Issuu on Google+

cmyk

I DEALISME, K EBERAGAMAN

DA N

KEBERSAMAAN

Borneo Tribune www.borneotribune.com

Jumat, 16 November 2012

2 Muharram 1434 H - 3 Cap Gwee 2563

Telepon Redaksi/Iklan/Langganan/Pengaduan: (0561) 767788 Faximile. (0561) 766103

Alamat Redaksi: Jln Purnama Dalam No 2 - Pontianak 78121

Mengucapkan:

Borneo 15 Calon KPID Ikuti Fit and Proper Test Yulan Mirza Borneo Tribune, Pontianak 15 calon anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Kalbar sudah memulai melaksanakan uji kepatutan dan kelayakan ( fit and proper test) oleh Komisi A DPRD Provinsi Kalimantan Barat. Dalam uji kepatutan dan kelayakan tersebut, nantinya akan dipilih sebanyak tujuh orang untuk menjadi komisioner KPID masa periode 2012-2015. Hal itu dikatakan Ketua Komisi A DPRD Provinsi Kalbar, ....Ke Halaman -11

S uara Enggang

Masalah Tapal Batas Picu Konflik Sosial Masalah tapal batas antar daerah mendesak untuk diselesaikan. Karena belum adanya kejelasan batas daerah di lapangan memungkinkan sering terjadi konflik antar daerah, khususnya dalam hal perebutan pengelolaan sumberdaya alam maupun sumberdaya ekonomi.

Wartawan Borneo Tribune

Andika Lay Borneo Tribune, Pontianak UNTUK mensinergikan semua ini, Biro Pemerintahan Setda Kalbar, menggelar acara Rapat Koordinasi (Rakor) Pemuntakhiran data batas daerah antar Kabupaten dan Kota Se Kalbar

M Zeet Hamdy Assovie. Foto Andika Lay/Borneo Tribune

Korban DBD

Ubay Semali

Tribune

tahun 2012, Selasa (13/11). Menurut Sekda Kalbar, M Zeet Hamdy Assovie, sosialisasi pada masyarakat dan duduk bersama dalam menyeselsaikan permasalahan perbatasan. Sumber permaslahan yang terjadi tidak lain karna ada pemekaran ....Ke Halaman -11

MEMASUKI musim penghujan, tak hanya acap dan genangan air yang timbul, penyakit juga muncul siap menyerang siapa saja. Sejak April hingga November, tercatat 8 orang meninggal dunia akibat DBD. Demikian disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Barat, Andi Jap beberapa waktu lalu. Menurut Andi Jap, kasus tersebut terjadi ....Ke Halaman -11

B uah Bibir Eling dan Waspada BUPATI Ketapang, Henrikus ikut memberikan sumbangan sebesar Rp 47 juta rupiah kepada Panitia Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) Ketapang guna melaksanakan peringatan Hari Besar Islam 1 Muharam 1434 Hijriah tahun 2012 Masehi. ....Ke Halaman -11

Drs. Henrikus, M. Si

Alat Musik Satu Senar SEPASANG suami dan istri sedang berjalan-jalan ke sebuah toko barang-barang kerajinan. Sang suami melihat seperangkat alat musik country, lengkap dengan flute dan alat perekamnya. Ia mengambil sebuah perangkat mengkilap, yang memiliki sebuah ....Ke Halaman -11

KOTA MATI. Musibah kebakaran besar yang meludeskan 58 rumah dan toko membuat pasar Desa di Kecamatan Belitang menjadi lumpuh. Aktivitas ekonomi terhenti, membuat kota kecil ini seperti kota mati. FOTO Andika Lay/Borneo Tribune

Kebakaran Lumpuhkan Perekonian Belitang Ranmor Anggota Tidak Luput Pemeriksaan Andika Lay Borneo Tribune, Belitang MUSIBAH Kebakaran hebat yang meludeskan 58 rumah di Jalan Ampera, Desa Belitang, Kecamatan Belitang, Kabupaten Sekadau, awal bulan lalu masih menyisakan duka. Korban mengalami kerugian mencapai Rp 4 miliar lebih. Selain mengalami kerugian

yang besar dalam musibah ini, kebakaran hebat ini juga melumpuhkan kondisi perekonomian di Desa tersebut. Komplek pasar yang merupakan pusat bisnis di Desa Belitang itu kini rata dengan tanah. Beberapa pedagang di Desa Belitang mengatakan, permukiman penduduk di komplek pasar jalan Ampera ini

DALAM upaya menertibkan anggota atau prajuritnya yang menggunakan kendaraan bermotor (Ranmor), Kodam XII Tanjungpura melakukan pemeriksaan terhadapa kelengkapan surat kendaraan.

....Ke Halaman -11

....Ke Halaman -11

MEMERIKSA. Kasi Penum Pendam XII Tanjungpura, Mayor Arh MN Komarudin memeriksa surat kendaraan bermotor milik Anggota Kodam XII Tanjungpura, serta PNS Organis Pendam. FOTO Andika Lay/ Borneo Tribune

Andika Lay Borneo Tribune, Pontianak

Pontianak Heritage Melayani: - Antar Jemput Penumpang & Carter - Jasa Pengiriman Barang & Dokumen

Mesjid Al-Jihad Simbol Pembauran

Oleh Ahmad Asma dZ BANGUNAN suraunya sendiri berbentuk persegi empat. Dengan menara seperti dibuat tiga bagian. Satu bagian kubah. Satu bagian sebelum kubah, dimana terdapat sebuah jendela besar pada sisinya. Satu

lagi bagian dibawahnya yang terdapat dua jendela. Bagian yang dibawah itu nampak menjadi satu bagian dengan bangunan utama. Deskripsi di atas merupakan deskripsi dari beberapa foto lama yang saya peroleh. Sejarah mencatat, mesjid ini mulai

dibangun tanggal 12 Maret 1964. Dan kali pertama mesjid ini diresmikan untuk shalat Jum’at adalah pada tanggal 29 Oktober 1964. Pada awalnya bangunan mesjid ini seperti mesjid pada umumnya, berlantai satu, ....Ke Halaman -11

Masjid Al Jihad Kota Pontianak. Foto dokumentasi pribadi Ahmad Asma dZ

Menyambut Natal & Tahun Baru Banjir Hadiah Langsung

PT. ANZON AUTOPLAZA Cabang: Singkawang : Jl. A. Yani No. 08 Telp. (0562) 637000, Sampit : Jl. Jend Sudirman Km. 1

HARGA ECERAN HARIAN BORNEO TRIBUNE - PONTIANAK, KUBU RAYA, MEMPAWAH,DAN SINGKAWANG Rp 2.000 - SAMBAS, BENGKAYANG Rp 2.200 - LANDAK,SANGGAU,SEKADAU, KETAPANG,KAYONG UTARA, SINTANG, MELAWI DAN PUTUSSIBAU Rp 2.500 -

cmyk

Beberapa pucuk pohon kelapa tampak di depan halaman surau. Tak seberapa jauh dari menara mesjid juga terdapat pohon kelapa, tingginya hampir setengah dari tinggi menara. Disisinya berdiri rimbun sebatang pohon. Sepertinya pohon bunian atau pohon jambu batu.


Jumat, 16 November 2012

Abdul Khoir Borneo Tribune, Sukadana Tim Solidaritas Masyarakat Kayong (SMK) mendaftarkan pasangan bakal calon bupati dan calon wakil bupati KKU dari jalur perseorangan, yakni Jalian S. Sos dan Drs. Hamdan Harun M.Si, ke KPU KKU, Kamis (15/11). Saat mendaftarkan diri, Jalian S. Sos, mengenakan batik merah dengan stelan celana hitam dan kopiah hitam. Didampingi calon wakilnya, Drs. Hamdan Harun M.Si, dengan batik hijau dan setelan celana hitam. Keduanya mendaftarkan diri sebagai pasangan calon kepala daerah (cakada) melalui jalur per-

seorangan dengan menyerahkan 11.115 dukungan ke KPU yang dikemas dalam 8 buah keranjang plastik ukuran besar. Sebagai salah satu persyaratan untuk mendaftar ke KPU KKU. “Untuk mendaftar kami menyerahkan separuh saja, masih ada amunisi dukungan yang masih disimpan dan akan diserahkan nanti,” ujar Jalian. Kehadiram mereka langsung disambut oleh para anggota KPU KKU. Tim SMK menyerahkan bukti dukungan sebagai salah satu syarat mendaftar sebagai calon dan langsung diterima oleh Pelaksana Tugas (Plt) KPU KKU, Burhanuddin dan langsung dilakukan verifikasi terkait jumlah dukungan yang diserahkan tersebut.

Salam. Redaksi mengundang pembaca Borneo Tribune untuk mengirim tulisan untuk rubrik “Citizen Journalism”. Bentuk tulisan dapat berupa laporan kegiatan, opini, surat pembaca, puisi, cerita pendek. Panjang tulisan maksimal 500 kata. Kirimkan tulisan ke email: yusriadii@yahoo.com. Terima kasih.

T

M

AJUK

Tata Tapal Batas

asalah tapal batas antar daerah mendesak untuk diselesaikan. Karena belum adanya kejelasan batas daerah di lapangan memungkinkan sering terjadi konflik antar daerah, khususnya dalam hal perebutan pengelolaan sumberdaya alam maupun sumberdaya ekonomi. Untuk mensinergikan semua ini, Biro Pemerintahan Setda Kalbar, menggelar acara Rapat Koordinasi (Rakor) Pemuntakhiran data batas daerah antar Kabupaten dan Kota Se Kalbar tahun 2012, Selasa (13/ 11). Menurut Sekda Kalbar, M Zeet Hamdy Assovie, sosialisasi pada masyarakat dan duduk bersama dalam menyeselsaikan permasalahan perbatasan. Sumber permaslahan yang terjadi tidak lain karna ada pemekaran baik tingkat Kabupaten/Kota, Kecamatan bahkan sampai ke tingkat pedesaan, masih banyak persoalan yang terjadi yang menjadi penyebab terjadinya masalah perbatasan. Dikatakan olehnya, permasalahan tata batas sangat sensitif baik bagi kepentingan rakyat, kepentingan administrasi negara, maupun kepentingan proses pengambilan keputusan dan pemanfaatan sumber daya. “Kalau batas tidak bisa diselesaikan dengan bersama-sama maka akan menimbulkan komplik di masyarakat seperti contoh di daerah-daerah lain, dan di Kalbar, kita bersyukur, karna belum ada masalah komflik yang terjadi karna persoalan data batas,” jelasnya. Untuk itu, Sekda berharap, bagi para pemangku kepentingan yang berhubungan dalam proses pengambilan keputusan soal data batas untuk mengambil keputusan bersama-sama secara baik, benar, sesuai dengan aturan-aturan yang berlaku, dan mupakat bulat. Tidak adanya masing-masing pendapat, akan tetapi satu pendapat, agar dikemudian hari tidak ada lagi masalah data batas, dan masyarakat akan mengerti mana yang akan menjadi wilayahnya dan mana yang bukan. Kalimantan Barat dengan garis batas yang membentang ratusan kilometer dengan negeri jiran memang patut mengelola tapal batas wilayahnya dengan tertib dan seksama. Pun demikian halnya dengan tata batas antar daerah di dalam wilayah provinsi ini sendiri. Perlu pengelolaan dan pengaturan yang jelas dan tegas agar tidak terjadi konflik yang tidak produktif di kemudian hari. Semoga.

S

ENGET

Tapal batas daerah perlu dikelola secara seksama Jangan sampai ada batas tak jelas Bang Tribune

Idealisme, Keberagaman dan Kebersamaan

Kayong Utara

Borneo T Tribune

2

Pasangan Perseorangan

Tim SMK Daftar ke KPU

Calon bupati yang sempat menjabat sebagai Camat Marau dan Camat Simpang Hilir ini mengatakan bahwa dirinya maju dalam pencalonan sebagai bupati melalui jalur perseorangan adalah atas dasar permintaan dan harapan masyarakat yang tidak ingin terkotak-kotakan dengan kelompok-kelompok partai. “Ingin memberikan kesempatan kepada para kader partai untuk turut bersama menjadi peserta Pemilukada dan semakin membuat demokratis pemilihan ini,” imbuh Jalian. Walau bukan dari partai, pasangan yang keduanya berlatar belakang sebagai birokrat itu jika menang nanti berharap rekan-rekan yang maju dari jalur partai untuk dapat bersama memajukan KKU menjadi lebih baik. Karena semua pasangan yang maju pastinya memiliki cita-cita mulia yang sama untuk kesejahteraan masyarakat KKU. Sementara itu, Hamdan Harun yang juga sosok yang dekat dengan media lantaran 16 tahun bertugas di Humas Provinsi Kalbar dan terakhir menjabat sebagai

SMK Daftar, tim SMK menyerahkan syarat pendaftaran ke KPU KKU. Tampak Jalian S. Sos dan Hamdan Harun, M.Si datang langsung yang didampingi para pendukungnya ke KPU KKU, Kamis (15/11). FOTO: Abdul Khoir/Borneo Tribune Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kalbar mengatakan mereka datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani masyarakat. “Kami datang untuk melayani, bukan dilayani,” te-

gas Hamdan Harun. Pria yang merupakan kelahiran Dusun Teluk Edar, Desa Betok yang kini menjadi Kecamatan Kepulauan Karimata ini merasa bahwa apa yang ada di KKU saat ini sudah lebih

dari memadai, terutama melimpahnya sumber daya alam dan itu yang merupakan modal untuk mensejahterakan rakyat. Terdapat tiga misi utama yag akan diusung jika pasangan independen itu me-

nang. Yakni pertanian, perikanan dan pariwisata. Dimana KKU memiliki potensi besar untuk maju. Selain misi tersebut, penyediaan air bersih dan infrastruktur yang memadai akan menjadi salah satu indikator yang dibutuhkan masyarakat serta merupakan salah satu syarat untuk mengundang investor untuk menanamkan modalnya di KKU. Sementara itu, Plt Ketua KPU KKU, Burhanuddin mengatakan pasangan calon yang mendaftar dari jalur independen tersebut akan dinyatakan lolos jika telah lolos verifikasi dukungan minimal sebanyak 8491 suara yang tersebar di 50 persen lebih kecamatan yang ada di KKU atau 4 dari 6 kecamatan yang ada. “Perhitungan dilakukan, namun akan dinyatakan lolos jika verifikasi di lapangan juga lolos,” kata Burhanuddin. Hingga berita ini diturunkan, KPU dan tim SMK masih melakukan penghitungan dukungan yang dilakukan di Gedung KPU KKU yang berada di Jalan Tanah Merah, Sukadana.†

Pawai Meriahkan Tahun Baru Islam Abdul Khoir Borneo Tribune, Sukadana Wakil Bupati KKU, Ir. Muhammad Said, mengatakan momen tahun baru 1 Hijriah 1434 H diharapkan menjadi momentum untuk memperbaiki diri guna menjadi insan yang lebih baik dari tahun yang sebelumnya. Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati KKU, Ir. Muhammad Said, saat melepas pawai taaruf memperingati tahun baru Hijriah yang dipusatkan di Masjid Agung Alqudsi yang diselenggarakan oleh Panitia Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) KKU. “Tahun ini kita harus berkomitmen untuk berubah, berhijrah dari hal-hal

Pawai, Wakil Bupati KKU, Ir. Muhammad Said, melepas pawai di halaman Masjid Agung Alqudsi, Rabu (14/ 11). FOTO: Abdul Khoir/Borneo Tribune yang tidak baik ditahun lalu menjadi yang lebih baik ditahun ini. Di semua bidang tidak terkecuali,” tegas Wabup. Menurutnya, masyara-

kat, pemerintah dan semua aspek dalam kehidupan harus terus tumbuh dan berkembang menuju arah perbaikan dan bukan sebaliknya, sehingga selain mem-

bawa dampak positif bagi pribadi juga akan berdampak bagi pihak lain di sekitarnya. Sementara itu, dengan momen peringatan tahun baru hijriah tersebut, Pemerintah Kabupaten Kayong Utara (KKU) menyambut baik dan justru mengharapkan kepada PHBI untuk dapat melibatkan semua aspek dan elemen masyarakat di KKU serta dapat menjadi agenda tahunan yang dapat melibatkan pemerintah daerah. “Tahun depan harus lebih meriah dan membawa makna. Karena KKU yang mayoritas masyarakatnya muslim seharusnya dapat mejadikan even tahun baru Islam menjadi even besar,” harapnya. Walau sempat dipindahkan lokasi pelepasan pawai

lantaran hujan yang disertai angin yang sempat menumbangkan tenda acara, namun acara tersebut dapat berjalan dengan lancar. Bahkan pawai yang melibatkan 14 kendaraan hias dari berbagai instansi, sekolah, majelis taklim dan komunitas tersebut hingga usai menjelajahi rute yang telah ditentukan oleh panitia. Wabup mengimbau kepada masyarakat bahwa KKU dalam waktu yang tidak lama lagi akan menghelat pesta demokrasi pemilihan kepala daerah. Diharapkan masyarakat untuk dapat berpartisipasi aktif. Mulai dari menjaga situasi lingkungan masingmasing agar tetap kondusif, turut serta dalam tahapan verifikasi daftar pemilih hingga saat pemungutan suara.†

Inspirasi Cerita di Balik Launching Buku Club Menulis STAIN Pontianak Part#3

Proyek Holi

Oleh: Farninda Aditya “Itu Pak, Si Holi ngajak anak PPL dan siswa di SMA 7 buat tulisan, jadi bukunya launching gak”, Saya menjelaskan pada Pak Hermansyah, Pembina Club saat bertanya tentang launching. “Bagus itu, menularkan budaya menulis”, Penulis buku Ilmu Gaib di Kalimantan Barat . Saya yakin senyum Pak Herman dua minggu sebelum launching adalah senyum senang. Sama halnya dengan Holi, orang yang menjadi pendorong siswa dan mahasiswa PPL SMA 7 untuk berkarya tulis. Sewaktu ada pertemuan Club sebulan yang lalu, Holi datang kemudian mengambil spidol dan menulis Whiteboar. Dia pun

membuat urutan. Setelah menulis dia membalikkan badan menghadap kami yang menunggu hasil tulisannya. Seperti biasa, dia tersenyum dengan gigi sedikit nampak. Sedikit melebar mulutnya, pipi kanan-kiri sedikit menjungkit ke atas. Memang sedikit, tapi sedikit-sedikit begitu lagi tampang yang dilihatkannya. Wajar saja, dia membawa wajah seperti itu. Proyek bukunya ternyata sudah kelar. Meski susah payah melihat dia di ruangan, ternyata saat datang dia membawa beberapa judul buku yang akan dilaunching. Termasuk buku Kakek Jahil. Buku pertama yang ditulisnya sendiri. Penerima Pena Sarjana, Anugerah Student Award

Club Menulis itu termasuk orang yang pandai menebar nularkan semangat menulis. Jikalau tidak, bagaimana mungkin Mahasiswa PPL Tarbiyah di SMA Negeri 7 Pontianak itu mau membuat tulisan. Begitu juga dengan siswa di kelas XI IPA 2. Setelah menebar nular berhasil. Tulisan-tulisan pun terkumpul. Lagi, Holi melanjutkan proyeknya. Dia yang menjadi editor buku Opera Van Java itu kembali mengedit karyakarya siswa dan teman-temannya. Buku yang berasal dari sekolah beralamat di Jalan Sulawesi Dalam No. 10 itu akhirnya memiliki judul. Love Is Me; Profil Mahasiswa PPL STAIN SMAN 7 Pontianak Tahun 2012 dan The Cursed Cinderella;

Kumpulan Cerpen Siswa Kelas XI IPA 2 SMAN 7 Pontianak. Holi pasti gigih mengajak siswa dan teman-temannya itu menulis. Segigih dia “menagih” tulisan pengalaman teman-teman Club Menulis saat kampanye kepenulisan di Khulafaur Rasyidin. Hal serupa juga yang dilakukannya pada Hikmah, salah satu anggota yang ditunjuk menjadi editor buku karya santri di sana. Penagihan itu bukan tidak beralasan. Holi pasti ingin teman-temannya bekerja dengan disiplin. Tidak menunda dan bisa berkarya lagi. Holi juga ingin segera membuat sampulnya. Hasilnya, buku para santri itu bersampul, dengan corak warna biru-putih tertulis Kenangan Terindah sebagai judul besar.

Holi juga mendesain cover untuk buku Love Is Me yang di belakangnya terdapat foto penulis, mereka diantaranya Nur Fitriani, Maulida Ahmad Sidiq, Abdul Kholis, Dini Ratih Purwani, Emylna, dan Holi Hamidin. Begitu juga dengan buku Menuju KR; catatan perjalanan kampanye kepenulisan di KR. Banyak hal yang dilakukan oleh Holi agar proyeknya berhasil dan misi menebar nularnya itu sukses. Sebab apa yang dilakukannya tidak hanya untuk rasa senang sendiri ketika buku itu terwujud. Orang-orang yang terlibat dalam proyek ini tentu juga merasa senang. Bahkan kami teman-teman Club Menulis lainnya yang hanya menerima jadi buku itu selesai.

