Page 1


EDITORIAL Tabloid Genta Andalas diterbitkan oleh: Unit Kegiatan P ers Mahasiswa Pers .373/ No.373/ Genta Andalas dengan SK No XIII/Unand-2001 Pelindung: Prof. Dr. Tafdil Husni, SE., MBA Penasehat: Prof. Dr. Ir. Hermansyah, MS., M.Sc Pembina: Rembrandt, S.H., M.Pd Dewan R edaksi: Redaksi: Dhearien Fizwa, Adrizal, Amelia Putri, Desi Faiturrahmi, Yudi Irfan, Desi Marina, Febrika Hade Putri, Icha Wulanda, Ismi Fadhilah Sinaga, Laila Mukhtari Wizra, Muhammad Fikri, Muhammad Yaqub BE, Randy Febrian, Siti Khairani Elhakim, Yuliani Sartika Pemimpin Umum: Ayu Lestari Sekretaris Umum: Hisna Natria Hilda Bendahara Umum: Anestia Berlianda Pemimpin R edaksi: Redaksi: Muhammad Arif Pemimpin P erusahaan Perusahaan erusahaan: Teja Alone Pemimpin P Prroduksi: Lailatul Zuhri Indriani Pemimpin Litbang: Clara Octaria Rija Redaktur P elaksana: Pelaksana: Peri Irawan Koordinator Liputan: Adha Giva Sakinah, Lizsa Egeham Redaktur: Gusranil Fitri, Rafika Surya Bono Administrasi dan F inance: Finance: Chintia Lestari Bisnis & P eriklanan: Periklanan: Zikra Delvira Mark eting & P Marketing Prromosi: Putri Ramadani Sirk ulasi: Sirkulasi: Gita Puspita Kepala Layouter: Suci Ramadhanty Layouter: Tania Dian Putri Kepala Desain Grafis: Yori Andriani Desainer Grafis: Faishal Wafiq Zakiy PSDM: M. Qamarul Hadi Event Organizer: Ully Saputri Riset dan Sur vei: Survei: Lita Mailani Reporter: Annisa, Devi, Fanny, Ikhlas, Nite, Rina, Rizka, Risesa, Syinta, Wati, Wina, Wita Dicetak oleh: PT. Padang Graindo Mediatama (isi diluar tanggungjawab percetakan)

Ada Apa dengan Laboratorium Unand?

M

asalah laboratorium Universitas Andalas (Unand) selama ini memang belum banyak menjadi ‘buah bibir’ mahasiswa beserta civitas akademika. Sebab, selama ini kondisi laboratorium yang dimiliki Unand tidak terlalu diketahui mahasiswa yang mengambil konsentrasi di bidang sosial. Namun untuk mahasiswa jurusan eksakta, tentunya mereka paham bagaimana kondisi masing-masing laboratorium yang ada di setiap jurusannya. Permasalahan yang ada pada masing-masing laboratorium hampir sama. Mulai dari tidak adanya ketersediaan alat, fasilitas yang tidak mendukung seperti air kecil, kekurangan kursi, ventilasi udara yang kurang baik, kekurangan teknisi labor, dan lainnya. Padahal setiap semesternya mahasiswa eksakta dibebankan membayar uang praktikum. Jumlah uang yang harus dibayar setiap mahasiswa pun berbedabeda. Sesuai dengan jalur masuknya ke Unand. Mahasiswa yang masuk melalui Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) membayar sebesar Rp300.000,00 pada tahun akademik 2012/2013, mandiri (angkatan 2012 terakhir) pada umumnya membayar sebesar Rp500.000,00, dan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) dengan Uang Kuliah Tunggal (UKT) berdasarkan levelnya. Namun dana praktikum dari pembayaran uang kuliah tersebut belum mampu menutupi kas masing-masing jurusan untuk mengembangkan laboratorium yang ada. Hal inilah yang sering dikeluhkan mahasiswa karena dari tahun ke tahun laboratorium Unand tidak mengalami perkembangan yang signifikan. Pimpinan Unand beserta jajarannya seperti ‘lepas tangan’ mengenai laboratorium yang ada pada masingmasing jurusan. Tanggung jawab mereka terkesan sebatas meneruskan dana tanpa

memedulikan bagaimana dampak dana tersebut terhadap labor-labor yang ada. Mereka berdalih laboratorium tersebut berada di bawah naungan fakultas yang akan dikelola oleh masing-masing jurusan. Labor-labor yang ada di setiap jurusan nantinya akan dikelola oleh kepala laboratoriumnya. Dari total 100 persen biaya uang kuliah mahasiswa yang masuk ke kas Unand, 70 persennya akan diberikan ke masing-masing fakultas, dan 30 persennya tetap berada di kas Unand. Nantinya tergantung kebijakan fakultas untuk mengelola dana yang diberikan Unand untuk menentukan pembagian untuk masing-masing jurusan. Melihat kondisi tersebut, wajar saja petinggi Unand tidak mengetahui bagaimana kondisi laboratorium yang ada pada masing-masing jurusan. Sebab yang mengetahui kondisi dan permasalahan laboratorium Unand hanyalah jurusan masing-masing. Namun dengan dialihkannya tanggung jawab laboratorium ke masing-masing fakultas hingga jurusan, bukan berarti tanggung jawab Pimpinan Unand beserta jajarannya lepas begitu saja. Saat Unand gencar-gencarnya memperbaiki fasilitas-fasilitas yang ada untuk mendapatkan Akreditasi A tahun lalu, Unand melupakan kesejahteraan mahasiswa eksakta yang notabenenya juga membutuhkan fasilitas yang lebih baik. Sama halnya seperti Perpustakaan Unand yang telah mendapatkan Akreditasi A dengan pelbagai fasilitas ‘wah’ di dalamnya, Laboratorium Unand juga ingin diperhatikan Pimpinan Unand beserta jajarannya. Kini, akankah orang nomor satu Unand beserta jajarannya hanya akan menunggu, atau hanya menganggap ini sebagai masalah biasa yang tidak perlu ditindaklanjuti? Bahkan mungkin menganggap laboratorium sebagai masalah musiman yang akan hilang begitu saja.

Salam Redaksi Assalamualaikum Warahmatullahi wabarakatuh Rasa syukur tiada henti selalu terucap kepada Allah SWT. Berkat rahmat dan karunia-Nya, tabloid Genta Andalas dapat kembali hadir menyapa pembaca guna memenuhi kebutuhan akan informasi. Atas izin-Nya, kami segenap kru Genta Andalas dapat menghadirkan tabloid edisi Januari-Februari 2016. Salawat beriring salam selalu tercurah bagi Rasulullah SAW, suri tauladan seluruh umat manusia. Lega, syukur, haru, dan bangga adalah gambaran perasaan yang kami rasakan setelah menyelesaikan tabloid ke lima di kepengurusan 2015-2016. Berbagai kecamuk mewarnai perjalanan panjang telah berhasil kami lalui untuk menghadirkan kembali tabloid Genta Andalas ke tangan pembaca. Di tengah menjalankan kewajiban lainnya, segenap kru mencurahkan seluruh tenaga, pikiran, perhatian, dan waktu. Seperti tak kenal lelah dan terus berjuang, berburu informasi terkini untuk menyajikan berita informatif dan karya terbaik demi terbitnya tabloid mahasiswa Genta Andalas edisi LXII.

Pada edisi kali ini, kami menghadirkan laporan utama mengenai keadaan laboratorium di Universitas Andalas. Kami juga menghadirkan informasi mengenai pandangan warga Unand terhadap penyakit hedonisme yang kian marak di kalangan mahasiswa. Duka yang menimpa keluarga Unand turut kami hadirkan di rubrik sorotan kampus. Kami mengupas tentang kecelakaan bus 01 yang menarik simpati banyak pihak. Mulai dari kronologi kecelakaan, kilah pimpinan terkait manajemen bus, hingga tindak lanjut Unand terhadap korban. Khasanah budaya, sastra dan seni, aneka ragam, aspirasi, aktivis, wawasan, resensi, dan sosok kembali kami kemas dalam suguhan menarik dan informatif. Semoga tabloid ini dapat memenuhi rasa keingintahuan dan kebutuhan informasi kehidupan kampus bagi pembaca. Sehingga mampu mewujudkan eksistensi kami sebagai pers kampus. Kritik dan saran yang solutif kami harapkan dari pembaca, agar karya ini dapat semakin baik dan menarik ke depannya. Akhir kata selamat membaca. Hidup mahasiswa!

Daftar Isi Dapur .................... 2 Jendela .................. 3 Laporan Utama ...... 4 Sorotan Kampus ..... 6 Feature ................... 7 Laporan Khusus ...... 8 Survei ..................... 9 Liputan ................. 10 Galeri .................. 12 Rehat ................... 13 Aspirasi ................ 14 Aneka Ragam ....... 16 Teknologi ............. 17 Aktivis .................. 18 Khasanah Budaya .. 19 Sastra dan Seni ...... 20 Wawasan .............. 22 Resensi................... 23 Sosok ..................... 24 SOSOK EDISI LXII Dr, Asrinaldi, M.Si


Kurnia Utama

MENJANGKIT: Perilaku Hedonisme menjadi salah satu gaya hidup yang mengancam mahasiswa sebagai kaum intelektual.

Realisasi CCTV di Parkiran Belum Menyeluruh Assalamualaikum Wr. Wb. saya mahasiswa ekonomi ingin bertanya mengenai Implementasi CCTV parkiran terkait keamanan kampus. Kapan rencana pemberian CCTV (Closed Circuit Television), secara menyeluruh di parkiran hendak dilaksanakan? 08137462xxxx

Jawaban: Mengenai perencanaan CCTV yang akan dipasang di setiap parkiran sebenarnya sudah dilaksanakan. Namun, belum menyeluruh. Pihak Unand akan berusaha menyelesaikan pemasangan CCTV pada tempat yang belum terjangkau CCTV dalam tahun ini. Selain CCTV Unand sedang mengupayakan sistem parkir embung-embung dengan memperlihatkan kartu identitas yang multifungsi untuk dapat parkir di tempat tersebut. Seiring dengan hal ini pihak Unand menghimbau untuk saling menyukseskan setiap programnya seperti mematuhi peraturan parkir yang telah ditetapkan dan tidak lalai dalam memarkir kendaraan. Sebagus apapun peraturan dibuat tanpa adanya kesadaran pengguna kendaraan khususnya kendaraan bermotor untuk mematuhinya, maka program tersebut tidak akan berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Masrial Jamal Kepala Bagian Umum Unand

Petugas Pustaka Tak Ramah Assalamualaikum Wr. Wb. Saya mahasiswi angkatan 2013. Di perpustakaan terdapat jargon “service diri�, akan tetapi kenapa masih ada juga penjaga di tempat orang meminjam buku (tempat pinjaman secara manual)? Penjaga tersebut, seharusnya memberikan petunjuk penggunaan yang benar bukan dimarahi karena tidak bisa dalam penggunaan. (08789554xxxx)

Redaksi Genta Andalas menerima tulisan berupa: essai, opini, feature, cerpen, puisi, khasanah budaya, dan bentuk tulisan kritis lainnya. R edaksi berhak mengedit tulisan tanpa Redaksi mengubah isi. T ulisan disertai foto dan biodata penulis. T ulisan Tulisan Tulisan dapat dikirim melalui redaksi@gentaandalas.com

Persetujuan KRS Tidak Mutlak Assalamualaikum Wr. Wb. Saya mahasiswa akuntansi Unand ingin bertanya masalah persetujuan Kartu Rencana Studi (KRS). Bisakah KRS disentralkan via web tanpa menemui dosen PA?

Jawaban: Pertemuan dengan PA di Fakultas Ekonomi sebenarnya tidak diwajibkan bagi setiap mahasiswanya. Semua tergantung PA masing-masing. Ada beberapa PA yang menginginkan pertemuan dengan mahasiswa, ada juga yang memang langsung menyetujui KRS secara online. Adanya interaksi antara pembimbing dan mahasiswa yang dibimbing, diharapkan dapat menjadi tempat bagi mahasiswa untuk berkonsultasi masalah perkuliahan di bidang akademik, dan termasuk dalam indikator penilaian fakultas. Pertemuan dengan dosen PA dilaksanakan satu kali setiap semester namun tidak mutlak. Karena pihak akademik tidak mewajibkan hal tersebut. Walaupun tidak dilaksanakan dengan online, mahasiswa juga tetap harus menyerahkan KRS ke biro. Hal ini bertujuan untuk mendata setiap mahasiswa antara mahasiswa yang masih aktif dengan yang belum membayar uang kuliah secara otomatis.

Dr Harif Amali Rivai SE, MSi Dekan Fakultas Ekonomi

Ota Da Tagen Da Tagen : Mak, dari ma ko? Segeh bana. Mak Itam : Hee Tagen mah. Ko a Ambo dari kafe, Gen. Da Tagen : Eee, kafe a ko? Lah pandai lo ka kafe-kafe bagai mah. Mak Itam : Iyolah. Kafe baru nan di dakek pasa tu a. Kapindiang tabang kafe namonyo. Da Tagen : Manga lo ka kafe tu, Mak? Biaso di lapau tu nyo. Mak Itam : (Malagak) Eee, lapau ndak main kini do, Gen. Da Tagen : (Galak gadang) Ka kafe bagai, minum aia aka se oyong. Ee yayai!


B

Menyoroti Kondisi Laboratorium Unand yang Tak Kunjung Berkembang

erbagai macam sarana dan prasarana yang tersedia di laboratorium menjadi salah satu faktor untuk meningkatkan potensi akademik mahasiswa Universitas Andalas

menumpang ke labor lain untuk menyelesaikan praktikumnya,” jelas teknisi sekaligus analis Labor Instrumentasi Pusat teresebut.

“Dengan sistem manajemen yang bagus dan adanya fasilitas labor yang baik, diharapk an bisa diharapkan an dimanfaatk an untuk melak uk dimanfaatkan melakuk ukan penelitian dosen-dosen, Jadi tidak harus memak ai labor dari luar lagi,” memakai -T afdil Husni, R ektor Unand Tafdil Rektor Dok. Genta (Unand), khususnya mahasiswa eksakta. Diantaranya, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA), Fakultas Teknik, Fakultas Farmasi, Fakultas Pertanian, dan juga Fakultas Teknologi Pertanian. Fasilitas laboratorium yang tidak mendukung pastinya akan mengganggu jalannya praktikum, penelitian, dan lain sebagainya. Menilik keadaan laboratorium yang dimiliki Unand, saat ini masih ada beberapa laboratorium yang belum memenuhi standar kelayakan. Mulai dari loteng yang bocor, fasilitas labor yang tidak memadai seperti meja dan kursi, alat-alat labor yang tidak berfungsi dengan baik, serta kurangnya ketersedian bahan seperti terbatasnya zat-zat yang dimiliki laboratorium. Laboratorium P erlu P embenahan Perlu Pembenahan Selain fasilitas yang memadai serta alat praktikum yang mencukupi, laboratorium juga membutuhkan tenaga teknis yang dapat menjamin alat-alat laboratorium agar terjaga keawetannya. Dekan Fakultas Teknologi Pertanian (Fateta), Santosa, menjelaskan, alat- alat yang berusia hampir sepuluh tahun ini sudah mulai rusak, namun masih belum diperbaiki karena kurangnya teknisi. “Di Labor Instrumentasi Pusat hanya memiliki satu orang teknisi yang dibayar dengan bayaran sebagai tenaga honorer, yaitu sekitar Rp1.650.000,- per bulannya. Ditambah lagi dengan uang makan sebesar Rp350.000,- per bulan. Honor tersebut sudah lumayan besar di tingkat Unand,” ujarnya. Santosa juga menjelaskan, alatalat yang dikelola Jurusan Teknik Pertanian berasal dari proyek Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti). Laboratorium tersebut terdiri atas lima ruangan yang dikelola oleh Jurusan Teknologi Hasil Pertanian (THP), lima ruangan yang dikelola oleh Jurusan Teknik Pertanian, dan satu ruang laboratorium khusus yang dikelola oleh Dekan Fateta yaitu Laboratorium Instrumentasi Pusat. Berbeda dengan pemaparan Dekan Fateta yang mengatakan laboratorium Fateta masih kekurangan teknisi, Teknisi Labor Instrumentasi Pusat, Deri Kurniadi, mengatakan kondisi Laboratorium Fateta saat ini cukup baik, namun ia menyayangkan alat dan bahan praktikum masih kurang memadai. “Masih terdapat beberapa alat labor yang belum lengkap, terutama alat dan bahan yang hanya terdapat pada satu labor. Hal inilah yang membuat praktikan harus

Ditinjau dari kondisi alat yang tersedia, Zulfia, analis Labor Teknologi dan Rekayasa Hasil Pertanian Fateta mengatakan, upaya untuk melengkapi alat laboratorium selalu dilakukan, namun tidak semuanya terpenuhi dengan baik. “Hal ini bukan berarti akan menghambat jalannya praktikum, sampai saat ini praktikum masih lancar dan tidak ada masalah,” tuturnya. Penelitian yang dilakukan mahasiswa biasanya menyesuaikan

Pendidikan (PLP) Laboratorium Mikrobiologi dan Bioteknologi Fateta mengatakan, akibat peristiwa tersebut penelitian dan pratikum mahasiswa yang sedang berjalan menjadi terhenti untuk sementara. “Untungnya tidak banyak alat laboratorium yang rusak karena sudah ditutupi dengan plastik untuk melindungi dari tetesan hujan. Hanya beberapa colokan dan satu kabinet dryer yang tidak berfungsi dengan baik,” jelasnya. Saat ini atap Laboratorium Fateta sedang dalam masa perbaikan dan sudah 50% atap gedung yang selesai diperbaiki. Beralih kepada kondisi Laboratorium Fakultas Farmasi, Henny Lucida, Wakil Dekan (WD) II Fakultas Farmasi menuturkan, saat ini Laboratorium Fakultas Farmasi masih dalam proses pembenahan. Dalam artian, kondisinya masih kurang bagus dan belum bisa dibanggakan. Kondisi yang perlu dibenahi tersebut seperti fisik laboratorium di lokasi yang lama, sebab ada loteng yang sudah bocor. “Prioritas utama dari Laboratorium Fakultas Farmasi adalah fisik, kemudian alat yang ada di dalamnya. Untuk itu, Fakultas Farmasi sudah menganggarkan dana sedang menunggu disahkan untuk perbaikan,” ujarnya. Keterbatasan Dana Masih Menjadi Kendala Belum lengkapnya fasilitas laboratorium yang dimiliki beberapa jurusan di Unand tidak terlepas dari

Dok. Genta dengan alat yang dimiliki saat ini, sehingga penelitian tetap berjalan lancar. Untuk perubahan alat sudah diusahakan untuk mengurusnya, namun untuk mendapatkannya secara langsung memang tidak bisa. Harus melalui proses terlebih dulu, dan alat yang diajukan tersebut belum tentu dipenuhi secara keseluruhan. Zulfia menambahkan, awal Februari lalu beberapa laboratorium Fakultas Teknologi Pertanian (Fateta) terkena banjir. Peristiwa ini terjadi karena hujan badai yang menyebabkan loteng gedung beterbangan dan air hujan merembes ke dua laboratorium yang di bawahnya, yaitu Laboratorium Mikrobiologi dan Bioteknologi serta Laboratorium Pangan dan Gizi Fateta. Peristiwa Tersebut menyebabkan aktivitas di laboratorium terhenti sekitar satu minggu. Peristiwa tersebut sangat merugikan mahasiswa yang sedang melakukan penelitian ataupun praktikum. Risa Yudiwati, Pranata Laboratorium

keterbatasan dana operasional. Menanggapi hal ini, Asdi Agustar, Wakil Rektor (WR) II Unand angkat bicara. Selain terkendala dana, permasalahan laboratorium juga berasal dari tata kelola. Ada yang dikelola oleh unit masingmasing, seperti yang dikelola tingkat universitas yaitu laboratorium dasar. “Dana laboratorium untuk kegiatan

belajar mengajar disalurkan dari universitas ke fakultas. Dana yang berasal dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) akan dialirkan sebesar 70% ke fakultas dan 30% dikelola oleh universitas yang berguna untuk melengkapi sarana dan prasarana,” ujarnya. Terkait dana praktikum yang disalurkan ke masing-masing fakultas, Dekan Peternakan, Jafrinur mengatakan bantuan dari rektorat untuk laboratorium hanya sedikit. Pihak kampus hanya punya PNBP, seperti dana dari beasiswa dan dana dari SPP mahasiswa. Dana tersebut berjumlah sekitar 4 Milyar. Dana tersebut yang digunakan untuk perawatan dan praktikum. “Walaupun terbilang sedikit, namun tertutupi karena Fakultas Peternakan bekerja sama dengan berbagai pihak, yaitu dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), sehingga dana yang dihasilkan berjumlah milyaran,” paparnya. Lebih lanjut Jafrinur mengatakan total kebutuhan laboratorium masingmasing fakultas relatif berbeda. Ada formula tersendiri untuk menghitungnya, tergantung pada kebutuhan masingmasing labor tersebut. Dari satu laboratorium diidentifikasi jumlah mata kuliah yang menggunakan labor. Dari satu mata kuliah diidentifikasi lagi jumlah mahasiswa yang melaksanakan praktikum. Beranjak ke Fakultas Teknik, Abrar memaparkan jumlah dana yang dibutuhkan untuk memperbaiki laboratorium dan melengkapi alat-alat laboratorium Fakultas Teknik cukup besar. Untuk kelima jurusan yang ada di Fakultas Teknik bisa hingga ratusan milyar rupiah. Untuk masing-masing jurusan, jumlah 20 Milyar saja tergolong kecil karena alatalatnya mahal,” akunya saat ditemui di ruangannya, Selasa (9/2). Abrar menambahkan untuk memenuhi kebutuhan dan keperluan praktikum hanya memanfaatkan dana yang ada di fakultas, sedangkan dana tersebut tidak banyak. Terkait bantuan dana untuk perawatan laboratorium, Kepala Laboratorium Fakultas Pertanian, Jamsari menuturkan bantuan dana yang diberikan hanya untuk praktikum dan jumlahnya pun kurang. Dengan begitu, untuk menutupinya Jamsari mengaku harus mengambil dari dana proyek. “Laboratorium di Fakultas Pertanian tidak pernah mendapatkan dana rutin untuk perawatan. Walaupun dana yang diberikan untuk praktikum tidak mencukupi, saya tidak pernah meminta dana tambahan kepada mahasiswa,” jelasnya. Dana khusus pemeliharaan laboratorium berasal dari Bantuan

“Mahasiswa tidak pernah dibebank an untuk membayar atau dibebankan membeli kkeperluan eperluan lainnya kkarena arena biaya pratik um sudah termasuk pratikum dalam pembayaran UK T” UKT - Dachriyanus, WR I Unand -

Dok. Genta


Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN). Dana BOPTN digunakan untuk pemeliharaan laboratorium, praktikum dan kendaraan dinas. WD II salah satu fakultas yang tidak ingin disebutkan namanya, mengatakan, dana BOPTN untuk fakultas sebesar 400 juta. “Untuk fakultas atau dekanat 100 juta, 300 juta untuk prodi. Maka dana 300 juta tersebut yang akan diserahkan ke masing-masing jurusan untuk mealokasikannya,” jelasnya. Lebih lanjut WD II tersebut mengatakan, BOPTN yang baru berjalan dua tahun ini tidak cukup untuk pemeliharaan laboratorium. Apalagi sekarang telah diberlakukan sistem Uang Kuliah Tunggal (UKT) untuk angkatan 2013-2015. Jadi pihak rektorat telah membagi biaya UKT untuk pemeliharaan laboratorium, praktikum, dan hal lainnya, sehingga dana untuk masalah labor tidak mencukupi. Keluhan Mahasiswa dan Dosen T erk ait Terk erkait Laboratorium Unand Membayar dana tambahan agar dapat mengikuti praktikum seperti membeli modul, alat-alat dan bahan praktikum pastinya memberatkan mahasiswa. Biaya yang dipungut di luar uang kuliah ini tidak seharusnya dikeluarkan oleh praktikan yang telah membayar uang praktikum ketika membayar SPP. Menurut penuturan salah

membeli keperluan lainnya karena biaya pratikum sudah termasuk dalam pembayaran UKT,” tuturnya. Selain mahasiswa, Kepala Laboratorium Bioteknologi Fakultas Pertanian juga mengeluhkan tentang kerusakan alat-alat labor yang sering tidak ditanggapi pihak Unand. Jamsari tetap ingin membeli alat-alat labor dengan uang proyek penelitian yang dijalaninya. Alat-alat praktikum yang rusak harus dibeli, bahkan ia harus rela berhutang mulai dari 40 juta hingga 50 juta rupiah. “Saya bayar dari proyek yang didapatkan, bahkan saya rela berhutang untuk menutupi kekurangan dana labor. Saya harus bisa berpandai-pandai agar praktikum ini bisa berjalan. Sebenarnya ini kan tidak boleh tapi mau gimana lagi,” tukasnya. Ditemui di sela kesibukannya sebagai sebagai Koordinator Umum Laboratorium Dasar Fisika, Hengky Saputra membenarkan adanya alat labor yang rusak. “Seperti multimeter, timbangan digital, termometer digital, catu daya, dan lain-lain,” ujarnya. Mahasiswa Teknik Mesin ini melanjutkan, setiap alat yang rusak sudah dilaporkan ke pihak kampus, namun membutuhkan waktu yang lama

