Page 1

cmyk

I DEALISME, K EBERAGAMAN

DA N

KEBERSAMAAN

Borneo Tribune www.borneotribune.com

Sabtu, 13 April 2013

2 Jumadil Akhir 1434 H - 4 Sha Gwee 2564

Pembredelan Media JAKARTA - Dewan Pers berencana segera bertemu dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) terkait sanksi pembredelan media massa yang melanggar masalah pemberitaan dan iklan saat Pemilu 2014 mendatang, yang terdapat dalam PKPU No 1 Tahun 2013, Pasal 46, Ayat 1. ”Kami akan bertemu dengan KPU untuk klarifikasi soal ini dan perlu kami tegaskan juga ke KPU bahwa di dalam UU Pers tidak dikenal lagi adanya pembredelan,” tegas anggota

Achmad Mundzirin Borneo Tribune, Pontianak

rohani serta bebas narkoba di RSUD maupun RS Swasta di Kalbar ini. Tidak ada kejelasan harga dan redaksi dalam surat tersebut. Dimana surat keterangan kesehatan rohani dan jasmani serta bebas narkoba, merupakan syarat dalam menenuhi se-

bagai Calon Legislatif (Caleg) pada Pemilu tahun 2014 nanti. Anggota DPRD Provinsi Kalbar, Retno Pramudya, Jumat (12/4), mengatakan, bahwa biaya pembuatan surat keterangan sehat jasmani dan rohani serta surat keterangan bebas narkoba di rumah sakit yang ada di Kalbar, khususnya

di Pontianak menelan harga yang berbeda -beda. ”Misalnya di RSUD Soedarso, RS Disdokkes, dan RS Bayangkara berbeda biayanya. Jadi para Caleg bingung, mau rumah sakit yang mana akan mereka minta keterangan kesehatan tersebut,” Ungkap Retno. Retno Pramudya

....Ke Halaman -11

Bawa Sabu dari Malaysia untuk Pontianak NEZAR PATRIA

Menghadirkan Kartini EFEK pencerahan yang dilakukan oleh R.A. Kartini sungguh luar biasa, hingga saat ini dan seterusnya dapat diprediksi bahwa konsep emansipasi atau kesetaraan gender menjadi salah satu aspek penopang majunya sebuah bangsa bahkan sebagai instrumen pembentuk peradaban yang signifikan. Sebenarnya, peran perempuan telah ditunjukkan keberadaannya jauh sebelum ....Ke Halaman -3

Bahaya Bawa Mobil Saat Mabuk DUA orang pemabuk sedang pulang dengan mengendarai sebuah mobil. Salah seorang di antara mereka tiba-tiba menjerit: “James, Awas lho, di depan ada dinding. Awas dinding! Awas!” Hanya terdengar suara mobil membentur dinding menggerdam keras di udara.

Kaki Tangan Bandar Internasional Ditangkap Kaki tangan sindikat Bandar Narkoba Internasional berhasil ditangkap Dir Restik Polda Kalbar, Ruslan alias Cunglang warga Negara Indonesia yang tinggal di Jalan Teku Taman Indah Serawak Malaysia , yakni saat bertransaksi narkoba jenis sabu di Gang H. Salmah Jalan Imam Bonjol Kota Pontianak , Jumat (12/4).

A.Mundzirin/Slamet A. Borneo Tribune, Pontianak DEMIKIAN hal ini disampaikan Kanit II Subdit II Dit Res Narkoba Polda Kalbar AKP Ahmad Mukhtar kepada wartawan saat melakukan pers rilis, saat ditemui diruang kerjanya, Jumat (12/4) siang kemarin. Tersangka pengedar shabu lebih lanjut dijelaskan A.

Mukhtiar, tersangka berinisial Rs alias Cl (29) yang merupakan Warga Jalan Yakop Husen di Sungai Ambawang dan memiliki alamat di jalan Teku Taman Indah Sibu Serawak Malaysia. Dari tangannya petugas Dit Res Narkoba berhasil menyita Barang Bukti (BB) berupa,2 kantong plastik hitam yang berisi tiga kantong plastik ....Ke Halaman -11

....Ke Halaman -3

Rs, (bertopeng) tersangka pengedar sabu asal Malaysia yang berhasil ditangkap jajaran Polda Kalbar saat ditampilkan di hadapan sejumlah wartawan beserta barang bukti. Foto-foto Slamet A dan Ahmad Mundzirin/Borneo Tribune

18 SLTA se- Kabar Ikuti LCC 4 Pilar

Mabes Polri dan Kementrian PU Jalin Kerja Sama Kapolda: PU Provinsi Harus Terbuka Achmad Mundzirin Borneo Tribune, Pontianak MABES Polri dan Kementerian Pekerjaan Umum (PU)

menjalinkan kerja sama tentang pengamanan penyelenggaraan Infrastruktur Bidang PU. Kepolisian Daerah Kalimantan Barat ....Ke Halaman -11

Alexius Akim

Borneo Tribune, Pontianak Sebanyak 18 SLTA se- Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) mengikuti Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 pilar yang diadakan DPR-RI bekerjasama dengan Dinas Pendidikan dan

Budaya Provinsi Kalbar. Hadir dalam acara tersebut Kabiro Keuangan MPR-RI Suryani, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Alexsius Akim, MM, Kadis Pendidikan Kota Pontianak, ....Ke Halaman -11

Ketika Kusta Mulai Masuk KKU Satu-satu kewaspadaan masyarakat KKU terkait penularan penyakit perlu ditingkatkan, apalagi penyakit tersebut merupakan penyakit yang membutuhkan perhatian khusus untuk penyembuhannya.

Abdul Khoir Borneo Tribune, Sukadana KUSTA, begitu banyak kalangan menyebutnya, saat ini ditemukan pada seorang warga Dusun Tanjung Gunung, Desa Sejahtera, Kecamatan

Sukadana berinisial P dinyatakan positif mengidap penyakit kusta setelah sebelumnya didiagnosa oleh petugas dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kayong Utara Kamis, (11/4). Sebut saja “P” (25) pasien penderita kusta diperiksa lang-

sung oleh M Tris Yuwono selaku Kasi Penanggulangan Penyakit Menular (P2M) didampingi Yenny Efendy dan Ariva Rizkya Shabry. Selain P, ketiga petugas dari Dinkes KKU ini memeriksa keluarga P lainnya ....Ke Halaman -11

Pontianak: Jl. A. Yani No. 89 Telp. (0561) 734280, Singkawang: Jl. A. Yani No. 8 Telp. (0562) 637000 HARGA ECERAN HARIAN BORNEO TRIBUNE - PONTIANAK, KUBU RAYA, MEMPAWAH,DAN SINGKAWANG Rp 2.000 - SAMBAS, BENGKAYANG Rp 2.200 - LANDAK,SANGGAU,SEKADAU, KETAPANG,KAYONG UTARA, SINTANG, MELAWI DAN PUTUSSIBAU Rp 2.500 -

cmyk

Penulis

KPU Diminta Berikan Peringatan

DEWAN Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Barat, mengeluhkan tentang pembuatatan surat keterangan kesehatan jasmani dan

S uara Enggang

Sholihin HZ

Alamat Redaksi: Jln Purnama Dalam No 2 - Pontianak 78121

Rumah Sakit Diduga Cari Keuntungan

B uah Bibir

....Ke Halaman -11

Telepon Redaksi/Iklan/Langganan/Pengaduan: (0561) 767788 Faximile. (0561) 766103


Sabtu, 13 April 2013

Kayong Utara

Borneo T Tribune

2

PKK KKU Berantas Buta Aksara Abdul Khoir Borneo Tribune, Sukadana Ketua tim penggerak PKK KKU, Ny. Diah Permata Hildi merasa terpanggil untuk memberantas angka buta aksara di daerahnya. Dirinya melalui PKK sangat aktif melakukan program pemberantasan buta aksara. Meski tidak menyebut data berapa banyak penduduk KKU yang masih terkungkung dengan masalah baca tulis ini. Dia beranggapan masalah buta aksara adalah masalah yang ada jalan keluarnya. “Program pemberantasan buta aksara ini sejalan dengan program pemerintah yang juga menjadi prioritas Pemkab KKUdan ini satu

T

semangat kebersamaan,” kata Diah. Adapun upaya yang dilakukan Diah, yakni meminta bantuan PKK di kecamatan bisa memanfaatkan Kelompok Belajar Masyarakat (KBM) yang ada. Tujuannya untuk menggerakkan para kader PKK untuk turut serta aktif mengajak masyarakat. Terutama ibu rumah tangga untuk mau bersamasama belajar untuk memberantas buta aksara ini. Tidak ingin muluk-muluk, para ibu rumah tangga ini nanti akan menjadi ibu yang pandai mengolah kata atau membuat karya tulis. Namun dapat membaca dan mengerti apa yang dibacanya saja merupakan satu hasil yang menggembirakan.

AJUK

Pajak, dari Rakyat untuk Siapa? Penerimaan perpajakan dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. Sebesar 80 persen penerimaan negara bersumber dari penerimaan perpajakan. Namun, peningkatan ini kerap disalahgunakan oleh para oknum untuk menikmati dana segar ini secara pribadi. Deretan nama terlaris, mulai dari Gayus Tambunan, Tommy Hendratno salah satu oknum pegawai kantor pelayanan pajak (KPP) Pratama Sidoarjo Jawa Timur, ada lagi pegawai pajak yang tertangkap Dhana Widyatmika yang terendus melakukan penyelewengan. Rekening uangnya berada di sejumlah bank, dan transaksi keuangannya mencapai Rp 95 miliar, kemudian baru-baru ini, Ajib Hamdani. Rupanya, dari kasus penyimpangan pajak Gayus Tambunan, belum menjadi pelajaran yang berharga bagi punggawa perpajakan ataupun karyawan di Kementerian Keuangan, sebagai abdi negara yang tulus. Maka tidak heran, saat ini tengah mengalami tren dari penangkapan koruptor. Hingga kini, publik semakin mampu menilai bahwa pemerintah ternyata belum ampuh memberantas korupsi, bahkan semakin terungkap kecurangan di lingkungan birokrat strategis. Duit yang setiap tahunnya digelontorkan ke kas negara dari Direktorat Jenderal Pajak kian rawan dikorupsi. Cerita yang semakin berkembang di masyarakat, justru pegawai pajak demikian berlebihan harta. Munculnya oknum-oknum penggelapan pajak dalam reformasi birokrasi di lingkungan perpajakan patut dipertanyakan. Dimana perusahaan-perusahaan besar di Indonesia yang memiliki kewajiban membayar pajak berusaha untuk menggelapkan dan mengurangi biaya pajak perusahaan tersebut, langkahnya dengan cara memberi tips. Hal inilah yang menjadi kebiasaan seorang oknum pegawai pajak. Pada akhirnya Gayus menjadi korban dari kekuatan-kekuatan perusahaan-perusahaan besar yang tidak menginginkan melakukan pembayaran pajak perusahaan sesuai dengan ketentuannya. Terlepas dari semua tindakan yang dilakukan oleh Gayus Tambunan, kasus pajak ini membuktikan bahwa bagaimana lemahnya sistem birokrasi indonesia terhadap perusahaan-perusahaan besar dan mudahnya perusahaan-perusahaan besar tersebut dengan kekuatan finansialnya yang besar melakukan tindakan-tindakan yang merugikan negara Indonesia. Kunci utamanya adalah mampu menugaskan penegak hukum yang berani, tegas, jujur, dan terhindar dari kepentingan politik. Dua kunci utama itu setidak dapat memutus mata rantai korupsi pajak. Meski demikian, tidak perlu sampai memboikot pajak, karena pajak adalah pemasukan terbesar dalam APBN. Kalau semua orang tidak mau membayar pajak, maka kita akan mengalami kemunduran pembangunan. Lebih baik kita sama-sama mengoreksi diri kita masing-masing. Apakah kita pembayar pajak yang taat? Apakah kita sebagai pelayan pajak telah menggunakan amanah yang diberikan rakyat secara benar dan bertanggungjawab? Apakah kita sebagai pejabat pemerintah telah membuat kebijakan yang pro rakyat? Jawab saja dalam hati masing-masing dan jadikan cambuk untuk menjawab tantangan ke depan. Berkacalah, jangan suapi lagi generasi penerus dengan uang "haram". Berilah generasi muda pengertian dan ajaran tentang kebaikan dan kesempatan untuk mengubah negara ini ke arah yang lebih baik. Maju terus bangsaku.

S

ENGET

Kaki Tangan Bandar Internasional Ditangkap Kelas kakap bermain, kelas teri menonton… Bang Tribune

Idealisme, Keberagaman dan Kebersamaan

“Sudah ada ratusan ibu yang kita bina dan berhasil membaca dengan baik,” katanya. Tantangan yang dihadapi dalam memberantas buta aksara ini bukan masalah tenaga pengajar atau biaya. Namun tantangan terbesar adalah membangun minat para ibu untuk mau menyempatkan diri ikut dalam kegiatan belajar di KBM. “Kita siasati dengan memberikan kaos sebagai seragam, makanan dan minuman sekedarnya dan menyelingi dengan kegiatan yang baru dan inovatif,” katanya. Diah tidak akan merasa puas dengan apa yang sudah dicapainya saat ini. Karena dirinya akan terus mendorong tim penggerak PKK untuk terus menjaring masyarakat yang masih buta aksara. Tidak cuma kaum ibu, kedepan kaum pria terutama masyarakat di daerah kepulauan akan menjadi target pemberantasan buta aksara.

Kadis Pendidikan KKU, Hilaria Yusnani memberikan motivasi untuk anak didik di Desa Betok, Kecamatan Kepulauaan Karimata untuk giat membaca FOTO: Abdul Khoir/Borneo Tribune

Satu Anggota KPU KKU Mengundurkan Diri Abdul Khoir Borneo Tribune, Sukadana

Sy. Usman Assegaf, anggota KPU KKU divisi hukum dan logistik secara resmi menyampaikan surat pengunduran diri pada 8 April yang disampaikan kepada Ketua KPU KKU, H. Dedy Efendy SH. “Pengunduran diri resmi disampaikan secara lisan dan tertulis,” kata Dedy. Sy. Usman Assegaf merupakan anggota KPU ke dua yang mengundurkan diri. Sebelumnya pada Februari lalu Kuspandiah juga telah resmi mengundurkan diri dari jabatannya di KPU yang selanjutnya dilakukan

Anggota KPU KKU saat terakhir memimpin rapat pleno terbuka rekapitulasi perolehan suara pada Pemilukada KKU, ini lah saat terakhir Sy. Usman Assegaf mengikuti pleno bersama rekan-rekan sejawatnya. FOTO: Abdul Khoir/Borneo Tribune pergantian anggota KPU baru yakni Rudi Hartono. Meski tidak dijelaskan pasti alasan Sy. Usman Assegaf mengundurkan diri, namun terdengar kabar, ingin

meniti karir di kampung halam di Pontianak. Pasca mundurnya Sy. Usman Assegaf ini, KPU KKU tampaknya tidak akan melakukan pergantian antar

waktu anggota KPU baru, lantaran masa jabatan anggota KPU periode ini hanya menyisakan hitungan bulan saja. Dimana Juni mendatang diperkirakan masa ja-

batan semua anggota KPU akan berakhir dan akan segera digantikan anggota KPU hasil seleksi yang tidak lama lagi akan dilakukan. “Kita tidak PAW, karena empat anggota KPU masih memenuhi syarat untuk melakukan Pleno,” katanya. Dengan menyisakan empat anggota KPU di sekretariat KPU, Jalan Tanah Merah itu, Dedy merasa optimis masih dapat menjalankan setiap tahapan pemilu kepala daerah yang menyisakan masa pelantikan yang diperkirakan 25 Juni mendatang. Dan saat ini KPU KKU tengah berbenah kembali untuk mensukseskan tahapan pemilu legislatif 2014 mendatang.

Opini Mahasiswa Menulis untuk Hari Kartini

Keunggulan Sosok Wanita di Balik Kelemahannya Oleh: Iffa Nurdiana Zakiyah Wanita berwirausaha sudah sejak lama menjadi pemikiran dan isi hati Ibu Kartini. Dunia bisnis atau dunia wirausaha bukan milik kaum Adam semata sebagai pemain tunggal, tapi dunia ini sudah menjadi trend masa kini buat wanita. Jumlah wanita yang terjun di dunia wirausaha tidaklah sedikit. Bahkan tidak jarang di berbagai perusahaan besar, wanitalah yang memegang peranan penting sebagai pucuk pimpinan. Wanita bisa memegang peranan dikarenakan memiliki kemampuan sosial dan mudah bergaul, sehingga lebih mudah untuk bisa menjaring konsumen. Selain itu wanita juga mempunyai sikap keuletan dan kesabaran dalam mengambil keputusan. Inilah kenyataannya bahwa wanita bisa disejajarkan dengan pria dari segi bisnis. Diungkapkan oleh DR. Suparman Sumahamijaya ‘Sesungguhnya Ibu Kartini telah merintis pendidikan mandiri bagi wanita sejak beliau berumur 16 tahun, sejak sekitar tahun 1893. Hal ini dapat dibuktikan dari hampir semua tulisan Ibu Kartini yang termuat di da-

lam kumpulan surat-suratnya yang dibukukan dengan judul “Habis Gelap Terbitlah Terang (Door Duisternis Tot Licht)”, dimana hampir setiap halaman surat-suratnya penuh dengan kata-kata perlunya pengembangan watak dan pembentukan watak di atas pendidikan otak. Karena dengan pembentukan watak, Ibu Kartini yakin manusia akan lebih mampu untuk berdiri sendiri, tidak bergantung dari kerabat dan dari siapapun. Berkali-kali ditekankan perlunya kepercayaan pada diri sendiri. Pada waktu itu kelahiran Raden Ajeng Kartini, nasib kaum wanita penuh dengan kegelapan, kehampaan, dari segala harapan, ketiadaan dalam segala perjuangan, dan tidak lebih dari perabot kaum laki-laki belaka, dan bertugas tidak lain dari yang telah ditentukan secara alamiah, yaitu mengurus dan mengatur rumah tangga saja, kaum wanita telah dirampas dan diinjak-injak harkat dan martabatnya sebagai manusia. Pada tanggal 21 April, yaitu memperingati hari kelahiran Raden Ajeng Kartini sebagai seorang perempuan yang memperjuangkan emansipasi wanita di Indonesia. Di mana sebagian para

wanita tidak hanya bisa berkarir seperti menjadi guru atau kerja di kantoran dan malahan juga wanita hanya berdiam di rumah saja seperti mengurus rumah, anak dan suami, tetapi wanita juga sekarang bisa berkarya menunjukkan ajang kreatifitasnya seperti menjahit, menyulam, membatik dan kreatifitas yang lainnya, dan hasil itu akan bisa menjadi penghasilkan uang untuknya. Berkat perjuangan ibu Kartini lah wanita sekarang sudah bisa berekspresi di luar dan di dalam rumah, malahan wanita sekarang sudah hampir sama derajatnya dengan laki-laki, tetapi tidak mengubah hak dan kewajiban seorang wanita di rumah . Dalam pemerintahan pun wanita juga sudah dapat bersaing dan memiliki kedudukan yang sama karena ada yang pernah menjadi presiden dan ada juga yang menjabat sebagai menteri. Dalam Al Qur’an dijelaskan ada tokoh wanita yang mempunyai kemampuan dalam bidang politik dan kenegaraan. “Sesungguhnya aku dapati seorang perempuan (ratu) yang memerintahi mereka (namanya Bulqis) sedang dia mempunyai segala sesuatu dan tahta kerajaan yang be-

sar”. (QS. An Naml : 23). Wanita merupakan sosok yang kuat, sabar, tabah dan berani, karena dapat memaafkan anaknya walaupun sudah di sakiti atau disia-siakan , di saat anaknya sakit, ibu menjaga dan merawatnya , dan wanita merupakan calon atau seorang ibu yang paling mulia di mata Allah, karena Allah memberikan derajat yang sangat tinggi bagi seorang wanita dengan tanda atau seruan Allah yang mengatakan surga itu berada di bawah talapak kaki ibu. Wanita itu memang kalah kekuatan fisiknya dengan laki-laki, tetapi wanita lebih kuat hatinya dari pada lakilaki. Namanya ibu, sampai kapan pun tetap ibu, jika ada yang bilang mantan ayah itu banyak, tetapi jika sosok seorang ibu selamanya akan tetap ibu kita dan tidak akan pernah ada mantan ibu. Ibulah segalanya untuk kami, tampa ibu kami tidakkan lahir di muka bumi ini. Seperti lagu di bawah ini yang sering kita dengar di radio atau televisisetiap tanggal 21 April yakni pada tanggal hari kelahirannya. Ibu kita Kartini putri sejati putri Indonesia harum namanya.

