Issuu on Google+

Bertumbuh dalam Pengetahuan akan Yesus Kristus (II Petrus 1:5-11) Lg. Pembuka : LS No. 33 (Hai Pujilah Nama Yesus) Lg. Penutup : LS No. 46 (Sucikan Hatimu) Ayat Inti : 2 Petrus 3:18 Ayat Sahut2an : 2 Petrus 1:5-11 PENDAHULUAN Suatu kali Fritz Kreisler yang dikenal sebagai ahli pemain biola akan mengadakan perjalanan dari Hamburg, Jerman menuju London untuk membuat sebuah konser disana. Saat itu transportasi jarak jauh yang tersedia adalah kapal laut dan Ia akan menaiki kapal laut menuju London. Saat itu ia melihat masih mempunyai waktu lebih dari 1 jam sebelum berangkat dan ia berjalan-jalan ke suatu toko musik sambil membawa biola miliknya. Saat ia berjalan-jalan di took tersebut si pemilik toko melihat biola yang dibawa oleh Kreisler, lalu si pemilik toko tersebut bertanya apakah ia boleh melihat biola yang dipegang oleh Kreisler dan Kreisler memperbolehkannya. Kemudian si pemilik toko itu tiba-tiba pergi dan menghilang dari pemandangan Fritz. Fritz sendiri agak heran dan sedikit gelisah dan mencari pemilik toko tersebut. Namun, tidak lama kemudian, pemilik toko tersebut datang namun dengan 2 orang polisi, dan seorang dari polisi tersebut berkata kepada ahli biola tersebut, “Anda ditahan” Fritz terkejut dan bertanya, “Atas kesalahan apa saya ditahan ?”. Kemudian polisi itu berkata, “anda mempunyai Biola Fritz Kreisler, itu hanya dimiliki oleh Ahli biola tersebut, itu sebabnya anda ditahan…”. Kemudian Fritz, menjawab, “saya adalah Fritz Kreisler…!’ Polisi tersebut menjawab, “Anda tidak bisa membohongi kami, ikut kami ke kantor polisi”. Fritz menyadari bahwa ia tidak punya banyak waktu. Kapal yang akan ia naiki untuk berangkat ke London akan berangkat, jika ia mengikuti Polisi ke kantor polisi, maka ia akan tertinggal oleh kapal itu dan konsernya akan batal dan ini akan menjadi masalah besar. Lalu Fritz meminta Biolanya dan memainkan sebuah lagu yang sangat terkenal darinya. Setelah itu Fritz Kreisler, bertanya, “Apakah anda sudah puas dan percaya ?”. Kedua polisi itu akhirnya meminta maaf dan percaya bahwa dia adalah Fritz Kreisler. Apa yang terjadi pada Kedua polis tersebut adalah “mereka kurang mengenal” Fritz Kreisler, sehingga mereka salah bersikap terhadap pemain Biola tersebut. Pada siang ini kita diingatkan kembali kepada pelajaran dengan beberapa pertanyaan: “Sudahkah kita mengenal Yesus dengan benar ?” , “Bagaimanakah kita bertumbuh dalam pengenalan akan Yesus ?


