Issuu on Google+

Dari Redaksi

Semarang, 1 Januari 2014

Ketaatan Sejati Puji Tuhan. Hanya oleh kemurahan Allah Bapa kita di dalam nama Tuhan Yesus Kristus kita bisa memasuki tahun yang baru ini. Belajar dari pengalaman tahun lalu tentunya Jl. Pringgading 13 Semarang-50135 kita akan menjadi lebih bijaksana untuk tidak Telp. 024-3540563 Fax. 024-3559861 mengulang kesalahan yang sama, dan kita email : renungan_sk@yahoo.com harus tetap meningkatkan kualitas hidup, website : www.sinarkasih.org kualitas iman dan pelayanan kita dengan lebih Ruang Tanya Jawab : sinarkasihsmash@gmail.com baik lagi. Sepanjang tahun 2014 kita akan merenungkan dan mengalami tema TUHAN HADIR DI SINI. Akan terjadi sesuatu yang dahsyat dan luar biasa, sesuatu yang extraordinary, bahkan terobosanterobosan besar dalam kehidupan kita ketika Ia hadir dalam kehidupan kita baik secara pribadi, keluarga, bergereja, dan bermasyarakat. Kehadiran Tuhan selalu ditandai dengan dua hal penting yaitu ada mukjizat dan tanda-tanda ajaib; serta ada proses pengudusan dan pembenaran. Kehadiran Allah tidak untuk dibuat main-main, melainkan suatu hal yang sangat serius di mana kita dapat menyembah dan memuji-Nya. Dengan senantiasa mencari wajah dan kekuatan-Nya, maka kita akan selalu bergairah menjalani hari-hari di tahun yang baru ini. Ketika Ia hadir, tak ada yang mustahil. Ketika Ia hadir, selalu ada jalan keluar ... Selamat Tahun Baru 2014.  Redaksi Sinar Kasih mengucapkan terima kasih atas persembahan yang telah diberikan oleh pembaca yang budiman. Perlu Saudara ketahui bahwa persembahan yang Saudara berikan sangat bermanfaat untuk mendukung pelayanan Sinar Kasih bagi hamba-hamba Tuhan yang melayani di daerah-daerah yang sulit mendapatkan buku renungan harian. Apabila Saudara rindu untuk mendukung pelayanan tersebut, Saudara dapat mengirimkannya melalui wesel pos ke Redaksi Sinar Kasih Jl. Pringgading 13 Semarang - 50135, atau transfer melalui BCA KCP Bangkong a/n Bambang Santoso atau Lydia Lianawati No. A/C 7830340381. TUHAN Yesus Kristus membalas setiap dukungan doa dan dana Saudara dengan berkat-Nya yang melimpah. Penasihat : Pdt. Indrawan Eleeas, Budhi Wibowo, Timotius Yuyuh  Pemimpin Redaksi : Lydia Lianawati  Redaktur Pelaksana : Pdt. Petrus F. Setiadarma, Pdt. Lukas Budijana, Pdt. Agus Sutrisno, Pdt. Anon D. Lukito  Bendahara : Bambang Santoso  Penulis : Pdt. Indrawan Eleeas (IE), Pdt. Petrus F.S. (PF), Pdt. Lukas Budijana (LB), Pdt. Anon Dwi Lukito (ADL), Pdt. Agus Sutrisno (AS), Pdt. Sudra Militanto (SM), Pdt. Lie Yun Ling (YL), Leny Pancaningrum (LP), Imeiliana (MI), Lydia Lianawati (LL), Pdt. Dedy Irianto (DI), Pdt. Peres Supriyadi (PS), Pdm. Yurianto (YR)  Desain Grafis/Layout : Rahelia Linda Pengganti ongkos cetak : Rp 4000,- (empat ribu rupiah)


anan g g n a l r e Form B Harap diisi dengan huruf cetak

Nama

: _____________________________________________

Alamat

: _____________________________________________ _____________________________________________

Kota & Kode Pos : _____________________________________________ Telepon/HP

: _____________________________________________

Harga berlangganan untuk satu eksemplar (termasuk ongkos kirim): Jawa

:

6 bulan Rp 42.000,-

12 bulan Rp 84.000,-

Luar Jawa

:

6 bulan Rp 54.000,-

12 bulan Rp 108.000,-

Pembayaran dapat melalui: Wesel Pos : Redaksi SINAR KASIH Jl. Pringgading 13 Semarang, 50135 Bank : BCA KCP Bangkong a/n Bambang Santoso atau Lydia Lianawati No. A/C 7830340381  Untuk mempermudah proses berlangganan, bukti pembayaran dan formulir berlangganan harap di-fax ke (024)3559861, atau dikirim via pos.

 Renungan Sinar Kasih akan segera dikirimkan selambatnya 1 bulan setelah bukti pengiriman biaya berlangganan kami terima.

Tanda tangan pelanggan

(_____________________)


Bacaan Alkitab Setahun

rabu, 1 januari 2014

Kejadian 1-5

Tuhan Hadir Setiap Hari Mazmur 37:18-19; 23-26 TUHAN mengetahui hari-hari orang yang saleh, dan milik pusaka mereka akan tetap selama-lamanya. Mazmur 37:18

Kemajuan teknologi telah mengubah banyak segi kehidupan manusia. Ambil contoh bidang informasi, kini manusia bisa mengawasi kehadiran pegawai yang masuk kantor sehari-hari melalui CCTV. Kalau manusia yang terbatas dapat menciptakan alat CCTV apalagi Tuhan yang tidak terbatas. Tuhan dapat melihat keberadaan kehidupan kita di mana saja setiap hari. Itu sebabnya nas Alkitab kita pada hari ini berkata, “TUHAN mengetahui hari-hari orang saleh.� Tuhan yang melihat hidup kita sehari-hari berarti Tuhan juga hadir dalam kehidupan kita sehari-hari. Karena Tuhan hadir dalam kehidupan kita sehari-hari, kita perlu memiliki sikap hidup sebagai berikut: Pertama, kita wajib takut pada Tuhan. Apabila hari-hari yang lalu, minggu-minggu yang lalu, bulan-bulan yang lalu atau tahuntahun yang lalu, hidup kita telah diisi oleh perbuatan-perbuatan yang samasekali tidak layak di hadapan Tuhan, kini atau hari ini kita harus bertobat. Mengapa? Karena Tuhan hadir. Jangan sampai Tuhan menghukum kita akibat pelanggaran-pelanggaran kita kepada firman-Nya. Sekali lagi, bertobatlah dan tinggalkan hidup yang lama yang berdosa. Kedua, kita wajib memuji-muji Tuhan. Kita wajib mengeluelukan Tuhan. Pemimpin manusia seperti presiden apabila datang di sebuah kota, rakyat akan mengelu-elukannya. Apalagi Tuhan, Sang Pencipta langit dan bumi hadir dalam kehidupan kita. Bukankah sudah sepatutnya kita memuji-muji dan mengagungkan Tuhan? Ingat, Tuhan hadir setiap hari! (IE)

DOA Kehadiran Tuhan setiap hari bagaikan fajar menyingsing setiap pagi.

renung an

Aku memuji Engkau atas kehadiran-Mu setiap hari.


kamis, 2 januari 2014

Bacaan Alkitab Setahun

Kejadian 6-9

Carilah TUHAN dan Kekuatan-Nya 1 Tawarikh 16:7-13 Carilah TUHAN dan kekuatan-Nya, carilah wajah-Nya selalu! 1 Tawarikh 16:11

Alam semesta ini memiliki kekuatan sehingga manusia yang ada di bumi ini merasa dirinya kecil. Manusia yang diciptakan dengan akal budi mulai berpikir, tidak mungkin alam semesta ini ada dengan sendirinya, pasti ada yang menciptakan. Kemudian manusia mencari Sang Pencipta dengan caranya sendiri yaitu dengan menyembah benda-benda alam yang dianggap memiliki kekuatan. Kemajuan peradaban membuat manusia menjadi sombong. Manusia menganggap dirinya kuat dan tidak membutuhkan Tuhan. Daud memiliki kedudukan yang tinggi yaitu sebagai raja. Tetapi dia menyadari bahwa dirinya bukan siapa-siapa tanpa TUHAN. Ia sangat membutuhkan TUHAN dalam hidupnya. Daud ingin selalu berada di dekat TUHAN. Itu sebabnya ia berinisiatif membawa tabut TUHAN yang menjadi lambang kehadiran TUHAN kembali berada di Yerusalem. Daud begitu bersukacita menyambut kedatangan tabut TUHAN. Ia menari-nari sambil memuji-muji TUHAN sebagai bentuk ucapan syukur kepada TUHAN. Ia mengajak seluruh umat Israel untuk mencari TUHAN dan kekuatan-Nya. Apa artinya? Mencari TUHAN artinya membawa diri dekat kepada TUHAN. Orang yang dekat dengan Tuhan, memiliki kekuatan Tuhan. Hidupnya diliputi dengan sukacita karena mengalami kedahsyatan Tuhan. Orang yang memiliki kekuatan Tuhan, berani menghadapi setiap tantangan. Apakah Saudara merasa Tuhan begitu jauh? Mari dekatkan diri kepada Tuhan agar Saudara merasakan hadirat-Nya. Allah yang kita sembah di dalam Tuhan Yesus Kristus adalah Allah yang mau dekat dan tinggal di antara kita. Jika Tuhan dekat dengan kita, Ia akan memberikan kekuatan sehingga kita mampu menjalani hidup ini dengan penuh kebahagiaan dan sukacita. (LL)

DOA Kehadiran Tuhan dapat dirasakan kalau kita berada di dekat-Nya.

renung an

Aku ingin selalu berada di dekat-Mu, ya Tuhan.


Bacaan Alkitab Setahun

jumat, 3 januari 2014

Kejadian 10-14

Betel Amos 5:4-6 Sebab beginilah firman TUHAN kepada kaum Israel: “Carilah Aku, maka kamu akan hidup! Amos 5:4

Pada tahun 2006 ketika tempat ibadah kami ditutup, kami mengadakan ibadah di rumah jemaat. Tetapi banyak warga jemaat yang tidak pergi beribadah dengan alasan bahwa ibadah di rumah tidak sama dengan ibadah di gereja. Demikian juga pada zaman sekarang ini, masih ada orang yang berpikir bahwa hadir dalam ibadah merupakan satu kewajiban rohani yang memberikan kontribusi terhadap keselamatan, berkat, dan mukjizat. Keadaan sosial pada zaman Amos memperlihatkan kehidupan masyarakat yang agamawi. Mereka setia di dalam menjalankan ritual keagamaannya namun sesungguhnya apa yang mereka lakukan bukanlah penyembahan kepada Allah. Dengan tegas Amos memperingatkan mereka untuk sungguh-sungguh kembali mencari TUHAN yang hidup yang merupakan satu-satunya jalan menuju kehidupan. Kata “Betel� yang berarti rumah Allah adalah nama yang diberikan Yakub ketika Allah menampakkan diri melalui mimpi kepadanya di tempat itu. Namun kemudian, Kerajaan Israel atau Kerajaan Utara yang dipimpin raja Yerobeam membangun tempat suci baru di Betel dan mendirikan patung anak lembu emas untuk mencegah bangsa Israel pergi beribadah ke Bait Suci Yerusalem di Kerajaan Selatan (1 Raja-raja 12:29). Hal itulah yang membuat nabi Amos mengingatkan bangsa Israel agar jangan mencari Betel, dengan pengertian bahwa mencari Betel berarti tidak mencari TUHAN yang benar, tetapi menyembah kepada berhala yaitu anak lembu emas yang di buat raja Yerobeam. Mencari Betel tidak akan beroleh hidup. Banyak orang berpandangan keliru yang menyamakan Tuhan dengan tempat. Semua tempat ibadah tidak menjamin Tuhan hadir, sebab Tuhan hanya hadir di hati orang yang sungguh-sungguh mencari-Nya. (YR)

DOA Tuhan tidak menginginkan ibadah agamawi. Jangan mencari tempat, tetapi carilah Tuhan.

