Issuu on Google+

1 EDISI II  JUNI 2012


TABLOID

PENERBIT : PT Prima Nadia Gravia KOMISARIS : Ir. Tina Murti Agustini,MM DIREKTUR UTAMA : Erfandi Putra DIREKTUR: Tri Setyawati DEWAN REDAKSI 1.

Laksma (Purn) dr Syamsul Anwar

2.

Dr Poernomo Boedi Setiawan Sp PD

3.

Djuwartini SKM MM

4.

Andriyanto SH MKes PEMIMPIN UMUM: Erfandi Putra WAKIL PEMIMPIN UMUM : Ir. Tina Murti Agustini,MM PEMIMPIN REDAKSI : Gatot Susanto

REDAKTUR PELAKSANA : Retno Asri Lestari REDAKTUR : Agung Kusdyanto CORPORATE SECRETARY : Sekar Wangi

A

lhamdulillah, Tabloid Global Sehat edisi dua kembali menyapa pembaca. Sebagai rasa syukur kepada Allah SWT, kami menggelar acara tasyakuran bersama anak yatim piatu di kantor Global Media Group di Jl. Cipta Menanggal VI/7 Surabaya pada Jumat 4 Mei 2012. Sebuah acara sederhana namun meriah dan khidmat, di mana seluruh kru Global Media bersama para anak yatim piatu dari sejumlah yayasan di sekitar Surabaya dan Sidoarjo bisa saling berbagi kebahagiaan. Acara ini dilengkapi taushiyah dari seorang ustad yang memberi gambaran betapa pentingnya kita semua peduli pada anak yatim. Sejak acara yang kami sebut sebagai pralaunching itu, semua awak Global Sehat semakin bersemangat saja. Tak ada “bidang-bidangan”, semua bekerja untuk semua. Mereka kompak menyebutnya sebagai every body sales. Maka, mulai tukang sapu sampai Pemimpin Umum Erfandi Putra pun terjun ke lapangan untuk menjual tabloid tercinta ini. Bahkan, putri Pak Erfandi yang masih duduk di bangku sekolah dasar, Dinda, ikut pula menjual Global Sehat di jalan-jalan. “Alhamdulillah, banyak yang beli,” kata Dinda, yang hobi menulis, bikin cerpen dan puisi ini. Begitulah semangat awak Global Sehat. Mereka ingin media ini menjadi besar. Dan bila sudah menjadi perusahaan besar, mampu menaungi banyak orang. Mampu berperan sosial secara lebih luas. Saat ini institusi bisnis memang banyak yang memamerkan aktivitas sosialnya. Hal itu karena memang ada semacam kewajiban perusahaan untuk menyisikan sebagian penghasilannya untuk membantu sesama. Tapi kewajiban ini sejatinya juga ada unsur strategi bisnisnya sebab aktivitas yang kemudian dilabeli dengan Corporate Social Responsibility (CSR) itu juga bernilai jual. CSR akhirnya menjadi strategi bisnis yang jitu sebab banyak perusahaan semakin berhasil menangguk keuntungan setelah melakukan kegiatan sosial melalui program CSR-nya tersebut. Dan program ini merupakan salah satu bentuk rasa syukur manajemen perusahaan atas keberhasilan meningkatkan produksi dan mengembangkan perusahaan. Bahkan raksasa bisnis semacam Microsoft yang dikomandani Bill Gates punya yayasan sosial bernama Bill- Miranda Gate Foundation yang mampu menghimpun dana triliunan

dolar untuk aktivitas kemanusiaan di seluruh dunia. Global Media hadir dengan semangat yang sama. Sebagai institusi bisnis, Global Sehat —baik tabloid maupun website—berusaha memadukan antara aktivitas bisnis dan sosial. Artinya, keduanya harus seimbang dengan tujuan membangun masyarakat yang sehat, baik sehat secara fisik maupun ruhani. Karena itu, liputan-liputan yang disajikan tabloid Global Sehat pun selalu diarahkan untuk membangun kesehatan masyarakat, meningkatkan taraf kehidupan, sekaligus membantu program pemerintah dalam pembangunan milenium alias Millennium Development Goal’s (MDGs). Kali ini kami menyajikan liputan utama soal rokok dan dampaknya bagi kesehatan. Mengapa kami pilih topik ini? Tak lain karena kecenderungan perokok di Indonesia sudah sangat mengkhawatirkan. Bahkan, di kalangan anak-anak sudah menjadi perokok aktif. Hal ini tidak ditemukan di negera lain yang pertumbuhan perokoknya juga pesat seperti China. Karena itu, muncul julukan adanya baby smokers di Indonesia. Sebuah gejala yang butuh perhatian kita bersama. Apalagi kecenderungan perokok sangat dekat dengan narkoba di mana Indonesia juga disebut-sebut sebagai surga bagi peredaran narkoba. Maka, mari kita selamatkan generasi muda kita dari dua sisi gelap rokok dan narkoba. Mari kita cegah bersama-sama anak-anak kita agar tidak jadi pemadat. Global Sehat tidak hanya hadir menyapa masyarakat dengan sajian-sajian pemberitaan tapi juga aktivitas off print. Dengan melibatkan mitra perusahaan, para sponsor, kami berencana menggelar acara-acara sosial yang tentu saja masih berkaitan dengan bidang kesehatan. Misalnya mengadakan senam atau jalan sehat, lomba posyandu, atau dalam rangka menyambut bulan Ramadhan menggadakan Safari Sehat dengan Berpuasa ke sejumlah daerah pada Juli-Agustus mendatang. Bahkan kami juga berencana menggelar turnamen olahraga semacam tenis, bola voli, atau bulutangkis. Jadi, kami bukan sekadar tabloid. Kegiatan off print ini bertujuan mendekatkan kami, Tabloid Global Sehat bersama mitra bisnis kami, dengan masyarakat agar selalu terjalin silaturahmi yang sehat. Sebab dengan melakukan kegiatan bersama, kami bisa tumbuh berkembang bersama masyarakat, khususnya para pembaca tabloid Global Sehat tercinta. Salam sehat dan selamat membaca. 

REPORTER: Surabaya : Siska Prestiwati, Bayu Basu Seno, Endang Lismari, Faisal Prapanca Putra Jakarta : Djauhari Effendi Bandung : Adam Permasa Yogyakarta : Sita Kumalasari Mojokerto: Naning Sri Hidayati Bali : Wasti FOTOGRAFER: Yudhi Dwi Anggoro LUAR NEGERI: Singapura : Ir.Muhammad Abdu Belanda : Ir.Rangga Raditya,MSc SIRKULASI : Safri Hamdani IKLAN : Pudja Caturwangi ALAMAT: Jl. Cipta Menanggal VI/7 Surabaya Telepon: 031- 828 1712, Fax 031-827 0385 WEBSITE: global-sehat.com Email : globalsehat@ymail.com

Usul Rubrik Pendidikan Kesehatan Saya membeli Tabloid Global Sehat di jalan. Saya mengucapkan selamat atas terbitan perdana (kali ini terbit edisi kedua, Red.) tabloid ini, semoga isinya semakin bernas dan benar-benar menyehatkan. Saya hendak memberikan masukan semoga bisa menjadi pertimbangan bagi Redaksi untuk memikirkan perlu tidaknya tambahan rubrik. Sebagai mahasiswi di Politeknik Kesehatan, saya usul ada rubrik pendidikan kesehatan. Rubrik ini perlu dihadirkan sebab bagi saya informasi soal pendidikan kesehatan juga perlu diketahui masyarakat. Misalnya info soal pendidikan kebidanan dan keperawatan. Selain itu jumlah sekolah/perguruan tingginya juga banyak, terutama yang swasta, sehingga mereka bisa diajak kerjasama untuk mengembangkan rubrik tersebut. Aisyah Fitria Susanti Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Surabaya

2

Surat pembaca dikirim ke email: – HYPERLINK “mailto:globalsehat@ymail.com” — globalsehat@ymail.com atau ke EDISI II 031-827 JUNI 2012 nomor faks: 0385


FOTO: GS/BHAKTI PUNDHOWO

Hari Tanpa Tembakau Sedunia yang jatuh pada 31 Mei, baru saja diperingati. Namun kenyataan menyebut, jumlah perokok semakin meningkat dan umur perokok pun kian muda.

EDISI II  JUNI 2012

A

GUS SUGIARTO (45) baru saja menyelesaikan isapan rokok terakhirnya. Ada kepuasan yang dirasakan. “Saya merokok biasanya selesai makan atau kalau lagi bengong. Dengan merokok badan terasa enak dan bisa menghilangkan stres, “ ujar pria yang sehari-harinya bekerja di salah satu perusahaan swasta ini. Agus yang sehari bisa mengisap 4 atau 5 batang rokok ini hanyalah satu dari ribuan bahkan jutaan perokok di muka bumi ini. Meskipun mengetahui bahaya rokok, mereka tetap setia dan menganggapnya sebagai kebutuhan hidup. Bahkan fatwa haram dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) pun tidak mampu mengerem hasrat seseorang untuk mengonsumsi barang terlarang tersebut. Yang memprihatinkan, jumlah perokok di kalangan anak-anak meningkat. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI pada tahun 2007, jumlah perokok anak telah mencapai angka 426.214 jiwa, padahal pada tahun 1995, jumlah perokok anak hanyalah seperenamnya yaitu 71.126. Kondisi Itu pula yang membuat Ketua Komisi Nasional (Komnas) Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait, meminta pemerintah membuat regulasi pelarangan total iklan dan promosi serta sponsor rokok. Memang hati tidak nyaman dan tidak tega menyaksikan tangan-tangan yang masih kelihatan belum kokoh tersebut sudah terselip sebatang rokok. Banyak alasan yang dikemukakan mengapa seorang anak menjadi perokok hingga kecanduan “Tuhan 9 centi” tersebut. Tuhan 9 centi merupakan ungkapan penyair Taufik Ismail dalam puisinya untuk menyindir tentang ketaatan para perokok

terhadap “berhalanya” tersebut. Para ahli menyebut dengan mengisap rokok, berarti juga mengisap lebih dari 4.000 macam racun! Karena itulah, merokok sama dengan memasukkan racun-racun tadi ke dalam rongga mulut dan tentunya paru-paru. Apa jadinya kalau seseorang itu sudah mengisap rokok sejak usia kanak-kanak. Bagi pemerintah Indonesia, rokok merupakan dilema, di satu sisi produk berbahan tembakau ini menghasilkan cukai yang cukup besar, mampu menyerap ribuan tenaga kerja. Di sisi lain, rokok juga menyebabkan masyarakatnya tidak sehat. Prof Dr dr Djoko Soemantri SpJP (K) FIHA, FACC, spesialis jantung dan pembuluh dari RSU dr Soetomo mengungkap, rokok menempati ranking pertama faktor risiko jantung koroner. Angka jantung koroner tinggi karena di antara para perokok itu banyak yang tidak menyadari kalau rokok itulah yang menjadi pemicu utamanya. “Merokok adalah habit atau kebiasaan, bukan addict seperti obat-obatan. Kalau dia berhenti sebetulnya tidak apa-apa, nggak lantas kejang seperti halnya pemakai narkoba,” ujarnya. Kenapa orang senang merokok? Ada yang menyebut bisa menghilangkan stres, membuat badan jadi fresh. “Yang membuat seseorang jadi segar adalah faktor nikotin dalam rokok itu,” tandas Prof Djoko. Sekadar diketahui, asap rokok terdiri dari bermacam partikel kecil yang cuma beberapa mikron dan bisa masuk ke dalam saluran pernafasan, pembuluh darah, dan berhenti di paru-paru. Pada akhirnya akan menimbulkan kelainan pada paruparu, kelainan pada pembuluh darah, dan jantung. Nikotin adalah zat yang

3


Diajarkan

Sejak Dini

MEROKOK itu habit, kebiasaan yang biasa dibentuk sejak dini. Prof Dr dr Djoko Soemantri SpJP (K), FIHA, FACC, menyayangkan semakin banyaknya anak-anak yang merokok. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI, jumlah perokok anak pada 2007 telah mencapai angka 426.214 jiwa, padahal pada 1995, jumlah perokok anak hanyalah seperenamnya yaitu 71.126. Meski bahaya rokok sudah dituliskan di setiap kardus kemasan rokok, namun perokok tetap tak menghentikan kebiasaannya. Dan jumlah perokok bukannya berkurang malah semakin bertambah. Masih mendasarkan data Kemenkes, pada 2007 jumlah perokok jumlah perokok di Indonesia mencapai 65,2 juta atau melonjak nyaris dua kali lipat dari jumlah perokok pada 1995 yang 34,7 juta orang. Pada kategori pria, ditemukan peningkatan jumlah perokok nyaris dua kali lipat dari rentang waktu 1995-2007. Pada 2007, jumlah perokok pria mencapai angka 60,4 juta perokok dari yang sebelumnya 33,8 juta pada tahun 1995. Sedang pada kategori perempuan, jumlah perokok meningkat empat kali lipat pada rentang waktu 1995-2007. Tahun 2007, ada 4,8 juta perempuan perokok dari yang sebelumnya hanya 1,1 juta perokok pada tahun 1995. Melihat fenomena itu Prof Djoko mengusulkan agar bahaya merokok itu sudah diajarkan sejak kelas 1 SD atau bahkan TK. “Anak itu kan seperti kertas putih. Seiring perkembangannya kertas itu akan penuh dengan coretan tentang harapanharapan mereka. Kalau sejak awal anaknya sudah paham, dia juga akan bisa mengajarkan kemahirannya ke teman yang lain. Paling tidak dia bisa menegur orangtuanya,” ujarnya. Menurut spesialis jantung dari RSU dr Soetomo ini, orangtua yang merokok secara tidak sadar telah mengajarkan kebiasaan itu pada anak. Ini seperti yang terjadi pada Handoko (36). Sejak kelas 3 SD dia telah mencoba merokok menirukan orang-orang di sekitarnya. Kalau pada awalnya dia hanya melinting kertas kosongan lalu membakar dan pura-pura mengisapnya, pada saatnya dia benar-benar mencoba rokok yang sebenarnya. Bukan hanya karena kebiasaan melihat, terbiasa mencium aroma rokok juga bisa membuat anak pada akhirnya jadi mencari dan mencobanya. “Saya terkadang heran melihat seorang ayah yang tengah membonceng anaknya. Sambil mengemudi dia merokok, secara tidak langsung dia kan meracuni anaknya karena asap itu pasti akan terhirup sang anaknya,” ujar Prof Djoko. Ia juga menyayangkan para orangtua perokok yang tak pernah memikirkan anaknya ketika merokok. Mereka lebih memilih beli rokok ketimbang memberikan makanan yang bergizi untuk anaknya. “Tapi ketika dia dalam kondisi kritis, giliran dia bilang ‘dokter tolong sembuhkan saya, anak saya masih kecil-kecil.’ Nah yang seperti ini banyak, kenapa baru sekarang setelah jatuh sakit, ingat anaknya masih kecil,” katanya menirukan keluhan pasiennya. Peneliti Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Abdillah Ahsan, mengatakan peningkatan jumlah perokok tersebut di satu sisi disebabkan karena harga rokok yang makin terjangkau. Untuk menekan jumlah perokok, lanjutnya, ada lima rekomendasi yang diusulkan yaitu, larang iklan serta CSR rokok, pasang peringatan berukuran besar di bungkus rokok, berlakukan kawasan tanpa rokok, naikkan cukai hasil tembakau, dan naikkan PPN rokok dari 8,4 persen menjadi 10 persen. Sementara Komnas Perlindungan Anak menuntut pemerintah membuat regulasi pelarangan total iklan rokok dan promosi serta sponsor. Ini dimaksudkan untuk melindungi anak dari rokok dan mencegah munculnya perokok anak pasif maupun aktif. “Meski legal, rokok itu berbahaya bagi kesehatan dan mengandung zat adiktif seperti minuman keras. Sudah seharusnya pemerintah membentuk atusan yang tegas,” kata Arist Merdeka Sirait, Ketua Komnas PA. Arist juga meminta kawasan tanpa rokok (KTR) yang selama ini diterapkan di ruang public juga harus diberlakukan di rumah. Justru di rumah anak sering terpapar asap rokok. Akibatnya mereka menjadi perokok pasif yang nanti berubah menjadi perokok aktif,” tandasnya.  retno TABEL PERBANDINGAN JUMLAH PEROKOK

4

Tahun

Pria

wanita

Anak

Total

2007

60,4 juta

4,8 juta

426.214

65,2 juta

1995

33,8 juta

1, 5 juta

71.726

34,7 Juta

merangsang aktivitas simpatis. Dengan mengisap rokok, tubuh akan bertambah baik sesaat karena denyut jantung jadi meningkat, pembuluh darah sedikit menyempit, pada saat yang bersamaan tekanan darah juga meningkat. Manusia yang tekanan darahnya rendah bisa menghabiskan rokok puluhan batang, karena mereka merasa nyaman kalau merokok. “Tapi yang tidak disadari, kenyamanan itu membuat pembuluh darah rusak karena aktivitas merokok itu terus berlangsung dan aktivitas simpatis meningkat,” ujarnya . Kalau ke-4 faktor risiko jantung koroner (merokok, diabetes melitus, hipertensi, dan dislipidemia –kolesterol tinggi ) berlangsung terus tanpa dikontrol, pembuluh darah akan menebal disertai penumpukan lemaklemak kolesterol dan trigliserida. Bila penebalan itu terjadi pada pembuluh darah koroner, lama-lama akan terjadi penyempitan dan penyumbatan. Adakalanya sebelum terjadi penyumbatan pada dinding pembuluh yang tipis terjadi robek yang menyebabkan darah masuk sehingga memunculkan penggelembungan atau penggumpalan yang bisa menyebabkan infark (kerusakan otot jantung). Orang yang terkena infark, tandanya kalau jalan cepat muncul rasa nyeri atau yang lebih berat kalau bergerak sedikit atau ngomong sedikit sudah merasakan nyeri. Djoko mengingatkan bagian dari rokok yang berbahaya itu adalah bagian ujung yang dibakar. Dalam hal ini baik perokok aktif maupun perokok pasif memiliki risiko bahaya yang sama. Terpisah dr Ahmad Hudoyo, SpP, spesialis paru dan staf pengajar di Departemen Pulmonologi FKUI, mengungkap. salah satu penyakit yang diakibatkan dari asap rokok dan sering diidap oleh pasien paru ialah bronkitis. Penyakit ini disebut radang saluran napas dan dikenal dua jenis, yaitu akut dan kronik. Bronkitis akut dapat disebabkan oleh infeksi maupun bahan-bahan yang merangsang, termasuk bahan kimia. Bronkitis kronik sifatnya ireversibel (menetap atau tidak bisa sembuh) dan progresif, artinya penyakit makin lama makin berat. “Penyebab bronkitis kronik adalah bahan iritan, radikal bebas serta gas-gas yang beracun yang mengiritasi selama beberapa puluh tahun secara terus-menerus. Dan gas-gas berbahaya tersebut terdapat di dalam asap rokok,” terangnya. Dijelaskan, mereka yang mengalami penyakit ini dapat dilihat dari gejala utama alami batuk-batuk. Bila penyebabnya infeksi, batuk akan disertai demam dan dahak berwarna kuning. Tak hanya jantung dan bronchitis, Ketua Umum Perhimpuan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Dr Arifin Nawas SpP (K), MARS, menyebut rokok sebagai salah satu penyebab kanker paru. Seseorang yang tidak merokok potensial terkena kanker paru-paru akibat terpapar radiasi atau menghirup zat-zat berbahaya tertentu seperti asbestos, radon, arsen, kromat, nikel klorometil eter dan gas mustard. Partikel-partikel pada zat berbahaya itu akan melukai paru-paru. Dalam jangka sepuluh hingga 20 tahun, luka itu akan berubah menjadi kanker yang mematikan. Polusi udara dari kendaraan bermotor dan asap industri juga menambah risiko non perokok, apalagi yang sudah jadi perokok. Rokok Pembunuh No.2 Ahli penyakit dalam RSU dr Soetomo, Prof dr Mohammad Yogiantoro Sp PD.K-GH menambahkan, pembunuh nomor satu di dunia adalah hipertensi. Disusul rokok pada peringkat dua dan kolesterol pada peringkat ketiga. Mendasarkan sebuah penelitian, setiap dua centimeter batang rokok yang terbakar bisa meningkatkan tensi darah sebesar 20 ml/hg. “Bayangkan kalau dalam sehari seseorang menghabiskan lebih dari satu batang rokok, berapa potensi kenaikan tensi darah mereka. Padahal, pembunuh nomor satu di dunia adalah hipertensi.,” ungkap Prof dr Mohammad Yogiantoro Sp PD.K-GH kepada Global Sehat. Dijelaskan nikotin di dalam sebatang rokok memicu terjadinya stress oksidatif di dalam pembuluh darah vaskuler sehingga pada seorang perokok potensi terjadinya pengerasan pembuluh darah lebih besar atau dalam bahasa medis dikenal dengan istilah the atherosclerosis syndrome atau suatu proses pengerasan dinding pembuluh darah. “Pengerasan dinding pembuluh darah yang disebabkan banyak sebab dimana salah satunya akibat hipertensi, rokok dan kolesterol, diabetes mellitus , di mana akan meningkatkan risiko kejadian kardio vascular,” tuturnya. Prof Yogi menambahkan risiko kematian penyakit kardio setara dengan penderita jantung koroner yaitu kualitas pembuluh darah. Padahal kualitas pembuluh darah secara alamiah akan berkurang karena faktor usia. Kondisi pembuluh darah pada anak-anak sangat baik dan bertambahnya usia akan mengalami pengurangan kualitas. Namun, ada beberapa faktor yang menyebabkan penurunan kualitas pembuluh darah lebih cepat dari seharusnya, yaitu hipertensi, merokok, diabetes melitus, kolesterol, pembesaran jantung kiri. “Tekanan darah yang paling bagus adalah 120 untuk batas atas dan 80 untuk batas bawah. Seharusnya setiap orang berapapun usianya harus bisa menjaga tekanan darahnya berada di 120/80 ml/hg. Kalau di bawah itu bagus,” ungkapnya. Adanya penurunan tekanan darah sebesar 2 ml/hg itu bisa menurunkan faktor risiko terkenal serangan jantung sebesar 7 persen dan terkena stroke sebesar 10 persen. Dan setiap kenaikan tekanan darah sebesar 20/10 ml/hg risiko terkena serangan jantung dan stroke sebesar dua kali lipat. Selain menyebabkan pengerasan pembuluh darah, akibat rokok yang kedua adalah rokok sebagai pemicu kanker paru-paru. Sebuah penelitian menghasilkan remaja perokok di RRC pada saat mereka menginjak usia 40 tahunan banyak yang meninggal karena kanker paruparu.  siska, bayu,retno FOTO : GS/YUDHI D.ANGGORO

EDISI II  JUNI 2012


Penyakit-penyakit yang harus diwaspadai para pecandu rokok 1.

