Issuu on Google+

Dari Redaksi

Semarang, 1 Mei 2014

Karunia Yang Tidak Terbatas Pada bulan Mei 2014 ini kembali kita akan memperingati kenaikan Tuhan kita Yesus Kristus ke sorga. Dengan kenaikan-Nya ini, Ia menyatakan kepada semua orang percaya bahwa Ia adalah Allah sendiri. Ia Jl. Pringgading 13 Semarang-50135 Telp. 024-3540563 Fax. 024-3559861 menyediakan tempat bagi semua orang percaya, dan satu kali kelak akan datang email : renungan_sk@yahoo.com website : www.sinarkasih.org kembali menjemput kita semua. Selama kita Ruang Tanya Jawab : menantikan kedatangan-Nya yang kedua sinarkasihsmash@gmail.com kali, kita membutuhkan penolong agar kita tetap kuat dalam iman dan mampu memberikan pelayanan kepada Allah dan manusia secara efektif. Itulah sebabnya Tuhan Yesus berkata bahwa Roh Kudus telah diutus oleh Bapa untuk menjadi Penolong bagi semua orang percaya. Roh Kudus memberikan karunia kepada semua orang percaya sesuai yang dikehendaki-Nya agar mereka dapat melayani jauh lebih efektif. Pelayanan yang berkenan kepada Allah adalah pelayanan yang mengobarkan karunia Roh dengan dasar kasih. Dua sifat pelayanan ini, yaitu karisma berdasarkan karunia dan karakter berdasarkan kasih harus selalu ada dalam kehidupan kita. S e l a mat melayani dalam karunia Roh yang Tuhan telah anugerahkan kepada kita masing-masing bagi kemuliaan-Nya.  Redaksi Sinar Kasih mengucapkan terima kasih atas persembahan yang telah diberikan oleh pembaca yang budiman. Perlu Saudara ketahui bahwa persembahan yang Saudara berikan sangat bermanfaat untuk mendukung pelayanan Sinar Kasih bagi hamba-hamba Tuhan yang melayani di daerah-daerah yang sulit mendapatkan buku renungan harian. Apabila Saudara rindu untuk mendukung pelayanan tersebut, Saudara dapat mengirimkannya melalui wesel pos ke Redaksi Sinar Kasih Jl. Pringgading 13 Semarang - 50135, atau transfer melalui BCA KCP Bangkong a/n Bambang Santoso atau Lydia Lianawati No. A/C 7830340381. Tuhan Yesus Kristus membalas setiap dukungan doa dan dana Saudara dengan berkat-Nya yang melimpah. Penasihat : Pdt. Indrawan Eleeas, Budhi Wibowo, Timotius Yuyuh  Pemimpin Redaksi : Lydia Lianawati  Redaktur Pelaksana : Pdt. Petrus F. Setiadarma, Pdt. Lukas Budijana, Pdt. Agus Sutrisno, Pdt. Anon D. Lukito  Bendahara : Bambang Santoso  Penulis : Pdt. Indrawan Eleeas (IE), Pdt. Petrus F.S. (PF), Pdt. Lukas Budijana (LB), Pdt. Anon Dwi Lukito (ADL), Pdt. Agus Sutrisno (AS), Pdt. Sudra Militanto (SM), Pdt. Lie Yun Ling (YL), Leny Pancaningrum (LP), Lydia Lianawati (LL), Pdt. Dedy Irianto (DI), Pdt. Peres Supriyadi (PS), Pdm. Yurianto (YR), Alwi Widianto (AW)  Desain Grafis/Layout : Rahelia Linda Pengganti ongkos cetak : Rp 4000,- (empat ribu rupiah)


anan g g n a l r e Form B Harap diisi dengan huruf cetak

Nama

: _____________________________________________

Alamat

: _____________________________________________ _____________________________________________

Kota & Kode Pos : _____________________________________________ Telepon/HP

: _____________________________________________

Harga berlangganan untuk satu eksemplar (termasuk ongkos kirim): Jawa

:

6 bulan Rp 42.000,-

12 bulan Rp 84.000,-

Luar Jawa

:

6 bulan Rp 54.000,-

12 bulan Rp 108.000,-

Pembayaran dapat melalui: Wesel Pos : Redaksi SINAR KASIH Jl. Pringgading 13 Semarang, 50135 Bank : BCA KCP Bangkong a/n Bambang Santoso atau Lydia Lianawati No. A/C 7830340381  Untuk mempermudah proses berlangganan, bukti pembayaran dan formulir berlangganan harap di-fax ke (024)3559861, atau dikirim via pos.

 Renungan Sinar Kasih akan segera dikirimkan selambatnya 1 bulan setelah bukti pengiriman biaya berlangganan kami terima.

Tanda tangan pelanggan

(_____________________)


Bacaan Alkitab Setahun

kamis, 1 mei 2014

2 Tawarikh 1-4

Roh Yang Menghidupkan Roma 8:1-13 Kamu dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosadosamu. Efesus 2:1

Pada mulanya sebelum manusia jatuh dalam dosa, manusia memiliki kepribadian yang baik dan menyenangkan Allah. Manusia yang diciptakan Allah bernatur suci, maka keinginannya selalu tertuju pada hal yang suci. Selain memiliki kemampuan untuk melakukan hal yang baik, ia juga memiliki kebebasan dalam hal berkehendak. Atas kehendak bebas yang dimiliki, manusia mengambil pilihan yang salah yaitu lebih menaati Iblis daripada Tuhan. Sejak saat itu manusia jatuh dalam dosa. Akibatnya, roh manusia menjadi mati sehingga terpisah dari Allah, sedangkan tubuhnya yang berasal dari debu harus kembali kepada debu. Bahkan akibat dosa manusia harus menerima upah maut yaitu hukuman kekal dari Allah. Kesadaran manusia sebagai orang berdosa sangat jelas terlihat melalui upayanya untuk bisa kembali memiliki rohani yang tidak mati yaitu dekat dengan Tuhan. Dengan segala upaya dan cara, manusia berusaha memiliki roh yang hidup supaya selamat dan tidak menerima hukuman kekal dari Tuhan. Kita patut bersyukur karena setiap orang yang percaya kepada Tuhan Yesus telah memiliki Roh Kudus yang disebut juga Roh Allah atau Roh Kristus. Itulah tanda bahwa kita adalah milik Kristus. Roh Kudus sudah memerdekakan kita dari hukum dosa, sehingga oleh Roh Kudus kita dipimpin untuk senantiasa hidup dalam kebenaran dan selalu dekat dengan Allah. Dia ingin supaya kita hidup dalam damai dengan Allah dan menerima keselamatan hidup kekal bersama Allah. Inilah kehidupan sejati karya dari Roh Allah, yaitu Roh Kudus. (ADL)

DOA Tidak ada kehidupan sejati selain kehidupan di dalam anugerah Tuhan Yesus Kristus.

renung an

Orang-orang yang hanya mengejar kehidupan jasmani supaya mengerti adanya kehidupan rohani yang lebih perlu untuk diperhatikan.


jumat, 2 mei 2014

Bacaan Alkitab Setahun

2 Tawarikh 5-7

Kepekaan Hati 2 Raja-raja 5:20-27 Tetapi kata Elisa kepadanya: "Bukankah hatiku ikut pergi, ketika orang itu turun dari atas keretanya mendapatkan engkau? Maka sekarang, engkau telah menerima perak dan dengan itu dapat memperoleh kebun-kebun, kebun zaitun, kebun anggur, kambing domba, lembu sapi, budak laki-laki dan budak perempuan.� 2 Raja-raja 5:26

“Kepekaan hati�, apa maksudnya? Yang jelas kepekaan hati bukanlah hati yang mudah tersinggung. Bukanlah hati yang cepat marah. Bukanlah hati yang berubah menjadi keras, tidak mau mengerjakan apa-apa yang menjadi tanggung jawabnya. Sebaliknya, kepekaan hati juga bukanlah hati yang lembek. Hati yang lemah, mudah ikut arus omongan manusia. Hati yang labil, mudah dipengaruhi. Dipengaruhi kata-kata orang. Dipengaruhi emosi. Dipengaruhi egoisme. Dipengaruhi kejiwaan yang terombang-ambing oleh petunjuk-petunjuk manusia atau berita-berita manusia. Yang dimaksud kepekaan hati adalah hati yang mampu membedakan mana yang benar dan tidak benar. Bahkan hati yang mampu membongkar sebuah kebohongan. Mari kita menengok sejenak kepekaan hati seseorang yang bernama Elisa. Elisa, seorang hamba TUHAN yang dipakai TUHAN menjadi saluran berkat. Melalui pelayanan Elisa, TUHAN menyembuhkan Naaman, seorang yang menderita penyakit kusta. Betapa sukacitanya Naaman. Naaman ingin membalas budi kasih pelayanan Elisa. Sebagai seorang panglima, Naaman sangat kaya. Naaman ingin memberi harta benda kepada Elisa. Namun Elisa menolak. Elisa tidak mau menerima satu sen pun dari harta kekayaan Naaman. Apa alasannya? Jawabannya, Elisa punya kepekaan hati. Yang wajib menerima pahala adalah anak gadis Israel yang dibawa Naaman untuk dijadikan pembantu rumah tangga. Karena dari anak gadis tersebut, Naaman pergi ke Elisa. Selanjutnya, Elisa membongkar kebohongan Gehazi, hambanya. Gehazi coba mendustai Elisa untuk menyembunyikan harta yang diperoleh dari Naaman. Penyakit kusta Naaman pindah ke Gehazi. Kepekaan hati tahu membedakan mana yang benar dan tidak. Kepekaan hati mampu membongkar sebuah dusta. Karunia kepekaan hati dibutuhkan dalam kehidupan masa kini. (IE)

DOA Kepekaan hati menyenangkan hati Tuhan.

renung an

Ya Tuhan, bersihkan hatiku supaya hatiku peka.


Bacaan Alkitab Setahun

sabtu, 3 mei 2014

2 Tawarikh 8-10

Satu Sumber 1 Korintus 12:1-11 Tetapi semuanya ini dikerjakan oleh Roh yang satu dan yang sama, yang memberikan karunia kepada tiap-tiap orang secara khusus, seperti yang dikehendaki-Nya. 1 Korintus 12:11

Iri hati bisa muncul ketika seseorang melihat apa yang tidak ada pada diri sendiri, ternyata ada pada orang lain. Iri hati disebabkan karena seseorang membanding-bandingkan diri sendiri yang dirasa serba kurang dibanding orang lain. Orang yang demikian selalu hidup dalam keluh kesah; menyalahkan orang di sekitarnya; dan akhirnya bisa menganggap Tuhan tidak adil dan pilih kasih. Alkitab menyingkapkan kebenaran yang penting bagi setiap orang percaya. Allah telah memberikan karunia rohani kepada setiap orang percaya secara khusus. Daftar karunia dapat dibaca pada ayat delapan sampai ayat sepuluh. Begitu banyak kelengkapan rohani yang disebut “karunia” yang sudah Tuhan berikan. Tiap orang diberi karunia yang berbeda-beda. Dengan kelengkapan rohani tersebut setiap orang percaya bisa dipakai untuk melayani dan memuliakan nama Tuhan. Tekanan renungan hari ini adalah kepada “Tuhan sebagai Sang pemberi”! Roh Kudus adalah satu-satunya sumber yang membagikan berbagai karunia rohani kepada setiap orang percaya. Perbedaan dalam hal karunia justru supaya orang percaya menyadari bahwa mereka saling membutuhkan dan bisa saling melengkapi. Kenali setiap karunia yang Roh Kudus berikan, kembangkan dan gunakan untuk membangun tubuh Kristus (gereja Tuhan). Syukuri karunia yang Tuhan titipkan itu supaya Saudara memiliki kerendahan hati untuk bekerja sama dengan saudara seiman dalam melayani Tuhan. Menghayati bahwa bermacam-macam karunia itu datang dari “Roh yang satu” maka kita wajib menjaga kesatuan tubuh Kristus (gereja Tuhan). (LB)

DOA Tubuh Kristus satu, maka gereja wajib menjaga kesatuannya.

renung an

Pelayanan anak-anak dan remaja.


minggu, 4 mei 2014

Bacaan Alkitab Setahun

2 Tawarikh 11-14

Karunia Hikmat 1 Raja-raja 3:1-15 ‌, sesungguhnya Aku memberikan kepadamu hati yang penuh hikmat dan pengertian, ‌ 1 Raja-raja 3:12

