Page 1

Listen! vol. 1 no. 2, august 2007 - free!

your music guide


Listen!

2

Listen!

3


Listen! merah putih teruslah kau berkibar di ujung tiang tertinggi di Indonesiaku ini merah putih teruslah kau berkibar ku kan selalu menjagamu

S

etelah puas dengan lagu-lagu yang sedang popular saat ini, mendengarkan kembali lagu “Bendera” milik Cokelat rasanya seperti menekan tombol refresh yang kemudian membawa kembali memori lagu-lagu yang menjalarkan rasa patriotisme di dada. Karya-karya dari Koes Plus, Gombloh, atau pun Koil dengan lagunya, “Kenyataan dalam Dunia Fantasi”, melarikan kita sejenak dari ekstasi cinta-cintaan pada lagu kebanyakan. Oleh karena itu, dalam edisi Hari Ulang Tahun Republik Indonesia yang ke-62 ini Listen! menyajikan beberapa rubrik yang bisa mengingatkan kita pada musisi-musisi tanah air sebagai bentuk apresiasi anak bangsa yang bangga akan tanah airnya. Ada W.R. Supratman di rubrik Legend! beserta kisah perjuangannya yang memberi andil besar dalam perkembangan musik ibu pertiwi. Ada juga opini Eross Chandra soal musik dalam konteks patriotisme. Semua kami sajikan dengan bebas dan gratis, seperti kemerdekaan yang kita miliki saat ini. So, selamat membaca Listen! dan sekali lagi, MERDEKA!! Han Kristi Chief Editor

Photo: Courtesy of Netral Retouch: Robby Wahyudi Gusti

4

chief editor Han Kristi editorial secretary Haridiana Iswandani copy editor Dimas reporters Anggoro DH, Pondra Novara P. art director Robby Wahyudi Gusti photographer Luki media relations Meita Rosalia head of marketing promotion Robi Rachmatwibawa advertising & marcomm Aryo Yudanto Abdu Syakur Lucky Dian P. Sonny Wicaksono general affairs Aswin Azdy circulation Herfiandri Rismansyah Sunarso Bowo Hardyanto TV Program executive producer Iwan Kurniawan producer Fadjar Haryata associate producer Dudie Wannapaz program director Dudie Wannapaz talent coordinator Lucky Dian P. production assisstant Dian K. PT. Ardaco Artasena president commisioner Harijadi Soedarjo managing director Arief Darmawan business development director Aditya Prathama operation director Sonny Wicaksono business advisor Paul Ang head office Century Tower 10th Floor Suite 1005 Jl. HR Rasuna Said Kav. X-2 No. 4 Jakarta 12950 Tel. +62 21 2500324 Fax. +62 21 2500302 editor’s headquarter Jl. Kemang Barat No. 35 G Jakarta Selatan 12730 Tel. +62 21 70884306 Fax. +62 21 7193198 email listen_magazine@cbn.net.id website www.listenmagz.com 5


content 10 14 20 29 42 6

HOT 10 Netral ROOKIE 12 She 13 Abdul FRESH 14 Groove Armada 15 Relient K 18 Silverchair 20 Natasha Bedingfield 22 Manic Street Preachers THEME 29 Merdeka! Ucapkan, nyanyikan, jika kita memang menginginkannya. SPLASH 32 Sepoeloeh Lagoe Patriotik INDIE 34 Gugun & The Bluesbug 36 Vox OST 37 Transformers 38 3 Hari Untuk Selamanya 39 Movie Love Songs LEGEND 40 Wage Rudolf Supratman: “Saja Jakin Indonesia Pasti Merdeka!” STARCHOICE 42 Nadine Chandrawinata TREND 44 Musik Apa Yang Terakhir Kamu Dengerin?

Listen! Vol. 1 No. 2 Agustus 2007

REVIEW 46, 48, 50 STUFF 52 FACT 54 Nama Sebuah Grup Band/ Musik sebagai Suatu Merek RECOMMENDATION 56 Tompi’s Time To Love CHAT 57 Eross Chandra: “ Rasa Kebangsaan Itu Akan Luntur...” FLASH 60 ADA Band Launching Cinema Story 61 Djarum Black Reggae Vaganza 62 Summer Carnival 64 Soul For Indonesian Earth CONCERT 66 Tahiti 80 TRIVIA 67 IT’S YOU 68 EVENTS 70 CHARTS 72 GRAB US 74

7


mails! Edisi Khusus Maliq Huaa Listen! Magazine… Seneng banget deh bisa dapet majalah yg isinya keren trus free pula... Apa lagi edisi Juli ada Maliq n d’Essentialnya... Kapan2 bikin edisi khusus yg contentnya ttg Maliq n d’Essential... Gimana?? Mudah2an sukses yaw buat Listen! Magz!! cHichAs kRenZiMuuUEEEtzzZZ (mekamuvzzzwitmeee@....) Thanks ya buat doanya. Wah, nama kamu panjang amat yah, btw kita juga seneng kalo ternyata kamu suka ama konten yang udah kita kasih. Untuk konten khusus Maliq n d’Essential mungkin nanti kita pikirkan lagi. Soalnya artisartis lain juga minta dibikinin konten khusus…Hahaha… Cara Dapetin Listen! Hai..maksud dari : Majalahnya untuk bulan Juli 2007 telah terbit. Semua diberikan untuk anda, GRATIS! Gimana ya? Terus cara dapetinnya di mana? Thanks ya Jesica (ansonid@....)

Listen!

Listen! Magazine itu majalah gratis, jadi kalo kamu mau dapetin majalahnya ngga usah ngeluarin duit. Kamu tinggal cari aja di pick up points atau bisa hubungin kita untuk berlangganan. Okey… Listen OKE!! Oi..selamat ya!!.. Eniwey, kesan gue waktu ngeliat listen! untuk pertama kalinya adalah ‘boleh juga ni’ majalah, gratisan tetapi tetep oke!’..setelah gue buka dan baca halaman per halaman, artikelartikelnya juga lumayan informatif..pokoknya wajib dikoleksilah deh..salut.. Andrey Prasetyo (abp_ 280981@....)

iklan woods

Jika ada kritik, saran, atau unek-unek, silakan kirimkan surat ke Jl. Kemang Barat No. 35 G Jakarta Selatan 12730, e-mail ke listen_magazine@cbn.net.id, atau fax (021) 7193198. Bagi yang terpilih menjadi letter of the month akan mendapatkan hadiah menarik. 8

9


hot!

9th

hot!

Netral Kancut Records

Masuknya Eno diikuiti oleh Christopher Bollemeyer atau lebih familiar dengan panggilan Den Coki. Lalu, sejarah pun bergulir, bersamaan dengan tren yang harus berganti. Netral yang sebelumnya dikenal dengan sound-sound kasar semisal Smashing Pumpkin, President of USA, Sonic Youth, lambat-laun terkesan lebih clean dan lebih ‘muda’. Blink 182, dan beberapa band generasi setelahnya memberi kontribusi pilihan gaya rock bagi para penikmat musik di tanah air, tak terkecuali, band yang sedang kita bicarakan ini. Tiga album dengan eksplorasi dari Bimo (ex-drummer) dan Miten (exgitaris), akhirnya ditambahi menjadi sembilan

10

album lewat sentuhan tangan Eno dan Coki. Sementara Bagus, ia tetap berpegang pada gayanya yang seakan sudah dipatenkan. Hasil lima belas tahun perjalanan adalah 9 buah album. Dan yang ke-9 ini diberi nama sesuai urutan, 9th; simpel saja, namun lugas dan menjelaskan bahwa mereka masih eksis. Dengan meminjam beberapa elemen musik dari band-band semacam Angels & Airwaves, baik Bagus, Eno, dan Coki tetap membuat beberapa gaya permainan yang mudah-ingat dan tetap asik untuk didengarkan. Gambaran ini sudah bisa disimak saat track pertama, “Pertempuran Hati”, lewat permainan gitar Coki yang sarat dengan petikan melodius. “Serigala”, dibuka dengan hentakan beat yang keren dan pantas jika difungsikan sebagai pemanggil massa, misalnya, ketika mereka sedang tampil di sebuah konser. Beberapa efek yang digunakan Coki pada lagu-lagu seperti “Bidadari”, “Belenggu”, “Cinta Gila” terkesan dingin dan menyejukkan. Lalu, setelahnya, track tadi dihajar dengan “Fatamorgana” yang distorsif dan anthemic, disajikan dengan geberan gitar lalu beralih pada snare ala marching band yang rapat sambil mengiringi nyanyian. 9th adalah album hasil prestasi selama lima belas tahun. Semoga akan ada album ke-10 dan seterusnya, dan tetap mengisi kekosongan karena belakangan ini tanah air kita sering kehabisan stok band rock. dim - Listen!

Foto: Dok. Netral

Masa kecil Eno Gitara Ryanto lebih sering dihabiskan bersama segudang ledekan karena ia bersikukuh suatu saat nanti akan menjadi seorang penabuh drum (sebuah cita-cita aneh di kala anak-anak lain lebih memilih menjadi arsitek, pilot, dan segudang profesi konvensional lainnya). Eno yang kala itu kurus ceking memang terlihat tidak meyakinkan. Namun pada akhirnya, selang beberapa tahun, ia sampai pada titik mampu untuk membuat orang-orang percaya; dan memperoleh apa yang dia inginkan. Beruntunglah, orang-orang yang berhasil ia yakinkan adalah Netral, sebuah grup musik yang kala itu sedang di atas angin dan sudah punya prestasi tiga album.

11


rookie!

rookie!

Tersenyum Lagi She Sony BMG

Foto: Sony BMG

Sudah cukup lama dunia musik tanah air tidak diramaikan oleh grup musik wanita. Menjawab kondisi ini, Sony BMG meluncurkan She. Beranggotakan Melly (Vokal), Qoqo (Gitar), Riry (Gitar), Arnie (Bass), Achie (Biola), Yayo (Keyboard) dan Adis (Drum), She hadir dengan irama-irama pop.

12

Meski mengutamakan nuansa musik pop, band ini memanfaatkan unsur-unsur rock. Permainan gitar serta hentakan drum yang penuh semangat menambah energi pada lagulagunya. Simak saja lagu pembuka berjudul ”Slow Down Baby”. Nuansa pop rock yang ceria dan manis mereka hadirkan dengan baik. She pada album ini juga menghadirkan lagu-

lagu slow yang mendayu namun tetap kuat seperti pada lagu ”Selingkuh Sekali Saja”. Kekuatan album ini ada pada keragaman lagu dan kualitas vokal yang baik. Beberapa lagu up-beat pada album ini bahkan dapat membawa kita berdansa, yang salah satunya dapat kita jumpai pada lagu ”Mana Tahan”. Jumlah personil dengan berbagai instrumen membuat komposisi musik yang dihadirkan menjadi lebih berwarna. Album ini ditutup dengan ”Tercipta Untukmu”. Lagu ini cukup spesial karena menghadirkan seorang penyanyi solo yang telah terbukti kualitasnya, Rio Febrian. Kehadiran Rio boleh dibilang memberi klimaks dari keseluruhan album. pon - Listen!

13


rookie!

rookie!

Bersandinglah

Soundboy Rock

Abdul Trinity Optima Production

14

Groove Armada hadir kembali dengan album terbaru yang juga disebutsebut sebagai album terbaik mereka. Album bertitel Soundboy Rock ini menghadirkan lagu “Get Down” sebagai hits single. Pada album ini mereka juga berkolaborasi dengan Mutya dari Sugababes lewat lagu “Song 4 Mutya (Out of Control)”.

