Issuu on Google+

Tahun ke-6 / Edisi 3 Desember 2008

GL BAL JUSTICE UPDATE Buletin Globalisasi dan Perdagangan Bebas

[

T

RNY U S U G ER

A

I R T S INDU AL N O I S A N

[


daftar isi Redaksi

2

Tergusurnya Industri Nasional WTO Update

3

Berlawanan Demi Penghidupan Negara Berkembang, Catatan dari Kebuntuan Doha Round

Tahun ke-6 / Edisi 3 Desember 2008

GL BAL JUSTICE UPDATE Buletin Globalisasi dan Perdagangan Bebas

oleh: Bonnie Setiawan & Veronika

FTA Update

9

Singapura Berlabuh, Batam Berkorban oleh: Edy Burmansyah

Global Update

14

Variasi Bentuk Kapitalisme Industri di Dunia, Dari Sudut Pandang Heterodox oleh: Fachru Nofrian, DEA

National Update

18 26

Industrialisasi “Apa dan Bagaimana Indonesia”

28

Mematahkan Struktur Ekonomi Warisan Kolonial

41 48

Rangkaian Kebijakan Paket Deregulasi 1983-1995 Terkait Industrialisasi Indonesia oleh: Salamuddin Daeng

Mengakhiri Kemandekan Melalui Industrialisasi Nasional

Pimpinan Redaksi: Bonnie Setiawan Redaktur Pelaksana: Salamuddin Daeng Reporter: Veronika Britany Kontributor: Ponny Anggoro Revitriyoso Husodo Layout: Sketsanusa/Cin Gambar Cover:

oleh: Salamuddin Daeng

Perusahaan Gas Negara, “Untung Berlimpah di Tengah Antrian Gas” oleh: Salamuddin Daeng

53

Mengobral ‘Putri Nyale’ Kepada Pedagang Timur Tengah, Proyek Investasi Ambisius SBY-JK oleh: Salamuddin Daeng

Public

57

Revitalisasi Industri Gula di Tengah Lesunya Perdagangan Gula oleh: Sulastri Surono

Culture Update

68

Gotong Royong Sejahterakan Gunung oleh: Revitriyoso Husodo

www.s5.com

Institute for Global Justice (IGJ) Jl. Matraman 12A, Jakarta 10430, Indonesia Telp. +62-21-3107578 Faks. +62-21-3107586 Email. igj@globaljust.org Website. www.globaljust.org


redaksi

Tergusurnya

Industri Nasional

C

arut-marutnya kondisi ekonomi nasional

LPG di ekspor. Industri besi, baja tidak tumbuh

saat ini bukanlah suatu kejadian yang serta-

secara pesat seiring peningkatan kegiatan eksplotasi

merta, atau bukan hanya karena dampak dari krisis

pertambangan mineral dan batubara. Industri ����������������� tekstil

moneter 1997, atau krisis keuangan global 2008.

mengalami kehancuran dikarenakan kebijakan

Kebangkrutan ekonomi Indonesia bersumber dari

kenaikan harga BBM dan liberalisasi perdagangan.

rapuhnya struktur ekonomi dan industrialisasi

Industri di mana sebagian besar orang bekerja,

warisan kolonial yang dilanjutkan oleh rezim Orde

dihancurkan secara perlahan-lahan melalui kebijakan

Baru dan pemerintahan penggantinya.

pemerintah yang pro pasar.

Bekerjanya berbagai undang-undang warisan

�������������������������������������������� Mahalnya biaya ekonomi di dalam negeri dan

kolonial yang menciptakan struktur ekonomi yang

kebijakan pro pasar bebas mempercepat bangkrutnya

mengabdi pada modal asing merupakan akar masalah

industri-industri nasional dan memicu PHK di

dari lemahnya kemampuan perekonomian nasional

sana sini. Terhadap urusan-urusan ini pemerintah

dan perekonomian rakyat. Kegiatan ekonomi dalam

malah melepas tanggung jawabnya. Keluarnya

negeri dilihat dari sudut pandang sektoral, teritorial

SKB 4 Menteri merupakan suatu praktek untuk

terdiri dari usaha-usaha yang terfragmentasi dan

menyerahkan masalah industri dan perburuhan pada

dikelola secara sendiri-sendiri, tidak terintegrasi satu

mekanisme pasar. Suatu mekanisme yang sudah pasti

dengan yang lainnya.

merugikan kaum buruh dan hanya menghasilkan

Gambaran semacam itu dapat kita lihat

keuntungan bagi para pengusaha. Suatu tindakan

dengan mudah, kegiatan usaha di sektor primer

yang keblinger, di tengah krisis ekonomi pemerintah

seperti

menjalankan praktek adu domba, yang sudah pasti

pertambangan

mineral,

perkebunan,

perikanan tidak ditopang industri pendukungnya.

akan merugikan buruh.

Pertambangan hingga ditutup tidak pernah dapat

memunculkan kegiatan pengolahan sumber-sumber

Di tengah badai krisis global, negara-negara maju

tambang, hasil-hasil perkebunan diekspor dalam

semakin memperkuat perencanaan ekonomi mereka,

bentuk bahan mentah, usaha kecil menengah tumbuh

meningkatkan kontrol negara melalui berbagai

secara liar dan tidak memiliki keterkaitan yang kuat

kebijakan (regulasi) ekonomi yang ketat, serta

dengan usaha besar.

memperbanyak kebijakan perlindungan ekonomi

Sementara industri-industri yang sudah

bagi industri mereka. Tidak hanya itu negara-

ada terus didera oleh kebijakan negara yang tidak

negara maju juga memperluas jaminan sosial bagi

berpihak. Industri pupuk hancur sebagai akibat dari

masyarakatnya. Sayangnya, pemerintah Indonesia

kebijakan energi yang buruk dan tidak berpihak

justru bertindak sebaliknya, mengeluarkan kebijakan

kepada kepentingan nasional. Bayangkan industri

yang menyerang ekonomi dan industri dalam negeri,

pupuk dapat mengalami kelangkaan gas sementara

satu paket dengan kebijakan pemiskinan buruh, tani

pada saat yang sama sebagian besar gas alam dan

dan kaum miskin.

Pemerintah tidak belajar dari negara lain.

tergusurnya industri nasional

2


www.gabrielaphilippines.org

wto update

Berlawan demi Penghidupan Negara Berkembang Catatan dari Kebuntuan Doha Round

D

oha Round yang merupakan rangkaian perundingan di WTO tampaknya masih tanpa hasil. Putaran yang

direncanakan berlangsung selama empat tahun (2001-2004) bisa jadi merupakan kali pertama negara berkembang berposisi tawar seimbang dengan negara maju. Garis tegas antara posisi negara maju dengan negara berkembang menjadi pertanda buntunya putaran negosiasi tersebut. Negara berkembang meng-klaim bahwa negara maju tidak berunding dengan niat baik, sementara negara maju berpendapat bahwa tujuan negara berkembang tidak masuk akal dan tidak beralasan. 3

GL

BAL JUSTICE UPDATE

edisi 3 / des 2008


K

ebangkitan negara berkembang mulai

India karena kebuntuan diplomasi. India

tampak terutama ketika mereka berbicara

mengklaim bahwa posisi mereka didukung

mengenai pertanian. Tidaklah berlebihan jika

oleh lebih dari 100 negara. Brazil, salah satu

negara berkembang berkonsentrasi penuh

anggota pembentuk G 20, melepaskan diri

untuk mempertahankan sektor ini, mengingat

dari posisi yang dipertahankan India. Peter

hidup dan nafas mereka bergantung pada

Mandelson dari Uni Eropa berpendapat bahwa

fertilitas bumi dan hasilnya.

India dan Cina seharusnya tidak disalahkan

Negosiasi mengalami kegagalan pada

dan bukanlah pihak yang harus bertanggung

Pertemuan Mini Ministerial di Jenewa tanggal

jawab atas kegagalan perundingan Putaran

23 sampai 29 Juli 2008 atas isu perdagangan

Doha ini. Dalam pandangannya, pembicaraan

pertanian antara AS, India dan Cina. Khususnya,

soal pertanian telah dirusak oleh program lima

ketika terjadi ketidaksepakatan yang tidak

tahun subsidi pertanian yang disahkan oleh

dapat dipecahkan antara India dan AS tentang

Kongres AS. Ia menegaskan bahwa hal tersebut

special safeguard mechanism (SSM), yakni

merupakan program pertanian yang paling

suatu ukuran yang dirancang untuk melindungi

reaksioner dalam sejarah USA. Ketegasannya

kaum tani miskin dengan mengizinkan negara

membuktikan bahwa paradoks neoliberalisme

berkembang untuk menentukan tarif khusus

makin kental. Cita-cita pasar bebas nyatanya

untuk produk pertanian tertentu di tengah

justru dibatasi oleh proteksi perdagangan yang

gelombang impor atau jatuhnya harga. Pascal

diterapkan justru di negara maju.

Lamy mengatakan, “…negara anggota tidak

Kemudian, banyak negara meminta

mampu menjembatani perbedaan di antara

untuk memulai perundingan kembali. Brazil

mereka.” Ia juga menyebutkan bahwa dari dua

dan Pascal Lamy memimpin proses pembicaraan

puluh tema, delapan belas permasalahan dapat

ini. Luiz Inacio Lula da Silva, Presiden Brazil,

ditemukan penyelesaiannya. Tetapi kesenjangan

memanggil sejumlah pemimpin negara dan

pemikiran tetap lebar untuk yang kesembilan

mendesak mereka untuk memperbaharui

belas, yakni soal mekanisme penanganan

negosiasi. Lamy mengunjungi India untuk

khusus (SSM) untuk negara berkembang.

mendiskusikan solusi yang mungkin diambil

Komisioner Perdagangan Uni Eropa

untuk menengahi jalan buntu ini. Pertanian tetap

Peter Mandelson menggolongkan kegagalan

menjadi poros penting agenda perundingan

ini sebagai “kegagalan bersama” (collective

baik untuk negara maju dan negara yang

failure). Catatan yang lebih optimistik datang

sedang berkembang. Tiga isu penting yang lain,

dari Menteri Perdagangan India, Kamal Nath.

pertama, yang sedang dicoba dipecahkan adalah

Dikatakannya “Saya hanya akan mendesak

yang menyinggung lisensi wajib obat-obatan

Direktur Jenderal WTO untuk memperlakukan

dan perlindungan paten. Isu kedua adalah

kegagalan pembicaraan ini sebagai saat jeda

kajian ulang ketentuan Special and Differential

sementara, jadi bukanlah suatu kemacetan”.

treatment (S&D treatment), yakni perlakuan

Banyak negara yang saling menyalahkan

khusus dan berbeda bagi negara berkembang.

karena kemacetan perundingan ini. AS dan

Dan isu ketiga adalah negara berkembang yang

beberapa anggota Uni Eropa menyalahkan

sedang dalam tahap mengimplementasikan berlawan demi penghidupan negara berkembang

4


kewajiban perdagangan yang

akan kesehatan di negara berkembang masih

tengah berjalan.

belum terjamin. Sebelum Pertemuan Doha,

AS diminta oleh Uni

AS mengklaim bahwa bahasa yang tengah

Eropa dan negara berkembang,

digunakan dalam perundingan TRIPS masih

yang dipimpin oleh Brazil

bersifat cukup fleksibel untuk menuju persoalan

dan India untuk membuat

darurat dan pentingnya kesehatan, tetapi

tawaran yang lebih baik (sesuai

negara-negara lain menegaskannya dengan

dengan kondisi dan kebutuhan

bahasa yang baru yang lebih mudah dipahami.

negara berkembang yang lebih miskin) yakni

Dalam Deklarasi Menteri di Doha (Doha

untuk mengurangi trade distorting domestic

Ministerial Declaration), menteri perdagangan

support (dukungan domestik yang mendistorsi

menegaskan kembali S&D treatment untuk

perdagangan) di sektor pertanian. Sementara

negara berkembang dan menyetujui seluruh

AS tengah menegaskan bahwa Uni Eropa dan

ketetapan S&D treatment (perlakuan berbeda

negara berkembang perlu menyetujui untuk

dan khusus). Menjadikan perjanjian ini lebih

membuat pengurangan yang lebih substansial

tinggi akuisisinya, lebih efektif dan operasional

pada tarif dan membatasi jumlah produk

adalah penegasan yang

“sensitif ” dan “khusus” yang akan bebas dari

Demikian adalah alasan yang digunakan

potongan. Produk sensitif adalah produk yang

negara maju untuk memaksakan agenda

paling mendapat perhatian untuk negara maju

ekspansi pasarnya. Negara berkembang ingin

seperti Uni Eropa sementara negara berkembang

bernegosiasi untuk mengubah ketetapan ini,

lebih berkonsentrasi pada produk khusus,

yakni ketetapan tentang perlakuan berbeda dan

yang bebas dari pengurangan tarif dan subsidi

khusus, menjaga tujuan mereka bersama-sama

karena konsentrasi pembangunan pedesaan,

dalam Committee on Trade and Development

ketahanan pangan dan pertimbangan akan nasib

(Komite Perdagangan dan Pembangunan),

penghasilan ekonomi. Brazil telah menekankan

dan mengatur deadline menjadi lebih pendek.

pengurangan untuk trade-distorting domestic

Di pihak lain, negara maju ingin mempelajari

subsidy, khususnya oleh AS, sementara India

ketetapan S&D treatment, menegosiasikan

telah menegaskan pada sejumlah besar produk

tujuan mereka dan meninggalkan deadline

yang tidak akan diekspos dalam pembukaan

tetap terbuka.

pasar yang lebih luas. Topik

dalam

perundingan

yang

juga

merupakan

bagian dari negara berkembang bersikap

Doha Ministerial adalah Trade Related Aspects

mendukung

of Intellectual Property Rights (TRIPS) yang

Indonesia berpendapat bahwa keberhasilan

diatur dalam klausul mengikat di WTO. Isu

perundingan ini akan memberi dampak positif

yang berkembang meliputi “keadilan dan

bagi perbaikan ekonomi dunia, yang tidak

ini.

Pemerintah

saja akan dirasakan oleh negara maju namun

balance of interest). Pada satu sisi perusahaan

juga negara berkembang. Sebelum putaran

obat-obatan di negara maju telah mematenkan

ini berlangsung, presiden Indonesia bahkan

sejumlah merk obat demi keuntungan yang

telah mengutus menteri perdagangan Mari

berlipat ganda, sementara kebutuhan masyarakat

E. Pangestu untuk mengadakan perundingan

GL

kepentingan”

BAL JUSTICE UPDATE

(justice

Putaran

and

keseimbangan

5

utama

Indonesia

terus menerus.

edisi 3 / des 2008


bilateral dengan menteri perdagangan China, Chen

terima kasih tak terhingga pada pemimpin Brazil,

Deming. Pembicaraan tersebut merupakan ajakan

Cina dan India yang dengan gigih justru membela

untuk berupaya sekuat tenaga untuk mencapai suatu

kaum mayoritas penduduk Indonesia?

kesepakatan.

Di samping problem ontologis putaran

Upaya itu dilengkapi dengan pembicaraan

ini, negara berkembang juga menghadapi problem

Presiden Susilo Bambang Yudoyono lewat kabel

ditingkatan implementasi perjanjian yang telah dicapai

telepon dengan Presiden Brazil Lula da Silva ketika

pada Putaran Uruguay yang lalu, yakni terbatasnya

perundingan mengalami jalan buntu. Ia menghimbau

kapasitas teknis. Kesadaran akan penjajahan bentuk

Lula da Silva untuk segera melanjutkan negosiasi

demi

tercapainya

“...negara anggota tidak mampu menjembatani perbedaan di antara mereka.�

kesepakatan. Selain itu,

hal

senada

- Pascal Lamy -

disampaikan Presiden Indonesia untuk Presiden China Hu Jintao sehari setelah

baru ini benar-benar terbangun manakala mereka

pembicaraan dengan Brazil. Upaya terakhirnya

merasa tidak memperoleh manfaat yang mereka

adalah dengan menelepon Manmohan Singh,

harapkan dari Putaran ini, seperti akses yang makin

Perdana Menteri India, masih dengan harapan dan

meningkat untuk tekstil dan pakaian untuk pasar di

himbauan yang sama.

negara maju. Mereka tetap teguh mencari klarifikasi

Terlihat jelas bahwa lobi dengan sejumlah pemimpin negara berkembang yang cukup resisten

atas kepentingan di balik perjanjian ini. Putaran

Doha

yang

belum

mencapai

dengan kepentingan di balik agenda negara maju

kesepakatan ini menjadi persoalan besar bagi negara

itu

mengatasnamakan

maju dan khususnya juga bagi Pascal Lamy. Hal ini

perbaikan situasi ekonomi dunia demi kemajuan

diperburuk dengan krisis ekonomi internasional yang

dan kesejahteraan seluruh warga dunia. Ini nampak

melibatkan seluruh negara di dunia pada saat ini,

cukup ironis dan ahistoris. Indonesia yang mayoritas

kecuali yang tidak tergantung pada rezim kapitalisme

penduduknya berpenghidupan dari sektor pertanian

global. Pasar untuk keuangan perdagangan dalam

namun pemerintahnya justru amat mendukung

enam bulan terakhir ini benar-benar memburuk, dan

kebijakan internasional yang menghancurkan sektor

khususnya sejak September. Hal tersebut diungkapkan

terpentingnya. Jembatan yang diyakininya mampu

Lamy pada pertemuan informal Dewan Umum. Ia

dibangun untuk menghubungkan kepentingan

juga menekankan bahwa menyelesaikan negosiasi

negara maju dan berkembang benar-benar amat

perdagangan dalam Putara Doha “bahkan lebih

utopis. Kepentingan yang datang dari dua kutub

sangat diperlukan sekarang daripada tahun kemarin.

yang berbeda dan bertemu dalam perundingan

Direktur Jenderal melaporkan kembali kepada para

ini terbukti amat sulit dipertemukan. Bukankah

ketua delegasi pada pertemuannya dengan ahli

para negosiator kita seharusnya memperjuangkan

keuangan dari bank pembangunan regional, lembaga

nasib dan kepentingan rakyat banyak? Bukankah

keuangan internasional, lembaga kredit ekspor dan

selayaknya Indonesia harus melayangkan ucapan

bank swasta di awal pendiskusian isu keuangan

dilakukannya

dengan

berlawan demi penghidupan negara berkembang

6


perdagangan. Lamy memperingatkan bahwa

mungkin. Ini berarti perlunya mencapai

situasi ini akan makin jauh memburuk pada

modalitas pada pertanian dan NAMA sebelum

bulan-bulan mendatang.

akhir tahun ini.

Banyak negara menyuarakan perhatian mereka atas krisis keuangan global dan

terkait

pengaruh potensialnya pada perdagangan dalam

perdagangan. Pertama, tekornya likuiditas

pertemuan informal Dewan Umum periode

untuk membiayai kredit perdagangan. Kedua,

ini. Semua negara amat mengkhawatirkan

adalah penilaian kembali atas risiko yang

krisis keuangan ini. Mereka juga menyatakan

disebabkan krisis keuangan karena melambatnya

bahwa ini bukan saatnya untuk menjalankan

perekonomian dunia. Menurutnya dunia saat

proteksionisme. Negara yang dikategorikan

ini mengalami krisis paling serius sepanjang

memburuknya

keuangan

sejarah modern, dengan titik episentrumnya

LDCs) menginginkan pertemuan setingkat

adalah di AS dan menyebar dengan cepat ke

menteri pada bulan Desember 2008 untuk

seluruh pusat keuangan penting dunia. Ini

mengakhiri modalitas pada akses pasar non-

bukanlah krisis pertama yang disaksikan oleh

pertanian (NAMA). Selain itu, negara maju

sistem perdagangan multilateral. Walaupun

juga menginginkan segera diakhirinya putaran

usianya muda, WTO telah mengalami krisis

ini. Mereka adalah adalah Uni Eropa, USA,

keuangan episode sebelumnya dan telah

Kelompok Afrika, Mauritius atas nama ACP

menunjukkan kemampuannya menyelesaikan

Group, Brazil, Lesotho, Kanada, Chile dan

masalahnya sehingga seolah-oleh institusi

Mexico. Uni Eropa berpendapat bahwa penting

berdaya ikat legal ini kebal dari masalah.

untuk segera mendapatkan kesepakatan dari

Dengan menjaga pasar tetap terbuka selama

perjanjian Doha sekarang.

periode keuangan dan krisis pembayaran

(Least

Developed

dengan

Countries/

terbelakang

Namun, banyak mantan negosiator

eksternal, sistem perdagangan multilateral

perdagangan dan para ahli, dan juga diplomat

telah menunjukkan bahwa ia dapat memberi

perdagangan tetap skeptis dengan upaya

kesempatan untuk negara yang dilanda krisis

untuk mengakhiri perundingan pada bulan

untuk segera pulih lewat perdagangan. Lamy

Desember untuk isu modalitas dalam pertanian

menyoroti beberapa langkah yang harus diambil

dan akses pasar non-pertanian, atau upaya

untuk merespon situasi ini. Ia menggambarkan

untuk

menyajikan

perhatian khususnya pada pengumuman di

“kontribusi�

awal minggu ini oleh Presiden Bank Dunia,

untuk krisis keuangan atau bahkan pada

Robert Zoellick. Zoellick bermaksud untuk

“perdagangan keuangan� dan secara khusus

mengusulkan pada Dewan Eksekutif Bank

keuangan perdagangan komoditas yang secara

Dunia untuk melipatgandakan plafon hingga $ 3

berlawanan mempengaruhi banyak eksporter

miliar untuk menjamin keuangan perdagangan

negara

yang ada di bawah program fasilitasi keuangan

mempromosikan

kesepakatan

Doha

berkembang.

dan

sebagai

Lamy

menjelaskan

pesan dari anggota (pada pertemuan Dewan

7

Lamy mengidentifikasi dua masalah

perdagangan Bank Dunia.

Umum) adalah untuk memperkuat kebijakan

Pesan politik, yang seharusnya diserukan

asuransi (jaminan) pada perdagangan dengan

kepada seluruh anggota WTO, menurut Lamy,

menandatangani

adalah membangun solidaritas dan tanggung

GL

Putaran

BAL JUSTICE UPDATE

Doha

sesegera

edisi 3 / des 2008


jawab bersama sebagai jawaban atas krisis ini.

maju jelas juga menurunkan permintaan barang

Yang terpenting adalah bahwa niat dan tindakan

mentah ini. Belum lagi ditambah dengan masalah

yang kuat tersebut adalah untuk melawan mereka

non-tarriff barriers yang diterapkan lebih ketat

yang menyerukan tuntutan proteksi. Bahkan

oleh negara maju. Mari kita lihat resiko ekonomis

Lamy mengungkapkan secara optimis bahwa

yang potensial melahirkan masalah sosial dan

negara anggota WTO telah memiliki keyakinan

keamanan. Perusahaan sub kontrak juga harus

dan kebulatan tekad untuk segera mengakhiri

gulung tikar mana kala perusahaan induknya tidak

kebuntuan ini dengan liberalisasi perdagangan.

mampu berproduksi. Dan celakanya, perusahaan

Batu sandungan terbesar untuk menyelesaikan

sub kontrak ini selalu bertempat di negara dunia

putaran (setelah tujuh tahun negosiasi) adalah

ketiga. Angka pengangguran pun makin meningkat

modalitas pertanian dan industri. Sehingga klausul

sehingga berkorelasi positif dengan meningginya

yang mengatur keduanya harus segera ditetapkan.

angka kriminalitas. Fakta demikian membuktikan

Agenda Putaran Doha harus segera diselesaikan

bahwa “liberalisasi adalah kunci penting keluar dari

dan ditutup dengan membuka pasar seluas-

krisis�, adalah tidak dapat dipertanggungjawabkan

luasnya. Dengan kata lain, resep paling tepat untuk

secara ilmiah alias mimpi kosong. Seharusnya dari

memperbaiki makin buruknya resesi ekonomi

sini kita mampu menganalisa dan lalu memikirkan

internasional adalah liberalisasi!

solusinya. Bahwa krisis yang terjadi adalah bersifat

Negara-negara

berkembang

/

miskin

sistemik sehingga yang harus dikoreksi dan dianalisa

amat jelas akan terjebak dalam pusaran ini.

secara cermat adalah problem ontologisnya, bukan

Bahkan justru yang menanggung resiko pertama

kembali menjalankan liberalisasi! (Vero, BS)

kali adalah rakyat miskin di negara-negara tersebut. Mayoritas penduduk negara berkarakter terbelakang hidup tergantung dari eksport barang mentah. Kondisi macetnya perdagangan di negara

Sumber: South-NorthDevelopment Monitor (SUNS) edisi 4 dan 6 November 2008 dan Doha Development Agenda dalam www.wto.org berlawan demi penghidupan negara berkembang

8


http://farm4.static.flickr.com

fta update

Singapura Berlabuh, Batam Berkorban oleh: Edy Burmansyah Peneliti Institute for Global Justice - IGJ, bertempat tinggal di Batam.

“….Dari 40 macam barang industri yang disepakati dalam FTA untuk dipasok ke Amerika, sebagian diproduksi di Batam dan Bintan. Barang-barang tersebut nantinya akan menjadi milik Singapura,” kata Ismeth Abdullah, Ketua Otorita Batam (OB), kini Gubernur Propinsi Kepri.

J

auh sebelumnya, Indonsia melakukan perjanjian perdagangan bebas (Free Trade Agreement - FTA) dengan Jepang dan Uni Eropa. Pada 23 Juli 2003 pemerintah

Singapura mencapai kesepakatan perdagangan bebas (FTA) dengan Amerika Serikat. Dalam perjanjian perdagangan bebas tersebut Singapura menyertakan Indonesia, yakni Pulau Batam dan Pulau Bintan, dua pulau di wilayah Propinsi Kepulauan Riau.

9

GL

BAL JUSTICE UPDATE

edisi 3 / des 2008


Disertakannya Batam-Bintan

infrastruktur

guna

mendukung

ke dalam FTA Singapura-AS mendapat

kelancaran

masuknya

persetujuan dari pemerintah RI.

Singapura.

Iming-iming

Pemerintah kala itu beranggapan

bisa

‘memasuki

investasi

pasar

untuk AS’

dan

penyertaan Batam dan Bintan ke dalam FTA

‘mendatangkan investasi asing yang lebih besar’

Singapura-AS akan memberikan keuntungan dalam

barangkali juga menjadi pertimbangan pemerintah

menarik investasi langsung (Foreign Direct Invesment

untuk meningkatkan investasi di Pulau Batam.

- FDI) terutama yang berasal dari Singapura, karena

Hingga akhir 2007 total investasi pemerintah di

produk yang diproduksi industri Singapura di kedua

Batam mencapai US$ 22,739 Miliar.

pulau tersebut juga akan memiliki fasilitas bebas Bea

Bahkan

ada

indikasi

pembiayaan

Masuk ke pasar AS di bawah skema Integrated Sourcing

pembangunan Batam selama ini berasal dari pinjaman

Initiative (ISI).

luar negeri, setidaknya ini tercermin dari anggaran

Kesepakatan

bilateral

Singapura-AS

yang dialokasikan pemerintah untuk Badan Otorita

mengenai FTA mencakup skema ISI, yaitu inisiatif

Batam (BOB). Alokasi anggaran untuk BOB versi

yang memungkinkan bahwa daerah produksi

Depkeu tahun 2007 sebesar Rp 282,4 miliar, tahun

manapun di luar wilayah Singapura boleh mendaftar

2008 Rp 248 miliar, dan tahun 2009 Rp 215 miliar.

untuk menggunakan semua fasilitas Free Trade

Tahun 2007 dari Rp 282,4 miliar yang

Singapura untuk memasukkan produknya ke AS,

dialokasikan bagi kegiatan BOB, Rp 115 miliarnya

asal memenuhi butir kesepakatan FTA Singapura-

bersumber dari pinjaman per hibah luar negeri (phln).

