Issuu on Google+

cmyk

I DEALISME, K EBERAGAMAN

DA N

KEBERSAMAAN

Borneo Tribune www.borneotribune.com

Rabu, 10 April 2013

Telepon Redaksi/Iklan/Langganan/Pengaduan: (0561) 767788 Faximile. (0561) 766103

28 Jumadil Awal 1434 H - 29 Jie Gwee 2564

Alamat Redaksi: Jln Purnama Dalam No 2 - Pontianak 78121

Polisi Pastikan Periksa Pemilik Arta Grafistama Kapolresta: Pembakaran Sudah Direncanakan Achmad Mundzirin Borneo Tribune, Pontianak KEPOLISIAN Resort Kota (Polresta) Pontianak memastikan melakukan pemeriksaan terhadap Cosmas selaku pemi-

lik Kantor Percetak Arta Grafistama Jalan Pahlawan. Hal ini terkait kasus kebakaran yang terjadi di Jalan Pahlawan, dimana kebakaran terjadi berawal dari Cung Meng (70) warga Jalan Perdana yang memba-

B uah Bibir Pembangunan Pariwisata Kalbar

ALI AKBAR AS, SH ANGGOTA DPRD Provinsi Kalbar, Ali Akbar AS, berpendapat apabila Pemerintah Provinsi Kalbar sungguh-sungguh

ingin melakukan pembangunan terhadap dunia kepariwisataan di Kalbar, tentunya perlu mengalokasikan anggaran yang besar guna mewujudkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang bersumber dari beragam destinasi wisata yang tersebar di seantero ‘Bumi Borneo Barat’. “Kita berharap Kepala Dinas Pariwisata Kalbar bisa berbuat serta bekerja keras untuk memajukan dunia pariwisata Kalbar. ....Ke Halaman -11

Mendengarkan Pidato Pemimpin PADA waktu diadakan sebuah rapat besar, seorang pemimpin yang sedang berpidato di atas podium tiba-tiba berhenti membaca teks yang ada di tangannya. Kemudian ia mulai memaki-maki: ”Jangan dikira aku ini buta, tak tahu kalian sedang ngutakngatik HP! Di dunia ini mana ada orang sambil tersenyum sambil merogoh saku celananya sendiri tanpa sebabmusabab?”o

kar diri sendiri di Kantor Percetakan tersebut, Selasa (8/ 4) kemarin. Kapolresta Pontianak AKBP Hariyanta saat dikonfirmasi terkait kasus kebakaran yang di Kantor Percetakan Arta

Grafistama, dirinya mengatakn atas kejadian tersebut pihaknya sudah melakukan olah TKP serta melakukan pemeriksaan terhadap saksi – saksi yang mengetahui kejadian ini, dan sampai saat ini sudah ada enam saksi yang diperiksa.

“Kita sudah melakukan pemeriksaan terhadap 6 orang saksi kebakaran di Percetakan itu, dan saat ini kita tinggal memeriksa Cosmas selaku pemilik Kantor Percetakan tersebut, karena kemarin yang bersangkutan tidak ....Ke Halaman - 4

Damkar Pemkot Tak Efektif Atasi Kebakaran? Ketua DPRD: Bersyukur Punya Damkar Swasta Achmad Mundzirin Borneo Tribune, Pontianak FIBI (20) warga yang juga turut menyaksikan terbakarnya Kantor Arta Grafistama yang ditemui di TKP, dirinya merasa aneh melihat Damkar yang dimiliki Pemkot. Datangnya pemadam kebakaran Pemkot datang terlambat, bahkan lebih dahulu Damkar swasta yang datang untuk memadamkan api. “ Lucu pemdam pemerintah kita, datangnya terlambat. Sudah datangnya terlambat, air untuk memadamkan pun kurang, sehingga mobilnya saja berparkir di lokasi kebakaran ini. Masih cepat pemadam swasta,” celetuk Fibi warga yang menyaksikan kebakaran di Jalan Pahlawan.

Pemadam Kebakaran (Damkar) Pemerinta Kota (Pemkot) Pontianak dinilai tak efektif dalam mengatasi kebakaran yang terjadi di Kota Pontianak , termasuk menangani kebakaran yang terjadi di Kantor Percetakan Arta Grafistama Jalan Pahlawan, lantaran Pemadam Kebakaran Kota Pontianak terlambat, bahkan pemadam kebakaran tidak memiliki air untuk memadamkan api, Selasa (8/4).

....Ke Halaman -11

AKTIF. Terlihat hanya pemadam swasta yang aktif memadamkan api saat kebakaran di Arta Grafista Jalan Pahlawan,yakni Damkar Mitra Bhakti, Budi Pekerti dan Panca Bhakti, dimana foto ini diambil, saat Pemadam Kebakaran Pemerintah Kota Pontianak, belum datang ke lokasi. FOTO Achmad Mundzirin/Borneo Tribune

HUT Ke 67 TNI-AU di Lanud Supadio

Wilayah Udara Jadi Rebutan Kepentingan PANGLIMA TNI Laksamana TNI Agus Suhartono mengatakan wilayah udara bukan lagi wilayah kosong tanpa makna, tetapi wilayah udara telah men-

jadi perebutan kepentingan. “Wilayah udara telah menjadi wilayah perebutan kepentingan,” kata Panglima TNI, Selasa (9/4) dalam amanat yang dibacakan Komandan Pangkalan TNI-AU (Danlanud) Supadio Kolonel Pnb Ir. Novyan Samyoga pada upa-

cara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-67 TNI AU di Pangkalan TNI AU Supadio. Dikatakan olehnya, TNI, khususnya TNI-AU harus senantiasa meningkatkan profesionalisme dan dedikasi ....Ke Halaman -11

Sang Tulang Punggung Kini Tinggal Kenangan Achmad Mundzirin Borneo Tribune, Pontianak KABUT duka masih menyelimuti keluarga Lili. Remaja kelahiran tahun 1992 itu menghembuskan nafas terakhirnya saat insiden kebakaran

yang terjadi tempatnya bekerja, Kantor Percetakan Arta Grafistama Jalan Pahlawan Kecamatan Pontianak Selatan. Dirinya kehabisan nafas dan terjebak oleh api dan membuatnya ikut terbakar dan meninggal dunia.

Jenazah Lili yang telah terbakar sebelumnya berhasil dievakuasi oleh pihak kepolisian dan dilarikan ke RSUD Soedarso Pontianak setelah api berhasil dipadamkan, Senin (7/ 4) kemarin. Sekitar pukul 08.30 ....Ke Halaman -11

HUT TNI-AU. Ki-Ka Letkol Dedy Hendra, Komandan Lanud Supadio Kolonel Pnb Novyan Samyoga,Kolonel Yos Alfatimo dan Letkol R Anggora sesaat memperingati HUT TNI-AU ke 67 di Lanud Supadio. FOTO Andika Lay/Borneo Tribune

DIKEBUMIKAN. Jenazah Lili Karyawati Arta Grafistama saat akan dimakamkan oleh pihak keluarga. Terlihat sahabat maupun keluarga menangisi kepergian sang tulang punggung keluarga tersebut. FOTO Achmad Mundzirin/ Borneo Tribune

PT. ANZON AUTOPLAZA Kantor Pusat: Jl. A. Yani No. 89 Telp. (0561) 734280 Cabang: Singkawang : Jl. A. Yani No. 08 Telp. (0562) 637000; Sampit : Jl. Jend Sudirman Km. 1

HARGA ECERAN HARIAN BORNEO TRIBUNE - PONTIANAK, KUBU RAYA, MEMPAWAH,DAN SINGKAWANG Rp 2.000 - SAMBAS, BENGKAYANG Rp 2.200 - LANDAK,SANGGAU,SEKADAU, KETAPANG,KAYONG UTARA, SINTANG, MELAWI DAN PUTUSSIBAU Rp 2.500 -

cmyk

Andika Lay Borneo Tribune, Pontianak


Kayong Utara

Rabu, 10 April 2013

Borneo T Tribune

2

Hari Pertama Pendaftaran Caleg Parpol Nihil Mendaftar Abdul Khoir Borneo Tribune, Sukadana Tahapan Pemilu legislatif menjadwalkan pendaftaran bakal calon legislatif dari partai politik ke KPU kabupaten kota. Namun untuk tingkat KPU KKU, pada hari pertama justru sepi dari pendaftar. Ketua KPU KKU, Dedy Efendy mengatakan, penyerahan daftar bakal calon legislatif dimulai pada 9 - 22 April, namun hingga pukul 15.00 belum ada satupun partai yang datang untuk menyerahkan berkas daftar bakal calon legislatifnya. “Hari ini memang perta-

ma, tapi sepi ni,” kata Dedy. KPU KKU sejak pagi hari telah mempersiapkan diri untuk menerima para ketua atau sekretaris partai yang lolos menjadi peserta Pemilu legislatif yang akan datang ke KPU. “Kita buka setiap hari, mulai dari pukul 08.00 sampai 16.00 hari kerja,” katanya. Namun sejauh ini banyak partai yang sesekali datang ke KPU untuk mendapatkan penjelasan tentang berkas yang harus dipersiapkan, sehingga mempermudah bagi pengurus partai melengkapi berkas para bakal calon yang akan diserahkan ke KPU. Saat dikonfirmasi, Ketua

Kepastian Sidang Tunggu 14 Hari

Demokrat, Iskandar menjelaskan pihaknya telah memiliki kesepakatan secara nasional bahwa dalam pendaftaran bakal calon legislatif ke KPU kompak pada 10 April. ”Kita daftar serempak, dan kompak pada 10 April,” kata Iskandar. Sementara itu beberapa ketua partai yang sempat dikonfirmasi terkait kapan mereka akan menyerahkan daftar bakal calon legislatifnya terkesan masih malu-malu untuk menyebutkan tanggal harinya. Entah lantaran belum siap berkas atau justru masih mencari kader yang akan dicatatkan dalam daftar calon sementara.

Opini

Berkas JH Masuk MK Abdul Khoir Borneo Tribune, Sukadana Setelah sempat menunggu sejak hari pertama pasca penetapan pasangan calon bupati KKU, Hildi Hamid - Idrus sebagai pasangan terpilih oleh KPU, tim kuasa hukum Jalian - Hamdan Harun masih berburu dengan waktu untuk mendaftarkan berkas gugatan mereka ke Mahkamah Konstitusi (MK). Pucuk di cinta bulan pun tiba. Hari terakhir setelah tiga hari putusan KPU, berkas pendaftaran gugatan ke MK akhirnya diterima dengan pada Senin (8/4). Surat tanda terima pendaftaran gugatan tersebut dikatakan kuasa hukum tim JH, Hasan SH diterima dan ditandatangani oleh Widiatmoko staf di MK dengan nomor registrasi pendaftaran nomor 816.0/PAN.MK/IV/2013. “Berkas sudah diterima dan ada bukti tanda terima yang ditandatangani dan cap basah,” kata Hasan SH, Selasa (9/4). Nomor pendaftaran tersebut sifatnya hanya tanda terima saja.Belum bisa dipas-

DIBUTUHKAN SEGERA 1. Apoteker dan Asisten Apoteker 2. K a r y a w a n / K a r y a w a t i tamatan SLTA, ada kendaraan pribadi, jujur, disiplin. Lamaran diantar ke : APOTEK PRETTY Jl. Tanjung Raya 2 Ruko 1 No. 89, Pontianak Timur

tikan apakah berkas diterima atau tidak dari MK. “Karena berkas masih harus diperiksa kembali dari pihak MK,” katanya. Ia mengatakan, pasca penerimaan berkas gugatan tersebut, pihaknya saat ini tinggal menunggu panggilan sidang oleh MK setelah memeriksa berkas yang disampaikan dalam pendaftaran tersebut. “Perkiraan paling lama 14 hari dari didaftarkan, namun bisa saja sebelum 14 hari sudah ada panggilan,” lanjut Hasan. Setelah mendapat kepastian untuk menunggu panggilan sidang, saat ini kuasa hukum dan rombongan kembali ke Sukadana untuk mempersiapkan berkas kelengkapan lain dan juga para saksi yang nanti akan dihadirkan pada sidang di MK. Tidak tanggung-tanggung, berkas gugatan yang materinya hingga saat ini masih disembunyikan dari media ini, sedikitnya akan membawa saksi antara 20 30 saksi. Bahkan jika memang dibutuhkan dan memiliki keterangan yang dapat mendukung materi gugatannya, jumlah saksi bisa saja bertambah. ”Antara 20 sampai 30 saksi,” katanya. Sementara itu, pasca mendapat keputusan penerimaan dan saat ini ditindaklanjuti dengan mempersiapkan saksi, Hasan meminta dukungan kepada masyarakat sehingga segala sesuatunya dapat berjalan dengan lancar dan tanpa halangan.

Pelabuhan Dwikora Pontianak menjadi pintu gerbang ekonomi Kalbar. Sayang, lahan yang sempit dan berada di alur sungai, menjadi kendala distribusi barang hingga sampai ke daerah. Harus ada pelabuhan baru yang mampu melayani bongkar muat. Terpenting, alur pelabuhan harus dalam dan bebas dangkal FOTO: Fahmi Ichwan/Borneo Tribune

Mahasiswa Menulis untuk Hari Kartini

Mengambil Teladan dari R.A Kartini Oleh : Gst. Fauzul Azmie Kaum wanita menurut pandangan Islam diibaratkan tiangnya suatu negara atau bangsa. Apabila wanita yang dianggap sebagai tiang negara tersebut tidak menjalankan perannnya dengan baik maka negara tersebut pun kacau dan bahkan akan runtuh. Bukan rumah saja yang memerlukan tiang sebagai penopang, tetapi negara juga memerlukannya. Di negara kita Indonesia memiliki sosok wanita yang benar-benar menjalankan perannya sebagai tiang negara seperti yang telah disebut di atas. Siapakah wanita tersebut ? ya tentunya kita semua pun telah mengetahui, wanita tersebut ialah R.A Kartini. Kartini ialah sosok wanita yang mau berjuang demi kepentingan orang banyak, dia mampu membangkitkan emansipasi kaum wanita di negeri ini sehingga setara dengan kaum lelaki. Gairah emansipasi itu membuat banyak wanita Indonesia dapat menduduki jabatan terhormat di negara ini. yang biasanya jabatan-jabatan tersebut diduduki oleh kaum Adam. Emansipasi wanita yang digagas oleh Raden Ajeng Kartini mungkin terinspirasi dari pembelaan Nabi Muhammad 1400 tahun

lalu yang mengangkat harkat dan martabat kaum hawa yang mulanya tertindas. Kartini menyampaikan buah pikiran agar wanita-wanita Indonesia mendapatkan perlakuan yang sama dengan kaum lelaki. Karena jasa-jasa yang telah dilakukannya, nama Kartini pun menjadi sangat inspiratif khususnya di kalangan wanita. Buah perjuangannya pun kini sangat berarti bagi bangsa Indonesia. Kartini adalah sosok bangsawan yang memahami adat-istiadat dengan baik. Namun semangat merdeka Raden Ajeng Kartini belum sepenuhnya menyentuh banyak kaum perempuan, hal ini disebabkan karena kurangnya tingkat pendidikan serta akses informasi. Sehingga kaum perempuan masih terus terjebak dalam kondisi yang begitu memprihatinkan. Kemiskinan pengetahuan banyak membuat kaum perempuan merasa terhambat dalam memperjuangkan haknya. Sehingga kini kebanyakan mereka berkeinginan kuat mendapatkan uang secara mudah dengan kehidupan serba “wah” yang semu, dengan mudah telah mengarahkan kaum perempuan untuk masuk tetapi sulit keluar dari jebakan kehidupan semu itu. Kehidupan semu

yang glamour itu kadang kala dituding sebagai pemicu terjadinya pelecehan bagi kaum perempuan. Penerapan tauladan sebagaimana keinginan Raden Ajeng Kartini di Indonesia sepertinya selalu mendapat tantangan yang besar. Kemiskinan ekonomi seharusnya patut diberantas oleh semua komponen masyarakat. Dengan cara mengurangi eksploitasi wanita yang mengarah ke negatif, dan mengawasi pergaulan wanita remaja. Kita berharap sebuah kota bebas dari berbagai julukan negatif eksploitasi kaum perempuan. Di zaman yang semakin modern seperti saat ini, sulit rasanya menemukan figur anak bangsa yang memiliki tauladan seperti yang diakukan Raden Ajeng Kartini. Kartini masa kini tentu tidak hanya mampu menjadi wanita karier berkedudukan tinggi, tapi negara ini perlu Kartini yang mampu mendidik anakanak yang memiliki karakter tangguh, etika moral yang masuk ke dalam hati. Panggilan jiwa yang agung sebenarnya ketika para wanita mampu menjadikan anak-anak bangsa yang berakhlak. Sekiranya ibu sadar, bahwa hal itu mulia. Maka hal itu sebenarnya lebih utama dari segalanya. Maka pasti

pendampingan terhadap moral putra-putrinya akan menjadi hal yang utama dalam hidupnya. Inilah kehebatan wanita yang akan menjadikan negara ini tegak. Seharusnya perempuan mengambil teladan dari tokoh Raden Ajeng Kartini, menggunakan dan mengembangkan potensi dirinya, meningkatkan ilmu pengetahuan, memiliki keterampilan yang tinggi serta pengalaman pada bidang tertentu, namun yang terpenting juga mempunyai keinginan untuk bersaing secara normatif dengan kaum lelaki dalam berbagai aspek kehidupan. Sejumlah pekerjaan yang dulu didominankan kepada kaum lelaki kini telah dilakukan oleh kaum perempuan juga, seperti di kalangan militer kaum wanita telah diterima sebagai Polwan. Semua ini tentunya dikarenakan mereka memiliki pengetahuan yang tinggi, yang perlu ditinjau adalah mengapa mereka bisa sementara kaumkaum wanita yang lain tidak ? Tentunya kunci dari semua ini ada pada keinginan untuk maju, adanya rasa ingin tahu serta mencari tahu. Sebab dari rasa ingin mencari tahu tersebutlah kita mampu belajar lebih banyak untuk meningkatkan mutu pendi-

dikan. Dan tidak lupa pula kita memperingati hari Kartini yang bertepat pada tanggal 21 april. Tentunya untuk memperingatinya kita menyelenggarakan berbagai perlombaan-perlombaan busana kartini ,selain itu juga mengadakan seminar dan lokakarya guna untuk mengambil semangat kepahlawanannya. Bangsa yang besar adalah bangsa yang mendukung kemajuan kaum perempuannya. Memberikan hak-hak yang sama dengan kaum lelaki. Kaum perempuan merupakan ibu, istri, dan anak yang berperan utama bagi kelangsungan generasi. generasi-generasi yang berkualitas tentunya lahir dari perempuan yang berkualitas. Sosok lelaki yang hebat akan terlahir dari sosok istri yang hebat. Perempuan adalah asset berharga pada suatu bangsa. Dengan membaca, memberikan gagasan-gagasan, pandangan, pemikiran dan usaha-usaha yang telah dilakukan oleh Kartini. Maka wajarlah beliau dinobatkan sebagai Pahlawan Nasional. Karena kepeloporannya memang layak diteladani untuk dijadikan contoh atau teladan, karena pemikiran Kartinilah perempuan mampu berkarya.

