Page 1

cmyk

I DEALISME, K EBERAGAMAN

DA N

KEBERSAMAAN

Borneo Tribune www.borneotribune.com

Senin, 1 April 2013

20 Jumadil Awal 1434 H - 21 Jie Gwee 2564

B uah Bibir Siap Berantas Perjudian KEBERADAAN praktek perjudian, mulai dari togel, judi bola hingga berbagai jenis judi lainnya tak dipungkiri masih terus menggerayangi Kabupaten Melawi. Padahal perjudian sempat menjadi salah satu atensi Mabes Polri beberapa tahun lalu untuk diberantas. Mengingat dampak negatif yang ditimbulkannya ....Ke Halaman -11

AKBP. SEMUEL TANDI TODINGRARA

Telepon Redaksi/Iklan/Langganan/Pengaduan: (0561) 767788 Faximile. (0561) 766103

Alamat Redaksi: Jln Purnama Dalam No 2 - Pontianak 78121

Bandar Narkoba Kelas Kakap Digerebek Polisi 300 Gram Sabu dan Satu Mobil Diamankan

S uara Enggang Menjadi “Ibu” Mahasiswa

Farninda Aditya

....Ke Halaman -3

Mata Jelalatan PADA suatu hari aku pergi jalan-jalan bersama Bapak dan Ibu. Di tengah jalan kami menjumpai seorang wanita muda yang sangat cantik dan modis. Aku dan Bapak seketika terkesima dan tak dapat tidak meliriknya berulang-ulang. Ibu tiba-tiba tak senang, sambil mencubit kuat-kuat lengan Bapak sambil ngomel: ”Sudah tua, matanya kok masih jelalatan, dasarnya bandot.” Bapak tersinggung dan segera nyeletuk: “Kamu tahu apa! Aku sedang memilihkan calon mantu untuk putera kita,” kata Bapak membuat alibi.o

BARANG BUKTI. Kapolresta Pontianak AKBP Hariyanta didampingi Kasat Reskrim Kompol Puji Prayitno dan Kasat Narkoba AKP. Dhani Catra, saat memaparkan sejumlah barang bukti hasil penggerebekan di rumah Bandar Narkoba Gang Angket Jalan Tritura, Kecamatan Pontianak Timur. FOTO Achmad Mundzirin/Borneo Tribune Achmad Mundzirin Borneo Tribune, Pontianak TREND kejahatan narkotika dalam skala besar sepertinya sedang menemukan masanya di Indonesia. Tak hanya di ibukota, Jakarta, di Pontianak pun skandal peredaran gelap dan kejahatan Narkoba terjadi dan melibatkan oknum-oknum berstatus kelas kakap. Seperti yang kembali terjadi, Minggu (31/3) dini hari kema-

rin, Kepolisian Resort Kota (Polresta) Pontianak kembali berhasil mengungkap sindikat narkoba di Kota Pontianak. Kali ini Kapolresta AKBP Hariyanta dan anggotanya berhasil menggerebek Bandar Narkoba kelas kakap bernisial AR, di Gang Angket, Jalan Tritura Kecamatan Pontianak Timur. Penggerebekan terhadap AR, yang dipimpin langsung oleh Kapolresta Pontianak dan ....Ke Halaman -11

Pencucian Uang Sang Bandar Diselidiki Achmad Mundzirin Borneo Tribune, Pontianak TERKAIT kendaraan roda empat dan kendaraan roda dua yang terparkir di depan rumah AR, Bandar Narkoba yang berhasil diamankan jajaran Polresta Pontianak saat melakukan penggerebekan,

pihak kepolisian saat ini mengembangkan kasus dengan diduganya pencucian uang dari hasil penjualan Narkoba. Kasat Reskrim Polresta Pontianak Kompol Puji Prayitno S.Ik, Minggu (31/3), membenarkan bahwa ada dua kendaraan yang berhasil diamankan saat ....Ke Halaman -11

Barang Bukti yang Berhasil Diamankan 1. 300 Gram Sabu dan 55 Pil Ekstasi 2. Satu Unit Mobil

BNN Pusat Jadi Saksi Ahli Achmad Mundzirin Borneo Tribune, Pontianak TERAKIT kasus home industry Narkoba di Kota Pontianak yang berhasil diungkap Polresta Pontianak beberapa waktu lalu di Gang Waris Jalan Ya,M Sabran Kecamatan Pontianak Timur, ternyata yang menjadi saksi ahli dalam kasus ini adalah Badan Narkotika Nasional (BNN) RI. Hal ini pun diungkapkan oleh Kasat Narkoba Polresta Pontianak AKP. Dhani Catra, Minggu (31/3) kemarin. Menurut Kasat Narkoba Polresta Pontianak, kasus home industry Narkoba Kota Pontianak sudah sampai ke pusat. Sejumlah sample ekstasi buatan oleh pelaku, sudah dikirim pihaknya ke Jakarta, guna memastikan ekstasi buatan Pontianak tersebut narkoba atau bukan. “Sudah kita kirim beberapa waktu lalu ke BNN pusat, yakni guna menguji labaratorium, untuk memastika ekstasi buatan tersebut narkoba atau bukan, dan ketika dilakukan uji Laboratorium oleh BNN pusat, hasilnya positif mengandung narkoba,” ungkap AKP Dhani. Dikatakan AKP Dhani, bahwa sebelum melakukan uji Laboratorium di BNN Pusat, pihaknya sudah melakukan uji Laboratorium di BPOM Kota Pontianak, namun BPOM Kota Pontianak menyatakan hasilnya negatif, sehingga pihaknya pun mengambil pilihan menguji ekstasi buatan Pontianak tersebut ke BNN pusat. “Saya tidak tahu mengapa hasilnya negatif di BPOM, yang jelas ketika kami uji ulang ekstasi buatan Pontianak tersebut di BNN pusat hasilnya positif, dan kami pun menggunakan saksi ahli untuk ekstasi Pontianak dari BNN pusat, guna pelengkap dalam pemberkesan untuk dikirim ke meja hijau,” tegas Dhani. Lanjut Dhani, hasil negatif yang dinyatakan BPOM Kota Pontianak setelah melakukan pengujian sample ekstasi buatan Pontianak, mungkin sarana dan prasana terkait alaut pengujian minim di BPOM, sehingga

3. Uang Rp.108.000.000

....Ke Halaman -11

4. Puluhan Korek Api Gas 5. Bong Hisap Sabu 6. Plastik Klip dan Dua Sajam 7. Timbangan Sabu Sumber Data: Polresta Pontianak

KASAT NARKOBA. Kasat Narkoba Polresta Pontianak saat memeriksa sejumlah barang bukti narkoba milik bandar narkoba berinisial AR (DPO). FOTO Achmad Mundzirin/Borneo Tribune

PATRI Dorong Pertumbuhan Kluster Wirausahawan Baru Borneo Tribune, Pontianak Sekian lama mendampingi warga transmigran di Kalimantan Barat, Perhimpuan Anak Transmigran Republik Indonesia memahami bahwa persoalan ekonomi kerapkali menghambat program transmigrasi yang digagas pemerintah sejak dahulu kala. Tak ingin stigma negatif itu terus berlangsung, Pengurus DPD PATRI Kalbar meretas kelahiran wirausaha-

wan melalui pelatihan intensif. Sebagaimana diungkapkan Ketua DPD PATRI Kalbar, Imam Muhadi saat menutup Pelatihan Kewirausahawan yang dilaksanakan selama dua hari penuh di Graha Dekopinwil, Minggu (31/3) kemarin. Kelahiran kelompok-kelompok wirausahawan baru akan mendorong pertumbuhan ekonomi yang pada gilirannya akan memacu kesejahteraan

masyarakat setempat. “Kita mendorong lahirnya kluster-kluster wirausahawan baru yang mampu mengungkit pertumbuhan ekonomi baik secara makro maupun dalam skala mikro. Hal ini penting untuk memotong mata rantai keterpurukan ekonomi yang masih dialami sebagian saudara-saudara kita di berbagai tempat,” ujar Imam Muhadi. ....Ke Halaman -11

Peserta Pelatihan Kewirausahaan berfoto bersama Ketua DPD PATRI Kalbar usai mengikuti sesi latihan di Graha Dekopinwil. Foto Istimewa

PT. ANZON AUTOPLAZA Kantor Pusat: Jl. A. Yani No. 89 Telp. (0561) 734280 Cabang: Singkawang : Jl. A. Yani No. 08 Telp. (0562) 637000; Sampit : Jl. Jend Sudirman Km. 1

HARGA ECERAN HARIAN BORNEO TRIBUNE - PONTIANAK, KUBU RAYA, MEMPAWAH,DAN SINGKAWANG Rp 2.000 - SAMBAS, BENGKAYANG Rp 2.200 - LANDAK,SANGGAU,SEKADAU, KETAPANG,KAYONG UTARA, SINTANG, MELAWI DAN PUTUSSIBAU Rp 2.500 -

cmyk

Penulis

RABU, 06 Maret 2013, menjadi hari bersejarah dalam dunia pendidikan saya. Hari itu adalah jadwal saya mempertanggungjawabkan Skripsi yang telah saya buat. Dimulai dari pukul 09:00 berakhir kira-kira pukul 10:15. Hasilnya, Alhamdulillah saya lulus. Selesainya ujian, saya tidak langsung pulang ke rumah, saya memilih ruangan biasanya, ruang Malay Corner yang menjadi

Kasus Home Industry Narkoba


Senin, 1 April 2013

Kayong Utara

Borneo T Tribune

2

Masyarakat Jangan Terprovokasi

Polres Bantah Ada Rencana Aksi Besar-Besaran

Abdul Khoir Borneo Tribune, Sukadana Beredar rencana aksi masa besar-besaran yang akan dilakukan salah satu pihak yang merasa tidak puas dengan hasil Pemilukada KKU, Senin (1/ 4) ke sekretariat Panwaslu, secara dini langsung dibantah oleh Polres Ketapang. Dengan tegas menyatakan hal itu hanya sebatas isu yang menyesatkan dan untuk tidak dibesar-besarkan. ”Tidak ada rencana aksi besar-besaran ke Panwaslu besok (hari ini.red) itu hanya isu jangan dipercaya,

T

itu isu yang dapat menciptakan situasi KKU tidak kondusif,” kata Kabag. Ops Polres Ketapang. Kompol Mario S, Minggu (31/3). Menurutnya, adapun kabar ada pihak yang akan datang ke Panwaslu mempertanyakan status laporan dan perkembangan penyelidikan itu benar, namun hanya beberapa orang saja yang akan datang untuk mendapatkan penjelasan tentang hal itu. Dikatakannya, saat ini KKU pasca demo yang dilakukan pendukung pasangan nomor urut 1 dan pasangan nomor urut 4 ke Panwaslu dan KPU, di

AJUK

Hegemoni Demokrasi Apabila kekuasaan serta kekuatan uang bersinergi menghegemoni proses demokrasi yang saat ini sedang berlangsung di negeri ini, maka sesungguhnya hegemoni itu telah membunuh demokrasi serta meluluhlantakan sendi-sendi demokratisasi yang sedang dipelajari republik ini. Dan ketika kursi kekuasaan diperebutkan dengan cara yang licik serta dengan menghalalkan segala cara, maka sebaiknya kalimat demokrasi dienyahkan saja dan digantikan dengan rezim otoriter yang gandrung menerapkan politik tangan besi. Rasanya tidak terlalu sulit untuk membuktikan bahwa hegemoni politik yang notabene menciderai demokratisasi di Indonesia, termasuk di Provinsi Kalbar untuk dibeberkan ke hadapan publik. Baik hegemoni politik yang dilakukan secara struktural maupun secara personal. Yang dibutuhkan untuk membongkar hegemoni politik yang sampai hari ini masih menjengkram Ibu Pertiwi adalah keberanian yang dibalut dengan nurani yang suci. Karena hanya dengan keberanian serta kebeningan hati yang sanggup menjadi penawar terhadap hegemoni politik yang sampai hari ini masih menggerayangi NKRI. Hegemoni politik yang cenderung pragmatis itu tentunya tidak hanya merusak sendi-sendi demokrasi, melainkan juga sebagai benalu yang setiap saat akan terus menggerogoti uang negara demi memuaskan syahwat politik serta sifat hedonismenya. Bagi mereka yang berperan sebagai pecundang politik tersebut, persetan dengan nasib rakyat Indonesia yang notabene sampai hari ini masih miskin dan terus dilindas oleh roda zaman. Karena yang terpenting bagi mereka dan koloninya adalah yang penting perut kenyang dengan harta kekayaan yang berlimpah. Bahkan kalau perlu harta kekayaan mereka itu bisa mengakomodir sampai tujuh keturunan. Oleh karena itu, rakyat Indonesia, termasuk masyarakat di seantero Provinsi Kalbar harus berani mengatakan tidak pada politik uang serta mempunyai pilihan politik yang cerdas berdasarkan hati nurani di dalam menentukan siapa pemimpin mereka di masa mendatang. Baik dalam Pemilu Legislatif (Pilegs) serta Pilpres 2014, maupun dalam pelaksanaan pesta akbar demokrasi Pemilukada Gubernur, Bupati maupun Walikota di seantero Indonesia.

S

ENGET

Pemimpin itu harus ksatria... *Bukannya seorang pecundang... Bang Tribune

Salam. Redaksi mengundang pembaca Borneo Tribune untuk mengirim tulisan untuk rubrik “Citizen Journalism”. Bentuk tulisan dapat berupa laporan kegiatan, opini, surat pembaca, puisi, cerita pendek. Panjang tulisan maksimal 500 kata. Kirimkan tulisan ke email: yusriadii@yahoo.com. Terima kasih.

Idealisme, Keberagaman dan Kebersamaan

KKU relatif kondusif. Bahkan masyarakat cenderung menganggap itu sudah berlalu dan tidak perlu dibesarbesarkan. “Kita tetap siagakan personil di KKU,” katanya. Saat ini personil yang disiagakan di KKU sebanyak 118 personil yang meliputi anggota dari Polres Ketapang dan ditambah Brimob dan Sabara dari Polda Kalbar. ”Dari TNI pun masih tetap bersiaga di Sukadana,” katanya.

Rencana Aksi ke Panwaslu Juru bicara pendukung pasangan nomor urut 1 Jalian - Hamdan Harun dan pasangan nomor urut 4 H. Ibrahim Dahlan Ngadikun Hasan mengatakan bahwa Senin (1/4) pihaknya akan mendatangi Panwaslu untuk meminta jawaban atas tuntutan yang disampaikan pada Sabtu (30/3). Mereka akan datang ke Panwaslu diperkirakan pada pukul 10.00 dan ha-

nya membawa 30 orang perwakilan. “Besok rencana ke Panwaslu, tindak lanjut atas tuntutan kita kemarin (Sabtu),” kata HAsan SH. Dirinya sejauh ini tidak mengetahui jika di luar sana ada sekelompok masa yang besok akan ikut mengantarkan dan menyaksikan jawaban yang diberikan oleh Panwaslu terkait sederet tuntutan mereka itu. ”Saya dengar ada yang ingin ikut, tapi berapa kita tidak tahu, yang pasti kami hanya tiga puluh orang

Panwaslu Non Aktif?

Tunggu Keputusan DKPP dan Bawaslu

Abdul Khoir Borneo Tribune, Sukadana Salah satu tuntutan masa pendukung pasangan nomor urut 1 Jalian S.Sos - Drs. Hamdan Harun M.Si (JH) dan pasangan nomor urut 4 H. Ibrahim Dahlan Ngadikun (IDN) adalah Ketua Panwaslu KKU, Happy Susanto dinonaktifkan terjawab. Setelah melakukan rapat pleno tertutup, para anggota Panwaslu hingga larut malam pada Sabtu (30/3) tuntutan agar Ketua Panwaslu untuk non aktif tidak dapat dilakukan oleh sesama anggota Panwaslu KKU. Hal itu dikarenakan dalam pengangkatan dan pemberhentian anggota Panwaslu hanya bisa dilakukan oleh badan pengawas pemilu (Bawaslu) dimana

Panwaslu KKU dilantik langsung oleh Bawaslu RI. “Antara kami tidak bisa saling menonaktifkan atau mengangkat, semua ada mekanismennya,” kata anggota Panwaslu KKU, Effoan Noer, Sabtu (31/3). Ia mengatakan, jika ada laporan, ketidakpuasan ataupun kecurigaan terkait adanya indikasi keanggotaan partai, dipersilahkan untuk melaporkan kepada Bawaslu Kalbar dan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP). Saat dikonfirmasi kepada Happy Susanto yang dituding menjadi anggota Partai Amanat Nasional (PAN) dirinya tegas menjawab bahwa dirinya sudah bersih dan terkait pembuktian sudah pernah dilakukan pemanggilan dari Bawaslu RI terkait hal itu. ”Ini saya bawa bukti

bahwa saya bersih dari partai,” kata Happy Susanto, Minggu (31/3). Happy saat dikonfirmasi tengah mengenakan baju Panwaslu berwarna orange hitam itu menunjukkan berkas dari Bawaslu RI dan juga berkas surat keterangan dari DPW PAN Kalbar yang ditandatangani oleh Ikhwani Arahim selaku Ketua DPW dan Sy. Izhar Assyuri selaku sekretaris yang menyebutkan bahwa dirinya bersih dari kepengurusan dan tidak terkait dalam PAN. Dirinya juga menunjukkan surat pernyataan yang dibuat oleh Abdul Ja’far selaku anggota formatur PAN KKU, dimana dalam pernyataan yang dibuat dan ditandatangani di atas materai itu menyebutkan bahwa Happy tidak pernah menjadi anggota AN yang dibuat pada 25 November 2012.

saja, jika ada yang lain kami tidak mungkin menolaknya,” katanya. Dikatakannya, rencana mereka besok hanya ke Panwaslu, dan tidak dilanjutkan ke KPU seperti aksi yang dilakukan pada Sabtu (30/3) kemarin, dimana kedua kantor penyelenggara pemilu tersebut menjadi ajang menyampaikan aspirasi mereka. Dari data yang sempat dihimpun oleh Borneo Tribune, beberapa kecamatan seperti Teluk Batang terdapat kegiatan sekelompok

masa yang tengah mempersiapkan aksi ke Sukadana mulai dari persiapan spanduk dan atribut demo. ”Sekarang teman-teman sudah membuat spanduk,” kata salah satu warga yang enggan disebutkan namanya. Dikabarkan dari Kecamatan Teluk Batang, masa juga akan bergabung ke Sukadana berkumpul di sekretariat tim sukses pasangan nomor urut 1 yang selanjutnya akan bersama-sama bergerak ke Panwaslu.