Trinity Optima Production—ia mengutamakan gitar sebagai instrumen utamanya. Hal ini cukup terasa pada lagu berjudul “Agar kau Mengerti’” Lagu-lagu dalam album perdana Abdul ini sebagian besar diciptakan oleh Riza Ichsan yang merupakan teman semasa kuliahnya. Single jagoannya adalah “Joss” yang bercerita tentang luka hati yang terobati oleh seorang wanita bernama Josephina. Lewat album perdananya ini, Abdul berharap ia dapat memberi pilihan alternatif dalam belantika musik Indonesia dan sekaligus dapat dicintai oleh pendengar musik di seluruh Indonesia. wnd – Listen!

Pengalaman mereka di dunia dance scene tidak diragukan lagi dengan munculnya album ini.

Anda bisa menikmati musik yang up-beat untuk party gila-gilaan hingga lagu yang membawa anda merebahkan diri dan menikmati akhir pekan dengan istirahat yang tenang. Album ini juga cocok untuk menemani anda bersantai karena beberapa track disajikan dalam konsep irama yang down-tempo. Misalnya, lagu “Soundboy Rock” yang berirama reggae, sangat cocok untuk dinikmati di tepi pantai, mungkin, sambil ditemani segelas cocktail dan suara debur ombak. pon - Listen!

15

Foto: Sony BMG

Dalam album Bersandinglah --yang dirilis dibawah label

Groove Armada Sony BMG

Foto: Trinity Optima Production

Abdul, penyanyi baru di blantika musik Indonesia yang meyakini bahwa musik adalah ekspresi jiwa, baru saja mengeluarkan album perdananya, Bersandinglah. Konsep musik yang diusungnya adalah pop jazzy. Pria bernama lengkap Tengku Muhammad Abdullah Amin Anshari ini awalnya tertarik dengan semua jenis musik, namun akhirnya dia menemukan pop jazz yang benar-benar ia rasa sesuai dengan warna vokalnya.

fresh!


fresh!

Listen!

Five Score and Seven Years Ago Relient K EMI

Who I’ve Been” tadi, mereka diajak untuk mengiringi beberapa band seperti Good Charlotte, Simple Plan, MxPx serta tampil di Vans Warped Tour tahun 2005. Secara musikalitas, Relient K mengalami proses pendewasaan tanpa kehilangan selera humornya. Coba saja nikmati “Plead the Fifth” yang ceria dengan harmoni ala Beach Boy, atau “Must Have Done Something Right” yang bisa membuat Anda tersenyum. Judul yang disebutkan terakhir tadi bukanlah sebuah komentar politik, tapi hanya sebuah lagu yang mengungkapkan perasaan senang. Dalam “Deathbed”, lagu yang berjudul suram dan berdurasi 11 menit ini, Relient K mengajak Joe Foreman dari Switchfoot sebagai vokalis tamu. Overall, you must hear this album. kko - Listen!

Foto: EMI

Five Score and Seven Years Ago mungkin dapat diartikan secara harfiah: sebuah pencapaian selama tujuh tahun yang menghasilkan lima album. Boleh dikatakan, mereka cukup produktif sebagai sebuah band. Album yang terakhir ini sebagian besar diproduseri oleh Howard Benson di Los Angeles, dan tiga track lainnya diproduseri oleh Mark Townsend di Nashville, yang sejak awal sudah mengiringi karir Relient K. Mereka mengusung perpaduan pop punk dan christian rock (but not just for Christians). Warna dari album sebelumnya, Mmhhmm, tetap dipertahankan. Berkat album yang mampu mencetak hits seperti “Be My Escape” dan “Who I Am Hates

16

17


fresh!

fresh!

I

ngin tampil fashionable? Jika jawabannya ya, maka bergegaslah Anda ke Amuleto Boutique. Di sana terdapat koleksi yang unik dari produk-produk yang didesain untuk pria maupun wanita hasil karya in-house designer Amuleto. Produk seperti tas dan sepatu dengan mode bervariasi dibuat dari bahan yang berkualitas tinggi dengan harga yang bersaing. Misi Amuleto Boutique adalah membuat para pelanggannya menjadi lebih fashionable and classy. Paling tidak, jika Anda terjebak macet dan kesal menunggu, silakan rasakan kebebasan untuk melihat koleksi-koleksi bermutu. Opening Hours: Every Day from 10.00 until 20.00 Contact Information: Graha Obor II Jl. Bangka Raya No. 110 / B104 Kemang, Jakarta Selatan - Indonesia Phone: (021) 7198142 Fax: (021) 83707570 www.amuletoboutique.com

19


fresh!

fresh!

A revitalized Silverchair releases an album more symphonic and dramatic than anything they’ve ever done. Setelah album Diorama dirilis, penyakit yang diderita Daniel Johns -anorexia akut-- membuatnya tidak dapat bermain gitar lebih dari setahun. Namun semangat juangnya untuk tetap mempertahankan keutuhan Silverchair sangat kuat (meskipun ia punya side project The Dissociatives bersama Paul Mac, dan kabarnya sudah menelurkan sebuah album). Johns akhirnya bersatu kembali dengan Ben Gillies dan Chris Joannou. Awal tahun 2005 menjadi penampilan pertama Silverchair dalam 2,5 tahun.

Young Modern

Bagaimana dengan album terbaru Silverchair? Young Modern would be a glorious comeback for the Australian superstars. Album ini terdengar berbeda dengan mengkombinasikan sound albumalbum terdahulu --Freakshow, Neon Ballroom, kemudian Diorama-- band ini juga mendorong tiap langkahnya menuju suatu rancangan musik rock yang lebih mendalam melalui campuran symphonic electronic rock. Fokus tetap pada Daniel Johns -the shy guy with the big dreams.

20

Foto: EMI

Silverchair EMI

Up-tempo rock dengan kord keyboard dalam “Young Modern Station” menggebrak dengan sempurna sebagai pembuka. Liriknya bercerita tentang proses penyembuhan penyakit yang dideritanya dan bersatunya kembali Sliverchair. Pada “Straight Line”, lagu yang dijagokan sebagai andalan, ia tetap mempertahankan melodi falsettonya di bagian reff. Agaknya, falsetto jadi amunisi baru Johns di album ini. Mereka juga menawarkan satu komposisi medley bernuansa epik lewat gabungan “Those Thieving Birds (Part 1)”, “Strange Behaviour”, dan “Those Thieving Birds (Part 2)”. Dimulai dengan permainan gitar dan piano yang mantap serta dipadu alunan orkestra, lagu ini tak ubahnya pertunjukan waltz dari periode romantisme. Pengaruh Johns di lagu ini sangat terlihat di mana ia mampu menguasai tempo setiap instrumen meskipun hanya memegang satu bagian saja. Eksistensi Silverchair dalam bermusik sepertinya akan diuji, sejauh apa mereka akan meraih kesuksesan lewat Young Modern setelah lama menghilang. Namun, tak perlu diragukan album ini adalah salah satu album yang patut kita simak tahun ini. kko – Listen!

21


fresh!

fresh!

N.B.

Natasha Bedingfield Sony BMG

Jangan kaget ketika Anda menyimak hasil album keduanya di tahun 2007 ini. Melalui N.B., kesan kekanakan mendadak sirna meskipun masih ada sisi humor di setiap liriknya. Gaya pop yang dibawakannya kini terdengar lebih funky dan percaya diri. Tema di dalamnya seakan merepresentasikan diri sebagai single young woman yang mulai dewasa dalam mencari pasangan hidup. Di single andalannya, “I Wanna Have Your Babies”, ciri khas dirinya yang

22

cuek tetap dipertahankan seperti yang ia tunjukkan dalam lagu “These Words”, dari album sebelumnya. Aransemen musik yang riang dan ucapannya yang menggelitik memaksa otak kita untuk selalu mengingatnya. Lirik nakalnya pun begitu mengusik keinginan untuk mendengarkan lagu tersebut berulang kali. Mendapat influence dari berbagai jenis musik, mulai dari R & B, reggae, sampai electronica, Natasha mengajak Adam Levine-nya Maroon 5 untuk berkolaborasi dalam “Say It Again” dan rapper wanita Eve di “(No More) What Ifs”. Lagu yang disebutkan terakhir menuai review negatif. Seperti yang digambarkan The Guardian, sebuah media terkemuka di Inggris, sebagai ‘an illadvised move for all concerned’. Jika Anda menyukai debut album Natasha, N.B. akan menjadi abum yang pantas untuk dimiliki. Materi yang lebih segar dan elegan diperkirakan akan menghasilkan banyak smash hits. kko – Listen!

Foto: Sony BMG

Bagaimana seorang Natasha Bedingfield berhasil menjadi seorang popstar? Melalui debut albumnya, Unwritten, ia ternyata berhasil memukau lewat celotehan i love you yang terkesan hiperbola. Tak heran album tersebut terjual hingga enam juta kopi. Diam-diam ia pun mulai mengusik ketenaran sang kakak, Daniel Bedingfield. Albumnya ini menjadi sebuah pencapaian luar biasa untuk seorang wanita yang memulai karirnya sebagai personil The DNA Algorithm.

23


fresh!

fresh!

Send Away The Tigers Manic Street Preachers Sony BMG “Your Love Alone Is Not Enough”, hits yang dijagokan, dipermanis oleh suara Nina Person, vokalis dari The Cardigans. Komposisinya mengalun merasuki alam bawah sadar membuat kita yang mendengarkannya ingin ikut bernyanyi pada reff. Permainan gitar elektrik yang impresif menggambarkan gaya The Manic yang sebenarnya. Simak pula “Imperial Bodybags”, “Autumn Song”, dan “Indian Summer” yang kental akan ‘rasa’ rock era alternatif dan britpop. Di sini James Dean Bradfield memperdengarkan warna vokalnya: teriakan serak yang mantap dan khas.

Tiga tahun setelah Lifeblood, kelompok asal Wales ini kembali merilis album kedelapannya dengan judul Send Away The Tigers. Album ini terdengar tajam. Lirik-liriknya bernuansa politis namun tak terasa seperti mengkhotbahi pendengarnya. Track yang punya judul sama dengan albumnya, “Send Away The Tigers” terasa segar untuk ‘disantap’ setiap hari meskipun liriknya bercerita tentang perang Irak.

Melalui album ini The Manic tampak ingin mengembalikan revolusi rock n roll ke daratan Inggris Raya yang sempat didominasi oleh indie rock. Pada kenyataannya, mereka tidak harus susah-susah bersaing dengan ‘anak-anak baru’. Apa yang telah dilakukan di album ini secara jelas merefleksikan bahwa kualitas mereka tengah berada di puncak. They’re back with a bang!! kko – Listen!

Foto: Sony BMG

Tidak banyak band --yang sejak muncul pertama kali hingga saat ini- tetap bisa memegang teguh konsepnya. Bagaimanapun, menjaga eksistensi dan kestabilan karir bukanlah sesuatu yang mudah. Kalaupun ada, band itu setidaknya telah menempuh perjalanan panjang. Salah satunya mungkin Manic Street Preachers, yang namanya sudah berkumandang selama dua dasawarsa. Dan tampaknya bakal terus bertambah.

24

25


Listen!