“Metode Efektif Atasi Diabetes Hingga Tuntas”

PENGOBATAN SINSHE TCM YANG MANJUR, SATU-SATUNYA DI PONTIANAK Hongkong Medistra TCM Pontianak, Pengobatan dengan Metode TCM (Traditional Chinese Medicine) yang ternama, merupakan gabungan dari pengobatan, penelitian TCM, pencegahan penyakit kronis dan terapi penyembuhan. Didukung oleh konsultan Sinshe ahli TCM ternama dari Tiongkok yang sudah sangat berpengalaman; memanfaatkan resep TCM dan teknologi tinggi yang menghasilkan obat tradisional efektif, dengan system diagnose TCM yang tepat, obat tradisional terkini dari Tiongkok dan pengobatan elektroterapi, titik nadi, akupuntur, tuina, terapi lainnya, sangat efektif, khususnya bagi pasien yang menderita penyakit kronis. Waspadalah! jumlah penderita diabetes di Indonesia terus meningkat tajam, diprediksi ada jutaan orang terkena diabetes. jika tidak diobati sedini mungkin secara tepat dan efektif, beresiko merusak organ penting tubuh lain seperti: hati, paru-paru, ginjal, limpa, reproduksi, dan sistem syaraf, juga bisa menyebabkan uremia. Itulah sebabnya data WHO terkini menyatakan persentase angka kelumpuhan maupun kematian akibat penyakit diabetes dan berbagai macam komplikasi menakutkan ini terus meningkat pesat. Untuk mengatasi penyakit diabetes dan komplikasinya, Hongkong

Idealisme, Keberagaman dan Kebersamaan

Medistra TCM (Traditional Chinese Medicine) yang terdepan yakni “Bai Wei Hu Yi Liao Fa” mengatasi penyakit dengan ramuan herbal yang disesuaikan jenis dan kondisi penyakit penderita, dihasilkan dari 33 jenis obat berharga ditambah 28 jenis obat organik, daya serap obat sangat tinggi, rata-rata penderita diabetes setelah diobati sekitar 5-10 hari, gula darah menurun, gejala seperti kaki tangan kesemutan, seluruh badan tidak bertenaga, insomnia, dll berkurang secara nyata. Rata-rata setelah 40-60 hari, gula darah stabil, gejala komplikasi menghilang, daya tahan tubuh meningkat, keseluruhan tubuh membaik, sebagian pasien bisa berhenti konsumsi obat, fungsi insulin dan system sekresi normal kembali, fungsi reproduksi pria kembali normal, sudah bisa kembali merasakan kehidupan sehat yang normal. Sudah banyak penderita merasakan khasiat mujarabnya, tidak ada efek samping, tidak menimbulkan ketergantungan, tidak berpengaruh penderita menderita 10-20 tahun, kondisi penyakit parah/ringan, setelah diobati bisa menurunkan gula darah dan gula kencing hingga normal dan seimbang, sesudah diatasi hingga keakar-akarnya tidak mudah kambuh.

Untuk Konsultan & Pengobatan Hubungi :

HONGKONG MEDISTRA TCM Jl. H. Agus Salim No. 126 Pontianak - Kalimantan Barat Telp. (0561) 733268 HP. 0821 5279 7888 Hari Senin - Sabtu Buka Jam 09.00 s/d 17.00 WIB Minggu & Libur Besar Jam 09.00 s/d 13.00 WIB

Penerbit: PT. Borneo Tribune Press. Direktur Utama: W Suwito, SH, MH. Asisten Direksi: Khairoedin Pasaribu. Penasehat Hukum: A. Ambo Mangan, SH, MH, Martinus Ekok, SH, MH. Pemimpin Umum: Sisa Primashinta. Senior Editor: H. Nur Iskandar, SP, Tanto Yakobus, Alexander Mering. Wakil Pemimpin Redaksi: Budi Rahman. Redaktur: Andry, Agus Wahyuni, Aulia Marti, Hairul Mikrad, Yusriadi, Hawad Sriyanto. Reporter: Abdul Khoir, Andika Lay, Yulan Mirza, Achmad Mundzirin, Achmad Munandar, Ubay. Biro Mempawah: Johan Wahyudi, Jl. Pendidikan Gg. Suka Mulya No.10 (085654587038). Sambas: Amrul Ambiya (Kontributor/Pemasaran), Jl. Suka Mantri (085245527602). Biro Bengkayang: Mujidi, Jl. Pahlawan No. 10, Kelurahan Bumi Emas Bengkayang (085245247955). www.borneo-tribune.net Landak: Yohanes Ngalai/Pemasaran, Jl. Barage Gg. Pak Kasih No. 51 Ngabang (085822062880). Biro Sanggau: Ratnasari Jl. Agus Salim No.10 (085245904505) Pemasaran: Pangsius (081257056286). TERBIT SEJAK 19 MEI 2007 Biro Melawi: Eko Susilo (0812-56452946) Jl. M Saad, Gg. Kayan, Serundung- Nanga Pinoh. Biro Sekadau: Bagus Kosminto, Jl. Irian No. 41 Sekadau Hilir (085245743683). Biro Sintang: Endang Kusmiyati (08524-5006757) Pemasaran: Sahri (085750296539), Saumin (Pemasaran) (085284291321) Jl. JC Oevang Oeray, Gg. Ahmad 2. Biro Kapuas Hulu: Jl. Kenanga, Ruko Pemda Blok B. 6 Putussibau Utara (08562569007). Ketapang: Jaidi Chandra (Kontributor), Jl. Gajah Mada No. 156 (081345450988). Fotografer: Ulla Asri Sekretaris Redaksi: Erika Sudiardjo Umum: Emiliana (Manajer), Fitriyana,. „ Wartawan, Kontributor, Intensive Programme dan Percetakan/Pracetak: Ukan Dinata. Staf Pracetak: Fahmi Ichwan, Syam Abubakar, M. Taufik,. Staf Percetakan: Andre, Nurhalis, Rustam. Marketing: Sisa Primashinta, Hesty Yosana, Aldi Freelancer Borneo Tribune dibekali identitas, surat Chairudin, Ardiansyah. Desain Iklan: Atika Ramadhani, M. Affandy,Ferry Ade Putra Sirkulasi: Dhani, Suprianto. Keuangan: Jumi Erlinasari, Tri Agustin, Kusnan, Husada, IT: Iwan Siswanto. Tarif tugas atau tanda pengenal (ID-Card) dan dalam meIklan: BW (black and white) Rp 6000/mm kolom, Full Colour hal 1 Rp 15.000/mm kolom, halaman dalam Rp 12.000/mm kolom. Alamat Kantor Bisnis dan Alamat Redaksi: Jalan Purnama Dalam No 2 laksanakan tugas jurnalistiknya tidak diperkenanPontianak Telpon 0561-767788 Fax 0561-766103. E-mail: borneotribune@yahoo.com kan menerima suap atau amplop

Borneo Tribune


CMYK

Moment & Activity

3

www.borneotribune.com

Borneo Tribune

Rabu, 10 April 2013

Wajib Pajak Beri Andil Tingkatkan Pendapatan Daerah

Dispenda Kalbar Bagi Hadiah Wajib Pajak paya meningkatkan penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pajak, khususnya pajak kendaraan bermotor, Jumat (5/4) di Atrium Mega Mall Pontianak, Dispenda Kalbar menggelar

U

acara Penarikan Undian Berhadiah Bagi Wajib Pajak Kendaraan Bermotor Periode 1 Januari - 31 Desember 2012 di wilayah Kalbar. Kegiatan berlangsung semarak dan meriah. Selain dipadati para undangan, acara menyita perhatian pengunjung Mega Mall

Pontianak yang mendadak mendapatkan hadiah doorprize. Penarikan undian yang telah dilaksanakan setiap tahun ini merupakan tahun ke 10 dan sekaligus untuk meningkatkan minat dan motivasi wajib pajak kendaraan bermotor di Kalbar untuk taat dan patuh melaksanakan kewajibannya membayar pajak. Kadispenda Kalbar R Taruli Manurung mengatakan sesuai hasil monitoring dan evaluasi kegiatan penarikan undian berhadiah ini memberikan dampak signifikan bagi peningkatan penerimaan pendapatan daerah dari sektor pajak, khususnya pajak kendaraan bermotor. “Kontribusi yang diberikan wajib pajak sangat mempunyai andil dalam mewujudkan penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan melalui peningkatan penerimaan pendapatan daerah,” jelasnya. Dikatakannya, kegiatan ini dinilai penting untuk memberikan motivasi kepada para wajib pajak dalam melaksanakan kewajibannya yaitu membayar pajak tepat waktu. “Saya atas nama pemerintah daerah menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan bagi masyarakat yang telah taat dan patuh melaksanakan kewajibannya membayar pajak dengan memberikan hadiah,” jelasnya. Penarikan undian periode kali ini, Dispenda Kalbar menyediakan hadiah utama berupa 1 unit sepeda motor Yamaha Scorpio ZCW dan 6 unit sepeda motor Yamaha Jupiter MX bagi pemenang pertama, 15 Unit TV LCD Shap 32 inci bagi pemenang kedua, 15 unit lemari es LG bagi pemenang ketiga, dan 15 unit TV LCD Sanyo bagi pemenang keempat. Undangan yang beruntung, kita berikan hadiah doorprize,” ujarnya. Dijelaskannya, hadiah tersebut dibagi perwilayah agar terjadi pemerataan yang menerimanya, dan hadiah yang disediakan juga terjadi peningkatan. “Dispenda Kalbar adalah motor penggerak dan sebagai percontohan bagi provinsi lain. Banyak provinsi di Indonesia yang telah melakukan studi banding dengan kegiatan ini,” kata Taruli Manurung. Narasi : Andika Lay Foto : Andika Lay & Rosihan

Penyerahan Kunci Duplikat Hadiah Utama Sepeda Motor Diwakili Kepada Kepala UPPD Wilayah 1 Kota Pontianak Dispenda Kalbar Drs Achyar A Rasyid Msi

Ki-ka - Pejabat PT Bank Kalabr- Kadispenda Kalbar R Taruli Manurung- Pejabat PT Jasa Raharja saat menghadiri Penarikan Udian Berhadiah

Notaris Agung Sri Sadhono membacakan tata Tertib Penarikan Undian

Undangan memadati Atrium Mega Mall

Hadiah Doorprize bagi pengunjung

Hiburan tarian modern

Undangan dan Pengunjung

Kadispenda Kalbar R Taruli manurung menyampaikan arahan pada malam penarikan undian berhadiah

Pembawa acara dan para saksi siap memulai acara penarikan undian berhadiah.

Hadiah Doorprize Jasa Raharja Membagi kupon Doorprize

Pemenang Hadiah Doorprize bagi pengunjung foto bersama dengan ketua penyelenggara CMYK

Hadiah Pertama dan Utama


Kalimantan Barat - Kota Pontianak Borneo Tribune

Selasa, 9 April 2013

Amrul Borneo Tribune, Sambas

CMYK

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) menjadi kesiapan anak memasuki pendidikan lebih lanjut, yang dapat mengurangi angka mengulang kelas, mengurangi angka putus sekolah, mempercepat pencapaian wajib belajar, meningkatkan mutu pendidikan, mengurangi angka buta huruf muda, memperbaiki derajat kesehatan dan gizi anak usia dini, meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Demikian dikatakan narasumber, Dra. Nazayanti, dalam pelatihan pendidik Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) tingkat dasar yang digelar Dinas Pendidikan Kabupaten Sambas tahun 2013 Senin hingga Rabu, tanggal 8-10 April, di Hotel Pantura Jaya Sambas, yang menyampaikan materi konsep dasar PAUD yakni insan Indonesia cerdas dan kompetitif. Ia mengatakan, yang dise-

Kadisdik: Jangan Sembarangan Mendidik Anak but cerdas terdiri dari cerdas spiritual yaitu olah hati atau kalbu. Olah rasa artinya cerdas emosional dan sosial, cerdas intelektual terdiri dari olah pikir, olahraga dapat menumbuhkan cerdas kinestetik yang terdapat di PAUD yaitu awal pendidikan karakter. Kegiatan ini dihadiri, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sambas dan Kepala Bidang PNFI Disdik Kabupaten Sambas, lima orang narasumber dari provinsi, Direktorat PAUDNI dari Jakarta, guru TPA/KB/SPS. Ketua Panitia Penyelenggara Pelatihan PAUD tingkat dasar Kabupaten Sambas tahun 2013, Normansyah, S. Pd, MM mengatakan dasar kegiatan ini mengacu pada Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Peraturan Pemerintah RI Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 58 Tahun 2009 tentang Standar Pendidikan Anak Usia

Dini. Tujuannya, agar pendidik PAUD memiliki kemampuan, memahami kebijakan Direktorat P2TK PAUDNI, dengan meningkatkan pemahaman pendidik dan tenaga kependidikan tentang konsep dasar PAUD. “Kita berharap agar setiap pendidik PAUD yang telah mendapatkan pelatihan dapat mengamalkan ilmu yang telah didapat di dalam proses mendidik anak usia dini,” harapnya. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sambas, Drs. H. Jusmadi, MH, berharap tenaga pendidik PAUD Kabupaten Sambas yang telah mengikuti diklat pelatihan pendidik tingkat dasar PAUD tahun 2013 agar tidak sembarangan mendidik anak usia dini. “Memang diperlukan tenaga profesional, pendidik PAUD perlu mengembangkan diri dengan cara ikut diklat tentang PAUD, mengikuti kuliah jurusan PAUD. Karena PAUD ini merupakan dasar pendidikan di bawah usia 9 tahun,” ujarnya. o

Pelatihan pendidik Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) tingkat dasar yang digelar Dinas Pendidikan Kabupaten Sambas tahun 2013 Senin sampai Rabu, tanggal 8-10 April di Hotel Pantura Jaya Sambas. FOTO Amrul/Borneo Tribune

Pelantikan Pejabat Sat Pol PP Tandatangani Fakta Integritas Borneo Tribune, Pontianak

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Provinsi Kalbar Wibersono, L. Djait, S. Sos, Selasa (10/4), melantik pejabat eselon III di Kantor Sat Pol PP Provinsi Kalbar. Wibersono melantik Kepala Bidang (Kabid) Sumber Daya Aparatur Sat Pol PP Provinsi Kalbar Gusti

Kamarudin M, S. Sos, yang sesuai dengan SK Gubernur Kalbar petikan keputusan Gubernur Kalbar Nomor: 821.23/08/BKD-B tahun 2013 tentang pemberhentian dan pengangkatan pegawai negeri sipil dari dan dan dalam jabatan struktural eselon III di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalbar. Selain pelantikan dalam kesempatan tersebut pejabat terkait juga melakukan penandatanganan fakta

integritas. Wibersono mengatakan, pelantikan ini dimaksudkan untuk meningkatkan efektifitas dan kinerja organisasi perangkat daerah dan pemerintah Provinsi Kalbar secara keseluruhan. “Terkait dengan pelaksanaan tugas kepada pejabat yang baru dilantik agar selalu menjaga kepercayaan yang telah diberikan, bekerja dengan profesional dan bertanggung jawab dengan

meningkatkan kualitas kinerja, ikut menciptakan pemerintahan clean government dan kepada pejabat yang baru dilantik harus mampu memahami secara rinci tupoksi di lingkungan kerjanya,”paparnya. Pelantikan ini merupakan jabatan lanjutan karena ada perubahan struktur (kabid peningkatan kapasitas) maka pejabat tersebut harus dilantik kembali. (Slamet Ardiansyah)o

Pelayanan PPKAD Lamban

Dewan: Pemkab Memaksakan Diri Achmad Munandar Borneo Tribune, Kubu Raya Proses pelayanan pembayaran PBB maupun pengurusan revisi objek tanah di Dinas Pendapatan Pengelolaan Kekayaan dan Aset Daerah (PPKAD) Kabupaten Kubu Raya dinilai lamban dan dikeluhkan oleh sejumlah kalangan. Anggota Komisi C DPRD Kabupaten Kubu Raya, M. Tohir mengaku pelayanan pada pengurusan PBB khususnya pada revisi objek tanah terbilang sangat lamban. “Saya mengurus balik nama, janji petugas katanya dua minggu akan tetapi kenyataannya sudah sampai satu bulan ini belum juga selesai,” katanya dengan nada kesal, Selasa (9/4). Bukan hanya itu, lanjut

dia, nomor antrean pemohon yang seharusnya digunakan ternyata hanya simbol saja. Loket pelayanan, dari satu hingga empat ternyata tidak digunakan sesuai fungsinya oleh petugas. “Bayangkan pemohon yang datang awal, dengan nomor antrean awal harus menunggu lama lantaran petugas PPKAD-nya mendahului pemohon yang lain yang mungkin ada hubungannya dengan petugas,” cetusnya. Melihat kurang maksimalnya pelayanan tersebut, dia menilai Pemerintah Kabupaten Kubu Raya terbilang memaksakan diri. Menurutnya, ketika Pemkab menyatakan siap untuk melayani pembayaran PBB, maka infrastruktur pendukungnya harus disiapkan seperti sumber daya manusia.