Penerbit: PT. Borneo Tribune Press. Direktur Utama: W Suwito, SH, MH. Penasehat Hukum: A. Ambo Mangan, SH, MH, Martinus Ekok, SH, MH. Pemimpin Umum: Sisa Primashinta. Senior Editor: H. Nur Iskandar, SP, Tanto Yakobus, Alexander Mering. Wakil Pemimpin Redaksi: Budi Rahman. Redaktur: Andry, Agus Wahyuni, Aulia Marti, Hairul Mikrad, Yusriadi, Viodeogo. Reporter: Abdul Khoir, Andika Lay, Yulan Mirza, Achmad Mundzirin, Achmad Munandar, Ubay. Biro Kubu Raya: Hanoto Jl. Sui Raya Dalam (081522711111). Biro Mempawah: Johan Wahyudi, Jl. Pendidikan Gg. Suka Mulya No.10 (085654587038). Sambas: Amrul Ambiya (Kontributor/Pemasaran), Jl. Suka Mantri (085245527602). Biro Bengkayang: Mujidi, Jl. Pahlawan No. 10, Kelurahan Bumi Emas Bengkayang (085245247955). www.borneo-tribune.net Landak: Yohanes Ngalai/Pemasaran, Jl. Barage Gg. Pak Kasih No. 51 Ngabang (085822062880). Biro Sanggau: Ratnasari Jl. Agus Salim No.10 (085245904505). Biro Melawi: Eko Susilo (0812-56452946) TERBIT SEJAK 19 MEI 2007 Jl. M Saad, Gg. Kayan, Serundung- Nanga Pinoh. Biro Sekadau: Bagus Kosminto, Jl. Irian No. 41 Sekadau Hilir (085245743683). Biro Sintang: Endang Kusmiyati (08524-5006757), Saumin (Pemasaran) (085284291321) Jl. JC Oevang Oeray, Gg. Ahmad 2. Biro Kapuas Hulu: Jl. Kenanga, Ruko Pemda Blok B. 6 Putussibau Utara (08562569007). Ketapang: Jaidi Chandra (Kontributor), Jl. Gajah Mada No. 156 (081345450988). Fotografer: Ulla Asri Sekretaris Redaksi: Erika Sudiardjo Umum: Emiliana (Manajer), Fitriyana,. Percetakan/Pracetak: Ukan Dinata. Staf Pracetak: Fahmi Ichwan, Syam „ Wartawan, Kontributor, Intensive Programme dan Abubakar, M. Taufik,. Staf Percetakan: Andre, Nurhalis, Rustam. Marketing: Sisa Primashinta, Hesty Yosana, Aldi Chairudin, Ardiansyah. Desain Iklan: Atika Ramadhani, M. Affandy,Ferry Ade Putra Freelancer Borneo Tribune dibekali identitas, surat Sirkulasi: Dhani, Suprianto. Keuangan: Jumi Erlinasari, Tri Agustin, Kusnan, Husada, IT: Iwan Siswanto. Tarif Iklan: BW (black and white) Rp 6000/mm kolom, Full Colour hal 1 Rp 15.000/mm kolom, tugas atau tanda pengenal (ID-Card) dan dalam mehalaman dalam Rp 12.000/mm kolom. Alamat Kantor Bisnis dan Alamat Redaksi: Jalan Purnama Dalam No 2 Pontianak Telpon 0561-767788 Fax 0561-766103. E-mail: borneotribune@yahoo.com laksanakan tugas jurnalistiknya tidak diperkenankan menerima suap atau amplop

Borneo Tribune


Serba Serbi

Borneo T Tribune

Jumat, 16 November 2012

3

Ibra Kalahkan Inggris STOCKHOLM - Zlatan Ibrahimovic menjadi bintang kemenangan bagi Swedia. Bomber Paris St Germain itu mencetak empat gol untuk membawa negaranya menang 4-2 atas Inggris, Kamis (15/ 11/2012) dinihari WIB. Pada laga yang dihelat di

Friends Arena, Stockholm, itu, Inggris tampil tanpa diperkuat oleh Wayne Rooney yang tengah cedera, namun Steven Gerrard, yang sempat mendapatkan cedera ringan akhir pekan lalu, tampil sejak awal. Gerrard pun mencatat caps-nya yang ke-100

bersama The Three Lions. Sementara, Swedia tampil dengan mengandalkan Ibra dan bomber Udinese, Mathias Ranegie. Swedia kemudian terbukti tampil lebih agresif. Ibra menjadi pemain yang paling banyak melepaskan tembakan; 9 tembakan, di mana empat di antaranya berstatus on target dan semuanya berujung menjadi gol. Ranegie punya tiga tembakan, namun tak ada satu pun yang tepat sasaran. Sedangkan dari kubu Inggris, Gerrard dan Leon Osman tercatat sebagai pemain yang paling aktif melepaskan tembakan. Keduanya sama-sama melepaskan empat shots, dan Osman punya tiga shots on target di antaranya. Swedia unggul di menit ke20 lewat Ibra. Gol tersebut bermula dari kegagalan Inggris mempertahankan penguasaan bola. Martin Olsson kemudian melepaskan umpan yang lantas diselesaikan Ibra lewat sebuah sepakan kaki kanan dari jarak dekat. Kedudukan 1-0 untuk tuan rumah itu hanya bertahan sampai menit ke-35. Inggris menyamakan kedudukan dan kemudian berbalik unggul. Gol pertama Inggris diciptakan oleh Danny Welbeck. Sang penyerang berhasil menyelesaikan umpan yang dilepaskan oleh Ashley Young dari sisi kiri. Sebelumnya, ia

dua gol, Ibra kemudian mencetak hat-trick. Gol ketiganya itu tercipta di menit ke-85 lewat sebuah tendangan bebas dari luar kotak penalti. Eks bomber AC Milan ini melepaskan sebuah tembakan datar ke arah pojok kanan. Swedia berbalik unggul. Ketika pertandingan tampak akan berakhir dengan skor 3-2, Ibra kembali menambah gol. Gol terakhirnya ini tercipta dari jarak sekitar 28 meter, di mana ia melepaskan sebuah tembakan overhead. Dia benar-benar menjadi bintang dari pertandingan ini. Ibra 4, Inggris 2.

terlebih dulu melepaskan diri dari penjaganya. Tiga menit berselang, giliran Steven Caulker yang membobol gawang Andreas Isaksson. Bek Tottenham Hotspur itu menyambut tendangan bebas Gerrard dan menyelesaikannya dengan

sebuah sepakan kaki kiri, tepat di depan gawang Isaksson. Babak pertama pun berakhir dengan skor 21 untuk keunggulan Inggris. Di babak kedua, Swedia punya sejumlah peluang. Namun, baru di menit ke-77 mereka berhasil menyama-

kan kedudukan. Gol kedua tuan rumah berawal dari chip pass yang dilepaskan oleh Anders Svensson. Bola melambung melewati pertahanan Inggris dan Ibra menyelesaikannya dengan sebuah tembakan voli. Tak cukup hanya mencetak

Susunan Pemain Swedia: Isaksson, Lustig (Sana 73), Jonas Olsson, Granqvist (Antonsson 73), Martin Olsson (Safari 45), Elm, Sebastian Larsson (Jansson 86), Kallstrom (Svensson 61), Kacaniklic, Ranegie (Wernbloom 89), Ibrahimovic. Inggris: Hart, Johnson (Jenkinson 75), Baines, Cahill, Caulker (Shawcross 75), Gerrard (Huddlestone 75), Sterling (Zaha 84), Osman, Cleverley (Wilshere 62), Young (Sturridge 61), Welbeck. (detiksport)

Argentina Imbang, Messi Kecewa RIYADH - Argentina hanya bermain imbang tanpa gol saat melawat ke Arab Saudi. Kendati hanya laga uji coba, Lionel Messi mengaku kecewa dengan skor kacamata tersebut. Bertanding di King Fahd International Stadium, Kamis (15/11/2012) dinihari WIB, Argentina terus mendominasi di sepanjang pertandingan. Tetapi pasukan Frank Rijkaard pun meladeninya dengan permainan terbuka. Setelah saling tukar peluang, laga pun berkesudahan tanpa gol. ”Kami memberikan semua dalam pertandingan ini. Sangat memalukan untuk mengakhiri tahun dengan cara seperti ini, setelah apa yang telah kami capai sejauh ini,” ujar Messi seperti dilansir AS. ”Kami bermain baik dalam pertandingan ini, tapi kami tak meraih kemenangan. Kami harus memastikan hal semacam ini tak akan terjadi lagi. Kami mengacaukan hari ini sebab anda bermain untuk Argentina, anda diharapkan untuk menang, dan hari ini kami tak menang.” Dengan tegas, Messi menyebut tak ada perbedaan berarti antara laga persahabatan dengan laga kompetitif. Semua laga, bagi La Fulga, harus dijalani dengan profesional. ”Setiap pertandingan adalah penting, meskipun pertandingan persahabatan seperti hari ini,” tegas striker Barcelona itu. (detiksport)

Solusi Tepat Terobosan Terbaru TCM

ATASI SEGALA MACAM PENYAKIT PRIA Ciri khas kemanjuran & keunggulan Hongkong Medistra TCM sangat jelas dengan resep kuno kekaisaran, resep rahasia turun temurun serta herbal Tiongkok alami, intinya adalah mengobati berbagai penyakit bandel yang susah disembuhkan, khusus menangani berbagai jenis penyakit kronis, begitu diobati langsung dapat dirasakan manfaatnya. Efektif mengobati berbagai penyakit kronis sampai akarnya, tanpa efek samping, setelah diatasi tidak mudah kambuh kembali. Menurut survey terbaru, disfungsi seksual pria termasuk penyakit yang sangat banyak diderita. Terutama persentase penderita impotensi, ejakulasi dini, radang prostat mengalami kenaikan pesat, berdampak jauh lebih parah bagi psikologi dan jiwa, dibanding penyakit pria lainnya, juga merupakan 30% alasan retaknya keharmonisan rumah tangga, menghancurkan kepercayaan diri pria. Penyakit fungsi seksual menimpa pria pada berbagai kalangan usia dan harus diobati sedini mungkin agar tidak memburuk hingga menimbulkan penyakit komplikasi bandel lainnya yang sangat parah dan berbahaya. Hongkong Medistra TCM ada konsultan Sinshe ahli TCM (Traditional

Chinese Medicine) ternama dari Tiongkok yang siap membantu Anda. Melalui pengalaman kerja keras puluhan tahun akhirnya berhasil menemukan terobosan terbaru, khusus mengatasi disfungsi seksual pria, seperti: Impotensi, Ejakulasi Dini, Radang Prostat, Sperma Mati, Tidak ada Sperma, Alat vital tidak normal, Kemandulan, dll. Hasilnya relatif cepat, aman dan tanpa efek samping. Terobosan metode TCM dengan herbal berharga alami yakni “Qiang Yang Bu Shen Liao Fa” ini dipadukan akupuntur elektroterapi sangat terkenal diberbagai Negara, berfungsi memperkuat ginjal & sperma, menyeimbangkan unsur yin & yang didalam tubuh, setelah diatasi bisa menormalkan fungsi seksual, masa berhubungan bisa lebih lama. Rata-rata setelah 2-3 tahap pengobatan, gejala penyakit seperti kencing terasa sakit, sering kencing, tidak tahan kencing, kencing tidak bertenaga, tidak tuntas, bernanah dan lainnya berangsur menghilang secara nyata, sistem reproduksi kembali normal, bisa diatasi hingga ke akar penyakit dan tidak mudah kambuh lagi.

Untuk Konsultan & Pengobatan Hubungi :

HONGKONG MEDISTRA TCM Jl. H. Agus Salim No. 126 Pontianak - Kalimantan Barat Telp. (0561) 733268 HP. 0821 5279 7888 Hari Senin - Sabtu Buka Jam 09.00 s/d 17.00 WIB Minggu & Libur Besar Jam 09.00 s/d 13.00 WIB


Kalimantan Barat - Kota Pontianak Borneo Tribune

Jumat, 16 November 2012

4

Realisasi APBD Kalbar 73,98 Persen

Presiden Tidak Puas Andika Lay Borneo Tribune, Pontianak Sekda Kalbar Drs M Zeet Hamdy Assovie, mengatakan sampai dengan minggu keempat bulan Oktober tahun 2012 realisasi APBD Pemprov Kalbar telah mencapai 73,98 persen dari total platfond anggaran pada APBD tahun anggaran 2012. Hal ini menjelaskan, capaian realisasi anggaran masih belum mencapai target yang ditentukan yakni sebesar 83,33 persen. “Serapan anggaran selalu di bawah level 80 persen yang berarti terdapat sisa anggaran lebih (Silpa),” kata M Zeet Hamdy Assovie,

Rabu (14/11). Sebelumnya muncul polemik, penyebab lemahnya serapan anggaran karena proses tender pengadaan barang dan jasa di lingkungan pemerintah daerah membutuhkan waktu lama. Di sisi lain, para pejabat publik enggan menjadi pimpinan proyek (Pimpro) karena takut di kemudian hari dipersoalkan oleh lembaga penegak hukum yang khusus membidangi pemberantasan korupsi. “Kini, tak sedikit pejabat publik yang sebelumnya bertanggung jawab soal anggaran negara terpaksa harus menjadi pesakitan karena disangka korupsi,” jelasnya. Belakangan ini, peraturan

tender sudah diperbaiki melalui Perpres Nomor 54/2010 tentang pengadaan barang dan jasa pemerintah yang telah diubah beberapa kali dan terakhir diubah dengan Perpres No 70/2012. “Perubahan terakhir Perpres tentang pengadaan barang dan jasa pemerintah digadang-gadang akan dapat lebih memacu proses penyerapan anggaran, khusunya belanja yang memerlukan proses lelang,” ujarnya. Diakuinya, Perpres 54/ 2010 yang lalu belum menunjukkan keberhasilan. Niatnya mempercepat realisasi anggaran, tetapi hasilnya belum terwujud. “Saya harap Perpres 70/

2012 dapat menjawab sebagian besar tantangan pemerintah dalam rangka penyerapan anggaran, baik yang bersumber dari APBD maupun yang bersumber dari APBD,” harapnya. Ketua TEPPA Pemerintah pusat pada saat rapat konsolidasi evaluasi penyerapan anggaran dengan kementerian atau lembaga beberapa waktu lalu terungkap, ketidakpuasan presiden terhadap daya serap anggaran yang rendah dalam kurun waktu 3 tahun terakhir, yakni dari tahun 2009 sampai dengan tahun 2011. “Yang lebih irasional adalah kemampuan untuk menyerap anggaran sebesar Rp

Sekda Kalbar, Drs M Zeet Hamdy Assovie. FOTO Andika Lay/Borneo Tribune.

Pawai Akbar Diiringi Pameran Makanan Khas

270 triliun hanya dalam tempo 1 bulan,” jelasnya. Dijelaskannya, presiden telah memberikan beberapa arahan di antaranya, kementerian atau lembaga, serta pemerintah daerah segera melakukan percepatan penyerapan anggaran. “Benahi aturan, reward dan punishment. Ini terkait dengan proses percepatan penyusunan petunjuk teknis terhadap pelaksanaan anggaran dana perimbangan di daerah,” ujar M Zeet Hamdy Assovie. Presiden juga meminta melaporkan perkembangan penyerapan anggaran dimaksud secara berkala, yakni bulan April, Agustus, dan November. o

Penanganan Unjuk Rasa Jangan Ada Korban Andika Lay Borneo Tribune, Pontianak

tur upacara HUT Brimob. Dikatakannya, Kapolri telah menekankan kepada masing-masing Kapolda untuk mengantisipasi terjadinya konflik sosial. “Ke depan Polda Kalbar akan melaksanakan perlombaan kampung aman yang bekerjasama dengan walikota, bertujuan untuk meningkatkan situasi keamanan yang semakin kondusif,” jelasnya. o

ATRAKSI Kapolda Kalbar Brigjen Pol Unggung Cahyono didampingi Kasdam XII Tanjungpura, Brigjen TNI Robby Win Kadir menyaksikan aktraksi. FOTO Andika Lay/Borneo Tribune.

Disdik Sambas Rehab 43 Gedung SMP Amrul Borneo Tribune, Sambas

PELEPASAN PESERTA. Walikota Pontianak Sutarmidji bersama Kombes Pol Muharrom Riyadi menyaksikan pelepasan peserta pawai jalan santai pada peringatan 1 Muharram 1434 Hijriyah di depan Kantor Walikota Pontianak, Kamis (15/11) pagi kemarin. Ribuan warga Kota Pontianak menyemarakkan peringatan ini. Antusiasme masyarakat yang tinggi hingga panitia membatasi peserta demi kelancaran lalu lintas. FOTO: Ubay KPI/Borneo Tribune Ubay KPI Borneo Tribune, Pontianak Masih seperti pada tahun sebelumnya, Panitia Harihari Besar Islam (PHBI) Kota Pontianak memperingati 1 Muharram dengan pawai akbar kendaraan hias dan jalan santai. Namun bedanya pada tahun ini, peringatan 1 Muharram 1434 Hijriyah dibarengi dengan pameran makanan khas Kota Pontianak. Makanan khas Kota Pontianak yang beraneka jenis dipamerkan di halaman Kantor Walikota Pon-

tianak dan diresmikan istri Sutarmidji usai pelepasan jalan santai peserta pawai akbar. Pawai akbar yang menjadi agenda utama kemarin diikuti ribuan warga dari berbagai lapisan masyarakat. Dengan melibatkan sekolah dan yayasan. Jalan Rahadi Usman dari depan Makodam XII/Tanjungpura hingga Kantor Pos Lama sesak oleh peserta. Dentuman rebana dan marching band ikut menyemarakkan pawai yang dilombakan dan dilepas oleh Walikota Pontianak beserta Kapolresta Kota Pontianak tersebut.

Sutarmidji mengatakan, tahun baru islam mengajarkan bagaimana tata kehidupan bermasyarakat. Khusus di Kota Pontianak, melalui pagelaran pawai akbar dapat semakin menyatukan keberagaman yang ada. Tetap menghargai ragam warna dan budaya yang ada di Kota Pontianak. Sehingga terciptalah situasi aman, nyaman, harmonis yang berpengaruh pada kemudahan dalam menggapai kesejahteraan. Soal peserta, Midji menilai pawai akbar tahun ini lebih ramai dari sebelumnya. Bahkan melebihi target yang diinginkan, “Andai tak

dibatasi mungkin akan lebih banyak. Pembatasan tersebut kita lakukan supaya tidak terlalu mengganggu lalu lintas di jalan raya,” ujarnya. Mengenai kuliner khas Kota Pontianak, ia ingin memperkenalkan makanan khas kota sendiri kepada generasi muda, serta membangkitkan kuliner khas yang nyaris sirna oleh beragam kuliner anyar. “Sekarang kita kembangkan kembali kuliner sendiri dengan berbagai kreaasi dan inovasi baru. Namun tak sampai meninggalkan aslinya,” pungkasnya. o

Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Sambas Yusniar, S.Pd, M.Si mengatakan akan melakukan perehaban 43 gedung Sekolah Menengah Pertama (SMP). Hal ini sesuai dengan Surat

Keputusan (SK) Bupati Sambas, yang dialokasikan Dana Alokasi Khusus (DAK). Ia mengatakan, perehaban ini dikhususkan untuk sekolah yang mengalami rusak berat, dana berasal dari APBN pusat dan dana sharing daerah. Satu lokal dananya sebesar Rp 90 juta, setiap sekolah dikhususkan dua

lokal dengan besaran dana Rp 180 juta. Jumlah sekolah SMP di luar MTS ada 106 sekolah. “Kegiatan rehab atas kerusakan 43 sekolah sudah dimulai tahun 2012, sekarang dilakukan secara swakelola, kita berharap mudah-mudahan rehabnya akan cepat selesai,“ harapnya. o

Liburan Panjang, Masyarakat Manjakan Diri Yulan Mirza Borneo Tribune, Pontianak Masyarakat Kota pontianak memanfaatkan hari libur panjang dengan mengunjungi tempat rekreasi kolam renang Oevang Oeray Pontianak. Sebagian masyarakat Kota Pontianak memilih memanjakan dirinya untuk berenang bersama keluarga maupun kelompok remaja putra-putri. Mereka asyik bercengkerama di parkiran sambil menunggu kawan-kawannya untuk datang. Heri, warga

Purnama mengaku sengaja memilih tempat rekreasi kolam renang itu sebagai tempat refreshing sekaligus cuci mata. “Kali-kali aja dapat kenalan bang,” jelas pria berusia 16 tahun tersebut. Pendapat berbeda disampaikan Derry yang telah berkeluarga dan telah dikaruniai dua anak ini, sengaja memilih untuk menghilangkan rasa penat selama melaksanakan aktivitas di kantornya. “Pada hari libur ini, kami memanfaatkan untuk membawa keluarga untuk bersantai sekaligus refreshing,”

jelasnya. Di tempat berbeda yaitu Rindang Alam, Jalan Ampera, Pontianak juga diserbu sebagian masyarakat Kota Pontianak. Mereka memilih di tempat tersebut lantaran jauh dari tempat kebisingan kota. “Disini agak lumayan. Tidak terlalu berisik dan bebas polusi,” ujar Bambang yang mengaku berdomisili di Sungai Raya Dalam, Kabupaten Kubu Raya. Menggunakan kendaraan roda empat, ia bersama istri dan seorang anaknya menuju ke tempat rekreasi tersebut untuk refreshing. o