renung an

Tuhan, aku rindu menikmati keintiman dengan Engkau dapat terwujud dalam kehidupanku sehari-hari.


sabtu, 4 januari 2014

Bacaan Alkitab Setahun

Kejadian 15-18

Pniel Kejadian 32:22-32 Lalu nampaklah kepadanya matahari terbit, ketika ia telah melewati Pniel; ... Kejadian 32:31

Seorang rekan hamba Tuhan pernah berkisah bahwa ia bersyukur ketika ada jemaat yang dilayaninya mengalami perubahan hidup yang luar biasa. Tadinya ia begitu sombong atas keberhasilan yang dicapainya seperti bisnis yang membumbung tinggi, prestasi akademik anak-anaknya, dan pencapaian lainnya. Ia mulai lupa akan karya Tuhan di dalam hidupnya. Kemudian sesuatu terjadi. Ada masalah dalam bisnis dan keluarganya yang tak mampu ia atasi. Akhirnya ia datang kepada Tuhan dan mengakui ketidakberdayaannya. Pada saat itulah ia berubah dan Tuhan memulihkan kehidupannya. Yakub adalah seorang yang genius dan cerdik. Dengan kecerdikannya ia berhasil memperdaya Esau, kakaknya, sehingga ia bisa memperoleh hak kesulungan. Dengan dibantu ibunya, Ribka, ia juga bisa memperoleh berkat dari Ishak, ayahnya. Di rumah Laban, pamannya, Yakub memperoleh banyak ternak, istri, dan anak-anak. Sepintas kita melihat keberhasilan Yakub yang luar biasa. Namun kemudian ia harus berhadapan dengan Esau, kakaknya, yang dianggapnya masih menaruh dendam kepadanya. Ia begitu takut dan menyadari kelemahannya. Ketika TUHAN bergumul dengannya di tepi Sungai Yabok, ia sadar bahwa ia sangat membutuhkan TUHAN dan tidak mau melepaskan-Nya. TUHAN memukul sendi pahanya, dan mengubah namanya menjadi Israel yang artinya “pangeran Allah". Arti kata “Pniel” adalah wajah Allah. Hanya ketika kita menyadari keterbatasan diri kita dan senantiasa mencari “wajah Allah”, maka kita akan memperoleh kekuatan baru dalam hidup ini, sehingga tidak lagi merasa takut dan cemas. Perjumpaan dengan Tuhan membuat kita memperoleh kekuatan baru. (PF)

DOA Hidup dalam kehendak Allah merupakan tujuan utama.

renung an

Agar semua orang percaya rindu hidup sesuai dengan kehendak Allah.


Bacaan Alkitab Setahun

minggu, 5 januari 2014

Kejadian 19-22

Tuhan Hadir Yesaya 58:9-14 TUHAN akan menuntun engkau senantiasa dan akan memuaskan hatimu di tanah yang kering, dan akan membaharui kekuatanmu; engkau akan seperti taman yang diairi dengan baik dan seperti mata air yang tidak pernah mengecewakan. Yesaya 58 : 11

Orang Kristen paling senang mendengar janji firman Tuhan yang bicara tentang segala hal yang baik untuk diri sendiri. Ayat mas renungan hari ini juga berbicara tentang janji Tuhan yang sangat baik bagi setiap orang percaya. Janji Tuhan bukan janji kosong karena setiap firman yang diucapkan Tuhan pasti digenapi. Puji Tuhan bahwa orang percaya hidup dalam kelimpahan janji-janji Tuhan yang ajaib! Namun janji Tuhan menuntut sikap beribadah orang percaya. Ibadah bukan sekedar berdoa atau mendengar pembacaan Kitab Suci. Bukan pula bentuk formalitas dan upacara liturgis gereja semata. Ibadah memerlukan sikap hati yang menghormati kehadiran Tuhan dan melakukan perbuatan yang benar dan baik terhadap sesama manusia. Ibadah seseorang berkenan kepada Tuhan apabila hidupnya digunakan untuk memerdekakan orang yang tertindas; menolong orang yang lemah; memecahkan roti bagi yang lapar. Dengan kata lain, kehadiran Tuhan di dalam kebaktian di gereja perlu dihayati dan harus mendorong tindakan kasih seorang anak Tuhan secara nyata terhadap orang di sekitarnya. Masihkah anak-anak Tuhan menghayati kehadiran kuasa Tuhan? Ibadah atau kebaktian di dalam gedung gereja bukan tujuan akhir, tetapi kesempatan untuk mengalami kehadiran Tuhan yang menjamah dan memperbaharui hati. Selanjutnya, orang percaya perlu menyatakan kehadiran Tuhan yang dialami dan dirasakan kepada orang lain. Inilah hidup yang diberkati untuk menjadi berkat. Saat seseorang mau melakukan segala yang benar dan baik kepada sesamanya, dia tidak akan pernah kehilangan berkat terbaik yang Tuhan sediakan untuk diri sendiri dan keluarganya. (LB)

DOA Kehadiran Tuhan selalu mengubah cara hidup kita.

renung an

Kesaksian hidup orang Kristen agar menjadi berkat bagi sesama.


senin, 6 januari 2014

Bacaan Alkitab Setahun

Kejadian 23-25

Malaikat Di Tengah Orang Percaya Kisah Para Rasul 27:20-25 Bukankah mereka semua adalah roh-roh yang melayani, yang diutus untuk melayani mereka yang harus memperoleh keselamatan? Ibrani 1:14

Malaikat telah dikenal manusia sejak berabad-abad yang lampau. Banyak artefak-artefak kuno yang usianya sudah ribuan tahun yang diketemukan memuat gambar-gambar malaikat. Pertanyaannya, apakah malaikat sungguh-sungguh ada? Umumnya manusia entah dari dunia Barat atau dunia Timur mengenal adanya roh-roh halus. Entah berbentuk manusia, binatang atau makhlukmakhluk aneh. Disebut roh halus karena penampakannya sebagai manusia atau makhluk-makhluk lain tidak nyata. Bisa menembus dinding, bisa lenyap seketika atau bisa memindah-mindahkan barang/benda di ruangan di mana kita tinggal. Alkitab kita dalam surat Ibrani berkata, “Bukankah mereka semua adalah roh-roh yang melayani.” Siapa yang dimaksud “mereka” tersebut? Jawabannya dapat dibaca di surat Ibrani 1:13 yang menyatakan, “Dan kepada siapakah di antara malaikat itu pernah Ia berkata: "Duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai Kubuat musuh-musuh-Mu menjadi tumpuan kaki-Mu?" Berarti kata “mereka” yang dimaksud adalah malaikat. Jadi malaikat adalah roh-roh yang diutus Tuhan. Malaikat hadir di tengah orang percaya. Karena bentuknya roh, kita tidak dapat melihat dengan mata jasmani kita. Lalu, untuk apa kehadiran malaikat-malaikat tersebut? Jawabannya jelas dalam nas kita hari ini. Malaikat bertugas melayani orang-orang percaya. Dengan kata lain, malaikat menolong kita. Barangkali kita sedang menghadapi pergumulan hidup yang teramat berat, di saat itulah malaikat menolong kita. Atau di saat kita sedang sakit, di saat itulah malaikat menolong kita. Perlu dicamkan malaikat hanya menolong mereka yang menjadi umat percaya. Untuk itu kita patut bersyukur. Malaikat menyertai kehidupan kita. (IE)

DOA Tuhan mengutus malaikatNya untuk melayani umat percaya.

renung an

Terima kasih atas malaikat-malaikat-Mu yang menyertai kami.


Bacaan Alkitab Setahun

selasa, 7 januari 2014

Kejadian 26-28

Tempat Perlindungan Mazmur 31:1-9 Sendengkanlah telinga-Mu kepadaku, bersegeralah melepaskan aku! Jadilah bagiku gunung batu tempat perlindungan, kubu pertahanan untuk menyelamatkan aku! Mazmur 31:3

Seorang arsitek bernama Karl Bernd Esser merasa sangat bangga karena telah mampu membangun sebuah bunker yang begitu kuat untuk tempat berlindung bagi Presiden Irak, Saddam Husein. Esser menyatakan bahwa bunker tersebut “seratus persen aman� dari serangan nuklir. Waktu itu untuk sementara Saddam Husein dapat merasa aman. Tetapi apakah hatinya dapat benar-benar merasa aman dan tenteram? Ketika Daud dikejar-kejar oleh Saul hendak dibunuh, ia berusaha lari dan bersembunyi karena mengalami ketakutan yang luar biasa. Jiwanya mengalami kesesakan seperti ada jaring yang dipasang orang hendak merangkapnya. Daud bersembunyi di gua-gua, di balik gunung-gunung atau di padang gurun. Tetapi bagi Daud bukan gua-gua atau gununggunung atau padang gurun yang menjadi tempat perlindungannya. Ia bukan hanya memohon tetapi juga menyatakan bahwa TUHAN adalah gunung batu, tempat perlindungannya. Ia menaruh kepercayaan dan menyerahkan nyawanya kepada TUHAN. Dan TUHAN sungguh bisa dipercaya. Dia memperhatikan sengsara dan kesesakan Daud. TUHAN tidak menyerahkan nyawa Daud ke tangan musuh. Berkat pertolongan TUHAN, Daud bisa bersorak-sorak dan bersukacita. TUHAN mengangkatnya ke tempat yang lapang. Itu artinya bahwa TUHAN yang menjadi tempat perlindungannya telah membebaskan dia sehingga terlepas dari musuh. Apakah hari-hari ini Saudara mengalami kesesakan karena mengalami tekanan yang berat atau ada orang-orang yang ingin menjatuhkan? Jadikan Tuhan sebagai tempat perlindungan karena Ia memperhatikan dan mengasihi Saudara. Ia pasti menolong dan melindungi Saudara. (LL)

DOA Tuhan adalah satu-satunya tempat perlindungan yang paling aman.

renung an

Tuhan, Engkaulah tempat perlindungku. Aku tidak takut menghadapi apapun!


rabu, 8 januari 2014

Bacaan Alkitab Setahun

Kejadian 29-31

Tuhan itu kekuatanku Habakuk 3:1-19 ALLAH TUHANku itu kekuatanku: Ia membuat kakiku seperti kaki rusa, Ia membiarkan aku berjejak di bukitbukitku. Habakuk 3:19

Tinggal di lingkungan orang-orang jahat tidaklah mudah! Setiap hari melihat pertengkaran, mendengarkan kata-kata kotor dan sumpah serapah; menyaksikan perbuatan-perbuatan amoral; dan berbagai kejahatan, bahkan mungkin menyaksikan pembunuhan; orang benar ditindas dan dirampas haknya. Apabila ada seorang anak Tuhan yang harus tinggal di tempat semacam ini, bisakah imannya tetap teguh? Habakuk menyaksikan orang-orang Yehuda yang hidupnya tidak takut akan TUHAN. Iman Habakuk menjadi goncang ketika menyaksikan orang jahat menindas orang benar, namun hidup mereka baik-baik saja. Seolah TUHAN diam dan membiarkan ketidakadilan merajalela. Habakuk berseru kepada TUHAN! Dalam doanya itulah kemudian Habakuk mulai mengerti rencana TUHAN. Bangsa itu akan dihukum melalui tangan Babilonia yang lebih kejam. Sebagai seorang nabi TUHAN, Habakuk tinggal di tengah bangsa yang sedang berada dalam penghukuman. TUHAN memberikan hukuman, supaya bangsa itu bertobat dari dosa dan kejahatannya. Tetapi bagaimana dengan Habakuk yang menjaga hidup takut akan TUHAN? Habakuk harus ikut mengalami kesulitan juga walau dia tidak ikut-ikutan berdosa. Namun TUHAN memberi kekuatan kepada Habakuk melewati kesesakan demi kesesakan akibat kejahatan Yehuda. Orang percaya bisa mengalami keadaan yang sulit karena dosa orang-orang di sekitarnya, tetapi Tuhan tidak tinggalkan sendiri. Orang yang tahu akan penyertaan Tuhan akan tetap kuat dan tabah di saat yang sulit! Dia tetap bisa memuji bahkan bersorak-sorai karena percaya kepada Tuhan yang memberi kekuatan kepadanya. (LB)

DOA Tetaplah memuji Tuhan, karena janji-Nya berlaku bagi anak-anak-Nya.

renung an

Orang percaya yang harus menjalani hidup penuh kesulitan dan tantangan.