ISI Siang ini kita akan melihat sebuah pelajaran yang dituliskan oleh Petrus dalam II Petrus 1:5-11. Petrus menutup buku II Petrus dengan II Petrus 3:18 yang berbunyi : “ Tetapi bertumbuhlah dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus. Bagi-Nya kemuliaan, sekarang dan sampai selamalamanya.” Ayat ini akan membawa kita kedalam beberapa pertanyaan berikut ini : a. Apakah artinya untuk “Bertumbuh dalam pengenalan akan Allah dan Yesus Juruselamat Kita ?” b. Bagaimanakah kita dapat memastikan bahwa kita bertumbuh dalam Pengenalan akan Dia ? c. Mengapa Petrus begitu perduli mengenai bertumbuh dalam pengenalan akan Dia ? Kita akan coba menemukan jawabannya dengan sedikit mempelajari Firman Tuhan yang tertulis dalam 2 Petrus 1:5-11. Perkataan yang terdapat dalam ayat ini penuh dengan nasehat dan mengena pada inti kemenangan. Petrus mengemukakan kepada orang-orang percaya mengenai tangga kemajuan Kristen, tiap-tiap langkah yang menggambarkan perkembangan dalam pengetahuan Allah, dan dalam mendaki kita tidak bisa berhenti sebelum tiba pada tangga tertinggi. Diawali dengan ayat 3 dan 4 yang menegaskan bahwa Allah telah melakukan bagian-Nya untuk manusia. Mengenal dan mengetahui kebutuhan manusia seutuhnya, Allah sudah menganugerahkan segala sesuatu untuk hidup saleh, sehingga kita sebagai umat Tuhan harus melakukan “tugas” kita untuk bertumbuh akan pengenalan akan Yesus, menjadi umat Tuhan yang saleh. Dan kita diminta untuk dengan “Sungguh-sungguh” untuk melakukannya. Dan delapan “kebajikan” yang disampaikan oleh Petrus ini sering dikenal dengan 8 Tangga Petrus.

I. Apa saja yang harus kita perhatikan sehubungan dengan “Pengenala akan Yesus ?” 1. Delapan hal yang sangat perlu yang disampaikan oleh Petrus dalam 2 Petrus 1:57 (Delapan Tanggal Petrus) Mari kita lihat satu – persatu 8 tangga tersebut :


A. IMAN Petrus memulai daftar anugrahnya dengan IMAN. Yang menekankan kepada Keyakinan kepada Injil / Firman Tuhan. Dalam tangga pertama ini Petrus menekankan bahwa dasar mereka untuk bertumbuh dalam pengenalan akan Tuhan Yesus adalah harus memiliki keyakinan yang kuat akan kebenaran Firman Tuhan. B. KEBAJIKAN Kebajikan adalah Perbuatan baik, Ahlak atau Moral yang luar biasa. Petrus menekankan Sehubungan dengan Iman-mu itu, tambahkanlah perbuatan-perbuatan baik. Sebuah kutipan sehubungan dengan Kebajikan dari buku yang ditulis melalui Ilham oleh Ellen G. White yang berjudul Alfa dan Omega Jilid 7 hal 448 alinea 3 “ Setelah menerima iman Injil, pekerjaan yang berikutnya dari orang percaya ialah untuk menambah kepada tabiatnya kebajikan, dan dengan demikian menyucikan hati dan menyediakan pikiran untuk menerima pengetahuan Allah. Dengan hal tesebut maka umat-umat Kristen akan membangun sebuah kehidupan yang seimbang. Iman yang ia miliki dinyatakan dengan perbuatan-perbuatan yang baik. C. PENGETAHUAN Pengetahuan yang dimaksud adalah Pengertian yang benar akan Jalan Allah dan rencanaNya untuk masing-masing hidup umat Tuhan. Kutipan dari tulisan Ellen G. White dari buku yang sama Alfa dan Omega Jilid 7 hal 448 alinea 3, “Pengetahuan ini adalah dasar dari segala pendidikan yang benar dari pelyananan yang benar. Itu adalah usaha penjagaan terhadap penggodaan.” D. PENGUASAAN DIRI Petrus menekankan perlunya Disiplin atas diri sendiri yang membuat umat Tuhan bisa menguasai diri dalam kehidupan mereka. Semua anugerah yang sebelumnya (Iman, Kebajikan dan Pengetahuan) akan kurang berguna jika tidak disertai dengan Pengendalian diri umat-umat Tuhan. E. KETEKUNAN Ketekunan ialah mampu bertahan dalam berbagai pencobaan. Secara literal kata dalam bahasa Yunani yang digunakan untuk kata Ketekunan berarti berada dalam pembetulan/ditempa. Petrus menekankan bahwa umat Tuhan harus sabar dan tekun berada dalam tempaan Allah. Roma 5:3 menekankan juga bahwa umat Tuhan harus tetap sabar dalam kesengsaraan karena itu akan menimbulkan ketekunan. Sebuah kutipan dari buku yang berjudul Nasehat Bagi Sidang, hal 136 alinea 3 & 4, “ Kenyataan bahwa kita dipanggil untuk menaggung ujian membuktikan bahwa Tuhan Yesus melihat di dalam diri kita sesuatu yang sangat berharga yang hendak dikembangkan-Nya. Kalau Ia tidak melihat di dalam diri kita sesuatu yang olehnya Ia dapat memuliakan nama-Nya, Ia tidak akan menggunakan waktu menghaluskan kita.