CMYK

CMYK

Kapolda Kalbar Brigjen Polisi Unggung Cahyono menyatakan, menindak lanjuti pengarahan Kalpolri mengenai penanganan unjuk rasa dan perlu ditindak lanjuti oleh seluruh Kapolda. Dalam pengamanan unjuk rasa, Kapolri mengharapkan tidak terjadi adanya koban

baik dari masyarakat sendiri maupun anggota. “Kita mengharapkan semua permasalahan yang terjadi lebih ditangani dengan tindakan persuasif, simpatik. Tadi telah kita lihat bersama berbagai tarian yang bernuasa etnis hasil perpaduan lokal yang mencerminkan persatuan dan kesantuan bangsa Indonesia,” kata Brigjen Pol Unggung Cahyono, Rabu (14/11) usai menjadi inspek-


Mempawah-Kubu Raya Borneo Tribune

Jumat, 16 November 2012

5

UMK KKR Lebih Tinggi dari Upah Provinsi

Buruh Minimal Terima Rp.1.160.000/Bulan lalu, sebesar Rp.1.060.000. “UMK Kabupaten Kubu Raya lebih besar, dan ini sudah sesuai,” katanya, Rabu (14/11). Agus menambahkan UMK yang telah ditetapkan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya juga lebih besar. Dimana sebelumnya UMK Kabupaten Kubu Raya, Rp 910.000. Agus menjelaskan penen-

Semua unsur sudah dilibatkan, sehingga diharapkan UMK yang telah ditetapkan dapat diterapkan

Kembangkan Budaya Lokal Johan Wahyudi Borneo Tribune, Mempawah Asisten III Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, Kartius mengatakan sejalan perkembangan zaman, pengaruh globalisasi yang melanda dunia sebagai akibat dari kemajuan dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, tak bisa dihindari terjadinya interaksi antar budaya terutama dengan budaya luar yang bersifat destruktif. Kondisi ini pada gilirannya dapat melumpuhkan sendisendi kebudayaan yang lam-

bat laun secara alamiah apabila tidak diantisipasi secara aktif tidak saja akan kehilangan jati diri tetapi dapat punah tergilas dinamika arus zaman. “Kebudayaan lokal harus terus dikembangkan. Untuk itu, upaya-upaya yang cenderung menutup diri dari budaya luar juga harus dihindari karena tidak realistis dan malah menyebabkan budaya tersebut terkungkung, punah, dan tenggelam oleh dinamika perkembangan masyarakat yang selalu bergerak dinamis,” kata Kartius, saat menghadiri kegiatan seni budaya karapan

sapi di Desa Galang, Kecamatan Sungai Pinyuh. Untuk itu, Kartius menilai sudah sepantasnya memberikan ruang gerak yang luas bagi pembangunan dan pengembangan budaya masyarakat dalam rangka pengembangan kebijakan kebudayaan daerah. “Provinsi Kalbar sangat kaya akan keanekaragaman budaya, adat istiadat, dan kesenian dari berbagai suku. Persoalannya, bagaimana memberdayakan dan meningkatkan kualitasnya sehingga mampu menimbulkan nilai tambah positif dan menjadi sarana kompetisi

yang sehat dalam mencapai kemajuan bersama masyarakat Kalbar dan Kabupaten Pontianak,” ungkapnya. Bahkan Pemprov Kalbar sendiri, diakui Kartius memiliki komitmen yang kuat dan akan terus mendorong serta memberdayakan potensi budaya, adat istiadat, dan pariwisata di daerah. Komitmen itu hendaknya mendapat dukungan dari seluruh elemen masyarakat dan dunia usaha sehingga visi masyarakat Kalbar bisa tercapai untuk membangun keunggulan yang kompetitif dari berbagai bidang. o

Peringatan Hari Aids Sedunia 2012

Pemda Gelar Sepeda Santai Berhadiah Johan Wahyudi Borneo Tribune, Mempawah Puncak peringatan Hari AIDS Sedunia (HAS), 1 Desember 2012 mendatang, Pemda Kabupaten Pontianak akan melaksanakan sepeda santai berhadiah yang dipusatkan di halaman Kantor Bupati Pontianak. “Insya Allah, pada puncak HAS 2012, Pemda akan melaksanakan sepeda santai

berhadiah, rencananya akan dilepas langsung Bupati Pontianak, Ria Norsan,” kata Kasubbag Humas Setda Kabupaten Pontianak Suroto, usai mengikuti rapat Panitia HAS 2012 bersama Ketua Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Pontianak, Westi Anas di Aula Wakil Bupati Pontianak. Lanjutnya lagi, kegiatan sepeda santai keliling Kota Mempawah terbuka untuk umum dan akan diikuti lang-

FOTO: Johan W / Borneo Tribune

Suroto

sung Bupati Ria Norsan, beserta para pejabat Pemerintah Kabupaten Pontianak dan sejumlah instansi terkait lainnya. “Sebelumnya, pada 24 November akan digelar penyuluhan HIV/AIDS dan anti narkoba di Kecamatan Sungai Pinyuh. Bertindak sebagai pemateri yakni tim penyuluh Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) dan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Pontianak,” katanya. o

Pembangunan Perumahan Harus Sesuai Peraturan Achmad Munandar Borneo Tribune, Kubu Raya Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Kebersihan Kabupaten Kubu Raya menggelar sosialisasi tentang peraturan daerah tentang perizinan bangunan kepada sejumlah developer di Kabupaten Kubu Raya, Rabu (14/11). Kepala Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Kebersihan Kabupaten Kubu Raya, Rusnaldi mengatakan perencanaan dan pengendalian pemanfaatan ruang, khususnya ditujukan untuk penyelenggaraan bangunan gedung, saat ini harus menjadi prioritas. Hal ini sangat perlu mendapatkan perhatian untuk menghindari dan mengantisipasi terjadinya berbagai permasalahan ruang yang komplek dan menstruktur. Menurutnya, tujuan dari dilaksanakannya sosialisasi ini pun untuk menjaring isu dan permasalahan terkini terkait dengan pelaksanaan

program pengembangan perumahan, mendorong kinerja aparat pemerintah daerah dalam menyelenggarakan pengembangan perumahan, kawasan permukiman, dan mensosialisasikan standar operasi prosedur pengurusan IMB perumahan beserta aspek teknis dan administratif. Rusnaldi menjelaskan, saat ini dapat diamati secera kasat mata mulai maraknya pendirian bangunan gedung yang terdiri dari berbagai fungsi, peruntukan diantaranya yang saat ini menunjukan jumlah yang cukup siginifikan adalah pembangunan perumahan. “Kabupaten Kubu Raya yang berbatasan dengan Kota Pontianak tentu akan berdampak pada tingginya permintaan kawasan pemukiman dan perumahan,” katanya. Saat ini, lanjut Rusnaldi beberapa bangunan, prasarana dan sarana yang berskala internasional, nasional dan provinsi telah terbangun maupun yang masih dalam tahap perencanaan. Tentu pembangunan yang

saat ini berjalan mempunyai andil yang cukup besar dalam percepatan pembangunan di Kabupaten Kubu Raya. Selain itu, dampak dari pembanguan yang terus berlanjut sangat mendukung upaya percepatan pembangunan wilayah dalam membangun kesejahteraan masyarakat. Khususnya tuntutan pemanfaatan ruang tahap yang semakin meningkat memerlukan pengendalian yang cermat dan bijak. “Pembangunan perumahan sangat diutamakan bagi masyarakat berpenghasilan rendah, sehingga dengan demikian dapat menikmati rumah layak huni,” tuturnya. Menurut Rusnaldi, untuk kendali pemanfaatan ruang, dan bangunan gedung, pemerintah telah menetapkan berbagai ketentuan diantaranya Undang-undang Nomor 28 Tahun 2002 tentang bangunan gedung. Dan Undang-undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang penataan ruang. Sedangkan untuk keperluan operasional di Kabupaten Kub uRaya, pada 6 Januari

2010 lalu telah ditetapkan peraturan daerah Kabupaten Kubu Raya Nomor 1 Tahun 2010 tentang retribusi izin mendirikan bangunan. “Peraturan yang ada diharapkan, dapat dipahami oleh pengusaha pengembang perumahan untuk tertib bangunan gedung secara proposional,” harapnya. Sebagaimana yang diamanatkan dalam UU Nomor 28 Tahun 2002 tentang bangunan gedung, Rusnaldi menyataan untuk terwujudnya tertib penyelenggaraan bangunan gedung dan menjamin keandalan teknis bangunan gedung serta terwujudnya kepastian hukum dalam penyelenggaran bangunan gedung. Maka setiap pendirian bangunan gedung harus berdasarkan izin mendirikan bangunan gedung (IMB). “Tujuan dari sosialisasi ini, dapat memfasilitasi, mengkoordinir, dan mensosialisasikan strategi rencana dan pembangunan perumahan dan kawasan pemukiman. Ini salah satu tujuannya,” terangnya. o

tuan UMK ditentukan bukan hanya sepihak oleh Pemkab Kubu Raya, akan tetapi penentuan UMK dilakukan berdasarkan rapat bersama yang melibatkan pihak pengusaha, buruh yang diwakili serikat buruh, perguruan tinggi, pemerintah dan pengawas tenaga kerja. “Hasil kesepakatan UMK sudah diusulkan kepada Pemerintah Provinsi melalui Bupati Kubu Raya,” ucapnya. Berdasarkan kebutuhan hidup layak, Agus menyakini karena penentuan UMK sudah sesuai dengan KHL. Karena untuk menentukan UMK sudah melibatkan semua unsur yang berkepen-

tingan dan melibatkan perguruan tinggi untuk melakukan kajian. Penetapan UMK yang sudah dianggap sesuai dengan KHL, menurut Agus adalah sebagai upaya pemerintah mengakomodir kebutuhan buruh. Dimana, seperti yang diketahui persoalan penentuan UMK terkadang menyulut aksi butuh. Dengan penetapan UMK yang lebih dari UMP, maka diharapkan buruh dapat menerima upah sesuai dengan harapan mereka. Agus berharap pihak pengusaha di Kabupaten Kubu Raya menaati keputusan rapat bersama mengenai besaran UMK yang harus diba-

yar kepada buruh. Jangan sampai UMK yang telah ditentukan hanya disepakai di atas kertas sementara aplikasi di lapangan buruh masih menerima upah yang tidak sesuai. “Semua unsur sudah dilibatkan, sehingga diharapkan UMK yang telah ditetapkan dapat diterapkan,” harapnya. Agus juga mengimbau kepada buruh, jika menemukan perusahaan yang tidak membayar upah sesuai dengan UMK untuk segera melapor ke Dinsosnaker Kabupaten Kubu Raya, sehingga pemerintah dapat segera mengambil tindakan untuk memperjuangkan nasib buruh. o

Pendidikan Karakter Jadi Program Daerah Johan Wahyudi Borneo Tribune, Mempawah Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Pontianak, Zulkifli Salim mengatakan pendidikan karakter tidak hanya fokus terhadap upaya mencerdaskan intelektual maupun kompetensi generasi muda, tapi guna kecerdasan secara emosional dan spiritual. “Keberadaan dan penerapan pendidikan karakter diharapkan bisa mencerdaskan generasi muda. Tidak hanya kecerdasan secara intelektual, tapi juga beriman, berakhlak mulia, cerdas dan kreatif, dan menjadi manusia Indonesia yang kreatif,” katanya. Lebih lanjut, Zulkifli Salim menjelaskan pendidikan karakter merupakan perpaduan yang seimbang diantara empat hal yaitu, olah hati, olah pikir, olah rasa dan karsa, dan olahraga. Olah hati bermakna berka-

FOTO: Johan W / Borneo Tribune

Zulkifli Salim ta, bersikap, dan berperilaku jujur. Olah pikir, yang selalu merasa membutuhkan pengetahuan. Olah rasa artinya memiliki cita-cita luhur, dan olahraga maknanya menjaga kesehatan seraya menggapai cita-cita tersebut. “Dengan memadukan secara seimbang keempat anasir kepribadian itu generasi muda akan mampu menghayati dan membatinkan nilai-nilai luhur pendidikan karakter, sehingga generasi muda handal sebagai calon pemimpin bangsa di masa depan bisa kita persiapkan,” ucapnya.

Penerapan pendidikan karakter bagi generasi muda, dijelaskan Zulkifli Salim, menjadi salahsatu komitmen Pemerintah Kabupaten Pontianak, baik melalui lembaga pendidikan formal maupun informal. “Sejak 2011 lalu, pendidikan karakter merupakan salahsatu program daerah. Melalui ESQ 165, Pramuka, hingga pendidikan ekstrakulikuler lainnya selalu menekankan pada pendidikan karakter didalam setiap materi pembelajarannya,” katanya. Sedangkan untuk pendidikan karakter di sekolah, dijelaskan Zulkifli Salim, sudah terintegrasi dengan seluruh mata pelajaran, dan tidak berdiri sendiri. “Pendidikan karakter di seluruh mata pelajaran, sudah kita atur dalam rencana pembelajaran 2012-2013. Disamping itu, kita tetap memberikan tambahan pembelajaran tentang pendidikan karakter di luar jam sekolah,” jelasnya. o

Pengiriman TKI Harus Selektif Achmad Munandar Borneo Tribune, Kubu Raya Kasus pemerkosaan yang dialami tenaga kerja Indonesa (TKI) dengan pelaku diduga tiga oknum anggota kepolisian Pemerintah Malaysia harus mendapat perhatian khusus Pemerintah Republik Indonesia. Demikian disampaikan Sekretaris Komisi D DPRD Kabupaten Kubu Raya, Mustafa MS, Selasa (13/11). Mustafa mengatakan pemerintah harus mendorong Pemerintah Malaysia untuk menindak tiga oknum anggota kepolisian tersebut. Karena pada dasarnya tindakan yang dilakukan sama hal dengan pencorengan hukum. “Kami meminta Pemerintah Malaysia untuk menindak oknum polisi itu,” tegasnya. Kasus pemerkosaan yang dialami TKI, lanjut Mustafa bukanlah yang pertama kali. Seperti yang diketahui, banyak TKI yang bekerja ke

Masyarakat jangan pernah mudah percaya dengan janji-janji manis mendapatkan pekerjaan enak di luar negeri

Pemerintah Kabupaten Kubu Raya telah menetapkan upah minimum kabupaten (UMK) untuk 2013. Buruh setiap bulannya minimal bakal menerima Rp.1.160.000 dari tempat bekerja. Kepala Dinas Sosial dan

Tenaga Kerja (Dinsosnaker) Kabupaten Kubu Raya, Agus Suparwanto mengatakan pemerintah Kabupaten Kubu Raya telah menetapkan besaran UMK. Jika dibandingkan, UMK Kabupaten Kubu Raya lebih besar dibanding dengan upah minimum provinsi (UMP) yang telah ditetapkan Gubernur Kalimantan Barat beberapa waktu

Achmad Munandar Borneo Tribune, Kubu Raya

Malayasia mengalami tindakan tidak menyenangkan, mulai dari kekerasan, pemerkosaan, bahkan kembali ke tempat asalnya tanpa nyawa. Dalam hal ini Pemerintah Indonesia harus bersikap tegas, jika memang diperlukan Duta Besar Malaysia dipulangkan negara asalnya. Mustafa menegaskan, sebagai bentuk penolakan terhadap kekerasan, pelecehan, pemerkosaan yang dilakukan oleh tiga oknum anggota polisi Malayasia, pemerintah ha-

rus segera kembali mengkaji hubungan diplomatik. “Kasus ini harus diusut sampai tuntas,” ucapnya. Khusus untuk masyarakat Kabupaten Kubu Raya, Mustafa menambahkan, kalaupun ada pengiriman TKI asal Kabupaten Kubu Raya yang akan bekerja ke luar negeri, maka pengiriman harus benar-benar selektif, tenaga kerja yang dikirim harus sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. “Kita pernah memiliki pengalaman, ada warga kita yang bekerja ke Malaysia dengan jalur ilegal dan mengelami penyiksaan,” tuturnya. Mustafa pun mengimbau kepada penyalur-penyalur tenaga kerja untuk tidak hanya memikirkan keuntungan semata, sementara keselamatan TKI dalam bekerja tidak pernah dipikirkan. “Masyarakat jangan pernah mudah percaya dengan janjijanji manis mendapatkan pekerjaan enak di luar negeri,” cetusnya. o


Bengkayang Borneo Tribune

Jumat, 16 November 2012

6

Samalantan Tunggakan Bayar Listrik Terbesar di Bengkayang Pemkot Tunggu Pusat “ Saya mengimbau kepada pelanggan listrik PLN Rayon Bengkayang dan unit lainnya untuk dapat segera melunasi tunggakan sebelum pihak PLN dan tim gabungan melakukan pemutusan dan pembongkaran aliran listrik pada pelanggan yang menunggak

Bengkayang Berpeluang Bangun PKS Produksi Minyak Goreng Mujidi Borneo Tribune, Bengkayang Ketua LSM Bina Lingkungan Hidup Borneo (BLHB) Bengkayang, Niko Prangkas menyampaikan gagasan kepada Pemkab, khususnya Perusahaan Darah (Perusda) untuk segera membangun Pabrik Perkebunan Sawit (PKS) guna mencegah terjadinya penggelembungan buah sawit dan harga Tandan Buah Segar (TBS) serta mencegah anjloknya harga komoditi sawit di pasaran lokal. Pasalnya, kata dia, penurunan (TBS) sawit berpengaruh terhadap perekonomian masyarakat. Hal tersebut diungkapkannya sesuai hasil investigasi di beberapa Kecamatan yang menggeluti komoditi kelapa sawit, dengan melihat hasil rekapitulasi yang ada, ternyata jumlah Kebun Sawit Warga (KSW) sudah mencapai ribuan hektar. Dasar ini membuatnya prihatin akan dampak yang timbul akibat perekonomian masyarakat yang memburuk terutama yang menimpa para petani pada lima tahun mendatang.

“Anjloknya harga komoditi TBS akan terjadi jika PKS tidak segera dibangun,” kata Niko. Disampaikannya, PKS yang ada saat ini hanya ada lokasi yang letaknya sangat jauh, yakni PKS-PT.MISP di Kecamatan Ledo dan PKSPT.PATIWARE di Kecamatan Capkala. Kedepannya TBS hasil perkebunan warga akan lebih banyak seiring dengan bertambahnya exspansi perkebunan warga. “Jika hal ini tidak diatasi oleh Pemda khususnya BUMD yang membidangi perkebunan tentunya hal ini akan berdampak pada perekonomian dan melahirkan kemiskinan baru yang semakin sulit dikendalikan,” ujarnya menambahkan. Niko menyebutkan, Pemkab harus berani mengambil langkah-langkah untuk mencegah terjadinya penumpukan TBS yang berakibat pada ambruknya perekonomian masyarakat, dengan menjalankan peran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), meski Pemkab harus menyertakan modal demi jalannya BUMD, dalam upaya mengatasi pembelian

buah sawit demi menjaga stabilitas ekonomi masyarakat. Disebutkannya, langkah yang harus dilakukan BUMD adalah membangun PKS di areal yang strategis dengan melakukan kerja sama antara PKS yang sudah beroperasi yang bertujuan menjaga harga beli TBS, untuk menjamin harga komoditi sawit. Kerjasama Menurut Niko, sangat perlu membuat kerja sama dan komitmen antara Pemkab dengan para pemilik PKS yang sudah beroperasi saat ini, untuk menjamin stabilitas harga TBS. Jika hal itu berjalan, maka tidak akan terjadi anjloknya harga TBS masyarakat yang begitu signifikan dibanding harga kebun inti dan plasma di suatu pabrik. Langkah itu diambil, katanya, bukan dalam maksud mengajari maupun menggurui Pemkab melakukan intervensi terhadap pengusaha. Tapi, justru melibatkan perusahaan yang ada, untuk ikut dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat. Apalagi, jumlah pabrik dan perusahaan perkebunan sawit di Bengkayang sudah cukup luas. “Jika perlu BUMD juga memikirkan pembangunan PKS terbesar pada dua tempat yang strategis dan men-

jadikan kebun masyarakat sebagai kebun inti sehingga, masyarakat juga terlatih dalam merawat kebun mereka untuk berproduksi lebih maksimal, dengan jaminan harga TBS yang standarnya jelas,” kata Nikoi. Setelah membangun PKS dan mengoperasikan secara baik, Pemkab juga perlu memikirkan adanya industri hilir dari keberadaan PKS, dengan adanya produksi minyak sawit mentah “Crude Palm Oil (CPO). Sehingga, CPO bukan lagi bahan baku yang harus diekspor, tapi diolah menjadi bahan jadi untuk berbagai kebutuhan kehidupan masyarakat lokal di Bengkayang. “Bisa saja produk terbaru “Minyak Goreng Bumi Sebalo” misalnya kenapa tidak?,” kata Niko mencontohkan. Lanjut, tak terbayangkan, seperti apa kemajuan daerah ini jika terdapat sejumlah industri pengembangan. Dari setakat memanfaatkan bahan mentah, menjadikan bahan baku produksi yang bermutu dan bernilai jual lebih tinggi. Setidaknya, menjadikan produksi sendiri untuk kebutuhan hidup. Bukankah negara juga punya semangat agar rakyatnya “Mencintai Produk Dalam Negeri?,” kata Niko. o