Bacaan Alkitab Setahun

kamis, 9 januari 2014

Kejadian 32-35

Pertolongan Dari Tuhan Amsal 3:5-8 Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Amsal 3:5

Tuhan memberi akal budi kepada manusia. Tidak ada makhlukmakhluk lain yang memiliki akal budi seperti manusia. Akal budi manusia sangat istimewa. Namun, nas Alkitab yang kita baca hari ini meminta kita agar jangan bersandar pada akal budi saja. Namun, percayalah kepada Tuhan. Karena Tuhan adalah sumber pertolongan kita. Coba kita tengok dua contoh pemimpin yang cukup terkenal di Alkitab. Namanya adalah Daud dan Saul. Suatu saat kedua-duanya mulai bersandar pada akal budi mereka. Kedua-duanya sedang menghadapi kesulitan. Daud akan dibunuh oleh Saul! Sedangkan Saul menghadapi musuh yang amat kuat, Filistin. Kedua-duanya mulai memakai akal budi dengan berpikir bagaimana caranya melepaskan kesulitan yang mereka hadapi. Manakala akal budi yang bekerja, Tuhan tersingkirkan. Pertanyaannya, mampukah akal budi mereka menolong mereka terlepas dari kesulitan? Alkitab menulis ternyata apa yang dipikir oleh Daud dan Saul malah menghancurkan mereka (1 Samuel 27:1,6,7; 1 Samuel 30:1; 1 Samuel 28:7; 1 Samuel 31:4-5). Dari kedua contoh kedua tokoh tersebut di atas, kita diingatkan oleh Alkitab, “Janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri.� Kita disadarkan bahwa pertolongan bukan datang dari akal budi kita. Namun, pertolongan datang dari Tuhan. Di satu sisi kita bersyukur kita diberi akal budi yang baik oleh Tuhan. Tapi di sisi lain, kita perlu bersandar pada Tuhan. Ketahuilah, pertolongan datangnya dari Tuhan. (IE) DOA Apabila Tuhan menolong, pertolongan-Nya tidak terbatas.

renung an

Terima kasih Tuhan atas pertolongan-Mu.


jumat, 10 januari 2014

Bacaan Alkitab Setahun

Kejadian 36-39

Mamon Atau Tuhan? Matius 6:19-24 Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon. Matius 6:24

Suatu hari di desa Wonoboyo kabupaten Klaten, Jawa Tengah ditemukan peninggalan bersejarah. Penemuan tersebut berupa emas seberat 14,9 kilogram dan perak seberat 2 kilogram yang diperkirakan berasal dari abad ke-9. Temuan itu sekarang disimpan di Musium Nasional Indonesia. Harta berharga yang tersimpan selama ratusan tahun di dalam tanah itu tidak memberikan sesuatu yang berarti bagi hidup manusia. Setelah ditemukan, harta tersebut hanya menjadi catatan sejarah saja. Tuhan Yesus mengingatkan kepada kita untuk tidak menyimpan harta di dunia. Memang tidak dapat dipungkiri bahwa uang sangat dibutuhkan oleh setiap orang yang hidup. Kalau kita tidak memiliki uang, kita tidak dapat memenuhi kebutuhan hidup ini. Dengan uang, kita dapat membeli apa yang kita butuhkan. Betapa pedihnya hati orangtua ketika tidak memiliki uang untuk memenuhi kebutuhan hidup seperti membeli susu atau membayar uang sekolah anaknya. Tetapi uang bukan segala-galanya. Banyak orang jatuh karena terjerat oleh uang. Tuhan memberikan nasihat supaya menyimpan harta di sorga. Apa artinya? Kita harus menggunakan uang untuk hal yang berguna. Dengan uang yang kita miliki kita dapat mendukung pekerjaan Tuhan dan menolong sesama. Kita membutuhkan uang tetapi tidak mengabdikan hidup kita kepada uang. Yang menjadi prioritas hidup kita bukan uang tetapi Tuhan. Ketika kita memprioritaskan Tuhan berarti kita memuliakan Dia. Kebahagiaan hidup kita tidak ditentukan oleh banyaknya uang yang kita miliki, tetapi Tuhanlah yang membuat kita bahagia. Jadi, pilihlah Tuhan, Sang sumber berkat. Pastilah Ia menyediakan segala kebutuhan kita! Pikirkan hari depan dengan menyimpan harta di sorga. (LL)

DOA Tuhan, Sang pemberi berkat menjadi prioritas dalam hidup ini.

renung an

Tuhan, condongkan hatiku untuk lebih mengasihi-Mu dibanding apapun yang ada di dunia ini.


Bacaan Alkitab Setahun

sabtu, 11 januari 2014

Kejadian 40-42

Tuhan Memelihara Matius 6:25-34 "Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Matius 6:25

Apakah Saudara pernah kuatir? Apakah kekuatiran dapat menyelesaikan masalah Saudara? Menurut ilmu kedokteran modern, kekuatiran justru "menggerogoti kesehatan" dan memperpendek kehidupan manusia karena kekuatiran yang berlebihan menjadi semacam penyakit. Para ahli ilmu jiwa tahu bahwa kekuatiran dapat menekan jiwa sehingga banyak orang tidak bisa tidur. Kekuatiran kadang-kadang disebut "penyakit utama" dan "musuh utama manusia". Namun, apa kata firman Tuhan tentang kekuatiran? Tuhan Yesus memerintahkan kepada para pendengarnya agar tidak kuatir karena Dia tahu bahwa manusia sering kuatir dalam banyak hal, dari masalah kecil sampai masalah besar. Tuhan Yesus menjamin bahwa hidup kita berada dalam pemeliharaan Allah. Sebanyak tiga kali Ia menasihatkan supaya kita jangan kuatir (ayat 25, 31, 34). Kekuatiran yang muncul adalah hal yang wajar, tetapi kekuatiran yang berlebihan adalah sikap yang bodoh dan tak ada gunanya. Kekuatiran terjadi karena kita gagal memahami pemeliharaan Allah terhadap kita sebagai umat kepunyaan-Nya. Kekuatiran mewarnai hidup orang-orang yang tidak percaya pada Allah. Bagi kita yang percaya kepada-Nya, yang menyadari akan pemeliharaan Allah dan perhatian-Nya terhadap setiap kebutuhan kita, kekuatian itu akan hilang dengan sendirinya. Jika Allah memelihara burung di udara dan bunga di padang, apalagi kita sebagai anak-anak-Nya yang dikasihi-Nya. Kehendak Tuhan adalah agar kita tidak kuatir. Marilah kita mengutamakan hal yang lebih penting yaitu mencari Kerajaan Allah dan kebenaran-Nya. Tak perlu menambahkan masalah esok kepada masalah kita hari ini. Biarlah "Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari". Jalanilah hidup ini dengan pertolongan Tuhan. Jadi, janganlah kuatir! (AS)

DOA Dahulukanlah Kerajaan Allah dan kebenaran-Nya, segala hal akan ditambahkan.

renung an

Ya Tuhan, kami percayakan hidup kami di tangan-Mu.


minggu, 12 januari 2014

Bacaan Alkitab Setahun

Kejadian 43-45

Percaya Janji-Nya Bilangan 13:1-33 “Aku tidak akan melanggar perjanjian-Ku, dan apa yang keluar dari bibir-Ku tidak akan Kuubah.� Mazmur 89:35

Seorang teman bercerita kepada saya mengenai memberikan pinjaman uang kepada temannya. Ketika diberi pinjaman, temannya berjanji akan melunasi pinjaman tersebut sebulan kemudian. Namun kenyataannya teman yang diberi pinjaman uang itu tidak menepati janjinya sehingga membuat kecewa. Tidak sedikit orang yang seringkali mengingkari janjinya, namun Tuhan tidak akan pernah sedetik pun melupakan janji-Nya bahkan Dia akan menggenapi setiap janji yang keluar dari mulut-Nya. Dalam Bilangan 13:1 ditulis tentang janji TUHAN kepada bangsa Israel mengenai tanah Kanaan yang akan diberikan kepada mereka. Ada 12 pengintai yang diutus mewakili tiap suku. Setelah pulang kembali, sepuluh pengintai menyampaikan berita yang menakutkan yaitu bahwa orang-orang yang tinggal di sana tinggi besar seperti raksasa. Hanya dua orang yaitu Kaleb dan Yosua yang meneguhkan hati mereka bahwa sekalipun orang Kanaan tinggi besar seperti raksasa namun TUHAN akan menyertai dan memberi kemenangan (Bilangan 14:8-9). Dari kisah ini kita belajar bahwa situasi dan kondisi di sekitar bisa membuat kita tidak memercayai janji Tuhan dalam hidup kita. Namun mari kita belajar percaya seperti Kaleb dan Yosua. Pelajaran lain yang bisa kita petik adalah saat kita tidak memercayai janji Tuhan dalam hidup kita, ada konsekuensi yang harus kita tanggung. Kesepuluh orang pengintai dan orang-orang Israel tidak bisa masuk ke tanah Kanaan, karena ketidakpercayaan mereka akan janji TUHAN. Bagaimana dengan kita? Percayakah kita akan janji-janji-Nya? Jika kita tidak percaya, maka kita tidak akan pernah merasakan indahnya jani-janji Tuhan dalam hidup ini. (LP)

DOA Ketidakpercayaan membuat kita tidak dapat menikmati janji Tuhan tergenapi dalam hidup kita.

renung an

Kuatkan dan teguhkanlah hati kami untuk percaya pada setiap janji-Mu.


Bacaan Alkitab Setahun

senin, 13 januari 2014

Kejadian 46-48

Ingatlah Perbuatan-Nya Mazmur 77:3-16 Aku hendak mengingat perbuatanperbuatan TUHAN, ya, aku hendak mengingat keajaiban-keajaiban-Mu dari zaman purbakala. Mazmur 77:12

Kata penting dalam bacaan Kitab Suci kita pada hari ini adalah kata “mengingat�. Tentu kita akan merasa senang bahkan tersanjung apabila selalu diingat oleh sahabat kita, baik dalam doa maupun dalam hidup keseharian kita. Apalagi ketika kita sedang dalam kesusahan entah hal kecil atau besar, banyak orang yang mengingat lalu datang untuk mendoakan dan memberi pertolongan. Kita pasti tak bisa melupakan kebaikan-kebaikan mereka bukan? Meski mereka tidak meminta imbalan tetapi setidaknya perbuatan baik mereka mengingatkan bahwa kita adalah orang yang layak untuk diingat dan diberi pertolongan. Mengingat perbuatan baik seseorang merupakan tanda bahwa kita adalah orang yang mengerti dan menghargai kebaikan orang lain. Sungguh sangat keterlaluan jika kita melupakan kebaikannya! Tahukah bahwa saat ini pun ada Pribadi Yang Agung yang sedang mengingat kita? Perbuatan-perbuatan ajaib-Nya begitu nyata dan tak pernah mati di sepanjang abad. Itulah Allah yang selalu mengingat kita. Betapa bangga dan berharganya kita karena diingat Tuhan! Hal ini membuktikan betapa besar kasih-Nya dan betapa berharganya kita di mata Allah. Bahkan kasih-Nya yang begitu besar akan dunia ini, tak satu pun kita yang luput dari ingatan Allah hingga Ia karuniakan Putra-Nya yang tunggal supaya manusia memperoleh hidup kekal. Perbuatan-perbuatan Allah apakah yang sudah Saudara alami yang membuat Saudara tertegun dan selalu mengingat-Nya? Ingatlah selalu perbuatan-Nya yang ajaib, maka Saudara akan semakin percaya betapa Ia menjamin hidup Saudara. Semakin Saudara mengingat maka semakin nyatalah kuasa-Nya menyertai Saudara seperti Dia menyertai umat Israel dengan tiang awan dan tiang api. (SM)