“Laboratorium di F ak ultas P ertanian Fak akultas Pertanian tidak pernah mendapatk an mendapatkan dana rutin untuk perawatan. Bahk an saya Bahkan rela berhutang untuk menutupi kek urangan dana labor ekurangan labor.. Saya harus bisa berpandai-pandai agar um ini bisa berjalan. praktik praktikum Sebenarnya ini kkan an tidak boleh tapi mau gimana lagi,”

Foto: Ist. seorang mahasiswa, Istiqomah Putri Lovarinza, mengaku keberatan membayar modul praktikum. Istiqomah menuturkan hingga saat ini dari dua objek praktikum yang telah ia lakukan, ia harus membayar uang fotokopi modul sekitar Rp5.000,- hingga Rp10.000,-. Selain itu ia juga harus membeli peralatan lainnya untuk praktikum seperti cangkul, meteran, dan lain-lain. “Itu tergantung kebutuhan dalam praktikum karena alat tersebut tidak tersedia di laboratorium,” ujar mahasiswi Jurusan Agroekoteknologi angkatan 2015 ini. Keluhan lain juga dilontarkan oleh salah seorang mahasiswa jurusan Teknologi Hasil Pertanian angkatan 2013. Ia mengatakan semua praktikan diwajibkan membeli modul untuk praktikum. Semua praktikum diwajibkan membeli modul sehingga banyak mengeluarkan biaya. “Tidak hanya itu, saya juga harus membeli bahan untuk praktikum. Saya lihat fasilitas di laboratorium seperti kursi juga kurang lengkap, bahkan ada diantara kami yang harus berdiri selama dua jam praktikum,” ungkap mahasiswa yang tidak ingin disebutkan namanya ini. Menanggapi keluhan mahasiswa terkait biaya praktikum, Dachriyanus, WR I Unand mengatakan mahasiswa tidak pernah dibebankan untuk membayar biaya praktikum tambahan. Ia mengatakan, menteri pendidikan telah menetapkan biaya praktikum mahasiswa telah dimasukkan ke dalam Uang Kuliah Tunggal (UKT). “Mahasiswa tidak pernah dibebankan untuk membayar atau

- Jamsari, Kepala Laboratorium Fak ultas P ertanian akultas Pertanian untuk memperbaikinya, tergantung pada tingkat kerusakan. Hengky menceritakan, tangantangan usil pratikkan menjadi salah satu faktor berkurangnya alat pratikum di Laboratorium Dasar Fisika. “Terkadang ada pratikkan yang kedapatan membawa alat pratikum, seperti kabel penghubung listrik, dan stopwatch ,” imbuhnya. Ia juga mengatakan berkurangnya alat mengakibatkan pratikum berlangsung kurang efektif. Selanjutnya Dachriyanus menanggapi terkait kerusakan peralatan laboratorium yang tak kunjung berubah setiap tahunnya. Ia mengatakan pihak kampus telah meminta masing-masing fakultas untuk mendata fasilitas laboratorium yang perlu ditukar atau pun diperbaiki. “Sejauh ini data yang masuk hanya mengeluhkan kerusakan-kerusakan yang ringan saja dan tidak terdapat kerusakan yang parah,” jelasnya. Harapan untuk Laboratorium Unand Mengenai laboratorium Unand, Jamsari berharap setiap laboratorium perlu ada seorang pemimpin. Harus ada seorang profesor yang duduk di setiap laboratorium dan profesor mempunyai kemampuan untuk mengembangkan labor, mendidik mahasiswa, mengembangkan sains, menulis, dan mengembangkan karya ilmiah. “Itu yang harus

Dok. Genta dilakukan. Sekarang kan kita nggak , profesor itu malah banyak ke manamana. Padahal sudah diberikan tugas, tapi itulah kenyataan profesor kita di sini,” pintanya. Rektor Unand, Tafdil Husni berharap mahasiswa dan dosen bisa mengatur kebutuhan laboratorium dengan baik. “Dengan sistem manajemen yang bagus dan adanya fasilitas labor yang baik, diharapkan bisa dimanfaatkan untuk melakukan penelitian dosen-dosen, Jadi tidak harus memakai labor dari luar lagi,” ujar Rektor Unand periode 2015-2019 ini. Terkait kelengkapan alat-alat labor, Henny berharap ke depannya Unand ikut andil dalam melengkapi alatalat terkait kualitas pendidikan, serta memberikan perhatian dalam hal memperlancar pengadaan alat-alat praktikum dan lainnya di luar dana PNBP. Menurut Henny, Unand harus menyikapi masalah dana untuk keperluan laboratorium, yaitu dengan meningkatkan anggaran berdasarkan pemasukan fakultas. “Maksimalkan pemasukan sesuai dengan kebutuhan dan memanfaatkan sebaik mungkin dana untuk memperbaiki alat yang rusak,” harap WD II Farmasi ini.

Dok. Genta

Jamsari juga mengharapkan adanya dukungan dana rutin dari universitas ke masing- masing laboratorium, bukan melewati fakultas. Ia berharap dana tersebut diberikan tidak berbentuk uang melainkan barang dan disediakan ketika laboratorium membutuhkan. “Persepsi mereka berbeda-beda dan akhirnya mereka pergunakan entah untuk apa. Uang praktikum yang 70 persen dialihkan entah kemana, dengan berbagai macam alasan. Hal ini karena tidak ada komitmen ke laboratorium,” tutupnya. Secara keseluruhan, kondisi labortorium Unand masih perlu pembenahan. Kurangnya ketersediaan alat dan bahan praktikum, kondisi ruangan laboratorium yang kurang layak, kurangnya teknisi di setiap labor, serta fasilitas yang masih perlu perbaikan menjadi tugas pokok bersama untuk memperbaharuinya. Tidak hanya itu, biaya praktikum yang dipungut di luar uang kuliah tidak seharusnya dikeluarkan oleh praktikan yang telah membayar uang praktikum ketika membayar SPP di awal perkuliahan. Dengan Akreditasi A yang telah digenggam Unand, rasanya tidak pantas lagi Pimpinan Unand beserta jajarannya tidak menjadikan pembenahan laboratorium sebagai prioritas utama. Bukan saatnya lagi Unand hanya mempercantik tampilan universitas dengan menambah dan memperbaiki jalanjalan menuju kampus. Serta menambah ‘wahana-wahana’ baru yang semakin menambah citra baru Unand sebagai kampus pariwisata, ditambah dengan adanya danaudanau buatan yang kebanyakan hanya digunakan untuk selfie bagi mahasiswa. Toh, buat apa tampilan kampus cantik, tetapi mahasiswa masih menggurutu mengenai masalah labor. Sekarang, sudah saatnya Unand memfokuskan diri pada sarana dan prasana penunjang akademik, penambahan teknisiteknisi laboratorium, serta memfokuskan diri pada hal-hal yang berhubungan kepada pengembangan potensi akademik mahasiswanya.

Tim: Devi, F ik a, F itri, Gita, Rina, Fik ika, Fitri, a, Synta, W ati. Rizka, Wati. Risesa, Rizk Wina,Wita


Di Balik Kecelakaan Bus Unand 01

U

niversitas Andalas kembali menjadi sorotan. Setelah akhir tahun lalu Kantor Proyek RS Unand habis terbakar, kini kecelakaan tragis menimpa bus Unand bernomor polisi BA 1050 A. Bus sumbangan era Megawati Soekarno Puteri yang membawa 44 orang tersebut, terguling dan jatuh ke jurang di depan gerbang kampus. Akibatnya, supir bus Arsril Jaini (58) dan Husniwati Dewi (22), mahasiswa Jurusan Teknik Industri meninggal dunia, Cici Arianti dinyatakan kritis dan puluhan lainnya luka.

Ia juga menampik pernyataan Asdi Agustar yang menyatakan hanya 26 bus yang layak operasi. “Tidak ada bus yang tidak layak. Semua bus (36 bus) beroperasi hari ini,” ucapnya.

Tanggung Jawab dan T indak Tindak Lanjut Unand T erhadap Terhadap Korban Kecelakaan ini merupakan duka yang mendalam bagi seluruh civitas akademika Unand. Tak terkecuali bagi Tafdil Husni, Rektor Unand. Ia mengatakan, “kita bersedih atas kejadian yang menimpa keluarga Unand ini. Untuk korban yang meninggal akan Kr onologi Kecelak aan Bus Kronologi Kecelakaan langsung dibawa ke kampung K ampus halamannya. Pihak kampus Pusat Kegiatan Maakan bertanggung jawab akan hasiswa (PKM) adalah kejadian ini. Semua biaya pemberhentian terakhir bus pengobatan akan ditanggung yang dikendarai oleh “Pak In” pihak kampus,” jelasnya saat begitu Asril Jaini akrab disapa. ditemui di RS M. Djamil Sebelumnya bus meluncur Padang, Jumat (12/2). dari Politeknik Negeri Padang Sama halnya dengan melewati Fakultas Tafdil Husni, Wakil Rektor Dok. Genta Keperawatan kemudian belok (WR) III, Hermansyah menuju PKM. REBAH KUDA: Masyarakat ramai melihat bangkai bus Unand yang terguling didekat gerbang mengatakan kecelakaan bus Korban selamat da- kampus. Unand adalah musibah yang lam kecelakaan tersebut, terjadi di luar dugaan. Rejap (21) mengaku bus baikMengenai biaya, dia baik saja sampai di PKM. “Awalnya sekitar mencoba menyelamatkan teman- kendali sehingga menabrak sepeda motor memaparkan, “kita sebagai pihak Unand 200 meter di turunan sebelum gerbang temannya. Ia pun mengumpulkan BA 5644 T yang ada di depannya. Namun berusaha untuk menanggung semua kampus, Pak sopir bilang ‘awas-awas!’ handphone yang berceceran dan bus tetap melaju hingga menabrak lagi biaya,” paparnya. berkali-kali kepada pengendara motor memasukkannya ke dalam tas. “Tas sebuah mobil suzuki ertiga BA 1849 BY Pada Kamis (18/02), WR II, WR yang ada di sekitar bus. Bus melaju cukup tersebut kemudian saya berikan kepada yang terpental ke kanan. Bus membanting III, dan jajaran serta mahasiswa kencang lalu oleng ke kiri dan ke kanan. salah seorang satpam. Lalu saya naik ke kiri dan menabrak lagi sepeda motor mengunjungi rumah Husniati Dewi untuk Karena cemas sebagian penumpang angkot dengan teman yang terluka BA 3724 QS sebelum akhirnya masuk memberikan uang santunan. “Jumlahnya jurang dengan kedalaman sekitar 5 meter. khususnya wanita berteriak histeris sambil menuju klinik Bidan Ani,” paparnya. saya tidak tahu berapa. Tapi yang pasti Saksi mata lainnya, Mak Dina (Red) berdiri di dalam bus. Kemudian bus tadi mereka pergi,” ungkap Amrizal menabrak mobil, lalu terjatuh ke mengatakan bus meluncur kencang ke Kasubag Rumah Tangga Unand. an Kelayakan terowongan. Saya kira rem bus itu putus bawah tebing saat ia sedang berjualan. Kesimpangsiuran Kondisi dan Kelayak atau blong soalnya pada saat turun di “Saat itu Mak sedang berjualan, tiba-tiba Bus Kilah P impinan T erk ait Manajemen Bus Pimpinan Terk erkait Bus Unand 01 tergolong cukup Politeknik masih aman-aman saja,” ada bus yang meluncur ke bawah tepat K ampus dekat kedai Amak,” ujar Dina, wanita tua. Dari hasil pemeriksaan uji KIR yang Sejak diberlakukannya Uang Kuliah jelasnya. dilakukan oleh Dinas Perhubungan Lebih lanjut Rejap menjelaskan paruh baya itu. Tunggal (UKT), Unand mengaku tidak Komunikasi dan Informasi Kronologi kejadian menurut bahwa kondisi penumpang dan kursi saat memungut uang transportasi kepada terjatuh bertumpuk di sebelah kiri arah laporan Polisi Unit Satlantas Polres Kota (Dishubkominfo) Kota Padang, Sumatera mahasiswa. Sebelumnya, setiap depan. Saat itu kursi-kursi di dalam bus Padang nomor LP/73/II/2016/LL/Resta, Barat, rem bus nahas itu tidak berfungsi mahasiswa angkatan 2012 ke atas wajib banyak yang terlepas karena kerasnya bus datang dari arah Kompleks Kampus dikarenakan tabung minyak remnya membayar 200 ribu rupiah per semester benturan. Akibatnya penumpang yang Unand Limau Manih menuju arah kosong. sebagai uang transportasi meski Kepala UPTD KIR berada di kursi depan banyak yang gerbang kampus, Jumat (12/2) sekitar menggunakan kendaraan pribadi. pukul 17.45 WIB. Sesampai di tempat Dishubkominfo Padang, Emrizal, mengalami luka serius. “Untuk operasional bus kini Setelah berhasil keluar Rejap kejadian peristiwa (TKP), bus hilang mengatakan bahwa petugas telah dibiayai langsung oleh pihak kampus, memeriksa seluruh selang minyak rem bus bukan dari UKT. Karena jika tidak dibiayai itu dan tidak ditemukan adanya minyak kampus, bus akan berhenti beroperasi rem bocor. Dia juga menampik alasan yang menyebabkan mahasiswa kesulitan,” pengelola menyatakan perangkat remnya tutur Asdi. Semenjak itu seluruh biaya bocor. Selain itu, lanjut Emrizal, lima bus operasional bus kampus termasuk kampus Unand sudah melewati batas manajemen, perawatan, dan gaji sopir masa uji kelayakan kendaraan bermotor. ditanggung kampus. Menurutnya semua Proses itu terakhir dilakukan pada tahun dana yang dibutuhkan berjumlah sekitar 2012. lima milyar rupiah per tahun. Untuk menjaga keamanan dan Hal tersebut senada dengan yang kelayakan operasional bus kampus, pada disampaikan Kepala Humas Unand, Minggu, (14/02), telah dilakukan Eryanty. “Semenjak UKT tersebut dana pengecekan fisik bus oleh teknisi bus operasional bus kampus murni dari dana kampus yang disaksikan langsung oleh yang berasal dari pusat atau BOPTN,” pimpinan Unand. “Bus layak operasi saat ujarnya. ini berkisar 26 bus dari total 36 bus. KeMahasiswa turut mem26 bus ini akan memiliki kartu berisikan pertanyakan pernyataan pimpinan terkait kondisi pemeriksaan bus yang dicek setiap semua dana operasional bus yang berasal harinya oleh mekanik,” ujar Asdi Agustar dari pusat tersebut. “ Trus uang Wakil Rektor (WR) II Unand. transportasi mahasiswa angkatan 2012 ke Karena adanya kecelakan bus ini, atas perginya ke mana? Jika satu angkatan ada isu yang beredar bahwa manajer bus ada 5.000 orang dikali dengan 200 ribu Unand dipecat. Setelah diadakan per semester, setahun ada 2 milyar penelusuran, isu ini ditampik oleh sopir rupiah,” tutur mahasiswa angkatan 2012 bus Unand. “Tidak. Tadi beliau masih yang tidak ingin namanya disebut ini. pergi dengan pimpinan ke Suka Fajar RUSAK PARAH: Bagian depan bus Unand hancur setelah masuk jurang Dok. Genta untuk service dan kerjasama,” ungkap kedalaman sekitar lima meter. Tim: Anes, Devi, F ik a, T eja, Wina, Zikra Fik ika, Teja, Syahrial, Rabu (17/2).


Masjid Tuo Kayu Jao, Kearifan Lokal Ranah Minang Oleh: Teja Alone*

J

ingga mentari senja awal tahun hangat menemani perjalanan di daerah dingin kali ini. Bus yang kami tumpangi berhenti kira-kira di kilometer 30 Padang-Solok. Hawa dingin khas Gunung Talang langsung menyergap kulit saat saya turun dari bus. Kedatangan kami disambut dengan gerbang bertuliskan “Selamat datang di Masjid Tuo Kayu Jao” tepatnya di Nagari Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, Sumatera Barat (Sumbar). Daerahnya terletak di Lereng Gunung Talang sehingga pada umumnya memang berhawa sejuk. Untuk sampai di kenagarian ini, menghabiskan waktu sekitar satu jam perjalanan dari kota Padang. Di tempat bus berhenti, tepatnya di tepi jalan utama menuju Alahan Panjang dari kota Padang, masjid tua ini berdiri. Masjid Tuo (tua) tersebut menjadi salah satu destinasi wisata kami di hari pertama mengawali 366 hari di 2016. Untuk mencapai masjid, kami menempuh perjalanan lebih kurang satu kilometer dari gerbang di bibir jalan. Sebenarnya lebar jalan menuju masjid cukup untuk dilewati kendaraan roda empat, namun kami lebih memilih untuk berjalan kaki. Jika pengunjung menggunakan kendaraan roda empat, mungkin sebaiknya memarkir kendaraan di bagian atas jalan, dan berjalan kaki sampai ke masjid karena jalanan sangat curam di jarak 100 meter tepat sebelum masjid. Dari jarak jauh saja, kita sudah bisa merasakan keasrian masjid tua ini. Corak Minangkabau yang masih sangat tradisional tergambarkan dengan jelas pada penampakan masjid. Atap masjid terbuat dari ijuk, dan dinding serta lantai

terbuat dari kayu. Tak ada warna lain ini hendak dibangun di atas bukit. selain warna hitam pada fisiknya sehingga Namun, kayu-kayu yang telah menambah kesan klasik masjid tua ini. Di dipersiapkan untuk pembangunan masjid halaman depan masjid terdapat bedug hanyut terbawa banjir bandang, hingga yang diletakkan pada sebuah bangunan akhirnya berkumpul di suatu tempat yang yang juga beratapkan ijuk. Di sampingnya diputuskan sebagai lokasi masjid, terdapat batu-batu besar, terlihat anak- sebagaimana yang kita saksikan saat ini. anak kecil bermain di sana sembari Berdasarkan cerita Pak Jambang, menunggu waktu Magrib dan mengaji. setiap bagian masjid ternyata punya arti Warga-warga yang lalu lalang sendiri. Seperti Jendela. Ada tiga menyempatkan melayangkan senyum ke belas jendela di masjid ini arah kami. Sungguh kearifan lokal yang yang merupakan menggambarkan keramah-tamahan cerminan dari kehidupan masyarakat Minangkabau hingga kini. Membayar rasa penasaran saya dan temanteman, selepas salat Magrib di m a s j i d , beruntung kami bisa bertemu dan Foto: Ist. Foto: Ist. berbincangb i n c a n g dengan juru p e l i h a r a TERTUA KEDUA: Masjid Tuo Kayo Jao masih berdiri kokoh m a s j i d . meski telah berusia sekitar 449 tahun. Namanya Firman, lelaki paruh baya yang akrab tiga belas rukun salat. Lima anak tangga disapa Pak Jambang di desa Kayu Jao. menggambarkan rukun Islam. Atap yang Jambang menjelaskan masjid berukuran terdiri dari tiga tingkatan mengartikan tiga 10x12 meter ini dibangun pada 1567 M. pondasi masyarakat Minangkabau yakni Masjid tersebut didirikan secara gotong- Adat, Syara’, dan Kitabullah. Serta tiga royong oleh warga dari tiga anak nagari pemuka agama Minangkabau, yakni yang ada di Kecamatan Gunung Talang Khatib, Imam, dan Bilal. Dua kubah yaitu Kayu Aro, Lubuk Selasih, dan Kayu masjid menunjukkan sang Maha Pemilik Jao. Dikarenakan pada zaman dahulu dan Rasul-Nya, Muhammad SAW. tidak adanya tempat ibadah untuk umat Hingga saat ini, pihak cagar Islam di tiga anak nagari tersebut. Konon, budaya telah melakukan renovasi menurut cerita masyarakat, dulu masjid terhadap masjid sebanyak empat kali.

Renovasi yang dilakukan tersebut salah satunya seperti penggantian lantai yang lapuk dan cat. Akan tetapi, warga tidak diperbolehkan untuk mengubah bentuk asli bangunan. Renovasi terakhir dilakukan pada tahun 1994. Masjid ini selain dipakai untuk keperluan ibadah, juga merupakan sarana tempat musyawarah bagi tiga nagari pendiri, Kayu Aro, Lubuk Selasih, dan Kayu Jao. Dari pertama berdiri hingga sekarang Masjid ini selalu aktif bahkan selain MTQ tingkat kecamatan gunung Talang, MTQ tingkat kabupaten Solok pun pernah diadakan di masjid tua ini. Dulu, tourist mancanegara pun berseliweran mendatangi masjid tua ini karena penasaran dengan keunikannya. Masjid ini merupakan masjid tertua kedua di Indonesia. Mirisnya, pada kenyataannya masjid ini masih banyak yang tidak mengenali. Selain itu, juga luput dari perhatian Pemerintah. Pada saat kampanye banyak yang datang memberikan janji untuk membuat masjid lebih baik. Tapi setelah terpilih, janji hanya tinggal janji. Padahal Masjid tua ini salah satu aset kekayaan pariwisata Sumbar. Lucunya, bantuan sekali-sekali justru datang dari program Corporate Social Responsibility (CSR) Perusahaan atau pihak swasta. Harapan Pak Jambang agar masyarakat terlebih Pemerintah melestarikan kekayaan yang sebenarnya sudah lestari ini menutup perbincangan malam itu.

