Page 1

cmyk

I DEALISME, K EBERAGAMAN

DA N

KEBERSAMAAN

Borneo Tribune www.borneotribune.com

Senin, 14 Januari 2013

2 Rabiul Awal 1434 H - 3 Cap Jie Gwee 2563

Telepon Redaksi/Iklan/Langganan/Pengaduan: (0561) 767788 Faximile. (0561) 766103

Alamat Redaksi: Jln Purnama Dalam No 2 - Pontianak 78121

Mendagri Lantik Cornelis-Christiandy Pagi Ini Megawati-Anas Batal Hadir Andika Lay Borneo Tribune, Pontianak PROSESI pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar dilaksanakan di ruang Rapat Paripurna, Balairuang Sari Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalbar. Menurut Kepal Biro Humas dan Prokotol Setda Kalbar, Johannes Numsuan Madsum, Ketua Umum dan Sekjen DPP PDI dan Ketua Umum dan Sekjen DPP PD dikabarkan batal menghadiri pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar, karena, pada hari yang

Menteri Dalam Negeri Republik Indonesi (Mendagri RI) Gamawan Fauzi, Senin (14/1) melantik dan mengambil sumpah jabatan pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar terpilih Periode 2013-2018 di Gedung DPRD Provinsi Kalbar. Acara pelantikan dijadwalkan tepat pukul 11.30 nanti. bersamaan, kedua partai Pendukung pasangan incumben ini akan mengikuti cabut undi nomor urut Parpol untuk Pemilu 2014. “Bu Megawawi, Pak Tjhayo

Kumolo, Pak Anas Urbaningrum dan Pak Edhie Baskoro Yudhoyono batal hadir pada acara pelantikanini,karenahariyangsama, mereka mengikuti pencabutan ....Ke Halaman -11

Christiandy Sandjaya

Pesan Untuk Gubernur Cornelis dan Wagub Christiandy

Ini Pekerjaan Rumah yang Harus Diselesaikan

S uara Enggang

Ratna Sari/Yusriadi Borneo Tribune

Tolak Bale Pokok Bulo

Farninda Aditya Penulis

HARI itu, Kamis. 20 Desember 2012, Paman yang saya panggil Pak Long baru kembali dari Tanjung, kampung kami yang ada di Mempawah. Rupanya selain membawa mangga yang ditanam di halaman rumah di sana, beliau juga membawa beberapa butir ketupat lemak. Sebelumnya, ada heran ketika melihat ketupat itu. Tidak

Dr. H. Hermansyah,M.Ag, Akademisi Banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Pembangunan bidang pendidikan, kesehatan, infrastruktur harus mendapat perhatian serius. Selamat bertugas. Khairul Fuad, M.Ag. Peneliti Dalam bidang social, tetap menjaga soliditas antar etnis sebagai refresentasinya mengembangkan pendidikan multikulturalisme melalui litbang. Dalam bidang ekonomi penambahan infrastruktur sebagai pemicu pertumbuhan ekonomi rakyat.

B uah Bibir

Dedy Ari Asfar, MA, Peneliti Infrastruktur kawasan wisata alam Kalbar harus dibangun serius dan bagus. Bahasa dan budaya lokal harus dibukukan agar jadi media ketahanan budaya agar tidak tercerabut akar budaya lokal Kalbar oleh arus globalisasi dan menduniakan identitas dan etnisitas Kalbar dalam peta ilmu pengetahuan dunia.

Program Leverage KETUA Panwaslu Provinsi Kalbar, Hawad Sriyanto, mengharapkan agar kepemimpinan Gubernur Cornelis dan Wakil Gubernur Christiandy Sanjaya dalam periode ke-2 semakin mengaktualisasikan masyarakat Kalbar yangberiman,sehat,cerdas,aman, berbudaya dan sejahtera. Hawad menilai, sistem pelayanan dasar di bidang sosial,

Albertus, MA, Aktivis Jaga dan tingkatkan pemberantasan korupsi, stabilitas dan keamanan, serta keharmonisan hidup multikultur di Kalbar, sebab ketiga aspek di atas adalah modal utama pemda untuk membangun Kalbar. Dr. Ismail Ruslan, Akademisi Gubernur harus lebih serius memperhatikan masyarakat di kawasan perbatasan dan pedalaman dari aspek sarana dan prasarana. Aspek pendidikan dan listrik bisa lebih mandiri dan tidak lagi membeli dari Malaysia.

....Ke Halaman -11

Anak Gila ayah : Nak, tolong ayah beliin minuman dingin di warung ya… anak : Coca cola atau pepsi ? ayah : Coca cola.. anak : Kaleng atau botol ? ayah : Botol.. anak : Besar atau kecil ? ayah : Sialan !! beliin aja air..!! anak : Natural atau mineral ? ayah : mineral !!!! anak : Panas atau dingin ? ....Ke Halaman -11

Achmad Mundzirin Borneo Tribune, Pontianak

Sejumlah pesan dan harapan disampaikan public kepada pasangan gubernur Cornelis dan Christiandy yang dilantik hari ini. Komentar mereka disajikan secara singkat berikut ini.

....Ke Halaman -11

Hawad Sriyanto, SH

Kapolda Perintah Tindak Tegas Anarkisme dan Provokator

Juniar Purba, M.Si, Peneliti Saya menyarankan gubernur dan wakil gubernur dapat melakukan program kerja yang dapat dinikmati masyarakat banyak khususnya masyarakat pedalaman, perbatasan dan pinggiran kota dan juga menjadi pemimpin yang arif dan bijaksana dalam pengaturan SDM dan tempatkan pegawai sesuai dengan keahliannya, the right man on the right place, agar Kalbar maju dan dapat menjadi contoh bagi daerah luar. Selamat bekerja untuk 5 tahun ke depan. ....Ke Halaman -11

Brigjend Pol Tugas Dwi Apriyanto

KEPALA Kepolisian Kalimantan Barat (Kapolda Kalbar) memerintahkan jajarannya yang mengamankan pelantikan Gubernur terpilih mengambil tindakan tegas apabila adanya bersifat anarkisme serta bersifat provokasi, hal ini pun

disampaikan Kapolda dalam gelar pasukan dan senjata di Musium Kalbar, Minggu (13/1). Menurut Kapolda Kalbar, pihaknya akan melakukan pengamanan yang bersifat Ring 1 sampai Ring 3. Dan langkah pengamanan juga sudah disiapkan mulai dari prentif sampai tindakan tegas. ....Ke Halaman -11

Inner Ringroad Pontianak Butuh Rp 30 Miliar Yulan Mirza Borneo Tribune, Pontianak DIRENCANAKAN pada tahun ini, Dinas PU Kota Pontianak akan membangun inner ringroad. Inner ringroad atau jalan lingkar dalam kota ini nantinya akan dibangun dengan panjang sekitar 9 Km. .“Kita akan melakukan pembangunan Inner Ringroad sepanjang 9 Km dari Sungai Raya Dalam sampai ke Pal V,” jelas Kepala Dinas PU Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, belum lama ini. Edi menambahkan jalan lingkar dalam kota itu nantinya akan mampu mengatasi hingga mengurai kemacetan di sepanjang Jalan Sungai Raya Dalam hingga Pal V. ....Ke Halaman -11

Polda Tangkap 5 Truk Bermuatan Barang Ilegal Achmad Mundzirin Borneo Tribune, Pontianak DIREKTORAT Reskrim Umum (Dit Reskrimum) Polda Kalbar menangkap lima truk

yang diduga mengangkut rotan dan kayu belian Ilegal dari Kalteng, Sabtu(12/1) malam di jalan Tran Kalimantan Sungai Ambawang, Minggu (13/1). ....Ke Halaman -11

8 Hari Nahkoda Hilang di Laut Kubu Achmad Mundzirin Borneo Tribune, Pontianak SELAMA 8 hari Kok Lif Fo (53) warga Gang Lembayung No 17 Perum I Kecamatan Pontianak Barat, hilang di

Laut Kakap. Kok Lif Fo hilang ini sejak tanggal 5 Januari, dan sampai Minggu (13/1) belum ditemukan. Kok Lif Fo yang merupakan Nahkoda Kapal Motor ....Ke Halaman -11

Koalisi Pontianak Mencari Pemimpin

Usung Fachrudin D Siregar Jadi Walikota Koalisi Parpol, Koalisi Pontianak Mencari Pemimpin berpose bersama kandidat calon Walikota Pontianak, H. Fachrudin D Siregar, di Grand Mahkota Hotel, Minggu (13/1). FOTO: Andry/ Borneo Tribune

* * * * *

Harga Terjangkau Hemat Energi (20 Km Lebih/Liter) Ramah Lingkungan Lebih Berkelas Desain Nasional, Kualitas Internasional

Andry Borneo Tribune, Pontianak KOALISI Pontianak Mencari Pemimpin yang berisikan 19 partai politik (parpol) yang mengklaim mempunyai sekitar 20 persen perolehan suara sah sepakat untuk mengusung H. Fachrudin D Siregar sebagai calon Walikota Pontianak pada Pemilukada Walikota dan Wakil Walikota Pontianak yang akan berlangsung tahun ini. Hal itu ditegaskan di Grand

Tipe : 1. E (Manual dan Automatic) 2. G (Manual dan Automatic) 3. G TRD (Manual dan Automatic)

Mahkota Hotel, Minggu (13/1). “Saya mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diberikan oleh Koalisi Pontianak Mencari Pemimpin yang telah sepakat untuk mengusung saya sebagai calon Walikota Pontianak,” ujar H. Fachrudin D Siregar, usai menghadiri acara pertemuan bersama Koalisi Pontianak Mencari Pemimpin di Grand Mahkota Hotel, Minggu (13/1). Dalam kesempatan itu, ....Ke Halaman -11

Hubungi :

PT. ANZON AUTOPLAZA Jl. Ahmad Yani No. 89 Pontianak, Telp. 0561 - 734280 Jl. Ahmad Yani No. 8 Singkawang, Telp. 0562 - 637000 Jl. Jend. Sudirman Km.1 Sampit - Kalteng, Telp. 0531 - 30666

HARGA ECERAN HARIAN BORNEO TRIBUNE - PONTIANAK, KUBU RAYA, MEMPAWAH,DAN SINGKAWANG Rp 2.000 - SAMBAS, BENGKAYANG Rp 2.200 - LANDAK,SANGGAU,SEKADAU, KETAPANG,KAYONG UTARA, SINTANG, MELAWI DAN PUTUSSIBAU Rp 2.500 -

cmyk

Cornelis


Kayong Utara

Senin, 14 Januari 2013

Borneo T Tribune

2

Masjid Megah, salah satu masjid terlihat berdiri megah di kawasan Kota Singkawang. FOTO: Andry/ Borneo Tribune

Upaya Pencarian Aiptu. Witarsa

Tim SAR dan Polres Turunkan Dua Armada

Abdul Khoir Borneo Tribune, Sukadana Walau sudah hilang kontak selama 17 hari, namun tim dari Polair Polres Ketapang dan tim SAR Ketapang tetap berupaya melakukan pencarian dengan menggunakan armada mereka masing-masing. Kapolres Ketapang, AKBP. Ari Wahyu Wi-

jananto, yang didampingi Kasat Polair, AKP. Mulgiyanto, menyebutkan bahwa upaya pencarian akan terus diupayakan hingga batas yang belum ditentukan. “Kita yakin yang bersangkutan masih hidup. Mohon doanya saja kepada seluruh masyarakat,” ujar Kapolres yang baru menjabat Desember 2012 lalu. Kasat Polair, AKP. Mulgiyanto, menambahkan pi-

haknya menerjunkan satu unit speed patrol. Begitu pula halnya dengan Tim SAR Ketapang yang juga menerjunkan satu unit speed mereka. Jumlah tersebut juga akan ditambah dengan speed yang disewa oleh pihak keluarga dan difasilitasi oleh Polsek Pulau Maya untuk bersama-sama melakukan pencarian di pulau-pulau yang dicurigai

sebagai tempat perlindungan Aiptu Witarsa dari angin ribut. “Semoga angin tidak kembali kencang sehingga pencarian bisa dilanjutkan,” katanya. Jumlah personil yang diterjunkan hingga saat ini lebih dari 20 orang yang merupakan gabungan SAR dan Polres serta dibantu masyarakat dan pihak keluarga.

Lomba UKS

SMPN 1 Seponti Wakili Kalbar di Tingkat Nasional Abdul Khoir Borneo Tribune, Sukadana Jauh dari keramaian tidak membuat SMPN 01 Kecamatan Seponti, Kabupaten Kayong Utara (KKU) lantas tidak beprestasi. Justru SMPN di lokasi transmigrasi itu merupakan SMPN terbaik dalam program usaha kesehatan sekolah (UKS) yang mewakili Kalbar ke tingkat nasional pada Mei mendatang. Berbagai upaya untuk menjadi yang terbaik seNusantara terus diupayakan, baik pihak sekolah maupun Pemerintah KKU. Bahkan Ketua Tim

Cerpen

“I Hope To Meet You, Next Time” Oleh : Omy Bintun Nahl Hari itu, setelah pulang dari kampus, kusempatkan diri singgah di Kota Baru, tempat biasa aku makan bubur. Di hadapanku terlihat seorang laki-laki tua (kakek), sedang membaca koran. Kusebut kakek, diperkirakan dari wajah keriput yang terlihat, usianya sekitar 60-70an. Di hadapannya telah ada satu piring kosong dan sebuah Aqua gelas kosong, sepertinya telah selesai makan nasi kuning. Karena salah satu menu makanan di

tempat itu selain bubur adalah nasi kuning. Pesanan buburku datang, aku segera melahapnya. Lumayan, mengisi kekosongan perut ini. Selesai makan, mataku tertuju pada sosok yang sedang berada di depanku. Setelah membayar makanannya, Sosok laki-laki tua itu menyapa seorang ibu yang mengembalikan uang bayaran makananya. “Sudah mau pulang kah?” “Belom, mau jemput anak sekolah dulu”. “Sekolah di mana anaknya?” “Sekolah di Purnama”.

Idealisme, Keberagaman dan Kebersamaan

“Lumayan jauh ya”. Ibu itu tersenyum dan menjawab, “iya”. Setelah selesai menyapa ibu itu, laki-laki itu membalikkan badannya ke arahku. Berdiri, terdiam melihatku. “Sekolah di mana?” “Saya kuliah di STAIN Pontianak” “Jurusan apa?” “Komunikasi Penyiaran Islam, semester akhir. InsyaAllah sebentar lagi selesai”. “See you later, next time. Nice to meet you,” kata dengan senyum lebar di bibirnya. Aku terkejut. Lelaki tua itu berbahasa Inggris.

