Issuu on Google+

Semarang, Januari 2011

Benih Ilahi Selamat Tahun Baru! Tentu di tahun yang baru ini ada banyak harapan untuk memperoleh kehidupan yang lebih baik: secara tubuh, jiwa, dan roh. Bahkan iman kita kepada Tuhan Yesus Kristus terus bertumbuh menjadi dewasa sesuai dengan tema gereja kita tahun 2011 ini, “Bertumbuh Ke Arah Kristus”. Pertumbuhan yang baik dimulai dengan adanya benih yang baik. Benih yang dimaksud adalah firman Allah. Oleh sebab itu sepanjang bulan Januari 2011 ini kita akan merenungkan seberapa hebatnya kuasa firman Allah bekerja dalam kehidupan orang percaya. Alkitab yang telah diterjemahkan ke dalam pelbagai bahasa, sepanjang sejarahnya telah mengalami banyak tantangan, termasuk tantangan pemusnahan. Namun Allah menyatakan kuasa-Nya. Pihak-pihak yang menentang Alkitab dan berusaha menghancurkannya telah wafat, namun firman Allah justru semakin kuat dalam mengubah dan memperbaharui pikiran dan hati manusia. Selamat bersekutu dengan dan di dalam firman Allah.

Redaksi Sinar Kasih mengucapkan terima kasih atas persembahan yang telah diberikan oleh pembaca yang budiman. Perlu Saudara ketahui bahwa persembahan yang Saudara berikan sangat bermanfaat untuk mendukung pelayanan Sinar Kasih bagi hamba-hamba Tuhan yang melayani di daerah-daerah yang sulit mendapatkan buku renungan harian. Apabila Saudara rindu untuk mendukung pelayanan tersebut, Saudara dapat mengirimkannya melalui wesel pos ke Redaksi Sinar Kasih, Jl. Pringgading 13 Semarang - 50135, atau transfer melalui BCA KCP Bangkong a/n Bambang Santoso atau Lydia Lianawati No. A/C 7830340381. Tuhan Yesus Kristus membalas setiap dukungan doa dan dana Saudara dengan berkat-Nya yang melimpah.

Penasihat : Pdt. Indrawan Eleeas, Budhi Wibowo · Pemimpin Redaksi : Lydia Lianawati · Redaktur Pelaksana : Pdt. Petrus F. Setiadarma, Pdt. Lukas Budijana, Pdt. Agus Sutrisno, Pdt. Anon D. Lukito · Sekretaris : Bibit Gunawan · Bendahara : Bambang Santoso · Penulis : Pdt. Indrawan Eleeas (IE), Pdt. Petrus F.S. (PF), Pdt. Lukas Budijana (LB), Pdt. Tan Tjiok Tie (TTT), Pdt. Anon Dwi Lukito (ADL), Pdt. Agus Sutrisno (AS), Pdt. Sudra Militanto (SM), Pdt. Dasiman (D), Pdt. Lie Yun Ling (YL), Rony Chandra (RC), Leny Pancaningrum (LP), Imeiliana (MI), Lydia Lianawati (LL), Pdt. Dedy Irianto (DI) · Desain Grafis/Layout : Rahelia Linda · Pengganti ongkos cetak : Rp 4000,- (empat ribu rupiah)

3 ng 1 5 gadi ring - 5013 3 P . l g J 6 aran -35405 1 m e S 6 4 598 . 02 Telp 024-35 : Fax. email oo.com h @ya n_sk bsit e : et a g n e .n w renu asih nark i s . www


Harap diisi dengan huruf cetak

Nama

: _____________________________________________

Alamat

: _____________________________________________ _____________________________________________

Kota & Kode Pos : _____________________________________________ Telepon/HP

: _____________________________________________

Harga berlangganan untuk satu eksemplar (termasuk ongkos kirim): Jawa dan Bali

:

6 bulan Rp 33.000,-

12 bulan Rp 65.000,-

Luar Jawa

:

6 bulan Rp 36.000,-

12 bulan Rp 71.000,-

Berlangganan sekaligus 12 bulan akan mendapatkan souvenir menarik. Pembayaran dapat melalui: Wesel Pos : Redaksi SINAR KASIH Jl. Pringgading 13 Semarang, 50135 Bank : BCA KCP Bangkong a/n Bambang Santoso atau Lydia Lianawati No. A/C 7830340381 = Untuk mempermudah proses berlangganan, bukti pembayaran dan formulir berlangganan harap di-fax ke (024)3559861, atau dikirim via pos.

= Renungan Sinar Kasih akan segera dikirimkan selambatnya 1 bulan setelah bukti pengiriman biaya berlangganan kami terima.

Tanda tangan pelanggan

(_____________________)


2 Timotius 3:10-17

sabtu, 1 januari 2011

Benih Ilahi Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat ‌ 2 Timotius 3:16

Pengalaman bekerja di sebuah perkebunan kopi walaupun hanya satu tahun memberikan banyak pelajaran berharga, khususnya tentang cara pohon kopi bertumbuh. Ada banyak faktor yang menentukan baik tidaknya pertumbuhan pohon kopi. Salah satu di antaranya adalah adanya benih yang bermutu baik. Pengamatan terhadap benih harus cukup cermat. Jika tidak, pertumbuhannya kelak menjadi kurang sehat dan akan menghabiskan banyak biaya perawatan. Semua orang percaya harus mengalami pertumbuhan rohani yang sehat di dalam Yesus Kristus. Pertumbuhan itu harus dimulai dengan adanya benih yang baik dalam kehidupan kita, yaitu firman Allah. Benih firman Allah tersebut kemudian bisa bertumbuh dengan baik atau tidak dalam kehidupan kita, bergantung dari kondisi hati kita. Diharapkan hati kita adalah tanah hati yang baik, tidak seperti tanah di tepi jalan, tidak berbatu-batu dan juga tidak penuh dengan onak duri. Sebagai “manusia baru� kita tidak dilahirkan oleh daging, melainkan oleh Roh melalui benih ilahi firman Allah yang bekerja mengubah, memperbaharui, dan memulihkan kita. Aturlah waktu dan miliki saat-saat yang baik untuk bersekutu dengan firman Allah. Buatlah catatan penting saat membaca dan mendengar firman Tuhan. Kemudian lakukan apa yang diperintahkanNya, terimalah teguran dan nasihat-Nya. Fungsi-fungsi firman Allah dalam bacaan Alkitab hari ini akan kita alami. Kita diajar untuk dapat mengerti kehendak Allah. Dengan demikian kerohanian kita akan terus bertumbuh dengan baik. (PF)

Sebagai benih ilahi, firman Allah sepenuhnya harus kita miliki. Anak-anak suka belajar dan membaca Alkitab.

-5

ian 1

d Keja


Yeremia 17:7-8

minggu, 2 januari 2011

Tumbuh Subur Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah. Yeremia 17 : 8

Pernahkah Saudara terkagum-kagum melihat perkebunan yang ditumbuhi oleh pepohonan dengan dedaunan dan buah yang lebat? Juga saat melihat taman bunga dengan bunga warna warni dan harum semerbak? Wouw.... hebat, hebat, hebat, demikian yang bisa terucap dari rasa kagum itu. Tiap orang akan senang melihat tumbuh-tumbuhan yang rindang dan subur serta bunga yang cantik. Alkitab memakai gambaran tumbuhan yang subur ini untuk menggambarkan kondisi seorang yang hidup mengandalkan Tuhan dan menaruh harapannya pada Tuhan. Dengan tegas firman Tuhan mengatakan bahwa Tuhan memberkati orang yang takut akan Dia. Abraham dipelihara dan diberkati lebih daripada Lot yang memilih hamparan tanah yang lebih subur. Daud mengalami perlindungan Tuhan dan keselamatan yang ajaib walau dikejar dan diancam oleh Saul. Daniel menjadi orang yang diberi kepandaian jauh lebih hebat walau hanya makan sayur dan air putih. Itu hanya sebagian kecil dari begitu banyak hal yang menakjubkan dari hidup orang yang mengandalkan Tuhan. Janji firman Tuhan ini terbukti sampai detik hari ini. Bagaimana dengan hidup Saudara sebagai orang percaya? Seperti pohon yang suburkah? Jangan kuatirkan hidup ini. Apabila Saudara percaya dengan sungguh kepada Tuhan, Dia sanggup mengadakan pembedaan hidup Saudara dengan orang yang tidak mengandalkan Tuhan. Alami kuasa Tuhan di saat terjepit, miliki damai sejahtera-Nya waktu semua nampak sulit. Tuhan membawa hidup anak-anak-Nya seperti pohon di tepi batang air, sehingga tak kekurangan suatu pun yang baik untuk pertumbuhannya. (LB)

Buah yang baik adalah bukti bahwa pohon itu bertumbuh subur. Keja d

Ketekunan orang Kristen untuk bertumbuh dalam Firman Tuhan.

ian 6

-9


1 Yohanes 1:1-4

senin, 3 januari 2011

Firman Hidup Apa yang telah ada sejak semula, yang telah kami dengar, yang telah kami lihat dengan mata kami, yang telah kami saksikan dan yang telah kami raba dengan tangan kami tentang Firman hidup - itulah yang kami tuliskan kepada kamu. 1 Yohanes 1:1

Disebut Firman hidup karena firman-Nya menghidupkan. Firman Tuhan memberi kehidupan. Firman Tuhan adalah kata-kata yang datang dari Tuhan. Firman hidup yang datang dari Tuhan adalah firman yang menciptakan. Tuhan menciptakan langit dan bumi melalui firman-Nya. Firman-Nya menciptakan dari yang tidak ada menjadi ada. Firman-Nya sampai hari ini menciptakan manusia-manusia baru. Bahkan firman-Nya memenuhi kebutuhan hidup umat-Nya dalam kehidupan sehari-hari. Firman hidup adalah firman yang memberikan keberhasilan (Yesaya 55:11). Firman-Nya tidak pernah batal dan gagal. Kuasa firman-Nya tampak jelas dalam pelayanan Yesus. Apa saja yang dikatakan Yesus terjadi. Yesus berkata pada orang lumpuh, “Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalanlah,” seketika itu juga orang yang lumpuh bangkit dan berjalan. Di sebuah rumah ibadah terdapat seseorang yang mati sebelah tangannya. Yesus berkata pada orang tersebut, “Ulurkanlah tanganmu!” Seketika itu juga ia mampu mengulurkan tangannya. Ia sembuh. Murid-murid Yesus sedang menghadapi badai dan ombak yang dahsyat. Perahu mereka terombang-ambing. Air masuk. Perahu nyaris tenggelam. Di saat yang mencekam, Yesus berdiri dan berkata, “Diam! Tenanglah!” Badai reda dan ombak tenang. Bahkan kepada orang mati yang sudah empat hari dikubur, Yesus berkata, “Lazarus, marilah keluar!” Lazarus hidup kembali. Firman hidup adalah firman yang memberi hidup kekal kepada umat percaya. Yang percaya dan menerima firman-Nya memperoleh hidup kekal. Tuhan kekal adanya, firman-Nya juga kekal. Kita perlu diisi oleh firman-Nya agar memiliki hidup kekal. (IE)

Firman-Nya tetap hidup selama-lamanya.

