Issuu on Google+

Semarang, 1 Februari 2011

Tunas Yang Bertumbuh Sesudah di bulan Januari yang lalu kita merenungkan tentang Benih Ilahi, maka di bulan ini kita akan melanjutkan renungan kita tentang Tunas Yang Tumbuh. Benih yang baik merupakan salah satu faktor penting dalam pertumbuhan. Namun lokasi di mana benih itu bertumbuh juga sangat penting. Hanya benih yang ditanam di tanah yang baik, yang berdekatan dengan tempat di mana terdapat banyak air, yang akan bertumbuh dengan baik. Sepanjang bulan ini kita akan merenungkan pelbagai faktor yang bisa menyebabkan benih iman itu bertumbuh dalam kehidupan kita. Tidak ketinggalan faktor-faktor penghambatnya juga. Jika kita tahu faktor penghambat apa saja yang dapat menyebabkan pertumbuhan itu terganggu, kita dapat mengantisipasinya sedini mungkin. Mari kita terus bertumbuh ke arah Kristus, yang adalah Kepala!

Redaksi Sinar Kasih mengucapkan terima kasih atas persembahan yang telah diberikan oleh pembaca yang budiman. Perlu Saudara ketahui bahwa persembahan yang Saudara berikan sangat bermanfaat untuk mendukung pelayanan Sinar Kasih bagi hamba-hamba Tuhan yang melayani di daerah-daerah yang sulit mendapatkan buku renungan harian. Apabila Saudara rindu untuk mendukung pelayanan tersebut, Saudara dapat mengirimkannya melalui wesel pos ke Redaksi Sinar Kasih, Jl. Pringgading 13 Semarang - 50135, atau transfer melalui BCA KCP Bangkong a/n Bambang Santoso atau Lydia Lianawati No. A/C 7830340381. Tuhan Yesus Kristus membalas setiap dukungan doa dan dana Saudara dengan berkat-Nya yang melimpah.

Penasihat : Pdt. Indrawan Eleeas, Budhi Wibowo · Pemimpin Redaksi : Lydia Lianawati · Redaktur Pelaksana : Pdt. Petrus F. Setiadarma, Pdt. Lukas Budijana, Pdt. Agus Sutrisno, Pdt. Anon D. Lukito · Sekretaris : Bibit Gunawan · Bendahara : Bambang Santoso · Penulis : Pdt. Indrawan Eleeas (IE), Pdt. Petrus F.S. (PF), Pdt. Lukas Budijana (LB), Pdt. Tan Tjiok Tie (TTT), Pdt. Anon Dwi Lukito (ADL), Pdt. Agus Sutrisno (AS), Pdt. Sudra Militanto (SM), Pdt. Dasiman (D), Pdt. Lie Yun Ling (YL), Rony Chandra (RC), Leny Pancaningrum (LP), Imeiliana (MI), Lydia Lianawati (LL), Pdt. Dedy Irianto (DI) · Desain Grafis/Layout : Rahelia Linda · Pengganti ongkos cetak : Rp 4000,- (empat ribu rupiah)

13 ding ngga 50135 i r P 3 J l. arang 056 Sem 024-354 9861 m 5 . 5 p l o.co -3 Te 024 @yaho et Fax. gan_sk rkasih.n il : r

enu

n

n w.si

a

ab :

: w w a Jaw .com sit e Tan y @ g m a i l w eb ang sh

ema

Ru

sina

rkas

ihsm

a


Harap diisi dengan huruf cetak

Nama

: _____________________________________________

Alamat

: _____________________________________________ _____________________________________________

Kota & Kode Pos : _____________________________________________ Telepon/HP

: _____________________________________________

Harga berlangganan untuk satu eksemplar (termasuk ongkos kirim): Jawa dan Bali

:

6 bulan Rp 33.000,-

12 bulan Rp 65.000,-

Luar Jawa

:

6 bulan Rp 36.000,-

12 bulan Rp 71.000,-

Pembayaran dapat melalui: Wesel Pos : Redaksi SINAR KASIH Jl. Pringgading 13 Semarang, 50135 Bank : BCA KCP Bangkong a/n Bambang Santoso atau Lydia Lianawati No. A/C 7830340381 = Untuk mempermudah proses berlangganan, bukti pembayaran dan formulir berlangganan harap di-fax ke (024)3559861, atau dikirim via pos.

= Renungan Sinar Kasih akan segera dikirimkan selambatnya 1 bulan setelah bukti pengiriman biaya berlangganan kami terima.

Tanda tangan pelanggan

(_____________________)


selasa, 1 februari 2011

Yesaya 11:1-5

Yesus Sang Tunas Suatu tunas akan keluar dari tunggul Isai, dan taruk yang akan tumbuh dari pangkalnya akan berbuah. Yesaya 11:1

Tunggul merupakan batang pohon yang sudah kering dan nampak mati. Namun dari tunggul itu, ternyata bisa muncul tunas yang tumbuh makin besar dan akhirnya berbuah lebat. Tunggul yang dimaksud adalah keluarga Isai atau bangsa Israel yang sudah hancur dan terserak-serak. Nampak kering dan mati, namun kemudian muncul tunas. Bagian ini adalah nubuat nabi Yesaya dan telah digenapi di dalam Tuhan Yesus Kristus. Sang Tunas yang dimaksud adalah Yesus Kristus, seperti dicatat dalam Wahyu 5:5 dan Wahyu 22:16. Yesus, Sang Mesias yang penuh Roh Tuhan dan hikmat muncul bagaikan tunas dari tunggul Isai. Dia datang dan memerintah dengan kebenaran dan keadilan-Nya. Kuasa dan keperkasaan-Nya tak tertandingi oleh siapa pun. Dia hidup dalam kebenaran. Dia mati dan bangkit dalam kuasa yang besar mengalahkan maut. Merenungkan bagian ini, kita dikuatkan karena Tuhan memiliki kuasa yang hebat. Apa yang sudah mati, dapat dihidupkan kembali. Apa yang sudah hancur lenyap, dimunculkan kembali. Tidak ada yang mustahil bagi Tuhan. Jikalau Saudara percaya kepada Tuhan, betapa aman dan terjaminnya hidup ini. Pandang Tuhan dalam segala tantangan yang sedang Saudara hadapi hari-hari ini. Serahkan hidup Saudara dalam pimpinan Tuhan yang perkasa dan kuat. Banyak hal bisa membuat kita putus asa, namun bagi Tuhan tidak ada satu pun yang sukar. Itu sebabnya mintalah pengertian dan hikmat dari Tuhan agar Saudara tentram di tengah badai sekali pun. Yesus sudah datang dan menang atas maut. Dia sanggup meneduhkan gelombang badai yang menerpa hidup anak-anak-Nya. (LB)

Tidak ada yang mustahil bagi Tuhan.

Tugas panggilan gereja untuk mewartakan Injil-Nya.

-14

at 13

Imam


Matius 13:31-32

rabu, 2 februari 2011

Biji Sesawi Yesus membentangkan suatu perumpamaan lain lagi kepada mereka, kata-Nya: "Hal Kerajaan Sorga itu seumpama biji sesawi, yang diambil dan ditaburkan orang di ladangnya.� Matius 13:31

Kerajaan Sorga yang diumpamakan seperti biji sesawi yang kecil berkaitan dengan Yesus sendiri. Lahir di kota Betlehem, kota terkecil di Yehuda. Di tempatkan di palungan tempat terhina. Merupakan sosok yang sama sekali tak terkenal di usia remaja sampai dewasa. Memiliki muridmurid yang tidak terdidik. Dikenal sebagai guru yang miskin. Yesus yang samasekali tak terpandang di tengah umat manusia menjadi Juruselamat dunia. Ajaran Yesus mengubah dunia. Kerajaan Sorga yang diumpamakan seperti biji sesawi yang kecil berkaitan dengan Injil. Pada awalnya, Injil diperkenalkan pada sekelompok kecil manusia. Injil yang tertanam mulai diberitakan ke orang-orang lain. Dari wilayah Galilea sampai ke Yerusalem. Dari Yerusalem sampai ke Asia Kecil. Injil terus diberitakan ke Yunani, ke Roma, ke Spanyol dan ke Eropa. Dari Eropa berkembang ke Amerika Serikat. Berlanjut ke Asia, Afrika dan Amerika Latin. Injil berkembang ke seluruh dunia. Yang menerima Injil disebut orang-orang Kristen. Kekristenan mengisi dunia. Berarti kekristenan yang mengglobal diawali dari sesuatu yang kecil seperti biji sesawi. Ajaran ini mengandung prinsip hasil yang besar dimulai dari yang kecil. Prinsip ini berlaku dalam kehidupan kita sehari-hari. Sesuatu yang kecil yang samasekali tak terpandang bahkan dianggap tak berharga namun dikerjakan dengan giat dan tekun akan menghasilkan sesuatu yang besar. Sebab itu hargailah apa yang Tuhan beri dalam kehidupan kita sehari-hari. Barangkali apa yang Tuhan beri adalah sesuatu yang kecil dan tak berarti. Namun oleh anugerah-Nya, yang kecil itu dapat bertumbuh menjadi besar. (IE)

Tuhan dapat menjadikan yang kecil menjadi besar.

Terima kasih atas apa yang Tuhan beri dalam hidupku.

Imam

at 1

5-17


Mazmur 92:13-16

kamis, 3 februari 2011

Tumbuh Subur Orang benar akan bertunas seperti pohon korma, akan tumbuh subur seperti pohon aras di Libanon. Mazmur 92:13

Pohon korma adalah jenis pohon yang hidup di daerah padang pasir, tingginya 15-25 meter dan usianya dapat mencapai 250 tahun. Pohon ini memiliki akar yang sangat kuat, bahkan dapat menembus kedalaman mencari sumber air di padang pasir hingga puluhan meter dan yang pasti – di mana pohon korma tumbuh, di sana akan terdapat mata air. Buah korma memiliki banyak kandungan nutrisi yang berguna untuk kesehatan. Sedangkan pohon aras adalah jenis pohon yang biasanya tumbuh di puncak gunung yang sangat dingin. Tingginya bisa mencapai 30 meter dan besar batangnya bisa lebih dari 2 meter. Kedua jenis pohon ini sangat kuat. Daunnya yang selalu hijau, dapat bertahan dalam kondisi apapun, baik cuaca panas atau dingin mereka tetap bertahan. Pemazmur sangat tepat dalam menggambarkan ciri orang benar yang menggabungkan kedua jenis pohon tersebut di atas. Orang benar tetap kuat sekalipun dalam kondisi yang tidak menguntungkan karena berakar di dalam Tuhan Yesus Kristus. Iman orang benar terus bertumbuh sehingga badai yang datang dalam kehidupannya tidak akan dapat menumbangkannya. Bahkan di tengah-tengah kondisi yang kering, ia mampu memberi kesegaran. Sampai usia lanjut ia tetap berbuah, menjadi berkat bagi orang-orang di sekelilingnya. Orang benar dipakai oleh Tuhan untuk membangun gereja-Nya bagaikan pohon aras yang dipakai oleh Salomo untuk membangun bangunan bait Allah. Siapa yang tidak ingin hidupnya bertumbuh dan berguna? Setiap orang pasti menginginkan hidupnya tetap produktif sampai usia lanjut. Tidak ada hal lain yang dapat menunjang kehidupan yang bertumbuh dan berbuah selain berakar di dalam Kristus! (LL)

Buah yang manis berasal dari pohon yang tumbuh subur.

