Issuu on Google+

Praka ta

Kasih Yang Memulihkan Memasuki bulan Desember merupakan kebahagiaan tersendiri di hati kita. Betapa tidak! Tuhan telah menyertai kita sepanjang tahun 2010, dan sesaat lagi kita akan menapak tahun yang baru. Di bulan yang terakhir pada tahun ini kita mengingat kembali kasih Allah yang dinyatakan dengan mengirimkan Anak-Nya Yang Tunggal itu ke dunia ini, lahir di kandang yang hina. Natal selalu membawa hati kita kepada besarnya pengorbanan yang telah ditunjukkan Allah dalam kasih-Nya itu. Dari sini kita belajar untuk menyatakan kasih Allah kepada orang lain di sekitar kita. Natal bukanlah kemeriahan dan kemewahan untuk kita nikmati sendiri, melainkan untuk berbagi ceria dengan sesama kita. Masih banyak orang di sekitar kita yang tersisih dan terbuang. Mari kita sisihkan berkat Tuhan bagi mereka, agar mereka pun mengalami sukacita Natal itu. Kasih Allah dalam Natal itu juga memulihkan. Apabila di tahun 2010 ini ada anggota keluarga atau teman yang memiliki ganjalan hati, mari kita segera membereskannya dan tidak terus membawa pertikaian itu ke tahun depan. Pulihkan segala hubungan yang retak, sehingga damai sejahtera Tuhan kita bawa melintasi tahun ini memasuki tahun yang baru … Selamat Natal 2010 dan Selamat Menyongsing Tahun Baru 2011...

Semarang, 1 Desember 2010 - Redaksi Sinar Kasih

Terima Ka sih

Redaksi Sinar Kasih mengucapkan terima kasih atas persembahan yang telah diberikan oleh pembaca yang budiman. Perlu Saudara ketahui bahwa persembahan yang Saudara berikan sangat bermanfaat untuk mendukung pelayanan Sinar Kasih bagi hamba-hamba Tuhan yang melayani di daerah-daerah yang sulit mendapatkan buku renungan harian. Apabila Saudara rindu untuk mendukung pelayanan tersebut, Saudara dapat mengirimkannya melalui wesel pos ke Redaksi Sinar Kasih, Jl. Pringgading 13 Semarang - 50135, atau transfer melalui BCA KCP Bangkong a/n Bambang Santoso atau Lydia Lianawati No. A/C 7830340381. Tuhan Yesus Kristus membalas setiap dukungan doa dan dana Saudara dengan berkat-Nya yang melimpah.

Redaksi

Penasihat : Pdt. Indrawan Eleeas, Budhi Wibowo · Pemimpin Redaksi : Lydia Lianawati · Redaktur Pelaksana : Pdt. Petrus F. Setiadarma, Pdt. Lukas Budijana, Pdt. Agus Sutrisno, Pdt. Anon D. Lukito · Sekretaris : Bibit Gunawan · Bendahara : Bambang Santoso · Penulis : Pdt. Indrawan Eleeas (IE), Pdt. Petrus F.S. (PF), Pdt. Lukas Budijana (LB), Pdt. Tan Tjiok Tie (TTT), Pdt. Anon Dwi Lukito (ADL), Pdt. Agus Sutrisno (AS), Pdt. Sudra Militanto (SM), Pdt. Dasiman (D), Pdt. Lie Yun Ling (YL), Rony Chandra (RC), Leny Pancaningrum (LP), Imeiliana (MI), Lydia Lianawati (LL), Pdt. Dedy Irianto (DI) · Desain Grafis/Layout : Rahelia Linda · Pengganti ongkos cetak : Rp 4000,- (empat ribu rupiah)

Alama t Redaksi

Jl. Pringgading 13 Semarang - 50135 Telp. 024-3540563 Fax. 024-3559861 email : renungan_sk@yahoo.com website :

www.sinarkasih.net


Form Berla n gga na n Harap diisi dengan huruf cetak

Nama

: _____________________________________________

Alamat

: _____________________________________________ _____________________________________________

Kota & Kode Pos : _____________________________________________ Telepon/HP

: _____________________________________________

Harga berlangganan untuk satu eksemplar (termasuk ongkos kirim): Jawa dan Bali

:

6 bulan Rp 33.000,-

12 bulan Rp 65.000,-

Luar Jawa

:

6 bulan Rp 36.000,-

12 bulan Rp 71.000,-

Berlangganan sekaligus 12 bulan akan mendapatkan souvenir menarik. Pembayaran dapat melalui: Wesel Pos : Redaksi SINAR KASIH Jl. Pringgading 13 Semarang, 50135 Bank : BCA KCP Bangkong a/n Bambang Santoso atau Lydia Lianawati No. A/C 7830340381 = Untuk mempermudah proses berlangganan, bukti pembayaran dan formulir berlangganan harap di-fax ke (024)3559861, atau dikirim via pos.

= Renungan Sinar Kasih akan segera dikirimkan selambatnya 1 bulan setelah bukti pengiriman biaya berlangganan kami terima.

Tanda tangan pelanggan

(___________________)


rabu, 1 desember 2010

Matius 1:1-6 Dalam catatan silsilah Tuhan Yesus dijumpai nama seorang perempuan yaitu Rahab. Dimuatnya nama ini cukup mengejutkan. Mengapa? Menengok sejenak catatan di kitab Yosua dituliskan sedikit latar belakang Rahab. Ternyata Rahab adalah seorang perempuan sundal (Yosua 2:1). Rahab adalah seorang perempuan tunasusila. Pertanyaannya, bagaimana seorang perempuan seperti Rahab tercantum dalam catatan silsilah Tuhan Yesus? Paling tidak terdapat tiga alasan penting. Alasan pertama dijumpai di kitab Yosua pasal dua ayat delapan belas. Rahab harus mengikatkan tali berwarna kirmizi di jendela rumahnya sebagai tanda keselamatan. Warna kirmizi mengandung warna merah. Dapat dikatakan simbol penebusan. Simbol ini mengingatkan penebusan dosa manusia oleh darah Yesus. Berarti dosa Rahab ditebus oleh kasih Tuhan. Rahab tidak dihukum. Sebaliknya dia diampuni dan dibebaskan. Alasan kedua, Rahab menerima ikatan janji (Yosua 2:12). Ikatan janji tersebut berupa sumpah. Sebuah janji keselamatan. Apabila Yosua dan orang-orangnya menyerang Yerikho, Rahab dan seisi keluarganya tidak dibunuh. Alasan ketiga, Rahab dan seisi keluarganya dimuliakan (Yosua 6:25). Dimuliakan berarti diberi kehormatan. Rahab, seorang perempuan sundal diterima oleh masyarakat Israel. Dia dan keluarganya dapat tinggal di tengah orang Israel. Rahab dipulihkan. Pemulihan terjadi karena kasih-Nya dan janji-Nya. Seorang berdosa dipulihkan. Siapapun dapat dipulihkan oleh Tuhan. Pemulihan perlu agar berkat-berkat-Nya mengalir dalam kehidupan kita. Rahasianya, terimalah kasih-Nya dan janji-Nya. (IE)

Dipulihkan Salmon memperanakkan Boas dari Rahab, Boas memperanakkan Obed dari Rut, Obed memperanakkan Isai. Matius 1:5

renungkan Pemulihan terjadi oleh kehadiran Yesus.

doakan Ya Tuhan, pulihkan hidupku.

bacaan alkitab

2 Korintus 10-13


kamis, 2 desember 2010

Cahaya Kemuliaan Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaanNya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai anak tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran. Yohanes 1 : 14

renungkan Cahaya kemuliaan Allah nyata di dalam Yesus Kristus.

doakan Tuhan membuka mata rohani sukusuku di Indonesia untuk mengenal kebenaran. bacaan alkitab

Galatia 1-3

Yohanes 1: 9–14

Salah satu penyakit mata yang sering dialami oleh orang usia lanjut adalah katarak. Orang yang terkena katarak memiliki kemampuan memandang sangat terbatas bahkan kabur. Kondisi seperti itu menyebabkan seseorang sulit mengenali obyek yang ada di depannya. Seseorang yang terkena katarak mengatakan bahwa dia mengalami kesulitan untuk membaca, juga mengenali seseorang pada jarak tertentu. Akibat jatuh dalam dosa, manusia mengalami persoalan dalam mengenali Allah secara benar. Manusia hanya mengenal Allah secara samarsamar dan tidak pernah mencapai pengenalan secara benar. Keadaan manusia berdosa ini persis seperti orang yang terkena penyakit katarak. Manusia pun sering tersesat karena tidak mengenal jalan Allah secara benar. Manusia berjalan dalam keragu-raguan dan serba tidak pasti. Cahaya kemuliaan Allah dibutuhkan agar manusia mampu melihat secara benar. Di dalam Yesus Kristus itulah, manusia melihat kemuliaan Allah secara nyata. Kemuliaan sorgawi hadir di dalam Yesus Kristus bahkan diam di antara manusia. Ini kabar gembira bagi umat manusia yang percaya kepada-Nya, beroleh hidup yang kekal. Setiap memasuki bulan Desember, lagu-lagu Natal dilantunkan, khotbah Natal di gereja dikumandangkan. Allah rela menanggalkan kemuliaan-Nya dan menjumpai manusia melalui kelahiran Yesus bahkan sampai kematian-Nya di atas salib. Semua itu membuat kita menyadari dan mensyukuri rahmat serta anugerah Allah di dalam Yesus Kristus. Dia datang ke dunia untuk membuka mata manusia yang buram dan tak mampu mengenali kebenaran karena dosa. (LB)


jumat, 3 desember 2010

Filipi 4:8-9

Menebar Kebaikan

Kebaikan dapat dilakukan oleh siapa saja, kapan pun, di mana pun dan dapat dimulai dari hal-hal yang sederhana. Dalam sebuah kutipan, seorang fotografer menulis “Berilah, walau sekedar senyuman.� Ia mengambil sebuah gambar yang berlatar belakang sebuah perkampungan, terlihat penduduk tersenyum dengan tulus di tengah kesulitan hidup mereka. Masih tentang senyuman, dikisahkan tentang seorang yang hendak mempraktekkan percakapan bahasa Inggris pada seorang turis lanjut usia. Ia membuka percakapan dengan senyuman. Turis tersebut membalas dengan senyuman pula dan menjawab sejumlah pertanyaan. Pada akhir percakapan, si turis memberikan alamat dan mengharapkan berkirim surat. Tanpa diduga, turis tersebut mengungkapkan akan membiayai sekolahnya sampai kuliahnya selesai. Ternyata senyumannya mendatangkan berkat. Bagi orang beriman, kebaikan merupakan bagian dari buah Roh. Semasa Tuhan masih memberi kesempatan, bagikan kebaikan yang dapat dirasakan dampaknya oleh orang lain. Bagaimana menebarkan kebaikan? Semua dimulai dari pikiran. Mulailah memikirkan hal-hal yang baik untuk orang lain. Tebarkan kebaikan dari hal yang sederhana seperti memberi secangkir air kepada orang yang haus (Matius 10:42). Kemudian berkembang lebih luas lagi seperti perumpamaan tentang orang Samaria yang murah hati, yang menolong sesamanya (Lukas 10:33-37). Ketika Saudara bangun tidur di pagi hari, renungkan kembali betapa berartinya melakukan perbuatan baik bagi orang lain dan lihatlah bagimana Tuhan membalas dengan berkat-berkatNya. (AS)

Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang. Filipi 4:5

renungkan Menebarkan kebaikan menyenangkan hati Tuhan.

doakan Setiap anak Tuhan melakukan perbuatan baik untuk sesamanya.

bacaan alkitab

Galatia 4-6


sabtu, 4 desember 2010

Belajar Mengampuni Dan jika kamu berdiri untuk berdoa, ampunilah dahulu sekiranya ada barang sesuatu dalam hatimu terhadap seseorang, supaya juga Bapamu yang di sorga mengampuni kesalahankesalahanmu." Markus 11: 25

renungkan Apa yang selama ini saya minta kepada Tuhan?

doakan Memohon kemampuan untuk belajar mengampuni.

bacaan alkitab

Efesus 1-3

Markus 11:20-26

Salah satu hal tersulit untuk dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari adalah mengampuni, padahal tema pengampunan adalah esensi dasar dari Kekristenan. Yesus memulainya dengan memberikan pengajaran mengenai pengampunan tanpa batas, lalu melanjutkannya dengan teladan pengampunan yang diberikannya kepada orang-orang yang menyalibkan-Nya. Di ujung maut Ia berkata “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat” (Lukas 23: 34). Seringkali kita mengutip ayat mengenai “iman yang memindahkan gunung” juga mengenai “menerima segala sesuatu yang telah kita minta dan doakan,” namun ayatayat tadi biasanya dikutip untuk keperluan pengabulan pemenuhan keinginan pribadi saja. Kita melupakan bahwa ada satu prasyarat yang disampaikan oleh Yesus, yakni “jika kamu berdiri untuk berdoa, ampunilah dahulu sekiranya ada barang sesuatu dalam hatimu terhadap seseorang.” Pengampunan terhadap sesama ini ternyata akan berdampak pada relasi kita dengan Allah, karena Yesus melanjutkan bahwa kita harus mengampuni terlebih dahulu “supaya juga Bapamu yang di sorga mengampuni kesalahan-kesalahanmu.” Jika untuk keperluan pribadi kita berani mengklaim janji-janji Tuhan tadi, mengapa kita tak memakainya untuk mengampuni? Di dalam Markus 11, ayat-ayat tadi ada dalam satu perikop yang sama, sehingga mengampuni yang kita anggap sulit dan enggan untuk dilakukan itu sesungguhnya bisa dilakukan. (RC)


minggu, 5 desember 2010

Matius 5:43-48

Doakanlah Musuhmu

Di mana pun, musuh itu selalu dibenci. Tidak ada satu pun manusia yang kebal dengan rasa sakit oleh karena penganiayaan yang dilakukan musuh dalam hidupnya. Membenci musuh adalah hal yang wajar seperti firman yang mengatakan “bencilah musuhmu� (ayat 43). Namun Tuhan Yesus memiliki pandangan yang sebaliknya. Musuh tidak perlu dibenci tetapi harus dikasihi. Sebab dengan demikian kita membuktikan bahwa kita adalah anak-anak Allah yang telah mengalami pembaharuan hidup. Mengapa perlu mendoakan orang yang menganiaya kita? Ada satu tujuan ketika doa itu dipanjatkan yaitu adanya jawaban yang membawa perubahan. Dalam Yakobus 5:16b dikatakan: “Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.� Jika seseorang dengan tulus hati berdoa bagi musuhnya, maka yang akan terjadi adalah musuh itu akan berubah, dan tidak lagi memusuhinya. Inilah yang diharapkan Tuhan supaya orang-orang percaya memiliki sikap untuk tidak memperuncing permusuhan tetapi menyebarkan kedamaian. Memang tidaklah mudah untuk melakukannya, karena setiap orang yang mau berdamai dengan orang lain harus berdamai dengan dirinya sendiri terlebih dahulu. Tuhan tidak memberikan hal yang sulit untuk kita perbuat, tetapi Tuhan melihat bahwa di dalam diri orang percaya ada kemampuan untuk berdamai dengan orang lain, mengapa? Karena Kristus telah mendamaikan diri-Nya dengan manusia melalui pengorbanan-Nya di kayu salib. Ia tidak membenci manusia yang telah melanggar firman Allah dan berbuat dosa. Tetapi ia rela mengorbankan diri-Nya dengan mati disalibkan. Oleh sebab itu, marilah kita berdoa bagi orang yang memusuhi kita. (D)

Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu. Matius 5:44

renungkan Membenci musuh menambah permusuhan, tetapi mendoakan musuh membawa perdamaian. doakan Ya Tuhan, brikanku hati mau berdamai dengan orang lain dengan cara mendoakan mereka yang memusuhiku. bacaan alkitab

Efesus 4-6


senin, 6 desember 2010

Memberikan Pipi Yang Lain Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapa pun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu. Matius 5:39

renungkan Tidak ada damai sejati selain di dalam Tuhan Yesus Kristus.

doakan Kehadiran orang Kristen memberikan damai bagi lingkungannya.

bacaan alkitab

Filipi 1-4

Matius 5:38-45

Balas dendam merupakan hal yang umum terjadi dalam perjalanan sejarah manusia, seperti cerita-cerita yang seringkali ditayangkan di televisi ataupun peristiwa nyata. Hal itu menunjukkan bahwa balas dendam tidak akan mungkin bisa menyelesaikan pertikaian, sebaliknya justru menjadikan masalah terus berkepanjangan hingga keturunan demi keturunan. Bersikap memberikan pipi yang lain untuk ditampar tatkala pipi yang satu sudah ditampar merupakan tindakan yang sangat tidak lazim atau tidak umum. Hal yang umum adalah ketika seseorang ditampar pipi kanannya, maka seketika itu juga ia mengambil sikap segera membalas menampar atau mencegah diri agar pipi yang lain tidak ditampar. Namun inilah hukum Kerajaan Allah yang ditunjukkan oleh Tuhan Yesus kepada orang percaya dengan memberikan pipi yang lain agar damai sejahtera yang sejati di antara umat manusia bisa terwujud. Hukum mata ganti mata, gigi ganti gigi, nyawa ganti nyawa yang seringkali disebut sebagai hukum balas dendam, oleh Tuhan Yesus diganti dengan hukum kasih dan pengampunan. Dengan demikian melalui hukum kasih ini manusia dapat: pertama, mengenal pribadi Tuhan Yesus sebagai Allah Sang Damai dan dapat melihat kasih secara nyata melalui cara hidup Tuhan Yesus. Kedua, supaya manusia dapat mempraktekkan kasih secara nyata melalui perbuatannya sehingga hidup manusia dipenuhi dengan damai. Ketiga, selain berbuat secara nyata, orang Kristen bersedia berdoa bagi orang lain yang menyakiti. Inilah hukum kasih yang harus ditaati oleh setiap orang percaya sebagai keluarga Kerajaan Sorga. (ADL)


selasa, 7 desember 2010

1 Yohanes 4:7-21

Kasih Yang Berkorban

Sepasang suami isteri yang saya kenal berpenampilan sederhana, padahal mereka bisa membeli busana yang jauh lebih mahal. Alasan mereka adalah bahwa sebagian besar penghasilan yang mereka terima dialokasikan untuk pendidikan ketiga anak mereka. Mereka begitu mengasihi anak-anak mereka, sehingga rela mengorbankan diri mereka dengan membatasi diri dalam bermewah-mewah. Pengorbanan atas dasar kasih ini menghasilkan sesuatu yang luar biasa. Anak-anak mereka menjadi orang yang berhasil dan diberkati Tuhan. Allah mengasihi kita sebagaimana adanya. Ia menyatakan kasih-Nya dengan mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dalam dunia. Yesus Kristus, Anak Tunggal Bapa, juga rela berkorban bagi kita. Ia datang bukan di tempat yang layak bagi-Nya sebagai Raja di atas segala raja, melainkan hanya di kandang yang hina. Ia tetap datang sekali pun Ia tahu bahwa Ia akan ditolak. Ia datang ke dunia yang merupakan milik kepunyaan-Nya, tetapi dunia menolak-Nya (Yohanes 1:11). Ia yang kaya rela menjadi miskin supaya kita yang miskin diperkaya oleh-Nya (2 Korintus 8:9). Natal selalu mengingatkan kita akan kasih Allah yang begitu besar kepada kita. Sesudah megalami kasih Allah ini, bagaimana sikap kita? Mari kita juga mau mengasihi-Nya. Kita mau mengorbankan waktu, tenaga, harta benda, dan sebagainya, bagi Dia yang telah mengasihi kita. Kita juga mau menyatakan kasih Allah kepada orang lain: keluarga kita, sahabat kita bahkan musuh kita. Kasih sejati rela berkorban, sama seperti kasih Allah, yaitu kasih agape. (PF)