Terima kasih atas firman hidup yang Tuhan berikan.

0-14

ian 1

d Keja


Kejadian 1:1-26

selasa, 4 januari 2011

Firman Yang Penuh Kuasa Sebab Dia berfirman, maka semuanya jadi; Dia memberi perintah, maka semuanya ada. Mazmur 33:9

Sulap adalah sebuah pertunjukan yang mengagumkan khususnya bagi anak-anak. Bagaimana tidak? Seorang pesulap cukup mengucapkan satu kalimat “Bim salabim abra kadabra,” maka sesuatu yang “tidak ada” menjadi ada atau suatu benda berubah menjadi benda yang lain. Pesulap dapat mengubah saputangan menjadi merpati, atau genggaman tangan yang kosong ketika dibuka muncul sebuah benda. Sebenarnya pertunjukan sulap sebuah permainan dengan menggunakan trik-trik tertentu untuk menjadi tontonan yang menarik. Ada hal yang lebih mengagumkan dibanding sekedar sulap yaitu firman yang diucapkan oleh Allah. Ia tidak menggunakan trik-trik tertentu untuk mengadakan yang tidak ada menjadi ada atau mengubah sesuatu. Allah berfirman maka semuanya jadi. Bagaimana Allah menciptakan dunia ini dan seluruh isinya? Dengan kuasa-Nya. Ketika Allah menciptakan dunia ini, berfirman Allah “jadilah terang.” Lalu terang itu jadi dan seterusnya (Kejadian 1). Ia juga mampu mengubah dan melakukan segala sesuatu. Dengan kuasa-Nya, Ia mengubah air menjadi anggur, Ia menahirkan orang yang sakit kusta, Ia menyembuhkan orang yang kerasukan setan. Kepada seorang yang tuli dan bisu, Yesus menyatakan “Terbukalah!” Maka orang yang bisu dan tuli itu dapat mendengar dan berkata-kata. Firman Allah yang penuh kuasa itu memberi kita kehidupan. Oleh sebab itu peganglah Firman-Nya. Kalau saat ini Saudara sedang mengalami masalah, percayailah Firman-Nya dan alami kuasa-Nya. Tuhan pasti akan menyatakan kuasa-Nya atas hidup Saudara dan kemenangan menjadi bagian Saudara. Sungguh, tidak ada sesuatu apa pun di dunia ini yang dapat dibandingkan dengan Firman Allah. Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu. (Matius 24:35). (LL)

Firman Tuhan memberi kehidupan.

Ya Tuhan, hidupkanlah aku sesuai dengan firman-Mu.

Keja d

ian 1

5-18


rabu, 5 januari 2011

Matius 25:31-46

Menjadi Pelaku Firman Dan mereka ini akan masuk ke tempat siksaan yang kekal, tetapi orang benar ke dalam hidup yang kekal. Matius 25:46

Seorang bapak yang tua renta berjalan tertatih-tatih dan tiba di depan sebuah rumah yang terbuka pintunya. Di sana ada seorang ibu yang mempersilakannya masuk dan memberinya makanan dan minuman. Kemudian ibu itu memberi makanan kecil dan uang sebelum bapak itu meninggalkan rumah si ibu. Tidak berapa lama seorang anak dari ibu itu bertanya, “Kenapa ibu memperhatikan bapak tua itu sedemikian rupa?� Ibu itu menjawab, “Kasihan, orang semacam itu tidak ada yang memperhatikan. Bukankah Tuhan memerintahkan kita untuk memperhatikan orang yang papa?� Ibu itu sudah melakukan kebenaran firman Tuhan. Di saat orang membutuhkan makan dan minum, ia memberinya dengan sukarela. Di lain tempat, ada orang yang memberikan tumpangan saat ada hamba Tuhan yang melayani dengan menyediakan kamar khusus untuk menginap dan jamuan makan selama menumpang beberapa hari. Selanjutnya, ada juga orang-orang yang rela mengunjungi dan mendoakan orang-orang sakit, para narapidana, orang-orang yang tersisih, dan sebagainya. Melalui karya Roh Kudus, setiap anak Tuhan dapat melakukan kebaikan kepada orang lain. Walau nampaknya kecil, Tuhan memperhitungkan setiap kebaikan yang dilakukan. Mengapa? Karena apa yang mereka lakukan di dunia ini pasti diperhitungkan oleh Tuhan dalam kekekalan. Maukah Saudara masuk dalam kehidupan kekal? Lakukan setiap kebenaran firman Tuhan dan jangan hanya menjadi pendengar saja. (AS)

Berbuatlah sesuatu bagi orang-orang yang paling hina.

Setiap anak Tuhan hidup dalam kebenaran Firman Tuhan.

9-22

ian 1

d Keja


2 Timotius 3:16-17

kamis, 6 januari 2011

Pengilhaman Sebab tidak pernah nubuat dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama Allah. 2 Petrus 1:21

Alkitab menyatakan bahwa Firman Allah adalah perkataan yang diilhamkan oleh Allah, yang dihembusi oleh nafas atau Roh Allah sendiri. Itu artinya bahwa firman Allah kudus dan menguduskan, hidup dan menghidupkan, kekal dan benar. Alkitab ditulis oleh orangorang yang mendapat ilham dan Roh Kudus. Allah memakai orangorang dengan keunikan pribadi dan gaya menulis yang berbeda-beda. Mereka menulis sesuai kehendak Allah tentang kebenaran-Nya. Allah mengilhamkan isi Kitab Suci secara keseluruhan. Alkitab memiliki otoritas kebenaran mutlak dan tidak ada kesalahan sekecil apa pun di dalamnya, sebab Allah Mahabenar. Firman Allah sangat bermanfaat bagi hidup manusia. Paulus menulis dalam 2 Timotius 3:16 “Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.� Artinya pertama, firman Allah bermanfaat memulihkan hubungan manusia dengan Allah. Kedua, melengkapi manusia untuk setiap perbuatan baik. Dengan demikian selain memulihkan hubungan manusia dengan Allah, Alkitab juga sangat menolong dan memiliki kebenaran Allah yang hakiki, sehingga mengerti dan dapat menemukan kehendak Allah. Dari pernyataan di atas, seorang tokoh reformasi bernama Martin Luther memiliki semboyan “Sola Scriptura� yang artinya Kitab Suci sebagai satu-satunya pedoman iman. Biarlah Roh Kudus menerangi hati kita, sehingga pikiran kita dibukakan oleh Allah dan kita dapat menerima kebenaran firman Allah sebagai pedoman hidup kita. (ADL)

Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar mulut Allah. Keja d

ian 2

3-25

Orang-orang yang menolak Alkitab, supaya terlepas dari ikatan roh ilah zaman yang membutakan rohaninya.


jumat, 7 januari 2011

1 Korintus 13:8-13

Memandang Cermin Karena sekarang kita melihat dalam cermin suatu gambaran yang samar-samar, tetapi nanti kita akan melihat muka dengan muka. Sekarang aku hanya mengenal dengan tidak sempurna, tetapi nanti aku akan mengenal dengan sempurna, seperti aku sendiri dikenal. 1 Korintus 13: 12

Ketika memandang ke cermin, maka kita sedang memandang pantulan dari diri sendiri. Hal itu terjadi kalau cermin yang kita gunakan untuk mematut diri adalah cermin datar, yang memantulkan dengan utuh dan apa adanya setiap benda yang ada di depan cermin itu. Tetapi berbeda ketika kita mematut diri di hadapan cermin cembung atau pun cekung. Misalnya ketika memandang ke cermin cembung, seperti kaca spion, maka benda-benda akan dipantulkan lebih kecil dari ukuran aslinya. Demikian sebaliknya ketika memandang melalui cermin cekung, kita akan melihat benda yang terpantul lebih besar dari ukuran aslinya. Rupanya Rasul Paulus juga menggunakan cermin sebagai gambaran dari pengenalan kita akan Tuhan. Menurut Paulus “sekarang kita melihat dalam cermin suatu gambaran yang samar-samar” (1 Korintus 13:12). Mengapa nampak samar-samar? Ya, pada waktu itu cermin terbuat dari lempengan perak yang ditempa, jadi tidak dapat memantulkan seluruh bayangan dengan sempurna, ada bagian-bagian tertentu yang menjadi cembung dan cekung. Bayangan yang terpantul pun tidak utuh, namun di beberapa bagian membesar dan mengecil. Memang, kita dapat mengenali bentuk mendasarnya, tetapi tidak lengkap setiap detailnya. Seperti itulah gambaran yang dipakai Rasul Paulus mengenai pengenalan kita akan Tuhan, Sang Kebenaran sejati. Sementara ini kita “hanya mengenal dengan tidak sempurna”. Pada akhirnya nanti kita akan “melihat muka dengan muka” dan “mengenal dengan sempurna” (1 Korintus 13:12). Itulah sebabnya diperlukan kerendahan hati dan proses seumur hidup untuk mengenal Tuhan dan kehendak-Nya. (RC)

Apakah saya terus berupaya mengenal Tuhan?

Berilah aku ketekunan dan kerendahan hati untuk terus belajar mengenal-Mu

6-28

ian 2

d Keja


Yohanes 14:15-31

sabtu, 8 januari 2011

Firman Yang Mengajar tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu ‌ Yohanes 14:26

Belakangan ini banyak bermunculan motivator yang memberikan ceramah tentang motivasi. Mereka mengajarkan bagaimana bisnis bisa lebih berhasil, pemasaran bisa mencapai target, manajemen bisa lebih tertata, karakter bisa lebih baik, dan sebagainya. Intinya mereka menawarkan suatu perubahan dan pembaharuan. Salah satu cara mengubah dan memperbaharui sesuatu adalah memberikan pengajaran. Pengajaran yang baik dapat membuat seseorang berubah: dari tidak tahu menjadi tahu, dari tidak mengerti menjadi mengerti. Ada pengajaran yang lebih penting lagi, yaitu pengajaran Firman Allah. Manusia tidak bisa tahu dan tidak bisa mengerti kebenaran yang mutlak, yaitu kebenaran Allah sendiri. Manusia cenderung berpegang pada kebenarannya sendiri. Tidaklah aneh jika kemudian terjadi konflik dan pertengkaran berkepanjangan, baik dalam keluarga maupun di tengah masyarakat (Hakim-Hakim 21:25). Pengajaran firman Tuhan hanya bisa kita pahami apabila kita mempersilakan Roh Kudus yang mengajar. Firman Allah tidak bisa kita tafsirkan sendiri. Roh Kudus yang sama, yang telah mengilhami para penulis Kitab Suci akan membimbing kita kepada seluruh kebenaran. Firman Allah mengajar agar kita tahu mana yang benar dan mana yang salah, mana yang baik dan mana yang buruk, mana yang seharusnya kita lakukan dan mana yang tidak boleh kita lakukan. Mari kita menaati firman Allah yang kita baca dan dengar. Belajarlah memiliki hati seorang murid yang selalu bersedia untuk diajar oleh firman-Nya.(PF)

Firman yang mengajar membuat kita bertambah sadar.