Ketika seseorang menjumpai suatu masalah, maka ia akan mencoba menyelesaikannya, entah sendirian atau meminta bantuan orang lain. Sekali waktu, di Amerika Serikat, ada seorang laki-laki yang menghubungi nomor telepon 911 agar menolongnya ‌ hanya untuk membuka retsleting jaket istrinya yang sulit dibuka. Ketika dianjurkan agar jaket itu digunting saja, ia tidak setuju karena jaket itu bagus dan mahal. Akhirnya petugas datang dan masalah sederhana itu pun terselesaikan. Pada intinya manusia perlu hikmat guna menyelesaikan masalahnya. Sebagai seorang raja, Salomo menyadari besarnya tugas yang harus diembannya, yaitu memimpin bangsa yang besar. Masalah yang mungkin timbul pasti jauh lebih sulit dibandingkan masalah sederhana di atas. Itulah sebabnya ketika TUHAN menawarkan kepadanya sesuatu yang sangat dibutuhkannya, Salomo meminta karunia hikmat dari TUHAN. Permohonan doanya dikabulkan TUHAN, dan Salomo kemudian dikenal sebagai raja yang paling berhikmat yang pernah ada di muka bumi ini. Karunia hikmat juga sangat dibutuhkan di era masa kini. Karunia hikmat adalah kemampuan menyelesaikan masalah yang nampaknya mustahil dengan cara yang kreatif yang dikaruniakan oleh Roh Kudus. Dengan karunia hikmat, kita mampu menolong diri sendiri dan orang lain, dan mampu membedakan antara yang baik dan yang jahat (ayat 9), sehingga keputusan yang diambil tetap berkenan di hadapan Tuhan. Dengan karunia hikmat kita bisa memperoleh kekayaan, kemuliaan dan panjang umur. Hal-hal ini tidak diminta oleh Salomo kepada TUHAN, tetapi Salomo menerimanya juga dari TUHAN. Milikilah karunia hikmat dari Tuhan, maka kita akan mampu menyelesaikan masalah yang terberat sekalipun. (PF)

DOA Tanpa hikmat masalah hidup pasti bertambah berat.

renung an

Agar para pemimpin bangsa Indonesia memiliki hikmat Tuhan.


Bacaan Alkitab Setahun

senin, 5 mei 2014

2 Tawarikh 15-17

Karunia Berkata-kata Matius 10:16-20 Janganlah kamu kuatir akan bagaimana dan akan apa yang harus kamu katakan, karena semuanya itu akan dikaruniakan kepadamu pada saat itu juga. Matius 10:19

Pemberitaan Injil yang dilakukan oleh hamba-hamba Tuhan di berbagai tempat menghasilkan pertobatan sehingga banyak orang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus. Kekristenan menjadi berkembang luar biasa bahkan di negara-negara yang masih tertutup oleh Injil. Hal tersebut terjadi karena ada hamba-hamba Tuhan yang rela berkorban nyawa demi jiwa-jiwa supaya mereka diselamatkan dan memperoleh hidup kekal. Ketika Tuhan Yesus mengutus murid-murid-Nya untuk memberitakan tentang Kerajaan Sorga, Ia memberitahu bahwa mereka akan menghadapi tantangan yang sangat berat karena ada orang-orang yang akan menolak-Nya. Mereka akan dihadapkan pada orang-orang yang berpengaruh seperti tokoh-tokoh agama dan tokoh-tokoh masyarakat. Apakah murid-murid takut? Ya, tentu saja. Bagaimana tidak, mereka adalah rakyat biasa yang kurang berpendidikan. Mereka tidak pandai berbicara seperti ahli-ahli hukum yang pandai berdebat. Ketika itu Tuhan Yesus dapat membaca dari ekspresi wajah mereka yang ketakutan. Itu sebabnya Tuhan Yesus mengatakan, “Jangan kamu kuatir!� Ini adalah justru kesempatan bagi mereka untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang pandai dan berpengaruh yang belum mengenal Allah. Pada saat itu juga, yaitu pada saat mereka berhadapan dengan mereka, Roh Bapa, yaitu Roh Kudus akan memberikan karunia untuk berkata-kata tentang Kerajaan Sorga. Roh Kudus yang akan membuka pikiran mereka sehingga mereka menerima kebenaran Allah. Tuhan Yesus mengutus setiap orang percaya - tidak peduli siapapun kita - yang mau dipakai oleh Tuhan. Roh Bapa, yaitu Roh Kudus yang akan menolong dan memberikan hikmat kepada kita tentang bagaimana dan apa yang harus kita katakan. (LL)

DOA

Karunia berkata-kata diberikan bukan untuk berdebat tentang Kerajaan Allah tetapi untuk memberitakan Kerajaan Allah.

renung an

Tuhan, berikan aku karunia berkata-kata untuk membawa orang bertobat dan menerima Engkau sebagai Tuhan dan Juruselamat.


selasa, 6 mei 2014

Bacaan Alkitab Setahun

2 Tawarikh 18-20

Dijadikan Baru 2 Korintus 5:11-21 “Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang� 2 Korintus 5:17

Seseorang pernah membagikan pengalamannya. Sebelum ia mengalami kelahiran baru, ia sangat membenci ayahnya yang sangat otoriter terhadapnya. Setiap kali bertemu ayahnya, selalu ada kejengkelan dan kebencian. Namun menginjak remaja, hatinya telah diubahkan karena pengenalannya akan Kristus. Tidak ada kebencian lagi melainkan mau belajar sabar dan mengasihi ayahnya dengan tulus. Demikian halnya kisah hidup manusia yang sudah jatuh dalam dosa. Persekutuannya dengan Allah yang Mahakudus telah terputus. Pikiran, hati nurani, kehendak, hati, emosi dan keberadaannya sudah tercemar oleh dosa. Akibatnya, manusia tidak mampu menanggapi hal-hal rohani dari Allah. Itu sebabnya Allah berinisiatif untuk menjadikan manusia baru yang mengalami perubahan radikal dan menyeluruh agar dapat melakukan hal-hal yang benar menurut pandangan Allah. Manusia perlu dijadikan baru di dalam Kristus. Tentu kita menyadari bahwa dengan kekuatan kita sendiri, kita tidak akan pernah bisa menjadi “manusia baru�. Kematian rohani kita membuat kita tidak mampu melakukan kehendak Tuhan. Menjadi manusia baru sepenuhnya adalah tindakan Allah. Perubahan yang menyeluruh tersebut terjadi secara seketika, supernatural dan radikal yang berpengaruh pada seluruh kepribadian kita, yaitu pikiran, hati nurani, kehendak dan emosi. Hati yang sudah dijadikan baru oleh Kristus adalah hati yang bersedia diperbaharui terus-menerus dan dinamis. Semua kelakuan manusia lama sudah ditinggalkan dan mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut karakter Tuhan. Proses pengudusan akan terus-menerus terjadi sampai akhir hidup kita. Siapkan diri diperbarui. (AS)

DOA Hati yang dijadikan baru adalah hati yang bersedia diperharui terus-menerus.

renung an

Ya Tuhan, perbaharuilah hidup kami terus-menerus.


Bacaan Alkitab Setahun

rabu, 7 mei 2014

2 Tawarikh 21-23

Sesuai Kehendak-Nya 1 Korintus 14:10-15 Kamu memang berusaha untuk memperoleh karunia-karunia Roh, tetapi lebih dari pada itu hendaklah kamu berusaha mempergunakannya untuk membangun Jemaat. 1 Korintus 14:12

Tuhan memberikan bermacam-macam karunia kepada hamba-hambaNya. Apa yang Ia kehendaki? Tuhan menghendaki agar melalui setiap karunia yang diberikan kepada hamba-hamba-Nya dipergunakan untuk membangun jemaat: untuk mendewasakan iman dan kerohanian jemaat Tuhan. Karunia yang Tuhan berikan janganlah disalahgunakan untuk kepopuleran diri sendiri atau kepentingan-kepentingan pribadi lainnya. Jika hal ini terjadi, tentulah Tuhan tidak berkenan. Di surat 1 Korintus 12:8-11, disebutkan ada sembilan karunia Roh Kudus, yaitu: berkata-kata dengan hikmat; berkata-kata dengan pengetahuan; iman; menyembuhkan; kuasa untuk mengadakan mukjizat; bernubuat; membedakan bermacam-macam roh; berkata-kata dengan bahasa roh; dan menafsirkan bahasa roh. Indah sekali dituliskan dalam ayat 11 bahwa, “Tetapi semuanya ini dikerjakan oleh Roh yang satu dan yang sama, yang memberikan karunia kepada tiap-tiap orang secara khusus, seperti yang dikehendaki-Nya.� Kalimat 'seperti yang dikendaki-Nya' ini bukan hanya berarti Tuhan menghendaki agar setiap orang Kristen memiliki karunia-karunia rohani itu saja. Bahkan di Efesus 4:11 juga disebutkan ada karunia sebagai rasul, nabi, pemberita Injil, gembala dan pengajar. Tetapi semua karunia itu digunakan sesuai dengan kehendak Tuhan. Tuhan juga tidak menghendaki ada kesombongan dalam hati kita ketika sudah melayani dengan karunia yang Tuhan berikan. Semua karunia yang kita terima adalah pemberian Tuhan yang diberikan kepada kita untuk melayani Tuhan dan sesama. Biarlah setiap kita yang telah dipakai Tuhan hendaknya mengucap syukur kepada-Nya. Kita berikan segala kemuliaan hanya bagi Dia, karena memang hanya Dia yang layak menerima kemuliaan. (DI)

DOA Pergunakanlah setiap karunia pelayanan untuk kemuliaan nama Tuhan.

renung an

Agar melalui pelayanan hamba-hamba-Nya, para jemaat Tuhan semakin dibangun imannya.


kamis, 8 mei 2014

Bacaan Alkitab Setahun

2 Tawarikh 24-26

Ketajaman Penglihatan Kisah Para Rasul 27:1-13 "Saudara-saudara, aku lihat, bahwa pelayaran kita akan mendatangkan kesukaran-kesukaran dan kerugian besar, bukan saja bagi muatan dan kapal, tetapi juga bagi nyawa kita." Kisah Para Rasul 27:10

Di tengah pelayaran menuju ke Roma, rasul Paulus melihat adanya bahaya yang mengancam kapal yang ditumpanginya. Ancaman bahaya tersebut tidak dilihat oleh jurumudi kapal. Nakhoda kapal juga tidak melihatnya. Jelas jurumudi dan nakhoda kapal adalah orang-orang yang sudah berpengalaman dalam pelayaran. Mereka sudah profesional. Lalu, siapa Paulus? Paulus bukan jurumudi atau nakhoda kapal. Namun mengapa Paulus berani mengatakan kapal akan menghadapi ancaman bahaya besar? Dari mana pengetahuan Paulus? Ternyata Paulus diberi Roh Tuhan suatu ketajaman penglihatan. Ketajaman penglihatan merupakan kemampuan istimewa melihat apa-apa yang akan terjadi. Paulus melihat kapal mengalami kesulitan berlayar karena faktor “angin yang tidak baik� (ayat 7). Melihat realita kesukaran tersebut, Paulus menasihatkan kepada pemimpin pelayaran untuk tidak melanjutkan perjalanan. Lebih baik berhenti dulu untuk sementara waktu. Sayang, pemimpin pelayaran mengabaikan nasihat Paulus. Akibatnya, kapal kandas dan hancur berkeping-keping. Dalam kehidupan sehari-hari dibutuhkan ketajaman penglihatan. Saya pernah naik bus dari Surabaya ke Semarang. Setibanya di Solo, saya berganti bus. Sekitar lima menit saya sudah berada di bus lain yang akan segera berangkat ke Semarang. Namun menjelang berangkat, saya putuskan pindah ke bus lain. Dalam perjalanan ketika tiba di kota Boyolali, saya melihat bus yang semula saya sudah tumpangi bertabrakan dengan sebuah truk. Kalau saya tidak putuskan pindah bus lain, saya akan mengalami kecelakaan. Tuhan memberi kepada saya ketajaman penglihatan. Milikilah ketajaman penglihatan dalam mengarungi samudra kehidupan sehari-hari. Mintalah kepada Tuhan. Karunia-Nya diberikan kepada orang percaya. (IE)

DOA Ketajaman penglihatan menyelamatkan.

renung an

Bapa, berikan aku ketajaman penglihatan.