Dalam hal inilah kasih Allah dinyatakan di tengah-tengah kita, ‌ 1 Yohanes 4:9

renungkan Kita dapat berkorban tanpa mengasihi, tetapi kita tidak dapat mengasihi tanpa berkorban. doakan Semua orang percaya mau menyatakan kasihnya kepada Tuhan dan sesama dengan penuh pengorbanan. bacaan alkitab

Kolose 1-4


rabu, 8 desember 2010

Anak Tuhan Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya. Yohanes 1:12

renungkan

Percaya dan menerima Yesus menjadikan kita sebagai anak Tuhan. doakan

Terima kasih Tuhan atas rahmat-Mu yang menjadikan aku sebagai anak-Mu. bacaan alkitab

1 Tesalonika 1-4

Yohanes 1:10-13 Kita menemukan istilah-istilah ini di Kitab Suci, anak manusia, anak Allah dan anak Iblis. Anak manusia berarti manusia. Anak Allah berarti manusia yang tidak dilahirkan dari darah daging atau secara biologis manusia, tapi oleh kuasa Allah sendiri (Yohanes 1:12-13). Sedangkan anak Iblis ialah manusia yang tidak berbuat kebenaran dan tidak memiliki kebenaran (1 Yohanes 3:10). Bagaimana posisi kita sebagai umat percaya? Posisi kita adalah sebagai anak manusia sekaligus sebagai anak Allah. Artinya kita adalah manusia yang dilahirkan secara biologis, tapi kita juga dilahirkan secara spiritual. Secara spiritual berarti dilahirkan dari Roh (Yohanes 3:6). Karena itu kita disebut sebagai anak Allah atau anak Tuhan. Tentunya orang yang dilahirkan dari Roh memiliki ciri-ciri sebagai berikut. Ciri pertama, memiliki karakter ilahi. Memiliki karakter dari Tuhan. Dari Roh Tuhan. Berarti Roh Tuhan yang memimpin kita (Galatia 5:25). Hidup yang dipimpin oleh Roh Tuhan menghasilkan buah Roh, yaitu kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Inilah yang disebut karakter ilahi. Ciri kedua, menjadi saksi Tuhan. Apabila Roh Kudus memenuhi kita, maka kita menjadi saksi-Nya di mana pun kita berada (Kisah Para Rasul 1:8). S e b a g a i a n a k Tu h a n , k i t a m e n y a k s i k a n kemahakuasaan-Nya, kasih-Nya dan berkat-berkatNya, agar manusia mengenal Tuhan dan memuliakanNya. Ciri ketiga, menerima pusaka waris kerajaanNya. Tuhan memiliki kerajaan dan bertakhta di kerajaan-Nya. Sebagai anak-anak-Nya, kita berhak mewarisi kerajaan-Nya yang bersifat kekal. Sebab itu marilah kita menjadi anak-anak-Nya. Caranya? Percaya dan menerima Tuhan Yesus sebagai Juruselamat. (IE)


kamis, 9 desember 2010

Yohanes 3: 16-21

Terang Telah Datang

Gelap ‌. Gelap ‌.. dan gelap. Ya, itulah kondisi dunia yang berada dalam kegelapan karena dosa. Dosa telah merajalela memikat hati manusia sehingga manusia terjerat olehnya. Dosa bagaikan candu yang mengikat manusia sehingga manusia menderita. Anehnya banyak orang lebih suka berada dalam kegelapan. Mereka melakukan perbuatan-perbuatan asusila, amoral dan perbuatan-perbuatan jahat yang merugikan diri sendiri dan sesamanya. Sesungguhnya manusia membutuhkan terang untuk keluar dari kegelapan. Yesus adalah terang dunia (Yohanes 8:12). Natal adalah berita sukacita bagi manusia yang mau menerima terang itu. Yesus, Sang Mesias adalah Juruselamat umat manusia yang datang ke dunia ini untuk memberikan terang hidup. Ia menuntun kehidupan manusia untuk berjalan di jalan yang terang. Ia membawa manusia untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang benar. Terang telah datang. Ia telah menghalau kegelapan. Terang kasih Yesus mampu memulihkan kondisi hidup yang seperti apapun. Ia merubah yang rusak menjadi baik, yang hancur dibentuk kembali menjadi baru. Jika saat ini Saudara memiliki identitas sebagai orang Kristen, tetapi masih berada di dalam kegelapan, buatlah keputusan sekarang. Jangan tunda lagi. Inilah saatnya menyambut terang itu. Percayalah, Saudara akan mengalami suatu keadaan yang benar-benar berbeda dari kehidupan yang sebelumnya. Terang Kristus akan membuat kehidupan Saudara menjadi berarti. Ia tidak hanya memulihkan dari kehidupan yang siasia tetapi lebih dari itu. Ia memberikan kehidupan yang kekal, suatu kehidupan yang abadi. (LL)

Terang telah datang ke dalam dunia, tetapi manusia lebih menyukai kegelapan dari pada terang, ... Yohanes 3:19

renungkan Makna Natal adalah memberikan terang kehidupan.

doakan Orang-orang yang masih hidup dalam kegelapan menemukan terang hidup. bacaan alkitab

1 Tesalonika 5 2 Tesalonika 3


jumat, 10 desember 2010

Kehangatan Kasih Kita telah mengenal dan telah percaya akan kasih Allah kepada kita. Allah adalah kasih, dan barangsiapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia. 1 Yohanes 4:16

renungkan Kehangatan kasih Allah menghangatkan kasih kita kepada sesama.

doakan Semua orang percaya menyatakan kehangatan kasih Allah kepada sekitarnya. bacaan alkitab

1 Timotius 1-6

1 yohanes 4:7-21

Apabila ada orang yang menjengkelkan Saudara, apa yang akan Saudara perbuat? Mungkin Saudara akan marah kepadanya, dan kemudian menjauhinya. Tetapi perhatikanlah sikap seorang ibu yang sedang mendidik anaknya. Ketika anak itu bertingkah polah, sang ibu tidak menjadi jengkel karenanya, melainkan begitu sabar mendampingi dan memberikan nasihat kepada anaknya. Ia melarang dengan lembut ketika si anak akan merusak sesuatu. Yang mendorong ibu tersebut berbuat demikian adalah kehangatan kasihnya kepada anaknya. Kasih sang ibu memberi kesempatan kepada si anak untuk berubah. Lambat-laun perubahan itu terjadi. Si anak akhirnya menjadi anak yang patuh kepada ibunya. Allah adalah kasih. Kehangatan kasih-Nya dibuktikan dengan mengutus Yesus Kristus, AnakNya yang Tunggal, untuk menebus segala dosa umat manusia. Di dalam dosa, manusia telah memberontak kepada-Nya, menyakiti hati-Nya dan menolak-Nya. Namun Yesus Kristus tetap datang ke dalam dunia, sebab mereka semua adalah milik kepunyaan-Nya. Kehangatan kasih Allah juga ditunjukkan dengan kesabaran-Nya membimbing anak-anakNya untuk mengalami pemulihan dan perubahan. Ia mengutus Roh Kudus-Nya untuk membimbing kita kepada seluruh kebenaran. Ia memberikan beberapa kali kesempatan kepada manusia untuk bertobat dan kembali kepada-Nya. Setelah kita mengalami kehangatan kasih Allah yang penuh dengan rahmat dan pengampunan di dalam Yesus Kristus, kita pun harus menyatakan kehangatan kasih Allah itu kepada sesama. Kita dapat menerima orang-orang yang nampaknya masih menjengkelkan kita. Kasih Allah akan mengubah kita dari membenci mereka menjadi mengasihi mereka. (TTT/PF)


sabtu, 11 desember 2010

Yakobus 1:12-18

Tidak Meminta Kembali

Ketika dua orang sejoli sedang jatuh cinta, maka keduanya saling memberikan pemberian yang terbaik guna menunjukkan cinta mereka satu sama lain. Di kalangan remaja bahkan ada yang meyisihkan uang saku mereka agar dapat membeli bingkisan yang sangat bagus bagi kekasihnya. Ketika salah seorang terlebih dahulu memberikan sesuatu, misalnya di hari ulang tahun kekasihnya, ia menantikan pemberian balasannya pada saat ia sendiri berulang tahun. Bingkisan diberikan dengan harapan mendapatkan bingkisan yang lebih besar, setidaknya seimbang. Allah Bapa mengasihi kita tidak dengan kasih semacam itu. Kasih-Nya begitu tulus, tanpa pamrih. Ia memberikan yang terbaik kepada kita tanpa menuntut sesuatu sebagai imbalannya. Pada-Nya tidak ada pertukaran atau bayangan karena pertukaran. Ia adalah Allah yang mahakaya yang tidak membutuhkan sesuatu dari siapapun. Ia tetap mengasihi kita sampai kepada kesudahannya, sama seperti kasih Kristus kepada murid-murid-Nya (Yohanes 13:1), bahkan sekalipun ada di antara murid-murid-Nya yang kemudian menyangkal-Nya. Ia mengasihi kita sebagaimana adanya. Jika kemudian kita diminta menaati firmanNya, itu semata-mata karena Ia ingin agar kita bertumbuh lebih dewasa di dalam Dia. Salah satu bentuk kedewasaan rohani adalah ketaatan sepenuh kepada firman-Nya. Itulah sebabnya kita tidak boleh merasa frustrasi kalau sesekali kita masih gagal dalam menaati firman-Nya. Kita harus tetap bangkit kembali, sebab Ia menopang tangan kita sama seperti seorang ayah yang menuntun anaknya ketika belajar berjalan.(PF)

‌

pada-Nya tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran. Yakobus 1:17

renungkan Kasih sejati hanya memberi tanpa menuntut kembali.

doakan Semua orang percaya rela memberi tanpa menuntut kembali.

bacaan alkitab

2 Timotius 1-4


minggu, 12 desember 2010

Persaudaraan Yang Rukun Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudarasaudara diam bersama dengan rukun! Mazmur 133:1

renungkan Hidup rukun mendatangkan berkat.

doakan Anak-anak Tuhan memiliki hubungan persaudaraan yang rukun.

