Page 1

Dari Redaksi

Semarang, 1 September 2013

Tetap Tegar Di Masa Sukar Sepanjang bulan September 2013 ini kita akan merenungkan tentang bagaimana kita bisa tetap tegar dalam hidup ini sekalipun berada di masa yang Pringgading 13 Semarang-50135 sukar. Bahwa kesukaran yang berupa Jl. Telp. 024-3540563 Fax. 024-3559861 tantangan dan pergumulan dalam hidup ini email : renungan_sk@yahoo.com merupakan sesuatu yang tak terelakkan. website : www.sinarkasih.net Ruang Tanya Jawab : Apalagi ketika kita mau hidup sesuai dengan sinarkasihsmash@gmail.com kebenaran firman Tuhan, kesulitan menjadi semakin bertambah. Dalam menghadapi pelbagai kesukaran itu ada beberapa orang yang mencoba mengandalkan kemampuan dirinya sendiri. Akibatnya mereka mengalami kegagalan, bahkan tidak sedikit yang mengalami frustrasi dan depresi. Akhirnya mengalami gangguan kejiwaan atau mengakhiri hidupnya sendiri dengan bunuh diri. Sebagai orang percaya kita memiliki sumber pertolongan dan kekuatan yang tak terbatas, yaitu Allah yang kita panggil Bapa di dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Ia senantiasa menyertai dan menolong kita dengan Roh Kudus-Nya, sehingga kita mampu menghadapi semuanya, dan tampil sebagai pemenang. Tetaplah melekat kepada Tuhan, dan bersandarlah kepada kekuatan-Nya yang dahsyat itu. 

Redaksi Sinar Kasih mengucapkan terima kasih atas persembahan yang telah diberikan oleh pembaca yang budiman. Perlu Saudara ketahui bahwa persembahan yang Saudara berikan sangat bermanfaat untuk mendukung pelayanan Sinar Kasih bagi hamba-hamba Tuhan yang melayani di daerah-daerah yang sulit mendapatkan buku renungan harian. Apabila Saudara rindu untuk mendukung pelayanan tersebut, Saudara dapat mengirimkannya melalui wesel pos ke Redaksi Sinar Kasih Jl. Pringgading 13 Semarang - 50135, atau transfer melalui BCA KCP Bangkong a/n Bambang Santoso atau Lydia Lianawati No. A/C 7830340381. Tuhan Yesus Kristus membalas setiap dukungan doa dan dana Saudara dengan berkat-Nya yang melimpah.

Penasihat : Pdt. Indrawan Eleeas, Budhi Wibowo  Pemimpin Redaksi : Lydia Lianawati  Redaktur Pelaksana : Pdt. Petrus F. Setiadarma, Pdt. Lukas Budijana, Pdt. Agus Sutrisno, Pdt. Anon D. Lukito  Sekretaris : Bibit Gunawan  Bendahara : Bambang Santoso  Penulis : Pdt. Indrawan Eleeas (IE), Pdt. Petrus F.S. (PF), Pdt. Lukas Budijana (LB), Pdt. Anon Dwi Lukito (ADL), Pdt. Agus Sutrisno (AS), Pdt. Sudra Militanto (SM), Pdt. Lie Yun Ling (YL), Leny Pancaningrum (LP), Imeiliana (MI), Lydia Lianawati (LL), Pdt. Dedy Irianto (DI), Pdt. Peres Supriyadi (PS), Pdm. Yurianto (YR)  Desain Grafis/Layout : Rahelia Linda Pengganti ongkos cetak : Rp 4000,- (empat ribu rupiah)


n a n a g g n a erl B m r o F Harap diisi dengan huruf cetak

Nama

: _____________________________________________

Alamat

: _____________________________________________ _____________________________________________

Kota & Kode Pos : _____________________________________________ Telepon/HP

: _____________________________________________

Harga berlangganan untuk satu eksemplar (termasuk ongkos kirim): Jawa

:

6 bulan Rp 33.000,-

12 bulan Rp 66.000,-

Luar Jawa

:

6 bulan Rp 36.000,-

12 bulan Rp 72.000,-

Pembayaran dapat melalui: Wesel Pos : Redaksi SINAR KASIH Jl. Pringgading 13 Semarang, 50135 Bank : BCA KCP Bangkong a/n Bambang Santoso atau Lydia Lianawati No. A/C 7830340381  Untuk mempermudah proses berlangganan, bukti pembayaran dan formulir berlangganan harap di-fax ke (024)3559861, atau dikirim via pos.

 Renungan Sinar Kasih akan segera dikirimkan selambatnya 1 bulan setelah bukti pengiriman biaya berlangganan kami terima.

Tanda tangan pelanggan

(_____________________)


Bacaan Alkitab Setahun

Yeremia 50-51

minggu, 1 september 2013

Akar Yang Kuat Kejadian 6:9-22 Nuh adalah seorang yang benar dan tidak bercela di antara orang-orang sezamannya; ‌ Kejadian 6:9

Saya terberkati oleh khotbah seorang hamba Tuhan senior yang menyatakan bahwa salah satu cara untuk dapat hidup dalam kejujuran atau berintegritas dalam hidup ini adalah memilih pergaulan yang baik. Pergaulan yang jahat merusak kebiasaan yang baik. Pesan itu dikuatkan dengan kesaksian tentang seorang anak yang telah dididik dengan baik, namun kemudian jatuh dalam penyalahgunaan obat terlarang karena pengaruh pergaulan di masa remajanya. Ini tidak berarti bahwa sia-sia saja mendidik anak dengan baik. Justru sebaliknya, anak-anak yang dididik dengan baik saja masih bisa goyah, apalagi kalau akarnya tidak kuat. Iman Nuh dan keluarganya tidak tergoyahkan sekalipun mereka hidup di tengah-tengah lingkungan yang sangat berdosa. Mereka tidak pernah mengkompromikan kebenaran dan kekudusan hidup yang mereka miliki dengan kebejatan moral manusia pada masa itu. Akar mereka sangat kuat di dalam iman kepada TUHAN. Iman itu juga ditunjukkan dengan ketaatan mereka kepada TUHAN dengan membangun bahtera. Apa yang harus dilakukan orang tua dalam mendidik anak-anak agar berakar kuat? Pertama, doakan mereka setiap saat agar memiliki kerinduan melekat kepada TUHAN. Kedua, sediakan waktu secara teratur untuk bersekutu bersama mereka sehingga mereka mengenal prinsip firman TUHAN. Ketiga, bawa mereka ke Sekolah Minggu sejak dini agar mereka belajar menerima perbedaan di antara teman-teman mereka dan belajar melayani. Keempat, sediakan bahan-bahan bacaan atau multimedia yang baik dan sehat sesuai dengan pertumbuhan usia mereka. Kelima, pantau pergaulan mereka agar tidak jatuh dalam pergaulan yang salah. (PF)

DOA Angin sekencang apapun tak akan bisa merobohkan pohon yang akarnya kuat. renung a

n

Generasi muda kristiani agar kuat dalam iman.


Bacaan Alkitab Setahun

Yeremia 52-Ratapan 2

senin, 2 september 2013

Ketegaran Hati Seorang Wanita Kejadian 21:14-21 dan ia duduk agak jauh, kira-kira sepemanah jauhnya, sebab katanya: "Tidak tahan aku melihat anak itu mati." Sedang ia duduk di situ, menangislah ia dengan suara nyaring. Kejadian 21:16 Kisah seorang wanita bernama Hagar jarang sekali terdengar di mimbar-mimbar gereja. Entah mengapa para pengkhotbah nyaris tidak pernah berkhotbah mengenai Hagar. Memang, rasul Paulus pernah menyinggung di salah satu suratnya. Namun tulisan Paulus hanya menekankan perbedaan antara keturunan Hagar (anak budak) dan keturunan Sarah (anak perjanjian). Sebenarnya kisah Hagar sebagaimana yang tertulis dalam perikop Kejadian 21:14-21 amat baik untuk direnungkan. Mengapa? Karena saat itu Hagar dan putranya, Ismael yang masih tunas remaja menghadapi situasi yang amat kritis. Bukan karena menghadapi segerombolan perampok. Bukan juga karena menghadapi orang-orang jahat yang akan membunuh mereka. Namun Hagar dan Ismael sedang kehabisan air minum di tengah padang gurun yang tandus. Kondisi lingkungan sekitarnya sangat panas. Amat dibutuhkan air minum. Di padang gurun saat siang hari kondisi bisa mendadak berubah menjadi sangat panas. Tubuh manusia dengan cepat terdehidrasi atau kehabisan cairan tubuh. Seseorang yang mengalami dehidrasi bisa tewas kalau tidak segera ditolong. Hagar melihat putranya sudah tidak tahan terhadap panasnya padang gurun. Tidak ada air sama sekali. Tampak putranya sudah lemas. Nyaris akan mati. Kondisinya teramat kritis. Di saat yang mencekam tersebut, Hagar hanya mampu menangis. Putranya, Ismael juga menangis lebih keras. Dalam keadaan nyaris mati dan amat mustahil memperoleh pertolongan, mukjizat terjadi. TUHAN mengadakan atau menyediakan secara ajaib sumur air. Hagar dan Ismael hidup. Di kemudian hari mereka menjadi bangsa besar. Di saat menghadapi kesulitan bahkan kemustahilan, kita perlu percaya kepada TUHAN. Mata TUHAN melihat kondisi kita. TUHAN pasti menolong kita. (IE)

DOA

TUHAN mendengar jeritan hati orang percaya. renung a

n

Terima kasih atas jawaban yang Engkau berikan.


Bacaan Alkitab Setahun

Ratapan 3-5

selasa, 3 september 2013

Memandang Tuhan Bilangan 21:4-9 Lalu Musa membuat ular tembaga dan menaruhnya pada sebuah tiang; maka jika seseorang dipagut ular, dan ia memandang kepada ular tembaga itu, tetaplah ia hidup. Bilangan 21:9

Masalah hidup seringkali menjadi perangkap fokus perhatian. Pergumulan selalu dianggap hal yang lebih perlu dipikirkan daripada memikirkan solusinya. Kelihatannya normal, mengambil sikap lebih terfokus pada masalah bukan pada solusi masalah. Belajar dari kehidupan bangsa Israel ketika keluar dari Mesir menuju ke tanah Kanaan, kita bisa memperoleh berkat Tuhan mengenai sikap yang benar dalam menghadapi masalah. Pergumulan yang selalu menjadi fokus perhatian bangsa Israel dalam perjalanan menuju ke tanah Kanaan nampaknya tidak memberi dampak positif, tetapi justru semakin membuat mereka tidak mengenal dan tidak hormat kepada Allah yang setia. Itu sebabnya TUHAN menghukum mereka dengan mengirim ular tedung di tengah-tengah mereka untuk memagut mereka hingga banyak yang mati. Sebagai solusi, TUHAN memerintahkan Musa untuk membuat ular tembaga dan menaruhnya pada sebuah tiang. Tujuannya agar setiap orang yang dipangut ular tedung ketika memandang ular tembaga, dia akan tetap hidup. Maksud TUHAN adalah pertama, supaya bangsa Israel mau kembali percaya pada perintah TUHAN sebagai solusi dalam menghadapi tantangan hidup. Kedua, supaya umat-Nya menghormati TUHAN dan percaya bahwa pimpinan TUHAN memberikan masa depan yang penuh dengan harapan, yaitu masuk tanah Kanaan. Ketiga, supaya umat TUHAN tidak tergoda dengan kenikmatan sesaat dan tetap terfokus pada TUHAN yang menyediakan Tanah Perjanjian yang lebih baik. Sebagai orang beriman, mari kita arahkan pandangan kita kepada Yesus Kristus sebagai Allah yang perkasa yang siap menolong kita atas setiap pergumulan hidup kita. (ADL)

DOA Hanya melalui iman yang tertuju pada Kristus Yesus kita memperoleh kekuatan dan kehidupan. renung a

n

Supaya setiap orang percaya hidupnya berfokus pada Tuhan Yesus Kristus.