Aku menjawab sekenanya. “Nice to meet you too”. Kukira percakapan itu selesai, ternyata tidak. Lelaki itu diam sejenak, berdiri terpakku melihatku. “What is your name?” “My name is Romi”. “Where you come from?” “I am from Putussibau, Kapuas Hulu”. “See you later next time, nice to meet you,” ucapnya untuk kedua kalinya. “Nice to meet you too” jawabku, membalas senyumannya Lelaki tua itu pergi dengan senyum mengembang di bibirnya. Ingin

rasanya aku kembali bertanya, namun kaki laki-laki itu telah melangkah menuju suara lantunan ayat suci Qur’an yang terdengar jelas di telinga, menuju masjid Darul Falah, yang terletak di sebelah tempat kami berdiri. Kuperhatikan tempat di sekeliling aku berdiri. Terdapat tulisan mengagumkan, perpaduan bahasa Arab dan Inggris. Zhafira Cyber, Zhafira Travel. Area Speaking Engglis. Luar biasa. I hope to meet you next time. Pertemuan denganmu, membangkitkan semangat bahasaku yang tabu.

Pose Bersama, Ny. Diah Permata Hildi tampak bersama Tim UKS SMPN 01 Seponti. Walau di lokasi transmigrasi tidak menghalagi sebuah sekolah untuk mengukir prestasi. FOTO: Abdul Khoir/Borneo Tribune Penggerak PKK KKU, Ny. Hj. Diah Permata Hildi, menyempatkan diri meninjau sekolah sekaligus memberikan dukungan, baik materi dan semangat untuk kesuksesan menjadi yang terbaik. “Sekolah ini bukan lagi membawa nama baik KKU, namun juga Kalbar. Jadi semua wajib memberikan dukungan untuk sebuah prestasi positif,” ujar Ketua Tim Penggerak PKK KKU. Ny. Diah Permata Hildi saat meninjau SMPN 01 Seponti, belum lama ini. Menurutnya, SMPN Seponti tersebut merupakan sebuah sekolah yang dalam visi-misinya sejalan dengan visi misi pemerintah kabupaten. Dimana menjadikan masyarakat dan generasi KKU ke depan men-

jadi masyarakat yang tidak hanya cerdas dalam ilmu pengetahuan melainkan juga sehat. Seperti yang tercermin di dalam penerapan hidup sehat di sekolah. Tidak hanya memberikan bimbingan teknis dan bersama pihak sekolah mencari formulasi khusus untuk sebuah hasil yang baik, Diah Permata Hildi yang juga istri bupati KKU tersebut meminta bantuan kepada Dinas Kesehatan KKU untuk dapat mendampingi sekolah tersebut untuk menjadi lebih baik. “Tidak bermaksud melemahkan sekolah yang lain, namun boleh sekolah yang ada di KKU untuk dapat melakukan studi banding dengan SMPN ini. Setidaknya untuk dapat menularkan pengalaman dan prestasinya,” harapnya.

Penerbit: PT. Borneo Tribune Press. Direktur Utama: W Suwito, SH, MH. Penasehat Hukum: A. Ambo Mangan, SH, MH, Martinus Ekok, SH, MH. Pemimpin Umum: Sisa Primashinta. Senior Editor: H. Nur Iskandar, SP, Tanto Yakobus, Alexander Mering. Wakil Pemimpin Redaksi: Budi Rahman. Redaktur: Andry, Agus Wahyuni, Aulia Marti, Hairul Mikrad, Yusriadi, Viodeogo. Reporter: Abdul Khoir, Andika Lay, Yulan Mirza, Achmad Mundzirin, Achmad Munandar, Ubay. Biro Kubu Raya: Hanoto Jl. Sui Raya Dalam (081522711111). Biro Mempawah: Johan Wahyudi, Jl. Pendidikan Gg. Suka Mulya No.10 (085654587038). Sambas: Amrul Ambiya (Kontributor/Pemasaran), Jl. Suka Mantri (085245527602). Biro Bengkayang: Mujidi, Jl. Pahlawan No. 10, Kelurahan Bumi Emas Bengkayang (085245247955). www.borneo-tribune.net Landak: Yohanes Ngalai/Pemasaran, Jl. Barage Gg. Pak Kasih No. 51 Ngabang (085822062880). Biro Sanggau: Ratnasari Jl. Agus Salim No.10 (085245904505). Biro Melawi: Eko Susilo (0812-56452946) TERBIT SEJAK 19 MEI 2007 Jl. M Saad, Gg. Kayan, Serundung- Nanga Pinoh. Biro Sekadau: Bagus Kosminto, Jl. Irian No. 41 Sekadau Hilir (085245743683). Biro Sintang: Endang Kusmiyati (08524-5006757), Saumin (Pemasaran) (085284291321) Jl. JC Oevang Oeray, Gg. Ahmad 2. Biro Kapuas Hulu: Jl. Kenanga, Ruko Pemda Blok B. 6 Putussibau Utara (08562569007). Ketapang: Jaidi Chandra (Kontributor), Jl. Gajah Mada No. 156 (081345450988). Fotografer: Ulla Asri Sekretaris Redaksi: Erika Sudiardjo Umum: Emiliana (Manajer), Fitriyana,. Percetakan/Pracetak: Ukan Dinata. Staf Pracetak: Fahmi Ichwan, Syam „ Wartawan, Kontributor, Intensive Programme dan Abubakar, M. Taufik,. Staf Percetakan: Andre, Nurhalis, Rustam. Marketing: Sisa Primashinta, Hesty Yosana, Aldi Chairudin, Ardiansyah. Desain Iklan: Atika Ramadhani, M. Affandy,Ferry Ade Putra Freelancer Borneo Tribune dibekali identitas, surat Sirkulasi: Dhani, Suprianto. Keuangan: Jumi Erlinasari, Tri Agustin, Kusnan, Husada, IT: Iwan Siswanto. Tarif Iklan: BW (black and white) Rp 6000/mm kolom, Full Colour hal 1 Rp 15.000/mm kolom, tugas atau tanda pengenal (ID-Card) dan dalam mehalaman dalam Rp 12.000/mm kolom. Alamat Kantor Bisnis dan Alamat Redaksi: Jalan Purnama Dalam No 2 Pontianak Telpon 0561-767788 Fax 0561-766103. E-mail: borneotribune@yahoo.com laksanakan tugas jurnalistiknya tidak diperkenankan menerima suap atau amplop

Borneo Tribune


Serba Serbi

Borneo T Tribune

Senin, 14 Januari 2013

3

Hari Ini, Pengurus MABM Dilantik

Chairil Effendy Fokus Penerbitan Budaya Melayu

Yulan Mirza Borneo Tribune, Pontianak Dr. H. Chairil Effendy yang telah dikukuhkan kembali sebagai sebagai Ketua Umum Majelis Adat Budaya Melayu (MABM) Kalimantan Barat untuk masa periode 2013-2018, hari ini akan melantik pengurus MABM Kalbar. Pengukuhan akan dilakukan hari ini (14/1), pukul 19.30 di Rumah Melayu, Pontianak. Seperti diketahui, mantan Rektor Universitas

Tanjungpura tersebut dipilih secara aklamasi dalam musyawarah besar MABM tanggal 20-22 Desember 2012. Chairil dianggap sebagai figure yang tepat untuk tetap menjadi nakhoda organisasi ini. Menurut Chairil, pengurus yang akan dikukuhkan hari ini, merupakan refresentasi dari elemen Melayu. Ada yang berasal dari Pontianak, Kapuas Hulu, Ketapang, dan daerah seluruh Kalbar. Ditanya agenda kepengurus MABM Kalbar periode mendatang, Chairil

menyebutkan ada agenda rutin yang harus dilaksanakan. Agenda itu di antaranya, festival seni budaya Melayu, rapat kerja. Selain itu, pengurusan kali ini juga akan memberikan perhatian terhadap dokumentasi kebudayaan Melayu. “Kita ingin kongkritkan penerbitan buku budaya Melayu. Misalnya tentang jepin, teater, adat kawin, saprahan, dll. Semua produk budaya Melayu ingin dibukukan sebagai dokumentasi untuk orang Melayu dan juga sebagai bahan bacaan untuk

Chairil Effendy

masyarakat umum, supaya budaya Melayu diketahui dan kenal,” kata Chairil. Selain itu, sejumlah harapan pun disandarkan kepadanya. Chairil diharapkan dapat membawa Melayu yang lebih baik. Seperti dikatakan Arifin, jebolan alumnus Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Tanjungpura ini berharap agar Melayu dapat melaksanakan kegiatan ataupun program yang dapat memajukan khazanah Melayu. Sehingga, Melayu Kalbar tidak kalah dengan Melayu

di provinsi lain. “Saya yakin, Melayu di Kalbar mampu berkembang dan maju seperti Melayu yang ada di provinsi yang lain. Karena itu, hanya tinggal bagaimana mengemas kegiatan di dalam program melayu itu di dalam event yang selanjutnya dipublikasikan melalui media yang luas,” terang dia. Karena itu, Arifin berharap program Melayu dapat dikenalkan secara luas. Sehingga mereka dapat mengenal kebudayaan Melayu secara dekat.

Infrastruktur, Pendidikan, dan Komunikasi Publik Menjadi Sorotan Ubay KPI Borneo Tribune, Pontianak Terpilihnya pasangan Cornelis-Cristiandy yang akan dilantik, Senin (14/1) hari ini sebagai Gubernur Kalbar untuk lima tahun ke depan bagi beberapa kalangan menaruh harapan besar Kalbar semakin baik. Bukan hanya berhasil dalam pelaksanaan demokrasi Pilkada dalam

beberapa waktu lalu. Beberapa kalangan menaruh harapan baru di pundak keduanya (Cornelis-Cristiandy) dalam beberapa aspek. Seperti disampaikan salah satu pelajar di Pontianak yang berasal dari teras perbatasan Kalbar. Salim mengharapkan pendidikan di kawasan perbatasan lebih baik dari saat ini. Termasuk juga infrastruktur yang sudah

sedikit baik dari sebelumnya. Menurut Salim, di Kecamatan Kembayan, Kabupaten Sanggau. Tampak jelas perubahan yang terjadi semenjak Cornelis memimpin Kalbar. Khususnya dari sisi pendidikan dan infrastruktur. Salah satunya disebutkan Salim di desa Tunggal Bhakti yang merasakan perbaikan dari sisi infrastruktur. ”Pendidikan dan infrastruktur sangatlah penting

untuk menjadi prioritas. Kita ketahui pendidikan Kalbar saat ini di tingkat nasional berada di zona belakang. Sebuah harapan pribadi, Cornelis harus memiliki target dalam perbaikan pendidikan,” ujarnya. Selain Salim, dari kepemudaan khususnya. Ketua IPNU Kalimantan Barat, Junaidi Abidin melihat, tampak sekali nuansa kebersamaan selama kurun waktu lima

tahun terakhir. Karenanya, kerukunan dalam keberagaman agama yang ada di Kalabr terus terjaga dan menampakkan terus kekondusifannya. Selain, itu Junaidi Abidin juga mengharapkan dorongan pergerakan organisasi yang menjadi bagian dalam perwujudan kemajuan Kalbar. “Harus disadari, bahwa pemuda dan organisasi menjadi bagian mewujudkan Kalbar

lebih baik. Karenanya ia mengharapkan pemerintah lebih lagi memperhatikan organisasi-organisasi yang ada. Terlepas dari warna dan budaya,” ungkapnya. Sedangkan dari Forum Komunikasi Penyiaran Islam, Komunikasi Penyiaran Islam (Forkomnas KPI) yang merupakan wadah generasi muda berkumpul di bidang penyiaran. Koordinator Forkomnas-KPI Kota Pontianak menaruh harapan

setiap SKPD meningkatkan ketransparanan dalam bentuk apapun. Lebih terbuka terhadap media yang menjadi corong penyampai kepada masyarakat setiap keadaan yang terjadi. “Ada ketransparanan, baik dari sisi positif, atau pun dalam situasi contohnya kasus. Sebab dari keterbukaan itu akan tercipta suatu kenyaman dari yang telah tercipta saat ini,” tuturnya.

Solusi Tepat Terobosan Terbaru TCM

ATASI SEGALA MACAM PENYAKIT PRIA Ciri khas kemanjuran & keunggulan Hongkong Medistra TCM sangat jelas dengan resep kuno kekaisaran, resep rahasia turun temurun serta herbal Tiongkok alami, intinya adalah mengobati berbagai penyakit bandel yang susah disembuhkan, khusus menangani berbagai jenis penyakit kronis, begitu diobati langsung dapat dirasakan manfaatnya. Efektif mengobati berbagai penyakit kronis sampai akarnya, tanpa efek samping, setelah diatasi tidak mudah kambuh lagi. Menurut survey terbaru, disfungsi seksual pria termasuk penyakit yang sangat banyak diderita. Terutama persentase penderita impotensi, ejakulasi dini, radang prostat mengalami kenaikan pesat, berdampak jauh lebih parah bagi psikologi dan jiwa, dibanding penyakit pria lainnya, juga merupakan 30% alasan retaknya keharmonisan rumah tangga, menghancurkan kepercayaan diri pria. Penyakit fungsi seksual menimpa pria pada berbagai kalangan usia dan harus diobati sedini mungkin agar tidak memburuk hingga menimbulkan penyakit komplikasi bandel lainnya yang sangat parah dan berbahaya. Hongkong Medistra TCM ada konsultan Sinshe ahli TCM (Traditional

Chinese Medicine) ternama dari Tiongkok yang siap membantu Anda. Melalui pengalaman kerja keras puluhan tahun akhirnya berhasil menemukan terobosan terbaru, khusus mengatasi disfungsi seksual pria, seperti: Impotensi, Ejakulasi Dini, Radang Prostat, Sperma Mati, Tidak ada Sperma, Alat vital tidak normal, Kemandulan, dll. Hasilnya relatif cepat, aman dan tanpa efek samping. Terobosan metode TCM dengan herbal berharga alami yakni “Qiang Yang Bu Shen Liao Fa” ini dipadukan akupuntur elektroterapi sangat terkenal diberbagai Negara, berfungsi memperkuat ginjal & sperma, menyeimbangkan unsur yin & yang didalam tubuh, setelah diatasi bisa menormalkan fungsi seksual, masa berhubungan bisa lebih lama. Rata-rata setelah 2-3 tahap pengobatan, gejala penyakit seperti kencing terasa sakit, sering kencing, tidak tahan kencing, kencing tidak bertenaga, tidak tuntas, bernanah dan lainnya berangsur menghilang secara nyata, sistem reproduksi kembali normal, bisa diatasi hingga ke akar penyakit dan tidak mudah kambuh lagi.