Dia menuturkan, sangat aneh dengan rentan waktu pengurusan yang hampir satu bulan pengajuan revisi belum selesai. Bahkan lebih mengherankan petugas mengaku belum siap. “Entah apa yang belum siap, saya pun tidak mengerti. Tapi saya melihat petugasnya yang belum siap. Ini membuktikan standar pelayanan kita masih jauh dari harapan,” katanya. Dia berharap kepala PPKAD dapat memonitoring kinerja petugasnya, sehingga tidak ada alasan berkas hilang atau belum siap. “Jangan sampai karena belum siap, masyarakat jadi enggan mengurus PBB ataupun memenuhi kewajibannya,” pesannya. Sementara itu, Kepala Dinas PPKAD Kabupaten Kubu Raya, Yusran Anizam

terkait adanya keluhan masyarakat maupun anggota dewan tentang pelayanaan PBB mengatakan akan mengecek kebenaran informasi tersebut. “Saya sangat berterimakasih dengan adanya laporan atau keluhan ini, dan akan langsung saya cek kebenarannya,” katanya. Akan tetapi, lanjut dia jika pelayanaan PBB di PPKAD belum siap menurutnya belum tepat. Karena dari sekian ribu pemohon yang layanannya telah diproses dan diselesaikan lalu ada keluhan satu atau dua orang dianggap pelayanan PBB tidak maksimal atau profesional. “Jadi saya imbau kalau memang ada keluhan langsung saja buat pengaduan, sehingga bisa langsung kita proses,” terangnya. o

Tupoksi PPID Dukung Keterbukaan Informasi Publik Andika Lay Borneo Tribune, Pontianak Biro Humas dan Protokol (Humpro) Setda Kalbar menggelar acara sosialisasi Tugas Pokok dan Fungsi Pejabat Pengelolaan Informasi dan Dokumentasi (Tupoksi PPID) dalam rangka pelayanan informasi yang tepat sasaran, transparan dan bertanggung jawab, untuk mendukung terlaksananya keterbukaan informasi publik yang efektif dan efisien di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalbar, Selasa (9/4), di Meeting Room Hotel Kini. Karo Humas dan Protokol Setda Kalbar, Johannes Numsuan Madsum mengatakan, dasar pelaksanaan sosialisasi ini adalah UU No 14/2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, PP No 6/2010 tentang pelaksanaan UU No 14/2008 tentang keterbukaan Informasi Publik. Keputusan Gubernur No 421/ Humpro/2011 tentang Penunjukan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi pada Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). “Tuntutan reformasi telah membawa perubahan mendasar dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Tuntutan reformasi tentang keterbukaan informasi publik untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik dan bertanggung jawab (good governance) dengan penerapan prinsip-prinsip akuntabilitas, transparansi, dan supremasi hukum serta me-

CMYK

PAUD Meningkatkan IPM

4

Karo Humas dan Protokol Setda Kalbar Drs. Johannes Numsuan Madsum. FOTO Andika Lay/Borneo Tribune. libatkan partisipasi masyarakat dalam setiap proses kebijakan publik,” kata Johannes Numsuan Madsum, Senin (8/4), saat ditemui di ruang kerjanya. Dikatakannya, salah satu unsur implementasi good governance yang harus terpenuhi dalam suatu pemerintahan adalah keterbukaan informasi publik. Dalam rangka pelayanan informasi yang akurat, lengkap, tidak menyesatkan, maka seluruh SKPD di lingkungan Pemprov Kalbar perlu melakukan pengelolaan informasi secara baik, konsisten, dan bertanggung jawab. ���Penerapan prinsip-prinsip good governance sangat tergantung persiapan seluruh unsur SKPD dalam mengelola informasi dan dokumentasi bagi masyarakat,” jelasnya. Dalam proses keterlibatan masyarakat, menurutnya perlu diakomodasi dengan cara mempermudah jaminan akses informasi publik berdasarkan pedoman pengelolaan informasi dan dokumentasi publik.

“Saya harap, pengelolaan informasi dan dokumentasi publik tidak sampai mengganggu pronsip kehatihatian dalam menjaga kelangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara untuk kepentingan yang lebih luas,” harap Numsuan. Dijelaskannya, sebagai upaya menyamakan persepsi dalam menciptakan dan menjamin kelancaran dalam pelayanan informasi publik, maka disusun pedoman pengelolaan informasi dan dokumentasi di lingkungan Pemprov Kalbar. “Ini yang menjadi dasar terbentuknya Keputusan Gubernur No 421/2011 tentang Penunjukan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi pada SKPD untuk mendukung kelancaran tugas-tugas pejabat PPID,” ujarnya. Kegiatan ini dilaksanakan agar setiap SKPD selaku PPID pembantu mampu membedakan pengklasifikasian informasi, yakni informasi yang bersifat publik dan informasi yang bersifat dikecualikan. o


Mempawah-Kubu Raya Borneo Tribune

Selasa, 9 April 2013

5

Muda: Bertekat Hilangkan Generasi Raskin Bupati Ingatkan Siswa Menghadapi UN Johan Wahyudi Borneo Tribune, Mempawah Menghadapi Ujian Nasional (UN) Tahun 2013, bagi siswa SD, SMP dan SMA yang tidak lama lagi akan dilaksanakan. Bupati Pontianak, Ria Norsan, mengingatkan para orang tua agar memperhatikan proses belajar mengajak anaknya, dengan memberikan motivasi untuk lebih banyak di rumah. “Kita minta para orang tua jangan membuat anak mereka jadi stres menjelang UN. Berikanlah dukungan, dorongan dan semangat serta perhatian penuh agar anak bisa tenang menghadapi UN,” katanya. Menurutnya, pengawasan orang tua terhadap anak perlu di lakukan di pekan menjelang anak-anak menghadapi UN. Jika bisa sementara waktu, anak-anak jangan di beri ijin keluyuran tanpa ada tujuan jelas. Serta siswa diminta fokus belajar pada mata pelajaran yang diujiankan di UN. “Dengan waktu tak lama lagi ini, saya menyarankan agar siswa memanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk belajar bagi seluruh pelajar yang akan mengikuti UN, baik tingkat SD, SLTA maupun SLTP. Juga, para orang tua agar bisa mengawasi anaknya, sehingga tidak melakukan hal-hal tidak berguna yang bisa menganggu pelaksanana UN,” himbaunya. o

Jelang UN Sat Pol PP Razia Warnet Achmad Munandar Borneo Tribune, Kubu Raya Enam hari menjelang pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tingkat SMA/MA dan SMK, Satuan Polisi Pamongpraja Kabupaten Kubu Raya melakukan razia di sejumlah warnet di Sungai Raya Dalam dan Adisucipto. Dari razia yang dilakukan di 13 warnet anggota Sat Pol PP berhasil mengamankan sepuluh pelajar yang kedapatan sedang bermain game online lewat dari pukul 21.00 wib. “Dari sepuluh pelajar itu, lima diantaranya anak SMA, dua pelajar SMP, dan tiga pelajar SD,” kata Kasat Satpol PP Kubu Raya, Andy, ketika di temui di ruangannya, Selasa (9/4). Dia menjelaskan berdasarkan Peraturan bupati (Perbup) Nomor 17 tahun 2011 sudah jelas dan sangat tegas menyatakan bahwa anak dilarang berada di warnet pada jam sekolah dan lebih dari pukul 21.00 terkecuali pada hari libur. Menjelang pelaksanaan UN, lanjut dia pihaknya akan rutin menertibkan warnet yang dengan sengaja membiarkan anak atau pelajar berada di warnet melewati batas waktu yang telah ditentukan. “Penertiban ini kami lakukan bersama instansi terkait yang tujuannya adalah untuk mempersempit ruang pelajar untuk melakukan halhal yang tidak bermanfaat,” ucapnya. Dia meminta kepada pemilik warnet agar dapat bersikap tegas terhadap pelajar yang bermain warnet hingga larut malam. “Pemilik warnet jangan hanya memikirkan keuntungan saja, sementara aturan yang sudah kita sosialisasikan tidak dipatuhi,” ujarnya. Ia juga menyebutkan, pihaknya sudah memberikan informasi kepada pemilik warnet terkait Perbup batas waktu anak bermain di warnet. Dan jika peringatan tidak diindahkan, dia menegaskan warnet yang dengan sengaja membiarkan akan ditindak tegas, yakni ditutup. Dia pun mengimbau kepada masyarakat untuk dapat membantu tugas Sat Pol PP, dengan memberikan informasi jika menemukan pelajar berada di warnet melewati batas waktu dan warnet yang dengan sengaja membiarkan pelajar. “Perlu kesadaran bersama, baik pelajarnya, pemilik warnet, maupun masyarakat. Yang jelas kita akan melakukan razia rutin menjelang UN ini,” tuturnya. Selain itu, dari 13 warnet yang ditertibkan, dia menambahkan pihaknya menemukan dua warnet yang beraktivitas tanpa memiliki izin. o

Achmad Munandar Borneo Tribune, Kubu Raya Pemerintah Kabupaten Kubu Raya terus fokus memperkuat sektor pangan guna mendukung program pemerintah dalam mewujudkan percepatan ekonomi Indonesia. “Sudah, sejak awal terbentuk Kubu Raya memang telah mengarah kepada hal tersebut. Melalui program Rice Estate yang telah berjalan dan Food Estate yang sedang dikembangkan saat ini diharapkan dapat mensuport beberapa program kita,” kata Bupati Kabupaten Kubu Raya, Muda Mahendrawan, Selasa (9/4). Ia pun menjelaskan, saat ini Pemkab Kubu Raya telah memberikan ruang dan memfasilitasi masyarakat untuk membuka areal pertanian. Dan Dinas Pertanian dan Peternakan Kubu Raya telah memberikan bimbing-

an, bantuan bibit dan sistem pemasaran kepada masyarakat petani, tinggal bagaimana masyarakat menjalankan program pertanian tersebut. ”Dalam hal ini kita tentu masih berkewajiban untuk mengawasi dan membimbing para petani agar bisa meksimal dalam menggarap lahan. Dengan demikian, tujuan Pemkab Kubu Raya untuk menciptakan kemandirian dan ketahanan pangan diharapkan bisa terwujud,” ujarnya. Hal itu sesuai dengan tujuan peemrintah Kubu Raya untuk memfasilitasi masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraan dan mengdapatkan kehidupan yang layak. Selain itu, Muda juga mengatakan, bahwa saat ini Pemerintah kabupaten Kubu raya memiliki tekat yang sangat kuat untuk menghilangkan beras raskin di Kubu

Raya. “ Kenapa kita saat ini bertekat untuk menghilangkan raskin di kubu raya. Itu karena kita tidak mau masyarakat Kubu Raya dianggap miskin dan wajib memakan beras miskin dari pemerintah. Sementara lahan persawahan di kubu raya sangat luas untuk di kelolah dan masyarakatnya masih menggunakan raskin,”katanya. Ia pun menegaskan, untuk kedepanya generasi masyarakat yang akan datang tidak lagi mengkonsumsi beras raskin dari pemerintah. Karena Pemkab Kubu Raya akan membuat Berasdaya (Beras Pemberdayaan Kubu Raya) . “Kubu Raya saat ini dapat menghasilkan beras yang sangat banyak. Dimana setiap desa dan kecamatan memiliki potensi pangan yang sangat besar. Jadi dengan adanya berasdaya kedepannya maka generasi masyarakat kubu raya yang akan datang tidak lagi makan

beras raskin sementara penghasilan beras di kubu rayasa sangat besar,”katanya. Tidak dipungkiri juga, lanjut Muda mengatakan, bahwa Raskin saat dibutuhkan oleh seluruh lapisan masyarakat kubu raya. Namun keberadaan raskin ini juga dapat menimbulkan kecemburuan social dalam pembagian raskin tersebut. “Kenapa saya katakan Raskin ini bisa jadi kecemburuan social antar masyarakat. Karena saya nilai saat ini dalam pembagian raskin tidak tepat sasarannya. Raskin sama dengan beras untuk orang miskin sementara fakta yang kita lihat saat ini kebanyak raskin bisa didapat bagi orang-orang yang tergolong mampu, sementara orangorang tidak mampu bisa tidak kebagian raskin,” terangnya. Untuk itu, dengan adanya Berasdaya yang akan da-

tang, Pemkab Kubu raya berjanji akan mendata masyarakat-masyarakat kubu raya yang tergolong tidak mampu. Hal itu dilakukan agar pembagian berasdaya yang saat ini sedang diprogramkan dapat tepat sasaranya. “Jadi yang akan dapat merasakan bersdaya itu hanya masyrakat kubu raya yang tergolong tidak mampu. Sementara yang mampu tidak kita berikan seperti fakta raskin saat ini,”ujarnya. Muda mengatakan, saat ini total seluruh desa di wilayah kabupaten Kubu Raya itu ada, 117 desa. Dari 117 desa itu sekitar 60 persen menghasilkan beras. “Ya dari 117 itu 60 persen desa yang dapat menghasilkan beras. Jadi kenapa tidak kita manfaatkan hal tersebut untuk membantu masyarakat tidak mampu denan beras daerah kita yang ada,” tuturnya. o

Dewan Pindah Parpol Wajib Berhenti Johan Wahyudi Borneo Tribune, Mempawah Ketua DPRD Kabupaten Pontianak, Rahmad Satria, menegaskan sesuai Peraturan KPU Nomor 07 Tahun 2013, menyatakan anggota DPR, DPRD provinsi dan DPRD kabupaten/kota yang dicalonkan oleh partai politik yang berbeda dari partai sebelumnya, diwajibkan berhenti sebagai anggota dewan jika ingin maju melalui partai yang lain tersebut. “Selain itu, anggota dewan

itu juga harus melampirkan surat keputusan pengunduran diri dari partai yang lama dan surat itu berasal dari pimpinan partai politik asal. Begitu juga dari Ketua DPRD setempat,” kata Rahmad Satria, ditemui diruang kerjanya, Senin (8/4), kemarin, usai sidang Paripurna LKPJ Bupati Pontianak Tahun Anggaran 2012. Lanjutnya lagi, jika anggota dewan pindah Parpol, maka wajib selain melampirkan surat keputusan pengunduran diri dari ketua dan sekretaris partai

FOTO: Johan W / Borneo Tribune

Rahmad Satria

bersama Ketua DPRD Kabupaten Pontianak, juga harus menyertai surat keputusan dari gubernur sebagai bukti ia telah mengundurkan diri dari partai yang lama. “Surat keputusan dari gubernur mutlak diperlukan untuk proses bakal calon legislatif anggota dewan tersebut di partai yang baru. Dan surat keputusan itu sangat diperlukan untuk proses verifikasi yang akan dilakukan KPU sebelum masuk kedalam Daftar Calon Sementara,” katanya. Karena menurut Ketua

DPD Partai Golkar Kabupaten Pontianak ini, mengatakan di dalam formulir BB-5 sebagai syarat pencalonan di DPRD, jika tidak melampirkan surat keputusan tersebut, maka tidak memenuhi persyaratan sebagai bakal calon anggota legislatif. “Untuk itu, anggota DPRD yang berasal dari partai yang tidak lulus sebagai peserta Pemilu 2014, tentunya harus memperhatikan peraturan itu jika ingin mencalonkan diri lagi dari partai yang lain,” tegasnya. o

2 Mei Gedung Disdikpora Diresmikan

Dunia Pendidikan Harus Semakin Maju Johan Wahyudi Borneo Tribune, Mempawah Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Pontianak, merencanakan peresmian penempatan gedung baru senilai milyaran rupiah akan dilaksanakan pada 2 Mei, yang bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional. Gedung yang berdiri megah di Jalan Raden Kusno Mempawah, tepatnya didepan Dinas Pertanian, Peternakan, Perkebunan dan Kehutanan (P3K) Kabupaten Pontianak, terlihat dalam tahap finising penyelesaian, sehingga target presmian yang bertepatan pada Hari Pendidikan Nasional dipastikan akan tercapai. “Insyah Allah, pada bertepatan Hari Pendidikan. Peresmian pemakaian gedung baru Disdikpora akan dilaksanakan. Karena pembangunan sudah hampir selesai,” kata Kepala Disdikpora Kabupaten Pontianak, Zulkifli Salim. Lanjutnya, dibangunnya gedung baru Disdikpora ini,

