Page 1

Semarang, 1 November 2012

Syukur Tiada Henti Di bulan November 2012 ini kita kembali mengucap syukur atas segala kebaikan Tuhan, di mana Ia telah menyertai, memberkati dan memberikan kekuatan serta kemenangan sepanjang tahun 2012 ini. Jika kita diberi kesempatan untuk bersaksi, nampaknya alokasi waktu atau lembar halaman kertas seberapa pun tidak akan dapat memuat seluruh kesaksian kita akan kebaikan-Nya. Sekalipun mungkin ada tantangan dan pergumulan, namun kita tetap dipegang-Nya sehingga bisa melewati itu semua. Kalaupun ada kegagalan tetapi tetap ada berkat terselubung di dalamnya. Hidup yang penuh pengucapan syukur menunjukkan kerohanian yang sehat dan dewasa. Mengapa? Sebab ia percaya bahwa apa pun yang Tuhan izinkan terjadi dalam kehidupan kita bisa diubah-Nya menjadi kebaikan bagi kita. Sebaliknya, kehidupan yang penuh dengan gerutu selalu melihat kesalahan dan kekurangan yang ada, dan bisa berdampak pada kesehatan mental dan jiwa kita. Orang yang bersyukur akan lebih sehat mental dan jiwanya dari pada orang yang menggerutu. Tetaplah bersyukur 

Redaksi Sinar Kasih mengucapkan terima kasih atas persembahan yang telah diberikan oleh pembaca yang budiman. Perlu Saudara ketahui bahwa persembahan yang Saudara berikan sangat bermanfaat untuk mendukung pelayanan Sinar Kasih bagi hamba-hamba Tuhan yang melayani di daerah-daerah yang sulit mendapatkan buku renungan harian. Apabila Saudara rindu untuk mendukung pelayanan tersebut, Saudara dapat mengirimkannya melalui wesel pos ke Redaksi Sinar Kasih, Jl. Pringgading 13 Semarang - 50135, atau transfer melalui BCA KCP Bangkong a/n Bambang Santoso atau Lydia Lianawati No. A/C 7830340381. Tuhan Yesus Kristus membalas setiap dukungan doa dan dana Saudara dengan berkat-Nya yang melimpah.

Penasihat : Pdt. Indrawan Eleeas, Budhi Wibowo  Pemimpin Redaksi : Lydia Lianawati  Redaktur Pelaksana : Pdt. Petrus F. Setiadarma, Pdt. Lukas Budijana, Pdt. Agus Sutrisno, Pdt. Anon D. Lukito  Sekretaris : Bibit Gunawan  Bendahara : Bambang Santoso  Penulis : Pdt. Petrus F.S. (PF), Pdt. Lukas Budijana (LB), Pdt. Anon Dwi Lukito (ADL), Pdt. Agus Sutrisno (AS), Pdt. Sudra Militanto (SM), Pdt. Lie Yun Ling (YL), Leny Pancaningrum (LP), Imeiliana (MI), Lydia Lianawati (LL), Pdt. Dedy Irianto (DI), Teng Yoe Hong (YH), Pdm. Yurianto (YR), Pdt. Peres Supriyadi (PS), Pdt. Daud Wenny (DW)  Desain Grafis/Layout : Rahelia Linda Pengganti ongkos cetak : Rp 4000,- (empat ribu rupiah)

.com ahoo sk@y sih.net _ n a ung sinarka : : ren ab w. email sit e : ww an ya Jaw ail.com w e b Ru an g T a s h @ g m m s g 13 kasih gadin sinar

ing 35 Jl. Pr rang-501 63 Sema 024-35405 61 8 Telp. 024-3559 Fax.


Harap diisi dengan huruf cetak

Nama

: _____________________________________________

Alamat

: _____________________________________________ _____________________________________________

Kota & Kode Pos : _____________________________________________ Telepon/HP

: _____________________________________________

Harga berlangganan untuk satu eksemplar (termasuk ongkos kirim): Jawa dan Bali

:

6 bulan Rp 33.000,-

12 bulan Rp 65.000,-

Luar Jawa

:

6 bulan Rp 36.000,-

12 bulan Rp 71.000,-

Pembayaran dapat melalui: Wesel Pos : Redaksi SINAR KASIH Jl. Pringgading 13 Semarang, 50135 Bank : BCA KCP Bangkong a/n Bambang Santoso atau Lydia Lianawati No. A/C 7830340381  Untuk mempermudah proses berlangganan, bukti pembayaran dan formulir berlangganan harap di-fax ke (024)3559861, atau dikirim via pos.

 Renungan Sinar Kasih akan segera dikirimkan selambatnya 1 bulan setelah bukti pengiriman biaya berlangganan kami terima.

Tanda tangan pelanggan

(_____________________)


kamis, 1 november 2012

Bacaan Alkitab Setahun

Yohanes 1-3

Dia Setia Kejadian 32:1–21 Sekali-kali aku tidak layak untuk menerima segala kasih dan kesetiaan yang Engkau tunjukkan kepada hamba-Mu ini ‌ Kejadian 32: 10a

Dosa yang tidak dibereskan membuat seseorang terus menerus merasa takut dan sesak hati. Itulah yang dialami oleh Yakub ketika dia akan bertemu dengan kakaknya, Esau. Bertahun-tahun mereka telah berpisah, namun rasa takut itu tidak bisa hilang begitu saja. Yakub merasa bersalah karena telah menipu kakaknya yang menimbulkan kemarahan sang kakak, sehingga Yakub melarikan diri bertahun-tahun lamanya. Sisi yang lain, Yakub sangat bersyukur kepada Allah yang telah menyatakan kebaikan kepadanya. Dia pergi hanya berbekal tongkat, kini telah menjadi kaya dan memiliki keluarga yang berjumlah banyak. Namun, Yakub tetap cemas dan ketakutan kalau-kalau Esau membunuhnya. Sekali lagi Yakub mohon perlindungan dan pertolongan Allah untuk masalah ini. Selain berdoa,Yakub mengatur siasat untuk melunakkan hati Esau. Dia memecah pasukan untuk membawa persembahan kepada Esau. Sementara itu, Yakub tinggal jauh diperkemahannya dengan pasukan lainnya. Itulah sifat “licik� dari Yakub untuk mencapai tujuannya. Dalam Kejadian 33:4 dicatat, ternyata Esau sudah mengampuni Yakub sehingga Esau justru lari mendapatkan Yakub dan memeluk serta mencium adiknya itu. Kasus Yakub ini mengingatkan kita agar tidak hidup sebagai orang yang suka menipu! Kesalahan Yakub menimbulkan ketakutan dan kesesakan. Tuhan menanti pertobatan! Tuhan dengar seruan Yakub. Tuhan memberkatinya dengan limpah. Bahkan Yakub dilepaskan dari kesesakan hidupnya. Karena Tuhan setia, ketakutan Yakub tidak terbukti! Akhirnya, Yakub bertemu dengan Esau dalam suasana yang menyenangkan. Tuhan yang setia juga akan melepaskan kita dari ketakutan dan kesesakan kalau kita bertobat. (LB)

Kesetiaan Tuhan seharusnya membuat kita hidup benar.

r e n u n g a n

D O A

Keteladanan dalam hal kejujuran orang Kristen di manapun berada.


Bacaan Alkitab Setahun

Yohanes 4-5

jumat, 2 november 2012

Pujilah Tuhan Hai Jiwaku Mazmur 42:1–11 Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan mengapa engkau gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku! Mazmur 42 :12

Perjalanan hidup bisa membuat seseorang merasa tertekan apabila masalah datang silih berganti bahkan bertubi-tubi menerpa hidup pribadi dan keluarga. Kerasnya kehidupan dan dunia kerja bisa membuat seseorang merasa hidup ini begitu berat. Kompetisi yang makin ketat membuat orang mengalami ketegangan bahkan anak-anak pun menjadi stres karena tuntutan prestasi sekolah yang memberatkan. Pemazmur menjadi tertekan ketika orang-orang di sekitarnya mengolok-olok dan berkata, “Di mana Allahmu?” Apakah Saudara mengalami hal yang sama? Saudara sudah berdoa untuk kebutuhan namun tak kunjung ada jawaban doa. Sementara orang yang tidak mengenal Allah, nampaknya lebih lancar dan banyak rejekinya. Saudara mengandalkan Tuhan, setia dan bertekun dalam ibadah dan doa tetapi hidup dalam kesesakan terus. Jangan biarkan diri Saudara tertekan! Pemazmur mendapat solusi terbaik dan tepat saat mulai tertekan jiwanya. Dia berketetapan hati untuk melangkah ke rumah Allah. Apa gunanya pergi ke rumah Allah? Di sana kita bisa bersekutu dengan Tuhan Allah dan menyaksikan kebesaranNya. Itu sebabnya, pemazmur terus berharap kepada Allah! Dia menuju ke rumah Allah dengan sorak sorai dan nyanyian syukur. Tidak pernah dikecewakan orang-orang yang rindukan Tuhan! Dalam persekutuan dengan Tuhan, ada kekuatan dan pengharapan sejati. Itu sebabnya pemazmur senantiasa bersyukur kepada Tuhan dan berkata, “Tuhan adalah penolongku dan Allahku!” Oleh Tuhan, jiwa yang tertekan diganti dengan sorak sorai sukacita. Jiwa yang letih lesu disegarkan oleh pengharapan kepada pertolongan Tuhan. (LB)

Dalam Tuhan jiwa yang lesu disegarkan.

r e n u n g a n

D O A

Para hamba Tuhan terus disegarkan jiwanya.


sabtu, 3 november 2012

Bacaan Alkitab Setahun

Yohanes 6-7

Dia Menopang Mazmur 54:1-9 Sesungguhnya, Allah adalah penolongku; Tuhanlah yang menopang aku. Mazmur 54:6

Coba perhatikan daun-daun hijau di puncak gunung yang tinggi. Daun-daun itu bergoyang-goyang tertiup angin sepoi-sepoi. Mereka kelihatan begitu nyaman menikmati indahnya hidup ini. Tetapi apa yang terjadi ketika angin kencang datang? Daun-daun itu bergoyang sangat kencang. Anehnya, daun-daun itu tidak beterbangan. Mengapa? Karena daun-daun itu melekat pada ranting dan ranting ditopang oleh batang pohon yang kuat. Ketika Daud dikejar-kejar oleh Saul hendak dibunuh, ia sangat ketakutan. Itu sebabnya Daud lari dan berpindah-pindah tempat mencari tempat persembunyian untuk menghindar dari kejaran Saul. Hati Daud mengalami kesesakan bagaikan daun yang terkena angin kencang. Di saat-saat yang mendebarkan itu, Daud berdoa memohon keselamatan dari Tuhan dan keadilan karena ia tidak bersalah. Ia percaya bahwa Tuhan akan menunjukkan keadilan-Nya. Tuhan berpihak kepada orang yang benar. Ia juga akan menunjukkan keperkasaan-Nya bagaikan batang pohon yang kuat. Sekalipun mengalami goncangan, hati Daud tetap melekat pada Tuhan. Ia tahu dengan pasti bahwa Tuhanlah yang menopang hidupnya. Pada akhirnya Daud dapat bernafas lega karena Saul tidak berhasil membunuhnya. Dengan cara yang ajaib Tuhan meluputkan Daud dari ancaman pembunuhan. Ia terlepas dari kesesakan yang menghimpitnya. Oleh karena kebaikan Tuhan itulah maka Daud memberikan korban syukur kepada Tuhan. Tidak dapat dipungkiri bahwa dalam hidup ini ada badai yang tibatiba datang menerpa hidup kita yang membuat kita takut. Apa yang harus kita lakukan? Kita harus tetap melekat pada Tuhan agar kita tidak jatuh. Percayalah! Tangan Tuhan pasti menopang kita. (LL)

Tuhan menopang hidup orang benar.

r e n u n g a n

D O A

Anak-anak Tuhan yang sedang diterpa badai kehidupan.


