, beberapa daerah di wilayah Kapuas Hulu sudah dilanda angin

puting beliung. “Mengingat meningkatnya angin puting beliung yang terjadi akhir-akhir ini, saya minta masyarakat Kapuas Hulu untuk selalu mewaspadainya,” pungkasnya. †

1 Kades Perempuan Antara 31 Kades Laki-laki

Tampak para Kades yang baru saja dilantik serius mendengarkan arahan dari Bupati Kapuas Hulu di aula Kantor Bupati Kapuas Hulu. FOTO : Timotius/Borneo Tribune

Telp. 0561-577868

apalagi masyarakat yang pernah ditimpa musibah tersebut,” terangnya. Menanggapi kondisi tersebut, Agus Mulyana Wakil Bupati Kapuas Hulu beberapa waktu lalu juga mengimbau agar

Distributor Aspal Shell (Drum) Pen 60/70, Berat Bersih : 154 Kg

Timotius Borneo Tribune, Putussibau BUPATI Kapuas Hulu Abang Muhammad Nasir secara resmi melantik 32 Kepala Desa (Kades) di wilayah Kapuas Hulu yang terdiri dari berbagai kecamatan. Satu di antara Kades yang dilantik tersebut dari kaum hawa yang menjabat sebagai Kades Merakai Panjang, Kecamatan Puring Kencana. Pelantikan yang dilaksanakan di Aula Kantor Bupati Kapuas Hulu ini dihadiri oleh Ade

Muhammad Zulkifli Ketua DPRD Kapuas Hulu, Agus Mulyana Wakil Bupati Kapuas Hulu, sejumlah Kepala Dinas, Badan, Kantor dan bagian di lingkungan Pemerintah Kapuas Hulu, Senin (22/ 01). Abang Muhammad Nasir, menegaskan agar dalam menjalankan tugas para kades hendaknya selalu berpedoman pada aturan yang ada. Sebab dengan dilaksanakannya pelantikan tersebut merupakan mekanisme dari amanah konsitusi sehingga Kades telah memenuhi asas legalitas konsititusionalnya dalam memberikan pelayanan kepada desanya dibidang pemerintah, pembangunan dan kemasyarakatan. “Saudara dititipkan sebuah amanah oleh masyarakat, untuk itu jaga kepercayaan masyarakat untuk memberikan suatu perubahan yang positif, suatu perubahan kearah yang lebih baik,” ungkapnya. Sebagai Kades, kata Nasir dalam menjalankan tugas tentu tidak sendiri tetapi lebih pada leader-

ship oleh karena itu harus dapat memfungsikan lembaga-lembaga yang ada di desa. Khususnya dalam membuat program kerja, baik jangka panjang, jangka menengah maupun jangka pendek. “Harus dipahami sebagai Kades dalam mengambil peran yang konstruktif serta inovatif dalam menjabarkan tugas-tugas dilapangan, karena Kades selain diawasi oleh Pemerintah atasan. Ada juga pengawasan langsung dari masyarakat itu sendiri,” cetusnya. Oleh sebab itu, Nasir menekankan kepada para Kades agar dapat mengembangkan kepemimpinan yang terbuka. Sehingga jika ada kendala-kendala di lapangan hendaknya berkoordinasi ke instansi atasan untuk memecahkannya, salah satunya yaitu camat sebagai pembina pemerintah desa. “Jalankan tugas dengan sebaik-baiknya, dalam pelayanan jangan membeda-bedakan masyarakat, ingat Kades merupakan pemimpin seluruh masyarakat di desanya,” tegas Nasir. †

IKLAN BARIS Dijual

Dicari

Peluang Usaha

Rumah Permanen. Jl. Purnama Komp. Dinasti Indah Blok B No. 14 Ptk. Ukuran Tanah 10 x 18 m2, Ukuran Bangunan 9 x 15 m2. Hub:085252015279

SGR, Guru PAUD/TK, Bersedia Ikut Diklat, Lgsg Penempatan, Hub. Jl. Pancasila No. 207 Telp. 761562

BISNIS FOREX! Daftar hr ini, besok psti dpt Profit (7% selama 100 hr) www.forexal.com SMS “PETUNJUK” Hp.087885563999 T.07789645034

Dijual Bangunan Dijual cepat eks. kantor, sertifikat, 2 lt, Jl. Nurali No. 2, Hub. 081384151188 tnp perantara.