Ya Tuhan, pakailah aku menjadi alat-Mu dan menjadi berkat bagi sesamaku.

-20

at 18

Imam


Mazmur 16:1-11

jumat, 4 februari 2011

Ke Arah Yang Benar Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan;‌ Mazmur 16:11

Semua orang tua menginginkan putera-puterinya bertumbuh dengan benar. Mereka terus memantau pertumbuhan itu agar tidak mengarah kepada hal yang keliru. Ketika anak diajar untuk memberi, biasanya anak-anak asal memberi. Mereka belum tahu bahwa kalau memberi itu harus menggunakan tangan kanan. Pada mulanya mereka memberi dengan tangan kiri. Orang tua membimbingnya agar memberi dengan tangan kanan, sebab menurut budaya Timur penggunaan tangan kanan dipandang lebih sopan dari pada tangan kiri. Tentunya hal ini dikecualikan bagi mereka yang kidal. Demikian pula halnya dengan kehidupan kita. Ada banyak jalan yang ditawarkan kepada kita. Ada jalan yang lebar yang memberikan banyak kenyamanan bagi kita, tetapi berakhir pada kehancuran dan kebinasaan. Jalan itu nampaknya lurus, tapi ujungnya adalah maut (Amsal 14:12). Itu adalah jalan dosa, jalan yang ditawarkan Iblis kepada kita. Sebaliknya, pemazmur bersyukur kepada Tuhan sebab Tuhan memberitahukan kepadanya jalan yang benar. Jalan kehidupan. Jalan ini sempit, tetapi berujung kepada kehidupan. Di jalan Tuhan ini ada sukacita berlimpah-limpah, dan ada nikmat senantiasa. Tantangan di dalamnya hanya proses. Proses itu akan berakhir dalam kemenangan. Yesus Kristuslah jalan kepada kehidupan yang ditetapkan Allah bagi manusia. Di jalan yang benar itu, iman harus bertumbuh ke arah yang benar. Pusat iman Kristiani adalah Tuhan Yesus Kristus sendiri. Jangan arahkan pada yang lain, agar nantinya kita tidak kecewa. Arahkan pertumbuhan iman itu kepada Tuhan Yesus Kristus sendiri, yang tidak akan pernah mengecewakan kita.(PF)

Orang yang bertumbuh dengan benar, menghasilkan buah yang segar. Setiap keluarga mengutamakan Mezbah Keluarga.

Imam

at 2

1-23


sabtu, 5 februari 2011

2 Tesalonika 3:6-15

Bekerja Keras tetapi kami berusaha dan berjerih payah siang malam, supaya jangan menjadi beban bagi siapapun di antara kamu. 2 Tesalonika 3:8

Berusaha dengan sekuat tenaga dan sepenuh hati untuk mendapatkan hasil yang maksimal tentu sangat baik. Dalam pekerjaan, pelayanan maupun menolong orang lain diperlukan sikap yang demikian. Terutama bagi orang Kristen, gaya kerja seperti ini seharusnya menjadi ciri khasnya seperti Tuhan Yesus yang telah mempersembahkan diri-Nya secara total bagi manusia. Dengan meneladani cara hidup dan pelayanan Tuhan Yesus itulah, Rasul Paulus melakukan pelayanan dan pekerjaannya dengan giat. Rasul Paulus mengingatkan jemaat Tesalonika supaya mengikuti teladannya yaitu bekerja keras, tidak bermalas-malasan atau sibuk dengan hal-hal yang tidak berguna. Agar seseorang tidak menjadi beban bagi orang lain, maka orang Kristen seharusnya: pertama, harus mengasihi Tuhan dan pekerjaan yang telah dianugerahkan Tuhan. Sikap hati inilah yang membuat Rasul Paulus setia melayani, meskipun menghadapi berbagai tantangan. Kedua, memohon kepada Tuhan Yesus sebagai sumber berkat, kekuatan dan hikmat, sehingga tenang dalam melakukan perkerjaan. Ketiga, memiliki tujuan yang jelas atas pekerjaan yang ditekuninya guna mencukupi kebutuhan keluarga atau diri sendiri. Setiap orang Kristen harus bekerja keras dan berhikmat supaya Tuhan Yesus Kristus dimuliakan. Sebagai orang beriman, melakukan kehendak Tuhan mencakup seluruh aspek kehidupan, termasuk dalam pekerjaan maupun pelayanan. Iman yang disertai perbuatan akan menuntun seseorang untuk menikmati hidup dalam segala kelimpahan seperti yang dijanjikan oleh Tuhan Yesus. (ADL)

Muliakanlah Tuhan Yesus dalam setiap pekerjaan dan pelayananmu. Lapangan pekerjaan yang sangat dibutuhkan oleh banyak orang.

-26

at 24

Imam


2 Korintus 1:3-11

minggu, 6 februari 2011

Makin Kuat Jika kami menderita, hal itu adalah penghiburan dan keselamatan kamu; jika kami dihibur, maka hal itu adalah untuk penghiburan kamu. 2 Korintus 1:6

Seorang guru olahraga yang berumur 50 tahun mengajarkan,�Berolahraga menurut aturan yang ada akan membuat kita terhindar dari cedera. Jika berlari, perlu ada pendinginan sehingga berefek baik bagi tubuh kita. Olahraga yang benar akan membuat fisik semakin kuat dan membantu proses pertumbuhan fisik.� Dari sisi olahraga, tinjauan ini benar. Di samping itu pola makan yang seimbang dan istirahat yang cukup, juga memberikan andil bagi kekuatan fisik. Tentu usaha yang menyeluruh dilakukan orang untuk membuat kesehatan jasmani menjadi kuat. Namun tidak dapat dihindari bahwa kekuatan fisik manusia pada akhirnya akan mengalami penurunan juga. Semua itu ada batasnya. Suatu proses alami harus dilewati oleh tiap-tiap orang dan tak ada yang dapat menghindarinya. Bagaimana dengan kehidupan iman kita? Tuhan menginginkan iman kita semakin hari semakin kuat. Kesaksian Paulus menjadi bukti bahwa ada penghiburan di tengah penderitaan. Bahkan pada saat surat kepada jemaat Korintus itu ditulis, dia sedang menanggung penderitaan yang sangat berat. Namun dia menemukan penghiburan yang besar. Penderitaan yang dipandang dengan cara Allah memberikan kekuatan kepadanya. Begitu banyak orang yang berusaha menghindari tekanantekanan hidup karena merasa tidak mampu menanggungnya. Padahal, justru pada saat seperti itulah Tuhan sedang melatih seseorang untuk menyelesaikannya bersama-Nya. Bukankah ini sebenarnya pengalaman iman yang sungguh indah? Akhirnya kita yang sudah mengalami penderitaan dan mendapatkan penghiburan dari Tuhan memiliki iman yang semakin kuat dan mampu menguatkan orang lain yang menderita. (AS)

Pengalaman iman bersama Tuhan semakin memperkuat kerohanian kita. Imam Bila at 27ngan 2

Orang-orang percaya makin kuat di dalam iman.


1 Korintus 3:1-9

senin, 7 februari 2011

Rajin Merawat Aku menanam, Apolos menyiram, tetapi Allah yang memberi pertumbuhan. 1 Korintus 3:6

Seorang bapak dengan cekatan menggali lobang yang panjang, lebar dan dalamnya satu meter. Dia menimbunnya kembali dengan tanah yang sudah tercampur dengan pupuk kandang dan menanaminya dengan sebatang bibit mangga. Hari demi hari dia menyirami dan menyianginya, sehingga pohon kecil itu bertumbuh besar sampai akhirnya berbuah. Paulus mengingatkan kepada jemaat Korintus bahwa kehidupan mereka adalah sebuah proses yang tidak hanya ditentukan oleh seorang saja. Peletakan dasar iman telah ditanam oleh Paulus, sedangkan perawatan lebih lanjut dilakukan oleh Apolos. Peranan yang paling penting adalah yang memberi pertumbuhan yaitu Allah sendiri. Hal yang penting mulai dari proses peletakan dasar sampai pertumbuhan yang menghasilkan buah iman adalah perawatan. Perawatan membutuhkan waktu yang panjang dan terus-menerus. Seseorang imannya tidak akan bertumbuh dengan baik bila tidak ada perawatan. Suatu saat saya membuat sebuah percontohan yaitu menanam kedelai. Ada dua petak yang masing berukuran 2 meter persegi. Petak yang satu sengaja tidak saya rawat, sedangkan petak yang satunya lagi saya rawat. Kedua-duanya bertumbuh tetapi hasilnya berbeda. Yang satu kecil dan tidak berbuah tetapi yang satunya bertumbuh subur dan menghasilkan buah yang banyak. Proses pertumbuhan iman kita memerlukan perawatan dengan memberikan nutrisi sesuai dengan apa yang telah disediakan Allah melalui firman-Nya. Relakanlah hidup Saudara dirawat sehingga menjadi pribadi yang bertumbuh. Jangan segan mencari bimbingan dari para hamba Tuhan untuk merawat kehidupan rohani Saudara. (D)

Perawatan yang baik akan diiringi oleh pertumbuhan yang baik pula Ya Tuhan, rawatlah hatiku dengan Firman-Mu agar imanku bertumbuh.