bacaan alkitab

Titus 1 - Filemon 1

Mazmur 133:1-3

Salah satu kebahagiaan orang tua adalah melihat anak-anaknya hidup rukun. Sewaktu anak-anak masih kecil, mereka bermain bersama kemudian bertengkar dan berbaikan kembali. Pertengkaran anak-anak biasanya hal-hal yang sepele seperti berebut mainan atau saling mengejek. Tetapi setelah anak-anak dewasa masalahnya berbeda. Banyak kasus hubungan persaudaraan retak karena masalah berebut harta warisan orang tua, entah orang tua masih hidup atau sudah dipanggil Tuhan. Harta atau uang dapat membuat hubungan persaudaraan menjadi rusak. Padahal orang tua selalu menginginkan di hari tuanya dapat menikmati kehidupan yang bahagia dan penuh kedamaian. Biasanya sebelum meninggal, orang tua berpesan agar anak-anaknya hidup rukun dan saling mengasihi. Hari Natal adalah momen yang baik untuk menyatukan kembali hubungan persaudaraan yang retak walaupun sebenarnya menyelesaikan masalah antar saudara tidak perlu menunggu hari Natal. Tetapi hari Natal selalu mengingatkan tentang kasih Allah kepada manusia, tentang pengampunan dan perdamaian. Yesus datang memberikan damai sejahtera di bumi bagi manusia yang berkenan kepada-Nya (Lukas 2:14) supaya manusia berdamai dengan Allah dan dengan sesamanya. Kedamaian mendatangkan ketentraman dan kerukunan. Secara luas terjalin kerukunan antar umat beragama, rukun dengan tetangga dan lebih spesifik lagi hubungan yang rukun antar saudara kandung. Allah menyukai kerukunan. Kerukunan mendatangkan berkat. Allah tidak segan-segan memerintahkan berkat-Nya dialirkan atas kehidupan umat-Nya yang hidup rukun. (LL)


senin, 13 desember 2010

Lukas 1:39–45

Saling Memberkati

Setiap orang pasti pernah mengalami rasa gembira, namun tidak setiap orang pernah mengalami sukacita. Rasa gembira terjadi karena ada sebuah peristiwa yang membuat perasaan seseorang merasa senang. Anak-anak bersorak gembira pada waktu menyaksikan atraksi gajah di sebuah pertunjukan sirkus. Orang dewasa juga gembira saat melihat sebuah tontotan lucu di televisi. Namun, rasa gembira tidak dapat bertahan lama. Saat perasaan seseorang terluka, rasa gembira segera berubah menjadi sedih atau marah. Jadi kegembiraan seseorang sangat bergantung kepada situasi yang terjadi dan diukur dengan suasana perasaan/emosi diri sendiri. Berbeda dengan sukacita yang dinyatakan dalam Alkitab yaitu bahwa ketika Roh Kudus bekerja di hati seseorang maka akan timbul sukacita. Sukacita yang ada di hati tidak selalu karena peristiwa menyenangkan yang terjadi, tetapi karena pekerjaan Roh Kudus, sehingga seseorang mampu melihat kebesaran Allah dalam hidupnya. Itulah yang menimbulkan sukacita di hati, yang terpancar dari sikap hidup dan perkataan yang keluar dari mulut. Roh Kudus bekerja dalam hati Maria dan Elizabet saat mereka berjumpa. Maria memberi salam dan Elisabet mengucapkan kata-kata berkat. Sukacita yang melimpah dialami bersama, bahkan bayi dalam kandungan Elisabet ikut melonjak. Itulah sukacita. Pada zaman akhir ini, pekerjaan Roh Kudus di antara orang percaya terus terjadi. Apabila Roh Kudus bekerja, kita bisa saling mengucapkan kata-kata berkat. Bukan basa-basi, tetapi ucapan yang penuh kuasa sehingga berkat Tuhan turun di antara kita.(LB)

Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu. Lukas 1:42a

renungkan Sukacita dari Roh Kudus menimbulkan perkataan berkat di antara orang percaya. doakan Cara hidup orang Kristen agar menjadi berkat bagi sekitarnya.

bacaan alkitab

Ibrani 1-3


selasa, 14 desember 2010

Sorak Kegirangan Lalu kata Maria: "Jiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku. Lukas 1:46-47

renungkan Kehadiran Tuhan dalam hidup kita membawa kegirangan yang besar. doakan Sukacita yang datang dari Tuhan memampukan setiap orang percaya untuk tidak gentar menghadapi masalah apapun. bacaan alkitab

Ibrani 4-7

Lukas 1:46-47

Betapa berat dan tidak mudahnya bagi Maria menerima rencana dan kehendak Allah dalam dirinya, yaitu ketika malaikat Tuhan datang kepadanya dan membawa kabar bahwa ia akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki (Lukas 1:28-31). Bahkan bagi Maria hal itu adalah sesuatu yang tidak mungkin terjadi pada dirinya karena ia belum bersuami. Karena menurut adat Yahudi, jika ada seorang wanita yang belum bersuami hamil, hal itu merupakan aib yang sangat memalukan. Tetapi rasa takut dan cemas itu berganti dengan kepasrahan Maria kepada kehendak Allah. Dengan rendah hati ia mau menerima kehendak Allah tersebut dengan berkata, “sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu� (Lukas 1:38). Maria menyadari bahwa dalam kepasrahan kepada kehendak Allah akan mendatangkan sukacita dan kebahagiaan. Sukacita dan sorak kegirangan yang besar dirasakan oleh Maria karena : pertama, Allah berkenan memakai Maria menjadi sarana untuk menghadirkan Sang Juruselamat manusia ke dunia ini. Kedua, kehadiran Yesus Kristus merupakan penggenapan janji Allah kepada Abraham dan keturunannya (ayat 54-55). Marilah kita menyambut Natal, hari kelahiran Tuhan Yesus Kristus dengan penuh sukacita dan sorak kegirangan karena Dia berkenan hadir dalam hidup kita, menyertai kita dan mengasihi kita. Mungkin saat ini Saudara sedang mengalami masalah, kesulitan ekonomi, sakit-penyakit; percayalah, kehadiran Yesus Kristus dalam hidup kita akan memberi sukacita dan kemampuan kepada kita untuk menang dalam menghadapi semua masalah tersebut. Ingatlah selalu kasih setia TUHAN untuk selama-lamanya. Haleluya! (DI)


rabu, 15 desember 2010

Yohanes 3:13-21

Dunia Yang Dikasihi

Dunia yang dikasihi sejak diciptakan telah membentangkan keajaiban kuasa dan kasih Allah yang tak terbatas. Dan ketika dunia ini tidak dinodai oleh dosa adalah sebuah kewajaran bila kasih-Nya tetap terjaga. Tetapi bagaimana jika kenyataannya berbanding terbalik? Ketika dosa mewabah di dunia sehingga semua manusia kehilangan kemuliaan dan terpisah dari Allah, kewajaran-Nya dalam mengasihi dunia ini tetap tidak berubah. Pada saat dosa berlipat kali ganda dan manusia tak berdaya lagi terhadap dosa yang memperbudaknya, Allah menunjukkan kasihNya dengan menyerahkan Putra tunggal-Nya, Yesus Kristus untuk membebaskan manusia dari belenggu dosa. Bagi dunia yang dikasihi-Nya, Ia datang untuk menerangi dunia yang gelap ini. Perbuatan-perbuatan gelap telah nyata yaitu melalui pikiran, ucapan dan tindakan yang tidak menyukakan hati Allah. Itulah dosa, yang dengan mudah dapat Saudara sebutkan contohcontohnya bukan? Inilah sisi gelap dunia yang patut dijatuhi vonis hukuman kekal. Yesus turun dari sorga mulia menjelma menjadi manusia, bukan untuk menghakimi, melainkan untuk memberi pengampunan dan kehidupan kekal bagi yang percaya dan menerima-Nya sebagai Tuhan dan Juruselamat. Tuhan Yesus selalu membuka tangan-Nya untuk menerima Saudara, membasuh dosa Saudara dan dosa seluruh dunia yang dikasihiNya. Datanglah kepada-Nya sebab di dalam Dia ada jaminan kekal, yaitu hidup bersama Allah dalam Kerajaan-Nya yang kekal. (SM)

Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan AnakNya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Yohanes 3:16

renungkan Ketika tak ada seorang pun mengasihi kita, Tuhan Yesus memberikan kasih-Nya. doakan Tuhan, berikan aku kasih-Mu yang sanggup memulihkan hidupku. bacaan alkitab

Ibrani 8-10


kamis, 16 desember 2010

Nama Yang Ajaib …,

sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan. Kisah Para Rasul 4:12

renungkan Di dalam NamaNya ada kekuatan dan sukacita senantiasa.

doakan Nama Yesus Kristus semakin dikenal melalui kesaksian hidup orang percaya. bacaan alkitab