AS, dan produknya akan berlabel “made in Singapore”

Tahun 2008 terjadi penurunan alokasi anggaran

atau “Singapore content” walau dibuat di negara lain,

yakni sebesar Rp 248 miliar, dimana Rp 180 miliar

sebagaimana dikatakan Ismet Abdullah, Ketua Badan

adalah phln, begitu juga untuk tahun 2009 nanti, dari

Otorira Batam (BOB) kala itu (Kompas, 19/05/2003),

Rp 215 miliar, Rp 75 miliar di antaranya bersumber

“Dari 40 item barang-barang industri yang disepakati

dari pinjaman luar negeri. Salah satu proyek yang

dalam FTA yang akan dipasok ke Amerika, sebagian

dibiayai dari pinjaman luar negeri adalah proyek

diproduksi di Batam dan Bintan. Barang-barang

pengembangan e-government, yang bersumber dari

tersebut nantinya akan menjadi milik Singapura.”

pinjaman lunak Pemerintah Korea Selatan senilai

Berdasarkan FTA Singapura-AS, produk

US$20 juta atau setara Rp 182 miliar.

berteknologi tinggi yang dihasilkan di Batam tidak akan dipungut Bea Masuk jika dilempar ke pasar AS melalui Singapura. Produk yang dimaksud diantaranya magnetic disk, semikonduktor, berbagai komponen dan suku cadang elektronik dan peralatan medis. Berdasar data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) lebih dari 150 perusahaan asing di Batam dan Bintan memproduksi barang semacam itu, yang bisa menarik manfaat dari FTA SingapuraAS melalui skema ISI. Masuknya Pulau Batam-Bintan sebagai bagian dari FTA Singapura-AS, menuntut perbaikan

Sumber: Development Progress of Batam 2008 singapura berlabuh, batam berkorban

10


Di sisi lain, pemberian status Batam, Bintan

produk yang bernilai rendah. Untuk mengatasi

dan Karimun (BBK) sebagai kawasan perdagangan

permasalahan ini di tahun 1988, Singapura kemudian

bebas (Free Trade Zone - FTZ) bukan semata-mata

meluncurkan program restrukturisasi ekonominya,

karena pertimbangan karena keadaan mendesak,

dengan konsep mengalihkan Singapura dari industri

sebagaimana alasan pemerintah ketika mengeluarkan

yang mempekerjakan banyak orang ke industri

Perpu No. 1 Tahun 2007 tentang Kawasan Perdagangan

yang benilai lebih tinggi. Batam, dan pulau-pulau

Bebas, namun demi pertimbangan untuk melayani

lain di Propinsi Kepulauan Riau (Kepri) dipilih

kepentingan ekonomi negara tetangga tersebut.

sebagai tempat relokasi alternatif yang paling logis

Terbukti berdasarkan data investasi menurut asal

sebagainya hasil studi yang dilakukan oleh MAS

negara lebih dari separuh investasi di Batam berasal

(Monetary Authority of Singapore) dan EDB (Economic

dari Singapura.

Development Board). Batam

Nilai Investasi PMA Berdasarkan Asal Negara

dan

Bintan

yang

di

awal

pengembangannya dimaksudkan sebagai pesaing Singapura dalam perjalanannya justru berkembang

Juni 2006 (US$ 000 )

Persentase (%)

sebagai daerah pelengkap Singapura. Celakanya, pada

No

Negara

1

Tunisia

480

0,06

2

Mauritius

800

0,10

3

Denmark

873

0,11

4

India

900

0,11

5

China

5,055

0,63

kebijakan

6

Swiss

1,250

0,15

internasional lewat Pulau Batam untuk beberapa

7

Saudi Arabia

1,950

0,24

produk tertentu, diantaranya; garmen, elektronika,

8

Jerman

1,987

0,25

9

Cayman Island

2,178

0,27

makanan, minuman, mainan anak-anak dan sepatu.

10

Hongkong

2,800

0,35

11

Australia

3,621

0,45

12

Inggris

3,282

0,41

13

British Virgin Island

8,556

1,06

berkontribusi pada hancurnya industri garmen di

14

Korea

10,810

1,34

Pulau Jawa.

15

USA

18,934

2,34

Direktur Pengawasan Barang Beredar dan

16

Taiwan

33,014

4,08

17

Malaysia

58,222

7,20

Jasa Departemen Perdagangan (Depdag), Sahrul

18

Jepang

127,319

15,75

19

Singapora

526,592

65,12

Total

808,623

100,00

Sumber: Development Progress of Batam, second edition of 2006

Terlebih, sejak awal Singapura sangat berkepentingan terhadap kedua pulau tersebut. Pada

perkembangan selanjutnya, Batam bahkan memberi kontribusi besar pada hancurnya industri nasional. Seperti dikutip dari Harian Kontan, edisi 30 Oktober 2008, pemerintah akan mengambil menutup

seluruh

perdagangan

Pulau Batam dianggap sebagai tempat paling rawan

masuknya

produk-produk

selundupan

yang kemudian lari ke pasar Pulau Jawa. Sehingga

Sampurna, seperti dikutip harian itu, mengatakan dengan tidak masuknya pelabuhan dan bandar udara di Pulau Batam sebagai jalur masuk importasi komoditi tertentu maka berarti untuk komoditikomoditi tersebut dilarang masuk lewat Batam. Yang diharapkan masuk ke pulau tersebut adalah bahan baku dan barang modal.

awal dekade 1980-an, ketika industri Singapura

Sebelumnya seperti diketahui, dalam rangka

tumbuh dengan pesat, Singapura membutuhkan

pengamanan pasar dalam negeri dari dampak

tempat untuk merelokasi kegiatan perakitan produk-

krisis global, pemerintah sudah mengumumkan

11

GL

BAL JUSTICE UPDATE

edisi 3 / des 2008


10 langkah pengamanan, di antaranya adalah

www.photobucket.com.

pencegahan importasi ilegal mulai 1 November 2008. Kebijakan pencegahan importasi terdiri dari dua kebijakan utama. Pertama, menerbitkan ketentuan tentang importasi komoditi tertentu yakni garmen, elektronika, makanan dan minuman, mainan anakanak dan sepatu, hanya bisa diimpor oleh importir terdaftar dan kewajiban verifikasi di pelabuhan muat. Kedua, menetapkan pelabuhan-pelabuhan tertentu yang terbuka untuk barang-barang tertentu, yakni Pelabuhan Tanjung Priok, Tanjung Emas, Tanjung Perak, Belawan, Bandara Soekarno Hatta, Pelabuhan Makassar dan Bandara Juanda. Disamping dinilai sebagai daerah rawan penyelundupan

sehingga

berkontribusi

diubah kemasannya sebelum diekspor ke Eropa oleh

pada

perusahaan di Batam. Akibatnya kehadiran kawasan

hancurnya industri garmen nasional, keistimewaan

perdagangan bebas tidak memberi banyak manfaat

Batam juga dipakai oleh sejumlah pengusaha asing

terhadap perekonomian nasional.

sebagai tempat transit (pergudangan) komoditi yang

Fasilitas pembebasan Bea Masuk (BM), Pajak

mereka produksi sebelum dikirim kembali (re-ekspor1)

Pertambahan Nilai (PPN), dan Pajak Penjualan atas

ke negara tujuan ekspor dengan menggunakan

Barang Mewah (PPnBM), serta beberapa jenis pajak

fasilitas preferensi Bea Masuk 0 persen komditi

lain di pulau Batam sebagai konsekuensi logis dari

tertentu yang dimiliki Indonesia untuk masuk ke

status kawasan ekonomi khusus disalahgunakan,

pasar negara tertentu.

yang berpotensi menghancurkan industri nasional.

Contohnya, produk tekstil asal Cina yang

Padahal potensi kerugian negara dari insentif

dieskpor ke Batam, kemudian di Batam, produk

tersebut relative besar. Tahun 1998 potensial lose

tersebut diganti labelnya (made in Indonesia), untuk

penerimaan dari ketika pungutan tersebut di wilayah

selanjutnya

ke

Batam diperkirakan mencapai Rp 1,3 triliun. Bahkan

melalui

besarnya kerugian tersebut menjadi latar belakang

Batam dengan preferensi Bea

terbitnya Peraturan Pemerintah (PP) No. 39 Tahun

Masuk 0 persen. Ekspor tekstil

1998 tentang Pengenaan Perlakuan PPN dan PPnBM

“Produk China made in Batam�

di Kawasan Berikat (Bonded Zone) Daerah Industri

tersebut

merampas

Pulau Batam. Namun PP itu tidak pernah diterapkan

kuota tekstil produsen Indonesia. Celakanya lagi

hingga terbitnya PP No. 63 tahun 2003 tentang

sebagian dari produk tekstil yang diimpor dari Cina

penerapan Bea Masuk, PPn dan PPnBM untuk empat

tersebut merebes ke pasar di Pulau Jawa.

komoditi yakni; elektronik, tembakau, kendaraan

Amerika

www.dannydarussalam.com

dikirim Serikat

telah

Contoh lainnya, pada tahun 2004 dan 2006

otomotif, dan minuman keras. Sementara penerimaan

pernah terjadi kasus, pemantik produk Cina diimpor

dari pajak sebesar Rp 1,806.08 triliun. Penerapan

ke Batam untuk kemudian diekspor pengusaha ke

beas masuk, PPN dan PPNBM diperkirakan mampu

Eropa. “Lighter� (pemantik api) itu 100 persen produk

menambah pundi penerimaan neraga hingga lebih

Cina dan digudangkan di Batam untuk

dari Rp 4 trilun. Sebuah angka yang cukup besar. singapura berlabuh, batam berkorban

12


Sedangkan kontribusi Batam terhadap penerimaan nasional tidak sebanding dengan investasi yang telah kucurkan pemerintah. Tahun 2007 pemerintah mengalirkan dana sebesar US$ 2,606 miliar, sementara kontribusi Batam pada penerimaan negara sebesar Rp. 1,806.08 triliun, plus pendapat asli daerah kota Batam yang hanya Rp 273.62 Miliar. Sebagai kawasan perdagangan bebas dengan berbagai intensif fiskal, kawasan itu semestinya berkinerja baik, namun lihatlah laporan neraca perdagangannya. Dalam tiga tahun terakhir impor ke kawasan tersebut lebih tinggi dibandingkan ekspor. Total ekspor selama periode Jan-Nov 2007 senilai US$ 6,36 miliar sementara nilai impor selama periode yang sama sebesar US$ 8,09 miliar, atau terjadi minus sebesar US$ 2,03 miliar (lihat tabel). Bahkan jika dibandingkan dengan kawasan industri Jababeka (Jawa Barat), ekspor Batam tahun 2005 tiga kali lebih kecil. Total ekspor dari Batam hanya sebesar US$ 4,5 miliar, sementara Jababeka mencapai US$15 miliar. Perkembangan Ekspor-Impor Pulau Batam

Pada akhirnya pengembangan kawasan ekonomi khusus menjadi tempat yang empuk bagi penghisapan surplus ekonomi Indonesia oleh pihak asing, dan karena itu agaknya pemerintah perlu mempertimbangkan untuk mengkaji ulang kebijakan penerapan kawasan perdagangan bebas FTZ BBK, agar pembangunan kawasan tersebut menjadi pembangunan Indonesia, bukan sekadar pembangunan di Indonesia.*** Reekspor adalah aktivitas pengiriman kembali produk negara eksportir ke negaranya dan/atau diekspor kembali ke negara lain. Produk reekspor biasanya hanya mengalami proses pengepakan, pelabelan, atau penyortiran di negara yang bersangkutan. 1

13

GL

BAL JUSTICE UPDATE

edisi 3 / des 2008


www.ptpn5.com

global update

V a B e

r i a s i n t u k

K a p i ta l i s m e I n d u s t r i d i

D u n i a

Dari Sudut Pandang Heterodox

oleh: Fachru Nofrian, DEA Dosen Filsafat Ekonomi UI dan Ekonomi Usakti

S

etelah menghadapi kemungkinan krisis, perkembangan kondisi ekonomi belakangan ini telah menunjukkan tanda-tanda yang cukup baik, yaitu adanya penurunan tingkat harga minyak mentah dunia.

variasi bentuk kapitalisme industri di dunia

14


6000

0,3

5000

0,25

4000

0,2

3000

0,15

2000

0,1

1000

0,05

0

Tingk at harga B B M ec eran Tingk at pendapatan

0 2004

2005

2006

2007

2008

Sumber: Data ESDM dan BEI, diolah

P di

enurunan ini membawa pemerintah untuk

bahwa tingkat pertumbuhan aktiva tetap cenderung

menurunkan kembali tingkat harga BBM

statis.

Indonesia

menjadi

Rp

5000,-/liter

yang

Secara teoretis, yang dimaksud dengan

mengakibatkan rencana penurunan berbagai biaya

industrialisasi

adalah

perubahan

masyarakat

produksi operasional perusahaan dan industri,

sebagaimana dijelaskan Adam Smith tentang

misalnya saja sektor transportasi. Akan tetapi,

masyarakat pertanian kepada industri yang berbasis

penurunan tersebut sepertinya tidak terlalu bisa

kepada pembagian kerja. Di Eropa, munculnya

menutup biaya produksi yang telah dikeluarkan oleh

revolusi industri telah membawa perubahan besar

industri dan telah mengurangi tingkat pendapatan

yang ditandai dengan terbentuknya jaman kapitalisme

rata-rata sebagaimana ditunjukkan tabel di atas.

dan modernitas.

Grafik tersebut menjelaskan bahwa tingkat

Yang dimaksud dengan jaman kapitalisme

pendapatan rata-rata industri perusahaan sektor

adalah jaman dimana tingkat pendapatan dan

non finansial di Indonesia cenderung mengalami

kerja menjadi sangat penting di dalam masyarakat,

kenaikan dimulai tahun 2003 hingga 2007. Akan

sebagaimana dijelaskan oleh Karl Marx. Sedangkah,

tetapi, kenaikan harga BBM cenderung menggerus

yang dimaksud dengan modernitas adalah perubahan

tingkat pendapatan tersebut, terutama periode 2006

cara pikir dan paradigma, seperti dijelaskan oleh Karl

dan 2008 karena kenaikan yang signifikan. Secara

Marx, yaitu menggeser paradigma Descartes yang

sederhana, logikanya adalah kenaikan tingkat harga

mengatakan, “Saya berpikir, maka saya ada� menjadi

BBM mengakibatkan kenaikan biaya produksi dan

“Saya bekerja, maka saya ada�. Dari situ, kapitalisme

mengurangi tingkat pendapatan tersebut.

industri mulai berkembang melalui beberapa tahap.

Akibatnya, banyak perusahaan berencana

Munculnya industri besar seperti Ford, Mercedez,

untuk mengurangi jumlah pekerjanya menyangkut

Boeing, Nokia, Porsche, VW, peugeot, bio teknologi,

krisis ekonomi global yang masih terjadi saat ini.

dsbnya merupakan implikasi dari revolusi industri

Meskipun demikian, banyak ekonomi yang masih

yang terjadi di Eropa tersebut.

berdebat soal gejala de-industrialisasi tersebut apakah

terkait dengan krisis atau tidak. Fakta menunjukkan

Toyotaisme,

15

GL

BAL JUSTICE UPDATE

edisi 3 / des 2008

Sejarah kemudian menunjukkan munculnya Hondaisme,

Suzukiisme,

dsbnya


yang

ternyata

tidak

periode Orde Baru. Pada

berkembang di Eropa,

periode ini, investasi asing

melainkan

kemudian

di

Jepang.

meningkat

Ini menjelaskan bahwa

tajam sehingga banyak

sebetulnya negara Asia

pengusaha

pun bisa menjadi negara

yang tidak bisa bersaing,

maju yang berbasis kepada

terutama dari segi modal

industri. Bahkan, dalam

terhadap

perkembangannya,

perusahaan

kita

nasional

perusahaanasing

bisa melihat Hyundai ataupun Motor Myo

tersebut. Dicabutnya proteksi merupakan

sebagai salah satu produk pilihan konsumen

kemunduran yang telak bagi industri nasional

yang bukan buatan Jepang, tetapi Korea dan

karena belum apa-apa sudah harus bersaing

Cina. Di jaman globalisasi ini, ternyata masih

dengan pengusaha yang lebih kuat.

ada negara yang mampu menyusun suatu

kekuatan untuk masuk ke dalam percaturan

heterodox, terutama aliran rĂŠgulasi, selain setuju

ekonomi dunia dan menentukan pasar. Dengan

terhadap pandangan Marx tentang tahapan

demikian, persaingan industri semakin sengit,

kapitalisme, yaitu pertanian, industri dan

tetapi sebetulnya, menurut beberapa ekonom,

finansial, untuk bisa berubah menjadi ekonomi

semakin mudah untuk masuk ke dalam ekonomi

industri, masyarakatnya harus berubah terlebih

dunia, tergantung bagaimana memposisikan

dahulu. Sebagai contoh, seratus tahun yang lalu,

diri di dunia. Sementara negara lain mengalami

orang Eropa dan Amerika seringkali mengejek

perubahan dari masyarakat pertanian menjadi

oran Jepang sebagai bangsa yang malas, tetapi

masyarakat industri, sebagai informasi, Cina,

sekarang ini, siapa yang berani mengejek orang

India dan Korea sudah cukup berhasil dalam

Jepang sebagai orang yang malas dengan jam

sektor pertanian sebelum masuk ke industri.

kerja yang seringkali melebihi 8 jam per hari.

jelas

Teori rĂŠgulasi berpendapat bahwa industrialisasi

berkembangnya

dibangun berdasarkan relasi ekonomi dan sosial

Pengalaman

menunjukkan

Indonesia

kegagalan

industrialis nasional. Jaman orde lama pernah mengusahakan

terbentuknya

Dalam

pandangan

teori

ekonomi

yang kompleks.

pengusaha

Misalnya

saja,

penelitian

rĂŠgulasi

nasional. Akan tetapi, kebanyakan pengusaha

menunjukkan keterkaitan yang sangat dekat

tidak bisa memanfaatkan kesempatan yang ada,

antara

hanya segelintir saja yang bisa. Dari segelintir

penelitian dengan perusahaan di berbagai

pengusaha tersebut, bisa dikatakan usahanya

negara industri dengan bentuk hubungan yang

tidak berumur panjang karena kebanyakan

berbeda-beda dalam rangka menciptakan

usahanya

bentuk kapitalismenya. Ada paling tidak 4

mengalami

kebangkrutan

pada

lembaga-lembaga

pendidikan

dan

variasi bentuk kapitalisme industri di dunia

16


bentuk kapitalisme industri, yaitu kapitaisme industri negara (Prancis), kapitalisme industri meso-corporatis (Jepang), kapitalisme industri sosial-demokrat (Jerman) dan kapitalisme industri pasar (Anglo Saxon). Sebagai gambaran, tengoklah bagan di bawah yang merupakan contoh model industri kapitalisme negara yang diterapkan di Prancis. Dengan demikian, untuk mengembangkan industri, ada banyak sistem dan cara yang bisa dilakukan sesuai dengan budaya, nilai, tradisi dan keteraturan yang dikembangkan di dalam masyarakat itu. Kapitalisme industri seperti apakah yang ingin dibangun oleh Indonesia?

17

GL

BAL JUSTICE UPDATE

edisi 3 / des 2008


SKETSANUSA / Peter Johan

national update

INDUSTRIALISASI “Apa dan Bagaimana

I n d o n e s i a”

Indonesia telah menuju de-industrialisasi sebelum dapat mencapai industrialisasi. Keadaan ini menunjukkan bahwa Indonesia mengalami de-industrialisasi negatif.

D

emikian disampaikan Prof. Dr. Ine Minara Ruky,

Guru

Besar

Fakultas

Secara panjang lebar Prof. Ine Minara

Ekonomi

menjelaskan industrialisasi mulai dari dasar teori

Universitas Indonesia (UI) dalam acara Focus Group

hingga prakteknya di Indonesia. Menurutnya, banyak

Discussion (FGD) Forum Keadilan Ekonomi (FKE)

penafsiran yang salah kaprah dalam mendefinisikan

yang diselenggarakan Institute for Global Juastice-

industrialisasi.

IGJ, beberapa saat lalu (10/12/2008). Diskusi yang

dengan membangun industri. Padahal konsep

bertemakan “Masalah Industrialisasi, Investasi dan

industrialisasi adalah perubahan sosial dan ekonomi,

Tenaga Kerja di Indonesia:

Sebuah Upaya Mencari

dimana masyarakat ditransformasikan dari tahap

Jalan Alternatif ”, merupakan bagian dari rangkaian

atau keadaan pra industri ketika akumulasi modal

penelitian yang dilakukan IGJ tentang ekonomi

perkapita itu rendah, ke tahap industrialisasi. Jadi,

heterodoks.

industrialisasi bukan sekedar transformasi ekonomi

Industrialisasi

sering

industrialisasi “apa dan bagaimana indonesia”

diartikan

18


melainkan sebuah transformasi sosial. Perubahan ����������

diamati bagaimana sesungguhnya keadaan sektor

sosial dan ekonomi itu sendiri terkait dengan

industri dan keadaan sektor lainnya, terutama

penemuan teknologi, khususnya pembangunan

pertanian.

produksi energi skala besar dan metalurgi (besi dan

Dalam suatu negara industrialisasi dapat

baja). Kemajuan industrialisasi suatu negara bisa

dikatakan berhasil jika di dalam masyarakat terjadi

diukur dari bagaimana kontribusi industri besi baja

transformasi dari masyarakat pertanian ke masyarakat

terhadap total industrinya. Struktur industri yang

industri. Selama ������������������������������������������ proses industrialisasi, pendapatan

semakin kuat, ditandai dengan tingkat kontribusi

perkapita

industri besi baja yang semakin besar dari kontribusi

meningkat. Sehingga, untuk mengamati proses

industri lainnya terhadap total industrinya.

industrialisasi kita tidak bisa melihat dari kontribusi

masyarakat

naik

dan

produktivitas

sektor pertanian terhadap perekonomian saja, akan Industrialisasi di Indonesia

tetapi juga pendapatan perkapita dan produktivitas

Dalam ilmu ekonomi dijelaskan bahwa industrialisasi adalah suatu keadaan yang ditandai

yang ada, apakah mengalami pertambahan atau tidak.

dengan menjadi lebih pentingnya sektor industri

Selain itu, ciri lain proses industrialisasi

dalam perekonomian. Cara melihatnya adalah dengan

adalah adanya perpindahan penduduk dari pedesaan

memperhatikan struktur produksi di dalam Produk

ke perkotaan, adanya pergeseran aktivitas dari

Domestik Bruto (PDB) yang berisikan sumbangan

produksi rumah tangga ke pabrik dan meningkatnya

sektor-sektor ekonomi dalam perekomian, termasuk

penggunaan alat-alat bermesin dalam pertanian

di dalamnya sumbangan sektor industri.

yang menyebabkan aktivitas pertanian meningkat dan ketersediaan pangan bagi masyarakat perkotaan.

PDB SEKTORAL TAHUN 1980

Industrialisasi yang berhasil tidak dapat dilihat dari AGR

11%

8%

4%

25%

M INING M A NUF LG A CO NS THR

16% 5% 0%

18% 13%

TRA NS B A NK S E RV

sektor ekonomi saja, atau kontribusi sektor pertanian terhadap PDB atau dari pendapatan perkapita atau dari produktivitas semata. Akan tetapi juga bahwa di dalam masyarakat terjadi perubahan filosofi atau perubahan sikap yang berbeda dalam transaksi. Dalam suatu negara, norma-norma tradisional yang masih kuat dapat menghalangi transaksi yang

Jika diamati kondisi ekonomi Indonesia,

efisien. Misalnya kalau masyarakat masih membatasi

dapat dilihat bahwa sumbangan sektor industri

kemampuan perempuan untuk bekerja di pabrik, atau

terhadap PDB cukup besar dan menunjukkan

bentuk-bentuk diskriminasi lain terhadap kelompok

peningkatan dalam 27 tahun terakhir. Kondisi tersebut

tertentu, maka laju industrialisasi akan melambat.

menjelaskan adanya perubahan struktur ekonomi

Mengutip

pendapat

dari

tiga

peneliti

di mana sumbangan sektor industri semakin besar

Universitas Berkeley, Edward Miguel, Paul Gertler,

dalam pembentukan PDB sementara sumbangan

David I. Levine, June 2002. Industrialisasi di Indonesia

sektor pertanian semakin kecil. Jika dililihat dari

dimulai dari Repelita I (pertama) sampai dengan

satu aspek itu saja maka dapat disimpulkan bahwa

Repelita V (lima). Ekonomi Indonesia dirancang

Indonesia tengah mengalami industrialisasi. Akan

dibangun melalui industrialisasi. Sampai dengan

tetapi hal tersebut tidak cukup, lebih jauh lagi harus

tahun 1990-an bahwa Indonesia menjalankan suatu

19

GL

BAL JUSTICE UPDATE

edisi 3 / des 2008


proses industrialisasi itu diakui oleh dunia

Ine

Minara

mengingatkan

bahwa

internasional. Ketiga peneliti dari Berkeley

industrialisasi yang berjalan dengan baik dapat

i������������������ ndustrialisasi di

memberi stimulasi pertumbuhan ekonomi

Indonesia dirancang dengan ‘setting’ ideologi bahwa

secara keseluruhan. Kalau kita lihat kondisi

‘pemerintah adalah pendorong kelompok-kelompok

sekarang, meningkatnya peran sektor industri

masyarakat’ dan ‘gotong royong’.

dan sektor lain dalam P D B diikuti dengan

menyimpulkan

bahwa

Akan tetapi, menurut ketiga peneliti

menurunnya p e r a

tersebut, tindakan kolektif atau gotong royong,

n,

tidak

industri.

produktivitas

Dalam prosesnya justru tindakan individulah

sektor pertanian. Maka

yang lebih dominan. Sementara industrialisasi

industrialisasi

di daerah menjurus kepada pengurangan modal

dapat dikatakan berhasil

sosial. Sifat kelompok yang saling menolong,

ketika

rasa kasih sayang di dalam masyarakat, yang

pasokan pangan bagi

merupakan modal sosial di dalam suatu negara,

penduduk kota terjadi

justru tergerus. Mereka juga menunjukkan

karna hal tersebut. Jika

bahwa industrialisasi tersebut bersifat merusak

produktivitas

kepada

terhadap

rendah dan kebutuhan

masyarakat pedesaan. �������������������������� Sementara industrialisasi

pangan sendiri tidak

di daerah menjurus ke pengurangan dalam

dapat

modal sosial.

pada impor, jelas hal ini akan menyebabkan

mendorong

pertumbuhan

masyarakat,

Statement

terutama

tersebut

kualitas

maupun

tidak

kegagalan

” Struktur industri yang semakin kuat ditandai dengan tingkat kontribusi industri besi baja yang semakin besar dari kontribusi industri lainnya terhadap total industrinya.”

pangan

terpenuhi,

dan

justru

tergantung

menambah

pertumbuhan rendah atau pertumbuhan tidak

kredibilitas atas pendapat bahwa industrialisasi

berkualitas. Apabila suatu negara mengimpor

kadang-kadang

kebutuhan

dapat

bersifat

merusak

pangannya

dalam

memenuhi

bagi masyarakat (socially destructive), dan

kebutuhan masyarakat, maka pendapatan

ada kemungkinan bahwa akibat samping

perkapita yang meningkat di negara tersebut

dari

akibat dari industrialisasi, maka akan terjadi

industrialisasi

ini

di

masyarakat

pedesaan telah meratakan jalan menuju ke

multiplier effect

di luar, bukan di wilayah

kerusuhan sosial/masyarakat (social unrest)

perekonomian

negara

di Indonesia. Pengikisan kekuatan-kekuatan

peningkatan pendapatan dan produktivitas

yang mempersatukan (cohesive forces), seperti

justru digunakan untuk membiayai impor

gotong royong, yang sebelumnya berhasil

pertanian.