Bacaan Alkitab Setahun

Yehezkiel 1-4

rabu, 4 september 2013

Air Mata Di Tengah Kesulitan 1 Samuel 1:7-20 Dan dengan hati pedih ia berdoa kepada TUHAN sambil menangis tersedu-sedu. 1 Samuel 1:10

Acapkali saat menghadapi kesulitan yang sama sekali tidak ada jalan keluar, kita hanya mampu meneteskan air mata. Di salah satu tulisan saya di renungan harian ini saya menuangkan kisah Hagar dan putranya, Ismael. Mereka berdua menghadapi kesulitan yang mustahil terpecahkan. Mustahil ada jalan keluar. Sebaliknya kematian mengancam mereka. Di saat seperti itulah, satu-satunya ekspresi yang dapat dimanifestasikan adalah air mata. Hagar dan Ismael hanya mampu menangis. Dalam renungan kita saat ini, kita kembali menjumpai tetesan air mata. Tetesan air mata seorang wanita bernama Hana. Dia tak mampu melahirkan anak. Pada zamannya, seorang wanita yang sudah menikah tapi mandul, wanita tersebut harus menghadapi konsekuensi teramat berat. Suaminya bisa mengambil wanita lain untuk dijadikan istri dengan tujuan memperoleh keturunan. Berarti istri pertama yang mandul terpaksa disingkirkan. Selanjutnya dia juga akan menerima penghinaan dari wanita lain yang dimiliki suaminya. Hana sebagaimana bacaan nas kita sedang menghadapi kesulitan. Dia mandul. Namun dia juga sering menerima penghinaan dari wanita yang menjadi istri berikutnya dari suaminya. Jiwanya amat tertekan. Jelas tidak ada jalan keluar. Di tengah kesulitan Hana hanya mampu meneteskan air mata. Sekalipun hanya tetesan air mata, TUHAN amat menghargainya. Bukankah Kitab Suci menulis, “air mataku Kau taruh ke dalam kirbat-Mu� (Mazmur 56:9). Dengan kata lain, TUHAN melihat air mata anak-anakNya. TUHAN melihat kesulitan dan kesusahan anak-anak-Nya. TUHAN tidak saja menghargai dan melihat tetesan air mata kita, tapi TUHAN juga bertindak. Mukjizatnya terjadi. Puji TUHAN! (IE)

DOA Tetesan air mata di hadapan TUHAN menghasilkan terjadinya mukjizat. renung a

n

TUHAN, aku percaya Engkau melihat tetesan air mataku.


Bacaan Alkitab Setahun

Yehezkiel 5-9

kamis, 5 september 2013

Tidak Diperhitungkan 1 Samuel 17:28-39 â€œâ€Ś, tetapi aku mendatangi engkau dengan nama TUHAN semesta alam, Allah segala barisan Israel yang kautantang itu.â€? 1 Samuel 17:45

Dalam setiap pertandingan di dunia olahraga selalu ada atlet atau tim yang disebut 'kuda hitam', artinya tidak diperhitungkan. Ia atau mereka tidak dinominasikan sebagai juara, dan dianggap hanya 'pupuk bawang' atau penggembira belaka. Anehnya, dalam beberapa peristiwa, 'kuda hitam' sering kemudian muncul sebagai pemenang. Daud, dianggap sebagai seorang pemuda yang masih 'bau kencur', kurang berpengalaman. Ia sama sekali tidak diperhitungkan, baik oleh saudara-saudaranya maupun oleh raja Saul bahkan oleh Goliat. Bagi Daud, perlakuan semacam itu tidak menggoyahkan niatnya untuk menyelamatkan bangsanya dari penindasan bangsa Filistin. Eliab, kakak sulungnya tahu kalau Daud seorang pemberani tetapi masih dianggap 'kelas teri' (ayat 38). Raja Saul juga menganggap Daud sama sekali 'tidak berpengalaman' dibandingkan musuh yang akan dihadapinya (ayat 33). Daud menyatakan bahwa memang ia tidak berpengalaman berperang melawan orang, tetapi ia sangat berpengalaman bertarung melawan beruang dan singa yang menyerang domba gembalaannya. Daud menyamakan Goliat dengan binatang-binatang itu (ayat 34-36). Penilaian manusia tidak sama dengan penilaian TUHAN. Manusia melihat apa yang ada di luar. TUHAN melihat apa yang ada di dalam hati. Manusia melihat tidak sempurna, TUHAN melihat dengan sempurna. Oleh sebab itu jangan rendah diri atau marah ketika Saudara sama sekali tidak diperhitungkan. Tunjukkan dengan penuh kerendahan hati bahwa di dalam diri Saudara ada Roh TUHAN yang penuh kuasa, dan ada potensi yang besar. Kembangkan potensi itu sehingga menjadi berkat bagi banyak orang. (PF)

DOA Apa yang tidak diperhitungkan manusia seringkali diperhitungkan Allah. renung a

n

Orang-orang yang merasa tidak diperhitungkan.


Bacaan Alkitab Setahun

Yehezkiel 10-13

jumat, 6 september 2013

Kesulitan Dan Peluang 1 Samuel 17:40-50 Hari ini juga TUHAN akan menyerahkan engkau ke dalam tanganku dan aku akan mengalahkan engkau‌ 1 Samuel 17:46

Seorang pesuruh di kantor farmasi menggunakan waktu luang untuk menghafalkan nama-nama obat yang ratusan macam jumlahnya. Mulanya teman-temannya mengejek kebiasaan menghafal nama obat-obatan itu. Ia dianggap orang yang kurang kerjaan. Ternyata saat pegawai bagian administrasi yang bertugas memasukkan data obat-obatan itu keluar dari pekerjaannya, perusahaan itu kesulitan mencari pengganti dalam waktu singkat. Saat itu pesuruh kantor membantu mengingatkan nama-nama obat untuk dimasukkan ke dalam daftar di bagian administrasi. Singkat cerita, pekerjaan administrasi dapat berjalan lancar dan pesuruh itu akhirnya dipercayakan tugas kerja yang lebih baik, yaitu menjadi seorang staf administrasi. Ketekunan dan optimisnya menjadikan dia seorang yang cermat dalam kerja dan kariernya terus meningkat menjadi orang sukses. Daud berhadapan dengan Goliat yang berpengalaman dan tak terkalahkan. Ini kesulitan yang besar, karena peperangan bukan bidang Daud. Tetapi situasi membawa Daud untuk berhadapan dengan sang pahlawan Filistin itu. Inilah tantangan sekaligus peluang! Banyak kali hidup kita dihadapkan pada situasi serupa. Dunia kerja saat ini penuh persaingan. Ini tantangan yang seharusnya dihadapi dengan optimis, karena dibalik tantangan ada peluang. Daud memiliki iman yang kuat di dalam TUHAN yang sanggup menolong menghadapi peperangan itu. Dan atas dasar imannya, Daud menjadi orang yang optimis, bahwa peperangan itu pasti dimenangkannya. Dia memakai keahlian yang dimiliki yaitu mengumban dengan batu. Fokus dengan keahliannya sendiri dan dengan iman membawanya melangkah menghadapi Goliat. Alkitab mencatat, Daud berhasil menerobos kesulitan itu dengan gemilang. (LB)

DOA Hadapi tantangan kesulitan, raihlah kemenangan dengan TUHAN. renung a

n

Usahawan Kristen agar optimis dalam TUHAN untuk meraih keberhasilan dalam bisnis.


Bacaan Alkitab Setahun

Yehezkiel 14-16

sabtu, 7 september 2013

Dalam Lembah Kekelaman 1 Samuel 23:7-28 Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku. Mazmur 23:4

Berbagai kisah tentang orang-orang yang mengalami penderitaan sungguh menyedihkan. Ketika seseorang terbaring di ruang ICU tak berdaya seperti berada di ambang bayang maut; begitu juga ketika mengalami kebangkrutan dan dikejar-kejar oleh debt collector karena tidak mampu membayar hutang yang cukup besar. Semua penderitaan itu terasa gelap; tak ada secercah sinar harapan seperti sedang berada dalam lembah kekelaman. Daud, seorang yang hidup benar pun tidak luput dari penderitaan. Ia juga mengalami saat-saat berada di ujung maut bagai berada dalam lembah kekelaman. Untuk menghindari Saul yang terus mengejar hendak membunuhnya, Daud harus berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain. Bersama 600 orang yang mengikutinya, Daud mencari tempat persembunyian, dari gua Adulam ke kota Nob kemudian ke Kehila. Saul sangat senang ketika Daud terkurung di Kehila. Ia mengundang rakyatnya yang terpilih berjumlah 3.000 orang untuk mengepung Daud, tetapi TUHAN tidak menyerahkan Daud kepada Saul. Saul terus mengejarnya sehingga Daud bersembunyi ke padang gurun Zif kemudian ke padang gurun Maon. Benar-benar melelahkan dan menegangkan! Tidak dapat disalahkan jika Daud merasa takut. Tetapi beruntunglah Daud memiliki sahabat bernama Yonatan, anak Saul yang menguatkan kepercayaannya kepada Allah. Itu sebabnya Daud bisa berkata tidak takut bahaya sekalipun berada dalam lembah kekelaman, karena TUHAN yang dipercayanya selalu meluputkan nyawanya. Apakah saat ini Saudara sedang berjalan dalam 'lembah kekelaman'? Jangan takut! TUHAN beserta dengan orang yang berjalan di jalan yang benar. (LL)

DOA “Lembah kekelaman� hanya tempat perhentian sementara. renung a

n

Terima kasih TUHAN, Engkau senantiasa menyertaiku ketika aku berada dalam “lembah kekelaman�.


