Page 1

cmyk

I DEALISME, K EBERAGAMAN

DA N

KEBERSAMAAN

Borneo Tribune www.borneotribune.com

Sabtu, 22 Desember 2012

8 Shafar 1434 H - 10 Cap It Gwee 2563

200 Karung Gula Ilegal Ditangkap Rencana Mau Dikirim ke Ketapang Achmad Mundzirin Borneo Tribune, Pontianak SEBANYAK dua ratus karung gula Ilegall, dengan berat perkarung 50 kg berhasil ditangkap oleh gabungan aparat Dit Reskrimsus, Sabhara Polresta Pontianak dan TNI AL di Dermaga tepian Sungai Kapuas milik warga tepatnya di Gang Irian Jalan Tanjung Pura, Kamis (20/12) malam hari.

Gula ilegal ini sudah dimuat ke dalam 2 truk dimana sebelumnya gula tersebut berada di Kapal Motor (KM) Putra Jaya saat di Dermaga. Gula - gula Ilegall ini disembunyikan dibawa terigu. Menurut Erik (20) selaku Anak Buah Kapal (ABK) rencananya, dua ratus karung gula ilegall tersebut ....Ke Halaman -11

B uah Bibir Buka Suara

Arif Joni Prasetyo, ST

SETELAH Sutarmidji dan Paryadi menyatakan kepastian maju pada Pilwako Pontianak, disusul Firman Muntaco dan Iwan Gunawan, satu nama lagi menyemarakkan bursa pencalonan. Arif Joni Prasetyo, Kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang kini menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Kota Pontianak buka suara. Ditemui usai upacara Hari Ibu di Rumah Dinas Walikota Pontianak, belum lama ini, Joni menjawab pertanyaan seputar namanya yang mulai diperbincangkan dalam pencalonan Pilkada Pontianak. “Saya mendengar opini itu dan memang ....Ke Halaman -11

Kenyataan Hidup Manusia Manusia…saat tidak punya uang, bekerja seperti kuda. Saat punya uang, menunggang kuda. Saat tidak punya uang, ingin menikah. Saat punya uang, ingin bercerai.. Saat tidak punya uang, istri dijadikan sekretaris. Saat ada uang, sekretaris dijadikan istri. Berkata bahwa judi adalah racun, tapi masih bermain juga. Berkata bahwa uang adalah dosa, tapi masih dikeruk juga. Berkata bahwa wanita cantik adalah pembawa bencana, tapi masih pingin juga. Di desa, pagi hari burung membangunkan orang. Di kota, malam hari orang membangunkan burung. Inilah kenyataan hidup ...o

Telepon Redaksi/Iklan/Langganan/Pengaduan: (0561) 767788 Faximile. (0561) 766103

Alamat Redaksi: Jln Purnama Dalam No 2 - Pontianak 78121

Road Show Perpustakaan Nasional

GEMAR MEMBACA. Anggota DPRRI, Albert Yaputra mengajak siswa dan siswi SMK Abdi Agape untuk gemar membaca dalam rangkaian Road Show Perpustakaan Nasional dengan gerakan Indonesia Gemar Membaca, di Gereja SMK Abdi Agape. FOTO Andika Lay/Borneo Tribune

Gelorakan Gemar Membaca Andika Lay Borneo Tribune, Pontianak RATUSAN Siswa dan siswi SMK Abdi Agapemengikuti Road Show Perpustakaan Nasional dengan gerakan Indonesia Gemar Membaca, di Gereja SMK Abdi Agape, Jumat (21/12). Road show Perpustakaan Nasional ini juga menghadirkan Anggota

DPR RI Dapil Kalbar, Albert Yaputra, Guru Besar UI, yang juga Mantan Ketua Umum DPP PD, Prof DR Subur Budisantoso, Sekretaris Utama Perpustakaan Nasional, Dedi Junaidi, Kepala Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (BPKD) Kalbar, Marselinus Kutjai Apin, Anggota DPRD Kota Pontianak, Tan Lie Hian, dan Khouw ....Ke Halaman -11

8 Kasus Pembunuhan Belum Terungkap Sebanyak 8 kasus pembunuhan di Kalbar belum terungkap. Di Kota Pontianak terdapat 3 kasus, Kabupaten Pontianak (Mempawah) terdapat 2 kasus, Kabupaten Ketapang 3 kasus. Kedelapan kasus pembunuhan ini pelakunya masih misterius.

Kapolda Perintahkan Segera Diungkap Kapolresta: Pembunuh Miskari Sudah Diketahui

Achmad Mundzirin Borneo Tribune, Pontianak HARAPAN - harapan para keluarga korban meminta pelaku pembunuhan dalam delapan kasus yang belum terungkap, untuk secepatnya diungkap. Ditanggapi Kapolda Kalbar Brigjend Pol Tugas Dwi Apriyanto, Jumat (21/12) kemarin. Kapolda Brigjend Pol Tugas Dwi Apriyanto, menegaskan bahwa dirinya memerintahkan seluruh Kapolres yang ada di Kalbar ....Ke Halaman -11

240 Pelaku ‘3C’ Ditangkap

Dugaan Penyelewengan ABPD Kubu Raya

Beraksi dengan Sajam dan Senpi

Polda dan Kejari Mempawah Siap Selidiki

Achmad Mundzirin Borneo Tribune, Pontianak SEBANYAK 240 pelaku 3 C (Curat, Curas dan Curanmor) yang ada di Kota Pontianak berhasil ditangkap Polresta Pontianak dalam beberapa waktu terakhir ini.

Achmad Munandar Borneo Tribune, Kubu Raya TERKAIT adanya dugaan penyelewengan anggaraan pada proyek pembangunan jalan dan normalisasi saluran air di Desa Durian Kecamatan Sungai Ambawang Kabupaten Kubu Raya. Ke-

polisian Kalimantan Barat dan Kejaksaan Negeri Mempawah siap melakukan penyelidikan. Kabid Humas Polda Kalbar, AKBP Mukson Munandar mengatakan, untuk lebih memperkuat bukti dugaan penyelewengan dana anggaran APBD Kabupaten Kubu Raya 2012 pada proyek pemba-

ngunan jalan dan normalisasi saluran air dalam waktu dekat pihak kepolisian akan melakukan penyelidikan. Namun untuk memperkuat penyelidikan tersebut masyarakat diminta untuk membuat pengaduan atas dugaam-dugaan penyelewengan anggaran itu. “Ya yang jelas ada pengadu-

an akan kita lidik. Apakah itu ada dugaan penyelewengan anggaran atau tidak. Kepolisian pada intinya tetap akan melakukan proses hukum jika laporan yang dibuat oleh masyarakat ataupun korban ada unsur pidananya,” kata Mukson. ....Ke Halaman -11

....Ke Halaman -11

Melayani: - Antar Jemput Penumpang & Carter - Jasa Pengiriman Barang & Dokumen

Andika Lay/Yulan Mirza Borneo Tribune, Pontianak Empat Organisasi Wirausaha Provinsi Kalbar Memberikan aspresiasi terhadap insan atau para pejuang UKM yang ada di Kalbar maupun Indonesia yang telah berdedikasi dan mampu mengembangkan usahanya. Empat organisasi tersebut terdiri dari Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI), Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia

(ASEPHI), Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI), dan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), memberikan penghargaan UKM award di Hotel Mercure, Kamis (20/ 12) malam. Di dalam acara penganugerahan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Award, tampak hadir Dewi Motik, salah satu pengusaha yang sukses dan ikut menyaksikan sejumlah pengusaha Kalbar yang sukses dalam

Ketua Dewan Kerajinan Daerah (Dekranasda) Kalbar, diwakili Sugiri memperoleh penghargaan UKM Award kategori Motivator dan Inovator Pemberdayaan dan Pengembangan UKM Kalbar (Handicriff) pada malam Penghargaan UKM Award, di hotel Mercure Pontianak, yang penerimaannya diwakili oleh Kabid PLN Disperindag Kalbar, Sugiri. FOTO Andika Lay/Borneo Tribune

....Ke Halaman -11

PT. ANZON AUTOPLAZA Mengucapkan:

Pusat : Jl. A. Yani No. 89 Telp. (0561) 734280

Cabang: Singkawang : Jl. A. Yani No. 08 Telp. (0562) 637000, Sampit : Jl. Jend Sudirman Km. 1

HARGA ECERAN HARIAN BORNEO TRIBUNE - PONTIANAK, KUBU RAYA, MEMPAWAH,DAN SINGKAWANG Rp 2.000 - SAMBAS, BENGKAYANG Rp 2.200 - LANDAK,SANGGAU,SEKADAU, KETAPANG,KAYONG UTARA, SINTANG, MELAWI DAN PUTUSSIBAU Rp 2.500 -

cmyk

Pejuang UKM Kalbar Raih Penghargaan


Sabtu, 22 Desember 2012

Kayong Utara

Borneo T Tribune

2

Masyarakat Pertanyakan Pungutan Biaya SITU SIUP A Azahari: Hanya Biaya Administrasi Saja Abdul Khoir Borneo Tribune, Sukadana Masyarakat mempertanyakan realisasi program pengurusan Surat Izin Tempat Usaha (SITU) dan Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) yang sempat dikabarkan gratis. Sebut saja, Muhajir, salah seorang masyarakat yang mengeluhkan asal Dusun Payak Itam, Kecamatan Sukadana sempat heran ketika dirinya mengurus kedua surat itu untuk

kepentingan usahanya ternyata harus dibebani biaya yang nilainya hingga Rp 200 ribu. “Untuk mengurus kedua surat itu, saya mulai mengeluarkan uang dari minta pengantar dari desa hingga ke Dinas Perdagangan,” ujar Muhajir. Dirinya berani mengeluhkan hal tersebut lantaran pernah mendengar bahwa membuat SITU dan SIUP tidak dibebani biaya. Namun berbeda dalam penerapan di lapangan, justru masyarakat tetap dibebani

Salam. Redaksi mengundang pembaca Borneo Tribune untuk mengirim tulisan untuk rubrik “Citizen Journalism”. Bentuk tulisan dapat berupa laporan kegiatan, opini, surat pembaca, puisi, cerita pendek. Panjang tulisan maksimal 500 kata. Kirimkan tulisan ke email: yusriadii@yahoo.com. Terima kasih.

T

AJUK

Semarak Rapat Rutin

Menyambut Natal Desember, bulan penghujung tahun yang selalu dinanti. Baik bagi umat nasrani maupun non nasrani, kepuasan hati untuk merayakan hari raya Natal, merayakan akhir tahun, mendapatkan bonus dari perusahaan, dan introspeksi diri. Semarak Natal begitu terasa, apalagi hanya menghitung jam. Namun banyak hal yang harus diperbaiki untuk mengharap tahun depan menjadi lebih baik, guna mempersiapkan hati dan pikiran. Mencoba menepis sejenak tentang persoalan-persoalan yang terjadi beberapa waktu kemarin, tentang polemik harga dan langkanya bahan bakar minyak (BBM), pada akhirnya berimbas pada sejumlah harga kebutuhan. Belum lagi persoalan para distributor dikalutkan dengan sistem distribusi. Ujung-ujungnya, rakyat kecil yang terkena imbasnya, mereka harus membayar mahal dengan naiknya sejumlah kebutuhan pokok. Sebagian rakyat kecil juga ingin merayakan hari raya Natal. Padahal, rakyat kecil tidak tahu menahu persoalan distribusi, yang mereka tahu adalah bagaimana cara mendapatkan makan, dan memenuhi kebutuhan keluarganya. Persoalan distribusi kerap terjadi, bukan hanya pada saat perayaan Natal namun pada hari raya keagamaan lain, seperti Lebaran persoalan ini sepertinya tidak dapat dipungkiri. Alih-alih, distribusi terhambat karena BBM dianggap langka pada waktu-waktu tertentu, cuaca ekstrem masih menjadi alasan kendala pasokan BBM. Persoalan ekonomi masyarakat tidak akan kunjung selesai, jika saja setiap perayaan umat yang merayakannya selalu dihantui oleh merangkaknya sejumlah harga. Padahal, perayaan Natal kali ini sejatinya untuk mendekatkan diri kepada-Nya, introspeksi diri apa yang telah dilakukan untuk saudara, dan diri sendiri, pengharapan yang lebih baik pada masa yang akan datang. Mari maknai Natal tahun ini dengan kasih dan kemuliaan. Selamat menyambut Hari Raya Natal 2012.

S

ENGET

Memperingati hari ibu ke 84 tahun 2012 - Jangan ditiru ulah si Malin Kundang…. Bang Tribune

Idealisme, Keberagaman dan Kebersamaan

biaya berupa pungutan. Muhajir menyebutkan biaya sebesar itu langsung diminta petugas yang menangani bidang perizinan

tersebut. “Di dalam ruang pengajuan itu, petugasnya bilang biayanya Rp 200 ribu,” keluhnya. Sementara itu saat dikon-

firmasi, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM KKU, A Azahari menjelaskan bahwa tidak ada pungutan biaya dalam membuat izin usaha. Selain hanya biaya administrasi saja.

“Biaya administrasi yang ditarik itu adalah untuk pengganti biaya kertas atau fotokopi,” katanya. Menurut Azahari, berdasarkan amanat Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak dan Retribusi, izin

usaha tidak lagi termasuk retribusi. Selain itu, dibebaskannya biaya perizinan adalah untuk menghidupkan izin usaha khususnya yang ada di Kabupaten Kayong Utara.†

Kelompok Nelayan Dapat Bantuan Pukat dan GPS Abdul Khoir Borneo Tribune, Sukadana Bupati KKU, H. Hildi Hamid menyerahkan secara simbolis bantuan langsung masyarakat pembangunan usaha mina pedesaan (BLM-PUMP) dan bantuan sarana prasarana kelautan kepada puluhan kelompok nelayan di enam kecamatan se-KKU, Jumat (21/12). Bantuan yang diberikan kepada kelompok nelayan tersebut bervariasi. Mulai dari pukat, kapal 5 GT hingga alat pemandu GPS. Bantuan yang berasal dari dana pusat dan dana alokasi khusus APBD KKU tersebut diharapkan dapat menjadi sarana penunjang operasional para kelompok nelayan di KKU guna meningkatkan daya jangkau, jumlah produksi, peningkatan perekonomian dan tentunya dapat menjadikan kelompok-kelompok nelayan tersebut menjadi lebih mandiri. “Bantuan ini hanya sebagai salah satu upaya intervensi pemerintah untuk mempercepat program pengentasan kemiskinan, dimana sebagian besar data

Bantuan Nelayan, Bupati KKU, H. Hildi Hamid memberikan bantuan secara simbolos kepada kelompok nelayan di KKU. Hal tersebut sebagai salah satu upaya intervensi pemerintah untuk mempercepat pengentasan kemiskinan. FOTO: Abdul Khoir/Borneo Tribune penduduk miskin di KKU terdapat di masyarakat nelayan,” ujar Hildi Hamid. Lebih dari itu, bupati juga mengharapkan masyarakat yang tergabung dalam kelompok dapat se-

makin memaksimalkan kerja serta mau untuk merubah paradigma hidup di laut, terutama bagi para nelayan yang menggantungkan perekonomian kepada hasil tangkapan.

Bupati menyadari, dari 103 pulau di KKU, masih banyak wilayah yang tidak dapat dijangkau oleh masyarakat nelayan yang ada di KKU. Hal itu dikarenakan masih rendahnya alat

dan fasilitas penangkapan yang dimiliki para nelayan. Sehingga dengan kondisi tersebut, pemerintah memberikan bantuan kepada kelompok nelayan dengan variasi bantuan dengan tujuan dapat menyesuaikan kondisi dimana masyarakat itu berada. “Manfaatkan bantuan dengan baik, maksimalkan agar bantuan itu menjadi berkembang,” harap bupati. Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) KKU, Santun P Simorangkir mengatakan bahwa bantuan tersebut merupakan bantuan simultan atau hanya bersifat rangsangan agar menjadikan para nelayan lebih maksimal dalam menangkap ikan. Selain bantuan berupa alat dan bantuan tunai, Pemkab KKU juga memberikan bantuan kepada masyarakat yang berada di wilayah yang jauh dari laut. Yakni berupa bantuan bibit ikan dan prasarana budidaya. “Paket bantuan itu juga sebagai salah satu upaya perbaikan teknologi dan peningkatan ratio nilai tukar nelayan,” ujarnya.†