“mempersatukan

penduduk

desa”,

telah

Industrialisasi

tersebut,sehingga

yang

berhasil

mengakibatkan kejahatan, kekerasan, dan

mensyaratkan adanya kenaikan yang significant

kerusuhan di antara pekerja-pekerja yang

dari produktivitas pertanian. Satu kesalahan

dipecat (di-PHK-kan), yang kembali ke desa-

besar dari proses industrialisasi di Indonesia

desa mereka di pedalaman Pulau Jawa selama

adalah bahwa sektor pertanian ditinggalkan

dan sesudah Krisis Keuangan Asia tahun

yang

1998 dan bagaimanapun hal ini menyebabkan

pertanian rendah. Secara konsep memang

instabilitas sosial di Indonesia (Breman, 2001).

disebutkan bahwa pembangunan industri

menyebabkan

produktivitas

sektor

industrialisasi “apa dan bagaimana indonesia”

20


ditopang oleh pembangunan pertanian. Meskipun

Kalau akhirnya industrialisasi berhasil maka suatu

pernah mencapai swasembada beras akan tetapi

negara akan memiliki ketahanan yang kuat. Jika hal

ekses dari kebijakan dalam rangka mencapai

ini dapat dicapai maka suatu negara dapat masuk ke

swasembada beras tersebut mengorbankan banyak

dalam tahapan lepas landas.

hal dan sektor pertanian tumbuh tidak kokoh dan

Meskipun banyak negara, seperti Inggris,

produksi pertanian tidak cukup untuk memasok

tahapan industrialisasi tidak melewati tahapan lepas

kebutuhan pangan. Selain itu, hasil pertanian lain di

landas, akan tetapi di sana ada kemajuan di dalam

luar beras yang dibutuhkan oleh sektor industri masih

industrialisasi yang mapan dan berjalan secara

diimpor seperti kedelai, jagung dan lain sebagainya.

terus menerus. Ketika ������������������������������� industrinya sudah mapan

Di sisi lain hasil pertanian Indonesia dalam bentuk

ia dapat beralih ke sektor lain. Ketika sektor lain

komoditas seperti CPO, kakau, masih diekspor

bertumbuh dan dalam PDB peran sektor industri

dalam bentuk yang mentah atau tidak diolah. Dalam

menurun sementara peran sektor lain meningkat,

sisi industrialisasi hal tersebut adalah kemunduran,

dapat dikatakan terjadi de-industrialsasi. Akan tetapi

sebab industrialisasi yang maju mensyaratkan ekspor

dalam pengertian de-industrialisasi positif.

pangan olahan.

Dapat disimpulkan bahwa industrialisasi

Keadaan yang dialami Indonesia saat ini

adalah sebuah proses jangka panjang. Proses

mirip dengan keadaan yang dialami pada masa

tersebut tidak bisa dilakukan secara melompat. Suatu

VOC. Perusahaan besar Belanda tersebut sangat kaya

kesalahan besar dalam industrialisasi adalah ketika

dengan menjual komoditas rempah-rempah dan

suatu pemerintahan over optimisme, yang melompat

hasil pertanian lainnya. Kenaikan harga komoditas

jauh membangun industri yang sebenarnya ia tidak

sebelum

muncul

dapat mendukung industri tersebut secara ekonomi

kesimpulan bahwa sektor pertanian meningkat,

dan sosial, seperti pendidikan, keterampilan, nilai-

terutana ekspor sektor pertanian. ���������������������� Akan tetapi dari sisi

nilai yang berkembang, filosofi, dsb. ��������������� Kalau industri

industrialisasi hal ini adalah sebuah kemunduran.

semacam itu dipaksa dibangun dia harus terus-

krisis

global

menyebabkan

Prasyarat di dalam industrialisasi adalah

menerus dilindungi dan tidak bisa menjadi kuat.

produktivitas di sektor pertanian tinggi, pasar yang

Contohnya ketika Indonesia dalam menjalankan

berfungsi dan pemerintahan yang stabil. Hal ini

tahapan Repelita ada masa dimana Indonesia

dikarenakan industrialisasi adalah pembangunan

melompat dengan membangun industri kapal

ekonomi yang ditekankan pada pembangunan

terbang misalnya. ���������������������������������� Padahal saat itu kita tidak cukup

industri yang dilakukan secara bertahap dan

kuat untuk mendukungnya.

berkelanjutan dan disertai dengan adanya kebijakan

Industrialisasi adalah sebuah proses panjang

yang konsisten di setiap tahapannya, untuk mencapai

dan bertahap dan di tahap awalnya, tahap utamanya

tujuan yang lebih besar di dalam jangka panjang.

adalah tidak boleh meninggalkan sektor pertanian.

21

GL

BAL JUSTICE UPDATE

edisi 3 / des 2008


Kalau ini dilakukan maka akan terjadi proses

pertanian sadar dan balik mengelola sektor

industrialisasi yang semu. Kalau ini dilakukan

pertanian dan kembali pada process track yaitu

maka hasilnya adalah tidak akan menghasilkan

proses industrialisasi dengan tetap memperkuat

perekonomian

stabilitas

sektor pertanian. Taiwan sangat berhasil

pemerintahan yang tidak kuat dan lingkungan

dari awal. Ia tidak mengalami kesulitan dan

ekonomi makro yang tidak mendukung strategi

proses transformasi dan pengembangan sektor

jangka panjang.

pertanian terkait land reform sebagai prasyarat.

yang

kokoh,

Di negara-negara yang melakukan Indonesia Keluar dari Track Salah

satu

industrialisasi belakangan dan keluar dari

pendekatan

teoritik

rel, seperti Indonesia sejak tahun 1990-an,

menyatakan industrialisasi dapat dilakukan

tekanannya lebih pada liberalisasi perdagangan

melalui pertumbuhan catch-up. Berdasarkan

dan kebijakan industri yang berorientasi

teori ini, negara yang melakukan industrialisasi

pada kebijakan perdagangan bukan kebijakan

belakangan seperti Negara-negara Asia Timur,

industri. Hal ini dikarenakan prasyarat kondisi

Asean, dapat meniru industrialisasi yang terjadi

sosialnya tidak terpenuhi.

di negara maju. Seperti Indonesia dengan

Padahal

meniru teknologi di negara-negara industri

ketertinggalan

maju, memungkinkan negara ini melakukan

t e r s e b u t

pembangunan

membutuhkan

ekonomi

dan

mengejar

ketertinggalannya dengan negara maju.

kemampuan

syarat

yang cukup, dimana

belakangan melakukan industrialisasi ada

masyarakatnya

yang mengalami kegagalan seperti Indonesia?

harus

Seorang peneliti Rusia Alexander ����������������������� Gerschenkron

untuk menyesuaikan

menyatakan bahwa ada ciri-ciri negara yang

teknologi

melakukan

negara-negara maju.

belakangan,

1)

cukup

maju dari potensi

“Suatu kesalahan besar dalam industrialisasi adalah ketika suatu pemerintahan over optimisme, yang melompat jauh membangun industri yang sebenarnya ia tidak dapat mendukung industri tersebut secara ekonomi dan sosial, seperti pendidikan, keterampilan, nilai-nilai yang berkembang, filosofi dan lain sebagainya.”

Pertumbuhan pesat dan hebat (ingat, Indonesia

Selain

pernah mencapai angka pertumbuhan 40

yang ada di dalam

persen!), 2) Tekanannya pada barang-barang

masyarakatnya tidak

antara bukan barang-barang konsumsi, 3)

dapat dimanfaatkan.

Adanya penekanan pada pabrik-pabrik skala

Dengan

besar, 4) Menggantungkan pada teknologi

didalam industrialiasi,

pinjaman dan mungkin bantuan keuangan

investasi di dalam SDM

dari luar negeri, 5) Pentingnya pemerintah

merupakan bagian yang sangat penting, apalagi

sebagai promotor pembangunan industri, 6)

dapat menciptakan link antara pendidikan

Belum ada ideologi yang dapat mendukung

dan industri serta ada perubahan filosofi serta

industrialisasi dan 7) Peranan yang pasif dari

persepsi yang mendukung pembangunan.

sektor pertanian.

itu

mengejar

sosial

Tetapi mengapa negara-negara yang

industrialisasi

untuk

demikian

Prasyarat industrialisasi yang belum

Korea ketika dia melakukan proses

cukup menyebabkan kekuatan catching-up di

industrialisasi dan mulai meninggalkan sektor

negara-negara terbelakang seperti Indonesia industrialisasi “apa dan bagaimana indonesia”

22


tidak tumbuh dan berjalan. Bahkan yang terjadi

industri yang ada hanyalah industri padat

adalah keadaan sebaliknya, yaitu suatu gejala

modal dengan kemampuan menyerap tenaga

de-industrialisasi.

kerja yang relatif kecil.

De-industrialisasi

yang

terjadi tidak hanya ditandai dengan tutupnya

Selain itu, elastisitas PDB terhadap

beberapa perusahaan atau PHK yang sporadis.

penyerapan tenaga kerja menunjukkan adanya

De-industrialisasi ditandai dengan semakin

pertumbuhan yang tidak berkualitas. Elastisitas

kurang pentingnya industri dalam ekonomi,

menghitung

dimana kontribusi sektor industri dalam

persentase dalam PDB terhadap peningkatan

ekonomi dalam jangka panjang menurun dan

penyerapan tenaga kerja. Sebelum krisis

adanya sifat-sifat yang menetap dalam jangka

melanda

panjang. Misalnya di dalam beberapa tahun

pertumbuhan PDB menyebabkan perubahan

secara

0,43 persen dalam penyerapan tenaga kerja.

terus-menerus

terjadi

penurunan

kontribusi industri terhadap PDB. Di

Indonesia

berturut-turut

setiap

peningkatan

satu

persen

Akan tetapi setelah krisis ekonomi, setiap setiap tiga

tahun

persen peningkatan PDB hanya mengasilkan

dari

tahun

2004

penyerapan tenaga kerja sebesar 0,2 persen. Ini

keadaan

berarti bahwa elastisitas PDB terhadap tenaga

ditandai dengan adanya

kerja semakin kecil yang mengindikasikan

pertumbuhan

ekonomi

bahwa tehnologi yang digunakan dalam proses

yang rata-rata mencapai

produksi industri jelas-jelas menyingkirkan

6,7 persen, akan tetapi

tenaga kerja.

sampai 2006,

pertumbuhan

tenaga kerja yang

Indonesia,

besar

selama

mulai

”...mestinya ketika kita mau melakukan industrialisasi maka harus ada peningkatan produksi industrialisasi atas pekerja dalam sektor pangan, memperbaiki tingkat upah dan pendapatan, serta memperluas pasar dan jalan untuk industrialisasi.”

seberapa

industri

Sehingga

kita

harus

berhati-hati

menurun

terhadap statement bahwa untuk menciptakan

kontinu

tenaga kerja yang lebih banyak dalam mengatasi

dibawah 6 persen. Dan ����

pengangguran dapat dilakukan dengan cara

pada saat krisis kontraksi

memacu

sektor

industri

sangat

kenyataan menunjukkan bahwa penyerapan

tinggi

10,32

persen.

tenaga kerja di Indonesia semakin tidak

Sementara tahun 2002-

terpengaruh oleh pertumbuhan ekonomi.

2003

Adanya pertumbuhan ekonomi tidak secara

cenderung dan

bersifat

meningkat

dan

pertumbuhan

ekonomi.

kembali menurun pada

otomatis

tahun berikutnya. Selain

menurun. Jika teknologi produksi dalam

itu terjadi penyerapan

industri tidak berubah maka pertumbuhan

menurun. Selama tahun

ekonomi yang tinggi tidak dapat diharapkan

1980-2007 proporsi tenaga kerja hanya pada

menyebabkan

Karena

pengangguran

dapat menyerap pengangguran yang besar.

tahun tertentu saja dapat mengkontribusikan di bawah 13 persen terhadap total penyerapan

23

De-industrialsiasi di Indonesia

tenaga kerja dan dari tahun ke tahun tidak

Saat ini, secara umum Indonesia

terjadi peningkatan kemampuan dari sektor

tidak menunjukkan tanda-tanda melakukan

industri di seluruh sub-sektornya terhadap

industrialiasi. Sektor industri tebilang gagal

penyerapan tenaga kerja. Sangat terlihat bahwa

dalam mendorong pertumbuhan ekonomi

GL

BAL JUSTICE UPDATE

edisi 3 / des 2008


dan

pembangunan

berkelanjutan.

Hal

ini menyebabkan tidak oprimalnya hasil pembangunan ekonomi dan sosial. Ketika reformasi terjadi industrialisasi berhenti.

Indonesia keluar dari rel

dan

proses

Dapat

industrialisasi

disimpulkan

bahwa

industrialsiasi di Indonesia belum berhasil sementara pada saat yang sama Indonesia telah mengalami de industrialisasi. Dan de-industrialisasi

di

de-industrialisasi

yang

Indonesia

adalah

negatif.

Dimana

www.indonesian-embassyfi.com

penurunan dari kontribusi sektor industri dan pengangguran yang tinggi.

negeri dapat memiliki pasar di dalam negeri

De-industrialisasi

bisa

merupakan

de-industrialisasi yang positif dan bisa juga

sebagai akibat dari adanya pendapatan yang semakin tinggi dari pekerja sektor pertanian.

merupakan de-industrialisasi yang negatif.

Gejala de-industrialisasi di Indonesia

De-industrialisasi dapat merupakan proses

ditandai dengan, 1) Jumlah penyerapan tenaga

dari industrialisasi. Jika kontribusi industri

kerja. Sektor industri paling sedikit menyerap

manufaktur kepada total ’employment’ dan ‘output’

tenaga

dalam keadaan menurun, tetapi tidak disertai

lain. Antara tahun 1980 hingga 2007, tenaga

dengan jatuhnya tingkat ‘employment’ atau ‘ouput’

kerja Indonesia berusia di atas 10 tahun yang

dari manufacturing yang dikorelasikan dengan

terserap oleh sektor ini, tidak lebih dari 13 juta

produktivitas yang tinggi, pertumbuhan, dan

orang, 2) laju pertumbuhan yang naik turun

tidak terjadi pengangguran maka disebut de-

tidak berpola sejak 1980. Pencapaian tertinggi

industrialisasi yang positif.

terjadi di tahun 2004 sebesar 6,38 persen, tapi

kerja

dibandingkan

sektor-sektor

Sementara de-������������������������ industrialisasi��������� negatif

tiga tahun berturut-turut setelah itu, angka

juga

terjadinya

pertumbuhannya terus merosot, 3) Sejak 2005,

perpindahan tenaga kerja sebagian atau

nilai tambah sektor manufaktur terhadap PDB

absolut keluar dari manufacturing dan masuk

terus menurun. Analisis data sektoral di empat

ke pertanian, pergeseran dari tenaga kerja dari

Tabel Input-Output Indonesia yang dilakukan

sektor formal ke sektor informal.

Hayashi (2005), menunjukkan bahwa proporsi

dapat

ditandai

dengan

Mengutip pendapat Lewis, mestinya

output industri pengolahan hasil pertanian

ketika kita mau melakukan industrialisasi

(termasuk perikanan dan hasil hutan) dalam

harus maka harus ada peningkatan produksi

total output di antara tahun 1995-2000,

industrialisasi atas pekerja dalam sektor pangan,

semakin kecil, 4) Komposisi ekspor non-migas

memperbaiki tingkat upah dan pendapatan

Indonesia pada tahun 2003 hingga 2007 juga

dan memperluas pasar untuk industri dan

menunjukkan kemunduran sektor industri.

memperluas jalan untuk industrialisasi. Karena

Jumlah ekspor hasil industri pengolahan yang

industrialisasi tidak boleh meninggalkan sektor

berorientasi ekspor, semakin kecil. “Indonesia

pertanian. Selain itu industri yang di dalam

justru menunjukkan ciri-ciri negara sedang industrialisasi “apa dan bagaimana indonesia”

24


dalam

proses

de-industrialisasi

negatif

akan diiringi perubahan dan perubahan

sebelum berhasil mencapai industrialisasi�.

tersebut memberi manfaat pada peningkatan

Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang semakin

menurun,

disertai

tingkat

pengangguran yang tinggi memperkuat

kesejahteraan masyarakat. Ditekankan bahwa Investasi dalam industrialisasi

bukan

hanya

membangun

kesimpulan ini. Bila dibandingkan

pabrik-pabrik. Pabrik-pabrik dan sektor-sektor

dengan negara tetangga di

yang dibangun harus saling memperkuat.

Asia Timur, menurut

Tahapan pembangunannya jelas dan terukur,

Hayashi Industrialisasi

(2005),

serta harus disertai kebijakan yang konsisten.

Indonesia

Selain itu, keputusan terkait dengan cara apa

terlihat bergerak mundur. Selain

ukuran

distribusi hasilnya tidak sepenuhnya diserahkan

industrialisasi

ke pasar, namun, tidak juga berarti semua

lainnya yaitu ukuran sosial

investasi menjadi di bawah kendali pemerintah.

keberhasilan ekonomi,

itu,

diproduksi, di mana lokasinya, dan bagaimana

menunjukkan

Ini bukan pilihan satu atau yang lain.

laju pertumbuhan PDB

Re-industrialisasi, menurut Ine Minara,

tidak mengukur kualitas

harus dikoordinasikan melalui peran negara dan

hidup

seharusnya

memerlukan adanya kendali dari pemerintah

menjadi lebih baik jika proses

pusat. Sehingga dalam konteks desentralisasi,

industrialisasi berhasil. Indeks

yang diperlukan adalah mengembangkan

yang lebih baik untuk melihat

saluran komunikasi di area regional, di

pembangunan dan kesejahteraan

tingkat propinsi, kota, dan kabupaten. Yang

suatu bangsa adalah Index of Sustainable Economic

dibutuhkan bukan koordinasi terpusat di level

Welfare (ISEW) atau Human Development Index

pemerintahan, tetapi kolaborasi yang strategis

(HDI). Jika dilihat dari HDI, Indonesia juga

antara pemerintah disemua tingkatan dan

belum masuk kategori negara yang berhasil,

semua sektor.

hasil

yang

dan secara rata-rata masih berada di bawah negara anggota ASEAN.

Peran negara adalah sesuatu yang berbeda dengan menyerahkan ekonomi pada mekanisme pasar. Pasar akan menjadi jebakan

Re-industrialisasi oleh Negara Sebagai Solusi

bagi industrialisasi jika tidak ada pengaturan.

Memperhatikan keadaan Indonesia saat

Hal ini disebabkan pasar tidak dapat meregulasi

ini. Prof. Ine Minara menyatakan bahwa re-

dirinya sendiri, sehingga intervensi pemerintah

industrialisasi adalah solusi, untuk keluar dari

diperlukan untuk mengoreksi kegagalan pasar.

low equlibrium trap atau tingkat keseimbangan

Dihilangkannya negara sebagai aktor yang

dalam tingkat pertumbuhan yang rendah.

eksplisit adalah kesalahan yang fundamental

Pembangunan industri adalah solusi bagi

dalam argumen ahli teori pembangunan.

masalah ekonomi dan sosial. Pembangunan industri sebagai agen pembangunan. Sebagai agen 25

GL

pembangunan

BAL JUSTICE UPDATE

proses

industrialisasi

edisi 3 / des 2008

* Disarikan oleh Salamuddin Daeng, Program Officer Institute for Global Justice - IGJ


national update

Rangkaian �ebijakan Paket Deregulasi 1983-1995 Terkait

Industrialisasi

Indonesia Reformasi

Konten Utama

Juni 1983: Deregulasi perbankan

Penghapusan kontrol Bank central terhadap tingkat bunga; penurunan kredit likuiditas; penghapusan batas kredit.

April 1984: Reformasi perpajakan

Pengenalan pajak nilai tambah (VAT)

April 1985: Inpres No.4

Penghapusan jasa pabean; penugasan perusahaan swasta SGS untuk menilai tarif ’; penghapusan pembatasan dalam penggunaan kapal asing. Pemberlakuan ‘duty drawback’; penyederhanaan prosedur administrasi Mei 1986: ekspor-impor; kepemilikan asing di sektor ekspor hingga 95%; usaha Paket Mei patungan dapat menggunakan fasilitas kredit ekspor. Penghapusan lisensi impor; penurunan tarif untuk barang-barang Oktober 1986: tertentu; penurunan tarif untuk barang-barang yang dibutuhkan dalam Deregulasi impor proses produksi; penghapusan batasan swaps oleh BI. Januari 1987 Penghapusan lisensi impor. Impor dialihkan ke importir umum. Deregulasi investasi dan kapasitas lisensi; Juni 1987 sektor ekspor yang tertutup, dibuka. Juli 1987 Rasionalisai alokasi kuota ekspor tekstil Deregulasi pasar modal; pengurangan peran pemerintah di penjualan Desember 1987: saham; investor asing dapat membeli saham; deregulasi sektor pariwisata Reformasi pasar modal dan perhotelan; perubahan kategori batasa ekspor dari jumlah produksi (dari 85% menjadi 65%). Pembukaan lisensi untuk bank baru dan usaha patungan asing; penurunan Oktober 1988 ketentuan dana cadangan (reserve requirement) dari 15% menjadi 2%. November 1988 Penghapusan monopoli impor plastik dan baja; deregulasi pengapalan Kepmen No. KM 83/ Deregulasi pengapalan: penataan kembali beberapa pengaturan November 1988 di bidang pengusahaan angkatan laut. Pengakhiran kegiatan usaha asing dalam bidang perdagangan . PMA Peraturan Pemerintah No.19/ dapat melakukan penjualan produksinya sendiri untuk pasar domestik November 1988 sampai tingkat penyalur, melalui usaha patungan. Keppres No.60/ Deregulasi pasar modal lanjutan. Pembentukan pembina dan pelaksana Desember 1998: pasar modal Pembentukan PERSERO untuk memperluas kesempatan Deregulasi pasar modal masyarakat untuk memiliki saham. Desember 1988 Deregulasi industri asuransi Kelanjutan dari penyederhanaan prosedur administrasi Mei 1990 dan penurunan tarif lebih lanjut. Kepmen Perdagangan No. 140/ Pencabutan pengukuhan Eksportir terdaftar Kopi dan Badan Pemasaran Kp/V/ 1990 (28 Mei 1990) Bersama Eksportir Kopi Indonesia.

rangkaian kebijakan paket deregulasi 1983-1995 terkait industrialisasi indonesia

26


Kelanjutan dari Paket Oktober 1988. Pengenalan ‘Capital Adequacy Ratio’ aset bank sebesar 8%. Kelanjutan penurunan tarif impor; pembukaan sektor-sektor tertentu untuk pelaku usaha baru domestik dan asing; penyederhanaan sistem impor yang harus disetujui khusus untuk bahan baku dan barang antara; penghapusan kuota pasokan bahan baku untuk minyak goreng sawit.

Februari 1991 Juni 1991

Penurunan lebih lanjut dalam hambatan non tarif; penurunan tarif lebih lanjut; pembukaan kembali beberapa area bisnis untuk insvestor domestik dan asing.

Juli 1992 Mei 1993

Ekspansi kredit Deregulasi industri otomotif; penurunan tarif lebih lanjut; pembukaan Juni 1993 kembali beberapa area bisnis untuk insvestor domestik dan asing. Oktober 1993 Penurunan lebih lanjut dari hambatan non tarif Penyederhanaan ketentuan impor mesin, peralatan mesin dan barang SKB Menteri: modal lainnya dalam keadaan bukan baru diizinkan oleh perusahaan No.310/kpb/X/1993 pemakai langsung dan perusahaan yang bergerak di jasa pemulihan, dan 232/M/SK/X/1993. perbaikan dan pemeliharaan mesin.. Pengecualian impor impor mesin, peralatan mesin dan barang modal Kepmen N0.311/Kp/X/1993. lainnya dalam keadaan bukan baru untuk industri kecil. Kepmendag No.853/KMK.01/ Pembebasan bea masuk dan bea masuk tambahan atas impor bahan baku Oktober 1993. untuk pembuatan komponen elektronika tertentu. Perubahan Kepmen Perindustrian No.291/M/SK/10/1989 tentang tata Kepmen 230/M/SK/10/1993 cara perizinan dan standar teknis kawasan industri. Mei 1994 Investor asing diizinkan untuk memiliki saham 100% Penurunan lebih lanjut dari tarif dan non tarif; pengumuman program Mei 1995 penurunan tarif impor secara bertahap (1995-2003) Jadual penurunan tarif bea masuk dan bea masuk tambahan kendaraan Kepmenkeu No.222/KMK.01/ bermotor untuk meningkatkan efisiensi produksi kendaraan bermotor Mei 1995 dalam negeri. Penurunan secara bertahap hingga tahun 2003. PP 23 Mei 1995 Penyederhanaan izin usaha industri. Sumber: Basri (2001) dan berbagai sumber lain, dalam Ruky (2004).

Gambar 4-1:Se jarah Ke bijakan EkonomiIndone sia

P e rtu m b u h a n (% ) P DB 15

K ri s i s A s i a

10

5

0

66

19

67

19

69

19

71

19

73

19

75

19

77

19

79

19

81

19

83

19

85

19

D e va l u a s i

-5

19

89

19

91

P e n u ru n a n ta ri f

S i s te m P e n i n g ka ta n l i s e n s i i m p o r p ro te ks i m o d Sei sratet m n i l a i dihapus tu ka rko n s i s te n P MA d i b u ka & denganpas ar s ke m a b o n u s e ks p o r

R e fo rm a s i s i s te m p e rd a g a n g a n

D e re g u l a s i P e n u ru n a n ta ri f

L i b e ra l i s a s i p e rd a g a n g a n & i n ve s ta s i

-1 0 Per iode Stabilis as i

87

Subs titus i Impor

P e rl u a s a n p e m i l i ka n a s i n g

D er eg ulas i, Liber alis as i Per dag ang an

-1 5

27

Keterangan: Gambar ini dibuat berdasarkan kerangka yang dibuat Hofrman, Jones dan Thee (2004). Sumber data pertumbuhan ekonomi, data BPS, diolah, Sumber: Ruky, Ine (2004). GL

BAL JUSTICE UPDATE

edisi 3 / des 2008

19

93

19

95

19

97

19

99

D e re g u l a s i ta ri f D e re g u l a s i ta ri f L i b e ra l i s a s i D e re g u l a s i e ko n o m i & e ko n o m i d a n re fo rm a s i l i b e ra l i s a s i p e rd a g a n g a n p e rd a g a n g a n

P ro te k s ionis

20

01

20

03

R e g u l a s i :i j i n kh u s u s , IP , IT p ro d . tt.

Krisis Ekonomi

19

Im p l e m e n ta s i UU No. 5

Pas c a kr is is

Regulas i: L i s e n s i , IP , IT p ro d . tt.


www.adliterate.com

national update

Mematahkan Struktur Ekonomi Warisan

Kolonial oleh: Salamuddin Daeng Researcher - Institute for Global Justice

Para ekonom menggambarkan krisis ekonomi Indonesia saat ini sebagai lingkaran setan ekonomi, pendapatan yang rendah, pertumbuhan yang rendah, pembentukan modal yang rendah, sumber daya manusia lemah, teknologi rendah, upah rendah, kembali lagi pada pendapatan yang rendah. Semuanya menjadi lingkaran setan yang tidak berujung menyertai kemandekan ekonomi Indonesia. Perekonomian negara ini terus berada pada posisi keterbelakangan dan semakin hari keadaannya memburuk. mematahkan struktur ekonomi warisan kolonial

28


B

elakangan perekonomian semakin tergantung

adalah tidak berlangsungnya industrialisasi sebagai

pada sektor informal. Sektor ekonomi formal

sebuah mesin pembangunan dan pertumbuhan

berantakan. Industri-industri yang jumlahnya tidak

ekonomi yang mampu menggerakkan ekonomi

banyak bangkrut, tidak hanya karena terhempas

secara progresif, industri yang mengkonsolidasikan

oleh krisis akan tetapi karena tidak memiliki fondasi

seluruh cabang produksi dalam suatu kerja produksi

yang kuat. Ditambah lagi dengan ekonomi biaya

yang berkelanjutan. Gejala semacam ini disebutkan

tinggi yang disebabkan oleh kenaikan BBM, listrik,

dalam suatu istilah de-industrialisasi yaitu suatu

rusaknya infrastruktur khususnya transportasi,

keadaan di mana kegiatan produksi tidak bertumpu

korupsi, menyebabkan ekonomi nasional tidak

pada suatu organisasi produksi kuat dan terintegrasi,

memiliki kemampuan bersaing dengan usaha-

sehingga kehilangan kemampuan untuk memberi

usaha di luar negeri. Sementara pada saat yang

nilai tambah produksi atas sumber-sumber produksi

sama pemerintah giat mempromosikan pasar bebas

yang ada.

dengan menghilangkan subsidi, proteksi, tarif

Keadaan menyebabkan sumber daya yang

yang mempercepat proses bangkrutnya ekonomi

besar masuk ke dalam pasar dan perdagangan

nasional.

khususnya

Pada sektor

situasi

informal

bamper

terakhir

krisis, menjadi untuk

menahan agar krisis ekonomi tidak menjadi krisis politik yang luas. Para pekerja yang mengalami

PHK

bahkan

pelaku usaha di sektor formal bergerak ke sektor informal karena terpaksa dan tidak sanggup menghadapi tekanan

�Mengapa keadaan ini dapat terjadi, mengapa di negeri ini tidak tumbuh pabrikpabrik, mesin-mesin olahan, produksi agro industri yang disertai dengan penelitianpenelitian dalam rangka meningkatkan teknologi dan mengembangkan keahlian dalam rangka produksi ?�

perdagangan

luar negeri dalam bentuk mentahnya, minyak mentah, batubara

mentah,

bahan

tambang mentah, CPO yang tidak

mengalami

olahan,

karet mentah dan banyak lagi produk pertanian, perkebunan dan

kehutanan

Indonesia.