Bacaan Alkitab Setahun

jumat, 9 mei 2014

2 Tawarikh 27-30

Karunia Iman Daniel 3:1-30 Kepada yang seorang Roh yang sama memberikan iman, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk menyembuhkan. 1 Korintus 12:9

Sebagai orang yang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus, tentu kita tahu bahwa Roh Kudus memberikan kelengkapan kepada jemaat-Nya yaitu bermacam-macam karunia. Meskipun karunia yang diterima setiap orang berbeda, namun semuanya bertujuan untuk saling melengkapi supaya terbentuk kesatuan tubuh Kristus yang memuliakan Allah. Salah satu karunia adalah karunia iman. Karunia iman berbeda dengan iman yang dianugerahkan oleh Allah yang memberikan kekuatan pada kita untuk percaya bahwa Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat. Karunia iman kadang-kadang disebut sebagai “iman khusus� karena karunia ini biasanya tidak dimiliki oleh semua orang Kristen. Bahkan ada orang yang menyebutnya sebagai karunia menikmati mukjizat Tuhan. Salah satu contoh orang-orang yang memiliki karunia iman adalah Sadrakh, Mesakh dan Abednego. Kisah mereka sungguh mendebarkan hati. Ketika mereka tetap bersiteguh menolak menyembah patung raja, mereka dilempar ke dalam perapian yang menyala-nyala. Yang mengagumkan adalah walaupun perapian itu sangat panas, namun tubuh mereka tidak terbakar sedikit pun. Kisah tersebut membuktikan bahwa mereka adalah orang-orang yang diberi karunia iman oleh Allah. Hanya orang dengan iman yang luar biasa, mereka dapat bertahan. Betapa luar biasanya iman mereka di hadapan Tuhan. Meskipun raja Nebukadnezar mengancam nyawa mereka, mereka tetap kuat menghadapi tekanan yang begitu hebat. Itu sebabnya Tuhan menolong mereka sehingga mereka dapat menikmati mukjizat Tuhan. Percayalah bahwa Tuhan Yesus juga akan memberikan karunia iman jika kita memintanya dengan sungguh-sungguh. Milikilah karunia iman supaya kita cakap dalam menghadapi badai persoalan. (ADL)

DOA Betapa hebat karya Roh Kudus dalam hidup orang yang percaya pada Tuhan Yesus Kristus.

renung an

Supaya setiap orang Kristen rela dipimpin oleh Roh Kudus dan mendapat karunia iman.


sabtu, 10 mei 2014

Bacaan Alkitab Setahun

2 Tawarikh 31-33

Hidup Dalam Kasih 2 Yohanes 1:4-11 Dan inilah perintah itu, yaitu bahwa kamu harus hidup di dalam kasih, sebagaimana telah kamu dengar dari mulanya. 2 Yohanes 1 : 6b

Zaman ini ditandai dengan persaingan hidup yang ketat dan kebanyakan orang berupaya lebih mengutamakan kepentingan diri sendiri atau memuaskan keinginan pribadi. Perjuangan hidup yang keras, membuat sikap egois dan individualistis lebih menonjol dalam hidup banyak orang. Orang mengabaikan urusan sesamanya. Tidak peduli terhadap kebutuhan atau kesulitan sesamanya, yang penting diri sendiri mencapai posisi baik dan makin baik. Firman Tuhan memerintahkan agar kita hidup di dalam kasih. Tapi cara hidup kebanyakan orang zaman ini mengabaikan perintah firman Tuhan tersebut. Atasan memperlakukan karyawan bagai “sapi perah� yang harus mengerjakan begitu banyak tugas sampai melampaui kewajaran sementara kesejahteraannya tidak dipenuhi sewajarnya. Bahkan dalam keluarga pun tidak lagi didasari dengan kasih. Suami memimpin keluarga dengan kasar dan otoriter atau sebaliknya istri yang menuntut suami dalam hal materi secara berlebihan. Anak hanya dekat orang tua karena mengharap kebutuhannya akan kemewahan dipenuhi. Bagaimana bisa mengamalkan perintah Tuhan, hidup di dalam kasih atau hidup saling mengasihi? Kita bisa hidup dalam kasih apabila mendisiplin diri menurut firman-Nya. Arti mendisiplin diri adalah bersekutu secara pribadi yaitu berdoa dan membaca firman Tuhan. Roh Kudus yang bekerja dalam hati seseorang yang mau bersekutu dengan Tuhan setiap saat. Jika Roh Kudus bekerja, maka nilai-nilai firman Tuhan itulah yang akan terbentuk dalam hidup ini. Akibatnya, orang tersebut diberi kuasa untuk bertindak sesuai dengan perintah firman Tuhan. (LB) DOA Hidup dalam kasih adalah kesaksian Kristen di tengah zaman ini.

renung an

Anak-anak agar memiliki pertumbuhan iman dalam Kristus.


Bacaan Alkitab Setahun

minggu, 11 mei 2014

2 Tawarikh 34-36

Semua Untuk Satu Roma 16:1-16 ‌ Salam kepada Persis, yang kukasihi, yang telah bekerja membanting tulang dalam pelayanan Tuhan. Roma 16:12

Manusia diciptakan sebagai makhluk sosial, di mana selalu dibutuhkan adanya interaksi satu sama lain. Oleh sebab itu perlu ada kerjasama dengan orang lain dalam melakukan sesuatu, yaitu kerjasama yang saling melengkapi dan saling mendatangkan manfaat. Dalam kerjasama itu ada orang-orang yang berbeda kapasitas atau kemampuan dan jenis keahliannya. Namun jika mau saling memahami, maka perbedaan itu justru dapat menjadi faktor positif keberhasilan sebuah tim. Tak dapat disangkal bahwa rasul Paulus adalah seorang yang luar biasa. Tetapi dari ayat-ayat yang kita baca, ia dikelilingi oleh orang-orang yang bekerjasama dengannya, sehingga pelayanan misinya berhasil di mana-mana. Ada orang yang suka memberikan bantuan seperti Febe (ayat 2), atau teman-teman sekerja yang mau mempertaruhkan nyawanya seperti Priskila dan Akwila (ayat 3). Ada pula yang bekerja membanting tulang dengan tenaganya seperti Trifena, Trifosa, dan Persis (ayat 12), atau memberikan kekuatan dan penghiburan seperti ibu Rufus (ayat 13). Semua rekan Paulus mampu bekerja sama hanya untuk satu hal, yaitu memuliakan nama Tuhan. Artinya, di antara nama-nama itu ada yang sangat dikenal tetapi juga ada yang tidak dikenal. Namanya saja hanya muncul sekali di sini, misalnya Narkisus. Sekalipun dari namanya muncul istilah 'narsis' yaitu orang yang hanya mengasihi dirinya sendiri, namun Narkisus terbukti tidak demikian. Ia dan seluruh isi rumahnya hidup sebagai orang percaya kepada Tuhan Yesus, bahkan ikut serta dalam tim pelayanan Paulus. Mari kita bersatu dengan rekan seiman lainnya untuk memuliakan Tuhan Yesus Kristus, dan bersatu dengan sesama bangsa Indonesia untuk memajukan negeri tercinta. (PF)

DOA Dalam pelayanan bersama tim, pertolongan yang membawa kemenangan pasti Tuhan kirim.

renung an

Agar ada kesatuan hati dalam setiap keluarga anak Tuhan.


senin, 12 mei 2014

Bacaan Alkitab Setahun

Ezra 1-3

Karunia Kesembuhan Kisah Para Rasul 3:1-10 Utusan orang fasik menjerumuskan orang ke dalam celaka, tetapi duta yang setia mendatangkan kesembuhan. Amsal 13:17

Seringkali kita mendengar kisah-kisah tentang orang-orang yang mengalami sakit berat yang divonis oleh dokter tidak dapat disembuhkan dan hanya dapat bertahan beberapa bulan saja. Orang-orang tersebut setiap hari harus mengonsumsi obat-obat yang harganya cukup mahal. Mereka bersaksi telah mengalami kesembuhan setelah didoakan oleh hamba Tuhan. Oh.. betapa senangnya terbebas dari penyakit! Itulah juga yang dirasakan oleh seorang laki-laki yang lumpuh sejak lahir. Ia mengalami kesembuhan setelah berjumpa dengan Petrus dan Yohanes. Seperti biasa tiap-tiap hari laki-laki lumpuh itu duduk di dekat pintu gerbang Bait Allah. Dan seperti biasa pula tiap-tiap hari murid-murid Yesus pergi bersembayang di Bait Allah. Tetapi pada hari itu terjadi sesuatu yang tidak biasa. Ketika laki-laki lumpuh itu meminta sedekah kepada Petrus dan Yohanes, pada saat itu juga Petrus dan Yohanes menghentikan langkahnya. Ada sesuatu yang Tuhan gerakkan di hati mereka untuk melakukan sesuatu. Tanpa banyak perkataan, Petrus langsung berkata, “Demi nama Yesus Kristus, orang Nazaret itu, berjalanlah!� (ayat 6). Seketika itu juga orang lumpuh itu berjalan dan kemudian melompatlombat sambil memuji Tuhan. Yohanes dan Petrus adalah duta atau utusan Tuhan yang diperlengkapi dengan karunia kesembuhan. Mereka telah dipakai oleh Tuhan menjadi alat kemuliaan-Nya. Ada hamba-hamba Tuhan yang memang diberi karunia kesembuhan sehingga banyak orang sakit yang didoakan mengalami kesembuhan. Tujuan Tuhan memberikan karunia kesembuhan adalah untuk memuliakan Dia, bukan untuk memuliakan diri sendiri. Kita pun bisa meminta karunia kesembuhan ketika mendoakan orang sakit supaya orang itu memperoleh kesembuhan dan nama Tuhan dimuliakan. (LL)

DOA Gunakan karunia yang Tuhan berikan untuk memuliakan nama-Nya.

renung an

Tuhan, pakai aku menjadi alat untuk kemuliaan-Mu.


Bacaan Alkitab Setahun

selasa, 13 mei 2014

Ezra 4-6

Karunia Mukjizat 1 Korintus 12:27-31 “Adakah mereka semua rasul. atau nabi, atau pengajar? Adakah mereka semua mendapat karunia untuk mengadakan mujizat." 1 Korintus 12:29

Pertama kali masuk dalam pelayanan, saya hanya berbekal percaya, taat dan setia kepada Tuhan. Dalam realitas pelayanan, saya diperhadapkan dengan berbagai permasalahan atau tantangan kehidupan. Untuk menghadapinya, yang dibutuhkan adalah perjuangan dan ketekunan. Seiring perjalanan waktu, ketika Kristus dimuliakan dan diberitakan kepada semua orang, yang terjadi melebihi harapan. Sungguh menakjubkan! Tak terlintas sedikit pun dalam pikiran saya bagaimana Tuhan menunjukkan perkara-perkara ajaib dalam pengalaman pelayanan dan apa yang dinamakan “karunia mukjizat�. Rasul Paulus ingin menegaskan pengajarannya kepada Jemaat Korintus bahwa kehidupan bersama Kristus dan dalam pembangunan tubuh Kristus akan diperlengkapi sesuai dengan karunia yang ada (1 Korintus 12:4-7). Perlu disadari bahwa karunia-karunia Roh diberikan sesuai kehendak Roh dan bukan sesuai kehendak manusia. Saudara dapat saja diurapi untuk melakukan suatu mukjizat, namun itu bukan petunjuk bahwa Saudara dapat mengerjakan mukjizat kapanpun Saudara mau. Juga bukan jaminan bahwa Saudara akan dipakai lagi untuk mengerjakan mukjizat. Mukjizat pada prinsipnya adalah pekerjaan Tuhan yang bersifat ajaib yang berdaya supranatural dengan tujuan-tujuan khusus bagi kemuliaan Tuhan. Tuhan bisa memberikan kuasa-Nya kepada para hamba-Nya. Itu sebabnya ada karunia mukjizat (1 Korintus 12:10), yaitu kemampuan yang diberikan Roh Kudus untuk mengadakan mukjizat ilahi dalam rangka pelayanan Kristen. Ketika Roh Kudus diberi kesempatan dan kebebasan berkarya dalam kehidupan Kristen, maka Ia akan memakai kita untuk melayani dengan kuat kuasa-Nya. (YR)

