Issuu on Google+

cmyk

I DEALISME, K EBERAGAMAN

DA N

KEBERSAMAAN

Borneo Tribune www.borneotribune.com

Kamis, 1 November 2012

16 Dzulhijjah 1433 H - 18 Kauw Gwee 2563

BELAJAR

Kolomnis

Alamat Redaksi: Jln Purnama Dalam No 2 - Pontianak 78121

PAKAIAN ADAT. Sejumlah pemuda/pemudi mengenakan busana adat warnai peringatan Hari Sumpah Pemuda di Halaman Kantor Gubernur Provinsi Kalbar. FOTO Andika Lay/Borneo Tribune

S uara Enggang

P. Florus

Telepon Redaksi/Iklan/Langganan/Pengaduan: (0561) 767788 Faximile. (0561) 766103

SEDIKIT orang di dunia ini sangat cerdas walaupun pendidikan formal mereka rendah. Tamatan Sekolah Dasar (hanya Sarjana Dasar), tetapi keluasan pengetahuan dan keterampilannya tidak kalah dibandingkan dengan sarjana S1 atau S2 atau S3. Bahkan mereka ....Ke Halaman -11

B uah Bibir Ancaman Itu Biasa KETUA DPRD Kabupaten Ketapang, Gusti Kamboja, menegaskan bahwa tidak mudah bagi kecamatan-kecamatan yang mengancam akan keluar dari Kabupaten Ketapang dan kemudian bergabung dengan kabupaten baru atau lainnya. Ir. Gusti Kamboja, MH ....Ke Halaman -11

Adri Tewas Terlindas Truk Muhamad Adriansyah (19) mahasiswa STKIP warga asal Putusibau menjemput ajalnya di usia muda. Lalu lintas di Jalan Ahmad Yani merenggut nyawanya akibat gilasaan roda kendaraan yang melintas.

SEBUAH iklan bisnis menggiurkan dipasang di media online. Begini bunyi iklan tersebut: “Hai teman-teman pengusaha di Indonesia kesempatan emas mendulang dolar, ada terbuka di depan mata…Ternyata bekicot Indonesia digemari di Perancis, sebagai makanan high class, ada pengepul bekicot di kota Semarang sekaligus exportir bersedia membeli bekicot-bekicot dengan harga tinggi yaitu Rp 1 juta/kilogram. ....Ke Halaman -11

Achmad Mundzirin Borneo Tribune, Pontianak ADRIANSYAH yang tinggal Dr Wahidin jalan Ujung Pandang terlindas truk, yakni di depan Pendopo Gubernur Kalbar, Jalan A. Yani I Kecamatan Pontianak Selatan, Rabu(31/10). Kecelakaan yang dialami oleh M. Adriansyah berawal dari tergelincirnya Ia saat mengendarai sepeda motor dan jatuh ke jalan. Ketika

jatuh di jalan, kepala Adriasnyah langsung digilas truk. Adriansyah tewas di tempat. Sementara itu hasil pantauan Borneo Tribune di lapangan, pemuda tersebut yang masih semester III di STKIP. Ia pulang dari kampus dan ingin menjemput pacarnya di kawasan Sepakat Jalan A. Yani I. Dengan kondisi hujan Ia mengdarai motor Vixion KB ....Ke Halaman -11

Empat Kecamatan Ketapang Akan Hengkang

SPBU Dilarang Biarkan Antrian Panjang

(29/10) kemarin berbuntut panjang. Empat kecamatan di wilayah Timur itu akan keluar dari Kabupaten Ketapang. Tokoh Adat Kecamatan Simpang Hulu, Alemantera mengungkapkan, keempat kecamatan tersebut serius akan

Pengantri Siluman Diawasi

Jaidi Chandra Borneo Tribune, Ketapang

Bisnis Bekicot

TEWAS M. Adriansyah yang terbaring kaku dengan kepala remuk akibat ditabrak truk di Jalan Ahmad Yani depan Pendopo Gubernur. Foto Achmad Mundzirin/ Borneo Tribune

KEKECEWAAN panitia presidium pemekaran Kabupaten Hulu Aik terhadap rapat dengar pendapat dengan panitia pemekaran Sandai group di gedung DPRD Ketapang Senin

....Ke Halaman -11

Achmad Mundzirin Borneo Tribune, Pontianak

Flor Suryadarma

Pelajar SMPN 22 Dikeroyok Ribut Gara-gara Cewek Achmad Mundzirin Borneo Tribune, Pontianak BARU beberapa waktu lalu Wali Kota Pontianak Sutarmidji, Kepala Dinas Pendidikan,

Mulyadi dan Kapolresta Pontianak Kombes Pol Muharrom Riyadi, mencanangkan kesepakatan anti tauran/keributan, prostitusi, narkoba di kalangan pelajar. Namun kesepa-

katan tersebut telah runtuh, lantaran aksi kekerasan justru kembali terulang. Dua orang pelajar yang masih duduk dibangku kelas 2 SMPN 22 Kota Pontianak, Dimas (13) dan Ridho (13), dikeroyok ....Ke Halaman -11

STASIUN Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dilarang membiarkan antrian panjang. Seperti SPBU Jalan Hasanudin (Gertak I) dan Jalan Merdeka, lantaran mendapat protes dari warga setempat, Rabu (31/10). Warga melakukan protes terhadap antrian SPBU di Jalan Hasanudin dan Merdeka, lantaran merugikan warga setempat. Jalan keluar masuk Gang, toko - toko milik warga tertutup oleh truk pengantri, bahkan pernah terjadi laka lantas yang menewaskan seorang

pelajar akibat pemandangan terhalang oleh truk pengantri, yakni di Jalan Hasanudin. Warga setempat melakukan protes kepada para pengantri tersebut melalui enam RT, RT I, RT II, RT III, RT IV, RT V, RT VI dan RW 01 Kelurahan Sungai Jawi Dalam Kecamatan Pontianak Barat. Akhirnya keenam RT di Keluarahan Sungai Jawi Dalam ini pun mendatangi Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Kota Pontianak, guna melakukan dialog dan mencari solusi serta mengkuti keinginan warga, ....Ke Halaman -11

Pontianak Heritage

Taman Alun Kapuas dan Ruang Publik Pontianak Yang namanya alun-alun awalnya adalah sebagai pusat keramaian, tempat berkumpul, beraktifitasnya masyarakat. Tak jarang keberadaan alun-alun menjadi semacam trademark dari sebuah kota. Tak terkecuali alun-alun sungai Kapuas di Kota Pontianak kita ini. TERLETAK di Jalan Rahadi Usman. Taman Alun Kapuas dengan water front city-nya merupakan salah satu ruang terbuka publik yang ada di kota Pontianak. Tempat yang indah dan nyaman untuk

bersantai sambil menikmati pemandangan Sungai Kapuas dengan segala aktivitasnya. Dari tempat ini dapat dilihat pertemuan Sungai Kapuas Kecil dan Sungai Landak. Dari kejauhan

nampak Mesjid Jami’. Disebelah kanan alun-alun nampak feri penyeberangan Bardan Siantan. Pada sisi sebelah kiri sedikit banyak terlihat aktifitas di pelabuhan Dwikora. Sedangkan di depannya terdapat kawasan Pasar Siantan. Di Taman Alun Kapuas ini juga terdapat miniatur tugu khatulistiwa, air mancur yang melingkar, anjungan pandang/panggung di atas air, perahu wisata dan aneka ....Ke Halaman -11

Pemandangan Taman Alun Kapuas diambil dari arah Sungai Kapuas. Warga terlihat ramai mengunjungi salah satu ruang publik di Kota Pontianak ini. Foto Budi Rahman/Borneo Tribune

Menyambut Natal & Tahun Baru Banjir Hadiah Langsung

PT. ANZON AUTOPLAZA Cabang: Singkawang : Jl. A. Yani No. 08 Telp. (0562) 637000, Sampit : Jl. Jend Sudirman Km. 1

HARGA ECERAN HARIAN BORNEO TRIBUNE - PONTIANAK, KUBU RAYA, MEMPAWAH,DAN SINGKAWANG Rp 2.000 - SAMBAS, BENGKAYANG Rp 2.200 - LANDAK,SANGGAU,SEKADAU, KETAPANG,KAYONG UTARA, SINTANG, MELAWI DAN PUTUSSIBAU Rp 2.500 -

cmyk

Melayani: - Antar Jemput Penumpang & Carter - Jasa Pengiriman Barang & Dokumen


Kamis, 1 November 2012

Kayong Utara

Borneo T Tribune

2

Verifikasi Data DP4

KPU Kejar Selisih Jumlah

Abdul Khoir Borneo Tribune, Sukadana Anggota KPU KKU, Burhanudin mengatakan setelah menerima berkas Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4), KPU butuh waktu untuk memverifikasi data sebelum menetapkan sebagai Daftar Pemilih Sementara (DPS). Sejak diterima KPU KKU, yakni mulai dari 30 Oktober-28 November 2012,

akan dilakukan penyusunan data pemilih di KPU KKU dan selanjutnya pada 29 November mendatang akan ditindaklanjuti dengan penyerahan kepada PPS untuk dimutakhirkan. “Dalam penggunaan data pemilih, KPU tetap menggunakan data DP4 yang disandingkan dengan DPT pemilu gubernur terakhir,” ucap Burhanudin, belum lama ini. Dari DP4 yang diserahkan Pemerintah KKU seba-

Redaksi mengundang pembaca Borneo Tribune untuk mengirim tulisan untuk rubrik “Citizen Journalism”. Bentuk tulisan dapat berupa laporan kegiatan, opini, surat pembaca, puisi, cerita pendek. Panjang tulisan maksimal 500 kata. Kirimkan tulisan ke email: yusriadii@yahoo.com. Terima kasih.

16 Partai Politik

ebanyak 16 partai politik secara resmi dinyatakan lolos verifikasi administrasi oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Ke-16 parpol tersebut adalah: Partai NasDem, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Bulan Bintang (PBB) Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Golongan Karya (Golkar), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Partai Demokrasi Pembaruan (PDP), Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), Partai Demokrat, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Kedaulatan Bangsa Indonesia Baru (PKBIB), Partai Peduli Rakyat Nasional (PPRN, Partai Persatuan Nasional (PPN). 16 parpol inilah yang akan mengikuti verifikasi faktual. Kondisi sebenarnya di lapangan akan diverifikasi langsung oleh KPU baik sekretariatan, kepengurusan maupun kelengkapan lainnya. Bila semua sesuai dengan ketentuan KPU, maka Parpol-parpol ini akan berlenggang mengikuti Pemilu 2014 mendatang, bila tidak langsung gugur. Pemilu 2014 memberikan angin segar bagi perubahan Indonesia menjadi lebih baik. Dengan jumlah Parpol dibawah 20 dinilai sangat ideal. Artinya rakyat tidak terlalu bingung seperti Pemilu 2009 lalu. Mereka hanya memiliki 16 (seandainya lolos semua) alternatif dan dengan mudah menimbang-nimbang mana yang dipilih. Masyarakat akan mudah menilai parpol dan kader yang memiliki track record baik sepanjang tahun 2009-2014 ini. Parpol yang oknum kadernya doyan korupsi, prostitusi maupun penyakit moral lainnya, jelas akan menjadi rangking terakhir dari daftar yang akan dipilih. Mafhum saja, tingkat kepercayaan yang semakin rendah dan rakyat sudah sumpek dengan kondisi Negara tidak semakin baik. Korupsi terus bertambah tiada berkurang, tawuran, kerusuhan dan ancaman keamanan yang semakin menjadi, bahkan keberpihakan hukum kepada rakyat bawah semakin sulit ditemui. Sedikitnya jumlah Parpol, juga akan membuat rakyat akan mudah memilih calon legislative lantaran tidak sesak berjubel. Biaya penyelenggaraan Pemilu juga bisa dihemat. Dengan sedikit Parpol, sedikit juga caleg sehingga tidak memerlukan kertas suara yang besar. Tentu, ada penghematan biaya cetak kertas suara. Kita berharap Pemilu 2014 semakin baik, baik penyelenggaraannya, caleg-caleg yang terpilih merupakan SDM yang berkualitas dan bermoral serta hasilnya baik bagi Negara dan bangsa. semoga

S

yang akan kita kejar selisihnya,” timpalnya. Dari data sebelumya, selisih antara DP4 gubernur sebanyak 84.290 jiwa dan menyusut menjadi 70.430 orang di dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT). Dengan mempergunakan sistem

yang sudah ada, dimana dalam verifikasi data pemilih yang akan dimutakhirkan datanya oleh Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP). Bertambahnya jumlah penduduk selama empat bulan tersebut, Burhanudin

menengarai karena adanya penambahan jumlah pemilih pemula yang pada Pilgub 2012 lalu belum terdaftar di dalam DP4, sehingga mereka masuk di dalam daftar DP4 pada Pilbup KKU yang akan berlangsung tahun depan.†

PPN Belum Tentukan Cawabup

Ketua DPC Partai Persatuan Nasional (PPN) yang dulunya bernama Partai Persatuan Daerah (PPD), Namrun Leru mengatakan bahwa sampai saat ini pihaknya belum menentukan sikap terkait siapa yang

akan diusung di dalam bursa pencalonan bupati dan wakil bupati KKU tahun 2013. “Belum, kita belum tentukan pasangan,” tegas Namrun Leru saat dikonfirmasi di Tanjung Satai, Selasa (30/10). Menurutnya, dalam penentuan siapa yang akan diusung, pihaknya terlebih

dahulu akan melakukan survei sekaligus melakukan penjaringan melalui pembukaan pendaftaran bakal calon. Walau belum menentukan tanggal pastinya kapan akan dilakukan pembukaan pendaftaran tersebut, namun Namrun menyebutkan bahwa pada November ini batas akhirnya.

Dia mengatakan bahwa PPN nantinya akan mencari pasangan wakil bupati. Pasalnya sejak jauh hari partai besutan Oesman Sapta ini akan dipergunakan oleh incumbent sebagai perahu di dalam pencalonan sebagai bupati pada Pilbup mendatang. Selain itu, Hildi Hamid yang saat ini menjabat sebagai Bupa-

ti KKU merupakan ketua DPD PPN Provinsi Kalbar. Menurutnya, baik melalui survei maupun proses penjaringan nanti, tentu akan dipilih sosok nama yang akan maju mendampingi Hildi Hamid. “Dan keputusan final siapa orangnya itu berada di tangan calon bupati,” tandasnya.†

OPINI

AJUK

S

lahnya sebesar 84.290 atau bertambah sekitar 4.497 jiwa. “Kita butuh waktu dalam verifikasi. Karena dalam waktu empat bulan sejak DP4 gubernur ke DP4 bupati sudah bertambah lebih dari empat ribu pemilih. Ini

Jelang Pilbup KKU 2013 Abdul Khoir Borneo Tribune, Sukadana

Salam.

T

nyak 88.787 jiwa yang masuk di dalam daftar yang diserahkan. Jumlah tersebut jauh lebih banyak jika dibandingkan dengan DP4 yang diserahkan Pemerintah KKU pada pemilihan gubernur Kalbar pada 20 September lalu, yang jum-

ENGET

16 Parpol lolos verifikasi - Yang penteng jangan lolos untuk korupsi... Bang Tribune

Idealisme, Keberagaman dan Kebersamaan

Sumpah Pemuda, Bahasa Hati & Generasi Kita Oleh Y Priyono Pasti 28 Oktober merupakan hari istimewa bagi pemuda Indonesia. Setiap tahun, pada 28 Oktober diperingati sebagai hari Sumpah Pemuda. Sebuah peringatan dan perayaan yang menempatkan pemuda Indonesia sebagai salah satu komponen bangsa yang sangat penting keberadaannya bagi kemajuan dan eksistensi Indonesia. Sumpah Pemuda sejatinya merupakan hadiah besar berupa tuntunan untuk “membudayakan” Indonesia. Karena berupa tuntunan, Sumpah Pemuda bukanlah hadiah yang diberikan untuk membuat kita (pemuda Indonesia) hanya sekadar bangga dan riang. Meminjam B. Herry-Priyono (2010), Sumpah Pemuda akan berguna hanya jika berisi pelurusan atas apa yang bengkok dan sesat pada jalan kita dewasa ini. Hanya bila kita mampu berterima kasih atas luhurnya keprihatinan para pemuda pencetus Sumpah Pemuda itu, kita akan mampu menerimanya sebagai hadiah. Sumpah Pemuda menun-

tut tanggung jawab untuk tidak menanggapinya sebagai nyanyian nostalgia yang mengacu pada romantika perjuangan, tetapi menggalakkan semangat kritis untuk membudayakan dan mengindonesiakan Indonesia. Sumpah Pemuda menuntut kita semua (khususnya para pemuda) untuk tidak menjadi “generasi aku” yang tidak sanggup melihat “yang baik” di luar titik pusar pada perut kita sendiri. Namun mencermati keberadaan pemuda belakangan ini, tak terbantahkan “generasi-aku” yang tak mampu melihat “yang baik” di luar titik pusarnya sendiri masih begitu kental. Ada kesan kuat kita sebagai pemuda gagal “membudayakan dan mengindonesiakan” Indonesia sebagaimana mestinya, sebagaimana seharusnya. Alih-alih “membudayakan dan mengindonesiakan” Indonesia, persoalan kekinian pemuda kita malah semakin mencemaskan. Kini, kita kehilangan kesanggupan untuk mencipta kehendak bersama. Dengan

kipasan ideologi ekonomi bahwa segalanya harus ditempuh lewat pengejaran kepentingan diri menurut harga pasar, fragmentasi yang tak terhingga adalah hasilnya. Kini, kita memasuki “era tribalisme”. Menanggapi (secara serius) situasi yang mencemaskan dan memprihatinkan ini, Winarno Surakhmad menulis:”Saya terusik ketika para intelektual muda Indonesia, pada hari ini, makin banyak yang lebih fasih saling melempar batu daripada duduk bersama lalu saling bergabung mimpi tanah air, mimpi masa depan dengan sesuatu yang lebih realistis daripada saling melempar batu. Memang saya tidak paham apa maksud saling melempar batu dan merusak berbagai fasilitas yang dibangun untuk masa depan bangsa. Setahu saya, bahasa batu bukanlah bahasa manusia; pun bukan bahasa binatang. Apakah kita merdeka untuk bisa hanya sedangkal itu?” Menggarisbawahi Winarno Surakhmad, Mangombar F. Siregar menulis:”…anak muda sekarang ini seperti kehilangan orientasi. Kegiatan mereka sebagian besar dihabiskan di mal-mal yang lebih menawarkan konsumerisme daripada membina disiplin (dan watak-pen). Bukannya meneguhkan gotongroyong, kita justru lebih sering disuguhi perkelahian antarpelajar, antar mahasiswa, antarwarga, dan seterusnya yang sungguh memprihatinkan”. Deret gejala yang telah sekian lama bergulung-gulung di Indonesia, yaitu daya-cipta dari kata, data, nalar, dan keluhuran sedang diremuk oleh amuk kekerasan, keganasan uang, dan tualang para preman (B.Herry-Priyono), serta anak muda kehilangan orientasi sebagaimana dipaparkan di atas, tidaklah sulit mengenali rantai akibatnya ke berbagai persoalan yang kini membentuk semesta porak-poranda Indonesia. Tak terbantahkan, berbagai aspek kehidupan macam: politik, ekonomi, budaya, hukum, ketatanegaraan, olah raga porak-poranda. Bahkan pada corak acara televisi kita.

