Page 1

Dari Redaksi

Semarang, 1 Maret 2014

Penyertaan-Nya Sempurna Di bulan Maret 2014 ini, kita akan merenungkan tema: “Penyertaan-Nya Sempurna”. Yesus Kristus yang datang ke dalam dunia ini juga memperoleh nama Jl. Pringgading 13 Semarang-50135 “Imanuel” yang artinya “Allah beserta kita”. Telp. 024-3540563 Fax. 024-3559861 Allah rindu menyertai umat-Nya karena email : renungan_sk@yahoo.com mereka memiliki banyak keterbatasn. Saat website : www.sinarkasih.org Ruang Tanya Jawab : terbebani kebutuhan jasmani; saat sinarkasihsmash@gmail.com menghadapi ancaman; saat mengalami masalah kehidupan, semuanya tidak dapat kita tanggung sendiri. Kita membutuhkan Tuhan Yesus Kristus yang sanggup memberikan pertolongan sehingga kebutuhan kita tercukupi; hidup kita terlindungi; dan masalah kita teratasi. Sebuah ilustrasi tentang penyertaan Tuhan yang sangat indah, yang berjudul “Jejak Kaki” menggambarkan perubahan dari dua pasang kaki menjadi sepasang kaki. Ada yang berpikir, perubahan itu terjadi karena Tuhan meninggalkan kita. Padahal yang betul adalah, kita digendong-Nya, sehingga yang nampak hanya jejak kaki-Nya. Oleh sebab itu percayalah bahwa penyertaan Tuhan dalam kehidupan kita akan membuat kita kuat dan mampu tampil sebagai orang yang lebih dari pemenang! Selamat menikmati penyertaan Tuhan … 

Redaksi Sinar Kasih mengucapkan terima kasih atas persembahan yang telah diberikan oleh pembaca yang budiman. Perlu Saudara ketahui bahwa persembahan yang Saudara berikan sangat bermanfaat untuk mendukung pelayanan Sinar Kasih bagi hamba-hamba Tuhan yang melayani di daerah-daerah yang sulit mendapatkan buku renungan harian. Apabila Saudara rindu untuk mendukung pelayanan tersebut, Saudara dapat mengirimkannya melalui wesel pos ke Redaksi Sinar Kasih Jl. Pringgading 13 Semarang - 50135, atau transfer melalui BCA KCP Bangkong a/n Bambang Santoso atau Lydia Lianawati No. A/C 7830340381. Tuhan Yesus Kristus membalas setiap dukungan doa dan dana Saudara dengan berkat-Nya yang melimpah. Penasihat : Pdt. Indrawan Eleeas, Budhi Wibowo, Timotius Yuyuh  Pemimpin Redaksi : Lydia Lianawati  Redaktur Pelaksana : Pdt. Petrus F. Setiadarma, Pdt. Lukas Budijana, Pdt. Agus Sutrisno, Pdt. Anon D. Lukito  Bendahara : Bambang Santoso  Penulis : Pdt. Indrawan Eleeas (IE), Pdt. Petrus F.S. (PF), Pdt. Lukas Budijana (LB), Pdt. Anon Dwi Lukito (ADL), Pdt. Agus Sutrisno (AS), Pdt. Sudra Militanto (SM), Pdt. Lie Yun Ling (YL), Leny Pancaningrum (LP), Lydia Lianawati (LL), Pdt. Dedy Irianto (DI), Pdt. Peres Supriyadi (PS), Pdm. Yurianto (YR), Alwi Widianto (AW)  Desain Grafis/Layout : Rahelia Linda Pengganti ongkos cetak : Rp 4000,- (empat ribu rupiah)


anan g g n a l r e Form B Harap diisi dengan huruf cetak

Nama

: _____________________________________________

Alamat

: _____________________________________________ _____________________________________________

Kota & Kode Pos : _____________________________________________ Telepon/HP

: _____________________________________________

Harga berlangganan untuk satu eksemplar (termasuk ongkos kirim): Jawa

:

6 bulan Rp 42.000,-

12 bulan Rp 84.000,-

Luar Jawa

:

6 bulan Rp 54.000,-

12 bulan Rp 108.000,-

Pembayaran dapat melalui: Wesel Pos : Redaksi SINAR KASIH Jl. Pringgading 13 Semarang, 50135 Bank : BCA KCP Bangkong a/n Bambang Santoso atau Lydia Lianawati No. A/C 7830340381  Untuk mempermudah proses berlangganan, bukti pembayaran dan formulir berlangganan harap di-fax ke (024)3559861, atau dikirim via pos.

 Renungan Sinar Kasih akan segera dikirimkan selambatnya 1 bulan setelah bukti pengiriman biaya berlangganan kami terima.

Tanda tangan pelanggan

(_____________________)


Bacaan Alkitab Setahun

sabtu, 1 maret 2014

Ulangan 32-34

Ku Tak Dapat Jalan Sendiri Mazmur 138:1-8 TUHAN akan menyelesaikannya bagiku! Ya TUHAN, kasih setia-Mu untuk selamalamanya; janganlah Kautinggalkan perbuatan tangan-Mu. Mazmur 138:8

Calon mahasiswa sering harus ikut orientasi. Pada masa orientasi, kakak-kakak senior di kampus tersebut memberikan tugas yang kadang merepotkan dan sulit untuk dikerjakan. Sore hari diumumkan bahwa besok pukul enam pagi sudah harus sampai di kampus dengan membawa “kerupuk warna merah dan putih”; membawa tas terbuat dari kain tertentu; dan membawa benda-benda yang sudah ditentukan. Seringkali orang tua atau saudara ikut repot dan membantu mencarikan bendabenda yang esok pagi-pagi harus dibawanya. Dalam keadaan terdesak dan waktu terbatas pertolongan orang tua atau saudara sangat berarti. Pengalaman hidup Daud yang penuh kesulitan, menyebabkan dia berkata: “Jangan Kautinggalkan perbuatan tangan-Mu.” Daud percaya dan sangat membutuhkan TUHAN dalam segala pergumulan yang dihadapinya. Sebuah lirik lagu berkata: “Tiap jam tiap waktu ku perlu Kau Tuhan.” Benar, manusia butuh penyertaan dan pertolongan Tuhan setiap saat! Namun saat segala sesuatu berjalan dengan baik, manusia kurang menyadari bahwa dia butuh Tuhan. Ketika menghadapi sakit yang gawat, musibah menimpa, baru merasa butuh Tuhan! Tuhan bisa memakai situasi yang menghimpit hidup agar kita berkata, “Aku tak dapat berjalan sendiri, aku butuh Tuhan.” Saat Tuhan hadir dan menyatakan kuasa-Nya, kita akan melihat campur tangan Tuhan yang ajaib itu seperti Daud di mana TUHAN menambah kekuatan pada jiwanya (ayat 3); mempertahankan hidupnya walau dalam kesesakan; dan TUHAN yang menyelamatkannya (ayat 7); membereskan segala urusan hidup yang sesulit apapun (ayat 8). Percayalah kepada-Nya! (LB )

DOA Berjalan bersama Tuhan, semua menjadi indah.

renung an

Tuhan memberi kemenangan kepada orang percaya yang harus berjuang dalam pekerjaan yang sulit.


minggu, 2 maret 2014

Bacaan Alkitab Setahun

Yosua 1-4

Berjalanlah Bersamaku Keluaran 33:1-23 Berkatalah Musa kepada-Nya: "Jika Engkau sendiri tidak membimbing kami, janganlah suruh kami berangkat dari sini. Keluaran 33:15

Pernahkah Saudara merasa takut berjalan seorang diri pada malam hari melewati tempat pemakaman? Ada banyak orang tidak berani melewati tempat tersebut karena image yang mungkin pernah didengar dari 'kata orang' atau dari tayangan film horor yang pernah ditonton bahwa di pemakaman itu ada hantu. Tetapi bagaimana jika berjalan melewati tempat tersebut bersama seorang kawan yang menemani kita? Apalagi jika kawan kita itu seorang pemberani dan mau menjamin keamanan serta keselamatan kita. Tentunya kita tidak akan merasa takut lagi. Musa mengalami ketakutan memimpin bangsa Israel berjalan di padang gurun selepas mereka keluar dari tanah Mesir. Ketakutan Musa tersebut sungguh beralasan. Mengapa? Karena memimpin bangsa Israel menuju ke tanah Kanaan adalah suatu tugas yang sangat berat. Bukan hanya kesulitan memimpin bangsa Israel yang keras kepala dan suka bersungut-sungut, tetapi terlebih harus berhadapan dengan musuhmusuh mereka di tengah perjalanan yang setiap saat bisa mengancam nyawa mereka. Oleh sebab itu Musa berkata kepada TUHAN, “Jika Engkau sendiri tidak membimbing kami, janganlah suruh kami berangkat dari sini.� (Ayat 15). Kita patut bersyukur kepada Tuhan karena Tuhan adalah Allah yang menjamin dan menjawab doa umat-Nya. TUHAN berjanji kepada Musa, “Aku akan mengutus seorang malaikat berjalan di depanmu dan akan menghalau orang Kanaan, orang Amori, orang Het, orang Feris, orang Hewi dan orang Yebus� (ayat 2). Ini adalah janji perlindungan dan penyertaan-Nya. Jika Tuhan berjanji, Ia pasti menepati janji-Nya. Karena itu, jangan takut lagi dengan kesulitan dan masalah dalam hidup ini selagi ada Tuhan yang selalu bersedia melindungi dan menyertai kita. Dia adalah Allah Sang Imanuel yang selalu beserta kita. (DI)

DOA Berjalan bersama Tuhan membuat hati tenang dan damai.

renung an

Umat Tuhan yang sedang mengalami ketakutan supaya Tuhan menolong.


Bacaan Alkitab Setahun

senin, 3 maret 2014

Yosua 5-7

Jalan Setapak Matius 7:13-14 “Karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya." Matius 7:14

Di kaki gunung Ungaran terdapat sebuah air terjun bernama Semirang, berjarak sekitar 25 km dari pusat kota Semarang. Air terjun dengan ketinggian 100 m ini banyak dikunjungi oleh para pelajar yang menyukai olahraga hiking. Untuk menuju ke sana harus berjalan hati-hati karena melewati jalan setapak yang sempit, berbatu-batu dan curam di sekitar hutan. Sesampai di air terjun, kita bisa menikmati airnya yang sejuk segar dan pemandangan yang mempesona. Di bagian akhir dari khotbah-Nya di atas bukit, Tuhan Yesus menunjukkan hal yang penting berhubungan dengan keselamatan. Manusia diberi pilihan. Tuhan Yesus menunjukkan adanya dua jalan. Jalan yang satu melewati pintu yang lebar dan jalan yang luas. Ini berbicara tentang keinginan-keinganan daging dan perbuatan dosa yang bertentangan dengan kehendak Allah. Jalan ini menuju kepada kebinasaan. Banyak orang lebih menyukai jalan yang lebar. Mengapa? Karena mereka lebih suka berjalan di jalan yang tidak benar dan hidup di dalam dosa. Jalan satunya lagi melewati pintu yang sesak dan jalan yang sempit. Ini berbicara tentang hidup menurut kehendak Allah. Orang yang berjalan menurut kehendak Allah akan memperoleh kehidupan. Tuhan Yesus mengundang kita untuk memilih pintu yang sesak dan jalan yang sempit supaya kita tidak binasa. Melewati pintu yang sesak dan jalan yang sempit memang tidak menyenangkan. Berjalan di jalan yang sempit seperti jalan setapak, kita harus melewati banyak tantangan dan rintangan. Tetapi orang yang mau menerima undangan Tuhan Yesus akan memperoleh keselamatan. Tuhan akan memegang tangan kita dan membawa kita ke sorga, ke tempat yang indah dan mulia. Di sorga kita dapat menikmati kekekalan bersama Dia. (LL)

DOA Pilihlah jalan yang sempit yang menuju kepada kehidupan.

renung an

Tuhan, aku terima undangan-Mu melewati jalan yang sempit.


selasa, 4 maret 2014

Bacaan Alkitab Setahun

Yosua 8-10

Sepakat Kejadian 5:21-24 Dan Henokh hidup bergaul dengan Allah, lalu ia tidak ada lagi, sebab ia telah diangkat oleh Allah. Kejadian 5:24