DOA Biarlah Kristus dimuliakan dan diberitakan kepada semua orang maka mukjizat pasti terjadi.

renung an

Terima kasih Tuhan, karena Engkau memperlengkapi dengan karuniaMu. Jadikan aku semakin mengenal-Mu.


rabu, 14 mei 2014

Bacaan Alkitab Setahun

Ezra 7-9

Memikul Beban Derita Wahyu 1:9-19 Aku, Yohanes, saudara dan sekutumu dalam kesusahan, dalam Kerajaan dan dalam ketekunan menantikan Yesus, berada di pulau yang bernama Patmos oleh karena firman Allah dan kesaksian yang diberikan oleh Yesus. Wahyu 1:9

Tentunya Saudara sudah tidak asing dengan kata “kesembuhan”. Tidak asing dengan kata “mukjizat”. Masa kini banyak orang Kristen yang mendambakan kesembuhan dan mukjizat. Di tengah meningkatnya pelbagai penyakit, siapa yang tidak ingin sembuh dari penyakitnya? Di tengah tantangan kehidupan yang semakin tidak mudah, siapa yang tidak ingin mukjizat? Banyak gereja dan hamba-hamba-Nya yang menekankan berita kesembuhan dan mukjizat. Memang tidak seluruhnya keliru. Saya juga tidak anti terhadap kesembuhan dan mukjizat. Fakta berbicara, begitu banyak orang yang ingin kesembuhan dan mukjizat. Hal ini secara jujur patut diakui. Namun tahukah Saudara, ada satu karunia yang barangkali tidak disukai oleh umat percaya. Karunia apa gerangan? Mari kita baca surat Filipi 1:29. Saudara sudah membuka Alkitab Saudara? Dalam ayat itu ditemukan karunia yang disebut “karunia menderita”. Jawablah dengan jujur, apakah Saudara mau menerima “karunia menderita”? Barangkali 99,9% dari umat percaya tidak akan mau menerima “karunia menderita”. Yohanes, salah satu murid Yesus yang berusia paling panjang. Usianya hampir mencapai 100 tahun. Memasuki usia yang sudah sangat lanjut mungkin sekitar 90 tahun (mungkin juga sekitar 80 tahun), Yohanes dibuang ke pulau Patmos karena Injil yang diberitakan. Mestinya di hari tua, Yohanes hidup santai. Tapi justru Yohanes menderita. Yohanes menanggung beban derita. Namun Yohanes tetap tekun dalam iman. Di balik penderitaannya, Yohanes diberi anugerah oleh Tuhan untuk melihat Kerajaan Sorga. Juga melihat peristiwa-peristiwa yang akan datang yang akan dialami oleh gereja Tuhan dan umat manusia. Suatu wahyu yang dahsyat! Di balik karunia menderita diperoleh kemuliaan Tuhan yang tak terbatas. (IE)

DOA Di balik salib ada kemuliaan.

renung an

Celikkan mataku untuk mengetahui rancangan Tuhan di balik penderitaan.


Bacaan Alkitab Setahun

kamis, 15 mei 2014

Ezra 10-Nehemia 2

Karunia Membedakan Roh 1 Yohanes 4:1-6 Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah percaya akan setiap roh, tetapi ujilah rohroh itu, apakah mereka berasal dari Allah; sebab banyak nabi-nabi palsu yang telah muncul dan pergi ke seluruh dunia. 1 Yohanes 4:1

Akhir zaman ditandai dengan berbagai hal yang membingungkan dan menggemparkan. Mana yang datang dari Tuhan, mana yang datang dari Iblis dan mana yang datang dari dunia, kadang sulit dibedakan. Orang memakai nama Yesus dan mengadakan banyak hal ajaib, belum tentu dari Tuhan! Yesus pernah berkata: “Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku, bernubuat dan melakukan mujizat demi nama-Ku. Tetapi Yesus berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku.� Itu sebabnya jangan mudah terkecoh oleh berbagai ajaran yang aneh-aneh dan nampak lain dari yang lain. Tuhan memberikan pada beberapa orang karunia khusus yaitu “membedakan roh�. Orang itu dapat memahami roh apa yang sedang bekerja di balik fenomena dan ajaran tertentu. Karunia membedakan roh diperlukan di tengah zaman akhir ini untuk menolong banyak orang Kristen agar tidak tersesat dan menyesatkan. Orang Kristen perlu memiliki kepekaan terhadap berbagai fenomena rohani agar tidak terseret dalam kesesatan. Untuk menguji roh, kita perlu bertanya apakah ajaran tertentu itu mengakui Yesus Kristus sebagai Anak Allah yang datang sebagai manusia (ayat 2-3). Berikutnya, harus dipastikan bahwa ajaran rohani itu bersumber dari Alkitab bukan sekedar penglihatan atau filsafat manusia (ayat 5-6). Terakhir perlu diamati orang yang membawa ajaran itu sendiri, apakah hidup moralnya benar? Adakah buah-buah pertobatan yang berkenan kepada Tuhan? Seorang Kristen yang setia dan bertekun dalam bersekutu dengan terang firman Tuhan akan memiliki kepekaan rohani sehingga mampu membedakan berbagai roh. (LB)

DOA Karunia membedakan roh akan menjaga kemurnian ajaran gereja.

renung an

Pertumbuhan gereja Tuhan di Indonesia.


jumat, 16 mei 2014

Bacaan Alkitab Setahun

Nehemia 3-5

Berjalan Dalam Roh Galatia 5:16-25 Maksudku ialah: hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging. Galatia 5:16

Seorang mahasiswa pernah bersaksi kalau dulunya dia membaca firman Tuhan hanya formalitas pada saat beribadah di gereja. Saat akan berangkat studi ke luar negeri, mamanya berpesan, “Mulailah membaca Kitab Amsal satu hari satu pasal dan Kitab Mazmur satu hari tiga pasal. Firman Tuhan itu akan menjadi kekuatan hidupmu saat studi di negara orang.” Awalnya dia hanya mau membaca firman Tuhan sesuai dengan pesan mamanya. Akhirnya Tuhan menjamah hatinya dan mengubah hidupnya. Dia mulai membaca seluruh Alkitab secara teratur. Tuhan ubahkan hatinya dan dia terpanggil ikut melayani pekerjaan Tuhan di kampusnya. Kisah kehidupan di atas merupakan salah satu contoh kisah perjalanan seseorang menjadi pengikut Kristus. Tiap-tiap waktu harus memilih antara “dipimpin Roh” atau “dipimpin kedagingan.” Sebagai pengikut Kristus yang berjalan dalam Roh, hidupnya akan berjalan dalam kasih-Nya dan terang firman-Nya. Sebagai seorang yang sudah lahir baru, ia akan bertanggung jawab untuk terus berjalan dalam Roh sehingga menghasilkan buah Roh. Sebenarnya apa tanda-tanda orang yang berjalan dalam Roh? Paling tidak ada lima hal yaitu pertama, ada kesukaan membaca firman Tuhan dan melakukan firman-Nya. Kedua, ada kesukaan berdoa dan beribadah karena Roh Kudus adalah Roh yang memuliakan Kristus. Ketiga, ada kerajinan melayani Tuhan dengan komitmen pelayanan yang luar biasa dan rela menderita bagi Kristus. Kelima, mau hidup kudus karena Roh Kudus menguduskan, menginsafkan dosa dan memberi hati yang taat pada firman-Nya. Kelima, mau hidup damai karena Roh Kudus adalah Roh penghibur dan sumber damai sejahtera. Apakah Saudara sudah mempunyai tanda-tanda berjalan dalam Roh? (AS)

DOA Semua orang yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah.

renung an

Agar setiap anak Tuhan dapat berjalan dalam Roh.


Bacaan Alkitab Setahun

sabtu, 17 mei 2014

Nehemia 6-8

Karunia Bahasa Roh 1 Korintus 14:1-33 “Kasih tidak berkesudahan; ... ; bahasa roh akan berhenti; ...“ 1 Korintus 13:8

Seringkali kita dengar pemimpin pujian mengajak jemaat untuk menyembah lalu dengan serentak jemaat mengeluarkan suara riuh yang dikenal dengan bahasa roh. Hal ini mendatangkan pro dan kontra dari kalangan orang-orang Kristen sendiri. Lalu apa kata Alkitab tentang hal ini? Ketika jemaat di Korintus lebih mengutamakan karunia bahasa roh dibandingkan karunia-karunia yang lain, Paulus memberi teguran pada mereka yaitu: pertama, jika ada yang berkata-kata dengan bahasa roh, biarlah dua atau sebanyak-banyaknya tiga orang, seorang demi seorang (ayat 27). Rupa-rupanya Paulus ingin agar dalam ibadah tidak terjadi kekacauan (ayat 33), karena ketika semua jemaat berbahasa roh maka akan timbul suara-suara yang tidak beraturan bahkan manifestasimanifestasi seperti yang sekarang sering terjadi yaitu muntah, jatuh ke belakang, tertawa, dan sebagainya. Hal tersebut membuat jemaat tidak bisa berkonsentrasi dalam ibadah, apalagi jika jemaat tersebut baru pertama kali hadir (ayat 23). Kedua, harus ada orang lain yang menafsirkannya (ayat 27, 28). Berulangkali Paulus menuliskan hal ini karena ketika ada yang menafsirkan, jauh lebih berguna dan membangun jemaat. Bahkan dengan berani Paulus mengatakan lebih baik diam jika tidak ada yang bisa menafsirkan. Ketiga, bahasa roh akan berhenti (1 Korintus 13:8). Sebagian besar orang mengira bahwa bahasa roh bersifat kekal dan merupakan karunia tertinggi sehingga merasa dirinya lebih rohani jika mampu berbahasa roh. Pendapat ini keliru besar karena Alkitab mengajarkan bahwa bahasa roh akan berhenti. Oleh sebab itu Paulus menekankan jauh lebih berguna jika jemaat mempraktikkan kasih agar bisa membangun satu dengan yang lain. (LP)

DOA Jika Roh Kudus tidak menggerakkan kita untuk berbahasa roh, jangan latah atau ikut-ikutan orang lain.

renung an

Ajar kami menggunakan karunia-Mu sesuai kebenaran Alkitab.


minggu, 18 mei 2014

Bacaan Alkitab Setahun

Nehemia 9-11

Karunia Dan Kasih 1 Korintus 13:1-8 ... tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna. 1 Korintus 13:2

Jika kita memiliki sebuah koin mata uang, maka selalu ada dua sisi yang saling melengkapi, yaitu sisi Gambar dan sisi Angka. Iman Kristen kita juga memiliki dua sisi penting, yaitu doktrin atau pengajaran berdasarkan Alkitab dan praktik atau penerapan ajaran itu dalam kehidupan kita sehari-hari. Dalam pelayanan juga ada dua hal penting yaitu karunia dan kasih. Sesudah rasul Paulus menjelaskan tentang makna dan jenis karunia Roh dalam 1 Korintus 12, ia melanjutkan tentang pentingnya kasih yang mendasari pelayanan yang dilakukan dengan karunia Roh yang ada. Dalam penjelasan ini ada dua hal penting yang timbal-balik. Pertama, semua karunia, baik itu karunia bahasa roh; karunia hikmat dan marifat; karunia iman; maupun karunia memberi, jika tidak dilakukan atas dasar kasih menjadi sia-sia belaka. Tetapi bukan berarti bahwa jika kita sudah memiliki kasih, kita tak perlu melakukan apapun. Jadi yang kedua, kasih akan menjadi sesuatu yang pasif jika tidak diwujudkan dalam keempat hal penting, yaitu: komunikasi (ayat 1); pengetahuan dan iman (ayat 2); serta pengorbanan (ayat 3). Orang yang mengasihi akan menyatakannya dalam bahasa kasih, akan mengenal semakin dalam, akan berjuang menghadapi pelbagai tantangan, dan akan rela berkorban. Mari kita seimbangkan kedua hal ini, yaitu karunia dan kasih. Ketika Tuhan memberikan karunia Roh kepada kita untuk melayani, jangan menggunakan karunia itu hanya untuk popularitas diri atau untuk keangkuhan hidup, melainkan harus didasarkan pada kasih untuk membangun jemaat. Jika kita mengasihi orang-orang yang kita layani, maka dengan sendirinya karunia Roh yang kita miliki kita kobarkan dengan sebaik-baiknya bagi kemuliaan nama Tuhan. (PF)

DOA Kasih tanpa karunia itu miskin karya; karunia tanpa kasih itu sia-sia.

renung an

Agar ada keseimbangan dalam kehidupan kita, antara karunia dan kasih.