Opini

Catatan untuk Hari Ibu 22 Desember 2012 Oleh: Kartika Sari Kasih Ibu kepada beta, tak terhingga sepanjang masa Hanya memberi tak harap kembali, bagai Sang Surya menyinari dunia Seperti lirik di atas, begitulah digambarkan kasih sayang seorang Ibu kepada anaknya. Surya tak pernah mengharapkan balasan apapun saat memberikan sinarnya kepada dunia, bahkan dengan setia setiap hari diberikannya sinarnya hanya dengan tujuan menjaga kelangsungan hidup setiap mahkluk di dunia yang memerlukannya. Kasih Ibu juga tak mengharapkan balasan apapun dari kita. Dengan setia seorang Ibu membimbing agar kita bisa menjadi anak yang sukses dan mempunyai kehidupan yang lebih baik darinya. Hari Ibu yang jatuh pada tanggal 22 Desember mengingatkan seluruh rakyat Indonesia akan jasa para pejuang wanita dalam memperjuangkan harkat dan martabat kaumnya dimasa dulu seperti halnya itulah yang menjadi sejarah adanya Hari Ibu Nasional di In-

donesia. Tapi kini, Hari Ibu tak hanya diperingati untuk mengenang jasa para pejuang wanita, tetapi juga jasa seluruh perempuan, khususnya seorang Ibu terhadap keluarga, pekerjaan, dan mungkin turut sertanya dalam menjalankan pembangunan nasional ini. Sosok Ibu seakan seorang malaikat bagi setiap anakanaknya. Seseorang yang selalu berjuang untuk anak dan orang yang dikasihnya, seseorang yang tak pernah mengeluh, dan selalu sabar dalam menghadapi persoalan hidup dan keluarganya. Awal perjuangan seorang Ibu terlihat jelas saat seorang Ibu menjaga dengan penuh kasih kandungan di dalam perutnya bahkan rela mempertaruhkan nyawanya demi sang bayi. Semua itu dilakukannya dengan hati yang tulus dan kasih sayang yang begitu besar. Tak salah kalau setiap orang menganggap Ibu sebagai orang yang teristimewa dalam hidupnya. Semua hal istimewa yang diberikan ibu adalah didikan dan ajaran bagi modal masa depan anak-anaknya. Mendidik, merawat dan mengurus

anaknya dengan penuh kasih dilakukan Ibu tanpa mengenal waktu, ntah itu siang hari maupun tengah malam sekalipun seorang Ibu tak pernah mengeluh. Seorang Ibu memiliki rasa sabar, pengertian, dan pemaaf yang begitu besar terhadap anak-anaknya tanpa syarat. Tak bisa dihindari, seorang Ibu pasti pernah merasakan masa hidup yang sulit bahkan teramat sulit dalam waktu-waktu tertentu, tapi tak sedikipun Ibu mengeluh dihadapan keluarganya. Ibu hanya ingin pikiran anak dan suaminya tetap fokus atas apa yang harus anak dan suaminya lakukan, biarlah beban Ibu menjadi bebannya sendiri. Tapi tidak dengan beban anak dan suaminya, seluruh tenaga dan pikiran seorang Ibu pun hanya dicurahkan bagi keluarganya, menjadi pendengar dan pemberi solusi yang baik dalam keluarga, mengurus suami dan anak-anaknya hingga mengerjakan seluruh pekerjaan rumah. Bahkan, untuk para Ibu yang juga melakukan pekerjaannya di kantor akan selalu memikirkan 2 hal dalam waktu yang

bersamaan, yaitu tanggung jawabnya atas keluarganya dan juga pekerjaannya. Waktu istirahat yang kurang karena harus bekerja dan mengurus anak-anaknya tak pernah mengurangi semangatnya dalam menjalankan tugasnya sebagai seorang Ibu. Ingatan tentang keluarga seakan tak pernah hilang sedetikpun dari pikiran seorang Ibu. Hal ini yang membuat seorang ibu selalu mengharapkan yang terbaik dan mendoakan keluarganya dalam setiap aktivitasnya. Doa seorang Ibu selalu menyertai kita sepanjang masa, tak ada hari yang dilaluinya tanpa berdoa untuk anak-anaknya. Tak cukup rasanya kalau menuliskan semua hal luar biasa dari sosok seorang Ibu dalam bagian ini tetapi seperti itulah sedikit gambaran kasih seorang Ibu kepada kita. Lalu, bagaimana dengan kita sebagai seorang anak, apakah kita sudah tulus mencintai dan pernah melakukan apapun itu demi Ibu? Pada kesempatan di Hari Ibu ini, sudah seharusnya kita mengungkapkan rasa sayang dan terima kasih ke-

pada para Ibu. Tak harus dengan kado yang indah ataupun mahal, dengan berani mengungkapkan kata seperti, “Terimakasih Ibu, anakmu mencintaimu” bisa jadi kado yang manis dan tak terlupakan bagi seorang Ibu. Meninggalkan kesibukan dan memberikan waktu untuk Ibu sambil bercerita juga salah satu kegiatan manis yang bisa dilakukan untuk mengisi Hari Ibu kali ini. Seorang Ibu tentu akan sangat bahagia apabila kita mau melakukan hal-hal ini selain hari ini, yaitu dihari lain selain Hari Ibu karena seharusnya tak ada hari yang kita lalui tanpa menunjukan cinta kasih kita kepada Ibu. Mulailah menyelipkan nama Ibu dalam setiap doa dan langkah yang kita lantunkan dalam hidup ini. Yakinlah bahwa suatu hari nanti kita akan memberikan kado terbesar bagi sang Ibu yaitu mewujudkan harapannya atas kita kesuksesan, kebahagiaan dan kehidupan yang lebih baik darinya. Terimakasih Ibu. Kartika Sari , Mahasiswi ABA Pontianak

Penerbit: PT. Borneo Tribune Press. Direktur Utama: W Suwito, SH, MH. Penasehat Hukum: A. Ambo Mangan, SH, MH, Martinus Ekok, SH, MH. Pemimpin Umum: Sisa Primashinta. Senior Editor: H. Nur Iskandar, SP, Tanto Yakobus, Alexander Mering. Wakil Pemimpin Redaksi: Budi Rahman. Redaktur: Andry, Agus Wahyuni, Aulia Marti, Hairul Mikrad, Yusriadi, Viodeogo. Reporter: Abdul Khoir, Andika Lay, Yulan Mirza, Achmad Mundzirin, Achmad Munandar, Ubay. Biro Kubu Raya: Hanoto Jl. Sui Raya Dalam (081522711111). Biro Mempawah: Johan Wahyudi, Jl. Pendidikan Gg. Suka Mulya No.10 (085654587038). Sambas: Amrul Ambiya (Kontributor/Pemasaran), Jl. Suka Mantri (085245527602). Biro Bengkayang: Mujidi, Jl. Pahlawan No. 10, Kelurahan Bumi Emas Bengkayang (085245247955). www.borneo-tribune.net Landak: Yohanes Ngalai/Pemasaran, Jl. Barage Gg. Pak Kasih No. 51 Ngabang (085822062880). Biro Sanggau: Ratnasari Jl. Agus Salim No.10 (085245904505). Biro Melawi: Eko Susilo (0812-56452946) TERBIT SEJAK 19 MEI 2007 Jl. M Saad, Gg. Kayan, Serundung- Nanga Pinoh. Biro Sekadau: Bagus Kosminto, Jl. Irian No. 41 Sekadau Hilir (085245743683). Biro Sintang: Endang Kusmiyati (08524-5006757), Saumin (Pemasaran) (085284291321) Jl. JC Oevang Oeray, Gg. Ahmad 2. Biro Kapuas Hulu: Jl. Kenanga, Ruko Pemda Blok B. 6 Putussibau Utara (08562569007). Ketapang: Jaidi Chandra (Kontributor), Jl. Gajah Mada No. 156 (081345450988). Fotografer: Ulla Asri Sekretaris Redaksi: Erika Sudiardjo Umum: Emiliana (Manajer), Fitriyana,. Percetakan/Pracetak: Ukan Dinata. Staf Pracetak: Fahmi Ichwan, Syam „ Wartawan, Kontributor, Intensive Programme dan Abubakar, M. Taufik,. Staf Percetakan: Andre, Nurhalis, Rustam. Marketing: Sisa Primashinta, Hesty Yosana, Aldi Chairudin, Ardiansyah. Desain Iklan: Atika Ramadhani, M. Affandy,Ferry Ade Putra Freelancer Borneo Tribune dibekali identitas, surat Sirkulasi: Dhani, Suprianto. Keuangan: Jumi Erlinasari, Tri Agustin, Kusnan, Husada, IT: Iwan Siswanto. Tarif Iklan: BW (black and white) Rp 6000/mm kolom, Full Colour hal 1 Rp 15.000/mm kolom, tugas atau tanda pengenal (ID-Card) dan dalam mehalaman dalam Rp 12.000/mm kolom. Alamat Kantor Bisnis dan Alamat Redaksi: Jalan Purnama Dalam No 2 Pontianak Telpon 0561-767788 Fax 0561-766103. E-mail: borneotribune@yahoo.com laksanakan tugas jurnalistiknya tidak diperkenankan menerima suap atau amplop

Borneo Tribune


Serba Serbi

Borneo T Tribune

Sabtu, 22 Desember 2012

3

“Gratis Tapanus: FKKBB Bukan Partai Politik Tambah Kontrak BBQ di Hari Ibu”

Pengukuhan dan Pelantikan Pengurus DPD FKKBB Kalbar

Ratna Sari Borneo Tribune, Sanggau

Pengurus FKKBB Kalbar, berfoto bersama dengan Ketua Umum DPP FKKBB, Tapanus Tapat, SH, MH saat acara pengukuhkan sekaligus melantik sejumlah pengurus DPD FKKBB Kalbar (sub etnis Dayak di Kalbar) periode 2012– 2017, di Balai Desa Semade, Kecamatan Banyuke Hulu, Kabupaten Landak Kalbar. FOTO: Istimewa

Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Forum Komunikasi Keluarga Besar Banyadu (FKKBB), Tapanus Tapat, SH, MH, mengukuhkan sekaligus melantik sejumlah pengurus DPD FKKBB Kalbar (sub etnis Dayak di Kalbar) periode 2012–2017, di Balai Desa Semade, Kecamatan Banyuke Hulu, Kabupaten Landak Kalbar, kemarin. Tapanus yang juga anggota DPRD Provinsi Kalbar ini

mengatakan, FKKBB bukan partai politik tetapi FKKBB adalah lembaga sosial masyarakat yang diharapkan bisa mempersatukan keluarga besar Banyadu dan menjaga eksistensi budaya Banyadu agar tidak punah ditelan zaman. “Jika tidak ada upaya antisipasi kemungkinan terkikis habis, hilang dan ke depan generasi Banyadu hanya bisa mendengar tentang budayanya sendiri,” ujarnya. Legislator PDI Perjuangan ini menambahkan, FKKBB tidak ada bermuatan politis dan tidak bisa diintervensi dari pihak manapun. “FKKBB hanya sebagai lembaga komunikasi antara masyarakat dan pemerintah sehingga program pembangunan dapat tercapai dengan baik,” katanya. Menurutnya, FKKBB sebenarnya ingin menyatakan potensi dan kekuatannya untuk mencapai tujuan dari organisasi itu sendiri. “Sebab tanpa organisasi, suatu tujuan besar sulit berkembang. Jadi pada prinsipnya FKKBB adalah wadah organisasi untuk menghimpun kekuatan bersama, demi mencapai hasil yang efisien dan efektif,” timpalnya.

Sementara itu, Ketua DPD FKKBB Kalbar, Marcellinus Mian mengatakan, usai terbentuknya kepengurusan organisasi akan ditindaklanjuti dengan sosialisasi ke masyarakat serta membentuk PAC di kecamatan. “Dengan demikian masyarakat Banyuke dapat solid berada dalam 1 wadah yang sekaligus memperkuat keberadaannya. Bahkan dapat menjadi motivator, tapi bukan provokator,” lugasnya. Mian menambahkan, keberadaan organisasi ini diharapkan dapat menjembatani kepentingan masyarakat dengan pemerintah. “Kita juga akan menjalin kerjasama dengan ormasormas lainnya, untuk memajukan masyarakat dan daerah, khususnya di Kabupaten Landak. “FKKBB bukan forum adat atau sayap partai, tapi murni organisasi kemasyarakatan sehingga tidak dapat diintervensi oleh pihak manapun,” ucap Mian. Selain diikuti puluhan anggota FKKBB, acara pengukuhan kemarin juga dihadiri sejumlah tokoh adat dan tokoh masyarakat di Banyuke Hulu serta anggota DPRD Landak, Petrus Mian.

Dona Yohana APRESIASI di hari Ibu, hotel Mercure Pontianak memberikan kesempatan makan gratis di hari IBU. Pontianak, program dalam rangka memperingati hari Ibu Nasional yang jatuh pada tanggal 22 Desember 2012, Hotel Mercure Pontianak yang dipimpin oleh General Manager, Dona Yohana, memberikan kesem-

patan untuk santap malam gratis di Ebony Restoran yang bertepatan pada hari sabtu, dimana Hotel Mercure menyajikan BBQ Thrill & Grill mulai jam 7-10 malam. Program ini berlaku khusus untuk setiap Ibu yang datang bersama anaknya pada tanggal 22 Desember 2012. General Manager Hotel Mercure Pontianak, Dona Yohana menjelaskan: “dengan senang hati kami member apresiasi kepada setiap Ibu yang datang bersama anaknya di hari tersebut, dan diharapkan sebaiknya melakukan reservasi terlebih dahulu di nomor telepon 0561577888”. Untuk mendapatkan pelayanan special di hari Ibu ini, setiap Ibu minimal membawa satu orang anak, dan masing-masing Ibu dan anak berusia minimal 17 tahun dan mengambil menu Thrill & Grill BBQ seharga Rp 90.000 /orang. Dengan demikian, sang Ibu tidak perlu membayar santap malam BBQ nya, hanya anaknya saja, sesuai dengan ketentuan yang saya sebutkan di atas, jelas Dona Yohana, General Manager. Untuk pemesanan bisa menghubungi Hotel Mercure Pontianak lewat telepon 0561-577888 dan e-mail: info@mercurepontianak.com. Selain itu kami juga bisa dijangkau di jejaring sosial Facebook Page: Mercure Pontianak, Twitter: @MercurePtk serta www. mercurepontianak.com

Solusi Tepat Terobosan Terbaru TCM

ATASI SEGALA MACAM PENYAKIT PRIA Ciri khas kemanjuran & keunggulan Hongkong Medistra TCM sangat jelas dengan resep kuno kekaisaran, resep rahasia turun temurun serta herbal Tiongkok alami, intinya adalah mengobati berbagai penyakit bandel yang susah disembuhkan, khusus menangani berbagai jenis penyakit kronis, begitu diobati langsung dapat dirasakan manfaatnya. Efektif mengobati berbagai penyakit kronis sampai akarnya, tanpa efek samping, setelah diatasi tidak mudah kambuh lagi. Menurut survey terbaru, disfungsi seksual pria termasuk penyakit yang sangat banyak diderita. Terutama persentase penderita impotensi, ejakulasi dini, radang prostat mengalami kenaikan pesat, berdampak jauh lebih parah bagi psikologi dan jiwa, dibanding penyakit pria lainnya, juga merupakan 30% alasan retaknya keharmonisan rumah tangga, menghancurkan kepercayaan diri pria. Penyakit fungsi seksual menimpa pria pada berbagai kalangan usia dan harus diobati sedini mungkin agar tidak memburuk hingga menimbulkan penyakit komplikasi bandel lainnya yang sangat parah dan berbahaya. Hongkong Medistra TCM ada konsultan Sinshe ahli TCM (Traditional

Chinese Medicine) ternama dari Tiongkok yang siap membantu Anda. Melalui pengalaman kerja keras puluhan tahun akhirnya berhasil menemukan terobosan terbaru, khusus mengatasi disfungsi seksual pria, seperti: Impotensi, Ejakulasi Dini, Radang Prostat, Sperma Mati, Tidak ada Sperma, Alat vital tidak normal, Kemandulan, dll. Hasilnya relatif cepat, aman dan tanpa efek samping. Terobosan metode TCM dengan herbal berharga alami yakni “Qiang Yang Bu Shen Liao Fa” ini dipadukan akupuntur elektroterapi sangat terkenal diberbagai Negara, berfungsi memperkuat ginjal & sperma, menyeimbangkan unsur yin & yang didalam tubuh, setelah diatasi bisa menormalkan fungsi seksual, masa berhubungan bisa lebih lama. Rata-rata setelah 2-3 tahap pengobatan, gejala penyakit seperti kencing terasa sakit, sering kencing, tidak tahan kencing, kencing tidak bertenaga, tidak tuntas, bernanah dan lainnya berangsur menghilang secara nyata, sistem reproduksi kembali normal, bisa diatasi hingga ke akar penyakit dan tidak mudah kambuh lagi.

Untuk Konsultan & Pengobatan Hubungi :

HONGKONG MEDISTRA TCM Jl. H. Agus Salim No. 126 Pontianak - Kalimantan Barat Telp. (0561) 733268 HP. 0812 5279 7888

Hari Minggu & Libur Tetap Buka


Kalimantan Barat - Kota Pontianak Borneo Tribune

Sabtu, 22 Desember 2012

4

Pemprov Kalbar Ajak Petani Kalahkan Malaysia Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat melalui Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura mengajak para petani agar dapat mengalahkan produksi panen padi di negara Malaysia. Jika berhasil, maka pasar beras asal Malaysia tidak akan masuk ke Pontianak. “Jadikan Kalbar menjadi pusat penghasil beras secara mandiri,” tegas Kepala Dinas Pertanian Kalbar, Ir. H. Hazairin, MS, kemarin.

Hazairin mengaku, saat ini pangsa beras impor masih merajai pasar di Pontianak dan sekitarnya. Hal itu disebabkan ketidakmampuan panen petani Kalbar yang masih di bawah negara tetangga, Malaysia, atau hanya berkisar 5 hingga 6 ton, “ Malaysia sudah mencapai 9 ton per hektarnya,” ujar dia. Karena itu, Pemerintah Pusat dengan menggandeng sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) meluncurkan program untuk memperkuat ketahanan pangan. Jika itu berjalan, maka pro-

duksi beras Malaysia akan dikalahkan oleh petani Kalbar. Program ini, semua yang diberikan pemerintah sifatnya gratis. Melalui program BUMN tersebut, petani di Kalbar mendapat kebebasan untuk mengaktifkan sawah yang belum tergarap atau kurang produktif yang luasnya mencapai 3.000 hektar atau dengan nilai investasi mencapai Rp 100 miliar. “Akan tetapi, hal itu dikembalikan kepada pemerintah kabupaten/kota untuk kesiapan lahannya,” terang dia.