Bacaan Alkitab Setahun

Yohanes 8-9

minggu, 4 november 2012

Dia Menghibur Filipi 1:3-11 Aku mengucap syukur kepada Allahku setiap kali aku mengingat kamu. Filipi 1:3

Suatu hari seorang pendengar radio menelpon saya dan menceritakan kesedihannya. Ia tidak dapat melupakan suaminya yang meninggal dua bulan lalu. Saya mendoakan dan memberi pengertian bahwa pasangan hidupnya adalah milik Tuhan yang sewaktu-waktu bisa diambil-Nya. Memang tidak mudah melupakan kenangan bersama orang yang kita kasihi. Namun hidup terus berjalan. Suatu saat isteri saya menjenguknya dengan mengajak seorang ibu yang sudah lanjut usia. Ibu itu berkata: “Jika kamu sedih terus, kamu seperti tidak mempunyai Tuhan. Aku juga sudah tidak ada suami dan anak-anak berada di luar kota. Aku di sini kos karena aku ingin mencari Tuhan sampai akhir hidupku. Bagaimana kalau kamu ikut kebaktian “Lansia” denganku supaya imanmu makin kuat?” Ibu itu akhirnya bersedia datang di kebaktian “Lansia” dan dengan berjalannya waktu, ibu itu dapat melupakan kesedihannya dan sudah mengalami penghiburan-Nya. Bagaimana caranya agar kita mengalami penghiburan dari Tuhan? Pertama, ingatlah setiap janji Tuhan yang memberi penghiburan dan ingatlah setiap pertolongan-Nya, khususnya pada masa-masa susah. Penghiburan-Nya dapat memberikan kita kekuatan menghadapi hari-hari yang akan kita lalui. Kedua, ingatlah pada orang-orang yang dipakai oleh Tuhan yang telah setia mendoakan dan memberi penghiburan kepada kita. Seperti yang Paulus lakukan, ia mengucap syukur kepada Allah setiap kali ia mengingat jemaat di Filipi yang mendoakan dan memberikan penghiburan saat ia menghadapi pengadilan di Roma karena pemberitaan Injil. Apakah Saudara membutuhkan penghiburan? Datanglah pada-Nya dan ingatlah semua masa-masa indah saat Tuhan menghibur dan menolong. Hiburlah pula sesama yang membutuhkan penghiburan.(AS)

Agar setiap anak Tuhan mengalami penghiburan dari Tuhan.

r e n u n g a n

D O A

Penghiburan sejati hanya ada dalam Kristus.


senin, 5 november 2012

Bacaan Alkitab Setahun

Yohanes 10-11

Dia Memulihkan 1 Tawarikh 21:18-27 Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setia-Mu, hapuskanlah pelanggaranku menurut rahmat-Mu yang besar! ‌ Mazmur 51:3-4

Hampir semua orang pernah mengalami penyesalan dalam hidupnya. Dari akibat kesalahan yang kecil sampai pada kesalahan yang besar. Dari mulai usia kanak-kanak sampai pada usia dewasa. Ada yang mengakhiri penyesalan dengan bertobat dan mau dipulihkan namun ada juga yang mengakhiri hidupnya karena rasa malu yang ditanggungnya. Daud sebagai raja Israel pernah melakukan suatu kesalahan. Ia melakukan perzinahan dengan Batsyeba, seorang wanita yang merupakan isteri Uria, panglima perang Daud sendiri. Selain itu Daud juga melakukan pembunuhan berencana terhadap Uria dengan cara Daud mengirim surat kepada Yoab agar menempatkan Uria di barisan terdepan saat bertempur. Dengan demikian Uria lebih cepat menghadapi kematiannya. Akibatnya ia dan rakyatnya menanggung hukuman dari Allah Setelah Daud sadar atas dosa yang diperbuatnya, ia pun menyesali perbuatannya, dan rindu untuk dipulihkan. Proses pemulihan Daud ternyata tidak ringan karena ia harus siap menanggung akibat dari kesalahannya sebagai harga yang harus dibayar. Anak yang dilahirkan Batsyeba mati, dan ia juga harus menghadapi pemberontakan Absalom, anaknya sendiri. Dalam masa-masa yang sulit itu dengan segala kerendahan hati, Daud membangun mezbah bagi Tuhan untuk membangun hubungannya dengan Tuhan. Akhirnya Daud dan bangsanya mengalami pemulihan hidup yang luar biasa. Tuhan mengampuni dosadosanya. Kesalahan apa pun yang kita lakukan, akuilah dan mohon pengampunan Tuhan. Ia pasti akan mengampuni segala dosa kita dan siap memulihkan hidup kita. (ADL) Mengaku dosa dan bertobat adalah awal pemulihan.

r e n u n g a n

D O A

Orang-orang yang kehilangan pengharapan supaya datang kepada Tuhan Yesus Kristus untuk memperoleh pemulihan.


Bacaan Alkitab Setahun

Yohanes 12-14

selasa, 6 november 2012

Semakin Dimurnikan 2 Timotius 2:19-26 Sebab itu jauhilah nafsu orang muda, kejarlah keadilan, kesetiaan, kasih dan damai bersama-sama dengan mereka yang berseru kepada Tuhan dengan hati yang murni. 2 Timotius 2:22

Tindakan-tindakan asusila semakin meningkat prosentasenya akhirakhir ini. Yang menyedihkan, anak-anak di bawah umur juga melakukan tindakan tersebut. Inilah kondisi manusia akhir zaman seperti yang tertulis dalam 2 Timotius 3:4 yaitu manusia lebih menuruti hawa nafsunya daripada menuruti Allah. Nasihat firman Tuhan agar hidup kita makin diperkenan Tuhan adalah pertama, bersedia dikuduskan (ayat 21). Semua manusia telah jatuh dalam dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah. Hanya dengan darah Kristus manusia bisa dikuduskan dan berkenan kembali di hadapan Tuhan sehingga dapat dipakai untuk pekerjaan Tuhan yang mulia. Kedua, menjauhi nafsu orang muda (ayat 22a). Biasanya orang muda penuh dengan nafsu yang tidak terkontrol. Hati menggebu-gebu tetapi kurang pertimbangan yang matang sehingga merugikan diri sendiri dan orang lain. Anak muda mudah tergoda dengan kehidupan hedonis dan materialis seperti kecanduan narkoba, free sex, tawuran, pornografi, dan sebagainya. Oleh sebab itu firman Tuhan mengajarkan agar kita terus mengejar apa yang namanya keadilan, kesetiaan, kasih dan damai. Ketiga, berseru kepada Tuhan dengan hati yang murni (ayat 22b). Manusia rentan terhadap dosa. Kita perlu berseru meminta pertolongan Tuhan untuk selalu menjaga hati kita agar tetap bersih dan murni. Sebab dengan menjaga hatilah maka akan terpancar kehidupan (Amsal 4:23). Keempat, memiliki hati yang lemah lembut (ayat 25). Dengan hati yang lemah lembut maka kita belajar menjauhi pertengkaran, dan mampu menerima orang lain yang mau bertobat. Biarlah semakin hari hidup kita makin dimurnikan oleh Tuhan agar kita layak pada pemandangan mata-Nya. (LP) Jika kita bersedia dimurnikan, hidup kita semakin diperkenan Tuhan.

r e n u n g a n

D O A

Anak-anak muda semakin menjaga kekudusan hidupnya.


rabu, 7 november 2012

Bacaan Alkitab Setahun

Yohanes 15-17

Dia Menguatkan 1 Samuel 17:40-51 Sebab TUHAN, Allahmu, Dialah yang berjalan menyertai kamu untuk berperang bagimu melawan musuhmu, dengan maksud memberikan kemenangan kepadamu. Ulangan 20:4

Ketika mengamati peristiwa pertempuran antara Daud dan Goliat si raksasa orang Filistin itu, sepintas lalu kita menilai bahwa kemenangan Daud itu disebabkan oleh kehebatan dan kecakapannya dalam menghadapi musuhnya. Secara fisik, jelas bahwa Daud kalah kuat melawan musuhnya yang besar itu. Apalagi senjata yang dipakai untuk berperang tidaklah seimbang. Daud hanya memakai ketapel yang bukan alat perang, sementara Goliat adalah pendekar yang siap bertempur bahkan sudah terlatih sejak dia muda, memakai pakaian perangnya lengkap dengan senjata dan perisai yang sangat gagah dan kuat. Kendatipun demikian, kita tahu bahwa peperangan itu dimenangkan oleh Daud. Sebenarnya Daud sudah tahu bahwa ia pasti menang. Mengapa demikian? Karena iman percayanya kepada Tuhan sajalah yang membuatnya berani dan mantap menghadapi musuh. Dikatakan dalam 1 Samuel 17:46, “Hari ini juga TUHAN akan menyerahkan engkau ke dalam tanganku dan aku akan menjatuhkan engkau. Di sini jelas bahwa Daud bertempur tidak mengandalkan pada kekuatannya sendiri namun ia dengan penuh percaya mengandalkan kekuatan Tuhan. Sebagai orang percaya kita mungkin pernah menghadapi masalah besar yang kita pikir mustahil dapat diselesaikan dan tiba pada jalan yang buntu. Namun jika kita berserah diri dan percaya seperti Daud, tidak ada yang mustahil bagi Allah. Dalam Tuhan selalu ada jalan keluar serta pengharapan, asalkan kita memohon kepada-Nya dengan iman yang teguh. Dia adalah Allah yang besar dan berkuasa, mari berharap pada Tuhan dengan kekuatan-Nya yang ajaib itu melalui doa dan rajin membaca firman-Nya. Tuhan Yesus adalah jawaban bagi semua perkara dan Dia akan selalu menguatkan kita. (YH)

Tuhan itu kuat dan dapat diandalkan.

r e n u n g a n

D O A

Anak-anak Tuhan selalu mengandalkan Tuhan.


