Page 1

Buletin bulanan ini untuk kalangan sendiri

10/2017 24 Desember 2017

Diterbitkan oleh : Komsos Paroki Villa Melati Mas Gereja St. Ambrosius Villa Melati Mas Blok O6/26, Serpong Utara, Tangerang Selatan, 021 - 538 6423 http://serpong.santoambrosius.org/ wartaambrosius2017@gmail.com

WARTA AMBROSIUS M E N JA L I N U M AT M E M BA N G U N I M A N

04 | MENGHIDUPKAN SEMANGAT PASTORAL BERBASIS DATA “Para pelayan pastoral-pun hendaknya juga mampu berpastoral dengan berbasis pada data dan secara kreatif memberi pendampingan bagi umat Allah yang telah dipercayakan kepada mereka.”

05 | NATAL - MERAYAKAN ATAU MEMAKNAI “Memaknai Natal hari ini menawarkan kita untuk melihat kedalam hati, melihat kebawah, kepada yang lemah dan kecil.”


" EDITORIAL

02

Paroki Imut-imut tapi Amit-amit

Kata pertama yang diucapkan Romo Vikjen, Samuel Pangestu Pr., ketika diminta untuk memberi sambutan dalam peluncuran buku Profil Paroki Villa Melati Mas adalah “Wah……Amazing, mengagumkan….Paroki baru setahun, imut-imut tapi amit-amit….”, seketika membuat seluruh umat di dalam gereja gaduh karena gembira memperoleh pujian dari Romo Vikjen.

berusaha terus-menerus membangun persekutuan umat, mengawali serta mengembangkan gerakangerakan kreatif yang pasti membuat Gereja semakin hidup, demikian disampaikan Bapa Uskup I. Suharyo dalam sambutan buku Profil Paroki.

Terlebih saat ini, umat Paroki beserta umat Katolik seluruh dunia, mendapatkan energi baru dari kelahiran seorang bayi Yesus Kristus untuk Pujian itu tentunya bukan sekedar melihat hasil mendorong seluruh umat terus berkarya agar karya berupa penerbitan buku Profil Paroki Gereja semakin hidup dan dinamis. Kelahiran Yesus semata, namun lebih dari itu adalah karya umat yang merupakan realisasi dari janji Allah untuk di Lingkungan dan di Paroki ternarasikan dan manusia akan kepastian keselamatan, kedamaian, tergambarkan dalam buku Profil. Hasil kerja keras kegembiraan, menjadi dasar sekaligus kemudahan umat terutama di Lingkungan ketika usia Paroki bagi umat untuk menjalani peziarahan hidup belum genap setahun (peresmian sebagai Paroki dengan terus menumbuhkan iman. Villa Melati Mas tanggal 26 Februari 2017), menjadi bahan evaluasi dan inspirasi dalam menjalankan Semangat 3 orang Majus untuk menemui Yesus, pelayanan. Dan seperti yang disampaikan Romo kita jadikan viral di Paroki agar semangat umat Natalis dalam sambutannya bahwa buku Profil Paroki dalam berkarya terus bergerak seiring dengan merupakan cerminan dari semangat Gemabala Baik pertumbuhan iman Katolik. Bintang Timur yang yaitu selalu memberi perhatian kepada dombanya bercahaya terang di atas bayi Kudus menjadi dan menghitung kawanan domba yang menjadi trending topic dunia bahwa Juru Selamat telah tanggung jawabnya, maka sebagai pelayan pastoral- datang. Mari kita broadcast kabar gembira ini ke pun hendaknya juga mampu berpastoral dengan seluruh umat manusia dengan cara meng-upload berbasis data secara kreatif, sebagaimana tercermin story kehidupan dalam kasih agar virus kedamaian di data-data di Lingkungan yang tercantum dalam merebak ke seluruh dunia. Buku Profil Paroki. Sebagai penutup dari editorial ini, seluruh Tim Kita bersyukur kepada Tuhan yang menggerakkan Redaksi dan anggota Komsos, mengucapkan hati sekian banyak pribadi untuk rela terlibat dalam “Selamat Hari Natal” semoga dengan Natal 2017 menjalankan pelayanan sejak Paroki ini dirintis, ini umat Paroki semakin bersemangat untuk sampai sekarang: para Imam, Dewan Paroki/ terus berkarya dalam pelayanan, agar Gereja Pengurus Gereja dan Dana Papa, Para Pengurus St. Ambrosius semakin menjadi rumah Allah yang Wilayah dan Lingkungan, Katekis, prodiakon, koor, besar yang dapat menjadi tempat menumbuhkan putra/i altar dan para pelayan lain yang dengan tulus iman kita. (ETS)

P a r o k i Vi l l a M e l a t i M a s - G e r e j a S t . A m b r o s i u s i n g i n m e m a k n a i Pe s t a N a m a Per tama ini dengan membuk uk an ber bagai data yang sudah dik umpulk an dari Lomba Profil Lingkungan sebagai penanda Gereja yang terus berjuang m e n g h a d i r k a n s u k a c i t a I n j i l i d i Ta n g e r a n g S e l a t a n . D e n g a n p e l u n c u r a n B u k u P r o f i l Pa r o k i d a n P e d o m a n R u m a h Ta n g g a G e r e j a diharapk an para pengurus Gereja dapat menjalank an Program K ar ya yang melibatk an sebanyak mungk in umat, berbasis data, taat azas, dan searah dengan visi misi Gereja.


" W A RT A U T A M A

03

Pesta Nama Santo Ambrosius - Paroki Villa Melati Mas Pesan Bapak Uskup Untuk Satu Tahun Gereja Santo Ambrosius

M

ewakili Keuskupan Agung Jakarta, saya ingin mengucapkan Proiciat, Selamat atas Hari Ulang Tahun yang pertama dan selamat Pesta Nama Santo Ambrosius kepada seluruh umat Gereja St. Ambrosius, Paroki Vila Melati Mas. Kita bersyukur kepada Tuhan yang terus menyertai seluruh umat dalam peziarahan iman sejak komunitas katolik tumbuh berkembang di wilayah ini, jauh sebelum paroki ini diresmikan, sampai sekarang.

Kita bersyukur kepada Tuhan yang menggerakkan hati sekian banyak pribadi untuk rela terlibat dalam menjalankan pelayanan sejak paroki ini dirintis, sampai sekarang: para Imam, Dewan Paroki/Pengurus Gereja dan Dana Papa, Para Pengurus Wilayah dan Lingkungan, Katekis, prodiakon, koor, putra/i altar dan para pelayan lain yang dengan tulus berusaha terus-menerus membangun persekutuan umat, mengawali serta mengembangkan gerakan-gerakan kreatif yang pasti membuat Gereja semakin hidup. Sebuah paroki didirikan antara lain agar umat di wilayah itu semakin bertumbuh dan berkembang, menanggapi panggilan Tuhan untuk terus saling meneguhkan dalam peziarahan iman menuju “kepenuhan hidup kristiani dan kesempurnaan kasih”. Dalam rangka itu, bolehlah saya menitipkan dua pesan: Pertama, silakan mengikuti dan mengembangkan dinamika hidup Gereja di KAJ, yang terumus dalam Arah Dasar Keuskupan Agung Jakarta dan bersama-sama bertumbuh dalam spiritualitas Gembala Baik dan Murah Hati. Kedua, jangan lupa pula yang dikatakan oleh Paus Fransiskus dalam Seruan Apostolik “Sukacita Injil”. Saya kutip beberapa nomor :”Paroki bukanlah lembaga usang, justru karena memiliki daya lentur yang tinggi, dapat menerima berbagai bentuk yang tergantung pada keterbukaan dan kreativitas perutusan dari pastor dan komunitas … Dalam segala aktivitasnya paroki mendorong dan melatih para anggotanya untuk menjadi pewarta Injil” (No 28). Selain itu Paus dengan menggunakan kata-kata yang lugas, dapat membantu kita untuk keluar dari “zona nyaman”, misalnya dalam pernyataan ini :”Pada beberapa orang kita melihat perhatian yang berlebihan akan liturgi, doktrin, dan akan gengsi Gereja, tetapi tanpa kepedulian apa pun agar Injil memiliki dampak nyata pada umat Allah dan kebutuhan konkret masa kini” (No 95). Mungkin baik kalau ada kelompok-kelompok pendalaman atas dokumen ini. Kalau ini terjadi, saya yakin akan terjadi transformasi hidup paroki yang besar-besaran. Tidak mudah. Tetapi inilah tantangan kita. Semoga Tuhan selalu menyertai peziarahan iman kita, khususnya umat di Paroki Villa Melati Mas. Berkat Tuhan untuk Anda sekalian, keluarga dan komunitas Anda. Jakarta, Oktober 2017 + I. Suharyo Uskup Keuskupan Agung Jakarta