*Penulis merupakan mahasiswa Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Andalas Angkatan 2012

Bukit Bendera, Wahana Pesisir Selatan Terbaru

P

esisir Selatan, kabupaten yang terkenal dengan julukan ‘’Negeri Sejuta Pesona’’ menjadi destinasi yang diminati remaja. Siapa yang tak kenal keindahan Pulau Cubadak, Pulau Sikuai, Pulau Cingkuak, Pantai Carocok, Puncak Mandeh, Batu Kalang, dan masih banyak lagi lukisan-lukisan alam yang dapat memanjakan mata dan menenangkan pikiran. Kini, Bukit Bendera hadir untuk memenuhi hasrat pendaki pemula yang ingin merasakan sensasi mendaki. Bukit Bendera merupakan salah satu wahana alam terbaru yang terletak di Lubuk Pasing, Kecamatan Bayang, Kabupaten Pesisir Selatan. Menurut masyarakat sekitar, Bukit Bendera telah ada sejak dahulu. Pada zaman penjajahan Belanda bukit ini digunakan untuk memberi aba-aba atau imbauan kepada masyarakat. Penurunan bendera yang sedang berkibar di atas bukit merupakan suatu tanda bahwa kondisi nagari saat itu tidak aman. Begitulah kilas sejarah dari Bukit Bendera yang didapatkan dari informasi mulut ke mulut. Beberapa bidang tanah di atas bukit ini dijadikan oleh masyarakat setempat sebagai kuburan sanak saudaranya. Dulu, tidak banyak orang yang mengetahui pesona dari atas bukit ini, masyarakat hanya mengunjungi bukit ini sesekali dengan tujuan untuk berziarah atau berkunjung untuk mengambil ranting-ranting pohon dan dijadikan kayu bakar. Hingga di pertengahan tahun 2015, Bukit Bendera menjadi salah satu wahana alam terbaru di Bayang selain Air Terjun Bayang Sani dan Jembatan Akar. Berawal dari sebuah potret salah satu pencinta alam yang diekspos ke dunia

Oleh: Wina Sartika*

maya seperti Facebook atau Instagram. Kini, kunjungan para pencinta alam ke Bukit Bendera semakin hari semakin bertambah. Mulai dari kaum muda-mudi setempat, hingga dari luar Kabupaten Pesisir Selatan pun antusias untuk

ini. Setiba di tempat, para pendaki akan disambut dengan hamparan persawahan hijau yang tertata rapi. Selesai menikmati keindahan tersebut, para pendaki melanjutkan perjalanannya pada pendakian tingkat pertama. Pada pendakian tingkat pertama ini pendaki akan menemukan papan nama yang bertulisan Puncak Bukit Bendera yang biasanya dijadikan background untuk berselfie. Ya, fonemena selfie saat ini seakan telah membudaya bagi pencinta alam dalam mengabadikan Foto: Ist. perjalanannya melalui bidikan kamera. Seperti Meli, salah satu MENCURI PERHATIAN: Bukit Bendera menjadi salah satu pengunjung Bukit destinasi baru yang menarik minat wisatawan. Bendera yang mengatakan bahwa ia mendaki, dan menikmati indahnya alam tidak pernah meninggalkan sedikit dari atas Bukit Bendera. Hanya dengan momen di Bukit Bendera melalui bidikan merogoh kocek Rp2000,00 para pendaki kamera. ‘’Selama perjalanan ke atas saya bisa memanjakan mata sejenak di Bukit dan teman-teman sering beristirahat Bendera. Para pendaki bisa menggunakan sebentar untuk ber-selfie,’’ ujarnya. kendaraan pribadi seperti motor dan Pada pendakian berikutnya para mobil untuk menuju wahana ini, jarak pendaki juga akan menemukan beberapa tempuh dari pusat kota Padang memakan pemakaman, dan di setiap pendakian waktu lebih kurang 2-3 jam. Jika para akan ditemukan papan yang bertuliskan pendaki ingin menikmati indahnya Pesisir kata-kata motivasi untuk tetap Selatan sebelum sampai ke wahana ini, bersemangat dan tetap menjaga para pendaki bisa menggunakan sepeda kebersihan. Jalan menuju puncak pun motor untuk memulai perjalanan dari terbilang tidak mudah, apalagi setelah pusat kota Padang. Semilir angin serta hujan yang membuat beberapa jalan hamparan lautan akan menjadi teman menjadi licin dan belum terdapat banyak setia dalam perjalanan menuju wahana pegangan sehingga konsentrasi dan

keseimbangan dibutuhkan saat itu. Para pendaki juga bisa beristirahat sejenak dengan menikmati sentuhan angin yang berlalu lalang dan pemandangan persawahan yang terlihat begitu rapi bak lukisan yang mampu memanjakan mata. Tidak hanya itu, para pendaki juga dapat melihat pemukiman penduduk yang terlihat seperti miniatur dari atas bukit ini. ‘’Belum sampai ke puncak aja udah keliatan pemandangan yang indah, cocok untuk istirahat sebentar dan ber-selfie sebelum sampai ke puncaknya,’’ tambah Meli. Hingga tiba di puncak tertinggi Bukit Bendera, lelah yang dirasakan para pendaki seakan terbayar tuntas dengan lukisan nyata yang ada di sekeliling bukit ini. Apalagi saat cuaca cerah para pendaki juga bisa memandang perpaduan putihnya sang awan serta birunya langit yang dapat mendamaikan hati. Pemuda setempat pun telah mengolah bukit ini menjadi semenarik mungkin, dengan membuat rumah pohon yang memuat lima orang dewasa di atasnya, hal ini sontak membuat para pendaki berburu untuk menikmati sensasi saat berada di rumah pohon tersebut. Rasa nyaman dan damai akan para pendaki dapatkan saat berada di atas Bukit Bendera, dan ketika malam nuansa di atas bukit ini berubah menjadi romantis. Tak jarang banyak para pendaki yang mencoba berkemah satu malam di atas bukit ini hanya untuk menikmati malam bersama jutaan kemerlip bintang di langit angkasa. *Penulis merupakan mahasiswa Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas Angkatan 2014


S

Sikap Hedon dan Mentalitas Instan Mahasiswa

eiring dengan globalisasi dan modernisasi dari barat, banyak arus ideologi, teknologi, informasi, life style, budaya, serta bahasa yang mengalir deras masuk ke negara Indonesia. Budaya timur yang terkenal ramah dan sopan serta komunal kini makin tergerus oleh budaya barat yang individual dan acuh tak acuh. Mahasiswa sebagai insan intelektual di tengah masyarakat dan penerus tombak perjuangan bangsa ke depan memiliki peran yang sangat krusial dalam hal ini. Mahasiswa menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) merupakan orang yang belajar di perguruan tinggi. Dalam peraturan pemerintah RI No.30 tahun 1990, mahasiswa adalah peserta didik yang terdaftar dan belajar di perguruan tinggi tertentu. Mahasiswa tidak hanya memiliki peran untuk mengejar prestasi akademik, tetapi juga memiliki peran sebagai agent of change, social control, dan iron stock. Sejarah gerakan mahasiswa di Indonesia sudah ada sejak tahun 1900-an. Gerakan yang terkenal dalam sejarah yaitu gerakan mahasiswa tahun 1928, 1945, 1966,1974 dan 1998. Kini gerakan mahasiswa seperti melamban. Karena sebagian mahasiswa tidak memahami perannya dengan baik.

mungkin merupakan ‘ yel-yel ’ bagi mahasiswa Hedonis. Bisa dilihat dari kebiasaan nongkrong di kafe atau restoran mahal, kemudian difoto lalu di-share di media sosial entah itu facebook , instagram atau path. Foto ini akan dilihat setidaknya oleh lingkungan pertemanan mereka dulu, baru kemudian menyebar, lalu yang lain menjadi ingin meniru. “Sehingga yang memengaruhi perilaku kita adalah apa yang beredar di media. Dan kemudian beginilah perilaku hedonis menyebar,” jelasnya. Tak bisa dipungkuri bahwa pengunjung kafe kebanyakan adalah mahasiswa. Ini dikarenakan tren yang berkembang sekarang, yakni tren kekinian, biar nge-hitz, dan dianggap gaul. Seperti yang diungkapkan seorang Asisten Manajer Kuring Taman Palem Resto dan Cafe mengungkapkan rata-rata pengunjung kafenya adalah mahasiswa. “Sekitar 40-50% adalah mahasiswa. Daya tariknya

berhubungan dengan budaya konsumtif. Padahal fungsi kafe dulunya adalah untuk para buruh yang ingin menghindari kebisingan kota. “Sekarang kafe telah beralih fungsi menjadi tempat yang dijadikan life style dan nongkrong– nongkrong tidak jelas,” ujar Nabhan Aiqoni, Ketua Unit Kegiatan Mahasiswa Pengenalan Hukum dan Politik (UKM PHP). Siti, salah seorang mahasiswi Fakultas Ilmu Budaya (FIB) menuturkan alasan mahasiswa cenderung nongkrong di kafe adalah untuk mengikuti tren yang berkembang. “Semisal berfoto selfie, abis itu di-update ke medsos dan anggapan mereka kalau nongkrong di kafe itu dianggap anak gaul, anak hitz atau kekinian,” tuturnya saat ditemui, Rabu (03/1) lalu. Salah satu mahasiswi Unand mengaku selalu menyempatkan waktu ke kafe s e t i a p

Hedonisme Menurut KBBI, hedonisme merupakan pandangan yang memandang bahwa kesenangan dan kenikmatan materi sebagai tujuan utama dalam hidup. Hedonisme muncul pada awal sejarah filsafat yaitu sekitar tahun 433 SM. Tokohnya yaitu Aristippus, Epikuros, dan Jeremy Bentham. Dewasa ini, hedonisme, bisa disaksikan di segala sisi kehidupan bahkan apapun aktivitas manusia setiap harinya. Parahnya, perilaku yang berorientasi kepada ‘kesenangan’ ini sebagian besar bisa kita temukan pada mahasiswa. Saat ini hedonisme sudah seperti penyimpangan. Dia menjelma menjadi penyakit ringan harian yang biasa menyerang. Di kalangan mahasiswa saat ini bisa dilihat bagaimana perilaku Hedonis menjangkit. Sartana menyampaikan bahwa media sosial adalah salah satu pendorong perilaku hedon ini. “Maraknya media sosial belakangan ini mendorong mahasiswa untuk memberi lampu hijau bagi hedonisme untuk menguasai hari-harinya. Mahasiswa tersebut saling memengaruhi. Baik dari lifestyle, cara berpakaian, atau kebiasaan memperlihatkan perilaku hedon mereka,” ucap dosen program studi Psikologi, Universitas Andalas ini.

mungkin dari konsep air mancur dan lampu warna-warni yang ada,” ucapnya. Daya tarik yang ada di kafe inilah yang dijadikan oleh mahasiswa sebagai tempat berfoto. “Kadai awak (Kafe sayared) luas dengan konsep lesehan dan didesain untuk kawan-kawan berfoto baik itu selfie atau pun groufie dan merasa nyaman saat berada di dalamnya,” ungkap Taufik, Owner kafe lainnya di kawasan Veteran. Tak hanya kafe, kedai kopi pun kini menjadi tren di kalangan mahasiswa. Pengunjungnya pun didominasi oleh mahasiswa. “85% pengunjung adalah mahasiswa. Mereka datang hanya untuk nongkrong kalau dulu ada yang datang untuk diskusi,” ujar Rahmat Owner Bengras Kopi. Hedonisme pada dasarnya

minggunya. Budget yang dikeluarkan lumayan besar untuk satu kali nongkrong yaitu sekitar 100 ribu rupiah atau lebih dikarenakan makanan yang disediakan kafe adalah makanan highclass. “Biasanya sekitar dua atau tiga kali-lah dalam seminggu. Sisanya ‘nge-gembel’ di kaki lima,” ujar mahasiswi yang tidak mau disebut namanya ini sambil tertawa. Ari Rama Nugraha Kirana, Ketua Unit Kegiatan Mahasiswa Pusat Informasi dan Konseling Mahasiswa Andalas Group (UKM PIKMAG) menuturkan tidak selalu mahasiswa yang nogkrong di kafe itu bisa dikategorikan hedonis. “Itu masih dikategorikan biasa aja. Tapi kalau tujuan hidupnya hanya nongkrong, hanya have fun-have fun aja itu bisa dikatakan hedonis, kita harus memberikan nasehat kalau ada teman-teman di sekitar kita

Nongkr Nongkrong, ong, Gonta-Ganti Gadget dan Serba Instan Sartana menjelaskan bahwa istilah ‘ngga nongkrong, ngga keren’

“K alau memang punya waktu luang “Kalau an untuk hal dimanfaatkan kenapa tidak dimanfaatk yang positif seperti ber olahraga, berolahraga, kegiatan seni atau mengik uti organisasi mengikuti di kkampus ampus maupun di luar kkampus. ampus. Daripada hanya sek edar nongkr ongsekedar nongkrongnongkr ong atau hura-hura saja,” nongkrong -P Prrof of.. Dr Dr.. Ir Ir.. Hermansyah, MS,M.Sc. - WR III Unand Dok. Genta

seperti itu,” tutur mahasiswa jurusan Teknik Sipil 2012 ini. Nongkrong di kafe bukanlah

“85% pengunjung adalah a datang Mereka mahasiswa. Merek hanya untuk nongkr ong” nongkrong” -Rahmat, Owner Bengras Kopi-

satu-satunya contoh perilaku hedonisme, shopping barang-barang mewah yang bukan kebutuhan; gonta ganti handphone dan hal-hal instan seperti nge-laundry juga termasuk contoh perilaku hedonisme. “Ganti handphone hanya untuk ngikutin tren dan tuntutan zaman. Sekalian life style,” ujar Dina (nama samaran). Nia, salah satu pemilik laundry yang ada di Pasar Baru menyebutkan sebagian besar pelanggannya merupakan mahasiswa. Dia memperkirakan satu hari itu pelanggannya y a n g berasal d a r i kalangan mahasiswa kurang lebih 20 orang. “Dengan pakaian yang di laundry-nya sebanyak 5-10 Kg. Pendapatan kurang lebih 10 juta rupiah setiap bulannya, dengan biaya laundry Rp6.500/Kg,” ujarnya. Ada yang setuju dengan perilaku hedonisme ini dan ada yang tidak. Dikarenakan bagi yang kontra, hedonisme ini tidak baik bagi mahasiswa apalagi mahasiswa yang mendapatkan beasiswa. “Biasanya mahasiswa malah menggunankan uang beasiswa untuk berprilaku konsumtif seperti beli baju, jalan-jalan bahkan mentraktirkan temantemannya. Menurut saya lebih baik kita sebagai mahasiswa melakukan hal-hal positif seperti belajar, berorganisasi atau berwirausaha,” ungkap Aminah Lestari, mahasiswa jurusan Fisika Unand. Menurunnya Daya Kritis & P atisipasi Patisipasi Mahasiswa Hedonisme tidak hanya tercermin dari lifestyle saja, melainkan juga dari cara berpikir mahasiswa. Orientasi ‘kesenangan’ tadi mengubah konsep berpikir mahasiswa. Jamak ditemui, susahnya mengajak mahasiswa berpikir yang berat-berat. Itulah kenapa hedonisme tidak bisa diartikan sebagai rasa cinta duniawi, dan materi saja. Karena kalau diartikan sebagai pola pikir duniawi, masalah ekonomi dan politik pun juga duniawi, akan tetapi perilaku Hedonis mahasiswa sekarang membuat mereka cenderung tidak menyukai pembahasan-pembahasan berat yang sifatnya makro seperi ekonomi dan politik tadi.

bersambung ke halaman 17...


H

Polling Tabloid Genta Andalas Edisi LXII

edonisme merupakan sebuah pandangan hidup dimana penganutnya menganggap kesenangan dan kenikmatan duniawi sebagai prioritas utamanya. Penganut paham ini berorientasi pada hal-hal berbau kebendaan dan gaya hidup yang terkesan berfoya-foya dan serba berlebihan. Sebagai contohnya mereka sering menghabiskan waktu untuk hangout dan nongkrong serta terbiasa membeli barang-barang mewah untuk dapat mengikuti tren dan memuaskan hasrat mereka. Terkait pembahasan paham hedonism ini, kalangan mahasiswa pun banyak menganutnya atau lebih tepatnya terpengaruh dengan paham hedonisme ini secara sadar atau tidak sadar. Mahasiswa yang menganut paham ini cenderung lebih suka menghabiskan waktu untuk bersenang-senang. Berdasarkan hal tersebut Divisi Penelitian dan Pengembangan (Litbang) UKPM Genta Andalas melakukan survei terhadap mahasiswa Unand. Hal ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pandangan mahasiswa Unand terhadap paham hedonisme ini. Metode random sampling digunakan untuk menyebar polling dengan pengambilan secara accidental.

Sumber: Litbang

Grafis: Produksi

Perkembangan LGBT

L

GBT merupakan akronim dari lesbian, gay, bisexual, and transgender yang mulai digunakan sejak tahun 1990 untuk menggantikan frasa ‘komunitas Gay’. Belakangan ini, isu LGBT tengah marak dengan dirilisnya aplikasi pengubah tampilan Profile Picture (PP) di jejaring sosial Facebook. Aplikasi ini menampilkan bendera pelangi yang

menjadi simbol kaum LGBT. Ketika seseorang pengguna akun Facebook mengubah fotonya dengan simbol tersebut, maka dapat dinyatakan bahwa orang tersebut mengenal dan bagian dari LGBT. Beberapa argumen mengatakan tidak setuju penggabungan gerakan transgender dan transeksual dengan lesbian , gay dan bisexual dikarenakan tujuan antar keduanya berbeda. Tujuan LGBT berbeda dengan transgender dan transeksual, seperti pengesahan pernikahan sesama jenis dan perjuangan hak asasi yang tidak menyangkut kaum transgender dan interseks. Belakangan ini istilah LGBT marak didengar di kalangan masyarakat. Setelah booming di dunia barat, sekarang LGBT merambah ke tanah air Indonesia. Gerakan pro dan kontra terhadap LGBT sudah diperlihatkan oleh kelompok atau perorangan dengan melakukan aksi atau memberikan pendapatnya melalui media massa.

Sumber: Litbang

Dilatarbelakangi hal tersebut Divisi Penelitian dan Pengembangan (Litbang) UKPM Genta Andalas melalukan sebuah survei untuk mengetahui perkembangan LGBT di tingkat mahasiswa Universitas Andalas. Survei ini digagas untuk mengetahui seberapa jauh mahasiswa mengetahui isu dan perkembangan LGBT yang gencar terdengar di masyarakat sekarang. Dengan menggunakan metode random sampling, survei ini diberikan kepada tiga ratus responden yang dipilih secara accidental. Mahasiswa Unand sudah banyak yang mengenal istilah LGBT, yaitu 79% responden sudah pernah mendengar nama tersebut dan 20,7% yang belum mengetahui. Keberadaan LGBT hadir dengan mengadakan semacam diskusi atau membentuk komunitas. Komunitas tersebut semakin besar karena semakin banyak yang bergabung dengan menyatakan pro terhadap LGBT. Hingga saat ini, bendera pelangi semakin nyata dikibarkan. Responden tidak semuanya menyatakan kontra, akan tetapi juga terdapat pihak yang menyatakan pro atau setuju. Rinciannya, sebanyak 93,3% responden menyatakan ketidak setujuannya terhadap komunitas tersebut. Alasannya, karena dianggap sebagai sebuah pelanggaran norma dan sudah menjauh dari aturan agama. Namun, masih terdapat sebagian kecil yaitu sekitar

Grafis: Produksi

6% yang menyatakan Pro dengan LGBT karena dianggap bahwa itu adalah pilihan dan selagi hal tersebut memberikan kenyamanan bagi mereka serta tidak memberikan kekacauan terhadap lingkungannya. Adanya pengelompokkan antara lesbian, gay, bisexual dan transgender tergolong baru, jika dahulu kita hanya mendengarnya terpisah. Pengelompokkan tersebut juga menjadi sebuah pertentangan antara pihak pro dan kontra. Sebanyak 18,3% menyatakan wajar akan keberadaan kelompok ini dan mayoritas dari responden menyatakan ini adalah suatu hal yang tidak wajar dalam kehidupan, dengan persentase 80,3% . Di Indonesia sendiri, LGBT telah terang-terangan menyatakan keberadaannya. Berdasarkan polling yang telah disebar keberadaan tersebut masih belum semuanya yang mengetahui. Jika dilihat dari total responden, masih banyak yang belum mengetahui adanya keberadaan LGBT di Indonesia yaitu 53,3%. Sekitar 46,3% responden mengetahui adanya komunitas LGBT di Indonesia. Hasil survei ini memperlihatkan bahwa isu dan keberadaan LGBT di kalangan mahasiswa juga terjadi. Melalui pengibaran bendera yang menjadikan simbol komunitas ini, sekarang seakan menjadi tambahan bahasan panas di negara kita.


Rektor Lantik Pejabat Rumah Sakit dan Struktural Unand

Dok. Genta RESMI DILANTIK: Pejabat rumah sakit dan struktural Unand periode 2016-2019 resmi dilantik Tafdil Husni, Rabu (3/2).

S

elain melantik pejabat baru rumah sakit, Rektor Unand, Tafdil Husni juga melantik dan pejabat struktural periode 2016-2019. Ra b u ( 3 / 2 ) ,

S

oleh Azahar, S.Sos. M.Si, serta Jon Mardi, SH, sebagai Kepala Subbagian Umum dan Keuangan Fakultas Farmasi. Dalam kata sambutannya, Tafdil Husni mengatakan Rumah Sakit Pendidikan (RSP) Unand dibangun dengan tingkat pelayanan kesehatan masyarakat dan sebagai wahana pendidikan dokter yang terjamin. ”Tampil dan memberikan pelayanan yang terbaik dan handal adalah tujuan rumah sakit ini didirikan, sehingga diharapkan mampu menjadi sains park yang membantu menaikkan daya tarik universitas bagi pemerintah maupun daerah,” ungkap Rektor Unand ini. Selanjutnya, Fachzi Fitri, Direktur Utama Rumah Sakit Unand yang baru melontarkan harapan baru terkait Rumah Sakit Unand. Fachzi Fitri berharap di tahun 2016 atau di awal tahun 2017 rumah sakit tersebut bisa resmi dibuka sehingga target bisa tercapai. “Rumah sakit ini akan dipersiapkan untuk penelitian dan pengembangan serta akan menjadi percontohan dan perbandingan bagi universitas lain,” tutup Fachzi Fitri. Risesa, Rizk a Rizka

Perpustakaan Unand Akhirnya Genggam Akreditasi A

etelah sukses mencapai akreditasi A, kini Unand kembali berbangga dengan mendapatkan akreditasi A untuk penilaian perpustakaan. Dalam penilaian akreditasi tersebut, ada beberapa syarat dan komponen yang harus dipenuhi. Ditemui di sela kesibukan sebagai Kepala Perpustakaan, Azral membenarkan hal ini. “Dalam mencapai akreditasi A, ada sembilan komponen yang harus dipenuhi perpustakaan Unand. Diantaranya pelayanan, kerjasama dengan perpustakaan lain, koleksi buku, pengelompokan buku, sumber daya manusia, fasilitas, anggaran, tata kelola, dan perawatan buku,” paparnya saat ditemui di Ruangan Kepala Perpustakaan, Senin (18/1). Sebagai upaya pembenahan perpustakaan, lebih lanjut Azral mengatakan akan menambah koleksi buku dan koleksi digital. “Saat ini kami sedang merencanakan menambah beberapa koleksi buku baru. Mahasiswa maupun dosen dapat merekomendasikannya melalui

T

pelantikan yang bertempat di Convention Hall Unand ini berjalan dengan lancar. Adapun pejabat baru rumah sakit yakni Direktur Utama yang dijabat oleh

dr. Fachzi Fitri, SpTHT-KL, MARS. Selanjutnya Direktur SDM, Diklit dan Pengembangan dijabat oleh Prof. Dr. Rahmatina B. Herman, PhD, lalu Prof. Dr. dr. Hj. Eryati Darwin, PA (K) menjabat sebagai Direktur Pelayanan dan Teknik Perumahsakitan. Posisi Direktur Umum dan Keuangan Rumah Sakit Unand dijabat oleh Drs. Amsal Djunid, Akt. M. Bus. Selain itu, Rektor juga melantik Kepala Bagian Tata Usaha Fakultas Teknologi Informasi yang dijabat oleh Yurnalis, SH. M. Hum. Kemudian, Kepala bagian Tata Usaha Fakultas MIPA dijabat oleh Drs. Masrizal, SH. MM, posisi Kepala Subbagian Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas peternakan diisi oleh Indra Basyir, SE. Selanjutnya posisi Kepala Sub bagian Umum dan Keuangan Fakultas MIPA dijabat oleh Khairisman Fedra, S.Pt, Kepala Sub bagian Umum dan Keuangan Fakultas Peternakan dijabat oleh Ismael, S.sos, Kepala Sub bagian Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas Farmasi dijabat oleh Hadi Andiko, S.Pt. MM. Selanjutnya Kepala Sub bagian Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas MIPA dijabat

situs pustaka.unand.ac.id. Kemudian, kami juga menambahkan beberapa koleksi digital yang sudah dianggarkan sekitar 3,6 Milyar,” ungkapnya. Terkait pelayanan dan infrasutruktur perpustakaan Unand, Dina, salah seorang mahasiswa Akuntansi mengatakan sudah puas, namun beberapa hal masih perlu ditingkatkan lagi. “Perpustakaan sekarang sudah bagus dan saya puas. Koleksi buku-buku dan skripsi sebaiknya lebih dibenahi lagi,” ujarnya. Disinggung mengenai koleksi buku yang sudah lama dan rusak, Azral mengatakan akan melakukan penyisihan terhadap buku–buku tersebut. “Buku– buku rusak yang masih bisa digunakan, seperti rusak dan berjamur, akan diperbaiki dan dilakukan sterilisasi terhadap jamur. Kemudian, untuk buku– buku lama yang sudah tidak terpakai lagi akan disimpan di gudang, selanjutnya akan diberikan kepada pihak yang membutuhkan,” ujarnya. Mengingat perpustakaan sudah berakrediasi A, Azral berharap minat baca mahasiswa dan dosen, serta intensitas