DOA Jika satu kali saja kita melupakan perbuatanNya, maka kemungkinan besar kita akan melupakannya lagi.

renung an

Agar umat Allah yang melupakan-Nya, dapat kembali mengingat perbuatan-perbautanNya yang ajaib.


selasa, 14 januari 2014

Bacaan Alkitab Setahun

Kejadian 49-50

Jangan Menunda 2 Samuel 20:3-12 Orang malas tidak akan menangkap buruannya, tetapi orang rajin akan memperoleh harta yang berharga. Amsal 12:27

Mungkin hampir semua orang pernah menunda pekerjaan. Kalau dilihat dari akibatnya, semua penundaan itu tidak baik. Cuma memang kadarnya berbeda-beda, ada yang masih bisa ditangani tetapi ada yang berakibat fatal. Bila penundaan itu sering dilakukan dan akibatnya merugikan diri sendiri dan orang lain, maka hal ini tidak bisa dibiarkan terus menerus, harus ada kemauan yang keras untuk menghentikannya. Amasa adalah seorang jendral perang di masa pemerintahan Daud. Ketika raja Daud memberi perintah kepadanya untuk mengumpulkan orang Yehuda dalam tiga hari untuk sesuatu hal yang sangat penting, ia menunda-nunda perintah tersebut. Perhatikan ayat 5 yang mengatakan, “Lalu pergilah Amasa mengerahkan orang Yehuda, tetapi ia menundanunda tugas itu sampai melewati waktu yang ditetapkan raja baginya." Amasa menunda-nunda tugas untuk segera menumpas Seba bin Bikri yang sangat membahayakan pemerintahan raja Daud. Akibat ketidaktaatan karena penundaan perintah TUHAN melalui raja Daud, akhirnya Amasa sang jenderal besar itu mati terbunuh oleh pedang Yoab. Amasa mati secara mengenaskan dan tidak terhormat, mayatnya tergeletak di jalan raya dan menjadi tontonan. Melalui peristiwa ini marilah kita belajar menaati perintah Tuhan dan waktu yang Tuhan tetapkan. Jangan menunda-nunda segala pekerjaan yang Tuhan berikan. Karena bagaimanapun juga waktu Tuhan lebih tepat dari pada waktu kita. Agenda Tuhan lebih indah daripada agenda kita. Perhatikanlah dan taatilah perintah Tuhan, maka berkat dan kemenangan akan selalu menyertai hidup kita. Muliakanlah Tuhan dengan cara memiliki kedisiplinan hidup dan menghargai waktu dengan baik. (ADL)

DOA Kemalasan mendatangkan kemiskinan dan penderitaan.

renung an

Orang yang rajin bekerja dapat menikmati berkat yang Tuhan janjikan.


Bacaan Alkitab Setahun

rabu, 15 januari 2014

Keluaran 1-4

Sumber Sejati Yesaya 48:1-22 Sekiranya engkau memperhatikan perintah-perintahKu, maka damai sejahteramu akan seperti sungai yang tidak pernah kering, dan kebahagiaanmu akan terus berlimpah seperti gelombang-gelombang laut yang tidak pernah berhenti. Yesaya 48:18

Rasa haus adalah hal yang pasti pernah dialami oleh setiap orang. Apabila kehausan diabaikan terus menerus akan berakibat fatal bagi tubuh. Seseorang bisa kekurangan cairan karena kehausan. Kondisi ini bisa membuat tubuh tidak seimbang dan berbahaya! Setiap hari kita disibukkan dengan aktivitas kuliah, kerja, bisnis, mengurus rumah tangga, dan masih banyak lagi. Jangan abaikan kebutuhan akan air minum agar stamina tubuh tetap terjaga. Orang juga harus menyadari bahwa dirinya bisa mengalami kehausan jiwa. Hal ini makin dirasakan karena tekanan kehidupan zaman ini. Setiap hari orang dihadapkan pada tuntutan untuk memenuhi target sekolah, kerja, bisnis dan pencapaian-pencapaian dalam hidup. Terkadang muncul kesulitan, tekanan, ancaman, musibah dan kejadiankejadian yang membuat jiwa tergoncang. Orang menjadi stres karena berbagai problema di dalam rumah tangga, di kantor, di lingkungan sosial maupun pada kesehatan. Tanda bahwa jiwa seseorang haus adalah tatkala dia tidak lagi merasakan damai sejahtera. Hidup terasa hampa dan gelisah. Jangan biarkan jiwa kita haus terus menerus karena itu berbahaya! Bersekutulah dengan Tuhan karena hanya di dalam Dia ada damai sejahtera. Hiburan dan kesenangan dunia bersifat semu dan sementara, tetapi Tuhan memberikan damai sejahtera yang terus mengalir bagaikan air sungai yang menyegarkan jiwa yang dahaga. Renungkan firman-Nya secara teratur dan mintalah Roh Kudus memampukan Saudara menaati firman-Nya. Carilah kekuatan sejati dari sumber sejati yaitu Tuhan sendiri. Melalui firman-Nya setiap orang yang letih lesu mendapat kekuatan dan pengharapan baru. (LB)

DOA Damai sejahtera sejati hanya datang dari Tuhan Yesus Kristus.

renung an

Orang-orang yang berkelana mencari kedamaian sejati, agar menemukannya di dalam Tuhan Yesus Kristus.


kamis, 16 januari 2014

Bacaan Alkitab Setahun

Keluaran 5-8

Tuhan Mendengar Keluaran 3:7-10 …Aku telah mendengar seruan mereka yang disebabkan oleh pengerah-pengerah mereka, ya, Aku mengetahui penderitaan mereka. Keluaran 3:7

Perbudakan yang dialami umat Israel di Mesir begitu hebat dan semakin hari semakin keras. Hal ini terjadi setelah adanya Firaun baru di Mesir yang tidak mengenal Yusuf. Dalam kondisi tekanan sebagai budak yang semakin hari semakin berat itulah umat Israel berseru-seru minta tolong kepada TUHAN. TUHAN tidak pernah tertidur. Teriakan minta tolong umat Israel didengar oleh TUHAN. Ia mendengar doa umat Israel dan Ia mengingat akan janji-Nya kepada Abraham, Ishak dan Yakub. Maka TUHAN mengutus Musa untuk membebaskan umat Israel dari perbudakan di tanah Mesir. Suatu hari Allah menampakkan diri kepada Musa dalam api yang menyala-nyala (ayat 2-5). Ia memanggil Musa untuk menyelamatkan Israel dari perbudakan. Sekalipun Musa mengelak karena merasa tidak mampu (ayat 11), tetapi TUHAN berjanji akan menyertainya. Ada tiga hal luar biasa yang bisa kita pelajari. Pertama, di saat umat TUHAN berada dalam pergumulan dan mereka mencari TUHAN lewat doa-doa yang dinaikkan, TUHAN mendengarkan doa mereka. Kedua, TUHAN bukan hanya mendengar tetapi juga menjawab apa yang menjadi kebutuhan umat-Nya. Ketiga, di saat Tuhan bertindak, Dia menyatakan kekuatan dan kehebatan-Nya. Hal ini telah dibuktikan oleh umat Israel sendiri ketika mengalami perbudakan. Ketika mereka berseru kepada TUHAN, maka TUHAN menjawab doa mereka dengan cara mengutus Musa. Memasuki tahun 2014 ini kita tidak tahu apa yang akan terjadi ke depan. Tantangan, hambatan dan persoalan mungkin saja menghadang hidup kita. Jangan takut! Carilah Tuhan dan kekuatan-Nya. (PS)

DOA Tuhan mendengar seruan doa anak-anak-Nya

renung an

Tuhan, aku serahkan hidupku di tahun 2014 ini dalam tangan-Mu.


Bacaan Alkitab Setahun

jumat, 17 januari 2014

Keluaran 9-11

Saat Tiada Jalan Keluaran 15:1-7 TUHAN itu kekuatanku dan mazmurku, Ia telah menjadi keselamatanku. Ia Allahku, kupuji Dia, Ia Allah bapaku, kuluhurkan Dia. Keluaran 15:2

Tidak jarang kita menghadapi jalan buntu. Tidak ada jalan keluar samasekali. Di saat sedemikian rasanya Tuhan tidak mendengar teriakan kita. Rasanya Tuhan terlampau jauh dari hidup kita. Namun, benarkah Tuhan tidak melihat pergumulan hidup kita? Benarkah Tuhan tidak hadir di tengah kesulitan kita? Benarkah Tuhan jauh dari kita? Belajar dari pengalaman kehidupan iman Musa, kita mengerti bahwa TUHAN itu hadir di tengah kesulitan seberat apapun. Di tengah padang gurun yang di depannya terbentang laut Teberau (disebut juga laut Merah) dan di belakang tampak Firaun dan tentara berkudanya yang sedang mengejar umat Israel, saat sedemikian bagi umat Israel mustahil mereka bisa memperoleh jalan keluar. Pertanyaannya, apakah TUHAN hadir? Jawabnya jelas, ya, TUHAN hadir. Laut Merah terbelah dua oleh kuasa TUHAN. Umat Israel selamat. Atas pertolongan TUHAN yang ajaib, Musa memuji-muji TUHAN. Memang kita sebagai orang percaya hanya mampu memuji-muji Tuhan, mengapa? Karena Tuhan selalu memberi jalan dalam kehidupan kita. Di saat kita tidak tahu harus mengambil langkah apa atas kesulitan kita, di saat sedemikian Tuhan memberi jalan keluar yang ajaib. Yang diperlukan adalah percaya. Ya, percaya pada Tuhan yang mampu memberi jalan yang ajaib. Tuhan hadir di setiap detik kehidupan kita bahkan di setiap denyut jantung kita. Jangan takut. Jangan kuatir. Tuhan beserta Saudara. (IE)

DOA Tuhan membuka jalan secara ajaib.

renung an

Hari ini ya Tuhan berilah aku jalan keluar.


sabtu, 18 januari 2014

Bacaan Alkitab Setahun

Keluaran 12-14

Elim Keluaran 15:22-27 Sesudah itu sampailah mereka di Elim; di sana ada dua belas mata air dan tujuh puluh pohon korma, lalu berkemahlah mereka di sana di tepi air itu. Keluaran 15:27

Setelah bangsa Israel menyeberangi Laut Teberau, dengan penuh sukacita dan sorak-sorai mereka merayakan kebebasan dari perbudakan di Mesir. Tiga hari kemudian tibalah mereka di padang gurun Syur. Selama tiga hari berjalan, rasa haus mulai terasa. Sejauh mata memandang tidak ada air sedikit pun, yang ada hanyalah air pahit yang disebut “Mara”, artinya mata air yang pahit. Satu hal yang aneh dalam peristiwa ini ialah respons orang Israel. Ketika menghadapi situasi tersebut, mereka bersungut-sungut. Padahal beberapa waktu sebelumnya mereka baru saja memuji-muji TUHAN atas keajaiban yang mereka saksikan yaitu terbelahnya Laut Teberau di depan mata mereka. Kisah tersebut di atas mungkin juga kita alami. Respons atau sikap kita sama seperti orang Israel. Jika keadaan di sekitar kita buruk atau tidak sesuai dengan yang kita inginkan, kita bersungut-sungut. Namun jika Tuhan menolong atau menjawab doa kita, kita memuji Tuhan. Benarkah sikap demikian? Tentu tidak. Walaupun akhirnya TUHAN mengubah air pahit itu menjadi manis sehingga orang Israel dapat meminumnya, tapi bagaimanapun bersungut-sungut bukanlah respons yang benar. Karena dengan bersungut-sungut air itu tetap pahit. Setelah Musa berseru kepada TUHAN, barulah air itu berubah menjadi manis. Dan bukan hanya kebutuhan air saja, tetapi Allah telah menyediakan suatu tempat yang sangat subur untuk mereka beristirahat yaitu di Elim, di mana terdapat dua belas mata air dan tujuh puluh pohon korma. Setiap orang menginginkan “Elim” dalam kehidupan mereka, namun apakah kita juga siap menghadapi “Mara”? Sekalipun kita mengahadapi Mara dalam hidup ini, janganlah bersungut-sungut. Lebih baik berseru kepada Tuhan, Ia pasti mendengar seruan doa kita. (MI)

DOA Bersungut-sungut tidak mengubah keadaan.

renung an

Mereka yang sedang menghadapi pergumulan tidak bersungut-sungut tetapi berseru kepada Tuhan.