Lukas 1:38 " S e s u n g g u h n y a a k u i n i h a m b a Tu h a n ; t e r j a d i l a h p a d a k u m e n u r u t p a r k a t a a n m u ."


W A RT A U T A M A

04

Menghidupkan Semangat Pastoral Berbasis Data Rm. Yosef Natalis Kurnianto Pr.

Sejak awal pendirian Paroki Villa Melati Mas - Gereja St. Ambrosius tahun lalu, dimulailah pula kegiatan Lomba Proil Lingkungan. Hal ini tentu saja bukan tanpa maksud, melainkan memang bertujuan untuk melakukan pemetaan kembali atas Paroki dengan berbasiskan data primer yang ada di Lingkungan. Kebanyakan dari kita berpikir bahwa data yang paling update berada di pusat, padahal kenyataannya justru sebaliknya. Secara sederhana dapatlah dikatakan: “Data di Keuskupan sangat tergantung dengan data dari setiap Paroki, sedangkan data Paroki akan mencerminkan data yang sungguh tepat bila dari masing-masing Lingkungan memberikan update data yang valid dan benar� Dengan adanya Lomba Profil Lingkungan ini maka setiap Lingkungan harus berusaha mengumpulkan dan mengupdate data terakhir umatnya, serta secara kreatif menampilkannya sebagai salah satu perwujudan dari semangat Gembala Baik. Sebagaimana seorang Gembala sentiasa memberi perhatian dan menghitung kawanan domba yang menjadi tanggung-jawabnya, para pelayan pastoralpun hendaknya juga mampu berpastoral dengan berbasis pada data dan secara kreatif memberi pendampingan bagi umat Allah yang telah dipercayakan kepada mereka. Bukan sekedar mengikuti lomba, tetapi lebih dari pada itu para

pelayan pastoral mewujudkan imannya dalam pelayanan yang penuh kesungguhan dan mau turun ke bawah hadir bersama umat basis. Patut kita bersyukur bahwa sebagai penanda 210 Tahun Gereja Keuskupan Agung Jakarta yang secara bertepatan dirayakan tahun ini, telah diterbitkan buku Profil Paroki-Paroki di KAJ yang menampilkan tonggak-tonggak sejarah Gereja KAJ hingga saat ini. Umat Allah akan bertumbuh dalam jumlah dan mengembangkan kualitas imannya, paroki- paroki baru pun selalu bertamba; namun peziarahan umat beriman akan tetap berlangsung dan menorehkan sejarah yang terus menerus perlu dimaknai. Oleh karenanya sebagai paroki ke-66 dan sekaligus termuda usianya, Paroki Villa Melati Mas - Gereja St. Ambrosius ingin memaknai Pesta Nama Pertama ini dengan membukukan berbagai data yang sudah dikumpulkan dari Lomba Profil Lingkungan sebagai penanda Gereja yang terus berjuang menghadirkan sukacita Injili di Tangerang Selatan. Akhirnya saya mengucapkan selamat dan proficiat atas Pesta Nama ke-1 Gereja St. Ambrosius - Paroki Villa Melati Mas. Semoga dengan diterbitkannya Buku Profil Lingkungan ini umat Allah semakin dilayani dengan baik karena dalam tata kelola pelayanannya selalu didukung dengan habitus mengambil kebijakan yang berdasarkan pastoral berbasis data ala Gembala Baik dan Murah Hati.


W A RT A U T A M A

05

NATAL - Merayakan atau Memaknai

dok. komsos st. ambrosius

Hari ini

Isi Kabar Gembira

Dari surga, Malaikat turun ke bumi dan menyampaikan kabar gembira ini kepada para gembala. “Hari ini telah lahir bagimu, Juru Selamat, yaitu Kristus, Tuhan di kota Daud”. (Lukas 2:11). Sejak 2000 tahun silam, setiap kali para pemuka agama menyampaikan kabar gembira ini, mereka akan mengatakan, “Hari ini telah lahir bagimu, Juru Selamat...”. Sekarang, ketika kita merayakan Natal, kabar gembira itu disampaikan melalui mimbar Gereja, “Hari ini telah lahir bagimu, Juruselamat...” Bahkan 2000 tahun yang akan datang, kabar gembira itu masih tetap sama, “Hari ini telah lahir bagi mu, Juru Selamat...”. Natal boleh dirayakan setiap tahun sebagai kenangan, tetapi kabar gembiranya mestinya dimaknai, setiap hari, “Hari ini”. Natal boleh dirayakan kemarin atau besok, tetapi pesan Natal dimaknai dalam kehidupan “Hari ini”.

Ada dua kabar gembira yang disampaikan oleh malaikat. Pertama tentang “Keselamatan” dan kedua tentang “Kedamaian”. Yang ketiga mencakup kedua-duanya yaitu “Kegembiraan”. Memaknai Natal hari ini adalah memperjuangkan ketiga hal ini, Kegembiraan, Kedamaian dan Keselamatan. Pertanyaannya adalah apakah kita bahagia, kita bergembira sebagai orang kristiani? Apakah ada kedamaian diantara kita? Apakah ada keselamatan untuk kita? Mari kita merenung dalam hati masing-masing, menengok dalam keluarga kita. Tatap perjalanan Gereja St. Ambrosius ke depan. Apapun situasi yang kita hadapi ataupun yang kita alami hari ini, itu merupakan panggilan sekaligus tantangan. Panggilan untuk menemukan kegembiraan, kedamaian dan keselamatan dan tantangan untuk menghadirkan kegembiraan, kedamaian dan keselamatan.

Kesederhanaan Lukas 2:8-20 menceritakan tentang malaikat menyampaikan peristiwa kelahiran Yesus. Berita tentang kelahiran itu, justru disampaikan kepada para gembala, bukan kepada para Ahli Taurat dan Imam Kepala. Pada waktu itu, para gembala hanyalah kaum miskin yang tersisih. Mereka adalah orang-orang yang tidak terhormat dan terabaikan. Kata malaikat, orang yang lahir itu adalah Juru Selamat, tetapi tandanya adalah seorang bayi terbungkus lampin dan terbaring di palungan. Kelahiran Yesus dan penyampaian berita kelahirannya menggambarkan “kesederhanaan”. Oleh karena itu, memaknai pesan natal “hari ini” adalah memaknai “kesederhanaan”. Kesederhanaan itu bisa sebagai keadaan dan bisa juga sebagai sifat. Bagaimana hari ini, pada zaman serba canggih ini, kita menjalankan hidup yang sederhana atau bersikap sederhana. Memaknai Natal hari ini menawarkan kita untuk melihat kedalam hati, melihat kebawah, kepada yang lemah dan kecil.

