Issuu on Google+

cmyk

I DEALISME, K EBERAGAMAN

DA N

KEBERSAMAAN

Borneo Tribune www.borneotribune.com

Sabtu, 10 November 2012

25 Dzulhijjah 1433 H - 27 Kauw Gwee 2563

S uara Enggang Seperti Takada Matinya

Khairul Fuad Kolomnis

LAGI-LAGI Club Menulis STAIN Pontianak menghelat peluncuran buku untuk ke sekian kalinya, sudah puluhan buku, mungkin juga ratusan telah dihadirkan Club ini yang telah berumur 3 tahun. Acara peluncuran buku tersebut akan diselenggarakan pada Sabtu 10 November 2012, dimulai pukul 08.00, ....Ke Halaman -11

B uah Bibir Siap Menjalankan Tugas SETELAH hampir empat tahun meninggalkan tugas Komando sejak tahun 2008, saat menjabat sebagai Kepala Dinas Personil pada Pangkalan Udara (Lanud) Adi Soetjipto. Kemudian 2009, Kolonel Penerbang (Pnb) Novyan Samyoga ditarik dan ditugaskan di Istana Wakil Presiden untuk mengikuti Wakil Presiden Republik Indonesia, Prof. Dr. Boediono dalam Kolonel. Pnb. Ir Novyan Samyoga

....Ke Halaman -11

Pasien Remaja Galau SEORANG remaja gaul yang lagi galau sedang sakit. Ia datang berobat ke dokter. Dokter : “Apa yang anda keluhkan?” Remaja : “Mau tau aja atau mau tau banget?” Dokter : “Dua-duanya!” Remaja : “Terus kalau Pak Dokter tau, gue harus bilang Wow getuh??!!” Dokter : “Plis, jangan becanda dulu napa!” (mulai kesal) Remaja : “Emang kenapa? Masalah buat loh?” Dokter : “Mbak! tolong, jawab pertanyaan saya apa yang anda keluhkan?” (tambah kesal) Remaja : “Ciyuzz, miyapah?” Dokter : “Aduh mbak! Serius! Mana yang terasa sakit?” (makin kesal) Remaja : “Hmmm, kasih tau gak yaaaah?” Dokter : “Hadoooh!! Lama-lama saya stress nih kalau semua pasien kayak ginih!!! Udah pulang aja sanah!...” (sambil banting stetoskop). o

Telepon Redaksi/Iklan/Langganan/Pengaduan: (0561) 767788 Faximile. (0561) 766103

Alamat Redaksi: Jln Purnama Dalam No 2 - Pontianak 78121

Penerima Sabu 28 Kg Gagal Ditangkap Pemilik Narkoba jenis sabu seberat 28 kilogram gagal ditangkap. Penangkapan yang dilakukan Bea Cuka di Kebayan tanpa menunggu sabu tersebut sampai ke penerima kiriman diduga menjadi penyebab kegagalan.

KPPBC Entikong Evaluasi Diri

Apel Besar MPW PP Ditunda Ketua Umum MPN Berhalangan

Achmad Mundzirin Borneo Tribune, Pontianak ATAS hal tersebut KPPBC Entikong akan mengevaluasi diri. Lantaran jika pilihannya menunggu barang bukti tersebut sampai ke penerima, kemungkinan tersangka akan berhasil ditangkap dan diproses hukum. Hal ini dikatakana langsung oleh Kepala KPPBC Entikong, Ishak Fauzi, Jumat, (9/11), kemarin. Menurut Ishak Fauzi, Ia melakukan penangkapan sabu tersebut saat Bus SJS sedang berjalan menuju Kota Pontianak di daerah Kebayan, lantaran Ia tidak mau mengambil resiko, karena sarana dan prasarana. Pihaknya memilih untuk mengamankan barangnya terlebih dahulu, sebelumnya memang ada pilihan untuk berkoordinasi dan sampai ke penerima barang baru melakukan penangkapan. “Hal-hal ini seperti ini akan menjadi evaluasi bagi KPPBC Entikong, yakni untuk lebih meningkatkan koordinasi dengan para pihak terkait. Guna melakukan penangkapan ketika barang sampai ke penerima. Ini memang sangat berat sebenarnya, namun ke depannya kita akan lebih jauh berkoordinasi dengan Dir Narkoba maupun ....Ke Halaman -11

HANYA SABU. DJBC Kalbar hanya dapat menggelar barang bukti berupa sabu 28 kilogram saja, namun tersangka tidak dapat ditampilkan lantaran penangkapan terjadi saat bus sedang berjalan dan belum sampai ke penerima. FOTO Achmad Mundzirin/Borneo Tribune

RENCANA penyelenggaraan Apel Besar pengukuhan MPW Pemuda Pancasila (PP) Kalbar yang persiapannya sudah cukup matang terpaksa ditunda. Ketidakhadiran Ketua MPN PP Japto Soeryosumarno menjadi penyebab ditundanya gawe besar ini. Penundaan kegiatan besar ini terpaksa diambil karena informasi mendadak yang diterima jajaran pengurus MPW PP Kalbar. Sebagaimana disampaikan Sekretaris MPW Pemuda Pancasila Kalbar, Djarni ....Ke Halaman -11

Kondisi Jalan Negara Memprihatinkan

80 Motor Ditilang dalam Sehari

Mulyadi: Jangan Hanya Pandai Wacana

8 Ditahan, Diduga Curanmor Achmad Mundzirin Borneo Tribune, Pontianak

H. Mulyadi H. Yamin dan Paulus Subarno Andry Borneo Tribune, Pontianak KETUA Komisi C DPRD Provinsi Kalbar, H. Mulyadi H. Yamin meminta Pemerintah Provinsi Kalbar tidak sekadar berwacana

di depan masyarakat terkait rencana pembangunan ruas jalan negara yang melintasi Kabupaten Sanggau dan Kabupaten Sekadau yang kini dalam kondisi yang memprihatinkan. ....Ke Halaman -11

JAJARAN Polresta Pontianak menjaring 80 kendaraan bermotor di tiga lokasi, yakni Ayani depan Musium, Depan SMKN5 dan Jalan Trans Kalimantan Sungai Ambawang, Kamis, (8/11) siang kemarin. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi curanmor dan laka lantas, serta mengantisipasi kejahatan lain, curat, curas serta peredaran Narkoba. Dalam razia ini, jajaran Polresta Pontianak menurunkan sebanyak 40 pesonil gabungan, baik Sabhara, Lantas,

Rekrim dan Intel. Razia yang dilakukannya demi antisipasi kejahatan yang menggangu Kamtibas di wilayah hukum Kota Pontianak serta antisipasi masuknya barang-barang dan praktik ilegal, baik mining, oil, maupun trafiking. Menurut Kasat Lantas Polresta Pontianak Kompol Boy Samola, kegiatan ini, dilakukan anggota gabungan baik, shabara, lantas, reskrim mapun intel. Di depan museum provinsi, sebanyak 35 kendaraan yang ditilang polisi,27 tidak bawa STNK, empat tidak punya SIM, dan yang diduga Ranmor ....Ke Halaman -11

Pontianak Heritage Melayani: - Antar Jemput Penumpang & Carter - Jasa Pengiriman Barang & Dokumen

Tugu Digulis dan Ikon Perjuangan Rakyat Kalbar

Oleh Ahmad Asma dZ PAGI menjelang siang, disekitaran tugu digulis, nampak beberapa orang dalam kelompok tengah bersiapsiap. Ada yang membentangkan spanduk, ada yang mem-

bawa bendera merah putih. Beberapa juga membawa atribut, sebagian dari mereka mengikat kepalanya dengan syal berwarna merah-putih. Saya pun menghentikan laju sepeda yang saya kayuh. Menyandarkan sepeda di sisi ba-

rat daya dari tugu tersebut. Tak seberapa lama, seorang yang membawa pengeras suara maju kedepan. Kelompok itu bergerak, lebih mendekati bangunan tugu. Nampak begitu bersemangat. Panjang lebar ia ....Ke Halaman -11

Tugu Digulis di Bundaran Jalan Ahmad Yani, Universitas Tanjungpura, Pontianak. Foto Koleksi Pribadi Ahmad Asma dZ

PT. ANZON AUTOPLAZA Cabang: Singkawang : Jl. A. Yani No. 08 Telp. (0562) 637000; Sampit : Jl. Jend Sudirman Km. 1 HARGA ECERAN HARIAN BORNEO TRIBUNE - PONTIANAK, KUBU RAYA, MEMPAWAH,DAN SINGKAWANG Rp 2.000 - SAMBAS, BENGKAYANG Rp 2.200 - LANDAK,SANGGAU,SEKADAU, KETAPANG,KAYONG UTARA, SINTANG, MELAWI DAN PUTUSSIBAU Rp 2.500 -

cmyk

Tinggi menjulang beragam ukuran, berbentuk bambu runcing, berwarna kuning dan berjumlah sebelas. Terlihat begitu kokoh berdiri menancap di bumi. Menandakan begitu kokoh perjuangan yang dilakukan.


Sabtu, 10 November 2012

Kayong Utara

Borneo T Tribune

2

2013, Pelabuhan Nasional Teluk Batang Operasi Abdul Khoir Borneo Tribune, Sukadana Kabupaten Kayong Utara (KKU) semakin siap dan terus menjelma menjadi salah satu kabupaten jasa di Indonesia. Salah satunya adalah dengan mulai dioperasikannya Pelabuhan Nasional Teluk Batang pada tahun depan. Pelabuhan Nasional Teluk Batang saat ini merupakan salah satu pelabuhan yang telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas. Mulai dari pergudangan hingga ketersediaan jaringan listrik. Apala-

gi di kawasan tersebut juga telah ditunjang dengan adanya akses jalan untuk keluar masuk kendaraan dari maupun ke pelabuhan. “Kita rencanakan tahun depan mulai operasi,” ujar Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Perhubungan, Telekomunikasi dan Informatika KKU, Rusli MM. Rusli menambahkan, Pelabuhan Nasional Teluk Batang itu nantinya akan menjadi pelabuhan kedua setelah Pontianak sebagai pelabuhan tujuan untuk pengiriman barang, terutama dari wilayah perhuluan Provinsi Kalbar,

Salam. Redaksi mengundang pembaca Borneo Tribune untuk mengirim tulisan untuk rubrik “Citizen Journalism”. Bentuk tulisan dapat berupa laporan kegiatan, opini, surat pembaca, puisi, cerita pendek. Panjang tulisan maksimal 500 kata. Kirimkan tulisan ke email: yusriadii@yahoo.com. Terima kasih.

T

AJUK

Pahlawan Baru

10

November, menjadi momentum perayaan untuk memperingati hari pahlawan. Setiap tahun, rakyat Indonesia diajak untuk mengenang jasa para pahlawan, meski hanya bersifat seremonial. Pernahkah disadari, mutu peringatan hari pahlawan itu seakan menurun dari tahun ke tahun, seakan-akan makna hari pahlawan hanya dapat dihayati pada tanggal 10 November saja. Peringatan hari pahlawan hanya sekadar menggelar upacara saja. Disinilah, peran generasi muda agar tidak pernah putus dalam sejarah ini. Tugas kita saat ini sebagai generasi penerus adalah memberi makna baru kepahlawanan dalam mengisi kemerdekaan sesuai perkembangan zaman. Kita dituntut untuk menjadi pahlawan, berani dan berkorban dalam membela kebenaran. Kita mampu memiliki gagasan besar tentang perubahan, untuk mengangkat kembali nasib negeri yang hampir terseok karena nasib rakyat diperas, keegoan dan keserakahan kaum penguasa, yang katanya perubahan tapi hanya menjadi menu diskusi dalam forum saja. Karena demokrasi yang dijalankan saat ini masih bersifat prosedural, bukan substantif, seperti pemenuhan kesejahteraan rakyat, keadilan hukum, pemberantasan korupsi, tata cara penyelenggaraan kekuasaan negara yang belum sesuai. Jika dulu pahlawan dikatakan sebagai pejuang dalam kemerdekaan Indonesia, pahlawan saat ini seharusnya mampu menjadi pejuang untuk memberantas persoalan-persoalan yang ada di tubuh rakyat, memberikan keadilan serta kebenaran hingga titik darah penghabisan. Bukankah makna pahlawan itu pejuang yang gagah berani? Yang tak lain adalah seorang yang berani, perkasa dan rela berkorban? Mana pahlawan kita saat ini, kita membutuhkan kaum terpelajar yang intelektual dan menjadi sebuah kebutuhan yang sangat mendesak serta mampu memberikan solusi-solusi baru dan tindakan kongkrit untuk perubahasan sosial. Semangat para pahlawan perlu diterjemahkan secara konsisten, meski sistem yang ada sekarang dalam pelaksanaannya masih terdapat kendala dan persoalan. Semangat kepahlawan sejatinya dapat diarahkan untuk membangun masyarakat lewat karya-karya yang berguna, dengan memperkuat sikap dan patriotisme. Belajar dari perjuangan Bung Karno dan Bung Hatta, yang telah menjadi inspirasi dan kekuatan bagi bangsa Indonesia untuk bangkit dan bersatu. Perjuangan kita belum usai, karena praktik toleransi dan kerukunan sosial masih belum terbangun, meski dikatakan bangsa yang majemuk dan bergotong royong, rasa saling percaya, saling memaafkan dan memahami antar anak bangsa telah hilang, padahal kita memiliki sekian ribu anak-anak yang cerdas dan bermoral. Seperti dikatakan, Romo Mangunwijaya: Apa guna kita memiliki sekian ratus ribu alumni sekolah yang cerdas, tetapi massa rakyat dibiarkan bodoh? Segeralah kaum sekolah itu pasti akan menjadi penjajah rakyat dengan modal kepintaran mereka. Selamat Hari Pahlawan!

S

ENGET

Memperingati Hari Pahlawan Nasional Jangan jadi pahlawan kesiangan… Bang Tribune

Idealisme, Keberagaman dan Kebersamaan

selain rentang jarak yang lebih dekat. Pelabuhan Teluk Batang memiliki kualifikasi yang memenuhi standar nasional. Bahkan draf kapal yang dapat sandar di pelabuhan tersebut hingga mencapai 15 meter. Dan itu merupakan draf standar untuk kapal-kapal antarpulau. Selain untuk pelabuhan barang, ke depan juga akan dilakukan pengembangan, baik yang terkait dengan bentang badan sandar kapal maupun sejumlah fasilitas lainnya, sehingga rencana menjadikan pelabuhan penumpang tentu juga akan terealisasi. “Selain barang juga akan dilabuhi kapal penumpang dari Semarang,” imbuhnya. Selain Pelabuhan Teluk Batang, saat ini KKU juga tengah melakukan pembangunan pelabuhan nasional di Sukadana. Lokasinya tepat di Teluk Cek Kadir, dimana di pelabuhan tersebut juga akan menjadi pelabuhan yang memungkinkan kapal-kapal dengan badan besar untuk dapat berlabuh untuk memuat dan membongkar barang antarpulau di Indonesia. Tak hanya itu, KKU juga banyak memiliki pelabuhan regional yang tersebar di beberapa lokasi. Seperti di Pelapis, Betok, Tanung Satai,

Tiang-tiang Pancang, pembangunan Pelabuhan Regional di Tanjung Satai, Kabupaten Kayong Utara terus dilakukan. Pelabuhan ini didanai dari APBN yang merupakan salah satu bukti respon Pemerintah Pusat akan percepatan pembangunan di KKU. FOTO: Abdul Khoir/ Borneo Tribune

Teluk Matang dan pelabuhan lain di Seponti. Dimana pelabuhan tersebut sering disandari kapal-kapal antarkabupaten dan bahkan juga kapal-kapal dagang antarpulau yang melayani angkutan barang berupa sumber daya alam sekaligus menjadi pelabuhan penumpang. “Seperti di Teluk Batang, Seponti dan lainnya juga sering disandari kapal-kapal besar dan bersifat rutin,” timpalnya. Dengan banyaknya fasilitas dermaga baik nasional maupun regional, membuat KKU yang merupakan salah satu kabupaten kepulauaan tidak menjadi kabupaten yang terisolir. Justru akan menjadi sebuah kabupaten yang sangat mudah diakses dari daerah lain, terutama dari Pulau Jawa, Bangka Belitung serta pulau lainnya.†

Bupati: Kades dan BPD Harus Cerdas Abdul Khoir Borneo Tribune, Sukadana Bupati KKU, H. Hildi Hamid, mengharapkan percepatan pembangunan dan peningkatan pelayanan masyarakat di tingkat desa terus meningkat sehingga dapat mengikuti ritme pembangunan di tingkat kabupaten. “Hal itu penting sebagai salah satu upaya menyelaraskan program pemba-

ngunan yang dilakukan oleh pemerintah kabupaten kepada masyarakat, dimana desa merupakan salah satu objek yang menjadi sasaran pembangunan,” tegas Bupati H. Hildi Hamid, belum lama ini. Bupati berpendapat bahwa sangat tidak mungkin jika program baik yang digelontorkan oleh pemerintah akan dapat diserap dan bahkan dinikmati oleh masyarakat di desa, apabila para aparatur desa. Mulai

dari kepala desa maupun Badan Permusyawaratan Desa (BPD) tidak memiliki kemampuan untuk menterjemahkan program pemerintah tersebut. “Sehingga menjadi sebuah tuntutan besar bagi pemerintah kabupaten guna mempersiapkan sumber daya manusia yang benarbenar matang,” tegasnya. Sebelumnya, Bupati sempat menyampaikan bahwa salah satu ujung tombak pelaksanaan program pem-

bangunan adalah di desa. Dimana setiap tahun Alokasi Dana Desa (ADD) selalu diberikan kepada desa, ditambah lagi dengan program dana Impradades. Yang mana perlu kemampuan desa untuk dapat mengelola sumber keuangan dan memanajemen aparatur hingga dusun dan RT. “Perlu adanya pendampingan baik dalam hal teknis pelaksanaan pemerintahan juga teknis perencanaan, pelaksanaan dan pertang-

gung jawaban pengelolaan dana,” lugas Hildi. Kepada Badan Pemberdayaan Masyarakat Perempuan dan Keluarga Berencana, salah satunya yang merupakan leading sector harus dapat membuat formulasi khusus yang dapat dimanfaatkan masyarakat, terutama desa guna menterjemahkan apa yang diprogramkan pemerintah kabupaten dengan sebuah modul yang singkat dan mudah untuk dipahami.†

Artikel

Proses Penanaman dan Tumbuh Kembangnya Jahe di Desa Korek

Jahe (Zingiber officinale) adalah tanaman rimpang yang sangat populer sebagai rempah-rempah dan bahan obat. Rimpangnya berbentuk jemari yang menggembung di ruas-ruas tengah. Rasa dominan pedas disebabkan senyawa keton bernama zingeron. Jahe termasuk suku Zingiberaceae (temu-temuan). Nama ilmiah jahe diberikan oleh William Roxburgh dari kata Yunani zingiberi, dari bahasa Sanskerta, singaberi. Di jalan Trans Kalimantan Sampan Baru Desa Korek adalah salah satu dari sekian banyak usaha pertanian yang menekuni budidaya jahe. Tanaman jahe merupaka salah satu tanaman obat yang sangat berkhasiat untuk tubuh, dan tanaman ini juga bisa digunakan untuk penyedap rasa. Beberapa proses pena-

naman jahe yang dilakukan para petani di Desa Korek ini masih sangat sederhana. Alat yang digunakan untuk proses produksi pun masih bersifat yang tradisional seperti dalam mengolah tanah masih menggunakan cangkul, dan alat-alat lain contohnya sabit/arit, parang dll. Beberapa cara yang dila-

kukan para petani Desa Korek untuk membudidayakan jahe sebagai berikut. Langkah pertama, lahan yang akan diolah dibersihkan dari semua gulma dan sisa-sisa tanaman. Setelah itu tanah dicangkul hingga gembur dan bentuklah bedengan dengan tinggi 50-60 cm,dan lebar 100-110 cm,panjang

bedengan 10-12 meter. Langkah kedua, bedengan dilubangi dan diberi pupuk kandang di setiap lubang. Setelah semua proses di atas selesai tanam bibit jahe yang sudah siap tanam, bibit jahe yang sudah dimasukan ke dalam lubang tanam tadi ditutup dengan pupuk kandang lagi. Langkah ketiga, membuat naungan diatas tanaman jahe tadi dengan bahan dan alat yang digunakan sebagai berikut: bambu, tali rapia, rumput ilalang, dan alatnya hanya parang yang tajam. Proses pembuatan naungan tersebut adalah potong bambu dengan panjang dan lebar sesuai bentuk bedengan yang akan diberi naungan dan naungan tersebut menghadap dimana matahari itu terbit, buatlah naungan seperti gubuk dan diberi atap rumput ilalang di atasnya dibe-

ri potongan bambu lagi supaya rumput itu tidak terbang dan diikat tali rapia . Setelah menunggu selama dua bulan lamanya , sudah muncul tunas-tunas jahe dan kemudian ditabur pupuk Npk. Tanah tempat tumbuhnya jahe diambil untuk mempercepat proses tumbuhnya jahe, dan didiamkan selama lima bulan untuk menunggu panen. Dan setelah sampai pada proses pembudidayaan jahe yang cukup panjang sekitar tujuh bulan, jahe diangkat dari tanah kemudian dipisahkan dari tangkalnya dan dicuci sampai tanah atau kotoran yang menempel hilang. Kelompok Penulis: Rido Juniarto, Rina Febriana, Nurul Erfiana, Ummiyah, Kiki Permatasari Agroteknologi A (Reguler B) Universitas Tanjungpura