Menemukan kota bebas rokok di dunia tidaklah mustahil. Ernakulam di Kerala, India menjadi kota yang mendukung World No Tobacco Day. Sejak Oktober 2011, kota ini mendeklarasikan diri sebagai destinasi wisata pertama bebas rokok di India.

S

AAT dunia gencar mengampanyekan bebas rokok, Ernakulam salah satu kota di India tampaknya bermain sangat cepat. Selain sebagai kota terbersih di India, Ernakulam pun hadir sebagai destinasi wisata pertama yang bebas dari asap rokok. Bersamaan peringatan Hari Bebas Tembakau Sedunia 31 Mei, situs Centre for Tobacco Control and Health Promotion, mengumumkan Ernakulam telah menjadi kota tujuan wisata pertama bebas rokok. Menteri Cukai India, K Babu, menyatakan, kota pelabuhan ini difungsikan sebagai kawasan bebas asap rokok. Selain mengembangkan bisinis pariwisatanya, kesehatan, perlindungan alam, dan memelihara kebersihan tempat umum. Program yang sangat bertentangan dengan pecinta rokok ini pun mendapat dukungan dari para pengusaha hotel dan restoran, hotel dan bar, serta perusahaan lainnya yang bergerak di bidang pariwisata. Semua yang mendukung program ini pun akan menindak bagi siapa saja yang melanggar

Fungsi

Seksual Pun

Terganggu

EDISI II  JUNI 2012

peraturan ini. Tagline “Destinasi wisata pertama bebas rokok di India” ini juga berlaku untuk pelancong yang berasal dari luar India. Ernakulam ternyata tidak bergerak sendiri dalam mencegah bahaya tembakau bakar ini. Kembarannya, Kota Kochi juga turut serta mendukung program bebas rokok ini. Ya, memang kedua kota ini dijuluki sebagai “twin cities”. Selain destinasi wisata di India yang bebas rokok, kedua kota ini juga memiliki beragam destinasi wisata yang sangat menarik. Mulai dari wisata air, sejarah, dan wisata kota tua ada di sini. Beberapa tempat wisata menarik bisa dengan mudah ditemukan. Berbagai pilihan alternatif destinasi wisata, seperti mengunjungi gereja peninggalan bangsa Portugis Santa Cruz Cathedral Basilica, Istana Belanda Mattancherry Palace, melihat kemegahan Jawaharlal Nehru Stadium, dan menjelajah kota tua Jewish Synagogue. Kalau ingin merasakan udara segar dengan panorama laut yang indah, Marine Drive bisa menjadi pilihan. Marine Drive merupakan kawasan khusus pejalan kaki dengan beberapa pusat perbelanjaan di Kochi. 

DI balik kenikmatannya, rokok juga bisa mengganggu fungsi seksual seseorang, khususnya pria. Spesialis andrologi , dr Susanto Suryaatmadja, MS SpAnd mengungkapkan, aktivitas rokok selalu menghasilkan asap, di mana asap yang mengepul tersebut akan terhirup masuk ke dalam sistem pernafasan. Asap yang masuk ke dalam tubuh manusia akan berdampak pada pengurangan jumlah oksigen di dalam darah. “Berkurangnya jumlah oksigen di dalam darah bisa menyebabkan berkurangnya hormon testosteron. Dan adanya pengurangan hormon testosteron pada jumlah tertentu bisa menyebabkan impotensi,” terang dr Susanto. Tidak hanya pada kaum pria, berkurangnya jumlah oksigen dalam darah pada kaum perempuan juga bisa menyebabkan disfungsi libido atau berkurangnya gairah seksual. Memang tidak semua perokok langsung akan merasakan atau mendapatkan gangguan seksual, sebab setiap orang memiliki kemampuan dalam mengikat oksigen dalam darah yang berbeda-beda. Sehingga harus diteliti kasus per kasus, namun secara umum gejala yang tampak dalam kegiatan seksual bila jumlah oksigen dalam darah berkurang adalah mudah lelah. “Kandungan nikotin dalam rokok yang menyebabkan berkurangnya jumlah oksigen dalam darah,” ujarnya. Data di Poli Andrologi RSUD dr Soetomo menyebutkan, jumlah penderita impoten pada tahun 2006 tercatat sebanyak 128 kasus dan premature ejaculation sebanyak 48 kasus. Pada tahun 2010, jumlah kasus impoten meningkat menjadi 45% dari 1.152 pasien yang ada di Poli Andrologi. Sedang untuk kasus premature ejaculation sebanyak 30 persennya. Di tahun 2011, kasus impoten sebanyak 373 kasus dan premature ejaculation 17 kasus. Sedang di Tahun 2012 ini mulai Januari hingga April, tercatat sebanyak 104 kasus untuk kasus impoten dan 24 kasus prematur ejaculation.  Siska Prestiwati

Penyakit jantung Merokok menyebabkan aterosklerosis atau pengerasan pembuluh darah. Kondisi ini merupakan penumpukan zat lemak di arteri, lemak dan plak memblok aliran darah dan membuat penyempitan pembuluh darah. Hal ini menyebabkan penyakit jantung. Jantung harus bekerja lebih keras dan tekanan ekstra dapat menyebabkan angina atau nyeri dada. Jika satu arteri atau lebih menjadi benar-benar terblokir, serangan jantung bisa terjadi. Semakin banyak rokok yang dihisap dan semakin lama seseorang merokok, semakin besar kesempatannya mengembangkan penyakit jantung atau menderita serangan jantung atau stroke.

2. Penyakit paru Risiko terkena pneumonia, emfisema dan bronkitis kronis meningkat karena merokok. Penyakit ini sering disebut sebagai penyakit paru obstruktif kronik (PPOK). Penyakit paru-paru ini dapat berlangsung dan bertambah buruk dari waktu ke waktu sampai orang tersebut akhirnya meninggal karena kondisi tersebut. Orang-orang berumur 40 tahun bisa mendapatkan emfisema atau bronkitis, tapi gejala biasanya akan jauh lebih buruk di kemudian hari. 3.

Kanker paru dan kanker lainnya Kanker paru-paru telah lama dihubungkan dengan kebiasaan merokok, yang juga dapat berkontribusi terhadap kanker lain seperti dari mulut, kotak suara atau laring, tenggorokan dan kerongkongan. Merokok juga telah dikaitkan dengan kanker ginjal, kandung kemih, perut pankreas, leher rahim dan kanker darah (leukemia).

4.

Diabetes Merokok meningkatkan risiko terkena diabetes. Rokok juga bisa naik menyebabkan komplikasi dari diabetes, seperti penyakit mata, penyakit jantung, stroke, penyakit pembuluh darah, penyakit ginjal dan masalah kaki.

5.

Impotensi Merokok merupakan faktor risiko utama untuk penyakit pembuluh darah perifer, yang mempersempit pembuluh darah yang membawa darah ke berbagai wilayah tubuh. Pembuluh darah ke penis mungkin akan terpengaruh karena merupakan pembuluh darah yang kecil dan dapat mengakibatkan disfungsi ereksi atau impotensi.

6.

Kebutaan Perokok memiliki peningkatan risiko degenerasi makula, penyebab kebutaan pada orang tua. Sebuah studi yang diterbitkan dalam ‘Archives of Ophthalmology’ tahun 2007 menemukan bahwa perokok empat kali lebih mungkin dibanding bukan perokok untuk mengembangkan degenerasi makula, yang merusak makula, pusat retina, menghancurkan penglihatan sentral tajam.

7.

Penyakit mulut Selain kanker pada mulut dan leher, merokok juga meningkatkan risiko penyakit gusi serta menyebabkan masalah gigi dan napas. Merokok mengganggu proses penyembuhan d e n g a n m e n g u r a n g i oksigen dan nutrisi ke jaringan gusi. Jaringan cenderung tidak menanggapi pengobatan, yang mengakibatkan kerusakan gusi dan gigi tanggal.

5


Handoko

Teguh Wibisono

Dada Terasa Panas dan Nyeri

Kena Jantung

HANDOKO (36) dia mengaku telah mencoba merokok saat duduk di kelas tiga SD. Awalnya dia melihat orang di lingkungan pergaulannya yang kebanyakan merokok. Bersama temannya, Handoko pun ikut-ikutan mencoba. Awalnya memang bukan rokok, melainkan hanya kertas yang digulung menyerupai rokok kemudian dibakar dan dia hisap. Rasa penasarannya terhadap rokok tak berhenti di situ, akhirnya dia coba membeli rokok yang sebenarnya lalu dia hisap bersama teman-temannya. ”Tiap kali merokok, saya selalu sembunyi-sembunyi,” kenang pria yang kini menjadi satpam di salah satu perusahaan swasta ini. Diakui, dirinya pernah tepergok kakaknya hingga dimarahi. Beruntung sang kakak tak melapor ke orangtuanya. Handoko pun pernah ketahuan pengurus RT di lingkungan rumahnya. Tapi semua itu tak membuatnya jera, merokok tetap jalan terus. Setelah beberapa tahun menghisap rokok, dia merasakan dadanya panas dan nyeri. Setelah di periksakan ke dokter ternyata tidak terjadi hal yang buruk terhadap kesehatan tubuhnya. Tapi dokter menyatakan, kalau kebiasaan merokoknya diteruskan akan membahayakan paruparunya. Peringatan itulah yang membuatnya memutuskan menghentikan kebiasaan merokoknya. “Waktu itu saya kelas tiga Sekolah Menengah Atas,” kenang Handoko.  bayu

Koroner

S

EJAK tahun 1976, perjalanan hidup Teguh Wibisono (56) ditemani dengan kepulan asap rokok. Tak pernah sehari pun, ayah lima anak ini melewati hariharinya tanpa hadirnya sebatang rokok yang selalu tersisip di jari-jari tangan kanannya. Hingga akhirnya dokter memvonis Teguh terkena jantung koroner sekitar dua tahun yang lalu. “Dulu rasanya tidak bisa hidup kalau tanpa rokok, bahkan saya lebih memilih tidak makan daripada tidak merokok,” katanya saat ditemui di tempat tinggalnya di kawasan Sidoarjo. Pria yang kini mengaku sudah meninggalkan rokok ini menuturkan, pada 2007 dirinya mulai merasakan adanya nyeri di dada sebelah kiri. Namun selalu ditepisnya dan dianggap seperti sakit

FOTO : GS/YUDHI D.ANGGORO

Hendy Adriyanto

Berhenti karena ingin perubahan BUKAN karena terkena sakit kalau Hendy Adriyanto (47) memutuskan menghentikan kebiasaan merokoknya. Pria yang kini menjadi wakil kepala SMK Telkom Malang ini mengaku stop merokok karena ingin membuat suatu perubahan. “Istilahnya anchor, sampai pada titik tertentu saya jenuh pada pekerjaan, pokoknya pada segalanya, saya ingin ada perubahan pada diri saya,” ujarnya. Dan momen 20 November 2011 (20112011) dianggap

6

masuk angin. Tanpa memeriksakan diri ke dokter, dia hanya meminta sang istri, Yuliani, untuk mengeroki. Bosan kerokan, dia sengaja membeli satu set alat kop atau yang biasa digunakan sebagai alat bekam. “Selain rasa nyeri, saya juga menderita batuk dengan lendir yang cukup banyak. Atas inisiatif sendiri, saya berhenti merokok. Tapi hanya sementara, setelah batuk saya sembuh, saya kembali merokok,” tutur kakek tiga orang cucu ini sambil tersenyum. Rupanya rasa nyeri itu semakin lama dirasakan jadi sakit. Selain merasakan nyeri, dia menyadari kalau sekarang mudah deg-degan kalau terkejut. Karena takut mendengar dan melihat berita kematian mendadak karena jantung, dia mencari-cari tahu apa saja gejalanya penyakit jantung tersebut. Setelah tanya kepada teman-teman sejawat yang menderita jantung, Teguh memberanikan diri ke dokter untuk berkonsultasi dan memeriksakan diri. ”Tahun 2011, saya divonis dokter menderita jantung koroner,” terangnya. Diakui, awalnya dia sangat syok dan tidak percaya kalau dirinya menderita penyakit yang selama ini ditakuti. Sebagai penderita jantung koroner, dia mendapatkan banyak masukan dari dokter yang merawatnya untuk tidak membiarkan diri menjadi gemuk dan disarakan untuk berhenti rokok. “Jujur, untuk berhenti merokok total sangatlah sulit. Di tahun 2007, saya belajar untuk berhenti merokok sangatlah susah. Mulut rasanya pahit kalau tidak merokok,” imbuhnya. Namun dengan tekad yang kuat, ditambah dengan keinginan untuk sembuh akhirnya dia bisa meninggalkan rokok. Memang di awal berhenti merokok, berat badannya mengalami kenaikan yang cukup banyak. Kenaikan berat badan yang mencapai 5 kg ini dikarenakan begitu berhenti merokok, Teguh mengalihkannya dengan mengonsumsi makanan ringan. ”Untuk menghindari mulut yang pahit karena tidak merokok saya ganti ngemil. Ternyata berat badan saya bertambah,” katanya. Teringat saran dokter agar menjaga berat badan dan harus menghindari kegemukan, Teguh akhirnya menambah jam berjalan kaki setiap pagi dan lebih banyak berjalan kaki. Ternyata usahanya cukup sukses, selain mengurangi konsumsi makanan ringan dan menambah jam berjalan kaki, Teguh bisa kembali ke berat badan ideal.  Siska

sebagai saat yang pas baginya untuk memulai perubahan ke arah perbaikan itu. “Saya masih ingat waktu itu malam minggu, persis jam 12 malam saya start untuk stop rokok. Jadi rokok yang saya hisap terakhir betul-betul saya nikmati,” kata pria yang telah merokok sejak bekerja di PT Telkom pada 1985. Dia mengaku tertarik merokok lantaran sudah punya uang saku sendiri. Untuk menguji “ketahanannya” Hendy mencoba mendekati orang-orang yang dekat dengan rokok. Ia tak segan masuk

ke lingkungan satpam, dia juga masuk ke tempat dugem yang identik dengan dunia kaum perokok. “Ternyata saya bisa bertahan, meski ada teman yang menawarkan uang asal saya mau merokok lagi. Ketika nyaris tak kuat biasanya saya keluar cari udara segar, setelah enak saya masuk lagi, ternyata saya bisa tidak terpengaruh,” kata ayah satu anak ini. Hendy merasa bersyukur akhirnya bisa melepaskan diri dari kebiasaan merokoknya, karena dalam perjalanan kariernya dia dipercaya mengelola lembaga pendidikan milik Telkom. “Beruntung begitu masuk dunia pendidikan, saya sudah tidak merokok lagi, kan nggak lucu saya mendidik siswa tapi juga memberi contoh merokok,” tambahnya.  retno

EDISI II  JUNI 2012


TUJUAN pembangunan kesehatan adalah tercapainya kemampuan untuk hidup sehat bagi setiap penduduknya agar dapat mewujudkan derajat kesehatan yang optimal. Untuk mencapai tujuan tersebut perlu didukung oleh tersedianya tenaga kesehatan yang bermutu, terampil, memadai dalam jumlah, dan jenisnya. Tenaga gizi sebagai salah satu tenaga kesehatan, diperlukan untuk menunjang upaya pelayanan kesehatan dan upaya perbaikan gizi yang mampu bertaraf nasional, profesional, dan etis. Akademi Gizi Surabaya lewat kurikulumnya siap mencetak tenaga-tenaga gizi profesional untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Akademi Gizi Surabaya merupakan Unit Pelaksana Teknis Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur yang melaksanakan pendidikan untuk D 3 Gizi. Akademi Gizi ini serumpun pendidikan kesehatan (kesehatan non medis) yang secara spesifik mempelajari ruang lingkup gizi. Akademi Gizi Surabaya merupakan pengembangan dari Sekolah Pembantu Ahli Gizi (SPAG) Surabaya yang telah berdiri sejak 1985 yang kemudian berubah nama menjadi Akademi Gizi Surabaya pada 1 Juni 2000. Perubahan ini berdasarkan Perda Pemprov Jawa Timur No. 37/ 2002 dan SK Gubernur Jawa Timur No. 28/2000. Berdasarkan Surat Izin Operasional HK. 00.06.1.2.02636 tanggal 31 Juli 2001, Akademi Gizi Surabaya mulai melaksanakan pendidikan untuk D 3 Gizi, selanjutnya diperpanjang dengan SK Menkes No. HK.03.2.4.03521 tanggal 20 Agustus 2007 dan telah terakreditasi oleh Badan PPSDM Kemenkes dengan nilai A. Direktur Akademi Gizi Surabaya, Andriyanto SH MKes, mengatakan, sampai saat ini tenaga gizi masih

sangat dibutuhkan mengingat persoalan gizi di masyarakat masih banyak dan penanganan lebih serius dari tenaga gizi yang profesional. “Oleh karenanya melalui Akademi Gizi Surabaya inilah kami menyiapkan ahli madya gizi yang profesional, berkualitas, dan kompeten di bidangnya,” ujar Andriyanto. Dalam upaya tersebut, Akademi Gizi Surabaya terus meningkatkan profesionalisme para dosennya serta menambah sarana prasarana laboratorium, ruang kelas, serta sarana penunjang lainya. Diungkapkan, lulusan Akademi Gizi Surabaya mempunyai prospek kerja yang cukup besar mengingat ketersediaan ahli gizi di Indonesia masih jauh dari kata cukup. Jatim sendiri baru memiliki 1.850 ahli gizi. Andriyanto yang juga Ketua DPD Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) Jatim, mengatakan jumlah ideal tenaga gizi adalah 24 ahli gizi per 100 ribu penduduk. Jika penduduk Jatim sebanyak 38 juta jiwa, maka dibutuhkan 9.120 ahli gizi, sementara yang ada saat ini 1.850 tenaga. “Jadi saat ini kita sebenarnya kekurangan 7.270 ahli gizi,”ujarnya. Sebagian besar ahli gizi yang ada saat ini terkonsentrasi di rumah sakit negeri dan swasta. Keberadaan ahli gizi sangat diperlukan mengingat pentingnya gizi bagi masyarakat. Akademi gizi Surabaya membekali mahasiswa dengan beberapa disiplin ilmu gizi, antara lain community nutrition (gizi masyarakat), clinic nutrition (klinik nutrisi), dan food services nutrition (industri makanan dan minuman) dengan harapan lulusannya nanti tak hanya bekerja di rumah sakit, tapi juga bisa mendirikan klinik nutrisi sebagaimana klinik-klinik kesehatan pada umumnya. Hal ini juga ditunjang dengan Perda Pemprov Jatim No. 11 tahun 2011 tentang perbaikan gizi yang merupakan satu-