Dalam melakukan sesuatu dengan pihak lain, misalnya: pegawai dengan pimpinan perusahaan; antarrekan bisnis; membina keluarga, diperlukan kesepakatan. Yang bekerja ada kesepakatan aturan kerja dan gaji/honor. Yang berbisnis ada kesepakatan bisnis. Yang membina keluarga ada janji nikah untuk sepakat hidup bersama hingga kematian memisahkan keduanya. Demikian pula ketika kita mau hidup bergaul dengan Allah. Henokh dan Allah sepakat untuk bergaul, atau berjalan bersama. Kata 'bergaul' berarti berjalan dengan setia 'walk faithfully'. Sepanjang hidupnya, yaitu 365 tahun, Henokh bergaul dengan Allah. Dunia pada zaman Henokh adalah dunia yang penuh dengan kejahatan. Apakah itu berarti Henokh menyendiri seperti seorang petapa, jauh dari kehidupan nyata? Tidak! Alkitab berkata bahwa Henokh hidup sebagai manusia normal. Ia berkeluarga dan memiliki banyak anak lelaki dan perempuan (ayat 22). Henokh juga bernubuat, yaitu menyampaikan pesan TUHAN kepada orang-orang yang hidup pada zamannya agar mereka bertobat (Yudas 1:14). Sekalipun orang-orang pada zamannya tidak mau bertobat, itu bukan kesalahan Henokh, melainkan karena mereka keras kepala sehingga akhirnya mereka binasa. Sebaliknya, seluruh kehidupan dan karya Henokh berkenan kepada Allah, sehingga Allah mengangkatnya. Mari kita sepakat untuk bergaul dengan Allah. Setia dalam berdoa dan bersekutu dengan firman-Nya; menaati semua perintah-Nya; dan bersaksi tentang kasih dan kuasa-Nya. Pastikan penyertaan-Nya nyata dalam hidup kita. Pada akhirnya, kita pun berkenan kepada-Nya, sehingga satu kali kelak kita akan mengalami pengangkatan 'rapture' ketika Tuhan Yesus datang kembali, dan kita tinggal bersama-Nya selamalamanya. (PF)

DOA Orang yang bergaul dengan Allah akan selalu menyenangkan hati-Nya.

renung an

Agar semua orang percaya rindu hidup bergaul dengan Allah.


Bacaan Alkitab Setahun

rabu, 5 maret 2014

Yosua 11-13

Mengalahkan Dunia 1 Yohanes 5:1-5 Sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita. 1 Yohanes 5:4

Di dunia ini kita jumpai orang-orang yang ingin mengalahkan dunia. Dengan kata lain, ingin menguasai dunia. Misalnya, Adolf Hitler, ambisinya ingin menguasai seluruh Eropa. Sayang, bukan dia yang mengalahkan dunia tapi dunia yang mengalahkannya. Ditengarai dia mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri. Ada lagi orang yang ingin menaklukkan satwa liar, ganas dan berbisa. Sayang, orang-orang yang diacungi jempol oleh ribuan orang harus tewas olah satwa-satwa liar tersebut. Lalu, adakah manusia yang bisa mengalahkan dunia? Kitab Suci menjawab: Ada! Siapa gerangan orangnya? Yaitu orang yang beriman pada Tuhan Yesus Kristus. Berarti satu-satunya orang yang telah mengalahkan dunia yaitu Tuhan Yesus Kristus. Tuhan Yesus Kristus mengalahkan dunia. Apa maksudnya? Kitab Suci mengatakan, “Seluruh dunia berada di bawah kuasa si jahat” (1 Yohanes 5:19). Siapa yang dimaksud si jahat? Kalau kita menengok kitab Kisah Para rasul, kita memperoleh penjelasan berikut, “Paulus, yang penuh dengan Roh Kudus, menatap dia, dan berkata, Hai anak Iblis, engkau penuh dengan rupa-rupa tipu muslihat dan kejahatan” (Kisah 13:10). Berarti si jahat adalah Iblis. Tuhan Yesus telah mengalahkan Iblis, penguasa dunia. Tidak ada manusia yang mampu mengalahkan Iblis kecuali manusia Yesus. Selanjutnya, Tuhan Yesus juga mengalahkan maut. Kitab Suci mengatakan, “Ia memusnahkan dia, yaitu Iblis, yang berkuasa atas maut" (Ibrani 2:14). Maut adalah kematian. Baik kematian di bumi maupun kematian di lautan api yang bersifat kekal. Siapakah manusia yang mampu mengalahkan kematian? Tidak ada. Kecuali Yesus yang telah mengalahkannya. Yesus bangkit dari kematian. Dan Yesus naik kembali ke sorga. Jadi, siapa yang percaya pada Yesus, dia mampu mengalahkan dunia! Sudahkah Saudara percaya pada Tuhan Yesus? (IE)

DOA Hanya oleh iman, kita mampu mengalahkan dunia.

renung an

Kuatkan imanku untuk aku hidup berkemenangan.


kamis, 6 maret 2014

Bacaan Alkitab Setahun

Yosua 14-16

Memilih Teman Hidup Kejadian 24:12-48 Kemudian berlututlah aku dan sujud menyembah TUHAN, serta memuji TUHAN, Allah tuanku Abraham, yang telah menuntun aku di jalan yang benar untuk mengambil anak perempuan saudara tuanku ini bagi anaknya. Kejadian 24:48

Perkawinan di Kana membuktikan bahwa Allah sangat menghargai bersatunya sepasang laki-laki dan perempuan dalam mahligai rumah tangga. Abraham pun tahu akan hal itu sehingga ia juga tidak sembarangan saat mencari istri untuk anak laki-lakinya, Ishak. Ia mengutus hambanya yang bernama Eliezer untuk mencarikan teman hidup bagi Ishak. Eliezer diutus ke Haran di mana sanak saudara Abraham tinggal. Tugas yang diemban Eliezer tidaklah mudah. Dia sangat membutuhkan pertolongan TUHAN karena harus memilih satu gadis yang tepat di antara banyak gadis yang ada di Haran. Hal ini diungkapkannya dalam doa permohonan kepada TUHAN sampai dua kali di ayat 12-14 dan ayat 42-44. Dia benar-benar bergantung dan bersandar sepenuhnya pada Allah. Sekalipun bersandar penuh kepada Allah namun dia tetap berusaha tanpa kenal lelah untuk menemukan gadis yang tepat untuk Ishak. Yang luar biasa, setiap permohonan doa Eliezer dijawab TUHAN secara mendetail (ayat 15-20). Ini membuktikan bahwa Allah memperhatikan setiap hamba-Nya yang sungguh-sungguh berusaha dan terus menerus memohon pertolongan kepada-Nya. Para orangtua yang memilih menantu atau kaum muda yang mencari teman hidup hendaknya meneladani apa yang dilakukan Eliezer yaitu berdoa memohon campur tangan Tuhan. Jangan pernah mengambil keputusan berdasarkan pandangan mata atau menurut kehendak sendiri. Libatkan Tuhan, maka Dia akan memilihkan yang tepat. Jika Tuhan sudah memberi pasangan hidup, jangan lupa mengucap syukur seperti yang dilakukan Eliezer setelah dia mendapat jawaban atas doanya yaitu mendapatkan Ribka menjadi istri Ishak (ayat26-27). (LP)

DOA Tuhan mendengar doa orang yang mau berusaha serta mau berserah dan bersandar kepada-Nya.

renung an

Anak-anak muda yang sedang mencari teman hidup agar Tuhan turut campur tangan.


Bacaan Alkitab Setahun

jumat, 7 maret 2014

Yosua 17-19

Berkat Penyertaan Tuhan Kejadian 26:1-33 Jawab mereka: “Kami telah melihat sendiri, bahwa TUHAN menyertai engkau.” Kejadian 26:28a

Pernahkah Saudara berkata kepada seseorang: “Selamat ya, usahamu maju, tokomu tambah ramai, keluargamu harmonis...wah kamu diberkati dan disertai Tuhan ya!” Firman Tuhan hari ini menceritakan tentang orang-orang yang tidak mengenal Allah yaitu, Abimelek, Ahuzat, Pikhol dan orang-orang Filistin berkata kepada Ishak: “Kami telah melihat sendiri, bahwa TUHAN menyertai engkau.” Selanjutnya mereka mengadakan sumpah setia, karena penyertaan TUHAN atas Ishak membuat orang Filistin gentar (Kejadian 26:26-31). Ya, berkat penyertaan TUHAN itu laksana perisai yang menudungi Ishak di manapun ia berada. Apa sebenarnya yang telah dilakukan Ishak? Pertama, percaya penuh pada penyertaan TUHAN (Kejadian 26: 3, 6). Ishak sungguh percaya bahwa sekalipun ia berada di negeri asing, TUHAN akan tetap menyertainya. Kedua, proaktif atas penyertaan TUHAN (Kejadian 26:12). Ishak tidak pasif dan tinggal diam setelah ia mengetahui bahwa dirinya disertai TUHAN. Ia bahkan menabur di tanah yang bukan miliknya sendiri (Kejadian 39:2a). Ketiga, pantang menyerah. Setidaknya tiga kali Ishak berpindah tempat karena dianggap sebagai ancaman bagi penduduk setempat dan memonopoli persediaan air yang berlimpah. Penyertaan TUHAN terbukti saat ia menggali sumur di tempat yang berlainan. Bayangkan jika ia menyerah pada keadaan! Bukankah kita pun mendapat janji yang sama seperti yang diterima Ishak bahwa kita punya Tuhan Imanuel (Matius 1:23) yang menyertai sampai akhir zaman (Matius 28:20), bahkan Ia tidak pernah sekalipun meninggalkan dan membiarkan kita (Ibrani 13:5)? Percayalah teguh akan janji-Nya! Jangan bersikap pasif karena penyertaan Tuhan dinyatakan atas orang yang bekerja dan jangan menyerah ketika menghadapi kesulitan! (AW)

DOA Penyertaan Tuhan dinyatakan atas orang yang percaya penuh kepada-Nya.

renung an

Bagi para pekerja dan karyawan.


sabtu, 8 maret 2014

Bacaan Alkitab Setahun

Yosua 20-22

Bila Engkau Besertaku Kejadian 28:10-22 Lalu bernazarlah Yakub: “Jika Allah akan menyertai dan akan melindungi aku di jalan yang kutempuh ini, …” Kejadian 28:20

Beberapa orang tua tidak tega melepas putra-putrinya untuk studi atau bekerja di luar kota. Mengapa? Alasan utamanya adalah pergaulan, kesehatan dan keamanan. Bagaimana kalau nanti salah bergaul, sakit, atau diganggu orang, padahal mereka jauh dari orang tua? Namun ada juga orang tua yang merelakan putra-putrinya studi atau bekerja di luar kota. Salah satu alasannya adalah agar mereka lebih mandiri. Tentunya mereka diberi bekal yang cukup mengenai hal-hal yang mungkin dihadapi. Zaman di mana Yakub hidup masih berprinsip hukum rimba. Siapa yang kuat dialah yang menang. Perjalanan pada masa itu tidak bisa secepat atau seaman sekarang. Sewaktu-waktu Yakub bisa terkejar oleh Esau, kakaknya; atau berjumpa dengan binatang buas; atau berjumpa dengan gerombolan perampok. Apalagi Yakub adalah 'anak kemah', artinya selama ini lebih banyak tinggal di kemah bersama Ribka, ibunya. Bisa dipastikan Yakub pergi meninggalkan kemahnya dalam ketakutan: takut tersesat; takut terkejar oleh kakaknya; takut serangan binatang buas; dan takut berjumpa orang-orang jahat. Namun Allah Abraham dan Ishak, adalah Allah Perjanjian. Dalam ketakutan seperti itulah, Yakub memperoleh janji Allah yang luar biasa. Seruan Yakub, “Jika Engkau menyertai aku ...” dijawab oleh Allah. Selama berada dalam perjalanan dan dalam perantauan, Allah menyertai Yakub sehingga ia dapat kembali ke kemah orang tuanya dengan berkat TUHAN yang berlimpah. Ia juga dapat kembali berdamai dengan Esau, kakaknya. Adakah Saudara sedang dalam ketakutan menghadapi perjalanan hidup ini? Ingatlah bahwa kita tak pernah sendiri. Serahkan segala kekhawatiran Saudara kepada Tuhan kita, Yesus Kristus. Ia adalah Allah yang setia yang akan terus menyertai kita. (PF)

DOA Penyertaan-Nya membuat kita kuat senantiasa.

renung an

Agar semua orang percaya mengalami dan mensyukuri penyertaan Tuhan.