Ibu kita Kartini pendekar bangsa pendekar kaumnya untuk merdeka. Wahai ibu kita Kartini putri yang mulia sungguh besar cita-citanya bagi Indonesia. Ibu kita Kartini putri jauhari putri yang berjasa seIndonesia. Ibu kita Kartini putri yang suci putri yang merdeka cita-citanya. Wahai ibu kita Kartini putri yang mulia sungguh besar cita-citanya bagi Indonesia. Ibu kita Kartini putri jauhari putri yang berjasa seIndonesia. Ibu kita Kartini penyluh budi penyuluh bangsanya karena cintanya. Wahai ibu kita Kartini putri yang mulia sungguh besar cita-citanya bagi Indonesia. Ibu Kartini jasamu tidak akan kami lupakan, kaulah pahlawan emensipasi kaum wanita di indonesia ini. Kaulah yang mengubah peran kaum wanita menjadi tinggi derajatnya. Wanita sekarang sudah berpendidikan berkat perjuanagn Kartini, wanita sekarang tidak dianggap lemah atau tidak dianggap sepele lagi bagi kaum laki-laki, Terima kasih pahlawanku Ibu Kartini kaulah pengubah cita-cita kaum wanita. MERDEKA !!!!!

Penerbit: PT. Borneo Tribune Press. Direktur Utama: W Suwito, SH, MH. Asisten Direksi: Khairoedin Pasaribu. Penasehat Hukum: A. Ambo Mangan, SH, MH, Martinus Ekok, SH, MH. Pemimpin Umum: Sisa Primashinta. Senior Editor: H. Nur Iskandar, SP, Tanto Yakobus, Alexander Mering. Wakil Pemimpin Redaksi: Budi Rahman. Redaktur: Andry, Agus Wahyuni, Aulia Marti, Hairul Mikrad, Yusriadi, Hawad Sriyanto. Reporter: Abdul Khoir, Andika Lay, Yulan Mirza, Achmad Mundzirin, Achmad Munandar, Ubay. Biro Mempawah: Johan Wahyudi, Jl. Pendidikan Gg. Suka Mulya No.10 (085654587038). Sambas: Amrul Ambiya (Kontributor/Pemasaran), Jl. Suka Mantri (085245527602). Biro Bengkayang: Mujidi, Jl. Pahlawan No. 10, Kelurahan Bumi Emas Bengkayang (085245247955). www.borneo-tribune.net Landak: Yohanes Ngalai/Pemasaran, Jl. Barage Gg. Pak Kasih No. 51 Ngabang (085822062880). Biro Sanggau: Ratnasari Jl. Agus Salim No.10 (085245904505) Pemasaran: Pangsius (081257056286). TERBIT SEJAK 19 MEI 2007 Biro Melawi: Eko Susilo (0812-56452946) Jl. M Saad, Gg. Kayan, Serundung- Nanga Pinoh. Biro Sekadau: Bagus Kosminto, Jl. Irian No. 41 Sekadau Hilir (085245743683). Biro Sintang: Endang Kusmiyati (08524-5006757) Pemasaran: Sahri (085750296539), Saumin (Pemasaran) (085284291321) Jl. JC Oevang Oeray, Gg. Ahmad 2. Biro Kapuas Hulu: Jl. Kenanga, Ruko Pemda Blok B. 6 Putussibau Utara (08562569007). Ketapang: Jaidi Chandra (Kontributor), Jl. Gajah Mada No. 156 (081345450988). Fotografer: Ulla Asri Sekretaris Redaksi: Erika Sudiardjo Umum: Emiliana (Manajer), Fitriyana,. „ Wartawan, Kontributor, Intensive Programme dan Percetakan/Pracetak: Ukan Dinata. Staf Pracetak: Fahmi Ichwan, Syam Abubakar, M. Taufik,. Staf Percetakan: Andre, Nurhalis, Rustam. Marketing: Sisa Primashinta, Hesty Yosana, Aldi Freelancer Borneo Tribune dibekali identitas, surat Chairudin, Ardiansyah. Desain Iklan: Atika Ramadhani, M. Affandy,Ferry Ade Putra Sirkulasi: Dhani, Suprianto. Keuangan: Jumi Erlinasari, Tri Agustin, Kusnan, Husada, IT: Iwan Siswanto. Tarif tugas atau tanda pengenal (ID-Card) dan dalam meIklan: BW (black and white) Rp 6000/mm kolom, Full Colour hal 1 Rp 15.000/mm kolom, halaman dalam Rp 12.000/mm kolom. Alamat Kantor Bisnis dan Alamat Redaksi: Jalan Purnama Dalam No 2 laksanakan tugas jurnalistiknya tidak diperkenanPontianak Telpon 0561-767788 Fax 0561-766103. E-mail: borneotribune@yahoo.com kan menerima suap atau amplop

Borneo Tribune


Serba Serbi

Borneo T Tribune

Sabtu, 13 April 2013

3

Kasus Lapas Cebongan

Kontras: Polri Juga Harus Tanggungjawab JAKARTA - Kendati TNI sudah mengambil alih kasus penyerangan dan pembantaian di Lapas Cebongan, Sleman, Yogyakarta, namun bukan berarti Kepolisian lepas tangan atas peristiwa itu. Kepolisian diminta terus menyelidiki kasus pembunuhan kepada Serka Heru Santosa di Hugo’s Cafe yang masih satu rangkaian dengan kasus tersebut. ”Kepolisian juga harus melakukan penyelidikan apa yang terjadi di Hugo’s Kafe. Karena sampai hari ini siapa 10 orang yang datang ke Hugo’s Kafe harus dijelaskan oleh kepolisian,” ujar Kadiv Advokasi Hukum dan HAM KontraS, Yati Andriyani, dalam jumpa pers di kantornya, Jumat (12/4/2013). Yati mengatakan, kasus penyerangan LP Cebongan harus dilihat secara menyeluruh dengan kasus pembunuhan di Hugo’s Kafe. ”Kontruksi yang kami dapatkan, peristiwa ini tidak hanya fokus pada peristiwa 23 Maret (penyerangan LP), tapi harus dilihat secara kontruksi keseluruhan, sejak para empat korban ini diambil dari tempat tinggal masing-

Ilustrasi Lapas Cebongan masing,” tuturnya. Selain itu, lanjutnya, pemindahan para tahanan

ke LP Cebongan juga tak lepas dari tanggungjawab kepolisian. Oleh karenanya,

kepolisian juga harus bertanggungjawab dalam peristiwa yang menewaskan

empat tahanan tersebut. ”Kita menemukan ada unsur kesengajaan dan pembiaran dari kepolisian dengan pemindahan tahanan itu. Polisi harus bertanggung jawab,” tegasnya. Namun, ketika polisi menyatakan berhenti dari penyelidikan kasus ini, Yati justru menaruh curiga. “Jangan-jangan memang ada sesuatu yang ditutuptutupi jika kepolisian memberhentikan penyelidikan kasus ini. Polisi dan TNI harus dimintai pertanggung jawaban,” lugasnya. Oleh karenanya, sambung Yati, Komnas HAM juga diminta untuk terus mengawal kasus tersebut hingga tuntas.

Penetapan Caleg Golkar Rentan Konflik Ketua DPP Partai Golkar Priyo Budi Santoso

Partai Golkar telah mematangkan Daftar Caleg Sementara (DCS) yang akan

segera diserahkan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU). Namun ada sedikit ganjalan di dalam penyusunan DCS tersebut, yakni tidak ditampungnya kader-kader yang memiliki kemampuan untuk maju sebagai calon anggota legislatif (caleg) 2014. ”Prinsipnya sudah matang, hanya kita melihat banyak kader potensial belum tertampung. Ini banyak masukan ke DPP,” kata Ketua DPP Partai Golkar Priyo Budi Santoso, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (12/4/ 2013). Priyo mengaku, cukup khawatir jika para kader potensial tersebut tidak dimasukkan ke DCS. Sebab, hal itu tentu akan memicu kisruh di internal Partai Golkar. Namun Priyo yang juga Wakil Ketua DPR bidang politik, hukum dan keamanan itu tidak bersedia untuk menyebutkan siapa saja kaderkader potensial partainya yang tidak tertampung di dalam DCS. ”Mudah-mudahan masih ada waktu. Supaya kader potensial bisa dimasukkan. Sebab nanti terjadi sedikit gejolak. Tapi Partai Golkar sudah biasa memenej dan mengatur masalah seperti itu,” kilahnya.

DIBUTUHKAN SEGERA 1. Apoteker dan Asisten Apoteker 2. K a r y a w a n / K a r y a w a t i tamatan SLTA, ada kendaraan pribadi, jujur, disiplin. Lamaran diantar ke : APOTEK PRETTY Jl. Tanjung Raya 2 Ruko 1 No. 89, Pontianak Timur

“Metode Efektif Atasi Diabetes Hingga Tuntas”

PENGOBATAN SINSHE TCM YANG MANJUR, SATU-SATUNYA DI PONTIANAK Hongkong Medistra TCM Pontianak, Pengobatan dengan Metode TCM (Traditional Chinese Medicine) yang ternama, merupakan gabungan dari pengobatan, penelitian TCM, pencegahan penyakit kronis dan terapi penyembuhan. Didukung oleh konsultan Sinshe ahli TCM ternama dari Tiongkok yang sudah sangat berpengalaman; memanfaatkan resep TCM dan teknologi tinggi yang menghasilkan obat tradisional efektif, dengan system diagnose TCM yang tepat, obat tradisional terkini dari Tiongkok dan pengobatan elektroterapi, titik nadi, akupuntur, tuina, terapi lainnya, sangat efektif, khususnya bagi pasien yang menderita penyakit kronis. Waspadalah! jumlah penderita diabetes di Indonesia terus meningkat tajam, diprediksi ada jutaan orang terkena diabetes. jika tidak diobati sedini mungkin secara tepat dan efektif, beresiko merusak organ penting tubuh lain seperti: hati, paru-paru, ginjal, limpa, reproduksi, dan sistem syaraf, juga bisa menyebabkan uremia. Itulah sebabnya data WHO terkini menyatakan persentase angka kelumpuhan maupun kematian akibat penyakit diabetes dan berbagai macam komplikasi menakutkan ini terus meningkat pesat. Untuk mengatasi penyakit diabetes dan komplikasinya, Hongkong

Medistra TCM (Traditional Chinese Medicine) yang terdepan yakni “Bai Wei Hu Yi Liao Fa” mengatasi penyakit dengan ramuan herbal yang disesuaikan jenis dan kondisi penyakit penderita, dihasilkan dari 33 jenis obat berharga ditambah 28 jenis obat organik, daya serap obat sangat tinggi, rata-rata penderita diabetes setelah diobati sekitar 5-10 hari, gula darah menurun, gejala seperti kaki tangan kesemutan, seluruh badan tidak bertenaga, insomnia, dll berkurang secara nyata. Rata-rata setelah 40-60 hari, gula darah stabil, gejala komplikasi menghilang, daya tahan tubuh meningkat, keseluruhan tubuh membaik, sebagian pasien bisa berhenti konsumsi obat, fungsi insulin dan system sekresi normal kembali, fungsi reproduksi pria kembali normal, sudah bisa kembali merasakan kehidupan sehat yang normal. Sudah banyak penderita merasakan khasiat mujarabnya, tidak ada efek samping, tidak menimbulkan ketergantungan, tidak berpengaruh penderita menderita 10-20 tahun, kondisi penyakit parah/ringan, setelah diobati bisa menurunkan gula darah dan gula kencing hingga normal dan seimbang, sesudah diatasi hingga keakar-akarnya tidak mudah kambuh.

Untuk Konsultan & Pengobatan Hubungi :

HONGKONG MEDISTRA TCM Jl. H. Agus Salim No. 126 Pontianak - Kalimantan Barat Telp. (0561) 733268 HP. 0821 5279 7888 Hari Senin - Sabtu Buka Jam 09.00 s/d 17.00 WIB Minggu & Libur Besar Jam 09.00 s/d 13.00 WIB


Kalimantan Barat - Kota Pontianak Borneo Tribune

Sabtu, 13 April 2013

4

Hari Bawa Bekal Nasional

900 Murid SDN 34 Ponsel Bawa Bekal Sendiri

CMYK

Penetapan kampanye Hari Bawa Bekal Nasional menjadi tonggak awal untuk mencapai keamanan pangan yang merata bagi anak-anak di seluruh Indonesia. Bersama Kementerian Kesehatan RI, Kementerian Pendidikan Nasional RI dan BPOM, Jumat (12/4), PT. Tupperware Indonesia menetapkan kampanye Hari Bawa Bekal Nasional. Acara pengesahan ini dilakukan serentak di empat kota dengan video streaming yang disiarkan langsung dari Jakarta, Medan, Makassar dan Pontianak. Upacara pengesahan di Jakarta dilakukan oleh Rick Goings, Chairman & Chief Executive Officer of Tupperware Brands Corporation yang dihadiri dr. Nafsiah Mboi, SpA, MPH, Menteri Negara Kesehatan RI; Prof. Dr. Ir. H. Musliar Kasim, M.S, Wakil Menteri Negara Pendidikan RI, dan Ir. Joko Widodo Gubernur DKI Jakarta. Pengesahan kampanye di ma-

sing-masing daerah dilakukan walikota dan kepala dinas. Acara ini merupakan puncak dari rangkaian kegiatan program Aku Anak Sehat (AAS) yang dijalankan Tupperware Indonesia sejak 2007. Dilatarbelakangi keamanan pangan yang mulai mengkhawatirkan sejak 2006, BPOM mencatat terdapat 40-44 persen jajanan anak sekolah tidak memenuhi syarat keamanan pangan. Walikota Pontianak Sutarmidji SH, M.Hum mengatakan, membawa bekal dari rumah seakan-akan telah dilupakan, menurutnya jika anak sekolah membawa bekal ia memastikan yang dibawa pasti bersih dan sehat. “Paling penting ada dukungan dan peduli dari orang tua kepada anak, dipastikan orang tuanya selalu memperhatikan anaknya,” kata Sutarmidji dalam pencanangan kampanye di SDN 34 Pontianak Selatan, Jalan Prof. M. Yamin, Kotabaru, Pontianak, Jumat (12/4) pagi. Ia meminta, agar orang

tua tidak hanya melepas anak-anaknya kepada guru, dan ia mengingatkan agar para guru dapat memberikan teguran secara tertulis kepada orang tua murid, agar orang tua membiasakan diri membawakan bekal untuk anaknya. “Kita bisa lihat mana orang tua yang peduli pada anaknya, dan tidak peduli. Kalo orang tua tidak peduli dengan anaknya, itu orang tua yang kurang perhatian,” jelasnya. Menuju kota layak anak, ia telah memprogramkan kebiasaan anak hidup bersih, untuk mewujudkan hal ini, ia meminta dukungan dari Tupperware agar dapat menjangkau anak-anak lebih luas sehingga kampanye yang dilaksanakan sukses. Kepala Dinas Pendidikan Kota Pontianak, Mulyadi mengatakan, Diknas bekerjasama dengan BPOM, melakukan evaluasi terhadap jajanan-jajanan yang ada di sekolah. Dikatakannya, BPOM akan memilah, mana jajanan yang sehat dan tidak sehat. Diknas memberikan surat hasil

Santunan PT. Jasa Raharja Rp 2 Miliar per Bulan KONFERENSI PERS Kepala Cabang PT. Jasa Raharja Eko Setyanto menggelar konferensi pers di ruang rapat PT. Jasa Raharja. FOTO Andika Lay/ Borneo Tribune. Andika Lay Borneo Tribune, Pontianak Kepala Cabang PT Jasa Raharja Eko Setyanto mengatakan dalam kurun waktu 5 tahun terakhir sejak tahun 2008 hingga 2012, PT. Jasa Raharja telah membayarkan santunan, meninggal dunia, luka-luka maupun cacat tetap sebesar Rp 112.987.900.015. Sedangkan, Januari 2013 hingga 31 Maret. PT Jasa Raharja juga membayarkan santunan sebesar Rp 6.654.241.650 kepada para korban maupun ahli waris korban kecelakan alat angkutan penumpang umum dan lalu lintas jalan. “Per bulan, PT. Jasa Raharja membayar klaim berkisar Rp 2 miliar kepada korban kecelakaan,” kata Eko Setyanto, dalam konfrensi pers di ruang rapat PT. Jasa Raharja. Dikatakannya, korban kecelakaan yang berhak mendapat santunan adalah penumpang kendaraan bermotor yang sah, baik darat, laut

maupun udara. Jumlah santunan yang dibayarkan kepada masyarakat yang menjadi korban akibat kecelakan lalu lintas jalan dan penumpang umum di Provinsi Kalbar dari tahun ke tahun menunjukkan tingkat pertumbuhan signifikan, karena resiko kendaraan yang tinggi, namun belum diikuti dengan meningkatnya kedisiplinan masyarakat dalam berlalu lintas. “Jalan raya sebagai sarana perhubungan yang lebih banyak digunakan, mudah dan murah, dibandingkan dengan angkutan sungai, laut dan udara. Jalan Raya jadi dominasi kecelakaan,” jelasnya. Hampir tidak ada lagi tempat-tempat yang tidak terjangkau oleh alat-alat angkutan yang terus menerus meningkat. Keadaan ini sangat menunjang pertumbuhan pembangunan, khususnya di bidang perekonomian. “Tidak dapat dihindari, dampak kemajuan ini, timbulnya kecelakaan-kecelakaan yang diakibatkan kenda-

raan bermotor, penumpang umum, serta kendaraan motor lainnya. Keadaan ini tentunya sangat memprihatinkan kita semua,” ujarnya. Untuk meminimalisir dan memberikan pemahaman kepada masyarakat, PT Jasa Raharja akan menggelar acara dialog publik, dengan tema Meningkatkan Eksistensi Jasa Raharja sebagai Asuransi Masyarakat Indonesia di Gedung UPT STAIN, Sabtu (13/4). Dialog ini akaan menghadirkan narasumber dari PT Jasa Raharja, Walikota Pontianak, Dit Lantas Polda Kalbar, Kadis Perhubungan Kominfo, dan Pengamat Transportasi. “Kita harapkan, dengan kegiatan ini para siswa SLTA dan mahasiswa dapat meneruskan informasi mengenai Jasa Raharja dan keselamatan berlalu lintas, minimal dalam lingkungan keluarga dan sedapat mungkin masyarakat sekitàrnya,” kata Eko yang baru dua bulan bertugas di Kota Pontianak. Latar belakang tugas pokok Jasa Raharja yakni, seiring dengan meningkatnya perkembangan zaman, maka meningkat pula kegiatan manusia untuk memenuhi keperluan. Salah satu di antaranya adalah kebutuhan akan angkutan, kini semakin mudah orang berpergian dari suatu tempat ke tempat lainnya dengan cepat. o

evaluasi tersebut kepada pihak sekolah, dan sekolah menindaklanjuti kepada penjual. “Kita juga telah melakukan kerjasama dengan pihak perbankan untuk pembinaan kantin-kantin sekolah,” ujar Mulyadi. Kepala Sekolah Dasar Negeri 34 Pontianak Selatan, Redy Lumban Toruan, mengatakan telah lama mengimbau murid-muridnya agar membawa bekal setiap hari, karena menurutnya makanan yang dibawa lebih bersih, terjamin, dan terjaga kesehatan anaknya, ketimbang harus membeli jajanan dari luar. Ia juga meminta kepada penjual agar dapat menjual makanan yang tidak terkontaminasi. “Kita memantau secara rutin kepada anak-anak agar membawa bekal ke sekolah, bukan hanya untut hari ini, (kemarin, red) tapi untuk selanjutnya,” katanya. Dikatakannya, sebanyak 900 muridnya dari kelas 1 hingga 3 membawa bekal sendiri dari rumah, ia terus melakukan imbauan kepada