FOTO : GS/YUDHI D.ANGGORO

satunya Perda yang mensyaratkan industri yang bergerak di bidang makanan dan minuman —seperti restoran, hotel, dan katering— wajib memiliki seorang ahli gizi. Lulusan Akademi Gizi Surabaya, mendapat ijazah serta gelar Ahli Gizi (Amd.G) dari ijasah D3 tersebut dapat melanjutkan ke jenjang Strata I Gizi, Kesehatan Masyarakat, Teknologi Pangan dan Program D 4 Gizi. Andriyanto menyebutkan setiap tahunnya 100% lulusan Akademi Gizi Surabaya terserap di dunia kerja, baik di instansi pemerintah maupun swasta. Di tengah sesaknya persaingan masuk sekolah kesehatan saat ini, Akademi Gizi Surabaya sebagai lembaga pendidikan setelah melewati jenjang SMA dan sederajat, bisa menjadi alternatif pilihan yang cukup menjanjikan.  muhid

KETENTUAN:

1 Halaman F/C Back Cover 1 Halaman F/C (Halaman 2) 1 Halaman Dalam FC EDISI II  JUNI 2012 ½ Halaman Dalam FC ¼ Halaman Dalam FC

Rp Rp Rp Rp Rp

10.000.000 8.500.000 7.500.000 4.000.000 2.250.000

Langganan 1 Bulan : Rp 10.000 Langganan 6 Bulan : Rp 55.000 Langganan 1 Tahun : Rp 110.000

Pembayaran dilakukan di muka, saat formulir ini diterima bagian keuangan Tabloid Global Sehat. Pembayaran secara cash dan transfer hubungi Kantor Majalah Global Sehat Surabaya: Jl. Cipta Menanggal VI/7 Surabaya Tlp: 031-8281712 Fax: 031-8270385

7


Oleh: Andi Hermansyah, MSc., Apt

O

BAT bentuk sirup merupakan salah satu bentuk obat yang familiar di masyarakat selain tablet, pil, serbuk, dan kapsul. Obat sirup (cair) merupakan jenis obat primadona bagi pasien anak-anak dan balita karena rasanya yang manis dan enak . Di pasaran banyak ditemui beragam jenis obat yang dikemas dalam sediaan sirup, semisal sirup obat batuk, sirup obat demam, hingga sirup yang mengandung antibiotik. Dibanding sediaan farmasi lainnya seperti tablet, kapsul maupun serbuk, sirup memiliki berbagai kelebihan misal merupakan campuran yang homogen sehingga memudahkan dalam pengaturan dosisnya, sirup lebih cepat diabsorbsi (diserap) oleh tubuh sehingga menghasilkan efek terapi yang lebih cepat, sirup dapat ditambahi dengan pemanis maupun bahan pengaroma sehingga meningkatkan kepatuhan pasien untuk meminumnya. Selain itu, sirup merupakan jenis sediaan yang tepat bagi

8

pasien yang mengalami kesulitan menelan seperti pasien lanjut usia (lansia) maupun anak-anak. Berdasarkan bentuknya dikategorikan sebagai obat golongan cair. Masyarakat awam sering menganggap obat cair atau likuida adalah sirup, padahal sediaan likuida sendiri terbagi ke dalam tiga golongan besar yaitu larutan, suspensi, dan emulsi. Anggapan yang menganggap sama inilah yang kemudian menyebabkan perlakuan masyarakat khususnya dalam penggunaan dan penyimpanan semua bentuk sediaan cair adalah sama, padahal terdapat perbedaan antara masing-masing bentuk sediaan cair yang mengakibatkan perlunya perlakuan yang berbeda. Menurut definisi yang tercantum di Farmakope Indonesia IV/1995 (buku standar obat yang dikeluarkan oleh pemerintah RI yang berisi tentang daftar obat beserta sifat fisika kimianya, khasiat serta dosis yang lazim digunakan), sirup adalah larutan oral yang mengandung sukrosa atau gula lain kadar tinggi. Sementara yang dimaksud dengan larutan adalah sediaan cair yang mengandung satu atau lebih zat kimia yang terlarut. Dari definisi tersebut diketahui bahwa sirup termasuk bagian dari sediaan likuida yaitu larutan. Sering timbul pertanyaan, bagaimana cara yang tepat untuk menggunakan dan menyimpan obat bentuk sirup, terlebih lagi jika sediaan sirup yang kita gunakan masih banyak tersisa sementara gejala penyakit

atau penyakitnya sendiri sudah mereda atau sembuh. Ketika saya menanyakan hal ini kepada beberapa pasien, ada yang menyatakan obatnya disimpan untuk digunakan lagi, ada yang menyatakan obatnya langsung dibuang meskipun masih ada sisanya, yang lain memilih untuk menyimpan obatnya sampai mendekati masa kedaluwarsa produk obat itu. Lalu bagaimana sebenarnya yang tepat? Sesuai dengan definisinya, komposisi terbesar dari sediaan sirup atau larutan ataupun sediaan likuida pada umumnya adalah air. Air pada sediaan likuida berfungsi sebagai pelarut untuk melarutkan bahan obat maupun bahan lain dalam produk obat tersebut. Karena komposisi terbesarnya adalah air, maka obat likuida rentan sekali terkontaminasi oleh mikroba atau jasad renik karena air adalah media yang sesuai untuk pertumbuhan mikroba. Dalam kata lain, mikroba dapat dengan mudah tumbuh di sediaan likuida seperti sirup ataupun larutan jika kita tidak bijak menggunakan dan menyimpan obat bentuk likuida. Untuk mengantisipasi tumbuhnya mikroba, sediaan likuida dilengkapi pula dengan zat pengawet atau zat anti bakteri. Misalnya sirup, selain mengandung bahan pengawet tertentu, sirup juga mengandung gula dengan kadar yang tinggi yang berfungsi sebagai pengawet produk. Jika stabilitas produk obat terganggu

Nama

:

....….................………..............……...………………

Alamat Pemohon

:

....….................………..............……...………………

Kode Pos

:

....….................………..............……...………………

Alamat Pengiriman

:

....….................………..............……...………………

No. Telp/HP/Faks

:

....….................………..............……...………………

Email

:

....….................………..............……...………………

Berlangganan Edisi

:

………… Sampai ………… Tahun ..................…..

EDISI II  JUNI 2012


Laporan maka fungsi dari zat pengawet ini akan berkurang sehingga tidak mampu untuk mencegah pertumbuhan mikroba. Alhasil, mikroba akan tetap mengontaminasi sediaan tersebut. Untuk mencegah hal tersebut ada beberapa tips yang dapat kita lakukan saat kita menerima, menggunakan dan menyimpan sediaan sirup atau sediaan likuida lainnya. Saat membeli atau menerima obat likuida, pastikan untuk melakukan hal berikut ini: 1. Periksa kemasan obat sirup atau larutan yang akan kita terima. Kemasan obat sirup haruslah dalam kondisi tertutup, tidak rusak dan masih tersegel sehingga dapat dipastikan stabilitas produk masih terjaga 2. Periksa masa kedaluwarsa obat yang tertera dalam kemasan produk obat. Masa kadaluwarsa obat menunjukkan masa stabilitas suatu produk dan merupakan indikasi seberapa lama kita diperbolehkan untuk menggunakan obat tersebut. 3. Tanyakan kepada apoteker atau petugas farmasi tentang informasi penting lainnya yang terkait penggunaan dan penyimpanan obat sirup. Setiap obat mengandung bahan obat, bahan tambahan dan cara produksi yang berbeda sehingga informasi spesifik terkait obat perlu Anda tanyakan kepada apoteker maupun petugas farmasi. Sebelum menggunakan, Anda perlu melakukan hal sebagai berikut agar obat yang Anda konsumsi berkhasiat dan manjur: 1. Perhatikan tentang cara pakai obat. Selain diminum dengan menggunakan sendok, beberapa sediaan likuida juga diberikan dalam bentuk tetes (drop) khususnya bagi balita. Selain itu ada pula bentuk sediaan sirup kering misalnya antibiotik amoksisilin yang harus dicampur terlebih dahulu dengan air sebelum dikonsumsi. Perhatikan jenis sediaan likuida yang Anda terima apakah termasuk larutan yang langsung dapat dikonsumsi dengan sendok takar, diteteskan menggunakan alat penetes ataukah perlu dicampur dengan air terlebih dahulu. 2. Cermati aturan pakainya. Aturan pakai obat akan berpengaruh pada efektifitas dan keamanan terapi. Sebagai contoh, obat yang diberi aturan pakai sehari tiga kali maka obat tersebut pada dasarnya diminta untuk dikonsumsi tiap 8 jam agar menghasilkan efek terapi yang sesuai sehingga usahakan tiap 8 jam Anda mengonsumsi obat ini. Pemakaian obat yang tidak sesuai dengan aturan pakainya dapat menyebabkan overdosis (dosis terlalu tinggi) ataupun underdosis (dosis terlalu rendah) sehingga berbahaya bagi tubuh. 3. Biasanya obat bentuk likuida disertai dengan keterangan “Kocok dahulu� khususnya bagi sediaan suspensi dan

emulsi . Oleh karena itu, sebelum digunakan kocoklah terlebih dahulu agar obat tercampur dengan merata. 4. Taati takaran pemakaiannya. Takaran pakai obat akan sangat memengaruhi keberhasilan suatu terapi. Jika aturan pakai obat sirup yang Anda terima adalah dalam takaran sendok teh, maka berarti Anda harus mengonsumsinya sejumlah 5 mL, jika dalam takaran sendok makan maka jumlah yang harus dikonsumsi adalah 15 mL. Sendok makan di rumah bukanlah alat takar yang sesuai untuk hal itu. Gunakan alat takar yang ada dalam produk obat atau mintalah apoteker atau petugas farmasi untuk menyertakan alat takar atau sendok takar yang dimaksud. 5. Perhatikan lama pemakaian. Obat sirup tertentu misalnya antibiotik harus dikonsumsi sampai tuntas, sedang obat sirup yang membantu meredakan gejala seperti batuk, pilek, panas maupun alergi hanya digunakan secukupnya saja hingga gejala mereda. Untuk itu perlu Anda tanyakan kepada dokter atau apoteker tentang lama pemakaian obat sirup tersebut. Pemakaian jangka panjang suatu obat tanpa indikasi penyakit yang jelas dapat menyebabkan timbulnya penyakit baru seperti gangguan liver dan ginjal, oleh karena itu gunakan obat dengan bijak. Setelah menggunakan obat likuida seperti sirup, maka Anda perlu menyimpannya di tempat yang sesuai. Penyimpanan obat yang keliru dapat menyebabkan obat mudah rusak, tidak stabil dan berisiko untuk dikonsumsi sehingga Anda harus benar-benar memperhatikan lokasi dan cara penyimpanan obat, sebagai berikut: 1. Simpanlah obat pada tempat yang bersih, kering, terlindung dari cahaya matahari langsung dan pada suhu ruangan (tidak terlalu panas atau dingin yaitu antara 2030 derajat C). Beberapa obat terkadang perlu disimpan dalam suhu yang lebih dingin, misal ditempatkan di dalam kulkas/ lemari es, karenanya tanyakan apoteker tentang cara penyimpanan obat tersebut. 2. Jangan simpan obat dalam freezer karena suhu yang terlampau dingin akan merusak stabilitas obat sehingga obat tidak dapat digunakan lagi. 3. Jangan simpan obat di tempat yang panas misal di dashboard mobil atau ditempat yang terkena cahaya matahari langsung seperti di jendela kamar karena suhu yang terlampau panas akan dapat merusak stabilitas obat.

FOTO: GS/BHAKTI PUNDHOWO

EDISI II I  MEI JUNI2012 2012

4. Jauhkan dari jangkauan anak-anak. Perlu kita ingat, obat dapat berbahaya layaknya racun sehingga jangan sampai obat yang kita simpan terminum oleh anak-anak. 5. Tutup wadah sirup dengan rapat dan bersihkan bekas sirup yang tercecer dalam kemasan. Dengan menutup wadah sirup rapat-rapat maka dapat meminimalkan kontaminasi mikroba. Selain itu, wadah yang tertutup rapat juga dapat memperlambat proses oksidasi obat. Oksidasi adalah proses terurainya obat yang disebabkan oleh kandungan oksigen di udara, sehingga obat yang tertutup rapat akan memiliki stabilitas yang lebih panjang. 6. Beberapa obat misal sirup kering yang berisi antibiotik, tidak boleh disimpan lebih dari 7 hari setelah tercampur dengan air. Larutan oralit untuk anak-anak yang biasa tersedia dalam botol besar juga hanya boleh disimpan selama 24 jam. Oleh karena itu, baca petunjuk penyimpanan yang tertera pada kemasaan produk agar lebih aman saat digunakan. Nah pembaca yang budiman, pada dasarnya obat sirup masih aman untuk dikonsumsi selama tidak terjadi perubahan warna, rasa dan aroma dari obat sirup. Namun mengingat risiko kontaminasi mikroba dan oksidasi yang mampu mengurangi stabilitas obat, maka seyogyanya obat sirup tidak disimpan dalam kurun waktu lebih dari 3 bulan. Masa kedaluwarsa yang tertera pada obat hanya merupakan petunjuk stabilitas obat saat kemasan belum dibuka atau belum digunakan, namun jika obat sudah digunakan maka alangkah baiknya kita tidak mengonsumsi kembali obat yang telah disimpan lama ataupun yang telah berubah aroma, rasa dan warnanya. Untuk menghindari hal tersebut, belilah obat sirup dalam ukuran yang sesuai, jangan yang terlalu besar sehingga Anda tidak perlu menyimpannya dalam waktu yang lama. Jika terdapat keraguan terhadap produk obat yang Anda konsumsi, maka hubungilah apoteker terdekat untuk mendapatkan saran terkait obat. Hanya membutuhkan sedikit upaya untuk menjadi pasien yang bijak dalam menggunakan dan menyimpan obat sirup, jadi mengapa tidak mulai mencoba? 

9


Intim

LaporanUtama Oleh: Dr Susanto Suryaatmadja MS SpAnd Ahli Andrologi Kemandulan dan Seksual RSU Dr Soetomo

Setelah Melahirkan Dua Anak, kok Malah Sakit Saya seorang ibu berusia 33 tahun dan saya sudah dua kali melahirkan dengan persalinan normal. Pada persalinan anak pertama, suami mengaku kecewa karena terlalu longgar. Hal ini saya keluhkan ke bidan saat persalinan anak kedua. Tapi yang sekarang keluhkan, paskah persalinan kedua ini, hubungan suami istri yang kami lakukan sering menemui masalah. Ssaya dan suami mengalami sakit bahkan kadang-kadang timbul lecetlecet pada kemaluan kami. Yang ingin saya tanyakan, apa ini karena ukuran milik suami saya semakin besar dan apa ini juga pengaruh alat KB yang saya gunakan yaitu KB suntik? Terima kasih ZULAIKAH, Tuban

JAWABAN Bila melihat dari pertanyaan yang Anda kemukakan, memang ada kemungkinan terjadinya rasa sakit serta lecet-lecet pada alat kelamin ibu dan suami karena semakin besarnya kelamin suami ibu. Untuk mengetahui apakah ada pembesaran pada penis suami, bisa diukur berapa diameternya. Adanya lecet pada alat kemaluan juga bisa disebabkan karena suami ibu terlalu bersemangat, padahal ibu belum terlalu siap untuk melakukannya. Untuk mengatasi hal tersebut, sebaiknya suami ibu melakukan pemanasan yang cukup atau untuk mengatasinya ibu bisa menggunakan gel untuk menggantikan lendir yang memiliki fungsi sebagai pelumas. Kondisi yang ibu alami juga bisa disebabkan saat persalinan, bidan menjahit vagina ibu lebih banyak. sehingga lingkarnya lebih kecil. Belakangan, kasus seperti ini cukup banyak karena memang para istri takut suami mereka kecewa dengan kondisi vagina yang lebih lebar bila dibandingkan dengan sebelum melahirkan. Bagaimana cara mengatasinya? Yaitu dengan vaginoplasti atau mereparasi kembali ukuran lingkar vagina yang disesuaikan dengan besarnya penis suami. Demikian penjelasan dari saya, semoga ibu Zulaikah berkenan.

ISTRI

TRAUMA DIAJAK BERCINTA Kami pasangan pengantin baru dan baru menikah pada tanggal 12 Mei 2012 lalu. Kata orang pengantin baru biasanya akan sering melakukan hubungan suami istri. Bahkan, ada yang bilang layaknya minum obat, dalam sehari bisa sampai tiga kali. Sebenarnya dalam hati saya juga ingin seperti itu dok, namun istri saya beberapa hari terakhir ini sering menolak dengan alasan sakit. Bahkan, dia mengatakan saya egois dan jahat karena telah menyakiti dia. Yang ingin saya tanyakan, bagaimana agar membuat istri saya bersedia melayani saya kembali dan saya ingin membuat istri saya bahagia dan merasakan kenikmatan berhubungan suami istri. Terima kasih. TAUFIK, Jember

10

JAWABAN: Sebelumnya, saya ingin mengucapkan selamat menempuh hidup baru kepada bapak Taufik. Memang, keluhan yang bapak utarakan nyaris banyak dialami oleh pasangan pengantin baru. Biasanya masalah akan mulai muncul pada saat akan melakukan penetrasi. Hal ini banyak disebabkan karena faktor psikis atau vaginismus yang pengertiannya adalah suatu keadaan di mana lingkaran otot-otot yang mengelilingi vagina mengalami kejang. Hal ini menyebabkan lubang vagina menjepit terlalu kuat. Kondisi tersebut menjadi masalah ketika melakukan penetrasi. Penis sulit, bahkan mustahil, bisa menembus lubang vagina. Jauh sebelum menikah, para gadis sudah mendapatkan informasi perihal sakitnya proses hubungan pertama kali. Bahkan, ada yang menyebutkan sakitnya itu akan terkenang seumur hidup. Selain itu, proses robeknya selaput darah akan disertai dengan pendarahan yang luar biasa yang akan membasahi sprei. Padahal semua itu adalah informasi yang kurang tepat dan bisa menyebabkan trauma di pihak pengantin perempuan. Sehingga, saat

melakukan hubungan suami istri di awal-awal pernikahan akan menyebabkan mereka takut dan trauma saat memasuki fase penetrasi. Yang pertama harus dilakukan adalah edukasi seks kepada para gadis, bahwa hubungan suami istri itu menyenangkan bukan menyakitkan. Bila edukasi ini sudah bisa diterima, maka ketakutan sebelum melakukan hubungan suami istri bisa ditekan dan seorang perempuan akan bisa mengatasi masalah sakitnya saat pertama kali penetrasi dilakukan. Untuk mencegah sakitnya saat penetrasi, bisa dilakukan dengan pemanasan yang cukup. Sehingga vagina istri sudah basah atau sudah memproduksi lendir yang berfungsi sebagai pelumas saat penetrasi berlangsung. Apasaja yang bisa dilakukan saat foreplay? Banyak hal mulai dari kissing, petting, dan merangsang daerah G-Spot istri. Selain itu, para suami harus bisa mengatur ritme sucking, jangan langsung main cepat. Awali dengan perlahan hingga istri merasakannya dan kecepatan sucking bisa diatur sendiri hingga mencapai klimaks bagi suami maupun istri. Selamat mencoba. EDISI II  JUNI 2012