Atas situasi yang memprihatinkan ini, Emil Salim menyebut itu semua sebagai ketidaksanggupan “menegakkan kemerdekaan” atas dasar “rasionalitas akal pikiran, kemampuan ilmu sains dan teknologi, pemikiran cerdas dengan stamina juang pelari marathon”. Membudayakan Indonesia Meminjam Daoed Joesoef, bangsa bukanlah suatu pengertian deskriptif. Suatu bangsa bukanlah fakta… Ia berupa status nascendi yang permanen, dari pembawaannya ia selalu in potentia, tidak pernah in actu. Istilah “bangsa” bukan mengatakan keadaan, tetapi suatu gerakan, suatu kemauan, suatu usaha”. Untuk itulah, kita (khususnya para pemuda) harus bangkit, bergerak, berjalan, dan berjuang membentuk Indonesia sebagai bangsa secara sengaja. Komitmen mesti tertanam dalam diri bahwa kita tidak bisa lagi berlama-lama hidup dalam porak-poranda. Kita mesti berdiam diri barang sejenak untuk berkontemplasi, berefleksi, dan melakukan aksi untuk membudayakan dan mengindonesiakan Indonesia. Ini penting mengingat, sebagaimana orang yang tidak pernah berdiam diri barang sejenak hanya akan hidup di permukaan, begitu pula sebuah bangsa yang tidak pernah mengheningkan cipta hanya akan diombangambingkan suasana (lih. B. Herry-Priyono, 2010). Momentum peringatan Sumpah Pemuda yang ke-84, tahun ini (2012), hendaknya dijadikan pondasi untuk mengurus dan mengatur kehidupan berbangsa yang serba majemuk ini yang nyaris dilupakan dalam sepuluh tahun terakhir. Belajar dari kiprah para pemuda era 28an dalam ikut menentukan eksistensi negeri ini, pemuda masa kini tetap harus menjaga dan memiliki semangat heroistic, api semangat Sumpah Pemuda yang membara itu di dalam dadanya. Pemuda masa kini, hendaknya menjadikan Sumpah Pemuda 1928 sebagai inspirasi dan titik tolak dalam mengupayakan kehar-

monisan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara di republik yang bernama Indonesia ini. Pemuda di seluruh tanah air harus membangun kesadaran (habitus) baru, merajud tekad, dan menyulam harapan baru menuju perikehidupan bangsa yang lebih berkeadilan, aman, nyaman, damai, dan berkeadaban. Posisi pemuda yang sangat strategis sebagai tulang punggung dan generasi penerus peradaban bangsa harus menjadi inisiator, pelopor, dan penggerak untuk membudayakan dan mengindonesiakan Indonesia. Mari, melalui momentum peringatan Sumpah Pemuda ini, kita hilangkan bahasa batu, bahasa demo, bahasa caki-maki, sumpah-serapah, pelan tapi pasti diganti bahasa nalar, bahasa cinta, dan bahasa hati. Mari “generasiaku” kita ganti dengan “generasi-kita”. Merawat janjijanji Sumpah Pemuda bukan sebagai hadiah semata, tetapi sebagai urgensi yang telah dan harus dilaksanakan dalam hidup bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara mutlak dilakukan. Para pemuda, generasi peradaban Indonesia, mari kita menjadi bunga. Bunga-bunga akan gugur bukan karena rapuh atau lemah melainkan karena mereka telah selesai melakukan apa yang harus mereka lakukan. Mereka gugur dengan cara paling indah, itu karena tidak ada penyesalan yang mereka rasakan. Pun harusnya kita para pemuda. Andai kita harus melepas jiwa dan raga untuk membudayakan dan mengindonesiakan Indonesia, karena telah menyelesaikan apa yang harus dilakukan, mengapa perlu menyesal? Bukankah itu bakti kita pada negeri tercinta ini? Selamat memperingati dan merayakan Sumpah Pemuda 28 Oktober (2012). Hidup Sumpah Pemuda. Hidup Pemuda Indonesia! Baktimu dinanti Bangsa! Y. PRIYONO PASTI Seorang Pendidik, Alumnus Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, tinggal di Pontura

Penerbit: PT. Borneo Tribune Press. Direktur Utama: W Suwito, SH, MH. Penasehat Hukum: A. Ambo Mangan, SH, MH, Martinus Ekok, SH, MH. Pemimpin Umum: Sisa Primashinta. Senior Editor: H. Nur Iskandar, SP, Tanto Yakobus, Alexander Mering. Wakil Pemimpin Redaksi: Budi Rahman. Redaktur: Andry, Agus Wahyuni, Aulia Marti, Hairul Mikrad, Yusriadi, Viodeogo. Reporter: Abdul Khoir, Andika Lay, Yulan Mirza, Achmad Mundzirin, Achmad Munandar, Ubay. Biro Kubu Raya: Hanoto Jl. Sui Raya Dalam (081522711111). Biro Mempawah: Johan Wahyudi, Jl. Pendidikan Gg. Suka Mulya No.10 (085654587038). Sambas: Amrul Ambiya (Kontributor/Pemasaran), Jl. Suka Mantri (085245527602). Biro Bengkayang: Mujidi, Jl. Pahlawan No. 10, Kelurahan Bumi Emas Bengkayang (085245247955). www.borneo-tribune.net Landak: Yohanes Ngalai/Pemasaran, Jl. Barage Gg. Pak Kasih No. 51 Ngabang (085822062880). Biro Sanggau: Ratnasari Jl. Agus Salim No.10 (085245904505). Biro Melawi: Eko Susilo (0812-56452946) TERBIT SEJAK 19 MEI 2007 Jl. M Saad, Gg. Kayan, Serundung- Nanga Pinoh. Biro Sekadau: Bagus Kosminto, Jl. Irian No. 41 Sekadau Hilir (085245743683). Biro Sintang: Endang Kusmiyati (08524-5006757), Saumin (Pemasaran) (085284291321) Jl. JC Oevang Oeray, Gg. Ahmad 2. Biro Kapuas Hulu: Jl. Kenanga, Ruko Pemda Blok B. 6 Putussibau Utara (08562569007). Ketapang: Jaidi Chandra (Kontributor), Jl. Gajah Mada No. 156 (081345450988). Fotografer: Ulla Asri Sekretaris Redaksi: Erika Sudiardjo Umum: Emiliana (Manajer), Fitriyana,. Percetakan/Pracetak: Ukan Dinata. Staf Pracetak: Fahmi Ichwan, Syam „ Wartawan, Kontributor, Intensive Programme dan Abubakar, M. Taufik,. Staf Percetakan: Andre, Nurhalis, Rustam. Marketing: Sisa Primashinta, Hesty Yosana, Aldi Chairudin, Ardiansyah. Desain Iklan: Atika Ramadhani, M. Affandy,Ferry Ade Putra Freelancer Borneo Tribune dibekali identitas, surat Sirkulasi: Dhani, Suprianto. Keuangan: Jumi Erlinasari, Tri Agustin, Kusnan, Husada, IT: Iwan Siswanto. Tarif Iklan: BW (black and white) Rp 6000/mm kolom, Full Colour hal 1 Rp 15.000/mm kolom, tugas atau tanda pengenal (ID-Card) dan dalam mehalaman dalam Rp 12.000/mm kolom. Alamat Kantor Bisnis dan Alamat Redaksi: Jalan Purnama Dalam No 2 Pontianak Telpon 0561-767788 Fax 0561-766103. E-mail: borneotribune@yahoo.com laksanakan tugas jurnalistiknya tidak diperkenankan menerima suap atau amplop

Borneo Tribune


Serba Serbi

Borneo T Tribune

Kamis, 1 November 2012

Jelajah Sungai Bawah Tanah Terindah di Dunia Borneo Tribune, Jakarta Selain Gunungkidul, DIY yang punya sungai bawah tanah di Goa Pindul, Filipina juga punya Underground River di Pulau Palawan. Mantan kandidat New7 Wonders ini menjadi favorit, karena dianggap sebagai sungai bawah tanah terindah di dunia. Selain di Gunungkidul, DI Yogyakarta yang punya sungai dalam gua di Goa Pindul, Filipina juga punya Underground River di Pulau Palawan. Destinasi ini pun kian menjadi incaran wisatawan. Underground River, tempat wisata yang terletak di Pulau Palawan, sebelah barat Filipina ini kian ramai diperbincangkan setelah sempat masuk dalam kandidat New7Wonders. Destinasi ini yang masuk dalam kategori alam ini, sejajar dengan TN Komodo dari Indonesia. Tempat ini kurang lebih memiliki banyak kesamaan dengan objek wisata Goa Pindul yang terletak di Kabupaten Gunungkidul. Hanya yang membedakan tempat ini adalah sungai yang mengalir di dalam gua langsung mengalir ke laut dan jarak sungai ini lebih panjang dari yang ada di Goa pindul. Kenapa tidak mencoba se-

suatu hal yang baru walau ada sedikit persamaan. Untuk penerbangan menuju Puerto Princessa ini, hanya bisa ditempuh dari Manila, Clark (bandara kedua di Manila) dan Cebu. Ada banyak pilihan maskapai di sini, mulai dari Cebu Pacific, Airphill Express, Zest Air, SeAir, AirAsia Philippines, dan Phillipines Airlines. Untuk menuju Manila, wisatawan bisa menggunakan Cebu Pacific yang terbang langsung Jakarta menuju Manila. Bisa juga memilih AirAsia yang terlebih dulu transit di Kuala Lumpur atau Tiger Airways dan Jetstar yang transit di Singapura. Sebelum menuju Underground River, wisatawan harus mendaftarkan diri terlebih dahulu di kantor bagian perizinan di dekat bandara. Sebab kalau belum mendaftarkan diri, wisatawan tidak diizinkan untuk mengunjungi Underground River karena banyaknya pengunjung yang mendatangi objek wisata tersebut. Jadi, dengan kata lain wisawan yang datang harus dibatasi terlebih dahulu. Setelah mendapatkan izin dari kantor perizinan, barulah melanjutkan perjalanan ke Pantai Sabang yang ditempuh dalam perjalanan

Tour boat underground river. Foto Istimewa darat kurang lebih 2 jam. Ada van dan jeepney untuk menuju Pantai Sabang. Traveler perlu merogoh kocek 300 Peso (Rp 70.000) untuk van dan 120 Peso (Rp 28.000) untuk jeepney dari Terminal San Jose. Di Sabang kita harus melapor dulu sebelum menuju Underground River dan diha-

ruskan menyewa boat untuk mengantar wisatawan ke muara Underground River. Satu boat bisa diisi 6 orang dengan harga satu boatnya sekitar 600 Peso (Rp 140.000). Kebetulan kami cuma berdua, jadi kami menunggu pengunjung lain untuk berbagi boat sehingga biaya yang dikeluarkan lumayan hemat. Selama perjalanan dari dermaga sampai pantai tempat awal tur Underground River, traveler disuguhi ber-

bagai pemandangan indah. Ditambah dengan bentang pantai berpasir putih dengan bebatuan yang masih alami. Sampai di pantai, kita sudah di sambut dengan pantai pasir putih yang jernih dan harus menyusuri sedikit hutan monyet menuju tur boat Underground River. Panjang sungai yang mengalir di dalam goa ini, diperkirakan sekitar 24 km. Sepanjang tur kita bisa menikmati berbagai bentuk stalaktit dan stalakmit. Se-

runya, satalaktit dan stalakmit ini memiliki bentuk-bentuk yang unik. Bila Anda berkunjung ke sana, berikut sedikit kosakata Tagalog yang bisa membantu, selama berkomunikasi di sana. Ada “salamat po” yang berarti terima kasih, “bawal” berarti jangan, “para po” berarti stop biasanya digunakan saat naik jeepney (semacam kiri Bang kalau naik angkutan umum, dan “wala” berarti tidak apaapa. (detiktravel)†

3

Berburu Ala Suku Halmahera Barat Borneo Tribune, Jakarta Dalam perjalanan ke Halmahera Barat, Vika fitriyana melihat perburuan sogili ala Suku Tabaru. Rimbunnya hutan Halmahera Barat membuat kuskus maluku masih bisa ditemui di sini, hewan khas Maluku Utara. Inilah serunya berpetualang ala Suku Tabaru, dapat mempelajari keahlian-keahlian yang dimiliki oleh beragam suku di Indonesia. Kali ini Vika Fitriyana akan mengikuti perburuan suku Tabaru di pedalaman Halmahera Barat. Suku Tabaru tinggal di lereng Gunung Ibu, membuat petualangan kali ini penuh dengan tantangan. Apa lagi Gunung Ibu ini merupakan gunung berapi yang masih aktif hingga kini. Bersama dengan Suku Tabaru, Vika melihat keseharian mereka mencari asupan protein yang bersumber dari belut marmer. Warga setempat menyebutnya dengan sebutan sogili. Warga Tabaru biasa menangkapnya dengan menggunakan perangkap bubu. Rimbunnya hutan Halmahera Barat memberikan kesempatan berharga lainnya, yaitu dapat melihat kuskus liar di alamnya. kuskus Maluku termasuk binatang endemik Indonesia. Penyebarannya meliputi Maluku Utara, termasuk Pulau Halmahera, Bacan, dan Morotai. Kuskus sering terlihat di ketinggian 100 meter dari permukaan laut. (detiktravel)†

“Metode Efektif Atasi Diabetes Hingga Tuntas”

PENGOBATAN SINSHE TCM YANG MANJUR, SATU-SATUNYA DI PONTIANAK Hongkong Medistra TCM Pontianak, Pengobatan dengan Metode TCM (Traditional Chinese Medicine) yang ternama, merupakan gabungan dari pengobatan, penelitian TCM, pencegahan penyakit kronis dan terapi penyembuhan. Didukung oleh konsultan Sinshe ahli TCM ternama dari Tiongkok yang sudah sangat berpengalaman; memanfaatkan resep TCM dan teknologi tinggi yang menghasilkan obat tradisional efektif, dengan system diagnose TCM yang tepat, obat tradisional terkini dari Tiongkok dan pengobatan elektroterapi, titik nadi, akupuntur, tuina, terapi lainnya, sangat efektif, khususnya bagi pasien yang menderita penyakit kronis. Waspadalah! jumlah penderita diabetes di Indonesia terus meningkat tajam, diprediksi ada jutaan orang terkena diabetes. jika tidak diobati sedini mungkin secara tepat dan efektif, beresiko merusak organ penting tubuh lain seperti: hati, paru-paru, ginjal, limpa, reproduksi, dan sistem syaraf, juga bisa menyebabkan uremia. Itulah sebabnya data WHO terkini menyatakan persentase angka kelumpuhan maupun kematian akibat penyakit diabetes dan berbagai macam komplikasi menakutkan ini terus meningkat pesat. Untuk mengatasi penyakit diabetes dan komplikasinya, Hongkong

Medistra TCM (Traditional Chinese Medicine) yang terdepan yakni “Bai Wei Hu Yi Liao Fa” mengatasi penyakit dengan ramuan herbal yang disesuaikan jenis dan kondisi penyakit penderita, dihasilkan dari 33 jenis obat berharga ditambah 28 jenis obat organik, daya serap obat sangat tinggi, rata-rata penderita diabetes setelah diobati sekitar 5-10 hari, gula darah menurun, gejala seperti kaki tangan kesemutan, seluruh badan tidak bertenaga, insomnia, dll berkurang secara nyata. Rata-rata setelah 40-60 hari, gula darah stabil, gejala komplikasi menghilang, daya tahan tubuh meningkat, keseluruhan tubuh membaik, sebagian pasien bisa berhenti konsumsi obat, fungsi insulin dan system sekresi normal kembali, fungsi reproduksi pria kembali normal, sudah bisa kembali merasakan kehidupan sehat yang normal. Sudah banyak penderita merasakan khasiat mujarabnya, tidak ada efek samping, tidak menimbulkan ketergantungan, tidak berpengaruh penderita menderita 10-20 tahun, kondisi penyakit parah/ringan, setelah diobati bisa menurunkan gula darah dan gula kencing hingga normal dan seimbang, sesudah diatasi hingga keakar-akarnya tidak mudah kambuh.

Untuk Konsultan & Pengobatan Hubungi :

HONGKONG MEDISTRA TCM Jl. H. Agus Salim No. 126 Pontianak - Kalimantan Barat Telp. (0561) 733268 HP. 0821 5279 7888 Hari Senin - Sabtu Buka Jam 09.00 s/d 17.00 WIB Minggu & Libur Besar Jam 09.00 s/d 13.00 WIB


Kalimantan Barat - Kota Pontianak Borneo Tribune

Kamis, 1 November 2012

4

Ketua Dewan Pengurus Korpri Kukuhkan Pengurus Unit PNS Wajib Mengerti Etika Aturan Yang Benar & Jujur

CMYK

”Satukan irama langkahmu, bersatu tekad menuju kedepan. Berjuang bahu membahu tenaga tak segan. Membangun negara nan jaya, membina bangsa besar sejahtera, memakai akal dan daya. Membimbing membangun mengemban berdasarkan Pancasila, UUD 1945, serta dipandukan oleh Haluan Negara kita Maju Terus. Dibawah Panji Korpri, kita mengabdi tanpa pamrih di dalam naungan Tuhan Yang Maha kuasa, Korpri Maju Terus”. Petikan Mars Korpri ini menjadi salah satu motivasi bagi anggotanya yang juga PNS di Provinsi Kalbar untuk maju terus dalam mengabdi tanpa Pamrih dibawah Panji Korpri. Dalam upaya mempersatukan visi dan misi seperti yang tercetus dalam Mars Korpri, Dewan Pengurus Unit Korpri Provinsi Kalbar, Rabu (31/10) dikukuhkan oleh Ketua Dewan Pengurus Provisni Kalbar Drs M Zeet Hamdy Assovie, di Balai

Pertemuan Bhinneka Karya Abdi Negara. Dalam Pengukuhan ini, sebanyak 13 unit Dewan Pengurus Korpri termasuk 1 Instansi Vertikal Polda Kalbar juga mengikuti apel Pengukuhan dengan penyerahan panji Korpri kepada masing-masing Dewan Pengurus Unit Korpri Provinsi Kalbar, Periode Tahun 20122017. Dengan dikukuhnya Dewan Pengurus Unit ini, saat ini masih menyisahkan 31 Dewan Pengurus Unit yang belum dikukuhkan. Menurut Ketua Dewan Pengurus Korpri Provinsi Kalbar, Drs M Zeet Hamdy Assovie, generasi saat ini diamanahkan untuk melanjutkan pembangunan yang sudah ada dan tidak boleh berhenti selama bangsa ini masih ada di muka bumi dengan masyarakat. “Inilah kemurnian nurani yang luhur atas keinginan mengabdi seorang PNS. Tekad pengabdian dimulai saat mereka berpikir bagaimana menjadi seorang PNS dengan cara, serta etika aturan yang benar dan jujur. Jujur adalah awal kepercaya-

an yang akan memposisikan diri kita menjadi panutan bagi orang lain tanpa pernah kita memintanya,” kata M Zeet Hamdy Assovie. Dikatakannya juga, dalam membangun daerah ini, PNS adalah ujung tombak pelaksanaannya program kerja pemerintah. “Bekerjalah dengan baik, karena kita selaku PNS harus mendukung program kerja yang telah disusun oleh Pemerintah, baik jangka pendek, maupun panjang,” jelasnya. Isu-isu di bidang kepegawaian yang sering muncul pada akhir-akhir ini, diantaranya, penerapan manajemen kepegawaian yang belum mencerminkan prinsip keadilan, keterbukaan, kesejahteraan, serta intergritas dan kompentisi, baik pada tahap pengadaan dan seleksi, promosi dan mutasi, penilaian kinerja, pola karier, pengendalian jumlah dan distribusi pegawai, hingga penetapan pensiun. “Dalam beberapa hal manajemen kepegawaian ini sarat dengan praktek KKN,” ujarnya. Dijelaskannya lagi, seca-

TNI AD Gelar Latihan Intensif Andika Lay Borneo Tribune, Pontianak Dewasa ini, perkembangan lingkungan strategis bergerak sangat dinamis yang diwarnai ketidakpastian dengan segala dampaknya yang dapat mempengaruhi semua aspek kehidupan nasional. “Apabila hal ini tidak diantisipasi dan ditangani secara sungguh-sungguh, dapat menjadi potensi ancaman terhadap keutuhan wilayah dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” kata Danrem 102/ Pjg, Kolonel Czi Irwan selaku Irup pada upacara pembuka gladi posko Yonif 631/ Atg, Senin (29/10) lalu. Seiring dengan perkembangan lingkungan strategis tersebut, menunjukkan bahwa tugas-tugas TNI-AD, khususnya Korem 102/Pjg dan jajarannya dimasa mendatang jelas akan semakin berat dan kompleks. “Kita harus yakin, tugastugas ini akan dapat dilaksanakan sebaik-baiknya, jika disadari secara sungguh-sungguh bahwa latihan adalah kebutuhan mendasar bagi setiap satuan dan prajurit dalam meningkatkan profesionalismenya,” jelasnya. Dikatakan olehnya pula, kondisi ini hanya dapat dicapai bila seluruh satuan di jajaran Korem 102/Pjg mampu memelihara sistem kesiapsiagaan operasionalnya melalui berbagai kegiatan latihan yang ter-

program dan terukur seperti latihan gladi Posko yang dilaksanakan saat ini. Terprogram artinya latihan ini merupakan latihan lanjutan dari pentahapan latihan-latihan sebelumnya sedangkan terukur artinya latihan harus memenuhi standard dan mencapai sasaran yang telah ditentukan sesuai dengan tugas yang akan dilaksanakan. “Kesuksesan dalam melaksanakan gladi posko dapat dicapai bila para pelaku secara sadar memiliki kesungguhan dan meyakini bahwa kegiatan ini merupakan latihan lanjutan dari latihan-latihan sebelumnya, serta untuk meningkatkan kemampuan Komandan dan Staf dalam melaksanakan komando pengendalian dimulai dari proses perencanaan dan kesiapan operasional,” ujarnya. Penyelenggaraan gladi posko ini, dinilainya sebagai suatu kegiatan yang sangat penting dan memiliki bobot yang sangat strategis bagi Batalyon Infanteri 631/Atg dalam menghadapi tugastugas mereka kedepan. “Gladi Posko ini untuk melatih para Komandan dan Staf dalam merencanakan suatu operasi yang mencakup keterpaduan, kerjasama dan koordinasi dalam mengambil keputusan taktik dan teknik, olah yudha, prosedur dan tata kerja yang berlaku disuatu operasi komando, kodal operasi serta pengintegrasian kemampuan satuan yang dimiliki dalam mendukung pencapaian

tugas pokok,” katanya. Sasaran yang ingin dicapai dalam kegiatan gladi posko ini adalah untuk meningkatkan kemampuan Komandan dan Staf dalam melaksanakan komando pengendalian suatu kegiatan dalam proses perencanaan dan siap operasi, meningkatkan kemampuan tentang prosedur hubungan komandan dan Staf dalam mekanisme suatu posko, meningkatkan kemampuan komando pengendalian serta penerapan taktik dan teknik dalam melaksanakan operasi dan meningkatkan kemampuan Komandan dan Staf dalam hal koordinasi, kerjasama dan keterpaduan pada proses perencanaan kesiapan pelaksanaan operasi, pemberdayaan semua kemampuan satuan secara terintegrasi serta kemampuan olah yudha. “Tujuannya adalah meningkatkan kemampuan Komandan dan staf dalam operasi bantuan yang meliputi aspek kodal dan prosedur bantuan administrasi sebagai bagian dari satuan yang lebih besar dalam rangka pembinaan wilayah. Untuk melatih prosedur hubungan Komandan dan staf dalam berkoordinasi dengan pihak Pemda dan instansi terkait dalam suatu operasi bantuan penanggulangan bencana, sesuai dengan tema gladi posko. Batalyon Infantri 631/Atg melaksanakan operasi militer selain perang dalam rangka menjaga keutuhan NKRI,” ingatnya. o

BERITA ACARA Ketua Dewan Pengurus Korpri Provinsi Kalbar, Drs M Zeet Hamdy Assovie didampingi Sekretaris Dewan Pengurus Korpri Kalbar, Drs H Syarif Yusriansyah menyaksikan penandatangan Berita Acara secara simbolis oleh Ketua Dewan Pengurus Korpri Unit Bank Kalbar, Sudirman HMY dalam rangkaian Pengukuhan Dewan Pengurus Korpri. FOTO Andika Lay/Borneo Tribune. ra politik, aparatur negara masih mudah diintervensi oleh kepentingan-kepentingan politik yang bersifat se-

saat dan jangka pendek. Selain isu-isu strategis di bidang kepegawaian, masalah yang sering ditemukan

dalam praktek manajemen kepegawaian adalah mengenai adanya berbagai Peraturan Perundang-undangan

yang dapat menimbulkan ketidaksinkronan dan menyulitkan pembinaan PNS secara nasional. o

Deklarasi Pengusaha Muda Indonesia Membangun Perekonomian Nasional Peran pemuda dalam sejarah nasional jelas sudah tidak dapat dibantah lagi. Dari runtutan sejarah, sejak zaman merebut kemerdekaan, mempertahankan, dan mengisi kemerdekaan, silih berganti pemuda-pemuda indonesia mengukir tinta emasnya dalam pembangunan nasional. 1908 sekumpulan anak muda Indonesia menyatukan tekad mendirikan Boedi Oetomo. Dilanjutkan dengan Sumpah Pemuda 1928, malaria, dan Reformasi 1998. Bahkan hingga saat ini, semakin banyak tokoh-tokoh muda berprestasi mengharumkan nama bangsa dan Negara. Dalam perkembangannya Pemuda Indonesia kini menghadapi tantangan baru. Dimana perekonomian nasional menjadi kunci utama dalam pergerakan nasional. Penerapan AEC 2015 Pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2012 diperkirakan lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi Negara-negara ASEAN lainnya, seperti Malaysia (5,2 %), Thailand (4,5 %), Filipina (5,0 %) dan Singapura (4,4 %). Indonesia sendiri menargetkan pencapaian pertumbuhan ekonomi sebesar 6,5- 6,9 %. Dari sisi perdagangan internasional, meskipun volume perdagangan dunia melambat di tahun 2012, ekspor-impor tetap meningkat masing-masing sebesar