Bacaan Alkitab Setahun

minggu, 19 januari 2014

Keluaran 15-17

Dekat TUHAN Mazmur 62:1-13 Hanya dekat Allah saja aku tenang, dari pada-Nyalah keselamatanku. Mazmur 62:2

Sepasang suami istri bertengkar gara-gara si istri merasa bahwa suaminya tidak semesra semasa berpacaran. Sang istri berkata, “Kamu memang tidak seperti dahulu, buktinya dudukmu menjauh dariku.� Lalu suaminya berkata, “Dari semasa berpacaran sampai sekarang aku kan memang kalau mengemudi duduk di belakang kemudi. Kamu saja yang duduk menjauh dariku. Lihat kamu duduk dekat pintu mobil. Agak ke sini dong, supaya kita bisa duduk berdekatan.� Tanpa kita sadari, terkadang kita pun berlaku sama seperti istri di atas. Saat menghadapi persoalan yang tak kunjung mendapat jawaban, kita merasa bahwa Tuhan jauh dari kita. Padahal sesungguhnya kita yang menjauh dari Tuhan. Saat berkat berkelimpahan, masih ingatkah kita kepada Tuhan atau justru sebaliknya hati kita melekat pada harta yang kita miliki? (Ayat 11b). Mengapa kita harus hidup dekat pada Tuhan? Pertama, untuk memperoleh ketenangan atau damai sejahtera (ayat 2a, 6a). Kedua, untuk memperoleh keselamatan (ayat 2b, 3a, 7a, 8). Ingat hanya Tuhan saja yang mampu memberikan keselamatan kekal melalui Tuhan Yesus Kristus. Ketiga, agar kita tidak goyah menghadapi situasi dan kondisi apa pun dalam hidup ini (ayat 3b, 7b). Keempat, Allah adalah tempat pengharapan kita (ayat. 6). Dia yang memberi kita masa depan yang penuh harapan (Yeremia 29:11). Kelima, Allah tempat perlindungan yang aman (ayat 8b, 9b). Keenam, kita bisa mencurahkan isi hati kita kepada-Nya (ayat 9a). Jangan pernah menjauh dari Tuhan! Semakin mendekati hari Tuhan semakin mendekatlah pada Allah kita, Tuhan Yesus Kristus. (LP)

DOA Dekat Tuhan bukan berarti tak ada tantangan namun pasti tersedia pertolongan.

renung an

Kami mau selalu berada di dekat-Mu ya Tuhan, baik dalam suka maupun duka.


senin, 20 januari 2014

Bacaan Alkitab Setahun

Keluaran 18-20

Lemah Tapi Kuat 2 Korintus 12:1-10 ... Sebab jika aku lemah, maka aku kuat. 2 Korintus 12:10

Dalam belajar bahasa, kita selalu menjumpai lawan kata, misalnya kaya-miskin, tinggi-rendah, tinggi-pendek, panjang-pendek, lebar-sempit, dan seterusnya. Kata-kata yang saling berlawanan itu tidak bisa digabungkan. Kalau seseorang dikatakan kaya, ia pasti tidak miskin. Kalau seseorang berpostur tubuh tinggi, pasti ia tidak pendek. Namun dalam kehidupan rohani, yaitu dalam perjalanan iman kita, banyak kata-kata yang berlawanan justru bisa dipadukan. Salah satunya adalah “lemah-kuat�. Pada umumnya orang yang lemah, tidak akan kuat, dan sebaliknya. Rasul Paulus justru mengatakan bahwa jika ia lemah, ia kuat. Rasul Paulus memiliki kelemahan pada tubuhnya. Penafsir Alkitab mengatakan bahwa Paulus - yang dulunya bernama Saulus -memiliki cacat pada matanya akibat cahaya menyilaukan dari langit yang mengenainya ketika ia dalam perjalanan ke Damsyik untuk menangkap para pengikut Yesus Kristus. Ia telah berulangkali berdoa agar Tuhan Yesus menyembuhkannya. Jawaban yang ia peroleh adalah bahwa kasih karunia Tuhan cukup baginya. Artinya, ia tetap memiliki kelemahan pada matanya itu. Namun dengan demikian justru ia kuat. Ia tidak jatuh dalam kesombongan diri sebagai rasul pilihan. Sebaliknya, ia selalu rendah hati, dan berkata bahwa semua yang telah dilakukannya adalah pekerjaan Allah sendiri melalui dirinya. Kita semua pasti memiliki kelemahan. Mungkin kita sudah berdoa agar kelemahan itu disingkirkan dari kehidupan kita, namun belum juga dijawab Tuhan. Mulailah bersyukur kepada Tuhan dan mintalah hikmat-Nya agar dengan adanya kelemahan itu, kita justru kuat. Kekuatan itu berasal dari Tuhan sendiri yang oleh Roh Kudus-Nya berdiam di dalam kita senantiasa. (PF)

DOA Dalam kelemahan, di situlah terletak kekuatan.

renung an

Semua orang percaya tetap kuat dalam menghadapi pergumulan hidup yang berat.


Bacaan Alkitab Setahun

selasa, 21 januari 2014

Keluaran 21-23

Menikmati Firman-Nya Yeremia 15:10-21 Apabila aku bertemu dengan perkataanperkataan-Mu, maka aku menikmatinya; firman-Mu itu menjadi kegirangan bagiku, dan menjadi kesukaan hatiku, ‌. Yeremia 15:16

Seorang yang hidup benar yaitu orang yang takut akan Tuhan dan menjauhi kejahatan seharusnya dicontoh. Tetapi kenyataannya, seringkali kita menjumpai seorang yang bertindak jujur, justru dimusuhi, difitnah, dijadikan bahan olok-olok, disingkirkan dan diperlakukan tidak adil. Memang tidak mudah hidup di tengah-tengah masyarakat yang hatinya jahat dan tidak takut akan Tuhan. Yeremia, seorang nabi TUHAN yang hidup di tengah-tengah bangsa Yehuda yang memberontak kepada TUHAN. Kejahatan bangsa Yehuda demikian besar hingga TUHAN mau menghukum mereka. Yeremia diutus TUHAN untuk membawa bangsa Yehuda berbalik kepada TUHAN, tetapi yang diterima Yeremia justru penolakan dan kutukan. Betapa menderitanya Yeremia! Ia merasa terhina hingga ia protes mengapa ibunya melahirkannya. Ada banyak orang ketika menghadapi pergumulan yang sangat berat menjadi putus asa dan tidak ingin hidup lebih lama lagi di dunia ini. Namun ada satu hal yang membuat hati Yeremia gembira. Apakah itu? Tidak lain adalah perkataan-perkataan Tuhan yaitu firman-Nya. Yeremia menikmati firman Tuhan. Mengapa? Karena firman Tuhan mampu memberi kekuatan, membangkitkan semangat, menghapus segala duka, dan memberikan pengharapan. Tuhan katakan kepada Yeremia, “Aku menyertai engkau untuk menyelamatkan dan melepaskan engkau� (ayat 20). Firman-Nya sungguh dapat dipercaya. Betapa bahagianya Yeremia! Ia benar-benar menikmati firman-Nya. Saudara, semua yang ada di dunia ini hanya kenikmatan sesaat. Tetapi firman Tuhan bagaikan mata air yang memancar sampai kepada hidup yang kekal (Yohanes 4:14). Oleh sebab itu nikmatilah firman-Nya! (LL)

DOA Firman-Nya kekal selamanya memberikan kenikmatan tiada tara.

renung an

Ya Tuhan, aku menikmati firman-Mu. Oleh sebab itu firman-Mu kupuji!


rabu, 22 januari 2014

Bacaan Alkitab Setahun

Keluaran 24-26

Tetap Bersemangat Hagai 1:1-14 TUHAN menggerakkan semangat Zerubabel bin Sealtiel, bupati Yehuda, ... Hagai 1:14

Banyak orang menggambarkan hal “semangat� seperti minuman bersoda. Ketika botol minuman dikocok, lalu tutup dibuka, maka dari dalam botol minuman itu tersembur keluar. Namun sesudah itu kembali 'gembos'. Tidak mudah untuk tetap bersemangat atau tetap konsisten (ajeg). Ketika semuanya berjalan lancar kita bersemangat. Namun ketika kendala mulai datang, semangat pun perlahan ikut menghilang. Zerubabel adalah seorang tokoh yang dipilih TUHAN sesudah umat Yehuda pulang dari pembuangan di Babel. Tugasnya sangat berat, yaitu membangun kembali Bait Allah di Yerusalem yang telah roboh. Dibutuhkan banyak hal yaitu dana yang tidak sedikit; perizinan dan dukungan pemerintah penjajah yang tidak mudah diperoleh; kesatuan hati untuk bergotong-royong membangun; dan kekudusan hidup yang harus terjaga agar TUHAN berkenan memberkati pekerjaan yang mulia itu. Ternyata dalam kenyataannya, hampir seluruh umat TUHAN pada saat itu lebih tertarik membangun rumahnya lebih dulu. Akibatnya, berkat yang mereka terima mengalir keluar dengan deras. Bahkan mereka seperti memegang pundi-pundi berlubang. Penyebabnya karena mereka tidak mendahulukan TUHAN. Zerubabel dibantu nabi Hagai dan Zakharia berdoa dan meminta TUHAN campur tangan. Maka TUHAN pun bekerja dan membangkitkan semangat semua orang. Akhirnya, perbaikan rumah TUHAN terselesaikan dengan baik. Apakah hari-hari ini semangat Saudara sedang pudar? Mungkin kegagalan di tahun lalu membuat Saudara merasa sulit untuk bangkit kembali. Lupakan yang telah lalu dan berlarilah memandang ke depan, kepada tujuan yang Allah tetapkan, yaitu masa depan yang berpengharapan. Tetaplah bersemangat di dalam api Roh Kudus-Nya! (PF)

DOA Dengan Tuhan kita melekat, itulah rahasia tetap semangat.

renung an

Agar semua pelajar dan mahasiswa semangat menuntut ilmu.