Gedung Disdikpora Gedung Disdikpora Kabupaten Pontianak yang masih dalam tahap pembangunan. Foto : Johan Wahyudi/Borneo Tribune

sebagai bentuk bergeloranya semangat pendidikan di Kabupaten Pontianak dalam menciptakan kader-kader dan SDM yang berkualitas. “Untuk itu, seluruh insan pendidikan saya undang untuk menghadiri presmian gedung baru ini. Dan saya juga memotivasi para staf saya untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, terutama dalam memajukan dunia pendidikan Kabupaten Pontianak,” katanya. Sedangkan Ketua DPRD Kabupaten Pontianak, Rahmad Satria, mengatakan segala bentuk demi kemajuan dunia pendidikan dirinya sangat mendukung. Karena pendidikan merupakan i point utama dalam kemajuan suatu daerah, bangsa dan negara. “Dunia pendidikan di Kabupaten Pontianak sudah mengalami kemajuan sangat pesat. Semua harus didukung semua pihak. Maka dengan dibangun gedung baru Disdikpora diharapkan dunia pendidikan kita terus meningkat dan berkembang,” katanya. o


Bengkayang Borneo Tribune

Selasa, 9 April 2013

6

Jelang UN

12 Pelajar Terjaring Razia Pol PP Rudi Borneo Tribune, Singkawang Jelang pelaksanaan Ujian Nasional (UN) yang dirasakan hanya tinggal beberapa hari lagi ini, Sat Pol PP menggelar razia di tempat yang sering dijadikan para pelajar sebagai tempat bermain/ nongkrong pada saat jam pelajaran masih berlangsung, Selasa (9/4). Alhasil, dalam razia yang dipusatkan pada sejumlah fasilitas umum seperti warung kopi (warkop), warnet, tempat biliard dan di taman kota itu, sedikitnya ada sebanyak 12 pelajar, yang diantaranya 1 pelajar SMK dan 11 pelajar SMP yang masih berpakaian seragam kepergok Sat Pol PP pada saat razia berlangsung. Ketika Sat Pol PP mendatangi sebuah Warkop yang berada di belakang Hotel Mahkota, Jalan P. Diponegoro, tampak dua orang siswi yang masih mengenakan seragam lengkap sempat melarikan diri. Namun, usaha pencarian

yang dilakukan Sat Pol PP tak membuahkan hasil, pasalnya ke dua siswi tersebut berhasil kabur dan secara tiba-tiba menghilang. “Kami sudah pulang Buk. Tapi kami tidak langsung pulang ke rumah,” ujar salah satu pelajar SMP saat diberi peringatan oleh Sat Pol PP di salah satu Warkop Jl. P. Diponegoro. Sementara pelajar lainnya yang mengaku berasal dari SMK, tak bisa berkata banyak, pasalnya dia kepergok Sat Pol PP, pada saat dirinya berada di meja biliard belakang Hotel Mahkota. “Nama kamu sudah kami catat. Ingat…kalau masih kamu ulangi lagi, kami tak segan-segan membawamu ke Markas Sat Pol PP, “ ancam anggota Sat Pol PP pada pelajar SMK tersebut. Kepala Sat Pol PP Kota Singkawang, Karyadi menyebutkan, kalau razia yang dilakukan adalah merupakan kegiatan rutin yang dilakukan Pol PP didalam memberikan pembinaan khususnya kepada anak-anak sekolah,

terlebih-lebih lagi menjelang pelaksanaan UN yang sudah dirasakan semakin dekat. “Maka dari itu, Pemkot Singkawang sangat-sangat mendukung menciptakan lingkungan yang baik, dalam rangka mempersiapkan kualitas keberhasilan anakanak dalam menghadapi UN nanti,” ujarnya. Disamping itu, Karyadi juga mengimbau kepada orang tua khususnya, diharapkan bisa menunjukkan sikap yang sensitive bila mana anaknya terlambat pulang, pulang malam, maupun pada saat anaknya dijemput oleh seseorang namun tidak sampai ke sekolah. Namun, hal tersebut tentunya harus didukung pihak sekolah yang bersangkutan. Diharapkan, pihak sekolah harus bisa melakukan home visit jika menemukan kejanggalan-kejanggalan ataupun perubahan dari siswasiswinya. Di tempat terpisah, anggota DPRD Singkawang, Sumberanto Tjitra, menyarankan agar Pemkot berke-

wajiban mendorong setiap warganya untuk melakukan yang terbaik sesuai dengan jalurnya. Apalagi, kata Sumberanto, hal ini berkaitan dengan masa depan anakanak yang masih dalam proses belajar. Pemkot melalui Sat Pol PP, pintanya, perlu mengambil tindakan pencegahan terhadap anak-anak yang suka keluyuran. Menurut Sumberanto, razia bertujuan sebagai perhatian Pemerintah Kota, yang ingin mendorong agar anak-anak bisa konsentrasi dalam mempersiapkan diri menjelang UN. Sehingga, diharapkan semua anak-anak berhasil dalam mengikuti ujian. “Disamping itu, saya juga berharap, para orang tua harus memperhatikan gerak gerik anak-anaknya. Anakanak harus ditanamkan kesadarannya, khususnya kepada anak yang suka keluyuran,” pinta Sumberanto mengingatkan. Jangan sampai, katanya, orang tua tidak tahu kemana anak-anaknya pergi, sementara ujian sudah semakin

Pemkot Gelar Rapat Validasi Data PPLS Jamkesmas Rudi Borneo Tribune, Singkawang Buruknya sistem data untuk warga pemegang kartu Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) dan data penerima Raskin di Kota Singkawang belakangan ini tentunya sangat menuai masalah. Untuk itu, Pemerintah Kota, mengelar rapat validasi data PPLS Jamkesmas, bertempat di Balairung Pemkot Singkawang, Selasa (9/4). Karena masih mengacu pada PPLS 2011 dari BPS (Badan Pusat Statistik), yang melihat perkembangan perekonomian masyarakat di Kota Singkawang, merupakan salah satu faktor amburadulnya data penerima Jamkesmas, juga data penerima Raskin di Kota Singkawang. Rapat validasi data PPLS itu dimoderatori langsung oleh Sekda Kota Singkawang, Syech Bandar. Dalam kesempatan itu, Bandar menyatakan, warga di kota ini ngotot, lantaran tidak menerima Jamkesmas, hal ini ada dasarnya. Yakni, Jamkesmas sendiri sangat luas manfaat dan kegunannya dari Jamkesda. Jamkesmas sendiri berlaku secara nasional, dan lebih luas jangkauanya, ketimbang Jamkesda yang hanya berlaku pada daerah Pemerintahan setempat, atau berlaku ke daerahan saja, alias lokal. Namun pada intinya, kata Bandar, penerima

Salah satu pelajar yang kepergok pada razia Sat Pol PP di tempat biliard belakang Hotel Mahkota, Selasa (9/4). Foto: Rudi / Borneo Tribune

dekat. “Nanti kalau tidak lulus baru menyesal,” pungkasnya. Maka dari itu, Sumberanto meminta, antara Pemerin-

Bandar, kepada warga yang tidak mendapatkan Jamkesmas nantinya dianjurkan untuk mengunakan jamkesmas. Sementara, nantinya kepada warga yang dinyatakan sudah meninggal, sudah kaya, dan mutasi ke daerah lain, nantinya kartu Jamkesmas mereka akan ditarik. “Kartu Jamkesmas yang ditarik itu, nantinya akan diberikan atau diganti oleh warga lainnya, dimana dinyatakan benar-benar layak dan berhak mendapatkan jaminan kesehatan tersebut,” jelas Bandar. Untuk mendapatkan data itu, tambah Bandar, nantinya dinas terkait bisa bekerjasama dengan ketua RT setempat, di masing-masing Kelurahan. Karena, menurut Bandar, para ketua RT

inilah yang mengetahui secara benar warganya. Sementara hasil pendataan PPLS 2011, peserta Jamkesmas sekarang ini adalah 41.223 jiwa, dan Depkes menambah kuota 8.453. untuk Jumlah total penerima Jamkesmas 49.676 jiwa, dan jumlah total penerima Jamkesmas yang hilang mencapai 14.223 jiwa, dan sampai saat ini sebanyak 552 orang masyarakat yang mengadu. Pencabutan kartu Jamkesmas dari warga yang sudah meninggal, kaya, dan sudah mutasi ke daerah lain. Selanjutnya digantikan oleh warga yang benar-benar berhak mendapatkan. Pernyataan itu pun didukung oleh para peserta rapat, hingga rapat validasi PPLS diakhiri. o

baik, tentunya ini akan memberikan kebanggan buat sekolah, orang tua dan kinerja pemerintah pun akan ikut terangkat. o

Keberhasilan Siswa Tanggung Jawab Bersama Rudi Borneo Tribune, Singkawang Keberhasilan pelajar saat menempuh Ujian Nasional (UN) yang tidak lama lagi digelar secara serentak seluruh Indonesia, tentu berharap dukungan dari semua pihak, baik itu Dinas Pendidikan, para guru, dan orang tua siswa. Lulus atau tidak lulusnya siswa, itulah yang akan terjadi nantinya setelah siswa menempuh UN. Baik di tingkat SD, SLTP maupun SLTA sederajat. Keberhasilan, atau kelulusan peserta UN sangat menentukan kualitas dan kuantitas pendidikan di Kota Singkawang. Kepala Dinas Pendidikan Kota Singkawang melalui Kabid Dikdas, Asmadi menyebutkan, untuk meraih keberhasilan siswa pada UN mendatang merupakan tanggungjawab kita bersama. “Meraih keberhasilan pada UN mendatang, merupakan tanggung jawab kita

Pemerintah Kota, mengelar rapat validasi data PPLS Jamkesmas, bertempat di Balairung Pemkot Singkawang, Selasa (9/4)/Foto: Ist

Jamkesmas di kota ini tidak bisa melebihi dari kuota. Karena, data peserta jaminan kesehatan tersebut datangnya dari pemerintah pusat, dimana mereka inilah yang menentukan jumlah tersebut. Tetapi, dari jumlah ini, Bandar minta untuk dicros cek kembali oleh pihak yang berkompeten. Untuk itu, dia meminta kepada pihak terkait ini, agar segera mengecek data itu ke lapangan, agar diketahui dengan benar, warga mana yang berhak mendapatkan Jamkesmas tersebut. “Siapa tahu ‘kan, nanti ada warga yang sudah kaya, meninggal, dan mutasi ke daerah lain, tetapi masih memegang kartu jaminan kesehatan ini,” ujar Bandar. Solusi terakhir, sambung

tah, pihak Sekolah dan orang tua harus bisa membangun/ menciptakan jalinan yang sinergi. Karena, kalau anakanak kita bisa lulus dengan

Asmadi bersama, dan tanggung jawab itu tidak hanya di pundak Dinas Pendidikan saja, tetapi peran orang tua siswa, para guru, dan orang-orang di sekitarnya,” ujar Asmadi. Bentuk dukungan itu, tambahnya, paling tidak semua pihak bisa memberikan motivasi kepada siswa itu sendiri, untuk mempersiapkan diri mereka semaksimal mungkin, agar pada saat pe-

FOTO: Rudi / Borneo Tribune

laksanaan UN nanti para peserta tidak ada yang kebingungan. “Mulai detik ini, diharapkan siswa peserta UN untuk bisa mempersiapkan diri semaksimal mungkin. Jangan sampai bingung, atau tidak bisa mengerjakan soal-soal UN nantinya. Kita berharap peserta UN bisa memberikan yang terbaik untuk kota kita ini,” harap Asmadi. o

PPID Bengkayang Ditargetkan Terbentuk 2013 Mujidi Borneo Tribune, Bengkayang PPID Kabupaten Bengkayang ditargetkan akan berdiri pada tahun 2013 ini. Demikian dikatakan Rini Sulistyorini memberikan penjelasan, Selasa (9/4). “Kita yakin, tahun ini PPID untuk Kabupaten Bengkayang akan terbentuk,” katanya. Untuk persiapan PPID tersebut, saat ini, sejumlah pejabat daerah di empat belas Kabupaten dan Kota se Kalimantan Barat mengi-

kuti kegiatan sosialisasi tugas pokok fungsi dan wewenang PPID dalam pelayanan informasi yang tepat sasaran transparan dan bertanggung jawab. Sosialisasi tersebut diselenggarakan Biro Humas dan Protokol Provinsi Kalimantan Barat di Hotel Kini, Pontianak. ‘Sekarang kami sedang mengikuti sosialisasi PPID tersebut, targetnya PPID harus segera terbentuk di masing- masing daerah,” jelas Rini. Rini menjelaskan, untuk Kabupaten Bengkayang, pi-

hak yang mengikuti adalah Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda Bengkayang, Albinus Alep, Hajijah Nafsa sebagai Kasubag Dokumentasi dan Publikasi, ditambah satu orang staf. Rini menambahkan, materi yang diterima peserta adalah pengertian PPID dan pelayanannya, klasifkasi informasi dan mekanisme pelayanan informasi. “Semua materi tersebut disampaikan satu hari ini, dan semua peserta mengikutinya dengan seksama,” kata Rini lagi. o

Pacu Pendapatan Asli Daerah

Pemkab Bengkayang Rencanakan Penertiban Reklame Mujidi Borneo Tribune, Bengkayang Pemerintah Kabupaten Bengkayang melalui Dinas Pendapatan Daerah, Badan Perizinan dan Pelayanan Terpadu beserta sejumlah SKPD lain seperti Dinas Pekerjaan Umum, Pol PP Kabupaten Bengkayang, Dinas Perhubungan, Kecamatan Bengkayang serta Kecamatan Sungai Raya duduk bersama untuk membahas berbagai permasalahan terkait dengan perizinan dan pendapatan untuk Kabupaten Bengkayang. Dari pertemuan yang dilaksanakan di Dinas Pendapatan, Selasa (9/4) itu terbentuknya tim monitoring untuk perizinan. Monitoring akan dilakukan khusus untuk reklame yang tersebar di Kabupaten Bengkayang. “Selain monitoring, dalam waktu dekat, tim kita ini berencana akan melakukan pe-

nertiban reklame, terutama pada reklame yang dipasang tanpa izin dan tidak membayar pajak,” demikian dikatakan Aleksius,Plt. Kepala Dinas Pendapatan Kabupaten Bengkayang. Aleksius menambahkan, monitoring dan adanya rencana penertiban reklame tersebut tentunya sesuai dengan Peraturan Daerah Kabupaten Bengkayang nomor 03 tahun 2011 tentang reklame. Tentunya aturan tersebut ada untuk menciptakan kertiban di Kabupaten Bengkayang. Aleksius menambahkan, tentunya monitoring dan penertiban reklame tersebut bertujuan untuk menambah pendapatan asli daerah (PAD). Sesuai dengan data yang diperoleh, pada tahun 2012, pendapatan dari reklame ditargetkan lima puluh juta rupiah. “Hasilnya, pendapatan dari reklame tersebut melbih

Pertemuan tim penertiban reklame. Pertemuan diprakarsai Dinas Pendapatan Daerah dengan melibatkan Badan Perizinan dan Pelayanan Terpadu, Kecamatan, Dinas PU, Perhubungan dan Pol PP, Selasa (9/4). Foto Mujidi/Borneo Tribune

target. Angkanya lebih dari delapan puluh sembilan juta,” kata Aleksius. Kepala Badan Perizinan dan Pelayanan Terpadu Kabupaten Bengkayang, Dr. Yan, menjelaskan monitoring dan rencana penertiban tersebut dimaksdukan agar para pemasang reklame sadar untuk mengurus izin pemasangan dan membayar pajak. “Ada diantara reklame tersebut berizin namun tidak membayar pajak ke Dispenda. Untuk menertibkan itu semua, dalam waktu dekat ini kita akan menggelar pertemuan dengan mengundang para pengusaha pengusaha atau pihak pihak yang memasang reklame tersebut,” jelas Yan. Terkait akan dilakukannya monitoring penertiban reklame tersebut, pihak kecamatan baik Bengkayang dan Sungai Raya menyatakan siap mendukung. Salah satu caranya yang telah di-

lakukan adalah dengan memberikan data seberapa banyak reklame yang ada di masing-masing kecamatan. “Untuk Kecamatan Sungai Raya, ada dua puluh tujuh reklame yang terpasang dan memiliki izin. Namun dari dua puluh tujuh reklame itu, hanya ada 12 reklame yang membayar pajak, dan data ini telah kita sampaika ke perizinan dan Dinas Pendapatan Daerah,” jelas Pjs Camat Sungai Raya, Jawani. Dinas Perhubungan dan Satuan Pol PP Kabupaten Bengkayang juga menyatakan siap mendukung pemerintah kabupaten Bengkayang untuk melakukan monitoring dan penertiban reklame yang melanggar aturan. “Untuk pengamanan, kami siap menjadi yang terdepan untuk melakukan eksekusi dilapangan,” kata Murni, perwakilan dari Pol PP Kabupaten Bengkayang. o


Rabu, 10 April 2013

Wabup Lantik 87 Pengurus BPD Kecamatan Jangkang Ratna Sari Borneo Tribune, Sanggau Wakil Bupati Sanggau, Paolus Hadi belum lama ini telah melantik 87 orang Pengurus Badan Pemusyawaratan Desa (BPD) Kecamatan Jangkang Kabupaten Sanggau yang diikuti sekitar 11 BPD dari 11 desa di Aula Kantor Camat Jangkang. Paolus mengatakan, tugas pokok dan tanggung jawab para pengurus BPD yaitu berperan di bidang anggaran (budgeting), pengawasan (controlling) dan terakhir adalah bidang kebijakan (legaling). Para anggota BPD harus bisa dan mampu untuk menjabarkan apa yang menjadi tugas pokok dan tanggung jawabnya. Untuk itu perlu adanya kerjasama dan hubungan yang harmonis antara kepala dan aparaturnya bersama-sama dengan BPD demi kemajuan desa. Selain itu, yang terpenting adalah sinergisitas kebijakan untuk membuat Peraturan Desa (Perdes) dan APBDDes yang merupakan tugas utama yang harus diselesaikan oleh Kepala Desa dan aparatnya beserta BPD Desa. Paolus menghimbau agar masing-masing tugas dijalankan dengan benar dan tepat. Sehingga dapat meningkatkan kesejateraan masyarakat.

