Issuu on Google+

cmyk

I DEALISME, K EBERAGAMAN

DA N

KEBERSAMAAN

Borneo Tribune www.borneotribune.com

Selasa, 14 Mei 2013

4 Rajab 1434 H - 5 Sie Gwee 2564

Indonesia Waspada Flu Burung Jenis Baru Borneo Tribune, Jakarta Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Kesehatan, mengatakan telah menyiapkan langkah-langkah pencegahan demi mengantisipasi penyebaran virus flu burung jenis baru H7N9 dan Novel Corona (nCoV) masuk ke tanah air. Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL), dr. Tjandra Yoga Aditama, menyampaikan hal tersebut dalam pernyataan tertulis yang diterima VIVAnews, Senin (13/5).

Telepon Redaksi/Iklan/Langganan/Pengaduan: (0561) 767788 Faximile. (0561) 766103

Alamat Redaksi: Jln Purnama Dalam No 2 - Pontianak 78121

Ujian Nasional Kacau

Mendiknas Akan Pecat Massal Anak Buah Borneo Tribune, Pontianak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, M. Nuh memastikan, pihaknya akan melakukan pemberhentian secara massal kepada beberapa pejabat di lingkungannya. Hal ini terkait dengan hasil investigasi dari Inspektorat Jenderal mengenai mundurnya

pelaksanaan Ujian Nasional tingkat SMA di 11 provinsi. “Akan ada banyak yang diberhentikan, tapi akan diumumkan pada saatnya nanti. Hari ini kita fokus pada yang satu ini dulu,” kata Nuh, dalam jumpa pers di kantornya, Senin 13 Mei 2013.

Meski dinyatakan banyak, tetapi Nuh tidak merinci siapa aja yang akan dicopot dari jabatannya sebagai bentuk pertanggungjawab pada masyarakat luas. Nuh menegaskan, mundurnya Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan ....Ke Halaman -11

M. Nuh

....Ke Halaman -11

Banyak Guru Nakal di Kalbar B uah Bibir Surat Pengunduran Diri KETUA DPRD Provinsi Kalbar, Minsen menegaskan, sampai hari ini pihaknya baru menerima surat tembusan pengunduran diri dari saudara Andi Aswad, SH sebagai anggota DPRD Provinsi Kalbar. Sedangkan surat pengunduran diri dari saudara Suprianto, S.Th, M. Si hingga kini belum diterima oleh pimpinan DPRD Provinsi Kalbar. “Dari dua anggota DPRD ....Ke Halaman -11

Minsen, SH

Menuntut Supir Bus Karena Jari Patah PADA suatu hari, Susanti pulang kerja dengan menumpang bus umum, baru saja ia akan naik ke atas bus, sopir telah menutup pintu bus. Susanti segera menahan pintu itu dengan tangannya, akhirnya dengan tak sengaja tangan kanannya terjepit pintu, oleh karena itu ia seketika menjerit kesakitan. Kemudian Susanti dengan sikap sungguh-sungguh mencatat nomor plat bus tersebut, lalu menyempatkan diri ke rumah sakit untuk melakukan check up, dokter yang memeriksanya akhirnya mengatakan bahwa jari telunjuk tangan kanannya telah patah. Susanti bukan main gusarnya, ia segera pergi mencari seorang pengacara. Ia berketetapan hati mendakwakan perusahaan bus umum itu ke pengadilan negeri. Ia akan menuntut ganti rugi sebesar Rp.1 milyar. Pengacara dengan takjub memandang Susanti sejenak, lalu berkata: “Bu, uang ganti rugi sejumlah ini hanya bisa didapat dengan jalan menggarong bank! Sebuah jari tak bisa minta ganti rugi sebesar ini Bu!” ”Ah, kamu nggak tahu, betapa pentingnya jariku itu! Jari itu biasanya kugunakan khusus untuk mengomando suamiku!” Jelas Susanti dengan suara keras. o

Pemda Harus Peka Achmad Mundzirin Borneo Tribune, Pontianak MENURUT Kepala Dinas Penidikan Provinsi Kalbar, seorang guru berstatus PNS harus benar – benar bertanggung jawab atas tugas yang sudah diembannya sebagai tenaga pendidik, bukan main – main atau tidak masuk ke Sekolah. “Saya memang sudah banyak mendengar ada guru yang jarang masuk ke sekolah untuk mengajar para siswa, salah satunya ada di Kabupaten Landak. Bahkan ada yang tidak masuk sampai berminggu – minggu, kan ini nakal namanya. Maka dari itu Dinas Pendidikan setempat harus mewakili Pemkab atau Pemkot dalam mengambil tindak tegas terhadap guru yang berstatus PNS tersebut,” tegas Aleksius Akim. Aleksius Akim juga mengatakan, dirinya juga meminta kepada Kepala Dinas Pendidikan yang ada di Kalbar, untuk memberikan sangki, terhadap guru – guru yang nakal, karena itu sudah menyalahi aturan, bahkan sudah merugikan Negara, karena Negara yang sudah membayar PNS tersebut untuk menjalankan tugas. “PNS seperti ini sama saja makan gaji buta, jadi saya tegaskan Kepala Dinas Pendidikan tidak diam, karena guru – guru berstatus PNS ini di bawah pengawasan Dinas Pendidikan setempat, jadi jangan diam,” ungkapnya. Ia selaku Kepala Dinas Pendidikan di Kalbar, merasa kecewa dan kesal kepada guru yang berstatus PNS yang telah ....Ke Halaman -11

SAPE’.Ny Yasmin Gita Wirjawan didampingi Ny Karyanti Sanjaya sedang melihat alat musik sapek yang merupakan produk kerajinan Kalbar di Dekranasda. FOTO Andika Lay/Borneo Tribune

Produk Kerajinan Kalbar Dikagumi Andika Lay Borneo Tribune, Pontianak DALAM rangka mengikuti acara suaminya, Menteri Perdagangan RI Gita Wirjawan untuk membuka Pameran Produk Dalam Negeri Regional dan Pa-

meran Pangan Nusa, di Halaman Ayani Mega Mall, Ny Yasmin Gita Wiryawan, juga menyempatkan waktu untuk melihat langsung hasil kerajinan di Dekranasda Kalbar. Dalam kunjungannya kali ini, Ny Yasmin Gita Wirjawan mengamati salah

Gubernur Diminta Hadiri Jambore PAUD 2013 Achmad Mundzirin Borneo Tribune, Pontianak GUBERNUR Kalbar, Drs. Cornelis, MH, diharapkan dapat hadir dan meresmikan acara Jambore Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) 2013 se Kalbar, yang jatuh pada tanggal 15 – 18 Mei 2013 di Kabupaten Melawi. Jambore ini dibuat sebagai bentuk apresiasi Dinas Pendidikan Kalbar, Selasa (14/5). Menurut Kepala Dinas Pendidikan Kalbar, Drs. Aleksius Akim, MM, Jambore PAUD ini

merupakan acara akbar yang dibuat oleh Disdik Provinsi Kalimantan Barat, setiap tahunnya. Dan yang menjadi tuan rumah Jambore kali ini adalah Kabupaten Melawi, dan ada 15 cabang perlombaan yang akan digelar nantinya. “Peserta dalam Jambore PAUD ini sendiri, yakni seluruh PAUD yang ada di Kalbar dan akan berkompetensi dalam 15 cabang perlombaan. Diharapkan semua PAUD utusan dari Kabupaten/Kota yang ....Ke Halaman -11

Drs. Aleksius Akim, MM

satu produk kerajinan (alat musik Sapek) yang dipamerkan di Dekranasda Kalbar. Di samping itu, Ibu Menteri Yasmin Gita Wiryawan juga berkesempatan mengunjungi dan melihat dari dekat beberapa Produk kerajinan seperti Kain Tenun

Sambas dan beberapa produk makanan dan minuman dari olahan bahan lidah buaya. “Saya sangat kagum dengan apa yang diproduksi di Kalbar,” kata Ny Yasmin Gita Wirjawan singkat, Jumat (10/5). ....Ke Halaman -11

Tifatul: Tidak Ada yang Melawan KPK Achmad Mundzirin Borneo Tribune, Pontianak Borneo Tribune, Jakarta Angggota Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera, Tifatul Sembiring, mengatakan tidak suka dengan judul pemberitaan tentang polemik penyitaan mobil mewah milik mantan preTifatul Sembiring siden PKS, Luthfi Hasan Ishaaq ,oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kata Tifatul, partainya tidak melawan KPK dalam kasus tersebut. ”Saya tidak suka judul-judul yang provokatif. Di sebagian media dimuat PKS lawan KPK. Tidak ada yang melawan,” kilah Tifatul usai meresmikan Media Centre dan Indonesia Journalist Forum (IJF) PP Muhammadiyah, di Menteng, Jakarta Pusat, Senin (13/5). ....Ke Halaman -11

....Ke Halaman -11

PT. ANZON AUTOPLAZA Kantor Pusat: Jl. A. Yani No. 89 Telp. (0561) 734280

Cabang: Singkawang : Jl. A. Yani No. 08 Telp. (0562) 637000; Sampit : Jl. Jend Sudirman Km. 1

HARGA ECERAN HARIAN BORNEO TRIBUNE - PONTIANAK, KUBU RAYA, MEMPAWAH,DAN SINGKAWANG Rp 2.000 - SAMBAS, BENGKAYANG Rp 2.200 - LANDAK,SANGGAU,SEKADAU, KETAPANG,KAYONG UTARA, SINTANG, MELAWI DAN PUTUSSIBAU Rp 2.500 -

cmyk

“ Pemkab maupun Pemkot yang ada di Kalbar harus Peka, bukan Pekak, jika mengetahui ada tenaga pengajar atau guru (PNS), yang jarang menjalankan tugasnya sebagai guru, karena sama saja PNS itu makan uang Negara namun tidak menjalankan tugasnya,” tegas Kepala Dinas Pendidikan Kalbar Drs. Alexius Akim kepada sejumlah wartawan menyikapi Pemkab/Pemkot yang membiarkan guru yang nakal, Selasa (14/5) kemarin.


Selasa, 14 Mei 2013

Kayong Utara

Borneo T Tribune

2

Dulang PAD, Bupati Enggan Bebani Masyarakat Abdul Khoir Borneo Tribune, Sukadana Sebagai kabupaten baru, banyak upaya akan dilakukan oleh Pemkab Kayong Utara untuk meningkatan pendapatan asli daerah (PAD) guna mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat. Namun, semakin meningkatnya pendapatan daerah dari berbagai pungutan dan sejenisnya, pemerin-

T

tah belum berniat untuk membebani masyarakat dengan pungutan yang dianggap memberatkan. “Dalam hal menggali sumber-sumber pendapatan asli daerah, saya tetap berpegang pada kerangka upaya yang tidak memberatkan masyarakat,” kata Bupati Kayong Utara, Hildi Hamid, belum lama ini. Bupati menyebutkan bahwa sumber PAD saat ini lebih didominasi oleh jasa giro dan penerimaan bea

AJUK

perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB) oleh investor perkebunan besar. Termasuk pula sumber pendapatan lainnya yang tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Selama dirinya menjabat, Hildi menegaskan, kebijakan pengelolaan pendapatan tidak terlepas dari kondisi perekonomian di tingkat nasional dan regional, serta adanya perubahan kebijakan dari pemerintah pusat berkaitan dengan penerimaan daerah. Kondisi riil perekonomian daerah yang

S

ENGET

Kalbar ekspor CPO ke Malaysia lewat Badau Pikirkan, setelah ini bisa ekspor apa lagi Bang Tribune

Salam. Redaksi mengundang pembaca Borneo Tribune untuk mengirim tulisan untuk rubrik “Citizen Journalism”. Bentuk tulisan dapat berupa laporan kegiatan, opini, surat pembaca, puisi, cerita pendek. Panjang tulisan maksimal 500 kata. Kirimkan tulisan ke email: yusriadii@yahoo.com. Terima kasih.

Idealisme, Keberagaman dan Kebersamaan

adalah mempermudah sistem pelayanan kepada masyarakat,” kata Hildi. Pemkab juga terus mendorong iklim investasi melalui penyederhanaan proses perizinan serta menggairahkan iklim kegiatan usaha masyarakat. Selain itu, ada pula upaya Pemkab untuk meningkatkan koordinasi dengan pemerintah pusat maupun provinsi guna meningkatkan penerimaan daerah dari komponen dana perimbangan maupun bantuan keuangan dan bagi hasil pajak dari provinsi.

Adapun perkembangan realisasi pendapatan daerah dari 2008-2012 sebagai berikut. Realisasi pendapatan pada 2008 sebesar Rp 150.240.406.527,32. Pada 2009 mencapai Rp 320.276. 778.697,68. Pada 2010 mencapai Rp 340.514. 067.901,15. Pada 2011 sebesar Rp 378.974. 619.080,87 dan pada 2012 (nilai sebelum audit BPK) sebesar Rp 461.417. 045.109,77. “Untuk target pendapatan pada tahun berjalan (APBD 2013) sekitar lebih Rp 476 miliar atau terjadi peningkatan sekitar 3,22 persen,” kata Hildi.

” Pangan dan Perikanan

Memanfaatkan Potensi Kalbar Kita senang mendengar berita bahwa Kalbar telah membuat terosan baru di sektor ekonomi dengan melakukan ekspor perdana CPO ke negara tetangga Sarawak-Malaysia melalui jalur PPLB Nanga Badau (Kalbar, Indonesia) - Lubuk Antu (Sarawak-Malaysia). Ekpor perdana CPO dari PT. Paramitra Internusa tersebut dilakukan Gubernur Kalbar Drs. Cornelis, MH bersama-sama dengan Wamen Perdagangan Bayu Krisnamurthi dengan melepas tiga buah kontiner yang bermuatan CPO siap dilepas menuju Sarawak-Malaysia, Sabtu (11/5). Kita memberikan apresiasi atas usaha yang dilakukan Gubernur Cornelis. Seperti yang dikatakannya, proses ekspor ke luar negeri khususnya negara tetangga Malaysia memakan waktu lama dengan berjuang serta berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat. “Melalui Menteri Perdagangan dan Pihak Bea Cukai, sekarang telah terlaksana dengan melakukan ekspor perdana,” ungkapnya. Kita bisa membayangkan usaha pemerintah untuk mendapatkan izin ekspor ini. Tentu usaha ini tidak mudah, setidaknya tidak semudah ekspor tenaga kerja seperti yang selama ini dilakukan. Sekarang, kran ekonomi sudah dibuka. Jalan pertama sudah dirintis. Selanjutnya, tentu akan lebih mudah. Semua pihak harus memikirkan peluang apa lagi yang bisa digarap sehingga ke depan neraca ekonomi Kalbar –khususnya ekspor, bergerak naik dibandingkan sebelumnya. Kita harus lebih gigih menawarkan apa yang kita miliki ke jiran yang kita kenal kaya itu, sehingga pada akhirnya barang jualan kita lebih banyak dibeli oleh mereka, ketimbang barang mereka yang kita beli. Kita harus mendapatkan nilai surplus dalam konteks perdagangan dengan Negara lain. Sama dengan harapan yang disampaikan Gubernur, kita juga berharap ekspor CPO ini memberikan manfaat bagi masyarakat Kalbar khususnya masyarakat di daerah perbatasan. Walaupun mungkin kita tidak akan dapat mengejar pencapaian ekonomi yang sudah diraih oleh jiran, namun, paling tidak pembukaan kran ekonomi ini akan membangkitkan geliat yang ada. Kita bisa mendapatkan keuntungan dari proses transaksi itu langsung atau pun tidak langsung. Sekali lagi surplus perdagangan harus kita incar. Semoga saja keinginan pemerintah, pengusaha dan masyarakat kita untuk mendayagunakan potensi ekonomi bisa terus tumbuh. Semoga rakyat Kalbar di masa-masa yang akan datang semakin makmur. Seoga semua potensi ekonomi yang ada bisa digarap. Sehingga pada akhirnya, Kalbar yang berbatasan langsung dengan Malaysia, bisa memanfaatkan peluang strategis yang dimiliki.

Dalam hal menggali sumbersumber pendapatan asli daerah, saya tetap berpegang pada kerangka upaya yang tidak memberatkan masyarakat.

ditandai dengan mulai bergairahnya kegiatan investasi dan kegiatan usaha masyarakat, sangat mempengaruhi besaran penerimaan PAD. “Meskipun hal tersebut masih belum seperti yang kita harapkan bersama,” katanya. Adapun kebijakan pendapatan yang ditempuh selama ini diantaranya dengan terus berupaya menggali sumber pendapatan daerah dengan tidak menambah beban masyarakat dan memberatkan dunia usaha. “Tidak kalah pentingnya

Dorong Ekonomi Daerah Abdul Khoir Borneo Tribune, Sukadana Pertanian memiliki peranan besar mendongkrak perekonomian Kabupaten Kayong Utara. Lebih dari 45 persen nilai tambah di daerah ini berasal dari sektor pertanian. Hal itu di-

sampaikan Bupati Kayong Utara, Hildi Hamid beberapa waktu lalu. Bupati juga menyebutkan sumbangan terbesar dalam pembentukan nilai tambah sektor pertanian dua diantaranya berasal dari sub sektor tanaman bahan makanan dan perikanan, masing-masing

sebesar 47,24 persen dan 36,61 persen. Disebutkan, pada 2011 produksi padi di Kayong Utara sebesar 68.421 ton. Terdiri dari 67.930 ton padi sawah dan 491 ton padi ladang dengan luas panen 21.581 hektar. Sementara produktivitas padi 2011 sebesar 31,70 kwintal per hek-

tare. Selanjutnya, pada urusan perternakan diarahkan pada program pencegahan penyakit menular dan program pembibitan dan perawatan ternak. Untuk populasi ternak besar sendiri pada 2008 sebanyak 4.514 ekor, pada 2009 sebanyak 5.767 ekor,

pada 2010 sebanyak 5.772 ekor, pada 2011 sebanyak 5.409 ekor (hasil sensus perternakan 2011), sedangkan pada 2012 sebanyak 6.044 ekor. “Pertanian dan perikanan berpotensi besar mendorong percepatan pertumbuhan perekonomian di Kayong Utara,” kata Hildi.