Ibrani 11-13

Kisah Para Rasul 4:1-22

Orangtua pada umumnya telah menyiapkan setidaknya dua buah nama ketika mereka sedang menantikan kelahiran bayi mereka. Nama-nama itu dipilih sedemikian rupa yang disesuaikan dengan kondisi atau situasi yang ada, misalnya yang lahir di bulan Desember diberi nama Dessy, Natalia, dan sebagainya. Atau, karena nama yang mereka pilih mengandung makna yang khusus, misalnya Theofilus, yang artinya “sahabat Allah atau kekasih Allah”. Seindah apapun nama kita, itu diberikan oleh orang tua atau orang lain dengan pemahaman yang terbatas. Hal ini berbeda dengan nama Yesus. Nama itu diberikan oleh Allah sendiri kepada Yusuf, ayah jasmani Yesus Kristus. Nama Yesus dalam bahasa Yunani sama dengan nama Yosua dalam bahasa Ibrani, artinya “penyelamat”. Ini adalah nama ilahi, nama dari sorga. Itulah sebabnya Rasul Petrus memiliki kemantapan ketika ia menyatakan bahwa hanya oleh nama Yesus kita dapat diselamatkan. Ini bukan masalah kefanatikan, melainkan kebenaran. Di dalam nama Yesus inilah orang percaya berkumpul dan mengalami kehadiran-Nya (Matius 18:20). Setiap doa orang percaya didengar oleh Bapa dan dikabulkan sesuai dengan kehendakNya, jika didasarkan pada nama Yesus (Yohanes 14:13). Dengan nama Yesus Kristus para rasul melayani dan menyatakan kuasa Allah, karena nama-Nya ajaib. Orang lumpuh disembuhkan oleh nama Yesus Kristus (Kisah Para Rasul 3:1-10). Setan-setan pun takluk kepada kita demi mendengar nama Yesus Kristus diserukan. Oleh sebab itu berserulah kepada Allah Bapa kita di dalam Nama Tuhan Yesus Kristus, maka kita akan mengalami banyak perkara ajaib.(PF)


jumat, 17 desember 2010

Matius 2:4-6 Dari Betlehem, kota terkecil di Yehuda muncul seorang pemimpin besar, Yesus namanya. Jumlah pengikut-Nya yang mula-mula hanya dua belas orang berkembang menjadi ribuan jiwa. Bahkan pengikut-pengikut Yesus bertumbuh keluar batas geografis. Mereka menembus ke Asia Kecil, ke Yunani, ke Roma dan negara-negara Barat sampai ke seluruh dunia. Kini pengikut-pengikut Yesus yang dikenal sebagai orang Kristen merupakan kumpulan dengan jumlah terbesar di dunia dibandingkan dengan pengikut agama-agama lain. Dari tempat terkecil menjadi mendunia. Tuhan Yesus adalah Kepala gereja-gereja seluruh dunia. Tuhan Yesus sebagai pemimpin meneladani pengikut-pengikut-Nya untuk memimpin generasi selanjutnya. Banyak pengikutpengikut-Nya berasal dari masyarakat kecil. Murid-murid Yesus berasal dari pinggiran danau Galilea. Namun mereka mampu mengembangkan kekristenan ke mancanegara. Banyak pemimpin besar berasal dari kota kecil. Mereka mampu menjadi pemimpin yang dikenal dan terkenal karena didukung beberapa faktor penting. Faktor pertama, tekun belajar. Menimba ilmu pengetahuan sebanyak-banyaknya. Menyerap pelbagai macam pengalaman. Pengetahuan dan pengalaman menjadi landasan keberhasilan. Faktor kedua, kerja keras. Apa-apa yang telah dipelajari diamalkan. Pengamalannya melalui kerja keras. Kerja keras mengandung komponen disiplin, komitmen, konsisten, tangguh (ulet) dan tekun. Faktor ketiga, berani menghadapi tantangan. Berani mengambil resiko. Berani berkorban. Barangkali Saudara tidak menjadi pemimpin besar. Namun paling tidak Saudara menjadi pemimpin yang berguna di tempat Saudara bekerja. (IE)

Betlehem Dan engkau Betlehem, tanah Yehuda, engkau sekali-kali bukanlah yang terkecil di antara mereka yang memerintah Yehuda, karena dari padamulah akan bangkit seorang pemimpin, yang akan menggembalakan umat-Ku Israel. Matius 2:6

renungkan Pertumbuhan yang besar selalu diawali dari sesuatu yang kecil.

doakan Bapa, ajarku tekun mengerjakan halhal kecil.

bacaan alkitab

Yakobus 1-2


sabtu, 18 desember 2010

Sapaan Kasih ... oleh rahmat dan belas kasihan dari Allah kita, dengan mana Ia akan melawat kita, Surya pagi dari tempat yang tinggi, untuk menyinari mereka yang diam dalam kegelapan‌ Lukas 1:78-79

renungkan Sapaan kasih Yesus menghangatkan hati.

doakan Kasih Yesus menyapa mereka yang masih hidup dalam kegelapan.

bacaan alkitab

Yakobus 3-5

Mazmur 68-4-7

Pada hari Natal suasana di panti asuhan terlihat berbeda dari hari-hari biasanya. Anak-anak menyambut hari Natal dengan sukacita karena mendapat kunjungan dari orang-orang yang memberikan perhatian khusus. Mereka senang menerima banyak hadiah Natal. Sebenarnya bukan hanya hadiah Natal yang mereka rindukan. Lebih dari itu mereka pasti mendambakan kasih sayang dan peluk cium dari orang tua mereka. Tetapi bagi anak-anak yatim piatu tentu hal itu tidak mungkin mereka dapatkan. Bagaimana pun hidup harus dijalani. Menjadi seorang sebatang kara karena kehilangan orang yang dicintai tidak perlu diratapi. Ada sebuah kasih yang senantiasa menyapa hati yang merana. Dialah Allah di dalam Yesus Kristus, Sang Mahakasih. Ia menjadi “Bapa bagi anak yatim dan Pelindung bagi para janda� serta orang-orang sebatang kara; Ia membebaskan orang yang terpenjara dan yang berada dalam kegelapan (Mazmur 68:6-7, Yesaya 9:1). Allah datang untuk memberikan kebahagiaan tersendiri kepada mereka. Allah sangat memperhatikan keberadaan mereka sehingga hidup terus berjalan. Kasih Allah sungguh tiada duanya, kasih-Nya kekal (Yeremia 31:3). Natal bukan hanya bagi mereka yang mampu merayakan dengan aneka hidangan mewah dan hadiah-hadiah mahal. Yesus datang menyapa setiap hati yang merindukan kehadiran-Nya. Bagi mereka yang membuka hati bagi kelahiran Yesus pasti akan menikmati pelukan kasih Allah. Sapaan kasih-Nya akan membuat hari-hari terasa hangat bagaikan hangatnya sinar mentari pagi. Jangan biarkan kehangatan itu berlalu begitu saja. Sambutlah Natal dengan sukacita dan milikilah kasih-Nya. (LL)


minggu, 19 desember 2010

Roma 11:33–36

Tak Terselami Kasih-Nya

Paulus adalah seorang yang pandai dan berpengetahuan luas, namun dia tetap mengagumi kehebatan Tuhan. Semakin erat bersekutu dan menyelidiki Kitab Suci, semakin besar rasa kagumnya. Sedemikian besar rasa kagum dan hormatnya kepada Tuhan yang telah merancangkan keselamatan bagi manusia; tak cukup kata-kata yang bisa mewakili keterkagumannya, sehingga Paulus menggunakan kata “O� di awal ucapannya ini. Ayat-ayat renungan hari ini telah digubah menjadi lagu pujian yang sangat menyentuh hati untuk mengekspresikan rasa kagum, syukur dan terima kasih atas segala hikmat Allah yang tak terhingga. Betapa tidak, karena justru kejatuhan dan kegagalan Israel telah diubah menjadi keselamatan bagi seluruh dunia. Rencana keselamatan yang dirancangkan Allah tidak pernah gagal dan tujuan-tujuan-Nya selalu tercapai. Manusia yang dikasihi-Nya bisa gagal dan mengecewakan, namun maksud Allah untuk mengasihi dan menyelamatkan manusia tidak pernah gagal. Israel sebagai umat pilihan seolah menghancurkan rencana keselamatan Allah. Namun, Allah yang hikmat-Nya tak terselami, telah menyatakan kasih karunia-Nya kepada bangsabangsa bukan Yahudi. Kehebatan perbuatan Allah inilah yang tak henti-hentinya dikagumi dan disyukuri oleh Paulus. Sudahkah Saudara mengagumi kehebatan Allah? Jangan biasakan diri mengeluh apabila menghadapi liku-liku kesulitan dalam hidup ini. Berhenti sejenak, dan renungkan segala hal yang telah diperbuat Allah dalam hidupmu. Dia yang adalah Allah rela menanggalkan segala kemuliaan-Nya, datang menjumpai manusia supaya yang percaya tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal. Keselamatan diberikan cuma-cuma, jangan disiasiakan. (LB)

O, alangkah dalamnya kekayaan, hikmat dan pengetahuan Allah! Sungguh tak terselidiki keputusankeputusan-Nya dan sungguh tak terselami jalan-jalanNya! Roma 11:33

renungkan Melalui pujian kita melantunkan keagungan kasih Allah.

doakan Orang-orang yang sedang mengalami dukacita.

bacaan alkitab

1 Petrus 1-2


senin, 20 desember 2009

Masihkah Engkau Mencintaiku? “Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, ...�

Matius 1:20

renungkan Hanya di dalam kasih Allah kita bisa mengampuni siapa saja.

doakan Setiap orang percaya mau belajar mengampuni dan menerima orang lain. bacaan alkitab

1 Petrus 3-5

Matius 1:18-25

Sebuah acara reality show di salah satu stasiun televisi berjudul “Masihkah Engkau Mencintaiku�. Perasaan hati para pemirsa dibuat terharu-biru dan diaduk-aduk saat menyaksikan bagaimana seorang suami atau isteri ditantang untuk tetap mengasihi pasangannya sekalipun ada kekurangan di sanasini, atau telah melakukan kesalahan besar yang membuatnya tidak patut lagi dikasihi. Acara itu menjadi semakin seru karena ada pihak-pihak lain yang ikut nimbrung, seperti saudara atau orang tua dari kedua belah pihak. Hasilnya, ada yang langsung mau menerima kembali kekasih hatinya, tetapi ada pula yang ragu-ragu untuk menerima kembali, Apa yang dialami Yusuf pada zaman itu sungguh tidak mudah. Sebagai seorang laki-laki yang takut akan Tuhan dan tulus hati, ia sudah berniat menceraikan Maria secara diam-diam, sebab ternyata Maria mengandung dari Roh Kudus sebelum mereka hidup sebagai suami isteri. Tetapi Allah mengutus malaikat-Nya kepada Yusuf agar ia tetap menerima Maria, sebab Maria sedang dipakai Allah menjadi ibu jasmani dari Sang Juruselamat dunia. Natal di tahun ini mengingatkan kita akan kasih Allah, yaitu kasih yang mau mengampuni. Tidak ada orang yang sempurna, termasuk rekan atau kekasih kita. Pengampunan akan lebih mudah dilakukan jika kita sadar bahwa diri kita pun tidak sempurna. Dibutuhkan kebesaran hati untuk mengampuni. Ketika kita mengampuni, kita akan merasa ada beban berat yang terlepas dari hidup kita. Ada sukacita dan ada damai sejahtera di hati saat kita mengampuni orang yang bersalah kepada kita.(PF)