Hildi: Masyarakat Harus Tenang Abdul Khoir Borneo Tribune, Sukadana Kabar akan adanya pengerahan masa besar-besaran pendukung pasangan calon bupati yang menolak hasil Pemilukada semakin merebak. Semua pihak harus saling menenangkan masa pendukung agar tidak terprovokasi. Tidak terkecuali H. Hildi Hamid calon bupati dari nomor urut 2 yang saat ini juga masih berstatus Bupati KKU. Hildi Hamid selain menyampaikan pesan agar tidak termakan isu langsung kepada para pendukung dan tim sukses dan masyarakat, dirinya juga menyampaikan imbauan tersebut melalui pesan singkat langsung dari ponselnya. Adapun isi pesan singkatnya tersebut agar seluruh tokoh masyarakat, tokoh agama dan seluruh lapisan masyarakat, pertama: tetap menjaga kamtibmas di lingkungan masing-masing, kedua: tetap mengedepankan sopan santun dan etika poli-

Hildi Hamid FOTO: Abdul Khoir/Borneo Tribune

tik. Ketiga: Tidak termakan atas isu-isu yang sifatnya memprovokasi. Keempat: Tetap menjaga silaturahmi dengan keluarga yang berbeda pandangan politik. ”Yakinlah saudara-saudara bahwa perjuangan kita semata-mata adalah untuk kepentingan KKU,” pesan singkat Hildi Hamid melalui ponselnya. Sebelumnya, Hildi Hamid juga pernah menyampaikan, jika terdapat masalah ataupun dugaan pelanggaran terkait kecurangan Pemilukada KKU, agar dapat disampaikan sesuai aturan yang ada, dimana Panwaslu merupakan tempat yang tepat untuk menjadi tempat pelaporan.

Inspirasi

Menulis Bersama Siswa SDN 05 Desa Teluk Pakedai 2 Oleh : Mahmuda Sabtu pagi tanggal 30 Januari 2012, kaki saya melangkah menuju ke sebuah Sekolah Dasar Negeri 05 yang letaknya tak jauh dari kamp KKL di Desa Teluk Pakedai 2. Pagi itu, saya diberikan tugas oleh bu kepala sekolah untuk mengisi kelas yang tidak ada gurunya. Sekolah ini memang kekurangan guru. Guru yang mengajar hanya 7 orang, sementara itu ada 6 kelas yang harus diajar. Belum lagi jika ada guru yang tidak masuk, hingga terkadang guru yang hadir harus kerja ekstra, bahkan harus merangkap mengajar di beberapa kelas. Meskipun begitu, sekolah ini sering mendapatkan prestasi, salah satunya juara umum nilai ujian nasional se Kecamatan Teluk Pakedai.

Kehadiran saya dan teman-teman KKL membuat hal seperti itu bisa diatasi. Dalam seminggu, saya dan teman-teman bergiliran hadir di sekolah untuk menggantikan guru yang tidak hadir tentunya mengajar dengan bidang yang kami kuasai. Ada yang mengajar Matematika, IPA, agama, olahraga hingga kesenian. Pagi itu saya mengajar kelas 5, dengan mata pelajaran Kesenian. Saya pun melangkahkan kaki memasuki ruangan yang telah siap 15 murid dengan duduk manis di bangku mereka masing-masing. Mata kuliah pendidikan sama sekali belum pernah saya dapatkan di Jurusan Dakwah. Berbeda dengan teman-teman KKL dari Jurusan Tarbiyah, tentunya mengajar sudah tidak asing lagi bagi mereka, ibarat makanan sehari-hari.

Namun saya berusaha untuk tetap berdiri tegak di depan siswa sembari memperkenalkan diri. Beberapa kalimat motivasi pun saya lemparkan, sembari memotifasi mereka untuk giat menuntut ilmu. Selain itu, saya juga memotivasi mereka untuk menjadi orang yang terkenal melalui tulisan. Mereka tambah bersemangat dan antusias mendengarkan pengantar ketika saya memperlihatkan tulisan yang terbit di Borneo Tribune beberapa hari lalu yang berjudul Sarapan Rotikap dan Balabala di Teluk Pakedai melalui handpone. Mereka pun seperti takjub. Bukan bermaksud menyombongkan diri, tapi setidaknya saya ingin menularkan semangat menulis, sehingga ada semangat baru dalam diri mereka untuk menulis. Menulis semua kejadian

unik dalam kehidupan mereka, bahkan mungkin kejadian di kampung mereka. Tentunya bukan tidak mungkin suatu saat Teluk Pakedai bukan hanya dikenal orang dengan Makam Ismail Mundu serta Masjid Batunya, akan tetapi dikenal dengan penulis muda yang kreatif. Mereka pun saya instruksikan untuk menulis pengalaman mereka dengan gaya kepenulisan mereka sendiri. Beberapa siswa sempat kesulitan memulai menulis, namun ketika saya arahkan mereka untuk memulai dengan pengalaman pribadi, mereka merasa mudah memulai merangkai kata-kata. Satu jam berlalu, lonceng pun berbunyi menandakan waktu berakhir. Lembar demi lembar pun mereka kumpulkan ke meja saya.

Namun ada beberasa siswi yang enggan untuk beranjak dari tempat duduknya. Ia masih asyik menulis. Sepertinya waktu 1 jam tak cukup bagi siswi itu. Ia mulai terbawa sihir menulis. Menulis memang terkadang membawa sihir sehingga menyebabkan lupa waktu. Bahkan saya sering merasakan itu. Ketika duduk di depan laptop untuk menulis, saya sering lupa waktu. Bahkan untuk makan pun kadang sudah tak ingat lagi jika ide tengah deras mengalir melalui untaian kata. Saya sangat senang sekali, mereka sudah mulai menulis. Harapan saya, tulisan itu bisa dilihat oleh orang lain yang nantinya akan saya bukukan, sehingga orangorang bisa memberikan inspirasi baru bagi pembacanya. Semoga saja.(*)

Penerbit: PT. Borneo Tribune Press. Direktur Utama: W Suwito, SH, MH. Asisten Direksi: Khairoedin Pasaribu. Penasehat Hukum: A. Ambo Mangan, SH, MH, Martinus Ekok, SH, MH. Pemimpin Umum: Sisa Primashinta. Senior Editor: H. Nur Iskandar, SP, Tanto Yakobus, Alexander Mering. Wakil Pemimpin Redaksi: Budi Rahman. Redaktur: Andry, Agus Wahyuni, Aulia Marti, Hairul Mikrad, Yusriadi, Hawad Sriyanto. Reporter: Abdul Khoir, Andika Lay, Yulan Mirza, Achmad Mundzirin, Achmad Munandar, Ubay. Biro Mempawah: Johan Wahyudi, Jl. Pendidikan Gg. Suka Mulya No.10 (085654587038). Sambas: Amrul Ambiya (Kontributor/Pemasaran), Jl. Suka Mantri (085245527602). Biro Bengkayang: Mujidi, Jl. Pahlawan No. 10, Kelurahan Bumi Emas Bengkayang (085245247955). www.borneo-tribune.net Landak: Yohanes Ngalai/Pemasaran, Jl. Barage Gg. Pak Kasih No. 51 Ngabang (085822062880). Biro Sanggau: Ratnasari Jl. Agus Salim No.10 (085245904505) Pemasaran: Pangsius (081257056286). TERBIT SEJAK 19 MEI 2007 Biro Melawi: Eko Susilo (0812-56452946) Jl. M Saad, Gg. Kayan, Serundung- Nanga Pinoh. Biro Sekadau: Bagus Kosminto, Jl. Irian No. 41 Sekadau Hilir (085245743683). Biro Sintang: Endang Kusmiyati (08524-5006757) Pemasaran: Sahri (085750296539), Saumin (Pemasaran) (085284291321) Jl. JC Oevang Oeray, Gg. Ahmad 2. Biro Kapuas Hulu: Jl. Kenanga, Ruko Pemda Blok B. 6 Putussibau Utara (08562569007). Ketapang: Jaidi Chandra (Kontributor), Jl. Gajah Mada No. 156 (081345450988). Fotografer: Ulla Asri Sekretaris Redaksi: Erika Sudiardjo Umum: Emiliana (Manajer), Fitriyana,. „ Wartawan, Kontributor, Intensive Programme dan Percetakan/Pracetak: Ukan Dinata. Staf Pracetak: Fahmi Ichwan, Syam Abubakar, M. Taufik,. Staf Percetakan: Andre, Nurhalis, Rustam. Marketing: Sisa Primashinta, Hesty Yosana, Aldi Freelancer Borneo Tribune dibekali identitas, surat Chairudin, Ardiansyah. Desain Iklan: Atika Ramadhani, M. Affandy,Ferry Ade Putra Sirkulasi: Dhani, Suprianto. Keuangan: Jumi Erlinasari, Tri Agustin, Kusnan, Husada, IT: Iwan Siswanto. Tarif tugas atau tanda pengenal (ID-Card) dan dalam meIklan: BW (black and white) Rp 6000/mm kolom, Full Colour hal 1 Rp 15.000/mm kolom, halaman dalam Rp 12.000/mm kolom. Alamat Kantor Bisnis dan Alamat Redaksi: Jalan Purnama Dalam No 2 laksanakan tugas jurnalistiknya tidak diperkenanPontianak Telpon 0561-767788 Fax 0561-766103. E-mail: borneotribune@yahoo.com kan menerima suap atau amplop

Borneo Tribune


Kalimantan Barat - Kota Pontianak Borneo Tribune

Senin, 1 April 2013

4

Forkom: Pembangunan Infrastruktur Belum Merata Achmad Munandar Borneo Tribune, Kubu Raya Meski masih berusia lima tahun, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya tampaknya dituntut untuk mampu melakukan pemerataan pembangunan di setiap sektor, seperti pendidikan, kesehatan, maupun pembangunan infrastruktur. Ketua Forum Komunikasi (Forkom) Kabupaten Kubu Raya, Suryadi mengatakan

pembangunan infrastruktur yang dilakukan Pemkab khususnya di perbatasan masih sangat minim, seperti antara Kota Baru, Sungai Raya Dalam yang kawasannya berbatasan langsung dengan Kota Pontianak. “Di Kubu Raya jalan yang bagus sangat sedikit tetapi jalan yang rusak sangat banyak,” katanya, setelah acara dialog publik refleksi menjelang HUT ke 6 Kabupaten Kubu Raya, dengan tema Implementasi kebijak-

an serta evaluasi kinerja dalam peningkatan kapasitas penyelenggara otonomi daerah, yang dihadiri Pengamat Ekonomi Untan, Edy Suratman, Wakil Bupati Kubu Raya, Andreas Muhrotien, dan Asisten Pemkab, di Aula DPRD Kabupaten Kubu Raya, Minggu (31/3). Tak jauh berbeda dengan penilaian minimnya perhatian pemerintah pada pembangunan infrastruktur di perbatasan, lanjut dia, pada bidang pendidikan pihaknya

pun menilai masih jauh dari harapan. “Pendidikan gratis oke, akan tetapi yang harus diutamakan adalah mutu dan kualitas pendidikan. Yang mana pemerataan guru di daerah terpencil masih tidak seimbang,” ucapnya. Dengan masih banyaknya kebijakan yang berpihak terhadap kepentingan rakyat, dia menegaskan pihaknya akan mengawal kebijakankebijakan Pemkab, apakah kebijakan tersebut betul-betul diperuntukan bagi ma-

syarakat atau hanya sekedar wacana belaka, karena seperti yang diketahui, saat ini IPM Kabupaten Kubu Raya terbilang masih rendah di Kalimantan Barat. Berbeda dengan kalangan mahasiswa, Pengamat Ekonomi Untan, Edy Suratman memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Kubu Raya yang dianggap mampu meningkatkan pertumbuhan ekonominya yang mencapai 6,5 persen di atas pertumbuhan ekonomi Kalimantan Barat

yang hanya 5,8 persen. “Memang infrastruktur sangat mendukung pertumbuhan ekonomi, seperti jalan-jalan yang ada di Kubu Raya harus dibenahi untuk memperlancar akses pengangkutan barang, dan orang,” tuturnya. Sementara itu Wakil Bupati Kubu Raya, Andreas Muhrotien mengatakan, tuntutan pemerataan pembangunan yang selama ini disampaikan masyarakat pada dasarnya adalah sebuah harapan. Akan tetapi

yang harus dipahami, bahwa di usia yang terbilang sangat muda ini, tidak mungkin pemerintah dapat memenuhi semua keinginan masyarakat. “Seperti yang diketahui, bahwa memang hingga saat ini masih ada daerah yang tertinggal. Dan itu memang kendalanya pada anggaran, akan tetapi pemerintah terus berupaya agar pembanguan, baik di bidang pendidikan, kesehatan, infrastruktur dapat dilakukan di semua daerah,” terangnya. o

Pemkab Targetkan IPM Peringkat Tujuh Pemerintah Kabupaten Kubu Raya menargetkan peringkat Indeks Pembangunan Manusia (IPM) pada 2014 mendatang meningkat dari peringkat 11 menjadi tujuh se Kalimantan Barat. Berdasarkan data peningkatan IPM sebelumnya, pada 2009 IPM Kabupaten Kubu Raya 66,77 persen, pada 2011 naik menjadi 67,92 persen. "Peningkatan angka IPM itu mengindikasikan bahwa proses pembangunan berjalan baik dan dapat terus ditingkatkan kualitasnya," katanya, Minggu (31/3). Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Kubu Raya, Ghandi Setya Graha mengatakan, keyakinan untuk meningkatkan prestasi IPM itu melihat indikator penentu terus didorong dengan mengintervensi melalui program kegiatan yang langsung menyen-

tuh pada persoalan. "Kita optimis IPM kita bisa tembus ke peringkat tujuh, melihat indikator penentu yang trendnya terus mengalami peningkatan setiap tahun," ungkapnya. Dia menegaskan, untuk meningkatkan prestasi IPM itu, upaya yang akan dilakukan adalah dengan terus mendorong angka melek huruf dan rata-rata lama sekolah melalui penuntasan program wajib belajar sembilan tahun. Selain itu, lanjut dia, Pemkab telah mencanangkan program wajib belajar 12 tahun pada 2014. Dengan tetap melaksanakan program Bosda untuk semua tingkatan, pada sektor pendidikan dan bantuan kelengkapan sekolah bagi masyarakat miskin. Utamanya kepada anak-anak sekolah kelas satu pada semua jenjang pendidikan. "Ini adalah bentuk komitmen pemerintah, bukan hanya ingin mengejar prestasi, tapi program nyata harus dilakukan," ucapnya.

Dia menegaskan, rencana aksi di bidang pendidikan yang akan dilakukan adalah dengan tuntasnya penanganan kejar paket A, B, dan C meningkatkan APK dan APM setiap tahun khususnya sekolah menengah untuk menangani pendidikan penduduk miskin yang masih dalam usia sekolah. Sementara untuk sektor kesehatan, dia menjelaskan Pemkab telah memprogramkan peningkatan angka harapan hidup dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui program menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan menekan Angka Kematian Anak (AKA) termasuk menekan kematian ibu hamil dan ibu melahirkan. Untuk menjalankan program itu, dia menuturkan akan didukung melalui pembangunan puskesmas perawatan di seluruh kecamatan yang mana saat ini sudah terbangun sebanyak sembilan puskesmas perawatan, membangun puskesmas pembantu, polindes, poskes-

des. Serta meningkatkan peran serta masyarakat untuk membangun posyandu di seluruh dusun di setiap desa. "Rencana aksi kita di sektor kesehatan adalah dengan menuntaskan gizi buruk," tuturnya. Dia menambahkan, pihaknya akan terus berupaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, dengan menyediakan tenaga medis dan tenaga kesehatan secara merata di seluruh kecamatan. Diakuinya, yang menjadi tantangan pembangunan pada sektor kesehatan, yakni menurunkan AKI dan AKB sesuai dengan target MDG's. Saat ini Pemkab telah selesai menyusun rencana aksi percepatan pencapaian target MDG's 2012 sehingga arah pencapaian sasaran akan semakin terukur. "Bila target MDG's tercapai pada 2014, maka usia harapan hidup penduduk akan meningkat dan pada gilirannya akan meningkatkan IPM," terangnya. o

Jelang UN, Fokus Belajar Achmad Munandar Borneo Tribune, Kubu Raya Menjelang pelaksanaan Ujian Nasoinal (UN) tingkas SMA/SMK dan MA pada 15 April mendatang, peserta diminta untuk lebih fokus belajar dari pada melakukan aktivitas yang tidak penting. Sekretaris Komisi D DPRD Kabupaten Kubu Raya, Mustafa MS mengatakan, dua minggu memasuki pelaksanaan UN, peserta lebih baik fokus belajar dengan memperdalam materimateri mata pelajaran yang akan diujikan. Menurutnya, peserta UN sudah seharusnya mulai meninggalkan aktivitas-aktivitas yang tidak penting, seperti santai di warung atau kumpul-kumpul di jalan hingga larut malam yang jelas tidak pernah membawa manfaat bagi persiapan menghadapi ujian nanti. "Sekarang sudah saatnya, peserta UN memikirkan masa depannya. Dengan giat

FOTO: Internet belajar agar mendapatkan hasil yang baik," katanya, Minggu (31/3). Selain itu, lanjut dia, ada tiga hal yang harus bersinergi demi menunjang keberhasilan siswa menghadapi UN, yakni guru, siswa, dan orang tua siswa. Masingmasing memiliki peran, yakni guru selain telah memberikan bimbingan juga harus memberikan motivasi kepada siswa. Orang tua, tambah dia, tidak hanya bisa memberikan

tanggung jawab sepenuhnya kepada guru. Mereka harus ikut mengontrol anak-anaknya agar lebih mementingkan belajar dari pada keluar rumah hingga larut malam. "Guru tidak bisa mengawasi 24 jam, disini peran orang tua. Awasi anak mereka, berikan pemahaman," ucapnya. Menurutnya yang tidak kalah penting adalah kesadaran siswa itu sendiri. Jika semua pihak telah berupaya memberikan se-

mangat dan dukungan moril, sementara siswanya ternyata tidak sadar dan sebaliknya acuh. Maka sudah dipastikan, hasil yang didapat akan sangat sulit dari kata terbaik. "Artinya, siswa harus semangat belajar, mengatur waktu dengan baik agar mendapatkan hasil UN yang terbaik," ujarnya. Dia menegaskan, sebaiknya Sat Pol PP Kabupaten Kubu Raya mulai menjadwalkan waktu untuk melakukan pemantauan dan penertiban terhadap peserta UN yang masih beraktivitas hingga malam hari. Jika menemukan pelajar yang beraktivitas hingga malam hari, dia menuturkan alangkah lebih baik petugas Sat Pol PP membubarkannya. "Kalau sekarang Sat Pol PP belum bergerak mungkin masih menunggu waktu yang tepat. Dan jika sudah mulai menertibkan peserta UN itu harus didukung karena demi kebaikan anakanak kita," pungkasnya. o

Sosialisasi KPU yang digelar di Hotel Pantura Jaya Sambas. FOTO Amrul/Borneo Tribune

