Page 1

cmyk

I DEALISME, K EBERAGAMAN

DA N

KEBERSAMAAN

Borneo Tribune www.borneotribune.com

Rabu, 21 November 2012

7 Muharram 1434 H - 8 Cap Gwee 2563

Telepon Redaksi/Iklan/Langganan/Pengaduan: (0561) 767788 Faximile. (0561) 766103

Alamat Redaksi: Jln Purnama Dalam No 2 - Pontianak 78121

Sabu 28 Kg Akan Dimusnahkan Kapolda: Bea Cukai Akan Diselidiki Terus Terkait kasus penyelundupan sabu 28 kg dari negeri jiran Malaysia. Sampai saat ini kasus tersebut masih dalam penyelidikan. Dan pihak kepolisian pun masih mendalami apakah kasus 28 kg ini melibatkan oknum Bea dan Cukai Kalmantan Barat atau tidak.

S uara Enggang

Achmad Munandar Borneo Tribune, Kubu Raya PERNYATAAN ini diungkapkan langsung oleh Kapolda Kalbar Brigjen Pol Unggung Cahyono. “Sejauh ini kasus tersebut masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. Dan pihak Bea dan Cukai Kalimantan Barat pun sudah ada yang kita mintai keteranganya terkait kasus tersebut,” kata Kapolda di Su-

ngai Raya, Selasa (20/11). Saat disunggung mengenai sejauh mana keterlibatan pihak Bea dan Cukai Kalimantan Barat tekait sabu 28 kg, Kapolda pun menyatakan, bahwa kasus tersebut masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. Dan dalam kasus ini pun pihaknya tetap akan terus menyelidiki pihak bea dan cukai terkait kasys sabu 28 kg. “Pihak Bea dan Cukai tetap akan kita proses. Bahkan sampai saat ini ada 9 orang saksi yang diperiksa dan beberapa oknum Bea dan ....Ke Halaman -11

BNNP Duga Ada Oknum Aparat Terlibat Masuknya Narkoba 28 Kg di Kalbar Achmad Mundzirin Borneo Tribune, Kubu Raya BADAN Nasional Narkotika Provinsi (BNNP) menyatakan ada oknum aparat yang terlibat, tekait masuknya narkoba 28 Kg di Kalbar melalui Bus SJS. Hal dikatakan langsung oleh

Kepala BNNP Kalbar Brigjend Pol Sugeng Heryanto, Selasa (20/11), kemarin. Menurut Sugeng, bahwa kasus pengiriman sabu ini, kasus yang terbesar di Kalbar. Ia mencurigai ada beberapa Narkoba yang sudah berhasil dikirim sebelum ini. Dan ini mungkin su-

dah kesekian kalinya. ”Saya rasa ini sudah kesekian kalinya Narkoba masuk ke Kalbar. Dan ini baru terungkap dalam jumlah yang besar,” timpal Sugeng Heryanto. Dikatakannya, masuknya narkoba 28 Kg ini, ada oknum yang Ia mencurigai telibat. Lantaran pengiriman tidak akan ....Ke Halaman -11

Hotel Mesum

Achmad Mundzirin

Ekspidisi Langgar UU No 38 Tahun 2009

SEJUMLAH hotel dan rumah kos di Kota Pontianak diduga digunakan untuk melakukan perbuatan asusila. Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Kota Pontianak pun tak mau tinggal diam. Rumah-rumahKostyangterindikasi hampir seluruh rumah kost yang ada di Kota Pontianak menyediakan tempat

Wartawan Borneo Tribune

Narkoba Masuk Melalui Jasa Pengiriman

....Ke Halaman -11

B uah Bibir

Achmad Mundzirin Borneo Tribune, Kubu Raya

Vespa dan Aspirasi

Nuriman dan H.Doper untuk keluar, mereka berdua bukanlah peternak. Jangan sampai kami masuk kedalam dan mengeluarkanya,” teriak massa beringas. Aparat bergerak cepat untuk mengatisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,setelah diberikan pengertian dari aparat dan Ketua Asosiasi, akhirnya massa kembali tenang. Rapat kembali dilanjutkan. Lagi, sekitar pukul 12. 30 dari dalam ruangan sidang kembali terjadi ketegangan antara Perwakilan massa dari Asosiasi, dan Perwakilan

TERKAIT sering kali masuknya narkoba di Kalbar melalui jasa pengiriman atau ekspidisi, Polda Kalbar menegaskan bahwa ekspidisi telah melanggar undang - undang no 38 tahun 2009 yakni tentang Pos. Menurut Kapolda Kalbar Brig jend Pol Unggung Cahyono S.IK melalui Kabid Humasnya AKBP Mukson Munandar, dalam beberapa tahun teakhir, bahwa jasa ekspidisi kerap kali dimanfaatkan oleh jaringan narkoba untuk mengirim narkoba. Namun ekspidisi ini tidak pernah melakukan pemeriksaan paket pengiriman barang, yakni tidak mau tahu apa yang dikirim. ” Dalam UU no 38 Tahun 2009, pihak ekspidisi harus melakukan pemeriksaan, agar barang yang dikirim itu sesuai dengan apa yang dicantumkan di paket pengiriman, karena ada standar pengiriman,” kata Mukson Munandar, Selasa (20/11). Lanjut Mukson Munandar, jika memang tidak diperiksa, melainkan terima dan langsung kirim saja, maka kemungkinan ada oknum di ekspidisi tersebut, atau juga ekspidisi melakukan pembiaran, dan ini sudah menyalahi aturan dalam undang - undang tentang pos. ” Di dalam undang - undang

....Ke Halaman -11

....Ke Halaman -11

Zulkarnaen Siregar, SH ANGGOTA DPRD Provinsi Kalbar daerah pemilihan (dapil) Kota Pontianak, Zulkarnaen Siregar punya cara yang terbilang cukup unik saat melakukan agenda reses ....Ke Halaman -11

Massa demonstran yang menolak monopoli harga ayam dari PT SIM merobohkan pagar Gedung DPRD Ketapang, Selasa (20/11). Foto Jaidi Chandra/Borneo Tribune

Massa Robohkan Pagar DPRD

Ujian Susulan buat si Lemot

Jaidi Chandra Borneo Tribune, Ketapang

BAPAK si Jono memohon kepada Profesor untuk memberikan ujian susulan kepada anaknya yang memang berotak lambat. Setelah didesak terus, akhirnya sang Profesor memberikan ujian ulangan itu. Keesokan harinya Pak Jono menemui sang Profesor dan bertanya : “Bagaimana ujiannnya si Jono, Prof ?” ”Wah, maaf,” kata Profesor, “Tidak ada harapan lagi. Coba lihat ini... 7x5 = 34” ”Ya ampun Prof,” kata Pak Jono, “Masa begitu saja harus gagal sih. Itu kan cuma kurang satu...Tega bener Pak Profesor ini”o

RAPAT dengar pendapat PT Sinar Inti Mustika (SIM) dengan asosiasi peternak ayam broiler Ketapang sempat ricuh. Rapat yang berlansung dengan situasi tegang ini diwarnai tiga insiden. Massa juga merobohkan pagar gedung DPRD yang dipicu kehadiran forum kemitraan dari PT SIM. Selasa, (20/11), Ratusan Massa yang dikawal ketat aparat kepolisian Polres Ketapang ini yang datang mengunakan sepeda motor dan mobil tiba

di Gedung DPRD sekitar pukul 09.30 ini membawa spanduk yang bertuliskan “PT SIM Biang Kerok Dari Kerusuhan, Menindas Peternak Kecil” dan “Meminta PT SIM di tutup”. “Bubarkan PT SIM, jika tidak kami akan bertindak, jangan sampai kami main hakim sendiri,” teriak para Peternak dari Asosiasi dari luar gedung DPRD Ketapang. Sementara dari dalam ruang rapat sekitar pukul 10.00 sempat terjadi ketegangan antara perwakilan asosiasi dengan Forum kemitraan dari PT SIM Abdulah Nuriman yang diang-

gap tidak memilki kapasitas untuk bicara mewakili PT SIM. Namun ketegangan antara kedua belah pihak dapat diredam setelah polisi dan Sat Pol serta pimpinan rapat meminta kedua belah pihak agar bisa tenang. Rapat kembali dilanjutkan, namun sekitar pukul 12.00 massa diluar gedung kembali memanas dan merobohkan pagar gedung DPRD Ketapang. Mereka meminta Abdulah Nuriman dan H. Doper agar keluar dari ruangan rapat, mereka mengangap ke duanya adalah provokator dan pengacau. “Kami minta Abdulah

Pontianak Heritage

Mesjid At-Taqwa Mariana Namanya Mesjid At-Taqwa. Berada di Kampong Marianna. Dan kita pun kemudian lebih mengenalnya dengan nama Mesjid Taqwa Marianna. Oleh Ahmad Asma dZ DARI beberapa foto lama, terlihat ada kubah besar di atas bangunannnya. Di keempat sudutnya terdapat empat buah kubah berukuran kecil-

PT. ANZON AUTOPLAZA Kantor Pusat: Jl. A. Yani No. 89 Telp. (0561) 734280 Cabang: Singkawang : Jl. A. Yani No. 08 Telp. (0562) 637000; Sampit : Jl. Jend Sudirman Km. 1

kecil. Diantara bagian kubah dan atap yang terbuat dari sirap terdapat tulisan kaligrafi. Nampak begitu indah terlihat dari luar mesjid. Surau AtTaqwa didirikan pada tahun 1918. Di atas tanah wakaf se-

orang keturunan Tambi, bernama Maidin. Orang tua-tua bercerita. Dahulu, sebelum Surau AtTaqwa berdiri, masyarakat kampong Mariana dan sekitarnya menunaikan shalat di Mesjid Jami’. Mengayuh sampan menyeberangi sungai. Sultan juga sering mengunjungi warga setempat untuk bersilaturahim. Sebagai bentuk pemimpin yang kharismatik. Masyarakat pun menaruh hormat dan segan. ....Ke Halaman -11

Masjid At Taqwa di Kampung Mariana. Foto dokumentasi pribadi Ahmad Asma dZ.

Menyambut Natal & Tahun Baru Banjir Hadiah Langsung

HARGA ECERAN HARIAN BORNEO TRIBUNE - PONTIANAK, KUBU RAYA, MEMPAWAH,DAN SINGKAWANG Rp 2.000 - SAMBAS, BENGKAYANG Rp 2.200 - LANDAK,SANGGAU,SEKADAU, KETAPANG,KAYONG UTARA, SINTANG, MELAWI DAN PUTUSSIBAU Rp 2.500 -

cmyk

Melayani: - Antar Jemput Penumpang & Carter - Jasa Pengiriman Barang & Dokumen


Rabu, 21 November 2012

Kayong Utara

Borneo T Tribune

2

Tunggakan PLN Ketapang Rp 1,6 Miliar

PLN Siap Putus Jaringan Abdul Khoir Borneo Tribune, Sukadana General Manager (GM) PLN Ketapang yang sekaligus membawahi Kabupaten Kayong Utara (KKU) mengatakan tunggakan pelanggan PLN hingga November lebih dari Rp 1,6

miliar. Bahkan angka tersebut belum termasuk Kecamatan Sandai, Kecamatan Tumbang Titi dan Kabupaten Kayong Utara (KKU). “Untuk di Ketapang saja lebih dari 1,6 miliar,” beber GM PLN Ketapang Yusuf, Selasa (20/11). Sementara itu, sambung dia, untuk KKU jumlah tunggakan listrik relatif

kecil, yakni hanya Rp198 jutaan dan itu merupakan angka yang relatif kecil jika dibandingkan dengan tunggakan tagihan listrik di Kabupaten Ketapang. Menurut dia, pihaknya menanggapi masalah tersebut dengan berusaha untuk bertindak tegas dengan memberikan peringatan dengan melakukan pemutusan jaringan bagi mereka yang memiliki tunggakan pembayaran di PLN.

“Kami sudah memiliki tim tusbung (putus-sambung) dan masing rayon memiliki lima sampai enam tim yang akan melakukan eksekusi,” tegasnya. Apa yang dilakukan PLN dengan melakukan pemutusan tersebut merupakan sebuah langkah yang sebenarnya telah pelanggan ketahui di dalam kontrak pembelian daya sesaat sebelum jaringan dikoneksikan di rumah para pelanggan.

Pelanggan akan disambungkan kembali jaringan listriknya apabila tunggakan yang selama ini muncul dapat segera dilunasi. Sementara itu, walaupun bukan menjadi kewajiban PLN untuk hal tersebut, namun PLN telah beberapa kali melakukan pemberitahuan kepada masyarakat, baik berupa imbauan di radio maupun lainnya dengan menyerukan agar para pelanggan untuk da-

pat sesegera mungkin melunasi tagihan listriknya jika tidak ingin dilakukan pemutusan. “Pemutusan merupakan salah satu bentuk punishment dan tentunya bagi pelanggan yang rajin melakukan kewajibannya diberikan sebuah reward,” katanya. Terkait program yang tengah dilakukan oleh PLN, dimana sejak satu tahun yang lalu mulai

memberlakukan listrik prabayar, sedikitnya 6300 jaringan sudah terpasang dengan menggunakan listrik prabayar. Hal tersebut sebagai salah satu upaya untuk dapat menekan angka tunggakan bagi para pelanggan PLN yang nilainya sudah cukup besar dan sangat membebani PLN. “Saat ini masih dipasang di wilayah perkotaan saja,” katanya.†

Waspada Obat Kadaluarsa

Abdul Khoir Borneo Tribune, Sukadana Antisipasi terkait peredaran obat yang tidak layak konsumsi terutama yang sudah memasuki masa kadaluarsa, Dinas Kesehatan KKU jauhjauh hari telah melakukan upaya sortir dan pengecekan data masa berlaku obatobatan sebelum diedarkan kepada masyarakat melalui Puskesmas maupun jaringannya. Pelaksana Tugas (Plt) Di-

nas Kesehatan Kabupaten Kayong Utara (KKU), Dominikus P Asia, Selasa (20/ 11) mengatakan bahwa sampai saat ini belum ada kasus yang menyatakan adanya obat kadaluarsa yang beredar di masyarakat yang berasal dari pemerintah. Dalam hal ini adalah jajaran Puskesmas hingga Pustu. Hal tersebut didasarkan dari upaya pengecekan data obat mulai dari saat pengadaan, penggudangan hingga pendistribusian obat ke Puskesmas.

“Kita belum pernah terima laporan atau mendapati kasus tentang obat kadaluarsa yang beredar di masyarakat,” kata Asia. Menurut dia, rasio munculnya obat kadaluarsa dapat muncul dikarenakan adanya perencanaan, pengadaan hingga pendistribusian yang tidak melalui mekanisme yang terjadwal dengan baik. Dan hal tersebut menjadi suatu perhatian serius, sehingga obat yang ada merupakan stok yang memiliki rank yang cukup panjang dengan jangka waktu kadaluarsa yang memungkinkan tidak terjadi kasus obat kadaluarsa pada saat proses pengadaan, distribusi penggudangan hingga ke tangan pasien. Di KKU proses pengadaan obat sama seperti di daerah lain. Yakni melalui dana DAK dan buffer stok dari provinsi, dimana obat yang dipersiapkan merupakan daftar obat yang benar dibutuhkan dan diperkirakan antara jumlah dan tingkat kebutuhan.†

Potret Pelayaran, para penumpang salah satu Kapal Pelayanan Nasional yang beroperasi di Pelabuhan Pontianak. FOTO: Ulla Asri/Borneo Tribune

Opini “Penghinaan dan penindasan mental oleh guru-guru yang tak mau peduli dan mementingkan diri sendiri akan membawa kehancuran bagi benak kaum muda yang tak mungkin bisa diperbaiki dan sering menimbulkan pengaruh yang merugikan dalam kehidupannya nanti.” (Albert Einstein) Oleh Y PRIYONO PASTI MENGAJAR bukanlah tugas yang remeh-temeh. Profesi guru bukan sekadar melakukan pekerjaan biasa, melainkan memenuhi panggilan hati (jiwa) dan melakukan perjalanan spiritual. Itulah sebabnya, Palmer berpendapat bahwa guru mesti (terus) mengaitkan diri sendiri (baca: guru), peserta didik, dan bidang pengetahuan/

ketrampilan yang diampu dalam perjalanan profesinya. Setiap guru mesti menemukan dirinya (posisi dan perannya) sebagai bagian dari proses penemuan dan pengukuhan identitas serta integritas. Setiap guru seharusnya menggali diri sendiri, menemukan identitasnya sendiri, dan mengembangkan gaya serta metode dan teknik mengajar yang sesuai dengan diri sendiri untuk

Salam. Redaksi mengundang pembaca Borneo Tribune untuk mengirim tulisan untuk rubrik “Citizen Journalism”. Bentuk tulisan dapat berupa laporan kegiatan, opini, surat pembaca, puisi, cerita pendek. Panjang tulisan maksimal 500 kata. Kirimkan tulisan ke email: yusriadii@yahoo.com. Terima kasih.