Peluang Bisnis INVESTASI EMAS! Hari ini daftar mulai besok Dpt PROFIT (7%/hari) www.forecashier.com/ID.000833 /SMS “MINAT”.Hp.087775210833

Dijual Tanah

Peluang Bisnis

Jln.Purnama I Gg. Purnama Indah 1 No. 21. Menuju Komplek Dinasti Indah. Uk. 16 x 27 m. Bangunan L 14,5 m, P 18,5 m. Hub. Bpk. Gusti Hp. 081256983336

Bisnis Forex! Modal Min Rp.300rb, Profit Besar, Cek UTK Pns, Pensiunan dll. Info www. inforexal.com, SMS “MINAT” Hp. 087885563999

DIJUAL CEPAT TANAH SHM, tanpa perantara. * Jl. Gusti Situt Mahmud, Gg. Selat Makasar, Siantan (blkng BPAS) LT 1000 m2 Rp. 300 jt (nego). Hub. 0819 565 2794/0561 700 4977

Gallery Kost. Menerima Pria & Wanita Fasilitas Air & Listrik dan lain-lain. Jl. Diponegoro No. 9 Telp. 0562-3320424 SKW

Dijual tanah, 364 M 2, Jl. Danau Sentarum, Gg. Wonosobo, 50 Juta. Hub. Sri 081352269380 Dijual tanah, jl. Ujung Pandang, luas 4114 m2 sertifikat, Hub. 081384151188 tnp perantara.

Kost

Taxi CV. TEGAR PRATAMA TRANSPORT Melayani Antar Jemput Penumpang Jl. Kalimantan No. 24B 0562-640029/641366 SINGKAWANG Jl. Imam Bonjol Gg. Tnjng Sari No. 36 0561-747211/749025 PONTIANAK INNOVASI TAXI. Melayani Antar Jemput. Jl. Tua Pekong No.24 Singkawang, (0562)3309800, Jl. A. Yani (RM. Bertagis) Pontianak Telp. (0561) 7015100, (0561) 7157000

Disewakan Disewakan gudang 2 pintu, luas + 250 m2 dan 200 m2, cocok utk kndraan bermotor, alat telekomunikasi, di Jl. Adisucipto. Hub 081384151188 tnp perantara.

Iklan Baris:

1 baris / hari Rp. 6.000,-


Teras Borneo Tribune

Rabu, 23 Januari 2013

Larangan Pakai Motor

Pasokan Barang dan Sembako Tersendat jumlahnya mencapai sekitar 50 hingga 60 persen ini tentunya dapat berimplikasi terhadap kenaikan harga barang kebutuhan pokok di sejumlah daerah di Kalbar,” tegas H. Retno Pramudya, di Gedung DPRD Provinsi Kalbar, Selasa (22/1). Retno Pramudya yang juga merupakan anggota DPRD Provinsi Kalbar ini berpendapat, apabila Pemerintah Provinsi Kalbar lamban dalam menyikapi persoalan ini tentu akan berimplikasi terhadap perekonomian Kalbar. “Apabila berkurangnya distribusi serta berkurangnya armada yang mendistribusikan barang serta sembako, tentu hal ini mengakibatkan biaya transportasi menjadi meningkat dan tentunya kenaikan ini akan berimbas terhadap kenaikan harga barang serta sembako di Kalbar. Itu pasti. Karena akan berlaku hukum ekonomi,” paparnya. Ketua Gafeksi Provinsi Kalbar ini mengungkapkan bahwa pihaknya sebenarnya

sudah merasakan dampak hal ini ketika cuaca ekstrem mulai melanda sejumlah perairan di Indonesia, beberapa waktu lalu. Tak pelak cuaca ekstrem tersebut menyebabkan terjadinya gelombang tinggi yang mencapai antara 5 hingga 6 meter. Sehingga Dinas Perhubungan sempat mengeluarkan instruksi terkait larangan berlayar bagi kapal-kapal, termasuk kapal distribusi barang serta sembako dari Pulau Jawa ke Pelabuhan Pontianak. “Cuaca ekstrem menyembabkan gelombang tinggi yang mencapai sekitar 5 hingga 6 meter yang terjadi di sejumlah perairan di Indonesia. Seperti di perairan laut Jawa serta Selat Karimata yang notabene merupakan jalur transportasi lalu lintas pelayaran distribusi barang dan sembako dari Pulau Jawa ke Pulau Kalimantan. Dinas Perhubungan mengeluarkan instruksi yang melarang kapal-kapal untuk melakukan pelayaran selama 3 hari.

Kondisi ini tentu sudah memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap proses distribusi barang dan sembako di Kalbar,” timpalnya. Kondisi tersebut semakin diperparah dengan musibah banjir yang melanda ibukota Jakarta, selama beberapa hari terakhir. Sehingga menyebabkan kendaraan angkutan barang dan sembako, mulai dari angkutan kecil hingga kontainer di Pelabuhan Tanjung Priok tujuan Pelabuhan Pontianak tidak bisa beroperasi sehingga berimplikasi terhadap tersendatnya proses distribusi barang dan sembako yang prosentasenya mencapai antara 50 hingga 60 persen. “Sekitar 50 hingga 60 persen distribusi barang serta sembako yang selama ini lancar menjadi tersendat akibat musibah banjir yang melanda ibukota Jakarta,” lugasnya. Semestinya, sambung dia, Pemerintah Provinsi Kalbar beserta jajarannya harus