A

nda memerlukan sarapan dengan secangkir kopi hangat di pagi hari? Anda dalam perjalanan ke kantor dan ingin mencicip kue-kue lezat penambah mood? Atau anda sekadar ingin melepas kelelahan setelah seharian bekerja? Untuk apapun alasannya, mampirlah di McDonald’s Sarinah Thamrin dimana anda dapat memesan secangkir hangat cappuccino dan stawberry cheese cake di booth McCafe. McCafe Sarinah Thamrin berdiri sejak awal November 2002. Keputusan membuka McCafe yang pertama di Indonesia tersebut tak lepas dari kisah sukses serupa di Australia yang telah memulainya sejak tahun 1993. Setelah pertama kali dibuka di Thamrin, kemudian menyusul di McDonald’s Plaza Surabaya pada tahun 2005 dan saat ini sedang dibangun di pusat aktivitasnya anak-anak muda kota Bandung, yaitu McDonald’s Bandung Indah Plaza. Konsep pendirian McCafe, selain memberikan rasa nyaman kepada pelanggan, juga dapat menjadi tempat hang out bersama teman maupun alternatif untuk meeting dengan kolega. McDonald’s dan McCafe Sarinah Thamrin, Plaza Surabaya dan Bandung Indah Plaza memberikan pelayanan bagi pengunjung selama 24 jam sehari, 7 hari seminggu. Satu hal yang pasti adalah jenis kopi yang disajikan hanya memakai mesin espresso yang manual dan betul-betul dari jenis Italian gourmet coffee dengan roasting khas italia yang pekat tapi tetap pas di lidah orang Indonesia. “Jadi, untuk menentukan jenis kopi yang bagus, bersama dengan seluruh manajer restoran, kami melakukan tlangsung di pabriknya di Italia, untuk memastikan jenis kopi yang cocok untuk pasar

26

Listen! Indonesia. Hal inilah yang kemudian kami usung untuk memperkenalkan rasa kopi yang sesungguhnya, tanpa harus merogoh dompet dalam-dalam. Kami ingin menjadikan McCafe menjadi bagian dari urban lifestyle. Tren dimana untuk menikmati kopi dan lifestyle tidak harus mahal; café dimana kita dapat melepas penat setelah seharian bekerja; café dimana kita dapat me-recharge kembali energi yang hilang; tempat nongkrong untuk semua kalangan baik pagi hari, siang, maupun tengah malam. McCafe khusus didesain menjadi tempat yang nyaman bagi pengunjung yang menginginkan suasana dengan suguhan berbagai makanan dan minuman yang berkualitas.” tutur Didit Permana, selaku Operation Manager McDonald’s Indonesia. Tidak hanya nyaman, McCafe juga dilengkapi dengan Wi-Fi. Para pengunjung dapat mengakses internet dengan kecepatan tinggi melalui laptop atau PDA sambil merasakan kehangatan Italian coffee. Berbeda dengan yang lainnya, McCafe sama sekali tidak menyajikan minuman beralkohol. Kekayaan kuliner Indonesia juga tak dilupakan oleh McCafe dengan menampilkan sajian tradisional yang mewakili ciri Indonesia, yaitu kopi tubruk dan teh poci khas cirebon. McCafe yang terletak di gedung Sarinah Thamrin ini menerapkan standar tinggi McDonald’s yang terkenal di dunia. Selain itu, McCafe didukung pula dengan keramahtamahan dan tangan-tangan terampil para barista sehingga tersaji kopi yang benar-benar sempurna. Dengan cara itu, setiap pelanggan akan memperoleh pengalaman yang mengesankan saat berkunjung ke McCafe di Sarinah.

27


Listen!

28

Listen!

29


Merdeka!

Ucapkan, nyanyikan, jika kita memang menginginkannya.

31


theme!

K

ata ini menjadi begitu berarti bagi bangsa Indonesia pada masa penjajahan. Semangat kebangsaan dan nasionalisme menjadi roh yang mengantarkan kita ke masa kemerdekaan sekarang ini. Jika kita melihat kembali sejarah musik di tanah air, tentu masa perjuangan kemerdekaan tidak dapat dilupakan begitu saja. Lagulagu perjuangan yang membangkitkan semangat seperti menjadi sebuah asupan energi bagi para pejuang. Nama-nama seperti WR Soepratman, Ismail Marzuki dan AT Mahmud muncul sebagai punggawapunggawa seniman musik yang karyanya diingat hingga kini. Siapa yang tak mengenal lagu kebangsaan kita “Indonesia Raya”, atau lagu perjuangan “Maju Tak Gentar”, “Indonesia Pusaka” dan “Hari Kemerdekaan”

Foto: Han

Kini Indonesia telah merdeka. Semangat kebangsaan dan kemerdekaan yang tertanam dalam benak kita tidak lagi diwujudkan dalam bentuk perjuangan fisik layaknya peperangan. Seiring perkembangan zaman, musik pun mengalami perkembangan. Kecintaan akan tanah air diekspresikan melalui musik dengan warna yang berbeda. Pada tahun 1960-an Koes Plus mempopulerkan lagu “Nusantara” dan “Kolam Susu” yang menggambarkan kekayaan Indonesia. Gombloh juga menciptakan lagu bersemangat kecintaannya terhadap tanah air melalui lagu “Kebyarkebyar” yang sangat popular di tahun 1980-an. Musisi-musisi terkenal didaulat untuk menyanyikan lagu ini. Beberapa nama diantaranya adalah Ikang Fawzi, Ahmad Albar, Anggun C. Sasmi dan Atiek CB yang berjaya pada saat itu. Di tahun 2002 Cokelat menghadirkan lagu ciptaan Eross, “Bendera” yang merupakan soundtrack film karya Nan Achnas yang juga berjudul sama. 32

theme! Melihat ke masa kini, semakin banyak penyanyi, musisi serta band-band bermunculan. Kebebasan berekspresi menjadi sebuah kebutuhan. Musik adalah salah satu media untuk berekspresi. Ketika musik menjadi media hiburan yang popular maka musik dapat menjadi sebuah kekuatan budaya yang dapat mempengaruhi banyak orang. Kini waktunya bagi kita untuk memaknai kemerdekaan melaui musik. Kemerdekaan dan nasionalisme dalam musik dapat diterjemahkan ke berbagai bentuk. Banyak musisi indie yang kini memerdekakan diri dengan menciptakan karya yang semakin beragam dan kaya warna. Kebebasan mengeluarkan pendapat sebenarnya dapat disikapi juga dengan menciptakan musik yang peduli akan nasib bangsa. Hal ini juga termasuk kritik-kritik sosial yang disampaikan melalui musik untuk mencapai kondisi yang lebih baik bagi bangsa Indonesia dan kemanusiaan secara global pada umumnya. Bentuk nasionalisme dalam musik misalnya bisa direalisasikan dalam bentuk penghargaan terhadap musisi-musisi tanah air dengan membeli produk asli. Dengan begitu maka industri musik tanah air akan semakin maju. Jangan pernah kita lupa kepada mereka yang membawa kita ke masa kemerdekaan ini. Seperti pepatah yang berkata bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai pahlawannya sendiri. Mari kita hargai kemerdekaan kita dalam musik tanpa melupakan mereka. Tanamkan kecintaan kita pada tanah air Indonesia melaui berbagai cara. Musik bukan tidak mungkin membawa perubahan dalam tatanan masyarakat. Sekali lagi mari kita berteriak MERDEKA! pon - Listen!

Lagu apa sih yang bisa membangkitkan rasa patriotisme kamu? Nasta “Menurut gue The Upstairs bisa mengungkapkan lagu-lagunya dalam bahasa Indonesia tapi ngga klise. Bahasanya bikin gue tergugah.”

Ardi “Chaos”, 27 tahun, fotografer “Koil, judul lagunya Kenyataan Dalam Dunia Fantasi. Gue suka karena diliriknya mereka mempertanyakan tentang nasionalisme.”

Isan, 28 tahun, penyiar “Hymne Guru,coz menurut gue peran guru itu besar banget ampe bikin gue kaya sekarang.”

Ade Putri, 28 tahun, publicist “Gugur Bunga. Setiap gue nonton G 30 S/PKI diputer lagu itu dan bikin gue nyadar ternyata pahlawan yang ada di film itu bener-bener ada.”

Putra, 24 tahun, wiraswastawan “Syukur, liriknya bikin merinding!”

Sulaiman,32 tahun, penyiar “Terenyuh banget waktu gw dengerin Gugur Bunga. Jadi mengingatkan sama para pahlawan kita yang gugur di medan perang.”

Genih, 20 tahun, reporter “Lagu Nyiur Melambai itu Indonesia banget. Tiap ada acara yang muter lagu itu bikin gue merinding. Gue bangga aja Indonesia ternyata keren juga.”

33


SEPOELOEH LAGOE PATRIOTIK 2

“Bendera” Cokelat Salah satu theme song nasionalisme yang terus dipakai hingga saat ini, sudah rilis sejak tahun 2002. Melalui melodi dan distorsi gitar, lagu yang diciptakan Eross ini membakar semangat pendengarnya untuk tetap menjunjung tinggi nasionalisme.ap menjunjung tinggi nasionalisme.

3

1

“Rumah Kita” God Bless Sebuah hits yang popular pada tahun 1988, dan laris manis sehingga meraih tiga penghargaan AMI Awards 2004. Hasil karya cipta Ian Antono ini menjadi salah satu masterpiece.

34

“Kebyar Kebyar” Gombloh Penyanyi yang bernama asli Soedjarwoto Soemarsono ini memang komplit. Tak hanya menafsirkan pesan-pesan alam dan memuji tanah air, tapi ia juga memotret fenomena sosial di sekitarnya. Lagu yang popular pada era 70-an ini membekas di setiap dada orang Indonesia pada jamannya.

4

“Zamrud Khatulistiwa” Chrisye Puji-pujian kecintaan terhadap tanah ibu pertiwi dengan menggambarkan keindahan alam dan masyarakatnya yang sejahtera. Lagu ciptaan Guruh Soekarno Putra ini pada awalnya dipopulerkan oleh Chrisye (sempat juga dibawakan kembali oleh grup vokal FBI). This is one of the everlasting songs!

5

“Nusantara” Koes Ploes Lagu yang diciptakan oleh Tony Koeswoyo, motor Koes Ploes ini, tak lekang dimakan waktu. Tema lagu yang terdiri dari lima seri ini menceritakan keindahan tanah air Indonesia yang kaya.

6

“Kenyataan Dalam Dunia Fantasi”

Koil Sebuah gambaran kenyataan yang terjadi di negara kita, ketika segala sesuatu telah menjadi komoditi yang dihalalkan demi hal-hal yang mengatasnamakan kepentingan bangsa. Lagu ini mencoba melihat nasionalisme dari sisi yang berbeda melalui distorsi.

7

“Indovers” Project Pop Perkawinan antara syair lagu “Rayuan Pulau Kelapa” dengan rap gaya kocak Project Pop, menggambarkan tentang kerinduan seseorang terhadap tanah air yang ia cintai, Indonesia.

splash!

8

“Pantang Mundur” Titiek Puspa Lagu yang mengisahkan keikhlasan seorang wanita ketika melepas kepergian sang pahlawan ke medan perang demi membela perjuangan negara. Dia memberikan semangat agar terus berjuang tanpa menyerah. Lagu yang diciptakan Titiek Puspa ini kemudian seringkali menyertai perayaan kemerdekaan, seakan-akan juga menjadi semacam lagu kebangsaan.

9

“Indonesia My Lovely Country” Panbers Komposisi ini adalah bagian dari masa kejayaan folk music di era 70-an. Panbers pun mengangkat tema kecintaannya terhadap Indonesia melalui lirik bahasa Inggris dengan cara menceritakan kekayaan di setiap pulaunya.

10

“Cinta Indonesia” Swara Mahardika Sebuah bentuk kebanggaan menjadi bangsa Indonesia yang memiliki negeri indah. Liriknya, soal membela hingga titik darah penghabisan demi kemuliaannya.

35


indie!

indie!