Bacaan Alkitab Setahun

kamis, 23 januari 2014

Keluaran 27-29

Iman Melampaui Akal Roma 4:1-25 Sebab sekalipun tidak ada dasar untuk berharap, namun Abraham berharap juga dan percaya, bahwa ia akan menjadi bapa banyak bangsa... Roma 4 :18

Manusia adalah satu-satunya makhluk ciptaan Tuhan yang diberi akal budi untuk berpikir. Manusia bersikap dan bertindak ditentukan oleh cara berpikirnya. Umumnya seseorang melakukan sesuatu dalam batas pikirannya. Orang tahu bahwa jatuh itu sakit, maka dia tidak akan dengan sengaja loncat dari lantai yang tinggi ke bawah. Api itu panas, maka orang tidak akan sengaja menjulurkan tangannya di atas api yang membara. Abraham dan Sara telah berusia lanjut dan mustahil memiliki anak. Namun Abraham menerima firman TUHAN yang menjanjikan bahwa keturunannya akan menjadi bangsa yang besar. Bukankah firman TUHAN yang semacam ini sangat sulit untuk dimengerti? Bagaimana mungkin hal itu terjadi? Akal budi manusia akan mengalami kesulitan luar biasa untuk mengaminkan firman TUHAN ini. Nalar setiap orang berkata bahwa usia tua dan sudah mati haid tidak mungkin bisa hamil dan melahirkan anak. Hidup sehari-hari sering diperhadapkan pada “batasan akal budi”. Kita bisa berjumpa dengan kenyataan yang menyebabkan kita berkata: “Mustahil!” Tetapi orang percaya diberikan “ukuran iman” yang bisa melampaui kemustahilan! Iman menyebabkan seseorang berharap dan percaya kepada perkataan firman Tuhan walau melampaui batas akal budi. Beranikah Saudara memilih untuk berharap dan percaya kepada Tuhan? Nabi Yeremia berkata: “Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN! (Yeremia 17:7). Abraham beriman sampai akhirnya dia mengalami keajaiban TUHAN. Berimanlah kepada Tuhan, maka firman-Nya akan digenapi dalam hidup Saudara. (LB)

DOA Beriman pada Tuhan menghasilkan keajaiban.

renung an

Para pelajar agar memiliki cita-cita yang besar di dalam TUHAN.


jumat, 24 januari 2014

Bacaan Alkitab Setahun

Keluaran 30-32

Tidak Akan Goyah Ayub 1:13-2:10 Tetapi jawab Ayub kepadanya: "Engkau berbicara seperti perempuan gila! Apakah kita mau menerima yang baik dari Allah, tetapi tidak mau menerima yang buruk?" Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dengan bibirnya. Ayub 2:10

Kisah Ayub merupakan kisah nyata dari seorang pria yang bertahan dalam iman saat menghadapi badai kehidupan yang dahsyat. Ia kehilangan semua anaknya dan segala harta bendanya, lalu terkena penyakit kulit yang menjijikkan serta tidak adanya dukungan istri terhadap dirinya. Hal ini tentu bisa menjadi pembelajaran hidup yang sangat baik bagi orangorang beriman. Menjaga iman agar tidak goyah perlu landasan yang kuat agar tidak goyah dan roboh. Alasan Ayub tetap setia kepada TUHAN: Pertama, ia sadar bahwa harta benda yang paling berharga bukan yang ada di luar dirinya, tetapi apa yang ada di dalam dirinya yaitu TUHAN yang disembahnya. Hal ini dibuktikan melalui sikap Ayub yang tidak mau menyangkal dan meninggalkan TUHAN. Kedua, Ayub memandang bahwa apa yang ada diluar dirinya adalah milik TUHAN. Ia sadar bahwa saat ia lahir dan mati tidak membawa materi apapun di hadapan TUHAN. Ketiga, ia tahu bahwa Allah yang ia sembah adalah Penebus bagi dirinya dan yang telah menyediakan kehidupan yang abadi. Oleh karena itu Allah memulihkan kehidupan Ayub. TUHAN mengembalikan semua yang pernah hilang dari hidupnya yaitu anak-anak dan harta benda yang jauh lebih banyak dari sebelumnya. Demikian juga kalau kita sadar bahwa Tuhan adalah harta utama dan yang sejati dalam hidup kita. Kita perlu menyadari bahwa segala sesuatu yang kita miliki adalah milik Tuhan dan kita hanya “meminjam�. Kita juga perlu mengerti bahwa hidup yang ada saat ini hanya sementara karena hidup sejati adalah saat kita bersama dengan Tuhan di sorga. Dengan demikian maka kita akan kuat menghadapi pelbagai kesulitan dan kita akan tetap setia pada Tuhan. (ADL)

DOA Orang yang bimbang dan goyah tidak akan memperoleh apa-apa.

renung an

Orang percaya supaya tetap teguh dalam iman meskipun menghadapi ujian hidup yang penuh tantangan.


Bacaan Alkitab Setahun

sabtu, 25 januari 2014

Keluaran 33-35

Belajar Dari Uzia 2 Tawarikh 26:1-15 Ia mencari Allah selama hidup Zakharia, yang mengajarnya supaya takut akan Allah. Dan selama ia mencari TUHAN, Allah membuat segala usahanya berhasil. 2 Tawarikh 26:5

Masa remaja adalah masa yang indah. Di usia remaja, seorang anak mulai meninggalkan dunia anak-anak dan mulai menuju ke usia dewasa. Masa remaja perlu diarahkan dengan baik. Jika tidak akibatnya fatal dan sulit diperbaiki. Remaja zaman sekarang yang hidupnya tidak terarah dengan baik akan terperosok pada pergaulan yang buruk seperti tawuran, seks bebas, narkoba dan sebagainya. Uzia adalah seorang remaja berusia enam belas tahun. Ia diangkat menjadi raja Yehuda menggantikan ayahnya, Amazia yang mati terbunuh. Uzia yang masih sangat muda ini sungguh beruntung karena setelah ditinggal ayahnya, ada seorang bapak rohani bernama Zakharia yang mendampinginya. Uzia mendapat pengarahan yang baik dari Zakharia sehingga Uzia menjadi seorang remaja yang hidup benar di mata TUHAN dan TUHAN membuat hidupnya berhasil. Sayangnya, setelah ditinggal Zakharia dan menjadi seorang raja yang berhasil, ia menjadi sombong dan berubah setia kepada TUHAN. Tugas keimaman mempersembahkan korban yang seharusnya dilakukan oleh seorang imam diambil alih oleh Uzia. Ketika ditegur oleh imam Azarya bukannya bertobat tetapi Uzia malah marah. Akibatnya TUHAN menghukum dia dengan penyakit kusta sehingga ia harus tinggal di rumah pengasingan sampai akhir hidupnya. Uzia seharusnya belajar dari ayahnya yang awalnya hidup benar tetapi di akhir hidupnya berubah setia kepada TUHAN sehingga Amazia mati terbunuh. Marilah kita jaga hati. Jika kita berhasil jangan menjadi sombong. Dengarkan nasihat orang tua dan lakukan firman Tuhan dengan benar. Tetaplah setia kepada Tuhan sampai akhir hidup kita. Tuhan akan memberikan kehormatan dan mengaruniakan mahkota kehidupan (Wahyu 2:10). (LL)

DOA Kesombongan adalah awal kejaTuhan.

renung an

Jagalah hatiku ya Tuhan untuk tetap rendah hati dan setia kepada-Mu sampai akhir hidupku.


minggu, 26 januari 2014

Bacaan Alkitab Setahun

Keluaran 36-38

Belajar Dari Yosia 2 Tawarikh 34:1-33 Ia melakukan apa yang benar di mata TUHAN dan hidup seperti Daud, bapa leluhurnya, dan tidak menyimpang ke kanan atau ke kiri. 2 Tawarikh 34:2

Yosia adalah seorang raja Yehuda yang hidup benar di hadapan TUHAN. Ia diangkat menjadi raja di usia delapan tahun menggantikan ayahnya yang mati muda di usia 24 tahun karena dibunuh oleh pegawaipegawainya sendiri. Di usia 16 tahun Yosia mencari TUHAN dan mengadakan pembaharuan secara besar-besaran dalam hal kerohanian. Yosia telah memberi pengaruh yang sangat besar bagi seluruh rakyat yang dipimpinnya untuk kembali kepada TUHAN. Apa saja yang dilakukan? Pertama, ia mentahirkan/menguduskan rumah TUHAN dan tempattempat penyembahan berhala. Ia menghancurkan mezbah-mezbah baal dan patung-patung yang pernah dibangun oleh raja-raja sebelumnya. Sudah lama bangsa Yehuda melakukan hal yang jahat di mata TUHAN yaitu menyembah baal-baal. Kedua, Yosia memperbaiki rumah TUHAN. Ia mengangkat tiga orang pria untuk memperbaikinya. Pengumpulan uang dari rakyat digunakan untuk membiayai perbaikan rumah TUHAN. Ketiga, ia mendengarkan dengan seksama pembacaan kitab Taurat yang telah bertahun-tahun lamanya hilang dan ditemukan kembali oleh imam besar Hilkia. Melalui kitab Taurat itu, Yosia mengetahui bahwa TUHAN akan mendatangkan murka-Nya karena bangsa Yehuda tidak mengikuti hukum TUHAN yang telah diberikan kepada nenek moyang mereka. Dengan sangat sedih Yosia mengoyakkan pakaiannya. Tetapi puji TUHAN, berkat pembaharuan yang dilakukan Yosia, rakyat terhindar dari hukuman TUHAN. Hal yang dilakukan Yosia di atas sangat berpengaruh pada kehidupan rakyatnya sehingga mereka kembali beribadah kepada TUHAN. Marilah kita belajar seperti Yosia yang hidup benar di hadapan Tuhan dan menjadi pemimpin yang membawa perubahan yang positif. (AS/LL)

DOA Jalan di dalam Tuhan tidak menyimpang ke kanan atau ke kiri.

renung an

Ya Tuhan, buatlah hidup kami benar di hadapan-Mu.


Bacaan Alkitab Setahun

senin, 27 januari 2014

Keluaran 39-40

Kunci Kemenangan Mazmur 20:1-10 Sekarang aku tahu, bahwa TUHAN memberi kemenangan kepada orang yang diurapiNya ...Mazmur 20:7

Ketika seseorang mencapai prestasi besar dalam skala nasional atau internasional, ia diwawancarai oleh banyak wartawan yang pada umumnya menanyakan faktor apa saja yang membuatnya berhasil. Artinya, selalu ada kunci rahasia yang ketika dibuka dengan tepat maka keberhasilan pun diperoleh. Jawaban orang-orang itu pada umumnya lebih kepada hal-hal positif yang ada pada diri mereka, dengan kata lain lebih menekankan faktor manusianya. Mereka kurang menekankan apa yang Tuhan telah berikan pada mereka. Pada zaman Daud, keberhasilan seorang raja bersama pasukannya dalam peperangan tentunya juga ditentukan oleh banyak faktor yaitu kekuatan militer; dan adanya ahli strategi yang bisa membaca medan peperangan dengan baik. Namun yang pemazmur katakan tidak menekankan faktor manusianya, melainkan pada faktor TUHAN. Kunci utama kemenangan itu adalah TUHAN sendiri. Jika TUHAN yang diandalkan, maka Ia akan bertindak lebih dahsyat dari kuda dan pasukan; lebih berhikmat dari semua ahli strategi manapun. Bukan berarti bahwa kuda, pasukan dan ahli strategi tidak perlu. Mereka tetap dibutuhkan, namun tidak merupakan yang paling utama. Kita tidak mengandalkan mereka, karena semua itu terbatas. Yang kita andalkan adalah Tuhan yang tak terbatas. Di masa kini pun banyak orang menyatakan bahwa keberhasilan dalam hidup ini bergantung pada uang atau harta; relasi dengan orang penting; atau gelar pendidikan yang tinggi. Itu semua perlu tetapi sangat terbatas. Jauh lebih baik jika kita mengandalkan Tuhan. Setiap pagi kita berdoa dan menyerahkan segalanya kepada Tuhan. Kemudian dengan akal budi yang telah diterangi firman Tuhan setiap pagi kita melangkah dengan pelbagai sarana tersebut. Majulah bersama Tuhan! (PF)

DOA Kemenangan pasti disediakan Allah bagi orang yang Ia urapi.

renung an

Agar semua orang percaya diurapi Tuhan dan menjadi berkat bagi sesama.


selasa, 28 januari 2014

Bacaan Alkitab Setahun

Imamat 1-3

Terobosan Rohani 2 Raja-raja 18:1-37 Ia percaya kepada TUHAN, Allah Israel, dan di antara semua raja-raja Yehuda, baik yang sesudah dia maupun yang sebelumnya, tidak ada lagi yang sama seperti dia. 2 Raja-raja 18:5

Dibutuhkan seorang yang berani mengambil terobosan rohani saat masyarakat hidup dalam kegelapan. Terobosan rohani akan membawa pemulihan. Jikalau tidak ada orang yang berinisiatif mengambil langkah rohani maka dosa makin merajalela. Akibatnya kekacauan dan kerusakan moral semakin menjadi-jadi, masyarakat menjadi liar dan tidak menghargai segala yang agung dan mulia. Takut akan Tuhan pun tidak ada lagi. Hizkia adalah seorang raja Yehuda yang membuat terobosan sehingga menimbulkan kebangunan rohani di negeri Yehuda. Terobosan besar itu terjadi karena dia memercayai Allah dan menaati perintahNya. Hizkia mendorong umat Allah agar kembali kepada Allah dan meninggalkan dosa-dosa mereka. Menyadari dosa lalu mengakui dosa dan meninggalkannya adalah awal pemulihan yang Allah akan kerjakan. Ketika menghadapi Sanherib, raja Asyur yang sangat kuat, Hizkia menerima olok-olok dan penghinaan (Ayat 28-35), tetapi Hizkia tidak bereaksi. Yang dilakukan adalah masuk ke rumah TUHAN dan berdoa. Inilah terobosan rohani berikutnya dari Hizkia yaitu berdoa! Saat jalan terasa buntu, orang sekitar menekan dan mempermalukan maka yang dilakukan seorang yang percaya Tuhan adalah berlutut dan berdoa. Jika kita merendahkan diri dan percaya sungguh akan kekuatan Tuhan yang tak terbatas, maka kita akan mengalami terobosan yang datang dari Tuhan sendiri. Karena Hizkia mencari TUHAN dengan sungguh hati, akhirnya TUHAN melepaskan dan memulihkan keadaan Yerusalem (2 Raja-raja 19). Jikalau Saudara mau meninggalkan dosa, hidup benar dan berdoa dengan iman kepada-Nya, maka pemulihan pasti terjadi. (LB)

DOA Terobosan rohani menghasilkan pemulihan.

renung an

Orang-orang yang bergumul dalam penderitaan membuat terobosan rohani.