Dok. Genta AKREDITASI A: Perpustakaan Unand akhirnya mendapatkan Akreditasi A setelah membenahi fasilitas yang ada. kunjungan dan transaksi semakin meningkat. “Rencananya, bagi mahasiswa yang sering melakukan transaksi akan

diberikan penghargaan. Namun itu masih Fanny rencana,” tutupnya. anny,, Wita

IDEA Kunjungi Unand Bahas Kerja Sama Luar Negeri

im Indonesian Dairy Excellence Activity (IDEA) datang mengunjungi Fakultas Peternakan (Faterna) Unand, Rabu (3/2). IDEA merupakan Proyek Kerjasama antara Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Selandia Baru dalam rangka peningkatan produksi susu lokal dan pasokan susu dalam negeri. Proyek IDEA memiliki misi utama yaitu meningkatkan pendapatan peternak, khususnya sapi perah. Kerja sama tersebut sudah dirintis sejak 2012 dan telah ditandatangani pada akhir bulan September lalu dan baru terealisasi 2016. Jafrinur, Dekan Faterna mengatakan kerja sama tersebut bertujuan untuk meningkatkan sapi perah di Indonesia. “Sebab pemberdayaan sapi perah di Jawa sudah langka dan masyarakat mulai jenuh untuk mengelolanya. Selain itu, lahan yang tidak mencukupi salah satu menjadi faktor kendala pemberdayaan sapi perah di

Jawa. Maka, dipilihlah Sumatera Barat (Sumbar) dan menjadikan Kota Padang Panjang sebagai centralnya,” jelas Jafrinur. Lebih lanjut, Jafrinur menuturkan riset (penelitian), pendampingan, dan aplikasi tekonologi merupakan bentuk kerja sama yang akan dilaksanakan bersama IDEA. “Kemudian, sebagian keuntungan dari IDEA akan di kembalikan kepada kita dalam bentuk pelatihan dan pengadaan sapi perah di Indonesia,” imbuhnya. Selain bekerja sama dengan IDEA, Indonesia juga bekerja sama dengan Charles Darwin University. “Salah satu wujud kerja sama yang sudah terealisasi yaitu dengan mengirim Mahasiswa Unand ke Darwin, Australia untuk pemberdayaan sapi potong dan sudah magang selama 3 tahun,” tambah Jafrinur. Disinggung mengenai keuntungan lain terkait proyek IDEA ini, Deputy Chief Technical Advisor,

Pammusureng Muhammad mengatakan proyek ini juga akan memberikan beasiswa untuk belajar. “Proyek ini juga mempromosikan jika ada lulusan Unand yang belum menjadi dosen dan belum bergelar doktor untuk bisa belajar ke New Zealend dalam ilmu persusuan,” ungkap Pamm. Selain itu, Pamm juga mengatakan dalam dua atau tiga bulan

ke depan akan ada aktivitas untuk studi kelayakan dan studi pemasaran susu di Sumbar. “Dari hasil ini akan ditemukan rekomendasi yang disarankan sehingga akan muncul aktivitas berupa peningkatan kapasitas peternak dalam bidang kualitas susu, peningkatan produksi sapi perah, perkandangan, produksi susu, dan manajemen tentang pakan ternak atau a Rizka penghijauan,” tutupnya. Nite, Rizk

Ingin iklanmu dipasang di tabloid atau website Genta Andalas ? Hubungi 085274617699 (Delvira)


Unand Persiapkan 5 Jurusan Terakreditasi ABET

B

aru-baru ini, Universitas Andalas Universitas Hasanudin (Unhas). Unand (Unand) gencar mensosialisasikan sudah melakukan empat kali workshop. jurusan yang akan menerima D a l a m workshop tersebut kita akreditasi Internasional. Salah satunya mempersiapka n self evaluation ,” l e m b a g a Accreditation Board for jelasnya. Engineering and Technology (ABET). Kriteria yang menjadi parameter ABET merupakan lembaga akreditasi ABET terdiri atas delapan aspek, yaitu Internasional yang bertanggung jawab Students, Program Educational untuk mengevaluasi dan mensertifikasi Objectivies, Program Outcomes dan kualitas pendidikan di bidang ilmu Assesment, Professional Component, terapan, komputasi, rekayasa, dan teknologi. Koordinator Bidang Penjaminan Mutu, Nilda Tri Putri menjelaskan semua jurusan yang ada di Fakultas Teknik telah terakreditasi A dan layak dicanangkan untuk mendapat akreditasi ABET. Dosen Teknik ini juga mengatakan Unand telah mendapatkan bantuan dari Amerika berupa Project High Frequency Elektro Magnetic (Helm). “Project Helm ini nantinya akan Foto: Rizka membina jurusan tersebut SERIUS: Dosen tengah serius mengikuti simulasi dengan mendatangkan workshop LEEAP di Perpustakaan Unand lantai 5 mentor langsung dari universitas tersebut,” ujarnya saat ditemui di sela acara Faculty, Facilities, Institutional workshop Leadership in Engineering Support dan Financial Resources, serta Education Accreditation kriteria khusus sesuai program studi. “Akan Program (LEEAP) di Perpustakaan Lantai tetapi, ada tiga hal yang menjadi V Unand, Senin (25/1). perhatian, yaitu masalah Mengenai akreditasi ABET, Ketua kurikulum, softskill d a n hardskill yang LEEAP, Dedison Gasni mengatakan, harus sudah dimilki mahasiswa,” jelas a, program ini sudah dirancang sejak Juli Ketua LEEAP, Dedison Gasni.  Rizk Rizka, 2015 hingga Juni 2016. “Kandidat dari Wina program ini ada dua, yaitu Unand dan

S

Faperta Unand Rencanakan Buka Prodi Baru

elain membuka program studi (prodi) Agroekoteknologi, Agribisnis, dan Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian (Faperta) Unand mengajukan untuk mengaktifkan kembali prodi Proteksi Tanaman. Prodi tersebut dahulunya bergabung atas nama prodi Agroekoteknologi, namun kini tidak bisa lagi karena pada bidang tertentu membutuhkan spesialis. Menanggapi hal tersebut, Hermansyah, Wakil Rektor (WR) III Unand membenarkan hal tersebut. Ia mengatakan perizinan Faperta untuk membuka prodi baru telah disetujui pihak Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti). “Ini adalah keinginan prodi tersebut untuk diaktifkan kembali, dan pengajuan tersebut sudah diizinkan Dikti,” ujar Dosen Faperta ini. Ketua Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan, Trizelia memaparkan rencana pengaktifan kembali prodi Proteksi Tanaman ini. “Pengaktifan ini sudah dirintis sejak tahun 2012 melalui forum Pertanian Indonesia (PI), stake holder, karantina, dan segala macamnya terkait hama penyakit. Prodi Proteksi Tanaman ini juga berkoordinasi dengan perhimpunan dan interaksi lain dengan universitas yang ada di Indonesia,” ujar Trizelia saat ditemui di ruangannya, Rabu (3/2). Lebih lanjut Trizelia mengatakan alasan pengaktifan kembali prodi Proteksi Tanaman tersebut. Ia mengatakan hal ini karena adanya kebutuhan dasar dalam perlindungan tanaman, seperti kebutuhan pasar, ke b u t u h a n stake

holder dari pengguna, dan masalah di bidang pertanian. “Yang terpenting adalah masalah hama penyakit dan cara mengelolanya juga menjadi alasan diaktifkannya prodi baru ini. Misalnya instansi ingin mengimpor tanaman gandum, atau ingin mengekspor produk salak atau sayur, maka kita harus tahu terlebih dahulu hama penyakit dari tanaman tersebut,” tambah Trizelia. Trizelia juga menjelaskan tentang jalur penerimaan prodi tersebut yang direncanakan akan aktif pada tahun ini. Mengenai hal tersebut pihak jurusan sudah mengusahakan untuk masuk ke website SNMPTN dan SBMPTN. “Pada prinsipnya kalau semua surat sudah masuk dan sudah disetujui rektor, tentu harapannya akan menjadikan Unand lebih baik. Sejauh ini peluang sudah ada. K alau untuk kuota penerimaan, ditargetkan seratus orang mahasiswa, yaitu lima puluh orang jalur SNMPTN dan lima puluh orang pada jalur SBMPTN,” ungkapnya. Selain itu, Trizelia juga menuturkan kiat dan usaha Unand dalam mensosialisasikan sudah gencar. “Salah satunya melakukan sosialiasi dengan adanya dukungan dari pihak fakultas maupun universitas berupa sarana dan prasarana. Hingga saat ini, sosialisasi baru dalam bentuk menyiapkan pamflet dan brosur, dan nantinya akan dibagikan ke SMA yang ada. Hal tersebut akan dimulai minggu depan. Kami berharap Unand menerima ini untuk dimasukkan a ke website,” tutupnya. Nite, Rizk Rizka

Unand

U

niversitas Andalas (Unand) berencana menerima mahasiswa baru (Maba) tahun 2016 melalui jalur mandiri. Perencanaan ini dibenarkan oleh Rektor Unand, Tafdil Husni. Ia mengatakan tidak hanya Unand yang akan membuka jalur mandiri. Lebih dari dua belas universitas di Indonesia bergabung untuk membuka jalur mandiri pada tahun ini. “Pada tahun ini Unand berencana membuka jalur mandiri untuk penerimaan mahasiswa baru. Jalur mandiri akan dibuka merata pada setiap fakultas, sebesar 30% mahasiswa akan diterima melalui jalur mandiri. Selain itu, tidak ada kuota pada masing-masing daerah yang mendaftar jalur mandiri secara online,” paparnya. Terkait hal ini, Wakil Rektor I, Dacriyanus mengungkapkan alasan Genta UnandDok. untuk membuka jalur mandiri. Ini dikarenakan hal tersebut merupakan kebijakan pemerintah. “Pemerintah menetapkan kuota pada masing-masing jalur penerimaan, yaitu jalur SNMPTN

S

40%, SBMPTN 30%, dan 30% untuk jalur mandiri. Pada jalur mandiri juga ada penerimaan untuk mahasiswa Bidikmisi. Sejauh ini, pihak Unand sedang mendaftar untuk menjadi anggota ke pusat, “ ungkapnya saat ditemui di ruangannya, Jumat (12/2). Syalman, Kepala Bagian Akademik dan Evaluasi mengatakan penerimaan mahasiswa jalur mandiri dikarenakan adanya subsidi silang dengan sistem Uang Kuliah Tunggal (UKT). ”Sebelum tahun 2013, pembayaran uang kuliah relatif sama yaitu untuk eksakta Rp1.250.000 dan dan non eksakta Rp750.000. Kemudian, sejak tahun 2013 Unand tidak pernah membuka jalur mandiri. Ini sehubungan dengan pemberlakuan UKT sebab saat itu terjadi subsidi silang yakni pembayaran uang kuliah. Saat itu UKT terdiri atas 5 level dalam artian orang yang mampu membayar lebih tinggi dan orang yang kurang mampu membayar rendah,” a, Wina jelasnya. Rizk Rizka,

RSP Unand Targetkan Beroperasi September 2016

etelah melantik jajaran direksi Rumah Sakit Pendidikan (RSP) pada Rabu (3/ 2), Rektor Unand Universitas Andalas (Unand) mengatakan RSP tersebut akan segera rampung. Ditemui di sela pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan, Tafdil Husni mengatakan RSP Unand akan rampung akhir Februari dan mulai dioperasikan pada September ini. “Rumah Sakit Pendidikan Unand ditargetkan rampung pada akhir Februari ini, kemudian pada awal Agustus dilakukan pengadaan alat-alat. Berlanjut pada Grand Opening pada September mendatang di acara Lustrum Unand,” jelas Rektor Unand periode 2015-2019 ini. Fachzi Fitri, Direktur Utama RSP Unand mengatakan, salah satu langkah untuk mengelola rumah sakit tersebut yaitu dengan adanya Sumber Daya Manusia (SDM). “Saat ini SDM sudah ada lima puluh orang. Beberapa bulan ke depan kita akan merekrut kembali SDM serta mempersiapkan keperluan yang ada di dalamnya agar tidak mengganggu operasionalnya nanti. Terkait peralatan sudah kita siapkan dan sudah ada tim untuk mempersiapkan peralatan-

peralatan yang kita butuhkan tersebut,” tuturnya saat ditemui di Convention Hall, Rabu (3/2). Lebih lanjut Fachzi mengatakan, kesiapan fisik RSP Unand sudah mencapai 96 persen, namun masih ada beberapa kendala yang dihadapi dalam proses pembangunan tersebut. “Kendalanya dari proyek, yaitu masih ada persiapanpersiapan yang belum selesai. Salah satunya peralatan, kemudian kebutuhankebutuhan yang ada di dalam serta segala izin-izin operasionalnya. Kedepannya hal yang harus dipersiapkan adalah mulai dari sisi proyek, manajemen, dan struktur organisasi. Sebab tanpa adanya struktur organisasi tidak mungkin kita kerja sendiri,” imbunya. Saat ini RSP Unand sudah mendapatkan bantuan sebanyak 20 Milyar dari pemerintah. Selain itu dalam hal kerja sama, RSP Unand menggandeng BPJS pusat dan mencari rumah sakit terdekat. “Rumah sakit Unand ini nantinya dimanfaatkan untuk penelitian, pengembangan dan pelayanan kepada masyarakat,” imbuhnya. Risesa, Rizk a Rizka

Foto: Giva HAMPIR RAMPUNG: Bangunan fisik Rumah Sakit Pendidikan Unand yang sudah mencapai 96 persen akan segera beroperasi.


Destinasi Wisata Kota Padang

Foto: Fitri

Foto: Fitri

IKON SUMBAR : Masjid terbesar di Sumatera Barat dengan empat gonjong menjulang tinggi ke langit menjadi salah satu ikon baru Kota Padang.

RAMAI PENGUNJUNG: Wisatawan masih ramai berkunjung ke Klenteng See Hin Klong meski perayaan tahun baru Imlek sudah lewat.

Foto: Fitri KEMILAU MALAM: Jembatan Siti Nurbaya menjadi salah satu destinasi untuk menghabiskan malam sembari melihat kapal-kapal berlabuh di Sungai Batang Arau.

Foto: Fitri MENJADI MAGNET: Tugu IORA yang ada di Tepi Laut Padang menjadi daya tarik wisatawan lokal maupun mancanegara.

Foto: Fitri MONUMEN GEMPA: Tempat nongkrong yang cukup ramai oleh muda-mudi pada saat malam hari.


K

Si Unik ‘Gonggong’ yang Menggugah Selera

eanekaragaman cita rasa makanan dari berbagai daerah penjuru nusantara tak boleh diragukan lagi. Salah satu makanan yang tak kalah menarik hadir dari Tanjung Pinang, Kepulauan Riau. Gonggong merupakan hewan laut sejenis siput memiliki cangkang yang menutupi tubuhnya. Dalam bahasa Latin, gonggong dikenal sebagai Strombus Canurium (ganus) dan masih tergabung dalam family atau rumpun Molusca. Apabila berwisata ke Kepulauan Riau, seafood Gonggong sangat mudah didapatkan karena makanan ini menjadi salah satu makanan yang diincar oleh wisatawan lokal dan mancanegara. Kesederhanaan yang menjadi khas dari seafood Gonggong ini adalah penyajiannya yang merakyat. Tidak diketahui pasti kapan Gonggong menjadi makanan khas dari Kepulauan Riau yang dahulu disebut Negeri Segantang Lada ini. Namun bagi msyarakat Kota Tanjung Pinang, makanan ini sudah dikenal sejak era 1950-an, sejak daerah ini masih menggunakan mata uang Dolar Singapura. Makanan khas ini merupakan sejenis kerang-kerangan yang banyak terdapat di perairan sekitar Kepulauan Riau. Karena itu, Gonggong hanya tersedia di beberapa restoran makanan laut atau di pusat jajanan. Ketersediaan Gonggong yang cukup banyak ini membuat masyarakat menjadikan hewan laut yang satu ini sebagai mata pencaharian. Cara penangkapan

E

S yang dimaksud di sini bukanlah ES yang biasa dikonsumsi untuk melepas dahaga. Maksud ES dalam tulisan ini adalah nama dari sebuah event organizer yang bergerak di bidang jasa Party Planner, dekorasi dan dokumentasi. Lima orang mahasiswa aktif adalah founder di balik berdirinya ES Event Organizer. “Kami ada berlima, empat Mahasiswa Ilmu Komunikasi Unand dan seorang lainnya mahasiswa STIE Dharma Andalas,” jelas Lailatul Himni, salah seorang pendiri ES kepada Genta Andalas. Mahasiswa ilmu komunikasi unand tersebut mengatakan ES terbentuk berawal dari hobi dan akhirnya menciptakan peluang kerja. “Awalnya kami berlima membantu teman untuk mem branding kafenya, dan akhirnya kepikiran untuk membuat usaha dari situ,” ujar Himni. Himni menjelaskan ES berdiri pada pertengahan September 2015. Dengan mengusung tagline “Make your plan be true”, ES hadir di kota Padang dengan mengutamakan kepuasan pelanggan dengan tarif yang terjangkau. “Karena usia kami yang masih muda dan notabene dekat dengan usia klien, ES mampu mengerti dan terbuka untuk bertukar pikiran tentang apa yang diinginkan klien,” jelas mahasiswa Ilmu Komunikasi Unand tersebut. Memakai nama ES diakui Tesa Aulia Fitri, founder ES yang lainnya, punya makna tersendiri. Nama ES yang diambil dari huruf ‘S’, memaknai awal kemunculannya di bulan September 2015. Selain itu, menurut Tesa, ES juga mewakilkan sebuah harapan. ES memiliki banyak bentuk, baik itu es batu, es krim, es serut dan lainnya. Rasanya yang manis dan dapat menghilangkan stres membuat es disukai banyak orang. “Begitu juga ES event organizer hadir dengan harapan agar dapat disukai dan diterima dalam masyarakat, dan dapat menjadi solusi

Gonggong ini dengan menggunakan alat penangkap atau secara manual dengan tangan dan diletakkan ke dalam ember, dan penangkapan Gonggong ini dilakukan pada saat air laut surut sehingga mempermudah dalam penangkapannya.

Eits, sabar dulu. Untuk menambah cita rasa yang lebih mantap dalam menyantap hidangan seafood ini Anda juga butuh suguhan sambal. Berbagai macam jenis sambal juga bisa menjadi pilihan Anda. Seperti sambal kacang, sambal belacan,

Foto: Ist. Gonggong hanya perlu direbus dengan bumbu seperti lengkuas, bawang merah, dan bawang putih yang digeprek, diberi garam serta tambahkan daun salam dalam rebusannya. Dalam waktu 30 menit seafood Gonggong siap disajikan.

dan sambal dengan campuran kecap dan cabai rawit di dalamnya. Dipastikan sensasi yang berbeda dapat dirasakan dari ketiga jenis sambal tersebut. Tempat favorit di Tanjung Pinang yang sering dikunjungi untuk menikmati

kuliner ini sering disebut Akau. Akau terletak di daerah jalan Potong Lembu, Tanjung Pinang. Tempat ini menjadi wisata kuliner seafood yang apik. Dengan keeksistensian kuliner ini, Leonardo, salah seorang penikmat seafood ini pun berharap agar Gonggong tetap eksis sebagai makanan khas sekaligus icon daerah Kepulauan Riau. Gonggong selain menjadi pesona kuliner di Kepulauan Riau, kharismanya dijadikan salah satu corak batik juga yang tak kalah berseri. Selain nikmat disantap bersama cocolan sambal, kita juga dapat menikmati keindahan seni yang tercipta lewat corak batik Gonggong ini. Corak batik Gonggong ini menjadi salah satu corak batik yang tak kalah diminati oleh pengunjung wisata lokal maupun mancanegara. Sehingga batik Gonggong ini juga menjadi bagian pencarian wisatawan untuk cinderamata dibawa ke daerah asal. Selain rasanya yang sedap dan gurih, seafood ini juga memiliki kandungan protein yang tinggi. Bagi kamu pecinta kuliner, direkomendasikan untuk mencoba seafood unik satu ini. Wah, udah banyak mengandung protein, kamu jugs bisa langsung nyebrang pulau, sampai ke Kepulauan Riau dengan hamparan laut dan alam yang menggairahkan. Lalu kamu bisa langsung menikmati seafood Gonggong dengan hamparan alam Kepulauan Riau nan indah. So, what are you waiting for? Clara

ES, Hobi Berujung Bisnis penghilang stres bagi klien yang ingin menyiapkan party planner,” ujar Tesa Hingga sekarang, ES sudah melaksanakan berbagai macam event seperti acara ulang tahun dan anniversary. Menurut Himni, kelebihan ES dibanding event organizer sejenisnya terletak pada tarif yang sangat terjangkau. ES tidak mematok tarif tertentu untuk klien yang ingin memakai jasanya. Deal tarif didasari atas kesanggupan dan kesepakatan klien dengan ES. “Jadi ya fleksibel aja,” tambah Tesa. Hingga saat ini, ES masih melakukan promosi melalui media sosial dan dari mulut ke mulut. Untuk member ES sendiri hingga Januari 2016 tercatat ada 18 orang. Tesa menambahkan maksud member di sini adalah orang yang aktif dalam mempromosikan ES tetapi bukan bagian dari founder ES. “Bisa dibilang member lepas. Jika member ini mendapatkan orderan, maka ia akan mendapatkan persenan dari keuntungan yang di dapat. Jika tidak ada, ya

Dok. Pribadi tidak dapat,” jelas Tesa Dari segi pelaksanaan acara, ES tidak membatasi. Selama lebih dari tiga bulan berdiri, ES telah mengorganisir acara yang digelar di rumah, kafe, ataupun hotel. Selain itu ES juga menyiapkan bunga, dalam bentuk buket maupun tangkai serta jasa pengirimannya untuk orang spesial kliennya. Diakui Himni dan founder ES yang lain, bahwa dengan adanya bisnis kecil-kecilan ini membuat mereka dapat mengaplikasikan ilmu yang mereka peroleh selama di bangku kuliah. Ilmu komunikasi yang dipelajari dapat dipraktekkan langsung, dan komunikasi dengan orang lain lebih baik lagi, serta link dan relasi yang semakin luas. “Juga, kami berlima lebih mandiri dalam mengatur keuangan dan tidak perlu minta jajan ke orang tua,” papar Himni. Selain itu, menurut Tesa, jika selama ini mahasiswa yang duduk di kafekafe terkesan kongkow-kongkow tidak jelas, sekarang asumsi itu bisa ia patahkan sejak bergabung di ES. “Kalau kami

nongkrong di kafe, lebih ke diskusi tentang bagaimana acara yang akan kita handle nantinya. Serta diskusi bagaimana pengembangan bisnis ES ini ke depannya. Jadi ga buang-buang waktu,” ujarnya semangat. Memanfaatkan sikap generasi muda sekarang yang cenderung suka dengan perayaan, membuat ES terus kreatif dan cepat menangkap peluang karena mereka merasakan langsung gaya hidup tersebut. Dengan hadirnya ES, Himni dan kawan-kawan mematahkan asumsi bahwa, tidak selamanya sikap generasi muda yang hedonis akan berdampak buruk. “Buktinya kami melihat kecendrungan sikap generasi muda yang cenderung hedonis atau dalam artian suka perayaan baik itu di kafe atau di hotel, dapat kami jadikan sebuah peluang Anes bisnis,” ujar Himni mantap. Info: Untuk menjadi member dan order Contact person ES : 081277603736 (Himni)


Ketimpangan: Bagaimana Mengatasinya?