gan

Bilan

3-5


Rut 1:16-17

selasa, 8 februari 2011

Iman Yang Tidak Goyah Tetapi kata Rut: “Janganlah desak aku meninggalkan engkau dan pulang dengan tidak mengikuti engkau; sebab ke mana engkau pergi, ke situ jugalah aku pergi, dan di mana engkau bermalam, di situ jugalah aku bermalam: bangsamulah bangsaku dan Allahmulah Allahku.� Rut 1:16 Rut adalah seorang janda muda. Dia memiliki kesempatan untuk menikah kembali. Dia dapat membangun rumah tangga bahagia. Ibu mertuanya, Naomi seorang janda juga. Hartanya habis, kemungkinan untuk mengobati suami dan kedua puteranya. Pengobatan tanpa hasil. Ketiga orang yang sangat dia sayangi meninggal. Naomi jatuh miskin. Naomi menasihati Rut supaya pulang ke kampung halamannya. Masih terbuka kesempatan bagi Rut membangun rumah tangga baru. Namun Rut menolak nasihat Naomi. Rut bertekad hidup bersama Naomi. Kemana pun Naomi pergi, Rut siap mendampinginya. Secara manusia tentunya bisa timbul pertanyaan, “Apa yang kau cari Rut?� Jelas Rut tidak mencari apaapa. Ikut Naomi bukan karena harta atau popularitas. Lalu apa dasarnya? Rut ikut Naomi hanya karena iman. Yah, hanya karena iman. Darimana Rut memiliki iman yang kokoh? Rut adalah keturunan orang Moab, penyembah dewa Kamos. Kitab Suci menyatakan dewa Kamos adalah dewa kejijikan di hadapan Tuhan (1 Raja-Raja 11:7). Ayah mertua Rut bernama Elimelekh, seorang yang percaya kepada Tuhan. Sebagai menantu tentunya Rut melihat dan mendengar ajaran-ajaran Tuhan yang disampaikan Elimelekh. Dari mendengar itulah timbul iman. Benih yang tertabur adalah ajaran firman Tuhan. Rut menerima, memahami dan menghayatinya. Benih hidup yang jatuh ke tanah yang baik tersebut berakar dan bertumbuh. Saat badai tantangan hidup menerpa, Rut berdiri kokoh di atas dasar iman kepada Tuhan. Imannya tidak goyah, sekalipun suami meninggal dan ibu mertua yang juga menjadi janda jatuh miskin. Terbayang masa depan yang penuh kesulitan. Namun Kitab Suci mengisahkan bahwa oleh iman yang teguh, kesulitan diubah oleh Tuhan menjadi kebahagiaan. (IE)

Iman yang kokoh menghasilkan berkat yang dahsyat.

Perteguh imanku menghadapi kehidupan sehari-hari

Bila

ngan

6-7


rabu, 9 februari 2011

Yeremia 12:1-4

Tunas Orang Fasik Aku melihat seorang fasik yang gagah sombong, yang tumbuh mekar seperti pohon aras Libanon; ketika aku lewat, lenyaplah ia ‌‌ Mazmur 37:35-36

Ada hal-hal yang kontradiktif dalam kehidupan di dunia ini. Ada orang yang jahat tetapi hidupnya nyaman, aman, sejahtera dan jauh dari masalah. Sementara orang yang benar, hidupnya sungguh-sungguh beribadah kepada Tuhan harus mengalami banyak penderitaan yang datang silih berganti. Dari benak hati mungkin muncul pertanyaan dimanakah keadilan Tuhan? Rasanya sulit untuk dimengerti. Melihat keadaan yang demikian, seorang nabi besar bernama Yeremia juga mengeluhkan hal yang sama. Ia melihat orang jahat (fasik) tumbuh subur dan menghasilkan buah. Sepertinya tidak ada perbedaan, sehingga nabi Yeremia sempat bertanya kepada Tuhan mengapakah mujur hidup orang-orang fasik, sentosa semua orang yang berlaku tidak setia? (ayat 1). Memang, kelihatannya orang fasik hidupnya mujur, terhindar dari kesukaran dan bencana sehingga kadang kita dibuat iri. Sebenarnya Tuhan memberi kesempatan yang sama kepada orang fasik atau pun orang benar untuk bertumbuh. Masing-masing diuji oleh waktu. Orang fasik diberi kesempatan untuk berubah. Sedangkan orang benar juga diuji apakah tetap setia kepada Tuhan sekalipun menghadapi badai kehidupan. Waktu akan menjadi petunjuk adanya perbedaan antara orang fasik dan orang benar. Orang fasik yang tetap hidup dalam kefasikannya akan tumbang dan pada akhirnya mati. Sebaliknya orang benar yang takut akan Tuhan dan menghormati-Nya akan memperoleh kehidupan yang berkemenangan. Oleh sebab itu kita tidak perlu iri terhadap orang fasik yang hidupnya tidak menderita, karena Tuhan akan menunjukkan keadilan-Nya. (LL)

Sifat iri hati bukan milik orang benar.

Tuhan, bersihkan hatiku dari sifat iri hati. gan

Bilan

8-10


Roma 11:17–24

kamis, 10 februari 2011

Tunas Liar Dicangkokkan ‌ dan kamu sebagai tunas liar telah dicangkokkan di antaranya dan turut mendapat bagian dalam akar pohon zaitun yang penuh getah,‌ Roma 11:17

Jangan sombong menjadi orang Kristen, karena tak ada alasan untuk sombong. Menjadi Kristen bukan karena Saudara baik dan layak. Semua karena kemurahan Allah yang dinyatakan kepada Saudara. Gambaran dalam renungan hari ini bahwa kita semua seperti tunas liar. Tunas liar yang tidak berguna dan layak untuk dibuang atau dibakar habis. Ya, karena kita adalah manusia yang telah jatuh dalam dosa. Allah memilih umat Israel untuk menyatakan keselamatan-Nya agar melalui umat pilihan-Nya itu dunia mendapat pengharapan sejati. Sayang, umat Israel justru menolak dan melakukan yang jahat. Namun rencana keselamatan dari Allah, tidak bisa digagalkan oleh pemberontakan manusia. Justru kini, kasih dan kemurahan Allah terbuka bagi bangsa-bangsa. Penolakan Israel adalah kesempatan bagi bangsa-bangsa menerima kebaikan Allah yang menyelamatkan. Yesus Kristus, Sang Mesias ditolak oleh umat pilihan, tetapi kini menjadi berkat, keselamatan dan anugerah yang limpah bagi kita. Itu sebabnya jikalau kita menikmati keselamatan dalam Dia, kita bagai tunas liar yang seharusnya dibuang dan dibakar, tetapi telah dipungut Allah dan dicangkokkan dalam rencana keselamatan-Nya. Di dalam Yesus Kristus, kita yang telah diselamatkan dapat tekun bertumbuh dalam iman menjadi orang Kristen yang meneladani Yesus Kristus dalam hidup sehari-hari. Menjadi saksi yang baik agar orang lain juga mengalami keselamatan dalam Yesus Kristus. Nikmati hidup baru dalam Kristus dengan kerendahan hati serta ucapan syukur senantiasa. (LB)

Kasih dan kemurahan Allah tak terduga limpahnya.

Bila

ngan

Orang Kristen di Indonesia agar cara hidupnya menjadi kesaksian yang baik.

11-1

3


jumat, 11 februari 2011

Lukas 8:4-15

Penghalang Pertumbuhan Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri dan semak itu tumbuh bersama-sama dan menghimpitnya sampai mati. Lukas 8:7

Dua orang Kristen yang mengenal Tuhan Yesus Kristus pada waktu yang sama, bisa mengalami pertumbuhan iman yang berbeda. Yang satu memiliki iman yang bertumbuh dengan sehat dan yang lain tidak. Yang seorang bisa melalui pelbagai tantangan kehidupan dengan baik dan penuh syukur, sedangkan yang lainnya selalu mengeluh dan menyalahkan banyak pihak. Apa yang membedakannya? Pada saat Tuhan Yesus menjelaskan perumpamaan tentang seorang penabur, Ia mengatakan bahwa ada orang yang telah mendengar firman Allah, tetapi dalam pertumbuhan selanjutnya terhimpit oleh kekuatiran, kekayaan dan kenikmatan hidup (ayat 14). Akibatnya, mereka tidak menghasilkan buah yang matang. Jadi ada tiga penghalang pertumbuhan iman yaitu: kekuatiran, kekayaan, dan kenikmatan hidup. Yang pertama, orang yang selalu kuatir tidak akan mengalami pertumbuhan. Dalam kekuatiran ada keraguan dan ketidak-percayaan kepada Allah yang sanggup memelihara hidupnya. Kedua, dalam kekayaan ada kecenderungan lebih mengandalkan kekayaannya. Ia merasa tidak membutuhkan Tuhan. Yang menjadi Tuhannya adalah kekayaannya itu. Ketiga, kenikmatan hidup membuat ia tidak peduli dengan orang lain. Padahal, hidup baru yang diberikan Tuhan Yesus kepada kita adalah hidup yang menjadi berkat bagi orang lain. Kenikmatan hidup membutakan mata rohani untuk melihat kehendak Allah dalam hidupnya. Jadi, waspadalah terhadap ketiga penghalang pertumbuhan tersebut, agar kita menjadi orang Kristen yang menghasilkan buah yang matang dan lebat.(PF)

Di mana ada penghalang, orang benar akan selalu tampil gemilang.

Seluruh orang percaya berkomitmen untuk menghasilkan buah yang baik.

gan

Bilan

6

14-1


Daniel 6:1-29

sabtu, 12 februari 2011

Kesetiaan Yang Teruji ‌

Berbicaralah raja kepada Daniel: "Allahmu yang kausembah dengan tekun, Dialah kiranya yang melepaskan engkau!" Daniel 6:17

Ada begitu banyak tokoh Akitab yang dicatat sebagai pribadi yang setia. Salah satunya adalah Daniel. Ia dicatat sebagai seorang yang setia kepada Allah yang benar. Sebagai seorang tawanan negeri Babel dan Persia pada zaman raja Darius, ia tampil menjadi seorang yang istimewa yaitu menjadi kepercayaan raja. Apa yang menjadi tanggung jawabnya selalu dilakukannya dengan setia. Rupa-rupanya perjalanan Daniel sebagai orang kepercayaan tidak berjalan mulus. Ia dituduh melanggar perintah raja karena tidak mau menyembah raja dan tetap berbakti kepada Allahnya. Di sinilah kesetiaan Daniel mengalami ujian. Meskipun kompromi dengan peraturan raja sebagai solusi bisa dilakukan Daniel untuk mendapatkan kenyamanan, namun ia tidak mau berkompromi dengan peraturan manusia yang melawan kehendak Allah. Inilah yang dilakukan Daniel ketika kesetiaannya menghadapi ujian. Pertama, ia berdoa dan memuji Allah di kamar rumahnya yang menghadap Yerusalem. Ini membuktikan bahwa Daniel selalu mengandalkan kekuatan Tuhan dalam menghadapi situasi yang kritis. Kedua, ia tetap menjaga hati supaya tetap tulus mengasihi Tuhan yang sudah menyertainya kurang lebih 70 tahun. Ia tidak melupakan pertolongan dan kesetiaan Tuhan. Ketiga, ia tetap bersemangat untuk bersaksi bagi Tuhan. Hal ini terbukti, setelah akhirnya raja mengeluarkan pengakuan tentang Allah Daniel sebagai Allah yang hidup dan yang layak dihormati oleh semua orang. Dalam segala kesulitan yang Saudara alami di tengahtengah perbuatan benar, tetaplah mengandalkan Tuhan. Ingatlah kebaikan-Nya dan tetaplah bersaksi bagi kemuliaan-Nya. Saudara akan lulus dari ujian hidup. (ADL)