Bacaan Alkitab Setahun

rabu, 29 januari 2014

Imamat 4-6

Visi Yang Besar Yesaya 49:1-6 ... Tetapi aku akan membuat engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa ... Yesaya 49:6

Kita tentunya kagum terhadap orang-orang yang oleh anugerah Tuhan dapat memunculkan penemuan-penemuan baru di berbagai bidang ilmu pengetahuan. Hasil-hasil penemuan itu kemudian digunakan untuk mendatangkan kesejahteraan bagi seluruh umat manusia. Ada pula orang-orang yang dipakai Tuhan menjadi pemimpin besar yang mendatangkan perubahan ke arah yang lebih baik. Mereka semua adalah orang-orang yang memiliki visi besar, yang mampu melihat jauh ke masa depan. Yesaya sudah melayani TUHAN dengan baik di tengah-tengah bangsa Yehuda dan kaum Israel. Atas kesetiaannya itu TUHAN memberikan visi yang besar kepadanya, yaitu menjadi berkat bagi bangsa-bangsa. Bagaimana cara memperoleh visi yang besar dari TUHAN? Pertama, menekuni apa yang TUHAN percayakan. Saat itu Yesaya setia menjalankan tugas pelayanan sekalipun nampaknya kecil dan sederhana. Kesetiaan dalam hal yang kecil akan membawa kita kepada hal-hal yang lebih besar. Kedua, memiliki kesabaran menantikan waktu TUHAN. TUHANlah yang menilai apakah Yesaya sudah cukup melayani bangsabangsa. Untuk menjadi besar banyak orang mendahului waktu TUHAN. Jika kita memahami waktu TUHAN, maka visi yang besar itu tidak akan mengalami kegagalan. Ketiga, tidak mempertahankan toleransi pertemanan yang kurang tepat. Yesaya tentu memiliki rekan-rekan sepelayanan. Ketika TUHAN memintanya melayani bangsa-bangsa, itu berarti ia diminta melesat lebih ke depan dari rekan-rekannya. Kalau saja Yesaya bertoleransi dengan rasa 'sungkan', maka rencana TUHAN yang besar tidak akan terjadi dalam hidupnya. Terkadang kita harus 'tega meninggalkan' rekan-rekan di belakang kita, kecuali jika mereka mau kita ajak maju ke depan. (PF)

DOA Miliki visi besar dari Allah yang Mahabesar.

renung an

Agar semua orang memiliki visi besar bagi kesejahteraan umat manusia.


kamis, 30 januari 2014

Bacaan Alkitab Setahun

Imamat 7-9

Injil Ke Ujung Bumi Kisah Para Rasul 1:6-8 Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi." Kisah Para Rasul 1:8

Sebagai orang percaya kita pernah mendengar istilah “Amanat Agung”. Istilah tersebut sering didengung-dengungkan di mimbar gereja-gereja melalui khotbah. Intinya Injil perlu disebarluaskan oleh umat percaya kepada umat manusia di tempat mana saja. Namun, masa kini seiring dengan perubahan peradaban kehidupan umat manusia dengan pelbagai agama yang diyakini, Injil tidak dapat disebarkan dengan bebas dan leluasa. Lalu, bagaimana Injil dapat diberitakan sampai ke ujung bumi? Sebagaimana Alkitab berkata, “Manusia diciptakan menurut gambar Allah” (Kejadian 1:27), berarti manusia mampu berinovasi dan 'menciptakan' alat teknologi yang modern dan canggih. Alat-alat yang canggih tersebut dapat dipakai untuk memberitakan Injil. Masa kini alat-alat elektronik seperti radio, televisi, seluler (atau Handphone), komputer (laptop, tablet, dan seterusnya) dapat dipergunakan untuk memberitakan Injil ke seluruh dunia. Di abad 21 ini, Injil sudah menjangkau hampir semua negara atau wilayah di bumi melalui alat-alat elektronik yang canggih tersebut sebagai alat komunikasi dan informasi. Dengan demikian Injil telah tersebar ke seluruh bumi. Penyebaran melalui manusia dapat dibatasi bahkan dilarang oleh pihak-pihak tertentu. Namun berita yang muncul melalui alat-alat elekronika tidak dapat dihalangi. Roh Kudus dapat memakai alat-alat elektronika untuk menyaksikan Injil sampai ke ujung bumi. Puji Tuhan. (IE)

DOA Oleh anugerah-Nya, Injil tersebar ke seluruh bumi.

renung an

Terima kasih atas penyebaran Injil ke seluruh bumi.


Bacaan Alkitab Setahun

jumat, 31 januari 2014

Imamat 10-12

Eben Haezer 1 Samuel 7:2-12 Kemudian Samuel mengambil sebuah batu dan mendirikannya antara Mizpa dan Yesana; ia menamainya Eben-Haezer, katanya: "Sampai di sini TUHAN menolong kita." 1 Samuel 7:12

Pada umumnya seseorang yang hendak membangun sebuah bangunan, baik itu vila, rumah sakit, hotel, atau bangunan-bangunan lainnya, dilakukan acara 'peletakan batu pertama'. Hal ini dilakukan sebagai awal dimulainya sebuah pekerjaan besar yang akan dilakukan. Bahkan biasanya disertai dengan acara doa bersama dengan harapan agar pembangunan yang akan dikerjakan berjalan dengan baik, lancar sesuai rencana dan dilindungi oleh Tuhan. Berbeda dengan batu peringatan yang didirikan oleh Nabi Samuel di antara Mizpa dan Yesana. Batu atau tempat itu dinamainya “EbenHaezer�, artinya “Sampai di sini TUHAN menolong kita.� Pendirian batu peringatan ini dibuat agar bangsa Israel selalu mengingat akan kebaikan dan pertolongan TUHAN yang telah memberikan kemenangan terhadap orang Filistin. Eben-Haezer yang berarti juga batu peringatan ini juga mengingatkan bangsa Israel akan kesalahan mereka karena pernah tidak setia kepada TUHAN (Ayat 3-4) dan setelah mereka bertobat dan kembali kepada TUHAN maka TUHAN pun mengampuni dan menolong mereka. Demikian juga bagi kita, Tuhan yang telah menolong kita di tahun yang lalu, Dia juga akan menolong kita di tahun ini. Namun seandainya saat ini Saudara sudah jauh dari Tuhan atau tidak lagi setia kepada Tuhan; mengingkari panggilan-Nya atau hati menjauh dari daripada-Nya, bertobatlah! Melalui renungan hari ini kita diingatkan agar kembali kepada Tuhan, percaya dan setia kepada-Nya. Eben-Haezer mengingatkan kita bahwa pertolongan Tuhan pasti selalu ada bagi kita yang mau mendekat kepada-Nya. Dia selalu hadir dalam setiap kehidupan orang yang mau bertobat dan mengasihi-Nya. (DI)

DOA Tuhan menolong umat-Nya yang berseru dan percaya kepada-Nya.

renung an

Agar setiap umat Tuhan selalu ingat pertolongan Tuhan dalam hidupnya.


s a p e L l e Artik

Oleh :

Pdt. Anon Dwi Lukito, M.A.


Keinginan manusia mencari Tuhan dan dekat dengan Tuhan merupakan hal yang wajar. Karena di dalam hidup mereka tertanam kehidupan rohani yaitu roh manusia yang berasal dari Allah sejak manusia diciptakan. Oleh karena itu sepanjang sejarah, manusia tidak akan berhenti mencari dan menemukan Tuhan. Meskipun selalu mengalami kegagalan karena dosa yang menghalangi mereka, namun upaya untuk bisa menemukan Tuhan nampaknya hasrat yang tak terbendung lagi. Dalam pemahaman Alkitab sebenarnya manusia bisa menemukan Tuhan dan bersekutu dengan-Nya bukan inisiatif manusia melainkan hasil inisiatif Allah yang sangat mencintai manusia. Meskipun pada akhirnya manusia berjumpa dengan Tuhan, tidak sedikit manusia yang merasa jauh kembali dari Tuhan oleh karena beberapa sebab. Daud adalah salah satu contoh orang yang telah mengalami perjumpaan dengan TUHAN. Berbagai pengalamannya mengenai hidup bersama TUHAN tentu kita tidak meragukannya lagi. Berdasarkan Mazmur 143:110, pengalamannya bersama TUHAN membuat dia mengambil

keputusan dan mengakui bahwa pertama, TUHAN itu Pencipta, bukan ciptaan (ayat 3-6). Sekalipun manusia memiliki kedudukan dan keahlian tertentu, mereka adalah ciptaan dan terbatas. Terbatas dalam kekuatan, terbatas dalam keahlian, dan terbatas dalam ketahanan hidup. Sebaliknya, TUHAN itu Mahakuasa, Ia melampaui kekuatan, keahlian dan ketahanan hidup manusia. Ia Mahabijak dan kekal. Itu sebabnya Daud berkata, “Berbahagialah orang yang mempunyai Allah Yakub sebagai penolong, yang harapannya pada TUHAN, Allahnya� (ayat 5). Kedua, TUHAN itu Raja. Ia sangat peduli dan memperhatikan ciptaan-Nya (ayat 7-10). Berbeda dengan dewa-dewi yang pasif dalam menolong umat-Nya, sebaliknya Daud menyatakan bahwa Allah itu aktif bekerja secara dinamis di dalam dunia ini. Ia menegakkan keadilan, memperhatikan yang lemah, menghukum orang fasik dan memerintah alam semesta dengan kebijaksanaan-Nya sebagai Raja. Karena itu, apapun yang terjadi dalam kehidupannya, Daud selalu bersyukur dan memuji TUHAN,