Bacaan Alkitab Setahun

Yehezkiel 17-19

minggu, 8 september 2013

Bagian Allah dan Bagian Anda 1 Samuel 24: 1-23 Sebab itu TUHAN kiranya menjadi hakim yang memutuskan antara aku dan engkau; Dia kiranya memperhatikan, memperjuangkan perkaraku, dan memberi keadilan kepadaku dengan melepaskan aku dari tanganmu. 1 Samuel 24:16

Ungkapan orang Israel “Saul mengalahkan beribu-ribu musuh, tetapi Daud berlaksa-laksa� (1 Samuel 18:7) membuat amarah Saul bangkit. Hatinya sebal dan khawatir bila jabatan raja jatuh ke tangan Daud. Sejak saat itu Saul selalu mendengki Daud dan berusaha membunuhnya dengan cara melempar tombak ke arah Daud. Namun Daud berhasil mengelak tikaman tersebut. Apa yang kemudian dilakukan Saul? Saul terus berupaya mengejar, mengepung dan membunuh Daud dengan menggunakan tiga ribu orang yang terpilih dari seluruh orang Israel. Tetapi TUHAN melindungi Daud sehingga ia terluput dari upaya pembunuhan tersebut. Pada saat Saul betul-betul memasuki gua tempat Daud dan orangorangnya bersembunyi, Allah juga melindungi Daud. Sekalipun ada kesempatan untuk membunuh Saul, Daud tidak melakukannya. Dengan penguasaan diri Daud tidak menangani persoalannya sendiri, tetapi menyerahkan kepada Allah. Ia percaya pada pelaksanaan rencana-Nya. Daud bukan hanya tidak mau membunuh Saul yang sudah diurapi oleh TUHAN tetapi ia juga melarang anak buahnya membunuh Saul. Dengan iman yang kuat pada perlindungan Allah yang mengatasi semua, Daud menyerahkan perkaranya kepada Allah. Daud menjadikan TUHAN sebagai hakim antara dia dengan Saul. Daud membalas kejahatan Saul dengan kebaikan walaupun Saul hanya melunak untuk waktu yang singkat. Saul tidak sungguh-sungguh bertobat dari tujuannya yang sangat jahat. Tak lama setelah itu Saul kembali mengejar Daud, dan hatinya lebih keras dari sebelumnya (1 Samuel 26:1). Daud memercayakan hidupnya kepada TUHAN. Bagaimana dengan Saudara? Izinkanlah TUHAN melakukan bagian-Nya dan biarlah kita melakukan bagian kita. (AS)

DOA Lebih baik berlindung pada TUHAN daripada berlindung pada manusia. renung a

n

Agar jemaat makin bergantung pada TUHAN.


Bacaan Alkitab Setahun

Yehezkiel 20-22

senin, 9 september 2013

Bersama Tuhan Siapa Takut Mazmur 27:1-6 TUHAN adalah terangku dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut? TUHAN adalah benteng hidupku, terhadap siapakah aku harus gemetar? Mazmur 27:1

Apakah Saudara sering dilanda ketakutan oleh karena menghadapi berbagai persoalan dalam hidup ini? Apa yang Saudara lakukan untuk mengatasi ketakutan tersebut? Mari kita belajar dari pengalaman hidup Daud yang dikelilingi oleh banyak lawan dan musuh. Dimulai dari Goliat si raksasa dari Filistin yang berhasil ia robohkan dalam sekejap mata. Berkali-kali ia dikejar-kejar hendak dibunuh oleh Saul yang iri dan membencinya. Yang lebih menyakitkan adalah ketika anaknya sendiri melakukan kudeta atas kepemimpinan Daud sebagai raja Israel. Jika kita pelajari dengan baik pengalaman hidup Daud dan tulisantulisannya, kita akan mendapatkan harta yang sangat berharga bagi kehidupan rohani kita. Sekalipun terkadang Daud merasa takut sebagai manusia biasa, tetapi Daud memiliki sebuah keyakinan iman yang begitu kuat. Pertanyaan Daud, “Kepada siapakah aku harus takut dan terhadap siapakah aku harus gemetar,� bukan merupakan pertanyaan atas ketakutan atau keputusasaannya, melainkan justru sebuah tantangan kepada lawan dan musuh-musuhnya. Daud sudah mendapatkan jawaban yang membuat hatinya teguh bahwa TUHAN adalah terang dan keselamatannya; TUHAN adalah benteng hidupnya. Bersama TUHAN, lawan dan musuhnya dapat dikalahkan. Jadi, menghadapi musuh sebesar dan sebanyak apapun Daud tidak takut karena ia meletakkan kepercayaan sepenuhnya kepada Tuhan. Dia tahu dengan pasti bahwa Tuhan senantiasa melindunginya. Siapa lawan dan musuh Saudara? Apakah sakit penyakit? Apakah keadaan ekonomi yang morat-morit? Apakah kondisi rumah tangga yang berantakan? Hadapilah bersama TUHAN, maka Saudara akan mampu melawan musuh-musuh tersebut. (LL)

DOA Bersama TUHAN aku berani menghadapi musuh. renung a

n

TUHAN, berikan aku kemenangan melawan 'musuh-musuhku'


Bacaan Alkitab Setahun

Yehezkiel 23-25

selasa, 10 september 2013

Gunung Batu Menjadi Kolam Air Mazmur 114:1-8 Yang mengubah gunung batu menjadi kolam air, dan batu yang keras menjadi mata air! Mazmur 114:8

Kehidupan di abad XXI semakin keras. Penyebabnya, hati dan pikiran manusia semakin keras. Terhadap sesama manusia, terhadap lingkungan sekitar, terhadap alam, bahkan terhadap Tuhan, manusia bersifat semakin keras. Banyak manusia yang sudah tidak mengakui keberadaan Tuhan. Dari mulut mereka keluar kata-kata, “Tidak ada Tuhan�. Banyak juga yang mengaku beragama, ber-Tuhan, namun hidupnya jauh lebih jahat daripada mereka yang tidak beragama atau ber-Tuhan atau disebut ateis. Itulah sekilas gambaran betapa semakin kerasnya kehidupan manusia masa kini. Semakin kerasnya sifat kehidupan manusia membuat kehidupan di muka bumi semakin sulit. Gunung-gunung tidak lagi tampak hijau. Tidak ada tumbuhan yang hidup. Telah berubah menjadi gersang. Manusia semakin kehilangan sumber makanan dan minuman. Sudah berjuta-juta manusia yang mati kelaparan dan kehausan. Apa yang terjadi pada masa abad XXI pernah dialami oleh umat Israel. Setelah keluar dari Mesir, lebih kurang 1,5 juta orang harus melewati padang gurun yang tandus. Padang gurun yang berbatu-batu. Sama sekali tidak diketemukan makanan dan minuman. Umumnya manusia masih bisa tahan berhari-hari tanpa makan. Namun tanpa air, manusia hanya mampu bertahan hidup beberapa hari saja. Menghadapi fakta kehidupan yang sedemikian kerasnya, pemazmur menulis, “TUHAN mengubah gunung batu menjadi kolam air.� Hanya TUHAN yang mampu mengubah kondisi yang keras, yang mematikan menjadi kondisi nyaman yang menghidupkan. Kita yang hidup di abad XXI yang serba keras dan mematikan, kita perlu datang kepada TUHAN. Kita perlu percaya dan menyerahkan hidup seluruhnya kepada TUHAN. Hasilnya ajaib! Gunung batu diubah menjadi kolam air. (IE)

DOA TUHAN adalah Pengubah kehidupan manusia. renung a

n

Terima kasih atas pertolongan Engkau ya TUHAN.


Bacaan Alkitab Setahun

Yehezkiel 26-28

rabu, 11 september 2013

Tuhan Sumber Pertolonganku Mazmur 121:1-8 Pertolonganku ialah dari Tuhan yang menjadikan langit dan bumi. Mazmur 121:2

Satu kali seorang gadis muda hendak mencari pendamping hidupnya. Awalnya ia mendambakan seorang dokter muda untuk mendampinginya, karena ia berpikir bersama seorang dokter hidupnya akan jauh lebih baik dan sehat. Namun suatu saat ia hendak menyeberang jalan dan tanpa sepengetahuannya sebuah motor dengan cepat menyerempet dan menyerobot tas tangannya. Sejak kejadian itu ia berniat untuk mencari calon pendamping seorang polisi dengan harapan tidak akan ada orang yang berani melukainya lagi. Sembari mencari pasangan yang cocok, usia semakin bertambah dan sang gadis itu berubah pikiran. Ia ingin mencari seorang pria kaya yang dapat menghidupinya. Sekelumit cerita di atas mungkin dirasa kurang menarik karena akhir kisah yang mengambang dan terkesan buruk. Namun sesungguhnya jika kita membaca kembali kisah tersebut dan kembali merefleksikan cerita tersebut ke dalam diri kita sendiri, kita akan menjadi malu. Seringkali saat kita menghadapi pergumulan hidup ini, tidak jarang kita berkata, “Seandainya Tuhan memberikan aku harta yang berlimpah, hidupku tidak akan sesulit ini.� Tanpa kita sadari, kita telah mengakui bahwa harta adalah sumber pertolongan bagi kita. Kita mulai lupa bahwa bukan Tuhan lagi yang kita andalkan sebagai Sumber Pertolongan kita. Daud, seorang Raja Israel yang besar dan termasyhur saja tidak pernah merasa bahwa kekuasaan dan harta yang dimilikinya menjadi sumber pertolongannya. Ia dengan berani dan tulus berkata bahwa Sumber Pertolongannya ialah TUHAN, Sang Pencipta langit dan bumi (Mazmur 121). Jangan sampai kita terjebak kepada hal-hal sementara yang kita anggap dapat menolong kita. Jadikan TUHAN sebagai Sumber Pertolongan kita. (MI)

DOA Bersama TUHAN Sang Sumber pertolongan tidak ada yang mustahil. renung a

n

Orang-orang yang lemah iman karena sakit dan masalah keuangan.


Bacaan Alkitab Setahun

Yehezkiel 29-32

kamis, 12 september 2013

Tinggal Tenang dan Percaya Yesaya 30:1-17 Sebab beginilah firman Tuhan ALLAH, Yang Mahakudus, Allah Israel: "Dengan bertobat dan tinggal diam kamu akan diselamatkan, dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu." Yesaya 30:15

Kepanikan seringkali melanda seseorang ketika ditimpa suatu persoalan pelik. Ia menjadi bingung dan mencari cara untuk menemukan jalan keluar supaya terlepas dari masalah yang membelitnya. Namun bukan jalan keluar yang didapat melainkan justru semakin terbelenggu dengan persoalan yang semakin pelik. Mengapa bisa demikian? Ya, karena dia tidak menggunakan kunci atau petunjuk yang telah disediakan oleh Allah. Itulah yang dialami oleh bangsa Yehuda ketika mereka diserang oleh Asyur. Mereka mencari jalan sendiri dengan cara mencari pertolongan kepada Firaun. Mereka mempercayakan diri dan bersandar kepada Mesir yang justru memeras mereka. Itulah bentuk pemberontakan dan penolakan mereka kepada TUHAN. Cara seperti ini justru mencelakakan diri mereka sendiri dan membuat mereka menjadi semakin dalam terperosok hingga menuju pada kehancuran bagaikan tempayan yang diremukkan. TUHAN yang Mahakuasa menawarkan dua hal kepada bangsa Yehuda agar terhindar dari kehancuran. Yang pertama, bertobat dan tinggal diam. Itu artinya mereka 'berhenti' mencari pertolongan kepada pihak-pihak lain yang sesungguhnya tidak mampu menolong mereka. Kedua, tinggal tenang dan percaya kepada TUHAN. Artinya mereka tidak perlu panik mencari pertolongan ke sana ke mari karena TUHAN bersedia menolong mereka apabila mereka berseru kepada-Nya. Kekuatan mereka untuk mengalahkan musuh diperoleh ketika mereka berada dalam persekutuan dengan TUHAN yang menjadi Sumber Kekuatan. Jika saat ini Saudara menghadapi persoalan, tetaplah tenang. Berdiam dirilah dan taruh kepercayaan kepada TUHAN, Sang Sumber Pertolongan. Ia sanggup menolong Saudara. (LL)

DOA Tinggal tenang dan percaya kepada TUHAN adalah kunci yang tepat untuk mendapatkan jalan keluar. renung a

n

Ampuni aku TUHAN yang mencari jalan sendiri.