Kegemukan kerap dipandang sebagai musuh. Selain berpotensi sebagai sarang penyakit, kegemukan terkadang juga menjadi hambatan pada penampilan, jenjang karir, dan aktivitas. Berbagai cara dilakukan untuk melangsingkan badan. Mulai diet ketat, olahraga, hingga mengonsumsi obat dan cara lain yang cenderung menyiksa. Hypnolangsing dianggap sebagai cara baru untuk mendapatkan berat badan ideal dan memertahankannya melalui program hipnoterapi. Hipnolangsing bukan hanya ditujukan sebagai program penurunan berat badan, namun juga membuat seseorang dapat merasakan kenyamanan dengan diri mereka. Seseorang akan mendapatkan sugesti untuk memulai kebiasaan baru yang lebih sehat. Metode tersebut dapat mengidentifikasi dan menanamkan sugesti melalui pikiran bawah sadar, sehingga pola makan yang berlebih dan kendali emosi bisa dikontrol dalam sebuah aktivitas yang lebih baik. Ir Nunny Hersianna, Mindful Eating Specialist, mengatakan kebiasaan mengukur, menimbang dan menggantungkan diri dengan faktor luar untuk menghindari makan berlebih, dampaknya justru menjadi sebuah aturan dan tanpa disadari lebih bertujuan untuk pemenuhan tata tertib dan kedisiplinan pada aturan itu daripada untuk diri sendiri. “Sebenarnya, diet memiliki arti pola makan yang sehat. Namun kenyataannya, diet seringkali diartikan sebagai upaya untuk menurunkan berat badan,” kata Nunny dalam pelatihan hipnolangsing yang digelar Ageless Aesthetic Clinic baru-baru ini. Ketika seseorang makan bukan karena rasa lapar yang sesungguhnya, misalnya karena emosi, terang Nunny, tubuh tidak punya pilihan lain selain bekerja keras dan menyimpan kelebihannya. Kelebihan ini akan tersimpan dalam bentuk lemak dan membuat badan menjadi kurang berenergi, bahkan mengantuk dan membuat berat badan naik. Dan ketika mengabaikan kebutuhan tubuh, seseorang akan lepas dari kendali pikirannya. Seharusnya setelah makan, tubuh menjadi lebih fresh bukan malah ngantuk. Jadi ketika ingin langsing, Anda harus berpikir “saya akan melangsingkan diri”. Di dalam pikiran kita, tujuan akan keinginan “tidak ingin gemuk” dan “ingin langsing” memiliki hasil yang sangat berbeda. Pikiran manusia yang menginginkan tujuan yang positif, dalam hal ini “keinginan untuk langsing” punya makna yang lebih positif dan lebih jelas. “Tapi ‘keinginan untuk tidak gemuk’ bukanlah tujuan yang jelas bagi pikiran,” ujarnya. Melatih pikiran dapat dilakukan untuk membentuk kebiasaan baru. Tapi mengizinkan pikiran untuk memiliki kebiasaan makan yang salah dan menjadi gemuk, akan memberikan pemahaman bahwa menjadi gemuk adalah hal yang wajar dan boleh dilakukan. “Jadi perlu ditekankan kalau pikiran adalah raja untuk diri sendiri. Dan pikiranlah yang memengaruhi semua tindakan kita,” tandas Nunny. Orang yang memiliki tujuan melangsing, sepatutnya memiliki imajinasi seperti apa ia ingin langsing nanti. Misalnya ingin seperti Donita. Nunny menegaskan, imajinasi berbeda dengan khayalan. Imajinasi di sini merupakan sebuah kepastian tujuan. Untuk sampai pada tujuan itu, Nunny mengajak kita untuk mengenal sinyal tubuh. Apakah Anda itu ingin makan karena memang lapar fisik (karena tubuh mengeluarkan energi dan butuh energi pengganti) atau lapar emosi. Rasakan pada diri Anda, adakah sinyal yang menjadi tanda lapar misalnya perut keroncongan, pusing, kepala serasa berputar-putar, lemas, mau pingsan. Ketika ada tanda-tanda yang mungkin bisa merugikan itu segeralah makan. Kalau dalam grafik lapar, Anda ada di level 1 berarti Anda sangat lapar sekali, segeralah tingkatkan hingga ke level 5 cukup. Hindari kelaparan sampai level 1 karena bisa membahayakan diri, sebaiknya ketika ada di level 4 Anda sudah bisa makan. Dan ketika makan sebaiknya batasi hingga level 6 karena level ke-7 sudah masuk kenyang pada level 10 Anda masuk kenyang sekali. Karena prinsipnya setelah makan, orang itu harus kembali fresh bukan jadi kekenyangan yang pada akhirnya menumpuk jadi lemak dalam tubuh. Ketika ingin langsing, memang tidak ada batasan makanan A boleh, makanan B tidak boleh, tapi yang perlu ditekankan apalah itu sekadar kebutuhan atau sekadar ingin. “Yang penting percayakan intuisi Anda, karena dia yang bicara dan tahu, mana yang baik dan cocok untuk diri Anda. Makanlah, tapi berhentilah di level 5 yang merupakan level moderat dengan kata lain puaskan dan cukupkan makan sebelum Anda kenyang,” tandas Nunny. Saat makan-pun cobalah nikmati, kunyahlah setiap sendok makanan

EDISI II  JUNI 2012

yang masuk mulut dengan seksama. Rasa enak biasanya muncul pada suapan pertama, kedua, dan ketiga, selebihnya hanya untuk memenuhi kebutuhan energi. Dengan menguyah secara perlahan dan menikmati setiap sendok makanan, Anda akan teralihkan perhatiannya. Ketika yang muncul lapar emosi, kuncinya adalah mawas diri. Misalnya mencium aroma ayam goreng, Anda jadi merasa lapar padahal tubuh tak memberi sinyal. Karena hanya hidung yang lapar, coba alihkan dengan mencium aroma fragrant, maka aroma ayam goreng itu sudah berganti dan rasa lapar itu akan hilang. Begitu juga ketika melihat sajian yang ditata dengan indah, maka yang muncul adalah lapar mata. “Jadi jangan terburu-buru memasukkan makanan, karena perut sedang tidak membutuhkan. Anda bisa juga mengalihkan rasa lapar itu dengan minum segelas air putih, merapikan meja, berjalan kaki, atau membaca buku.” Untuk diketahui, wanita karir dan ibu rumah tangga merupakan pihak yang rentan obesitas karena cenderung lupa mengurus diri sendiri sebab terlalu fokus mengurusi keluarga dan pekerjaan, hingga tanpa disadari lamakelamaan berat badan mereka melonjak naik. Sebesar 70% obesitas dipengaruhi oleh lingkungan, sedangkan 30% saja yang dipengaruhi oleh keturunan genetik. Suka atau tidak suka, harus diakui bahwa perkembangan ilmu pengetahuan, industri makanan serta peningkatan pendapatan masyarakat, mempermudah seseorang untuk mendapatkan makanan sehingga secara otomatis juga mengubah perilaku dan pola makannya. Lagi-lagi Nunny menekankan pentingnya, mindfulness atau penuh kemawasan yaitu kondisi di mana pikiran dan tubuh saling berhubungan. Dengan begitu mindful eating bisa diartikan sebagai mawas atas alasan utama mengapa seseorang butuh makan, kapan dan apa yang akan dimakan, dan kemudian memutuskan apakah memang kebutuhan itu sungguh ada atau hanya untuk memenuhi emosi. Hipnolangsing bukan hanya ditujukan sebagai program penurunan berat badan, namun juga membuat seseorang dapat merasakan kenyamanan dengan diri mereka. Seseorang akan mendapatkan sugesti untuk memulai kebiasaan baru yang lebih sehat. Metode tersebut setidaknya dapat mengidentifikasi dan menanamkan sugesti melalui pikiran bawah sadar, sehingga pola makan yang berlebih dan kendali emosi bisa dikontrol dalam sebuah aktivitas yang lebih baik. Retno

11 11


Kuliner Diet, Tinggi Kalori, Tinggi Protein Oleh:

Eko Dwi Martini DCN, Ahli Gizi Gedung Rawat Inap Utama (GRIU) “Graha Amerta” RSU Dr. Soetomo,

P

ada kondisi tertentu seseorang harus menjalani diet tinggi kalori tinggi protein. Salah satu unsur yang penting dalam diet ini adalah daging. Diet tinggi kalori tinggi protein (TKTP) dibuat untuk pasien kurang gizi, anemia, dan hipertiroid. Tujuan pemberian diet ini adalah memberikan makanan secukupnya untuk memenuhi kebutuhan energi dan protein yang bertambah guna mencegah dan mengurangi kerusakan jaringan tubuh. Tapi bisa juga untuk menambah berat badan hingga mencapai normal. Diet TKTP juga diberikan pada pasien sebelum dan sesudah operasi tertentu (bila dapat menerima makanan lengkap); baru sembuh dari penyakit dengan panas tinggi atau penyakit yang berlangsung lama dan telah dapat menerima makanan lengkap; pasien trauma, luka bakar, atau mengalami perdarahan banyak; serta wanita hamil dan pascapersalinan. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam diet TKTP yaitu jangan mengonsumsi makanan yang terlalu manis dan terlalu gurih sebelum mengonsumsi makanan utama yang dapat mengurangi nafsu makan seperti sirup, dodol, cake, atau kue tart. Bahan-bahan yang baik dikonsumsi untuk diet TKTP adalah : - Sumber protein hewani : ayam, daging, hati, ikan, telur, susu, keju. - Sumber protein nabati : kacangkacangan dan hasil olahannya seperti tempe, tahu, dan lain-lain. Pada edisi ini saya bahas daging, khususnya daging sapi, sebagai salah satu sumber protein hewani berikut manfaatnya. Seperti kita ketahui daging sapi mempunyai gizi tinggi, rasanya enak dan bermanfaat bagi tubuh manusia apabila dagingnya baik dan sehat. Daging sapi mempunyai kandungan protein paling tinggi dibanding dengan daging hewan SOTO BANDUNG (untuk 10 porsi) BAHAN:  500 g daging sapi  200 g kacang kedelai  250 g lobak, kupas, iris tipis bulat  50 g bawang merah  50 g bawang putih  10 g serai  10 g jahe, memarkan  20 g seledri, iris kasar  50 g daun bawang, iris kasar  1 sdm kecap manis  Garam dan lada halus secukupnya

12

BEEF GELATINE (untuk 10 porsi) BAHAN :  500 g daging sapi cincang  3 butir telur  1 sdt tepung susu full cream  2 sdm tepung terigu  3 sdm tepung kanji  3 butir bawang putih, dicincang  1 buah bawang bombay, dicincang  Garam, gula dan lada secukupnya  1 sdm margarin  Aluminium foil

CARA MEMBUAT: 1. Rebus daging sapi dalam 2 1/2 liter air, masukkan serai dan jahe, biarkan sampai empuk. 2. Iris-iris daging dan saring kaldunya. 3. Rendam kacang kedelai dengan air beberapa saat, tiriskan, kemudian digoreng. 4. Haluskan bawang merah dan bawang putih, lalu masukkan ke dalam kaldu yang sudah disaring, kemudian didihkan. 5. Tambahkan kecap dan irisan daging sapi, beri garam dan lada secukupnya, masukkan juga lobak, tunggu 15 menit lalu angkat. 6. Hidangkan dalam mangkuk dan taburi irisan seledri, daun bawang dan kacang kedelai goreng. Kandungan Zat · Energi · Protein · Lemak · Karbohidrat

lainnya. Menurut Departemen Kesehatan setiap 100 gram daging sapi mengandung protein 18,8 gram, lemak 14,0 gram, kalsium 11 mg, fosfor 170 mg, dan besi 2,8 mg. Protein dari daging sapi ini disebut protein hewani yang mempunyai struktur asam amino yang mirip dengan manusia, tidak dapat dibuat oleh tubuh (essensial), susunan asam aminonya relatif lebih lengkap dan seimbang. Daya cerna protein hewani lebih baik dibanding dengan protein nabati (dari tumbuhtumbuhan). Pada tubuh makluk hidup seperti manusia, protein merupakan penyusun bagian besar organ tubuh, seperti: otot, kulit, rambut, jantung, paru-paru, otak, dan lain-lain. Adapun fungsi protein yang penting bagi bagi tubuh manusia, antara lain untuk pertumbuhan; memperbaiki sel-sel yang rusak, sebagai bahan pembentuk plasma kelenjar, hormon dan enzim; sebagian sebagai cadangan energi, jika karbohidrat sebagai sumber energi utama tidak mencukupi; serta untuk menjaga keseimbangan asam basa darah. Anak-anak yang sering memakan bahan

Gizi per porsi : : 103 kalori : 7,3 gram : 7,8 gram : 2,2 gram

SAUS:  1 siung bawang putih  1/2 butir bawang bombay  1 sdm saos barbeque  1 sdm saos tiram  5 sdm saos tomat  1 sdm tepung maizena, larutkan  Gula, garam dan lada secukupnya  Air secukupnya

CARA MEMBUAT: 1. Campur tepung susu full cream, terigu, kanji, garam, gula dan lada jadi satu dan ratakan. 2. Masukkan daging cincang, bawang putih, bawang bombay, dan telur, lalu uleni hingga adona bisa dibentuk. 3. Oleskan aluminium foil dengan margarin. 4. Bentuk adonan bulat memanjang, bungkus adonan dengan aluminium foil yang sudah dilapisi margarin dan padatkan. 5. Kukus adonan hingga matang. 6. Untuk saos, campurkan semua bahan jadi satu dan masak di atas api kecil hingga adonan mengental dan matang. 7. Potong beef gelatine jadi 10 bagian, siram saos di atasnya. NILAI GIZI PER-PORSI Energi : 150,89 kalori Protein : 11,42 gram Lemak : 8,93 gram Karbihidrat : 5,2 gram

pangan yang mengandung protein hewani akan terlihat tumbuh cepat, mempunyai daya tahan tubuh kuat, dan cerdas dibanding dengan anak yang jarang makan makanan berprotein tinggi. Tumbuh cepat ditandai dengan badannya berisi, segar dan lebih gemuk serta tinggi. Sedangkan mempunyai daya tahan tubuh kuat biasanya ditandai dengan jarang sakit-sakitan dan aktif atau banyak beraktivitas/lincah. Kemudian cerdas ditandai dengan pandai di sekolah dan cepat tanggap terhadap pertanyaan.

Tanda-tanda daging sapi yang baik dan sehat 

Ada cap rumah potong hewan (RPH) yang menunjukkan bahwa daging sapi berasal dari sapi yang sehat, layak potong, dan disembelih dengan cara yang benar.  Daging berwarna alamiah, yaitu merah sedikit kekuningan.  Berbau khas daging sapi.  Terlihat kenyal dan padat.  Daging berserat halus dan sedikit berlemak.  Lemak berwarna kekuningan. Daging sapi yang jelek dan tidak sehat hendaknya tidak dikonsumsi karena akan berpengaruh jelek pada tubuh manusia. Tanda-tanda daging yang sudah jelek di antaranya berwarna kebiruan, berbau busuk (rusak), lemak sudah lembek, berlendir, dihinggapi lalat, dan tempat penjualannya kotor. MARTABAK DAGING (untuk 10 porsi) BAHAN: Kulit : - 250 g tepung terigu - 1 butir telur - 500 cc air putih Isi

: -

- 50 g margarin - 3 sdm garam

300 g daging cincang, 2 batang bawang pre, iris tipis - tipis 2 siung bawang putih, cincang 1 buah bawang bombay, cincang 1 sdt merica bubuk Garam, margarin dan gula secukupnya Minyak untuk menggoreng

CARA MEMBUAT : 1. Campurkan bahan adonan kulit, uleni sampai adonan bisa dibentuk 2. Campurkan semua bahan adonan isi, tumis sampai harum lalu masukkan daging cincang, tumis sampai matang, sisihkan. 3. Bentuk bulatan untuk kulit martabak, pipihkan 4. Panaskan teflon, diolesi dengan margarin 5. Letakkan adonan kulit di atas teflon, isi dengan adonan isi 6. Goreng martabak sampai kuning kecoklatan. KANDUNGAN ZAT GIZI PER PORSI: Energi : 197,45 kalori Protein : 8,3 gram Lemak : 9,15 gram Karbihidrat : 19,4 gram

EDISI II  JUNI 2012


Nutrisi Permasalahan kesehatan yang berhubungan dengan vitamin A masih menjadi perhatian khusus dari pemerintah. Masih tingginya angka kekurangan vitamin A terutama pada anak-anak menjadi penyebabnya.

Y

ang paling sering terjadi akibat kekurangan vitamin A adalah gangguan pada penglihatan. Setiap bulan Februari dan Agustus ditetapkan Depkes RI sebagai bulan pemberian vitamin A pada balita. Kapsul vitamin A diberikan secara gratis melalui Puskesmas dan Posyandu yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Hal ini bertujuan mencukupi kebutuhan vitamin A pada balita. Vitamin A dikenal dengan nama retinol dan tidak larut di dalam air. Vitamin ini bersifat mudah rusak oleh paparan panas, cahaya

matahari, dan udara. Meski sangat dibutuhkan, namun dia tidak dapat diproduksi oleh tubuh manusia dari dalam. Karena tidak bisa diproduksi sendiri, untuk memenuhi kebutuhan tubuh vitamin A harus diperoleh dari luar. Vitamin A berperan dalam pertumbuhan dan pemeliharaan tulang dan jaringan epitel, meningkatkan kekebalan, dan memerangi radikal bebas (antioksidan). Salah satu bentuk dari vitamin A (retinal) merupakan komponen dari fotoreseptor (sel-sel saraf yang peka terhadap cahaya) dalam retina mata. Bentuk lain dari vitamin A (asam retinoat) berperan dalam menjaga kesehatan kulit, lapisan paru-paru, usus dan saluran kemih. Vitamin A dalam Makanan Kandungan vitamin A sebenarnya banyak terdapat dalam bahan makanan kita. Bahan makanan yang mengandung vitamin A dapat dilihat pada tabel di bawah ini :

Oleh: Andriyanto SH MKes Ketua Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) Jatim mengandung vitamin A dalam bentuk yang mempunyai aktivitas yang disebut preformed vitamin A, sedangkan dalam bahan makanan nabati mengandung vitamin A dalam bentuk pro-vitamin A atau prekursor vitamin A yang terdiri dari ikatan karoten. Sumber vitamin A preformed yang dipekatkan biasa digunakan sebagai obat suplemen vitamin A.

remang atau pada saat sore hari sehingga disebut buta senja atau night blindness. Vitamin A juga penting pada pembentukan epitel (sel lapisan terluar) saluran-saluran dalam tubuh seperti saluran pernafasan, pencernaan dan saluran pembuangan air kencing. Pada saluran pencernaan jika epitel tidak terbentuk dengan baik akan mudah terkena diare. Selain yang telah disebutkan di atas vitamin A juga berperan dalam proses pertumbuhan, proses reproduksi, dan pertumbuhan gigi. Kekurangan Vitamin A Kekurangan vitamin A pada seseorang bisa disebabkan karena diet yang tidak adekuat, kegagalan absorbsi (penyerapan) atau gangguan pemanfaatan oleh tubuh. Pada anak dengan kondisi gizi buruk, seringkali juga mengalami kekurangan vitamin A. Penyakit lain yang menyertai misalnya sumbatan

Kapsul vitamin A diberikan secara gratis melalui Puskesmas dan Posyandu yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Sumber yang kaya preformed vitamin A adalah hati dan ginjal, sedang jumlah yang lebih rendah adalah jantung dan paru-paru. Minyak ikan juga sering digunakan sebagai suplemen vitamin A. Sumber nabati vitamin A adalah sayur yang berwarna hijau. Semakin hijau atau tua makin banyak kandungan vitamin A nya. Pada buah terdapat pada buah yang berwarna kuning, merah sampai biru. Fungsi Vitamin A Fungsi vitamin A yang sangat penting salah satunya adalah pada proses melihat. Vitamin A merupakan komponen penyusun zat penglihat rhodopsin yang bertugas menerima rangsang cahaya dari luar. Jika kekurangan vitamin A akan kesulitan melihat pada cahaya remang-

pada saluran empedu dapat mengganggu penyerapan vitamin A karena proses penyerapan vitamin A membutuhkan empedu. Vitamin A hanya larut dalam lemak. Kelebihan Vitamin A Pada seseorang yang terlalu banyak mengonsumsi vitamin A dari sumber nabati dapat mengalami suatu keadaan yang disebut dengan hiperkarotenemia. Orang tersebut mempunyai ciri khas yaitu kulit dan matanya berwarna kuning. Tentu harus dibedakan kuning dari hiperkarotenemia atau kuning karena penyakit lainnya misalnya penyakit hati. Kelebihan vitamin A dapat menyebabkan keracunan, baik itu terjadi pada satu kali pemberian (keracunan akut) ataupun dalam jangka waktu lama (keracunan kronis). Konon khabarnya, Penjelajah Kutub Utara mengalami ngantuk, mudah tersinggung, sakit kepala dan muntah dalam beberapa jam setelah memakan hati beruang kutub atau hati anjing laut, yang banyak mengandung vitamin A. 