Sebagian besar rakyat tidak terintegrasi dalam aktivitas produksi

ekspor

barang-

ekonomi baik yang berasal dari

barang yang menjadi andalan

dalam maupun luar negeri.

perekonomian negara.

Sepintas lalu memang tidak ada masalah

Sementara aktivitas produksi mayoritas rakyat

dengan kecenderungan semacam itu, akan tetapi

berada pada sektor-sektor yang kurang diandalkan,

jika kita telaah lebih lanjut, ini adalah sesuatu yang

cenderung menjadi aktivitas produksi yang dkerjakan

sangat

negara

secara subsistem dan hasil produksinya tidak masuk

ini gagal berkembang, negara gagal membangun

dalam pabrik-pabrik yang menghasilkan nilai tambah

stuktur ekonomi yang kuat, aktivitas produksi tidak

ekonomi. Beras, ubi, jagung, palawija berakhir di

terkonsolidasi dengan baik dalam suatu organisasi

dapur tanpa pabrikasi. Emas, logam, timah, bauksit,

produksi yang kuat. Antara satu sektor dengan

gas, minyak mentah, CPO hanya berakhir menjadi

sektor ekonomi yang lain mengalami missing link dan

keuntungan para eksportir dan broker kakap. Di

bergerak sendiri-sendiri secara lambat.

belahan dunia lain, di negara-negara utara, tetangga-

membahayakan.

Perekonomian

Salah satu bagian penting yang menyebabkan tidak optimalnya gerak maju perekonomian Indonesia 29

GL

BAL JUSTICE UPDATE

edisi 3 / des 2008

tetangga kita di selatan, perekonomiannya telah masuk dalam industrialisasi yang jauh lebih baik.


Mengapa keadaan ini dapat terjadi, mengapa

Kecenderungan pada investasi semacam ini sebagian

di negeri ini tidak tumbuh pabrik-pabrik, mesin-mesin

besar disebabkan oleh permintaan yang tinggi akan

olahan, produksi agro industri yang disertai dengan

barang-barang primer di negara-negara industri

penelitian-penelitian dalam rangka meningkatkan

maju. Barang-barang primer tersebut terdiri dari

teknologi dan mengembangkan keahlian dalam

sumber-sumber tambang mineral, sumber-sumber

rangka produksi. Sebuah keadaan yang tidak baik

energi dan pangan. Permintaan pasar akan barang-

bagi Indonesia dan rakyatnya, akan tetapi baik bagi

barang produksi primer adalah faktor pendorong

negara-negara maju yang memperoleh sumber

paling utama dari tingginya minat investasi.

daya alam dari Indonesia. Sebuah keadaan yang

Investasi asing semacam ini selanjutnya cenderung

mesti diubah dengan memahami terlebih dahulu

memusatkan diri pada industri-industri yang bekerja

sejarah dan praktek penyelenggaraan ekonomi yang

untuk ekspor bahan-bahan mentah atau sumber-

berlangsung di negara ini. Dengan demikian maka

sumber primer yang dimaksud.

kita akan dapat menemukan problem-problem

Investasi

mengalir

pada

negera-negara

pokok dari kemandekan ekonomi dan menemukan

berpendapatan rendah dalam bentuk investasi

solusi konkritnya.

langsung untuk tujuan ekspor dan sangat sedikit yang ditanamkan pada industri-industri pembuatan

Menghentikan Tradisi

barang untuk pasar dalam

Investasi Kolonial Praktek

ekonomi

Indonesia saat ini, khususnya berkaitan dengan eksploitasi sumber daya alam tambang tidak ubahnya dengan praktek eksploitasi sumber daya alam di masa kolonial. Dulu kita menjadi negara pengekspor rempah-rempah,

“Investasi mengalir pada negera-negara berpendapatan rendah dalam bentuk investasi langsung untuk tujuan ekspor dan sangat sedikit yang ditanamkan pada industri-industri pembuatan barang untuk pasar dalam negeri.�

sumber-

negeri. Gejala semacam ini telah berlangsung sejak lama dan

disebut

sebagai

pola

investasi luar negeri yang tradisionil. Sejak abad ke-19, investasi perusahaan swasta di

luar

negeri

cenderung

untuk menjauhkan diri dari industri-industri yang bekerja untuk pasar dalam negeri di

sumber agrarian dibawah eksploitasi perusahaan

daerah-daerah yang sedang membangun dan sebagai

VOC. Saat ini kita mengekspor minyak gas dan

gantinya adalah memusatkan diri pada produksi

mineral di bawah oligopoli perusahaan asing,

primer untuk ekspor ke pusat-pusat industri yang

Newmont, Freeport, Exxon, Chevron dll. Sepanjang

telah maju. Investasi semacam itu tampak nyata dari

sejarah baik di masa kolonial maupun saat ini ekspor

investasi Inggris dalam abad ke sembilan belas. Hal

Indonesia selalu lebih besar dibandingkan impor.

tersebut juga telah menjadi ciri utama dari investasi

Akan tetapi semua adalah ekspor bahan mentah

Amerika Serikat (AS) pada tahun 1920.1

yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan asing yang melakukan investasi di Indonesia.

Bonnie

Setiawan

menjelaskan

bahwa

Investasi asal mulanya adalah kegiatan yang terkait

Yang berbeda adalah praktek kolonial di

dengan perdagangan di dalam rezim kolonial.

masa kini dijalankan melalui investasi langsung

Investasi dari sebuah negara ke negara lainnya pada

asing yang mengalir dari negara-negara kaya dan

masa lalu hanya dimungkinkan terjadi dalam ranah

berorientasi pada eksploitasi sumber daya alam.

kolonialisme. Pada masa pra-kolonial, maka yang mematahkan struktur ekonomi warisan kolonial

30


terjadi adalah perdagangan barang dari satu negara ke negara lain. Dengan adanya kolonialisme, maka dimungkinkan bukan hanya tukar-menukar barang, tapi juga penanaman modal produktif. Karenanya, sejarah investasi selalu terkait dengan yang disebut sebagai ‘investasi kolonial’, yaitu mengenai dua hal: (1) investasi lama untuk eksploitasi sumberdaya alam dan pertanian; (2) investasi baru untuk menguasai pasar lokal serta penguasaan bahan baku dan buruh murah agar kompetitif di pasar internasional. Pada masa kolonialisme, maka kedua hal tersebut terjamin, artinya Negara jajahan akan selalu menerima berbagai investasi yang sifatnya eksploitatif dan dominatif dari Negara penjajahnya demi keuntungan sebesar-besarnya yang bisa diambil untuk dibawa pulang ke Negara penjajah (penyedotan surplus ekonomi secara maksimal). Setelah adanya de-kolonisasi, maka sifat hubungan investasi ini menjadi sedikit berbeda, tetapi tetap dengan pengertian sempit yang sama. Investasi kolonial berubah menjadi investasi neo-kolonial, di mana hubungan antara Negara (antara bekas penjajah dengan bekas terjajah) tetap mengandung relasi eksploitasi dan dominasi dalam kadar yang berbeda. Investasi ini tetap dikaitkan dengan rezim perdagangan.2 Aturan-aturan investasi sejak awal lebih mengenai rezim perdagangan, bukan mengenai hubungan yang kompleks antara investor dengan negara penerima investasi. Seharusnya investasi adalah sebuah isu yang kompleks, karena terkait dengan hubungan antara sebuah Negara berdaulat yang satu berhadapan dengan Negara berdaulat lainnya.

Dalam

periode

kolonialisme,

maka

SKETSANUSA / Pius Agung

akumulasinya bersifat primitif, yaitu mengandalkan terutama pada kekuatan ekstra ekonomi atau kekuatan senjata dan politik. Pada masa setelah kolonialisme, maka kekuatan ekstra ekonomi berubah menjadi kekuatan

neo-kolonialisme,

yaitu

penjajahan

secara tidak langsung lewat berbagai instrumen 31

GL

BAL JUSTICE UPDATE

edisi 3 / des 2008


internasional, khususnya dalam area perdagangan.

terdiri dari sebagian minyak mentah dan sebagian

Dengan demikian kita selalu berhadapan dengan

kecil gas. Selebihnya masih merupakan komoditi

konsep yang sempit tentang investasi, yaitu sebagai

yang diekspor ke negara-negara maju.

kepanjangan dari perdagangan. Dan kesempitan

Ekspor

yang

pengertian tentang investasi ini akan terus kita temui

menyebabkan

sampai sekarang.

dapat

diterima

yang

memperoleh

Dengan investasi semacam itu, maka usaha

bernilai

kecilnya negara. izin

tambah

rendah

keuntungan

yang

Perusahan-perusahaan eksploitasi

hanya

pembentukan modal nasional yang berasal dari

mengkontribusikan devisa dan pajak yang relatif

faktor modal dari luar cenderung merupakan usaha

kecil. Pembagian keuntungan dalam bentuk lainnya

yang sulit. Negara-negara terbelakang tidak hanya

seperti royalti dalam eksploitasi mineral juga sangat

menghadapi masalah rendahnya pendapatan akan

kecil.

tetapi juga tidak tersedianya infrastruktur pendukung

juga menghasilkan keuntungan yang sangat kecil

untuk meningkatkan daya tarik investasi itu sendiri.

bagi rakyat. Fakta menunjukkan di lokasi di mana

Cukup beralasan jika negara-negara industri maju

kegiatan eksploitasi tambang berlangsung secara

mengoperasionalkan

perusahaan-perusahaan

masif, angka kemiskinan relatif tinggi. Keadaan

mereka di negara-negara terbelakang untuk mencari

tersebut dibuktikan oleh kondisi ekonomi di Aceh,

produksi primer, sementara kegiatan produksi

Riau, Nusa Tenggara, Papua dan wilayah-wilayah

lanjutan dijalankan di Negara-negara maju.

lainnya di Indonesia.

Investasi

atas

Pola investasi asing yang berwatak kolonial

yang

tersebut memberi dampak buruk bagi ekonomi

berlangsung di Indonesia sepanjang kekuasaan Orde

nasional, khususnya ketersediaan sumber-sumber

Baru dan pemerintahan sesudahnya. Jenis investasi

penting bagi industri nasional. Ekspor bahan mentah

semacam itu merupakan kelanjutan dari praktek

telah menyebabkan minimnya sumber primer yang

penanaman modal masa kolonial, khususnya masa

dapat diperoleh oleh ekonomi dalam negeri untuk

kolonial liberal (sejak 1870-an). Sepanjang periode

dapat berkembang. Sebagai contoh kelangkaan gas

tersebut hingga saat ini investasi asing langsung

yang dialami industri pupuk dan kelangkaan energi

telah berhasil mengembangkan kegiatan mereka

batubara yang dihadapi oleh perusahaan listrik

dalam kegiatan perkebunan, pertambangan mineral

negara. Beberapa industri pupuk nasional bangkrut

dan minyak, sebagai sumber ekspor bagi negara-

akibat kelangkaan gas. Perusahaan listrik negara

negara maju yang membiayai investasi perusahaan-

tidak dapat melayani kebutuhan listrik di dalam

perusahaan multinasional.

negeri secara maksimal. Di Kepulauan Riau yang kaya

merupakan

ciri

negara-negara utama

maju

investasi

di

Sementara ekspor komoditi perkebunan

asing

Akibatnya sebagian besar sumber-sumber

gas, di Kalimantan yang kaya batubara, masyarakat

primer dari Indonesia dieksploitasi oleh perusahaan

tidak memperoleh pasokan listrik yang mencukupi

multinasional untuk kepentingan ekspor. Sangat

(sufficient) keperluan industri dan rumahtangga

sedikit yang diolah di dalam negeri yang diolah di

secara baik untuk mendukung perekonomian daerah

dalam negeri untuk menghasilkan nilai tambah dan

tersebut.

menciptakan cabang-cabang produksi baru yang

Belum lagi cabang-cabang produksi yang

dapat menyerap lebih banyak tenaga kerja. Dalam

penting bagi negara dan menguasai hajat hidup

beberapa waktu terakhir minyak dan gas mulai

orang banyak seperti PLN, Pertamina, PN Gas, harus

dioalah oleh Industri dalam negeri, akan tetapi hanya

membeli bahan baku minyak, batubara dan gas mematahkan struktur ekonomi warisan kolonial

32


dari negeri sendiri dengan harga pasar yang relatif

negara maju menarik dan menyelamatkan modal/

mahal dari perusahaan-perusahaan asing. Akibatnya

uang mereka untuk menghadapi krisis.

perusahaan negara mengelola sumber energi dalam

Hal inilah yang menjadi landasan mengapa

jumlah yang terbatas dengan mengeluarkan biaya

nasionalisme ekonomi masih merupakan hal

yang sangat tinggi untuk mendapatkan bahan baku

yang relevan dan akan tetap relevan apalagi dalam

minyak. Hal inilah yang menyebabkan mahalnya

konteks negara semi kolonial seperti Indonesia,

harga Bahan Bakar Minyak (BBM), gas, batubara yang

dimana sistem ekonomi, hukum, struktur politik

harus dibayar oleh usaha-usaha nasional dan rakyat

dan kebudayaannya adalah warisan kolonial. Sebuah

Indonesia. Memang perusahaan negara tersebut

keadaan yang menyeret Indonesia tetap berada

beroperasi sebagaimana layaknya perusahaan swasta

dibawah dominasi negara-negara maju. Bahkan di

yang berorientasi komersial semata.

dalam negeri sendiri kekuatan asing telah menjadi

Tradisi investasi kolonial, perhatian pada kesejahteraan rakyat, sepertinya merupakan hal

Data

statistik

ekonomi

Indonesia didominasi oleh perusahaan besar yang

dapat

struktur

Indonesia

menunjukkan

kesejahteraan

bahwa

ekonomi

yang mustahil. Secara hanya

www.pureenergysystems.com

kekuatan dominan dalam ekonomi. perekonomian

tumbuh

berasal dari luar negeri atau disebut pemodal asing.

jika terdapat produksi

Yaitu sekelompok perusahaan yang berasal dari

yang besar, upah yang

Negara-negara maju yang sebagian diantaranya

besar, pendapatan yang

Negara-negara asal perusahaan tersebut pernah

besar, produktivitas yang

menjajah

besar, yang selanjutnya

menguasai sektor-sektor ekonomi utama di Negara

akan

ini. Mulai dari minyak, gas, mineral, perkebunan,

mendorong

pembentukan modal yang besar,

berkembangnya

industri-industri

Indonesia

secara

langsung.

Mereka

perusahaan-perusahan keuangan dan jasa. Praktek perusahaan-perusahaan asing di

yang

Indonesia terlihat sebagai bentuk korporatokrasi yang

kuat dan pertumbuhan ekonomi yang pesat dalam

dijalankan melalui kerjasama dengan elite penguasa

siklus internal perekonomian. Hal semacam itu tidak

negara ini. John Perkins (Confessions of an Economic

akan dapat diraih jika sumber-sumber produksi yang

Hit Man, 2004) menggambarkan betapa dalam rangka

paling strategis di-eksploitasi untuk kepentingan

membangun imperium global, korporasi, international

ekspor perusahaan-perusahaan asing.

finance institutions dan pemerintah bergabung menyatukan kekuatan finansial dan politiknya untuk

Mengakhiri Dominasi Modal Asing Dalam

pandangan

ekonom

memaksa masyarakat dunia mengikuti kehendak neo-liberal

mereka. Amien Rais (Selamatkan Indonesia!, 2008)

dikatakan bahwa modal/uang tidak memiliki negara.

mengatakan Korporatokrasi sebagai sistem kekuasaan

Uang bergerak berdasarkan hukum pasar semata.

yang dikontrol oleh berbagai korporasi besar, bank-

Suatu pandangan yang tidak berdasar jika melihat

bank internasional dan pemerintah.

bahwa negara-negara giat memperkuat mata uangnya

Korporasi asing menguasai lebih dari 85

bahkan dengan cara menyatukan mata uang (misal

persen kegiatan eksploitasi minyak dan gas di

EURO). Krisis keuangan global saat ini menjadi bukti

Indonesia. Sedangkan kepemilikan asing di luar

bahwa uang terikat dengan nasionalisme, negara-

sektor tersebut di atas dalam aktivitas investasi

33

GL

BAL JUSTICE UPDATE

edisi 3 / des 2008


www.acartoonist.com

langsung (foreign direct investment/FDI) mencapai lebih dari 75 persen dari total investasi yang ada. Lebih dari 95 juta hektar lahan telah diserahkan kepada perusahaan minyak di sektor hulu dalam rangka ekploitasi minyak. Lebih dari 40 juta hektar diserahkan dalam rangka eksploitasi mineral dan batubara, sekitar 7 juta hektar diserahkan untuk korporasi perkebunan dan sekitar 31 juta hektar diserahkan untuk korporasi kehutanan. Tidak hanya di sektor ekstraktif, di sektor keuangan korporasi asing mengambil tempat yang semakin dominan. Kepemilikan ���������������������������� asing atas aset perbankan nasional mencapai 47,02 persen, terus meningkat sejak krisis3.Di sektor keuangan lainnya

Dominasi asing harus digeser sebagai prasarat

kepemilikan modal asing juga terjadi dalam jumlah

untuk membentuk susunan baru ekonomi nasional.

yang cukup besar. Tahun ����������������������������� 2007 kepemilikan modal

Proses tersebut dapat dilakukan melalui perencanaan

asing di pasar modal sebesar 67,34 persen dengan

ekonomi yang matang dengan mengorganisasikan

nilai Rp. 601,055 triliun .Tidak hanya itu, dalam hal

kembali kegiatan-kegiatan ekonomi dalam negeri

kepemilikan surat utang negara (SUN) oleh pihak

dan perlakuan khusus terhadap penyelenggaraan

asing saat ini meningkat sekitar Rp. 26 triliun atau

ekonomi yang dilakukan oleh perusahaan negara

mencapai Rp. 104 triliun jika dibanding dengan

dan usaha-usaha yang dikerjakan oleh rakyat.

4

kondisi pada awal 2008 Rp. 78 triliun. Sekarang porsi asing di SUN 19,5 persen atau Rp. 104 triliun, meningkat dibandingkan 16,6 persen atau Rp. 78 triliun pada awal 2008.5

Mengakhiri Praktek Calo Elite Nasional Bagaimana dengan pelaku nasional, pemilikpemilik nasional dalam kaitannya dengan praktek

Besarnya kepemilikan asing pada seluruh

korporatokrasi modal asing di Indonesia? Para pelaku

sektor ekonomi nasional menjai sumber penyusutan

nasional tampak sebagai subordinasi dari modal

kekayaan dan modal nasional. K��������������� euntungan yang

asing yang mendominasi perekonomian indonesia.

diperoleh oleh investor asing umumnya ditransper

Ada yang menyebutnya bermental inlander, pesuruh

kembali ke luar negeri dalam bentuk amortisasi,

dan berbagai olokan kasar lainnya. Butuh ulasan yang

transfer keuntungan, dan lainnya. Keadaan yang

panjang untuk mamahami secara lengkap mengapa

mengakibatkan secara netto, arus modal yang

elite nasional memiliki moral semacam itu.

keluar masih lebih besar daripada arus modal

Akan tetapi demikianlah nasibnya, para

masuk .Hal ini berarti bahwa keuntungan yang

pelaku nasional lebih gemar menjadi sub-kontaktor

diperoleh oleh penanaman modal asing relatif lebih

perusahaan-perusahan asing, misalnya menjadi

besar dibandingkan manfaat yang diperoleh oleh

pedagang nasi di perusahaan-perusahaan tambang

perekonomian nasional. Tidak hanya itu, arus modal

raksasa, di Newmont, Freeport, Exon, dll. Atau bahkan

yang besar dari sumber-sumber tersebut sangat

menjadi makelar tanah semata, misalnya menjual

berpengaruh terhadap volatilitas kurs yang akan

konsesi-konsesi yang dimilikinya kepada modal

selalu menyulitkan posisi keuangan negara.

asing, kemudian memperoleh fee, penyertaan saham

6

mematahkan struktur ekonomi warisan kolonial

34


minoritas dll. Akibatnya pelaku nasional tidak

modal

asing

telah

pernah menjadi kontroler atas kekayaan alam

menyingkirkan pelaku nasional yang terdesak

di buminya sendiri.

ke sektor hilir. Setelah hak Pertamina di sektor

Bahkan pelaku-pelaku usaha nasional

hulu migas dimutilasi melalui UU No. 22 Tahun

menggunakan konstitusi untuk mendorong

2001, para pemilik modal nasional berbondong-

negara membuat suatu undang-undang yang

bondong menguasasi sektor hilir, menjadi

memungkinkan bagi modal nasional untuk

pedagang minyak dan gas serta memaksakan

mendukung modal asing. Pelaku nasional

konstitusi agar mereka dapat menjual minyak

bekerja di lembaga eksekutif dan legislative

dengan harga yang sangat mahal. Pelaku

bekerja menciptakan konstitusi yang dapat

nasional di sektor hilir yang jumlahnya ribuan

membuka jalan lebih lapang bagi modal asing.

terdiri dari distributor, agen dan pedagang ritel

Undang-Undang No. 1 Tahun 1967

BBM. Para pemodal nasional inilah yang selalu

tentang Penanaman Modal Asing (PMA)

menjadi pendukung kenaikan harga penjualan

di zaman Orde Baru memberi strategi bagi

produk BBM seperti premium, minyak tanah

pembesaran modal nasional dengan menjadi

dan solar dan belakangan menjadi pendukung

pembantu modal asing, khususnya di sektor

utama kenaikan harga penjualan gas bagi

pertambangan. Keadaan yang terjadi di PT.

rumah tangga. Daris seluruh perdagangan

Freeport Indonesia sebuah perusahaan tambang

BBM didalam negeri perusahaan nasional akan

terbesar di Indonesia dan PT. Newmont

mendapatkan revenue lebih dari 500 triliun

Nusa Tenggara sebuah perusahaan tambang

dalam tahun 2008. jumlah tersebut dua kali lipat

mineral

di

dari seluruh biaya yang mereka perlukan dalam

dunia memperlihatkan

menghasilkan BBM. Sementara ������������������������� di sektor gas,

peran

modal-modal

PT. Perusahaan Gas Nasional (PGN) menguasai

nasional di sana sebagai

lebih dari 90 persen perdagangan Gas di

pembantu perusahaan

Indonesia. ���������������������������������� Meski terus untung perusahaan ini

asing

pada

terus mendorong kenaikan harga gas dalam

bisnis-bisnis

yang

rangka melipargandakan keuntungan.

tidak

oleh

Kekuasaan modal nasional memang

asing

sebagian besar dalam bisnis ritel barang-barang

lainnya. Di sektor migas

yang diproduksi oleh modal asing. Inilah yang

juga demikian, setelah

menjadikan dasar bagi pembangunan outlet-

lahirnya

beberapa

outlet dan pusat perbelanjaan yang begitu luas

undang-undang seperti

terjadi di hamper seluruh wilayah Indonesia.

UU No. 22 Tahun 2001

Rencana pembesaran uang para pelaku nasional

tentang Migas, modal

tersebut dilakukan juga dengan mendorong

asing menjadi penguasa

kebijakan impor produk pertanian seperti

ladang-ladang minyak di Indonesia. Lebih dari

beras, gandum, kedelai dan impor produk

85 persen produksi minyak mentah dan gas di

pangan lainnya.

“Undang-undang No. 1 Tahun 1967 tentang Penanaman Modal Asing di zaman Orde Baru memberi strategi bagi pembesaran modal nasional dengan menjadi pembantu modal asing, khususnya di sektor pertambangan.”

terkaya

tersebut diminati

perusahaan

tangan korporasi asing seperti Chevron, Exxon, British Petroleum (BP), dll. 35

Kekuasaan

GL

BAL JUSTICE UPDATE

Pembesaran modal nasional terjadi melalui bisnis ritel lainnya seperti perdagangan

edisi 3 / des 2008


produk otomotif dengan menumpang pada

implikasi politik yang luas, tekanan-tekanan

industri modal asing di sektor ini. Bisnis ritel ini

pemberi utang yang tidak dapat dielakkan

juga melahirkan keuntungan bagi modal pelaku

lagi. Kesimpulan semacam itu telah menjadi

nasional di sektor perbankkan melalui ekspansi

pandangan yang umum. Dalam perjalanan

kredit murah produk otomotif seperti mobil

sejarahnya negara miskin tidak pernah dapat

dan sepeda motor. Sebuah praktek ekspansi

memperkecil utang mereka, namun yang terjadi

kredit yang berpotensi menjadi “subprime

sebaliknya utang semakin membesar mengikuti

mortgage” versi Indonesia.

pembesaran skala kemiskinan.

Kecenderungan perekonomian yang

Sementara negara miskin umumnya

bertumpu pada konsumsi barang-barang impor

menggunakan utang luar negeri sebagai alat

menjadi tambahan bukti adanya praktek calo

untuk mempersiapkan infrastruktur dalam

elite borjuasi nasional. Selain fakta-fakta bahwa

rangka perluasan investasi asing. Sampai

ekploitasi sektor hulu migas, pertambangan

dengan tahun 2008 utang luar negeri telah

mineral, produksi perkebunan yang sebagian

mencapai angka Rp. 1.400 triliun lebih. Uang

besar dikuasai modal asing dan dikerjakan

yang sebagian besar berasal dari Negara-negara

untuk keperluan ekspor dan penjuaan industri

maju dan lembaga keuangan internasional

dasar milik negara kepada pihak asing seperti

yang beroperasi di Indonesia dalam rangka

industri baja sebagai fakta yang memperkuat

mendukung kepentingan korporasi-korporasi

argumentasi bahwa elite nasional benar-benar

besar,

calo.

mempertahankan kekuasaan mereka pada

yaitu

kepentingan

Tindakan para pelaku ekonomi nasional

kegiatan-kegiatan

semacam ini memperlambat kemajuan yang

ekonomi paling strategis

dapat diraih Indonesia dari sumber dayanya yang

di Indonesia. Utang luar

besar. Diakui �������������������������������������� atau tidak oleh para pengusaha

negeri adalah modal

dan pebisnis bahwa negara ada. Bahwa negara

asing yang memiliki

tercermin dari ekonominya. Bahwa kekuatan

signifikansi

ekonomi negara terlihat dari kemapuan pelaku-

dengan

pelakunya yaitu warga negara. Jika demikian

korporasi, dikarenakan

maka dalam organsiasi negara semestinya lahir

melalui

hutang

organsiasi ekonomi yang kuat yang dijalankan

negeri

baik

oleh warga negara, bukan didominasi oleh

bentuk

proyek

pelaku asing, yang sebenarnya mereka bekerja

program

berkaitan

untuk dirinya sendiri dan negaranya.

langsung

dengan

pada Hutang

terus

langsung

kepentingan luar dalam dan

kepentingan korporasi. Melepaskan Ketergantungan Negara

untuk

“Utang bersumber dari negara maju dan lembaga keuangan internasional. Keduanya ��������� adalah alat perusahaan multinasional dalam rangka pembesaran skala ekonomi mereka.”