Idealisme, Keberagaman dan Kebersamaan

Guru Konservatif menyiratkan aura terbaiknya yang bisa menerangi peserta didik. Penemuan dan kesadaran diri ini akan menjadi modal bagi guru untuk mempertahankan integritasnya dan menjadi dirinya sendiri secara utuh, sesuai harkat kemanusiaannya. Hal ini akan mendatangkan perasaan bagi guru bahwa keberadaannya diiringi pengabdian dan tanggung jawab. Guru merasa ingin mengabdi dengan cara mendidik karena masih banyak anak kita yang butuh pengetahuan dan ketrampilan untuk mengatasi keterbelakangan budayanya. Singkatnya, guru mesti menyadari perannya sebagai agen pembebasan dengan cara memasok kesadaran (consciousness), pengetahuan (knowledge), menciptakan keberdayaan (empowerment), dan pencerahan (enlightment) bagi para anak didiknya. Lebih jauh lagi, guru mesti memiliki kesadaran ideologis, yaitu mencita-citakan tatanan kemanusiaan yang dipahami dan dianggap

mungkin untuk diciptakan. Ini berarti guru bersifat optimis (lih. F. Mu’in, 2011). Namun dalam realitasnya, masih banyak guru yang belum (tidak?) menyadari sepenuhnya hakikat keberadaan mereka, fungsi dan peran strategisnya sebagai kekuatan transformatif, agen perubahan, pembebasan, dan pembaharuan. Banyak guru masih “memosisikan” dirinya sebagai guru yang konservatif. Guru yang pasrah pada keadaan, tak mau mengubah kondisi yang ada, dan hanya nrimo situasi yang dihadapi. Dalam bahasa Paulo Freire, guru yang (hanya) berusaha mengakomodasikan dan mengadaptasikan siswa dengan dunia yang dihadirkannya. Guru konservatif adalah produk sejarah yang didominasi oleh kekuasaan. Mengkristalisasikan Fatchul Mu’in (2011), ciriciri guru yang konservatif adalah sebagai berikut. Pertama, guru tidak menyadari bahwa pendidikan bertujuan untuk mengu-

bah kondisi tertentu, mulai dari mengubah kepribadian siswa sampai mengubah sistem sosial. Kebanyakan guru hanya larut dalam ritualitas (dan rutinitas) mengajar dengan harapan gaji/honor bulanan tanpa menjadikan semangat perubahan terpatri dalam pikirannya. Kedua, guru memandang bahwa posisinya sebagai guru adalah posisi yang sangat elitis yang dapat digunakan untuk mendapatkan prestise dan rasa hormat dari orang lain. Mereka memandang pekerjaan guru adalah status yang sangat mulia bukan karena tanggung jawabnya yang harus dilunasi dengan tindakan mengajar yang baik, melainkan dianggap sebagai status yang membuatnya bisa dipandang oleh orang lain. Ketiga, guru tidak (mau) mengembangkan dan memperbarui metode-metode dan praktik pengajaran yang membuat dirinya lebih mudah dalam memberdayakan dan meningkatkan kualitas dirinya dan siswanya. Guru jenis ini,

alih-alih melakukan perubahan dan pembaruan, mereka tetap hanya berpatok pada pengajaran gaya lama yang monoton dan anti-dialogis/ demokratis. Keempat, guru memandang murid sebagai objek yang bisa dijejali dengan pengetahuan semata. Guru tidak melihat proses pendidikan sebagai proses menuju perubahan masyarakat sehingga ia dan anak didik bukan dilihat sebagai subjek perubahan. Kelima, guru menggunakan metode pengajaran “Pendidikan Gaya Bank”, yang dicirikan: guru mengajar, murid belajar; guru tahu segalanya, murid tak tahu apa-apa; guru berpikir, murid dipikirkan; guru bicara, murid mendengarkan; guru mengatur, murid diatur; guru memaksakan pilihannya, murid menuruti; guru memilih apa yang akan diajarkan, murid menyesuaikan diri; dan guru adalah subjek belajar dan murid adalah objeknya. Catatan Penutup Keberhasilan seorang

guru adalah ketika wajah para siswanya berbinar-binar, terpancar kegembiraan dan kegairahan yang meluap-luap karena mendapatkan pemaknaan dari penyingkapan pengetahuan melalui proses pembelajaran yang difasilitasi gurunya. Guru jenis ini menyadari sepenuhnya bahwa proses pendidikan adalah upaya untuk mengkritisi realitas yang terbentuk yang diharapkan berpengaruh pada siswanya. Ia adalah guru yang menganggap bahwa pengetahuan itu penting, tetapi yang jauh lebih penting adalah menggunakan pengetahuan itu untuk perubahan. Guru tidak hanya membuat siswanya memahami dunia, lebih dari itu membuat siswanya mampu mengubahnya. Itulah sebabnya, guru konservatif mesti mengubah mind set-nya terhadap para siswa dan model pembelajaran yang dilakoninya agar proses pemanusiaan manusia di kalangan para siswanya menjadi paripurna. Semoga!

Penerbit: PT. Borneo Tribune Press. Direktur Utama: W Suwito, SH, MH. Penasehat Hukum: A. Ambo Mangan, SH, MH, Martinus Ekok, SH, MH. Pemimpin Umum: Sisa Primashinta. Senior Editor: H. Nur Iskandar, SP, Tanto Yakobus, Alexander Mering. Wakil Pemimpin Redaksi: Budi Rahman. Redaktur: Andry, Agus Wahyuni, Aulia Marti, Hairul Mikrad, Yusriadi, Viodeogo. Reporter: Abdul Khoir, Andika Lay, Yulan Mirza, Achmad Mundzirin, Achmad Munandar, Ubay. Biro Kubu Raya: Hanoto Jl. Sui Raya Dalam (081522711111). Biro Mempawah: Johan Wahyudi, Jl. Pendidikan Gg. Suka Mulya No.10 (085654587038). Sambas: Amrul Ambiya (Kontributor/Pemasaran), Jl. Suka Mantri (085245527602). Biro Bengkayang: Mujidi, Jl. Pahlawan No. 10, Kelurahan Bumi Emas Bengkayang (085245247955). www.borneo-tribune.net Landak: Yohanes Ngalai/Pemasaran, Jl. Barage Gg. Pak Kasih No. 51 Ngabang (085822062880). Biro Sanggau: Ratnasari Jl. Agus Salim No.10 (085245904505). Biro Melawi: Eko Susilo (0812-56452946) TERBIT SEJAK 19 MEI 2007 Jl. M Saad, Gg. Kayan, Serundung- Nanga Pinoh. Biro Sekadau: Bagus Kosminto, Jl. Irian No. 41 Sekadau Hilir (085245743683). Biro Sintang: Endang Kusmiyati (08524-5006757), Saumin (Pemasaran) (085284291321) Jl. JC Oevang Oeray, Gg. Ahmad 2. Biro Kapuas Hulu: Jl. Kenanga, Ruko Pemda Blok B. 6 Putussibau Utara (08562569007). Ketapang: Jaidi Chandra (Kontributor), Jl. Gajah Mada No. 156 (081345450988). Fotografer: Ulla Asri Sekretaris Redaksi: Erika Sudiardjo Umum: Emiliana (Manajer), Fitriyana,. Percetakan/Pracetak: Ukan Dinata. Staf Pracetak: Fahmi Ichwan, Syam „ Wartawan, Kontributor, Intensive Programme dan Abubakar, M. Taufik,. Staf Percetakan: Andre, Nurhalis, Rustam. Marketing: Sisa Primashinta, Hesty Yosana, Aldi Chairudin, Ardiansyah. Desain Iklan: Atika Ramadhani, M. Affandy,Ferry Ade Putra Freelancer Borneo Tribune dibekali identitas, surat Sirkulasi: Dhani, Suprianto. Keuangan: Jumi Erlinasari, Tri Agustin, Kusnan, Husada, IT: Iwan Siswanto. Tarif Iklan: BW (black and white) Rp 6000/mm kolom, Full Colour hal 1 Rp 15.000/mm kolom, tugas atau tanda pengenal (ID-Card) dan dalam mehalaman dalam Rp 12.000/mm kolom. Alamat Kantor Bisnis dan Alamat Redaksi: Jalan Purnama Dalam No 2 Pontianak Telpon 0561-767788 Fax 0561-766103. E-mail: borneotribune@yahoo.com laksanakan tugas jurnalistiknya tidak diperkenankan menerima suap atau amplop

Borneo Tribune


Serba Serbi Rabu, 21 November 2012

Borneo T Tribune

3

“Metode Efektif Atasi Diabetes Hingga Tuntas”

PENGOBATAN SINSHE TCM YANG MANJUR, SATU-SATUNYA DI PONTIANAK Hongkong Medistra TCM Pontianak, Pengobatan dengan Metode TCM (Traditional Chinese Medicine) yang ternama, merupakan gabungan dari pengobatan, penelitian TCM, pencegahan penyakit kronis dan terapi penyembuhan. Didukung oleh konsultan Sinshe ahli TCM ternama dari Tiongkok yang sudah sangat berpengalaman; memanfaatkan resep TCM dan teknologi tinggi yang menghasilkan obat tradisional efektif, dengan system diagnose TCM yang tepat, obat tradisional terkini dari Tiongkok dan pengobatan elektroterapi, titik nadi, akupuntur, tuina, terapi lainnya, sangat efektif, khususnya bagi pasien yang menderita penyakit kronis. Waspadalah! jumlah penderita diabetes di Indonesia terus meningkat tajam, diprediksi ada jutaan orang terkena diabetes. jika tidak diobati sedini mungkin secara tepat dan efektif, beresiko merusak organ penting tubuh lain seperti: hati, paru-paru, ginjal, limpa, reproduksi, dan sistem syaraf, juga bisa menyebabkan uremia. Itulah sebabnya data WHO terkini menyatakan persentase angka kelumpuhan maupun kematian akibat penyakit diabetes dan berbagai macam komplikasi menakutkan ini terus meningkat pesat. Untuk mengatasi penyakit diabetes dan komplikasinya, Hongkong

Medistra TCM (Traditional Chinese Medicine) yang terdepan yakni “Bai Wei Hu Yi Liao Fa” mengatasi penyakit dengan ramuan herbal yang disesuaikan jenis dan kondisi penyakit penderita, dihasilkan dari 33 jenis obat berharga ditambah 28 jenis obat organik, daya serap obat sangat tinggi, rata-rata penderita diabetes setelah diobati sekitar 5-10 hari, gula darah menurun, gejala seperti kaki tangan kesemutan, seluruh badan tidak bertenaga, insomnia, dll berkurang secara nyata. Rata-rata setelah 40-60 hari, gula darah stabil, gejala komplikasi menghilang, daya tahan tubuh meningkat, keseluruhan tubuh membaik, sebagian pasien bisa berhenti konsumsi obat, fungsi insulin dan system sekresi normal kembali, fungsi reproduksi pria kembali normal, sudah bisa kembali merasakan kehidupan sehat yang normal. Sudah banyak penderita merasakan khasiat mujarabnya, tidak ada efek samping, tidak menimbulkan ketergantungan, tidak berpengaruh penderita menderita 10-20 tahun, kondisi penyakit parah/ringan, setelah diobati bisa menurunkan gula darah dan gula kencing hingga normal dan seimbang, sesudah diatasi hingga keakar-akarnya tidak mudah kambuh.

Untuk Konsultan & Pengobatan Hubungi :

HONGKONG MEDISTRA TCM Jl. H. Agus Salim No. 126 Pontianak - Kalimantan Barat Telp. (0561) 733268 HP. 0821 5279 7888 Hari Senin - Sabtu Buka Jam 09.00 s/d 17.00 WIB Minggu & Libur Besar Jam 09.00 s/d 13.00 WIB


Kalimantan Barat - Kota Pontianak Borneo Tribune

Rabu, 21 November 2012

Yulan Mirza Borneo Tribune, Pontianak Kelangkaan BBM di sejumlah daerah di Kalbar dikarenakan alasan keterlambatan datangnya kiriman. Hal ini menunjukkan kinerja Pertamina di Kalbar belum dilaksanakan secara maksimal Demikian dikatakan anggota Komisi C DPRD Kalbar, Andry Hudaya Wijaya, SH. MH, kemarin. Karena itu, Andry berharap agar Komisi C DPRD Kalbar segera memanggil Pemerintah Provinsi Kalbar yang diwakili Asisten II Setda Kalbar, bersama-sama ke Menteri

BUMN untuk mencari solusi dari permasalahaan BBM di Kalbar. “Saya menilai Pertamina Kalbar belum mau terbuka dengan Komisi C DPRD Kalbar saat rapat kerja ketika ditanya data mengenai kuota BBM. Sementara masalah yang dihadapi, Pertamina selalu mengatakan stok aman dan tidak ada mengalami masalah. Tetapi kenyataannya, BBM masih ditemukan langka di sejumlah daerah,” urai Andry. Politisi Partai Golkar ini mengatakan, di Kabupaten Ketapang sudah bertahuntahun BBM sulit didapatkan. Bahkan tidak jarang, BBM di SPBU selalu habis.

Dampaknya, masyarakat sangat kesulitan dalam mendapatkan bensin dan solar di SPBU. Tidak hanya itu, harga di tingkat eceran bisa mencapai Rp 7000 hingga Rp 8000 per liter. Karena itu, politisi dapil Ketapang ini berharap agar Pertamina dapat melakukan evaluasi. Sebab, kinerjanya tidak koperatif terhadap permasalahan yang dihadapi masyarakat di Kalbar terutama masalah ketersediaan BBM. Sementara itu, Pertamina Wilayah Kalimantan Barat menyatakan hingga saat ini cuaca buruk atau gelombang di perairan provinsi ini belum mengganggu distribusi

CMYK

PASAR MODERN Pasar modern telah menjadi tuntutan dan konsekuensi dari gaya hidup modern yang berkembang di masyarakat. Meski, masih saja terdapat protes dari para peritel berkantong tipis. Namun, pasar tradisional dan pasar modern memiliki kelebihan dan kekurangan. FOTO dokumen/ Borneo Tribune

Seleksi KPID Segera Diumumkan Yulan Mirza Borneo Tribune, Pontianak Ketua Komisi A DPRD Provinsi Kalimantan Barat, Retno A Pramudya, SH, menguraikan, tim seleksi Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Kalbar akan segera mengumumkan hasil seleksinya untuk menentukan para pengurus untuk masa periode 2012 2014. “Insya Allah, di bulan ini juga hasilnya diumumkan,” jelas Retno, kemarin. Di dalam tahap penyeleksian itu, Komisi A DPRD Provinsi Kalbar melakukan

uji kepatutan dan kelayakan peserta seleksi KPID. Ada 15 nama yang diserahkan pihak eksekutif ke DPRD Provinsi Kalbar untuk mengikuti uji kepatutan dan kelayakan. Akan tetapi, ada empat nama calon anggota KPID yang tidak mengikuti seleksi hari pertama. “Jadi hanya diikuti 11 peserta dan kemudian disaring menjadi tujuh nama sebelum akhirnya mereka ditetapkan menjadi anggota KPID Provinsi Kalbar sesuai dengan UU Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran,” ujar politisi PPP ini. Dalam tes tertulis, semua

peserta diwajibkan untuk membuat makalah yang judulnya telah ditentukan Komisi A DPRD Provinsi Kalbar. Sementara, penilaiannya dilakukan tim ahli dari Universitas Tanjungpura Pontianak. Untuk wawancara, 11 nama calon itu mampu memberi jawaban yang baik. Setelah selesai, tinggal merekapitulasi dan mengakumulasi nilai kepada setiap peserta dari ujian tertulis dan interview. “Kita ingin anggota KPID yang terpilih adalah mereka yang memiliki kompetensi dan kapasitas untuk bidang itu,” pungkas dia. o

bahan bakar minyak dari Pertamina Plaju ke Depot Pertamina Sintan. “Kami berharap tingginya gelombang akibat cuaca buruk tidak sampai mengganggu distribusi BBM dari Pertamina Plaju ke Depot Pertamina Siantan,” kata Sales Representative Wilayah VII Pertamina Kalbar Fakhri Rizal Hasibuan. Ia menjelaskan, terkait menghadapi cuaca buruk yang biasanya diikuti terjadinya gelombang tinggi di lautan pada November hingga Desember pihaknya akan memperkuat stok BBM di Depot Pertamina Siantan dalam pemenuhan BBM di Kalbar. o

Madrasah Harus Mencetak Siswa Berkarakter Amrul Borneo Tribune, Sambas Madrasah harus bisa mencetak siswa-siswi yang berbudi pekerti luhur, berkarakter dan berprestasi. Untuk mewujudkan hal ini, Mapenda Kabupaten Sambas menggelar rapat koordinasi dan pembinaan kepala sekolah madrasah se Kabupaten Sambas, Senin (19/ 11), di Aula Kementerian Agama Kabupaten Sambas. Peserta yang mengikuti kegiatan ini mencapai 104 orang, terdiri dari guru PNS dan honor. Kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas guru-guru madrasah di Kabupaten Sambas dalam bidang pembelajaran. Kasi Mapenda Kabupaten Sambas, Husban, S.Pd. I, M. Pd mengatakan tujuannya adalah memberikan keleng-

Titik Batas Wilayah Tidak Jelas Ubay KPI Borneo Tribune, Pontianak Beberapa titik perbatasan antar daerah di Kalimantan Barat masih belum jelas hingga akhir tahun 2012. Kepala Biro Pemerintahan Setda Kalbar, Junaidi mengatakan kesimpangsiuran batas wilayah tersebut hampir terjadi di seluruh wilayah di Kalbar. Ada banyak hal yang menyebabkan tidak jelasnya batas wilayah tersebut, seperti ketidakjelasan penduduk yang disebabkan perkebunan kelapa sawit. Junaidi menjelaskan, ada wilayah yang sudah jelas batas wilayahnya, namun belum sepenuhnya. Seperti Kota Pontianak dengan Kabupaten Kubu Raya. Dua daerah ini memiliki beberapa titik perbatasan yang belum jelas. Karena menurut Junaidi, saat Kubu Raya mengajukan tidak dilengkapi dengan peta wilayah yang kongkrit. “Sebenarnya Pontianak

dan Kubu Raya sudah selesai, namun dalam peta tidak menegaskan batas wilayah. Mana yang masuk kota dan mana yang masuk kabupaten,” ujarnya. Menurutnya, perlu dilakukan penegasan titik wilayah sebelum melakukan pemekaran. Banyak perkebunan sawit yang melewati batas wilayah, seperti di Sintang dengan Kapuas Hulu, Kabupaten Pontianak dengan Landak, Sanggau dengan Kubu Raya, dan Kubu Raya dengan Landak. Dari beberapa kasus, hanya Sintang dengan Kapuas Hulu. Sedangkan untuk yang lainnya masih dalam proses. Dijelaskannya, persoalan batas wilayah Sekadau dengan Sintang. Dalam data resmi, penduduk terdata sebagai penduduk Sekadau, tapi menempati wilayah Sintang. Sementara, saat ini sudah ada penduduk Sintang yang mulai masuk ke Ketapang. “Orang Sintang menggarap ladang, tapi itu wilayah Ketapang,” ujar Junaidi.o

Rapat Koordinasi dan Pembinaan Kepala Sekolah Madrasah se Kabupaten Sambas, Senin (19/11), di Aula Kementerian Agama Kabupaten Sambas. FOTO istimewa kapan data-data madrasah, evaluasi kegiatan monitoring BOS, sertifikasi guru madrasah, perencanaan try out pelajaran agama untuk MI, MTs dan MA, program penilaian madrasah bersih, partisipasi dalam kegiatan lomba hari HAB tahun 2012 dan partisipasi dalam kegiatan apresiasi guru madrasah. “Harapan kita dengan diadakannya rapat koordinasi ini, artinya madrasahmadrasah kita terutama

dapat meningkatkan kualitas dari segi pembelajaran,” harapnya. Ketika disinggung dengan maraknya tawuran pelajar yang kerap disorot media massa, ia menginginkan agar madrasah mampu mengarahkan siswa-siswanya ke arah prestasi. “Wadah untuk pencapaian prestasi tersebut sudah banyak diselenggarakan oleh instansi pemerintah maupun lembaga lainnya,“ ujarnya. o

Maksimalkan ’Cool Storage’ Ikan Yulan Mirza Borneo Tribune, Pontianak Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kalimantan Barat, Ir Gatot Rudiyono, menguraikan keberadaan cool storage akan semakin dimaksimalkan untuk mengantisipasi cuaca laut yang kurang bersahabat pada beberapa waktu mendatang seperti gelombang tinggi. ”Saat ini, ikan-ikan hasil tangkapan para nelayan mulai disimpan pada cool storage yang ada di Kalbar. Selain disimpan, ikan-ikan dari nelayan itu sebagian diantaranya langsung dipasarkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,”terang Gatot, belum lama ini. Gatot menambahkan sejauh ini baru ada lima wilayah di Kalbar yang memiliki cool storage. Masing-masing itu memiliki kapasitas 10 hingga 15 ton. Dan paling terbesar tampungannya berada di Sukadana, Kabupaten Kayong Utara. Ia mengungkapkan potensi ikan di laut Kalbar men-

capai hingga 1, 5 juta ton. Namun baru sekitar 334000 ton saja yang baru dimanfaatkan oleh masyarakat. Lemahnya penjagaan di wilayah perairan Kalbar yang berdekatan dengan negara tetangga, sambung dia, menjadikan daerah ini sering dijadikan surga penangkapan ikan oleh nelayan asing. “Kita berikan apresiasi atas tertangkapnya kapal nelayan asing yang mencuri ikan di perairan Indonesia, khususnya Kalbar. Ditangkapnya kapal nelayan asing beberapa waktu lalu membuktikan masih adanya illegal fishing di perairan kita,” urai dia. Karena itu, DKP Kalbar memiliki berbagai macam strategi. Yaitu membangun pelabuhan perikanan ukuran samudra di Temajuk, Kabupaten Sambas. Pelabuhan tersebut, sambung dia lagi, nantinya selain akan dibangun dermaga untuk kapal-kapal penangkap ikan, juga akan dibangunkan dermaga untuk kapalkapal pengawas, mengingat di sekitar perairan tersebut, banyak nelayan asing yang memanfaatkan sumber daya perikanan Indonesia. Selain itu, tambah Gatot, upaya mengatasi illegal fishing juga dengan memperbanyak bantuan kapal-kapal inkamina kepada nelayan di Kalbar, khususnya untuk kapal nelayan ukuran 32 gross ton. “Sehingga nelayan kita mampu berlayar hingga ke ZEE. Nantinya mereka yang akan menjadi mata-mata dan menghalau kapal-kapal asing yang hendak menangkap ikan di perairan Indonesia,” katanya. Kapal Inkamina ini nantinya akan dilengkapi dengan fasilitas system komunikasi dan GPS, sehingga ketika terjadi illegal fishing, bisa langsung memberikan informasi kepada kapal-kapal pengawas. o