Seperti yang dilakukan Ketua DPD II Golkar KKU, Ibrahim Dahlan dan istrinya, Kuspandiah, merupakan mantan anggota KPU KKU, keduanya sama-sama maju menjadi caleg di partai yang sama meski berbeda daerah pemilihan. “Saya maju di dapil (daerah pemilihan) II (Kecamatan Pulau Maya dan Kepulauan Karimata),” kata Ibrahim di rumah kediam-

annya, desa Tambak Rawang, kecamatan Sukadana, Senin (22/4). Ibrahim yang juga Ketua DPRD KKU periode 20092014 mengatakan, semula dirinya maju sebagai caleg DPRD Kalbar. Karena ada pertimbangan politik, sehingga dirinya tetap maju di DPRD KKU. Ibrahim sendiri adalah putra kelahiran Teluk Melano, Kecamatan Simpang Hilir. Dirinya duduk

di kursi DPRD sekarang ini tidak lepas dari dudukungan warga kampung halamannya di Simpang Hilir dan sekitarnya. Sekarang, politisi senior ini beralih ke dapil lain. Yakni mengambil dapil lain. Saat ditanya, “Apakah memberi kesempatan untuk istri? “ “Tidak juga. Sebenarnya saya tidak berminat lagi untuk maju di KKU ini namun berhubung kita minim

kader sehingga saya putuskan untuk kembali maju yang tujuannya tentu untuk mendongkrak suara Golkar,” katanya. Ibrahim juga menyebutkan bahwa istrinya, Kuspandiah maju di dapil IV (Kecamatan Simpang Hilir). Seperti diketahui, Simpang Hilir ini merupakan basis Golkar yang cukup signifikan. “Istri saya maju dengan nomor urut 4 di dapil 4,” kata Ibrahim.

Kader Golkar Persilahkan Pasutri Nyaleg Abdul Khoir Borneo Tribune, Sukadana Partai Golkar KKU berpegang kuat ingin memberikan hak politik melekat pada hak setiap individu, terutama kepada kader Golkar berhak untuk memilih dan dipilih. Salah satunya, merestui pasangan suami-istri (pasutri) ikut maju pada pencalonan pemilu legislatif 2014.

Cerpen Karya : Abdul Hamid Sore itu aku duduk di ruang tunggu Bandar Udara Supardio Kota Raya. Mataku menatap pesawat yang landing dan take off silih berganti di landasan pacu. Hatiku diliputi rasa penasaran, karena pesawat yang akan aku tumpangi menuju Negara Kuala Lumpur mengalami delay selama satu jam. Ini adalah pengalaman pertamaku bisa terbang ke luar negeri. Dulu, aku hanya bisa bermimpi terbang mengelilingi Pulau Borneo dengan pesawat yang sering melintas di atas kepalaku di penghujung senja. Ingatanku tiba-tiba melayang. Berputar mundur ke belakang, berhenti pada sebuah peristiwa di ujung senja. “Nak, percayalah. Bahwa suatu hari nanti

Doa di Ujung Senja kamu pasti bisa terbang bersama pesawat yang sering melintas diatas kepalamu ini. Kamu tidak hanya terbang mengelilingi Nusantaramu, tapi kamu juga akan terbang hingga keluar negeri sana.” Ucap nenekku seraya menunjuk ke pesawat yang melintas di atas kepala kami. Saat itu aku hanya mengangguk ketika nenek berkata seperti itu. Ucapan nenek tidak hanya sekali tetapi berulang kali setiap melihat pesawat dengan kalimat yang sama. Bahkan, aku melihat nenek berdoa penuh khusyu’. Lalu membenamkan kedua telapak tangan kewajahnya yang sudah keriput. Saat pesawat melintas, saat itu pula menjadi penanda bahwa sekitar satu jam lagi adzan Magrib. Saat itu senja

ingin kembali keperaduannya. Gelap akan menyelimuti perkampungan Madani yang tak mendapat aliran listrik. Aku dan nenek segera beranjak dari sawah yang baru kami tanami padi. *** Nenekku adalah sosok seorang perempuan yang tegar dan tak pernah mengeluh. Ketika kami direlokasi dari Gedung Olahraga Kusuma ke perkampungan Madani akibat musibah sosial yang melanda kampung kami pada tahun 1999, Nenek tidak mengeluh. Tidak ada raut sedih di wajahnya. “Kita bisa hidup di mana saja. Meskipun di dalam hutan yang tak bertuan sekalipun.” Kata nenek kepada warga keturunan Madusari yang masih belum bisa menerima keputusan pemerintah yang

merelokasi pengungsi ke dalam hutan. Walau resah karena harus berebut tempat tinggal dengan kera, biawak, trenggiling, babi hutan, ular, dan makhluk hutan lainnya, kami tidak punya pilihan lain. Kami harus tetap bertahan melanjutkan roda kehidupan dan membangun kembali impian kami yang porak-poranda. “Nak, kita tidak boleh menyerah dan berputus asa dalam hidup ini, meskipun kita berada di titik terendah.” Ucap nenek padaku. Saat itu kami sedang mengalami himpitan ekonomi, aku patah arang karena setelah lulus dari Madrasah Aliyah, keluarga kami tidak mampu membiayai aku untuk kuliah. “Apalagi yang bisa kita harapkan nek? Kita tidak punya apa-papa.”

Sanggahku. “Kita masih punya Tuhan. Kita ubah situasi ini dengan doa. Karena itu satu-satunya yang kita punya.” Balasnya dengan mantap. Ingatanku tentang nenek tiba-tiba di sela pengumuman pesawat Aer Asia yang baru saja mendarat di Bandara Supardio. Aku beranjak dari tempat duduk, bergegas memasuki pintu keberangkatan bersama ratusan penumpang pesawat Aer Asia. Pesawat bergerak menuju landasan pacu menghadap ke arah selatan. Aku membuka jendela pesawat, menatap senja yang memerah di ufuk barat. “Ya Allah, terima kasih Engkau kirimkan perempuan terbaik ke dalam kehidupanku. Tempatkanlah dia di surga Mu yang Abadi.” Doaku di ujung senja sore itu.

Penerbit: PT. Borneo Tribune Press. Direktur Utama: W Suwito, SH, MH. Asisten Direksi: Khairoedin Pasaribu. Penasehat Hukum: A. Ambo Mangan, SH, MH, Martinus Ekok, SH, MH. Pemimpin Umum: Sisa Primashinta. Senior Editor: H. Nur Iskandar, SP, Tanto Yakobus, Alexander Mering. Wakil Pemimpin Redaksi: Budi Rahman. Redaktur: Andry, Agus Wahyuni, Aulia Marti, Hairul Mikrad, Yusriadi, Hawad Sriyanto. Reporter: Abdul Khoir, Andika Lay, Yulan Mirza, Achmad Mundzirin, Achmad Munandar, Ubay. Biro Mempawah: Johan Wahyudi, Jl. Pendidikan Gg. Suka Mulya No.10 (085654587038). Sambas: Amrul Ambiya (Kontributor/Pemasaran), Jl. Suka Mantri (085245527602). Biro Bengkayang: Mujidi, Jl. Pahlawan No. 10, Kelurahan Bumi Emas Bengkayang (085245247955). www.borneo-tribune.net Landak: Yohanes Ngalai/Pemasaran, Jl. Barage Gg. Pak Kasih No. 51 Ngabang (085822062880). Biro Sanggau: Ratnasari Jl. Agus Salim No.10 (085245904505) Pemasaran: Pangsius (081257056286). TERBIT SEJAK 19 MEI 2007 Biro Melawi: Eko Susilo (0812-56452946) Jl. M Saad, Gg. Kayan, Serundung- Nanga Pinoh. Biro Sekadau: Bagus Kosminto, Jl. Irian No. 41 Sekadau Hilir (085245743683). Biro Sintang: Endang Kusmiyati (08524-5006757) Pemasaran: Sahri (085750296539), Saumin (Pemasaran) (085284291321) Jl. JC Oevang Oeray, Gg. Ahmad 2. Biro Kapuas Hulu: Teofilusianto Timotius Jl. Pasar Inpres blok A No. 13 Kota Putussibau. Ketapang: Jaidi Chandra (Kontributor), Jl. Gajah Mada No. 156 (081345450988). Fotografer: Ulla Asri Sekretaris Redaksi: Erika Sudiardjo Umum: Emiliana (Manajer), „ Wartawan, Kontributor, Intensive Programme dan Fitriyana,. Percetakan/Pracetak: Ukan Dinata. Staf Pracetak: Fahmi Ichwan, Syam Abubakar, M. Taufik,. Staf Percetakan: Andre, Nurhalis, Rustam. Marketing: Sisa Primashinta, Hesty Yosana, Freelancer Borneo Tribune dibekali identitas, surat Aldi Chairudin, Ardiansyah. Desain Iklan: Atika Ramadhani, M. Affandy,Ferry Ade Putra Sirkulasi: Dhani, Suprianto. Keuangan: Jumi Erlinasari, Tri Agustin, Kusnan, Husada, IT: Iwan Siswanto. tugas atau tanda pengenal (ID-Card) dan dalam meTarif Iklan: BW (black and white) Rp 6000/mm kolom, Full Colour hal 1 Rp 15.000/mm kolom, halaman dalam Rp 12.000/mm kolom. Alamat Kantor Bisnis dan Alamat Redaksi: Jalan Purnama Dalam No laksanakan tugas jurnalistiknya tidak diperkenan2 Pontianak Telpon 0561-767788 Fax 0561-766103. E-mail: borneotribune@yahoo.com kan menerima suap atau amplop

Borneo Tribune


Serba Serbi

Borneo T Tribune

Selasa, 14 Mei 2013

BPOM Umumkan 17 Kosmetika Berbahaya Borneo Tribune, Jakarta Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) kembali mengeluarkan public warning. Kali ini, 17 item kosmetika dinyatakan positif mengandung bahan berbahaya yang akan segera ditarik dari peredaran untuk kemudian dimusnahkan. Ke-17 item kosmetika berbahaya yang kebanyakan diperoleh secara online melalui pemesanan di internet ini merupakan hasil pengawasan BPOM hingga bulan Maret 2013. Kepada masyarakat, BPOM mengimbau untuk tidak menggunakan produkproduk tersebut. Dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, temuan kali ini masih menunjukkan tren yang sama yakni menggunakan bahan pemutih kulit yang berbahaya antara lain merkuri dan hidrokinon. Selain dari internet, sebagian kosmetika berbahaya ini juga didapat dari salon dan klinik kecantikan. Selanjutnya, BPOM seperti dalam rilis yang dipublikasikan di situs pom.go.id, Senin (13/5/ 2013), akan menarik produk-produk tersebut untuk kemudian dimusnah-

Care AHA Toner No.2+ (Mengandung Asam Retinoat dan hidrokinon) MEREK HAYFA 11. HAYFA Sunblock Acne Cream Natural Pagi-Sore (Mengandung resorsinol) 12. HAYFA Acne Morning Pagi-Sore (Mengandung resorsinol)

kan. BPOM juga mengimbau pelaku usaha yang memproduksi maupun mengedarkan kosmetika tersebut untuk menghentikan praktik-praktik tersebut. Ke-17 item kosmetika yang dinyatakan berbahaya adalah sebagai berikut: MEREK TABITA 1. TABITA Daily Cream (Mengandung merkuri) 2. TABITA Nightly Cream (Mengandung merkuri) 3. TABITA Skin Care Smooth Lotion (Mengandung hidrokinon) MEREK GREEN ALVINA 4. Herbal Clinic GREEN ALVINA Walet Cream Mild Night Cream (Mengandung

asam retinoat dan Hidrokinon) 5. GREEN ALVINA Night Cream Acne (Mengandung asam retinoat dan Hidrokinon) MEREK CHRYSANT 6. CHRYSANT 24 Skin Care Pemutih Ketiak (Mengandung hidrokinon) 7. CHRYSANT 24 Skin Care Cream Malam Jasmine (Mengandung Merkuri) 8. CHRYSANT 24 Skin Care AHA Toner No.1 (Mengandung Asam Retinoat dan hidrokinon) 9. CHRYSANT 24 Skin Care AHA Toner No.2 (Mengandung Asam Retinoat dan hidrokinon) 10. CHRYSANT 24 Skin

MEREK Dr NUR HIDAYAT, SpKK 13. Acne Lotion Dr Nur Hidayat, SpKK (Mengandung resorsinol) 14. Cream Malam Prima 1, Dr Nur Hidayat, SpKK (Mengandung asam retinoat dan hidrokinon) 15. Acne Cream Malam Dr Nur Hidayat, SpKK (Mengandung asam retinoat) MEREK CANTIK 16. CANTIK Whitening Vit E Night Cream (Mengandung merkuri) 17. CANTIK Whitening Vit E Day Cream (Mengandung merkuri). (int/dtk)

3

Diabetes Mengancam Perempuan Borneo Tribune, Jakarta Dibanding laki-laki, perempuan usia produktif lebih terlindungi dari berbagai risiko penyakit kronis termasuk diabetes. Namun kelebihan ini bisa hilang jika perempuan mengalami kegemukan, apalagi jika lingkar perutnya melebihi 80 cm. Hal itu disampaikan dr. Dyah Purnamasari, SpPD dari Divisi Metabolik Endokrinologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), dalam temu media di RS Cipto Mangunkusumo Kencana, Jalan Diponegoro, Jakarta, Senin (13/5). Menurutnya, kegemukan pada perempuan bisa meningkatkan risiko diabetes hingga 2 kali lipat. Bukan hanya itu, kegemukan yang ditandai dengan indeks masa tubuh di atas 25 kg/m2 juga meningkatkan risiko sindrom metabolik hing-

ga 4 kali lipat. Peningkatan risiko diabetes maupun sindrom metabolik juga terjadi pada obesitas perut, yang ditandai dengan lingkar perut 80 cm ke atas. Diabetes maupun sindrom metabolik hanya sebagian dari berbagai risiko yang mengancam perempuan bertubuh gemuk. Berbagai risiko penyakit kronis termasuk penyakit kardiovaskular juga meningkat, meski normalnya perempuan lebih terlindungi dibanding lakilaki. "Kegemukan bisa menghilangkan efek protektif dari esterogen, terhadap risiko penyakit kardiovaskular. Jadi sebelum menopause, normalnya perempuan lebih aman dibanding laki-laki. Tetapi gara-gara obesitas, risikonya jadi sama saja," kata dr Dyah.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Divisi Metabolik Endokrinologi FKUI pada tahun 2006 menunjukkan, 53,6 perempuan di Jakarta mengalami obesitas. Yang lebih memprihatinkan, 59,4 persen perempuan di Jakarta mengalami obesitas perut yang konon lebih berbahaya. "Sebenarnya ini data lama, tetapi tetap mengejutkan karena itu berarti 1 dari 2 perempuan di Jakarta punya masalah obesitas," kata dr Dyah. Baik pada perempuan maupun laki-laki, diabetes mellitus atau kencing manis bisa memicu berbagai komplikasi termasuk pada pembuluh darah. Selain meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular, diabetes juga banyak dikaitkan dengan gangguan fungsi seksual. (int/dtk)

“Metode Efektif Atasi Diabetes Hingga Tuntas”

PENGOBATAN SINSHE TCM YANG MANJUR, SATU-SATUNYA DI PONTIANAK Hongkong Medistra TCM Pontianak, Pengobatan dengan Metode TCM (Traditional Chinese Medicine) yang ternama, merupakan gabungan dari pengobatan, penelitian TCM, pencegahan penyakit kronis dan terapi penyembuhan. Didukung oleh konsultan Sinshe ahli TCM ternama dari Tiongkok yang sudah sangat berpengalaman; memanfaatkan resep TCM dan teknologi tinggi yang menghasilkan obat tradisional efektif, dengan system diagnose TCM yang tepat, obat tradisional terkini dari Tiongkok dan pengobatan elektroterapi, titik nadi, akupuntur, tuina, terapi lainnya, sangat efektif, khususnya bagi pasien yang menderita penyakit kronis. Waspadalah! jumlah penderita diabetes di Indonesia terus meningkat tajam, diprediksi ada jutaan orang terkena diabetes. jika tidak diobati sedini mungkin secara tepat dan efektif, beresiko merusak organ penting tubuh lain seperti: hati, paru-paru, ginjal, limpa, reproduksi, dan sistem syaraf, juga bisa menyebabkan uremia. Itulah sebabnya data WHO terkini menyatakan persentase angka kelumpuhan maupun kematian akibat penyakit diabetes dan berbagai macam komplikasi menakutkan ini terus meningkat pesat. Untuk mengatasi penyakit diabetes dan komplikasinya, Hongkong

Medistra TCM (Traditional Chinese Medicine) yang terdepan yakni “Bai Wei Hu Yi Liao Fa” mengatasi penyakit dengan ramuan herbal yang disesuaikan jenis dan kondisi penyakit penderita, dihasilkan dari 33 jenis obat berharga ditambah 28 jenis obat organik, daya serap obat sangat tinggi, rata-rata penderita diabetes setelah diobati sekitar 5-10 hari, gula darah menurun, gejala seperti kaki tangan kesemutan, seluruh badan tidak bertenaga, insomnia, dll berkurang secara nyata. Rata-rata setelah 40-60 hari, gula darah stabil, gejala komplikasi menghilang, daya tahan tubuh meningkat, keseluruhan tubuh membaik, sebagian pasien bisa berhenti konsumsi obat, fungsi insulin dan system sekresi normal kembali, fungsi reproduksi pria kembali normal, sudah bisa kembali merasakan kehidupan sehat yang normal. Sudah banyak penderita merasakan khasiat mujarabnya, tidak ada efek samping, tidak menimbulkan ketergantungan, tidak berpengaruh penderita menderita 10-20 tahun, kondisi penyakit parah/ringan, setelah diobati bisa menurunkan gula darah dan gula kencing hingga normal dan seimbang, sesudah diatasi hingga keakar-akarnya tidak mudah kambuh.