U t a n g bersumber dari negara

Utang tetap menjadi masalah besar bagi

maju dan lembaga keuangan internasional.

kemandirian. Utang akan menimbulkan bunga,

Keduanya adalah alat perusahaan multinasional

kewajiban menyicil pokoknya yang semakin

dalam ranka pembesaran skala ekonomi

membesar. Tidak hanya itu, utang menimbulkan

mereka. ��������������������������������� Alhasil, negara maju-negara maju mematahkan struktur ekonomi warisan kolonial

36


seperti Jepang, Amerika

untuk memperbesar skala ekonominya. IFC adalah

Serikat

dan

negara

badan penanaman modal swasta dari kelompok Bank

adalah

sumber

Dunia yang menawarkan pinjaman jangka panjang

bagi

dan investasi modal. Investasi IFC disalurkan pada

Indonesia. Proyek hutang

korporasi swasta yang selanjutnya memberikan

telah

bantuan pembiayaan proyek investasi swasta di

Eropa

http://tbn0.google.com

utang

terbesar

menghasilkan

pendapatan yang besar

negara terbelakang kaya akan sumber daya alam.

bagi negara-negara maju

Perusahaan yang dijamin MIGA di Indonesia,

dan lembaga keuangan

yakni Tambang Grasberg, Papua Barat, PT. East Java

melalui bunga. Sementara para pengusaha asing

Power Co, (Pada tahun 1997). Padatahun anggaran

mendapatkan kebijakan negara dan infrastruktur

1995-2000, MIGA menjamin dua proyek lain di

yang dibiayai dengan hutang dalam rangka menopang

Indonesia. Pada tahun 1997, US West International

investasi asing.

Holding, Inc. dan Chase Manhattan Bank (bertindak atas

Kepentingan

utang

untuk

mendukung

nama sekelompok pemberi pinjaman) menerima

investasi asing dalam rangka pencarian sumber daya

sebuah jaminan sebesar USD 14 juta untuk investasi

alam adalah contoh nyata. Jepang sebagai negara

modal dan pinjaman mereka untuk perluasan dan

pemberi hutang bagi Indonesia adalah Negara yang

pengoperasian jaringan telepon di Jawa Barat.10

ahirnya menerima sumber daya alam paling besar.

Pada tahun 1996, MIGA menerbitkan jaminan

Jepang adalah penerima eksport gas, konsentrat,

sebesar USD 50 juta untuk Capital Indonesia Power

minyak dan batubara tersebesar dari Indonesia.

I C.V., anak cabang General Electric Capital Co., dari

Tanpa keberadaan perusahaan yang dibiayai langsung

Amerika Serikat. GE Capital mencari asuransi untuk

dengan investasi tersebut maka dapat dipastikan

investasi modalnya sebesar USD 61.2 juta dalam

ekonomi Jepang akan kesulitan industri.

pembangunan dan pengoperasian dua pembangkit

Demikian halnya dengan utang dari lembaga pinjaman Bank Dunia (WB), kesemuanya ditujukan

listrik tenaga batubara berdaya 615 megawatt di Kompleks Pembangkit Listrik Paiton, Jawa Timur.11

agar negara membangun institusi-institusi yang

Lembaga keuangan lainnya yang merupakan

mendukung penanaman modal dan mempromosikan

pemberi utang besar bagi Indonesia adalah bagian

pertumbuhan ekonomi. Dalam setiap peraturan

dari rencana yang sama. Lembaga keuangan ini

pinjaman pembangunan untuk Indonesia, bank dunia

terlibat dalam perlombaan yang sama untuk

menetapkan prioritas agar hutang ditujukan untuk

memberi utang kepada Indonesia dengan harapan

mendukung perbaikan-perbaikan iklim penanaman

memperoleh bunga dan sumber daya alam yang besar

modal, pengelolaan keuangan publik dan prioritas

bagi perusahaan swasta asing sebagai hasilnya. Pada

kunci lainnya.7

Agustus 2006 ADB telah menyetujui pinjaman untuk

Sementara dua lembaga lainnya yang

sektor swasta terkait pengembangan infrastruktur.

bernaung di bawah Bank Dunia sekaligus yang

ADB memberikan pinjaman senilai USD 350 juta

berurusan dengan sektor swasta ialah Korporasi

untuk Proyek Pengembangan Lapangan Gas Tangguh

(International Financial

di Irian Barat oleh British Petroleum (BP). Selain ������������ itu,

dan Badan Penjamin Investasi

proyek Pipanisasi Gas dari Sumatera ke Jawa Barat

Multilateral (Multilateral Investment Guarentee Agency/

oleh PT. Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) juga

MIGA) ,mengalokasikan langsung dana mereka

mendapat pinjaman senilai USD 80 juta. Pinjaman-

Keuangan

Internasional

Corporation/IFC)

8

9

37

GL

BAL JUSTICE UPDATE

edisi 3 / des 2008


pinjaman tersebut merupakan pinjaman dengan

keuangan yang lebih ganas, gabungan kekuatan

bunga komersial yang menggunakan tingkat bunga

modal pengusaha besar dan politik penguasa.

LIBOR + 20 basis poin, serta biaya komitmen.12

Kekayaan dan keuangan nasional terus

Ketergantungan Indonesia pada hutang luar

mengalami penyusutan dikarenakan aturan yang

negeri menyebabkan seluruh undang-undang dan

berlaku dalam sistem devisa bebas yang dianut

kebijakan yang lahir khususnya di bidang ekonomi

Indonesia saat ini. Para pemodal kelas kakap yang

mewarisi dasar-dasar ekonomi kolonial. Suatu

sebagian besar pemain asing adalah spekulan yang

perekonomian yang berorientasi ekspor bahan mentah

handal dan lebih berpengalaman. Mereka lebih

dan memposisikan Indonesia sebagai pasar produk

mengetahui kapan harus mengambil keuntungan

olahan. Perdagangan produk olahan juga dilakukan

dalam kegiatan spekulasi dalam pasar keuangan

melalui utang, terbukti sebagian besar berbentuk

dan

proyek yang memiliki arti yang sama dengan barang

memindahkan

yang dijual dalam bentuk kredit dari negara-negara

mereka ke luar negeri.

maju, sehingga semakin menggantungkan Indonesia

Aturan

yang sangat

pada produk negara-negara maju.

lemah

menyebabkan

harus uang

Syarat bagi kemajuan ekonomi nasional

uang panas (hot money)

adalah kemandirian ekonomi nasional. Upaya

dengan sangat gampang

mewujudkan hal semacam itu adalah kedaulatan

bergerak keluar masuk

nasional

dari negara ini.

yang

diwujudkan

dengan

kebijakan

pembatasan dominasi modal asing dan swasta

http://farm3.static.flickr.com

kapan

Seringkali

nasional di sektor-sektor ekonomi strategis di dalam

para

pemodal

lokal

negeri dan mendorong penguasaan kembali oleh

yang lebih kecil tidak

negara terhadap sumber-sumber migas, energi dan

menyadari

mineral serta penguasaan negara terhadap cabang-

kekayaan mereka akibat

cabang produksi yang penting yang menyangkut

aksi ambil untung dari pelaku-pelaku asing. Keadaan

hajat hidup orang banyak.

tersebut membawa dampak terhadap aktivitas

hilangnya

perusahaan nasional di sektor riil. Kerugian yang Menghentikan Aliran Keluar Uang Panas

dialami perusahaan-perusahaan di pasar keuangan

Negeri ini tidak hanya menderita pengurasan

memicu tindakan penyelamatan dengan langkah

kekayaan alam minyak, gas, mineral, hasil hutan

efisiensi dalam usaha-usaha di sektor riil. Terjemahan

dan sumber-sumber agraria dengan cara-cara yang

terhadap langkah semacam itu seringkali berbentuk

merugikan rakyatnya, akan tetapi aktivitas yang

pengurangan upah dan PHK massal. Keluarnya

dilindungi perundangan nasional tersebut membuka

SKB empat menteri beberapa waktu lalu sebagai

jalan untuk pengurasan uang oleh para spekulan,

respon atas krisis keuangan membuktikan kebijakan

yang sebagian besar atas nama perusahaan asing

semena-mena dari negara dan pelaku-pelaku usaha

berbisnis di pasar keuangan seperti bursa saham,

yang beroperasi di Indonesia.

obligasi dan perdagangan valuta asing (valas). Krisis

Tidak hanya itu, aksi ambil untung yang

moneter 1997 dan krisis keuangan global yang terjadi

dilakukan pemain-pemain asing di pasar keuangan

sejak pertengahan tahun 2008 membuktikan model

telah menyebabkan jatuhnya nilai tukar mata uang

pengurasan baru kekayaan nasional oleh rezim

rupiah terhadap mata uang asing khususnya US dollar. mematahkan struktur ekonomi warisan kolonial

38


Masyarakat tentu sangat dirugikan oleh keadaan

keuangan yang berpihak pada kepentingan rakyat

ini, fluktuasi nilai tukar dalam bulan September-

dan bukan mengabdi pada rezim pasar bebas.

November 2008 menyebabkan kekayaan, aset dan

Selain itu, data statistik yang diperoleh

uang rakyat mengalami penyusutan rata-rata sekitar

dari hasil penelitian atas beberapa negara maju

10 persen.

menunjukkan bahwa tingkat profit dan kredit yang

Sementara itu, negara melalui Bank Indonesia

tinggi tidak berkolerasi dengan tingkat produktivitas,

terpaksa mengorbankan uang yang sangat besar

tingkat pertumbuhan, dan tingkat akumulasi modal

untuk menahan laju penurunan nilai tukar rupiah

di negara-negara maju tersebut. Dengan kata

terhadap mata uang asing. Seperti para spekulan

lain, terjadi pemisahan antara akumulasi modal-

biasa, BI melakukan intervensi pasar keuangan

uang (profit) dengan akumulasi modal-industri

dengan cara membeli rupiah menggunakan valuta

(kapital). Setiap perusahaan yang go public justru

asing (cadangan devisa) yang dimilikinya setiap

mengambil keuntungan dari perdagangan uang,

terjadi penurunan nilai mata uang rupiah terhadap

tanpa harus mengalami proses akumulasi. Pada saat

mata uang asing khususnya USD. Menurut Revrisond

yang

Baswier, data Bank Indonesia menyebutkan USD

sebagian

7.5 miliar (+/- Rp 75 triliun) digelontorkan BI

perusahaan yang ada

untuk mengintervensi ’stabilitas’ nilai tukar rupiah

di pasar modal juga

sepanjang Oktober 2008 sehingga cadangan devisa

merupakan pemilik

tersisa USD 50-an miliar dan proses itu berlanjut

sejumlah

terus hingga saat ini cadangan devisa tersisa USD 44

Dengan demikian,

miliar.

keuntunganBayangkan kalau setiap hari terjadi fluktuasi

uang

bersamaan, besar

bank.

merupakan

nilai tukar rupiah terhadap dollar maka cadangan

keuntungan

devisa BI sebesar Rp 560-an triliun akan habis dalam

bagi

tempo beberapa minggu saja. Ini merupakan suatu

modal. Mereka yang memiliki modal besar akan

kenyataan yang sangat ironis di tengah kemiskinan

semakin untung, sedangkan karena sektor riil tidak

rakyat, keringnya sumber-sumber pendanaan usaha

diperhatikan, mereka yang miskin akan semakin

tani, lemahnya kemampuan pembiayaan sektor

miskin. Terjadi kesenjangan antara pendapatan

UKM, industri nasional yang rapuh, Bank Indonesia

pemilik modal yang biasanya memiliki kedudukan

justru menghambur-hamburkan uang seperti pemain

tinggi dalam level manajemen perusahaan, dengan

di bandar togel. Akibatnya, sumber keuangan rakyat

pekerjanya.

kembali terkuras untuk memperbesar kapital besar dan pemilik modal dari negara-negara maju. Pengelolaan keuangan, sebagaimana yang

pemilik

Untuk itu, dibutuhkan beberapa kebijakan dalam mengamankan sektor keuangan dalam rangka menjadikannya sebagai landasan bagi pembangunan

dianut Indonesia saat ini, menyebabkan negara

ekonomi nasional, diantaranya:

dan rakyat Indonesia kehilangan kedaulatan dan

1. Regulasi yang ketat terhadap seluruh kegiatan

terombang ambing oleh situasi eksternal dan perilaku

spekulasi, baik bursa dan transaksi mata uang

para spekulan. Padahal untuk menentukan kedaulatan

sebagai upaya membatasi arus keluar masuk

nasional diperlukan perubahan mendasar lebih-lebih

uang panas (hot money); serta penetapan pajak

yang terkait dengan regulasi pangan, energi serta

tinggi terhadap segala bentuk kegiatan spekulasi

39

GL

BAL JUSTICE UPDATE

edisi 3 / des 2008


di bursa saham, pasar komoditas dan pasar

kegagalan dari program atau proyek pengentasan

mata uang. Ke depan, segala produk keuangan

masalah-masalah ekonomi yang dipromosikan oleh

spekulatif, termasuk yang bermain di komoditas

negara-negara maju dan lembaga-lembaga keuangan

pangan, serta hedge fund, sebaiknya dilarang.

internasional, akan tetapi lebih merupakan kegagalan

2. Menghentikan

sistem

devisa

bebas

dan

pasar dan kegagalan dari strategi neoliberal dalam

membenahi sistem moneter dan keuangan

menyelesaikan masalah ekonomi nasional dan

serta revitalisasi peran BI agar berpihak kepada

perekonomian rakyat.

ekonomi rakyat. Sistem moneter dan keuangan

Keseluruhan

langkah-langkah

strategis

harus diabdikan untuk membiayai perekonomian

seperti yang diajukan di atas, dapat menjadi landasan

rakyat, pertanian kecil dan upaya penghapusan

reformasi struktur ekonomi yang memungkinkan

kemiskinan.

dimulainya era baru menuju industrialisasi nasional

3. Menghentikan

penggunaan

uang

rakyat

yang berpihak pada kepentingan mayoritas rakyat.

www.blogsusydeduau.com

untuk menjadi suntikan dana bagi perbankan yang

terkena

dampak krisis dan bailout

menolak perusahaan bangkrut

yang dengan

menggunakan uang rakyat. Pengalaman krisis 1997 menjadi pelajaran berharga bahwa semacam

tindakan itu

merugikan negara dan rakyat. Keadaan di atas yang disebutkan sebagai faktor-faktor paling utama yang menimbulkan deindustrialisasi di Indonesia. Suatu masalah ekonomi yang dihasilkan melalui perkembangan lebih lanjut dari praktek kolonialisme atas sumber daya negara ini baik alam maupun tenaga produktifnya. Kolonialisme yang dihidupkan melalui strategi pasar bebas yang ditopang melalui undang-undang dan kebijakan pemerintah Indonesia. Sistem ekonomi kapitalistik yang telah memberikan manfaat yang sangat besar bagi segelintir orang, minoritas pemilik modal akan tetapi terus menjerumuskan negara dalam keterbelakangan ekonomi

dibandingkan

dengan

negara-negara

lainnya. Sehingga yang terjadi bukan hanya

Nurkse, 1964, Masalah Pembentukan Modal di Negera-negara jang Sedang Membangun, Ragnar Nurkse, Guru Besar dalam Ilmu Ekonomi Universitas Colombia New York, terjemahan Drs. S.H. Hutagalung, Bhratara, 1964, Djakarta. 2 Penegasan Tentang Investasi Kolonial, Institute for Global Justice, Jakarta, 2008. 3 Selasa, 9 September 2008 | 07:50 WIB, Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Muliaman Hadad, Senin (8/9) di Jakarta. 4 Rabu, 25 Juli 2007 | 18:20 WIB, TEMPO Interaktif, Jakarta. 5 http://www.bankdki.co.id/ index.php?option=com_content&task= view&id=227&Itemid=91 6 Senin, 1 April 2002, Merangsang Investasi, M. Sadli, Ekonom Senior, Mantan Menteri Pertambangan, http:// www.korantempo.com/news/2002/4/1/Opini/95.html. 7 Laporan Tahunan ini juga tersedia di internet dengan situs www.worldbank.org. 8 Didirikan pada tahun 1956, memiliki 178 Anggota, Komitmen porfolio: USD 2.6 miliar dolar (termasuk USD5, miliar dolar pinjaman-pinjaman sindikat). Komitmen untuk Pembukuan Tahun 2006: USD6.7 miliar dolar untuk 284 proyek perusahaan di 66 negara. IFC berkantor di Washington, DC, dengan kantorkantor cabang tersebar di seluruh dunia. 9 Didirikan pada tahun 1988, memiliki 167 Anggota, Jaminan kumulatif yang sudah dikeluarkan: USD 6 miliar, Pembukuan tahun 2006 jaminan yang sudah dikeluarkan sebesar USD.3 miliar. 10 http://dte.gn.apc.org/Aif16.htm 11 Factsheet LKI diterbitkan oleh Down to Earth, Kampanye Internasional untuk Lingkungan Hidup yang Berkeadilan di Indonesia. http://dte.gn.apc.org/Aif16. htm 12 Wednesday, 1 November 2006: ADB Tawarkan Pinjaman US$ 4 Miliar JAKARTA, Investor Daily. 1

mematahkan struktur ekonomi warisan kolonial

40


www.mesinkasirfiles.wordpress.com

national update

MENGAKHIRI KEMANDEKAN MELALUI

INDUSTRIALISASI NASIONAL oleh: Salamuddin Daeng Researcher - Institute for Global Justice

Wacana pentingnya industrialisasia yang dijalankan melalui peran negara, bukan wacana yang baru di kalangan para akademisi, praktisi dan bahkan di kalangan gerakan sosial di Indonesia. Dalam berbagai diskusi, seminar baik yang diselenggarakan oleh pemerintah, akademisi dan bahkan LSM, masalah industrialisasi menjadi tema yang sangat sering dibicarakan. Menguatnya perbincangan tentang industrialisasi tersebut, terkait erat dengan kemandekan-kemandekan ekonomi yang dihadapi Indonesia, baik paska krisis 1997 keadaan yang ditimbulkan oleh krisis global saat ini. 41

GL

BAL JUSTICE UPDATE

edisi 3 / des 2008


De-Industrialisasi dan Keterbelakangan Ekonomi

Selanjutnya dijelaskan bahwa adanya de-

Apa yang terjadi di Indonesia adalah suatu

industrialisasi bukan berarti tidak adanya industri

proses de-industrialisasi. Pada tahun 2002, United

yang tumbuh. Kalau demikian adanya, itu merupakan

Nation Industrial Development Organization (UNIDO)

gejala munculnya resesi. De-industrialisasi juga

sebuah lembaga yang konsen dalam menganalisis

bukan kinerja sesaat yang mundur akibat suatu

masalah-masalah

menempatkan

kebijakan, misalnya kenaikan BBM. De-industrialisasi

Indonesia dalam peringkat industrialisasi terbawah

menunjukkan gejala yang menetap dalam beberapa

di antara negara-negara ASEAN. ����������������� Indonesia berada

tahun dan konsisten di banyak indikator ekonomi.

pada peringkat ke-38 sementara pada tahun 2000

Jadi ada gejala kemunduran yang tidak temporer.

Malaysia sudah berada di peringkat ke-15, Filipina

De-industrialisasi juga bisa merupakan bagian dari

peringkat ke-25 dan Thailand di peringkat ke 23

suatu siklus panjang proses pembangnan ekonomi.

industralisasi,

(Tempo Interaktif, Selasa 08 Maret 2005).

De-industrialisasi

tersebut

tidak

hanya

Berdasarkan kriteria UNIDO, Indonesia

menyangkut rendahnya kontribusi sektor industri

tidak lagi masuk ke dalam kelompok negara yang

dalam pembentukan ekonomi dan rendahnya

sedang dalam proses industrialisasi, namun juga

penyerapan tenaga kerja pada sektor industri, akan

belum masuk ke dalam kelompok negara semi-

tetapi jauh lebih mendasar kepada suatu praktek

industrialisasi. Menurut UNIDO, satu negara masuk

disintegrasi ekonomi khususnya antara eksploitasi

dalam kelompok negara non-industrial apabila rasio

sumber daya alam bahan mentah dengan sektor

nilai tambah bruto industri pengolahan terhadap

ekonomi lainnya dan rendahnya jumlah output

PDB besarnya kurang dari 10 persen, negara dalam

sektor primer (pertanian, pertambangan minyak,

proses industrialisasi besarnya antara 10-20 persen,

gas, batubara, mineral dan komoditas hasil pertanian

negara semi industri atau “semi industrilized country”

dan perkebunan) yang masuk ke dalam usaha-usaha

lebih dari 20 persen dan kelompok negara industri

pengolahan.

lebih dari 30 persen (Moch Arsyad Anwar, 1987, dalam Ruky Ine, 1990).2

Keadaan ini menyebabkan meskipun ekspor sumber-sumber primer meningkat akan tetapi

De-industrialisasi Indonesia ditunjukkan oleh

ekspor hasil industri pengolahan yang berorientasi

rendahnya penyerapan tenaga kerja sektor industri,

ekspor menurun. Di satu sisi menyebabkan

melambatnya pertumbuhan sektor industri dan

pengurasan sumber daya alam tanpa batas, di sisi

cenderung tidak berpola, menurunnya permintaan

yang lain praktek semacam ini tidak menghasilkan

investasi sektor industri dan juga cenderung tidak

nilai tambah ekonomi yang besar. Keadaan yang

berpola, menurunnya nilai tambah sektor manufaktur,

terus menempatkan ekonomi Indonesia pada

semakin kecilnya proporsi output sektor pertanian

keterbelakangan dibandingkan dengan negara-negara

(termasuk perikanan dan hasil hutan) dan rendahnya

bahkan lain di dalam kawasan Asia Tenggara.

keterkaitan antara sektor pertambangan dan industri pengolahan. Secara struktural, de-industrialisasi

Energi dan Mineral Harus Berkorban

ditandai dengan besarnya kontribusi sektor pertanian

untuk Industrialisasi Nasional

dalam pembentukan PDB, besarnya proporsi jumlah

Tidak dapat dipungkiri bahwa sektor energi

tenaga kerja di sektor primer dibandingkan sektor

merupakan salah satu sektor yang sangat strategis

lainnya dan rendahnya proporsi tenaga kerja sektor

dalam pembangunan ekonomi dan kesejahteraan

manufaktur dari total pekerja keseluruhan.

masyarakat. Tanpa adanya pengelolaan yang baik atas

3

mengakhiri kemandekan melalui industrialisasi nasional

42


sektor energi, ekonomi suatu bangsa bisa terpuruk

produksi minyak mentah yang sebenarnya masih

ke dalam lubang krisis, apalagi di tengah ombang-

tergolong rendah, seharusnya Pertamina bisa efisien.

ambing ekonomi global saat ini. Lebih jauh lagi,

Akibat inefisiensi tersebut, banyak kesempatan teknis,

sektor migas berpotensi memberikan sumbangan

maupun organisasional yang hilang sehingga negara

terhadap perkembangan industri di Indonesia. Secara

pun mengalami kerugian yang cukup signifikan.

a priori, de-industrialisasi yang terjadi di Indonesia

Dalam rangka mengatasi inefisiensi tersebut,

saat ini berkorespondensi dengan turunnya berbagai

pemerintah mencoba mereformasi hubungannya

indikator makro sektor migas.

dengan Pertamina. Ada dua langkah penting, yang

Di Indonesia, produksi dan distribusi migas

pertama membentuk BP Migas, sedangkan yang

dipegang oleh perusahaan-perusahaan swasta. Sektor

kedua adalah privatisasi Pertamina. Pertama, BP Migas

hulu sebagian besar dikuasai asing, sementara sektor

merupakan lembaga yang bersifat independen (self-

hilir dikuasai oleh perusahaan-perusahaan nasional

enforcing atau self-regulating). Lembaga ini berfungsi

bersama perusahaan-persahaan asing.

Dalam

menunjuk siapa yang berhak melakukan eksplorasi

beberapa tahun terakhir, produksi minyak mentah

migas. Lembaga ini bukan sebuah organisasi produksi.

di Indonesia mengalami penurunan, sementara

Kedua, perubahan Pertamina menjadi korporasi

cost recovery yang dikeluarkan negara

terus

mengalami

peningkatan. Sementara di sektor hilir produksi bahan bakar

minyak

mengalami

penurunan. Kegiatan usaha produksi BBM yang sebagian besar

masih

dikendalikan

Pertamina tidak diurus secara

bisa saja memiliki implikasi

“Sementara pengelolaan mineral yang sebagian besar dilakukan oleh perusahaan asing hanyalah kegiatan yang ditujukan untuk mengeruk bahan mentah untuk memasok kebutuhan ekspor.�

buruk kepada perekonomian. Perubahan menjadi Perseroan Terbatas (PT) menyebabkan orientasi cenderung

Pertamina kepada

upaya

untuk meraih keuntungan semata, bukan dalam rangka menjamin penyediaan energi

benar. Banyak kilang yang

bagi industri nasional dan

sudah tua, sementara tidak ada

usaha-usaha rakyat. kebijakan

penambahan kilang yang baru. Rendahnya tingkat

menetapkan harga minyak pada level harga

teknologi dan kurangnya inovasi dalam proses

keekonomian (pasar) kepada sektor industri dan

produksi ini pun akhirnya membuat Pertamina

harga BBM mahal bagi rakyat telah menyebabkan

mengimpor minyak mentah dari Singapura ataupun

industri nasional semakin kehilangan daya saing dan

Saudi Arabia. Dan di tengah fluktuasi harga minyak

usaha-usaha rakyat menjadi bangkrut.

mentah dunia, kenaikan harga BBM pun akhirnya

Sementara

pengelolaan

mineral

yang

tak dapat dihindari dan semakin membebani

sebagian besar dilakukan oleh perusahaan asing

masyarakat.

hanyalah kegiatan yang ditujukan untuk mengeruk

Berbagai upaya penjelasan atas rendahnya

bahan mentah untuk memasok kebutuhan ekspor.

produktivitas Pertamina tersebut telah banyak

Berapa pun kekayaan mineral yang digali tidak

diutarakan. Salah satunya adalah soal efisiensi, baik itu

akan banyak berkontribusi bagi penguatan ekonomi

teknis, ataupun organisasional. Pertamina seringkali

nasional. Pengelolaan kekayaan mineral melalui suatu

dinilai tidak efisien, termasuk juga hubungannya

mekanisme kontrak karya memperlihatkan suatu

dengan negara. Padahal, dengan rata-rata biaya

mekanisme eksploitasi sumber daya alam model

43

GL

BAL JUSTICE UPDATE

edisi 3 / des 2008


kolonial. Perusahaan-perusahaan memperoleh hak

harus diubah secara mendasar. Kegiatan usaha di

konsesi, suatu hak menguasai wilayah dengan yang

sektor migas dan mineral harus berbeda sama sekali

luas, dimana perusahaan memiliki hak penuh atas

dengan usaha di sektor ini yang telah berlangsung

wilayah tersebut.

hampir dua abad lamanya, dimana eksploitasi dan

Undang-undang warisan kolonial menjadi

produksi migas dan mineral yang berorientasi keluar

penyebab carut-marutnya pengelolaan sumber-

telah menyebabkan kedua sektor ini tidak memberi

sumber mineral dan energi di Indonesia yang

sumbangan yang berarti terhadap industrialisasi

menyebabkan rakyat dirugikan. Undang-Undang

nasional dan pembentukan modal nasional. Selain

No. 11 Tahun 1967 tentang Pertambangan yang

itu eksploitasi kekayaan untuk mengejar pendapatan

menjadi dasar bagi kontrak karya telah menyebabkan

pajak, royalti dan bagi hasil (bukan membagi minyak

negara dirugikan sangat besar. ������������������ Pembagian royalti

tapi membagi uang) telah meyebabkan distorsi

oleh perusahaan tambang mineral yang sangat

yang luas pada lingkungan hidup. Bencana yang

kecil sangat merugikan negara. Selain itu, dengan

terjadi secara hebat di Indonesia sepanjang 10 tahun

undang-undang tersebut dan kontrak karya yang

terakhir seperti banjir, longsor, kekeringan, bahkan

menyertainya menyebabkan negara tidak memiliki

gempa bumi tidak dapat dipisahkan dari semakin

kontrol terhadap kekayaan mineral dan batubara.

rusaknya sistem ekologi akibat eksploitasi mineral,

Negara

hanya

menerima pendapatan dari pajak

dan

royalti

dalam

jumlah yang relatif kecil. Penerimaan

royalti

dari

perusahaan tambang mineral di Indonesia tidak lebih tiga persen

dari

total revenue

migas dan juga hasil hutan

Undang-undang warisan kolonial menjadi penyebab carut-marutnya pengelolaan sumbersumber mineral dan energi di Indonesia yang menyebabkan rakyat dirugikan.

tanpa perencanaan. Sehingga

eksploitasi

dan produksi migas di masa depan dapat digunakan sebagai sumber penting dalam rangka membangun nasional.

industrialisasi

Eksploitasi yang

tanpa

perusahaan. Sementara sisi lain

batas

ditujukan

perusahaan-perusahaan telah

untuk ekspor dan kurang

menerima insentif pajak yang besar berhubungan

mengindahkan aspek keberlanjutan dan ketahanan

dengan impor barang modal yang dilakukan.

ekonomi di masa depan adalah sesuatu yang sangat

Pada tingkat makro ekonomi, negara hanya akan

membahayakan dan mutlak harus dihentikan.

memperoleh penerimaan uang sebagai devisa atas

Dengan demikian eksploitasi dan produksi kedua

ekspor sumber daya alam ini, akan tetapi pada saat

sumber ekonomi tersebut dapat dibatasi sesuai

yang sama devisa tersebut akan mengalir kembali ke

dengan besarnya kebutuhan yang diperlukan oleh

luar negeri dalam bentuk transfer keuntungan, biaya

usaha-usaha nasional dalam rangka meningkatkan

amortisasi dikarenakan barang modal sebagian besar

produksi dan produktivitasnya.

berasal dari luar negeri, bunga dan pengiriman uang untuk pembelian barang-barang modal lainnya. Sektor migas dan mineral adalah dua

Strategi Industrialisasi Dikoordinasikan oleh Negara

sektor ekonomi yang menjadi kelebihan Indonsia

Berbagai kalangan mempromosikan kembali

dibandingkan dengan negara manapun di Dunia.

industrialisasi sebagai strategi jangka panjang dalam

Kebijakan dalam pengeleolaan migas dan mineral

pembangunan ekonomi. Bahkan industrialisasi adalah mengakhiri kemandekan melalui industrialisasi nasional

44


strategi yang efektif sebagai lompatan untuk

sebelumnya merupakan bagian dari program

keluar dari perangkap “negara berkembang�

industrialisasi dan sekaligus sebagai sumber

atau bahkan negara miskin yang disandang

pendapatan negara, justru didorong untuk

oleh Indonesia selama puluhan tahun terakhir.

dipindahtangankan kepada swasta melalui

Secara

pemikiran

skema privatisasi. Bahkan salah satu undang-

diperlukannya kembali peran negara dalam

undang yang mengatur tentang penanaman

industrialisasi juga muncul karena adanya

modal dan berkaitan erat dengan urusan

kegagalan sektor swasta terutama ketika sasaran

industrialisasi, yaitu Undang-Undang No. 25

perusahaan untuk membuat keuntungan (atau

Tahun 2007 justru mengarah kepada rencana

meningkatkan

untuk meningkatkan dominasi swasta asing

dengan

lebih

khusus,

nilai

tujuan

saham)

bertentangan

pembangunan

nasional,

dalam perekonomian Indonesia.

didukung pula oleh argumen yang mengakui

Tidak hanya itu, sebagaimana dijelaskan

bahwa kekuatan pasar tidak akan memberikan

dalam bagian sebelumnya, bahwa usaha-usaha

hasil optimal. Sehingga intervensi negara

negara maju dalam rangka pencarian sumber-

dalam proses industrialisasi adalah sesuatu

sumber primer dari Indonesia adalah suatu

yang merujuk pada fakta historis dan empiris

praktek

Indonesia.