Bacaan Alkitab Setahun

Yohanes 18-19

kamis, 8 november 2012

Pencipta Yang Bertanggung Jawab Mazmur 23:1-6 TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku. Mazmur 23:1

Semua orang tentu senang ketika memperoleh pelayanan purna jual (after sales service), baik ketika kita membeli mobil atau peralatan elektronik. Ada garansi atau jaminan di mana jika barang itu bermasalah, siap diperbaiki, tanpa dipungut biaya. Jika perusahaan pembuat mobil atau perlataan lainnya saja sedemikian memperhatikan, apalagi Allah kita. Ia adalah Allah Pencipta, yang telah menciptakan langit dan bumi dengan segala isinya, dari yang tidak ada menjadi ada. Itu berarti bahwa Ia bertanggung jawab penuh untuk kelanjutan ciptaan-Nya. Terlebih dalam kehidupan kita, anak-anak-Nya. Itulah yang diyakini oleh Daud. Tuhan Allah yang menciptakannya, yang telah mengangkat hidupnya, pasti juga Tuhan yang bertanggung jawab atas segala sesuatu yang dibutuhkannya. Mulai dari kebutuhan akan makanan dan minuman yang cukup (ayat 1-2), kepuasan jiwa dan perlindungan serta kedamaian (ayat 3-4), sampai kepada kekekalan di Rumah Bapa (ayat 6). Ungkapan Daud ini berdasar pada pengalaman hidupnya. Raja Saul yang dihormatinya membenci dan bermaksud membunuhnya. Absalom, anak yang dikasihinya, memberontak terhadapnya. Tetapi Allah tetap melindungi dan memeliharanya. Tidak ada yang tidak diperhatikan-Nya. Keyakinan akan pemeliharaan Allah dalam kehidupan kita tidak boleh goyah. Gunung-gunung bisa beranjak, bukit-bukit bisa bergoyang, tetapi kasih setia-Nya tetap sampai selama-lamanya (Yesaya 54:10). Mari kita bersyukur atas jaminan yang Tuhan berikan ini. Kita tidak perlu takut dan kuatir lagi. (PF) Tuhan Allah Sang Pencipta juga berkuasa untuk memelihara hidup kita.

r e n u n g a n

D O A

Agar setiap orang bersyukur kepada Tuhan yang telah menciptakanNya.


jumat, 9 november 2012

Bacaan Alkitab Setahun

Yohanes 20-21

Dia Tidak Tidur Mazmur 121:1–8 Sesungguhnya tidak terlelap dan tidak tertidur penjaga Israel. Mazmur 121:4

Di kota-kota besar, rumah masa kini memiliki pagar yang tinggi. Perumahan pun disertai dengan pos satpam dan alat kamera (cctv) yang bisa memantau setiap kendaraan yang lalu lalang. Kondisi demikian menunjukkan bahwa situasi sekitar kita tidak aman lagi. Banyak perampokan dan pencurian bukan hanya malam hari tetapi juga siang hari. Akhirnya, banyak warga yang mengunci pintu pagar, memelihara anjing galak, dan sebagainya. Apakah manusia bisa bersandar kepada pagar rumah, satpam, anjing galak dan kamera cctv untuk memperoleh rasa aman? Korankoran sering memuat berita pencuri dan perampok yang mampu menerobos areal-areal yang dilengkapi sistem keamanan canggih. Musibah dan aneka bencana pun bisa terjadi dalam bermacam bentuk serta datang sewaktu-waktu. Jadi tidak ada jaminan keamanan dalam dunia ini. Pemazmur pernah termangu-mangu menghadapi kesulitan dalam hidupnya. Tidak ada tempat untuk memperoleh pertolongan. Sembari pandangannya ditujukan ke gunung-gunung, pemazmur teringat bahwa pertolongan sejati itu datangnya dari Tuhan. Dalam ketakutan dan keraguan, pandanglah kepada Tuhan yang penuh kuasa itu. Di dalam Dia ada pertolongan yang sejati. Tuhan menolong dan menjaga umat-Nya dalam kesetiaan. Tuhan yang perkasa mengawal hidup orang percaya dua puluh empat jam setiap hari. Dia tidak pernah lengah dan tertidur, Dia menyertai dan menolong tepat pada waktu kita memerlukannya. Itu sebabnya dalam setiap kesempatan jangan lalai berdoa mohon penyertaan Tuhan dan ucapkan syukur selalu atas penyertaan-Nya yang ajaib.(LB) Ada damai sejahtera bagi orang percaya karena Tuhan menjadi penjaganya.

r e n u n g a n

D O A

Para pekerja dan pebisnis Kristen, agar mengandalkan Tuhan dalam tiap keputusan yang diambil.


Bacaan Alkitab Setahun

Kisah Para Rasul 1-3

sabtu, 10 november 2012

Ajaib Karya-Nya Keluaran 15:1- 18 “Besar dan ajaib segala pekerjaan-Mu, ya Tuhan, Allah, Yang Mahakuasa! Adil dan benar segala jalan-Mu, ya Raja segala bangsa! Wahyu 15:3

Pembebasan yang Allah lakukan terhadap bangsa Israel dari perbudakan di Mesir ditandai dengan perbuatan-perbuatan Allah yang besar dan ajaib yang tidak akan pernah dilupakan oleh orang Israel dan keturunannya. Peristiwa bangsa Israel menyeberang laut Teberau adalah sebuah kemenangan. Tuhanlah yang berperang bagi Israel melawan Mesir (Keluaran 14:25). Atas perbuatan Allah yang ajaib itu, Musa dan orang Israel menyanyikan pujian bagi Tuhan. Syair-syair yang disampaikan adalah sanjungan kepada Allah, Sang Pembuat Keajaiban. Tuhan memang patut dipuji dan ditinggikan. Bagaimana tidak? Ia membuat Firaun dan para tentara serta kuda-kudanya yang gagah tak berdaya. Mereka semua tenggelam di tengah-tengah laut. Sementara itu orang Israel dapat berjalan di tempat yang kering di tengah-tengah laut. Allah menebus umat-Nya dari cengkeraman tangan Firaun. Sungguh luar biasa karya Allah atas umat-Nya! Sebagaimana Allah membebaskan bangsa Israel dari perbudakan di Mesir, Allah juga membebaskan kita dari perbudakan dosa. Ia menebus kita melalui anak-Nya yang tunggal. Darah Tuhan Yesus Kristus tercurah di bukit Kalvari untuk membebaskan kita dari belenggu dosa. Itulah karya Tuhan yang ajaib dalam hidup kita. Karya Tuhan yang ajaib masih akan terus kita saksikan dan alami dalam hidup kita hari demi hari. Melalui peristiwa-peristiwa baik yang menyenangkan maupun yang menyedihkan, Tuhan menunjukkan karya ajaib-Nya. Kita akan dibuat terpana dan semakin mengagumi-Nya. Mari kita naikkan syukur dengan pujian dan penyembahan kepada Tuhan atas setiap hal yang Tuhan izinkan terjadi dalam hidup kita. (LL)

Setiap kejadian dalam hidupku adalah ajaib.

r e n u n g a n

D O A

Ajar aku mensyukuri setiap kejadian dalam hidupku.


minggu, 11 november 2012

Bacaan Alkitab Setahun

Kisah Para Rasul 4-5

Pemelihara Yang Sempurna 1 Raja-raja 17:1-24 Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita. 1 Tesalonika 5:23

Seekor induk elang putih tidak akan pernah meninggalkan sarangnya sebelum memeriksa lingkungan sarang dan memastikan aman bagi anaknya yang akan ditinggal mencari makan. Setelah mendapatkan makanan yang cukup untuk mengenyangkan perutnya dan bekal untuk anaknya, induk elang segera beranjak pulang. Dengan penuh kesabaran, sang induk menyuapi makanan dan merentangkan sayapnya untuk melindungi anak-anaknya. Bahkan dengan nalurinya ia berusaha selalu melindungi dan memelihara anaknya yang masih lemah hingga menjadi kuat dan mandiri. Terlebih Allah yang menciptakan si elang putih, adalah pemelihara yang sempurna. Hal ini dibuktikan saat Elia menghadapi kesulitan dalam pelayanannya di Israel Utara setelah Kerajaan Israel terpecah. Daerah yang seharusnya diberkati ternyata sedang dihukum Tuhan dengan kekeringan oleh karena dosa Ahab, raja Israel Utara. Dalam keadaan sulit, Nabi Elia selalu membangun hubungan yang baik dengan Tuhan sehingga Tuhan selalu memelihara hidupnya. Saat bersembunyi di tepi sungai Kerit di sebelah Timur sungai Yordan, Tuhan menyediakan air melalui sungai itu dan menyediakan roti serta daging melalui burung gagak. Namun saat sungai itu kering, pemeliharaan Allah berlanjut melalui pelayanan seorang janda yang hidup dalam keterbatasan. Dengan demikian nabi Elia tetap bisa hidup dan menjalankan tugas pelayannya. Kesulitan apa pun yang Saudara hadapi, tetaplah membangun hubungan baik dengan Tuhan melalui ketaatan imanmu. Percayalah bahwa pemelihara yang sempurna yaitu Allah di dalam Kristus Yesus akan memelihara hidupmu. (ADL) Hanya dalam Kristus Yesus kita mendapatkan pemeliharaan yang sempurna.

r e n u n g a n

D O A

Orang-orang yang menghadapi kesulitan hidup supaya datang kepada Tuhan Yesus Kristus.


Bacaan Alkitab Setahun

Kisah Para Rasul 6-7

senin, 12 november 2012

Banyak Alasan Bersyukur 1 Tawarikh 16:8-26 Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya. 1 Tawarikh 16:34

Seorang ibu yang masih kelihatan cantik di usianya di atas 70 tahun ditanya tentang rahasianya. Dia menjawab,”Tidak ada lain kecuali bersyukur kepada Tuhan. Bersyukur, bersyukur, dan terus bersyukur. Walaupun saya sendirian di rumah karena suami sudah dipanggil pulang oleh Tuhan dan anak-anak di luar kota, saya tetap bersyukur karena Tuhan bersama saya.” Berikutnya, ada seorang anak Tuhan yang pernah menderita suatu penyakit. Waktu ia ditanya tentang rahasia kesembuhannya, ia menjawab, “Saya diajari bersyukur untuk sakit penyakit yang Tuhan izinkan. Ternyata Tuhan menyembuhkan ketika saya mengucap syukur.” Kemudian, ada seorang ibu yang suaminya telah dipanggil Tuhan. Dengan berjalannya waktu, ia katakan, “Saya bersyukur kepada Tuhan. Tuhan tidak pernah salah. Dia izinkan semuanya ini terjadi supaya saya semakin bergantung pada Tuhan dan semakin banyak waktu untuk melayani Tuhan.” Kalau pengalaman setiap anak-anak Tuhan dicatat, banyak hal yang dapat disyukuri. Mengucap syukur kepada Tuhan sudah seharusnya dilakukan oleh setiap anak-anak Tuhan secara terus-menerus tiap-tiap hari. Firman Tuhan hari ini ditulis oleh Raja Daud yang mengajak kita memuji Tuhan. Pujian itu telah menjadi bagian dari buku kidung orang Israel yang dinyanyikan terus-menerus (Mazmur 105:1-15). Biarlah kita pun terus mengucap syukur karena mengucap syukur adalah kehendak Tuhan. Bersyukur, bersyukur dan bersyukurlah karena kasih setia-Nya yang tak berkesudahan! (AS)

Bersyukurlah atas anugerah yang Tuhan beri.

r e n u n g a n

D O A

Agar ucapan syukur menjadi cara hidup setiap anak Tuhan.


selasa, 13 november 2012

Bacaan Alkitab Setahun

Kisah Para Rasul 8-9

Berkelimpahan Yohanes 10:1-10 “Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.� Yohanes 10:10b

Ada dua jenis kebutuhan manusia yang paling mendasar, yaitu lahiriah dan batiniah. Kebutuhan lahiriah yaitu sandang, pangan dan papan serta dilengkapi dengan kebutuhan sekunder lainnya, misalnya kendaraan, televisi, handphone, dan sebagainya. Sedangkan kebutuhan yang batiniah adalah hal yang bersifat rohani seperti dikasihi dan mengasihi, berdoa, beribadah, dan seterusnya. Ketika Tuhan Yesus berkata bahwa kita akan mempunyai hidup dan mempunyainya dalam segala kelimpahan, Dia bermaksud agar setiap orang yang percaya kepada-Nya memiliki kualitas hidup yang lebih baik. Bukan hanya kebutuhan lahiriah saja yang Tuhan berikan agar kualitas hidup kita meningkat, namun terlebih lagi kualitas batiniah/kerohanian kita. Seseorang bisa saja dalam keadaan berkelimpahan secara materi, tetapi apakah keadaan batiniahnya bahagia? Belum tentu. Adakalanya justru karena harta yang banyak bisa membuat seseorang gelisah, kuatir dan susah tidur, karena hatinya tidak tenang. Sesungguhnya keadaan batin yang bahagia dan damai sejahtera hanya dapat dialami jika kita percaya kepada Tuhan Yesus Kristus. Hanya Dia saja yang mampu memberikan jaminan hidup yang berkelimpahan, yaitu pengampunan dosa dan kehidupan kekal. Adakah hal lain yang lebih berharga daripada menerima pengampunan dan keselamatan dari Tuhan? Dengan percaya kepada Tuhan Yesus Kristus dan melakukan firman-Nya, maka kita akan mengalami kehidupan yang berkelimpahan. (DI) Hidup yang berkelimpahan berasal dari Tuhan Yesus Kristus saja.

r e n u n g a n

D O A

Supaya semua umat Tuhan mengalami hidup yang berkelimpahan di dalam Dia.