Batas Waktu e-KTP

Borneo Tribune, Singkawang Terkait dengan batas gratis pembuatan e-KTP, Wakil Walikota Singkawang, Edy R Yacoub membenarkan batas gratis pembuatan eKTP sampai Desember. Namun apakah nanti diperpanjang kembali atau tidak, dirinya belum mengetahui secara pasti. “Sampai dengan hari ini, saya pribadi belum menerima petunjuk dari pemerintah pusat mengenai hal itu, apakah diperpanjang atau tidak setelah Desember 2012 nanti,” kata Edy, di Kantor Pemkot Singkawang. Dirinya berharap, pelaksanaan e-KTP, lantaran seluruh penduduk belum tercover. Setelah Desember nanti tetap gratis. Lantaran jika nanti diterapkan biaya, tentunya bisa memberatkan warga. “Semua warga Singkawang belum tercover, tentunya apakah diperpanjang gratisnya atau tidak harus menunggu dari pusat,” katanya. Ia melihat, belum

FOTO: Rudi/Borneo Tribune

Edy R Yacoub

Semua warga Singkawang belum tercover, tentunya apakah diperpanjang gratisnya atau tidak harus menunggu dari pusat

tercovernya semua penduduk Singkawang, tidak serta merta pusat menyalahkan daerah. Lantaran alat yang digunakan untuk perekaman datangnya dari pusat. “Kalau di daerah ini kita siap saja, tapikan berbicara alat perekaman e-KTP yang dari pusat, kalau ada yang rusak tidak ada jual di pasar dan harus di kirim ke Jakarta, meskipun demikian karena ini adalah program dari pusat, tentunya harus ada evaluasi,” katanya. Sesuai ketetapan yang ada yakni Desember 2012 dan sambil menunggu petunjuk dari pusat. Diharapkan masyarakat yang belum tetap melaksanakan perekaman e-KTP. “Kartu identitas wajib dimiliki setiap warga, karena KTP akan selalu digunakan, seperti transaksi jual beli, bayar pajak, tapi jangan sampai ada KTP ganda karena ada sanksi,” katanya. (Freelancer/Rudi) o

Panitia Konser NOAH Dilarang Jualan Rokok Borneo Tribune, Singkawang Pada umumnya, masyarakat di Singkawang menyambut baik kedatangan artis papan atas, NOAH, yang didatangkan oleh salah satu perusahaan rokok untuk menghibur masyarakat Kota Singkawang, khususnya para kaum ABG, yang rencananya akan dijadwalkan pada 16 November 2012 (malam inired) di Stadion Kridasana. Namun, sebagian warga juga mempertanyakan berapakah harga tiket masuk untuk per orang, karena sampai detik ini masih belum ada kejelasan dari pihak EO yang mendatangkan artis tersebut. Seperti diungkapkan M. Sumarno, selaku warga Singkawang, kepada Borneo Tribune mempertanyakan berapa harga tiket masuk untuk menonton konser NOAH tersebut. Seperti pengalaman yang lalu-lalu, katanya, setiap orang harus membayar Rp. 10 ribu tetapi diganti dengan sebungkus rokok. Nah, cara seperti inilah yang tidak kita inginkan. “Sebenarnya panitia itu apakah mau menjual tiket atau menjual rokok? Sementara pemerintah selalu mengimbau kalau rokok dapat menyebabkan kanker, serangan

FOTO: Rudi/Borneo Tribune

M. Sumarno

Dan ini sudah seharusnya menjadi perhatian yang serius oleh Pemkot Singkawang, terutama Disbudparpora dan Dinas Pendidikan. Karena, yang datang untuk menonton itu pada umumnya anakanak pelajar

memanggil pelanggan yang menunggak. “Kami sudah meminimalkan jam padam yang ada di Bengkayang dengan menambah dua unit mesin sewa pada tahun 2011 yang dampaknya bisa dirasakan saat ini,” kata Sulaiman. Diceritakannya, sebelum penambahan mesin baru dilakukan, di Bengkayang sering dilakukan pemadaman bergilir kecuali ada pemeliharaan jaringan. Gangguan yang kerap menghantui juga dikarenakan sambaran petir atau jaringan tertimpa pohon. “Untuk pohon itu sendiri, kita sudah melakukan pemotongan dan meminta kepada masyarakat untuk sadar melakukan pemotongan pohon yang dianggap bisa mengganggu jaringan,” kata Sulaiman. o

Berdasarkan hitungan dari PLN Bengkayang pada akhir Oktober 2012, tunggakan pelanggan mencapai angka Rp 1 miliar, 50 persen dari angka tunggakan itu disumbangkan oleh pelanggan PLN di unit Samalantan. “PLN Bengkayang memiliki 5 unit bawahannya, yakni Samalantan, Ledo, Sanggau Ledo, Seluas, Cempaka Putih dan Bengkayang sendiri. Dari lima unit itu, Samalantan penyumbang tunggakan terbesar dengan angka mencapai 50 persen,” kata Menejer PLN Ranting Bengkayang, Sulaiman, beberapa waktu yang lalu. Kata dia, tingginya tunggakan itu karena rendahnya kesadaran pelanggan menu-

naikan kewajibannya untuk membayar tunggakan. Akibatnya, angka tunggakan semakin bertambah dan membuat PLN bersikap tegas dengan program pemutusan. “Saya mengimbau kepada pelanggan listrik PLN Rayon Bengkayang dan unit lainnya untuk dapat segera melunasi tunggakan sebelum pihak PLN dan tim gabungan melakukan pemutusan dan pembongkaran aliran listrik pada pelanggan yang menunggak,” kata Sulaiman. Dijelaskan, uang rekening listrik adalah uang negara yang wajib dilindungi. Uang itu kemudian disetorkan ke kas negara dan juga untuk membiayai operasional PLN. Untuk itu, kemudian PLN dan Kejaksaan Bengkayang melakukan kerjasama untuk melindungi uang negara tersebut. Pihak kejaksaan akan

Mujidi Borneo Tribune, Bengkayang

jantung, impotensi dan gangguan kehamilan dan janin. Di sisi lain, terkait dengan konser yang akan digelar, dari anak-anak sampai orang dewasa sudah barang tentu akan menyaksikan penampilan NOAH. Jadi, secara tidak langsung, pihak sponsor telah menjual rokoknya kepada anak-anak yang masih di bawah umur. Sudah pasti itu, karena yang datang menonton pada umumnya anakanak sekolah,” kata pria yang sekaligus Ketua LSM Jaring Konsumen (Jarkon) Singkawang ini. Ia menganjurkan, bila panitia konser ingin menjual tiket, lebih baik tanpa harus diganti dengan rokok. Selaku orang tua dari anak-anak, sudah mati-matian untuk melarang anak-anak agar tidak merokok. Tetapi di sisi lain, ada pihak sponsor yang dengan mudahnya menyodorkan dan seakan-akan terkesan menyarankan remaja untuk menggunakan rokok. “Dan ini sudah seharusnya menjadi perhatian yang serius oleh Pemkot Singkawang, terutama Disbudparpora dan Dinas Pendidikan. Karena, yang datang untuk menonton itu pada umumnya anak-anak pelajar,” sarannya mengingatkan. (Freelancer/Rudi) o

Ingin Dana Parpol Cair, Cepat Lengkapi Administrasi Borneo Tribune, Singkawang Kabag Kesbagpollinmas Singkawang, Juandi menyebutkan tahun ini kemungkinan hanya dua parpol yang akan mendapatkan bantuan dana parpol dari 13 partai politik (parpol) di DPRD Singkawang. Yakni Golkar dan Gerindra. Parpol lainnya, Hanura, PPIB, Partai Kedaulatan, PKP, PDIP, PD, PPP, PAN, PKB, PPD, dan PKS masih belum bisa melengkapi persyaratan administrasi, sehingga Pemkot belum bisa mencairkan dana parpol tersebut. ”Untuk tahun 2012 dari 13 parpol yang mendapatkan bantuan, hanya dua parpol saja yang sudah disalurkan bantuan tersebut, kedua parpol tersebut yaitu, Golkar dan Gerindra, sedangkan sisanya 11 parpol belum disalurkan oleh Pemerintah Kota

FOTO: Rudi/Borneo Tribune

H. Juandi Singkawang lantaran belum melaporkan kelengkapan administrasi ke pemerintah,” terangnya. Menurutnya, kendalanya adalah kelengkapan administrasi dari parpol tersebut seperti dari partai adalah pergantian pengurus, kesibukan pengurus untuk persi-

apan Pileg dan Pilpres, dan yang paling penting adalah dari parpol belum ada laporan keuangan bantuan kepada parpol pada tahun 2011 ke Pemkot. Karena untuk mencairkan dana bantuan itu maka parpol yang bersangkutan wajib menyampaikan laporan keuangan bantuan parpol pada tahun 2011 kemarin,” terangnya. Terkait dengan masalah ini, maka pihaknya telah melakukan pertemuan dengan mengumpulkan 11 parpol pada hari Senin (5/ 11). Dalam pertemuan itu pihaknya mengimbau agar parpol secepatnya melengkapi administrasi, khususnya laporan keuangan bantuan parpol tahun 2011, yang selanjutnya menyampaikan kepada Pemkot agar secepatnya bantuan untuk parpol tersebut disalurkan. (Freelancer/Rudi) o


Jumat, 16 November 2012

Kades Simpang Kasturi Tuding 2 Anggota DPRD Jadi Provokator Borneo Tribune, Ngabang Kasus sengketa lahan masyarakat Desa Simpang Kasturi berbuntut panjang. Sampai saat ini kasus lahan, kasus tersebut belum ada titik terang pasalnya belum tahu pasti siapa yang salah dan siapa yang benar. Beberapa pekan yang lalu masyarakat de$sa Simpang Kasturi keca$matan Mandor mendatangi kantor DPRD menyampaikan aspirasi mereka. Aksi demo masyarakat Simpang Kasturi menuntut oknum kades yang diduga menjual lahan masyarakat Desa Simpang Kasturi ke salah satu pihak Invistor dengan luas 325 haktare. Hasil pertemuan masyarakat Simpang kasturi dengan DPRD belum juga membuahkan hasil karena DPRD dari Komisi B akan melakukan pemanggillan Dengan kata-kata terhadap pihak-pihak yang ancam-mengancam, diduga ada kaitan dengan lahan masyarakat tersemudah-mudahan but. tidak terjadi, kareSelasa (13/11) kemarin na saya pikir ini anggota DPRD dari Komisi A dan B melakukan ra- adalah sebagai emopat lanjutan tentang Kasional saja. sus Simpang kasturi. Rapat lanjutan yang dihadiri oleh pihak Polsek Mandor, Muspika, Pemerintahan Kabupaten Landak, dan Pihak kecamatan Mandor serta Kades Simpang Kasturi. Rapat lanjutan yang digelar di aula Rapat DPRD cukup a lot, dan sedikit menegangkan. Anggota DPRD dari Komisi A dan B saat memberi pertanyaan kepada Kades Simpang Kasturi, Kustamto. Kustamto marah dan meninggalkan Rapat secara tidak hormat. Dia sempat menuding 2 Anggota DPRD sebagai dalang provokator permasalahan ini. Dia sempat juga mengancam ke 2 anggota DPRD tersebut dengan membawa massa 3 truk. Kapolsek Mandor menanggapi ancam pengerahan massa ke anggota DPRD, mengatakan, dia akan menyampaikan laporan kepada pimpinannya. Tetapi dia menduga apa yang disampaikan Kades sebenarnya dipicu karena sedang emosi “ Dengan kata-kata ancam-mengancam, mudah-mudahan tidak terjadi, karena saya pikir ini adalah sebagai emosional saja,” katanya. Ketua Komisi B Evi ,SH mengatakan, apabila kasus ini tidak diselesaikan oleh pihak pemerintahan maupun oleh pihak kepolisian kemungkinan besar nanti masih banyak kasus-kasus lain yang menyusul. Wakil Ketua Komisi B, Klemen Apui, mengatakan, banyak hal yang harus diselesaikan. “Saya pikir untuk menegakkan keadilan hukum formal bukanlah satu-satunya, karena keadilan itu bukan hanya dilihat dari sisi hukum formalnya sudah selesai,” ujarnya. “ Saya mau bertanya angka 325 haktare apakah sudah diukur, lalu kalau sudah ˆ”é%˜ ukur apakah sudah diyakini kebenarannya” ujar Klemen. Klemen Apui juga menyesali ketidakhadiran Camat Mandor untuk memberi keterangan terkait permasalahan masyarakat Simpang Kasturi. Diakui Klemen masalah ini adanya kongkalingkong oleh para oknum. Tudingan yang dilontarkan kepada 2 anggota DPRD sebagai provokator ditanggapi, Lambri anggota DPRD. Lambri merasa keberatan dengan tudingan Kustamto. “Saya dengan kawan saya pak Saipul… kami merasa tidak sebagai provokator,dan tolong sampaikan kepada Kepala Desa Simpang Kasturi. Bahwa kami bukan provokator, apabila kustamto menuduh kami, silakan buktikan,” pintanya. (Yohanes.J/Free)†

HO TEL HOTEL Jl. Jendral Ahmad Yani No. 91 Pontianak, Tel : (+62 561) 577 888 Fax. (+62 561) 768 833

HOTELMERPATI Jl. Gajah Mada No. 177-183, Pontianak 78121, Telp. (+62-561) 761598, 761397 (Hunting) Fax. (+62-561) 761398

Jl. Imam Bonjol No. 111 Pontianak, Telp. 0561-745481, Fax. 0561-762662

Grand KARTIKA HOTEL Jalan Gajah Mada No. 89 Pontianak, Telp. (0561) 768999, Fax : 0561-761999

Jl. Rahadi Usman No. 2 Pontianak, T elp. (0561) 734401, Fax. 0561-738457

Jalan Nusa Indah III, Telp. (0561) 732223 Fax. (0561) 742882 Pontianak

Jl. Tajungpura No. 45 Pontianak, T elp. (0561) 736162, 745475 Fax. (0561) 740651

HOTEL KHATULISTIWA Jalan Pahlawan No. 40 Pontianak, T elp. (0561) 735890, Fax. (0561) 739001

Jalan Diponegoro No. 56 Pontianak 78117 Telp. 0561-736793 Fax. 0561 - 734930

Hotel’95 Jl. Sidas No. 8 Pontianak Telp. (0561) 736022/ Fax. (0561) 736200

Jl. Imam Bonjol No. 95 Pontianak, T elp. 7959595 (95 m samping UNTAN)

Hotel Surya Jl. Gajah Mada No. 889 Telp. (62-561) 736 122 Fax. (62-561) 734 374

Jl. Sidas No. 1 1-A Telp. (0561) 734337 Fax. (0561) 760334 Pontianak-Kalbar

Hotel

KAPUAS DHARMA Jalan Diponegoro No. 46 Telp. (0561) 733777 Fax. (0561) 740555

Borneo T Tribune

7

Hearing PKL Sanggau

Polemik Lahana

Jl. Dr. Setia Budi No. 93 Ptk Telp.: 0561-736195 Fax.: 0561-736668 e-mail : aromainn@ymail.com

Landak-Sanggau

Jl. Imam Bonjol No. 89 Pontianak, Telp. 0561-766669 Fax. 735399

Diduga Ada yang Bekingi PKL

Ratna Sari BorneoTribune, Sanggau Rabu (14/11) siang kemaren, Pemkab mengadakan dengar pendapat (hearing) bersama sejumlah tokoh masyarakat di aula Kantor Bupati Sanggau. Hearing dilaksanakan untuk menuntaskan permasalahan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang bertahun-tahun telah menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sanggau dalam melaksanakan kebijakan penertiban dan keindahan Kota Sanggau. Dalam hearing tersebut, sejumlah unsur Forkopimda Kabupaten Sanggau, Instansi terkait seperti Dishub, DPU, Sat Pol PP, Camat, Lurah, perwakilan Ormas dan lain sebagainya hadir untuk dengar pendapat. Menurut pengakuan Pemkab, segenap daya dan upaya telah dikerahkan untuk melakukan penertiban PKL. Namun bukan tujuan bersama berupa penyelesaian yang

dihasilkan, malah yang ada kericuhanlah yang terjadi. Bahkan setiap kali penertiban yang dilakukan petugas, kerap berujung pada nyaris bentrok fisik antara PKL dan petugas. Ketika hearing bersama sejumlah tokoh masyarakat, salah seorang tokoh masyarakat Kabupaten Sanggau, H Gusti Arif mengatakan dugaan adanya oknum yang membekingi PKL menjadi salah satu isu penting. ”Saya hidup dari zaman Belanda, hingga sampai saat ini, saya melihat Sanggau ini bukan malah makin bersih, tapi makin kumuh. Penertiban yang dilakukan pemerintah sepertinya diabaikan saja oleh masyarakat. Banyak contohnya yang saya temukan. Ada plang dilarang berjualan di situ, tapi mereka tenang saja. Saya menduga PKL ini ada yang membekingi,” ujarnya. Bahkan, Gusti Arif tak segan-segan mengaku malu dengan kondisi tata kota yang menjenuhkan seperti sekarang ini. Dirinya memperta-

nyakan kemampuan Pemerintah Daerah dalam mengurus tata ruang kota. ”Saya kadang-kadang malu, saya sudah pernah kemana-mana, ke Singapura bahkan sampai ke Belanda. Saya sering mempertanyakan bagaimana pemerintah setempat melakukan penertiban kepada para pedagang. Di sini, masalah Rawa Bangun saja tidak selesai-selesai, contoh Sieian, kecil kotanya tapi mampu diurus. Ini jalannya saja nama pahlawan, Jendral Sudirman, tapi kok kondisinya jelek, ada kaki lima. Saya pernah hampir saja mau ditabrak mobil karena pas mau nyebrang tidak kelihatan, karena ketutup tenda PKL. Kenapa tidak beri nama Jalan kucing saja,” tegasnya. Gusti Arif meminta kepada pemerintah agar tegas mengusutnya, kalau memang benar adanya bekingan tersebut, dirinya meminta agar pelaku diproses secara hukum, karena telah dianggap telah melawan kebijakan yang sah dengan cara meng-

hasut orang lain untuk membuat pertentangan dan berpotensi timbulnya tindakan anarkis. ”Tangkap. Kalau ada oknum PNS yang bekingi, pecat atau pindahkan dia ke ujung sungai sana,” tegasnya. Gusti Arif menambahkan, Pemkab Sanggau kini tidak seperti dulu lagi. Pemkab kini seolah layu, tidak ada ketegasan, tidak ada kehormatan yang dapat diberikan oleh masyarakatnya. ”Bedanya masyarakat disana hormat dengan pemerintah kalau disini seolah sudah tidak ada nilainya. Pemerintah seperti tidak dihargai lagi oleh masyarakat. Pemerintah seharusnya tegas,” jelasnya. Sementara itu, Bupati Sanggau, H Setiman H Sudin menyampaikan adanya dugaan yang disebutkan Gusti Arif sah-sah saja. Namun, Setiman menegaskan, sejauhmana hal itu terjadi perlu ada pembuktian. ”Saya ingin kesepakatan kita antara pimpinan masyarakat,” ujarnya. Setiman pun meminta ke-

ikutsertaan dari semua kalangan untuk turut serta berperan aktif mendukung, bersinergi dan secara bersama mendukung kebijakan pemerintah terkait penertiban PKL itu. Pihaknya akan mengambil dua tindakan diantaranya eksekusi dan tindakan hukum. “Kita akan ambil dua tindakan, pertama eksekusi, kedua kita ambil tindakan hukum. Seperti contohnya Hotel Pantai Mutiara, itukan sudah melanggar hukum,” tegasnya. Setiman menambahkan, dirinya sempat mengaku kualahan menghadapi beberapa oknum LSM munafik, yang didepannya berjanji mendukung pemerintah, namun di belakang, mereka berusaha memprovokasi gejolak dan menentang kebijakan. ”Kita memang kadang selalu kalah kepada oknum LSM dan ada beberapa yang lainnya yang memiliki dua sampai tiga muka. Di depan kita, mereka mengaku mendukung, tapi di belakang malah ngompor-ngompori,” pungkasnya.†

Jalan Tayan Hulu-Batang Tarang Rusak Parah

Sehari, 3 Truk Tumbang dan 1 Amblas Ratna Sari BorneoTribune, Sanggau Kondisi Jalan Negara di Tayan Hulu-Batang Tarang Kabupaten Sanggau rusak. Akibat kerusakan jalan yang terjadi di sepanjang jalur dua kecamatan itu, menyebabkan sedikitnya 2 truk eksepedisi dan 1 truk pengangkut sawit tumbang. Bahkan di tempat lain, terdapat 1 truk ekspedisi amblas. Kejadian itu berlangsung dalam satu hari. Hal itu diungkapkan, salah seorang warga Kota Pontianak, Munawar, Rabu (14/ 11) melalui telepon genggamnya yang kesehariannya bekerja di Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau. Saat itu, Munawar sedang melakukan perjalan pulang ke rumahnya di Pontianak menggunakan jasa taksi dan mendapatkan empat truk tersebut tumbang dan salah satunya amblas. ”Waduh minta ampunlah pokoknya, hancur sekali. Jalan itu sudah seperti kubangan,” ujarnya. Munawar menjelaskan, kejadian pertama, sebuah truk ekspedisi yang mengangkut bahan-bahan material tumbang di sekitar daerah Senyaboh Kecamatan Tayan Hulu. Kejadian kedua, sebuah truk ekspedisi yang juga mengangkut bahan-bahan material terguling di daerah Senyabang, Kecamatan Balai