Indonesia dari proses industrialisasi. Terkait

Pilihan untuk melakukan industrialisasi

menjauhkan

perekonomian

dengan hal tesebut maka sektor swasta yang

yang

dikoordinasikan

sebagian besar didominasi oleh swasta asing

oleh

negara

tentu

sulit diandalkan untuk memberi dorongan

mempunyai

bagi adanya transformasi ekonomi ke arah

saja

konsekuensi

tertentu

industrialisasi. Di tengah kecenderungan yang

terhadap kebijakan yang

demikian maka baik dalam tataran teori yang

ada. Berbagai peraturan

mendasari kebijakan industri maupun kondisi

di dalam negeri saat ini

objektif Indonesia dewasa ini, maka upaya

justru

industralisasi yang dikoordinasikan oleh negara

peran

mengeluarkan negara

dalam

adalah sesuatu yang relevan dan rasional.

perekonimian. www.ebizzasia.com

yang

Banyak BUMN yang

Konsekuensi

industrialisasi

yang

dikoordinasi oleh negara adalah keputusankeputusan yang mengacu barang dan jasa yang akan diproduksi, dengan cara apa barang dan jasa akan diproduksi, di mana lokasinya, dan bagaimana distribusi hasilnya, tidak dapat seperti sekarang ini yang hanya menjadi keputusan individu-individu. Jika pembangunan industri diarahkan pada pencapaian tujuan tertentu, seperti penyerapan tenaga kerja, maka keputusan-keputusan itu tidak dapat sepenuhnya diserahkan ke mekanisme pasar.

www.imageshackus.com

45

GL

BAL JUSTICE UPDATE

Namun edisi 3 / des 2008

mengimplementasikan

program


www.gfbvde.com

investasi yang terkoordinasi tidak berarti semua

cenderung bertumpu pada asumsi-asumsi makro

investasi di bawah kendali pemerintah.

ekonomi dan bahkan bertumpu pada spekulasi.

Industri yang dikoordinasikan melalui peran

Perencanaan meliputi regulasi di bidang investasi,

negara adalah meliputi regulasi yang komprehensif

keuangan, industri dan perdagangan yang berorientasi

menyangkut kegiatan eksploitasi sumber bahan

ke dalam sekaligus perlindungan ekonomi nasional

mentah (sumber primer), peraturan mengenai

dan tenaga kerja dari persaingan global.

kewajiban

pengolahannya

di

dalam

negeri,

Kebijakan-kebijakan keuangan

dan

baru

di

perdagangan

bidang

pengaturan menyangkut kebijakan upah layak di

investasi,

adalah

seluruh sektor-sektor yang berkaitan langsung

kebijakan yang benar-benar berbeda dari kebijakan

dengan eksploitasi sumber daya alam dan industri

yang ada sebelumnya. Kebijakan sebelumnya

pengolahannya dan prioritas distribusi hasil olahan

menjadikan Indonesia sebagai lahan eksploitasi

bagi pemenuhan dalam negeri dan ekspor yang

model kolonial dan semakin menyeret masyarakat

menguntungkan. Kesemuanya harus diatur melalui

ke dalam keterbelakangan ekonomi, kebudayaan dan

organsiasi produksi di dalam negeri yang kuat di

kehancuran lingkungan. Kebijakan yang baru harus

mana setiap sektor berintegrasi dengan baik (direct

mampu menjadikan sumber-sumber primer seperti

linkage) dengan sektor lainnya.

minyak, gas, batubara, mineral, komoditas perkebunan

Perencanaan industrialisasi dapat dimulai

dan hasil hutan sebagai sumber pembesaran produksi

dengan melakukan perhitungan ulang ketersediaan

dan produktivitas nasional secara berkelanjutan yang

sumber-sumber primer, keberlangsungan pelayanan

menjadi hakekat industrialisasi. Dengan demikian

alam dalam menopang keberlanjutan produksi dan

kita tahu mengapa kita memiliki kekayaan alam,

produktivitas serta perlindungan terhadap wilayah

bagaimana mengelolanya dan bagi siapa kekayaan

kelola masyarakat yang belum masuk dan belum

alam tersebut dimanfaatkan.

terintegrasi dalam industri-industri pengolahan, semisal perlindungan hak masyarakat adat, petani dan peternak tradisional dan usaha-usaha perikanan tangkap. Perhitungan ulang harus diletakkan dalam rangka menyelamatkan penghidupan seluruh sektor ekonomi di mana masyarakat menggantungkan kehidupan mereka tanpa diskriminasi. Dalam soal ini perencanaan yang ketat harus dihidupkan kembali dan berbeda sama sekali dengan keadaan sekarang di mana perkembangan ekonomi

Pembangunan industri yang hanya berupa pembangunan pabrik-pabrik yang berdiri sendiri tidak berada di jalur industrialisasi. Oleh karena itu, deindustrialisasi juga kurang tepat jika dikarakteristikkan hanya dengan bangkrutnya satu dua pabrik. 2 Inne Minara S. Ruky, 2008, industrialisasi Indonesia dalam jebakan mekanisme pasar dan desentralisasi, Pidato pengukuhan guru besar tetap dalam bidang ilmu ekonomi pada Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Jakarta. 3 �������������������������������� Inne Minara, Op. Cit. Hal: 2-8. 1

mengakhiri kemandekan melalui industrialisasi nasional

46


www.propsunlimited.com


national update Perusahaan Gas Negara

“Untung Berlimpah di Tengah Antrian Gas” oleh: Salamuddin Daeng Researcher - Institute for Global Justice

I

ndonesia adalah negara yang memiliki kekayaan

Kepemilikan saham perusahaan gas terdiri

Gas melimpah. Tahun 2005 Indonesia adalah

dari 65 persen nasional dan 35 persen asing.

produsen gas alam terbesar dibandingkan dengan

Kepemilikan nasional terdiri dari kepemilikan negara

seluruh negara di Asia Oceania, Afrika dan termasuk

dan publik nasional. Saham-saham perusahaan telah

dalam 10 negara penghasil gas terbesar di dunia.

diterbitkan di Bursa Nasional. ������������������ Tahun 2006 volume

Bahkan pada tahun 2008, Indonesia berada pada

perdagangan saham mencapai 2.334.428.500 dengan

urutan tujuh dari 10 negara eksporter gas terbesar di

total jumlah saham 4.536.965.305 lembar. Pada

dunia. Sampai saat ini cadangan gas bumi Indonesia

tingkat Harga tertinggi (FY) Rp 13.950 per lembarnya,

diperkirakan mencapai 187.09 TSCF dan dengan

kapitalisasi pasar perusahaan tahun 2007 mencapai

laju produksi saat ini, cadangan tersebut dapat

Rp 69,6 triliun. Sementara ������������������������������������ kepemilikan asing terdiri

menghasilkan selama 62 tahun.

dari saham asing yang dimiliki Morgan Stainley & Co

1

Kegiatan

eksploitasi

gas

di

Indonesia

INTL PLC – IPB, dan Bank of Newyork.

di Indonesia sebagian besar masih diusahakan

Sumber modal lain PT. PGN adalah utang

oleh perusahaan asing yang berorientasi ekspor.

kepada asing melalui lembaga keuangan di luar

Perusahaan nasional dan BUMN membeli bahan

negeri. Utang-utang perusahaan kepada pihak swasta

baku gas dari perusahaan asing yang bergerak di

asing seperti diperoleh melalui Penerbitan Euro Bond I

sektor hulu. Sampai dengan tahun 2007 dari total

senilai 150 juta USD (di Singapore Exchanges Securities

produksi gas LPG sebanyak  1.079 billion MBTU,

Trading Iimited) tahun 2003 dan penerbitan Euro Bond

sebanyak  712 million MBTU atau mencapai 66

senilai 125 juta USD (di Singapore Exchanges securities

persennya di-ekspor.

trading limited) pada tahun 2004.

2

Kegiatan pengusahaan gas di Indonesia dikerjakan melalui suatu badan usaha yang

Bisnis Dibiayai Utang Negara

berorientasi keuntungan yaitu PT. Perusahaan Gas

Meskipun berorientasi keuntungan, ternyata

Negara (PT. PGN). Perusahaan ini dibentuk pada

perusahaan dibiayai dengan utang negara yang sangat

tahun 1965 dengan nama Perusahaan Negara Gas

besar. Utang ��������������������������������������������� negara tersebut bersumber dari lembaga

– PN Gas. Kemudian pada tahun 1995 menjadi PT.

keuangan dunia seperti World Bank, Asian Development

Perusahaan Gas Negara (Persero), perubahan status

Bank dan bank-bank negara asing melalui pinjaman

berarti berubah menjadi perusahaan komersial yang

langsung bilateral melalui skema ODA (Overseas

berorientasi keuntungan.3

Development Assistance). Japan Bank for International perusahaan gas negara “untung berlimpah di tengah antrian gas”

48


Cooperation (JBIC) merupakan bank pemerintah Jepang yang aktif memberi hutang pada PT. PGN melalui ODA.4 Pada tangal 27 maret 2003, JBIC menandatangani perjanjian pinjaman kepada Pemerintah Indonesia dalam kerangka ODA (Overseas Development Assistance) khusus,5 senilai 49,088 miliar yen. Pinjaman ini ditujukan untuk Proyek Pipa Gas dari Sumatera Selatan ke Jawa Barat, yang akan digarap oleh PT (Persero) Perusahaan Gas Negara (PGN). Sebelumnya proyek pemipaan gas dari Sumsel ke Jabar tiga tahun pertama, dilakukan dengan pembiayaan dari Bank Dunia. Setelah krisis finansial dunia menimpa Indonesia tahun 1997, proyek ini sempat terhenti dan Pemerintah RI kemudian mengajukan proposal ODA kepada Jepang untuk pembiayaannya. Jalur distribusi gas lainnya yang dibiayai dengan utang adalah jalur pipa gas dari stasiun Bojonegara ke Anyer dan Merak didanai oleh JBIC. Demikian juga jalur pipa gas lainnya. Pertanyaan publik adalah mengapa perusahaan yang dibiayai dengan utang negara berorientasi mencari keuntungan ? Pasokan Gas dari Perusahaan Asing Kegiatan usaha hulu minyak dan gas di Indonesia sepenuhnya telah dikerjakan oleh entitas bisnis dan sebagian besar adalah modal asing. Sampai dengan tahun 2005 lebih dari 95 juta hektar telah dikuasai asing melalui skema kontrak produksi minyak dan gas (PSC). Penguasaan ����������������� asing tersebut setara dengan 48 persen luas daratan Indonesia. Produksi minyak dan gas yang dilakukan perusahaan asing dijual dengan harga pasar. Baik untuk pangsa pasar ekspor maupun untuk pasar dalam negeri. �������������������������������� Seringkali harga di luar negeri lebih murah dibandingkan dengan harga migas di dalam negeri. ����������������������������� Perusahaan-perusahaan negara di dalam negeri seperti PT. Pertamina dalam bidang pengolahan minyak dan PT ���������� PGN dalam bidang pengelolaan gas membeli minyak mentah dan gas dengan harga pasar. Kedua BUMN tersebut kemudian menjual hasil olahan mereka kepada masyarakat Indonesia dengan harga yang menguntungkan. Table Volume dan Nilai Ekspor LNG, LPG dan Natural Gas (dalam ribuan)

Tahun

49

GL

LNG MMBTU

LPG USD

MT

Gas Alam USD

MBTU

Total USD

USD

2002

1,358,293

5,594,950

1,311

323,286

99,425

391,799

6,310,035

2003

1,392,973

6,743,946

1,171

325,752

169,865

695,197

7,764,895

2004

1,322,910

7,303,667

1,102

366,100

223,068

1,010,313

8,680,080

2005

1,214,838

8,734,230

1,076

476,691

249,854

1,509,249

10,720,170

2006

1,172,360

9,953,127

365

175,136

265,200

1,910,384

12,038,647

2007

1,079,825

9,758,318

337

210,423

293,322

2,442,899

12,411,640

Sumber: Bank Indonesia, 2008

BAL JUSTICE UPDATE

edisi 3 / des 2008


www.chavezoil.com

Perusahaan-perusahaan minyak dan

bisnis gas di dalam negeri. ��������������� Perusahaan ini

gas nasional dalam hal ini Pertamina dan PGN

diperlakukan seolah-olah perusahaan publik

sangat bergantung pada pasokan bahan mentah

yang dikerjakan untuk menjamin pemenuhan

dari perusahaan minyak asing yang bergerak

kebutuhan energi rakyat. Padahal tidaklah

di sektor hulu. Produsen migas hulu terbesar

demikian. PT PGN yang menguasai 93% pangsa

sampai saat ini adalah Chevron, Exxon, Connoco

pasar gas nasional tidak lebih dari perusahaan

Phillips dll. Perusahaan tersebut adalah Multi-

komersial

National Corporation (MNC) yang berasal dari

perusahaan swasta untuk meraih keuntungan

negara-negara industri maju.

sebesar-besarnya.

yang

dikelola

sebagaimana

Sementara perusahaan migas asing

Usaha gas merupakan bisnis yang sangat

sendiri sangat berorientasi ekspor. Penyebabnya

menggiurkan dan menjanjikan keuntungan

adalah

tersebut

yang sangat besar. Ketergantungan masyarakat

dibiayai oleh bank pemerintahan asing dan

Indonesia baik industri, rumah tangga dan

terikat kontrak penjualan dengan perusahaan-

transportasi terhadap BBG semakin tinggi. ����� Pada

perusahaan yang beroperasi di negara-negara

tahun 2007 sektor industri nasional menyerap

maju. Sehingga perusahaan tersebut lebih

98 persen total penjualan gas sementara rumah

memprioritaskan ekspor ketimbang menjual

tangga hanya menyerap 2 persen saja. ������ Tahun-

minyak dan gas kepada perusahaan nasional.

tahun mendatang tingkat penyerapan gas sektor

perusahaan-perusahaan

Skema pengeloaan migas di hulu tersebut

rumah tangga akan melonjak peningkatannya,

menyebabkan pertama, tidak adanya kontrol

seiring

negara melalui perusahaan negara terhadap

konversi penggunaan bahan bakar minyak

sumber migas dalam rangka kedaulatan energi

(BBM) menjadi bahan bakar gas (BBG).

kebijakan

pemerintah

melakukan

nasional. Kedua, mahalnya harga yang harus

Bahkan penjualan gas untuk rumah

diterima perusahaan negara yang bergerak di

tangga mulai digalakkan tahun 2008 melalui

sektor pengelolaan minyak mentah dan gas yang

program konversi minyak tanah menjadi BBG.

menyebabkan perusahaan negara menanggung

Sehingga program konversi bukanlah semata-

biaya produksi yang besar. Ketiga, masyarakat

mata merupakan strategi penghematan subsidi

Indonesia harus menerima dampak yang besar baik dalam bentuk kenaikan harga gas, harga energi maupun kelangkaan energi sekaligus. Mengeruk Untung dari Rakyat Miskin Perusahaan PT PGN merupakan satusatunya BUMN yang diberi kewenangan dan fasilitas lebih oleh negara untuk menjalankan

www.beliti.files.wordpress.com

perusahaan gas negara “untung berlimpah di tengah antrian gas”

50


BBM akan tetapi merupakan sebuah upaya

Perusahaan PT PGN tahun 2006 mampu

baru untuk membuka pasar bagi penjualan gas

melakukan pembayaran tantiem7 Rp 6,9 miliar

dengan mengambil-alih pasar minyak tanah

bagi lima orang direksi atau sekitar Rp 1,3 miliar

secara paksa melalui tangan pemerintah.

per orang. Belum terhitung bonus dan fasilitas

6

Ketika pasar gas telah semakin jelas,

lain yang diberikan kepada jajaran pimpinan

maka PT PGN melalui pemerintah akan

perusahaan. Untuk anggaran CSR perusahaan

berusaha mengambil untung yang sebesar-

hanya mengeluarkan dan sebesar Rp 8,2 miliar

besarnya

Rencana

atau 0,26 persen dari laba perusahaan. Sebuah

pemerintah menaikkan harga BBG untuk

angka sangat kecil yang disumbangkan oleh

rumah tangga pada bulan September 2008 lalu,

perusahaan sebagai bentuk tanggung jawab

adalah bagian dari rencana mengeruk untung

mereka terhadap masyarakat sebagaimana yang

tersebut. Meskipun rencana tersebut batal

diatur dalam undang-undang.

dari

penjualan

BBG.

dilakukan, akan tetapi sempat menimbulkan

Lalu apa yang dapat diperoleh rakyat

kepanikan. Antrian-antrian panjang untuk

dari keberadaan sebuah perusahaan negara

memperoleh

BBG

semacam ini? Perusahaan yang dibangun

ukuran tiga kg kembali

dengan modal pemerintah ternyata tidak dapat

terjadi di kota besar di

menjadi alat untuk menjamin pemenuhan

Indonesia.

kebutuhan dasar rakyat pada tingkat harga

Ketergantungan perekonomian

“Perusahaan yang dibangun dengan modal pemerintah ternyata tidak dapat menjadi alat untuk menjamin pemenuhan kebutuhan dasar rakyat pada tingkat harga yang terjangkau. Rakyat tetap saja harus membayar gas pada tingkat harga pasar (harga yang menguntungkan perusahaan), itupun dengan antri berjamjam lebih dahulu untuk memperoleh gas tabung.�

51

yang terjangkau. Rakyat tetap saja harus

yang

membayar gas pada tingkat harga pasar (harga

sangat besar terhadap

yang menguntungkan perusahaan), itupun

BBG

dengan antri berjam-jam lebih dahulu untuk

menyebabkan

perusahaan

gas

memperoleh gas tabung. Padahal perusahaan

m e n d a p a t k a n

selain dibangun dengan investasi pemerintah,

keuntungan yang besar.

juga oleh utang luar negeri yang dibayar dengan

Tahun 2007 PT PGN

pajak rakyat.

mampu

meraih

nilai

penjualan sebesar Rp. 8,8

Rekomendasi

triliun dan juga meraih

Skema

pengelolaan

energi,

baik

keuntungan bersih di

pengadaan BBM maupun BBG sangat tidak

atas Rp 5 triliun per

efisien

tahun. Dengan pangsa

energi. Perusahaan penghasil BBG di dalam

pasar rumah tangga yang

negeri menggantungkan pasokan BBG dari

semakin jelas di dalam

perusahaan-perusahaan yang beroperasi di

negeri akibat konversi

sektor hulu. Sementara perusahaan-perusahaan

minyak tanah ke gas dan rencana pemerintah

asing yang beroperasi di sektor hulu adalah

untuk menaikkan harga BBG akan semakin

perusahaan asing yang berorientasi ekspor,

meningkatkan keuntungan yang diperoleh oleh

sehingga akan tetap menjual produk gas mereka

PT PGN.

pada tingkat harga pasar.

GL

BAL JUSTICE UPDATE

edisi 3 / des 2008

dan

rentan

menimbulkan

krisis


Dengan cara pengelolaan kekayaan alam yang demikian, sangat tidak mungkin rakyat

bagi pembangunan industri nasional, ketahanan energi nasional dan kesejahteraan rakyat.

dapat memperoleh BBG pada tingkat harga yang Indonesia. Berapapun kekayaan gas yang dimiliki oleh Indonesia dan berapapun banyaknya gas yang diproduksi oleh perusahaan-perusahaan, hal tersebut tidak akan mempengaruhi harga yang dibayarkan oleh masyarakat. Harga ��������������������������������� jual produk gas akan tetap didasarkan pada harga pasar. Selain itu masyarakat akan sangat rentan terhadap segala bentuk kelangkaan gas, dikarenakan sebagian besar sumber gas yang ada di dalam negeri diproduksi untuk kepentingan ekspor. Atas dasar hal tersebut, dibutuhkan suatu perusahaan negara yang menguasai gas dari hulu sampai ke hilir. ������������������������������������ Perusahaan tersebut bukan merupakan perusahaan yang berorientasi keuntungan akan tetapi pelayanan publik. Selain itu, perusahaan yang menjamin terpenuhinya kebutuhan gas nasional (transportasi, industri, listrik dan rumah tangga)

1 British Geological Survey, 2002-2006. 2 Bank Indonesia, 2008, http://www.bi.go.id/biweb/ Html/SekiTxt/T3x608.txt 3 Laporan Tahunan PT. PGN “Annual Report” Tahun 2007. 4 Pinjaman ODA khusus ini dikenai bunga 0,95 persen dalam jangka waktu 40 tahun dengan masa tenggang (grace period) 10 tahun. Pinjaman �������������������� ODA khusus itu sendiri merupakan fasilitas pinjaman konsesional dengan fokus pada perekonomian Asia. Fasilitas yang duluncurkan Desember 1998 ini antara lain dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan pembangunan prasarana di kawasan, selain meningkatkan peluang bagi perusahaanperusahaan Jepang untuk berpartisipasi di proyek yang didanai. 5 ���������������������������������������� Penandatanganan pinjaman dilakukan oleh Gubernur JBIC, Kyosuke Shinozawa dan Dubes RI di Jepang, Moh Abdul Irsan. 6 ������������������������������������������ Menimbulkan kepanikan dimana-mana. Ribuan ibu rumah tangga terpaksa mengantri memperoleh bahan bakar dikarenakan bahan bakar minyak tanah ditarik dari peredaran. 7 ���������������������������������������������� Tantiem adalah jenis fasilitas atau tunjangan jabatan direksi/komisaris yang diberikan sebuah perusahaan, merupakan pembagian nilai keuntungan perusahaan pada tahun fiskal.

www.rovicky.files.wordpress.com

terjangkau oleh pendapatan mayoritas rakyat

perusahaan gas negara “untung berlimpah di tengah antrian gas”

52


national update

Mengobral

PUTRI NYALE� www.lombokgilivillas.com

kepada Pedagang Timur Tengah Proyek Investasi Ambisius SBY-JK

oleh: Salamuddin Daeng Researcher - Institute for Global Justice

Praktek penyerahan mentah-mentah kekayaan alam kepada modal asing tidak hanya menyangkut kekayaan alam tambang minyak, gas, mineral, batubara dan sumber-sumber agraria, Pemerintah Indonesia bahkan juga menyerahkan kekayaan alam pantai, laut beserta seluruh potensi keindahannya untuk dieksploitasi modal asing.

S

alah satu kawasan pantai yang berlokasi di Pulau Lombok Nusa Tenggara Barat (NTB) rencananya akan dijual oleh pemerintah SBY-JK. Pantai yang oleh masyarakat setempat dikenal dengan nama Pantai Kuta

Putri Nyale (Kute Putri Nyale Beach Resort) akan diobral murah kepada PT Emaar, pedagang jasa pariwisata asal Dubai, Timur Tengah.1 Proyek Bermasalah Warisan Orde Baru Kawasan pantai di sebelah selatan Pulau Lombok Nusa Tenggara Barat ini konon menurut penilaian banyak orang adalah pantai terindah di dunia. Wajar kemudian pantai yang terbentang sepanjang tiga kilometer lebih ini menjadi incaran banyak investor kelas kakap dunia. Akan tetapi kompleksnya masalah menyangkut status kawasan ini menyebabkan rencana investasi tidak dapat terealisasi hingga saat ini. 53

GL

BAL JUSTICE UPDATE

edisi 3 / des 2008


disebabkan

adalah warisan rezim Orde Baru. Sebuah perusahaan

perbankan

milik keluarga Cendana, PT Rajawali Wirabakti

t e m p a t

Utama (PT Rajawali) sejak tahun 1989 bermaksud

perusahaan

mengembangkan

pusat

berhutang

pariwisata termegah dan terluas di Indonesia. Untuk

dilikuidasi

merealisasikan tujuannya pada tanggal 9 Februari

k a r e n a

1989, PT Rajawali menjalin kerjasama dengan

mengalami kebangkrutan. Sejak perusahaan tersebut

pemerintah daerah NTB membentuk perusahaan

dinyatakan bangkrut, tanah-tanah bermasalah dan

patungan yaitu PT Pengembangan ������������������������ Pariwisata

aset-aset yang ada di atasnya kemudian diambil-alih

Lombok (PPL)3 atau disebut juga PT Lombok Tourism

oleh Badan Penyehatan Perbankan Nasonal (BPPN).

Development Corporation (PT LTDC).

PT LTDC menunggak hutang senilai Rp. 1,8 triliun

2

kawasan

ini

menjadi

Dengan menggunakan tangan kekuasaan, fasilitas kredit triliunan rupiah dikucurkan oleh

www.swaberita.com

Kerumitan menyangkut status kawasan ini

kepada konsorsium BNI, BAPINDO dan Bank Dagang Negara.4

perbankan nasional untuk mendukung rencana

Saat ini aset PT LTDC berada di bawah

ini. Sebuah konsosrsium yang beranggotakan BNI,

manajemen Perusahaan Pengelola Aset (PT PPA),

BAPINDO dan Bank Dagang Negara dibentuk untuk

sebuah BUMN bentukan pemerintah yang ditugaskan

menopang investasi tersebut. Dikucurkanlah kredit

untuk mengelola aset eks BPPN. Setiap tahun negara

triliunan rupiah secara berkala sejak perusahaan

harus membayar bunga hutang perusahaan tersebut.

patungan

dari

Pembayaran bunga oleh negara akan berhenti jika ada

konsorsium bank nasional tersebut terus mengalir

perusahaan lain yang mau membeli atau mengambil

hingga tahun 1999. Padahal saat itu PT LTDC tidak

alih aset PT LTDC.

ini

dibangun.