Dapil Harus Menyertakan 30% Keterwakilan Perempuan Amrul Borneo Tribune, Sambas Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sambas, Sua’ib S. Pd mengatakan, pengajuan bakal calon anggota DPR dan DPRD partai politik wajib memperhatikan daftar bakal calon paling banyak 100% dari jumlah kursi yang ditetapkan setiap dapil, menyertakan sekurang-kurangnya 30% keterwakilan perempuan di setiap dapil. Hal tersebut diungkapkannya dalam sosialisasi yang digelar KPU Kabupaten Sambas, Selasa (26/3), di Hotel Pantura Jaya Sambas yang membahas peraturan KPU No. 07 Tahun 2013 tentang Pencalonan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten/ Kota, diikuti 12 partai yang telah lulus verifikasi oleh KPU. Ia mengatakan tahun 2014 mendatang, para bakal calon harus dapat memenuhi syarat-syarat yang telah ditetapkan seperti berdasarkan ketentuan Pasal 8 ayat (1) huruf C, UndangUndang Nomor 15 tahun 2011 tentang Penyelengga-

raan Pemilihan Umum, menyatakan bahwa tugas dan wewenang Komisi Pemilihan Umum dalam penyelenggaraan Pemilihan Umum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, yaitu menyusun dan menetapkan pedoman teknis untuk setiap tahapan pemilu setelah terlebih dahulu berkonsultasi dengan DPR dan pemerintah. "Urutan penempatan daftar bakal calon perempuan yaitu setiap tiga orang bakal calon terdapat sekurang-kurangnya 1 orang perempuan bakal calon," katanya. Dikatakannya, dalam proses verifikasi administarsi KPU melakukan vermin terhadap kelengkapan, kebenaran, dan keabsahan persyaratan berkas pengajuan bakal calon. Berkas yang divermin antara lain surat pencalonan, jumlah bakal calon, persentase keterwakilan perempuan 30% dan penempatan keterwakilan perempuan, surat pernyataan dan surat keterangan serta dokumen lainnya. Kemudian untuk dokumen persyaratan yakni surat pernyataan bersedia untuk bekerja sepenuh waktu, surat pernyataan pengunduran

diri yang tidak dapat ditarik kembali bagi kepala daerah, wakil kepala daerah, anggota TNI, anggota Polri, BUMN/BUMD, anggota DPR dan DPRD yang dicalonkan oleh parpol yang berbeda dengan melampirkan surat persetujuan dari pimpinan parpol asal, penyelenggara pemilu dan kepala desa serta perangkat desa, kemudian surat pernyataan bersedia untuk tidak berpraktik sebagai akuntan, advokat, notaris, PPAT dan penyedia barang jasa, surat pernyataan tidak merangkap jabatan sebagai pejabat negara lainnya, foto copy KTA, dan surat pernyataan hanya dicalonkan di satu lembaga perwakilan dan satu dapil, daftar riwayat hidup beserta pas foto terbaru berwarna 4x 6, 5 lembar. “ Kita berharap agar setiap bakal calon yang akan ikut dalam pemilu 2014 mendatang agar dapat mengikuti aturan dan syarat-syarat yang sudah ditentukan supaya dapat berjalan dengan baik dan lancar. Selain itu jika tidak memenuhi syarat-syarat yang berlaku maka KPU dapat mencoret nama bakal calon yang tidak memenuhi aturan yang telah ditetapkan oleh komisi pemilihan umum,” jelasnya. o

CMYK

CMYK

Achmad Munandar Borneo Tribune, Kubu Raya


Mempawah-Kubu Raya Borneo Tribune

Senin, 1 April 2013

Muda Siapkan Perbup Tentang Bansos Tak Terencana Achmad Munandar Borneo Tribune, Kubu Raya Untuk membantu masyarakat yang tidak mampu, saat ini Pemerintah Kabupaten Kubu Raya tengah menyiapkan Peraturan bupati (Perbub) tentang bantuan sosial tak terencana. Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan mengatakan berdasarkan perubahan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 13 tahun 2011, yang mana dana bantuan sosial di keluarkan berdasarkan hal mendasar dan melalui prosedur, se-

hingga memerlukan waktu yang lama. Dengan adanya perubahan Permendagri itu, menjadi Permendagri Nomor 39 tahun 2012 , kepala daerah dapat kapan saja mengeluarkan bantuan sosial yang bersifat mendadak, asalkan besarannya tidak melewati dari yang dianggarkan Dia menjelaskan, pada dasarnya pihaknya sangat mendukung perubahan Permendagri tersebut. Karena seperti yang diketahui anggaran Bansos yang disediakan bertujuan untuk meringankan beban masyarakat tidak mampu. “Dengan adanya peraturan baru itu, tentu

kita diberikan kemudahan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan bantuan, seperti biaya kesehatan, korban kebakaran, atau hal-hal yang tidak terduga yang dialami warga,” katanya, ketika ditemui di kediamannya, Minggu (31/3). Menurutnya, Perbub yang tengah dirancang itu, pada dasarnya adalah untuk mengatur mekanisme pemberian Bansos tidak keluar dari Permendagri yang baru. Dan agar permasalahan bantuan kepada masyarakat yang selama ini belum ditangani oleh pemerintah dapat teratasi, sebagai contoh seperti bantu-

an bagi ibu keguguran diusia kehamilan empat bulan yang perlu mendapatkan perawatan, serta membantu korban kebakaran. Untuk Bansos tak terencana, lanjut dia tahun ini Pemkab telah menyiapkan anggaran sebesar Rp.400 juta. Dan memang yang harus dipahami bersama, anggaran Bansos terbut tidaklah akan mencukupi untuk membantu kebutuhan, karena sifatnya hanyalah meringankan. “Memamg bantuan ini tidak akan mampu mengcover semua kebutuhan, akan tetapi Minimal bantuan Bansos tak terencana ini

tidak bisa mengatasi kebutuhan masyarakat dalam jangka pendek,” ucapnya. Diakuinya, dana yang telah dianggarkan pada Bansos tahun ini tidaklah mungkin mencukupi. Dan karena Bansos tak terencana merupakan program yang baru dan pertama kali dilakukan tentulah akan dilihat berapa besar anggaran yang dibutuhkan. “Ini masih dalam tahap uji coba, kalau memang anggaran yang diperuntukan kurang itu bisa tambah, akan tetapi penambahannya harus dilakukan pada pembahasan perubahan anggaran,” terangnya. o

PAN Dilamar Delapan Balon Bupati dan Wakil Bupati Johan Wahyudi Borneo Tribune, Mempawah DPD Partai Amanah Nasional (PAN) Kabupaten Pontianak, Kamis (28/3), kemarin telah menutup proses penjaringan balon Bupati dan Wakil Bupati Pontianak .Ada 6 bakal balon yang mengembalikan formulir untuk balon bupati dan 2 balon yang mengembalikan formulir wakil bupati. “Kita sudah membuka penjaringan dari 18-28 Maret. Dimana sampai akhir terakhir ada 8 kandidat yang mengembalikan formulir di sekretariat DPD PAN Kabupaten Pontianak. 6 orang mendaftar sebagai balon bupati dan 2 orang mendaftar wakil bupati,” kata Ketua DPD PAN Kabupaten Pontianak, Ridhuan Ismail, didampingi Sekretaris DPD PAN, Yan Ahmad Firnandis, ditemui di Sekretariat DPD PAN Kabupaten Pontianak, Minggu (31/3), kemarin.

Ridhuan Ismail dan Yan Ahmad Firnandis

Lanjutkan lagi, adapun 6 kandidat yang mengembalikan formulir balon bupati yaitu, Ketua DPRD Kabupaten Pontianak, Rahmad Satria,

Bupati Pontianak, Ria Norsan, Wakil Bupati Pontianak, Rubijanto, Setda Kota Singkawang, Syech Bandar, mantan Bupati

Pontianak, Cornelius Kimha dan Akademisi, Sukma Indra. Sedangkan 2 kandidat yang mengembalikan formulir yaitu Kabag Pemerintahan

Setda Kabupaten Pontianak, Muhammad Shaleh dan akademisi Yusdiansyah. “Nama-nama yang telah mengembalikan formulir, selanjutnya akan kita teruskan ke Tim Pilkada DPW PAN Kalbar untuk dilakukan verifikasi dan test and properstest balon bupati dan wakil bupati dari PAN,” katanya. Lanjutnya lagi, dari hasil verifikasi, fit and proper test, minimal 3 nama bakal balon bupati akan disampaikan kepada Tim Pilkada DPP PAN di Jakarta, untuk dapat ditetapkan sebagai balan bupati dan wakil bupati dari PAN. “Pelaksanaan verifikasi, Insya Allah akan dilaksanakan dalam waktu dekat, setelah Tim Pilkada DPW PAN Kalbar menentukn jadwal pelaksanannya. Semua ini, dilaksanakan demi mendapatkan figur yang berkualitas dan merakyat sesuai visi dan misi PAN,” ungkap Ridhuan. o

Anggota PPS Se Kecamatan Sungai Pinyuh Dilantik Johan Wahyudi Borneo Tribune, Mempawah Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pontianak, Minggu (31/3), kemarin melantik 27 Panitia Pemungutan Suara (PPS) Pemilu DPR, DPD, DPRD tahun 2014 dan Pemilu Bupati dan Wakil Bupati Pontianak 2013, terdiri dari perwakilan 8 desa dan 1 kelurahan di Gedung Serba Guna Sungai Pinyuh. Tampak hadir dalam pelantikan tersebut, Camat Sungai Pinyuh, Syamsul Rizal, Ketua PPK Kecamatan Sungai Pinyuh, Haryono Muslim, dan Anggota KPU Kabupaten Pontianak, Kusnandi. Camat Sungai Pinyuh, Syamsul Rizal dalam sambutannya meminta agar PPS menjalankan tugasnya dengan maksimal. Karena PPS

sebagai kepanjangan tangan dari KPU Kabupaten yang bersentuhan lansung dengan masyarakat bawah. “Kami berharap kepada PPS sebagai kepanjangan tangan dari KPU Kabupaten untuk melaksanakan tugasnya dengan maksimal, dan jadilah PPS yang ikhlas dalam bekerja. Serta mengikuti kegiatan rapat kerja PPS dengan baik,” katanya. Selain itu, Syamsul, juga berharap PPS mampu meningkatkan partisipasi masyarakat dalam memenuhi hak suaranya pada pemilu mendatang, karena dengan melakukan pencerahan kepada masyarakat, dapat meminimalisir angka Golput. “Sebagai bentuk kerja aktif dari PPS adalah mampu menekan angka Golput dan meningkatkan partisipasi masyarakat pada pemilu

PPS KPU Kabupaten Pontianak saat melaksanakan pelantikan Anggota PPS se Kecamatan Sungai Pinyuh. Foto : Johan Wahyudi/Borneo Tribune

mendatang,” ungkapnya. Hal senada disampaikan Anggota KPU Kabupaten Pontianak, Kusnandi, mengatakan untuk memaksimalkan kinerja, PPS harus inten melakukan sosialisasi kepada

masyarakat dan mampu berkordinasi dengan tokoh-tokoh masyarakat setempat. Dan mewarning PPS untuk melaksanakan tugasnya dengan penuh tanggung jawab. Apabila ditemukan dan ter-

bukti ada PPS yang tidak bekerja atau melanggar aturan, pihaknya tidak akan segan untuk memberhentikannya. “Apabila kami mendapatkan PPS yang melanggar atau keluar dari aturan-aturan Komisi Pemilihan Umum (KPU), maka kami akan memberhentikannya,” ungkapnya. Sedangkan Ketua PPK Kecamatan Sungai Pinyuh, Haryono Muslim, mengharapkan anggota PPS yang baru dilantik dapat bekerjasama dengan PPK dalam menyukseskan pelaksanaan Pilkada maupun Pemilu DPR, DPD dan DPRD. “Setiap desa dan kelurahan ada 3 anggota PPS. Karena di Kecamatan Sungai Pinyuh terdiri dari 8 desa dan 1 kelurahan maka anggota PPS se Kecamatan Sungai Pinyuh ada 27 orang,” katanya. o

5

Bhakti Sosial di Sungai Raya

75 Anak Dikhitan Achmad Munandar Borneo Tribune, Kubu Raya Sebanyak 75 anak di Kecamatan Sungai Raya mengikuti khitanan massal. Minggu (31/3) kemarin dalam rangka program kecamatan Sungai Raya memberikan pelayanan kesehatan pada masyarakat, Camat Sungai Raya Syahril Nur mengatakan kegiatan baksos sunatan massal ini merupakan program dari kecamatan Sungai Raya tiap tahunnya. Selain itu, kata Syahril, Bupati Kubu Raya mendorong kegiatan ini agar berjalan dengan baik. "Baksos ini kita peruntukkan untuk masyarakat miskin, selain itu juga kita memberikan pelayanan kesehatan lainnya seperti pelayanan KB, Donor darah," katanya. Syahril juga menyampaikan bahwa kegiatan pelayanan kesehatan ini memang keinginan Bupati Kubu Raya yang selalu fokus memberikan pelayanan kesehatan pada masyarakat miskin. Dirinya pun senang melihat antusias masyarakat Sungai Raya dalam mengikuti kegiatan ini. Ini menunjukkan bahwa masyarakat disini sangat membutuhkan pelayanan kesehatan seperti ini."Masyarakat kita sudah sangat menyadari bahwa kesehatan itu penting bagi mereka," paparnya. Sementara itu Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan mengungkapkan bahwa dirinya sangat konsen dalam memberikan pelayanan kesehatan pada masyarakat. Dirinya tidak mau melihat kesehatan masyarakatnya terganggu sehingga mereka tidak bisa menjalankan aktifitasnya. "Kesehatan itu nomor satu, karena kesehatanlah yang buat kita bisa beraktifitas," ucapnya. Untuk itu, Muda berharap pada masyarakat untuk selalu meningkatkan kesehatannya, baik itu kesehatan gizi anak, ibu hamil, bahkan dirinya sendiri untuk rutin melakukan pemeriksaan kesehatan pada puskemas terdekat."Masyarakat jangan takut atau khwatir untuk memeriksakan kesehatan di masyarakat, karena saat ini pelayanan kesehatan itu sudah gratis," paparnya. Sementara Saniawati 30 ibu dari Alek , 12 yang juga ikut dikhitan merasa senang dengan apa yang dilakukan oleh pemerintah seperti karena saat ini masyarakat kecil memang membutuhkan pelayanan ini."Kita berharap jangan hanya dilakukan sekali saja seperti ini, kalau bisa sebulan sekali," paparnya. Selain itu banyak hal juga yang perlu diperhatikan pemerintah seperti masih ada orang miskin di sekitar lingkungan Sungai Raya juga perlu diperhatikan o

PBB Jangan Ditangani Dinas PPKAD Johan Wahyudi Borneo Tribune, Mempawah Anggota DPRD Kabupaten Pontianak, Susanto menyarankan dalam mengoptimalkan pungutan Pajak Bumi dan Bangunan (PPB). Pemerintah daerah Kabupaten Pontianak sudah seharusnya membentuk dinas atau lembaga sendiri untuk menangani masalah PBB. Jika hal itu tidak dilakukan, dikhawatirkan pungutan tidak terealisasikan dengan maksimal. “Apabila pungutan PBB 2014 nanti masih ditangani Dinas Pendapatan Pengelolahan Keuangan dan Aset Daerah (PPKAD), maka akan menimbulkan permasalahan. Sebab, pajak tidak bisa jika hanya ditangani oleh bidang yang hanya memilki beberapa staf. Mengingat potensi pajak yang harus dipungut sangat besar,” katanya. Bahkan Legislator PDI Perjuangan ini, menilai jika tetap dipaksakan dikhawatir realisasi pungutan PBB tidak akan berjalan

optimal. Mengingat, bidang tersebut tidak hanya mengurus masalah PBB saja, melainkan juga lainnya seperti, reklame, BPHTB dan sebagainya. “Kita bandingkan saja dengan Kantor Pajak Pratama Mempawah yang selama ini khusus menangani masalah pajak. Dilengkapi tenaga dan sumber daya beserta sarana yang cukup memadai saja, terbukti sejak tahun 90-an hingga sekarang masih terdapat piutang pajak mencapai Rp 8 miliar,” ungkapnya. Untuk itu, Susanto menilai, pembentukan dinas atau lembaga akan menjawab keseriusan pemerintah daerah untuk mengoptimalkan pungutan PBB. Mengingat, kebijakan pemerintah pusat ini memberikan kesempatan untuk meningkatkan PAD dimasa mendatang. “Kita juga mengapresiasi upaya pemerintah daerah yang telah mempersiapkan peralatan, SDM dan sistem yang terbaik. Namun hal itu belum cukup jika tidak didukung dengan strukturisasi kelembagaan,” tegasnya. o


Bengkayang Borneo Tribune

Senin, 1 April 2013

6

Kecelakaan Lalin, 2 Orang Tewas Warga Cuek, Polisi Kesulitan Mencari Info Rudi Borneo Tribune, Singkawang Sebuah sepeda motor Honda Mega Pro KB 2318 XX yang dikendarai oleh Krispriyanto, warga Cilacap, tepatnya di Jalan Dr. Sutomo Cilacap, dan Marniati, warga Dusun Pangkalan Asam, Sei Daun Selakau, mengalami kecelakaan lalu lintas di Jalan Yos Sudarso, sekitar pukul 11. 55 wib, Minggu (31/3) siang. Belum diketahui secara pasti atas kecelakaan yang terjadi. Krispriyanto mengalami pendarahan hebat yang keluar dari hidung, telinga, dan luka lecet di tangan. Sementara Marniati juga mengalami pendarahan hebat yang keluar dari hidung, telinga, dan keningnya. Keduanya tewas, dan sekarang ini jenazahnya masih di Rumah Sakit dr. Abdul Aziz sambil menunggu pihak keluarga menjemputnya. “Saat kita melakukan olah

Sebuah sepeda motor Honda Mega Pro KB 2318 XX yang dikendarai oleh Krispriyanto dan Marniati, mengalami kecelakaan lalu lintas di Jalan Yos Sudarso, sekitar pukul 11. 55 wib, Minggu (31/3) siang.Foto: Rudi /Borneo Tribune

TKP, tak ada satupun dari warga yang melihat kejadian mau menjadi saksi, sehingga kita kesulitan untuk melakukan pengembangan,” ujar Kasubag Humas Polres Singkawang, Iptu Asep, S kepada wartawan di Pos Lantas, Jalan GM. Situt. Menurut perkiraan dari pihak kepolisian, terang Asep, bahwa motor yang dikendarai oleh Krispriyanto itu datang dari arah pasar hendak menuju ke arah

Selakau. Karena hujan gerimis, saat melintasi Yos Sudarso, dia sempat menyenggol sebuah kendaraan dari arah yang berlawanan. “Kemudian kendaraan yang dikemudikannya menjadi oleng, dan jatuh. Namun kita tidak tahu, apakah dia menyenggol sebuah mobil ataupun yang lainnya, karena di TKP kita tidak mendapatkan informasi yang lebih lengkap,” katanya. Hal senada dibenarkan

oleh seorang warga bernama Harun, yang juga merupakan Anggota Pol PP Singkawang. Dikatakan Harun, bahwa kedua orang yang mengalami kecelakaan itu, sepertinya tidak dihiraukan oleh warga yang melihat saat terkapar di jalan. “Mungkin ada sekitar 20 an menitlah, korban kecelakaan itu dibiarkan,” kesalnya. Dikarenakan korban kecelakaan itu tak dihiraukan oleh warga sekitar, akhirnya dia pun berinisiatif menelpon anggota polisi. Setelah itu dia sempat mengangkat korban ke pinggir jalan, agar tidak menghalangi kendaraan yang sedang berlalu lintas. “Pada saat saya mau mengangkatnya, saya sempat melihat korban yang laki-laki itu sempat bergerak, hendak bangun. Pada saat itu pula, saya sempat memberhentikan sebuah oplet, namun supirnya tidak mau membawa korban ke rumah sakit, dengan alasan takut,” ungkapnya. o

Warga Saliung Dalam Keluhkan Galian C Rudi Borneo Tribune, Singkawang Masyarakat Saliung Dalam, Jalan Budi Agung, RT 18 RW 04, Kecamatan Singkawang Selatan, berharap ada kepedulian dari DPRD Kota Singkawang untuk melakukan peninjauan aktivitas galian C di Bukit Kali Asin. Masyarakat menilai jika aktivitas galian di kawasan tersebut berdampak pada ketersedian air bersih bagi mereka. “Kepada pemerintah dan wakil rakyat diharapkan bisa meninjau kembali galian C yang sudah mengganggu ketersediaan air bersih untuk kami,” kata Apin warga setempat, Minggu (31/3) siang.