Bacaan Alkitab Setahun

Yehezkiel 33-35

jumat, 13 september 2013

Jangan Menghindar Yeremia 20:7-18 â€œâ€Ś maka dalam hatiku ada sesuatu yang seperti api yang menyala-nyala, terkurung dalam tulang-tulangku; aku berlelah-lelah untuk menahannya, tetapi aku tidak sanggup.â€? Yeremia 20:9

Para ahli menyatakan bahwa dalam menghadapi tantangan kehidupan, biasanya manusia memilih salah satu dari kelima kemungkinan berikut ini: menghindar, mengalah, melawan, berkompromi, atau menang-menang. Ada orang yang senang tampil saat segalanya berjalan dengan baik dan merasa dirinya yang paling berjasa di kantornya. Namun ketika mulai muncul masalah, ia segera menyembunyikan diri dan melemparkan kesalahan pada orang lain. Yang lain lagi terlalu berani menghadapi tantangan, namun tanpa perhitungan yang matang, sehingga hasilnya justru sangat mengecewakan. Dalam pelayanannya sebagai seorang nabi, Yeremia menghadapi begitu banyak tantangan. Tantangan itu bukan berasal dari pihak orangorang yang jauh, melainkan justru dari rekan sejawat dalam pelayanan, yaitu imam-imam. Ia ditampar oleh imam Pashyur, bahkan diborgol dan dipasung, dibuat tidak berdaya. Yeremia nyaris menghindar dari tugas pelayanan dengan berniat mengundurkan diri. Yeremia merasa tidak mempu menghadapi tantangan seberat itu. Namun akhirnya ia mengurungkan niatnya, sebab ada nyala api, yaitu api semangat yang dikorbarkan Roh Kudus di dalam diri Yeremia sedemikian rupa sehingga ia tidak mampu menahannya. Akhirnya ia tetap kembali menjalankan tugasnya hingga tuntas sampai akhir hayatnya. Jika hari-hari ini Saudara menghadapi pergumulan hidup yang berat, jangan menghindar. Menghindar dari masalah hidup bukan solusi yang baik. Justru mari kita hadapi dengan kekuatan dari TUHAN. Hadapi pergumulan hidup ini. Bersama Tuhan Yesus Kristus kita bisa! (PF)

DOA Terhadap tantangan yang besar, orang yang tegar tidak akan menghindar. renung a

n

Para hamba Tuhan di medan pelayanan.


Bacaan Alkitab Setahun

Yehezkiel 36-38

sabtu, 14 september 2013

Daya Tahan Habakuk 3:17-19 ALLAH Tuhanku itu kekuatanku: Ia membuat kakiku seperti kaki rusa, Ia membiarkan aku berjejak di bukit-bukitku. Habakuk 3:19

Paceklik dan kekeringan berulang kali terjadi di sejumlah tempat di muka bumi ini. Dan saat itu terjadi, timbul kesengsaraan bagi manusia yang ada di wilayah tersebut. Orang mengalami kelaparan dan sakit penyakit serta kekerasan seperti perampokan meningkat. Apabila berlarut-larut, bisa membuat mentalitas banyak orang menjadi merosot. Hidup menjadi keras dan perilaku menjadi garang. Habakuk menghadapi kondisi negeri yang mengalami masa kesulitan besar. Kekeringan dan kegagalan panen terjadi di wilayah itu. Habakuk sebagai nabi TUHAN juga ikut terkena kesulitan yang dirasakan banyak orang saat itu. Segala hasil pertanian mengecewakan; peternakan juga mengalami kegagalan. Namun reaksi Habakuk sangat berbeda dengan reaksi banyak orang saat itu. Dia masih bisa bersorak sorai di dalam TUHAN dan bersukacita. Rahasia sukacita Habakuk bukan di dalam kesuksesan materi dan bisnis, tetapi di dalam TUHAN yang menyelamatkan. Sukacitanya tidak ditentukan oleh berhasil atau tidaknya pertanian dan peternakan. Orang yang meletakkan sukacitanya di dalam TUHAN Sang Penyelamat, akan menjadi orang yang sanggup bertahan hidupnya sekalipun menghadapi situasi yang sulit. TUHAN memberi optimisme dan kemampuan berpikir yang jauh ke depan melampaui situasi kesulitan yang sedang dihadapi. Habakuk tetap lincah bergerak di balik keterpurukan negerinya, seperti kaki rusa yang meloncat di atas bukit-bukit batu. Jikalau TUHAN menjadi Sumber Kekuatan, maka selalu ada cara TUHAN untuk membawa Saudara menghadapi kesulitan demi kesulitan. (LB)

DOA Kekuatan TUHAN membuat hidup ini tetap bersukacita. renung a

n

Pergumulan keluarga Kristen yang sedang bergumul dalam kesulitan ekonomi.


Bacaan Alkitab Setahun

Yehezkiel 39-41

minggu, 15 september 2013

Anak Tukang Kayu Matius 13:53-58 “Bukankah Ia ini anak tukang kayu? Bukankah ibu-Nya bernama Maria dan saudara-saudara-Nya: Yakobus, Yusuf, Simon dan Yudas?� Matius 13:55

Beberapa waktu yang lalu beredar buku riwayat hidup salah seorang tokoh pebisnis di Indonesia. Judulnya adalah Anak Singkong. Buku itu mengisahkan bagaimana tokoh ini bangkit dari keberadaannya sebagai seorang anak yang miskin sehingga menjadi konglomerat, pebisnis yang sukses. Buku ini banyak menginspirasi anak-anak muda agar mau bangkit dari kondisi ekonomi yang buruk beranjak menjadi semakin baik, melalui pertolongan Tuhan dan bekerja keras. Yesus dilecehkan oleh banyak orang yang tinggal sekampung denganNya. Ia memperoleh sebutan 'anak tukang kayu', yaitu anak Yusuf yang pekerjaannya memang sebagai tukang kayu di Nazaret. Nampaknya pekerjaan sebagai tukang kayu dianggap sebagai pekerjaan kelas bawah dalam masyarakat Yahudi pada masa itu. Ibu dan saudara-saudara kandung-Nya juga orang-orang 'biasa', yang tak ada keistimewaan sedikit pun. Dengan sikap melecehkan semacam itu, mereka tidak percaya bahwa Yesus Kristus akan mampu melakukan hal-hal yang besar. Bukankah ada pepatah bahwa seorang anak tidak akan jauh berbeda dari ayahnya 'like father, like son'? Yesus tidak menunjukkan kemarahan-Nya atas pelecehan yang diterima-Nya. Ia tidak peduli apa kata orang-orang di sekitar-Nya. Ia hanya peduli dengan apa yang Bapa-Nya katakan tentang diri-Nya: “Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan� (Lukas 3:22). Jangan marah dan kecewa terhadap masa lalu Saudara yang mungkin dianggap kurang beruntung. Tataplah masa depan bersama Tuhan, dan melangkahlah dengan pasti. Yang penting bukan apa kata manusia, melainkan apa kata Tuhan. Ia mengasihi Saudara dan menyertai Saudara untuk melakukan karya besar bagi Tuhan dan sesama. (PF)

DOA Jangan menghakimi orang hanya dari apa yang nampak di luar. renung a

n

Ketersediaan akses pendidikan dan kesehatan bagi kaum miskin.


Bacaan Alkitab Setahun

Yehezkiel 42-44

senin, 16 september 2013

Iman Yang Teruji Matius 15:21-28 “ Hai ibu. besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kau kehendaki.” Dan seketika itu juga anaknya sembuh. Matius 15:28

Ada sebuah kalimat bijak berkata, “God doesn't see your need, but He sees your faith” yang artinya bahwa Tuhan tidak melihat kebutuhanmu, tetapi Dia melihat imanmu. Hal inilah yang digambarkan dalam perikop di atas tentang seorang perempuan Kanaan. Dia datang kepada Tuhan Yesus dengan sebuah kebutuhan agar anaknya yang kerasukan setan dapat dilepaskan/disembuhkan. Betapa tidak mudahnya menerima kenyataan bahwa ternyata Tuhan Yesus sama sekali tidak menjawab permintaannya tersebut (ayat 23). Iman perempuan ini makin diuji ketika Tuhan Yesus berkata, “Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umatku Israel” (ayat 24). Dengan lain kata bahwa perempuan itu tidak layak mengajukan permohonan kepada Tuhan Yesus karena dia bukan dari golongan umat Israel. Yang paling mengejutkan adalah ketika Tuhan Yesus mengatakan, “Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing” (ayat 26). Kalau perempuan ini tidak mempunyai iman yang kuat, dia pasti akan kecewa dan pergi meninggalkan Tuhan Yesus. Tetapi perempuan ini tidak demikian. Dia tetap percaya bahwa Tuhan Yesus sanggup menolongnya. Imannya sungguh teruji ketika dia menjawab, “Benar Tuhan, namun anjing itu makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya” (ayat 27). Ini sungguh satu pernyataan iman yang luar biasa!, hingga Tuhan Yesus berkata, “Hai ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kau kehendaki.” Dan seketika itu juga anaknya sembuh. (ayat 28). Tuhan tidak melihat seberapa besar kebutuhan kita; seberapa banyak permohonan doa kita; atau betapa sulitnya persoalan hidup kita; tetapi Dia melihat seberapa besar iman kita kepada-Nya. (DI)

DOA Milikilah iman yang terus bertumbuh di dalam Tuhan Yesus! renung a

n

Agar setiap umat Tuhan tetap kuat imannya menghadapi kesulitan hidup ini.