Bahkan

kredit

lagi beroperasi. Tidak hanya itu, dengan tangan kekuasaan pula rakyat yang mendiami kawasan ini dipaksa

Langkah Terburu-buru Pemerintahan SBY-JK Pemerintahan

SBY-JK

seperti

panik,

untuk menyerahkan tanah-tanah mereka dengan

mengambil langkah yang sangat terburu-buru

ganti rugi yang tidak memadai. Beberapa warga

dalam menyikapi tawaran perusahaan asing untuk

masyarakat mengaku tanah-tanah mereka dibayar

mengambil alih kawasan Pantai Kuta Putri Nyale.

dengan beberapa kilogram beras saja. Suatu praktek

Pemerintah pusat dalam beberapa waktu terakhir

yang lazim dilakukan pemerintahan zaman itu.

setiap dua kali seminggu mengundang pejabat

Akibatnya konflik tanah antara masyarakat dan

daerah ke Jakarta untuk membicarakan masalah

pemerintah menyangkut kawasan LTDC tidak

ini. Investasi ini harus dipercepat, alasannya adalah

pernah berakhir. Bahkan saat ini lahan-lahan tanah

untuk mengatasi pengangguran dan kemiskinan

di kawasan tersebut tengah diduduki oleh warga yang

yang dihadapi jutaan penduduk NTB.

merasa tidak mendapat ganti rugi yang memadai pada saat pembebasan lahan di zaman Orde Baru.

Kawasan seluas 1.250.000 hektar tersebut akan diserahkan kepada PT Emaar, sebuah perusahaan

Siapa yang menyangka, krisis ekonomi

pariwisata terkaya asal Timur Tengah. Perusahaan

yang melanda Indonesia tahun 1997 menyebabkan

ini akan menginvestasikan modal senilai USD 850

perusahaan

Utang-utang

juta, atau sekitar Rp 7,73 triliun dan menghendaki

perusahaan kemudian diambil-alih oleh Negara,

kepemilikan mayoritas 85 persen atas investasi

ini

jatuh

bangkrut.

mengobral putri nyale kepada pedagang timur tengah

54


tersebut.

tidak

D e n g a n

menciptakan

demikian maka

dampak positif

pemerintah

t e r h a d ap

Indonesia

e k o n o m i

hanya

nasional.

boleh

memiliki

pernah

Tidak

saham senilai

www.lombok-airport.co.id

15 persen. Jika

hanya

itu,

perusahaan PT

diperhitungkan, maka nilai tersebut hanya mencapai

Emaar juga mensyaratkan agar fasilitas listrik dan

1,25 triliun saja. Sementara nilai hutang PT LTDC

bandara segera dibangun untuk mendukung investasi.

sejak perusahaan ini dinyatakan bangkrut mencapai

Keinginan tersebut segera direspon oleh pemerintah

1,8 triliun. Perhitungan nilai asset tanah beserta

daerah NTB. Pembangunan Bandara Baru Tana Awu

bangunan yang ada di atasnya oleh BPPN saat itu

segera dilakukan di bawah pengawalan ketat aparat

adalah senilai utang PT LTDC. Ini berarti andil saham

keamanan, ribuan warga masyarakat diusir dari tanah

pemerintah jika aset PT PPA diambil alih oleh investor

mereka dengan alasan tanah tersebut telah dibayar

swasta baik asing maupun domestik semestinya

oleh pemerintah. Peristiwa ini telah berbuntut

paling sedikit senilai asset sitaan tersebut.

kekerasan dan pelanggaran HAM pada peringatan

Segala sesuatunya harus dipermudah dan

Hari Tani Nasional (18 September 2005). Kejadian

semua keinginan PT ��������������������������� Emaar harus dipenuhi dalam

ini adalah peristiwa paling berdarah sepanjang

proses negosiasi. Bahkan salah seorang staf khusus

konflik tanah tersebut. Hasil temuan Komnas HAM

wapres ditugaskan untuk memuluskan jalan bagi PT

menyebutkan sebanyak 12 orang ditahan dalam

Emaar. Apapun yang menjadi keinginan perusahaan

peristiwa tersebut, sebanyak 9 orang yang ditahan

asal Dubai tersebut harus dipenuhi. Tidak peduli

terkena luka tembak dan dikeluarkan di Rumah

apakah hal tersebut berpotensi merugikan keuangan

Sakit Praya, 27 orang luka-luka, 6 orang mengalami

negara dan rakyat. Pejabat Departemen Keuangan

memar terkena pukulan aparat. Sementara Kapolda

sebagai pihak yang berwenang melakukan penilaian

NTB dalam laporannya menyebutkan jumlah korban

ulang atas nilai asset di kawasan Pantai Kuta Putri

sebanyak 15 orang dengan rincian 9 orang berobat

Nyale diminta untuk menilai asset sesuai dengan

ke Rumah Sakit Praya dan saat itu juga dibawa

keinginan PT Emaar.

ke Mapolres Lombok Tengah untuk diperiksa,

Bahkan

menurut

rencana

pemerintah

sedangkan di RSU Mataram sebanyak 6 orang dan

membebaskan PT Emaar dari berbagai kewajiban

saat itu juga pulang ke rumah masing-masing (tidak

pajak. Belum jelas jenis pajak apa yang akan dibebaskan,

ada yang dirawat inap), sedangkan di pihak aparat

yang jelas proses pembebasan pajak tersebut akan

kepolisian jumlah korban sebanyak 46 orang dan

disiasati dengan berbagai peraturan pemerintah. Cara

sampai kini satu orang opname di RS Bhayangkara

semacam ini memang biasa dilakukan pemerintah.

Polda NTB akibat terkena tusukan tombak.5

Akibatnya pada saat perusahaan asing melakukan investasi, mereka dapat mengimpor barang modal

Pelanggaran Konstitusi yang Merugikan Rakyat

dan bahan baku dari luar dengan fasilitas pembebasan

Apa yang akan dilakukan oleh Rezim

pajak. Hal ini menyebabkan investasi sebesar apapun

Pemerintahan SBY-JK tidak hanya merupakan

55

GL

BAL JUSTICE UPDATE

edisi 3 / des 2008


tindakan yang berpotensi merugikan keuangan

akan menjadi menara gading yang terasing

negara, korupsi dan pelanggaran HAM semata,

dari kehidupan ekonomi rakyat. Para petani,

akan tetapi lebih dari itu, adalah sebuah rencana

nelayan, peternak tradisional yang merupakan

investasi yang melanggar konstitusi dan dapat

kelompok mayoritas dalam struktur masyarakat

menyebabkan kerugian ekonomi rakyat.

Lombok hanya akan menjadi penonton dalam

Berdasarkan

Peraturan

Presiden

Republik Indonesia No. 77 Tahun 2007 tentang Daftar Bidang Usaha yang

pesta pora kapitalisme asal Timur Tengah tersebut. www.aditsasakfiles.wordpress.com

Tertutup dan Bidang Usaha yang Terbuka

dengan

Persyaratan

di

Bidang Penanaman Modal, yang merupakan turunan dari UU No. 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal, kepemilikan modal asing dalam investasi sektor pariwisata hanya

diperbolehkan

maksimal

sebesar 50 persen. Sehingga rencana kepemilikan mayoritas PT Emaar dalam investasi pariwisata di pantai Kuta Putri Nyale adalah pelanggaran terhadap UUPM sendiri. Menjadi fakta yang sangat miris jika pemerintah memaksakan skema investasi semacam itu. UUPM sendiri baru saja disahkan dan usianya baru satu setengah tahun. Hal ini menjadi suatu preseden yang sangat buruk dalam praktek penyelenggaraan hukum di Indonesia. Padahal UUPM tersebut oleh banyak kalangan dinilai sangat pro terhadap kepentingan modal asing dan berpotensi merugikan kepentingan ekonomi nasional. Lebih dari itu, strategi pariwisata yang dijalankan melalui korporasi pariwisata skala besar, tidak berbeda karakternya dengan investasi pertambangan, perkebunan yang bercirikan investasi kolonial. Akibatnya �������������� pun akan sama, pengusiran, penyingkiran paksa masyarakat dari wilayah penghidupan mereka. Modal beserta infrastruktur penopangnya

1 Hasil ������������������������� penelitian lengkap “Investasi Pariwisata LTDC”, dapat diperoleh di Perpustakaan IGJ, Jl. Diponegoro No. 9, Jakarta Pusat. 2 ������������������������������������������ PT Rajawali Wira Bhakti Utama, didirikan pada 1984. Pemiliknya adalah Syamsul Nursalim, Perusahaan pemegang 20 persen saham stasiun televisi swasta RCTI ini merupakan perusahaan patungan Nursalim dengan Grup Ometraco milik Ferry Teguh Santosa, Grup Danaswara milik Peter Sondakh, Fredy, dan Boyke Gozali. Grup Rajawali ini juga merambah sektor bisnis eceran melalui PT Metropolitan Retailmart, PT Indonesia Republic Motor Company di bidang otomotif, PT Express Taxi. Pada 1991, Grup Rajawali juga mengambil alih pengelolaan pabrik rokok PT Bentoel, yang sedang mengalami kesulitan likuiditas. Lih. http://www. hamline.edu/ apakabar/ basisdata/ 1997/11/08/0008. html 3 �������������������������������������� Dengan akta notaris Sri Hartati, SH. Nomor 17 Tanggal 10 ������������������������������ November 1989 didirikan PT Pengembangan Pariwisata Lombok (PPL) dan telah mendapat pengesahan dari Menteri Kehakiman tanggal 31 Agustus 1990 Nomor: C. 25526 HT. 01.TH.90 4 Menurut wakil sekretaris pansus tanah DPRD NTB, H. Parturrahman Zakaria. 5 Sengketa Tanah Desa Tanah Awu, Nusa Tenggara Barat, KOMNAS HAM, 2006. mengobral putri nyale kepada pedagang timur tengah

56


oleh: Sulastri Surono Researcher - Institute for Global Justice

REVITALISASI INDUSTRI GULA, DI TENGAH LESUNYA PERDAGANGAN GULA

Agribisnis dapat dikatakan kegiatan usaha yang sarat dengan ketidakpastian (uncertainty) dan penuh dengan resiko. Sifatnya yang terkait dengan sumber daya alam dan umumnya diproduksi secara musiman, menjadikan agribisnis identik dengan medan pertaruhan nasib yang tidak pernah berakhir. Kompleksitas permasalahan kian dilematis mengingat pelaku agribisnis menghadapi persaingan yang sangat ketat setelah Indonesia mengikat diri dalam perjanjian WTO.

57

GL

BAL JUSTICE UPDATE

edisi 3 / des 2008

www.21food.com

public


D

engan masuknya Indonesia dalam Perjanjian

sangat tinggi. Untuk Uni Eropa,

Pertanian di WTO yaitu Agreement on

misalnya, Bea Masuk gula sebesar 240

Agriculture (AoA) pada 1995 dan tunduk pada Letter

persen, Amerika Serikat (AS) 155

of Intent IMF tahun 1997, terjadilah proses liberalisasi

persen, India 150 persen, Filipina

pertanian yang sangat radikal. Seperti kita ketahui,

133 persen, dan Thailand 104 persen. Sedangkan di

liberalisasi pertanian adalah menyerahkan sistem

Indonesia tarif masuk hanya sekitar 25 persen. Hal ini

pertanian dan nasib petani Indonesia kepada

mencerminkan kurangnya perlindungan pemerintah

mekanisme pasar bebas, yaitu “free fight liberalism”,

terhadap petani tebu domestik.

siapa yang kuat akan menang dan siapa yang lemah

Brasil merupakan produsen utama gula

akan kalah. Si kuat adalah perusahaan-perusahaan

dunia saat ini, karena Brasil bisa berproduksi dengan

importer, pedagang-pedagang besar, perusahaan

biaya yang sangat murah, tetapi apakah hal tersebut

multinational yang menguasai benih, pupuk, obat

karena murni efisiensi dan praktek bisnis ����� yang fair?

obatan, sarana produksi, mesin-mesin, tanaman

Peningkatan produksi dan ekspor Brasil karena

transgenic, perusahaan-perusahaan agribisnis besar,

program subsidi besar-besaran sektor gula yang

para penguasa tanah dan pejabat pejabat yang

dikaitkan dengan pengadaan sumber bahan bakar

mendapat keuntungan dari MNC (Multinational

yang dikenal dengan the Brazilian pro-alcohol program.

Corporation). Si lemah adalah mayoritas petani

Oleh karenanya, subsidi besar-besaran terhadap

Indonesia dan masyarakat pedesaan, yang usahanya

industri gula, tidak dipermasalahkan karena

serba kecil/mikro, hidupnya pas-pasan dan miskin,

berlindung di bawah kebijakan subsidi pengadaan

banyak petani tidak memiliki tanah dan mereka

bahan bakar nabati.

selalu dikalahkan dalam berbagai kasus agraria. Praktek distorsi dan perdagangan tidak fair

Hasil tebu di Brasil tidak hanya untuk memproduksi

gula

saja,

tetapi

juga

untuk

(unfair trade) terjadi. Negara maju yang mengandalkan

memproduksi hasil derivat tebu yang mempunyai

industri, berteknologi tinggi dan memiliki tingkat

nilai ekonomi dan nilai strategi cukup tinggi yaitu

pendapatan per kapita tinggi umumnya memproteksi

ethanol sebagai bahan energi (BBM) kendaraan

petaninya, yang nota bene jumlahnya sedikit.

bermotor. Perlu diketahui bahwa sekitar 40%

Sedangkan negara miskin, berbasis pertanian dan

kendaraan bermotor di Brasil sudah menggunakan

sumber daya alam lainnya cenderung sangat tidak

bahan bakar ethanol yang terbuat dari tetes dan nira

ramah pada petaninya sendiri, walaupun sang

tebu. Dengan subsidi itu, sangat masuk akal jika biaya

petani merupakan mayoritas dan kontributor utama

produksi BBM berbahan baku tebu sangat murah dan

terhadap sistem politik, ekonomi dan perjalanan

harga gula pun menjadi lebih murah.

demokrasi suatu negara. Di tingkat dunia, gula sebagai salah satu

Dikaitkan dengan kebijakan pengendalian penawaran,

pemerintah

Brasil

mengendalikan

komoditas strategis sangatlah regulated, melalui tiga

supply gula dengan cara sebagai berikut: ketika harga

mekanisme yang biasa dipakai yaitu subsidi domestik,

BBM di pasar dunia menurun, pembuatan ethanol

perlindungan impor melalui tarif tinggi, dan

diturunkan (gula ditingkatkan), sebaliknya bila harga

pengendalian penawaran.

BBM meningkat, produksi ethanol ditingkatkan (gula

Di samping itu, petani tebu di negara-

diturunkan).

negara produsen gula dunia sangat dilindungi

Tetangga kita, Thailand, yang di­kenal sebagai

dari impor dengan menerapkan Bea Masuk yang �����

produsen gula terkemuka di Asia, juga meng­ambil revitalisasi industri gula, di tengah lesunya perdagangan gula

58


langkah yang sama. Sangat mirip dengan Uni Eropa. Sejak tahun 2000 pemerintah Thailand menyediakan dana restrukturisasi industri gula hingga US$ 1 miliar,

Perkembangan Produksi dan Harga Gula di Pasar Dunia Kebijakan

dan

kinerja

ekonomi

menjamin harga pada level petani tebu dengan dana

pergulaan Indonesia dipengaruli oleh pasar gula

US$ 330 juta, serta menyediakan skema kredit produksi

dunia, serta efektivitas kebijakan pergulaan nasional

bagi petani tebu.

dalam meredam gejolak pasar dunia. Gambar 1.

Memang kita tidak perlu dan tidak dapat memaksa negara-negara maju menghapuskan

menunjukkan perkembangan produksi dan konsumsi gula dunia.

subsidi untuk para petaninya.

Gambar

Toh itu hak mereka, dan

1. menunjukkan

juga uang mereka sendiri.

bahwa

Yang

gula

produksi

menjadi

persoalan

ketika

komoditas

cenderung

yang tersubsidi besar, ­ yang

fluktuatif,

karena itu harganya menjadi

sementara

sangat murah, masuk secara

konsumsinya

bebas ke pasar kita. Apakah

relatif

dengan argumen free trade, kita

Pada

memilih tidak melindungi

1994/1995

petani karena dirasa tidak

sampai

sesuai

2007/2008

adalah

dengan

semangat

globalisasi?

rata

Pertanyaannya,

dunia

itu

konstan. tahun dengan rata-

kenaikan

produksi

gula

bagaimana mungkin petani

dunia

kita yang gurem itu harus

2,72 persen per

dilepas untuk bertarung secara

tahun, sedangkan

naif di rumah­nya sendiri

k e n a i k a n

melawan perusahaan raksasa

konsumsinya

sebesar

dunia? Padahal raksasa dunia itu dilengkapi dengan

hanya 2,22persen, yang berarti kenaikan produksi

berbagai senjata seperti subsidi domestik, tarif impor

lebih tinggi dari kenaikan konsumsi.

yang tinggi, subsidi ekspor, dan berbagai bentuk dukungan pertanian lainnya.

Pada pertengahan tahun 2004 terjadi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan

Liberal­isasi perdagangan, termasuk yang

reformasi kebijakan gula di Uni Eropa. Pada saat itu

berlaku un­tuk gula, tidak pernah sempurna. Selalu

bebe­rapa negara produsen gula mengkonversi gulanya

sarat dengan distorsi dan ketidakadilan. Konsekuensi

menjadi ethanol, dan Uni Eropa menurunkan

lo­gisnya, kebijakan pemerintah yang berpihak

produksinya secara sangat signifikan sehingga

kepada petani tebu diperlukan untuk menciptakan

pada tahun 2004 dan 2005 terjadi defisit gula.

lapangan bermain (playing field) minimal tak terlalu

Beberapa negara produsen gula yang efisien seperti

jauh dengan apa yang dilakukan negara lain.

Brazil, Australia, India dan China meningkatkan produksinya pada tahun 2007/2008, sehingga pasar

59

GL

BAL JUSTICE UPDATE

edisi 3 / des 2008


gula dunia diprediksi akan kelebihan

Sehubungan

dengan

gula

yang

pasokan dan akibatnya harga gula dunia cende­

merupakan komoditas vital-strategik dalam

rung tetap rendah. Untuk melindungi industri

ekonomi pangan Indonesia, maka tidak

gula dalam negeri, hampir seluruh negara

berlebihan bila dikatakan di luar domain beras,

produsen gula memproteksi industrinya

gula melambangkan presisi kedaulatan pangan

baik melalui tariff barrier maupun non-tariff

bangsa. Industri gula adalah industri tertua di

barrier. Hal ini menyebabkan pasar gula dunia

Indonesia, sehingga merupakan suatu industri

terdistorsi.

yang saat ini sudah tergolong memasuki periode

Disamping produksi yang berfluktuatif, harga gula dunia pun cenderung fluktuatif pada

“sudah senja”. Ada

kesan

pemerintah

sengaja

tingkat yang rendah dan berfluktuasi tinggi

menciptakan pangan murah dengan alasan

pada harga yang lebih tinggi (Gambar 2). Harga

inflasi, tetapi tidak melihat kepentingan

gula yang tinggi terjadi dalam kurun waktu yang sempit dan harga rendah dalam kurun waktu yang lama. Jadi produksi gula kurang responsif

terhadap

perubahan

harga,

hal ini merupakan cerminan

bahwa

investasi di industri gula bersifat jangka

petani

”Pertanyaannya, bagaimana mungkin petani kita yang gurem itu harus dilepas untuk bertarung secara naif di rumah­nya sendiri melawan perusahaan raksasa dunia? Padahal raksasa dunia itu dilengkapi dengan berbagai senjata seperti subsidi domestik, tarif impor yang tinggi, subsidi ekspor, dan berbagai bentuk dukungan pertanian lainnya.”

panjang.

produsen.

Gula termasuk yang dikorbankan padahal dengan

konsumsi

yang hanya 12,6 kg per kapita per tahun, sumbangannya terhadap inflasi relatif rendah. Pada Januari 2008

sumbangan

gula terhadap inflasi tercatat hanya 0,01, bahkan pada periode

Agustus-Desember 2007 malah 0, sementara Industri Gula di Indonesia Sejarah mencatat, bahwa Indonesia

inflasi tahun 2007 mencapai 6,59 persen. Harga gula yang terlalu rendah berpotensi

pernah menjadi negara pengekspor gula kedua

mereduksi

animo

petani

meningkatkan

terbesar dunia setelah Cuba pada tahun 1930-

produktivitas usahanya. Tidak mengherankan

an dengan produksi mencapai tiga juta ton.

jika produk impor meningkat pesat. Dalam

Teknologi berkembang pesat, bahkan Indonesia

kebijakan pergulaan, pemerintah lebih suka

pernah menjadi kiblat terpenting referensi

melihat industri gula rafinasi mengimpor

gula dunia, karena keberhasilan lembaga riset

bahan baku berupa raw sugar dalam jumlah

pergulaan di Pasuruan. Tetapi sejarah pun

besar daripada mendorong investasi di kebun

menorehkan catatan pahit karena ternyata,

tebu. Pemerintah dengan mudah mengobral

menjelang berakhirnya abad ke-20, Indonesia

izin impor gula rafinasi bagi industri

ternyata hanya bisa menjadi pengimpor gula

makanan dan minuman. Inilah yang harus

terbesar kedua dunia setelah Rusia. Suatu yang

dibenahi melalui kebijakan pergulaan yang

sangat ironis!

terintegrasi. revitalisasi industri gula, di tengah lesunya perdagangan gula

60


Industri Gula Tidak Efisien Seberapa “parah� industri gula dalam negeri? Harga gula domestik yang rendah, merupakan resultante dari banyak faktor, diantaranya adalah masuknya gula rafinasi yang seharusnya diimpor hanya untuk keperluan industri makanan dan minuman tetapi merembes ke konsumen gula putih dan berfluktuasinya produksi. Sementara itu produksi gula domestik masih pada level di bawah yang ditargetkan pemerintah sebagai akibat menurunnya luas areal, produktivitas rendah, dan tingkat rendemen yang rendah. Pada skala tebu rakyat muncul persoalan “keprasan� yang berulang-ulang bahkan sampai belasan kali, akibat tidak tersedianya dana pembongkaran ratoon. Disamping itu basis usaha tani tebu semakin tergeser oleh komoditas lainnya, yang menghasilkan pendapatan yang lebih tinggi, seperti padi, jagung, palawija dan holtikutura. Oleh karena itu, tidak mengherankan areal tanam tebu menyusut tajam terutama untuk areal sawah. Saat ini lebih dari dua pertiga produksi tebu berasal dari lahan tegalan/kering yang produktivitasnya lebih rendah 15-20 persen dibandingkan tebu sawah. Rendemen juga sangat rendah disebabkan rendahnya efisiensi pabrik dan rendahnya mutu tebu yang digiling karena tidak seimbangnya pemakaian pupuk. Pabrik gula, yang pada umumnya sudah tua, rata rata berumur lebih satu abad, ditambah lagi dalam proses produksinya memakai gas belerang sehingga efisiensi pabrik rendah. Peningkatan rendemen yang selama ini hanya berkisar tujuh persen adalah salah satu langkah untuk meningkatkan produksi. Kenaikan rendemen satu persen saja dapat meningkatkan tambahan produksi sebanyak 300 ribu ton dan ini tentu saja berkontribusi pada pencapaian swasembada yang ditargetkan pemerintah pada tahun 2009. Turunnya produktivitas tebu, dari 100-120 ton per hektar pada zaman Belanda menjadi sekitar 70 ton per hektar saat ini disebabkan oleh banyak faktor, bukan karena kurang dikuasainya cara bercocok tanam tebu, tetapi karena makin mahalnya harga input (terutama 61

GL

BAL JUSTICE UPDATE

edisi 3 / des 2008


pupuk dan tenaga kerja) dan petani di lahan

luar kemampuan

kering semata-mata menggantungkan diri

f i n a n s i a l

pada curah hujan. Tidak tepatnya penentuan

korporasi

awal giling, penentuan kebun tebu yang akan

menanggungnya,

ditebang dan pemantauan tingkat kemasakan

apalagi baru bebera­

tebu, penebangan tebu yang bersih dan

pa tahun belakangan

manajemen tebang angkut yang lebih baik

PG meraih profit.

termasuk upaya mencegah kebakaran tebu.

Semula

untuk

pihak

Industri gula milik BUMN menghadapi

perbankan enggan

kendala yang tidak kecil, yaitu besarnya jumlah

memberikan kredit

sumber daya manusia yang terlibat, akibatnya

revitalisasi PG ini

beban biaya overhead yang sangat tinggi. Dan

mengingat

luasan lahan tebu sendiri (TS) yang dimiliki

dan

BUMN hanya seperlima dari lahan tebu rakyat

sangat besar. Uluran

(TR), akibatnya produksi gulanya sangat

tangan pemerintah

tergantung pada kesediaan petani untuk

di bawah koordinasi

menanam tebu. Saat ini, di beberapa BUMN

Wakil Presiden Jusuf

biaya produksi TS lebih tinggi dari biaya

Kala akhirnya bisa

produksi TR, sehingga ada rencana BUMN

memper temukan

untuk mengkonversikan lahan TS menjadi TR,

perbankan dengan PG sehingga kredit

yang berarti ketergantungan pabrik gula pada

revitalisasi ini dapat cair.

petani TR akan semakin besar.

nilai resikonya

www.risvank.com

Kredit revitalisasi tersebut digunakan

Sebaliknya pabrik gula (PG) swasta

untuk memperbaiki mesin dan peralatan pabrik

yang berlokasi di Lampung seperti PT Gunung

gula (PG), mengingat sebagian besar PG merupa­

Madu, PT Gula Putih Mataram, dan PT Sweet

kan warisan kolonial dan berumur lebih

Indo Lampung lebih mendapat kepastian atas

dari satu abad, yang sebagian besar berlokasi di

tersedianya lahan karena mereka memperoleh

Pulau Jawa. Kelanjutan dan keseriusan program

lahannya dari hak guna usaha (HGU) yang

ini memang ditunggu banyak pihak karena

cukup luas dan pada dasarnya lahan kering.

keberhasilannya tidak saja penting untuk mencapai program swasembada gula pada

Revitalisasi

tahun 2009, akan tetapi juga untuk optimalisasi

Gema revitalisasi industri gula tim­bul

pemanfa­atan sumber-daya lokal dalam konteks

tenggelam seolah mengikuti ritme ketidakjelasan

per­cepatan pembangunan ekonomi regional dan

arah kebijakan yang bergulir di industri

kesejahteraan masyarakat.

gula. Kredit revitalisasi Pabrik Gula (PG) yang

Kredit ini sangat penting, di on-farm

plafonnya mencapai Rp 9,7 triliun dari sindikasi

kredit ini digunakan untuk program bongkar

bank-bank BUMN sudah dikucurkan kepada

ratoon, memperbaiki manajemen pengolahan di

empat pabrik gula plat merah yaitu PTPN XIV,

pabrik sehingga rendemen dapat ditingkatkan.

RNI, PTPN X dan PTPN XI. Dana revitalisasi

Sedangkan di off-farm, dana revitalisasi dipakai

yang tidak kecil tersebut, melesat jauh di

untuk penggantian mesin-mesin tua dengan revitalisasi industri gula, di tengah lesunya perdagangan gula

62


mesin

www.richardmannorckenya.com

baru,

sekitar 800 s/d 900

meningkatkan

ribu ton, dengan

kapasitas

memasukkan

giling.