1. Keselamatan Dosa membuat manusia menjauh dari Tuhan. Hubungan dengan Tuhan seakan terputus. Manusia menjauhi keselamatan dan tak berdaya untuk kembali. Dalam situasi ini, Tuhan menawarkan keselamatan. Tuhan datang untuk memulihkan hubungan kita denganNya. Sebagai manusia, Ia rela menderita dan mati untuk menebus dosa kita. Kita mempunyai kesempatan untuk selamat lagi. Memaknai Natal hari ini berarti tetap bertahan dalam jalan menuju keselamatan atau berjuang untuk kembali ke jalan keselamatan. Seperti apapun hubungan kita dengan Tuhan sekarang ini, itu merupakan panggilan kita untuk datang pada Tuhan dan kesalamatan, tetapi juga tantangan bagi kita untuk mencari jalan untuk kembali kepadanya atau mencari keselamatan. Apapun yang kita lakukan, semuanya berorientasi pada keselamatan diri, keselamatan keluarga, suami, isteri dan anak kita. Dan jalan keselamatan itu hanya ada pada .. (bersambung ke hal. 7)


W A RT A U T A M A

06

Pesta Rakyat Cermin Kebhinnekaan Dan Persatuan

dok. komsos st. ambrosius

S

eiring dengan Tahun Persatuan 2018, “Amalkan Pancasila: Kita Bhinneka, Kita Indonesia”, Paroki Villa Melati Mas memulainya dengan Pesta Nama St. Ambrosius yang Pertama pada hari Minggu, 10 Desember 2017, dengan mengusung tema “Kebhinnekaan dan Persaudaraan “.

belajar Kampung Baru, serta penampilan dari siswa-siswi Sekolah Strada. Makan bersama disiapkan secara bergotongroyong swadaya dari seluruh Lingkungan, dari umat untuk umat.

Rangkain kegiatan acara Pesta Nama melibatkan beberapa Tim Bidang, Lingkungan dan beberapa sekolah yang bernaung di wilayah Paroki Villa Melati Mas, yakni: Tim Bidang Pelayanan (PSE) dengan bimbingan belajar binaannya, Tim Bidang Pewartaan melalui Tim Komsos yang menyiapkan buku Profil Paroki serta Tim Bidang Hubungan Antar Agama & Kemasyarakatan (HAAK) yang mengundang tokoh-tokoh masyarakat setempat dan sekolah Strada Bakti Nusa serta seluruh Lingkungan dalam menyiapkan konsumsi.

Antusiasme anak-anak bimbingan belajar Kampung Baru, siswa-siswi sekolah Strada dan OMK dalam mengisi acara terlihat jelas, sejak dari persiapan hingga acara berlangsung. Seluruh umat terlibat dalam pesta rakyat melalui partisipasi Lingkungan dalam menyiapkan beraneka menu makanan: paket nasi, bakso, soto mie, siomay, pempek serta minuman es buah. Kemeriahan acara mencapai puncaknya dengan pengambilan doorprize sepeda sebagai hadiah utama.

Dihadiri oleh sekitar 1.800 umat, acara diawali dengan Perayaan Ekaristi Kudus yang dipimpin secara Konselebran oleh Pastor Samuel Pangestu, Pr. - VikJen Keuskupan Agung Jakarta. Pada kesempatan itu pula dilakukan pengumuman dan pemberian penghargaan kepada pemenang lomba Profil Lingkungan. Dan acara yang penting karena sebagai penanda dalam Pesta Nama St. Ambrosius yang Pertama Paroki Villa Melati Mas, adalah peluncuran buku Profil Paroki dan Pedoman Rumah Tangga Gereja. Diharapkan para pengurus Gereja dapat menjalankan Program Karya yang melibatkan sebanyak mungkin umat, berbasis data, taat azas, dan searah dengan visi misi Gereja.

Selain umat Paroki hadir pula tokoh-tokoh masyarakat di sekitar Paroki Villa Melati Mas, yaitu: Dewan Kehormatan Mesjid, tokoh-tokoh lintas agama Vihara Siripada, pejabat pemerintah Camat, Lurah, RW, RT, Kepala Pos Polisi, Babinsa dan Binamas. Juga hehadiran para orang tua anak-anak dari kampung baru mendampingi putra-putrinya menunjukan bahwa Gereja membuka diri pada lingkungan sekitar, Gereja yang tidak ekslusif.

Selesai Upacara Ekaristi acara dilanjutkan dengan ramah tamah yang dikemas dalam bentuk pesta rakyat, dimulai dengan penampilan orkestra OMK Paroki, kemudian tari dan nyanyi yang dibawakan oleh anak-anak kelompok bimbingan

Meski dengan usia yang masih belia, semoga Paroki Villa Melati Mas mampu menjadi dewasa dalam iman dan menyikapi secara positif kebhinnekaan yang ada di sekitarnya dengan mempererat persatuan dan persaudaraan. (Tim Panitia Pesta Nama)


W A RT A U T A M A

(Sambungan dari hal. 5)

hubungan kita dengan Yesus. Memaknai natal hari ini adalah bersama para malaikat dan bala tentara surga terus menerus memuji Allah, “Kemuliaan bagi Allah ditempat mahatinggi ..” (Lukas 2:14) 2. Damai Sejahtera yang Sejati Lukas 2 : 14 masih ada sambungannya. “ ..Dan damai sejahtera di bumi diantara manusia yang berkenan kepadaNya”. Keselamatan itu berkaitan hubungan kita dengan Tuhan (vertikal), sedangkan damai sejahtera lebih dikaitkan dengan hubungan antar manusia (horisontal). Kata damai lebih mengacu pada ketenangan batin, sedangkan sejahtera itu lebih berhubungan dengan ketenangan lahir. Dengan demikian, damai sejahtera berarti tenang atau tenteram secara lahir dan batin. Mungkin sekarang kita lebih damai, tenang secara batin. Kita tenang secara batin karena tidak dikuasai mimpimimpi, cita-cita, keinginan, target dan ambisi yang berlebihan. Kita tenang secara batin karena tidak ada peperangan dalam batin, antara harapan dan kenyataan, antara keinginan dan kebutuhan. Mungkin juga sekarang kita lebih sejahtera, tenang secara lahir. Kita tenang secara lahir karena sudah tidak mencemaskan hal-hal lahir seperti sandang, pangan dan papan. Kita tenang secara lahir karena tidak mencemaskan biaya pendidikan, biaya kesehatan dan biaya masa depan. Kita tenang karena tidak ada peperangan secara politik dan ekonomi. Apapun ketenangan lahir atau batin yang kita alami sekarang ini, akan mengalami kepenuhan didalam hubungan yang intim dengan Yesus. Melalui Yesus kita mengalami damai sejahtera yang sejati. 3. Kegembiraan Sejati Para gembala, ketika mendengar kabar gembira kelahiran