Tabel Daftar Bahan Makanan Sumber Vitamin A/Karoten

Ada perbedaan bentuk antara vitamin A yang terkandung dalam bahan makanan hewani dan nabati. Bahan makanan hewani EDISI II  JUNI 2012

13


Lintas Sehat Cara Gampang Deteksi Kanker Payudara JAKARTA - Kanker payudara merupakan momok yang cukup menakutkan bagi wanita. Bertolak pada kenyataan ini, pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) sangat dianjurkan. Pasalnya cara ini cukup ampuh, mudah, dan murah untuk mendeteksi lebih dini kelainan pada payudara, terutama kanker. “Delapan tepat adalah 8 sampai 10 hari sesudah menstruasi merupakan cara yang tepat bagi perempuan untuk lebih mengenal payudaranya sendiri, sehingga lebih mudah untuk melakukan pemeriksaan sendiri,” kata Dirut Rumah Sakit Kanker Dharmais, Sonar Sonny Panigoro dalam sebuah diskusi untuk kampanye kesadaran akan kanker payudara di Jakarta baru-baru ini. Pemeriksaan ini berguna untuk menemukan benjolan sebagai awal gejala kanker payudara, yang biasanya terjadi pada daerah sekitar payudara dan ketiak. Setiap benjolan memang belum tentu kanker. Bisa

jadi kista, tumor, infeksi, atau pun trauma, karena yang benar-benar kanker biasanya hanya 15%. Apabila menemukan ada benjolan di payudaranya, tetap harus diperiksakan sehingga bisa segera terdeteksi. Benjolan itu, kata Sonar, terjadi karena pembengkakan kelenjar akibat kanker, dan biasanya perempuan baru merasa perlu memeriksakannya setelah benjolan itu membesar. Padahal untuk pembengkakan mencapai satu sentimeter, dibutuhkan waktu hingga lima tahun. “Akibat kurangnya kesadaran wanita akan hal ini, sebanyak 50% hingga 80% penderita yang datang ternyata sudah dalam kondisi stadium lanjut, sehingga semakin sulit untuk disembuhkan,” katanya. Diungkapkan, wanita berusia 40 hingga 50 tahun cenderung lebih rentan terkena kanker payudara. Proses berkembangnya kanker payudara dari stadium nol hingga stadium lanjut, bisa mencapai 15 tahun. fan, berbagai sumber. 

Konsumsi Gula Berlebihan Bisa Merusak Otak KALAU Anda termasuk kelompok orang yang senang mengonsumsi gula, agaknya Anda mesti berhati-hati dan mulai membatasinya. Mengapa? Riset terbaru para ilmuwan di Amerika Serikat mengindikasikan, makan terlalu banyak gula dapat menggerogoti kemampuan otak. Kesimpulan ini didapat setelah peneliti di University of California Los Angeles (UCLA) yang melakukan uji laboratorium terhadap hewan tikus yang diberi diet sirup jagung tinggi kadar fruktosa selama enam minggu. Peneliti dalam analisanya membagi tikus ke dalam dua kelompok. Satu kelompok tikus diberi suplemen otak yang diperkaya asam lemak Omega-3 dalam bentuk minyak biji rami dan asam docosahexaenoic (DHA), sementara kelompok lainnya tidak. Disebutkan, sebelum diberi minuman gula, tikus tersebut dilatih selama lima hari untuk menyelesaikan permainan teka-teki (maze), sebuah permainan yang mencari jalan keluar. Setelah enam minggu diberikan minuman manis, tikus itu kembali diminta untuk bermain maze, untuk melihat sejauh mana mereka mampu menyelesaikannya. “Penurunan fungsi otak pada hewan yang diberi omega 3 dan DHA cenderung lambat, meski otak mereka menunjukkan penurunan aktivitas sinaptik,” kata Fernando Gomez-Pinilla, seorang profesor bedah saraf dari David Geffen School of Medicine, UCLA. “Sel-sel otak tikus mengalami kesulitan sinyal satu sama lain, mengganggu kemampuan tikus untuk berpikir dan sulit untuk mengingat rute setelah diberi diet tinggi gula,” jelasnya.

14

Peneliti juga menemukan, otak tikus yang tidak di beri asupan suplemen DHA cenderung mengembangkan tanda-tanda resistensi terhadap insulin, suatu hormon yang mengontrol gula darah dan mengatur fungsi otak. “Karena insulin dapat menembus penghalang darah otak, hormon sinyal neuron mungkin memicu reaksi yang mengganggu belajar dan menyebabkan kehilangan memori,” kata Gomez-Pinilla yang mempublikasikan riset ini dalam Journal of Physiology. Dengan kata lain, makan fruktosa terlalu banyak dapat mengganggu kerja insulin untuk mengatur gula, yang diperlukan untuk memproses pikiran dan emosi. “Insulin penting dalam tubuh untuk mengendalikan gula darah, tetapi dapat memainkan peran yang berbeda dalam otak, di mana insulin tampaknya mengganggu memori dan belajar,” kata Gomez-Pinilla “Studi kami menunjukkan bahwa diet tinggi fruktosa merusak otak serta tubuh. Ini adalah sesuatu yang baru,” ujarnya. Walaupun studi ini tidak mengatakan apakah tingkat konsumsi fruktosa kadar tinggi akan berdampak sama pada manusia, namun para peneliti menegaskan kalau temuan ini memberi beberapa bukti bahwa sindrom metabolik dapat mempengaruhi pikiran serta tubuh. “Temuan kami menggambarkan, apa yang Anda makan akan memengaruhi bagaimana Anda berpikir,” kata Gomez-Pinilla. “Diet tinggi fruktosa dalam jangka panjang dapat mengubah kemampuan otak Anda untuk belajar dan mengingat informasi. Tetapi dengan menambahkan asam lemak omega-3 dapat membantu meminimalkan kerusakan,” ucapnya. fan, berbagai sumber

Hipertensi, The Silent Killer JAKARTA - Hingga kini masih banyak masyarakat yang kurang paham dengan penyakit hipertensi. Misalnya bagaimana cara menghindarinya atau cara mengelolanya. Perlu diketahui, hipertensi merupakan the silent killer karena umumnya terjadi tanpa gejala (asimptomatis). Di negara ini , prevalensi hipertensi atau populasi yang terkena penyakit itu mencapai 31,7% dari total jumlah penduduk dewasa. Atau 3 dari 10 orang adalah penderita hipertensi. “Angka itu cukup tinggi dan perlu diwaspadai,” kata dr Santoso Karo Karo, pakar kardiologi dari Pusat Jantung Nasional Harapan Kita, dalam sebuah seminar kesehatan di Jakarta. Hipertensi berkaitan erat dengan penyakit gagal ginjal. Namun para penderitanya seringkali salah, bila beranggapan minum obat dapat memicu penyakit ginjal. “Padahal obat-obatan itu justru menghindarkan penderita hipertensi dari gagal ginjal,” ungkap dokter spesialis jantung ini di sela seminar dalam rangkaian menyambut Hari Hipertensi Dunia baru-baru ini. Di dalam ginjal ada glomerolis yang berfungsi untuk menapis darah, sehingga racun dapat dikeluarkan dan zat yang penting bisa ditahan atau diserap kembali. “Dia punya pembuluh darah mikro yang mengalirkan darah. Bila tekanan darah tinggi, pembuluh darah ini bisa rusak sehingga tidak mampu untuk menapis. Kerusakan ini justru memicu tahanan perifer, yang bila rusak dapat mengeluarkan hormon yang membuat tekanan darah menjadi lebih tinggi lagi,” katanya. Karena itu, lanjutnya, pasien harus tetap mengonsumsi obat untuk menurunkan tekanan darah, dan menjaga ginjal supaya tetap terjaga,” tambahnya. Sementara itu Prof Suhardjono, spesialis penyakit dalam dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, mengatakan, menurunkan tekanan darah adalah salah satu cara mengurangi risiko kematian, dan penyakit penyerta hipertensi, seperti penyakit jantung, gagal ginjal, dan stroke. Pengobatan terhadap hipertensi bukan sekadar menurunkan tekanan darah, tapi haruslah tetap komprehensif. “Tekanan darah yang turun sesuai target pengobatan, harus dikontrol agar tetap stabil. Namun bila tekanan darah sudah turun, bukan berarti penderita sembuh dari hipertensi,” ujarnya. Ancaman terhadap penyakit ini tetap ada. Bila obat dihentikan, maka tekanan darah akan kembali naik. Untuk menghindari tekanan darah tinggi, ujarnya, gaya hidup sehat perlu dilakukan. Seperti olahraga teratur, tidak merokok, dan mengonsumsi makanan sehat. Pengobatan yang bisa dilakukan antara lain mengontrol seluruh faktor risikonya, selain menurunkan tekanan darah. “Kadar kolesterol, gula darah, mengelola stres, tidak makan berlebihan tetap harus dilakukan. Jika sudah terkena hipertensi, yang terpenting adalah obat harus minum terus menerus sesuai anjuran dokter dan terus periksa ke dokter secara teratur,” ujar Suhardjono.  fan, berbagai sumber

EDISI II  JUNI 2012


HINDARI LEMAK, Perbanyak Buah dan Sayur

Untuk menjaga stamina, ternyata tak cukup hanya dengan berolahraga dan makan makanan yang sehat. Rasa ikhlas dalam menjalankan tugas-tugas yang harus dikerjakan ternyata juga diperlukan. DI ruang kerjanya yang bergaya minimalis, Drs H Endro Siswantoro MSi tenggelam dalam kesibukan. Di atas meja kerjanya, setumpuk berkas menunggu untuk dibaca dan ditandatangani. Pria sehari-harinya menjabat Direktur Utama Masjid Nasional Al Akbar Surabaya itu menganggap pekerjaan yang menumpuk itu bukan sebagai beban. “Di usia pensiun, saya dengan ikhlas menerima dan menjalankan tugas-tugas sosial yang telah diamanahkan kepada saya,” ungkap Endro yang 4 April lalu genap berusia 65 tahun. Dengan posisi sebagai Dirut masjid terbesar di Jawa Timur sekaligus Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama di Jatim, otomatis tanggungjawab kakek sepuluh cucu juga semakin besar. Seabrek kegiatan pun menantinya, mulai dari urusan masjid baik internal maupun eksternal, urusan dengan umat agama selain Islam, hingga kegiatan protokoler mendampingi Gubernur Jatim, H Soekarwo, dan Wakil Gubernur Jatim H Saifullah Yusuf. Demi menjaga stamina agar selalu fit dalam melaksanakan tugas-tugasnya itu, Endro menyebut bersyukur dan ikhlas sebagai kata kuncinya. Meski sudah berusia senja, pria kelahiran Lamongan 1947 ini tak pernah berhenti bersyukur. Endro bersyukur karena di sisa usianya dia masih bermanfaat bagi jamaah. “Yang terpenting adalah menerima amanah ini dengan FOTO: GS/BHAKTI PUNDHOWO

ikhlas, bertanggung jawab dan penuh dengan kecintaan untuk mendapatkan ridho-Nya,” katanya. Selain bersyukur dan ikhlas menjalankan semua amanah, ayah lima anak ini juga selalu menjaga dan meningkatkan tali silaturahmi dengan cara melakukan sholat lima waktu dengan berjamaah baik di Masjid Akbar maupun di masjid dekat tempat tinggalnya. Untuk sholat Dhuhur dan Ashar dilaksanakan di Masjid Akbar, sedang untuk sholat Subuh, Maghrib, dan Isya, dia melaksanakannya di masjid yang terletak di samping rumah. “Selain ikhlas dan menjaga silaturahim, saya juga menjaga kesehatan fisik dengan me-manage kesehatan dengan olahraga dan menjalankan pola hidup sehat,” ujar mantan Asisten III Bidang Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Jatim ini. Olahraga yang rutin dilakukan adalah jalan pagi kompleks tempat tinggalnya selama 45 menit hingga 60 menit. Kegiatan tersebut rutin dilakukannya setiap dua hari sekali, tapi jika cuaca tidak mendukung,dia akan melakukannya di rumah. “Kalau hujan atau gemiris, saya jalan-jalannya di dalam rumah saja. Ya, muter-muter di dalam rumah atau melakukan senam bersama istri saya di depan televisi. Yang penting tetap olah raga,” ungkap alumnus SMP Negeri 1 Lamongan ini. Tidak hanya rutin dan istiqomah berjalan pagi, Endro juga menambah jenis olahraganya dengan rajin mengikuti senam jantung sehat bersama sang istri, Hj Artini. Keduanya bergabung dalam kelompok senam jantung sehat yang kegiatannya digelar di halaman STM Negeri Pembangunan (sekarang SMK Negeri 5 Surabaya). Selain berolahraga, mantan Kepala Bagian Kepegawaian Pemprov Jatim ini juga menjalankan hidup sehat. Yang pertama adalah cukup istirahat, setiap hari sepulang dari Masjid Akbar, Endro selalu menyempatkan diri untuk tidur meskipun hanya 15 menit hingga 30 menit saja. “Saya pulang kerja pukul 16.00 setiap hari, sesampai di rumah saya selalu membiasakan diri untuk tidur siang. Meskipun cuma sebentar, yang penting adalah kualitas tidurnya,” pungkasnya.  Siska Prestiwati

ENDRO SISWANTORO dan istrinya, Hj Artini, telah bertekad untuk menerapkan pola hidup sehat. Selain rutin melakukan olahraga, Endro juga sangat seletif dalam memilih jenis dan jumlah makanan yang dikonsumsinya. “Dulu waktu muda, saya jarang mengonsumsi sayur dan buah. Sekarang saya justru pilih memperbanyak makan sayur dan buah-buahan,” ujar mantan , Kepala Bidang Badan Diklat Provinsi Jatim. Tidak hanya banyak mengonsumsi sayur dan buah, Endro pun mengurangi porsi nasi putih. Bisa dikatakan jumlah nasi putih dalam sajian menunya jauh lebih sedikit bila dibandingkan dengan jumlah sayuran serta buah-buahan. Dia bersyukur meski mengurangi jumlah porsi nasi putih, namun dia tak pernah sampai kelaparan di tengah padatnya pekerjaan. “Saya makan malam terakhir itu sekitar pukul 17.00. Selain perbanyak makan sayur dan buah, saya juga punya pantangan yaitu makanan yang berlemak dan daging kambing, “ tuturnya. Endro mengaku meski sudah berkomitmen untuk menghindari makanan berlemak, namun kadang kerinduan untuk menikmati makanan-makanan berlemak dan daging kambing pun muncul. “Ya ditahan, kadang sih saya makan tapi dikit banget. Itupun kalau ada acara perjamuan, tapi gak banyak. Hanya untuk tombo pengen saja, incip-incip saja,” katanya mengaku. Pria dengan tinggi badan 173 cm dan berat badan 78 kg ini mengaku, selain selektif dalam jenis dan jumlah makanan yang dikonsumsi, dia pun beralih ke pengobatan herbal. Sudah tiga tahun terakhir ini, Endro mengaku mengonsumsi produk-produk herbal seperti jinten hitam, madu, dan sari kedelai. “Tiap pagi sarapan saya adalah sari kedelai yang dijus dan saya konsumsi dalam bentuk bubur. Saya tidak pernah sarapan nasi atau sayur,” papar mantan kepala Biro Organisasi Pemprov Jatim ini. Pergantian pola makan dan jenis serta jumlah makanan yang dikonsumsi, diakui sangat terasa. Padatnya kegiatan yang harus dijalaninya tidak pernah terganggu meskipun dirinya tidak mengonsumsi nasi. Dan hasilnya, dari setiap melakukan general check up yang kini rutin dilakukkan saban tiga bulan sekali, semua fungsi alat tubuhnya baik. “Dulu waktu masih dinas, setahun sekali saya melakukan general check up. Tapi sekarang dengan uang pribadi, saya lebih rajin melakukan check up, yaitu tiga bulan sekali. Hasilnya, alhamdulillah, semua baik,” tandasnya.  Siska Nama : Drs H Endro Siswantoro MSi TTL : Lamongan, 4 April 1947 Karier :  2007-Sekarang: Direktur Utama masjid nasional al akbar Surabaya  2007-sekarang: Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama di Jatim.  2004-2006, Asisten III Bidang Kesejahteraan Rakyat Sedaprov Jatim  2000-2004, Kepala Biro Organisasi Pemprov Jatim  1992, Kepala Bidang Badan Diklat Provinsi Jatim  1985, Kepala Bagian Kepegawaian Pemprov Jatim. - 1971, pengawai negeri sipil di Pemerintah Daerah Kabupaten Tuban.

Tenang dan Damai Bersama Keluarga MESKIPUN banyak pekerjaan yang menyita waktunya, namun Endro Siswantoro mengaku saat ini dia memiliki waktu lebih banyak bersama keluarga besarnya. Berbeda dengan saat dia masih aktif menjadi pengawai negeri sipil (PNS). Secara kebetulan, rumah anak menantunya berlokasi tak jauh dari tempat tinggalnya. “Saya bahagia dan bersyukur, di usia saya saat ini saya masih bermanfaat bagi jamaah tapi juga memiliki waktu yang cukup untuk bercanda, bermain dan berkumpul bersama anak-anak dan cucu-cucu saya,” ujarnya dengan senyum mengembang. Bermain bersama anak dan cucu, sambung Endro, ternyata memberi kebahagiaan tersendiri. Sebuah kebahagiaan yang tanpa disadari membuat hati merasa senang, tenang, dan damai. Sehingga, semua beban akibat rutinitas pekerjaan seakan tidak terasa saat bercanda dan bersenda gurau bersama orang-orang yang dikasihinya itu. “Tidak hanya bercanda, sepulang dari

EDISI II I  JUNI JUNI2012 2012 FOTO: GS/BHAKTI PUNDHOWO

senam jantung saya menyempatkan diri untuk bermain badminton dengan cucu-cucu saya di halaman rumah,” ungkap penggemar olahraga bulutangkis ini. Selain bermain badminton dengan cucu, banyak kegiatan yang menyenangkan bersama para cucu-cucunya. Gelak tawa, tingkah laku bahkan pertengkaranpertengkaran kecil antar cucu merupakan sebuah peristiwa yang membuatnya tersenyum bahagia. Endro menambahka, berada di tengahtengah keluarga merupakan terapi kesehatan yang sangat dahsyat bagi para orang tua seperti dirinya. Karena itulah dia berpesan untuk senantiasa menjaga dan merawat para orang tua dengan penuh kasih sayang. “Jangan karena takut merasa direpotkan maka anakanak mengirim para orang tua ke panti jompo,” katanya.  Siska

15 15


Banyak orang menganggap tanggal 1 Suro pada penanggalan Jawa sebagai hari yang kurang baik untuk melangsungkan pernikahan. Bukan hendak menantang kalau Laksamana Pertama TNI (Purn) dr Imam Soewono SpPD dan Prof Dr Suhartati dr MS justru menikah di tanggal tersebut.