Penerbit: PT. Borneo Tribune Press. Direktur Utama: W Suwito, SH, MH. Penasehat Hukum: A. Ambo Mangan, SH, MH, Martinus Ekok, SH, MH. Pemimpin Umum: Sisa Primashinta. Senior Editor: H. Nur Iskandar, SP, Tanto Yakobus, Alexander Mering. Wakil Pemimpin Redaksi: Budi Rahman. Redaktur: Andry, Agus Wahyuni, Aulia Marti, Hairul Mikrad, Yusriadi, Viodeogo. Reporter: Abdul Khoir, Andika Lay, Yulan Mirza, Achmad Mundzirin, Achmad Munandar, Ubay. Biro Kubu Raya: Hanoto Jl. Sui Raya Dalam (081522711111). Biro Mempawah: Johan Wahyudi, Jl. Pendidikan Gg. Suka Mulya No.10 (085654587038). Sambas: Amrul Ambiya (Kontributor/Pemasaran), Jl. Suka Mantri (085245527602). Biro Bengkayang: Mujidi, Jl. Pahlawan No. 10, Kelurahan Bumi Emas Bengkayang (085245247955). www.borneo-tribune.net Landak: Yohanes Ngalai/Pemasaran, Jl. Barage Gg. Pak Kasih No. 51 Ngabang (085822062880). Biro Sanggau: Ratnasari Jl. Agus Salim No.10 (085245904505). Biro Melawi: Eko Susilo (0812-56452946) TERBIT SEJAK 19 MEI 2007 Jl. M Saad, Gg. Kayan, Serundung- Nanga Pinoh. Biro Sekadau: Bagus Kosminto, Jl. Irian No. 41 Sekadau Hilir (085245743683). Biro Sintang: Endang Kusmiyati (08524-5006757), Saumin (Pemasaran) (085284291321) Jl. JC Oevang Oeray, Gg. Ahmad 2. Biro Kapuas Hulu: Jl. Kenanga, Ruko Pemda Blok B. 6 Putussibau Utara (08562569007). Ketapang: Jaidi Chandra (Kontributor), Jl. Gajah Mada No. 156 (081345450988). Fotografer: Ulla Asri Sekretaris Redaksi: Erika Sudiardjo Umum: Emiliana (Manajer), Fitriyana,. Percetakan/Pracetak: Ukan Dinata. Staf Pracetak: Fahmi Ichwan, Syam „ Wartawan, Kontributor, Intensive Programme dan Abubakar, M. Taufik,. Staf Percetakan: Andre, Nurhalis, Rustam. Marketing: Sisa Primashinta, Hesty Yosana, Aldi Chairudin, Ardiansyah. Desain Iklan: Atika Ramadhani, M. Affandy,Ferry Ade Putra Freelancer Borneo Tribune dibekali identitas, surat Sirkulasi: Dhani, Suprianto. Keuangan: Jumi Erlinasari, Tri Agustin, Kusnan, Husada, IT: Iwan Siswanto. Tarif Iklan: BW (black and white) Rp 6000/mm kolom, Full Colour hal 1 Rp 15.000/mm kolom, tugas atau tanda pengenal (ID-Card) dan dalam mehalaman dalam Rp 12.000/mm kolom. Alamat Kantor Bisnis dan Alamat Redaksi: Jalan Purnama Dalam No 2 Pontianak Telpon 0561-767788 Fax 0561-766103. E-mail: borneotribune@yahoo.com laksanakan tugas jurnalistiknya tidak diperkenankan menerima suap atau amplop

Borneo Tribune


Serba Serbi

Borneo T Tribune

Sabtu, 10 November 2012

3

Nadia Vega

Gaya Seru Seleb Berkebun

SEJAK kecil, artis Nadia Vega terbiasa menyaksikan sang mama berkebun di halaman rumah mereka. Ketika kemudian harus melanjutkan pendidikan ke Australia, Nadia merindukan rumah hijaunya di Bogor. Sejak itu ia mulai menanam, menciptakan tamannya sendiri. “Dulu memang suka bantu-bantu mama, tapi tidak pernah sampai suka sekali. Setelah keluar rumah baru merasa kehilangan. Mungkin sebenarnya aku menyukai kegiatan berkebun, hanya sadarnya baru belakangan, saat di rumah di Melbourn aku tidak menjumpai aneka tanaman bunga, sayur dan buah seperti di rumah di Indonesia,” cerita Nadia, begitu sapanya. Karena itulah ia mulai berburu bibit atau bunga yang sudah jadi untuk menghiasi tempat tinggalnya yang jauh dari orang tua. “Untunglah di dekat rumahku ada toko bunga, jadi tidak terlalu repot untuk mendapatkan aneka tanaman. Kalau sedang jalan-jalan dan melihat kios bunga, aku juga sering mampir dulu,” kenang

Nadia. Taman kecil yang berisi bunga lavender, kaktus, hingga aneka buah seperti tomat dan jeruk itu berhasil memberi kenyamanan tersendiri bagi wanita kelahiran 12 Desember 1987 ini. “Jadi serasa di rumah,” kata Nadia yang ketika di negeri Kanguru itu belajar 3D Media dan Multimedia di Royal Melbourne Institute. Karena padatnya kegiatan, Nadia kuliah dan bekerja sebagai bintang video klip, ia mengaku lebih menyukai kaktus karena tidak manja dan tidak perlu sering disiram. “Karena kalau di Melbourne kan semuanya dikerjakan sendiri, tidak seperti di Indonesia yang kadang dibantuin mama, hehehe.” Pemeran Keumala ini sebenarnya menyukai beberapa tanaman lokal seperti Kana, buah peach, dan sebagainya. Tapi Nadia mengaku tak berani ambil resiko, karena tanaman itu menurutnya butuh perhatian ekstra. Sekembalinya ke Indonesia, Nadia pun lebih sering membantu mamanya mengurus taman hingga memetik buah. Dibanding koleksinya

di Australia, kini Nadia punya lebih banyak variasi tanaman. Jika kesibukannya tidak terlalu padat atau sedang istirahat dari syuting misalnya, Nadia selalu menyempatkan diri untuk merawat tanaman-tanamannya. “Bagian paling asyik adalah melihat tanaman itu tumbuh,” kata Nadia tersenyum. Karena itu lanjut Nadia, ada beberapa tanaman yang ia pajang di depan kamarnya. “Jadi setiap akan keluar rumah, aku pasti menikmati keindahan mereka terlebih dulu,” ujarnya. Tak ingin tanamannya terbengkalai, saat kesibukannya begitu padat Nadia pun meminta bantuan sang mama atau asisten rumah tangga. Bersama mereka, Nadia sering menikmati semilir angin yang menggoyang dedaunan rimbun di sekitar rumahnya. Maka ketika nanti kembali tinggal terpisah dari orang tuanya, Nadia bertekad melakukan hal yang sama. Ia bahkan ingin punya kebun lebih luas yang berisi aneka sayuran, buah, tanaman herbal, dan tentu saja beragam tanaman hias serta bunga seperti lavender

yang bisa dinikmati keharumannya. Karena punya kebun dengan aneka tanaman kata Nadia, membuat lingkungannya terasa lebih indah dan sejuk. “Lingkungan yang hijau memberi hawa tenang yang mendamaikan,” senyum Nadia kembali mengembang. †

Ingin Bayi Laki-laki atau Perempuan? Ini Strateginya

SETIAP pasangan pasti menginginkan keturunan yang sehat. Tak peduli jenis kelamin yang nantinya akan dikaruniakan Tuhan. “Mendapatkan bayi laki-laki atau perempuan sama saja.” Kata-kata itu sering kita dengar dari pasangan yang sedang menunggu datangnya buah hati.

Tapi kadang-kadang dalam hati mereka, ada keinginan yang tak bisa disangkal bahwa mereka punya harapan agar anak yang lahir perempuan atau laki-laki. Bisakah anak yang lahir kita rancang sebagai laki-laki atau perempuan? Jawabannya ternyata bisa! Hal tersebut diungkapkan

oleh spesialis androlog, Dr. Anton Darsono Wongso, MM, MH, Sp.And, dari Rumah Sakit Awal Bros, Tangerang. Dikatakan Dr. Anton, pemilihan jenis kelamin secara ilmiah diketahui melalui karakteristik sepasang kromosom seks. ”Laki - laki mempunyai kromosom seks XY sedangkan wanita mempu-

nyai kromosom seks XX,” tutur Dr. Anton, belum lama ini. Gamet-gamet (sperma dan telur) mempunyai hanya separuh jumlah kromosom lengkap. Jadi, keduanya mempunyai hanya satu kromosom seks, yaitu X atau Y. Sementara sel telur wanita pasti mempunyai kromosom seks X, sedangkan sperma lelaki membawa kromosom X atau Y. ”Pada saat penyatuan gamet, jika sperma berkromosom X bertemu telur, maka hasilnya anak perempuan (kromosom seks XX), Sebaliknya jika sperma mempunyai kromosom Y bertemu telur, hasilnya anak laki-laki (XY),” jelas Dr. Anton. Lantas, apa yang harus dilakukan oleh pasangan suami-istri jika ingin mendapatkan anak berjenis kelamin tertentu? Dr. Anton menjelaskan, praseleksi jenis kelamin dapat dilakukan dengan beberapa cara. ”Salah satunya adalah dengan pengaturan diet untuk membuat media spermatozoa menjadi asam atau basa. Menciptakan kondisi yang memicu pembuahan dengan spermatozoa X atau Y yang dikehendaki,” katanya. Diet khusus terhadap makanan yang dikonsumsi pun bisa dilakukan. ”Menurut saya, diet makanan dan sebagainya yang dilakukan pasutri yang mendambakan jenis kelamin anak tertentu misalnya dengan banyak makan sayuran dan tidak memakan daging itu akan memiliki anak perempuan. Namun, bila pasutri tersebut ingin melakukan diet tersebut, tidak ada salahnya dipraktekkan,” urainya. Dokter berkacamata ini juga mengatakan, bahwa tidak ada olahraga khusus yang dapat membantu untuk mendapatkan jenis kelamin yang diinginkan. Begitu juga dengan posisi berhubungan seks. ”Namun, waktu bersenggama mempengaruhi jenis kelamin sebagimana karakteristik sperma yang mengandung kromosom Y yang lebih gesit tapi daya survival yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan kromosom X. Kromosom X dapat lebih lama menunggu keluarnya sel telur ketika masa subur,” tutupnya.†

“Metode Efektif Atasi Diabetes Hingga Tuntas”

PENGOBATAN SINSHE TCM YANG MANJUR, SATU-SATUNYA DI PONTIANAK Hongkong Medistra TCM Pontianak, Pengobatan dengan Metode TCM (Traditional Chinese Medicine) yang ternama, merupakan gabungan dari pengobatan, penelitian TCM, pencegahan penyakit kronis dan terapi penyembuhan. Didukung oleh konsultan Sinshe ahli TCM ternama dari Tiongkok yang sudah sangat berpengalaman; memanfaatkan resep TCM dan teknologi tinggi yang menghasilkan obat tradisional efektif, dengan system diagnose TCM yang tepat, obat tradisional terkini dari Tiongkok dan pengobatan elektroterapi, titik nadi, akupuntur, tuina, terapi lainnya, sangat efektif, khususnya bagi pasien yang menderita penyakit kronis. Waspadalah! jumlah penderita diabetes di Indonesia terus meningkat tajam, diprediksi ada jutaan orang terkena diabetes. jika tidak diobati sedini mungkin secara tepat dan efektif, beresiko merusak organ penting tubuh lain seperti: hati, paru-paru, ginjal, limpa, reproduksi, dan sistem syaraf, juga bisa menyebabkan uremia. Itulah sebabnya data WHO terkini menyatakan persentase angka kelumpuhan maupun kematian akibat penyakit diabetes dan berbagai macam komplikasi menakutkan ini terus meningkat pesat. Untuk mengatasi penyakit diabetes dan komplikasinya, Hongkong

Medistra TCM (Traditional Chinese Medicine) yang terdepan yakni “Bai Wei Hu Yi Liao Fa” mengatasi penyakit dengan ramuan herbal yang disesuaikan jenis dan kondisi penyakit penderita, dihasilkan dari 33 jenis obat berharga ditambah 28 jenis obat organik, daya serap obat sangat tinggi, rata-rata penderita diabetes setelah diobati sekitar 5-10 hari, gula darah menurun, gejala seperti kaki tangan kesemutan, seluruh badan tidak bertenaga, insomnia, dll berkurang secara nyata. Rata-rata setelah 40-60 hari, gula darah stabil, gejala komplikasi menghilang, daya tahan tubuh meningkat, keseluruhan tubuh membaik, sebagian pasien bisa berhenti konsumsi obat, fungsi insulin dan system sekresi normal kembali, fungsi reproduksi pria kembali normal, sudah bisa kembali merasakan kehidupan sehat yang normal. Sudah banyak penderita merasakan khasiat mujarabnya, tidak ada efek samping, tidak menimbulkan ketergantungan, tidak berpengaruh penderita menderita 10-20 tahun, kondisi penyakit parah/ringan, setelah diobati bisa menurunkan gula darah dan gula kencing hingga normal dan seimbang, sesudah diatasi hingga keakar-akarnya tidak mudah kambuh.

Untuk Konsultan & Pengobatan Hubungi :

HONGKONG MEDISTRA TCM Jl. H. Agus Salim No. 126 Pontianak - Kalimantan Barat Telp. (0561) 733268 HP. 0821 5279 7888 Hari Senin - Sabtu Buka Jam 09.00 s/d 17.00 WIB Minggu & Libur Besar Jam 09.00 s/d 13.00 WIB


Kalimantan Barat - Kota Pontianak Borneo Tribune

Sabtu, 10 November 2012

4

Sertifikasi Guru Sedot 11 Persen APBD Walikota Pontianak H. Sutarmidji mengatakan, dirinya kerap melakukan pemantauan dengan menghubungi Inspektorat Kota Pontianak terkait dinas-dinas atau SKPD mana yang Surat Pertanggungjawabannya (SPJ) dinilai belum baik. “Dinas mana yang penyerapan anggarannya masih rendah, dinas mana yang ada masalah. Semuanya saya tanya dua hari sekali dan alhamdulillah sampai hari ini semuanya masih berjalan lancar,” kata H Sutarmidji. Dijelaskannya, dari volume anggaran kemampuan keuangan daerah, pada APBD tahun lalu PAD-nya kurang lebih 19 persen. Tahun depan, dari seluruh volume APBD, PAD-nya mencapai hampir 30 persen.

Sedangkan belanja modal, yang seharusnya 29 persen namun belum bisa dilakukan Pemkot, karena adanya kebijakan dari pusat dengan memasukkan sertifikasi guru dalam batang tubuh APBD. “Sertifikasi guru untuk Pontianak setahun mencapai Rp 130 miliar, belum termasuk gaji,” timpalnya. Dengan nilai sertifikasi guru sebesar itu, jika dihitung volume APBD senilai Rp 1,2 triliun berarti anggaran sertifikasi guru mencapai 11 persen dari volume APBD. “Inikan kurang pas sebenarnya. Mudah-mudahan ke depan sertifikasi guru ini anggarannya masuk di provinsi supaya batang tubuh APBD kabupaten/kota itu sehat,” ujarnya. Deputi Bidang Pengawasan Penyelenggaraan Keuangan Daerah, Iman Bastari mengatakan program-program yang dilaksanakan Pemkot diharapkan akun-

tabel. Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dimintanya melakukan inventarisasi kegiatan-kegiatan mana yang sudah selesai dan mana yang belum selesai. “Kalau belum, apa kendalanya dan kekurangannya supaya segera diperbaiki,” katanya. Ia mengingatkan agar hasil-hasil program kegiatan yang sudah dilaksanakan pada tahun ini jangan sampai ada yang tidak sesuai, misalnya terkait perjanjian kerja atau kontrak. Dari 67 daerah yang meraih predikat WTP, pihaknya turut membantu dalam menindaklanjuti berbagai hal yang ditemukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). “BPKP sebagai internal auditor membantu bagaimana memfollow up atau menindaklanjuti temuantemuan BPK supaya akuntabilitas kita itu lebih baik,” ingatnya. o

Kenali Lagu Anak-anak Sejak Dini CMYK

Yulan Mirza Borneo Tribune, Pontianak Memberikan pelajaran agar mudah dicerna dengan baik oleh anak-anak, tenaga pengajar khususnya guru PAUD harus mampu memberikan metode pelajaran yang bersifat gembira dan penuh dengan suasana lagu anak-anak. Karena, lagu anak-anak dapat merespon secara cepat pertumbuhan otak bagi anak-anak yang masih berusia tiga tahun dan telah masuk Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). “Di dalam lagu anak-anak itu, tersimpan sejumlah makna pelajaran bagi dirinya. Sehingga secara tidak

langsung, mereka akan mengenal nama hewan, angka maupun hal lainnya,” jelas Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini Non Formal dan Informal Kemendikbud RI, Prof Dr Lidya Freyani Hawadi, P.Si pada kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Pembelajaran PAUD 2012 BP-PNFI Regional VI Banjarbaru, di Hotel Kapuas Dharma, Kamis (9/11) malam kemarin. Selain itu, Lidya juga mengajak kepada tenaga pengajar agar mampu bersabar dalam menghadapi sejumlah karakter masingmasing anak. Karena, tidak semua karakter anak itu memiliki kesamaan satu dengan yang lainnya.

“Anak-anak pada usia itu pada umumnya bermain. Maka tenaga pengajarnya harus bisa membawa mereka dengan rasa kegembiraan. Melalui mengenalkan lagu anak-anak kepada mereka,” terang dia. Tidak hanya itu, Lidya juga mengingatkan agar para tenaga pengajarnya memberikan perhatian anak-anak harus bersikap yang sama. Sehingga tidak ada perasaan anak-anak bahwa dirinya tidak diperhatikan oleh tenaga pengajarnya. Dalam kegiatan itu turut dihadiri Kabid UPLKB Disbud Provinsi Kalbar, Drs Mujiono, M.Si dan perwakilan dari Disbud dari Kalteng. o

MoU Walikota Pontianak, H Sutarmidji menandatangani MoU antara Pemkot Pontianak dengan BPKP Perwakilan Kalbar sebagai salah satu upaya mempertahankan WTP. FOTO Andika Lay/Borneo Tribune.