Bacaan Alkitab Setahun

Kisah Para Rasul 10-11

rabu, 14 november 2012

Hitung Berkat-Nya Mazmur 92:1-16 Betapa besarnya pekerjaan-pekerjaan-Mu, ya TUHAN, dan sangat dalamnya rancangan-rancangan-Mu. Mazmur 92:6

Pernahkah Saudara menghitung berapa banyak biaya yang telah Saudara keluarkan untuk membiayai anak Saudara sejak lahir hingga menjadi seorang sarjana di usia 22 tahun? Ambillah waktu sejenak, dan hitunglah. Saudara akan terheran-heran melihat besarnya biaya tersebut. Dari mana itu semua? Tentunya dari Tuhan Yesus Kristus sendiri. Dari situ kita akan dapat terus mengucap syukur kepada-Nya. Pemazmur pun mengalami hal serupa. Mulutnya tiada henti bersyukur kepada Tuhan dan memberitakan kasih setia-Nya, baik di pagi hari maupun di malam hari (ayat 3). Tuhan yang mencurahkan berkatberkat-Nya membuat dia bersorak-sorai (ayat 5). Hanya orang bodoh dan orang bebal yang tidak memahami pemeliharaan Allah yang ajaib (ayat 7). Orang bodoh dan bebal berpikir bahwa segala prestasi atau keberhasilan yang telah dicapainya adalah dari kemampuan dirinya sendiri. Mungkin saja ada orang fasik yang tidak mau mengenal Tuhan nampaknya lebih diberkati, tetapi akhir hidup mereka tidak seperti akhir hidup orang benar (ayat 8). Hal ini berbeda dengan berkat Tuhan yang murni, berkat Tuhan yang terus menyertai orang benar bahkan sampai pada masa tuanya (ayat 13-16). Apa saja berkat Tuhan yang telah kita terima? Berkat jasmani: makan, minum, sandang, tempat tinggal, bahkan kesehatan dan mukjizat kesembuhan. Berkat rohani: damai sejahtera, jaminan keselamatan, dan kekuatan dalam menghadapi badai kehidupan. Dengan terus menghitung berkat-berkat-Nya yang tiada terhingga itu, pasti hati kita akan selalu limpah dengan ucapan syukur. (PF) Dengan menghitung berkat Tuhan kita sadar bahwa masih ada hari depan.

r e n u n g a n

D O A

Agar orang percaya tidak mudah menggerutu.


kamis, 15 november 2012

Bacaan Alkitab Setahun

Kisah Para Rasul 12-14

Pesan Di balik Berkat Lukas 5:1–11 Ketika Simon Petrus melihat hal itu ia pun tersungkur di depan Yesus dan berkata: “Tuhan, pergilah dari padaku, karena aku ini seorang berdosa.” Lukas 5:8

Sepotong lirik lagu mengatakan: “Apa yang dicari orang, uang! Apa yang dicari orang, pagi, siang, petang, malam, uang…uang…uang.” Manusia lebih tertarik pada uang, bahkan berdoa pun sering karena ingin mendapatkan “uang”. Bagi Tuhan sangat mudah untuk memberkati anakanak-Nya, tetapi Tuhan tidak selalu dengan segera memberikan rejeki. Tuhan tidak suka anak-anak-Nya menjadikan “berkat atau uang” sebagai tujuan hidupnya. Itu sebabnya, jangan Saudara mengejar berkat atau uang karena menganggap uang menjadi segala-galanya dalam hidup ini. Tuhan Yesus mengajar Simon Petrus untuk tidak bersandar pada kepiawaiannya sebagai nelayan. Seolah Tuhan Yesus tidak peduli terhadap kegagalannya sepanjang malam menangkap ikan. Tuhan Yesus memerintahkan Simon Petrus untuk kembali mendayung perahunya dan menebarkan jala lagi. Simon Petrus bergumul dan menang atas keengganannya mengikuti perintah Tuhan Yesus. Walaupun firman yang didengar rasanya tidak masuk akal, dia belajar taat! Ketaatan menghasilkan berkat yang tak terduga. Sekali lempar jala, tangkapan terbesar dialaminya. Saat melihat berkat yang luar biasa itu, Simon Petrus tersungkur di depan Tuhan Yesus. Dia mulai mengerti hal rohani, bahwa Tuhan Yesus dahsyat! Hati Simon Petrus tidak lagi disibukkan dengan berkat-berkat itu, tetapi dengan kekaguman pada Tuhan Yesus, Sang sumber berkat itu. Kemudian dia bisa mendengar pesan Tuhan Yesus yang mengatakan: “…mulai sekarang engkau akan menjala manusia.” Dan Tuhan Yesus akhirnya memakai Simon Petrus sebagai rasul. Saudara mau mengalami itu? Belajarlah menghormati dan menaati firman Tuhan. (LB)

Tuhan Yesus dan firmanNya lebih dahsyat dari berkat apa pun.

r e n u n g a n

D O A

Anak-anak dalam keluarga Kristen, agar mengenal kebenaran Tuhan lebih baik lagi.


Bacaan Alkitab Setahun

Kisah Para Rasul 15-17

jumat, 16 november 2012

Menikmati Berkat-Nya Yosua 24:11-17 Demikianlah Kuberikan kepadamu negeri yang kamu peroleh tanpa bersusah-susah dan kota-kota yang tidak kamu dirikan, tetapi kamulah yang diam di dalamnya; juga kebun-kebun anggur dan kebun-kebun zaitun yang tidak kamu tanami, kamulah yang makan hasilnya. Yosua 24:13 Sebuah peribahasa mengatakan, “Berakit-rakit ke hulu berenang-renang ke tepian. Bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian,� artinya perbuatan yang walaupun terasa berat, namun mendapatkan hasil yang baik di kemudian hari. Setiap orang yang mau menikmati kesuksesan atas hasil kerjanya harus bekerja keras. Generasi dahulu dengan generasi sekarang jauh berbeda. Di zaman modern ini dengan segala fasilitas yang tersedia, anak-anak ingin mendapatkan segala sesuatu secara cepat dan mudah tanpa harus berjuang. Akibat dari kemajuan zaman menjadikan anak-anak kurang mandiri, kurang gigih berjuang, cenderung tidak sabar dan mudah putus asa ketika perkerjaan mereka belum kelihatan hasilnya. Ketika bangsa Israel tiba di tanah perjanjian yaitu Kanaan, Tuhan sudah menyediakan tempat tinggal tanpa harus membangun. Tuhan juga menyediakan tanah yang subur berlimpah-limpah dengan hasil bumi. Mereka tidak menanam, tetapi dapat menikmatinya. Apakah mereka tidak berjuang? Untuk menduduki tanah Kanaan mereka harus menaati perintah Tuhan yaitu berperang melawan bangsa-bangsa yang menyembah ilah-ilah. Tanah pusaka yang mereka dapatkan adalah hasil campur tangan Tuhan dan perjuangan mereka. Tanpa berjuang mereka tidak dapat menikmati berkat Tuhan. Berkat Tuhan bukan hanya berupa materi. Lebih daripada tanah pusaka di dunia ini, Tuhan menyediakan tanah pusaka yang kekal abadi di sorga yang menjadi bagian orang-orang yang beribadah kepada Tuhan dengan sungguhsungguh dan setia. Itu sebabnya Tuhan menyuruh bangsa Israel untuk beribadah hanya kepada Tuhan saja dan mereka pun berjanji hanya akan menyembah Tuhan saja. Mari kita beribadah kepada Tuhan dengan sungguh-sungguh dan setia, maka kita akan menikmati berkat-berkat-Nya, berkat jasmani dan berkat rohani. (LL)

Berkat Tuhan disediakan bagi orang yang taat dan setia kepada-Nya.

r e n u n g a n

D O A

Untuk orang-orang yang beribadah hanya karena kewajiban.


sabtu, 17 november 2012

Bacaan Alkitab Setahun

Kisah Para Rasul 18-20

Apapun yang Terjadi Amsal 30:7-9 Supaya, kalau aku kenyang, aku tidak menyangkal-Mu dan berkata: Siapa TUHAN itu? Atau, kalau aku miskin, aku mencuri, dan mencemarkan nama Allahku. Amsal 30:9

Mengucap syukur bukanlah sekedar sebuah acara seremonial yang dirayakan dengan penuh kemeriahan, seperti merayakan hari ulang tahun, thanksgiving, dan hal-hal lain. Ucapan syukur yang sejati adalah sebuah ungkapan syukur yang keluar dari ketulusan hati dalam setiap peristiwa yang terjadi di dalam hidup ini. Kisah tentang 10 orang kusta yang telah disembuhkan, 9 dari 10 orang tersebut, tidak kembali kepada Tuhan Yesus untuk mengucap syukur atas kesembuhan yang telah mereka terima. Ternyata keberhasilan dapat membuat kita menjadi lupa diri dan tanpa disadari membuat kita melupakan siapa yang telah memberikan keberhasilan tersebut. Di satu sisi, saat kehidupan berbalik 180° yaitu sesuatu yang buruk terjadi dalam hidup kita, seperti kegagalan dalam usaha; rasa kecewa karena vonis dokter atas penyakit yang diderita; kehilangan orang yang dikasihi dan sebagainya, dapat membuat kita menjadi undur bahkan tidak sedikit yang menjadi murtad. Ayat di atas mengingatkan kita untuk tidak mencemarkan nama Allah saat situasi yang sulit terjadi. Lalu bagaimanakah cara kita agar dapat mengucap syukur saat situasi sulit menimpa? Amsal 30:8 berkata,“...Biarkanlah aku menikmati makanan yang menjadi bagianku.� Menikmati disini berarti bisa mencukupkan diri dengan apa yang kita miliki. Menikmati bukan berarti harus memiliki. Contoh: ada orang yang tinggal di sebuah rumah kontrakan namun keluarganya bahagia dan penuh kehangatan. Ada juga keluarga lain yang tinggal di sebuah rumah mewah milik pribadi tetapi keluarga tersebut tidak bahagia. Apa pun yang terjadi mengucap syukurlah dan mencukupkan diri dengan apa yang kita miliki. Itulah yang membuat kita semakin kuat dalam iman. (MI) Apa pun yang terjadi, tetap mengucap syukur membuat kita dapat menikmati hidup ini.

r e n u n g a n

D O A

Ya‌Allah, ajarilah kami untuk dapat mencukupkan diri dan mengucap syukur setiap hari.