14,9-15,3 % dan 18-18,4 %. Beberapa langkah yang dilaksanakan pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi adalah meningkatkan daya beli masyarakat melalui pengendalian laju inflasi dan mendorong realisasi penyerapan anggaran, memperbaiki iklim investasi dan mempercepat pembangunan infrastruktur. Namun di balik optimisme membaiknya perekonomian nasional, Indonesia tetap harus mewaspadai tantangan ekonomi dunia dan domestik di masa-masa mendatang. Krisis Eropa yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda, gejolak harga komoditas dan energi dunia, tingginya konsumsi BBM dalam negeri, hingga masalah penyediaan infrastruktur, merupakan tantangan-tantangan yang akan menentukan pencapaian target perekonomi Indonesia ke depan. Apalagi kedepan di 2015 Indonesia juga akan terintegrasi dalam ekonomi ASEAN yang dikemas dalam AEC 2015. Dimana persaingan bukan hanya berasal dari dalam negeri, namun juga pengusaha-pengusaha di kawasan ASEAN. Maka sangat wajar jika seluruh stakeholder perekonomian nasional harus tetap waspada. HIPMI menyadari betapa tantangan ini harus segera di jawab. “Kami sepakat, untuk menjadi bangsa yang

besar, pengusaha muda Indonesia harus bersamasama menyatukan tekad mendukung upaya pemerintah dalam pembangunan ekonomi nasional,” ungkap Ketua umum BPP HIPMI Raja Sapta Oktohari. Komitmen HIPMI ini akan kami tuangkan dalam Deklarasi Pengusaha Muda Indonesia Mendukung Pembangunan Ekonomi Nasional yang dilaksanakan di Garuda Wisnu Kencana, Bali, pada tanggal 28 oktober 2012. “Sumpah Pemuda 84 tahun silam merupakan inspirasi kami dalam memberikan pengabdian kami bagi Negara. Semangat kebangsaan ini seharusnya

tumbuh di hati para pengusaha muda Indonesia,” lanjutnya. Seiring dengan komitment pengusaha muda ini, seharusnya pemerintah juga memberikan affirmative action bagi pengusaha pemula. Termasuk salah satunya memberikan payung hukum yang jelas bagi pengusaha muda di Indonesia. “Payung hukum ini bisa berupa Keputusan Presiden, UU atau apapun bentuknya. Namun yang pasti harus mampu memberikan keberpihakan bagi pengusaha pemula. Keberpihakan ini bisa berupa dalam membuka akses permodalan, pembinaan, dan pendampingan ” lanjut Okto. o

DEKLARASI PENGUSAHA MUDA INDONESIA Dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Esa Kami Pengusaha Muda Indonesia mengaku bahwa bangsa indonesia adalah bangsa yang besar, kuat dan kaya raya Kami Pengusaha Muda Indonesia bertekad bahwa bangsa indonesia harus menjadi bangsa yang bebas dari kemiskinan, pengangguran dan keterbelakangan. Kami Pengusaha Muda Indonesia bersumpah, untuk bekerja keras dan bersatu membangun perekonomian bangsa Indonesia yang sejahtera dan berkeadilan. Bali, 28 Oktober 2012

CMYK

Andika Lay Borneo Tribune, Pontianak


Mempawah-Kubu Raya Borneo Tribune

Kamis, 1 November 2012

5

BKPPP Gelar Rakor Ketahanan Pangan Memantapkan ketahanan dan mewujudkan kemandirian pangan di wilayah Kabupaten Pontianak. Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksanaan Penyuluh (BKPPP), Rabu (31/10), kemarin melaksanakan koordinasi dan sinkronisasi Dewan Ketahanan Pangan (DKP). Acara yang dibuka langsung Bupati Pontianak, Ria

Norsan, di aula Kantor Bupati ini, juga dihadiri DKP Provinsi Kalbar, Ketua DPRD, Rahmad Satria, Forkompimda, Kepala SKPD, DKP Kabupaten Pontianak, Camat, Kepala UPTBKP3 Se Kabupaten Pontianak dan Lembaga Swadaya Masyarakat. “Diharapkan Rakor ini, bisa menjadi sarana evaluasi terhadap program-program yang dilaksanakan Dewan Ketahanan Pangan, supaya waktu kedepan program semakin sukses dalam

merumuskan langkah dan strategi dalam upaya peningkatan produksi dan cadangan pangan masyarakat serta mengantisipasi gejolak pangan dimasyarakat,” kata Bupati Pontianak, Ria Norsan. Sedangkan Ketua Panitia Kabid Ketahanan Pangan BKPPP, Munadi, mengatakan dilaksanakannya Rakor DKP tersebut, juga dalam rangka mengevaluasi program ketahanan pangan tahun 2011, mengkoordinasikan program ketahanan

pangan tahun anggaran 2012 pada masing-masing sub suktor, serta mengambil langkah-langkah kebijakan program kethanan pangan tahun 2013. Sedangkan Asisiten II Setda Kabupaten Pontianak, Ismail mengatakan pembangunan ketahanan pangan diprioritaskan pada upaya pemberdayaan masyarakat agar mampu menanggulangi masalah pangan secara mandiri serta mewujudkan ketahanana pangan secara berkelanjutan. o

Ramai-ramai Daftar Bacaleg Partai Nasdem Hairul Mikrad Borneo Tribune, Pontianak Sejumlah pengurus harian DPC Partai Nasdem Kubu Raya, Rabu (31/10) siang kemarin mendaftar sebagai calon anggota legislative (Bacaleg) untuk DPRD Kubu Raya di sekretariat DPD Partai Nasdem Kubu Raya. Pendaftaran tersebut diterima langsung Ketua DPD Partai Nasdem Kubu Raya, Randi Suzaini, SE, MM didampingi Ketua Badan Advokasi Hukum, H Edy Nirwana, SH. “Kami dari pengurus harian DPD termasuk calon dari internal Partai Nasdem mendaftar sebagai Bacaleg. Kita mendorong kaum wanita untuk menjadi bacaleg dan alhamdullilah cukup banyak yang berminat. Ini menunjukkan tingginya keterwakilan perempuan,”

DAFTAR Bacaleg dapil Sungai Raya diabadikan bersama Ketua DPD Partai Nasdem Kubu Raya, Randi Suzaini, SE, MM didampingi Ketua Badan Advokasi Hukum, H Edy Nirwana, SH. FOTO: Hairul Mikrad/ Borneo Tribune

ungkap Ketua DPC Partai Nasdem Sungai Raya, Andy Suwandi. Dikatakan Andy, pendaftaran sendiri mengikuti mekanisme yang sudah ditetapkan partai. “Kita mendaftar, dan nanti partai yang menetapkan

Bacaleg menjadi Caleg. Tentu akan ada seleksi karena Partai Nasdem akan memilih Caleg-caleg yang berkualitas demi restorasi Indonesia,” jelas Andy. Andy mengaku dirinya mendaftar ini dengan sema-

ngat perubahan. “Untuk perubahan Indonesia menjadi jauh lebih baik, Partai Nasdem harus menang. Kami di Sungai Raya siap memenangkan Partai Nasdem pada Pemilu 2014 mendatang,” ucap Andy. o

KKR Siap Jalin Kerjasama dengan Pertamina Achmad Munandar Borneo Tribune, Kubu Raya Pemerintah Kabupaten Kubu Raya menyatakan siap melakukan kerjasama dengan PT Pertamina dan mengapresiasi kepada BUMN yang bergerak di bidang energi tersebut karena bersedia turut serta dalam program konversi BBM ke gas elpiji pada perahu bermotor.

“Saya rasa jika Pertamina mau ambil turut serta dalam program pengadaan perahu bermotor gas kita sangat tepat, karena sebagai salah satu BUMN yang menyediakan kebutuhan bahan bakar bagi masyarakat, program konversi BBM yang kita laksanakan tentu akan sangat membantu pertamina sendiri. Makanya kita memberikan apresiasi jika pertamina mau turut serta terhadap rencana yang akan kita

lakukan kedepannya,” kata Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan, Rabu (31/10). Muda menjelaskan, selama ini masyarakat Kubu Raya terutama yang berada di daerah pesisir dan terpencil dan bekerja sebagai nelayan cukup kesulitan dalam mendapatkan BBM untuk akomodasi mereka melaut. Berdasarkan hal tersebut. Belum lagi harga BBM yang cukup mahal bagi nelayan, semakin mempersulit ma-

syarakat untuk meningkatkan tahap kehidupannya. Menurut Muda, Pemkab Kubu Raya berinisiasi untuk mengembangkan mesin kendaraan bermotor dengan menggunakan bahan bakar elpiji pada perahu nelayan. “Dan kita sangat bersyukur karena sejak hal tersebut kita publikasikan, banyak pihak yang mau membantu, terutama dari BUMN dan perbankan seperti BI,”tuturnya. o

Baliho Liar Ditertibkan Achmad Munandar Borneo Tribune, Kubu Raya Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah bersama Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Kubu Raya menertibkan puluhan spanduk dan baliho reklame yang ada di Kecamatan Sungai Raya. “Ini upaya menertibkan

banyaknya baliho dan papan reklame liar yang ada di sepanjang jalan Adi Sucipto dan simpang Polda Kalbar. Selain merusak pemandangan, baliho dan papan reklame liar tersebut jelas merugikan kas daerah. Karena seharusnya itu bisa mendatangkan pajak dan PAD, namun karena dipasang liar, jadi hanya menguntungkan pihak pe-

masang saja, makanya kita tertibkan,” kata Kepala DPKAD Kubu Raya, Yusran Anizam, Rabu (31/10). Ia menyatakan, penertiban itu sementara ini baru dilakukan di sepanjang simpang Polda Kalbar hingga jalan Adi Sucipto. Kedepan pihaknya akan kembali melakukan penertiban di sepanjang Jalan Sungai Raya Dalam yang juga banyak ter-

pasang baliho dan papan reklame yang tidak mengantongi izin. Umtuk saat ini, lanjut Yusran mengatakan, bahwa terdapat banyak vendor yang ada di Kubu Raya. Sehingga itu menjadi salah satu andalan penerimaan pajak Pemerintah Kubu Raya. “Khusus pajak reklame, penerimaan pajaknya di urutan ketiga,” katanya. o

Bebaskan Biaya Bagi Siswa Kurang Mampu Achmad Munandar Borneo Tribune, Kubu Raya Pemerintah Kabupaten Kubu Raya melalui Dinas Pendidikan setempat menyatakan siap membebaskan biaya apapun untuk pendidikan kepada anak yang kurang mampu, dalam rangka menuntaskan angka anak putus sekolah di Kabupaten

Kubu Raya. “Jika masih ada masyarakat yang sengaja tidak menyekolahkan anaknya, dengan alasan tidak memiliki biaya, jelas itu tidak akan kita benarkan. Karena saat ini kita sangat serius untuk menuntaskan angka anak putus sekolah,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kubu Raya, Frans Randus, Rabu (31/10).

Ia menyatakan, siap untuk menerima keluhan masyarakat dan akan menerima langsung masyarakat yang memerlukan biaya untuk pendidikan. “Seandainya ada orangtua yang tidak memiliki biaya untuk sekolah anaknya, silahkan datang langsung ke Dinas Pendidikan. Saya sendiri yang akan menerima orang tua siswa tersebut dan

akan langsung kami bantu,” ungkapnya. Menurutnya, sejauh ini sudah ada dua orangtua siswa yang datang ke pihaknya untuk meminta keringanan biaya pendidikan. Menanggapi hal tersebut, pihaknya langsung mengambil langkah untuk mengintervensi pihak sekolah agar tidak melakukan pemungutan terhadap siswa tersebut. o

Dewan Apresiasi PTSP Kubu Raya

Ini bisa menjadi contoh bagi jajaran birokrasi dan kita semua Suprapto, SH, MH

Johan Wahyudi Borneo Tribune, Mempawah

Hairul Mikrad Borneo Tribune, Pontianak Keberhasilan Penyelenggara Pelayan Terpadu Satu Pintu (PPTSP) BMPT Kubu Raya masuk tiga besar terbaik se-Indonesia mendapat apresiasi dari Ketua Komisi B DPRD Kubu Raya, Suprapto, SH, MH. Prestasi di penghujung tahun 2012 tersebut diraih setelah menyisihkan 236

PTSP-se Indonesia. “Dalam usia Kubu Raya baru lima tahun mampu memberikan contoh pada PTSP Kabupaten lain di Kalimantan Barat dan provinsi lainnya. Terbukti kita mampu meraih prestasi masuk 3 nominasi besar mengalahkan PTSP yang lebih dahulu berkembang walaupun tidak memiliki gedung yang rep” ucap Suprapto. Dikatakan Suprapto, dengan anugerah yang akan diterima ini, Dewan akan lebih banyak memberikan perhatiannya pada BPMPT Kubu Raya. “Bagaimana tidak ? BPMPT merupakan pintu awal bagi pengusaha atau investor menanamkan modalnya di sini. Jadi APBD bisa lebih meningkat,” ucapnya. Suprapto berharap keberhasilan ini bisa menjadi motivasi pada SKPD lainnya, untuk lebih mengutamakan dan mengedepankan pelayanan masyarakat. “Ini bisa menjadi contoh bagi jajaran birokrasi dan kita semua,” ungkap Legislator Partai Golkar Kubu Raya ini. o

Partai Nasdem Kabupaten Pontianak Diserbu Bacaleg Johan Wahyudi Borneo Tribune, Mempawah Sekretaris Ormas Nasional Demokrat (Nasdem) Kabupaten Pontianak, Supardi Abdul Wahab, mengatakan semenjak dibukanya pendaftaran baik dari kalangan internal maupun eksternal, sekretariatan DPD Partai Nasdem Kabupaten Pontianak diserbu Bakal Calon Legislatif (bacaleg). “Semenjak pendaftaran dibuka 9 Oktober sampai 31 Oktober sudah puluhan Bacaleg yang mengambil fomulir pendaftaran calon anggota legislatif dari Partai Nasdem,” kata Supardi Abdul Wahab, di-

temui di Sekretariat Partai Nasdem Kabupaten Pontianak, di Jalan Raya Kuala Secapah. Mereka mendaftar masing-masing Dapil 1 Kecamatan Siantan dan Segedong, Dapil 2 Kecamatan Sungai Pinyuh dan Anjongan, Dapil 3 Kecamatan Mempawah Hilir dan Mempawah Timur, dan Dapil 4 Kecamatan Toho, Sadaniang dan Sungai Kunyit. “Partai Nasdem siap mengusung para calon yang punya kapabilitas cukup tinggi, aksepsibilitas cukup luas, tidak cacat hukum serta siap 24 jam bekerja untuk rakyat. Bahkan kita menargetkan, bisa menjadi pemenang di Kabupaten Pontianak ini,” katanya. o

Bupati Akui Keterlambatan APBD-P Johan Wahyudi Borneo Tribune, Mempawah Raperda tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) Tahun Anggaran 2012 menjadi peraturan daerah, Selasa (30/10) kemarin, akhirnya disahkan setelah enam Fraksi DPRD Kabupaten Pontianak menyetujuinya. Meski menyetujui, Fraksi-Fraksi DPRD juga memberikan catatan bagi Pemkab Pontianak untuk ditindaklanjuti, diantaranya terkait penambahan anggaran di setiap SKPD hendaknya dapat dimanfaatkan secara optimal demi kebutuhan masyarakat. Bupati Pontianak, Ria Norsan, atas

nama Pemkab Pontianak mengakui kesalahan atas keterlambatan pengajuan Raperda APBD Perubahan ke DPRD. “Keterlambatan ini tidak lain disebabkan kita masih menunggu hasil pemeriksaan BPK RI, maupun bahan kelengkapan lain yang akan disampaikan dalam Raperda tersebut,” ucapnya. Terkait dengan adanya peningkatan APBD Kabupaten Pontianak setiap tahunnya, dijelaskan bupati tidak terlepas dari dukungan legislatif kepada eksekutif. Saat ini APBD Kabupaten Pontianak sudah hampir mendekati besaran APBD induk Kabupaten Pontianak sebelum pemekaran dengan Kubu Raya, yakni menembus angka Rp 600 milyar lebih. o

DPRD Solsel dan Tuban Kunjungi Mempawah Johan Wahyudi Borneo Tribune, Mempawah Tertarik pengembangan sektor pertambangan di Kabupaten Pontianak, DPRD Kabupaten Solok Selatan (Solsel), Provinsi Sumatera Barat dan DPRD Tuban, Jawa Timur, Selasa (30/10), kemarin bertandang ke Mempawah dan diterima langsung Bupati Pontianak, Ria Norsan di Aula Kantor Bupati Pontianak. “Mudah-mudahan ini menambah ikatan silahturahim antara tiga kabupaten,” ucap Bupati Pontianak, Ria Norsan. Sementara itu, ketua rombongan DPRD Solok Selatan, Edi Susanto, menjelaskan agenda utama kunker DPRD Solok adalah untuk mengetahui sistem tata pemerintah-

an, serta sektor pertambangan khususnya tatacara penarikan retribusinya. “Walaupun APBD kami lebih besar, tapi kami tahu Kabupaten Pontianak lebih maju. Karenanya, kami ingin belajar lebih dalam tentang tata pemerintahan dan pengelolaan pertambangan di daerah ini,” ujarnya. Hal senada juga disampaikan ketua rombongan DPRD Tuban, Agung Suprianto, yang mendapat informasi sektor pertambangan di Kabupaten Pontianak sangat menjanjikan, sehingga pengelolaannya oleh Pemkab Pontianak bisa menjadi bahan pembelajaran bagi Kabupaten Tuban. “Hasil studi banding ini diharapkan nantinya bisa menjadi bahan referensi bagi kami untuk bahan perbandingan bagi Kabupaten Tuban,” ucapnya. o


Bengkayang Borneo Tribune

Kamis, 1 November 2012

6

HKG PKK KB Kes 2012

PKK Bengkayang Targetkan 3.263 Akseptor Mujidi Borneo Tribune, Bengkayang Kantor Kecamatan Samalantan, Bengkayang, Rabu (31/10) dipilih menjadi lokasi pencanangan HKG PKK KB Kes 2012 mulai Oktober-Desember mendatang. Kegiatan itu dihadiri Bupati Bengkayang, Suryadman Gidot, Wakil Ketua TP PKK Kalbar, Ny. Karyanti Cristiandy Sanjaya, Ketua TP PKK Bengkayang, Ny. Femi Suryadman Gidot, jajaran Forkopimda se-

Kalbar. Ny. Femi Suryadman Gidot mengatakan tujuan pencanangan HKG PKK tersebut adalah untuk meningkatnya kualitas cakupan dan kualitas pelayanan program PKK KB Kesehatan di Bengkayang. Tema yang diusung dalam pelaksanaan KB Kes itu adalah “Memperkuat kelompok dasa wisma dan posyandu dalam mencapai MDGS tahun 2015.” Disampaikan Femi, beragam kegiatan yang dilaksanakan berupa pelayanan KB gratis, pelayanan

Pemkot Terapkan Kartu Kendali BBM

FOTO: Rudi/Borneo Tribune

Hery Sutrisno Borneo Tribune, Singkawang Pemkot Singkawang mengeluarkan kebijakan dengan pembuatan kartu pengendalian BBM bagi supir dan pemilik armada. Tujuannya untuk mengawasi penyaluran BBM di Kota Singkawang, khususnya pada waktu pagi, mobil angkutan umum saat melakukan pengisian BBM di sejumlah SPBU di dalam kota. Hery Sutrisno, Kasi Angkutan Darat, Dishubkominfo Singkawang, menyebutkan bila kartu pengendalian BBM yang sudah diproses sebanyak 199 kartu, dan lebih dari 100 orang yang sudah mengurus kartu Pengendalian BBM di Kantor Dishubkominfo Kota Singkawang. Permasalahan yang dihadapi oleh pihaknya, adalah rata-rata yang berasal dari luar Kota Singkawang juga minta agar diberi sesuai kuota. “Kalau dia mau mendapat sesuai kuota dia harus balik nama dulu atau mutasi, karena yang dipakai jalan Singkawang, namun pajak ke daerah lain sehingga disarankan agar lebih baik dimutasi terlebih dahu-

lu,” terangnya. Dicontohkan Hery, untuk pengajuan kuota BBM dan mendapatkan kartu maka cukup dengan surat dari pajak kalau ini sedang mutasi, dan pihaknya mengaku pasti akan langsung melayani sesuai prosedur, ada sekitar 3 kendaraan yang sudah mengurus dan sudah dapat mutasi maka langsung diurus, dan berhak memberi kartu merah sesuai edaran. Untuk pembuatan penulisan kartu pengendalian BBM, sambung Hery, sengaja pihaknya menggunakan mesin tik. Dirinya beralasan kalau diketik dengan komputer maka tulisannya akan luntur jika terkena air, sedangkan kalau menggunakan mesin tik tidak akan luntur tulisannya apabila terkena air. Menurutnya, mulai 31 Oktober ada lima instansi yang nongkrong di sejumlah SPBU yang tersebar di Kota Singkawang adapun petugas yang diturunkan adalah Dishubkominfo, Disperindagkop UKM, Polres serta dari Polisi Pamong Praja yang akan berjaga selama seminggu. “Kalau ternyata saat kami melakukan pengawasan kemudian ditemukan ada tanki siluman, maka mobil itu tetap diisi sesuai kuota yang ada di kartu pengendalian BBM yang telah dikantongi, namun setelah itu kartu akan kami tarik dan kartu akan diberikan jika tanki miliknya telah dikembalikan ke kapasitas semula,” katanya. (Freelancer/Rudi) o