Petinju Landak Siap Ikuti Turnamen Bupati Bengkayang Cup Borneo Tribune, Ngabang Pembina Olah Raga Tinju Kabupaten Landak, Jongki, S.Pd,M.Pd, menyatakan kesiapan untuk mengikuti Turnamen Tinju Bupati Bengkayang Cup, akhir April ini. Ke Empat partai yang akan dipertandingkan meliputi kelas 44, 46, 49, dan 50 sudah dipersiapkan, yang diawali dengan pendadaran dalam kejurda tingkat Kabupaten Landak bulan Desember 2012 belum lama ini. “ Masalah peserta atau anak asuh sudah kita dadar Jongki dan sekarang tinggal pemolesan saja, “ ucap Jongki di Ngabang, kepada Borneo Tribune, pekan lalu. Menurutnya, saban tahun dan pada setiap pergelaran tinju, Kabupaten Landak selalu mengikuti ajang olahkanuragan ini. Pihaknya merasa bersyukur dan berkat do’a dari masyarakat Kabupaten Landak, petinju dari Kabupaten Landak selalu mendapat medali, emas perak dan perunggu. Jongki menceritakan, seperti belum lama ini petinju Kabupaten Landak berhasil menduduki peringkat empat dengan perolehan 2 medali emas, 3 medali perak dan 1 medali perunggu. Ia menambahkan kesiapan yang sama pada bulan Mei tahun 2013 ini Kabupaten Landak juga akan mengikuti pekan olah raga tinju Kalimantan Barat. “ Kabupaten Landak akan ikut dan dengan harapan akan meraih medali sebanyak-banyaknya. Kami mohon do’a restu dari masyarakat agar petinju Kabupaten Landak berhasil meraih medali yang banyak, “ harapnya. (Kiriman Ya’ Syahdan)

HO TEL HOTEL

Landak-Sanggau Borneo T Tribune

7

Sosialisasi dan Teknis Pelaksanaan Pengobatan Massal di Jangkang Ratna Sari Borneo Tribune, Sanggau Wakil Bupati Sanggau, Paolus Hadi belum lama ini membuka pertemuan sosialisasi dan teknis pelaksanaan pengobatan missal Penyakit Menular Filariasis tahun pertama di Kecamatan Jangkang. Paolus mengatakan bahwa kesehatan sebagai salah satu pilar penting dalam indeks pembangunan manusia (IPM) dapat diukur melalui indikator-indikator dalam pembangunan kesehatan yang salah satunya adalah

pengendalian penyakit. ”Hingga saat ini masih banyak menemui kendala dalam memberantas penyakit menular yang salah satunya penyakit Filariasis yang belum maksimal hasilnya karena terbentur anggaran,” ujarnya. Paolus menuturkan, penyakit ini dapat menyebabkan kecacatan, stigma, psikososial dan penurunan produktivitas penderita dan lingkungannya jika tidak dilakukan pemberian obat massal pencegahan filariasis. Selain itu juga berkaitan dengan masalah gizi, kebersihan lingkungan, dan

kemiskinan dan menyebabkan kerugian sosial, ekonomi dan kecacatan permanen. Dikarenakan itu pula WHO pada tahun 2000 membuat keputusan dengan mendeklarasikan “The Global Goal Of Elimination Of Lymphatic Filariasis As a Public Helth Problem By The Year 2020”. Sementara itu, berdasarkan hasil pemeriksaan survey darah jari program penanggulangan penyakit Filariasis Kabupaten Sanggau Tahun 2011 diperoleh Mikro Filaria/ MF rate 3,16 dikarenakan hasil MF ratenya lebih besar dari 1,

sehingga Kabupaten Sanggau diarahkan untuk melakukan pengobatan massal dan untuk itu perlu adanya kerjasama lintas sektoral seperti Gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melaui Gerakan 3M (Menutup, Mengubur, Menguras), survet entomologi, pengadaan kelambu berinsektisida, dan adanya aturan local yang mendukung gerakan PSN. Paolus berharap agar semua pihak dapat saling bergandengan tangan, baik pihak swasta termasuk perusahaan-perusahaan beserta aparatur Pemerintahan di

Kecamatan untuk bersamasama bahu-membahu untuk mensukseskan kegiatan pengobatan massal filariasis di Kecamatan Jangkang Kabupaten Sanggau. Sementara itu, dalam laporan yang disampaikan oleh Drg. Roy Naibaho mengatakan bahwa Penyakit menular Filariasis adalah penyakit yang diakibatkan infeksi cacing filarial yang ditularkan melalui gigitan nyamuk dan dapat menyerang baik di perdesaan maupun perkotaan dan dapat menyerang semua golongan tanpa mengenal usia dan jenis kelamin.

Ciptakanlah RSUD Landak yang Berkualitas Borneo Tribune, Ngabang Bupati Kabupaten Landak, Dr. Adrianus Asia Sidot, M.Si, mengajak semua elemen masyarakat untuk menjadikan RSUD Landak sebagai rumah berkualitas dan bermutu. “ Mulai tahun 2013 dan seterusnya, RSUD Landak diharapkan bisa sejajar dengan RSUD lain yang ada di Kalbar ini,” harapnya. Hal itu disampaikan Bupati saat presentasi peralatan kesehatan RSUD Landak oleh PT. General Elektrik di aula kecil Kantor Bupati Landak, belum lama berselang. Bupati Adrianus mengajak, untuk mewujudkan supaya RSUD Landak bisa sejajar dengan RSUD lain di Kalbar, agar seluruh komponen, terutama masyarakat untuk membantu Pemkab Landak dalam rangka mewujudkan hal tersebut. “Apalagi masyarakat punya peran besar dalam kinerja dan keberadaan RSUD Landak ini. Pemerintah punya kemampuan yang terbatas. Dalam kemampuan yang terbatas ini, kita berusaha untuk melakukan yang terbaik, “ janjinya. Bupati juga mengakui bahwa RSUD Landak memang belum mampu untuk membeli peralatan medis yang canggih dengan cara chash (kontan). Oleh karena itu

RSUD Landak yang baru melalui presentasi tersebut, ia meminta supaya bisa dicarikan formula-formula yang bisa membantu

Pemkab Landak dalam hal pengadaan peralatan medis yang canggih. “Namun saya akan tetap

komitmen, walaupun harganya mahal, tapi kalau peralatan medis yang canggih ini memang diperlukan di RSUD

Landak, bagaimana caranya kita bisa membayar peralatan medis tersebut,” katanya. (Kiriman Ya’ Syahdan)

Pemilih Pemula Dapat Porsi Besar Dalam Pemilu Sanggau

PDIP Terus Lakukan Sosialisasi Ratna Sari Borneo Tribune, Sanggau Mengoptimalkan pemilih pemula dalam pemilu di Kabupaten Sanggau sangat penting. Lantaran jumlah pemilih pemula dalam Pilkada Bupati dan Wakil Bupati Sanggau 2013 dan Pileg 2014 mendapat porsi yang besar.

Hal itu pun tidak dipungkiri oleh partai politik. Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kabupaten Sanggau, Jumadi mengatakan bahwa pihaknya sejauh ini terus melakukan sosialisasi ke lapangan untuk bersosialisasi kepada pemilih pemula. Namun, Jumadi pun

tidak menyebutkan berapa target persentasenya. Pihaknya pun akan tetap berupaya maksimal ke depannya. ”Pemilih pemula memang harus diperhitungkan juga dalam mendongkrak suara pada pemilu, baik Pilkada Bupati dan Wakil Bupati Sanggau maupun Pileg. Karenanya kita terus sosialisasi agar perolehan suara bisa

meningkat,” ungkapnya. Jumadi menuturkan, beberapa upaya yang dilakukan untuk mendapat simpati pemilih pemula yakni dengan melakukan kegiatan yang sifatnya sosialisasi, penyuluhan maupun dengan kegiatan bermanfaat lainnya bagi pemilih pemula. Dengan cara tersebut pemilih pemula diperkenalkan pengetahuan

tentang partai. ”Ya, kalau target kita tidak bisa patok berapa persen. Ini artinya, kami harus berupaya maksimal agar pengetahuan tentang partai kami harus tersampaikan dengan baik dan mereka bersimpatik. Ini kan soal cara, bagaimana mereka bisa menjadi simpatisan partai dalam jumlah yang maksimal,” pungkasnya.

Gotong Royong Mewujudkan Gedung Madin Sidas Borneo Tribune, Ngabang Bahasa gotong royong dalam kamus kehidupan masyarakat hampir hilang akibat kesibukan pribadi dan tuntutan ekonomi yang mengarah kepada paham individu. Tapi bagi masyarakat dusun Sidas gotong royong telah membuatnya mampu membangun gedung sekolah madrasah ibtidaiyah hingga penggunaannya diresmikan oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Landak belum lama ini. Tokoh masyarakat desa Sidas Haji Sulaiman mengisahkan perjuangannya bersama masyarakat dengan rencana awal pembangunan gedung madrasah secara swadaya yaitu mengumpulkan tongkat kayu belian dari warga. Namun itu belum

mampu untuk mewujudkan impian membangun gedung Madrasah Ibtidaiyah (Madin) tersebut. Berkat semangat dan dorongan moril dari masyarakat, Pak Haji Sulaiman mencari donatur di Ngabang dan di Pontianak. “ Dimana akhirnya setelah adanya bantuan dari para donatur pembangunan Madin tersebut dapat berdiri dengan megah, “ kisahnya. Kini Madin dengan santri berserta para ustadznya dapat melakukan proses belajar mengajar, yang dimulai pada tahun 2013 ini. Ternyata gotong royong yang masih melekat di kehidupan mereka membuat mereka dapat mewujudkan pembangunan Madin, yang sekarang telah berdiri dengan megah.. (Kiriman Ya’ Syahdan)

Madin Sidas


Sekadau Borneo Tribune

Selasa, 9 April 2013

8

Polres Sekadau Bangun Gudang Tahti Bagus Kosminto Borneo Tribune, Sekadau Polisi Resort Sekadau tengah melakukan berbagai upaya pembenahan fasilitas di lingkungan Mapolres Sekadau maupun di wilayah hukumnya secara berkelanjutan. Pembenahan tersebut berupa peningkatan fasilitas dan sarana prasarana kerja. Dibawah komando Kapolres Sekadau AKBP Andreas Widihandoko, SH upaya pembenahan terlihat sangat menonjol, khususnya di Mapolres Sekadau. Tidak lama lagi, Polres yang bermarkas di Jalan Sekadau-Sintang, Jalan Merdeka Timur itu akan segera memiliki sarana gudang Tahanan dan Barang Bukti (Tahti). Peletakan batu pertama pembangunan gudang Tahti itu dilakukan langsung Kapolres Sekadau, Jumat pagi (5/4). Kegiatan itu juga dihadiri Waka Polres, Kompol Yohanes Suhardi, Kabag Ops, Kompol Hujra Soumena, Kabag Sumda, AKP Wahyu, pemenang tender, Zulkarnein, serta pelaksana pekerjaan, Miokang. “Gudang ini berguna untuk mengamankan semua barang bukti supaya betulbetul aman,” kata AKBP A.

Widihandoko, SH diselasela melakukan peletakan batu pertama pembangunan gudang tersebut. Kapolres menegaskan, keberadaan gudang Tahti sangat dibutuhkan di Polres Sekadau. sebab, gudang tersebut nantinya akan membuat barang bukti yang menjadi sitaan Polres Sekadau lebih terjaga keamanannya. “Kita berharap gudang ini bisa memberikan jaminan kepastian hukum bahwa barang bukti ini valid. Dan bisa memberikan jaminan kepada masyarakat bahwa barang yang disita betulbetul aman, dan tidak rusak,” jelas Kapolres. Bapak ramah ini mengatakan, sumber dana pembangunan Tahti itu dari anggaran Polri RI Tahun ini. Untuk itu, Kapolres beraharap pihak-pihak yang terlibat dalam kepanitiaan pembangunan gudang itu bisa bekerjasama dan berkomunikasi dengan pemenang tender supaya pembangunan gudang ini bisa berjalan dengan baik, tepat waktu dan sesuai dengan spesifikasi yang ada dalam nota kontrak. “Kepada rekan-rekan anggota Polres dapat mendukung pembangunan gudang ini. Semoga bermanfaat bagi kita semua dan dapat ridho dari Allah SWT,” tandasnya. o

Peletakan Batu pertama pembangunan Gudang Tahti di Komplek Mapolres Sekadau. FOTO Istimewa

KPU Buka Pendaftaran Bacaleg 2014

PERKETAT PENGAMANAN. Rapat Koordinasi sekaligus Penandatangan MoU (Memorandum of Understanding) dengan Perwakilan Perusahaan BUMN dan Perusahaan Perkebunan di wilayah hukum Polres Sekadau, Kamis (4/4) pekan lalu. FOTO Istimewa

Bagus Kosminto Borneo Tribune, Sekadau

INFO BANK BNI 46 Pontianak, Jl. Tanjung Pura No. 1 Telp. (0561) 736211, 732016, 732630, 732026 (0561) 736392 Capem Univ. Tanjungpura. Jl. Daya Nasional Telp. (0561) 736046 (0561) 764012 Capem Pasar Siantan, Jl. Khatulistiwa No. 81-83 Siantan Telp. (0561) 881419 (0561) 883263

BCA KCU PONTIANAK, Jln. A. Yani No. 1 Ptk, 0561-736305 (hunting) KCP Imam Bonjol, Jln. Imam Bonjol No. 457 Ptk, 0561-737984, 734524 KCP Rahadi Usman, Jln. Rahadi Usman No. 4 Ptk, 0561-733482, 740814-15 KCP Sei Pinyuh, Jln. Raya Terminal 05-06, Sei Pinyuh KCP Sultan Muhammad, Jln. Sultan Muhammad 136, Ptk, 0561-738051

BANK KALBAR CABANG UTAMA PONTIANAK Jl. Rahadi Osman No. 10 Pontianak 78117, Telp. (0561) 732148, 736723 Fax. (0561) 745149, Telex. 29174, 29129 CABANG SYARIAH Jl. A. Yani Pontianak, Komp. Perkantoran & Town House No. 5-6 (depan A. Yani Mega Mall) Telp. (0561) 733033, 7061800, Fax. (0561) 732599

BANK BRI Kantor Cabang Barito, Jalan Barito, Telp. (0561) 734009, Fax. (0561) 733019 Komplek Pertokoan Pasar Flamboyan Jalan Gajah Mada Blok C. 14 Ptk

BANK DANAMON Jl. Tanjung Pura No. 102, Ptk Telp. (0561) 737107 (H), 730898, Fax : (0561) 736264, 765595 Jl. St. Muhammad No. 173, Ptk Telp. (0561) 731156, Fax : (0561) 734462 Jl. KH. Wahid Hasyim No.24-26, Telp.: 0561-768599/765411, Fax : 0561-768599/765411

BANK MANDIRI SYARIAH PONTIANAK, Jl. Diponegoro No. 95, Telp. (0561) 745004, Fax. Ketapang, Jl. MT. Haryono No. 111-112 Ketapang, Telp. (0534) 34600 Fax. (0534) 34395 Kantor Kas Politeknik, Kampus Politeknik Negeri Jl. A. Yani No. 52, Telp. (0561) 583850 Kantor Layanan Syariah Bank Mandiri Pontianak-Sidas, Jl. Sidas No. 2, Pontianak, Telp. : (0561)7069797, Fax. : (0561) 763082

BANK BUKOPIN Cabang Jl. Ir. H. Juanda No. 55-56 Pontianak 78117 (0561) 745025 (Hunting) (0561) 734253 Cabang Pontianak Kal-Bar, Jl. Adi Sucipto Km. 7,5 (Gedung Kopkar Mekar PLN Wil Kal - Bar) Kabupaten Pontianak, Telp. 0561 722598, 0561 - 723158, Kantor Kas Adisucipto Jl. Sultan Muhammad No. 48, Pontianak 78117 , (0561) 730001/ 730077, (0561) 730132, Capem Sultan Muhammad

BANK BTN CABANG PONTIANAK, Jl. Imam Bonjol No. 29 Pontianak 78123, Pontianak, Telepon: (0561) 740163 Fax: (0561) 740168 CABANG PEMBANTU JERUJU, Jl. Kom. Yos Sudarso No. 10, Jeruju Pontianak 78122, Telepon: (0561) 770567 Fax: (0561) 770567 KAS LAYANAN POS ONLINE PONTIANAK, Jl. St. A. Rahman No.49, 78116, Pontianak, Telepon: 0561-730641, 0561-730642, 0561730644 Fax: 0561-762146

BANK PERMATA Juanda KC, Jl. IR. H. Juanda No. 49-50 BB, Pontianak (781177), 0561-738323, 0561 -736411 Gajah Mada KCP, Jl. Gajah Mada no 69 C, Pontianak (78121), 0561747371, Tanjung Pura KCP, Jl. Tanjung Pura No. 370, Pontianak (78122), 0561764926

BANK BII KC Pontianak Jl. Tanjungpura No.20 (Pontianak) Telp. (0561) 39220

BANK MANDIRI

BANK BHI

Jl. I Gusti Ngurah Rai No. 2 , Humaera B (0561) 734247, 734147 Jl. Achmad Yani No. 3 - 3 A, (0561) 765010, 767993 Jl. Tanjungpura No. 110, (0561) 734464, 734752 Jl. Sidas No. 2 (0561) 734670, 747495, 733672

BANK MEGA

Cabang PONTIANAK, Jl. Imam Bonjol No.567 , Telp. (0561)-762838; Fax. (0561) -76290