segera melakukan antisipasi serta langkah konkret terkait kondisi yang mengakibatkan proses distribusi barang dan sembako dari Pulau Jawa ke Pulau Kalimantan menjadi tersendat. Sementara itu, saat disinggung apakah ada langkah konkret yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Kalbar beserta jajaran guna melakukan antisipasi terhadap dampak cuaca ekstrem serta musibah banjir yang melanda ibukota Jakarta dalam beberapa hari terakhir yang berimplikasi terhadap perekonomian Kalbar, Retno menjawab, “Sepengetahuan saya belum ada. Dan saya pikir selama ini Pemerintah Provinsi Kalbar menganggap hal ini biasa-biasa saja. Padahal kondisi ini sangat besar dampaknya terhadap perekonomian Kalbar. Dan tentunya hal ini akan sangat memberatkan masyarakat Kalbar, terutama masyarakat menengah ke bawah,” cetus Retno Pramudya.

Mengurai Politik Etnis Cina Indonesia kaitan dengan komunisme, membuat mereka dikesampingkan dalam hal dan urusan-urusan politik. Akibatnya, kebanyakan mereka sebatas bergerak dalam bidang ekonomi, perdagangan dan bisnis. Reformasi (politik) 1998 membuka ruang baru bagi partisipasi politik warga Etnis Cina di Kalimantan Barat ini. Jika sebelum reformasi, keterlibatan kelompok ECI dalam politik sangat kecil dan terbatas, pada masa reformasi partisipasi itu di jalani dengan penuh gairah dan terbuka. Data buku ini menunjukkan, sebelum reformasi, hanya masing-masing ada 1 anggota DPR Provinsi Kalimantan Barat dan DPRD Kota Pontianak keturunan ECI, serta 2 orang anggota DPRD keturunan ECI di Kota Singkawang. Semuanya dari Partai Golongan Karya, yang nampaknya hanya sebatas pemanis ataupun perwakilan. Keterlibatan dalam kepengurusan partai politik juga sangat sedikit. Pada masa reformasi, jumlah pengurus partai politik yang melibatkan kelompok ECI naik signifikan. Mereka tak hanya lagi terlibat dalam kepengurusan Partai Golkar tetapi juga partai-partai lainnya, seperti Partai Demokrat, PDIP, PAN, PIB, atau PKB. Jumlah para keturunan ECI yang duduk di lembaga legislative juga naik signifikan. Inilah bukti aktualisasi diri dan revitalisasi peran kelompok ECI setelah ditekan selama 32 tahun oleh pemerintah Orde Baru. Dalam kaitan partisipasi politik tersebut, penulis buku ini menemukan fakta mena-

rik tentang adanya tujuh orang bermarga Bong yang bersinar (the seven shining Bong), yang berhasil duduk di lembaga politik (eksekutif dan legislative) di Pontianak dan Singkawang. Sebuah keberhasilan, yang menurut buku ini, karena rasa solidaritas sosial yang kuat dan militan diantara mereka. Ketujuh warga Bong yang bersinar tersebut adalah Bong Hou San (Christiandy Sanjaya) yang adalah Wagub Kalimantan Barat, Bong Sau Fan atau Hasan Karman yang jadi Walikota Singkawang, Bong Cin Nen, Bong Wui Khong, Bong Min Jam (anggota DPRD Kota Singkawang) dan Bong Tiak Tong serta Bong Yong Liak (Sebastian) anggota DPRD Kota Pontianak. Selain di lembaga legislative, kelompok ECI ini juga di Kalimantan Barat kemudian terlibat dalam Pilkada di daerah setempat. Ada yang maju di tingkat Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Barat, ada yang bertarung untuk jabatan walikota dan wakil walikota untuk Kota Singkawang dan Pontianak. Faktor Ahok Menurut kajian buku ini, terdapat 3 faktor pendorong mengapa Etnis Cina Indonesia di Kalimantan Barat terlibat dalam politik. Yakni factor idealism, pragmatisme dan factor kekuasaan. Faktor idealism berkaitan erat dengan perasaan sebagai wargana negara RI dan karenanya harus berpartisipasi termasuk dalam bidang politik. Dari sisi pragmatism, partisipasi politik ini bertujuan dengan melindungi aset-aset

yang mereka miliki. Pada sisi yang lain, motif kekuasaan bertujuan untuk bisa memiliki power, mewujudkan apa yang menjadi program. Selain tiga factor tersebut, menurut penulis, ada factor lain yang secara psikologis berpengaruh, yakni factor Ahok. Ini adalah faktor pengaruh kemunculan Basuki Cahya Purnama atau Ahok, yang memberikan daya dorong baru bagi partisipasi politik yang lebih terbuka bagi ECI di Kalimantan Barat khususnya di Pontianak dan Singkawang. Yakni mulai terlibat politik, menjadi pengurus partai politik, menjadi anggota dewan, sampai menjadi calon kepala daerah. Di tahun 2007, Basuki Cahya Purnama (saat itu Bupati Belitung Timur) hadir di Kota Singkawang. Mungkin bukan suatu yang kebetulan, dalam Pilkada Walikota Singkawang tahun 2007 tersebut, Hasan Karman atau Bong Hou San terpilih sebagai walikota Singkawang. ”Beliau datang sendiri di Singkawang untuk kampanye, memberikan keyakinan kepada warga Tionghoa bahwa dia sudah bisa, mengapa kita tidak”? (hal. 245). Prasangka dan kekhawatiran. Mengkaji partisipasi politik dengan beberapa pendekatan konflik, dapat diduga bahwa partisipasi politik bagi kelompok Tionghoa atau ECI ini di Kalimantan Barat tetap semacam buah simalakama-ikut politik salah tak ikut politik salah. Tidak ikut dalam hingar bingar politik di masa lalu, dianggap tidak nasionalis, menutup diri, eksklusif serta hanya