Mengenai investasi sebesar itu, nantinya akan dipakai untuk mengatasi masalah infrastruktur. Karena, sektor tersebut kerap dikeluhkan para petani selama ini. Seperti irigasi, alat pertanian, benih padi, teknologi pertanian, jalan pertanian, serta pengawalan dari penyuluh. “Jadi, tidak perlu lagi membuka lahan pertanian baru, menebang hutan untuk dijadikan sawah. Kalbar sangat beruntung bisa dipilih untuk mengembangkan lahan pangan ini,” pungkas dia. o

CMYK

Walikota Panen Ikan di BBI

BENIH IKAN Walikota Pontianak, H Sutarmidji menyerahkan benih ikan kepada Lurah Saigon, Sefri Kurniadi dalam rangkaian panen perdana. FOTO Andika Lay/Borneo Tribune. Andika Lay Borneo Tribune, Pontianak Walikota Pontianak H Sutarmidji, Jumat (21/12), melakukan panen ikan perdana di Balai Benih Ikan (BBI) Kota Pontianak, di Kelurahan Parit Mayor. Ia mengatakan, BBI milik Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak ini masih dalam

taraf satuan tugas (satgas). Namun ke depannya, status BBI akan segera ditingkatkan menjadi Unit Pelayanan Teknis (UPT). “Operasionalnya saya berharap melibatkan secara maksimal kelompok usaha budidaya perikanan supaya bisa maksimal,” katanya. Keterlibatan kelompok usaha budidaya perikanan ini, bertujuan agar antara

pelaku usaha perikanan bisa saling sharing pengalaman sehingga bisa melakukan inovasi-inovasi dan melahirkan bibit-bibit ikan yang unggul dan cepat perkembangannya. “BBI ini juga ke depannya harus melakukan pembinaan untuk pemasarannya,” jelasnya. Ia juga akan menyediakan kios berukuran 3 x 4 meter

apabila Pasar Flamboyan telah selesai dibangun untuk memasarkan ikan-ikan segar hasil dari budidaya kelompok-kelompok usaha binaan BBI. Dikatakannya, selain ikan segar, pelaku usaha olahan dari bahan dasar ikan yang membutuhkan rumah produksi guna mendapatkan nomor registrasi dari Balai POM juga akan disediakan oleh Pemkot. “Bagi saya sebagai kepala daerah harusnya kita berusaha mengamankan jenisjenis usaha yang sudah mapan bahkan perlu disupport untuk lebih berkembang,” ujarnya. Sutarmidji berpendapat, untuk menciptakan lapangan usaha dengan memiliki jiwa kewirausahaan itu tidak mudah sehingga pelaku usaha yang sudah ada harus dijaga keberadaannya. “Bibit yang disediakan BBI ini jangan untuk mencari keuntungan, cukup kita menyediakan bibit yang baik saja bagi pelaku usaha perikanan itu sudah lebih dari cukup.,” tegasnya. Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kota Pontianak, Hidayati menyatakan, panen benih ikan perdana ini bertujuan memotivasi untuk bisa mengupayakan produksi benih ikan yang cukup untuk Kota Pontianak. “Karena permasalahan yang dihadapi para pelaku usaha perikanan itu yakni harus memasok benih ikan dari luar. Nah, ini akan kita kurangi dengan memaksimalkan produksinya walaupun sebenarnya ada beberapa hambatan,” paparnya. Jumlah keseluruhan benih ikan yang dibutuhkan para pelaku usaha perikanan baik petani keramba maupun kolam di Kota Pontianak sebanyak 266.000. “BBI ini sebagai mitra kerja pembudidaya ikan atau kelompok nelayan, mulai dari pakannya hingga inovasi benih-benih yang akan dikembangkan supaya dengan luasan yang kecil ini kita bisa memaksimalkan meningkatkan produksi pembudi daya perikanan,” pungkasnya. o

Peresmian PPLB Badau Tergantung Pempus Yulan Mirza Borneo Tribune, Pontianak Peresmian Pos Pemeriksaan Lintas Batas (PPLB) di Kecamatan Nanga Badau, Kabupaten Kapuas Hulu diserahkan pada pemerintah pusat (Pempus). Mengingat hal tersebut menyangkut hubungan kedua negara. Demikian, dikatakan Bupati Kabupaten Kapuas Hulu, AM Nasir, SH usai penyerahan DIPA di Kantor Gubernur Kalbar, belum lama ini. Ia mengatakan soft launching yang dilakukan Pemerintah Indonesia beberapa waktu lalu merupakan tahap uji coba. Bahkan menurut informasi, pihak Malaysia, belum siap untuk meresmikan. “Rencana semula, “grand launching” PPLB Nanga Badau dijadwalkan bertepatan dengan 12 Desember. Namun hingga kini

belum ada kejelasan kapan grand launching tersebut akan diwujudkan,” terang dia. Lebih lanjut, Nasir menguraikan pembatalan peresmian border, tentu akan memperlambat ruang gerak perekonomian masyarakat perbatasan. Sebab, selama ini, para pengusaha sangat mendukung dalam melakukan percepatan peresmian. Mengingat pintu perbatasan akan mempermudah dan menjadi kran ekspor impor bagi kedua belah negara. Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Koordinator Wilayah Tengah Endang Kesumayadi menyebutkan status Nanga Badau sebagai pintu perbatasan harus dilengkapi pelabuhan darat atau dry port. “Pelabuhan darat di Nanga Badau harus dibangun,” katanya. Pertimbangan utama, lanjut dia, ada lahan perkebunan kelapa sawit yang siap panen dan ekspornya melewati Nanga Badau. o

Ibu, Tonggak Perjuangan Bangsa

KETUA PKK Kota Pontianak Lismaryani Sutarmdiji menjadi inspektur upacara peringatan Hari Ibu ke-84 di Pontianak. FOTO: Ubay KPI/Borneo Tribune Ubay KPI Borneo Tribune, Pontianak Jangan menghina perempuan, kekuatan negeri ini ada pada perempuan. Berbahagialah jadi ibu, karena ibu-ibu tetap sampai sekarang diutamakan, termasuk di Indonesia. Negeri ini patut mendorong emansipasi wanita (perempuan, ibu). Tidak ada kota besar disebut bapak kota, tapi ibu kota. Bumi yang kita pijak bukan bapak pertiwi, tapi ibu pertiwi. Pada tangan manusia, tak ada bapak jari, yang ada ibu jari. Itulah yang disampaikan budayawan Indonesia, Sujiwo Tedjo, pada acara stand up comedy di salah satu stasiun televisi swasta tahun lalu. Dengan mengenakan pakaian perempuan dan sanggul yang membenjol ke belakang, budayawan yang dikenal nyentrik tersebut membeberkan kelebihan dan peran serta seorang wanita di Indonesia. Pada baris keempat dan keenam kutipan di atas, Sujiwo Tedjo menggambarkan kedudukan seorang ibu yang memiliki tempat spesial ketimbang seorang ayah. Bertetapan dengan hari ibu, 22 Desember kali ini, seyogyanya ibu mendapat tempat yang terhormat dan istimewa. Demikian dikatakan Sujiwo Tedjo. Pada perayaan Hari Ibu yang digelar tanggal 19 Desember lalu, Ketua PKK Kota Pontianak Lismaryani Sutarmidji mengatakan, seorang perempuan memiliki peran penting dalam sebuah perjuang-

an bangsa. Pada saat ini peran seorang ibu sangat besar, ibu memiliki peran sentral tak hanya dalam mendorong kemajuan bangsa. Namun perannya dalam pencetakan generasi yang berkualitas. Lismaryani mengajak seluruh ibu-ibu mendorong terciptanya suatu kemajuan bangsa melalui peran masing-masing. Wakil Walikota Pontianak Paryadi, mengatakan sedikit sekali halangan bagi seorang ibu-ibu untuk bergerak maju. Ibu memiliki hak dan kewajiban yang hampir setara dengan laki-laki. Bahkan perempuan dalam sisi hukum lebih banyak mendapat perlindungan hukum ketimbang laki-laki. “Ibu adalah tonggak perjuangan bangsa, tonggak perjuangan rumah tangga, tonggak bagi anak-anak yang akan menjadi generasi bangsa selanjutnya, perempuan adalah tiang bangsa. Negeri ini akan runtuh bila perempuan tak kuat,” ujarnya. Secara keseluruhan, di Pontianak angka laki-laki dan perempuan hampir setara. Selisih sangat sedikit lebih banyak laki-laki. Dengan posisi tersebut diharapkan tak ada lagi penistaan terhadap perempuan. “Bila kita sadar bahwa kita memiliki ibu yang penuh kasih sayang merawat kita hingga besar, maka sungguh kriminalitas terhadap perempuan tidak akan terjadi,” ungkapnya. Paryadi berharap organisasi perempuan dapat mengubah siklus kekerasan yang pernah terjadi. “Sebisa mungkin, di Pontianak tak ada lagi kekerasan terhadap perempuan,” harap Paryadi. o

CMYK

Yulan Mirza Borneo Tribune, Pontianak


Mempawah-Kubu Raya Borneo Tribune

Sabtu, 22 Desember 2012

Ibu Berperan Strategis Tingkatkan Kualitas Anak

IBU Bupati Pontianak, Ria Norsan memotong tumpeng pada peringatan Hari Ibu ke 84. FOTO: Johan Wahyudi/Borneo Tribune

Johan Wahyudi Borneo Tribune, Mempawah Memperingati Hari Ibu ke 84, Pemerintah Kabupaten Pontianak bersama TP PKK dan Gabungan Organisiasi Wanita (GOW) melaksanakan

pemotongan tumpeng, di Aula Kantor Bupati Pontianak, Jumat (21/12), kemarin. Acara juga diisi dengan pelaksanaan donor darah di Sekretariat PMI Mempawah dan dihadiri Bupati Pontianak, Ria Norsan, Wakil Bupati, Rubijanto, Sekda

Kabupaten Pontianak serta Kepala SKPD. Pada kesempatan tersebut, Ketua TP PKK Kabupaten Pontianak, Hj. Erlina mengatakan sosok seorang ibu memiliki peran sangat strategis dalam meningkatkan kualitas anak dari segi

ilmu pengetahuannya maupun dari segi agama dengan mempertebal aqidah anak. “Seorang ibu harus memperhatikan pertumbuhan dan perkembangan anaknya, karena kalau seorang ibu berkualitas baik maka anaknya pun Insya Allah akan

menjadi baik,” katanya. Apalagi, peringatan Hari Ibu ke-84 mengingatkan semua pihak bahwa tonggak perjuangan perempuan Indonesia yang diikrarkan pada Kongres Perempuan Indonesia yang pertama 22 Desember 1928 di Yogyakarta senantiasa memberikan rasa haru dan kebanggaan. “Peran ibu sangat berat dalam mendidik anak, khususnya dalam meningkatkan kualitas anak. Untuk itu kaum ibu perlu juga perlu meningkatkan kualitas diri dengan belajar dan banyak membaca disela kesibukan urusan rumah tangga. Agar anak-anak terbebas dari pengaruh negatif seperti pemakaian narkoba dan sex bebas,” kata Erlina. Sedangkan Bupati Pontianak, Ria Norsan berharap kaum ibu selalu memperhatikan keharmonisan hidup berumah tangga bersama suami dan anakanak tercinta, demi mewujudkan keluarga yang baik. “Jika dalam satu keluarga baik, maka otomatis masyarakat dan suatu daerah menjadi baik sehingga Kabupaten Pontianak dapat diwujudkan menjadi daerah yang aman dan sejahtera,”katanya. o

Polres Pontianak Gelar Operasi Lilin 2012 Johan Wahyudi Borneo Tribune, Mempawah Polres Pontianak, Jumat (21/12) kemarin, menggelar apel Operasi Lilin di Halaman Mapolres Pontianak yang dipimpin langsung Kapolres Pontianak, Sigit Dedy Purwadi. Apel ini untuk mengamankan perayaan Natal dan tahun baru 2013. Polri menerjunkan 85.000 anggota yang akan disebar di seluruh Indonesia. Mereka akan menjalani masa tugas 10 hari, 23 Desember 2012-1 Januari 2013. “Operasi lilin akan

mengupayakan preventif atau pencegahan, seperti aksi huru-hara, terorisme, kemacetan, dan sebagainya. Intinya guna memberikan kenyamanan bagi yang merayakan Natal dan tahun baru,” kata Sigit, membacakan sambutan tertulis Kapolri. Lanjutnya lagi, operasi lilin selain melibatkan jajaran Polres Pontianak, juga personel TNI dan instansi terkait. Pengamanan dan pos pelayanan dilaksanakan di lokasi objek perayaan Natal dan Tahun Baru. Di antaranya, tempat ibadah, lokasi wisata, jalur pergerakan orang dan barang, lokasi pusat acara pergantian ta-

LILIN 2012 Kapolres Pontianak, Sigit Dedy Purwadi memeriksa pasukan saat gelar pasukan operasi lilin 2012 di Halaman Mapolres Pontianak. FOTO : Johan Wahyudi/Borneo Tribune

hun, dan lokasi rawan kecelakaan lalu lintas. “Dalam pelaksanaan ope-

rasi, kita lebih mengedepankan tindakan preventif dan deteksi dini gangguan

kamtibmas. Namun tetap melakukan penegakan hukum,” katanya. o

Kartu Jamkesmas Siap Didistribusikan Achmad Munandar Borneo Tribune, Kubu Raya Kartu Jaminan Kesehatan Masyarakat untuk warga miskin di Kabupaten Kubu Raya siap didistribusikan ke Puskesmas di setiap kecamatan. Setidaknya ada 146.902 warga miskin yang bakal menerima kartu Jamkesmas ini. Dari data penerima kartu ini sudah merupakan data yang terverifikasi oleh Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K). Kabid Pelayanan Kesehatan Masyarakat (PKM) Dinkes Kubu Raya, Dr Dyah menyatakan batas waktu ak-

hir untuk mendistribusikan kartu ini pada 1 Januari 2013. Saat ini kartu tersebut sudah berada di Dinas Kesehatan Kubu Raya. “Sesuai instruksi dari pemerintah pusat, kartu ini harus selesai didistribusikan di awal Januari 2013, karena kartu tersebut sudah mulai berlaku. Pendistribusiannya terpisah sesuai dengan kecamatan dan Puskesmas tujuan masing-masing,” jelas Dr. Dyah, Jumat (21/12). Ia menyebutkan, Puskesmas, tim sekretaris kecamatan dan pihak desa juga akan dilibatkan dalam pendistribusian kartu ini. Kartu ini merupakan keanggotaan baru artinya bagi mereka yang sebelumnya

memiliki kartu yang lainnya maka semuanya hilang. Karena itu, penurunan bagi penerima kartu Jamkesmas ini sebelumnya memang ditentukan oleh verifikasi dari TNP2K. Dalam pendistribusian kartu kepada masyarakat tersebut pun nantinya melibatkan Puskesmas, tim sekretaris kecamatan, pihak desa. “Terakhir dari Dinkes sebelumnya menerima kartu ini dimulai dari tahun 2009 dan hasilnya pun menurun karena angka kemiskinan menurun di Kubu Raya,” imbuhnya. Ia menambahkan, pemegang kartu ini bukan hanya digunakan untuk kepentingan kesehatan saja. Melalui kartu ini maka menjadi pa-

tokan pemerintah dalam membantu para pemegang di berbagai sektor seperti bidang pertanian, pendidikan dan lainnya karena mereka sudah terdata sebagai penduduk miskin. Dyah menjelaskan untuk 2012 ini pada program Jamkesmas ini belum bekerjasama dengan PT Askes melainkan kerjasama dibangun pada tahun 2014 nanti. Menurutnya dengan adanya perubahan dari PT Askes menjadi Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS). “Nah baru itu Jamkesmas masuk kedalam pekerjaannya PT Askes, tetapi untuk saat ini belum. Pembiayaan Jamkesmas ini masih terpisah dengan PT Askes,” ungkapnya.

Sementara itu ditambahkan Kepala Puskesmas Sungai Ambawang Supratman mengatakan dalam pendistribusian kartu Jamkesmas bagi masyarakat ini dinilainya begitu cepat waktunya. Seharusnya dari pemerintah melakukan sosialisasi terlebih dahulu dalam membagikan kartu ini agar masyarakat paham dalam penggunaannya nanti. “Apalagi dalam penerima kartu tersebut ada pengurangan data dari setiap masyarakat miskin di setiap kecamatan, sehingga ini menjadi dilema juga kita untuk menjelaskan kepada masyarakat yang tidak mendapatkan kartu tersebut,” ungkapnya. o

5

Pembunuh Fitriyani Masih Misterius Johan Wahyudi Borneo Tribune, Mempawah Harnoviah Fitriyani (15) pelajar SMKN 01 Mempawah Hilir, yang ditemukan tewas telungkup di semak-semak di belakang pabrik minyak kelapa Desa Sungai Bakau Besar Laut (SBBL) Kecamatan Sungai Pinyuh, Kamis (20/12), kemarin diduga kuat dibunuh. Dugaan ini diperkuat dengan ditemukan bekas luka lebam di tengkok korban. “Diduga kuat korban mengalami penganiayaan sebelum dibunuh, karena hasil visum luar ditemukan bekas penganiayaan di tengkuk dan lengan korban. Sedangkan untuk hasil otopsi apakah korban mengalami kekerasan seksual masih terus kita dalami,” kata Kapolsek Sungai Pinyuh, Iwan Setiawan, ditemui usai mengikuti upacara Operasi Lilin 2012 di Halaman Mapolres Pontianak, Jumat (21/12) kemarin. Lanjutnya lagi, pihaknya juga telah memeriksa dan meminta keterangan dari pihak keluarga, teman dan saksi-saksi untuk membantu proses penyelidikan dan mengungkap kasus pembunuhan tersebut. Bahkan para anggota Polsek Sungai Pinyuh, juga telah menyisir di sekitar wilayah ditemukan mayat untuk mencari bukti-bukti terbaru membantu proses penyelidikan. “Dari keterangan saksi maupun pihak keluarga, anaknya pemalu dan pendiam. Keterangan saksi-saksi lainnya, kita belum bisa menentukan pelaku yang menghabisi nyawa anak ini. Namun saat ini, kita terus melakukan proses lidik, bahkan para anggota kita, terus mencari keterangan dan bukti-bukti untuk secepatnya mengungkap kasus ini,” katanya. o