Turn It On Gugun and The Bluesbug Sinjitos Records

Layaknya lagu-lagu blues, mereka juga menampilkan beberapa lagu yang sangat lambat dan berat. Mendengar lagu “Holding On”, rasanya seperti berada di

36

sebuah pub blues yang gelap dan penuh asap rokok layaknya di New Orleans. Hal yang juga menjadi nilai tambah dari album ini adalah bonus video musik “Funky Pesta” dan “Spinnin’ Around Me”, yang semuanya sudah termasuk di dalam CD mereka. Anda bisa melihat aksi panggung ekspresif pada video klip “Spinnin’ Around Me”, dan satu hal yang paling keren adalah saat Gugun membakar gitarnya. Just like the master, Mr. Jimmy Hendrix. pon - Listen!

Foto: Sinjitos

I

ngin mendengar musik blues yang asyik? Mungkin nama Gugun --salah seorang penggiat blues Jakarta—bisa jadi jaminan. Melalui nama Gugun and The Bluesbug, ia menyajikan permainan gitar yang ekspresif. Pada single andalan, “Funky Pesta”, mereka mengemas musik blues dalam warna funk yang ceria dan bisa dijadikan salah satu list musik untuk berpesta. Yeah!

37


indie!

ost!

Pada Awalnya VOX Aksara Records

38

Pada Album perdana ini, mereka menjagokan lagu “Pada Awalnya” sebagai hits single pertama. Mereka cukup lugas menggambarkan karakter musik yang ringan namun tidak murahan. Mereka memberi sentuhan pemanis lewat permainan harmonisasi vokal yang sangat cerdas. Tampaknya, mereka tidak ingin melupakan kota asalnya sampai-sampai punya lagu berjudul “Surabaya #1”.

Sebelum mengeluarkan album, Vox sempat menjadi salah satu juara sebuah festival indie sekaligus masuk set list kompilasi yang merupakan kelanjutan dari ajang festival tersebut. Dengan penampilan kostum dan musik yang bernuansa masa lalu, mereka sukses memukau penggemar musik indie di tanah air.

Vox sebagai pendatang baru dengan warna musik yang juga unik dapat menjadi sebuah penyegaran bagi telinga anda. Ada bonus video klip di album ini. Anda bisa melihat wajah lugas mereka yang begitu menghibur.

Transformers Various Artists Warner Music Indonesiaa

S

pecial effect yang mutakhir membuat Transformers begitu memukau. Tak heran jika film kartun yang tenar di era 80-an ini meraup keuntungan sebesar 152,5 juta dolar Amerika pada minggu pertamanya. Di film tersebut, robot-robot bertarung dengan gerakan yang sangat halus dan terkesan nyata antara pasukan Optimus Prime melawan kubu Megatron yang mengacau di bumi. Aksi yang fantastis tersebut semakin bertambah seru dengan ditambahkannya soundtrack yang mengiringi jalan cerita.

pon - Listen!

Foto: Dok. Vox

T

ren vintage saat ini sedang marak di kalangan anak muda. Begitu juga musik yang dihadirkan oleh Vox. Mengusung musik yang terpengaruh oleh Beach Boys dan The Beatles, mereka muncul sebagai sebuah hiburan alternatif. Band asal Surabaya ini beranggotakan Vega (gitar, vokal), Joseph (bass, vokal), Donnie (keyboard, vokal) dan Mayo (drum, vokal).

Dua belas band seperti Linkin Park, Smashing Pumpkins, dan Goo Goo Dolls, ikut andil menyumbangkan karyanya. “What I’ve Done” yang telah menjadi hits begitu pas diputar pada bagian terakhir film ini sebagai sebuah perenungan. “Doomsday Clock” milik Smashing Pumpkins menderap mewarnai arena duel The Autobots versus Decepticon. Tentunya akan terasa lengkap jika kita menikmati keseruan Transformers sambil mendengarkan isi seluruh soundtrack-nya. kko - Listen!

39


ost!

ost!

3 Hari Untuk Selamanya Float Trinity Optima Production/Miles Music

B

erawal dari mini album yang berisi 3 lagu yang pernah didistribusikan secara indie, Mira Lesmana dan Riri Riza tertarik dengan Float yang memiliki kekhasan di musik dan lirik yang mereka bawakan. Band ini akhirnya didaulat Miles Music untuk mengisi soundtrack film 3 Hari Untuk Selamanya yang berisi empat lagu berbahasa Indonesia dan tujuh lagu berbahasa Inggris. Di album soundtrack ini, Float tidak hanya menyuguhkan tema cinta tapi juga

Movie Love Songs Various Artists Warner Music Indonesia

menghadirkan tema sosial di kehidupan sehari-hari. Salah satunya lewat lagu “The Prophecy” yang bercerita tentang semangat pemberontakan.

M

usik ternyata menjadi elemen penting dalam membawa alur sebuah cerita di dalam sebuah film. Berbagai nuansa dalam film akan terbangun lebih dramatis dengan musik di belakangnya. Lebih-lebih film yang bertemakan tentang cinta. Masih ingatkah anda akan lagu-lagu semacam “Kiss Me” yang dinyanyikan oleh Sixpence None The Richer atau “The Blower’s Daughter” yang mengiringi film Closer? Yup, sekarang anda dapat memperoleh semuanya dalam satu kemasan.

Bagi yang haus akan album akustik atau sekadar ingin mendengar “dan lalu..” --sebuah penggalan lirik yang begitu terkenal karena pernah menjadi bumper sebuah acara musik di sebuah TV swasta-- dengarkan lagu-lagu di album ini!. wnd – Listen!

40

Foto: Warner

Foto: Trinity Optima Production

Dalam kumpulan soundtrack cinta ini anda juga akan mendapati lagu lawas

The Righteous Brothers, “Unchained Melody”, yang turut melambungkan film Ghost yang dibintangi Demi Moore –seorang artis yang begitu fenomenal karena gaya rambutnya pernah ditiru habis-habisan oleh kaum perempuan. Lagu “Fallen” tentu merupakan track tak terlupakan dalam film Pretty Woman. Lagu lainnya seperti “I Will Always Love You” dari Whitney Houston, “Turn Back Time” oleh Aqua dan “How Do I Live” milik Trisha Yearwood dijamin akan segera melayangkan kenangan ke masa lalu. Tak salah lagi, album ini akan menuntun anda melewati perjalanan waktu dalam dekapan cinta. kko – Listen!

41


legend!

legend!

L

Wage Rudolf Soepratman:

“SAJA JAKIN, INDONESIA PASTI MERDEKA!” Perjuangannya memberi andil besar dalam perkembangan musik ibu pertiwi. Inilah perjalanan hidup bapak musik Indonesia, Wage Rudolf Soepratman.

agu-lagu bertemakan perlawanan dan pembebasan tercipta akibat adanya rasa ketidak puasan dan tertindas oleh penguasa. Impian terjadinya suatu perubahan tidak didukung oleh daya lawan yang sebanding. Penyampaian seperti ini akhirnya dianggap sebagai cara efektif agar didengar guna melepaskan diri dari kungkungan kaum superior. Ketika kita sedang berada pada masa perjuangan merebut kemerdekaan, seluruh bangsa Indonesia memiliki cita-cita yang sama, kedaulatan Indonesia secara utuh. Hal ini pun dirasakan Wage Rudolf Soepratman. Pria yang lahir pada hari Selasa Wage, 9 Maret 1903, menuangkan rasa tidak senangnya terhadap Belanda melalui buku “Perawan Desa”. Isinya sarat tentang nilai-nilai nasionalisme Indonesia dan menyinggung pemerintahan Belanda. Pada akhirnya buku tersebut disita dan dilarang beredar. Bidang jurnalistik juga berperan membawa dirinya dalam gejolak pergerakan Indonesia. Karena minatnya ini, Soepratman memutuskan pindah ke Bandung dan bekerja sebagai pembantu di harian Kaoem Moeda, dan setahun setelahnya pindah ke harian Kaum Kita sebagai pimpinan redaksi. Pekerjaan tersebut tetap dilakukannya sewaktu ia pindah kembali ke Jakarta sebagai wartawan Sin-Po, harian Tionghoa-Melayu. Ketertarikan terhadap dunia musik dan kesusastraan tak lepas dari arahan kakaknya, Roekijem, yang gemar akan sandiwara dan bermain biola ketika mereka masih tinggal di

42

Makassar. Atas anjuran H. Agus Salim, pada tahun 1924 Soepratman menulis “Indonesia Raya” yang ditulis di harian Fajar Asia, di mana komponis Indonesia lainnya pun menulis lagu-lagu tentang kebangsaan. Ia juga menciptakan lagu “ Ibu Kita Kartini”, “Di Timur Matahari” dan “Bendera Kita”. Tanggal 28 Oktober 1928 menjadi hari yang bersejarah tatkala “Indonesia Raya” dikumandangkan untuk pertama kalinya di depan publik. Soepratman membawakannya secara instrumental, menggunakan biola, pada saat penutupan Kongres Pemuda II. Semua orang yang menyaksikannya saat itu terpukau. Dalam waktu singkat, lagu tersebut menjadi terkenal di kalangan pergerakan nasional dan akhirnya ditetapkan sebagai lagu kebangsaan. Meskipun menciptakan lagu yang diagungkan bangsa Indonesia, Soepratman tidak pernah merasakan hari yang ditunggu-tunggu itu. Ia sempat ditangkap oleh Belanda akibat lagu terakhir yang diciptakannya, “Matahari Terbit”, dan dipenjarakan di penjara Kalisolok Surabaya. Pada tanggal 17 Agustus 1938, beliau meninggal karena sakit. Sungguh sebuah kerelaan yang tulus, sebagaimana ditulis oleh Soepratman menjelang wafatnya: “Nasibkoe soedah begini. Inilah jang disoekai oleh Pemerintah Hindia Belanda. Biarlah saja meninggal, saja ichlas. Saja toch soedah beramal, berdjoeang dengan tjarakoe, dengan biolakoe. Saja jakin, Indonesia pasti merdeka!” kko – Listen! 43


P

utri Indonesia tahun 2005, Nadine Chandrawinata memiliki banyak sekali kesibukan setelah ia menjadi Putri Indonesia. Kegiatannya yang sekarang ia jalani selain kesibukannya di perkuliahan adalah ia terpilih menjadi salah satu duta WWF yang mengunjungi masyarakat di daerah-daerah pesisir. Selain itu juga ia tengah sibuk dengan kegiatan teater kampusnya yang akan pentas pada bulan November, teater tersebut akan memainkan drama musikal dengan judul Moulin Rogue. Untuk acara 17 Agustus nanti, kakak dari si kembar Marcell dan Mischa ini berniat ingin menyaksikan perlombaan panjat pinang di kompleks sekitar rumahnya.

starchoice!

Listen!

44

Foto: Luki

Playlist Nadine Chandrawinata: 1. Because Of You Keith Martin 2. The Greatest Story Over Oliver James 3. Leaving On The Jet Plane Chantal Kreviazuk 4. Quando Quando Michael Buble 5. Get It Right Nelly Furtado 6. Little Bird Bob Marley 7. Heartbeat Tahiti 80 8. Let’s Make Love Fourplay 9. Wake Me Up When September Ends Green Day 10. Thnks Fr Th Mmrs Fall Out Boys 45


trend!

trend! Oki, 27 tahun, penyiar - Unkle, album War Stories - Deftones, album Saturday Night Wrist

Musik apa yang terakhir kamu dengerin?