Pengesahan kampanye hari bawa bekal nasional di Kota Pontianak yang diselenggarakan di SDN 34 Pontianak Selatan, Jumat (12/4). FOTO Aulia Marti/Borneo Tribune

orang tua agar selalu membawakan bekal kepada anak-anaknya. Kegiatan ini dikhususkan kepada muridmurid kelas 1-3 karena dapat dididik dan dilatih agar hidup sehat, mulai membuang sampah pada tempatnya, mencuci tangan sebelum makan, dan membiasakan membawa bekal makanan yang bersih, sehat dan

bergizi ke sekolah. Edukasi ini jelasnya dapat membantu menstimulasi otak anak sehingga menjadi anak yang meraih masa depan yang gemilang. Nining W Permana, Managing Director Tupperware Indonesia, mengatakan tahun 2007 hingga Maret 2013, lebih dari 237.000 anak telah mendapatkan

fun-edukasi “Aku Anak Sehat” dan produk Tupperware untuk membawa bekal sekolah. Tupperware Indonesia mendonasikan wastafel cuci tangan dan kaki, tempat sampah, poster pendidikan kepada SD yang mengikuti program AAS. “Diharapkan pola hidup bersih dan sehat dapat diterapkan sejak dini,” harap Nining. o

Pasar Kemuning, Pasar Sejahtera Ubay KPI Borneo Tribune, Pontianak Pasar Kemuning dilirik Yayasan Danamon Peduli untuk dijadikan pasar sejahtera melalui programnya. Pasar Kemuning merupakan pasar yang telah lama dipandang oleh YDP untuk dijadikan Pasar Sejahtera. Dalam sosialisasi, Pasar Sejahtera Yayasan Danamon Peduli beberapa waktu lalu, Direktur Eksekutif Yayasan Danamon Peduli Bonaria Siahaan menyampaikan fokus memperkuat desain programnya pada pasar, karena dinilainya perlu dirawat dan dijaga kebersihannya. “Bagaimana pun bagusnya sebuah pasar kalau tidak dirawat, pasti tidak akan indah,” ujarnya. Pada kesempatan tersebut, Bonaria juga menampilkan foto-foto di kawasan Pasar Kemuning sekaligus memaparkan rencana dan target Pasar Sejahtera di hadapan pedagang yang ha-

dir. Bonaria menambahkan, Program Pasar Sejahtera (sehat, hijau, bersih, terawat) merupakan program sebagai bentuk kepedulian perusahaan terhadap lingkungan terutama kebersihan pasar-pasar. Kendati dalam program ini bantuan secara fisik juga diberikan namun yang menjadi faktor utama yakni non fisik. Non fisik tersebut meliputi dua hal, yakni edukasi komunitas dan pengolaan pasar. Nantinya, dalam pelaksanaan di pasar tersebut akan dijadikan pasar percontohan. Selain itu, di lokasi tersebut nantinya akan dibangun pos kesehatan. Kepala Disperindagkop Kota Pontianak Imran dalam sambutannya pada sosialisasi Pasar Sejahtera beberapa waktu lalu mengatakan, adanya program Pasar Sejahtera selain untuk memperbaiki juga untuk merubah perilaku. Khususnya dalam menjaga bersama kebersihan dan hal lain

CMYK

Aulia Marti Borneo Tribune, Pontianak

PASAR SEJAHTERA memiliki salah satu tujuan pasar bersih dan sehat. Pasar Kemuning menjadi salah satu pasar yang mendapat program tersebut dari Yayasan Danamon Peduli. Pada gambar, Kadisperindagkop dan UKM Imran dan Direktur Eksekutif YDP Bonaria Siahaan. FOTO: Ubay KPI/Borneo Tribune yang mengarah pada kebersihan dan kesehatan. Imran mengakui, dengan adanya program tersebut sangat terbantu. “Pada kesempatan ini mari kita bersama-sama membicarakan dengan pihak yayasan. Apa saja yang kita inginkan, serta komitmen kita dalam mendorong dan mendukung program ini yang je-

las untuk kebaikan,” ujar Imran. Imran juga menyampaikan kepada Yayasan Danamon Peduli, kehadiran pedagang dalam sosialisasi merupakan bentuk dukungan. “Sebelumnya kami telah bicarakan dengan pedagang, kalau pedagang siap mendukung dan melaksanakan program tersebut,” pungkas Imran. o

Lima Ruko Flamboyan Dideadline Seminggu Ubay KPI Borneo Tribune, Pontianak Meski putusan hukum telah memenangkan Pemerintah Kota Pontianak pengelolaan Pasar Flamboyan. Namun masih ada pedagang yang tidak mengikuti kebijakan pemerintah terkait pembangunan pasar tradisi-

onal tersebut, karena enggan membongkar rukonya. Masih ada 5 ruko dari 6 ruko yang belum dibongkar pemiliknya, meski pembangunan di kawasan tersebut telah berjalan. Terkait pedagang yang tidak mengikuti aturan pemerintah tersebut, Bagian Aset Setda Kota Pontianak Dede Aries saat ditemui di ruang kerjanya,

Jumat (12/4) siang menegaskan, Pemerintah Kota Pontianak akan membongkar 5 ruko tersebut, bila pemilik tidak membongkar dalam waktu seminggu ke depan. “Kami akan membongkar paksa bila pemilik tak membongkar dalam seminggu ke depan. Sementara, kami akan mengirimi surat pem-

beritahuan kepada seluruh pemilik,” ujarnya. Sementara ini, Dede menambahkan pemerintah melihat sisi kemanusian sehingga harus mengulur waktu hingga saat ini. Dengan penguluran waktu tersebut, otomatis menghambat revitalisasi pasar yang telah menjadi komitmen pemerintah. o


Sabtu, 13 April 2013

Mempawah-Kubu Raya

Borneo T Tribune

5

3.969 Siswa Kubu Raya Zikir Bersama Achmad Munandar Borneo Tribune, Kubu Raya 3.969 siswa SMA/SMK sederajat Kabupaten Kubu Raya menggelar zikir bersama menjelang pelaksanaan Ujian Akhir Nasional yang akan dilaksanakan pada 15 April mendatang. “Untuk jumlah siswa Kubu

Raya yang akan mengikuti UAN pada tahun ini sebanyak 3.969. Untuk menghadapi UAN tersebut, hari ini kita sengaja menggelar zikir bersama, guna mempersiapkan siswa,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kubu Raya, Frans Randus. Frans menyatakan, untuk menghadapi UAN tersebut, pihaknya sudah menggelar

beberapa kali pelaksanaan try out yang juga diperkuat dengan try out sekolah. Dengan adanya berbagai persiapan tersebut, dia optimis siswa Kubu Raya bisa menghadapi UAN dengan baik dan hasil UAN tahun ini dipastikan lebih baik dibanding tahun kemarin. “Target kita tahun ini Kubu Raya juara Nasional untuk

pelaksanaan UAN. Yang namanya target tentu boleh saja tinggi, karena itu juga akan memacu siswa untuk bisa lebih baik mengerjakan soal UAN nantinya,” tuturnya. Dia menjelaskan, sampai saat ini pihaknya sudah mendistribusikan soal UAN pada setiap kecamatan. Ditargetkan pada pagi hari menjelang pelaksanaan UAN, soal-

soal tersebut sudah sampai di sekolah. “Untuk menjaga keamanan soal UAN, kita bekerjasama dengan pihak kepolisian. Jadi, ketika soalsoal tersebut sampai di setiap kecamatan, langsung kita titipkan di kantor Polsek, demikian dengan pendistribusian di setiap sekolah, kita juga melibatkan rekan-rekan dari kepolisian,” kata Frans.

Ditempat yang sama, Bupati Kubu Raya Muda Mahendarwan menyatakan dalam menghadapi UAN nanti dia mengharapkan agar siswa tidak menganggap UAN tersebut adalah suatu beban. Karena, menurutnya itu hanya akan menjadi beban bagi siswa dan dapat mempengaruhi emosional dan psikologi siswa.

“Jika siswa bisa menjaga ketenangan sebelum dan saat menghadapi UAN, maka dipastikan siswa akan bisa mengerjakan berbagai soal dengan mudah. Karena saya yakin, semua siswa sudah mempersiapkan dirinya dengan baik, tinggal bagaimana orang tua dan guru memberikan penguatan motivasi kepada mereka,” kata Muda.

Belum Ada Parpol Mendaftar ke KPU Johan Wahyudi Borneo Tribune, Mempawah

LAUNCHING. Bupati Pontianak, Ria Norsan melaunching paket sambungan rumah pelayanan air bersih PDAM Kabupaten Pontianak untuk kawasan Kota Sungai Pinyuh. Foto : Johan Wahyudi/Borneo Tribune.

Launching Pelayanan Air Bersih PDAM

Air Kran yang Keluar Tetap Keruh

Johan Wahyudi Borneo Tribune, Mempawah Bupati Pontianak, Ria Norsan, Jumat (12/4), kemarin melaunching paket sambungan rumah pelayanan air bersih PDAM Kabupaten Pontianak untuk kawasan Kota Sungai Pinyuh. Namun, saat kran dibuka, air yang mengalir terlihat keruh sehingga bupati mewarning Direktur PDAM agar selama 3 hari kualitas air harus jernih. “Saya mewarning pihak

PDAM dalam waktu 3 hari, kualitas air yang mengalir sudah harus jernih. Karena informasinya, ada kebocoran pipa di depan Kantor Dinas Pendidikan yang harus diperbaiki pihak PDAM,” kata Norsan. Selain itu, Norsan mengingatkan pihak PDAM agar aliran air PDAM harus mengalir normal secara kontinu dan berharap tidak hanya mengalir disaat launching saja. “Jangan sampai hari ini launching, sebulan kedepan sudah macet. Dan saya juga

meminta kepada masyarakat, jangan memasang jaringan PDAM secara illegal,” katanya. Sedangkan Direktur PDAM Kabupaten Pontianak, Zainul Arifin mengatakan pipa PDAM Kabupaten Pontianak memang banyak kebocoran. Apalagi di Kota Mempawah, usia pipa sudah mencapai 30 tahun lebih. “Di Mempawah hampir ada 20 titik kebocoran. Sehingga melemahkan tekanan air. Untuk tahap pertama di Kota Sungai Pinyuh, kita melayani 300 pemasang ter-

lebih dahulu,” katanya. Lanjutnya lagi, untuk masyarakat rumah tangga yang memasang baru dikenakan biaya Rp 1,5 juta, sedangkan untuk ruko yang bergerak bisnis dan perniagaan dikenakan biaya pemasangan Rp 2 juta. “Namun bagi 100 pemasang baru, akan dikenakan diskon sebesar 50 persen. Jadi masyarakat rumah tangga cukup membayar Rp 750 ribu, sedangkan perniagaan Rp 1 juta,” katanya. Sedangkan mengenai warning bupati, Zainul me-

ngatakan pihaknya akan segera memperbaiki terhadap kebocoran pipa yang terjadi di depan Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Pontianak. “Sebenarnya kondisi air sudah jernih. Karena ada kebocoran ada air dari parit yang masuk ke pipa yang menyebabkan air keruh. Namun kita telah berusaha air PDAM di Sungai Pinyuh sudah mengalir, kuantitasnya sudah baik. Tinggal meningkatkan kualitas air saja. Untuk itu, kita akan segera mengatasi persoalan tersebut,” katanya.

Pesantren Darul Ulum Tidak Berpolitik Achmad Munandar Borneo Tribune, Kubu Raya Ribuan santri Darul Ulum berkumpul di Pesantren Darul Ulum Desa Kuala Dua Kecamatan Sungai Raya Kamis (11\4). Mereka memperingati HAUL ke VI Nyai Masfufah Binti KH Jama Ali serta sekaligus Tablig Akbar serta Rapat Koordinasi Ikatan Alumni Santri Darul Ulum (Ikasda). Nurdin Ketua Ikasda me-

ngatakan dalam acara ini merupakan peringatan meninggalnya istri Pimpinan Ponpes Darul Ulum Kyai Khairumman Arrahbini. “Selain itu juga ini merupakan ajang silaturahmi para alumni santri Darul Ulum,” katanya,Kamis (11\4). Menurutnya, alumni santri Darul Ulum berjumlah 2000an yang sudah tersebar di masyarakat. Sejauh ini pun kata Nurdin para alumni santri Darul Ulum ini sudah banyak yang menjadi orang

berguna, mulai dari politisi, akademisi serta lainnya. Dirinya juga menyinggung bahwa menjelang pilkada Bupati Kubu Raya bulan September 2013 nanti Ikasda tak sedikit pun berpolitik dan mendukung calon bupati nantinya.”Kita tak pernah berpolitik, meskipun alumni kita banyak menjadi dewan, apalagi jelang pilkada ini. Kita kembalikan pada pribadi mereka sendri untuk berpolitik,” ungkapnya.

Sementara itu Pimpinan Ponpes. Darul Ulum Kyai Khairumman Arrahbini menegaskan digelarnya kegiatan ini bukanlah bermaksud untuk mendukung calon bupati maupun kegiatan politik lainnya. “Ini kegiatan murni memperingati mendiang istri saya yang juga merupakan pendiri pesantren ini,” ujarnya. Selain itu acara ini dihadiri ribuan santri serta para alumni santri Darul Ulum, baik itu anggota DPRD Kubu

Raya sendiri dan masyarakat umum. Khairumman ini pun merasa bangga melihat keberhasilan para alumninya yang telah banyak berhasil di masyarakat, artinya ini menunjukkan bagaimana keberhasilan pendidikan di Darul Ulum ini menjadi yang utama.”Di semua bidang baik ilmu, pemerintah, akademisi dan lainnya keluaran dari pesantren ini banyak yang berhasil,” paparnya.

Pendaftaran bakal calon legislatif anggota DPRD Kabupaten Pontianak sudah berjalan empat hari sejak dibuka pada 9 April 2013. Namun, sampai sekarang Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pontianak belum menerima satu pun partai politik peserta Pemilu 2014 mendaftarkan bakal calon legislatif (Bacaleg). “Sampai hari keempat, FOTO: Johan W / Borneo Tribune belum ada satu pun partai Wan Yusni politik yang datang mendaftarkan bacalegnya ke KPU,” kata Ketua Pokja KPU Kabupaten Pontianak, Wan Yusni ditemui di ruang kerjanya, Jumat (12/4), kemarin. Menurut Wan Yusni, pihaknya sudah menghubungi pihak Parpol melalui via seluler, agar parpol peserta pemilu mendaftarkan bacalegnya. Namun masih banyak Parpol masih dalam proses perlengkapan administrasi. “Kemungkinan Parpol akan mendaftar menjelang penutupan. Karena masih banyak dalam proses perlengkapan administrasi, bahkan masih menunggu keputusan pimpinan pusat terkait Bacaleg dari masing-masing Parpol,” katanya. Karena Wan Yusni, menjelaskan KPU menetapkan tahapan pendaftaran bacaleg berlangsung mulai 9- 22 April 2013, dari pukul 08.00 WIB sampai 16.00 WIB. Di luar waktu itu, KPU tidak akan menerima pendaftaran bacaleg partai peserta pemilu. Ini sudah diatur dalam PKPU No 6 Tahun 2013 tentang Pendaftaran. “Pedafataran sesuai hari kalender, berakhir Sabtu dan Minggu masing-masing Parpol bisa mendaftar, tidak hanya hari kerja saja. Namun pendaftaran bacaleg hanya dilakukan satu kali. Jika kemudian ada perubahan atau perbaikan bacaleg, KPU memberikan waktu tambahan yang berlaku pada tanggal 9-22 Mei. Sehingga, administrasi yang kurang bisa dilengkapi Parpol,” katanya.

GOW Gelar Jalan Santai dan Seminar Nasional Johan Wahyudi Borneo Tribune, Mempawah Dalam rangka memperingati Hari Kartini Tahun 2013, Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Pontianak bakal menggelar jalan santai 14 April dan Seminar Nasional di Gedung Kartini Mempawah, pada 18 April. “Jalan santai akan kita pusatkan di Terminal Mempawah, panitia menyediakan doorprize menarik bagi para peserta. Untuk itu, saya mengajak masyarakat beramairamai menghadari acara jalan santai ini,” kata Ketua GOW Kabupaten Pontianak, Erni Suherni. Sedangkan seminar nasional, GOW mengambil tema kepemimpinan perempuan di era demokrasi. Dengan menghadirkan anggota DPD RI, Bupati Pontianak, Ria Norsan dan Ketua DPRD Kabupaten Pontianak, Rahmad Satria. “Kita ingin kaum perempuan juga bisa berkipra dalam dunia politik, maupun lainnya dalam era globalisasi ini. Dan kita juga ingin kaum perempuan bis aikut serta dalam proses pembangunan,” katanya.