Bacaan Alkitab Setahun

Yehezkiel 45-48

selasa, 17 september 2013

Masih Ada Tuhan Matius 26:36-44 “Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?� Matius 27:46

Seorang istri berdoa selama 10 tahun. Ia meminta kepada Tuhan agar mengubah suaminya yang pemabuk. Namun, hal itu tidak kunjung terjadi. Apa yang ada dalam benak Saudara jikalau permohonan doa Saudara belum juga mendapatkan jawaban? Masih bisakah Saudara memercayai bahwa Tuhan masih ada? Apakah Tuhan tidak mendengar doa Saudara? Apakah Dia tidak peduli dengan Saudara? Di Taman Getsemani, Yesus Kristus berdoa berjam-jam dan berulangkali. Dengan penuh kesedihan Ia memohon, kata-Nya: "Biarlah cawan ini lalu dari padaKu.� Namun ternyata doa-Nya tidak dikabulkan. Bapa di sorga sepertinya diam dan seolah tidak peduli dengan penderitaan yang harus ditanggung putra-Nya. Yesus akhirnya harus menerima penderitaan yang menghancurkan sekujur tubuh-Nya sampai mati di atas kayu salib. Apakah Saudara berdoa memohon sesuatu kepada Tuhan dan belum mendapatkan jawaban? Saudara berpikir bahwa apa yang Saudara minta adalah hal yang baik dan memuliakan nama Tuhan, tetapi mengapa tidak ada jawaban juga? Ada orang Kristen yang menjadi kecewa dan merasa Tuhan tidak lagi peduli, bahkan Tuhan dianggap sudah tidak ada lagi. Orang tersebut kemudian meninggalkan imannya kepada Tuhan Yesus Kristus dengan sakit hati. Sikap kecewa terhadap Tuhan tentu salah besar! Tuhan tetap baik dan Dia peduli terhadap hidup anak-anak-Nya. Jikalau doa belum dijawab, sesungguhnya kita yang tidak tahu bagaimana cara Allah bekerja. Kita tidak mengerti bagaimana Dia akan membawa kebaikan melalui semuanya ini. Oleh karena itu, kita harus percaya kepada-Nya. Kita mesti melepaskan hakhak kita dan membiarkan Allah melakukan apa yang terbaik bagi kita. (LB)

DOA Tuhan tetap ada walaupun kita tak memahami cara kerjanya. renung a

n

Orang Kristen yang dalam penderitaan/penganiayaan agar tabah dan tetap percaya.


Bacaan Alkitab Setahun

Daniel 1-3

rabu, 18 september 2013

Pengharapan Baru Di Dalam Tuhan Matius 28:16-20 Yesus mendekati mereka dan berkata: “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.� Matius 28:18

Duabelas murid Yesus adalah manusia yang penuh keterbatasan. Di saat bersama-sama dengan Yesus mereka melihat perkara-perkara ajaib terjadi. Apa yang tidak terpikirkan oleh manusia telah dilakukan oleh Yesus. Salah satu contoh yang membuat mereka heran adalah saat angin badai dan danau taat kepada-Nya (Markus 4:39-41). Tentu seluruh pengharapan para murid tertumpu kepada Tuhan Yesus. Kenyataan berbalik ketika Yesus mati disalib, pengharapan para murid seolah-olah hilang lenyap. Iman kepada Yesus menjadi pudar. Perasaan takut, gelisah bahkan putus asa menghantui hidup mereka. Perjalanan kehidupan ke depan terasa begitu berat dan sukar tanpa pengharapan. Syukur kepada Tuhan Yesus yang bangkit dari kematian. Hal ini menjadi pengharapan baru bagi para murid-Nya. Sebelum Yesus naik ke sorga, Dia mengajak kesebelas murid-Nya ke satu bukit di Galilea dan berkata �Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.� Pernyataan Yesus ini menunjukkan kepada semua muridmurid-Nya bahwa Dia dengan segala kuasa yang dimiliki sanggup untuk memampukan semua murid menjalankan kehidupannya walaupun menghadapi kesulitan dan kesukaran. Yesus sangat memahami hal itu. Itu sebabnya Dia berjanji untuk menyertai murid-murid-Nya selamalamanya. Dalam perjalanan hidup kekristenan di akhir zaman ini, umat Tuhan banyak diperhadapkan pada kesulitan dan kesukaran (2 Timotius 3:1-9). Jangan pesimis! Kuasa Tuhan Yesus memberikan pengharapan baru sehingga kita mampu menjalani hidup ini dengan optimis. (PS)

DOA Kekuatan dan pemulihan terjadi ketika kita berharap kepada-Nya. renung a

n

Di saat kesulitan dan kesukaran menghampiri hidupku, tolonglah aku untuk berharap kepada-Mu.


Bacaan Alkitab Setahun

Daniel 4-6

kamis, 19 september 2013

Tak Tergoyahkan Lukas 6:46–49 … Ketika datang air bah dan banjir melanda rumah itu, rumah itu tidak dapat digoyahkan, karena rumah itu kokoh dibangun. Lukas 6:48

Di kota-kota besar terlihat banyak bangunan gedung yang besar dan menjulang tinggi, orang menyebut “gedung pencakar langit”. Gedunggedung tersebut bisa tetap teguh berdiri karena fondasinya adalah betonbeton besar dimasukkan ke tanah yang sangat dalam. Insinyur teknik mengerjakan menghitung dengan cermat berapa dalam fondasi harus ditanam sebelum material bangunan disusun di atasnya. Seperti sebuah bangunan demikian pula hidup manusia yang akan selalu menghadapi berbagai terpaan angin kencang, hujan dan banjir yang melanda. Dalam hidup ini setiap orang pasti pernah menghadapi kesulitan, godaan, tantangan bahkan penderitaan dari dunia ini. Terkadang harus menghadapi sakit penyakit, kesulitan keuangan yang hebat, musibah dan bermacam kesusahan. Sebagian orang menjadi stres berat bahkan depresi saat persoalan datang menyerbu seperti banjir besar yang datang. Orang menjadi kalang kabut dan tidak mampu mengendalikan diri. Akibatnya hidup tidak tenang; tidak bisa tidur dengan nyenyak; jantung berdebar-debar; tekanan darah meninggi. Hidup terasa suram dan penuh kemurungan. Biasanya orang yang demikian karena selama hidupnya hanya memperhatikan kebutuhan jasmani saja. Hidup hanya untuk mengejar materi dan kepopuleran secara duniawi. Ini cara hidup tanpa dasar yang kuat! Tuhan Yesus bersabda: “Manusia hidup bukan dari roti saja tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah”. Orang yang melandaskan hidupnya dengan firman Tuhan akan menjadi kuat! Apapun yang menimpa hidupnya, tidak membuatnya jatuh tergeletak; tidak mengalami stres berat apalagi depresi. Dia masih bisa berharap dan bersyukur kepada Tuhan dalam segala keadaan. (LB)

DOA Bangun hidup dengan rohani yang baik, maka sejahtera terjadi. renung a

n

Kerinduan orang Kristen untuk merenungkan firman Tuhan.


Bacaan Alkitab Setahun

Daniel 7-9

jumat, 20 september 2013

Pengharapan Di Tengah Kemustahilan Yohanes 5:1-9 Di situ ada seorang yang sudah tiga puluh delapan tahun lamanya sakit. Yohanes 5:5 Tiga puluh delapan tahun menderita sakit lumpuh, wow! Betapa berat penderitaan orang tersebut. Kita menderita sakit seminggu atau dua minggu saja rasanya sudah cukup lama. Apalagi satu bulan, satu tahun, terlebih seperti kisah di Injil Yohanes tersebut, tiga puluh delapan tahun menderita sakit lumpuh. Betapa beratnya beban hidup yang ditanggungnya. Jelas stres amat berat yang dirasakannya. Di tengah kondisi stres berat tersebut, ternyata kita dapat belajar satu hal yang amat penting. Dengan kata lain, dalam kehidupan orang yang menderita tiga puluh delapan tahun tersebut masih tampak jelas satu-satunya hal yang amat positif. Apa itu? Pengharapan. Ya, suatu pengharapan. Orang tersebut masih memiliki satu-satunya kekuatan hidup yaitu pengharapan. Bagaimana kita bisa mengetahuinya? Tampak jelas dari ikhtiar orang tersebut. Dia berusaha mencari kesembuhan. Sekalipun Kitab Suci tidak menjelaskan ikhtiar dia tahun demi tahun, namun dari ikhtiar paling akhir di mana dia berada di kolam Betesda menandakan dia masih menaruh harap untuk sembuh. Mengapa pergi ke kolam Betesda? Karena air kolam tersebut mengandung khasiat menyembuhkan penyakit apapun. Air kolam berubah secara ajaib saat malaikat turun dan menggoncang air di kolam Betesda. Saat itulah siapa yang pertama masuk ke dalam kolam penyakitnya lenyap. Hanya sebatas orang pertama saja yang masuk kolam. Orang kedua, ketiga dan seterusnya yang masuk ke kolam tidak mengalami kesembuhan apa-apa. Suatu persaingan yang teramat berat. Terlebih buat orang yang sakit lumpuh! Jelas mustahil menjadi orang pertama yang masuk ke kolam saat malaikat turun. Pengharapan orang yang sakit lumpuh tiga puluh delapan tahun tersebut tidak sia-sia. Dia berjumpa Yesus, Sang Penyembuh. Seketika Yesus menyembuhkannya. Pengharapan di tengah kemustahilan yang menjadi kenyataan! (IE)

DOA

Tuhan adalah Sumber Pengharapan sejati. renung a

n

Ya Tuhan, Engkaulah pengharapanku satusatunya.


Bacaan Alkitab Setahun

Daniel 10-12

sabtu, 21 september 2013

Tetap Tabah Kisah Para Rasul 27:14-44 Tetapi sekarang, juga dalam kesukaran ini, aku menasihatkan kamu, supaya kamu tetap bertabah hati, sebab tidak seorangpun di antara kamu yang akan binasa, kecuali kapal ini. Kisah Para Rasul 27:22 Pengalaman naik kapal dari kota Jepara ke pulau Karimunjawa membuat saya sedikit trauma. Pasalnya selama perjalanan kira-kira lima jam gelombang laut agak tinggi. Hampir semua penumpang kapal mabuk laut. Dalam hati hanya bisa berdoa dan berharap tidak terjadi apapun. Bersyukur pada akhirnya kapal mendarat dengan selamat dan saya bersama teman-teman dapat menikmati indahnya panorama pulau Karimunjawa. Tak dapat dibayangkan betapa menegangkan dan menakutkan perjalanan yang dialami oleh Paulus bersama para tawanan. Mereka terombang-ambing di atas kapal selama lima belas hari karena laut dilanda angin badai yang dahsyat. Selama berhari-hari para penumpang kapal tidak makan. Berbagai cara dilakukan sampai sudah tidak ada lagi harapan untuk dapat selamat. Dalam kondisi demikian siapapun pasti hanya bisa pasrah tak berdaya dan menanti datangnya ajal. Itulah kenyataan yang terjadi! Kisah di atas menjadi menarik ketika Paulus tampil di tengah-tengah mereka dan memberikan nasihat supaya mereka tetap tabah. Meskipun bukan hal yang mudah meyakinkan semua penumpang untuk memercayai cerita tentang hadirnya seorang malaikat yang menyampaikan bahwa semua orang dalam kapal akan selamat, tetapi Paulus berhasil menguatkan hati mereka. Kisah perjalanan tersebut berakhir happy ending. Seluruh penumpang yang berjumlah dua ratus tujuh puluh enam orang selamat naik ke darat. Tak dapat dipungkiri bahwa ketika menghadapi peristiwa yang buruk dapat membuat kita putus asa. Firman Tuhan hari ini memberikan kita harapan bahwa ketika menghadapi badai gelombang kehidupan ini kita harus tetap tabah dan memercayai firman-Nya. Tuhan pasti melakukan perkara ajaib dalam hidup kita. (LL)

DOA Tetap tabah dan percaya firman-Nya pasti selamat dari bencana. renung a

n

Tuhan, berikan aku ketabahan hati dan tetap memercayai firman-Mu.