Andi, 23 tahun, mahasiswa - +44, album +44 - Pure Saturday, album Elora - Netral, album Hitam Putih - Club 80’s, album Summer Moved On

Bertha, 19 tahun, mahasiswa - Dear Nancy - The Killers, album Sam’s Town

Gandung, 27 tahun, seniman - The Clash, album London Calling - The Ramones

Ayu, 21 tahun, copywriter - Maroon 5, lagu “Nothing Lasts Forever” - Michael Buble, lagu “Everything” - Netral, lagu “Haru Biru”

Han, 22 tahun, account executive - John Legend, lagu “P.D.A (We Just Don’t Care)” - K Ci and Jojo, lagu “Tell Me It’s Real” 46

Ajeng, 22 tahun, model - Andra and the Backbone, lagu “Sempurna” - Jimi Hendrix, lagu “Voodoo Child”

Randy, 23 tahun, media planner - Rihanna, lagu “Hate That I Love You” - The Fray, album How To Save The Life

Yoman, 22 tahun, café owner - Bob Marley, lagu “Africa Unite” - Matisyahu, lagu “King Without A Crown”

Musik apa yang terakhir kamu dengerin?

Luki, 20 tahun, photographer - Naif, album Televisi - The S.I.G.I.T., lagu “Horse”

Fahmi, 26 tahun, copywriter - Snow Patrol, lagu “Signal Fire” - The Fray, album How To Save The Live

Astrie, 21 tahun, mahasiswa - Cascade, lagu “It’s You It’s Me” - Imogean Heap, album Goodnight and Go 47


review!

Listen! Putaran Waktu Cordova

Bagi anda penggemar hard rock 80-an, anda wajib mendengarkan apa yang disuguhkan oleh Cordova. Band yang beranggotakan Ojonk (vokal), Sangkan (gitar), Somavox (bass), dan Uppy (drums) mengusung aliran musik percampuran antara blues, rock n roll, dan funk. Meskipun band baru, tetapi lihatlah skill mereka yang ada di atas ratarata. “Sanggupkah” menjadi tribute untuk Andi Liany, salah seorang rocker terkenal dari era 80-an, yang juga kakak kandung sang vokalis. Hits lainnya seperti “Bosan” dan “Tinggalkan Diriku” siap menghajar. kko – Listen!

Life In Cartoon Motion Mika Universal Music Indonesia

Lihatlah apa yang telah dihasilkan Mika di dunia musik! Bersama debut album Life In Cartoon Motion, ia memberikan sebuah warna musik pop dalam wujud yang tidak biasa. Mika membawakan sebuah dunia yang penuh gemerlap dan keceriaan. Simaklah “Grace Kelly” yang dijejali oleh ketukan tap dancing, denting piano ala Elton John, serta harmonisasi vokal Freddy Mercury. Jiwa kekanakannya terekam pada lagu “Lollipop” yang begitu ceria seperti seorang anak kecil yang sedang bermain di jalanan sambil melumat permen. kko – Listen!

Traffic And Weather Fountains of Wayne EMI

Traffic And Weather menawarkan warna musik pop country yang mudah diterima bahkan oleh orang awam sekalipun. Mengikuti jejak hits mereka, “Stacy’s Mom”, materi di album terbaru ini sengaja dibuat tidak jauh dari album sebelumnya. Pemilihan detil yang sempurna, terutama penambahan kedalaman emosional pada kekuatan lirik, membawa mereka kepada kehidupan yang cerah. “Someone To Love” dan “Yolanda Hayes” terdengar begitu ringan dan melankolis. Secara keseluruhan, Traffic And Weather menjadi album penuh dengan kesederhanaan yang dibalut oleh cinta. kko – Listen! 48

49


review!

review!

Light From Heaven Krishna New Spectrum EMI

Keyboardis dari Ada Band, Krishna Balagita menggarap album solo pertamanya. Album yang diberi judul Light from Heaven ini ia produseri sendiri. Ada 6 lagu baru dan 5 lagu lama yang romantis. Karena ia seorang instrumentalis, beberapa lagu dibawakan oleh vokalis-vokalis yang sudah tidak asing lagi, seperti Ian Kasela (Radja), Dudi (Nuno), Aji (Dygta), dan Happy Salma. Hits single yang dijagokan adalah “Seharusnya” yang sebelumnya pernah dibawakan oleh Baim. Lagu tersebut dibawakan kembali oleh Ian Kasela. wnd – Listen! Masterpiece Indonesian Idol Sony BMG

Idola Indonesia tahun ini memang sudah ditentukan. Rini muncul sebagai pemuncak di final. Bagi anda penggemar kompetisi ini maka album ini layak untuk dimiliki. Setiap kontestan menyanyikan satu buah lagu. “Bendera” yang dibawakan oleh seluruh kontestan mengawali perjalanan telinga anda ketika menikmati album ini. Aransemen yang dihadirkan juga beragam, sesuai dengan gaya bernyanyi masingmasing kontestan. Patut disimak lagu Iwan Fals, “Aku Bukan Pilihan” yang dibawakan oleh Wilson; serta lagu karya Melly Goeslaw, “Jera” yang dinyanyikan oleh Rini. pon - Listen! 50

Keluar Malam Repackage DJ Riri Mestica Spinach Records

Pecinta musik elektronik dan penikmat clubbing scene di Indonesia kembali disuguhkan sebuah album yang berkualitas. Album “Keluar Malam” yang sempat beredar tahun 2004 kembali dirilis dalam format repackage. Lagu “Rusty guitar” tampaknya memang menjadi kekuatan utama dari album ini, dan layak disebut sebagai club anthem. Lagu yang juga layak disimak adalah versi remix dari “Cloudseven”. Kedua lagu tersebut pasti tidak asing bagi anda party-goers. Tak heran, jika kedua lagu tadi menjadi menu utama album repackage. pon - Listen! Digitalism Digitalism EMI

Digitalism adalah sebuah grup/duo yang mengusung electronic music. Selama ini, mereka telah me-remix beberapa lagu dari band-band indie seperti The Klaxons, Test Icicles, Cut Copy, dan Futureheads. Melalui album yang di beberapa negara diberi nama lain “Idealism” ini, Digitalism coba mempresentasikan karya original mereka. Secara keseluruhan duo asal Hamburg, Jerman ini menampilkan lagu-lagu yang up-tempo. Sebagai pembuka, anda akan langsung dihentak dengan irama pumping. Jika suka musik-musik indie, anda akan tertarik dengan musik mereka. pon - Listen!

The Weirdness The Stooges EMI

Setelah hampir 40 tahun, band ini akhirnya punya album lagi. Formasinya pun nyaris seperti awal karir mereka. Ada Steve Mackay pada saxophone; duo Asheton, Ron dan Scott pada guitar dan drum; dan seorang vokalis yang sepertinya hobi sekali bertelanjang dada, the famous one, Iggy Pop. Pada bass ada Mike Watt dari band Minutemen. Steve Albini (produser Mogwai, Bush, Fugazi hingga Nirvana) sepertinya tak ingin ketinggalan momen kebangkitan legenda garage ini. Hasilnya? Musik kasar yang simpel, seperti karya awal mereka. dim - Listen! Eat Me, Drink Me Marylin Manson Universal Music Indonesia

Antichrist Superstar lahir kembali. Perceraian dengan Dita Von Teese dan keluarnya Twiggy Ramirez sempat membuatnya kehilangan arah. Kisah kepedihan itu tercurahkan secara jujur lewat Eat Me, Drink Me. Meskipun sedikit berbeda dibandingkan album-album terdahulunya yang terkesan sarat akan protes dan kekerasan, di album ini, suasana yang menyeramkan masih begitu terasa. “Heart-Shaped Glasses” terdengar seperti Franz Ferdinand yang sedang menghadiri acara pemakaman. Bagi die hard fans, album ini wajib dikoleksi. kko – Listen!

On A Clear Night Missy Higgins EMI

Penyanyi asal Australia ini bukan sembarang penyanyi. Kualitasnya terbukti pada tahun 2005 silam dengan memenangkan ARIA (Australian Recording Industry Association) Music Awards dengan kategori album dan artis perempuan terbaik. Pada album ini ia kembali menghadirkan lagu-lagu ciptaannya sendiri. Hits single-nya adalah “Steer” yang membawa unsur folk dan pop, yang secara keseluruhan ditampilkan dengan penuh kesederhanaan suara gitar akustik. pon - Listen!

Sound of Silver LCD Soundsystem EMI

Masih ingatkah dengan “Daft Punk Playing In My House” atau “Beat Connection”? Kini LCD Soundsystem mencoba membangkitkan kembali semangat dance classic era 80an lewat Sound of Silver. Gaya vokal the main man, James Murphy, terkesan malas namun memiliki karakter. “North American Scum” dijagokan sebagai hits yang mampu memeriahkan lantai dansa. Album kedua ini menjadi sebuah persilangan yang nyaris sempurna antara musik dance dan rock yang pernah diperdengarkan. Now everybody can dance! kko – Listen!

51


Listen!

52

stuff!

53


review! Televisi Naif EMI

Album bertajuk Televisi dari Naif ini adalah album ke-5 mereka. Suguhan irama disko yang sangat retro muncul pada beberapa lagu, mengingatkan pada lagu-lagu BeeGees dengan sedikit sentuhan funk ala James Brown terutama pada lagu “Ajojing”. Naif juga muncul dengan keliaran rock n’ roll dalam lagu “Kuda Besi” dan “Superstar”. Di album ini Anda akan disuguhkan genre musik yang benar-benar beragam. Sepertinya Naif mencoba bereksplorasi dengan musiknya, namun semua masih dalam semangat yang sama: retro. pon - Listen! Favourite Worst Nightmare Arctic Monkeys Aksara Records

They’re the big thing now. Debut album Whatever People Say I Am, That’s What I’m Not membuat nama mereka menjulang. Lima belas bulan kemudian mereka kembali dengan lebih matang dan percaya diri lewat sophomore albumnya. Sebagai pembuka Favourite Worst Nightmare, “Brianstorm” seolah melanjutkan momentum “A Certain Romance” di album sebelumnya: berselancar mengikuti arus kesuksesan mereka dalam kegilaan rhythm gitar. Tampaknya bukan menjadi jalan yang panjang bagi Arctic Monkeys untuk mencapai puncak. kko – Listen!

Fractured Life Air Traffic EMI

Di tengah kebanjirannya tanah Britania oleh band-band baru pengusung indie rock, terdapat ‘mutiara’ yang siap bersinar. Jika anda menganggap mereka mengekor kesuksesan Snow Patrol atau Keane, mungkin saja. Tetapi jangan anggap remeh kuartet asal Bournemouth ini. Debut album, Fractured Life, menjadi bukti keseriusan mereka. “Charlotte” mengalun lewat riff gitar yang ‘menampar’ telinga dan tidak akan mudah dilupakan. Warna Keane muncul dengan jelas pada denting piano nan ringan di lagu “Empty Space”. kko – Listen!

CAFÉ & LOUNGE

Good Girl Gone Bad Rihanna Universal Music Indonesia

Pasti anda pernah mendengar atau bahkan suka dengan lagu “Umbrella”. Lagu yang dipasang sebagai pembuka Good Girl Gone Bad, album ketiga Rihanna ini memang menjadi pilihan jitu. Dancey dengan lirik yang catchy. Di bawah asuhan Jay-Z ia menuai kesuksesan besar lewat lagu ini. Justin Timberlake dan Ne-Yo pun memberi kontribusinya lewat lagu “Rehab” dan “Hate That I Love You”. Good Girl Gone Bad album dance pop yang patut dibeli. kko – Listen!

Jl. Ampera Raya 135 Jakarta 12560 T: (021) 7884-7437 F: (021) 7884-7438 54


stuff!

stuff!