Para pemberita dan pengajar firman Allah.

Keja d

ian 2

9-31


minggu, 9 januari 2011

Yohanes 4:7–42

Firman Yang Memuaskan Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal. Yohanes 4 : 14 b

Perempuan itu mencari kepuasan dari cara hidup yang menyimpang. Ia hidup dalam pelukan lima lelaki yang pernah menjadi suaminya. Tidak merasa cukup, ia pun masih menjalani hidup dengan seorang laki-laki yang bukan suaminya. Itulah hidup seorang perempuan Samaria yang dikisahkan dalam renungan kita hari ini. Pada zaman ini pun sebagian orang mencari kepuasan hidup dari cara-cara yang tidak benar. Ada yang berpikir bahwa dengan menjalin hubungan cinta dengan banyak orang bisa memuaskan. Yang lain, menjadikan uang sebagai tujuan hidup sehingga hidup untuk mengejar uang saja. Semua diukur dengan uang, sehingga tidak ada ketulusan dalam hubungan antarsesama. Sementara ada juga orang yang sangat ambisius mengejar kedudukan atau karier, tetapi masih tidak puas tatkala telah mencapai posisi yang tinggi. Belajar dari perempuan Samaria, kita mendapat jawaban yang pasti. Yesus Kristus berfirman bahwa setiap orang yang membuka hatinya dan menerima Dia akan mengalami kepuasan sejati. Kepuasan yang dimaksud adalah seperti mata air di dalam diri seseorang yang terus memancar sampai kepada hidup yang kekal. Di dalam Yesus ada kepuasan yang tidak bisa dibandingkan dengan apa pun. Terbukti, perempuan Samaria mengalami perubahan yang besar dalam hidupnya. Saat ia datang ke sumur Yakub dengan letih lesu dan hidup yang berat, namun pulang dengan semangat dan sukacita penuh. Bukan hanya hidupnya diubah, namun dia mulai bercerita kepada banyak orang sehingga banyak orang rindu mengalami sebuah kehidupan yang diubah oleh Yesus. (LB)

Firman Tuhan berkuasa untuk mengubah dan memperbarui hidup manusia. Jiwa yang dahaga dipuaskan oleh Firman Allah

2-35

ian 3

d Keja


1 Petrus 1:22-25

senin, 10 januari 2011

Benih Yang Tidak Fana Karena kamu telah dilahirkan kembali bukan dari benih yang fana, tetapi dari benih yang tidak fana, oleh firman Allah, yang hidup dan yang kekal. 1 Petrus 1:23

Kehidupan berasal dari benih. Ada dua macam benih. Benih fana dan benih yang tidak fana. Benih fana berakhir pada kematian. Benih yang tidak fana menghasilkan hidup abadi. Benih fana hanya sebatas di bumi saja. Benih yang tidak fana menembus sampai ke sorga. Pertanyaannya, apakah hidup ini hanya diisi oleh benih fana saja? Atau juga diisi oleh benih yang tidak fana. Sementara kita hidup di bumi, kita dapat menerima benih yang tidak fana. Berarti kita memiliki hidup ganda. Hidup di bumi yang fana dan hidup di sorga yang kekal. Manusia dibentuk dari benih, sperma dan ovum. Ovum yang dibuahi oleh sperma berkembang membentuk manusia. Manusia siapa pun dan dari mana pun dibentuk dari pembuahan ovum oleh sperma. Namun benih tersebut fana. Benih tersebut tidak dapat menghasilkan hidup kekal. Manusia menghadapi kematian. Tidak ada yang dapat mengganti kematian dengan kehidupan. Satu-satunya manusia yang mampu mengalahkan kematian, adalah Yesus. Kematian tidak dapat menguasai Yesus karena Yesus sebagai manusia tidak dilahirkan dari benih fana, benih pria dan perempuan. Yesus Kristus dilahirkan dari benih abadi yaitu Roh Tuhan sendiri. Karena itu kita perlu memperoleh benih yang tidak fana. Dengan kata lain, kita perlu dilahirkan kembali oleh benih yang tidak fana. Bagaimana caranya? Dengan percaya dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Kita disebut sebagai anak-anak Allah dan kita mewarisi hidup abadi. Kita menembus kematian menuju keabadian. Bersyukurlah apabila Saudara memiliki benih yang tidak fana itu. (IE)

Hidup kekal berasal dari benih yang tidak fana.

Keja d

ian 3

6-39

Aku berdoa untuk mereka yang belum memiliki benih yang tidak fana.


selasa, 11 januari 2011

Mazmur 51:3-12

Mengubahkan Bersihkanlah aku dari pada dosaku …, basuhlah aku, maka aku menjadi lebih putih dari salju! Mazmur 51:9

Tidak ada sesuatu pun di dunia ini yang tidak dapat berubah, hanya firman Tuhan yang tidak berubah. Sebuah istilah Jawa mengatakan “watuk iso diobati, tapi watak orak ono obate”, artinya sakit batuk bisa diobati hingga menjadi sembuh, tetapi sifat seseorang adalah bawaan lahir yang tidak dapat dirubah dan dibawa sampai mati. Ya, memang tidak mudah mengubah sifat seseorang yang tidak baik menjadi baik, apalagi sifat tersebut mengandung benih dosa. Daud mengatakan “dalam dosa aku dikandung ibuku” (Mazmur 51:7). Belum lagi jika orang tersebut hidup di lingkungan yang tidak baik, maka lingkungan tersebut akan merusak kebiasaannya yang baik (I Korintus 15:33). Tetapi siapa bilang bahwa sifat seseorang yang tidak baik tidak dapat berubah? Firman Tuhan adalah benih yang hidup (Lukas 8:11). Ketika benih itu tumbuh dalam hati seseorang maka akan membuahkan kebenaran dan kebenaran itulah yang menerangi hati sehingga terjadi pembaharuan dalam kehidupannya. Firman Tuhan membersihkan hati yang kotor sehingga mengubahkan segala yang tidak baik menjadi baik termasuk sifat seseorang. Orang yang tadinya jahat berubah menjadi baik, yang hatinya keras menjadi lembut, yang suka marah/emosi menjadi peramah dan penyabar, yang kikir menjadi murah hati, dan sebagainya. Paulus, penganiaya jemaat diubah oleh Tuhan menjadi seorang penginjil yang penuh kasih. Daud yang jahat karena telah membunuh Uria yang tidak bersalah, bertobat dan hidupnya berkenan di hadapan Allah. Bukalah hati Saudara, biarkan benih firman Tuhan tumbuh dan membersihkan hatimu serta mengubahkan hidupmu menjadi baik dan berarti, maka Saudara akan menikmati sebuah kehidupan yang indah di dalam Tuhan Yesus Kristus. (LL)

Hati yang bersih terpancar dalam setiap perbuatan, yang dampaknya dapat dirasakan oleh orang lain.

Basuhlah hatiku menjadi bersih supaya aku hidup sesuai kehendak-Mu.

0-42

ian 4

d Keja


Yohanes 7:53-8:1-11

rabu, 12 januari 2011

Menegur Dosa Lalu kata Yesus:�Akupun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai sekarang. Yohanes 8:11b

Bila seseorang kedapatan berbuat dosa, kita dapat bayangkan betapa malunya. Namun Tuhan mengasihi orang yang berdosa, walaupun Dia membenci dosa. Dalam pelayanan yang sudah dilakukan, Tuhan telah membuktikan diri-Nya bahwa Ia sungguh mengasihi dan mau bergaul dengan orang-orang berdosa. Tujuannya tidak lain dan tidak bukan adalah supaya mereka bertobat, menerima pengampunan dosa dan menjadi pengikut-Nya yang setia. Sebagai manusia, kita cenderung main hakim sendiri terhadap orang yang melakukan dosa. Kita lupa bahwa dulu kita pun pernah berstatus sebagai manusia berdosa. Firman Tuhan hari ini menunjukkan cara Tuhan Yesus menegur seorang wanita yang kedapatan berzinah yang berbeda caranya dari para ahli Taurat dan orang-orang Farisi. Mereka menganggap diri mereka suci, tak bercacat di hadapan Tuhan sehingga mereka menghendaki agar wanita yang berzinah tersebut dirajam batu. Tuhan Yesus membuka mata para ahli Taurat dan orang Farisi bahwa mereka pun orang yang berdosa. Tuhan Yesus tidak menghukum tetapi menyuruh wanita tersebut pergi dan tidak berbuat dosa lagi. Cara Tuhan Yesus yang sangat berhikmat ini justru mengena sampai ke hati perempuan tersebut. Tuhan Yesus telah menyadarkannya tentang sebuah kebutuhan, yaitu pertobatan dari dasar hatinya sehingga pertobatan sungguh terjadi. Tanpa merajam dengan batu, melainkan dengan perkataan Yesus yang penuh kasih telah membawanya untuk bertobat dan hidup dalam kebenaran Firman-Nya. (AS)

Tuhan mengasihi orang yang mau bertobat

Setiap anak Tuhan peka dan taat akan perintah Tuhan

Keja d

ian 4

3-45


kamis, 13 januari 2011

Amos 3:1-15

Memperingatkan Dengarlah, dan peringatkanlah kaum keturunan Yakub," demikianlah firman Tuhan ALLAH, Allah semesta alam. Amos 3:13

Nubuatan nabi Amos kepada bangsa Yehuda-Israel ini dimulai dengan kata: "Tuhan mengaum" (Amos 1:2). Jika Tuhan mengaum berarti ada berita-berita mengejutkan dan sangat penting yang akan disampaikan-Nya. Nabi Amos menyampaikan nubuatan tentang hukuman atas bangsa-bangsa lain yaitu: Gaza, Damsyik, Filistin, Edom, Amon, Moab, tak terkecuali Yehuda dan Israel. Pada umumnya semua orang senang jika mendengar firman Tuhan yang menguatkan iman dan memberkati, namun ada saatnya bahwa firman Tuhan berupa peringatan. Israel diperingati oleh Allah melalui nabi Amos oleh karena mereka melakukan perbuatanperbuatan keji dan tidak senonoh di hadapan Tuhan. Mereka juga melakukan penyembahan berhala. Penyembahan berhala bukan hanya menyembah ilah-ilah, tetapi juga sikap mengasihi segala sesuatu daripada mengasihi Tuhan. Bahkan percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan juga keserakahan, termasuk penyembahan berhala (Kolose 3:5). Meskipun Tuhan ingin menghukum atas ketidaksetiaan umatNya, namun kasih Allah selalu ditunjukkan, yaitu lewat peringatanperingatan-Nya yang disampaikan oleh para nabi. Ia tidak pernah marah dengan tiba-tiba. Oleh sebab itu disinilah pentingnya umat Tuhan harus menyimak setiap firman Allah yang disampaikan oleh hamba-hamba-Nya baik melalui khotbah, persekutuan doa, konseling maupun bacaan rohani. Jangan memandang remeh terhadap peringatan Tuhan. Kalau Tuhan sudah memberikan peringatan seharusnya kita menanggapinya dengan serius. (ADL)

Peringatan Tuhan berarti Tuhan sangat memperhatikan kita. Orang-orang memiliki kepekaan terhadap peringatan Tuhan.