Bacaan Alkitab Setahun

minggu, 9 maret 2014

Yosua 23-24

Berhasil Karena Penyertaan Tuhan Kejadian 39:1-6 ‌. Yusuf disertai TUHAN dan bahwa TUHAN membuat berhasil segala sesuatu yang dikerjakannya. Kejadian 39:3

Banyak sekali kisah-kisah orang sukses yang memberikan motivasi. Mereka bisa meraih sukses karena kerja keras. Kesuksesan tidak diraih dalam semalam, tetapi memerlukan waktu yang panjang. Seringkali orang iri dengan orang-orang yang sukses. Mereka hanya melihat hasil tanpa mau melihat prosesnya. Yusuf menjadi orang yang berhasil bukan sebagai pengusaha atau orang terkaya pada zamannya. Pada waktu itu pertama kali menginjakkan kakinya di Mesir, Yusuf bukan apa-apa. Dia hanya seorang budak dari Potifar, seorang pegawai istana Firaun. Selama bekerja sebagai budak, tentu Yusuf diawasi dan dinilai. Dan Yusuf telah menunjukkan dirinya sebagai pekerja yang baik dan memiliki sikap yang manis. Hal itulah yang membuat Potifar tertarik untuk mengangkat Yusuf menjadi pelayan pribadinya. Yusuf dipercaya dan diberi kekuasaan atas rumah; dan semua yang ada di dalam rumah dan di ladang milik Potifar. Walaupun Potifar tidak mengenal TUHAN, tetapi ia ikut menikmati berkat TUHAN karena Yusuf. Apa rahasia Yusuf menjadi seorang yang selalu berhasil dalam pekerjaannya? Yang pertama adalah karena pribadinya. Yusuf memiliki karakter yang baik. Ia tekun bekerja dan jujur. Kedua, oleh karena karakternya yang baik, maka Yusuf disertai TUHAN (ayat 2 dan 3). Kita semua membutuhkan penyertaan Tuhan dalam segala hal, baik dalam studi; bekerja; berbisnis; berumah tangga; bepergian; memutuskan sesuatu; dan sebagainya. Dengan pernyertaan Tuhan, maka semuanya berjalan dengan baik dan sesuai dengan kehendak Tuhan. Milikilah karakter yang baik maka Tuhan akan menyertai kehidupan kita. Jika kita disertai Tuhan, maka kita akan menjadi orang yang berhasil dalam apa saja yang kita kerjakan. (LL)

DOA Pribadi yang baik tercermin dari karakternya.

renung an

Tuhan, sertai segala hal yang aku kerjakan.


senin, 10 maret 2014

Bacaan Alkitab Setahun

Hakim-Hakim 1-3

Lidah Disertai Tuhan Keluaran 4:1-17 “Oleh sebab itu, pergilah, Aku akan menyertai lidahmu dan mengajar engkau, apa yang harus kaukatakan.� Keluaran 4:12

Ada orang yang memiliki bakat berbicara artinya berani berbicara di depan orang banyak. Tetapi ada juga orang yang tidak berani berbicara di depan publik padahal ia termasuk orang yang suka bicara. Orang-orang yang bekerja di bidang marketing pada umumnya pandai berbicara. Sebenarnya berbicara dapat dilatih. Ada teknik-teknik tertentu supaya orang memiliki keberanian berbicara di depan umum. Sebagai seorang pangeran Mesir yang terdidik, Musa tidak memiliki kepandaian berbicara. Ketika ia disuruh TUHAN menghadap Firaun untuk meminta izin supaya bangsa Israel dapat beribadah kepada TUHAN, Musa menolak dengan alasan bukan orang yang pandai berbicara. Bahkan ia mengusulkan Harun, kakaknya yang menghadap Firaun karena Harun pandai berbicara. Tetapi TUHAN tetap pada pendiriannya. Musalah yang harus menghadap Firaun dan bukan yang lain. Musa sudah ditetapkan oleh TUHAN menjadi pemimpin besar, maka TUHAN memperlengkapi dia dengan kuasa-Nya. TUHAN nyatakan mukjizat yang pertama kepada Musa melalui tongkat yang dibawanya. Tongkat itu berubah menjadi ular. Ketika Musa menolak perintah TUHAN untuk menghadap Firaun dengan berbagai alasan, TUHAN berjanji akan menyertai lidahnya dan mengajarkan apa yang harus ia katakan kepada Firaun. Itulah langkah awal bagi Musa sehingga ia dapat memimpin bangsa Israel keluar dari Mesir dan berjalan di padang gurun selama 40 tahun. Lidah adalah suatu anggota tubuh yang kecil, tetapi kalau disertai Tuhan, memiliki kekuatan kuasa yang dahysat untuk menyatakan perkara-perkara besar. Hati-hatilah menggunakan lidah. Mari kita gunakan lidah kita untuk mengeluarkan perkataan-perkataan yang positif dan membangun. (LL)

DOA Dengan lidah kita memuji dan memuliakan Tuhan.

renung an

Tuhan, sertai lidahku untuk memuji dan memuliakan nama-Mu.


Bacaan Alkitab Setahun

selasa, 11 maret 2014

Hakim-Hakim 4-6

Dia Menuntun Keluaran 12:29-42 Malam itulah malam berjaga-jaga bagi TUHAN, untuk membawa mereka keluar dari tanah Mesir. Dan itulah juga malam berjaga-jaga bagi semua orang Israel, turun-temurun, untuk kemuliaan TUHAN. Keluaran 12:42

Pada umumnya setiap orang pernah dituntun, entah saat masih kanak-kanak ketika belajar berjalan; saat di awal mengikuti pendidikan; atau saat dewasa ketika menghadapi masalah; atau bahkan saat lanjut usia dengan kekuatan fisik yang semakin menurun. Alangkah sedihnya hati kita saat kita lemah namun tidak ada yang mau menuntun. Sebaliknya kita merasa senang ketika kita lemah ada orang yang mau datang dan mau menuntun kita. Betapa sukacitanya umat Israel saat mereka dituntun oleh TUHAN keluar dari penindasan dan perbudakan bangsa Mesir, mengingat berkalikali mereka berusaha keluar dari tanah Mesir namun gagal meskipun berbagai tulah dari TUHAN ditimpakan kepada bangsa Mesir. Akhirnya, setelah tulah kesepuluh yaitu anak sulung mati, TUHAN membuat bangsa Mesir takut dan bermurah hati kepada umat Israel. Lalu mulailah TUHAN menuntun mereka keluar dari tanah Mesir di bawah kepemimpinan nabi Musa. Hal ini mengingatkan kita betapa sulitnya saat kita ingin keluar dari kuasa kegelapan yaitu kuasa Iblis dan ikatan dosa. Memang sulit karena tak satu pun usaha dan perbuatan kita yang sanggup melepaskan kita dari kuasa Iblis dan ikatan dosa selain Tuhan Yesus Kristus yang sudah berkarya di atas kayu salib. Oleh kuasa-Nya kita dituntun keluar dari kuasa kegelapan dan dituntun masuk ke dalam terang-Nya yang ajaib. Oleh karena itu, marilah kita menyerahkan diri kita kepada Tuhan Yesus Kristus dan terimalah tuntunan Roh-Nya, baik melalui firman Tuhan yang kita dengar; melalui nasihat orang-orang yang dipakai oleh Tuhan, maupun hati kita yang disentuh oleh Roh Tuhan saat kita berdoa. (ADL)

DOA Tidak ada satu pun penuntun yang sempurna selain Tuhan Yesus Kristus.

renung an

Orang-orang yang masih berjalan berdasarkan kehendak diri sendiri dan menolak tuntunan Tuhan supaya menerima tuntunan-Nya.


rabu, 12 maret 2014

Bacaan Alkitab Setahun

Hakim-Hakim 7-9

Kita Tidak Dibiarkan Ibrani 13:5-6 Karena Allah telah berfirman: "Aku sekalikali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau." Ibrani 13:5b

Saya teringat sewaktu masa kecil. Saya masuk TK atau Taman Kanakkanak. Letak sekolah tidak jauh dari rumah saya. Cukup jalan kaki saja. Namun saya tidak dibiarkan jalan sendiri menuju ke sekolah. Ayah mengantar saya ke sekolah. Terkadang nenek yang mengantar bila ayah harus berangkat kerja pagi-pagi sekali. Yang jelas saya tidak dibiarkan berjalan sendiri. Mengapa? Tentunya banyak bahaya yang bisa menimpa saya. Entah tertabrak kendaraan. Atau tersesat di jalan. Atau diculik orang jahat. Atau terantuk batu dan jatuh. Yah, macam-macam tantangan yang menghadang perjalanan saya ke sekolah. Lalu apa kaitannya pengalaman saya semasa kecil dengan nas bacaan kita? Pernahkah kita merenung dalam-dalam, “Siapa aku ini?” Kalau mau jujur, kita akan menjawab, “Aku bukan siapa-siapa.” Tidak ada satu pun yang patut kita banggakan dalam kehidupan ini. Namun kita pun dapat menjawab dengan penuh iman, “Aku adalah anak Tuhan.” Firman-Nya di Injil Yohanes 1:12 menyatakan kita adalah “anak-anak Allah”. Barangsiapa yang percaya dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, dia adalah anak Allah. Sebagai anak, kita menyapa Allah sebagai Bapa. Sapaan Allah sebagai Bapa menunjukkan hubungan keintiman kita dengan Tuhan. Sebagaimana orang tua lahiriah yang mengasihi anak-anaknya yang tidak membiarkan anak-anaknya berjalan sendiri, demikian juga tentunya dengan Bapa kita di sorga. Bapa tidak akan membiarkan kita berjalan sendiri. Bapa sorgawi tidak akan rela membiarkan anak-anak-Nya menghadapi pelbagai bahaya seorang diri. Tuhan siap menolong kita. Itu sebabnya penulis surat Ibrani berkata, “Tuhan adalah Penolongku” (Ibrani 13:6). Tuhan siap menolong Saudara di setiap saat. Jangan takut! Tuhan tidak membiarkan Saudara berjalan sendiri. (IE)

DOA Aku tidak takut karena Tuhan berjalan bersamaku.

renung an

Terima kasih Bapa atas penyertaan Bapa dalam hidupku.


Bacaan Alkitab Setahun

kamis, 13 maret 2014

Hakim-Hakim 10-12

Tiang Awan – Tiang Api Keluaran 13:17-22 TUHAN berjalan di depan mereka, pada siang hari dalam tiang awan untuk menuntun mereka di jalan, dan pada waktu malam dalam tiang api untuk menerangi mereka, sehingga mereka dapat berjalan siang dan malam. Keluaran 13:21

Melintasi padang gurun membutuhkan stamina tubuh yang baik. Bahkan seorang yang menempuh perjalanan panjang di padang gurun memerlukan sejumlah perlengkapan dan obat-obatan untuk menjaga kesehatan. Padang gurun memiliki perubahan cuaca yang ekstrim. Pada siang hari suhu udaranya sangat panas tetapi malam hari sangat dingin. Menghadapi cuaca semacam ini untuk jangka waktu bertahun-tahun hampir mustahil bagi orang yang tanpa perlengkapan memadai. Bangsa Israel hidup di padang gurun empat puluh tahun lamanya. Bagaimana mereka bisa bertahan menghadapi ganasnya padang gurun? Ternyata TUHAN Allah sendiri yang menjaga umat-Nya. Secara ajaib, TUHAN menyatakan pemeliharaan-Nya. TUHAN memberi "awan" besar berbentuk tiang dengan ujung atasnya membesar untuk menyertai mereka sehingga terpelihara dari terik matahari. Ketika malam tiba tiang awan berubah menjadi tiang api yang menghangatkan mereka dari suhu yang sangat dingin dan sekaligus menerangi mereka dari kegelapan. Jika TUHAN sanggup menyatakan pemeliharaan yang ajaib terhadap umat Israel, maka kita percaya bahwa Tuhan di dalam kemurahan-Nya juga sanggup memelihara anak-anak-Nya pada masa kini. Apakah Saudara sedang menghadapi situasi yang sulit dan tak seorang pun sanggup menolong? Apakah hari-hari ini Saudara merasakan seperti sedang berjalan di padang gurun yang ganas dan penuh bahaya? Pandanglah kepada Tuhan Yesus Kristus yang berkata, “Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman� (Matius 28:20). Kalau perjalanan bangsa Israel merasakan penyertaan Tuhan melalui tiang awan dan tiang api, kini Tuhan menyertai melalui Roh Kudus yang diutus dan diam di hati setiap orang percaya. (LB)