Untuk Konsultan & Pengobatan Hubungi :

HONGKONG MEDISTRA TCM Jl. H. Agus Salim No. 126 Pontianak - Kalimantan Barat Telp. (0561) 733268 HP. 0821 5279 7888 Hari Senin - Sabtu Buka Jam 09.00 s/d 17.00 WIB Minggu & Libur Besar Jam 09.00 s/d 13.00 WIB


Kalimantan Barat - Kota Pontianak Borneo Tribune

Selasa, 14 Mei 2013

4

50 Peserta Ikuti Sepeda Sehat

CMYK

Kepala staf Kodam XII/Tpr Brigjen TNI Robby Win Kadir bersama asisten, Dansat/Kabalak Kodam XII/ Tpr, tim BMC (Borneo Maniac Cycling) Pontianak melaksanakan kegiatan sepeda sehat, secara rutin dalam rangka membina kesehatan, kebugaran fisik prajurit, pukul 06.00, start di kediaman Kasdam XII/Tpr, Sabtu (11/5). Lebih kurang 50 orang termasuk tim BMC, dengan jarak yang ditempuh 100 Km ke arah Tayan. Kegiatan sepeda sehat ini terlihat ekstra dan menguras tenaga, karena rute yang dilewati sangat ekstrim, seperti tikungan pegunungan dan beberapa tanjakan, turunan tajam, sehingga perlu konsentrasi. Sebelum dimulai kegiatan, Kasdam memperingatkan pada para anggotanya agar selama mengendarai sepeda tetap disiplin berkendaraan, mengutamakan

keselamatan, memberi jarak kepada teman agar teratur dalam perjalanan dan mengikuti semua petunjuk dari petugas di lapangan. Perjalanan yang terdiri dari beberapa etape, dimana pada setiap etape dilangsungkan istirahat. Di tengah perjalanan tepatnya di Teluk Bakung Sui Ambanga merupakan daerah banjir yang pada saat itu air sedang pasang, mengakibatkan perjalanan terganggu. Beberapa etape telah dilewati, tidak terasa setelah menempuh rute tanjakan dan turunan yang berliku dan tajam, tiba di pertigaan simpang Tayan Kabupaten Tayan. Setelah melepas capek, rombongan pun pulang kembali ke Pontianak, tetapi kali ini semua sepeda peserta dinaikan ke dalam truk. Mengingat rute yang ditempuh sangat jauh dan haripun tidak memungkinkan apabila pulang dengan bersepeda lagi. (Kasi Penum Penerangan Kodam XII/Tpr Mayor Arh MN. Komarudin)o

Berobat di Rumkit dan Puskesmas Bebas Biaya Amrul Borneo Tribune, Sambas Kabag TU RSUD Kabupaten Sambas Dr. Ganjar, Eko Prabowo mengatakan, tahun ini Pemerintah Daerah Sambas telah mengalokasikan dana untuk masyarakat Kabupaten Sambas dengan program Jamkesda, sehingga tidak perlu khawatir lagi untuk berobat di rumah sakit maupun puskesmas, karena tidak ada pungutan biaya. “Mudah-mudahan masyarakat Kabupaten Sambas bisa terjamin kesehatannya, jangan hanya terfokus pada Jamkesmas,” katanya, Senin (13/5), ditemui di ruang kerjanya. Dikatakannya, pada tahun 2012, yang ditanggung Jamkesda hanya rawat inap kelas III, di tahun 2013, rawat jalan ditanggung dengan syarat menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau kartu keluarga disertai rujukan Puskesmas setempat. Sedangkan, Unit Gawat Darurat (UGD), tidak perlu rujukan, cukup identitas KTP atau kartu keluarga, maka tidak akan dipungut biaya. “Silakan datangi Puskesmas dan rumah sakit setempat dengan syarat permohonan dilengkapi 2x24 jam,” pesannya. Ia mengatakan, Jamkesda

Kepala Bagian Tata Usaha Rumah Sakit Umum Kabupaten Sambas, Dr. Ganjar, Eko Prabowo. FOTO Amrul/Borneo Tribune bisa berlaku di Rumah Sakit Abdul Azis Singkawang dan Pontianak, dengan syarat meminta rujukan dari Rumah Sakit Daerah Sambas atau Rumah Sakit Pemangkat. “Pemerintah Daerah Kabupaten Sambas tidak mempersulit warganya untuk berobat di rumah sakit maupun Puskesmas,” kata dia. Ia meminta masyarakat Kabupaten Sambas menggunakan program ini sebaik-baiknya. Bagi, masyarakat umum yang tidak mendapatkan Jamkesmas dapat menggunakan Jamkesda untuk berobat di rumah sakit atau Puskesmas. “Tahun depan Pemerintah Daerah Kabupaten Sambas dapat mengalokasikan lagi dana alokasinya, agar bertambah untuk kepentingan masyarakat Kabupaten Sambas,” ungkapnya. Menurutnya, hak masyarakat awam sama dengan Pegawai Negeri Sipil terka-

it Jamkesda. Dengan adanya Jamkesda, jika jumlah pasien membludak ia meminta maaf jika pelayanan yang diberikan kurang memuaskan. “Berhubung infrastruktur rumah sakit kita kurang memadai, sebab pasien membludak baik rawat jalan maupun rawat inap,” ujarnya. Ia berharap Pemerintah Daerah Kabupaten Sambas membantu infrastruktur Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Sambas, dengan memperbesar ruang rawat jalan dan rawat inap. PT. Askes Kabupaten Sambas Novi mengatakan, kriteria yang ditanggung PT. Askes untuk Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) yakni, seluruh masyarakat Kabupaten Sambas di luar kuota jaminan kesehatan seperti perangkat desa, Askes PNS dan Asuransi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Asabri). o

Pejabat Kodam XII/Tpr melaksanakan sepeda sehat bersama Borneo Maniac Cycling. FOTO istimewa

Warga Pertanyakan Pilkades Sungai Malaya Achmad Munandar Borneo Tribune, Kubu Raya Demi mempercepat pembangunan, Pemkab Kubu Raya akan melakukan pemekaran terhadap Desa Mega Timur, Kecamatan Sungai Raya, menjadi satu desa lagi, yakni Desa Sungai Malaya. Namun pemekaran tersebut terhambat dalam pembangunannya, karena sampai saat ini Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) belum dilaksanakan, sehingga masyarakat setempat bingung. Sebelumnya, tersiar kabar belum terlaksananya Pilkades Sungai Malaya akibat dari empat calon Kades tersebut terdapat dua calon Kades yang tersandung pemalsuan legalizir ijazah, yang membuat masyarakat bingung mengapa pelaksanaan Pilkades tidak dilaksanakan, sehingga membu-

at kecurigaan masyarakat terhadap panitia dan Pemdes. Salah satu tokoh masyarakat Desa Sungai Malaya Sahrudin mengatakan, seharusnya penetapan calon Kades sudah diumumkan dari tanggal 4-5 Mei 2013 oleh panitia. Menurut Sahrudin sebenarnya masyarakat tidak mau tahu persoalan yang ada, mereka menginginkan pelaksanaan Pilkades segera dilaksanakan, mengingat pembangunan di desanya ini masih jauh tertinggal. “Pemerintah menunggu apa lagi, laksanakan saja Pilkades secepatnya, calon yang melanggar aturan dicoret saja dan jangan diikutsertakan dalam pemilihan,” katanya. Ia berharap masalah Pilkades Sungai Malaya segera selesai, masyarakat membutuhkan pembangunan dari pemerintah. “Karena masih banyak

yang perlu diselesaikan disini, seperti banjir yang masih ada, jalan yang makin hancur,” ungkapnya. Calon Kades Sungai Malaya, Maulana mengatakan, dirinya merasa dirugikan sekaligus bingung terhadap PPKD dan Pemdes, karena dirinya yang tidak melakukan pelanggaran dalam pendaftaran Kades ini harus jadi korban molornya Pilkades Sungai Malaya. “Padahalkan bukti sudah ada dua calon Kades melakukan pelanggaran pemalsuan legalizir ijzah (Ahmad Efendi dan Komaruzzaman) serta kekerasan terhadap warga.Kenapa panitia tidak berani mencoret nama-nama mereka, ini kita pertanyakan ada apa ini, jangan dibuat bingung masyarakat disini, karena penetapan calon Kades belum juga diumumkan,” paparnya. Maulana menceritakan, terungkapnya masalah pe-

malsuan tersebut ke permukaan dikarenakan adanya laporan dari pihak Kecamatan Sungai Ambawang ketika melakukan verifikasi data dari empat calon Kades yang siap bertarung, di antaranya Raden Maulana, Ahmad Affandi, Komaruzzaman dan Hamid. “Jadi ini murni dari kecamatan yang melaporkan, bukan kita yang mencari kesalahan lawan kita,” tegasnya. Dirinya pun meminta pihak panitia dan Pemdes tegas dalam mengambil keputusan pelaksanaan Pilkades ini, jangan sampai mereka diintimidasi maupun diintervensi oleh pihak-pihak tertentu lagi. “Kita sesuai dengan kejujuran dan keadilan sajalah, lagi pula bukti sudah ada kok, kenapa panitia belum menetapkan calon Kades yang akan mengikuti Pilkades ini,” ucapnya. o

KPU: Perbaikan Berkas Bacaleg Melalui Parpol Achmad Munandar Borneo Tribune, Kubu Raya Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kubu Raya menyatakan, perbaikan berkas Daftar Calon Sementara (DCS) bakal calon legislatif (bacaleg) bukanlah dilakukan secara perorangan melainkan melalui parpol masing-masing. “Jadi, perbaikan berkas data DCS bukan secara orang perorang namun itu diserahkan melalui parpol masing-masing karena mereka didaftarkan oleh par-

polnya,” tegas Ketua KPU Kubu Raya, Idris Maheru. Berdasarkan data, terdapat sejumlah caleg yang mendatangi KPU untuk mengurus berkas perbaikannya. Padahal, dalam ketentuan perbaikan berkas itu harus melalui parpol bukan caleg yang bersangkutan. Karena setiap parpol telah memiliki dua orang petugas penghubung yang mengurus berkas data DCS tersebut. KPU memberikan batas terakhir perbaikan berkas DCS sampai tanggal 22 Mei mendatang. “Jika berkas tidak diper-

baiki maka otomatis caleg yang bersangkutan akan dicoret dan dikategorikan TMS (Tidak Masuk Syarat),” jelas dia. Terkait dengan caleg perempuan yang TMS harus diganti dengan caleg perempuan juga. Tidak boleh dengan caleg laki-laki. Sehingga ketentuan keterwakilan perempuan 30 persen tetap dipenuhi oleh parpol yang bersangkutan. Dalam melakukan verifikasi berkas DCS, KPU telah menemukan sejumlah caleg yang dianggap tidak memenuhi kelengkapan persyarat-

an lantaran belum melampirkan surat pengunduran diri, antara lain, 9 caleg yang masih menjabat sebagai kades aktif, 6 caleg masih sebagai perangkat desa seperti Kadus atau Kaur, 2 caleg masih berstatus PNS, 3 caleg sebagai penyelenggara pemilu, 3 caleg di bawah umur, data di KTP dan ijazah berbeda, termasuk 6 orang anggota DPRD dari parpol yang tidak lolos pemilu 2014 namun mencalonkan kembali dari parpol lain, tidak melampirkan surat pernyataan mengundurkan diri, serta 4 caleg tidak ada berkas.o

Hubungi dealer TVS terdekat atau SMS : TVS Pontianak

: 0853 9320 2778

TVS Rasau

: 0853 9355 5508

TVS Singkawang

: 0823 5178 4446

TVS Ketapang

: 0852 4594 6118

TVS Sintang

: 0812 5746 6666

TVS BM Sintang

: 0852 5260 1948

TVS Pinoh

: 0813 4557 8321

TVS Putussibau

: 0821 5125 9567

TVS Anugrah Sekadau

: 0813 4540 2238

TVS Merdeka Motor PTK

: 0821 5030 6989

TVS Tepuai

: 0813 4528 6562

CMYK

Borneo Tribune, Kubu Raya


Mempawah-Kubu Raya Borneo Tribune

Selasa, 14 Mei 2013

5

KONI Harus Motivasi Seluruh Cabang Olahraga Johan Wahyudi Borneo Tribune, Mempawah

NARKOBA BNN Kabupaten Pontianak membentuk kader anti narkoba di lingkungan swasta. Foto Johan Wahyudi/Borneo Tribune

BNN Intens Bentuk Kader Anti Narkoba Johan Wahyudi Borneo Tribune, Mempawah Badan Naisonal Narkotika (BNN) Kabupaten Pontianak intens membentuk kader anti narkoba di lingkungan swasta. Hal tersebut dibuktikan dengan dilaksanakannya

pembentukan kader anti narkoba di lingkungan sawsta di Aula Wisata Nusantara, Senin (13/5), kemarin oleh Kepala BNN Kabupaten Pontianak, A.H. Daulay.. Pada kesempatan tersebut, Kepala BNN Kabupaten Pontianak, A.H. Daulay mengatakan selain membentuk kader anti narkoba di ling-

kungan swasta, BNN juga telah membentuk kader anti narkoba di lingkungan pelajar dan pemerintah daerah. “Dibentuknya kader anti narkotika, para pekerja harus memiliki pengetahuan akan bahayanya penyalahgunaan narkotika. Sebagai tim penyuluh, mereka harus mampu berpartisipasi serta

berperan aktif memberikan pemahaman kepada temantemannya tentang penyalahgunaan narkoba,” katanya. Selain itu, Daulay, juga menuturkan, pihaknya berharap kader anti narkoba dapat menjadi corong utama bagi BNN Kabupaten Pontianak, sehingga bisa menekan angka penggunaan

narkoba. “Kader Narkoba nantinya akan dikontrol kinerjanya oleh BNN. Sehingga bisa maksimal dalam menjalankan perannya sebagai duta anti narkoba. Pelatihan ini, juga tidak hanya dilaksanakan di Kecamatan Mempawah Hilir, tapi juga di Sungai Pinyuh dan Siantan,” katanya. o

AMDAL Balai Diklat Perhubungan Diproses Proses pembangunan fisik Balai Pendidikan dan Pelatihan Transportasi Darat (BPPTD) Mempawah, di Desa Antibar, Kecamatan Mempawah Timur direncanakan dimulai tahun ini. Sejumlah persiapan digodok Kementerian Perhubungan (Kemenhub), salahsatunya kelengkapan dokumen Analisa Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL). Untuk memuluskan proses pembuatan dokumen AMDAL sebagai syarat mutlak pembangunan BPPTD, Kemenhub melalui Dirjen Pusat Pengembangan SDM Perhubungan Darat, melaksanakan Sosialisasi dan Konsultasi Publik mengenai AMDAL, di Aula Kantor Camat Mempawah Timur, Jumat kemarin.

Kegiatan ini dihadiri Kabag Umum Pusat Pengembangan SDM Perhubungan Darat RI, Miswan, Kepala Dinas Perhubungan, Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Pontianak, Suharjo Lie, Kepala BLPBD, Sahrizal, Camat Mempawah Timur, Daeng Juniaty, Camat Mempawah Timur, Rochmad Effendi, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, serta Muspika di Kecamatan Mempawah Hilir dan Mempawah Timur. Kepala Dinas Hubbudpar, Suharjo Lie, dalam sambutannya menjelaskan pembangunan fisik BPPTD semula direncanakan pada 2012 lalu, namun masih terkendala sertifikat tanah yang belum diselesaikan. “Namun persoalan itu sudah kita selesaikan. Direncanakan tahun ini pembangunan fisik BPPTD segera dimulai. Oleh karena itu, kita

mengharapkan dukungan masyarakat, salahsatunya melalui dokumen AMDAL ini, agar proses pembangunan berjalan lancar,” katanya. Sementara itu, Kabag Umum Pusat Pengembangan SDM Perhubungan Darat RI, Miswan mengatakan kelengkapan dokumen AMDAL ini merupakan salahsatu penyebab kenapa Kemenhub belum membangun infrastruktur BPPTD di Desa Antibar. “Sesuai UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, maka pembangunan BPPTD ini mutlak memerlukan dokumen AMDAL, mengingat pembangunan ini tetap harus memperhatikan kelestarian lingkungan,” jelasnya. Sedangkan Camat Mempawah Timur, Daeng Juniaty, atas nama masyarakat Mempawah Timur,

menyambut baik Sosialisasi dan Konsultasi Publik AMDAL ini. “Kami yakin pembangunan BPPTD ini akan memberikan multiflier effect yang besar bagi masyarakat Kabupaten Pontianak, khususnya di kecamatan Mempawah Timur,” tegasnya. Sedangkan, Muhammad Nathan, Ketua Tim konsultan AMDAL dari PT Antariksa Globalindo, yang dipercayakan Kemenhub untuk pembangunan BPPTD Mempawah, menjelaskan, kegiatan ini bertujuan menggali aspirasi masyarakat, baik berupa kritikan maupun saran agar dokumen AMDAL ini bisa diwujudkan tanpa merugikan masyarakat dan lingkungan. “Silahkan berikan masukan, baik kritikan maupun saran. Semua itu akan menjadi bahan masukan dan evaluasi kami,” ucapnya. o

Namun persoalan itu sudah kita selesaikan. Direncanakan tahun ini pembangunan fisik BPPTD segera dimulai. Oleh karena itu, kita mengharapkan dukungan masyarakat, salahsatunya melalui dokumen AMDAL ini, agar proses pembangunan berjalan lancar

Johan Wahyudi Borneo Tribune, Mempawah

Bupati Pontianak, Ria Norsan mengharapkan KONI Kabupaten Pontianak bisa membina dan memotivasi cabang-cabang olahraga menjadi cabang olahraga yang berprestasi. “Perkembangan olahraga saat ini, ada yang menonjol, sedang bahkan tenggelam sama sekali. Walaupun di PON Riau, kita berhasil membawa beberapa medali. Cabang olahraga yang berprestasi atau menonjol tentu pembinaannya dilakukan secara rutin seperti Anggar,” kata Bupati Pontianak, Ria Norsan, saat menghadiri Musyawarah KONI FOTO: Johan W / Borneo Tribune Kabupaten Pontianak. Ria Norsan Untuk itu, kedepan Bupati sangat berharap KONI Kabupaten Pontianak lebih giat dan aktif memberikan motivasi kesemua cabang olahraga. Dimana yang sudah mamu agar lebih ditingkatkan lagi, yang belum maju dibina bagaimana agar bisa maju dan berprestasi. “Kunci sukses memajukan olahraga adalah ketersedian anggaran. Namun saya ingin, bagaimana tanpa dana, olahraga bisa maju, tapi rasanya tidak mungkin. Untuk itu, Pemda berupaya setiap tahun anggaran selalu bisa membantu pendanaan untuk pembinaan, pembibitan para atlet, sehingga olahraga Kabupaten Pontianak maju dan berprestasi,” katanya. o

Rasau Jaya Gelar Gawai Rakyat Achmad Munandar Borneo Tribune, Kubu Raya Wujud syukur kepada Tuhan atas hasil panen, masyarakat Kecamatan Rasau Jaya menggelar gawai rakyat atau tolak bala, Minggu (13/5) kemarin. Ritual ini pun dimulai dari Anca atau pemberian makanan pada pohon serta sungai. Kepala Adat Derani mengatakan ritual ini sudah menjadi kepercayaan masyarakat Rasau Jaya bertahun-tahun dalam mensyukuri hasil panen yang didapat oleh masyarakat.”Ini sudah kepercayaan kita disini, jika tidak dilaksanakan, ada saja musibah yang menimpa masyarakat,” katanya, Minggu (12/5) sore. Menurutnya acara seperti ini dilakukan setiap bulan lima, tolak bala ini memang berbeda seperti daerah lain pelaksanaanya yang dilaksanakan pada hari yang disebut Robo-robo. Derani berharap setelah dilaksanakan kegiatan ini, masyarakat Rasau Jaya hidupnya lebih berkah dan selamat lagi. “Saat ini memang banyak musibah sering terjadi, terutama di Sungai Kapuas banyak yang tenggelam,” pungkasnya. Sementara itu Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan mengatakan kegiatan gawai rakyat seperti ini harus terus dilaksanakan karena gawai rakyat berdampak positif selain menumbuhkan silaturahmi dan bisa meningkatkan pariwisata Kubu Raya. “Kita berharap kegiatan ini bisa meningkatkan pariwisata kita di sini, karena gawai rakyat ini menjadi daya tarik sendiri bagi masyarakat luar,” ucapnya. Muda mengharapkan gawai ini terus dilestarikan, karena ini merupakan ciri khas dari Kubu Raya yang daerahnya heterogen. Muda mengajak mengembangkan gawai rakyat karena ini merupakan kebudayaan masyarakat Kubu Raya yang positif dan terus lestarikan, karena dalam kegiatan ini banyak nilai nilai positif yang bisa masyarakat ambil. Bupati juga menyampaikan bahwa pemkab Kubu Raya dari tahun ketahun akan membina kegiatan seperti ini termasuk juga membin dan membantu masyarakat nelayan yang ada.” Sehingga masyarakat nelayan akan bisa meningkatkan nilai ekonominya dan bisa mandiri.” Tutur Muda. Gawai Rakyat di Rasau Jaya ini dihadiri juga oleh beberapa kepala SKPD dilingkungan pemkab kubu raya, tokoh masyarakat dan masyarakat yang tumpah ruah di acara gawai rakyat tersebut. o