Bacaan Alkitab Setahun

senin, 19 mei 2014

Nehemia 12-Esther 2

Hidup dan Kasih Setia 2 Samuel 9:1-13 Janganlah engkau memutuskan kasih setiamu terhadap keturunanku sampai selamanya. 1 Samuel 20:15

Hidup terasa indah jika kita memiliki sahabat untuk tempat berbagi. Jika berpisah lama dengan sahabat kita, ada rasa rindu dan ingin bertemu untuk menceritakan pengalaman-pengalaman yang kita alami. Terkadang hubungan persahabatan lebih abadi dibanding hubungan pernikahan karena dalam persahabatan tidak ada tuntutan seperti dalam pernikahan. Beruntung, sekarang teknologi sangat canggih sehingga komunikasi dengan orang-orang yang kita kasihi dapat dilakukan, bahkan bisa bertatap muka melalui kamera yang dipasang di internet. Persahabatan antara Daud dan Yonatan bersifat abadi. Mereka saling berjanji bahwa apabila salah satu di antara mereka mati lebih dulu, salah satu yang masih hidup menunjukkan kasih setia kepada keturunannya. Suatu hari terjadi satu peristiwa yang memilukan hati. Peperangan antara Israel dan Filistin menewaskan raja Saul dan ketiga anak-anaknya termasuk Yonatan. Yonatan meninggalkan seorang anak laik-laki berusia lima tahun, Mefiboset namanya. Mefiboset mengalami cacat karena jatuh waktu dibawa lari oleh pengasuhnya. Kakinya menjadi timpang. Daud meratapi kematian Saul dan lebih dari itu adalah kematian Yonatan. Daud kehilangan sahabat yang sangat ia kasihi. Lama setelah Daud menjadi raja menggantikan raja Saul, ia teringat akan janjinya kepada Yonatan. Ia memberikan perhatian kepada Mefiboset, satusatunya dari keluarga Saul yang masih hidup. Daud mengundang Mefiboset makan sehidangan dengannya setiap hari dan Daud mengembalikan seluruh harta milik Saul kepada Mefiboset. Itulah cara Daud menunjukkan kasih setianya kepada sahabatnya. Kita juga bisa menunjukkan kasih setia kepada orang-orang yang kita cintai dengan memberikan perhatian baik berbentuk materi maupun bukan materi. (LL)

DOA Menunjukkan kasih setia yang tulus, nilainya melebihi apapun.

renung an

Aku bersyukur memiliki sahabat-sahabat yang mengasihiku.


selasa, 20 mei 2014

Bacaan Alkitab Setahun

Esther 3-6

Hidup Bijaksana Kisah Para Rasul 1:12-14 Waktu kaum keluarga-Nya mendengar hal itu, mereka datang hendak mengambil Dia, sebab kata mereka Ia tidak waras lagi. Markus 3:21

Bijaksana berpusat pada hati nurani. Hidup bijaksana adalah hidup benar dan adil. Dibutuhkan ketulusan hati dan kecerdasan. Di kehidupan sehari-hari, banyak orang yang tulus hati tapi tidak cerdas. Sebaliknya, banyak orang yang cerdas tapi tidak tulus hati. Orang bijaksana adalah orang yang memiliki hati tulus namun cerdas. Maria, ibu Yesus secara jasmani adalah seorang wanita yang bijaksana. Dalam hidupnya, Maria menghadapi pelbagai pergumulan. Maria nyaris diceraikan Yusuf, suaminya gara-gara kehamilannya. Saat melahirkan di tempat kandang binatang, Maria ikhlas. Setelah Yesus dewasa, saudara-saudara-Nya secara jasmani (anak-anak Maria setelah melahirkan Yesus) mengata-ngatai Yesus adalah orang yang tidak waras. Dengan kata lain, mereka mendesak Maria “membuang” Yesus atau “memutuskan hubungan kekeluargaan” dengan Yesus atau “membelenggu Yesus dan menempatkannya di suatu tempat tertentu”. Klimaks pergumulan Maria saat menyaksikan dengan mata kepalanya betapa teramat berat penderitaan Yesus ketika menghadapi penyaliban. Namun apapun yang Maria hadapi, Maria tetap hidup bijaksana. Sejak Roh Kudus memakai Maria sebagai hamba-Nya yang melahirkan Yesus, Maria juga memperoleh Roh bijak. Maria mengalami karunia hidup bijaksana. Hati nuraninya bersih. Hatinya tulus. Maria juga cerdas. Maria mampu hidup benar dan adil. Hasil hidup Maria yang bijaksana, semua anak-anaknya percaya pada Yesus yang adalah Tuhan. Anak-anak Maria bersatu hati dengan Maria dan orang-orang percaya serta rasul-rasul Kristus berdoa di satu ruangan di Yerusalem. Mereka tergabung dengan 120 murid yang menerima kepenuhan Roh Kudus. Mereka menjadi saksi Kristus. Hidup bijaksana membawa manusia pada kebenaran. (IE)

DOA Hati nurani yang tulus dan cerdas menghasilkan bijaksana.

renung an

Ya Tuhan, tolong aku untuk hidup bijaksana.


Bacaan Alkitab Setahun

Esther 7-10

rabu, 21 mei 2014

Karunia Mengetahui Rahasia Kerajaan Allah Lukas 8:4-15 Lalu Ia menjawab: “Kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Allah, ‌ Lukas 8:10

Beberapa misteri dalam sejarah seringkali diungkap oleh seorang pengarang novel dalam bentuk kisah yang sangat menarik. Kisah itu disusun sedemikian rupa sehingga pembaca sulit memisahkan mana yang data sejarah dan mana yang karangan imajinasi atau fiksi si pengarang. Namun jika kita berpikiran jernih, kita bisa membedakan mana yang sejarah dan mana yang fiksi. Kerajaan Allah adalah suatu fakta atau realitas nyata, bukan sekedar mitos, dongeng atau fiksi. Kerajaan Allah adalah suatu kehidupan yang memiliki prinsip dan aturan yang berbeda dengan sistem pemerintahan di dunia ini. Prinsip-prinsip tersebut seringkali masih merupakan rahasia. Tuhan Yesus Kristus menyampaikan rahasia Kerajaan Allah itu dalam bentuk perumpamaan yang maknanya juga terselubung. Itulah sebabnya Tuhan Yesus memberikan penjelasan tentang pelbagai perumpamaan yang diajarkan-Nya, termasuk perumpamaan tentang benih yang ditabur. Ketika diungkapkan oleh Tuhan Yesus, maknanya sungguh luar biasa. Masih banyak rahasia Kerajaan Allah yang tertulis di Alkitab, yang memberikan berkat besar bagi kita. Mari kita minta agar Roh Kudus yang telah mengilhami para penulis Kitab Suci itu juga memberikan kepada kita karunia untuk mengerti rahasia Kerajaan Allah ini. Rahasia tersebut merupakan 'harta karun' yang luar biasa. Dalam Kerajaan Allah ada rahasia tentang kebenaran, sukacita dan damai sejahtera (Roma 14:17). Jika kita mau rendah hati saat membaca dan merenungkan firman Tuhan, dan mau diajar oleh Roh Kudus tentang prinsip-prinsip itu, maka kita akan bertumbuh menjadi lebih dewasa di dalam iman kepada Yesus Kristus. (PF) DOA Mengerti rahasia Kerajaan Allah akan mendorong kita mengutamakannya.

renung an

Adanya kerinduan untuk mengerti lebih dalam kebenaran firman Tuhan.


kamis, 22 mei 2014

Bacaan Alkitab Setahun

Ayub 1-4

Karunia dan Watak 1 Korintus 13:1-13 Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan; dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna. 1 Korintus 13:2

“Watuk ono obate neng yen watak ora ono obate� (Pameo Jawa: Batuk ada obatnya tapi kalau watak tidak ada obatnya). Batuk adalah sejenis penyakit yang dapat mengganggu aktifitas, tetapi watak bukanlah satu penyakit meski acapkali menjadi masalah di sekeliling kita. Watak (karakter) mengandung arti sifat, tabiat, perangai, budi pekerti, akhlak atau kebiasaan dalam diri seseorang. Watak yang baik disebut ahklak mulia dan watak yang baik tentu penuh kasih. Paulus menempatkan watak penuh kasih sebagai bagian terpenting dalam karunia. Itu sebabnya ia menekankan bahwa memiliki karunia Roh tanpa mempunyai kasih tidak berguna sama sekali. Dengan demikian karunia dan watak tak dapat terpisahkan. Paulus menjalankan karunia rohani dalam kasih karena itulah yang dikehendaki Allah. Dengan karunia yang dimiliki, seseorang dapat melakukan kegiatan keagamaan gerejawi, berkata-kata dalam bahasa roh, bernubuat, atau melakukan pekerjaan-pekerjaan iman yang besar. Namun belum tentu hal tersebut berkenan dan memenuhi kehendak Allah jika tidak memiliki kasih dan kebenaran Kristus. Bahkan mereka sebenarnya tidak berguna sama sekali di hadapan Allah. Paulus dengan tegas menyatakan bahwa kegiatan-kegiatan dalam pelayanan semacam ini merupakan kehampaan belaka yang sesungguhnya bukan dari Roh Kudus (1 Yohanes 4:1). Karunia dan watak Kristus yang penuh kasih (ayat 4-7) harus dikembangkan dalam diri orang percaya. Kita akan dimuliakan Allah bila sifat kasih Kristus menjadi yang utama dalam pelayanan, dalam iman dan dalam mengabarkan karunia. Memang sudah demikianlah yang seharusnya ada pada kita yaitu iman, pengharapan dan kasih. Dan yang paling besar di antaranya adalah kasih. (SM)

DOA Karunia dan watak bukanlah sekedar dirasakan melainkan harus dikembangkan demi kemuliaan-Nya.

renung an

Gereja Tuhan berjalan seiring dengan karunia dan kasih yang semakin nyata di zaman akhir ini.


Bacaan Alkitab Setahun

jumat, 23 mei 2014

Ayub 5-8

Karunia Menikmati Pengkhotbah 6:1-2 Adalah suatu kemalangan yang telah kulihat di bawah matahari, yang sangat menekan manusia: orang yang dikarunia Allah kekayaan, harta benda dan kemuliaan, sehingga ia tak kekurangan suatupun yang diingininya, tetapi orang itu tidak dikaruniai kuasa oleh Allah untuk menikmatinya. Pengkhotbah 6:1-2a

Ada seorang yang menurut ukuran umum disebut orang kaya. Dia memiliki keluarga, rumah bagus, mobil nyaman, usaha besar dan uang yang berlimpah. Namun orang tersebut berkata, “Saya punya lebih dari cukup, namun saya tidak punya sukacita.� Orang itu pada malam hari seringkali sulit tidur nyenyak; rasa murung dan tertekan sering timbul dalam hati. Ternyata harta kekayaan dan sukses dalam usaha bukan tolok ukur hidup bahagia. Kitab Pengkhotbah ditulis seorang raja yang memiliki segala sesuatu yang hebat menurut ukuran manusia. Kedudukan dan kemuliaan sebagai raja; wilayah kekuasaan yang luas; kekuatan militer dan kemajuan peradaban; emas perak dan segala ternak yang melimpah; bahkan istri serta selir yang jumlahnya sangat fantastis. Namun, raja yang bernama Salomo menulis dalam kitab Pengkhotbah dengan tema: “Kesia-siaan hidup�. Semua yang mampu diraih dalam hidup berujung kepada sia-sia, seperti upaya orang menjaring angin. Karunia menikmati itu berasal dari Tuhan! Tanpa memiliki karunia menikmati, maka semua yang dimiliki tidak mampu memberi kesukaan dalam batin. Itu sebabnya, berdoalah bukan hanya meminta rejeki dan materi, namun meminta karunia menikmati atas semua yang Tuhan berikan dalam hidup ini. Tanda seseorang bisa menikmati hidup ini adalah tatkala dia selalu memiliki alasan untuk mengucap syukur. Mengucap syukur bukan saja saat berlimpah ruah, tetapi juga saat hidupnya terbatas, bahkan saat kekurangan pun, ia tetap bersyukur. Orang yang bisa menikmati hidup tidak akan khawatir, karena dia tahu Tuhan mengatur dan menuntun hidupnya. (LB)