Sepertinya warga memang akan turun untuk melakukan pengecekan kembali aktivitas galian C tersebut. Pasalnya, dikabarkan aktivitas yang sebelumnya sempat diberhentikan setelah wakil rakyat melakukan peninjauan ke lokasi tersebut. Namun ternyata kembali lagi beroperasi. “Sebelumnya memang aktivitas galian C itu sudah berhenti, karena dari anggota DPRD sudah turun meninjau, tapi pada tahun 2012 ini kembali beraktivitas lagi dan itu berdampak pada ketersediaan air bersih untuk kami,” tambah Apin. Senada yang dikatakan Ketua RT 18 RW 04, Afung. Galian C tersebut dulunya sudah berhenti beraktivitas

setelah ada penolakan dari warga setempat, dan itu terjadi pada tahun 2012 lalu. Namun setelah sempat berhenti beberapa bulan, ternyata aktivitas tersebut kembali lagi beroperasi dan jaraknya semakin dekat ke sumber air bersih yang dibutuhkan masyarakat. “Jarak galian C itu dengan sumber air bersih itu sudah sangat dekat, jika semakin ke atas, maka sudah sumber air bersih sudah terkena galian C itu. Tetapi pada tahun 2012, sempat berhenti dan sekarang lanjut lagi, makanya kita berencana untuk mengecek kembali,” tuturnya. Ia juga mengakui jika masyarakat memang berencana untuk melakukan peninjau-

an langsung ke lokasi aktivitas galian C tersebut. Namun karena cuaca sedang hujan deras, sehingga aksi itu dibatalkan. Rencananya, mereka akan melakukan peninjauan kembali pada, Senin (1/4). Menurutnya, dalam satu hari ada ratusan truk yang mengangkut muatan tersebut. “Truk-truk itu mengangkut batu dan tanah dan dalam satu hari bisa menyampai ratusan truk yang membawa muatan itu,” ujarnya. Karena itu, pihaknya berharap anggota DPRD Kota Singkawang, bisa turun kembali untuk melakukan pengecekan kembali mengenai aktivitas galian C tersebut. o

Ida Kartini: Dongkrak IPM, Libatkan Pihak Swasta Rudi Borneo Tribune, Singkawang Pemerintah Kota Singkawang diharapkan melibatkan partisipasi pihak swasta dengan pemberian Corporate Social Responsibility (CSR) dalam rangka terus mendongkrak Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di kota ini. Demikian dikatakan Staf Ahli Bidang Pembangunan Pemprov Kalimantan Barat, Ida Kartini, pada Musrenbang RKPD Kota Singkawang 2014, di Balairung Kantor Walikota kemarin.

Ida menyebutkan, bahwa setiap kabupaten dan kota di provinsi ini, diharapkan terus meningkatkan IPM daerah masing-masing. Salah satu cara, bagaimana mendorong partisipasi pihak swasta dengan CSR-nya. “Pihak swasta, sangat bisa membantu pemerintah kabupaten atau kota dalam meningkatkan IPM di daerah masing-masing,” kata Ida. Selain itu, lanjut Ida, Pemkot Singkawang diharapkan tidak segan-segan untuk berkoordinasi dengan Pemprov. Sementara Pemprov sendiri, sedang melakukan penyusunan

RPJMD yang mampu mendorong peningkatan IPM. “Program-program yang harus dicapai, seperti halnya apa yang dicanangkan oleh Pemerintah Pusat, yakni mencapai delapan sasaran MDGs,” katanya. Seperti halnya, lanjut Ida, pelaksanaan Musrenbang ini bisa dijadikan ajang atau media menyatukan visi dan misi dalam rangka pembangunan daerah dengan salah satunya meningkatkan IPM. “Perlu diketahui, IPM Kota Singkawang pada 2011, berada di urutan ke 3 dalam lingkup Provinsi Kalimantan Barat dengan Indeks 69,20.

Sementara terjadi peningkatan di 2012, dimana IPM mencapai indeks 70,48 yang juga pada peringkat ke 3. Namun dalam prediksi RPJMD Provinsi Kalbar 2013-2018 disebutkan pada akhir 2018, peringkat IPM kota ini akan melorot dari posisi tiga ke 5,” terangnya. Sementara Walikota Singkawang, Awang Ishak menanggapi selain terus berupaya memperbaiki IPM, katanya, mulai 2013 Pemkot akan berupaya mengaplikasikan pendekatan lain berupa Indeks Kesejahteraan Rakyat (Ikrar),” kata Awang Ishak. o

Pemukiman Warga yang dibangun secara permanen di bibir Sungai Sebalo. Foto Mujidi/Borneo Tribune

Prioritas Pembangunan Bengkayang

Tingkatkan Pelayanan untuk Masyarakat Mujidi Borneo Tribune, Bengkayang

9 Prioritas Pembangunan Bengkayang

Pemerintah Kabupaten Bengkayang merumuskan sembilan prioritas pembangunan untuk tahun 2014. Sembilan prioritas pembangunan itu dibicarakan dalam Musyawarah Pembangunan Kabupaten Bengkayang (Musrenbang) untuk tahun 2014 beberapa waktu yang lalu. Sembilan prioritas pembangunan tersebut mencakup beberapa aspek penting yang harus dilakukan dan diutamakan. Sembilan prioritas pembangunan itu seperti peningkatan pendapatan per kapita masyarakat dan indeks pembangunan masyarakat (IPM). Prioritas ini untuk menjawab permasalahan rendahnya IPM Kabupaten Bengkayang dan pengurangan angka kemiskinan. Prioritas kedua peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebagai sumber pembiayaan pembangunan. Prioritas ini untuk menjawab permasalahan rendahnya realisasi penerimaan daerah yang bersumber pada PAD. Prioritas lain adalah, perbaikan sistem manajemen pengendalian pembangunan. Prioritas ini untuk menjawab permasalahan terkait lemahnya kontrol penyelenggaraan pembangunan di Ka-

1. Peningkatan pendapatan per kapita masyarakat dan indeks pembangunan masyarakat (IPM) 2. Peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD 3. Perbaikan sistem manajemen pengendalian pembangunan 4. Peningkatan infrastruktur, energi, lingkungan hidup dan bencana, serta pembangunan daerah perbatasan, terisolir dan tertinggal. 5. Peningkatan investasi dan usaha, ketahanan pangan, serta penanggulangan kemiskinan. 6. Peningkatan akhlak, pendidikan, kesehatan, kebudayaan, kreativitas, dan inovasi teknologi. 7. Peningkatan iman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. 8. Peningkatan aparatur pemerintah 9. Peningkatan partisipasi aktif masyarakat Kabupaten Bengkayang.

bupaten Bengkayang. Peningkatan infrastruktur, energi, lingkungan hidup dan bencana, serta pembangunan daerah perbatasan,

terisolir dan tertinggal. Prioritas ini untuk mewujudkan misi membangun dan meningkatkan infrastruktur dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan hidup dan mitigasi bencana. Peningkatan investasi dan usaha, ketahanan pangan, serta penanggulangan kemiskinan. Prioritas ini untuk mewujudkan misi mempercepat pembangunan ekonomi yang berkeadilan melalui pengembangan sektor unggulan. Peningkatan akhlak, pendidikan, kesehatan, kebudayaan, kreativitas, dan inovasi teknologi juga menjadi prioritas pembangunan 2014. Prioritas ini untuk meningkatkan kualitas SDM melalui penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Peningkatan kerukunan dan keharmonisan menjadi prioritas untuk mewujudkan misi peningkatan iman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Reformasi birokrasi juga menjadi prioritas utama, demi mewujudkan misi meningkatkan aparatur pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan yang prima demi mewujudkan pemerintahan yang baik. Prioritas terakhir adalah meningkatkan kemandirian untuk mewujudkan misi meningkatkan partisipatif aktif masyarakat Kabupaten Bengkayang. o

Aktivitas Warga di Jembatan Gantung Mujidi Borneo Tribune, Bengkayang

Jembatan Gantung Tiga Desa///Mujidi

Jembatan gantung tiga desa. Lokasinya hanya beberapa kilo meter dari tengah Kota Kabupaten Bengkayang. Asri dengan pemandangan yang masih hijau ditambah lagi jernihnya air sungai yang mengalir hingga jauh membelah kota. Untuk kalangan muda, jembatan gantung tiga desa ini lebih dikenal dengan jembatan cinta. Setiap Minggu sore ataupun malam Minggu, ataupun malam lainnya, jembatan ini akan dipenuhi para pemuda dan pemuda yang sedang memadu kasih. Jembatan gantung tiga

desa ini menjadi alat transportasi warga baik yang berdomisili di daerah Selangkoh dan sekitarnya. Dan juga menjadi alat transportasi yang tinggal di daerah Jaku dan daerah belakang kota atau lebih dikenal dengan Belangko. Jembatan gantung ini dibangun sekitar tahun 2007 2008 yang lalu. Saat ini kondisi jembatan begitu memprihatinkan. Beberapa papan telah berganti dan sebagian ada yang rusak. Jembatan bolong-bolong hingga diperlukan kehati-hatian saat melintasinya. ‘Jembatannya mulai rusak Bang, perlu hati-hati saat lewat,” demikian dikatakan salah seorang warga saat melin-

tasi jembatan tersebut. Sabtu (30/3), kesempatan untuk melitasi jembatan gantung tiga desa terpenuhi. Saat berjalan kaki saja, jembatan begitu goyang. Perasaan takut menjadi-jadi saat berpapasan dengan pengguna motor. Bunyi gerudukan papan ataupun lantai menandakan perlu kewaspadaan untuk melintasi jembatan tersebut. Jembatan ini berada di ketinggian empat sampai enam meter dari permukaan air sungai. Airnya jernih, batu batuan mulai kecil dan besar begitu terlihat. Banyak warga yang mandi di sungai tersebut, mulai dari anak anak hingga orang tua. Bukan hanya sekedar mandi, warga yang datang juga ada yang

bertujuan untuk mencuci kendaraannya, baik roda dua atapun roda empat. “Dingin Bang airnya, enak nyuci motor di sini,” kata May, salah seraong gadis yang sedang asyik menyuci kendaraannya. Pinggiran kiri atau kanan sungai terdapat tanah lapang. Rerumputan hijau. Pada tanah lapangan inilah beberapa warga mengembala sapinya. Ada lima ekor, enam ekor sapi atau lebih setiap harinya di tanah lapang ini. “Nyaman tempat ini, mudah-mudahan terus dijaga dan airnya tetap bersih,” harap Izul, salah seorang warga yang sengaja datang ke jembatan gantung tiga desa tersebut. o


Senin, 1 April 2013

Ciptakan Kebersihan Landak Terus Berbenah Tim Kebersihan Lintas Sektoral Lakukan Penataan Mulai 5 April Borneo Tribune, Ngabang Dari hasil rapat lintas sektoral instansi di lingkungan Penda Kabupaten Landak, disepakati dalam menata dan menciptakan lingkungan yang bersih, rapi, sehat, indah, sejuk dan asri ini akan dilakukan bersama-sama dan bahu-membahu di lintas sektoral. Hal ini disebabkan tanggung jawab kebersihan lingkungan menjadi tanggung jawab bersama dan tidak dapat hanya diserahkan kepada satu instansi saja yang justru salin terkait. Demikian hal ini disampaikan Kepala BLH Kabupaten Landak Telly Yolaga saat ditemui, Sabtu (30/3) pagi. Rapat lintas sektoral dilaksanakan di aula Kantor BLH dipimpin oleh Asisten Perekonomian dan Kesra Kabupaten Landak Marsianus, S.Sos. M.Si dan dihadiri oleh Kantor Kebersihan, Badan Lingkungan Hidup (BLH), Dinas Perhubungan dan Telekomunikasi, Dinas Koprasi dan Perdagangan, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Sat Pol PP, Camat Ngabang dan para Kades se-Kecamatan Ngabang, pada hari Kamis (28/3) yang lalu. ”Pada rapat tersebut, kita merembukkan bersama apa yang akan kita lakukan dalam menciptakan Kabupaten Landak khusus di ibukotanya Ngabang ini. Kita yang merupakan satu tim sepakati dimulai dari tanggal 5 April 2013 melakukan penataan dan pembersihan yang dimulai dari lingkungan pemungkiman warga dan tempat-tempat umum seperti pasar, terminal dan sebagainya,” ujar Telly Yolaga. Di tempat-tempat umum sambung Telly, tim ini akan lebih mengutamakan penataan dan membersihkan serta memfungsikan kembali falisitas umum seperti tempat penjualan, limbah, WC dan parkir di Pasar Rakyat dan pasar Dara Itam serta tempat-tempat umum lainnya. ”Tim ini mudah-mudahan mulai efektif kerja pada awal April ini dan ini dilakukan setiap minggu sekali pada hari Jumat yang kita namakan Jumat Bersih. Khusus di pasar rakyat agar tidak terjadi seperti saat ini dimana banyaknya kandang ayam serta limbah dar penjualan termasuk ikan dan binatang sembelih seperti sapi, kambing, dan lain-lain akan kita tempatkan di suatu tempat yang akan kita sediakan,” ujarnya lagi. Kepada masyarakat Kepala BLH menghimbau agar dapat membiasakan diri untuk hidup bersih dan sehat di lingkungan pemungkiman sendiri. “ Himbau ini juga tidak terkecuali kami tujukan kepada pihak sekolah, kantor-kantor baik negeri maupun swasta dan tempat-tempat lain. Dari Sat Pol PP juga nantinya akan selalu melakukan patroli untuk memperingati warga melalui pengeras suara untuk tetap menjaga kebersihan. Selain ini kita juga akan menambah himbuaan yang sudah ada berupa stiker, plang pengumuman serta benner. Mudah-mudahan ke depan kebersihan, keindahan, keamanan dan keasrian kota Ngabang khususnya dapat tercipta barkat kerjasama kita semua. Bersih itu sehat dan bersih itu sebagian dari pada Iman,”tandas Telly Yolaga. (Kiriman Slamet Ardiansyah)

HO TEL HOTEL

Landak-Sanggau Borneo T Tribune

7

Kemelut Sawit Petani – PT MPE

Petani Kecewa Undangan Rapat Ditunda Sepihak

Lantaran undangan rapat terkait nasib para petani Desa Inggis Kecamatan Mukok yang bersengketa dengan PT. MPE dan BPR Prima Lestari yang ditunda secara sepihak, salah satu petani sawit Desa Inggis Kecamatan Mukok, Umar Mayah mengaku sangat kecewa.Hal itu diutarakannya ketika ditemui Minggu (31/3) pagi. Para petani diundang dengan surat yang ditandata-

ngani Camat Mukok, Mustafa yang dimaksudkan untuk menidaklanjuti surat Bupati Sanggau nomor 525/ 37/Ek.A tanggal 18 Februari 2013 tentang penyelesaian masalah petani PPLP Desa Inggis. “Kami diundang melalui surat resmi oleh Camat pada hari Selasa 19 Maret pukul 08.00 Wib di Gedung Pertemuan Umum, tetapi setelah hari H, ternyata undangan dibatalkan secara sepihak, inikan sama saja mempermainkan nasib kami, “ ujarnya. Bahkan, Umar Mayah mengatakan dengan tegas bah-

Borneo Tribune, Ngabang Marsito alias Uwek (31) pemuda lajang warga Desa Air pongok Kecamatan Mandor kini tinggal tertunduk lesu. Saat ditemui di Sat Reskrim Polres Landak, dengan mata yang berkaca-kaca Marsito menceritakan kejadian yang mengakibatkan tertembaknya keponakan sekaligus anak angkatnya Hendra (15) yang masih duduk kelas XIII di SMPN 1 Mandor. Marsito menceritakan, Kamis (28/3) seperti biasa setelah pulang untuk istirahat ke rumah setelah menoreh getah, dia turun lagi ke hutan untuk berburu. Namun bukan hewan buruan yang didapatnya. Akan tetapi anak angkatnya sendiri Hendra yang menjadi sasaran tembak senapan lantak buatannya. “Saat itu saya sedang berada di areal eks PETI sekitar pukul 16.00 Wib. Di kejauhan sekitar 30 meter di tepi danau eks PETI saya melihat seekor

burung belibis. Lantas tanpa pikir panjang saya langsung membidik dan menembakan senapang lantak. Tapi alangkan kagetnya setelah lantak saya meletus di seberang danau dibalik semak-semak tidak jauh dari keberadaan belibus terdengar jeritan seseorang,” ungkap Marsito. Setelah diperiksa lanjut Marsito ternyata jeritan dari balik semak tersebut ternyata anak angkatnya. “Saat saya mendengar jeritan kesakitan saya langsung berlari dengan mengitari danau menuju asal suara. Setelah saya lihat ternyata Hendra anak angkat saya terbaring tertelungkup berlumuran darah. Saya lihat ada luka tembakan tembus dari punggung dalam kondisi sudah tidak bernyawa. Hendra saya angkat ke tempat teduh. Lantas saya mendatangi Anes paman saya di kampung meminta ia mengantarkan saya menyerahkan diri ke Polsek Mandor,”papar Marsito di-

Ratna Sari Borneo Tribune, Sanggau

wa Bupati Sanggau munafik dan plin-plan. Karena, perjanjian dengan pihak Perusahaan dan petani yang pernah dibahas bersama-sama di lantai I Kantor Bupati Sanggau dan diketahui oleh Kapolsek, Danramil serta sejumlah pejabat terkait termasuk perwakilan petani dan perusahaan, ternyata dilanggar sendiri oleh Bupati dengan mengeluarkan surat izin panen kepada petani yang pro. “Padahal dalam isi surat itu tertulis larangan panen sebelum pihak perusahaan memenuhi permintaan petani. Termasuk juga ada denda

bagi yang melanggar, jadi kalau tiba-tiba petani yang pro melakukan panen, seharusnya ditindak, sebab persoalan dengan pihak perusahaan hingga saat inikan belum selesai, informasinya, Bupati sendiri yang mengizinkan petani yang pro itu panen. ‘kan munafik itu namanya, “ jelasnya. Umar Mayah pun menuding, Pemerintah Daerah mulai dari Camat hingga Bupati tidak pernah serius menyelesaikan persoalan antara petani dengan perusahaan. “Kalau sudah begini, kemana lagi kami mau melapor. Kalau Bupatinya diam

dan tidak berbuat apa-apa, jadi apa gunanya ada Bupati, sebaiknya berhenti sajalah jadi Bupati. Apalagi saya dengar Bupati jarang berada di Sanggau,” ungkapnya kesal. Umar Mayah pun mengancam akan membawa massa yang jauh lebih besar jika persoalan ini tidak juga tuntas. “Jangan kira kami ini diam tidak marah. Ini soal perut, kalau kami terus dipermainkan seperti ini, bakar kantor Bupati pun kami siap, lagi pula untuk apa mempertahankan Bupati yang tidak pro dengan rakyatnya. Pokoknya tunggu saja tanggal mainnya,” ujarnya tegas.