Bengkayang Borneo Tribune

Selasa, 14 Mei 2013

6

Nelayan Butuh Peremajaan Alat dan Mesin Rudi Borneo Tribune, Singkawang Nelayan tradisional dan kecil di Kota Singkawang sangat membutuhkan bantuan peremajaan alat dan kapal dari pemerintah. Kebutuhan bantuan itu disampaikan nelayan tradisional, mengingat peralatan yang digunakan untuk mencari ikan di laut, terutama kapal sudah

banyak yang keropos. “Lihat saja sendiri, dinding kapal sudah mulai keropos,” ujar Ismed Ismail saat ditemui di kapalnya belum lama ini. Ismed mengakui, jika saat ini kondisi kapalnya memang sudah banyak yang keropos, terutama di bagian tepi. Kondisi seperti itu tentunya akan berbahaya ketika melaut. “Bagian tepi kapal saja sudah ada yang ru-

Inspirasi

Catatan untuk Pembentukan Koperasi Mahasiswa Club Menulis Oleh: Yusriadi Dua Sabtu lalu anggota Club Menulis STAIN Pontianak berkumpul di ruang MC. Mereka membicarakan pembentukan koperasi mahasiswa anggota Club Menulis. Pertemuan yang digagas dan difasilitasi Marsita dan Farninda itu menghasilkan kesepakatan membentuk koperasi dengan anggota Club Menulis STAIN Pontianak. Saya tidak mengikuti rapat ini karena beberapa tugas wajib yang harus dikerjakan. Namun, sejauh yang saya dengar, pembentukan ini membawa misi besar dalam menggarap sector ekonomi dengan potensi yang ada. Anggota Club Menulis sudah banyak. Ratusan orang yang terdaftar. Anggota Club Menulis memiliki banyak karya, sudah lebih 100 buku yang dilaunching. Semua itu potensi. Koperasi ini juga membawa misi membantu anggota yang memerlukan bantuan khususnya menjelang daftar ulang dan soal darurat lainnya. Seringkali seorang mahasiswa terpaksa cuti kuliah karena pada saat batas daftar ulang mereka belum memiliki uang yang cukup. Karena itulah pembentukan koperasi ini harus diberikan apresiasi. Upaya mahasiswa untuk menghimpun diri dalam wadah ekonomi merupakan hal yang sangat baik. Mungkin dari skop kecil kelak bisa menjangkau skop yang lebih besar. Koperasi ini akan menjadi pembelajaran bagi mereka dalam menggarap potensi ekonomi. Sesungguhnya, selama ini kita terlalu sering mendengar orang berhitung soal potensi ini. Ada yang menghitung, katanya, potensi ummat sangat besar dan tak terhingga. Jika jumlah umat ada 3 juta, dan setiap orang menghimpun dana Rp1.000 maka jumlah yang bisa dikumpulkan akan menjadi Rp.1000.000.000. Banyak hal yang bisa dibuat kalau ada dana sebesar itu. Bagaimana kalau jumlahnya ditingkatkan lagi, bukan Rp1000, tetapi Rp5000 atau Rp10.000. Jumlah yang dicapai akan fantastis. Tetapi, meskipun hitungan ini sangat logis dan memberangsangkan, namun sejauh ini gerakan menghimpunnya masih belum ketara. Beberapa lembaga menggarap potensi ekonomi umat, tetapi, tetap saja belum tersentuh seperti yang dibayang-bayangkan. Terlalu banyak sisi kosong yang masih bisa diisi. Nah, pembentukan koperasi ini merupakan ikhtiar untuk mengisi ruang kosong itu. Tidak perlu bermimpi terlalu besar dan mendapatkan hasil yang besar –kalau pada akhirnya tak ada hasil. Lebih baik menggarap hal yang kecil dengan hasil yang kecil, tetapi nyata. Bukankah kita mengenal petuah orang tua, sedikit-sedikit, lama-lama menjadi bukit. Tentu saja untuk mencapai yang besar itu membutuhkan usaha keras, kesabaran dan kejujuran. Usaha ini akan menjadi modal untuk membangun kepercayaan yang lebih banyak dan pada akhirnya kepercayaan ini akan menambah modal yang sudah ada. Kalau orang sudah percaya, modal yang ada pasti bertambah. *** Club Menulis memiliki potensi yang sangat besar. 100 lebih buku yang dihasilkan merupakan sumber potensial yang dapat mendatangkan uang. Buku-buku ini bisa dijual. Baik ditawarkan kepada pembeli secara langsung maupun ditawarkan kepada sponsor untuk mendanai penerbitannya. Kenyataannya, selama ini sejumlah buku yang diterbitkan sudah mendapat tempat di hati pembaca. Buku karya siswa sudah dicetak ratusan copy. Buku Kalbar Berimajinasi sudah digandakan puluhan kali. Begitu juga dengan buku tentang Bugis, Tionghoa dan Melayu Pontianak. Selama ini para pembeli buku bukan saja dari kalangan kampus STAIN Pontianak yang memang sudah tahu ada Club Menulis, tetapi juga orang-orang dari luar kampus. Peneliti dari Untan, LIPI, UGM, bahkan dari peneliti dari luar negeri juga datang ke Club Menulis untuk mendapatkan sebagian dari buku yang sudah diterbitkan.

sak. Ada bagian atap yang sudah berlobang ditutup dengan terpal,” ujar Ismed. Selain bantuan alat tangkap, dan peremajaan kapal yang dibutuhkan, nelayan juga membutuhkan peremajaan mesin. Pasalnya mesin yang digunakan sudah terlalu tua untuk membawa kapal ke laut. Ismed berharap, pemerintah dapat turun ke lokasi untuk melihat kebutuhan nelayan tradisional

dan kecil. Sehingga, lanjut dia, bantuan yang akan diberikan pemerintah tepat pada sasarannya. Di tempat terpisah, Kepala Bidang Laut dan Pesisir, Dinas Kelautan dan Perikanan Singkawang, Edi mengatakan, jika memang ada bantuan yang diberikan kepada nelayan. “Dinas ada memberikan bantuan untuk alatalat tangkap yang dibutuhkan nelayan,” ujar Edi.

Ia mencontohkan bantuan itu, misalnya ada nelayan yang melaporkan jika seluruh alat tangkap ikannya hilang terbawa arus laut. Maka, lanjut dia, nelayan tersebut dapat melaporkan ke dinas agar diberikan bantuan. “Tetapi jika itu perbaikan ringan, maka nelayanlah yang mengerjakan sendiri,” kata Edi. Namun, kata Edi, bantuan yang diajukan nelayan tidak

langsung secara spontanitas diberikan. Melainkan pengajuan itu akan dimasukan dalam program dinas, jika terakomodir maka bisa diberikan bantuan. Untuk tahun ini, jelas Edi, dinas terkait belum memberikan bantuan kepada nelayan. Namun saat ini bantuan itu sudah diajukan. Karena bantuan yang diusulkan warga akan diterima dinas baru dilakukan

pengelompokan. “Nelayan mengajukan bantuan tetap kita terima, nanti baru dikelompokkan, setelah itu baru disurvei. Tapi ada persyaratan teknis untuk pemberian bantuan itu,” jelasnya. Hingga saat ini, DKP mencatat ada sebanyak 2000 nelayan di Kota Singkawang, yang terdiri dari nelayan tangkap, nelayan pengolah dan nelayan budidaya. o

Abdul Harapkan NU Mampu Kedepankan Tuntutan Global Rudi Borneo Tribune, Singkawang Wakil Walikota Singkawang, Abdul Muthalib, mengharapkan agar Muslimat NU terus berupaya berkiprah dan eksis dalam kehidupan bermasyarakat, khususnya dalam meningkatkan SDM di Kota Singkawang yang sangat majemuk ini, yang hidup dalam keragaman etnis, agama dan kepercayaan yang berbeda, dan mampu mengedepankan tuntutan yang serba global dewasa ini dengan tetap

Abdul Muthalib

berpijak pada norma agama. Lebih lanjut Abdul mengatakan, keluarga besar NU dan Muslimat NU di dalamnya, mempunyai peranan yang sangat penting dan strategis, terutama dalam upaya menciptakan situasi dan kondisi yang kondusif di Kota Singkawang, karena NU mempunyai jaringan organisasi sampai ke daerah-daerah, dimana nantinya diharapkan stabilitas keamanan serta mengawal program pembangunan di kalbar sekaligus berperan sebagai fungsi kontrol didalam kehidupan berbangsa dan

bernegara. Abdul juga berharap, hendaknya Muslimat NU dapat memberikan motivasi baru bagi keluarga besar NU Kota Singkawang khususnya dan masyarakat Kota Singkawang pada umumnya, dalam menjalankan visi dan misi organisasinya. Sehingga dapat membangun jemaah yang kuat, agar menjadi organisasi besar yang efektif dan efesien. Kepada segenap jajaran pengurus NU di seluruh jenjang atau level organisasi untuk senantiasa mengupayakan penguatan jalinan persaudaraan, kemitraan kerja

sama dan sinergis antara ulama dan pemerintah, serta dengan seluruh elemen masyarakat lainnya agar penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan dapat selaras dengan kehendak, aspirasi dan harapan serta membawa kemaslahatan bagi umat, masyarakat, bangsa dan Negara. “NU dapat dijadikan sebagai motivator, inovator dan sumber inspirasi serta masukan yang konstruktif, dalam rangka membangun dan meningkatkan kerukunan umat beragama di kalbar,” pungkas Abdul. o

BERKEMBANG Kayong Utara mengalami perkembangan yang cukup pesat dalam beberapa tahun ini. Pemekaran memberi ruang bagi pemerintah kabupaten untuk menggerakkan potensi ekonomi agar rakyat sejahtera. Salah satu perkembangan yang cukup nyata adalah pembangunan dermaga Teluk Batang. Dermaga ini menjadi tempat persinggahan kapal yang berlabuh di Kayong Utara sebelum mencapai ibukota kabupaten Sukadana. Foto Yusriadi/Borneo Tribune

Wisata Liburan Sekolah

Orang Tua dan Pengelola Objek Wisata Harus Awasi Anak Rudi Borneo Tribune, Singkawang Liburan sekolah dirasakan sudah hampir tiba. Dan seperti biasanya,banyak diantara pelajar yang mengisi liburan itu dengan berbagai kegiatan diantaranya bertamasya ke tempat-tempat wisata baik bersama keluarga maupun karibnya. Tak terkecuali juga dengan tempat wisata Pasir Panjang yang selalu diserbu pengunjung. Terkait dengan itu, agar tidak kembali terjadi dengan insiden tenggelamnya 3 pelajar belum lama ini, pihak pengelola, melalui Humas Pasir Panjang Palm Beach, Pak Lotai Singkawang, Sasmita Gunawan Putra, mengimbau kepada pihak orang tua agar senantiasa mengawasi anak-anaknya saat bermain di sekitar pantai. Hal ini dia tegaskan, agar hal serupa yang terjadi belum lama ini tidak teru-

lang kembali. Menurut Sasmita, jika pihak pengelola pantai Pasir Panjang sudah maksimal melakukan pemantauan dan himbauan kepada pengunjung bilamana mengetahui cuaca tidak baik. “Kita selalu monitor di sini, jika mengetahui cuaca sedang tidak baik, seperti gelombang tinggi dan sebagainya, kita tetap mengingatkan kepada pengunjung agar tidak bermain di sekitar pantai. Dan bahkan, selain dengan memasang papan plang peringatan, namun peringatan melalui mikrofon pun sudah sering kita lakukan,” ujarnya. Untuk itu, kata Sasmita, baik itu orang tua maupun guru pembimbing siswa diharapkan jangan sampai terjadi keteledoran lagi. Demi keselamatan pengunjung yang dibawa, diminta agar bisa meningkatkan pengawasannya lagi. Sebelumnya, Ketua Korwil Tagana Kota Singkawang, Zulfian Agus, meminta kepa-

Zulfian Agus

Abdul Muthalib

da sejumlah pengelola obyek wisata pantai di kota ini, agar selalu menstandbyekan pengawas pemantau pantai demi keselamatan para wisatawan yang mengunjungi pantai tersebut. “Pihak Pengelola objek wisata pantai, agar selalu

menstandbye-kan pengawas pemantau pantai di tempat demi keselamatan para wisatawan yang mengunjungi pantai tersebut. Jangan sampai kejadian kemarin kembali terjadi, akibat kurangnya pengawasan,” pinta Agus.

Selain itu, pengelola pantai juga diwajibkan menyediakan jaket pelampung untuk wisatawan, ketika wisatawan ingin bermain di sekitar pantai, terutama bagi anak-anak yang masih di bawah usia 15 tahun. “Itu harus ada, guna menekan korban jiwa yang sudah tewas di telan ombak, saat sedang bermain disekitar pantai. Jaket pelampung salah satu perlengkapan yang harus disediakan untuk pengunjung anak-anak,” ujarnya. Agus juga tak segan-segan memberikan himbauan kepada pengunjung, atau pun plang papan himbauan, agar bisa mengingatkan para wisatawan saat bermain di sekitar pantai seketika ombak mulai meninggi. “Himbauan itu perlu, agar pengunjung bisa ekstra hatihati saat bermain di sekitar pantai. Terutama, jelang liburan sekolah saat ini, jangan sampai ada korban lagi seperti kejadian sebelumnya,” sarannya. o


Selasa, 14 Mei 2013

Landak-Sanggau Borneo T Tribune

7

Kenaikan Tarif Kapal Feri Hingga Rp. 27 Ribu Dikeluhkan Masyarakat Ratna Sari Borneo Tribune, Sanggau Tarif angkutan Feri di Dermaga Piyasak Tayan Kabupaten Sanggu naik Rp27 ribu. Kenaikan tersebut membuat masyarakat mengeluh.

Hal itu diungkapkan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sanggau, Anselmus, Senin (15/5) kemarin. Anselmus mengatakan, kenaikan tarif tersebut berdasarkan pada Surat Keputusan Bupati Sanggau nomor 204 tahun 2013 tanggal 3 April 2013.

Untuk penyeberangan ke daerah Toba, ekspedisi mobil pribadi yang sebelumnya Rp. 93 ribu, saat ini menjadi sekitar Rp. 120 ribu lebih. Kenaikan tersebut sangat memberatkan bagi masyarakat yang menggunakan jasa angkutan penyeberangan. Menurutnya, keluhan-ke-

luhan masyarakat tersebut harus ditindaklanjuti agar tidak memberatkan. ”Kasian yang ekspedisi angkutan seperti truk atau angkutan lainnya. Jika bisa dipertimbangkan kembali tentang kenaikan tersebut. Kita tidak salahkan perusahaan Feri, karena mereka

bekerja sesuai aturan. Tetapi kita mengharapkan adanya peninjauan kembali. Saya tanya pun, petugas Feri juga tidak bisa berbuat banyak dan bekerja sesuai aturan yang ada,” ujarnya. Anselmus menambahkan, meski kemungkinan kenaikan tarif tersebut sebagai

antisipasi harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang akan segera naik, tetapi tidak harus dinaikkan secara tiba-tiba. Harus dilakukan sosialisasi terlebih dahulu. ”Kami melihatnya pada sisi kebutuhan masyarakat dan kepentingan umum. Dampak kenaikan ini jelas akan

mempengaruhi yang lain. Akhirnya, harga-harga barang pasti akan langsung ikut naik, padahal kenaikan harga BBM masih belum diberlakukan. Alangkah baiknya jika kenaikan tersebut bisa dievaluasi kembali oleh Bupati Sanggau,” pungkasnya.

Sertijab Desa Hilir Kantor Ngabang Kejar Lima Pejabat Target Perekaman E-KTP Struktural Polres Sanggau

Borneo Tribune, Ngabang Sekretaris Desa Hilir Kantor Kecamatan Ngabang, Zulkifli, Minggu,(12/5) saat ditemui Borneo Tribune di rumah kediamanan di Desa Hilir Kantor Ngabang mengakui data dari Dinas Pencatatan Sipil dan Kependudukan yang menyebutkan 4000 dari 11000 penduduk desa itu belum melakukan perekaman untuk e-KTP. “ Memang benar penduduk kami masih sekitar 4000 jiwa yang belum melakukan perekaman E KTP. Oleh karena itu untuk menindaklanjuti hal tersebut kami sistem

Zulkifli. Foto Ya’ Syahdan/Borneo Tribune jemput bola dengan mendatangi setiap rumah penduduk agar secepatnya

melakukan perekaman E KTP, mumpung masih gratis, dan kesempatan ini

tidak akan terulang kedua kalinya,” katanya. Diungkapkan setelah gebrakan itu dilakukan, secara berangsur-angsur jumlah 4000 jiwa sejak data itu diterima dari Dinas Pencatatan Sipil dan Kependudukan bulan Maret lalu hingga saat ini mulai berkurang jumlahnya. Artinya warga sudah sadar dan melakukan perekaman E KTP di kantor Camat Ngabang. “Kita berharap agar warga secepatnya sadar dari kerterlambatan dan segera melakukan perekaman E KTP, karena manfa’at E KTP ini sangat besar gunanya. Jangan sayang menyisihkan

waktu sebentar, karena memang waktu perekaman E KTP ini tidak terlalu lama, sebab manfa’at E KTP ini sangat besar gunannya, “ ucapnya. Ia menambahkan, “ dalam mengantisipasi masalah kelalaian warga ini, kita mengejar target bulan Juli semua penduduk harus sudah melakukan perekaman E KTP, sehingga begitu masuk bulan Januari 2014 warga sudah memiliki E KTP, jadi tidak ada lagi warga yang menggunakan KTP SIAK, sebab menurut Pemerintah mulai Januari 2014 KTP SIAK tidak berlaku lagi, “ tegasnya. (Kiriman Ya’ Syahdan)

Perusahaan Wajib IUP Mulai Berlaku Tahun 1999 Borneo Tribune, Ngabang Seksi Pengawasan dan Perlindungan Perkebunan Dinas Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Landak, Aswanto, SPKP, mengatakan, saat ini penilaian terhadap usaha perkebunan sedang di jalankan oleh Pemerintah, yang salah satu syarat dalam penilaian tersebut adalah IUP. Sementara itu bagi perusahaan yang sudah lama ada atau sebelum wajib IUP tahun 1999, secara otomatis tidak memiliki IUP,

karena memiliki legalitas langsung dari Menteri Pertanian yang waktu itu sama dengan IUP, jadi ketika dalam penilaian perkebunan legalitas ini tetap sama dengan IUP. Demikian Aswanto mengatakan, akhir pekan lalu di Ngabang. Dijelaskannya, legalitas antara perusahaan perkebunan sebelum tahun 1999 dan perusahaan yang berdiri sejak diberlakukannya wajib IUP tahun 1999 adalah sama legalitasnya. Dikatakanya. “