11

sebatas mahluk ekonomi. Kini, kelompok ECI yang terlibat dalam dinamika politik masa reformasi, juga diikuti dengan lekatan-lekatan prasangka terhadap motifnya. Temuan penulis, selain kelompok Dayak, adalah kelompok Melayu yang merasa sangat terganggu dengan kemunculan kelompok ECI di Pontianak dan Singkawang. Pada tataran praktis, keterlibatan kelompok ECI dalam politik justeru akan membuat kelompok tersebut semakin mendominasi setelah ekonomi kini politik, dan bahkan lebih jauh memunculkan sikap dual nation state loyalties yang destruktif bagi NKRI. Mengesampingkan Proses. Buku ini, yang merupakan disertasi doktor penulisnya di Universitas Indonesia, menawarkan perbincangan yang menarik: tentang reformasi, politik etnis Cina Indonesia di dua kota di Kalimantan Barat yakni Singkawang dan Pontianak, serta tanggapan-tanggapan etnis lokal setempat, terhadapnya. Data-data pendukung keterlibatan Etnis Cina Indonesia di berbagai posisi memperkuat kerangka pembahasan. Sayang, paling tidak ada dua hal yang membuat kenyamanan membaca buku ini agak terganggu. Pertama, kajian berdasar teori konflik yang ditampilkan mengabaikan proses, bagaimanakah Etnis Cina Indonesia di Pontianak dan Singkawang menjalani dan mencapai tujuan politiknya. Misalnya, bagaimana proses 5 warga ECI bermarga Bong (the seven shining Bong) menjalani proses politiknya sehingga dapat duduk di legislative atau kekuasaan eksekutif (Bong Hau San alias Christiandy Sanjaya sebagai Wakil Gubernur Kalimantan Barat atau Bong Sau Fan alias Hasan Karman sebagai Walikota Singkawang) Yang kedua, sudut pandang penulisnya yang memandang ECI di Kalimantan Barat sebagai sebuah kelompok yang tunggal, padahal (mungkin) ada dinamika politik di internal ECI sendiri sebagai perbenturan marga-marga yang berbeda, tidak muncul dalam kajian ini. Sekumpulan prasangka di kaitkan dengan kelompok ECI ini, termasuk dari sang penulis, yang nampaknya agak dekat dengan militer dan pertahanan dan keamanan, membuat eksplorasi tidak dilakukan lebih jauh. Lepas dari kekurangan tersebut, dan juga masih terdapat beberapa kesalahan cetak, bahasan yang dihadirkan buku ini sangat menarik untuk di ketahui publik. Sebuah karya yang terus terang tentang politik Etnis Cina Indonesia di Kalimantan Barat, serta bagaimana hubunganhubungan yang ada harus dikelola. (*). F. Alkap Pasti, Alumnus Universitas Sanata Dharma (USD) Yogyakarta, tinggal di Ketapang, Kalimantan Barat.

yang belum memiliki SIM dilarang untuk membawa kendaraan sendiri ke sekolah,” tegas Hilaria, belum lama ini. Hilaria menambahkan, hal yang mendasari pelarangan membawa kendaraan motor sendiri bagi anak sekolah yang belum memiliki SIM adalah bahwa sudah dipastikan usia mereka masih dibawah 17 tahun. Dan dari hasil survai anak dibawah usia 17 tahun merupakan masa yang masih tergolong labil dalam mengontrol emosi dan cenderung terbawa emosi sesaat. Bahkan dirinya mengumpamakan, seandainya pada jam yang sama, baik pada jam masuk sekolah atau pu-

lang sekolah, dimana dengan lebar jalan yang sama terjadi penumpukan pengguna kendaraan yang didominasi oleh para pelajar. Dan saat itu terjadi perebutan jalur jalan. Dan tentunya dari sekian banyak pelajar yang menggunakan kendaraan bermotor akan terpancing untuk mencari cara mempercepat kendaraannya terlepas dari kemacetan sehingga akan muncul perebutan badan jalan tanpa mempertimbangkan keselamatan serta laju lalu lintas disaat yang bersamaan. “Kami mengharapkan pengertian dari para orang tua murid. Apabila terdapat putra-putri mereka yang ter-

paksa dipulangkan, karena menggunakan kendaraan bermotor. Mohon dipahami sisi positifnya,” ujar Hilaria. Bahkan dirinya sempat mendapat kritik dari beberapa pihak lantaran gagasannya tersebut menghambat kerja orang tua murid untuk bekerja. Pasalnya mereka harus antarjemput anak kesekolah. Namun lebih dari itu jika terjadi halhal yang tidak diingikan, dimana KKU saat ini tidak seperti Sukadana atau kecamatan pada lima tahun yang lalu. Karena jumlah kendaraan bermotor saat ini sudah terbilang ramai dan tidak seperti dahulu lagi. (Abdul Khoir/Borneo Tribune)