Dewan: Infrastruktur Rusak Segera Diperbaiki

FOTO: Rudi/Borneo Tribune

Sumberanto Tjitra Borneo Tribune, Singkawang Begitu banyak permasalahan pembangunan mesti diselesaikan di Kota Singkawang. Tetapi yang paling banyak dikeluhkan masyarakat, menyangkut infrastruktur yang rusak dan mendesak untuk segera diperbaiki. “Cukup banyak aspirasi yang sudah kita serap dari masyarakat mengenai kondisi infrastruktur di kota ini,” kata Anggota DPRD Dapil III Singkawang Barat, Sumberanto Tjitra, kemarin. Menurutnya, secara umum pembangunan khusus di Kecamatan Singkawang Barat lumayan lebih baik ketimbang kecamatan lainnya. Tetapi, masih banyak warga yang mengeluhkan kondisi infra-

struktur terutama di ganggang yang ada di kecamatan teramai di Kota Amoy ini. Sumberanto yang turun langsung untuk menemui masyarakat di Dapil-nya itu menerima berbagai aspirasi mengenai rusaknya beberapa infrastruktur. “Kita manfaatkan waktu reses ini untuk berkomunikasi dengan masyarakat, guna mengetahui permasalahan yang mereka hadapi,” katanya. Diantara permasalahan yang disampaikan masyarakat itu, ungkap Sumberanto, mengenai rusaknya infrastruktur di Jalan Harmoni, GM Situt, Pasar Turi Dalam, Gang Burhani, Gang Muksin, Gang Restu, Gang Surya, P. Natuna, Gang Ampera, Gang Setuju, Gang Wisata dan lainnya. Infrastruktur yang sudah sepantasnya diperbaiki itu, kata Sumberanto, bukan hanya menyangkut jalan gang yang perlu betonisasi dan lainnya. Tetapi juga perlu perbaikan saluran air (drainase), karena sudah banyak yang tidak dapat mengalirkan air dengan baik. (Freelancer/Rudi) o

umum kesehatan gratis serta sosialisasi cuci tangan sebagai bagian dari gerakan cuci tangan nasional. Dalam pencanangan KB Kes juga dilakukan penyerahan hadiah untuk pelaksana terbaik PKK KB Desa Goa Kecamatan Sanggau Ledo, pelaksana terbaik posyandu Dusun Nunuk, Desa Suka Maju, Kecamatan Sungai Betung. Pelaksana terbaik PHB Dusun Anggrek Desa Pasti Jaya Kecamatan Samalantan. Pelaksana terbaik pemanfaatan Toga Desa Babane Kecamatan Samalantan. Dalam pencanangan juga diserahkan beragam hadiah dan cenderamata kepada beberapa pihak yang berhak menerima. Ditegaskan Femi, untuk tahun 2012 ini ditargetkan peserta KB sebanyak 3.263 akseptor. Dengan rincian PB IUD sebanyak 45 akseptor, MOW sebanyak 64 Akseptor, MOP sebanyak 5 akseptor, kondom sebanyak 624 akseptor, implant sebanyak 126 akseptor, suntik sebanyak 851 akseptor, pil sebanyak 1. 521 akseptor. Wakil Ketua TP PKK Kalbar, Ny Karyanti Cristinady Sanjaya mengatakan pentingnya gerakan PKK untuk membantu program pemerintah mulai dari pemerintah pusat hingga pemerintah daerah. Karena itu, Karyanti meminta kepada pengurus PKK untuk seluruh jenjang memperkuat kerjasama. Sementara Bupati Bengkayang, Suryadman Gidot mengatakan untuk membantu keluarga yang kurang mampu di bidang kesehatan dan KB di

Bengkayang telah dilaksanakan program Jamkesmas, Jamkesda dan Jampersal. ‘Pelayanan gratis juga diberlakukan untuk KB medis

operasi pria dan medis operasi wanita, IUD, implant, suntik, kondom dan pemberian alat kontrasepsi gratis,” kata bupati. o

Bupati bersama Ketua TP PKK Bengkayang, Ny. Femi Suryadman Gidot, Wakil Ketua TP PKK Kalbar, Ny. Karyanti Cristandy Sanjaya beserta sejumlah pejabat lainnya kompak dalam gerakan cuci tangan FOTO: Mujidi/Borneo Tribune

Tagana Pantau Rencana Lokasi KSB Mujidi Borneo Tribune, Bengkayang Koordinator wilayah Tagana Bengkayang beserta perwakilan Dinas Sosial Kalbar Provinsi dan Kepala Desa Lesabela memantau lokasi yang direncanakan untuk kampung siaga bencana (KSB) di Desa Lesabela Kecamatan Ledo, Selasa (30/ 10). Lokasi tersebut dinilai sebagai lokasi rawan dan sering terjadinya bencana alam, mulai dari banjir maupun longsor setiap tahunnya. Dari beragam analisa

kerawanan bencana tersebut maka diusulkan Desa Sabela sebagai KSB melalui Dinas Sosial Kalbar dan Kabupaten Bengkayang. Korwil Tagana Bengkayang, Puji Suswanto mengatakan dengan diadakan kegiatan KSB tersebut diharapkan nantinya dapat meminimalisir korban bencana baik itu bencana alam maupun bencana yang ditimbulkan oleh ulah manusia itu sendiri yang berdampak kepada permasalahan sosial. “Kami sangat bersyukur bahwa Ledo mendapatkan

penetapan daerah rawan bencana karena dari rangkaian program KSB ini bukan hanya pelatihan tentang penanggulangan bencana tetapi program-program pasca bencana juga akan hadir di masyarakat,” kata Puji. Ditambahkan Puji, pada hakekatnya Tagana sama sekali tidak menginginkan bencana itu hadir di daerah. Tapi dari kenyataan yang ada, mau tidak mau harus selalu waspada. “Dengan diadakan KSB tersebut dapat membantu masyarakat dalam mempel-

ajari bagaimana cara penanganan menghadapi bencana yang akan terjadi,” kata Puji. Kegiatan KSB rencananya akan dilaksanakan 3 hari. Kegiatan yang akan dilakukan antara lain pemetaan wilayah rawan bencana, materi yang berkaitan dengan cara-cara penanganan bencana, kegiatan simulasi dan mitigasi penanganan bencana, out bond dalam artian praktek di lapangan. Personil Tagana Bengkayang hanya berjumlah 18 (delapan belas) orang. Mengingat minimnya

jumlah personil Tagana, hasil dari pada kegiatan KSB ini Tagana merasa terbantu karena nantinya para relawan bencana di desa tersebut akan lebih duluan bergerak setelah dibekali dan dilatih untuk pertolongan pertama sebelum bantuan tiba dilokasi bencana. “Peran serta dari pengusaha perkebunan dan pertambangan untuk selalu mengindahkan peraturan pemerintah khususnya yang berkaitan dengan dampak lingkungan karena hal ini yang menjadi pemicu utama dampak sosial,” kata Puji. o

SMAN I SRK Gelar Bulan Bahasa -Sumpah Pemuda Mujidi Borneo Tribune, Bengkayang OSIS SMAN I Sungai Raya Kepulauan, Bengkayang menggelar berbagai kegiatan lomba untuk memperingati hari Sumpah Pemuda dan Bulan Bahasa, 24 Oktober 2012. “Yang diperlombakan seperti tarian daerah , baca puisi, drama, mading, parade

budaya,” kata Ketua OSIS SMA I Sungai Raya Kepulauan, Bimo Aji Priyambudi. Bimo mengatakan, kegiatan ini merupakan program kerja dari OSIS periode tahun 2012 yang bertujuan untuk menumbuhkan kecintaan generasi muda terutama para siswa SMA N I Sungai Raya Kepulauan untuk mengenalkan budaya Indonesia lebih dalam. Lomba diikuti perwakilan

seluruh kelas, dari kelas X sampai kelas XII. Setiap kelas diwajibkan untuk memilih wakilnya mengikuti setiap jenis lomba.”Saya sangat senang dan bangga dengan kegiatan ini. Karena disamping menyalurkan hobi menari juga terasa makin akrab dengan para siswa yang lain,” kata Elsa, siswi kelas X yang ikut lomba menari. Puncak acara digelar di halaman SMA N I SRK de-

ngan menampilkan band SMA N I Sungai Raya, tarian daerah, parade budaya, baca puisi dan pementasan drama perjuangan. Antusias dari siswa, guru dan bahkan masyarakat sekitar yang berbondong-bondong menyaksikan acara pagelaran pentas seni tersebut menunjukkan apresiasi yang positif. Keceriaan tampak di wajah mereka dan rata-rata menyatakan puas atas pe-

laksanaan kegiatan ini dan mengharap menjadi agenda rutin di SMA N I SRK . Tambah Bimo, seluruh pengurus OSIS, guru pembimbing dan seluruh siswa bangga dengan pelaksanaan peringatan bulan bahasa dan sumpah pemuda yang dilaksanakan oleh sekolah. “Kami generasi muda akan terus melestarikan budaya Indonesia ,karena kami mencintai Indonesia,” katanya. o

Dewan Serap Aspirasi Saat Reses Borneo Tribune, Singkawang Anggota DPRD Singkawang, H. Zainal melakukan reses guna menyerap aspirasi masyarakat di Singkawang Utara dan Singkawang Tengah sesuai dengan daerah pemilihan. Saat melakukan reses di Singkawang Utara, dirinya sempat mendengarkan keluhan warga di Kelurahan Setapuk Besar, yang mana

ada salah satu jalan warga dengan kondisi yang memprihatinkan yaitu Jalan Mahat Usman. Padahal jalan tersebut selama ini dijadikan jalan poros bagi warga setempat. “Selain perlu perbaikan warga juga mengharapkan agar jalan itu dilebarkan dengan dibeton,” kata H. Zainal. Apalagi lanjut Zainal, daerah di sana adalah daerah

yang rawan banjir, maka dalam reses tersebut dia sempat memantau pekerjaan proyek yang ada di Singkawang Utara, karena banyak pekerjaan yang dinilai lamban karena musim penghujan, sehingga kwalitas pekerjaan sulit untuk dinilai. Aspirasi dari masyarakat yang lainnya, lanjut Zainal, adalah rumah ibadah yakni Masjid Nurul Fallah yang

harus segera direnovasi. Selain itu rata-rata masyarakat di sana juga meminta agar di wilayah itu ada Sekolah Menengah Pertama (SMP). “Harapan warga tersebut, karena disana sudah ada SMK Agribisnis, namun untuk masuk ke sekolah itu harus ada ijazah SMP sedangkan SMP disana tidak ada, malah warga disana sudah menyiapkan lahan un-

tuk dihibahkan kepada Pemkot Singkawang jika nantinya mau membangun sebuah SMP,” katanya. Terkait dengan bidang kesehatan, sambungnya lagi, warga di sana sangat menginginkan agar Pemkot bisa membangun sebuah puskesmas pembantu, dengan harapan agar warga dapat segera mendapatkan pelayanan kesehatan. (Freelancer/Rudi) o


Asosiasi Sopir Truk Landak

Minta Buatkan Jalur Khusus Pengisian BBM Borneo Tribune, Ngabang Asosiasi Masyarakat Truk Kabupaten Landak ( AMTKL) minta pemerintah dan SPBU membuat jalur khusus untuk truk mengisi bahan bakar minyak (BBM) di SPBU. Selama ini mereka kesulitan saat mengisi BBM. Hal itu disampaikan Ketua I AMTKL F. Ruslianto dalam pertemuan di DPRD Landak, Selasa (30/10). Rapat yang digelar kemarin dihadir menejer SPBU KM 3, menejer SPBU Pulau Bendu, menejer SPBU Pal 10 Ngabang, menejer SPBU Sidas, menejer SPBU KM 20 Ngabang, serta Asisten I, Dinas Pertambangan dan Energi, Kasat Pol-PP, Polres Landak, dan tokoh masyarakat, untuk menindaklanjuti aspirasi AMTKL yang disampaikan sebelumnya. “Saya minta pihak pemerintah dan pihak SPBU yang ada di Kabupaten Landak untuk membuat tiga titik jalur khusus BBM non pelansir, karena betapa memprihatinkan kalau dilihat di SPBU-SPBU di Kabupaten Landak yang dimana mobil seperti mobil angkutan umum, mobil truk masyarakat yang bawa tanda buah segar (TBS) tidak dapat BBM yang sudah sehari-hari mengantri solar. Oleh sebab itu kami dari tim Asosiasi Masyarakat Truk Kabupaten Landak berharap pihak aparat kepolisian dan menindak tegas oknum pelaku pelansir yang memakai tangki siluman sebab sudah jelas setiap SPBU sudah dipasang spanduk undang-undang Migas pasal 55 nomor 22 yang siapa yang menyalahgunakan akan dihukum selama 6 tahun penjara, dan yang paling penting juga harapan kami agar ditertibkan kios-kios yang berada di sekitar kota Ngabang”, paparnya. Kadis Pertambangan dan Energi, Andi Ali, mengaku setuju pada permintaan AMTKL untuk pengisian BBM harus dibuat beberapa jalur agar mobil truk, mobil angkutan umum dapat kebagian BBM, karena selama ini 1 hingga 2 jam BBM khususnya solar habis di SPBU. Katanya, hal inilah menjadi tanda tanya beberapa pihak termasuk pihak AMTKL itu sendiri. “Saya setuju dengan apa yang dikatakan oleh tim Asosiasi Masyarakat Truk Kabupaten Landak bahwa seharusnya ada jalur khusus bagi pengisian BBM itu sendiri,” ujarnya. “Saya dari Dinas Pertambangan merespont dengan baik kalau ada aspirasi dari masyarakat yang memperjuangkan kepentingan masyarakat banyak. Hal inilah yang membantu kami untuk bagaimana mencari solusi untuk mengatasi-mengatasi persoalan yang terjadi di masyarakat itu sendiri khususnya untuk pengisian BBM. Tapi itupun harus diiringi oleh beberapa pihak juga yang mendukung seperti pihak kepolisian,” tambah Andi Ali. Hal senada juga dikatakan Yohanes Meter, Asisten I Kabupaten Landak. Yohanes Meter bertanya kenapa BBM di Kabupaten Landak tidak cukup padahal berdasarkan kuota untuk BBM di Kabupaten Landak sudah memenuhi kuota. “Ada apa dengan BBM di Kabupaten Landak? Setiap hari di beberapa SPBU mengalami kekosongan, padahal untuk jatah kuota kabupaten landak BBMnya sudah memenuhi kapasitas dan standar. Mungkinkah ada oknum-oknum yang memanfaat ini untuk menjual di perusahaan? Kalau kita kros cek di lapangan tidak ada juga kios-kios menjual BBM solar. Saya sudah melarang bagi oknum pelansir untuk jangan melansir minyak di SPBUSPBU sebab tidak ada aturan yang memperbolehkan orang untuk melansir BBM. Kalau mereka mau melansir BBM buat aja SPBU milik pribadi pelansir,” kata Yohanes Meter. (yohanes.J)†

HO TEL HOTEL Jl. Dr. Setia Budi No. 93 Ptk Telp.: 0561-736195 Fax.: 0561-736668 e-mail : aromainn@ymail.com

Jl. Jendral Ahmad Yani No. 91 Pontianak, Tel : (+62 561) 577 888 Fax. (+62 561) 768 833

HOTELMERPATI Jl. Gajah Mada No. 177-183, Pontianak 78121, Telp. (+62-561) 761598, 761397 (Hunting) Fax. (+62-561) 761398

Jl. Imam Bonjol No. 111 Pontianak, Telp. 0561-745481, Fax. 0561-762662

Grand KARTIKA HOTEL Jalan Gajah Mada No. 89 Pontianak, Telp. (0561) 768999, Fax : 0561-761999

Jl. Rahadi Usman No. 2 Pontianak, T elp. (0561) 734401, Fax. 0561-738457

Jalan Nusa Indah III, Telp. (0561) 732223 Fax. (0561) 742882 Pontianak

Jl. Tajungpura No. 45 Pontianak, T elp. (0561) 736162, 745475 Fax. (0561) 740651

HOTEL KHATULISTIWA Jalan Pahlawan No. 40 Pontianak, T elp. (0561) 735890, Fax. (0561) 739001

Jalan Diponegoro No. 56 Pontianak 78117 Telp. 0561-736793 Fax. 0561 - 734930

Hotel’95 Jl. Sidas No. 8 Pontianak Telp. (0561) 736022/ Fax. (0561) 736200

Jl. Imam Bonjol No. 95 Pontianak, T elp. 7959595 (95 m samping UNTAN)

Hotel Surya Jl. Gajah Mada No. 889 Telp. (62-561) 736 122 Fax. (62-561) 734 374

Jl. Sidas No. 1 1-A Telp. (0561) 734337 Fax. (0561) 760334 Pontianak-Kalbar

Hotel

KAPUAS DHARMA Jalan Diponegoro No. 46 Telp. (0561) 733777 Fax. (0561) 740555

Jl. Imam Bonjol No. 89 Pontianak, Telp. 0561-766669 Fax. 735399

Borneo T Tribune

7

Ops Batas Polres Sanggau Selesai

TKI, Gula dan Makanan Instan Ilegal Diamankan

Ratna Sari BorneoTribune, Sanggau Operasi Perbatasan yang dilaksanakan oleh Polres Sanggau selama 14 hari berakhir pada Selasa (30/10) kemarin. Operasi ini telah berhasil menggagalkan tiga kasus Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal asal pulau Jawa yang akan dibawa ke

Malaysia melalui jalur darat Entikong-Malaysia. Kasat Reskrim Polres Sanggau, AKP M. Husni Ramli ketika dikonfirmasi, Rabu (31/10) mengatakan dua kasus diamankan saat dalam perjalanan menuju Entikong. Sementara satu kasus lainnya diamankan di border Entikong-Tebedu. Sementara itu, untuk tiga kasus TKI Ilegal tersebut diamankan di tiga lokasi berbe-

da di antaranya di Kecamatan Tayan Hulu, Balai Karangan dan Entikong. Dari tiga TKP berbeda tersebut diamankan sekitar 24 orang yang mayoritas warga berasal dari pulau Jawa dan Madura. “Ada 24 orang yang berhasil diamankan saat ops digelar seminggu, dan sudah dipulangkan. Memang dalam beberapa tahun terakhir kasus TKI Ilegal sangat meningkat. Ya mungkin karena urus-

an perut dan berpikir di Malaysia kerja enak,” ujarnya. Selain itu anggota juga mengamankan beberapa barang makanan instan tanpa dokumen. Barang-barang tersebut langsung dilakukan pemeriksaan dan sedang dalam penyelidikan kepolisian. Bahkan dua kasus gula ilegal juga sedang dalam pemeriksaan polisi. “Dalam seminggu kita dapati dua kasus gula ilegal, tiga kasus TKI dan lainnya

kasus makanan tanpa dokumen. Semuanya masih lidik. Untuk calon TKI sudah dipulangkan ke Pontianak untuk mendapatkan pembinaan di instansi keimigrasian propinsi,” jelasnya. Husni menghimbau agar masyarakat jangan mau ikutikutan menjadi TKI ilegal di Malaysia. Lantaran sudah banyak contoh akibat yang terjadi pada masyarakat di Indonesia.†

Bupati Landak Adrianus AS secara simbolis menyerahkan alat pertanian hand tractor dan power traiser kepada salah seorang ketua kelompok tani. Foto Amat Dasa/Borneo Tribune

Bupati Serahkan Hand Tractor dan Power Traiser Kepada Petani

Borneo Tribune, Ngabang Bupati Landak Dr.Adrianus AS,M.Si didampingi Ketua DPRD Landak Heri Saman,SH,MH., Wakil Bupati Herkulanus Heriadi,SE., Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Landak Ir. Pa’du Palimbong, menyerahkan ratusan alat-alat pertanian kepada 114 kelomok tani dari berbagai kecamatan se-Kabupaten Landak, di halaman rumah dinas Bupati Landak, Selasa (30/10). Penyerahan alat-alat pertanian tersebut bertujuan membantu para petani dalam meningkatkan produksinya. Usai acara penyerahan alat-alat pertanian Bupati

Adrianus kepada sejumlah wartawan mengatakan, dengan diserahkannya alat pertanian ini, pengolahan lahan pertanian lebih efisien baik dari segi waktu, tenaga maupun biaya, dan diharapkan semakin efisien pengolahan lahannya semakin tinggi produktivitasnya. Produksivitas berkaitan dengan pendapatan petani, pendapatan petani pada akhirnya bermuara pada tingkat kesejahteraan. Dengan meningkatnya produksi, pemasaran nanti akan diatur dan akan diserap sebanyak-banyaknya oleh perusahaan daerah, gabah maupun beras-beras; baik di dalam maupun di

Yonif 123/Rajawali Gantikan Yonif 305/ Tengkorak Kostrad Pamtas Entikong Ratna Sari BorneoTribune, Sanggau

Batalyon Infanteri (Yonif) 305/Tengkorak Kostrad yang sebelumnya menjadi pasukan Pengamanan Perbatasan (Pamtas) di Entikong, digantikan Yonif 123/ Rajawali dari Kodim 1 Bukit Barisan Medan pada Minggu (28/10). Dandim 1204 Sanggau, Letkol CZI Ade Heri Kurniawan ketika ditemui di ruangannya, Rabu (31/10) pagi mengatakan pasukan Yonif 123/Rajawali tiba di Kalbar pada Kamis (25/10) yang lalu dan sudah bergerak ke daerah tugas masingmasing. Untuk jumlah personil mencapai sekitar 650 orang untuk ditempatkan di 33 pos perbatasan. Untuk wi-

layah Sanggau ada 7 pos yang akan ditempati. Batalyon 305 Kostrad bertugas di perbatasan sekitar selama 6 bulan. Ade menerangkan, salah satu tugas Pamtas di perbatasan adalah mencegah aneka model ilegal. Namun tugas utamanya adalah menjaga daerah teritorial Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di perbatasan. Jika ditemukan TKI atau barang-barang ilegal, maka akan diserahkan langsung ke pihak kepolisian sebelum 1x24 jam. “Kalau kita ada tangkap, kita serahkan ke kepolisian. Karena tugasnya kepolisian untuk menangani hal tersebut. Kalau kita sifatnya antisipasi saja. Kita pantau penyelesaiannya dan kita tetap menghormati kewenangan institusi masingmasing,” pungkasnya.†

luar Kabupaten Landak. Harga gabah kering sekarang Rp.3.300 dan gabah kering giling dengan kwalitas air 12-14% Rp.4000/ kg. Ditambahkan, mengenai pupuk yang dikeluhkan, cuma terkendala mekanisme penyalurannya. “Stok kita cukup karena sudah dihitung kebutuhan petani berapa, hanya mekanisme penyaluran terlambat. Diakui memang ada oknum-oknum tertentu bermain melarikan pupuk bersubsidi,” ujarnya. Ditambah lagi permintaan petani sangat tinggi karena dengan bertambahnya luas kebun terutama kebunkebun milik pribadi yang

menyebabkan banyak pupuk yang tidak sampai sasaran petani. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Landak Ir. Pa’du Palimbong mengatakan dari 114 kelompok tani hari ini sebanyak 102 kelompok telah menerima hand tractor dan 104 power traiser dari APBD Kabupaten Landak. Program ini tetap berlanjut bulan depan menyusul dana APBN dalam mendukung program SN PTT sebanyak 120 hand tractror yang dikelola oleh Dinas Pertanian Propinsi. Dalam kesempatan itu Kadis pertanian mengingatkan kepada petani ada beberapa langkah-langkah da-

lam mengelola lahan pertanian antara lain; terutama dalam pengolahan tanah, penyediaan bibit yang baik, pengaturan air dan irigasi, perawatan dan pemupukan dan saat panen raya dan terakhir pada pasca panen. “Jika langkah-langkah tersebut dilakukan dengan benar pasti hasil panen akan meningkat,” jelas Palimbong. Dalam tanya jawab para kelompok tani memohon agar saluran air atau irigasi di setiap kecamatan lebih ditingkatkan karena irigasi juga faktor menentukan meningkatnya hasil produksi petani.(Amat Dasa/Freelancer) †

Oktober

Angka Laka Lantas Sanggau Turun

Ratna Sari BorneoTribune, Sanggau Kasus kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Sanggau yang terlapor secara resmi di Sat Lantas Polres Sanggau untuk bulan Oktober 2012 menurun. Untuk bulan Oktober, hanya ada lima kejadian kecelakaan. Kasat Lantas Polres Sanggau, AKP Amri Yudhi ketika dihubungi di ruangannya mengatakan kasus laka lantas di Kabupaten Sanggau untuk bulan Oktober menurun dibandingkan dengan bulan sebelumnya. “Hanya pada minggu pertama Oktober saja lima kejadian laka lantas,” ujarnya. Sementara untuk minggu kedua hingga keempat tidak laka yang terlapor. Namun, diakuinya kecelakaan yang terjadi di luar dari laporan pihak kepolisian, kemungkinan ada. Amri menuturkan, faktor human error yang masih ting-

gi. Sementara untuk faktor jalan rusak tidak terlalu berpengaruh. “Faktor jalan ada, tapi di daerah Kecamatan Batang

Tarang-Sosok, karena jalan yang masih jelek. Kalau di sini sudah berkurang,” ungkapnya. Diketahui, kerugian materil akibat kecelakaan yang terjadi di Kabupaten Sanggau dari Januari hingga September mencapai sekitar Rp. 600 juta. Amri pun menghimbau kepada masyarakat, khususnya para pengguna jalan raya agar mementingkan keselamatan. Kelengkapan kendaraan seperti surat-surat haruslah dibawa ketika berpergian. Begitu juga dengan helm, harus digunakan ketika mengendarai sepeda motor. Terutama berhati-hati saat berada di jalan raya.†

KEHILANGAN

KEHILANGAN

STNK, KB 2589 LG NK: MKZB2A1H2AJ004536 NS: 0H2AA1-025039 AN: NATALIUS BAZIGAR Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi.