Untuk Konsultan & Pengobatan Hubungi :

HONGKONG MEDISTRA TCM Jl. H. Agus Salim No. 126 Pontianak - Kalimantan Barat Telp. (0561) 733268 HP. 0812 5279 7888

Hari Minggu & Libur Tetap Buka


Kalimantan Barat - Kota Pontianak Borneo Tribune

Senin, 14 Januari 2013

4

Masyarakat Dusun Sepatah Dambakan Sinyal HP Andry Borneo Tribune, Pontianak

CMYK

Masyarakat Dusun Sepatah, Desa Aur Sampuk, Kecamatan Sengah Temila, Kabupaten Landak dan sekitarnya sudah lama mendambakan adanya sinyal handphone di daerah tersebut sehingga mereka bisa berkomunikasi guna mendu-

kung beragam aktifitas masyarakat. Mendengar aspirasi yang disampaikan masyarakat tersebut, anggota DPRD Provinsi Kalbar, Tapanus Tapat, berjanji akan segera merespon serta membahas permasalahan yang disampaikan masyarakat di tingkat wakil rakyat. Setelah itu, pihaknya akan mengagendakan pertemuan de-

ngan operator seluler di Kalbar guna mencarikan solusi atas permasalahan yang dikeluhkan masyarakat. “Masalah serupa juga sebelumnya dialami warga di Kecamatan Banyuke dan setelah kita bicarakan dengan operator seluler, masyarakat di sana kini telah dapat menggunakan HP,” ujar Tapanus Tapat, saat memberikan sambutan Badan Kontak Majelis Taklim se-Kabupaten Landak, di Masjid Hizbul Wathan, Dusun Sepahat, Desa Aur Sumpak, Kecamatan Sengah Temila, Kabupaten Landak, Minggu (13/1) siang. Legislator PDI Perjuangan ini menambahkan, sebagai wakil rakyat, dirinya mempunyai kewajiban bertemu dengan masyarakat sekaligus menyerap beragam aspirasi serta keluhan dari masyarakat. Salah satunya melalui acara keagamaan seperti ini. Menurutnya, acara ini sebagai media dewan dan masyarakat untuk bersilaturahmi sekaligus membangun komunikasi. “Kita tidak mau terjadi terputusnya komunikasi antara wakil rakyat dan rakyatnya sendiri. Untuk itu komunikasi sangat diperlukan untuk membangun daerah yang kita cintai ini,” tegas Tapat. Oleh karena itu, anggota Komisi C DPRD Provinsi Kalbar ini mengharapkan

sejatinya masyarakat harus mampu menyusun dan mengembangkan organisasi kemasyarakatan. “Lewat organisasi kita bisa membangun pendidikan dan kebudayaan yang berkarakter. Lewat organisasi juga kita bisa mencerdaskan kehidupan bangsa yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi serta kerukunan hidup beragama dan kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa,” tegasnya. Wakil rakyat daerah pemilihan (dapil) Kabupaten Landak ini menambahkan, agama, negara, budaya serta organisasi merupakan unsur yang tidak bisa dipisahkan. “Untuk itu, organisasi yang telah dijalankan terus dikembangkan agar bisa memberikan manfaat yang lebih besar untuk masyarakat kita,” timpalnya. Sementara itu, tokoh masyarakat setempat, Udang Aladin, menambahkan sebenarnya masyarakat setempat mampu untuk membeli handphone. Namun hal tersebut menjadi percuma, lantaran di wilayah tersebut tidak ada sinyal handphone. “Kita mampu beli handphone, tapi tidak bisa digunakan. Karena tidak ada sinyal,” ujar Udang Aladin. Salah seorang tokoh Landak lain yang sekaligus Sekretaris Persatuan Guru NU Provinsi Kalbar, Jasmin Haris, mengatakan sebenarnya sinyal ada di daerah tersebut, tetapi sinyalnya masih lemah dan sangat terbatas. “Kalau mau telepon harus manjat di pohon dulu baru bisa. Makanya saya sangat mengharapkan adanya perusahaan seluler bisa membangun tower sehingga masyarakat bisa menggunakan handphone dan arus informasi bisa berjalan lancar,” harap Jasmin Haris. Jumlah penduduk di Dusun Sepatah lebih dari 300 Kepala Keluarga (KK) dan belum lagi ditambah dengan penduduk sekitar. o

Sambutan, anggota DPRD Provinsi Kalbar, Tapanus Tapat, sedang memberikan sambutan pada acara majelis taklim dusun sepatah di Desa Aur Sampuk, Kecamatan Sengah Temila, Kabupaten Landak. FOTO: Istimewa

Program Swasembada Pangan Tugas Penyuluh

Penyuluh Kabupaten Pontianak melakukan kunjungan balasan di Café Pelangi Dusun Lumbang Keramat Kecamatan Sambas. FOTO Amrul/ Borneo Tribune

Amrul Borneo Tribune, Sambas

Pertandingan footsal di Lapangan Footsal Center Agun Gunawan, depan PLTD Lumbang Sambas dengan skor 7 untuk Penyuluh Kabupaten Sambas dan skor 5 untuk Penyuluh Kabupaten Pontianak. FOTO Amrul/Borneo Tribune

Penyuluh Kabupaten Pontianak melakukan kunjungan balasan ke Kabupaten Sambas, tanggal 12-13 Januari, di Café Pelangi Dusun Lumbang Keramat Kecamatan Sambas, untuk menjalin tali silaturahmi dan kerjasama, dengan rangkaian beberapa kegiatan olahraga seperti, pertandingan bulutangkis, sepakbola dan gaplek. Kepala Badan Ketahanan Pangan, Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (BKP4K) Kabupaten Sambas, Rustina, S. Sos mengatakan, program swasembada pangan merupakan tugas prioritas utama tugas penyuluh. Kepala Bidang Penyuluhan BKP4K Kabupaten Sambas Ridwan Mr, S. PKP mengatakan, pihaknya menampilkan beberapa produk unggulan Kabupaten Sambas seperti jeruk, semangka tanpa biji, sawo dan salak, serta makanan ringan berbasis pangan lokal, dan kuliner khas Sambas, bubur padas. “ Ke depan kegiatan semacam ini akan kita agendakan sebagai kegiatan rutin dan akan kita tambah lagi beberapa kegiatan seminar dan gelar teknologi di bidang pertanian secara umum,“ harapnya. o

CMYK

Tapanus Tapat: Agendakan Pertemuan dengan Operator Seluler


Mempawah-Kubu Raya Borneo Tribune

Senin, 14 Januari 2013

5

Hari Ini, Mendagri Tinjau Lokasi IPDN Johan Wahyudi Borneo Tribune, Mempawah Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Gamawan Fauzi, hari ini, Senin (14/1) diagendakan meninjau lokasi dan lahan pembangunan kampus Institute Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Regional Kalimantan di Desa Sungai Purun Besar, Kecamatan Segedong, Kabupaten Pontianak. Informasi disampaikan

langsung Setda Kabupaten Pontianak, Gusti Ramlana ditemui saat meninjau persiapan penyambutan kedatangan Mendagri, Sabtu (12/1), kemarin di lahan pembangunan kampus IPDN tersebut. “Rencananya usai melantik Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar, Mendagri diagendakan meninjau lahan pembangunan IPDN ini,” kata Gusti Ramlana didampingi Asisten III Setda, Mochrizal serta Kades Sungai Purun Besar, M. Sani.

Setda menjelaskan Kabupaten Pontianak termasuk beruntung lokasi pembangunan kampus IPDN regional di Kalimantan ditempat di Kabupaten Pontianak. Bahkan sebagai bentuk kehormatan tersendiri bagi Kabupaten Pontianak. “Pembangunan IPDN ini akan meningkatkan citra pendidikan daerah, kampus IPDN dapat memberikan multiplier effect bagi pembangunan daerah di masa mendatang,” kata Ramlana.

Sedangkan mengenai pembebasan lahan, Kades Sungai Purun Besar, M. Sani mengatakan dukungan masyarakat sangat besar sehingga memudahkan lahan seluas kurang lebih 100 hakter bisa dibebaskan. “Masyarakat sangat mendukung pembangunan IPDN, sehingga proses pembebasan lahan berjalan lancar. Saya optimis pembangunan kampus IPDN akan meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat kami,” katanya. o

LAHAN IPDN Lahan yang akan dibangun Institute Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Regional Kalimantan di Desa Sungai Purun Besar, Kecamatan Segedong. FOTO : Johan Wahyudi/ Borneo Tribune


Bengkayang Borneo Tribune

Senin, 14 Januari 2013

6

Pariwisata Bengkayang Kurang Promosi Mujidi Borneo Tribune, Bengkayang Kekayaan wisata di Kabupaten Bengkayang belum terkelola secara optimal. Pengelolaan itu berpengaruh pada angka kunjungan wisata setiap tahunnya. Hal itu berdasarkan analisis tim dari Dinas kebudayaan, Pariwisata dan Olahraga Kabupaten Bengkayang. “Kami pada malam tahun baru dari tanggal satu tahun baru, kami melakukan investigasi dan melakukan

analisis terhadap sejumlah potensi dunia pariwisata Bengkayang,” kata Frans Wijaya, Kasi Promosi Bidang Pariwisata Dinas Kebudayaan Pariwisata dan Olahraga Bengkayang. Ia mengatakan pihaknya dengan sengaja turun langsung ke sejumlah lokasi wisata, terutama lokasi pantai yang dimiliki Kabupaten Bengkayang. Lokasi wisata yang dikujnungi tim pariwisata tersebut adalah Kura Kura BeaH, Batu Payung, Samudara Indah dan Panytai Gosong.

“Dari investigasi yang kita lakukan, kita menemukan bahwa potensi pariwisata pantai kita cukup besar, tidak kalah dengan pantai yang dikelola daerah tetangga. Yang membuat kita kalah adalah belum optimalnya pengelolaan,” kata Frans saat ditemui di ruang kerjanya. Bukan hanya potensi yang dimiliki, tim pariwisata yang turun langsung ke lokasi pariwisata itu juga melakukan analisisi angka pengunjung pada malam tahun baru dan tanggal satu tahun baru. Pada malam tahun

baru dan di tanggal satu tahun baru, empat unggulan pariwisata yang dimiliki Bengkayang itu juga tidak sepih dari kunjungan. “Pada malam tahun baru, jumlah pengunjung rata-rata mencapai 50-100 pengunjung per lokasi, sementara untuk tahun barunya melebihi dua atau tiga ratus pengunjung dari pagi hingga sore,” katanya. Dengan jumlah pengunjung yang cukup kecil tersebut, Frans mengatakan faktor yang menjadi penyebabnya adalah, lokasi wisata Kabupa-

ten Bengkayang belum menjadi brand di masyarakat. Kurangnya pengunjung juga dikarenakan tidak adanya event even menarik yang dikembangkan pengelola untuk menarik para pengunjung untuk datang. Kemudian, yang tidak kalah penting, kurangnya sosialisasi dan promosi dunia pariwisata tersebut. “Karenanya, bila dikelola dengan optimal, dunia pariwisata tidak kalah dengan daerah lain, terlebih pantai kita memiliki potensi alam dan keindahan yang luar biasa,” jelas Frans. o

Pemilik Toko Siap Sambut Imlek Borneo Tribune, Singkawang Meski perayaan Imlek sebulan lagi, beragam pernakpernik Imlek mulai dipajang di sejumlah toko di Singkawang. Mulai dari baju khas Cina, lampion, patung keramik, bunga sakura dan lainnya. Menariknya harga yang ditawarkan pemilik toko juga beragam. Tergantung bahan dan ukuran. “Kalau lampu lampion dari kertas harganya berkisar Rp 80 -100 ribu ke atas. Sedangkan yang berbentuk nenas itu, harganya berkisar

Rp 20 ribuan,” kata Abuy, pemilik toko Kartika, Jalan Sejahtera, Singkawang. Selain lampion kertas bentu nanas, pembeli juga bisa mendapatkan lampion dengan jenis lain. seperti bunga sakura dari Cina, dan keramik yang berbentuk patung plastik, dan lainnya. Menurut Abuy, pernakpernik itu terbilang baru 2 hari dipajang di toko miliknya. Karena, barangnya pun baru kemarin datang dari Jakarta, Kucing dan Malaka. Biasanya pernak- pernik itu

bisa terjual seminggu sebelum perayaan Imlek. “Karena, sekarang inikan warga Tionghoa yang merayakannya masih belum bersih-bersih rumah. Nah, kalau mereka sudah bersih-bersih rumah, barulah mereka mengisi rumahnya dengan pernak pernik ini supaya kelihatan indah,” ujarnya. Terkait dengan bunga Sakura dari Cina itu, Abuy mengatakan, setiap tahunnya bisa terjual sebanyak belasan batang. “Untuk sebatang bunga Sakura, harganya Rp

Meski perayaan Imlek masih sebulan lagi, namun berbagai pernak-pernik yang dimulai dari baju khas Cina, lampion, patung keramik, bunga sakura dan lain-lainnya sudah mulai menghiasi di sejumlah pertokoan di Singkawang FOTO: Rudi

700 ribu. Dan itu bukan sembarang batang, karena batang tersebut tidak mudah

lapuk, karena sebelumnya sudah diawetkan,” katanya. (Freelancer/Rudi) o

Gidot: Jadikan Budaya Identitas Kelompok Mujidi Borneo Tribune, Bengkayang Bupati Bengkayang, Suryadman Gidot, menyadari bahwa sebuah budaya merupakan identitas suatu kelompok. Sebagai identitas maka budaya seyogyanya melekat pada kelompok. Termasuk dalam anggota kelompok tersebut. Pernyataan Gidot itu disampaikan pada saat penyerahan hadiah pemenang ragam batik khas Kabupaten Bengkayang, beberapa waktu lalu. Gidot menegaskan, bila ada kelompok atau anggota kelompok tidak mengenal budayanya maka dapat dipastikan kelompok tersebut akan kehilangan identitas. Dan mereka yang kehilangan identitas, kata Gidot biasanya rentan dengan terhadap perubahan dan cenderung menuju pada kebiasaan hidup yang tidak lazim. “Kondisi demikian perlu disikapi, bila tidak disikapi dengan baik maka akan berpotensi pada terganggunya ketentraman dan ketertiban pada masyarakat,” jelas Gidot. Terkait dengan pengembangan kebudayaan itu, orang nomor satu di Kabupaten Bengkayang ini kepada dinas teknis kelembagaan lain yang terkait moga hasil desain kain yang dihasilkan dapat terus disempurnakan hingga kedepan tidak hanya layak sebagai kerajinan yang berbasis kebudayaan, tetapi juga sebagai kerajinan yang layak untuk dikembangkan sebagai sebuah komoditas yang dapat bersaing di pasar. “Karena itu, pembinaan yang berkelanjutan baik dari aspek teknologi, permodalan, bahan baku termasuk pasar dipandang perlu untuk terus ditingkatkan,” jelas Gidot lagi. o