Batang Tarang. Bahkan, masih di wilayah yang sama, sebuah truk pengangkut material pun amblas. Sementara kejadian keempat, sebuah truk pengangkut sawit juga tumbang di wilayah Kecamatan Batang Tarang. Tergulingnya truk menyebabkan buah kelapa sawit tersebut berhamburan dan berserakan memenuhi jalan raya. Akibat kejadian tersebut, menyebabkan kemacetan panjang yang tak terhindarkan. Kemacetan terjadi memakan rentang waktu sekitar 20 sampai 30 menit. Bahkan jarak antara satu truk dengan yang lainnya relatif dekat. Sekitar antara 2 sampai 3 Kilometer. Menurut Munawar, mobil taksi yang ditumpanginya tersebut sempat amblas di wilayah Batang Tarang. Karena supir taksi awalnya hendak mengelak lubang dalam dan becek di tengah jalan negara dan mengambil jalur pinggir. Pada saat supir hendak mengambil jalur pinggir sebelah kiri itulah kemudian ban samping dan belakang mobil terperosok ke sebuah parit kecil. ”Kami semua penumpang terpaksa turun. Syukur ada beberapa warga di situ yang nolong dorong mobil. Saya terima kasihlah. Pokoknya jalan itu hancur, lubang, becek sangat parah,” ujarnya. Sebagai masyarakat, dirinya berharap agar pemerintah dapat segera memperbaiki ruas jalan tersebut.†

Foto Bersama Pengurus LVRI Cabang Kabupaten Sanggau yang baru dilantik dengan Forkompinda dan Pengurus LVRI Propinsi Kalbar. FOTO Istimewa/Borneo Tribune

Pengurus LVRI Cabang Kabupaten Sanggau Dilantik

Ratna Sari BorneoTribune, Sanggau Ketua Pengurus Legiun Veteran Republik indonesia (LVRI) Provinsi Kalbar, Letkol Purn. H. Zainal Arifin melantik Pengurus LVRI Cabang Kabupaten Sanggau periode 20122017 belum lama ini di Aula Kodim 1204 Sanggau. Pengurus Veteran Periode 2012-2017 tersebut diketuai oleh Abdul Mutolib dan Dewan Pertimbangan diketuai Gusti M. Yusuf. Dalam sambutannya, Letkol. Purn. H. Zainal Arifin mengatakan bahwa selama ini mungkin sebagian masyarakat mengenal kata Veteran namun belum tentu tahu arti kata Veteran. Veteran merupakan bahasa asing yang jika diterjemahkan sebagai bekas atau mantan, namun bukan bekas sembarang bekas. Tetapi bekas baja yaitu bahwa bekas jika dipoles kembali atau diberdayakan kembali dapat memberikan manfaat kepada diri pribadi, organisa-

Sosialisasi PP 27 Tahun 2012 Tentang Izin Lingkungan Borneo Tribune, Ngabang Sosialisasi peraturan pemerintah republik Indonesia nomor 27 Tahun 2012 tentang Izin Lingkungan dilaksanakan di aula kantor Lingkungan hidup, Selasa (14/11) kemarin . Kegiatan itu dihadiri Deputi V Kementrian Negara Lingkungan Hidup, kepala Badan Lingkungan Hidup Daerah Provinsi Kalimantan Barat, Seksa Kabupaten Landak, para Assisten, kepala badan, kepala Dinas dan kepala kantor, camat, pimpinan perusahaan, tokoh agama,tokoh adat, tokoh pemuda. Pada acara pembukaan, Bupati Landak yang diwakili oleh T.Telly Yolaga,S.Sos Kepala Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Landak, menyebutkan kegiatan ini perlu dilakukan sebagai upaya penyebaran informasi kepada in-

stansi terkait yang mengeluarkan izin usaha dan para stake holder yang akan melaksanakan usaha atau kegiatan yang berpotensi memberikan dampak lingkungan hidup. Sebab berdasarkan UU dasar 1945 pasal 33 ayat 3 yang menegaskan, bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. ” Permasalahan lingkungan hidup di Kabupaten Landak relatif cukup kompleks, degradasi sudah mulai dirasakan di berbagai bidang, sumber daya alam juga telah banyak mengalami deplesi yang diakibatkan oleh berbagai hal,” ujar Bupati melalui T.Telly Yolaga. Dikatakan Telly, meningkatnya pembangunan yang dilakukan di Kabupaten Lan-

dak sudah seharusnya melalui kajian dengan menghitung daya dukung dan daya tampung disertai pembinaan dan pengawasan yang ketat agar pencemaran dan kerusakan lingkungan hidup dapat terkendali dan melebihi baku mutu dan kriteria kerusakan lingkungan hidup, oleh sebab itu 3 pilar pembangunan yakni masyarakat, pengusaha, dan Pemerinta harus selalu bersinergi dalam melaksanakan pembangunan. Guna mendukung legalitas usaha yang ramah lingkungan berdasarkan PP 27 tahun 2012, disebutkan setiap usaha atau kegiatan yang wajib memiliki amdal atau RKL-UPL wajib memiliki izin lingkungan dan izin lingkungan diberikan sebelum dikelurkan izin usahanya. ( Yohanes.J/Free)†

si, masyarakat, dan bahkan bangsa dan Negara. Kedudukan dan Hak serta Kewajidan para Veteran adalah berdasarkan Undang-undang Nomor 7 Tahun 1967, yang pada tanggal 5 Oktober 2012 ditandatangani oleh Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono menjadi Undang-undang Veteran Tahun 2012 dengan tujuan untuk memperjelas status dan pengakuan kepada para veteran pejuang. Semua yang tertuang dalam UU tersebut bisa diimplementasikan di lapangan dan merupakan batu tempat berpijak untuk mengamankan status para veteran dan keamanan bangsa sebagai pewaris juang di masa lalu. Bahkan dalam Undang-undang Veteran Tahun 2012 tersebut beberapa kriteria tentang veteran diantaranya veteran pejuang kemerdekaan, pembela kemerdekaan, dan veteran perdamaian. Zainal berharap, dengan adanya Undang-undang Veteran ini dapat memberikan

gambaran tentang keberadaan LVRI yang mewadahi para Veteran agar dapat menjadi contoh dan pedoman kepada masyarakat khususnya para kaum generasi muda dalam memupuk rasa nasionalisme yang dirasakan akhir-akhir ini agak berkurang. Zainal menambahkan, para Veteran melalui LVRI ini dapat bersama-sama dengan Pemerintah Kabupaten Sanggau maupun Kodim dan Polres untuk membangun Kabupaten Sanggau baik berupa saran maupun pendapat. Kepada Pemerintah Kabupaten Sanggau agar dapat bersinergisitas dan membantu pengembangan LVRI ke depan. Sementara itu, Dandim 1204 Sanggau, Letkol CZI Ade Heri Kurniawan menyambut baik dengan dilantiknya pengurus LVRI Cabang Sanggau yang baru dan mudah-mudahan dapat memberikan angin segar terhadap para Veteran. ”Kita akan tetap mendukung dan mensupport kegiatan LVRI sesuai dengan kemampuan yang ada,” ujarnya.†

Bupati: Penyusunan RKA Harus Tepat Waktu Borneo Tribune, Ngabang Bupati Landak Adrianus Asia Sidot Senin (12/11) kemarin menyebutkan untuk proses penyusunan RKAA di masing-masing SKPD ini diminta mengingat waktu terus berjalan dan semakin pendek agar segera penyusunan RKA tepat waktu. Sebab diakui Bupati, waktu semakin pendek agar digunakan seefesien mungkin. “Karena biasanya di penghujung maupun di akhir tahun anggaran —baik pemerintahan pusat, provinsi dan pemerintah kabupaten, volume pekerjaannya semakin meningkat,” ingat Adrianus. Dia meminta setiap unit menyelesaikan pelaksanaan realisasi anggaran pertang-

gungjawaban untuk tahun 2012. Ini diharapkan Bupati, agar diselesaikan dengan tepat waktu. Karena bagaimanapun juga seluruh proses penyusunan ini harus berjalan, walaupun waktu penyusunan terbatas. “ Saya berharap agar kebiasaan ini ke depan mulai kita ubah seperti misalnya realisasi pencairan anggaran itu hendaknya ditumpukan ke triwulan empat bahkan kalau bisa trwulan kedua. Bagi kegiatan-kegiatan yang tidak memerlukan waktu yang panjang diharapkan sudah ada pencairan-pencairan. Misalnya DAK. Untuk belanja modal dalam bentuk pengadaan barang,” katanya.(Yohanes.J/Freelancar)†


Sekadau Borneo Tribune

Jumat, 16 November 2012

8

Tak Punya Payung Hukum

Tambang Emas Ilegal Kucing-kucingan Bagus Kosminto Borneo Tribune, Sekadau Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara, memberikan kelonggaran untuk Pertambangan Emas Tanpa Ijin (PETI) yang dikelola rakyat untuk dilegalkan. Ironisnya hingga kini di Kabupaten Sekadau belum ada upaya strategis dari instansi terkait untuk berupaya menyiapkan kawasan Wilayah Pertambangan Rakyat untuk pertambangan emas. Karenanya, di beberapa wilayah exploitasi yang di-

kelola oleh para penambang emas perorangan masih belum bisa memberikan sumbangan PAD kabupaten, karena terbentur aturan. Potensi kandungan alam yang berada di perut bumi Kabupaten Sekadau cukup banyak. Mulai dari emas, zircon, bauksit dan lainnya. Dari dasar potensi itulah dengan disediakan payung hukum untuk melindungi pekerja emas illegal menjadi legal. “Sehingga royalti yang dikembalikan ke Pemerintah Pusat akan lebih besar. Ini juga salah satu sumber pemasukan untuk kas daerah setelah dikembalikan dari Pemerintah Pusat,” kata

anggota DPRD Kabupaten Sekadau, Herkulanus T, di kantornya, belum lama ini. Politisi asal daerah pemilihan (dapil) III Belitang ini menyayangkan potensi yang bisa memberikan sumbangan PAD tidak bisa memberikan kontribusi kepada kas daerah. Hal ini dikarenakan belum ada payung hukum atau wilayah WPR yang dikelola oleh masyarakat baik dalam bentuk badan usaha, koperasi maupun perseorangan. “Penarikan penghasilan untuk PAD tentu tidak bisa, karena tidak ada payung hukum. Tapi sebaliknya sumbangan liar para pekerja selalu diberikan pada pihak

tertentu,” tudingnya. Menurutnya, jika sudah dibuat payung hukum oleh daerah yang dikelola oleh koperasi, perusahaan atau perseorangan sesuai dengan amanah UU Nomor 4 Tahun 2009 sesuai dengan tata cara pemberian IUP dalam Pasal 38, sudah tentu hasil bisa dikembalikan ke kas daerah sebagai sumber PAD sektor pertambangan skala kecil yang dikelola oleh masyarakat lokal. “Undang-Undang No 4 tahun 2009 sudah memberi kelonggaran kepada Pemerintah Provinsi/Kabupaten/ Kota, tinggal ditindak lanjut oleh Pemerintah Daerah

melalui instansi terkait,” jelasnya. Dirinya mengharapkan dinas terkait terlebih dahulu mengkaji aturan, peta WPR agar tidak tumpang tindih dengan RTRWK. Kajian yang dimaksud yakni di beberapa wilayah Sekadau terutama dalam mengambarkan daerah yang masuk dalam katagori WPR. Misalnya Kecamatan Belitang Hilir. “Dalam revisi tata ruang wilayah harus ada pemilahan mana yang bisa dijadikan WPR dan mana yang bersentuhan dengan tata ruang,” sarannya. Beberapa waktu lalu, Kepala Dinas Pendapatan Da-

erah (Dispenda) Kabupaten Sekadau, Zakaria, mengatakan mengenai PAD yang didapat Sekadau 2011 dari Royalti pertambangan di Sekadau sebanyak Rp 2,3 miliar. Namun untuk tambang emas, apalagi yang ilegal tidak ada menyumbang untuk kas daerah, karena belum ada aturan. Angka Rp 2,3 miliar tersebut, sambung dia, merupakan hasil pembagian dari PA royalti bersama dengan Pemerintah Pusat dan provinsi sebesar 60 persen untuk daerah penghasil. “Kita tidak bisa menarik retribusi. Sekarang penghasilan hanya dari royalti pertambangan yang ada. Kalau

untuk tambang emas masih di kategorikan ilegal, meski potensinya ada di Sekadau,” ucapnya. Hingga kini para pekerja emas illegal mengaku bekerja kucing-kucingan. Karena secara aturan mereka tetap salah. Sejatinya, mereka tetap diberi perlindungan. Pasalnya banyak penambangan yang bekerja untuk mencari nafkah. Seringkali terucap pekerja emas illegal mengaku bersedia diarahkan ke sisi positif. Apalagi, diberikan payung hukum yang jelas sesuai dengan amanah undangundang tentunya akan memberikan kontribusi positif kepada daerah. o

Muslim Sekadau Rayakan Tahun Baru Islam Bagus Kosminto Borneo Tribune, Sekadau Pergantian tahun baru Islam 1 Muharram 1434 Hijriyah yang jatuh pada Kamis (15/11) dirayakan secara sederharan di ‘Bumi Lawang Kuari. Meski Tahun Baru Hijriyah masuk dalam daftar libur hari besar Nasional di Indonesia, akan tetapi keberadaan tahun baru ini terkesan kurang gaung apabila dibandingkan dengan perayaan Idul Fitri dan Idul Adha. “Kita rayakan sederhana saja, tapi masyarakat Mus-

Anak-anak bergembira mengikuti ivanet pawai pada kesempatan BKSN beberapa waktu lalu, foto Bagus Kosminto

Mahasiswa Sekadau Peduli Bencana Kebakaran

Bantuan, Camat Belitang, Miki Hermanto, S.Sos, (tengah) berpose bersama mahasiswa asal Kabupaten Sekadau di Pontianak, sebelum bertolak ke Kecamatan Belitang memberikan bantuan untuk korban kebakaran, di Mess Pemkab Sekadau, Kamis (15/11). FOTO: Bagus Kosminto/Borneo Tribune Bagus Kosminto Borneo Tribune, Sekadau Musibah kebakaran di Pasar Belitang, 5 November lalu mengundang keprihatinan dari berbagai kalangan. Sejumlah aksi sosial pun telah dilakukan oleh berbagai kalangan guna membantu meringankan beban para korban. Diantaranya, lembaga, organisasi, mahasiswa, pelajar, perorangan, termasuk Pemerintah Kabupaten Sekadau. Kamis (15/11), belasan mahasiswa asal Kabupaten Sekadau yang menuntut ilmu di Kota Pontianak mengantarkan bantuan kemanusiaan kepada para korban kebakaran di Belitang. Sebelum bertolak ke Belitang, mereka terlebih dahulu menemui Camat Belitang, Miki Hermanto, di Sekadau. “Mewakili masyarakat

Belitang, kami sangat berterima kasih kepada seluruh masyarakat Sekadau yang sudah banyak membantu warga kita yang terkena musibah. Semoga budi baik adik-adik mendapatkan doa dan keikhlasan dari masyarakat kita di sana,” tutur Miki Hermanto, di Mess Pemkab Sekadau, saat menyambangi mahasiswa asal Sekadau. Salah seorang pengurus organisasi kemahasiswaan di Pontianak, Yus, mengatakan bahwa pihaknya sejak 6 November lalu, saat mendengar adanya musibah di Sekadau tersebut, dirinya bersama rekan-rekan gabungan dari organisasi mahasiswa di Sekadau. Mulai dari Forum Komunikasi Mahasiswa Kabupaten Sekadau (FOKMAS) dan Forum Mahasiswa Dayak Kabupaten Sekadau (FMDKS) langsung beraksi menggalang dana sosial.

“Ini sebagai solidaritas kita asal Sekadau untuk membantu warga kita. Terima kasih kepada rekan-rekan mahasiswa-mahasiswi terutama adik-adik tingkat yang turun ke jalan menggalang dana di Pontianak. Kepada senior FMDKS, Bang Bengbeng, Bang Ray, Bang Minto, Bang Jalok, dan yang tidak bisa disebutkan, kami sampaikan terima kasih atas saran dan dukungan abang senior,” ungkapnya. Dino, salah seorang senior mahasiswa FMDKS menambahkan, pihaknya menggalang dana di posko di Rumah Betang Pontianak, termasuk turun ke jalan. Sejak sepekan yang lalu, banyak warga asal Sekadau yang berdomisili di Pontianak membantu menyumbangkan barang pakaian dan uang tunai. “Kami sangat berterima kasih. Semoga aksi ini dapat

meringankan beban warga kita di Belitang,” ucapnya. Ari menambahkan, mereka turun ke jalan membawa kotak sumbangan di sekitar Bundaran Digulis Untan. Dari hasil itu, mereka mendapatkan uang tunai jutaan rupiah sumbangan dari warga di Pontianak. “Terima kasih kepada adik tingkat dan kepada warga Pontianak yang membantu meringankan beban masyarakat Belitang,” tuturnya. Tepat pukul 11.00, belasan mahasiswa asal Kabupaten Sekadau menggunakan dua buah kendaraan roda empat menuju Kecamatan Belitang guna menyerahkan bantuan kepada korban kebakaran. Mendampingi mahasiswa, senior FMDKS Raymon Yesse dan Bambang Setiawan turut berpartisipasi menuju Kecamatan Belitang bersama belasan mahasiswa. o

lim tetap ke Masjid dan surau menunaikan ibadah perayaan 1 Muharram 1243 Hijriyah ini,” kata Julimin, warga Jalan Merdeka Barat, Kamis (15/11). Menurutnya, kepercayaan umat Muslim, Tahun Baru Hijriyah juga dikenal sebagai awal tanggal baru atau tahun baru pada penanggalan kalender Hijriyah. Yaitu kalender Islam dimana tahun pertama kalender ini bermula ketika Hijrah-nya Nabi Muhammad dari Makkah ke Madinah. Yakni pada tahun 622 M. Kalender Jawa pertama kali diterbitkan oleh Raja Mataram Sul-

tan Agung Hanyokrokusumo 1940 tahun yang lalu mengacu terhadap penanggalan Hijriyah (Islam). Sementara itu, pantauan di lapangan pada Kamis pagi memperlihatikan sejumlah warga tampak bersilaturahmi dengan sanak keluarga. Seperti di Jalan Abdulrahman, Desa Sungai Ringin, Jalan Keluarga, Jalan Abadi dan di sekitar kawasan Desa Mungguk, Kecamatan Sekadau Hilir. Masjid dan surau juga terlihat dipadati oleh umat Muslim. Seperti Masjid Al-Falah di Komplek Pasar. o

PMI Sekadau Serahkan Bantuan Kemanusiaan Bagus Kosminto Borneo Tribune, Sekadau Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Kabupaten Sekadau ikut ambil bagian dalam aksi kemanusiaan atas musibah kebakaran yang menghanguskan 52 rumah penduduk serta menimbulkan 2 korban jiwa pada 5 November lalu. Ketua PMI Cabang Sekadau, Wirdan Mahzumi, mengatakan bahwa aksi sosial tersebut sebagai bentuk kepedulian yang diberikan oleh PMI Cabang Sekadau kepada para korban bencana kebakaran di Belitang. Menurutnya, PMI Cabang Sekadau bekerja sama dengan Palang Merah Remaja (PMR) SMA Negeri Sekadau Hilir, SMA Karya Sekadau, SMA Negeri Belitang dan SMK Amaliyah Sekadau, menyerahkan bantuan berupa dana serta beberapa bantuan lain. Seperti sabun, odol, alat tulis dan pakaian bekas layak pakai. “Dana dan barang kita di-

himpun dari masyarakat Kabupaten Sekadau melalui banyak instansi Pemerintah, pihak swasta bahkan orang per orang,” jelasnya. Wirdan menambahkan, beberapa anggota PMI dan PMR saat itu juga turun langsung ke Belitang untuk menyerahkan sejumlah bantuan yang dihimpun dari para donatur kepada para korban bencana kebakaran. Menurutnya, aksi kemanusian untuk kebakaran Belitang yang dilakukan selama dua hari dengan berkeliling di kota Sekadau tersebut berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp 20 juta. Kemudian pakaian layak pakai 15 karung, beras 1 karung, sabun, odol serta alat tulis. “Nilai bantuan dari barang–barang yang berhasil kami kumpulkan itu kurang lebih 5 juta. Kalau ditotalkan secara nominal, kesemua bantuan yang kami serahkan itu jumlahnya sekitar 25 juta,” timpalnya. Kata Wirdan, aksi kemanusiaan yang dilakukan oleh

PMI melalui PMR itu merupakan bentuk kepedulian atas musibah yang membuat warga Belitang kehilangan tempat tinggal, bahkan ada yang kehilangan keluarga. “Mudah-mudahan bantuan yang telah kita salurkan tersebut dapat membantu meringankan beban mereka,” ujarnya. Bantuan yang telah disalurkan oleh PMI kepada korban bencana kebakaran Belitang melalui pihak Yayasan Bhakti Mulia Belitang tentu tidak terlepas dari dukungan oleh semua pihak. “Untuk itu, semua unsur PMI dan PMR yang sudah terlibat, kami ingin menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat Kabupaten Sekadau, kiranya bantuan ini dapat membantu meringankan beban mereka,” ujarnya. Aksi kemanusiaan seperti ini sudah sering kali dilaksanakan oleh PMI, termasuk pada saat bencana tsunami yang terjadi di Aceh dan Padang pada 2004 silam. o

Bantuan Kemanusiaan, Ketua PMI Cabang Sekadau, dr. Wirdan Mahzumi, M. Kes, didampingi anggota PMI dan PMR menyerahkan bantuan kepada pengurus Yayasan Bhakti Mulia Belitang, baru-baru ini. FOTO: Istimewa


Jumat, 16 November 2012

Sintang-Melawi

Borneo T Tribune

9

APBD Perubahan Telat, Pembahasan Tak Maksimal

PU Fraksi

Eko Susilo Borneo Tribune, Nanga Pinoh TERLAMBATNYA pembahasan APBD Perubahan yang kini baru dalam tahap penyampaian Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Platform Anggaran Sementara (KUA PPAS),

membuat pembahasan APBD Perubahan Melawi tahun anggaran 2012 tak maksimal di DPRD. Hal tersebut diungkapkan Fraksi PAN melalui juru bicara fraksinya, Kulan AR saat menyampaikan pandangan umum (PU) fraksi terkait dengan KUA PPAS APBD Perubahan, Rabu (14/11). Dikatakan, dalam ketentuan PP nomor 58 tahun

Lingkar Pasar Inpres Segera Dibangun Endang Kusmiyati Borneo Tribune, Sintang LINGKAR Pasar Inpres Tanjung Puri dibangun sejak 1978 akhirnya akan bangun kembali pada 2013 mendatang. Kepastian pembangunan pasar itu setelah pihak Pemkab mendapatkan kucuran dana dari pusat melalui DAK sebesar Rp 4 miliar. Demikian disampaikan Bupati Sintang, Milton Crosby, ketika meninjau kondisi pasar, belum lama ini. “Pembangunan lingkar pasar Inpres itu sebenarnya sudah lama kita rencanakan, tapi terkendala oleh dana. Kita bersyukur dengan adanya kucuran dana dari pusat ini, dan pembangunan akan segera dilakukan mengingat kondisi fisik pasar yang memang sudah mengkhawatirkan,” ujarnya. Bupati juga mengatakan selain fisik pasar, jalan lingkar dan drainase juga akan diperbaiki agar kenyamanan bisa dirasakan oleh penjual maupun pembeli yang datang ke pasar tersebut.