Yesus, mereka bergegas ke Bethlehem. “Marilah kita pergi ke Bethlehem untuk melihat apa yang terjadi disana, seperti yang diberitakan Tuhan kepada kita”. (Luk 2:15). Disana mereka berjumpa dengan Maria, Yusuf dan bayi Yesus yang berbaring di palungan. Sesuai betul dengan apa yang disampaikan malaikat. Kemudian para gembala kembali sambil memuji dan memuliakan Tuhan. Merayakan Natal sekarang bisa dengan bersenang-senang, bernyanyi dan menari sambil makan-makan. Kegembiraan seperti itu bersifat sekunder. Tetapi memaknai Natal hari ini adalah mencari dan menemukan Tuhan, memuji dan memuliakanNya. Kalau kita sudah menemukan Tuhan yang adalah Juruselamat, maka kita pasti memiliki kegembiraan sejati. Kegembiraan sejati tercermin dari sikap sehari-hari kita yang selalu bersyukur, memuji dan memuliakannya. Pertanyaannya, apakah kita mempunyai waktu mencari Tuhan atau selalu sibuk ? Apakah kita benar-benar mencari Tuhan atau hanya mencari siapa saya dalam persekutuan Gereja ? Mungkinkah kita hanya mencari-cari Gereja mana untuk beribadah atau agama mana yang sesuai? Atau jangan-jangan kita hanya mencari-cari tapi tidak pernah bertemu Tuhan? Dua-duanya Aja..! “Kita mendambakan damai sejahtera, baik dalam hidup pribadi maupun dalam hidup bersama. Kita merindukan suatu bumi yang penuh damai dan umat manusia yang makin bersaudara. Hanya dengan demikian, kita akan mengalami sukacita sejati. Sudah sepatutnya kita semua berusaha menemukan makna dan relevansi perayaan Natal bagi kita umat Kristiani dan bagi bangsa Indonesia”. Untuk warga Ambrosius, tinggal pilih “merayakan atau memaknai”. Ssstt.. jangan bilang-bilang, dua-duanya aja. (Domi Toron - PITK Ambrosius)


PESTA NAMA PAROKI SANTO AMBROSIUS VILLA MELATI MAS 17 DESEMBER 2017


I M A N K ATO L I K

09

Menjadi Martir Jaman NOW

dok. komsos st. ambrosius

M

endengar kata martir, saya dan anda langsung setuju membayangkan peristiwa orang kudus yang dibakar, dirajam, diasingkan, dipenggal bagian tubuhnya hingga mati. Seiring waktu dan ajaran Kristen mulai diterima, menjadi martir bisa jadi: meninggal karena pilihan hidup miskin, ketularan penyakit orang yang ditolongnya atau melakukan pelayanan yang orang lain tidak mau lakukan. Menjadi pertanyaan menarik apakah kemartiran hanya akan menjadi kisah usang? Apakah hanya dengan pengorbanan berdarah-darah dan karya besar seperti Santa Teresa dari Kalkuta baru bisa disebut sebagai Martir? Santo Agustinus pernah berkata bahwa, "Penyebablah, bukan penderitaan, yang menjadikan seseorang menjadi Martir yang sejati." Martir dalam bahasa Yunani berarti "seseorang yang mengingat, yang memiliki pengetahuan tentang kebenaran dengan merenungkannya dan yang dapat membagikan kesaksian tentang kebenaran tersebut." Teladan utama kemartiran adalah Yesus sendiri, yang pada hari ini kita rayakan bersama kedatanganNya sebagai juru selamat dunia. Sejak awal terlahir sebagai bayi mungil, Yesus sudah tahu bahwa Ia akan menjalankan kemartiranNya demi hidup manusia. "Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diriNya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diriNya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.� (Flp 2:2-8). Sebagai satu dari lima tugas Panca Gereja, kita

yang telah menjadi HIDUP karena Dia yang MATI, dipanggil untuk turut serta ambil bagian sebagai saksi kebenaran/saksi Kristus bagi dunia. Menjadi saksi/ martir bisa diawali dari dirinya sendiri dengan mengekang keinginan daging dan hidup mengejar buah-buah Roh (Gal 5:19-26). "Allah memanggil kita bukan untuk melakukan apa yang cemar, melainkan apa yang kudus. Karena itu siapa yang menolak ini bukanlah menolak manusia, melainkan menolak Allah yang telah memberikan juga RohNya yang kudus kepada kamu," (1Tes 4:7-8). Sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan, murid Kristus tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian dan sebaliknya dengan rendah hati menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri; dan lebih memperhatikan kepentingan orang lain. Rupa-rupa cara bisa kita lakukan: terlibat aktif sebagai Pengurus di Lingkungan, menyalurkan talenta bagi kemajuan Gereja, menjadi teladan di masyarakat, penggerak di masyarakat, berjalan kaki ke gereja demi orang lain yang lebih membutuhkan parkir, mengurus kebersihan dan keamanan sekitar gereja, mendampingi lansia atau anak berkebutuhan khusus, melayani di tim yang tidak populer seperti parkir atau mengurus jenazah dan lain-lain. Oleh sebab itu marilah kita mengejar apa yang mendatangkan damai sejahtera dan yang berguna untuk saling membangun. Selamat menyambut Yesus yang lahir dalam rupa manusia sebagai bentuk kemartiranNya untuk menebus dosa kita dan selamat menjadi Martir zaman now. (EFF) "Menjadi martir tidak harus berdarah-darah. Membuat orang lain bahagia telah menjadikan anda martir." (Yosef Natalis Kurnianto)


W A RT A P A R O K I

10

Semakin Dewasa Dalam Iman, Semakin Serupa Dengan Kristus Sakramen Penguatan Pertama di Paroki Villa Melati Mas

dok. komsos st. ambrosius

P

ada tanggal 5 November 2017 lalu, kembali Gereja Santo Ambrosius melakukan sebuah kegiatan besar, dimana Bapak Uskup Mgr. Ignatius Suharyo berkenan memberikan Sakramen Penguatan kepada 144 umat Paroki. Ini adalah penerimaan Sakramen Penguatan yang pertama kalinya dilakukan di Paroki Villa Melati Mas setelah resmi menjadi sebuah Paroki. Setelah melalui proses pembekalan selama sekitar 2 bulan, para peserta yang terdiri dari 80 orang dari kelompok Paroki, 30 orang dari Sekolah Strada Bakti Nusa dan 34 orang dari Sekolah Binus, dinyatakan siap menerima Sakramen Penguatan. Persiapannya bukan sekedar pembelajaran, namun ada rekoleksi yang dibawakan oleh Frater Ferry dan Frater Jerry, juga penerimaan Sakramen Tobat atau Pengakuan Dosa. Dalam homilinya Bapak Uskup mengucapkan selamat kepada para penerima Sakramen Penguatan dan berdoa agar peserta semakin dikuatkan dan dewasa dalam Iman. Bertumbuh dalam iman untuk semakin serupa dengan Kristus. Sebagaimana tertulis dalam Injil Matius 23:1-12, dewasa dalam Iman berarti katakata dan perbuatannya sama. Mengatakan sesuatu yang baik, juga harus melakukan yang baik sesuai perkataan itu. Berbeda dengan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi yang selalu bicara bagus tetapi yang menjalankannya orang lain. Mereka sendiri tidak menjalankannya, itulah tanda ketidakdewasaan. Rasul Paulus menunjukan konsistensi yang mencerminkan kedewasaan Imannya dengan berbagi kehidupan dan bekerja keras siang dan malam untuk jemaat di Tesalonika. Kuncinya adalah:

“karna bukan Aku lagi yang hidup tetapi Kristus yang hidup di dalam aku.� Berikut beberapa kesan dan pesan dari beberapa umat yang terlibat: Bp. Albertus (Fasilitator): Peserta calon Krisma kooperatif dan aktif. Semoga semua semakin dewasa dalam iman dan berani menjadi saksi Kristus dimanapun berada. Bp. Alex Pareira (Fasilitator): Peserta krisma mendengarkan pengajaran dengan baik dan aktif memberikan pendapat. Ada kerja sama yang baik antara peserta, panitia dan pengajar. Serena Rosandi (Peserta Dewasa Paroki): Merasa di-refresh lagi semangatnya dan bertambah kuat dalam iman. Terima kasih untuk pengajar dan panitia yang selalu bersemangat, pengajarannya mudah dimengerti dan tanpa letih siap melayani peserta. Salvator Willem Stanlie (Peserta Remaja Paroki): Saya banyak belajar hal baru yang belum saya ketahui. Pengajarannya cukup jelas dan mudah dipahami. Maria Teresa Jesslyn Alvina Tanudjaja (Peserta Remaja Paroki): Saya mendapat banyak pelajaran tentang bagaimana cara menguatkan iman saya. Pengajarannya menyenangkan dan banyak mendapat teman baru. Semoga Roh kudus mengubah diri kita menjadi pribadi yang semakin serupa dengan Kristus sehingga kita bisa memberikan kesaksian tentang kebaikan Kristus. ( Tim Panitia Krisma)


W A RT A P A R O K I

KRISMA 05 NOVEMBER 2017


W A RT A P A R O K I

12

Gemati: Dari Kita, Oleh Kita, Untuk Kita Seminar Tim Kunjungan Keluarga Paroki Terlaksana Berkat Gemati

dok.TKK st. ambrosius

"N

ak, zaman mama dulu kalau orangtua sedang bicara, anak tidak berani lho menjawab, kami hanya mendengarkan saja orangtua bicara. Dan ga perlu disuruh-suruh kalau harus membantu merapihkan rumah." Percakapan seperti ini mungkin sering dialami oleh sebagian besar orangtua dengan anaknya pada saat ini. Bagaimana cara bicara sehingga anak mau mendengarkan dan bagaimana cara mendengarkan sehingga anak mau bicara menjadi masalah utama dalam keluarga. Tidak kita pungkiri perkembangan teknologi yang sangat pesat telah merubah pola pikir anak-anak dimana gadget, games dan film menjadi lebih favorit bagi anak-anak dibanding hal lainnya. Mau bertahan dengan "ilmu" orangtua zaman dahulu atau mau belajar mengikuti perkembangan zaman saat ini? Sekitar 90 orang belajar bersama "meng-upgrade" diri dengan mengikuti seminar yang diadakan oleh Tim Kunjungan Keluarga Paroki ( TKKP) pada tanggal 16 Desember lalu. Ibu Hanlie Muliani, M.Psi yang sudah bertahun-tahun bergelut dalam psikologi anak membawakan seminar ini dengan luar biasa. Bagaimana menjadi orangtua zaman now, memahami masalah dan situasi saat ini, membangun komunikasi yg efektif, menerapkan peraturan, mengatasi konflik dan siap sebagai orangtua yang

berbeda, menjadi topik pembahasan sepanjang seminar yang mengambil tema "How to deal with your child". Seminar ini menjadi program pertama pengembangan iman umat yang dibiayai dari Gerakan Doa Dan Kemurahan Hati (GEMATI). Pelatihan/seminar lainnya dengan berbagai topik yang berkaitan dengan program pengembangan iman umat telah direncanakan akan bergulir sepanjang tahun 2018 untuk berbagai lapisan usia dengan penyajian semenarik seminar ini. Retret pendalaman bagi pengurus lingkungan atau tim bidang yang merupakan kelanjutan dari beberapa gelombang retret yang diadakan di tahun 2017 akan menjadi agenda utama program pengembangan iman umat di tahun 2018. Pelaksanaan retret, pelatihan, workshop dan seminar akan membutuhkan biaya yang sangat besar, namun kita percaya akan dapat terpenuhi melalui program GEMATI. Umat semakin peduli pada pengembangan iman dalam keluarga, habitus doa yang dimiliki oleh lebih banyak keluarga, kemurahan hati sebagai buah dari habitus doa menjadi ujud kepedulian umat akan pengembangan iman umat dan kaderisasi. GEMATI: Oleh Kita, Dari Kita, Untuk Kita! (EFF)


A N E K A W A RT A L I N G K U N G A N

13

Lingkungan St. Yohanes Paulus II:

Lahir Kembali Keluarga Bahagia Dengan Kebiasaan-kebiasaan Baik

dok. warta ambrosius

M

engukur kebahagiaan keluarga adalah dengan melihat keharmonisan hubungan anak dan orang tuanya. Di Jabodetabek ini, setiap anggota keluarga sibuk dengan aktivitasnya masing-masing. Orang tua yang bekerja, pagipagi sudah harus berangkat dan pulang sudah larut malam. Anak sibuk dengan PR dan les, yang sudah kuliah tinggal di kos dan pulang ke rumah Jumat malam. Keluarga dapat berkumpul lengkap hanya pada Sabtu-Minggu atau waktu tertentu saja. Waktu yang sempit itu haruslah dimanfaatkan agar tercipta suasana harmonis & berkualitas. Sebagaimana disampaikan dalam Kursus Perkawinan Katolik, kedua pasangan harus bersama-sama membentuk keluarga yang rukun dan bahagia. Anak-anakpun tidak hanya dipersiapkan memiliki tingkat inteligensi yang baik, namun kecerdasan emosi dan spiritual yang mantap serta resiliensi yang kokoh hingga memiliki karakter dan perilaku adaptif di masyarakat. Kebiasaan baik yang dibentuk sejak dari rumah akan menjadi pondasi saat anak beranjak dewasa dan harus dilepas untuk melanjutkan ke pendidikan tinggi di luar daerah ataupun luar negeri dan kemudian bekerja. Adapun contoh kebiasaan-kebiasaan baik tersebut antara lain : 1. Berangkat ke Gereja bersama-sama dan berdoa bersama di rumah. 2. Mengajarkan budi pekerti kepada anak-anak sejak kecil (mengucapkan dengan santun kepada siapapun 4 kata: “terima kasih", “maaf”, “tolong” dan “permisi”). 3. Memberi teladan sikap disiplin, jujur, budaya antri, berpikir positif, dan kepedulian membantu orang lain. 4. Membiasakan saling tertawa dan ada rasa humor yang

menciptakan aura positif, meredakan ketegangan, dan sebagai penyejuk rohani. 5. Membiasakan pola hidup sehat agar daya tahan tubuh tinggi, seperti: pola makan, istirahat, dan olahraga yang teratur. 6. Menggunakan gadget dengan bijaksana dan berdasarkan kesepakatan bersama. Fitur-fitur dalam gadget juga perlu dimonitor sehingga tepat penggunaannya dan bermanfaat. 7. Pertemuan keluarga lengkap secara berkala, dengan mengatur acara liburan tahunan atau kegiatan bersama setiap minggu. Jika sudah memiliki pondasi kebiasaan-kebiasaan baik, masing-masing anggota keluarga dapat terus menumbuhkan talenta-talentanya di komunitas dan masyarakat. Misalnya, anak-anak ikut Bina Iman atau OMK, orang tua aktif di Lingkungan dan Gereja. Semoga dalam menyambut Natal 2017, hati kita dapat terbuka untuk mewujudkan keluarga bahagia sehingga nafas kehidupan yang diberikan Allah Bapa dapat kita persembahkan untuk sesuatu yang lebih besar. Amin! “Family is not an important thing. It’s EVERYTHING!” (Michael J. Fox) (Jeanita Deli Widjaja, M.Psi., Psi.)