Jelang Imlek, Bisnis Penginapan Panen Rezeki Borneo Tribune, Singkawang Perayaan Imlek diprediksikan berlangsung awal Februari 2013. Biasanya, pada perayaan tersebut, baik wisatawan maupun

mancanegara berbondongbondong datang ke kota Amoy untuk menyaksikan secara langsung perayaan yang selalu digelar setiap tahunnya. Seiring dengan itu pula, ten-

tunya banyak memberikan keuntungan bagi para pedagang maupun pengusaha hotel. Karena sejumlah kamar hotel di Singkawang selalu penuh dengan pengunjung

yang sengaja dipesan jauhjauh hari. Seperti yang dialami oleh Hotel Mahkota Singkawang. Sejak 6 bulan yang lalu, baik pengunjung yang pesan lang-

sung di hotel tersebut dan berasal dari Surabaya maupun yang melalui Disbudparpora Singkawang, sebanyak 37 kamar, mulai dari type standard, superior, superior triple, suite room, president suite, dan extra bed pada perayaan tersebut sudah full booking. “Kondisi ini bukan hanya menjelang pada perayaan Imlek saja, melainkan setiap perayaan apapun kamar hotel kita selalu penuh dengan pengunjung,” ujar Walidas, selaku Duty Manager Hotel Mahkota Singkawang. Ia mengatakan, pada pera-

yaan tersebut, tarif kamar tidak mengalami kenaikan, dalam artian tetap standar sesuai dengan kelasnya masing-masing. Terkait dengan hal ini, pihaknyajuga bekerjasama dengan hotelhotel lainnya. Misalnya, Walidas mencontohkan, ada tamu yang mau pesan ke dia untuk minta dicarikan kamar hotel yang masih kosong, maka dia siap menghubungi hotel-hotel yang lainnya, apakah masih ada kamar ataupun sebaliknya. Jika sudah penuh, ia juga selalu berusaha untuk mencarikan penginapan lain

agar pengunjung bisa beristirahat dengan nyaman. Baik itu dengan menghubungi teman-temannya yang punya kost ataupun rumah-rumah kontrakan yang bisa disewakan selama 2-3 hari,” ungkapnya. Disarankan Walidas, kepada warga Singkawang yang kiranya punya rumah untuk bisa disewakan untuk tamutamu kita nanti, silahkan disewakan. Menurutnya, rumah tersebut tidak harus mewah, asalkan kelihatan rapi dan mudah mendapatkan air, itu sudah cukup. (Freelancer/Rudi) o


Senin, 14 Januari 2013

Safari Natal di Balai Sebut Ratna Sari BorneoTribune, Sanggau Belum lama ini, Wakil Bupati Sanggau, Paolus Hadi melaksanakan Perayaan Natal dan Tahun Baru bersama umat di Gereja JPHT dan Gereja Paroki Balai Sebut Kecamatan Jangkang Kabupaten Sanggau. Kegiatan Safari Natal dihadiri oleh Ketua GOW Kabupaten Sanggau, Ny, Arita Apolina, Kepala SKPD Kabupaten Sanggau, Camat Jangkang, Raden Asmadi, beserta Unsur Forkopimka dan para Kepala Desa beserta perangkat Desa lainnya. Acara tersebut diisi dengan tatap muka dan ramah tamah yang sebelumnya diadakan Missa yang dipimpin oleh Pendeta dan Pastor setempat. Wakil Bupati Sanggau, Paolus Hadi dalam sambutannya mengungkapkan bahwa kegiatan ini sangatlah penting, demi meningkatkan keimanan Kepada Tuhan, karena jika Keimanan lemah maka segalanya akan sia sia. Safari Natal ini juga bertujuan untuk menjalin tali silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat juga sebagai bentuk kepedulian dan saling berbagi antara sesama disamping itu untuk menyikapi keinginan dan kebutuhan masyarakat. ”Masih banyak keinginan masyarakat yang belum terpenuhi. Namun dengan segala upaya, kita berusaha untuk mewujudkannya, kita maklumi bersama bahwa wilayah kita yang begitu luas dan begitu banyak Desa dan Dusun, sedangkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) yang belum mamadai, maka ini harus kita bagi-bagi mana yang sangat perlu dan prioritas,” ujarnya. ”Selain itu, yang sangat penting adalah pendidikan anak. Saya masih ingat sewaktu kecil bahwa untuk bersekolah ke Sanggau harus berjalan kaki dua hari satu malam. Namun semangat dan tekad tak pernah surut demi sebuah kesuksesan,” tambahnya. Paolus pun meminta dengan perekonomian masyarakat yang sudah maju dan transportasi yang sudah lancar, maka tidak ada alasan lagi bagi anak-anak untuk bersekolah. Begitu juga kepada para Pemimpin Umat agar bekerjasama untuk senantiasa menanamkan keimanan dan ketaqwaan kepada umat dengan siraman-siraman rohani agar setiap langkah dan perbuatan selalu diiringi keimanan dan ketaqwaan. Dalam kesempatan itu juga, Wakil Bupati Sanggau menyerahkan bantuan kepada beberapa Gereja dalam wilayah Kecamatan Jangkang juga alat olah raga kepada unsur Pemuda dan bantuan kepada Panita Perayaan Natal. Camat Jangkang, Raden Asmadi mengungkapkan, bahwa kegiatan ini juga untuk meningkatkan rasa persatuan dan kesatuan antara umat dan hendaknya. ”Saya berharap agar kegiatan ini dapat dilaksanakan terus menerus, sehingga rasa persaudaran antara kita terus terpelihara disamping itu juga atas nama masyarakat, Camat mengucapkan terima Kasih kepada Pemerintah Kabupaten Sanggau yang beritu peduli dan memperhatikan Kecamatan Jangkang karena dimaklumi bersama, bahwa Empat Tahun terakhir ini pembangunan di Kecamatan Jangkang begitu banyak dirasakan oleh Masyarakat begitu juga sebaliknya Saya Minta Kepada Masyarakat agar mendukung setiap kebijakan dan program Pemerintah. Apalagi pada tahun 2013 ini kita akan melaksanakan Pilkada Bupati dan Wakil Bupati Sanggau, mari kita sukseskan baik itu pendaftaran pelaksanaan sampai kepada hasil pemilu,” pungkasnya.†

HO TEL HOTEL

Landak-Sanggau Borneo T Tribune

7

Peduli Musibah Kebakaran Sanggau

PKPS Salurkan Bantuan Masyarakat Pontianak ke Posko YB Ratna Sari BorneoTribune, Sanggau

Salah satu bentuk aksi kepedulian masyarakat Kota Pontianak akan musibah kebakaran yang terjadi di Pasar Senggol Jalan Kartini Kelurahan Ilir Kota Kabupaten Sanggau beberapa waktu yang lalu, Persatuan Komunikasi Pemuda Sosial (PKPS) Kalbar, Minggu (13/1) siang menyerahkan bantuan ke Posko Yayasan Bhakti Sentosa (YBS). Bantuan tersebut berasal dari bantuan masyarakat sekitar Kota Pontianak, Yayasan Pendidikan Kalimantan, dan anak-anak Pramuka yang ada di Kota Pontianak yang peduli akan musibah dan ingin ikut serta membantu mereka yang terkena musibah. Hal itu diungkapkan oleh Ketua PPKS Kalbar, Tommy Sunjoto yang turut langsung

mengantarkan bantuanbantuan dari masyarakat ke Sanggau beserta pengurus inti PPKS. Bantuan tersebut pun disambut baik oleh pihak Posko Yayasan Bhakti Sentosa dan diterima langsung oleh Ketua Yayasan Bhakti Sentosa, Pang Chui Shiang. Bantuan yang diserahkan berupa pakaian layak pakai sekitar 30 dus, mie instans sekitar 20 dus, beras 4 karung, dan multivitamin untuk para korban kebakaran yang memang membutuhkannya. ”Bantuan ini langsung dari sumbangan warga yang ada di Pontianak, Yayasan Pendidikan Kalimantan dan anak-anak pramuka yang ada di Pontianak serta masyarakat yang peduli akan musibah di Sanggau ini,” ujarnya. Tommy mengatakan, PKPS hanya menyalurkan bantuan yang diberikan oleh masyarakat untuk para kor-

BANTUAN. PPKS Kalbar saat menyerahkan bantuan kepada Posko Bantuan Musibah Yayasan Bhakti Sentosa, Minggu (13/1) siang. Foto: Ratna Sari/Borneo Tribune. ban musibah ini. PKPS akan secara terus menerus menerima bantuan sumbangan ataupun kepedulian masyarakat untuk korban bencana. Sehingga setiap ada musibah, PKPS selalu siap. ”PKPS ini sebagai mitra

untuk menyalurkan bantuan itu. Sehingga moto PKPS “Dimana Terjadi Musibah atau Bencana PKPS Selalu Ada”, dapat dirasakan oleh masyarakat dan masyarakat juga merasa memiliki PKPS. PKPS senantiasa terbuka

untuk menampung masukan dan kritikan kedepannya. Sehingga jalinan antara PKPS dan masyarakat lebih baik kedepannya,” jelasnya. Sementara itu, Ketua Yayasan Bhakti Sentosa, Pang Chui Shiang mengatakan, pihaknya sangat berterima kasih dengan adanya bantuan yang telah diberikan oleh masyarakat Pontianak. Meskipun PKPS ini baru satu tahun terbentuk, namun aksinya sudah terlihat. ”Lebih baik baru terbentuk, tetapi sudah ada aksi yang dilakukan. Ada yang sudah lama terbentuk, tapi melihat musibah ini tidak ada terlihat, hanya namanya saja,” ungkapnya. Pihaknya berharap, agar kedepannya PKPS dengan YBS dapat bekerja sama lebih baik lagi. Tidak hanya untuk musibah-musibah yang telah terjadi. Tetapi untuk kedepannya juga diharapkan dapat terjalin kerja sama yang baik lagi.†

Posko Induk Bantuan Musibah YBS Akan Ditutup 18 Januari Ratna Sari BorneoTribune, Sanggau Koordinator Bidang Logistik Posko Bantuan Musibah Yayasan Bhakti Sentosa (YBS), Ivo mengatakan Posko Bantuan Musibah YBS yang merupakan posko induk musibah kebakaran Pasar Sanggau Jalan Kartini Kelurahan Ilir Kota Kecamatan Kapuas Kabupaten Sanggau akan ditutup pada Jumat (18/1) besok. ”Posko induk akan kita tutup pada tanggal 18 Januari 2013 ini dan pembagian bantuan ke korban kebakaran terakhir akan diberikan tanggal 19 Januari 2013 besok,” ujarnya ketika ditemui di Posko YBS, Minggu (13/1) siang. Ivo menuturkan, dengan akan disegerakan penu-

tupan posko induk tersebut, bagi posko-posko yang ada agar segera menyerahkan bantuannya ke posko induk. Lantaran akan segera dibagikan kepada para korban kebakaran. ”Diharapkan kepada posko yang lainnya agar bisa menyetor cepat ke posko induk sumbangan yang telah terkumpul. Karena terakhir tanggal 18. Jika nantinya posko induk telah ditutup, sumbangan yang masih ada, ditanggung masing-masing posko untuk diberikan langsung ke korban, karena itu di luar dari tanggung jawab posko induk,” jelasnya. Ivo menambahkan, pihaknya pun akan segera membuat surat edaran untuk posko-posko yang ada di Sanggau. Jika posko-posko diluar Sanggau, bisa saja langsung dilihat di koran. Sementara itu, pembagi-

an tahap ketiga telah dilakukan, Minggu (13/1) yang dimulai dari pukul 09.30 WIB hingga pukul 13.00 WIB. Pembagian tersebut berupa sembako untuk 72 kepala keluarga (KK) yang dihadiri langsung oleh Kepala PMI Sanggau, Sutarman yang didampingi oleh lurah Ilir Kota. Sembako tersebut diantaranya berupa beras masing-masing 4 karung, mie instans 8 dus, family kids standar internasional masing-masing 1 paket, minyak goreng 5 kilogram, odol, sikat gigi dan sabun masingmasing 1 buah, diterjen 1 kilo, selimut masing-masing dua buah dan baby kids bagi 19 KK yang mempunyai anak bayi. Ivo menjelaskan, pembagian tahap ketiga ini tidak disertakan dengan uang tunai seperti pembagian pada

tahap satu dan dua. Hal itu dikarenakan jumlah uang tunai yang masuk belum dihitung. ”Uang tunai tidak kita bagikan di tahap ketiga ini, karena belum dihitung total keseluruhannya. Uang tunai

pun akan kita bagikan pada tahap terakhir nanti pada tanggal 19 Januari. Lantaran Uang tunai tdak dibagi, dan Jakarta masih ada sekitar Rp. 30 juta yang akan dikirim Senin ini,” pungkasnya.†

Dinas Perhubungan: Terminal Jadi Tanggung Jawab Perhubungan Borneo Tribune, Ngabang Kadis Perhubungan dan Komunikasi dan Informatika Kabupaten Landak Efendi ketika ditemui di ruang kerjanya (11/1) mengatakan, setelah peresmian terminal kota Ngabang tanggal 31 Desember 2012 bahwa terminal kota Ngabang telah resmi langsung dipegang oleh Dinas Perhubungan Kabupaten Landak. Kata Efendi teminal kota Ngabang adalah terminal khusus tempat mobil bus yang ada baik jurusan Pontianak, Sanggau dan daerah lainnya. Diakui Efendi, kalau dilihat dari kapasitas terminal Kota Ngabang tidak memungkinkan. “ Untuk kapasitas terminal bus Kota Ngabang, tidak memadai tapi kalau kita lihat mobil bus yang ada volumenya tidak banyak sebab berdasarkan data yang ada, sekitar 20 mobil bus dari berbagai jurusan,” ungkapnya. Memang dari lorong-lorong terminal cukup, apalagi kalaulah jalan yang di tengah-tengan yang dipakai sekarang ditutup sebab pasti akan leluasa dan banyak manfaatnya seperti tempat mobil dan motor untuk parkir serta untuk menghindar kemacetan. “Sebenarnya untuk menata terminal di kota Ngabang tidak susah, apabila salah satu jalan tengah ditutup oleh Dinas PU Kabupaten Landak dan jalan masuk dari sampir Kantor Lantas serta di depan BRI jalannya dilebarkan supaya Bus masuk dan keluar mudah, sebab itu sesuai dengan rencana trategis dan masa jabatan Bupati dan wakil Bupati kita sudah buat program seperti untuk penataan terminal kota Ngabang,” ucap Efendi. Efendi juga menyebutkan, kinerja SKPD berbasis anggaran, kalau anggaran tidak memadai ya program tinggal

program, rencana tinggal rencana. Dengan berbekal anggaran yang kurang memadai artinya yang sedikit, Efendi katakan, kalau menyangkut dana kegiatan yang agak besar itu tidak akan bisa dikerjakan, tapi kalau menyangkut dana yang sifatnya pembinaan akan bisa dilakukan sebab tidak harus terbentur dana kecuali kegiatan yang sifatnya fisik itu harus memakai dana. Efendi juga menyinggung mengenai penerangan lampu listrik di terminal maupun tempat orang yang berjualan, bahwa listrik untuk penerangan hanya satu titik yang terpasang. “ Nanti saya perlu koordinasi dengan dinas Perindagkop masalah listrik diterminal itu, tidak bisa seperti itu, sebab kalau seperti itu nanti pasti akan kacau dan nanti siapa yang membiayainya. Kalau hanya khusus terminal memang tanggung jawab dari Dinas Perhubungan sejak dulu, seharusnya meteran itu harus terpisah terminal dengan yang di atas, terminal ya tanggung jawab terminal ini seolah-olah dibebankan semua ke Dinas Perhubungan,” akunya. Efendi juga menyebutkan di tahun 2013 mereka memfokuskan program komunikasi dan informatika sebab itu adalah sumber dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang perlu digali. Di situ potensial yang selama ini tidak tersentuh, padahal di situ adalah sumber PAD yang paling besar. “Maka di tahun 2013 langkah yang harus dibuat akan menyusun site plan pembangunan menara Telkom yang nantinya titik-titik mana yang akan dibangun sesuai dengan zona-zona perencanaan. Dan nantinya juga setelah dibangun baru akan kita tarik retribusi serta membuat Perda Bupati,”kata Efendi. (Yohanes.J/Free)†