Bacaan Alkitab Setahun

Hosea 1-4

minggu, 22 september 2013

Masih Ada Jalan 1 Korintus 10:1-13 ‌ Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya. 1 Korintus 10:13

Dua tahun yang lalu dunia otomotif tanah air kita berbangga atas karya anak bangsa yang berhasil merakit mobil nasional. Hasil karya pelajar SMK khususnya dari kota Solo itu diberi nama “Esemka�. Dalam waktu sekejap konon sudah seribu unit telah dipesan. Sayangnya ketika diuji coba kelaikannya ternyata gagal karena ada komponen elektrik yang tidak memenuhi syarat internasional sehingga belum layak untuk dipasarkan dan diproduksi dalam jumlah besar. Meskipun mobil Esemka gagal dalam uji coba kelaikan namun masih ada jalan untuk memperbaiki hingga memenuhi standar internasional. Jika uji coba untuk mobil demi memperoleh standar kelayakan, namun ujian dan cobaan yang sekali waktu kita alami diizinkan Tuhan untuk menunjukkan bahwa Dia selalu memberi jalan keluar dari setiap pencobaan dan ujian. Ketika umat Tuhan mengalami kesulitan di padang belantara, seperti sulit mendapatkan air, roti dan daging, seharusnya mereka tetap tenang dan berpegang pada janji dan kesetiaan Allah Abraham, Ishak dan Yakub kepada mereka. Sayangnya mereka memberontak kepada Tuhan dengan melakukan penyembahan berhala; melakukan percabulan; mencobai Tuhan; bersungut-sungut sehingga mendatangkan murka Tuhan. Kita tidak mungkin terhindar dari ujian dan cobaan karena justru dari hal-hal itulah firman Allah mengajarkan pada kita bahwa Dia tidak akan membiarkan kita dicobai melampaui kekuatan kita. Dalam kesetiaan dan keadilan-Nya, Ia telah menyediakan jalan keluar asal kita hidup benar sesuai firman-Nya; bersedia merendahkan hati dan tidak menganggap bahwa kita lebih kuat, maka Tuhan pasti membuka jalan bagi kita. (SM)

DOA Jika Allah yang membuka jalan, siapakah yang dapat menutupnya? renung a

n

Jalan keluar atas pencobaan bagi setiap keluarga Kristen.


Bacaan Alkitab Setahun

Hosea 5-9

senin, 23 september 2013

Tetap Bersyukur Saat Sakit 2 Korintus 4:16-18 Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu. 1 Tesalonika 5:18

Saya pernah mengenal seorang hamba Tuhan seorang wanita yang menderita penyakit kanker. Semasa hidupnya dia tidak pernah menunjukkan kelemahannya, justru sebaliknya dia selalu bersemangat menjalani hidupnya. Yang membuat saya kagum, dia selalu bersyukur sekalipun rasa sakit menderanya. Rambutnya yang mulai rontok tidak membuat semangatnya pudar bahkan dalam keadaan fisik yang lemah, dia masih mampu memimpin pujian dengan baik. Saya begitu terinspirasi dengan semangat hamba Tuhan ini dalam memimpin pujian yang tidak kalah dengan orang yang sehat. Walau akhirnya Tuhan memanggilnya pulang ke rumahNya namun kesaksian hidupnya menjadi teladan bagi setiap orang yang mengenalnya. Dalam kondisi hidup yang berat kadang ucapan syukur sulit keluar dari mulut kita. Keadaan ekonomi yang kurang, kesehatan yang memburuk, pertengkaran dalam rumah tangga, usaha yang mengalami penurunan dan lain sebagainya membuat kita hanya bisa meratapi apa yang kita alami. Rasul Paulus mengajarkan kepada kita untuk tetap mengucap syukur dalam segala hal bahkan menghadapi maut sekalipun. Bagaimana caranya? Pertama, jangan pernah tawar hati. Artinya tetap bersukacita, tetap bersemangat sekalipun dalam keadaan sakit yang berat. Kedua, fokus pada kekekalan. Artinya sekalipun tubuh jasmaniah kita semakin merosot namun teruslah memperbaharui manusia batiniah kita, karena itulah yang membawa kita pada kekekalan. Bagi Saudara yang saat ini sedang menghadapi penyakit yang berat dan dokter sudah angkat tangan, mari belajar untuk tidak terus-menerus meratapi kondisi Saudara. Tetaplah naikkan ucapan syukur karena dengan bersyukur justru kekuatan akan ditambahkan dalam menghadapi sakit penyakit yang Saudara derita. (LP)

DOA Mari berhenti mengeluh, tetaplah bersyukur dalam situasi yang keruh. renung a

n

Pergumulan jemaat Tuhan yang sakit parah.


Bacaan Alkitab Setahun

Hosea 10-14

selasa, 24 september 2013

Kekuatan Ekstra Filipi 4:12-18 Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku. Filipi 4:13

Pada saat menulis surat penggembalaan kepada Jemaat Filipi, Paulus sedang dipenjara karena pemberitaan Injil yang ia lakukan. Mengapa ia bisa tetap kuat di tengah penderitaan? Karena Paulus dapat memahami apa yang sedang ia alami. Dia bisa menerima kenyataan hidup ketika mengalami kekurangan atau kelimpahan. Sebagai seorang rasul yang juga bekerja sebagai pembuat tenda, dia berjuang dengan keras dalam bekerja dan memberitakan Injil. Pengalamannya di dalam kekurangan atau kelimpahan bukanlah merupakan rahasia bagi jemaat. Tidak pernah kekurangan karena ada penghasilan dari pembuatan tenda sehingga cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dan juga pelayanan pekabaran Injil. Selain itu, mengapa Paulus tetap kuat? Karena ia telah mengalami kekuatan yang dari Tuhan yang membuatnya tidak putus asa. Ia percaya bahwa Tuhan pasti dan selalu memberi jalan keluar. Bukti pemeliharaan Tuhan baginya melalui Jemaat Filipi yang sangat memperhatikan Paulus. Sewaktu berada di Tesalonika, Paulus pernah dua kali menerima kiriman dari Filipi, dan saat berkirim surat ini Paulus juga menyatakan terima kasihnya sebab kembali jemaat mengirimkan bantuan lewat Epafroditus (Filipi 4:18). Paulus dapat menanggung segala perkara di dalam Tuhan karena pemeliharaan Tuhan yang luar biasa terhadap dirinya sudah ia alami. Melalui keteladanan hidup Paulus dan Jemaat Filipi, biarlah kita tetap berharap pada Tuhan dan bersedia hidup dalam kebenaran firmanNya. Kehidupan rohani seperti inilah yang membuat kita semua mengalami kekuatan ekstra dari Tuhan tiap-tiap hari sehingga kita dapat berkata, “Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.� (AS)

DOA Ada kekuatan ekstra saat hidup dalam kebenaran firman Tuhan. renung a

n

Kekuatan ekstra bagi para hamba Tuhan yang berjuang di ladang Tuhan.


Bacaan Alkitab Setahun

Yoel 1-3

rabu, 25 september 2013

Hidup Sederhana 1 Timotius 6:1–10 Asal ada makanan dan pakaian, cukuplah. 1 Timotius 6:8

Pepatah kuno mengatakan: “Jangan lebih besar pasak daripada tiang.” Pepatah kuno ini sesuai dengan firman Tuhan dan tetap relevan sampai kapanpun. Sebagian orang mengalami kesulitan ekonomi keluarga karena mengabaikan nasihat pepatah kuno tersebut. Pengeluaran tidak dikontrol dengan baik. Orang memburu kesenangan dan tidak tahu prioritas pengeluaran. Sebagian orang juga mengalami kekurangan ekonomi karena tidak pernah menabung ketika memiliki sedikit kelonggaran uang. Semua dihabiskan untuk memenuhi keinginan. Ajaran firman Tuhan sangat baik dan patut diikuti agar hidup terhindar dari penderitaan yang tidak seharusnya terjadi. Rasa cukup atas apa yang ada membuat seseorang bisa bersyukur kepada Tuhan. Orang yang bisa bersyukur akan mendorong dia bekerja dengan gairah dan sukacita dan menghasilkan sesuatu yang baik! Bisakah Saudara berkata “cukup” untuk pemeliharaan Tuhan hari ini? Apakah Saudara bisa mensyukuri apa yang ada saat ini? Mungkin hanya nasi dan lauk pauk sederhana serta pakaian sederhana, tidak mengapa. Semua yang ada adalah berkat Tuhan, sambutlah dengan senyum. Bersyukur dengan tulus hati dan terus bekerja dengan baik karena Tuhan Sang Pemelihara hidup tidak akan mengecewakan. Jikalau Tuhan memercayakan rezeki lebih banyak dari apa yang menjadi kebutuhan hidup sehari-hari, atur dan gunakan untuk hal-hal yang bermanfaat. Bahkan kita diajarkan untuk menyalurkan berkat Tuhan kepada sesama yang kekurangan atau memberkati gereja Tuhan melalui rezeki yang Tuhan limpahkan. Dengan demikian hidup kita sebagai orang percaya berkenan kepada Tuhan dan menjadi berkat bagi yang lain. (LB) DOA Hidup sederhana adalah hidup yang memuliakan nama Tuhan.

renung a

n

Jaga hatiku dan mataku dari keinginan-keinginan yang tidak bermanfaat.


Bacaan Alkitab Setahun

Amos 1-4

kamis, 26 september 2013

Kuasa-Nya Tak Berubah Ibrani 11:32-40 Sebab Allah telah menyediakan sesuatu yang lebih baik bagi kita; ‌ Ibrani 11:40

Salah seorang rekan memiliki kesukaan membeli handphone dan terus menggantinya, karena teknologi yang terus berkembang. Perubahan terjadi dengan cepat bukan dalam hitungan tahun, tetapi bulan, minggu, bahkan hari. Akhirnya ia merasa capek sendiri, dan hanya mengganti handphone yang dipakainya dua tahun sekali. Selain demi penghematan, ia merasa tidak mampu mengejar perubahan yang terus terjadi. Itulah dunia di mana kita berada. semuanya terus berubah dan berubah. Namun di tengah segala perubahan semacam itu, ada satu hal yang menguatkan dan menghiburkan kita, yaitu Allah, yang kasih dan kuasa-Nya serta firman-Nya tidak berubah. Dalam bacaan Alkitab kita hari ini ada ayat-ayat yang menunjukkan kesetiaan dan kuasa Allah yang tidak berubah. Jika Allah setia, mengapa Ia seperti 'membiarkan' anak-anak-Nya mengalami penderitaan? Apa bentuk kuasa dan kasihNya yang tak berubah itu? Bentuknya adalah penyediaan masa depan dan hidup kekal yang jauh lebih baik bagi kita. Jadi, penderitaan yang dialami bukan akhir dari segalanya, melainkan bagian dari proses untuk bisa menikmati janji Tuhan itu. Jika tidak ada penderitaan, bagaimana bisa mensyukuri kemuliaan? Jika tidak ada pergumulan ekonomi, bagaimana bisa mensyukuri setiap rupiah yang kita peroleh dari Tuhan. Jika tidak pernah mengalami sakit, bagaimana mensyukuri setiap nafas yang kita hembuskan? Jika tidak ada penderitaan akibat beda pendapat dengan suami/istri atau sesama, bagaimana bisa menghargai perbedaan? Jadi, percayalah! Allah tidak berubah. Proses yang kita jalani akan membentuk kita menjadi pribadi yang menyenangkan hati-Nya. (PF)

DOA Dalam kuasa Tuhan yang tak berubah, kita bisa tetap tabah. renung a

n

Para pemberita Injil di mana pun berada.