A N E K A W A RT A L I N G K U N G A N

Lingkungan St. Melania :

14

Kunjungan Pada Hari Ulang Tahun Perkawinan, Kegiatan Baru Di Lingkungan St. Melania

dok. lingk. st. melania

M

emasuki tahun 2017, pengurus lingkungan St. Melania membuat kegiatan untuk lebih mengenal umat di lingkungan dengan mengadakan kunjungan ke rumah umat atau pasutri (pasangan suami istri) yang merayakan Hari Ulang Tahun Perkawinan (HUP). Kegiatan ini diadakan sebagai bentuk kepedulian pengurus kepada umat di lingkungan, memberi perhatian dan dukungan untuk kelanggengan rumah tangga mereka, serta memberi sukacita dan kenangan tersendiri bagi semua pihak, baik untuk pasutri yang dikunjungi maupun bagi pengurus yang datang berkunjung. Mengapa? Karena pada saat kunjungan kami berkesempatan untuk mengenal lebih dekat keluarga tersebut melalui perbincangan seputar perjalanan pernikahan mereka. Banyak kenangan dan pengalaman yang mereka ceritakan, mulai dari saat perkenalan, hari pernikahan hingga menjadi sebuah keluarga sampai sekarang ini. Perbincangan yang diliputi rasa bahagia karena mereka kembali mengingat masamasa indah yang pernah mereka alami. Perbincanganpun tidak berlangsung dalam suasana serius, tetapi santai dan penuh keakraban, bahkan diselingi canda dan tawa. Suasana semakin akrab saat pasutri yang berbahagia tersebut mau memperlihatkan foto pernikahan mereka. Biasanya kunjungan HUP diakhiri dengan doa bersama dan tidak lupa kamipun berfoto bersama. Sampai dengan pertengahan Oktober ini ada

16 pasutri di lingkungan Santa Melania yang berhasil kami kunjungi. Beberapa pasutri yang dikunjungi cukup terkejut ketika didatangi karena memang kegiatan ini baru diadakan tahun ini dan kami tidak memberitahukan terlebih dahulu bahwa kami akan datang berkunjung. Kami mengusahakan untuk datang tepat pada hari H, meski harus bolak-balik karena pasutri tersebut sedang pergi keluar rumah atau harus menunggu hingga malam hari karena pasutri yang akan dikunjungi belum pulang. Hal tersebut tidaklah menjadi beban bagi kami, karena respon umat yang positif dan menyambut kunjungan kami dengan sukacita. Dengan adanya kegiatan kunjungan bagi keluarga yang merayakan HUP ini, Pengurus Lingkungan berharap agar kegiatan tersebut dapat terus dilanjutkan dan dikembangkan lagi dengan melibatkan seluruh umat, sehingga umat di Lingkungan Santa Melania bisa menjadi satu keluarga seiman yang hidup dalam suasana akrab dan kekeluargaan, peduli satu sama lain, serta bertumbuh bersama dalam kasih yang menjadi landasan hidup berkomunitas. Seperti tertulis dalam 1 korintus 13:4-5, kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. (Nila & Yasna - 31.10.17)


A N E K A W A RT A L I N G K U N G A N

15

Lingkungan St. Matius :

Membangun Kebersamaan Dengan Jalan Santai

dok. lingk. st. matius

D

alam rangka meningkatkan kepedulian umat Lingkungan akan terbatasnya area parkir Gereja, dan berkurangnya area parkir akibat Proyek Pembangunan Gua Maria dan Fasilitas Devosional St. Ambrosius, maka Lingkungan Santo Matius mengadakan kegiatan Jalan Santai Menuju Gereja. Jalan Santai menuju gereja juga merupakan sarana berkumpul dan olahraga ringan yang menyehatkan serta sangat efektif dalam membangun komunikasi dan kebersamaan dalam umat basis Lingkungan. Kekompakan dan kebersamaan merupakan modal dasar yang sangat penting dalam mencapai program karya pelayanan Lingkungan. Dan kegiatan Jalan Sehat menuju gereja juga mendukung visi dari Gereja St. Ambrosius yaitu mewujudkan “Paguyuban Umat Beriman yang Peduli, Berbagi dan Merakyat”, dimana dengan Jalan Santai ke gereja, kita sudah Peduli pada sesama umat dengan memberikan kesempatan kendaraan untuk umat yang rumahnya jauh dari gereja, dengan kata lain kita sudah Berbagi area parkir dengan sesama dan jalan kaki merupakan suatu simbol Merakyat.

Awal mulanya memang tidak mudah mengajak umat berjalan kaki menuju gereja, bahkan ada yang pesimis dan sebagian ada yang kuatir karena nanti berkeringat dan baju basah saat sampai di gereja, tetapi dengan niat yang baik maka program ini dipastikan benarbenar jalan santai. Tidak ada target waktu untuk sampai di gereja bahkan ditempuh dengan waktu 30-45 menit untuk jarak 1.6 KM, dimulai dari taman blok I8 sebagai titik kumpul pada pukul 06:30 pagi dengan rute dari taman blok I8 – blok H – blok G – Vista – blok O lalu pintu belakang gereja. Kegiatan ini sudah dua kali dilakukan yaitu pada tanggal 15 Oktober dan 12 November 2017 dengan peserta 15 orang. Yang menarik adalah dengan partisipasi para Lansia dan OMK. Untuk menjaga konsistensi dan komitmen Pengurus maka kegiatan jalan santai menuju gereja akan dilakukan secara rutin setiap hari Minggu pada awal bulan. Salah satu cara untuk meningkatkan partisipasi umat agar lebih bersemangat maka Pengurus berencana akan membuat Acara Sarapan Bersama setelah Misa. Semoga dengan lebih banyak umat Lingkungan yang berpartisipasi, akan semakin sehat dan selalu kompak. (S@M’s).


A N E K A W A RT A L MI U ND GAK U N G A N

Lingkungan St. Petrus Kanisius :

16

MenjalinBible Kekompakan : Ziarah Lingkungan Ke Goa Treasure St. Maria Fatima, Bogor

dok. lingk. st. petrus kanisius

D

alam rangka penutupan Doa Novena dan Rosario di Lingkungan St. Petrus Kanisius, maka pada hari Minggu 15 Oktober 2017, kami melakukan ziarah ke Goa Maria Fatima di Susteran Gembala Baik Bogor, yang berlokasi di kompleks SMK Baranangsiang Jl. Pajajaran No. 6 Bogor.

Acara ziarah ini bertujuan untuk meningkatkan kebersamaan dan membangun Iman Katolik di lingkungan St. Petrus Kanisius. Berikut beberapa kesan dari peserta ziarah:

Silvy : Menyenangkan, kita bisa berkumpul dan berdoa bersama, serta makan bersama walaupun macet pas Rombongan kami yang berjumlah 32 orang, menggunakan pulangnya, tetapi rasa senang mengalahkan kepenatan. bus berangkat dari Villa Melati Mas pada pukul 05:45 pagi dan tiba di Bogor pada pukul 07:00. Acara pertama adalah Bu Winarti : Kami merasa senang bisa ziarah bersama umat melakukan Doa Jalan Salib di sekeliling halaman dalam lingkungan St.Petrus Kanisius, karena ada kekompakan sekolah. Sesudah itu kami mengikuti perayaan Ekaristi di dalam kebersamaan, baik acara doa, makan bersama dan Kapel Susteran Gembala Baik pada pukul 08:00. di dalam bus. Semuanya berjalan dengan lancar, acara Misa yg dipimpin oleh Romo dari Gereja Katedral Bogor tersusun dengan rapih berkat kerjasama para pengurus tersebut cukup ramai di hadiri oleh umat sekitar Bogor. yang sungguh luar biasa. Setelah selesai perayaan Ekaristi acara kami lanjutkan dengan berdoa Rosario dan Novena Tiga Salam Maria Hanny : Dengan adanya ziarah ini, kami sekeluarga bisa di Gua Maria dan membakar ujud-ujud doa yang sudah berkumpul bersama keluarga yang lain di Lingkungan, sehingga membuat umat Lingkungan jadi lebih akrab, disiapkan. penuh rasa persaudaraan dan kompak. Setelah seluruh acara rohani selesai kamipun berangkat makan siang ke sebuah restoran yang tidak jauh dari lokasi Pengurus berharap pada acara ziarah atau ziarek SMK Baranangsiang. Dalam perjalanan pulang kami masih selanjutnya akan lebih banyak umat di lingkungan yang sempat membeli oleh-oleh meskipun jalan sudah mulai ikut berpartisipasi. Semoga Damai Sukacita menyertai kita. (Lidwina Susilawati Brahim) macet.