Bacaan Alkitab Setahun

Kisah Para Rasul 21-23

minggu, 18 november 2012

Jangan Kuatir Matius 6:25-34 Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari. Matius 6:34

Tuhan Yesus sangat mengerti setiap kebutuhan manusia. Itu sebabnya dalam pengajaran-Nya, Ia menyentuh kebutuhan manusia yang mendasar yaitu makanan dan pakaian. Seringkali kebutuhan pokok tersebut membuat manusia menjadi kuatir dalam hidupnya. Seolah-olah hidup ini hanya untuk makanan dan pakaian saja. Dalam pengajaran-Nya itu, Tuhan Yesus hendak membuka pikiran kita agar kita memandang hidup lebih berharga daripada makanan dan pakaian. Tuhan Yesus membuat perbandingan yang sangat nyata antara manusia sebagai ciptaan-Nya yang mulia dengan makhluk ciptaan-Nya yang lain, yaitu burung di langit dan bunga bakung di padang. Yesus mengatakan bahwa manusia jauh melebihi ciptaan-Nya yang lain. Kalau ciptaan yang kurang mulia saja Tuhan pelihara terlebih lagi kepada ciptaan-Nya yang mulia. Tuhan Yesus tidak menghendaki manusia hidup dalam kekuatiran. Orang yang kuatir dianggap sebagai orang yang tidak mengenal Allah. Orang yang mengenal Allah tahu bahwa ketika ia membutuhkan sesuatu, sesungguhnya Tuhan sudah mengetahuinya. Walaupun Tuhan tahu apa kebutuhan kita sehari-hari, tetapi Yesus menyuruh kita meminta dalam doa: “Berilah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya.� Bapa tahu kebutuhan kita baik hari ini maupun besok. Tuhan telah sediakan kebutuhan kita. Tuhan mau kita mencari dahulu kerajaan Allah dan kebenaran. Kerajaan Allah dan kebenarannya bicara tentang sumber berkat yaitu Tuhan sendiri. Jika kita mencari Tuhan dan mengenal kebenaran-Nya, maka semua yang kita butuhkan pasti akan diberikan kepada kita. Jika hari ini Saudara merasa kuatir, carilah Tuhan terlebih dulu, karena Dialah sumber berkat dari segala yang kita butuhkan. (YL) Ganti kekuatiranmu dengan percaya pada Tuhan!

r e n u n g a n

D O A

Tuhan, terimakasih untuk segala berkat yang Kau sediakan bagiku.


senin, 19 november 2012

Bacaan Alkitab Setahun

Kisah Para Rasul 24-26

Mundur Selangkah Maju Dua Langkah Yohanes 21:15-19 Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku. Yohanes 14:15

Regina, pemenang Indonesian Idol 2012 adalah seorang gadis yang cukup tangguh. Pelbagai prahara yang menimpa keluarganya tidak membuatnya putus asa. Enam kali ia gagal dalam audisi Indonesian Idol di tahun-tahun sebelumnya, namun ia tidak putus asa. Ia tetap bangkit dan akhirnya tampil sebagai pemenang. Kegagalan justru menjadi pemicu dan pengalaman berharga untuk bisa bangkit kembali. Ia nampaknya mundur selangkah namun berhasil maju dua langkah. Simon Petrus pun pernah mengalami kegagalan dalam hidupnya. Gagal untuk mengasihi Yesus Kristus, Tuhan dan Gurunya, justru di saat Gurunya menghadapi salib. Simon Petrus pernah menyangkal Gurunya. Bahkan sesudah kebangkitan Tuhan Yesus, ia berniat kembali pada kehidupan lamanya yaitu sebagai seorang nelayan di Kapernaum. Hanya oleh karena kasih Tuhan Yesus, Simon Petrus dipulihkan. Setelah hari Pentakosta, saat Roh Kudus memenuhinya, Simon Petrus menjadi seorang rasul yang luar biasa. Hidupnya menjadi berkat bagi banyak orang. Tuhan Yesus Kristus tidak pernah mematahkan buluh yang terkulai atau memadamkan sumbu yang berasap. Ia tetap memegang tangan anak-anak-Nya yang pernah gagal dalam mengikut Dia, dan mengangkatnya kembali. Jika dalam tahun ini kita pernah mengalami kegagalan, jangan putus asa. Tuhan Yesus tidak pernah membuang kita. Ia akan memulihkan kita. Masih ada hari depan. Masih ada hari esok. Tetaplah bersyukur dalam kegagalan sekalipun, sebab itu akan menjadi pelajaran berharga bagi kita. (PF)

Berhentilah sesaat agar bisa maju melesat.

r e n u n g a n

D O A

Agar kegagalan mampu dimaknai sebagai keberhasilan yang tertunda.


Bacaan Alkitab Setahun

Kisah Para Rasul 27-28

selasa, 20 november 2012

Sisi-Sisi Positif Keluaran 2:1-15 Tetapi Musa melarikan diri dari hadapan Firaun dan tiba di tanah Midian, lalu ia duduk-duduk di tepi sebuah sumur. Keluaran 2:15b

Seiring kemajuan pendidikan, banyak anak muda terdidik di bangku sekolah dengan baik. Mereka meraih gelar sarjana dan pascasarjana dalam usia masih muda. Sebagian dari mereka langsung menjadi pimpinan di perusahaan-perusahaan. Kelebihan para profesional usia muda adalah bekal teori, namun minim pengalaman dan penghayatan dalam membangun tim kerja. Anak muda sering cepat dalam bertindak, tapi kurang bijaksana. Musa seorang yang terdidik baik secara akademis, namun fatal dalam bertindak! Dia menggunakan cara-cara yang tidak terpuji untuk mencapai tujuan. Dia berpikir bisa menjadi pahlawan atau berhasil dalam cara-caranya sendiri. Namun, ternyata justru membuat dia menuai murka Firaun. Musa yang dijadikan anak angkat putri Firaun, harus meninggalkan istana sebagai orang yang bersalah. Babak hidup Musa kemudian sangat kontras. Ia hanya menggembalakan kambing domba milik Yitro, mertuanya. Berpuluh tahun Musa menjalani profesi sederhana ini. Ia dilupakan banyak orang, namun Tuhan tidak melupakannya. Tuhan punya rencana dan sedang mendidik Musa sebelum dipakai sebagai alat-Nya. Sebagai gembala kambing domba, Musa belajar tentang arti kesabaran, ketekunan, tanggung jawab, rendah hati dan melayani. Jadi, tidak ada cara pintas menjadi orang yang berhasil! Ada rentang waktu panjang yang diperlukan untuk memproses sifat dan karakter agar seseorang memiliki mentalitas pemimpin yang bijaksana. Miliki cara pandang positif apabila Saudara berada di tempat yang tidak menyenangkan seperti Musa. Di situ, Tuhan sedang membentuk agar kelak Saudara layak menjadi pemimpin yang sukses dan bijaksana. (LB) Selalu ada sisi positif karena Tuhan sedang membentuk anak-anaknya.

r e n u n g a n

D O A

Ketekunan anak Tuhan dalam menghadapi tugastugas yang sulit.


rabu, 21 november 2012

Bacaan Alkitab Setahun

Roma 1-4

Kemurahan Tuhan Kejadian 19:1-29 Sungguhlah hambamu ini telah dikaruniai belas kasihan di hadapanmu, dan tuanku telah berbuat kemurahan besar kepadaku dengan memelihara hidupku. Kejadian 19:19

Seorang hamba Tuhan menyaksikan bagaimana Tuhan menolongnya dengan cara yang ajaib ketika terjadi bencana tsunami di Aceh pada 26 Desember 2006. Tuhan telah meluputkannya dari bencana tersebut sehingga ia dapat keluar dari kepungan air yang meluap. Menyadari akan pertolongan Tuhan yang luar biasa, hamba Tuhan ini mengucap syukur atas kemurahan Tuhan yang begitu besar dalam hidupnya. Lot, kemenakan Abraham hidup di tengah-tengah bangsa yang berbuat dosa besar. Tidak ada seorang pun yang hidup benar di hadapan Tuhan kecuali Lot (2 Petrus 2:7). Ketika Sodom dan Gomora hendak dimusnahkan oleh Tuhan, dua malaikat diutus untuk mengunjungi Lot sekeluarga. Lot menyambut kehadiran mereka dengan baik. Ia bermurah hati dengan menyediakan tempat bermalam dan makanan bagi mereka. Itu sebabnya Tuhan juga bermurah hati kepada Lot. Tuhan mau meluputkan Lot dari bencana dengan cara yang ajaib. Kedua malaikat itu mendesak Lot, istri dan kedua anaknya untuk segera meninggalkan rumah beserta seluruh harta benda mereka. Salah seorang malaikat menyuruh mereka untuk cepat-cepat pergi dan lari. Malaikat itu menunggu sampai Lot sekeluarga tiba di kota Zoar. Setelah itu barulah Tuhan menurunkan hujan belerang dan api ke atas Sodam dan Gomora. Lot sekeluarga mendapat belas kasihan Tuhan. Mereka diluputkan oleh Tuhan dari bencana besar. Inilah kemurahan Tuhan yang luar biasa dalam hidup Lot sekeluarga. Sayang sekali, istri Lot menoleh ke belakang sehingga menjadi tiang garam. Jika kemurahan Tuhan diberikan kepada Lot, Tuhan juga memberikan kemurahan yang besar kepada kita yang hidup benar di hadapan-Nya. Dia akan meluputkan kita dari bencana apa pun dengan cara yang ajaib. (LL)

Kemurahan Tuhan dinyatakan bagi umat-Nya.

r e n u n g a n

D O A

Tuhan, aku mau bersyukur untuk kemurahan-Mu dalam hidupku.


Bacaan Alkitab Setahun

Roma 5-8

kamis, 22 november 2012

Lebih Dari Segalanya Ulangan 8:11-18 Tetapi haruslah engkau ingat kepada TUHAN, Allahmu, sebab Dialah yang memberikan kepadamu kekuatan untuk memperoleh kekayaan,.... Ulangan 8:18

Musa sudah seperti seorang bapa bagi bangsa Israel. Setelah selama 40 tahun berada padang gurun, Musa mengingatkan kembali masa-masa di mana Tuhan membentuk mereka. Ia juga memberi nasihat dan pesanpesan penting untuk masa depan mereka menuju tanah perjanjian. Pada saat itu mereka sudah berada di dataran Moab dan tanah Kanaan sudah ada di depan mereka. Tanah Kanaan adalah tanah yang subur makmur, berlimpah susu dan madu. Bangsa Israel yang biasa hidup pas-pasan di padang gurun akan menemukan berkat yang melimpah. Bangsa Israel akan menjadi “orang kaya baru�. Musa tahu bahwa bangsa Israel adalah bangsa yang sulit untuk diajar. Itu sebabnya Musa tidak bosan-bosan berulang kali mengingatkan bangsa Israel agar selalu mengingat akan kebaikan Tuhan (ayat 17). Inilah gambaran buat kehidupan kita. Ketika berkat yang melimpah itu menghampiri kita, jangan biarkan diri kita terjebak pada ambisi yang tanpa batas. Kita dipacu untuk terus bekerja dengan teramat keras. Kita didorong untuk menumpuk harta benda dengan tidak kenal lelah, dan tidak kenal henti, sehinggga kita menjadi lupa pada keluarga, lupa menjaga kesehatan, bahkan juga lupa kepada Tuhan. Sudah mendapat banyak, tetapi masih ingin lebih banyak lagi. Ketika tiba di penghujung jalan, kita baru tersadar betapa sia-sianya semua itu. Namun, sudah terlambat. Kalau hari ini hidup kita dicukupkan dan diberi kelimpahan berkat, belajarlah untuk selalu mengingat bahwa semua itu adalah kebaikan Tuhan. Berterima kasih dan bersyukurlah, karena dengan demikian kita bisa berkata: “Tuhan, Engkau lebih dari segalanya dalam hidupku.� Sudahkah kita bersyukur ? (YR) Hitunglah berkat Tuhan satu persatu, Ingatlah kebaikan Tuhan!

r e n u n g a n

D O A

Supaya umat Tuhan diberikan berkat kecukupan dan setia kepada Tuhan.


jumat, 23 november 2012

Bacaan Alkitab Setahun

Roma 9-13

Penyertaan-Nya Sempurna Ibrani 1:1-4 la adalah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah dan menopang segalayang ada dengan firman-Nya yang penuh dengan kekuasaan. Ibrani l:3a