DOA Tuhan, berikan aku karunia menikmati.

renung an

Para usahawan Kristen agar hidup bergantung kepada Tuhan.


sabtu, 24 mei 2014

Bacaan Alkitab Setahun

Ayub 9-12

Karunia Mengajar Efesus 4:10-15 “…. jika karunia itu untuk mengajar, baiklah kita mengajar; ....” Roma 12:7b

Mungkin kita pernah mendengar lirik dari lagu ini, “Terpujilah wahai engkau ibu bapak guru/Namamu akan selalu hidup dalam sanubariku ...” Lagu ini sering dinyanyikan ketika acara pelepasan murid tingkat akhir untuk mengenang jasa-jasa para bapak dan ibu guru yang telah mengajar mereka sekian tahun lamanya. Menurut Paulus, mengajar merupakan salah satu karunia yang Tuhan berikan kepada seseorang. Secara khusus yang dimaksud Paulus adalah mengajar tentang firman Tuhan. Mengapa karunia mengajar itu penting? Pertama, untuk memperlengkapi para pelayan Tuhan (ayat 12), agar mereka mengerti dengan baik dasar-dasar kebenaran firman Tuhan. Kedua, untuk mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Yesus (ayat 13). Ajaran-ajaran sesat yang bermunculan bisa membuat iman seseorang menjadi goyah jika orang tersebut tidak memiliki landasan yang kokoh tentang kebenaran firman Tuhan (ayat 14). Tak heran jika banyak gereja memperlengkapi jemaatnya dengan pengajaran yang sesuai dengan kebenaran Alkitab melalui banyak cara, seperti Pendalaman Alkitab (PA) atau kelas pemuridan. Ketiga, untuk bertumbuh dalam segala hal ke arah Kristus (ayat 15). Tujuan utama dari umat Tuhan adalah hidup untuk Dia selama-lamanya karena segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia (Roma 11:36). Mengingat pentingnya fungsi seorang pengajar maka dia harus memperlengkapi diri dengan baik dengan hidup dekat kepada Tuhan serta memohon pengurapan Roh Kudus setiap hari (1 Yohanes 2:27) agar mampu mengajar orang lain dengan benar (Yohanes 16:13). (LP)

DOA Pengurapan Roh Kudus bagi para pengajar memampukan mereka mengajar dengan benar.

renung an

Guru-guru agama Kristen di sekolah-sekolah.


Bacaan Alkitab Setahun

minggu, 25 mei 2014

Ayub 13-16

Karunia Menasihati Kisah Para Rasul 9:19-31 Tetapi Barnabas menerima dia dan membawanya kepada rasul-rasul dan menceriterakan kepada mereka, bagaimana Saulus melihat Tuhan di tengah jalan dan bahwa Tuhan berbicara dengan dia dan bagaimana keberani-annya mengajar di Damsyik dalam nama Yesus. Kisah Para Rasul 9:27

Ketegangan dan konflik seringkali terjadi karena tidak ada orang yang bertindak sebagai penasihat. Salah paham dan keresahan terjadi dan dapat berujung pada pecahnya persekutuan orang percaya karena tidak ada orang yang menjadi juru damai dan memberi nasihat-nasihat yang tepat. Alangkah indahnya, jikalau ada jemaat atau pemimpin gereja yang bertumbuh dalam karunia menasihati ini. Seorang yang punya karunia menasihati akan peka terhadap situasi genting dari orang di sekitarnya. Dia dapat dipakai Tuhan dalam pelayanan penggembalaan atau menjadi tim kunjungan dan konseling. Tugas menasihati berarti memberikan semangat, dorongan, arahan rohani, membesarkan hati dan menciptakan keharmonisan serta berupaya agar suasana damai sejahtera dapat dialami. Barnabas adalah seorang pengikut Yesus Kristus yang memiliki karunia menasihati. Dialah yang bisa menerima Paulus di awal pertobatannya, sementara semua rasul dan orang percaya takut dan menolak kehadiran Paulus. Mereka tidak percaya bahwa orang yang bengis dan kejam terhadap pengikut Yesus Kristus itu telah bertobat. Kehadiran Paulus menimbulkan keresahan dan ketakutan dalam kumpulan orang percaya dan para rasul. Melalui karunia menasihati yang dimiliki Barnabas inilah, sehingga Barnabas berhasil mendampingi Paulus yang baru bertobat. Tentu banyak nasihat dan dorongan semangat untuk terus berada di jalan Tuhan. Barnabas juga dipakai Tuhan untuk meyakinkan para rasul dan orang percaya tentang pertobatan dan hidup baru dari Paulus. Hasilnya, Paulus bisa diterima oleh para rasul dan Injil Yesus Kristus semakin disebarluaskan. (LB)

DOA Pakailah aku Tuhan untuk menguatkan dan membawa damai-Mu.

renung an

Untuk kesatuan Tubuh Kristus di Indonesia.


senin, 26 mei 2014

Bacaan Alkitab Setahun

Ayub 17-20

Kata-kata Positif Kisah Para Rasul 17:22-31 Paulus pergi berdiri di atas Areopagus dan berkata: "Hai orang-orang Atena, aku lihat, bahwa dalam segala hal kamu sangat beribadah kepada dewa-dewa.� Kisah Para Rasul 17:22

Atena adalah kota terkenal di Yunani. Kota yang dipenuhi pelbagai berhala, patung dan dewa. Keagamaan orang-orang Yunani adalah keagamaan yang politeis. Mitos-mitos Yunani terkenal dan dikenal sampai kini. Misalnya film “Hercules� masih beredar di bioskop-bioskop atau dalam bentuk VCD/DVD. Di tengah kota yang sedemikian politeis, rasul Paulus berkomunikasi dengan tokoh-tokoh filosof Yunani seperti kelompok Epikuros dan kelompok Stoa. Saat Paulus mengawali komunikasinya, Paulus menyampaikan katakata positif. Paulus tidak menegur filosof-filosof Yunani tersebut dengan mengatakan, “Kamu sekalian adalah penyembah-penyembah berhala, patung, dewa yang patut dimurkai Tuhan.� Sebaliknya, Paulus menghargai ketekunan ibadah mereka. Dengan kata-katanya yang positif, Paulus memulai komunikasinya yang menyejukkan hati para pendengarnya. Jelas Paulus memiliki karunia berkata-kata positif. Kata-kata positif merupakan kata-kata yang membangun. Yang lemah dikuatkan. Yang rusak dibangun kembali. Kata-kata positif tidak menyinggung dan menyakitkan perasaan hati orang. Sebaliknya, kata-kata positif meneguhkan hati orang. Kata-kata positif menghargai dan menghormati keyakinan orang lain yang berbeda dengan iman Kristen. Katakata positif bukanlah kata-kata yang kompromistis. Misalnya kompromi dengan perbuatan-perbuatan kejahatan. Kompromi dengan sinkretisme. Kompromi dengan populisme. Kompromi antara dosa dunia dengan hukumhukum atau peraturan-peraturan yang tertulis dalam Kitab Suci. Kata-kata positif adalah kata-kata yang lurus, rasional, tulus dan berkenan di hati Tuhan. Di tengah kehidupan manusia masa kini yang diwarnai kata-kata negatif destruktif, kita sebagai umat percaya wajib membiasakan diri berkomunikasi dengan kata-kata positif konstruktif. Sebab itu, milikilah karunia berkata-kata positif konstruktif. (IE)

DOA Berkata-katalah positif maka hidupmu menjadi berkat.

renung an

Bapa, bersihkan mulutku untuk berkata-kata positif.


Bacaan Alkitab Setahun

selasa, 27 mei 2014

Ayub 21-24

Sukacita Sorgawi Yohanes 15:9-17 Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh. Yohanes 15:11

Memiliki segalanya bukanlah jaminan untuk seseorang mendapatkan sukacita sejati. Hal ini dialami oleh Casey Johnson, putri seorang sosialita dan cucu pendiri Johnson & Johnson. Ia bertumbuh dengan kekayaan dan kemewahan di sekelilingnya. Ia bersekolah di sekolah swasta terbaik, memiliki tas Chanel dan mengendarai mobil mewah di usia 10 tahun. Ia senang berpesta dan mulai menggunakan obat-obatan di usia masih remaja. Puluhan kali ia masuk panti rehabilitasi untuk mengatasi kecanduannya terhadap kokain dan alkohol. Akhirnya, pada bulan Januari 2010, ia ditemukan terbujur kaku dalam kamar rumahnya di West Hollywood, dengan meninggalkan pesan di Twitter “Sweet dreams everyone...I'm getting a new car...â€?(mimpi indah untuk semua orang ‌ Aku dapat mobil baru‌) Firman Tuhan mengajarkan kepada kita bagaimana kita bisa memperoleh sukacita yang penuh yaitu sukacita sorgawi. Bukan dengan cara dunia, hidup dengan kekayaan dan kemewahan. Tetapi dengan cara Tuhan, yaitu tinggal di dalam kasih Tuhan. Ayat sebelumnya menjelaskan bahwa orang yang tinggal di dalam kasih Tuhan akan menuruti perintah Bapa. Perintah Bapa dalam konteks perikop ini, adalah agar orang percaya hidup saling mengasihi, sama seperti Tuhan telah mengasihi kita. Berarti ada timbal balik kasih antara kita dengan Tuhan dan dengan sesama. Kasih Tuhan adalah kasih yang tulus dan murni, yang telah dibuktikan melalui pengorbanan-Nya di atas kayu salib. Kasih yang sama harus kita wujudkan kepada orang lain. Mari lakukan bagian kita dengan baik, tanpa menuntut orang lain melakukannya. Dengan demikian kita akan memperoleh sukacita yang sejati yaitu sukacita sorgawi. (AW)

DOA Praktikkan kasih, sukacita mengikuti.

renung an

Memohon Tuhan memperbesar kapasitas kasih kita.


rabu, 28 mei 2014

Bacaan Alkitab Setahun

Ayub 25-29

Mengobarkan Karunia 1 Korintus 14:26-40 ‌, tetapi semuanya itu harus dipergunakan untuk membangun. 1 Korintus 14:26

Di tengah perkembangan dan kemajuan teknologi, kini hampir semua orang, di segala tempat, dari tua sampai muda, tanpa kenal waktu, asyik dengan peralatan handphone, tablet, dan sebagainya. Sayangnya peralatan yang canggih itu kadang digunakan bukan untuk sesuatu yang membangun atau konstruktif seperti untuk memperoleh informasi berharga dari internet, atau menambah pengetahuan lainnya yang positif. Sebagian besar digunakan untuk main game yang kurang mendidik, atau untuk sekedar chatting untuk hal-hal yang tidak penting sehingga membuang waktu yang berharga. Tentu orang tua sedih jika peralatan elektronik yang diberikan kepada anak-anaknya justru membuat prestasi studi mereka menurun. Sama halnya dengan karunia Roh. Roh Kudus mengaruniakan pelbagai kemampuan khusus kepada setiap orang Kristen dengan tujuan agar membangun iman dan kerohanian seluruh jemaat. Sayangnya, ada yang mengobarkan karunia Roh hanya untuk kepentingan dan keangkuhan diri sendiri, untuk popularitas, dan merasa lebih rohani dibandingkan orang lain dengan karunia Roh yang berbeda. Akibatnya, terjadi perselisihan dan perpecahan gereja, serta pelayanan hanya dijadikan pamer kemampuan belaka. Tentunya Roh Kudus yang mengaruniakan pelbagai karunia itu berduka. Setiap orang Kristen pasti diberi karunia Roh oleh Tuhan, setidaknya sebuah karunia. Oleh sebab itu mari kita belajar mengenal karunia Roh yang kita miliki, dan jangan menyimpannya saja. Kobarkan karunia Roh tersebut dalam pelbagai bentuk pelayanan yang sesuai, sehingga dapat membangun diri dan orang lain. Pelayanan kita menjadi lebih efektif, mendatangkan berkat bagi banyak orang dan kemuliaan bagi nama Tuhan. (PF)

DOA Karunia yang tidak dikobarkan akan mendatangkan kerugian.

renung an

Agar semua orang Kristen tetap bersemangat melayani Tuhan dan sesama.