Tidak ada kekuatan untuk menghadapi ujian selain kekuatan Tuhan. Orang-orang yang mengalami berbagai-bagai ujian hidup

Bila

ngan

17-1

9


minggu, 13 februari 2011

Ibrani 5:11-14

Proses Pertumbuhan Sebab sekalipun kamu, ditinjau dari sudut waktu, sudah seharusnya menjadi pengajar, kamu masih perlu lagi diajarkan asas-asas pokok dari perkataan Allah, dan kamu masih memerlukan susu, bukan makanan keras. Ibrani 5:12

Proses pertumbuhan fisik yang alami adalah proses pertumbuhan yang melalui fase-fase tertentu dan hasilnya jauh lebih baik. Proses pertumbuhan secara menyeluruh diukur pada keseimbangan dalam hal-hal seperti berat badan, tinggi badan, kemampuan motorik, kemampuan verbal, daya pikir, dan kemampuan bersosialisasi – yang diharapkan sebanding dengan usia yang dimiliki oleh seseorang. Bagaimana dengan pertumbuhan rohani? Pertumbuhan rohani juga tidak otomatis terjadi, tetapi melalui proses. Sebenarnya akan lebih baik jika pertumbuhan rohani berjalan seiring dengan pertumbuhan fisik/umur sehingga ada perubahan sikap dan kesediaan memikul tanggung jawab. Orang Kristen yang disebutkan dalam surat Ibrani ditegur karena dari sudut proses waktu mereka seharusnya sudah mampu mengajarkan kepada orang lain tentang prinsip-prinsip iman yang mendasar. Tetapi apa kenyataannya? Mereka belum mampu melakukannya. Akibatnya? Proses pertumbuhan iman mereka tidak bertumbuh dengan baik, terbukti mereka masih sulit memahami hal-hal yang berkaitan dengan iman secara lebih mendalam. Bagaimana caranya mengalami proses pertumbuhan iman? Caranya adalah terus menerapkan prinsip firman Tuhan – dimulai dari hal- hal yang mendasar menuju kepada hal-hal yang lebih mendalam - dalam seluruh aspek kehidupan kita, sehingga kita memiliki kepekaan dalam membedakan kehendak Allah, dan yang berkenan kepada-Nya. Dalam masa-masa sulit pun, kita tetap melakukan prinsip kebenaran firman Allah. Sejauh mana proses pertumbuhan iman Saudara? (AS)

Prinsip kebenaran firman Tuhan harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari Orang-orang percaya bertumbuh imannya menuju kedewasaan.

gan

Bilan

2

20-2


Wahyu 2:1-7

senin, 14 februari 2011

Kasih Mula-Mula Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula. Wahyu 2:4

Setiap tanggal 14 Februari di Amerika dan negara lain merayakan Valentine's Day yang biasa kita terjemahkan sebagai hari kasih sayang. Di hari penuh kasih ini, orang saling menukar atau mengirim bunga, coklat, kartu ucapan sebagai pernyataan kasih kepada seseorang. Berawal dari seorang bernama Santo Valentine yang harus masuk penjara, karena ia menentang keputusan Kaisar Claudius 2 yang melarang kaum muda menjalin cinta dan lebih baik menjadi militer. Valentine justru membantu menikahkan pemuda-pemudi, sehingga Valentine dianggap sebagai pejuang cinta. Kisah Valentine inilah yang kemudian diperingati sebagai hari kasih sayang. Bagi orang Kristen, peringatan hari kasih sayang adalah ketika awal mula kita jatuh cinta kepada Tuhan Yesus. Di saat itulah kita pertama kali berjumpa dengan Tuhan dan mengalami kasih Tuhan yang mengubah hidup kita. Perjumpaan inilah yang harus selalu kita ingat, agar kita dapat tetap tinggal di dalam kasih-Nya. Sekalipun ada banyak rintangan dan tantangan yang akan kita hadapi selama mengiring Dia, tetapi kasih kita kepada Tuhan tidak menjadi pudar. Teguran Tuhan kepada jemaat di Efesus adalah karena mereka adalah jemaat yang sudah mengalami kasih Kristus dan hidup bertekun dalam kasih, tapi kemudian meninggalkan kasih mereka yang semula kepada Tuhan. Itulah sebabnya Tuhan menegur mereka supaya bertobat dan kembali kepada kasih mereka yang mula-mula. Hari ini apakah kasih kita kepada Tuhan masih tetap sama seperti ketika kita pertama kali berjumpa dengan Yesus? Ataukah kasih itu telah pudar? Jika kasihmu kepada Tuhan mulai pudar, Tuhan mau supaya Saudara bertobat dan kembali kepada kasih-Nya.(YL)

Jangan lupakan kasih kita yang mula-mula kepada Tuhan! Bila

ngan

Orang-orang yang telah meninggalkan Tuhan kembali kepada kasih Tuhan.

23-2

5


selasa, 15 februari 2011

Ibrani 6:7-8

Dua Jenis Tanaman Sebab tanah yang menghisap air hujan yang sering turun ke atasnya, dan yang menghasilkan tumbuh-tumbuhan yang berguna bagi mereka yang mengerjakannya, menerima berkat dari Allah. Ibrani 6:7

Nas bacaan hari ini berbicara mengenai dua jenis tanaman. Ada jenis tanaman yang berguna dan ada jenis tanaman yang samasekali tidak ada manfaatnya. Semak duri dan rumput duri adalah tanaman yang tidak berguna. Hanya siap dikumpulkan dan dibakar. Kitab Suci menjelaskan tanaman berduri berbicara mengenai kutuk. Lawan kata kutuk adalah berkat. Dua jenis tanaman bertumbuh pada kondisi tanah yang sama. Tanah yang memperoleh cukup air. Pertanyaannya mengapa menghasilkan dua jenis tanaman berbeda? Yang satu berguna sedangkan yang lainnya samasekali tak bermanfaat. Jawabannya terletak pada benih yang ditabur. Dua jenis tanaman menggambarkan dua jenis kehidupan. Ada kehidupan yang berguna. Ada juga kehidupan sia-sia yang samasekali tak bermanfaat. Tergantung benih apa yang tertabur dalam kehidupan manusia. Kitab Suci menyatakan ada dua jenis benih, yaitu benih ilahi dan benih dosa (1 Yohanes 3:9). Taburan benih ilahi menghasilkan hidup berguna penuh berkat. Sedangkan taburan benih dosa menghasilkan hidup hancur dan binasa. Benih ilahi terdiri dari benih firman Tuhan, benih pikiran positip dan benih perbuatan baik. Benih firman Tuhan yang tertabur mengubah pikiran kita guna menghasilkan perbuatan baik. Benih firman Tuhan yang tertabur perlu bertumbuh. Pertumbuhan akan tampak jelas pada perubahan pikiran kita. Menghasilkan pembaruan dalam kehidupan kita sehari-hari. Pembaruan pikiran dan perbuatan menghasilkan kehidupan yang berguna juga menghasilkan berkatberkat Tuhan. (IE)

Hidup menjadi berguna apabila ditaburi benih ilahi.

Hatiku siap untuk ditaburi benih firman-Mu gan

Bilan

8

26-2


Yakobus 5:7–11

rabu, 16 februari 2011

Bersemi Sesungguhnya petani menantikan hasil yang berharga dari tanahnya dan ia sabar sampai telah turun hujan musim gugur dan hujan musim semi. Yakobus 5:7b

Dunia pertanian sangat bergantung pada musim. Salah satu musim yang penting adalah musim semi. Musim ini ditandai dengan turunnya hujan. Saat hujan mulai turun, para petani menjadi lega dan bisa berharap apa yang telah ditabur akan bertumbuh, dan kemudian menghasilkan tuaian. Walaupun harus menunggu berbulan-bulan, seorang petani akan terus setia merawat ladang pertaniannya, karena telah mulai turun hujan musim semi. Dunia pertanian ini dipakai oleh penulis surat Yakobus untuk mengajar orang percaya tentang kesabaran. Orang percaya bisa menghadapi bermacam-macam kesulitan dan penderitaan tetapi perlu terus bersabar. Tidak bersungut-sungut menjalani hidup, juga tidak saling menyalahkan sesama orang percaya. Di dalam Tuhan Yesus, setiap orang percaya mendapatkan pengharapan yang pasti. Seperti musim semi yang datang, Dia datang menjadi Tuhan dan Juruselamat kita. Tuhan Yesus segera datang kembali menjemput orang percaya. Itu sebabnya jangan hidup sembrono dan serampangan. Teladani ketekunan dan kesabaran para nabi yang telah berbicara demi nama Tuhan. Mereka disebut berbahagia karena ketekunannya. Bertahanlah dalam iman kepada Tuhan Yesus Kristus, bersabarlah karena akhir segala sesuatu sudah semakin dekat. Tuhan telah menyediakan segala yang baik bagi orang yang bertekun dalam iman. Sesaat orang percaya nampaknya turun dan gagal, menderita dan dihina, tetapi Tuhan tidak pernah meninggalkan. Tuhan maha penyayang dan penuh belas kasihan, akan segera menghapus kepedihan dan penderitaan. Bertekunlah dalam iman sambil memandang kepada Tuhan sampai waktu-Nya tiba, Ia memulihkan dan memberkati Saudara dengan limpah. (LB)

Seperti petani memiliki pengharapan dalam musim semi, demikian orang percaya dalam Yesus Kristus. Bila

ngan

Ketekunan iman orang Kristen dalam menghadapi berbagai kesulitan.