S

ebagai sebuah Negara besar, Indonesia dipastikan menghadapi permasalahan yang disebut ketimpangan. Ketimpangan dalam sebuah Negara besar dapat dilihat dari dua hal. Pertama, ketimpangan antar daerah atau antar wilayah. Kedua, ketimpangan antar individu atau antar kelompok pendapatan dalam masyarakat. Ketimpangan antar daerah di Indonesia tergolong cukup tinggi terutama antar daerah kabupaten dan daerah kota, antar daerah di wilayah Indonesia bagian barat dengan daerah di wilayah Indonesia bagian timur. Demikian juga dengan ketimpangan pendapatan antar individu di Indonesia, meningkat tajam dalam sepuluh tahun terakhir. Ketimpangan yang berlebihan perlu disikapi dengan tindakan pemerataan. Pertanyaannya, sejauh mana pemerataan itu harus dilakukan? Apakah pemerataan diartikan sama rata sama rasa untuk semua hal. Jika di Jakarta ada jalan Tol bebas hambatan, apakah di Papua juga harus ada? Jika di Padang ada Universitas, apakah di pelosok Solok Selatan juga harus ada Universitas? Jika di Medan ada Pasar Modern yang besar, apakah di Pulau Nias juga harus ada? Pertanyaan-pertanyaan itu perlu dijawab. Pemerataan dan Efisiensi Terdapat “trade-off ” antara pemerataan dan efisiensi. Berupaya untuk mewujudkan pemerataan berpotensi menyebabkan inefisiensi, dan sebaliknya, berupaya untuk lebih efisien berpotensi meningkatkan ketimpangan. Program pemerataan pembangunan antar wilayah yang menggunakan dana publik (belanja Negara) dengan mengupayakan semua wilayah memiliki fasilitas pelayanan publik dan infrastruktur yang sama tanpa memperhatikan utilisasi/kemanfaatannya, maka berpotensi menjadi tidak efisien dan tidak efektif. Dengan kata lain, dana publik dialokasikan secara besar-besaran di wilayah “minus” dan tidak “potensial” untuk tujuan pemerataan semata dapat berarti pemborosan. Apalagi dalam konteks Indonesia sebagai Negara berkembang dengan dana publik yang sangat terbatas. Sebaliknya, jika dana publik hanya dikonsentrasikan untuk

@P ersembahan ARTINLOGIC oleh @Persembahan Fakultas Teknologi Pertanin (FATETA), #Taman Budaya (TAMBUD) pada 26 Maret 2016. Terbuka untuk UMUM, dapatkan tiketnya. Hubungi (Lisa) 081266218621 @Salamaik Wisuda Kakak Kami RIRI YOHANA STP (Teknologi Hasil Pertanian ‘10). Capek dapek karajo, berkah gelarnyo. Don’t forget-forget kami ya kakak. From adiak-adiak akan Ranti, Fini, Ica, Mezi (THP’13). @F ATET A: Innalillahi wa inna ilaihi @FA TETA: Rojiun. Turut Berduka Cita atas insiden kecelakaan bus kampus Unand. Semoga korban yang meninggal segala amal ibadahnya di terima di sisi Allah SWT, dan diberi kesembuhan untuk korban yang selamat. Amiiin. @eskrimdurian89 @eskrimdurian89, nikmati es krim yang begitu segar ketika di lumer di mulut. Haus hilang kesegaran pun datang. Hubungi 085278840889 atau langsung datang ke PKM lt.1.

Oleh: Dr. Hefrizal*

mendorong pertumbuhan di wilayah potensial, dengan mengorbankan pelayanan dasar di wilayah “minus”, akan meningkatkan ketimpangan antar daerah dan mendorong terjadi migrasi ke daerah “maju”. Migrasi penduduk secara berlebihan ke daerah maju tentunya juga memunculkan berbagai problem baru di daerah tersebut. Artinya pemerataan antar daerah juga diperlukan untuk mengurangi keinginan masyarakat bermigrasi ke daerah maju. Hal ini kemudian mendorong kita untuk merumuskan konsep pemerataan antar daerah secara tepat tanpa mengorbankan efisiensi alokasi sumber daya nasional. Konsep pemerataan antar daerah yang diterapkan di banyak negara adalah pemerataan terkategori (categorical equity). Konsep ini mendorong terwujudnya pemerataan yang terfokus untuk jenis pelayanan dasar, bukan untuk semua jenis pelayanan publik. Pemerataan ini mengisyarakatkan terwujudnya standar pelayanan minimum (SPM) untuk jenis pelayanan dasar di semua wilayah. Pelayanan dasar dimaksud antara lain pelayanan pendidikan dasar, pelayanan kesehatan tingkat pertama, ketersediaan infrastruktur lokal, dan pelayanan pemerintahan umum. Untuk pendidikan dasar, sebagai contoh, setiap warga negara berhak mendapat pelayanan pendidikan dasar 9 tahun dimanapun dia berada. Artinya, pelayanan pendidikan dasar 9 tahun (SD dan SMP) harus tersedia secara merata di seluruh wilayah baik di daerah minus maupun di daerah maju. Dengan itu sekaligus berarti bahwa pendidikan lanjutan (baik tingkat SMA/K ataupun perguruan tinggi) tidak perlu harus merata di seluruh wilayah. Di daerah minus yang terpencil tidak harus ‘dipaksakan’ ada SMA/K, apalagi perguruan tinggi dengan alasan pemerataan. Demikian juga halnya dengan pelayanan kesehatan dasar. Di daerah minus harus ada pelayanan kesehatan tingkat pertama untuk melayani penduduk yang menderita penyakit infeksi, kecelakaan, dll. Artinya, di wilayah tersebut juga tidak harus ada pelayanan kesehatan rujukan/lanjutan/ canggih dengan alasan pemerataan. Tidak terkecuali untuk infrastruktur lokal, harus

terdefinisi dengan baik seperti apa standar minimum infrastruktur lokal di sebuah wilayah, untuk kemudian dijadikan pedoman untuk pemerataan. Demikian juga halnya dengan ketimpangan antara individu masyarakat yang berpendapatan tinggi dan miskin. Cara mengatasinya tentu tidak dengan membuat semua orang memiliki pendapatan yang sama, namun dengan sistem jaminan sosial. Seseorang diperbolehkan memiliki kekayaan sebanyak mungkin sehingga mampu membeli apa saja kebutuhannya. Namun orang termiskin di Negara ini, tetap harus dapat memenuhi kebutuhan dasarnya, seperti pangan, sandang, perumahan, layanan pendidikan dasar dan layanan kesehatan. Untuk mengatasi ketimpangan antar individu ini diperlukan sistemsistem jaminan sosial nasional (SJSN). Negara harus menyediakan anggaran untuk membuat seluruh orang miskin dapat memenuhi kebutuhan dasarnya dan mengakses pelayanan publik dasar. Bagaimana Ketimpangan Diatasi di Indonesia? Program pemerataan seperti itulah yang semestinya diupayakan oleh Negara dalam rangka menjalankan amanat UUD 1945. Kalau dilihat regulasi yang ada, Indonesia sudah berada di arah yang benar untuk memenuhi amanat tersebut. Untuk pemerataan antar daerah, terdapat instrumen pemerataan kemampuan keuangan Pemerintah Daerah yang diatur dalam UU No 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan. Pemerintah Pusat harus mentransfer dana untuk setiap daerah sebagai instrumen pemerataan kemampuan fiskal antar daerah, sehingga daerah tersebut dapat menyediakan pelayanan dasar pada standar minimum nasional. Ketimpangan antar individu diatasi dengan program jaminan sosial nasional sebagaimana diamanatkan oleh UU No 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN). SJSN telah direalisasikan dalam bentuk BPJS Kesehatan (dengan iuran yang dibayarkan Negara untuk masyarakat miskin), BPJS Tenaga Kerja (dengan premi pensiun yang

IKL AN BARIS IKLAN @Aminah: salam cinta buat mama, papa dan adik2ku. Doakan kakak sukses supaya impian kita sekeluarga tercapai. Bahagiamu juga bagian hidupku.

@Kos Jones: sabar kos’jones, kita bisa melewati semua ini. Hadapi, hayati, nikmati, syukuri. (Mona, Aminah, Mila, Lovely, NRD) *Sabanaindakmanyangko

@Kiskis: Semoga Bg Dipong lanjut menjadi ketua Kopma periode selanjutnya. Hahaha piece. Buat kak Devita cepat wisuda&nanti dikasih boneka. Amiinn.

@Mau produk2 kosmetik ori & terpercaya?? ORIFLAME SWEDEN jawabannya,buruan order. Ingin berpenghasilan? Yok jadi member. Hub : Rezki (082388096942) PIN 550DCAAC

@UK O Unand Open Recruitmen bagi @UKO kamu mahasiswa 2014/2015, daftar dari sekarang – februari 2016. Daftarkan dirimu di sekretariat UKO Unand. @Bisnis: Terima pesanan bunga buket (WISUDA), bunga setangkai untuk teman, acara, dll. Mahasiswa Unand dan sekitarnya. Terima Re-Seler. Hubungi 083180867218 Pin 7ECE77BD. @F ebriani Syafitri THP 13 @Febriani 13. Menjual jilbab, baju koko muslim dan muslimah. Pesan segera ke nomor 082385986097 atau FB Febrianisyafitri Ariecute.

@EE Snack Catering: Menerima pesanan snack kotak untuk acara kecil/besar dengan variasi snack yang sehat&berkualitas. Hubungi Essi (THP) 081267596971. @NugettaRisoles: sedia berbagai burger, sate, hotdog, roti bakar, dan risoles. Terima pesanan snack box untuk acara pesta, ulangtahun, dll. Alamat PKM Unand lt. 1. HP: 081364281655. @NRD: Bahagia itu sederhana, cukup tersenyum

dibayarkan Negara untuk masyarakat miskin), dan berbagai program jaminan sosial lainnya seperti bantuan beras untuk orang miskin (raskin), beasiswa bagi siswa dari keluarga miskin. SJSN adalah tanggungjawab Pemerintah Pusat, yang juga dapat dibantu oleh Pemda jika memiliki kemampuan keuangan yang cukup. Namun perlu diingat bahwa tidak ada jaminan bahwa Pemerintah mengalokasi dana yang cukup untuk SJSN dan juga tidak ada jaminan Pemda memprioritas alokasi dananya untuk pelayanan dasar. Untuk itu kita semua khususnya masyarakat sipil (civil society), harus ikut mengawasi alokasi anggaran Negara dan Daerah. Kita mesti terus mendorong agar Pemerintah Pusat mencukupi pendanaan program jaminan sosial nasional, dan Pemda memprioritaskan alokasi dananya untuk memenuhi pelayanan dasar. Dalam kondisi politik seperti saat ini, sulit berharap agar DPR dan DPRD menjalankan fungsi pengawasannya dan ikut mendorong prioritas alokasi anggaran untuk jaminan sosial nasional dan pelayanan dasar, karena terkadang mereka tersandera oleh kepentingan partai dan golongan.

*Penulis merupakan Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Andalas

@DecoBocoY atai telah hadir di PKM. @DecoBocoYatai Masakan jepang menunya: ramen, takoyaki, yakisoba, ikayaki, okonomiyaki, dll. Menerima pesanan 082184810404. @Ditak afe: sedia aneka makanan dan @Ditakafe: minuman dengan berbagai varian menu yang disukai mahasiswa. Alamat Lt. 1 sayap kanan Busines Center @Happy super belated B’day Endo Pebri Dani Putra (23th) 14 Februari @Selamat tambah usia Ramadani Kumara Putra yg ke 22th (24 Februari) @bispergenta @bispergenta: bingung mau kasih kado apaan buat teman atau saudara yang wisuda? hubungi bisper Genta Andalas ke 085274617699 (Delvira) @F annyW @FannyW annyW:: dont miss it! Accounting Week 20-24 Februari 2016, ada Seminar Nasional, Accounting Competition, Bazaar, Accoustic dan Talkshow pajak. @Wiwin_Cantik: Ica, Gita, Lastry. Selamat hari persahabatan kita :)


Peran Kampus Mencegah Radikalisme

D

ari tahun ke tahun Indonesia masih sulit melepaskan belenggu “radikalisme” yang menganggu kestabilan politik dalam negeri. Perkembangan Negara Islam Irak dan Suriah (NIIS) belakangan ini menjadikan banyak negara di dunia yang menyatakan perang terhadap aksi-aksi yang menyimpang dari nilai-nilai kemanusiaan (baca: terorisme) masih tetap eksis merangkul warga lintas negara untuk bergabung dalam gerakan ini. Termasuk Eropa yang menyatakan “perang” terhadap terorisme tetapi rakyatnya malah banyak bergabung dengan NIIS. Indonesia sebagai negara Muslim terbesar di dunia sulit menghindari keberadaan NIIS untuk memengaruhi warga negaranya. Sehingga keberadaan Islam Indonesia yang berdekatan dengan kebangsaan seperti kehadiran dan dominasi NU dan Muhamadiyah mewarnai sisi beragama di Indonesia. Masih sulit membendung warga negara Indonesia yang terpengaruhi gerakan Islam lintas negara yang saat ini popular dengan sebutan NIIS. Fajar Riza Ul Haq, Direktur Eksekutif Ma’arif Institut, Kompas 6 Maret 2015 menyebutkan dari 200.000 negara asing yang bergabung dengan NIIS, 300 orangnya merupakan warga negara Indonesia. Berarti warga negara Indonesia memang sudah ada yang menjadi bagian dari NIIS. Meskipun alasan bergabungnya warga negara tersebut karena persoalan ideologi ataupun dana ditunjukan dengan “gaji” besar bagi yang bergabung dengan NIIS. Alasan-alasan itu tentu berhubungan dengan peran pemerintah yang mengkonsepkan paham-paham kebangsaan terhadap warga negaranya dan kesejahteraan ekonomi. Tetapi tulisan ini tidak membahas hubungan pemerintah dengan rakyat secara langsung dengan peran serta negara yang memang seharusnya di amanatkan Undang-Undang Dasar 1945. Tulisan ini membahas tentang upayaupaya pencegahan yang dilakukan terhadap aksi-aksi radikalisme yang

Oleh: Arifki* berkembang di kalangan anak-anak muda Indonsia termasuk di kalangan perguruan tinggi (baca: kampus). Peran K ampus Kampus Sebelum membahas peran kampus secara mendalam saya akan memperjelas dulu pengertian “radikal” sehingga tak ada paradoks yang bernuansa klaim cocok logika ataupun “gagal paham” membaca persoalan ini. Radikal menurut Kamus Besar Bahasa Indoensia (KBBI) adalah perubahan yang mengakar sampai kepada sesuatu yang prinsip. Jadi, radikal berhubungan dengan sesuatu yang sangat mendasar dari sesuatu objek. Jika pemahaman beragama dipahami sebagai sesuatu yang mengakar tak bisa dipahami sebagai sesuatu yang simbolik semata. Sama halnya istilah “Radikalisasi Pancasila” yang diperkenalkan Kuntowijoyo—memahami Pancasila secara benar—bukan politisasi Pancasila seperti yang pernah dilakukan oleh Orde Baru. Maka dari itu, banyaknya anakanak muda yang terlibat dalam gerakan Islam Transnasional membuat kita prihatin bahwa kampus gagal sebagai pusat intelektual kritis. Kampus niscaya masih menjadi tempat ilmu diwariskan tanpa ada logika kritis untuk bertanya akan kebenaran ilmu tersebut. Sehingga perguruan tinggi cendrung “sesat pikir” sebagai harapan penerjamahan isu-isu global ke dalam masyarakat. Kegagalan kampus itu ditunjukkan dengan masih banyaknya mahasiswa/orang terpelajar yang dengan mudah ikut terbawa arus menyebarkan isu-isu yang kepastian kebenarannya masih dipertanyakan. Misalnya, Jonru tokoh yang yang populer di kalangan media sosial akhir-akhir ini menyebarkan isu-isu tak “sehat informasi” niscaya menjadi inspirasi kaum-kaum terdidik. Inilah penyebabnya kampus rentan dengan anak-anak muda yang berideologi fanatik. Dengan mudahnya menyatakan ketidakbenaran, kesesatan dan

menyalahkan orang lain dengan bersumberkan membaca berita di internet. Mengapa kampus yang menjadi pusat kritik? Karena wilayah ini menjadi tempat orang-orang terdidik melakukan proses “candradimuka”—penempaan diri—menuju masyarakat paripurna. Yang berbicara kepada rakyat dengan logikalogika yang bukan lagi takhayul ataupun informasi-informasi parsial yang merusak nilai-nilai keberagaman. Mimbar Ak ademik Akademik Kampus perguruan tinggi harus konsisten menjadi “mimbar akademik” yang secara tegas membuka “kran” informasi dan pengetahuan terhadap segala lini ideologi. Pembuka kran tersebut menjadikan kampus bukan lagi mengidentikkan diri menjadi pemenang dialektika ideologi kiri, tengah dan kanan tanpa ada kompetisi yang logis. Kemenangan ideologi niscaya didominasi dengan pelarangan ilmu-ilmu itu berkembang karena alasan menjadi rivalitas yang menganggu iklim akademik atau misi ideologi yang sedang berkuasa. Salah satunya perkembangan pemahaman mahasiswa yang bergaya NIIS sudah menyebar kepada kampuskampus di Indonesia. Tak aneh kita melihat bahwa masih ada di perguruan tinggi yang bukan kampus berbasis Islam, seperti STAIN dan IAIN menunjukan aktivitas ke-islaman yang berlebihan ingin mendominasi “konsep” kampus negeri yang beragama tentang keyakinan. Tentu logika ini saya kemukakan, banyak kampus-kampus yang meletakkan kampus negeri seperti “pertarungan pemahaman” kafir-mengkafirkan orang lain dengan mudah, atapun menolak orang lain yang berbeda ideologi, padahal porsi kampus negeri bukanlah seperti itu. Perguruan tinggi umum harus berada dalam posisi yang rasional dan memahami keberagaman kajian-kajian ideologi dan toleransi keyakinan. Manfaatnya adalah bahwa menyampaikan kebenaran bukan soal

porsi yang sama untuk objek berbeda, tetapi memahami wilayah yang akan menerima kebenaran yang disampikan merupakan kunci utama diterima atau ditolaknya kebenaran yang kita yakini. Gerakan-gerakan yang memahami “radikal” dalam skala sempit di kampus-kampus Indonesia niscaya seperti ini. Misalnya memonopoli bahan bacaan, aktivitas mahasiswa dan keberagaman keyakinan dengan arahanarahan yang tidak masuk akal disampaikan di perguruan tinggi umum. K ampus yang memang memberikan toleransi yang lebar kepada iklim kajian dan ideologi mahasiswa menjadi bagian pencegahan radikalisasi yang menyesatkan dan menghegemoni tanpa ada ruang kritik. Perguruan tinggi yang ideal terutama umum harus bisa menjadi dialog kebangsaan perbedaan keyakinaan dan pemahaman. Jadi, kampus berperan penting untuk mencegah terjadi radikalisme yang umumnya menyerang anak-anak muda terdidik.

*Penulis merupakan Analis Politik Islam


Tips Agar Terhindar Penipuan Berbelanja Online

Foto: Ist.

G

lobalisasi dan modernisasi, itulah yang kita hadapi dan rasakan pada saat sekarang ini, mulai dari teknologi, peralatan, konsumsi, transportasi, pakaian dan masih banyak lagi hal yang dapat mempermudah segala urusan manusia. Dan pada saat sekarang ini pun sebagian besar orang tergantung pada perangkat digital. Hal ini pun dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab untuk meraup keuntungan semata dengan merugikan orang lain, yaitu cyber crime. Contohnya saja penipuan oleh penjual terhadap konsumen saat

berbelanja online yang sudah kita ketahui sendiri banyak korban penipuan yang berbasis transaksi jual beli, Anda harus menanggulanginya dengan mengurangi resiko tertipu pada diri Anda. Kurangnya pengetahuan akan seluk beluk dunia maya dan mudahnya terpengaruh iming-iming barang yang harganya murah adalah salah satu faktor kenapa banyak yang menjadi korban penipuan saat transaksi jual beli melalui dunia maya. Sekaligus kejadian penipuan yang dilakukan oleh oknum yang tidak benar juga berdampak pada berkurangnya

Cinta Budaya Jangan Setengah-setengah oleh: Tessa Qurrata

kepercayaan masyarakat terhadap transaksi tersebut, namun tidak semua transaksi online yang penuh dengan tipu dan menipu. Itu semua tergantung kepada kejelian kita terhadap barang yang kita beli, dan sikap analisis kita terhadap online shop. Sebenarnya dalam jual beli nyata juga banyak penipunya, hal yang harus diperhatikan adalah mulai dari kejelasan produknya, status penjualnya dan sebagainya. Itu tergantung pada bagaimanaa kita memandang suatu online shop. Sebelum terjadinya penipuan online alangkah baiknya Anda mencegah mulai dari sekarang. Di bawah ini adalah cara dan tips aman berbelanja online saat melakukaan transaksi ataupun cara menghindari tertipu jual beli online di sebuah website maupun social media ( socmed) yang sekarang ini sangat fenomenal di kalangan pengguna internet. 1. Hindari Harga yang T erlalu Miring Terlalu Anda harus memperhatikan harga suatu barang yang akan Anda beli. Ini merupakan inti dari semua tips, jika Anda lihat banyak sekali contoh gambar yang mencolok dan berkualitas, tetapi harganya tidak masuk akal dan jauh lebih murah dari harga pasaran yang sebenarnya serta penuh dengan potongan harga dan diskon untuk menarik pembeli untuk memesannya karena melihat mayoritas orang Indonesia cenderung kepada barang yang murah dan berkualitas.

2. Mengenali Ciri-ciri Web Biasanya yang paling mudah digunakan oleh penipu online adalah dengan menggunakan web gadungan dengan memanfaatkaan sarana gratisan seperti facebook atau blog, dan tidak tertutup kemungkinan juga web penipu dibuat. Lebih serius oleh para profesional dengan memakai nama domain dan server sendiri. 3. A danya R ek ening Bersama Adanya Rek ekening Sebagian orang tentu belum tahu apa itu rekening bersama. Rekening bersama adalah salah satu jasa perantara pembeli dan penjual. Dengan adanya rekening bersama tindak penipuan dapat diminimalisir karena uang yang ditransfer akan ditahan oleh pihak rekening bersama sebelum uang tersebut sampai kepada penjual hingga barang yang dipesan sampai ke pembeli. 4. Simpan Bukti Pembayaran, email, obrolan Blackberry messenger (bbm), short message service (sms) dan seluruh chat dengan penjual. Jadi jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan maka anda dapat memberikan bukti tersebut kepada otoritas yang berwenang, dalam hal ini pihak kepolisian untuk menagani masalah tersebut. 5. Kenali P enjual Penjual Sebelum mengenali produk yang dijualnya, ada baiknya Anda mencari reputasi penjual, bagaimana barang jualannya, jumlah pelanggannya, testimonialnya, dll Dan pada dasarnya saat Anda berbelanja online di sebuah situs Anda harus memperhatikan alamat si penjual, nomor telepon tetap (bukan seluler) dan jangan lupa minta pendapat orang terdekat Anda sebelum berbelanja. Ikhlas (Diolah dari berbagai sumber)