Hati-hati dengan Bansos! aman untuk dialokasikan sesuai kebijakan kepala daerah. Menurut Dosen Pemerintahan dan Politik Universitas Tanjungpura Dr. Zulkarnaen Bansos masih sangat berbahaya, sebab bila disalahkan akan menjadi petaka. Karenanya menurut Zulkarnaen, dalam pengalokasian bansos yang telah terukur secara terstruktur saat ini haris dipikir dan dipertimbangkan oleh kepala daerah sebelum merealisasikan. “Pengalaman di Kalbar, belum ada contoh yang kuat dalam penegakan hukum penyalahgunaan dana bansos. Sayang sekali, sebab belum ada sanksi yang konkrit atas semua itu,” ujar dosen Pasca Sarjana Fisip Untan ini. Terlebih lagi menjelang pemilukada tahun ini. Di Kalbar sedikitnya ada tiga daerah yang akan melakukan pemilihan kepala dae-

rah di tahun ini. seperti Pontianak, Kabupaten Pontianak, dan Kubu Raya. Menurut Zulkarnaen telah banyak ditemukan di sejumlah daerah yang memanfaatkan dana bansos sebagai bahan tambahan dalam kampanye. Tertutama bagi incumbent. Padahal menurut Zulkarnaen kalau memang hal tersebut murni bantuan daerah, maka seyogyanya menyatakan secara terang-terangan kepada masyarakat. Agar masyarakat tak memiliki opini bahwa “incumbent” kampanye menggunakan fasilitas daerah. Dana bantuan sosial dan dana hibah, baik yang dialokasikan di pemerintah pusat maupun di pemerintah daerah, termasuk kementerian dan lainnya menjadi titik rawan diselewengkan untuk kampanye. Mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006, perso-

alan menyangkut dana bansos terjadi karena pengelolaan dana lemah dari sisi transparansi dan akuntabilitas, perinsip anggaran berbasis kinerja diabaikan, dan dana tersebut cenderung dipakai sebagai alat kebijakan populis untuk kepentingan politik. “Kasus semacam inilah yang harus dihindari, sebab akan menjerat diri sendiri. Apalagi bila tidak diikuti dengan sistem yang baik sehingga memunculkan kejanggalan dalam penggunaan dana,” ungkapnya. Penggunaan dan bansos sebagai alat untuk menambah kekuatan seorang incumbent dalam mengkampanyekan. Bukanlah hal baru baru, masyarakat kecil sebenarnya sudah tahu bahwa terkait sebuah kebijakan kepala daerah tak lain yang dimainkan adalah anggaran daerah sehingga seolah-olah itulah jerih payah kepala daerah.

Kades KKR Tolak Musrenbang “Selama ini sudah hampir puluhan tahun dari Kabupaten Pontianak hingga terbentuknya Kubu Raya, musrenbang ajuan desa tidak pernah terealisasi. Ada pun yang muncul hanya Rp40 juta atau Rp50 juta saja,” ungkap Kepala Desa Mekarsari, Iqbal, Selasa (22/ 1), kemarin. Namun yang muncul disebutkan dia, ternyata ajuan dari dinas maupun dewan. Padahal, dulu pada tahun 2010 sudah ada perjanjian yang dibuat antara Bappeda, Sekda dan dewan bahwa musrenbang akan diakomodir minimal 50 persen. “Sudah ada perjanjian itu bahwa akan dibagi fiftyfifty antara Musrenbang dengan ajuan yang lain. Jadi kami di Mekarsari tidak

akan ikut Musrenbang,” tegasnya. Hal senada juga dilontarkan Kepala Desa Kuala Dua, Matias. Ia mengaku teman-teman kepala desa kesal dan kecewa, bahkan trauma. “Karena selalu tidak pernah diakomodir. Ini menjadi pertanyaaan kami, sebenarnya ini program apa. Padahal ini dasar kita untuk membuat program pembangunan,” kesalnya. Banyak hal yang diajukan musrenbang diantaranya pembangunan jalan poros. Akan tetapi yang terjadi ternyata tidak pernah muncul. “Kalau pun ada pembangunan di desa kami bukan hasil dari musrenbang. Entah dari mana, kami saja heran,” tuturnya.