Nelayan Keluhkan Lamanya Pengurusan SIPI Achmad Munandar Borneo Tribune, Kubu Raya Para nelayan di di Kecamatan Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya mengeluhkan lamanya pengurusan Surat Ijin Penangkapan Ikan (SIPI) di Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kubu Raya yang memakan waktu satu bulanan. Lamanya pengurusan SIPI yang diajukan nelayan ke Dinas Kelautan dan Perikanan serta Pelayanan Terpadu Satu Pintu menyebabkan nelayan tidak dapat melaut dan harus menanggung kerugian, lantaran kapal-kapal yang telah siap melaut harus batal. Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Kubu Raya, Bahtiar mengatakan sudah hampir satu bulan nelayan mengurusan surat izin tangkapan ikan kepada Dinas Kelautan dan Perikanan, namun hingga saat ini surat izin tersebut tidak kunjung selesai. Menurut Bahtiar, nelayan sudah dua hingga tiga kali mendatangi petugas di dinas terkait namun hasilnya surat izin yang dibutuhkan nelayan tidak juga selesai. Akibatnya hingga saat ini nelayan tidak dapat melaut. “Kita menyesalkan pelayanan publik yang tidak mementingkan kepentingan rakyat,” tegasnya, Kamis (20/12). Akibat lambannya dinas terkait mengeluarkan surat izin tersebut, lanjut Bahtiar petugas Pos pun tidak mengeluarkan surat layak operasional, sehingga kondisi tersebut berdampak pada nasib nelayan yang tidak dapat bekerja dan sebaliknya menanggung rugi. “Seharunya DKP segera mengeluarkan SIPI karena ini berhubungan dengan hazat hidup nelayan,” ucapnya. Untuk itu, lanjut Bahtiar dirinya berharap kepada dinas terkait setidaknya memberikan perhatian dan memikirkan nasib nelayan. Jangan sampai, kehidupan nelayan menjadi semakin sengsara lantaran tidak mendapatkan surat-surat yang dibutuhkan untuk melaut. Permasalahan nelayan sudah terlalu banyak, seperti susahnya mendapatkan BBM untuk melaut. Jika permasalahan nelayan terus ditambah, maka kedepan bagaimana kehidupan nelayan. Apakah pemerintah kabupaten rela membiakan warganya hidup menderita. “Kita berharap surat-surat yang dibutuhkan nelayan prosesnya segara dipercepat,”harapnya. Sementara itu, Petugas DKP Kecamatan Sungai Kakap, Isnol Syaifudin mengatakan pihaknya tidak dapat memberi surat layak operasional kepada nelayan lantaran syarat-syarat, seperti surat izin, dokumen dalam keadaan mati. Menurutnya, pihaknya baru dapat mengeluarkan surat layak operasional ketika surat izin dan dokumentasi yang telah diurus nelayan sudah kembali berlaku. Namun sayangnya, hingga saat ini nelayan belum dapat memberikan syarat-syarat yang dibutuhkan. “Kita petugas juga kebingungan, seharusnya kalau bisa surat-surat yang dibutuhkan nelayan segera dikeluarkan,” cetusnya. o


Bengkayang Borneo Tribune

Sabtu, 22 Desember 2012

6

Polres Kerahkan Personil Amankan Tahun Baru Borneo Tribune, Singkawang Kapolres Singkawang, AKBP. Prianto, mengatakan pelaksanaan operasi “Lilin 2012” digelar selama 10 hari, dimulai pada 23 Desember 2012 dan berakhir 1 Januari 2013. Kegiatan operasional kepolisian terpusat itu merupakan operasi kemanusiaan terpadu yang lebih mengedepankan tindakan preventif dengan didukung kegiatan deteksi dini dan tindakan penegakan hukum. Disamping itu, katanya, pola pengamanan operasi itu ditetapkan berdasarkan karakteristik kerawanan daerah dan intensitas kegiatan masyarakat, melalui

FOTO: Rudi/Borneo Tribune

AKBP. Prianto pembagian daerah pada kategori prioritas 1, dan 17 Polda masuk pada kategori prioritas 2. Pada operasi tersebut, lanjutnya, Polres akan melibatkan 101.540 personil ga-

bungan yang terdiri dari 82.723 personil Polri, 3.793 personil TNI, dan 15.024 personil dari instansi terkait, serta komponen masyarakat lainnya. Gabungan personil tersebut, lanjutnya, akan ditempatkan pada 1.887 pos pengamanan dan 754 pos pelayanan yang tergelar di berbagai lokasi perayaan Natal dan Tahun Baru di seluruh wilayah Indonesia. Seperti, tempat-tempat ibadah, obyek wisata, jalur lalu lintas orang dan barang, serta lokasi yang menjadi pilihan masyarakat dalam merayakan pergantian tahun. (Freelancer/Rudi) o

Pasar Teratai Butuh Perbaikan

WC Pasar Teratai Kondisi WC Pasar Teratai Bengkayang memprihatinkan. Beberapa WC yang tersedia rusak//Ist

Mujidi Borneo Tribune, Bengkayang Surat edaran Bupati Bengkayang Nomor 660.1/ 0107.A/LH-D 2012 tentang pengelolaan sampah seakan tidak diindahkan oleh sebagian warga. Terutama pedagang di pasar Teratai Bengkayang. Sampah berserakan dan dibuang secara sembarangan. Tempat sampah yang disedikan juga tidak dira-

wat. Bak sampah itu pecah, bahkan di atas bekas bak sampah didirikan sebuah bangunan. Akibatnya, sungai yang berada dekat dengan pasar menjadi lokasi pembuangan. Sungai menjadi kotor dan dangkal. “Kami mau buang sampah kemana, tempatnya saja tidak ada,” ungkap Sunaryo belum lama ini. Sunaryo, salah seorang pedagang di Pasar Teratai Bengkayang ini mengatakan

siap mendukung program pemerintah dengan motto, Bengkayang Tertib, Bersih dan Indah. Namun demikian motto tersebut harus terus disosialisasikan. “Sosialisasi jangan saja dilakukan kepada para pegawai, tapi perlu juga kepada rakyat seperti kami ini,” ucapnya. Lebih khusus terkait dengan kebersihan pasar, Sunaryo mengharapkan pengurus pasar melaksanakan tugas dan fungsinya dengan baik. Terlebih untuk kebersihan pasar tersebut, para pedagang telah membayar retribusi setiap bulannya. “Seharusnya pengurus pasar melakukan sosialisasi terkait penanganan persampahan ini. Sehingga pasar teratai menjadi pasar yang bersih dan enak untuk dinikmati,” kata Sunaryo. Tony, pedagang lainnya mengatakan salah satu hal terpenting untuk menjadikan pasar itu bersih adalah ketersediaan WC umum. Saat ini kondisi WC di Pasar Teratai sangat memprihatinkan. Kotor, bau dan tidak terurus. “Lihatlah WC ini sebagian rusak. Ada yang bisa digunakan tapi kondisinya sangat parah,” jelas Tony. o

Bupati-Wakil Bupati-Sekda Gelar Open House Mujidi Borneo Tribune, Bengkayang Bupati Bengkayang,Wakil Bupati dan Sekda dipastikan akan menggelar open house perayaan Natal 2012 di Mess Pemkab Bengkayang 25 Desember. Open haose dimulai pada pukul 10.00- 15.00. Acara serupa kembali berlanjut mulai pukul 16.00-21.00. Acara terbuka untuk umum.

Untuk seluruh masyarakat, khususnya masyarakat Bengkayang. Kabag Humas dan Protokol Sekda Bengkayang, Albinus Alep mengatakan open house yang dilakukan bupati bersama wakil bupati itu hanya berlangsung selama satu hari. “Karena open house hanya satu hari, kita mengharapkan warga untuk datang. Ini kesempatan setahun sekali bagi kita, jadi sangat sayang untuk

dilewatkan,” terang pria yang akrab dipanggil Beni ini. Sekda Bengkayang, Kristianus Anyim juga menggelar kegiatan yang sama. Namun, open house Sekda dipusatkan di rumah dinas, komplek perumahan Pemkab Bengkayang. “Open house untuk Sekda dilaksanakan selama dua hari, masing masing pada tanggal 25 dan 27 Desember. Acara dimulai pukul 09.0020.00,” terang Beni. o

AKBP Prianto melakukan pemusnahan barang bukti berupa senjata laras panjang di halaman Polres Singkawang, Jumat (21/12) FOTO: Rudi

Polres Gelar Apel Pasukan Ops Lilin 2012 Borneo Tribune, Singkawang Jelang perayaan Natal 2012 dan Tahun Baru 2013, Polres Singkawang melakukan apel gelar pasukan operasi “Lilin 2012”, di halaman kantornya, Jumat (21/12). Kapolres Singkawang, AKBP Prianto bertindak sebagai inspektur upacara, dalam amanatnya mengatakan, bahwa apel digelar secara serentak, baik dari tingkat Mabes Polri hingga seluruh satuan di kewilayahan merupakan bentuk kesiapan semua unsur perkuatan yang terlibat dalam rangka pengamanan Natal dan Tahun Baru. Melalui kegiatan ini, katanya, pihaknya telah diyakinkan adanya respon, kesiapan dan kesadaran dari semua unsur pelaksana operasional untuk

menyelaraskan pemikiran, komitmen dan semangat guna memberikan jaminan rasa aman bagi seluruh warga masyarakat sehingga seluruh tahapan kegiatan Natal dan Tahun Baru dapat diselenggarakan dengan aman, nyaman, dan lancar. Menurut Prianto, situasi Kamtibnas aman, dan kondusif yang mampu menjamin peningkatan dan mobilitas masyarakat, merupakan dambaan serta harapan semua pihak. Polri sebagai institusi yang dipercaya menyelenggarakan keamanan tersebut, dituntut mampu melakukan manajemn keamanan secara sistematik, terpadu dan kompherensif melalui pelibatan seluruh komponen serta pemangku kebijakan lainnya. Sehingga dua agenda penting ini ber-

langsung secara tertib, lancar, dan aman. Rencana pengamanan terpadu di atas, lanjutnya, secara nyata telah diimplementasikan melalui apel gelar pasukan dengan menghadirkan seluruh kekuatan lintas sektoral, baik dari jajaran TNI, unsur pemerintah serta elemen masyarakat lainnya. “Apel gelar pasukan dalam rangka kesiapan pengamanan tersebut, kita laksanakan sebagai upaya untuk pengecekan akhir terhadap pelibatan kekuatan, kelengkapan sarana dan prasarana pendukung serta rencana tindakan yang tepat didasarkan pada analisis dan inventarisasi hakekat ancaman yang valid dan up to date,” harapnya. Usai apel gelar pasukan,

Polres Singkawang juga melakukan pemusnahan ribuan barang bukti berupa senjata tajam, senjata api laras panjang/pendek, ketapel, panah busur panah, dan amunisi yang berhasil disita pada kerusuhan tahun 1998. Sedikitnya ada sekitar 3 ribuan lebih yang dimusnahkan, terdiri dari, senjata laras panjang sebanyak 970 pucuk, senjata laras pendek sebanyak 330 pucuk, tombak sebanyak 505 buah, parang panjang sebanyak 180 buah, panah sebanyak 5 buah, ketapel sebanyak 75 buah, busur panah sebanyak 1.500 buah, dan amunisi dengan jenis SSI (96 butir), revolver (4 butir), SKS (33 butir), boman (3 butir), atand (4 butir) dan selongsong peluru (4 butir). (Freelancer/Rudi) o

Bantu Wako Tingkatkan Kualitas Pendidikan Borneo Tribune, Singkawang Menata pendidikan berbasis lingkungan menjadi perhatian Walikota Singkawang, Awang Ishak. Dia berharap, para guru sebagai insan pendidik bisa membantu kerja walikota. Hal itu ia sampaikan resepsi Hari Guru Nasional dan PGRI di Happy Building, Kamis (20/12).

Menurut Awang, tugas walikota tidak akan bisa mencerdaskan masyarakat tanpa guru, maka dari itu, dia berkomitmen untuk memperhatikan kesejahteraan guru secara adil. “Kelebihan jam mengajar guru harus dibijaki secara adil. Ada juga yang harus dilihat jarak guru mengajar di daerah pinggir kota atau di

dalam kota. Saat ini guru di Singkawang berjumlah 3.000 lebih orang, kadis harus pandai menghitung untuk mengefisienkan guru,” pintanya. Awang juga menantang sekolah yang berani mengambil murid dengan NEM rendah dengan keluaran NEM tinggi. “Kalau ada sekolah yang berani mengambil murid SD, SMP

dengan NEM rendah dan menjamin keluarannya jadi tinggi dan lebih baik, saya akan berikan penghargaan,” ucapnya. Sekaligus berharap, tidak ada anak Singkawang yang tidak sekolah dan mengajak insan pendidikan untuk menciptakan rasa aman dan nyaman lahir batin. (Freelancer/Rudi) o

BU RT Segel Alat Berat Ledo Lestari Mujidi Borneo Tribune, Bengkayang Lima hari lalu dikabarkan warga Desa Semunying Jaya, Kecamatan Jagoi Babang kembali menyegel alat berat milik PT Ledo Lestari. Penyegelan tersebut disinyalir buntut dari tuntutan warga yang tidak kunjung dipenuhi. “Ya, lima hari yang lalu memang warga kita beraksi. Sebagian besar adalah para ibu rumah tangga (BU RT, red),” kata Tumpok, sekreta-

ris LSM LIRA Bengkayang. Tumpok mengaku, karena mendengar aksi warga tersebut, dirinya yang masih di Kinande terpaksa harus masuk ke Semunying Jaya untuk memastikan kondisi dalam keadaan aman atau kacau. “Walau saat ini tidak ada pihak keamanan di sana, kondisi kita tetap aman,” kata Tumpok yang mengaku baru keluar dari lokasi, Jumat (21/12). Dijelaskan Tumpok, alat berat yang diamankan warga bejumlah lima buah, di-

tambah satu buah dump truk. Kendaraan dan alat berat tersebut sementara ada di lokasi pemukiman warga. “Saat ini alat berat masih aman, tidak ada tindakan pengerusakan yang dilakukan warga kita,” jelas Tumpok. Bertindaknya kembali warga disinyalir karena pihak perusahaan tidak segera mengabulkan permintaan warga, mulai dari kebun plasma, peyediaan fasilitas umum hingga penggusuran lahan rakyat. o

Walikota disambut para guru di gedung Happy Building, Hari HGN ke-18 dan PGRI ke-67, Kamis (20/12) FOTO: Rudi


Sabtu, 22 Desember 2012

Enam Bulan Baksos

Operasi Hernia Gratis Targetkan 100 Orang Ratna Sari BorneoTribune, Sanggau

Operasi gratis untuk katarak, hernia dan bibir sumbing di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sanggau oleh Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB) Jilid II, Pertamina, Provinsi Kalbar dan Pemerintah Kabupaten Sanggau diadakan selama enam bulan. Direktur RSUD Sanggau,dr. Fadli Persi Mars mengatakan, dari 462 pasien yang terdaftar sebagai peserta operasi Katarak, Hernia dan Bibir Sumbing, sebanyak 222 pasien diantaranya tidak layak atau tidak dapat dioperasi. Untuk operasi katarak yang terdaftar 409 orang dan bisa dioperasi 192 orang. Sementara 217 orang tidak layak. Hernia yang terdaftar 41 orang dan layak dioperasi 38 orang. 3 orang lainnya tidak layak. Selain itu untuk bibir sumbing yang terdaftar 12 orang dan yang layak operasi 10 orang. 2 orang tidak layak. Fadli menjelaskan, besarmya jumlah pasien yang tidak dapat dioperasi dalam aksi bhakti sosial (baksos) tersebut, dikarenakan kondisi pasien sendiri yang tidak memungkinkan untuk dioperasi. ”Alasannya, kondisi pasien yang memang tidak memungkinkan untuk dioperasi, yakni kesehatan dan juga kondisi fisiknya. Tapi sebenarnya berapa pun jumlah pasiennya tetap akan dilayani,” jelasnya. Fadli menuturkan, kalau untuk operasi hernia ditargetkan 100 orang dalam jangka waktu 6 bulan yang sudah ditentukan. Tetapi untuk saat ini, baru ada 41 orang yang terdaftar. ”Jika memang dalam waktu 6 bulan tidak selesai operasi hernia 100 orang tersebut,akan akan melakukan koordinasi lagi agar diberikan tambahan waktu,” ujarnya. Sementara itu, untuk tenaga paramedis, dari RSUD ada dua orang untuk bedah hernia. Selebihnya dari Pertamina.†

Alasannya, kondisi pasien yang memang tidak memungkinkan untuk dioperasi, yakni kesehatan dan juga kondisi fisiknya. Tapi sebenarnya berapa pun jumlah pasiennya tetap akan dilayani.

Landak-Sanggau Borneo T Tribune

SIKIB Kunjungi Rumah Pintar Cendekia-1 Entikong Ratna Sari BorneoTribune, Sanggau Rombongan Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB) Jilid II, Kamis (20/12) sekitar pukul 08.30 WIB kemarin meninjau langsung Rumah Pintar Alambhana Cendekia-1 Entikong yang terdapat lima sentra yakni sentra buku, sentra bermain, sentra audio visual dan sentra kriya. Kunjungan tersebut diikuti oleh Ratna Sinar Sari (istri Menkopolhukam), Laeli Rahmawati (istri Mendikbud), Berlian Marko Wardoyo (istri Menku), Santi Anissa Helmi Faishal (istri Men PDT), Nini Wijaya (isteri Menpera), Napsiah

Sabli Sadan (Men BUMN) Evi Subiyati Syapri (Wamenhan), Nanik Kadariyani (Kepala BNPB), Lusi Indrawati Susantono (Wamenhub) Umi Mandayati (Wamentan), Inayani Ali Gufron (Wamenkes), Yeti Ani Setyaningsih (Wamen BUMN), Carolina Kaluku (Anggota Indonesia Pintar), Hana Hasanah Fadel (anggota Indonesia Peduli), Muryono Aladin (Tim prof SIKIB), Marjo Subiyandono (Dirut PT. Pertamedika). Disamping itu juga hadir, Kasdam XII/Tpr, Danrem 121/Abw, As Intel Kasdam XII/Tpr dan Dandim 1204/Sanggau. Pengelola Rumpin, Ny. Ade Heri Kurniawan, mengatakan pada kesempatan tersebut, rombongan SIKIB

juga menanyakan manfaat rumah pintar tersebut kepada beberapa masyarakat yang ada di setiap sentra tersebut. Mereka pun dapat dengan lugasnya menjawab bahwa mereka dapat membaca dan mendapat ilmu sambil menjaga anak-anak sekolah TK. Disamping itu juga dapat menyalurkan bakat baik keterampilan maupun senam. ”Memang selama ini ruangan aula rumah pintar tersebut selain digunakan untuk acara pertemuan maupun sosialisasi juga dimanfaatkan untuk senam bagi ibu-ibu sekitar rumah pintar pada sore hari,” ujarnya. Selain meninjau rumah pintar, rombongan juga me-

Kabupaten Landak Pemasaran : Yohanes Ngalai Loper : Yohanes Rizal

Freelancer : Yohanes Jaen dan Amat Dasa

HO TEL HOTEL

ninjau TKkartika XVII-27 Entikong. Dandim 1204/ Sanggau, Letkol CZI Ade Heri Kurniawan selaku Penanggung Jawab rumah Pintar juga menyampaikan bahwa, meskipun TK Kartika XVII-27 ini baru beroperasi dan tempatnya masih meminjam di rumah pintar, namun antusias masyarakat untuk menyekolahkan anak-anaknya di TK ini begitu besar. ”Ini merupakan kepercayaan, awal saja sudah 52 orang dan nantinya mungkin lebih besar lagi. Kita sekarang ini memerlukan ruangan yang sesuai sehingga proses belajar dan pembelajaran dapat dilaksanakan dengan hasil yang optimal. Mencerdaskan ge-

SIDAK. Bupati Sanggau, H. Setiman H. Sudin ketika melakukan sidak di supermarket bersama Forkompimda di Kota Sanggau menjelang hari Natal, Jumat (21/ 12) pagi. Foto: Ratna Sari/ Borneo Tribune.