6-48

ian 4

d Keja


Ibrani 4:1-13

jumat, 14 januari 2011

Pedang Bermata Dua Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita. Ibrani 4:12

Di dalam Alkitab ada seorang pemuda keturunan suku Benyamin yang pandai membuat pedang, namanya Ehud. Ia dipakai oleh Allah untuk menyelamatkan bangsa Israel dari bangsa Moab. Dialah orang pertama yang membuat pedang bermata dua. Pedang itu digunakan oleh Ehud untuk membunuh raja Moab yang bernama Eglon. Sudah pasti pedang tersebut sangat tajam, karena sekali tikaman saja telah membuat raja Eglon langsung mati di tempat (Hakim-hakim 3:15-22). Berbicara tentang ketajaman, ada yang lebih tajam dari pedang bermata dua yaitu firman Allah. Ibrani 4:12 mencatat ada beberapa ciri firman Allah yaitu hidup, kuat, tajam, memisahkan, membedakan pertimbangan dan pikiran hati. Apabila manusia menggunakan pedang untuk membunuh, maka pedang firman Allah yang ketajamannya tiada duanya bermanfaat untuk memberikan kehidupan, menyegarkan jiwa yang penat. Firman Allah memberikan kekuatan kepada yang lemah, letih lesu, berbeban berat dan putus asa. Firman Allah memiliki ketajaman yang luar biasa untuk memotong artinya memisahkan segala sesuatu yang najis dengan yang kudus. Firman Allah yang berkuasa juga mampu menembus pikiran dan hati sanubari kita, sehingga dapat membedakan apakah pikiran kita benar atau tidak, apakah hati kita tulus atau pura-pura. Firman Allah berkuasa atas segala sesuatu. Jadi, jangan kita cobacoba mengelabui Allah. Tidak ada satu pun yang dapat kita sembunyikan dari Dia. Suatu hari nanti kita harus mempertanggungjawabkan segala sesuatu yang kita lakukan di dunia ini. Oleh sebab itu terimalah firman Allah setiap hari dengan segenap hati. Apabila ada hal-hal yang tidak berkenan akuilah segera di hadapan-Nya. (TTT/LL)

Adakah sesuatu yang masih kita sembunyikan di hadapan Tuhan? Tuhan, buanglah segala yang najis dari kehidupanku.

Keja d

ian 4

9-50


Efesus 6:10-20

sabtu, 15 januari 2011

Pedang Roh dan terimalah ketopong keselamatan dan pedang Roh, yaitu firman Allah. Efesus 6:17

Dalam kisah-kisah perang, hanya ada dua hal yang perlu dilakukan, yaitu bertahan dan menyerang. Pertahanan sangat dibutuhkan. Kerajaan di masa lampau membangun benteng yang tebal dan kokoh kuat, bahkan berlapis-lapis. Tembok Besar di China misalnya, dibangun untuk mempertahankan kerajaan dari serbuan bangsa Mongol. Penyerangan juga dibutuhkan agar musuh terdesak dan kemenangan pun diperoleh. Hidup sebagai orang percaya diibaratkan berada dalam peperangan. Tetapi musuh kita bukan manusia sesamanya melainkan kuasa kegelapan, yaitu Iblis dan setan-setan. Ketopong berfungsi sebagai perlindungan dan pertahanan. Itulah kepastian keselamatan di dalam Tuhan Yesus Kristus. Pedang berfungsi untuk menyerang, yaitu firman Allah. Ketika Iblis mencobai kita agar kita menuruti kehendaknya, kita harus melawannya dengan firman Allah. Jika Iblis berkata agar kita membenci, kita lawan dengan firman Allah yang mengajar kita mengampuni. Iblis menyuruh kita memberontak kepada Allah, firman Allah meminta kita menaati Allah. Iblis membuat kita ragu dan bimbang akan pemeliharaan Allah, firman Allah meneguhkan kita bahwa Allah kita adalah Bapa yang baik yang tidak pernah meninggalkan anak-anak-Nya. Begitu seterusnya. Setiap kali Iblis menyerang, kita harus melawannya dengan firman Allah. Firman Allah tidak boleh digunakan secara sembarangan untuk menghakimi orang lain, atau membenarkan diri sendiri, melainkan untuk mematahkan strategi kuasa kegelapan agar kita hidup berkemenangan. (PF)

Gunakan pedang Roh yaitu firman Allah agar kita tidak kalah. Semua orang percaya mengalami kemenangan terhadap pencobaan.

-4

ran 1

a Kelu


Maleakhi 3:1–5

minggu, 16 januari 2011

Api Yang Memurnikan Siapakah yang dapat tahan akan hari kedatangan-Nya? Dan siapakah yang dapat tetap berdiri, apabila Ia menampakkan diri? Sebab Ia seperti api tukang pemurni logam dan seperti sabun tukang penatu. Maleakhi 3:2

Logam mulia muncul dari dapur api yang membara. Api diperlukan untuk membakar unsur-unsur yang tidak berguna sebelum dihasilkan sebuah logam mulia seperti emas. Jikalau emas dapat berkata, bagaimana rasanya dimasukkan ke dalam dapur peleburan oleh tukang pemurni logam, ia akan berteriak kesakitan. Logam emas itu akan protes karena panas yang menyiksa. Belum lagi jika sang tukang membentuk logam itu menjadi cincin atau gelang, maka ia harus sedia dicetak, dikikir, dipukul, ditekan dan seterusnya. Ketika logam tersebut sudah murni, ia akan menjadi lembek sehingga mudah dibentuk menurut kehendak sang tukang logam. Hasilnya adalah logam mulia yang bermutu dan bernilai tinggi. Itulah yang Tuhan kerjakan pada kehidupan orang Kristen. Memang, menerima Yesus Kristus adalah anugerah dan cuma-cuma yang patut kita sambut dengan sukacita. Namun, mengikuti Tuhan Yesus harus sedia untuk dibersihkan dalam api Tuhan dengan tujuan iman kita dimurnikan. Tuhan bisa memakai tekanan dari dunia yang kita alami, seperti Yusuf yang diperlakukan kasar dan keras oleh sekitarnya. Tuhan juga bisa memakai kesalahan dan kegagalan kita, yang membuat kita menderita, justru untuk memurnikan iman kita. Ya, pengalaman hidup dan dukacita bisa dipakai oleh Tuhan untuk kita renungkan dalam sudut pandang pembentukan Tuhan. Diperlukan ketaatan dan ketabahan saat Tuhan memurnikan iman kita. Jangan marah atau meninggalkan Tuhan, karena adalah kasih karunia jikalau kita masuk dalam penderitaan oleh sebab kebenaran. Pandanglah jauh ke depan, maka hidup kita akan timbul seperti emas murni yang bermutu.(LB)

Setelah dimurnikan, kita akan timbul seperti emas murni. Kelu a

ran

5-8

Keteguhan hati orang Kristen dalam menghadapi tekanan karena imannya kepada Kristus.


senin, 17 januari 2011

Zakharia 7:8-14

Palu Yang Menghancurkan Bukankah firman-Ku seperti api, demikianlah firman Tuhan dan seperti palu yang menghancurkan bukit batu? Yeremia 23:29

Suatu kenyataan bahwa manusia adalah makhluk yang lemah baik secara fisik, mental dan rohani. Secara fisik manusia mudah terserang penyakit, secara mental mudah putus asa ketika menghadapi masalah dan secara rohani tidak tahan terhadap berbagai godaan Iblis sehingga mudah jatuh dalam dosa. Tetapi ada satu hal yang sangat berlawanan dengan kelemahan manusia yaitu sebuah hati. Manusia mempunyai hati yang sangat keras. Begitu kerasnya bagaikan bukit batu (Yeremia 23:29). Hati yang keras dalam arti melawan Tuhan menimbulkan tindakantindakan yang keras dan memiliki kecenderungan melakukan yang jahat. Hal tersebut tampak nyata dalam kehidupan bangsa Yehuda. Mereka melakukan hal-hal yang bertentangan dengan kebenaran. Firman Tuhan yang disampaikan melalui nabi Zakharia menegur kelakuan mereka yang buruk. Mereka merancangkan hal-hal yang jahat, melakukan penindasan kepada kaum yang lemah, berlaku tidak adil, menulikan telinga dari pengajaran firman Tuhan. Akibatnya, mereka menjadi bangsa yang sesat, hidup menurut kehendak hati mereka sendiri dan jauh dari Tuhan. Itulah contoh kekerasan hati manusia yang melawan Tuhan sehingga mendatangkan murka Tuhan (ayat 10 – 12). Hati manusia yang keras perlu dihancurkan. Dengan apakah menghancurkannya? Jika seorang tukang bangunan merobohkan bukit batu dengan palu, maka Tuhan menghancurkan hati manusia yang keras dengan Firman-Nya. Firman Tuhan bagaikan palu yang mampu meluluhkan dan melembutkan hati manusia. Firman Tuhan menasihatkan pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya, janganlah keraskan hatimu (Ibrani 3:8). Milikilah hati yang taat dan takut akan Tuhan.(LL)

Tuhan berkenan kepada hati yang hancur.

Orang-orang yang mengeraskan hati agar mengalami jamahan Tuhan.

-11

ran 9

a Kelu


1 Timotius 1:3-11

selasa, 18 januari 2011

Suci Murni Tujuan nasihat itu ialah kasih yang timbul dari hati yang suci, dari hati nurani yang murni dan dari iman yang tulus ikhlas. 1 Timotius 1:5

Suci dan murni adalah dua kata yang berbeda tetapi memiliki keterkaitan satu dengan lainnya. Suci secara harafiah artinya terpisah, sedangkan murni artinya tidak tercampur. Kehidupan Kristen menekankan kedua hal tersebut dalam tindakannya sehari-hari. Surat Paulus kepada Timotius dilatarbelakangi oleh suatu keadaan di mana banyak orang Kristen yang hidupnya tercampur dengan kehidupan dunia sehingga tidak nampak kekristenan mereka. Hal yang paling fatal terlihat dari ajaran yang mereka terima. Mereka senang mendengar dongeng nenek moyang “mitos� (1 Timotius 1: 4) yang lahir dari perkataan manusia daripada “logos� yang adalah firman Allah. Dongeng-dongeng yang mereka dengar tersebut tidak membawa kedamaian tetapi justru menimbulkan persoalan belaka. Paulus berusaha mengembalikan keadaan tersebut dengan memberikan nasihat yang didasari oleh kesucian dan kemurnian hati. Suci, karena Paulus dalam hatinya hanya ada Tuhan dan kebenaranNya; dan murni, karena apa yang ia sampaikan tidak tercampur oleh ajaran dunia. Hal inilah yang diperlukan oleh orang Kristen agar mereka berbeda dengan dunia ini. Kesukaan akan kebenaran firman Tuhan menjadikan hidup orang percaya bertumbuh dalam kekudusan dan kemurnian. Tatkala kita membuka diri dengan ajaran dunia ini, sudah dapat dipastikan bahwa hidup kita akan serupa dengan dunia ini. Bila hidup kita sudah terlalu jauh dari kebenaran, saatnya bagi kita untuk kembali. Dengan demikian hati yang suci dan murni itu selalu melekat dan menjadi predikat dalam hidup kita sebagai orang percaya. (D)

Suci dan murni adalah ciri hidup orang percaya.