Berburu Belibis Berujung Maut

Marsito alias Uwek didampingi salah satu anggota Sat Reskrim Polres Landak menunjuk barang bukti berupa senapan Lantak. Foto S. Ardiansyah /Borneo Tribune iringi isak tangis. Saat ditanya dari mana Marsito pandai membuat senapan lantak, dia menjawab, dirinya pandai membuat lantak dengan melihat orang lain cara membuatnya dan mencontohkan dari senapan mainan yang pernah ia lihat. “Tapi setelah kejadian itu lantak saya banting hingga patah karena kesal. Dan pada waktu menyerahkan diri lantak itupun saya bawa ke Polsek Mandor sebagai barang bukti (BB),”ujarnya. Sementara itu Kapolres Landak melalui Kasat Rekrim AKP Alber Manurung saat ditemui di ruang kerjannya, Sabtu (30/3) pagi membenarkan adanya kasus penembakan ini. “Kini untuk proses lebih lanjut Marsito telah kita amankan di Mapolres Landak,”ujar Kasat Reskrim. Setelah mendapat laporan langsung dari pelaku, anggota Polsek Mandor langsung menuju tempat kejadian perkara (TKP).”Di TKP petugas Polsek Mandor dibantu warga langsung membawa korban ke Pukesmas Mandor. Sedangkan pelaku langsung diamankan dan dibawa ke Mapolres Landak guna mempertanggungjawabkan perbuatannya,”imbuh Alber Manurung. Untuk melengkapi data dan proses penyelidikan tambah Kasat Reskrim pihaknya akan memanggil keluarga korban dan saksi-saksi untuk diambil keterangan. Dan untuk kronologis berdasarkan pemaparan pelaku, senapan lantak akan kita bawa ke Polda. Pelaku bila terbukti bersalah akan diancam pasal 1 Undang- Undang Darurat nomor 12 tahun 1951 dengan ancaman setinggi-tingginya 20 tahun penjara. Dan KHUAP pidana 359 dengan ancaman 5 tahun penjara. Kepada masyarakat kapolres melalui Kasat Reskrim Polres Landak menghimbau diharapkan tidak memiliki senjata lantak karena bisa menghilangkan nyawa orang lain. Selain itu masyarakat diharapkan yang memiliki senjata lantak dapat menyerahkan senjatanya ke Polsek terdekat dengan suka rela. (Kiriman Slamet Ardiansyah).


Sekadau Borneo Tribune

Senin, 1 April 2013

8

Bupati Misa Paskah Bersama Ribuan Umat Bagus Kosminto Borneo Tribune, Sekadau Bupati Sekadau Simon Petrus bersama istri Ny. Scolastika Simon Petrus, misa bersama ribuan umat katolik pada malam Paskah Sabtu malam (30/3), dan Paskah minggu pagi (31/3) di Gereja Katolik Santo Petrus dan Paulus Sekadau. Bupati Sekadau, Simon Petrus tampak lebih sederhana mengenakan baju batik lengan panjang, sementara Ny. Scolastika, mengenakan baju batik lengan pendek. Misa malam paskah dimulai pukul 19.00 Wib tampak padat dipenuhi ribuan umat katolik. Suasana paskah tampak terasa saat paduan suara PSSC Paroki Sekadau bergema mengiringi setiap proses peribadatan dari awal hingga selesai. Misa malam paskah dipimpin oleh pastor Martinus, CP. Esok harinya misa Paskah dipimpin oleh Pastor kepala Paroki, Pastor Kristianus, CP. Acara misa berlangsung khidmat pada setiap tahap peribabadatan yang di mulai dari upacara cahaya. Lebih dari seribu lilin menyala di tangan jemaat yang diiringi puji pujian, dilanjutkan dengan upacara sabda dengan membacakan firman Tuhan diakhiri dengan perayaan ekaristi. Dalam kotbahnya Pastor Martinus, CP mengatakan Paskah dimaknai sebagai hari pembebasan bagi umat untuk secara terbuka mengimani Yesus Kristus. Kematian Yesus di Kayu Salib membuktikan cintanya yang besar kepada manusia. Untuk itu Pastor berharap agar umat katolik dapat merefleksikan sesuatu yang baik dalam kehidupan seha-

ri, karena Yesus adalah sumber kebaikan. “Umat Katolik Sekadau diimbau memaknai perayaan Paskah serta mewujudkan ajaran Yesus Kristus dalam kehidupan di tengah keluarga dan masyarakat,” kata Pastor Marten di hadapan ribuan umat Katolik Sekadau. Dihadapan ribuan Umat yang hadir misa, Bupati berkesempatan menyampaikan pesan paskah. Bupati meminta agar umat kristiani mengikuti teladan Yesus yang rela berkorban bahan rela mati demi menebus dosa Manusia. “Melalui hari paskah ini yang adalah hari kebangkitan tuhan Yesus kristus, saya mengajak umat Kristiani agar semakin mendalami iman kita,” ajak bupati. Misa perayaan malam paskah dan misa Paskah Minggu (31/3) mendapat penjagaan dan pengamanan dari sejumlah personel Kepolisian Resor (polres) Sekadau dan panitia Paskah. Sementara itu, Wakil Bupati Sekadau Rupinus, dan istrinya Ny. Kristina Rupinus tidak bisa hadir bersama ribuan umat pada perayaan misa paskah 2013. Wakil Bupati Rupinus bersama keluarga merayakan Paskah di kampung halamannya di Desa Pantok Kecamatan Nanga Taman, untuk menghadiri acara kelurga yang dilaksanakan bertepatan dengan hari Paskah Minggu 31 Maret 2013. Informasi yang diperoleh dari humas Pemkab Sekadau, bahwa wakil Bupati Rupinus berkumpul bersama keluarga besar mereka yang tersebar jauh di Kalbar, semuanya di Desa Pantok untuk merayakan paskah bersama. Demikian juga dengan Sekretaris Daerah, Yohanes Jhon, juga tidak bisa hadir

INFO BANK BNI 46 Pontianak, Jl. Tanjung Pura No. 1 Telp. (0561) 736211, 732016, 732630, 732026 (0561) 736392 Capem Univ. Tanjungpura. Jl. Daya Nasional Telp. (0561) 736046 (0561) 764012 Capem Pasar Siantan, Jl. Khatulistiwa No. 81-83 Siantan Telp. (0561) 881419 (0561) 883263

BCA KCU PONTIANAK, Jln. A. Yani No. 1 Ptk, 0561-736305 (hunting) KCP Imam Bonjol, Jln. Imam Bonjol No. 457 Ptk, 0561-737984, 734524 KCP Rahadi Usman, Jln. Rahadi Usman No. 4 Ptk, 0561-733482, 740814-15 KCP Sei Pinyuh, Jln. Raya Terminal 05-06, Sei Pinyuh KCP Sultan Muhammad, Jln. Sultan Muhammad 136, Ptk, 0561-738051

BANK KALBAR CABANG UTAMA PONTIANAK Jl. Rahadi Osman No. 10 Pontianak 78117, Telp. (0561) 732148, 736723 Fax. (0561) 745149, Telex. 29174, 29129 CABANG SYARIAH Jl. A. Yani Pontianak, Komp. Perkantoran & Town House No. 5-6 (depan A. Yani Mega Mall) Telp. (0561) 733033, 7061800, Fax. (0561) 732599

BANK BRI Kantor Cabang Barito, Jalan Barito, Telp. (0561) 734009, Fax. (0561) 733019 Komplek Pertokoan Pasar Flamboyan Jalan Gajah Mada Blok C. 14 Ptk

BANK DANAMON Jl. Tanjung Pura No. 102, Ptk Telp. (0561) 737107 (H), 730898, Fax : (0561) 736264, 765595 Jl. St. Muhammad No. 173, Ptk Telp. (0561) 731156, Fax : (0561) 734462 Jl. KH. Wahid Hasyim No.24-26, Telp.: 0561-768599/765411, Fax : 0561-768599/765411

BANK MANDIRI SYARIAH PONTIANAK, Jl. Diponegoro No. 95, Telp. (0561) 745004, Fax. Ketapang, Jl. MT. Haryono No. 111-112 Ketapang, Telp. (0534) 34600 Fax. (0534) 34395 Kantor Kas Politeknik, Kampus Politeknik Negeri Jl. A. Yani No. 52, Telp. (0561) 583850 Kantor Layanan Syariah Bank Mandiri Pontianak-Sidas, Jl. Sidas No. 2, Pontianak, Telp. : (0561)7069797, Fax. : (0561) 763082

BANK BUKOPIN Cabang Jl. Ir. H. Juanda No. 55-56 Pontianak 78117 (0561) 745025 (Hunting) (0561) 734253 Cabang Pontianak Kal-Bar, Jl. Adi Sucipto Km. 7,5 (Gedung Kopkar Mekar PLN Wil Kal - Bar) Kabupaten Pontianak, Telp. 0561 722598, 0561 - 723158, Kantor Kas Adisucipto Jl. Sultan Muhammad No. 48, Pontianak 78117 , (0561) 730001/ 730077, (0561) 730132, Capem Sultan Muhammad

BANK BTN CABANG PONTIANAK, Jl. Imam Bonjol No. 29 Pontianak 78123, Pontianak, Telepon: (0561) 740163 Fax: (0561) 740168 CABANG PEMBANTU JERUJU, Jl. Kom. Yos Sudarso No. 10, Jeruju Pontianak 78122, Telepon: (0561) 770567 Fax: (0561) 770567 KAS LAYANAN POS ONLINE PONTIANAK, Jl. St. A. Rahman No.49, 78116, Pontianak, Telepon: 0561-730641, 0561-730642, 0561730644 Fax: 0561-762146

BANK PERMATA Juanda KC, Jl. IR. H. Juanda No. 49-50 BB, Pontianak (781177), 0561-738323, 0561 -736411 Gajah Mada KCP, Jl. Gajah Mada no 69 C, Pontianak (78121), 0561747371, Tanjung Pura KCP, Jl. Tanjung Pura No. 370, Pontianak (78122), 0561764926

BANK BII KC Pontianak Jl. Tanjungpura No.20 (Pontianak) Telp. (0561) 39220

BANK MANDIRI

BANK BHI

Jl. I Gusti Ngurah Rai No. 2 , Humaera B (0561) 734247, 734147 Jl. Achmad Yani No. 3 - 3 A, (0561) 765010, 767993 Jl. Tanjungpura No. 110, (0561) 734464, 734752 Jl. Sidas No. 2 (0561) 734670, 747495, 733672

BANK MEGA

Cabang PONTIANAK, Jl. Imam Bonjol No.567 , Telp. (0561)-762838; Fax. (0561) -76290

KC PONTIANAK, Jl. H. Agus Salim No. 10 - 12, Telp. (0561) 739822, (0561) 749078

pada paskah kemarin. Begitu setelah wisuda Tanggal 28 Maret 2013, Sekda langsung pulang kekampung ha-

lamannya di Tiang Tanjung Kecamatan Mempawah Hulu Kabupaten Landak. Sekda dikabarkan mera-

yakan syukuran bersama keluarga setelah wisuda pasca sarjana Magister Managemen Universitas Tanjung-

pura Pontianak sembari berkumpul bersama keluarganya merayakan Paskah bersama. o

Bupati Sekadau Simon Petrus dan Ketua TP PKK Kabupaten Sekadau Ny. Scolastika dengan hikmad mengikuti Misa Perayaan Malam Paskah di Gereja Katolik Santo Petrus dan Paulus Sekadau.//Foto Hartono/Humas Pemkab Sekadau

Pengerjaan Jembatan Sei Kapar Dilanjutkan 2013 Bagus Kosminto Borneo Tribune, Sekadau

Bupati Sekadau Simon Petrus dengan ramah melayani setiap masyarakat yang hadir pada acara paskah bersama Minggu (31/3), kemarin.// Foto Bagus Kosminto/Borneo Tribune

Warga Serbu Open House Paskah Bagus Kosminto Borneo Tribune, Sekadau Ratusan masyarakat dari berbagai latar belakang, memadati Pendopo Bupati Sekadau Jalan Merdeka Timur saat open house Paskah di gelar, Minggu (31/3). Warga yang datang mulai dari orang tua, orang dewasa sampai pada anak- anak ikut hadir dalam acara open house Paskah yang bertajuk merajut kasih dalam semangat persaudaraan dan kebersamaan Paskah 2013 itu dihadiri para Pastor, Pendeta, Frater, Bruder dan para Suster. Bupati Sekadau Simon Petrus usai melaksanakan perayaan misa Paskah

Minggu (31/3), pagi di Gereja Katolik Santo Petrus dan Paulus Sekadau, langsung menggelar open house dengan masyarakat Kabupaten Sekadau di rumah dinasnya yang lebih akrab disebut Pendopo. Acara paskah bersama Bupati Sekadau Simon Petrus dengan masyarakat Kabupaten Sekadau adalah acara rutin yang dilaksanakan setiap tahun, selain open house Natal, Lebaran dan Imlek. Pada kesempatan tersebut, Bupati Simon Petrus menyampaikan ucapan selamat hari raya paskah kepada seluruh umat kristiani di Kabupaten Sekadau. Bupati Simon juga menyampaikan ucapan terima kasih

atas kehadiran masyarakat dalam acara open paskah bersama itu. “Atas nama keluarga dan Pemerintah Kabupaten Sekadau mengucapkan selamat Paskah kepada seluruh umat kristiani di kabupaten sekadau. Saya bersama ibu (Ketua TP. PKK Kabupaten Sekadau,) pada kesempatan ini mengundang semua umat untuk hadir pada acara open house paskah yang kali laksanakan satu hari ini,” ujar Bupati di Gereja Katolik St. Petrus dan Paulus Sekadau, Minggu (31/3). Seperti bisa yang dilakukannya, pada kesempatan open house paskah tersebut, Bupati Simon dengan ramah bincang-bincang dengan setiap masyarakat yang hadir

dalam acara tersebut. Bupati bersalam-salaman bersama setiap umat yang hadir bersilaturahmi pada acara open house Paskah. Rumah Dinas Bupati yang terlihat sederhana itu nampak sesak dikunjungi masyarakat. Kris salah satu masyarakat yang datang pada acara open house itu mengatakan merasa berbahagia bisa bersilahturahmi dengan Bupati dan keluarga. “Saya berbahagia bisa bersilahturahmi dengan bapak Bupati, sebagai masyarakat biasa ini rasanya istimewa dan sangat bermakna bagi saya bisa bertemu dengan pak Simon dan keluarga,” ujarnya. o

Ikan Mas Potensial Dibudidayakan Bagus Kosminto Borneo Tribune, Sekadau Warga di Nanga Suri Kecamatan Nanga Mahap kini sedang berlomba-lomba membudidayakan ikan mas. Warga baik pribadi maupun kelompok di sana berencana akan mengembangkan budidaya ikan mas skala sedang bahkan besar. “Ikan mas sangat bagus dikembangkan disini, namun tergantung perawatan dan ketersediaan pakan yang diperlukan,” katanya Lande, petugas BBI Nanga Suri beberapa waktu lalu. Kendati, menurut dia perawatan ikan dan pakan yang paling utama. “Pelihara ikan itu harus benar-benar ulet, termasuk membagi waktu yang tepat memberi pakan,” jelasnya.