Bacaan Alkitab Setahun

Ayub 30-32

kamis, 29 mei 2014

Terangkat ke Sorga Lukas 24:50-53 Dan ketika Ia sedang memberkati mereka, Ia berpisah dari mereka dan terangkat ke sorga. Lukas 24:51

Kita selalu menginginkan dapat hidup bersama-sama selamanya dengan orang-orang yang kita cintai. Ketika terjadi perpisahan karena sesuatu hal, pasti menimbulkan rasa sedih karena sangat kehilangan. Seperti itu juga yang dirasakan oleh murid-murid Yesus ketika mereka harus berpisah dengan Tuhan Yesus. Pertemuan Yesus dengan murid-murid-Nya di sebuah bukit dekat Betania adalah pertemuan terakhir mereka. Apa yang dilakukan Yesus saat itu? Ada beberapa pesan dan janji yang disampaikan oleh Yesus kepada mereka yaitu perintah untuk pergi memberitakan Injil dan Yesus berjanji akan senantiasa menyertai mereka (Matius 28:19-20). Dikatakan dalam Lukas 24:50 dalam pertemuan itu Yesus mengangkat tangan-Nya dan memberkati mereka. Kemudian mereka menyaksikan dengan mata kepala sendiri Yesus terangkat ke sorga. Peristiwa perpisahan itu tentu sangat membekas di hati muridmurid Yesus. Pada waktu itu pasti ada rasa duka yang menyelimuti hati mereka. Tetapi rasa duka itu ternyata hanya sekejap saja. Di ayat 51 diceritakan bahwa dalam perjalanan pulang kembali ke Yerusalem, hati mereka diliputi dengan sukacita. Mengapa? Karena mereka tahu dengan pasti mengapa Yesus naik ke sorga, yaitu untuk menyediakan tempat bagi mereka di sorga. Yesus juga berjanji bahwa Ia akan datang kembali dan membawa mereka ke tempat Ia berada (Yohanes 14:24). Suatu hari jika kita dipanggil pulang oleh Bapa kita, bukan dukacita tetapi sebaliknya kita bersukacita karena Tuhan Yesus telah menyediakan tempat bagi kita dan kita akan bertemu dengan Dia di sorga. (LL) DOA Sorga adalah tempat yang mulia yang disediakan Tuhan bagi anak-anak-Nya.

renung an

Terimakasih Tuhan, Engkau naik ke sorga untuk menyediakan tempat bagiku.


jumat, 30 mei 2014

Bacaan Alkitab Setahun

Ayub 33-36

Karunia Dan Pertumbuhan Gereja Kisah Rasul 6:1-7 Firman Allah makin tersebar, dan jumlah murid di Yerusalem makin bertambah banyak; juga sejumlah besar imam menyerahkan diri dan percaya. Kisah Rasul 6:7

Setelah Yesus bangkit dari kematian, Dia memberi mandat kepada murid-murid-Nya yang dikenal oleh kalangan kekristenan sebagai Amanat Agung. Seperti yang tertuang dalam Injil Matius 28:19-20 yang berbunyi:�Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman." Dalam melaksanakan Amanat Agung ini muridmurid diberi kuasa oleh Roh Kudus untuk memberitakan firman supaya banyak orang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus dan diselamatkan. Sejak peristiwa Pentakosta yang tertulis di Kisah Para Rasul pasal 2, firman Tuhan diberitakan oleh murid-murid Yesus, dan banyak orang menjadi percaya dan memberi diri dibaptis (Kisah 2:41). Perkumpulan orang-orang yang percaya kepada Kristus inilah yang disebut gereja. Di ayat 7 tercatat bahwa firman Tuhan terus diberitakan dengan kuasa dari Roh Kudus. Firman Tuhan semakin tersebar luas dan gereja bertumbuh secara kuantitas (bertambahnya orang yang percaya kepada Kristus). Terjadinya pertumbuhan gereja perlu dipahami bahwa ada peranan Roh Kudus yang memberikan karunia kepada semua murid Tuhan. Jadi, jika ada orang yang percaya kepada Tuhan Yesus melalui pelayanan kita, jangan menyombongkan diri. Ingatlah bahwa kita adalah alat yang dipakai oleh Tuhan untuk menyelamatkan mereka yang berdosa. Izinkan Roh Kudus bekerja secara leluasa melalui kehidupan gereja-Nya supaya dunia diselamatkan sesuai kerinduan-Nya. (PS)

DOA Tuhan mau supaya kita mengambil bagian dalam rencana-Nya.

renung an

Tuhan pakai hidupku ini untuk pertumbuhan gereja-Mu.


Bacaan Alkitab Setahun

sabtu, 31 mei 2014

Ayub 37-40

Satu Tubuh Banyak Anggota 1 Korintus 12:12-27 Sebab dalam satu Roh kita semua, baik orang Yahudi, maupun orang Yunani, baik budak, maupun orang merdeka, telah dibaptis menjadi satu tubuh dan kita semua diberi minum dari satu Roh. 1 Korintus 12:13

Rasul Paulus menjelaskan secara gamblang mengenai keberagaman di antara kita, namun keberagaman itu telah disatukan di dalam dan oleh Roh Kudus. Apapun yang melatarbelakangi kita, baik itu suku, budaya, pendidikan, status sosial, namun kita telah dipersatukan di dalam Kristus. Kita semua dalam pandangan Kristus adalah sama dan berharga, bahkan sekalipun ada yang tampak lebih lemah, di hadapan Tuhan tetap sama. Semua keberbedaan itu telah disatukan dalam satu tubuh Kristus. Paulus mangatakan bahwa dalam tubuh Kristus ada banyak anggota yang memiliki fungsi dan peran yang berbeda, namun semuanya itu adalah satu. Di dalam tubuh Kristus ada saling ketergantungan antara yang satu dengan yang lain. Dia menjelaskan, "Mata tidak dapat berkata kepada tangan: Aku tidak membutuhkan engkau. Dan kepala tidak dapat berkata kepada kaki: Aku tidak membutuhkan engkau.� Itu berarti bahwa semua anggota saling membutuhkan. Dalam perbedaan fungsi dan peran itu, Tuhan menaruh kepada anggota yang lemah suatu penghormatan khusus. Ada hal luar biasa yang Tuhan kerjakan yaitu, jika satu anggota terluka yang lain turut merasa sakit; yang satu menderita, yang lain turut menderita; yang satu bersukacita, maka yang lain turut bersukacita. Tujuan semuanya itu adalah supaya jangan ada perpecahan di dalam tubuh Kristus. Jika Kristus telah menaruh hal itu di dalam diri kita untuk saling melengkapi dan saling memperhatikan, hendaklah kita tidak saling melukai sebaliknya senantiasa menjaga persatuan, saling menghormati, saling mendukung, saling menjaga dan saling memperhatikan satu dengan yang lain. (YL)

DOA Jika kita bersatu maka Kristus akan dimuliakan.

renung an

Agar gereja Tuhan bersatu untuk menjadi terang bagi Kristus.


as

ep L l e k i t Ar

Oleh :

Pdt. Agus Sutrisno, S.Th.


Pendahuluan Setiap orang yang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat pribadinya, akan didiami oleh Roh Allah (Efesus 1:13,14). Roh Allah itu memberikan kesaksian dalam hati dan pikiran bahwa dirinya adalah bagian dari “anak-anak Allah� (Roma 8:15,16; Galatia 4:6,7). Roh itu juga memberikan keyakinan bahwa kita adalah ahli waris Allah di masa depan (Roma 8:17); Dia pun menyatakan bantuan dalam berbagai kesukaran yang kita hadapi (Roma 8:26). Roh Allah yang mendiami kita itu lebih besar dari roh-roh apapun di dalam dunia ini (1 Yohanes 4:4). Panggilan Allah bagi setiap orang percaya adalah agar mereka menjadi saksi-Nya melalui perkataan dan perbuatan. Ro h Ku d u s memberikan dorongan dalam diri orang percaya agar memfungsikan dirinya bagi pekerjaan Tuhan. Jika orang menyadari hal ini serta mau bekerja bagi jemaat Tuhan, Roh Kudus memberikan kemampuan, potensi yang disebut kharismata atau karunia rohani. Karuniakarunia rohani diberikan untuk

membantu pekerjaan mereka dalam menggapai orang-orang yang hendak menjadi anggota umat Allah, menguatkan tubuh Kristus (jemaat) lewat kehidupan yang penuh sukacita, damai sejahtera, dan pelayanan serta peribadahan yang benar sesuai dengan 1 Korintus 12-14. Karunia-karunia rohani berasal dari Allah dan dikerjakan oleh Roh Kudus. Ray C. Stedman mendefinisikan karunia rohani sebagai “suatu kapasitas untuk pelayanan yang diberikan kepada setiap orang Kristen sejati tanpa perkecualian dan yang merupakan sesuatu yang tidak dimiliki oleh setiap orang sebelum ia menjadi Kristen.� Karena semua karunia-karunia rohani adalah penyataan dan pekerjaan Roh Kudus, sebab itu bersifat ilahi. Setiap orang percaya yang sudah lahir baru dapat menyatakan salah satu karunia roh dan karunia bernubuat dicatat sebagai salah satu karunia Roh Kudus dalam 1 Korintus 12:10 dan Roma 12:6. Karunia bernubuat adalah kemampuan yang Allah berikan untuk menerima dan menyampaikan pesan Allah dalam waktu seketika apakah mengenai sesuatu yang segera


akan terjadi atau yang akan terjadi (Efesus 4:4:1-14; Roma 12:6; Lukaas 7:24; Kisah 15:32; 21:9-11). Karunia Bernubuat dalam Perjanjian Lama Dalam sejarah Biblika ada kurun waktu sekitar 400 tahun (432-5 SM) yang memisahkan zaman Nehemia dari kelahiran Yesus Kristus, dikenal sebagai periode antar perjanjian. Kadang-kadang disebut juga sebagai “masa sunyi�, tidak ada apa-apa kecuali kesunyian. Kejadiankejadian literatur dan tekanan sosial dari tahun tersebut akan membentuk dunia Perjanjian Baru. Selama periode antar perjanjian “400 tahun� masa sunyi tersebut, bangsa Israel merindukan suatu kebangunan rohani dari Allah. Antara waktu nabi terakhir, Maleakhi dan kedatangan Mesias, nubuatan berhenti di Israel. Walaupun ada klaim karunia bernubuat, namun bangsa Israel secara menyeluruh menerima klaim-klaim tersebut sebagai legitimasi. Sebenarnya klaim-klaim tersebut menekankan ketidakhadiran Roh Allah pada umat-Nya dan

kerinduan Israel kembali pada karunia nubuatan yang dijanjikan saat Allah akan berfirman sekali lagi. Kerinduan ini mengingatkan akan masa sunyi tersebut sampai kedatangan Mesias. Karunia bernubuat tentang kebangunan rohani dijanjikan dalam Yoel 2:28-32. Hari Tuhan dijanjikan bagi bangsa tersebut karena kegagalan mereka untuk bertobat (ayat 1-11). Tuhan meminta umat-Nya yang tidak taat untuk kembali kepada-Nya ( a y a t 1 2 - 1 4 ) . N a b i Yo e l menyerukan agar umat Allah bertobat (ayat 15-17). Belas kasihan dijanjikan bagi mereka yang merespons perintah Allah (ayat 18). Pembebasan yang segera dijanjikan pada zaman Yoel (ayat 19-27) dan Allah juga menyatakan rencana-Nya bagi Israel yang memiliki berkatberkat eskatologis. Allah tidak menolak untuk selama-lamanya umat yang tidak taat, Allah akan memberkati mereka di masa yang akan datang. Dalam Yoel 2:28-3:21, ada dua nubuatan yang penting yang ditekankan. Pertama, perjanjian penetapan Allah secara personal dalam