A N E K A W A RT A L I N G K U N G A N

Lingkungan St. Ansgarius :

17

Menjalin Keakraban Di Bulan Rosario Novena Di Lingkungan St. Ansgarius

dok. lingk. st. ansgarius

D

i bulan Oktober umat Katolik secara khusus menghormati Bunda Maria melalui Doa Rosario. Demikian pula dilakukan oleh umat di Lingkungan St. Ansgarius. Penghormatan kepada Bunda Maria dilakukan dengan berdoa Rosario bersama sebanyak sembilan kali. Umat lingkungan begitu antusias, terlihat dari tingkat kehadirannya. Semua berpartisipasi mulai dari anak-anak, remaja, dewasa maupun lansia. Rata-rata ada sekitar 25-35 umat Lingkungan yang hadir dalam setiap pertemuan Doa Rosario, bahkan pada hari yang ke-9 terdapat 42 umat yang hadir. Di dalam setiap pertemuan umat diminta secara bergantian memimpin Doa Rosario. Anak-anak pun dengan antusias mengikuti rangkaian doa dari awal hingga akhir. Acara doa berlangsung dengan hikmat dan akrab. Selesai berdoa Rosario kami menyempatkan untuk beramah-tamah sambil menikmati penganan yang disediakan oleh tuan rumah. Melalui pertemuan sembilan kali ini umat di Lingkungan dapat menjalin hubungan yang semakin erat satu sama lain. Kami berharap agar umat Lingkungan St. Ansgarius dapat terus menjaga keakraban yang telah terjalin, dan semoga semakin banyak umat yang terpanggil untuk mengikuti kegiatan-kegiatan lainnya maupun terlibat aktif dalam Kepengurusan Lingkungan. (Natalia Sanur)


A N E K A W A RT A L I N G K U N G A N

Lingkungan St. Anna :

18

Peduli Dan Berbagi Kasih : Kunjungan Lingkungan St. Anna Ke Panti Werdha

dok. lingk. st. anna

S

ejak awal November 2017 Tim Sosial Lingkungan St. Anna mengadakan program pengumpulan barang-barang bekas seperti botol aqua, majalah, koran dan lain-lain. Rencananya barang-barang tersebut akan dijual untuk pelaksanaan program berbagi kasih ke Panti Werdha.

Puji Tuhan, acara berbagi kasih yang dinantinantipun akhirnya dapat terlaksana. Pada tanggal 1 Desember 2017, di sore hari yang cerah kami berangkat ke Panti Werdha Bina Bhakti Pamulang. Ada 80 orang opa-oma yang tinggal disana, dimana 25 orang diantaranya sudah tidak bisa mandiri. Tersirat raut bahagia di wajah opa-oma yg telah berkumpul menunggu kami. Disana kami bernyanyi dan berjoged bersama opa-oma. Menemani mereka bercerita, dan menyediakan makanan untuk opa-oma.

Pada minggu ketiga ternyata hasil penjualan barang bekas tersebut sangatlah tidak mencukupi untuk pelaksanaan kegiatan Baksos kami. Tetapi sungguh diluar dugaan, banyak umat Lingkungan yang tergerak hatinya dan sumbangan danapun berdatangan. Tuhan teramat baik dan mengetahui apa yang kita Pada pukul 17:30 wib, kami pamitan pulang diiringi butuhkan, dengan niat dan kerendahan hati untuk ucapan terima kasih dari opa-oma yang sungguh menyentuh hati. Dari sini kami memetik pelajaran berbagi maka semua dicukupkan olehNya. bahwa orang tua adalah harta yg berharga. Meski sudah renta, keriput dan sering lupa, tetaplah hargai dan peduli pada orang tua selagi mereka masih ada. Kami berharap kegiatan amal ini dapat menjadi program rutin setiap ada kesempatan. Tuhan memberkati kita semua. (Maria Dewi Fitri)


W A RT A M U D A

OrchestrA &KOOR OMK SANTO AMBROSIUS 2017

Banyak penampilan menarik pada pesta nama St. Ambrosius 10 Desember 2017 lalu. Salah satunya merupakan penampilan perdana bagi orkestra bersama dengan koor OMK Santo Ambrosius. Persiapan yang dilakukan tentu tidak mudah. Dibutuhkan komitmen untuk selalu menghadiri latihan – latihan, agar dapat memberikan penampilan yang terbaik.

alat yang mendukung. Oleh karena itu latihan sering diadakan di studio blok H. Latihan gabungan dengan koor juga diadakan di tempat itu. Total ada 44 orang yang berpastisipasi dalam koor dan orkes. Diharapakan orkes dan koor ini dapat terus berkembang sehingga dapat lebih sering memberikan penampilan.

Orkes dan koor OMK awalnya berlatih secara terpisah. Setelah lancar dimasing-masing pihak, baru diadakan latihan bersama. Koor OMK, dilatih oleh Bpk. Laurentius Puka yang sudah sering melatih koor di banyak tempat. Latihan rutin diadakan setiap hari minggu jam 2 siang di gereja. Sedangkan untuk orkestra, dipimpin oleh Antonius David yang memang mengambil kuliah musik. Orkes ini membutuhkan tempat yang cukup luas untuk berlatih dengan alat –

Sungguh senang rasanya ketika kita dapat memberikan pelayanan sesuai dengan bidang yang kita minati dan kuasai. Selain sebagai pelayanan, juga dapat menjadi wadah untuk mengasah skill kita. Meskipun harus memberikan waktu, tenaga, dan pikiran, semua itu akan terbayar pada akhirnya. Bagi kamu yang suka bernyanyi atau dapat memainkan alat musik (khususnya alat musik orkestra), ayo ikut bergabung ! - Elizabeth Jovita Bernadia


W A RT A M U D A

#retret omk 2017

B e rt u m b u h b e r s a m a le w a t R e t- R e t O M K ! Hai teman- teman, kali ini Warta Muda akan meliput kegiatan retret OMK yang diadakan bulan November lalu, meskipun sudah agak lama berlalu tapi kesan dan pesannya masih terngiang2 lho. Di retret ini, kami dibagi kedalam kedua kelompok, yang pertama adalah kelompok OMK Junior yang usianya SMA kelas 2 kebawah, dan OMK Senior, ya pasti yg diatas OMK Junior ya hihi.. Nah berikut ini adalah beberapa komentar dari teman-teman yang mengikuti retret ini, yuk kita simak bersama- sama.