E-water, Alat Monitoring Air Ciptaan Mahasiswa Unand

A

ir bersih menjadi salah satu kebutuhan pokok masyarakat. Sumber air bersih bisa dari air hujan, air tanah, mata air dan PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum). PDAM merupakan salah satu unit usaha milik daerah yang bergerak dalam distribusi air bersih bagi masyarakat umum di Indonesia. Namun beberapa tahun belakangan ini, terdapat keluhan mengenai kinerja PDAM seperti kebocoran pipa, pencurian air, dan tagihan air yang tidak wajar. Berdasarkan data dari PT. TPJ, Jakarta kehilangan 40% air bersih karena pencurian air. Sedangkan di Surabaya, pada tahun 2015 terjadi peningkatan pencurian air sebesar 30%. Kemudian berdasarkan data dari BPPSPAM, sepanjang 2010, ribuan pelanggan PDAM Tirta Sukapura, Tasikmalaya, mengeluhkan membengkaknya pembayaran tagihan pemakaian air yang mencapai 50%. Mereka meminta PDAM membenahi kinerja pencatat meteran yang sudah kadaluarsa. Melihat permasalahan tersebut, tiga orang Mahasiswa Fakultas Teknologi Informasi, yaitu Taufik Ihsan, Yovi Eka Putra, dan Ilga Yulian Putra yang tergabung dalam tim “Tempur12”menciptakan E-water . Ewater (electronic water) merupakan alat yang digunakan untuk memonitoring penggunaan air PDAM dan tagihan dari akumulasi pemakaian air tersebut. Selain itu, e-water juga membantu petugas untuk mendeteksi kebocoran pada pipa air. Taufik Ihsan menuturkan pembuatan E–water memakan waktu sekitar 2 minggu. “Dalam pengerjaannya kami memiliki tugas masing-masing. Yovi sebagai software programmer membuat aplikasi mobile dan desktop. Ilga sebagai hardware programmer membuat sensor

sambungan halaman 8... Sartana mengungkapkan salah satu yang bisa dianggap sebagai bukti kehedon-an cara pikir mahasiswa sekarang, bisa kita lihat dari pergerakan mahasiswa. “Dulu, di tahun 90’an, pergerakan mahasiswa itu terlihat jelas sekali. Tema yang dibicarakan ketika mereka diskusi adalah tema berat. Bandingkan, pergerakan mahasiswa sekarang sudah abu-abu. Esensi ‘penting’ nya sudah tidak jelas lagi,” ungkapnya. Sartana menyebutkan bahwa kebanyakan organisasi mahasiswa itu lebih sering mengadakan acara-acara yang bersifat kesenangan tadi. Misalnya kontes menyanyi, lomba akustik, festival band, dan lainnya. Di sana terlihat generasi muda sekarang memang menyukai yang gampanggampang, yang membuat senang dan membawa kesenangan. “Orang-orang sekarang berpikir tentang keinginan bukan keharusan lagi,” ujarnya. Salah seorang mahasiswi Fakultas Ilmu Budaya mengakui bahwa acara-acara yang diangkat oleh beberapa organisasi ataupun himpunan mahasiswa yang berbau hiburan lebih menarik daripada acara yang berkaitan dengan kompetitif akademik. “Kalau saya pribadi jauh lebih enjoy aja dengan event-event di kampus yang berbau hiburan daripada acara seminar ataupun lomba-lomba, karena ketika mengikuti beberapa seminar saya sering merasa bosan dengan pemateri dan materi yang

waterflow, sistem minimum, dan memprogram alat. Kemudian saya sebagai system designer membuat desain sistem, poster, dan video editting,” jelas mahasiswa Jurusan Sistem Komputer ini. Bahan baku terpenting dalam pembuatan E–water adalah sensor waterflow yang berfungsi untuk mendeteksi kebocoran dan menghitung biaya pemakaian air. Cara kerja dalam mendeteksi kebocoran adalah dengan membandingkan debit air di sensor waterflow central dan waterflow pelanggan. Jika terjadi perbedaan debit air antara kedua sensor waterflow tersebut, berarti telah terjadi pencurian atau kebocoran pada pipa disepanjang aliran air. Untuk mengetahui di bagian mana terjadi pencurian atau kebocoran, aliran dibagi menjadi beberapa sektor dan Dok. Pribadi setiap sektor dipasang sensor waterflow. TEROBOSAN BARU: Taufik Ihsan memperkenalkan alat monitoring E-Water yang Untuk sistem monitoring penggunaan air digunakan sensor bisa mendeteksi kebocoran pipa air PDAM. waterflow pelanggan. Perhitungannya menggunakan rumus melalui aplikasi yang ada di gadget untuk Telekomunikasi Institut Teknologi matematika yang ada di program. Cara melihat tagihan air. Sedangkan petugas Bandung (ITB). Yovi mengatakan dalam kerjanya dengan menkonversikan jumlah dapat mengakes melalui laptop mereka perlombaan ini, ada empat kategori yang pemakaian air menjadi biaya. Misalnya untuk mendeteksi adanya kebocoran atau dinilai, yaitu most like video , best presentation, best idea, dan the winner. pemakaian air 10 liter dengan tagihan per pencurian air. liter Rp1.000 dan nantinya program akan Ilga mengaku proses pembuatan “Alhamdulillah setelah diumumkan pada otomatis menghitung tagihan menjadi E-water tidak terlalu memakan biaya. Sabtu (5/12/15) di Hotel California, “Untuk perangkat yang dijadikan meteran Bandung, kami berhasil merebut dua Rp10.000. Data mengenai penggunaan dan menghabiskan sekitar Rp350.000 dan kategori, yaitu most like video d a n the jumlah tagihan yang didapat dari sensor gateway menghabiskan sekitar winner .” ujar Ketua Unit Kegiatan waterflow , nantinya akan dikirim Rp200.000. Biaya pembuatan E-water Mahasiswa Neo Telemetri ini menggunakan modul NRF24L01 ke tidak terlalu banyak karena beberapa Ke depan mereka berharap agar gateway . Kemudian dengan komponen dibuat sendiri,” ungkap PDAM mau bekerja sama untuk menggunakan modul ESP8266 data mahasiswa Jurusan Sistem Komputer ini. merealisasikan E-water. “Harapannya dikirim dari gateway ke server. Setelah E-water telah memenangkan dua PDAM tertarik dan mau mereaslisasikan itu data yang ada di server tersebut dapat dari empat kategori Lomba Internet of E-water ini, sehingga dapat membantu diakses oleh pelanggan dan petugas Things Innovation Challenge (IoT IC) masyarakat.” tutupnya. Fanny PDAM. Pelanggan dapat mengakses 2015 yang diadakan Jurusan Teknik disampaikan,” ujar mahasiswi angkatan 2013 ini. Aiqon menjelaskan bahwa budaya hedonisme memiliki dampak negatif terhadap minat mahasiswa dalam berorganisasi. “Mahasiswa sekarang lebih suka duduk-duduk di kafe daripada bergabung dalam sebuah organisasi. Hal ini dikarenakan hedonisme membentuk jiwa–jiwa individual yang menonjolkan diri sendiri. Sedangkan organisasi, ruhnya adalah berkelompok dan solidaritas. Sehingga budaya hedonisme menyebabkan partisipasi mahasiswa

seseorang yang Hedonis itu cenderung mencari tempat yang nyaman. “Itu juga berdampak terhadap kurangnya ke-kritisan seorang mahasiswa yang menjalankan tanggung jawabnya sebagai seorang mahasiswa yaitu agent of change, social control dan ironstock,” ucapnya. Di sisi lain, Aiqon mengungkapkan rendahnya tingkat kekritis-an mahasiswa di tengah budaya hedonisme merupakan hal yang lumrah. Dengan adanya sistem pendidikan yang membuat mahasiswa hanya belajar di ruangan kuliah. Kolaborasi antara budaya

“Mahasiswa sek arang lebih suk a duduk-duduk di kkafe afe daripada sekarang suka arenak an dikarenak arenakan bergabung dalam sebuah organisasi. Hal ini dik an menonjolkan hedonisme membentuk jiwa–jiwa individual yang menonjolk elompok Sedangkan berkelompok diri sendiri. Sedangk an organisasi, ruhnya adalah berk menyebabkan an dan solidaritas. Sehingga budaya hedonisme menyebabk berorganisasi partisipasi mahasiswa dalam ber organisasi menjadi rendah,” -Aiqon, mahasiswa Hubungan Internasional-

dalam berorganisasi menjadi rendah,” jelas mahasiswa Hubungan Internasional ini. Ketua UKM Forum Kajian Islam (FKI) Rabbani, Hidayatullah, menanggapi negatifnya hedonisme terhadap partisipasi mahasiswa itu terjadi karena

hedonisme dan sistem pendidikan tersebut membuat mahasiswa tidak memiliki empati sosial terhadap lingkungan sekitar. Sehingga istilah agent of change pun kini tidak sesuai dengan tingkat kekritis-an mahasiswa sebagai agen

perubahan bangsa. Kebanyakan mahasiswa sekarang tingkat kepekaannya terhadap lingkungan sangat rendah dan individualisme semakin tinggi. Seperti halnya disampaikan Hermanyah, mahasiswa dapat menghindari perilaku hedonisme ini dengan memanfaatkan waktu luang dengan malakukan aktivitas yang bermanfaat yang dapat menunjang softskill. “Kalau memang punya waktu luang kenapa tidak dimanfaatkan untuk hal yang positif seperti berolahraga, kegiatan seni atau mengikuti organisasi di kampus maupun di luar kampus. Daripada hanya sekedar nongkrong atau hura-hura saja,” ujar Wakil Rektor (WR) III Unand ini. Sartana menambahkan penanaman nilai dan norma serta nilai keagamaan itu penting dari keluarga. Untuk lingkup mahasiswa, semua civitas akademika juga perlu berperan. Kondisi kognitif mahasiswa sebagai penikmat media terbesar harus benar-benar dipahami secara makro. “Cobalah untuk menanamkan kesadaran kritis. Cerdaslah bermedia, karena sebenarnya hal positif yang bisa didapatkan dari media itu lebih banyak daripada negatifnya. Kemudian lakukanlah hal yang seharusnya, bukan yang diinginkan!” jelasnya. Tim: Annisa, Clara, Devi, F anny itri, Fanny anny,, F Fitri, Ikhlas, Nite, Rises, T eja, W ati, Wina, Teja, Wati, Wita


Aksi Solidaritas Untuk Korban Bencana

B

encana banjir dan longsor yang menerpa sejumlah daerah di Sumatera Barat (Sumbar) beberapa waktu yang lalu menimbulkan simpati dari berbagai organisasi. Salah satunya Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) cabang kota Padang yang

melakukan aksi solidaritas untuk menggalang bantuan dana, Sabtu (13/2). Titik aksi bertempat di sepanjang tepi Pantai Padang dan Tugu Gempa. Ketua Pelaksana, Jobel mengatakan bahwa dana yang didapat dan terkumpul akan disalurkan ke daerah yang terkena

PPMI Adakan Seremonial Dies Natalis XXIII

M

engangkat tema ‘Pers Mahasiswa Bangkit dan Melawan Pembungkaman’, Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia (PPMI) mengadakan seremonial Dies Natalis yang ke XXIII. Rangkaian acara berlangsung pada 29 Januari-1 Februari di Universitas Muhammadiyah Semarang, Jawa Tengah. Seremonial tersebut dihadiri oleh sekitar 275 orang pegiat pers kampus yang datang dari seluruh Indonesia, antara lain Ambon, Ternate, Makassar, Pontianak, Palembang, Malang, Yogyakarta, Cirebon, Padang, dan kotakota lainnya. Sekjen PPMI Nasional, Abdus Somad menuturkan banyaknya kasuskasus yang terjadi antara pers mahasiswa (persma) dengan aparat. Solidaritas antar persma dibutuhkan dan harus saling menguatkan untuk melawan ketika ada

kesewenang-wenangan terhadap persma. “Media harus dapat mencerdaskan masyarakat. Jika suara sudah dibungkam, maka lawanlah dengan tulisan,” ujarya. Pada rangkaian acara terdapat seminar mengenai pers, sarasehan, pameran produk dari lembaga pers dan pengenalan dewan pers di kota masingmasing. Tak ketinggalan peserta mendapat pelatihan dengan berbagai pilihan materi, antara lain advokasi, investigasi, mobile journalism, dan media online. Pertemuan ini juga dimanfaatkan oleh persma di seluruh Indonesia untuk saling berdiskusi mengenai masalahmasalah yang dihadapi pers kampus, terutama dalam hal pembungkaman yang dilakukan oleh pihak-pihak dari luar, baik itu dari pihak kampus maupun dari aparat. Putri, Zikra

Pentingnya Menjaga Pesona Budaya dalam Menghadapi MEA

T

ahun ini Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) Universitas Andalas (Unand) kembali menggelar acara Pekan Andalas. Selasa (2/2), seminar dengan tema “Sejuta Pesona Budaya Nusantara” menjadi salah satu rangkaian acara yang bertempat di Conventional Hall (CH) ini. Melalui seminar tersebut, pemeran mamak dalam film Tenggelamnya Kapal van Der Wijk, Musra Bahrizal mengungkapkan budaya Minangkabau tidak akan pernah terkikis meski datangnya MEA. ”Selagi orang Minangkabau masih mengajar dan melestarikan petatah-petitih, silat, maka budaya Minang tersebut tidak akan terkikis. Sebab adat tidak akan rusak, yang rusak itu adalah siapa yang akan memakainya,” jelas salah seorang pemateri dalam seminar kebudayaan ini. Hal yang sama juga dikatakan

K

Irwan Prayitno, Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) periode 2015-2020. Ia mengatakan hal terpenting dari budaya adalah kita sendiri sebagai si pengguna atau pemakai. “Budaya itu sebenarnya sudah ada. Sebutlah Indonesia, dari Aceh sampai Papua beribu budaya yang muncul. Meskipun Sumbar merupakan etnis Budaya Minangkabau, jika kita telusuri ke nagari-nagari akan ada dinamika budayanya,” tambahnya. Ahli Antropolinguistik, Fajri Usman juga mengakui bahwa kebudayaan itu diperoleh dari belajar. “Kebudayaan milik bersama, kita menginginkan adanya lembaga yang mampu mengkaji kebudayan Minangkabau. Konsep yang berimbang dengan budaya, etnis, dan ras. Karena disinilah letak awal kebudayaan sebagai bagian dari nusantara,” tutupnya.. Devita, Rina

KSE Unand Adakan Paguyuban On Camp

arya Salemba Empat (KSE) Universitas Andalas mengadakan Paguyuban On Camp (POC) ke-4, Sabtu, (13/2). Berbeda dengan POC sebelumnya, kali ini penerima beasiswa KSE 2015/2016 berkesempatan melakukan penyuluhan tentang pendidikan, kesehatan, lingkungan, dan technopreneur di SDN 21 Sungai Bangek. Kepala Sekolah SDN 21 Sungai Bangek, Wendra Yenita menuturkan kegiatan ini sangat berguna bagi siswasiswanya. “Saya senang melihat anak-anak bergembira dan mendapatkan ilmu tambahan. Mereka kelihatan antusias melihat salah satu penyuluhan tentang pembuatan roket air yang diluncurkan,” ujarnya.

Sekretaris Panitia, Dila Khairat mengatakan tujuan diadakannya POC ini agar siswa mengerti cara menjaga kesehatan kebersihan, mendaur ulang barang tidak terpakai, dan mengajak para murid menabung sejak dini. Selain itu, POC juga bertujuan agar penerima beasiswa semakin akrab dan solid,” ujarnya saat ditemui di sela acara. Lebih lanjut Wendra berharap dalam pembelajaran nantinya diciptakan media yang bervariasi untuk menunjang pendidikan sekolah. “Kegiatan ini sangat jarang dilakukan di sekolah. Saya berharap kegiatan penyuluhan lebih ditingkatkan lagi agar lebih bermakna bagi anak-anak,” tutupnya. Dhanty Dhanty,, Rina

bencana. “Kalau bantuannya memadai, akan kita salurkan ke semua daerah yang terkena bencana di Sumbar. Khususnya Solok Selatan, 50 Kota, dan Dharmasraya sekitarnya,” jelasnya. Terkait hal tersebut, Komisaris GMNI Komisariat Unand Dandy

menjelaskan cara penyaluran bantuan yang sudah terkumpul nantinya akan disalurkan untuk Kabupaten Solok Selatan (Solsel). “Kami bekerja sama dengan Hima Solsel UBH dalam penyaluran bantuannya,” tambah mahasiswa jurusan Hubungan Internasional ini. Fitri

Pekan Andalas 2016, Wujudkan Eksistensi Budaya Nusantara

S

ukses mengadakan Pekan Andalas 2015, Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) Unand kembali mengadakan Pekan Andalas dengan mengusung tema “Sejuta Pesona Budaya Nusantara” pada 1-7 Febuari di kolam Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM). Ananda Syahputra, Ketua Panitia Pekan Andalas menjelaskan latar belakang mengangkat tema tahun ini untuk menunjukan eksistensi budaya serta memacu mahasiswa agar lebih mencintai dan bangga kepada budaya nusantara. “Apalagi dengan masuknya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), maka kita harus

lebih meningkatkan eksistensi budaya masing-masing karena sebenarnya pesona budaya itu memiliki nilai jual yang tinggi,” ungkap pria yang akrab disapa Nanda ini. Lebih lanjut Nanda juga menjelaskan rangkaian acara dalam Pekan Andalas ini sangat bervariasi, mulai dari yang berbentuk hiburan hingga yang berbentuk keilmuan. “Pekan Andalas tahun ini mengadakan banyak acara seperti lomba akustik, jalan-jalan sehat, Olimpiade Tingkat SMA/sederajat seSumbar, Lomba presentasi karya dan kegiatan mahasiswa penerima bantuan program PKM DIKTI, sampai Unand Award,” jelasnya. Wina

Kenalkan Ilmu Biologi Melalui Konservasi

S

ebagai upaya pengenalan ilmu biologi kepada masyarakat, Himpunan Mahasiswa Biologi (Himabio) Universitas Andalas (Unand) menyelenggarakan seminar nasional dengan tema “Semangat Konservasi, Ciptakan Generasi Muda Berjiwa Scientist”. Acara ini merupakan rangkaian dari Lomba Biologi dan Lomba Karya Tulis Ilmiah (LOBI dan LKTI) yang diadakan untuk siswa SMP dan SMA dengan skala nasional. Menurut Ardinis Arbain, Dosen Biologi Unand, tindakan manusia terhadap lingkungan mengakibatkan adanya ancaman bagi tumbuhan dan makhluk hidup lainnya, sehingga perlu dilakukan konservasi. “Semua makhluk hidup punya hak untuk hidup. Manusia punya kewajiban untuk melindungi

mahkluk lain. Penting atau tidak penting bagi manusia, manusia harus dapat berpihak kepada yang lemah,” jelasnya saat menjadi pembicara di Gedung Seminar I. Tidak jauh berbeda dengan Ardinis Arbain, Staf Konservasi dan Keanekaragaman Hayati seksi konservasi wilayah II Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat, Erlinda Cahya Kartika mengatakan, dalam bahasa kasarnya manusia di muka bumi hanyalah numpang. Sehingga seharusnya manusia itu menjaga bumi yang ditumpanginya. “Terkadang ada harimau yang masuk ke kampung, ada gajah yang merusak tumbuhan. Sebenarnya mereka tidak merusak, tetapi kitalah yang masuk ke rumah mereka,” terangnya. Risesa

HMM Siapkan Tim Boat Squad Ikuti KKCTBN 2016

H

impunan Mahasiswa Mesin (HMM) Unand kembali akan berpartisipasi dalam ajang Kontes Kapal Cepat Tak Berawak Nasional (KKCTBN) 2016. Kontes ini merupakan ajang tahunan yang diselenggarakan untuk menguji kreativitas mahasiswa dalam mendesain badan kapal, menetapka n p r i n s i p engine matching, dan merancang sistem otomasinya. Tahun ini merupakan kegiatan keempat kalinya di Indonesia yang diadakan oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat DIKTI (DIT LITABMAS DIKTI). Seperti tahun sebelumnya, ada tiga kategori yang akan diperlombakan, yakni lomba Ka p a l Autonomous dengan sensor identifikasi warna, Kapal Cepat dengan Sistem Manual (electric remote control), dan Kapal Cepat Fuel Engine ( engine

remote control). Irfan Fahreza, Ketua Tim Boat Squad HMM Unand mengatakan, tahun ini HMM sudah menyiapkan 4 tim yang terdiri atas 3 orang anggota. ””Sejauh ini persiapan kami sudah tahap pembuatan badan kapal dan bangunan atas kapal,” katanya Selasa, (19/1). Roffi Ardinata, Ketua Umum HMM Unand mengatakan, sebagai organisasi keprofesian yang menaungi seluruh anggota, HMM mendukung penuh setiap tim yang akan mengikuti kontes. “Kami dari himpunan mulai membina calon peserta lomba semenjak mereka mengikuti kegiatan pengenalan himpunan. Himpunan bertanggung jawab dan mendukung penuh kegiatan dan perlombaan yang akan diikuti. Seperti melakukan pelatihan, pembentukan tim, dan dukungan fasilitas,” ujarnya. Ayu


Tradisi Mandi Bongen di Sekayu

T

idak selalu musim kemarau menjadi momok menakutkan bagi masyarakat. Musim yang dikenal dengan keadaan gersang dan bersuhu panas ini dapat membuat sebuah daerah menjadi kekeringan. Tetapi hal ini berbeda yang dirasakan oleh masyarakat di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) khususnya Kecamatan Lawang Wetan, Sekayu dan Lais malahan sebaliknya menerima dengan suka cita. Karena musim kemarau memberikan tradisi yang menghangatkan. Pada musim kemarau, masyarakat di sekitar tersebut berbondong-bondong untuk melaksanakan ritual untuk bersosialisasi. Tradisi yang hanya bisa dijumpai satu kali dalam satu tahun ini memang berbeda dengan kebanyakan tradisi yang ada. Mandi bongen berarti mandi dengan pasir, kedua kata tersebut berasal dari bahasa Sekayu, yaitu Mani atau Mandi yang berarti Mandi, sedangkan Bongen artinya Pasir. Maka kebudayaan Mandi bongen adalah kebudayaan mandi dengan pasir masyarakat pesisir Sungai Musi Kota Sekayu di waktu Sungai Musi dangkal. Kejadian ini terjadi dikarenakan mengeringnya air Sungai Musi, biasanya kita dapat melihat pemandangan tersebut di belakang rumah-rumah masyarakat Sekayu. Karena melihat keadaan tersebut, biasanya masyarakat tidak menyia-siakan untuk berekreasi dengan mandi di sungai Musi yang penuh dengan pasir atau bongen , banyak kalangan yang melakukan mandi bongen mulai dari anak-anak, orang tua, remaja, bahkan sesekali ada wisatawan yang berkesempatan untuk ikut merasakan mandi bongen ini. Kebudayaan mandi bongen ini juga tidak hanya dilakukan masyarakat golongan tertentu saja, akan tetapi semua lapisan atau golongan masyarakat berpartisipasi untuk ikut memeriahkan tradisi mandi bongen tersebut.

Oleh: M Redho Ilahi* Budaya Mandi bongen salah satu tradisi yang banyak menimbulkan opiniopini berkaitan dengan tradisi mitos, alam, serta sejarahnya yang sangat kompleks sekali. Mandi bongen di kalangan masyarakat Sekayu, Musi Banyuasin tidak hanya sekadar menjadi tradisi saja tetapi banyak sekali nilai-nilai budaya yang bisa diaplikasikan ke dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. Mempererat T ali P ersaudaraan Tali Persaudaraan Pada saat bongen luas, banyak masyarakat yang mandi di atas pasir karena airnya terasa lebih segar. Bahkan, bongen ini akan dipenuhi masyarakat berbagai usia dari pagi hingga sore hari.

Selain itu juga masyarakat masih mempercayai jika ada korban yang tenggelam ke dasar sungai disebabkan oleh adanya inung ruguk, atau sejenis makhluk halus yang diyakini masyarakat penghuni sungai Musi. Fenomena masyarakat yang tertarik ke dalam permukaan pasir sungai juga diyakini oleh masyarakat sebagai korban dari antu ayo (Hantu Sungai Musi). Adanya hal tersebut menyebabkan masyarakat waspada dalam berekreasi dan berusaha menghormati penunggu sungai Musi. Sampai sekarangpun masyarakat masih melakukan tradisi mandi bongen ini sebagai tradisi tahunan masyarakat

Dok. Pribadi Tidak hanya aktivitas mandi di atas pasirnya saja yang membuat tradisi ini berbeda dengan tradisi lainnya. Mitos masyarakat juga berkembang seiring dengan berjalannya tradisi ini setiap tahunnya. Sehingga sering kali banyak persepsi mengenai mandi bongen ini, ada yang mengatakan bahwa jika orang jauh atau bukan orang daerah tersebut maka harus hati-hati karena bisa saja orang asing tersebut tenggelam, atau bahkan digigit buaya.

kabupaten Musi Banyuasin walaupun mereka tetap meyakini mitos-mitos tersebut. Uniknya kegiatan yang ada dalam tradisi ini dan juga kentalnya kepercayaan masyarakat terhadap mitos hantu penunggu Sungai Musi yang ada di setiap tradisi ini dilakukan tidak membuat tradisi ini mati begitu saja. Kentalnya nilai persaudaraan di antara masyarakat Sekayu, Musi Banyuasin membuat tradisi ini semakin hidup

sepanjang tahunnya. Karena mereka menyadari bahwa tradisi mandi bongen bukanlah tradisi yang membuat kerusakan pada desa. Malahan semakin membuat masyarakat erat. Apalagi menurut kepercayaan masyarakat Sekayu tradisi ini akan terasa lebih meriah jika dilakukan bersama-sama keluarga terdekat dan juga masyarakat sekitar lainnya. Tidak ada perasaan kesal yang menyelimuti wajah masyarakat selama tradisi ini berlangsung, hanya ada keceriaan dan kentalnya nuansa persahabatan diantara masyarakat Sekayu. Selain itu masyarakat juga dituntut untuk lebih sportif saat bermain sepak bola dan bola voli yang merupakan bagian dari acara tradisi tahunan mandi bongen ini. Setiap kegiatan yang dilakukan dalam tradisi ini memang terkesan biasa saja namun nilai persatuan dan kesatuan di antara para masyarakat inilah yang tidak bisa dibeli dengan apapun, tradisi mandi bongen ini merupakan salah satu cerminan budaya masyarakat Musi Banyuasian yang berusaha untuk mempersatukan seluruh lapisan masyarakat. Dengan adanya persatuan di antara masyarakat maka setiap lapisan masyarakat akan berusaha untuk menjaga tali persabahatan yang sudah terjalin selama ini. Masyarakat Musi Banyuasin melalui tradisi mandi bongen ini berusaha meunjukkan kepada kita, bagaimana sebuah persahabatan, persatuan dan kesatuan itu tetap ada walaupun dari kalangan yang berbeda. Hal ini sangat jarang berbanding terbalik dengan keadaan masyarakat perkotaan yang hidup dengan sendiri-sendiri dan jarang mengenal orang-orang sekitarnya.