Harian Borneo Tribune

7

Temukan 3 Kaleng Kornet Kadaluarsa

Bupati dan Forkompimda Lakukan Sidak Ratna Sari BorneoTribune, Sanggau

Menjelang perayaan hari Natal, Bupati Sanggau, H. Setiman H. Sudin melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di beberapa tempattempat umum seperti Terminal Bus Sanggau, Super-

market, SPBU Bunut dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sanggau, Jumat (21/12) pagi. Sidak tersebut juga dihadiri Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) seperti, Kapolres Sanggau, AKBP Winarto, Dandim 1204/Sanggau, Letkol CZI Ade Heri Kur-

niawan, Dansub POM TNI Sanggau, Purwantoro, Karutan Kelas IIB Sanggau, Mulyoko dan perwakilan dari Kejari Sanggau. Sidak tersebut dimulai dari Terminal Bus Sanggau yang kemudian dilanjutkan ke salah satu swalayan di Kota Sanggau, SPBU Bunut dan terakhir di RSUD

Sanggau. Ketika sidak di salah satu swalayan yang cukup besar di Kota Sanggau, Setiman menemukan 3 kaleng kornet yang sudah kadaluarsa, namun masih saja di pajang di tempat penjualan. Selain itu juga satu kaleng ikan saos yang kemasannya telah rusak. Ditemukannya barang kadaluarsa tersebut dianggap pihak swalayan lalai dalam menjualkan barangbarang di tempatnya. Lantaran, jika tetap dijual dan pembeli tidak mengetahui barang tersebut kadaluarsa, maka akan berakibat buruk. Setiman memberi teguran yang keras kepada swalayan yang masih menjual barangbarang yang sudah kadaluarsa. Lantaran pada tahun-tahun sebelumnya saat dilakukan sidak juga ada kedapatan barang-barang kadaluarsa.

nerasi kita merupakan kewajiban kita semua. Insya Allah nantinya akan dibangun TK di sekitar rumah pintar ini. Segala sarana penunjang sudah ada di rumah pintar tinggal bagaimana menatanya lagi dan menjadikan TK yang ideal di perbatasan,” jelasnya. Selain itu, rombongan SIKIB juga memberikan sumbangan ke rumah pintar, TK Kartika XVII-27 Entikong dan TK Kartika XVII-17 Balai Karangan berupa Alat Permainan Edukatif (APE), buku-buku, majalah, tas dan yang lainnya. Setelah melakukan peninjauan ke rumah pintar Cendekia-1 Entikong, rombongan SIKIP melanjutkan kegiatan di BLK Entikong.†

Kepala Kantor Kebersihan Geram Dicuekkan Pemiliki Ruko Borneo Tribune, Ngabang Mengatisifasi terjadinya penumpukan sampah dikota Ngabang pada saat menjelang Natal dan Tahun mendatang, Kepala Kantor Kebersihan Dan Pertanaman Kabupaten Landak, Fransiskus Asius,SE ditemui diruang kerjanya kamis, (20/12). Kepala Kantor Kebersihan dan Pertanaman Kabupaten Landak Fransiskus mengaku sangat geram dengan ulah dan prilaku pemilik ruko yang nakal di jalan masuk pasar Ngabang samping Gedung terminal Pasar Rakyat sebelah kiri jalan masuk ke hotel Dangau Landak. Pedagang membuat gudang di atas parit maupun drainase. Fransiskus Asius geram karena ulah pengusaha yang menutup parit untuk gudang menyebabkan parit tertutup. Karena parit tidak berfungsi, air hujan menggenangi badan jalan dan mengalir ke pemukiman warga. Fransiskus Asius mengakui pada saat ia mengkonfirmasi ke pemilik ruko maupun pemilik bangunan tersebut, pemilik bukannya mendengar tegurannya. Justru, Fransiskus dicuekkan oleh pemiliki ruko tersebut dengan tidak menghiraukan teguran dari Instansi terkait. “Kalau tidak dibongkar oleh pemilik bangunan maupun oleh Pemda, maka Landak atau Pemda akan malu. Justru yang ngatur orang,”. papar Fransiskus. Katanya, apabila ini terus dibiarkan maka akan berakibat buruk bagi kebersihan Kabupaten Landak khususnya kota Ngabang. (Yohanes.J/Free)†

Bupati Minta SPBU Sampai Malam Ratna Sari BorneoTribune, Sanggau Bupati Sanggau, H. Setiman H. Sudin, Jumat (21/12) ketika mengunjungi SPBU Bunut Kota Sanggau meminta agar SPBU tutup lebih lama ketimbang dari harihari biasanya. Lantaran selama ini SPBU Bunut hanya buka dari pukul 08.00 hingga pukul 17.00. Hal itu dikarenakan, masyarakat yang biasa kehabisan bensin di malam hari, terpaksa harus mengisi di kios eceran. Lantaran SPBU yang lebih awal. Untuk pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang ada di SPBU Bunut, khususnya di Kota Sanggau dalam keadaan aman. ”Kita instruksikan bagi mereka yang berhak, boleh terima BBM subsidi dan tangkinya pun harus diawasi. Apabila sulit, pengen-

dalian pengawasaannya ada polisi, Sat Pol PP dan ESDM yang melakukan pengawasan tersebut. Jadi bukan SPBUnya yang menertibkan. Dan sampai Natal nanti stok BBM akan cukup untuk premium yang subsidi,” ujarnya. Sementarta itu, Pengawas SPBU Bunut, Abang Suparjo mengatakan pihaknya telah memesan 48 KL BBM dan datang lagi 24 KL. Stok tersebut diperkirakan cukup untuk sampai hari Senin (24/ 12) besok. Suparjo memprediksikan untuk Natal sekitar 72 KL premium bersubsidi diperlukan. Sementara untuk pasokan solar dan pertamax non subsidi sekitar 8 KL. Dia juga menyebutkan untuk Natal dan tahun baru, SPBU Bunut akan buka dari pagi hingga pukul 19.00. ”Untuk Natal dan tahun baru, kita buka ada penambahan jam yakni sampai jam 7 malam,” pungkasnya.†


Sekadau Borneo Tribune

Sabtu, 22 Desember 2012

8

Usai Perayaan Natal

Bupati Panggil Konsultan Perencana Jembatan Merian Bagus Kosminto Borneo Tribune, Sekadau Rencana Bupati Sekadau Simon Petrus memanggil konsultan Jembatan Merian Desa Kumpang Ilong Kecamatan Belitang Hulu, mendapat dukungan dari sejumlah pihak. Pemanggilan akan direncanakan sehabis rehat pasca libur Natal mendatang. “Habis natal akan kita panggil, mendengar penjelasanannya,” tegas Bupati di sela-sela peletakan batu pertama pembangunan kompleks pasar baru Sekadau, belum lama ini. Realisasi pemanggilan konsultan Jembatan Merian memang cukup penting dalam proses kelanjutan pembangunan jembatan

itu. Pemanggilan konsultan bisa jadi modal untuk mengetahui kendala yang terjadi di lapangan sehingga pembangunan jembatan itu terkatung-katung. “Kita akan panggil konsultan perencananya. Kok bangunan seperti itu tidak ada kejelasan,” sambungnya. Seperti diberitakan sebelumnya, Bupati cukup prihatin dengan kondisi Jembatan Merian yang tak kunjung tuntas pengerjaannya. Padahal, Jembatan Merian menjadi akses penting menuju 12 desa dan 1 kecamatan menuju Belitang Hulu. “Saya akan panggil konsultannya, ada apa sebenarnya dengan konstruksi jembatan itu,” cetus Simon beberapa waktu lalu. Warga memang sudah cu-

kup lama mengeluhkan kondisi jembatan itu. Keluhan ini akhirnya didengar Bupati Sekadau. Tak heran, dalam kesempatan safari Natal ke Belitang Hulu, ia menyempatkan diri meninjau langsung jembatan itu. Ia bahkan rela membungkuk ke bawah jembatan untuk melihat kondisi riil jembatan yang tak kunjung penyelesaiannya itu. Bukan hanya Bupati, pejabat teras di Sekadau, seperti Kapolres Sekadau, Ketua DPRD Sekadau, serta sejumlah pejabat lain juga ikut meninjau jembatan itu. Meski harus berjalan kaki dengan medan berlumpur, mereka tidak bergeming untuk datang langsung ke lokasi jembatan. Ketika melihat kondisi jembatan yang tak kunjung

selesai itu, Simon mengaku prihatin. Sungainya tidak terlalu besar, tidak juga terlalu lebar, tetapi konstruksinya begitu mengejutkan. Ternyata konstruksi jembatannya membumbung tinggi, bahkan hampir rata dengan atap rumah penduduk yang ada di sekitar jembatan tersebut. Satu buah rumah penduduk yang ada di samping jembatan tersebut bahkan hampir tidak kalah bedanya dengan kondisi rumah penduduk di kota–kota besar yang berada di bawah jembatan. Proses pengerjaan jembatan tersebut memang sarat masalah. Namun permasalahan yang dimaksud bukan pada penggunaan anggaran. Permasalahan lebih kepada kelalaian kontraktor dalam

mengerjakan proyek itu sesuai dengan kontrak kerja yang sudah ditetapkan pengguna anggaran. Kepala Badan Penggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sekadau, Akhmad Suryadi saat masih menjabat sebagai Kepala Bidang Bina Marga Dinas PU Sekadau tidak menampik adanya masalah pengerjaan oleh kontraktor proyek tersebut. “Kita sudah memutuskan kontrak kerja dengan CV Cahaya Griya Vianela yang mengerjakan jembatan itu,” ujarnya kala itu. Pemutusan kontrak kerja dengan CV Cahaya Griya Vianela dilakukan menyusul kelalaian perusahaan tersebut melaksanakan pekerjaan sesuai tahapan yang sudah ditentukan. “Dari

kontrak yang kita tetapkan, pekerjaan mereka hanya selesai 47 persen. Makanya dana yang kita bayarkan juga 47 persen,” ujar Akhmad. Pekerjaan 47 persen yang dimaksud PU ini bukanlah untuk pekerjaan secara keseluruhan. Pekerjaan itu dinilai dari kontrak kerja yang dilaksanakan dalam beberapa tahapan. Dinas PU menyatakan pekerjaan secara keseluruhan memang belum tuntas. Hal ini dilakukan mengingat proyek dengan anggaran Rp 5.439.073.000 tersebut dilakukan dengan beberapa tahapan. Pada tahap satu, pembangunan menggunakan anggaran APBN dengan pola hibah kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca ben-

cana tahun 2010. Nilai kontrak yang digelontorkan pada tahap awal ini senilai Rp 3.903.552.000. Item pekerjaan yang dilaksanakan saat itu meliputi fondasi sumuran dan pengadaan rangka jembatan grider yang dilaksanakan BPBD Kabupaten Sekadau. Sedangkan pada tahap dua tahun anggaran 2011 lalu, pekerjaan dilanjutkan dengan menggunakan anggaran di APBD Kabupaten Sekadau dengan nilai kontrak Rp 838.000.000. Item pekerjaan meliputi abutment, erection rangka jembatan grider dan pemasangan batu. Item-item pekerjaan inilah yang tidak dituntaskan CV Cahaya Griya Vianela sehingga kontrak kerja mereka diputuskan. o

Jelang Natal Pedagang Jangan Naikan Harga Bagus Kosminto Borneo Tribune, Sekadau

Seorang ibu sedang menggendong jarai. Aktivitas sehari-hari itu adalah potret kehidupan masyarakat di pedalaman yang penuh kesederhanaan.

Pengesahan APBD 2013

Pemkab Minta Koreksi dan Masukan Masyarakat Bagus Kosminto Borneo Tribune, Sekadau Anggaran pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Sekadau tahun 2013 telah disahkan pihak eksekutif dan legislatif, dalam sidang paripurna di gedung DPRD Kabupaten Sekadau, Kamis (20/12). Dalam dokumen APBD yang disahkan kemarin, pendapatan Kabupaten Sekadau tahun 2013 ditargetkan sebanyak Rp 555.777.480.368.50. Pendapatan ini berasal dari PAD sebesar Rp 25 miliar lebih dan sumber-sumber pendapatan lainnya. Bupati Sekadau Simon Petrus berharap masyarakat Sekadau lebih proaktif

melihat kebijakan Pemerintah Daerah dalam lintas sektor pembangunan di segala bidang. Karenanya, Bupati berharap APBD 2013 yang sudah disahkan bisa dikoreksi oleh masyarakat agar penyerapan APBD 2013 ke depan lebih aspiratif. “Pemkab berharap masyarakat bisa memberi masukan dan mengkoreksi realisasi APBD sesuai yang direncanakan Pemerintah Daerah. Ini bertujuan agar serapan APBD 2013 lebih aspiratif,” katanya, Jumat (21/12). Bupati memaparkan kebijakan pembangunan yang mengacu kepada RPJMD, APBD Tahun 2013 masih konsentrasi dalam bidang pembangunan dasar. Seper-

ti di bidang pendidikan, kesehatan, pertanian, infrastruktur jalan dan jembatan, termasuk yang tak kalah penting pelayanan dasar air bersih. Bupati berterimakasih kepada semua pihak yang telah membantu proses penyusunan APBD 2013 sehingga rampung sebelum target. “Tercapainya penyusunan APBD ini tidak terlepas dari kerjasama semua pihak, baik eksekutif maupun legislatif tanpa meninggalkan proses dan prosedural pembahasannya,” katanya. Simon menyatakan Pemerintah Kabuaten Sekadau sangat berhati-hati dalam penggunaan APBD, tujuannya agar tidak salah sasaran. Penyusunan APBD me-

mang selalu didasarkan KUA dan PPAS, yang mengacu RPJMD dan visi misi Pemerintah Kabupaten Sekadau. Dijelaskan dalam penggunaannya, APBD 2013 akan diarahkan kepada kepentingan masyarakat. “Secara garis besar, APBD 2013 diarahkan pada halhal yang dianggap perlu, mendesak, dan berkelanjutan, serta memperhatikan aspek administrasi dan pelaksaan fisik, sehingga apa yang disepakati dapat berdaya guna dan berhasil guna dalam rangka mendukung visi misi Pemerintah Daerah Sekadau Tahun 2010-2015, yakni terwujudnya Kabupaten Sekadau yang sejahtera, mandiri dan demokratis,” paparnya. o

Tingkatkan Mutu SDM Pemerintah Desa Bagus Kosminto Borneo Tribune, Sekadau Pemerintah Kabupaten Sekadau bersama jajaran DPRD Kabupaten Sekadau mengesahkan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang urusan Pemerintahan Kabupaten yang diserahkan pengaturannya kepada desa menjadi Peraturan Daerah. Sidang pengesahan itu dipimpin langsung Ketua DPRD Sekadau Aloysius dihadiri Wakil Bupati Sekadau Rupinus, kemarin. Dijumpai usai pengesahan Perda tersebut, Rupinus memastikan Perda itu merupakan payung hukum untuk menata Pemerintahan Desa terutama terpenting masalah SDM pengelola Pemerintahan Desa. “Dengan Perda ini, ke depan kita akan menata SDM pemerintahan desa,” ujar Rupinus. Penataan SDM yang menjadi fokus pemerintah di antaranya penataan SDM Sekretaris Desa (Sekdes). Pasalnya selama ini masih ada Sekdes yang pendidikannya tidak sesuai dengan undang-undang yang berlaku, termasuk statusnya sebagai pegawai negeri. “Sesuai dengan undang-undang, Sekdes harus PNS. Di Sekadau ini masih ada Sekdesnya yang belum PNS,” papar Rupinus. o

Bupati Sekadau Simon Petrus mengimbau kepada pedagang agar tidak menaikan harga sembako dari ketentuan harga pemerintah menjelang perayaan Natal 25 Desember 2012 dan Tahun Baru 1 Januari 2013 mendatang. Tujuannya agar masyarakat yang merayakan Natalidak kesulitan mendapatkan barang kebutuhan pokok. “Saya imbau agar pedagang tidak menaikan harga sembako, daging dan keperluan rumah tangga lainnya, dari harga yang sudah ditentukan pemerintah,” tegas Simon Petrus, Jumat (21/12). Hingga kini stok sembilan bahan pokok (Sembako) di pasaran masih aman. Stok sembako sejauh ini disiapkan oleh sejumlah pengusaha di berbagai wilayah di Kabupaten Sekadau. Tetapi tetap ada jenis sembako lain yang mengalami kenaikan harga. Simon katakan, pemerintah terus memantau kesiapan persediaan sembako di pasar, termasuk memantau ada kenaikan harga sembako. “Pemda memantau ketersediaan sembako ” ujar Bupati. Di samping tidak menaikan harga, Bupati minta masyarakat menjaga keamanan dan ketertiban menjelang Natal dan Tahun Baru 1 Januari 2013 agar pelaksanaan hari keagamaan berlangsung penuh khidmad. “Kita imbau agar warga juga terus menjaga keamanan dan ketertiban menjelang natal dan tahun baru,” imbaunya. Terkait kebiasaan remaja yang kerap kali melakukan konvoi di malam pergantian Tahun Baru, Bupati mengimbau agar tidak melakukan berlebihan mengingat, kegiatan pawai kerap kali berakibat kecelakaan. “Lebih baik buat kegiatan, dengan beribadah, diskusi dan bersilaturahmi dengan keluarga satu sama lain, mungkin lebih positif kegiatan seperti itu dari pada berhura-hura,” ujarnya. Bupati mengaku cukup perihatin dengan tingginya angka kecelakaan di Sekadau berdasarkan dari data Lakalantas Polres Sekadau. “Apalagi kecelakaan lalu lintas, cukup tinggi di tempat kita ini,” pungkasnya. o