Dishubkominfo Awasi Pengendalian Angkutan di Kalbar Borneo Tribune, Sosok Provinsi Kalimantan Barat mempunyai luas wilayah 146.807 km2 yang berbatasan langsung dengan Negara Malaysia. Saat ini tersebar jalur yang memungkinkan untuk melintas ke Negara Malaysia seperti PLB Aruk di Kabupaten Sambas, PLB Jagoi Babang di Kabupaten Bengkayang, PLB Badau di Kabupaten Kapuas Hulu, dan PLB Entikong di Kabupaten Sanggau. Saat ini, izin angkutan orang atau barang di Provinsi Kalimantan Barat sudah berjalan dengan tertib sesuai dengan amanat UndangUndang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, namun dengan tingginya permintaan jasa angkutan maka tidak sedikit sekelompok ma-

syarakat yang memanfaatkan kesempatan tersebut tanpa memperhatikan keselamatan penumpang baik dari sisi jaminan keselamatan berupa asuransi maupun kelayakan kenderaan itu sendiri. Intensitas pelanggaran seperti ini menunjukkkan kecenderungan yang terus meningkat, salah satunya disebabkan oleh kegiatan angkutan illegal (taksi ilegal). Selain kegiatan pelanggaran tersebut, hal lain yang berpengaruh bagi ketertiban angkutan adalah angkutan taksi ilegal dari daerah/kota yang mengangkut Tenaga Kerja Indonesia ( TKI) . Agar angkutan yang ada di Kalbar dapat berjalan dengan tertib, maka Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Provinsi Kalimantan Barat melakukan suatu kegiatan Pengawasan dan Pe-

ngendalian Angkutan Jalan di Wilayah Kalimantan Barat, yang melibatkan POMTNI AD, petugas jembatan timbang UPLLA II Sosok, petugas PJR POLDA Kalbar dan petugas dari Polsek setempat. Maksud kegiatan ini adalah untuk melaksanakan penertiban angkutan orang atau barang secara ilegal, selain itu juga bertujuan mensosialisaikan izin resmi bagi sekelompok masyarakat yang bergerak dalam usaha jasa angkutan sesuai dengan undang–undang yang berlaku. Salah satu yang menjadi target pengawasan dan pengendalian angkutan lalu lintas jalan adalah daerah Kabupaten Sanggau yang berbatasan langsung dengan Negara Malaysia ( Kuching) yang rawan akan tindak pelanggaran dan penyelundupan barang-barang yang dilindungi undang- undang

melalui PLB (Pos Lintas Batas) Entikong, Kabupaten Sanggau dan Sekitarnya. Dari hasil pegawasan dan pengendalian yang dilaksanakan oleh Dishubkominfo Provinsi Kalbar dengan timnya di Kabupaten Sanggau dan sekitarnya, Selasa (23/ 10) hingga Rabu (24/10), berhasil menilang sebanyak 26 unit kendaraan roda empat yang berkas tilang terhadap pelanggaran diserahkan ke Pengadilan Negeri Sanggau melalui petugas di Jembatan Timbang UPLLA II Sosok. Tim juga berhasil mengamankan 1 unit pick up yang memuat 7 drum solar ilegal seberat 1,4 ton, solar-solar tersebut diperoleh dari wilayah Kembayan dan sekitarnya. Barang bukti solar yang diamankan diserahkan ke Polsek Tayan Hulu untuk selanjutnya diproses lebih lanjut. (Sulono/Dishubkominfo) o

Lomba Pidato Meriahkan HUT DWP Ke-13 Borneo Tribune, Pontianak

ARAHAN Dirjen PAUDNI Kemendikbud RI, Prof Dr Lidya Freyani Hawadi, P.Si memberikan arahan dan masukan kepada puluhan guru PAUD se-Regional VI Banjarbaru. FOTO : Yulan Mirza/Borneo Tribune

Dharma Wanita Persatuan mengadakan lomba pidato di Gedung Rektorat Universitas Tanjungpura Pontianak, untuk memeriahkan peringatan hari ulang tahunnya yang ke 13. Lomba ini diikuti oleh anggota Dharma Wanita dari kabupaten/kota di Kalbar, belum lama ini. Dalam perlombaan tersebut, Dharma Wanita Dishubkominfo Provinsi Kalbar

mengutus anggotanya untuk ikut berpartisipasi, Maria Kartini istri Kepala Bidang Perhubungan Darat Dishubkominfo Provinsi Kalbar, Dominggus, ST, MT. Tema pidato yang diangkat adalah peranan Dharma Wanita Persatuan membantu program pemerintah dalam meningkatkan tertib berlalu lintas dalam mendukung terwujudnya keselamatan transportasi jalan. Dalam pidatonya, Maria Kartini mengatakan Dharma Wanita mempunyai peran yang sangat penting da-

lam membantu program pemerintah dengan cara memberikan motivasi bagi suami sebagai PNS dalam menjalankan tugasnya sebagai abdi negara dan masyarakat. Selain itu juga Dharma Wanita juga membantu program Pemerintah dalam bidang perhubungan dengan melakukan kegiatan di antaranya mensosialisasikan keselamatan transportasi jalan seperti pemakaian helm standar, tidak mengebut, memperhatikan pejalan kaki, taat terhadap rambu-

rambu, marka dan lampu lalu lintas jalan. Adapun pemenang dari lomba ini, Dharma Wanita Dishubkominfo Provinsi Kalbar mendapat juara harapan II, sedangkan juara I dimenangkan Latifah, Dharma Wanita PU Provinsi Kalbar, Juara II Theresia Stefanus dari Landak, Juara III Fajriyani S dari Kanwil Hukum dan HAM, Juara Harapan I Helena dari Sintang dan Juara Harapan III Berliana, S. Ag dari Kanwil Kemag. (Sulono/Dishubkominfo) o

CMYK

Aulia Marti Borneo Tribune, Pontianak


Mempawah-Kubu Raya Borneo Tribune

Sabtu, 10 November 2012

5

Petani Kesulitan Solar Untuk Traktor Tangan

HAMPARAN PADI Bupati Pontianak, Ria Norsan, meninjau hasil tanaman padi masyarakat Desa pak Bulu Kecamatan Anjongan. FOTO : Johan Wahyudi/Borneo Tribune

Kesulitan kebutuhan bakar bakar minyak (BBM) khususnya solar tidak hanya dialami para nelayan. Nasib serupa juga dialami para petani di Kecamatan Anjongan

saat memasuki musim tanam dan panen. Hal ini disampaikan Anggota Petani Pendamping Lapangan Anjongan, Sukiman saat berdialog langsung dengan Bupati Pontianak, Ria Norsan ketika panen raya padi di Desa Pak Bulu, Kecamatan Anjongan.

“Saat musin tanam dan musim panen, petani sangat membutuhkan solar untuk traktor tangan dan power tracer perontok padi. Namun kami sulit mendapatkannya, kalau membeli di kios harganya sangat mahal,” kata Sukiman. Untuk itu, Sukiman berha-

rap pemerintah Kabupaten Pontianak mencarikan jalan keluar, mengatasi permasalahan petani tersebut. Sehingga kebutuhan solar petani bisa teratasi, seperti dengan memberi surat rekomendasi bagi petani untuk bisa mendapat solar di SPBU. “Untuk mendapatkannya

Bangun Karakter Positif Masyarakat Menyambut Muharram 1433 H, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya menggelar beberapa kegiatan Festival Muharram Kabupaten Kubu Raya yang diselenggarakan di Kecamatan Sungai Kakap. Pagelaran Seni Islami akan menjadi agenda utama Festival tersebut. Pagelaran seni menyajikan beberapa pertunjukan antara lain pertunjukan drama, musik puisi, macapatan, puitisasi terjemahan Qur’an dan lomba Qasidah Rebana. Festival Muharram tahun ini merupakan ajang pengenalan budaya Islam sebagai salah satu alternatif budaya yang menarik, di tengah gencarnya arus

globalisasi budaya barat yang masuk di tengah masyarakat Indonesia. Festival kali ini rencananya akan dijadikan sebagai agenda tahunan Kabupaten Kubu Raya dan akan digelar mulai tanggal 8-11 November 2012 di halaman Kantor Camat Sungai Kakap. Festival ini dibuka langsung oleh Bupati Kabupaten Kubu Raya Muda Mahendrawan. Dalam festifal seni budaya islam ini pun juga melibatkan belasan seniman, sastrawan dan para ahli seni budaya Muslim Kubu Raya dan Kalimantan Barat. Muda Mahendrawan mengatakan pelaksanaan Festival ini sebagai upaya untuk membangun karakter bangsa, karakter generasi muda dan masyarakat Kubu Raya dengan menanamkan nilai-nilai

kebudayaan Islami sebagai inspirasi dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat. “Kegiatan ini adalah kegiatan yang sudah menjadi angenda tahunan Pemkab Kubu Raya dalam mendekatkan diri ke memasyarakat dalam menjambut Muharram dan memeriahkan Muharram, kita juga sekaligus melestarikan nilai-nilai kebudayaan Islami di masyarakat sebagai sebuah identitas masyarakat Kubu Raya yang Dinamis, harmonis, plural dan memiliki peradaban yang berwawsan kebangsaan,” kata Muda, (8/11) malam. Muda menuturkan membangun karakter bangsa di tengah masyarakat bisa dengan berbagai cara. Lewat budaya juga bisa dilakukan. Maka dengan adanya Festi-

val Muharram tersebut ia pun mengharapkan bisa membangun karakter yang kuat dimasyarakat, dima jika masyarakat telah memiliki kebudayaan yang baik yang lahir dari nilai-nilai keimanan masing-masing akan sangat kuat dalam membentengi diri dari pengaruh-pengaruh negativ di tengah-tengah masyarakat. “Memiliki nilai-nilai budaya yang baik dimasyarakat merupakan sebuah modal sosial yang kuat untuk membentengi diri dari pengaruh-pengaruh negatif. Nilai budaya islami yang dimiliki masyarakat akan menjadi kekuatan bagi mereka, sehingga tidak mudah terpengaruh, dengan demikian mereka juga akan menjadi pribadi yang tangguh dan berkarakter positif,” ungkap Muda. o

KKR Terus Berupaya Tekan Angka Kemiskinan Achmad Munandar Borneo Tribune, Kubu Raya Pemerintah Kabupaten Kubu Raya terus berusaha memperkuat peran Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) serta mempertajam partisipasi warga sebagai penggerak dan agen pembangunan, informasi maupun pemberdayaan ekonomi rakyat. “Penguatan peran RT dan RW ini sangat penting, maka kita berupaya memberi mereka pengetahuan dan wawasan agar mereka juga menjadi bagian dari proses pembangunan Kubu Raya menuju kemandirian ,mengingat mereka secara lang-

sung berada ditengah masyarakat yang tidak terpisahkan, yang mengetahui persoalan masyarakat sekecil apapun adalah RT dan RW,” kata Bupati Kabupaten Kubu Raya, Muda Mahendrawan. Muda mengungkapkan, bahwa RT merupakan lembaga yang terdekat dengan masyarakat. Dengan dibentuknya lembaga ini, diharapkan peranannya untuk ikut bersama-sama pemerintah dalam membangun sangat besar. Selain itu ia juga menilai, lembaga yang dekat tanpa batas dengan warga ini membuatnya memiliki kekuatan untuk menggerakkan setiap individu untuk berpartisipasi.

Norsan belum bisa memberikan solusi karena belum ada aturan dan undang-undnag dan wewenang pemerintah daerah melalui dinas instansinya memberikan surat rekomendasi. Namun masukan itu, akan menjadi perhatian pemerintah daerah dan akan mencari solusi ter-

baik bagi para petani. “Untuk saat ini, kita tidak ada wewenang memberikan rekomendasi ke petani, hanya bisa untuk nelayan karena suda ada aturan jelas. Namun kita akan berusaha mencarikan jalan terbaik, sehingga persoalan para petani bisa teratasi,” katanya. o

Kades Diminta Teliti SKT

Festival Muharram

Achmad Munandar Borneo Tribune, Kubu Raya

solar agak sulit. Pelayanan di SPBU juga tidak boleh pakai jiriken, padahal kebutuhan solar sangat diperlukan para petani. Kalau bisa pemerintah melalu instansi terakit memberikan rekomendasi seperti para nelayan,” ungkapnya. Menanggapi persoalan tersebut, Bupati Pontianak, Ria

“Kita berikan akses informasi, suapaya tidak terjadi pembiaran, bagaimana mereka menggerakan masyarakat dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat perlu dimotivasi, mengingat mereka langsung berhadapan dengan masyarakt, apapun bisa terpantau, mulai dari kekerasan Rumah tangga, gangguan kamtibmas dan perlu adanya inisiatif, membangun inisiatif akan memberi akses percepatan pembangunan masyarakat,” jelasnya. Menurutnya, dengan adanya penguatan ini diharapkan akan lahirnya pengurus-pengurus RT yang kreatif, insiator, inovativ, motivator, problem solving dan entrepreneur. Bila tujuan tercapai kemandirian

keluarga, RT/RW maupun desa yang cepat tercapai. RT dan RW mandiri. “Kita harapkan agar jangan lagi ada upaya-upaya kemiskinan terhadap warga di Kubu Raya, ini peran penting Rt dan RW, dengan memastikan semua warga di Kubu Raya memiliki KTP, KK dan Akta Kelahiran, sebab jika tidak memiliki KTP akan menyulitkan warga mendapatkan akses terhadap program-program pemerintah dan bantuan-bantuan pemerintah, ini kita anggap sebagai upaya menekan angka kemiskinan dan kita ingin jangan ada lagi hal ini terjadi di tengah-tengah masyarakat Kabupaten Kubu Raya masyarakat ,” terangnya. o

pemilikan antara masyarakat di Kabupaten Pontianak, menjadi sorotan pusat dalam hal ini Dewan Ketahanan Nasional (Wantannas). Bahkan, beberapa waktu Bupati Pontianak, Ria Norsan mengi- lalu, persoalan sengketa lahan di Kabupangatkan seluruh kepala desa (Kades) di ten Pontianak sudah dibahas di Kabupaten Pontianak, Wantannas, karena ada satu agar berhati-hati dan teliobjek tanah memiliki SKT ganti mengeluarkan surat keda. terangan tanah (SKT) di Jika obyek tanah itu “Karenanya, demi menghinwilayahnya masing-maberlokasi di hutan dari timbulnya permasalahan, sing, agar tidak menimbulsaya minta kades sebelum mekan permasalahan hukum lindung atau hutan ngeluarkan SKT agar mengetaproduksi, maka dan konflik sosial di mahui letak obyek tanah tersebut,” syarakat. ucapnya. kades dilarang “Maraknya usaha perkeSelain itu, sebelum menermenerbitkan SKT bitkan SKT kades juga mesti bunan, menyebabkan masakarena melanggar memperhatikan letak tanah lah kepemilikan tanah menjadi semakin pelik. itu apakah masuk kawasan peraturan Para kades dan aparaturnya hutan lindung, hutan indusharus lebih berhati-hati da- perundang-undangan tri, atau hutan produksi. lam menerbitkan SKT itu “Jika obyek tanah itu serta tidak asal,” kata berlokasi di hutan lindung Norsan, usai melantik kepala desa atau hutan produksi, maka kades dilaSengkubang, Kecamatan Mempawah Hilir. rang menerbitkan SKT karena melangBahkan Bupati mengakui permasalah- gar peraturan perundang-undangan,” tean sengketa lahan akibat saling tuding ke- gasnya. o Johan Wahyudi Borneo Tribune, Mempawah

Johan Wahyudi Borneo Tribune, Mempawah

8-17 November KPU Verfikasi Faktual KTA Parpol Johan Wahyudi Borneo Tribune, Mempawah Pasca verifikasi faktual terhadap 16 Parpol, terkait kepengurusan, sekretariat dan keterwakilan 30 persen perempuan, KPU Kabupaten Pontianak, kembali akan melakukan verfikasi faktual terkait Kartu Tanda Anggota (KTA). “Usai verifikasi faktual terkait kepengurusan, serta 30 persen keterwakilan perempuan di tubuh parpol, maupun keberadaan sekretariat. Sesuai agenda, KPU akan kembali melaksanakan verifikasi faktual terkait KTA pada 8-17 November mendatang,” kata Anggota KPU Kabupaten Pontianak, Yudo Suseno. Yudo mencontohkan jika Partai Golkar Kabupaten Pontiana, yang datanya di KPU berjumlah 1.061 KTA. Maka KPU akan

memilih sekitar 20 persen atau 106 KTA yang dipilih secara acak untuk dilakukan verifikasi faktual. “KPU akan datang kerumah anggota Parpol sesuai KTA yang ada disampaikan ke KPU. Hal ini, untuk mengecek kebenarannya sebagai anggota Parpol yang bersangkutan,” katanya. Lanjutnya lagi, jika selama verifikasi faktual ini, KPU menemukan masih ada ketidaklengkapan data seperti dokumen maupun berkas dari parpol tersebut, maka KPU memberikan tenggat waktu untuk perbaikan dimulai 27 November-3 Desember 2012. “Jika sudah memenuhi syarat, maka pada 29 Desember 2012, KPU Kabupaten Pontianak akan membuat berita acara yang disampaikan ke KPU Pusat, mengenai parpol mana saja yang lolos verifikasi faktual sebagai syarat menjadi peserta Pemilu 2014,” ucapnya. o


Bengkayang Borneo Tribune

Sabtu, 10 November 2012

Dinkes: Perhatikan Kebersihan Lingkungan Borneo Tribune, Singkawang Kabid P2PL, Dinas Kesehatan Singkawang, A. Kismed, tak bosan-bosannya mengimbau warganya untuk selalu memperhatikan kebersihan lingkungan. Tujuannya untuk menghindari beragam penyakit biasa datang pada saat musim penghujan. Diantaranya, deman berdarah dengue, malaria, infeksi saluran pernafasan (ISPA), dan diare. Menurutnya, musim penghujan sekarang ini belum ada peningkatan yang bermakna. Tetapi alangkah

FOTO: Rudi/Borneo Tribune

A. Kismed baiknya, mencegah dari pada mengobati. “Kalau demam., flu, atau pun yang lainnya sudah pasti ada. Namun hingga saat ini kita

masih belum menerima data yang signifikan mengenai penyakit-penyakit yang harus kita waspadai itu,” ungkapnya. Salah satu cara untuk menghindari serangan penyakit tersebut, sarannya, adalah menjaga kebersihan lingkungan. Yakni dengan membersihkan parit agar tidak menjadi genangan air dan menjadi sarang nyamuk. “Yang jelas, setiap tempat untuk penampungan air, harus dikuras dan dibersihkan,” katanya.(Freelancer/ Rudi) o

Dewan: Dinas Inventarisir Tempat Bermasalah Borneo Tribune, Singkawang Pembangunan di Kota Singkawang yang pesat, tentu membawa konsekuensi yang cukup serius, khususnya yang berkaitan dengan dampak yang sering ditimbulkan. Salah satunya genangan air yang lamban bergerak sehingga mengakibatkan banjir. Anggota DPRD Sing kawang, Sumberanto Tjitra, meminta dinas terkait harus segera menginventarisir tempat-tempat yang dianggap bermasalah. Seperti saluran parit dan sungai yang tersumbat oleh sam-

FOTO: Rudi/Borneo Tribune

Sumberanto Tjitra pah maupun yang sengaja menutupnya. Menurutnya, sudah saatnya, dinas terkait untuk turun ke lapangan langsung, dan jangan hanya berandai-

andai yang tidak pernah akan ketemu solusi yang jelas. Tidak lupa, dinas terkait juga harus melakukan pembinaan kepada masyarakat untuk tetap menjaga kebersihan, dengan tidak menutup saluran, pembersihan saluran-saluran yang tertutup oleh sampah dan yang sengaja ditutup. Tujuannya untuk menghindari banjir dan bencana lainnya. “Sungguh ironis, Singkawang sebagai kota pariwisata Kalbar, tetapi hujan sehari saja sudah banjir,” katanya. (Freelancer/ Rudi) o

Bupati Jemput Jemaah Haji di Embarkasi Mujidi Borneo Tribune, Bengkayang Bupati Bengkayang, Suryadman Gidot direncanakan akan menjemput langsung jemaah haji asal Bengkayang di Embarkasi Batam. Penjemputan tersebut dilakukan pada saat je-

maah tiba di tanah air, 20 November mendatang. H. Miraj, Kepala Tata Usaha Kementerian Agama Bengkayang beberapa waktu lalu mengatakan, semua jemaah haji Bengkayang dalam keadaan sehat. Meski diantara jemaah menderita gangguan kesehatan ringan seper-

Mujidi Borneo Tribune, Bengkayang Dewan Pendidikan menyoroti masih banyak sekolah yang tidak memiliki perpustakaan. .Jika ada, perpustakaan tersebut tidak diisi dengan buku penunjang pelajaran atau buku referensi lainnya. “Tidak menutup kemungkinan, masih ditemukan se-

kolah yang tidak memiliki ruangan perpustakaan,” kata Khiu, Dewan Pendidikan Bengkayang. Ia mengatakan, perpustakaan sekolah harus ditingkatkan. Katanya perpustakaan hanya diisi buku-buku pada bidang pelajaran, tetapi tidak diisi dengan bukubuku yang bisa menambah wawasan pelajar. Rendahnya minat siswa untuk membaca menjadi salah

Kita ajarkan mereka sejak umur 3 tahun. Dengan itu kita berharap, semakin bertumbuhnya usia mereka, maka semakin terampil juga mereka

haji ke Batam, Wakil Bupati, Agustinus Naon yang ikut serta, maka pada saat kedatangan nanti akan dijemput langsung oleh Bupati Bengkayang, Suryadman Gidot. “Kalau tidak ada perubahan, yang menjemput jemaah nanti adalah bapak bupati langsung,” ucap Ali. o

satu faktor penyebab problematik di dunia pendidikan di Bengkayang untuk meningkatkan SDM generasi muda. “Jangankan untuk perpustakaan di setiap sekolah, perpustakaan yang ada di ibu kota kabupaten yang notabene statusnya perpustakaan daerah saja masih belum menarik Sehingga minat baca warga Bengkayang minim melihat suasana dan

kondisi yang tidak memungkinkan untuk membaca,” kata Khiu. Tambah Khiu lagi, seharusnya perpustakaan memiliki taman untuk santai sehingga orang tertarik membaca dan mengunjungi perpustakaan daerah. “Pihak Perpustakaan Daerah Bengkayang harus lebih giat mensosialisasikan ke sekolah akan pentingnya keberadaan mereka,” kata Khiu. o