DOA Tuhan sanggup menyatakan penyertaanNya yang ajaib kepada umat-Nya.

renung an

Orang percaya yang menghadapi tekanan hidup agar Tuhan menyatakan kuasa-Nya.


jumat, 14 maret 2014

Bacaan Alkitab Setahun

Hakim-Hakim 13-15

Tuhan Berjalan Di Depan Ulangan 31:1-8 Sebab TUHAN, Dia sendiri akan berjalan di depanmu, Dia sendiri akan menyertai engkau, Dia tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau; janganlah takut dan janganlah patah hati." Ulangan 31:8

Apabila kita mengikuti tour, maka semuanya sudah diatur oleh biro tour. Di setiap tempat wisata, kita akan diantar oleh seorang pemandu wisata. Agar tidak ada yang terhilang dari rombongan, kita diminta mengikuti pemandu wisata yang berjalan di depan kita. Sebuah pengalaman yang tak terlupakan ketika saya mengikuti tour. Saya dan dua teman terpisah dari rombongan gara-gara barang-barang saya terjatuh dan dua teman saya membantu mengambil barang-barang tersebut. Padahal waktu itu hari sudah malam. Ketika akan memasuki tanah Kanaan, bangsa Israel merasa takut. Apalagi membayangkan penduduk Kanaan yang tinggi besar seperti raksasa. Yosua yang baru saja diserahi tugas menggantikan Musa juga merasa takut. Itu sebabnya menjelang kematiannya, Musa memberikan pernyataan firman TUHAN yang sangat menguatkan hati mereka. Musa yang sudah berpengalaman memimpin bangsa Israel selama 40 tahun di padang gurun, mengetahui dengan pasti bahwa TUHAN Allah akan menyertai umat-Nya. TUHAN akan berjalan di depan untuk memimpin perjalanan mereka. Mereka tidak perlu takut karena TUHAN sudah berjanji tidak akan membiarkan dan tidak akan meninggalkan mereka sesuai dengan sumpah yang sudah diucapkan-Nya kepada nenek moyang mereka. Pesan Musa yang harus selalu mereka ingat dan lakukan adalah mengasihi TUHAN; hidup menurut jalan-Nya; berpegang pada perintah-Nya; mendengarkan suara-Nya dan berpaut pada-Nya, maka TUHAN akan memberkati dan memberikan umur panjang (Ulangan 30:16-20). Apa yang saat ini sedang Saudara takutkan? Adakah “raksasa-raksasa Kanaan� yang membayangi hidup Saudara? Jangan takut, Tuhan ada di depan kita! Dia akan memunahkan 'musuh-musuh' yang menakutkan. (LL)

DOA Tuhan menjamin keamanan kita.

renung an

Terima kasih Tuhan untuk penyertaan-Mu.


Bacaan Alkitab Setahun

sabtu, 15 maret 2014

Hakim-Hakim 16-18

Janji-Nya Menyertai Yosua 1:1-18 “Seperti Aku menyertai Musa, demikianlah Aku akan menyertai engkau; Aku tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau.� Yosua 1:5

Keluarnya bangsa Israel dari perbudakan bangsa Mesir menjadi kisah yang patut direnungkan. Karya-karya Allah yang spektakuler mewarnai perjalanan bangsa Israel menuju Tanah Perjanjian, Kanaan. Cara Allah membebaskan bangsa Israel dari Mesir pun dengan cara yang ajaib. Allah menurunkan 10 tulah atas orang Mesir. Kemudian Laut Teberau terbelah dan masih banyak lagi mukjizat yang membuktikan bahwa Allah menyertai perjalanan umat Israel menuju ke Tanah Perjanjian. Seorang pemuda yang bernama Yosua, abdi Musa juga ikut dalam perjalanan menuju tanah Kanaan. Dalam perjalanannya, Yosua banyak melihat karya Allah yang luar biasa yang dilakukan-Nya melalui Musa. Selain itu, persoalan dan masalah sering dihadapi Musa karena ketidakpercayaan orang-orang Israel terhadap penyertaan TUHAN kepada mereka. Sebelum bangsa Israel masuk tanah Kanaan, Musa meninggal dunia sehingga tugas selanjutnya diserahkan kepada Yosua untuk membawa umat Israel menuju tanah Kanaan. Yosua merasa takut melihat umat Israel yang tidak setia. Namun TUHAN memberi jaminan bahwa Ia akan menyertai Yosua sama seperti menyertai Musa. Syarat yang TUHAN minta kepada Yosua adalah pertama, menguatkan dan meneguhkan hatinya kepada TUHAN. Kedua, bertindak sesuai firman TUHAN dan ketiga, mengisi kehidupan dengan firman TUHAN (Yosua 1:7-8). Semua dilakukan Yosua, maka Janji TUHAN ditepati. Yosua mengalami penyertaan TUHAN dan masuk ke tanah Kanaan. Apakah Saudara rindu mengalami penyertaan dan mukjizat Tuhan? Jalankan kehidupan seperti yang Yosua lakukan. Percayalah Tuhan akan membuat Saudara berhasil. (PS)

DOA Tuhan tidak pernah menyuruh tanpa memperlengkapi.

renung an

Kami bersyukur atas penyertaan-Mu yang sempurna dalam hidupku.


minggu, 16 maret 2014

Bacaan Alkitab Setahun

Hakim-Hakim 19-21

Dia Hadir Di Setiap Waktu Matius 28:16-20 “… Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.” Matius 28:20

Sepasang sejoli yang sedang memadu kasih, biasanya saling memberikan janji-janji manis. Salah satu janji yang diucapkan seorang jejaka kepada gadisnya adalah: “Aku akan selalu ada di sisimu, kapanpun dan di manapun!” Namun ketika sudah menikah, saat akan melahirkan, kekasihnya yang sudah menjadi suaminya terpaksa menitipkan istrinya kepada orang tuanya. Mengapa? Karena ia mendapat tugas dari pimpinan perusahaan di mana ia bekerja yang tidak bisa ditolaknya, yaitu ke luar kota selama beberapa hari. Semanis apapun janji manusia, tidak seperti janji Tuhan Yesus kepada kita. Seberapapun besarnya keinginan manusia untuk mendampingi orang yang dicintai belum tentu dapat terwujud karena keterbatasannya. Ketika Yesus hendak naik ke sorga, Ia berada bersama dengan murid-murid-Nya. Ada yang masih tetap percaya kepada-Nya, ada pula yang masih ragu-ragu. Tuhan Yesus berkata bahwa kepada-Nya diberikan segala kuasa, yaitu untuk menolong para murid-Nya dalam melaksanakan tugas yang mulia, suatu Amanat Agung untuk memberitakan Kabar Baik kepada seluruh umat manusia. Tugas mahaberat itu tidak akan bisa dilaksanakan dengan kemampuan mereka sendiri. Itulah sebabnya Tuhan Yesus berjanji senantiasa menyertai mereka, dan juga kita semua sampai kepada akhir zaman. Ketika kita berada di jalan Tuhan yaitu bekerja dengan cara seusai kehendak Tuhan; membina keluarga juga dengan cara Tuhan; melayani dan bersaksi dengan cara dan kuasa Tuhan, maka Roh Kudus yang menyertai kita akan memberikan kuasa dan kekuatan yang luar biasa. Kuasa dan kekuatan itulah yang membuat kita mampu mengatasi segala tantangan dalam hidup ini! (PF)

DOA Kehadiran Tuhan mendorong kita menjadi pemberita Injil keselamatan.

renung an

Agar semua orang percaya rindu menjadi saksi Tuhan.


Bacaan Alkitab Setahun

senin, 17 maret 2014

Rut 1-4

Apakah Kamu Kuatir? 1 Petrus 5:6-10 Serahkanlah segala kekuatiranmu kepadaNya, sebab Ia yang memelihara kamu. 1 Petrus 5:7

Howard Hughes, seorang warga Amerika yang kaya raya. Dapat dikatakan hartanya tidak akan habis sampai keturunan yang keempat. Dia mampu membeli apa saja yang diinginkannya. Seolah-olah dunia ada di dalam genggamannya. Namun sayang, Howard Hughes selalu hidup dalam kekuatiran. Ironis. Hartanya melimpah ruah. Tidak kurang suatu apapun. Tapi selalu kuatir. Konon, Howard Hughes melengkapi tempat tinggalnya secara steril atau suci hama. Dia pun tidak mau bersalaman dengan siapapun. Dia kuatir terkena penyakit. Yah, dia kuatir mati. Kekuatiran atas penyakit; kekuatiran atas kematian menyebabkan hidup Howard Hughes tidak tenang. Akhirnya, dia pun meninggal karena suatu penyakit. Kalau orang sekaya Howard Hughes bisa kuatir apalagi kita yang mungkin hidup pas-pasan dari hari ke hari. Kekuatiran bisa menghinggapi siapa saja. Itu adalah hal yang wajar. Bagi umat Tuhan, rasa kuatir tentunya juga sering dirasakan. Bedanya, umat Tuhan terkadang timbul rasa kuatir sama dengan orang-orang di luar Tuhan tapi hanya sebentar. Mungkin beberapa menit saja. Lalu rasa kuatir tersebut lenyap. Bagi umat Tuhan, rasa kuatir diserahkan kepada Tuhan dan Tuhanlah yang akan mengatasi semua hal yang mengkuatirkan hidup kita. Mengapa kita sebagai umat Tuhan tidak perlu kuatir? Karena firman-Nya berkata, “Bapamu yang di sorga tahu bahwa kamu memerlukan semuanya itu” (Matius 6:32). Kata kuncinya adalah “tahu”. Bapa di sorga tahu segala sesuatu yang kita butuhkan. Apa yang menjadi kebutuhan Saudara hari ini? Saudara kuatir? Mari, serahkanlah kepada Tuhan. Tuhan, Sang Bapa tahu apa yang sedang kita hadapi dalam kehidupan ini. (IE)

DOA Apa saja yang kita butuhkan diketahui oleh Bapa.

renung an

Ya Bapa, aku serahkan kebutuhanku kepada Bapa.


selasa, 18 maret 2014

Bacaan Alkitab Setahun

1 Samuel 1-3

Tuhan Menyelesaikannya Bagiku Mazmur 138:1-8 TUHAN akan menyelesaikannya bagiku! Mazmur 138:8a

Saat mempersiapkan pernikahan, banyak pergumulan yang harus saya hadapi. Apalagi saya dan suami mempersiapkan sendiri tanpa bantuan EO (Event Organizer). Belum lagi tempat tinggal kami yang berlainan kota membuat kami harus ekstra sabar dalam menghadapi setiap persoalan yang terjadi. Namun sekalipun jarak kami berjauhan, setiap malam kami berdoa meminta Tuhan Yesus sendiri yang turut campur tangan dalam setiap pergumulan kami. Tuhan Yesus memang luar biasa, Ia benar-benar dapat diandalkan. Pertolongan-Nya datang tepat waktu. Puji Tuhan, setiap pergumulan kami diselesaikan-Nya dengan cara yang tak terduga. Bahkan biaya yang kami butuhkan disediakan Tuhan sebelum acara pernikahan sehingga kami tidak perlu kuatir. Teladan Daud dalam menghadapi setiap pergumulan hidupnya menjadi contoh yang sangat baik bagi kita. Apa yang dilakukan Daud? Saat menghadapi persoalan Daud berseru kepada TUHAN (ayat 3). Mengapa Daud berseru kepada TUHAN? Karena Daud tahu bahwa TUHAN pasti menjawab seruannya, bahkan menambah kekuatan di jiwanya saat menghadapi pergumulan (ayat 4). TUHAN juga mempertahankan hidup Daud saat menghadapi musuh-musuhnya bahkan menyelamatkannya (ayat 7). Kasih setia TUHAN kekal sampai selama-lamanya (ayat 8), artinya kasih setia yang menyebabkan TUHAN tetap memenuhi komitmen-Nya terhadap ikatan janji yang telah dibuat-Nya. Ini dibuktikan-Nya melalui pengorbanan-Nya di atas kayu salib. Tugas tersebut diselesaikan-Nya dengan sempurna (Yohanes 19:30). Yang luar biasa adalah komitmen Tuhan menyelesaikan rencana-Nya dalam kehidupan kita berlanjut hingga masa kekekalan. Oleh sebab itu berserulah kepada Tuhan saat menghadapi pergumulan. (LP)

DOA Yakinlah bahwa Tuhan menyelesaikan setiap pergumulan kita tepat pada waktu-Nya.

renung an

Kebutuhan ekonomi anak-anak Tuhan.