STNK, KB 3389 LH NK: MH350C001BK019744 NS: 50C-019127 AN: TEDY Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi.

Faktor jalan ada, tapi di daerah Kecamatan Batang Tarang-Sosok, karena jalan yang masih jelek. Kalau di sini sudah berkurang.

Kamis, 1 November 2012

Landak-Sanggau

NGL

NGL


Sekadau Borneo Tribune

Kamis, 1 November 2012

Partai Nasdem Bidik Empat Kursi Bagus Kosminto Borneo Tribune, Sekadau Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Nasdem Kabupaten Sekadau sudah berangan-angan untuk ikut berpartisipasi di dalam perhelatan pesta akbar demokrasi pemilu legislatif (Pilegs) di Provinsi Kalbar tahun 2014. Bahkan partai politik besutan Surya Paloh itu menargetkan sedikitnya akan memperoleh empat kursi wakil rakyat di DPRD Kabupaten Sekadau. Rapat Koordinasi Daerah Nasdem Kabupaten Sekadau dengan agenda mempersiapkan langkah menuju Pilegs tahun 2014 digelar di Sekretariat DPD Partai Nasdem Kabupaten Sekadau yang terletak di Jalan Sekadau-Sintang, Selasa (30/10). Ketua DPW Partai Nasdem Kalbar, Syarief Abdullah Alkadrie hadir langsung untuk menyuntikkan doktrin politik parpol yang menempati posisi teratas dari hasil verifikasi KPU itu kepada sejumlah kader. “Kader-kader yang berni-

at menggunakan perahu Nasdem dalam Pilegs tahun 2014 harus memiliki kapabilitas serta aksebilitas yang mumpuni. Hal itu dimaksudkan untuk menciptakan politisi yang mengedepankan ikhtiar Partai Nasdem. Yaitu restorasi Indonesia,” ujarnya. “Kader yang siap maju harus menjunjung tinggi visi dan misi restorasi. Jangan sampai menjadi politisi ‘bisa nego’, timpalnya. Menurutnya, Partai Nasdem lahir dari ikhtiar untuk menciptakan perubahan bagi negeri ini. Ia mengklaim, masyarakat sudah tidak percaya lagi dengan partai-partai politik yang ada. Oleh karena itu, Partai Nasdem hadir untuk menawarkan sebuah solusi menuju arah yang lebih baik. Tentunya cita-cita itu mesti didukung oleh kader yang betul-betul mampu mengemban amanat partai. “Untuk mencapai citacita itu, harus berjuang sekuat tenaga. Nasdem harus menang pemilu supaya visi dan misi partai bisa terwujud,” tegasnya. Sementara itu, Ketua

DPD Partai Nasdem Kabupaten Sekadau, Sutomo menegaskan bahwa pihaknya mempunyai target perolehan empat kursi DPRD Kabupaten Sekadau pada Pilegs 2014 mendatang. “Minimal empat kursi DPRD Sekadau dihuni oleh kader Nasdem,” lugasnya. Guna menunjang perolehan target tersebut, Sutomo menambahkan bahwa pihaknya juga telah siap untuk memaksimalkan mesin politik Partai Nasdem hingga ke akar rumput. Apalagi saat ini DPD Partai Nasdem Kabupaten Sekadau sudah menyebar di 7 kecamatan dan lebih dari 50 persen dari jumlah desa yang ada di Kabupaten Sekadau. Sutomo menjelaskan bahwa dalam proses merekrut pengurus Partai Nasdem tidak secara asal pilih. Bahkan melalui tahap seleksi oleh para pengurus Nasdem yang rata-rata individunya telah memiliki pengalaman di dunia politik. “Manajemen partai pun tidak main-main di dalam menjalankan roda politik. Pokoknya sudah siap tempur,” tegasnya.o

Live in IYD 2012, di Kabupaten Sekadau (Bagian 6)

Pawai Bersama Meriah

Borneo Tribune, Sekadau Kota Sanggau yang menjadi pusat kegiatan Indonesia Youth Day (IYD), saat acara pawai akbar yang dibuka langsung oleh Bupati Sanggau, H. Ir. Sutiman H. Sudin, di halaman Kantor Bupati Sanggau pada 23 Oktober lalu, diikuti sekitar 37 keuskupan serta ditambah satu keuskupan Kuching itu seketika disulap menjadi lautan manusia. Ribuan umat Katolik dari berbagai daerah, berbagai status serta berbagai latar belakang berkumpul menjadi satu dalam rangka mengikuti pawai perarakan salib IYD menuju Mega Tenda Paroki Katederal Keuskupan Sanggau. Berbagai macam khas budaya dari masing–masing daerah ditampilkan pada saat pawai IYD tersebut. Diantaranya yang ditampilkan oleh Keuskupan Papua, dengan menggunakan pakaian adat tradisional. Begitu pula yang berasal dari Keuskupan Padang, Keuskupan Larantuka dan keuskupan lainnya, termasuk Keuskupan Agung Pontianak dan Keuskupan Sanggau. Dimana para pesertanya menggunkan pakaian khas Kalbar yang penuh dengan ornament motif dan manik–manik. Dari Jakarta, misalnya, selain salib IYD yang ditonjolkan, mereka juga menonjolkan sosok pemimpim

baru mereka, Jokowi. Dua orang peserta yang menyerupai wajah Jokowi dan Ahok menggunakan baju kotakkotak. Satu persatu masyarakat yang berada di jalan mereka salami sambil melemparkan senyum. Kekayaan budaya yang dimiliki Indonesia terlihat indah pada acara pawai akbar IYD di kota Sanggau yang juga berjuluk sebagai ‘Bumi Dara Nante’ saat itu. Salib IYD menjadi yang terdepan dalam setiap barisan mereka. Salib IYD yang dibuat dengan berbagai bentuk diarak mengelilingi kota Sanggau. Hal itu menandakan bahwa pertemuan Orang Muda Katolik se-Indonesia resmi digelar. Sejumlah pejabat pemerintahan dan pejabat gereja turut hadir pada acara pawai akbar yang bertajuk Orang Muda Katolik 100 Persen dan Orang Indonesia 100 persen. Bupati Sekadau, Simon Petrus beserta Wakil Bupati, Rupinus dan Sekda Kabupaten Sekadau, Yohanes Jhon, Ketua TP PKK Kabupaten Sekadau, Ny. Scolastika Simon Petrus dan Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Sekadau, Ny. Kristina Rupinus dan beberapa pejabat Pemerintah Kabupaten Sekadau dan Kabupaten Sanggau yang diwakili oleh Wakil Bupati Sanggau, Paolus Hadi dengan rela berpawai bersama ribuan peserta mengelilingi kota Sanggau. Kehadiran orang nomor

satu dan nomor dua di ‘Bumi Lawang Kuari’ dalam acara pawai IYD itu menunjukan bahwa mereka perhatian terhadap orang muda. Satu persatu masyarakat yang berdiri di sepanjang jalan kota Sanggau disapa oleh rombongan Bupati Sekadau. Bupati dan rombongan yang mendapat pengawalan Sat Pol PP itu berjalan kaki bersama Uskup se-Indonesia. Mulai dari kantor Bupati Sanggau menuju mega tenda. Dengan jarak tempuh sekitar 1 kilometer. Meski berjalan lumayan jauh, rombongan Bupati dan uskup tetap terlihat segar. Bahkan mereka seakan tidak mengenal lelah. Hanya sedikit keringat dan peluh yang terlihat menempel di raut wajah mereka. meski demikian, mereka masih tetap bersemangat. Bupati Sekadau, Simon Petrus mengatakan kehadirannya sebagai orang tua pada acara pawai salib IYD ini dimaksudkan guna memberikan semangat, motivasi dan spirit kepada OMK untuk terus berjuang demi iman, masa depan dan demi bangsa dan gereja. “Harapan bangsa dan gereja ada pada pundak mereka. Kita sebagai orang tua wajib memberikan semangat dan spirit kepada mereka untuk terus berkembang dalam iman, dalam pengharapan dan dalam menatap masa depan yang lebih baik,” ujar Bupati Sekadau. (Hartono/ Humas bersambung) o

Syarif Abdullah: Politisi Jangan ‘Bisa Nego’

Rakorda Partai Nasdem, DPD Partai Nasdem Kabupaten Sekadau, menggelar Rapat Koordinasi Daerah di Kabupaten Sekadau, Selasa (30/10). FOTO: Bagus Kosminto/Borneo Tribune

Pekan Ini Dua Pabrik CPO Berdiri

Bupati: Perusahaan Jangan Kecewakan Masyarakat Bagus Kosminto Borneo Tribune, Sekadau

PAWAI BERSAMA. Bupati Sekadau, Simon Petrus dan Wakil Bupati Sekadau, Rupinus mengikuti pawai bersama pembukaan IYD 2012 di Kabupaten Sanggau, bersama ratusan peserta dari Paroki Sekadau. FOTO: Hartono/ Humas

8

Bupati Sekadau, Simon Petrus selama dua hari berturut-turut menghadiri agenda penancapan tiang pertama pembangunan pabrik olahan Crude Palm Oil (CPO) milik Perusahaan Perkebunan Kelapa Sawit PT. Grand Utama Mandiri (GUM) dan PT. Tintin Boyok Sawit Makmur (TBSM) yang merupakan anak perusahaan Barito Pacific Group. Penancapan tiang pertama pabrik olahan CPO milik PT. GUM yang berlokasi di Kecamatan Belitang Hulu itu berlangsung, Selasa (30/ 10). Sementara di Pabrik CPO milik PT. TBSM yang berlokasi di Kecamatan Sekadau Hulu, digelar Rabu (31/10). Sebelumnya, Bupati Seka-

dau juga meresmikan Pabrik Olahan CPO milik PT. Parna Agro Mas yang merupakan anak Perusahaan LG Internasional yang beroperasi di Kecamatan Belitang Hilir. “Kalau mengharapkan Pemerintah Daerah, tidak mungkin mampu membangun pabrik seperti ini. Karena kemampuan keuangan daerah terbatas,” ujar Bupati Simon Petrus ketika menghadiri peresmian pabrik CPO di Belitang Hilir. Sementara itu, PT. Grand Utama Mandiri (GUM) yang merupakan salah satu perusahaan swasta yang beroperasi di Kabupaten Sekadau saat ini tengah merencanakan pengembangan perkebunan kelapa sawit berikut pabrik pengolahan sawit yang berkapasitas 45 ton Tandan Buah Segar (TBS)

per jam. Lokasi Pabrik CPO di Desa Balai Sepuak, Kecamatan Belitang Hulu. Dan lahan yang akan dijadikan perkebunan kelapa sawit itu mencapai seluas 7.000 Ha. Yang terdiri dari 4.900 Ha kebun inti dan 2.100 Ha kebun plasma. Kemudian, PT. Tintin Boyok Sawit Makmur (TBSM) yang juga merupakan perusahaan swasta di Kabupaten Sekadau kini juga tengah merencanakan pengembangan perkebunan kelapa sawit berikut pabrik pengolahan sawit yang berkapasitas 30 ton TBS per jam. Lokasi pabrik berada di Desa Tintin Boyok, Kecamatan Sekadau Hulu. Lahan yang akan dijadikan perkebunan kelapa sawit seluas 6.200 Ha. Yang terdiri dari 4.526 Ha kebun inti dan 1.674 Ha kebun plasma.

Bupati Simon Petrus mengatakan bahwa terbangunnya pabrik CPO tersebut berkat kerjasama banyak pihak, termasuk besarnya kepercayaaan masyarakat di kawasan sekitar. Dalam hal ini masyarakat sudah memberikan kepercayaan kepada pihak perusahaan, maka sepantasnya perusahaan memberikan perhatian yang setimpal. “Karena itu, Saya mengingatkan agar pihak perusahaan tidak mengecewakan masyarakat. Tujuan pemerintah daerah mengundang investor adalah untuk membantu mempercepat pembangunan, membuka lapangan kerja kepada masyarakat. Pergunakanlah masyarakat sekitar untuk menjadi karyawan sesuai dengan keahlian mereka,” pinta Bupati Sekadau. o

Dewan Minta Pemerintah Tingkatkan PAD Bagus Kosminto Borneo Tribune, Sekadau Anggota DRPD Kabupaten Sekadau, Hasan mengharapkan agar Pemerintah Kabupaten Sekadau untuk terus memaksimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di jajaran kerja SKPD masing-masing. Menurut Hasan, hingga kini sejumlah instansi masih belum mengoptimalkan potensi-potensi PAD diberbagai sektor yang ada. Diantaranya, jasa restribusi usaha, perhotelan dan lainnya. Seperti diketahui Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Sekadau, yakni dari target sebesar Rp 23,4 miliar hanya terealisasi Rp 11,9 miliar atau 51,26 persen. Meski sudah lebih dari 50 persen, namun target tersebut perlu terus ditingkatkan. “Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kabupaten Sekadau perlu kerja lebih ekstra lagi di dalam meningkatkan PAD tersebut demi mempercepat pembangunan di Sekadau,” tegasnya. Kerena itu, menurut Hasan, perlu adanya inovasi serta meningkatkan kinerja SKPD di masing-masing instansi dengan tujuan mencapai visi dan misi dari Pe-

merintah Kabupaten Sekadau 2010-2015. Yakni terwujudnya Kabupaten Sekadau yang Sejahtera, Mandiri dan Demokratis. “SKPD juga perlu inovasi, meningkatkan kerja, terutama sekali menggali potensi PAD,” terang politisi dari Partai Demokrat ini. Sementara itu, pendapatan yang sah melampaui dari target. Yakni Rp 6,06 miliar dan terealisasi sebesar Rp 6,06 miliar atau 100 persen. Meski membutuhkan perbaikan, namun secara umum pendapatan daerah Kabupaten Sekadau masih sangat wajar. Dari target kredit anggaran sebesar Rp 453,5 miliar, pada pelaksanaannya terealisasi sebesar Rp 434,8 miliar atau (95,86 persen). Sementara untuk realisasi anggaran belanja, dari target Rp 480,9 miliar dan terealisasi sebesar Rp439,3 miliar (91,35 persen). “Dengan realisasi itu, berarti masih ada sisa lebih target realisasi anggaran sekitar 9 persen,” ucap Hasan. Legislator Partai Demokrat itu mengharapkan SKPD agar mampu mengelola keuangan daerah dan perlu mengalami eskalasi atau peningkatan mutu.

Hasan, SE. FOTO Bagus Kosminto/Borneo Tribune “Ke depan, pelaporan keuangan daerah harus lebih dipacu. Opini wajar tanpa pengecualian (WTP) juga bisa didapat,” harapnya. Sebelumnya, Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Sekadau Tahun 2011 yang sudah melalui tahapan audit keuangan oleh BPK RI. Seperti diketahui, hasil pemeriksaan BPK RI terhadap audit APBD 2011, Pemerintah Kabupaten Sekadau dinyatakan Wajar Dengan Pengecualian (WDP).

Sementara itu, juru bicara Fraksi PAN DPRD Kabupaten Sekadau, Muhammad, menegaskan bahwa laporan pengelolaan keuangan daerah harus betulbetul dibuat sesuai dengan penggunaan yang ril. “Jangan sampai ada manipulasi atau rekayasa data. Kegiatan (anggaran) yang disampaikan dalam laporan pertanggungjawaban harus sesuai fakta. Walaupun sudah melalui mekanisme audit BPK,” ingat Muhammad. o


Kamis, 1 November 2012

Sintang-Melawi

Borneo Tribune

9

Wanita Difabel Ditemukan Tewas Mengenaskan Endang Kusmiyati Borneo Tribune, Sintang PEMBUNUHAN sadis dengan korban Suran (32) terjadi di kecamatan terujung Sintang, tepatnya di Dusun Besurat, Desa Nanga Ambalau, Kecamatan Ambalau. Suran merupakan gadis difabel atau tuna rungu sempat menghilang sejak Minggu (9/9). Dan tiga hari kemudian ditemukan dalam kondisi tewas dan sangat mengenaskan. Mayatnya ditemukan dalam kondisi tengkurap di perhuluan sungai yang melintasi desa tersebut. Tidak hanya itu, kondisi tubuh Suran sudah tidak utuh lagi. Bagian perut Suran terbelah nya-

ris sampai ke kemaluan dan isi perutnya tak ada lagi. Seperti dituturkan oleh Kapolsek Kecamatan Ambalau, Ipda Rasim, sebelumnya warga menemukan sesosok bayi yang diduga berumur sekitar 5 bulan mengapung di sungai. Kuat dugaan bayi tersebut adalah bayi Suran. Namun warga heran, lantaran Suran tidak memiliki suami atau belum menikah. Tak urung kematian Suran yang sangat misterius dan mengenaskan ini membuat warga Nanga Ambalau menjadi ketakutan. Hingga saat ini warga masih merasa ketakutan untuk melakukan aktivitas di luar rumah. “Kami belum berani menyimpulkan apakah kasus

ini murni pembunuhan atau tidak. Kita masih terus melakukan pendalaman,” kata Kapolsek Ambalau, Ipda Rasim. Kini pihaknya telah melakukan gelar perkara di Polres Sintang dan sudah ada 10 orang saksi yang dimintai keterangan. Namun dari ke sepuluh saksi tersebut belum satupun mengarah sebagai tersangka. Ia pun berharap agar masyarakat yang ada di Nanga Ambalau untuk melakukan aktifitas seperti bisa, karena pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan. “Kami berharap kepala desa terus memberikan pemahaman kepada masyarakat, karena disana masyarakat masih merasa ketakut-

an untuk beraktivitas, untuk mengantar anaknya ke sekolah saja masih was-was,” terang Rasim. Kinerja kepolisian Sintang dalam kasus kematian Suran pun menuai kritik dan keluarga korban. Mengingat hingga sebulan setelah kejadian, pihak kepolisian belum juga menemukan titik terang siapa pelaku pembunuhan sadis anggota keluarga mereka. “Kami atas nama keluarga korban sangat mengharapkan kasus ini segera terungkap. Kami minta Polres Sintang serius,” ujar Joung Pasuh, Paman Korban kepada wartawan. Pihak keluarga menduga kuat Suran sengaja dibunuh. Hal itu terlihat dari luka ro-

bek di perut hingga ke kemaluan yang menandakan dibelah. Joung Pasuh menilai polisi sangat lamban dalam menangani kasus tersebut. Ia juga membenarkan bahwa masyarakat yang ada di Nanga Ambalau merasa sangat takut untuk melakukan aktifitas sehari-hari di luar rumah. Ia meyakini hal itu akan berdampak pada perekonomian. Hal yang sama juga diungkapkan oleh Keneng, warga Ambalau yang ikut mendampingi keluarga korban saat memberikan informasi kepada wartawan. Mewakili masyarakat Dusun Besurat Nanga Ambalau ia juga sangat berharap polisi bisa lebih maksimal dan bekerja

Salurkan Dana PUAP

Abang Bantah Dinas “Main Mata” Gapoktan Eko Susilo Borneo Tribune, Nanga Pinoh KADIS Pertanian, Perikanan dan Peternakan (Distankannak) Melawi, Abang Sukandar menepis tudingan yang santer dibicarakan bahwa pihaknya ada main mata atau telah ikut campur kepada para Gabungan Kelompok

Tani (Gapoktan) penerima dalam penyaluran dana bantuan langsung masyarakat Program Pengembangan Usaha Agrobisnis Pedesaan (PUAP) tahun 2012. “Kita tidak pernah mengintervensi kepada pihak Gapoktan penerima PUAP. Karena dana PUAP ditransfer langsung oleh pusat ke rekening Gapoktan itu sendiri. Dana-

nya sebesar Rp 100 juta setiap Gapoktan. Jadi, bukan lewat rekening dinas dan tidak ada kita potong. Kita hanya membantu prosesnya saja. Soal pengelolaan dana tersebut, pihak Gapoktanlah yang mengaturnya sesuai petunjuk teknis yang ada,” katanya yang juga Ketua Tim Teknis PUAP ini kepada Borneo Tribune didampingi Sekretaris

Danrem 121ABW saat memberikan arahan pada Pamtas RI-Malaysia dari Yonif 123Rajawali. Foto Ist