selasa, 21 desember 2010

Roma 5:1–11

Keajaiban Kasih

Seorang ibu tua hidup dengan seorang anak laki satu-satunya di sebuah dusun kecil. Si ibu sering merasa sedih memikirkan tingkah laku anak lakinya yang bertabiat buruk, suka mencuri, berjudi, mengadu ayam dan sejumlah perbuat buruk lainnya. Walau anaknya berulangkali berulah buruk, si ibu tetap tekun berdoa agar anaknya bisa berubah menjadi baik. Namun, anak itu makin buruk perilakunya bahkan berulangkali masuk penjara. Satu kali dia tertangkap, lalu dihadapkan kepada raja untuk diadili. Setelah ditimbang riwayat kejahatannya, diputuskan si anak laki itu harus dihukum pancung. Hancur hati si ibu tua mendengar berita itu. Si ibu berdoa memohon kepada Tuhan dan juga kepada raja agar anaknya dilepaskan dari hukuman mati. Keputusan tetap! Hari yang ditentukan pun tiba. Waktu untuk memenggal kepala anak itu ditandai dengan bunyi lonceng yang tergantung di dekat lokasi itu. Semua orang tegang, si anak pun pasrah tanpa daya. Petugas bergegas menuju ke lonceng, dan dengan sekuat tenaga menarik talinya, tetapi lonceng tidak berbunyi. Diulang beberapa kali, dengan tarikan lebih kuat, dan lonceng tetap membisu. Tiba-tiba, tali untuk menarik lonceng itu berubah berwarna merah. Setelah diteliti, ternyata ada sosok manusia yang mendekap erat bandul besi dari lonceng itu. Singkat cerita, setelah menara lonceng dipanjat terlihat sosok manusia yang tidak lain adalah si ibu tua itu. Kepala si ibu hancur, darah terus mengalir dan akhirnya si ibu mati menghembuskan nafas terakhir karena kehabisan darah. Mengetahui bahwa ibunya berkorban bagi dia, si anak menangis sejadi-jadinya. Itulah gambaran keajaiban kasih. Tuhan sudah berkorban untuk kita ketika kita masih berdosa.(LB)

Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa. Roma 5:8

renungkan Kedatangan Yesus ke dunia tidak bisa dipisahkan dari kematian-Nya di salib karena dosa manusia. doakan Pertobatan atas orang-orang yang hidup di dalam dosa dan kejahatan. bacaan alkitab

2 Petrus 1-3


rabu, 22 desember 2010

Kasih Dan Ketaatan Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya. Ia mengambil Maria sebagai isterinya. Matius 1:24

renungkan Nyatakan kasih dan ketaatan kepada Tuhan dalam setiap tindakan. doakan Tuhan beri aku keberanian untuk taat dan mengasihi-Mu, sekalipun harus menanggung resiko. bacaan alkitab

1 Yohanes 1-3

Matius 1:18-25

Kitab Injil menulis mengenai Yusuf dan Maria yang telah banyak menjadi berkat bagi orang-orang yang percaya kepada Kristus. Yusuf dan Maria telah memberikan teladan dalam hal kasih dan ketaatan kepada Tuhan. Yusuf menunjukkan ketaatannya ketika ia menerima Maria sebagai isterinya, sekalipun Maria telah mengandung saat mereka belum hidup sebagai suami isteri. Demikian juga Maria menunjukkan ketaatannya kepada Tuhan ketika Tuhan memberitahu bahwa ia akan mengandung dari Roh Kudus. Sekalipun Maria harus menanggung resiko dikucilkan dari keluarga atau dijadikan bahan perbincangan, bahkan dirajam, karena ia mengandung sebelum bersuami, tapi ia tetap taat kepada Tuhan. Yusuf dan Maria menyatakan kasih mereka kepada Tuhan dengan menerima anak yang ada dalam kandungan Maria. Mereka menjaga, merawat dan membesarkan Yesus dengan penuh kasih. Kasih dan ketaatan inilah yang diteladankan oleh Yusuf dan Maria bagi orang percaya sampai saat ini. Adakah kita juga mau tetap taat dan menyatakan kasih kita kepada Tuhan, sekalipun harus menanggung berbagai risiko? Risiko dijauhi orang, dihina, bahkan dianiaya saat kita taat dan mengasihi Tuhan? Beranikah kita berkata seperti Maria, “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataan-Mu itu� (Lukas 1:38)? (YL)


kamis, 23 desember 2010

Roma 5:6-11

Ungkapan Kasih Terbesar

Ungkapan kasih Allah yang begitu besar kepada umat manusia dibuktikan dalam bentuk perbuatan. Perbuatan tersebut dinyatakan saat Allah mengosongkan diri dan menjelma menjadi seorang hamba dalam diri Yesus (Filipi 2:6-7). Perbuatan selanjutnya dibuktikan dalam belas kasihannya selama Ia melayani kurang lebih tiga setengah tahun di dalam dunia. Ia memberikan arti kehidupan yang baru kepada pemungut cukai, wanita berdosa, orang lumpuh, orang buta dan orang yang kerasukan setan. Salib menjadi bukti puncak dari tindakan kasih Allah yang nyata bagi manusia (Roma 5:6-11). Yesus Kristus rela mati disalib bagi manusia yang penuh dengan kejahatan dan hawa nafsu. Melalui kematian dan kebangkitan-Nya, hidup kita diubahkan menjadi orang benar. Kematian pun sirna dan kehidupan kekal menjadi jaminan. Oleh karena itu, sebagai orang percaya yang telah beroleh anugerah keselamatan, hendaknya kita belajar mengungkapkan kasih kita kepada Allah dan sesama. Kita perlu meneladani kehidupan Yesus, Sang Juruselamat, yaitu mengasihi melalui setiap perbuatan, sifat dan tutur kata kita sehari-hari. Kita mengasihi sesama tanpa memandang status sosial, penampilan dan keberadaan mereka. Kita belajar melepas pengampunan bagi mereka yang telah melukai hati kita. Kita juga belajar berbagi hidup dengan mereka yang tersisihkan dalam masyarakat. Lakukanlah sesuatu yang berkenan di hadapan Allah di mana saja, kapan saja dan kepada siapa saja. Dengan demikian kita telah mengungkapkan kasih kita yang tak sekedar katakata belaka. (MI)

“Anak – anakku, marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran.” 1 Yohanes 3:18

renungkan Kasih bukanlah kasih jika hanya dimulut saja.

doakan “Ya Tuhan… ajarilah kami, agar dapat meneladani cara-Mu dalam mengasihi sesama kami.” bacaan alkitab

1 Yohanes 4 2 Yohanes 1


jumat, 24 desember 2010

Damai Sejahtera Di Bumi “Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepadaNya.� Lukas 2:14

renungkan Sumber damai sejahtera hanya berasal dari Tuhan.

doakan Bapa, isilah hidup hamba dengan damai sejahtera.

bacaan alkitab

3 Yohanes 1 - Yudas 1

Lukas 2 : 8-14

Sejak Kain membunuh Habil, manusia kehilangan damai sejahtera. Perseteruan dan pembunuhan antar manusia menjalar ke manamana. Bahkan tercipta pembunuhan antar suku. Antar kerajaan. Antar bangsa. Bangsa satu berperang dengan bangsa lain disebabkan oleh faktor ekspansi teritorial dan penguasaan. Sampai masa kini masih tampak jelas ekspansi teritorial produk suatu bangsa dan penguasaan pasar ekonomi. Bacaan nas kita mengungkapkan damai sejahtera yang dibawa oleh Yesus. Kelahiran Yesus bertujuan menciptakan damai sejahtera. Pertanyaannya, gambaran damai sejahtera yang bagaimana? Pertama, Yesus mendamaikan manusia dengan Tuhan. Sejak manusia jatuh ke dalam dosa, manusia berseteru dengan Tuhan. Hidup manusia terpisah dari Tuhan. Bahkan manusia menolak Tuhan. Yang menjadi Tuhan adalah diri manusia itu sendiri. Tidak ada manusia yang dapat mendamaikan manusia dengan Tuhan selain Yesus. Kedua, Yesus mendamaikan manusia dengan manusia. Manusia yang berseteru dengan Tuhan berakibat manusia berseteru dengan antar sesamanya. Manusia telah melakukan pelbagai upaya untuk menciptakan damai antar manusia. Namun semua usaha itu masih jauh panggang dari api. Hanya manusia yang sungguh-sungguh percaya dan menerima Yesus barulah damai tercipta. Ketiga, Yesus mendamaikan manusia dengan alam. Dalam pengajaran Yesus, Yesus mengambil beberapa contoh alam. Misalnya, burung-burung di udara, bunga bakung di ladang, anggur, air, angin dan contoh-contoh alam lainnya. Manusia yang menghancurkan alam adalah manusia yang berseteru dengan alam. Selama manusia tidak sungguhsungguh ber-Tuhan, alam akan rusak oleh ulah manusia. Itu sebabnya kita perlu menerima Yesus, Sang Pembawa Damai. (IE)


sabtu, 25 desember 2010

Lukas 2:8-20

Desember Ceria

Suasana di bulan Desember sungguh berbeda dari bulan-bulan sebelumnya. Kotakota besar terlihat suasana begitu meriah. Hampir setiap toko besar atau kecil, gedung, hotel, rumah makan, jalan-jalan, rumah-rumah dihias dengan aneka warna kertas hias dan lampu-lampu. Pohonpohon Natal besar kecil dihiasi dengan pernakpernik yang indah, bahkan para penjual toko memakai topi-topi merah hijau yang melambangkan kedamaian dan sukacita. Tidak ada larangan bagi siapa pun yang ingin ikut merayakan Natal. Tidak peduli dia orang Kristen atau bukan Kristen, kaya atau miskin, anak-anak atau orang dewasa. Hari Natal juga menjadi hari yang menyenangkan bagi keluarga-keluarga berkumpul. Bagi para gembala, malam yang dingin dan sepi itu telah berubah menjadi malam yang hangat dan ceria. Para gembala yang lelah dan mengantuk setelah sepanjang hari bekerja menggembalakan domba, merasakan sukacita yang luar biasa. Kehadiran malaikat yang memberitakan kelahiran Yesus membuat para gembala hilang lelah dan kantuknya. Malam itu benar-benar malam yang indah. Hati mereka dipenuhi dengan sukacita sehingga mereka tidak berhenti memuji dan memuliakan Allah. Sesungguhnya bagi mereka yang tidak mengetahui arti Natal, mereka merayakan Natal hanya sekedar ikut-ikutan. Tetapi tidak demikian bagi Maria, Yusuf, para malaikat dan juga para gembala. Kelahiran Yesus begitu berarti bagi mereka. Apa arti Natal bagi Saudara? Hayatilah arti kehadiran Yesus di bumi ini. Ia datang untuk memberikan damai di hati kita semua. Ia memberikan kesukaan besar bagi semua bangsa seperti yang dikatakan oleh malaikat. Mari kita sembah Dia, Yesus Kristus, Raja segala raja, Juruselamat dunia. (LL)