Antri Solar, Pemadam Kebakaran Diutamakan Mujidi Borneo Tribune, Bengkayang Antrian ratusan kendaraan baik roda dua, roda empat dan lainnya untuk mengisi bahan bakar di SPBU bukan lagi suatu pemandangan langka di Bengkayang. “Sekarang masih ada puluhan kendaraan yang antri, termasuk kami yang antri untuk mendapatkan solar,” kata Aliong, pekerja sosial pemadam kebakaran di Bengkayang. Sebagai lembaga yang peduli dengan masyarakat, Aliong meminta kepada pihak SPBU lebih mengutamakan kendaraan yang digunakan untuk kepentingan umum. “Kalau seperti kami ini sebagai pemadam kebakaran ataupun mobil ambulan tolonglah untuk diutamakan, karena kami untuk kepentingan rakyat, dan kami ngambil solar bukan untuk dijual kembali,” jelas Aliong. o

bertumbuhnya usia mereka, maka semakin terampil juga mereka,” pungkasnya. Diakui Henni, memang tidak mudah bagi dia dan guru pembimbing lainnya untuk memberikan pelajaran dan membekali anak didiknya yang masih seumur jagung itu. Menurutnya, kesulitan sudah pasti ada. Namun, hal itu bukanlah tantangan bagi dia dan guru pembimbing lainnya, dengan segala ketekunan dan keterbatasan yang dimiliki, pihaknya berusaha mencari metode yang termudah dengan tidak menggunakan do re mi. Menurutnya, ada salah satu cara yang paling jitu dan mudah dikenal murid-muridnya yakni dengan cara menggunakan warna yang dia tempelkan pada alat-alat musik tersebut. “Saya rasa, dengan menggunakan warna itu, mereka lebih mudah mengenal dan tidak merasa bahwa permainan alat musik itu sesuatu hal yang sangat sulit dan bisa dimainkan dengan rileks,” ucapnya. Jadi, sambungnya, kita harus bisa menyesuaikan antara pertumbuhan otak kiri dan otak kanan. “Kalau otak kiri itukan banyak kepada bidang hitungan, sedangkan otak kanan itukan banyak ke bidang seni,” katanya. Selain memperkenalkan alat musik angklung, lanjutnya, sekaligus kita perkenalkan musik daerah. Namun, pada musik daerah ini, kita memang sedikit agak kesulitan. Karena, tangan-tangan murid binaannya masih kecil-kecil. Jadi, kita hanya mengupayakan mereka baru mengenal musik-musik daerah yang dimainkan pada angklung saja. Kedepan, sambungnya lagi, pihaknya akan melakukan kolaborasi antara musik angklung dengan pengiring lainnya yang dimainkan oleh para guruguru pembimbing disini. (Freelancer/Rudi) o

ti flu dan pilek. “Gangguan kesehatan berupa flu dan pilek itu wajar dan menjadi penyakit wajib bagi jemaah kita. Penyakit ini karena adanya perbedaan cuaca,” ucap Miraj. M. Ali, asisten dua sekretariat daerah Bengkayang menerangkan, saat mengantar keberangkatan jemaah

Dewan Pendidikan Sorot Perpustakaan

Asyik, Siswa TK Dikenalkan Musik Angklung Borneo Tribune, Singkawang Pagi kemarin, serasa ada yang sedikit berbeda saat tiba di Taman Kanak-Kanak “Bintang Kecil” di Jalan Bukit Barisan, Kelurahan Pasiran, Kecamatan Singkawang Barat. Yang mana biasanya menjelang waktu para siswa TK Bintang Kecil akan pulang, mereka biasanya hanya bernyanyi tanpa diiringi satu alat musik apapun. Namun, yang terjadi pada Jumat ((09/11) pagi, terdengar suara alunan musik angklung memainkan sebuah lagu yang berasal dari salah satu ruangan TK Bintang Kecil, sehingga para orang tua yang sengaja datang dengan tujuan untuk menjemput anak-anaknya itu pun merasa penasaran dan ingin melihat anak-anaknya yang sedang memainkan alat musik tradisional itu. Suara angklung yang dimainkan memanglah tidak begitu merdu seperti yang dimainkan para musisi mahir dalam memainkan alat musik ini. Namun yang menjadi ketertarikan para orang tua, merasa tidak yakin bila suara itu sengaja dimainkan anak-anaknya yang masih seumur jagung itu. “Tujuan kita adalah hanya sekedar memperkenalkan budaya daerah Indonesia sejak usia dini,” kata Henni Safe’i Djamil, guru pembimbing sekaligus pengelola TK Bintang Kecil. Meski alat musik angklung ini bukan berasal dari daerah Kalbar, tetapi ini sudah menjadi aset bangsa Indonesia. Apalagi, kata Henni, pihaknya sudah mengetahui, alat musik angklung ini sudah pernah di klaim dari Malaysia. “Untuk itulah, kita selaku bangsa Indonesia berkewajiban baik itu alat musik yang berasal dari Kalbar, Sumatera dan lain-lain, harus kita kuasai sehingga dapat melestarikannya,” tuturnya. Menurut Henni, dia bersama para guru pembimbing lainnya memperkenalkan alat musik tradisional itu adalah bertujuan memberikan pelajaran dan membekali para murid sejak usia dini untuk mencintai budaya bangsa Indonesia. Salah satunya adalah alat musik angklung. “Kita ajarkan mereka sejak umur 3 tahun. Dengan itu kita berharap, semakin

6

Para siswa Taman Kanak-Kanak “Bintang Kecil” sedang dilatih cara memainkan alat musik tradisional, jenis angklung. Ini menjadi bagian pengenalan budaya sejak usia dini FOTO: Rudi


Landak-Sanggau

Sabtu, 10 November 2012

Borneo T Tribune

7

Sawah Penduduk Terendam

Antisipasi Bencana Banjir, BPBD Tak Siap Dana

Tahun Ini Gagal Panen

Ratna Sari BorneoTribune, Sanggau

Ratna Sari BorneoTribune, Sanggau

Selama dua pekan terakhir ini, curah hujan di Kabupaten Sanggau mengalami peningkatan. Hal itu menjadi ancaman tersendiri bagi adanya bencana banjir, lantaran terdapat beberapa titik-titik wilayah di Kabupaten Sanggau yang telah menjadi langganan terkena banjir tahunan. Kepala Bidang Kesiap Dana yang diberiSiagaan Kantor Badan Penanggulangan Bencana kan sebesar Rp. 26 Daerah (BPBD) Kabupaten juta, rencananya Sanggau, Tinsai, mengatakan, program kerja yang di- dana itu akan kita rancang untuk melakukan gunakan untuk tindakan preventif terhasosialisasi dan dap bencana banjir di Kabupaten Sanggau sementapenyuluhan ra tidak dapat berjalan sekebeberapa desa cara maksimal. Hal itu dikarenakan dengan menggunaminimnya dana yang dimikan Narasumber liki oleh BPBD. Bahkan untuk anggaran sosialisasi dari BPBD Pusat dan penyuluhan saja, Kantor Badan yang baru saja dan Provinsi. Tapi dibentuk sekitar satu ini dana itu akan cair hanya mengantongi dana senilai Rp. 26 juta dari setelah ketuk palu APBD Sanggau. di APBD perubah“Dana yang diberikan sean nanti. besar Rp. 26 juta, rencananya dana itu akan kita gunakan untuk sosialisasi dan penyuluhan kebeberapa desa dengan menggunakan Narasumber dari BPBD Pusat dan Provinsi. Tapi dana itu akan cair setelah ketuk palu di APBD perubahan nanti,” jelasnya. Tinsai menjelaskan, untuk rancangan program anggaran antisipasi bencana banjir sendiri, pihaknya dalam waktu dekat ini juga akan melakukan usulan ke pusat. “Seperti misalnya anggaran yang diajukan itu untuk membangun turap dan meninggikan badan jalan. Program kita sudah ada tapi karena terbentur oleh pendanaan, makanya kita saat ini hanya melakukan koordinasi dulu kepada para Camat dan memberikan himbauan kepada masyakat agar untuk segera melapor jika terjadi kerugian akibat bencana banjir. Karena kalau untuk bantuan logistik korban pasca banjir kita ada dananya,” jelasnya. Tinsai menambahkan, dalam melakukan sosialisasi dan penyuluhan tersebut, pihaknya melakukan di beberapa wilayah yang kerap menjadi langganan banjir. Seperti di Tayan, Noyan, Tanjung sekayam, Jangkang. Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sanggau, Bernardus AI mengatakan, tahun ini, anggaran untuk bantuan logistik paska bencana banjir yang dimiliki BPBD saat ini senilai Rp. 20 juta, dari APBD. “2013 rencana akan kita ajukan Rp. 500 juta untuk bantuan logistik,” pungkasnya.†

Belasan hektar lahan sawah milik petani di dua wilayah di Kecamatan Jangkang, sejak seminggu terakhir ini terendam banjir. Akibatnya,

padi yang ditanam oleh warga desa tersebut dipastikan akan gagal panen pada tahun ini. Dua wilayah tersebut diantaranya, daerah Sungai Antu Dusun Perintis Kedesaan Balai Sebut, Kecamatan Jangkang dan Dusun Sape Kedesaan Sape Keca-

matan Jangkang. Ketua Badan Perwakilan Desa (BPD) Balai Sebut, Pilos, ketika dihubungi melalui telepon genggamnya, Jumat (9/11) mengatakan, terendamnya belasan hektar sawah milik warga tersebut disebabkan tingginya curah hujan yang mengguyur di Kabupaten Sanggau, khususnya di dua wilayah kedesaan tersebut.

“Jadi kalau untuk di Sape Kedesaan Sape ada sekitar belasan hektar lebih sawah yang sudah terendam dari seminggu yang lalu. Kalau di Sungai Antu Dusun Perintis itu ada sekitar 8 hektar,” ujarnya. Pilos menambahkan, kedua wilayah tersebut memang telah menjadi langganan banjir setiap tahunnya. Atas nama warga, dirinya berharap akan adanya upaya dari Pe-

merintah Daerah untuk menaggulangi permasalahan ini. Dengan adanya kejadian tersebut, dapat dimungkinkan bahwa produktivitas padi di Kecamatan Jangkang bakal menurun pada tahun ini, karena sumbangan padi dari kedua Desa tersebut dipastikan akan gagal. “Bukan kemungkinan, pasti gagal panen,” pungkasnya.†

Jabatan Lima Pejabat Eselon II Diperpanjang

Thambie: Telah Penuhi Lima Syarat

Ratna Sari BorneoTribune, Sanggau Perpanjangan masa tugas lima pejabat eselon II di lingkungan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Sanggau akan dilakukan juga tahun ini. Perpanjangan tersebut sudah mendapatkan rekomendasi dari Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Sanggau dan Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) Kabupaten Sanggau. Kelima orang tersebut adalah M. Sudrianus selaku Kepala BLHKPK, Yus Suhardi selaku Kepala Dinas

Perindagkop dan UKM, Sumadi Haryoko selaku Kepala Dinas Hutbun, Yohanes Kiteng selaku Kepala Dishubkominfo, dan Alosysius selaku Kepala Dinas Dukcapil. Kepala BKD Kabupaten Sanggau, Thambie CHR belum lama ini mengatakan kelima orang tersebut telah mengajukan ke BKD dan Baperjakat untuk diperpanjang. “Mereka telah mengajukan kepada kita soal perpanjangan itu, karena kita melihat mereka layak dan memenuhi kriteria,” ujarnya. Kriteria perpanjangan pejabat eselon II harus memenuhi lima syarat diantaranya disiplin kerja, kondite yaitu

kondisi kesehatan dan yang bersangkutan dibutuhkan oleh Pemerintah Daerah. “Ada lima syaratnya, saya kira mereka ini sudah layak untuk diperpanjang,” ungkapnya. Thambie menuturkan perpanjangan ini tidak akan membuat kecemburuan sosial bagi pegawai lainnya. Justru perpanjangan ini diharapkan memacu kinerja pegawai dibawahnya untuk lebih semangat lagi dalam bekerja. Selain itu, perpanjangan itu dilakukan karena pegawai eselon III masih belum siap untuk memangku jabatan di eselon II. Perpanjangan

itu, sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) nomor 32 tahun 1979 dan PP nomor 65 tahun 2010. Kelima pejabat tersebut juga telah mengikuti Diklat Pim II. Perpanjangan tersebut dikarenakan pengajuan untuk jabatan eselon II rumit dan memakan waktu yang cukup lama sehingga pihaknya lebih mengutamakan pejabat eselon II yang ada saja. “Kalau dari eselon III kita ajukan ke eselon II itu lama, butuh proses panjang, termasuk persetujuan Gubernur, jadi kita pakai yang ada saja dulu,” jelasnya. Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten

Sanggau, C. Aspandi mengakui bahwa ia telah menerima usulan perpanjangan tersebut dari BKD. “Sudah ada di meja saya, usulannya itukan dari BKD, nanti usulan diteruskan ke Bupati. Beliaulah yang menentukan nasib ke lima orang itu layak ataukah tidak. Bahkan usulannya sudah ada di meja Bupati, tinggal menunggu beliau saja setuju atau tidak,” jelasnya. Aspandi menambahkan bahwa kelima orang tersebut telah memenuhi syarat untuk diperpanjang karena memenuhi kriteria salah satunya masih dibutuhkan oleh pemerintah daerah.†

Dinas Pertambangan Cek IUP Borneo Tribune, Ngabang Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Landak melakukan cek rutin untuk melihat izin usaha pertambangan. Pengecekan ini dilakukan agar tidak ada yang kadaluarsa. Saat ini di Landak ada 90 perusahaan pertambangan yang masih aktif beraktifitas. Izin yang terbagi di 13 keca-

Opini

HO TEL HOTEL

matan di Kabupaten Landak. Marcelina,ST. Pj. Kabid Pertambangan dan Energi Kabupaten Landak ditemui di ruang kerjanya Jumat (9/ 11) kemarin menyebutkan pengecekan dan pengawasan dilakukan jangan sampai IUP pertambangan yang berjumlah 90 ini kadaluarsa. “Untuk mengantisipasi maka dilakukan pengecekan

setiap hari,” katanya. Dinas Pertambangan dan Energi memiliki anggaran terbatas untuk melakukan penertiban terhadap aktifitas penambangan emas ( PETI). “Penertiban melibatakan aparat untuk melakukan razia-razia, sehingga sulit bagi kami untuk melakukan peneritban PETI. Saya

pikir kalau anggarannya memadai dan cukup saya yakin PETI tidak berkeliaran di daerah kabupaten Landak,” kata Marcelina. Dinas tidak ingin melakukan penertiban dengan anggota sedikit. Sebab ada contoh, pada saat penertiban dilakukan pada tahun 2009 yang silam, wakil Bupati bersama rombongan langsung

dikejar oleh oknum-oknum penambangan itu sendiri. “Oleh sebab itu dalam hal penertiban ini kita harus berhati-hati dengan melalui bersosialisasi memutarkan VCD tentang dampak pertambangan, juga dari Dinas Pertambangan melakukan penempelan poster-poster di setiap bersosalisasi,” ujarnya (Yohanes.J/Free)†

Kecelakaan, Pembunuh No. 2 di Indonesia

†

memang sudah ada hanya saja belum maksimal. Diperlukan kerja sama antara pemerintah, kepolisian, dan masyarakat. Bukan hanya penyuluhan-penyuluhan untuk meningkatkan kesadaran tertib lalu lintas saja yang perlu dilakukan. Kepekaan pemerintah terhadap kondisi jalan yang buruk di dalam kota maupun luar kota juga penting. Semoga ada kerja sama yang baik antarpihak. Demikian halnya kesadar-

Oleh: Vanny Liu Jl. Dr. Setia Budi No. 93 Ptk Telp.: 0561-736195 Fax.: 0561-736668 e-mail : aromainn@ymail.com

Jl. Jendral Ahmad Yani No. 91 Pontianak, Tel : (+62 561) 577 888 Fax. (+62 561) 768 833

HOTELMERPATI Jl. Gajah Mada No. 177-183, Pontianak 78121, Telp. (+62-561) 761598, 761397 (Hunting) Fax. (+62-561) 761398

Jl. Imam Bonjol No. 111 Pontianak, Telp. 0561-745481, Fax. 0561-762662

Grand KARTIKA HOTEL Jalan Gajah Mada No. 89 Pontianak, Telp. (0561) 768999, Fax : 0561-761999

Jalan Nusa Indah III, Telp. (0561) 732223 Fax. (0561) 742882 Pontianak

Jl. Rahadi Usman No. 2 Pontianak, T elp. (0561) 734401, Fax. 0561-738457

Jl. Tajungpura No. 45 Pontianak, T elp. (0561) 736162, 745475 Fax. (0561) 740651

HOTEL KHATULISTIWA Jalan Pahlawan No. 40 Pontianak, T elp. (0561) 735890, Fax. (0561) 739001

Jalan Diponegoro No. 56 Pontianak 78117 Telp. 0561-736793 Fax. 0561 - 734930

Hotel’95 Jl. Sidas No. 8 Pontianak Telp. (0561) 736022/ Fax. (0561) 736200

Jl. Imam Bonjol No. 95 Pontianak, T elp. 7959595 (95 m samping UNTAN)

Hotel Surya Jl. Gajah Mada No. 889 Telp. (62-561) 736 122 Fax. (62-561) 734 374

Jl. Sidas No. 1 1-A Telp. (0561) 734337 Fax. (0561) 760334 Pontianak-Kalbar

Hotel

KAPUAS DHARMA Jalan Diponegoro No. 46 Telp. (0561) 733777 Fax. (0561) 740555

Jl. Imam Bonjol No. 89 Pontianak, Telp. 0561-766669 Fax. 735399

Angka kecelakaan lalu lintas Indonesia dapat dikategorikan tinggi. Terjadi peningkatan di tahun 2012 ini, sebesar 10 persen yakni menjadi 5.233 kasus kecelakaan dari 4.744 kasus kecelakaan di tahun 2011 (pikiran-rakyat.com). sehingga wajar saja kecelakaan lalu lintas disebut sebagai pembunuh nomor 2 di Indonesia. Hal ini berlaku pula untuk provinsi Kalimantan Barat dengan angka kecelakaan lalu lintas yang tergolong tinggi. Hasil evaluasi yang dilakukan satuan lalu lintas Polda Kalbar yaitu adanya peningkatan angka kecelakaan dari tahun sebelumnya, yaitu tahun 2010 dengan angka kecelakaan 946 kasus dan pada tahun 2009 sebanyak 712 kasus. Salah satu tempat di mana sering kali disebut jalan maut oleh para pengendara adalah Jl. Imam Bonjol. Keadaan jalan yang rusak parah sangat membahayakan para pengendara, khususnya sepeda motor. Terlebih pada saat malam dan hujan, kondisi ini amat membahayakan pengendara motor. Kondisi jalan yang tidak baik dan tingkat kelajuan yang dapat memicu terjadinya kecelakaan. Bukan hanya jalan Imam Bonjol, jalan-jalan negara seperti jalan Trans-Kalimantan dan juga jalan-jalan menuju perbatasan Sarawak juga merupakan jalur maut bagi pengendara. Penyebab kecelakaan pun beraneka ragam. Mulai dari

int

keadaan jalan yang buruk, kondisi dan cuaca yang tidak mendukung, kecepatan tinggi, serta mengemudi dalam keadaan mengantuk hingga mabuk. Faktor paling tinggi terhadap penyebab kecelakaan lalu lintas adalah factor jalan yang rusak parah dan human error. Berbagai cara telah dilakukan pemerintah dalam usaha menekan angka kecelakaan lalu lintas. Adanya razia kelengkapan kendaraan dan kelayakan pengendara hingga perbaikan jalan berkalikali dilakukan. Bukti nyata dapat kita lihat di jalan Imam Bonjol yang telah mengalami perbaikan berkali-kali dan dalam tempo yang relatif cepat. Namun sayang, tak lama berselang jalan tersebut kembali rusak. Kesungguhan pemerintah dalam perbaikan jalan Imam Bonjol layak dipertanyakan. Penyebab kecelakaan bukan hanya faktor jalan raya yang tidak baik. Namun juga

kesadaran masyarakat untuk tertib berlalu lintas yang sangat rendah. Terbukti dari hal-hal kecil yang kerap kali kita temui di persimpangan lampu merah. Mulai dari melewati garis marka, menerobos lampu merah dan melanggar pembatas jalan. Meskipun kelihatannya sangat sepele, namun hal kecil ini berpeluang terhadap kecelakaan lalu lintas. Hal lain yang berpengaruh terhadap ganngguan lalu lintas yang dapat memicu kecelakaan lalu lintas yaitu parkir yang sembarangan. Dapat kita lihat di Jalan Gajah Mada. Kerap kali tepian jalan penuh dengan mobil-mobil yang diparkir, ditambah dengan truk-truk pembawa barang yang berhenti di tengah jalan untuk menurunkan barang bawaan mereka. Sepele tapi sungguh berbahaya bagi pengendara lainnya. Upaya pemerintah untuk menekan angka kecelakaan

an masyarakat untuk lebih menaati rambu lalu lintas, kelayakan kendaraan, hingga cara berkendara yang santun, juga akan membantu mengurangi angka kecelakaan lalu lintas. Mari bersamasama kita cegah kecelakaan sebelum hal ini menjadi pembunuh no. 1 di Kalimantan Barat dan di Indonesia. Vanny Liu Mahasiswi Politeknik Tonggak Equator