29-3

1


kamis, 17 februari 2011

Yeremia 17:7-8

Tak Berhenti Menghasilkan Buah ...yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah. Yeremia 17:8

Dalam ayat renungan kita hari ini, orang yang mengandalkan Tuhan diibaratkan seperti sebuah pohon yang ditanam di tepi air, berdaun hijau dan berbuah. Benar–benar suatu gambaran hidup yang sempurna. Demikianlah hendaknya orang percaya dalam kehidupannya sehari–hari. Apa yang membuat pohon tersebut tidak layu sekalipun dalam kondisi tanah kering? Karena pohon ini ditanam di tepi air dan senantiasa merambatkan akar–akarnya ke tepi batang air. Jika diaplikasikan dalam hidup orang percaya, maka yang dimaksudkan adalah sama seperti orang percaya yang tidak menjadi kuatir saat pergumulan dan masalah datang, bahkan dapat menjadi berkat. Hal itu terjadi karena mereka menaruh harapan pada Tuhan. Itu artinya mereka mengandalkan hidup hanya kepada Tuhan. Selain itu juga karena mereka senantiasa merenungkan Taurat itu siang dan malam (Mazmur 1:2). Firman Tuhan diumpamakan seperti air yang senantiasa memberikan kesegaran dan kehidupan dalam setiap waktu. Oleh karena itu sebagai orang percaya kita harus membaca, merenungkan dan melakukan firman Tuhan setiap hari. Kita tidak boleh menjadi seperti pohon yang ternyata hanya lebat daunnya saja. Saat ingin dicari buahnya ternyata tidak ada satu pun. Pohon seperti ini tidak memberikan keuntungan apa-apa. Demikian juga halnya dengan orang percaya. Jangan hanya terlihat segar dan aktif di luar saja; aktif pelayanan; sibuk di gereja dan lain-lain, namun belum menghasilkan buah Roh satu pun. Berbuahlah setiap musim. Tebarkanlah kebaikan dan kasih Allah tanpa terpengaruh oleh perasaan dan situasi yang terjadi di sekitar kita. (MI)

Tak hanya sekedar tetap hijau daunnya, tetapi juga senantiasa berbuah setiap musim. Ya…Allah, Engkaulah pemilik hidup kami… kerjakanlah terus perkara-perkara yang dapat membuat hidup kami berbuah.

gan

Bilan

4

32-3


Yesaya 60:1-22

jumat, 18 februari 2011

Menjadi Kebanggaan dan Kemuliaan Yang paling kecil akan menjadi kaum yang besar, dan yang paling lemah akan menjadi bangsa yang kuat. Yesaya 60:22a

Saya cukup terkejut ketika keponakan saya yang bernama Ribka memberitahu bahwa oleh kemurahan Tuhan ia memperoleh beasiswa belajar bahasa Mandarin selama satu tahun di Beijing, China. Saat ia masih kecil ia begitu lucu dan menggemaskan. Tampaknya tak ada yang istimewa di dalam dirinya. Tetapi rupanya orang tuanya mendidiknya dengan tekun sehingga potensi yang Tuhan taruh dalam diri Ribka dikembangkan dengan baik. Tuhan sedang menjanjikan kehidupan yang lebih baik bagi umat-Nya. Nabi Yesaya menyampaikan penghiburan yang luar biasa. Kalau dulunya umat Tuhan menjadi sindiran karena keterpurukan mereka, kini mereka menjadi kebanggaan dan kemuliaan. Tuhan mampu mengubah dari yang buruk menjadi baik. Yang lemah dijadikan-Nya kuat. Yang miskin dijadikan-Nya kaya, yaitu kaya dengan berkat jasmani dan rohani. Kita tidak boleh pesimis terhadap kemajuan pertumbuhan orang-orang yang ada di sekitar kita. Orang tua jangan pesimis mendidik anak-anaknya. Guru tidak boleh pesimis mendidik anak didiknya. Pimpinan di kantor tidak boleh pesimis membimbing anak buahnya. Hamba Tuhan tidak boleh pesimis terhadap pertumbuhan iman jemaatnya. Tuhan mau berkarya dalam hidup kita sehingga keterpurukan diubah-Nya menjadi kehormatan. Kegagalan diubah-Nya menjadi keberhasilan. Kelemahan diubah-Nya menjadi kekuatan. Kesedihan diubah-Nya menjadi sukacita. Kain kabung diubah-Nya menjadi jubah pujian. Serahkan diri dalam tangan Tuhan dan kita akan diubah-Nya menjadi kebanggaan dan kemuliaan. (PF)

Hidup yang memuliakan Tuhan akan dipermuliakan oleh Tuhan. Bila ng Ulan an 35 gan 1

Semua orang percaya selalu rindu memuliakan Tuhan.


sabtu, 19 februari 2011

2 Tawarikh 10:1-19

Bertindak Bijaksana Dengarkanlah nasihat dan terimalah didikan, supaya engkau menjadi bijak di masa depan. Amsal 19:20

Salah satu manfaat firman Tuhan seperti yang tertulis di dalam 2 Timotius 3:16 adalah untuk menyatakan kesalahan. Namun ada beragam reaksi dari jemaat tatkala firman Tuhan disampaikan. Ada yang merasa bersyukur tatkala mereka diingatkan akan kesalahan mereka, sehingga mengambil keputusan yang bijaksana yaitu berbalik dari jalan mereka yang jahat dan tidak lagi mengulangi kesalahan yang sama di kemudian hari. Namun ada juga yang marah kepada hamba Tuhan yang menyampaikan bahkan sampai meninggalkan gereja dan pindah ke gereja lain. Pecahnya Kerajaan Israel terjadi akibat dari seseorang yang bertindak tidak bijaksana karena tidak mau mendengarkan nasihat yang baik. Setelah Salomo meninggal, Rehabeam anaknya menggantikan kedudukannya sebagai Raja Israel. Ketika segenap rakyat Israel meminta keringanan dari tanggungan yang dibebankan Salomo kepada mereka, Rehabeam dengan segera meminta nasihat kepada tua-tua yang dahulu mendampingi Salomo. Mereka memberikan nasihat yang baik untuk mengatasi keadaan saat itu. Namun sayang, Rehabeam tidak menuruti nasihat mereka. Dia bahkan meminta nasihat pada orang-orang muda sebayanya yang justru memberi nasihat yang buruk, yang jauh dari tindakan bijaksana. Hal ini membuat rakyat marah dan akhirnya terjadi pemberontakan yang merugikan pihak Rehabeam sendiri. Melalui kisah di atas, biarlah kita disadarkan untuk mau mendengarkan nasihat dan didikan, khususnya yang berasal dari firman Tuhan. Hanya firman Tuhan yang mampu membawa kita menjadi semakin bijaksana dalam mengambil setiap keputusan. Keputusan yang bijaksana akan membawa manfaat yang sangat besar dalam hidup kita di masa yang akan datang. (LP)

Mendengar nasihat firman Tuhan, menjadikan kita bijaksana dalam mengambil setiap keputusan. Anak-anak Tuhan berlaku bijaksana dalam setiap tindakannya sesuai dengan firman Tuhan.

gan

Ulan

2-4


Efesus 4:11-16

minggu, 20 februari 2011

Sumber dan Arah Pertumbuhan Dari pada-Nyalah seluruh tubuh, -- yang rapi tersusun dan diikat menjadi satu oleh pelayanan semua bagiannya, sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap anggota -- menerima pertumbuhannya dan membangun dirinya dalam kasih. Efesus 4:16 Suatu kali saya melihat satu tanaman kecil yang tumbuh di bawah sebuah bangku taman yang terbuat dari besi. Tanaman ini tidak tumbuh ke atas, tetapi berbelok karena menabrak bangku itu. Rupanya tanaman itu menuju ke arah sinar matahari. Sekalipun ada halangan, tanaman itu melakukan proses penyesuaian. Bentuk batangnya memang menjadi sedikit aneh karena berbelok ke samping dan tidak tumbuh lurus. Namun hal itu dilakukan untuk mencari sumber kehidupan. Batang tanaman itu bisa saja terus tumbuh lurus, namun justru akan mengalami kematian karena tidak mendapat sumber energi untuk melakukan proses pengolahan makanan dalam tubuhnya. Dalam kehidupan kita, arah dan sumber pertumbuhan kita adalah Kristus, Sang Kepala (Efesus 4:15). Ia memberikan berbagai hal yang menunjang dan menopang pertumbuhan (Efesus 4:11). Seperti nutrisi bagi tanaman yang berguna untuk menyuburkan dan meningkatkan pertumbuhan, demikian pula perlengkapan yang disediakan oleh Kristus yang bertujuan “untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus� (Efesus 4:12). Namun perlengkapan itu juga punya fungsi lain seperti anti hama, yakni melindungi supaya tidak diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan. (Efesus 4: 14). Semua perlengkapan, nutrisi dan anti hama itu diberikan agar pertumbuhannya mencapai standar yang diharapkan, yakni “sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus� (Efesus 4:13). Kita pun akan mengalami pertumbuhan bila terus menerus mengarah kepada Kristus, Sang sumber dan arah pertumbuhan itu. (RC)

Sudahkah kita mengarah kepada Kristus?

Ulan

gan

5-7

Agar kita terus menerus bersumber dan terarah kepada Kristus


senin, 21 februari 2011

Yehezkiel 47:1-12

Menjadi Berkat ‌ Buahnya menjadi makanan dan daunnya menjadi obat. Yehezkiel 47:12

Siapa yang tak kenal dengan tanaman apotik hidup? Berbagai tanaman seperti jahe, kunir, kencur, temulawak, mengkudu, lidah buaya, jeruk nipis dan sebagainya mudah ditanam di pekarangan rumah dan berkhasiat untuk pengobatan secara alami. Tanam-tanaman tersebut dikenal dapat mencegah dan mengobati penyakit tertentu. Penglihatan yang diterima oleh Nabi Yehezkiel sungguh menakjubkan. Air yang keluar dari Bait suci itu menjadi sungai yang mengalir dan airnya menghidupi pohon buah-buahan yang tumbuh di kedua tepi sungai. Pohon-pohon itu selalu berbuah dan daunnya tetap segar. Baik buah maupun daunnya bermanfaat bagi kehidupan manusia yaitu menjadi obat. Seperti halnya tanaman di atas yang memberi manfaat bagi hidup manusia, demikian juga Tuhan ingin agar setiap orang Kristen dapat menjadi berkat bagi sesamanya. Bagaimana caranya? Pertama, sadari bahwa Tuhanlah sumber berkat. Jangan merasa bahwa semua yang kita miliki karena jerih payah dan usaha kita sendiri (Amsal 10:22). Kedua, miliki ketaatan dan hubungan yang akrab dengan Tuhan, maka Dia akan mengalirkan aliran air kehidupan yaitu firman Tuhan yang menyegarkan jiwa kita (Mazmur 1:2-3). Ketiga, jangan nikmati sendiri berkat yang diterima, tetapi bagikan kepada yang lain. Pohon buah-buahan tidak pernah memakan sendiri buahnya, melainkan manusialah yang menikmatinya. Demikian juga halnya dengan hidup ini. Kita harus menghasilkan hal yang baik dan menjadi berkat (Matius 5:16). Sudahkah hidup Saudara dialiri oleh firman Allah yang memberikan kehidupan sehingga hidup Saudara menjadi berkat bagi sesama? Marilah sediakan diri menjadi alat-Nya bagi Kerajaan Allah, maka Saudara akan dipakai oleh Tuhan menjadi berkat (DI).