Keterbatasan mesin

kebutuhan

menyebabkan rata-

industri makanan

rata hari giling

dan

pabrik

berskala

lebih

untuk

minuman kecil

panjang. Kondisi

kelas

rumah

ini

tangga

sebagai

menyebabkan

rendemen

turun

konsumennya.

karena tebu terlalu

Kenyataannya

di

lama menunggu di

lapangan, industri

pabrik. Saat ini

kecil kelas rumah

rendemen baru mencapai 7 persen dan target

tangga tidak menggunakan gula rafinasi

setelah revitalisasi menjadi delapan persen.

sebagai bahan bakunya, tetapi gula lokal atau gula mangkok (berbahan baku tebu, aren dan

Bagaimana Perkembangan Harga Gula

kelapa). Kelebihan gula rafinasi tersebut dijual

Saat Ini?

secara bebas ke sejumlah pasar swalayan

Memasuki musim giling tahun ������ 2008,

63

dalam kemasan 1-2 kg.

harga gula di pasar domestik mengalami

Jatuhnya harga gula tidak hanya

penurunan luar biasa yaitu sekitar Rp 4.500/

disebabkan oleh merembesnya penjualan gula

kg, di bawah dana talangan yang diberikan

rafinasi seperti disebutkan di atas, tetapi juga

investor yaitu Rp 5.000/kg. Rendahnya harga

karena kelebihan stok sisa produksi gula tahun

gula lokal

dipengaruhi oleh melimpahnya

2007 yang berjumlah 450 ribu ton yg belum

stok dalam negeri dan akibat tidak efektifnya

diserap pasar yang menumpuk di gudang

larangan perdagangan gula rafinasi yang

pabrik gula BUMN. Sedangkan produksi gula

seharusnya hanya untuk bahan baku industri,

hasil giling tahun 2008 yang berdasarkan

tetapi dalam praktek diperdagangkan sebagai

taksasi bulan september berjumlah 1,7 juta

kompetitor gula lokal berbahan baku tebu.

ton sudah menyusul untuk segera dilepas ke

Terlihat selama 5 tahun terakhir

pasar. Akibatnya pasar gula lokal menjadi jenuh,

produksi gula dalam negeri maupun impor

harga gula jatuh di bawah dana talangan. Jika

cenderung

sehingga

kondisi tersebut dibiarkan berlarut larut, tentu akan

penyediaan gula secara nasional meningkat.

menjadi ancaman potensial bagi kelangsungan

Peningkatan tajam terjadi pada tahun 2007

hidup industri gula nasional.

terus

meningkat,

dimana penyediaannya mencapai 5,4 juta ton,

Selanjutnya petani tidak lagi tertarik

jauh melebihi kebutuhan nasional yang hanya 4,0

menanam tebu begitu usahanya tidak lagi

juta ton. Penyediaan yang melebihi kebutuhan

menguntungkan.

berakibat buruk terhadap terbentuknya harga

terlanjur di revitalisasi dengan investasi besar akan

di tingkat produsen. Terjadi penggelembungan

kekurangan bahan baku, sehingga beroperasi

data konsumsi gula rafinasi untuk industri

dengan kondisi merugi, sehingga banyak sekali

GL

BAL JUSTICE UPDATE

edisi 3 / des 2008

Pabrik

gula

yang

sudah


Tabel 1 Perkembangan Penyediaan Gula Nasional 2003-2008 (ribu ton)

Tahun

Produksi Nasional

Raw Sugar

Gula Putih

2003 1,631,5 827,4 2004 2,051,6 780,4 2005 2.242,7 1.320,7 2006 2.306,13 1.023,5 2007 2.448,1 1.903,9 2008**) 2.703,7 1.962,0 Sumber: Diolah Sekretariat AGI

Total Penyediaan*)

Impor

647,9 256,5 453,1 216,4 448,4 127,0

Gula Rafinasi 516,3 464,2 629,E 462,7 606,7 606,0

Jumlah Impor 1.991,6 1.501,1 2.403,4 1.702,6 2.959,0 2.966,0

3.623,1 3.552,1 4.646,1 4.009,2 5.407,2 5.398,7

*) Tidak termasuk stok akhir tahun yang berkisar antara 0,5-0,8 juta ton Khusus akhir tahun 2007 stok gula menurut perhitungan AGI sebesar 1,8 juta ton dan menurut Sucofindo 1,2 juta ton **) Rencana

pabrik gula yang terancam beku operasi. Sebagai

berubah menjadi tanaman jagung. Hal ini

contoh di lapangan saat ini, dari 16 pabrik gula

akan berdampak signifikan terhadap mundur

yang bernaung dibawah PTPN XI, hanya 4 pabrik

atau gagalnya program swasembada gula dan

saja yang dapat laba, sisanya 12 pabrik merugi.

kemandirian industri gula nasional yang sudah

Di pasar domestik terdapat dua sumber

diagendakan oleh pemerintah agar terwujud

gula rafinasi. Pertama, gula rafinasi hasil

tahun

2009-2014.

Program

revitalisasi

produksi dalam negeri ������������������� yang berbahan baku

industri gula dengan anggaran Rp 9,7 trilyun

gula mentah/raw sugar asal impor. Kedua, gula

dikhawatirkan tidak berlanjut akibat pabrik

rafinasi yang diimpor langsung oleh kalangan

gula kekurangan bahan baku tebu yang

industri makanan dan minuman. Produksi

dipasok oleh petani. Selain itu juga akan

gula rafinasi dalam negeri hingga Semester

menjadi masalah bagi pabrik gula karena

1/2008 telah mencapai 900.000 ton (setara 1,8

tidak mampu membayar kembali kredit

juta ton per tahun). Sedangkan impor gula

revitalisasi yang sudah digunakan.

rafinasi langsung oleh perusahaan makanan dan minuman sudah mencapai 305.000 ton

Gula Rafinasi

(dari rencana impor Semester 1/2008 sebanyak

Hampir seluruh pabrik gula di Pulau

400.000 ton). Secara rinci penyediaan gula

Jawa dalam proses pengolahan tebu menjadi

nasional selama 5 tahun terakhir dicantumkan

gula dengan cara sulfitasi, yaitu menggunakan

pada Tabel 1.

bahan pembantu gas belerang. Proses seperti

Rendahnya harga gula akan sangat

itu adalah sangat tidak efisien (rendahnya

menentukan pilihan petani dalam menanam

persentase gula yang dapat dihasilkan terhadap

tebu. Dengan murahnya harga gula saat ini,

jumlah gula yang ada di dalam tebu yang

mendorong petani mengkonversikan lahan

digiling), sehingga biaya proses produksi

pertaniannya dari tebu menjadi padi atau

menjadi tinggi. Tambahan lagi mesin tua

jagung. Laporan dari Jawa Timur mengatakan

semakin kropos akibat pemakaian gas belerang

bahwa

sehingga kualitas gula yang dihasilkan rendah.

sepertiga

dari

lahan

tebu

telah

revitalisasi industri gula, di tengah lesunya perdagangan gula

64


Karena alasan tersebutlah industri makanan dan

28 ribu ton. Pada tahun 2009 mendatang akan

minuman tidak dapat menggunakannya sebagai

ada tambahan 3 lagi pabrik gula rafinasi dengan

bahan baku sehingga mengimpor gula rafinasi.

total kapasitas 850 ribu ton atau dengan total

Kehadiran

rafinasi

nilai investasi sebesar USD 100 juta, yaitu di

yang semula dimaksudkan untuk membantu

Ujung Pandang dengan kapasitas 200 ribu

mencukupi kebu­tuhan gula bagi industri

ton, di Cilegon 250 ribu ton, dan di Lampung

makanan

300 ton (Republika, 23 November 2007).

dan

pabrik

gula

minuman,

di

lapangan

memperoleh banyak kemudahan. Kemudahan sejenis “industri bayi” dengan pembebasan Bea Masuk. Pemerintah menerapkan kebijakan

Saat ini pasar gula domestik mengalami

Bea Masuk lima persen selama dua tahun

over-supply, hal ini lebih disebabkan oleh: 1)

pertama (Surat Keputusan Menteri Keuangan

tingginya impor langsung gula rafinasi dan

No. 135/ KMK.05/2000). Ketentuan yang sama

impor bahan baku raw sugar untuk industri gula

tentang

keringanan

Bea

rafinasi, 2) merembesnya produk gula rafinasi ke

Masuk ini juga berlaku

pasar gula putih lokal. Over-supply telah menekan

bagi industri rafinasi yang

harga gula domestik menjadi sangat rendah

melakukan perluasan usaha.

yaitu ke level di bawah harga dana talangan. Hal

Hasilnya, waktu

dalam

ini mengakibatkan tidak adanya investor dana

relatif

singkat,

talangan yang berkomitmen mendanai pembelian

gula

rafinasi

industri berkembang

“Revitalisasi PG BUMN membutuhkan dana yang sangat besar yaitu pada plafon amggaran Rp. 9,76 triliun. Namun karena kondisi harga gula domestik yang begitu rendah dan utilisasi kapasitas pabrik rendah, akan bermuara pada menurunnya keuntungan PG.”

65

Penutup

sangat

gula dari petani.

pesat,

Rendahnyahargapasarguladomestikakan

dengan lima industri besar

berdampak pada: 1) menurunkan animo petani

di Jawa yang berkapasitas

mengusahakan tanaman tebu dan memotivasi

sekitar dua juta ton, termasuk

konversi lahannya ke budidaya tanaman lainnya,

yang diresmikan oleh Presiden

dan 2) menurunkan produktifitas gula. Sehingga

SBY pada awal Januari 2007 di

PG pelat merah yang mengandalkan bahan baku

Cilegon, Banten. Empat (4)

tebu dari perkebunan TR menjadi kekurangan

dari 5 pabrik tersebut telah

pasokan bahan baku. Di pihak lain teknologi

berproduksi dengan utilisasi

produksi yang digunakan PG BUMN sudah tidak

kapasitas

70%,

efisien lagi. Faktor-faktor tersebut mengancam

yaitu: PT. Angels Products

kelangsungan usaha PG BUMN dan sekaligus

(kapasitas 500 ribu ton), PT.

mengancam swasembada gula nasional. Untuk

Jawa Manis Rafinasi (500 ribu

itu diperlukan upaya revitalisasi terhadap PG

ton), PT. Sentra Usahatama

BUMN.

hampir

Jaya (540 ribu ton), PT.

Revitalisasi PG BUMN membutuhkan

Permata Dunia Sukses Utama (390 ribu ton),

dana yang sangat besar yaitu pada plafon

dan PT Dhamapala Usaha Sukses (250 ribu

amggaran Rp 9,76 triliun. Namun karena kondisi

ton). Pabrik yang disebut terakhir belum

harga gula domestik yang begitu rendah dan

berproduksi sehingga lebih banyak melak­

utilisasi kapasitas pabrik rendah, akan bermuara

sanakan aktivitas impor gula mentah sekitar

pada menurunnya keuntungan PG. Yang pada

GL

BAL JUSTICE UPDATE

edisi 3 / des 2008


gilirannya akan menurunkan kemampuan dalam

politik yang kuat dari pemerintah untuk lebih

mengembalikan dana revitalisasi. Padahal investor

berpihak kepada industri yang dalam proses

perlu mendapat jaminan bahwa investasi yang

produksinya

mereka tanamkan dalam bentuk dana revitalisasi

kompetitif sumberdaya lokal seperti industri

industri gula menjadi aman.

gula berbasis tebu.

memanfaatkan

keunggulan

Kondisi pergulaan nasional yang berada di persimpangan jalan, bila tidak ada solusi

Saran

menyeluruh dan comprehensive dalam waktu dekat

1. Diperlukan

ini, akan mengancam bangkrutnya petani tebu

pergulaan

dan industri gula. Program swasembada gula

kebijakan berasal dari satu pintu, termasuk

yang sudah di agendakan terancam tidak dapat

rekomendasi impor berbagai jenis gula yang

terealisasi.

idealnya hanya dapat dilakukan oleh Dewan

Kelayakan industri gula modern, yang

penataan nasional

ulang sehingga

2. Menghadapi kecenderungan

dukungan yang me­nyatu antara ketersediaan

terus turunnya harga gula

bahan baku dan kelayakan harga pasar. Ini

lokal akibat masuk atau

akan terwujud jika ada jaminan hidup dan

maraknya peredaran gula

ke­tenangan bagi para petani dalam menanam

rafinasi di pasaran umum

tebu. Jaminan tersebut akan terancam jika pasar

sebagai

domestik dibanjiri oleh gula impor dengan harga

langsung,

yang tidak rasional.

merekomendasikan

gula

konsumsi penulis

kepada pemerintah dengan

strategis, yang selain merupakan bahan

menyampaikan

kebutuhan pokok masyarakat, juga proses

sebagai berikut:

produksinya melibatkan banyak petani tebu.

- Perlindungan

usulan terhadap

Upaya menjaga harga gula pada level yang relatif

industri gula berbasis tebu

menguntungkan agar tetap menarik animo

masih diperlukan, setidaknya

petani menanam tebu merupakan persoalan

hingga masa transisi ke

penting yang perlu mendapat perhatian

arah

pemerintah.

saing PG yang kuat, dan

Apabila negara memandang perlu untuk

semua

Gula Indonesia (DGI).

bersifat padat modal, sangat ditentukan oleh

Oleh karena gula merupakan komoditas

kebijakan

terwujudnya

implementasi

daya

liberalisasi

menyehatkan dan mengembangkan BUMN

perdagangan gula bersifat

yang memproduksi salah satu pangan strategis

menyeluruh.

ini, maka intervensi negara masih diperlukan.

diperlukan kebijakan yang

Skema yang ditempuh tidak cukup dengan

konsisten dan efektif.

Untuk

itu

Kelayakan industri gula modern, yang bersifat padat modal, sangat ditentukan oleh dukungan yang me­nyatu antara ketersediaan bahan baku dan kelayakan harga pasar. Ini akan terwujud jika ada jaminan hidup dan ke­tenangan bagi para petani dalam menanam tebu.

langkah-langkah biasa saja, seperti tambal sulam

- Karena itulah kita semestinya menggunakan hak

ataupun ad-hoc yang sering terputus di tengah

kita untuk menerapkan tarif sebagai bentuk

jalan seperti selama ini. Akan tetapi perlu dibuat

pertahanan yang fair, bukan dengan tata niaga

strategi jangka panjang dan pragmatis jangka

yang seringkali menciptakan ekonomi rente

pendek. Diperlukan konsistensi dan kemauan

yang justru merugikan rakyat banyak. revitalisasi industri gula, di tengah lesunya perdagangan gula

66


Menaikkan tarif beberapa kali lipat dari level saat

India dan Thailand, telah lebih dulu melakukannya.

ini tidak akan melanggar kesepakatan WTO. Level

Salah satu persyaratannya adalah komitmen jangka

tarif kita masih rendah, yaitu sekitar 25 persen, yang

panjang dalam stabilitas harga.

sangat jauh di bawah batas maksimum yang diizinkan

- Efektivitas kebijakan separasi penggunaan gula dengan

yaitu hingga 95 persen.

hanya mengizinkan penggunaan gula rafinasi untuk

- Bersamaan dengan itu, restrukturisasi pabrik gula yang

industri makanan dan minuman skala menengah dan

rata-rata sudah tua harus dilakukan. Sebenarnya kita

besar sebagaimana dimaksud pada awal dibangunannya

telah lama ketinggalan, mengingat Eropa, Amerika,

pabrik gula rafinasi, agar diikuti sanksi tegas bagi

Brasil, Australia, dan beberapa negara di Asia, seperti

perusahaan yang menyalahgunakan ketentuan.

LAMPIRAN

Tabel Lampiran 1 Produksi Gula Dunia dan Posisi Indonesia No.

Tahun

1 2 3 4

1995/96 2000/01 2004/05 2006/07*)

Dunia (000 ton) Beet Gula Gula Tebu Tebu 86.540 36.773 94.373 36.591 105.207 37.302 123.000 34.520

Total 123.313 130.964 142.509 157.520

Gula Tebu (000 ton) 2.100 1.732 2.230 2.442

Indonesia Persen thd Gula Persen thd Total Tebu Dunia Gula Dunia 2,42 1,70 1,83 1,32 2,12 1,56 1,98 1,55 2,43 1,7

Sumber: F.O. Lichfs (2005) Vol 137 lnternational Sugar and Sweetener Report, Vaorl d Sugar, FAFRI 2006 Agricultural, Outlook DGI dan AGE

*) Angka Sementara

Tabel Lampiran 2 Kinerja Industri Gula Indonesia Tahun 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007b

Luas Panen Tebu (000 ha) 496,9 400,0 378,1 405,4 391,1 388,5 393,9 375,2 340,3 344,8 381,8 384,0 395,0

Produksi Gula (000 ton) 2.104,7 2.160,1 2.187,2 1.928,7 1.801,4 1.780,1 1.824,6 1.901,3 1.991,6 2.051,6 2.241,7 2.266,8 2.400,0

Produktivitas (ton/ha) 4,24 5,40 5,78 4,76 4,61 4,58 4,63 5,07 5,85 5,95 5,87 5,90 6,08

Rendemen gula (%) 6,98 7,32 7,84 5,49 7,01 7,40 7,02 6,88 7,21 7,12 7,12 7,12 7,20

Sumber: BPS (2008), http://www.bps.go.id/sector/agri/kebun/table1.shtml

67

GL

BAL JUSTICE UPDATE

edisi 3 / des 2008


culture update

“GOTONG ROYONG SEJAHTERAKAN GUNUNG”

16-18 OKTOBER 2008 DESA CIHIDEUNG UDIK, CIAMPEA, BOGOR

oleh: Revitriyoso Husodo Program Manager Budaya & Kampanye IGJ

Belum lama berselang sebuah peistiwa budaya yang bernafaskan revitalisasi budaya gotong royong sebagai sebuah senjata kerifan lokal dalam menghadapi globalisasi ekonomi digelar di kaki gunung Salak dengan ‘meminjam’ momentum Hari Pangan Sedunia World Food Day / 16 Oktober 2008 dan Hari Penghapusan Kemiskinan Internasional (International Day for the Eradication of Poverty) / 17 Oktober 2008.

Kerusakan Gunung Salak Gunung ini mempunyai beberapa puncak,

menanam jenis-jenis kaliandra merah (Calliandra

di antaranya Puncak Salak I dan Salak II. Letak

calothyrsus), dadap cangkring (Erythrina variegata),

geografis puncak gunung ini ialah pada 6°43’ LS dan

kayu afrika (Maesopsis eminii), jeunjing (Paraserianthes

106°44’ BT. Tinggi puncak Salak I 2.211 m dan Salak

falcataria) dan berbagai macam bambu. (sumber:

II 2.180 m dpl, dan puncak ketiga bernama Puncak

Wikipedia).

Sumbul dengan ketinggian 1.926 m dpl. Secara

Aneka margasatwa juga ditemukan di

administratif, Gunung Salak termasuk dalam wilayah

lingkungan Gunung Salak, mulai dari kodok

Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Bogor, Jawa

dan katak, reptil, burung hingga mamalia. Hasil

Barat. Gunung ini memiliki kekayaragaman flora

penelitian D.M. Nasir (2003) dari Jurusan KSH

seperti tusam (Pinus merkusii) dan rasamala (Altingia

Fakultas Kehutanan IPB, mendapatkan 11 jenis

excelsa). Dan seperti umumnya hutan pegunungan

kodok dan katak di lingkungan S. Ciapus Leutik, Desa

bawah di Jawa, terdapat pula jenis-jenis pohon puspa

Tamansari, Kabupaten Bogor. Jenis-jenis itu ialah

(Schima wallichii), saninten (Castanopsis sp.), pasang

Bufo asper, B. melanostictus, Leptobrachium hasseltii,

(Lithocarpus sp.) dan aneka jenis huru (suku Lauraceae)

Fejervarya limnocharis, dan R. hosii. Di Cidahu juga

di hutan pegunungan bawahnya (submontane forest).

tercatat adanya jenis bangkong bertanduk (Megophrys

Bahkan dibeberapa lokasi hutan pegunungan atas

montana) dan katak terbang (Rhacophorus reinwardtii).

(montane forest) terutama di arah Cidahu, Sukabumi,

Berbagai jenis reptil, terutama kadal dan ular, terdapat

ditemukan pula jenis tumbuhan langka raflesia

di gunung ini. Beberapa contohnya adalah bunglon

(Rafflesia rochussenii). Pada daerah-daerah perbatasan

Bronchocela jubata dan B. cristatella, kadal kebun

dengan hutan, atau di dekat-dekat sungai, orang

Mabuya multifasciata dan biawak sungai Varanus gotong-royong sejahterakan gunung

68


salvator. Jenis-jenis ular di Gunung Salak belum

sebelumnya pengelolaan kawasan hutannya berada

banyak diketahui, namun beberapa di antaranya

di bawah Perum Perhutani KPH Bogor.

tercatat mulai dari ular tangkai (Calamaria sp.) yang

Sementara wilayah Gunung Salak seperti

kecil pemalu, ular siput (Pareas carinatus) hingga ular

kebanyakan gunung-gunung yang tersebar di pulau

sanca kembang (Python reticulatus) sepanjang beberapa

Jawa dan pulau-pulau lainnya di Indonesia, semakin

meter. Gunung Salak telah dikenal lama sebelumnya

mengalami kerusakan dengan maraknya praktek

sebagai daerah yang kaya burung, sebagaimana

pembalakan liar dan pengalihan fungsi hutan menjadi

dicatat oleh Vorderman (1885). Hoogerwerf (1948)

fungsi hunian. Sehingga hal ini mengakibatkan

mendapatkan tidak kurang dari 232 jenis burung di

erosi dan banjir bandang di kota-kota di bawahnya.

gunung ini (total Jawa: 494 jenis, 368 jenis penetap).

Di musim hujan sungai-sungai seperti sungai

Beberapa jenis yang cukup penting dari gunung ini

Cihideung, sungai Cinangneng dan sungai Ciliwung

ialah elang jawa (Spizaetus bartelsi) dan beberapa

membawa air bah yang tidak lagi dapat ditahan

jenis elang lain, ayam-hutan merah (Gallus gallus),

karena penggundulan hutan di hulunya. Sementara

dan burung kuda Garrulax rufifrons. Sebagaimana

itu fenomena pemanasan global telah meninggikan

halnya reptil dan kodok, catatan mengenai mamalia

permukaan laut sehingga peta pulau Jawa sepertinya

Gunung Salak pun tidak terlalu banyak. Akan tetapi

harus segera digambar ulang karena batas pantai

di gunung ini jelas ditemukan beberapa jenis seperti

semakin masuk jauh ke wilayah daratan pulau.

macan tutul (Panthera pardus), owa jawa (Hylobates moloch), lutung surili (Presbytis comata) dan tenggiling

Penurunan Produktivitas Pertanian

(Manis javanica) (Wikipedia). Namun kekayaan flora

Kaki Gunung Salak

dan fauna tersebut semakin terdesak dengan adanya pengalihan fungsi hutan. Hal ini juga diperparah dengan adanya

Sedangkan Kaki Gunung Salak merupakan daerah pertanian yang semakin menyempit dalam ukuran serta mengalami berbagai kerusakan yang

pencurian kayu, penambang emas liar, vandalisme

bermuarakan

kepada

melemahnya

ketahanan

pengunjung, pembuangan sampah sembarangan,

pangan di kota-kota yang disangganya, dalam hal

serta perburuan liar satwa yang dilindungi di Taman

ini adalah wilayah JADEBOTABEK (Jakarta-Depok-

Nasional Gunung Salak dan Halimun, yang disahkan

Bogor-Tangerang-Bekasi). Pertanian organik telah

menurut SK Menteri Kehutanan No. 175 Tahun 2003.

berkembang turun temurun di wilayah ini seperti

SK tersebut berisi tentang perubahan fungsi kawasan

yang dapat kita jumpai pada perayaan upacara adat

hutan lindung, hutan produksi tetap, hutan produksi

Seren Taun, yaitu upacara penyampaian rasa sukur

terbatas pada kelompok hutan Gunung Halimun

bagi pelimpahan berupa sayuran (kangkung, bayam,

dan kelompok hutan Gunung Salak seluas 113.357

katu, cesin, sawi), buah-buahan (jambu air, jambu

(seratus tiga belas ribu tiga ratus lima puluh tujuh)

klutuk, durian, rambutan) dan umbi-umbian seperti

hektar di provinsi Jawa Barat dan provinsi Banten

kentang, ubi, talas, bengkuang, singkong (Sikep hejo

menjadi Taman Nasional Gunung Halimun-Salak,

buah beti)) sekaligus pengharapan hasil yang sama


di musim tahun depannya. Namun dewasa ini

dan 584 juta perempuan masih buta huruf, 11 juta lebih

pengadaan air yang menjadi syarat vital pertanian

balita meninggal setiap tahun karena penyakit yang

semakin berkurang sejalan dengan eksploitasi besar-

dapat dicegah. Temuan UNICEF tentang peningkatan

besaran air bersih, sehingga produktivitas hasil

balita gizi buruk di Indonesia dari 1,8 juta jiwa di

pertanian di kaki Gunng Salak turun drastis.

tahun 2004 menjadi 2,3 juta jiwa anak pada tahun 2005. Pengangguran terbuka mencapai 10,55 juta

Hari Pangan Sedunia

orang, ledakan kemiskinan yang pada tahun 2006 saja

Seperti setiap 16 Oktober selama 27 tahun

jumlahnya mencapai 128,94 juta orang. Produktifitas

belakangan ini, Hari Pangan Sedunia - World Food Day

pertanian yang berakumulasi dengan krisis energi

/ 16 Oktober yang merupakan hari jadi dari FAO ((Food

dan krisis ekonomi saat ini semakin memiskinkan

and Agriculture Organization Organization) sebuah badan pangan

masyarakat di wilayah Gunung Salak saat ini sudah

dari PBB (Perserikatan Bangsa Bangsa), sepatutnya

berdampak pada penurunan kualitas, kesehatan,

kembali diperingati diseluruh penjuru dunia tidak

kualitas pendidikan serta merebaknya kriminalitas

terkecuali di lumbung pangan Kaki Gunung Salak

dan prostitusi. Maka, peringatan Hari Penghapusan

untuk selalu mengingatkan kesemua pihak akan

Kemiskinan Internasional (International Day for the

ketahanan pangan diatas kepentingan ekonomi.

Eradication of Poverty) yang jatuh pada tanggal 17

Gunung ini selama ratusan tahun telah menjadi

Oktober tahun ini seharusnya tidak hanya berupa

lumbung pangan bagi masyarakat di ‘bawahnya’.

peringatan, namun harus telah melakukan pemetaan

Hal ini dapat dicermati dari jejak-jejak sejarah sejak

masalah, perumusan solusi kemudian berujung pada

masa penindasan VOC, wilayah Darmaga, saat itu

tindakan kongkrit yang dapat mengarah pada upaya-

memang benar-benar dermaga perdagangan bahan

upaya pemakmuran masyarakat.

pangan seperti padi, kelapa maupun ternak yang

Dari akumulasi permasalahan di atas,

kemudian dialirkan ke muaranya yaitu Batavia.

mengharuskan

kita

untuk

bertindak

secara

Namun saat ini penanganan sektor pertanian

komprehensif dengan melibatkan seluas mungkin

dirasa kurang berpihak kepada petani seperti tidak

kelompok masyarakat untuk terlibat dalam berupaya

adanya proteksi bagi produk pertanian yang masuk

untuk merumuskan pemecahannya secara bersama-

ke Indonesia dan kurangnya subsidi bagi pertanian

sama. Hal ini akan sangat bermanfaat dan efisien

nasional. perjanjian di AoA ((Agreement on Agriculture)

apabila kita menggunakan metode yang menyentuh

yang disepakati pemerintah di WTO benar-benar

akar permasalahan dengan meningkatkan kesadaran

merusak pertanian nasional.

masyarakat melalui bentuk-bentuk adat istiadat masyarakat lokal setempat. Maka perlu adanya

Hari Penghapusan Kemiskinan Internasional

penyelenggaraan semacam festival yang mengangkat

1 miliar orang berjuang untuk hidup dengan

permasalahan dan potensi Gunung Salak serta

pendapatan di bawah 1 dolar AS per hari, 114 juta anak

mengembalikan kearifan lokal sebagai pemecahan

tidak mempunyai akses terhadap pendidikan dasar

masalah yang ada, yaitu budaya gotong royong.


the sovereignty of

KEDAULATAN EKONOMI NASIONAL K E D A U L A T A N P A N G A N K E D A U L A T A N E N E R G I K E D A U L ATA N K E U A N G A N


Global Justice Update - Tahun ke-6 - Edisi 3 - Desember 2008