‌ sesungguhnya aku memberitakan kesukaan besar untuk seluruh bangsa. Lukas 2:10

renungkan Makna Natal adalah Yesus lahir di hati umat manusia.

doakan Ya Tuhan, biarlah damai dan sukacita-Mu selalu hadir di hatiku.

bacaan alkitab

Wahyu 1-3


minggu, 26 desember 2010

Pengharapan Kasih ….letakkanlah pengharapanmu seluruhnya atas kasih karunia yang dianugerahkan kepadamu pada waktu penyataan Yesus Kristus. 1 Petrus 1:13b

renungkan Pengharapan di dalam Tuhan Yesus tidak akan pernah mengecewakan.

doakan Anak yatim piatu agar menemukan kasih sejati di dalam hidup mereka.

bacaan alkitab

Wahyu 4-7

1 Petrus 1:13-19

Ada seorang bapak yang berprofesi sebagai pengusaha. Tiap hari ia harus menyeberang sungai dengan kapal kecil untuk menuju kantornya. Setelah menyeberang, bapak ini biasanya mampir di kedai kopi, sejenak minum kopi sebelum melanjutkan perjalanan ke kantor. Suatu hari bapak ini memanggil seorang bocah penyemir sepatu, katanya: “Nak, kemari. Tolong semirkan sepatu bapak, ya.” Beberapa kali hal ini terjadi, sehingga si anak menjadi akrab dengan si bapak. Satu kali, setelah menyemir sepatu, si bapak memberikan uang jasa tetapi si anak penyemir sepatu menolak. Sesaat bapak ini heran, mengapa demikian, pikirnya. Tiba-tiba anak penyemir sepatu itu berkata: “Aku bahagia karena bapak selalu memanggil aku “nak”. Aku anak yatim piatu, aku tidak merasakan kasih selama ini. Namun setiap kali berjumpa dengan bapak, aku dapat merasakan kasih yang bapak tunjukkan. Aku dengan senang hati mau melakukan apa saja untuk Bapak.” Dengan mata berkaca-kaca, pengusaha itu berkata: “Nak, maukah kau ikut aku dan menjadi anakku?” Anak itu mengangguk dengan berlinang airmata bahagia. Dengan penuh kasih si bapak memeluk anak penyemir sepatu itu. Kasih sejati yang manusia butuhkan telah tersedia di dalam Yesus Kristus. Di dalam Yesus Kristus, kita berharap menerima segala kasih karunia dan anugerah yang limpah. Pengharapan d i d a l a m Ye s u s K r i s t u s t i d a k p e r n a h mengecewakan. Seperti kisah bocah penyemir sepatu di atas, maka pencarian Saudara akan mendapat jawaban yang pasti saat berjumpa dengan Yesus Kristus Tuhan. Dia akan memeluk dengan penuh kasih sayang dan melimpahi Saudara dengan segala yang baik. (LB)


senin, 27 desember 2010

1 Korintus 14:1-9

Mengejar Kasih

Kesibukan kerja di kota-kota besar meningkat dengan tajam, sampai di manamana terjadi kemacetan. Orang-orang pergi dari satu tempat ke tempat lain karena sedang mengejar sesuatu. Mereka sedang mengejar harta melalui pekerjaan mereka masing-masing. Time is more, more, more money, kata mereka. Waktu adalah kesempatan untuk mencari lebih banyak uang, Mencari nafkah itu penting, tetapi ada hal lain yang lebih penting yang harus kita kejar juga, yaitu kasih. Dalam dua pasal sebelumnya Rasul Paulus berbicara tentang dua hal yaitu pentingnya karunia Roh, yang dianugerahkan oleh Roh Kudus sendiri kepada setiap orang yang percaya agar kehidupan dan pelayanan mereka menjadi berkat bagi banyak orang; dan juga tentang kasih. Adalah percuma jika orang percaya memiliki karunia Roh yang luar biasa tetapi tidak memiliki kasih. Rasul Paulus mengajarkan prinsip yang sangat penting bagi kita, yaitu bahwa dasar dari segala sesuatu yang kita lakukan bagi Allah dan manusia haruslah kasih, bukan yang lain. Ia menganjurkan agar kita mengejar kasih itu. Itu berarti bahwa jika kita tidak memiliki kasih, apapun yang kita lakukan akan sia-sia, bahkan bisa menghasilkan pertengkaran dan perpecahan. Kasih harus menjadi prioritas. Kasih yang dimaksudkan di sini adalah kasih yang diamalkan dalam kekudusan dan kebenaran. Kasih tidak berdiri sendiri melainkan berkaitan erat dengan kekudusan dan kebenaran. Kasih selalu bersifat membangun, dan bukan merusak atau menghancurkan. Mengasihi Allah berarti juga harus mengasihi sesama. Kejarlah kasih Allah dan nyatakan kasih Allah itu kepada orang lain. (PF)

Kejarlah kasih itu ‌ 1 Korintus 14:1

renungkan Kasih sejati mendorong kita untuk selalu peduli. doakan Setiap orang percaya bersedia memedulikan kepentingan orang lain.

bacaan alkitab

Wahyu 8-10


selasa, 28 desember 2010

Masa Depan Cerah “Sebab Aku ini mengetahui rancanganrancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikian Firman Tuhan, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.” Yeremia 29:11

renungkan Masa depan itu sungguh ada di dalam Tuhan.

doakan Agar setiap anak Tuhan percaya Tuhan berkuasa memulihkan.

bacaan alkitab

Wahyu 11-13

Yeremia 29:10-14

SINGKATAN “MADESU” (masa depan suram) dan “emdece” (masa depan cerah) sudah dikenal banyak orang. Kedua istilah ini sangat bertentangan maknanya. Bagi orang dunia, masa depan bisa suram. Tetapi bagi orang percaya, bersama Tuhan tidak ada kesuraman. Sudah pasti bahwa setiap orang menginginkan masa depannya cerah. Kisah berikut adalah tentang pemulihan yang Tuhan lakukan atas kehidupan umat Tuhan. Akibat dosa yang dilakukan oleh bangsa Yehuda, maka Tuhan membawa mereka ke negeri pembuangan di Babel. Mereka hidup dalam penderitaan sebagai tawanan/budak selama 70 tahun. Selama berada di negeri orang, hati mereka rindu kembali ke negeri sendiri. Mereka juga rindu kembali memiliki hubungan yang dekat dengan Tuhan. Bayangkan, betapa sedih dan beratnya hidup yang harus mereka jalani. Di tengah kehidupan yang seolah tanpa harapan, firman Tuhan datang melalui nabi Yeremia. Firman yang memberikan pengharapan bagi masa depan mereka. Tentu saja ada syaratsyarat yang harus mereka penuhi yaitu pertama, berseru dan datang berdoa kepada Tuhan (ayat 12), kedua, mencari Tuhan dan menanyakan Dia dengan segenap hati (ayat 13). Dan benar, janji pemulihan digenapi oleh Tuhan. Setelah 70 tahun bangsa Yehuda kembali ke negeri tercinta (2 Tawarikh 36:22-23). Haleluya! Di dalam Tuhan selalu ada pemulihan. Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia pemegang masa depan Saudara. Betapa pun terpuruknya keadaan Saudara, di dalam Tuhan selalau ada masa depan yang baik. Di saat Saudara sunguh-sungguh berseru dan datang kepada Tuhan serta mencari-Nya dengan segenap hati, maka pemulihan pasti terjadi dan masa depan Saudara pasti cerah! (AS)


rabu, 29 desember 2010

Lukas 2:41-52

Semakin Diperkenan

Sukacita hidup seseorang pada umumnya tidak dapat dipisahkan dengan penerimaan orang lain terhadap dirinya. Semakin diterima oleh orang lain, maka sukacita itu semakin besar pula. Menjadi lebih berkenan tidaklah mudah karena akan dituntut harga yang mahal. Selain harus memiliki karakter dan kerohanian yang baik juga dituntut untuk bisa mempertahankan kualitas nilai hidup yang sudah dicapai. Menjadi anak Tuhan hidupnya harus semakin diperkenan oleh Allah dan manusia. Untuk menjadi lebih diperkenan, marilah kita belajar dari kepribadian Yesus saat Ia berusia 12 tahun. Pertama, memiliki persekutuan yang erat dengan Allah. Bait Allah bagi Yesus sangat penting, sehingga ia sungguh-sungguh memperhatikan ibadah. Bagi-Nya, ibadah sebagai sarana supaya persekutuan dengan Bapa-Nya tetap terjaga dengan baik. Demikian pula jika kita memiliki kedisiplinan dalam beribadah, maka karakter hidup akan semakin diubahkan oleh Roh-Nya dan hidup diperkenan oleh-Nya. Kedua, memiliki persekutuan dengan Firman Tuhan secara teratur. Alkitab adalah Firman Tuhan yang bermanfaat untuk mengajar, menyatakan kesalahan, memperbaiki kelakuan dan mendidik orang dalam kebenaran. Ketiga, menerima setiap golongan. Tuhan Yesus sangat menghargai, mengasihi dan tidak membedabedakan setiap orang. Ia berusaha masuk dalam semua kelompok dan golongan supaya melalui diriNya semua orang memperoleh keselamatan. Dalam pekerjaan, rumah tangga, studi, pergaulan, pelayanan dan dimana saja, jadilah orang yang semakin diperkenan oleh Allah dan manusia. (ADL)