Sekadau Borneo Tribune

Sabtu, 10 November 2012

8

Progam Polisi Masuk Kampung Kapolres: Semua Kecamatan Akan Didatangi Bagus Kosminto Borneo Tribune, Sekadau Kepolisian Resort (Polres) Sekadau hingga kini terus berupaya mendekatkan diri dengan masyarakat di seantero Kabupaten Sekadau. Salah satu strategi yang dilakukan dalam pendekatan antar kepolisian dan masyarakat itu melalui program Polisi Goes to Kampung atau

Polisi Masuk Kampung. Hingga sekarang, program Polisi Masuk Kampung di Kabupaten Sekadau sudah dilaksanakan di dua kecamatan. Yakni, Kecamatan Sekadau Hulu dan Kecamatan Belitang Hilir. Untuk di Kecamatan Sekadau Hulu, pelaksanaannya difokuskan di Rawak, pada 24 Oktober lalu. Sedangkan di Belitang Hilir, dilaksanakan di Sungai

Ayak, Selasa (6/11) lalu. “Kegiatannya sama dengan yang kita gelar di Rawak beberapa waktu lalu. Selain penyuluhan hukum, kita juga menggelar pertandingan sepakbola persahabatan,” ujar Kapolres Sekadau, AKBP. A Widihandoko, di Sekadau, belum lama ini. Perwira menengah polisi dengan dua melati di pundaknya itu menambahkan bahwa program Polisi Goes

to Kampung atau Polisi Masuk Kampung di Kabupaten Sekadau masih terus dilakukan hingga mendatang. Program yang dimotori Satuan Lalu Lintas itu masih akan terus berlangsung selama beberapa bulan ke depan. “Semua kecamatan akan kita datangi dan melaksanakan program Polisi Masuk Kampung,” ujar Kasat Lantas Polres Sekadau, IPTU. Eko Andi Sutejo, belum lama ini. Sementara itu, di Kabupaten Sekadau terdapat tujuh kecamatan. Dengan demiki-

an, masih ada lima kecamatan lagi yang belum didatangi dalam rangka menyukseskan program Polisi Masuk Kampung. “Rencanya tiap bulan kita akan mendatangi satu per satu kecamatan yang ada di Sekadau,” kata Eko memaparkan. Program Polisi Masuk Kampung adalah program cerdas dari Polres Sekadau. Dalam kegiatan tersebut, polisi akan memberikan penyuluhan hukum kepada masyarakat, terutama menyangkut masalah ketertiban berlalu lintas. o

AKBP. A Widihandoko. FOTO Dok/Borneo Tribune

Musim Hujan, Petani Karet Gantung Pisau Bagus Kosminto Borneo Tribune, Sekadau

Dua Bocah sedang bermain sepulang sekolah di sekitar jalan merdeka timur menikmati masa kanak-kanak mereka. FOTO Bagus Kosminto/ Borneo Tribune

Perusahaan Kurang Perhatian

Petani PT Parna Ngadu ke Dewan Bagus Kosminto Borneo Tribune, Sekadau Puluhan perwakilan petani kelapa sawit PT. Parna Agro Mas, di Kecamatan Belitang Hilir, Kabupatern Sekadau, mendatangi Gedung DPRD Kabupaten Sekadau mengadukan nasib mereka kepada para wakil rakyat. Kedatangan mereka mendesak Pemerintah Kabupaten Sekadau untuk menjawab beragam keluhan para petani selama ini. Salah seorang perwakilan petani PT. Parna Agro Mas, Mulyadi mengatakan pihaknya menuntut beberapa hal mengenai kesejahteraan petani dan kesejahteraan masyarakat di bidang ketenagakerjaan.

“Yang kami tuntut terutama soal uang tunggu kaplingan sawit yang beberapa waktu lalu sudah diusulkan dari petani kepada pihak perusahaan, agar dinaikan sesuai dengan perminataan petani. Namun sejauh ini belum ada jawaban dan tindakan lanjutan. Yang kedua soal perekrutan tenaga kerja lokal,” jelas Mulyadi di Sekadau, kemarin. Soal perekrutan ketenagakerjaan, menurut Mulyadi perlu ada kebijakan khusus dari manajemen perusahaan. Alasannya yang memiliki lahan tanam adalah natobene masyarakat di Desa Tapang Pulau serta desa di sekitarnya. Hanya disayangkan, lanjut dia, sejauh ini perusaha-

an terkesan tebang pilih dan tidak ada upaya yang baik untuk mengakomodir tenaga kerja lokal. “Kita berharap sekali perusahaan memperhatikan masyarakat sekitar terurama soal kesejahteraan petani dan tenaga kerja. Sejauh ini tenaga kerja lokal sangat minim, karena dulu banyak karyawan lokal berhenti, karena beda manajemen,” kenangnya. Masih kata Mulyadi, sebelum pihaknya menuju ke DPRD untuk mengadu soal masalah seputar petani dan perusahaan, mereka terlebih dahulu sudah pernah melakukan pertemuan antarmasyarakat dari perwakilan petani dan pihak perusahaan. Namun sejauh ini belum ada tindakan khusus dari

pihak manajemen perusahaan akan usulan yang disampaikan para petani. “Ini yang cukup kita sesalkan belum ada tanggapan, karenanya kita berharap pemerintah daerah bisa memediasi dan mencari solusi terhadap keluhan para petani,” terang Mulyadi yang juga ketua koperasi petani PT. Parna Agro Mas. Selain itu, petani juga mengharapkan agar pihak perusahaan memberikan kepastian mengenai pembagian kaplingan kelapa sawit yang kini sudah produktif. Sejauh ini petani belum mengetahui dimana letak kaplingan kelapa sawit berikut jumlah kaplingan yang dikonversikan kepada para petani. “Sampai sekarang kita

belum tau kapan pembangian kaplingan sawit,” ujarnya bernada tanya. Sementara itu, Komisi B DPRD Kabupaten Sekadau yang juga menangani masalah perkebunan berjanji akan memanggil pihak manajemen perusahaan untuk menindaklanjut hasil pertemuan tersebut. “Semoga dengan keluhan kita ini ada solusi ke depan,” harapnya. Sementera itu, saat awak Borneo Tribune mencoba menghubungi salah satu perwakilan perusahaan untuk mendapatkan konfirmasi terkait penjelasan seputar apa yang dikeluhkan para petani. Namun sayang, pihak perusahaan masih belum dapat dikonfirmasi melalui sambungan telepon hingga berita ini diturunkan. o

Petani karet di Kabupaten Sekadau kini sedang berupaya mencari penghasilan diluar menyadap getah. Pasalnya sejak musim penghujan, para petani karet cukup terganggu dengan aktifitas menyadap getah. Bahkan mereka menjadi tidak leluasa menjalankan aktivitasnya menyadap karet demi keberlangsungan kehidupan keluarga. “Sudah hamipr sebulan ini saya kadang noreh kadang tidak, noreh tak bisa kalau hujan turun,” ujar Musri, petani karet di Jalan Merdeka Timur, kemarin. Sejak hampir sepekan terakhir, Mursi menambahkan bahwa hujan kerap kali turun dan dipastikan menggangu aktifitas menoreh. Pasalnya, jika dipaksakan tetap menoreh getah pada musim penghujan maka dapat menghancurkan kulit pohon getah itu sendiri. “Kalau dipaksa bisa-bisa pohon getah mati karena kulitnya busuk. Ya, kita paksa mencari pekerjaan lain,” keluh Musri yang mengaku menambahkan sumber penghasilannya dengan menjadi buruh tukang. Pekerjaan menyadap karet membutuhkan cuaca yang cerah. Karet yang sudah disadap membutuhkan sinar matahari agar bisa kering di dalam wadah tempat penyimpanan. Berdasarkan penelusuran sejumlah petani karet, proses keringnya karet hasil sadapan membutuhkan

Posko dan Bantuan Kemanusiaan Bagus Kosminto Borneo Tribune, Sekadau Korban kebakaran di Desa Belitang II, Kecamatan Belitang, Kabupaten Sekadau, Senin (5/11) lalu terus mendapatkan perhatian dari seluruh masyarakat di Kabupaten Sekadau. Mulai dari Pemerintah Kabupaten Sekadau, organisasi, pemuka agama, perkantoran bahkan siswa-siswi dari berbagai jenjang pendidikan juga larut dengan bantuan kemanusiaan. Jumat (9/11) pagi, Yayasan Bhakti Luhur Sekadau mengucurkan sumbangan kepada korban banjir di Desa Belitang II. “Kita sedang di Belitang, antar sum-

bangan ke warga,” ungkap Apin, salah seorang pengurus yayasan saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Jumat (9/11). Sejumlah posko untuk pengumpulan bantuan kemanusiaan juga didirikan di sejumlah sekolah, kantor instansi pemerintah, organisasi serta lembaga. Salah satunya ‘Posko Peduli Pasca Kebakaran di Belitang 2, Kabupaten Sekadau’. Posko yang beralamat di Hotel Vinca Borneo, Jalan Mawar Nomor 168 itu diprakarsai oleh pihak hotel Vinca Borneo, Polres Sekadau serta pihak Desa Sungai Ringin. Meski baru dibuka sejak beberapa hari kemarin, namun bantuan sudah banyak yang berdatangan dari se-

jumlah warga. Sumbangan dalam bentuk barang, sejak Kamis sore ada dua dus pakaian bekas layak pakai serta 130 dus mie instan. Para penyumbang tidak hanya berasal dari Sekadau, tapi juga berasal dari luar daerah. Seperti Pontianak dan Jakarta. “Ada penyumbang dari Jakarta dan Pontianak nelpon memberikan sumbangan. Mereka meminta nomor rekening untuk transfer uang sumbangan,” ujar Edy Chandra, petugas posko bantuan kemanusiaan. Berdasarkan data rekap posko bantuan kemanusiaan, banyak penyumbang yang memberikan bantuan dalam jumlah besar. “Kita

di posko ini hanya menerima sumbangan dalam bentuk barang. Makanya kalau ada yang transfer uang, langsung kita belikan ke barang. Seperti beras dan mie instan,” ujar Ajung, sapaan akrab Edy Chandra. Ajung menambahkan, awalnya pihaknya memang tidak ada pikiran untuk mendirikan posko. Tapi karena ada yang ingin menyumbang, namun kebingungan untuk menyalurkan bantuan tersebut, maka didirikanlah posko tersebut untuk memudahkan droping sumbangan. “Posko ini akan kita buka hingga tanggal 10 November nanti. Semua bantuan yang terkumpul akan kita dropping sekaligus usai penutu-

pan posko,” tambah Ajung. Menurutnya, pendirian posko tersebut adalah untuk meringkan beban para korban bencana kebakaran di Belitang. “Kita harapkan bantuan yang terkumpul ini bisa membantu keluarga korban kebakaran,” harapnya. Bagi masyarakat atau donatur yang berminat untuk menyalurkan bantuan, Ajung mempersilakan para donatur untuk datang langsung ke Hotel Vinca Borneo pada pukul 08.00 hingga pukul 17.00. Informasi seputar pemberian bantuan juga bisa diperoleh dengan menghubungi nomor Kapolsek Sekadau Kota 082152223456 atau ke nomor Ajung 081352311391. o

FOTO Internet

cuaca yang cerah minimal 5 jam setelah karet tersebut disadap. Jika dalam kurun waktu kurang dari lima jam turun hujan, maka karet yang sudah disadap tidak bisa dipanen. “Air getah yang belum kering bisa terbawa air hujan, kalau pas kita menoreh tiba-tiba hujan. Akibatnya, air tidak sampai ke wadah penyimpanan,” timpal Musri. Akibat jarang menyadap karet, Musri mengaku pendapatannya cukup menurun. Hal ini diperparah dengan harga karet yang anjlok hingga angka Rp 9000-an per kilogram. “Makanya sekarang saya ikut kawan kerja bangunan dulu. Nanti kalau hujannya sudah jarang turun, baru noreh lagi,” tuturnya. Harga Merosot Harga karet sejauh ini terus merosot di sejumlah pedalaman Kabupaten Sekadau. Di Belitang Hulu, harga karet berkisar Rp 9 ribuan, Kecamatan Belitang Hilir Rp 10.500 dan sebelumnya sempat mencapai 11 ribu per kilogram. Harga getah memang tidak stabil membuat penyadap getah tak lagi semangat. Tahun lalu, harga getah jenis jinton di Kabupaten Sekadau mencapai Rp 22 ribu per kilogram. Harga yang potensial sejak tahun lalu, sehingga tidak sedikit dari para petani yang dua kali menyadap karet mereka dalam satu hari. “Dulu saya sampai dua kali noreh waktu harganya mahal. Sekarang apa ada, sudah hujan ndak bisa noreh, harga getah pun turun,” kenang Tius, salah seorang warga Sungai Ayak, kemarin. o


Sabtu, 10 November 2012

Polres Terjunkan Tim ke Ambalau

Ungkap Pembunuhan Misterius

Sintang-Melawi

Puskesmas Nanga Pinoh Buka Klinik Eko Susilo Borneo Tribune, Nanga Pinoh

MISTERI dibalik kematian Suran (32) warga Desa Nanga Ambalau awal September lalu hingga kini belum terungkap. Pihak Polsek Ambalau belum juga bisa mengungkap pembunuhan secara tragis itu, meski telah meminta keterangan dari sekitar 10 orang saksi. Tidak ada satu keterangan dari saksi yang mengarah kepada tersangka pelaku pembunuhan sadis itu. Kapolsek Ambalau, Ipda Rasyim mengakui hingga kini kasus tersebut belum bisa di pastikan apakah murni pembunuhan atau bukan. Terkait hal itu, pihaknya mengaku telah meminta bantuan dari Polres Sintang. MenuMasyarakat rutnya dalam waktu dekat Nanga Ambalau bantuan dari Polres Sintang akan segera diterjunkan sampai sekarang guna membantu melakukan masih merasa penyelidikan. takut untuk “Minggu besok bantuan dari Polres yang terdiri dari melakukan Tim Reserse dan Intel akan aktivitas di luar datang ke Ambalau. Mudahmudahan dengan bantuan rumah. Mau tersebut akan mempercepat mengantar anak proses pengungkapan kasus ke sekolah saja ini,” kata Kapolsek, Kamis (8/ 11). merasa takut, Ia juga berharap agar maapalagi mau syarakat Nanga Ambalau tidak merasa resah dan takut bekerja sehingga bisa melakukan aktivitas seperti biasa. Ia pun berharap agar kepala desa bisa menenangkan dan memberikan pemahaman kepada warganya bahwa saat ini pihak kepolisian tengah bekerja mengungkap kasus tersebut. Di tempat terpisah, anggota DPRD Sintang dapil Serawai-Ambalau Sandan menegaskan bahwa pihak kepolisian harus secepatnya mengungkap kasus pembunuhan terhadap warga Nanga Ambalau tersebut. “Masyarakat Nanga Ambalau sampai sekarang masih merasa takut untuk melakukan aktivitas di luar rumah. Mau mengantar anak ke sekolah saja merasa takut, apalagi mau bekerja,” ujarnya. Legislator Gerindra ini justru merasa khawatir jika polisi lamban mengungkap kasus ini akan berdampak pada hilangnya kepercayaan masyarakat terhadap aparat keamanan. †

INGIN meningkatkan pelayanan publik yang lebih prima menuju visi Melawi Sehat, khususnya bagi para ibu. Puskesmas Nanga Pinoh kini telah memiliki klinik Infeksi Visual Dengan Asam Asetat (IVA) serta Klinik Infeksi Menular Seksual (IMS). Kamis (8/11), kedua klinik tersebut diresmikan langsung oleh Kadis Dinas Kesehatan Melawi, Simson. Tampak hadir pada acara itu, Wakil Ketua TP PKK Melawi, Ny Nurbetty Eka Mulyastri Panji, Camat Nanga Pinoh, M Midi Amin, Ketua GOW, Ketua Darma Wanita serta sejumlah masyarakat. Kepala Puskesmas Nanga Pinoh, dr Sien Setiawan menjelaskan Klinik IVA bertujuan untuk mendeteksi secara dini kanker leher rahim, khususnya bagi kaum ibu. Kanker leher rahim paling banyak menyerang wanita usia 35-50 tahun. Kanker rahim merupakan kanker yang paling banyak diderita wanita. Sekitar 68 persen dari kanker Gynecologi. Di Indo-

Hari Pahlawan, Ribuan Pelajar Gelar Parade

Endang Kusmiyati Borneo Tribune, Sintang RIBUAN pelajar SMP-SMA se-Kota Sintang menggelar parade di sepanjang jalan protokol untuk menyambut peringatan hari pahlawan 10 November. Parade ini dilaksanakan untuk menggugah elemen bangsa agar tetap bersatu padu menjaga keutuhan NKRI. Sebelum berjalan kaki melintasi sejumlah jalan protokol dalam Kota Sintang, ribuan pelajar ini berkumpul di lapangan Kodim, Kamis (8/11). Meski tidak menyebutkan sebagai parade budaya, namun kostum yang digunakan para pelajar banyak yang mengedepankan unsur pakaian adat. Tidak hanya itu, para pelajar juga menggelar aksi teatrikal yang menggambarkan betapa kejinya para penjajah menyiksa para pejuang. Parade para pelajar di sejumlah jalan protokol ini kontan saja menyebabkan kemacetan. Selama kurang lebih setengah jam, kendaraan nyaris tidak bisa bergerak. Kemacetan baru terurai setelah barusan ribuan pelajar tersebut memasuki Jalan Diponegoro, Pasar Seroja dan selanjutnya kembali ke lapangan Kodim 1205 Sintang. Adalah yayasan Mercusuar Trans Bangsa di Jakarta yang mengagas parade dalam rangka menyambut peringatan 10 November. Tidak hanya di Sintang, aksi serupa juga digelar serentak di sejumlah daerah lain. Pihak Yayasan Mercusuar Trans Bangsa, Joko Susilo, di sela aksi mengatakan bahwa seluruh elemen bangsa dan negara Indonesia harus tetap bersatu, sehingga semangat hari pahlawan ini dapat ditularkan kepada generasi muda dan seluruh masyarakat. “Kita harus menularkan hal positif pada negara luar bahwa Indonesia adalah bangsa yang besar, agar negara luar tahu bahwa bangsa Indonesia memiliki nilai-nilai positif seperti semangat para pahlawan terdahulu,” kata Joko Susilo. Aksi parade diakhiri dengan pelepasan balon warnawarni di lapangan Kodim 1205 Sintang. Dalam balon-balon tersebut telah tertulis harapan para siswa Sintang untuk kemajuan bangsa pada secarik kertas. “Harapan itu adalah doa. Doa yang kita panjatkan kepada Tuhan agar negeri ini tetap utuh dan bisa menjadi lebih maju. Kita semua pasti berharap doa itu akan dikabulkan oleh Tuhan,” pungkasnya. †

nesia setiap tahun ada lima belas ribu kasus baru. Delapan ribu diantaranya meninggal dunia, karena terlambat diobati, akibat terlambat terdeteksi. “Kalau dulu, kanker rahim paling lama dideteksi. Sekarang dengan adanya klinik IVA. Bagi ibu-ibu yang mau memeriksakan kesehatan rahimnya, tidak perlu lama menunggu hasilnya. Hanya beberapa menit saja. Pemeriksaan pun gratis. Jadi jangan ragu dan remehkan kanker rahim. Mencegah lebih baik dari pada mengobati,” katanya. Lebih lanjut Sien menuturkan, setiap wanita yang pernah berhubungan seksual, dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan secara rutin setiap tiga tahun sekali. Test IVA hampir mirip dengan tes PAP Smear. Tujuan kedua test tersebut untuk mendeteksi secara dini kemungkinan adanya kelainan pra kanker didaerah leher rahim. Terlebih, kasus kanker mulut rahim banyak terjadi di Indonesia. “Kita terus berupaya agar kasus tersebut dapat diminimalisir melalui deteksi dini. Maka itulah Dinas Kesehat-