CMYK

Kinerja Pertamina Belum Maksimal

4


Mempawah-Kubu Raya Borneo Tribune

Rabu, 21 November 2012

5

Kapolda dan Bupati Lauching Amankan Kampong Kite Achmad Munandar Borneo Tribune, Kubu Raya Kapolda Kalbar Brigjen Pol Unggung Cahyono beserta pejabat utama Polda Kalbar dan Bupati Kabupaten Kubu Raya, Muda Mahendrawan serta seluruh SKPD melaunching program ‘Amankan Kampong Kite’. Muda Mahendarawan mengatakan ini merupakan program sambutan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya dalam mengantisipasi hal-hal tindak kejahatan seperti kejahatan konvensional, peredaran narkotika, trafficking, prostitusi, ancaman teroris dan tindakan kejahatan lain-lainnya. “Nah untuk itu, kita minta juga di tingkat RT/RW untuk mengimbau wargawarganya agar tidak terlibat kejahatan konvensional, dan beberapa tindakan aksi kriminal lainnya,”kata Muda, usai melaunching program amankan kampong kite, di Aula Akademi Kebidanan Pancabhakti Kubu Raya, Selasa ( 20/11). Muda juga mengharapkan

RT/RW dalam mengatasi persoalan rumah tangga yang terjadi di lingkungan sekitarnya. Diharapkan dapat diselesaikan secara persuasif dan damai. Apalagi mendapatkan persoalan antar etnis. “Peran Rt/Rw sangatlah penting dalam mengantisipasi secara dini segala persoalanpersoalan yang terjadi dilingkungannya. Karena mereka secara langsung bertatap muka dengan warganya dalam mengahadapi persoalan,” tuturnya. Ditempat yang sama, Kapolda Kalbar Brigjen Pol Unggung Cahyono mengatakan dalam mengatasi kejahatan konvensioanal yang terjadi di wilayah Kota Pontianak dan Kubu Raya ini pihaknya sudah melakukan mapping area terhadap tempat-tempat yang dianggap rawan aksi kejahatan tersebut. “Berbagai upaya akan kita lakkan untuk menciptakan suasana yang kondusif. Untuk mewujudkan itu semua kami sebagai pihak kepolisian juga mengaharapkan peran serta RT/ RW dalam memberikan segala informa-

si terkait hal-hal yang dianggap melanggar hukum , maupun perbuatan yang sudah masuk keranah pidananya,”ujar Ungung. Unggung juga mengatakan, bahwa program amanakan kampong kite ini tidakan akan dilakukan hanya Kabupaten Kubu Raya. Melainkan kedepannya Kota Pontianak juga akan melaksanakan program yang sama dengan Kabupaten Kubu Raya. Dan tidak menutup kemungkinan program ini akan merata di seluruh Kabupaten / kota di Kalimantan Barat. “ Ini semua dilakukan guna menekan angka tindak kejahatan yang terjdi seharai-hari dilingkungan masyarakat kita,”jelasnya. Lebih jauh Unggung pun mengatakan tujuan dari launching amankan kampong kite ini tidak luput dari menciptakan suasana yang kondusif di wialayah Kabupaten Kubu Raya. Untuk itu RT/RW sangat berperan penting dalam mewujudkan program ini. “Ya kita hanya minta jika ada hal-hal yang mencurigakan di wilayah RT/RW se- Kabupaten

KAMPONG KITE Kapolda Kalbar Brigjen Pol Unggung Cahyono menyerahkan plakat kepada Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan usai melaunching program ‘Amankan Kampong Kite’.FOTO: Achmad Munandar/Borneo Tribune

Kubu Raya. Diharapkan segera memberikan informasi kepada pihak kepolisian. Karena sekecil apapun infor-

Semiloka PNPM-MP

Perkuat Koordinasi Lintas Sektoral

masi yang diberikan sangat berguna seklai bagi kami dalam menjalankan tugas,”ungkapnya. o

Aryadi Diusung Jadi Calon Bupati

Johan Wahyudi Borneo Tribune, Mempawah

Johan Wahyudi Borneo Tribune, Mempawah

Badan KB, Pemberdayaan Perempuan, Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kabupaten Pontianak, Selasa (20/11), kemarin melaksanakan Semiloka Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan ( PNPMMP) di aula Kantor Bupati Pontianak dan dibuka langsung Wakil Bupati Pontianak, Rubijanto. Acara ini untuk meningkatkan efektifitas perencanaan pembangunan dan penanggulangan kemiskinan masyarakat pedesaan serta memperkuat Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dalam penyusunan program kerja daerah. Pada kesempatan tersebut Kepala Badan KB, Pemberdayaan Perempuan, Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kabupaten Pontianak, Ikke Wicaksono mengatakan dilaksanakan Semiloka PNPMMP bertujuan meningkat koordinasi sesama pengurus PNPM-MP dalam rangka meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian masyarakat miskin di perdesaan dan menuju desa mandiri. “Melalui Semiloka ini, diharapkan dapat meningkatkan efektifitas perencanaan pembangunan masyarakat perdesaan, serta memperkuat koordinasi lintas sektoral untuk penanggulangan kemiskinan,” kata Ikke. Sementara itu, Wakil Bupati Pontianak, Rubijanto dalam sambutanya mengatakan PNPM mandiri merupakan program nasional da-

Forum Kepala Desa se Kabupaten Pontianak ternyata punya pilihan sendiri dalam menentukan calon pemimpin untuk Pemilihan BupatiWakil Bupati Pontianak yang dihelat pada September 2013 mendatang. Dalam pertemuan di Rumah Makan Dangau, Sungai Raya, belum lama ini Forum Kepala Desa se Kabupaten Pontianak sepakat untuk mendukung Aryadi M. Nuh yang juga Kepala Desa Antibar, Mempawah Timur agar bersedia maju sebagai Calon Bupati Pontianak. Bahkan Anggota DPR-RI Dapil Kalimantan Barat, Kamaruddin Syam, yang hadir dalam pertemuan itu, turut menyampaikan dukungan. Ia menilai, Aryadi M. Nuh,

PNPM-MP Wakil Bupati Pontianak, Rubijanto saat membuka semiloka PNPM-MP di Aula Kantor Bupati Pontianak. Foto : Johan Wahyudi/Borneo Tribune

lam wujud kerangka kebijakan sebagai dasar dan acuan pelaksanaan programprogram penanggulangan kemiskinan berbasis pemberdayaan masyarakat, yang diarahkan untuk memperkuat konsolidasi berbagai program pemberdayaan masyarakat desa yang dilaksanakan oleh lembaga pemerintah baik departemen dan non departemen maupun lembaga-lembaga terkait. “Kekuatan utama PNPMMP terdapat dalam proses pengambilan keputusan pembangunan yang diurmuskan secara kolektif yang sebesar-besarnya dila-

kukan warga desa yang hadir dalam musyawarh desa ataupun musyawarah antar desa. Selain itu, PNPM-MP dalam pengelolaan kegiatan langsung dikontrol oleh publik,” katanya. Untuk itu, Rubijanto sangat berharap mengharapkan para pelaku PNPM-MP baik ditingkat kabupaten, kecamatan dan desa benarbenar dapat berperan dalam melaksanakan tugas dan fungsinya masing-masing, untuk selalu mengacu pada ketentuan-ketentuan yang berlaku, mempunyai komitmen terhadap kelancaran dan keberhasilan program,

selalu mengedepankan musyawarah dalam penanganan masalah. “Mengingat PNPM-MP adalah program pemberdayaan masyarakat, dan berupaya secara terus menerus, berkelanjutan dan berkesinambungan dalam pengelolaaan program dengan berbagai daya dan upaya serta kemampuan yang maksimal. Apalagi hasil kegiatan PNPM-MP seperti simpan pinjam, kegiatan bidang pendidikan, kesehatan merupakan aset bagi masyarakat yang harus dipelihara, dikembangkan dan dilestarikan,” katanya. o

FOTO: Johan W / Borneo Tribune

Aryadi M. Nuh adalah figur muda yang energik, punya jiwa kepemimpinan dan sanggup membawa Kabupaten Pontianak menjadi lebih baik. Sementara itu, Kepala Desa Kuala Secapah, Mawardi mengatakan kese-

pakatan Forum Kepala Desa se Kabupaten Pontianak yang meminta kepada Aryadi M. Nuh untuk maju sebagai calon bupati, sesungguhnya lahir dari pemikiran yang matang. “Kami menilai, Aryadi adalah kepala desa yang mampu memimpin. Jika ia terpilih, kami yakin ia akan mampu memajukan Kabupaten Pontianak,” tegasnya. Para kepala desa juga yakin, jika Aryadi terpilih sebagai Bupati Pontianak, maka perhatian pemerintah daerah terhadap aparatur desa maupun pembangunan masyarakat pedesaan akan jauh meningkat. “Untuk mengusung rekan kami Aryadi M Nuh menjadi bupati, saat ini kami terus menggalang dukungan dari arus bawah. Insya Allah, masyarakat kami juga akan merestui,” kata Mawardi. o

Jalan Transat Sibo Diresmikan Johan Wahyudi Borneo Tribune, Mempawah Warga di Desa Pa’ Utan, Kecamatan Toho kini bisa menikmati akses jalan Transat Sibo yang lebih baik untuk mengangkut hasil bumi maupun sebagai jalur transportasi sehari-hari, setelah Bupati Pontianak, Ria Norsan, meresmikan peningkatan jalan sepanjang sekitar 1,5 kilometer yang dikerjakan CV Kaysa Putri, dengan pagu dana Rp 347.857 juta. Pada kesempatan itu, Bu-

pati Ria Norsan mengucapkan terima kasih atas dukungan masyarakat di Desa Pa’ Utan sehingga pelaksanaan kegiatan peningkatan jalan transat Sibo tersebut bisa berlangsung lancar dan selesai tepat waktu. “Saya berharap keberadaan jalan transat Sibo ini dapat dirawat dengan baik oleh masyarakat guna memenuhi kebutuhan masyarakat akan akses jalan yang lebih baik untuk mendukung perekonomian sehari-hari,” katanya. Sedangkan Pjs Kepala Desa Pa’ Utan, Edi Takan

mengucapkan terima kasih kepada pemerintah daerah yang telah memberikan perhatian terhadap pembangunan akses jalan di desanya. Ia berharap, akses jalan yang baik semakin mempermudah masyarakat dalam mengangkut hasil pertanian dan perkebunan. “Puji Tuhan, sekarang kondisi jalan sudah lebih baik dari sebelumnya. Kami selaku warga mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Pontinak, yang telah mengalokasikan dana ke daerah kami,” ucapnya. o


Bengkayang Borneo Tribune

Rabu, 21 November 2012

6

Pengumuman CPNS Tak Memuaskan

Warga Jagoi Babang Segel Pos Imigrasi

Pemkab Bengkayang menggelar pertemuan dengan warga Jagoi Babang terkait dengan pengumuman CPNS Kemenkumham yang dinilai tidak memuaskan FOTO: Mujidi/Borneo Tribune

Mujidi Borneo Tribune, Bengkayang Warga Jagoi Babang kecewa dengan hasil pengumuman kelulusan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kemenkumham. Tak satupun warga setempat yang mendaftar ikut tes ti-

dak masuk dalam daftar kelulusan. Pegawai yang diterima rencanakan akan ditempatkan di Pos Imigrasi Jagoi Babang sebanyak dua orang, Pos Imigrasi Saparan dua orang dan Pos Imigrasi Siding dua orang. Akibatnya, Senin malam (19/11) sekitar pukul 22.3, sejumlah warga Jagoi

Babang mendatangi Pos Imigrasi Jagoi Babang. Dengan selimut kekesalan, masa kurang lebih 20-25 orang itu melakukan aksi dan berakhir pada penyegelan. Terlihat tulisan berbunyi “Kantor ini disegel masyarakat Jagoi Babang.” Terlihat pada pintu masuk utama kantor, kemudian

Hari Anti Korupsi, LAKI Rencana Gelar Perkara Borneo Tribune, Singkawang DPC Laskar Anti Korupsi (LAKI) Singkawang rencananya akan menggelar perkara beberapa kasus korupsi di Singkawang bertepatan dengan Hari Anti Korupsi sedunia 9 Desember 2012, “Moment hari anti korupsi sedunia kali ini akan kita isi dengan kegiatan gelar perkara beberapa kasus korupsi besar yang selama ini mandeg,” kata Ketua LAKI Singkawang, Mu’in. LAKI mendesak agar kepolisian, kejaksaan, BPK, BPKP serta BAWASDA agar tidak lalai melakukan fungsinya. Baik sebagai pengawas maupun eksekutor penegak hukum. “Kita minta polisi dan jaksa serta lembaga pengawasan lain jangan cuek, sementara kasus indikasi korupsi semakin menjamur,” tegas

FOTO: Rudi/Borneo Tribune

Muin Mu’in. Pihaknya berharap, untuk agenda pemberantasan korupsi di Singkawang jangan sampai memberikan ruang

bebas kepada para tersangka. Atensi dari tiap institusi, baik dari Kejaksaan Agung maupun dari Kapolri sendiri menegaskan bahwa jajarannya minimal bisa menyelesaikan dua kasus korupsi di sepanjang tahun 2012 atau kurun satu tahun. Keseriusan memberantas korupsi menurut Mu’in juga sudah ditegaskan pula dalam semua ajaran agama dengan model penindakan yang semestinya juga diharapkan tidak pandang bulu. Lebih lanjut Ketua LAKI Singkawang ini menegaskan, jangan sampai laporan LAKI yang selama ini diserahkan kepada penegak hukum hanya dijadikan bahan keuntungan pribadi yang berujung pada adanya indikasi adanya mafia hukum di Singkawang. (Freelancer/ Rudi) o

Wawako Silahkan Warga Laporkan Proyek Tak Beres Borneo Tribune, Singkawang Masyarakat bisa membuat laporan, jika mengetahui pengerjaan proyek yang menggunakan anggaran daerah tidak sesuai rencana ataupun dikerjakan asalasalan. Hal ini nantinya akan berdampak kepada rapor kontraktor yang bersangkutan. “Kalau laporan proyek dikerjakan secara asal-asalan memang merupakan keluhan klasik, dan saya memang kadang mengeluhkan permasalahan ini, karena yang digunakan adalah uang daerah,” kata Wakil Walikota Singkawang, Edy R Yacoub, kemarin. Menurutnya, selain dari-

FOTO: Rudi/Borneo Tribune

Edy R Yacoub

pada peran pemerintah, masyarakat sendiri juga diharapkan aktif melakukan pelaporan terkait dengan pengerjaan proyek yang asalasalan. Paling tidak itu akan memberikan catatan kepada pemkot ataupun pihak lain. “Paling tidak jika ada keluhan dari masyarakat terhadap hasil proyek, memberikan rapor buruk bagi para kontraktor yang nantinya secara tidak langsung akan memberikan daftar tidak baik bagi kontraktor tersebut,” katanya. Jika sudah begitu, lanjut Edy, dengan adanya rapor tidak baik, kedepannya bisa saja kontraktor akan di black list. (Freelancer/Rudi) o

BNK Lakukan Pencegahan Narkoba Borneo Tribune, Singkawang Kepala BNK Singkawang, M. Abbas, mengatakan pihaknya sedang gencar melakukan upaya pencegahan narkoba di sejumlah wilayah Singkawang. Selain sudah melakukan tes urine di beberapa tempat, langkah sosialisasi juga terus dilakukan. Dan itu menjadi bentuk dukungan terhadap pemberantasan narkoba. Abbas menyebutkan pi-

haknya telah melaksanakan tes urine di beberapa tempat, diantaranya Polres, Lapas, STIE, STKIP, SMA Negeri 2, SMK Negeri 1, dan terakhir di DPRD Kota Singkawang. “Kedepan, setelah ini akan dilanjutkan ke beberapa instansi lainnya yang ada di Kota Singkawang,” ujarnya. Selama ini, dari 1500 orang yang telah dilakukan tes, yang teridentifikasi se-

banyak lima orang, sedangkan untuk obat-obatan ada sembilan orang, dan yang lainnya negatif. Saat ini yang sedang dilakukan oleh BNK lanjut Abbas, adalah sebagai upaya pencegahan, lebih penting lagi adalah bagaimana memberdayakan masyarakat. “Peran serta masyarakat melaksanakan tes secara sukarela sangat diharapkan,” katanya. (Freelancer/Rudi) o

pada dinding kantor, lantai kantor serta pada dinding perumahan pegawai terdapat tulisan “Kantor Imigrasi Bapak Kalian”. Tulisan menggunakan huruf kapital berwarna biru. Tidak hanya sampai di sana, pemandangan lain yang bisa dilihat, pecahnya kaca kantor pos imigrasi dan

terlepasnya nama kantor yang sebelumnya terpasang pada papan plang. Tulisan tersebut terlempar hingga sepuluh sampai lima belas meter dari tempat asal. Tindakan warga yang diselimuti amarah membuat pegawai imigrasi ketakutan. “Kami lari ke hutan bang. Akibatnya tangan saya terkilir karena jatuh,” demikian dikatakan Kepala Pos Imigrasi Jagoi Babang, Ali Hanafia Siregar, SH saat dikonfirmasi, Selasa (20/11). Kepala Dusun Jagoi, Nogian Nyabeg saat ditemui menuturkan, kemarahan warga Jogoi tersebut beralasan tidak diterimanya sejumlah peserta asal Jagoi yang mengikuti seleksi CPNS Kemenkumham. “Pada tes pertama mereka lulus, kemudian tidak lulus tes kedua. Mereka yang ikut tes sudah mempertanyakan dari segi penilaian apa yang menyebabkan tidak lulus. Mereka sudah minta kejelasan dengan petugas terkait tapi jawabannya tidak memuaskan,” kata Nogian. Dalam mengikuti tes kemarin, ada tujuh orang peserta dari Jagoi Babang, Siding

dan Seluas yang ikut serta. Mereka antara lain, Helena Meklin, Budiman, Dodi Irawan, Lukas Taban dan Muhammad Wahid. Ahau Kadek, sebagai daerah perbatasan sudah sepantasanya memberikan perhatian. Begitu juga dengan ketenagakerjaan di Imigrasi ini. Katanya, semenjak berdiri pada tahun 1975, belum ada satupun warga daerah yang menjadi pegawai Imigrasi. “Kita sudah cukup sabar, dan kali inilah kami begitu berharap agar anak-anak kami yang ikut serta diluluskan. Kalau tidak semua, satu atau dua orang sudah cukup,” kata Ahau lagi. Sebagai tokoh masyarakat, Ahau meminta kepada pemerintah khususnya kepada Imigrasi memberikan perhatian. Salah satunya dengan memenuhi tuntutan peserta untuk diluluskan. “Kalau memang masih juga tidak ada kejelasan, kami akan menggelar adat dengan tujuan mengambil alih Pos Imigrasi Jagoi ini. Kami tidak inginkan kantor imigrasi di Jagoi dan harus pindah ke daerah lain,” kata Ahau lagi.