W A RT A M U D A

Maria Carolina Pas awal datang, agak takut ketuaan (karena selama ini yang aktif omk rata-rata SMA) ternyata pas dateng, banyak teman seumuran bahkan yang lebih senior ada.. acara dikemas secara "OMK Banget", ga ngebosenin karena banyak games-games seru di setiap sesi yang bermakna dan menyenangkan. terutama di acara puncak "Amazing Race" sangat menguji kekompakan, kreativitas, dan juga belajar nilai nilai kehidupan seperti pengorbanan, leadership, strategi dll... suasana sangat seru, dan tujuan setiap sesi tersampaikan dengan jelas. dan yang paling penting.. menambah banyak teman di OMK yang membuat yakin untuk aktif di kegiatan OMK selanjutnya :) Mario Djaphara Kesan: Awal awal ikut retret rasanya malas gitu. Soalnya jarang aktif di lingkungan terus juga ga begitu kenal dengan teman-teman omk. Ternyata teman SMA saya juga ikut, senang sekali akhirnya ketemu teman saya. Kami berdua mengikuti ret-ret itu. Selama retret saya bertemu temanteman baru, yang ternyata mereka asik-asik orangnya. Kami juga dibuat suatu grup sharing. Jd di setiap sesi pasti ada sharingnya. Sharing itu agar membuat kami lebih mengenal lagi siapa diri kami sebenarnya. Juga terdapat permainan. Permainan yang memerlukan kerjasama tim dan kepercayaan. Tidak hanya itu saja, pengajaran yang diberikan oleh Romo Natalis juga menarik dan diberikan contoh contoh pada kehidupan nyata. Dan yang menariknya ada acara menyanyi sebelum mulai sesi yang membuat kami semakin seru dan tertarik untuk mengikuti ret ret inii. Pesan : Retret ini sangat bagus. Mengajarkan kita untuk lebih mengenal lebih dengan diri masing masing, juga untuk aktif di lingkungan ataupun OMK. Juga tidak lupa untuk saling mengenal dengan sesama OMK agar kedepannya bisa bekerja sama untuk membangun OMK Santo Ambrosius. Pengalaman : Mengikuti retret ini seru, pembimbing juga asik. Tidak kalah juga romonya. Acara juga berjalan lancar, dapat banyak teman baru. Menjadi tahu anggota OMK dari setiap lingkungan. Nah teman-teman demikian reportase kami tentang retret ini, seru kan, karena banyaaaaak sekali game yagn dikemas dalam uji kekompakan dan banyolan, jadi kalau tahun depan ada lagi retret ini, jangan sampai ketinggalan ya. Salam OMK Ambrosius! - Ticha Octaviani & Eugenia Gina.


W A RT A M U D A


W A RT A M U D A


24

A G E N DA K A RYA P E L AYA N A N

Bidang Pewartaan • Bagi umat yg berminat untuk memiliki Buku Proil Paroki dapat menghubungi Tim Komsos setelah misa hari Minggu. Harga minimal Rp.200.000/eksemplar untuk pengganti biaya cetak. Apabila memberi lebih maka kelebihan pembayaran akan disalurkan utk Dana Solidaritas Pembangunan Fasilitas Devosional Gereja.

Bidang PITK • Dalam rangka membangun Habitus Doa dalam keluarga dan gerakan peduli pada pembinaan iman dan kaderisasi, Gereja Santo Ambrosius mengadakan Program Gemati. Umat Paroki Villa Melati Mas yang ingin berpartisipasi dapat menghubungi Ketua Lingkungan masing-masing, sedangkan umat dari luar Paroki dapat menghubungi sekretariat atau petugas. Bagi Umat yang belum mengembalikan amplop Gemati, dapat memasukkannya pada kotak yang telah disediakan.

Pengumuman Perkawinan Akan saling menerima Sakramen Perkawinan: Pengumuman Pertama : • Beata Josephine Delarosa dari Lingkungan St. Kornelius dengan Aloysius Jeffrey Prasetio dari Paroki Maria Bunda Karmel - Tomang. Apabila Saudara-saudari mengetahui adanya halangan dalam perkawinan tersebut, dimohon untuk memberitahukan kepada Pastor Paroki. MINGGU, 24 DESEMBER 2017 - MALAM NATAL Jam Koor Penata Umat Penata Parkir 17:00 Lingk. St. Angela (Wil.2)

Lingk. St. Agatha (Wil.2) St. Odilia (Wil.3)

Lingk. St. Yovita (Wil.6) St. Yosef (WIl.8) St. Yakobus (WIl.8)

20:30 OMK

Lingk. St.Matius (Wil.8) St. Felisitas (Wil.9)

Lingk. St.Hugo (Wil.2) St.Maria de Fatima (Wil.7) St. Ansgarius (Wil.10)

Penata Altar

Panitia

Komentator

Lektor

Pemazmur

Maria P.

Ticha & Elen

Sherina

Yovita

Jacinta & Meiyani

Eni

SENIN, 25 DESEMBER 2017 – HARI RAYA NATAL Jam

Koor

Penata Umat

Penata Parkir

08:00 BIR

Lingk. St.Melania (Wil.3), St.Petrus Kanisius (Wil.8)

17:00 Koor Gabungan

Lingk. Lingk. St. Agustinus (Wil.3) St.Basilius (Wil.3), St. Atanasius (Wil.9) St. Anna (Wil.5) St. Regina (WIl.6)

WEB AMBROSIUS

Lingk. St. Gregorius Agung (1) St. Yohanes Paulus II (1) St. Leonardus (7)

Penata Altar

Panitia

Komentator

Lektor

Pemazmur

Lanny

Jovita & Ancela Santi

Hilda

Elvina & Riah

Iman

Pelayanan Pastoral Gereja Santo Ambrosius – Paroki Villa Melati Mas Jadwal Misa Senin – Sabtu : pukul 05:45 Minggu : pukul 08:00 dan 17:00 Jumat Pertama : pukul 19:30

Warta Ambrosius menerima partisipasi umat berupa artikel, berita, atau lainnya. Tulisan dapat dikirimkan ke Redaksi dengan alamat email: wartaambrosius2017@gmail.com

PENERBIT: Komsos Paroki Villa Melati Mas-Gereja Santo Ambrosius. PELINDUNG: Pastor Yosef Natalis Kurnianto, Pr. PENANGGUNG JAWAB: Wakil Ketua II Dewan Paroki Harian Gereja St. Ambrosius, Aurelius Effendy, Anggota DPH bid. Pewartaan: Stefanus Kasim Syarifudin, A. Eren Twin Santoso. PIMPINAN REDAKSI: Ketua Tim Komsos Gereja St. Ambrosius, Andreas Tomson Djaja Burhan. REDAKTUR PELAKSANA: Hetty Atmadja. DEWAN REDAKSI: Aurelius Effendy, Stefanus Kasim Syarifudin, A. Eren Twin Santoso, Antonius Haris, Hetty Atmadja, Puguh Hartanto, Eugenia Gina. EDITOR: Bambang Triono SW. LAYOUT DESIGN: Gavin Pareira, Irenne. KONTRIBUTOR: Hardy Budiardjo, Irenne, Enung, Ticha, Elkan, Jonathan, Nita, Rangga. KOORDINATOR RENUNGAN: Angelika Susanti. REDAKTUR FOTO: Antonius Haris. FOTOGRAFER: Charles, Franz, Harkuswo, Nate, Rudy Hariyanto, Yusak Yahya, Bistok, Tommy M, Erichsen, Sari, Laurensius Felise, Dandy Rosella, Jefri Lianto, Dwi Fx. Putro, Gavin Pareira. PERCETAKAN: PT. Mitramapan Cemerlang

Warta Ambrosius Bulanan [Desember 2018]  

Terbit 24 Desember 2017

Warta Ambrosius Bulanan [Desember 2018]  

Terbit 24 Desember 2017

Advertisement