INFO HOTEL

Aswanto. Foto Ya’ Syahdan /Borneo Tribune memiliki legalitas langsung Oleh sebab itu dalam pelakdari Menteri yang waktu itu sanaan penilaian terhadap sama dengan IUP jadi ketika usaha perkebunan yang sedalam penilaian perkebunan dang di laksanakan, antara legalitas ini tetap sama deperusahaan yang memiliki ngan IUP,” ungkapnya. IUP dengan perusahaan yang Aswanto mengingatkan, tidak memiliki IUP itu tidak kalaupun perusahaan terseada bedanya, yang artinya but ternyata harus mengurus bagi perusahaan tersebut teIUP lagi itu sama saja memtap sah dan memiliki hak buat IUP dua kali karena seyang sama, “ jelasnya. benarnya legalitas yang suSecara Yuridis dijelaskan, dah di miliki oleh perusaha“ IUP inikan ada tahun 1999, an tersebut sama dengan sedangkan perusahaan yang IUP. sudah ada sebelum tahun Seraya mencontohkan saitukan memang mereka tidak lah satunya adalah PTPN memiliki IUP tetapi mereka

!3,yang memang sejak awal sudah memiliki izin prinsip karena memang waktu jaman itu belum ada aturannya, tetapi pihak perusahaan sudah ada izinnya karena memang ada kebijakan dari Kementerian Pertanian untuk melaksanakan kegiatan pada waktu itu. Di sisi lain pihak PTPN 13 juga memiliki HGU (Hak Guna Usaha) sesuai dengan produr yang sudah di amanatkan oleh Pemerintah. Kemudaian bagi perusahaan yang berdiri sesudah tahun 1999, rata-rata sudah memiliki IUP, kalaupun misalnya ada yang sampai saat ini masih ada kemungkinan saja prosesnya saja yang masih berjalan. ” Kalau memang mereka sudah melaksanakan kegiatan di lapangan itu artinya mereka sudah memiliki IUP, karena dasar untuk melakukan kegiatan itukan IUP, kalaupun misalnya ada yang belum memiliki, saya rasa itu hanya pada masalah proses, “ selanya. (Kiriman Ya’ Syahdan )

Ratna Sari Borneo Tribune, Sanggau Senin (13/5) pagi, serah terima jabatan (sertijab) kembali dilakukan oleh Polres Sanggau terhadap satu Kepala Satuan (Kasat) dan empat Kapolsek di wilayah hukum Polres Sanggau. Sertijab tersebut dipimpin oleh Kapolres Sanggau, AKBP Winarto di halaman Mapolres Sanggau. Lima pejabat struktural yang dimutasi yakni, Kasat Sabhara, AKP Iskandar digantikan oleh Iptu Raditya. Kapolsek Beduai, Ipda Suprapto digantikan AKP Wahyu. Kapolsek Tayan Hilir, Iptu Fernando digantikan Iptu Yoan Febriawan. Kapolsek Noyan, Iptu Rahmat Sampurno digantikan oleh Ipda Panjaitan dan Kapolsek Parindu, Ipda Muhadi dimutasi ke Polres, namun penggantinya sementara masih kosong. Winarto mengatakan, bahwa mutasi merupakan upaya pembinaan personil yang merupakan bagian dari tuntutan organisasi terutama dalam pelaksanaan tugas organisasi. Winarto juga menyampaikan beberapa arahan Kapolri diantaranya terkait upaya-upaya negosiasi dalam mengamankan setiap unjuk rasa. Kapolri juga mengarahkan agar setiap pimpinan dan anggota Polri di lapangan memastikan tidak ada

oknum unjuk rasa yang menggunakan senjata tajam (sajam) atau senjata api (Senpi). Arahan-arahan tersebut disampaikan Kapolri dalam rangka Kamtibmas di semua wilayah menyusul aksi penyerangan Jamaat Ahmadiyah di Jawa Barat agar tidak menyebar di daerah lainnya. ”Ini antisipasi kamtibmas dan antisipasi agar kasus penyerangan kepada Jamaat Ahmadiyah di Jawa Barat tidak terjadi di daerah lain,” ujarnya. Winarto pun berharap, kepada semua anggota Polri agar dalam menjalankan tugasnya tetap berpedoman kepada aturan yang ada. Sementara itu, terkait persiapan Pilkada Sanggau 2013, Winarto meminta kepada seluruh anggota harus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi konflik yang kemungkinan muncul di lapangan. Koordinasi terkait tahapan kepada penyelenggara Pilkada harus dilakukan agar setiap tahapan pilkada dapat dipantau perkembangannya secara detail. ”Potensi konflik menjadi salah satu atensi yang harus diperhatikan. Terkait pilkada segera berkoordinasi dengan KPU dan yang terpenting pelaksanaan pilkada bisa berjalan lancar dengan dukungan pelayanan keamanan dari Polri,” pungkasnya.

Opini

Hak Mendapatkan Pendidikan seorang harus menapatkan pendidikan dengan baik. Dan dengan pendidikanlah dalam diri manusia akan timbul suatu kesadaran kemanusiaan sehingga kita sebagai manusia akan dapat berkorelasi. Maka dari itu setiap manusia mempunyai hak untuk mendapatkan suatu pendidikan dengan baik. Dengan demikian, manusia selain mempunyai hak untuk mendapatkan pendidikan, manusia juga berkewajiban untuk menuntut ilmu supaya manusia tersebut menjadi manusia yang berpendidikan . Dan kita pun sebagai

manusia mempunyai hak untuk memilih pendidikan yang sesuai dengan apa yang kita inginkan, baik itu pendidikan formal, nonformal, ataupun informal. Pendidikan itu bisa kita peroleh dari berbagai macam cara, tidak harus dari sekolah bisa saja pendidikan itu kita peroleh dari teman, pergaulan, keluarga, lingkungan, dan dari informasi-informasi lainnya. Seperti halnya dari media informasi, ( Koran, televise, dan berita berita lainnya). Dan manusia pun diberi akal dan fikiran yang sehat oleh Tuhan yang Maha Esa,

supaya kita bisa menentukan mana yang harus kita ambil dan mana yang harus kita abaikan. Akan tetapi yang kita ketahui secara umum atau secara lumrahnya bahwa tempat untuk menimba pendidikan itu identik dengan kata- kata sekolah, padahal pada hakikatnya, pendidikan itu tidak harus di sekolah bisa saja pendidikan itu kita dapat dari teman pergaulan, lingkungan bermasyarakat, dan lain sebagainya. Jadi dengan demikian, banyak sekali cara untuk kita memperoleh pendidikan, bukanhanya dari sekolah.

Kalau kita berbicara massalah hak seseorang untuk menapatkan pendidikan, itu semua memang benar bahwa setiap orang itu memiliki hak untuk menapatkan pendidikan. Karena pendidikan merupakan kebutuhan yang sangat

dibutuhkan oleh semua orang. Dan juga pendidikan tersebut merupakan landasan utama serta mendasar untuk mewujukan suatu perubahan. Hanya dengan pendidikanlah paradigma, sikap dan perilaku seseorang dapat berubah, terarah, dan tercerahkan. Sehingga sangat benar adanya jika se-

KEHILANGAN

KEHILANGAN

STNK, KB 2904 LG NK: MH8BE4DUAAJ-125155 NS: E470-ID-128027 AN: BAYANI Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi.

STNK, KB 3383 LH NK: MH331B002BJ654801 NS: 31B-654843 AN: SERENA Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi.

KEHILANGAN

KEHILANGAN

KEHILANGAN

KEHILANGAN

KEHILANGAN

STNK, KB 4234 LK NK: MH1JBH115BK083060 NS: JBH1E-1084069 AN: MULIANI Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi.

STNK, KB 4291 LF NK: MH1JBC211AK359038 NS: JBC2E-1350458 AN: SYARBINUS Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi.

STNK, KB 3716 LH NK: MH1JBB215BK059417 NS: JBB2E-1062850 AN: HENDRIANUS SUSANTO Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi.

STNK, KB 4955 LF NK: MH8BE4DFAAJ-772597 NS: E451-ID-812261 AN: YULIANA Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi.

STNK, KB 4668 LN NK: MH354P00BCJ542616 NS: 54P-542877 AN: TITIN Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi.

Oleh: Jamaluddin

NGL

NGL

NGL

NGL

NGL

NGL

NGL


Sekadau Borneo Tribune

Selasa, 14 Mei 2013

8

Paripurna Pengantar Nota LKPj Bupati Sekadau

Bupati : Pemkab Harus Bekerja Keras Tingkatkan PAD Bagus Kosminto Borneo Tribune, Sekadau Bupati Sekadau Simon Petrus menyatakan Pemkab Sekadau tahun 2013 harus bekerja keras tingkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Pernyataan Bupati tersebut didasari dari masih belum membanggakan hasil PAD 2012. “Pemkab Sekadau harus bekerja keras tingkatkan PAD, termasuk bagaimana mengajak masyarakat sadar membayar pajak,” kata Simon Petrus saat menyampaikan draf pengantar nota LKPj Bupati Sekadau, di ruang sidang paripurna DPRD Sekadau, Senin pagi (13/5). Dijelaskannya, Anggaran pendapatan Kabupaten Sekadau setelah APBD perubahan tahun 2012 ditargetkan sebesar Rp 521, 943,07,333,19 dengan realisasi sebesar Rp 510.897.122.209,64. Jika dibandingkan realisasi tahun 2011, jumlah pendapatan Kabupaten Sekadau tahun 2012 meningkat sebanyak 13,71 persen. Pendapatan tersebut diperoleh dari PAD 2012 sebesar Rp 18, 3 milyar dari target sebesar 26,2 miliyar. Jika dibandingkan dengan realisasi PAD tahun 2011 lalu sebesar Rp 19,7 milyar mengalami penurunan sebesar 7,06 persen. Karena itu Bupati mengajak jajarannya agar bersama-sama berupaya meningkatkan pendapatan PAD tahun 2013. “Penurunan penerimaan sector PAD ini disebabkan realisasi pada penerimaan Daerah dari sector pajak hanya sebesar 51,07 persen dan realisasi restribusi 65,07 persen. Artinya kita harus kerja keras meningkatkan sector pajak dan

restribusi Daerah agar terealisasi sesuai target, dan mengigatkan kesadaran masyarakat dalam membayar pajak,” ungkapnya. Dalam rapat paripurna ke-3 masa persidangan ke2 membahasan pengantar nota LKPj Bupati Sekadau 2012 yang dipimpin lansung ketua DPRD Kabupaten Sekadau, Aloysius, tampak hadir Wakil Bupati Sekadau, Rupinus, Sekda Kabupaten Sekadau, Yohanes Jhon, sejumlah Muspida Kabupaten Sekadau, kepala Dinas, Badan, Bagian, Kantor dilingkungan Pemkab Sekadau, tampak para camat, kepala Desa dan tokoh-tokoh masyarakat.

Realisasi PAD 2013 Per Maret Pendapatan Asli Daerah (PAD) Sekadau untuk triwulan I tahun 2013 melampaui target yang ditetapkan pemerintah. Hingga akhir bulan Maret 2013, realisasi PAD sudah 19,3 persen. “Hingga Maret, realisasi PAD sudah mencapai angka 19,31 persen,” kata Drs Zakaria Umar, Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Sekadau di kantor Bupati Sekadau. Jika dikalkulasikan dengan target PAD, berarti untuk triwulan I, realisasi PAD sudah 4,31 persen melebihi dari target. Meski begitu, jika dikonversikan dengan rupiah, jumlahnya masih relative kecil. “Sekitar Rp 4,83 Miliar. Sementara target total PAD pada tahun 2013 ini adalah sebesar Rp 25,02 miliar,” jelasnya. Dipaparkan Zakaria, Retribusi Jasa Umum merupakan item penyumbang pendapatan terbesar. Total sumbangannya mencapai angka 19,21 persen dari total keseluruhan target PAD

INFO BANK BNI 46 Pontianak, Jl. Tanjung Pura No. 1 Telp. (0561) 736211, 732016, 732630, 732026 (0561) 736392 Capem Univ. Tanjungpura. Jl. Daya Nasional Telp. (0561) 736046 (0561) 764012 Capem Pasar Siantan, Jl. Khatulistiwa No. 81-83 Siantan Telp. (0561) 881419 (0561) 883263

BCA KCU PONTIANAK, Jln. A. Yani No. 1 Ptk, 0561-736305 (hunting) KCP Imam Bonjol, Jln. Imam Bonjol No. 457 Ptk, 0561-737984, 734524 KCP Rahadi Usman, Jln. Rahadi Usman No. 4 Ptk, 0561-733482, 740814-15 KCP Sei Pinyuh, Jln. Raya Terminal 05-06, Sei Pinyuh KCP Sultan Muhammad, Jln. Sultan Muhammad 136, Ptk, 0561-738051

BANK KALBAR CABANG UTAMA PONTIANAK Jl. Rahadi Osman No. 10 Pontianak 78117, Telp. (0561) 732148, 736723 Fax. (0561) 745149, Telex. 29174, 29129 CABANG SYARIAH Jl. A. Yani Pontianak, Komp. Perkantoran & Town House No. 5-6 (depan A. Yani Mega Mall) Telp. (0561) 733033, 7061800, Fax. (0561) 732599

BANK BRI Kantor Cabang Barito, Jalan Barito, Telp. (0561) 734009, Fax. (0561) 733019 Komplek Pertokoan Pasar Flamboyan Jalan Gajah Mada Blok C. 14 Ptk

BANK DANAMON Jl. Tanjung Pura No. 102, Ptk Telp. (0561) 737107 (H), 730898, Fax : (0561) 736264, 765595 Jl. St. Muhammad No. 173, Ptk Telp. (0561) 731156, Fax : (0561) 734462 Jl. KH. Wahid Hasyim No.24-26, Telp.: 0561-768599/765411, Fax : 0561-768599/765411

BANK MANDIRI SYARIAH PONTIANAK, Jl. Diponegoro No. 95, Telp. (0561) 745004, Fax. Ketapang, Jl. MT. Haryono No. 111-112 Ketapang, Telp. (0534) 34600 Fax. (0534) 34395 Kantor Kas Politeknik, Kampus Politeknik Negeri Jl. A. Yani No. 52, Telp. (0561) 583850 Kantor Layanan Syariah Bank Mandiri Pontianak-Sidas, Jl. Sidas No. 2, Pontianak, Telp. : (0561)7069797, Fax. : (0561) 763082

BANK BUKOPIN Cabang Jl. Ir. H. Juanda No. 55-56 Pontianak 78117 (0561) 745025 (Hunting) (0561) 734253 Cabang Pontianak Kal-Bar, Jl. Adi Sucipto Km. 7,5 (Gedung Kopkar Mekar PLN Wil Kal - Bar) Kabupaten Pontianak, Telp. 0561 722598, 0561 - 723158, Kantor Kas Adisucipto Jl. Sultan Muhammad No. 48, Pontianak 78117 , (0561) 730001/ 730077, (0561) 730132, Capem Sultan Muhammad

BANK BTN CABANG PONTIANAK, Jl. Imam Bonjol No. 29 Pontianak 78123, Pontianak, Telepon: (0561) 740163 Fax: (0561) 740168 CABANG PEMBANTU JERUJU, Jl. Kom. Yos Sudarso No. 10, Jeruju Pontianak 78122, Telepon: (0561) 770567 Fax: (0561) 770567 KAS LAYANAN POS ONLINE PONTIANAK, Jl. St. A. Rahman No.49, 78116, Pontianak, Telepon: 0561-730641, 0561-730642, 0561730644 Fax: 0561-762146

BANK PERMATA Juanda KC, Jl. IR. H. Juanda No. 49-50 BB, Pontianak (781177), 0561-738323, 0561 -736411 Gajah Mada KCP, Jl. Gajah Mada no 69 C, Pontianak (78121), 0561747371, Tanjung Pura KCP, Jl. Tanjung Pura No. 370, Pontianak (78122), 0561764926

BANK BII KC Pontianak Jl. Tanjungpura No.20 (Pontianak) Telp. (0561) 39220

BANK MANDIRI

BANK BHI

Jl. I Gusti Ngurah Rai No. 2 , Humaera B (0561) 734247, 734147 Jl. Achmad Yani No. 3 - 3 A, (0561) 765010, 767993 Jl. Tanjungpura No. 110, (0561) 734464, 734752 Jl. Sidas No. 2 (0561) 734670, 747495, 733672

BANK MEGA

Cabang PONTIANAK, Jl. Imam Bonjol No.567 , Telp. (0561)-762838; Fax. (0561) -76290

KC PONTIANAK, Jl. H. Agus Salim No. 10 - 12, Telp. (0561) 739822, (0561) 749078

Bupati Sekadau menyerahkan Pengantar Nota LKPj ke Ketua DPRD Sekadau, pada rapat Paripurna di DPRD Sekadau Senin, (12/5). FOto Bagus Kosminto/Borneo Tribune triwulan I tahun 2013. “Retribusi jasa umum ini terdiri dari beberapa macam item penerimaan. Yakni pelayanan kesehatan, KTP, pelayanan pasar, dan jasa

parkir,” ungkapnya. Di urutan kedua ada Pajak Daerah. Total sumbangannya sebanyak 12,74 persen. Didalamnya ada pajak hotel, pajak restoran,

pajak hiburan, reklame, penerangan jalan, mineral bukan logam, air tanah, dan BPHTB, Izin gangguan, dan izin trayek. “Selebihnya pendapatan yang berasal dari

sumber-sumber pendapatan daerah yang sah,” tambahnya. Terkait PAD untuk triwulan II tahun 2013, Dispenda menargetkan sebesar 25

persen dari total PAD selama tahun 2013. “Jadi hingga triwulan II nanti, realisasi PAD kita diharapkan bisa mencapai 40 persen,” tandasnya. o

2013 Pemkab Terima Pelamar CPNS

Pemkab Sedang Kaji Kuota CPNS Sekadau Bagus Kosminto Borneo Tribune, Sekadau Setelah mengikuti proses moratorium yang diberlakukan di seluruh Indonesia, selama tahun 2011dan 2012, tahun ini Pemkab Sekadau berencana menerima calon pegawai Negeri Sipil (CPNS). Namun waktu pelaksanaan untuk penerimaan CPNS umum belum dapat dipastikan. Sekretaris Daerah Kabupaten Sekadau Yohanes Jhon mengatakan Pemkab saat ini belum mengantongi angka pasti kebutuhan CPNS untuk tahun 2013 ini. Hal itu dikarenakan Pemkab Sekadau tengah mengaji berbagai indicator yang berkaitan dengan perekrutan. “Kita belum punya angka pasti. Untuk menentukan itu, harus mengkaji berbagai faktor terlebih dahulu,” ungkap Jhon kepada sejumlah wartawan diruang kerjanya, Senin (13/5). Kabar segar untuk para tenaga kontrak, sebab tenaga kontrak kategori II akan mengikuti tes pada bulan Agustus 2013. Namun yang tidak lolos seleksi akan diikutkan kembali pada tes pelamar umum. “Kalau tidak lulus yang tenaga kontrak II, ada kesempatan mengikuti lagi tes umum nanti,” kata Jhon. Dijelaskannya, ada beberapa hal-hal yang perlu pengkajian, yaitu analisis jabatan, analisis beban kerja, serta analisis kebutuhan. Serangkaian analisis itu sangat mempengaruhi berapa jumlah kebutuhan CPNS yang akan diambil Pemkab Sekadau. “Karena aspek-aspek itulah yang akan menjadi pertimbangan kementrian untuk memberikan kuota,” katanya. Untuk itu, langkah-langkah yang akan dilakukan yakni dengan mengkaji kebutuhan pegawai di masingmasing SKPD. “Misalnya, Dinas Kesehatan butuh tenaga medis berapa orang, Dinas Pendidikan butuh guru berapa orang, begitu seterusnya,” tambah dia. Selain sejumlah mekanisme tersebut, penetapan kuota CPNS juga mesti memperhatikan rasio tingkat kemampuan APBD,’ujar Sekda. o

PERATURAN BUPATI SEKADAU NOMOR 19 TAHUN 2011 TENTANG

BAB III

II

OBJEK DAN SUBJEK PAJAK BPHTB Bagian Kedua

1. WP yang memperoleh hak atas tanah melalui pembelian dari hasil ganti rugi pemerintah yang nilai ganti ruginya dibawah NJOP PBB diberikan pengurangan sebesar 50% (lima puluh persen);



Penelitian SSPD BPHTB Pasal 7

2. WP yang memperoleh hak atas tanah sebagai pengganti atas tanah yang dibebaskan oleh pemerintah untuk kepentingan umum diberikan pengurangan sebesar 50% (lima puluh persen);

1) Setiap pembayaran BPHTB wajib diteliti oleh Fungsi Pelayanan Dispenda. 2) Penelitian sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi:  a. Kebenaran informasi yang tercantum dalam SSPD BPHTB; dan b. Kelengkapan dokumen pendukung SSPD BPHTB. 3) Penelitian sebagaimana yang dimaksud pada ayat (1) disertai dengan pemeriksaan lapangan. 4) Bentuk isi dan Tata cara penelitian SSPD BPHTB oleh Fungsi Penelitian Dispenda adalah sebagaimana tercantum dalam lampiran II yang tidak terpisahkan dari Peraturan Bupati ini.