Kelu a

ran

12-1

Ya Tuhan, berikan firman-Mu untuk menjadikan hidupku selalu suci dan murni di hadapan-Mu 4


rabu, 19 januari 2011

Matius 7:24-27

Dasar Yang Kokoh Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu. Matius 7:25

Negara tetangga, Malaysia memiliki gedung bertingkat yang megah. Terletak di Kuala Lumpur namanya Petronas. Sebuah gedung bertingkat kembar. Merupakan ikon Malaysia. Gaya arsitektur diwarnai oleh nafas Islam. Modern namun Islami. Pembangunannya membutuhkan perhitungan cermat. Mula-mula para ahli mengobservasi lapisan-lapisan tanah di lokasi tempat bangunan. Di kedalaman tertentu dipancang tiang-tiang yang akan menjadi dasar bangunan. Tiang-tiang dasar bangunan amat penting. Dapat dikatakan yang terpenting dari sebuah bangunan bertingkat adalah dasar atau fondasinya. Itu sebabnya Yesus mengetengahkan ilustrasi rumah yang dibangun dengan fondasi batu atau pasir. Saat diterpa angin dan hujan, rumah tersebut teruji. Yang dibangun di atas batu tetap berdiri. Yang dibangun di atas pasir, roboh. Demikian juga dengan iman. Iman yang dibangun di atas dasar mendengar, menerima dan melakukan firman Tuhan akan kokoh berdiri. Kokohnya bangunan iman tampak saat ujian tiba. Iman pasti menghadapi ujian. Tuhan mengijinkan umat-Nya menghadapi dan mengalami ujian, bahkan cobaan. Iblis ikut mencobai iman kita. Ujian dan cobaan yang menguji iman kita untuk membuktikan apakah iman kita kokoh atau iman kita rapuh. Guna memperoleh iman yang kokoh, kita butuh fondasi yang kokoh. Fondasi iman akan kokoh apabila dibangun di atas dasar yang kuat, yaitu dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru (Efesus 2:20). Berarti dibangun di atas dasar seluruh firman Tuhan yang tertulis di Kitab Suci. Miliki dasar yang kokoh agar bangunan iman kita tetap kokoh berdiri. (IE)

Iman kokoh tergantung dari fondasinya.

Berikan dasar yang kokoh bagi setiap anak-Mu.

5-17

ran 1

a Kelu


Yesaya 58:1-7

kamis, 20 januari 2011

Berseru Nyaring Serukanlah kuat-kuat, janganlah tahan-tahan! Nyaringkanlah suaramu bagaikan sangkakala, beritahukanlah kepada umat-Ku pelanggaran mereka dan kepada kaum keturunan Yakub dosa mereka. Yesaya 58:1

Yesaya adalah seorang nabi yang besar, sebagai penyambung lidah yang dipakai Allah untuk menyampaikan firman berupa nubuat, teguran dan didikan bagi umat Yehuda. Tuhan memerintahkan Yesaya untuk menyerukan firman dengan suara nyaring. Firman yang memberitahukan tentang pelanggaran dan dosa yang telah dilakukan oleh umat Tuhan. Firman itu harus disampaikan, tidak perlu ditahan-tahan. Yesaya harus menyerukannya dengan kuat dan nyaring bagai bunyi sangkakala dan perkataan yang tajam untuk menegur agar seluruh umat Tuhan mendengar dan bertobat. Bagi Yesaya, tugas ini tidak mudah dan sungguh sangat berat, karena ketika ia menyampaikan firman Tuhan tersebut, umat Israel yang ditegur tidak senang hati menerimanya. Di antara mereka ada yang menolak firman yang disampaikan Yesaya. Tidak jarang Yesaya mendapat ancaman yang membahayakan nyawanya, tetapi Yesaya lebih memilih untuk taat kepada Tuhan. Dalam kitab Ibrani 11:36-37 menyatakan tentang orang–orang yang berani demi kebenaran firman Tuhan seperti nabi Mikha (1 Raja-Raja 22:26-27), nabi Yeremia (Yeremia 20:2), Zakharia anak imam Yoyada (2 Tawarikh 24:20-21) yang dengan berani menyerukan suara Tuhan. Sekalipun nyawa mereka terancam: ada yang didera, dipenjara, dilempari, digergaji, dibunuh dengan pedang, menderita kekurangan, kesesakan dan siksaan, namun mereka rela agar orang-orang berbalik dari dosa dan diselamatkan. Sampai saat ini, firman Tuhan masih terus diserukan dengan nyaring. Ada banyak orang bersedia berkorban nyawa demi Injil agar banyak orang bertobat dan diselamatkan. Apakah Saudara termasuk di dalamnya? (YL)

Beritakan firman Tuhan dengan berani, serukanlah dengan nyaring! Kelu a

ran

18-2

Hamba-hamba Tuhan agar mereka dipakai Tuhan dan berani memberitakan kebenaran. 0


jumat, 21 januari 2011

Yesaya 55:6-13

Merambat Terus demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, ‌ Yesaya 55:11

Suatu ketika saya berjumpa dengan seseorang. Ia berterimakasih kepada hamba Tuhan yang telah menyadarkannya dari kesalahan yang diperbuatnya. Ternyata hamba Tuhan tersebut adalah mantan murid saya ketika saya mengajar di Sekolah Alkitab beberapa tahun yang lalu. Firman Tuhan yang diajarkan tidak pernah berhenti begitu saja. Ia bersifat dinamis, tidak statis. Firman Allah yang diajarkan terus merambat dari orang yang satu ke orang yang lain, sehingga perubahan dan pembaharuan terjadi terus menerus dalam kehidupan orang-orang percaya. Firman Allah hari ini mengajarkan kepada kita bahwa ketika Allah berfirman, maka firman itu bagaikan utusan yang hidup dan bergerak, yang akan menerobos masuk dalam relung hati manusia yang membaca dan mendengarnya. Kemudian firman itu membakar habis hal-hal yang tidak berkenan kepada Tuhan, dan memperbaharui hati dan pikiran orang itu. Ada kuasa pembaharuan dalam firman Allah. Oleh sebab itu orang tua tidak boleh ragu ketika mengajarkan kebenaran firman Allah kepada anak-anaknya. Jangan hanya memberikan pengajaran etika moral manusia, melainkan pengajaran firman Allah yang standar etika dan moralnya jauh lebih tinggi. Para pelayan mimbar tidak boleh meragukan kuasa firman yang disampaikan dengan kuasa Roh Kudus. Firman Allah tidak akan pernah kembali dengan sia-sia. Ibu Lois memiliki iman dari mendengar firman Allah yang kemudian merambat kepada puterinya Eunike dan merambat lagi kepada cucunya, Timotius (2 Timotius 1:5). (PF)

Firman Allah tak pernah gagal, janji-Nya tak pernah batal. Pelayanan pemberitaan firman Allah melalui multimedia.

1-23

ran 2

a Kelu


Mazmur 107:1–9

sabtu, 22 januari 2011

Menikmati Firman Sebab dipuaskan-Nya jiwa yang dahaga, dan jiwa yang lapar dikenyangkan-Nya dengan kebaikan. Mazmur 107 : 9

Orang Kristen bisa mengalami saat-saat yang sulit dalam hidupnya. Kita tidak kebal terhadap bahaya yang mengancam dan ketakutan yang menggetarkan hati. Namun demikian, sebenarnya Tuhan tetap menopang dan memberi pertolongan dalam segala situasi. Yang menjadi persoalan adalah ketidaktahuan kita bahwa Tuhan membela umat-Nya. Akibatnya saat menghadapi kesulitan, kita menjadi panik dan tidak tahu apa yang harus dilakukan. Bagaimana caranya keluar dari situasi yang sulit dan berakhir dengan penuh kemenangan? Kita perlu bersekutu dengan Tuhan melalui firman-Nya. Bersekutu sampai benar-benar menikmati firman Tuhan. Firman Tuhan akan memberikan kekuatan, kesegaran dan sukacita. Firman Tuhan akan membuat kita memiliki iman dan berseru kepada Tuhan ketika kita berada dalam kesesakan. Pada saat kita mengalami pembelaan Tuhan dan kelepasan dari berbagai kesulitan, maka sukacita itu akan melimpah. Itu sebabnya mazmur ini berjudul “nyanyian syukur dari orang-orang yang ditebus Tuhan.” Di dalam persekutuan dengan Firman Tuhan akan membawa orang percaya dapat berkata: “Tuhan itu baik!” Firman Tuhan membuat jiwa kita dipuaskan dan dikenyangkan dengan segala kebaikan-Nya. Marilah kita menghargai firman Tuhan lebih baik lagi dengan cara suka merenungkannya siang dan malam. Izinkan Roh Kudus membuka pengertian dan pengenalan akan Tuhan serta rencana-Nya dalam hidup ini saat menikmati firman Tuhan. Kemenangan itu sudah disediakan bagi orang percaya. Kita hanya tinggal meraihnya saja. Nikmati Firman-Nya! Jalan lurus Tuhan sediakan bagi kita yang mengasihi-Nya. (LB)

Bersekutu dalam firman Tuhan adalah saat paling menggairahkan. Orang-orang yang melayani di ladang misi.

Kelu a

ran

24-2

6


2 Korintus 1:12-24

minggu, 23 januari 2011

Ya dan Amin Sebab Kristus adalah “ya” bagi semua janji Allah. Itulah sebabnya oleh Dia kita mengatakan “Amin” untuk memuliakan Allah. 2 Korintus 1:20

“Ya”, adalah sebuah kata yang terdiri hanya dua huruf saja, tetapi mengandung arti sangat dalam karena menyatakan tentang sebuah kesungguhan hati. Contohnya sepasang mempelai yang berdiri di depan altar masing-masing menyatakan “ya” di hadapan Tuhan untuk jawaban atas pertanyaan-pertanyaan sang pendeta tentang kesungguhan hati menikahi pasangannya. Ketika jawaban “ya” diucapkan, itu artinya ada cinta yang dibagikan dan tanggung jawab yang harus dipenuhi. Sebuah pernyataan yang disampaikan oleh Paulus kepada jemaat Korintus bahwa Yesus Kristus bukanlah “ya” dan “tidak”, tetapi sebaliknya di dalam Dia hanya ada “ya”. Sebab Kristus adalah “ya” bagi semua janji Allah (ayat 20-21). Apa artinya? Dengan tegas dinyatakan bahwa terhadap janji-janji Allah tidak ada dua pilihan “ya” dan “tidak”, tetapi hanya ada satu pilihan yaitu “ya”. Yesus Kristus adalah jawaban atau penggenapan atas janji-janji Allah. Selanjutnya atas penggenapan janji-janji Allah yang “ya” tersebut, kita mengatakan “Amin” sebagai bentuk tanggapan yang sifatnya menerima janji-janji Allah tersebut. Kata “Amin” dalam bahasa Ibrani “Amen” berarti “pasti” dan dalam bahasa Yunani diterjemahkan “sungguh”. Kata “ya” dan “Amin” diucapkan bersama-sama untuk menyatakan bahwa di dalam Yesus Kristus, janji-janji Allah dapat dipercayai dan pasti dipenuhi. Kata “Amin” diserukan sebagai sahutan atau dapat juga sebagai penutup doa atau pun pujian untuk memuliakan Allah. Jangan Saudara ragu atas janji-janji firman Allah yang tertulis dalam Alkitab, sebaliknya percayalah bahwa Allah tidak pernah mengingkari janji-janji-Nya. (LL)

Tidak ada pilihan selain “ya” dan “Amin” atas janji-janji firman Tuhan. Orang yang sedang menunggu janji Allah tergenapi dalam hidupnya.