Sabtu, 22 Desember 2012

Kasus lahan PT Rafi Tak Kunjung Tuntas Eko Susilo Borneo Tribune, Nanga Pinoh SUDAH satu bulan lebih, kasus lahan sawit yang digarap PT Rafi Kamajaya Abadi di daerah Desa Nanga Menunuk, Kecamatan Belimbing tak kunjung tuntas ditangani pihak kepolisian Resort Melawi. Menanggapi hal itu Kepala Desa Menunuk, Aspan Effendi mengaku kecewa terhadap kinerja Polres Melawi dalam hal ini penyidik yang terkesan lamban dalam menyelesaikan persoalan tersebut. Padahal menurut Aspan, sudah 12 warga Menunuk yang dimintai keterangan, tapi tidak ada tindak lanjutnya. Dilain sisi, pihak perusahaan masih menanggapi dingin dan terkesan menyepelekan persoalan ini, tanpa sadar bahwa lahan yang digarap itu merupakan hak penuh masyarakat setempat. “Kami kecewa dengan kinerja Polres Melawi yang terkesan lamban dalam menyelesaikan persoalan lahan antara warga Menunuk dengan pihak PT Rafi Kamajaya Abadi yang terjadi sejak awal bulan November lalu,” ucap Aspan, kepada Borneo Tribune, kemarin. Untuk itu Aspan berharap dengan bergantinya pucuk pimpinan Polres Melawi yang baru yakni AKBP Semuel Tandi Todingrara bisa memberikan harapan baru bagi masyarakat Menunuk dalam menyelesaikan persoalan lahan dengan pihak PT Rafi Kamajaya Abadi yang terkesan menggantung hingga sekarang. “Jika memang tidak ada tindak lanjut penyelesaiannya, terpaksa kami akan menempuh jalur Kejaksaan. Karena kami tidak ingin persoalan tersebut berlarut-larut, karena yang dirugikan adalah warga Menunuk sendiri, akibat investasi sawit yang tak jelas manajemennya itu,” timpalnya. Ia juga menceritakan kembali bahwa aksi pemagaran jalan menuju base camp PT Rafi Kamajaya Abadi didaerah Menunuk, yang pernah

dilakukan warganya merupakan buntut kekecewaan selama ini. Lantaran pihak perusahaan tidak pernah memberikan sebuah kejelasan berapa sebenarnya lahan sawit yang digarap diwilayah Desa Nanga Menunuk sejak tahun 2010 lalu. “Tuntutan kami dengan pihak perusahaan sangat sederhana. Pertama, ingin mengetahui secara jelas berapa lahan sebenarnya yang masuk di wilayah Menunuk, karena selama ini pemerintah desa tidak pernah dilibatkan dan mengetahui secara jelas. Tahunya sudah beroperasi. Yang lebih parah lagi tanah hak ulayat, tanah mali, gupung serta makam juga disikat perusahaan. Kita bisa croscek lapangan,” kesalnya. Pentingnya kejelasan soal lahan tersebut, lanjutnya merupakan dasar bagi pemerintah desa jika seadainya dikemudian hari terjadi persoalan baru. Terlebih Desa Nanga Menunuk sendiri, merupakan wilayah andalan pihak PT Rafi Kamajaya Abadi dalam berinvestasi. “Secarik kertas pun tentang PT Rafi Kamajaya Abadi, saya tidak pernah mengetahui, baik itu tentang berapa lahan yang masuk, siapa saja masyarakat yang menyerahkan dan bagaimana status tanah yang diserahkan tersebut. Apakah benar milik masyarakat Menunuk atau bukan. Akibatnya, pemerintah desa tidak berani pasang badan atau bertanggung jawab jika terjadi persoalan baru dikemudian hari soal lahan. Terlebih, batas antar desa juga belum jelas. Sehingga berpotensi konflik sosial yang harus diantisipasi secara dini. “Kami sebagai masyarakat, wajar mempertanyakan berapa lahan kami yang digarap investor sawit jika kami tidak mengetahuinya. Apalagi, sejak masuk ke Nanga Menunuk, pihak PT Rafi tidak pernah melakukan konsultasi publik terlebih dahulu dengan masyarakat setempat tentang dokumen AMDAL maupun yang lainnya,” pungkasnya. †

Sintang-Melawi

TUNGGAKAN pelanggan PLN Rayon Sintang hingga akhir tahun ini mencapai Rp 4,7 miliar. Angka tunggakan ini lebih tinggi dibandingkan biaya operasional yang diperlukan oleh PLN Rayon Sintang untuk memberikan pelayanan listrik kepada pelangganya selama 1 bulan RP 4,5 miliar. Lantaran hal inilah, kini PLN Sintang harus menolak permintaan penyambungan listrik baru oleh masyarakat. Penerimaan penyambungan baru akan bisa dipenuhi bila angka tunggakan bisa ditekan hingga mencapai angka Rp 1,3 miliar. Demikian dijelaskan oleh manajer area PLN Sanggau Hendrik Erik, saat menggelar rapat koordinasi dengan tim pemutusan dan penyambungan (Tusbung) di Sintang, belum lama ini. “Saat ini, semua pegawai sedang kita fokuskan pada penagihan,”tegasnya. Penolakan atau penutupan pendaftaran calon pelanggan baru di wilayah PLN Rayon Sintang dimaksudkan supaya tidak ada tambahan beban biaya. Sebab untuk pelanggan yang sudah ada saja, pihak PLN telah mengalami defisit. Apalagi jika harus ditambah dengan pelanggan baru. Hendrik Erik juga mengatakan bahwa menolak permohonan baru pelanggan merupakan satu diantara

Tunggakannya ini tidak hanya satu atau dua bulan, bahkan ada yang lebih dari satu tahun. Besarnya pun bervariasai, dari ratusan ribu hingga puluhan juta berbagai kemungkinan yang akan ditempuh oleh pihaknya terkait dengan melambungnya angka tunggakan pelanggan tersebut. Terkait tunggakan pelanggan PLN di wilayah Sintang, sungguh sangat mencengangkan. Sebab penunggak terbesar lebih banyak terjadi pada sejumlah kantor instansi pemerintahan, dibanding pelanggan rumah tangga. Satu diantaranya adalah tunggakan PLN di PDAM Sintang yang jumlahnya mencapai Rp 130 juta. Jumlah tagihan tunggakan yang angkanya signifikan juga terlihat di Mapolres, rumah dinas TNI, rumah dinas Mapolsek, rumah dinas Disperindagkop dan UKM, rumah dinas pendidikan, rumah dinas kebersihan, kebakaran dan pertamanan, pasar seroja, pasar seni dan galeri seni, dan kios stadion. “Tunggakannya ini tidak hanya satu atau dua bulan,

9

Polres Melawi Gelar Operasi Lilin Kapuas 2012 Eko Susilo Borneo Tribune, Nanga Pinoh UNTUK memberikan kenyamanan dan keamanan merayakan Natal dan Tahun Baru 2013, jajaran Polres Melawi menggelar Operasi Lilin Kapuas 2012. Operasi ini serentak dilaksanakan seluruh Indonesia dan merupakan agenda rutin tahunan berlangsung selama 10 hari mulai23 Desember-1 Januari 2013. Persiapan pelaksanaan operasi ini dilakukan dengan menggelar apel pasukan yang diikuti oleh jajaran Polres Melawi, TNI, Satpol PP, pemadam kebakaran hingga Pramuka. Apel dipimpin langsung Kapolres Melawi, AKBP Semuel Tandi Todingrara di halaman Mapolres Melawi, Jumat (21/12). Dalam amanat Kapolri yang dibacakan oleh Semuel disebutkan kegiatan operasional kepolisian terpusat ini, merupakan operasi kemanusiaan terpadu yang lebih mengedepankan tindakan preventif dengan didukung kegiatan deteksi dini dan tindakan penegakan hukum. Disamping itu, pola pengamanan operasi ditetapkan berdasarkan karakteristik kerawanan daerah dan in-

Kapolres Melawi mengecek kesiapan pasukan sebagai rangkaian apel persiapan Operasi Lilin Kapuas 2012. FOTO: Eko Susilo/Borneo Tribune tensitas kegiatan masyarakat, melalui pembagian daerah operasi. “Gabungan personel tersebut akan ditempatkan pada sejumlah pos pengamanan dan pos pelayanan yang tergelar di berbagai lokasi perayaan Natal dan Tahun Baru di seluruh wilayah Indonesia,” katanya. Seperti tempat ibadah, obyek wisata, jalur lalu lintas orang dan barang, serta lokasi yang menjadi pilihan

masyarakat dalam merayakan pergantian tahun. Ia melanjutkan, tujuan pelaksanaan Operasi Lilin adalah terwujudnya rasa aman dan nyaman masyarakat dalam melaksanakan aktivitas, baik pada saat beribadah, berwisata, maupun berbagai aktivitas lainnya. Terwujudnya keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas, khususnya pada titik - titik rawan kemacetan. Menurunnya jum-

lah angka kecelakaan lalu lintas, terutama korban meninggal dunia, luka berat dan kerugian materiil lainnya. Tertanganinya kejadian bencana dengan cepat, melalui penyelamatan dan pertolongan korban yang dilakukan secara sinergis oleh seluruh unsur pelaksana terkait. “Seluruh unsur yang terlibat dalam pelaksanaan operasi lilin tahun ini, agar melaksanakan tugas dengan

sebaik – baiknya, serta senantiasa mengutamakan sinergitas dalam rangka mewujudkan situasi kamtibmas yang kondusif, baik menjelang, pada saat, maupun pasca perayaan natal 2012 serta tahun baru 2013 sebagaimana yang diharapkan,” ucapnya. Ditambahkannya, situasi kamtibmas aman, dan kondusif yang mampu menjamin peningkatan aktifitas dan mobilitas masyarakat, merupakan dambaan serta harapan kita semua. Dari komparasi data menunjukkan trend peningkatan yang cukup signifikan terutama pada beberapa gangguan kamtibmas, seperti perkelahian, penganiayaan, pencurian dengan kekerasan, pencurian dengan pemberatan, dan pencurian kendaraan bermotor. Polri sebagai institusi yang dipercaya menyelenggarakan keamanan tersebut, dituntut mampu melakukan manajemen keamanan secara sistemik, terpadu dan komprehensif melalui pelibatan seluruh komponen serta stake holder lainnya, sehingga dua agenda penting hari besar keagamaan bagi umat kristiani dan perayaan tahun baru 2013 dapat berlangsung secara tertib, lancar dan aman. †

Rumah Sopir Bupati Digasak Maling Endang Kusmiyati Borneo Tribune, Sintang RUMAH Ardiansyah, sopir Bupati Sintang, Milton Crosby untuk kedua kalinya kembali dimasuki pencuri. Jika sebelumnya sejumlah alat elektronik dan uang berhasil digondol maling, kali ini seperangkat perhiasan milik istrinya, dua buah HP dan sejumlah uang yang tersimpan dilemari kamar ti-

Tunggakan Pelanggan PLN Sintang Rp 4,7 miliar Endang Kusmiyati Borneo Tribune, Sintang

Borneo T Tribune

bahkan ada yang lebih dari satu tahun. Besarnya pun bervariasai, dari ratusan ribu hingga puluhan juta,” ujarnya. PLN Rayon Sintang sendiri telah memberikan batas pembayaran hingga 20 Desember lalu. Bagi pelanggan, baik instansi pemerintah maupun warga tetap akan diputus sambungan listriknya bila hingga tanggal yang ditentukan belum juga melunasi biaya tunggakan. Ancaman pihak PLN ini tidak main-main, karena kemudian pada hari Kamis (20/12), tim Tusbung melakukan pemutusan jaringan listrik di PDAM Sintang. Akibatnya selama seharian, PDAM Sintang tak bisa memberikan pelayanan kepada pelanggan. “Tapi, sebelum sholat jumat tadi (Ed : 21/12) mereka sudah konfirmasi ke kita dan telah menunjukan bukti transfer dana untuk pembayaran tunggakan. Maka setelah itu kita langsung turunkan tim untuk melakukan penyambungan kembali,” kata Gurit Baskoro, manager PLN saat ditemui di sebuah rumah makan kawasan Simpang Lima, Jumat (21/12). Ia juga mengatakan bahwa pihaknya telah membuat kebijakan tidak akan melakukan pemutusan jaringan listrik pada instansi pemerintah yang berhubungan dengan pelayanan publik. Misalnya puskesmas, rumah sakit maupun kantor pelayanan publik lainnya. †

durnya ludes digasak maling. Nasib naas yang menimpa Ardiansyah ini terjadi Rabu (19/12) sekitar pukul 11.00. Saat itu pintu depan dan pintu kamar terbuka, namun rumah tidak dalam keadaan kosong. Karena istrinya tengah berada di dapur. “Kejadianya sangat cepat, mungkin hanya sekitar 8-10 menit saja. Saat itu istri saya baru saja menerima telepon di ruang nonton. Setelah itu HP diletaknya di dekat TV dan dia beranjak ke dapur. Beberapa saat se-

telah itu ia kembali ke ruang TV untuk menelpon seseorang. Dia binggung karena HP yang baru saja diletaknya tidak ada lagi. Dia pikir ada di kamar, tapi begitu masuk kamar, dia terkejut karena pintu lemari kamar dan lacinya sudah terbuka,” jelasnya saat ditemui di Kantor Bupati Sintang, Jumat (21/12). Usai kejadian tersebut, ia mengaku langsung melapor ke SPK Mapolres Sintang. Tetangga Ardiansyah, yang rumahnya tepat berada di depan gang saat ditemui

mengatakan bahwa dirinya memang melihat dua orang pria keluar dari dalam mobil saat itu. “Saya tidak ingat pasti mobilnya itu Inova atau Avanza, tapi yang saya ingat satu diantara dua pria itu mengenakan baju hitam. Saya tidak curiga karena saya pikir itu tamunya pak Ardiansyah,”ujar pria yang enggan namanya di tuliskan ini. Menurutnya kejadian itu memang tidak lama. Dua pria tersebut dengan langkah santai kembali masuk ke dalam mobil setelah bebera-

pa menit meninggalkan mobilnya. Di tempat terpisah, Kasat Reskrim Polres Sintang, AKP Andi Yul L, mengatakan bahwa pencurian hingga saat ini memang masih mendominasi angka kriminal di Sintang. Namun begitu dibandingkan tahun lalu, angkanya lebih menurun. Begitu juga dengan upaya penyelesaianya. “Tentang angka pastinya nanti akan kami rilis di akhir tahun, sekarang masih kita rekap semuanya,” ujarnya. †

Pemkab Gelar Hari Menanam Pohon Eko Susilo Borneo Tribune, Nanga Pinoh PELAKSANAAN hari menanam pohon Indonesia di Melawi dilakukan dengan menanam pohon di sekitar monumen tugu juang, Jumat (21/12). Penanaman berbagai jenis bibit pepohonan tersebut dihadiri oleh Bupati Melawi, Firman Muntaco, Wabup Panji, Ketua DPRD Melawi, Abang Tajudin, Kapolres Melawi, AKBP Semuel Tandi, serta sejumlah pejabat. Selain itu, hari penanaman pohon dan bulan menanam nasional tahun 2012 juga diikuti oleh TNI dan Polri, PNS, serta sejumlah pelajar. Bupati Melawi, Firman Muntaco mengatakan, pelaksanaan penanaman pohon ini merupakan program yang serentak dilakukan di seluruh Indonesia sebagai bagian dari program penanaman satu miliar pohon pada tahu 2012 yang dicanangkan oleh presiden SBY. “Melawi sendiri sering disebut-sebut sebagai bagian dari jantungnya Kalimantan sehingga kita sering diminta untuk menjadi kabupaten konservasi,” terangnya. Dengan adanya pelaksanaan penanaman pohon ini, kata Firman diharapkan semakin banyak masyarakat Indonesia yang menanam dan memelihara po-

Bupati Melawi melakukan penanaman pohon di bundaran tugu bersama dalam rangka peringatan hari Menanam Pohon Indonesia. FOTO: Eko Susilo/Borneo Tribune hon lebih banyak demi kepentingan generasi penerus bangsa di masa depan. Selain itu, program ini juga akan membuat Kabupaten Melawi menjadi lebih asri dan hijau. “Apalagi, saya mendapat kabar bahwa Melawi mendapatkan bantuan dari pusat, terutama untuk penghijauan pada hutan-hutan lindung kita. Kita merencanakan akan bekerja sama dengan TNI untuk melakukan penghijauan pada la-

han-lahan kita yang telah terlantar,” ungkapnya. Sementara itu, Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Melawi, Wahidin menuturkan, pelaksanaan hari menanam pohon Indonesia dan bulan menanam nasional yang digelar pada Jumat kemarin merupakan puncak dari kegiatan tersebut. “Puncaknya adalah penanaman serentak di lokasi bundaran tugu yang dipimpin langsung oleh Bupati

Melawi,” katanya. Wahidin mengungkapkan, selain penanaman serentak bibit pohon, langkah selanjutnya adalah melakukan pemeliharaan terhadap tanaman yang sudah ditanam oleh masing-masing SKPD beberapa bulan lalu dimulai dari Tanjung Tengang hingga ke Tahlut. “Bibit yang ditanam beragam, ada bibit meranti, belian, trembesi serta sejumlah bibit pohon buahbuahan,” terangnya. †


Sabtu, 22 Desember 2012

Kapuas Hulu

Borneo T Tribune

10

Majukan Potensi Budaya Melayu KKH MABM Kapuas Hulu: Para pengurus Majelis Adat Budaya Melayu (MABM) Kabupaten Kapuas Hulu berpose bersama disela-sela Mubes ke IV MABM Kalbar di rumah Melayu Kalbar. FOTO : Yulan Mirza/ Borneo Tribune

MAJELIS Adat Budaya Melayu (MABM) Kabupaten Kapuas Hulu mengirimkan sedikitnya 100 kontingen di dalam mengikuti Festival Seni dan Budaya Melayu (FSBM) yang dihelat oleh MABM Kalimantan Barat yang dimulai dari tanggal 17 hingga 23 Desember 2012 ini. Kedatangan mereka untuk menyemarakan sekaligus memajukan potensi budaya melayu melalui sektor pariswisata. Kapuas Hulu juga mengirimkan tujuh orang utusannya untuk mengikuti perhelatan Musya-

Salah satu persoalan yang sudah kita laporkan yaitu pemalsuan tandatangan warga Nanga Bunut oleh oknum pegawai PLN dan saat ini ditangani oleh Polres Kapuas Hului. Kita minta pihak BPK juga melakukan audit ke PLN

Warga Minta Pihak PLN Diaudit Borneo Tribune/Putussibau TIDAK hanya mempertanyakan kejanggalan tagihan bulanan, H M Sawi salah satu warga Desa Nanga Semangut Kecamatan Bunut Hulu meminta kepada pihak terkait yaitu BPK atau BPKP untuk melakukan audit kepada pihak PT PLN Rayon Putussibau. Pasalnya ingin memastikan ada ketransparan dari PLN kepada semua pihak. “Kita minta PLN segera diaudit, sebab kita nilai banyak penyimpangan baik dalam kinerja di lapangan maupun administrasi. Selama ini kami mengalami dengan

kejanggalan atas tagihan bulanan, di mana masyarakat terus dibebani tagihan bulanan meskipun sudah membayar dan setiap bulannya mengalami peningkatan nilai nominal,” kata Sawi ditemui usai Audensi di Kantor PT PLN Rayon Putussibau, Jum’at (21/ 12). Bahkan Sawi meminta apabila ada pelanggaran yang dilakukan oleh pihak PLN dihukum secara pidana karena jangan sampai masyarakat dijadikan korban.