Menyikapi permasalahan yang berkembang, Pemkab Bengkayang bertindak cepat. Selasa sore (20/11) sekitar pukul 14.00 digelar pertemuan bersama antara pemerintah dengan warga Jagoi. Pihak pemerintah yang hadir, Asisten 1, Alexius, PLt BPMPPT, Yan, Sekretaris Dispenda, Alexius, Kepala Bidang Kerjasama Badan Pengelola Perbatasan, Ulandoro, Camat Jagoi Babang, A. Ale, M. Yusuf, staf kerjasama badan pengelola perbatasan, staf Kesbangpol, Bastani Alex dan Julius Didik Kasi Kesbangpol. Dalam pertemuan tersebut disepakati, akan dilakukan pertemuan lanjutan yang akan dilaksanakan di Hotel Lala Golden Bengkayang. Pertemuan itu intinya bertujuan untuk menentukan nasib peserta tes yang berasal dari jagoi, Siding dan Seluas yang tidak lulus. “Besok dilanjutkan dengan pertemuan di Hotel Lala. Yang hadir adalah Kepala Kanwil Imigrasi Kalbar dan staf Kanwil, warga Jagoi yang difasilitasi Pemkab,” terang Asisten 1 Bidang Pemerintahan, Alexius. o

Cegah DBD, Korem 121/ABW Gelar Fogging Borneo Tribune, Sintang Tingginya curah hujan yang terjadi beberapa minggu ini di Sintang, selain bermanfaat bagi seluruh masyarakat terutama petani, tetapi juga membawa beberapa dampak negatif. Meningkatnya debit air di sejumlah wilayah telah menyebabkan banjir dan ancaman penyakit yang menyertai warga. Salah satu penyakit yang tergolong berbahaya adalah DBD (Demam Berdarah Dengue). Penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk telah menyebar di Sintang dan intensitas penderitanya mengalami kenaikan secara signifikan. Ada 98 kasus yang sudah terjadi dengan korban meninggal dunia 1 orang yang menimpa seorang anak berusia 12 tahun, warga Seroja. Hal ini dibenarkan oleh Kadis Kesehatan Sintang

Personil Kodim 1205 Sintang sedang melakukan fogging untuk meminimalisir penyebaran nyamuk DBD FOTO: Ist

Marcus Gatot Budi, beberapa waktu lalu. Mengantisipasi hal tersebut, Korem 121/Abw beserta jajaran melakukan antisipasi dengan melakukan fogging yang dilaksanakan oleh Kesrem 121/abw serta Denkesyah 12.04.01 Sintang. Kegiatan Fogging dilakukan

selama beberapa hari dimulai pada Senin (19/11) sampai selesai dengan sasaran perkantoran instansi serta asrama TNI di Sintang. Pimpinan kegiatan, Lettu Ckm. Zulfani menyampaikan kegiatan fogging disamping merupakan bagian dari program kerja, juga menindak-

lanjuti informasi dari Dinas Kesehatan tentang situasi meningkatnya penderita DBD yang ada khususnya di Sintang. Menurut Lettu Ckm. Zulfani, kegiatan Fogging dilakukan disertai dengan melakukan imbauan untuk mengingatkan kembali kepada seluruh warga agar melakukan upaya pencegahan seperti menghindari ruangan yang lembap dan perbaiki sirkulasi udara. Masyarakat hendaknya jangan membiarkan baju kotor menumpuk. Menganjurkan masyarakat untuk menanam tanaman anti nyamuk. Mengupayakan agar sinar matahari masuk ke ruangan rumah dan melakukan 3 M yaitu menguras, menutup dan mengubur wadah yang bisa menampung air yang ada di sekitar rumah. (Rilis/Kapenrem). o


Rabu, 21 November 2012

Permasalahan Perkebunan Meluas Polres Tatap Muka Tokoh Masyarakat dan Pihak Perusahaan Ratna Sari BorneoTribune, Sanggau

HO TEL HOTEL Jl. Jendral Ahmad Yani No. 91 Pontianak, Tel : (+62 561) 577 888 Fax. (+62 561) 768 833

HOTELMERPATI Jl. Gajah Mada No. 177-183, Pontianak 78121, Telp. (+62-561) 761598, 761397 (Hunting) Fax. (+62-561) 761398

Jl. Imam Bonjol No. 111 Pontianak, Telp. 0561-745481, Fax. 0561-762662

Grand KARTIKA HOTEL Jalan Gajah Mada No. 89 Pontianak, Telp. (0561) 768999, Fax : 0561-761999

Jl. Rahadi Usman No. 2 Pontianak, T elp. (0561) 734401, Fax. 0561-738457

Jalan Nusa Indah III, Telp. (0561) 732223 Fax. (0561) 742882 Pontianak

Jl. Tajungpura No. 45 Pontianak, T elp. (0561) 736162, 745475 Fax. (0561) 740651

HOTEL KHATULISTIWA Jalan Pahlawan No. 40 Pontianak, T elp. (0561) 735890, Fax. (0561) 739001

Jalan Diponegoro No. 56 Pontianak 78117 Telp. 0561-736793 Fax. 0561 - 734930

Hotel’95 Jl. Sidas No. 8 Pontianak Telp. (0561) 736022/ Fax. (0561) 736200

Jl. Imam Bonjol No. 95 Pontianak, T elp. 7959595 (95 m samping UNTAN)

Hotel Surya Jl. Gajah Mada No. 889 Telp. (62-561) 736 122 Fax. (62-561) 734 374

Jl. Sidas No. 1 1-A Telp. (0561) 734337 Fax. (0561) 760334 Pontianak-Kalbar

Hotel

KAPUAS DHARMA Jalan Diponegoro No. 46 Telp. (0561) 733777 Fax. (0561) 740555

Borneo T Tribune

Jl. Imam Bonjol No. 89 Pontianak, Telp. 0561-766669 Fax. 735399

7

UMK dan UMS Sanggau Naik 18,30 Persen Ratna Sari BorneoTribune, Sanggau

Polres Sanggau menggelar tatap muka tokoh masyarakat dan pihak perusahaan di Mapolre Sanggau sebagai langkah antisipasi semakin meluasnya permasalahan perkebunan yang muncul dikemudian hari. Hal itu dilakukan karena banyaknya permasalahan perkebunan di Kabupaten Sanggau dalam beberapa hari belakangan ini. Sehingga, pihak kepolisian mengambil langkah antisipasi. Tatap muka tersebut diikuti sekitar 120 orang, Selasa (20/ 11). Waka Polres Sanggau, Kompol Munizar mengata- Kita bermaksud kan bahwa, pertemuan tersebut dilakukan untuk kalau ada masamembahas berbagai masa- lah harus diselelah keamanan dan ketersaikan secara tiban masyarakat (Kamtibmas) termasuk persoal- baik dan musyaan perkebunan yang sedang warah. Jangan memanas antara masyarakat dan pihak perusahaan. sampai anarkis, ”Ada beberapa poin yang karena akan kita bahas diantaranya soal permasalahan perkebunan menyita tenaga sawit antara petani dan perusahaan yang berselisih dan pikiran. Kapaham. Kita memfasilitasi lau dengan kepamasalah tersebut agar kedua pihak bisa segera me- la dingin seperti nyelesaikan masalahnya tadi kan bisa secara baik,” ungkapnya. tahu masalah Munizar pun mengungkapkan, agar setiap masadasarnya apa. lah yang muncul jangan dibiarkan berlarut-larut dan jangan sampai melakukan tindakan anarkis yang dapat semakin memperkeruh suasana. Dirinya pun meminta agar tokoh masyarakat dan tokoh adat dapat membantu menjalankan fungsi sebagai teladan. ”Kita bermaksud kalau ada masalah harus diselesaikan secara baik dan musyawarah. Jangan sampai anarkis, karena akan menyita tenaga dan pikiran. Kalau dengan kepala dingin seperti tadi kan bisa tahu masalah dasarnya apa,” jelasnya. Selain membahas permasalahan perkebunan, kepolisian juga memberikan himbauan terkait antisipasi peredaran narkotika, terkait miras, lalu lintas dan permasalahan terorisme di Kabupaten Sanggau. Munizar menambahkan, semua yang dibahas untuk kebaikan masyarakat dalam kehidupan ke depannya. “Untuk beberapa hal yang dibahas tadi, kita juga meminta masyarakat kembali meningkatkan dan menghidupkan siskamling di daerahnya masing-masing sebagai antisipasi pencurian dan lain sebagainya. Dalam pertemuan ini, sebenarnya pak Kapolres ingin menyampaikan secara langsung kepada masyarakat, tapi pesan-pesan inti yang ingin disampaikan sudah kita sampaikan langsung kepada masyarakat dan perusahaan. Pada intinya, kita minta agar kondisi kamtibmas bisa tetap berjalan baik,” pungkasnya.†

Jl. Dr. Setia Budi No. 93 Ptk Telp.: 0561-736195 Fax.: 0561-736668 e-mail : aromainn@ymail.com

Landak-Sanggau

Kepala Dinas Sosial Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Sanggau, Mangiring Simbolon mengatakan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) dan Upah Minimum Sektor (UMS) di Kabupaten Sanggau tahun 2013 dipastikan naik sekitar 18,30 persen. ”Kenaikan tersebut mulai diberlakukan pada tahun 2013 mendatang,” ujarnya ketika ditemui di ruang kerjanya, Selasa (20/11) pagi. UMK tahun 2012 Rp. 945.000 naik menjadi Rp. 118.000 dan untuk UMS tahun 2012 Rp. 992.700 akan naik menjadi Rp. 1.173.900. Sementara untuk Upah

Minimum Provinsi (UMP) tahun 2013 senilai Rp. 1.060.000. UMS lebih besar 5 persen dari UMK dikarenakan banyak hal-hal yang dijadikan penilaian tersendiri dan terdiri dari empat sektor. Diantaranya, sektor kehutanan dan industri kayu, sektor kebun kelapa sawit dan cpo, sektor perkaretan dan industri karet, serta sektor pertambangan. Penetapan kenaikan UMK dan UMS setelah Dewan Pengupahan Rapat yang terdiri dari unsur pemerintahan, unsur pengusaha Apindo dan unsur pekerja melaksanakan rapat, Selasa (13/11) yang lalu. Hasil rapat tersebut pun diajukan ke Bupati untuk memutuskan dan di serahkan ke Gubernur. Gubernur nantinya yang akan menerbitkan ke-

putusan itu. Mangiring menjelaskan bahwa, UMK sebenarnya adalah dasar pengupahan bagi semua perusahaan yang ada di Sanggau untuk pekerja. UMK ini diberikan untuk seorang bujangan dengan masa kerja 12 bulan kebawah. Jika di atas itu maka upah yang didapat pun lebih besar dari UMK. Namun, sistem outsourching yang membuat masalah, karena setiap tahun kontrak berakhir dan diperpanjang. Sehingga tidak jelas. Mangiring menjelaskan, outsourching itu tidak berlaku untuk semua pekerjaan. Sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Tenaga Kerja tahun 2012 tentang outsourching atau alih daya hanya ada 5 macam kate-

gori diantaranya, cleaning service, security, pekerja dibidang migas, angkutan umum, dan katering. ”Diluar dari lima kategori tersebut, itu tidak boleh seharusinya. Jika kedapatan harus kena teguran, peringatan,” ujarnya. Sementara itu, untuk sistem pengawasan, pihaknya mempunyai pengawasan ketenaga kerjaan yang bertugas untuk mengawasi perusahaan serta untuk pengawasan keikutsertaan jamsostek. Mangiring pun menegaskan, jika kedapatan perusahaan yang memberikan upah dibawah UMK, tentu akan dilakukan teguran sebagai sanksi awal. Tetapi, sampai sekarang belum ada mendapatkan laporan adanya perusahaan yang melanggar

aturan itu. Selain itu, UMK Kabupaten Sanggau baru mencapai 78 persen dari kebutuhan hidup yang layak (KHL) yakni sekitar Rp. 1,4 juta lebih. “Sebenarnya untuk menetapkan KHL ada 60 unsur didalamnya dan harus survei melalui pasar tradisional. Disurvei setiap tahun dan enam bulan baru bisa ditetapkan untuk KHL,” jelasnya. Mangiring pun menambahkan, untuk menetapkan UMK sesuai KHL bisa-bisa saja. Namun, pihaknya juga harus melihat kelangsungan hidup suatu perusahaan. “Kita juga harus melihat dari kelangsungan hidup suatu perusahaan. Justru kita mengakomodir kepentingan perusahaan dan pekerja,” pungkasnya.†

Gardu Mini PLN Meledak MELEDAK. Petugas pemadam kebakaran yang sedang berusaha memadamkan ledakan meteran PLN atau gardu mini yang berada didepan tower Telkomsel di Gang Mandiri I Jalan Munggu Badang Kelurahan Beringin dengan menggunakan Apar, Selasa (20/11). Foto Ratna Sari/ Borneo Tribune

Ratna Sari BorneoTribune, Sanggau

Gardu mini PLN yang digunakan PT Telkomsel di Gang Mandiri I Jalan Munggu Badang Kelurahan Beringin Kecamatan Kapuas Kabupaten Sanggau meledak, Selasa (20/11) sekitar pukul 10.10 WIB. Akibat ledakan tersebut, beberapa warga yang tinggal di dekat tower panik. Gardu mini tersebut dipasang tepat didepan tower Telkomsel. Warga yang tinggal tepat disamping tower, Mulyanto (50) ketika ditemui mengatakan bahwa saat itu dirinya yang sedang berada di rumah tiba-tiba mendengar ledakan yang cukup keras dari arah tower. Begitu dirinya keluar rumah, melihat gardu mini tersebut sudah berasap. ”Pas saya keluar, tautaunya gardu sudah berasap,” ujarnya. Melihat hal itu, warga langsung menghubungi pemadam kebakaran. Warga

sekitar yang berada di dekat tower, lantas berhamburan diluar, karena panik akan terjadinya kebakaran. Selang waktu 2 menit, petugas Unit Pemadam Kebakaran (UPK) Kabupaten Sanggau langsung mendatangi lokasi ledakan. ”Dalam waktu 2 menit kita

sudah sampai dilokasi setelah ditelepon oleh warga, karena jaraknya juga dekat dengan pos kita,” ujar Kasubdir Pengendalian Kebakaran Dinas BLH-KPK Kabupaten Sanggau, Bambang Hariyoseno. Petugas Damkar begitu

tiba dilokasi langsung memadamkan ledakan gardu tersebut dengan menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (Apar) yang dibawa langsung dari pos Damkar. Bambang menjelaskan, pihaknya menggunakan Apar 3 kilogram yang berisi-

kan seperti serbuk kimia yang memang fungsinya untuk memadamkan kebakaran atau ledakan seperti jenis listrik dan jenis minyak. Bambang mengatakan, pihaknya telah melaporkan ke PLN Cabang Sanggau terkait gardu mini miliknya yang digunakan oleh Telkomsel dan dipasang didepan tower Telkomsel meledak. ”Kita menghimbau kepada masyarakat harus lebih waspada bagi alat-alat yang menggunakan listrik dan jangan terlena dengan musim hujan ini. Kalau bukan kita yang mengingatkan, siapa lagi,” imbaunya.†

PU Landak Belum Fokus Pelebaran Jalan Borneo Tribune, Landak Menanggapi kekecewaan kadis PU Provinsi Kalimantan Barat Ir. Jakius Sinyor yang menyatakan kadis PU kabupaten Landak belum berbuat untuk pelebaran jalan atau pembuatan 2 jalan jalur kota ngabang, Erani,ST. MT ditemui di ruang kerjanya (20/11). Ia menyebutkan dari dinas PU kabupaten Landak belum fokus ke pelebaran jalan kota ngabang, pasalnya masih banyak yang harus dipikirkan didaerah-daerah seperti jalan daerah dan jembatan. “Ini yang harus diprioritaskan terlebih dahulu sebab mengenai pelebaran jalan kadis PU provinsi orang kita masih duduk diprovinsi,” katanya. Pelebaran atau 2 jalur jalan kota ngabang yang belum difokuskan dan masih banyak diprioritaskan. “Semuanya kita inginkan tapi tidak semudah yang direncanakan, memang sudah beberapa kali diwacanakan untuk pelebaran jalur kota ngabang tapi ini belum terlambat karna pak Jekius masih di Provinsi. Memang

selama ini dari kami PU Kabupaten Landak belum ada ection yang dilakukan karna tidak semudah seperti yang dibayangkan untuk pembebasan kiri kanan jalan”, ujar Erani. Erani menyebutkan proses pelebaran jalan memang lahannya ada tapi terkadang masyarakat tidak mau memberi lahannya, kalaupun diberi tapi diminta dengan harga yang tinggi. Untuk pembebasan lahan membuka pelebaran bodi jalan diakui oleh Erani itu sangat susah, termasuk pembebasan lahan penggalian pipa air PDAM. “Saya pikir lebih besar biayanya ketimbang pembebasan lahan dari pada biaya pembangunan, ya hal ini belum kita coba, Dan belum disosialisasikan secara kongkrit. Tapi intinya kami tidak masa bodoh dengan pekerjaan wacana ini, dan mudah-mudahan tahun 2013 kami coba untuk tahap sosialisasikan mengenai pelebaran jalan yang dimulai dari jalan rumah dinas wakil Bupati sampai dengan jalan kantor Bupati Landak,” papar Erani. (Yohanes.J)†

KEHILANGAN STNK, KB 2063 LH NK: MH35D9003AJ955822 NS: 5D955925 AN: RENOS Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi.