Sony Ericsson P1 Selama ini, smartphone keluaran Sony Ericsson seri P identik dengan bentuk yang besar dan ketergantungan terhadap stylus pen. Kini produk yang rencananya diluncurkan di Indonesia bulan September 2007 ini tampil lebih smart dan kompak dari sebelumnya. Selain fitur-fitur terdahulu, P1 disempurnakan dengan tambahan fitur seperti business card scanner-nya yang sangat membantu dalam proses networking para pebisnis. Kenyamanan bagi penggunanya juga dioptimalkan dengan dimensi yang 25% lebih kecil plus keypad QWERTY tanpa flip. Soni Ericsson P1 juga ‘dipersenjatai’ dengan 3G (UMTS), kamera 3,2 MP autofocus, VOIP, WiFi 802.11b, dan lain-lain.

Altec Lansing IM500 Rasanya kurang percaya diri jika iPod Nano anda tidak dilengkapi inMotion iM500. Produk keluaran Altec Lansing ini didesain dengan bentuk super tipis dan ringan sehingga memungkinkan untuk dibawa ke mana saja. Suara yang dihasilkan pun sangat jernih meskipun didengarkan dari jarak yang cukup jauh. www.alteclansing.com

www.sonyericsson.com

Samsung HT-TXQ120 Home Theater System Let Samsung’s HT-TXQ120 complete your high-definition home theater experience. Dilengkapi Dolby Digital, Dolby Pro Logic and DTS decoders berdaya 1000 watt akan menambah sensasi saat menonton film di rumah. Fitur koneksi wireless pun dapat di-upgrade menggunakan SWA3000 wireless kit. www.samsung.com 56

57


fact!

Nama Sebuah Grup Band/Musik sebagai Suatu Merek

chat!

Kirimkan kritik, saran, atau pertanyaan Anda seputar perspektif hukum dalam dunia musik ke hsuryantono@gmail.com

Perlunya Perlindungan Hukum untuk melindungi nama sebuah grup band sebagai suatu identitas diri yang memiliki suatu nilai ekonomis dan daya pembeda.

N

ama sebuah grup band adalah bentuk identitas diri dari beberapa individu yang menjadi satu untuk secara bersama-sama bergerak di bidang musik dengan menciptakan atau memainkan suatu jenis musik atau lagu. Nama grup band tersebut akan menjadi suatu trade mark atau brand (merek) di masyarakat. Ketika grup band tersebut mulai melakukan aktivitas bermusik yang melibatkan masyarakat sebagai “konsumen� dari musik maupun lagu yang mereka bawakan. Dan apabila kita melihat dalam skala yang lebih besar yaitu industri musik, dimana sebuah grup band mulai melakukan kegiatan komersil seperti melakukan rekaman album yang nantinya akan dipasarkan ke masyarakat ataupun melakukan konser untuk kepentingan komersil/kegiatan jasa hiburan mau tidak mau nama grup band tersebut menjadi suatu brand yang memiliki economic value (nilai ekonomis) selain sebagai identitas diri dan karakter musik dari grup band tersebut. Dengan adanya value yang muncul dari kepemilikan nama grup band ini maka perlu adanya perlindungan hukum yang menaunginya. Salah satu payung hukum yang bisa memberikan perlindungan tersebut adalah Hak Kekayaan Intelektual. Di Indonesia, kesadaran akan perlindungan hukum terhadap kepemilikan nama grup band masih jarang dan terlihat lemah. Ini berbeda dengan band-band terkenal di luar negeri. Seperti di Amerika Serikat, nama grup band dilindungi dengan Hak Kekayaan Intelektual yaitu merek. Nama grup band sudah diberikan perlindungan sama dengan perlindungan yang diberikan untuk sebuah logo atau brand. Nama grup juga digunakan untuk membedakan identitas dan karakter musik antara grup band yang satu dengan lainnya seperti halnya trade mark.

58

Menurut keterangan yang diberikan oleh Dirjen Hak Kekayaan Intelektual Dephukham Prof. Abdul Bari Azed, S.H, MH, berdasarkan pengetahuan yang beliau miliki belum ada nama band atau grup band di Indonesia yang didaftarkan sebagai merek. Hal ini menunjukan minimnya kesadaran group-group band yang ada di Indonesia untuk melindungi kepemilikan nama mereka sebagai suatu brand atau trade mark. Apabila kita menelaah undang-undang merek di Indonesia, kategori ataupun kriteria merek terbagi dalam beberapa kategori yaitu merek dagang, merek jasa dan merek kolektif dan kepemilikan nama band ini dapat dikategorikan ke dalam merek jasa sehubungan dengan kegiatan grup band yang lebih bersifat kegiatan jasa. Dan jika kita lihat lebih mendalam di dalam Pasal 1 ayat 1 Undang- undang nomor 19 Tahun 2002 tentang merek, disebutkan: Merek adalah tanda yang berupa gambar, nama, kata, huruf-huruf, angka-angka, susunan warna, atau kombinasi dari unsur-unsur tersebut yang memiliki daya pembeda dan digunakan data kegiatan perdagangan barang atau jasa. Dari ketentuan undang-undang merek tersebut dapat disimpulkan bahwa suatu nama grup band merupakan sebuah merek jasa yang digunakan untuk membedakan dengan merek jasa lainnya yang sama-sama bergerak di dunia jasa hiburan. Jadi apabila nama suatu grup band akan dipakai untuk kegiatan yang bersifat komersil, maka nama band seharusnya didaftarkan di kantor merek. Tujuannya agar nama grup band tersebut menjadi daya pembeda antara satu band dengan lainnya. Manfaat lain dari pendaftaran merek ini adalah juga dapat melindungi grup band tersebut dalam hal perjanjian dengan pihak lain, misalnya dengan perusahaan rekaman, perusahaan baju atau poster serta dapat diketahui dengan jelas siapa pemilik dari nama grup band tersebut. Sumber data : Hukum Online 59


chat!

Foto: Dok. Tompi

recommendation!

Eross Chandra:

�Rasa kebangsaan itu akan luntur...� 60

61


M

enjelang peringatan hari kemerdekaan RI, lagu-lagu bertemakan nasionalisme yang patriotik akan lebih terasa semangatnya. Salah satu lagu yang membangkitkan semangat patriotisme adalah “Bendera” yang diciptakan oleh Eross Chandra personil dari SO7 dan Jagostu. Listen! berkesempatan berbincang-bincang dengan Eross mengenai nasionalisme dan patriotisme dalam musik. Dalam perbincangan ini juga akan diselipkan beberapa bocoran mengenai proyek baru Eross, Jagostu.

Listen! (L): Gimana sih cara bikin lagu yang patriotik dan nasionalis seperti “Bendera”? Eross (E): Caranya, kalo nasionalisme kita sedang muncul ya langsung bikin lagunya. Jika tidak, ya jangan, jangan dipaksakan. Waktu itu, Sony Music mau membuat soundtrack film “Bendera” yang menggambarkan kisah seorang bocah yang rela mati-matian mempertahankan harga diri bangsanya. (Tema ini) kayak jadi trigger buat aku pribadi untuk bisa mulai menulis lagu itu. Setelah aku baca script-nya, lalu jadilah lagu “Bendera”. L: Lagu-lagu yang patriotik dan nasionalis itu yang seperti apa? E: Mungkin kalau lagu-lagu jaman dulu lebih terasa karena vibe-nya beda. Kalau dulu, musuh kita adalah bangsa lain bukan dari bangsa sendiri, maka rasa persatuannya juga jadi lebih kuat. Banyak banget, lagu nasionalis yang tercipta pada masa penjajahan Jepang atau Belanda yang mengena.

Foto: Luki

Setelah era merdeka, ternyata, seperti yang kita tau, musuhnya Indonesia saat ini bukan dari luar negara, tapi malah kadangkadang saudara sendiri. Jadi, memang, untuk

62

menciptakan lagu kebangsaan kondisinya lebih sulit. Dalam arti, kadang-kadang, berantemnya dengan saudara sendiri. Itu yang bikin kita jika tidak jeli. Rasa kebangsaan itu akan luntur. Memang lebih sulit sih, sekarang, untuk menumbuhkan lagi rasa nasionalis, apalagi untuk orang-orang di generasiku. Kadang-kadang agak klise. Tapi kalau kita lebih jeli lagi, lebih mau mendengarkan lagi, lebih berfikir lagi, sampai kapanpun nasionalis tidak akan hilang. Aku baru bisa merasakannya saat acara sepak bola kemarin. Semua orang bersatu. Tidak ada yang demo saat sepak bola. Nah, dari situ, rasa nasionalismenya bisa terlihat. Rasa nasionalis itu memang vibe-nya akan lebih terasa lagi jika semuanya ikut menyuarakan hal yang sama. Seniman biasanya menyerap energi dari sekitar. Seniman jaman dulu lebih mudah menciptakan lagu nasionalis karena memang kondisinya mendukung. Kalau sekarang kan, lagunya bertujuan memprotes pemerintah. Lebih mudah diciptakan daripada nasionalis yang baik-baik. L: Contohnya? E: Kalau aku bilang, lagu Iwan Fals yang “Bento” atau “Bongkar” adalah lagu yang nasionalis, yang jika dilihat dari segi era --setelah mengalami penjajahan dari luar negeri—menggambarkan bahwa kita ternyata kita bisa saling gontok-gontokan sesama bangsa sendiri. Untuk itu, lagu “Bongkar” adalah lagu yang kritis dan cocok dengan kondisi sekarang. Buat aku, lagu itu adalah salah satu bentuk rasa nasionalis musisi. Arahnya untuk kebaikan. Menggambarkan hal buruk tapi dengan harapan orang akan mendengarkan dan lebih kritis atau lebih cerdas lagi supaya negara bisa menjadi lebih baik lagi.

L: Pendapat soal lagu yang menggunakan bahasa Inggris, bagaimana? E: Kalau aku lihat secara persentase, mungkin nggak sampai 10% dari seluruh musik di Indonesia. Dan itu bukan hal yang menakutkan tetapi pembaharuan. Justru, jika bahasa Inggrisnya nggak pintar, kita akan ketinggalan. Tapi ya...harus tetap tau, bahwa yang perlu kita junjung tetaplah budaya Indonesia. Kita boleh bicara bahasa inggris tapi apa yang kita bicarakan harus berpola pikir sebagai negara Indonesia yang sehat. L: Lagu patriotik paling favorit? E: “Maju Tak Gentar” dong.. Itu penyemangat sekali. Lagu itu sering dinyanyikan waktu sedang nonton sepak bola. Lagunya pendek, gampang dihapal. Pokoknya memberi semangat sekali, lah…cocok sekali jika kita sedang kumpul-kumpul. L: Jadi pertandingan bola kemarin bisa membangkitkan nasionalisme? E: Bisa banget, kerasa banget... Memang, aku tidak nonton langsung. Tapi waktu aku nonton di café, semua orang bersatu meneriakkan Indonesia. Dan itu adalah pemandangan yang sangat jarang sekali apalagi di hari-hari sebelumnya. Mungkin kalau nggak ada sepak bola, nggak bisa kayak gitu. L: Inspirasinya dari mana, untuk bisa bikin lagu yang patriotik dan nasionalis? E: Jadi, lagu “Bendera” itu kan awalnya dari script. Trigger-nya dari script, tapi perasaan kebangsaan itu sudah didoktrinkan dari kita kecil. Upacara, misalnya. Dari situ ada perasaan kebangsaan bahwa negaraku tuh Indonesia. Perasaan itu sudah kita dapat dari masih kecil. Tinggal kita yang harus mencari perasaan yang terpendam. Biasanya, seiring kita dewasa, cari uang susah, perasaan itu jadi kayak ketutup. Dan (perasaan) itu akan