Sekadau Borneo Tribune

Senin, 14 Januari 2013

8

Warga Minta Gubernur Selesaikan Buruknya Infrastruktur Bagus Kosminto Borneo Tribune, Sekadau Harapan datang dari masyarakat Sekadau kepada kepemimpinan Gubernur Kalimantan Barat, CornelisChistiandy periode kedua 2013-2018, yang dilantik Senin (14/1). Salah satu yang paling penting menurut mereka adalah soal infrastruktur jalan dan jembatan di Sekadau. “Harapan yang paling

utama dari saya kepada pak Gubernur, adalah soal mutu jalan tempat kita di Sekadau khusus ruas jalan dari Sekadau Hulu (Rawak), Nanga Taman dan Nanga Mahap,” kata Tilus, warga Nanga Taman, Minggu (13/1). Dia menilai secara keseluruhan infrastruktur di semua wilayah di Kalimantan Barat sudah berangusurangsur membaik semasa di nakhodai Gubernur Kalbar, Cornelis sejak tahun 20072012. Hanya saja Tilus ber-

Baru 80 Persen Pengendara Kantongi SIM Bagus Kosminto Borneo Tribune, Sekadau Pengendara Kendaraan Bermotor (KB) di Sekadau mulai menyadari pentingnya melengkapi surat menyurat kendaraan seperti misalnya memiliki Surat Ijin Mengemudi (SIM) dan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK). Ini terlihat dengan semakin meningkatkan jumlah pengendara yang membuat SIM. Kapolres Sekadau melalui Kasat Lantas AKP Eko Andi Sutedjo, mengatakan hampir 80 persen pemilik kendaraan bermotor yang terdata sudah mengantongi SIM. “Animo masyarakat cukup tinggi. Hampir setiap hari ada pemohon yang datang mengajukan penerbitan SIM,” tutur Eko, beberapa waktu lalu. Berkaitan tentang adanya perspektif di masyarakat yang beranggapan bahwa pembuatan SIM terkesan rumit dan berbelit-belit, Eko menyatakan itu tidaklah benar. Seperti diamanatkan Undang-Undang No-

mor 22 Tahun 2009 tentang lalu lintas, permohonan pembuatan SIM harus melewati serangkaian ujian. “Pasal 77 ayat 3 menyebutkan, setiap pemohon harus mengikuti tes teori dan praktek mengemudi. Jadi tidak ada unsur kesengajaan dari polisi untuk merumitkan pembuatan SIM,” jelasnya. Kepemilikan SIM, lanjut pria asal Purwokerto ini, tidak hanya sekedar alat kelengkapan berkendara semata. Pemilik SIM haruslah orang yang sudah teruji kemampuan berkendaranya sehingga mampu menekan angka kecelakaan lalu lintas yang diakibatkan human eror. “Dalam pengabulan permohonan SIM, kita mengedepankan kompetensi si pengendara. Caranya, si pemohon SIM harus mampu melewati serangkaian tes baik tertulis dan utamanya tes berkendara. Jika si pemohon dinilai berkompeten, barulah SIM bisa dibuat,” ujar lulusan bintara Polisi tahun 1996 itu. o

harap perhatian soal infrastruktur khusus di Kabupaten Sekadau lebih ditingkatkan Gubernur. “Pak Gubernur bisa menyarankan agar Dinas Pekerjaan Umum bisa memprioritaskan peningkatan mutu jalan Provinsi di Sekadau. Kami rasanya tak sanggup lewat jalan yang kondisinya seperti itu dari tahun ke tahun. Paling, seperti tahun kemarin, sudah ada perbaikan ringan lalu rusak lagi,” ungkapnya.

Sebagai kompensasi dan kepercayaan masyarakat di Kabupaten Sekadau masih memilih pasangan Cornelis dan Christiandy Sanjaya, kata dia, diharapkan pihak pemerintah provinsi lebih memperhatikan soal sarana prasarana jalan dan jembatan di Sekadau Hulu-Nanga Taman-Nanga Mahap. Selama ini menurut dia, belum ada tindakan serius dari Pemprov Kalbar meningkatkan kualitas jalan di sana. “Peningkatan mutu jalan

Solusi Hadapi Krisis BBM Bagus Kosminto Borneo Tribune, Sekadau Berhemat energi memang saatnya dilakukan. Betapa tidak, apabila penggunanya boros memanfaatkan Energi bisa dipastikan dalam beberapa tahun kedepan Engergi Bahan bakar minyak dan listrik bisa habis. Demikian diungkapkan Yustio, warga Sekadau, belum lama ini. “Gerakan hemat energi harus kita mulai dari diri kita sendiri, baik di lingkungan keluarga, lingkungan kerja masyarakat secara luas,” kata Yustio, menanggapi sulitnya mendapatkan bahan bakar jenis solar hampir di semua wilayah di Kalbar termasuk Sekadau. Pemerintah baik pusat maupun daerah kini gencar mengajak masyarakat berhemat energi dan air. Berbagai kebijakan dilakukan untuk merealisasikan hemat energi tersebut, salah satunya diterbitkannya Inpres Nomor 13 Tahun 2011 tentang Penghematan Energi dan Air. Menurutnya jebolan Jurusan Teknik Energi di sa-

lah satu universitas swasta di Malang ini, mengatakan bahwa hemat energi ini harus dilakukan mengingat kebutuhan energi sangat penting dalam kehidupan sehari-hari, terutama air dan listrik. “Misalnya setelah selesai jam kerja lampu dan peralatan elektronik lainnya harus dimatikan di ruang kerja kita, hanya tempat-tempat penting saja yang harus kita nyalakan begitu pula di rumah kalau sudah tidur dimatikan lampu yang tidak perlu,” ungkapnya. Begitu juga dengan hemat

provinsi di daerah kita ini perlu ada tindakan khusus. Sebab, jika tidak ditingkatkan lagi, transportasi bisa sendat, terutama kendaraan pengangkut sembako ke Nanga Mahap, dan sebaliknya kendaraan yang mengangkut hasil bumi seperti karet dari Nanga Mahap bisa tersendat,” ulasnya. Selain itu, dia juga berharap pemerintah Kabupaten Sekadau melalui dinas terkait dapat memperjuangkan perbaikan jalan kepada Pe-

merintah Provinsi Kalbar. Dengan begitu, aspirasi masyarakat dan pemkab bisa ditangapi lebih lanjut oleh dinas teknis terkait di Pemprov Kalbar. Dia menjelaskan, ruas Jalan Rawak-Nanga Taman-Nanga Mahap sepanjang kurang lebih 50-an kilometer yang menjadi tanggungjawab Pemerintah Provinsi Kalbar, memang sampai saat ini masih dalam kondisi rusak. Jalan yang berbatu-batu

cukup sulit dilewati kendaraan roda dua maupun roda empat terutama dari Nanga Taman-Nanga Mahap, termasuk dari Rawak menuju Nanga Taman. Tak jarang kendaraan truk yang mengangkut sembako terjebak dilubang yang cukup dalam. “Kami rasanya seperti bermimpi melewati jalan mulus. Minta tolong Pemda juga lobi ke Pemerintah provinsi Kalimantan Barat,” pungkas mantan mahasiswa STKIP Pontianak ini. o

Hemat Energi dan Air energi pemakaian BBM diharapkan berhemat dan memakai seperliunya, mengigatkan ada kebiasaan pengendara yang sulit dihilangkan karena sudah terbiasa dengan adanya fasilitas. “Kita harus berhemat, terutama BBM, mengingat bahan mentah minyak sudah semakin menipis. Jangan sedikit-sedikit menggunakan kendaraan yang kadang-kadang jaraknya dekat saja menggunakan kendaraan bermotor. Sebenarnya bisa dijangkau dengan berjalan kaki sambil berolah raga,” sarannya.

Selain harus berhemat BBM, menggunakan air juga harus berhemat. Alasannya karena cadangan air di bumi semakin hari semakin berkurang dikarenakan banyaknya pencemaran akibat dari banyaknya kegiatan penebangan liar dan pertambangan illegal. “Kita mensyukuri nikmat energi dan air yang masih dapat kira rasakan sampai saat ini, sudah ada leding Meragun, warga harus berhemat,” ajaknya. Sebelumnya, akhir tahun 2012, Pemerintah Kabupaten Sekadau sudah mengge-

lar sosialisasi hemat energi dan air di kantor Bupati. Wakil Bupati Sekadau Rupinus mengatakan diterbitkannya Inpres Nomor 13 Tahun 2011 tentang Penghematan Energi dan Air mengajak semua warga menyadari pentingnya berhemat energi dan Air. “Hemat energi dan air perlu disadari semua kita ini dan masyarakat,” timpalnya. Wabup mengajak warga menjalankan amanat Inpres tersebut secara luas untuk dapat diketahui dan dilaksanakan sesuai ketentuan yang telah diatur dalam Inpres tersebut. o

Program Transmigrasi Dihentikan Sementara Yulan Mirza Borneo Tribune, Pontianak Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Kalbar, berencana akan menghentikan sementara program penempatan transmigrasi baru. Sebab, instansi yang mengurus permasalahan transmigrasi ini akan lebih serius menfokuskan kepada pembenahan transmigrasi yang sudah ada di Kalimantan Barat. “Untuk sementara, kita akan menghentikan dulu penempatan program transmigrasi,” jelas Plt. Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalbar, Haris Harahap, belum lama ini. Dalam membenahi transmigrasi, dibutuhkan waktu cukup lama yaitu minimal lima tahun. Selain itu, dibutuhkan juga kinerja yang serius pemerintah kabupaten/ kota, terutama yang menerima program transmigrasi tersebut. “Kabupaten/kota harus lebih serius lagi dalam menangani program transmigrasi untuk daerah ini. Jangan hanya sekadar mengejar penempatan yang banyak,” terang dia. Haris menambahkan jangan sampai program transmigrasi menjadi ajang

pemindahan kemiskinan dari daerah lain ke Kalbar. Bahkan jangan sampai transmigrasi dari daerah asalnya yang sudah miskin, sampai di Kalbar menjadi lebih melarat lagi. “Artinya, sama saja memindahkan kemiskinan dari luar daerah ke Kalbar. Ini yang tak kita inginkan,” ujar Haris. Secara terpisah, Penasehat Perhimpunan Anak Transmigran Republik Indonesia (PATRI) Kalimantan Barat, Ahmadi, sependapat dengan rencana pemerintah provinsi menghentikan sementara program transmigrasi. Menurutnya, masih banyak problem terkait program transmigrasi di masa lalu yang belum dituntaskan. “Saya sependapat. Jika dihentikan dulu sambil membenahi berbagai masalah yang ada. Dulu, PATRI juga pernah mengusulkan supaya pemerintah melakukan moratorium transmigrasi,” ucap Ahmadi. Di satu sisi, program transmigrasi telah memberikan berbagai dampak positif terhadap pembangunan perekonomian di Kalbar. Banyak wilayah, kata dia, yang kian berkembang, menjadi desa, bahkan kecamatan baru. Akan tetapi di sisi lainnya, tidak dapat dipungkiri jika masih terdapat se-

tumpuk persoalan yang membelit warga transmigrasi di lapangan. “Berdasarkan data PATRI, sedikitnya ada 10.000 kapling lahan warga transmigrasi di Kalbar yang bermasalah,” tegas Ahmadi. Masalah yang dimaksud, kata Ahmadi, seperti lahan yang tumpang tindih dengan kawasan hutan atau perusahaan perkebunan dan ada juga lahan yang belum disertifikatkan. “Akibat dari masalah itu, tidak sedikit warga transmigrasi menjadi kurang leluasa dalam mengusahakan lahan. Karena itu, moratorium akan sangat baik, jika digunakan sebagai momen untuk melakukan evaluasi

atau pembenahan-pembenahan,” ujar dia. Bahkan Ahmadi mengutarakan daripada mendatangkan transmigran baru dan malah menambah masalah baru, lebih baik dihentikan terlebih dahulu sambil melakukan evaluasi dan membenahi masalah yang ada. Karena itu, Ahmadi mengharapkan program transmigrasi di Kalbar tak lagi menuai masalah. Dengan harapan, agar program transmigarsi itu, dapat memberikan kontribusi lebih bagi pembangunan daerah. “Untuk itu, masing-masing pemkab diminta dapat mengelola transmigrasi secara profesional,” harap Ahmadi. o