kehidupan umat tersebut (2:2832). Kedua, prediksi kemenangan-Nya yang terakhir pada bangsa Israel pada puncak sejarah umat manusia (3:1-21). Dalam Yoel 2:28-32 Allah berjanji bahwa pada suatu saat Tuhan akan mencurahkan Roh Kudus pada umat-Nya. Suatu kelimpahan spiritual yang diprediksi jauh lebih besar daripada berkat-berkat secara fisik yang dapat dihubungkan dengan janji “hujan-hujan berikutnya” (ayat 22-26). Pembaharuan spiritual dan pencurahan Roh Kudus atas umat-Nya dan kepada nabi-nabi PL dijanjikan akan kembali lagi. Kisah Para Rasul 2:1721 mengutip Yoel 2:28-32, di mana Lukas menulis manifestasimanifestasi tertentu dari Roh Kudus (berbicara dalam bahasa Roh dan bernubuat) yang disaksikan oleh bangsa Yahudi pada 120 orang Kristen yang telah berkumpul untuk berdoa pada hari Pentakosta. Banyak yang kagum, namun banyak yang mencemooh dan mengatakan bahwa para murid sedang “mabuk oleh anggur manis.” Oleh karena dikuasai oleh Roh Kudus, Petrus berdiri dan memberikan penjelasan dengan

menghubungkan fenomena tersebut seperti yang disaksikan pada hari Pentakosta kepada nubuatan Yoel 2:28-32. Karunia Bernubuat dalam Perjanjian Baru Sangatlah penting untuk memahami nubuatan Perjanjian Baru yang berhubungan langsung dengan nubuatan Perjanjian Lama. Ada suatu kesinambungan yang mendasar antara Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Misalnya fenomena pada Pentakosta dihubungkan oleh Petrus bagi masa-masa Mesianis yang diharapkan di “hari-hari terakhir” (Kisah 2:17; Yoel 2:28). Petrus memperhatikan n u b u a t a n Yo e l s e b a g a i penerapan hari-hari terakhir, dan menyatakan bahwa pendengarnya sekarang hidup pada hari-hari terakhir. Tindakan penyelamatan terakhir dari Tuhan terjadi. Penekanan ini pada pemenuhan juga ditambah dengan fokus Petrus pada pembaharuan nubuatan yang telah dijanjikan dalam PL. Dia menambahkan frasa “dan mereka akan bernubuat” untuk menambahkan restorasi karunia bernubuat pada PL. Nubuatan


Yoel tidak hanya untuk restorasi nubuatan tetapi juga suatu karunia yang terbuka bagi semua manusia. Roh tersebut memberikan kuasa atas katakata para rasul di hari Pe n t a k o s t a , s u a t u b u k t i kecermatan prediksi Yoel (Halhal tersebut juga merupakan suatu pemenuhan secara langsung atas janji Kristus untuk mengirimkan Roh Kudus – Lukas 24:49, Yohanes 14:16-18, 15:26-27; 16:7-15, Kisah 1:45; 8; 2:33). Dengan mengutip Yoel 2:28-32 dalam Kisah 2:17-21, Petrus telah mendemonstrasikan bahwa gereja mula-mula sedang mengalami pencurahan Roh Kudus yang dimanifestasikan melalui pengembalian anugerah bernubuat di antara umat Tuhan. Kembalinya karunia nubuatan ini adalah hasil langsung dari kenaikkan Yesus ke sorga dan duduk di sebelah kanan Allah Bapa seperti yang telah dikatakan (Kisah 2:33). Dalam pandangan ini, Yoel 2 dan Kisah Para Rasul 2 m e n e t a p k a n s u a t u kesinambungan yang fundamental antara Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Nubuatan Perjanjian Baru

berada pada garis langsung dengan nabi-nabi di Perjanjian L a m a y a n g t e l a h memproklamasikan pesan dan kehendak Tuhan pada umatNya. Oleh karena itu nubuatan Pe r j a n j i a n B a r u s e c a r a fundamental merupakan suatu perkembangan dan kesinambungan dari nubuatan Perjanjian Lama. Dan kesinambungan antara nubuatan Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru dapat didemonstrasikan dalam cara-cara yang bervariasi d a l a m Pe r j a n j i a n B a r u . Kesinambungan langsung antara nabi-nabi Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru didorong melalui tokoh-tokoh yang bernubuat d a l a m Pe r j a n j i a n B a r u . Pe r j a n j i a n L a m a t e l a h memprediksi kedatangan Elia untuk menyiapkan umat Tuhan pada masa kedatangan Mesias (Maleakhi 3:1; 4:4-6). Yesus dihubungkan dengan Yohanes Pembaptis secara langsung pada nubuatan kembalinya Elia (Matius 3:3-17; Markus 1:3-8; Lukas 3:4-17; bandingkan Yesaya 40:3; Matius 11:14; 17:12-13; Markus 9:11-14). Yesus juga mendeklarasikan Yohanes sebagai nabi yang terbesar “sehingga


menempatkannya dalam garis dengan nabi-nabi PB” (Matius 1 1 : 9 - 1 1 ) . Yo h a n e s t e l a h melayani sebagai jembatan nubuatan antara periode PL dan PB (Lukas 16:16). Dalam kesamaan dengan nabi-nabi PL (contoh Yesaya 55:7; Yehezkiel 33:11-15; Hosea 14:1; Yoel 2:12), Yohanes Pembaptis memanggil sebagian bangsa Israel untuk bertobat (Matius 3:2; Markus 1:4). Pakaiannya mirip dengan Elia (2 Raja-raja 1:8; Matius 3:4; Markus 1:6) yang mirip dengan nabi-nabi PL (Zakharia 13:4). Yohanes juga mirip dengan Elia dengan kemunculannya yang tiba-tiba di depan banyak orang, kehidupannya yang menyendiri/membujang dan pesannya yang tidak kompromi. Perjanjian Lama (PL) telah memprediksi Yohanes Pembaptis (Maleakhi 3:5). Yesus telah mendeklarasikan Yohanes sebagai nabi yang terbesar (Matius 11:11) sehingga ada jembatan nubuatan dengan nabi-nabi PL. Rasul Yohanes berbicara tentang “nubuatan kitab Wahyu” yang ia telah tulis (Wahyu 22:7). Malaikat dari Tu h a n t e l a h m e n g a t a k a n padanya menempatkannya

diantara “nabi-nabi” seperti “pelayan” Tuhan dalam PL (Whayu 22:9). Sehingga dari Yohanes Pembaptis sampai rasul Yohanes, nabi-nabi PB dalam kesinambungan dengan nabinabi PL. Wahyu mereka dari Tuhan (Wahyu 22:18-19). Hal ini yang menganggap sangat kuat karunia bernubuat PB adalah sama dengan yang ada pada jaman PL. Para nabi dan rasul dikuasai oleh Roh Kudus Nabi-nabi dalam PL dan PB dikuasai oleh Roh Kudus dalam mempraktikkan karunia mereka. Suatu hubungan yang intim antara Roh Kudus dan nabi Tuhan. Nabi-nabi PL bernubuat sebagai akibat langsung dari kuasa dan pengaruh Roh Tuhan (contoh Zakaria 7:12). Roh Allah adalah Roh nubuat (contoh Nehemia 9:30). Menurut Petrus, Roh Kudus adalah sumber inspirasi nabi (2 Petrus 2:21). Dengan demikian, Roh Kudus menjamin ketepatan nubuatan karena Roh Kudus adalah motivator utama nabi (2 Petrus 1:19; 2 Timotius 3:16). Karena Roh Kudus telah menuntun dan melindungi


mereka yang terlibat dalam pemberian nubuatan, prediksiprediksi ini akurat dengan firman Tuhan (Matius 5:18; Yohanes 10:35; 2 Timotius 3:16). Kuasa Roh Kudus terhadap nabi-nabi berlanjut ke era PB. Kedatangan karunia bernubuat pada hari Pentakosta dalam Kisah 2:7-21 adalah suatu hasil langsung dari pencurahan nubuatan Roh Kudus. Pada waktu itu Agabus bangkit dan oleh kuasa Roh Kudus mengatakan bahwa seluruh dunia akan ditimpa bahaya kelaparan yang besar (Kisah 11:28). Agabus yang dikuasai oleh Roh Kudus telah memperingatkan Paulus tentang masa depannya jika ia memasuki Yerusalem (Kisah 21:11). Nubuatannya digenapi secara akurat (Kisah 21:2722:29; 28:17). Sehubungan dengan karunia bernubuat dalam 1 Korintus 12:3, Paulus telah menekankan bahwa tidak ada seorangpun yang berkata-kata oleh Roh Allah, dapat berkata “Terkutuklah Yesus!” Tidak ada seorangpun yang bernubuat di bawah kuasa Roh Kudus akan mengatakan nubuatan yang salah. Roh Kudus adalah yang menjaga nubuatan yang murni.

Hal ini yang dipegang dalam pengajaran PL bahwa seorang nabi dikatakan salah jika nubuatannya tidak benar (Ulangan 18:22) atau jika mereka menjauhkan diri dari penyembahan kepada Tuhan (Ulangan 13:1-2). Paulus telah mengenal bahwa nabi-nabi pada gereja mula-mula, juga rasul-rasul, telah menerima wahyu yang penting dalam gereja (Efesus 3:5-10). Wahyu ini datang melalui Roh Kudus. Kesimpulan Dalam 1 Yohanes 4:1-3, orang Kristen didorong untuk “menguji” sumber di balik nabi yang bernubuat untuk menentukan apakah sumber tersebut dari Tuhan atau pengaruh dari Iblis (ayat 3). Menurut Yohanes, nabi yang benar membawa nubuatan yang murni yang sumbernya dari Tuhan, sedangkan seorang nabi yang palsu adalah yang nubuatnya juga salah. Roh Kudus telah memelihara suatu hubungan yang intim dengan nubuatan dalam PL dan PB karena Roh Kudus adalah sumber dibalik nabi Tuhan. Roh Kudus melayani sebagai penjaga yang


berkuasa terhadap ketepatan nubuatan dari Tuhan (Ibrani 6:18). Dengan demikian berdasarkan bukti Alkitab telah memberikan pandangan bahwa karunia bernubuat dalam PB telah berhenti pada gereja mulamula. Dari data dan praktik karunia bernubuat secara Alkitabiah dan dari sejarah gereja yang digunakan sebagai standar untuk menentukan kepemilikian karunia bernubuat pada masa kini, ada gerakan praktik nubuatan dalam kelompok-kelompok karismatik sebagai suatu keseluruhan menunjukkan kebutuhan gereja untuk menolak klaim tersebut.

Pe n t i n g u n t u k m e m b u a t penelitian yang cermat dan hatihati terhadap bukti Alkitabiah sehubungan dengan aktifitasaktifitas tersebut. Hanya dengan d e m i k i a n , g e r e j a Tu h a n melindungi diri dari kesalahan doktrinal yang serius dan kesalahmengertian yang dapat terjadi sebagai akibat dari konsep-konsep nubuatan yang “salah.” Dalam hal ini Kristus telah mengingatkan gereja-Nya untuk memperhatikan: “Waspadalah terhadap nabinabi palsu yang datang kepadamu ….” (Matius 7:1516a; 24:11,24; Markus 13:22; Kisah 20:28-31). 

Daftar Pustaka: 1. Alkitab, Edisi Studi. Jakarta: Lembaga Alkitab Indonesia, 2010 2. Barker, Kenneth (Ed.). The NIV Study Bible. Grand Rapids, Michigan: Zondervan Publishing House, t.t. 3. Boice, James Montgomery. Dasar-Dasar Iman Kristen. Surabaya: Penerbit Momentum, 2011. 4. Gordon, Bob. The Foundations of Christian Living A Practical Guide to Christian Growth. England: Sovereign World, 1988. 5. Hodges, Melvin L. Karunia-Karunia Roh. Malang: Gandum Mas, 2005. 6. Walvoord, John F. Pedoman Lengkap Nubuat Alkitab. Bandung: Kalam Hidup, 2003.


uha T t a k r e B

n

Ulangan 28:2-6

Segala berkat ini akan datang kepadamu dan menjadi bagianmu, jika engkau mendengarkan suara TUHAN, Allahmu: Diberkatilah engkau di kota dan diberkatilah engkau di ladang. Diberkatilah buah kandunganmu, hasil bumimu dan hasil ternakmu, yakni anak lembu sapimu dan kandungan kambing dombamu. Diberkatilah bakulmu dan tempat adonanmu. Diberkatilah engkau pada waktu masuk dan diberkatilah engkau pada waktu keluar.


201405