Bacaan Alkitab Setahun

rabu, 19 maret 2014

1 Samuel 4-7

Tuhan Menyertai Aku Yeremia 20:7-18 Tetapi TUHAN menyertai aku seperti pahlawan yang gagah, sebab itu orang-orang yang mengejar aku akan tersandung jatuh dan mereka tidak dapat berbuat apa-apa. Yeremia 20:11a

Yeremia seorang nabi yang dijuluki nabi air mata. Yeremia berhadapan dengan orang Israel yang keras kepala, tidak mau bertobat dan mendengar didikan yang benar. Yeremia hanya bisa berkeluh kesah dan menangis. Bahkan orang-orang mencemooh dan mengolok-oloknya, sehingga ia merasa tidak kuat dalam tugasnya sebagai utusan TUHAN. Yeremia merasakan berjuang seorang diri dan tidak seorangpun mau mendengar pesan TUHAN yang ia sampaikan. Melayani Tuhan tidak selalu mudah. Bahkan menjadi orang Kristen yang konsekuen dengan menjaga hidup benar dan kudus seringkali menghadapi olok-olok dari masyarakat sekitarnya. Apakah sudah tamat panggilan seorang pelayan Tuhan apabila semua orang menolak berita firman Tuhan yang disampaikan? Tidak, Yeremia yang letih lesu justru mendapat kekuatan ketika sadar bahwa TUHAN menyertai dia! TUHAN menyertai Yeremia sebagai pahlawan yang gagah untuk tetap menuntaskan tugas pelayanannya. Penyertaan Tuhan dalam hidup setiap anak Tuhan cukup untuk meneruskan tugas pelayanan yang Tuhan percayakan. Sekalipun respons orang sekitar yang kita layani menolak dan tidak menerima, tetapi apabila Tuhan menyertai pelayanan kita, jangan berhenti! Jangan lemah dan patah semangat. Orang bisa merencanakan hal yang buruk terhadap pelayan Tuhan. Bahkan mungkin sang pelayan tidak menyadari hidupnya terancam. Atau sang pelayan harus menghadapi teror yang membuatnya takut. Namun, seorang pelayan Tuhan yang hidup dalam pimpinan Tuhan perlu menyadari seperti Yeremia, bahwa Tuhan menyertai dalam kondisi apapun. Orang yang berbuat jahat justru akan tergelincir dan jatuh. (LB)

DOA Penyertaan Tuhan membuat hidup penuh damai sejahtera.

renung an

Para buruh yang harus bekerja keras agar Tuhan memberkati.


kamis, 20 maret 2014

Bacaan Alkitab Setahun

1 Samuel 8-10

Aku Sanggup Filipi 4:10-20 Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku. Filipi 4:13

Terjemahan Filipi 4:13 dalam bahasa Inggris berkata, “I can do everything through Him who gives me strength” (NIV). Topik renungan kita “Aku sanggup” diambil dari terjemahan bahasa Inggris tersebut “I can”. Kata-kata bahasa Inggris “I can” mengandung makna yang cukup dalam untuk direnungkan. Acapkali kita mendengar kata-kata “aku tidak sanggup” atau “aku tidak bisa”. Memang patut diakui kita sebagai manusia memiliki kemampuan yang amat terbatas. Benar kalau orang berkata, “aku tidak sanggup.” Wajar-wajar saja. Namun apa yang dikatakan rasul Paulus beda. Dia tegas berkata, “I can do everything.” Dengan kata lain, rasul Paulus berkata, “Aku sanggup menghadapi segala sesuatu dalam kehidupan ini.” Pertanyaannya, di mana letak rahasia kesanggupan rasul Paulus? Perhatikan kata-kata rasul Paulus tersebut. Ternyata kesanggupannya menghadapi pelbagai tantangan hidup bukan berasal dari kekuatannya sendiri. Bukan berasal dari kesanggupannya sendiri. Melainkan berasal dari Dia yaitu Tuhan Yesus Kristus. Saat menghadapi sakit, pelbagai kesulitan bahkan maut sekalipun, rasul Paulus sanggup menghadapinya. Dia tidak gentar; imannya tidak goyah; kasihnya tidak menjadi tawar saat menghadapi macam-macam tantangan yang berat. Rasul Paulus tahu bahwa Tuhan pasti memberi kesanggupan kepadanya. Tentunya rasul Paulus ingat kata-kata Yesus, “Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman” (Matius 28:20). Janji penyertaan Tuhan itulah yang membuat rasul Paulus sanggup. Kita pun sanggup menghadapi apapun bersama Tuhan. Karena itu ukirkanlah dalam hatimu kata-kata ini, “Bersama Tuhan aku bisa, aku sanggup.” (IE)

DOA Aku sanggup karena Tuhan yang memampukan.

renung an

Ya Tuhan, beri aku kemampuan untuk menghadapi kehidupan ini.


Bacaan Alkitab Setahun

jumat, 21 maret 2014

1 Samuel 11-13

Tidak Takut Mazmur 23:1-6 Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku. Mazmur 23:4

Melakukan perjalanan di Indonesia seringkali menghadapi kondisi jalan yang bermacam-macam. Ada jalan yang halus dan lebar, sehingga mobil bisa melaju dengan cepat dan mudah. Namun ada jalan yang rusak dan berlubang; curam; bergelombang karena tanahnya labil, sehingga perlu berhati-hati melewatinya. Itulah gambaran perjalanan hidup manusia, tidak selalu baik dan lancar. Di dalam hidup ini juga bermacam-macam. Ada suka dan duka; ada tawa dan tangis; ada mudah dan sulit; bahkan ada marabahaya yang menakutkan. Ada perjalanan hidup yang terasa sepi dan gelap seolah tidak ada orang lain di sana. Tidak jarang orang merasa tertekan dan ketakutan menempuh perjalanan hidup yang keras dan kejam. Sebagian orang merasa tidak tahan dan ingin lari dari tantangan hidup. Bagi orang percaya, perjalanan hidupnya tidak berbeda dengan kebanyakan orang. Namun, dia tidak berjalan seorang diri! Ada Tuhan yang senantiasa menyertai. Daud, seorang anak TUHAN menghadapi banyak marabahaya. Ia pernah menghadapi ancaman binatang buas saat menggembalakan kambing domba. Daud juga pernah menghadapi kejaran raja Saul yang hendak membunuhnya. Namun, Daud tahu bahwa TUHAN beserta dengannya dalam segala keadaan. 'Gada' dan 'tongkat' TUHAN menjadi alat untuk melindungi Daud dari bahaya. Gada adalah tongkat agak pendek yang ujungnya besar berfungsi untuk memukul binatang buas yang hendak menyerang kawanan domba. Tongkat berfungsi untuk mengarahkan domba agar tidak salah jalan dan menarik domba yang tergelincir dari jalan yang semestinya. Demikianlah, kita tidak perlu takut karena Tuhan selalu menjaga dan melindungi kita. (LB)

DOA Aman dalam penyertaan Tuhan

renung an

Orangtua yang memiliki anak remaja agar mampu membimbing seperti Tuhan membimbing.


sabtu, 22 maret 2014

Bacaan Alkitab Setahun

1 Samuel 14-15

Berani Menghadapi Tantangan Hakim-hakim 6:11-24 Malaikat TUHAN menampakkan diri kepadanya dan berfirman kepadanya, demikian: “TUHAN menyertai engkau, ya pahlawan yang gagah berani.� Hakim-hakim 6:12

Dalam menangani masalah kepribadian seseorang, khususnya bagaimana mengetahui potensi seseorang, dikatakan bahwa ada 4 (empat) jenis orang. Prinsip “Jendela Johari� ini menyebutkan keempat jenis itu adalah: terbuka 'open', buta 'blind', tersembunyi 'hidden', dan misterius 'unknown'. Orang yang 'terbuka' tahu tentang dirinya dan orang lain pun tahu; orang yang 'buta' tidak tahu tentang dirinya, tapi orang lain tahu; orang yang 'tersembunyi' tahu tentang dirinya, tapi orang lain tidak tahu; orang yang 'misterius' tidak tahu tentang dirinya dan orang lain pun tidak tahu. Bagaimana dengan Gideon? Ia tidak tahu potensi dalam dirinya, tetapi TUHAN tahu. Berarti, menurut teori di atas, Gideon termasuk orang yang 'buta'. Itulah sebabnya Malaikat TUHAN menjumpainya dan menyatakan bahwa di hadapan TUHAN, Gideon adalah seorang pahlawan yang gagah berani. Padahal selama ini Gideon melihat dirinya sendiri adalah seorang yang tidak mampu berbuat apa-apa, dan berasal dari kaum keluarga yang biasa saja. Akhirnya Gideon tampil. Ia berani menghadapi musuh, dan mengalami kemenangan gilang gemilang. Terkadang kita tidak berani melakukan sesuatu karena kita memiliki gambar diri 'self image' yang salah. Kita merasa tidak bisa berbuat apa-apa, padahal di dalam diri kita ada potensi luar biasa yang Tuhan berikan. Mari kita berhenti melihat diri kita menurut pandangan kita sendiri atau menurut pandangan orang lain. Kita harus melihat diri kita seperti Tuhan melihat. Miliki gambar diri yang sehat dan benar seperti yang Tuhan katakan. Memang dalam diri kita ada kelemahan, namun bersama Tuhan kita akan melakukan perkara yang besar, berani menghadapi tantangan. (PF)

DOA Seseorang dapat menjadi pahlawan sejati hanya jika Tuhan yang menyertai.

renung an

Agar semua orang percaya memiliki keberanian menghadapi tantangan hidup.


Bacaan Alkitab Setahun

minggu, 23 maret 2014

1 Samuel 16-18

Saat Terjatuh Yakobus 1:1-4 “Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan.� Yakobus 1:2

Sebuah lagu terkenal berjudul You Raise Me Up, syairnya sungguh sangat menguatkan. Lagu tersebut diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan judul “Kau Mengangkatku� Inilah syairnya: Saat ku terjatuh dan tak berdaya/Kesesakan menghimpit jiwaku/Namun ku tetap menantikan Yesus/Sampai Dia jamah dan pulihkanku/Kau angkatku di atas gunung batu/Kau angkatku melewati badai/Ku jadi kuat karna Dia menopangku/Lebih dari yang dapat kuperbuat. Saat terjatuh dalam pencobaan, misalnya ditipu teman sendiri, sakit atau kesusahan lain yang begitu berat, apakah mungkin kita dapat berbahagia? Firman Tuhan memerintahkan kita untuk terus mempertahankan kebahagiaan. Perintah untuk berbahagia dalam berbagai pencobaan diartikan bahwa dalam setiap masalah, krisis, tragedi, kita mengelolanya sebagai kebahagiaan. Pencobaan itu akan membawa kita pada kematangan rohani. Di dalam berbagai tekanan, sesungguhnya Tuhan sedang merenda hidup kita bagaikan sebuah sulaman setelah selesai tampak indah dan sempurna. Kita perlu bertekun dalam pencobaan untuk mencapai tingkat kesempurnaan iman. Pencobaan adalah karunia Tuhan untuk memroses kita. Dalam bagian-bagian hidup kita yang lain pun mungkin ada juga hal-hal yang tidak kita sadari telah memberikan akibat negatif. Ketika itulah kita memerlukan Tuhan untuk membuatnya menjadi positif. Dialah yang menolong kita melalui segala kesulitan hidup kita. Standar dunia bahwa sukacita adalah pada saat berkat datang dan kesedihan adalah pada saat masalah datang. Bagi pengikut Kristus, kesulitan atau masalah tidak menghilangkan sukacita dan pengharapan, karena pertolongan Tuhan datang saat terjatuh. (AS)

DOA Tuhan menopang kita lebih daripada yang dapat kita perbuat.

renung an

Tuhan, kuatkanlah kami agar dapat menjalani hidup dengan penuh iman kepada-Mu.