Wilayah Pesisir Kalbar Rentan Banjir

FOTO: Dok

Yulan Mirza Borneo Tribune, Pontianak Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalbar, Syawal Bondoreso menjelaskan, sejumlah daerah di pesisir Kalbar dikhawatirkan terjadi bencana banjir, di antaranya Mempawah (Kabupaten Pontianak), Singkawang, Bengkayang dan Sambas, jika terjadi pasang air laut dan curah hujan di atas normal. “Daerah-daerah itu yang kita khawatirkan,” ucap dia. Dia menambahkan, pihaknya telah meminta kepada BPBD kabupaten/kota di pesisir tersebut untuk mendirikan pos siaga bencana, dengan menggunakan tenda yang sebelumnya telah didrop dari BPBD Kalbar. “Selain itu, kami juga hen-

dak membicarakan apa saja yang dibutuhkan untuk mengantisipasi banjir di daerah pesisir ini. Seperti Dinas Sosial, dalam bentuk beras dan BPBD Kalbar sendiri dalam bentuk laukpauknya, dari kesehatan untuk mempersiapkan tenaga kesehatannya dan TNI/ Polri yang selalu siap memback-up,” urai dia. Lebih lanjut Syawal juga menyebutkan, pihaknya juga meminta kepada daerah-daerah yang diprediksi oleh BMKG merupakan daerah yang rawan diantisipasi dalam bentuk pernyataan bupati/walikota mengenai siaga darurat bencana di daerah mereka. Sehingga Gubernur bisa menetapkan siaga darurat bencana sebagian. “Begitu kejadian, bisa langsung ada di lokasi,” kata Syawal Bondoreso. o


Senin, 14 Januari 2013

Sintang-Melawi

Aset Daerah Tanpa Dokumen Eko Susilo Borneo Tribune, Nanga Pinoh SEJUMLAH aset milik Pemkab Melawi hingga kini ternyata masih ada yang tidak dilengkapi dengan dokumen. Oleh karena itu, Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) melalui bidang aset akan melakukan sensus terhadap sejumlah barang yang menjadi aset daerah sehingga memiliki kejelasan

status. Kepala Bidang Aset DPPKAD Melawi, Syaripudin mengatakan bahwa berkenaan dengan penataan aset daerah, pada saat ini sedang berlangsung proses pelaksanaan sensus barang daerah 2013. “Khusus untuk kabupaten Melawi, inventarisasi aset di mulai dari aset tanah, bangunan, mesin dan peralatan, jembatan, irigasi, serta jaringan,” ungkapnya kepada wartawan. Khusus untuk aset tetap,

inventarisasi terhadap aset tersebut hanya akan diambil dari Kartu Inventaris Barang (KIB), mulai dari KIB A sampai E. Kecuali untuk KIB F akan dilakukan dari aset Konstruksi Dalam Pengerjaan (KDP), seperti Kantor Bupati Melawi yang baru, Workshop Dinas Pekerjaan Umum, Stadion Nanga Pinoh yang lama. Dijelaskan, terkait aset tanah, luas tanah yang menjadi aset daerah ada seluas 530 hektar. Yang sudah dibuat dokumen atau

sertifikat baru 9 bidang tanah. Luas tersebut sesuai dengan neraca aset daerah Kabupaten Melawi. “Sementara berdasarkan hasil inventarisasi yang dilakukan terhadap aset penyerahan dari Sintang, telah terdata seluas 542 hektar, dan yang sudah disertifikatkan atau ada dokumennya baru 16 bidang tanah. Itu berdasarkan temuan BPK tahun 2011 dan 2012,” jelasnya. Melihat dari perbandingan jumlah aset tanah yang

dimiliki Kabupaten Melawi dengan jumlah aset tanah dari penyerahan Sintang, menunjukkan masih banyaknya aset tanah yang belum terdaftar dalam neraca aset daerah. “Hal itu disebabkan pembelian aset yang dilakukan oleh pemerintah dari tahun 2005 hingga tahun 2011 masih banyak yang belum memiliki dokumen atau sertifikat. Sehingga asetaset tersebut tidak terdaftar di dalam neraca aset daerah,” pungkasnya. †

Pemkab Safari Natal di Desa Penyengkuang Eko Susilo Borneo Tribune, Sokan

Wabup Melawi, Panji menyerahkan bantuan kepada Kades Penyengkuang dalam rangkaian Safari Natal. Foto: Ist

SETELAH sejumlah desa menjadi tujuan pelaksanaan Safari Natal, Pemkab Melawi kembali menggelar Safari Natal yang dilaksanakan di Desa Penyengkuang, Kecamatan Sokan pada 11 dan 12 Januarti 2013. Walaupun jarak tempuh Desa Penyengkuang yang cukup jauh menggunakan satu-satunya alat transportasi menggunakan jalur air tidak menyurutkan semangat rombongan Wabup, Panji beserta sejumlah kepala SKPD dan Uspik di Sokan untuk mengunjungi Desa Penyengkuang. Desa Penyengkuang sendiri berjarak enam jam dari Nanga Sokan yang merupakan pusat kecamatan. Perjalanan yang melintasi sungai Pinoh tersebut dilakukan menggunakan lima buah perahu bermesin tempel 15 PK. Panji didampingi isteri tercinta Astrid Hadi Panji, Kepala SKPD, Kapolsek dan Danramil Sokan serta se-

jumlah aparatur lainnya. Perjalanan jauh dengan berbagai rintangan menuju Desa Penyengkuang yang berpenduduk 898 jiwa dari 229 Kepala Keluarga (KK). Bahkan, karena sejumlah riam berarus deras dan dikelilingi batu-batuan besar sempat menciutkan hati para rombongan. Bukan hanya itu, akibat dangkalnya air sungai diperhuluan, perahu pun harus ditarik untuk melewati sejumlah titik alur sungai yang dangkal. Setibanya di Desa Penyengkuang pada Jumat sekitar pukul 17.00, rombongan Wabup disambut ratusan warga Desa Menyengkuang melalui persembahan ritual adat istiadat budaya Suku Dayak setempat. Usai gelar penyambutan dilanjutkan dengan acara ramah tamah safari natal dan dirangkai dengan tanya jawab dan dialog bersama masyarakat setempat. Sebelum acara ramah tamah dimulai terlebih dulu digelar acara adat Menait kepada Wabup beserta isteri, Kepala SKPD

Borneo T Tribune

9

Firman Wacanakan Rombak SOPD PU Dipecah Menjadi Dua Dinas

ADANYA sejumlah instansi yang memiliki beban kerja lebih membuat Bupati Melawi, Firman Muntaco berencana melakukan perombakan Struktur Organisasi Perangkat Daerah (SOPD) Pemkab Melawi. Sejumlah instansi yang direncanakan akan dipisahkan seperti Dinas Pekerjaan Umum serta Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar). “Ada rencana kita akan mengajukan Peraturan Daerah (perda) terkait perubahan struktur jabatan dan penataan SOPD Pemerintah di Pemkab Melawi,” kata Firman, belum lama ini. Dikatakannya, salah satu instansi yang direncanakan akan dipecah diantaranya adalah Dinas PU. Hal ini dikarenakan tugas dan beban kerja di Dinas PU yang cukup besar sehingga diharapkan dengan adanya pemisahan kinerja di Dinas PU bisa lebih optimal. “Nantinya PU bisa dipecah menjadi dua dinas seperti Bina Marga dan pengairan, kemudian Cipta Karya, Pemukiman dan perumahan,”,” kata Firman. Selain PU, salah satu instansi yang akan mengalami

perubahan struktur adalah Disporabudpar dengan mengembalikannya ke Disbudpar. Sedangkan untuk bidang Pemuda dan Olahraga akan kembali masuk ke Sekretariat Daerah seperti sebelumnya. Sedangkan untuk Dinas Pertambangan dan Energi, Firman mengungkapkan dirinya berencana untuk menurunkan status dinas menjadi kantor. Hanya dirinya memastikan bahwa pejabat yang dilantik sebagai Kepala Distamben saat ini tak akan menjadi turun pangkat karena hal ini baru akan diberlakukan bila Perda tersebut sudah disetujui oleh DPRD. “Jadi pejabat yang kini duduk menjadi Kepala Distamben tak usah khawatir turun pangkat, karena sekarang Pertambangan dan Energi tetap merupakan dinas,” terangnya. Sedangkan satu kantor, yaitu Kantor Arsip dan Perpustakaan Daerah (Arpusda) direncanakan akan naik level menjadi badan. Bila berubah, maka nantinya kepala Arpusda akan diduduki oleh pejabat eselon II. “Saya akan minta Bappeda merancang Perdanya dan menyampaikan ke DPRD. Tapi perubahan struktur pemerintahan ini tentunya juga harus melalui persetujuan DPRD,” pungkasnya. †

dan kepada Kapolsek dan Danramil Sokan. Acara Menait digelar karena Desa Penyengkuang baru pertama kali dikunjungi pejabat-pejabat kabupaten termasuk Kapolsek dan Danramil. Acara ramah tamah yang juga dihadiri ratusan warga masyarakat dari desa tetangga ini juga dirangkai dengan penyerahan bantuan berupa uang kepada warga Desa Penyengkuang oleh Wabup yang di-

serahkan kepada Kepala Desa Penyengkuang. Selain itu, usai gelar ramah tamah dengan Pemkab Melawi acara dilanjutkan dengan hiburan band diiringi penyanyi-penyanyi lokal dan persembahan tari dari sanggar produksi lokal Desa Penyengkuang. Kegiatan Safari Natal ini sebagai Ketua Panitia dipercayakan kepada Abang Alamsyah, sekaligus Ketua Forum Masyarakat Dayak Lamantawa. †

Eko Susilo Borneo Tribune, Nanga Pinoh


cmyk

Senin, 14 Januari 2013

Kapuas Hulu

Borneo T Tribune

10

Agus: Tolong Kualitas Pekerjaan Diperhatikan

Kondisi rusaknya jalan menuju daerah perbatasan beberapa tahun lalu sebelum mendapat perhatian dari Pemerintah Pusat. FOTO: Timotius/Borneo Tribune

Timotius Borneo Tribune, Putussibau

Ini tugas kita bersama-sama melakukan pengawasan terhadap pembangunan di daerah perbatasan, sebab yang menikmati dan merasakan itu semua kita sendiri bukan orang lain

SAAT ini pembangunan jalan lintas utara menuju daerah perbatasan di wilayah Kabupaten Kapuas Hulu sedang dibangun. Untuk itu para kontraktor atau pihak perusahaan pengguna jasa yang melaksanakan pembangunan diminta untuk mengutamakan kualitas pekerjaan. “Bertahun-tahun masyarakat perbatasan menikmati jalan babak belur dan saat ini Pemerintah sudah mulai peduli akan hal tersebut, yang kita minta hanya satu, tolong kualitas pekerjaan benar-benar di perhatikan,” tegas Agus

Mulyana, beberapa waktu lalu. Menurut Mulyana, kondisi jalan menuju perbatasan saat ini jauh berbeda dari beberapa tahun lalu, ini membuktikan keseriusan Pemerintah untuk membangun daerah perbatasan. Diharapkan Pemerintah Pusat agar tetap komitmen dan tentunya harus didukung oleh masyarakat. “Beberapa tahun lalu, untuk menuju daerah perbatasan memakan waktu beberapa hari di perjalanan, di mana-mana di sepanjang jalan terlihat lubang-lubang besar diserta lumpur yang

Kini sejumlah ruas jalan menuju perbatasan saat ini sudah mulus diaspal, dan masih dalam tahap pembangunan. FOTO: Timotius/Borneo Tribune membuat kendaraan roda dua maupun roda empat terjebak dalam lumpur tersebut. Saat ini hanya hitungan sekitar 3 hingga 4 jam sudah bisa sampai ke Badau,” tuturnya.

KETUA DPRD Kabupaten Kapuas Hulu Ade Muhammad Zulkifli menegaskan agar dalam pelaksanaan dan penggunaan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Kapuas Hulu

Gallery

Kerawing Menerima pesanan & menjual : hasil tenunan daerah/ kerajinan, berupa pakaian adat, anyaman dan lukisan Putusibau SISKA Hp. 081257159998

tahun anggaran 2013 di wilayah Kabupaten Kapuas Hulu harus jelas dan tepat sarasan, sehingga manfaatnya benarbenar dirasakan oleh seluruh masyarakat Kapuas Hulu. “Kita tekankan kepada Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu khususnya pelaksana teknis yaitu para

JUAL “AYAM KETAWA” - Asli Sulawesi - Suara khas dan unik Hubungi: Jl. H. Agus Salim Dalam No. 124 ABC Telpon (0561) 734826 Hp: +6281323331889 Pontianak (Kalbar)

PT. BUMI BORNEO CEMERLANG

Jl. Gaj ahma da N o. 3 P ont ianak Gajahma ahmada No Po ntianak Email: aria_tur@yahoo.com Penerbangan Pontianak - Jakarta BATAVIA : 5x penerbangan dalam sehari ( z07.05 z07.55 z11.10 z14.35 z16.00 ) SRIWIJAYA : 4x penerbangan dalam sehari ( z07.00 z07.55 z11.55 z15.50 ) LION AIR : 3x penerbangan dalam sehari ( z07.30 z11.35 z15.30 )

GARUDA : 3x penerbangan dalam sehari ( z08.00 z12.55 z17.35 ) Penerbangan PTK - JOGJA & PTK - SURABAYA BATAVIA : 1x penerbangan dlm sehari (pukul : 14.45)

PALAPA TAXI

PONTIANAK - SINGKAWANG (PP) PONTIANAK SINGKAWANG

Jl. Arteri Supadio Ruko No. 1-2

Jl. Niaga No. 25

0561-717 8888 0562-333 9999 0821 4876 8888 0821 4876 9999 ARMADA INNOVA & YARIS ARMADA INNOVA & YARIS JAM JAM BERANGKAT :

BERANGKAT:

05-07-08-09-10-11-13-14-15-16-17-19.00 WIB 05.00 - 08.00 - 11.00 - 14.00 - 17.00 - 19.00

bahkan jembata. Memang tidak semuda membalikan telapak tangan, untuk terwujudnya jalan dan jembatan yang mulus perlu suatu proses. “Ini tugas kita bersama-

sama melakukan pengawasan terhadap pembangunan di daerah perbatasan, sebab yang menikmati dan merasakan itu semua kita sendiri bukan orang lain,” ujarnya. †

Penggunaan Dana APBD Harus Tepat Sasaran Timotius Borneo Tribune, Putussibau

Telp. 0561-577868

Meskipun demikian, Mulyana yang juga merupakan tokoh di daerah perbatasan meminta pihak perusahaan konsisten dalam pelaksanaan pembangunan jalan