“Harapan kita pembangunan bisa segera terealisasi dan sesuai dengan perencanaan,” katanya. Sementara Kabid perdagangan dan pasar H.Junaidi yang mendampingi bupati meninjau kondisi pasar Inpres mengatakan sebelum dilakukan pembongkaran lingkar pasar inpres, para pedagang yang ada di pasar tersebut harus dipindahkan terlebih dahulu. “Artinya usaha mereka tidak akan terganggu selama pasar di bangun,” ujarnya. Namun begitu, pihaknya belum bisa memastikan tempat baru bagi para pedagang. Ia mengatakan akan dilakukan survey terlebih dahulu dan mencari tempat yang benar-benar strategis dan layak untuk berdagang. Untuk itu pihaknya merencanakan untuk mengundang pedagang guna melakukan koordinasi. “Kita belajar dari pengalaman sebelumnya jadi akan kita upayakan solusi yang tepat, sehingga tidak timbul konflik atau masalah baru di kemudian hari,” pungkasnya. †

Banjir Selesai, Harga Sembako Tetap Stabil

Apelles Itang Foto Eko Susilo/Borneo Tribune

Eko Susilo Borneo Tribune, Nanga Pinoh BANJIR yang sempat menggenangi sejumlah desa di Melawi sepekan lalu belum berpengaruh signifikan terhadap kenaikan harga barang sembako. Hingga kini harga sembako masih tetap stabil, bahkan sejak dari setelah lebaran Idul Fitri. Kadis Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Melawi, Apelles Itang mengatakan berdasarkan dari hasil pengawasan terhadap barang sembako di pasaran, dari perayaan Idul Fitri hingga sekarang harga barang sembako di Melawi masih stabil. “Saat ini harga barang sembako masih stabil. Bahkan sejak dari setelah perayaan Idul Fitri. Tidak tahulah saat menjelang perayaan Natal nanti,” ungkapnya, baru-baru ini. Dikatakan Apelles, berpengalaman dari sebelumsebelumnya, banjir yang rutin terjadi setiap tahun memang belum terlalu berpengaruh pada harga barang karena stok barang masih bisa tetap masuk ke Melawi. Berbeda dengan menjelang hari raya harga barang pasti

mengalami kenaikan. Karena dalam hukum ekonomi sudah jelas, jika permintaan banyak maka harga barang akan naik, dan jika permintaan kurang harga barang akan rendah. “Boleh-boleh saja para pedagang menaikkan harga barang, namun harganya harus yang wajar-wajar. Jangan sampai di momen menjelang hari raya menjadi kesempatan untuk menaikkan harga yang setinggi-tingginya,” terangnya. Apalagi pada saat situasi seperti sekarang, masyarakat dalam situasi yang sulit, karena banyak tempat yang terkena banjir. Ditambah lagi, bagi masyarakat yang menggantungkan hidupnya dari hasil karet, dimana belakangan ini masyarakat tidak bisa menoreh karet karena kondisi cuaca yang setiap hari hujan. “Kondisi ini tentu harus menjadi pertimbangan bagi para pedagang, sebelum menaikkan harga barang saat menjelang hari raya Natal mendatang. Karena dengan kondisi masyarakat yang sudah sulit jangan sampai ditambah lagi dengan tingginya harga barang,” jelasnya. Sementara itu, untuk mengantisipasi melonjaknya harga barang menjelang perayaan Natal, tim dari Diskoperindag terus melakukan pengawasan terhadap harga barang di pasaran, termasuk juga mengontrol stok barang yang ada di grosirgrosir. “Kita sangat berharap, harga barang menjelang hari raya Natal tetap bisa stabil. Kalaupun harus naik, kita minta kenaikan harga barang tersebut tidak terlalu memberatkan masyarakat,” harapnya. †

keterlambatan ini juga akan mengakibatkan terlambatnya pembahasan APBD untuk periode tahun 2013. Fraksi PAN juga mengimbau kepada Pemkab bahwa pada periode yang akan datang penyampaian rancangan APBD kepada DPRD selayaknya dilakukan tepat waktu, agar pembahasan dapat dilakukan secara optimal. Fraksi PAN juga menyampaikan bahwa pendapatan daerah pada APBDP tahun 2012 yang mengalami kenaikan sebesar Rp 10 miliar lebih yang disebabkan oleh bertambahnya dana perimbangan serta lain-lain pendapatan daerah yang sah. Fraksi PAN menyarankan agar dana

tersebut dipergunakan dalam rangka menutup defisit pada APBDP tahun 2012. “Kami fraksi PAN juga meminta kepada Pemkab untuk tidak melaksanakan kegiatan yang bersifat pembangunan fisik yang dananya bersumber dari dana APBDP 2012, karena waktu pelaksanaan yang tidak memungkinkan,” sarannya. Sementara itu, juru bicara Fraksi Partai Golkar, M. Ridwan Saidi mengatakan bahwa melalui penyampaian PU Fraksi, dari Fraksi Partai Golkar memandang ada beberapa hal penting sebagai masukan, saran dan pertanyaan untuk menjadi perhatian. Antara lain dalam menentukan arah, prioritas dan sasaran

APBDP tahun 2012 agar dapat berjalan secara benar, efektif, efisien, dan tepat sasaran. “Oleh karena itu kami mengingatkan pemerintah daerah untuk dapat memberikan skala prioritas baik pengalokasian anggaran maupun pelaksanaan kegiatan terhadap pekerjaan-pekerjaan yang terjadi pada APBD murni yang belum terselesaikan serta program-program berdasarkan tingkat urgensi dan kebutuhan mendasar masyarakat yang mendesak,” ungkapnya. Melalui momentum pembahasan KUA dan PPAS APBDP 2012, tentu semua pihak berharap apa yang telah dilakukan sekarang da

program-program prioritas pembangunan Melawi tahun 2012 ini dapat dibenahi sebagai bentuk koreksi dan evaluasi. “Sehubungan dengan defisit anggaran yang dikalkulasi akan terjadi pada APBD murni tahun 2012. Pekerjaan atau program kegiatan apa saya yang mengalami defisit dan solusi apa yang ditawarkan pemerintah daerah , mohon dijelaskan,” terangnya. Selain itu, Fraksi Partai Golkar juga mengingatkan kepada kepala SKPD yang ada untuk terus memonitor program dan pekerjaan yang sedang berjalan tahun 2012 agar dapat dilaksanakan sesuai target dan waktu yang ada. †

Pemkab: Hapus Sistem Outsourcing

kerja,” ujar Florensius Kaha Selasa, (13/11). Ia pun menjelaskan dalam UU No. 13 tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan, outsourcing hanya dibolehkan di 5 bidang pekerjaan, yakni kantin (catering), kebersihan (cleaning service), satpam, kurir (delivery/antar-jemput) dan pertambangan. Jika, pengusaha misalnya dengan menempatkan pekerja outsourcing di luar 5 bidang tersebut, maka demi hukum status hubungan kerja buruh outsourcing yang terikat dengan yang bermitra dengan

perusahaan beralih langsung dengan pemberi kerja yaitu perusahaan. Masih terkait dengan buruh dan perusahaan, Florensius juga berharap agar pihak perusahaan yang beroperasi di daerah ini mentaati pemberlakuan upah minimum kabupaten (UMK) Sintang yang telah ditentukan sebesar Rp 1,2 juta. Sebelumnya UMK Sintang ditentukan hanya sebesar Rp 950 ribu, namun kemudian dilakukan survey dan kajian kembali sehingga diputuskan mengalami kenaikan se-

besar Rp 250 ribu. “Angka itu disesuaikan dengan harga-harga barang kebutuhan yang memang telah mengalami kenaikan. Diharapkan dengan kenaikan UMK, para buruh bisa memenuhi kebutuhan seharihari,” ucapnya. Untuk pemberlakuan UMK Rp 1,2 juta, saat ini Pemkab sedang menunggu persetujuan dari gubernur Kalbar. Dengan kenaikan UMK ini, diharapkan kesejahteraan masyarakat khususnya yang berprofesi sebagai buruh atau karyawan bisa lebih meningkat. †

2005 tentang pengelolaan keuangan daerah, seharusnya penyampaian rancangan KUA dan PPAS tentang APBD perubahan kepada DPRD pada minggu pertama bulan Agustus tahun berjalan untuk memperoleh persetujuan bersama. “Keterlambatan penyampaian rancangan KUA dan PPAS tentang APBD Perubahan akan berakibat pada tidak maksimalnya pembahasan oleh DPRD dan tertundanya proses realisasi APBDP dan terganggunya mekanisme kegiatan keuangan daerah yang sumber pelaksanaan kegiatan dari APBD Perubahan tersebut,” ungkapnya. Selain itu, kata Kulan,

Endang Kusmiyati Borneo Tribune, Sintang KADIS Nakertransos Sintang, Florensius Kaha menyatakan Pemkab mendukung penghapusan sistem kerja outsourcing yang dinilai sangat merugikan buruh atau karyawan. Penghapus-

an sistem ini menurutnya sama dengan memberikan perlindungan kepada tenaga kerja dari PHK dan aksi sepihak pengusaha. “Kami di Sintang sangat mendukung dengan dihapuskan sistem kerja outsourcing, sehingga seluruh buruh dapat mendapatkan kelayakan perlakukan di tempat dia be-

Ketua KONI Buka Turnamen Bola Voli Kapaal Cup Eko Susilo Borneo Tribune, Nanga Pinoh UPAYA pembinaan atlet melalui kompetisi semakin sering digelar di Melawi. Seperti turnamen bola voli Kapaal Cup yang dilaksanakan mulai 15-25 November mendatang. Turnamen diikuti oleh 22 tim kelompok putra dan 19 tim kelompok putri digelar di lapangan Kecamatan Nanga Pinoh. Ketua KONI Melawi, Abang Tajudin pun membuka langsung kegiatan turnamen bola voli tersebut. Dalam acara pembukaan yang dilaksanakan kemarin, Tajudin memberikan apresiasi terhadap panitia yang telah konsisten menggelar turnamen olahraga secara rutin setiap tahun, baik untuk cabang sepakbola maupun bola voli seperti yang dilakukan saat ini. “Meski dengan berbagai keterbatasan, panitia Kapaal Cul tetap konsisten untuk melaksanakan turnamen setiap tahunnya. Kami sangat menghargai apa yang telah panitia lakukan,” katanya. Tajudin mengungkapkan gelaran turnamen di berbagai bidang olahraga apapun tentu akan berkontribusi positif bagi perkembangan du-

FOTO BERSAMA Ketua KONI Melawi, Abang Tajudin, Camat Nanga Pinoh, anggota DPRD Melawi, Ridwan Saidi serta panitia dan peserta turnamen bola voli Kapal Cup FOTO: Eko Susilo/Borneo Tribune nia olahraga Melawi. KONI sendiri juga sangat terbantu dengan adanya turnamen tersebut karena ikut mensukseskan program KONI. “Kami juga terbantu dalam hal pembinaan karena tak mungkin kita bisa berprestasi tanpa ada kompetisi,” ujarnya. Lebih lanjut, pria yang menjabat sebagai Ketua

DPRD ini menuturkan, kompetisi ini juga menjadi ajang pencarian bibit-bibit terutama atlet voli yang bermain dan berasal dari Melawi. Menurutnya, saat ini memang perlu ada pembatasan pemain dari luar Melawi sehingga atlet lokal dapat bersaing dan mampu melahirkan berbagai bibit atlet baru.

“Bahkan saya sangat berharap dari turnamen ini nantinya bisa ada atlet voli yang mewakili setidaknya Kecamatan Nanga Pinoh bahkan mungkin mewakili Melawi di tingkat yang lebih tinggi,” ucapnya. Tajudin menambahkan turnamen ini juga diharapkan tak hanya mencari menang atau kalah. Tapi juga

menjadi ajang silaturahmi antara kita. Sehingga olahraga ini bisa semakin mengikat persaudaraan antar warga. “Nanti kami diharapkan Kapaal Cup bisa menggelar open turnamen setingkat kabupaten. Tidak hanya kecamatan saja. KONI siap mendukung termasuk pendanaan. Juara pertama akan dalam turnamen ini akan dibantu oleh KONI,” katanya. Sementara itu, Ketua Panitia Kapaal Cup, Edi Suwandi mengatakan Kapaal Cup ini merupakan turnamen Kapaal Cup ke lima. “Setelah biasanya kita melaksanakan turnamen untuk cabang bola kaki, sekarang dicoba untuk bola voli,” terangnya. Edi pun mengungkapkan turnamen Kapaal Cup tetap dilaksanakan rutin setiap tahun walau dengan berbagai keterbatasan dan kekurangan. Nantinya setiap tim akan memperebutkan piala bergilir dan piala tetap. Kapaal Cup sendiri digelar mulai tanggal 15-25 November. “Kami pun berharap, nantinya desa-desa lain bisa mencontoh apa yang kita lakukan sebagai bentuk pembinaan atlet-atlet kita,” pungkasnya. †

BPN Dukung Sertifikasi Lahan Pertanian Endang Kusmiyati Borneo Tribune, Sintang KEINGINAN Pemkab Sintang mengikutkan sertifikasi lahan pertanian dimiliki oleh masyarakat secara gratis ternyata mendapat dukungan penuh dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sintang. Kepala BPN Sintang, H. Syamsuria mengatakan apa yang akan dilakukan Pemkab merupakan salah satu langkah terbaik sekaligus bukti memperhatikan kepentingan masyarakat. “Ini cukup bagus dan kita sangat mendukung sepenuhnya rencana Pemkab. Manfaatnya bukan untuk orang lain tetapi masyarakat Sintang sendiri,” ujar Syamsuria. Dikatakan Syamsuria, peralihan dari lahan pertani-

an menjadi lahan pemukiman warga bukan hal mustahil. Bukan hanya menjadi perumahan, tapi juga bisa berubah menjadi lahan perkebunan kelapa sawit. Oleh karena itu langkah sertifikasi lahan pertanian sangat tepat. “Bila lahan pertanian terus dialihfungsikan, krisis pangan bakal menjadi ancaman. Tapi kalau sudah disertifikasi tentu tidak ada alasan peralihan lagi. Kita siap membantu,” pungkasnya. Banjir besar yang melanda beberapa desa di Kecamatan Dedai pada 4-6 Nopember 2012 lalu mendapat perhatian dari Pemkab Sintang dengan memberikan bantuan berupa 5 ton beras dari Dinsosnakertrans, 100 dus mi instan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah serta PUR pemurni air dari Wahana Visi Indonesia. Bantu-

an tersebut diserahkan Bupati Sintang Milton Crosby, Rabu (14/11), di Kantor Camat Dedai. Menurut Milton, bantuan ini memang tidak bisa memenuhi kebutuhan para korban banjir, tetapi inilah perhatian sosial Pemkab Sintang. “Saya juga pernah jadi camat di Dedai ini, sehingga saya tahu bagaimana kondisi saat banjir di sini. Saya berharap kepala desa dan kepala dusun bisa bijak dalam membagikan dan mendistribusikan bantuan ini sesuai sasaran bantuan ini,” kata Milton. “Saya minta masyarakat tetap bersemangat dalam bekerja. Terutama dalam mengelola kekayaan alam untuk kesejahteraan kita. Terus tanam karet dan rawat kebun karet yang sudah ada,” katanya.

“Mari kita antisipasi bencana banjir ini misalkan jika ingin membangun rumah di lokasi yang rawan banjir maka bangunlah rumah panggung,” tambahnya. Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi F. Kaha menjelaskan mengingat banjir besar masih mungkin terjadi, pihaknya akan segera mengambil beras sekitar 50 ton yang akan disimpan gudang Bulog Sintang. “Kami juga akan segera mengambil bantuan dari Kementerian Sosial RI berupa ikan kaleng sardines sebagai persiapan,” kata F. Kaha. Kepala BPBD Sintang, Martin Nandung menyatakan pihaknya akan segera mengadakan kapal motor guna menunjang kegiatan pelayanan kepada masyarakat yang menjadi korban banjir,

khususnya dalam membantu memperlancar pendistribusian bantuan. “Karena mayoritas penerima bantuan bisa dijangkau dengan kapal motor,” jelas Martin Nandung. Perwakilan Wahana Visi Indonesia Ignatius Anggoro menjelaskan serbuk pemurni air yang diberikan untuk korban banjir di Kecamatan Dedai berjumlah 1.000 paket yang diperuntukkan bagi 1.000 KK. Sekretaris Camat Dedai Sulaiman mengucapkan terima kasih atas perhatian Pemkab Sintang kepada masyarakat Dedai. “Bantuan ini memang tidak cukup memenuhi kebutuhan korban banjir, tetapi akan sangat membantu kami semua. Yang akan menerima bantuan ini sekitar 6 desa dengan jumlah KK 1.200 KK,” jelas Sulaiman. †


Jumat, 16 November 2012

Kapuas Hulu

Borneo T Tribune

10

Banjir Mengancam Pemukiman Warga Banjir yang terjadi di Kapuas Hulu sudah merendam sejumlah pemukiman warga di pesisir sungai Kapuas. FOTO: Timotius/ Borneo Tribune

BPBD Siapkan 100 Ton Beras Borneo Tribune, Putussibau KASI Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kapuas Hulu, Suhairi mengatakan Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu melalui BPBD Kapuas Hulu telah menyiapkan kurang lebih 100 ton beras, yang akan disalurkan kepada

korban banjir yang ada di wilayah Kabupaten Kapuas Hulu. “Kita akan melihat kebutuhan masing-masing kecamatan yang menjadi korban banjir, hanya saja hingga saat ini kami belum menerima laporan dari kecamatan,” ucapnya saat meninjau banjir di Kecamatan Bunut

Hilir. Menurutnya, bantuan yang akan disalurkan tersebut bukan hanya beras, namun berupa sembako lainnya sesuai kebutuhan masyarakat. Otomatis aktivitas masyarakat akan menjadi sulit, terutama dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. “Masyarakat kita ini ratarata menoreh karet, bertani, dan menjadi nelayan, banjir seperti ini kebun karet lahan pertanian sudah terendam, bahkan nelayan sekalipun saat ini kesulitan mencari ikan, jikapun ada hanya untuk bertahan hidup selama

banjir ini terjadi,” ungkapnya. Suhairi mengimbau agar seluruh kecamatan di wilayah Kabupaten Kapuas Hulu segera membuat laporan terkait kondisi banjir di daerahnya masing-masing, dengan demikian akan segera ada langkah yang diambil. ”Kami akan tindak lanjuti, akan tetapi untuk penyaluran bantuan berupa beras yang telah tersedia belum bisa dipastikan kapan akan disalurkan, namun kami akan berupaya dalam waktu dekat ini,” pungkasnya. (Freelancer/Timotius) †

FA. Gindal, SH Sekwan

Gallery

Kerawing Menerima pesanan & menjual : hasil tenunan daerah/ kerajinan, berupa pakaian adat, anyaman dan lukisan Putusibau SISKA Hp. 081257159998