senin, 24 maret 2014

Bacaan Alkitab Setahun

1 Samuel 19-21

Dia Menopang Mazmur 54:1-9 Sesungguhnya, Allah adalah penolongku; Tuhanlah yang menopang aku. Mazmur 54:6

Pada 29 Desember 1876, ketika sebuah kereta api ekspres melintas di atas jembatan, tiba-tiba para penumpang mendengar bunyi berderak mengerikan. Hanya dalam hitungan detik jembatan patah sehingga gerbong kereta api terjun bebas ke jurang berair sedalam 70 meter. Dari 159 penumpang, ada 92 yang tewas seketika dan 64 terluka. Di antara yang tewas, sebagian tidak bisa dikenali karena dilahap api yang ditimbulkan dari tujuh mobil yang dimuat dalam gerbong kereta api saat menyeberangi jembatan di atas sungai Asthabula, Ohio. Peristiwa ini terjadi karena penopang jembatan tidak kokoh sehingga terjadi bencana terburuk dalam sejarah Amerika. Kehidupan kita seperti gerbong kereta api yang melintasi jembatan, melaju begitu cepat di atas kesulitan-kesulitan hidup. Jika kehidupan tidak ditopang oleh kuasa Tuhan maka kita bisa roboh ke dalam bencana yang mematikan jasmani dan rohani. Sadar atau tidak, bahaya selalu mengancam di sekeliling kita tanpa rencana. Satu demi satu datang menyerang sehingga kehidupan yang tampaknya baik-baik saja tiba-tiba menjadi luluh lantak karena tak ada topangan yang kuat. Daud pada masa hidupnya dikelilingi oleh berbagai macam bahaya yang mengancam. Di tengah orang-orang yang angkuh yang hendak membinasakannya, Daud berseru kepada TUHAN. Ia menjadikan TUHAN sebagai penopang hidupnya. Sekalipun TUHAN pernah menghukum Daud atas kesalahannya namun Daud tetap menjadikan TUHAN sebagai penopang hidupnya dan TUHAN bersedia menopangnya. Saudara, Tuhan adalah penolong hidup kita. Ia mau menopang kita jika kita berseru kepada-Nya. (SM)

DOA Jika Tuhan adalah penopang kita, masihkah perlu kekuatan lain menjadi cadangan atas ketidakberdayaan kita?

renung an

Anak Tuhan yang sedang mengalami ketidakberdayaan agar percaya kepada Tuhan yang menopang hidupnya.


Bacaan Alkitab Setahun

selasa, 25 maret 2014

1 Samuel 22-24

Bejana Tanah Liat 2 Korintus 4:7-9 Tetapi harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat, supaya nyata, bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami. 2 Korintus 4:7 Seorang bocah tidak sengaja menjatuhkan sebuah kendi berisi air dari meja makan di rumahnya. Kendi tersebut pecah berantakan. Sang ibu memarahi anaknya. Alasannya kendi tersebut berasal dari warisan neneknya. Selang beberapa saat, anak tersebut kembali menjatuhkan tempat air minum pengganti kendi. Dia ketakutan. Namun, rasa takutnya segera sirna. Karena teko air minum yang jatuh samasekali tidak pecah. Ternyata teko terbuat dari bahan aluminium. Kini perhatikan istilah yang dipergunakan rasul Paulus berkaitan dengan hidupnya. Dia menggunakan kata “bejana tanah liat”. Ini seperti kendi yang dijatuhkan bocah tersebut di atas. Kendi terbuat dari tanah liat. Betapa rapuhnya alat-alat rumah tangga yang terbuat dari tanah liat. Seindah-indahnya sebuah cangkir, akan pecah berkeping-keping apabila jatuh ke lantai. Bukankah bahan cangkir dibuat dari tanah liat? Rasul Paulus yang percaya dan menerima Injil yang dia analogikan dengan harta, ternyata tersimpan di bejana tanah liat. Harta Injil tersimpan di dalam hidupnya yang bagaikan tanah liat. Hidup yang terbentuk dari tanah liat merupakan hidup yang rapuh. Tidak ada kekuatan samasekali. Beda dengan aluminium, besi, perak atau emas. Atau bahan plastik. Lalu apa maksud Paulus mengontraskan “harta Injil” yang teramat mulia dengan “bejana tanah liat” yang teramat hina dan rapuh? Kekontrasan tersebut dimaksudkan untuk menyadarkan kita sebagai umat percaya. Tentunya kita paham dalam hidup ini kita menghadapi pelbagai masalah, kesulitan dan tantangan. Perhatikan kata-kata Paulus di 2 Korintus 4:8-9, inilah tantangan dahsyat. Jelas “bejana tanah liat” mudah hancur menghadapi tantangan tersebut. Namun dengan adanya harta-Injil berarti Tuhanlah yang memberi kekuatan super spesial. Kita jadi kuat. Hidup kita kuat. Tetap utuh. Tidak hancur atau pecah berkeping-keping. Puji Tuhan. (IE)

DOA

Tuhan adalah Penjunan, sedang kita adalah tanah liat.

renung an

Bentuklah aku sesuai kehendak Tuhan.


rabu, 26 maret 2014

Bacaan Alkitab Setahun

1 Samuel 25-27

Tenang Di Dalam Dia Matius 14:22-36 Tetapi segera Yesus berkata kepada mereka: "Tenanglah! Aku ini, jangan takut!" Matius 14:27

Di dalam pelayanan pendampingan, saya banyak menemukan anakanak Tuhan yang hidupnya masih dalam ketidakpastian mengiring Tuhan Yesus. Keraguan itu terlihat ketika mereka sedang mengadapi masalah, sakit penyakit dan saat-saat penting dalam mengambil keputusan. Dampak dari sikap keraguan itu adalah mereka mencari pertolongan kepada orang pintar (dukun), punden-punden (kuburan), barang-barang keramat (keris, susuk, dan lain-lain). Namun apa yang didapat? Mereka tidak menemukan jawaban yang pasti. Sebaliknya yang ada hanya ketakutan dan kecemasaan. Ketika berada di tengah danau pada pukul tiga dini hari, muridmurid Tuhan Yesus juga mengalami ketakutan. Mengapa? Mereka melihat seseorang berjalan di atas air danau sementara hari masih gelap dan perahu mereka diombang-ambingkan oleh badai gelombang. Dalam situasi seperti itu mereka mengira melihat hantu, padahal yang sedang berjalan di atas air itu adalah Yesus, guru mereka sendiri yang sudah berkali-kali membuat berbagai mukjizat. Tetapi setelah Yesus memberitahu siapa Dia, para murid menjadi tenang. Kehadiran Yesus memberikan mereka ketenangan. Memang saat kita melihat lautan kehidupan yang bergelora, kita merasa kerdil dan tak berdaya. Tetapi jangan biarkan diri kita terhanyut oleh arus gelombang kehidupan. Fokuskan terus pandangan kita pada Tuhan Yesus Kristus. Hiduplah dalam doa dan firman Tuhan. Jangan sekali-kali membiarkan perhatian kita dibelokkan oleh situasi dunia. Kalaupun sesaat kita goyah, cepatlah berseru memohon pertolongan-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Penguasa alam semesta dan segala isinya. Dia mampu menenangkan badai kehidupan kita sehingga jiwa kita merasa tenang. (YR)

DOA Adakah ketenangan di luar Tuhan Yesus?

renung an

Undanglah Yesus masuk dalam hatimu sebagai Tuhan dan Juruselamatmu.


Bacaan Alkitab Setahun

kamis, 27 maret 2014

1 Samuel 28-31

Rasa Aman Roma 8:31-39 Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita. Roma 8:37

Rasa aman adalah perasaan yang mendasarkan hidup kita pada halhal yang kita butuhkan dan pada hal-hal tersebut kita “bergantung.� Banyak orang yang meletakkan rasa aman pada hal-hal lahiriah, seperti: kekayaan, jabatan, orang-orang yang ada di sekitarnya. Ada juga yang meletakkan rasa aman pada penilaian dan pengakuan manusia. Dengan demikian orang tersebut hidup hanya untuk menyenangkan orang di sekitarnya. Tujuannya tidak lain agar ia dapat diterima dalam pergaulan tertentu. Hal itu tentu sangat melelahkan dan membuat frustrasi dalam menjalani hidup karena tidak menjadi diri sendiri tetapi menjadi orang lain. Hal-hal lahiriah yang biasanya kita andalkan tersebut adalah sesuatu yang fana yang akan lenyap satu hari nanti. Kita akan kecewa jika kita bergantung pada hal-hal itu. Namun Tuhan meletakkan dalam hati kita kerinduan yang besar untuk dapat memiliki rasa aman dan rasa dikasihi. Hanya Tuhanlah yang bisa mengisinya. Hanya Dialah yang kasih-Nya tetap dan tak dibatasi oleh waktu dan keadaan yang membuat kita merasa aman di dalam Dia. Kita dapat menjadi diri kita sendiri di hadapan-Nya karena Dia menerima kita apa adanya. Dia tak pernah terkejut saat kita melakukan kesalahan. Dia memilih untuk terus mengasihi kita selamanya. Inilah rasa aman sejati yang di dalamNya kita harus bersandar secara total. Rasa aman yang sejati dari Tuhan didapat dengan mengenal-Nya secara pribadi dan semakin intim bergaul dengan-Nya. Janji-Nya menopang hidup kita dan memberi perlindungan pada kita (Roma 8:35, 38-39). Kita lebih daripada orang yang menang, oleh karena Tuhan yang telah mengasihi kita. (AS)

DOA Rasa aman didapat ketika dengan Tuhan kita melekat.

renung an

Tuhan, buatlah kami sadar bahwa hanya Engkaulah yang memberi rasa aman.


jumat, 28 maret 2014

Bacaan Alkitab Setahun

2 Samuel 1-3

Terlindung dari Malapetaka Mazmur 73:1-28 Tetapi aku, aku suka dekat pada Allah; aku menaruh tempat perlindunganku pada Tuhan ALLAH, supaya dapat menceritakan segala pekerjaan-Nya. Mazmur 73:28

Iri hati yang berkecamuk tidak boleh dibiarkan terus bercokol. Apabila iri hati diberi tempat maka akan membuat seseorang tidak produktif hidupnya. Semua energi dan pikirannya ditujukan kepada perkara yang buruk. Akhirnya dia tidak akan pernah berbuat sesuatu yang baik. Bahkan orang yang dikuasai oleh iri hati, selalu gelisah dan berkeluh kesah, tidak puas dengan hidup yang ada. Pemazmur dalam bagian ini mengalami kemurungan hidup saat dia membandingkan hidupnya dengan orang-orang berdosa. Pemazmur melihat orang jahat dan semakin jahat nampaknya aman-aman saja. Orang suka membual dan berdosa, tetapi nampak sehat dan lancar hidupnya. Tanpa disadari, iri hati menguasai hati sang pemazmur! Dia tidak bisa bersyukur dan hidupnya selalu penuh dengan protes kepada TUHAN. Pemazmur baru mengalami perubahan dan tidak dikuasai lagi oleh iri hati terhadap orang berdosa setelah dia masuk dalam tempat kudus Allah (ayat 17). Saat seseorang mengarahkan hati dan perhatiannya untuk bersekutu dengan Tuhan Allah, maka dia baru memahami betapa indahnya hidup di dalam Tuhan. Orang fasik dan berdosa yang tidak mau bertobat, satu kali akan menerima kehancuran, tetapi orang yang percaya Tuhan akan dimuliakan Tuhan sendiri. Tuhan memberi perlindungan sejati kepada orang percaya dan menghindarkan dari malapetaka. Bersyukurlah karena Tuhan menjadi tempat perlindungan kita yang sejati. Kita tidak perlu iri hati terhadap orang berdosa yang nampak sukses! Sebaliknya kita perlu selalu percaya kepada Tuhan yang sanggup memelihara secara ajaib, supaya kita dapat menceritakan segala pekerjaan-Nya yang luar biasa. (LB)

DOA Tuhan Allah mengatur dan menjamin hidup anak-anak-Nya.

renung an

Anak muda agar mencari Tuhan dan percaya dengan sungguh-sungguh kepada Tuhan yang mengatur hidupnya.