NGL

Kepala Dinas pendidikan kabupaten Landak Aspansius saat mengawasi pelaksanaan UKG di Ngabang Kabupaten Landak Selasa 20 November 2012. Foto Amat Dasa/Borneo Tribune

956 Orang Pendidik Mengikuti UKG

Borneo Tribune, Ngabang Sebanyak 956 pendidik mengikuti Uji Kompetensi Guru yang terdiri dari guru SD 547 orang,SMP 226, SMA 132,SMK 10 orang ditambah pengawas 41 orang. Pelaksanaan UKGnya terdiri dari 3 tempat antara lain: di SMA Negeri 1 Ngabang, SMP Negeri 1 Ngabang dan SMP Negeri 2 Ngabang. “UKG wajib bagi guru-guru yang sudah bersertfikat mendidik Yang sudah mendapat tunjangan sertifikasi guru atau tunjangan profesi guru”. Demikian kata kepala Dinas Pendidikan Kabupaten

Landak kepada para wartawan disela-sela mengawasi jalannya UKG di SMP Negeri 1 Selasa (20/11) kemarin. Dikatakan Aspansius, ”Tujuan dari pada Ujian Kompetensi Guru adalah untuk pemetaan dari pada guru itu sendiri sehingga untuk tindak lanjutnya kedepan guru itu sesuai dengan kompetensinya pendidikan dan pelatihan dalam rangka untuk meningkatkan kapasitas dan kapabelitas dari pada guru itu sendiri untuk menuju pendidik yang profesional”. Untuk Uji Kompetensi guru se-Indonesia tahun 2012 lanjutnya,adalah yang perta-

ma kali.Sebenarnya pola untuk uji kompetensi guru ada 2, yang pertama adalah uji kompetensi pola manual seperti yang dilakukan di Landak ada yang memakai lembaran jawaban komputer (L J K), L J K ada yang pemindaian ada sekeningnya seperti yang dilakukan oleh kawan-kawan kita di Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) kemudian pola yang ke dua pola on line, sebagai penyelenggara UKG adalah kawan-kawan dari LPMP pihak Dinas Pendidikan hanya sebagai pelaksana,jelas Aspansius. (Amat Dasa/Freelancer) †

KEHILANGAN

KEHILANGAN

KEHILANGAN

KEHILANGAN

STNK, KB 2463 LJ NK: MH35D9204BJ274864 NS: 5D91274844 AN: KACA Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi.

STNK, KB 3142 LJ NK: MH35D9204BJ263959 NS: 5D9-1264027 AN: JONI Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi.

STNK, KB 4656 LK NK: MH35D9204CJ30255 NS: 5D9-1530337 AN: SARI Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi.

STNK, KB 2018 LM NK: MH35D9203BJ170005 NS: 5D9-1169992 AN: NORDIN Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi.

NGL

NGL

NGL

NGL


Sekadau Borneo Tribune

Rabu, 21 November 2012

8

Sekadau Pilot Project Pembangunan Rumah Singgah Bupati: Perhatian Ini Tak Dimiliki Pemkab Lain Bagus Kosminto Borneo Tribune, Sekadau Masyarakat Kabupaten Sekadau menyatakan akan mendukung terkait rencana kebijakan Pemerintah Kabupaten Sekadau ke depan yang sudah merencanakan pembangunan rumah singgah untuk pasien sakit jiwa. Bahkan Dinas Kesehatan Kabupaten Sekadau mewacanakan pembangunan rumah singgah di ‘Bumi Lawang Kuari’ di masa mendatang. “Rencana itu cukup baik, memang berbuat untuk kebaikan itu pasti ada pro dan kontra,” ujar Sam, salah seorang warga Sekadau. Menurutnya, jika ada rumah singgah cukup berkesinambungan dengan recana pembangunan Rumah Sakit Khusus Ganguan Jiwa yang juga sudah direncanakan oleh Pemkab. Tentunya ke depan Sekadau bisa lebih mandiri dalam menangani pasien gangguan jiwa. Selain itu, dengan adanya

rumah singgah khusus untuk pasien jiwa tentunya juga dapat ikut memberdayakan mantan pasien jiwa. Dari situlah pasien gangguan jiwa yang sudah dinyatakan pulih bisa diberikan pekerjaan yang mampu dan bisa dia lakukan. “Nanti bisa dilatih keterampilan tertentu, sehingga bisa berkarya sebagai mana orang yang normal. Di situ misalkan dibuat seperti home industry atau apa un-

tuk memberdayakan mereka,” ujarnya. Selama ini Pemerintah Kabupaten Sekadau sudah cukup banyak berbuat terhadap para pasien gangguan mental. Upaya yang dilakukan selama ini berupa memfasilitasi pasien cacat mental untuk dirawat di RSUJ Singkawang, memberikan bantuan sosial, pembinaan, memberikan perhatian khusus dari Pemerintah Daerah. Karenannya, dalam rangka mewujudkan Sekadau yang mandiri menangani pasien gangguan jiwa, tentunya perlu dibuat rencana strategis. Pilot Project Ternyata komitmen serta kerja keras yang selama ini dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Sekadau membuahkan kepercayaan dari Pemerintah Provinsi Kalbar guna menjadikan Pilot Project dari Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar dan Pemerintah Pusat. Khususnya dalam melakukan penanganan gangguan jiwa yang berbasis masyarakat.

Dengan dukungan tersebut diharapkan peran keluarga, masyarakat, perangkat desa dan tenaga medis di lapangan dapat meningkatkan pelayanan serta penanganan kasus gangguan jiwa yang terjadi di seantero ‘Bumi Lawang Kuari’. “Saya harapkan nanti adanya survey kesehatan jiwa untuk mengetahui penyebab gangguan jiwa masyarakat. Serta memfasilitasi sarana prasarana pendidikan dan latihan (Diklat) kesehatan jiwa untuk petugas kesehatan dalam rangka pertolongan pertama jika terjadi gawat darurat masalah gangguan kesehatan jiwa,” tegas Bupati Simon Petrus, belum lama ini. Menurut Bupati, pembangunan kesehatan jiwa menjadi tanggung jawab bersama antara Pemerintah Kabupaten Sekadau dan pihak yang anggota keluarganya mengalami gangguan jiwa. “Sektor kesehatan perlu mendapat perhatian khusus dari Pemerintah Kabupaten

(Pemkab) Sekadau. Mengingat Indonesia bertekad untuk mencapai dua sasaran besar. Yaitu pencapaian Millennium Development Goals (MDGs) Sasaran Pembangunan Millennium dan jaminan kesehatan dari pemerintah kepada masyarakat,” ujar Simon Petrus. Perlu diketahui bahwa MDGs berisi delapan tujuan yang diupayakan untuk dicapai pada 2015 mendatang. Tantangan-tantangan ini diambil dari seluruh tindakan dan target yang dijabarkan dalam MDGs yang diadopsi oleh 189 Negara dan ditandatangani 147 Kepala Pemerintahan dan Kepala Negara saat Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Millennium di Markas United Nations Persatuan Bangsa Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat, September 2000 silam, termasuk di dalamnya adalah Pemerintah Indonesia. Penandatanganan deklarasi ini merupakan komitmen dari pemimpin-pemimpin dunia untuk mengurangi

lebih dari separuh orangorang yang menderita akibat kelaparan. Menjamin semua anak untuk menyelesaikan pendidikan dasar, mengentaskan kesenjangan gender pada semua tingkat pendidikan, mengurangi kematian anak balita hingga 2/3 serta mengurangi hingga separuh jumlah orang yang tidak memiliki akses air bersih pada 2015. Kedelapan agenda itu, berantas kemiskinan dan kelaparan, capai pendidikan dasar secara universal, dukung persamaan gender dan pemberdayaan perempuan, kurangi tingkat kematian anak, tingkatkan kesehatan ibu, perlawanan terhadap HIV/AIDS dan penyakit lainnya serta menjamin daya dukung lingkungan hidup dan kembangkan kemitraan global untuk pembangunan. Di Kabupaten Sekadau, penanganan penderita gangguan jiwa merupakan bentuk kepedulian dari Pemkab Sekadau sejak 2007 silam. Dasar ini memandang seluruh komponen masyarakat

merupakan aset pembangunan dalam menggapai masyarakat yang sehat dan cerdas dalam mengawal berbagai pembangunan. “Ini perhatian Pemerintah Daerah yang tidak dimiliki Pemkab lain di Kalbar. Seperti mengirim, mengobati penderita gangguan jiwa ke Rumah Sakit Jiwa Kalbar di Singkawang. Setelah sembuh Pemkab Sekadau mengembalikan mereka pada keluarganya masingmasing,” ungkap Simon. Oleh karena itu, Bupati menegaskan dalam pembangunan kesehatan perlu dilakukan reformasi. Dengan mengubah paradigma masyarakat terhadap kesehatan. Yakni paradigma meningkatkan kesehatan masyarakat, sehat itu indah, sehat itu gratis, dalam arti bagi keluarga yang tidak mampu secara perekonomiannya. “Saudara kita yang miskin, sangat miskin, kita dorong untuk hidup sehat dan kemudian tidak harus berobat,” imbuhnya. o

MLM Abal-abal Meresahkan Warga Sekadau Korban Sudah Lapor Polisi Bagus Kosminto Borneo Tribune, Sekadau

HUMAN ERROR Kendaraan truk ringsek serta mengalami patah saft belakang-1

Pemberdayaan Masyarakat untuk Kesejahteraan Bagus Kosminto Borneo Tribune, Sekadau Pemerintah Daerah Kabupaten Sekadau hingga kini semakin gencar menjalankan program pemberdayaan masyarakat. Dengan demikian, wujud visi dan misi daerah dapat tercapai. Dan salah satunya untuk mensejahterakan masyarakat di seantero ‘Bumi Lawang Kuari’. Bupati Sekadau, Simon Petrus mengatakan pihaknya telah banyak menjalankan program peningkatan kesejahteraan dan pemberantasan kemiskinan. Termasuk dengan adanya tataran kebijakan untuk pemberdayaan masyarakat. “Pemerintah Daerah sudah membantu dari segi pendanaan dan pembinaan. Hal ini diharapkan partisipasi masyarakat,” ujar Simon Petrus dalam sebuah kesempatan di Mess Pemkab Sekadau, barubaru ini. Program pemberdayaan

yang dimaksud Bupati adalah semacam pemberdayaan kelompok tani, pemberdayaan masyarakat desa, kader kesehatan desa, pemberdayaan bidang pendidikan dan banyak program lainnya yang sedang dijalankan. Dengan demikian, harapan pemerintah daerah semakin besar terhadap kemajuan dan kemandirian daerah ini. Bupati mengharapkan penduduk semakin mandiri, baik dari segi ekonomi serta terus meningktakan SDM yang cerdas. Ke semua itu dapat tercapai dengan adanya dukungan dari rakyat, tak terkeculai lembaga di luar pemerintah. “Semua harus terlibat dalam pembangunan di daerah kita ini,” ajak Bupati. Seperti Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Pedesaan (PNPM MP), menurut Simon, ada dukungan dana dari Pemerintah Kabupaten. Karena daerah setiap tahun mengucurkan dana sharring dari

APBD. Sektor pembangunan yang paling kecil, kata Simon, jalan rabat beton dibangun untuk membuka keterisoliran termasuk dana pinjaman untuk kaum perempuan. “Berbahagialah bapak ibu yang menerima program seperti ini. Gunakan akses pinjaman untuk modal, termasuk belajar organisasi,” ingatnya. Namun demikian, dalam hal pengawasan berbagai program ini, Bupati ingin melibatkan penduduk setempat sebagai penerima jasa dana. Hasilnya, lebih maksimal dan peluang penyimpangan semakin kecil. Simon memotivasi masyarakat untuk selalu mempertahankan kearifan lokal. Yang mencakup menu makanan maupun hasil kerajinan tangan. Sejak lama di tengah-tengah penduduk terdapat menu makanan maupun kerajinan tangan lokal. Bila terus dilestarikan dan diproduksi massal se-

makin memasyurkan daerah dan meningkatkan ekonomi keluarga.

“Ini akan menambah pendapatan keluarga bila dikelola, Pemerintah Daerah

dan lembaga swasta bisa membantu promosi,” lugasnya. o

Irigasi Persawahan Berfungsi Baik Bagus Kosminto Borneo Tribune, Sekadau

Warga di Dusun Tapang Panggung, Desa Rirang Jati, Kecamatan Nanga Mahap, Kabupaten Sekadau menyambut gembira. Pasalnya irigasi persawahan yang dibangun di dusun mereka sudah berfungsi sejak dua tahun terkahir. Kebanggaan dan ucapan terima kasih langsung disampaikan oleh Yusuf, salah seorang warga Dusun Tapang Panggung. Yusuf mengatakan bahwa warga di sana sudah menantikan adanya pengairan di areal persawahan mereka guna memanfaatkan lahan sawah yang terbentang luas yang mencapai puluhan hektar. Sebagian besar warga di Dusun Tapang

Panggung memang mengandalkan pencarian dengan cara bertani, baik dengan berladang kering maupun persawahan. “Kami menyambut baik pembangunan di daerah kami ini. Apalagi saat ini sudah selesai dan berfungsi dengan baik,” tuturnya. Menurutnya, warga setempat juga mengapresiasi sikap pihak pelaksana kegiatan yang sudah berupaya memberdayakan masyarakat setempat untuk menjadi pekerja dalam pembangunan irigasi tersebut. “Kami bekerja dengan tulus. Apalagi lahan sawah itu milik kami, seperti rasanya bergotong royong mengerjakan areal sawah ini. Dengan memberdayakan masyarakat sekitar, pembangunan lebih cepat selesai dan ada rasa tanggungjawab sendiri dari orang kita,” ucapnya. o

Sejumlah warga di daerah pedalaman Kabupaten Sekadau kini sedikit resah dengan adanya multi level marketing (MLM) yang tak jelas juntrungannya alias abalabal. Apalabi sejauh ini sudah banyak oknum dari luar daerah yang sering mencoba menawarkan Multi Level dengan banyak janji. Bahkan berani meminta-minta uang kepada warga sebagai jaminan untuk sukses sebagai multi level. “Entah kita tidak tau dari mana saja orang-orang itu datang. Kadang menawarkan produk yang berantai bisa menghasilkan uang,” tutur Son, salah seorang warga Belitang Hulu, kemarin. Kendati demikian, Son mengaku bahwa dirinya tak mudah untuk memenuhi permintaan oknum tersebut. Apalagi tentu perlu pertimbangan dan pengetahuan yang banyak untuk kegiatan bisnis berantai. “Kalau saya, pasti tanyakan kepada orang yang kita anggap tau, jangan sekali ditawarkan langsung ambil,” sarannya. Awal 2012, warga di kota Kecamatan Nanga Mahap pernah diresahkan oknum yang mengaku dari Kinet sebuah Multi Level. Tidak sedikit sejumlah warga yang merasa dirugikan oleh oknum pekerja multi level abal-abal tersebut serta melaporkan kasus penipuan itu ke pihak kepolisian. “Di Nanga Mahap lagi heboh ada kasus Kinet Multi Level oleh beberapa oknum. Sampai kemarin banyak warga kita yang melapor ke polisi karena merasa dibohongi,” tutur Anen, warga Nanga Mahap. Kasus itu akhirnya diselidiki oleh Polsek Nanga Mahap untuk ditangani lebih lanjut. o


Rabu, 21 November 2012

Sintang-Melawi

Borneo T Tribune

9

Ricuh Listrik Gratis, PLN-Distamben Survei Ulang Eko Susilo Borneo Tribune, Nanga Pinoh PROGRAM listrik gratis bagi keluarga pra sejahtera yang dicanangkan oleh PLN sempat tak berjalan mulus. Hal ini dikarenakan beberapa calon penerima listrik gratis tersebut terindikasi masuk dalam kalangan mampu, sehingga dianggap tak layak mendapatkan bantuan listrik gratis. Belum lagi adanya isu pungutan liar yang dilakukan oknum tertentu kepada warga agar bisa mendapatkan bantuan tersebut.

Untuk menyelesaikan persoalan tersebut, PLN Ranting Nanga Pioh pun melakukan pertemuan dengan Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) serta kepala desa yang memperoleh bantuan listrik pra sejahtera di kantor PLN, Selasa (20/11). Dari rapat tersebut, disepakati akan dilakukan survei ulang terhadap rumah yang dianggap layak mendapatkan program listrik gratis ini. Data-data penerima yang memang tak layak mendapatkan listrik gratis akan dihapus dan diganti dengan mereka yang benar-benar masuk dalam kategori pra

sejahtera. “Pertemuan yang kita adakan tadi untuk mengantisipasi adanya kabar yang beredar bahwa pemasangan listrik gratis ini ada pungutan. Pemasangan listrik gratis ini benar-benar gratis. Tidak ada pungutan. Pertemuan tadi kita pun tahu oknum yang melakukan pemungutan,” ungkap Supervisor Administrasi PLN Ranting Nanga Pinoh, Iskandar. Dirinya mengungkapkan dalam minggu ini akan dilakukan survei kembali rumah tangga yang layak mendapatkan listrik gratis tersebut. Survei sendiri akan di-

lakukan oleh Distamben Melawi, petugas lapangan PLN Ranting Nanga Pinoh dan pemerintah desa. “Dalam minggu-minggu ini survei kembali penentuan rumah yang layak mendapatkan listrik gratis ini mesti selesai. Agar pemenang tender bisa bekerja. Sebab terkait dengan waktu,” paparnya. Melawi sendiri mendapatkan jatah 170 rumah tangga pra sejahtera. Keseluruhan penerima bantuan program listrik gratis tersebut telah diajukan ke Distamben untuk kemudian dilakukan survei oleh PLN. Tahun ini

KNPI Inventaris Keberadaan OKP Endang Kusmiyati Borneo Tribune, Sintang KOMITE Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sintang sedang melakukan inventarisasi organisasi kepemudaan (OKP) di Sintang. Tujuannya agar peran dan fungsi OKP yang ada menjadi jelas dalam kancah pembangunan daerah ini. “Jika semua organisasi yang bernaung dalam KNPI jelas peran dan fungsinya, maka kita bisa bersinergi untuk pembangunan di daerah ini. Karena bagaimanapun organisasi dan pemuda memiliki peran yang sangat strategis untuk membangun daerah,” katanya, Selasa (20/ 11). Ia mengatakan, sebelum Musda KNPI digelar beberapa waktu lalu, jumlah OKP yang terdaftar di KNPI sebanyak 26 OKP. Namun jumlah itu meningkat menjadi 2-3 kali lipat saat musda. Kemunculan OKP tersebut menurutnya hanya sarat dengan kepentingan tertentu dan sesaat saja. Oleh karena

Kepala Kesbanglinmaspol Sintang Lindra Azmar sedang memberikan materi pada fasilitasi dan orientasi Orkesmas dan LSM. FOTO Endang Kusmiyati/Borneo Tribune itulah kini, di bawah kepemimpinan dirinya tengah melakukan pendataan OKP di Sintang. Sehingga tidak seperti jamur yang tumbuh subur di musim hujan saat musda digelar. Ia juga mempertanyakan tentang pembinaan dari pemerintah terhadap organisasi yang dipimpinnya. Menurutnya sebagai wadah berhimpun OKP, pemerintah tidak memberikan pembinaan yang optimal. “Kami menemukan ada OKP yang sebenarnya berna-

ung dalam KNPI justru mendapatkan sumbangan dana lebih besar untuk kegiatan keluar daerah dibanding dengan KNPI sebagai wadah berhimpun OKP,” ujarnya. Tak disebutkan OKP apa yang mendapatkan suntikan bantuan dari Pemkab kurang lebih sebesar Rp 200 juta untuk kegiatan keluar daerah, sementara KNPI hanya mendapatkan alokasi dana Rp 25 juta dari Pemkab di tahun 2012 ini. “Ini tentu sangat timpang, karena KNPI yang harus me-

lakukan pembinaan dan koordinasi dengan OKP justru mendapatkan bantuan yang lebih kecil,” tegasnya. Ia pun berharap di tahun 2013 mendatang, KNPI bisa mendapatkan alokasi dana yang lebih layak. Mengingat KNPI adalah wadah berhimpun OKP. Tidak hanya pembinaan dalam bentuk bantuan pendanaan, namun pelibatan organisasi kemasyarakatan, termasuk OKP dan LSM masih dirasakan kurang pula. Maka menurutnya tidak mengherankan jika banyak organisasi masyarakat atau LSM justru bergerak “menghantam” kebijakan pemerintah. “Karena pemerintah tidak pernah ingin melibatkan atau memberi ruang kepada mereka dalam berbagai kesempatan, sehingga ketika melihat sesuatu yang salah mereka langsung saja menghantam pemerintah. Itu juga penyebabnya karena mereka tidak tahu dan tidak diberitahu, apa yang sebenarnya dilakukan oleh pemerintah,” pungkasnya. †