Pernahkan Saudara lihat di layar televisi seorang pesulap Indonesia yang setiap kali melakukan aksinya dan berhasil, meminta kepada pemirsa untuk mengatakan, “Sempurna.� Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa dia bisa berkarya dengan trik-triknya tanpa ada hambatan sehingga dia menyebut karyanya itu sempurna. Karya tersebut membuat banyak orang kagum akan kemampuan si pesulap tersebut. Namun Tuhan kita lebih dari seorang pesulap. Tanpa trik-trik tertentu ia berkarya secara sempurna, seperti saat menciptakan dunia, dan segala isinya. Penciptaan-Nya atas manusia merupakan klimaks dari karya Allah yang sempurna. Di dalam diri manusia terdapat nafas dan karakter Allah. Namun manusia menganggap karya Allah yang sedemikian sempurna biasa saja, sehingga banyak manusia yang kurang bahkan tidak menghargai dan mengagumi karya Allah yang sedemikian sempurna. Allah yang maha segala-galanya tidak berhenti pada karya-Nya yang luar biasa, tetapi manusia yang diciptakan-Nya itu senantiasa di sertaiNya. Tuhan, Sang Penjunan mengetahui bahwa perjalanan manusia tidak akan senantiasa mulus tanpa tantangan dan pergumulan. Karena itu Ibrani 1:3 menyebutkan bahwa Yesus yang adalah kemuliaan dan wujud Allah memberi penyertaan secara sempurna kepada umat-Nya dengan firman dan kuasa-Nya. Tuhan akan menyertai umat-Nya selama-lamanya (Matius 28:20). Respons yang harus dimiliki umat Tuhan atas penyertaan Tuhan yang sempurna itu adalah: pertama, senantiasa bersyukur atas penyertaan Tuhan. Kedua, senantiasa memuji Tuhan. Ketiga, beribadah dengan setia kepada Tuhan. Dengan cara demikian kita sebagai umat Tuhan dapat senantiasa menghargai dan mengagumi karya Tuhan yang sempurna. (PS) Bersyukur adalah cara memahani karya Allah yang sempurna.

r e n u n g a n

D O A

Ajarku bersyukur atas penyertaan Tuhan yang sempurna.


Bacaan Alkitab Setahun

Roma 14-16

sabtu, 24 november 2012

S'lalu Kuingat Cinta-Nya 2 Korintus 11:21-31 Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya,di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya. Filipi 3:10

Pada saat kehidupan berjalan dengan normal, bisnis lancar, tidak ada masalah, mudah bagi kita berkata: “Tuhan Yesus baik, dan mencintaiku.� Bagaimana jika yang terjadi sebaliknya, masalah terusmenerus terjadi, sakit tidak sembuh, bisnis tidak lancar, masih bisakah kita berkata: “Tuhan Yesus baik, dan mencintaiku?� Dalam nas yang kita baca, Rasul Paulus menyaksikan perjalanan pelayanannya. Ia mengalami berbagai macam peristiwa yang tidak menyenangkan. Ia berada dalam penderitaan yang sangat berat dan terus menerus bahkan sampai pada ancaman kematian. Peristiwaperistiwa tersebut tidak menyurutkan langkahnya untuk tetap setia dalam iman dan pelayanan. Mengapa? Karena Paulus menyadari betapa besar cinta Tuhan Yesus kepadanya. Paulus merasa tidak layak menerima kasih karunia Tuhan Yesus karena dia pernah menganiaya orang-orang Kristen (1 Korintus 15:9-10). Kesadaran itulah yang memotivasi Paulus untuk tetap tegar dalam menghadapi rintangan dan tantangan seberat apa pun. Dia mempunyai keinginan yang kuat untuk menjadi serupa dengan Kristus dalam kematian-Nya (Filipi 3:10). Bagaimana dengan Saudara saat menghadapi tantangan dan rintangan dalam kehidupan ini? Apakah Saudara tetap maju dan bertahan dalam mengikut Kristus? Banyak orang Kristen yang melupakan kebaikan dan cinta kasih Tuhan bahkan meninggalkan Tuhan pada saat menghadapi tantangan. Pada saat masalah, kesulitan, dan tantangan menerpa, seharusnya iman kita mengingat kasih Tuhan Yesus yang luar biasa kepada kita. Dia telah korbankan nyawa-Nya agar kita terselamatkan. Dia pasti juga menolong kita. Percayalah! (DW)

Saat pencobaan datang ingatlah selalu cinta-Nya.

r e n u n g a n

D O A

Saudara-saudara kita yang sedang mengalami cobaan agar diberi kekuatan.


minggu, 25 november 2012

Bacaan Alkitab Setahun

1 Korintus 1-5

Yang Terindah Mazmur 19:8-15 Hukum-hukum TUHAN itu benar, adil semuanya, lebih indah dari pada emas, bahkan dari pada banyak emas tua; dan lebih manis dari pada madu, bahkan dari pada madu tetesan dari sarang lebah. Mazmur 19:10b-11

Yang terindah tiada bandingnya dari semua yang ada di muka bumi adalah hukum Tuhan dalam Sabda-Nya. Ada beragam hukum di muka bumi ini yang dibuat oleh manusia yaitu hukum yang mengatur terciptanya sebuah teori, misalnya hukum grafitasi yang mengungkap tentang terjadinya sebuah benda yang dilempar ke atas pasti akan kembali turun ke bumi; hukum Archimedes yang mengungkap hukum alam terjadinya benda mengapung di atas air dan seterusnya; hukum yang mengatur tentang keadilan dan ketertiban yang diatur dalam undang-undang baik hukum perdata maupun pidana. Semua ini tercipta sehubungan dengan keberadaban manusia sebagai makhluk sosial yang melangsungkan kehidupan sesuai dengan norma-norma hukum. Namun seperti yang kita ketahui dewasa ini bahwa hukum-hukum yang dibuat oleh manusia beradab justru acap kali membuat sekelompok orang menjadi biadab. Lain halnya dengan hukum-hukum Tuhan. Jika hukum duniawi sering kali membuat manusia menjadi biadab, namun hukum Tuhan justru membuat manusia biadab menjadi beradab. Hukum Tuhan menuntun kita ke jalan yang adil dan benar sehingga kita tidak tersesat. Bahkan hukumhukum Tuhan memberikan hikmat bagi kita yang tidak berpengalaman. Jika kita berpegang pada titah-titah-Nya yang teguh, kita tidak akan menjadi korban dari kelakuan orang-orang yang bertindak kurang ajar (ayat 14). Demikian agung dan mulia hukum Tuhan, yang digambarkan lebih indah dari emas dan lebih manis dari madu. Tiada yang lebih indah di bawah kolong langit ini selain memegang teguh hukum-hukum Tuhan. Orang yang berpegang pada hukum-hukum-Nya pasti akan mendapat upah yang besar. (SM) Tiada yang lebih indah selain hidup benar dalam Firman-Nya.

r e n u n g a n

D O A

Gereja Tuhan dalam menegakkan hukum Tuhan agar tidak kompromi dengan hukum duniawi.


Bacaan Alkitab Setahun

1 Korintus 6-9

senin, 26 november 2012

Tak Ternilai 1 Petrus 2:1-10 Kamu, yang dahulu bukan umat Allah, tetapi yang sekarang telah menjadi umat-Nya, ‌ 1 Petrus 2:10

Saya pernah mengajar suatu kelas di Sekolah Teologia, dan mendapati ada seorang mahasiswa yang terkenal bandel. Ada pengajar lain yang merasa kewalahan menghadapinya. Saya melihatnya sebagai seorang pemuda yang cukup berpotensi. Ia hanya perlu pengarahan dan bimbingan. Sekarang ia telah menjadi seorang hamba Tuhan yang baik. Hidupnya telah diubahkan. Salah satu berkat yang tak ternilai yang telah Tuhan curahkan dalam kehidupan kita adalah pembaharuan hidup. Rasul Petrus menuliskan terjadinya perubahan status yaitu dahulu bukan umat Tuhan, sekarang menjadi umat-Nya. Untuk memperoleh perubahan itu, kita harus belajar membuang apa yang selama ini tidak berkenan kepada-Nya yaitu kejahatan, tipu muslihat, dan sebagainya (ayat 1). Kemudian kita bertumbuh seperti seorang bayi menjadi dewasa dengan cara bersekutu dengan firman Tuhan (ayat 2-3). Selanjutnya, kita rela digunakan sebagai “batu hidup� dalam persekutuan dan rela mempersembahkan yang terbaik bagi kemuliaan Tuhan (ayat 5). Status kita sebagai umat Allah adalah status yang tak ternilai. Kita telah dipindahkan dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib (ayat 9). Iblis tidak menyukainya, dan akan mencoba menampi kita seperti gandum (Lukas 22:31). Kita harus meminta Roh Kudus-Nya untuk senantiasa menolong kita agar tetap bertahan. Memang dalam hidup ini pasti ada badai dan tantangan kehidupan. Namun beserta Tuhan, kita akan tetap menang. Berkat Tuhan berupa pembaharuan hidup tentunya mendatangkan syukur yang tak terhingga. Mari kita tetap mengiring Tuhan dengan setia sampai selama-lamanya. (PF) Berkat Tuhan yang tak ternilai membuat kita tak akan lalai.

r e n u n g a n

D O A

Setiap anak Tuhan selalu mengingat kebaikan Tuhan.


selasa, 27 november 2012

Bacaan Alkitab Setahun

1 Korintus 10-13

Ungkapan Hati Yohanes 12:3–9 Maka Maria mengambil setengah kati minyak narwastu murni yang mahal harganya, lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya;‌ Yohanes 12 :3a

Dalam sebuah pesta yang dihadiri banyak tamu undangan dari berbagai kalangan, tiba-tiba terjadi peristiwa yang tidak lazim. Seorang perempuan menuangkan minyak narwastu yang mahal harganya di kaki Yesus. Tentu semua mata memandang kejadian langka ini. Orang belum selesai terperangah, lalu menyaksikan perempuan itu menyeka kaki Yesus dengan rambutnya. Seandainya hadir dalam acara resepsi tersebut, kira-kira apa yang Saudara pikirkan? Seorang murid Yesus yang dipercaya memegang uang kas spontan berkomentar! Dia mengecam tindakan perempuan tersebut. Murid itu bernama Yudas Iskariot. Dia menilai tindakan itu konyol. Pemborosan, katanya! Minyak itu bernilai tiga ratus dinar, dan lebih berguna diberikan kepada orang-orang miskin. Sepintas nampaknya masuk akal argumentasi Yudas Iskariot ini. Namun, Tuhan Yesus tahu isi hati Yudas Iskariot. Dia seorang yang cinta uang, tamak akan uang dan suka mengambil uang kas yang dipegangnya. Seharusnya, Yudas mengatur keuangan sehingga dapat menolong orangorang miskin, tetapi dia tidak gunakan kesempatan untuk menolong orang miskin. Dia melemparkan tanggung jawab itu pada orang lain. Dan Yesus mengecam orang semacam Yudas Iskariot. Yesus justru membiarkan perempuan itu menuangkan minyak narwastu yang mahal itu. Mengapa? Itu adalah ekspresi rasa syukur dan kerendahan hati perempuan itu terhadap Tuhan Yesus. Apakah Saudara tahu cara mengekspresikan rasa syukur atas pengampunan dosa yang Yesus lakukan untuk Saudara? Tidak ada ongkos yang terlalu mahal untuk menyatakan rasa terima kasih kita karena kebaikan-Nya yang hebat itu! (LB)

Persembahan kita tidak pernah sebanding dengan pengorbanan-Nya.

r e n u n g a n

D O A

Agar orang Kristen tahu memberi persembahan yang terbaik karena ingat kasih Tuhan yang lebih dulu mengasihinya.