“Salah satu persoalan yang sudah kita laporkan yaitu pemalsuan tandatangan warga Nanga Bunut oleh oknum pegawai PLN dan saat ini ditangani oleh Polres Kapuas Hului. Kita minta pihak BPK juga melakukan audit ke PLN,” pintanya. Menanggapi permintaan warga tersebut, Albert Safaria selaku Manejer PT PLN (Persero) Rayon Putussibau mengatakan bahwa apabila memang ada kejanggalan di PLN atau penyimpangan

PEMERINTAH Kabupaten Kapuas Hulu tak akan berhenti untuk terus melakukan pengembangan pariwisata di kabupaten paling timur Kalbar tersebut. Bahkan melalui event Festival Seni dan Budaya Melayu (FSBM) ke

VIII yang digelar Majelis Adat Budaya Melayu (MABM) Kalbar dinilai mampu mendorong dalam mengenalkan pariwisata Bumi Uncak Kapuas. Hal tersebut diungkapkan salah satu pengurus MABM Kabupaten Kapuas Hulu, Heriyanto, Jumat (21/12) kemarin. Menurutnya, dengan adanya event seperti itu setidak-

Gallery

Kerawing Menerima pesanan & menjual : hasil tenunan daerah/ kerajinan, berupa pakaian adat, anyaman dan lukisan Putusibau SISKA Hp. 081257159998

PT. BUMI BORNEO CEMERLANG

Jl. Gaj ahma da N o. 3 P ont ianak Gajahma ahmada No Po ntianak Email: aria_tur@yahoo.com Penerbangan Pontianak - Jakarta BATAVIA : 5x penerbangan dalam sehari ( z07.05 z07.55 z11.10 z14.35 z16.00 ) SRIWIJAYA : 4x penerbangan dalam sehari ( z07.00 z07.55 z11.55 z15.50 ) LION AIR : 3x penerbangan dalam sehari ( z07.30 z11.35 z15.30 )

GARUDA : 3x penerbangan dalam sehari ( z08.00 z12.55 z17.35 ) Penerbangan PTK - JOGJA & PTK - SURABAYA BATAVIA : 1x penerbangan dlm sehari (pukul : 14.45)

PALAPA TAXI

PONTIANAK - SINGKAWANG (PP) PONTIANAK SINGKAWANG

Jl. Arteri Supadio Ruko No. 1-2

Jl. Niaga No. 25

0561-717 8888 0562-333 9999 0821 4876 8888 0821 4876 9999 ARMADA INNOVA & YARIS ARMADA INNOVA & YARIS JAM JAM BERANGKAT :

BERANGKAT:

05-07-08-09-10-11-13-14-15-16-17-19.00 WIB 05.00 - 08.00 - 11.00 - 14.00 - 17.00 - 19.00

warah Besar MABM ke IV Kalimantan Barat. Untuk kegiatan itu, dipimpin langsung oleh Ketua Umum MABM Kabupaten Kapuas Hulu, AM Nasir. “Dalam hal ini, kita ingin membuat sejarah besar di dalam mengembangkan budaya Melayu MABM Kalbar. Di dalam Mubes tersebut, juga akan menentukan langkah-langkah ke depan yang dituangkan di dalam program kerja MABM Kalbar,” terang Ketua Rombongan MABM KKH, Nusantara Gawat didampingi Bendahara MABM KKH, Heriyanto dan Koordinator Publikasi dan Media Massa, Hadi Pranata di komplek rumah Melayu Kalbar, Jumat (21/12). Selain itu, dia juga berharap dengan adanya pertemuan ini sebagai memacu untuk melakukan perbaikan di dalam mengembangkan budaya Melayu ke depan di Kalbar ini. “Alhamdulillah, nama KKH sudah mendapat

nama yang baik di dalam perlombaan yang diikuti selama FSBM ini. Selain perlombaan, kita juga menampilkan sejumlah kearifan-kearifan lokal yang ada melalui stand MABM KH,” urai Nusantara. Di dalam kearfian lokal tersebut, lanjut dia, pihaknya masih mengandalkan produk kuliner yaitu display pembuatan kerupuk basah. Produk kuliner itu mendapat perhatian secara khusus dari sejumlah media massa. Baik itu cetak maupun elektronik. “Ini merupakan salah satu produk unggulan KKH yang dikenal oleh Provinsi Kalbar,” tuturnya. Selain mengenalkan produk unggulan kuliner, sambung dia, MABM KKH juga mengenalkan sejumlah produk unggulan lainnya. Seperti kerajinan maupun produk lokal yang dapat dikenalkan dan dikembangkan menjadi potensi unggulan. †

Kembangkan Pariwisata Melalui Budaya Melayu Yulan Mirza Borneo Tribune, Pontianak

Telp. 0561-577868

sudah pasti menjadi temuan. Pihaknya mengaku selalu melakukan audit seperti yang dimaksudkan. “Sama dengan kantorkantor atau organisasi lainnya, PLN juga sudah diaudit. Jadi tidak ada yang kita sembunyikan, masalah kritik itu biasa untuk peningkatan kinerja, kami telah berupaya melakukan pelayanan yang terbaik tetapi jika masih ada kekurangan tolong dimaklumi,” ucapnya. (Freelancer/Timotius) †

Alhamdulillah, nama KKH sudah mendapat nama yang baik di dalam perlombaan yang diikuti selama FSBM ini. Selain perlombaan, kita juga menampilkan sejumlah kearifan-kearifan lokal yang ada melalui stand MABM KH

Yulan Mirza Borneo Tribune, Pontianak

Distributor Aspal Shell (Drum) Pen 60/70, Berat Bersih : 154 Kg

tidaknya pariwisata Kapuas Hulu dapat dalam mengenalkan potensi wisata. “Kita menyampaikan informasi melalui destinasi wisata dan dari seni budaya yang ditampilkan, menjadi salah satu promosi wisata untuk budaya Melayu yang ada di KKH. Sehingga tangkaitangkai seni diperlombakan itu menunjukan bahwa itulah kebudayaan Melayu yang berkembang di KKH. Dan diharapkan hal itu dapat menjadi salah satu potensi daya tarik wisatawan untuk datang ke KKH,” terang Heriyanto. Selain itu, kata dia, di dalam destinasi wisata itu, MABM KKH juga mengenalkan keberadaan rumah Melayu di KKH, dan dua kawasan Taman Nasional yaitu Danau Sentarum dan Betung Kerihun. Dan dua taman nasional itu hingga

kini menjadi kebanggaan bagi masyarakat kabupaten yang kini dipimpin Bupati AM Nasir tersebut. Tidak hanya itu, MABM KKH juga memperkenalkan KKH sebagai kawasan konservasi. Karena, kabupaten yang terkenal dengan asal endemik ikan Arwana itu dikenal sebagai daerah penyangga sebagai paru-paru dunia. “Hal itu kita informasikan. Mengingat selain masyarakat Kalbar, dalam event ini juga ada dikunjung oleh wisatawan asing,” ucapnya. Sementara Koordinator Publikasi dan Media Massa MABM KKH, Hadi Pranata menjelaskan pemerintah sudah berupaya dalam langkah pengembangan pariwisata. Dalam pengembangan pariwisata di KKH itu tidak terlepas dari dua suku etnis yang cukup besar, yaitu Dayak dan Melayu.

“Dengan adanya dua etnis terbesar tersebut mampu menciptakan sebuah kolaborasi yang berkesinambungan dalam memajukan pariwisata di KKH. Namun, semua suku yang ada di sana memiliki peranan yang sama yaitu membangkitkan dan memajukan wisata KKH ke depan yang lebih baik,” terang dia. Karena itu, untuk mendukung pariwisata di KKH dapat lebih maju dan dikenal secara luas oleh masyarakat internasional. Pemerintah KKH sudah berupaya untuk membantunya dengan cara memberikan anggaran setiap tahun bagi wisata di KKH. “Pemerintah telah melakukan inventarisir sejumlah peninggalan sejarah agar senantiasa peninggalan tersebut dapat terpelihara dan terjaga dengan baik,” pungkas Hadi. †

IKLAN BARIS Dijual

Dicari

Peluang Usaha

Rumah Permanen. Jl. Purnama Komp. Dinasti Indah Blok B No. 14 Ptk. Ukuran Tanah 10 x 18 m2, Ukuran Bangunan 9 x 15 m2. Hub:085252015279

SGR, Guru PAUD/TK, Bersedia Ikut Diklat, Lgsg Penempatan, Hub. Jl. Pancasila No. 207 Telp. 761562

BISNIS FOREX! Daftar hr ini, besok psti dpt Profit (7% selama 100 hr) www.forexal.com SMS “PETUNJUK” Hp.087885563999 T.07789645034

Dijual Bangunan Dijual cepat eks. kantor, sertifikat, 2 lt, Jl. Nurali No. 2, Hub. 081384151188 tnp perantara.

Peluang Bisnis INVESTASI EMAS! Hari ini daftar mulai besok Dpt PROFIT (7%/hari) www.forecashier.com/ID.000833 /SMS “MINAT”.Hp.087775210833

Dijual Tanah

Peluang Bisnis

Jln.Purnama I Gg. Purnama Indah 1 No. 21. Menuju Komplek Dinasti Indah. Uk. 16 x 27 m. Bangunan L 14,5 m, P 18,5 m. Hub. Bpk. Gusti Hp. 081256983336

Bisnis Forex! Modal Min Rp.300rb, Profit Besar, Cek UTK Pns, Pensiunan dll. Info www. inforexal.com, SMS “MINAT” Hp. 087885563999

DIJUAL CEPAT TANAH SHM, tanpa perantara. * Jl. Gusti Situt Mahmud, Gg. Selat Makasar, Siantan (blkng BPAS) LT 1000 m2 Rp. 300 jt (nego). Hub. 0819 565 2794/0561 700 4977

Gallery Kost. Menerima Pria & Wanita Fasilitas Air & Listrik dan lain-lain. Jl. Diponegoro No. 9 Telp. 0562-3320424 SKW

Dijual tanah, 364 M 2, Jl. Danau Sentarum, Gg. Wonosobo, 50 Juta. Hub. Sri 081352269380 Dijual tanah, jl. Ujung Pandang, luas 4114 m2 sertifikat, Hub. 081384151188 tnp perantara.

Kost

Taxi CV. TEGAR PRATAMA TRANSPORT Melayani Antar Jemput Penumpang Jl. Kalimantan No. 24B 0562-640029/641366 SINGKAWANG Jl. Imam Bonjol Gg. Tnjng Sari No. 36 0561-747211/749025 PONTIANAK INNOVASI TAXI. Melayani Antar Jemput. Jl. Tua Pekong No.24 Singkawang, (0562)3309800, Jl. A. Yani (RM. Bertagis) Pontianak Telp. (0561) 7015100, (0561) 7157000

Disewakan Disewakan gudang 2 pintu, luas + 250 m2 dan 200 m2, cocok utk kndraan bermotor, alat telekomunikasi, di Jl. Adisucipto. Hub 081384151188 tnp perantara.

Iklan Baris:

1 baris / hari Rp. 6.000,-


Teras Borneo Tribune

Sabtu, 22 Desember 2012

Koleksi Buku Perpusda Naik 13 Persen Johan Wahyudi Borneo Tribune, Mempawah Koleksi tercetak bahan pustaka milik Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah (Perpusda) Kabupaten Pontianak kini mencapai 20.679 judul dengan 34.609 eksemplar, meningkat 1.535 judul dan 3.930 eksemplar atau sekitar 13 persen dibanding koleksi 2011 lalu yang berjumlah 18.967 judul buku dan 30.679 eksemplar. Informasi ini didapatkan dari hasil Stock Opname atau reinventarisasi kolek-

si bahan pustaka yang dilakukan Perpusda sejak 19 Nopember-1 Desember lalu. “Jumlah diatas merupakan rekapitulasi dari` koleksi bahan pustaka yang ada di Perpusda, Perpustakaan Keliling, dan Taman Baca di Sungai Pinyuh,” kata Kepala Kantor Perpusda, Johana Sari Margiani, melalui Kasi Pelayanan Informasi Perpustakaan, Iriansyahri. Lebih lanjut Iriansyahri menjelaskan, penambahan jumlah judul buku dan eksemplar bahan pustaka tercetak Perpusda berasal dari pengadaan buku baru

dari Anggaran 2012. Peningkatan ini juga terbantu dengan rendahnya tingkat kehilangan atau rusak dari koleksi bahan pustaka yang dimiliki Perpusda. “Ini membuktikan pengendalian keamanan dan penagihan koleksi bahan pustaka sudah terlaksana dengan baik,” ujarnya. Adapun rincian koleksi bahan pustaka yang dimiliki Kantor Perpusda, yakni 11.261 judul buku dan 19.851 eksemplar, serta 571 judul dan 812 koleksi audio visual di Perpustakaan Daerah, 5.002 judul dan

6.581 eksemplar di Perpustakaan Keliling, dan 4.239 judul dan 7.637 eksemplar milik Taman Baca Sungai Pinyuh. Selain kegiatan Stock Opname yang merupakan kegiatan rutin tahunan, Perpusda juga akan melaksanakan tiga program lomba pada 2013 mendatang, yaitu Lomba Pidato Bahasa Inggris, Lomba Bercerita Tingkat SD, dan Lomba Pemustaka. “Lomba itu kita gelar dalam rangka menumbuhkan minat baca bagi masyarakat, khususnya para generasi muda,” ungkapnya. o

“Kasus ini masih di dalami, dan yang sudah diamankan satu orang, yakni pemiliknya dan juga sudah dilakukan pemeriksaan. Dan gula ini merupakan gula Thailand yang masuk ke Kalbar khususnya Kota Pontianak tanpa dokumen sama sekali, sehingga pihak kami menyatakan ini Ilegall,” tegas Kasat Reskrim. Dikatakan Kasat, bahwa gula ini berhasil ditangkap, yakni atas informasi dari masyarakat serta gabungan

aparat, yakni seperti dari TNI AL, Polda dan Polresta Pontianak. “Kita meminta kepada masyarakat untuk selalu memberikan informasi tentang keberadaan gula ilegall seperti ini, karena kmi dari pihak kepolisian akan menindaklanjuti dan jika memang benar ilegall, maka kami pasti proses hukum gula tersebut, karena ini sudah merupakan atensi Kapolri dan Kapolda,” imbau Kasat Reskrim Polresta Pontianak.

200 Karung Gula Ilegal Ditangkap akan dibawa ke Kabupaten Ketapang sehingga Ia disuruh muat ke truk - truk yang sudah disiapkan. “Katanya gula - gula ini mau dibawa ke Ketapanga, dan kami tidak tahu gula ini gula Ilegal,” ungkap Erik. Sementara itu Rojak (18) yang juga merupakan ABK, dirinya mengatakan Gula tersebut dimuat Kemarinn siang, yakni disimpanÿ di bagian bawah sekali, tepatnya di bawah terigu. “Dari KM Putra Jaya gula dimuat 2 truk, kami cuma

tahu muat saja, rencananya gula ini akan dibawa dariÿ Pontianak ke Ketapang, tapi tidak diizinkan oleh TNI AL, karena gula tesebut tidak memiliki dokumen yang lengkap,” ungkap Rozak. Kasat Reskrim Polresta Pontianak Kompol Puji Prayitno S.Ik, membenarkan atas penangkapan tersebut. Dan saat ini kasus tersebut sudah ditangani Polresta Pontianak. Dan barang bukti gula ilegall ini sudah dititipkan ke Rubasan Pontianak.

Pejuang UKM Kalbar Raih Penghargaan mengembangkan usahanya di bidang masing-masing. Iwan Gunawan, termasuk meraih malam penganugerahan UKM Award tersebut. Mantan pengurus BPD HIPMI Kalbar selama tiga tahun berturut-turut itu terpilih di dalam kategori Aktivis Enterprenur Pemerhati UKM. Pada kesempatan itu, Iwan mengatakan di dalam UKM Award itu merupakan sebagai bentuk penghargaan bagi para pejuang UKM yang telah berhasil dalam mengembangkan usahanya. “Hal ini sebagai bentuk aspresiasi dari empat organisasi himpunan yang memberikan kepada para pejuang UKM,” terang Iwan, Ketua Dekranasda Kalbar Ny Frederika Cornelis juga mendapat award untuk kategori Motivator dan Inovator Pemberdayaan dan Pengembangan UKM

Kalbar (Handicriff) pada malam Penghargaan UKM Award, di hotel Mercure Pontianak. Selain Ketua Dekranasda, juga dianugerahi UKM Award kepada Arsyad Djarni, dan Suryadman Gidot kategori Motivator dan Inovator Pemberdayaan dan Pengembangan UKK Kalbar (Handicriff), Dicky Ariyanto Padmadipura kategori Pengusaha Daerah yang sukses di Nasional (Caffee dan Pertambangan), Savitri Kategori Desainer Etnik Kalbar, Saydati Rachmi Kategori Aktivis Enterprenur pendatang baru yang sukses, dan Sri Yuniarti kategori Pengelola Koperasi yang bertahan lebih dari 10 tahun. Sementara, Pimpinan Umum Harian Borneo Tribune, Sisa Primashinta berhasil meraih UKM Award kategori Pengusahan Fashion Batik Etnik, Imtihani

kategori Pengusaha Songket dan Fashion Etnik Kalbar, Suparmi Haryanto kategori Pengusaha Furniture yang bertahan lebih dari 10 tahun, Laksmini Dewi Tribowo kategori pengusaha rumah makan, Hj R Fauziah Subekti kategori Pengelola Koperasi wanita selama 25 tahun, Bobby Chrisnawan kategori Pengusaha Muda sukses di bidang Perkebunan, Iwan Gunawan, kategori Aktivis Enterprenur Pemerhati UKM, M Rifal kategori Pemberdayaan masyarakat dan Pemuda. Esti Suhesti juga meraih UMK Awar kategori Pemberdayaan Masyarakat, Drg Heru Djakarsi Pengusaha Travel Haji Umroh dan ONH Plus, M, Irfan kategori Putra Daerah yang sukses sebagai Vokalis Group Bang Govinda Jakarta, M Ridwan kategori Pengusaha Perke-

bunan, Siti Maulidyah, kategori Tata Rias Kecantikan, dan Julianti Jonarto kategori Pembinaan Pendanaan Untuk UKM (Kredit UKM). Malam Penghargaan UKM Award menjadi ajang motivasi bagi para pengusaha UKM di kalbar untuk terus berkembang dan meningkatkan kualitas. Jangan takut bersaing, karena persaingan itulah UKM di Kalbar bisa benarbenar teruji. Menurut M Rifai, Ketua Panitia Bersama, penghargaan yang diberikan merupakan bentuk apresiasi kepada tokoh-tokoh yang memperhatikan dan menggiatkan UKM, sehinggamenjadi motivator untuk mengembangkan sektor UKM, karena Produk UKM tidak kalah dengan produk dari luar, seperti kerajinan dan home industry.