*P enulis merupak an *Penulis merupakan Mahasiswa Jurusan Sastra Indonesia Universitas Andalas


PERSIMPANGAN

Siti orang baik, tidak mungkin bunuh diri,” dengan tubuh berkeringat dia terbangun sambil menyandar di dinding yang dingin itu. “Ada apa Jon? Kau mimpi itu lagi?” Seseorang bertubuh kekar telah berada di sampingnya sambil menepuk pelan pundak laki- laki tadi, sekali lagi dia berucap tenang. “Saya yakin Siti tidak kecewa lagi denganmu. Sekarang Kau sudah berubah Jon, kembalilah tidur.” Laki- laki yang dipanggil Jon hanya bisa diam dan merebahkan tubuhnya. Setiap mimpi itu datang, tidak ada kekuatannya untuk kembali melanjutkan tidur. Pikirannya akan berlari pada kejadian beberapa bulan lalu. “Aku rindu padamu Ti. Maaf menjadi orang yang selalu menyusahkanmu. Sekarang aku menyesal.” Sudah hampir seminggu Joni selalu bicara seperti itu. Berbeda ketika baru datang dua bulan yang lalu. Dia sering berteriak dan melukai dirinya. Namun seminggu ini tak ada keganasan itu lagi. Kini dia sering berkata akan sebuah penyesalan pada wanita bernama Siti. Dulu, mulut wanita itu begitu dibencinya dengan segala omelan dan nasehat- nasehat yang dianggapnya meresahkan. Kini Joni merindu itu. Sangat merindunya. *** “Kenapa baru pulang sekarang Bang? Sudah berapa bungkus rokok abang habiskan malam ini?” Seperti biasa Joni hanya merebahkan tubuhnya lalu mengambil selimut, tanpa peduli akan ciloteh Siti. Sedangkan malam berikutnya dia berpamitan lagi pada Siti untuk pergi ke kandang sapi menyalakan api untuk sapisapi yang ada di sana. Dia berjanji akan pulang sebelum pukul sebelas. Namun, perjanjian hanya tinggal sebatas di mulut saja. Sudah lewat setengan dua belas Joni masih duduk di kedai Pak Jaidin di tepi kampung dekat kandang sapi semental yang lenguhnya memecahkan keheningan malam. Belum ada tanda- tanda hatinya tergerak untuk pulang, dengan ota kadai dan cimeeh kaum laki- laki Joni lupa pada janjinya. Padahal di rumah kecil dengan sinar lampu yang tampak redup itu, Siti telah menunggu dengan kuda-kuda mulutnya. Kesabarannya sudah mulai habis setelah Joni melewati waktu perjanjiannya. Di depan pintu Joni masih penuh kegalauan untuk masuk ke rumah, dengan penuh kehati-hatian. Dia berjalan di atas tikar plastik yang dibelikannya ketika akan pindah ke rumah itu. Bahkan ada penyesalan di hatinya. Kenapa dulu, dia tidak membelikan tikar beludru seperti permintaan Siti, namun apa mau dikata, malam ini dia harus masuk dan tidur di samping istrinya tanpa ada omelan. Ketika dia memandang ke arah kamarnya, tak ada tampak cahaya, maka timbul rasa menang dalam dirinya, dia berpikir istrinya sudah berkeruh sehabis mengajar tadi siang. Siti mengajar pada salah satu TK yang ada di kampung sebelah. Padahal Joni telah melarang untuk tidak mengajar lagi di sana, katanya hanya untuk melelahkan badan, namun Siti bersikukuh tidak akan berhenti. “Saya tidak ingin bergantung pada uang abang saja. Walaupun gaji saya kacil, tapi uang itu bisa saya gunakan untuk membantu orang tua dan adik-adik

Oleh: Melia Roza*

saya yang masih banyak sekolah. Kalau uang suami itu harus dapat izin dulu. Kalau abang punya banyak uang, bisa saya minta sesukanya, tapi kalau untuk keperluan sehari- hari saja susah, tidak mungkin saya merengek-rengek pula.” Joni yang mendengar itu tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Sampai sekarang Siti tetap mengajar. Walaupun Joni masih setengah hati menerima itu, dengan satu alasan kuat. Mengantar Siti di pagi-pagi ketika seharusnya dia masih bergelung dalam selimut. Malam ini Joni tak bernasib baik, seperti malam kemarin Joni kembali mendapat serangan malam. “Kemana saja Bang? Betah sekali di kedai Pak Junaidi, ada anak gadis di sana? jawablah Bang! sudah berapa bungkus rokok Abang habiskan malam ini?” Suara Siti sedikit meninggi, rasa muaknya pada Joni tidak dapat ditahan lagi. “Mana janji Abang yang tidak akan menyentuh rokok. Padahal baru malam tadi abang berjanji pada saya. Tapi lihatlah sekarang. Abang pikir janji itu untuk dilanggar?” Cepat-cepat Joni dibasahinya dengan omelan, padahal sudah hampir setengah satu. Kiranya mulut Siti tidak bisa ditahan di tengah cengkraman malam di mana orang lain tengah tenggelam dalam tidur . “Hanya satu batang, itu pun hanya rokok pucuak anau. Rokok yang sering dibuat Pak Rohidin dari daun enau itu.” Padahal semalam ini sudah sebungkus rokok yang dihabiskannya. Cepat-cepat Siti mengambil tangan s u a m i n y a ,

dibauinya seperti seekor anjing yang memburu tulang. “Inikah namanya rokok pucuak anau? Jujur lah Bang, sudah berapa kali Abang berbohong, ini bukan hanya perkara uang! Tapi lebih dari itu, saya tidak suka Abang merokok karena saya peduli pada kesehatan abang. Untuk apa kita menikah jika hidup tetap berantakan. Saya masih ingat bagaimana ayah sakit gara- gara ini Bang. Gara- gara rokok yang Abang candui, bagaimana saya keguguran. Jika masih seperti ini ceraikan saya Bang! Abang boleh bebas. Menjadi bujangan kembali, merokok, beristri muda. Silahkan!” Selain suaranya yang meninggi Siti pun terisak. Peristiwa setelah dua hari pernikahannya dengan Joni segera berlari mengingatkannya. Ayahnya dilarikan ke rumah sakit. Meninggal! karena sakit paruparu. Mertua Joni adalah seorang pecandu rokok, bahkan ayahnya bisa menghabiskan dua bungkus rokok dalam sehari. Semenjak itu Siti mengutuk hal yang bernama rokok. Bencinya pada rokok bertambah ketika dua kali mengalami keguguran, namun Joni tetap tidak mau mengindahkan nasehatnya, kebiasaan buruk itu kini sudah jadi permasalahan tetap hingga membentuk berbagai permasalahan baru. Hanya dua tiga hari Joni mampu hidup tanpa rokok, namun tubuhnya

meradang seperti orang-orang rantai yang dililit ujung lidah hingga tenggorokannya. Orang-orang yang ditemuinya seperti setan. Bahkan Siti menyerupai makhluk aneh yang membawa palu sebesar rumah gedong pejabat negeri ini. Begitulah rasanya jika batangan itu tidak mengenai mulutnya, hingga dia putuskan kembali merokok. Melanggar janji yang telah dibuatnya dengan Siti. Sebelum bekerja di tempat sapi semental Pak Rohin, pensiunan Pertamina itu, Joni sudah terkenal sebagai preman. Sudah berkelana dari satu tempat ke tempat terjauh yang tidak pernah dijamahi orang lain. Paling ditakuti walaupun tidak ada tampang preman itu pada dirinya. Namun semenjak kenal dengan Siti, dia berhenti dari pekerjaan tersebut. Kini dia mengurusi sapi orang lain. Walaupun pernah hidup di tempat yang keras, Joni tidak pernah menggunakan fisiknya jika sedang cek-cok dengan istrinya. Dia sangat menghormati

Siti, dalam jiwa Joni ada ruang di mana tempat itu hanya untuk dua orang wanita. Siti dan ibunya. Tempat terlembut dalam raganya. Hanya untuk dua orang itu. Paling-paling Joni hanya mendengarkan cilotehan istrinya, namun malam ini dia merasa muak ketika Siti menyebut-nyebut kata cerai. “Kau pikir meninggikan suara pada suami itu tidak berdosa. Apalagi gara- gara rokok ini kau minta cerai. Di mana letak agama yang kau tahu itu Ti, tidak akan dapat kau membaui surga, kalau kau berani bicara cerai pada suamimu. Walaupun dulunya aku dari lingkungan yang tidak baik, tapi aku juga tahu itu, kau pikir aku tidak beragama. Sudah berapa kali kau minta cerai padaku. Kau pikir saya ke kedai itu mencari gadis. Saya pergi bekerja! Sekarang terserah kau sajalah. Kalau hari ini aku mati maka akan mati! Tanpa rokok pun aku juga akan mati.” Joni kembali ke luar dan tikar yang tadi takut diinjaknya, sekarang sudah ditendang-tendangnya. Sedangkan Siti mengeluarkan kemampuan keduanya. Menangis. Ketika paginya laki bini itu berbaikan lagi. Siti menyiapkan sarapan dan Joni mengantarkannya mengajar ke sekolah. Tapi dengan satu perjanjian Joni akan berubah seperti janji sebelumnya. Ketika Joni tidak berbuat ulah, mulut Siti pun dalam masa tenang, namun

kejadian itu tidak bertahan lama, hanya empat hari Joni mampu hidup tanpa rokok, apalagi godaan waktu itu amat berat. Seperti biasa, setiap hari induak samangnya memberi satu bungkus rokok. Ketika Joni puasa merokok selama empat hari, dia menyerahkan bagiannya kepada Basri teman kerjanya. Seharusnya rokok hari ini adalah bagian Basri, namun karena tak tahan melihat rokok mahal itu Joni mengambil semuanya dan menyimpannya, melihat hal itu Basri merasa heran. “Kenapa Kau seperti itu Jon? Kita bagi rata saja. Aku pun belum merokok dari pagi.” Kata Basri dengan nada yang masih tenang. “Kau yang kenapa, jatahku selama empat hari ini kuserahkan saja padamu, baru hari ini aku ingin mencobanya Kau mau minta pula apalagi mengatakan kalau rokok ini jatah Kau untuk hari ini. “Tidak! rokok ini akan saya habiskan sendiri.” Basri menampakkan wajah heran pada sikap Joni hari itu. Karena tak ada yang mau mengalah terjadilah perebutan hingga pertengkaran yang cukup hebat. Bahkan sebungkus rokok pun membuat keduanya lupa pada halhal baik yang telah mereka lakukan untuk satu sama lain. Hari itu hanya hukum rimba yang berlaku. Basri yang tidak punya keahlian pada pukul-memukul akhirnya pulang dengan tangan hampa dengan beberapa bagian tubuh yang terluka. Keganasan Joni yang tak mendapatkan rokok selama 4 hari tidak bisa dilawannya. Setelah sampai di rumah, Joni menemui Siti sedang mengacak semua isi rumah, dia menciracau mengutuk-ngutuk janji Joni yang sama seperti sampah. “Aku tidak akan percaya lagi! Terserahlah Bang, apa Kau mau mati cepat. Nikmati saja rokok itu,” Joni yang emosinya belum usai bersama Basri, tidak mau pula disalahkan bahkan emosinya makin menjadi. “Dari mana K au tahu aku merokok. Hah?” Setelah Joni berkata seperti itu tanpa adanya jeda langsung Siti menjawab. “Aku mendengar dari orangorang kalau Abang tadi bertengkar dengan Basri hanya karena sebungkus rokok. Untuk apa rokok itu kalau bukan untuk Abang. Saya jadi malu dengan orang kampung Bang, mereka katakan saya istri yang pelit. Hingga tidak membiarkan uang keluar untuk membeli sebungkus rokok, sedangkan suaminya sudah bekerja sampai malam. Itu kata mereka tentang saya Bang. Saya begitu malu..” “Jadi Kau hidup dari kata orang kampung. Jika besok kau mati, maka orang kampung akan mengatakan kau mati karena bunuh diri, disebabkan tidak tahan dengan tingkah saya. Kata orang kampung seperti itu jangan Kau dengarkan, apalagi kau jadikan pedoman dalam rumah tangga ini. “Saya lebih percaya pada orang lain dari pada Abang. Pembohong! Sekarang terserah..Kalau Abang mau tetap hidup seperti ini saya tidak akan urus lagi. Kalau Abang mau mati terserahlah Bang. Saya ingin bercerai. Silahkan hari ini ceraikan saya Bang. Saya yakin rokok ini akan tetap memisahkan kita.” Hari ini pertengkaran hebat terjadi, hingga Joni melepaskan satu


tamparan di wajah Siti. Siti merajuk entah pergi ke mana. Sedangkan orang kampung sudah heboh tentang kelanjutan keluarga Joni. “ Saya rasa Joni dan Siti akan bercerai. Mereka tidak akan bisa hidup bersama. Siti itu orangnya pelit. Sedangkan Joni suka ingkar janji,” dengan santainya kata seperti itu berjalan dari satu rumah ke rumah lain. Sampai siang hilang Siti tidak juga kembali, walaupun ada rasa khawatir, namun Joni tidak mencoba mencari istrinya, hingga malam itu dia putuskan untuk tidur. Entah pukul berapa, dia bermimpi ada ribuan kutu di atas kepalanya, setelah disisir kutu itu bertambah banyak, karena mimpi itu dia terbangun lalu dia memanggil nama Siti, ternyata Siti telah duduk di sampingnya. Wanita itu tersenyum, Joni tidak memikirkan kapan Siti pulang ke rumah, ada kenikmatan ketika siti mengusap rambutnya, hingga semua ketakutannya pada mimpi tentang kutu tersebut hilang. Tidak ada pembicaraan malam itu hingga Joni kembali tidur, namun

malam itu dia kembali bermimpi. Dalam mimpi itu istrinya menangis memandang ke luar jendela, pandangannya jauh. Lalu Joni mendekat, dipegangnya tangan Siti, namun tangannya begitu dingin, senyumnya tidak ada lagi. Suaranya kecil bahkan angin malam seakan menelannya, namun tangan tadi sekali lagi mengusap kepala Joni. Di balik suarnya yang pelan dia berkata. “Aku tidak suka dengan rokok Bang, sampai kapanpun. Rokok ini akan membuat banyak persimpangan Bang..” Hanya itu yang diingatnya ketika dia bangun dan mencari Siti, namun pagi itu Siti tidak ada di rumah, bahkan tidak ada tanda-tanda Siti di rumah semalaman. Dia merasa rindu pada Siti. Hatinya benar-benar kalut, bahkan dia berkeringat di pagi yang bergerimis. Joni baru sadar Siti sudah pergi dari kemarin. Semenjak pertengkaran hebatnya terjadi. Sebesar apapun pertengkarannya Joni tidak pernah berniat untuk berpisah denga Siti. Wanita itu terlalu baik, semua nasehat dan kemarahan Siti terasa baik

untuk hari itu. Karena kepanikannya tidak kunjung hilang, dia mengintip dari balik jendela, namun gelisahnya semakin menjadi saat orang- orang kampung berjalan cepat dalam gerimis di pagi itu. Sesekali mereka memandang ke arah rumah kontrakan Joni dan Siti. Lalu Joni memutuskan untuk ke luar mengikuti arah orang-orang kampung, di dekat pintunya ada sebungkus rokok yang persis seperti diberi induak samangnya . Rokok yang menyebabkan pertengkarannya dengan Basri dan Siti. Di sana ada secarik kertas begini isinya. “Bang, ini hadiah terakhir dari saya. Tertanda Siti” Wajah Joni memucat, kakinya gemetar. Di seberang sana ada yang datang agak tergesa- gesa. Ada firasat yang sedang bergulat di dadanya. Tentang Siti. Orang tadi membawanya ke arah kandang sapi, di sana telah banyak orang berkerumun. Di balik itu seorang wanita yang begitu dikenalnya sudah telentang tak bernyawa, dengan mulut tersumpat oleh beberapa batang rokok.

Dia lah Siti Jumainah orang yang benci akan rokok. Sekali lagi ini kata orang kampung, Siti diduga meninggal sudah sejak sore kamarin. Banyak yang menduga Siti bunuh diri karena tidak tahan dengan perlakuan Joni. Namun, dalam tangisnya Joni tidak percaya istrinya bunuh diri, sedikit pun jiwanya tidak menerima itu. Namun hari itu pikirannya berlari cepat pada seseorang. Firasatnya kuat. “Rokok mahal inikah sebabnya? Akan Aku bunuh juga Kau!” katanya sambil pergi meninggalkan Siti yang masih dimakan oleh kata-kata orang kampung. Hingga hari ini dia berakhir di penjara, pada penyesalan, pada tuduhan orang kampung dan pada keyakinannya tentang kematian Siti. Pada penghabisan nyawa Basri. Padang, November 2015

*Penulis merupakan Mahasiswi Jurusan Sastra Daerah Minangkabu Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas Angkatan 2015

Simbolisme dalam Cerpen “Persimpangan” karya Melia Roza

P

Reno Wulan Sari, S.S., M.Hum

embacaan awal saya terhadap cerpen “Persimpangan” karya Melia Roza memberikan penilaian bahwa cerpen ini menarik, meski saya belum bisa mengaitkan antara judul dengan isi. Menarik dari segi bahasa ketika penulis menggunakan beberapa kata dalam Bahasa Minangkabau sebagai bentuk bahwa cukup sulit untuk mencari padanan katanya dalam Bahasa Indonesia karena akan terjadi perbedaan nuansa makna, seperti ota kadai. Hal lain yang membuat cerpen ini menjadi menarik adalah, ketika penulis memfokuskan sebuah benda sederhana menjadi landasan peristiwa dalam cerpen tersebut, yaitu rokok. Secara harfiah (dalam KBBI), rokok dimaknai sebagai gulungan tembakau (kira-kira sebesar kelingking) yang dibungkus (daun nipah, kertas). Rokok bukanlah sebuah benda asing yang ada di tengah masyarakat. Penggunanya banyak, produknya banyak, iklannya banyak, dan berbagai himbauan menjaga kesehatan untuk tidak merokok juga banyak. Akan tetapi, penulis tidak menampilkan makna rokok sesederhana itu. Cerpen ini juga tidak terkesan berpihak, apakah mengusung himbauan untuk berhenti merokok atau sebaliknya, karena penulis mengitari rokok tersebut dengan bebagai hal yang terkait dengan masyarakat Minangkabau.

Penulis menghadirkan makna lain dari rokok . Rokok menjadi sebuah simbol. Ia dikatakan simbol ketika telah dikaitkan dengan masyarakat. Meminjam istilah Pierce, bahwa simbol bisa bermakna ketika ada sebuah konvensi dari masyarakat. Ini yang dihadirkan oleh penulis ketika memadukan antara rokok, laki-laki, dan kadai. Pemakaian rokok sebagai simbol atau bisa disebut simbolisme hadir dalam tiga efek, seperti yang dikatakan Robert Stanton. Pertama, kehadiran simbol hanya dipakai satu kali tapi memaknai sebuah kejadian penting. Untuk hal ini, penulis memakai simbol “Rokok Mahal” pada bagian peristiwa yang menjadi resolusi setelah klimaks. “Rokok mahal” mengusung sebuah kesimpulan tentang akhir cerita, akan tetapi di balik itu “rokok mahal” menjadi gambaran pertaruhan harga diri seorang lelaki yang disampaikan lewat toko Basri, sebab sebelumnya Basri digambarkan pulang dengan membawa luka setelah berkelahi dengan Joni karena memperbutkan sebuah rokok mahal. “Rokok Mahal” menjadi sebuah simbol yang keberadaannya begitu penting di bagian resolusi peritiwa. Kedua, sebuah simbol ditampilkan secara berulang-ulang. Berkali-kali penulis menuliskan berbagai permasalahan yang terkait dengan rokok

Perempuan Penjaja Luka Oleh: Mahareta Iqbal Jamal

melalui peristiwa Siti dan Joni. Peristiwa perkelahian Siti dengan Joni terjadi beberapa kali bahkan mendominasi konflik. Konflik di balik rokok memberikan perbedaan pandangan antara perempuan dan laki-laki. Siti yang memandang rokok hanya sebagai benda yang akan merusak kesehatan, berbeda dengan Joni yang begitu bergantung dengan rokok. Rokok adalah kebutuhan baginya, seperti yang terdapat di dalam cerita, bahkan dalam tuturan Joni, “kalau hari ini aku mati maka akan mati! Tanpa rokok pun aku juga akan mati” adalah gambaran pemikiran bahwa rokok bukan hal yang membahayakan baginya. Rokok adalah kebutuhan hidupnya yang membuat emosinya menjadi tidak stabil ketika tidak mendapatkannya. Ketiga, makna sebuah simbol bisa muncul menjadi konteks yang berbeda. Hal ini terkait dengan paparan pada poin dua. Bagi Siti rokok hanya sebuah benda. Tapi bagi Joni rokok adalah kebutuhan, termasuk kebutuhan saat di kadai . Kebutuhaan saat bersosialisasi. Pada konteks yang berbeda, rokok kemudian menjadi simbol pertemanan antara Joni dan Basri, di lain hal rokok menjadi simbol harga diri. Beralih pada peristiwa lain, rokok bisa memiliki banyak makna ketika ia menjadi sebuah pemberian. Rokok bisa menjadi ucapan terima kasih,

permintaan tolong, undangan, perkenalan, dan sebagainya. Hal ini juga terdapat dalam potongan peristiwa ketika Joni sering mendapatkan pemberian rokok dari induak samang meski kemudian tidak digambarkan secara konkret apa makna dari pemberian tersebut. Kesimpulannya adalah, cerpen “Persimpangan” menampilkan sebuah benda sederhana seperti rokok memiliki banyak makna jika dikaitkan dengan masyarakatnya. Jika penulis menggunakan berbagai diksi Minangkabau, sudah tentu cerpen ini memiliki nuansa Minangkabau, terlebih ketika penulis mengaitkan antara rokok, laki-laki, dan kadai. bukan hal yang asing bagi masyarakat Minangkabau bahwa laki-laki kerap mengunjungi kadai kemudian merokok. Hal ini juga digambarkan begitu lumrah di dalam karya ketika penulis menyatakan bahwa Joni sering pulang malam karena larut dengan ota kadai. intinya adalah, cerpen ini mengusung sebuah pemaknaan yang ada di tengah masyarakat. Pemaknaan sebuah rokok dengan memakainya sebagai simbol.

*Penulis merupakan dosen Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas

Si Jelatang Hina Oleh: Novia Ratna Dewita Hening! Hening!! Hening!!!! Tiada kata yang dapat di ucapkan sang rembulan, saat belenggu mulai memeluk bumi, kketika etika sukma tak lagi bisa menari seindah dunia khayalnya. Tidak berarti sang sur ya sedang istirahat, surya atau kau benar -benar berpikir sekarang malam hari, benar-benar hanya saja dewa ini mungkin benar -benar terhipnotis oleh rayuan manusia benar-benar bertopeng serigala, rayuan fatamorgana. A tau mungkin mereka lupa ingatan tentang siapa mereka sebenar nya, Atau sebenarnya, manusia atau jelatang hina? mereka yang menyesakkan nafas, membutakan mata, atau menulikan telingamu hingga syaraf -syaraf terk ecil dari urat nadimu. syaraf-syaraf terkecil Lalu, apa kau hanya diam saja?


Khasiat Air Hangat Bagi Kesehatan Tubuh

K

ebanyakan dari kita telah mengetahui bahwa air sangat penting untuk kelangsungan hidup. Namun, belum banyak orang mengetahui bahwa air hangat memiliki beberapa keuntungan yang tidak akan Anda dapatkan ketika Anda minum air dingin. Air hangat yang baik adalah air yang tidak berwarna, tidak berbau dan juga tidak berasa. Air yang sehat adalah air hangat, murni, jernih dan tentunya sudah melalui proses pemasakan sehingga kuman dan bakteri di dalamnya sudah mati. Banyak hasil studi yang telah menyimpulkan bahwa minum air hangat lebih sehat ketimbang minum minuman lain, seperti minuman dingin bersoda. Berikut ini alasan minuman hangat lebih baik untuk tubuh. 1. Membuat Berkeringat Minuman hangat akan membuat Anda berkeringat dengan baik. Seperti yang kita tahu, berkeringat adalah salah satu proses penting tubuh. Keringat membantu proses detoksifikasi tubuh, membersihkan pori-pori kulit, melancarkan peredaran darah, dan sebagainya. 2. Mencegah Diabetes Sebuah studi menunjukkan bahwa konsumsi satu minuman dingin sehari sudah dapat membuat gula darah melonjak. Cobalah segelas air hangat dan Anda akan merasa lebih segar. Diabetes pun akan menjauh. 3. Menjaga Tubuh Stabil Air hangat akan membuat kondisi tubuh lebih stabil dan seimbang.