Bupati Buka Turnamen Sepakbola Wanita PP Cup

Bupati Melawi, Firman Muntaco melakukan tendangan pertama saat pertandingan eksibisi turnamen sepakbola wanita Pemuda Pancasila Cup FOTO Eko Susilo/Borneo Tribune Eko Susilo Borneo Tribune, Nanga Pinoh SEPAKBOLA ternyata tak hanya menjadi olahraga favorit kaum pria saja. Kini wanita pun ada yang menyukai olahraga yang membutuhkan stamina tinggi tersebut. Dan untuk mewadahi bakat atlet sepakbola wanita, MPC Pemuda Pancasila (PP) Melawi menggelar turnamen sepakbola wanita di lapangan bola Desa Tanjung Tengang. Turnamen yang dibuka langsung oleh Bupati Melawi, Firman Muntaco, Senin (19/ 11) ini ternyata menarik banyak animo kaum wanita. Terbukti ada 66 tim yang mendaftarkan diri dari berbagai kecamatan. “Turnamen sepakbola wanita ini bertujuan menanamkan jiwa sportivitas serta meningkatkan rasa kebersamaan sekaligus ajang silaturahmi dalam ajang sepakbola bagi wanita dari berbagai desa dan kecamatan,” kata

Sahadi, ketua panitia turnamen Pemuda Pancasila Cup. Dirinya mengungkapkan 66 tim yang mendaftarkan diri tidak cuma diikuti oleh tim dari Kecamatan Nanga Pinoh. Tapi juga dari kecamatan lain, seperti Belimbing, Belimbing Hulu, Tanah Pinoh, Ella dan Pinoh Utara. “Bahkan ada satu tim dari wilayah kabupaten Sintang juga ikut berpartisipasi dalam turnamen ini,” terangnya. Panitia pun menyediakan hadiah yang menggiurkan, diantaranya hadiah uang dengan total Rp 10 juta plus piala bergilir. Bupati Melawi, Firman Muntaco saat membuka turnamen tersebut mengungkapkan dirinya sangat mengapresiasi dan merespon positif apa yang telah dilakukan panitia penyelenggara turnamen sepakbola Wanita Pemuda Pancasila Cup yang pertama ini. “Bahkan nanti yang menjadi juara disini akan kita tingkatkan untuk mengikuti

turnamen sepakbola wanita di tingkat provinsi. Makanya saya minta nanti ada tim pemantau yang memilih pemain untuk mewakili Melawi dalam ajang sepakbola wanita di tingkat provinsi,” katanya. Firman menyatakan akan membantu penyelenggaraan turnamen Pemuda Pancasila Cup terutama dari sisi anggaran. Bahkan untuk memotivasi tim agar bisa bertanding lebih serius, dirinya menambahkan bonus hadiah uang untuk juara 1 sebesar Rp 5 juta, juara 2 sebesar Rp 4 juta, juara 3 sebesar Rp 3 juta dan juara 4 sebesar Rp 2 juta. “Dan untuk tim terbaik kita juga berikan bonus sebesar Rp 1 juta,” tambahnya. Sementara itu, Ketua MPC Pemuda Pancasila Melawi, Muhammad Abdurahman mengharapkan agar seluruh tim menjunjung tinggi sportivitas dan jangan sampai ternodai dengan perilaku yang kurang baik selama pe-

laksanaan turnamen sepakbola wanita ini. “Kita rencanakan turnamen sepakbola wanita Pemuda Pancasila ini bisa berjalan setiap tahun dan tuan rumahnya akan bergantian setiap desa,” kata pria yang akrab disapa Aab ini. Ia juga meminta agar tim tidak hanya sekedar mengejar kemenangan dan menjadi juara, tapi peserta juga diharapkan menjadikan ajang ini sebagai tempat pengendalian emosi. Karena akan bergulir setiap tahun, seluruh tim sepakbola wanita diharapkan tetap terus berlatih sehingga bisa menjadi yang terbaik dalam turnamen sepakbola wanita. Turnamen ini dibuka dengan menggelar pertandingan eksibisi antara tim tuan rumah Tanjung Tengang melawan tim dari Pinoh Utara. Tuan rumah berhasil unggul tipis 1-0 lewat gol setengah voli yang dicetak oleh salah satu pemain Tanjung Tengang. †

ada empat desa yang mendapatkan jatah yaitu Desa Kenual, Desa Baru, Desa Tanjung Lai dan Desa Semadin Lengkong. Iskandar menerangkan rumah yang dipilih merupakan rumah tangga yang pra sejahtera atau keluarga kurang mampu secara ekonomi. Kedua, rumah tangga tersebut harus dekat dengan jaringan listrik PLN. “PLN yang akan menanggung biaya pemasangan hingga instalasi jaringan listrik melalui pihak ketiga yang memenangkan tender. Dia pun kembali menegaskan calon pelanggan yang

mendapatkan program ini dari awal proses hingga akhir sama sekali tidak mengeluarkan dana sepeser pun. Diungkapkan, calon pelanggan tidak perlu mengeluarkan dana untuk penyambungan, pembuatan jaringan di rumah, instalasi, lampu dan aksesoris lainnya. Bila pun ada pungutan itu sudah tak lagi menjadi tanggung jawab PLN. “Tapi hasil rapat tadi Pemdes Desa Kenual dan Desa Baru sudah menyetujui hasil survei yang telah dilakukan oleh pihak PLN,” ujarnya. Sementara itu, Kepala

Desa Kenual, Anwar menegaskan akan mendukung sepenuhnya PLN terutama program pemasangan listrik gratis. Dia pun mengapresiasi adanya kebijakan pemerintah pusat melalui PLN ini. Kata dia, masalah yang muncul beberapa waktu lalu, biar berlalu. Saat ini mestinya membuka lembar baru. “Mudah-mudahan tahun depan program yang sama akan ada lagi. Sebab di Melawi ini banyak sekali rumah tangga yang memerlukan listrik. Listrik ini sudah menjadi kebutuhan dasar bagi warga Melawi,” pungkasnya. †

Penerima Dana dari Pemerintah Harus Dipertanggungjawabkan Endang Kusmiyati Borneo Tribune, Sintang KEPALA Kesbanglinmaspol Sintang, Lindra Azmar menyatakan bantuan dari pemerintah dalam kategori hibah yang diberikan kepada organisasi kemasyarakatan harus dipertanggungjawabkan. “Bantuan pemerintah dalam bentuk hibah yang dikeluarkan melalui bagian Kesra harus dipertanggungjawabkan. Karena bantuan itu dianggarkan khusus da-

lam APBD sehingga memang harus dipertanggungjawabkan penggunaanya,” ungkapnya saat memberikan materi pada kegiatan fasilitasi orientasi orkesmas dan LSM di Balai Praja, Selasa (20/ 11). Ia juga menjelaskan bahwa organisasi kemasyarakatan yang bisa mendapatkan bantuan dari pemerintah adalah organisasi yang telah terdaftar minimal 3 tahun di kantor Kesbanglinmaspol. Organisasi kemasyarakatan yang akan menerima bantuan juga harus di-

seleksi sedemikian rupa. “Bantuan juga tidak bisa kita berikan berturut-turut kepada satu organisasi ke masyarakat,” tegasnya. Untuk mendapatkan bantuan dari pemerintah, maka organisasi yang bersangkutan harus mengajukan permohonan resmi kepada pemerintah. Di dalam permohonan tersebut harus dicantumkan kesediaan membuat laporan penggunaan dana bantuan dan surat pernyataan bersedia mempertanggungjawabkan bantuan tersebut. †

Jalan Tiong Keranjik-Balai Agas Rusak Parah Dewan: Butuh Anggarkan Perbaikan

Eko Susilo Borneo Tribune, Nanga Pinoh JALAN menuju Desa Balai Agas, Kecamatan Belimbing kini kondisinya memprihatinkan. Banyak lubang dan penuh kubangan lumpur menghiasi jalan yang menjadi satu-satunya akses menuju desa tersebut. Akibatnya, perekonomian masyarakat pun ikut tersendat karena jalan tersebut sulit dilalui kendaraan, terutama kendaraan roda empat. Hal tersebut diungkapkan anggota DPRD Melawi asal Belimbing, Darsono kepada sejumlah wartawan kemarin. “Jalan menuju Balai Agas memang selama ini kondisinya sudah sangat parah. Karena nyaris sudah tak tersentuh anggaran sejak beberapa tahun. Makanya saat ini semakin parah, apalagi saat musim hujan,” katanya. Darsono mengungkapkan, jalan dari Desa Tiong Keranjik ke Balai Agas sepanjang 50 kilometer sebenarnya direncanakan akan diperbaiki pada tahun ini. Namun karena anggaran yang ada di APBD masih terbatas, makanya perbaikan jalan tersebut belum dapat dilakukan. “Makanya saya pun berharap, Pemkab Melawi pada tahun 2013 dapat kembali menganggarkan peningkatan jalan ke arah Balai Agas

Jalan menuju Balai Agas yang kondisinya kini rusak parah sehingga sulit dilalui kendaraan. Seperti yang terlihat di dalam foto dimana untuk melalui jalan berlubang dan berlumpur harus menggunakan mobil double gardan. FOTO: Ist mengingat tak cuma desa Balai Agas yang ada di jalur tersebut, tetapi juga beberapa desa lainnya di wilayah kecamatan Belimbing,” katanya. Jalan ini pun tambah Darsono memang sudah saatnya dilakukan peningkatan. Menurutnya tidak bisa sekedar dianggarkan perbaikan jalan menggunakan sirtu (campuran pasir batu) saja tetapi setidaknya harus dibuat aspal, meski aspal kasar. “Karena percuma saja disirtu, saat hujan akan kembali berlubang,” terangnya. Perbaikan jalan Balai Agas pun dinilai Darsono sudah sangat mendesak. Kare-

na jalan bukan hanya sebatas sebagai akses transportasi semata, tapi juga sebagai urat nadi perekonomian masyarakat pedalaman, khususnya masyarakat Balai Agas. “Kalau sampai benar-benar tak dapat dilewati, maka berapa banyak kerugian yang dirasakan oleh masyarakat di wilayah pedalaman. Perekonomian mereka pun tak bisa berjalan,” ucapnya. Selain jalan, Darsono pun meminta Pemkab fokus membangun infrastruktur jembatan pada tahun 2013 mengingat kini banyak juga jembatan yang sudah berumur dan terancam putus. †

Sambut Liburan, Kawasan Wisata Kelam Dibenahi Endang Kusmiyati Borneo Tribune, Sintang SEBAGAI tujuan utama para wisatawan baik lokal maupun luar Sintang, kawasan wisata bukit kelam terus dibenahi. Apalagi jelang liburan natal dan pergantian tahun 2012 ini. “Sekarang penataan kawasan wisata bukit Kelam sedang berlangsung. Kita sedang berupaya untuk mengemas kawasan wisata Bukit Kelam agar lebih menarik. Dengan harapan kunjungan wisata ke Sintang menjadi lebih meningkat. Khususnya untuk menyambut li-

buran natal dan pergantian tahun nanti,” kata Kadis Budpar Sintang H.Senen Maryono pada Selasa (20/ 11). Ia mengatakan, kawasan wisata bukit kelam saat ini tengah dilakukan pembuatan taman bermain bagi anak. Akan ditempatkan pula sangkar burung kicau. Intinya keindahan wisata bukit kelam akan dibuat semakin menarik. “Tujuannya yang pasti adalah untuk memajukan pariwisata Sintang, sehingga pada akhir tahun nanti tampilan bukit Kelam Insya Allah tidak akan mengecewakan lagi,” tegasnya.

Untuk penataan potensi wisata di Sintang, pihaknya juga melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak yang terkait. Antara lain untuk menjaga kekhasan wisata Alam Hutan Baning. Pihaknya selalu melakukan koordinasi dengan balai Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA). Mengingat hutan wisata Baning adalah hutan lindung, dimana keseluruhan pohon disana masih alam dan bukan ditanam oleh manusia. “Dari segi pariwisata, memang sangat menjanjikan. Tapi tetap membutuhkan perhatian dalam menjaga kelestariannya,” katanya. †


Rabu, 21 November 2012

Lembaga Pinjaman Kredit Daerah Solusi Koperasi ANGGOTA Fraksi Partai Golkar DPRD Kalbar, Suma Yenny Heryanti, SH. MH, mengharapkan perusahaan pinjaman kredit daerah Kalbar yang bergerak dalam bidang keuangan dengan kegiatan usaha pokok melakukan pinjaman kredit itu dapat menjadi solusi jaminan kredit bagi pengusaha kecil dan koperasi. Karena selama ini, kedua lembaga tersebut mengalami kesulitan khususnya dalam ketentuan perbankan khususnya yang menyangkut agunan. “Jangan sampai lembaga kredit itu justru menjadi mata rantai baru dalam proses kredit. Untuk itu harus dikelola secara profesional dalam mengedepankan kelayakan usaha dan proses kredit,” ujar Suma, kemarin. Suma mengharapkan agar lembaga pengkreditan ini dapat terus melakukan inovatif dan pro-aktif membantu dunia usaha khususnya yang bergerak dalam bidang ekonomi mikro. Sehingga lembaga tersebut bisa menjadi mediator antara pengusaha kecil dan koperasi dengan bank. “Bank Pelaksanaan Kredit Usaha Rakyat ditetapkan bahwa KUR dengan pinjaman maksimal Rp 20 juta dengan agunannya dijamin oleh negara yaitu tidak dibebankan kepada kreditor,” terang Suma. Rencana Peraturan Daerah tentang Perusahaan Penjamin Kredit Daerah ini, merupakan langkah maju Pemerintah Provinsi Kalbar dalam mencari sumbersumber untuk mengisi pendapatan asli daerah di luar pajak kendaraan bermotor yang selama ini mendominasi PAD Kalbar. Sebelumnya, Bank Kalbar terus memberikan pelayanan terbaik kepada nasabahnya salah satunya dengan

pengembangan produknya dan terutama bantuan modal kepada para pelaku usaha. Menurut Direktur Utama Bank Kalbar, Sudirman HMY, produk kredit Bank Kalbar antara lain kredit kuserna, kredit kuserna plus, kredit kapuas, kredit anggota DPRD, kredit KPR dan KPRS Bersubsidi, kredit cash collateral, kredit Pemda, kreditusaha mikro, kredit UMP DAKAB, kredit UMK-Pundi, kredit KUMK SUP 005, kredit Per, kredit Kontruksi, kredit investasi biasa, kredit modal kerja biasa, kredit kepemilikan rumah dan sebagainya.

Jangan sampai lembaga kredit itu justru menjadi mata rantai baru dalam proses kredit. Untuk itu harus dikelola secara profesional dalam mengedepankan kelayakan usaha dan proses kredit

Yulan Mirza Borneo Tribune, Pontianak

Sudirman menambahkan total aset Bank Kalbar mencapai Rp7 triliun, atau sekitar 18.19 persen peranan Bank Kalbar di Kalimantan Barat. Kemudian bank Kalbar juga mampu menghimpun dana nasabah sekitar Rp6,3 triliun dari Rp26 triliun uang yang ada di bankbank lain. Selain itu, jelas Sudirman, penyaluran kredit Bank Kalbar Rp 4,6 triliun atau 18,27 persen peran Bank Kalbar dalam penyaluran kredit ke masyarakat. †

Kapuas Hulu

Yulan Mirza Borneo Tribune, Pontianak KEPALA Dinas Kelautan dan Perikanan Kalimantan Barat Ir. Gatot Rudiyono, menguraikan keberadaan cool storage akan semakin dimaksimalkan untuk mengantisipasi cuaca laut yang kurang bersahabat pada beberapa waktu mendatang seperti gelombang tinggi. ”Saat ini, ikan-ikan hasil tangkapan para nelayan mulai disimpan pada cool storage yang ada di Kalbar.

Selain disimpan, ikan-ikan dari nelayan itu sebagian di antaranya langsung dipasarkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” terang Gatot, belum lama ini. Gatot menambahkan sejauh ini baru ada lima wilayah di Kalbar yang memiliki cool storage. Masingmasing memiliki kapasitas 10 hingga 15 ton. Paling terbesar tampungannya berada di Sukadana, Kabupaten Kayong Utara. Ia mengungkapkan potensi ikan di laut Kalbar mencapai hingga 1, 5 juta ton. Namun baru sekitar 334.000

AKADEMI Keperawatan (Akper) Dharma Insan Pontianak mulai menggeliatkan pembangunan lokal gedungnya. Gedung Akper ini akan berubah status menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES), dengan menggunakan lahan eks gedung Rumah Sakit Santo Antonius. Diawali dengan pemberkatan oleh Uskup Agung Pontianak Mgr Hieronimus Bumbun, OFM Cap, dan proses penancapan tiang pertama pembangunan gedung Akper Dharma Insa dilakukan oleh Wakil Gubernur Kalbar, Drs Christiandy Sanjaya. Wakil Gubernur Kalbar, Drs. Christiandy Sanjaya mengatakan, dalam upaya mewujudkan peningkatan kualitas pendidikan kesehatan, sebagai bagian dari upaya-upaya mewujudkan peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kalbar, keberadaan lembaga pendidikan kesehatan Akper ini merupakan sumbangan penting dalam dunia pendidikan di Provinsi Kalbar. “Dari lembaga pendidikan akan menghasilkan tenaga-tenaga kesehatan yang masih sangat dibutuhkan di daerah ini,” kata Christiandy Sanjaya. Dikatakannya, keberadaan Akper menjadi bukti kepedulian pihak non pemerintah terhadap dunia pendidikan bidang kesehatan yang sangat dirasakan

manfaatnya oleh pemerintah dan masyarakat Kalbar. “Komitmen dan kepedulian ini hendaknya dijaga dan diupayakan peningkatannya, mengingat tanggung jawab pembangunan bidang kesehatan sudah semestinya menjadi tanggung jawab bersama, pemerintah, swasta, dan masyarakat. Kebersamaan ini

PT. BUMI BORNEO CEMERLANG

Penerbangan PTK - JOGJA & PTK - SURABAYA BATAVIA : 1x penerbangan dlm sehari (pukul : 14.45)

PALAPA TAXI

PONTIANAK - SINGKAWANG (PP) PONTIANAK SINGKAWANG

Jl. Arteri Supadio Ruko No. 1-2

Jl. Niaga No. 25

0561-717 8888 0562-333 9999 0821 4876 8888 0821 4876 9999 ARMADA INNOVA & YARIS ARMADA INNOVA & YARIS JAM JAM BERANGKAT :

BERANGKAT:

05-07-08-09-10-11-13-14-15-16-17-19.00 WIB 05.00 - 08.00 - 11.00 - 14.00 - 17.00 - 19.00

kepada nelayan di Kalbar, khususnya untuk kapal nelayan ukuran 32 gross ton. “Sehingga nelayan kita mampu berlayar hingga ke ZEE. Nantinya mereka yang akan menjadi mata-mata dan menghalau kapal-kapal asing yang hendak menangkap ikan di perairan Indonesia,” katanya. Kapal Inkamina ini nantinya akan dilengkapi dengan fasilitas system komunikasi dan GPS, sehingga ketika terjadi illegal fishing, bisa langsung memberikan informasi kepada kapal-kapal pengawas. †

DOA PEMBERKATAN Uskup Agung Pontianak, Mgr Hieronimus Bumbun, OFM Cap memimpin doa pemberkatan penancapan tiang pertama pembangunan gedung STIKES Dharma Insan, dan Wagub Christiandy Sanjaya dengan khusyuk mengikuti doa pemberkatan. FOTO Andika Lay/Borneo Tribune.