Bacaan Alkitab Setahun

1 Korintus 14-16

rabu, 28 november 2012

Tak Cukup Kata-Kata Lukas 7:36-50 Sebab itu Aku berkata kepadamu: Dosanya yang banyak itu telah diampuni, sebab ia telah banyak berbuat kasih. ‌ Lukas 7:47

Ada pepatah berkata bahwa tindakan seseorang berbicara seribu kali lebih keras dari apa yang diucapkannya. Oleh sebab itu ada orang yang lebih menyukai 'ilmu penyu� dari pada 'ilmu ayam'. 'Ilmu penyu' memberikan prinsip 'sedikit bicara banyak kerja'. Penyu tidak banyak bicara, tapi ia menghasilkan banyak telur. Sedangkan ‘ilmu ayam’ banyak berkotek padahal hanya menghasilkan sebutir telur. Perempuan berdosa yang datang ke rumah Simon menjumpai Tuhan Yesus tanpa kata. Ia hanya datang dengan deraian air mati. Ia langsung tersungkur di kaki Yesus, membasahi kaki-Nya dengan airmatanya, dan menyekanya dengan rambutnya, lalu mencium kakiNya dan meminyaki-Nya dengan minyak wangi (ayat 38). Perbuatannya yang penuh kasih kepada Tuhan tidak terbantahkan. Itulah sebabnya Tuhan Yesus berkata kepada Simon bahwa hanya orang yang sadar dosanya besar dan membutuhkan pengampunan total yang dapat melakukan demikian. Tuhan Yesus mematahkan pandangan banyak orang waktu itu yang selalu menghakimi orang lain. Banyak kata diucapkan, tetapi sedikit perbuatan kasih yang ditunjukkan. Dalam pengucapan syukur hendaknya juga demikian. Mari kita ungkapkan rasa syukur kita kepada Tuhan tidak hanya dengan katakata, melainkan juga dengan tindakan nyata. Pujian bagi Tuhan memang harus diperdengarkan, tetapi harus diikuti dengan tindakan kasih. Ada orang-orang di sekitar kita yang membutuhkan uluran tangan kita. Salurkan berkat Tuhan yang telah Saudara terima dari Tuhan kepada mereka yang membutuhkan. Itulah ungkapan syukur yang sesungguhnya. Talk less, do more! Sedikit bicara, banyak bekerja! (PF) Syukur sejati kepada Tuhan disertai kasih dalam perbuatan.

r e n u n g a n

D O A

Agar setiap orang percaya terus bersyukur kepada Tuhan.


kamis, 29 november 2012

Bacaan Alkitab Setahun

2 Korintus 1-5

Dia Baik Kejadian 33:1-20 Ia mendirikan mezbah di situ dan dinamainya itu: “Allah Israel ialah Allah.� Kejadian 33:20

Saya berjumpa dengan salah seorang penyair Madura yang terkenal, yang pernah menolong menyelesaikan konfilik antaretnis di salah satu pulau terbesar di Indonesia. Ia berkata bahwa itu semua karena pertolongan Tuhan. Pertama-tama yang ia lakukan adalah mengumpulkan pelbagai peribahasa yang digunakan oleh salah satu etnis. Ketika ia tiba di sana, ia mengucapkan beberapa kata bijak yang dikenal etnis tersebut, dan suasana pun langsung mencair. Kedua etnis dapat diperdamaikan. Situasi konflik yang sangat menggetarkan hati telah dialami oleh Yakub, yaitu dengan Esau, saudaranya yang pernah ditipunya. Ia sadar bahwa kali ini ia tidak dapat lolos. Esau tentu akan membunuhnya, menghabisi keluarganya, dan menjarah harta miliknya. Pada zaman itu pembalasan bisa lebih kejam. Tetapi sesuatu yang ajaib terjadi. Allah Abraham dan Ishak, yaitu Allah yang hidup yang disembahnya melakukan suatu kebaikan dengan mendatangkan keajaiban. Esau tidak membenci dan kemudian membalas dendam kepadanya. Ia justru berlari mendapatkan dia, mendekapnya, memeluk lehernya dan menciumnya. Keduanya bertangis-tangisan (ayat 4). Jika bukan karena campur tangan Tuhan, Esau tidak mungkin mau mengampuninya. Hati Yakub lega. Itulah sebabnya ia bersyukur kepada Tuhan dengan mendirikan mezbah bagi Tuhan. Apakah hingga saat ini masih ada konflik antara Saudara dengan orang lain yang belum terselesaikan? Allah yang baik, yang telah mendamaikan Yakub dan Esau, juga akan mendamaikan Saudara. Bertindaklah dengan berusaha mendatanginya, maka Saudara akan melihat kebaikan-Nya. (PF) Allah yang baik tidak akan membiarkan hidup kita tercabik-cabik.

r e n u n g a n

D O A

Mereka yang belum menyadari kebaikan Tuhan.


Bacaan Alkitab Setahun

2 Korintus 6-9

jumat, 30 november 2012

Sampai Di Sini Tuhan Menolong 1 Samuel 7:2-14 Kemudian Samuel mengambil sebuah batu dan mendirikannya antara Mizpa dan Yesana; ia menamainya Eben-Haezer, katanya: "Sampai di sini TUHAN menolong kita." 1 Samuel 7:12

Berita-berita tentang orang yang putus asa dan mati bunuh diri akhirakhir ini menunjukkan prosentase yang cukup tinggi. Hal tersebut dipicu oleh tuntutan dan persaingan pekerjaan serta kebutuhan hidup yang semakin tinggi. Ketika menghadapi beratnya hidup ini, adakah temanteman dekat yang dapat menjadi tempat berbagi dan memberikan solusi? Ternyata mereka hanya menjadi pendengar yang baik tetapi tak mampu memberikan jalan keluar. Jika demikian, apa yang harus dilakukan dan ke mana mencari pertolongan? Bangsa Israel menghadapi ketakutan karena serangan dari musuh terbesar mereka, orang Filistin. Mereka hanya bisa mengeluh, tidak tahu apa yang harus diperberbuat. Solusi dari seorang nabi sungguh berbeda dengan solusi yang umumnya orang-orang pandai berikan. Bangsa Israel mengikuti nasihat nabi Samuel yaitu berbalik kepada Tuhan dengan segenap hati, menujukan hati pada Tuhan, beribadah hanya kepada Tuhan, minta ampun atas dosa-dosa yang dilakukan dan membawa persembahan bagi Tuhan. Ketika mereka mengikuti nasihat tersebut, hasilnya sungguh luar biasa! Tuhan mendengar seruan doa mereka dan menyelamatkan mereka. Ketika orang Filistin hendak menyerang, tangan Tuhan yang bergerak menyerang orang Filistin sehingga terpukul kalah. Sebagai rasa ucapan syukur kepada Tuhan yang telah menolong dengan tuntas, maka Samuel mewakili orang Israel mendirikan batu sebagai peringatan dan memberi nama: Eben-Haezer, artinya “Sampai di sini Tuhan menolong kita.� Apa persoalan Saudara saat ini? Sampai di mana Tuhan menolong Saudara? Mari ikuti nasihat nabi Samuel di atas. Tuhan bukan saja mendengarkan keluh kesah Saudara, tetapi Ia akan menyelesaikan persoalan Saudara. Alami kuasa-Nya yang ajaib dan bersyukurlah atas pertolongan-Nya. (LL)

Dari Tuhan datang pertolongan.

r e n u n g a n

D O A

Terima kasih Tuhan atas pertolongan-Mu dalam hidupku.


Ar t

Oleh :

ik el L e

Pdt. Petrus F. Setiadarma

pas


Pendahuluan Ketika seorang anak menyatakan keinginannya kepada ayahnya bahwa ia ingin melihat pelangi, ayahnya berkata agar ia bersedia menunggunya. Saat itu langit sedang cerah. Namun kemudian perlahan-lahan berawan dan dari awan yang semula putih menjadi kelabu kemudian menjadi gelap. Sang anak ketakutan, dan bertanya di mana pelanginya. Ayahnya kembali berkata agar ia tetap m e n u n g g u n y a . Ta k l a m a kemudian, dari awan yang gelap pekat itu turun hujan lebat. Segera sesudah hujan reda, mulailah nampak pelangi yang indah. Ketika sang ayah melihat awan gelap ia tetap tenang sebab ia mengerti bahwa awan gelap harus datang terlebih dahulu, baru kemudian pelangi akan muncul. Tidak demikian halnya dengan si anak. Ia ketakutan dan penuh kecemasan, seolah-olah keinginannya tak terpenuhi. Ia belum memahami proses alam yang terjadi. Setelah ia melihat pelangi dan memperoleh penjelasan dari ayahnya barulah ia mengerti bahwa pelangi tidak datang begitu saja. Ada sesuatu yang mendahuluinya, yang nampaknya sangat tidak menyenangkan, yaitu datangnya a w a n

gelap. Ada di antara orang percaya yang belum memahami hal ini, yakni bahwa selalu ada berkat Tuhan dalam setiap peristiwa. Tulisan ini dibuat dengan maksud membuka mata rohani kita untuk melihat prinsip yang indah ini dalam Alkitab, yang jika dikalimatkan menjadi peribahasa yang sangat terkenal. “Berakitrakit ke hulu, berenang-renang ke tepian, bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian,� atau “Habis gelap tampaklah terang.� Kelimpahan di Balik Kekurangan Tak ada seorang pun yang bersedia menjadi budak seperti Yusuf. Ia adalah anak Yakub yang kaya raya, namun ia dijual oleh saudara-saudaranya dan menjadi budak di rumah Potifar. Sesudah ia difitnah oleh isteri Potifar, Yusuf dipenjarakan dan tentunya ia berkekurangan. Hanya oleh karena janji Tuhan kepadanya yang diberikan-Nya dalam mimpi, maka Yusuf dipimpin oleh Tuhan hingga menjadi raja muda di Mesir. Proses hidup dalam kekurangan menjadikannya orang yang sangat bijaksana dalam kelimpahan. Ia tidak segera menghabiskan kelimpahan yang ada dalam tujuh tahun, melainkan menyimpannya


sehingga ia tetap mampu menghidupi banyak orang ketika masa kekekeringan yang hebat terjadi tujuh tahun berikutnya (Kejadian 37-50). Hanya orang yang pernah berada dalam kekurangan akan dapat memahami arti dari setiap berkat Tuhan, sekecil apapun. Itu berarti bahwa ketika kita berada dalam kekurangan, Tuhan sedang mengajar kita untuk menghargai setiap berkat yang Ia berikan. Pertumbuhan di Balik Tekanan Tak ada seorang pun yang suka akan penindasan atau tekanan seperti yang dialami umat Tuhan ketika mereka menjadi budak di Mesir. Selama kurang lebih 400 tahun mereka terus berada dalam tekanan. Namun justru dalam tekanan yang demikian, umat Tuhan semakin bertambah jumlahnya, terjadi pelipatgandaan jumlah populasi umat Tuhan (Keluaran 1:10b). Demikian pula dengan kehidupan orang Kristen mula-mula. Tak ada yang salah dengan iman mereka kepada Tuhan Yesus Kristus. Namun ketika jumlah orang percaya semakin banyak, mulailah terjadi penganiayaan yang hebat. Namun justru penganiayaan semacam itu membuat mereka semakin