D

Tak akan ada lonjakan kadar tertentu dalam tubuh, seperti yang bisa ditimbulkan oleh minuman dingin kemasan. 4. Menghangatkan Tubuh Ketika tubuh dalam kondisi kedinginan, Anda tentu tak akan memilih minuman dingin untuk menghilangkan dahaga bukan? Segelas air hangat atau secangkir teh jahe akan membuat tubuh lebih hangat dan segar. 5. Meningkatkan Metabolisme Minum segelas air hangat baik untuk meningkatkan metabolisme tubuh. Bahkan, banyak studi yang mengatakan bahwa air hangat dapat merangsang titiktitik kenikmatan tertentu yang ada di otak. 6. Menjauhkan Infeksi Air hangat yang dinikmati sesaat setelah dimasak mendidih akan lebih aman untuk kesehatan tubuh, karena mikrooraganisme berbahaya dalam air telah terbunuh. Sehingga, risiko untuk terinfeksi pun jauh lebih minim. 7. Melancarkan Pencernaan Beberapa hasil studi menunjukkan bahwa minum air hangat saat makan ataupun setelah makan, dapat melancarkan pencernaan. Inilah mengapa para ahli gizi sering menyarankan untuk mengonsumsi air hangat sebelum atau sesudah makan bagi

Foto: Ist. mereka yang ingin menurunkan berat badan.

melepaskan darah kotor, semakin ringan pula nyeri yang akan dirasakan.

8. Membuat Gigi Lebih Sehat Kebanyakan minuman dingin, apalagi minuman dingin kemasan tinggi gula sering menyerang gigi dan menyebabkan berbagai masalah kesehatan gigi dalam jangka panjang. Berhenti mengonsumsinya dan menggantinya dengan minuman hangat, bisa menyelamatkan kesehatan dan kekuatan gigi Anda.

10. Meningkatkan Sirkulasi Darah dan Sistem Saraf yang Sehat Manfaat lain yang penting dari minum air hangat adalah bahwa hal itu dapat meningkatkan sirkulasi darah Anda, yang penting untuk kerja otot dan aktivitas saraf. Selain itu, air hangat akan membuat sistem saraf Anda sehat dengan memecah timbunan lemak di sekitarnya. Itulah beberapa manfaat minum air hangat yang dapat Anda rasakan. Setiap kali Anda merasa haus, hindari konsumsi minuman dingin, tapi minum segelas air hangat sebagai gantinya. Selain itu, minuman dingin juga adiktif. Minuman dingin akan membuat Anda mengonsumsinya lagi dan lagi. Sedangkan air hangat jauh lebih murah. Anda tak perlu mengeluarkan uang banyak untuk mendapatkannya. Giva (Diolah dari berbagai sumber)

9. Meringankan Nyeri Perut Akibat Menstruasi Saat menstruasi, rahim sedang mengeluarkan darah kotor yang melekat di dinding rahim. Air hangat bisa memudahkan darah kotor terlepas sempurna tanpa sisa di dinding rahim. Air hangat juga memudahkan kerja rahim untuk melepaskan sel darah kotor tersebut. Semakin mudah rahim untuk

Somatoform, Gangguan Psikologis yang Dilebih-lebihkan

alam dunia psikologi, banyak kasus-kasus unik yang ikut menyertai perkembangan ilmu yang awalnya berkembang di Jerman ini. Salah satunya kasus Alice, ia dirujuk ke klinik psikologi oleh dokternya, dr. Williams yang telah menangani Alice selama enam bulan dan selama itu ia telah melakukan pertemuan sebanyak 23 kali. Dalam pertemuan itu, Alice telah berbicara panjang lebar dengan dokternya mengenai segala macam keluhan yang agaknya membingungkan. Keluhan tersebut seperti rasa sakit dan nyeri menyeluruh, rasa mual sesaat, kelelahan yang sangat, dan merasa pusing. Setelahnya, telah dilakukan berbagai pemeriksaan medis oleh sang dokter, namun sayangnya hal itu tidak menunjukkan kerusakan apapun pada fisiknya. Gejala yang ditunjukkan seperti kasus di atas termasuk dalam gangguan psikologi yang tergolong dalam gangguan somatoform. Individu yang mengeluhkan simtom-simtom fisik yang mengindikasikan kerusakan fisik atau disfungsi tubuh, namun secara fisiologis tidak ditemukan kerusakan apapun merupakan maksud dari gangguan somatoform . Singkatnya, orang yang mengidap gangguan ini merasa terdapat bagian atau keseluruhan tubuhnya yang merasa sakit, namun secara medis tidak ditemukan kerusakan apapun pada setiap bagian tubuhnya. Sekilas melihat kasus di atas, mungkin sebagian kita ada yang geli mendengarnya dan bahkan tidak percaya akan hal tersebut, atau mengira bahwa si

penderita bersikap berlebihan untuk menarik perhatian, namun hal ini nyata dan merupakan gangguan yang cukup serius jika tidak ditangani secara cepat dan tepat. Gangguan somatoform sendiri terdiri dari lima bagian spesifik yang cukup unik diantaranya: 1. Gangguan Nyeri Gejalanya yaitu individu merasakan rasa sakit dan nyeri pada beberapa bagian tubuhnya yang semata-mata berhubungan dengan faktor psikologis. Singkatnya rasa nyeri yang dirasakan merupakan fenomena yang dipengaruhi secara psikologis bukan karna faktor fisiologis.

2. Gangguan Dismorfik T ubuh Tubuh Gejalanya yaitu individu merasa khawatir dengan kerusakan penampilannya yang sebenarnya hanya dalam bayangannya saja atau ia lebih-lebihkan. Biasanya penderita akan merasa tidak percaya diri akan penampilan fisiknya ketika ia tampil di depan umum. 3. Hipok ondriasis Hipokondriasis Gejalanya yaitu individu merasa ketakutan akan mengalami suatu penyakit serius yang menetap padahal kepastian medis menyatakan sebaliknya, yaitu tidak terdiagnosa penyakit apapun.

Foto: Ist.

4. Gangguan Konversi Individu merasakan simtom-simtom sensori atau motorik, seperti kehilangan penglihatan secara mendadak atau kelumpuhan yang mengindikasikan bahwa adanya gangguan neurologis, namun organ-organ tubuh dan sistem tubuh pada saat itu dalam kondisi baik, atau tidak ada penyebab fisiologis yang menimbulkannya. 5. Gangguan Somatisasi Individu merasakan keluhan fisik yang berulang dan banyak yang memerlukan perhatian medis, namun tidak memiliki sebab fisik yang jelas atau tidak memiliki dasar biologis. Gangguan ini lebih kompleks dibandingkan gangguan koversi dan bersifat kronis karena melibatkan banyak sistem organ. Gejala dan keluhan gangguan ini dapat menyebabkan penderitanya mengalami penderitaan emosional dan gangguan dalam hubungan sosialnya. Hal yang paling penting dan utama yang menjadi fokus adalah gangguan ini disumbangkan oleh faktor psikologis bukan faktor biologis dan tidak disebabkan oleh kepura-puraan dan gangguan buatan. Dengan berkembangnya ilmu pengetahuan, tentunya berbagai jenis penyakit dan gangguan sudah menemui berbagai solusinya pula. Untuk gangguan somatoform , terdapat beberapa penanganan yang dapat dilakukan jika menemukan penderita sejenis ini, salah satunya dengan menjalankan berbagai terapi yang disarankan oleh psikolog. Yori (Diolah dari berbagai sumber)


Tentang Memeluk Erat Semua Hal Menyakitkan

T

ere Liye kembali menunjukkan eksistensinya di awal tahun 2016. Penulis produktif ini kembali hadir dengan novel terbarunya, Hujan. Tema dalam novel Tere Liye kali ini terbilang umum, yakni tentang percintaan. Menariknya, latar belakang di novel ini dikemas dengan sangat berbeda, dan sangat hightechnology. Kisah di novel ini dimulai di tanggal 21 Mei 2042. Tahun yang menjadi tahun duka bagi seluruh umat manusia di bumi. Terjadi letusan supervolcano dari sebuah gunung purba di bumi. Hal ini menjadi malapetaka yang dahsyat bagi

umat manusia di tahun yang teknologinya sangat mutakhir tersebut. Ledakan itu seratus kali lebih dahsyat dari ledakan gunung krakatau dan gunung tambora. Dunia berkabung, kota tempat tinggal Lail dan Esok luluh lantak meskipun jarak kota mereka dari pusat ledakan sangat jauh, yakni 3200 Km. Hal inilah yang melatarbelakangi kisah cinta Lail dan Esok, tokoh sentral dalam cerita ini. Mereka dipertemukan takdir ketika malapetaka itu terjadi. Lail dan Esok samasama terjebak di dalam kereta bawah tanah. Beruntungnya, mereka berdua berhasil selamat dalam kejadian naas tersebut. Lail harus kehilangan ibunya dan Esok kehilangan empat saudaranya karena terjebak di lorong kereta bawah tanah akibat gempa vulkanik yang berkekuatan 10 SR. Beruntung ibu Esok masih hidup meskipun mengalami cacat fisik. Ayah Lail yang bekerja di luar negeri pun dinyatakan meninggal dunia karena kota tempatnya bekerja disapu gelombang tsunami setinggi 40 meter. Sejak saat itu, Lail resmi menjadi yatim piatu. Esoklah yang senantiasa menjaga Lail seperti adik kandungnya sendiri. Hari-hari mereka lalui di tenda pengungsian. Mereka menghabiskan waktu bersama-sama di tenda pengungsian. Esoklah yang selalu menghibur Lail ketika ia terpuruk mengenang ibunya. Perasaan cinta pun tumbuh di antara keduanya. Waktu melesat bagai peluru. Karena kecerdasannya, Esok diangkat walikota menjadi anak angkatnya dan disekolahkan setinggi-tingginya. Setelah

Identitas Buk u Buku Judul buku

: Hujan

Penulis

: Tere Liye

Penerbit

: Gramedia Pustaka Utama

Cetakan

: Januari,2016

Resensiator

: Anestia Berlianda

dari tenda pengungsian, Lail tinggal di panti sosial. Bersama teman sekamarnya, Maryam, mereka mendaftar menjadi relawan. Kesibukan Lail menjadi relawan membantunya mengalihkan rasa rindunya kepada Esok. Konflik dimulai ketika Esok sibuk dengan proyek penelitiannya. Cuaca di bumi yang berubah drastis pasca letusan supervolcano, membuat Esok harus berpacu dengan waktu mengerjakan proyek penelitiannya. Lail pun demikian, akibat cuaca ekstrem, Lail sering ditugaskan sebagai relawan di sektor 1, sektor paling parah terkena dampak bencana di kotanya. Malapetaka bagi Lail, karena kekeliruan Esok, Lail menjadi salah paham dan memutuskan menghapus memorinya tentang hal yang paling menyakitkan dalam hidupnya. Hal ini berkaitan dengan proyek rahasia penyelamatan umat manusia yang dikerjakan Esok. Berlatarbelakang bencana alam besar yang terjadi di masa depan

membuat novel ini punya daya tarik tersendiri. Suguhan fakta-fakta tentang bencana dan teknologi yang digunakan di masa depan akan membuat pembaca terpukau. Tere Liye mampu membius pembacanya untuk membaca halaman demi halaman novel tersebut hingga tuntas. Meskipun alurnya maju mundur, tidak membuat novel bersampul biru ini bosan untuk dibaca. Kelemahan novel ini menurut penulis terletak pada speed ceritanya yang agak cepat, dan terbukti dengan tebal novel yang hanya tiga ratus halaman, dan deskripsi yang tidak terlalu detail mengenai beberapa akibat bencana yang terjadi. Secara keseluruhan, novel hujan ini sangat layak dibaca di musim penghujan ini. Apa yang memutuskan Lail menghapus memorinya? Proyek apa yang sebenarnya dikerjakan Esok? Pembaca akan dibuat menahan napas membaca novel Hujan ini dan menemui kejutan pada ending khas Tere liye .Highly Recommanded!!!

Pengembaraan Sebagian Hidup dalam Metafora pula dengan penyesalan akan kesalahan yang Kau terima sepucuk surat dilakukannya dahulu. Berulangkali kau baca pesan dari hujan Sementara Setiap helai Ragdi F. Daye menyajikan kegetiran Kau oleskan dengan liurmu yang basah bercampur dengan Kau berdecap-decap kagum keceriaan dunia anakMenyimak cerita musim paceklik anak di cerpen Mural - Surat dari Hujan yang Gemetar. Terdapat dua kisah dalam cerpen ini, yaitu kisah utama umatera Barat mempunyai yang dilalui Mario sebagai tokoh utama sastrawan-sastrawan terkemuka dan kisah dari dongeng yang dibawakan yang dikenal luas oleh masyarakat. Mario. Mario mempunyai kenangan Di era Balai Pustaka, tersebutlah nama buruk dengan ayahnya yang acap main Buya Hamka, Sutan Takdir Alisjahbana, tangan padanya ketika kecil. Hal ini Tulis Sutan Sati, Marah Rusli, dan banyak membuat Mario tak bisa menyayangi lagi. Kini pun dijumpai nama-nama Iyut ayahnya meskipun ayahnya telah tua Fitra, Gus tf Sakai yang produktif dalam ditambah tersandung kasus korupsi yang menulis. Salah satu komunitas kepenulisan menjebloskan sang ayah ke penjara. di Sumatera Barat (Sumbar) juga Mario melarikan diri ke dunia dongeng menelurkan penulis-penulis Minang yang dan menjadi pendongeng untuk anakbegitu potensial. Forum Lingkar Pena anak. Ia terinspirasi oleh Uncu nan (FLP) Sumbar acap menerbitkan buku, Gurauan, adik ibunya yang sering baik berupa novel maupun antologi puisi mendongeng untuknya ketika kecil. Di dan cerpen karya anggotanya. Salah akhir cerita, Mario bertemu dengan satunya Antologi Cerpen dan Puisi Surat seorang anak yang juga memiliki trauma dari Hujan , yang diterbitkan pada kenangan buruk dengan ayahnya saat si anak menggambarkan kenangan November 2014. Tulisan-tulisan di antologi ini traumatiknya tersebut di dinding. Cerpen yang dihadirkan Desi berisi kejadian di kehidupan sehari-hari ataupun permasalahan dan konflik yang Soneta Sari dengan tajuk Telaga Batu sering kita tonton di televisi, namun Basurek memberi warna yang begitu dikemas berbeda dan sedemikian rupa berbeda pada cerpen-cerpen di antologi sehingga menarik untuk dibaca. Beberapa ini. Meski berbentuk cerpen, kalimat yang karya menawarkan nuansa Minang yang digunakan bersayap-sayap seperti puisi. Di begitu terasa, sebut saja cerpen Mak Gaek awal agak sulit untuk memahami apa jalan karya Azwar Sutan Malaka. Bahasa lokal cerita dari cerpen tersebut, namun seperti renyai, tasapo , dan linyai mendekati akhir barulah pembaca dapat ditemukan di cerpen ini. Bercerita tentang paham apa yang disampaikan oleh si kegundahan hati tokoh utama saat penulis. ditinggal pergi nenek yang dipanggilnya Puisi-puisi dengan kalimat Mak Gaek. Kegundahan itu ditambah metafora juga menjadi bagian dari buku

S

ini. Judul-judul Memesan Subuh di Toko Kelontong, The Climber of The Sky, atau Surat dari Hujan yang kemudian diambil menjadi nama buku dapat ditemukan menjelang penghujung antologi. Setidaknya terdapat 16 cerpen dan 19 puisi di buku ini. Meski sebagian karya menyiratkan kegetiran hidup, namun pesan moral maupun pesan religi tak ketinggalan diselipkan di beberapa cerpen. Pembaca Sumbar khususnya dapat menjadi terasa begitu dekat dengan cerita yang dibawakan karena terdapat setting yang dihadirkan seperti Pasar Raya Padang dan Bukittinggi meski tak semuanya ber-setting di Sumatera Barat. Ditambah dengan penggunaan kata uda, uncu, dan dongeng Cinduamato yang menjadi bagian di buku ini. Beberapa cerpen cenderung datar dan tak mencapai klimaks. Sebagian lagi berhenti di klimaks cerita sehingga tidak sampai di anti klimaks. Selain itu tak ada catatan kaki atau keterangan mengenai beberapa kata bahasa Minang, seperti renyai atau tasapo sehingga akan menyulitkan pembaca yang tak mengerti bahasa Minang. Kesalahan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) seperti

penggunaan huruf kapital yang tidak tepat juga mewarnai beberapa cerpen. Namun secara keseluruhan antologi ini menarik dan dapat membayar keinginan akan karya sastrawan-sastrawan Minang.

Identitas Buk u Buku Judul

: Surat dari Hujan

Penulis

: Acet Asrival, Ragdi F. Daye, dkk

Penerbit

: FLP Sumbar

Cetakan

: I (Pertama), 2014

Resensiator

: Zikra Delvira


Asrinaldi : Mulailah dari diri sendiri, Jadi diri Sendiri, maka Dunia Akan Kita Taklukkan

U

kuliah kita dapat niversitas Andalas merupakan yang akan selesai dalam waktu dekat. Kemampuan menulis yang mengikuti organisasi, salah satu universitas berakreditasi A yang ada di Indonesia. Salah dimiliki Asrinaldi berawal dengan rajin bukan karena organisasi satu aspek pendukung suatu universitas membaca, ia sudah rajin membaca sejak kita dapat kuliah,” ujar berakreditasi menjadi A yaitu kiprah masa kanak-kanak. “Saya dulu waktu kecil Wakil Dekan (WD) III FISIP dosen yang mengajar. Banyak dosen yang main ke rumah teman, disana saya sering periode 2012-2014 ini. Lebih lanjut, ada di Unand memiliki talenta dengan meminjam majalah Bobo, majalah Hai Asrinaldi menuturkan berbagai ilmu yang dimilikinya. Salah satu dan majalah Ananda,” ujarnya. Menurut Asrinaldi membaca dan o r g a n i s a s i dosen yang terkenal berkat ilmu yang ditekuninya yaitu Asrinaldi. Dosen Unand menulis adalah suatu hal yang tidak bisa mengajarkannya untuk ini dikenal dengan pengetahuannya yang dipisahkan. “Membaca adalah suatu mengatur waktu dan diri. luas dan pemikiran kritis tentang politik kebutuhan, dan hasil yang diperoleh dari mendisiplinkan banyak membaca dapat dituangkan Sehingga Asrinaldi sangat yang ada di Indonesia. mendukung kegiatan Siang itu, Kamis(4/2), Genta dalam sebuah tulisan,” terangnya. untuk Dalam menulis, Asrinaldi mahasiswa Andalas menemui Asrinaldi di jurusan Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu terinspirasi dengan membaca tulisan- berorganisasi. Saat menempuh Politik (FISIP). Panas yang terik tak tulisan orang-orang hebat sehingga tak menyurutkan keinginan kami untuk menimbulkan keinginannya untuk ikut perkuliahan, mengetahui lebih dalam sosok seorang serta menuangkan pikiran-pikirannya tangggung-tanggung,ia penulis serta pengamat politik ini. Dengan dalam bentuk tulisan. “Dan inspirasi itu mampu menjabani empat sekaligus. ramah dan penuh senyuman ia juga datang dengan membaca jurnal organisasi menyambut kedatangan kami dan pakar-pakar dan buku-buku yang Diantaranya sebagai atlet berkaitan dengan bidang ilmu saya,” sabuk hitam dan pernah berbagi cerita tentang kehidupannya. menjabat sebagai ketua Sederhana dan bersahaja tambahnya. merupakan kesan pertama yang kami Tidak hanya menulis, Asrinaldi Unit Kegiatan Olahraga Taekwondo. rasakan saat bertemu dosen yang akrab juga melanjutkanpengalaman (UKO) dipanggil ‘Pak Al’ oleh mahasiswanya ini. organisasinya saat kuliah. dia masuk Kegemarannya terhadap Foto: Tania Pria yang hobi olahraga ini tak hanya organisasi pada tahun kedua kuliah olahraga dan beladiri terus dikenal sebagai dosen, ia juga motivator .”Sebaiknya pada tahun pertama kuliah diasahnya hingga saat ini. yaitu dan sering diundang sebagai pemateri kita harus adaptasi dengan lingkungan Selanjutnya seminar. Bagi Asrinaldi, menulis sudah kampus, pada tahun kedua dan ketiga organisasi Himpunan Prestasi dibidang akademik ini mendarah daging dalam dirinya. Tak mulailah bergabung dengan organisasi. Mahasiswa Islam (HMI), Lembaga juga membawanya ke jenjang heran jika banyak tulisannya yang dimuat Agarsoftskill terlatih dan kemampuan Swadaya Masyarakat (LSM), serta aktif pendidikan yang lebih tinggi. Ia berhasil di media lokal maupun nasional. Tak komunikasi meningkat. Tahun keempat pada Senat Mahasiswa atau sekarang hanya menulis di media massa, ia juga mulai berpikir supaya cepat keluar dari biasa disebut Badan Eksekutif Mahasiswa mendapatkan beasiswa dari Bank Dunia (BEM) baik ditingkat fakultas maupun untuk melanjutkan pendidikan S2 ke sudah banyak mempublikasikan artikel universitas,” tuturnya. Universitas Gajah Mada (UGM).Sebelum dan jurnal. Salah satu jurnal terbaru Merambah lingkungan organisasi universitas. Seluruh organisasi ini dengan judul “Kebijakan E-government membuat Asrinaldi mengerti arti dijalaninya dengan baik. “Ada tiga trik melanjutkan studi Strata 3 (S3) di bisa dilakukan untuk University Kebangsaan Malaysia, untuk Pengembangan Public E-service di pentingnya organisasi.”Jangan tinggalkan yang Asrinaldi lebih dulu mencalonkan diri Indonesia” telah dimuat di Centre for kuliah demi organisasi karena dengan menyeimbangkan kegiatan perkuliahan dan organisasi. Diantaranya menjadi dosen Ilmu Politik Unand yaitu Strategic and International harus pandai membagi tiga bulan setelah ia mendapatkan gelar Studie (CSIS). waktu dan disiplin, lalu master di UGM. Tepatnya pada tahun Tak puas dengan Biodata belajar dari pengalaman 2000 Asrinaldi diterima menjadi dosen hanya mempublikasikan senior, dan yang terakhir Ilmu Politik di Unand. Setelah berselang karya tulis berupa jurnal dan Nama : Dr, Asrinaldi, M.Si strategi dalam mengatur dua tahun menjadi dosen, Asrinaldi artikel, dosen yang terkenal Jabatan :-Dosen Ilmu Politik kegiatan perkuliahan dan diangkat menjadi Wakil Dekan III FISIP. cool di kalangan -Koordinator Program Studi Magister organisasi,” ungkap Hingga saat ini, Asrinaldi mengabdikan mahasiswanya ini juga telah Ilmu Politik koordinator program studi diri menjadi dosen Ilmu Politik di Unand menerbitkan beberapa buku : magister Ilmu Politik ini. dan juga menjabat sebagai koordinator dari hasil penelitiannya. Buku Jenjang Pendidikan -S1 Universitas Riau Dan karena tiga trik inilah program studi magister Ilmu Politik. pertama berjudul “Politik -S2 Universitas Gajah Mada Asrinaldi mampu Kegigihan yang ia miliki tak pernah pudar Masyarakat Miskin Kota” -S3 Universitas Kebangsaan Malaysia m e n y e l e s a i k a n dan terus diwariskannya kepada setiap yang terbit tahun 2012. Buku organisasinya dan tetap mahasiswa yang dikenalnya. Bagi kedua dengan judul Nama Istri : Dr.Yanita berprestasi di akademik Asrinaldi, apapun itu mulailah dari diri “Kekuatan Politik di Nama Anak : dengan memperoleh Indeks sendiri, menjadi diri sendiri, maka dunia Indonesia” yang diterbitkan -Anak Pertama : Ahmad Dava Prestasi (IP) diatas 3.50 ania, pasti akan kita taklukkan. Putri, T Tania, tahun 2014. Kini Asrinaldi -Anak Kedua : Asyifa Salwa setiap semesternya. Wita sedang menulis buku ketiga

Tabloid Genta Andalas edisi 62  

Laporan Utama: Menyoroti Kondisi Laboratorium Unand yang tak Kunjung Berkembang Laporan Khusus: Sikap Hedon dan Mentalitas Instan Mahasiswa

Tabloid Genta Andalas edisi 62  

Laporan Utama: Menyoroti Kondisi Laboratorium Unand yang tak Kunjung Berkembang Laporan Khusus: Sikap Hedon dan Mentalitas Instan Mahasiswa

Advertisement