SISKA Hp. 081257159998

GARUDA : 3x penerbangan dalam sehari ( z08.00 z12.55 z17.35 )

Karena itu, DKP Kalbar memiliki berbagai macam strategi, yaitu membangun pelabuhan perikanan ukuran samudra di Temajuk, Kabupaten Sambas. Pelabuhan tersebut, nantinya akan dibangun dermaga untuk kapal-kapal penangkap ikan, juga dermaga untuk kapal-kapal pengawas, karena banyak nelayan asing yang memanfaatkan sumber daya perikanan Indonesia. Selain itu, upaya mengatasi illegal fishing juga dengan memperbanyak bantuan kapal-kapal inkamina

Andika Lay Borneo Tribune, Pontianak

Menerima pesanan & menjual : hasil tenunan daerah/ kerajinan, berupa pakaian adat, anyaman dan lukisan Putusibau

Penerbangan Pontianak - Jakarta BATAVIA : 5x penerbangan dalam sehari ( z07.05 z07.55 z11.10 z14.35 z16.00 ) SRIWIJAYA : 4x penerbangan dalam sehari ( z07.00 z07.55 z11.55 z15.50 ) LION AIR : 3x penerbangan dalam sehari ( z07.30 z11.35 z15.30 )

ton saja yang baru dimanfaatkan oleh masyarakat. Lemahnya penjagaan di wilayah perairan Kalbar yang berdekatan dengan negara tetangga, menjadikan daerah ini sering dijadikan surga penangkapan ikan oleh nelayan asing. “Kita berikan apresiasi atas tertangkapnya kapal nelayan asing yang mencuri ikan di perairan Indonesia, khususnya Kalbar. Ditangkapnya kapal nelayan asing beberapa waktu lalu membuktikan masih adanya illegal fishing di perairan kita,” urai dia.

Akper Dharma Insan Bangun Gedung Baru

Kerawing

Jl. Gaj ahma da N o. 3 P ont ianak Gajahma ahmada No Po ntianak Email: aria_tur@yahoo.com

10

Penjagaan Wilayah Perairan Kalbar Lemah

Gallery

Telp. 0561-577868

Borneo T Tribune

Distributor Aspal Shell (Drum) Pen 60/70, Berat Bersih : 154 Kg

akan menghasilkan suatu sinergi hasil-hasil pembangunan secara optimal, sesuai kebutuhan, serta dinamika yang berkembang saat ini,” jelasnya. Ia mengatakan, keberadaan lembaga pendidikan kesehatan ini dapat menjawab persoalan-persoalan mendasar masalah kesehatan di Kalbar, berkaitan dengan keterbatasan sarana dan prasarana pelayanan kesehatan masyarakat, terutama di daerah perdalaman yang masih sangat jauh tertinggal terhadap pelayanan kesehatan. “Dalam peningkatan SDM bidang kesehatan, keberadaan Akper/STIKES Dharma Insan ini sangat menunjang dalam rangka peningkatan mutu SDM di Kalbar, aksesibilitas, pemerataan pendidikan, dan peningkatan kualifikasi tenaga medis, serta profesionalitasnya di masyarakat,” katanya. Dimensi pengembangan

SDM dapat dilihat dari tiga aspek, yakni kualitas, kuantitas, dan mobilitas penduduk. Kualitas penduduk tercermin dari tingkat kesejahteraan penduduk, yakni tingkat kesehatan, gizi, dan pendidikan menuju kepada pencapaian kesejahteraan sosial yang lebih baik. Kuantitas penduduk dikaitkan dengan jumlah dan laju pertumbuhannya, serta mobilitas penduduk merupakan refreksi dari perpindahan dan pesebaran penduduk yang merespon pembangunan ekonomi suatu wilayah. Saat ini, kualitas SDM Kalbar (walau menunjukkan peningkatan) masih tergolong rendah dari indikator pendidikan pada tahun 2011, Angka Partisipasi Kasar (APK) berada pada 90,17 persen, dan angka capaian buta aksara 7,12 persen. “Ini sangat berpengaruh pada peningkatan kinerja

pembangunan dimana angka IPM Kalbar masih berada di posisi 28 dari 33 provinsi. Ini merupakan realita yang harus kita hadapi dan harus kita jadikan cambuk dan motivasi bagi kita untuk bangkit mengejar ketertinggalan dalam peningkatan kualitas SDM,” ajaknya. Ketua Panitia Pembangunan Gedung STIKES, Yanuarius Buan mengatakan, gedung yang akan dibangun adalah salah satu sarana yang dipersiapkan untuk STIKES, seperti ruang belajar, kantor STIKES, kantor yayasan, laboratorium, perpustakaan, kantin, aula, dan asrama putri. “Tahap awal kita membangun gedung untuk ruang kuliah dengan panjang 54 meter, lebar 19 meter, dua gedung bersap berlantai 4, 33 ruang kuliah. Biaya yang perlukan Rp 14 miliar. Januari 2014, STIKES sudah menempati gedung baru,” kata Yanuarius Buan. †

IKLAN BARIS Dijual

Dicari

Peluang Usaha

Rumah Permanen. Jl. Purnama Komp. Dinasti Indah Blok B No. 14 Ptk. Ukuran Tanah 10 x 18 m2, Ukuran Bangunan 9 x 15 m2. Hub:085252015279

SGR, Guru PAUD/TK, Bersedia Ikut Diklat, Lgsg Penempatan, Hub. Jl. Pancasila No. 207 Telp. 761562

BISNIS FOREX! Daftar hr ini, besok psti dpt Profit (7% selama 100 hr) www.forexal.com SMS “PETUNJUK” Hp.087885563999 T.07789645034

Dijual Bangunan Dijual cepat eks. kantor, sertifikat, 2 lt, Jl. Nurali No. 2, Hub. 081384151188 tnp perantara.

Dijual Paket DAHSYAT MITSUBISHI!! Colt Diesel + Dump. DP Cuma 75 Juta + Bns TV LED 24” Hub. 085 268 495 763

Dijual Tanah

Peluang Bisnis

Jln.Purnama I Gg. Purnama Indah 1 No. 21. Menuju Komplek Dinasti Indah. Uk. 16 x 27 m. Bangunan L 14,5 m, P 18,5 m. Hub. Bpk. Gusti Hp. 081256983336

Bisnis Forex! Modal Min Rp.300rb, Profit Besar, Cek UTK Pns, Pensiunan dll. Info www. inforexal.com, SMS “MINAT” Hp. 087885563999

DIJUAL CEPAT TANAH SHM, tanpa perantara. * Jl. Gusti Situt Mahmud, Gg. Selat Makasar, Siantan (blkng BPAS) LT 1000 m2 Rp. 300 jt (nego). Hub. 0819 565 2794/0561 700 4977

Gallery Kost. Menerima Pria & Wanita Fasilitas Air & Listrik dan lain-lain. Jl. Diponegoro No. 9 Telp. 0562-3320424 SKW

Dijual tanah, 364 M 2, Jl. Danau Sentarum, Gg. Wonosobo, 50 Juta. Hub. Sri 081352269380 Dijual tanah, jl. Ujung Pandang, luas 4114 m2 sertifikat, Hub. 081384151188 tnp perantara.

Kost

Taxi CV. TEGAR PRATAMA TRANSPORT Melayani Antar Jemput Penumpang Jl. Kalimantan No. 24B 0562-640029/641366 SINGKAWANG Jl. Imam Bonjol Gg. Tnjng Sari No. 36 0561-747211/749025 PONTIANAK INNOVASI TAXI. Melayani Antar Jemput. Jl. Tua Pekong No.24 Singkawang, (0562)3309800, Jl. A. Yani (RM. Bertagis) Pontianak Telp. (0561) 7015100, (0561) 7157000

Disewakan Disewakan gudang 2 pintu, luas + 250 m2 dan 200 m2, cocok utk kndraan bermotor, alat telekomunikasi, di Jl. Adisucipto. Hub 081384151188 tnp perantara.

Iklan Baris:

1 baris / hari Rp. 6.000,-


Teras Borneo Tribune

Rabu, 21 November 2012

Vespa dan Aspirasi

Narkoba Masuk Melalui Jasa Pengiriman narkoba, pihak ekspidisi bisa diberikan sanksi, karena telah menyediakan tempat pengiriman narkoba tersebut,” tegas Mukson. Ditambahkannya, misalnya ada yang mengirim vas bunga, tetapi ternyata isinya bom, dan tidak

diperiksa oleh pihak ekpidisi. Dan bom ini sampai ke korban, maka jika terjadi ledakan dan ada korban jiwa. Maka yang bertanggung jawab adalah pihak ekspidisi, karena telah memfasilitasi pengiriman barang kejahatan, be-

gitu juga dengan narkoba ini. “Kita meminta kepada ekspidisi, untuk selalu mengkroscek pengiriman barang, jika ada yang mengirim makanan atau barang jangan langsung percaya, melainkan periksa dulu, jika memang benar

barang tersebut itu makanan, maka diganti dengan paket baru, jika mencurigakan, laporkan kepada pihak yang berwajib, tetapi sejauh ini tidak ada ekspidisi yang melakukan pemeriksaan melainkan hanya main kirim saja,” tegas Mukson Munandar.

BNNP Duga Ada Oknum Aparat Terlibat lolos jika tidak ada oknum yang terlibat. Dan Ia juga mencurigai bahwa pengiriman ini sudah ada yang tahu sebelumnya. “Saya menyatakan ada oknum yang terlibat, karena oknum yang bisa melancarkan masuknya Narkoba ini,” kata Kepala BNNP. Ditambahkan Kepala BNNP, bahwa pihaknya terus melakukan penyelidikan terkait ini, walaupun Polda Kalbar menangani

kasus ini secara khusus. Karena ada beberapa orang yang kita periksa yang mengetahui adanya Narkoba tersebut. “Jika kemarian saja pihak Bea Cukai tidak gegabah, maka penerima sabu ini akan terungkap,ÿdan semua jaringan yang ada di Kalbar juga akan terbongkar,” katanya lagi. Dikatakannya pula, bahwa Ia telah meminta kepada Direktur PT. SJS, untuk

memberikan ultimatum kepada para supir SJS, lantaran di SJS sendiri, sudah beberapa kali terjadi pengiriman Narkoba. “Pihak kita diminta oleh Polda Kalbar secara resmi untuk memback up Dit Restik Polda Kalbar, lantaran sudah ada surat yang dilayangkan kepada kita, dan sebelum permintaan ini ada. Kami juga sudah melakukan penyelidikan,” ungkap Kepala BNNP.

Ia menegaskan, bahwa untuk mengungkap kasus seperti ini, jangan sampai ada ego sektoral semata, karena ini harus bersamasama. Karena kalau tidak, maka akan sulit untuk menangkap pelakunya. “Kita semua aparat hukum, sudah bekerja dengan baik. Namun belum ada kerja sama. Jadi kita sesama aparat hukum harus sinergis, bukan sendiri sendiri,” timpalnya.

pati para tamu, untuk berbuat mesum. Maka dari itu pihaknya bersih tegas untuk menindak hotel - hotel kecil, maupun rumah kost yang dengan sengaja menyediakan tempat mesum. Ketegasannya pun dalam hal ini, yakni menyegel atau menutup hotel dan rumah kost. Pelanggaran yang kita temukan selalu pasangan tanpa surat nikah, mesum, dan berbuat asusila. Maka dari itu Pol PP selalu memberikan Surat Peringatan (SP) kepada pemilik hotel maupun rumah kost. Lebih jauh lagi Uray me-

ngatakan, bahwa sampai saat ini pihaknya tidak akan membiarkan pemilik hotel maupun rumah kost, yakni dengan melayangkan surat kepada mereka, dimana surat tersebut berisikan akan menutup hotel. jika membiarkan tamu yang datang untuk berbuat mesum. Ditambahkan Uray, pihaknya kurang melakukan tindakan terhadap hotelhotel besar. Karena dihalang-halangai oleh security, pihaknya pun tidak jadi melakukan tindakan di Hotel Besar tersebut. Sebagai kota besar, Pontianak memang diha-

dapkan pada tantangan perkembangan kota yang semakin maju. Kegiatan prostitusi tak bisa dipungkiri selalu mengiringi perkembangan kotakota yang sedang berkembang, dimanapun berada di dunia itu. Sebagai warga Kota Pontianak kita patut mendukung dan mengingatkan para pengambil kebijakan untuk mengambil langkah terbaik untuk mencegah meluasnya penyakit masyarakat dan perbuatan asusila yang bertentang dan nilai-nilai sosial dan religius yang dianut warga.

Hotel Mesum mesum, kepada para tamu yang datang dipantau, Selasa (20/11). Kabid Penegakan Peraturan dan Perundang - undangan (P3) Sat Pol PP Kota Pontianak, Uray Berti, SH, MH. menegaskan, pihaknya selalu mengantisipasi terjadinya perbuatan mesum di rumah kost, yakni dengan melakukan razia - razia. Dikatakan Uray, yang sering dilakukan razia oleh pihaknya, yakni di hotel hotel kecil. Yakni bertempat di Jalan KHW. Hasyim Kecamatan Pontianak Kota. Lantaran informasi yang didapatkan, Hotel hotel kecil disana ditem-

Massa Robohkan Pagar DPRD dari PT. SIM, salah satu perwakilan dari asosiasi sempat menghampiri dan memaki Perwakilan PT SIM. Ketua Asosiasi Peternak ayam Broiler Ketapang Maniri mengatakan, PT SIM selama beroperasi sekitar 7 bulan .disinyalir telah membuat situasi .masyarakat peternak kecil di Ketapang menjadi resah dan rugi, serta adanya Insiden dibawah akibat situasi yang tidak kondusif ini yang dipicu .oleh PT SIM. “Jika terjadi insiden masyarakat dibawah siapa yang mau bertanggung jawab, Asosiasi yang paling bertanggung jawab. Ketentraman harus juga dipikirkan, jangan mikirkan untung terus, kami mau

Ketapng ini tetap kondusif,” kata Maniri. Maniri mengungkapkan, PT SIM membuat harga ayam ditingkat kandang menjadi hancur karena melakukan monopoli, karena PT SIM menawarkan harga lebih murah kepada pembeli ayam, yang selama ini diklaim Asosiasi sebagai pelangan mereka yang telah diambil oleh PT SIM. “Jika peternak kecil disuruh bersaing dengan pengusaha berskala besar mati peternak kecil ini.Ini menjadi polemik di masyarakat bawah,mau dibuang kemana ayam-ayam peternak kecil, ada 300 lebih peternak kecil di Ketapang ini,” tegasnya. Forum kemitraan dari PT SIM Abdulah Nuriman

mengatakan, keberadaan PT SIM di Ketapang awalnya hanya penjajakan saja,.setelah dalam proses perjalanan dan ada prospek yang menguntungkan baru PT SIM mengurus izin tersebut. “Kami siap berkerjasama, tapi selama ini peternak kemitraan dari .PT SIM tidak merasa dirugikan,saya tidak bermaksud membela diri,kita sepakat Ketapang tetap kondusif,” kata Nuriman. Nuriman mengatakan, pertemuan ini untuk mencari solusi jangan saling tuding dan menyudutkan satu sama lainya, dan jangan mengiring opini ke publik tentang monopoli yang dilakukan PT SIM ini perlu ditelusuri dan dan dibukti-

11

kan bila perlu DPRD membentuk Pansus. “Kami di sini bukanlah terdakwa, pertemuan ini untuk mencari wing-wing solusinya, bukan pertemuan yang menghakimi,” pungkasnya. Hasilkan Tujuh Kesepakatan Rapat Dengar pendapat yang dipimpin oleh ketua DPRD Ketapang Ir Gusti Kamboja tersebut berlangsung tegang itu akhirnya mencapai kata sepakat. Ada tujuh poin yang disepakati kedua belah fihak. Hasil Notulen rapat yang dibacakan oleh Ketua DPRD Ketapang Gusti Kamboja antara lain: .1. PT SIM .bergabung dengan asosiasi, 2. Harga pakan, ayam di tingkat kandang dan bibit ditentukan oleh asosiasi melalui kesepakatan dinas dan instansi terkait, dan harus mendapat pengawasan dari Pemkab, 3. Jika terjadi over stok produksi ayam PT SIM harus siap membeli ayam milik asosiasi, 4. Tidak ada penambahan kandang milki PT SIM untuk sementara waktu, 5. Jika terjadi penyimpangan, pemkab dapat mencabut ijin perusahaan PT SIM, 6. Dinas pertanian dan Peternakan diharapkan mengagendakan pertemuan dua bulan sekali antara PT SIM dan asosiasi dalam rangka pembinaan, dan 7. DPRD merokemendasikan hasil rapat tersebut kepada Bupati Ketapang untuk dibuat berita acara kemudian ditanda tangani dan dibuat kesepakatan bersama. Ketua DPRD Ketapang Gusti Kamboja berharap, hasil rapat tersebut dapat dilaksanakan oleh perusahaan PT SIM dengan baik, sehingga tidak menimbulkan gejolak di masyarakat. Sebab pada intinya tujuan perusahaan masuk ke Ketapang adalah untuk mensejahterakan masyarakat. Sementara itu Wakil ketua DPRD Ketapang Budi Mateus mengatakan, yang menjadi persoalan utama bagi kalangan asosiasi peternak ayam saat ini adalah, masalah over stok produksi ayam. Maka dari itu sudah seharusnya PT SIM dapat mengatasi persoalan jika terjadi over stok.