7-29

ran 2

a Kelu


2 Korintus3:1-12

senin, 24 januari 2011

Tertulis Dalam Hati Karena telah ternyata, bahwa kamu adalah surat Kristus, yang ditulis oleh pelayanan kami, ditulis bukan dengan tinta, tetapi dengan Roh dari Allah yang hidup, bukan pada loh-loh batu, melainkan pada lohloh daging, yaitu di dalam hati manusia. 2 Korintus 3:3

Pada era informatika ini semua kebutuhan orang akan hal baru dapat dipastikan mudah diperoleh. Ketika seseorang membutuhkan info seputar kesehatan, lowongan pekerjaan, dan sebagainya dapat diperoleh melalui media: internet, majalah dan surat kabar. Sarana ini menyediakan begitu banyak layanan yang dapat dibaca kapan saja dan di mana saja. Semakin sering orang membaca surat kabar maka makin kaya akan pengetahuan dan berwawasan luas. Semakin banyak jurnalis berbobot menulis berita di surat kabar, semakin banyak orang dibukakan wawasannya dengan bacaan bermutu. Kita patut bersyukur atas berbagai karya para penulis. Buah pemikirannya yang dituangkan dalam bentuk tulisan dapat memberi inspirasi yang mampu mengubah banyak orang. Walau surat kabar hanya berisi tulisan-tulisan mati, namun banyak dicari orang. Sekarang tahukah Saudara bahwa ada surat yang hidup, surat apakah itu? Surat yang dimaksud tidak lain adalah diri Saudara sendiri. Saudaralah surat Kristus yang ditulis bukan dengan tinta namun ditulis dengan Roh Allah yang hidup, bukan ditulis di atas kertas atau pun batu melainkan ditulis di hati oleh pelayanan para hamba Allah. Dalam hati Saudara menyimpan banyak pesan tentang kebenaran firman-Nya, yaitu pesan pengampunan dari Tuhan Yesus Kristus, pesan damai, pesan berkat, pesan sejahtera dan pesan-pesan mulia lainnya yang sudah seharusnya pesan-pesan tersebut dapat dibaca oleh semua orang. Oleh karena itu, jagalah hati dan tingkah langkah Saudara. Biarlah apa yang sudah tertulis dalam hati oleh pelayanan Roh terpancar dari diri Saudara, siapa pun dapat membacanya dan memuliakan Allah melalui kehidupan Saudara. (SM)

Bila hati tidak diterangi sinar kemuliaan-Nya, dapatkah terbaca apa yang tertulis di dalamnya? Kelu a

ran

30-3

Tuhan, singkapkanlah sisi lemahku yang membuat orang lain tak dapat membaca kemuliaan-Mu. 2


selasa, 25 januari 2011

1 Petrus 2:1-5

Air Susu Rohani Dan jadilah sama seperti bayi yang baru lahir, yang selalu ingin akan air susu yang murni dan yang rohani, supaya olehnya kamu bertumbuh dan beroleh keselamatan. 1 Petrus 2:2

Begitu bayi lahir, makanannya adalah susu. Susu yang terbaik adalah air susu ibu atau ASI. Pemerintah Indonesia menggalakkan ASI. Di dunia Barat, ASI juga amat direkomendasikan. Apabila ASI cukup, bayi dapat meminumnya sampai usia enam bulan. Akan dihasilkan anak sehat. Memperhatikan fakta tersebut, Rasul Petrus memakainya sebagai analogi bayi rohani. Seseorang yang baru percaya dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, dia dilahirkan kembali. Kelahiran yang menghasilkan bayi rohani. Makanannya? Jelas susu. Susu macam apa? Dalam terjemahan Indonesia nas tersebut di atas mengatakan, “yang selalu ingin air susu yang murni dan yang rohani.” Terjemahan bahasa Inggris mengatakan, “desire the sincere milk of the word.” Berarti yang dimaksud “air susu” adalah firman Tuhan. Jadi makanan bayi rohani adalah firman Tuhan. Itu sebabnya setelah seseorang bertobat dianjurkan mulai membaca Kitab Suci secara rutin. Banyak orang Kristen yang imannya lemah. Bergereja sudah dua puluh tahun tapi tingkat rohaninya masih bayi. Imannya sering goyah. Tidak dapat membedakan mana yang baik dan yang jahat. Racun pun diminumnya. Apa sebabnya? Karena semasa bayi rohani tidak diberi susu. Tidak diberi ASI. Setelah bertobat hidupnya tidak diisi oleh makanan rohani yang bergizi. Apabila hidup Saudara saat ini belum pernah atau kurang diisi oleh susu firman Tuhan, bergegaslah minum susu firman Tuhan. Masih belum terlambat. Makanlah firman-Nya agar iman jadi kuat. (IE)

Air susu rohani menyehatkan iman.

Terimakasih untuk air susu firman-Mu.

3-35

ran 3

a Kelu


Matius 5:17-30

rabu, 26 januari 2011

Tak Tergoncangkan Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi. Matius 5:18 …

Alkitab Perjanjian Baru pada mulanya ditulis dalam bahasa Yunani. Dalam abjad Yunani, ada huruf i, yang dibaca “iota”. Huruf ini identik dengan huruf “i” dalam abjad Latin yang kita gunakan seharihari. Huruf iota ini adalah huruf yang terkecil dalam abjad Yunani tersebut. Itu menunjukkan bahwa jika satu iota pun tidak akan ditiadakan dari firman Allah, berarti kebenaran firman Allah tidak perlu diragukan lagi. Dalam sejarah, Alkitab pernah mengalami tantangan yang luar biasa. Salah satu filsuf terkenal yang bernama Voltaire, pernah mencoba mengumpulkan semua Alkitab di seluruh wilayah Perancis untuk dibakar. Tetapi sampai Voltaire mati, bahkan sampai masa kini, Alkitab tetap menjadi berkat. Dalam sejarah pula telah diketemukan gulungan kitab di dekat Laut Mati yang membuktikan bahwa kitab-kitab dalam Alkitab benar adanya. Allah telah memelihara firman-Nya secara luar biasa, tidak ada kekuatan apapun yang bisa memusnahkan Alkitab. Bahkan hingga kini Alkitab terus diterjemahkan ke dalam bahasa-bahasa lain sehingga semua orang dapat membaca Alkitab dalam bahasanya sendiri. Mari kita bersyukur kepada Tuhan yang telah memberikan Alkitab kepada kita. Jangan hanya diletakkan sebagai hiasan di rak buku kita. Kita perlu membacanya, merenungkannya siang dan malam, dan melakukannya dengan setia. Karena Allah berkuasa memelihara firman-Nya, maka Ia juga akan memberikan keberhasilan kepada mereka yang mengasihi firman-Nya (Mazmur 1:1-3). (PF)

Langit dan bumi akan lenyap, firman Allah tinggal tetap.

Kelu a

ran

36-3

Proses penerjemahan Alkitab ke dalam bahasa-bahasa lain. 8


Kolose 1:15–23

kamis, 27 januari 2011

Tetap Setia Sebab itu kamu harus bertekun dalam iman, tetap teguh dan tidak bergoncang, dan jangan mau digeser dari pengharapan Injil... Kolose 1:23a

Merebut kemenangan itu sulit, namun lebih sulit lagi adalah mempertahankan kemenangan. Ungkapan di atas bukan hanya berlaku dalam bidang olah raga saja, namun juga dalam hidup iman. Itu sebabnya iman digambarkan seperti sebuah pertandingan. Setiap orang harus ikut berlari. Garis finish teramat penting dalam sebuah pertandingan, karena semua peserta pertandingan diharapkan sampai ke garis finish. Beban mental seorang juara bertahan pasti lebih berat dibandingkan peserta lainnya, karena dia harus berupaya untuk terus bisa bertahan sebagai sang juara. Demikian juga dengan hidup orang Kristen yang sudah berada pada posisi sebagai orang yang menang, karena Kristus Yesus yang telah berjuang atas kuasa dosa. Kini, yang dituntut dari orang Kristen adalah bertekun dalam iman sampai pada garis finish. Makna bertekun dalam iman berarti “tetap teguh dan tidak bergoncang� bagaikan konstruksi sebuah bangunan yang tahan terhadap gempa di wilayah rawan gempa. Hidup orang Kristen akan terus menerus menghadapi goncangan dari kuasa kegelapan yang mencoba merobohkan bangunan iman di dalam Kristus, tetapi orang yang bertekun dalam iman tidak akan goyah. Makna berikutnya adalah “tidak bergeser� dari pengharapan Injil. Zaman ini muncul banyak ajaran sesat dan filsafat dunia yang menawarkan kemudahan hidup dengan cara pintas. Kita harus hati-hati terhadap para penyesat. Bagaimana hidup iman orang Kristen agar tetap teguh? Apabila ia setia mendengar dan menyelidiki firman Tuhan dengan hati terbuka untuk tuntunan Roh Kudus. Jemaat Berea dicatat dalam sejarah jemaat awal sebagai orang Kristen yang teguh iman karena setia merenungkan dan menyelidiki firman Tuhan setiap hari. (LB)

Setia sampai akhir akan menerima mahkota kehidupan.

Ketekunan orang Kristen dibangun atas firman Tuhan.