Untuk itu, Matias mengatakan, ia bersama kepala desa lainnya akan mempertanyakan ke Bappeda. Agar ada keterbukaan dan transparansi. Karena selama ini sering terjadi saling tuding antara pemerintah dan dewan menghapusnya. Kekesalan juga datang dari Kepala Desa Sui Asam, Sumardi. Ajuan musrenbangdes tidak pernah muncul setelah APBD disahkan. “Kita berharap paling tidak tahun akan datang tidak terjadi. Harus ada pembagian yang merata kalau program pembangunan itu usulan dari mana. Kalau memang itu ada dari eksekutif dan legislatif maka dari musrenbangdes juga harus ada,” tegasnya.

Sejumlah Dinas Ganti Nama Drs Cornelis, MH pelantikan dan pengambilan sumpah/janji jabatan pejabat eselon II ini dilaksanakan, karena, ada perubahan nama Dinas dan Pemisahan nama Badan sesuai Permendagri dan dijabarkan dalam Perda yang disetujui oleh Mendagri. “Tidak ada mutasi, hanya ada perubahan atau penambahan

nama Dinas dan nama Badan,” kata Cornelis. ÿDikatakan olehnya, jabatan itu bukan hak, tapi amanah, dan amanah itu harus dijalankan sesuai tugas dan tanggung jawab yang telah diamanahkan. “Jabatan itu bukan hak, ingat itu, tapi amanah, kepercayaan. Tentu sesuai dengan Perpu yang berlaku,”

ingat Cornelis. ÿDingatkan olehnya lagi, pejabat jangan hanya memiliki pangkat tinggi, tapi pola pikirnya masih eselon IV, sehingga terjadi persoalan dirinya tidak mengetahui apa-apa, dan ini jangan sampai terjadi. “Kalau kita buat keputusan, kita harus paham persoalan itu,” pesannya.x

Residivis Kambuhan Tertangkap saat Polsek Pontianak Barat, melakukan razia kamtibmas di depan Mapolsek Pontianak Barat, Selasa (22/1). Menurut Kapolsekta Pontianak Barat Kompol Moh. Roni Mustafa, ketika pihaknya sedang melakukan razia rutin setiap minggunya dalam rangka menjaga kamtibmas di wilayah hukum Polsek Pontianak Barat. Ketika itu pula residivis tersebut kita jaring, karena membawa senjata tajam seperti pisau yang dipasang di taji ayam jago. Meskipun pisau itu kecil, namun sangat berbahaya. Selain sajam juga ditemukan lapak judi kolokkolok. “Pelaku sudah sering kali

menjadi tahanan Polsek Pontianak Barat dengan berbagai kasus yang telah dilakukannya, dan kali ini kita berhasil menjeratnya kembali,” tutur Kapolsekta. Kapolsek juga mengatakan Ia dan pihaknya mencurigai pelaku ini, telah sering memberikan informasi kepada rekan-rekannya yang lain agar rekannya dapat melakukan tindakan kejahatan. Yakni seperti menggambarkan lokasi dan suasana daerah yang akan menjadi sasaran kelompoknya dalam melakukan kejahatan. Sementara ituÿ tersangka saat dijumpai di Polsekta Pontianak Barat, pisau yang dibawanya tersebut˜

bukan miliknya, lantaran Ia juga tidak mengetahui kapan pisau tersebut berada di dalam tasnya. “Kalau lapak judi kolokkolok memang benar itu punya saya, karena saya tadi malam membuka lapak kolok - kolok,” ungkap Man Kemong. Dikatakan Man Kemong, dirinya sudah tidak terhitung lagi berapa kali Ia sudah masuk penjara,ÿbahkan penjara merupakan hal yang biasa baginya. Ditegaskan oleh Kapolsek, bahwa tersangka iniÿ dijerat dengan undangundang darurat nomor 12 tahun 51 dengan ancaman hukuman di atas 10 tahun penjara.

KEHILANGAN

KEHILANGAN

KEHILANGAN

BPKB KB 944 AG NR: MHDESB416TJ-308973 NM: G16B-ID-308973 A/N MARNAGI Dengan ini BPKB dinyatakan tidak berlaku lagi.

STNK KB 2526 LK NR: MH328D407BK316842 NM: 28D3316342 A/N NORINA Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi. HN

STNK KB 8170 RL NR: MHF31KF6000008025 NM: 7K0280236 A/N MARTINUS THAMRIN Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi. HN