Bacaan Alkitab Setahun

Amos 5-9

jumat, 27 september 2013

Pelaku Firman Tuhan Yakobus 1:22-24 Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. Matius 7:21

Ketika orang Kristen beribadah di gereja tidak jarang mereka terkesan pada saat firman Tuhan disampaikan, sehingga saat pulang dari ibadah mereka biasanya saling mengungkapkan kesan. Ada yang terkesan dengan khotbah yang bagus dan sistematis; ada yang terkesan khotbah yang penuh dengan urapan dan wibawa; namun ada juga yang terkesan dengan lucunya muatan khotbah yang membuat jemaat tidak mengantuk. Memiliki kesan-kesan seperti itu tentu tidak salah. Namun kalau kita hanya puas dan berhenti pada kesan, maka kita hanya disebut sebagai pendengar firman yang baik saja. Rasul Yakobus dalam pelayanannya mengingatkan kita agar tidak hanya menjadi pendengar saja tetapi menjadi pelaku firman Tuhan. Alasannya adalah pertama, dengan menjadi pelaku firman, kita bisa membuktikan bahwa kita mengasihi dan menghormati Allah dan tidak disebut sebagai orang yang bodoh karena membohongi diri sendiri. Kedua, sebagai bukti bahwa kita adalah orang yang berhak masuk ke dalam Kerajaan Allah dan berhak menikmati kasih karunia demi kasih karunia (Matius 7:21). Ketiga, sebagai bukti bahwa kita adalah pengikut Kristus yang setia karena meneladani hidup Tuhan Yesus Kristus yang telah melakukan kehendak Bapa dan menyelesaikan pekerjaan Bapa (Yohanes 4:34). Oleh karena itu jangan hanya menjadi pendengar dan berhenti pada kesan saja. Tetapi marilah kita bangun iman kita dengan melakukan firman Tuhan, sehingga kita menjadi orang percaya yang kokoh dalam menghadapi badai persoalan dan menjadi orang yang berbahagia. (ADL) DOA Tidak ada kekuatan yang besar dalam melawan gelombang kehidupan selain melakukan firman Tuhan. renung an

Supaya semua orang beriman membangun hidupnya di atas batu yang kokoh yaitu firman Tuhan.


Bacaan Alkitab Setahun

Obaja 1 - Yunus 4

sabtu, 28 september 2013

Tahan Dalam Penderitaan Yakobus 5:7-11 “Sesungguhnya petani menantikan hasil yang berharga dari tanahnya dan ia sabar sampai telah turun hujan musim gugur dan hujan musim semi.� Yakobus 5:7b

Bagaimana bisa aku bertahan kalau ekonomi keluargaku seperti ini? Bagaimana mungkin aku bisa bertahan dengan keadaan semacam ini? Bagaimana aku bisa bertahan dalam sakit yang kualami ini? Pertanyaanpertanyaan semacam ini kerap kali muncul di tengah situasi sulit yang dihadapi oleh seseorang. Bertahan di tengah kesulitan atau penderitaan bukanlah satu hal yang mudah untuk dilakukan. Lebih mudah bagi seseorang untuk menyerah dan berkeluh kesah dengan keadaannya daripada tetap bertahan untuk tabah, sabar dan bahkan mengucap syukur di tengah pergumulan yang berat. Yakobus memberi nasihat kepada kita untuk tetap bersabar dan tetap meneguhkan hati untuk percaya kepada Tuhan sekalipun kita sedang menghadapi penderitaan, karena kedatangan Tuhan sudah dekat. Kita tidak tahu saat kapan Tuhan datang, tetapi kita diminta untuk tetap bertahan dalam pergumulan yang kita hadapi. Kita diminta untuk tidak bersungut-sungut karena keadaan dan tidak saling menyalahkan. Hal ini ia tuliskan mengingat di tengah kesulitan orang cenderung untuk bersungutsungut dan saling menyalahkan satu dengan yang lain, bahkan menyalahkan Tuhan. Yakobus memberi contoh Ayub yang mampu bertahan dalam penderitaan dan tetap meneguhkan hatinya untuk percaya kepada Allah dan tetap berkata yang benar tentang Allah (Ayub 42:7). Oleh karena Ayub tetap bertahan dalam penderitaannya, maka Allah memulihkan keadaan Ayub menjadi jauh lebih baik daripada keadaan sebelumnya. Jika kita mampu bertahan dalam penderitaan, tetap meneguhkan hati untuk percaya, dan tetap menjaga hidup benar di hadapan Tuhan, maka Tuhan sanggup memulihkan keadaan kita. (YL)

DOA Ada berkat pemulihan bagi orang yang tetap bertahan dalam penderitaan. renung a

n

Orang-orang yang sedang berada dalam penderitaan yang berat agar mampu bertahan.


Bacaan Alkitab Setahun

Mikha 1-5

minggu, 29 september 2013

Mukjizat-Nya Nyata Yakobus 5:15–16 Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh. Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya. Yakobus 5 : 16

Dalam situasi yang sulit, manusia terkadang mencoba tawar menawar dengan Allah, seolah-olah Dia dapat dimanipulasi untuk bertindak sesuai dengan keinginan mereka. Tetapi sebagai orang yang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus, kita tidak boleh tawar menawar dengan Allah. Kita hanya perlu berdoa secara efektif kepada Allah, yaitu berseru kepada-Nya dengan suatu kepastian bahwa hanya Dia yang mampu menyelesaikan masalah kita. Ada seorang jemaat yang sakit, dalam keadaan badan lemas, perut kram, perasaan cemas dan mengeluarkan keringat dingin tiba-tiba jatuh pingsan, bakan kejadian itu berulang kali terjadi. Sempat dibawa beberapa kali ke rumah sakit dan dirawat di ruang ICU. Tetapi setelah di laboratorium hasil pemeriksaan dalam kondisi baik, dokter menyatakan sehat. Pada posisi inilah kami mengajak untuk belajar mencari kehendak Tuhan melalui firman Tuhan. Jemaat ini merasa kaget ketika firman Tuhan dibacakan. Ia tak tahan dan meneteskan air matanya. Dia sadar ternyata apa yang dialaminya disebabkan karena dosa. Setelah dibereskan dengan Tuhan dan pada pihak yang bersangkutan, ia mengalami kesembuhan sampai hari ini. Tuhan selalu merespons iman kita. Dia turut campur tangan atas hidup anak-anak-Nya yang hidup benar. Yang menjadi masalah adalah, tidak semua orang hidup dengan hati nurani yang lurus. Apabila tidak mau menyesali pelanggaran kita, maka Allah tidak akan menggubris doa kita. Itulah sebabnya kesulitan seringkali menghampiri kita. Kita harus mengakui segala dosa kita sebelum kita dapat mengharapkan pertolongan Allah. Allah hendak menolong kita. Kasih-Nya atas kita. Itulah yang mendorong-Nya untuk memberikan kenyamanan, kekuatan, dan pertolongan di saat kita tengah berada dalam masalah. (YR)

DOA Mukjizat Allah terjadi bukan di saat yang nyaman, tetapi justru di saat yang sulit. renung a

n

Bapa, ingatkanlah kami untuk tetap percaya kepada-Mu sekalipun keadaan tidak mendukung.


Bacaan Alkitab Setahun

Mikha 6 - Nahum 3

senin, 30 september 2013

Menghadapi Tantangan Di Usia Lanjut Wahyu 1:9-11 Aku, Yohanes, saudara dan sekutumu dalam kesusahan, dalam Kerajaan dan dalam ketekunan menantikan Yesus, berada di pulau yang bernama Patmos oleh karena firman Allah dan kesaksian yang diberikan oleh Yesus. Wahyu 1:9 Betapa bahagianya seseorang yang memiliki usia lanjut dan tetap sehat. Bukankah usia lanjut dan tetap sehat menjadi dambaan umat manusia di seluruh dunia. Seperti sajak Chairil Anwar yang mengatakan, “Aku mau hidup 1.000 tahun.” Memang banyak manusia di abad XXI ini yang berusaha keras untuk memperpanjang usia dan hidup sehat. Entah melalui olahraga rutin secara teratur. Entah melalui seleksi ketat menu makanan yang menjadi makanan sehari-hari. Entah melalui bantuan vitamin-vitamin. Dan entah melalui apa lagi. Semuanya baik karena memang ditujukan untuk kebaikan yaitu kesehatan dan panjang umur. Namun apa jadinya, di saat memasuki usia lanjut, kesulitan tiba-tiba muncul. Yohanes, salah seorang murid Yesus memiliki usia lanjut dan sehat. Saat tulisan kitab Wahyu digoreskan, saat itu usianya diperkirakan sudah di atas 90 tahun. Suatu usia yang cukup lanjut. Di mana Yohanes berada saat itu? Ah, ternyata dia dibuang di suatu pulau kecil dan terpencil sebagai tawanan. Pulau Patmos! Jelas kondisi pulau Patmos saat itu tidak seperti masa kini. Masa kini ribuan turis sering mengunjungi pulau Patmos. Yohanes hidup sendiri saat itu di pulau Patmos. Benar-benar dia sedang menghadapi tantangan teramat berat di usia lanjut. Jelas dikatakan dalam nas bacaan kita, “Aku Yohanes, saudara dan sekutumu dalam kesusahan.” Kata “kesusahan” menjelaskan kondisi yang sedang dihadapi Yohanes. Namun dalam kondisi kesusahan, Yohanes telah menjadi berkat besar bagi gereja Tuhan di sepanjang abad. Gereja Tuhan mewarisi kitab Wahyu, suatu kitab yang amat penting untuk memahami peristiwa-peristiwa akhir zaman. Jadi, di usia lanjut sekalipun menghadapi tantangan tetap bisa menjadi berkat. (IE)

DOA Bersama Tuhan di usia kapanpun kita bisa menjadi berkat. renung a

n

Jadikan hidupku sehari-hari ya Tuhan menjadi berkat bagi orang lain.


Artikel

Oleh :

Lydia Lianawati, M.Th.