9-40

ran 3

a Kelu


Matius 9:20-22

jumat, 28 januari 2011

Optimis Karena katanya dalam hati: “Asal kujamah saja jubah-Nya aku akan sembuh.” Matius 9:22

Seorang yang gagap bicaranya mencoba melamar pekerjaan sebagai sales buku. Pemilik perusahaan merasa heran karena dalam waktu yang singkat, si gagap mampu mencapai omzet yang luar biasa. Maka bertanyalah si pemilik perusahaan kepada si gagap. Dengan terbata-bata si gagap menerangkan bahwa pertama kali memang dia mengalami kesulitan, namun dia tetap optimis bahwa dia pasti mampu menjual buku-buku yang dipercayakan kepadanya. Saat menawarkan buku kepada pembeli, dia selalu bertanya, ”Mau membeli buku atau mau dibacakan sampai halaman terakhir buku?” Joke di atas mungkin membuat kita tersenyum, tapi mari lihat sisi positif dari si gagap yang memiliki sikap optimis dalam menghadapi kesulitan. Optimis artinya selalu berpengharapan/berpandangan baik dalam menghadapi segala hal. Sikap optimis ini juga dimiliki oleh seorang perempuan yang sudah 12 tahun lamanya menderita pendarahan. Segala macam pengobatan mungkin sudah dia lakukan, bahkan harta bendanya habis untuk mengobati penyakitnya. Namun ketika dia tahu bahwa Yesus lewat di daerahnya, dengan sekuat tenaga dia menghampiri Yesus sekalipun harus berdesak-desakan dengan orang banyak. Walaupun mungkin harus menyeret tubuhnya karena tidak kuat untuk berjalan, dia tetap optimis dan berkata dalam hatinya: ”Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh.” Sikap optimis perempuan ini akhirnya mendatangkan mukjizat baginya. Dia memperoleh berkat ganda, tidak hanya kesembuhan yang dia terima namun juga keselamatan di dalam Yesus Kristus. Mari jalani tahun ini dengan sikap optimis bersama Tuhan. Karena bagi Tuhan tak ada yang tak mungkin, asal kita tetap optimis terhadap janji-janji-Nya. (LP)

Optimis terhadap janji Tuhan memampukan kita menggapai segala kemustahilan.

Imam

Anak-anak Tuhan tidak mudah putus asa saat menghadapi pergumulan hidup.

at 1

-3


sabtu, 29 januari 2011

Mazmur 119:65-72

Firman-Mu Kupercaya Ajarkanlah kepadaku kebijaksanaan dan pengetahuan yang baik, sebab aku percaya kepada perintah-perintah-Mu. Mazmur 119:66

Mazmur 119 adalah pasal yang paling panjang di dalam Alkitab, berisi 176 ayat yang semuanya menceritakan tentang kecintaan pemazmur dan ketaatannya pada firman Tuhan. Selain itu si pemazmur seringkali menghadapi pergumulan dan ejekan dari orang-orang fasik, tetapi ia tetap melakukan perintah-perintah-Nya. Demikian halnya dengan setiap orang percaya, sudah seharusnya memiliki hati yang haus dan lapar akan firman Tuhan. Mungkin ada satu pertanyaan yang muncul di dalam hati saat kita merenungkan Mazmur 119 yaitu mengapa si pemazmur bisa sedemikian mengasihi firman Tuhan? Jawabannya hanya satu yaitu karena si pemazmur tetap percaya pada firman Tuhan, sekalipun ia mengalami penindasan (Mazmur 119:7). Si pemazmur mengatakan kepercayaannya bahwa di dalam firman Tuhan terkandung janji-janji Allah yang menjadi penghiburan dalam menghadapi kesengsaraan hidup (Mazmur 119:50). Firman Tuhan menjadi pelita yang dapat menerangi langkah hidup hari lepas hari agar tidak tersesat (Mazmur 119:105). Firman Tuhan adalah penolong saat sedang menghadapi masalah dalam kehidupan ini (Mazmur 119:173). Firman Tuhan menjadi satu-satunya jalan keselamatan dan kebenaran dalam menjalani hidup ini sampai kepada kekekalan (Mazmur 119:174). Oleh karena itu hendaknya kita belajar untuk tidak mengeraskan hati terhadap setiap firman Tuhan yang kita dengar dalam khotbah setiap minggu dan perenungan kita setiap hari. Firman yang kita baca dan renungkan akan menjadi sumber kekuatan dalam menghadapi pergumulan hidup ini. Jangan pernah berhenti membaca Alkitab setiap hari, karena di situlah Allah berbicara kepada kita. (MI)

Belajar mempercayai Firman Tuhan dimulai dari membaca dan merenungkannya setiap hari. Tuhan…ajarilah aku untuk mencintai Firman-Mu. Amin.

6

at 4-

Imam


Ulangan 28:1-14

minggu, 30 januari 2011

Dia Membuatku Berhasil Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa. Yohanes 15:5b

Di sebuah desa hiduplah sepasang suami-isteri yang sederhana. Mereka bekerja sebagai karyawan di sebuah pabrik yang ada di desa tersebut. Meskipun hidup sederhana, mereka tidak pernah bersungut-sungut kepada Tuhan. Mereka justru menunjukkan kasih dan kesetiaan kepada Tuhan dengan cara rajin datang ke gereja dan terlibat aktif dalam pelayanan. Kini mereka sudah tidak lagi bekerja di pabrik tersebut karena sudah memasuki masa pensiun. Meskipun begitu mereka tidak merasa cemas atau kuatir akan hari esok. Bahkan kemudian mereka dapat menikmati keberhasilan yang Tuhan anugerahkan. Jika dahulu mereka tinggal di rumah dinas perusahaan, tetapi sekarang mereka tinggal di rumah sendiri dalam kedamaian bersama anak-cucu mereka. Apa rahasia keberhasilan pasangan suami-isteri tersebut? Berikut ini adalah kiat-kiat keberhasilan mereka yang patut diteladani. Pertama, memiliki kesetiaan. Tuhan sangat menghargai kesetiaan umat-Nya. Dia ingin agar kita terus menjaga kesetiaan itu sampai akhir hidup kita, baik setia pada pasangan, pekerjaan, pelayanan dan juga aspek-aspek lainnya. Kedua, menyadari bahwa Tuhan yang membuat berhasil. Suami isteri tersebut menyadari bahwa semua jerih payah akan sia-sia kalau bukan Tuhan yang memberkati, karena keberhasilan didapat bukan karena kuat dan gagah kita, tetapi karena pertolongan dan kemurahan Tuhan. Ketiga, memiliki ketaatan. Salah satu bentuk ketaatan yang suami-isteri ini selalu lakukan adalah, mengembalikan persepuluhan. Dengan mengembalikan persepuluhan, Tuhan pasti memberkati hidup kita berkelimpahan (Maleakhi 3:10b). Bukan hanya dalam hal persepuluhan saja kita harus taat, tetapi dalam semua bagian firman Tuhan. Percayalah! Tuhan akan menggenapi janji-janji-Nya sehingga hidup kita berhasil. (DI)

Tuhan ingin hidup kita berhasil, ikuti langkah-langkah tuntunan-Nya.

Imam

Supaya seluruh umat percaya memiliki hati yang taat untuk melakukan firman Tuhan

at 7

-9


Yohanes 6:48-56

senin, 31 januari 2011

Roti Hidup Akulah roti hidup. Yohanes 6:48

Di Israel, makanan sehari-hari adalah roti yang terbuat dari gandum atau jelai. Makanan sehat. Kita di Indonesia umumnya makan nasi. Makanan sehari-hari menopang kebugaran fisik. Tanpa makan dalam waktu lama berakibat fisik lemah bahkan sakit. Roti merupakan menu utama makanan orang-orang Israel. Selain makanan roti terdapat jenis makanan roti lain, yaitu roti hidup. Jenis roti ini tidak berasal dari tanah bumi. Roti hidup berasal dari sorga. Nas bacaan kita menyatakan, Yesus adalah roti hidup. Yang makan roti gandum akan mati namun yang makan roti hidup tidak akan mati. Bagaimana caranya memperoleh dan makan roti hidup? Pertama, coba perhatikan kata-kata Yesus, “Manusia hidup bukan dari roti saja tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah� (Matius 4:4). Berarti roti hidup adalah firman Allah. Berarti pula umat-Nya wajib “makan� firman Allah setiap hari. Bukankah kita makan setiap hari? Apabila jasmani kita diberi makan setiap hari, lalu bagaimana dengan rohani kita? Jelas rohani kita harus diberi makan setiap hari. Karena itu di Kitab Suci Perjanjian Lama, Tuhan memerintahkan Yosua untuk membaca dan merenungkan firman Tuhan siang dan malam atau setiap hari (Yosua 1:8). Kedua, dengan makan daging dan darah Yesus (Yohanes 6:51, 53, 54). Berarti umat-Nya diwajibkan makan dan minum Perjamuan Kudus. Gereja menyelenggarakan ibadah khusus Perjamuan Kudus setiap bulan. Hadir, ikuti makan dan minumlah Perjamuan Kudus. (IE)

Roti Hidup menghasilkan hidup kekal.

Terima kasih atas roti hidup yang Kau sediakan setiap hari.

-12

at 10

Imam


Oleh : Lydia

Lianawati, M.Th


Pendahuluan Bahasa simbol dipakai untuk menjelaskan sesuatu yang bermakna atau memiliki arti khusus. Itulah sebabnya setiap produk barang pada umumnya diberi simbol dengan tujuan selain sebagai identitas juga agar mudah dikenal. Sebenarnya sudah sejak zaman dahulu orang mengenal b a h a s a s i m b o l d a n menggunakannya untuk memaknai sesuatu, misalnya huruf-huruf kuno ditulis menyerupai gambargambar tertentu dan memiliki arti tertentu pula. Simbol memiliki cakupan makna dan memuat isi yang amat luas, karena itu merupakan sarana yang ampuh untuk mengungkapkan sesuatu. Dengan menggunakan simbolsimbol, orang dapat menjelaskan sesuatu secara panjang lebar dan lebih mudah dimengerti. Simbol-simbol Firman Tuhan, Arti dan Fungsinya Alkitab, baik dalam Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru memuat banyak sekali simbolsimbol. Contoh dalam Perjanjian Lama adalah Kemah Suci atau Tabernakel yang dibangun oleh Musa bersama bangsa Israel. Seluruh bangunan dan perabotannya memiliki simbolsimbol yang mempunyai makna sangat dalam secara rohani.