Distankannak, Hasanudin ditemui kemarin. Ia menjelaskan, ketika dana PUAP ditransfer ke rekening Gapoktan, tugas para tim teknis PUAP yang dibentuk pemerintah adalah mengawasi perjalanan program tersebut agar tidak keluar dari aturan. Karena program PUAP berasal dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia dan memiliki beberapa tujuan penting. Seperti mengurangi kemiskinan dan pengangguran melalui penumbuhan dan pengembangan kegiatan usaha agribisnis di pedesaan sesuai dengan potensi wilayahnya. “Sebelum dana PUAP ini ditransfer, para Gapoktan penerima sudah kita berikan sosialisasi dan pelatihan terlebih dahulu. Dengan harapan dapat sesuai dengan peruntukkannya dalam rangka meningkatkan kinerja ekonomi petani di perdesaan. Sekaligus membuat dan menyusun laporan kegiatan perkembangan dana BLM-PUAP itu sendiri,” katanya. Tujuan lain dari program PUAP ialah meningkatkan kemampuan pelaku agribisnis, pengurus Gapoktan, penyuluh pendamping dan penyelia mitra tani. Memberdayakan kelembagaan petani

dan ekonomi pedesaan untuk pengembangan kegiatan usaha agribisnis serta meningkatkan fungsi kelembagaan petani menjadi jejaring atau mitra lembaga keuangan dalam rangka akses permodalan. “Sasaran PUAP antara lain berkembangnya usaha agribisnis di desa melalui Gapoktan yang ada dan dikelola langsung oleh petani. Harapnya dana tersebut dapat terus bergulir dan berkembang. Salah satu Gapoktan yang sukses dalam pengelolaan dana PUAP seperti didaerah Nusa Pandau,” ujarnya. Hal senada juga dikatakan Hasanudin. Program PUAP diharapkan dapat memperkuat organisasi kelembagaan tani dan meningkatkan akses petani terhadap permodalan, pasar dan teknologi inovasi pertanian. Program PUAP masuk ke Melawi sejak tahun 2008 lalu. Dan untuk saat ini hanya tinggal 8 Gapoktan saja yang belum menerima PUAP dari target 169 desa yang ada di 11 kecamatan. “Sudah 161 Gapoktan yang menerima bantuan PUAP, sejak bergulir tahun 2008 lalu. Dalam pengelolaannya, para Gapoktan juga didampingi oleh Penyelia Mitra Tani (PMT) sebagai mitra,” pungkas Haji Hasan. o

Ayo, Saksikan Festival Film Sains di Pontianak Borneo Tribune, Pontianak FESTIVAL film sains akan diputar kembali di Pontianak dalam waktu dekat. Festival film yang ditujukan bagi para pelajar ini akan diputar pada 6 dan 7 November mendatang di Perpustakaan Provinsi Kalbar. Festival ini diselenggarakan atas kerjasama GoetheInstitut, WWF Indonesia, dan panitia lokal Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI) Pontianak. Ketua AJI Pontianak Donatus Budiono menjelaskan, festival ini adalah sebuah proyek “payung” yang menyatukan acara pendidikan dan ilmu pengetahuan dengan media film. Panitia telah menyiapkan 12 film sains bertema kelautan (marine) untuk diputar selama 2 hari. Film yang diputar itu antara

lain, “A Song For Tukik” (Lagu untuk Tukik), “My Dear Little Planet” (Planet Mungil Yang Kusayang), dan Science Kids (Anak-Anak Sains). Film Song For Tukik berlatar di Wakatobi, Sulawesi Tenggara. Film yang disutradarai Kamila Andini ini tak hanya mengabadikan keindahan panorama bawah laut Wakatobi, tapi juga menampilkan habitat penyu serta program adopsi penyu yang telah diterapkan di Pulau Randuma, Wakatobi. Sementara My Dear Little Planet adalah sebuah kisah dalam bentuk animasi dengan musik yang mengungkapkan isu ekologi dan lingkungan hidup dari sudut puitik. Sejumlah pertanyaan diajukan dalam film besutan sutradara Perancis ini seperti dari mana

asalnya laut? Apa yang terjadi pada air ketika hujan? Film Science Kids bercerita tentang sosok Harvey, si burung bijaksana, yang sedang mendorong anak-anak sains untuk mengungkapkan kepercayaan dan praktik takhayul yang dilakukan oleh Pando, si Panda tukang sihir yang terkenal suka memaksa penduduk desa untuk percaya pada penduduk desa. Kepala Dinas Pendidikan Kota Pontianak Mulyadi sudah memberikan ijin pelaksanaan pemutaran film ini. Diknas akan mengundang sekolah-sekolah untuk berpartisipasi dalam acara ini. Pemutaran film-film ini sendiri bertujuan untuk mengenalkan kecintaan lingkungan pada anak-anak.

Film adalah medium yang sangat kuat dalam memberikan sebuah kampanye secara efektif. Tahun lalu kegiatan serupa juga telah dilaksanakan. Saat itu banyak anak sekolah, mulai dari SD hingga SMA yang menyaksikan pemutaran film. Tahun ini untuk pertama kalinya Science Film Festival akan diadakan serentak di Thailand, Indonesia, Kamboja, Malaysia, Vietnam, Laos, Myanmar, dan Filipina. Di Indonesia, festival ini diselenggarakan di 17 kota, termasuk Pontianak. Tahun lalu, Indonesia berhasil menarik sekitar 27.000 pengunjung. Di Kota Pontianak tak kurang 1.100 pelajar meramaikan festival ini. Kesuksesan penyelenggaraan terse-

Musim Hujan, Petugas Kebersihan Kerja Ekstra Endang Kusmiyati Borneo Tribune, Sintang MUSIM penghujan saat ini membuat petugas kebersihan dari dinas kebersihan, pertanaman dan kebakaran (DKPK) Sintang harus bekerja lebih ekstra. Pasalnya, banyak parit yang tersumbat oleh sampah. Hal ini dibenarkan oleh Plt Kepala DKPK Sintang Budiharto. Ia mengaku, banyak sampah yang menyumbat sejumlah parit di sejumlah jalan protokol Kota Sintang akibat hanyut terbawa air hujan.

Budiharto Foto Endang Kusmiyati/Borneo Tribune

Namun, pihaknya telah mengantisipasi dengan mengerahkan para pekerja agar

bekerja lebih ekstra. “Kita sudah lakukan pembersihan ini di beberapa jalur seperti Jalan Dharma Putra dan jalur Lintas Melawi,” kata Budiharto. Kondisi saluran drainase yang ada sekarang diakuinya sangat kecil, sehingga ketika volume air menimbang air akan meluber hingga ke badan jalan. “Daya tampungnya sedikit sekali,” katanya. Ia juga mengatakan bahwa rendahnya kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah di saluran drainase atau sungai sangat

menjadi masalah. Menurutnya masih banyak warga yang membuang sampah di luar TPS, sehingga ketika musim hujan tiba, sampahsampah tersebut akan terbawa aliran air dan hanyut di selokan. Akibatnya selokan akan tersumbat dan air meluber. “Persoalan kita juga, masyarakat masih enggan membuang sampah pada waktu-waktu yang telah ditentukan. Jadi sampah akan menumpuk di TPS dan tidak terangkut karena waktu angkut sudah lewat,” pungkasnya. o

but mendorong kelanjutan festival ini ke negara-negara lain. Ke depan kecintaan akan lingkungan diharapkan bisa terus dikampanyekan. Sebab para pelajar adalah generasi mendatang yang akan menjadi pengambil kebijakan pada penyelamatan Lingkungan. Ketua AJI Pontianak Budi Miank mengharapkan sekolah-sekolah di Kota Pontianak bisa berpartisipasi dalam kegiatan ini. “Film ini gratis. Silahkan ramaikan Perpustakaan Provinsi Kalbar hari Selasa dan Rabu depan,” ujarnya. (riliso

cepat untuk mengungkap pelaku pembunuhan tersebut. “Jangan membeda-bedakan antara orang yang kaya dan orang miskin,” katanya. Dituturkan Jaoung Pasuh, sebelumnya hari Minggu (9/ 9) sebulan lalu Suran (32) warga Dusun Besurat pergi meninggalkan rumah pada sekitar pukul 07.00 pagi. Tidak diketahui secara persis ke mana korban tersebut pergi. Namun Suran tak kunjung kembali dan menyebabkan keluarganya cemas. Usaha pencarian pun sudah dilakukan, namun Suran tidak juga ditemukan. Selang empat hari kemudian, tepatnya pada Kamis (13/9) warga Dusun Besurat digegerkan dengan ditemukannya sesosok mayat bayi

yang diduga berumur sekitar 5 bulan terapung di sungai. Tak lama kemudian, di perhuluan sungai tak jauh dari posisi mayat bayi ditemukan warga juga menemukan mayat perempuan dalam keadaan telungkup. Setelah dibalik posisinya, dipastikan itu adalah mayat Suran dan kondisi mayat sudah tidak utuh lagi. Bagian perut Suran robek hingga nyaris ke kemaluan. Karena itu hingga kini keluarga korban sangat berharap kepada pihak kepolisian untuk mengusut tuntas jasad yang diduga dibunuh tersebut. “Kami sudah sering mempertanyakan hal ini ke polisi, tapi jawabannya selalu masih dalam proses penyidikan,” tukas Joung Pasuh.o

Bupati Tutup TMMD Nanga Merakai Borneo Tribune, Sintang PELAKSANAAN TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD) ke- 89 di Kecamatan Ketungau Tengah sejak 10 Oktober, secara resmi ditutup Bupati Sintang, Milton Crosby, Selasa (30/10 ). Bupati menjelaskan pelaksanaan TMMD merupakan bentuk kepedulian TNI dalam memberdayakan masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan secara berkesinambungan. “Kegiatan TMMD juga sudah membantu Pemkab dalam mempercepat pembangunan di daerah serta terbinanya kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam rangka ketahanan nasional,” kata Milton. Selama 21 hari pelaksanaan TMMD, seluruh elemen sudah menunjukkan kebersamaan dan gotong royong. Untuk itu, pihaknya minta agar kebersamaan dan gotong royong itu terus dilanjutkan dalam kehidupan sehari-hari. Ia juga mohon maaf jika selama pelaksanaan TMMD ada hal yang tidak menyenangkan. ”Saya serahkan hasil karya TMMD ke-89 ini untuk dimanfaatkan dan dipelihara bagi kepentingan masyarakat. Jaga terus keamanan dan ketertiban. Tumbuhkan rasa kebersamaan dan budaya gotong royong” tambah bupati. Dandim 1205 Sintang Letkol (Inf) Parlindungan Hutagalung selaku Dansatgas TMMD melaporkan hasil pelaksanaan TMMD Tahun 2012. “Kita berhasil menyelesaikan pembangunan fisik seperti meneruskan pembangunan jalan tembus sepanjang 5,5 km, dua jembatan kayu, dua gorong-gorong, rehab satu kapel, dan rehab satu surau,” katanya. Pihaknya juga telah me-

nyelesaikan sasaran tambahan yakni rehab jalan yang sudah dibangun pada pelaksanaan TMMD tahun lalu sepanjang 3 KM dan memperbaiki tangga kapel. Selain kegiatan fisik, TMMD juga dirangkai dengan memberikan penyuluhan bagi warga yang dimulai dari bela negara, keamanan, pertahanan, pendidikan, kesehatan, koperasi, Disbudpar dan ada beberapa ketahanan pangan lainnya yang berkaitan dengan kesejahteraan masyarakat. TMMD sendiri dilaksanakan secara serentak di 61 kabupaten/kota di seluruh Indonesia diharapkan mampu membawa pengaruh bagi kesejahteraan bagi masyarakat sekitar melalui pembangunan sarana dan prasarana serta penyuluhan. TMMD ke- 89 mengambil tema “Melalui program TNI Manunggal membangun desa kita tingkatkan sinergisitas kegiatan dan kerjasama antara TNI, Polri, lembaga kementerian, Pemda dan segenap komponen masyarakat untuk mewujudkan percepatan pembangunan di pedesaan menuju masyarakat yang damai dan sejahtera. Pembangunan infrastruktur dipilih karena akan langsung menyentuhkebutuhan masyarakat. Program non fisik dilaksanakan dalam rangkamenggugah semangat masyarakat baik dalam hal keamanan, hukum maupun untuk pengembangan perekonomian masyarakat. Tim Pelaksana TMMD sendiri berjumlah 150 orang yang terdiri dari Dansatgas dan staf 15 orang, Satuan Setingkat Kompi 110 orang, tim asisten TNI/Polri/ Pemda 25 orang dan masyarakat 50 orang. (Rilis/Syukur Saleh) o

Desa Nanga Ora Minta Tambat Perahu Eko Susilo Borneo Tribune, Nanga Pinoh MASYARAKAT di Desa Nanga Ora, Kecamatan Sokan meminta kepada Pemkab Melawi agar dapat membangun lokasi tambat perahu masyarakat. Pasalnya, masyarakat sekitar sudah lama menginginkan pembangunan itu untuk dijadikan sebagai sarana pendukung transportasi andalan masyarakat. “Kalau ada tempat tambat perahu yang lebih representative tentu sangat membantu masyarakat. Sehingga lebih memudahkan dan terke-

san tertata rapi, Mudahmudahan dapat terealisasi. Hal ini juga sudah kita utarakan kepada anggota dewan asal Sokan yakni, Dadi Sunarya agar dapat diperjuangkan dalam APBD,” kata Kepala Desa Nanga Ora, Lukman, beberapa waktu lalu. Ia menceritakan, Desa Nanga Ora mengandalkan jalur transportasi sungai untuk akses perekonomian sehari-hari. Hampir sebagian besar masyarakat disana memiliki perahu untuk sarana angkutan. Sementara anggota DPRD Melawi, Dadi Sunarya membenarkan dirinya mendapat-

kan aspirasi dari masyarakat Nanga Ora soal permintaan pembangunan tambat perahu. Praktisi asal PKPB ini berjanji akan memperjuangkan dalam APBD 2013 melalui instansi terkait. “Aspirasi tersebut sudah saya tampung. Tidak hanya Nanga Ora saja, tapi ada beberapa desa lainnya di daerah Sokan juga berharap bisa dibangun tempat tambat perahu seperti Desa Penyekuang. Yang jelas, saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk membantu merealisasikan keinginan masyarakat disana sesuai kapasitas yang saya miliki,” kata Dadi. o


Kamis, 1 November 2012

Investor Diminta Sinergis Dengan Masyarakat Dan Pemerintah

Muhammad Suhada Kabid Tenaga Kerja, Diskertrasos Kapuas Hulu Foto Timotius/Borneo Tribune

Borneo Tribune/Putussibau KEBERADAAN investor di Bumi Uncak Kapuas Hulu saat ini cukup pesat, terutama yang bergerak dibidang perkebunan kepala sawit, hanya saja sering muncul persoalan antara pihak perusahaan dan masyarakat atau petani sawit. Hal itu disebabkan karena masih belum adanya keterbukaan pihak perusahaan baik kepada pihak petani maupun kepada Pemerintah. “Rata-rata yang sering memicu persoalan di perkebunan sawit yaitu masalah lahan dan upah buruh, padahal jika saling terbuka, persoalan tersebut tidak akan muncul kepermukaan, intinya juga sosialisasi dari pihak perusahaan saya rasa masih kurang, belum ada

sinergi antara perusahaan, masyarakat bahkan dengan pemerintah,” ucap Muhammad Suhada Kepala Bidang (Kabid) Tenaga Kerja pada Dinas Ketenagakerjaan, Transmigras dan Sosial Kabupaten Kapuas Hulu, beberapa waktu lalu. Bahkan selama ini menurut Suhada pihak perusahaan tidak pernah melaporkan secara riil terkait ketenagakerjaan, yang dilaporkan hanya jumlah nominal, sementara untuk bidang-bidang pekerjaannya juga tidak pernah dilaporkan. “ Ini salah satu ketidak transparan pihak perusahaan, padahal ini sangat penting untuk mengantisipasi persoalan kedepan, sehingga pihak pemerintah terutama instansi terkait sudah mengetahuinya,” tutur Suhada. Untuk itu, Suhada menghimbau agar keberadaan investor di Kabupaten Kapuas Hulu dapat menguntungkan semua pihak, baik itu untuk perusahaan itu sendiri, masyarakat maupun Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu. Sehingga ditekankan agar pihak investor juga mesti bersinergi dengan semua pihak, lakukan sosialisasi kemasyarakat secara terbuka, untuk menghindari ketidakpahaman masyarakat itu sendiri, selain itu program yang ditawarkan juga harus jelas. (Freelancer/Timotius) †

Kapuas Hulu

Borneo T Tribune

10

Pemuda Stres Bacok Istri, Mertua dan Ibu Kandung

Seorang ibu harus terbaring di RSUD Ahmad Diponegoro akibat ulah anak kandungnya sendiri. FOTO:Timotius/Borneo Tribune

Borneo Tribune/Putussibau DIDUGA akibat stres, Tuzid (20) warga Desa Jakok Kecamatan Bunut Hulu tega membacok Ibu kandung, istri dan ibu mertuanya. Akibatnya ketiga orang tersebut yang menjadi amukan Tuzid mengalami luka serius dan terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ahmad Diponegoro Putussibau, Selasa (30/ 10) kemarin, Ibu Riang, yang merupakan mertua Tuzid harus kehilangan tangan kirinya (pergelangan tangannya putus dan tidak dapat disam-

bung,red), sedangkan Dawi, istri Tuzid mengalami luka pada lipatan siku lengan kanan dan luka di bagian perut yang perlu penanganan serius. Sementara itu, Minau, ibu kandung Tuzid menderita luka di bagian tangan, meski tidak separah istri dan ibu mertuanya. Kejadian pada siang hari sekitar pukul 12.00 wib, Selasa (30/10) ini tak terduga sebelumnya oleh Minau. “ Yang melakukan ini semua anak kandung saya yang paling bungsu, sebelumnya dia tidak pernah seperti ini. Setelah pulang kerja dari Su-

Ketiga korban penusukan oleh Tuzid mengalami luka serius. FOTO: Timotius/Borneo Tribune

matera dia sering mengeluh kepalanya sakit, dan matanya tampak merah, dia itu seperti gangguan jiwa atau stres, anak saya itu sempat kerja emas tetapi melihat kelakuannya seperti itu, diantar pulang oleh kawankawannya, hinggalah terjadi seperti ini, kami menjadi korban amukannya, “ tuturnya saat terbaring di Unit Gawat Darurat (UGD) RSUD Putussibau. Hal senada juga dituturkan Dawi, istri pelaku, yang awalnya hendak mengajak suaminya mandi bersama, namun sang suami tiba-tiba memeluk, dan setelah memeluknya, Tuzid tiba-tiba mengamuk dan hendak menusuk Dawi dengan pisau kecil. “Saya ajak dia mandi, tapi saat itu saya dipeluknya, setelah itulah dia membabi buta hendak membacok saya menggunakan pisau, namun saya lakukan perlawanan agar pisau itu tidak mengenai bagian badan saya. Melihat kejadian ini ibu dan mertuaku langsung melerai namun saya terjatuh, dan ketika saya sudah rasakan ada luka, saya tidak sadar meloncat dari rumah,saya tidak tahu apa maksud suami saya itu apakah ingin membunuh kami, karena sebelumnya kami tidak pernah cekcok atau kelahi,” tuturnya. Akibat ulahnya, Tuzid diamankan di Polsek Bunut Hulu, sementara ketiga wanita korban pembacokan mendapat perawatan serius oleh pihak RSUD Ahmad Diponegoro Putussibau. (Freelancer/Timotius) †

Minggu Pertama November Dukcapil Layani e-KTP Ke Hulu Kapuas Borneo Tribune/Putussibau Meskipun pencapaian wajib e-KTP di Kabupaten Kapuas Hulu telah melampaui target , namun pelayanan perekaman e-KTP tetap akan dilaksanakan hingga akhir tahun 2012 ini. Rencananya pada ming-

gu pertama bulan November ini Dinas Kependu dukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kapuas Hulu akan melakukan perekaman e-KTP ke Hulu Kapuas, Kecamatan Putussibau Selatan. “ Di Hulu Kapuas itu ada

PT. BUMI BORNEO CEMERLANG

Distributor Aspal Shell (Drum) Pen 60/70, Berat Bersih : 154 Kg

Gallery

Kerawing Menerima pesanan & menjual : hasil tenunan daerah/ kerajinan, berupa pakaian adat, anyaman dan lukisan Putusibau SISKA Hp. 081257159998

Telp. 0561-577868 Jl. Gaj ahma da N o. 3 P ont ianak Gajahma ahmada No Po ntianak Email: aria_tur@yahoo.com Penerbangan Pontianak - Jakarta BATAVIA : 5x penerbangan dalam sehari ( z07.05 z07.55 z11.10 z14.35 z16.00 ) SRIWIJAYA : 4x penerbangan dalam sehari ( z07.00 z07.55 z11.55 z15.50 ) LION AIR : 3x penerbangan dalam sehari ( z07.30 z11.35 z15.30 )

GARUDA : 3x penerbangan dalam sehari ( z08.00 z12.55 z17.35 ) Penerbangan PTK - JOGJA & PTK - SURABAYA BATAVIA : 1x penerbangan dlm sehari (pukul : 14.45)

PALAPA TAXI

PONTIANAK - SINGKAWANG (PP) PONTIANAK SINGKAWANG

Jl. Arteri Supadio Ruko No. 1-2

Jl. Niaga No. 25

0561-717 8888 0562-333 9999 0821 4876 8888 0821 4876 9999 ARMADA INNOVA & YARIS ARMADA INNOVA & YARIS JAM JAM BERANGKAT :

BERANGKAT:

05-07-08-09-10-11-13-14-15-16-17-19.00 WIB 05.00 - 08.00 - 11.00 - 14.00 - 17.00 - 19.00

empat Desa yang akan kita layani, yaitu Desa Beringin Jaya, Bungan Jaya, Tanjung Lokang dan Kereho, kami juga akan membawa 4 mobil enrollment dengan 8 operator, menggunakan 2 buah speed boat, diperkirakan memakan waktu selama satu minggu pulang pergi,” tutur Marcellus Basso Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kapuas Hulu, Rabu (31/10). Menurut Marcellus, berdasarkan data yang diperoleh tanggal 30 Oktober kemarin, perekaman e-KTP Kabupaten Kapuas Hulu saat ini sudah mencapai 114.678 jiwa atau 109,75 persen dari alokasi target sebanyak 104.486 jiwa. Sedangkan sisa wajib e-KTP Kabupaten Kapuas Hulu sebanyak 51.713 jiwa. Dipaparkannya, untuk Kecamatan Putussibau Utara sebanyak 10.919 jiwa atau 86,52 persen, Kecamatan Bika sebanyak 2.628 jiwa atau 130,86 persen, Kecamatan Embaloh Hilir sebanyak 2.913 jiwa atau 112,27 persen, Kecamatan

Embaloh Hulu sebanyak 2.702 jiwa atau 104,34 persen, Kecamatan Bunut Hilir sebanyak 4.730 jiwa atau 125,14 persen, Kecamatan Bunut Hulu sebanyak 6.391 jiwa atau 111,94 persen, Kecamatan Jongkong sebanyak 3.784 jiwa atau 107,11 persen, Kecamatan Hulu Gurung sebanyak 7.589 jiwa atau 125,00 persen, Kecamatan Selimbau sebanyak 7.277 jiwa atau 118,59 persen, Kecamatan Semitau 4.366 jiwa atau 124,13 persen, Kecamatan Seberuang sebanyak 5.718 jiwa atau 123,37 persen, Kecamatan Batang Lupar sebanyak 2.640 jiwa atau 112,47 persen, Kecamatan Empanang sebanyak 1.676 jiwa atau 134,66 persen, Kecamatan Badau 3.194 jiwa atau 97,29 persen, Kecamatan Silat Hilir sebanyak 9.758 jiwa atau 122,84 persen, Kecamatan Silat Hulu sebanyak 5.933 jiwa atau 131,68 persen, Kecamatan Putussibau Selatan sebanyak 7.992 jiwa atau 95,56 persen, Kecamatan Kalis sebanyak

Marcellus Basso Kepala Dinas Dukcapil Kapuas Hulu Foto Timotius/Borneo Tribune

4.305 jiwa atau 71,69 persen, Kecamatan Boyan Tanjung sebanyak 5.597 jiwa atau 117,77 persen, Kecamatan Mentebah sebanyak 3.825 jiwa atau 102,55 persen, Kecamatan Pengkadan sebanyak 5.134 jiwa atau 123,97 persen, Kecamatan Suhaid sebanyak 4.307 jiwa atau 109,99 persen, Kecamatan Puring Kencana sebanyak 1.300 jiwa atau 122,64 persen. (Freelancer/Timotius) †

IKLAN BARIS Dijual

Dicari

Peluang Usaha

Rumah Permanen. Jl. Purnama Komp. Dinasti Indah Blok B No. 14 Ptk. Ukuran Tanah 10 x 18 m2, Ukuran Bangunan 9 x 15 m2. Hub:085252015279

SGR, Guru PAUD/TK, Bersedia Ikut Diklat, Lgsg Penempatan, Hub. Jl. Pancasila No. 207 Telp. 761562

BISNIS FOREX! Daftar hr ini, besok psti dpt Profit (7% selama 100 hr) www.forexal.com SMS “PETUNJUK” Hp.087885563999 T.07789645034

Dijual Bangunan Dijual cepat eks. kantor, sertifikat, 2 lt, Jl. Nurali No. 2, Hub. 081384151188 tnp perantara.