Bacaan Alkitab Setahun

sabtu, 29 maret 2014

2 Samuel 4-6

Terlepas Dari Ancaman Kematian Daniel 6:1-25 “Allahku telah mengutus malaikat-Nya untuk mengatupkan mulut singa-singa itu, sehingga mereka tidak mengapa-apakan aku,..� Daniel 6:23a

Kisah tentang Daniel di goa singa telah kerap kali kita dengar sejak kita masih di Sekolah Minggu. Kisah ini menjadi lebih menarik ketika guru Sekolah Minggu bercerita sambil menunjukkan gambar saat Daniel sedang mengelus-elus singa yang semestinya memangsa dia. Gambar tersebut menunjukkan bagaimana TUHAN menyertai Daniel secara luar biasa. Sekalipun singa-singa itu kelaparan, tetapi TUHAN membuat mulut singa-singa itu terkatup sehingga Daniel terlepas dari ancaman kematian. Bagaimana Daniel dapat terlepas dari ancaman maut itu? Sejak ia tinggal di istana Babel, Daniel berkomitmen untuk menjaga kekudusan. Ia tidak mau mencemarkan diri dengan makanan raja dan anggur yang diminum raja. Ia juga tidak mau menyembah patung raja. Dengan tekun Daniel berdoa tiga kali sehari kepada TUHAN. Semua hal yang telah dilakukan Daniel itu sangat menyenangkan hati TUHAN. Ketaatan dan kesalehannya telah memikat hati TUHAN, sehingga di saat Daniel ada dalam bahaya maut, TUHAN tidak berlambat-lambat untuk datang menjadi Pembela dan Penyelamat hidupnya. Daniel tahu bahwa dalam menjaga kekudusan, pasti akan ada risiko yang dapat mengancam nyawanya. Tetapi Daniel tidak gentar. Ia tetap beribadah kepada TUHAN. Saat ini apakah Saudara berada pada situasi seperti Daniel? Apakah Saudara ada pada situasi di mana Saudara harus memilih untuk tetap melakukan hal yang benar di mata Tuhan sekalipun ada risikonya? Jika Saudara tetap hidup berkenan di hadapan Tuhan, maka Tuhan tidak akan tinggal diam. Ia adalah Allah yang Mahakuasa, Ia sanggup melakukan keajaiban. Ia akan meluputkan Saudara dari bahaya apapun asal kita hidup berkenan kepada-Nya. (YL)

DOA Tuhan adalah Penolong dan Pembela umat-Nya.

renung an

Orang-orang Kristen yang dianiaya oleh karena menjadi pengikut Kristus.


minggu, 30 maret 2014

Bacaan Alkitab Setahun

2 Samuel 7-9

Dia Menggendong Yesaya 46:1-4 Sampai masa tuamu Aku tetap Dia dan sampai masa putih rambutmu Aku menggendong kamu. Aku telah melakukannya dan mau menanggung kamu terus; Aku mau memikul kamu dan menyelamatkan kamu. Yesaya 46:4

Membaca ayat-ayat di atas, saya jadi teringat masa kecil saat berada dalam gendongan ibu saya. Saya yakin bahwa anak-anak pasti merasa nyaman dan bahagia saat berada dalam gendongan. Apalagi yang menggendong adalah orang yang sangat mencintai kita. Karena nikmatnya berada dalam gendongan, maka sampai usia enam tahun saya masih suka digendong. Padahal tubuh saya waktu kecil termasuk sangat gemuk. Inilah sekilas pengalaman saya waktu kecil. Pengalaman umat Israel dipimpin dan disertai oleh TUHAN, semakin membangun pengalaman iman mereka kepada TUHAN dan membangun rasa bangga mereka terhadap TUHAN yang mereka sembah. Mengapa? Karena TUHAN yang mereka sembah berbeda dengan dewa-dewa ciptaan manusia (Yesaya 44:12-17) yang harus diangkut oleh penciptanya (Yesaya 46:1). Sebagai umat Tuhan, kita pantas berbangga memiliki Allah Sang Pencipta yang menjadi pusat penyembahan karena Pencipta kita bukan ciptaan manusia dan tidak digendong atau diangkut ke sana ke mari. Sebaliknya Ia malah menggendong kita. Ini berarti bahwa Allah yang kita sembah siap memperhatikan, menolong dan menyelamatkan hidup kita. Jangan ada satu pun di antara umat Tuhan yang mengalami masalah lalu tidak datang kepada Tuhan. Umat Tuhan harus segera datang kepada Tuhan saat menghadapi masalah, karena Dia siap menggendong. Allah yang menggendong selalu siap memberi kelegaan, ketenangan dan sukacita. Allah itu adalah Tuhan Yesus Kristus. Oleh karena itu tetaplah setia dan dekat pada Tuhan Yesus Kristus. (ADL)

DOA Tidak ada kelegaan dan damai sejati selain saat kita ada di dalam gendongan Tuhan.

renung an

Orang-orang yang masih menanggung beban berat mau datang dan menyerahkan hidupnya pada Tuhan Yesus.


Bacaan Alkitab Setahun

senin, 31 maret 2014

2 Samuel 10-12

Sampai Menutup Mata Mazmur 71:1-24 Juga sampai masa tuaku dan putih rambutku, ya Allah, janganlah meninggalkan aku, ‌ Mazmur 71:18

Banyak orang tua gelisah menjelang usia lanjut. Dari apa yang mereka lihat dan dengar, ada teman-teman mereka yang kurang diperhatikan oleh anak dan menantu mereka. Anak-anak dibesarkan dan memperoleh pendidikan yang baik. Namun kemudian, dengan alasan kesibukan kerja, akhirnya orang tua tidak dipelihara dengan baik. Namun, sebagai orang percaya, patutkah kita memiliki kekuatiran dan kegelisahan semacam itu? Pemazmur menyadari bahwa di usia tuanya secara fisik kekuatannya berkurang (ayat 9). Namun ia menaruh harapannya kepada TUHAN saja. Ia menjadikan TUHAN sebagai gunung batu yang kokoh tempat ia berlindung (ayat 3). Sejak kecil pemazmur telah menaruh kepercayaannya kepada TUHAN (ayat 5), dan hal itu berlanjut sampai masa tuanya. Ia tetap mengalami dan memberitakan perbuatan TUHAN yang ajaib (ayat 17). Mari kita jadikan doa pemazmur ini sebagai doa kita setiap hari. Kita tidak perlu kuatir akan masa tua kita, sebab Allah kita adalah Allah yang setia. Ia berjanji akan menggendong kita sampai masa tua kita, sampai memutih rambut kita (Yes. 46:4). Penyertaan Tuhan atas hidup kita akan berlangsung terus-menerus, hingga kita kembali pulang ke rumah Bapa. Oleh sebab itu, semakin bertambah usia kita, semakin kita melekat pada-Nya. Mungkin kondisi fisik kita bertambah lemah, namun iman kita harus bertambah kuat. Tentu kita boleh membantu anak-anak kita dalam menjaga cucu-cucu kita, tetapi kita harus tetap menyediakan waktu bersaat teduh secara teratur setiap hari. Jangan sampai kesibukan sehari-hari menyita waktu persekutuan kita dengan Tuhan. Jika kita dekat dengan-Nya, maka kita memiliki damai sejahtera yang luar biasa. (PF)

DOA Walau usia semakin bertambah, melayani Tuhan tak pernah lelah.

renung an

Agar semua warga lanjut usia tetap bersemangat melayani Tuhan dan sesama.


as

ep L l e k i t Ar

Oleh :

Lydia Lianawati, M. Th.


Penderitaan adalah bagian hidup manusia Manusia menginginkan hidupnya tenteram, nyaman, semua baik-naik saja, tidak ada aral melintang sedikit pun. Tetapi kenyataannya tidaklah demikian, ada berbagai persoalan, entah kecil atau besar yang muncul dalam kehidupan ini. Akibatnya kita mesti menanggung penderitaan itu baik ringan maupun berat. Sesungguhnya penderitaan itu memang bagian dari kehidupan yang harus dijalani sejak manusia jatuh dalam dosa. Penderitaan bisa datang oleh karena kesalahan kita sendiri atau memang Tuhan izinkan sekalipun kita tidak melakukan kesalahan. Apabila penderitaan itu terjadi karena kesalahan yang kita lakukan maka kita harus datang kepada Tuhan untuk memohon pengampunan dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi. Tuhan itu Mahapengampun. Ia mau mengampuni setiap orang yang dengan sungguh-sungguh memohon pengampunan kepadaNya. Yang menjadi persoalan adalah apabila penderitaan itu menimpa kita padahal kita tidak melakukan kesalahan, apakah kita bisa menerimanya? Seringkali muncul pertanyaan-pertanyaan di benak kita, “Mengapa Tuhan menimpakan penderitaan ini kepadaku? Apakah

Tuhan itu kejam dan tidak adil?� Bahkan ada yang menyangsikan k e b e r a d a a n Tu h a n d e n g a n pertanyaan, “Apakah Tuhan itu ada?� Jawabannya jelas sekali tertulis di dalam Alkitab bahwa Tuhan itu ada. Ia adalah Allah yang baik. Ia tidak kejam, sebaliknya Ia mengasihi dan bertindak adil kepada setiap manusia. Allah izinkan penderitaan dialami manusia Ada orang-orang yang namanya tertulis dalam Alkitab mengalami penderitaan sangat berat padahal tidak melakukan kesalahan. Beberapa diantaranya adalah Yusuf, Ayub, Yeremia, Paulus dan masih banyak lagi. Mari kita renungkan untuk menemukan jawaban atas pertanyaan di atas. 1. P r o y e k A l l a h u n t u k menyatakan kebaikan-Nya Yusuf yang masih usia remaja harus menderita sengsara. Ia dibuang oleh saudara-saudaranya sendiri karena iri hati. Tetapi Yusuf ditemukan oleh seorang saudagar dan dijual untuk dijadikan budak di Mesir, suatu negeri yang asing baginya. Padahal ia terbiasa hidup enak di rumah ayahnya dan menjadi anak kesayangan ayahnya. Sebagai budak, setiap hari Yusuf bekerja dengan tekun dan jujur. Yusuf menjalani hidup sebagai orang yang memiliki


integritas sehingga ia dipercaya oleh Potifar dan diangkat sebagai pelayan pribadi. Namun kemudian Yusuf difitnah oleh istri Potifar dan dimasukkan ke dalam penjara. Bertahun-tahun lamanya Yusuf hidup terpisah dari orang tua yang sangat menyayanginya. Ia tidak tahu sampai kapan penderitaannya akan berakhir. TUHAN melihat semua yang dilakukan oleh Yusuf dan TUHAN menyertai Yusuf sehingga segala sesuatu yang dilakukannya dibuat berhasil oleh TUHAN. Berkat kepandaiannya mengartikan mimpin Firaun, Yu s u f d i a n g k a t m e n j a d i penguasa Mesir. Melalui peristiwa kelaparan yang terjadi di tanah Kanaan, negeri asal Yusuf, ia bisa berjumpa lagi dengan saudara-saudaranya dan terutama dengan ayah yang sangat dirindukannya. Yusuf tidak pernah menyimpan dendam kepada saudarasaudaranya. Bahkan ia mengundang seluruh keluarganya tinggal di Mesir dan Yu s u f l a h y a n g m e n j a m i n kehidupan mereka. Setelah merenungkan rangkaian h i d u p n y a , Y u s u f menyimpulkan, “Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan, dengan

maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar (Kej. 50:20). Yusuf tetap bertahan dalam penderitaan. Tidak pernah sekalipun terlontar keluhan dari mulut Yusuf atau menuduh Allah bertindak kejam dan tidak adil. Di balik semua penderitaan yang harus Yusuf alami, TUHAN sedang merancangkan suatu kehidupan yang baik untuk Yusuf secara pribadi dan untuk keluarganya. Penderitaan yang dialami Yusuf adalah salah satu contoh bahwa untuk mengalami kebaikan Allah, kita harus melewati dahulu masa-masa yang tidak menyenangkan. Kehidupan yang pahit harus dijalani, tetapi di dalam Tuhan segala sesuatu berakhir dengan manis dan indah. 2. Ujian iman Penderitaan yang ditanggung oleh Ayub merupakan penderitaan yang amat sangat berat. Bagaimana tidak? Seorang yang saleh, jujur, takut akan Allah dan menjauhi kejahatan mengalami musibah yang bertubi-tubi. Dimulai dari harta benda berupa kambing dan penjagapenajganya habis terbakar; onta-onta dirampok dan penjaanya dibunuh; 10 anaknya mati ketika angin


ribut melanda; ditimpa penyakit kulit di seluruh tubuhnya; istrinya tidak m e n d u k u n g m a l a h menyuruhnya mengutuki Allah; sahabat-sahabat yang terdekat walaupun menghibur tetapi juga menuduhnya telah berbuat dosa; orang-orang yang tadinya dekat, menjauh darinya bahkan tidak mengenalinya lagi. Memang dalam kondisi demikian tidak dapat disangkal, sebagai manusia Ayub sempat mengeluh. Di dalam dirinya terjadi pergulatan batin sehingga muncul pertanyaanpertanyaan tentang kehidupan ini yang tak dapat ia mengerti. Ia juga sempat protes kepada Allah dan membela diri. Hampir-hampir ia tidak tahan menanggung penderitaan yang begitu berat dan ingin mati saja. Namun, setelah merenungkan lebih jauh, batinnya menjadi jernih. Ia menemukan jawaban bahwa Allah tidak berlaku jahat seperti yang ia pikirkan, maka muncullah dari mulutnya, “Karena Ia tahu jalan hidupku; seandainya Ia menguji aku, aku akan timbul seperti emas.� TUHAN izinkan Ayub mengalami penderitaan yang begitu berat untuk menguji imannya. Melalui penderitaan itu justru membawa