Lande sebutkan 34 kolam BBI yang berada lahan 7,5 hektar milik Pemerintah Kabupaten Sekadau itu berkembangbiak berbagai jenis ikan. Diantaranya, jenis ikan, iklan nila, ikan mas, lele, gurami, kelabau, tengada, jelawat, bawal dan somah. “Bibit ikan untuk pribadi dan kelompok tani yang membutuhkan ikan lele, nila dan ikan mas dan lainnya. Kita juga sudah menyupalai ikan di dua Kecamatan, seperti Desa Batu Pahat, dan Nanga Taman sudah kita berikan, bahkan ada yang secara gratis kita berikan,” ujarnya. Pemkab Sekadau memang bertekad mengajak masyarakat membudidaya ikan. Upaya pun dilakukan dengan menyebar bantuan bibit ikan kepada masyarakat

di berbagai wilayah di Sekadau. Karenannya BBI di Nanga Suri khuusus di sediakan untuk masyarakat yang memerlukan bibit ikan di Kecamatan Nanga Mahap dan Kecamatan Nanga Taman. Warga Nanga Mahap, Oktavianus Edo, menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Sekadau yang sudah membuka pembibitan ikan di BBI di Nanga Suri, Kecamatan Nanga Mahap. Sehingga mereka kini tak lagi kesulitan mendapat bibit ikan. “Kami merasa terbantu dengan kehadiran BBI di Kecamatan Nanga Mahap yang ada di Nanga Suri ini, sekali lagi terima kasih kepada Pemda Sekadau,” tutur Edo. Menurut dia, BBI Nanga Mahap secara otomatis bisa membuka lapangan pekerja-

an, misalnya dengan berdagang bibit ikan. Selain itu dinilainya, memudahkan warga dalam mencari jenis bibit ikan, karena dulu sebelum ada BBI, masyarakat dengan terpaksa mencari bibit ikan di luar Sekadau seperti di Anjungan, Kabupaten Pontianak. “Sekarang bisa dapat bibit ikan di kota Kabupaten Sekadau, terlebih BBI di Nanga Mahap sangat membantu kami masyarakat. bahkan BBI ini juga tempat rekrasi masyarakat,” ucapnya. Menurut Edo, manfaat BBI yang dibangin disana menjadi beragam manfaanya. “Sekarang manfaatnya beragam. Malah kalau hari libur tempat ini (BBI Nanga Suri) menjadi areal reaksi masyarakat,” jelasnya. o

Jembatan Sungai Kapar, Desa Sei Ringin Kecamatan Sekadau Hilir dipastikan rampung pengerjaannya pada tahun 2013. Pernyataan itu lansung disampaikan Kepala Dinas PU dan Pertambangan Kabupaten Sekadau melalui Kepala Bidang Bina Marga, Heri Handoko Susilo baru-baru ini. “Kita berani jamin jembatan itu beres tahun ini,” ungkap Heri, kemarin. Dalam perencanaan, jembatan yang menjadi akses vital masyarakat di Desa Sungai Ringin itu dibangun dengan jenis Jembatan komposit. “Girdernya menggunakan bahan baja, sedangkan lantai beton,” Timpal Heri. Seperti diketahui, jembatan tersebut ambruk lantaran pondasinya tidak kuat menahan struktur tanah yang longsor sejak 2011 lalu. Mengantisipasi faktor alam yang bisa mengancam kapan saja, Dinas PU dan Pertambangan kemudian merencanakan pengerjaan pondasi baja kokoh yang dimulai 2012 lalu. Tiang-tiang baja akan ditanamkan kedalam lapisan bebatuan sedalam 1 meter. Dengan kontruksi begitu dipastikan Jembatan akan kokoh dan mampu menahan beban dalam beberapa tahun kedepan. “Tiang akan ditancap kedalam batu sedalam 1 meter. Jadi kita yakin tidak akan ambruk lagi,” ucap Heri mantap. Sebelumnya, pada tahun anggaran 2012, Pemkab Sekadau telah menganggarkan dana untuk kontruksi rangka Jembatan Sungai Kapar senilai Rp 1,2 miliar untuk pembangunan abutment dan pemasangan tiang baja. Namun, akibat keterlambatan datangnya material baja, pembangunan tidak sampai pada penancapan. “Berdasarkan laporan di lapangan, tiang baja terlambat datang. Jadi, penancapan tidak dapat dilakukan. Tapi tiang baja sudah ada di gudang dan siap ditancap begitu pekerjaan tahun ini dimulai,” jelasnya. o


Senin, 1 April 2013

Sintang-Melawi

Borneo T Tribune

9

Kejelasan PKPU Nomor 7 Tahun 2013

Dewan Bertandang ke KPU dan MK Endang Kusmiyati Borneo Tribune, Sintang PERATURAN KPU Nomor 7 Tahun 2013 tentang Pencalonan Anggota DPR, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota, Pasal 19, Huruf i, angka 2 yang mensyaratkan calon anggota dewan yang pindah partai politik harus mencantumkan surat persetujuan pengunduran diri dari parpol yang akan berujung pada proses pergantian antar waktu (PAW). Bahkan kini tengah menjadi sorotan utama para anggota dewan periode 20092014. Pasalnya banyak parpol peserta pemilu legislatif (Pilegs) 2009 yang tidak lulus, kemudian KPU memutuskan hanya 12 parpol yang bisa menjadi peserta pemilu 2014. Menyikapi hal ini, sekitar 12 anggota DPRD Kabupaten Sintang telah mendatangi KPU dan MK di Jakarta. “Minggu lalu, ada sekitar 12 rekan di DPRD Kabupaten Sintang yang memang sedang menghadap MK dan KPU Pusat terkait dengan ketentuan itu. Saya pikir juga hal ini pasti dilakukan oleh anggota legislatif lain di seluruh Indonesia yang parpolnya tidak lagi bisa mengikuti pemilu 2014 mendatang. Kita tunggu saja hasilnya nanti seperti apa,” ungkap Ketua DPRD Kabupaten Sintang, Harjono Bejang, saat dihubungi melalui ponselnya, Minggu (31/3). Selain membenarkan upaya yang dilakukan oleh sejumlah rekan di DPRD Kabupaten Sintang, pria yang akrab disapa Bejang ini juga menyatakan dirinya sangat mendukung upaya mencari kejelasan tentang ketentuan yang diatur di dalam Pasal 19 PKPU No.7 tahun 2013 tersebut. “Ke KPU untuk memastikan kapan waktu PAW atau batas waktu pengunduran diri. Karena untuk mendapatkan persetujuan dari parpol sebelumnya tentu diperlukan proses dan perlu

waktu. Artinya kalau pendekatannya proses maka bisa saja diartikan menjelang akhir masa jabatan itu juga masih diproses. Sedangkan ke MK untuk mencari kemungkinan bisa dilakukan review kembali terhadap ketentuan itu atau bisa jadi juga sampai ke pada gugatan kalau memang masih ada waktu,” ujar Ketua DPD Partai Golkar Sintang ini yang tengah merayakan paskah bersama keluarganya di Kota Pontianak. Bejang menambahkan, bisa jadi PKPU No. 7 Tahun 2013 itu bertentangan dengan undang-undang atau peraturan lain. Misalnya UU No. 32 tentang Pemerintah Daerah atau UU No.3 tentang pencalonan anggota MPR, DPR dan DPRD. Sebab di dalam undang-undang tersebut, menurut dia, ada 3 hal yang bisa membuat seorang anggota dewan di PAW. Yaitu meninggal dunia, ditarik oleh parpol atau mengundurkan diri. Namun begitu, diakuinya bahwa hingga saat ini tak satupun dari 14 anggota dewan yang parpolnya tak lolos verifikasi untuk pemilu 2014 telah menghadap padanya dan menyatakan ingin mengundurkan diri serta siap di PAW. Apalagi menurutnya proses pendaftaran caleg ke KPUD Sintang baru akan dibuka pada 9-22 April mendatang. Selain itu KPU juga menjadwalkan dilakukannya perbaikan berkas caleg pada 9-22 Mei mendatang. “Waktunya masih ada, kalau memang ada proses gugatan bisa jadi akan berdampak pada jadwal pemilu legislatif 2014 mendatang,” katanya. Ditanya tentang prediksinya siapakah diantara rekannya yang bakalan mundur untuk mencalonkan diri kembali pada pilegs 2014, Bejang mengatakan bahwa dirinya tidak bisa memberikan prediksi. “Kita tidak tahu hati nurani setiap orang. Tapi menurut saya kalau niatnya ingin berkiprah sebagai wakil rakyat di lembaga ini,

Hadir di Pontianak untuk memenuhi kebutuhan busana batik bagi Anda dan Keluarga

Menyediakan kain dan busana batik eksklusif bagi Pria, Wanita, Sarimbit (pasangan), Remaja dan Anak-anak dengan motif dan model yang trendy untuk kegiatan formal maupun informal

maka tidaklah mereka memikirkan tentang PAW. Kalau sudah hitung-hitung, bisa jadi memang ada kejemuan dan ingin mencalonkan diri dari parpol lain,” kilahnya. Bejang menambahkan, 2 dari 14 anggota DPRD Kabupaten Sintang yang parpolnya tidak lolos verifikasi telah memastikan diri untuk tidak maju kembali sebagai caleg dalam pilegs 2014. Sementara itu, Tery Ibrahim, salah seorang anggota DPRD Kabupaten Sintang yang partainya tidak lolos verifikasi saat dikonfir-

masi melalui ponselnya mengatakan bahwa ia batal ikut bersama rekan-rekannya pergi ke KPU dan MK. “Saya sedang sakit dan dirawat di rumah sakit Sintang, makanya saya batal ikut. Tapi nampaknya besok di gedung KPU pusat bakalan ramai. Karena hal yang dilakukan oleh anggota DPRD Sintang juga dilakukan oleh para anggota DPRD dari daerah lain se-Indonesia,” ujarnya seraya minta ijin untuk tidak bisa berbicara panjang lebar, karena sedang sakit. Sementara itu, Divisi Hu-

kum KPUD Kabupaten Sintang, Sunandar Sutrisna menilai apa yang dilakukan oleh sejumlah anggota DPRD Kabupaten Sintang dengan mendatangi KPU dan MK adalah hal yang wajar. Terkait pertanyaan waktu PAW, Sunandar mengatakan bahwa hal itu telah diatur di dalam Pasal 21 PKPU No.7 tahun 2013. Yaitu adanya kesempatan bagi para caleg untuk melakukan perbaikan berkas pada kurun waktu 9-22 Mei mendatang. “Kalau tentang proses atau waktu terkait dengan

PAW, seingat saya itu diatur di dalam PKPU No.3 tahun 2009. Jadi berapa lama prosesnya di parpol pusat, tingkat dewan atau di KPUD sendiri, tidak ada lagi celah untuk mengulur-ngulur waktu. Kalau memang sudah ada surat keterangan dari ketua dewan bahwa surat pengunduran diri anggota DPRD yang bersangkutan sedang dalam proses, maka kita sudah bisa pastikan berapa lama waktunya yang diperlukan untuk proses itu,” tegasnya. Dirinya menegaskan, hingga saat ini pihaknya masih

patuh dengan ketentuan yang diatur di dalam PKPU No.7 tahun 2013. Namun jika kemudian terjadi perubahan karena adanya reaksi dari para legislator se-Indonesia, ia juga mengatakan bahwa pihaknya akan mengikuti ketentuan yang diputuskan oleh KPU Pusat. Diakui Sunandar bahwa selain saat dihelat proses sosialisasi tentang pilegs 2014 di Aula KPUD Sintang beberapa waktu, sejumlah anggota dewan juga ada yang menghubunginya dan meminta penjelasan terkait peraturan tersebut. †

SD 12 Engkurai Menanti Ambruk Eko Susilo Borneo Tribune, Nanga Pinoh GEDUNG Sekolah Dasar Negeri (SDN) 12 Desa Engkurai, Kecamatan Pinoh Utara, Kabupaten Melawi, mengalami rusak berat. Pasalnya sejak tahun 1995 belum pernah diperbaiki. Tak pelak, sejumlah atap dan platfon di beberapa ruang kelas mengalami kerusakan serta membahayakan siswa yang belajar di dalamnya. Kepala SDN 12 Engkurai, Iskandar mengungkapkan, hampir diseluruh ruangan, platfon teras gedung sudah kropos sehingga platfon yang terbuat dari triplek itu berjatuhan. “Karena kondisi yang parah sekali dan mengkhawatirkan proses belajar mengajar. Padahal, sebanyak 80 murid belajar di sekolah yang rusak berat tersebut,” terang Iskandar. Menurutnya, tingkat kerusakan saat ini bukan hanya dibagian platfon saja, na-

Milad Ke-30

KEROPOS, kondisi platfon SD 12 Engkurai yang mulai keropos dan rusak di beberapa sisi yang kini kondisinya menanti ambruk. FOTO: Istimewa mun termasuk juga dibagian atap mulai bocor dan tiangtiang utama penyangga gedung juga mulai kropos. “Kami khawatir apabila gedung sekolah ini tidak se-

gera direhab total, maka akan berdampak ambruknya gedung,” ucapnya. Menurut Iskandar, meskipun kondisi bangunan sekolah rusak berat, pihak seko-

lah terpaksa tetap menjalani proses belajar mengajar di tempat tersebut. Karena sejak berdiri tahun 1995 gedung sekolah ini belum pernah tersentuh perbaikan.

“Minimnya sarana prasarana penunjang berdampak pada proses belajar mengajar yang tidak dapat berjalan optimal,” bebernya. Iskandar berharap kepada Pemerintah Kabupaten Melawi melalui Dinas Pendidikan bisa segera memperhatikan kondisi gedung sekolah tersebut. Menurutnya, jika tak segera direnovasi dikhawatirkan akan mengancam keselamatan siswa. “Saat ini kami termasuk murid dan orang tua murid diliputi kekhawatiran jika sewaktu-waktu bagian bangunan runtuh dan mengenai siswa atau guru,” keluhnya. Menurut Iskandar, dirinya sangat khawatir saat para siswa yang melakukan kegiatan belajar mengajar tertimpa platfon gedung yang rusak. Apalagi ketika hujan turun disertai angin kuat. “Kami sangat berharap adanya pembenahan agar siswa dan guru yang melaksanakan kegiatan belajar mengajar tidak khawatir dan bisa tenang,” pungkasnya. †

Yayasan Iqra’ Mujahidin Sintang

Endang Kusmiyati Borneo Tribune, Sintang RATUSAN anak kurang beruntung termasuk yatim piatu telah tercatat sebagai alumni dari Pondok Yayasan Mujahidin Sintang. Bahkan beberapa diantaranya telah berhasil menempati posisi penting di daerah ini. Yayasan yang didirikan di masa kepemimpinan Bupati Sintang Saleh Ali (alm) sekitar tahun 1982 silam tersebut, awalnya bernama Yayasan Pendidikan Mujahidin Sintang. Namun karena harus

mengikuti ketentuan yang berlaku, sekitar tahun 1990an dirubah menjadi Yayasan Iqra’ Mujahidin Sintang. “Pendirian Yayasan Pendidikan Mujahidin ini tidak lepas dari peran Bupati Sintang saat itu, karena awalnya bernama Pondok Karya Pembangunan yang disingkat PKP Mujahidin. Nama PKP ini tidak lepas dari peran Golkar, sebagai partai penguasa saat itu dan kini nama PKP itu telah kita abadikan menjadi nama jalan. Mulai dari simpang empat Polres Sintang ke arah Kantor Bupati,” jelas Dewan Penasehat

Yayasan Iqra’ Mujahidin Sintang, Ade Karta, saat berada di sekitar Panti Asuhan Mujahidin, beberapa waktu lalu. Ade Karta menambahkan, sekitar 23 Februari lalu, usia Yayasan Iqra Mujahidin Sintang yang di dalamnya ada lembaga pendidikan dan panti asuhan telah genap 30 tahun. “Ini tentu bukan usia muda lagi dan kami semakin mantap melangkahkan kaki untuk memberikan perhatian serta pembinaan kepada anak-anak yang kurang beruntung, termasuk yatim pia-

tu,” tegasnya. Menurutnya, saat ini tidak kurang dari 30 anak kurang beruntung serta yatim piatu yang tersebar dari berbagai kecamatan maupun kabupaten lain yang menghuni panti asuahan yang berada di kawasan GOR Baning Sintang. Beberapa diantaranya telah berstatus sebagai mahasiswa dan tak sedikit pula yang tengah menimba ilmu di sejumlah lembaga sekolah di daerah ini. “Perhatian masyarakat terhadap panti asuhan ini sangat besar. Ini terbukti dari banyaknya donatur yang te-

Pedagang Emoh Tempati Pasar Tradisional

Pasar Tradisional, Nanga Pinoh yang berdiri megah. Ironisnya masih tak difungsikan, karena letaknya yang kurang strategis. FOTO: Eko Susilo/Borneo Tribune Eko Susilo Borneo Tribune, Nanga Pinoh PASAR tradisional yang telah dibangun dengan anggaran Rp 4,9 miliar hingga kini belum juga berfungsi.

Pasar yang terletak di tepian sungai Melawi, tepatnya di Desa Paal, Nanga Pinoh sama sekali tak menunjukkan adanya aktivitas perdagangan. Padahal, sudah bertahun-tahun pasar megah tersebut selesai dibangun.

Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Melawi, Apelles Itang, beberapa waktu lalu mengungkapkan, pihaknya sudah berupaya agar pasar tersebut dapat berfungsi optimal

dan digunakan sebagai aktivitas perekonomian masyarakat. “Bahkan untuk penentuan kios dan lapaknya kita sudah memanggil pedagang dan melakukan cabut undi. Tapi ternyata tetap juga tidak digunakan oleh para pedagang tersebut,” jelasnya. Apelles menuturkan, Diskoperindag juga sudah berupaya menyediakan fasilitas listrik dan air pada pasar tradisional tersebut. Dia juga menolak kalau pasar tradisional disebut tak difungsikan. “Kita sebenarnya sudah fungsikan pasar tersebut. Tapi kalau memang masyarakatnya yang tak mau ini tentunya sulit,” ujarnya. Persoalan keluhan para pedagang, dimana letak lokasi pasar tersebut jauh dari pusat bisnis, menurut Apelles bukanlah penyebab utama. Hanya memang tak diketahui persis apa yang menyebabkan daerah tersebut sepi dari masyarakat. “Soal pembayaran sewa lapak dan kios di pasar tersebut juga tidak kami ketahui. Karena hal tersebut masuk di dalam urusan Dinas Pendapatan,” paparnya. †

rus berderma untuk keberlangsungan panti ini. Bahkan tidak hanya dari kalangan muslim saja, namun juga kalangan non muslim,” tambah H. Syukur, Ketua Yayasan Iqra Mujahidin Sintang. Dia pun menyebut, salah satu donatur yang akrab di sapa “Pak Silitonga”. Menurutnya pria berdarah batak yang notabene nonmuslim ini telah memberikan beasiswa khusus kepada salah satu sanak panti untuk mengenyam pendidikan di salah satu perguruan tinggi di Pulau Jawa. “Tentu kami sangat berterimakasih dan sangat bersyukur dengan semua itu,” ucap pria yang akrab di sapa Pak Haji ini. Saat ini tak kurang dari 30 anak yang menghuni panti asuhan dan dibawah bimbingan Ny. H. Sri Hartati Turmuzi terus ditempa untuk bisa menjadi anak-anak yang mandiri setelah mereka dinyatakan sanggup meninggalkan panti asuhan. “Harapan kami ketika anak-anak keluar dari panti ini, mereka bisa hidup mandiri serta bisa memberikan manfaat kepada masyarakat lain di sekitar mereka,” ucap pembina panti Ny. H.Sri Hartati yang juga istri mantan Kadishutbun Sintang. Menurutnya pada peringatan 30 tahun Yayasan Iqra Mujadin Sintang beberapa waktu lalu, pihaknya melaksanakan syukuran dengan mengundang sejumlah pihak yang telah berjasa terhadap keberadaan panti dan termasuk alumni panti asuhan. Syukuran ditandai dengan pemotongan tumpang dan pemberian kenang-kenangan kepada pihak keluarga mantan pengurus yayasan yang telah wafat. Pada kesempatan itu pula para tamu undangan juga disuguhi dengan penampilan anak-anak panti asuhan dengan grup Qosidah dibawah asuhan Hj. Eny Jamilah. †


Senin, 1 April 2013

Kapuas Hulu

Dewan Hakim Untuk STQ se-Kalbar Resmi Dilantik Timotius Borneo Tribune, Putussibau SEBANYAK 30 orang Dewan Hakim pada Seleksi Tilawatil Quran (STQ) keXXII tingkat Provinsi Kalbar resmi dilantik dan diambil sumpah oleh, Susanto Tri Nugroho selaku Kepala Biro Kesejahteraan Sosial. Pelantikan Dewan Hakim tersebut sekaligus membuka acara ramah tamah yang dilaksanakan di Rumah Dinas Bupati Kapuas Hulu, pada Sabtu malam (30/03) sekitar pukul 20.00 wib. Tampak hadir Bupati Kapuas Hulu Abang Muhammad Nasir yang didampingi istrinya, Nyonya Erlina

Wati Nasir, Ketua DPRD Kapuas Hulu Ade M Zulkifli beserta beberapa anggotanya, Dandim 1206/PSB Letkol Inf H Jayusman, Kapolres Kapuas Hulu AKBP Dhani Kristianti SIK, Walikota Singkawang Awang Ishak, Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Kalbar, serta peserta dan offisial STQ Kabupaten/ Kota se-Kalimanta Barat. Dalama sambutan Gubernur Kalimantan Barat, yang disampaikan Susanto mengatakan bahwa STQ merupakan ajang untuk mengukir prestasi dalam hal seni baca Al-Quran. Namun dibalik itu ada hal yang paling mendasar, yaitu memaknai isi kandungan Al-Quran.