F. KESALEHAN Memiliki karakter Allah. Anugerah ini akan menjaga umat Tuhan untuk tidak menjadi sombong. Karunia ini akan membuat umat Tuhan menjadi rendah hati dan ramah. Petrus melihat keperluan besar umat Tuhan agar umat Tuhan menjadi umat-umat yang rendah hati, ramah dan tidak sombong. Dalam salah satu penglihatannya, Ellen G. White melihat malaikat yang berdiri dengan neraca ditangannya menimbang pikiran dan minat umat Allah. Ia melihat dua daun neraca yang dipegang oleh malaikat tersebut. Satu neraca timbangan berisikan pikiran dan minat yang cenderung ke surga; dan neraca lain berisikan pikiran dan minat yang cenderung ke bumi. Neraca yang pertama itu menggambarkan orang-orang Saleh yang hidup untuk Allah karena memiliki karakter Allah sedangkan salah satu faktor yang mengisi neraca kedua adalah umat-umat manusia yang penuh dengan kesombongan diri. Sebagai umat Allah kita seharusnya memiliki kesalehan yang akan menempatkan kita pada neraca timbangan yang berisikan pikiran dan minat yang cenderung ke surga. G. KASIH AKAN SAUDARA-SAUDARA Awalnya dalam bahasa Yunani Kuno kata ini menekankan kasih kepada saudara-saudara yang mempunyai hubungan persaudaraan saja. Namun dalam perjanjian baru Philadelphia pengertiannya sudah lebih luas yaitu kasih yang mencakup semua anggota gereja. Pada zaman Petrus dahulu, didalam gereja juga ada orang-orang yang mempraktikan penyembahan berhala, sehingga dibutuhkan kasih yang murni akan saudara-saudara untuk saling mengingatkan dan menguatkan. Dalam kehidupan gereja kita sekarang ini, Petrus menekankan bahwa kebutuhan akan kasih seperti itu tetap sangat dibutuhkan, karena digereja pada zaman ini kita hidup didalam kekurangan kita masingmasing, sehingga dibutuhkan kasih yang murni satu dengan yang lain bukan untuk saling menjatuhkan. Roma 12 : 10 “Hendaklah kamu saling mengasihi sebagai saudara dan saling mendahului dalam memberi hormat.� Sebuah Kutipan dari buku yang berjudul Nasehat Bagi Sidang hal 120 alinea 2, :� Dalam sidang Allah dewasa ini kasih persaudaraan sangatlah berkurang. Kebanyakan dari orang-orang yang mengaku mengasihi Juruselamat lalai mengasihi orang-orang yang disatukan dengan mereka dalam persekutuan Kristen. H. KASIH AKAN SEMUA ORANG Ini adalah tangga terakhir, puncak dari semua daftar anugerah yang ditekankan oleh Petrus. Dan ini juga adalah anugerah terbesar (1 Kor 13:13); Semua anugerah yang lain akan kurang berguna jika tidak memiliki kasih akan semua orang. Itulah 8 anugerah yang harus dimiliki oleh umat Tuhan agar dapat mencapai pengenalan yang sempurna akan Yesus.