Distributor Aspal Shell (Drum) Pen 60/70, Berat Bersih : 154 Kg

Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD) agar benarbenar melaksanakan penggunaan APBD tahun ini dengan penuh rasa tanggung jawab dan tepat sasaran,” tegasnya, diruang kerjanya baru-baru ini. Dikatakan Ade, yang harus benar-benar diperhatikan yaitu pelaksanaan anggaran yang berkaitan dengan pembangunan fisik, jangan sampai mengalami keterlambatan proses, baik tahap pelelangan maupun sejumlah proses administrasi lainnya. “Pelaksaannya mesti tepat waktu, tepat guna dan tepat sasaran,” cetusnya. Menurutnya, dalam melaksanakan anggaran APBD jangan sampai ditunda-tunda, apabila suatu pekerjaan tersebut bisa dikerjaakan hari ini, kenapa harus besok. Hal ini kata Ade ibaratkan sebuah pekerjaan gam-

pang-gampang susah. Pertanggung jawabanya harus jelas, dan kebijakan yang diambil juga jangan sampai bertentangan dengan peraturan yang berlaku. Tahun ini, lanjutnya, ada beberapa sektor pembangunan yang menjadi prioritas dalam anggaran APBD yaitu pembangunan perumahan dinas guru, penerangan (listrik), serta air bersih dan sejumlah sektor pembangunan lainnya. “Penggunaan anggaran tepat sasaran akan memiliki dampak positif yang langsung dirasakan masyarakat, untuk itu perlu dukungan program pembangunan dari masyarakat itu sendiri, bahkan masyarakat juga perlu ikut serta melakukan pengawasan sesuai kemampuan masing-masing,”pintanya. Bahkan salah satu wujud

keseriusan pihak DPRD Kapuas Hulu dibidang pengawasan, Ade meminta ke depannya Komisi C yang membidangi pembangunan akan turun langsung ke lapangan. Sehingga pihaknya bisa mengetahui sejauh mana pelaksanaan penggunaan anggaran dan apa saja kendala yang dihadapi, sehingga kenyataan pelaksanaan dilapangan dapat diketahui serta bisa dipikirkan solusinya. “Namun besar harapan kami sebagai wakil rakyat, agar APBD Kapuas Hulu tahun anggaran 2013 dapat terserap tepat waktu, dan tentunya dapat membawa perubahan di Bumi Uncak Kapuas ke arah yang lebih maju dan berkembang, karena kemajuan Kapuas Hulu merupakan tanggung jawab semua pihak,” pungkasnya. †

IKLAN BARIS Dijual

Dicari

Peluang Usaha

Rumah Permanen. Jl. Purnama Komp. Dinasti Indah Blok B No. 14 Ptk. Ukuran Tanah 10 x 18 m2, Ukuran Bangunan 9 x 15 m2. Hub:085252015279

SGR, Guru PAUD/TK, Bersedia Ikut Diklat, Lgsg Penempatan, Hub. Jl. Pancasila No. 207 Telp. 761562

BISNIS FOREX! Daftar hr ini, besok psti dpt Profit (7% selama 100 hr) www.forexal.com SMS “PETUNJUK” Hp.087885563999 T.07789645034

Dijual Bangunan Dijual cepat eks. kantor, sertifikat, 2 lt, Jl. Nurali No. 2, Hub. 081384151188 tnp perantara.

Peluang Bisnis INVESTASI EMAS! Hari ini daftar mulai besok Dpt PROFIT (7%/hari) www.forecashier.com/ID.000833 /SMS “MINAT”.Hp.087775210833

Dijual Tanah

Peluang Bisnis

Jln.Purnama I Gg. Purnama Indah 1 No. 21. Menuju Komplek Dinasti Indah. Uk. 16 x 27 m. Bangunan L 14,5 m, P 18,5 m. Hub. Bpk. Gusti Hp. 081256983336

Bisnis Forex! Modal Min Rp.300rb, Profit Besar, Cek UTK Pns, Pensiunan dll. Info www. inforexal.com, SMS “MINAT” Hp. 087885563999

DIJUAL CEPAT TANAH SHM, tanpa perantara. * Jl. Gusti Situt Mahmud, Gg. Selat Makasar, Siantan (blkng BPAS) LT 1000 m2 Rp. 300 jt (nego). Hub. 0819 565 2794/0561 700 4977

Gallery Kost. Menerima Pria & Wanita Fasilitas Air & Listrik dan lain-lain. Jl. Diponegoro No. 9 Telp. 0562-3320424 SKW

Dijual tanah, 364 M 2, Jl. Danau Sentarum, Gg. Wonosobo, 50 Juta. Hub. Sri 081352269380 Dijual tanah, jl. Ujung Pandang, luas 4114 m2 sertifikat, Hub. 081384151188 tnp perantara.

Kost

Taxi CV. TEGAR PRATAMA TRANSPORT Melayani Antar Jemput Penumpang Jl. Kalimantan No. 24B 0562-640029/641366 SINGKAWANG Jl. Imam Bonjol Gg. Tnjng Sari No. 36 0561-747211/749025 PONTIANAK INNOVASI TAXI. Melayani Antar Jemput. Jl. Tua Pekong No.24 Singkawang, (0562)3309800, Jl. A. Yani (RM. Bertagis) Pontianak Telp. (0561) 7015100, (0561) 7157000

Disewakan Disewakan gudang 2 pintu, luas + 250 m2 dan 200 m2, cocok utk kndraan bermotor, alat telekomunikasi, di Jl. Adisucipto. Hub 081384151188 tnp perantara.

Iklan Baris:

1 baris / hari Rp. 6.000,-


Teras Borneo Tribune

Senin, 14 Januari 2013

Kodim 120/MPW Memperbaiki Rumah Tak Layak Huni Achmad Munandar Borneo Tribune, Pontianak Kepala Desa Parit Baru Musa bersama anggota Koramil Sui Raya dan Komunikas Mitra Territorial (KMT) Kodim 1201/ MPH Wilayah Selatan melakukan swadaya perbaikan rumah kepada Saodah (64) seorang janda warga Parit Muksin Desa Parit Baru. Perbaikan rumah tersebut sebenarnya merupakan program pemerintah melalui APBD Kubu Raya 2012 yang diberikan dalam bentuk material bangunan. “Saodah ini

hanyalah merupakan warga yang memang perlu kita Bantu dalam perbaikkan rumahnya karena dia tidak memiliki keluarga yang lain untuk merehab rumahnya. Makanya kita libatkan anggota TNI ini,” katanya. Untuk itu, dirinya merasa bersyukur dan sangat terbantu dengan bantuan yang diberikan oleh TNI dan KMT Kodim 1201 tersebut pada warganya. Dia pun berharap kerjasama ini tetap terjalin terus sampai kedepannya. Musa mengatakan untuk Desa Parit Baru sendiri dalam mendapatkan APBD RTLH ini pihaknya tahun ini

mendapatkan jatah 16 rumah dan mereka pun sudah mulai melakukan pembangunan. Diakuinya sebelum desanya mendapatkan jatah RTLH tersebut, pihaknya sempat mengajukan ke Pemkab Kubu Raya sebanyak 10 warga yang berhak mendapatkan program RTLH tersebut. Sementara itu ditambahkan Danramil Sungai Raya Takjun Tanjung mengungkapkan apa yang dilakukan oleh anggotanya dalam perbaikkan rumah Saodah tadi merupakan tugas dan kewajiban dari TNI. “Kita itu selalu terbuka terhadap masyarakat, asal masyara-

kat atau pihak desa saja yang melapor perlu bantuan kita, tentunya kita bantu,” tegas Takjun. Untuk itu dirinya berharap antara masyarakat dan TNI jangan ada kesenjangan dalam kehidupan sehari-hari, artinya sebagai masyarakat antara TNI dan masyarakat semuanya sama. Jangan ada ketakutan dari warga untuk berkomunikasi dengan TNI apalagi menyangkut dengan kepentingan masyarakat banyak.”Kita selalu siap dilibatkan dalam acara apa pun, terutama menyangkut kepentingan masyarakat banyak,” pungkasnya. o

8 Hari Nahkoda Hilang di Laut Kubu Bakau Jaya 4. Hilang sekitar pukul 09.00 Wib di Laut Kubu, dimana kejadian berawal dari sang nahkoda hendak memompa air Kapal Motor yang dikemudikannya, kemudian Ia menyuruh Abdullah salah satu Anak Buah Kapal (ABK) nya menggantikannya. Kemudian setelah memompa air, Kok Lif Fo langsung makan dan setelah makan langsung naik ke atas kap Kapal. Dan tanpa disadari ketika Abdullah sang ABK yang menggantikannya mencari Kok Lif Po, ternyata sudah tidak ada dan hanya hilang. Sedangkan satu ABK lainnya yang berada di kapal,

saat hilangnya Kok Lif Po, sedang dalam keadaan tidur. Kemudian kedua ABK pun mencari Kok Lif Po yang menghilang tersebut. Selain itu kedua ABK ini meminta bantuan kepada kapal - kapal yang lainnya untuk mencari sang Nahkoda. Dalam pencarian tersebut tidak ditemukan Kok Lif Po, kemudian ABK pun pulang dan melaporkan kejadian ini ke pemilik kapal, dan tenyata pemilik kapal hanya mengambil kapalnya saja, bukan untuk mencari Kok Lif Po. “ Kami kesal atas perhatian Bos terhadap bapak kami yang hilang, karena Bos tidak ada usaha untuk melakukan pencarian, bah-

kan hanya satu kali pencarian, itu pun hanya mengambil Kapal saja, kemudian pulang,” ungkap Asan anak Kok Lif Po saat dijumpai di kediamannya. Dikatakan Asan, ayahnya tersebut merupakan nelayan yang berpengalaman, tidak mungkin jatuh dari kapal langsung hilang, karena ayahnya tersebut tahan menyelam beberapa menit di dalam laut. Jadi kalau Ayahnya tersebut hilang di siang hari tidak mungkin, tetapi kalau kejadiannya malam hari mungkin saja bisa hilang. “ Kami sendiri ingin mencari ayah saya,” tambah anak korban.

Dikatakan sang anak, bahwa sebelum berangkat untuk melaut, ayahnya sempat menghubungi ibunya, yakni pada hari Sabtu sekitar sekitar pukul 03.00 Wib, bahwa angin tidak kuat, jadi aman untuk berangkat, dan hari Minggu kami mendapat kabar dari pemilik kapal bahwa orang tua kami hilang. “ Ayah saya nelayan menggunakan baju kaos biru lengan putih, dan hanya menggunakan celana dalam, jadi siapapun yang menemukan mohon lapor ke polisi atau ke saya di nomor 08214876133380 dan di nomor abang saya di nomor 081345332777,” harap Asan sang anak. o

Usung Fachrudin D Siregar Jadi Walikota Fachrudin D Siregar menegaskan bahwa dirinya juga telah mengantongi restu dari salah seorang tokoh nasional yang sekaligus tokoh Kalbar yang juga sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Persatuan Nasional (PPN) H. Oesman Sapta, terkait niatnya untuk mencalonkan diri sebagai calon Walikota Pontianak. “Alhamdulillah, beliau (H. Oesman Sapta, red) memberikan doa restu serta dukungan kepada saya untuk mencalonkan diri sebagai calon Walikota Pontianak. Karena beliau ingin salah seorang kader terbaiknya bisa tampil untuk memimpin Kota Pontianak,” ujarnya. Dalam kesempatan itu, Fachrudin D Siregar menambahkan bahwa dirinya optimis bahwa seiring berputarnya waktu ke depan

akan semakin banyak parpol yang akan bergabung bersama Koalisi Pontianak Mencari Pemimpin. “Saya optimis parpol yang tergabung di dalam Koalisi Pontianak Mencari Pemimpin akan menjadi mesin politik yang handal untuk mengantarkan saya sebagai Walikota Pontianak,” lugasnya. Sementara itu, saat disinggung siapa yang nantinya akan digandeng sebagai calon Wakil Walikota Pontianak untuk mendampinginya bertarung merebut kursi orang nomor satu di jajaran Pemerintahan Kota Pontianak? Fachrudin D Siregar menjawab, “Wakil Walikota yang akan saya gandeng masih harus saya rahasiakan. Karena ini merupakan bagian dari strategi. Yang jelas siapapun yang nantinya akan saya gandeng

dia adalah merupakan orang yang terbaik di Kota Pontianak,” diplomatisnya. Sementara itu, saat disinggung siapakah calon Walikota Pontianak yang dianggap sebagai rival berat pada Pemilukada Walikota Pontianak mendatang, dia menjawab, “Kalau saya lihat, semua rival yang maju ini berat semua. Tidak ada yang ringan, berat semuanya. Justru itulah yang diperlukan suatu kebersamaan. Dalam arti kata kita harus tetap solid untuk mencapai tujuan,” lugasnya. Sementara itu, Koordinator Koalisi Pontianak Mencari Pemimpin, M Arya Tanjungpura, mengatakan bahwa koalisinya masih terbuka bagi parpol manapun untuk bergabung bersama Koalisi Pontianak Mencari Pemimpin. “Kita masih membuka ke-

sempatan yang selebar-lebarnya bagi parpol manapun untuk bergabung bersama Koalisi Pontianak Mencari Pemimpin untuk mengusung Fachrudin D Siregar sebagai calon Walikota Pontianak,” tegasnya. Mantan Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalbar ini optimis bahwa Fachrudin D Siregar bisa tampil memenangkan Pemilukada Walikota dan Wakil Walikota Pontianak yang akan digelar tahun ini. “Sejauh ini parpol koalisi masih tetap solid dan komitmen untuk memperjuangkan Fachrudin D Siregar sebagai calon Walikota Pontianak,” timpalnya. Dia juga menambahkan bahwa Koalisi Pontianak Mencari Pemimpin berisikan sejumlah parpol yang berideologi agama serta nasionalis. o

kondisi daerah. Terutama yang berkaitan dengan maluk halus. Hingga akhirnya mereka meminta petuah kepada seseorang, mengenai cara yang baik untuk membuka lahan hutan, menjadi perkampungan. H. Tuah dan Pak Jamila mendapatkan petuah itu, yakni; Pada hari Kamis, di awal bulan Syafar, bacalah doa tolak bala, tahlil dan doa lainya serta diakhiri dengan adzan, tolak bala dilakukan tiga kali berturutturut setiap hari Kamis dan jangan lupa membawa makanan kecil berupa ketupat dan kue-kue lainnya. Pada tanggal 04 bulan Syafar, pada tahun 1772, H.Tuah dan Pak Jamila melaksanakan ritual tolak bale, dilakukan tiga kali berturut-turut pada hari Kamis di bulan Syafar, 3 minggu sebelum acara Robo’-robo’. Jadi, hingga saat ini, tolak bale tetap dilakukan di tempat yang sama. Khususnya keturunan Daeng Haji Brahima dan Pak Jamila. Jika tiba masa Tolak Bale dilakukan, orang-orang Kampung akan sibuk membuat kue-kue untuk dibawa, dan dimakan bersama di Saprahan itu. Orang yang mengikuti tolak bale hanyalah laki-laki, meski ada juga yang membaw anak-anak perempuan mereka yang berumur sekitar 4-8 tahun untuk ikut kegiatan ini. Dan, saya sendiri pada usia itu juga sering mengikuti tolak bale. Dulu selain membawa makanan orang juga membawa tikar sebagai alas duduk. Maklum, saprahan di-

lakukan ditepi jalan yang berumput. Berbeda sengan sekarang, lokasi tolak bale tidak lagi berumput. Orangorang kampung sudah menyemen lahan tersebut, ini menjadi bukti bahwa masyarakat kampung serius untuk melestarikan tradisi ini. Tikar yang menjadi alas duduk juga sudah disediakan, tikar masjid yang sengaja digunakan untuk tolak bale. Walaupun begitu masih ada juga beberapa orang membawa tikar. Khawatir saprahan akan menjadi sangat panjang, sebab selain penduduk di Tanjung, orang-orang yang berasal dari Tanjung ada juga yang menyengajakan diri untuk datang, untuk ikut serta melakukan tolak bale. Kegiatan ini selain melestarikan sejarah dan budaya, berdoa agar dijauhkan dari marabahaya, wujud cinta pada kampung, juga menjadi penghubung silaturahmi antar warga. Selain itu, ada pula kegembiraan ketika hidangan akan dimakan. Setiap orang yang membawa makanan akan sibuk mempersilahkan warga lainnya untuk mencicipi makanan yang dibawa. Anak-anak lebih terlihat sukanya ketika mereka berjalan-jalan untuk mencicipi makanan. Ada kesenangan tersendiri ketika makanan dibawa disantap oleh orang lain. Dulu ketika saya tidak pergi tolak bale, saya suka menunggu rantang yang dibawa, kembali. Akan ada kue tukaran di dalamnya alias kue yang kita bawa ditukar dengan kue lainnya untuk dibawa pulang. o