maupun pertemuan guna menyerap beragam aspirasi rakyat di sejumlah kecamatan di seantero Kota Pontianak. Yakni dengan mengendarai beragam jenis vespa antik yang merupakan koleksi pribadinya. Bahkan tak jarang, Zulkarnaen Siregar hanya mengenakan jelana pendek dan kaos oblong serta menggunakan sandal gunung saat bertandang ke sejumlah pemukiman masyarakat maupun saat menelusuri setiap ruas jalan maupun gang yang tersebar di Kota Pontianak. Hal itu semata-mata untuk bertatap muka secara langsung guna mendengarkan beragam aspirasi masyarakat sekaligus sebagai momentum bagi Zulkarnaen Siregar untuk memberikan beragam bantuan kepada masyarakat. Mulai dari pemberian bantuan pembangunan masjid, pembangunan infrastruktur jalan, pendidikan serta lainnya. Bahkan tak jarang beragam bantuan tersebut berasal dari kantong pribadinya. Kebiasaan tersebut tentu berbanding terbalik dengan kebanyakan gaya para pejabat lain saat melakukan kunjungan kerja maupun kerja-kerja politik lainnya. Yang cenderung terkesan hedonis dengan menggunakan sejumlah fasilitas dan mobil mewah. Tak jarang para pejabat itu seolah berlomba-lomba memamerkan kekayaan mereka di hadapan rakyat. “Sejak dulu saya memang sudah jatuh hati dengan

vespa. Makanya sampai sekarang saya pakai vespa. Dengan menggunakan vespa, saya menjadi lebih leluasa mendatangi masyarakat dan konstituen saya di seluruh kecamatan. Yakni dengan menelusuri setiap jalan maupun gang-gang yang tersebar di seantero Kota Pontianak untuk mendengarkan beragam keluhan serta aspirasi masyarakat,” ujar anggota DPRD Provinsi Kalbar, Zulkarnaen Siregar, di Gedung DPRD Provinsi Kalbar, Selasa (20/11). Legislator Partai Golkar itu menegaskan bahwa dirinya tidak akan pernah bosan mendengarkan sekaligus berupaya keras untuk memperjuangkan beragam aspirasi yang disampaikan oleh sejumlah kalangan masyarakat di kawasan Kota Pontianak dan sekitarnya. “Saya tegaskan bahwa Zulkarnaen Siregar tidak akan pernah bosan-bosannya mendengarkan sekaligus menyerap beragam aspirasi maupun keluhan yang disampaikan oleh masyarakat. Mulai dari persoalan air bersih, drainase, infrastruktur jalan, kemacetan serta sejumlah persoalan lain yang kerap saya dengar dari berbagai kalangan masyarakat saat melakukan agenda reses maupun di berbagai pertemuan dengan masyarakat,” lugasnya. Wakil rakyat yang tak pernah mengambil gajinya sebagai anggota dewan ini mengaku bahwa dirinya termasuk salah seorang pengagum Jokowi alias Joko

Widodo yang kini dipercaya masyarakat menjadi Gubernur DKI Jakarta. “Jokowi merupakan salah seorang pemimpin di republik ini yang menginspirasi saya dalam melakukan beragam langkah maupun tindakan nyata di lapangan demi memperjuangkan aspirasi rakyat. Saya hanya ingin mengabdi serta melayani masyarakat dan bukan malah minta untuk dilayani oleh rakyat. Karena itu merupakan tugas dan tanggungjawab yang melekat di pundak seorang wakil rakyat,” lugasnya. Sementara itu, saat disinggung terkait niatnya mencalonkan diri sebagai calon walikota Pontianak dalam pesta akbar demokrasi pemilihan walikota dan wakil walikota Pontianak pada Pilwako tahun depan, Zulkarnaen menegaskan bahwa dirinya hanya berupaya mengakomodir dukungan aspirasi dari masyarakat maupun para konstituen yang menginginkan agar dirinya mencalonkan diri sebagai calon walikota Pontianak pada Pilwako 2013. “Alhamdulilah, dukungan dari berbagai lapisan masyarakat luas, termasuk dukungan dari RT dan RW yang menginginkan saya mencalonkan diri sebagai calon walikota Pontianak terus mengalir sampai hari ini. Dan saya merasakan, selama setahun terakhir, dukungan itu kian solid dan massif,” tandasnya. (Andry/ Borneo Tribune)

Sabu 28 Kg Akan Dimusnahkan Cukai juga turut kita periksa terkait kasus sabu 28 kg tersebut,” terang Kapolda. Kapolda pun menegaskan, kasus sabu 28 kg ini pun tidak ditangani oleh pihak kepolisian semata. Melainkan penanganan kasus tersebut juga melibatkan Mabes Polri, BBN Kalbar dan BBN Pusat guna mengungkap pemilik sabu 28 kg tersebut. “ Kita dibackup oleh Mabes Polri dan BNN Pusat dalam pengungkapam kasus sabu itu. Dan sampai sejauh ini barang bukti sabu-sabu 28 kg tersebut masih diamankan di Mapolda kalbar guna proses penyidikan lebih lanjut,” ungkapnya. Lanjut, Kapolda menambahkan, untuk barang bukti sabu-sabu sebanyak 28 kg tersebut kedepannya akan dimusnahkan. Namun sebelumnya pihak kepolisian harus melimpahkan kasus tersebut ke Kejaksaan Negeri Pontianak guna menetapkan status barang bukti itu, apakah dimusnahkan

atau tidak. “Yang jelas kita akan melimpahkan berkas perkaranya terlebih dahulu ke Kejaksaan Negeri. Dan setelah dilimpahkan barulah kita mendapat petunjuk dari Kejaksaan apakah barang bukti itu dimusnahkan atau tidak,” katanya. Menurutnya, dari beberapa kasus yang sudah ditangani, barang bukti berupa sabu-sabu pasti akan dimusnahkan setelah seminggu pelimpahan berkas ke Kejaksaan Negeri. “Ya setelah pelimpahan berkas. Seminggu kemudian barang bukti tersebut akan dimusnahkan. Dan sampai saat ini kita belum melimpahkan kasus tersebut ke Kejaksaan Negeri. Karena kita masih melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi guna mengungkap pemilik barang haram itu,” tegasnya. Selain itu, Kapolda juga mengatakan, dalam memberantas peredaran narkotika di wilayah kalimantan Barat ini. Pihaknya pun sudah melakukan mapping area di

tempat-tempat yang biasanya dijadikan para pelaku narkotik sebagai tempat transaksi. “Sejak pertama kali saya menjabat sebagai kapolda Kalbar. Saya sudah perintahkan kepada seluruh jajaran. Bahwa pengungkapan narkotik untuk wilayah Kalimantan Barat menjadi salah satu atensi khusus yang harus dilaksanakan para polisi-polisi saya untuk melakukan pengungkapan,” katanya. Untuk itu, lanjut Kapolda mengatakan, dalam memutuskan mata rantai nakrotika ini tidak sematamata harus dilakukan oleh pihak kepolisian. Melainkan peran serta masyarakat juga diutaman dalam memerangi narkotika di wilayah Kalimantan Barat khususnya. “Dengan adanya peran aktif masyarakat dalam memerangi peredaran narkoba di Kalimantan Barat ini. Sayar rasa peredaran narkoba akan mudah untuk ditekan,” katanya.

Mesjid At-Taqwa Mariana Keberadaan Surau At Taqwa tak terlepas akan dua hal itu. Sejarah terlisan, beberapa pemuka masyarakat menghadap Sultan. Dan mengungkapkan keinginan untuk mendirikan sebuah surau di sekitaran permukiman. Keinginan masyarakat ternyata disetujui sultan. Dan mempersilahkannya sebagai tanda restu untuk mendirikan sebuah surau. Pada awal pendirian, diutarakan juga .bahwa untuk menunaikan shalat Jumat tetap di lakukan di Mesjid Jami Kesultanan Pontianak. Selanjutnya, memang belum ada sumber otentik yang menjelaskan kapan tepatnya perubahan surau ini menjadi mesjid. Namun, sejarah mencatat, ditempat ini, digunakan untuk menunaikan shalat Jumat pada sekitaran tahun 1936. Atas usul Ustad Muhammad Akip. Seorang guru mengaji yang berasal dari tanah Minang, Padang. Mesjid At-Taqwa kini berdiri kokoh di sisi .jalan pak Kasih. Tepat di depan Pelabuhan Dwikora Pontianak. Secara administratif masuk kedalam wilayah kelurahan Marianna, Kecamatan Pontianak Kota. Mesjid dengan panjang 25 meter ini. Keaslian bangunannya masih coba untuk terus dipelihara. Seperti keberadaan pondasi asli yang tetap dipertahankan. Terma-

suk tiang-tiang penyanggahnya. Walau sudah dilapisi keramik berwarna dasar hitam dengan corak coklat dan hijau. Ukiran Bintang Bulan berwarna hijau muda berjumlah empat juga masih terdapat di atas pintu masuk. Pada Interior mesjid tampak beberapa tulisan kaligrafi menghiasi. Di dinding sebelah timur, tepatnya diatas pintu masuk terdapat kaligrafi. bertuliskan lafadz .ayat suci Al Quran surat Jumuah ayat 30. Dengan terjemahannya ‘Apabila sholat telah ditunaikan bertebaranlah kamu di permukaan. bumi untuk mencari karunia Allah dan perbanyaklah mengingat Allah Semoga kamu beruntung’. Pada sisi kanan (arah utara) terdapat tulisan Berilah Peringatan sanak saudaramu yang terdekat. Apabila kamu bercita-cita maka bertawakallah kepada Allah. Janganlah kamu menjerumuskan dirimu ke dalam bahaya. Kaligrafi di sisi dinding sebelah kiri (arah Selatan), Janganlah kamu bermusuh-musuhan Allah tidak suka. kepada orang yang bermusuh-musuhan. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu di sisi Allah. ialah orang. yang paling Takwa diantara kamu. Banyaklah berbuat taqwa dan damai antara se-

samamu. Salah satu yang menarik adalah keberadaan mesjid ini sudah terdapat dalam Platte Grond Van de Hoofdplaats Pontianak, 1. Maart 1934 (peta Pontianak tahun 1934 buatan pemerintah. Hindia Belanda). .Terletak .tidak .seberapa jauh dari ujung Aanlegsteiger Douane & Havengebouwen, sekarang menjadi kawasan pelabuhan Dwikora. Tepatnya .di persinggungan. pabriek weg, .sekarang .jalan pak kasih dengan Bangkalan weg, sekarang .jalan merak 2. Meski berada ditengah kepadatan lalu lintas .dan hiruk pikuk aktivitas pelabuhan dwikora Pontianak. Suasana di .dalam mesjid tetap memberikan kesejukan dan ketenangan. Pada tahun 2001, dilakukan penambahan teras mesjid, yang menghadap ke sisi jalan. Dan tempat wudhu di samping sebelah kiri.. Seperti yang nampak sekarang ini. Selain tentunya sebagai tempat beribadah. Dengan cerita dan sejarahnya yang panjang, mesjid Taqwa Marianna ini telah menjadi peninggalan sejarah sekaligus saksi bisu kehidupan masyarakat Kota Pontianak pada masa lampau. Sehingga sudah sepatutnya keberadaan mesjid ini mendapat perhatian ekstra untuk menjaga dan melestarikannya.


CMYK

Seremonial

12

www.borneotribune.com

Borneo Tribune

Rabu, 21 November 2012

Benahi PT Yang Tidak Jelas Rakor Pendidikan Tinggi Se-Kalbar Keberadaan dan Izinnya Andika Lay Borneo Tribune, Pontianak

Pemerintah Provinsi Kalbar mendukung sepenuhnya pengembangan Perguruan Tinggi (PT) di Kalbar dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang berkualitas, sehingga diharapkan dapat meningkatkan Human Development Indeks (HDI) atau Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kalbar yang saat ini masih menduduki peringkat 28 dari 33 Provinsi. “Sektor pendidikan merupakan prioritas utama yang ingin dicapai pemerintah kedepan, disamping peningkatan kesehatan, pemberantasan kemiskinan, pertumbuhan ekonomi kerakyatan, dan mendekatkan kesenjangan desa dengan kota, perbatasan, pesisir, kepulauan, daratan,

pertanian dan non pertanian,” kata Gubernur Kalbar, Cornelis, Selasa (20/11) dalam sambutan yang dibacakan Asisten II Setda Kalbar, Lensus Kandri, pada pembukaan acara Rakor Perguruan Tinggi Se-Kalbar, di Hotel Kapuas Palace Pontianak. Dalam rangka mengantisipasi, serta menanggulangi berbagai kemungkinan yang muncul, masih menurutnya, maka, diminta semua pihak untuk ikut berpartispasi dan memikirkan solusi pemecahan masalah di daerah ini, terutama seluruh komponen Perguruan Tinggi yang ada di Provinsi Kalbar. “Saat ini, kita memiliki 1 unit Universitas Negeri, 1 unit Politik Teknik Negeri, dan 1 unit Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri, serta 57 Universitas/Sekolah Tinggi/Akademik

swasta. Perguruan Tinggi ini tersebar di seluruh wilayah Kalbar,” rincinya. Dijelaskan olehnya, besarnya upaya daerah untuk membangun Kalbar di sektor pendidikan tergambar jelas, baik ditingkat Kabupaten/Kota, maupun Provinsi menggambarkan Provinsi Kalbar ingin bangkit dan maju dalam dunia pendidikan. “Perguruan Tinggi yang tidak jelas keberadaan dan izin opersionalnya agar dibenahi dan diselidiki keberadaanya, agar tidak meresahkan masyarakat, serta merugikan mahasiswa yang ikut belajar didalamnya,” ujarnya. Saat ini, begitu banyak daerah ingin mendirikan penguruan tinggi di tingkat Kabupaten/Kota. Ini menunjukan antusias daerah meningkatkan SDM di daerahnya. Ditegaskannya,

Rakor Persiapan Pemilu Kada

Panwaslu Kada Kayong Utara ke Lombok Andika Lay Borneo Tribune, Pontianak

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menggelar rapat koordinasi persiapan pengawasan Pemilu Kada Tahap III, di Lombok, Senin (19/ 11). Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan persiapan pengawasan pemilu Kepala Daerah yang akan dihelat pada tahun 2013. Berdasarkan catatan, setidaknya ada 4 kabupaten dan 1 kota di Kalbar yang dalam waktu dekat di tahun 2013 segera menghelat pemilihan Bupati dan Walikota, yaitu Kabupaten Kubu Raya, Kabupaten Pontianak, Kabupaten Kayong Utara dan Kota Pontianak,

selanjutnya akan menyusul kabupaten Sanggau. Ketua Panwaslu Kada Kalbar, Hawad Sriyanto, menuturkan sebelum berangkat ke Lombok, tiga anggota Panwaslu Kayong Utara tersebut telah melakukan diskusi kritis terkait beberapa pengalaman empirik dengan pelaksanaan kegiatan pengawasan pemilu kada provinsi yang baru saja terlaksana. “Ada beberapa catatan kritis hasil rangkuman terkait dengan pengawasan pemilu gubernur dan wakil gubernur Kalbar 2012 yang lalu dijadikan pelajaran yang berharga untuk di sharingkan dengan temanteman pengawas dalam Rakor di Lombok, agar fung-

si pengawasan ke depan semakin lebih baik, dan kwalitas pengawas semakin profesional,” jelas Hawad. Kata Hawad, Panwaslu Kada Kayong Utara merupakan satu-satunya Panwaslu Kada Kabupaten/ kota di Kalbar yang sudah terbentuk oleh Bawaslu akan mengawal proses pengawasan pemilu Bupati/Walikota tahun 2013, yang saat ini sedang melakukan sharing informasi, melakukan evaluasi terhadap pengawasan yang baru saja dilakukan pada pemilu kepala daerah dan bagaimana menyusun strategi pengawasan pilkada bupati/walikota mendatang dengan belajar dari pengalaman sebelumnya. o

membangun Perguruan Tinggi di daerah harus mengikuti ketentuan dan prosedur yang berlaku sesuai dengan aturan yang dikeluarkan oleh pemerintah. Dijelaskannya lagi, permasalahan yang mendasar yang dirasakan oleh pemerintah daerah di bidang pendidikan dalam upaya membantu merancang bangun program pendidikan tinggi di daerah ini adalah kurangnya informasi data yang dimiliki pemerintah daerah tentang perguruan tinggi. “Saya harap, seluruh Perguruan Tinggi negeri dan swasta yang ada di Kalbar, agar secara kontinyu dapat menyampaikan informasi data pendidikan Tinggi yang ada di masing-masing unit kerja sebagai bahan pertimbangan dalam membangun pengembangan pendidikan di Kalbar,” harapnya. o

Pangdam Terima Paparan RGB Lomba Sumpit

Lomba Sumpit Sarana Interaksi Prajurit TNI AD

PAPARAN Pangdam Mayjen TNI Ridwan, didampingi Kasdam Brigjen TNI Robby Win Kadir menerima paparan dari Danrem 121/Abw, Kolonel Inf Binarko Sugihantyo terkait pelaksanaan acara lomba sumpit di ruang rapat Pangdam. FOTO Andika Lay/Borneo Tribune. Andika Lay Borneo Tribune, Pontianak

BUKA RAKOR Pimpinan Bawaslu, Nelson Simanjuntak buka rakor persiapan pengawasan pemilu tahap III secara simbolik, di Lombok, Senin (19/11). FOTO : Istimewa

RAKOR DIKTI Asisten II Setda Kalbar, Lensus Kandri saat menyampaikan sambutan mewakili Gubernur Kalbar, Cornelis, membuka Rakor Perguruan Tinggi (Dikti) Se-Kalbar, di Hotel Kapuas Palace Pontianak, Selasa (20/11). FOTO : Andika Lay/Borneo Tribune

Pangdam XII Tanjungpura, Mayjen TNI Ridwan, Senin (19/11) menerima paparan Rencana Garis Besar (RGB) mengenai Lomba Sumpit Tahun Anggaran 2012 yang akan dilaksanakan di Wilayah Kodam XII/Tpr dalam rangka memperebutkan Piala Pangdam di ruang rapat Pangdam. Hadir pada aca-

ra tersebut para Asisten Kasdam, para Kabalak Kodam serta para Dansat jajaran Kodam XII/Tpr. Danrem 121/Abw, Kolonel Inf Binarko Sugihantyo menyampaikan langkahlangkah dalam upaya untuk meningkatkan kelestarian budaya tradisional di Kalbar sebagai sarana interaksi antara masyarakat dan prajurit TNI AD dalam mewujudkan pembinaan teritorial yang berhasil dan berdayaguna mela-

lui kegiatan lomba Sumpit. “Rencananya, lomba Sumpit digelar pada tanggal 12 ataupun bila ada perubahan akan dilaksanakan tanggal 15 Desember 2012, kegiatan tersebut juga dalam rangka memperingati Hari Juang Kartika,” kata Kolonel Inf Binarko Sugihantyo. Kegiatan lomba yang akan diikuti oleh 168 peserta terdiri dari 112 pria dan 56 orang wanita ini, bertujuan menjalin dan mem-

Hadir di Pontianak untuk memenuhi kebutuhan

Menyediakan kain dan busana batik eksklusif bagi Pria, Wanita, Sarimbit (pasangan), Remaja dan Anak-anak dengan motif dan model yang trendy

CMYK

bina hubungan komunikasi sosial dengan memberdayakan personel TNI AD maupun elemen masyarakat lainnya dalam melestarikan budaya daerah. “Suatu kebanggaan tersendiri bagi seorang prajurit dan masyarakat, jika dapat menggunakan alat tersebut dengan mahir dan benar,” jelasnya. Sementara itu, Pangdam Mayjen TNI Ridwan sangat mendukung kegiatan ini, dan sangat bagus untuk dapat meningkatkan kemampuan perorangan prajurit satuan jajaran Kodam XII Tanjungpura sebagai pasukan pemukul. “Saya harap, keahlian Sumpit ini selalu dilestarikan oleh prajurit TNI AD maupun masyarakat di wilayah Kalbar. Saya ingin mempopulerkan keahlian ini, apalagi sebagai satuan Kodam yang berada di wilayah Kalimantan.” jelas Mayjen TNI Ridwan. Pertandingan ini lanjut Ridwan, tidak disamakan dengan pertandingan sumpit lainnya, sebagian besar akan dilaksanakan oleh prajurit TNI yang dalam pelaksanannya diaplikasikan dengan rintanganrintangan yang dilalui oleh peserta, salah satu contoh seperti taktik dan tekhnik prajurit dalam menembak reaksi, dengan harapan prajurit nantinya akan mampu dan mahir dalam menggunakan alat tersebut dalam mendukung pelaksanakan tugas. o

Harian Borneo Tribune 21 November 2012  

Harian Borneo Tribune 21 November 2012

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you