“Pujilah TUHAN, hai jiwaku!” (ayat 1), karena ia tahu bahwa TUHAN tidak akan pernah salah dalam pengaturan-Nya atas alam semesta dan kehidupan manusia di muka bumi ini. Oleh karena itu ia berusaha terus mencari TUHAN supaya tetap dekat dengan TUHAN. Berikut ini adalah beberapa alasan mengapa Daud mencari TUHAN. 1. Ia ingin membangun ketenangan hidup di dalam TUHAN. Ketika berada di padang gurun Yehuda, Daud berkata, “Ya Allah, Engkaulah Allahku, aku mencari Engkau, jiwaku haus kepada-Mu, tubuhku rindu kepada-Mu, seperti tanah yang kering dan tandus, tiada berair. Demikianlah aku memandang kepada-Mu di tempat kudus, sambil melihat kekuatan-Mu dan kemuliaan-Mu. Sebab kasih setiaMu lebih baik dari pada hidup; bibirku akan memegahkan Engkau. Demikianlah aku mau memuji Engkau seumur hidupku dan menaikkan tanganku demi nama-Mu” (Mazmur 63:1-5). Ini adalah ungkapan raja Daud saat berada di padang gurun dan meninggalkan takhtanya. Hal ini merupakan ekspresi raja Daud

yang sungguh-sungguh merindukan TUHAN. Bahkan ia menggambarkan hatinya bagaikan tanah yang kering dan tandus, tiada berair. Tujuan Daud pergi ke padang gurun selain ingin mengekspresikan kerinduannya kepada TUHAN, ia mau mengingat Allah yang telah memberkati nenek moyangnya saat p e r j a l a n a n m e n u j u Ta n a h Perjanjian, seperti yang tertulis dalam Ulangan 18:1-18. Kerinduan Daud terhadap TUHAN tidak hanya digambarkan seperti tanah yang tandus dan kering, tetapi digambarkan pula seperti rusa yang merindukan sungai. Seekor rusa tidak dapat menahan dirinya apabila ia sudah merindukan sungai. Seekor rusa tidak akan mempedulikan bahaya apapun yang akan menyerangnya apabila ia sudah ingin menikmati kesejukan air sungai. Begitu pula kerinduan hati Daud terhadap TUHAN. Tidak ada sesuatu apapun yang dapat menghalangi Daud untuk bertemu dengan TUHAN. Hal tersebut bukan karena ia seorang raja yang memiliki kuasa, tetapi kekuatan hatinya yang sedang merindukan TUHAN. Marilah kita memiliki hati yang haus dan lapar atau rindu bertemu dengan Tuhan. Yesaya memberikan nasihat,“Carilah


TUHAN selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepada-Nya selama Ia dekat!” (Yesaya 55:6). Kita percaya bahwa Tuhan memberikan hari yang baik kepada kita yaitu masa depan yang penuh dengan keberhasilan dan kebahagiaan. Sebab janji TUHAN dilakukan dengan sumpah (Ulangan 8:1) supaya kita yakin bahwa kita dapat hidup hanya dari berkat TUHAN (Ulangan 8:210). 2.

Ia selalu ingin menyenangkan hati TUHAN (1 Tawarikh 22:18-19). ”Bukankah TUHAN, Allahmu, menyertai kamu dan mengaruniakan keamanan kepadamu ke sagala penjuru. Sungguh, Ia telah menyerahkan penduduk negeri ini ke dalam tanganku, sehingga negeri ini takluk ke hadapan TUHAN dan kepada umat-Nya. Maka sekarang, arahkanlah hati dan jiwamu untuk mencari TUHAN, Allahmu. Mulailah mendirikan tempat kudus TUHAN, Allah, supaya tabut perjanjian…” Karena banyaknya darah musuh-musuhnya yang telah ditumpahkan dan menimbulkan kebencian dari para lawannya, maka rencana Daud untuk membangun Bait Suci dinilai tidak

memenuhi syarat oleh TUHAN, sehingga TUHAN meminta supaya ia mewariskan kerinduan dan tugas mulia itu kepada anaknya, Salomo. Meski tugas sudah diwariskan, Daud tidak tinggal diam. Ia ikut mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan untuk pembangunan Bait Suci tersebut. Persiapan yang Daud lakukan tidak kalah penting dibanding dengan persiapanpersiapan yang lain. Apakah itu? Nasihat Daud kepada para pembesar Israel yang akan membantu Salomo. Nasihat tersebut yaitu tentang pentingnya mengarahkan hati dan jiwa untuk mencari TUHAN dalam membangun Bait Suci. Melalui sikap hidup yang terus mencari TUHAN, bagi Daud inilah cara menyenangkan hati TUHAN. Meskipun akhirnya Salomo yang mendapat pujian, namun Daud tak peduli. Baginya, mendapat nama bukanlah tujuannya, yang penting TUHAN disenangkan melalui hidup umat-Nya yang suka mencari TUHAN. Orang yang selalu ingin menyenangkan hati Tu h a n , i a t i d a k a k a n memperhitungkan dan mengharapkan imbalan atas segala jasa baik yang sudah dilakukan terhadap orang lain. Segala sesuatu yang kita lakukan


marilah kita kembalikan untuk hormat dan kemuliaan Tuhan. Inilah bukti bahwa kita senantiasa mencari wajah Tuhan. 3. I a i n g i n m e m b a n g u n keintiman dengan TUHAN (1 Tawarikh 16:7-12). Raja Daud menyadari benar betapa pentingnya memiliki persekutuan yang karib dengan TUHAN. Daud menyadari di sepanjang hidupnya dia mengalami teramat banyak pertolongan dan kasih TUHAN, sehingga hatinya senantiasa dipenuhi ucapan syukur dan kerinduan untuk menceritakan perbuatan TUHAN kepada orang lain. Inilah nafas hidup orang percaya yaitu tidak dapat hidup tanpa Tuhan. Tuhan harus menjadi kebutuhan utama hidup kita. Bukan harta, kekayaan, pangkat, atau ketenaran kita. Dengan demikian kita akan selalu bisa menempatkan Tuhan pada posisi yang benar atas hidup kita. Bukan Tuhan yang harus kita paksa untuk memenuhi segala kehendak kita, melainkan kita harus belajar taat pada kehendak Tuhan. Sebelum kita merindukan Tuhan, terlebih dahulu Tuhanlah yang merindukan dan

menemukan kita. Tetapi, yang menjadi pertanyaan sekarang ini adalah: Apakah saat ini kita tetap rindu kepada Tuhan dan tetap memiliki hasrat mencari Tuhan sebagai bukti kerinduan kita untuk membangun ketenangan hidup dalam Tuhan, ingin menyenangkan hati Tuhan dan ingin membangun hubungan yang manis dengan Tuhan? Ingatlah bahwa oleh anugerah Allah di dalam Tuhan Yesus Kristus kita telah dipanggil dan dipilih oleh Allah untuk menikmati kasih-Nya. Oleh karena itu tetaplah cari wajah Tuhan, maka Dia akan menghampiri kita. Kesimpulan: Kesediaan Allah mencari manusia dan bersekutu dengan manusia menunjukkan betapa berharganya manusia di mata Allah. Oleh karena itu Daud senantiasa mencari TUHAN, agar memiliki ketenangan hidup sejati, tetap menyenangkan hati TUHAN dan terus memiliki hubungan yang dekat dengan TUHAN. Baik dalam keadaan sadar atas kesalahan yang dilakukan di hadapan Tuhan maupun saat hidup dalam keadaan benar di hadapan Tuhan. Amin.


Ruang K

Waktu Tuhan Selalu Tepat Tidak Terlalu Cepat, Juga Tidak Terlambat

esaksian

Ruth Elfiana - Semarang

Bermula di awal tahun 2013, di mana papa saya mendadak menderita suatu penyakit yang membuatnya tidak dapat beraktifitas dengan normal dan akhirnya pada bulan Maret harus menjalani operasi. Padahal bulan-bulan itu saya sedang sibuk mengurus persiapan pernikahan saya di bulan Juni. Namun akhirnya semua dapat kami lewati dengan luar biasa bersama Tuhan. Tuhan menyembuhkan papa saya sehingga pada saat saya menikah di bulan Juni beliau dapat mendampingi saya di atas pelaminan meski masih dengan membawa tongkat. Sungguh suatu kebahagiaan yang tak terkatakan bagi saya saat itu. Tuhan membuat segala sesuatunya indah pada waktunya. Sebagai pasangan muda yang baru saja menikah, kami tidak ada pemikiran untuk menunda memiliki anak. Dalam setiap doa kami, selalu kami selipkan doa tentang anak. Pada bulan pertama terlewati, saya sempat kecewa, “Koq saya belum hamil Tuhan …” Saya tidak cerita ke suami kalau saya kecewa, tapi saya tahu dia mengerti perasaan saya dan berusaha membuat saya tersenyum kembali. Bulan kedua pun tiba dan tidak ada tanda-tanda kehamilan. Dan sekali lagi saya merasa kecewa, apalagi setiap orang yang bertemu kami selalu menanyakan, “Bagaimana? Sudah isi?” dan saya selalu tersenyum pahit menjawabnya, “Belum …”. Dalam doa saya pribadi, saya selalu berseru, “Tuhan, aku ingin punya anak. Aku ingin membahagiakan papa-mama dengan hadirnya cucu buat mereka ...” Masuk bulan ketiga, saya berbisik pada Tuhan, “Tuhan, ingat aku yaa.. Tuhan, ingat aku yaa..” Pada saat itu saya hanya ingat, saat Hana minta anak pada Tuhan dengan segenap hati, dan


akhirnya Tuhan menjawab doanya. Minggu, 1 September 2013 di gereja saya berdoa, “Tuhan, jika Engkau berkenan, aku akan bisa melalui minggu dengan “baikbaik” saja (tidak datang bulan, karena harusnya sekitar tanggal 4-5 September)” Senin.. Selasa.. Rabu.. Kamis.. Jumat.. Sabtu.. Minggu.. dan benar saya lalui seminggu itu dengan “baik-baik” saja. Minggu, 8 September, kembali saya berdoa pada Tuhan, “Tuhan, jika Engkau berkehendak, aku akan bisa melewati tanggal 10 September (tanggal datang bulan terakhir saya di bulan Agustus) juga dengan “baik-baik” saja…” dan akhirnyaa … Amazing!! Sampai dengan tanggal 10 saya belum datang bulan.. hati saya sudah sangat bahagia sekali saat itu. Tapi kembali muncul keraguan dalam hati, coba tunggu tiga hari lagi siapa tahu datang bulan saya bulan ini datang terlambat. Setelah tiga hari saya masih tetap tidak datang bulan… Keesokan harinya saya memberanikan diri untuk testpack sambil terus berdoa dalam hati. Dan puji Tuhan, hasilnya muncul dua garis yang artinya saya positif hamil. Perasaan saya pada saat itu campur aduk, bahagia, haru, dan ucapan syukur yang terus keluar dari mulut saya. Kebahagiaan saya lengkaplah sudah saat melihat respons dari suami, mama, papa, dan adik saya. Mereka begitu bahagia mendengar kabar tersebut. Terima kasih Tuhan, Engkau izinkan saya merasakan pergumulan ini selama dua bulan untuk boleh belajar bergantung, pasrah dan berserah hanya pada-Mu……… Terima kasih Tuhan.. Apa yang dulu tak kumengerti sekarang Kau buat mengerti……. Penyertaan dan pemeliharaan-Mu sungguh nyata dalam kehidupan keluarga kecil kami.. Sekali lagi terima kasih Tuhan. Itulah doa ucapan syukur yang saya panjatkan di hadapan Tuhan. Biarlah melalui kesaksian saya ini dapat menjadi berkat bagi rekan-rekan sekalian yang mungkin mengalami pergumulan seperti saya.. Percayalah Tuhan mendengar setiap seruan doa dan air mata kita. Kita hanya perlu menunggu waktu Tuhan untuk menjawab doadoa kita.. Karena waktu Tuhan adalah waktu yang terindah.. AMIN. Tuhan Yesus memberkati. 


Ulangan 28:2-6

Berkat T

uhan

Segala berkat ini akan datang kepadamu dan menjadi bagianmu, jika engkau mendengarkan suara TUHAN, Allahmu: Diberkatilah engkau di kota dan diberkatilah engkau di ladang. Diberkatilah buah kandunganmu, hasil bumimu dan hasil ternakmu, yakni anak lembu sapimu dan kandungan kambing dombamu. Diberkatilah bakulmu dan tempat adonanmu. Diberkatilah engkau pada waktu masuk dan diberkatilah engkau pada waktu keluar.


uha T t a k r e B

n

Ulangan 28:2-6

Segala berkat ini akan datang kepadamu dan menjadi bagianmu, jika engkau mendengarkan suara TUHAN, Allahmu: Diberkatilah engkau di kota dan diberkatilah engkau di ladang. Diberkatilah buah kandunganmu, hasil bumimu dan hasil ternakmu, yakni anak lembu sapimu dan kandungan kambing dombamu. Diberkatilah bakulmu dan tempat adonanmu. Diberkatilah engkau pada waktu masuk dan diberkatilah engkau pada waktu keluar.


201401