16

T

ANGGAL 1 Suro yang dipilih itu kebetulan bertepatan dengan tahun baru 1977. “Saya menikah tanggal 1 Januari 1977 di Kediri. Alasannya sederhana, supaya mudah diingat karena bertepatan dengan hari libur nasional, jadi perjalanan menuju Kediri lancar,“ ujar dr Imam yang kini menjabat Direktur Utama RS Darmo. “Selain itu, kalau tanggal 1 Januari kan dirayakan oleh semua orang karena bertepatan dengan tahun baru,“ tambah Prof Suhartati, ketika ditemui di kediamannya di kawasan Jl Dukuh Kupang XXI. Alasan lainnya, karena pada tanggal 6 Januari, dr Imam harus memenuhi panggilan wajib militer selama 3 bulan di Kartasura. Praktis sebagai pengantin baru mereka terpaksa harus berjauhan. Tapi awal yang sulit itu toh bisa mereka lalui hingga pernikahannya mencapai usia 35 tahun pada 2012

ini. Diakui, menjalani kehidupan rumah tangga selama 35 tahun merupakan hal yang tak semudah membalikkan telapak tangan. Apalagi Imam adalah anggota angkatan laut yang pernah pula ditugaskan di kapal selam. Ini berarti untuk beberapa lama Imam akan berada di laut seperti anggota TNI matra laut lainnya. Di awal pernikahan ayah 4 anak ini disibukkan dengan tugasnya sebagai dokter di TNI AL. Imam yang juga dokter kapal selam, ketika itu kerap ditugaskan di berbagai wilayah Indonesia dan bahkan di luar negeri seperti di Belanda pada 1978 dan di Jerman pada 1986. Sementara sang istri, Prof Suhartati pun tak kalah sibuknya dengan tugasnya sebagai seorang dosen Ilmu Biokimia di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (Unair). Kesibukan yang padat dan terpisah jarak ratusan bahkan ribuan kilometer bukan masalah bagi keduanya untuk membangun fondasi rumah tangga. Meski belum ada perangkat canggih macam skypee yang memungkinkan mereka bisa ngobrol sambil saling memandang dan telepon masih terbatas, keduanya tetap menjalin komunikasi dan komunikasi itu berjalan lancar. Baik dr Imam maupun Prof Suhartati saling mengirim surat, mengabarkan keadaan masing-masing. “Pada waktu itu masih jarang ditemui pesawat telepon. Lewat surat proses sampainya memang butuh waktu yang cukup lama. Sampai saat ini surat-surat itu masih tersimpan rapi, “ kata wanita alumnus Unair ini. Dr Imam mengungkap alasannya memilih angkatan laut pada waktu itu karena home base angkatan laut ada di Surabaya. Dengan begitu dia bisa dengan mudah berkumpul dengan keluarga. “Saya punya semboyan, setinggi-tingginya tupai melompat pasti akan jatuh ke tanah juga. Artinya, sejauhjauhnya saya berlayar ke mana-mana, di seluruh Indonesia dan luar negeri, pasti saya akan kembali lagi ke Surabaya,” terang dokter yang pernah menjadi direktur Rumah Sakit Angkatan Laut (RSAL) Dr Mintohardjo Jakarta dan RSAL Dr Ramelan Surabaya ini. Sedang dalam berumahtangga pria kelahiran Jember, 27 Desember 1948 ini senantiasa menanamkan prinsip, dalam suatu hubungan rumah tangga baik suami maupun istri harus saling percaya dan mengerti, rasa sayang serta hormat pada pasangannya. Selain itu juga berupaya meraih prestasi dan reputasi untuk keteladanan bagi anak-anak mereka. “Dalam hidup saya bersama suami, saya merasa terayomi, dihormati, disayangi. Menariknya, suami saya tidak pernah mengekang keinginan saya dan saya pun mesti tahu diri. Salah satunya pada waktu dia dinas di Jakarta, pada momen tertentu saya juga berkunjung ke sana,” ujar Prof Suhartati. Ketika sang suami pindah dinas di Surabaya, Suhartati pun minta izin untuk melanjutkan pendidikan S3. “Ternyata suami menyetujui,“ kata ibu empat anak dan nenek dari 2 cucu ini mengenang. “Suami saya selalu memberikan support pada cita-cita saya. Sebetulnya, saya tidak pernah berpikir akan tercapai hingga setinggi saat ini. Saya juga nggak pernah menyangka akan jadi dosen. Hidup saya seperti air mengalir, ketika ada kesempatan untuk meraih sesuatu, saya tidak terlalu ngoyo dalam

FOTO: GS/BHAKTI PUNDHOWO

EDISI II  JUNI 2012


Harmoni meraihnya,” tambah wanita yang pernah jadi ketua RW di lingkungan rumahnya. Dalam mengayuh bahtera rumah tangga, Suhartati mengaku antara dia dan suaminya terkadang juga muncul perbedaan pendapat. Ia mencontohkan hal kecil saat membangun rumah. “Membangun rumah itu kan begini begitu, nah salah satu dari kita itu nggak sependapat. Biasanya awalnya kita diam dulu biar nggak emosi, setelah itu baru dibicarakan. Boleh dikata dalam kehidupan rumah tangga kita selama ini bisa dikatakan hampir tidak ada masalah, mungkin ya masalah-masalah kecil-kecil seperti itu,” jelas wanita yang hobi membaca ini. Suhartati menyebut dr Imam adalah “center of gravity” bagi keluarga. Dalam segala kesulitan yang dihadapi selalu berusaha untuk menyelesaikannya dengan penuh pertimbangan. “Ketika saya dapat kesulitan saya selalu meminta pendapat pada suami saya,” tambah wanita asal Kediri ini. Praktik Bersama Kedekatan Suhartati dengan Imam bermula dari buku. Selama di bangku kuliah, Imam sering meminjam buku. Kadang-kadang buku itu masih belum dikembalikan hingga saat membutuhkan buku tersebut, mau tak mau dia harus mengambilnya ke rumah sang peminjam. Dari situlah awal rasa cinta itu tumbuh. “Saya tertarik karena dia manis, cerdas, dan mempunyai kepribadian yang baik,” aku dr Imam.

“Suatu saat di tahun 1967, awal kuliah di Fakultas Kedokteran Unair, malamnya saya sholat tahajud, memohon kepada Allah supaya yang namanya Suhartati itu kelak menjadi pendamping hidup saya, walaupun setelah itu hampir tidak pernah berjalan bersama selama masa kuliah, kecuali pinjam meminjam buku,” kenang dokter yang pernah mengikuti kuis Berpacu dalam Melody, kuis tayangan TVRI yang dipandu Koes Hendratmo. Ternyata kemudian pada akhirnya mereka jalan bareng, bisa jadi lantaran keduanya sering praktik bersama, seperti pepatah Jawa, witing tresna jalaran saka kulina. “Ketika ada praktik di Kedurus, saya diantar. Di Perak kok juga diantar. Pada waktu itu saya juga diajak ke rumahnya. Ndilalah begitu melihat saya, bapaknya langsung senang dan setuju. Dari situ, saya meyakini kalau dia kelak menjadi orang yang baik, rendah hati, dan dapat mengayomi keluarga seperti Ayahandanya,” ungkap Suhartati yang meraih gelar profesor pada 2006 ini. Bukan hanya karena wibawanya, Suhartati yang cenderung suka membaca itu juga terpesona pada sosok Imam lantaran kemampuannya bermain drum dan saat menyanyi di panggung. Asal tahu saja, dr Imam yang gemar juga bermain gitar dan piano ini adalah salah satu personel Band Casino yang terbentuk pada 1967 dan populer pada masanya dan hingga kini. Dari pernikahannya, mereka dikaruniai empat orang anak, dua laki-laki dan dua perempuan. Seolah diwarisi profesi, dua anak perempuannya mengikuti jejak orangtuanya menjadi dokter. Sedangkan dua anak lakilakinya tak mau jadi dokter dan memilih jadi sarjana teknik. “Mungkin karena dulu saya dan suami masih sangat sibuk. Waktu itu depan rumah ada seorang insinyur yang bisa menemani anaknya ketika sore. “Dari situ anak saya yang laki-laki tidak mau menjadi dokter, mungkin karena melihat orangtuanya sebagai dokter yang sangat sibuk,” ujar Suhartati. Kini dr Imam menggunakan waktu luangnya setelah bekerja, yaitu pada malam hari, untuk menemani sang istri belajar. Saat libur, mereka memilih berkumpul dengan keluarga di rumah. “Kalau pun jalan-jalan bareng anak dan cucu, paling untuk makan bersama,” kata pria yang juga berbintang Capricorn tersebut.Bayu Basu Seno

Silaturahmi

LEWAT SEPEDA

MESKIPUN disibukkan oleh urusan rumah sakit, dr Imam tetap meluangkan waktu untuk bersilaturahmi dengan masyarakat sekitar rumahnya. Setiap pagi sebelum berangkat kerja, ayah 4 anak dan kakek dua cucu ini menjalankan aktivitas bersepeda dulu bersama tetangga di sekitar rumah. Sedang Prof Suhartati yang lebih suka melakukan berjalan cepat dan senam pagi bersama ibu-ibu. Usai menyelesaikan kegiatan dengan tetangga, mereka harus segera bersiapsiap menjalani rutinitas. Pukul 07.30 dr Imam bersama istri berangkat ke kantor bersama. Rutenya mengantar Prof Suhartati yang akan mengajar di kampus Unair terlebih dahulu, setelah itu barulah dia meluncur ke RS Darmo. Pria yang mengabdi sebagai dokter di TNI AL sejak 1976 hingga 2003 ini berangan dan berharap di usianya yang lanjut tetap mempunyai semangat juang yang tinggi, dalam keadaan yang sehat, bugar. bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Imam yang setelah pensiun dari TNI AL dipercaya memimpin RS Darmo. Untuk menjaga kesehatannya, pria kelahiran Jember 64 tahun silam ini mempunyai kiat yaitu membatasi makan yang berlebihan, rajin olahraga, istirahat yang cukup, diet, check up kesehatan teratur, dan yang terpenting adalah beribadah. Meski sudah pensiun dari militer, Imam tetap terus “mengibarkan bendera kewajiban” sebagai semboyan yang telah tertanam di dirinya. “Menyelamatkan jiwa pasien atau penderita merupakan kewajiban utama, juga tertanamkan pada seluruh karyawan di Rumah Sakit Darmo,” ujar penggemar nasi pecel ini.Bayu Basu Seno

BIODATA NAMA: Laksamana Pertama TNI (Purn) dr Imam Soewono, SpPD ISTRI: Prof Dr Suhartati, dr MS MENIKAH : 1 Januari 1977 ANAK : 1. dr Laksmi S. Handini, SpA 2. Laksma W. Narendra , ST 3. dr Jehan W. Roostarini 4. Satrio Nindito, ST

FOTO: GS/BHAKTI PUNDHOWO

EDISI II  JUNI 2012

17


uluhan orang lanjut usia (lansia) asyik menggoyang pinggul ke kanan, ke kiri, lalu menggoyangkan badan menyerong ke kanan, ke kiri, ke depan, serta ke belakang dengan langkah-langkah kaki yang seirama dengan musik. Dipandu instruktur, mereka lincah dan bersemangat menggerakkan badan layaknya masih berusia di bawah 30 tahun.

H

ARI itu matahari belum lagi memancarkan teriknya. Puluhan lansia sudah berkumpul di lapangan perumahan Gading Pantai, di kawasan Jalan Kenjeran. Memakai kaus lengan panjang berwarna kuning bergambarkan naga, yang menandakan saat ini merupakan tahun naga air sesuai penanggalan China yang dipadu dengan celana panjang berwarna merah, mereka ngobrol satu dengan yang lain sembari menunggu datangnya sang pelatih. Setiap orang, tanpa memandang usia, pasti menginginkan tetap sehat dan bugar. Dalam kondisi sehat dan bugar, otomatis seseorang itu memiliki nilai plus bagi diri dan orang-orang di sekitarnya. Untuk mendapatkan kondisi itu, salah satu caranya dengan berolahraga. Dan senam bisa menjadi pilihan untuk mendapatkan sehat dan bugar. Ketika jarum jam menunjukkan angka 05.30, pelatih senam yang ditunggu segera naik ke panggung. Yenny Foejiati (60), sang pelatih, segera meminta peserta senam untuk berbaris dan bersiap-siap melakukan gerakan pemanasan. Setelah melakukan pemanasan sekitar 10 menit, Yenny memberikan instruksi pada peserta untuk

melakukan gerakan senam seperti yang dia contohkan. Iringan musik, membuat gerakangerakan senam yang dilakukan sekitar 75 peserta itu terlihat semakin dinamis. Setelah melakukan dua atau tiga gerakan senam aerobik, Yenny menginstruksikan peserta untuk melakukan gerakan tarian (dance). Tentu saja dengan iringan lagu yang sesuai dengan jenis tarian yang dicontohkan instruktur. Tidak lama setelah itu, Yenny mengganti lagu dance itu dengan lagu-lagu berirama country. Dia pun memberikan contoh gerakan country kepada peserta senam dan diikuti oleh para peserta senam lansia tersebut. Setiap gerakan senam yang dilaksanakan di lapangan Gading Pantai saban pagi hari kecuali Sabtu ini diiringi lagu-lagu yang berbeda. Gerakan line dance, akan diiringi lagu yang berbeda dengan saat melakukan country dance. Begitu juga saat menari poco-poco. Lagu dangdut pun tak jarang ikut ditampilkan untuk mengiringi tarian. “ Awalnya senam ini hanya gerakan senam paket seperti gerakan aerobik yang bersifat slow (pelan). Sengaja dipilih yang slow karena yang mengikuti senam ini adalah para lansia,” jelas Ineke Hutani, yang juga instruktur senam Gading Pantai. Aktivitas senam di lapangan Gading Pantai itu sudah berlangsung sejak 13 tahun silam. Agar tidak tergerus zaman serta supaya pesertanya tidak bosan dan malah supaya makin bertambah dari kalangan muda usia, para pengurusnya terus mengupayakan inovasi pada setiap gerakan senam. “ Untuk mengkreasikan gerakan senam, saya ‘kulakan’ pada klub-klub senam pagi lain setiap hari Sabtu karena kalau Sabtu kegiatan di sini libur. Gerakan-gerakan itu kemudian saya kombinasikan dengan gerakan senam Gading Pantai,” terang Yenny. Gerakan senam Gading Pantai biasanya dikombinasikan dengan gerakan dalam senam jantung sehat, gerakan disko, line dance, dangdut, poco-poco, serta

FOTO- FOTO : GS/BHAKTI PUNDHOWO

gerakan senam santri. Faktor usia yang sudah lanjut membuat daya ingat para paserta melemah sehingga mudah lupa gerakan yang sudah diajarkan sebelumnya. Karena itulah instruktur senam harus sabar memberikan contoh gerakan-gerakan baru kepada peserta senam lansia ini. Meski harus ekstra sabar, Yenni mengaku senang bisa melatih para peserta senam lansia ini. “Karena para pesertanya mempunyai semangat yang tinggi,” ujarnya. Diakui, gerakan-gerakan baru yang diajarkan itu sengaja dipilih yang mudah diingat peserta. Sehingga kalau mengajarkan gerakan baru, durasi waktu yang biasanya hanyak 60 menit bisa molor. BEBAS BIAYA Kelompok senam Gading Pantai yang didirikan pada 28 Februari 1999 dengan dipelopori tiga wanita, Ny Lili (61), Ny Hong (60), dan Ny Mariani (75). Secara kebetulan rumah mereka berdekatan. Dalam perjalanan, Ny Hong kemudian memilih mendirikan kelompok senam sendiri di tempat yang berdekatan dengan rumahnya. Meski ditinggal salah satu pelopornya, the show must go on, aktivitas senam Gading Pantai tetap berlangsung seperti biasa. “Dulu senam ini dilakukan di depan rumahnya Bu Mariani. Karena pesertanya bertambah banyak, kami dipinjamin tempat oleh salah seorang warga perumahan ini. “Ya

18 EDISI II  JUNI 2012


FOTO-FOTO: GS/BHAKTI PUNDHOWO

di lapangan ini, Jalan Raya Gading Pantai nomor 1A ini, “ kata Ineke. Sebanyak 75 peserta yang mengikuti senam Gading Pantai ini merupakan orang-orang yang berusia rata-rata di atas 50 tahun. Kendati untuk lansia, gerakan-gerakan senamnya juga bisa diikuti semua kalangan baik muda ataupun tua. “Di sini kami tidak membeda-bedakan status golongan menengah ke atas maupun menengah ke bawah, semua orang dapat ikut senam ini tidak terkecuali,” lanjutnya. Menariknya, berbekal motto “kebersamaan dan kesehatan”, peserta maupun istruktur senam tidak di pungut biaya apa pun. “Bila ingin bergabung, langsung ikut saja, tidak di pungut biaya apapun. Pelatihnya juga tidak di bayar, cuma setiap satu bulan sekali kita iuran Rp 10 ribu. Itupun nantinya akan kembali ke semua peserta, untuk merayakan hari-hari besar seperti lebaran, natal, tahun baru, Imlek, dll. Karena kita selalu merayakan hari-hari besar itu,” terang Yenny. Senam yang dilakukan setiap hari ini kecuali hari Sabtu, ternyata sudah dirasakan manfaatnya bagi kesehatan jantung, menyembuhkan asma, diabetes, dan penyakit-

penyakit yang sering melanda kaum lansia. Endang Kusworini (66), salah seorang peserta menyatakan senang mengikuti kegiatan senam di lingkungan rumahnya. “Senang dan bahagia bisa berkumpul-kumpul dengan warga sekitar sini, jadi sambil olahraga sekaligus silaturahim,” ujar ibu dua anak yang sudah mengikuti senam sejak sejak awal berdirinya kelompok ini. Bisa jadi berkat rutin melakukan senam, di usianya sekarang Endang masih sanggup jalanjalan atau malah bepergian jauh. “Karena saya orangnya suka berpergian, di usia saya seperti yang sekarang ini saya mampu berjalan jauh. Mungkin berkat senam ya,” kata nenek 4 cucu yang bulan lalu masih mendaki Gunung Kelud bersama teman-temannya “Dengan mengikuti senam ini, tubuh saya jadi lebih sehat dan yang penting dapat membangkitkan rasa optimis saya,” tambah Endang yang rajin mengikuti senam bersama suaminya, dr Sjamsul Anwar.  Bayu Basu Seno

19

EDISI II  JUNI 2012

19


Kesehatan Jiwa

TINGKATKAN

H

Seorang ibu dengan canting di tangan kanannya tampak asyik menggambari selembar kain putih. Tak lama kain putih tersebut mulai bermotif batik sesuai gambar contohnya. Membatik kini bukan cuma menjadi aktivitas untuk melestarikan budaya, tapi aktivitas membatik ternyata juga dimanfaatkan untuk terapi.