bisa terbuka lagi kalau, kayak, kita baca script tentang bendera tadi. Sebenarnya perasaan itu sudah ada. Tapi kapan kita mengeluarkannya, kita menanti waktu yang pas. Dan kalau seumpama aku tidak ditawari membuat lagu bendera mungkin inspirasi lagu itu akan datang. Tapi waktunya nggak tau kapan. Dan mungkin, aku akan menulis lagu yang nasionalis tapi dalam bentuk semacam protes atau penggambaran apa yang ada sekarang, seperti yang tadi aku ceritakan. L: Kalau lagu kritik sosial semacam itu, sudah pernah bikin juga? E: Di album band-ku yang baru, Jagostu, banyak sekali. L: Konsepnya Jagostu bagaimana? E: Kalau dari konsep, musiknya itu berisik. Maksudnya terdengar lebih rough dari SO7. SO7 ada sedikit rock and roll-nya, dan ada sedikit popnya. Kalau Jagostu, secara musik benar-benar garage rock and roll gitu lah. L: Ada lirik yang menggunakan bahasa inggris di lagu-lagu Jagostu? E: Tidak ada bahasa Inggrisnya. Semua bahasa Indonesia. Karena saya juga nggak bisa bikin lagu bahasa Inggris. Itu masalahnya, hehehe… L: Ada rencana bikin lagu seperti “Bendera” lagi? E: Aku mau lagu itu cukup aku buat sekali dan bisa menjadi bahan pemikiran semua orang bahwa begitulah seharusnya kita mencintai negara kita. Karena itu, tidak perlu ada bendera kedua atau ketiga. Lagu kebangsaan satu saja. Pemikiran itu sekali saja dan tetapi kekal abadi. Saya sih maunya seperti itu. Kalau memang harus ada lagi mungkin yang akan dibahas adalah sisi lainnya. Tapi kalau untuk lagu “Bendera”, cukup sekali saja. pon & wnd – Listen! 63


flash!

Djarum Black Reggae Vaganza

ADA Band Panas! Launching Cinema Story

flash!

Pisa Cafe Mahakam, 15.07.07

S

Foto: Robby

etelah kota Bogor sempat diguyur hujan, Ada Band hadir untuk memanaskan para fansnya yang hadir di GOR Padjadjaran. Kemunculan mereka sekaligus menjadi peluncuran resmi album terbaru mereka, soundtrack Selamanya, sebuah film yang dibintangi oleh Julie Estelle dan Dimas Seto. Maka tak heran jika album tersebut dinamai Cinema Story. Keseluruhan materi di dalamnya berisikan lagu-lagu yang pernah menjadi hits, dan enam lagu baru yang temanya diambil dari alur film tersebut.

64

Acara yang juga menjadi bagian dari perayaan ulang tahun salah satu televisi swasta ini sempat diwarnai kericuhan di antara para penonton. Mereka saling melemparkan berbagai macam benda, mulai dari lumpur, bambu, botol minuman, hingga sandal jepit! Kapolres setempat pun terpaksa naik ke atas panggung untuk menenangkan suasana. Untunglah, lagu-lagu cinta dari Ada Band membuat suasana bisa kembali terkendali. kko – Listen!

Woo Yoo, Yoo Man”. Meski bibir terus membundar membentuk vokal o dan rahang terasa kencang, namun ucapan ini membuat suasana begitu akrab ketika Listen! mulai memasuki arena ‘Djarum Black Reggae Vaganza’. Rasanya, tanpa sapaan tadi, kita tidak mencair dan berbaur dengan atmosfir lingkungan yang ada. Pemandangan pun terlihat seragam. Ada banyak orang-orang memakai kaus motif bendera Jamaica, berambut gimbal, dan berjalan santai, seolah-olah warga Afrika sedang “berekspansi” ke tanah air kita. Line-up band yang dipersiapkan panita baru mulai tampil pukul 20.26. Total ada lima band. Masing-masing membawakan musik reggae namun dengan gaya permainan yang berbeda-beda. Ada Smoke to Joy, Flow Baja, Jamaican Soul, dan lainnya; nama-nama yang tersohor di seputaran penggiat musik ini. Smoke to Joy membawakan kembali nomornomor milik Bob Marley dan Sublime. Lalu, Jamaican Soul --grup yang juga meramaikan acara Soul Global Warming—punya cara yang lebih realistis untuk menyampaikan

rasa cinta: menebar kondom gratis! Dari sekian pengunjung, tampak Tony Q, Ras Muhammad, dan Glen Fredly. Sayang, di acara ini, mereka hanya ingin menonton dari bawah panggung. Namun, bagaimana pun itu, mereka tetap membaur bersama para penonton. Semoga masih sehangat ini, mengingat ada bocoran kabar, acara serupa –yang mungkin lebih besar lagi—akan di adakan di Bulungan bulan September nanti. Perayaan ini ditutup dengan band yang Pasukan 5 Jari. Mereka membawakan “Jammin”, “Republik Rakyat Reggae”, hingga “Waiting in Vain”. Sebagai bagian dari penutup acara, band ini bermain dengan baik. Walaupun, dandanannya ‘kurang reggae’ --rambut biasa saja, ada yg botak, sekaligus berkostum biasa aja. Namun, sepertinya tidak ada yang perduli soal gimmick. Dalam hal ini, yang penting, tujuan dari kedamaian sudah tercapai. Dan semua orang lebih memilih dua hal saja: mendengar, lalu bergoyang. dim & luk – Listen!

Foto: Luki

GOR Padjadjaran Bogor, 06.07.07

65


flash!

trivia!

Pada usia berapakah Janis Joplin, Jimi Hendrix, Kurt Cobain, dan Jim Morrison wafat? a. 25 tahun b. 27 tahun c. 30 tahun

Kirimkan jawaban anda ke listen_magazine@cbn.net.id dan dapatkan CD original album Silverchair dan The Titans untuk tiga pemenang.

Summer Carnival X2, 28.07.07

uasana karnaval hadir di Jakarta. Party yang diadakan di X2 ini menghadirkan nuansa karnaval layaknya di jalanan Rio de Janeiro. Klub yang terbagi atas empat ruangan ini memang disediakan untuk para party-goers yang ingin menikmati hiburan malam yang berbeda dari biasanya. Tiap-tiap ruang memiliki konsep serta jenis musik yang berbeda. Di ‘Vintage’ disuguhkan musik classic disco, membawa anda bernostalgia. Di ruangan ‘Equinox’ anda bisa menikmati musik r ’n b dan hiphop yang menghentak lantai dansa. Bagian terbesar adalah X2, yang kali ini menampilkan Electric Barbarellas dan Innerlight. Ruang keempat adalah ruang VIP yang dinamai ‘Ego’. Ada banyak tawaran hiburan di Summer Carnival. Para dancer hadir

66

dengan kostum yang semarak. Untuk meramaikan suasana, dihadirkan juga aksi capoeira, dan permainan perkusi ala drum band dari grup 9 Percussion. Para staf X2 juga berpenampilan unik dengan kostum penuh ragam variasi. Bahkan Listen! sempat kaget ketika ditawari minum oleh Spiderman! Hmmm, side job Peter? Suasana malam menjadi semakin semarak lewat musik yang terus berdentum dan permainan tata cahaya serta laser yang memukau. Berbagai hiburan yang dihadirkan memberi suasana yang berbeda dibandingkan dengan party-party pada umumnya. Tak heran pengunjung bersesakan datang ke acara ini. pon - Listen!

Foto: Pondra & Koko

S

67


flash!

SOUL

for Indonesian Earth Tennis Indoor Senayan, 07.07.07 I

su mengenai pemanasan global semakin marak dibicarakan. Pengaruhnya yang begitu besar bagi lingkungan sudah menyedot perhatian berbagai kalangan di seluruh dunia. Sebagai bentuk kepedulian masalah tersebut maka diselenggarakanlah sebuah konser bertajuk ‘Soul For Indonesian Earth’ dengan pesan “Sayangi Bumi Hari Ini”. Acara ini diprakarsai oleh penyanyi Glenn Fredly yang berkolaborasi dengan 68

Glow Alliance. Konser yang dikemas sebagai sebuah konser kepedulian ini menampilkan begitu banyak artis. Tercatat ada 57 pengisi acara yang tampil pada konser tersebut. Tidak hanya nama besar yang ditampilkan, pada kesempatan ini beberapa band yang berkarya di jalur indie pun turut serta mendukung acara ini. Saat memasuki area konser, Listen! langsung “disambut” deretan stan

dari LSM-LSM serta perusahaan yang berwawasan lingkungan. Kampanye pelestarian lingkungan benar-benar menjadi menu utama dalam pagelaran ini. Acara terbagi atas dua panggung yang berlokasi di dalam dan luar ruangan. Beberapa artis yang cukup menarik perhatian penonton adalah Maia Ratu yang berkolaborasi dengan Shanty; The Groove yang kala itu tampil dengan formasi asli (Yuke di bass dan Rika Roeslan pada vokal); serta Gita Gutawa yang diiringi permainan keyboard sang ayah, Erwin Gutawa. Selain penampilanpenampilan khusus ini, beberapa artis lain juga memberi penampilan yang memukau. Ada The Upstairs, Glenn Fredly, Maliq & D’Essentials, Indra Lesmana & Brothers of Revolution, The Adams, serta Ras Muhammad.

Munculnya artis-artis besar dari berbagai genre ini menunjukkan bahwa kalangan musisi juga memiliki kepedulian pada lingkungan. Hal ini juga dilakukan oleh artis-artis internasional yang tampil dalam rangkaian konser ‘Live Earth’ di berbagai kota besar di dunia pada tanggal yang sama. Konser ‘Soul For Indonesia Earth’ ini juga termasuk dalam rangkaian ‘Live Earth’.

Foto: Luki & Pondra

flash!

Mari kita bersama-sama membangun kekuatan perubahan untuk menuju dunia yang lebih baik dalam menyikapi isu pemanasan global melalui musik. Seperti pernyataan yang digaungkan dalam konser ini, “Whatever bad music you play, global warming will amplify it many times louder.” pon - Listen! 69


concert!

concert!

Pop dan Kepala Panda MadMusic presents Tahiti 80

ahiti 80 punya reputasi tersendiri di kalangan anak-anak indie Tanah Air. Semenjak “Heartbeat” diputar di radio-radio Jakarta beberapa tahun lalu, memori semua orang seakan ‘teracuni’ lagu tersebut hingga saat ini. Gantry punya nyali untuk menghadirkan mereka ke Jakarta, sebagai sebuah proyek pembuka!