Ny Nurbetty Eka Mulyastri saat memotong pita peresmian klinik IVA di Puskesmas Nanga Pinoh. FOTO: Eko Susilo/ Borneo Tribune an mengupayakan di setiap kabupaten minimal ada satu klinik IVA. Mengenai tenaga medisnya, Melawi sudah dilatih oleh Dinkes Kalbar yakni satu orang dokter umum dan dua orang bidan. Jadi, tidak perlu khawatir dan merasa malu. Bagi ibuibu yang mau datang ke klinik IVA,” ajaknya. Meskipun baru diresmikan sekarang, tim medis yang bertugas pada Klinik IVA ini sudah beroperasi sejak satu bulan yang lalu dan

telah melayani sekitar 33 ibu. Selain itu juga Puskesmas Nanga Pinoh oleh Dinas Kesehatan sudah dilengkapi dengan alat laboratorium seperti Haematology Analyzer, Elektrolit Alanyzer dengan reagen yang lengkap untuk mendukung klinik IVA serta Klinik IMS. Sementara itu, Ny Nurbetty Eka Mulyastri Panji mengaku senang Puskesmas Nanga Pinoh kini sudah memiliki Klinik IVA dan Klinik IMS. Bagi para ibu itu meru-

pakan kabar terbaik. Lantaran selama ini untuk memeriksa kesehatan rahim memang cukup mahal. Sehingga banyak ibu-ibu lebih memilih untuk tidak memeriksakan kesehatan rahimnya. “Kalau di rumah sakit keluar biaya pemeriksaan rahim sekitar Rp 300 ribu bahkan hingga jutaan. Kita patut bersyukur, sekarang Puskesmas Nanga Pinoh sudah ada klinik IVA dan pemeriksaan gratis. Cukup bayar obatnya sekitar Rp 50 ribu saja,” katanya. Adanya Klinik IVA dan IMS itu merupakan apresiasi dari kecintaan Dinas Kesehatan kepada para wanita di Melawi. Mudah-mudahan para wanita di Melawi bebas dari kanker rahim serta bebas dari penyakit kelamin lainnya. “Para wanita jangan siasiakan kesempatan yang ada ini untuk segera periksa diri kita ke Klinik IVA maupun IMS, supaya jelas apakah kita bebas dari kanker rahim ataupun penyakit kelamin lainnya. Kalau bukan dari diri kita sendiri, siapa lagi yang peduli dengan kesehatan diri kita,” pungkasnya. †

Banjir Datang, Ekonomi Warga Sintang Terganggu

jika banjir tiba agar warga secepatnya lari ke tempat sanak keluarga yang tidak terkena banjir, sehingga pemerintah mudah untuk memberikan bantuan,” katanya. ”Yang sangat terganggu tentu saja masyarakat yang bermata pencaharian sebagai pekebun. Mereka pasti tidak bisa noreh, karena tanaman mereka digenangi air. Selain itu mereka pasti lebih sibuk

Pastilah perekonomian masyarakat terganggu, karena mobilitas masyarakat terkait dengan ekonomi jadi terhambat

Endang Kusmiyati Borneo Tribune, Sintang

Parade pelajar sambut peringatan hari pahlawan 10 November FOTO Endang Kusmiyatai/Borneo Tribune

9

Deteksi Kanker Rahim

Endang Kusmiyati Borneo Tribune, Sintang

Borneo T Tribune

HUJAN lebat selama dua minggu terakhir yang terus tercurah ke Bumi Senentang. Menyebabkan banjir di sejumlah wilayah kecamatan telah berdampak terhadap perekonomian masyarakat. Lantaran jalan tergenang air, aktivitas belanja masyarakat ke menuju kota Sintang jadi terhambat. “Sudah hampir seminggu ini kami tidak bisa turun ke Sintang untuk belanja. Karena akses jalan menuju Sintang tergenang air. Jadi harus tunggu sampai air surut baru bisa belanja lagi,” kata Purwito, pedagang sembako Desa Ta-

Sampan, sarana transportasi alternatif saat banjir. FOTO: Endang Kusmiyati/Borneo Tribune wang Sari, Kecamatan Sepauk. Ia mengatakan, dari desanya ada dua jalur jalan untuk menuju Sintang. Yaitu lewat jalan poros dan lewat jalan perkebunan kelapa sawit. Tapi saat ini kedua jalan tersebut sama-sama tak bisa dilalui kendaraan. “Kalau lewat jalur jalan poros SKPH, jalan di daerah Serang Sitambang sudah tergenang. Begitu juga kalau lewat perkebunan. Roda empat sementara tidak bisa, kalau roda dua harus dinaikkan ke ojek sampan,” jelasnya. Hal yang sama juga terjadi pada masyarakat di kawasan Kecamatan Binjai, lantaran ruas Jalan Simba selalu menjadi langganan banjir kala

curah hujan tinggi atau volume air sungai meningkat. Terganggunya perekonomian masyarakat Sintang akibat banjir dibenarkan oleh kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sintang Martin Nandung. Sudah puluhan desa dari sejumlah kecamatan yang terendam banjir. “Pastilah perekonomian masyarakat terganggu, karena mobilitas masyarakat terkait dengan ekonomi jadi terhambat,” ungkapnya. Ia mengatakan, hampir semua Daerah Aliran Sungai (DAS) di Sintang rawan banjir. Ia pun berharap masyarakat bisa melakukan antisipasi terhadap banjir. Disarankan

Verifikasi Faktual Gerindra

Optimisi Lolos, Target Pimpin DPRD

Eko Susilo Borneo Tribune, Nanga Pinoh KPU Melawi mulai sibuk melakukan verifikasi faktual terhadap sejumlah partai politik yang lolos seleksi administrasi. Tak terkecuali Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) besutan Prabowo Subianto ini. Sekitar pukul 11.30, Ketua KPU Melawi, Julita didampingi sejumlah tim dan Ketua Panwaslu Melawi, Susanti menyambangi Sekretariat DPC Partai Gerindra di Jalan Kota Baru km.3 Nanga Pinoh , Kamis (8/11). Kedatangan tim verifikasi disambut oleh Ketua DPC Partai Gerindra Melawi, Iif Usfayadi didampingi sejumlah pengurus DPC, organisasi sayap partai dan lainnya. “Kegiatan verifikasi faktual ini sesuai jadwal dilakukan sejak tanggal 30 Oktober sampai 24 November,” kata Julita. Verifikasi faktual ini untuk mencocokkan kembali dokumen yang diserahkan pihak partai kepada KPU Melawi. Seperti kepengurusan, status

keberadaan kantor, keterwakilan perempuan, dan yang utama Kartu Tanda Anggota (KTA) partai dengan mengambil beberapa sampel. Menurutnya, apa yang diperlihatkan DPC Partai Gerindra Melawi pada verifikasi faktual ini sudah sesuai dan lengkap. Untuk di Melawi sendiri ada 14 parpol yang diverifikasi keseluruhan. Namun ada satu parpol yakni Partai Demokrasi Pembaharuan (PDP) hanya diverifikasi kepengurusan saja, karena tidak menyampaikan KTA kepada KPU Melawi. “Kita masih memberikan kesempatan kepada parpol yang belum melengkapi hingga batas akhir verifikasi faktual. Dalam masa verifikasi faktual ini selalu dalam pengawasan Panwaslu Kabupaten,” kata Julita. Ketua DPC Partai Gerindra Melawi, Iif Usfayadi mengaku senang dan puas dengan hasil verifikasi faktual yang dilakukan tersebut. Pria yang juga anggota DPRD Melawi ini optimis partainya lolos menjadi peserta pemilu 2014 mendatang.

“Kami sangat optimis, Partai Gerindra lolos menjadi peserta pemilu. Khusus di Melawi, Partai Gerindra juga mulai menyusun strategi politik yang siap dilancarkan ketika gendang pemilu mulai ditabuh,” kata pria asal Sokan ini dengan ramah. Bercermin dari hasil Pemilu 2008 lalu, Iif mengaku partainya mampu meraup suara yang lebih pada pemilu 2014. Pasalnya sejumlah kader yang dimiliki merupakan kader-kader militan, elektabilitas yang baik serta dukungan finansial yang kuat. Jadi bukanlah sesuatu target yang muluk-muluk, jika pada Pemilu legislative 2014 mendatang Partai Gerindra menargetkan setiap daerah pemilihan (Dapil) satu kursi. “Target kita adalah unsur pimpinan DPRD Melawi, paling tidak setiap Dapil dapat satu kursi sudah cukup. Yang penting, kita perkuat konsolidasi partai hingga ke tingkat bawah. Soal amunisi politik, Partai Gerindra sudah siap dan tidak diragukan lagi,” tandasnya. †

menyelamatkan diri,” ujarnya. Tercatat hingga kemarin dua kecamatan yang kondisi banjirnya semakin parah yakni di Kecamatan Kayan Hilir dan Kayan Hulu. Sementara informasi yang berhasil dikumpulkan, kecamatan lainnya juga mengalami hal serupa namun tidak separah dua kecamatan tersebut, tetapi cukup membuat akses jalan terputus total. †

Jalan Provinsi Km 24 Rusak Parah

Anggota Komisi B DPRD Melawi saat meninjau kerusakan jalan provinsi km 24 di Bukit Lintang, Desa Bemban Pangersit FOTO Eko Susilo/Borneo Tribune Eko Susilo Borneo Tribune, Nanga Pinoh PUTUSNYA sejumlah jembatan di jalan koridor PT Erna Djuliawati, membuat sejumlah kendaraan terpaksa melalui jalan provinsi yang sudah lama tidak digunakan. Seperti di jalur Bukit Lintang km 24 Jalan Provinsi di Desa Bemban Pankersit, Kecamatan Belimbing menjadi alternatif akses jalan darat menuju Kota Nanga Pinoh. Meskipun medan yang terjal dan curam, para pengendara kini harus berjibaku melewati jalan yang berlumpur dan berlubang. Tak pelak, beberapa kendaraan harus terguling, akibat kondisi jalan yang licin saat musim hujan begini. Kamis (8/11) sejumlah anggota DPRD Melawi dari Komisi B didampingi Dinas Pekerjaan Umum Melawi meninjau langsung kerusakan jalan tersebut yang saat ini masih tanggung jawab pihak Pemprov melalui UPJJ. Tak hanya itu saja, para wakil rakyat ini juga berbincang-bincang sejenak dengan sejumlah pengendara yang melalui jalur tersebut.

“Ya kita minta pihak Dinas PU Melawi segera berkoordinasi dengan Dinas PU Kalbar, khususnya melalui UPJJ. Untuk mencari solusi secepatnya penanganan jalan provinsi jalur Km 24 yang terletak di bawah Bukit Lintang yang kondisinya semakin parah,” kata Sekretaris Komisi B DPRD Melawi, Ardeni. Ia tidak memungkiri bahwa saat ini Pemprov memang fokus memperhatikan infrastruktur jalan di wilayah Melawi. Terbukti pada tahun 2012 saja sekitar Rp 7 Miliar lebih untuk peningkatan jalan dari Manggala menuju Bemban Pangersit. “Kita berharap tahun depan ada lanjutan pekerjaan jalan dari Desa Bemban hingga Sayan, yang didukung melalui Pemprov Kalbar. Dukungan anggaran untuk meningkatkan akses jalan provinsi di wilayah Melawi yang perlu mendapatkan perhatian serius. Ya paling tidak jika akses jalan sudah di aspal mulus, dapat lebih mempermudah perekonomian masyarakat di perhuluan, sehingga pembangunan lebih cepat berkembang,” harapnya. †


FLP Kalbar Terima Anggota Baru Borneo Tribune, Pontianak FORUM Lingkar Pena (FLP) berdiri tahun 1997 silam. Dalam waktu yang relatif singkat, organisasi ini telah tersebar di berbagai wilayah di hampir 30 provinsi dan belasan cabang luar negeri. Sekarang, organisasi ini telah melahirkan banyak penulis ternama, seperti Helvi Tiana Rosa, Asma Nadia, Habiburrahman El-Shirazi dll. Karya anggota FLP yang telah terbit lebih dari 500 buku yang sebagian besar adalah karya sastra yang serius, fiksi remaja, dan cerita anak. FLP adalah organisasi inklusif. Keanggotaannya terbuka untuk semua orang tanpa memandang etnis dan agama. Namun demikian, anggota FLP berbagi niat yang sama, untuk berbagi cahaya dengan pembaca mereka dan menganggap kegiatan menulis adalah bagian dari ibadah. Para anggota FLP termuda saat ini adalah 7 tahun dan tertua adalah 65 tahun, meskipun sebagian besar dari mereka adalah 1525 tahun. Dalam lima tahun terakhir, berbagai penghargaan yang diraih oleh anggota FLP, termasuk penghargaan terkemuka seperti Adikarya IKAPI, Khatulistiwa Award, sementara beberapa bahkan terpilih menjadi anggota Award Mastera (South East Sastra Dewan) program. Bagi Anda yang suka menulis dan mau bergabung di organisasi ini, FLP Wilayah Kalbar akan menerima anggota baru. Melalui kegiatan Pelatihan Dasar Menulis (Pedasmen) Angkatan ke-5 yang akan dilaksanakan, Minggu (11/11) di Ruang Aula Wakil Walikota Pontianak. Pematerinya Aspari Ismail (Ketua FLP Kalbar, penulis buku Agama & Masa Depan Manusia), Helmiady (Mantan Ketua FLP, peraih Juara 1 LKTI Sultan hamid), Arroyan Dwi Andini (penulis buku Menulis Bersama ALLAH dll), Pay Jarot Sujarwo (penulis buku The Under Cover Teeneger Pontianak, Sepok,). Bagi yang berminat silakan mendaftar dengan via sms : ketik DAFTAR, Nama, alamat, email, fb, Kirim ke 085750402253. (rilis) †

Borneo T Tribune

10

Kalimantan Masuk Zona Merah Yulan Mirza Borneo Tribune, Pontianak DIREKTORAT Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini Non Formal dan Informal (PAUDNI) Kemendikbud RI, Prof. Dr. Lidya Freyani Hawadi, P.Si menjelaskan Kalimantan termasuk di dalam peta sebaran berwarna merah. Artinya, angka partisipasi pendidikan PAUD masih di bawah dari angka APK Nasional. “Ini merupakan PR bagi bupati dan walikota serta Dinas Pendidikan khususnya PAUDNI untuk mengejar ketinggalan tersebut. Mengingat kita harus mengejar ketinggalan 3.000 desa yang belum memiliki PAUD. Sehingga hal ini harus dilihat, daerah

mana yang belum ada memiliki PAUD nya,” jelas Lidya seusai memberikan arahan dan masukan Pendidikan dan Pelatihan Pembelajaran PAUD 2012 BP-PNFI Regional VI Banjarbaru, di Hotel Kapuas Dharma, Kamis (9/ 11) malam kemarin. Dalam mendirikan PAUD itu sendiri, Lidya mengaku kesediaan tenaga pengajar serta uji kompetensi guru yang ada di TPA juga dirasakan sangat kurang. “Untuk pengasuh anak itu minimal bertamatan SMA. Sementara untuk kelompok bermain plus PAUDnya itu harus tamatan SMA dan SMK. Sedangkan TK harus tamatan dari S 1,” ujar Lidya. Namun, sambung Lidya,

Karena itu, anak-anak PAUD tidak diperkenankan untuk berhitung. Saat untuk masuk ke SD itu, syarat tersebut tidak diperbolehkan. Sehingga hal ini menjadi salah kaprah di tengah masyarakat

Sabtu, 10 November 2012

Kapuas Hulu

untuk tamatan S 1 untuk mengajar di tingkat TK itu baru sebesar 15 persen dari seluruh Indonesia. Karena itu, secara individu para tenaga pengajar TK akan memiliki tantangan baru untuk memotivasi dirinya agar meraih beasiswa maupun APBD tingkat II. “Beberapa tahun ke depan, kita menginginkan kurikulum pelajaran TK itu berstandar nasional. Sebagaimana kita ketahui, PAUD hanya tempat arena bermain dan tidak terstruktur. Karena itu, kita akan melakukan penataan kembali mengenai PAUD tersebut,” terang Lidya. Lidya juga menegaskan anak-anak yang belajar di PAUD tidak diperbolehkan untuk berhitung. Sebab,

kurikulum berhitung itu merupakan tugas dan wewenang dari tenaga pengajar tingkat Sekolah Dasar (SD). “Karena itu, anak-anak PAUD tidak diperkenankan untuk berhitung. Saat untuk masuk ke SD itu, syarat tersebut tidak diperbolehkan. Sehingga hal ini menjadi salah kaprah di tengah masyarakat,” tegas dia. Jadi, sambung dia lagi, kurikulum yang diajarkan di PAUD itu bersifat social community, moral, bahasa, dan pengenalan emosional. Sehingga tugas perkembangan jiwa anak itu dapat terpenuhi terlebih dahulu. “Hal itu perlu menjadi penekanan bagi para tenaga pengajar di PAUD,” pungkas dia. †

Gandeng Investor Kelola Wisata Yulan Mirza Borneo Tribune, Pontianak SEKTOR pariwisata di Provinsi Kalimantan Barat dinilai masih sektor yang cukup menjanjikan dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Karena itu, perlu dikelola dengan baik-baik sebab itu menjadi tujuan wisatawan lokal maupun mancanegara. Menurut anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat,

H M Ali Akbar, AS, SH mengharapkan pengelolaan wisata itu dapat menggandeng investor. Seperti contoh, kata Ali, wisata di Kota Pontianak terutama Sungai Kapuas yang eksotis, serta Tugu Khatulistiwa. Pengelolaan yang baik menurutnya, akan menjadi sumber pendapatan asli daerah (PAD). “Selain menghibur wisatawan. Minimal, kata dia, bisa dinikmati masyarakat Kalbar. Sungai Kapuas memiliki potensi

besar untuk dijadikan objek wisata,” ucap politisi PPP. Ali menambahkan pariwisata memiliki daya pikat tersendiri bagi masyarakat. Rata-rata mereka menjadikan objek wisata sebagai tempat refreshing, menghilangkan segala penat, bersantai diri. Tetapi ada juga pengunjung yang menjadikan pariwisata sebagai tempat belajar. “Contohnya, ketika mereka berkunjung ke museum-museum dan

tempat bersejarah lainnya,” terang Ali yang juga politisi dapil Kota Pontianak ini. Melihat peran pariwisata yang begitu besar dan disertai banyaknya pariwisata di Kalbar, Ali mengimbau agar perlu adanya penanganan serius dalam perawatan dan tata kelolanya. Pariwisata menambah pajak retribusi pendapatan daerah. Hal penting dari pariwisata, sambung dia, daya pikatnya yang mampu menarik perhatian banyak

orang. Tidak saja dari warga Kalbar sendiri, tetapi juga banyak turis lokal luar Kalbar, bahkan diharapkan turis luar negeri yang berkunjung ke tempat-tempat wisata di Kalbar. Keberhasilan pariwisata menarik simpati banyak orang, tentu tidak lepas dari perawatan, kebersihan dan tata kelola wisata yang baik. Meski keindahan alamiah yang di miliki masing-masing tempat wisata juga berpengaruh. †

Melanggar Ketentuan, Parpol Tidak Dapat Bantuan KEPALA Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kalbar, Tonny Ferdy,S.Sos, M.Si mengatakan konsekuensi

kehidupan politik yang kian berkembang akan berpengaruh dalam tatanan kehidupan politik nasional. Partai Poltik merupakan salah satu pilar kekuatan yang menyangga mekanisme kehidupan demokrasi

PT. BUMI BORNEO CEMERLANG

Distributor Aspal Shell (Drum) Pen 60/70, Berat Bersih : 154 Kg

Gallery

Kerawing Menerima pesanan & menjual : hasil tenunan daerah/ kerajinan, berupa pakaian adat, anyaman dan lukisan Putusibau SISKA Hp. 081257159998

Telp. 0561-577868 Jl. Gaj ahma da N o. 3 P ont ianak Gajahma ahmada No Po ntianak Email: aria_tur@yahoo.com Penerbangan Pontianak - Jakarta BATAVIA : 5x penerbangan dalam sehari ( z07.05 z07.55 z11.10 z14.35 z16.00 ) SRIWIJAYA : 4x penerbangan dalam sehari ( z07.00 z07.55 z11.55 z15.50 ) LION AIR : 3x penerbangan dalam sehari ( z07.30 z11.35 z15.30 )