20

ERLINA, nama ibu tersebut, masih terus membatik sesuai motif yang sudah digambarkan pada kain dengan bantuan pensil. Sepintas tak ada yang aneh pada kegiatan membatik yang dilakukan wanita asal Kupang Nusa Tenggara Timur (NTT) itu, namun bila diperhatikan dengan seksama, terlihat sebuah jarum infus menancap di pergelangan tangan kanannya. Tidak hanya itu, wajah Herlina pun terlihat agak pucat. “Satu jam lagi, saya akan menjalani kemoterapi,” ungkapnya sembari terus menggerak-gerakkan cantingnya. Wanita berusia 45 tahun ini mengaku dirinya tengah menjalani kemoterapi untuk yang keempat kalinya. Total kemoterapi yang harus dijalani ibu dua anak ini adalah 6 kali kemoterapi. Setiap 17 hari sekali, dia ke Surabaya untuk menjalani kemoterapi. Kegiatan membatiknya bermula saat persiapan kemoterapi dirinya mendapat tawaran belajar membatik. “Karena belum pernah membatik, saya sangat tertarik,” ujar Herlina yang divonis menderita kanker rahim ini. Diakui , kegiatan membatik ternyata sangat menyenangkan. Bahkan membuatnya rileks dan sedikit melupakan derita yang akan dialaminya saat akan menjalani proses kemoterapi. “Biasanya, sebelum menjalani kemoterapi saya tidur dulu. Ini saya lakukan karena saya nggak senang dengan efek samping kemoterapi, yaitu mual, pusing, dan di badan nggak enak semua. Seperti orang trauma, setiap mau kemoterapi rasanya malas, tapi karena ingin sembuh jadinya harus saya lalui. Tapi dengan membatik, saya merasa lebih enak daripada tidur,” paparnya. Meskipun baru belajar, ternyata Herlina benar-benar menyenangi aktivitas barunya itu, membatik. Hanya dalam waktu 30 menit, dia mampu menyelesaikan gambaran pada dua lembar kain berukuran 40 x 60 cm. “Bagusnya..,” seru Herlina dengan senyum yang mengembang. Tak hanya menggambar, dia juga tekun mendengarkan penjelasan cara mewarnai dan mencuci kain yang sudah selesai dibatik. Pasien penderita gangguan pada saraf leher, Sri Rukmini (55) juga mengaku lebih tenang dan lebih rileks setelah mengikuti kegiatan membatik. Sri yang sudah dua hari mengikuti kursus kilat membatik ini merasa lebih rileks dan agak melupakan penyakitnya. Diakui meski tubuhnya lemah, namun dengan kursus membatik ini dia merasa tertantang untuk menyelesaikan batiknya. “Konsentrasi saya untuk menyelesaikan batik, membuat saya lupa pada penyakit saya. Saya senang dengan kegiatan seperti ini,” ujarnya sebelum kembali ke tempat istirahatnya. Spesialis Kejiwaan RSUD dr Soetomo, Erikavitri Yulianti SpKJ memaparkan, kegiatan membatik akan banyak memberikan manfaat untuk kesembuhan pasien. “Membatik itu semacam terapi pengobatan pasien yang disebut psiko-neuro-imuno-endokrinologi,” ujarnya. Psikoneuroimunologi, jelas dr Erika, adalah ilmu perilaku yang relatif berkembang pesat di Amerika $erikat sejak 13 sampai 18 tahun yang lalu. Dari namanya saja terlihat bahwa

FOTO : GS/YUDHI D.ANGGORO

EDISI EDISIIII  JUNI MEI 2012


KesehatanJiwa

SISTEM IMUN Lewat Membatik ilmu ini merupakan kaitan ataupun interaksi antara perilaku, kerja saraf, fungsi endokrin, dan proses kekebalan tubuh. “Diharapkan kegiatan membatik ini bisa menjadi terapi yang menyenangkan bagi pasien sehingga dapat meningatkan imunitas pasien,” papar staf fungsional Departemen Psikiatri dan Geriatri RSUD dr Soetomo ini. Bagaimana membatik bisa meningkatkan sistem imun pasien? Dr Erika menjelaskan, membatik bisa dikatakan sebagai reminding bagi pasien terutama dari golongan lanjut usia, untuk mengingat masa lalunya ketika masih dalam keadaan sehat. Dengan mengingat masa mudanya yang masih sehat dan menyenangkan, otomatis pasien jadi lebih semangat untuk kembali sehat seperti dulu. Sedangkan untuk usia muda, tambah Erika, dapat menimbulkan rasa senang dan semangat baru. Dengan begitu pasien bisa melawan penyakitnya dengan keinginan kuat yang dia miliki. Timbulnya semangat baru pada pasien, nantinya akan merembet pada hal-hal positif yang lain, seperti konsentrasi, ketekunan, dan ketelatenan. “Saat membatik, pasien dituntut untuk berkonsentrasi. Sehingga untuk beberapa saat mereka akan melupakan sakit mereka,” ujarnya. Masih menurut dr Erika, lewat kegiatan membatik, secara tidak langsung pasien akan diajarkan cara untuk sabar dan telaten untuk bisa menyelesaikan batiknya. Kesabaran dan ketelatenan saat membatik itulah yang secara tidak sadar akan masuk ke dalam pola pikir dan kejiwaan pasien untuk diimplementasikan dalam kehidupannya. “Sehingga mereka bisa lebih sabar dan telaten untuk menyelesaikan terapi yang sedang dijalani dalam rangka pengobatan penyakit yang sedang diderita,” urainya. Sikap positif yang dimiliki pasien nantinya akan memberikan reaksi positif pada tubuhnya meski dia sedang menderita penyakit kronis. Di samping itu, membatik diyakini Erika dapat menambah imunitas tubuh. “Karena ketika membatik pasien kan harus duduk. Nah disitulah ketahanan tubuh pasien dapat ditingkatkan,” ujarnya. Spesialis Kejiwaan RSUD dr Soetomo dr Yudha Haryono, SpS menambahkan, di dunia kesehatan jiwa, sudah banyak penelitian yang menyebutkan bahwa kegiatan yang menyenangkan dan membuat rileks pasien bisa mempercepat proses penyembuhannya.

“Sebenarnya banyak penelitian tersebut, untuk jenis kegiatannya tergantung pada negara masing-masing. Kalau di Indonesia ada batik, selain membatik kegiatan melukis, menari, bermain musik termasuk gamelan serta rajin mengikuti pengajian pun cukup efektif bagi terapi kejiwaan dan berimbas ke sistem imun pasien,” papar dr Yudha. Diakui, terapi kejiwaan khususnya untuk membatik ini tidak bisa dilakukan oleh semua orang. Namun, hanya berlaku bagi pasien yang tertarik dengan kegiatan membatik. Pasien yang tidak menyukai batik dan aktivitas membatik, maka terapi ini tidak akan melihatkan hasil yang bagus. Yudha menjelaskan, dalam kegiatan

membatik ada kepasrahan, di sini juga ada kesulitan-kesulitan yang harus dihadapi oleh pasien. Dengan ketelatenan dan kepasrahan dalam mengikuti liku-liku pola yang ada, secara tidak sadar itu merupakan terapi spiritual bagi pasien. Kepasrahan tersebut diharapkan bisa membuat pasien menerima dengan ikhlas penyakit yang sedang dideritanya. Sedang kesulitan-kesulitan yang dihadapi saat membatik diharapkan bisa membuat pasien itu tabah dan telaten dalam menghadapi terapi pengobatannya. “Secara garis besar, pasien diharapkan tidak jatuh pada keadaan frustrasi karena penyakit dideritanya. Yang bisa berdampak pada semangat pasien untuk melanjutkan terapi pengobatannya. Bila pasien sudah masuk pada fase frustrasi, maka terapi pengobatan apapun tidak akan memberikan hasil yang maksimal,” pungkas dr Yudha. Siska

21 EDISI II  JUNI 2012


SportLife

Sering kita mendengar, orang yang sedang bermain tenis meninggal dunia mendadak di lapangan. Bagi orang awam kejadian ini pasti memunculkan tanda tanya besar. Mengapa ini terjadi mengingat berolahraga itu kan tujuannya untuk sehat?

S

eiring meningkatnya kesadaran untuk hidup sehat, banyak orang melibatkan diri dalam berbagai kegiatan olahraga. Salah satunya tenis. Tenis, sebagaimana dikatakan T Faisal S.T.Wijaya, pelatih tenis di Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jatim, merupakan olahraga permainan yang bersifat gembira. Bila seseorang bermain tenis pada intinya dia harus bergembira agar hidup merasa lebih mudah. Lantas mengapa seseorang yang bermain tenis itu tiba-tiba meninggal saat atau sesaat setelah berolahraga. “Kalau begini, pasti ini ada sesuatu dengan subjeknya (orang yang bersangkutan),” ujarnya. Secara medis hal tersebut bisa disebabkan beberapa hal. Pertama, kurangnya kesiapan pikiran sebelum melakukan. “Bila akan melakukan olahraga tenis, pikiran harus fokus pada permainan ini meski ini termasuk olah raga bersifat gembira,” kata Faisal.

Kedua, sebelum melakukan tidak melakukan persiapan fisik, salah satu yang harus dilakukan yaitu pemanasan. Seperti pemanasan sistem kardiovaskular, yaitu dilakukan dengan cara jalan-jalan keliling, jogging. Selain itu stretching yang berfungsi untuk peregangan, agar otot tidak tidak tersentak kaget. Kegiatan pemanasan itu dapat dilakukan antara 15 - 20 menit. Lalu jumping (lompat-lompat) ringan dan melakukan pemanasan pukulan. Semua ini perlu dilakukan agar otot tidak kaget sekaligus untuk menyiapkan fleksibilitas sendi. Ketiga, melakukan gerakan-gerakan pukulan yang tidak logis. Dalam bermain tenis harus mengetahui teknik-teknik gerakan memukul bola tenis. Gerakan jangan menyentak, harus diberi jarak pukulan. Bila memukul bola tenis tidak mengenai posisi tengah raket, akan menimbulkan getaran. Kalau ini berulang-ulang terjadi akan menyebabkan cederaa pada siku lengan atau sering disebut dengan istilah tennis elbow. Keempat, jangan mempunyai pikiran untuk mencapai satu tingkat kesehatan yang tinggi hanya dengan bermain tenis. Bermainlah tenis dengan tujuannya mencari kesenangan. Maka dari itu bermain tenis perlu mawas diri, jangan memaksakan fisik yang sudah lelah karena dapat menyebabkan cedera. Kelima atau terakhir, berlebihan dalam mencukupi nutrisi sebelum melakukan olahraga ini. Cukupilah nutrisi sesuai dengan kondisi tubuh, jangan berlebihan. Konsumsilah makanan yang mengandung high carbohidrat complex, seperti mengonsumsi buah-buahan atau bijibijian, hindari makanan-makanan yang berlemak karena proses pengubahan dari lemak menjadi karbohidrat dan selanjutnya menjadi energi akan membutuhkan waktu yang lama. Sebelum berolahraga sebaiknya konsumsilah makanan karbohidrat secukupnya karena dapat secara langsung diubah menjadi energi. Dr Hari Prayogo dari Komisi Kesehatan KONI Jatim, menambahkan, serangan jantung bisa mengenai siapa saja, meski yang bersangkutan sebelumnya tidak mengidap penyakit jantung. “Bila olahraga terlalu dipaksakan, akan menyebabkan penyempitan pada pembuluh darah jantung hingga mengakibatkan berkurangnya oksigen yang masuk ke dalam jantung. Ketidak seimbangan pasokan oksigen pada tubuh ini bisa mengakibatkan serangan jantung bahkan kematian secara mendadak (sudden death),” terangnya. Cedera yang sering dialami oleh para atlet tenis antara lain yaitu cedera pada siku lengan (tennis elbow atau tennis arm) yaitu luka dalam pada otot-otot tendon yang bisa dirasakan dalam bentuk sering nyeri pada sendi-sendi siku lengan, fleksibilitasnya tidak sama. Kalau pun cedera itu menimpa, hal yang harus dilakukan adalah merendam siku dengan air panas agar fleksibilitasnya mendekati seperti semula, agar sarafnya tidak terganggu. Cedera yang sering menimpa pemain-pemain dasar antara lain cedera engkel, lutut, tulang punggung bagian bawah, leher, bahu. “Itu semua terjadi karena gerakan yang tidak wajar dan dipaksakan,” kata dr Hari. Bila otot tubuh jarang dipakai, dia akan selalu melemah. Fungsi dari gerakan tenis adalah untuk mencegah hal tersebut. Jika intensitas permainan tenis sangat tinggi, maka seseorang itu akan berada dalam sistem energi yang lebih anerob, sebaliknya bila intensitas permainan sangat rendah maka yang digunakan sistem energi aerobik,” terang Faisal. 

22 EDISI II  JUNI 2012


SportLife

Bukan untuk MENURUNKAN Berat Badan Terkadang orang salah mengerti, olahraga tenis dianggap sebagai olahraga yang bisa membakar kalori serta dapat menurunkan berat badan. Perlu kita ketehui, tenis menggunakan sistem energi anerob. “Yang lebih cocok sebagai kegiatan untuk menurunkan berat badan adalah olahraga yang menggunakan sistem energinya aerobik. Jadi tidak pas bila tenis dianggap sebagai olahraga yang dapat menurunkan berat badan,” kata T.Faisal

S.T.Wijaya, pelatih tenis di Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jatim. Sistem energi anerob itu sendiri adalah sistem energi tubuh ketika melakukan sesuatu apapun terlebih olahraga dengan intensitas kegiatan yang sangat tinggi. Sedang energi aerobik adalah sistem energi tubuh ketika seseorang melakukan suatu kegiatan apapun dengan intensitas yang rendah dan dalam jangka waktu yang lama, serta tidak berkelanjutan . Menurut ahli energi tubuh, tenis menggunakan sistem energi

aerobik sebanyak 20% dan sistem energi anerobik sebanyak 80% . Ini pula yang membuat tenis dikategorikan sebagai olahraga yang lebih menggunakan energi anerob. Perlu diketahui, permainan tenis tingkat dunia dalam satu set membutuhkan durasi waktu satu jam lebih. Bisa jadi, dalam satu set butuh waktu sampai enam jam. “Bila seseorang hanya menjalankan karena hobi dan kesehatannya belum terbina secara intens, sebaiknya bermain satu minggu dua kali dengan durasi jangan kurang dari 30 menit dan jangan lebih dari 60 menit dalam setiap set permainan. Ini juga tergantung kondisi kekuatan tubuh antara dua pemain,” terang pelatih yang sejak kelas empat SD sudah bermain tenis ini. Untuk diketahui, tenis termasuk kelompok Life Time Sport yang berarti olahraga ini boleh dilakukan usia barapa pun dan dapat dilakukan kapan saja. “Tapi dengan syarat, bila usia sudah tua maka gaya bermainnya jangan seperti anak muda. Pada anak-anak, memang dianjurkan bermain tenis sedini mungkin,” kata Faisal.  Bayu Basu Seno REPORTER: RAINY ALFA ZULFANNISA

EDISI II  JUNI 2012

FOTO-FOTO: YUDI DWI ANGGORO

23


Testimoni

21 TAHUN

M

ERASAKAN sakit di punggung telah menjadi bagian dari hidup Laksamana Pertama TNI (Purn) dr Mochammad Syamsul Anwar. Demi “menghilangkan” rasa nyeri sudah 21 tahun menemaninya, mantan Direktur Utama RSAL Dr Ramelan Surabaya ini memilih banyak beraktivitas. Tidak ada yang berbeda pada tampilan kakek empat cucu ini. Tubuh pria berusia 75 tahun ini terlihat sehat bahkan gerakannya masih lincah, ke mana-mana di masih mengemudikan sendiri mobilnya. Orang yang belum mengenal betul sosoknya tidak akan pernah menyangka dan percaya dengan apa yang pernah dialaminya. Laksamana Pertama TNI (Purn) dr Syamsul Anwar yang akrab disapa Syamsul ini ternyata pernah mengalami kecelakaan yang merenggut nyawa sahabatnya Kolonel TNI dr Sasangko dan membuat dirinya terbaring koma selama dua minggu. “Alhamdulillah, saya selamat dan bisa kembali sehat seperti sedia kala,” ungkap dr Syamsul kepada Tabloid Global Sehat. Sambil melayangkan pandangan jauh ke depan, Syamsul kembali membuka kenangan pada tanggal 4 November 1990 di kawasan Gunung Bromo, Probolinggo. Syamsul menceritakan saat itu sepulang dari Kongres Nasional III Perhimpunan Kesehatan Hiperbarik Indonesia di Surabaya, dia bersama rekan-rekan perwira tinggi dan menengah Angkatan Laut bersama para istri sepakat untuk menikmati indahnya matahari terbit di Gunung Bromo. Puas menikmati sensasi dinginnya Bromo dipadu dengan indahnya pesona sunrise yang seakan-akan muncul dari balik gunung, rombongan yang terdiri 4 pasangan suami istri ini memutuskan kembali ke Ngadisari ke tempat bus yang membawa rombongan mereka dari Surabaya. Mereka kembali menggunakan mobil Toyota Kanvas yang mereka tumpangi sejak awal. Sayangnya, mobil yang disopiri oleh Hartono itu tergelincir di kawasan Penanjakan Gunung Bromo dan masuk ke

jurang sedalam 250 meter. Delapan penumpang berikut sopir mobil sewaan tersebut jatuh berhamburan di dalam jurang dan seorang meninggal di tempat kejadian. “Waktu kejadian itu saya masih sadar kemudian dilarikan ke RSAL Dr Ramelan Surabaya. Karena saya membutuhkan perawatan intensif dari dokter anastesi sementara di RSAL belum ada, maka saya dirujuk ke RSU dr Soetomo. Sehari berada di RSU dr Soetomo, saya tidak

sadarkan diri alias koma kurang lebih dua minggu,” tutur dokter spesialis kapal selam ini. Luka yang dialami Syamsul cukup serius, terutama di bagian tulang belakangnya. Ada tiga tulang belakangnya yang remuk dan hingga saat ini kondisi ketiga tulang belakangnya tetap sama. Selain di tulang belakang, banyak tulang lainnya yang juga mengalami cedera, antara lain dua tulang rusuk retak,

antara tulang kaki dengan tulang duduk sebelah kiri mengalami dislokasi, tulang leher bergeser atau mengsle serta tulang dada retak. “Retaknya tulang dada menyebabkan paru-paru mengalami kegagalan pernafasan atau respiratory distress syndrome (RDS). Inilah yang paling berat

yang membuat saya dikirim ke RSU dr Soetomo dan mengalami koma. Sekadar tahu di AS yang memiliki peralatan canggih, orang yang terkena RDS sekitar 90%-nya meninggal,” ujarnya Syamsul yang saat kecelakaan masih menjabat Direktur Kesehatan AL. Akibat benturan keras di daerah dada, sambungnya, di dalam paru-paru terjadi pendarahan yang hebat. Sehingga, diperlukan penanganan yang serius dengan alat bantu pernafasan yang saat itu belum dimiliki oleh RSAL, rumah sakit yang pernah dipimpinnya. Setelah sehari mendapatkan FOTO: GS/BHAKTI PUNDHOWO

Bugar Percepat Proses Pengobatan dan Penyembuhan BILA melihat kondisi setelah kecelakaan yang merenggut satu nyawa tersebut, maka tidak akan yang percaya kalau dr Syamsul Anwar bisa selamat dan sehat bahkan bisa beraktivitas seperti sedia kala. Pasalnya, luka yang dialaminya tergolong luka yang sangat serius. “Saya sangat bersyukur, mukjizat ini bisa saya rasakan dan saya bisa menjalani hidup ini dengan lebih hati – hati dan lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT,” tutur suami Endang Kusworini ini. Dr Syamsul mengungkapkan semua dokter yang merawatnya cukup senang dan merasa heran, sebab semua pengobatan dan obat yang diberikan bisa diterima dan diserap oleh tubuh. “Ternyata tubuh yang bugar mempercepat kerja obat di dalam tubuh saya, itulah yang membuat proses pengobatan dan penyembuhan saya lebih cepat,” tutur ayah dari dua orang putri ini. Pria kelahiran Banyuanyer Probolinggo 26 Februari 1937 ini lantas membocorkan rahasia bugar yang membuat tubuhnya cepat pulih, yaitu olahraga teratur dan dilakukan setiap hari secara rutin. Sebagai anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI),

24

tentunya latihan fisik sangat diperhatikan dan harus dilakukan sesuai dengan aturan. “Dulu, sebelum mengalami kecelakaan, saya selalu lari sejauh satu mil dalam waktu delapan menit, sit up lebih dari 50 kali, dan push up minimal 10 kali,” ungkap Syamsul yang semasa berdinas di Mabes AL lebih suka berjalan lewat tangga biasa untuk menuju ruangannya yang berada di lantai 7. Katanya, berjalan lewat tangga bermanfaat untuk melatih otot dan jantung. Juga untuk menghindari rebutan lift. Selain menjaga kebugaran tubuh dengan berolahraga secara rutin, sebagai seorang dokter, Syamsul hampir tidak pernah mengonsumsi obat bila dirinya sakit. Bila sakit menderanya, dia hanya mengonsumsi vitamin untuk meningkatkan stamina tubuhnya. “Sebagai dokter, saya tahu setiap obat mengandung efek samping. Karena itu, saya selalu menghindarinya dan hanya minum vitamin saja,” katanya. Kebiasaan olahraga serta menghindari terlalu banyak mengonsumsi obat itu ternyata sangat membantu proses pengobatan yang dijalaninya.  Siska Prestiwati EDISI EDISIIII  JUNI MEI 2012


Testimoni Bersahabat dengan Nyeri di Punggung perawatan intensif di ruang Intensive Care Unit (ICU), dr Syamsul mengalami koma. Selama koma, berbagai tindakan pun terus dilakukan oleh tim dokter yang terdiri dari tim dokter RSUD dr Soetomo yang dipimpin oleh Prof Puruhito dan tim dokter dari RSAL dr Ramelan dipimpin oleh dr Darmadi. “Selama saya koma, beberapa kali tim dokter melakukan penyedotan cairan karena respirator yang masih ada di dalam paru-paru saya. Tentunya, setiap tindakan dan perkembangan kesehatan saya atas sepengetahuan istri saya,” ungkap ayah dua anak ini. Penyedotan dilakukan untuk mengurangi volume cairan yang ada di dalam paru-paru. Keberadaan cairan di dalam paru-paru tersebut sangat mengganggu sistem pernafasan dan bisa berakibat fatal bagi penderita. Setelah dua minggu tidak sadarkan diri, dr Syamsul terbangun. Dari hari ke hari, kondisi kesehatannya pun semakin membaik. Tapi karena dua minggu berada dalam keadaan koma, maka seluruh bagian tubuhnya jadi lumpuh. “Selama satu minggu bila tubuh tidak digerakkan maka akan lumpuh. Saya belajar jalan dan baru bisa jalan selama dua bulan latihan dan langsung ngantor,” ujar penyuka musik keroncong ini. Agar pulih, Syamsul harus menjalani terapi fisioterapi selama satu tahun. “Waktu itu dengan dispalk saya masih jadi inspektur upacara, seingat saya kalau nggak 2 ya 3 kali di Jakarta dan Surabaya,” tambahnya. Meskipun bisa kembali pulih bahkan bisa beraktivitas seperti biasanya, namun dr Syamsul masih merasakan sakit yang luar biasa di bagian punggung belakang. Di sana ada tiga tulang belakangnya yang remuk dan belum bisa diobati hingga saat ini. “Sampai sekarang kondisi ketiga tulang belakang saya masih remuk. Itulah yang menyebabkan rasa nyeri,” katanya.