CMYK

Seremonial www.borneotribune.com

Borneo Tribune

Sosialisasi Permendagri dan Pergub

Andika Lay Borneo Tribune, Pontianak

Sekda Kalbar, Drs M Zeet Hamdy Assovie mengatakan, sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) tentu sering melakukan perjalanan dinas. Perjalanan dinas dilakukan dalam rangka tugas kedinasan untuk menjalankan tugas pokok dan fungsi satuan kerja masingmasing. “Tahukan kita, setiap rupiah yang dikeluarkan untuk mendanai perjalanan dinas berasal dari uang rakyat yang dikumpulkan melalui pajak,” kata M Zeet Hamdy Assovie, Senin (21/1) sesaat sebelum membuka acara Sosialisasi Permendagri 72/ 2012 dan Pergub 50/2012. Dikatakannya, setiap rupiah biaya perjalanan dinas yang dikeluarkan harus dilakukan sesuai dengan prinsip-prinsip penggunaan keuangan Negara, yakni, tertib, taat pada peraturan perundang-undangan, efisiensi, ekonomis, efektif,

transparan dan bertanggung jawab dengan memperhatikan rasa keadilan dan kepatutan. Kata Sekda, Gubernur telah mengeluarkan ketentuan perjalanan dinas dengan sistem Lumpsum yaitu Pergub No. 6/2010 tentang perjalanan dinas dalam negeri atas beban APBD Kalbar. Dengan sistem ini, pegawai akan melakukan perjalanan dinas menerima sejumlah uang tertentu yang dibayarkan sekaligus dan tidak ada beban pertanggungjawaban penggunaan uang tersebut. “Sistem lumpsum ini memiliki kelemahan, maka Gubernur mengeluarkan Pergub 41/2010 tentang perubahan/revisi Pergub 6/ 2010. Dalam Pergub ini, sistem perjalanan dinas yang menggunakan sistem lumpsum diubah menjadi kombinasi antara Lumpsum dan at cost,”jelasnya. “Perubahan ini membebankan PNS yang melakukan perjalanan dinas ha-

rus melampirkan bukti tiket/transportasi perjalanan dinas. Uang harian yang diberikan sesuai Pergub diberikan untuk digunakan sebagai uang makan, uang saku, dan transport lokal,” ujarnya. Selanjutnya terkait dengan pengadaan tanah untuk pembangunan, menurut Undang-Undang Dasar Tahun 1945, Negara diwajibkan melaksanakan pembangunan guna mewujudkan kesejahteraan dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Pengadaan tanah untuk pembangunan seharusnya sejalan dengan cita-cita keadilan, dan sejalan menuju cita-cita masyarakat yang sejahtera. Pengadaan tanah harus diatur dengan Undang-Undang dan Hukum Tanah Nasional dengan prinsip keadilan, kemanfaatan, kepastian, keterbukaan, kesepakatan, keikutsertaan, keberlanjutan dan keselarasan, maka diterbitkanlah Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor

ARAHAN Sekda Kalbar, M Zeet Hamdy Assovie menyampaikan arahanya sesaat sebelum membuka Sosialisasi Permendagri 72/2012 dan Pergub 50/2012. FOTO Andika Lay/Borneo Tribune. 72 Tahun 2012 tentang Biaya Operasional dan Biaya Pendukung Penyelenggaraan Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum yang bersumber dari APBD, dengan demikian diharapkan pengadaan tanah yang dilaku-

kan oleh Pemerintah Daerah dapat dikelola secara tertib, taat pada peraturan perundang-undangan, efektif, efisien, ekonomis, transparan dan akuntabel. Acara Sosialisasi yang berlangsung selama satu hari tersebut diikuti oleh

Menuju Kubu Raya Baru 2013

Bangun Toleransi, Menghargai dan Menghormati Wakil Gubernur Kalbar, Drs Christiandy Sanjaya menyambut baik tema natal yang diusung JPHT Siantan Jungkat ini. I Yohanes pasal 4:9, Allah Telah Mengasihi Kita, dan makna yang terkandung dalam tema natal ini adalah saling mengasihi seperti yang telah diajarkan Kristus kepada Kita. “Latar belakang bangsa kita yang berbeda-beda dalam kemajemukan harus kita sikapi dengan penuh rasa syukur. Keberagaman yang dimiliki harus diterima sebagai Anugerah Tuhan. Perbedaan agama dan juga paham keagamaan harus kita tempatkan sebagai sebuah keyakinan yang harus kita hormati bersama dengan lapang dada,” kata Christiandy Sanjaya

dalam sambutan yang dibacakan Asisten III Setda Kalbar, Kartius. Wagub juga mengajak, kita tidak boleh memaksakan kehendak kepada orang lain, apalagi melakukan tindakan anarkis dan perusakan kepada pihak yang berbeda keyakinan dan pemahaman agama. “Sudah saatnya kita membangun paham keagamaan dengan toleransi, saling menghargai dan saling menghormati,” ajaknya. Disamping itu juga, Jaringan hamba Tuhan harus mampu menegakkan terus komitmen dalam pelayanan yang diwujudkan dalam setiap pikiran, perasaan, kehendak, sikap, tutur kata dan tindakan dalam pengabdian dan hidup keseharian untuk kemulian dan persatuan umat Allah. ”Para hamba Tuhan hendaknya harus mampu meneguhkan dan menjaga ke-