Dijual Paket DAHSYAT MITSUBISHI!! Colt Diesel + Dump. DP Cuma 75 Juta + Bns TV LED 24” Hub. 085 268 495 763

Dijual Tanah

Peluang Bisnis

Jln.Purnama I Gg. Purnama Indah 1 No. 21. Menuju Komplek Dinasti Indah. Uk. 16 x 27 m. Bangunan L 14,5 m, P 18,5 m. Hub. Bpk. Gusti Hp. 081256983336

Bisnis Forex! Modal Min Rp.300rb, Profit Besar, Cek UTK Pns, Pensiunan dll. Info www. inforexal.com, SMS “MINAT” Hp. 087885563999

DIJUAL CEPAT TANAH SHM, tanpa perantara. * Jl. Gusti Situt Mahmud, Gg. Selat Makasar, Siantan (blkng BPAS) LT 1000 m2 Rp. 300 jt (nego). Hub. 0819 565 2794/0561 700 4977

Gallery Kost. Menerima Pria & Wanita Fasilitas Air & Listrik dan lain-lain. Jl. Diponegoro No. 9 Telp. 0562-3320424 SKW

Dijual tanah, 364 M 2, Jl. Danau Sentarum, Gg. Wonosobo, 50 Juta. Hub. Sri 081352269380 Dijual tanah, jl. Ujung Pandang, luas 4114 m2 sertifikat, Hub. 081384151188 tnp perantara.

Kost

Taxi CV. TEGAR PRATAMA TRANSPORT Melayani Antar Jemput Penumpang Jl. Kalimantan No. 24B 0562-640029/641366 SINGKAWANG Jl. Imam Bonjol Gg. Tnjng Sari No. 36 0561-747211/749025 PONTIANAK INNOVASI TAXI. Melayani Antar Jemput. Jl. Tua Pekong No.24 Singkawang, (0562)3309800, Jl. A. Yani (RM. Bertagis) Pontianak Telp. (0561) 7015100, (0561) 7157000

Disewakan Disewakan gudang 2 pintu, luas + 250 m2 dan 200 m2, cocok utk kndraan bermotor, alat telekomunikasi, di Jl. Adisucipto. Hub 081384151188 tnp perantara.

Iklan Baris:

1 baris / hari Rp. 6.000,-


Teras Borneo Tribune

Kamis, 1 November 2012

Taman Alun Kapuas dan Ruang Publik Pontianak permainan anak. Cobalah anda datang sore atau malam hari. Suasana khas tepian sungai kapuas akan menjadi sensasi tersendiri di taman ini. Pada hari-hari tertentu

juga terkadang diadakan agenda wisata tertentu, seperti festival layang-layang, panggung hiburan dan pasar jajanan. Dahulu, taman ini bernama Larive Park. Letaknya

tepat di depan Resident’s Huis/kantor Residen. Di sisi sungainya terdapat Aanlegsteiger Gewestelijke vaartuigen/dermaga kapalkapal kantor residen. (Ahmad Asma S. dZ)

Empat Kecamatan Ketapang Akan Hengkang keluar dari Ketapang. Empat kecamatan tersebut yakni Simpang Hulu, Simpang Dua, Sungai Laur dan Hulu Sungai. “Keputusan ini sudah bulat, masyarakat ÿempat kecamatan tersebut akan segera membuat ritual adat, “penulak jamban” atau adat meninggalkan Kabupaten, dan ÿmenyerahkan pinggan kepada pemerintah daerah dan DPRD Ketapang,”kata Alem Rabu (31/10), kemarin. Alem mengatakan, penyerahan pinggan tersebut sebagai persyaratan menyatakan bahwa empat kecamatan akan keluar dari Kabupaten Ketapang, sekarang tinggal pemerintah daerah Ketapang bagaimana menyikapi persoalan ini. “Jadi niat kami untuk keluar dari Kabupaten Ketapang bukan main-main lagi,” tegas Alem. Alem menuturkan, keputusan tersebut terpaksa dilakukan, lantaran DPRD dinilai sudah tidak berpihak lagi kepada kepentingan masyarakat melainkan lebih mengutamakan kepentingan tertentu. Alem menilai rapat dengar pendapat di DPRD Ketapang kemarin dapat dilihat, bahwa rapat tersebut sepertinya sudah dikondisikan, hal ini yang membuat masyarakat di empat kecamatan tersebut kecewa. “Jadi perjuangan kami se-

lama ini menjadi sia-sia,” keluhnya. Ketua presidium Pemekaran Kabupaten Hulu Aik Paulus Unjing mengatakan, persoalan tersebut sejatinya tidak akan sampai sejauh ini jika DPRD bijak dalam mengambil keputusan. Sebab sebelum dibentuk panitia pemekaran Kabupaten Hulu Aik beberapa waktu lalu pihaknya sudah berusaha merangkul panitia Sandai Group. Paulus mengatakan, sudah beberapa kali menghubungi panitia Sandai Group untuk bergabung dengan Presidum Hulu Aik , namun mereka selalu saja menolak, mereka justru mengatakan usaha tersebut sia-sia saja. “Dari itulah kami akhirnya membentuk kepanitiaan baru,” ungkapnya. Setelah beberapakali melakukan rapat dengar pendapat baik dengan DPRD maupun eksukutif, akhirnya rencana pemekaran tersebut mendapat respon positif dari pemerintah, dengan adanya pengalokasian dana untuk tahap awal. Paulus mengaku heran mengapa setelah ada dukungan dari pemerintah dan ada anggarannya panitia pemekaran Sandai Group ini muncul kembali. Padahal saat itu ketika diajak bergabung (Sandai Group Red) menolak, ini sebenarnya ada apa dibalik itu.

Menurutnya yang lebih mengecewakan lagi, panitia Sandai Group ini justru melakukan pemalsuan dokumen dari panitia presidium pemekaran Kabupaten Hulu Aik. “Hal tersebut dapat dibuktikan dengan data-data yang dia peroleh. Daripada seperti itu lebih baik kita bubarkan saja kepanitiaan ini, Yang jelas kami menyatakan akan keluar dari Kabupaten Ketapang,” tegasnya. Ketua umum Panitia pembentukan Kabupaten Sandai Group, Flor Suryadarma mengatakan, perjuanganÿuntuk mewujudkan pembentukan kabupaten baru tetap akan dilanjutkan. “Perjuangan sudah dimulai sejak tahun 2001 yang lalu yang kini sudah mendapat dukungan dari Legislatif dan Eksekutif Kabupaten Ketapang. Kami tetap optimis pembentukan kabupaten baru ini akan segera terwujud,kami juga akan merangkul Kecamatan terdekat yakni Pemahan,’’ kata Flor. Flor mengungkapkan ada tiga nama Kabupaten yang diusulkan ke legislative dan eksekutif yaitu Kabupaten Sandai, Kayong Timur, dan Hulu Aik yang tergabung dari enam Kecamatan. “Namun kami sayangkan ada dua kecamatan yang keluar dari aundensi kemarin di DPRD Ketapang,” katanya.

SPBU Dilarang Biarkan Antrian Panjang karena telah dirugikan truk pengantri. Namun sebelum melakukan dialog dengan Dishubkominfo, para RT ini melayangkan surat tembusan kepada Kapolresta Pontianak, Dishubkominfo, Pemilik SPBU dan Pimpinan Awak Media di Kota Pontianak. Dimana dalam surat tembusan tersebut, warga menuntut truk pengantri dihapuskan, karena terlalu panjang serta merugikan masyarakat banyak, bahkan menyebabkan lalu lintas di Jalan Hasanudin (Gertak I) jadi semeraut dan menyebabkan kecelakaan, yakni menewaskan seorang pelajar atas nama Rio Pramana pada tanggal 28 September 2012 dan untuk tidak mengulangi ini terjadi kembali, warga meminta penjualan solar di SPBU gertak I dihentikan, karena antrian ini sangat merugikan warga. Dan jika tidak diindahkan tuntutan tersebut maka,ÿwarga tidak bertanggung jawab jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Sementara itu pertemuan yang dilakukan Tokoh masyarakat dan warga Gertak I bersama Dishubkominfo, kepolisian, Camat Pontianak Barat, Camat Pontianak Kota, Pemilik SPBU, Hiswana Migas, dan pihak pertamina, dilakukan secara tertutup yakni dimulai sejak

pukul 09.00 WIB, dan selesai pukul 11.30 WIB. Camat Pontianak Kota Junaidi saat ditemui usai pertemuan tersebut, dirinya mengatakan bahwa hasil pertemuan tersebut, semuanya sepakat melakukan pengawasan secara ketat serta memburu para pengantri siluman. Karena akibat dari pengantri siluman serta truk yang panjang mengakibatkan kerugian terhadap warga. “Khusus SPBU di Jalan Merdeka, kita meminta hal yang sama, yakni pengawasan secara ketat terhadap SPBU di gertak I, karena di dekat SPBU merdeka juga dekat dengan SMPN 1 jadi juga banyak anak - anak keluar masuk di SMPN 1” katanya. Sementara itu H. Ridwan MS selaku Tokoh Masyarakat Gertak I dan Ketua RW 01 Kelurahan Sungai Jawi Dalam, mengatakan bahwa antrian tidak boleh lagi terjadi, apalagi antrian panjang dari SPBU Gertak I sampai dengan Toko Swalayan Mitra Anda di Sungai Jawi. “ Akibat antrian tesebut, gang-gang warga tertutupi, alur lalu lintas semeraut, toko - toko atau warung warga tertutupi truk, terjadinya kecelakaan yang meninggal dunia maupun kecelakaan biasa. Jadi antrian ini kita tegaskan dihentikan,” tegasnya. Sedangkan Kepala

Dishubkominfo Kota Pontianak, Fuji Hartadi mengatakan hasil pertemuan tersebut, telah disepakati, bahwa tidak boleh ada antrian panjang di SPBU Gertak I danÿ SPBU Jalan Merdeka. Karena benar - benar meresahkan warga setempat. “Dari pihak Pertamina dan Pemilik SPBU mengatakan bahwa, antrian panjang tesebut terjadi karena lambannya masuknya solar ke SPBU. Sedangkan Truk sudah menunggu lama. Maka dari antrian nantinya minimal 4 Truk saja yang mengantri,” tegas Kepala Dishubkominfo Kota Pontianak. Lanjut Fuji Hartadi, bahwa pengawasan secara ketat akan dilakukan bersama sama, yakni oleh Dishubkominfo, Polresta Pontianak, Pemilik SPBU dan Pertamina serta masyarakat. Dan pengawasan ini dilakukan setiap hari. Jadi jika ada yang melanggar maka akan ditindak, yakni akan diarahkan untuk keliling terlebuh dahulu, karena minimal 4 SPBU saja yang mengantri. “Sanksi yang diberikan terhadap pengantri yang tidak memiliki kartu kendali dari Dishub, maka sanksinya tidak diberikan BBM di SPBU. Untuk itu harus mengisi dengan kartu kendali,” ungkapnya.

Ancaman Itu Biasa Pasalnya hal tersebut terlebih dahulu harus melalui proses serta memenuhi sejumlah persyaratan yang terkait dengan peraturan serta birokrasi. Bahkan yang tidak kalah penting adalah harus mendapatkan persetujuan dari Pemerintah dan DPRD Kabupaten Ketapang . “Ancam-ancaman itu sudah sering mereka sampaikan. Jadi kami tidak heran lagi,” ucap Ketua DPRD Kabupaten Ketapang, Gusti Kamboja. Kamboja mengatakan, tu-

juan DPRD Ketapang mempersatukan kepanitiaan Presidium Pemekaran Kabupaten Hulu Aik dengan Panitia Sandai Group tidak lain dan tidak bukan adalah untuk kepentingan bersama. Sehingga apa yang menjadi harapan bersama bisa segera terwujud. “Pada intinya tujuan kedua belah pihak ini sama. Yakni sama-sama memekarkan daerah. Kalau tujuannya sama, kenapa tidak kita satukan saja. Supaya apa yang menjadi harapan masyarakat bisa ter-

wujud,” lugasnya. Dengan adanya konflik dan perpecahan, sambung Kamboja tentu hal tersebut bisa menimbulkan permasalahan baru. Sebab, kata dia, tidak menutup kemungkinan rencana tersebut akan menghambat rencana yang sudah disusun oleh masing-masing pihak. “Kita berharap semuanya bisa berjalan dengan baik sesuai dengan yang sudah direncanakan dan pemekaran kabupaten dapat terwujud,” tandasnya. (Jaidi Chandra/Borneo Tribune)

bisa mendapat 25 ekor/ hari = 2.5 Juta/hari. Kalau 1 bulan kita bisa mendapat 75 juta hanya dengan menjual bekicot, hebat bukan? Syarat bekicot yang sehat sebagai informasi: Warna cerah, cangkang keras, berlendir, warna coklat.

Pengepul hanya membeli bekicot dalam kondisi demikian. Dan satu hal yg paling PENTING: Bekicot tidak boleh dimasukan ke dalam karung! Tidak boleh dipegang tangan tapi harus digiring sampai ke rumah pengepul. Selamat berbisnis!”

Bisnis Bekicot Ini peluang bisnis yang menggiurkan apalagi di musim hujan seperti ini bekicot-bekicot banyak dijumpai dan dengan mudah didapatkan. Sebagai gambaran 10 ekor bekicot besar beratnya hampir 1 kg. Jadi kalo mau berjuang sedikit kita paling tidak

11

BELAJAR mampu menjadi ‘guru’ bagi para profesor atau dirujuk pendapatnya oleh para ilmuwan peneliti. Sebaliknya, banyak orang di dunia ini, walau pun mempunyai ijazah S1 atau S2 atau S3, tetapi tidak lagi memiliki pengetahuan dan keterampilan yang sepantas gelar kesarjanaannya. Pengetahuan dan keterampilan diperoleh dari kegiatan belajar. Orang yang rajin belajar tentu saja terus bertambah pengetahuan dan keterampilannya. Oleh karena itu, tidak aneh apabila seorang yang tamat SD tetapi rajin dan tekun belajar dapat memiliki pengetahuan dan keterampilan setara sarjana. Sedangkan sarjana yang setelah memperoleh gelar, keluar dari peguruan tinggi, lalu tidak suka belajar sendiri, maka pengetahuan dan keterampilannya tidak berkembang lagi. Bahkan pengetahuan dan keterampilan yang tidak diasah lagi

menjadi tumpul dan tergerus hilang. Para ahli tentang ‘teori belajar’ menganjurkan agar kita manusia rutin mengaktualkan pengetahuan dan keterampilan lama, dan menambah pengetahuan dan keterampilan baru. Tidak memerlukan waktu lama. Yang penting rutin, teratur dan terencana. Misalnya, untuk membaca bacaan-bacaan penting dan berguna dalam disiplin ilmu tertentu cukup disediakan waktu 30 menit sehari. Kalau waktu 30 menit sehari dimanfaatkan dengan baik, terusmenerus selama 5 tahun, maka sang pembelajar yang formal cuma tamatan SD itu sudah memperoleh pengetahuan setara S1. Kalau 10 tahun dia tekun belajar 30 menit sehari, maka pengetahuannya setara S3. Lalu pengetahuan itu diwujudkan ke dalam tindakan, menjadi keterampilan yang berguna un-

tuk kehidupan. Belajar selama 30 menit sehari? Kedengarannya gampang. Tetapi bagi yang belum terbiasa melakukannya, itu tidak gampang. Kita memang punya waktu 24 jam (1.440 menit) sehari. 8 jam kita gunakan untuk istirahat (tidur), 8 jam untuk bekerja. Masih ada 8 jam lagi. Untuk apa itu? “Saya ini orang sibuk,” kata pak Grasagrusu. “Kegiatan saya buaanyaaak sekali! Saya harus menerima tamu, bertemu temanteman di warung kopi, baca berita kriminal di koran, nonton film dan sepak bola di tivi, pergi berkaraoke, makan ke restoran, membuka internet, main game, ke salon untuk potong rambut dan pijat, main golf, menjawab sms di hape, menelpon kawan-kawan, menghadiri undangan sana-sini. Pokoknya, sibuk. Waktu 24 jam terasa kurang bagi saya. Belum lagi waktu yang habis di jalan karena lalu lin-

tas macet.” Yah, Pak Grasagrusu memang super sibuk. Bagi, dia seakanakan dunia ini berhenti berputar kalau dia tidak menyibukkan diri. Tetapi kehidupan dia dan keluarganya tidak semakin baik. Meski dia mengeluhkan anaknya yang mulai bandel, sering bolos sekolah, dia tidak punya waktu lagi untuk berbicara santai dan bermain dengan anaknya. Untuk berpiknik gembira sekeluarga, menambal atap rumah yang bocor, bersilturahmi dengan tetangga, membesuk kawan yang sakit, juga tidak ada lagi waktu baginya. Apalagi untuk duduk tenang membaca buat menambah kecerdasan. “Tetapi saya semakin cerdas dari kesibukan lapangan,” katanya membenarkan diri. Kita perlu belajar mengatur penggunaan waktu untuk belajar. Media belajar semakin banyak. Belajar menjadi lebih gampang.

taunya saya dapat telpon, bahwa calon adik ipar saya kecelakaan. Kirain cuman kecelakaan biasa, taunya sudah meninggal,” ungkapnya. Tidak hanya keluargannya yang berduka, tetapi juga Rina (19), teman dekat korban (pacar) yang mendatangi Rumah Sakit Soedarso. Ia menangis histeris dan meratapi kekasih hatinya yang tak bernyawa lagi. Tidak hanya pacarnya, namun juga membuat rekan kuliahnya juga mendatangi rumah sakit dan menyaksikan korban yang sudah meninggal dunia. “Pacar saya telpon saya, katanya mau kerumah, karena di kampus tidak ada

dosennya. Jadi jemput saya. Katanya mau ngantar kuliah,” ungkap Rina pacar korban yang kuliah di Fakultas Farmasi Untan masih dengan kondisi histeris. Kasat Lantas Polresta Pontianak Kompol Boy Samola mengatakan, truk yang melindas korban, hingga kini masih dalam pengejaran oleh pihak polisian. Kebanyakn saksi di lapangan menyebut yang nabrak diduga merupakan dam truk berwarna kuning. “Untuk nomor KB, tidak ada saksi yang mengetahui, namun, kini masih dalam pengejaran aparat kepolisian, karena sudah diketahui jenisnya,” ungkapnya.

pada saat jam sekolah berlangsung. Dan Ia tetap melibatkan dari kedua orangtua untuk melakukan mediasi dalam penyelesaian masalah termasuk pihak sekolah untuk mencari solusi agar kejadian perkelahian perlajar disekolah tersebut tidak terjadi. Kejadian perkelahian antar pelajar menjadikan dari pihak orangtua korban melaporkan kejadian penganiyaan ke Mapolsek Pontianak Selatan. Perkelahian yang terjadi Selasa (30/ 10) sekitar pukul 09.30 Wib saat jam istirahat pagi.ÿ Duaÿ siswa yang dikeroyok, yaitu Ridho dan Dimas mengaku kepada orangtuanya kalau telah dipukul dan diinjak-injak oleh rekan sekolahnya sendiri yaitu Ifan dan Alfian. “Aksi pemukulan diakui kedua korban kedua yang diduga pelaku merasa tidak senang saat korban bermain di rumah salah satu siswi yang berada di belakang sekolah tersebut,” ungkap Kapolsek lagi.ÿ Seperti yang diungkapkan Nining orangtua Ridho kemarin, mengatakan pihak-

nya melaporkan kejadian tersebut ke polisi lantaran kesal dengan aksi yang dilakukan pelajar dengan melakukan penyaniyaan terhadap anaknya. Hal ini dilaporkan biar terungkap dan supaya tidak ada perkelahian terjadi lagi. Kita ingin kejadian ini diusut biar tidak terjadi korban lagi. Kapolsekta juga menegaskan, jika pemanggilannya tidak dipenuhi, maka pihaknya akan melakukan penjemputan terhadap kedua siswa pelaku pengeroyokan tesebut beserta orang tuanya. Hal penjemputan ini dilakukan guna dilakukan mediasi, agar dapat mencari solusi dan pihaknya juga menunggu dari pihak sekolah, karena hal ini masih terjadi di lingkungan sekolah. “Kita akan segera melakukan mediasi, guna menacari jalan tengah. Untuk korban dan pelaku pengeroyokan tersebut. Guna tidak terjadi lagi kejadian sedemikian rupa. Dan proses hukum akan tetap kita lanjutkan sesuai dengan laporan yang dibuat oleh orang tua korban,” tambah Kapolsekta.