Aliran sungai dari Allah memberi kehidupan

Kehidupan setiap anak Tuhan supaya mampu menjadi berkat bagi sekitarnya.

gan

Ulan

8-10


2 Petrus 3:17-18

selasa, 22 februari 2011

Bertumbuh Dalam Kasih Karunia Tetapi bertumbuhlah dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus. Bagi-Nya kemuliaan, sekarang dan sampai selama-lamanya. 2 Petrus 3:18

Istilah “kasih karunia” dalam bahasa Yunani adalah “Charis” dan dalam bahasa Inggris “grace”. Kata “grace” dapat diterjemahkan “anugerah”. Arti kata “anugerah” adalah pemberian Tuhan yang sebenarnya kita tidak layak menerimanya. Kita adalah orang berdosa yang patut menerima hukuman Tuhan. Namun Tuhan sendiri yang mengambil alih hukuman dan membebaskan manusia. Oleh anugerah Tuhan, manusia diselamatkan. Rasul Petrus menyatakan “bertumbuhlah dalam kasih karunia” atau “bertumbuhlah dalam anugerah.” Berarti anugerah Tuhan tidak hanya sampai sebatas keselamatan titik. Keselamatan merupakan titik awal yang perlu dilanjutkan. Kelanjutannya atau pertumbuhannya mencakup hal apa saja? Pertama, Bertumbuh dalam hidup rohani (Efesus 2:5). Di dalam anugerah-Nya kita tidak lagi berkecimpung dalam kehidupan dosa. Sebaliknya kita hidup di dalam Roh-Nya. Artinya kita memikirkan hal-hal yang dari Roh (Roma 8:5). Dengan kata lain, kita memikirkan hal-hal rohani. Setiap hari hidup kita diisi hal-hal rohani, tidak sekedar diisi hal-hal alami atau jasmani saja. Kedua, bertumbuh dalam pekerjaan baik (Efesus 2:10). Segala bentuk pekerjaan yang tidak baik harus dihindarkan. Hidup kita tidak diisi oleh hal-hal jahat. Apa pun yang kita kerjakan harus menghasilkan sesuatu yang baik. Semua jenis pekerjaan dilakukan di dalam anugerah-Nya. Ketiga, bertumbuh dalam pemberian Allah (Efesus 2:8). Pemberian Allah adalah karunia-karunia-Nya. Allah di dalam Roh-Nya memberikan pelbagai karunia kepada kita. Setiap karunia yang kita terima dari Tuhan patut dikembangkan guna kemuliaan Tuhan. Marilah kita bertumbuh dalam kasih karunia-Nya yakni anugerah-Nya. (IE)

Menerima anugerah-Nya perlu dilanjutkan dengan pertumbuhan iman. Terimakasih atas anugerah-Mu ya Bapa.

Ulan

gan

11-1

3


rabu, 23 februari 2011

Keluaran 24:12-18

Jadilah Seorang Pendaki Masuklah Musa ke tengah-tengah awan itu dengan mendaki gunung itu. Lalu tinggallah ia di atas gunung itu empat puluh hari empat puluh malam lamanya. Keluaran 24:18

Menjadi seorang pendaki gunung harus memiliki tubuh yang sehat dan stamina yang kuat supaya tahan terhadap angin dan udara dingin. Selain itu juga dibutuhkan mental yang kuat supaya tidak takut terhadap apa pun. Mendaki gunung tentu sangat melelahkan. Tetapi kelelahan itu akan hilang menjadi kepuasan setelah tiba di puncak gunung, karena dapat menikmati pemandangan yang sangat indah. Musa, memiliki pengalaman yang sangat indah setelah mendaki gunung Sinai. Ia dapat melihat Allah, kaki-Nya berjejak pada sesuatu seperti lantai dari batu nilam dan terangnya seperti langit yang cerah (Keluaran 24:10). Kemudian dalam ayat 15-16 sementara Musa sedang mendaki gunung, awan menutupinya dan Tuhan menyatakan kemuliaanNya. Pengalaman yang paling indah adalah ketika Musa berada di puncak gunung Sinai selama 40 hari 40 malam. Ia dapat menikmati persekutuan dengan Tuhan, rohnya dibawa masuk dalam hadirat Tuhan. Tuhan menyuruh Musa naik ke gunung bukan hanya untuk melihat keajaiban-Nya dan menikmati persekutuan dengan Tuhan. Lebih dari itu Tuhan mau memberikan firman-Nya yaitu petunjuk dalam mendirikan Kemah Suci yang harus dikerjakan oleh segenap bangsa Israel. Tentu kita semua senang apabila dapat menikmati pengalamanpengalaman yang indah bersama Tuhan seperti yang Musa rasakan. Kita juga akan merasa bahagia kalau Tuhan masih mau berfirman. Dengan firman-Nya kita dapat menjalani hidup ini dan berjalan di jalan yang ditunjukkan Tuhan sehingga kita tidak tersesat. Oleh sebab itu jadilah seorang pendaki yang kuat sampai tiba di puncak! Ada banyak hal yang Tuhan kerjakan atas hidup kita. (LL)

Pengalaman yang paling indah adalah hidup bersama Tuhan. Para korban gunung Merapi yang harus menata kembali kehidupannya.

gan

Ulan

6

14-1


Roma 8:31–39

kamis, 24 februari 2011

Lebih Dari Pemenang Tetapi dalam semuanya itu kita lebih daripada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita. Roma 8:37

Rudi Hartono pernah mengharumkan nama bangsa Indonesia di dunia bulu tangkis sebagai juara dunia yang tangguh. Reputasinya diakui dunia! Namun, kini beliau tidak lagi bertanding seperti dulu. Memang tidak ada manusia yang bisa menjadi juara terus menerus. Semua ada waktunya. Tubuh manusia pun tidak bisa selamanya sehat dan kuat, usia yang bertambah menyebabkan stamina fisik menurun. Tidak demikian dengan iman! Orang percaya disebut: “lebih dari pemenang�. Paulus mengajak kita menghayati hidup sebagai orang yang lebih dari pemenang. Kasih Allah di dalam Yesus Kristus adalah jaminan kemenangan terus menerus. Di dalam kasih Yesus Kristus, kita yang susah menerima penghiburan. Kita yang mengalami kesesakan, Kristus membebaskan. Kita yang ada dalam marabahaya, Kristus meluputkan. Sebagai orang yang lebih dari pemenang di dalam Yesus Kristus, hidupnya terjamin sampai di balik kematian. Karena di dalam Yesus Kristus, kematian bukan hal yang mengerikan. Kematian adalah pintu gerbang menuju sorga mulia. Orang percaya telah dijamin adanya tempat yang penuh damai sejahtera. Di sana tiada susah, air mata dan sakit penyakit. Siapakah yang bisa menggugat orang-orang pilihan Allah? Apabila saat ini Saudara mengalami kesukaran, kesesakan atau pun marabahaya, jangan putus asa. Ingatlah bahwa Allah tidak menyayangkan anak-Nya sendiri, tetapi menyerahkan-Nya bagi kita (ayat 32). Allah tahu apa yang menjadi persoalan kita, Dia akan terus menjaga, melindungi, menolong kita. Nikmatilah hidup di dalam Tuhan sebagai orang-orang yang lebih dari pemenang. (LB)

Anak-Nya saja diberikan untuk kita, apalagi yang lain.

Ulan

gan

Pemeliharaan Tuhan terhadap anak-anak-Nya yang hidup di daerah konflik.

17-1

9


jumat, 25 februari 2011

2 Timotius 1:3-6

Iman Yang Hidup Sebab aku teringat akan imanmu yang tulus ikhlas, yaitu iman yang pertama-tama hidup di dalam nenekmu Lois dan di dalam ibumu Eunike dan yang aku yakin hidup juga di dalam dirimu. 2 Timotius 1:5

Apabila kita perhatikan nas bacaan kita, kita menjumpai kenyataan iman yang hidup. Semula iman hidup dalam diri Lois, nenek Timotius. Selanjutnya iman hidup dalam pribadi Eunike, ibu Timotius. Kemudian iman hidup dalam diri Timotius sendiri. Memperhatikan urut-urutan iman yang hidup tersebut, kita dapat memetik beberapa pelajaran penting. Pertama, iman yang hidup adalah iman yang mampu membawa orang lain menjadi orang beriman. Dalam hal ini, nenek Timotius, Lois mampu membawa putrinya, Eunike menjadi orang beriman. Seseorang yang mengaku dirinya sebagai orang beriman perlu menjadi saksi bagi orang lain. Kehidupannya dapat menjadi teladan bagi orang lain. Iman yang hidup akan tampak dalam perbuatan-perbuatan yang baik. Orang-orang lain yang melihatnya akan memuliakan Allah (1 Petrus 2:12). Kedua, iman yang hidup adalah iman yang tidak terputus. Dari Lois ke Eunike dan dari Eunike ke Timotius. Dan dari Timotius ke orang-orang lain (2 Timotius2:2). Iman yang hidup tidak akan putus dalam satu generasi. Melainkan iman akan hidup dari satu generasi ke generasi berikutnya. Bukan berarti iman keturunan atau kristen keturunan. Tapi iman yang benar-benar menjadikan seseorang lahir baru. Setiap generasi hidup sebagai generasi yang lahir baru. Lahir generasi-generasi yang menjadi ciptaan baru. Ketiga, iman yang hidup adalah iman yang kokoh. Tidak mudah rontok oleh kesulitan, penderitaan, penyakit atau tantangan apa pun. Iman yang hidup akan sampai pada garis akhir. Siap menerima mahkota kebenaran. Dalam kondisi dunia saat ini biarlah iman kita dijumpai hidup. (IE)

Kemuliaan Tuhan terpancar melalui iman yang hidup.

Hidupkanlah imanku dalam kehidupan sehari-hari. gan

Ulan

2

20-2


Hakim-hakim 2:10-23

sabtu, 26 februari 2011

Dari Generasi ke Generasi ..., bangkitlah sesudah mereka itu angkatan yang lain, yang tidak mengenal TUHAN ataupun perbuatan yang dilakukan-Nya bagi orang Israel. Hakim-hakim 2:10 .