Bengkayang Borneo T Tribune

Sabtu, 13 April 2013

6

Perlu Waduk untuk Air Bersih Rudi Borneo Tribune, Singkawang

Hamparan Padi luas membentang di Bengkayang. Padi ini memerlukan pupuk. Namun, petani kini merasa kesulitan mendapatkannya. Foto Mujidi/Borneo Tribune

Petani Kesulitan Memperoleh Pupuk Mujidi Borneo Tribune, Bengkayang BEBERAPA bulan terakhir, petani di Kabupaten Bengkayang memperoleh pupuk sehingga mempengaruhi hasil pertanian mereka. Kesulitan pupuk tersebut setidaknya dirasakan para petani yang berdomisili di Desa Cipta Karya Kecamatan Sungai Betung Kabupaten Bengkayang. Alam misanya, petani

yang tinggal di Dusun Peragam Desa Cipta Karya ini mengaku sulit memperoleh pupuk. Kalaupun ada, harga pupuk yang harus dibelinya begitu mahal. Bukan itu saja, para petani juga dihadapkan pada kondisi pupuk yang tidak bagus. “Karena pupuk tersebut, kualitas tumbuh padi kami begitu kurang dan tentunya akan berpengaruh pada jumlah panen padi kami nantinya,” kata Alam saat ditemui beberapa waktu

lalu di lahan sawahnya. Alam mengatakan, pupuk dengan kualitas rendah yang diperolehnya tersebut seperti pupuk palsu, walaupun pupuk itu bukan palsu. Pupuk itu seperti bercampur semen, pupuk membeku dan sulit dilarutkan dalam air. “Kami berharap, model pupuk seperti tidak ada lagi pada musim yang akan datang. Karena kami begitu dirugikan,” jelas Alam. Petani Dusun Peragam lainnya, Martinus, mengata-

kan, akibat kondisi pupuk yang langka tersebut, hasil panen padi bisa merosot hingga lima puluh persen. Katanya, apabila dengan pupuk yang tepat, dalam tiga hektar petani bisa memperoleh hasil mencapai 7-8 ton, namun bila pemumukan tidak tepat, maka hasilnya hanya mencapai 34 ton. “Banyak faktor yang mempengaruhi kemerosotan, pupuk satu diantara. Apabila pemupukan tidak

sesuai dengan waktu, maka sangat dimungkin, padi itu tumbuh tidak sesuai dengan yang diharapkan, dan hasil panen juga akan berkurang,” jelas Martinus. Karena kondisi tersebut, baik Alam ataupun Martinus sangat merindukan penyuluhan dari pemerintah dengan dinas teknisnya. “Kami berharap para penyuluh untuk ke lapangan, memberikan penyuluhan kepada para petani,” harapnya. †

Murid SDN 17 Jadi Korban Kejahatan Rudi Borneo Tribune, Singkawang KEPADA orang tua murid, diingatkan agar untuk bisa berhati-hati dalam memberikan barang-barang mewah kepada anak-anaknya terutama yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar. Hal ini dingatkan, lantaran salah satu seorang murid yang bersekolah di SDN 17, Jalan Bambang Ismoyo, Kelurahan Jawa, telah menjadi korban aksi kejahatan, pada Rabu (10/4) sekitar pukul 08.00 WIB. Seorang murid Kelas VI tersebut terpaksa harus merelakan handphonenya karena telah dilarikan pria tak dikenal. Awalnya pelaku memang sudah menunggu di

depan pintu gerbang sekolah. Melihat korban datang, pelaku langsung menanyakan seseorang bernama Dewi. Karena tidak mengenal, murid tersebut lantas mengaku tidak kenal. Rupanya pelaku malah meminjam HP korban dengan alasan untuk menghubungi seseorang. Oleh korban, HP tersebut pun langsung diberikan, namun malah dibawa kabur oleh pelaku. Seorang Guru Olahraga SD N 17, Kelurahan Kampung Jawa, M. Jamaludin Rumi mengaku, tak mengira jika pelaku kejahatan akan menyatroni murid di SD tempatnya mengajar. Menurut Jamaludin, dengan adanya peristiwa itu harus menjadi perhatian pi-

hak sekolah untuk lebih waspada lagi terhadap orang asing yang tak dikenal jika datang ke sekolah. ”Kita akan mengimbau pelajar untuk berhati-hati terhadap orang tak dikenal,” ujar Jamaludin. Selain itu, lanjutnya, kepada pihak sekolah lain yang belum mengalami peristiwa ini juga mesti waspada. Pasalnya pelaku tak mungkin mengulang aksi serupa di tempat yang sama. ”Kecil kemungkinan pelaku mengulang aksinya di tempat yang sama, tetapi bisa saja ia beraksi di sekolah lain. Makanya melalui kejadian ini, kita menyampaikan agar sekolah lain waspada dengan pelaku,” jelasnya. Di tempat terpisah, Ka-

polres Singkawang, AKBP Prianto, melalui Kasubbag Humas, Iptu Asep S mengatakan jika pihaknya belum menerima laporan kejadian itu. Kendati demikian, ia tetap mengingatkan agar orang tua murid lebih baik tidak memberikan HP kepada anakanak mereka yang sedang belajar di sekolah. ”Lebih baik jangan berikan HP, karena berbahaya dan mereka belum membutuhkan HP, dan lagipula itu tidak mendidik. Di Pontianak saja, murid SD dilarang membawa HP,” ungkapnya. Kepada murid, Asep juga mengimbau, agar tidak mudah percaya kepada orang tak dikenal. Apalagi jika orang tersebut meminjam barang seperti HP.

”Murid diajarkan jika menemui, atau ditanya-tanya sama orang tak dikenal, segera melapor kepada gurunya,” pesan Asep. Dan kepada pihak sekolah, semoga bisa mengawasi murid-muridnya. Apalagi terhadap orang-orang yang tak dikenal yang akan menjemput murid saat pulang sekolah,” ingatnya. Terkait dengan kasus tersebut, Asep mengakui jika itu merupakan modus baru yang dilakukan pelaku kejahatan. “Ini modus baru,” ucapnya. Menurut Asep, kalau masing-masing sekolah itu sudah memiliki nomor HP polisi selaku mitra sekolah, jadi segera hubungi saja jika memang ada yang mencurigakan,” pesan Asep. †

Pemkab Bengkayang Rencanakan Datangi PT Ledo Lestari Mujidi Borneo Tribune, Bengkayang PEMERINTAH Kabupaten Bengkayang berenca akan melakukan kunjungan kerja ke PT. Ledo Lestari pada 23 April mendatang. Kunjungan tersebut diharapkan membuahkan hasil kesepakatan yang samasama menguntung baik bagi pemerintah, perusahaan dan masyarakat. Kunjungan Pemkab tersebut disambut baik masyarakat. Menurut Radianus Tumpok, ketua Solidaritas Kalimantan Barat saat ditemui Kamis (11/4) di kediamannya menyatakan teamnya sudah mempersiapkan datadata serta bukti perlakuan dan penyimpangan hingga pelanggaran HAM oleh perusahaan PT.Ledo Lestari. Pelanggaran lain juga seperti berakhirnya izin lokasi perusahaan sejak Desember 2007-20 Januari 2010 sesu-

ai penetapan menteri Agraria/Ka.BPN-No:2/1993 jo dan Keptusan Menteri Agraria/\Ka.BPN-No:22/ 1993 bahwa PT.Ledo Lestari tidak dapat memperpanjang Izin lokasinya. “Saya menilai ada kepentingan pejabat pembuat kebijakan saat itu, padahal sudah jelas keputusan Menteri Agraria bahwa PT.Ledo Lestari cacat atau gugur demi hukum, namun kenapa pemda mengeluarkan perizinan baru No:283C/2010 tentang pemberian izin lokasi,” kata Tumpok heran. Putra asal Seluas ini sudah melakukan berbagai aspirasi mencari keadilan dan bahkan acapkali aspirasi ini diekspresikan dalam bentuk kekerasan. Tak lain terkecuali tuntutan terkait dengan hak-hak pertanahan masyarakat adat yang diambil-alih oleh perusahaan PT.Ledo Lestari. “Perusahaan harus bertanggung jawab dan segera

realisasikan janji-janjinya, karena kami bukan asal bicara tetapi bukti-bukti sudah lengkap,” ungkapnya semangat. Lanjutnya, banyak pihak yang terlibat dalam proses mediasi dan penyelesaian konflik tersebut, baik pemerintah maupun institusi civil seperti yang dilakukan Forum Solidaritas Kalimantan Barat dan beberapa LSM lainnya yang perduli dengan nasib masyarakat yang tertindas. Tetapi mediasi dan proses penyelesaian sengketa antara kedua belah pihak tersebut acapkali menemui jalan buntu sehingga menjadikan konflik semakin berlarut-larut. “Kami berharap pertemuan antara perusahaan dengan masyarakat yang difasilitasi oleh pemda pada Selasa tanggal 23 April 2013 mendatang membuahkan hasil, dan setidaknya mendapat angin segar,” tambahnya.

selain itu, berbagai macam kerugian yang selama ini dialami warga Semunying Jaya, karena lahan mereka telah dirampas, namun bukan sekedar kerugian ekonomi saja mereka menjadi ketakutan karena pengalaman selama ini bukan saja membuat masyarakat kehilangan lahan justru mereka kehilangan kepercayaan-bukan hanya terhadap perusahaan, tetapi di antara satu sama lain, dan mereka juga kehilangan harapan akan keadilan dan hukum. Lebih jauh Tumpok menyampaikan, konflik lahan yang terjadi dengan masyarakat Semunying Jaya karena pembagian kebun plasma yang tak kunjung terealisasi. Faktor lainnya yang sering memicu konflik berkaitan dengan akses transportasi, hak dan tata guna lahan terutama yang berhubungan dengan kawasan konservasi seperti hutan adat hingga penggusuran rumah Ibadah.

Investigasi yang dilakukan team Solidaritas Kalbar sejauh ini melaporkan bahwa konflik kehutanan telah membawa malapetaka bagi pihak yang terlibat atau pihak lain yang tidak terlibat langsung. Individu-individu tertentu mendapat ancaman yang lebih menyedihkan lagi, konflik yang terjadi antara masyarakat dengan perkebunan PT.Duta Palma Group juga bisa menelan korban fisik. “Team Solidaritas hingga kini mendeskripsikan pola gerakan masyarakat dalam memperjuangkan hak serta respon perusahaan terkait dengan gerakan sosial yang dilakukan masyarakat dalam mempertahankan hak, selanjutnya mengidentifikasi pola resolusi konflik guna mendapatkan rumusan alternatif tentang resolusi konflik pertanahan antara masyarakat dan perusahaan PT.Ledo Lestari di Semunying Jaya,” tandasnya. †

TAK hanya menjadi prioritas Walikota, ternyata Lembaga legislatif juga turut mendukung pemerintah daerah untuk menyikapi persoalan air bersih yang menjadi kebutuhan utama bagi masyarakat di Kota Singkawang. Seperti halnya yang disampaikan Al Nizam, salah seorang anggota DPRD Singkawang, yang menyebutkan untuk terobosan utama yang bisa dilakukan dalam menyikapi persoalan air bersih itu adalah dengan cara membuat waduk atau kanal. “Untuk solusi air bersih, maka perlu dibuat penampungnya, seperti waduk atau kanal,” kata Nizam. Kendati demikian, ia tak menampik jika dana yang dibutuhkan dalam pembuatan waduk itu tidaklah sedikit. Karena itu, Nizam mengharapkan kepada pemerintah daerah agar bisa menggandeng investor yang kiranya dapat membantu pemerintah di dalam mewujud-

FOTO: Rudi / Borneo Tribune

Al Nizam kannya. ”Jadi tidak hanya mengandalkan APBD saja, tapi kita berharap mudah-mudahan bisa mendapatkan investor yang akan membantu,” ujarnya. Mengenai lokasinya, Nizam menyebutkan, jika idealnya waduk tersebut berada di kawasan Singkawang Timur atau Utara, hal itu mengingat kawasan-kawasan tersebut luas dan masih banyak wilayah yang kosong. ”Bagusnya waduk itu ada di daerah Singkawan Timur dan Utara, selain luas masih banyak lahan yang kosong,” tuturnya. †

Harapkan Kelulusan Lebih 90 Persen Mujidi Borneo Tribune, Bengkayang PEMERINTAH Kabupaten Bengkayang melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkayang berharap angka kelulusan SMA dan SMK se Kabupaten Bengkayang pada atahun ajaran 2012-2013 lebih dari sembilan puluh persen. “Kita berharap, kelulusan kita tahun ini di atas tahun sebelumnya,” demikian dikatakan Godelivus, Ketua Panitia Ujian Nasional untuk Kabupaten Bengkayang. Gode mengatakan, tingginya kelulusan itu tentunya

tidak terlepas dari usahausaha yang telah dilakukan pihak dinas serta yang dilakukan pihak sekolah. “Kita telah berusaha secara maksimal. Upaya upaya yangmembantu siswa telah kita lakukan, diantaranya berupa try out,” jelas Gode. Gode menambahkan, untuk tahun 2011-2012, angka kelulusan untuk SMA dan SMK se Kabupaten Bengkayang sebanyak sembilan puluh tujuh persen. “Mudah-mudahan tahun ini, angka kelulusan kita bisa melebih tahun lalu, bahkan lebih bagusnya bisa mencapai seratus persen,” ucap Gode. †

Pemilik Hotel Akui Sudah Dipanggil Wawako Rudi Borneo Tribune, Singkawang ACUNG, pemilik bangunan Hotel Lantai 5, yang beralamat di Jalan P. Diponegoro, mengaku kalau dirinya sudah memenuhi panggilan Wakil Walikota Singkawang, Abdul Muthalib, terkait bangunan hotelnya yang diprotes oleh sejumlah mahasiswa dan tetangga bangunan belum lama ini. “Pada pertemuan kemarin sore, yang disampaikan Wakil Walikota adalah, warga minta ganti rugi atas kerusakan yang ditimbulkan oleh aktivitas pengerjaan bangunan hotel milik saya. Dan meminta bagian selasar hotel dirobohkan,” terang Acung. Pada intinya, Acung mengatakan siap mengganti rugi semua kerusakan yang ditimbulkan atas pengerjaan bangunan hotel miliknya. Namun, permintaan untuk merobohkan bagian selasar bangunan hotel miliknya, harus ia pikirkan kembali. Pasalnya, jelas Acung, sesuai dengan batas dan ketentuan surat kepemilikan bangunan selasar tersebut, adalah masih masuk berada pada areal tanah miliknya. Atas alasan itu pula, ia tidak mau selasar bangunannya dirobohkan. “Saya punya suratnya. Kalau mau saya robohkan bagian selasar itu, silahkan kita sama-sama dengan pe-

milik bangunan untuk mengukur kembali batas dari tanah tersebut, sesuai dengan hak kepemilikan. Jika benar bagian selasar itu dibangun di atas tanah tetangga bangunan, saya siap selasar tersebut dirobohkan,” terang Acung. Sebelumnya, ada sekitar belasan mahasiswa yang tergabung dalam Lingkar Advokasi Mahasiswa (LAM) Singkawang, berunjuk rasa di halaman Kantor Walikota Singkawang, yang beralamat di Jalan Firdaus, Rabu (10/4) sekitar pukul 10.00 wib. Tujuan kedatangan mereka adalah meminta kepada Walikota Singkawang, Awang Ishak, agar segera melakukan tindakan tegas terhadap pembangunan hotel lantai 5, di Jalan P. Diponegoro, Kecamatan Singkawang Barat, karena telah dinilai kalau bangunan hotel tersebut telah melanggar Perda. “Berdasarkan hasil investigasi, dapat disimpulkan kalau material bangunan hotel tersebut, sangat mengancam keselamatan warga tetangga bangunan,” ucap Lipi, selaku Koordinator pada aksi tersebut. Tidak hanya itu, sambung Lipi, salah seorang tetangga bangunan, yang benama Edy, telah mengalami kerugian dan kerusakan akibat aktivitas bangunan tersebut, untuk itu Pemkot Singkawang diminta tegas menindak bangunan bermasalah itu. †


Sabtu, 13 April 2013

Landak-Sanggau Borneo T Tribune

7

RSUD Landak Menuju Badan Layanan Umum Borneo Tribune, Ngabang Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Landak diharapkan menjadi Rumah Sakit yang dapat memberikan pelayanan kesehatan yang dibutuhkan masyarakat. Namun, harapan itu harus didukung oleh semua elemen masyarakat, terutama pemangku kebijakan seperti Pemkab dan pejabat politik, seperti DPRD.

“Karena di tangan kedua pembuat kebijakan inilah yang dapat menjadi motor kemajuan RSUD Landak, sementara masyarakat sebagai pendukung dalam hal mencintai, menjaga dan memelihara RSUD agar dapat dipergunakan hingga generasi ke generasi selanjutnya, “ kata Direktur RSUD, dr. Pius Edwin Wiwin.

Direktur, dr Pius Edwin Wiwin mengakui RSUD Landak masih banyak memerlukan peralatan-peralatan medis, dokter ahli, dan perawat kesehatan. Kalau memang ada keinginan Pemkab untuk menjadikan RSUD menjadi Badan Layanan Umum, itu baik-baik saja, terlebih dalam hal keuangan,

dr Pius Edwin Wiwin

RSUD tidak mungkin memberikan pelayanan kalau keuangannya harus menunggu anggaran triwulan, sementara kebutuhan keuangan untuk pelayanan kesehatan perlu waktu yang cepat. Itu artinya pelayanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat tidak pakai ditundatunda.

Ia menambahkan, dengan kondisi RSUD yang ada sekarang, sambil jalan kita benahi segala kekurangan yang ada. Dan kita terus berharap, berdo’a dan berkomitment untuk menjadikan RSUD Landak menjadi rumah sakit yang dapat memberikan pelayanan kepada masyarakat. (Kiriman Ya’ Syahdan)

Pasar Kemuning, Kota Baru, untuk Pasar Sejahtera PASAR SEJAHTERA memiliki salah satu tujuan, yaitu pasar bersih dan sehat. Pasar Kemuning menjadi salah satu pasar yang mendapat program tersebut dari Yayasan Danamon Peduli. Pada gambar, Kadisperindagkop dan UKM Imran dan Direktur Eksekutif YDP Bonaria Siahaan saat sosialisasi program tersebut. FOTO: Ubay KPI/ Borneo Tribune

Ubay KPI Borneo Tribune, Pontianak

Petugas kebersihan memangkas dahan pohon untuk mempercantik wajah kota Ngabang. Foto Ya’ Syahdan/ Borneo Tribune.

Petugas Kebersihan Pangkas Pohon Besar

Borneo Tribune, Ngabang Petugas Kantor Kebersihan dan Petamanan Kota Kabupaten Landak menunjukan kebolehannya memanjat dan memangkas dahan pohon besar di dalam kota Ngabang. Pekerjaan mulia sekaligus uji nyali diperlihatkan oleh petugas kebersihan kota dengan sigap memangkas dahan-dahan pohon yang dianggap rawan apabila diterjang angin besar. Pekerjaan ini dilakukan untuk memperindah lingkungan kota dan sekaligus menjaga keamanan warga dari reruntuhan dahan pohon akibat terjangan angin besar. Kepala Kantor Kebersihan dan Pertamanan Kota, F. Asius, SE, mengatakan pemangkasan dahan pohon besar yang terdapat di dalam kota dilakukan oleh petugas kebersihan secara rutin, terutama pohon yang dianggap rawan. Asius mengajak semua pihak untuk menjaga kebersihan lingkungan. “Kebersihan itu merupakan kebutuhan mutlak yang diperlukan oleh semua makhluk hidup, maka marilah kita sama-sama menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat, “ ajaknya. (Kiriman Ya’ Syahdan )

Pasar Kemuning dipilih Yayasan Danamon Peduli (YDP) untuk dijadikan pasar sejahtera. Pasar Kemuning merupakan pasar yang telah lama dipandang oleh YDP untuk dijadikan Pasar Sejahtera. Baru bulan ini, YDP betulbetul menurunkan programnya untuk Pasar Kemuning bekerjasama dengan Pemkot Pontianak melalui Disperindagkop. Dalam sosialisasi Pasar Sejahtera Yayasan Danamon Peduli beberapa waktu lalu. Direktur Eksekutif Yayasan Danamon Peduli Bonaria Siahaan menyampaikan pihaknya fokus memperkuat desain programnya pada pasar, karena pasar dinilainya perlu dirawat dan dijaga kebersihannya. “Bagaimana pun bagusnya sebuah pasar kalau tidak dirawat, pasti tidak akan indah,” ujarnya. Pada kesempatan tersebut, Bonaria juga menampilkan foto-foto di kawasan Pasar Kemuning sekaligus memaparkan rencana dan target Pasar Sejahtera di hadapan

Opini

komunitas dan pengolaan pasar. Nantinya, dalam pelaksanaan di pasar tersebut akan dijadikan pasar percontohan. Selain itu, di lokasi tersebut nantinya akan dibangun pos kesehatan. Sedangkan Kepala Disperindagkop Kota Pontianak Imran dalam sambutannya pada sosialisasi Pasar Sejahtera beberapa waktu lalu mengatakan, adanya program Pasar Sejahtera selain untuk

memperbaiki juga untuk merubah perilaku. Khususnya dalam menjaga bersama kebersihan dan hal lain yang mengarah pada kebersihan dan kesehatan. Imran mengakui, dengan adanya program tersebut sangat terbantu. “Pada kesempatan ini mari kita bersamasama membicarakan dengan pihak yayasan. Apa saja yang kita inginkan, serta komitmen kita dalam mendorong dan

mendukung program ini yang jelas untuk kebaikan,” ujar Imran. Imran juga menyampaikan kepada pihak Yayasan Danamon Peduli, kehadiran pedagang dalam sosialisasi merupakan bentuk dukungan. “Sebelumnya kami telah bicarakan dengan pedagang, kalau pedagang siap mendukung dan melaksanakan program tersebut,” pungkas Imran.