PT. BUMI BORNEO CEMERLANG

Jl. Gaj ahma da N o. 3 P ont ianak Gajahma ahmada No Po ntianak Email: aria_tur@yahoo.com Penerbangan Pontianak - Jakarta BATAVIA : 5x penerbangan dalam sehari ( z07.05 z07.55 z11.10 z14.35 z16.00 ) SRIWIJAYA : 4x penerbangan dalam sehari ( z07.00 z07.55 z11.55 z15.50 ) LION AIR : 3x penerbangan dalam sehari ( z07.30 z11.35 z15.30 )

GARUDA : 3x penerbangan dalam sehari ( z08.00 z12.55 z17.35 ) Penerbangan PTK - JOGJA & PTK - SURABAYA BATAVIA : 1x penerbangan dlm sehari (pukul : 14.45)

PALAPA TAXI

PONTIANAK - SINGKAWANG (PP) PONTIANAK SINGKAWANG

Jl. Arteri Supadio Ruko No. 1-2

Jl. Niaga No. 25

0561-717 8888 0562-333 9999 0821 4876 8888 0821 4876 9999 ARMADA INNOVA & YARIS ARMADA INNOVA & YARIS JAM JAM BERANGKAT :

BERANGKAT:

05-07-08-09-10-11-13-14-15-16-17-19.00 WIB 05.00 - 08.00 - 11.00 - 14.00 - 17.00 - 19.00

hari terpaksa terhenti, dan bertahan dengan mencari ikan. “ Genangan air akibat banjir ini sudah berlangsung kurang lebih tiga hari, terpaksa warga yang rumahnya sudah terendam membuat panggung di dalam rumah untuk tempat tidur dan tempat penyimpanan barang, dan untuk di desa saya ini sudah 20 rumah warga yang terendam air,” kata Ibrahim Kepala Desa Bunut Hulu. Camat Bunut Hilir Rustam Usman mengatakan, sebanyak 2.498 Kepala Keluarga (KK) yang terdapat di 11 Desa Kecamatan Bunut Hilir cukup resah dengan kondisi banjir kali ini, meskipun belum diketahui pasti rumah penduduk yang sudah tergenang air, namun Rustam memastikan 11 desanya sudah terendam banjir. “Kondisi air masih naik, kedalaman rata-rata 4-5 meter, pengalaman tahun 2010 rendaman air akibat banjir hingga sembilan bulan lamanya. Tidak menutup kemungkinan banjir kali ini sama seperti beberapa tahun lalu, oleh karenanya kita mengharapkan bantuan dari pemerintah, kasihan masyarakat akibat banjir ini mata pencariannya lumpuh total,” ungkap Rustam. Sementara itu, Suhairi Kasi Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah

(BPBD) Kabupaten Kapuas Hulu mengatakan kondisi banjir kali ini kembali meresahkan warga. Namun hingga sejauh ini pihaknya belum menerima laporan resmi dari kecamatan yang ada di Kabupaten Kapuas Hulu. “Kami belum mendapat laporan resmi, akan tetapi yang kami ketahui saat ini yang sudah terendam banjir selain Kota Putussibau dan sekitarnya, juga terjadi di sejumlah kecamatan pesisir sungai kapuas, seperti Kecamatan Silat Hilir, Kecamatan Semitau, Kecamatan Suhaid, Kecamatan Jongkong, Kecamatan Bunut Hilir, Kecamatan Embaloh Hilir, Kecamatan Bika dan Kecamatan Kalis,” ucapnya saat meninjau banjir di Kecamatan Bunut Hilir. Suhairi mengaku pihaknya belum mendirikan posko di tiap-tiap kecamatan, akan tetapi BPBD Kapuas Hulu sudah meminta agar masingmasing kecamatan membentuk posko sementara. “Kami akan terus berupaya memberikan pelayanan kepada masyarakat, dan kami minta masyarakat atau pihak kecamatan segera melaporkan kepada BPBD Kapuas Hulu kondisi banjir yang terjadi di masing-masing daerah di Kapuas Hulu, kami memerlukan laporan itu secepatnya,” tegas Suhairi. (Freelancer/Timotius) †

Rendaman air banjir di salah satu rumah warga di Kecamatan Bunut Hilir. Foto: Timotius/ Borneo Tribune

Terminal Kedamin Tidak Kunjung Difungsikan

Tertanda:

Ade M. Zulkifli, SAP Ketua M. Yusuf Habibi Agustinus Ding, SH Wakil Ketua Wakil Ketua

Telp. 0561-577868

Borneo Tribune, Putussibau BANJIR yang melanda Kabupaten Kapuas Hulu sejak tanggal 9 Novemberlalu hingga saat ini mengancam pemukiman rumah penduduk di Kota Putussibau dan sekitarnya, bahkan sejumlah rumah di kecamatan yang ada pesisir sungai Kapuas wilayah Kabupaten Kapuas Hulu saat ini sudah terendam. Warga di pesisir sungai Kapuas terancam kehilangan mata pencarian, pasalnya rata-rata masyarakat menggantungkan hidupnya dari kebun karet, bertani dan menjadi nelayan di danau. Pantauan di lapangan, di Kota Putussibau dan sekitarnya terdapat sejumlah daerah yang sudah tergenang dan mengancam rumah penduduk, seperti di Jalan Pasar Inpres, Jalan KS Tubun, Jalan M Yasin, Jalan Dogom, daerah Kedamin, Teluk Barak, Kampung Jati, dan sejumlah sudut Kota Putussibau. Rata-rata ketinggian air mencapai 1-1,5 meter. Kecamatan Bunut Hilir sendiri, 11 desa yaitu Desa Bunut Hilir, Desa Bunut Hulu, Desa Teluk Aur, Desa Nanga Tuan Desa Ujung Pandang, Desa Empangau, Desa Tembang, Desa Bunut Tengah, Desa Entibab, Desa Kapuas Raya, dan Desa Empangau Hilir sudah terendam air. Aktivitas warga untuk memenuhi kebutuhan sehari-

Distributor Aspal Shell (Drum) Pen 60/70, Berat Bersih : 154 Kg

Borneo Tribune, Putussibau POS Pemeriksaan Lintas Batas (PPLB) Nanga Badau sudah dibuka melalui soft launching beberapa waktu lalu, rencananya pemerintah pada Desember mendatang melakukan grand launching, sehingga dapat dilalui orang dan barang. Hanya saja hingga saat ini persiapan fasilitas pendukung lainnya belum dibenahi termasuk keberadaan terminal di Kedamin Kecamatan Putussibau Selatan. “ Kita ketahui bersama terminal Kedamin itu sudah sangat lama dibangun bahkan sudah diresmikan, akan tetapi hingga saat ini terminal tersebut tidak kunjung

difungsikan. Padahal PPLB Nanga Badau sudah dibuka,” Kata Mustansyah (35), salah satu warga Kota Putussibau, Kamis (15/11). Menurutnya, pemerintah tidak memiliki perencanaan yang matang dalam pembangunan terminal Kedamin, padahal dalam pembangunannya kata Mustansyah tidak memakan dana yang sedikit. Kondisi saat ini mengalami kerusakan terutama infrastruktur, sudah barang tentu akan menelan dana lagi untuk merehabnya. Selaku warga, Mustansyah berharap pemerintah segera mengambil langkah sehingga terminal Kedamin

bisa difungsikan sebagai mana mestinya. Pasalnya kondisi terminal yang berada di Kota Putussibau saat ini sudah tidak layak lagi digunakan bahkan sempit dan terlihat kumuh. “ Mau singgah dimana nantinya bis-bis dari negara tetangga apabila terminal kita tidak difungsikan, selain itu arus orang dan barang bahkan kendaraan nantinya akan semakin ramai, jadi terminal Kedamin mesti segera difungsikan, tidak hanya itu terminal yang berada di Badau juga mesti segera dibenahi dengan dibangun berstandar internasional,” pungkasnya. (Freelancer/Timotius) †

IKLAN BARIS Dijual

Dicari

Peluang Usaha

Rumah Permanen. Jl. Purnama Komp. Dinasti Indah Blok B No. 14 Ptk. Ukuran Tanah 10 x 18 m2, Ukuran Bangunan 9 x 15 m2. Hub:085252015279

SGR, Guru PAUD/TK, Bersedia Ikut Diklat, Lgsg Penempatan, Hub. Jl. Pancasila No. 207 Telp. 761562

BISNIS FOREX! Daftar hr ini, besok psti dpt Profit (7% selama 100 hr) www.forexal.com SMS “PETUNJUK” Hp.087885563999 T.07789645034

Dijual Bangunan Dijual cepat eks. kantor, sertifikat, 2 lt, Jl. Nurali No. 2, Hub. 081384151188 tnp perantara.

Dijual Paket DAHSYAT MITSUBISHI!! Colt Diesel + Dump. DP Cuma 75 Juta + Bns TV LED 24” Hub. 085 268 495 763

Dijual Tanah

Peluang Bisnis

Jln.Purnama I Gg. Purnama Indah 1 No. 21. Menuju Komplek Dinasti Indah. Uk. 16 x 27 m. Bangunan L 14,5 m, P 18,5 m. Hub. Bpk. Gusti Hp. 081256983336

Bisnis Forex! Modal Min Rp.300rb, Profit Besar, Cek UTK Pns, Pensiunan dll. Info www. inforexal.com, SMS “MINAT” Hp. 087885563999

DIJUAL CEPAT TANAH SHM, tanpa perantara. * Jl. Gusti Situt Mahmud, Gg. Selat Makasar, Siantan (blkng BPAS) LT 1000 m2 Rp. 300 jt (nego). Hub. 0819 565 2794/0561 700 4977

Gallery Kost. Menerima Pria & Wanita Fasilitas Air & Listrik dan lain-lain. Jl. Diponegoro No. 9 Telp. 0562-3320424 SKW

Dijual tanah, 364 M 2, Jl. Danau Sentarum, Gg. Wonosobo, 50 Juta. Hub. Sri 081352269380 Dijual tanah, jl. Ujung Pandang, luas 4114 m2 sertifikat, Hub. 081384151188 tnp perantara.

Kost

Taxi CV. TEGAR PRATAMA TRANSPORT Melayani Antar Jemput Penumpang Jl. Kalimantan No. 24B 0562-640029/641366 SINGKAWANG Jl. Imam Bonjol Gg. Tnjng Sari No. 36 0561-747211/749025 PONTIANAK INNOVASI TAXI. Melayani Antar Jemput. Jl. Tua Pekong No.24 Singkawang, (0562)3309800, Jl. A. Yani (RM. Bertagis) Pontianak Telp. (0561) 7015100, (0561) 7157000

Disewakan Disewakan gudang 2 pintu, luas + 250 m2 dan 200 m2, cocok utk kndraan bermotor, alat telekomunikasi, di Jl. Adisucipto. Hub 081384151188 tnp perantara.

Iklan Baris:

1 baris / hari Rp. 6.000,-


Teras Borneo Tribune

Jumat, 16 November 2012

Kamtibmas Achmad Mundzirin Borneo Tribune, Pontianak Kapolresta Pontianak Kombes Pol Muharrom Riyadi meminta peran aktif masyarakat diperlukan dalam mencegah tindak kejahatan. Meski aparat kepolisian terus menggelar patroli rutin, dukungan masyarakat menjadi yang utama. Sebab, kamtibnas akan maksimal apabila masyarakat turut bekerjasama.

Polisi dan Masyarakat Harus Aktif Dikatakan Muharrom, peran masyarakat sangat diperlukan dalam menekan tindak kejahatan. Meski kita terus memonitor dengan menempatkan personil berseragam maupun menerapkan pengamanan tertutup, tapi segala informasi sangat dibutuhkan untuk mencegah maupun mengungkap tindak kejahatan yang sering terjadi di Kota Pontianak. ” Beberapa kasus pencurian di Kota Pontianak didominasi oleh resedivis. Begi-

tu halnya dengan pelaku yang pernah terlibat dalam kasus serupa,” paparnya baru-baru ini. Menurutnya pula, terkadang, setelah bebas menjalani hukuman, para pelaku kejahatan ini kerap kali mengulang perbuatan tersebut. Ironisnya saat beraksi, mereka tidak segan melukai calon korbannya. ”Mulai dari masyarakat sebagai individu maupun ketika berada di lingkungan. Yakni, tidak menciptakan

dan membawa perhiasan yang mencolok hingga mengundang tindak aksi kejahatan,karena pelaku beraksi saat adanya kesempatan,” ungkapnya. ” Maka yang diperlukan masyarakat adalah, kewaspadaan serta memahami kondisi lingkungan. Sementara mengenai beberapa kasus pencurian yang dilakukan oleh sindikat pelaku, seperti pembobolan rumah warga dan brankas kantor, pihaknya telah mengambil

15 Calon KPID Ikuti Fit and Proper Test Retno A Pramoedya, kemarin. Ia menguraikan sesuai dengan UU 32 tahun 2002, DPRD diamanatkan untuk melakukan tes terhadap para peserta hasil perekrutan Panitia Seleksi yang dilakukan Pemerintah provinsi Kalbar. Selanjutnya, sambung dia, pimpinan DPRD telah melimpahkan ke Komisi A untuk melaksanakan tes. “Di dalam tes tersebut, para peserta akan mengikuti dua tahapan pengujian. Yaitu tes tertulis dan wawancara,” jelas Retno. Retno menambahkan, tes tertulis para peserta calon anggota KPID telah dilaksanakan pada tanggal 12

Nopember 2012. Dalam tes tertulis itu, Komisi A DPRD Provinsi Kalbar didampingi tim ahli dari Universitas Tanjungpura yakni Dr. Hermansyah dan Netty Herawati. Selanjutnya, pada tahap tersebut, para peserta diwajibkan untuk membuat makalah dengan memilih salah satu dari lima buah judul yang ditentukan oleh tim ahli. “Namun, dari 15 peserta itu, ada empat calon anggota KPID dinyatakan gugur. Hal itu dikarenakan tidak hadir. Sehingga hanya tinggal 11 peserta yang mengikuti tes wawancara,” ujar Retno.

Sementara untuk wawancara, menurut Sekretaris DPW PPP Provinsi Kalbar ini, akan dilakukan Komisi A. Tentunya, wawancara yang akan ditanyakan itu seputar berbagai hal yang berkaitan dengan penyiaran. Penilaian para peserta berdasarkan beberapa parameter yang telah disepakati sebelumnya dan ada juga merupakan masukan dari tim ahli. Antara lain penguasaan materi meliputi UU Penyiaran dan berbagai persoalan yang berkaitan dengan penyiaran, performance dari masing-masing peserta, sikap, estetika dan kedisiplinan.

“Kriteria penilaian yaitu sangat baik, baik, sedang, buruk dan sangat buruk,” papar Retno. Karena itu, dari hasil penilaian anggota Komisi A dan tim ahli itu kemudian akan dikompilasikan. Dan bagi tujuh calon KPID yang terpilih itu nantinya mendapat rating tertinggi. “Setelah seluruh tahapan dilaksanakan, maka ke tujuh calon anggota tersebut dapat ditetapkan sebagai anggota komisioner KPID Kalbar,” ucap dia seraya mengatakan bahwa tes berlangsung secara transparan dan tanpa ada kepentingan politik tertentu.

Masalah Tapal Batas Picu Konflik Sosial baik tingkat Kabupaten/ Kota, Kecamatan bahkan sampai ke tingkat pedesaan, masih banyak persoalan yang terjadi yang menjadi penyebab terjadinya masalah perbatasan. “Dari permasalahanpermasalahan tersebut di harapkan perlunya untuk bersama-sama bergandengan tangan dan duduk bersama dalam menyelesaikan masalah-masalah. selain itu juga, sosialisasi masalah batas

sampai ketingkat masyarakat perlu di lakukan agar masyarakat bisa memahami batas-batas yang ada, dengan demikian permasalahan yang terjadi akan bisa di selesaikan dengan baik sesuai dengan ke inginan bersama,” kata M Zeet. Dikatakan olehnya, permasalahan tata batas sangat sensitif baik bagi kepentingan rakyat, kepentingan administrasi negara, maupun kepentingan proses

pengambilan keputusan dan pemanfaatan sumber daya. “Kalau batas tidak bisa diselesaikan dengan bersama-sama maka akan menimbulkan komplik di masyarakat seperti contoh di daerah-daerah lain, dan di Kalbar, kita bersyukur, karna belum ada masalah komflik yang terjadi karna persoalan data batas,” jelasnya. Untuk itu, Sekda berharap, bagi para pemangku kepentingan yang berhu-

bungan dalam prosesÿpengambilan keputusan soal data batas untuk mengambil keputusan bersama-sama secara baik, benar, sesuai dengan aturanaturan yang berlaku, dan mupakat bulat. Tidak adanya masing-masing pendapat, akan tetapi satu pendapat, agar dikemudian hari tidak ada lagi masalah data batas, dan masyarakat akan mengerti mana yang akan menjadi wilayahnya dan mana yang bukan.

likan kendaraan (BPKB), tanda bukti ketaatan pembayaran pajak kendaraan, STNK, SIM, sampai dengan kelengkapan kendaraan seperti kaca spion, rem, lampu isyarat dan helm. Meskipun dalam kesempatan tersebut belum ditemukan indikasi kealpaan prajurit dan pegawai negeri sipil dalam mengendarai kendaraan bermotor mereka. Pasi Pam Ops Lettu Sigid Nugraha mengingatkan pemeriksaan kelengkapan kendaraan bermotor

akan selalu diadakan secara rutin dan acak, sehingga setiap personel harus selalu dalam kondisi siap di periksa setiap saat. “Ditekankan juga tentang temuan bahwa beberapa surat-surat kelengkapan berkendaraan prajurit dan PNS organik ada yang mendekati masa kedaluwarsa sehingga perlu tindakan antisipasi untuk segera memperpanjangnya,” kata Lettu Sigid Nugraha. Diingatkan olehnya, seluruh prajurit dan PNS juga

harus mentaati UndangUndang nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yang antara lain berkenaan dengan kewajiban menggunakan helm berstandar nasional (SNI). Kemudian direncanakan Pendam XII/Tpr nantinya akan segera menerbitkan “Stiker Himbauan Keselamatan” bagi pengendara. Setelah pemeriksaan selesai, para prajurit melanjutkan kegiatan rutinitas di bagian masing-masing.

anda melihat bentuknya? Pastinya bentuk persegi empat dari empat kayu yang tersusun tersebut memiliki makna tersendiri mengapa dibuat seperti demikian. Sementara unsur Jawa terlihat pada kubah yang berbentuk limas, Serta ukiran pada tiang tangganya, dimana bentuk semacam ini banyak dijumpai pada bangunan serta rumah-rumah khas Jawa. Keberadaan sebuah jam dinding besar tak seberapa jauh dari mimbar juga menambah kaya khasanah. Jika sekilas anda perhatikan, bentuk jam tersebut seperti jam dinding di masa Hindia Belanda dengan ornament menyerupai dua ekor naga. Namun coba perhatikan lebih seksama, maka akan anda liat jam tersebut beraksara arab. Satu lagi. Lampu gantung yang terdapat di serambi lantai dua. Walau terlihat telah usang dan sedikit tak terawat. Namun lampu gamtung ini memiliki makna ceritanya sendiri sebagai salah satu bentuk hasil kebudayaan indies. Kembali ke lantai dasar, keberadaan sebuah taman juga turut memperindah ke-

beradaan mesjid. Di sebelah sisi kanannya, terdapat sebuah gentong berukuran besar. Awalnya gentong besar ini difungsikan menampung air sebagai salah satu tempat berwudhu. Namun sekarang keberadaan Gentong ini tidak lagi dipergunakan fungsinya. Di sebalah barat laut (kiri depan) mesjid terdapat sebuah menara setinggi kurang lebih 20 meter. Ada juga terdapat ruang perpustakaan. Tepatnya di serambi sebelah kiri mesjid. Bergeser sedikit, terdapat pintu masuk menuju ruang utama. Selain dari sisi tengah ini, pintu masuk juga terdapat di sisi kiri dan sisi kanan. Masuklah ke ruang utama mesjid. Didalamnya terdapat tulisan Kaligrafi yang menghiasi dinding. Di dalam ruang utama mesjid ini juga terdapat mimbar dengan atap berwarna kuning. Luas lantai dasar mesjid tercatat 135,50 meter persegi Sebagai salah satu bangunan yang memiliki ciri khas dan menjadi bagian yang tak terpisahkan dari perkembangan sejarah kota. Sudah sepatutnya bangunan ini terus dijaga, di rawat dan dilestarikan.