2. Delapan hal tersebut berhubungan erat satu dengan yang lain (tak terpisahkan) Setelah Petrus menyebutkan delapan hal yang perlu untuk pengenalan akan Yesus, selanjutnya ia menekankan bahwa kedelapan hal tersebut semuanya harus ada pada umat Tuhan. Setidaknya ada dua hal dalam tulisan Petrus yang menekankan bahwa kedelapan hal tersebut adalah mutlak harus dimiliki oleh umat Tuhan : 1. Apa yang tertulis dalam 2 Petrus 1:8 : “Sebab apabila semuanya itu ada padamu dengan berlimpah-limpah, kamu akan dibuatnya menjadi giat dan berhasil dalam pengenalanmu akan Yesus Kristus, Tuhan kita.” Apa yang ditekankan oleh Ayat ini adalah bahwa umat Tuhan HARUS memiliki ke 8 berkat tersebut baru ia dinyatakan sebagai orang yang berhasil dalam pengenalan akan Yesus Kristus. 2. Arti kata Menambahkan dalam 2 Petrus 1:5 Dalam 2 Pet 1:5, kita mendapatkan bahwa sebelum masing-masing berkat disebutkan, ada kata, “menambahkan”. Kata ini dalam bahasa Yunani berarti Memimpin sebuah paduan suara, kemudian arti lainnya adalah menyediakan atau menyiapkan. Sehingga kata “menambahkan” dalam bahasa Yunani didalam 2 Pet 1:5 berarti “menyiapkan setiap berkat/anugerah untuk bekerja dengan harmonis dan selaras satu dengan lainnya untuk menghasilkan suatu pengaruh yang menyeluruh.” Hal tersebut menekankan bahwa semua berkat tersebut harus dikembangkan dengan selaras dan berkaitan satu dengan yang lain. Kita tidak dapat memilih dan hanya mengambil satu yang kita sukai dan meninggalkan lainnya. Dalam sebuah seri film kartun Peanuts diceritakan Lucy meminta Linus mengganti Channel TV sambil mengancam dengan kepalan tangannya jika Linus tidak mau mengganti chanel tersebut. Linus lalu menjawab Luci, “ Apa yang membuat kamu yakin bahwa saya akan mengikuti keinginanmu ? “ “ Lima jari ini, “ kata Lucy. “Secara individu jari-jari ini mungkin tidak berarti untuk membuatmu takut, tapi ketika saya kepal semua jari-jari saya menjadi satu, jari – jari saya akan membentuk satu senjata yang mengerikan orang” “Chanel apa yang kau inginkan ? Kata Linus….!!


Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan, kedelapan hal yang ditekankan oleh Petrus adalah satu kesatuan yang tak terpisahkan yang harus dimiliki oleh umat Tuhan. Kita tidak bisa hanya memiliki 3 atau 4 dari kedelapan hal itu untuk mendapatkan pengenalan akan Yesus dengan sempurna. 3. Dibutuhkan usaha yang sungguh-sungguh 2 Petrus 1:5, 10 menekankan bahwa untuk mendapatkan kedelapan hal tersebut dibutuhkan usaha yang sungguh-sungguh dari umat-umat Tuhan Untuk bertumbuh dalam pengenalan dan pengetahuan akan Yesus dibutuhkan usaha yang besar karena tidak ada unsur “secara kebetulan” atau “secara alami” dalam mengembangkan 8 karunia tersebut. Umat Tuhan harus sungguh-sungguh memilik Iman, harus sungguh-sungguh memiliki kebajikan, sungguh sungguh memiliki kerinduan Pengetahuan, sungguh-sungguh dalam Penguasaan diri, sungguh-sungguh dalam ketekunan, sungguh – sungguh dalam kesalehan dan sungguh-sungguh mengasihi saudara dan semua orang…!! Adakah kita memiliki kesungguh-sungguhan ? II. Mengapa “Pengenalan akan Yesus” begitu Penting ? 2 Petrus 1:9 menyatakan : “Tetapi barangsiapa tidak memiliki semuanya itu, ia menjadi buta dan picik, karena ia lupa, bahwa dosa-dosanya yang dahulu telah dihapuskan.” Petrus yang menuliskan buku ini adalah Petrus yang sudah menyangkal Yesus dalam hidupnya. Ia menggambarkan dirinya sebagai orang berdosa yang buta dan picik secara rohani. Pada saat ia akan dipenjara dan dihukum dicemeti dan disalibkan, ia mengingat akan dosanya tersebut yaitu menyangkal Yesus. Saat ia menyangkal Yesus keadaan Petrus adalah orang yang belum memiliki 8 hal yang ia tuliskan. Namun saat ia dipenjara, dicemeti dan bahkan ia akan dihukum mati, ia sudah memiliki 8 hal tersebut. Ia mengingat keadaannya dulu sewaktu tidak siap menerima segala sesuatu, namun saat ini ia menganggapnya sebagai suatu kesukaan memberikan hidupnya untuk Injil bahkan siap untuk mati sama dengan cara Yesus, yaitu disalibkan. Petrus merasakan perlunya “Pengenalan akan Yesus” untuk dimiliki umat-umat Tuhan agar umat-umat Tuhan dapat merasakan pentingnya Yesus diatas segalanya bahkan lebih penting dari hidup. Apa saja yang ditekankan Petrus mengenai Pentingnya “Pengenalan akan Yesus?”