Dua jam sebelum konser dimulai, (21/7) para penonton sudah mulai memenuhi pelataran pintu masuk Upper Ground 10th Floor Annex Building, Hotel Nikko Jakarta. Mereka tampak antusias meskipun suhu di luar venue terasa cukup panas dan membuat berkeringat yang berbulir-bulir. Setengah jam menjelang dimulainya konser, penonton baru diperbolehkan masuk. Itu pun mesti melalui pemeriksaan yang sangat ketat, dan seperti biasa, rokok harus dititipkan ke pihak panitia. Belum ada pertunjukkan apa-apa. Penonton yang mengantri masuk cukup disuguhi lagulagu Tahiti 80 yang diputarkan oleh panitia. Tepat pukul 18:00 WIB konser dibuka oleh penampilan Sore, lalu berlanjut pada Pure Saturday dan sebuah band rock n roll, Holycity Rollers. Performance ketiga band ini terbukti mampu memanaskan suasana. Sore bahkan menyisipkan lagu-lagu baru yang akan menjadi materi album kedua mereka. Pure Saturday tampil dengan dua mantan frontman yang kini telah menjadi additional dalam satu panggung, Suar dan Iyo. Saat Sylvain Marchand (drum), Mederic Gontier (gitar), Xavier Boyer(gitar, keyboard, vokal), dan Pedro Resende (bass) mengambil

70

alih panggung suasana berubah menjadi histeris, meski musik belum dimainkan. Yang berbekal kamera segera berebut mengambil posisi terbaik. Demikian halnya dengan wartawan yang harus berebut dengan penonton lainnya karena memang tidak ada tempat khusus untuk meliput. Sang frontman, Xavier, berkali-kali menyapa penonton menggunakan bahasa Indonesia. Selama kurang lebih dua jam, grup asal Perancis ini membawakan lebih dari belasan lagu yang merupakan materi-materi terbaik dari tiga album yang telah mereka buat. Tak disangka, ternyata setiap lagu yang dinyanyikan mendapat respon yang gila dari crowd. Banyak yang ikut bernyanyi. Yang tidak hafal lirik, masih bisa menikmati dengan asyik berjoget (atau mungkin sekadar mengangguk-anggukan kepala). Pertunjukan menarik terlihat ketika sang bassis tiba-tiba mengenakan penutup kepala berbentuk panda dan kelakuannya menjadi ‘beringas’. Ia menitipkan bassnya kepada Xavier dan berlari ke arah drum set. Kemudian bersama sang drummer ia memukulmukul simbal dan lonceng sapi sehingga menghasilkan hentakan yang unik. Penonton pun terbahak sambil bertepuk tangan. Konser ditutup dengan “Heartbeat”. Lighting dan efek laser yang didominasi warna hijau menambah manis penampilan Tahiti 80 malam itu. Mereka merasa senang bisa tampil di Indonesia, dan tentu saja penikmat musik di Indonesia pun merasakan hal yang sama. kko – Listen!

Foto: Koko

T

71


riot

it’s you!

prambors

wendy-dita bocil

change yourself crew

kebo-ramo pepep-arda-bima

dede-gandung-nick-gibrananya-gembel-indra

annisa-aldo

reggae vaganza

vq-hera

calista-cindy-ola-jessica-clive

indoreggae.com crew

ras muhammad

soul

for indonesian earth

tazri-panda wwf-dena

bike2work:wahyu-dani-alfahimawan-asep

raka-fitra

larry-oeboer

tahiti 80

72

ringgo

icha-kino-lida-maul-astri

iyo dan kawan-kawan

73


events!

Listen!

Music’s All Over!! Sabtu, 4 Agustus 2007 The Unforgettable Love Menampilkan Phantom of The Opera, Sound of Music, Moulin Rouge, Dream Girls, Grease, dan lain-lain dalam satu panggung. Plenary Hall, JCC 19.30 – till end Minggu, 5 Agustus 2007 Soundrenaline ‘Sound of Change’ Menampilkan Boomerang, Ungu, Naif, Ada Band, SO7, dan lain-lain. Sirkuit Pantai Ria Kenjeran, Surabaya Selasa, 7 Agustus 2007 Avenged Sevenfold Live in Jakarta Tennis Indoor Senayan 19.00 – till end Rabu – Minggu, 8 – 12 Agustus 2007 JAPEX – Jakarta Audio Pro EXP Arena PRJ Kemayoran Hall B dan C Minggu, 12 Agustus 2007 Soundrenaline 74

‘Sound of Change’ Menampilkan Padi, GIGI, Netral, Glenn Fredly, dan lain-lain. Garuda Wisnu Kencana Cultural Park, Bali Minggu, 12 Agustus 2007 Suffocation Live in Jakarta Pantai Festival Ancol 16.00 – till end Rabu - Kamis, 15 - 16 Agustus 2007 Fourplay Contemporary Jazz Dewan Filharmonik Petronas, Malaysia Kamis, 16 Agustus 2007 One Loud Nite Menampilkan - Miracle (Dream Theater Tribute) - Gugun And The Blues Bug (Blues Rock) - Crazy Train (Feat. Piyu Padi And Doddy Katamsi plays classic rock) - Denzuko (Iron Maiden tribute) Mario’s Place, Jl. Cikini Raya No. 2-4 Jakarta 19:00 - till end

Jum’at - Sabtu, 17 - 18 Agustus 2007 World Music Bambo Festival 2007 Menampilkan Krakatau, Samba Sunda, Discuss, dll. Arena Pekan Raya Kemayoran, Jakarta Sabtu, 18 Agustus 2007 INXS Switched On World Tour Stadium Negara, Kuala Lumpur Rabu, 22 Agustus 2007 Konser 40 Tahun Bimbo Balai Kartini, Jl. Gatot Subroto, Jakarta 20.00 – till end Minggu, 26 Agustus 2007 Konser Izaline Calister, “An Afternoon in The Dutch Carribean” Menampilkan Zaline Calister (vocal), Roel Calister (drum & perkusi), Ed Verhoeff (Gitar) Erasmus Huis, Jl. HR. Rasuna Said Kav. S-3 Kuningan – Jakarta 12950

75


charts!

Listen!

TOP TEN ALBUMS

1 Tak Ingin Dilupakan Dirly

2 Bersama Bintang Drive

3 Membekas Di Hati Laluna

4 Ampun DJ Jagostu

5 Semakinku Two Triple O

6 Nyawa Hidupku ADA Band

7 Maaf Nine Ball

8 Aku Bukan Untukmu Sultan

9 Pertempuran Hati Netral

10 I Need U Pasto

76

1 9th Netral

1 Happy Sunday Glenn Fredly

2 Happy Sunday Glenn Fredly

2 Bila The Titans

3 Cinema Story Ada Band

3 Slow Down She

4 35 Yuni Shara

4 11 Januari Gigi

5 Pada Awalnya Vox

5 Sekali Lagi Bersamamu Chandra

6 Becak Fantasi Jubing Kristanto

6 Ingatkah Kamu A.S.A.P

7 Esok Lebih Baik Drive

7 Jangan Bilang Tidak Raffi Ahmad & Ayushita

8 Hari Yang Cerah Peter Pan

8 Sebelum Cahaya Letto

9 Spirit J Rock

9 Menangis Untuk Tersenyum Peribumi

10 Arti Baru Repvblik

10 Sepanjang Usia Kerispatih

77


grab us at... Barito, Blok M, Mahakam, Melawai, Gandaria Bakoel Koffie Chopstix Citrus Café Excelso M Club McDonalds, Melawai Plaza McDonalds, Blok M Plaza Mangkok Putih Saint Cinnamon Soeryo Café Tamani Café Tomodachi Bintaro Bakoel Koffie Moe Jazz & Lounge Oks Caféa Cilandak Town Square Amadeus Bakerzin Brew & Co. Café Regal Chatter Box Chopstix Connosieur

78

Wine & Cigar Dixie Dome Excelso Fish & Co. Frankfurter Gino Café J.CO Donuts & Coffee Lutuye Salon Mangkok Putih Mirage Post Mister Bean Coffee Mother’s Cook Over Rice Score! Second Kitchen Secret Recipe Takigawa Resto Tartine Wing Dome Darmawangsa Square, Grand Wijaya, Panglima Polim Bakerzin Citrus Café Gelatissimo Gelato Imago Mezzo Bistro Rasa Warna Pelangi

Scoopy Gelato Takigawa Resto Tee Box Kemang, Bangka Adorama Photo Amuleto Boutique Bakoel Koffie Café Amor Chopstix Eastern Promise Frankfurter Ke’kun Coffee La Scala Mangkok Putih Peter F. Saerang Star Deli Tamani Café The Rock Tornado Coffee Warung Pasta Wing Dome Zegafredo Mall Kelapa Gading Celcius Café Chatter Box Chopstix Excelso Frankfurter J.CO Donuts & Coffee McDonalds

Over Rice Peter F. Saerang Saint Cinnamon Secret Recipe

Secret Recipe Spazio/Mezza 9 Surfer’s Paradise Victoria Café

Menteng Adorama Photo Pizza Marzano

Senayan City, Senayan Plaza Bakerzin Betawi Cafe Café Regal Café Wien Chatter Box Chopstix Excelso Furaibo Gelatissimo Haagen Daz J.CO Donuts & Coffee Peter F. Saerang Raja’s Café Saint Cinnamon Secret Recipe Takigawa Resto Victoria Café Warung Podjok

Plaza Semanggi Celcius Café Gloria Jeans Café J.CO Donuts & Coffee O Bistro Scoopy Gelato Soho Musik Wing Dome Pondok Indah Bakerzin Betawi Café Bonn Music Bugs Café Café Regal Cinnabon Chopstix Death by Chocolate Fish & Co. Frankfurter Gelatissimo Haagen Daz J.Co Donuts & Coffee

Senopati Adorama Photo Bakoel Koffie Gelatissimo Gue Loe Salon Lutuye Salon

Omah Sendok Sarinah After Hour McDonald & McCafé MU Café Plaza Indonesia Bakerzin Betawi Café Cinnabon Chopstix Dome Excelso Gloria Jeans Café Peter F. Saerang Saint Sinnamont Scoopy Gelato Secret Recipe Setiabudi Amadeus Autumn Café Chatter Box Frankfurter Furaibo Mangkok Putih Peter F. Saerang Pistales Sudirman A Mild Café

Amadeus Chatter Box Excelso Frankfurter Gloria Jeans Cafe Mister Bean Coffee Pizza Marzano Tebet Ayam Goreng Mas Mono Bloop Burger & Grill Comic Café De Jones Dome Endorse Excelso Hello Motion Lockers Nasi Bebek Ginyo Racer Kids Salon Loe Ve De Kampus Akpar Sahid Bina Sarana Informatika Institut Kesenian Jakarta Institut Sains dan Teknologi Nasional

London School Next Academy STEKPI Stikom Inter Study Unika. Atmajaya Univ. Bina Nusantara Univ. Borobudur Univ. Budi Luhur Univ. Bung Karno Univ. Gunadarma Univ. Indonesia Univ. Indonusa Esa Unggul Univ. Kristen Indonesia Univ. Mercu Buana Univ. Moestopo Univ. Nasional Univ. Negeri Jakarta Univ. Pancasila Univ. Paramadina Univ. Pelita Harapan Univ. Pembangunan Nasional Univ. Perbanas Univ. Persada YAI Univ. Sahid Unika. Soegiyopranoto, Semarang Univ. Tarumanegara Univ. Trisakti

Others Amadeus, Ragunan Bakerzin, Tunjungan Plaza IV Surabaya Box Office Bogor McDonalds: Soekarno Hatta Arion Plaza Plaza Surabaya Bandung MU Café Bandung Peter F. Saerang, Cibubur Junction Peter F. Saerang, Metropolitan Mall Star Deli, Sentul Zoe, Depok ESC Legian Bali

Mall Taman Anggrek J.CO Donuts & Coffee Saint Cinnamon Kebon Jeruk dan sekitarnya Chopstix Over Rice Permata Hijau Lutuye Salon Lebak Bulus Indoreggae

Salemba dan sekitarnya Bakoel Koffie CCF Café Au Lait Mega Mall Pluit Betawi Café Peter F. Saerang Mall Ciputra Peter F. Saerang McDonalds

79


Listen! Agustus 2007  

Listen! adalah sebuah majalah musik gratis dengan konsep music guide yang sempat terbit pada tahun 2007 - 2008. Mengulas tentang album musi...

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you