11

240 Pelaku ‘3C’ Ditangkap Selain menangkap 240 pelaku kejahatan konvesional yang meresahkan masyarakat Kota Pontianak akhir akhir ini. Polresta Pontianak berhasil mengamankan sejumlah barang bukti, yakni puluhan sepeda motor, perhiasan, sejumlah Senjata Tajam (Sajam) dan Senjata Api (Senpi) rakitan maupun organik, Jumat (21/12).. Dan 240 pelaku kejahatan ini banyak menjalankan aksinya diberbagai tempat, dimana mayoritas TKP nya, yakni di rumah atau pemukiman warga, untuk konvesional curat sendiri terdapar 560 TKP di Pemukiman, curas terdapat 34 TKP di Pemukiman dan curanmor 444 TKP di Pemukiman. Dan selain itu ada 5 TKP lainnya yakni Fasilitas umum, Kantor, Warnet, Jalan, Kendaraan dan Parkir. Dan jika dijumlahkan dengan seluruh TKP yang ada termasuk yang ada di Pemukiman. Untuk curat sendiri

terdapat 816 TKP, Curas 237 TKP dan Curamor 859 TKP. Sedangkan untuk kasus lainnya, seperti kasus perjudian di Kota Pontianak terdapat 74 kasus judi dengan jumlah Tersangka 203 orang dan yang sudah dilimpahkan ke Kejaksaan (P21) sebanyak 68 kasus. Dan untuk kasus BBM dan Gula Ilegall, BBM sendiri terdapat 31 dengan jumlah tersangka 37 orang sedangkan untuk kasus Gula Ilegall terdapat 10 kasus dengan jumlah tersangka 10 orang. Kapolresta Pontianak Kombes Pol Muharrom Riyadi memaparkan, bahwa sudah terdapat 240 orang yang berhasil ditangkap pihaknya, dan dari 240 orang ini terdapat residivis, yakni pelaku yang sudah sering keluar masuk penjara dan mengulangi lagi tindakan kejahatannya. “ Pelaku - pelaku ini banyak beraksi di Pemukiman dibanding TKP lainnya, dan

waktu pelaku curat beraksi kebanyakan sekitar pukul 09.00 - 12.00, waktu pelaku curas beraksi kebanyakan sekitar pukul 18.00 - 21.00, sedangkan untuk waktu pelaku curanmor beraksi kebanyakan sekitar pukul 12.00 - 15.00 dan 18.00 - 21.00, waktu - waktu inilah dominan pelaku beraksi,” ungkap Kapolresta didampingi Kasat Reskrim. Kapolresta Pontianak pun mengimbau kepada seluruh masyarakat Kota Pontianak untuk selalu waspada dan berhati - hati. Dan jangan memancing pelaku berbuat kejahatan dengan membawa perhiasan yang banyak, uang berlebihan ketika berada di luar rumah. Dan untuk sepeda motor pastikan menggunakan kunci ganda. Sedangkan untuk nasabah Bank jika membawa uang dalam jumlah yang banyak, sebaiknya minta kawal pihak kepolisian, karena tidak dipungut biaya sepeserpun.

Polda dan Kejari Mempawah Siap Selidiki Mukson mengatakan, pihaknya memiliki komitmen untuk mengungkap kasus dugaan tindak pidana korupsi, namun untuk mengungkap itu semua dibutuhkan juga peran serta masyarakat. Selain itu dalam menangani kasus dugaan korupsi perlu juga kecermatan dan ketelitian dalam menangani sebuah kasus dugaan pidana korupsi. Menurut Mukson, untuk saat ini kasus dugaan penyelwengan anggaran ABPD Kabupaten Kubu Raya 2012 pada pembangunan jalan dan normalisasi air di Desa Durian Kecamatan Sungai Ambawang belum masuk di Mapolda Kalbar.

“Kita sudah melakukan pengecekan di Dit Reserse Umum dan Khusus namun kasus ini belum ada masuk. Akan tetapi jika ada LP ataupun pengaduan dari masyarakat maka pihak kepolisian akan turun di lapangan guna mengumpulkan bukti-bukti dan melakukan penyelidikan,” tegasnya. Mukson menambahkan, dalam melakukan mengungkap kasus tindak pidana korupsi pihaknya tidak tebang pilih. “Siapa calon tersangka dan tersangkanya kalau sudah cukup bukti akan kami proses hukum,” ucapnya. Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Mempawah, Bambang Setyadi me-

nyatakan, bahwa kasus dugaan penyelewengan anggaran ABPD Kabupaten Kubu Raya hingga saat ini belum ada ditangani oleh pihaknya. Namun meskipun demikian pihaknya tetap akan memperoses hal itu. Jika terjadi laporan atau pun pengaduan yang dibuat oleh masyarakat setempat. “Belum ada masuk kasus dugaan penyelewengan anggran itu. Akan tetapi kita siap memproses hukum jika terjadi laporan maupun pengaduan terkait dugaan penyelewengan anggaran ABD Kabupaten Kubu Raya,” kata Bambang saat dihubungi melalui via telpon selulernya, Jumat (21/12), kemarin.

8 Kasus Pembunuhan Belum Terungkap termasuk Kapolresta Pontianak untuk mengungkap kasus pembunuhan yang sampai saat ini masih belum terungkap. “Yang belum terungkap ini, merupakan suatu hutang bagi Kapolresta dan Kapolres maka dari itu saya perintahkan untuk segera diungkap, dan banyak para keluarga korban meminta kasus segera diungkap,” ungkap Kapolda. Dikatakan Kapolda, kasus pembunuhan yang lama dan belum terungkap sampai sekarang, tidak diamkan melainkan tetap diproses. Karena kasus - kasus pembunuhan tetap akan menjadi PR bagi Polres yang bersangkutan.

“Kita akan liat perkembangan - perkembangan kasus pembunuhan yang belum terungkap, yakni dari penyelidikan dan penyidikannya kemudian kita evaluasi lagi,” tambahkan Kapolda. Lanjut Kapolda, kita akan liat lagi, apa - apa saja yang menjadi kesulitan Polresta maupun Polres dalam mengungkap kasus pembunuhan yang ada di Kalbar ini. Dan mana yang harus diproritaskan, harus segera diungkap. Sementara itu Kapolresta Pontianak, Kombes Pol Muharrom Riyadi, terkait kasus pembunuhan yang menimpa Miskari alias Ari (18) warga Pontianak Timur. Dirinya mengatakan bahwa

pembunuhnya sudah ada titik terang dan identitas pembunuh juga sudah diketahui. “Lima saksi diperiksa, dan dari keterangan saksi kita mengekurucutkan penyelidikan dan penyidikan yang ada. Ada satu orang yang kita kantongi identitasnya, dan ini masih tahap lidik,” kata Kapolresta Lanjut Kapolresta, motif pembunuhan yang menewaskan Miskari, yakni bermotif sakit hati. Karena kalau diliat dari luka yang diterima korban, sepertinya pembunuh ini sakit hati kepada korban, namun lebih jelas lagi motif akan diketahui ketika pelaku berhasil ditangkap.

posisi walikota atau wakil, Arif Joni lebih antusias menjawab di posisi wakil. “Karena partai kita masih belum cukup untuk mengusung sampai pada nomor satu, kemungkinan besar di posisi kedua,” ungkapnya. Meski masih abu-abu atau belum memastikan berpasangan dengan siapa, Arif Joni dengan santai sebagai-

mana khasnya mengatakan semua kembali pada partai. Meskipun dia sudah mengetahui internal partainya telah menyebut namanya, namun ia tak sesumbar dengan kepastian. “Kita masih ada mekanisme partai dan pemilihan. Jadi masih belum bisa memastikan,” jelasnya.(Ubay KPI/Borneo Tribune)

Buka Suara benar adanya,” ujarnya. Arif Joni menyampaikan secara pribadi dia punya hajad untuk ikut serta. Niat tersebut didorong oleh partai yang memayunginya. Dia menceritakan di internal PKS sendiri namanya juga disebutkan sebagai orang yang layak untuk dicalonkan. Ditanya soal kepastian

Gelorakan Gemar Membaca Khiok Miang. Menurut Albert Yaputra, belajar tidak mengenal usia, dan begitu juga dengan membaca juga tidak mengenal usia, dan hal ini dialami oleh Albert Yaputra. Saat terpilih sebagai Anggota DPRRI periode pertama, ia baru tamat SMA, dan setelah menjadi anggota Dewan, dirinya merasakan pendidikan yang didapatkan semasa dibangku SMA masih dirasakan belum cukup dan memadai, sehingga, dirinya melanjutkan pendidikan di Strata I. ”Saya lulus Strata I usia 55 tahun, dan lulus Strata II usia saya 60 tahun. Belajar tidak kenal usia,” kata Albert Yaputra, saat mengawali perkenalan dalam road show ini. Disamping itu, Albert juga mengajak untuk mengelorakan budaya gemar membaca buku, dan dengan membaca, kita menjadi tahu. Sementara itu, Sekretaris Utama Perpustakaan Nasi-

onal, Dedi Junaedi mengatakan, Road show ini merupakan rangkaian dari tindaklanjut Gerakan Nasional Indonesia Membaca. Disisi lain, Kepala BPKD Kalbar, Marselinus Kutjai Apin juga mengajak kepada siswa dan siswi SMK Abdi Agape untuk selalu menanamkan dan membudayakan 3B dengan makna buku, buka, baca, bisa. “Ilmu tidak pandang usia, membaca adalah sebuah kebutuhan, dan buku adalah jendela dunia,” kata Marselinus Kutjai Apin. Prof DR Subu Budisantoso juga mengajak para siswa dan siswi SMK Abdi Agape juga meminta kepada siswa dan siswi untuk membiasakan diri dalam membaca buku. “Tanamkan budaya membaca buku sejak dini,” ajak Subur Budisantoso. Ditempat terpisah, Kepala SMK Abdi Agape, Nasarius juga mengucapkan terima kasih, karena, SMK Abdi Agape jadi tuan rumah

road show Perpustakaan Nasional di Kota Pontianak. “Kita bangga, sekolah kita jadi tuan rumah roaw show Perpustakaan nasional,” jelas Nasarius. Dijelaskan olehnya, dengan road show ini, pihaknya akan menanamkan budaya dan mengelorakan kepada siswa dan siswa untuk gemar membaca. Membaca buka hanya di sekolah, tapi di rumah, dan dimana saja. Sementara itu, Anggota DPRD Kota Pontianak, Tan Lie Hian dalam kesempatan ini juga berjuang untuk mendapatkan bea siswa yang siswa dan siswi di Kecamatan Pontianak Utara, dan perjuangannya, dirinya berhasil mendapatkan bea siswa bagi 425 siswa yang ada di Pontianak Utara, diantaranya, SMAN 5 mendapat 39 bea siswa, SMA Abdi Agape 23 bea siswa, SMK Bhineka Tunggal Ika mendapat 240 bea siswa, dan SMK Abdi Agape mendapatkan 150 bea siswa.


CMYK

Seremonial

12

www.borneotribune.com

Borneo Tribune

Sabtu, 22 Desember 2012

Suara Jawa Diperhitungkan Ngadikun Wakili Suara Masyarakat Pendatang DPD II Golkar KKU, sebagai partai pengusung pasangan Ibrahim Dahlan dan Ngadikun berkomitmen memadukan pasangan berlatar belakang Melayu yang mewakili masyarakat setempat dan Ngadikun mewakili masyarakat pendatang. Seperti diutarakan Ibrahim Dahlan, bakal Calon Bupati dari partai berlambang pohon beringin tersebut bahwa dirinya yang maju mewakili marwah Melayu dan juga penduduk asli yang tidak lain merupakan putera daerah untuk memberikan kesempatan dan penghormatan kepada masyarakat pendatang untuk turut serta membangun Kayong Utara. Dikatakan Ibrahim dahlan bahwa jumlah penduduk terbesar kedua setelah Melayu di KKU adalah Jawa. Mereka memiliki kesempatan dan hak yang sama untuk turut serta mengabdikan diri membangun kabupaten yang teah membesarkan dan memberi hak yang sama tanpa ada membedakan pendatang atau bukan. ”Ngadikun mewakili masyarakat Jawa, jarang sekali terjadi pasangan yang memadukan antara Melayu dan Jawa di pemerintahan,” kata Ibrahim Dahlan. Ditambahkannya, untuk di KKU sedikitnya terdapat 12 ribu lebih masyarakat transmigran, di mana dengan majunya Ngadikun sebagai pasangan Calon Wakil Bupati mendampinginya, merupakan sebuah langkah maju dan sebuah kehormatan karena salah satu putra terbaiknya mendapat kesempatan untuk membangun dan melayani. ”Kesempatan ini tidak datang dua kali, jika tidak sekarang belum tentu tiga atau empat puluh tahun ke depan bisa ada pasangan seperti ini lagi,” katanya. Ibrahim Dahlan mengakui, majunya dan berkembangnya KKU menjadi sebuah daerah yang bermartabat tidak terlepas dari peran serta dan dukungan yang harmonis antara masyarakat setempat dan pendatang, di mana kombinasi dan keterpaduan keduannya tersebut jika diwujudkan dalam sebuah bentuk kepemimpinan akan menjadi kombinasi yang serasi. “Kapan lagi Jawa maju kalau bukan sekarang,” katanya lagi. Seperti diketahui, di KKU saat ini sudah banyak masyarakat Jawa yang menjadi motivator dan penggerak percepatan perputaran roda ekonomi, di mana daerah-daerah transmigrasi seperti di Simpang Hilir, Seponti dan Pulau Maya di mana transmigran ditempatkan telah berkembang menjadi sebuah kawasan maju dan melahirkan putra-putra terbaik KKU semisal Ngadikun. (PK)o Abdul Khoir Borneo Tribune, Sukadana

Foto bersama para penerima UKM Award. FOTO Andika Lay/Borneo Tribune

UKM Award. Pimpinan Toko Batik Primashinta, Sisa Primashinta menerima penghargaan UKM Award yang diserahkan oleh Kabid PLN. FOTO Andika Lay/Borneo Tribune

Batik Primashinta

Raih UKM Award BLANGKON Ngadikun yang berlatar belakang transmigrasi tampak khas mengenakan blangkon sebagai salah satu ikon Jawa. Keterwakilan Jawa dalam mendulang suara di Pilkada KKU 2013 ini ternyata diperhitungkan. FOTO: Abdul Khoir/Borneo Tribune.

Andika Lay Borneo Tribune, Pontianak

Toko Batik Primashinta, berlokasi di Jalan Purnama, Komplek Ruko Purnama Pinangsia, No AI yang

menyediakan kain dan busana batik eksklusif bagi pria dan wanita, sarimbit (pasangan), remaja dan anak-anak dengan motif dan model trendy, berhasil meraih UKM Award kategori Pengusaha Fashion

Batik Etnik, Kamis (20/12). Penyerahan Plakat dan Piagam Penghargaan pada malam Penghargaan UKM Award dalam program Pemberdayaan dan Pengembangan UKM Kalbar dalam Era Globalisasi yang

diserahkan oleh Kabid Perdagangan Luar Negeri Disperindag Kalbar Sugiri, diterima langsung oleh Pimpinan Toko Batik Primashinta Sisa Primashinta, di Hotel Mercure Pontianak.

Hadir di Pontianak untuk memenuhi kebutuhan busana batik bagi Anda dan Keluarga

Menyediakan kain dan busana batik eksklusif bagi Pria, Wanita, Sarimbit (pasangan), Remaja dan Anak-anak dengan motif dan model yang trendy untuk kegiatan formal maupun informal

CMYK

Menurut Sisa Primashinta, dirinya sangat terharu dan bangga mendapatkan UKM Award dari gabungan empat organisasi wirausaha yang eksis di daerah, maupun di tingkat nasional. “Penghargaan yang saya terima merupakan sebuah tanda untuk saya terus berkarya dan melestarikan budaya tradional Indonesia,” kata Sisa Primashinta, sesaat selesai menerima UKM Award. Dikatakan oleh Sisa, yang juga Pimpinan Umum Harian Borneo Tribune ini, anugerah penghargaan yang ia terima dapat memotivasi dirinya, supaya banyak masyarakat memakai batik asli buatan pengrajin Indonesia. Tentu harapannya akan semakin banyak generasi muda Indonesia berkarya, berkreasi dan berinovasi dengan mengangkat nilai-nilai budaya etnik Indonesia. “Saya harap, penghargaan ini mampu memotivasi saya untuk terus berkreasi dan memberikan inspirasi dalam melestarikan budaya tradisional Indonesia,” jelas Sisa. o

Harian Borneo Tribune 22 Desember 2012  

Harian Borneo Tribune 22 Desember 2012