3. WP Badan yang terkena dampak krisis ekonomi dan moneter yang berdampak luas pada kehidupan perekonomian nasional sehingga WP harus melakukan restrukturisasi usaha dan atau utang sesuai dengan kebijakan Pemerintah diberikan pengurangan sebesar 75% (tujuh puluh lima persen); 4. WP yang memperoleh hak atas tanah dan atau bangunan yang tidak berfungsi lagi seperti semula disebabkan bencana alam atau sebab-sebab lainnya seperti: kebakaran, banjir, tanah longsor, gempa bumi, gunung meletus, dan huru hara yang terjadi dalam jangka waktu paling lama 3 (tiga) bulan sejak penandatanganan akta diberikan pengurangan sebesar 50% (lima puluh persen);

Bagian Ketiga Pelaporan BPHTB Pasal 8  1) 2)

Pelaporan BPHTB dilaksanakan oleh Fungsi Pembukuan dan Pelaporan Dispenda. Pelaporan BPHTB bertujuan untuk memberikan informasi tentang realisasi penerimaan BPHTB sebagai bagian dari Pendapatan Asli Daerah (PAD).

1)

Fungsi Pembukuan dan Pelaporan Dispenda menyiapkan Laporan BPHTB berdasarkan dokumen-dokumen dari Bank dan/atau Bendahara Penerimaan Dispenda dan/atau PPAT dan/atau Notaris dan Pejabat Lelang. Fungsi Pembukuan dan Pelaporan Dispenda menerima laporan penerimaan BPHTB dari Bank dan/atau Tempat Lain yang Ditunjuk dan/atau Bendahara Penerimaan paling lambat pada tanggal 10 (sepuluh) bulan berikutnya. Fungsi Pembukuan dan Pelaporan Dispenda menerima laporan pembuatan akta Perolehan Hak atas Tanah dan/atau Bangunan dari PPAT dan/atau Notaris dan Pejabat Lelang paling lambat pada tanggal 10 (sepuluh) bulan berikutnya.

5. orang pribadi Veteran, PNS, TNI, POLRI, Pensiunan PNS, Purnawirawan TNI, Purnawirawan POLRI, atau janda/duda-nya yang memperoleh hak atas tanah dan atau bangunan rumah dinas pemerintah diberikan pengurangan sebesar 75% (tujuh puluh lima persen);

Pasal 9

2)

3)

4)

8

Bentuk isi dan Tata cara pelaporan BPHTB adalah sebagaimana tercantum dalam lampiran III yang tidak terpisahkan dari Peraturan Bupati ini. Bagian Keempat Prosedur Penagihan BPHTB Pasal 10

1) 2) 3) 4)

Prosedur penagihan dilakukan untuk menagih BPHTB terutang yang belum atau kurang dibayar oleh Wajib Pajak. Prosedur penagihan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan melalui penetapan STPD dan/atau SKPDKB dan/atau SKPDKBT. STPD dan/atau SKPDKB dan/atau SKPDKBT sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dapat diikuti dengan Surat Teguran dan/atau Surat Paksa jika diperlukan. Bentuk isi dan Tata cara penagihan BPHTB sebagaimana tercantum dalam lampiran IV yang tidak terpisahkan dari Peraturan Bupati ini. Bagian Kelima Pengurangan dan Prosedur Pengurangan BPHTB Pasal 11

1)

Untuk keperluan investasi dan/atau dalam hal-hal tertentu objek pajak, Bupati dapat memberikan pengurangan pajak terutang BPHTB. 2) Pengurangan pajak terutang BPHTB sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilaksanakan pada :  a. Wajib Pajak memperoleh hak atas tanah dan atau bangunan karena waris / hibah wasiat / pemberian hak pengelolaan diberikan pengurangan sebesar 50% (lima puluh persen). b. Kondisi tertentu Wajib Pajak yang ada hubungannya dengan Objek Pajak yaitu: 1. WP orang pribadi yang memperoleh hak baru melalui program pemerintah   dibidang pertanahan dan tidak mempunyai kemampuan secara ekonomis diberikan pengurangan sebesar 75 (tujuh puluh lima persen)%; 2. WP Badan yang memperoleh hak baru selain HPL dan telah menguasai tanah dan atau bangunan secara fisik lebih dari 20 tahun yang dibuktikan dengan surat pernyataan WP dan keterangan dari pejabat setempat, diberikan pengurangan sebesar 50% (lima puluh persen); 3. WP orang pribadi yang memperoleh hak atas tanah atau bangunan Rumah Sederhana (RS) dan Rumah Susun Sederhana serta Rumah Susun Sangat Sederhana (RSS) yang diperoleh langsung dari pengembang dan dibayar secara angsuran diberikan pengurangan sebesar 25% (dua puluh persen);



c.

ϰ͘ WP orang pribadi menerima hibah dari orang pribadi yang mempunyai hubungan keluarga sedarah dalam garis keturunan lurus satu derajat keatas atau satu derajat ke bawah diberikan pengurangan sebesar 50% (lima puluh persen); Kondisi WP yang ada hubungannya dengan sebab-sebab tertentu yaitu:

Ě͘

6. WP Badan Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) yang memperoleh hak atas tanah dan atau bangunan dalam rangka pengadaan perumahan bagi anggota KORPRI/PNS diberikan pengurangan sebesar 100% (seratus persen); 7. WP badan anak perusahaan dari perusahaan asuransi dan reasuransi yang memperoleh hak atas tanah dan atau bangunan yang berasal dari perusahaan induknya selaku pemegang saham tunggal sebagai kelanjutan dari pelaksanaan Keputusan Menteri Keuangan tentang Kesehatan keuangan Perusahaan Asuransi dan Perusahaan Reasuransi diberikan pengurangan sebesar 50% (lima puluh persen); ϴ͘ WP yang domisilinya termasuk dalam wilayah program rehabilitasi dan rekonstruksi yang memperoleh hak atas tanah dan atau bangunan melalui program pemerintah dibidang pertanahan diberikan pengurangan sebesar 100% (seratus persen); Tanah dan atau bangunan digunakan untuk kepentingan sosial atau pendidikan yang semata-mata tidak untuk mencari keuntungan antara lain untuk rumah ibadah, panti asuhan, panti jompo, rumah yatim piatu, sekolah yang ditujukan untuk tidak mencari keuntungan, rumah sakit swasta milik institusi pelayanan sosial masyarakat diberikan pengurangan sebesar 100% (seratus persen); SISTEM DAN PROSEDUR PEMUNGUTAN BEA PEROLEHAN HAK bersambung …………………


Selasa, 14 Mei 2013

Sintang-Melawi

Borneo T Tribune

Ponton Muatan Solar Versus Rakit Kulat Eko Susilo Borneo Tribune, Nanga Pinoh

Seventeen Akan Meriahkan Melawi Expo II

Eko Susilo Borneo Tribune, Nanga Pinoh PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Melawi melalui Dinas Pemuda Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) kembali menggelar Melawi Expo II tahun 2013, di Stadion Olahraga Raden Temenggung Setia Pahlawan Nanga Pinoh. Expo tersebut akan dimulai pada 16 hingga 22 Mei mendatang. Kepala Disporabudpar Kabupaten Melawi, Bachtiar A. Latif mengatakan, Melawi Expo dipandang strategis bagi sarana promosi daerah, instansi dan perusahaan, usaha kecil dan menengah (UKM), serta koperasi. Sebab pada pelaksanaannya akan menampilkan informasi hasil-hasil pembangunan fisik dan nonfisik yang telah dilakukan. “Termasuk beberapa potensi dan peluang di bidang infrastruktur, energi, industri, perdagangan, perikanan dan pertanian dalam arti luas, kehutanan serta sektor lain, termasuk produk-produk dan jasa. Besar harapan kami, Melawi Expo ini bisa dimanfaatkan semua pihak, baik perusahaan, UKM, koperasi, jasa dan pemangku kepentingan lainya. Kita sudah siap menyelenggarakan Melawi Expo tersebut,” ujar Bachtiar. Bachtiar menambahkan, Melawi Expo rencananya akan dibuka secara resmi oleh Gubernur Cornelis bersama Bupati Melawi, Firman Muntaco. Yang ditandai penyelenggaraan berbagai rang-

kaian kegiatan dan hiburan selama pelaksanaan diwaktu siang dan malam. Bahkan salah satunya dari grup Band Seventeen serta 5 Serigala dan artis-artis Pontianak saat acara pembukaan Kamis (16/5) mendatang. “Adapun berbagai kegiatan dimaksud, seperti lomba fashion show budaya, festival music bebas, lomba dancer and street dance, Melawi Idol (lomba karaoke orgen tunggal) lomba menggambar dan mewarnai dan penilaian stand terbaik. Hasil penilaian dari seluruh lomba akan diumumkan pada malam penutupan (22/5),” ungkapnya. Menurutnya, Melawi Expo menyediakan ratusan stan pameran dengan peserta yang terdiri dari SKPD dijajaran Pemkab Melawi, BUMN/ BUMD, perusahaan dan usaha binaan koperasi (koperasi dan UKM). Kemudian, industri, lembaga pendidikan serta stand khusus untuk para pedagang kaki lima (PKL). “Pada penyelenggaraannya, seluruh peserta yang telah memesan stand dapat menampilakan secara jelas profil dan keberhasilan pelaksanaan program-program prioritas masing-masing. Di samping menjadi wahana promosi potensi usaha di Melawi,” timpal Bachtiar. Dia mengungkapkan, Melawi Expo merupakan wahana promosi, informasi dan hiburan yang dipadukan secara harmonis sehingga sangat efektif untuk menjembatani dan menampung berbagai aspirasi maupun dinamika masyarakat Kabupaten Melawi. †

KECELAKAAN di perairan Sungai Melawi kembali terjadi, Minggu (12/5) sekitar pukul 7.30 WIB. Sebuah rakit yang bermuatan kulat (karet mentah, red) dari Desa Keruap, Kecamatan Menukung menuju Nanga Pinoh bertabrakan dengan tiga buah kapal penarik ponton berisi solar milik perusahaan kayu yang dibawa dari Pontianak menuju arah Tontang, Serawai Kabupaten Sintang. Beruntung peristiwa yang terjadi di simpang perairan

Hilir, AKP. Pasaribu membenarkan peristiwa tersebut. Namun dia tidak memberikan komentar banyak kepada awak media. Namun demikian, dirinya mengaku sudah menyampaikan hal tersebut kepada Polres Melawi melalui bagian reserse untuk ditindak lanjuti. “Untuk lebih jelasnya,

bisa ditanyakan kepada Kasat Reserse langsung ya,” ujar Kapolsek Ella Hilir, AKP. Pasaribu saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Senin (13/5). Sementara itu, Kapolres Melawi, AKBP. Semuel Tandi Todingrara melalui Kasat Reskrim Polres Melawi, AKP. Joko Sulistiono mengatakan, saat ini kedua

Kecelakaan di Sungai Melawi belah pihak sedang dimintai keterangan terkait kecelakaan tersebut. “Penyebab kecelakaan masih belum dapat kita pastikan. Begitu pula soal siapa yang bersalah. Apakah rakit pembawa kulat ataupun ponton. Yang jelas, tidak ada korban jiwa,” ungkap Joko ketika dikonfirmasi. †

Penyebab kecelakaan masih belum dapat kita pastikan. Begitu pula soal siapa yang bersalah. Apakah rakit pembawa kulat ataupun ponton. Yang jelas, tidak ada korban jiwa

16-22 Mei 2013

Kampat, Desa Nanga Nuak, Kecamatan Ella Hilir tersebut tidak sampai menelan korban jiwa. Hanya saja, satu dari tiga kapal penarik ponton tenggelam. Begitu pula dengan sang pemilik rakit kulat juga mengalami kerugian yang cukup berarti hingga mencapai 60 ton. Sementara itu, saat dikonfirmasi, Kapolsek Ella

9

Ilustrasi Sungai Melawi

Diisolir, Keluarga Tak Bisa Jenguk Susno JAKARTA - Hampir dua pekan mantan Kepala Badan Reserse dan Kriminal (Kabareskrim) Mabes Polri, Komjen Purn Susno Duadji menghuni sel di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Cibinong, Jawa Barat. Namun, hingga hari ini pihak keluarga belum dapat menjenguk Susno Duadji. Menurut Kuasa hukum Susno, Fredrich Yunadi, saat ini Susno masih diisolir.

Susno Duadji

”Hari ini masih diisolir, belum bisa ditemui, keluarga aja belum bisa ketemu,” tegas Fredrich saat ditemui di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Senin (13/5/2013). Fredrich menambahkan, sejak menyerahkan diri pada Kamis 2 Mei 2013 lalu, dia belum sekalipun bertemu atau berkomunikasi dengan kliennya itu. ”Enggak ada komunikasi sama sekali, putus kita. Be-

tul-betul tertutup anak istri saja tidak bisa komunikasi,” singkatnya. Kendati demikian, Fredrich membenarkan, jika Bendahara DPP Partai Bulan Bintang pernah bertemu Susno di dalam lapas. “Itu cuma partai aja yang boleh ketemu. Kalau partai mereka (pihak Lapas) takut, kita kan orang kecil, mereka berani,” sambungnya. Sementara itu, Fredrich

mengaku, kedatangannya ke Bareskrim untuk menindak lajuti laporan yang pernah dilayangkanya soal pelanggaran yang dilakukan tim jaksa eksekutor dari Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan. ”Mengenai penyalahgunaan kekuasaan dalam melaksanakan tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh jaksa sebagai pelapor,” tuntasnya. (net) †

Tragedi Trisakti 12 Mei 1998

Detik-detik Elang Mulya Lesmana sebelum Tewas Ditembak

JAKARTA - Elang Mulya Lesmana, satu dari empat mahasiswa Universitas Trisakti yang tewas ditembak peluru aparat keamanan saat menggelar aksi unjuk rasa menuntut Soeharto mundur dari jabatan presiden pada Mei 1998. Peristiwa yang dikenal sebagai Tragedi Trisakti itu memang telah lama berlalu, namun bagi seorang sahabat yang pernah mengenal Elang, tragedi itu terus melekat sampai kapan pun. Arfianda Bachtiar, pria lulusan Fakultas Teknik Industri Jurusan Arsitektur Universitas Trisakti, angkatan 1996, merupakan sahabat karib Elang. Arfianda atau lebih dikenal di lingkungan kampus dengan nama Frankie itu, begitu mengenal sosok Elang. Ia pun sempat tertembak saat tragedi berdarah tersebut. Namun, nasibnya lebih beruntung daripada sahabatnya itu. Ia hanya tertebak peluru karet di bagian perut, dan peluru meleset mengenai kancing celana jeans sehingga tidak sampai tembus ke perutnya. Sesal, itu yang ada saat ini, jika mengetahui tanggal 12 Mei 1998, ia harus kehilangan sahabat, ia akan memutuskan tidak ikut berdemo. Namun, kembali ia teringat itulah takdir. Frankie tak pernah menyangka bahwa aparat keamanan akan menembaki para mahasiswa yang tengah berunjuk rasa. ”Kami mahasiswa, bukan maling atau preman, dan bukan dibayar untuk berdemo, melainkan dari hati nurani yang menginginkan perubahan yang akhirnya mati ditembak peluru yang dibeli oleh uang rakyat Indonesia,” kata Frankie saat berbincang

dengan Okezone, Minggu (12/ 5/2013) malam. Frankie masih ingat jelas terakhir menghabiskan waktu bersama sahabatnya itu. Sehari sebelum tragedi atau tepatnya pada 11 Mei 1998, ia dan Elang berniat mengerjakan tugas kelompok yang harus dikumpulkan esok hari. Dirinya memang kerap menginap di rumah Elang untuk belajar bersama, terlebih minggu itu akan diadakan mid-test atau ujian tengah semester. Di tengah hujan deras, keduanya berboncengan menuju rumah Elang di kawasan Ciputat, Tangerang. Malam itu, Elang menunjukkan sikap yang berbeda dari biasanya, sosok ceria dan pandai menghilang. Elang lebih banyak melamun, hingga Frankie harus menegur berkalikali saat Elang mengacuhkan pertanyaan Frankie. Keesokan harinya, sekira pukul 09.00 WIB, keduanya berangkat ke kampus. Sebelum pergi, ibunda Elang sempat berpesan pada Frankie agar berhati-hati mengendarai motor. Mendengar pesan Tante Teti -sapaan Frankie kepada ibunda Elang- yang begitu mengkhawatirkan keduanya, Elang membalasnya dengan candaan. ”Mami jangan ngomong gitu dong ke Frankie, Elang kan jadi malu,” canda Elang kala itu. Hari itu, mid-test dibatalkan karena mahasiswa diharapkan berpartisipasi dalam demonstrasi di kampus. Keduanya memang telah berniat untuk ikut serta dalam aksi tersebut. Frankie langsung mengeluarkan jaket almamater yang telah disiapkan, begitu juga seharusnya Elang, tapi ternyata

Elang lupa untuk membawa jaket almamaternya, di situlah Frankie melihat bahwa Elang seperti orang yang banyak pikiran yang mengakibatkan lupa terhadap sesuatu hal yang lain. Sebelum ikut berorasi, Frankie mengajak Elang melihat proyek kos-kosan milik orang tuanya yang tengah dibangun persis di seberang gedung kampus. Setelah ber-

kalau perempuan ini mungkin hanyalah seorang yang terganggu jiwanya,” kenang Frankie. Namun, ketika orasi tengah berlangsung di tengahtengah parkiran kampus, Frankie kembali menemukan sosok perempuan “gila” di antara rapatnya peserta demo di sana. Perempuan itu kembali menangis saat berada di dekat Elang.