“Ajang ini sekaligus untuk memilih atau mencari peserta yang akan dikirim ke tingkat nasional,” katanya. Bahkan Dewan Hakim, dituntut memberikan penilaian yang objektif, adil dan mengesampingkan pertimbangan subjektif. Untuk itu dewan hakim ditekankan harus berpegangan pada norma yang berlaku dan memberikan penilaian sesuai aturan, cermat dan profesional. “Diharapkan STQ ini tidak hanya menghasilkan juara untuk dibawa ke tingkat nasional di Provinsi Bangka Belitung nanti, tapi juga bisa mengharumkan Kalbar di tingkat Nasional maupun Internasional,” harapnya. †

Borneo T Tribune

10

Pawai Ta’aruf Meriahkan Pembukaan STQ se-Kalbar di Kapuas Hulu

Kunjungan DPRD Kapuas Hulu Ke Sumut

Pengembangan Kebun Sawit dan Karet Perlu Proses Panjang Timotius Borneo Tribune, Putussibau UNTUK mengembangkan perkebunan kepala sawit dan perkebunan karet, ternyata memerlukan proses dan waktu yang cukup panjang untuk memperoleh hasil yang benar-benar dapat dirasakan. Seperti halnya pengembangkan kebun sawit dan karet di Kabupaten Simalungun, Medan Sumatera Utara, tidak kurang dari puluhan tahun. “Ternyata tidak semudah yang selama ini mungkin kita bayangkan, dalam pengembangan kebun sawit dan karet di Kabupaten Simalungun saja sekitar 90 tahunan, barulah benar-benar bisa maju dan berkembang, lengkap dengan pabrik dan teknologi canggih,” kata Ade Muhammad Zulkifli, Ketua DPRD Kabupaten Kapuas Hulu, baru-baru ini. Dari hasil kunjungan DPRD Kabupaten Kapuas Hulu ke

Ade Muhammad Zulkifli FOTO Timotius/Borneo Tribune

Medan, menurut Ade Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu harus banyak belajar kesejumlah daerah yang sudah benar-benar berhasil maju oleh perkebunan sawit dan perkebunan karet. Pengawasan dan mekanisme serta kesepakatan awal dengan investor harus jelas. Sebab sesungguhnya prospek pengembangan perkebunan sangatlah bagus, hanya saja

cara serta mekanisme pengelolaannya, itu yang harus benar-benar diperhatikan. Dikatakannya, untuk di Kabupaten Simalungun perkebunan sawit dan karet sama-sama berkembang, selain dilengkapi pabrik dengan teknologi canggih, perumahan karyawan juga terjamin. Sehingga menurut Ade tidak ada pihak yang dirugikan, masyarakat sejahtera, Pemerintah memperoleh pendapatan, investor juga memperoleh keuntungan. “Jangan sampai pengembangan kebun sawit di Kapuas Hulu Cuma ikut-ikutan saja, tetapi harus benar-benar memiliki azas manfaat bagi semua pihak khususnya masyarakat. Bila perlu untuk karet, kita datangkan investor untuk lebih memotivasi masyarakat. Sehingga keduaduanya sama berkembangan antara sawit dan karet. Apalagi akses perbatasan ada di Kapuas Hulu, saya yakin jika benar-benar dikembangkan Kapuas Hulu akan semakin maju,” jelasnya. Hanya saja untuk di Kapuas Hulu menurut Ade, keberadaan perkebunan sawit masih menimbulkan persoalan ditengah masyarakat, untuk itu Ade selaku Ketua DPRD Kabupaten Kapuas Hulu untuk tegas dalam mengatasi persoalan yang ada. “Lakukan pengawasan, jika ada invenstor yang tidak serius angkat kaki dari Kapuas Hulu dari pada selalu menimbulkan persoalan di tengahtengah masyarakat, oleh karenanya kita masih harus banyak belajar,” tandasnya. †

Arak-arakan sepeda motor saat melintasi Bundaran Pancasila Jalan D.I. Panjaitan Kota Putussibau. FOTO: Timotius/ Borneo Tribune

Suasana Pawai Ta’aruf STQ XXII seKalimantan Barat yang dilaksanakan di Kabupaten Kapuas Hulu, saat mengelilingi Kota Putussibau dan sekitarnya. FOTO: Timotius/Borneo Tribune

Timotius Borneo Tribune, Putussibau KOTA Putussibau seketika menjadi kota yang dibanjiri manusia, pasalnya Bumi Uncak Kapuas ini menjadi tuan rumah dalam rangka pelaksanaan Seleksi Tilahwatil Quran (STQ) tingkat Provinsi Kalbar yang diikuti 14 kabupaten/ kota. Bahkan, kegiatan yang pertama kali dilaksanakan di Kapuas Hulu ini menjadi meriah saat pawai Ta’aruf dilaksanakan mengeliling Kota Putussibau, Minggu sore (31/3) sekitar pukul 14.30 Wib, sedangkan untuk pembukaannya dilaksanakan pada malam hari sekitar pukul 19.00 Wib. Pantauan Borneo Tri-

bune dilapangan, pawai Ta’aruf tersebut mendapat kontribusi suguhan dari berbagai etnis yang ada di Bumi Uncak Kapuas yang turut mensukseskan STQ, seperti penampilan Barong sai, Perahu Hias Dayak dan sejumlah etnis lainnya dan disambut atusias oleh masyarakat serta diikuti kafilah-kafilah yang datang dari masing-masing kabupaten/ kota di Kalbar. Pawai Ta’aruf tersebut dimulai dari Terminal Kedamin, Kecamatan Putussibau Selatan kemudian masuk kewilayah Kota

Putussibau serta mengelilingi daerah Kota dan Kedamin. Suara rabana dan lantunan ayat Al’quran mengiringi pawai Ta’aruf yang diikuti ribuan kendaraan bermotor roda dua dan roda empat. Tampak disetiap persimpangan, dijaga ketat oleh petugas keamanan khususnya dari Sat. Lantas Polres Kapuas Hulu, sehingga pelaksanaan pawai Ta’aruf STQ berjalan lancar dan aman. Muliansyah salah satu peserta pawai mengatakan bahwa pelaksanaan pawai Ta’aruf ini bukan sematamata untuk senang-senang

namun bisa dipetik rasa kebersamaannya, hal tersebut terlihat dari kehadiran peserta serta sejumlah etnis yang ikut serta berpartisipasi mensukseskan STQ ini. “Inilah yang menjadi kebanggan warga Kapuas Hulu, meskipun hidup dengan beragam agama, budaya serta etnis yang ada, rasa kebersamaan keharmonisan serta rasa kekeluargaan, harapan kita bersama ini tetap terjalin, dan saling mendukung dalam setiap kegiatan, dan saya menilai pawai Ta’aruf ini sangat meriah,”ungkapnya. †

Gallery

Kerawing Menerima pesanan & menjual : hasil tenunan daerah/ kerajinan, berupa pakaian adat, anyaman dan lukisan Putusibau SISKA Hp. 081257159998

PT. BUMI BORNEO CEMERLANG

Telp. 0561-577868 Jl. Gaj ahma da N o. 3 P ont ianak Gajahma ahmada No Po ntianak Email: aria_tur@yahoo.com Penerbangan Pontianak - Jakarta BATAVIA : 5x penerbangan dalam sehari ( z07.05 z07.55 z11.10 z14.35 z16.00 ) SRIWIJAYA : 4x penerbangan dalam sehari ( z07.00 z07.55 z11.55 z15.50 ) LION AIR : 3x penerbangan dalam sehari ( z07.30 z11.35 z15.30 )

GARUDA : 3x penerbangan dalam sehari ( z08.00 z12.55 z17.35 ) Penerbangan PTK - JOGJA & PTK - SURABAYA BATAVIA : 1x penerbangan dlm sehari (pukul : 14.45)

PALAPA TAXI

PONTIANAK - SINGKAWANG (PP) PONTIANAK SINGKAWANG

Jl. Arteri Supadio Ruko No. 1-2

Jl. Niaga No. 25

0561-717 8888 0562-333 9999 0821 4876 8888 0821 4876 9999 ARMADA INNOVA & YARIS ARMADA INNOVA & YARIS JAM JAM BERANGKAT :

BERANGKAT:

05-07-08-09-10-11-13-14-15-16-17-19.00 WIB 05.00 - 08.00 - 11.00 - 14.00 - 17.00 - 19.00

Distributor Aspal Shell (Drum) Pen 60/70, Berat Bersih : 154 Kg

IKLAN BARIS Dijual Bangunan Dijual cepat eks. kantor, sertifikat, 2 lt, Jl. Nurali No. 2, Hub. 081384151188 tnp perantara.

Langganan Koran Ingin berlangganan Harian Borneo Tribune di daerah, hubungi: Biro Kubu Raya: Aldi (08971600688) Biro Mempawah: Johan Wahyudi (085654587038). Biro Sambas: Amrul Ambiya (Kontributor/Pemasaran) (085245527602). Biro Bengkayang: (085245247955).

Mujidi

Biro Landak: Yohanes Ngalai / Pemasaran (085822062880). Biro Sanggau: (085245904505).

Ratnasari

Biro Melawi: Eko Susilo (081256452946) Biro Sekadau: Bagus Kosminto (085245743683). Biro Sintang: Endang Kusmiyati (08524-5006757) Biro Kapuas Hulu: (085654585775)

Herdi

Biro Ketapang: (08971600688)

Aldi

Biro Kayong Utara: Abdul Khoir (081345154592)

Ser vice Mobil SUTOYO MOTOR. Service, Tune Up, Las/Cat Mobil. Jl. Letjen Sutoyo No. 11 Telp. 743690 Ptk

Taxi CV. TEGAR PRATAMA TRANSPORT Melayani Antar Jemput Penumpang Jl. Kalimantan No. 24B 0562-640029/641366 SINGKAWANG Jl. Imam Bonjol Gg. Tnjng Sari No. 36 0561-747211/749025 PONTIANAK INNOVASI TAXI. Melayani Antar Jemput. Jl. Tua Pekong No.24 Singkawang, (0562)3309800, Jl. A. Yani (RM. Bertagis) Pontianak Telp. (0561) 7015100, (0561) 7157000

Kost Gallery Kost. Menerima Pria & Wanita Fasilitas Air & Listrik dan lain-lain. Jl. Diponegoro No. 9 Telp. 0562-3320424 SKW

Iklan Baris:

1 baris / hari Rp. 6.000,-


Teras Borneo Tribune

Senin, 1 April 2013

Dishub Maksimalkan Keberadaan Dermaga Muara Kubu Achmad Munandar Borneo Tribune, Kubu Raya Dinas Perhubungan Kabupaten Kubu Raya akan memaksimalkan fungsi dermaga Muara Kubu yang terletak di kecamatan Kubu untuk meningkatkan mobilitas dan muatan barang di dermaga tersebut. "Jika dermaga Kubu kita maksimalkan, tentu aktivitas bongkar barang disana bisa lebih baik. Hal itu juga berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat di sana," kata Kepala Dinas Perhubungan Kubu Raya, Saini Umar di Sungai Raya,Minggu (31/3). Keberadaan dermaga di

kawasan Muara Kubu, kecamatan Kubu akan ditingkatkan menjadi dermaga yang lebih representatif. Rencana tersebut sebelumnya juga sudah diharapkan masyarakat setempat. Terlebih selama ini daerah tersebut boleh dikatakan kurang tersentuh oleh pembangunan, sehingga dengan keberadaan dermaga itu nantinya diharapkan dapat mempercepat proses pembangunan di sana. Selain meningkatkan kondisi dermaga Muara Kubu, jajaran Dishub mengaku akan menertibkan setiap kapal yang berlalu lalang untuk menambah PAD kabupaten itu tentunya.

Salah satunya dengan memungut biaya sandar terhadap berbagai kapal di dermaga. Selain itu, jajaran Dishub kembali akan mengusahakan untuk pengadaan dua alat bantu navigasi. Alat itu akan berperan dalam mengarahkan kapal masuk ke lokasi Muara Kubu terutama dalam kondisi malam bahkan hujan. "Kapal mendapatkan panduan pada malam hari dengan alat navigasi itu" kata Zaini. Pihaknya juga akan mengupayakan bantuan pemerintah pusat untuk melakukan pengerukan di muara Kubu agar bisa dimasuki kapal besar. Menurut Zaini, muara

Kubu selama ini menjadi kawasan yang dilalui oleh berbagai rute dan menghubungkan titik strategis, seperti Laut Cina Selatan, Teluk Air, Kabupaten Kayong utara bahkan Rasau Jaya. Hasil pengerukan lumpur itu nantinya akan digunakan untuk pembangunan tepat di seberang dermaga. Di mana lumpur yang ada akan dijadikan daratan untuk dapat dibangun sebuah kawasan pendukung dermaga tersebut. "Teknisnya tergantung dengan kebutuhan nanti, bisa saja seperti pasar tradisional, pusat pelayanan, penginapan hingga objek wisata di pinggir perairan. Ini jelas sangat menarik," kata Zaini. o

Bandar Narkoba Kelas Kakap Digerebek Polisi anggotanya ini pun, lantaran AR sudah menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO) lama oleh Satuan Reserse Narkotika Polresta Pontianak. Dan ketika mendapat informasi dari masyarakat AR berada di kediamannya, Kapolresta langsung mendatangi rumah AR. Namun saat melakukan penggerebekan, kedatangan Kapolresta dan anggotanya sudah tercium oleh AR, sehingga AR melarikan diri lewat aliran anak Sungai Kapuas yang ada di Gang Angket. Al hasil Kapolresta hanya berhasil mendapatkan anak buah dari Sang Bandar, yakni anak yang masih di bawah umur dan putus sekolah, berinisial AM (14). AM ditangkap disaat hendak keluar dari rumah Sang Bandar, di mana AM sedang membawa satu kantung plastik besar, yang berisikan uang ratusan juta rupiah, sabu seberat 300 gram, pil

ekstasi sebanyak 55 butir, bong hisap sabu, puluhan korek api, dua sajam, plastik klip dan timbangan sabu. Selain berhasil menangkap AM dan sejumlah barang bukti milik sang Bandar, Kapolresta Pontianak juga mengamankan satu unit mobil dan satu unit sepeda motor yang diduga milik sang Bandar. Mobil dan sepeda motor diduga pula hasil dari penjualan Narkoba. “Kita menggerebek rumah Bandar ini, karena sudah menjadi DPO kita sejak lama, dan kita yang mendapat informasi bahwa sang Bandar ada di rumahnya, kita langsung datangi dan gerebek dan mengamankan sejumlah barang bukti termasuk anak di bawah umur, selaku pekerja dari sang Bandar,” pungkas Kapolresta. Diakui Kapolresta, bahwa Ia dan anggotanya gagal menangkap sang Bandar (AR), kedatangannya dan anggotanya sudah diketahui

oleh AR, karena kita mendapat informasi dari pekerja dari sang Bandar yang berhasil kita tangkap, bahwa AR ini sudah menerima telepon dari seseorang bahwa kita akan datang. “Sebelum kami datang menggerebek, AR sudah mendapat telepon bahwa kami akan menggerebeknya, sehingga AR berhasil kabur, dan menyuruh pekerjanya tersebut untuk menyelamatkan barang bukti, namun berhasil kita tangkap,” aku AKBP Hariyanta. Walaupun demikian, lanjut AKBP Hariyanta, pihaknya sudah mengantongi identitas pelaku, dan saat ini AR sedang dalam pengejaran oleh jajarannya yang ada di wilayah hukum Polresta Pontianak. “AR (DPO) merupakan pemain lama. Setiap hasil penangkapan pelaku narkoba sebelumnya, sering menyebutkan nama AR ini, sehingga kita menjadi AR DPO,”

ungkap Hariyanta. Hariyanta juga menjelaskan, bahwa AM yang berhasil ditangkap memiliki hubungannya dengan AR, di mana AM berstatus putus sekolah ini bekerja dengan AR. Dan terbukti dalam pemeriksaan diakui oleh AM, bahwa dia lah yang disuruh untuk menyelamatkan sejumlah barang bukti, guna tidak ditangkap polisi. “ Untuk AM yang masih anak - anak ini, akan kita jerat dengan undang - undang no 35 tahun 2009 tentan Narkotika, ancamannya yakni 5 - 20 tahun penjara, namun tetap menggunakan hukum serta peradilan terhadap anak,” tegas Kapolresta Pontianak. Sementara itu AM, saat hendak dimintai keterangan oleh sejumlah awak media, belum dapat dijumpai lantaran sedang dalam pemeriksaan secara intensif oleh Sat Narkoba Polresta Pontianak.

11

Menjadi “Ibu” Mahasiswa ruang bekarya kami anggota Club Menulis STAIN Pontianak. Pembimbing Club, langsung memberi selamat. Lalu?, lalu ia menyampaikan kabar yang tidak saya kira secepat itu. Beliau meminta saya untuk ikut masuk mengajar di kelas Karya Tulis Ilmiah, semester II, Jurusan Tarbiyah, Pendidikan Agama Islam (PAI). Sesampai di rumah, saya sampaikan kabar hasil ujian saya pada wali yang sangat menunggu moment ini. Beliau ucapkan Alhamdulillah, ucapan selamat, dan salam hangat. Saya sampaikan pula kabar bahwa besok saya diminta seorang dosen untuk membantunya mengajar. Wajah senang beliau tak terelak. Besoknya, saya pun mulai mengajar, didampingi oleh dosen pengampuh. Hingga satu jam berikutnya, saya full di kelas. Saya menyampaikan apa yang saya bisa, apa yang saya pahami dan alami. Pertanyaan saya ajukan pada mereka, dan saya juga meminta mereka untuk mengajukan pertanyaan. Sampai di sini, skenario pembelajaran saya berjalan lancar. Namun, tahukah teman, saya sangat berusaha tidak terlihat nervous. Sudah sangat lama saya tidak berdiri di kelas, dan melakukan proses pembelajaran.