GARUDA : 3x penerbangan dalam sehari ( z08.00 z12.55 z17.35 ) Penerbangan PTK - JOGJA & PTK - SURABAYA BATAVIA : 1x penerbangan dlm sehari (pukul : 14.45)

PALAPA TAXI

PONTIANAK - SINGKAWANG (PP) PONTIANAK SINGKAWANG

Jl. Arteri Supadio Ruko No. 1-2

Jl. Niaga No. 25

0561-717 8888 0562-333 9999 0821 4876 8888 0821 4876 9999 ARMADA INNOVA & YARIS ARMADA INNOVA & YARIS JAM JAM BERANGKAT :

BERANGKAT:

05-07-08-09-10-11-13-14-15-16-17-19.00 WIB 05.00 - 08.00 - 11.00 - 14.00 - 17.00 - 19.00

bangsa yang berdasarkan Pancasila. “Partai politik harus mempunyai kemauan politik untuk selalu mawas diri, seraya bertekad bulat menjadikan dirinya sebagai kekuatan pendukung proses pembangunan politik yang sedang dan terus dilaksanakan,” kata Tonny Ferdy, Kamis (8/11). Ia mengatakan, berfungsinya suprastruktur dan infrastruktur belum cukup untuk menunjang berhasilnya pembangunan politik, melainkan ada faktor sangat utama, yakni partisipasi masyarakat yang masuk dalam demokrasi, seperti dalam politik yang benar-benar dilandasi oleh kesadaran tentang hak dan kewajiban sebagai warga negara. “Diperlukan adanya pendidikan politik bagi warga negara, agar memahami akan hak dan kewajibannya sebagai warga negara,” jelasnya. Dalam rangka memberikan pendidikan politik itulah, pemerintah turut

Partai politik harus mempunyai kemauan politik untuk selalu mawas diri, seraya bertekad bulat menjadikan dirinya sebagai kekuatan pendukung proses pembangunan politik yang sedang dan terus dilaksanakan

Andika Lay Borneo Tribune, Pontianak

memberikan perhatian dengan adanya bantuan yang diberikan kepada partai politik dalam rangka memberikan pendidikan kepada masyarakat. Dijelaskannya, sebagai

konsekuensi adanya bantuan keuangan kepada parpol, partai politik berkewajiban menyampaikan laporan pertanggungjawaban penerimaan dan pengeluaran keuangan dari APBN/APBD kepada pemerintah, setelah diperiksa oleh BPK. “Parpol yang melanggar ketentuan dikenai sanksi administrasi berupa penghentian bantuan keuangan parpol sampai laporan tersebut diterima oleh pemerintah,” ujarnya. Dalam upaya pembinaan kepada partai politik untuk dapat membuat laporan pertanggungjawaban atas bantuan keuangan yang diterima dari APBN/APBD agar sesuai azas dan ketentuan yang berlaku, maka dimensi penyebarluasan informasi atau sosialisasi merupakan langkah yang terus digalakkan demi terwujudnya tata kelola pengajuan dan pertanggungjawaban bantuan keuangan parpol yang tertib azas, dan tertib administrasi. †

IKLAN BARIS Dijual

Dicari

Peluang Usaha

Rumah Permanen. Jl. Purnama Komp. Dinasti Indah Blok B No. 14 Ptk. Ukuran Tanah 10 x 18 m2, Ukuran Bangunan 9 x 15 m2. Hub:085252015279

SGR, Guru PAUD/TK, Bersedia Ikut Diklat, Lgsg Penempatan, Hub. Jl. Pancasila No. 207 Telp. 761562

BISNIS FOREX! Daftar hr ini, besok psti dpt Profit (7% selama 100 hr) www.forexal.com SMS “PETUNJUK” Hp.087885563999 T.07789645034

Dijual Bangunan Dijual cepat eks. kantor, sertifikat, 2 lt, Jl. Nurali No. 2, Hub. 081384151188 tnp perantara.

Dijual Paket DAHSYAT MITSUBISHI!! Colt Diesel + Dump. DP Cuma 75 Juta + Bns TV LED 24” Hub. 085 268 495 763

Dijual Tanah

Peluang Bisnis

Jln.Purnama I Gg. Purnama Indah 1 No. 21. Menuju Komplek Dinasti Indah. Uk. 16 x 27 m. Bangunan L 14,5 m, P 18,5 m. Hub. Bpk. Gusti Hp. 081256983336

Bisnis Forex! Modal Min Rp.300rb, Profit Besar, Cek UTK Pns, Pensiunan dll. Info www. inforexal.com, SMS “MINAT” Hp. 087885563999

DIJUAL CEPAT TANAH SHM, tanpa perantara. * Jl. Gusti Situt Mahmud, Gg. Selat Makasar, Siantan (blkng BPAS) LT 1000 m2 Rp. 300 jt (nego). Hub. 0819 565 2794/0561 700 4977

Gallery Kost. Menerima Pria & Wanita Fasilitas Air & Listrik dan lain-lain. Jl. Diponegoro No. 9 Telp. 0562-3320424 SKW

Dijual tanah, 364 M 2, Jl. Danau Sentarum, Gg. Wonosobo, 50 Juta. Hub. Sri 081352269380 Dijual tanah, jl. Ujung Pandang, luas 4114 m2 sertifikat, Hub. 081384151188 tnp perantara.

Kost

Taxi CV. TEGAR PRATAMA TRANSPORT Melayani Antar Jemput Penumpang Jl. Kalimantan No. 24B 0562-640029/641366 SINGKAWANG Jl. Imam Bonjol Gg. Tnjng Sari No. 36 0561-747211/749025 PONTIANAK INNOVASI TAXI. Melayani Antar Jemput. Jl. Tua Pekong No.24 Singkawang, (0562)3309800, Jl. A. Yani (RM. Bertagis) Pontianak Telp. (0561) 7015100, (0561) 7157000

Disewakan Disewakan gudang 2 pintu, luas + 250 m2 dan 200 m2, cocok utk kndraan bermotor, alat telekomunikasi, di Jl. Adisucipto. Hub 081384151188 tnp perantara.

Iklan Baris:

1 baris / hari Rp. 6.000,-


Teras Borneo Tribune

Sabtu, 10 November 2012

11

Seperti Takada Matinya

DISEMAYAMKAN. Dua bersaudara, Juwita dan Libertus melihat jenazah Tjhia Syak Cung, ayahandanya yang disemayamkan di rumah duka, di Perkumpulan Kesejahteraan Sosial sebelum jenazah dipulangkan ke Kota Singkawang untuk dimakamkan.

Apel Besar MPW PP Ditunda Aliani, Wakil Ketua I, Uti Zulkifli dan Kabid Infokom, Bambang Widya Budi di Hotel Kartika, Jumat, (9/ 11), kemarin. “Dengan berat hati kami harus sampaikan kabar kurang enak ini. Setelah menggelar rapat bersama Pak Ketua tadi malam, Apel Besar terpaksa kita tunda karena Ketua Umum, Bapak Japto berhalangan hadir,” ujar Djarni dengan ekspresi datar. Informasi tentang ketidakhadiran Ketua Umum disampaikan Sekretaris Jenderal MPN Pemu-

da Pancasila, TM Nurlif. Sontak informasi yang mendadak ini membuat jajaran pengurus sempat kelimpungan mengantisipasi pelaksanaan kegiatan yang hampir rampung ini. Ketua dan jajaran pengurus MPW segera menggelar rapat untuk mencari solusi atas informasi yang begitu tiba-tiba ini. “Persiapan sudah 90 persen siap. Mulai dari penginapan, kesiapan kaderkader hingga undangan sudah tersebar semua. Tinggal 10 persen lagi, yaitu pelaksanaan. Tapi karena kejadi-

an ini kita terpaksa mengambil keputusan yang cukup berat ini,” ujar Kabid Infokom MPW PP, Bambang Widya Budi. Terkait dengan penundaan acara yang cukup dilematis ini, Pengurus MPW menyampaikan permohonan maaf. “Kepada masyarakat luas, tokoh-tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh adat, khususnya kader-kader PP di Kalbar, mewakili Ketua MPW kami mohon maaf yang besar-besarnya,” ungkap Djarni didampingi rekan-rekannya.˜(Rilis)

Siap Menjalankan Tugas menjalankan tugas Negara sebagai ajudan Wakil Presiden. Sejak saat itulah, perwira menengah TNI AU dengan tiga melati di pundaknya ini telah melepaskan tugas dan tanggung jawab di garis Komando. Dan selanjutnya dalam upaya mendayagunakan kemampuan sumber daya manusia secara optimal, Pimpinan TNI dalam hal ini Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) kembali memberikan tugas dan tanggung jawab di garis Komando sebagai Komandan Lapangan Udara TNI Angkatan Udara (Lanud) Supadio, Selasa (6/11) lalu. Kolonel Pnb. Ir. Novyan Samyoga, merupakan lulusan Akademi Militer (Akmil) Angkatan Udara (AU) tahun 1989, yang juga merupakan satu angkatan dengan mantan Danlanud Supadio, Kolonel. Pnb. Kustono. Dirinya mengawali tugas sebagai perwira pertama sebagai Perwira DP Akademi Angkatan Udara. Tahun 1990 ditugaskan sebagai

perwira di DP Lanud Adisoetjipto, tahun 1991 sebagai Perwira Anggota Kehormatan. Lima tahun kemudian, suami Dian Puspita yang telah dikaruniai 3 orang anak ini kembali ditugaskan sebagai Perwira Penerbang Skuadud 12 Pbr pada tahun 1996, tahun 1999 sebagai Perwira Penerbang Skuadud 1 Spo. Kemudian setelah sukses melalangbuana di dalam penerbangan, perwira yang lulus di Sekolah Penerbangan TNI Angkatan Udara tahun 1996 dan pada tahun 2000 langsung ditempakanÿ di Lanud Spo sebagai Kepala Seksi Operasi Latihan (Kasiopslat) dan dilanjutkan dengan Kepala Urusan Operasi (Karuops) Lanud Spo pada 2002. Beberapa bulan menjabat Karuops, Novyan langsung ditempatkan pada tugas baru sebagai Kepala Dinas Operasi Skuadud 15. Dan pada tahun 2003 ditempatkan di Lanud Iswahyudi sebagai Kasi lambangja. Kemudian pada tahun 2005

dipercayakan sebagai Komandan Skuadud 15 Lanud Iswahyudi. Dan setelah itu pada tahun 2006, Kolonel Pnb Novyan menjabat 2 jabatan. Yakni sebagai Pabandyalatma Sopsau dan Pabandyalatma Srenaau. Dan tahun 2008, sebagai Kepala Dinas Opersonil Lanud Adisoetjipto serta pada tahun 2009 ditarik ke Istana Wakil Presiden sebagai Ajudan Wakil Presiden. Empat tahun setelah melayani serta mengikuti Wakil Presiden sebagai ajudan, perwira yang lulus Seskoau pada tahun 2004 ini, akhirnya dilantik serta diserahkan Tongkat Komando sebagai Danlanud Supadio Pontianak pada 2012. “Penerimaan tongkat Komando Danlanud Supadio hanyalah bersifat meneruskan pekerjaan yang belum terselesaikan dari Komandan sebelumnya. Saya akan mengembangkan komunikasi antarlembaga-lembaga pemerintah maupun pihak lain agar terjalin hubungan yang baik,” ujar Novyan Samyoga. (Andika Lay/ Borneo Tribune)

Tugu Digulis dan Ikon Perjuangan Rakyat Kalbar berorasi dan ramai kelompok itu beriuh reda. Sesekali terdengar tentang kesejahteraan, reformasi, dan banyak lainnya. Ada juga beberapa kata yang saya tangkap, tentang pemuda, sejarah, dan perjuangan. Benak saya pun sekilas terbayang akan jejak rekam sejarah dan perjuangan yang membuat tugu ini ada. Tugu Digulis Kalimantan Barat. Sejarah mencatat, bermula dari terbentuknya Sarikat Islam tahun 1914 di Ngabang. Kemudian pembentukkan Partai Sarikat Islam 1923. Menjadi salah satu bagian penting dalam sejarah pergerakan perjuangan rakyat Kalimantan Barat. Karena khawatir pergerakan mereka akan memicu pemberontakan terhadap pemerintah Hindia Belanda di Kalimantan ini. Seperti yang telah terjadi di Jawa dan Sumatera. Pemerintahan Hindia Belanda kemudian menangkap sejumlah tokohnya. Kemudian dibuang ke Boven Digul, di Papua. Dari nama tempat pembuangan penjara alam itulah, kemudian tugu ini disebut dengan Tugu Digulis. Tiga dari meraka meninggal pada saat menjalani pembuangan di Boven Digoel, lima dari para tokoh tersebut wafat dalam Peristiwa Mandor dan tiga orang lainnya meninggal karena sakit. Untuk menghormati dan mengenang kesebelas tokoh tersebut.

Nama-nama mereka juga diabadikan sebagai nama jalan di wilayah Kota Pontianak. Kesebelas tokoh itu adalah : Moehammad Sohor, asal Ngabang ; Moehammad Hambal alias Bung Tambal, asal Ngabang; Gusti Djohan Idrus, asal Ngabang, wafat dalam pembuangan di Boven Digoel. Haji Rais bin H. Abdurahman, asal Ngabang; Gusti Soeloeng Lelanang, asal Ngabang ; Gusti Moehammad Situt Machmud, asal ngabang ; Gusti Hamzah, asal Ketapang ; Achmad Su’ud bin Bilal Achmad, asal Ngabang, wafat dalam Peristiwa Mandor; serta Ya’ Moehammad Sabran, asal Ngabang ; Jeranding Sari Sawang Amasundin alias Jeranding Abdurrahman, asal Melapi, Kapuas Hulu, meninggal karena sakit di Putussibau; Achmad Marzuki, asal Pontianak, meninggal karena sakit dan dimakamkan di makam keluarga; Keberadaan Tugu Digulis sendiri tercatat mulai dibangun pada tahun 1986. Diresmikan oleh Gubernur Kalimantan Barat H. Soedjiman, 25 tahun lalu, tepatnya pada 10 November 1987. Awalnya berbentuk sebelas tonggak menyerupai bambu runcing berukuran tinggi tertentu, dan berwarna kuning polos. Pada tahun 1995, monumen ini dicat ulang dengan warna merah-putih. Kemudian, pada tahun 2006 dilakukan

renovasi dan pengecatan ulang kembali, sehingga berbentuk seperti saat ini. Berada di areal kurang lebih seluas 1779 meter persegi (dengan diameter 47,4 meter). Di sekitaran sebelas bambu runcing ini juga terdapat taman yang memberi nuansa sejuk. Dan karena berada disalah satu jalan utama kota Pontianak, menjadikan kawasan ini sebagai salah satu tempat yang sangat strategis. Maka tak jarang aksi demonstrasi, unjuk rasa juga dilakukan di kawasan ini. Secara Administratif sekarang ini masuk ke dalam wilayah Kelurahan Bangka Belitung Darat Kecamatan Pontianak Tenggara. ‘jas merah-jas merah’. sekali dua kali saya juga sempat mendengar slogan itu di antara orasi. ‘Jas merah! Jangan sesekali melupakan sejarah. Jangan sesekali melupakan sejarah’. Saya pun terenyuk dengan katakata itu. Bagaimana mungkin kita melupakan sejarah, bila kita belum mengetahui sejarahnya. Bagaimana kita mengetahui sejarahnya, bila kita belum mendapatkan informasi tentang sejarah itu. Keberadaan tugu Digulis ini menjadi salah satu nya. Sampai saat ini kita belum mendapat infomasi yang terpampang di sekitaran kawasan tugu. Yang secara sederhana menjelaskan latar belakang sejarah berkenaan dengan keberadaan tugu ini. Semoga perjalanan kali ini membawa manfaat.

dan dilangsungkan di Gedung Teater UPT STAIN Pontianak. Beberapa catatan lepas, antologi puisi, antologi cerpen bakal dihadirkan, hasil karya para anggotanya. Catatan perjalanan ke beberapa tempat di Kalbar untuk sumber penulisan, ikut dipersembahkan di hadapan para pembaca. Bahkan, bukubuku di luar Club Menulis, diikutsertakan pada Sabtu itu sehingga menunjukkan bahwa STAIN Pontianak menerapkan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui Club Menulis. Peluncuran kali ini terasa istimewa karena bertepatan dengan Hari Pahlawan yang selalu diperingati setiap 10 November. Semangat perjuangan Hari Pahlawan betulbetul dimaknai oleh para anggota Club Menulis dengan kegiatan positif di saat berita tawuran para mahasiswa sering menghiasi layar kaca kita. Mahasiswa harus mengisi selama pembelajaran dengan kegiatan ilmiah, seperti yang

dihelat Club Menulis, bukan malah diisi dengan kegiatan taklumrah. Keistimewaan yang lain, buku-buku yang diluncurkan adalah mayoritas karya-karya pribadi para anggotanya. Langkah ini berarti langkah yang lebih maju (progresif) dibandingkan peluncuranpeluncuran buku sebelumnya, yang mayoritas bukubuku antologi. Dengan demikian, peluncuran buku kali ini penuh dengan tema-tema yang disajikan karena ditulis oleh masing-masing pribadi dengan berbagai sudutpandang (point of view). Keragaman tema tersebut menunjukkan kualitas buku yang lebih baik dari sebelumnya, jika dulu satu temanya jadi keroyokan, sekarang keroyokan bikin sendiri-sendiri. Oleh karena itu, peningkatan itu semakin terlihat dari isi yang dikandung, tidak semata terlihat dari kulitnya saja. Proses demi proses memang harus dilalui untuk menuju ranah yang lebih mumpuni. Club Menulis memang tengah berproses

untuk menuju yang lebih baik. Buah manis perlahanlahan tengah dinikmati oleh Club Menulis. Acara itu juga dimeriahkan dengan perlombaan menulis cerpen yang diikuti siswa-siswa SMA dan sederajatnya. Pengumuman para juaranya akan diumumkan pada saat acara berlangsung. Secara tidak langsung, virus menulis juga terpapar kepada orang lain, melalui lomba menulis, untuk dapat menikmati suasana batin yang sangat pribadi yang telah dialami oleh para anggota Club Menulis. Di pihak lain, Club Menulis telah menebarkan sedekah amaliah, berupa ajakan menulis kepada orang lain sehingga bakal menjadi kesalihan sosial para anggotanya. Jika orang lain terus menulis setelah terpapar virus positifnya, amal jariah bakal terus mengalir ke para anggota Club Menulis. Selanjutnya, Club Menulis ikut memenjarakan peristiwa-peristiwa tertentu, yang berpotensi menjadi bahanbahan sejarah di kemudian

hari. Situs sejarah telah diciptakan oleh Club Menulis melalui sebuah buku. Bahkan, tidak menutup kemungkinan menjadi symbol peradaban Kalimantan Barat dalam rentetan historis di kemudian hari. Menulis dan buku bukan menjadi sesuatu yang aneh, melainkan entitas yang harus diretaskan oleh Club Menulis. Di hari-hari mendatang bakal muncul buku-buku lain yang lebih berkualitas dari tangan dingin para anggotanya. Dari kawah candradimuka Club Menulis bukan tidak mungkin muncul penulis bertaraf nasional, bahkan internasional dari Kalimantan Barat. Rasanya takada matinya bagi Club Menulis untuk menelurkan karya-karya berikutnya. Kalau besok kiamat, hukum harus ditegakkan dalam ranah peradilan. Sementara bagi Club Menulis, kalau besok kiamat, menulis harus terus diretaskan untuk sebuah karya dan kehidupan. Club Menulis 091112

nya satu kendaraan bermotor, yang kini disita polisi.ÿ “Khususnya satuan lalu lintas, untuk terus mengawasi jalan raya dari aksi yang melanggar hukum, baik kebu-kebutan, tidak menggunakan helm serta tidak membawa perlengkapan lain.Ini terkadang yang mengakibatkan kecelakaan dijalan raya, serta merugikan orang lain,” pintanya

ÿBoy menghimbau dengan pengendara, agar mematuhi peraturan lalu lintas yang ada, demi antisipasi kecelakaan lalu lintas yang sering menelan korban dunia. Kami juga mengingatkan dengan orang tua, agar anakanaknya tidak dimanja dengan diberi kendaraan, karena hal ini memancing kecelakaan. Serta perhiasan yang berlebihan, karena memancing kejahatan.