Setelah beberapa tahun berpisah, diadakanlah sebuah reuni keluarga. Yang menarik adalah bahwa banyak anak-anak dan cucucucu yang tidak saling mengenal satu sama lain. Kurangnya komunikasi selama ini menyebabkan yang satu asing bagi yang lain. Mulailah para pinisepuh dalam keluarga itu memperkenalkan semua anggota keluarga besarnya secara lengkap. Sejak saat itu mereka saling berhubungan dan berkomunikasi. Dalam reuni berikutnya, suasana jauh lebih baik sebab mereka sudah saling mengenal dengan baik. Generasi yang tidak mengenal Tuhan jauh lebih menyedihkan daripada kisah di atas. Ada sesuatu yang salah apabila sampai muncul suatu generasi yang tidak mengenal Tuhan. Kesalahan itu ada pada orang tua mereka. Saat itu mereka begitu sibuk mengolah lahan di Tanah Perjanjian. Mereka tidak menyisihkan waktu untuk bercerita kepada anak-anak mereka tentang sejarah umat Tuhan, tentang kedahsyatan kuasa Tuhan yang membebaskan nenek moyang mereka dari perbudakan di Mesir dan menuntun mereka ke Tanah Perjanjian. Apa akibatnya? Mereka melakukan hal-hal yang menyakitkan hati Tuhan. Mari kita wariskan kepada generasi berikutnya bukan hanya harta kekayaan, melainkan warisan iman. Iman jauh lebih berharga dari kekayaan sebanyak apa pun. Jika iman yang hidup diwariskan dari generasi ke generasi, maka keberadaan seluruh bangsa pun diberkati Tuhan. Datangnya bencana atas bangsa dan negara sedikit banyak dipengaruhi oleh iman dan relasi bangsa itu dengan Tuhan, Sang Pencipta. Prioritaskan pewarisan iman, jangan mengabaikannya.(PF)

Warisan iman tidak akan pernah mengecewakan.

Pendidikan untuk para penyandang cacat.

Ulan

gan

23-2

5


minggu, 27 februari 2011

Matius 3:1-6

Sudah dekat “Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!� Matius 3:2

Ketika Badan Vulkanologi Dan Penanggulangan Bencana mengumumkan kondisi Gunung Merapi yang akan meletus, penduduk sekitar gunung diminta waspada dan mengungsi ke tempat yang lebih aman. Tetapi tidak semua penduduk menanggapi dengan serius. Ada di antara penduduk yang tidak mau meninggalkan kediamannya. Akibatnya mereka harus kehilangan nyawa atau terluka ketika gunung itu benarbenar meletus. Memang ada orang-orang yang tidak peduli dengan peringatan-peringatan. Ketika sesuatu terjadi dan menimpa dirinya, barulah orang itu menyesal. Hal ini sungguh sangat disayangkan. Yohanes Pembaptis diutus untuk memberikan peringatan supaya orang bertobat karena Kerajaan Sorga sudah dekat. Seruan Yohanes ternyata direspons dengan baik oleh penduduk Yerusalem, Yudea dan daerah sekitar Yordan. Mereka bertobat, mengaku dosa dan memberi diri dibaptis di sungai Yordan. Jika kita melihat keadaan dunia saat ini seperti yang dikatakan oleh Yesus tentang tanda-tanda akhir zaman dalam Matius 24:4-14, jelas menunjukkan bahwa kedatangan Tuhan Yesus sudah sangat dekat. Benarlah apa yang sering dikatakan oleh para hamba Tuhan bahwa kita sedang berada pada akhir daripada akhir zaman. Melalui tanda-tanda zaman, Tuhan sedang memperingatkan supaya setiap orang yang masih hidup di dalam dosa segera bertobat, meninggalkan segala perbuatan yang sia-sia. Bagi mereka yang sudah bertobat harus menjaga imannya agar tidak gugur dan senantiasa berjaga-jaga karena tidak tahu kapan Tuhan Yesus datang. Mari kita ikuti teladan Yohanes yang mau dipakai Tuhan untuk menyerukan berita kedatangan Yesus yang sudah dekat agar banyak orang bertobat. (LL)

Peringatan Tuhan bukti Ia mengasihi umat-Nya.

Orang-orang yang tidak peduli dengan tanda-tanda zaman.

gan

Ulan

8

26-2


Kidung Agung 4:10-15

senin, 28 februari 2011

Merawat Tunas-Tunas Tunas-tunasmu merupakan kebun pohon-pohon delima dengan buahbuahnya yang lezat, ‌.. Kidung Agung 4:13

Para petani merasa lega ketika melihat benih padi mulai bertunas di hamparan sawahnya. Tunas-tunas itu bertumbuh menjadi padi muda yang biasa disebut dengan masa bertaruk. Pada masa ini tunas-tunas padi memasuki fase inkubasi dan mudah diserang oleh berbagai hama penyakit yang bisa mematikan tanaman itu sendiri. Apa yang terjadi jika pada masa bertaruk ini tidak mendapat perhatian khusus? Alhasil adalah kerugian yang teramat besar. Oleh sebab itu, petani harus merawat padi dengan tekun supaya terhindar dari serangan hama. Kitab Kidung Agung yang ditulis oleh Raja Salomo adalah tentang sebuah hubungan yang indah antara mempelai pria dan mempelai perempuan yang melambangkan hubungan antara Allah dan umat-Nya. Nas di atas adalah sepenggal pujian yang diberikan oleh mempelai pria kepada kekasihnya yang memberikan cintanya lebih dari siapa pun juga. Betapa bahagianya sang mempelai perempuan mendapat sanjungan begitu rupa! Ia digambarkan bagaikan kebun dan mata air. Di dalam kebun itu tumbuh tunas-tunas dari berbagai pohon yang bermanfaat bagi kehidupan dan dialiri oleh air dari mata air yang menjadi sumber kehidupan. Pada masa tunas-tunas itu memasuki masa bertaruk, maka mempelai perempuan harus merawat dengan baik sehingga pohon-pohon itu terus bertumbuh dan berbuah. Sebagai umat Tuhan, kita dipercaya untuk merawat tunas-tunas yaitu “generasi muda� yang sedang berada dalam masa bertaruk. Mereka sangat rentan terhadap segala bentuk hama dunia yang dapat menggerogoti iman mereka. Oleh sebab itu kita harus senantiasa mendampingi, memberikan bimbingan, teguran dan disiplin rohani tanpa kompromi supaya pada akhirnya mereka juga menjadi mempelai perempuan yang mendapat pujian dari mempelai pria, yaitu Allah kita di dalam Tuhan Yesus Kristus. (SM)

Kesalahan terbesar adalah membiarkan tunas-tunas bertumbuh liar. Anak-anak muda menjadi generasi yang militan

Ulan

gan

29-3

1


Oleh :

Pdt. Drs. Petrus F. Setiadarma, M.Div


Pendahuluan Pembicaraan dan seminar tentang keluarga semakin marak hari-hari ini. Hal itu menunjukkan bahwa keluarga merupakan unit terkecil masyarakat yang sangat penting. Ketika keluarga mengalami kehancuran maka masyarakat pun akan terkena imbasnya. Walaupun penuh rekayasa, tayangan sinetron di televisi kita menunjukkan kompleksnya masalah dalam keluarga. Jika masalah yang timbul tidak diantisipasi dan diselesaikan dengan baik tentu akan berakibat fatal. Dalam artikel ini kita akan merenungkan beberapa prinsip penting dalam Alkitab, khususnya melalui Mazmur 128 agar keluarga kita menjadi keluarga yang kokoh. 1. Takut Akan Tuhan Mazmur 128:1 memuat kata “Berbahagialah …”. Dalam bahasa Inggris diterjemahkan dengan “Blessed be …” artinya “Diberkatilah …” Keluarga yang kokoh adalah keluarga yang diberkati Tuhan. Karena orang-orang yang ada di dalamnya takut akan Tuhan. Apa arti takut akan Tuhan? Dijelaskan dalam ayat tersebut bahwa orang yang takut akan

Tuhan adalah orang “yang hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya.” Berarti untuk bisa hidup sedemikian terlebih dahulu ia mau ditunjuki jalan Tuhan. Ia tahu dan mengenal jalan Tuhan melalui firman Tuhan yang dibaca dan didengarnya. Kemudian ia hidup dalam ketaatan total terhadap jalan Tuhan tersebut. Ada orang yang sudah merasa memiliki jalan atau prinsip, dan menganggap jalannya atau prinsipnyalah yang benar. Misalnya, ia kepala keluarga yang menganggap bahwa memukul isteri secara fisik atau merendahkannya adalah tindakan yang benar. Padahal ketika firman Tuhan disampaikan kepadanya ia sadar bahwa apa yang selama ini dianggapnya benar ternyata salah. Jalan atau caranya bukan jalan atau cara Tuhan (Yesaya 55:8-9). Seharusnya ia kemudian mau mengubah cara hidupnya. Tidak lagi melakukan kekerasan terhadap keluarganya sendiri, melainkan mengasihi dan melindunginya. Sayangnya, ada yang tetap berkeras hati dan tetap berpegang kepada jalannya sendiri. Akibatnya keluarganya


tidak kokoh. Isteri dan anakanaknya tidak tahan lagi, dan keluarga itu pun berantakan. Jalan Tuhan itu indah dan mendatangkan kebaikan bagi semuanya. Memang di dalamnya ada hal-hal yang nampaknya sulit, seperti: kesabaran, ketekunan, pengendalian diri, kasih, dan sebagainya. Tetapi Roh Kudus diberikan kepada kita menjadi Penolong kita yang sejati, agar kita mampu hidup benar di jalan Tuhan. Jadi, suami, isteri dan anak-anak harus terus bertumbuh dalam pengenalan akan jalan Tuhan dan juga dalam ketaatan. Ketika kita taat, di situ ada berkat! Suami yang takut akan Tuhan akan mengasihi isteri dan anak-anaknya.Ia tidak akan mengecewakan kepercayaan yang diberikan keluarganya kepadanya, sekalipun ia berada di luar kota dan isteri tidak bisa tahu apa yang diperbuatnya. Isteri yang takut akan Tuhan akan melayani suaminya dengan penuh hormat, dan tidak akan memboroskan berkat Tuhan yang diterimanya baik sebagai hasil kerja sendiri maupun dari suaminya. Anak yang takut akan Tuhan akan

menaati pimpinan orang tuanya. Ia akan menggunakan cara yang jujur guna memperoleh prestasi belajar di sekolah. Ia juga tidak akan masuk ke situs-situs Internet yang tidak pantas. 2. Rajin Bekerja Bekerja adalah mandat yang Allah berikan kepada manusia ketika Ia menciptakan mereka (Kej. 1:26-28). Pemazmur berkata tentang “jerih payah tangan� yang bekerja. Berkat yang dicurahkan Tuhan merupakan hasil dari suatu proses kerja keras, bukan berkat instan yang langsung datang ke rumah kita. Tu h a n m e m b e r i k a n kemampuan kepada setiap keluarga untuk bekerja mencari nafkah. Bagian kita adalah bekerja keras, bagian Tuhan adalah mencurahkan berkat-Nya. Keluarga yang kokoh adalah keluarga yang membenci kemalasan. Menurut Billy Graham, kemalasan termasuk salah satu dari 7 (tujuh) dosa maut. Orang yang malas berarti tidak mensyukuri potensi yang Tuhan berikan kepadanya. Orang yang malas mengundang kemiskinan