Frankie Saat Mencium Jenazah Elang. FOTO: Istimewa jalan kaki lima menit keduanya sampai di lokasi proyek, lalu menghabiskan waktu di sana sekitar sejam. Menjelang siang, keduanya kembali ke kampus, ketika akan meninggalkan lokasi proyek tiba-tiba salah satu tukang bangunan memanggil Frankie dan memberikan pensil gambar kesayangan Elang yang terjatuh. “Pensil itu yang jadi benda kenang-kenangan bagi saya,” ujarnya. Kejadian aneh pun kembali dirasakan Frankie, saat keduanya melewati halte bis di tikungan Jalan Letjen S Parman, tiba-tiba ada seorang perempuan yang menangis ketika Elang melintasinya. ”Saya melihat perempuan itu dengan keheranan, saya rasa Elang pun juga tahu, tapi kita tidak bisa mencerna hal itu, dan menganggap

Hari semakin sore, perlahan seluruh mahasiswa bergerak ke luar kampus untuk menuju ke gedung DPR. Namun, aksi para mahasiswa dihadang aparat keamanan. Negoisasi antara mahasiswa dan aparat pun berlangsung alot. Selama kurang lebih tiga jam para demonstran menghabiskan waktu di jalanan, beberapa mahasiswa menyempatkan mengabadikan momen tersebut dengan berfoto bersama. Frankie memutuskan untuk meminta bantuan seorang temannya yang saat itu membawa kamera untuk mengambil gambar dirinya bersama Elang dan satu sahabatnya lagi, Adny. Suasana kian memanas, aparat memaksa para demonstran untuk kembali masuk ke kampus. Melihat

kondisi yang mulai tak terkendali, Frankie berpesan pada dua sahabatnya yakni Elang dan Adny, jika terpisah ketiganya berjanji akan berkumpul di pos satpam di depan pintu masuk kampus. Peluru Itu Menebus Jantung Elang Aparat mulai menyerang para demonstran dengan gas air mata dan peluru karet serta tembakan peringatan ke atas. Mendengar suara tembakan tersebut, ribuan mahasiswa serentak berlari dan berebut untuk masuk kampus melalui gerbang di Jalan S Parman. ”Karena saya dan Elang posisinya di depan polisi, saya melihat tidak ada peluang untuk masuk kampus, karena posisi saya paling belakang, sedangkan polisi semakin dekat jaraknya dengan saya, sehingga saya memutuskan untuk segera memanjat pagar kampus Untar yang pada saat itu terkunci,” ungkapnya. Ketika dalam posisi memanjat, Frankie merasakan panas pada bagian perut, ternyata ia terkena puluru karet yang meleset dan mengenai kancing celananya. Frankie mencoba kembali ke kampusnya dengan memanjat tembok pembatas kedua kampus (Untar dan Trisakti) yang bersebelahan itu. Ia mencoba mencari keberadaan kedua sahabatnya. Seperti yang dijanjikan ketiganya akan berkumpul di pos satpam. Bergegas ia menuju tempat tersebut. Namun ia hanya mendapati dirinya sendiri, tak ada Elang maupun Adny. Tak lama, Frankie mendengar kabar Elang terkena tembak, firasat buruk lang-

sung memenuhi pikirannya. “Saya bertanya kepada teman saya, di bagian mana Elang tertembak, lalu teman saya menunjuk ke arah jantungnya,” ucapnya. Dengan emosi Frankie menuju ke Rumah Sakit Sumber Waras, di mana semua korban dilarikan ke RS tersebut. Di sana ia menemukan sosok sahabatnya telah terbaring di kamar jenazah. Dengan terbalut kain tubuhnya telah kaku dan dingin. Disibaknya kain penutup yang menyelubungi tubuh Elang. Dikecupnya kening sahabatnya itu dengan perasaan hancur. Luka peluru Elang menembus jantung hingga punggung. Peluru tajamnya ditemukan di dalam tas punggung yang dia bawa. Di dalam tas itu ada botol parfum yang juga pecah terkena peluru. Parfum itu sebenarnya kado ulang tahun untuk teman wanitanya yang belum sempat ia berikan. Tiga hari setelah Elang meninggal dunia, Frankie bermimpi bertemu Elang di kampus. Di dalam mimpi ia bertanya sambil bercanda pada sahabatnya, apakah Elang telah bertemu malaikat. Elang menjawab telah bertemu sang malaikat. “Lalu saya tanya lagi ‘terus malaikatnya bilang apa?’ dia jawab bilang Assalamualaikum,” kenang Frankie. Ia pun teringat penggalan Alquran Surah An Nahl yang berbunyi, “Yaitu Orangorang yang berhati Ikhlas, ketika nyawa mereka dicabut oleh malaikat, malaikat berkata, Assalamualaikum (selamat sejahtera atas kalian) dan masuklah kalian ke dalam surga karena amal saleh yang telah kalian lakukan” (QS An Nahl-32).

Selama 15 tahun telah berlalu, telah banyak perubahan yang terjadi, begitu juga dengan diri Frankie. Telah 12 tahun lamanya ia tinggal di Jerman. Ia sibuk membuka perusahaan yang bergerak di bidang eksporimpor dengan harapan bisa memasarkan produk-produk Indonesia dan membantu orang Indonesia dalam pemasaran barang produk indonesia di Jerman serta ingin memajukan perekonomian Indonesia yang ujungnya untuk Rakyat Indonesia. Elang bukanlah seorang atlet, apalagi seorang professor, bukan politikus atau aktivis negara, dia hanya seorang pemuda rakyat Indonesia yang hanya berumur sampai 19 tahun, yang telah ditembak oleh peluru yang dibeli dengan uang rakyat Indonesia, ketika meneriakkan perubahan untuk perbaikan negara republik tercinta dengan tidak mengharapkan imbalan kepada siapa pun atas pengorbanan miliknya yang paling berharga yaitu nyawanya. Elang tidak mengharapkan dijadikan pahlawan dan tidak meminta untuk dikenang, tetapi kita bukankah bangsa yang benar apabila tidak bisa menghormati jasa orang-orang yang gugur di dalam perjuangan untuk kepentingan bangsa dan rakyat banyak. ”Selamat Jalan sahabatku Elang Mulia Lesmana... Engkau telah mengorbankan jiwa dan ragamu untuk kepentingan rakyat, engkau telah mengajarkanku arti mencintai rakyat, kita tidak sempat bertemu di Pos Satpam yang membisu,” lirih Frankie di akhir pembicaraan. (net) †


Kapuas Hulu

Borneo Tribune

Selasa, 14 Mei 2013

10

Sampah Berserakan di TPS Sibau Timotius Borneo Tribune, Putussibau Pemkab Kapuas Hulu melalui instansi terkait diminta untuk serius dalam menangani persoalan sampah, tidak hanya disekitar kota Putussibau namun di tempat pembuangan sampah (TPS) di daerah Sibau saat ini kondisinya semeraut. Bahkan, kondisi sampah tersebut mencemari lingkungan dan berserakan mengenai badan jalan raya di lintas utara. Usman salah satu warga kota Putussibau yang melintasi TPS tersebut mengatakan kondisi sampah yang berserakan tersebut menunjukan ketidakseriusan Pemkab Kapuas Hulu dalam mengatasi persoalan sampah. “ Seharusnya pembuangan sampah tidak berada disisi jalan raya yang dilintasi semua orang, tidak hanya kondisinya semeraut bahkan aroma busuk sampah ini mencemari lingkungan,” kata Usman kepada Borneo Tribune, Senin (13/05). Usman meminta, instansi terkait turun tangan mengatasi persoalan sampah terse-

Tampak kondisi sampah di tempat pembuangan berserakan hingga mengenai badan Jalan Lintas Utara, bahkan menimbulkan aroma busuk. Foto :Timotius/ Borneo Tribune

Timotius Borneo Tribune, Putussibau

Abang Muhammad Nasir Bupati Kapuas Hulu Foto Timotius/Borneo Tribune

Bupati Kapuas Hulu Abang Muhammad Nasir mengatakan bahwa gotong royong merupakan warisan nenek moyang, yang saat ini sudah mulai punah. Karenanya, semangat dan budaya gotong royong harus kembali dihidupkan dan diterapkan lagi di lingkungan masyarakat. “Semangat gotong royong itu harus kembali kita hidupkan, sejak nenek moyang budaya gotong royong itu se-

lalu menjadi landasan semangat untuk saling bahumembahu dalam membangun, namun saat ini semangat gotong royong itu sudah mulai punah, harapan saya budaya gotong royong itu harus kembali dibangkitkan lagi,”ucap Nasir saat peringatan Pencanangan Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat ke-X, belum lama ini. Bahkan, Nasir juga mengatakan bahwa Pemkab Kabupaten Kapuas Hulu wajib mengenang warisan nenek moyang tersebut, bukan hanya bersifat slogan, namun harus benar-benar dilaksana-

kan di kehidupan masyarakat diseluruh wilayah Kabupaten Kapuas Hulu. Ditambahkan Nasir, dengan semangat gotong royong seberat apapun yang dihadapi dalam membangun ditengah-tengah masyarakat akan terasa lebih ringan. untuk itu Nasir mengajak masyarakat untuk menumbuhkembangkan semangat gotong royong dalam kehidupan masyarakat. “ Gotong royong ini sangat penting, dan harus diterapkan ditengah-tengah kehidupan masyarakat,” pintanya. o

Gallery

Kerawing Menerima pesanan & menjual : hasil tenunan daerah/ kerajinan, berupa pakaian adat, anyaman dan lukisan Putusibau SISKA Hp. 081257159998

PT. BUMI BORNEO CEMERLANG

Distributor Aspal Shell (Drum) Pen 60/70, Berat Bersih : 154 Kg

Masyarakat Mesti Cerdas Tentukan Wakilnya Timotius Borneo Tribune, Putussibau Pemilihan Legislatif pada Tahun 2014 sudah menjadi perbincangan hangat ditengah-tengah lapisan masyarakat Kalbar, khususnya di Kabupaten Kapuas Hulu. Bahkan berbagai tahapan-tahapan persiapan Pemilu 2014 tersebut sudah dilaksanakan oleh KPUD Kabupaten Kapuas Hulu. Untuk itu masyarakat diminta untuk cerdas dalam menentukan pilihannya, dalam memilih wakil rakyat yang bisa memperjuangkan aspirasi masyarakat dan pro rakyat. “Tentukan pilihan anda dengan cerdas, jangan sampai anda salah memilih hanya karena diberi uang, namun saat terpilih menjadi mewakili rakyat justru yang bersangkutan sudah tidak memperhatikan masyarakatnya, sebab saat pelaksanaan pemilu dirinya sudah membayar dengan uang dan sebagainya, karena itu tentukan pilihan dengan cerdas,” ungkap Gubernur Kalbar, Cornelis disela-sela peresmian Gereja Katolik Hati Santa Perawan Maria Tak Bernoda (HSPMTB) Kota Putussibau, belum lama ini. Menurut Cornelis, masyarakat harus bisa melihat la-

Cornelis

FOTO Timotius/Borneo Tribune

Tentukan pilihan anda dengan cerdas, jangan sampai anda salah memilih hanya karena diberi uang, namun saat terpilih menjadi mewakili rakyat justru yang bersangkutan sudah tidak memperhatikan masyarakatnya, sebab saat pelaksanaan pemilu dirinya sudah membayar dengan uang dan sebagainya, karena itu tentukan pilihan dengan cerdas

Semangat Gotong Royong Mesti Hidup

but. Segera memindahkan lokasi pembuangan sampah kedaerah yang tidak mencemari lingkungan dan letaknya jauh dari jalan raya serta pemukiman masyarakat. Hal senada juga disampaikan, Riduan (35). Menurut, Riduan pembuangan sampah di daerah Sibau yang terletak di sisi jalan lintas utara tersebut sudah tidak layak lagi dijadikan pembuangan sampah, sebab hanya bisa merusak, mencemari lingkungan dan mengganggu kesehatan warga. Selain itu keberadaan sampah yang sampai sekarang tidak bisa diatasi ini akan berdampak terhadap kesehatan masyarakat dan sangat menganggu pengguna jalan. “Kita harapkan tempat pembuangan sampah di Sibau itu segera dipindahkan, jangan sampai berada disisi jalan, apalagi border Badau sudah dibuka dan sudah pasti arus kendaraan serta orang yang keluar masuk Kapuas Hulu akan semakin ramai, seakan-akan setia orang yang hendak masuk ke kota Putussibau daeri arah Lintas Utara disambut dengan kondisi sampah yang berserakan,”pintanya. o

tar belakang Partai Politik (Parpol) yang berlandaskan Pancasila, Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, serta Parpol yang memiliki wawasan kebangsaan dan bernegara. Selain itu, masyarakat juga jangan mau diiming-imingi, hingga akhirnya masyarakat salah memilih. “ Saya berharap Pemilu Legislatif 2014 mendatang dapat menghasilkan wakil rakyat yang berkualitas, oleh karenanya saya minta sekali lagi masyarakat Kalbar khususnya yang ada di Kapuas Hulu ini harus cerdas dalam menentukan pilihan, pilihlah wakil rakyat yang benar-benar bisa memperjuangkan dan memperhatikan masyarakatnya,” tegas Cornelis. o

IKLAN BARIS Dijual Bangunan Dijual cepat eks. kantor, sertifikat, 2 lt, Jl. Nurali No. 2, Hub. 081384151188 tnp perantara.

Langganan Koran Ingin berlangganan Harian Borneo Tribune di daerah, hubungi: Biro Kubu Raya: Aldi (08971600688)

Telp. 0561-577868 Jl. Gaj ahma da N o. 3 P ont ianak Gajahma ahmada No Po ntianak Email: aria_tur@yahoo.com Penerbangan Pontianak - Jakarta BATAVIA : 5x penerbangan dalam sehari ( l07.05 l07.55 l11.10 l14.35 l16.00 ) SRIWIJAYA : 4x penerbangan dalam sehari ( l07.00 l07.55 l11.55 l15.50 ) LION AIR : 3x penerbangan dalam sehari ( l07.30 l11.35 l15.30 )

GARUDA : 3x penerbangan dalam sehari ( l08.00 l12.55 l17.35 ) Penerbangan PTK - JOGJA & PTK - SURABAYA BATAVIA : 1x penerbangan dlm sehari (pukul : 14.45)

Biro Mempawah: Johan Wahyudi (085654587038). Biro Sambas: Amrul Ambiya (Kontributor/Pemasaran) (085245527602). Biro Bengkayang: (085245247955).

Mujidi

Biro Landak: Yohanes Ngalai / Pemasaran (085822062880). Biro Sanggau: (085245904505).

Ratnasari

Biro Melawi: Eko Susilo (081256452946) Biro Sekadau: Bagus Kosminto (085245743683). Biro Sintang: Endang Kusmiyati (08524-5006757) Biro Kapuas Hulu: (085654585775)

Herdi

Biro Ketapang: (08971600688)

Aldi

Biro Kayong Utara: Abdul Khoir (081345154592)

Ser vice Mobil SUTOYO MOTOR. Service, Tune Up, Las/Cat Mobil. Jl. Letjen Sutoyo No. 11 Telp. 743690 Ptk

Taxi CV. TEGAR PRATAMA TRANSPORT Melayani Antar Jemput Penumpang Jl. Kalimantan No. 24B 0562-640029/641366 SINGKAWANG Jl. Imam Bonjol Gg. Tnjng Sari No. 36 0561-747211/749025 PONTIANAK INNOVASI TAXI. Melayani Antar Jemput. Jl. Tua Pekong No.24 Singkawang, (0562)3309800, Jl. A. Yani (RM. Bertagis) Pontianak Telp. (0561) 7015100, (0561) 7157000

Kost Gallery Kost. Menerima Pria & Wanita Fasilitas Air & Listrik dan lain-lain. Jl. Diponegoro No. 9 Telp. 0562-3320424 SKW

Iklan Baris: 1 baris / hari Rp. 6.000,-


Teras Borneo T Tribune

Selasa, 14 Mei 2013

11

Produk Kerajinan Kalbar Dikagumi Kekaguman Ibu Menteri terhadap produk Kalbar bukan hanya pada berbagai kerajainan semata, tapi, juga di Sun Vera salah satu home industri yang mengolah berbagai makanan dan minuman dengan bahan baku dari li-

dah buaya (Aloevera), dirinya kembali kagum dengan Aloevera dengan ukuran raksasa yang belum pernah dilihatnya. “Saya sangat mengagumi berbagai produk kerajinan seperti kain tenun Sambas sehingga saya berniat un-

tuk membeli beberapa potong,” ujarnya. Turut mendampingi Ibu Menteri, Wakil Ketua TP PKK Kalbar Ny Karyanti Sanjaya, SE dan beberapa pejabat dilingkungan Dinas Perindag Provinsi Kalbar.

Surat Pengunduran Diri

POTRET BURAM PENDIDIKAN, sejumlah mahasiswa-mahasiswi dari berbagai perguruan tinggi menggelorakan beragam persoalan pendidikan yang hingga kini masih mendera di sejumlah daerah di seantero Provinsi Kalbar. Diantaranya, belum dialokasikannya anggaran pendidikan 20 persen serta masih buruknya infrastruktur pendidikan. FOTO: Ulla Asri/Borneo Tribune

Banyak Guru Nakal di Kalbar melalaikan kewajiban sebagai tenaga pengajar, dan berharap kedepannya tidak ada lagi guru yang seperti ini, karena bisa mencoreng dunia penididikan

di Kalbar. “Saya berharap Dinas Pendidikan yang ada di Kabupaten maupun Kota dan Kepala Sekolah untuk selalu mengingatkan kepa-

da guru - guru yang berstatus PNS, untuk menjalankan tugas sebaik munkin, tidak melalaikan kewajiban, karena para generasi bangsa khususnya di

Kalbar ini membutuhkan tenaga pendidik yang komitmen, bukan tenaga pendidik yang agin anginan,” cetus Kadisdik Provinsi.