Rabu, 23 Januari 2013

Perjalanan dan Pengadaan Tanah Taat Aturan

Natal JPHT

Andika Lay Borneo Tribune, Pontianak

12

rah Kementerian Dalam Negeri, Ka Sub Dit Anggaran Wilayah IV Direktorat Anggaran Dirjen Keuangan Daerah Depdagri, serta Kabid Bina Keuangan Kabupaten/Kota dan dana Perimbangan BPKAD Provinsi Kalbar. o

David Maryansyah Matangkan Maju di Pilkada Kubu Raya

Ubay KPI Borneo Tribune, Pontianak

Natal JPHT Asisten III Setda Kalbar, Kartius mewakili Wagub Kalbar saat menghadiri Ibadah Natal JPHT di GBI Antiokhia. FOTO Andika Lay/Borneo Tribune. murnian iman dalam kebenaran, dan menjadi telada bagi masyarakat dimanapun berkarya,” jelasnya. Pdt. Sugiarto dalam khotbah natalnya mengatakan kelahiran Tuhan Yesus bukan kepada orang yang khusus, tapi kepada orang yang sederhana yakni para pengembala. Namun justru dengan kuasa Allah, para pengembala diberikan kesempatan untuk melihat

seluruh Kepala SKPD Provinsi Kalimantan Barat beserta beberapa staf yang membidangi Pengelolaan Keuangan dari masingmasing SKPD, dengan menampilkan nara sumber dari Direktur Anggaran Dirjen Keuangan Dae-

bayi Tuhan Yesus,” kata Pdt Sugiarto. Prosesi perayaan natal JPHT ini di awali dengan penyalaan lilin natal oleh Asisten III Setda Kalbar, Kartius, SH, M.Si dalam Ibadah Natal Jaringan Pelayanan HambaTuhan (JPHT) di Gereja Berita Injil (GBI) Antiokhia berlangsung dengan khitmad dan diiringin lagu malam kudus, Senin (21/1). o

Perhelatan pesta demokrasi menuju kursi KB 1 M mulai bergulir menjelang Pemilu Kada Bupati dan Wakil Bupati 2013 tahun ini seiring dengan Pemilu Kada di 4 kabupaten/kota lainnya yaitu Kota Pontianak, Kabupaten Pontianak, Kabupaten Sanggau dan Kayong Utara. Nama politisi PDI Perjuangan yang kini duduk di DPRD Kota Pontianak, David Maryansyah mulai santer menjadi pusat perbincangan masyarakat Kubu Raya. Hal ini dapat dimaklumi, karena balihonya sudah mulai dipasang berdiri kokoh di beberapa titik persimpangan ruas jalan seperti di perempatan Jalan Adisucipto dan Bundaran Trans Kalimantan. Dengan mengusung

Baliho David Maryansyah, kandidat Calon Bupati Kubu Raya terpasang di perempatan Jalan Adisucipto. FOTO Ubay KPI/Borneo Tribune motto Kubu Raya Baru 2013, legislator Kota Pontianak dari partai No. 4, berlambang Moncong Putih ini dengan tegas mengatakan dirinya akan maju sebagai calon Bupati Kubu Raya. Konsolidasi partai telah dilakukan termasuk terhadap DPC PDI Perjuangan Kubu Raya. Kata David Maryansyah, Kubu Raya merupakan daerah baru di Kalbar. Meski dirinya merupakan penduduk Kota Pontianak, na-

Hadir di Pontianak untuk memenuhi kebutuhan busana batik bagi Anda dan Keluarga

Menyediakan kain dan busana batik eksklusif bagi Pria, Wanita, Sarimbit (pasangan), Remaja dan Anak-anak dengan motif dan model yang trendy untuk kegiatan formal maupun informal

CMYK

mun Kubu Raya baginya tidak asing lagi. Ia mengetahui Kubu Raya tak sekedar dalam sisi birokrasi semata, tapi hubungan emosionalnya dengan warga Kubu Raya sangat dekat. “Kubu Raya bukan daerah yang perlu diselamatkan, sebab ia (Kubu Raya) telah merdeka. Yang perlu dilakukan bagaimana menyentuh seluruh lini sehingga tidak terjadi kesenjangan antar-sesama. Seperti di birokrasi dan pemerataan pembangunan di setiap kecamatan,” ungkapnya. Salah seorang warga Sungai Ambawang yang mengenalnya, Abdul Karim menuturkan ketegasannya dalam bersikap dan komitmennya memperhatikan masyarakat pernah ia rasakan. Begitu pula dengan warga Sungai Raya, Efendi membenarkan David Maryansyah sosok yang merakyat. Hal itu ia ketahui sewaktu blusukan ke sebuah daerah di Kubu Raya. David Maryansyah tak segan naik sepeda motor dan dengan ramah menyapa warga yang ada. “Saya melihat tak seperti orang tinggi kebanyakan, sebab begitu ramah dan mau membaur dengan orang kebanyakan. Sosok pemimpin seperti itu yang diharapkan. Tak sombong dengan predikat yang disandar, namun dapat menyesuaikan dimana ia berada,” pungkasnya. o


Harian Borneo Tribune 23 Januari 2013