KC PONTIANAK, Jl. H. Agus Salim No. 10 - 12, Telp. (0561) 739822, (0561) 749078

Hindari Tindak Kriminal, Polres Perketat Pengamanan Bagus Kosminto Borneo Tribune, Sekadau Polisi Resort Sekadau melakukan rapat koordinasi sekaligus penandatangan MoU (Memorandum of Understanding) dengan perwakilan perusahaan BUMN dan perusahaan perkebunan di wilayah hukum Polres Sekadau, Kamis (4/4) pekan lalu. Penandatangan MoU itu merupakan wujud langkah Polres sekadau dalam rangka meminimalisir dan mengantisipasi agar tindak kejahatan terhadap objek vital fasilitas Negara dan pihak swasta di wilayah hukum Sekadau. Kasus kejahatan berupa perampokan, akhir-akhir ini kerap menimpa objek vital BUMN dan swasta, seperti kantor bank Pemerintah, kantor pegadaian, toko perhiasan dan lainnya. Tujuannya aksi kejahatan tersebut bermacam-macam, mulai untuk kepentingan kriminal murni, hingga diduga untuk pendanaan aksi terorisme. Pendandatangan MoU yang diikuti 32 perwakilan pihak perusahaan itu dilakukan langsung Kapolres Sekadau, AKBP Andreas Widihandoko SH. Hadir dalam kegiatan tersebut, Waka Polres Sekadau, Kompol Yohanes Suhardi, Kabag Ops, Kompol Hujra Soumena, serta sejumlah pejabat utama Polres Sekadau lainnya. Kapolres Sekadau, AKBP Andreas Widihandoko, berhadap Rakor dengan pihak perusahaan dapat mewujudkan kerjasama yang baik antara Polres Sekadau dengan pihak perusahaan dan lembaga BUMN dalam

rangka mengamankan objek vital. “Sehingga diharapkan kedepannya asset-aset perusahan dan obyek vital Negara bisa aman,” tutur AKPB A Widihandoko, SH di Mapolres Sekadau, berubaru kemarin. Menurutnya, keamanan merupakan hal penting dalam menunjang aktivitas perusahaan dan obyek vital Negara. Aktivitas kerja di perusahaan bisa berjalan dengan sukses tanpa adanya hambatan apa pun. “Bila lingkungan kerja aman, dapat menjadikan suasana kerja yang enak dan nyaman. Karyawan yang bekerja di perusahaan dan kantor BUMN bisa beraktivitas dengan leluasa,” ucapnya. Untuk menciptakan keamanan itu, Polisi tentu tidak bisa bekerja sendiri. Peran pihak perusahaan dan BUMN dalam berkoordinasi dengan pihak keamanan sangatlah penting, terutama dalam memberikan informasi-informasi secara cepat. “Bila ada masalah atau kejadian, diharapkan pihak perusahaan segera melaporkan ke Polres Sekadau. Dengan begitu, kita bisa segera melakukan langkah-langkah pengamanan sesuai dengan kebutuhan di lapangan,” imbaunya. Selain penandatangan MoU, dalam Rakor tersebut polisi juga memaparkan tentang Mapping potensi konflik dan kejahatan terhadap obyek vital, serta langkah pengamanannya. Pemaparan itu disampaikan langsung Kabag Ops Polres Sekadua, Kompol Hujra Soumena. o

Komisi pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sekadau, Selasa kemarin (9/4) resmi mengumumkan jadwal tahapan pendaftaran calon anggota DPRD Kabupaten Sekadau Pemilu tahun 2014, lewat surat Nomor : 02/KPU-Kab.019.435749/ IV/2013. Ketua KPU Kabupaten Sekadau, Subandrio, SH, MH, menjelaskan pendaftaran calon anggota DPRD Kabupaten Sekadau Pemilu tahun 2014 dibuka mulai Selasa kemarin, 9 April, sampai dengan Senin 22 April 2013. “Sedangkan waktu pendaftaran kita buka setiap hari kerja, kecuali hari libur mulai pukul 08.00 hingga pukul 16.00 WIB, bertempat di Kantor KPUD Sekadau di kilometer 9 di Komplek Perkantoran Pemda Sekadau,” jelasnya, kemarin. Adapun beberapa kriteria penting bakal calon anggota DPRD Kabupaten Sekadau Pemilu tahun 2014 sesuai dengan ketentuan adalah, setia kepada Pancasila sebagai dasar Negara, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan cita-cita Proklamasi 17

Subandrio. FOTO Bagus Kosminto/Borneo Tribune Agustus 1945, pria dan wanita berusia 21 tahun, tidak pernah dijatuhi pidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana yang diancam dengan pidana penjara 5 tahun atau lebih. Kemudian, sehat jasmani dan rohani, terdaftar sebagai pemilih, bersedia bekerja penuh waktu apabila terpilih menjadi anggota DPRD Kabupaten/Kota, cakap berbicara, membaca, dan menulis dalam bahasa Indonesia, berpendidikan paling rendah tempat SMA, Madrasah Aliyah, Sekolah Menengah Kejuruan/Madrasah Aliyah Kejuruan, atau pendidikan lain yang sederajat.

Bakal calon anggota DPRD Kabupaten Sekadau Pemilu tahun 2014 menyerahkan dan melengkapi persyaratan administrasi yang dibutuhkan kepada KPU. “Berkas pendafataran anggota DPRD Kabupaten Sekadau Pemilu tahun 2014 ada tiga rangkap, 1 rangkap asli, 2 (dua) rangkap fotocopy yang dilegalisir,” paparnya. Subandrio, mengimbau apabila ada hal-hal yang kurang jelas dalam proses pendaftaran bakal calon anggota DPRD Kabupaten Sekadau Pemilu tahun 2014, diharapkan dapat mendatangi kantor KPU Kabupaten Sekadau di kilometer 9 di Komplek Perkantoran Pemda Sekadau pada waktu kerja. o

Memutus Mata Rantai Kemiskinan Melalui Pendidikan Borneo Tribune, Jakarta Kemiskinan merupakan Ideologi Pembangunan Bangsa Indonesia, itulah yang dikatakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono beberapa hari lalu bahwa Ideologi Pembangunan Kita Adalah Mengakhiri Kemiskinan. Presiden mengingatkan, bahwa pembangunan berlaku untuk semua atau development for all, bukan untuk elemen-elemen ter-

tentu saja. “Taraf hidup masyarakat harus dapat meningkat ketika tidak ada lagi rakyat yang miskin, untuk itu jika kita sederhanakan, ideologi yang kita anut dalam pembangunan adalah untuk mengakhiri kemiskinan,” sambung Presiden. Untuk mengurangi tingkat kemiskinan ekstrim ini, lanjut SBY, kebijakan yang perlu dilakukan adalah mengurangi beban yang ditanggung masyarakat, misalnya sekolah dan peng-

obatan gratis bagi rakyat yang sangat miskin, beras dengan harga yang lebih murah, dan memberikan bantuan sosial termasuk pada yang terkena bencana. Kemiskinan di Indonesia Berdasarkan angka statistik menunjukan trend yang terus menurun. Pada tahun 2006 adalah 17,75% atau 39,30 juta, pada tahun Maret 2012 turun menjadi 29,13 atau 11,96%, dan traget hingga tahun 2014 adalah 8% hingga 10% dari jumlah penduduk. (antara) o


Selasa, 9 April 2013

Sintang-Melawi

Borneo T Tribune

9

16.575 Pelajar Sintang Siap Hadapi UN SEBANYAK 16.575 pelajar yang tersebar di seantero Kabupaten Sintang siap bertempur pada Ujian Nasional (UN) 2013 yang akan diselenggarakan pada pertengahan April dan Mei mendatang. Berdasarkan data yang disampaikan oleh Dinas Pen-

didikan Kabupaten Sintang, jumlah pelajar yang mengikuti UN tahun ini mengalami peningkatan dari tahun lalu. Untuk peserta UN tingkat SMA berjumlah 2.442, tingkat SMK sebanyak 801, tingkat SMP sebanyak 5.120 dan tingkat SD sebanyak 8.212 peserta sehingga jika ditotal keseluruhan berjumlah 16.575 pelajar. Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Ka-

bupaten Sintang, Marchues Afen mengatakan, dari jumlah pelajar yang akan mengikuti UN 2013 tersebut, sampai saat ini pihaknya belum ada mendapatkan laporan terhadap siswa yang tidak bisa mengikuti UN. “Sampai saat ini belum ada pihak sekolah yang menyampaikan terkait siswa yang tidak bisa mengikuti UN,” ungkap Marchues Afen usai mengikuti pembukaan

Sampai saat ini belum ada pihak sekolah yang menyampaikan terkait siswa yang tidak bisa mengikuti UN

Endang Kusmiyati Borneo Tribune, Sintang

Olimpiade OSS tingkat SD/ MI di GOR Apang Semangai Sintang, Selasa (9/4). Menurutnya, untuk tingkat kelulusan diharapkan bisa mengalami peningkatan dari tahun-tahun sebelumnya. “Kita berharap untuk tingkat kelulusan UN tahun ini bisa mengalami peningkatan dari tahun-tahun sebelumnya. Minimal tidak menurun dari tingkat kelulusan dari tahun 2012,”harapnya.

Untuk tahun lalu, lanjut Afen, tingkat kelulusan masing-masing tingkat pendidikan mencapai 98 persen. Mudah-mudahan tahun ini, khusus untuk tingkat pendidikan SD diharapkan bisa mencapai 100 persen. Dirinya juga meminta kepada seluruh sekolah, baik di tingkat SD sampai SMA/SMK supaya selalu memberikan perhatian khusus kepada siswa yang akan ikut berta-

rung pada UN. Dengan menambah waktu bagi siswasiswi dalam membahas soalsoal UN. “Kepada seluruh guru supaya pro aktif dalam memberikan bimbingan kepada siswanya dan tak lupa juga kepada seluruh orang tua siswa peserta Ujian Nasional agar memberikan perhatian ekstra kepada anak-anaknya serta membimbingnya,” ucapnya. †

Pemkab Melawi Salurkan Bantuan

Korban Kebakaran ‘Curhat’ Empat Permohonan

PERTEMUAN, Bupati Melawi, Firman Muntaco, saat berdialog bersama para korban kebakaran di Jalan Garuda Nanga Pinoh. FOTO: Eko Susilo/Borneo Tribune Eko Susilo Borneo Tribune, Nanga Pinoh SEBANYAK 25 kepala keluarga (KK) dengan total 116 jiwa yang merupakan korban kebakaran di Jalan Garuda Pasar Nanga Pinoh, Minggu (7/4) lalu sekitar pukul 1.30 WIB dini hari. Mereka hanya bisa pasrah melihat kondisi rumah toko (ruko) yang selama ini menjadi sandaran hidup mereka, kini sudah menjadi arang. Sehingga sementara waktu para korban tersebut kini tinggal di rumah-rumah keluarga maupun kerabat mereka. Pemerintah Kabupaten Melawipun langsung bergerak cepat memberikan sejumlah bantuan kepada para korban. Posko tanggap bencana pun didirikan. Tak ingin hanya sekadar mengunjungi lokasi kejadian saja yang berada pada perbatasan Desa Paal dan Desa Tanjung Niaga, Selasa (9/4), bertempat di Aula Pertemuan Rumah Adat Tionghua,

Bupati Melawi, Firman Muntaco didampingi Wakil Bupati Panji langsung menggelar pertemuan bersama para korban kebakaran untuk memberikan semangat pasca musibah kebakaran dasyat tersebut. Selain itu, orang nomor satu di lingkungan Pemkab Melawi ini juga menyerahkan sejumlah bantuan kepada pihak korban kebakaran. Dalam pertemuan tersebut, Bupati mendengarkan sejumlah keinginan dan harapan para korban kebakaran kepada pemerintah Kabupaten Melawi. Sedikitnya ada empat poin permohonan yang disampaikan para korban. Pertama, para korban memohon kebijakan agar Bupati dapat mengeluarkan izin kembali mendirikan bangunan di lokasi kebakaran serta mempermudah pengurusan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) bagi para korban. Kedua, permohonan agar pemerintah membangun sementara kioskios tempat usaha bagi para korban dan tempat penam-

Jelang Pilegs 2014

Keterwakilan 30 Persen Perempuan Syarat Mutlak Endang Kusmiyati Borneo Tribune, Sintang KETERWAKILAN 30 persen perempuan dalam pencalanonan legislatif akan menjadi hal yang memberatkan partai politik. Pasalnya menurut pengakuan para pengurus parpol mencari caleg perempuan terbilang sulit. Ketua KPU Sintang, Ade M Iswadi mengatakan, beberapa parpol mengaku kesulitan dalam pemenuhan kuota minimal 30 persen untuk keterwakilan perempuan di masing masing daerah pemilihan (dapil). ”Aturannya memang tegas sehingga bila ada parpol yang tidak memenuhi persyaratan

tersebut maka dinyatakan tidak memenuhi syarat,” tegas Ade M Iswadi, Selasa (9/4). Menurutnya, sesuai dengan Peraturan KPU Nomor 7 Tahun 2013 menyebutkan keterwakilan perempuan ini sangat tegas hingga mewajibkan setiap parpol mencantumkan caleg perempuan minimal 30 persen. Bahkan hingga keharusan meletakan nomor urut yang sesuai aturan. Artinya tidak boleh meletakan pada nomor urut akhir. ”Sesuai aturan kita berhak menyatakan parpol tersebut tidak memenuhi syarat bila keterwakilan perempuan kurang dari 30 persen. Otomatis akan menggagalkan parpol tersebut dalam pencalegan di dapil tersebut,” lugasnya. †

pungan bagi korban. Ketiga, para korban meminta agar pemerintah melakukan penertiban bagi para pedagang minyak illegal dan pedagang kaki lima di sekitar wilayah pasar. Karena efeknya diang-

gap membahayakan dan menghambat akses PBK saat menuju lokasi kebakaran. “Seperti yang terjadi pada PBK menuju TKP pada saat kejadian tersebut,” ucap per-

wakilan warga, Surya. Poin keempat, meminta kepada Pemerintah Kabupaten Melawi untuk segera membangun akses jalan menuju lanting sehingga mempermudah akses Pemadam

Bahaya Kebakaran (PBK) saat menurunkan mesin pemadam menuju sungai ketika terjadi musibah kebakaran. Menanggapi keempat point permohonan tersebut, Bupati Melawi mengaku akan segera melakukan pembenahan di dalam komplek pasar Nanga Pinoh yang memang merupakan jantung perekonomian Kabupaten Melawi. Terutama mengantisipasi bahaya kebakaran. Dengan mempersiapkan sejumlah sarana dan prasarananya. Mengenai permohonan terkait IMB, Bupati Firman mengaku sangat merespon positif dan berjanji akan memberikan izin tersebut. Namun setelah police line yang terpasang saat ini telah dicabut oleh pihak kepolisian. “Pembuatan IMB tersebut tentunya dengan pertimbangan syarat-syarat baru. Saya juga akan membentuk tim dalam hal ini yang akan dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Melawi,” beber Firman dengan ramah. Untuk masalah tempat

penampungan sementara bagi para korban, Bupati mengusulkan di tempat yayasan milik MABT. Namun untuk pembangunan kioskios dagang sementara, Bupati masih perlu berkoordinasi dengan instansi terkait yang dipimpinnya untuk mencari lokasi yang cocok dan strategis serta mendata kembali. “Soal pembangunan tangga menuju sungai, sudah kita siapkan perencanaanya di Dinas PU. Dan bisa secepatnya dikerjakan. Ada sekitar tiga atau empat titik pembangunan tangga tersebut,” ujar Bupati. Terkait dengan penertiban PKL yang masih berkeliaran di Kota Nanga Pinoh, Bupati mengaku akan bertindak tegas. Begitu pula dengan penertiban pedagang BBM illegal, Pemkab Melawi siap membantu aparat kepolisian. “Tentunya kita berharap agar tidak terjadi persoalan. Langkah persuasif yang utama. Itu semua untuk kebaikan dan kenyamanan kita semua,” tegas Bupati Firman Muntaco. †

12 Poin Rekomendasi Pansus LKPJ

Bupati: Perjalanan Dinas, Kalau Tak Penting Jangan Pergi Eko Susilo Borneo Tribune, Nanga Pinoh DPRD Kabupaten Melawi mengelar rapat paripurna yang mengagendakan Rekomendasi DPRD atas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Tahun Anggaran 2012. Pansus LKPJ yang diketuai Franseda menyampaikan 12 poin rekomendasi yang nantinya akan ditindaklanjuti oleh Bupati Melawi. Dalam paripurna yang digelar di DPRD Kabupaten Melawi, Selasa (9/4), sejumlah rekomendasi yang disampaikan terkait dengan LKPj Kepala Daerah Kabupaten Melawi, diantaranya adalah meminta Bupati Melawi mengoptimalkan realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan meningkatkan penggalian sumbersumber baru potensi pajak dan retribusi daerah serta merevisi atau melakukan penyesuaian Perda yang berkaitan dengan pajak dan retribusi daerah serta menyosialisasikannya kepada masyarakat. Tak hanya itu, dewan berpendapat bahwa Pemkab Melawi harus mengawasi SKPD pelaksana teknis yang mengumpulkan PAD untuk bekerja secara maksimal. Hal ini dikarenakan PAD tahun lalu yang ditargetkan sebesar Rp 23 miliar, namun hanya terealisasi sebesar Rp 11 miliar. Dewan juga menyoroti masih rendahnya belanja modal di tahun 2012, yang hanya mencapai 23,06 persen dari total belanja daerah. Sedangkan belanja operasi termasuk belanja rutin masih sangat tinggi dengan 76,2

SERAHKAN REKOMENDASI, Ketua DPRD Kabupaten Melawi, Abang Tajudin menyerahkan rekomendasi pansus atas LKPj Bupati Melawi Tahun Anggaran 2012. FOTO: Eko Susilo/ Borneo Tribune persen. “Makanya kami merekomendasikan agar Bupati bisa melakukan efisiensi belanja rutin pada SKPD serta meningkatkan belanja modal menjadi lebih tinggi dari belanja operasi atau paling tidak sama dengan belanja operasi,” kata Ardeni yang menjadi juru bicara Pansus LKPj. Sedangkan untuk pembangunan infrastruktur jalan dan irigasi yang masih minim, DPRD Melawi merekomendasikan agar Bupati bisa meningkatkan belanja untuk pembangunan infrastruktur jalan dan jaringan irigasi. Mengingat masih banyak jalan kabupaten yang masih berlumpur sehingga sulit dipergunakan oleh masyarakat.