Desa Tasik Malaya Layak Tempat Pariwisata Oleh : Heriansyah

HO TEL HOTEL

pedagang yang hadir. Bonaria menambahkan, Program Pasar Sejahtera (sehat, hijau, bersih, terawat) merupakan program sebagai bentuk kepedulian perusahaan terhadap lingkungan terutama kebersihan pasar-pasar. Kendati dalam program ini bantuan secara fisik juga diberikan namun yang menjadi faktor utama yakni non fisik. Non fisik tersebut meliputi dua hal, yanki edukasi

Mungkin sebagian masyarakat Kalimantan Barat (KALBAR) tahu dengan namanya desa Padang Tikar. Tapi kalau dengan desaku belum tentu sebagian masyarakat KALBAR tahu atau kenal. Desaku bernama desa Tasik Malaya. Desa ini terletak di Kecamatan Batu Ampar Kabupaten Kubu Raya. Desa ini tidak terlalu jauh dari Padang Tikar. Dari Pontianak, desaku

KEHILANGAN STNK, KB 3999 LG NK: MH331B002AJ474140 NS: 31B-474170 AN: JA’I Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi.

letaknya memang jauh, sehingga untuk sampai di sana harus menyeberangi laut luas dengan menggunakan motor tambang/motor air/speed/express. Belum ada jalan darat sebagai penghubung langsung dari desa ke kota. Walaupun desaku kecil dan terpencil tetapi sebenarnya sumber daya alamnya(SDA) melimpah ruah. Kenapa saya katakan demikian karena, pertama: desaku memiliki pantai yang luas yang kira-kira letaknya 300 depak (kurang lebih 500 Meter). Deretan pesisir juga memiliki mangrove (yaitu tumbuhan bakau kecil), kayu baruk dan pohon cemara. Pantai ini diberinama pantai Panorama Indah. Jika masyarakat dan pemerintah mam-

pu mengolah dengan maksimal, tempat ini merupakan aset desa dan bahkan menjadi sumber pemasukan bagi Kecamatan Batu Ampar serta Kabupaten Kubu Raya (KKR). Kenapa demikian??? Jika masyarakat dan pemerintah mampu mengolah dengan baik maka aku percaya, akan berhasil. Selama ini setiap penyambutan tahun baru dan seterusnya masyarakat dari luar KKR akan berbondong-bondong untuk mengunjungi dan merayakan tahun baru di Pantai Panorama Indah, Desa Tasik Malaya. Setiap Lebaran / hari-hari besar agama masyarakat banyak mengunjungi Pantai Panorama Indah, dan bahkan biasanya masyarakat Tasik Malaya dan sekitarnya

membuat hiburan dengan artis-artis/biduan dari ibu kota. Lepas pantai terdapat lautan luas berbatasan dengan lautan Cina Selatan yang merupakan sumber mata pencaharian masyarakat Desa Tasik Malaya yaitu nelayan. Dari hasil nelayan inilah dapat menjadikan masyarakat desaku untuk bertahan hidup dan melangsungkan kehidupannya. Di tepi pantai juga masyarakat dapat mencari penghasilan tambahan seperti pencarian kerang, kepah, ale-ale, tengkuyong, umangumang, yang tidak hanya bisa dikonsumsi pribadi tetapi dapat juga dijual di luar desa. Kedua: masyarakat di desaku juga memiliki sumber daya alam yang melim-

pah yaitu perkebunan kelapa. Dari kelapa ini juga sebagian masyarakat desaku menjadikannya sebagai sumber mata pencaharian. Dari proses kelapa ini banyak proses yang dilakukan diantaranya, manjat kelapa, ngumpolkan kelapa, menali kelapa, nyambi kelapa, ngupas kelapa, nangkun kelapa, nyalai kelapa, nyungkil kelapa, ngeringkan kelapa, kesemua proses itu merupakan kesempatan kerja bagi pemilik dan bagi warga lainnya. Kegiatan juga bisa menjadi daya tarik sendiri untuk pengunjung.

KEHILANGAN

KEHILANGAN

KEHILANGAN

KEHILANGAN

Heriansyah Mahasiswa STAIN PONTIANAK Jurusan Tarbiyah PAI

NGL

KEHILANGAN STNK, KB 4817 LH NK: MH1JBB219BK069495 NS: JBB2E-1072429 AN: YA’WAHIDIN SUDIRO HUSODO Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi. NGL

STNK, KB 4284 LK NK: MH331B004BJ955450 NS: 31B-955503 AN: HARTONO PEKA Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi. NGL

STNK, KB 4646 LK NK: MH328D40DBJ257980 NS: 28D-3257853 AN: SENA Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi. NGL

STNK, KB 2836 LM NK: MH328D40DCJ685594 NS: 28D-3684760 AN: JAIS STONE Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi. NGL

STNK, KB 2793 LJ NK: MH8BF45SABJ-133267 NS: F496-ID-417086 AN: MUNUS Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi.

NGL

KEHILANGAN

KEHILANGAN

KEHILANGAN

KEHILANGAN

KEHILANGAN

STNK, KB 2815 LK NK: MH328D40DBJ421908 NS: 28D-3422050 AN: ROPIKANUS Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi.

STNK, KB 3594 LJ NK: MH335D003BJ032173 NS: 35D-032216 AN: ERNI Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi.

STNK, KB 3320 LI NK: MH35D9203BJ221422 NS: 5D9-1221405 AN: BENO Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi.

STNK, KB 4686 LK NK: MH35D9204CJ528889 NS: 5D9-1528966 AN: AGUSTINUS LEO YATAS Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi.

STNK, KB 4815 LF NK: MH1JBC115AK719123 NS: JBC1E-1709776 AN: BURHAN Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi.

KEHILANGAN

KEHILANGAN

KEHILANGAN

KEHILANGAN

KEHILANGAN

STNK, KB 4936 LK NK: MH35D9204CJ530741 NS: 5D9-1530820 AN: RETNO Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi.

STNK, KB 2461 LJ NK: MH35D9204BJ338338 NS: 5D9-1337496 AN: ACIU Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi.

STNK, KB 2013 LM NK: MH35D9204CJ572160 NS: 5D9-1572242 AN: YOYON Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi.

STNK, KB 2030 LM NK: MH35D9204CJ575424 NS: 5D9-1575508 AN: HERMANUS ITAM Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi.

STNK, KB 2363 LM NK: MH35D9204CJ586310 NS: 5D9-1586391 AN: MISNA Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi.

NGL

NGL

NGL

NGL

NGL

NGL

NGL

NGL

NGL

NGL


Sekadau Borneo Tribune

Sabtu, 13 April 2013

Bupati Simon Petrus Buka Seminar Bagus Kosminto Borneo Tribune, Sekadau Eksistensi Hak Ulayat dan Masyarakat Hukum Adat belakangan menjadi isu hangat yang perlu dibahas. Karena, fakta dilapangan beragam. Ada penguatan dan ada pula pelemahan. “Hak Ulayat adalah hak sekelompok masyarakat dan hukum adat. Sebelum UU Pokok Agraria, Hak ini sudah ada,” kata Bupati Sekadau Simon Petrus, Jumat (12/4) saat ditemui usai membuka Seminar Eksistensi Hak Ulayat dan Masyarakat Hukum Adat, dan Sistem Hukum Nasional, di Hotel Gajah Mada Pontianak. Dikatakannya, apabila Hak Ulayat dinilai masih ada, maka haruslah diakui keberadaannya. Tanah Ulayat adalah bidang tanah yang diatasnya terdapat Hak Ulayat dari suatu masyarakat hukum tertentu. Mengenai keberadaan tanah ulayat masyarakat hu-

kum adat yang masih ada, dinyatakan dalam peta dasar pendaftaran tanah dengan membubuhkan suatu tanda kartografi, dan apabila memungkinkan, menggambarkan batas-batasnya serta mencatatnya dalam daftar tanah. Berkaitan dengan kewenangan pemerintah dalam penguasaan tanah, maka jangan sampai tersingkirkan Hak Ulayat ini. “Jadi, kita ingin menemukan, bagaimana melestarikan hak ulayat ini ditengah masyarakat. Jangan sampai tersinggirkan oleh aturan-aturan yang ada,” jelas Simon Petrus. Seminar ini dilaksanakan, karena Pemerintah juga ingin menempatkan hak ulayat ini ditempat yang sebenarnya. “Kita berikan pemahaman-pemahaman mengenai hak ulayat ini, supaya tidak terjadi bentrok di masyarakat dengan pemerintah. Hak ulayat berhadapan dengan UU Agraria dan turunan-turunannya,” jelasnya. Dijelaskannya, saat ini di Kabupaten Sekadau, Hak

Eksistensi Hak Ulayat Dalam Hukum Indonesia

FOTO BERSAMA Bupati Sekadau Simon Petrus usai membuka Seminar Eksistensi Hak Ulayat dan Masyarakat Hukum Adat, dan Sistem Hukum Nasional, di Hotel Gajah Mada Pontianak bersama para Narasumber dan peserta Seminar juga berkesempatan untuk foto bersama. FOTO Andika Lay/Borneo Tribune.

Ulayat sudah mulai ditinggalkan oleh masyarakat, dan pemerintah tidak ingin membiarkan hal ini terjadi, dan masyarakat diberikan pemahaman mengenai hak ulayat itu sendiri. “Kita

ingin memberi tanggung jawab kepada masyarakat dengan hak ulayat ini supaya mereka bisa lebih sejahtera. Diantara masyarakat jangan menimbulkan masalah diantara mereka,” ajak

Bupati. Hak Ulayat atau beberapa istilah sejenisnya merupakan hak masyarakat hukum adat. Kewenangan menurut hukum adat dipunyai oleh masyarakat hukum

Pasar Sayur Emperan Mulai di Tata Deskam Cup 2013

Mei Mendatang di Tertibkan Bagus Kosminto Borneo Tribune, Sekadau Pemerintah Kabupaten Sekadau terus mematangkan rencana penertiban Pasar Sayur Emperan yang mangkal di pinggiran jalan protokol pasar Sekadau, yakni di sepanjang Jalan Kapuas dan sekitarnya. Rencana penataan pasar emperan yang direncanakan bulan Mei mendatang sudah dibahas dalam rapat koordinasi Lintas Sektoral di Kantor Bupati Sekadau, Selasa (9/4).

Rakor yang digelar di kantor Bupati Sekadau itu dipimpin langsung Sekretaris Daerah Kabupaten Sekadau, Yohanes Jhon. Sejumlah instansi terkait terlihat hadir, diantaranya dari Diperindagkop dan UKM, Dispenda, Asisten I, Kantor Lingkungan Hidup. Kemudian dari Pol PP, unsur kepolisian, Bagian Pemerintah, Hukum dan Bagian Ekonomi Sekretariat Daerah Sekadau. Sekda Sekadau, Yohanes Jhon, menjelaskan, Rakor itu dilakukan sebagai upaya pemerintah untuk mema-

INFO BANK BNI 46 Pontianak, Jl. Tanjung Pura No. 1 Telp. (0561) 736211, 732016, 732630, 732026 (0561) 736392 Capem Univ. Tanjungpura. Jl. Daya Nasional Telp. (0561) 736046 (0561) 764012 Capem Pasar Siantan, Jl. Khatulistiwa No. 81-83 Siantan Telp. (0561) 881419 (0561) 883263

BCA KCU PONTIANAK, Jln. A. Yani No. 1 Ptk, 0561-736305 (hunting) KCP Imam Bonjol, Jln. Imam Bonjol No. 457 Ptk, 0561-737984, 734524 KCP Rahadi Usman, Jln. Rahadi Usman No. 4 Ptk, 0561-733482, 740814-15 KCP Sei Pinyuh, Jln. Raya Terminal 05-06, Sei Pinyuh KCP Sultan Muhammad, Jln. Sultan Muhammad 136, Ptk, 0561-738051

BANK KALBAR CABANG UTAMA PONTIANAK Jl. Rahadi Osman No. 10 Pontianak 78117, Telp. (0561) 732148, 736723 Fax. (0561) 745149, Telex. 29174, 29129 CABANG SYARIAH Jl. A. Yani Pontianak, Komp. Perkantoran & Town House No. 5-6 (depan A. Yani Mega Mall) Telp. (0561) 733033, 7061800, Fax. (0561) 732599

BANK BRI Kantor Cabang Barito, Jalan Barito, Telp. (0561) 734009, Fax. (0561) 733019 Komplek Pertokoan Pasar Flamboyan Jalan Gajah Mada Blok C. 14 Ptk

BANK DANAMON Jl. Tanjung Pura No. 102, Ptk Telp. (0561) 737107 (H), 730898, Fax : (0561) 736264, 765595 Jl. St. Muhammad No. 173, Ptk Telp. (0561) 731156, Fax : (0561) 734462 Jl. KH. Wahid Hasyim No.24-26, Telp.: 0561-768599/765411, Fax : 0561-768599/765411

BANK MANDIRI SYARIAH PONTIANAK, Jl. Diponegoro No. 95, Telp. (0561) 745004, Fax. Ketapang, Jl. MT. Haryono No. 111-112 Ketapang, Telp. (0534) 34600 Fax. (0534) 34395 Kantor Kas Politeknik, Kampus Politeknik Negeri Jl. A. Yani No. 52, Telp. (0561) 583850 Kantor Layanan Syariah Bank Mandiri Pontianak-Sidas, Jl. Sidas No. 2, Pontianak, Telp. : (0561)7069797, Fax. : (0561) 763082

BANK BUKOPIN Cabang Jl. Ir. H. Juanda No. 55-56 Pontianak 78117 (0561) 745025 (Hunting) (0561) 734253 Cabang Pontianak Kal-Bar, Jl. Adi Sucipto Km. 7,5 (Gedung Kopkar Mekar PLN Wil Kal - Bar) Kabupaten Pontianak, Telp. 0561 722598, 0561 - 723158, Kantor Kas Adisucipto Jl. Sultan Muhammad No. 48, Pontianak 78117 , (0561) 730001/ 730077, (0561) 730132, Capem Sultan Muhammad

BANK BTN CABANG PONTIANAK, Jl. Imam Bonjol No. 29 Pontianak 78123, Pontianak, Telepon: (0561) 740163 Fax: (0561) 740168 CABANG PEMBANTU JERUJU, Jl. Kom. Yos Sudarso No. 10, Jeruju Pontianak 78122, Telepon: (0561) 770567 Fax: (0561) 770567 KAS LAYANAN POS ONLINE PONTIANAK, Jl. St. A. Rahman No.49, 78116, Pontianak, Telepon: 0561-730641, 0561-730642, 0561730644 Fax: 0561-762146

BANK PERMATA Juanda KC, Jl. IR. H. Juanda No. 49-50 BB, Pontianak (781177), 0561-738323, 0561 -736411 Gajah Mada KCP, Jl. Gajah Mada no 69 C, Pontianak (78121), 0561747371, Tanjung Pura KCP, Jl. Tanjung Pura No. 370, Pontianak (78122), 0561764926

BANK BII KC Pontianak Jl. Tanjungpura No.20 (Pontianak) Telp. (0561) 39220

BANK MANDIRI

BANK BHI

Jl. I Gusti Ngurah Rai No. 2 , Humaera B (0561) 734247, 734147 Jl. Achmad Yani No. 3 - 3 A, (0561) 765010, 767993 Jl. Tanjungpura No. 110, (0561) 734464, 734752 Jl. Sidas No. 2 (0561) 734670, 747495, 733672

BANK MEGA

Cabang PONTIANAK, Jl. Imam Bonjol No.567 , Telp. (0561)-762838; Fax. (0561) -76290

KC PONTIANAK, Jl. H. Agus Salim No. 10 - 12, Telp. (0561) 739822, (0561) 749078

8

H. Isdianto, SE. FOTO Bagus Kosminto/ Borneo Tribune

tangkan kesiapan penertiban pedagang sayur dadakan di kompleks pasar Sekadau. Para pedagang nanti akan mereka relokasi ke lokasi yang baru, yakni di Kompleks Pasar Plamboyan. “Tentu kita tidak hanya tertibkan. Kita sudah siapkan tempat yang baru untuk mereka (berjualan, red),” ujar Sekda. Menurut Sekda, dalam Rakor itu, dibahas tentang sistem dan tata cara penertiban. Tujuannya, agar dalam penertiban nanti tidak ada akses negatif, seperti protes atau demontrasi dari para pedagang yang akan ditertibkan. Karenanya, dalam waktu dekat Pemkab akan melakukan sosialisasi dengan para pedagang yang akan ditertibkan. “Kita mengutamakan langkah persuasif. Kita harapkan dalam sosialisasi nanti ada rasa saling keterbukaan dari pemerintah maupun pedagang,” tuturnya. Ditegaskan Jhon, dalam sosialisasi nanti, pemerintah tidak akan bertindak secara sepihak. Mereka tetap akan mendengar aspirasi dari para pedagang. “Prinsipnya, saling menerima. Pemerintah akan mendengar aspirasi masyarakat, pelaku pasar juga diharapkan menerima apa yang menjadi kemampuan pemerintah,” imbuhnya. Kepala Diperindagkop dan UKM Kabupaten Sekadau,

H Isdianto mengatakan pihaknya akan menata semua pedagang sayur, ikan maupun daging yang masih mangkal di pinggir sejumlah jalan protokol yang ada di pasar Sekadau. Penataan akan dilakukan dengan memindahkan lokasi jualan mereka ke lapak dan kios baru yang dibangun Pemerintah di kompleks Pasar Plamboyan Sekadau. “Pokoknya, semua pedagang sayur, ikan, dan daging tidak ada lagi yang berjualan di pinggir jalan. Semuanya akan kita pindahkan ke Pasar Plamboyan supaya wajah Kota Sekadau lebih rapi,” tuturnya. Dipaparkan Isdianto, pihaknya sudah membangun 36 los dan 6 buah kios baru di kompleks pasar Plamboyan. Los dan kios inilah yang akan dijadikan tempat untuk menampung para pedagang pasar dadakan nanti. “Kios dan losnya sudah jadi. Listrik dan ledeng sudah ada, sehingga sudah bisa ditempati,” katanya. Terkait soal kapan akan dimulainya penertiban, Isdianto tidak memberikan keterangan pasti. “Yang jelas, awal Mei nanti kita sudah memulai sosialisi dengan para pedagang yang akan ditertiban. Data sementara ada 28 pedagang yang akan kita tertibkan. Jumlah ini belum ditambah sejumlah pedagang lain yang belum terdata,” tandasnya. o

annya yang timbul dari hubungan baik secara lahiriah maupun batiniah, turun temurun dan tidak terputus antara masyarakat hukum adat tersebut dengan wilayah yang bersangkutan. o

Liontin FC Kibar Kemenangan 5-0

Bagus Kosminto Borneo Tribune, Sekadau

Sekda, Drs. Yohanes Jhon, M.Si. FOTO Bagus Kosminto/Borneo Tribune

adat dan wilayah tertentu, merupakan lingkungan hidup warganya untuk mengambil manfaat dari sumber daya alam termasuk tanah dalam wilayah tersebut bagi keberlangsungan kehidup-

Turnamen sepak bola Desakam Cup 2014, Desa Gonis Tekam Kecamatan Sekadau Hilir mendapat sambutan luar biasa dari sejumlah pemain sepak bola dari berbagai wilayah di Sekadau. Ajang ini juga diharapkan dapat mencetak bibit-bibit pemain sepak bola handal di Bumi Lawang Kuari. Pada pertandingan Kamis kemarin (11/4) dilapangan Desa Gonis Tekam, Grup sepak Liontin FC mampu unjuk gigi menunjukkan kemenangannya setelah menang telak 5-0 mengalahkan

Ps2G2 SP 6 Nanga Menterab. Manajer Liontin FC, Arsen, mengaku puas dengan kemenangan timnya, walau sempat kewalahan bermain dilapangan hijau Desa Gonis Tekam, pasca licin habis diguyur hujan Kamis sore. “Walau lapangan licin karena hujan, para pemain bisa total sampai puncak memperoleh skor 5-0,” katanya kepada Borneo Tribune, di Sekadau, Jumat (12/4). Dia mengaku senang ketika timnya Jali, Agau, Totok, mampu menunjukkan kepiawaian mereka bermain menangguhkan lawan. “Jali cetak 2 gol, Agau 2 gol dan Totok 1 gol, skor jadi 5. Pemain Liontin FC

tidak member kesempatan kepada lawan untuk menyerang,” katanya bangga. Kendati mendapatkan kemenangan, tim Liontin FC tak mau menyepelekan pemain lainnya khususnya club-club sepak bola yang akan bertemu dengan Liontin FC nantinya. Rencananya, jika tidak ada halangan hari ini 13 april liontin CF dijadwalkan bermain ke dua kalinya. “Besok sabtu (hari ini) kita akan bermain lagi, semoga menang. Dan diharapkan juga agar lewat turnamen-turnamen seperti ini bisa meningkatkan skil bermain sepak bola membela clubnya masing-masing,” tandasnya. o