Dan Yesus makin bertambah besar dan bertambah hikmat-Nya dan besar-Nya, dan makin dikasihi oleh Allah dan manusia. Lukas 2:52

renungkan Ketika engkau diperkenan, di saat itulah sebenarnya engkau dipakai oleh Allah menjadi alat kemuliaan-Nya.

doakan Hidup orang Kristen tidak menjadi batu sandungan. bacaan alkitab

Wahyu 14-16


kamis, 30 desember 2010

Pulang ‌, ia telah hilang dan didapat kembali. Lukas 15:32

renungkan Tak ada kata terlambat bagi orang yang mau bertobat.

doakan Orang yang kita kenal, yang masih berkubang dalam dosa agar mau bertobat.

bacaan alkitab

Wahyu 17-19

Lukas 15:11-32 Sebuah kisah nyata tentang seorang pemuda yang hubungannya dengan sang kekasih tidak mendapat restu dari ayahnya sehingga ia memutuskan untuk meninggalkan rumah. Ayahnya sendiri secara kasar mengusir pemuda itu, bahkan sempat tidak mau lagi mengakui pemuda itu sebagai anaknya. Sebuah pepatah bahasa Jawa mengatakan �ilang-ilangan ndok siji� (hilanghilangan telur satu), artinya tidak menjadi soal kehilangan satu anak. Suatu hari sang ayah mendengar bahwa anaknya tidak memiliki tempat untuk berteduh sehingga tidur di lapangan yang terbuka, kalau hujan kehujanan kalau panas kepanasan. Bahkan untuk bisa makan, pemuda ini harus mengamen dari bis ke bis. Akhirnya hati sang ayah luluh karena tidak tega mendengar hidup anaknya yang merana. Singkat cerita, sang ayah menerima kembali kehadiran buah hatinya pulang ke rumahnya. Jika bapa yang di dunia ini saja bisa memaafkan anaknya yang sudah bersikap tidak hormat kepadanya, apalagi Bapa kita di sorga. Melalui kisah perumpamaan tentang anak yang hilang, Yesus ingin memberitahu kita bahwa masih ada kesempatan untuk kita pulang/bertobat kepada Bapa, sekalipun mungkin kita pernah melakukan dosa yang membuat hati-Nya pilu. Tidakkah Saudara merindukan Bapa yang penuh kasih itu menyambut Saudara dengan tangan terbuka, lalu merangkul dan mencium Saudara dengan sukacita? Pe r n a h k a h S a u d a r a membayangkan Bapa akan memberi jubah yang terbaik yaitu jubah kekudusan dan cincin sebagai tanda bahwa Saudara adalah anak-Nya? Dan pernahkah Saudara berharap hidup bersama Bapa dan menikmati pesta yang diadakan khusus untuk menyambut Saudara? Semua itu bisa Saudara peroleh, asalkan Saudara kembali dalam pelukan Bapa. Pulanglah! (LP)


jumat, 31 desember 2010

Matius 2:9-12 Orang Majus diperintahkan oleh malaikat Tuhan untuk tidak kembali pada jalan Herodes. Mereka harus mengambil jalan lain. Bagi orang majus yang telah berjumpa dengan Yesus, jalan hidupnya ditentukan oleh Tuhan. Tidak lagi ditentukan oleh keputusan diri sendiri. Dalam kehidupan manusia terbentang dua macam jalan. Ada jalan sempit, ada jalan lebar. Jalan sempit menuju kepada kehidupan. Jalan lebar menuju kepada kebinasaan. Selanjutnya, ada jalan menuju ke sorga tapi ada jalan menuju ke neraka. Ada jalan menuju kepada Tuhan, ada jalan menuju kepada Iblis. Ada jalan yang baik, ada jalan yang jahat. Ada jalan yang kudus, ada jalan yang najis. Ada jalan yang dipenuhi kejujuran tapi ada jalan yang dipenuhi kebohongan. Demikianlah jalan kehidupan manusia. Manusia perlu berjumpa dengan Tuhan. Bagi manusia yang telah benar-benar mengenal Tuhan, hidupnya akan mengarah pada jalan positif. Ir. Josephine Mengarah pada jalan yang konstruktif. Mengarah pada jalan kehidupan. Manusia yang telah berjumpa dengan Tuhan adalah manusia yang menemukan jalan Tuhan. Bukan jalan manusia, bukan jalan dunia dan bukan jalan Iblis. Yesus adalah jalan, kebenaran dan hidup. Berjalan pada jalan Yesus akan menemukan kebenaran dan kehidupan. Berjalan pada jalan Yesus berarti berjalan menaati firman-Nya. Berarti hidup kita dituntun oleh firman-Nya. Keputusan apa pun yang kita ambil selalu berdasarkan pada firman-Nya. Hidup kita atau jalan hidup kita sehari-hari dikuasai oleh firman-Nya. Karena itu berjalanlah mengikuti firman-Nya, maka Saudara pasti hidup. (IE)

Jalan Lain Dan karena diperingatkan dalam mimpi, supaya jangan kembali kepada Herodes, maka pulanglah mereka ke negerinya melalui jalan lain. Matius 2:12

renungkan oleh : Firman-Nya Damayanthi menuntun kita pada jalan kehidupan.

doakan Tuhan, tuntunlah hidupku pada jalan kehidupan-Mu.

bacaan alkitab

Wahyu 20-22


Artikel

Oleh :

Pdt. Petrus F. Setiadarma


CATATAN Dalam King James Version (KJV) terdapat 5 (lima) nama, yaitu: Ajaib (Wonderful), Penasihat (Counsellor), Allah Yang Perkasa (Mighty God), Bapa Yang Kekal (Everlasting Father), dan Raja Damai (Prince of Peace). Namun dalam Alkitab bahasa Ibrani tidak diberikan tanda koma sehingga bisa disebutkan 4 atau 5 nama, dan dalam versi lain (The Amplified Bible, New International Version – NIV, New American Standard Bible – NASB, New Revised Standard Version – NRSV, New LivingTranslation – NLT) hanya disebutkan 4 nama, di mana nama yang pertama dan kedua digabungkan, menjadi Penasihat Ajaib (Wonderful Counsellor). Penulis memilih yang empat nama ini.


Rua n g Kesaksia n

Anugerah Terindah

Fenny Setiawati Semarang

Puji syukur saya ucapkan kepada Tuhan Yesus Kristus, karena Dia t

e

l

a

h

memberikan anugerah terindah d a l a m kehidupan rumah tangga kami.

Anugerah terindah yang kami tunggu selama lima tahun dalam kehidupan pernikahan kami, di mana kami menikah tanggal 6 februari 2005 yaitu seorang baby akhirnya datang juga. Memang awalnya kami menunda keinginan untuk memiliki anak karena saat itu kami ingin berkarier dan menikmati kebersamaan berumah tangga. Setelah dua tahun pernikahan, kami merasa sepi dan ingin memiliki baby, tetapi hal tersebut tidak segera datang. Kami pun melakukan usaha dengan cara tes kesehatan dan konsultasi kehamilan. Saat itu dokter mengatakan tidak ada masalah tentang kesehatan sistem reproduksi kami. Tetapi yang kami tunggu tidak datang juga. Kami pun tak pernah putus asa dan selalu berharap pada Tuhan dalam setiap doa, memohon kehadiran seorang anak. Sampai pada akhirnya kami pun berserah dan hanya pasrah akan kehendak-Nya. Kami menjalani kehidupan ini seperti biasa dan kami pun tidak lagi melakukan perawatan. Di saat yang tidak kami duga, ketika kami sedang berencana untuk merenovasi rumah dan sibuk mencari rumah kontrakan, Tuhan ijinkan saya hamil. Pada saat masa kehamilan pun tak hentinya cobaan datang. Saya harus mengalami kelemahan fisik seperti diare, muntah, mual, tidak bisa makan, sulit tidur bahkan berat badan saya turun sampai lima kilogram dan saya harus diopname. Namun kami tetap percaya jika Tuhan ijinkan ini semua boleh terjadi, itu karena ada rencana yang indah dalam hidup kami. Tak hentinya kami berdoa memohon agar nantinya anak kami lahir sehat, kuat, cerdas dan normal tanpa ada cacat fisik maupun mental. Akhirnya doa kami pun dijawab oleh Tuhan. Tepatnya tanggal 25 Desember 2009 saya melahirkan anak perempuan kami yang pertama melalui persalinan caesar dengan berat badan 3,25 kilogram dan tinggi badan 49 cm. Kondisi bayi kami dalam keadaan normal dan sehat. Kelahiran anak kami mengingatkan akan kelahiran bayi Yesus di dunia ini untuk menebus dosa-dosa manusia dan anugerah-Nya yang sangat besar untuk keluarga kami. Menjelang bulan-bulan kelahiran, Tuhan menambahkan berkat serta pekerjaan baru untuk suami. Sungguh anugerah-Nya sangat dahsyat dan luar biasa. Semoga kesaksian hidup kami dapat menjadi berkat bagi setiap pembaca renungan Sinar Kasih. Ralat Kolom KESAKSIAN edisi Oktober 2010 Redaksi SK memohon maaf atas kesalahan penulisan pada nama, tercetak Lusiana Novita, yang benar adalah Senandi dan Ribkah. Demikian ralat ini kami sampaikan.


berkat-berkat tuhan bulan ini

Mazmur 29:11


berkat-berkat tuhan bulan ini

Mazmur 29:11


Sinar Kasih Desember 2010