“Apalagi saat ini pembangunan jalan beraspal hanya terealisasi sepanjang 244,83 kilometer. Dari total jalan kabupaten yang panjangnya mencapai 1.312,5 kilometer. Sehingga baru 18 persen jalan yang sudah beraspal. Sedangkan sisanya sepanjang 1.067 kilometer masih belum diaspal atau rusak. DPRD merekomendasikan agar Bupati Melawi bisa meningkatkan jalan yang diaspal serta melakukan target jalan yang belum diaspal pada tahun anggaran mendatang,” tegasnya. Terkait dengan laporan keuangan terutama penilaian dari BPK RI yang masih memberikan opini tak wajar atau Disclaimer, DPRD Melawi merekomendasikan

agar Bupati bisa memaksimalkan pelaksanaan pengelolaan keuangan dan penatausahaan keuangan daerah sehingga pada tahun berikutnya Pemkab Melawi bisa meningkatkan predikat WDP atau WTP. Sementara itu, Bupati Melawi, Firman Muntaco seusai menerima rekomendasi DPRD Melawi atas LKPj tahun 2012 mengatakan, dirinya akan menindaklanjuti rekomendasi tersebut. “Saya minta kepala SKPD untuk membuat laporan satu bulan ke depan sebagai tindak lanjut dari 12 rekomendasi DPRD ini,” ujar Firman Muntaco. Firman mengungkapkan, kondisi yang terpapar di dalam LKPj merupakan kondisi yang sebenarnya terjadi.

Seperti persoalan PAD yang sulit mencapai target. Dirinya juga meminta khusus kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Dinas Pertambangan dan Energi dapat lebih bekerja sama terutama untuk pemungutan pajak galian C. Supaya PAD bisa lebih maksimal. Sementara itu, terkait dengan masih banyaknya jalan yang belum beraspal, Firman mengatakan, karena anggaran terbatas. Namun pembagian kue pembangunan terlampau banyak sehingga menjadi salah satu penyebab tak semua jalan bisa beraspal. “Apalagi penganggarannya juga tak dilakukan melalui satu pintu. Saya akui bahwa perencanaan pembangunan kita kurang maksimal. Seperti MTQ, dimana kita sukses pelaksanaan dan prestasi tapi dalam administrasinya kita kurang,” ucapnya. Terkait dengan laporan keuangan yang sering kali mendapatkan disclaimer dari BPK, Firman mengatakan ada kesalahan dalam sistem pengelolaan dan penganggaran. Belanja-belanja yang tidak efisien serta terbiasanya pejabat memberikan toleransi yang menjadi penyebabnya. Oleh karena itu, dirinya meminta agar dilakukan efisiensi pada setiap SKPD. “Termasuk soal perjalanan dinas dan studi banding SKPD. Kalau memang tak efektif tak usah lagi dilakukan, termasuk menghadiri rakor-rakor di luar. Kalau tak penting tak usah pergi. Saya minta perjalanan dinas dikembalikan ke Bupati. Kalau ada SKPD yang beralasan untuk konsultasi, seharusnya konsultasi itu dilakukan ke Bupati atau Wakil Bupati,” tegasnya. †


Selasa, 9 April 2013

Kapuas Hulu

Borneo T Tribune

10

Pegawai PN Agama Putussibau Tersengat Listrik Timotius Borneo Tribune, Putussibau SALAH seorang pegawai Pengadilan Negeri Agama Putussibau, Haryadi, Senin (8/4) kemarin, sekitar pukul 16.00 WIB, sempat menghe-

bohkan warga setempat. Pasalnya, ia tersengat aliran listrik ketika memasang baliho di kantor baru yaitu ruko bekas Dealer Yamaha di Jl. Komyos Sudarso Putussibau. Ruko tersebut akan dijadikan sebagai kantor sementara Pengadilan

Negeri Agama Putussibau. Menurut salah seorang rekan sekantornya, mereka ada 4 orang yang sedang memasang baliho. Pemasangan baliho tersebut tujuannya untuk menutup tulisan “Yamaha” dengan baliho bertuliskan Kantor Penga-

Sektor Perikanan Bisa Dijadikan Produk Unggulan Kapuas Hulu “Kalau saya secara pribadi sangat tidak setuju jika border tersebut cepat dibuka, sebelum ada yang kita siapkan, agar masyarakat tidak hanya menjadi penonton, ada produk yang bisa kita andalkan, salah satunya bidang perikanan harus terus kita kembangkan,” ujarnya. †

Timotius Borneo Tribune, Putussibau SALAH satu potensi yang bisa menjadi andalan Kabupaten Kapuas Hulu yaitu sektor perikanan. Sebab, ikan air tawar yang dimiliki kabupaten ini tidak kalah dengan ikan-ikan dari daerah lain, selain arwana, juga ada ikan semah yang bisa diandalkan. Untuk itu sektor perikanan harus terus dikembangkan dan mesti dijadikan produk unggulan dalam menghadapi pembukaan Pos Pemeriksaan Lintas Batas (PPLB) Nanga Badau. Ketua Komisi B, DPRD Kabupaten Kapuas Hulu, H. Wan Taufikorahman mengatakan pihaknya mendukung pengembangan sektor perikanan, hanya saja Taufik meminta Dinas Perikanan Kabupaten Kapuas Hulu benarbenar selektif dalam melakukan pembinaan kepada masyarakat. “Pembinaan kepada kelompok masyarakat harus benar-benar selektif terutama dalam memberikan bantuan bibit ikan, harus dilihat mana yang benar-

dilan Negeri Agama Putussibau. Mereka, Haryadi, Iliansyah, Afnan dan Indra. Berdasarkan pantauan Borneo Tribune dilokasi kejadian, Haryadi hendak mengikatkan baliho, namun tiba–tiba muncul seperti api yang menyerupai petir dan ia pun jatuh terpental. Selain korban tersengat listrik, tampak kepala dan pelipis korban mengeluarkan darah. Tali kawat yang digunakan untuk pengikat baliho ternyata di aliri arus listrik yang berasal dari lampu pemancar untuk tulisan Yamaha sebelumnya. Kondisi ini sempat membuat arus lalu lintas Jalan Komyos Sudarso macet, rekan sekantor dan warga pun segera melakukan pertolongan dengan membawa korban ke RSUD dr. Achmad Dipenegoro Putussibau. †

Baru Dikerjakan, Rusak Lagi

Jalan Negara Perlu Penanganan

H. Wan Taufikorahman Ketua Komisi B, DPRD Kapuas Hulu Foto Timotius/Borneo Tribune

benar serius dan menekuni pengembangan perikanan tersebut,” ungkapnya belum lama ini. Selain itu, Taufik juga berharap ada berbagai terobosan pihak Perikanan dalam memberikan motivasi kepada masyarakat, menurutnya apabila ikan lokal seperti ikan semah tersebut terus dikembangkan maka dapat dijadikan produk unggulan, yang bisa dijual keluar Negeri.

Kondisi kerusakan jalan Negara yang berada di Jalan Lintas Utara tepatnya di daerah Desa Seluan, Putussibau Utara, Kapuas Hulu harus segera mendapat perhatian Pemerintah. FOTO: Timotius/Borneo Tribune

Gallery

Kerawing Menerima pesanan & menjual : hasil tenunan daerah/ kerajinan, berupa pakaian adat, anyaman dan lukisan Putusibau SISKA Hp. 081257159998

PT. BUMI BORNEO CEMERLANG

Telp. 0561-577868 Jl. Gaj ahma da N o. 3 P ont ianak Gajahma ahmada No Po ntianak Email: aria_tur@yahoo.com Penerbangan Pontianak - Jakarta BATAVIA : 5x penerbangan dalam sehari ( z07.05 z07.55 z11.10 z14.35 z16.00 ) SRIWIJAYA : 4x penerbangan dalam sehari ( z07.00 z07.55 z11.55 z15.50 ) LION AIR : 3x penerbangan dalam sehari ( z07.30 z11.35 z15.30 )

GARUDA : 3x penerbangan dalam sehari ( z08.00 z12.55 z17.35 ) Penerbangan PTK - JOGJA & PTK - SURABAYA BATAVIA : 1x penerbangan dlm sehari (pukul : 14.45)

PALAPA TAXI

PONTIANAK - SINGKAWANG (PP) PONTIANAK SINGKAWANG

Jl. Arteri Supadio Ruko No. 1-2

Jl. Niaga No. 25

0561-717 8888 0562-333 9999 0821 4876 8888 0821 4876 9999 ARMADA INNOVA & YARIS ARMADA INNOVA & YARIS JAM JAM BERANGKAT :

Sejumlah rekan dan saksi dilokasi berusaha menyelamatkan Haryadi yang tersengat listrik, saat memasang Baliho. FOTO: Timotius/Borneo Tribune

BERANGKAT:

05-07-08-09-10-11-13-14-15-16-17-19.00 WIB 05.00 - 08.00 - 11.00 - 14.00 - 17.00 - 19.00

Distributor Aspal Shell (Drum) Pen 60/70, Berat Bersih : 154 Kg

Timotius Borneo Tribune, Putussibau SAAT ini kondisi jalan Negara di Kabupaten Kapuas Hulu sudah mulai mengalami kerusakan baik itu jalan Lintas Selatan maupun di jalan Lintas Utara menuju daerah perbatasan. Disisi lain saat ini, sejumlah jalan Negara sedang dibangun, namun disisi lain jalan yang sudah dibangun sudah mengalami kerusakan. “Jika tidak ditangani secepatnya maka kerusakan jalan tersebut akan semakin parah, dan sudah pasti mengeluarkan dana yang cukup besar, diharapkan Pemerintah Pusat dan Pe-

merintah Provinsi segera menangani kondisi jalan yang rusak tersebut,” kata Usman warga Kota Putussibau, Selasa (9/4) kemarin. Selaku masyarakat, Usman menilai perhatian pemerintah terhadap infrastruktur jalan di wilayah Kapuas Hulu terkesan lamban, pasalnya setelah kondisi jalan sudah benarbenar rusak parah baru pemerintah bergerak, saat kerusakaannya belum terlalu parah pemeliharaannya terkesan tidak ada. Selain itu, Usman juga meminta bagi yang melaksanakan pekerjaan pembangunan jalan, agar benarbenar memperhatikan kualitas jalan, jangan sampai kata Usman asal di-

kerjakan dan mengabaikan mutu pekerjaan, akibatnya belum sampai setahun jalan yang baru dibangun kembali mengalami kerusakan. “Ini kenyataan yang ada dilapangan, dimana kondisi jalan saat ini cepat sekali mengalami kerusakan, oleh karenanya Pemerintah harus benar-benar tegas dan pihak terkait melakukan pengawasan terhadap kualitas pembangunan infrastruktur jalan, apalagi yang berada di daerah perbatasan, selain itu banyaknya kendaraan perusahaan juga salah satu penyebab rusaknya jalan, apalagi kalau alat beratnya melintasi jalan yang sudah diaspal,” jelasnya. †

IKLAN BARIS Dijual Bangunan Dijual cepat eks. kantor, sertifikat, 2 lt, Jl. Nurali No. 2, Hub. 081384151188 tnp perantara.

Langganan Koran Ingin berlangganan Harian Borneo Tribune di daerah, hubungi: Biro Kubu Raya: Aldi (08971600688) Biro Mempawah: Johan Wahyudi (085654587038). Biro Sambas: Amrul Ambiya (Kontributor/Pemasaran) (085245527602). Biro Bengkayang: (085245247955).

Mujidi

Biro Landak: Yohanes Ngalai / Pemasaran (085822062880). Biro Sanggau: (085245904505).

Ratnasari

Biro Melawi: Eko Susilo (081256452946) Biro Sekadau: Bagus Kosminto (085245743683). Biro Sintang: Endang Kusmiyati (08524-5006757) Biro Kapuas Hulu: (085654585775)

Herdi

Biro Ketapang: (08971600688)

Aldi

Biro Kayong Utara: Abdul Khoir (081345154592)

Ser vice Mobil SUTOYO MOTOR. Service, Tune Up, Las/Cat Mobil. Jl. Letjen Sutoyo No. 11 Telp. 743690 Ptk

Taxi CV. TEGAR PRATAMA TRANSPORT Melayani Antar Jemput Penumpang Jl. Kalimantan No. 24B 0562-640029/641366 SINGKAWANG Jl. Imam Bonjol Gg. Tnjng Sari No. 36 0561-747211/749025 PONTIANAK INNOVASI TAXI. Melayani Antar Jemput. Jl. Tua Pekong No.24 Singkawang, (0562)3309800, Jl. A. Yani (RM. Bertagis) Pontianak Telp. (0561) 7015100, (0561) 7157000

Kost Gallery Kost. Menerima Pria & Wanita Fasilitas Air & Listrik dan lain-lain. Jl. Diponegoro No. 9 Telp. 0562-3320424 SKW

Iklan Baris:

1 baris / hari Rp. 6.000,-


Teras Borneo Tribune

Selasa, 9 April 2013

11

Pembangunan Pariwisata Kalbar Setiap daerah harus mempunyai ciri khas tersendiri sehingga bisa menjadi icon bagi daerah itu sendiri,” ujar Ali Akbar, di Gedung DPRD Provinsi Kalbar, Selasa (9/4). Mantan Wakil Ketua DPRD Kota Pontianak ini mengungkapkan, sejumlah lokasi wisata yang berada di kabupaten yang terletak di kawasan timur Provinsi Kalbar juga perlu mendapatkan perhatian dari pemerintah. Diantaranya, Kabupaten Sanggau, Kabupaten Sintang, Kabupaten Kapuas Hulu serta Kabupaten Sekadau. “Salah satunya adalah Kabupaten Sekadau yang terlihat serius membangun lokasi wisata rumah pan-

jang (long house). Kemudian Kota Singkawang juga perlu menyempurnakan keberadaan pantainya serta Kabupaten Sambas yang selama ini kerap disebut sebagai serambi Mekah Kalbar. Tentunya Sambas harus bisa menciptakan apa yang disebut serambih Mekah itu sendiri. Kita mendukung semua rencana pemerintah terkait pembangunan dunia pariwisata Kalbar,” lugasnya. Sebaliknya, sambung Ali, apabila anggaran yang disediakan terbilang tanggung maka Dinas Pariwisata Kalbar hanya bisa melakukan hal-hal yang selama ini sudah biasa dilakukan. “Kalau anggaran yang

dialokasikan pemerintah tanggung. Paling kita hanya bisa melakukan perayaan cap gomeh, imlek, meriam karbet, festival layang-layang. Hal itu kan sudah biasa. Kita mengharapkan pembangunan dunia pariwisata di Kalbar ada yang baru dan wah di mata dunia internasional. Sehingga bisa meningkatkan turis domestik maupun internasional yang bertandang ke Kalbar,” ujarnya. Oleh karena itu, legislator Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini berpendapat, sejatinya Pemerintah Provinsi Kalbar harus mengalokasikan anggaran di atas seratus miliar. Apabila memang sungguh-sung-

guh ingin memajukan dunia kepariwisataan Kalbar. Dengan alokasi anggaran yang besar, kata Ali Akbar, Pemerintah tentunya bisa melakukan beragam pembangunan terkait sarana maupun prasarana dunia kepariwisataan di Kalbar. “Salah satunya dengan merehap bangunan cagar budaya maupun keraton yang tersebar di seantero Kalbar. Seperti Keraton Kadriah maupun komplek pemakaman raja-raja Kesultanan Kadriah Pontianak. Kan bisa menjadi lokasi wisata religius. Sehingga mulai dari sarana jalan maupun prasarana lainnya harus dibenahi sehingga kelihatan wah,”

timpalnya. Tak hanya itu, menurutnya, situs cagar budaya, taman wisata serta sejumlah tempat rekreasi di Kalbar perlu terus dilakukan pembinaan oleh pemerintah melalui anggaran yang besar. Sehingga hal tersebut akan memberikan multiplayer efek yang luar biasa terhadap beragam sektor pembangunan lainnya di Kalbar. “Mulai dari sektor ekonomi, sosial budaya serta sektor rill akan bergeliat dan tentunya akan memberikan kontribusi rill terhadap pembangunan di seantero Kalbar melalui Pendapata Asli Daerah (PAD),” lugasnya. Bahkan home industri

yang berada di sekitar lokasi wisata yang tersebar di Kalbar tentunya akan ikut menikmati gerak pembangunan di sektor kepariwisataan. Apalagi beberapa waktu lalu keberadaan Kementerian Pariwisata sempat disempurnakan menjadi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia. “Tentunya perkembangan dunia pariwisata Kalbar akan memberikan banyak peluang usaha ekonomi kreatif seiring pertumbuhan dari dunia kepariwisataan itu sendiri. Salah satu contoh yang sederhana adalah home industri setempat bisa menyediakan beragam aneka suvenir serta beragam

oleh-oleh makanan maupun minuman. Atau kampung wisata dengan melibatkan masyarakat setempat sebagai pihak yang bisa menyediakan home stay dan lain sebagai terhadap para tamu yang menikmati beragam lokasi wisata maupun cagar budaya di seantero Kalbar. Kalau seperti itu kan jelas. Objek wisata Kalbar bisa berkontribusi rill terhadap PAD Pemerintah Provinsi Kalbar. Jadi kita jangan asal ngomong kalau mau benar-benar mau memajukan dunia kepariwisataan Kalbar,” tegas wakil rakyat dari daerah pemilihan (dapil) Kota Pontianak ini berpendapat. (Andry/Borneo Tribune)

si oleh wartawan di TKP, dirinya mengatakan bahwa dirinya saat kejadian tidak berada ditempat, namun ketika hendak ditanya pertanyaan lainnya terkait kasus kebakaran tersebut, Cosmas langsung menghindar dari wartawan. Karyawan Trauma Berat Sedangkan di Lokasi Kebakaran, yakni di Kantor Arta Grafistama Jalan Pahlawan, sejumlah karyawan dan karyawati terlihat mendatangi tempat kerjanya tersebut, dan mengingat kejadian yang nyaris mengancam nyawa mereka juga saat itu.