a. Gagal bertumbuh dalam Pengenalan akan Yesus akan menjadikan ‘Buta dan Picik” (2 Petrus 1:9). Sebuah kutipan dari Seventh Day Adventist Bible Commentary : “Mereka yang tidak memiliki dengan lengkap berkat-berkat yang dituliskan oleh Petrus tidak akan mengenal Yesus dengan benar. Ia dapat melihat hal-hal duniawi tapi tidak dapat melihat dengan jelas hal-hal yang bersifat Rohani.” Mereka adalah yang orang-orang yang hanya samar-samar menyadari pentingnya nilai-nilai rohani dan tidak mampu melihat dan mengartikan nilai-nilai kebenaran. Mereka sangat mudah untuk melihat dan menerima hal-hal yang bersifat duniawi. b. Lupa bahwa dosa-dosanya sudah dihapuskan (2 Petrus 1: 9 bagian akhir) Sebuah kutipan dari Seventh Day Adventist Bible Commentary : “Orang-orang Kristen yang telah melupakan bahwa dosanya telah diampuni adalah orang – orang yang sedang berada dalam bahaya dalam penolakan akan salib Yesus dan kehilangan dasar pertumbuhan pengetahuan rohani dan penyucian.” Artinya adalah bahwa orang-orang yang gagal bertumbuh dalam hal rohani digambarkan sebagai orang yang lupa bahwa dosanya telah ditebus. c. Agar kita tidak tersandung (2 Petrus 1:10) Kata Yunani yang digunakan untuk kata tersandung dalam 2 Petrus 1:10 adalah jatuh dalam kesengsaraan; menjadi sial; kehilangan keselamatan. Rasul Paulus tidak bermaksud untuk menyatakan bahwa bahwa mereka yang mengikuti nasehatnya tidak akan pernah jatuh kedalam dosa, tapi maksudnya adalah bahwa mereka tidak akan pernah gagal dari panggilan dan pilihan Allah. Kita bisa saja berdosa, tapi kita akan menang atas dosa dan akan mendapatkan keselamatan. d. Agar kita dikaruniakan hak penuh untuk masuk kerajaan Kekal. (2 Petrus 1:11) Artinya adalah bahwa kita bisa masuk kedalam kerajaan surga dan mendapatkan keselamatan itu, dan kita selamat bukan karena kebetulan. Petrus melihat begitu pentingnya “Pengenalan akan Yesus” yang ditekankannya dalam II Petrus untuk umat-umat Tuhan, baik yang hidup pada zamannya maupun sekarang ini. Pada waktu Henry Norris Russel (1877 – 1957), ahli astronomi yang juga dosen di Princeton University, mengakhiri pelajaran mengenai Milky Way, seorang wanita datang kepadanya dan bertanya, “Jika bumi kita ini begitu kecil, dan alam semesta kita begitu besar, dapatkah kita percaya bahwa Allah benar-benar memberikan perhatian kepada kita ? “. Lalu Dr. Rusell menjawab, “Itu tergantung kepada seberapa besar dan pentingnya Allah yang engkau percaya.”