Adri Tewas Terlindas Truk terjatuh di tengah jalan. Tak lama berselang, dari arah kota, datang truk hingga melindas korban di bagian kepala dan membuatnya remuk. Truk yang melindasnya, langsung tancap gas, hingga saat ini masih menjadi buruan polisi. Hal itu, membuat arus lalu lintas sekitar macet total, hingga kurang lebih satu jam. Warga dan pengendara terus membantu untuk mengevakuai korban ke RS Soedarso, namun nyawanya sudah tidak bisa tertolong, akibat luka remuk di bagian kepala. Sementara itu saksi mata Felik siswa Imanuel mengatakan, peristiwa tersebut

diketahui saat ia pulang dari sekolah dan ingin menyeberang, namun secara tiba-tiba truk warna kuning melindas pengendara yang sedang terjatuh ditengah jalan. “Pas mau nyebrang saya melihatnya. Tapi saya tidak mengetahui plat KB-nya, yang jelas mobilnya warna kuning,” ungkap Felik saat berada di TKP. Diceritakan Riki, abang pacar korban, Adriansyah sebelum berangkat kuliah masih berada dikediamannya dan sempat makan. Tidak ada perasaan, bahwa ia mengalami musibah parah ini. “Kami tidak mempunyai firasat sama sekali. Tau-

Pelajar SMPN 22 Dikeroyok oleh oknum rekannya yang juga sekolah di SMPN 22 juga. Keributan diduga gar-gara cewek. Dikeroyoknya Dimas dan Ridho, Selasa (30/10) lalu ini pun berawal dari Dimas yang berulang tahun, kemudian Dimas dipanggil temannya bernama Ita yang tinggal di belakang sekolah saat jam Istirahat. Dimas pun pergi ke rumah Ita bersama Ridho sahabatnya. Setelah sampai di rumah Ita, Dimas juga melihat teman Ita, yakni perempuan juga. Namun setelah pulang dari rumah Ita, datang teman sekolahnya bernama Ifan dan Alfian, serta mengatakan bahwa Dimas jangan main ke rumah Ita lagi serta diancam. Namun hal tesebut tidak dihiraukan oleh Dimas, kemudian Dimas pun pergi ke kantin bersama Ridho. Tiba - tibaÿ Ridho mendapatkan informasi bahwa Ifan dan Alfian mencari mereka berdua. Ridho pun segera melarikan diri dan bersembunyi di kelasnya, sedangkan Dimas masih di kantin. Dimas yang masih di kantin yang didatangi Ifan dan Alfian tersebut. Langsung dihajar serta dipukul, tanpa melakukan perlawanan. Dimas pun diam diam setelah dipukul. Namun Dimas dan Ridho serta Ifan dan Alfian dipanggil oleh guru. Ridho pun pulang ke rumah setelah itu, dan ditanya sama Ibunya, ada apa, mengapa merah pipi Ridho. Ridho hanya diam saja. Akhirnya Ridho menceritakan bahwa Ia telah diancam oleh Ifan dan Alfian. Kemudian Ibu Ridho mendatangi sekolah, menanyakan hal ini kepada guru. Namun Guru mengatakan sebaiknya lapor polisi saja. Karena anak yang memukul Ridho dan Dimas memang nakal serta sering membuat resah murid lainnya. Akhirnya Ibu Ridho pun melaporkan kejadian ini ke Polsekta Pontianak Selatan. Yakni tentang pengeroyokan yang dilakukan Ifan dan Alfian. Dimas saat ditemui di Polsekta Pontianak Selatan, dirinya mengatakan bahwa benar Ia di keroyok oleh oknum siswa SMPN 22, yakni atas nama Ifan dan Alfian. Dan menurutnya Ia dikeroyok

karena cewek. “Saya tidak tahu tiba-tiba diancam dan dipukul sama Ifan dan Alfian. Saya dibilang ganggu pacar dia, padahal kami cuma teman saja,” ungkap Dimas. Dikatakan Dimas, bahwa diinjak - injak dan dipukul oleh Ifan dan Alfian. Namun Ia tidak melawan, tiba - tiba Ia dipanggil guru. Dan berjung di Polsekta kasusnya tersebut. Hal ini pun juga dikatakan oleh Ridho saat ditemui di Polsekta Pontianak Selatan. Sementara itu Orang Tua Ridho, Nining, mengatakan bahwa Ia merasa diresahkan oleh oknum siswa yang suka mengancam memalak serta memukul anaknya tesebut. “Setelah saya mengetahui kejadian ini, saya mendatangi sekolah, dan menanyakan kepada guru, namun guru mengarahkan saya untuk lapor polisi saja, karena anak tersebut memang bandel,” ungkap Nining. Nining berharap, Ia melaporkan kejadian ini kepada pihak kepolisian guna dapat diselesaikan. Karena anak saya trauma untuk sekolah dengan adanya siswa seperti itu. Bahkan guru - guru saja pernah diancam oleh siswa tersebut. Siswa Pengeroyok Dipanggil Polsek Terakit pengeroyokan yang dilakukan Oknum siswa SMPN 22 Kota Pontianak terhadap siswa SMPN 22 juga, atas nama Dimas dan Ridho selaku korban pengeroyokan. Kapolsekta Pontianak Selatan Kompol I Gede SW melakukan pemanggilan terhadap dua oknum siswa yang melakukan pengeroyokan, Ifan dan Alfian beserta kedua orang tuanya, Rabu (31/ 10).. Keduanya diperiksa terkait pengeroyokan terhadap Dimas dan Ridho “Kita masih melakukan pemanggilan terhadap siswa yang diduga melakukan pemukulan. Selain itu kita juga meminta kepada pihak orangtua untuk dapat memenuhi panggilan,” ungkap Kapolsek kepada wartawan. Dikatakan, Kapolsek terkait dengan perkelahian pelajar tersebut perlu dilakukan langkah mediasi antara kedua pihak serta pihak sekolah, lantaran perkelahian terjadi masih di dalam lingkungan sekolah dan


CMYK

Seremonial

12

www.borneotribune.com

Borneo Tribune

Kamis, 1 November 2012

CU Bahtera Didik Anggota

Anggota Miliki Sikap Inovatif, Mandiri dan Visioner Andika Lay Borneo Tribune, Pontianak Credit Union (CU) Bahtera Pontianak pada Sabtu (27/10) lalu menggelar pelatihan dasar bagi anggota baru. Bertempat di Kompleks Perumahan Palapa Pontianak, seluruh anggota antusias belajar bersama. Diharapkan usai pelatihan dasar ini, seluruh anggota menjadi anggota CU Bahtera sejati. Acara berlangsung sejak jam 13.00 hingga 17.00 WIB. Dengan menjadi anggota CU Bahtera, anggota dapat menciptakan kesejahteraan sosial ekonominya. Karena itu, anggota dilatih untuk membiasakan diri dengan budaya menabung dan pola hidup hemat dengan mengatur rencana pengeluaran keluarga secara bijaksana. Dua orang fasiltator CU Bahtera yaitu Sekundus Jedi dan Hawad Sriyanto menyampaikan materi Sejarah CU, Kecerdasan Finansial, Pengaturan Keuangan Keluarga, Produk CU Bahtera dan kebijakan internal. Dalam fasilitasinya, Sekundus Jedi menuturkan sejarah koperasi kredit dimulai pada abad ke-19. Dimulai ketika Jerman dilanda krisis ekonomi karena badai salju yang melanda seluruh negeri. Para petani tak dapat bekerja karena banyak tanaman tak menghasilkan. Penduduk pun kelaparan. Situasi ini dimanfaatkan oleh orang-orang berduit memberikan pinjaman dengan bunga sangat tinggi. Banyak orang terjerat hutang dan harta benda disita oleh lintah darat. Dilanjutkan bagaimana terjadi Revolusi Industri. Pekerjaan yang sebelumnya dilakukan manusia diambil alih oleh mesin-mesin. Banyak pekerja terkena PHK. Jerman dilanda masalah pengangguran secara besar-besaran. Melihat kondisi ini wali kota Flammers Field, Friedrich Wilhelm Raiffeisen merasa prihatin dan ingin menolong kaum miskin. Ia mengundang orangorang kaya untuk menggalang bantuan. Ia berhasil mengumpulkan uang dan roti, kemudian dibagikan kepada kaum miskin. Ternyata derma tak memecahkan masalah kemiskinan. Sebab kemiskinan adalah akibat dari cara berpikir yang keliru. Penggunaan uang tak terkontrol dan tak sedikit penerima derma memboroskan uangnya agar dapat segera minta derma lagi. Akhirnya, para dermawan tak lagi berminat membantu kaum miskin. Raiffeisen tak putus asa. Ia mengambil cara lain untuk menjawab soal kemiskinan ini. Ia mengumpulkan roti dari pabrik-pabrik roti di Jerman untuk dibagi-bagikan kepada para buruh dan petani miskin. Namun usaha ini pun tak menyelesaikan masalah. Hari ini diberi roti, besok sudah habis, begitu seterusnya. Berdasar pengalaman itu, Raiffeisen berkesimpulan: “kesulitan si miskin hanya dapat diatasi oleh si miskin itu sendiri. Si miskin harus mengumpulkan uang secara bersama-sama dan kemudian meminjamkan kepada sesama mereka juga. Pinjaman harus digunakan untuk tujuan yang produktif yang memberikan penghasilan. Jaminan pinjaman adalah watak si peminjam.” Untuk mewujudkan impian tersebutlah Raiffeisen bersama kaum buruh dan petani miskin akhirnya membentuk koperasi bernama Credit Union (CU) artinya, kumpulan orang-orang yang saling percaya. Credit Union yang dibangun oleh Raiffeisen, petani miskin dan kaum buruh berkembang pesat di Jerman, bahkan kini telah menyebar ke seluruh dunia, hingga ke Indonesia, termasuk CU Bahtera di Kota Pontianak. Sementara itu, Hawad Sriyanto mengajak seluruh peserta bagaimana mengenali diri sendiri dan bagaimana mengubah prilaku agar anggota cerdas finasial. “Proses belajar kita dengan pembelajaran orang dewasa, yaitu dimulai dengan suguhan film yang dilakonkan oleh Pipo dan Embro berdurasi 13 menit. Peserta dituntut mengamati maknanya, dan berakhir dengan kesimpulan dari peserta yang dikaitkan dengan bagaimana menjadi anggota CU sejati. Kata Hawad, menjadi anggota CU sejati yaitu serorang pekerja keras, bekerja dengan alat, visioner, inovatif, tekun, sabar dan bekerja pintar sebagaimana tokoh yang dilakoni Pipo, tidak gampang puas diri, bermental instan sebagaimana dilakoni Embro. Pada tahun 1864 Friedrich Wilhelm Raiffeisen mendirikan serikat kredit pertama pedesaan di Heddesdorf (sekarang bagian dari Neuwied) di Jerman

[23]. Walaupun Schulze-Delitzsch dapat mengklaim didahulukan kronologis, Raiffeisen sering dipandang sebagai saat ini lebih penting. Masyarakat pedesaan di Jerman menghadapi kekurangan berat jauh lebih lembaga keuangan dari kota-kota. Mereka dipandang sebagai unbankable karena sangat kecil, arus musiman kas dan sumber daya manusia yang sangat terbatas. Metode organisasi Raiffeisen halus sana, yang terungkit apa yang sekarang disebut modal sosial, telah menjadi ciri dari identitas serikat kredit global. Prangko Republik Jerman bertema FW Raiffeisen tahun 1958 dengan nominal 7 Pfennig Pada saat kematian Raiffeisen di 1888, serikat kredit telah menyebar ke Italia, Perancis, Belanda, Inggris dan Austria, antara bangsa-bangsa lain. Nama Raiffeisen masih digunakan oleh Raiffeisenbank, kelompok perbankan terbesar di Austria (dengan anak perusahaan di seluruh Eropa Tengah dan Timur), Rabobank (Belanda) dan juga bernama serikat kredit pertanian di Jerman. Serikat kredit pertama di Amerika Utara, Caisse Populaire de Levis di Quebec, Kanada, mulai beroperasi pada 23 Januari 1901 dengan deposit sepuluh sen. Pendiri Alphonse Desjardins, wartawan di parlemen Kanada, dipindahkan untuk mengambil misinya pada tahun 1897 ketika ia belajar dari Montrealer yang telah diperintahkan oleh pengadilan untuk membayar hampir $ 5.000 dalam bunga atas pinjaman sebesar $ 150 dari rentenir. Menggambar ekstensif pada preseden Eropa, Desjardins mengembangkan model paroki berbasis unik untuk Quebec: yang Populaire Caisse. Di Amerika Serikat, St Mary’s Bank Credit Union of Manchester, memegang New Hampshire perbedaan sebagai serikat kredit pertama. Dibantu oleh kunjungan pribadi dari Desjardins, St Mary didirikan oleh imigran berbahasa Prancis ke Manchester dari Quebec pada 24 November 1908. Amerika Credit Union Museum ini menempati lokasi rumah dari mana St Mary’s Bank Credit Union pertama dioperasikan. Pierre Jay, kemudian Massachusetts Komisaris Bank dan Edward Filene, seorang pedagang Boston, yang sentral dalam membentuk undang-undang memungkinkan di Massachusetts pada tahun 1909. The Woman’s Pendidikan dan Industri Uni, dikreditkan dengan banyak inisiatif pelayanan sosial, mendengar dari model keuangan koperasi dan menulis kepada Desjardins. Dia menyediakan mereka dengan data yang mereka butuhkan dan pada tanggal 23 November 1910, mereka menciptakan Industrial Credit Union, serikat kredit pertama non-keagamaan atau masyarakat, didirikan untuk semua orang dalam komunitas Boston yang lebih besar. St Mary’s Credit Union (jangan dikelirukan dengan St Mary’s Bank Credit Union) didirikan pada Marlborough, MA pada tahun 1913. Pelayanan setiap penduduk Persemakmuran Massachusetts, St Mary’s Credit Union adalah seluruh negara bagian tertua Credit Union nasional “St Mary’s Credit Union”. Filene juga menciptakan Credit Union Extension Nasional Biro, pendahulu dari Credit Union National Association, yang dibentuk sebagai suatu konfederasi dari

liga negara pada pertemuan di Estes Park, Colorado tahun 1934. Peserta pertemuan termasuk Dora Maxwell yang akan pergi untuk membantu membangun ratusan serikat kredit dan program untuk McCarren Louise miskin dan Herring, yang bekerja untuk membentuk serikat kredit dan memastikan pengoperasian yang aman mereka menerima gelar “Ibu Kredit Serikat” dalam Amerika Serikat. Pada tahun yang sama, Kongres lulus Federal Credit Union Act, yang diizinkan serikat kredit yang akan diselenggarakan di mana saja di Amerika Serikat. Undang-undang ini memungkinkan credit union untuk menggabungkan dengan salah satu hukum negara bagian atau federal, sistem penyewaan ganda yang berlanjut hingga hari ini. Credit Union (CU) merupakan lembaga keuangan Pengurus Karang Taruna (KT) Provinsi Kalbar Periode 2011-2016 telah terpilih pada minggu (3/7) lalu. Secara aklamasi, Ketua Karang Taruna Kota Pontianak, Alfian terpilih menjadi Ketua KT Provinsi. Usai terpilih, mantan Ketua Panwaslu Kalbar, langsung menyusun kepengurusan baru, dan genap 10 hari, Selasa malam (12/7) menggelar rapat pleno I yang dihadiri pengurus KT Kota Singkawang, KT Kubu Raya, KT Kabupaten Pontianak dan KT Bengkayang. “Rapat pleno pertama ini digelar selain sebagai ajang silaturahmi, juga memfinalisasi kepengurusan, menentukan sekretariat sementara dan perencanaan audiensi dengan dinas terkait,” ujar Alfian, Selasa (12/7) di Restoran Pondok Sunda, Jalan Suprapto. Kata Alfian, sebagai organisasi kepemudaan yang keberadaannya dibawah kendali pemerintah, yakni Kementerian Sosial. Sudah seharusnya Karangtaruna saat akan punya kegiatan lima tahunan berkoordinasi dengan pemerintah. “Audiensi merupakan ajang koordinasi dengan pemerintah,” katanya. Rabu pagi (13/7), rombongan KT Provinsi diterima Kepala Dinas Sosial Provinsi Kalbar, Djunaidi. Kata Djunaidi, sebagai organisasi kepemudaan Karangtaruna merupakan potensi dan sumber kesejahteraan sosial, serta komponen terdepan dalam menggerakkan pemuda untuk bersama dengan pemerintah mengatasi berbagai permasalahan kesejahteraan sosial. “Karangtaruna ke depan semakin menunjukkan kiprahnya sebagai wadah generasi muda yang turut serta membantu pemerintah dalam membangun masyarakat menjadi lebih baik. Kerjasama dan komunikasi harus selalu dibangun dengan semua pihak, sehingga keberadaan Karangtaruna dapat diakui dan dirasakan manfaatnya,” jelas Djunaidi. Karangtaruna, kata Djunaidi, merupakan organisasi sosial sebagai wadah pengembangan generasi muda yang tumbuh dan atas dasar kesadaran dan tanggung jawab sosial dari masyarakat. “Karenanya, kedepan program KT provinsi mesti memperbayak konsolidasi ke daerah hingga tingkat desa / kelurahan, mesti mendorong kabupaten/kota untuk dibentuk agar pembentukan di kecamatan dan desa/kelurahan di Kalbar agar proses pemberdayaan kepemudaan cepat terealisasi,” harap Djunaidi. o

TNI Serahkan Hasil TMMD Kepada Pemerintah Andika Lay Borneo Tribune, Pontianak

“Saya serahkan hasil karya TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ini untuk dimanfaatkan dan dipelihara bagi kemaslahatan masyarakat,” kata Panglima Kodam XII Tanjungpura Mayor Jenderal TNI Ridwan dalam sambutan yang dibacakan Walikota Palangkaraya HM Riban Satia pada upacara penutupan TMMD ke89 di wilayah Kodim 1016/ Plk, Selasa (30/10). Selaku Penanggung Jawab Keberhasilan Operasional (PKO) TMMD ini, Pangdam juga menyampaikan permintaan maaf, apabila ada prajurit yang tergabung dalam kegiatan TMMD yang perbuatannya kurang berkenan bagi masyarakat di wilayah sasaran TMMD, dan kepada Pemerintah Daerah dan masyarakat di wilayah penyelenggaraan TNI Manunggal Membangun Desa. “Program TMMD ini merupakan cara yang paling tepat dan strategis apabila dihadapkan dengan kondisi pembangunan bangsa, baik dalam dimensi pembangunan maupun pemerataan serta merupakan program lintas sektoral yang melibatkan TNI, Departemen, Lembaga Pemerintah Non Departemen dan Pemerintah Daerah, serta segenap Komponen Masyarakat,” jelasnya. “TMMD yang dilaksanakan selama 21 hari ini melibatkan personel TNI, Polri, Pemda dan masyarakat dengan sasaran pembangunan fisik maupun non fisik,” ujarnya. Untuk wilayah Kodam XII/Tpr, TMMD Reguler lokasinya di Kodim 1015/ Spt, Kodim 1202/Skw, Kodim 1205/Stg, sedangkan TMMD Imbangan berada di Kodim 1014/Pbn, Kodim 1016/Plk dan Kodim 1203/ Ktp. Khusus wilayah Kalteng, TMMD ke-89 ditutup serentak (30/10). Wilayah Kodim 1016/Plk ditutup oleh Walikota Palangkaraya HM. Riban Satia, Wilayah Kodim 1015/Spt ditutup oleh Wakil Bupati Kotim Drs. H.M. Taufik

SERAHKAN Komandan Kodim 1016/Plk, Letkol Inf Wahyu Marhaendro menyerahkan hasil TMMD di wilayah Kodim 1016 kepada Walikota Palangkaraya, HM Riban Satia, dalam rangkaian penutupan TMMD ke 89. FOTO Andika Lay/Borneo Tribune. Mukri dan wilayah Kodim 1014/Pbn ditutup oleh Wakil Bupati Sukamara Ahmad Dirman. Sarana fisik yang dilaksanakan oleh prajurit TNI dalam TMMD ini, lanjut dia adalah Kodim 1016/Plk, pembuatan titian jembatan P 276 m x L 2 m di Rindang Banua Kecamatan Pahandut, dengan jumlah personel TNI AD 88 orang, Polres 1 orang, Pemda 5 orang dan masyarakat 55 orang. Kodim 1015/Spt, penimbunan jalan P 800 m x L 8 m, pembuatan jembatan gorong-gorong P 2 meter x L 8 meter samping Kantor Camat Pundu Kec Cempaga, pembuatan 1 buah pagar dan siring beton Balai Hindu Kaharingan, pembuatan badan jalan dari Dusun Tongkoi ke PT Windu Nabatino Lestari P 1.800 m x L 14 m, rehab Mushola Al-Mukaromah, rehab gedung sekolah TK Taruna, rehab lapangan sepak bola P 200 m x L 150 m, rehab Masjid Nursafa’at di desa Pundu dan penanaman pohon Trembesi, dengan jumlah personel TNI AD 118 orang, TNI AL 2 orang, Polres 12 orang, Pemda 8 orang, Satpol PP 10 orang dan masyarakat 153 orang. Kodim 1014/Pbn, pembuatan badan jalan dan timbunan P 300 m x L 8 m

di Desa Karta Muliya Kec Sukamara, pembersihan badan jalan P 2000 m x L 8 m, pembersihan dan pengecatan Balai Basarah Kaharingan 6 x 6 m, pengecetan Masjid Nurul Huda di dusun Kudu Kuali Kec Sukamara, dengan personel TNI AD 30 orang, Pemda 2 orang dan masyarakat 44 orang. “Sasaran non fisik, penyuluhan tentang wawasan kebangsaan kepada masyarakat setempat,” katanya lagi. Dirinya mengaku pro-

gram TMMD merupakan bentuk kepedulian TNI dalam memberdayakan masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan secara berkesinambungan dan berkelanjutan melalui kegiatan secara fisik maupun non fisik, sehingga dapat membantu tugas pemerintah dalam mewujudkan percepatan pembangunan di daerah dan lebih spesifik lagi akan tercipta dan terbina kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam rangka ketahanan nasional. o

Hadir di Pontianak untuk memenuhi kebutuhan

Menyediakan kain dan busana batik eksklusif bagi Pria, Wanita, Sarimbit (pasangan), Remaja dan Anak-anak dengan motif dan model yang trendy

CMYK


Harian Borneo Tribune 1 November2012