Jimmi (36) karyawan Arta Grafistama saat dijumpai di depan tempat kerjanya pasca kebakaran yang terjadi, dirinya mengatakan bahwa dirinya dan teman - teman masih trauma berat akan kejadian tersebut, dimana Ia dan juga teman temannya melihat secara langsung pria membakar diri di tempat Ia bekerja. “ Jujur kami masih trauma berat akan kejadian ini, bahkan saya sendiri tidak bisa tidur. Karena aksi pembakaran diri sendiri oleh pria tersebut masih membekas di pikiran saya, karena

saya tidak pernah melihat hal serupa sebelumnya,” ungkap Jimmi. Dikatakan Jimmi, api membesar di Kantornya tersebut, setelah pria yang bakar diri sendiri (Cung Meng) itu tumbang, seiring dengan ledakan sepeda motor yang digunakan pria tersebut. karena ketika pria tersebut tumbang dan ledakan motor terjadi, api langsung merambah diseluruh ruangan kantor. “ Ini sangat membuat saya takut dan terkejut sehingga membuat saya trauma, belum lagi kami yang tidak dapat bekerja saat ini,” tutur

Jimmi. Selain Jimmi karyawan lainnya juga mengatakan bahwa kejadian tersebut membuat seluruh karyawan ketakutan, karena selain tempat kerjanya sudah terbakar, kejadian itu juga mengancam nyawa kami, bahkan teman kami meninggal dunia, karena tidak dapat menyelamatkan diri. “ Kami trauma, kami takut saat itu, apalagi mengingat pria yang membakar dirinya sendiri di Kantor kami, sehingga membuat kantor kami terbakar,” ungkap karyawan lainnya.

Polisi Pastikan Periksa Pemilik Arta Grafistama bisa dihubungi,” ungkap Kapolresta Pontianak. Lanjut Kapolresta, kebakaran yang terjadi sudah jelas dan hampir menuju titik terang dalam hasil penyelidikan atas kasus tersebut. Dimana pria yang bakar diri sendiri yang masih misterius, tapi sudah terungkap bahwa itu adalah Susanto Arifin alias Cung Meng yang berusia 70 tahun, dimana terungkapnya pria misterius tersebut berawal dari nomor polisi pada kendaraan Yamaha Mio KB 5455 AA. “ Dugaan sementara adalah karena depresi karena telah

cerai dengan sang Istri, kemudian ada dugaan yang kedua karena hutang piutang antara Cung Meng dan Cosmas, lantaran diduga pula Cosmas ini sering menagih Cung Meng, namun apakah itu penyebab Cung Meng membakar dirinya sendiri di Kantor milik Cosmas, itu masih dalam penyelidikan, karena Cosmas belum diperiksa,” ujar AKBP Hariyanta. Dikatakan Kapolresta Pontianak, Cung meng ini diduga sudah mempersiapkan untuk membakar diri di Arta Grafistama, karena baju yang dikenakan sudah

basah, kemungkinan sudah menyirami bensin di tubuhnya sebelum memasuki Kantor Arta Grafistama. “Untuk dugaan hutang piutang Cosmas dan Cung Meng, harus kita dalami terlebih dahulu, karena dugaan hutang piutang ini berawal informasi yang diberikan teman ngumpul Cung Meng. Dan kita pastikan memeriksa Cosmas, karena keterangan Cosmas sangat dibutuhkan terkait hutang piutang tersebut,” tegas Hariyanta. Sementara itu Cosmas selaku pemilik Arta Grafistama saat dikonfirma-

Sang Tulang Punggung Kini Tinggal Kenangan Wib hari Selasa (8/4), jenazah Lili langsung dibawa ke Masjid Nur Rahman Jalan Ya, M Sabran. Dimana Jenazah pecinta Komik Korea dan Jepang ini, sudah ditunggu olehÿ keluarga, kerabat dekat dan para sahabatnya. Isak tangis pun tak tertahankan ketika jenazahnya dikeluarkan dari Mobil Jenazah RSUD Soedarso Pontianak, dimana Jenazahnya langsung dimasukkan ke dalam Masjid, guna dilakukan Sholat Jenazah, dikebumikan di Gang Sederhana Jalan Ya, M Sabran Tanjung Hulu. “Lili merupakan sosok teman yang seperti saudara

sendiri bagi kami, Lili ini sangat baik danÿ kami merasa sangat terpukul atas kehilangannya,” ungkap Sani sahabat korban. Lanjut Sani sambil tak bisa menahan rasa tangis, Lili kesehariannya dipanggil dengan sebutan Hyung, yang berarti Kakak, Hyung ini merupakan ucapan Kakak dalam bahasa Korea, mengingat Lili merupakan pecinta Komik Korea dan Jepang, sehingga para sahabat diberi gelar akan sebutan itu. Lili yang merupakan Alumni lulusan SMAN 9 Pontianak tersebut, kini tinggalah kenangan yang diberikan masa hidupanya ke-

pada teman - temannya maupun keluarganya. Dimana keluarga maupun sahabatnya tak percaya akan kepergiannya tersebut, karena keluarga maupun temannya tidak ada firasat tentang Lili yang akan meninggal dunia ini selama - lamanya. Sementara itu Jainun Sang Bunda tercinta Lili, melihat kedatangan jenazah anaknyaÿ tidak bisa mengucapkan kata - kata sepatah pun, melainkan air mata yang mengalir dan terdiam, lantaran kepergian anaknya tersebut, membuat Ia tidak percaya bahkan membuatnya shok. “ Ibunya belum bisa bica-

ra, saat ini hanya bisa terdiam,” ujar Bibi Lili sambil mengusap air matanya, yang tak tahan melihat kedatangan jenazah keponakannya tersebut. Bukan hanya memberikan kenanangan indah selama hidupnya kepada teman - temannya, melainkan kenangan yang ditinggalkan Lili kepada keluarga, terutama kepada kedua orang tuanya, sungguh mendalam. “ Lili merupakan anak yang pendiam, namun untuk keluarga dirinya selalu berjuang sebisa mungkin, memberikan yang terbaik untuk kami selaku orang tua, karena Lili merupakan Tulang Punggung

keluarga kecil kami,” ungkap Razali sang Ayah. Razali juga mengatakan, bahwa ketika Ia tidak memiliki uang, Lili lah yang memberikan uang dari hasil kerja di Percetakan, dan impian Lili belum tercapaiÿ adalah belajar menimba ilmu di bangku universitas dengan jurusan khusus komputer, karena Lili sangat menyukai komputer, bahkan di Percetakan Lili sebagai pendesaint komputer. “Padahal tahun ini Lili sudah berencana kuliah, namun karena mendapat musibah dan meninggal dunia, terpaksa impiannya tersebut terhenti,” ujar sang Ayah.

Damkar Pemkot Tak Efektif Atasi Kebakaran? Dikatakan Fibi, dirinya mengetahui kejadian kebakaran ini setelah mendengar sirine pemadam kebakaran yang lewat di tempat Ia bekerja, kemudian Ia mendatangi TKP dan saat itu Pemadam kebakaran sudah ramai. Dan saat ramainya pemadam swasta yang sudah datang memenuhi lokasi kebakaran, namun belum terlihat mobil Pemadam Pemkot. “ Kayak di film - film india saja, kalau film india itu kan polisinya datang terlambat, kalau di Kota Pontianak pemadam milik pemerintahnya yang datang terlambat. Kalau menurut saya seharusnya cepat, karena pemadam kebakaran dari Pontianak Utara dan Timur milik swasta saja sudah datang,” pungkas Fibi. Sementara itu pantauan Borneo Tribune di Lokasi kebakaran di Jalan Pahlawan saat itu, petugas pemadam kebakaran Kota Pontianak lebih melakukan pendataan terlebih dahulu, dan mobil pemadam memang terpakir di Lokasi, namun tidak turur memadamkan api. Selain itu pemadam kebakaran Pemkot memang terlambat sata itu. Sedangkan Ketua DPRD Kota Pontianak Hartono Azas saat ditanyai mengenai komentar warga yang

mengatakan pemadam Pemerintah Kota Pontianak sering terlambat adalam mengatasi kebakaran yang terjadi di Kota ini, dirinya mengatakan jika memang tidak efektif sebaiknya Pemerintah Kota lebih memperhatikan pemadam swadaya masyarakat atau swasta, karena Pemadam swasta yang ada di Kota Pontianak ini lebih efektif dalam mengatasi kebakaran yang terjadi. “Kita harus bersyukur memiliki pemadam kebakaran swasta di Kota ini, karena sejauh ini pemadam kebakaran swasta lah yang aktif,” ungkap Hartono Azas. Dikatakan Hartono Azas, dirinya dari dulu mengatakan bahwa Pemerintah harus lebih mengigritasikan ke pemadam swasta, karena pemadam swasta ini yang sangat membantu warga jika terjadi kebakaran, dari pada pemadam kebakaran pemkot yang tidak efektif lebih baik mengutamakan kepada Damkar swasta, yakni dalam segi memberikan bantuan. “Saya dari dulu itu sudah bilang Damkar swasta ini harus terigritasikan oleh Pemerintah, dari pada mengutamakan pemadam pemerintah yang tidak efektif selama ini,” tambah Hartono Azas.

Wilayah Udara Jadi Rebutan Kepentingan dalam melaksanakan tugas menjaga kedaulatan NKRI. Pentingnya sikap profesional dan dedikasi TNI AU seiring dengan peningkatan alat utama sistem senjata (Alutsista) baik secara kuantitas maupun kualitas. Panglima TNI juga berharap, profesionalisme dan dedikasi yang dibangun pada titik penting 2013 harus melahirkan ‘grand aerostrategy Indonesia’ yang mampu membangun interoperabilitas seluruh unsur pertahanan udara TNI dan mengakomodasi seluruh potensi udara nasional pada tataran operasional. Pelanggaran wilayah udara Indonesia juga dianggap ancaman global untuk bangsa. Namun Panglima mengakui, penanganannya bukanlah hal yang mudah. “Penggunaan instrumen militer merupakan alat politik kekuatan bagi kepentingan mengangkat posisi tawar dalam penyelesaian masalah-masalah bilateral atau internasional,” jelasnya. Di samping itu, Panglima TNI juga meminta kepada

prajurit TNI, khususnya TNI AU agar memperhatikan kondisi geopolitik Laut Cina Selatan. “Perkembangan kawasan Laut Cina Selatan yang semakin memanas belakangan ini merupakan salah satu tantangan untuk terus dicermati,” ujarnya. Hal ini memang penting, mengingat, Laut China Selatan, yang letak laut utara Indonesia itu sungguh vital bagi NKRI. “Di sana terletak masa depan keamanan nasional Indonesia. Baik aspek politik, ekonomi, maupun pertahanan,” ingatnya. Walau dalam memperingati HUT ke 67 TNI-AU di Lanud Supadio tidak dilaksanakan atraksi pesawatpesawat milik TNI-AU, namun detik-detik Peringatan HUT TNI-AU tetap berjalan penuh khidmat dan Komandan Lanud Suapdio juga berkesempatan menyematkan Tanda Kehormatan Satyalancana Kesetian (SLK) XVI tahun kepada Sersan Mayor Era Setiawan, dan Satyalancana Kesetian VIII tahun kepada Sersan Satu Bintang Anggoro Putra.


CMYK

Moment & Activity www.borneotribune.com

Borneo Tribune

Wisuda Prodi Strata Satu (SI) Angkatan Ke III STP St Agustinus “Sumbangan terbesar dari seluruh dunia pendidikan Katolik adalah mengembangkan dan mempertahankan kebudayaan, adanya keyakinan, bahwa manusia sanggup mencapai kebenaran suatu kenyataan, memahami kebanaran melalui pelaksanaan kewajiban terhadap Tuhan, diri sendiri, dan lingkungan” kata Pastor Dr William Chang OFM Cap dalam orasi Ilmiah pada Wisudawan STP St Agustinus sebagaimana yang dikutip dari pernyataan Sri Paulus Yohanes Paulus ke II, tentang Pendidikan Katolik. Sebagai putra putri Allah, sebagai orang Katolik berhak mendapatkan pendidikan kristiani, dan pendidikan ini untuk membantu manusia mewujudkan kemanusian yang lebih baik, lebih utuh dan lebih sempurna. “Kunci Keberhasilan Pendidikan adalah staf pendidik itu sendiri, kerjasama antara staf pendidik, antara pendidik dan peserta didik, dan ditanamkan nilai tentang kebaikan. Budaya Contek membuat manusia menjadi kurang tekun, tidak jujur dan tidak kritis, dan tidak memiliki kepercayan terhadap diri sendiri,” jelas Pastor. Sepenggal doa, sepotong doa untuk memohon keberanian itu sangat diperlukan apalagi setelah diwisuda untuk melaksanakan tugas. Keberanian ini datang dari Roh Kudus berhembus kesegala arah sesuai keinginan-Nya. Ketua STP St Agustinus Dr Drs Andreas Murhotien mengatakan lembaga Pendidikan STP St Agustinus ini didirikan oleh Keuskupan Agung Pontianak dengan tujuan untuk merubah pola pikir manusia bersama melalui ilmu Pengetuan, Pendidikan dan Agama, sehingga tujuan akhir dari tujuan pendidikan adalah tidak hanya untuk menjadi PNS, tapi untuk mengisi peluang-peluang yang ada yang merupakan tantangan bagi kita untuk kehidupan dimasa yang akan datang. “Ini terbukti, lulusan STP sampai saat ini tidak ada yang menganggur. Mereka mengisi sekolahsekolah Katolik pendidikan formal yang selama ini tidak terisi oleh guru agama yang berlatar belakang akademisi,” kata Andreas Murhotien. Dijelaskan olehnya, dalam usia 6 tahun sejak didirikan tahun 2006, STP St Agustinus juga membuka Program Pascasarjana

Rabu, 10 April 2013

Lulusan STP St Agustinus Berkualitas

Prodi Teologi Katolik yang hingga saat ini telah memiliki 44 Mahasiswa. “Untuk memberikan motivasi dan memberikan kesempatan semua Kabupaten, kami akan memberikan beasiswa bebas SPP dari beberapa Keuskupan Agung untuk 15 orang mahasiswa dan mahasiswi,” ujarnya. Sejak didirikan hingga saat ini, Mahasiswa dan Mahasiswi Program Reguler STP St Agustinus berjumlah 1.612, Program Kemulatan D2 dan D3 ke SI berjumlah 769 mahasiswa, dan jumlah mahasiswa STP St Agustinus sampai saat ini berjumlah 2.381 mahasiswa. o

Sebanyak 12 Lulusan dengan IPK Tertinggi usai menerima penghargaan juga berkesempatan foto bersama Dirjen Bimas Katolik Kemanag, Ketua STP St Agustinus, da Pembantu Ketua I, II, dan II

Narasi dan Foto Andika Lay

Ki-Ka Pastor Wiliam Chang, Pastor Herman Mayong, Uskup Agung Mgr. Hieronymus Bumbun, OFMCap, Dirjen Bimas Katolik Kemenag RI Semara Duran Antonius, dan Kepala Badan Kesbangpol Tonny Ferdy.

Ketua STP St Agustinus, Dr Drs Andreas Muhrotien,M.Si saat menyampaikan laporan Akademik pada Rapat Senat terbuka Angkatan Ke III.

Wisudwan dan wisudawati menanti penantian pemindahan tali toga.

Ketua DPRD Provinsi Kalbar, Minsen hadir pada acara wisuda.

Pastor William Chang dalam Orasi Ilmiah kepada wisudawan dan wisudawati STP St Agustinus.

Ketua STP St Agustinus, Dr Drs Andreas Muhrotien memindahkan tali toga dalam rangkaian mewisuda 256 lulusan STP St Agustinus .

Uskup Agung Pontianak Mgr. Hieronymus Bumbun, OFM Cap, saat menyampaiak arahan kepada lulusan STP St Agustinus.

Rapat Senat Terbuka Wisuda Angkatan Ke III STP St Agustinus.

Dirjen Bimas Katolik Kemenag RI Semara Duran Antonius menyampaikan sambutannya.

Dirjen Bimas Katolik Kemenag RI Semara Duran Antonius menyerahkan penghargaan kepada lulusan IPK Tertinggi.

Keluarga para wisudawan dan wisudawati STP St Agustinus .

12

Kepala Badan Kesbangpol Kalbar Tonny Ferdy mewakili Gubernur Cornelis menyampaikan arahan kepada para Wisudawan dan wisudawati STP St Agustinus pada acara Rapat Senat Terbuka. CMYK

Yakobus Tefa lulusan IPK tertinggi mewakili 256 lulusan menyampaikan ucapan terima kasih.


Harian Borneo Tribune 10 April 2013