Liontin FC berpose bersama sebelum menggelar pertandingan di lapangan Desa Gonis Tekam. FOTO Bagus Kosminto/ Borneo Tribune

Syarat Bacaleg 2014 Tak Bisa Neko-Neko Bagus Kosminto Borneo Tribune, Sekadau Legislator yang masih duduk di DPRD Sekadau harus legowo kehilangan jabatannya jika hendak berniat maju dalam Pemilu 2014 menggunakan partai yang tidak sama dengan partainya terdahulu atau pindah partai perserta pemilu 2014. Mereka wajib mundur sebagai anggota dewan aktif seperti isian surat pengunduran diri model BB-5, khusus anggota Dewan yang berpindah

Parpol. Ini artinya, aturan dan persyaratan Bakal Calon Legislatif Pemilu 2014 yang sudah ditetapkan dalam PKPU tidak main-main. “Kita akan tetap menggunakan aturan itu. Tidak akan ada dispensasi,” tegas Divisi Hukum KPUD Sekadau, Marselinus Daniar SH. Artinya, anggota dewan di DPRD Sekadau yang masih menjabat harus meletakkan jabatan jika ingin maju kembali dalam Pileg 2014 melalui partai berbeda. “Tidak akan ada tawar-menawar, dan harus tetap mun-

dur,” kata Marsel. Dalam Pasal 19 huruf (i) angka 2 Peraturan KPU Nomor 13 Tahun 2013 disebutkan bahwa ‘Anggota partai politik yang dicalonkan oleh partai politik yang berbeda dengan partai politik asal, baik partai politik peserta Pemilu maupun bukan peserta Pemilu melampirkan surat pernyataan pengunduran diri sebagai anggota partai politik asal (Model BB-5)’. Pada huruf (j) disebutkan dalam hal anggota partai politik sebagaimana dimaksud pada huruf (i) angka 2

adalah anggota DPR, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota, surat pernyataan pengunduran diri dilengkapi dengan surat pernyataan pengunduran diri sebagai anggota DPR, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/ Kota dan surat keputusan pemberhentian sebagai anggota DPR, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota. Kemudian dalam huruf (k) disebutkan bahwa, ‘Dalam hal anggota partai politik yang merupakan anggota DPR, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota belum dapat melampirkan su-

rat pemberhentian sebagaimana dimaksud pada huruf j, dapat digantikan surat keterangan pimpinan DPR, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota atau sekretaris DPR, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota bahwa pemberhentian sebagai anggota DPR, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota sedang diproses, yang harus diserahkan paling lambat pada masa perbaikan DCS (Daftar Caleg Sementara)/pengajuan penggantian calon anggota DPR, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota’. o


Sabtu, 13 April 2013

Sintang-Melawi

Borneo T Tribune

9

Seleksi Paskibra, para pelajar SMA yang mengikuti seleksi Paskibra di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Melawi. FOTO: Eko Susilo/Borneo Tribune

Sintang Gagal Sandang Kabupaten Swasembada Pangan Hamil Korban Asusila Boleh Ikut UN Endang Kusmiyati Borneo Tribune, Sintang PELAJAR peserta ujian nasional (UN) yang hamil akibat korban tindak asusila diperkenankan mengikuti UN. Kebijakan Dinas Pendidikan Kabupaten Sintang tidak akan melarang siswi tersebut untuk mengikuti proses UAN. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sintang melalui Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Sintang, M. Afen menegaskan, tidak ada peraturan yang menyebutkan seorang siswi hamil tidak boleh mengikuti ujian akhir. ”Asal penyebab hamilnya tersebut merupakan korban perkosaan, tapi kalau hamil karena prilaku moralnya yang buruk maka kita tidak mentolelir bila ketahuan. Sebab ini merupakan salah satu pendidikan moral anakanak,” tegas M Afen, belum lama ini. Menurutnya, sampai saat

ini pihak Disdik Kabupaten Sintang belum menerima laporan terkait adanya siswi hamil yang akan mengikuti UN. Kalau pun ada mungkin tidak ketahuan oleh sekolah. “Mungkin kalau pun ada siswi tersebut secara otomatis akan mengundurkan diri,” ujar Afen. Di beberapa daerah justru memperbolehkan siswa hamil ikut ujian tanpa melihat penyebabnya, baik siswa yang terlibat masalah tindak pidana hukum ataupun berlaku amoral, tetap harus melaksanakan ujian akhir tersebut. Setiap siswa memiliki hak untuk bersekolah dan mengikuti ujian. Sebab sekolah atau pihak penyelenggara pendidikan tidak berhak turut membawa permasalahan amoral siswa yang bersangkutan. Bahkan, jika ada pihak sekolah yang melarang seorang siswa bermasalah untuk mengikuti UN, maka ada pengenaan sanksi terhadap yang melarang tersebut. †

18 Atlet Melawi Lulus Seleksi POPDA Eko Susilo Borneo Tribune, Nanga Pinoh GUNA menyiapkan atlet asal Kabupaten Melawi yang akan mengikuti Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Tingkat Provinsi Kalbar mendatang, Dinas Pemuda Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Melawi telah melakukan seleksi POPDA yang dilaksanakan pada 3 April sampai 5 April yang lalu. Dari seleksi tersebut terpilihlah 18 atlet yang akan mewakili Kabupaten Melawi pada POPDA Kalbar yang akan dilaksanakan pada 21 hingga 24 April mendatang. “Ada tiga cabang olahraga yang diseleksikan. Yaitu, atletik, taekwondo serta voli pantai. Untuk cabang atletik meliputi lari 100 meter, lari 400 meter, lari 1.500 meter, lari 5.000 meter, lompat jauh, lempar cakram serta tolak peluru,” ujar Kabid Pemuda dan Olahraga, John Yudha RB, kemarin. Tempat seleksi atlet POPDA tersebut, sambung dia, untuk atletik dilakukan di Stadion Raden Tumeng-

gung Setia Pahlawan, lompat jauh dan tolak peluru di SMP Negeri 1 Nanga Pinoh dan voli pantai di lapangan volley ball Disporabudpar. “Saya berharap pelajar yang lulus seleksi POPDA ini nantinya bisa membawa nama baik Kabupaten Melawi di tingkat provinsi,” harapnya. John Yudha mengharapkan kepada pelatih dan wasit nantinya dapat memilih bibit-bibit yang terbaik serta para atlet. Bila nantinya sudah terpilih dapat berlatih secara rutin dan berusaha sebaik mungkin serta harus terus bersemangat mengikuti cabang olahraga. “Karena selain mewakili Kabupaten Melawi, mereka nantinya akan terus dibina menjadi olahragawan yang handal bagi Melawi ke depan,” ujarnya. John meminta agar dapat pemilihan atlet tersebut jangan sampai ada pilih kasih dan harus ada sikap netral di dalam melakukan seleksi. Atlet yang terpilih memang memiliki kemampuan dan layak untuk mewakili Kabupaten Melawi dalam POPDA tingkat Provinsi mendatang. †

Endang Kusmiyati Borneo Tribune, Sintang MESKIPUN hasil panen padi Sintang mengalami peningkatan setiap tahunnya, namun sampai saat ini Sintang belum juga menyandang nama sebagai kabupaten Swasembada pangan yang disebabkan oleh masyarakat petani, yang enggan menjual beras hasil panen mereka ke Dolog Sintang dengan alasan harga yang ditetapkan rendah. ”Sebenarnya Kabupaten Sintang sudah layak menjadi kabupaten swasembada pangan, mengingat hasil pertanian di Sintang mengalami peningkatan setiap tahunnya. Akan tetapi hal tersebut belum bisa ter-

capai, karena masyarakat petani enggan menjual beras hasil panen mereka ke Dolog Sintang,” ungkap Kepala Dinas Pertanian, Peternakan dan Pertanian Kabupaten Sintang, Arbudin, belum lama ini. Menurut Arbudin, alasan masyarakat enggan menjual hasil panen mereka kepada Dolog Sintang, disebabkan karena harga yang ditetapkan oleh pihak Dolog rendah. “Para petani tidak mau menjual beras hasil panennya, karena menurut mereka tidak sesuai dengan harga yang ditetapkan oleh Dolog. Mereka mau menjual berasnya jika dibeli sesuai dengan harga yang diinginkan oleh petani,” lugasnya. Masyarakat petani, lan-

jut Arbudin, lebih memilih menyimpan hasil panen di lumbung padi mereka masing-masih. Ketimbang menjual kepada pihak Dolog Sintang, dengan harga yang sudah ditetapkan. Bahkan ada beberapa petani menyimpan padinya sudah hampir tiga tahun di dalam lumbung padi. Karena tidak habis dimakan, mereka paling mau menjualnya jika ada yang datang membelinya langsung kepada petani,” tuturnya. Meskipun dengan kondisi tersebut, Dinas Pertanian tetap optimis tahun 2014, target swasembada pangan dapat terwujud secara realistis. Hal itu akan dibuktikan dengan pembelian beras petani. Target tersebut ditunjang dengan penyediaan infrastruktur

pendukung bagi para petani. Seperti penyediaan irigasi maupun jalan usaha tani yang memadai. ”Untuk pembelian beras petani, pihak kita sudah menjalin komunikasi dengan Dolog (Depot Logistik) Sintang agar bekerja sama membeli beras petani. Dengan demikian para petani tidak lagi kesulitan dalam memasarkan hasil pertaniannya,” ulas Arbudin. Ia mengakui bahwa hasil produksi pertanian ke depan akan lebih besar lagi bila sentra pertanian dikelola secara maksimal. Saat ini sudah ada beberapa kecamatan yang mampu swasembada pangan, seperti Kecamatan Binjai, Dedai, Kelam Permai, Sungai Tebelian dan Sepauk. Daerah-daerah tersebut memi-

liki luas area persawahan lebih dari 500 hektar. “Program kita setiap kecamatan minimal memiliki 500 hektar lahan persawahan. Bila program ini berjalan di 14 kecamatan di Kabupaten Sintang, pastinya Sintang mampu swasembada sekaligus sebagai lumbung padi,” ucapnya. Menurutnya, saat ini pihaknya terus memenuhi infrastruktur pendukung petani. Selain irigasi dan jalan usaha tani, bantuan berupa handtraktor terus diupayakan. “Program 2013, kita masih membangun infrastruktur pendukung. Masih banyak permintaan bantuan handtraktor dari para kelompok tani dan hal ini terus kita perjuangkan,” pungkasnya. †

Dinkes Tingkatkan Fasilitas Kesehatan Desa

Melawi Kekurangan Tenaga Medis Eko Susilo Borneo Tribune, Nanga Pinoh PEMBANGUNAN sejumlah fasilitas kesehatan baru, seperti Pos Bersalin Desa (Polindes) maupun Puskesmas Pembantu (Pustu) terus digalakkan oleh jajaran Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Melawi. 2013, ada sembilan fasilitas kesehatan yang akan dibangun, termasuk perehaban sejumlah Pustu yang telah dianggarkan melalui APBD.

“Kalau Pustu yang baru sekitar empat atau lima. Salah satunya ada di Kecamatan Ella. Itu sebenarnya lanjutan dari tahun sebelumnya,” kata Kepala Dinkes Kabupaten Melawi, Simson, belum lama ini. Menurut Simson, saat ini sebagian fasilitas kesehatan yang dibangun memang lebih mengarah pada peningkatan pelayanan kesehatan di tingkat desa. Sehingga pembangunan Pustu, Polindes maupun Poskesdes terus menjadi perhatian Dinkes setiap

tahun. “Kalau puskesmas yang baru kita belum ada menambah. Masih tetap sebelas yang sudah ada. Namun peningkatan status dan layanan terus kita lakukan,” paparnya. Simson menambahkan, pihaknya telah memiliki wacana bahwa bangunan Pustu ke depan bisa meningkat menjadi puskesmas. Namun hal tersebut akan dibangun secara bertahap mengingat sumber daya manusianya yang masih terbatas.

“Tenaga medis kita saat ini memang sudah cukup kalau untuk di tingkat puskesmas. Hanya memang untuk rawat inap inikan minimal ada dua dokter. Ini yang masih kurang. Kalau perawat dan bidan masih kurang,” lugasnya. Saat ini saja, ungkap Simson, masih ada sekitar 49 fasilitas kesehatan yang belum ada tenaga kesehatannya, baik perawat maupun bidan. Dinkes, terangnya sebenarnya sudah mengusulkan tenaga tambahan, baik

melalui PTT (Pegawai Tidak Tetap), hanya belum ada informasi apakah akan ada penerimaan atau tidak. “Yang jelas seperti dokter saja kita masih kurang. Karena kalau puskesmas rawat inap itukan perlu dua dokter. Apalagi puskesmas juga kini sudah kita arahkan menjadi puskesmas rawat inap,” jelasnya. Simson menyebutkan setiap fasilitas kesehatan yang baru dibangun tentunya akan dilengkapi dengan alat-alat medis serta SDM. †

Veronika Ancili: Saya Tidak Jamin Semuanya Diangkat PNS

BKD Sintang Publikasikan Data Honorer K2 Endang Kusmiyati Borneo Tribune, Sintang Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Sintang menerima daftar 702 tenaga honorer yang masuk dalam kategori dua (K2), yang selanjutnya diumumkan melalui media untuk uji publik terhadap tenaga honorer K2 ini. Kepala BKD Kabupaten Sintang, Veronika Ancili mengatakan, pihaknya sudah mempublikasikan nama-nama tenaga honerer K2 kepada publik. “Selama 11 hari dipublikasikan, kita sudah menda-

patkan satu sanggahan dari masyarakat pada tenaga honoren K2 . Sanggahan ini tentu saja dilengkapi dengan data-data bahwa tenaga honorer tersebut sudah satu tahun tidak aktif menjadi guru. Bahkan sudah memilih pekerjaan lain,” ujar Veronika Ancili, Kamis (11/4) lalu. Menurutnya, pelaksanaan uji publik tersebut dalam rangka untuk menghidari masuknya namanama siluman ke dalam K2. “Proses ini salah satu cara memberikan pemahaman pada masyarakat. Apa yang dilakukan ini sesuai azas transparansi serta keterbu-

kaan informasi,” tutur Veron. Veron menambahkan, pihaknya memberikan waktu hingga 22 hari sanggahan, bila ada sanggahan lain maka pihak BKD akan mengajukan nama-nama yang masuk dalam K2 ini kepada Badan Kepegawaian Nasional (BKN) untuk diproses menjadi CPNS. “Mereka para honorer ini akan diuji kembali melalui uji kompetensi yang dilakukan oleh BKN. Sampai saat ini pihak BKD Kabupaten Sintang belum menerima petunjuk dari BKN terkait kapan akan digelar uji kompetensi ini,” ujarnya.

Sebelumnya, para tenaga honorer Kabupaten Sintang yang masuk dalam kategori dua ini telah melalui seleksi pada Katagori Satu (K1), BKN telah mengeluarkan formulir yang harus diisi oleh tenaga honorer yang lulus pada K1. ”Saya tidak menjamin tenaga honorer yang masuk dalam K2 seluruhnya dapat diangkat menjadi CPNS. Karena ada uji kompetensi lagi yang harus mereka lalui. Dan uji kompetensi ini yang akan menentukan kelulusan mereka,” tegas Veronika Ancili. Sementara itu, sumber Menpan menyebutkan seca-

ra nasional jumlah tenaga honorer K2 di seluruh Indonesia yang masih diuji publik sebanyak 500 ribu. Tetapi dari 500 ribu itu, sambung dia, hanya 30 persen saja yang dapat mengikuti uji kompetensi untuk setiap daerah. Menyinggung mengenai usulan Pegawai Negeri Sipil dari jalur umum, dia mengatakan bahwa pihaknya setiap tahun selalu mengajukan usulan. Namun pada 2012 Kabupaten Sintang tidak mendapatkan alokasi pengadaan PNS dari jalur umum. Sementara untuk 2013 belum ada informasi dari BKN. †


Kapuas Hulu

Sabtu, 13 April 2013

Borneo T Tribune

10

Pangdam Hadiri Bakti Negeri di Lintas Batas

Taman Bermain Pulau Kambing di Resmikan

Pangdam XII/Tanjungpura saat meninjau pengobatan gratis melalui kegiatan Bakti Negeri di lintas batas Kecamatan Badau. FOTO: Timotius/Borneo Tribune Andika Lay Borneo Tribune, Pontianak

Pangdam XII/Tanjungpura foto bersama dengan anak-anak di perbatasan wilayah Kabupaten Kapuas Hulu. FOTO: Timotius/Borneo Tribune

Dokter Masih Gunakan Fasilitas Pribadi

Peralatan Medis Mata RSUD Ahmad Diponegoro Minim

Timotius Borneo Tribune, Putussibau SAAT ini Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ahmad Diponegoro Putussibau memiliki dokter spesialis mata, hanya saja saat ini doker tersebut masih menggunakan fasilitas atau peralatan medis milik pribadi, pasalnya RSUD Putussibau belum memiliki fasilitas yang berkaitan dengan kebutuhan dalam pelayanan penyakit mata. “Saya masih menggunakan fasilitas pribadi, karena memang belum ada per-

dr. Mia Purnama SP.M Dokter Spesialis Mata RSUD Putussibau Foto Timotius/Borneo Tribune

alatan-peralatan yang disiapkan pihak RSUD Putussibau ini, sehingga jika pasien masih bisa saya tangani menggunakan peralatan saya sendiri saya tangani, namun jika tidak bisa terpaksa saya rujuk, karena memang keterbatasan fasilitas,” kata Dokter spesialis mata RSUD Putussibau dr. Mia Purnama SP.M, Rabu (9/04) kemarin. Menurut pengalaman sebelum menjadi dokter sepesialis saat bertugas di Kecamatan Embaloh Hilir, Mia melihat bahwa kasus penyakit mata di daerah ini cukup banyak. Hanya saja karena saat itu dirinya dokter umum hanya bisa mena-

ngani seadanya saja. Namun dengan adanya ilmu dimiliki saat ini Mia mengaku siap melayani pasien yang berkaitan dengan mata. Dikatakan Mia, untuk sementara ini, dirinya hanya bisa melayani kasus mata seperti katarak, selaput merah diputih mata (pterygium), trauma tajam, trauma tumpul pada mata, trauma kimia dan trauma thermal. “Mudah-mudahan tahun ini fasilitas yang saya perlukan dibidang dokter spesialis mata dapat terwujud, sehingga pelayanan bisa lebih maksimal,” pintanya. †

Gallery

Kerawing Menerima pesanan & menjual : hasil tenunan daerah/ kerajinan, berupa pakaian adat, anyaman dan lukisan Putusibau SISKA Hp. 081257159998

PT. BUMI BORNEO CEMERLANG

Distributor Aspal Shell (Drum) Pen 60/70, Berat Bersih : 154 Kg

Telp. 0561-577868 Jl. Gaj ahma da N o. 3 P ont ianak Gajahma ahmada No Po ntianak Email: aria_tur@yahoo.com Penerbangan Pontianak - Jakarta BATAVIA : 5x penerbangan dalam sehari ( z07.05 z07.55 z11.10 z14.35 z16.00 ) SRIWIJAYA : 4x penerbangan dalam sehari ( z07.00 z07.55 z11.55 z15.50 ) LION AIR : 3x penerbangan dalam sehari ( z07.30 z11.35 z15.30 )