Ay u b s e m a k i n m e n g e n a l TUHAN. Firman TUHAN menerangi hati Ayub. TUHAN tunjukkan kebesaran-Nya dan kebaikan-Nya kepada manusia yang tak terselami oleh pikiran manusia. Bertahan dalam penderitaan tidaklah mudah, tetapi Ayub telah mampu melewatinya. Imannya telah teruji, maka TUHAN memulihkan keadaannya. TUHAN mengganti semua yang hilang dalam hidup Ayub lebih daripada sebelumnya. Ia dilimpahi kekayaan yang luar biasa dan dikaruniai tiga anak laki-laki dan tujuh anak perempuan yang terkenal kecantikannya. TUHAN juga menganugerahkan umur p a n j a n g s e h i n g g a Ay u b menikmati hari tuanya bersama keturunannya. 3. Menyuarakan kebenaran Penderitaan jasmani dan batin harus dialami oleh Yeremia sebagai seorang nabi. Yeremia diutus Allah untuk menyuarakan kebenaran di tengah-tengah bangsa Yehuda yang sedang menuju kehancuran. Ia menyampaikan nubuatan-nubuatan bahwa TUHAN akan menghukum bangsa Yehuda dan kerajaannya akan runtuh. Peringatanperingatan yang disampaikan agar mereka bertobat tidak


diterima, sebaliknya Yehuda semakin memberontak. Ye r e m i a d i a n i a y a o l e h bangsanya sendiri. Seorang imam kepala bernama Pasyhur memukul dan memasungnya (Yer. 20:2). Bukan hanya imam Pashyur, tetapi juga para imam, para nabi dan seluruh rakyat menangkap dan hendak membunuhnya (Yer 26:8-15). Ye r e m i a j u g a p e r n a h dimasukkan ke dalam sumur yang berlumpur sehingga terperosok di dalamnya (Yer. 38:6). Dia bahkan dianggap pembohong ketika menyampaikan firman TUHAN.. Bagaimanapun Yeremia seorang manusia biasa, sehingga dari mulutnya sempat keluar pernyataan tentang penderitaannya, "Celaka aku, ya ibuku, bahwa engkau melahirkan aku,..." (Yer. 15:10). Namun Yeremia tetap bertahan dalam penderitaan dan tidak berhenti menyuarakan kebenaran firman TUHAN. Mengapa? Karena firman TUHAN menjadi penghibur hatinya, seperti dikatakannya dalam Yeremia 15:16,“Apabila aku bertemu dengan perkataan-perkataanMu, maka aku menikmatinya; firman-Mu itu menjadi kegirangan bagiku, dan menjadi kesukaan hatiku.� TUHAN yang mengutus,

maka TUHAN juga yang menyertai Yeremia sesuai janjiNya (Yer.1:8). 4. Pemberitaan Injil Paulus, seorang penganiaya jemaat diubah oleh Tuhan menjadi pemberita Injil. Sebagai pemberita Injil, banyak sekali penderitaan yang harus ia tanggung. Dalam perjalanan memberitakan Injil, Paulus mengalami karam kapal, Berkali-kali ia mendapatkan aniaya seperti dicambuk, didera dan dilempari batu; dirantai dan dipasung di dalam penjara; hendak dibunuh oleh orang-orang yang menolak Tuhan Yesus Kristus sebagai Tuhan dan juruselamat. Dia mengalami karam kapal, kelaparan, kedinginan, dan masih banyak lagi. Penderitaan itu memang harus dialami oleh Paulus karena Tuhan sendiri yang telah menentukannya (Kisah 9:16). Paulus sebagai manusia juga pernah merasa begitu berat dan putus asa. Hanya kekuatan dan penghiburan dari Tuhan yang membuatnya mampu menanggung penderitaan dan bisa tetap bersukacita bahkan menguatkan yang lain. Ia memberikan nasihat kepada Timotius agar sabar menanggung penderitaan di dalam tugas pemberitaan Injil (2 Tim 4:5). Paulus


meyakini bahwa penderitaan yang ia terima tidak sebanding dengan kemuliaan yang akan Tuhan nyatakan (Rm. 8:18, 2 Kor. 4:17). Paulus bersedia menderita karena ingin mengenal Dia, kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuaan dalam penderitaan-Nya supaya menjadi serupa dengan Di di dalam kematian-Nya (Fil 3:10). Bertahan dalam penderitaan Tidak mudah bergulat dengan penderitaan. Bagaimana dapat bertahan dalam penderitaan? Apabila kita bisa menerima semua keputusan Tuhan dan menangkap maksud Tuhan bahwa di balik penderitaan ada rencana Tuhan yang indah. Tuhan memakai orang-orang yang ia pilih sebagai contoh (alat peraga) bagi orang lain atau alat Tuhan untuk menyampaikan maksud-Nya kepada manusia. Kita belajar dari Yusuf dan Yeremia. Setelah menderita mereka memperoleh berkat yang besar baik secara materi maupun secara rohani. Mereka mengerti bahwa TUHAN itu baik. Dia tidak pernah merancangkan yang buruk atau jahat kepada orang-orang yang mengasihi Dia. Kita juga belajar dari Yeremia dan Paulus. Mereka tidak menikmati materi yang berlimpah. Bahkan para nabi

utusan TUHAN harus menderita. Mereka digergaji, dibunuh dengan pedang; mereka mengembara dengan berpakaian kulit domba dan kulit kambing sambil menderita kekurangan, kesesakan dan siksaan (Ibr. 11:37). Mereka tetap bertahan dalam penderitaan karena Tuhan memberi kekuatan untuk menanggungnya. Tuhan Yesus juga menderita ketika berada di dunia. Menjelang kematian-Nya ketika berdoa di Getsemani, Ia bergulat dengan penderitaan tetapi Ia tetap bertahan sampai mati di salib Golgota untuk menggenapi rencana Allah yaitu menyelamatkan umat manusia berdosa. Jika kita dapat bertahan dalam penderitaan, itu adalah suatu karunia dari Tuhan yang harus kita syukuri karena kepada kita dikaruniakan bukan saja untuk percaya kepada Kristus, tetapi juga karunia untuk menderita karena Kristus (Fil. 1:29). Jangan sekalipun kita meninggalkan Tuhan untuk lari dari penderitaan. Tetaplah bertahan, karena Kristus juga telah menderita untuk kita. Bersabarlah selagi dicobai, karena pencobaan-pencobaan yang kita alami tidak melebihi kekuatan manusia. Ia pasti memberikan jalan keluar sehingga kita dapat menanggungnya (1 Kor. 10:13). Ingatlah bahwa di balik salib ada


an

saksi e K g n a u R

Tuhan Penyembuhku

Pdm. Lany Hariyadi - Semarang Pada hari Senin, 2 September 2013 kaki saya sebelah kanan terkilir karena jatuh, lalu saya pijatkan. Setelah dipijat tidak sembuh malah membengkak besar, memar hitam. Sakitnya luar biasa dan tidak bisa digerakkan. Atas saran rekan, saya ke rumah sakit untuk difoto. Ternyata, tulang telapak kaki sebelah kanan retak. Dokter memberi obat, tetapi saya juga minum obat ramuan perekat tulang selama satu bulan. Selama kaki sakit, saya menggunakan krek untuk berjalan. Setelah obat habis saya fotokan lagi kaki saya. Ketika melihat hasil foto, dokter mengatakan proses penyembuhan kaki saya baru 30%. Menurut dokter proses penyembuhan butuh waktu 3 – 6 bulan karena faktor usia. Selama dua minggu saya beristirahat di rumah. Setiap dini hari sekitar pk 02.00 saya bangun dan tidak bisa tidur lagi karena merasakan sakit. Saat itu saya gunakan waktu untuk berdoa, membaca Alkitab dan menyembah Tuhan sambil menangis menahan sakit. Pada hari Rabu siang saya makan roti dan minum anggur Perjamuan Kudus sendiri di rumah, lalu salah satu rekan hamba Tuhan datang dan saya diolesi minyak urapan. Pada Minggu ketiga saya sudah masuk ke kantor (gereja). Setiap hari setelah pulang dari kantor saya urapi kaki saya dengan minyak urapan sambil berdoa, “Tuhan sembuhkan kaki saya supaya bisa berjalan lagi secara normal, sehingga saya bisa beraktifitas dan kembali melayani Tuhan. Jika ada kesalahan saya mohon ampun. Terima kasih Tuhan. Dalam Nama Tuhan Yesus Kristus. Amin.” Saya mengimani bahwa Tuhan menyembuhkan kaki saya. Setiap hari saya lakukan hal itu terus menerus. Setiap kebaktian di gereja dan mengikuti Perjamuan Kudus, saya berdoa sambil memegang kaki saya yang sakit. Saya yakin Tuhan menyembuhkan. Awal Oktober 2013 waktu ke kantor (gereja), saya bertemu dengan seorang hamba Tuhan. Beliau bertanya tentang kaki saya. Setelah saya menceritakan kondisi kaki saya, beliau mengatakan, “Tidak perlu sampai enam bulan. Cukup dua bulan saja sudah sembuh.” Saya mengamini perkataan hamba Tuhan tersebut. Pada tanggal 22 Oktober 2013, saya kontrol lagi. Dokter mengatakan bahwa ini kontrol yang terakhir, tidak perlu kontrol lagi dan tidak perlu foto lagi. Kaki saya sudah boleh menapak dan berjalan pelan-pelan.


Pulang dari rumah sakit, saya mulai belajar berjalan tanpa menggunakan krek. Seminggu kemudian saya sudah bisa berjalan biasa walaupun perlahan-lahan. Tanggal 2 Nopember 2013 tepat dua bulan, kaki saya sudah sembuh. Puji Tuhan! Saya senang sekali bisa berjalan normal lagi dan sudah bisa naik motor kembali. Sungguh, Tuhan itu baik, ajaib, dan luar biasa. Saya sudah merasakan kebaikan-Nya. Percayalah Saudara, tidak ada yang mustahil bagi Tuhan dan tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya kepada-Nya. Amin. Tuhan Yesus memberkati. 

Ulangan 28:2-6

Berkat T

uhan

Segala berkat ini akan datang kepadamu dan menjadi bagianmu, jika engkau mendengarkan suara TUHAN, Allahmu: Diberkatilah engkau di kota dan diberkatilah engkau di ladang. Diberkatilah buah kandunganmu, hasil bumimu dan hasil ternakmu, yakni anak lembu sapimu dan kandungan kambing dombamu. Diberkatilah bakulmu dan tempat adonanmu. Diberkatilah engkau pada waktu masuk dan diberkatilah engkau pada waktu keluar.


uha T t a k r e B

n

Ulangan 28:2-6

Segala berkat ini akan datang kepadamu dan menjadi bagianmu, jika engkau mendengarkan suara TUHAN, Allahmu: Diberkatilah engkau di kota dan diberkatilah engkau di ladang. Diberkatilah buah kandunganmu, hasil bumimu dan hasil ternakmu, yakni anak lembu sapimu dan kandungan kambing dombamu. Diberkatilah bakulmu dan tempat adonanmu. Diberkatilah engkau pada waktu masuk dan diberkatilah engkau pada waktu keluar.

201403  

http://www.isaalmasih.or.id/pdf/201403.pdf