Terakhir, ketika KKL pada bulan Mei-Julis 2012, memberi materi tentang penggunaan laptop pada siswa-siswa kelas IV di SDN 32, Sungai Terus, Kubu Raya. Sebelumnya menjadi Ibu guru PPL untuk siswa di SMP Negeri 8 Pontianak, pada akhir tahun 2011. Lalu, saya berhadapan kembali dengan proses pembelajaran setelah beberapa bulan lamanya saya tidak berdiri di depan kelas untuk mengajar. Mahasiswa pula yang saya ajar. Memang, sebelumnya saya juga diberi kesempatan menjadi tutor pembuatan email dan blog mahasiswa ireguler pada tahun 2010-2011 lalu. Pada awal 2011 membagi materi pada mahasiswa regular semester. Hum, tapi itu sungguh sudah lama. Sudah lama tak berada di depan kelas, membuat saya gugup. Saya berusaha untuk tidak menampakkannya, tapi tampaknya , saya gagal. Saya yang dipanggil “Ibu” oleh mahasiswa semester II ini dengan terpampang nyata rasanya melihatkan tampang ragu-ragu dalam proses pembelajaran. Hingga saya tidak sabar, angka jam di laptop menunjukkan 09:10 dan kemudian kuliah lekas selesai. Tapi itulah, waktu bukan saya yang punya. Minggu berikutnya, saya

kembali di kelas itu, dan masih didampingi oleh dosen pengampu. Di kelas, minggu kedua saya ini, syukurlah saya mulai terbiasa dengan mereka. Tidak ada lagi keinginan melihat jam di laptop. Begitu pula ketika saya mesti masuk kelas sendiri di kelas yang lainnya. Rasa gugup sudah memudar lebih banyak. Panggilan “Ibu” oleh mahasiswa sudah terbiasa. Saya pun sudah mengenal wajah dan nama mereka dengan baik, meski pun belum semuanya. Mengingat 4 tahun yang silam ketika saya membuat tugas seperti mereka, presentasi, mengumpulkan KHK, berlari denganc epat agar tidak telat. Mendapatkan banyak cara dan ilmu dari “ibu” dosen . Tentu, saya harus terus belajar untuk menjadi “Ibu” mahasiswa -mahasiswa ini seperti ibu-ibu dosen saya ketika saya menjadi mahasiswa, menempuh strata 1. Menguasai kelas, materi, mempunyai banyak strategi dan metode pembelajaran yang digunakan. Saya juga ingin menjadi “ibu” yang tidak hanya bersapa gurau dengan mereka di kelas, tapi juga di ruang lainnya. Harapan yang sangat besar, semoga saya tidak menjadi “Ibu” yang mengecewakan.

Siap Berantas Perjudian dapat merusak perekonomian keluarga. Kapolres Melawi, AKBP. Semuel Tandi Todingrara menegaskan, pihaknya siap memberantas praktek perjudian yang ada di wilayahnya. “Ini sebentar lagi akan kita tangkap, karena judi merupakan penyakit masyarakat,” tegas Kapolres. Menurutnya, penyakit masyarakat tersebut harus dihilangkan atau diobati. Oleh karena itu, jajarannya siap melakukan upaya agar praktek perjudian setidaknya bisa hilang atau berkurang. “Yang namanya penyakit masyarakat bisa berdampak bagi masyarakat di lingkungannya. Ini yang harus kita obati dan kita cegah,”

timpalnya. Sebelumnya, salah seorang tokoh pemuda asal Kota Baru, Kecamatan Tanah Pinoh, Kusmas Hadi Saputra mengatakan saat ini berbagai perjudian merajalela di Kota Baru, terlebih lagi untuk judi togel dan judi bola. “Bila kita duduk di setiap warung kopi tidak ada lain yang dibicarakan, selalu judi togel dan bola. Kalau untuk judi yang lain tidak terlalu nampak,” beber Kusmas. Pemuda yang akrab disapa To’o ini menambahkan, walaupun judi togel dan judi bola ini dilakukan secara terselubung, namun kedua judi tersebut selalu menjadi bahan pembicaraan maupun dibahas di warung kopi.

“Kita berharap kalau bermain judi janganlah terlalu terbuka, mainlah ditempat tertutup supaya tidak terlalu nampak,” terangnya. To’o berharap kepada pihak kepolisian khususnya Sektor Tanah Pinoh supaya menertibkan perjudian yang sekarang sudah merajalela di Kota Baru. Karena perjudian ini bisa memberikan dampak sosial kepada masyarakat. “Kita minta kepada Polres Melawi atau Polsek Kota Baru supaya segera menertibkan perjudian di Kota Baru, terutama untuk judi togel dan bola. Karena sudah merajalela di Kota Baru,” harapnya. (Eko Susilo/ Borneo Tribune)

PATRI Dorong Pertumbuhan Kluster Pada kesempatan ini Imam juga berharap peserta dapat mengembagkan ilmu dan pengalaman yang didapat selama pelatihan untuk dikembangkan di daerah asal. Sejumlah peserta pelatihan yang mayoritas berasal dari desa-desa di lokasi transmigrasi se-Kalbar dengan antusias mengikuti pelatihan yang menggunakan metode diskusi, praktik dan sharing informasi dari sejumlah pemateri yang berkompeten di bidang entrepreneur ini. Mulai dari materi pengembangan usaha, membangun jaringan, menjaga motivasi usaha, industri kreatif, hingga mencari peluang permodalan dan bantuan teknis dikupas dan disampaikan pada kegiatan pelatihan ini. Pemateri-pemateri

yang memiliki kapasitas dan kapabilitas di bidang usaha dan permodalan juga turut dihadirkan sebagai narasumber. Marsito, salah satu peserta pelatihan dari Kabupaten Sintang mengaku senang dan puas dengan kegiatan yang diselenggarakan DPD PATRI Kalbar ini. Menurutnya materi dan ilmu yang didapat selama pelatihan ini sangat bermanfaat dan berguna bagi dirinya sekembalinya ke kampungnya. Ia mengaku mendapat pencerahan dan ide-ide usaha baru yang bisa member manfaat bagi dirinya dan rekan-rekannya sesame pengusaha pemula. “Kegiatan ini menurut saya sangat poitif dan bermanfaat. Saya dan kawankawan seperti mendapatkan semangat baru untuk me-

ngembangkan usaha yang telah kami rintis sebelumnya,” ujar pria bersahaja ini. Senada dengan rekannya dari Sintang, Sahid, satu pengusaha muda asal Kota Pontianak yang ikut pelatihan ini juga menilai kegiatan ini sangat baik untuk memupuk motivasi dan mengembangkan usahanya yang sudah berjalan cukup lama. “Saya mendapat penyegaran dengan adanya pelatihan ini. Tak bisa dipungkiri, selain modal usaha seorang pengusaha itu juga butuh motivasi Mas. Tanpa motivasi dan etos kerja yang tinggi sepertinya susah bagi kita untuk maju sebagai wirausahawan,” ujar pengusaha muda yang bergerak di bidang perdagangan barangbarang elektronik ini. (budi rahman)

Pencucian Uang Sang Bandar Diselidiki melakukan penggerebekan di rumah AR. Dua jenis kendaraan tersebut langsung diamankan ke Polresta Pontianak, lantaran diduga kuat bahwa dua jenis kendaraan tersebut hasil dari penjualan narkoba. “ Kapolresta Pontianak telah memerintahkan khususnya Sat Reskrim, menyelidikan tindak pidana pencucian uang yang dilakukan AR, karena diduga satu unit mobil dan sepeda motor merupakan milik AR hasil dari penjualan narkoba,” ungkap Kompol Puji Prayitno. Dikatakan Kompol Puji, dirinya segera melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah orang yang mengetahui terkaitnya mobil dan se-

peda motor tersebut. Karena jika memang terbukti ternyata mobil dan sepeda motor tersebut milik AR dan didapatkan dari hasil penjualan Narkoba, maka akan kita jerat AR pasal yang mengatur tentang pencucian uang hasil kejahatan. “Sejauh ini yang diamankan dalam kasus penggerebekan tersebut, baru pekerja dari sang Bandar, karena sang Bandar berhasil melarikan diri. Untuk membuktikan ada atau tidaknya pencucian uang tersebut, kita akan melakukan pemeriksaan terhadap orang orang yang mengetahui keberadaan mobil tersebut di rumah AR,” tegasnya. Menurut Puji, sampai saat ini kendaraan ini belum

diketahui milik siapa, dan mobil tersebut diamankan, karena berada di depan rumah AR. Makanya diamankan oleh anggota ke Mapolresta Pontianak. Lantaran pihaknya menduga kuat mobil tersebut adalah milik AR dan hasil dari penjualan Narkoba. “Jika memang tidak terbukti mobil tersebut hasil dari kejahatan atau penjualan Narkoba dari sang Bandar, maka akan kita kembalikan kepada pemiliknya mobil tersebut, dan atas dugaan kuat kami serta perintah dari Kapolresta, kami melakukan penyelidikan tentan pencucian uang uang yang dilakukan sang bandar,” timpal Kompol Puji Prayitno.

BNN Pusat Jadi Saksi Ahli hasilnya negatif, namun karena alat dan sarana dan prasarana di BNN pusat lengkap, hasil pun positif. Lebih jauh lagi, Kasat Narkoba Polresta Pontianak

mengatakan, bahwa setelah melakukan pemeriksaan terhadap saksi maupun tersangka dalam kasus home industry Narkoba Pontianak, serta dilengkapi dengan alat

bukti dan saksi ahli. Pihaknya akan segera mengirim berkas ke Kejaksaan Negeri Pontianak, guna memproses hukum lebih lanjut terhadap para pelaku.


CMYK

IKLAN

www.borneotribune.com

Borneo Tribune

CMYK

12

Senin, 1 April 2013


CMYK

Pundi-Pundi

3

www.borneotribune.com

Borneo Tribune

Senin, 1 April 2013

Bank Kalbar Tuan Rumah Penarikan Undian Simpeda Nasional Periode I Tahun XXIV 2013 2 juta untuk 52 Pemenang, Hadiah VII @ Rp 1,5 juta untuk 104 Pemenang, dan Hadiah VIII @ Rp 1 juta untuk 345 Pemenang. Untuk dapat menikmati program undian ini pun sangat mudah, dengan membuka Tabungan Simpeda dan saldo minimal Rp 50 ribu sudah berpeluang untuk mengikuti program ini. Selain diselenggarakan secara nasional, beberapa Bank Pembangunan Daerah juga menggelar Undian Lokal Tabungan SIMPEDA dengan hadiah beragam, mulai dari mobil mewah, uang tunai dan ragam jenis hadiah seperti halnya “Panen Rezeki Bank Kalbar” yang baru saja dilakukan beberapa bulan yang lalu. “Semua ini adalah wujud terima kasih, komitmen, serta

Kantor Pusat Bank Kalbar Borneo Tribune, Pontianak enarikan undian tabungan SIMPEDA BPD secara nasional akan dilakukan di Pontianak. Direktur Utama Bank Kalbar, Sudirman HMY menjelaskan berdasarkan hasil keputusan Musyawarah Nasional XIV Asosiasi Bank Pembangunan Daerah Seluruh Indonesia tanggal 25 Maret 2013 di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. “ini merupakan kali kedua setelah 15 tahun yang lalu Bank Kalbar ditunjuk sebagai tuan rumah penarikan undian simpeda nasional,” jelas Sudirman. Panen Rezeki BPD tahun ini adalah periode ke-1 tahun XXIV-2013 dan akan digelar di Pontianak, Kota Khatulistiwa Kalimantan Barat pada bulan September 2013 mendatang. Dengan acara tingkat nasional ini, Sudirman yakin dapat mendorong perekonomian Kalbar, khususnya sektor pariwisata. Pasalnya, ada sekitar 26 BPD di seluruh Indonesia yang akan hadir di Kota Pontianak. Selain itu, minat menabung masyarakat juga dapat ditingkatkan.

P

Prosesi Tuan Rumah diserahkan oleh Ketua Umum ASBANDA Dr. Eko Budiwiyono, MBA (Direktur Utama Bank DKI) kepada Direktur Utama Bank Kalbar Drs. Sudirman HMY, MM pada acara Penarikan Undian Simpeda Nasional Periode II Tahun XXIII2013, tanggal 25 Maret 2013 di Grand Palace International Restaurant, Banjarmasin. Tabungan SIMPEDA atau Simpanan Pembangunan Daerah merupakan tabungan milik Bank Pembangunan Daerah (BPD) Seluruh Indonesia. Sejak 23 tahun lalu, Tabungan SIMPEDA dirancang sebagai alat pemersatu Bank Pembangunan Daerah (BPD) seluruh Indonesia.

Pertumbuhan Simpeda sejak awal diluncurkan pada bulan April 1990 Tabungan SIMPEDA memiliki nasabah sebanyak 162.000 rekening dengan nominal Rp 49.534. 069. 501,- yang kemudian secara nasional terus mengalami pertumbuhan hingga di usianya ke – 23 Tahun ini. Hal ini dapat dilihat dari

data Komite Pelaksana Undian (KPU) Simpeda Asbanda bahwa hingga akhir Desember 2012 jumlah penabung Simpeda BPD-SI mencapai 5.830. 843 penabung tumbuh sebesar 6.2% dari periode sebelumnya (Desember 2011) yakni 5.489.533 penabung. Kemudian dari sisi nominal pada periode akhir De-

sember 2012 sebesar Rp 33,7 triliun atau tumbuh sebesar 15% dibanding periode sebelumnya (akhir Des 2011) yakni sebesar Rp 29,2 triliun. Data dan fakta di atas menunjukkan bahwa Tabungan SIMPEDA Bank Pembangunan Daerah terus menggeliat dan tetap eksis diusianya yang ke-23 tahun. Panen Rezeki BPD, sebuah program Penarikan Undian Tabungan SIMPEDA secara nasional dari Bank Pembagunan Daerah Seluruh Indonesia. Panen Rezeki BPD dilakukan sebanyak dua kali dalam satu tahun atau diundi setiap 6 bulan sekali dan dilaksanakan secara bergiliran di BPD Seluruh Indonesia. Besarnya hadiah yang diundi total Rp 6 miliar per tahun atau 3 miliar per periode (6 bulan sekali) dengan tingkatan; Hadiah I sebesar Rp 500 juta untuk 1 orang pemenang, Hadiah II @ Rp 100 juta untuk 4 pemenang, Hadiah III @ Rp 50 juta untuk 26 Pemenang, Hadiah IV @ Rp 5 juta untuk 26 Pemenang, Hadiah V @ Rp 2,5 juta untuk 26 Pemenang, Hadiah VI @ Rp

apresiasi kami sehingga bisa selalu mendekatkan diri kepada seluruh nasabah Bank Kalbar”, tutur Sudirman. Sudirman mengharapkan pada acara Penarikan Undian Tabungan Simpeda Panen Rezeki BPD periode ke1 tahun XXIV-2013 nanti, ada nasabah Bank Kalbar yang keluar menjadi pemenang, terutama pemenang hadiah utama, “mari kita tingkatkan saldo tabungan untuk memperbesar peluang meraih hadiah utama dan bagi masyarakat Kalimantan Barat yang saat ini belum menjadi nasabah agar dapat pula bergabung bersama Bank Kalbar, karena dengan demikian berarti kita turut serta dalam memajukan perekonomian Kalimantan Barat” imbau Sudirman. (*r/prob)

Direktur Utama Bank Kalbar Sudirman HMY saat foto bersama dengan Ketua Umum ASBANDA Eko Budiwiyono dan Direktur Utama Bank Kalsel H. Juni Rif’at.

Solusi Tepat Terobosan Terbaru TCM

ATASI SEGALA MACAM PENYAKIT PRIA Ciri khas kemanjuran & keunggulan Hongkong Medistra TCM sangat jelas dengan resep kuno kekaisaran, resep rahasia turun temurun serta herbal Tiongkok alami, intinya adalah mengobati berbagai penyakit bandel yang susah disembuhkan, khusus menangani berbagai jenis penyakit kronis, begitu diobati langsung dapat dirasakan manfaatnya. Efektif mengobati berbagai penyakit kronis sampai akarnya, tanpa efek samping, setelah diatasi tidak mudah kambuh kembali. Menurut survey terbaru, disfungsi seksual pria termasuk penyakit yang sangat banyak diderita. Terutama persentase penderita impotensi, ejakulasi dini, radang prostat mengalami kenaikan pesat, berdampak jauh lebih parah bagi psikologi dan jiwa, dibanding penyakit pria lainnya, juga merupakan 30% alasan retaknya keharmonisan rumah tangga, menghancurkan kepercayaan diri pria. Penyakit fungsi seksual menimpa pria pada berbagai kalangan usia dan harus diobati sedini mungkin agar tidak memburuk hingga menimbulkan penyakit komplikasi bandel lainnya yang sangat parah dan berbahaya. Hongkong Medistra TCM ada konsultan Sinshe ahli TCM (Traditional

Chinese Medicine) ternama dari Tiongkok yang siap membantu Anda. Melalui pengalaman kerja keras puluhan tahun akhirnya berhasil menemukan terobosan terbaru, khusus mengatasi disfungsi seksual pria, seperti: Impotensi, Ejakulasi Dini, Radang Prostat, Sperma Mati, Tidak ada Sperma, Alat vital tidak normal, Kemandulan, dll. Hasilnya relatif cepat, aman dan tanpa efek samping. Terobosan metode TCM dengan herbal berharga alami yakni “Qiang Yang Bu Shen Liao Fa” ini dipadukan akupuntur elektroterapi sangat terkenal diberbagai Negara, berfungsi memperkuat ginjal & sperma, menyeimbangkan unsur yin & yang didalam tubuh, setelah diatasi bisa menormalkan fungsi seksual, masa berhubungan bisa lebih lama. Rata-rata setelah 2-3 tahap pengobatan, gejala penyakit seperti kencing terasa sakit, sering kencing, tidak tahan kencing, kencing tidak bertenaga, tidak tuntas, bernanah dan lainnya berangsur menghilang secara nyata, sistem reproduksi kembali normal, bisa diatasi hingga ke akar penyakit dan tidak mudah kambuh lagi.

CMYK

Untuk Konsultan & Pengobatan Hubungi :

HONGKONG MEDISTRA TCM Jl. H. Agus Salim No. 126 Pontianak - Kalimantan Barat Telp. (0561) 733268 HP. 0821 5279 7888 Hari Senin - Sabtu Buka Jam 09.00 s/d 17.00 WIB Minggu & Libur Besar Jam 09.00 s/d 13.00 WIB

Harian Borneo Tribune 1 April 2013  

Harian Borneo Tribune 1 April 2013

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you