Lepas


Kesukaran dalam hidup manusia di muka bumi Adam dan Hawa sempat mencicipi indahnya dan nikmatnya tinggal di taman Eden. Semua kebutuhan mereka sudah disediakan oleh Allah. Sayang sekali mereka jatuh dalam dosa sehingga Allah mengusir mereka dari taman Eden. Sejak saat itu mereka harus bersusah payah mencari rezeki dan berpeluh mencari makanan seumur hidup mereka. Hal itu kemudian dikenakan kepada semua manusia di muka bumi ini. Bersusah payah dan berpeluh artinya manusia harus bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka. Di dalam upaya mereka mencari rezeki, ada kalanya bahkan seringkali mereka menghadapi kendala atau kesukaran. Masalah rezeki sebenarnya ada unsur campur tangan dari Allah, Sang Pencipta dan Pemberi kehidupan. Tanpa campur tangan Allah mana mungkin manusia dapat menghidupi dirinya. Contohnya ketika manusia menanam benih. Benih itu membutuhkan panas d a n a i r. Tu h a n l a h y a n g

menurunkan panas matahari ke bumi dan menurunkan hujan air yang meresap ke dalam tanah sehingga benih itu dapat bertumbuh dan hasilnya dapat dinikmati manusia. Dalam kehidupan ini kesukaran seringkali melanda, artinya bahwa kehidupan tidak berjalan seperti yang diharapkan, misalnya para petani mengalami gagal panen atau para nelayan gagal mendapatkan ikan karena cuaca yang tidak menentu atau datangnya angin badai yang dahsyat di laut. Begitu juga dalam hidup manusia seringkali mengalami kesukaran bagaikan badai gelombang yang datangnya secara tiba-tiba tanpa diduga seperti sakit penyakit; diberhentikan dari pekerjaan karena perusahaan mengalami kebangkrutan; kehilangan orangtua sehingga mengalami putus pendidikan; istri yang kehilangan suami sebagai penopang hidup; keretakan dalam rumah tangga karena adanya berbagai faktor seperti masalah ekonomi, tidak adanya rasa saling menghormati atau mungkin salah satu pihak entah


suami atau istri mengingkari kesetiaan; patah hati karena ditinggal kekasih; dan masih banyak lagi kesukaran dalam hidup ini yang harus dihadapi manusia. Masa yang sukar di akhir zaman Kesukaran-kesukaran di atas adalah hal yang lazim terjadi dan dapat dialami oleh setiap manusia di muka bumi ini. Namun pada hari-hari terakhir, manusia akan menghadapi masa-masa yang sukar seperti yang disampaikan Paulus dalam suratnya kepada Timotius yang mengatakan “Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar” (2 Ti m o t i u s 3 : 1 ) . A p a y a n g dimaksud dengan “hari-hari terakhir”? Hari-hari terakhir berbicara tentang hari-hari menjelang akhir zaman atau sebelum datangnya “hari Tuhan” (Yoel 2:31; Kisah 2:20) . Istilah lain yang dipakai oleh Paulus adalah “di waktu-waktu kemudian” (1 Timotius 4:1). S e d a n g k a n Tu h a n Ye s u s menyebutkan hari-hari terakhir sebagai permulaan penderitaan

menjelang zaman baru (Matius 24:8). Petrus menyebutnya “hari-hari zaman akhir” (2 Petrus 3) dan Yohanes menyebut “waktu yang terakhir” di mana akan datang Antikristus yang berusaha menyesatkan jemaat Tuhan (1 Yohanes 2:18,26). Hari-hari itu terjadi dimulai dari kedatangan Tuhan Yesus yang pertama sampai menjelang kedatangan-Nya yang kedua. Rentang waktu itu orang yang jahat akan bertambah jahat. Pada hari-hari terakhir tersebut terjadi sesuatu seperti yang belum pernah terjadi sebelumnya sejak awal dunia dijadikan (Matius 24:21) yaitu datangnya masa yang sukar. Apa yang dimaksud “masa yang sukar”? Kata “sukar” dalam bahasa Yunani adalah χαλεπος khalepos artinya 'sukar' atau 'berat', yang di dalamnya terkandung pengertian 'berat untuk dipikul' (kesakitan fisik atau mental), atau juga 'berat untuk dihadapi, ganas, berbahaya', 'penuh ancaman'. Kata 'khalepos' ini hanya digunakan 2 (dua) kali dalam Alkitab Perjanjian Baru, yaitu di 2


Timotius 3:1; dan di Matius 8:28 di mana di daerah orang Gadara ada dua orang yang kerasukan setan dan sangat 'berbahaya' (Khalepos). Jadi masa yang sukar dapat disebut juga dalam bahasa Jawa “zaman edan�, karena sangat sukar dan berbahaya. Tu h a n Ye s u s d a l a m khotbah-Nya tentang akhir zaman memberikan petunjuk tentang masa-masa yang sukar yaitu munculnya nabi-nabi palsu yang akan menyesatkan banyak orang; perang bangsa melawan bangsa dan kerajaan melawan kerajaan; kelaparan; gempa bumi; orang percaya disiksa, dibunuh dan dibenci oleh karena nama Tuhan Yesus; kemurtadan, kedurhakaan; kasih kepada orang menjadi dingin (Matius 24:5-12). Rasul Petrus dalam suratnya kepada jemaat yang berdiaspora menyampaikan pada hari-hari itu akan tampil pengejek-pengejek yang hidup menuruti hawa nafsunya (2 Petrus 3:3). Masa-masa yang sukar itu akan diikuti dengan perilaku manusia yang buruk dan berbahaya. Berikut sederet perilaku/karakter manusia yang

buruk yang disampaikan oleh Paulus kepada Timotius yang menyebabkan terjadinya kesukaran bagi hidup manusia itu sendiri, yaitu mencintai diri sendiri; menjadi hamba uang; membual; menyombongkan diri; menjadi pemfitnah; berontak terhadap orang tua; tidak tahu berterima kasih; tidak mempedulikan agama; tidak tahu mengasihi; tidak mau berdamai; suka menjelekkan orang; tidak dapat mengekang diri, garang; tidak suka yang baik; suka mengkhianat; tidak berpikir panjang; berlagak tahu; lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah; menjalankan ibadah hanya secara lahirilah; menentang kebenaran; akal bobrok; iman tidak tahan uji (2 Timotius 3:2-9). Pengharapan bagi umat Tuhan di akhir zaman Jemaat Tuhan tidak perlu takut menghadapi masa yang sukar pada hari-hari terakhir. Mengapa? Karena pada w a k t u i t u Tu h a n a k a n mencurahkan Roh-Nya ke atas semua manusia. Hal tersebut


telah dinubuatkan oleh nabi Yoel (Yoel 2:28-29) dan telah digenapi pada hari Pentakosta seperti yang dikutip oleh Petrus dalam kotbahnya: “Akan terjadi pada hari-hari terakhir-demikianlah firman Allah-bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia; maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat, dan teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan, dan orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi. Juga ke atas hamba-hamba-Ku laki-laki dan perempuan akan Kucurahkan Roh-Ku pada hari-hari itu dan mereka akan bernubuat “ (Kisah 2:17-18). Pencurahan Roh Kudus tersebut akan disertai dengan mukjizat-mukjizat dan tandatanda ajaib di langit dan di bumi (Kisah 2:19-20). Apa yang menjadi pengharapan umat Tuhan? Apabila Roh Kudus dicurahkan, umat Tuhan diberi kuasa untuk melawan tipu muslihat Iblis dan ada tanda-tanda yang menyertai orang-orang percaya yaitu mereka akan mengusir setansetan demi nama-Ku, mereka

akan berbicara dalam bahasabahasa yang baru bagi mereka, mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh" (Markus 16:17-18). Lebih daripada itu di Kisah 2:21 dikatakan bahwa “barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan akan diselamatkan.“ Tuhan Yesus sendiri juga mengatakan bahwa “orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat “ (Matius 24:13). Jadi di dalam Tu h a n Ye s u s K r i s t u s a d a pengharapan dan keselamatan! Te t a p w a s p a d a , j a n g a n disesatkan! Tuhan Yesus dan para rasul seperti Paulus, Petrus dan Yohanes memberikan perhatian khusus terhadap akhir zaman di mana manusia akan menghadapi masa-masa yang sukar pada harihari terakhir tersebut. Tuhan Yesus menasihati murid-muridNya: "Waspadalah supaya jangan ada orang yang menyesatkan kamu!” (Matius 24:4). Begitu


banyaknya ajaran-ajaran yang menyesatkan membuat Paulus merasa was-was. Itu sebabnya ia merasa perlu mengingatkan Timotius yang masih muda pada waktu itu untuk berhati-hati. Begitu juga dengan Petrus dan Yohanes yang mengingatkan jemaat Tuhan untuk waspada supaya tidak terseret ke dalam kesesatan, senantiasa menjaga diri hidup dalam kekudusan sehingga tak bercacat dan tak bernoda. Tidak menutup kemungkinan bahwa hambahamba Tuhan yang dipakai Tuhan luar biasa dengan kuasa Roh Kudus-Nya dapat mengalami kejatuhan karena kesombongan atau memberikan ajaran-ajaran yang tidak sesuai atau menyimpang dari apa yang tertulis dalam Kitab Suci. Sebagai orang percaya kita harus waspada dan berhati-hati supaya tidak

disesatkan. Kita harus tetap kokoh berpegang pada firman Tu h a n d a n h i d u p d a l a m kebenaran-Nya. Kita harus memiliki iman yang teguh supaya tidak bisa diombang-ambingkan oleh ajaran-ajaran palsu di harihari terakhir di masa-masa yang sukar ini. Kita juga harus berusaha hidup kudus dan tetap tinggal di dalam Kristus untuk memperoleh hidup yang kekal (1 Yohanes 2:24-25). Bagi yang menang dalam menghadapi masa-masa yang sukar tersebut, Tuhan tidak akan menghapus namanya dari kitab kehidupan (Wahyu 3:5). Mari kita terus menjalani h i d u p i n i b e r s a m a Tu h a n sekalipun menghadapi banyak penderitaan. Dia telah sediakan mahkota kehidupan bagi kita yang tetap setia kepada-Nya dan tetap bertahan sampai akhir hidup kita. Amin. 

Ralat Sinar Kasih Edisi Juni 2013 : Pada kolom Renungan tanggal 26 Juni 2013, alinea 1 baris ke-3 tertulis: Di sebagian gereja-gereja Kristen, Doa Bapa Kami diucapkan secara rutin dalam ibadah hari selasa...yang benar seharusnya : ...ibadah hari Minggu. Demikian ralat kami sampaikan, mohon maaf atas kesalahan penulisan. Tuhan memberkati.


Ulangan 28:2-6

Berkat

Tuhan

Segala berkat ini akan datang kepadamu dan menjadi bagianmu, jika engkau mendengarkan suara TUHAN, Allahmu: Diberkatilah engkau di kota dan diberkatilah engkau di ladang. Diberkatilah buah kandunganmu, hasil bumimu dan hasil ternakmu, yakni anak lembu sapimu dan kandungan kambing dombamu. Diberkatilah bakulmu dan tempat adonanmu. Diberkatilah engkau pada waktu masuk dan diberkatilah engkau pada waktu keluar.


Ulangan 28:2-6

Berkat

Tuhan

Segala berkat ini akan datang kepadamu dan menjadi bagianmu, jika engkau mendengarkan suara TUHAN, Allahmu: Diberkatilah engkau di kota dan diberkatilah engkau di ladang. Diberkatilah buah kandunganmu, hasil bumimu dan hasil ternakmu, yakni anak lembu sapimu dan kandungan kambing dombamu. Diberkatilah bakulmu dan tempat adonanmu. Diberkatilah engkau pada waktu masuk dan diberkatilah engkau pada waktu keluar.

[Title will be auto-generated]  

http://www.isaalmasih.or.id/pdf/201309.pdf

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you