tersebar dan berkembang (Kisah 5:40; 6:7). Sebaliknya, dalam perkembangannya lebih lanjut, Sejarah Gereja mencatat tentang Kaisar Konstantin yang mengeluarkan suatu keputusan bahwa Agama Kristen menjadi agama Negara. Keputusan yang dikenal sebagai Maklumat Milan (edict of Milan) itu dikeluarkan pada tahun 313 M, dan mengubah dunia kekristenan dari kaum yang tertindas menjadi kaum yang memperoleh kemerdekaan seluas-luasnya. Orang Kristen berada dalam zona nyaman. Terhentilah perkembangan dan pertumbuhan mereka. Yang banyak bermunculan adalah orang-orang Kristen yang tanpa pertobatan. Misi dan penginjilan melambat ‌ Jadi ketika kita berada dalam tekanan, percayalah bahwa di balik itu ada potensi pertumbuhan dan perkembangan yang luar biasa. Seperti anggur dan biji zaitun dalam perasan: semakin ditekan, semakin menghasilkan air anggur dan minyak zaitun. Kesempatan di Balik Tantangan Ketika umat Israel meninggalkan Tuhan dengan beribadah kepada ilah-ilah, Tuhan


mendisiplin mereka dengan mengizinkan bangsa AramMesopotamia menindas mereka. Mereka meminta ampun kepada Tuhan dan berseru kepada-Nya agar dibebaskan dari akibat kekuasaan bangsa AramMesopotamia tersebut. Tuhan yang penuh kasih mendengar seruan mereka dan memenuhi Otniel dengan Roh Kudus-Nya. Otniel menjadi pembebas bagi bangsanya. Mengapa Otniel? Alasannya sederhana. Ia dipilih Tuhan menjadi hakim atas bangsanya, karena jauh hari sebelumnya ia mau menerima tantangan yang sangat besar. Saat itu Kaleb, pamannya menawarkan kepada para generasi muda untuk ikut serta menaklukkan kota Kiryat-Sefer di Hebron. Namun hanya Otniel, keponakannya sendiri, yang bersedia menerima tantangan yang besar itu. Otniel pun maju memerangi penduduk Ki r y a t - S e f e r d a n b e r h a s i l menang. Otniel memperoleh kota itu dan sekaligus mendapatkan Akhsa, puteri Kaleb menjadi isterinya (Yosua 15:13-19). Hanya orang yang mampu melihat kesempatan di balik setiap tantangan, yang akan memperoleh apa yang ia harapkan. Tuhan menghargai orang yang mau menerima kesempatan yang diberikan-Nya.

Orang yang bersikap pesimis selalu melihat adanya tantangan dalam setiap kesempatan. Sedangkan orang yang bersikap optimis selalu melihat adanya kesempatan dalam setiap tantangan. Sikap manakah yang Saudara miliki? Kemuliaan di Balik Penderitaan Sebagian besar orang akan terus menggerutu ketika mereka mengalami penderitaan. Apalagi jika penderitaan itu tidak seharusnya ia tanggung. Ada orang yang terus menggerutu karena kesalahan orang tuanya yang kalah berjudi, atau salah dalam mengurus bisnisnya sehingga membuat keluarga masuk dalam kesulitan ekonomi yang besar, dan anak-anak tidak dapat melanjutkan studi dengan baik. Ada pula yang menggerutu menyalahkan pemerintah ketika jumlah pengangguran semakin bertambah. Tidak demikian halnya dengan Daniel. Bersama dengan beberapa rekannya, ia berada di Babel sebagai tawanan. Daniel berasal dari kalangan bangsawan, tetapi ia menjadi orang buangan. Namun Daniel tidak menggerutu. Juga ketika Babel ditaklukkan oleh Kerajaan Persia dan ia tetap menjadi tawanan di istana Raja Darius.


Ia dapat memperoleh kemuliaan dengan menduduki jabatan sebagai salah satu dari menteri utama di pemerintahan Darius (Daniel 6:1-29). Saat Daniel terancam masuk ke gua singa karena ia beribadah kepada Allah Abraham, Ishak dan yakub, ia tetap setia kepada-Nya. Ia justru semakin mendekatkan diri kepada Tuhan, dan terus berkarya bagi bangsa asing yang memanfaatkannya. Justru musuh-musuhnya kemudian dihukum oleh raja dan menjadi santapan singa-singa yang lapar itu. Apakah Saudara sedang berada dalam situasi yang sangat tidak menyenangkan? Berhentilah menggerutu. Ambil sikap sebaliknya, yaitu bersyukur kepada Tuhan. Karena di saatsaat seperti itu Allah tetap bisa mengangkat Saudara ke dalam posisi yang mulia! Jadi bertahanlah dan nantikan campur tangan Tuhan dalam kehidupan Saudara. Kekuatan di Balik Kelemahan Siapa yang mau tetap berada dalam kondisi lemah karena sakit? Kita tentu sangat mengharapkan jamahan tangan Tuhan – sesuai dengan janji-Nya – untuk menyembuhkan dan

memulihkan kita. Bukankah oleh bilur-bilur-Nya kita bisa mengalami kesembuhan (1 Petrus 2:24)? Tetapi bagaimana jika kesembuhan belum kunjung datang? R a s u l Pa u l u s p e r n a h mengalami hal itu. Ia menderita sakit. Para penafsir mengatakan bahwa ia mengidap sakit pada matanya akibat cahaya kemuliaan Tuhan yang terpancar saat dalam perjalanannya ke Damsyik untuk menganiaya umat Tuhan (Kisah 9:1-9). Telah tiga kali ia berdoa agar Tuhan m e n j a m a h d a n menyembuhkannya. Namun kesembuhan itu tidak kunjung ia peroleh. Apa kata Tuhan? “Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna� (2 Korintus 12:9). Jadi ketika kita berada dalam kelemahan, ketika kita tidak berdaya, tetaplah bersyukur. Tuhan mempunyai maksud yang indah dalam semuanya itu. Ia lebih mementingkan karakter kita agar tidak sombong, dari pada melihat kita sehat tetapi kemudian jatuh dalam kesombongan. Lihatlah anugerah Tuhan yang telah dilimpahkan-Nya kepada kita, dan jangan mudah kecewa


k e p a d a - N y a . Tu h a n p a l i n g mengerti keberadaan kita. Ia lebih tahu siapa kita dari pada diri kita sendiri. Kehadiran Tuhan di Balik Kesendirian Baik Yehezkiel maupun Yo h a n e s b e r a d a d a l a m kesendirian. Kondisi itu mereka alami bukan karena mereka ingin menyendiri, melainkan karena risiko yang mereka tanggung sebagai hamba-hamba Tuhan. Nabi Yehezkiel berada di tepi Sungai Kebar bersama para buangan. Memang berada di tengah banyak orang, namun tetap merasa sendiri mengapa? Karena hanya dia yang diberitahu Tuhan tentang keberadaan umat Tuhan sebagai bangsa buangan. Namun Yehezkiel justru bisa memperoleh penglihatanpenglihatan tentang Allah. Ia mengalami kuasa kehadiran-Nya dan itu cukup menguatkan dia untuk terus melayani sebagai nabi Tuhan (Yeh. 1:1-28. Demikian pula dengan Yohanes, salah seorang murid Tuhan Yesus Kristus. Ia dibuang ke Pulau Patmos karena Injil. Ia tidak

menggerutu. Sebaliknya, ia bersyukur kepada Tuhan. Bahkan, di tempat yang sepi dan sendiri itu ia memperoleh penglihatan tentang Tuhan Yesus Kristus dalam kemuliaan. Yesus Kristus yang telah mati dan bangkit baginya adalah Alfa dan Omega. Ia juga memperoleh wahyu Tuhan Yesus Kristus tentang akhir zaman yang begitu luar biasa (Why. 1:9-20). Ada banyak orang di masa tuanya, ketika ia merasa sepi dan sendiri, terus menggerutu dan menyesali diri. Namun ada banyak orang lain justru tetap bisa menghasilkan karya-karya besar ketika ia berada dalam kesendirian. Ada buku-buku bagus yang ditulis pada situasi yang sulit semacam itu. Ada karya-karya seni yang luar biasa yang dihasilkan dalam kesepian dan kesendirian. Tuhan Yesus berjanji bahwa Ia tidak akan pernah membiarkan dan meninggalkan kita. Sebenarnya, kita tidak pernah sendiri. Nama-Nya adalah Imanuel ‌ Allah beserta kita. Jadi tetaplah bersyukur dan hasilkan karya besar bersama Tuhan, ketika kita merasa sepi dan sendiri. 

ralat Sinar Kasih edisi September 2012

Pada kolom Artikel Lepas berjudul “Keunggulan Kristus� yang benar ditulis oleh Pdt. Anon Dwi Lukito.


Ruang

i an s k a Kes

Tuhanlah Pelindungku

Maria Rosalia Rosiani - Semarang Tepat tanggal 17 Agustus 2012, saya memarkir mobil di depan rumah. Posisi rumah saya agak tinggi. Mobil sudah diberi ganjal pada ban depan dan juga sudah di handrem, masuk versneling satu. Ketika saya pulang, saya disapa oleh anak tetangga saya yang sedang memasukkan kendaraan ke rumahnya. Setelah itu saya naik ke mobil, tetapi tiba-tiba mobil saya menggelontor ke bawah tak terkendali. Puji Tuhan, mobil saya bisa belok ke kanan dan menabrak tembok tetangga saya. Saya bersyukur kepada Tuhan, walaupun mobil dan tembok rusak parah tetapi tidak ada korban lain dan saya pun selamat, hanya bibir dalam saya yang sobek. Anak tetangga saya juga selamat karena tepat kejadian itu dia sudah berada di dalam pagar rumahnya bersama kendaraannya (tembok yang saya tabrak adalah sebelah dari rumah anak tetangga itu). Saya juga bersyukur kepada Tuhan karena saya tidak pingsan. Saya dapat membuka pintu mobil dan keluar dengan digandeng oleh anak saya. Tubuh saya merasa gemetar dan bibir saya berdarah. Kemudian saya diajak masuk ke dalam rumah dan kami berdua berdoa mengucap syukur kepada Tuhan karena tangan Tuhan yang memeluk saya sehingga badan saya tidak terbentur stir. Selesai berdoa, Tuhan memberikan ketenangan sehingga saya bisa menyuruh anak saya menelepon seorang teman untuk minta tolong mengantar saya ke rumah sakit. Akhirnya teman dan adik saya membawa saya ke rumah sakit. Oleh dokter, bibir dalam saya dijahit dan kemudian saya boleh pulang ke rumah. Pada saat itu juga Tuhan mengirim hamba-Nya seorang pendeta bersama keluarganya sehingga saya semakin merasakan penyertaan dan kekuatan Tuhan yang sungguh luar biasa. Saya tidak bisa membayangkan seandainya mobil saya tidak belok ke kanan menabrak tembok dan meluncur ke bawah, pasti ada korban karena tidak jauh ada pertigaan jalan di mana mobil-mobil dan sepeda motor sering lewat. Saya percaya semua yang terjadi atas sepengetahuan Tuhan dan Tuhan tetap melindungi saya. Ia tidak pernah meninggalkan saya sedetik pun. Terima kasih Tuhan, oleh kuasa-Mu Engkau telah memberikan perlindungan-Mu dan menyertaiku. 


ha u T t a Berk

n

Ulangan 28:2-6

Segala berkat ini akan datang kepadamu dan menjadi bagianmu, jika engkau mendengarkan suara TUHAN, Allahmu: Diberkatilah engkau di kota dan diberkatilah engkau di ladang. Diberkatilah buah kandunganmu, hasil bumimu dan hasil ternakmu, yakni anak lembu sapimu dan kandungan kambing dombamu. Diberkatilah bakulmu dan tempat adonanmu. Diberkatilah engkau pada waktu masuk dan diberkatilah engkau pada waktu keluar.

201211  

http://www.isaalmasih.or.id/pdf/201211.pdf

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you