Seberapa Penting bagi saudara “Pengenalan akan Yesus ?”. Bagaimanakah pertumbuhan “Pengenalan kita akan Yesus” ? Apakah pertumbuhan kita sudah merefleksikan hidup Yesus kepada orang lain ? Sudahkah orang dapat melihat “Kasih Yesus” pada saat mereka melihat diri kita ? Ditangga manakah kita berada saat ini ? Apakah kita sudah mendapatkan anugerah Iman, Kebajikan, Pengetahuan, Penguasaan diri, Ketekunan, Kesalehan, Kasih akan saudara dan kasih akan semua orang ? Jika ternyata kita masih memiliki sebagian anugerah tersebut dan kita menganggap penting untuk bertumbuh dalam pengenalan akan Yesus Juruselamat kita, apakah yang menjadi komitmen kita untuk bertumbuh ? Salah satu yang terpenting untuk pertumbuhan dan pengenalan kita akan Yesus adalah secara rutin membaca Alkitab setiap hari dalam kehidupan kita. Berapa sering kita membaca Alkitab secara pribadi ? Tidak pernah ?; sekali-sekali ?; sekali sebulan ? sekali seminggu ? hampir setiap hari ? setiap hari ? Adakah kerinduan kita untuk memberikan waktu lebih baik lagi dalam membaca Firman Tuhan ? Dalam bukunya Folks Psalms of Faith, Ray Stedman menceritakan sebuah cerita mengenai seorang wanita yang telah menjadi guru disebuah sekolah selama 25 tahun. Ketika dia mendengar ada lowongan untuk menjadi wakil kepala sekolah di sekolah tersebut, dia mencoba untuk melamar posisi tersebut. Ada beberapa guru yang memberikan lamarannya termasuk seorang guru yang memiliki pengalman hanya 2 thaun. Setelah melalui seleksi dari Kepala Sekolah dan pihak Yayasan sekolah akhirnya di putuskan bahwa posisi wakil kepala sekolah tersebut jatuh ke guru hanya mempunyai pengalaman mengajar 2 tahun. Guru yang memiliki pengalaman 25 tahun tersebut merasa bahwa terjadi hal yang tidak benar dengan pilihan Kepala Sekolah dan pihak Yayasan Sekolah tersebut, lalu dia pergi ke Kepala Sekolah dan bertanya mengapa orang yang hanya punya pengalaman 2 tahun yang diterima sementara dia sudah punya pengalaman 25 tahun. Kepala sekolah itu menjawab, “Anda memang sudah memiliki pengalaman 25 tahun mengajar di sekolah ini tapi maaf, anda tidak mempunyai 25 tahun pengalaman seperti yang anda sampaikan; anda hanya memiliki satu tahun pengalaman sebanyak 25 kali.” Selama 25 tahun, guru itu sama sekali tidak memiliki perubahan Berapa lamakah kita sudah berada dalam kebenaran ini ? 5 tahun, 10 tahun , 15 tahun, 25 tahun ? apakah kita sedang menghidupkan pengalaman guru tersebut yang hanya mengulangi pengalaman 1 tahun sampai berkali-kali tanpa ada sedikitpun pertumbuhan yang sesuai kehendak Tuhan ?


Kutipan dari buku Nasehat Bagi Sidang hal 130 alinea 4, “ Penyucian bukanlah pekerjaan sesaat lamanya, sejam, atau pun sehari saja. Itulah suatu pertumbuhan yang terus menerus dalam anugerah‌ Setan hidup, dan giat, dan setiap hari kita perlu berseru dengan sungguh-sungguh kepada Allah untuk memohonkan pertolongan dan kekuatan agar dapat kita melawan dia. Saudaraku, marilah kita membuat komitmen dalam masing-masing diri kita untuk bertumbuh dalam pengenalan kita akan Yesus Kristus, melangkah dengan iman dan menambahkannya dengan Kebajikan, Pengetahuan, Penguasaan diri, Ketekunan, Kesalehan, Kasih akan saudara-saudara dan kasih akan semua orang. Sehingga pada waktu Tuhan datang, Tuhan akan menyatakan kepada kita, Sabaslah kau hai hambaku yang setia, masuklah kedalam kerajaan yang sudah kusediakan bagimu. Tuhan Memberkati.


Bertumbuh Dalam Pengenalan Akan Yesus-Word