GARUDA : 3x penerbangan dalam sehari ( z08.00 z12.55 z17.35 ) Penerbangan PTK - JOGJA & PTK - SURABAYA BATAVIA : 1x penerbangan dlm sehari (pukul : 14.45)

PALAPA TAXI

PONTIANAK - SINGKAWANG (PP) PONTIANAK SINGKAWANG

Jl. Arteri Supadio Ruko No. 1-2

Jl. Niaga No. 25

0561-717 8888 0562-333 9999 0821 4876 8888 0821 4876 9999 ARMADA INNOVA & YARIS ARMADA INNOVA & YARIS JAM JAM BERANGKAT :

BERANGKAT:

05-07-08-09-10-11-13-14-15-16-17-19.00 WIB 05.00 - 08.00 - 11.00 - 14.00 - 17.00 - 19.00

KUNJUNGAN Pangdam XII/Tanjungpuraa Mayjen TNI Ridwan beserta rombongan ke Bumi Uncak Kapuas tidak hanya bertatap muka dengan sejumlah tokoh masyarakat, tokoh adat, pemuda dan Pemkab Kapuas Hulu, ataupun peresmian Taman Bermain Pulau Kambing. Namun kunjungan Pangdam sejak 10 hingga 11 April kemarin, langsung menghadiri kegiatan Bakti Negeri Di Lintas Batas, tepatnya di Kecamatan Badau wilayah Kabupaten Kapuas Hulu. Bakti Negeri di Lintas Batas ini dilaksanakan di 33 titik di sepanjang 966 Km perbatasan IndonesiaMalaysia wilayah Kalbar, salah satunya dilaksanakan di Kecamatan Badau yang berbatasan langsung dengan Negara Malaysia. Kegiatan tersebut berupa pengobatan gratis, pelayanan KB, pendi-

dikan dan sejumlah pelayanan kesehatan lainnya yang dibutuhkan masyarakat di daerah perbatasan, termasuk juga pelayanan mobil pintar untuk anak bangsa di perbatasan. Kegiatan yang diselenggarakan Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB) ini disambut antusias masyarakat perbatasan. Warga perbatasan membanjiri tempat pelayanan pengobatan gratis tersebut. Turut mendampngi Wakil Bupati Kapuas Hulu Agus Mulyana dan sejumlah pejabat SKPD di lingkungan Pemkab Kapuas Hulu. Pangdam mengatakan kegiatan tersebut merupakan salah satu wujud kepedulian TNI-AD kepada masyarakat khususnya yang berada di daerah perbatasan, mencerdaskan kreatifitas anak bangsa, dan meningkatkan cinta tanah air. “Kesehatan kebutuhan dasar manusia, mana kala sedikit gangguan pada kesehatan maka akan meng-

hambat seluruh aktifitas, dan saya rasa bakti sosial kali ini merupakan kebutuhan masyarakat perbatasan agar dapat hidup sehat dan cinta tanah air Indonesia,” ucapnya kepada sejumlah jurnalis, Kamis (11/4) kemarin. Dikatakan Ridwan, daerah perbatasan merupakan serambi depan bangsa ini, untuk itu perlu komitmen bersama untuk membangun daerah pebatasan, dalam mengejar ketertinggalan bangsa dan mengejar kesenjangan dengan negara tetangga. “Semuanya bertanggungjawab membangun daerah perbatasan ini, apalagi kondisi kesehatan dan pendidikan di daerah perbatasan, belum terpenuhi semua fasilitas pendidikan, untuk itu melalui mobil pintar yang masuk ke desa-desa dapat meningkatkan minat baca, menambah wawasan yang berkualitas dan tidak tertinggal oleh negara lain,” tegasnya. †

Pemberian Bibit Diharapkan Sesuai Kebutuhan

Bantuan Pemerintah Mesti Tepat Sasaran

Timotius Borneo Tribune, Putussibau MESKIPUN Pemerintah telah membuat terobosan dalam membantu masyarakat khususnya di bidang perikanan, namun hingga saat ini sejumlah masyarakat masih merasa tidak diperhatikan. Pasalnya, penyerahan atau pemberian bibit ikan dinilai masih belum tepat sasaran, begitu juga dengan pembinaan yang belum dirasakan oleh sejumlah kelompok nelayan. “Seharusnya pemerintah melihat mana yang sungguh cocok untuk pengembangan perikanan dan penyerahan bantuan jangan kepada perorangan tetapi kepada masyarakat yang sangat paham dan mengeluti bidang perikanan. Apalagi, kalau masyarakat yang menggantungkan hidupnya dari nelayan itu harus diperhatikan,” kata Kepala Desa Dalam Selimbau, H. A.M Tarmizi H.Y, Rabu (9/04) kemarin. Menurut Tarmizi dirinya sangat menyesalkan dalam pemberian bantuan bibit ikan, selama ini Pemerintah tidak melihat dengan kondisi ril yang ada di masyarakat, seharusnya disesuaikan

H.A.M Tarmizi H.Y Kades Dalam Selimbau Foto Timotius/Borneo Tribune

dengan keadaan kebutuhan di masyarakat. Salah satu contohnya bibit ikan yang benar-benar cocok ikan apa, itu harusnya kata Tarmizi diperhatikan. Selain itu, dalam pemberian bibit bantuan jangan hanya diperuntukan oleh orang-orang tertentu yang tidak membutuhkan, sementara masyarakat yang menggantungkan hidupnya dengan nelayan tidak mendapat perhatian. Oleh karenanya, Tarmizi meminta Pemkab Kapuas Hulu melalui Dinas Perikanan dapat memperhatikan desa-

nya, dimana masyarakat Desa Dalam Selimbau tersebut hidup dengan mencari ikan. “Saya hanya minta bibit ikan untuk masyarakat itu tepat sasaran, kepada masyarakat yang benar-benar memerlukannya, lagi pula pembinaan kepada masyarakat harus benar-benar dilakukan, jangan setelah diberikan bibit ikan kemudian masyarakat dibiarkan begitu saja, apalagi jika bibit ikan itu tidak cocok dengan kondisi dimasyarakat,” ujarnya. Tidak hanya itu, Tarmizi juga memberikan masukan untuk bibit ikan yang diserahkan kepada masyarakat harus bisa dipastikan bisa hidup dan berkembang, sebab selama ini jika dilihat bibit ikan yang ada hanya sebatang korek api, dan kebanyakan sia-sia banyak yang mati, oleh karenanya pembinaan Pemerintah harus benar-benar dilaksanakan. “Yang jelas kami minta agar Desa kami dapat diperhatikan, kami akan membuat kelompok, sehingga masyarakat kami yang hidup dari nelayan ini bisa terbantu sesuai dengan kebutuhan masyarakat,”tandasnya. †

IKLAN BARIS Dijual Bangunan Dijual cepat eks. kantor, sertifikat, 2 lt, Jl. Nurali No. 2, Hub. 081384151188 tnp perantara.

Langganan Koran Ingin berlangganan Harian Borneo Tribune di daerah, hubungi: Biro Kubu Raya: Aldi (08971600688) Biro Mempawah: Johan Wahyudi (085654587038). Biro Sambas: Amrul Ambiya (Kontributor/Pemasaran) (085245527602). Biro Bengkayang: (085245247955).

Mujidi

Biro Landak: Yohanes Ngalai / Pemasaran (085822062880). Biro Sanggau: (085245904505).

Ratnasari

Biro Melawi: Eko Susilo (081256452946) Biro Sekadau: Bagus Kosminto (085245743683). Biro Sintang: Endang Kusmiyati (08524-5006757) Biro Kapuas Hulu: (085654585775)

Herdi

Biro Ketapang: (08971600688)

Aldi

Biro Kayong Utara: Abdul Khoir (081345154592)

Ser vice Mobil SUTOYO MOTOR. Service, Tune Up, Las/Cat Mobil. Jl. Letjen Sutoyo No. 11 Telp. 743690 Ptk

Taxi CV. TEGAR PRATAMA TRANSPORT Melayani Antar Jemput Penumpang Jl. Kalimantan No. 24B 0562-640029/641366 SINGKAWANG Jl. Imam Bonjol Gg. Tnjng Sari No. 36 0561-747211/749025 PONTIANAK INNOVASI TAXI. Melayani Antar Jemput. Jl. Tua Pekong No.24 Singkawang, (0562)3309800, Jl. A. Yani (RM. Bertagis) Pontianak Telp. (0561) 7015100, (0561) 7157000

Kost Gallery Kost. Menerima Pria & Wanita Fasilitas Air & Listrik dan lain-lain. Jl. Diponegoro No. 9 Telp. 0562-3320424 SKW

Iklan Baris:

1 baris / hari Rp. 6.000,-


Teras Borneo Tribune

Sabtu, 13 April 2013

11

Menghadirkan Kartini era Kartini, awal perkembangan Islam, bahkan menurut Nasaruddin Umar, Redaktur Pelaksana Jurnal Pemikiran Islam Paramadina bahwa kehidupan perempuan di masa Nabi perlahanlahan sudah mengarah kepada keadilan jender. Sejarah mencatat dengan tampilnya seorang Khadijah isteri Nabi Muhammad SAW yang sukses dibidang bisnis (bisniswomen), yang berkorban dengan jiwa dan hartanya. Kemudian Aisyah, yang banyak belajar dari Rasulullah kemudian mengajarkannya kepada kaum wanita dan pria. Bahkan, ada pendapat ulama yang mengatakan, seandainya ilmu seluruh wanita dikumpulkan dibanding ilmu Aisyah, maka ilmu Aisyah akan lebih banyak. Demikian juga dalam bidang politik, sejarah mencatat adanya tokoh-tokoh perempuan politik

misalnya: Fathimah binti Rasulullah, ‘A’isyah binti Abu Bakar, ‘Atika binti Yazid ibn Mu”awiyah, Ummu Salamah binti Ya’qub, AlKhayzaran binti ‘Athok dan lain sebagainya. Namun sejalan dengan berkembangnya zaman, berbagai gesekan pemikiranpun tidak terelakkan dan ini ternyata berdampak pada sebagian orang yang memarginalisasikan peran perempuan. Proses marginalisasi perempuan terasa sekali di era R.A. Kartini, di tengah kungkungan adat dan budaya yang patriarki, dominasi kaum pria dan dieliminirnya peran perempuan, ternyata muncul satu sosok yang berfikir jauh ke depan bahwa kaum perempuan juga harus belajar, menjadi murid, dan memberikan pencerahan kepada kaumnya. Hal semacam ini untuk kon-

disi kekinian pasti hal yang biasa tapi coba kita renungkan bagaimana hal ini menjadi luar biasa di eranya R.A. Kartini. Di zaman ini, kita lihat eksistensi perempuan sudah menembus batas bahkan ada yang terkesan berlebihan. Sebagian besar surat-surat R.A. Kartini berisi keluhan dan gugatan terhadap budaya yang dipandang sebagai penghambat kemajuan perempuan. Dia ingin wanita memiliki kebebasan menuntut ilmu dan belajar. Kondisi kekinian, berbagai profesi menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan perempuan. Guru, dosen, pengacara, pedagang dan bahkan ibu rumah tangga adalah bagian dari sebuah upaya mengeksistensikan peran perempuan. Didasari oleh keinginan untuk mengeksplor diri, bah-

wa perempuan adalah makhluk yang juga perlu berbuat, maka sosok R.A. Kartini di kala itu menjadi inspirasi, meskipun semangatnya baru terasa ketika beliau telah tiada. Ada dua hal yang dapat kita maknai dalam sejarah kehidupan R.A. Kartini sebagai spirit bagi kaum perempuan. Pertama, budaya setempat yang cenderung mengeliminir dan menafikan peran perempuan ternyata tidak mematikan semangat R.A. Kartini dalam rangka mengangkat harkat dan martabat kaum perempuan. Proses ini harus dimaknai sebagai konsep pencerahan bahwa manusia, dan pasti perempuan itu sendiri, adalah makhluk berkembang yang sangat perlu diberikan wadah untuk mengeksistensikan peran dan kiprahnya. Kedua, dan ini

pun ekonomi. Penyakit kusta menyebabkan cacat fisik yang member kontribusi yang besar terhadap timbulnya stigma sosial di masyarakat maupun pada para petugas kesehatan sendiri. Konon, kusta telah menyerang manusia sejak 300 SM, dan telah dikenal oleh peradaban Tiongkok kuna, Mesir kuna, danÿIndia. Pada1995,ÿOrganisasi Kesehatan Duniaÿ(WHO) memperkirakan terdapat dua hingga tiga juta jiwa yang cacat permanen karena kusta.ÿ Walaupun pengisolasian atau pemisahan penderita dengan masyarakat dirasakan kurang perlu dan tidakÿetis, beberapa kelompok penderita masih dapat ditemukan di berbagai belahan dunia, seperti India dan Vietnam. Mycobacterium leprae adalah penyebab dari kusta. Sebuah bakteri yang tahan asam M. leprae juga merupakan bakteri aerobik,ÿgram positif, berbentuk batang, dan

dikelilimgi olehmembran selÿlilin yang merupakan ciri dari spesies Mycobacterium. M. leprae belum dapat dikultur pada laboratorium. Mekanisme penularan yang tepat belum diketahui. Beberapa hipotesis telah dikemukakan seperti adanya kontak dekat dan penularan dari udara. Selain manusia, hewan yang dapat tekena kusta adalah armadilo, simpanse, dan monyet pemakan kepiting. Terdapat bukti bahwa tidak semua orang yang terinfeksi oleh kuman,leprae menderita kusta, dan diduga faktor genetika juga ikut berperan, setelah melalui penelitian dan pengamatan pada kelompok penyakit kusta di keluarga tertentu. Belum diketahui pula mengapa dapat terjadi tipe kusta yang berbeda pada setiap individu. Faktor ketidakcukupan gizi juga diduga merupakan faktor penyebab.

Ketika Kusta Mulai Masuk KKU yang tinggal se rumah. Sedikitnya, mereka yang diperiksa oleh tenaga kesehatan adalah ibu P dan kakak iparnya yang kebetulan baru beberapa hari datang dari Pontianak. Hasil observasi, hanya P yang positif kusta. Sedangkan ibu dan kakak iparnya dinyatakan negatif dari penyakit menular itu. Menurut pengakuan P, penyakit kulit ini dialaminya sejak setahun lalu. Mulanya tanda gatalgatal dari kaki dan sekarang mulai merata ke sekujur tubuh. “Sudah sekitar setahun, terkadang gatal dan terkadang juga tidak gatal. Kalau gatalnya datang, saya obati dengan menggunakan daun keteppek,” kata. Sejak kusta mulai menggerogoti badannya, P belum sekalipun memeriksakannya ke dokter atau tempat pelayanan kesehatan. Penyakitnya itu baru dicurigai petugas medis ketika dirinya datang

untuk cabut gigi di Puskesmas Siduk. “Ketika P datang ke Puskesmas terlihat kulitnya tidak sehat, makanya kami langsung koordinasikan ke Dinkes sehingga yang bersangkutan kita datangi dan langsung diperiksa di kediamannya,” jelas Ariva. Menurut M Tris Yuwono, P positif mengidap kusta. Sehingga yang bersangkutan akan segera diobati secara teratur dan intensif. “Kita akan lakukan pengobatan secara insentif, dan bagi warga yang jika mengalami kulit gatal-gatal yang tidak seperti biasa atau melihat ada keluarga atau kerabat tolong segera laporkan ke kita atau Puskesmas setempat supaya cepat diatasi,” ujar Tris berpesan. Tris mengatakan, penyakit kusta salah satu diantara penyakit menular yang masih menimbulkan masalah cukup komplek baik dari segi medis, sosial mau-

Kaki Tangan Bandar Internasional Ditangkap transparan berwarna putih yang berisi diduga shabu. Satu buah Handphone (Hp) Nokia warna hitam. Satu buah dompet warna coklat yang berisi uang tunai RM 452 (Ringgit Malaysia) dan Rp 277 ribu serta satu buah motor jenis Yamaha type Vega KB 3523 WS. Kronologis penangkapan, oleh Kanit II Subdit II Dit Res Narkoba Polda Kalbar di menjelaskan, petugas dari Dit Res Narkoba Polda Kalbar yang dipimpin AKP. A. Mukhtar. Tersangka yang pada waktu itu diantar tukang ojek berinisal Iw bermaksud mengantarkan barang haram terse-

but kepada pemesan yang telah menunggu di jalan Imam Bonjol . Tampa disadari tersangka Rs, pemesan yang akan membeli barang haram ini adalah salah satu anggota Polisi dan langsung menangkap tersangka Rs. “Tersangka Rs ini tidak menyadari bahwa pembeli itu merupakan petugas kita yang menyamar. Begitu sampai, tersangka langsung kami tangkap dan kami lakukan oengeledahan. Dari pengeledahan pada awalnya kami hanya menemukan 2 kantong plastik didalam kantong plastic hitan yang diduga

berisi shabu.” Selain shabu juga didapat Hp di saku celana depan sebelah kanan dan disaku belakan terdapat dompet yang berisikan uang tunai pecahan ringit Malaysia dan rupiah. Bersama tersangka dan BB polisi juga membawa tukang ojek sebagai saksi. Sedangkan BB lainnya di temukan kata A Mukhtar, saat petugas membawa tersangka dan saksi ke Dit Res Narkoba Polda Kalbar . Namun di tengah jalan tepat nya di jalan A Yani 1 tidak jauh dari GOR Pangsuma petugas kembali menemukan BB baru berupa

yang kabur dalam penglihatan kita. Pada pertengahan tahun 1903 saat berusia sekitar 24 tahun, R.A. Kartini berniat untuk melanjutkan studi menjadi guru di Betawi, meskipun pupus. Dalam sebuah surat kepada Nyonya Abendanon, Kartini mengungkap tidak berniat lagi karena ia sudah akan menikah. Padahal saat itu pihak departemen pengajaran Belanda sudah membuka pintu kesempatan bagi Kartini untuk belajar di Betawi. Hal ini dapat difahami bahwa meskipun Kartini menggelorakan semangat pembebasan untuk kemajuan perempuan, namun ia menyadari bahwa ia adalah juga seorang perempuan dalam arti fisik yakni melangsungkan pernikahan, taat kepada suami dan membina keluarga. Artinya, meskipun sudah satu abad lebih R.A. Kartini meninggalkan dunia ini, tetapi semangat dan gagasannya untuk mengangkat peran perempuan

tetap relevan dengan konteks kekinian. Aktif dan dinamis merupakan sesuatu yang perlu, dengan tidak meninggalkan perannya sebagai seorang isteri

dari suaminya, ibu dari anakanaknya dan pendidik utama dalam keluarganya. Semangat Kartini harus dapat kita hadirkan kembali. Semoga!