Tolak Bale Pokok Bulo biasanya orang rumah membuat ketupat, ketupat lemak pula. Ketupat yang dibuat dengan daun kelapa muda, direbus dengan santan dan diisi dengan pulut. Makanan ini adalah makanan tradisional yang tidak banyak dibuat orang hanya sekedar untuk makanan sehari-hari. Makanan ini, adalah makanan yang juga menjadi favorit orang-orang tua. Ini berarti ada acara di rumah. “Ketupat tolak bale”, jelas Pak Long, ketika saya menanyakan perilah ketupat. Mendengar itu, barulah saya ingat bahwa di bulan Syafar ini orang-orang di kampung melaksanakan Tolak Bale Pokok Bulo, suatu tradisi warisan yang dilakukan oleh masyarakat dari pendiri kampung kami. Dikatakan Pokok Bulo karena masa kali pertama dilakukan Tolak Bale berada di depan rimbunan pokok bulo atau bambu. Hingga saat ini, lokasi tersebut masih menjadi lokasi pelaksanaan tolak bale. Namun, bagi yang tidak tahu sejarah ini atau katakanlah pendatang yang baru melihat tolak balek dilakukan tentu akan terheran-heran melihat lokasi yang digunakan sekarang, sebab lokasi ini tepat berada di depan kuburan. Tentu ini menjadi suatu pertanyaan mengapa orang-

orang di kampung Tanjung melakukan tolak bale di depan kuburan. Apalagi ada yang disebut dengan kuburan kawat, salah satu kuburan tua. Namun, pelaksanaan tolak bale di lokasi tersebut tidak ada kaitannya dengan kuburan, melainkan lokasi tersebut adalah lokasi kali pertama pendiri kampung melakukan tolak bala. Sejarahnya pada masa akan mendirikan kampung, pendiri kampung bernama H. Brahima melakukan tolak bale agar kampung diberi keselamatan, dijauhkan dari marabahaya, tidak diganggu oleh mahluk-mahluk halus. Dulu, kampung ini adalah hutan. Daeng H. Brahima, atau yang dikenal dengan H. Tuah bersama temannya Pak Jamila, membuka lahan yang berada di kepala tanjung ini yang kemudian disebut dengan Kampung Tanjung. Mereka adalah orang-orang Bugis perantauan, kerabat dari Opu Daeng Menambon. Kedatangan, mereka ialah ingin membuka hidup baru di Kalimantan barat. Bercocok tanam, dengan berkebun pohon kelapa. Hingga akhirnya, H. Tuah dan Pak Jamila menemukan daerah Tanjung. Namun, sebelum membuka lahan ini, mereka memutuskan terlebih dahulu mencari informasi mengenai

KEHILANGAN

KEHILANGAN

STNK KB 5072 TC NR: MH1JF8119AK012833 NM: JF81E-1014916 A/N IRWAN RASYID Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi. HN

STNK KB 2117 TI NR: MH1JBE110BK219982 NM: JBE1E-1218431 A/N ABDULLAH JAMHARI Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi. HN

11

Polda Tangkap 5 Truk Bermuatan Barang Ilegal Dari lima truk yang ditangkap, empat truk yang bermuatan rotan ilegal dan satu truk bermuatan kayu belian. Dimana empat truk bermuatan rotan tesebut dari Kalteng dan satu truk yang membawa kayu belian dari Ketapang. Menurut Direktur Reskrim Umum Kombes Pol Rudi Hartono, truk yang diamankan anggotanya tersebut merupakan hasil dari operasi mengantisipasi barang ilegal yang masuk ke Kalbar, dan saat di Jalan Trans Kalimantan anggota melihat mobil sedang melaju ke arah Kota Pontianak. “ Melihat hal tersebut anggota yang sudah mencurigai langsung mengambil tindakan untuk melakukan pencegatan dan melakukan

pemeriksaan. Anggota langsung mengamankan mobil tersebut ke Mapolda, guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut,” tegasnya. Dikatakannya,ÿ pihaknya mengamankan pertama kali empat truk yang bermuatan rotan. Selang beberapa jam, anggota kembali mengamankan truk yang membawa kayu belian. Truk yang membawa rotan itu, tidak bisa menunjukan surat menyuratnya. Tapi yang bermuatan kayu itu, ada suratsuratnya. “ Meskipun demikian, pihak kepolisian terus melakukan pemeriksaan terkait asal muatan tesebut serta pemilik barang itu,” ujar Kombes Pol Rudi Hartono. Ditambahkan Dir Reskrimum, pihaknya akan

melakukan koordinasi dengan pihak terkait, terutama Dinas Kehutanan serta tim ahli yang mengerti tentang barang tersebut. Apakan barang itu swadaya, ataukah itu hutan lindung. Nantinya kami akan kembangan kasus itu. Untuk sementara, kami baru melakukan pemeriksaan terhadap sopir.˜ Sementara Kapolda Kalbar Brigjen Tugas Dwi Apriyanto mengatakan, pihak kepolisian tidak akan main-main dan akan menindak barang-barang yang ilegal. Apapun barangnya. Intinya Kalbar harus ada kepastian hukum dalam menangani kasus. Tidak hanya itum pihak kepolisian harus jeli dan terus mengawasi barang ilegal yang masuk ke Kalbar. o

Ini Pekerjaan Rumah yang Harus Diselesaikan Dr. Samsul Hidayat, Akademisi Semoga dapat memberikan citra yang baik sehingga rakyat benar-benar makmur sesuai dengan harapan. Jumadi, M.Si, Akademisi Pertama-tama kita ucapkan selamat memimpin Kalbar. Kita berharap pasangan Pak Cor dan Christiandi lebih focus untuk mempercepat perbaikan infrastruktur di daerah. Prioritas tersebut tentu kepala daerah harus mampu menempatkan para pembantu di SKPD orang-orang yang punya integritas dan punya kompetensi yang lebih memadai. Hilanglah kesan penempatan para peja-

bat hanya sebagai bentuk balas budi politik. Apatah lagi memunculkan image berbau etnisitas. Kerja keras dan komitmen pemimpin dan semu SKPD menjadi penting untuk memperbaiki kondisi daerah ini. IPM Kalbar yang masih cukup memprihatinkan harus menjadi skala prioritas dalam renstra dan program pembangunan daerah sampai 5 tahun ke depan. Dr. Ibrahim, Akademisi Semoga bisa memimpin Kalbar dengan lebih baik, bekerja dengan tulus untuk memajukan dan mensejahterakan masyarakat Kalbar tanpa diskriminasi. Andi Darsudin, Tokoh

Masyarakat Sanggau Kita harapkan walaupun Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar baru dilantik walaupun dengan wajah lama, masalah di wilayah timur Kalbar agar diperhatikan. Terutama masalah jalan. Kita minta seriuslah. Selama massa kepemimpinan Cornelis-Christiandi selama lima tahun belakangan ini, Kalbar umumnya dalam kondisi yang aman dan kondusif. Kita juga terima kasih, karena selama lima tahun ini Kalbar cukup aman dan kondusif. Kita juga berharap untuk ke depannya, massa kepemimpinan beliau dapat lebih kondusif lagi. o

Inner Ringroad Pontianak Butuh Rp 30 Miliar “Kita harus akui Kota Pontianak semakin berkembang pesat membuat jalanjalan makin sempit dan tidak berimbang dengan jumlah kendaraan yag terus bertambah,” ujar dia. Edi menguraikan pembangunan jalan lingkar dalam kota itu akan menelan anggaran Rp 30 Miliar. Meskipun saat ini jumlah anggaran tersebut belum final dan masih menunggu pembahasan berikutnya. “Kemungkinan anggaran

perubahan 2013 mendatang kita masukan,” ucap dia. Untuk saat ini, Dinas PU masih mencari daerah serta kawasan jalan yang yang bisa dilebarkan agar pengendara jalan bisa lebih leluasa memanfaatkan badan jalan saat berkendara. “Kami sedang mencari jalan mana saja yang dapat dilebarkan seperti jalan yang saat ini hanya 3 M, kami lebarkan menjadi 9m. Kita sedang mengkaji di 2013 terhadap perubahan

anggaran,” paparnya. Program Dinas PU di 2013 ini, lanjut Edi, merupakan rangkaian pembangunan berkelanjutan. Seperti perbaikan jalan, turab, termasuk tiga opsi pembangunan Jembatan Kapuas III yang diharapkan dapat segera terealisasi di 2014 nanti. “Kalau Jembatan Kapuas III kita sharing dengan provinsi sementara untuk mengatasi macet, inner ringroad menjadi salah satu solusi alternatif,” pungkas dia. o

Mendagri Lantik Cornelis-Christiandy Pagi Ini nomor urut Parpol di Jakarta,” kata Johannes Numsuan Madsum, Minggu (13/1) saat dihubungi Via telepon. Dikatakan olehnya, selain melantik dan mengambil sumpah jabatan pasangan Gubernur dan Wakil Gubenur terpilih, Mendagri juga diagendakan membagikan e-KTP kepada Buapti/ Walikota se Kalbar di Gedung DPRD, dan selesai membagikan e-KTP, Mendagri yang akan diwakili

Sekjen Kemendagri Diah Anggraeni akan melakukan MoU bersama Gubernur Kalbar tentang kerjasama Pendirian kampus IPDN Regional Kalbar. Mendagri juga akan membagikan bantuan dari BNPP kepada Kabupaten Sanggau, Kabupaten Sambas, Kabupaten Bengkayang, Kabupaten Sintang, dan Kabupaten Kapuas Hulu, karena, kelima Kabupaten yang di Provinsi Kalbar ini memiliki kawasan perbatasan berupa mobil,

sepeda motor, dan genset. Disamping melantik dan mengambil sumpah Jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar, Ketua Umum TPK PKK Pusat Ny Hj. Vita Gamawan Fauzi, SH akan melantik Ny Frederika Cornelis, S.Pd sebagai Ketua TP PKK Kalbar, dan Ny Karyanti Christiandy sebagai Wakil Ketua TP PKK Kalbar periode 2013-2018, di Balai Petitih Kantor Gubernur Kalbar. o

Kapolda Perintah Tindak Tegas Anarkisme “ Setiap undangan yang hendak masuk ke dalam ruangan, tamu undangan harus melewati Metal Detektor, guna mengantisipasi terjadinya hal - hal yang tidak diinginkan,” katanya. Lanjut Kapolda, Ia sudah memerintahkan anggota untuk mengambil tindakan tegas, apabila ada oknum - oknum dari pihak luar yang mencoba bersifat anarkis atau memprovokasi, karena pengamanan ini disiapkan

untuk mengantisipasi hal - hal demikian. “ Kita akan mengambil tindakan tegas, dan kita akan bertindak sesuai dengan dengan prosuder bagi siapa yang bersifat anarkis,” tegas Kapolda Kalbar. Lanjut Kapolda, pasukan beseta senjata sudah digelarnya, dan semua jenis senjata juga sudah kita coba, sehingga tidak ada kesalahan dalam pengamanan nanti. Persenjataan yang disiapkan, yakni semua jenis

senjata. “ Mulai dari Jibom, Metaldektor, Barakuda, Water Canon, dan Gas Air Mata, yang akan berjaga di Gedung DPRD,” tambah Kapolda. Kapolda pun berharap pengamanan ini akan bejalan denagn lancar dan tidak ada gangguan. Dan juga berharap pelantikan dapat berjalan dengan lancar, sehingga Kalbar tetap dalam keadaan kondusif dan aman. o

Program Leverage ekonomi, kesehatan, pendidikan, agama, keamanan dan ketertiban menunjukan perbaikan pada periode sebelumnya. Karenanya, sambung dia, dengan kepemimpinan periode 2013-2018, pasangan ini diharapkan semakin fokus pada program yang memiliki daya ungkit (leverage) terhadap pengurangan kemiskinan, sinergi antara pemerintah

dan dunia usaha, standarisasi setiap kegiatan pembangunan menuju standar nasional dan internasional. Tak hanya itu, Hawad menambahkan, kedua pemimpin Kalbar ini dapat mempertajam strategis, khususnya terkait dengan kebijakan pembangunan wilayah, pengalokasian APBD, pengelolaan SDA, pengem-

bangan ekonomi kerakyatan dan infrastruktur dasar. “Strategi umum dan khusus yang telah dijalankan dalam periode lalu juga sudah baik. Hanya perlu penajaman kembali. Ibarat parang perlu diasah setiap kali sudah dipergunakan agar ketika dipergunakan yakin bisa berfungsi secara maksimal,” ujarnya. (Andry/ Borneo Tribune) o

anak : Sekarang atau besok ? ayah : SEKARANG !!!! anak : Ayah mau ikut apa enggak ? ayah : Gue bakal bunuh lo !!! anak : Ditusuk pake pisau atau ditembak pake

pistol ? ayah : Tembak pake AK47 !!! anak : di kepala atau di perut ?? anak : HAMA SIALAN !!!! ayah : tikus atau kecoa ? ayah : Hihhhh o

Anak Gila ayah : SAPU MANA SAPU ??!!! anak : Sapu bulu atau sapu lidi ? ayah : ARRGGHH. DASAR BINATANG !!! anak : Monyet atau sapi ? ayah : KELUAR DARI SINI.!!!

Harian Borneo Tribune 14 Januari 2013  

Harian Borneo Tribune 14 Januari 2013