80 Motor Ditilang dalam Sehari sebanyak empat unit yang kini disita hingga menunggu surat-surat dari pemilik motor untuk diserahkannya, “Pengendara tidak membawa STNK 12, tidak punya SIM 5, dan yang diduga ranmor sebanyak 3 unit, karena mereka tidak membawa perlengakapan surat menyuratnya. Kendaraan yang diduga curanmor, langsung kami sita dan diaman-

kan di Mapolresta Pontiabak, guna proses lebih lanjut,” ungkapnya. Untuk razia di Jalan Trans Kalimantan Sungai Ambawang, polisi kembali melaksanakan razia dan berhasil menilang sebanyak 25 kendaraan bermotor, baik yangtidak membawa STNK, SIM maupun yang tidak membawa surat menyurat lainya. Namun yang diduga curianmor, ha-

Kondisi Jalan Negara Memprihatinkan “Pemerintah itu jangan hanya pandai berwacana belaka di depan rakyat, sementara realisasinya masih kosong. Sekarang masyarakat di kawasan timur Kalbar, khususnya di Kabupaten Sanggau dan Kabupaten Sekadau sudah semakin cerdas dan kritis terhadap apa yang sudah dijanjikan kepada mereka. Kini saatnya masyarakat menagih janji itu dan pemerintah harus bisa merealisasikannya,” tegas H. Mulyadi di Gedung DPRD Provinsi Kalbar, Jumat (9/11), kemarin. Ruas jalan negara di kawasan timur Provinsi Kalbar, diantaranya yang melintasi Kabupaten Sanggau dan Kabupaten Sekadau saat ini kondisinya sangat memprihatinkan serta membahayakan para pengguna jalan. Bahkan, buruknya kondisi di ruas jalan tersebut kerap menelan korban kecelakaan. Diantaranya, Rabu, (7/11) malam, satu truk fuso terjebak di lubang dan akhirnya terguling dengan posisi melintang di ruas jalan tersebut. Tak pelak, kondisi itu membuat kemacetan panjang dengan durasi waktu mencapai dua jam. Legislator Partai Golkar

dari daerah pemilihan (dapil) Kabupaten Sanggau dan Kabupaten Sekadau ini mendesak Pemerintah Provinsi Kalbar dan Dinas Pekerjaan Umum(PU) Provinsi Kalbar untuk segera mengakomodir persoalan buruknya kondisi di ruas jalan Negara yang melintasi dua kabupaten di kawasan timur Provinsi Kalbar tersebut. “Pemerintah harus komitmen dengan apa yang telah dijanjikannya kepada masyarakat. Jangan hanya pandai berwacana saja,” lugas H. Mulyadi. Sejatinya, sambung Mulyadi, Pemerintah Provinsi Kalbar beserta Dinas PU Provinsi Kalbar dan jajaran harus tanggap dalam melakukan beragam upaya guna meminimalisir kerusakan jalan Negara tersebut. Apalagi di ruas jalan Negara itu juga dilalui armada truk maupun kendaraan berat lain guna mendistribusikan sejumlah logistik maupun sembako di kawasan timur Provinsi Kalbar. “Apabila akses jalan ini sampai terputus, maka dikhawatirkan ketersediaan sembako di sejumlah kabupaten di kawasan timur Provinsi Kalbar menjadi terganggu. Dan dampaknya ten-

tu akan sangat merugikan masyarakat,” ujarnya. Kerusakan di ruas jalan tersebut, diantaranya adalah jalan dari arah Desa Peniti, Kabupaten Sekadau menuju Penyeladi. Bahkan sampai di kawasan kota Kabupaten Sanggau, kondisinya juga rusak parah dan berlubang. Apalagi kondisi tersebut sudah berlangsung selama bertahun-tahun hingga sekarang. Sebelumnya, keluhan kerusakaan jalan Negara dari Sanggau-Sekadau itu juga sempat digelorakan anggota DPRD Kabupaten Sekadau, Paulus Subarno. Bahkan secara tegas dirinya mengharapkan Pemerintah Provinsi Kalbar harus segera menangani kerusakan jalan Nasional tersebut. “Perbaikan jalan ini sifatnya mendesak. Tolong Pemerintah Provinsi Kalbar secepatnya menangani kerusakaan jalan itu. Karena kalau dibiarkan bisa-bisa jalan putus dan imbasnya bermacam-macam,” tegas Paulus Subarno, di Sekadau, Rabu (7/11). Sementara itu, Syamsudin, yang merupakan salah seorang warga Sekadau menceritakan bahwa posisi truk fuso yang terguling itu melintang di sebe-

lah kiri ke arah jalan menuju Kabupaten Sanggau. Akibatnya kendaraan roda empat berbodi kecil. Seperti mobil avanza tak dapat menerobos sempitnya badan jalan tersebut, karena fuso melintang. Apabila dipaksakan maka mobil yang melewati fuso bisa terjebak lubang di sebelah kanan arah menuju Kabupaten Sanggau. “Sayangnya, sudah kerap kali jalan macet akibat truk amblas belum juga diperbaiki Jalan Sekadau-Sanggau. Saya jadi malas kalau mau pergi ke Sanggau, karena jalan rusak,” keluh Syamsudin, di Sekadau, Kamis (8/11). Tak hanya Syamsudin, Abun juga mengeluhkan kondisi tersebut. “Hampir 3 jam kami macet di sana. Ndak bisa lewat fuso yang melintang,” keluh Abun. Pantauan di lapangan memperlihatkan bahwa kondisi jalan Negara dari Desa Peniti menuju Sanggau saat ini dalam kondisi rusak parah. Namun, proses perbaikan jalan itu sudah dilakukan dengan panjang sekitar 12 kilometer. Yakni mulai dari Dusun Ensalang menuju kota Sekadau. Bahkan sampai ke kilometer 6 di Jalan Sekadau-Sintang juga sudah diperbaiki dan layak lintas.

Penerima Sabu 28 Kg Gagal Ditangkap dari pihak BNN, sehingga penerima dan pemilik sabu bisa ditangkap,” katanya. Menurut Ishak, pihaknya mencurigai adanya sabu tersebut setelah melewati mesin X - Ray, kemudian dilakukan pengejaran terhadap Bus, serta melakukan penangkapan terhadap sabu tersebut. Setelah itu sabu tersebut langsung dibawa ke KPPBC Entikong, selanjutnya baru dilakukan sample laboratorium di BPPOM, guna memastikan itu sabu. “Setelah kita lakukan pengecekan pengirim sabu ini, ternyata yang mengirim adalah atas nama Jeki dari Malaysia, sedangkan penerima atas nama Vivi di Pontianak. Namun alamat Vivi tidak ada, melainkan hanya nomor telepon yang ditulis dalam paket tersebut, yakni tertulis nomor telepon, 089693567353,” ungkap Kepala KPPBC Entikong. Dikatakan Ishak, terkait penyelidikan dan penyidikan, selanjutnya ditangani langsung oleh Polda Kalbar. Dan mengenai julam rupiah dari sabu seberat 28 Kg tersebut, yakni sekitar

56 miliar rupiah. Dan sabu ini sendiri dikemas didalam dua buah Rice Cooker, masing-masing Rice Cooker berisikan 14 kantung sabu. Jadi jumlah 28 kantung. Berat per kantung satu kilogram lebih. Pengelola Bus Diamankan Kepolisian Daerah Kalimantan Barat (Polda Kalbar) mengaman dua orang dari pihak PT. SJS, yakni supir yang mengemudikan Bus SJS KB 7725 AP, Nasir (NS) dan Simbolon (SB) terkait kasus temuan sabu seberat 28 kg di dalam Bus SJS yang sebelumnya berhasil diamankan pihak Bea dan Cukai Entikong. Dir Narkoba Polda Kalbar, Kombes Pol Ahmad Alwi saat ditemui di Kanwil Direktorat Jendral Bea dan Cukai (DJBC) Kalbar, dirinya mengatakan bahwa pihak DJBC Kalbar telah menyerahkan sabu seberat 28 kg tersebut kepada pihaknya, dan dengan penyerangan ini, Ia akan menindak lanjuti kasus tersebut dan ditangani langsung oleh Polda Kalbar. “Kasus ini kita ambil alih, dan kita selanjutnya akan berkoordinasi dengan BNNP

Kalbar. Dan kita juga mengucapkan terima kasih kepada DJBC Kalbar yang telah berhasil menggagalkan pengiriman barang ini ke Indonesia khususnya Kalbar, karena jika tidak digagalkan barang haram ini akan meracuni rakyat Kalbar,” kata Alwi, Jumat (9/11). Diterangkan Alwi, pihaknya sedang mendalami kasus temuan barang haram tersebut, lantaran terdapat nomor telepon pada bungkusan pengiriman. Namun tidak memiliki alamat si penerima. Dan penerima tersebut atas nama Vivi, yang sampai saat ini sedang diselidiki keberadaan yang bersangkutan. Dan untuk saat ini juga Polda Kalbar juga melakukan pemeriksaan terhadap pihak PT. SJS. “Kita akan melakukan pemeriksaan terhadap pihak SJS, yakni supir bus. Yang jelas supir Bus ini kita amankan selama tiga hari. Kemudian jika masih ada kaitan dengan penyidikan pengamanan supir Bus ini akan diperpanjang tiga hari lagi. Supir bus pun saat ini sudah diamankan di Dit Restik Polda Kalbar,” tegas-

nya. Terkait nomor telepon Vivi, selaku orang yang akan menerima sabu tersebut, sesuai dengan nama yang tertera di dalam bingkisan sabu. Dir mengatakan Ia akan melacak nomor telepon tersebut. yang jelas siapapun penerima sabu ini, merupakan jaringan besar di dunia Narkoba. Dan kita juga mohon informasi dari masyarakat bagi yang mengetahui terkait temuan sabu seberat 28 Kg. “Sabu seberat 28 Kg ini, akan kita musnahkan, namun sebelum memusnahkannya, kita juga akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan pihak Kejaksaan dan Pengadilan. Setelah berkoordinasi, maka nantinya akan menetapkan hari dan tanggal pemusnahan barang haram tersebut,” timpal Dir Narkoba Polda Kalbar.

KEHILANGAN STNK KB 5355 KH NR: MH1JBE119BK020073 NM: JBE1E1020020 A/N SITI RAHAYU Dengan ini STNK dinyatakan tidak berlaku lagi. HN


CMYK

Seremonial www.borneotribune.com

Borneo Tribune

12

Sabtu, 10 November 2012

DKPP SIDANGKAN DUGAAN PELANGGARAN KODE ETIK KPU

Prof. Dr. Jimly Pimpin Sidang Hawad Sriyanto Borneo Tribune, Jakarta

Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) akan menggelar sidang dalam perkara pengaduan dugaan pelanggaran kode etik penyelenggara Pemilu yang disampaikan Ketua dan anggota Bawaslu dan Direktur SIGMA Said Salahuddin sebagai Pengadu, serta Ketua dan anggota KPU sebagai Teradu, Jumat (9/11) mulai pukul 09.30 WIB hingga 11.30 WIB bertempat di Gedung BPPT Jalan MH Thamrin Jakarta. Salah seorang anggota DKPP, Nurhidayat Sardini mengatakan sidang DKPP kali ini akan dipimpin langsung oleh Ketua Majelis, yang sekaligus Ketua DKPP, Prof Dr Jimly Asshiddiqie SH, dengan anggota Majelis yang sekaligus anggota DKPP, yakni Nur Hidayat Sardini, Saut

Hamonangan Sirait, Valina Singka Subekti, dan Abdul Bari Azed, Jumat (9/11). “Setelah menerima pengaduan dari Direktur SIGMA dan Bawaslu, Sekretariat DKPP mengkajinya dan setelah dinyatakan memenuhi persyaratan sebagaimana ditentukan dalam Peraturan DKPP No 2 Tahun 2012 tentang Pedoman Beracara Kode Etik Penyelenggara Pemilu, meregistrasi perkara dengan No. 25-26/DKPP-PKE-I/2012,” jelas mantan Ketua Bawaslu ini. Pengadu Bawaslu Pengaduan yang disampaikan Pengadu Ketua dan anggota Bawaslu kepada DKPP pada pokoknya menilai bahwa Teradu Ketua dan anggota KPU telah dinilai melakukan pelanggaran kode etik penyelenggara Pemilu, yang disertai dalil-dalil serta bukti-bukti yang disertakan di dalam

Anggota DKPP, Nur Hidayat Sardini. pengaduannya itu, yang pada pokoknya memuat beberapa hal yaitu, pengadu menilai bahwa Teradu “tidak menghargai Bawaslu sebagai salah satu lembaga penyelenggara Pemi-

lu, tidak memiliki itikad baik untuk memberikan informasi terkait sejumlah hal dalam kegiatan verifikasi partai politik kepada Bawaslu, dan (karena) dengan tidak memenuhi un-

dangan klarifikasi yang disampaikan Pengadu sebanyak 2 (dua) kali, yakni pada 27 dan 29 Oktober 2012”; Pengadu menilai bahwa Teradu “melanggar asas dan sumpah/janji ka-

rena bekerja tidak sesuai peraturan perundang-undangan dengan memundurkan tahapan, program, dan jadwal penyelenggara Pemilu legislatif” serta “tidak dapat dijadikan dasar untuk melakukan perubahan jadwal karena belum berlaku dan belum memiliki kekuatan hukum mengikat”; Pengadu menilai bahwa Teradu “tidak konsisten dalam memberikan alasan dan latar belakang penundaan pengumuman hasil verifikasi administasi partai politik”; Pengadu menilai bahwa Teradu “tidak menjalankan ketentuan bahwa dalam setiap tahapan penyelenggaraan Pemilu, Teradu menggunakan anggaran yang bersumber dari APBN namun juga menggunakan anggaran dari sumber dari pihak lain”; Pengadu menilai bahwa Teradu “melanggar asas kepentingan umum dan asas keterbukaan, ka-

Disperindag Inisiasi Pendampingan Kerajinan Mandau Borneo Tribune, Pontianak

Mandau merupakan senjata adat khas Kalimantan yang pada zaman dulu digunakan untuk berperang melawan musuh. Mandau selalu berpasangan dengan perisai (talawang) atau banyak juga yang menyebut talawang dengan nama yang lain yaitu tameng, intinya penyebutan nama yang berbeda tetapi barang/benda sama. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kalbar, H. Suzarzono Soekran menuturkan sekarang fungsi kedua benda tersebut tidak lagi digunakan untuk perang melawan musuh (asang kayau), tapi hanya sebagai pajangan yang menghiasi dinding ruang tamu atau kamar. Mandau dan perisai sangat lekat dengan budaya Dayak baik di Kalimatan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur. Sebagai senjata bahari, mandau sangat akrab dengan masyarakat Dayak. Selain sebagai senjata berburu, mandau juga menjadi alat untuk mencari kayu dan bagian dari kesenian Dayak berupa tari-tarian. Bahkan sejumlah kalangan menjadikan mandau sebagai simbol keperkasaan serta kebesaran se-

seorang. Tak aneh ada rasa segan dan takut bila melihat seseorang dengan mandau di pinggang. Sekarang mandau tak lagi identik dengan senjata atau alat untuk berburu, berkembangnya seni kerajinan di Indonesia menjadikan mandau sebagai salah satu hasil seni, termasuk yang dilakukan warga Desa Kecukuh Kabupaten Melawi – Kalimantan Barat. Sebagian warga desa Kecukuh menggeluti usaha

membuat mandau dan sampai akhirnya desa tersebut jadi terkenal sebagai sentra kerajinan mandau di Kabupaten Melawi. Kemanapun kita menjumpai hasil kerajinan mandau, banyak didominasi hasil karya masyarakat suku Dayak di Kalimantan Barat. Kehalusan serta ukiran mandau dari desa kecukuh berupa gambar naga, kembang dan sebagainya sangat terkenal. Tak hanya di sentra penjualan barang

kerajinan seperti di Kabupaten Melawi namun sudah merambah ke Kabupaten Kapuas Hulu, Sanggau, Sintang dan Landak. Bakat dan kepiawaian perajin mandau di Desa Kecukuh merupakan bakat alam dan juga turunan dari nenek moyang desa tersebut. Daya kreasinya seperti membuat ukiran naga di atas bilah mandau atau gambar lain sesuai keinginan pembeli, menjadikan mandau hasil usaha perajin desa Kecukuh

sangat dikenal. Sehubungan dengan hal tersebut diatas perlu peningkatan kemampuan perajin mandau khususnya di Kabupaten Melawi dalam hal seni ukiran dan desain mandau serta teknikteknik pembuatan mandau dan pemilikan bahan baku. Oleh karena itu, Disperindag Kalbar bekerjasama dengan Dinas Perindagkop Melawi menyelenggarakan Bimtek peningkatan pendampingan produk kerajin-

an mandau dan kayu di Kabupaten Melawi. Adapun maksud dan tujuan diadakannya pelatihan ini yaitu meningkatkan dan mengembangkan kemampuan para perajin, khususnya para pengrajin dari desa Kecukuh dan Nanga Pinoh, Melawi dalam menghasilkan kerajinan mandau dan perisai yang mempunyai nilai seni yang tinggi dan nilai jual untuk pasar lokal, regional, maupun internasional. (*r)o

BIMTEK Pembukaan Bimtek Peningkatan Pendampingan Kerajinan Mandau di Inisiasi Disperindag Kalbar. Foto : Ist.

Hadir di Pontianak untuk memenuhi kebutuhan

Menyediakan kain dan busana batik eksklusif bagi Pria, Wanita, Sarimbit (pasangan), Remaja dan Anak-anak dengan motif dan model yang trendy

CMYK

rena SIPOL bersifat tertutup dan hanya KPU, KPU Provinsi, KPU kabupaten/ kota, dan partai politik dengan kanal terbatas yang dapat mengakses SIPOL tersebut, sedangkan masyarakat umum tidak dapat memberikan ruang masukan dan tanggapan terhadap data yang ada”; dan Pengadu menilai bahwa Teradu “sistem seleksi yang diterapkan Teradu dalam melakukan verifikasi administrasi partai politik yakni dalam program pendaftaran, program verifikasi administrasi, dan verifikasi faktual melalui sistem bertingkat dan hal ini menyimpang atau tidak sesuai, atau berbeda seperti yang ditegaskan dan karena itu dinilai melanggar ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pengadu SIGMA Sementara itu pengaduan yang disampaikan Said Salahuddin kepada DKPP pada 29 Oktober 2012, pada pokoknya mendalilkan 5 hal, yaitu Penyelenggaraan tahapan pendaftaran dan verifikasi peserta Pemilu dengan cara bertingkat atau berjenjang; Pemberitahuan ketidaklulusan 12 (dua belas) partai politik di luar jadwal pada tahahapan pendaftaran; pemberitahuan ketidaklulusan 12 (dua belas) partai politik tanpa keputusan; Penyelenggaraan tahapan verifikasi administrasi di luar jadwal; dan Penyelenggaraan tahapan pemberitahuan penelitian administrasi hasil perbaikan di luar jadwal. Seperti yang tertuang di dalam formulir serta berkas yang disampaikan kepada DKPP, Pengadu adalah Ketua dan anggota Bawaslu a.n Sdr Muhammad, Nasrullah, Endang Wihdatiningtyas, Daniel Zuchron, dan Nelson Simanjunak, serta Direktur Sigma Said Salahuddin, sementara sebagai Teradu adalah Ketua dan anggota KPU a.n Sdr Husni Kamil Manik, Sigit Pamungkas, Ida Budhiati, Ferry Kurnia Rizkiyansyah, Hadar Nafis Gumay, Juri Ardiyanto, dan Arif Budiman. Kata Nurhidayat Sardini, dalam kasus ini, anggota DKPP yang kebetulan sebagai Pengadu dan Teradu dalam perkara ini, yakni Sdr Ida Budiati, dan Nelson Simanjuntak, berdasarkan keputusan pleno DKPP dengan mengacu ketentuan Pasal 111 UU No 15 Tahun 2011 tentang Penyelenggara Pemilu, untuk sementara tidak dilibatkan sebagai anggota majelis, sementara pada perkara yang ditangani DKPP berlaku ketentuan sebagaimana semestinya. Selain itu, pada forum sidang DKPP yang direncanakan pada Jumat 9 November pulul 09.30-11.30 WIB dan pada Selasa 13 November 2012 mulai pukul 14.00 WIB di Gedung BPPT, DKPP mengundang Ketua Umum DPP Partai Politik baik yang dinyatakan diloloskan maupun yang tidak diloloskan KPU sebelumnya. Sidang-sidang selanjutnya, kata Nur Hidayat agenda pemeriksaan dugaan pelanggaran kode etik penyelenggara Pemilu terbuka untuk umum kecuali yang dinyatakan tertutup. Oleh karena itu, setiap warga negara memiliki hak untuk dapat menghadiri dan mengikuti jalannya persidangan. o


Harian Borneo Tribune 10 November 2012