Pembredelan Media Dewan Pers, Nezar Patria kepada wartawan, Jumat (12/ 4/2013). Pertemuan dengan KPU ini, kata dia, untuk meluruskan semua masalah ini dan jangan sampai menimbulkan multitafsir. Menurutnya, Dewan Pers akan berjalan sesuai dengan UU Pers, dimana tidak ada lagi pembredelan. “Kita akan mencegah upaya meredam kebebasan pers dan kebebasan berekspresi sesuai amanat UU pers,” lugasnya. Nezar mengungkapkan, dirinya belum mengetahui seca-

ra ditail masalah ini, karena dia baru dilantik dua minggu lalu. Namun, masalah terkait sanksi pembredalan dapat kembali ke Pasal 45, Ayat 2. Yakni dikembalikan kepada wewenang Dewan Pers dan KPI. Lebih lanjut, Nezar menjelaskan, hingga kini belum ada peraturan bersama antara Dewan Pers dan KPU terkait masalah pembredelan ini. “Peraturan bersama belum ada dan belum final juga, karena kami akan menyikapi dulu aturan yang sudah dibuat KPU,” jelasnya. (net)

Bahaya Bawa Mobil Saat Mabuk Hari keduanya, di sebuah kamar pasien di rumah sakit, orang itu menanya James, teman karibnya yang luka dan berbaring di ranjang sebelah: “Kamu sungguh-sungguh tak

ada gunanya, waktu itu aku sudah berteriak-teriak memperingatkan kamu di depan ada dinding, mengapa kamu mengambil sikap masa bodoh dan tak menunjukkan reaksi

apa pun?” “Karena waktu itu yang mengendarai mobil kamu, bukan aku.” Jawab James dengan tenang.o

Rumah Sakit Diduga Cari Keuntungan Dikatakan Retno, dirinya mendapatkan informasi di kalangan Calon Legislatif (Caleg), bahwa rumah sakit yang mengeluarkan surat keterangan ÿitu, dalam redaksinya tanpa menyebutkan sehat jasmani dan rohani. Sehingga tidak dianggap memenuhi syarat. “ UU Pemilu surat keterangan kesehatan menjelaskan serta mengatur hal tersebut, dimana UU itu, bahwa boleh di keluarkan oleh Puskesmas dan tidak me-

nyulitkan si para Caleg. Apa lagi dengan adanya tarif yang berbeda-bedaÿ antar rumah sakit yang satu dengan yang lain,” jelasnya. Selain itu Retno menambahkan, bahkan ada rumah sakit yang menetapkan tarif yang bukan main mahal harganya. Sehingga dalam mengambil surat keterangan sehat jasmani dan rohani dan keterangan bebas narkoba, terkesan aji mumpung. “Denga tarif yang mahal, ini di-

manfaatkan oleh rumah sakit tersebut, untuk mencari keuntungan dari para Caleg,” kritiknya. Retno pun meminta, bahwa dengan adanya permasalahan ini, KPU harus mengaturnya, jangan sampai membingungkan dan membikin resah opara Caleg. Bahkan rumah sakit yang aji mumpung tadi, harus diberikan peringatan, guna tidak mengambil keuntungan saat para Caleg meminta surat keterangan di rumah sakit.

Mabes Polri dan Kementrian PU Jalin Kerja Sama 1 kantong plastik hitam yang berisi 1 kantong plastik trasparan yang juga diduga berisikan narkoba jenis shabu. Anggota saat berada di jalan A Yani 1 merasa curiga masih ada BB lainnya. Karena didalam jok motor belum diperiksa, maka diperiksa dan dapatlah BB berupa shabu menjadi 3 bungkus plastik transparan. Dari pengakuan tersangka sabu yang ditemukan di motor milik Iw dan akan diantarkan kepada pemesan lainnya. Barang haram ini di dapatkannya dari warga Negara Malaysia Ammang yang tinggal di Bintulu. Tersangka juga mengaku ia hanya sebagai kurir saja, dan untuk mengatarkan barang haram ini tersangka langsung dikendalikan melalui arahan Ammang dari Bintulu Malaysia. “Untuk pembuktian perkara lebih lanjut , BB yang diduga narkotika ini akan dikirim ke Balai POM Pontianak untuk dilakukan pengujian. Dan bila terbukti Rs dapat dikenakan pasal 114 ayat (2) , pasal 112 ayat (2) atau pada pasal 115 ayat (2) Undang-undang RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkoba ,”tandas A. Mukhtar.

(Kapolda Kalbar), Brigjend Pol Tugas Dwi Apriyanto menyambut baik hal tersebut, namun PU Provinsi Kalbar beserta jajaran harus terbuka mengenai penyelanggaraan tersebut. Dalam sosialisasi nota kesepahaman dan kerja sama tersebut, langsung disampaikan oleh petinggi - petinggi pusat, Kamis (11/4). Mabes Polri sendiri perwakilannya yang datang ke Kalbar, yakni Brigjen Pol Seno selaku Asops Kapolri Jendral Polisi Timur Pradopo, sedangkan dari Kementerian PU, yakni Inspektrota Jendral Kementerian PU, yakni Bambang Goeritno. Menurut Kapolda Kalbar Brig jend Pol Tugas Dwi Apriyanto, nota kesepahaman ini dirinya menyambut baik, dan selaku jajaran dari Mabes Polri dirinya siap melakukan pengamanan penyelenggaran infrastruktur yang dilaksanakan PU Kalbar khususnya, namun dalam hal ini PU Kalbar harus terbuka kepada pihaknya, guna pihaknya lebih mengusaikan sektor pengaman yang diperlukan PU. “Saya meminta kepada PU untuk terbuka jika adalah melaksanakan proyek pembangunan di Kalbar ini, baik itu pembangunan jalan, jembatan dan lain - lain, de-

Koordinasi PDRM Sementara itu, Dir Narkoba Polda Kalbar, Kombes Pol Ahmad Alwi menegaskan bahwa atas kasus pengiriman sabu dari Malaysia ke Kalbar ini, bukanlah kasus yang pertama kalinya, melainkan sudah sekian kalinya. Dan mengenai apakah tersangka - tersangkaÿ yang sebelumnya sudah ditangkap ada hubungannya dengan Ruslan alias Cunglang tersebut, sampai saat ini masih dikembangkan. “Daerah perbatasan Indonesia khususnya Kalbar memang masih rawan atas masuknya sabu dari Malaysia, makanya kita selalu memerintahkan jajaran yang ada di Polres untuk melakukan penyelidikan, karena ada 5 Kabupaten yang berbatasan langsung dengan Malaysia,” ungkap Dir Narkoba. Dikatakan Dir Narkoba, dirinya akan berkoordinasi dengan Polisi Dir Raja Malaysia (PDRM), guna menyelidiki Ammmang selaku Bandar internasional, yang mengirim sabu ke Kalbar. dan hasil koordinasi dengan PDRM, PDRM memberikan respon yang baik, dimana Ammang kini menjadi DPO PDRM, dan jika ketangkap akan diserahkan ke Polda Kalbar.

18 SLTA se- Kabar Ikuti LCC 4 Pilar para guru pendampin dan 180 siswa-siswi peserta LCC yang digelar di Function Hall 1 Hotel Kapuas Palace. Acara LCC ini dibuka oleh Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalbar, Rabu (10/4) malam kemarin. Ketua panitia dalam laporanyan mengatakan, acara perlombaan tersebut akan berlangsung mulai dari hari Jumat (12/4) hingga Minggu (14/4) yang dipusatkan di Function Hall 1. Adapun materi yang akan di perlobakan dalam cerdas cermat tersebut adalah Pancasila, UUD’ 45, Negara Kesatuan RI dan Bhinneka Tunggal Ika. Sedangkan pada hari Kamis (11/ 4) diruang yang sama akan di para peserta akan di mendapatkan penyampaian materi yang akan diperlombakan dalam cerdas cermat. Kadis Pendidikan dan Kebudayaan (Kadis Dikbud) Provinsi Kalbar Alexsius Akim, MM dalam kata sambutannya ia meminta kepada para peserta untuk tidak melihat LCC ini hanya semata-mata sebagian lomba saja. Akan tetapi kegiatan ini harus disadari untuk menyiapkan para siswa yang ikut serta dalam LCC ini sebagai pelopor dari sekian

ngan demikian saya bisa meletakan memberikan tugas kepada anggota - anggota saya yang ada di jajaran,” ungkap Kapolda. Lanjut Kapolda, keterbukaan PU yang dimaksudnya tersebut, yakni memberikan informasi kepada pihak kepolisian sekecil apapun jika ada membangun insfrastruktur di Kalbar ini, mengingat isu yang berkembang saat ini, ada sejumlah preman yang memaksakan kehendak untuk mendapatkan proyek proyek pembangunan. “ Dan hal ini harus dihentikan, karena ada tata cara prosedur yang dilakukan dalam pelelangan tersebut, baik dari jadwal pelelangan, proyek apa yang hendak dikerjakan segera informasikan kepada kami, karena kami akan melakukan pengamanan tersebut, dan jika terbukti ada pidananya maka preman - preman ini kita proses hukum,” tegas Kapolda. Lebih jauh lagi Kapolda juga mengatakan bahwa pembangunan di Negara ini merupakan suatu amanah yang harus dilakukan pemerintah. Dan dalam pembangunan ini pula tidak boleh ada yang menyelewengkan dari apa yang harus dibangun.maka dari itu pembangunan di Negara ini harus diselamatkan, dan jika

anak bangsa dalam menghadapi dunia untuk menjadikan bangsa ini bermartabat diantara bangsa-bangsa. “Hal ini juga untuk membangun jati diri melalui dukungan nilai-nilai budaya yang kondusif yaitu yang menjunjung tinggi nilai-nilai luhur, sopan-santun, kerja keras, ulet, disiplin dan jujur. Kita menyadarai bahwa kejujuran akan memberikan warna tersendiri pada mutu pendidikan dan mutu sumber daya manusia. Kejujuran akan membuahkan prestasi bukan prestise akan yang mengedepankan harga diri, kejujuran harus dibangun dari sekarang,”ujar Alexsius Akim. Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalbar kembali mengatakan,ÿ “ada beberapa ranah yang harus dikembangkan yaitu logika dan estika dan estetika. Kegiatan ini diharapkan untuk meningkatkan persaudaraan dan kesatuan bangsa,” imbuhnya. Penyelenggara MPR-RI dan Dinas Pendidikan dan Budaya Provinsi Kalbar. Acara ini juga telah dilakukan di seluruh Indonesia dan di Provinsi Kalbar merupakan provinsi ke 17 dan untuk Kalimantan di provinsi Kalbar merupakan yang terak-

ada preman - preman yang mencoba mendapatkan proyek dengan cara memaksakan kehendak dan tidak sesuai prosedur, itu akan kita amankan. “ Intinya kita akan berikan pengamanan sesuai dengan MOU ini, selain itu kita juga melakukan pengawasan, guna pembangunan di Negara ini, Kalbar pada khususnya dapat berjalan dengan lancar dan aman, serta dikerjakan dengan benar juga oleh para yang bersangkutan nantinya,” tambah Kapolda. Sementara itu Inspektorat Jendral Kementerian PU, yakni Bambang Goeritno, dirinya mengatakan bahwa kerja sama yang dilakukannnya, bukan hanya dengan Polda Kalbar, melainkan seluruh Polda yang ada di Indonesia ini, dimana sebelumnya nota kesepahaman ini dilakukan dengan Mabes Polri. “ Dalam kerja sama ini kita meminta kepada pihak kepolisian untuk turut serta mengawasi penyelenggaraan insfrastruktur pekerjaan umum di Kalbar. Dimana di dalam pelelangan khususnya sering terjadi insiden kecil, terutama merebutkan proyek yang dilelangkan,” ungkap Bambang Goeritno.

hir. Sedangkan penyelengaraan LCC itu sendiri telah dilaksakan sebanyak 6 kali. Dengan LCC empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara kita bangun dan bina persahabatan antar generasi muda yang dapat memperkukuh persatuan bangsa. Adapun 4 pilar yang akan disampaikan dan diperlombakan di LCC berupaÿ materi yang disampaikan serta soal yang akan di perlombakan di LCC ke para peserta yaitu, Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bennika Tunggal Ika. Sebelum mengakhiri Kadis Dikbud Provinsi Kalbar saat memberikan kata sambutan, kepeda peserta, guru pendamping dan para undangan yang hadiri, ia berharapan khususnya agar para siswa yang mengikuti kegiatan ini dengan pemahaman semaksimal mungkin 4 pilar ini. siswa juga diharapkan dapat mensosialisasikan 4 pilarÿ ini kepada teman, keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara dalam satu kesatuan NKRI. “Pahami dan kuasai materi yang diberikan dalam LCC ini karena ini merupakan salah satu metode untuk mempermudah.ÿ(Slamet Ardiansyah)


CMYK

S e r e monial www.borneotribune.com

Borneo Tribune

12

Sabtu, 13 April 2013

Kerajinan UKM Terbentur Pemasaran Produk Pembukaan Nusantara Expo Andika Lay Borneo Tribune, Pontianak

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Kalbar, Ny Frederika Cornelis, S.Pd meminta untuk memanfaatkan momentum Nusantara Expo ini semaksimal mungkin, dan pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dan Kerajinan, sehingga diharapkan akan banyak terjadi transaksi jual beli, maupun kontakkontak bisnis antar sesama pelaku usaha. “UKM dan kerajinan kita banyak, tapi kita selalu terkendala dengan pemasaran produk dalam jumlah besar,” kata Ny Frederika Cornelis, Rabu (10/4) saat membuka Nusantara Expo Pameran Nasional Produk Indonesia,

di Pontianak Convention Center. Dikatakannya, Dekranasda merupakan salah satu lembaga pembina UKM dan Kerajinan memiliki komitmen yang kuat untuk terus membina dan menumbuhkan UKM dan Kerajinan yang berbasis sumber daya lokal dan nilai-nilai budaya. “Bagi Provinsi Kalbar, Expo ini adalah kesempatan dan peluang bagi pelaku UMKM untuk melakukan promosi dan sekaligus uji pasar/tes market sebelum memasuki pasar yang lebih luas,” jelasnya. Expo Nusantara tidak hanya salah satu event pameran untuk memperkenalkan dan mempromosikan aneka ragam produk unggulan di masing-masing daerah, tapi untuk meningkatkan kesadaran

masyarakat, agar dapat lebih mengenal dan mencintai produk dalam negeri. “Saya harap, masyarakat mau membeli dan menggunakan produk dalam negeri,” harapnya. Dijelaskannya, dengan meningkatkan permintaan terhadap aneka produk dalam negeri oleh masyarakat, maka penguatan pangsa pasar dalam negeri akan semakin optimal, dan berdampak pada semakin tumbuh dan berkembangnya dunia usaha termasuk UKM dan usaha kerajinan. “Bergairahnya dunia usaha akan memberikan dampak kepada penyerapan tenaga kerja, mengurangi pengangguran, menghemat devisa negara, karena kita menggunakan produk dalam negeri dan akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya. o

PEMBUKAAN Ketua Dekranasda Kalbar Ny Frederika Cornelis, didampingi Ketua Dekranasda Kota Pontianak Ny Lismaryani Sutarmidji, Ny Ratna Yuniar M Zeet Hamdy, Ny Endang SSN, Kadiskop dan UMKM Kalbar Ignatius IK membuka Nusantara Expo dengan pemukulan Kangkuang. FOTO Andika Lay/Borneo Tribune.

BBNKB dan PKB Pendongkrak PAD Kalbar Andika Lay Borneo Tribune, Pontianak

Kadispenda Kalbar R Taruli Manurung. FOTO Andika Lay/ Borneo Tribune.

TEMPAT PENDAFTARAN: * * * * *

MEDIA SUPPORT :

Kadispenda Provinsi Kalbar R Taruli Manurung, SE, MM mengatakan sampai saat ini sektor pembayaran pajak kendaraan bermotor dan sektor Biaya Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) serta Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) masih merupakan

sektor unggulan dalam penerimaan daerah. “BBNKB dan PKB mampu memberikan kontribusi lebih kurang 80 persen dari penerimaan PAD Kalbar,” kata R Taruli Manurung, Kamis (11/4) di Pontianak. Dikatakannya, tahun 2009, realisasi penerimaan PKB adalah sebesar Rp 155,9 miliar atau sebesar 107,52 persen dari target

Seluruh Kantor Capem Dan Kantor Kas Bank Kalbar di Pontianak Toko Sepeda Terang Dunia Bike Jl. Tanjungpura No. 102 Toko Sepeda Mega Jaya Sui. Jawi No. 88 Toko Sepeda Jaya Bike Khatulistiwa Museum Negeri Kalbar Toko Sepeda Attaq Jl. Apel Pontianak

HARIAN

yang ditentukan sebesar Rp 145 miliar. Sedangkan realisasi penerimaan BBNKB adalah sebesar Rp 167,7 miliar atau sebesar 113,22 persen dari target yang ditentukan sebesar Rp 148 miliar. Sementara Tahun 2010 target PKB adalah Rp 172,4 miliar dan target untuk BBNKB adalah Rp 199,1 miliar. “Model layanan pembayaran pajak kendaraan bermotor yang kita kembangkan saat ini adalah, Samsat Keliling, Bentuk UPT atau Samsat pembantu pada daerah tertentu, tagih pajak dengan sistem jemput bola, serta razia di lapangan,” jelasnya. Upaya mewujudkan pelaksanaan Good Governace serta menyikapi tingginya tuntutan masyarakat terhadap layanan yang efisien, mudah, nyaman, cepat, dan berbiaya rendah, Dispenda Kalbar bersama Tim Samsat (Kepolisian, dan PT Jasa Raharja) telah menyusun program peningkatan sarana dan prasarana pelayanan, serta program peningkatan pelayanan kepada masyarakat, seperti program pengembangan model layanan pembayaran pajak. o

Hadir di Pontianak untuk memenuhi kebutuhan busana batik bagi Anda dan Keluarga

Menyediakan kain dan busana batik eksklusif bagi Pria, Wanita, Sarimbit (pasangan), Remaja dan Anak-anak dengan motif dan model yang trendy untuk kegiatan formal maupun informal

CMYK

Kontribusi PAD Terhadap APBD Meningkat

Sekda Kalbar M Zeet Hamdy Assovie. FOTO Andika Lay/ Borneo Tribune.

Andika Lay Borneo Tribune, Pontianak

Sekda Kalbar M Zeet Hamdy Assovie mengatakan target APBD yang dianggarkan dalam RAPBD Provinsi Kalbar sebesar Rp 3,22 triliun, atau meningkat sebesar 14,44 persen dari target APBD murni tahun 2012, karena itu optimalisasi peningkatan PAD perlu terus diupayakan. ”Pertumbuhan PAD selama 5 tahun terakhir ini terjadi perkembangan yang fluktuatif, namun menunjukan trend pertumbuhan yang positif,” kata M Zeet Hamdy Assovie, Kamis (11/

4) di Pontianak. Dikatakannya, tahun 2008 realisasi PAD sebesar Rp 615,1 miliar, menjadi Rp 579,6 miliar pada tahun 2009, sedangkan tahun 2010 realisasi mencapai Rp 777,5 miliar, tahun 2011 realisasi mencapai Rp 1,08 triliun, dan terjadi kenaikan di tahun 2012 sebesar Rp 1,16 triliun. ”Apabila kita melihat perkembangan kontribusi PAD terhadap APBD menunjukan peningkatan yang signifikan dan pertumbuhan selama 5 tahun terahir terus meningkat,” jelasnya. Eksistensi PAD harus terus ditingkatkan, karena kemandirian suatu daerah

otonom ditunjukkan dengan kemampuan daerah untuk membiayai diri sendiri, sehingga otonom tidak sekedar memiliki wilayah dan urusan tetapi dapat diikuti dengan automoney dan kewenangan yang bersifat pokok. ”Dari sisi kontribusinya terhadap PAD, terlihat setiap tahun alami peningkatan. Tahun Anggaran 2009, PAD berikan kontribusi sebesar 36,73 persen, naik menjadi 43,69 persen di tahun 2010. Tahun 2011 kontribusinya meningkat menjadi 49,04 persen,” ujarnya. Dijelaskannya, sebagai salah satu indikator kemandirian suatu daerah dalam rangka pembiayaan daerah, PAD menempati posisi yang sangat strategis. Peneriman Daerah dari sektor PAD sampai saat ini masih didominasi penerimaan pajak daerah, sementara komponen penerimaan PAD di luar pajak masih memerlukan peningkatan dan kreativitas sesuai koridor dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. ”PAD dalam kurun waktu 2009 sampai tahun 2012, kontribusi yang diberikan oleh pajak daerah terhadap PAD masih bersifat persuatif atau dengan ratarata sebesar 81,41 persen,” kata M Zeet Hamdy Assovie. Sementara itu, masih menurutnya, untuk penerimaan daerah dari konponen yang lainnya, seperti retribusi, Lain-lain PAD yang sah dan bagian Laba Perusahaan Daerah mesih relatif kecil. o

Harian Borneo Tribune 13 April 2013  

Harian Borneo Tribune 13 April 2013

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you