Indonesia Waspada Flu Burung Jenis Baru Dalam pernyataan tersebut, Tjandra menyampaikan bahwa Kemenkes telah meminta semua Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) untuk meningkatkan kewaspadaan, termasuk menyiapkan tim khusus untuk berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dan RS setempat. Lalu KKP sendiri telah melakukan pengecekan peralatan yang mereka miliki untuk mengetahui apakah semua alat masih berfungsi dengan baik. “Ternyata ada yang sudah memerlukan perbaikan,” ujar Tjandra dalam keterangan tertulisnya. Sosialisasi pun dilakukan

untuk menginformasikan masyarakat soal penyebaran kedua virus tersebut. Kerjasama turut dijalin antara Kemenkes dengan beberapa pihak seperti Kementerian Perhubungan, Angkasa Pura, Pelindo dan Pusat Kesehatan Haji. Empat instansi ini juga diminta untuk terus mengkoordinasikan pada Kemenkes tentang kedatangan pesawat dan kapal laut yang baru tiba dari China dan Taiwan. “Kami meminta agar petugas yang ada di bandara dan pelabuhan untuk segera melaporkan apabila ada penumpang atau kru yang baru tiba dari China atau

Taiwan dan mengeluh sakit, untuk segera ditangani oleh KKP,” ujar Tjandra. Adminstrator bandara dan pelabuhan turut diminta oleh Kemenkes untuk selalu bersiaga. Sementara kerjasama dengan Pusat Kesehatan Haji dilakukan untuk mengantisipasi virus Novel Corona yang diduga menyebar dari Arab Saudi. “Kemenkes meminta pihak panitia haji dan umroh tahun ini untuk melakukan penyuluhan soal virus nCoV sesuai informasi yang dikeluarkan oleh badan kesehatan dunia WHO,” kata Tjandra. Hingga kini menurut la-

poran yang diperoleh dari Kemenkes, jumlah penderita kasus flu burung H7N9 di China dan Taiwan sudah mencapai angka 131 orang, di mana 32 orang di antaranya dilaporkan meningggal. Sementara untuk virus nCoV, penyebarannya telah mencapai negara Perancis, setelah seorang pria berusia 65 tahun berlibur selama satu minggu di Uni Emirat Arab. Hingga 10 Mei kemarin, telah dikonfirmasi sudah ada 33 kasus yang dilaporkan ke WHO dan terjadi di lima negara yaitu Arab Saudi, Perancis, Inggris, Qatar, dan Uni Emirat Arab. (vivanews)

Provinsi Kalbar yang mengundurkan diri, baru tembusan surat pengunduran diri Pak Andi Aswad yang sudah sampai ke tangan saya. Sedangkan surat Pak Suprianto belum sampai ke tangan saya. Surat pengunduran diri itu pasti kita proses,” tegas Ketua DPRD Provinsi Kalbar, Minsen, di Gedung DPRD Provinsi Kalbar, Senin (13/5). Legislator PDI Perjuangan itu berpendapat, semestinya anggota DPRD Provinsi Kalbar yang mencalonkan diri melalui partai politik (parpol) yang baru sudah harus melengkapi beragam persyaratan yang telah ditentukan oleh penyelenggara pemilu, termasuk surat pengunduran diri sebelum mereka mendaftarkan diri sebagai calon legislatif (caleg) ke KPUD Provinsi Kalbar. Mantan ketua DPRD Kabupaten Landak itu menambahkan, setelah surat pengunduran diri tersebut disampaikan kepada pimpinan DPRD Provinsi Kalbar. Proses selanjutnya, sambung Minsen, pihaknya akan melayangkan surat kepada pimpinan parpol yang bersangkutan.

“Bagaimanapun juga kita tentu akan berkoordinasi dengan pimpinan partai. Meskipun sebenarnya surat pengunduran diri itu sudah cukup. Namun tentu kita perlu memperhatikan etika politik yang ada,” lugasnya. Sementara itu, saat disinggung terkait surat pengunduran diri yang telah dilayangkan oleh anggota DPRD Provinsi Kalbar. Apakah hal tersebut serta merta menanggalkan status mereka sebagai wakil rakyat? Minsen menjawab, “Sebelum dikeluarkan surat pemberhentian secara resmi dari Kementerian Dalam Negeri, maka yang bersangkutan (anggota DPRD Provinsi Kalbar, red) masih akan menerima gaji serta hak-hak mereka sebagai anggota dewan,” timpal Minsen. Kata Minsen, cepat atau lambat proses pergantian antar waktu (PAW) anggota DPRD Provinsi Kalbar yang mengundurkan diri, hal itu semua tergantung dari pihak Sekretariat DPRD Provinsi Kalbar yang mengurus proses tersebut. “Cepat atau lambat itu tergantung dari pihak Sek-

retariat DPRD Provinsi Kalbar yang mengurusnya. Yang jelas surat pengunduran diri itu pasti kita proses sesuai dengan mekanisme dan aturan yang berlaku,” ucapnya. Perlu diketahui bahwa sedikitnya ada 3 anggota DPRD Provinsi Kalbar yang akan diproses PAW. Yakni, Andi Aswad, SH dan Suprianto, S.Th, M. Si. Keduanya positif memutuskan akan kembali mencalonkan diri sebagai caleg pada Pemilu 2014 melalui parpol lain. Pasalnya parpol mereka sebelumnya tidak lagi menjadi parpol peserta pemilu 2014. Dimana sebelumnya Andi Aswad tercatat sebagai legislator dari Partai Bintang Reformasi (PBR) dan sekarang pindah ke Partai Demokrat. Sementara sebelumnya Suprianto berasal dari Partai Damai Sejahtera (PDS) dan kini menjadi caleg dari PDI Perjuangan. Sedangkan anggota DPRD Provinsi Kalbar dari Fraksi PDI Perjuangan, Uray Barudin Idris akan diproses PAW, karena yang bersangkutan tersangkut proses hukum. (Andry/Borneo Tribune)

Tifatul: Tidak Ada yang Melawan KPK Kejadian akhir-akhir ini yang melibatkan PKS dengan KPK, kata dia, hanyalah sebuah kesalahpahaman. Dia bahkan menawarkan kepada KPK melalui juru bicaranya, Johan Budi SP, untuk menengahi. “Saya telepon Pak Johan Budi beberapa hari lalu, hari Selasa malam. Bisa nggak saya tengahi? Saya bukan pengurus harian tapi saya bisa tengahi,” ujarnya. Kronologi Versi Tifatul Kata Tifatul, berdasarkan laporan petugas keamanan kantor DPP PKS, penyidik KPK datang sekitar pukul 22.00 WIB. Sedangkan Johan Budi menyebut pukul 20.00. Perbedaan informasi tersebut, membuat politikus PKS yang juga Menteri Komunikasi dan Informatika itu berusaha merekons-

truksi ulang peristiwa penyitaan tersebut. “KPK itu datang ke dalam tidak disadari oleh temanteman PKS, waktu hari Selasa itu,” katanya. Mantan Presiden PKS ini mengungkapkan, sekretaris pribadi Luthfi Hasan, Ahmad Zaki, sempat diperiksa KPK. Tim KPK lantas meminta yang bersangkutan menunjukkan mobil-mobil bosnya itu. Namun, ketika sampai di lokasi, lift di kantor DPP PKS ternyata mati. Zaki yang kebetulan tengah menjalankan puasa hari Senin akhirnya mencari kunci di lantai lima dengan berjalan kaki. Tubuh yang belum fit, karena baru berbuka dengan air putih membuat kondisi Zaki menurun. Oleh penyidik KPK, dia diberi obat dan ter-

tidur di lantai empat. “Setelah itu yang menghadapinya akhirnya petugas sekuriti gedung saja. Oleh petugas keamanan gedung dimintai surat penyitaan, katanya menyusul saja kapan,” katanya. Tifatul menambahkan, tidak lengkapnya surat penyitaan itu dibenarkan oleh Wakil Ketua KPK, Bambang Widjojanto yang mengatakan, untuk penyitaan mendadak surat bisa kapan saja. Oleh karena itu, lanjutnya, situasi tersebut perlu dikomunikasikan. “Ini kesalahpahaman saja. Menurut saya ya ambil saja kan selesai masalahnya. Kalau dipanjangin ke sana kemari, ya berlarut-larut. Substansinya kan penyitaan, ya monggo saja,” ucapnya. (vivanews)

Gubernur Diminta Hadiri Jambore PAUD 2013 ada di Kalbar untuk mempersiapkan diri,” ungkap Aleksius Akim. Lanjut Alexsius Akim, Ia memastikan yang akan hadir dalam Jambore PAUD 2013 di Kabupaten Melawi tersebut, yakni Dirjen PAUD Nasional dan Komnas Anak serta dirinya sendiri. “Saya berharap kepada Bapak Gubernur Kalbar, untuk dapat menghadiri serta meresmikan acara Jambore PAUD di Melawi, karena acara ini dibentuk sebagai apresiasi Pemerintah terhadap PAUD yang ada di Kalbar,” harapnya. Dijelaskannya pula, apresiasi terhadap PAUD oleh Disdik Kalbar, lantaran peran PAUD di Indonesia termasuk di Kalbar dalam dunia pendidikan sangat berpengaruh. Karena PAUD yang merupakan pendidikan non formal dapat memban-

tu Disdik dalam mengembangkan anak dalam mutu pendidikan. “Masyarkat kadang lebih memilih pendidikan formal ketimbang dengan memilih pendidikan non formal seperti PAUD, karena semuanya itu harus berjalan beriringan, baik itu pendidikan formal, non formal serta informal, karena demikian mutu pendidikan serta daya kembang anak akan meningkat,” jelas Kadisdik Provinsi Kalbar. Selain itu Kadisdik mengatakan, dirinya akan mendukung penuh dalam program satu desa satu PAUD oleh Dirjen PAUD, karena jika itu sampai ke Kalbar, maka untuk anak anak yang masih berusia dini sudah dapat menimba ilmu pengetahuan, yakni melalui pendidikan non formal oleh PAUD.

“Namun untuk mendukung program satu desa satu PAUD, itu perlu dukungan penuh dari Pemkab maupun Pemkot, yakni dengan cara menyediakan anggaran serta memfasilitasi insfratruktur untuk PAUD, sehingga semakin banyak PAUD, semakin membuat anak usia dini di Kalbar semakin berkembang, dan kedepan akan berdampak pada SDM di Kalbar,” tambahnya. Lebih jauh lagi dirinya mengatakan, Jambore PAUD tahun 2013 dengan tuan rumah Kabupaten Melawi ini sungguh luar biasa, dan di tahun depan yang menjadi tuan rumah Jambore PAUD 2014 adalah Kabupaten Sintang, dan diharapkan PAUD di Kalbar semakin berkembang, dan Pemkab serta Pemkot dapat mendukung penuh PAUD yang ada di Kalbar ini.

Mendiknas Akan Pecat Massal Anak Buah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Khairil Anwar Notodiputro, bukan sebuah tumbal dalam kasus ini. “Tidak ada tumbaltumbalan. Yang pada saat awal ramai itu, saya yang bilang saya bertanggung jawab karena sebagai pimpinan di kementerian

agar pelaksanaan ujiannya bisa berjalan dengan baik. Habis itu baru ditata dengan baik,” kata Nuh. Khairil dalam kesempatan ini juga mengungkapkan, ketika UN SMA dinyatakan mundur dari jadwal, dia sudah mempunyai niat untuk melepas-

kan jabatannya sebagai rasa tanggung jawab pekerjaan. “Tetapi saya tidak mau kalau mundur saat itu, karena tidak bertanggung jawab melepaskan tugas. Jadi saya kawal dulu hingga semuanya selesai. Saya juga merasa tidak menjadi tumbal,” kata dia. (vivanews)


CMYK

Seremonial www.borneotribune.com

Borneo Tribune

12

Selasa, 14 Mei 2013

Pemilik Stand Terkesan Pejabat Negara Belanja Andika Lay Borneo Tribune, Pontianak

Namin, Pemilik Stand Siska atau Lancang Kuning Galeri yang mengikuti Pameran Produk Dalam Negeri Regional dan Pameran Pangan Nusa di Halaman Ayani Megamall, Minggu (12/5) terkesan sangat luar biasa, dimana untuk pertama kalinya, dalam sejarah mengikuti pameran diberbagai tempat, baru kali ini ada pejabat negara (Wamendag RIred) yang beli hasil pajangan di standnya. “Perasaan saya cukup senang, yang belanja itu pejabat negara. Jarang-jarang juga ada pejabat yang beli barang saat pameran. Ini dalam sejarah pameran, baru pertama kali,” kata Namin, saat ditemui usai melayani Wamendag RI berbelanja. Diakui Namin yang membuka Galeri di jalan Patimura, dirinya merupakan penampung atau penyalur hasil kerajinan, dan harga yang dijual dalam stand ini merupakan harga standar yang dijual di berbagai tempat. Dirinya juga menaruh harapan dengan dilaksanakannya Pameran ini, dalam pelaksanaanya dari tahun ke tahun selalu terjadi kemajuan dan perkembangan yang cukup siginifikan. o

BELI BATIK Wamendag RI Bayu Krisnamurthi didampingi Wakil Gubernur Christiandy Sanjaya sedang memilih jenis batik Kalbar di Stand Siska milik Namin untuk dibeli dan dibawa pulang sebagai oleh-oleh dari Provinsi Kalbar. FOTO Andika Lay/Borneo Tribune.

M Zeet Ajak Manfaatkan Perkarangan Rumah Andika Lay Borneo Tribune, Pontianak

Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Kalbar M Zeet Hamdy Assovie mengajak Muslimat NU untuk memanfaatkan halaman perkarangan rumah untuk di tanami sayur-sayuran dan bumbubumbuan. ”Ibu, kalau saya minta ibu-ibu membuat AC bisa tidak? Pasti, jawabnya belum bisa. Dan bisa tidak, mulai besok, ibu-ibu jangan membeli cabai dan sayur lagi di pasar? Jawabannya pasti bisa. Makanya, manfaatkan halaman perkarangan rumah untuk ditanami sayur-sayuran dan bumbu-bumbuan,” ajak M Zeet Hamdy Asso-

TAUSYIAH Ketua PWNU Kalbar M Zeet Hamdy Assovie mengajak semua Muslimat NU untuk dapat memanfaatkan perkarangan rumah menjadi tanaman sayuran dalam Tausyah. FOTO Andika Lay/Borneo Tribune.

vie kepada warga Nahdhiyin di Kota Singkawang, Sabtu (11/5). Ajakan M Zeet yang juga Sekda Kalbar ini tentu memiliki makna, karena selama ini banyak halaman perkarangan tidak dimanfaatkan. Pemanfaatan pekarangan yang baik dapat mendatangkan berbagai manfaat antara lain, sumber pangan, sandang dan papan penghuni rumah. “Manfaatkan pekarangan yang ada di sekitar rumah untuk ditanami sayur-sa-

yuran dan bumbu-bumbuan, sehingga tidak perlu repot lagi ke pasar,” jelasnya. Dikatakannya, halaman perkarangan rumah yang sudah memadai, jangan hanya ditanami bunga saja, tapi dapat ditanami sayur-sayuran juga, dirinya meminta Muslimat NU Kota Singkawang mempelopori semua ini. “Saya harap, Muslimat NU Kota Singkawang bisa menjadi pelopor semua ini,” harapnya. o

Jabatan Arsiparis Bukan Jabatan Buangan Rakor Peningkatan Kapasitas Building Arsiparis se Kalbar Andika Lay Borneo Tribune, Pontianak

Jabatan arsiparis dan pustakawan pada dasarnya memiliki tujuan yang sama dalam mengelola dan memberikan informasi tentang suatu dokumen. Akan tetapi ada perbedaan antara arsiparis dan pustakawan dalam menjalankan rutinitas tupoksinya. Tidak semua Arsip dapat diketahui oleh umum, karena ada beberapa jenis arsip yang bersifat penting dan rahasia. Sedangkan pustakawan melakukan kegiatan rutinitasnya dengan merawat dan menyimpan bukubuku yang dipublikasikan untuk umum. Oleh karena itulah, seorang yang memi-

Hadir di Pontianak untuk memenuhi kebutuhan busana batik bagi Anda dan Keluarga

Menyediakan kain dan busana batik eksklusif bagi Pria, Wanita, Sarimbit (pasangan), Remaja dan Anak-anak dengan motif dan model yang trendy untuk kegiatan formal maupun informal

CMYK

liki jabatan arsiparis, harus bisa menjaga kerahasian dari arsip-arsip yang dikelolanya. ”Jabatan fungsional Arsiparis bukanlah tempat buangan para PNS yang sudah stagnan pangkatnya, lalu mencoba meneruskan

kariernya di jabatan tersebut agar bisa kembali melanjutkan naik pangkat kejenjang yang lebih tinggi, tapi menjadi fungsional arsiparis merupakan pilihan bagi semua PNS yang ingin mengembangkan kemandirian karier untuk

ARAHAN Kepala Badan Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Marselinus Kutjai Apin memberikan arahan kepada peserta yang mengikuti kegiatan Peningkatan Kapasitas Building Arsiparis se Kalbar. FOTO Andika Lay/Borneo Tribune.

meraih dan mencapai puncak kepangkatan,” kata Kepala Badan Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (BPKD) Kalbar, Marselinus Kutjai Apin, Senin (13/5) saat membukan Kegiatan Peningkatan Kapasitas Building Arsiparis se Kalbar. Dikatakannya, tugas yang diemban seorang PNS yang memangku jabatan arsiparis adalah Jabatan yang mempunyai ruang lingkup tugas, tanggungjawab, dan wewenang untuk melakukan kegiatan pengelolaan arsip dan pembinaan kearsipan yang dipegangnya dengan hak dan kewajiban yang diberikan secara penuh oleh pejabat yang berwenang. ”Dengan jabatan ini, kita harus bisa mengimplementasikan sebagai Arsiparis yang profesional. Dimanapun, warna bagus tidaknya pengelolaan Arsip SKPD tidak terlepas dari peran kita semua. Melaksanakan pengelolaan arsip dan pembinaan kearsipan adalah tugas pokok kita,” jelasnya. Diakuinya, jabatan fungsional adalah jabatan yang mulia, sehingga dengan jabatan Arsiparis harus banyak memberikan nuansa, dan dengan jabatan yang diemban ini, coba diimplementasikan, dan jangan ada perasaaan kalau jabatan arsiparis itu jabatan buangan. Jabatan buangan itu dari kita sendiri, merasa terbuang, karena kita belum mampu memberikan sesuatu kepada mitra kita. Itu sebetulnya, tapi kalau kita bisa berbuat itu sungguh luar biasa,” ujar Marselinus Kutjai Apin, sambil mencontohkan, oh...si A, jagonya arsip. o


Harian Borneo Tribune 14 Mei 2013