KEHILANGAN

KEHILANGAN

Mesjid Al-Jihad Simbol Pembauran atapnya memakai kubah serta dilengkapi sebuah menara. Menempati lahan sekitar 700 meter persegi. Kala itu ada beberapa tokoh masyarakat pemrakarsa, di antaranya A. Moeis Amin, Drs. Mauluddin, Drs. Ahmad Din, kemudian DA. Hadi dan masyarakat lain. Nama “Al-Jihad” sebagai nama mesjid ini diidentikkan dengan perjuangan di jalan Allah. Manifestasi semua aktivitas dari berawalnya keberadaan mesjid ini salah satuya. Sebagai bagian dari perjuangan, untuk mendapat ridhaNya. Dan tentuya juga segala perjuangan atau kegiatan berkelanjujtan yang ada di lingkungan mesjid,ÿ Seiring dengan perjalanan waktu. Perkembangan pembangunan kota, pemukiman di sekitarnya dan sebagai upaya untuk menampung jumlah jemaah yang terus bertambah. Mesjid ini telah mengalami beberapa kali renovasi. 25 tahun kemudian, bangunan mesjid direnovasi secara menyeluruh. Tepatnya pada tanggal 9-21 November 1987 bangunan lama dibongkar. Dan mulai dibangun dengan pemancangan tiang pertama. Pelaksanaan pembangunan mesjid berlangsung dari tanggal 23 November 1987 sampai dengan 30 Maret 1988. Setelah 4 bulan 9 hari masa pembangunan. Pada hari Jum’at, tanggal 1 April 1988, mesjid dua lantai ini

kembali diresmikan. Dengan luas keseluruhan mesjid mencapai 870 m2. Bangunan mesjid semakin bertambah luas berkat hibah tanah dari Baroamas Jabang Balunus dan Wan Ali warga setempat. Kini mesjid Jihad berada tepat di persimpangan Jalan Gusti Johan Idrus (Jalan Sumatera) dan Jalan Sultan Syarif Abdurrachman. Secara administratif masuk ke dalam kelurahan Parit Tokaya kecamatan Pontianak Selatan. Ada beberapa ciri khas dan keunikan yang terdapat di mesjid ini. Penggunaan kayu belian pada hampir semua bagian mesjid tak terkecuali. Dengan flitur berwarna dasar kayu, coklat tua. Membuat bangunan mesjid terlihat kokoh, unik dan sekaligus menetramkan. Untuk arsitekturnya banyak mewakili arsitektur dari berbagai etnis yang ada di Kalimantan Barat. Seperti unsur Melayu tampak pada rangka bangunan utama. Dua tangga yang berada di samping kanan dan kiri serambi salah satunya. Coba Anda perhatikan lekak-lekuk ukiran di beberapa kayukayu belian, pada tiang-tiang di ruang utama dan tiang di serambi. Anda sepakat dengan saya bahwa itu kental dengan nuansa Melayu dan Dayak. Juga ukiran di setiap sudut atap bangunan utama dan menara. Tempat bola lampu pada langit-langit di serambi. Apa yang terbayang ketika

STNK KB 3931 KK NR: MH328D40DBJ483821 NM: 28D3483918 A/N MAYATI Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi. HN

langkah tegas. Bahkan, beberapa waktu lalu telah berhasil meringkus pelakunya,” ujarnya. Ditambahkanya pula, pelaku kebanyakan asal di sini. Belum ada indikasi serta petunjuk kuat memastikan keterlibatan kelompok luar Kalbar. Tetapi, pihaknya masih terus mendalami secara intensif. ”Diharapkan terhadap

kantor maupun perusahaan dapat melengkapi pengamanan dengan memasang CCTV. Selain pola pengamanan yang telah diterapkan dalam menjaga lingkungan, instansi maupun perusahaan. Karena rekaman CCTV dapat memantau serta menjadi petunjuk penyelidikan petugas, jika terjadi aksi kejahatan,” pinta Kapolresta.

Lebih jauh lagi Ia mengatakan, bahwa masyarakat yang harus proaktif, menjadi polisi diri sendiri,baik menjaga harta benda maupun lingkungan. Selain itu,kami menginginkan dengan masyarakat, jika ada orang yang mencurigakan segera laporkan kepada pihak berwajib, agar cepat diproses sesuai hukum yang berlaku. o

Kebakaran Lumpuhkan Perekonian Belitang sudah berdiri sejak desa ini ada. Bahkan merupakan cikal bakal berdirinya Desa Belitang. Selain menjadi pusat perdagangan di Desa, Komplek Pasar Belitang ini juga dikenal sebagai sebuah pasar yang muda dijangkau lewat jalan darat, maupun jalan sungai. Lokasinya memang jauh dari jalan raya Kabupaten Sekadau, tapi merupakan tumpuan masyarakat dalam beraktivitas sehari-hari. Pasca kebakaran ini, tidak terlihat ada aktivitas

jual beli, maupun aktivitas warga membuka toko. Yang terlihat, warga yang rumah, maupun rukonya masih tersisa dalam kobaran si jago merah sibuk membersihkannya, ada pula warga yang memperbaiki kerusakan rumah atau rukonya. “Pascakebakaran, laju pertumbuhan ekonomi di Desa Belitang perlahan redup. Selain komplek pasar memang dikenal sebagai pusat bisnis. Cukup banyak warga yang kehilangan penghasilan karena tempat usa-

ha mereka ludes terbakar,” kata Indra Gunawan, salah seorang warga yang juga Pengurus yayasan, Selasa (13/11), lalu. Hingga kemarin (Selasa red), aktivitas jual beli di komplek pasar yang terbakar itu masih lumpuh. Beberapa pedagang yang ruoko maupun rumahnya ludes terbakar berkumpul di Sekretariat Yayasan Bhakti Mulia. “Sebelum ludes terbakar, pasar ini merupakan tumpuan perekonomian masyarakat di Desa ini,” jelasnya.

paikan hasil analisis terhadap DBD. Untuk DBD sedikit meningkat dari sebelumnya, akan tetapi angka tersebut tidak terlalu signifikan. “Kecuali di Kabupaten Ketapang dan Kabupaten Kayong Utara. Di dua daerah tersebut sungguh luar biasa. Jumlah kasusnya hampir mencapai 300 kasus,” ungkapnya. Upaya yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar berupa memback up logistik, seperti pembagian abate termasuk juga fogging. Dia juga menjelaskan, untuk beberapa kecamatan di Kabupaten Ketapang, sudah sudah melaku-

kan fogging massal di titik yang dianggap rawan terhadap penularan penyakit DBD. “DBD adalah penyakit menular yang berkaitan dengan lingkungan seperti genangan air,” paparnya. Melihat dampak yang ditimbulkan, sudah sewajarnya masyarakat, pemerintah dan stake holder lainnya bersatu padu memerangi DBD. Anda, saya dan kita semua punya kewajiban untuk turut berpartisipasi memerangi penyakit menular ini. Stidaknya dari lingkungan kita sendiri. Jangan sampai kita menjadi korban DBD.

Korban DBD dalam rentan waktu April hingga November berjalan saat ini. Demam berdarah memang marak ketika memasuki musim penghujan. Dari delapan korban demam berdarah tersebut, kebanyakan dialami oleh anak-anak. Meski demikian, Andi Jap mengingatkan, DBD juga dapat menyerang orang dewasa hingga mengakibatkan kematian. Dalam mengatasi lebih banyak lagi korban, Dinas Kesehatan Kalbar terus mengupayakan dengan mem-back up wilayah yang sudah terkontaminasi penyakit tersebut. Andi Jap juga menyam-

Eling dan Waspada

Ranmor Anggota Tidak Luput Pemeriksaan Kasi Penum Pendam XII Tanjungpura, Mayor Arh MN Komarudin memimpin langsung kegiatan pemeriksaan kelengkapan kendaraan bermotor pajurit dan PNS organik Penerangan Kodam (Pendam). Kegiatan dibantu oleh Pasi Pam Ops Lettu Sigid Nugraha dan Perwira lainya untuk memeriksa satu per satu kelengkapan kendaraan bermotor baik roda dua dan empat. Pengecekan dimulai dari surat-surat resmi kepemi-

11

STNK KB 3367 EY NR: MH314D00FAK651779 NM: 14D651830 A/N SUPRATIN Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi. HN

“Jadikan Tahun Baru 1 Muharam 1434 Hijriah ini sebagai makna introspeksi diri akan amal ibadah yang telah dilakukan pada tahuntahun sebelumnya. Eling dan waspada, kurangi dosa agar amal ibadah dapat ditingkatkan lagi pada tahun yang akan datang,” ujar Bupati Ketapang, Henrikus.

Orang nomor satu di jajaran Pemerintahan Kabupaten Ketapang itu menambahkan bahwa tujuan peringatan Hari Besar Islam ini agar dapat meningkatkan kecintaan terhadap harihari besar Islam dan harus senantiasa dipertahankan untuk meningkatkan persatuan dan kesatuan bangsa

senar, dan ia mencoba untuk memainkannya dengan mulut. Ketika dia memainkan alat itu, banyak pengunjung yang terkesima. Sang istri

yang melihat dari jauh kemudian berbisik ke telinganya, “Aku benci mengatakan ini, Sayang, tapi saat ini kau sedang mencoba bermain alat pengiris keju...”

sekaligus menampilkan dan memperkenalkan kepada masyarakat berbagai keanekaragaman budaya yang dimiliki. Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga mengucapkan terima kasih kepada para donatur dan panitia PHBI Ketapang, sehingga acara peringatan Hari Besar Islam ini dapat terselenggara dan berjalan dengan sukses. “Kegiatan ini harus tetap dilanjutkan pada tahun-tahun yang akan datang dan dibuat semeriah mungkin serta dibuatkan agendanya,” harap Henrikus. (Jaidi Chandra/Borneo Tribune)

KEHILANGAN

KEHILANGAN

KEHILANGAN

Alat Musik Satu Senar

STNK KB 2455 KF NR: MH1HB621881K490798 NM: HB62E1486140 A/N IJUL MARDANI Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi. HN

STNK KB 3122 LI NR: MH8BE4DUABJ221709 NM: 3470-238827 A/N MUDADI Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi. HN

STNK KB 9833 UL NR: MHMF334H4R001680 NM: 4D31D-481661 A/N SIMON Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi. HN


CMYK

Seremonial

12

www.borneotribune.com

Borneo Tribune

Jumat, 16 November 2012

Kebakaran di Belitang

YBS Serahkan Bantuan dan Buka Posko di Pontianak Andika Lay Borneo Tribune, Belitang

Kebakaran hebat yang meregut dua jiwa, meludeskan 58 rumah di Jalan Ampera, Desa Belitang, Kecamatan Belitang, Sekadau, Senin (5/11) pukul, 03.15 mendapat simpatik seluruh warga Kalbar. Pasalnya, kebakaran di pasar Desa Belitang ini telah melumpuhkan perekonomian desa setempat, serta membuat masyarakat diberbagai diberbagai daerah turut menghimpun bantuan korban kebakaran untuk 231 jiwa kehilangan tempat tinggal. Dalam musibah ini, dua anak salah seorang pemilik rumah yang terbakar, Musta’am yaitu Titin Sumarni (32), dan Yuliana (16) tewas dirumahnya tidak bisa menyelamatkan diri. Kerugian ditaksir mencapai Rp 4 miliar. Aksi keprihatinan terhadap para korban kebakaran ini, Selasa (13/11) Pengurus Yayasan Bhakti Suci (YBS) yang dikomandani para Ketua-ketua, Simon Budiantio dan Willy Soegianto, Biro Kepedulian dan

Kesejahteraan Sosial, Yo Yong Siang, Lauw Weng Long, Kwee Yong Kit, Biro Umum, Lim Lip Khiang, dan Ng Yong Chiang langsung berangkat ke lokasi kebakaran untuk melihat kondisi kebakaran dan sekaligus menyalurkan Bantuan Korban Kebakaran di Sekretariat Yayasan Bhakti Mulia, Desa Belitang. ”YBS berkoordinasi dengan pengurus yayasan yang ada di Kota Pontianak, dan ditunjuk YBS sebagai Kordinator untuk menyalurkan bantuan ini,” kata Ketua YBS, Willy Soegianto, Kepada Camat Belitang, Miki Hermanto, dan Ketua Yayasan Bhakti Mulia, Then Chiap Hin. Kata Willy, selain YBS yang menghimpun bantuan ini, juga ikut serta Lions Club ikut yang menyumbangkan uang tunai sebesar Rp. 10 juta untuk disalurkan kepada korban kebakaran. “Kita juga membuka posko peduli musibah kebakaran Belitang di Sekretariat YBS, Pontianak,” jelasnya. Posko peduli telah dibuka di Sekretariat YBS, dan

setelah menghimpun bantuan masyarakat Kota Pontianak dan sekitarnya, Pengurus YBS juga akan membawa bantuan untuk disalurkan kepada korban kebakaran. Berikut korban kebakaran, Suardi/Phang Juk Khian, Boy Sandy/Sandy Phang, Musa, Musta’am, Gayuh Bibit Sampurna, Tami Fu, Acu, Atet, Yohanson Achong, Asang, Lim Hua Hiong, Lam Kim Hiung, Susanto Apiau, Then Lan Hin, Sarah, Sim Jin Heng, Afo Tan, Ajang, Aphong, Anong, Jie Kon En, Jie Ju En, Pete, Abun, A’an, Bujen, She Hin, Ng An Sun, Afen, Akhet, Sim Tho Yong, Jin Kiat, Emes/ Tua Hin, Lim A Lok, Rusli/ Tua Siang, Athong, Hermanto, Acun, Yanto, Martinus Anong, Sukri Azeman, Andreas/Akhim, Susanto Atet, Kusmil, Chang Cok Fa, Heri Chang, Hendra, Suyanto, Kiki Suyanto, Azeman Padang, Alel, Tan A Kin, Achui, Jie A Bui, Jie A Chai, fredianto Ajun, dan Jie A Nyan. Disis lain, Ketua Yayasan Bhakti Mulia, Then Ciap Hin alias Ishak juga

BANTUAN Ketua YBS, Willy Soegianto bersama Ketua YBS, Simon Budianto, Kwee Yong Kit, Lauw Weng Long, Yo Yong Siang, Lim Lip Khiang, dan Ng Yong Chiang, didampingi Ketua Yayasan Bhakti Mulia, Then Chiap Hin, dan Kades Belitang, Effendi secara simbolis menyerahkan bantuan kepada korban kebakaran yang diterima Camat Belitang, Miki Hermanto. FOTO Andika Lay/Borneo Tribune. merasa senang dengan kedatangan rombongan dari Yayasan Bhakti Suci di Pontianak untuk menyambangi, dan sekaligus menyalurkan sumbangan bagi

korban kebakaran di Desa Belitang ini. “Saya mewakili korban kebakaran mengucapkan terima kasih kepada Pengurus Yayasan Bhakti Su-

Koramil Sepauk Bantu Masyarakat Antisipasi Banjir Andika Lay Borneo Tribune, Pontianak

Sebagai satuan TNI yang berada terdepan di wilayah teritorialnya, Koramil 1205-06/Sepauk melaksanakan Pembinaan Teritorial sesuai dengan tugas Kewilayahan dibawah Kodim 1205/Sintang Korem 121/Abw. Tingginya curah hujan yang terjadi beberapa hari belakangan ini menimbulkan ancaman bahaya banjir dibeberapa tempat termasuk didaerah Sepauk yang menjadi wilayah teritorial Koramil 1205-06/ Sepauk. Untuk mengantisipasi ancaman banjir yang kemungkinan datang tanpa diduga-duga tersebut, pada rabu (07/11) Danramil Sepauk Kapten Inf. R. Edy Firmansyah HS bersama anggota serta masyarakat Desa Tanjung Ria bergotong royong memperbaiki jembatan gantung yang melintasi Sungai Sepauk, di Desa Tanjung Ria, Kecamatan Sepauk.

Perbaiki Jembatan Prajurit Koramil 120506/Sepauk sedang memperbaiki jembatan gantung di Desa Sepauk. FOTO Andika Lay/ Borneo Tribune. Kegiatan ini untuk mengantisipasi banjir tiba, dimana jembatan gantung tersebut merupakan jalur alternatif yang akan ramai di lalui warga yang akan menuju Pasar Sepauk. Danramil Sepauk, Kapten Inf. R. Edy Firmansyah HS, Pembinaan Teritorial (Binter) Koramil 1205-06/ Sepauk mengatakan kegiatan gotong royong selama ini telah berjalan sesuai dengan tugasnya sebagai aparat kewilayahan.

“Hal ini terwujud tidak lepas dari kerjasama antara Koramil Sepauk dengan perangkat Kecamatan Sepauk sampai ke tingkat Desa serta tokoh masyarakat dan warga setempat,” kata Kapten Inf R Edy Firmansyah. Beberapa kegiatan yang telah dilaksanakan diantaranya adalah perbaikan drainase di Jalan Manunggal, perbaikan jembatan Sei Sekepal dan Jembatan Gantung, yang terletak di

RT 8, Desa Tanjung Ria, Kecamatan Sepauk. Kata Edy, Karya Bakti Koramil Sepauk ini dilakukan bersama Masyarakat Desa Tanjung Ria serta warga setempat, merupakan perwujudan 8 Wajib TNI yang salah satu poinnya adalah untuk membantu mengatasi kesulitan masyarakat. ” Mengingat saat ini di Sepauk dan sekitarnya, akibat curah hujan yang tinggi, dibeberapa tempat

kondisi air sungai sudah mulai pasang dan sewaktuwaktu bisa mengakibatkan banjir,” jelasnya. Dalam kegiatan karya bakti ini, Koramil 1205-06/ Sepauk menurunkan seluruh personilnya. Beberapa desa yang dijadikan sasaran karya bhakti diantaranya adalah Desa Tanjung Ria dan Desa Tanjung Hulu. Ada beberapa tempat lagi di desa lainnya yang akan menjadi target Koramil Sepauk dalam rangka Karya baktinya. Target itu diantaranya adalah jembatan di Desa Tawang Muntai, dan jembatan di Desa Serang Sitambang. Danramil juga berharap, desa-desa lainnya yang berada di wilayah Kecamatan Sepauk dapat terus meningkatkan kerja sama dengan jajaran Koramil yang dipimpinnya, sehingga terwujud kemanunggalan TNI dengan rakyat serta Masyarakat benar-benar merasakan manfaat kehadiran Prajurit TNI di lingkungan dimana masyarakat berada. o

ci,” kata Then Ciap Hin, saat ditemui disela-sela pembagian bantuan kepada korban kebakaran. Dalam penyaluran bantuan musibah kebakaran

Parade Cinta Tanah Air Andika Lay Borneo Tribune, Pontianak

Sikap Bela Negara dan Cinta Tanah Air merupakan nilai karakter bangsa Indonesia yang dijiwai oleh kecintaannya kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang Undang Dasar 1945. Namun, nilai-nilai karakter kebangsaan di tengahtengah masyarakat Indonesia terbukti semakin luntur, ditandai dengan maraknya tawuran pelajar, premanisme, dan sikap kurang menghargai budaya asli Indonesia yang menunjukan bahwa pembinaan dan perhatian khusus dibutuhkan dalam pembentukan karakter anak muda saat ini. Sebagai upaya untuk menyuarakan pesan pembentukan karakter bangsa kepada anak muda Indonesia, Kementerian Pertahanan melalui Desk Pengendali Pusat Kantor Pertahanan Korda Kalteng menyelenggarakan kegiatan lomba diskusi dan menulis artikel

Hadir di Pontianak untuk memenuhi kebutuhan

Menyediakan kain dan busana batik eksklusif bagi Pria, Wanita, Sarimbit (pasangan), Remaja dan Anak-anak dengan motif dan model yang trendy

CMYK

ini selain dihadiri oleh Pengurus Yayasan Bhakti Mulia, juga hadir Camat Belitang, Meki Hermanto, Kades Belitang, Effendi. o

tingkat SMU dan sederajat se-Indonesia, melalui sebuah program yang disebut “Parade Cinta Tanah Air” Tahun 2012. Korem 102/Pjg sebagai koordinator lomba Diskusi Argumen yang dipandu oleh Pasi Bin Komsos Mayor Arh Sriyanto telah melaksanakan kegiatan lomba diskusi/uji argumen dan menulis artikel yang diikuti oleh 20 sekolah tingkat SMU dan sederajat se-Kalteng dan sebagai juara I lomba diskusi/ uji argumen adalah SMAN5 Palangka Raya, Sedangkan juara I Lomba menulis artikel adalah SMAN -1 Kuala Kapuas. Kegiatan yang diperuntukan pelajar SMU dan sederajat di seluruh Indonesia ini berupa lomba diskusi atau uji argumen dan menulis artikel Cinta Tanah Air tingkat SMU dan sederajat se-Indonesia, yang diawali dengan lomba di masing-masing provinsi dilanjutkan dengan lomba di tingkat nasional. Untuk kegiatan tingkat provinsi telah dilaksanakan mulai tanggal 15 Oktober 3 November 2012, sedangkan untuk tingkat nasional dilaksanakan selama tiga hari mulai tanggal 5 - 7 November 2012. Untuk kegiatan lomba dilaksanakan pada tanggal 6 November 2012 di kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta. Setelah kegiatan lomba, para peserta Parade Cinta Tanah Air Tahun 2012 juga diberikan kesempatan untuk melakukan kunjungan wisata ke Museum Gajah, Monumen Nasional (Monas), Taman Impian Jaya Ancol dan kunjungan ke Pameran Indo Defence Expo 2012 di JIExpo Kemayoran, Jakarta. Kegiatan Parade Cinta Tanah Air Tahun 2012 mengambil tema “Anak Muda dan Pembangunan Karakter Bangsa (National Character Building), dengan tiga sub tema meliputi “Karakter Bangsa dan Cinta Tanah Air”, “Karakter Bangsa dan Bela Negara” dan “Karakter Bangsa dan Persatuan Bangsa. o


Harian Borneo Tribune 16 November 2012