Sedangkan dalam Perjanjian Baru ada simbol salib. Dengan melihat salib maka ingatan kita akan tertuju pada kasih Allah yang menyelamatkan manusia dari dosa; roti dan anggur melambangkan tubuh dan darah Tuhan Yesus yang menandai suatu persekutuan Tuhan Yesus dengan umat-Nya, dan masih banyak lagi. Ketika Yesus mengajar muridmurid-Nya, seringkali Ia menyampaikan pengajarannya dengan menggunakan perumpamaan-perumpamaan disertai dengan simbol-simbol untuk menjelaskan maksudnya. Berikut adalah beberapa simbol firman Tuhan seperti pelita, pedang, palu, api, benih yang digunakan Allah untuk menjelaskan arti dan fungsi firman Tuhan. 1. Pelita dan terang Pelita adalah sebuah lampu yang diisi dengan minyak. Pada jaman dahulu, orang menggunakan pelita untuk menerangi rumah pada malam hari. Setiap orang pasti lebih menyukai berada di tempat yang terang. Tanpa sinar terang, rumah akan terasa tidak nyaman karena kita tidak dapat melakukan banyak kegiatan pada malam hari. Hidup dalam keadaan yang gelap benar-benar tidak


nyaman. Secara jasmani manusia suka dengan suasana yang terang benderang, tetapi secara rohani, manusia lebih menyukai kegelapan dari pada t e r a n g ( Yo h a n e s 3 : 1 9 ) . Mengapa? Karena manusia yang telah jatuh dalam dosa, hidup di dalam kegelapan. Kegelapan adalah tempat Iblis berada. Manusia telah terpikat pada tipu daya Iblis untuk melakukan hal-hal yang bertentangan dengan firman Tuhan. Manusia melangkahkan kaki menuju ke tempattempat yang gelap untuk melakukan kejahatan supaya perbuatannya tidak diketahui orang lain. Iblis telah memperdaya manusia sedemikian rupa sehingga manusia kehilangan arah. Ia tidak tahu jalan, seperti seorang buta yang merabaraba atau seperti seorang pelaut yang kehilangan kompas. Salomo, seorang yang telah melakukan kebodohan karena tidak berjalan m e n u r u t f i r m a n Tu h a n , mengatakan �orang yang bodoh berjalan dalam k e g e l a p a n � (Pengkhotbah2:14). Pelita menjadi simbol firman Tuhan karena pelita berguna untuk menerangi

kegelapan. Pe m a z m u r menyadari bahwa ia membutuhkan firman Tuhan sebagai pelita yang dapat menerangi kemana pun ia melangkahkan kakinya, sehingga ia mengatakan Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku (Mazmur 119:105). Benar, tanpa firman Tuhan, kita pasti tersesat. Firman Tuhan mutlak kita perlukan untuk menerangi jalan hidup kita. Firman Tuhan membawa kita ke jalan yang benar dan pasti sampai pada tujuan. 2. Pedang Pada waktu bangsa Israel hidup mengembara di padang gurun, mereka sering harus berhadapan dengan bangsabangsa lain yang memusuhi. Mereka menggunakan pedang untuk berperang melawan musuh. Jika mereka memohon pertolongan kepada Tuhan, m a k a Tu h a n m e n y e r t a i mereka sehingga mereka memperoleh kemenangan. Ada musuh yang senantiasa mengincar kita dan ingin menjatuhkan kita dengan berbagai cara. Dia menjadi musuh kita yang harus kita lawan, tetapi siapakah musuh kita itu? Musuh kita bukan


orang yang membenci kita atau yang berbuat jahat pada kita. Musuh kita yang sebenarnya adalah Iblis. Perbuatan Iblis tiada lain hanyalah mengintimidasi, menekan, menghancurkan, membunuh dan segala macam perbuatan jahat yang membuat manusia jatuh ke dalam dosa. Dengan apakah Iblis dilawan? Dengan firman Tuhan. Firman Tuhan bagaikan pedang yang berguna untuk memerangi setiap perbuatan Iblis. Kuasa Iblis tidak dapat dilawan dengan kekuatan manusia. Kuasa Iblis harus dilawan dengan pedang Roh, yaitu kekuatan kuasa Allah. Dan kekuatan kuasa Allah yaitu Firman Tuhan yang berkuasa mematahkan kuasa Iblis. Ketika Yesus dicobai oleh Iblis maka Yesus menggunakan senjata yaitu Firman Tuhan untuk menangkis setiap perkataan Iblis. Sebagai anakanak Tuhan, kita harus memiliki pedang Roh yang diberikan Tuhan seperti yang tertulis dalam Efesus 6:17 terimalah ketopong keselamatan dan pedang Roh, yaitu firman Allah untuk menjadi senjata yang berguna untuk menangkis setiap serangan Iblis.

3. Palu dan Api Palu dipakai orang untuk menghancurkan benda-benda yang sangat keras, misalnya batu. Hati manusia sering diumpamakan dengan batu yang keras. Keras hati yang dimaksud dalam arti yang negatif seperti melakukan perbuatan menurut kehendak sendiri, tidak mau menerima kritik atau pendapat orang lain, merasa diri paling benar, angkuh, sombong, mau menang sendiri, tegar tengkuk dan sebagainya. Manusia yang hatinya begitu keras hanya dapat dihancurkan oleh f i r m a n Tu h a n s e p e r t i dikatakan Yeremia 23:29 bukankah firman-Ku seperti api, demikianlah firman Tuhan dan seperti palu yang menghancurkan bukit batu? (Yeremia 23:29). Firman Tuhan mampu mengubah semua sifat yang tidak baik. Orang yang mau menerima kebenaran firman Tuhan akan hancur hati dan mengalami perubahan, hati yang keras diubah menjadi lembut. Bagaimana dengan api? Api berguna dalam banyak hal seperti untuk memasak atau membakar sesuatu. Api juga dipakai untuk membakar


sampah/kotoran. Hati manusia yang dikuasai Iblis penuh dengan dosa. Dosa itu kotor di hadapan Tuhan bagaikan sampah sehingga harus dibakar. Firman Tuhan bagaikan api yang mampu membakar semua kotoran dosa sampai habis, sehingga hati yang kotor berubah menjadi bersih dan kudus di hadapan Tuhan. 4. Benih Tu h a n Ye s u s p e r n a h memberikan perumpamaan tentang seorang penabur yang m e n a b u r b e n i h . Pe r u m p a m a a n t e r s e b u t kurang dimengerti oleh muridmurid-Nya sehingga mereka bertanya maksudnya dan Tuhan Yesus menerangkan bahwa penabur itu menaburkan firman (Markus 4:14) dan benih itu ialah firman Allah ( Lukas 8:11). M e n g a p a Tu h a n Ye s u s menggunakan benih untuk melambangkan firman Tuhan? Tuhan Yesus ingin menjelaskan tentang sebuah pertumbuhan iman. Gambaran yang paling jelas dan mudah dipahami adalah pertumbuhan sebuah tanaman yang dimulai dari menabur benih. Benih yang

ditabur di tanah yang baik akan bertumbuh subur dan berbuah. Pertumbuhan benih sampai menghasilkan buah dibutuhkan waktu dan melalui proses. Begitu juga dengan pertumbuhan iman. Firman kebenaran yang ditabur di hati manusia akan bertumbuh dan akan menghasilkan iman yang hidup. Dari uraian di atas jelaslah bahwa Firman Tuhan sungguh berguna bagi kehidupan manusia. Firman Tuhan menjadi penuntun kehidupan, merupakan senjata untuk menyerang kuasa si jahat, melembutkan hati yang keras, membersihkan hati yang kotor dan menumbuhkan iman percaya kepada Tuhan Yesus. Biarlah firman Tuhan yang kita dengar atau kita baca dan renungkan setiap hari membawa kita semakin dekat kepada Tuhan, mengerti kehendak-Nya dalam hidup kita dan kita menjadi pelaku-pelaku firman. Berbahagialah kita yang senantiasa merenungkan firman Tuhan siang dan malam. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil (Mazmur 1:3).


Tuhan Penyembuhku Amelia - Semarang Syalom, Saya adalah seorang ibu muda. Tiga tahun yang lalu, saya diijinkan Tuhan hamil dengan kondisi tubuh yang sehat. Tetapi ketika kehamilan saya menginjak bulan ke delapan, secara tiba-tiba saya mengalami sakit muntah-muntah dan nafas sesak sekali sampai saya merasa tidak tahan. Setelah berkonsultasi dengan dokter kandungan, saya dirusuh opname. Beberapa hari di rumah sakit kondisi tubuh saya baik kembali dan saya diijinkan pulang ke rumah. Setelah satu hari di rumah, tiba-tiba waktu pagi hari saya akan mandi, air ketuban saya pecah dan saya harus opname lagi. Setelah diperiksa, dokter mengatakan saya harus melahirkan melalui operasi caesar. Dan akhirnya saya melahirkan seorang anak laki-laki melalui operasi caesar. Puji Tuhan, anak saya lahir dengan selamat meskipun kecil, tetapi anak saya sehat. Anehnya, setelah melahirkan saya masih mengalami muntah-muntah dan sesak nafas, selain itu kaki saya bengkak seperti kaki gajah. Setelah keluar dari rumah sakit bersalin, saya memeriksakan diri ke dokter spesalis jantung. Dokter mengatakan bahwa detak jantung saya cepat. Hasil dari pemeriksaan laboratorium tidak bagus dan saya terkena lever. Kemudian saya periksa ke dokter lain dan dokter itu mengatakan bahwa selain lever, di dalam perut saya ada cairan yang menyebabkan perut saya besar dan kaki bengkak. Dokter tidak berani memberi saya obat. Oleh dokter tersebut, saya disarankan berobat pada dokter ahli penyakit dalam. Oleh dokter ahli penyakit dalam, saya diperiksa dan diberi obat. Saya minum obat itu, tetapi tidak ada perubahan apa-apa pada kesehatan saya. Saya mencoba ganti dokter lagi. Pada waktu itu, saya sempat merasa putus asa dengan kondisi kesehatan saya yang buruk. Sebelum berangkat ke dokter, saya bergumul dan berdoa, “ Tuhan, tolong hambamu ini. Saya percaya Engkau adalah Dokter di atas segala dokter. Saya yakin dan percaya, Engkau akan sembuhkan saya dan dokter ini adalah dokter terakhir yang saya kunjungi. Saya percaya Tuhan akan sembuhkan saya secara tuntas. Saya percaya atas kuasa mukjizat-Mu.� Setelah saya diperiksa, dokter mengatakan bahwa ada kebocoran dalam jantung saya yang mengakibatkan kaki bengkak dan perut besar. Lalu dokter itu menyuruh saya untuk periksa jantung CEO dan memang hasilnya menunjukkan jantung saya tidak bekerja dengan baik, hanya 26% saja. Selain itu ada kebocoran pada klep jantung yang mengakibatkan cairan itu turun ke perut dan kaki. Saya tidak pernah berhenti berdoa dan berharap pada Tuhan. Saya percaya Tuhan turut campur tangan dan akan menyembuhkan saya dari segala penyakit. Saya percaya mukjizat-Nya pasti terjadi. Saya yakin bahwa di balik semua yang telah saya alami, Tuhan punya rencana yang indah buat saya. Singkat cerita, Tuhan benar-benar baik dan ajaib. Dalam waktu kurang dari empat bulan, doa saya dijawab oleh Tuhan. Tuhan memulihkan dan menyembuhkan saya secara tuntas hingga sekarang. Sungguh kuasa Tuhan sangat besar dan luar biasa. Biarlah kesaksian saya ini menjadi berkat bagi para pembaca Sinar Kasih. Amin.


berkat-berkat tuhan

Ulangan 28:2-6

Segala berkat ini akan datang kepadamu dan menjadi bagianmu, jika engkau mendengarkan suara TUHAN, Allahmu: Diberkatilah engkau di kota dan diberkatilah engkau di ladang. Diberkatilah buah kandunganmu, hasil bumimu dan hasil ternakmu, yakni anak lembu sapimu dan kandungan kambing dombamu. Diberkatilah bakulmu dan tempat adonanmu. Diberkatilah engkau pada waktu masuk dan diberkatilah engkau pada waktu keluar.


Sinar Kasih Januari 2011