memasuki kehidupannya. Orang yang malas harus belajar kepada semut (Amsal 6:6-11). Rasul Paulus juga mengingatkan jemaat di Tesalonika agar mereka bekerja keras (2 Tes. 3:6-10). Dengan bekerja keras, kita: (a) menurut ajaran Kristus, (b) menjadi teladan bagi orang lain, termasuk anak-anak kita, (c ) tidak menjadi beban bagi orang lain, termasuk bagi keluarga kita. Bagi yang tidak mau bekerja keras, jangan makan! Bekerja keras tidak sama dengan gila kerja (workaholic). Orang yang gila kerja akan lupa waktu: waktu makan, waktu istirahat, waktu untuk keluarga, waktu untuk beribadah kepada Tuhan, dan sebagainya. Sedangkan orang yang bekerja keras adalah orang yang memaksimalkan waktu kerjanya dengan sunguhsungguh, kemudian ia menyerahkan semuanya ke dalam tangan Tuhan. Orang yang bekerja keras tetap akan memiliki cukup waktu untuk keluarga dan untuk beribadah. 3. Penuh Sukacita Ungkapan pemazmur, “Isterimu akan menjadi seperti

pohon anggur yang subur ...� menyatakan bahwa dalam setiap keluarga Kristen yang kokoh ada sukacita. Anggur adalah lambang sukacita. Siapa sumber sukacita kita? “Pokok anggur� itu sendiri, yaitu Tuhan Yesus Kristus (Yoh. 15:1-8). Sukacita kita tidak didasarkan atas situasi dan kondisi yang kita hadapi, melainkan merupakan buah Roh Kudus sendiri (Gal. 5:22-23). Ciri Ke r a j a a n A l l a h a d a l a h : kebenaran, damai sejahtera, dan sukacita oleh Roh Kudus (Roma 14:17). Sebagai warga Kerajaan Allah sudah sepatutnya kita limpah dengan ketiga hal yang indah itu, yaitu: kebenaran, damai sejahtera, dan sukacita. Ketika sukacita itu hilang maka Kekristenan tidak akan terasa lagi garamnya. Sukacita tidak sama dengan bersenang-senang atas penderitaan orang lain. Sukacita tidak sama dengan ketidakpedulian atas kesusahan orang lain. Justru dengan sukacita kita menghibur dan menolong orang lain. Dengan sukacita itu kita dapat bersaksi tentang kasih Tuhan melalui perkataan dan perbuatan kita. Sukacita dalam keluarga


bisa dinikmati mulai dari terbitnya matahari sampai pa da ma su k n ya . D ia wa li dengan sukacita dalam bersekutu dengan Tuhan melalui doa dan pembacaan firman Tuhan. Kemudian setiap anggota keluarga bersukacita membuka agenda mereka masing-masing pada hari itu: apa saja yang akan dilakukan, siapa saja yang akan dikontak. Sukacita tersebut adalah modal awal keberhasilan dalam pekerjaan dan dalam berelasi dengan orang lain. Sore hari kembali bersukacita karena Tu h a n t e l a h m e n o l o n g pekerjaan kita pada hari itu. Dan di malam hari kembali bersukacita karena seluruh keluarga berkumpul bersama. Sukacita ini keluar dari setiap hati anggota keluarga yang telah diperbaharui oleh Roh Tuhan sendiri. 4. Berdoa Ungkapan berikutnya, “...; anak-anakmu seperti tunas pohon zaitun sekeliling mejamu!� Pohon zaitun di Timur Tengah menjadi simbol dari kecantikan, kekuatan, berkat ilahi, dan kemakmuran. Minyak zaitun dipakai sebagai bahan bakar, obat, dan

makanan. Dengan kata lain, Zaitun merupakan lambang kehidupan. Di manakah sebenarnya pangkal kehidupan? Dalam doa. Yesus Kristus berada di taman Getsemani, Ia berdoa di dekat pohon zaitun. Di sanalah Ia memperoleh kemenangan untuk melakukan kehendak Bapa-Nya. Keluarga yang kokoh adalah keluarga yang berdoa, termasuk pula mengajarkan anak-anak sebagai generasi doa. Mungkin saja orang tua mampu mencukupi kebutuhan anak-anaknya, tetapi sebaiknya orang tua membawa anak-anak kepada hubungan (relationship) dengan Bapa Sorgawi. Dengan berdoa secara pribadi, anak-anak memperoleh kehidupan langsung dari Sang Pencipta. Bisa saja Tuhan memberkati mereka melalui orang tua, tetapi bisa pula dari pihakpihak lain. Dengan demikian anak-anak tidak mudah menjadi kecewa ketika mereka tahu bahwa orang tua mereka terbatas dalam memenuhi kebutuhan mereka. Di atas orang tua jasmani, mereka memiliki Bapa Sorgawi yang tak terbatas kasih dan kuasa-Nya. Doa Bapa Kami yang


diajarkan oleh Tuhan Yesus dalam Matius 6:9-13 dapat menjadi standar doa keluarga. Keluarga yang berdoa akan mengalami keindahan hadirat Tuhan dan memiliki kehidupan serta kekuatan dalam menghadapi pelbagai tantangan. 5. Keharmonian Faktor yang tidak kalah pentingnya dalam menjadikan keluarga yang kokoh adalah keharmonisan. Kata harmonis berasal dari kata Yunani, harmonia, yang berarti “ikatan, persetujuan, atau kesepakatan�. Keluarga yang harmonis adalah keluarga yang terikat satu dengan yang lain dalam kesatuan kasih, dan setuju atau sepakat untuk berjalan pada jalan Tuhan. Dalam Mazmur 128 ini ada suami, isteri, dan anak-anak. Ke h a r m o n i s a n d i a n t a r a ketiganya perlu dipelihara dengan baik. Dengan cara bagaimana? Setiap anggota keluarga sepakat untuk menjalankan fungsinya masingmasing sesuai dengan tuntunan firman Allah. Suami harus mengasihi isterinya seperti mengasihi tubuhnya sendiri.

Isteri harus tunduk kepada suaminya seperti jemaat tunduk kepada Tuhan. Anakanak mengomati orang tua, dan orang tua tidak menimbulkan sakit hati dan amarah di hati anak-anaknya. Penutup Mazmur 128 diakhiri dengan kebahagiaan keluarga ketika Tuhan memberkati mereka sehingga mereka dapat melihat kebahagiaan Yerusalem. Apa kaitan antara keluarga dan Yerusalem? Itu adalah kaitan antara keluarga dengan bangsa secara keseluruhan. Ketika unitunit keluarga kokoh, maka bangsa pun kokoh. Ketika setiap keluarga memperoleh damai sejahtera, seluruh bangsa pun akan memperoleh damai sejahtera. Berkat itu berkelanjutan seperti sungai yang terus mengalir, dari generasi ke generasi. Kita akan dapat melihat anak-anak dari anak-anak kita. Kita akan menjadi bertambah tua, tetapi iman dan kasih kita kepada Tuhan tidak menjadi bertambah loyo, melainkan bertambah kuat dan kita dapat menyaksikan kebahagiaan keturunan kita selanjutnya. <


Dalam Kelemahan Kuasa Tuhan Nyata Inge - Semarang Tepat pada saat Ujian Nasional hari yang kedua (23 Maret 2010), saya terserang penyakit cacar air. Pada hari tersebut, mulai bermunculan bintik-bintik merah. Awalnya saya kira itu hanya alergi atau semacamnya. Namun, bintikbintik merah tadi semakin membesar dan berisi cairan.Te r n y a t a setelah diperiksa, dokter mengatakan bahwa saya terkena cacar air dan tidak boleh masuk sekolah selama kira-kira satu minggu. Tetapi mengingat UN yang sangat penting ini, saya harus tetap masuk sekolah untuk mengikuti UN dan ujian-ujian lainnya sampai selesai. Akhirnya dokter membuatkan surat izin supaya saya tetap bisa mengikuti UN di ruang terpisah agar tidak menular kepada yang lain. Malam harinya saya tidak bisa berkonsentrasi belajar karena pusing dan cacar yang benar-benar menyiksa, padahal saya harus menghadapi jadwal Matematika keesokan harinya. Saya hanya bisa berdoa dan pasrah kepada Tuhan. Kemudian saya menghafalkan rumusrumus yang sudah saya ringkas lalu tidur. Begitu pula untuk UN Fisika dan Kimia, saya serahkan semuanya pada Tuhan. Saya sangat yakin Tuhan pasti akan menolong karena saya sudah mempersiapkan diri sebaik-baiknya untuk menghadapi UN ini. Saya berpegang teguh pada 2 Korintus 12:9a yang mengatakan bahwa dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna. Tuhan benar-benar menguatkan saya melalui Renungan Sinar Kasih tanggal 24 Maret 2010. Renungan tersebut berkisah tentang Paulus yang harus meninggalkan muridnya yang sakit dan memprioritaskan pelayanannya. Begitu pula dengan saya, kelemahan fisik saya tidak melemahkan saya untuk tetap mengikuti UN. Saya tetap harus memprioritaskan UN tersebut. Puji Tuhan! Saya bisa mengerjakan soalsoal UN dengan sangat baik. Saya pun bisa mengikuti semua ujian yang ada dengan baik pula sampai selesai. Pada saat pengumuman kelulusan, saya dinyatakan lulus dengan nilai yang sangat memuaskan! Sungguh saya bersyukur kepada Tuhan atas kuasa-Nya yang luar biasa. Saya juga berterima kasih kepada semua orang yang sudah mendukung saya, terutama orang tua saya. Kiranya kesaksian ini menjadi berkat bagi Saudara sekalian. GBUâ&#x20AC;Ś


berkat-berkat tuhan

Ulangan 28:2-6

Segala berkat ini akan datang kepadamu dan menjadi bagianmu, jika engkau mendengarkan suara TUHAN, Allahmu: Diberkatilah engkau di kota dan diberkatilah engkau di ladang. Diberkatilah buah kandunganmu, hasil bumimu dan hasil ternakmu, yakni anak lembu sapimu dan kandungan kambing dombamu. Diberkatilah bakulmu dan tempat adonanmu. Diberkatilah engkau pada waktu masuk dan diberkatilah engkau pada waktu keluar.


Sinar Kasih Pebruari 2011