Di tahun 1991 saat itu, ungkap dr Syamsul, tidak ada pengobatan di Indonesia yang mampu mengatasi masalah tersebut. Demi mendapatkan kesembuhan, dia bahkan ke RS Bethesda di Maryland AS untuk berkonsultasi dan berobat ke dokter ortopedi paling terkenal. “Saat itu, tidak ada teknologi yang bisa mengobati tulang belakang yang remuk. Bahkan, di Amerika pun ternyata belum bisa, sampai saya dikonsultasikan dengan dokter ortopedi asal Jepang yaitu Prof Hokaido yang kebetulan ada di Amerika,” kenangnya. Dari hasil konsultasi dengan dokter ortopedi asal Jepang tersebut, dirinya disarankan untuk membiarkannya. Meskipun tulang belakang retak, asal jutaan saraf yang ada di dalam utuh dan tidak mengganggu serta merusak susunan saraf yang ada di dalamnya, sebaiknya dibiarkan saja. “Memang waktu itu, saya diberi suntikan

atau bisa disebut sebagai suntikan anastesi lokal. Itu pun tidak bertahan lama, kurang dari satu hari rasa nyeri itu kembali menyerang. Karena takut efek samping yang akan ditimbulkan mengingat suntikan tersebut tidak banyak membantu, akhirnya saya coba untuk bersahabat dengan rasa nyeri ini hingga saat ini,” papar dia. Rasa nyeri tersebut, ungkap dr Syamsul akan sangat terasa bila pada malam hari atau saat dirinya tidak melakukan aktivitas apapun. Namun, bila dirinya aktif melakukan suatu kegiatan maka rasa nyeri tersebut tidak terasa. Karena itulah dia aktif terlibat kegiatan senam di kompleks kediamannya, pada hari tertentu memberikan kuliah tujuh menit (kultum) di masjid di dekat rumahnya, serta mengelola yayasan yang membawahi lembaga pendidikan SD Al Muttaqin.  Siska Prestiwati

Jalan-jalan dengan Anak dan Istri SELAIN bisa kembali sehat dan beraktivitas seperti sedia kala, dr Syamsul semakin mempercayai bahwa di balik musibah pasti ada hikmah dan kenikmatan. Dia merasakan nikmat tersebut saat bisa membawa istri serta kedua putrinya untuk berkeliling di Amerika selama kurang lebih satu bulan. “Dengan gaji seorang pengawai negeri sipil (PNS) pasti akan sangat sulit untuk mewujudkan cita-cita membawa istri dan anak ke luar negeri. Namun, akibat kecelakaan tersebut saya bisa membawa anak dan istri saya ke Amerika,” ujar pria yang mahir menjahit baju ini. Saat itu, ungkap dr Syamsul, pemerintah menyediakan anggaran untuk pengobatan ketiga tulang belakang yang remuk ke rumah sakit di Amerika Serikat. Seharusnya yang berangkat ke Amerika hanya tiga orang saja, yaitu dirinya dan dua orang dokter ortopedi yang merawatnya dengan fasilitas tiket pesawat kelas bisnis. Entah bagaimana awalnya, dua dokter yang mengawasi kondisinya, ingin mengajak satu orang dokter lagi. Karena anggaran yang tersedia hanya untuk tiga orang saja, maka mereka berinisiatif untuk menggunakan fasilitas atau kelas ekonomi saja. “Ternyata dengan menukar tiket kelas bisnis menjadi tiket kelas ekonomi, kami mendapatkan enam tiket. Kelebihan itulah yang saya gunakan untuk mengajak istri dan anak saya,” tuturnya. Setelah berada di Amerika dan menjalani

EDISI II I  MEI JUNI2012 2012

proses pemeriksaan, ternyata rumah sakit di Amerika yang teknologi kedokteran jauh lebih canggih daripada di Indonesia pun angkat tangan. Para dokter di Amerika mengatakan dirinya sangat beruntung, sebab kasus yang dialaminya sangat serius. Bahkan dengan alat secanggih yang mereka miliki, 90 persen pasien dengan kasus yang sama tidak dapat diselamatkan. “Para dokter di Amerika terus mencoba membantu, sampai mereka berhasil menemukan ahli ortopedi dari Jepang yaitu Prof Hokaido yang kebetulan sedang berada di Amerika. Kami pun menemui professor tersebut, namun ternyata tidak ada hasilnya,” katanya. Prof Hokaido menyarankan agar tidak dilakukan tindakan apa-apa terhadap tulang – tulang yang remuk tersebut. Sebab, bila dilakukan tindakan justru bisa berakibat fatal. Pasalnya, otot-otot atau syaraf –syaraf yang ada bila dibongkar tidak dapat kembali normal seperti sedia kala. Alhasil, selama sebulan dia beserta istri (Endang Kusworini) dengan dua putrinya (Primarini dan Dothy) serta tim dokter dari Indonesia lebih banyak mengisi waktu luangnya untuk menikmati berbagai tempat wisata yang ada di Amerika. “Inilah hikmah di balik musibah yang saya alami. Saya bersama keluarga bisa keliling Amerika, padahal bila melihat dari penghasilan sangat mustahil,” pungkasnya.  Siska Prestiwati

25


wanita kelahiran Tanjung Kalimantan Selatan 1 November 1937 ini. Karena kanker yang mulai dirasa-

MENYADARI usia yang semakin tinggi, Indayati Oetomo membuat keputusan untuk dirinya. “Kalau orang rame bikin resolusi, pada 2012 ini saya juga membuat resolusi, yaitu meminimalkan makan daging merah,” ujar International Director John Robert Powers ini. Nenek 2 cucu itu mengungkap dirinya lebih suka makan tempe tahu atau nasi timbel ketimbang steak. “Sejak awal saya memang nggak terlalu memanjakan mulut sih,” kata wanita kelahiran 10 Desember 1952 ini. Meski bisa menahan diri untuk tidak makan daging merah, Indayati akan sulit menolak cokelat. “Saya itu chocoholic, suka ngemil. Di apartemen saya pasti ada cokelat, saya juga suka es krim,” ujarnya seraya menyebut salah satu merek es krim terkenal. Agar ngemilnya tidak membuat berat badannya bertambah, Indayati secara ajeg berolahraga yaitu dengan mengikuti fitness. “Kalau pulang kerja saya sempatkan untuk nge-gym dulu, paling tidak seminggu tiga kali. Di apartemen, gym-nya kan buka sampai jam 11 malam, kalau malam nggak bisa kadang pagi-pagi sebelum berangkat kerja. Saya juga senang berenang,” kata Indayati yang sudah melakukan regenerasi kepemimpinan JRP pada kedua anaknya, Andrew dan Grace. Untuk urusan kontrol di tujuh kantor cabang JRP yang terletak di 5 kota, Indayati memang berbagi tugas dengan Andrew yang kini menjadi Direktur Kurikulum dan direksi HRD. Untuk menjaga stamina, karena harus keliling Indayati tak pernah lupa mengonsumsi jus wortel, tomat, dan apel sebagai sarapan pagi di samping segelas air putih. Malam hari ia akan meminum segelas susu menjelang tidur. ”Apa mungkin karena saya rajin mengonsumsi jus ini ya, rambut saya masih tetap hitam tanpa disemir, memang belum ada penelitiannya sih. Kalau misalnya ada uban satu atau dua, biasanya saya menyuruh pembantu saya untuk mencabutnya. Saya juga suka minum wine karena ini bagus untuk detoksifikasi,” ujar wanita yang kini lebih banyak berada di Jakarta karena bisa berdekatan dengan kedua cucunya.  Retno

26 26

USIA tak menghalangi Titiek Puspa untuk terus beraktivitas. Kalau saja tak mengidap kanker, artis senior yang populer dengan hits Kupu-Kupu Malam ini bakalan emoh istirahat. Kanker yang sempat dideritanya telah memaksa nenek 14 cucu ini untuk lebih menjaga kesehatan. Wanita yang akrab disapa Eyang Titiek ini mengungkap, sejak muda dirinya sudah menjaga kesehatan. Caranya? “Dari dulu saya sudah jaga kesehatan, dari dulu saya suka ngatur makan, tidur, bekerja, dan olahraga,” kata

kan 2 tahun silam,mau tak mau Titiek harus menjalani serangkaian kemoterapi . Karena kemo itu, berat badannya naik 14 kg. Akibat selanjutnya, nyaris seluruh bajunya sesak, tak ada yang muat di tubuhnya. “Aku sakit kanker rahim stadium 2. Habis dikemo, nafsu makan nggak bisa ditahan. Tapi kankernya bagus, sudah sembuh menurut dokter,” ujar Titiek yang kini punya kesibukan membina Seni Budaya Titiek Puspa dengan tujuan mengajarkan seni budaya Indonesia pada anak-anak yang tidak mampu. Gara-gara kemo yang dijalani, artis serba bisa ini harus pula merelakan “sebagian” kesehatannya. “Kalau kemoterapi itu kan membunuh si kanker. Tapi ini juga membunuh yang lain. Kesehatannya jadi agak kurang. Kalo dulu seratus persen, sekarang tinggal 50-70. Tapi kekuatannya enggak, masih tetep bagus,” ujarnya penuh semangat. Wanita yang juga sering disebut sebagai salah satu legenda seni di Indonesia ini juga menyatakan, penyakit kanker yang dideritanya karena faktor genetik yang turun menurun di keluarganya. “Bapak saya tahun 1973 sudah diambil Tuhan. Kakak saya 2005 sudah diambil Tuhan. Nah saya kemarin 2009 akhir ya, itu kena kanker,” terangnya. Semasa menjalani pengobatan kanker di Singapura, Titiek juga rajin menjalani meditasi. Menurut dia, meditasi merupakan cara yang paling bagus untuk menyembuhkan kankernya. Diakui, lantaran tak kuat menjalani pengobatan di Singapura, dia memutuskan pulang. Ketika itu pengobatan belum usai, tapi Titiek memilih pulang. Setiba di Tanah Air, dia memilih berlatih meditasi kepada seorang ahli. “Saya sudah merasa tidak kuat dan di situ saya minta sama Tuhan agar saya bisa tetap hidup. Saya harus pulang dan pas pulang saya diberi isyarat apa yang harus saya kerjakan. Nggak tahunya pas di Jakarta saya ketemu meditasi,” katanya. Wanita yang masih terlihat awet muda itu menjelaskan, meditasi yang dia lakukan tidaklah rumit. Bahkan efek dari meditasi itu sudah dia rasakan sekarang, yakni badannya terasa lebih ringan. “Cuma melatih napas dan tidak pakai obat, tidak pakai kemenyan. Cuma duduk biasa sambil rileks, lidah dilipat dan mulut mingkem. Mata ditutup sama napas pelan,” katanya dengan gaya yang khas. Titiek Puspa adalah legenda di musik pop Indonesia. Totalitas bermusik dari pemilik nama asli Sudarwati ini memang sangat luar biasa. Ia pun memberi pesan kepada generasi muda bangsa untuk dapat terus berkarya dan menghargai hidup. “Ya jangan ikut-ikutan yang tidaktidak. Hidup cuma sekali. Mohon sama Tuhan supaya hidup berguna buat diri sendiri dan orang lain,” ujarnya.  EDISI II  JUNI 2012


DEMI Steven Lee Money apa pun dilakukan Kinaryosih. Dia ingin memberikan yang terbaik bagi jagoannya yang lahir 27 Maret 2012 lalu. Salah satunya ASI eksklusif hingga usia dua tahun. “ASI eksklusif sih sampai enam bulan baru dicampur makanan pendamping ASI, nanti maunya sampai dua tahun ya,” ujar pemain fim Malaikat Tanpa Sayap ini. Tak hanya itu, Kinar pun tak mempedulikan berat badannya yang sempat naik hingga 17 kilogram. Bagi dia, kesehatan sang anak lebih penting dibanding apa pun. “Enggak diet dulu sih, pokoknya bayi saya sehat dulu ya. Saya enggak mau dia kekurangan, apalagi saya menyusui. Tapi aku sudah turun 8 kilo dari 72 jadi 64 kilo. Kemarin waktu hamil aku naik 17 kilo,” urai Kinar yang memberi nama anaknya karena terinspirasi oleh Steve

Jobs dengan harapan anaknya bisa secerdas dan sepintar Steve. Sebagai seorang ibu, Kinaryosih tentu saja ingin memberikan yang terbaik bagi sang buah hati. Termasuk memberikan ASI eksklusif hingga dua tahun. Saat ini Kinar merasa dirinya lengkap karena memiliki suami yang baik dan anak yang menggemaskan. “Kebahagiaan ya merasa sudah lengkap saja. Aku inget banget sebelum nikah, aku suka ditanya kapan nikah, sekarang aku merasa lega karena sudah nikah, sudah dikaruniai bayi yang sehat, lucu,” urainya bahagia. Kinar yang pernah beradu acting dengan Titi Kamal lewat film Mendadak Dangdut ini juga tak ingin buru-buru kembali ke dunia entertainment. Katanya, saat ini sedang ingin fokus mengurus sang buah hati. “Sekarang sih pokoknya fokusnya ke bayi, aku enggak kasih target sih, pkoknya kalau sekarang mau fokus urus si kecil,” ujar wanita kelahiran 3 Maret 1979 ini. 

GAYA hidup sehat kini jadi pilihan banyak orang, tak terkecuali Maylaffayza. Pebiola andal ini sedang giat-giatnya menjalani hidup sehat. Selain rutin lari, dia juga selalu menjaga asupan gizinya. Demi mendukung gaya hidup sehat tersebut, Maylaf –panggilannya- juga menjadi vegetarian. “Sudah dua tahun ini saya jadi vegetarian,” ujarnya. Untuk urusan makanan, Maylaf pun mengatur pola makannya sehari-hari. “Saya biasanya makan dua-tiga jam sekali. Namun, makan yang porsinya besar hanya dua kali sehari. Sisanya saya konsumsi makanan yang ringan seperti roti,” katanya. Selain menjaga asupan makanan, Maylaf mengaku tidak terbiasa sarapan. “Ada orang perutnya memang cocok dengan sarapan. Tapi, saya memang rasanya tidak bisa sarapan. Sebagai pengganti sarapan, saya lebih memilih minum air putih,” jelas pebiola yang juga mahir menyanyi ini. “Tapi kalau lagi sakit, saya akan mengonsumsi daging karena tahu tubuh saya membutuhkannya. Selain itu, saat menjalani show dan tidak tersedia makanan lain, saya terpaksa memakan apa yang tersedia,” lanjut pebiola kelahiran Jakarta 10 Juli 1976 ini. Kepeduliannya pada gaya hidup sehat menjadikan Maylaf yang dijuluki running violist karena hobi larinya ini membuahkan penghargaan. Penghargaan dari salah satu jaringan stasiun televisi itu diterima atas pengabdian dan loyalitasnya dalam memberikan inspirasi bagi masyarakat untuk

EDISI II  JUNI 2012

BERKUTAT di rumah sakit ternyata tak cukup membuat Bambang Bintarto SE MM tatag menghadapi jarum suntik. Wakil direktur RS Gatoel Mojokerto ini mengungkap, ketakutannya pada jarum itu bermula dari aktivitas donor darah yang dijalani sekitar 3 tahun silam. Ketika itu, pasca donor, tangannya mengalami gangguan yaitu membiru. “Sempat trauma juga sih sama jarum,” ujar pria kelahiran 28 Maret 1958 ini. Setelah vakum 3 tahun, Mei lalu Bambang memutuskan untuk kembali mendonorkan darahnya. Meski diakui, ketakutannya terhadap jarum belum sepenuhnya hilang. Diungkapkan, mendonor darah merupakan salah satu cara yang ditempuh untuk menjaga stamina kesehatannya. “Dengan melakukan donor darah, Insya Allah kita bisa dari berbagai macam penyakit,” kata pria yang disegani di lingkungan rumah sakit ini. Cara lain yang juga dipilih Bambang agar tetap sehat adalah senam. Untuk melakukan semua kegiatan tersebut, Bambang tak perlu pergi jauh karena di lingkungan RS Gatoel tempatnya berkarya selama ini sudah ada kegiatan rutin untuk berolahraga, mulai dari senam jantung sehat, senam diabetes, dan senam kebugaran. Sedang untuk kegiatan donor darah, rutin digelar setiap tiga bulan sekali.  Naning

memiliki gaya hidup sehat. Kampanye hidup sehat Maylaf dituangkan lewat pesan di Twitter dan Facebook. Jadi selain memberi inspirasi masyarakat tentang industri musik, dia juga mengajak hidup sehat. “Lari yuk bersamaku di Sudirman, Minggu pagi ini.” Kalimat ini kerap ditulis sekitar jam 5-6 pagi pada hari Minggu saat ia berlari bersama teman-temannya. “Jangan takut berkeringat, dan jangan terlalu takut kulit bertambah gelap karena matahari. Nikmati hidup, nikmati udara pagi, ayo hidup sehat dan bahagia,” kata Maylaf yang bercita-cita membuat olahraga lari jadi budaya di tengah masyarakat ibukota. Ditambahkan, “Bayangkan seperti apa negara kita jika masyarakatnya rajin berolahraga dan memiliki gaya hidup sehat. Negara kita akan menjadi negara yang kuat baik secara mental dan fisik.” 

27


Foto: Yudhi Dwi Anggoro

Siapapun percaya olahraga bermanfaat untuk menjaga kesehatan, sepanjang itu dilakukan dengan porsi yang benar. Si cantik Donita melihat ada manfaat lain yang didapat dari aktivitas berolahraga.

PROFESI keartisan bagi Donita adalah mimpi yang menjadi kenyataan. Kendati telah memberikan banyak materi, dia tidak ingin selamanya menggantungkan hidup di dunia gemerlap dan penuh sanjungan ini. “Saya tipe orang yang menyakini bahwa bekerja di dunia hiburan tidak abadi dan ada masanya, jadi pendidikan itu perlu,” ucapnya. Sadar akan hal tersebut, Donita tak mau kuliah asal lulus dan dapat gelar sarjana. Dia mengakui sangat serius, ini bisa dilihat dari indeks prestasi kumulatif (IPK)-nya yang tidak pernah di bawah 3,5 dan modal beasiswa yang ia raih dengan penuh perjuangan. “Saya kuliah dengan beasiswa, jadi IPK-nya nggak boleh kurang dari 3,5. Kalau di bawah itu bisa dicabut beasiswanya,” tutur penggemar warna pink ini.

28

Kalau dia memilih jurusan komunikasi, karena komunikasi itu penting terutama bagi dirinya yang berkecimpung di dunia keartisan dan sering bertemu dengan banyak orang dari berbagai kalangan. “Komunikasi kan erat kaitannya dengan profesi yang saya jalani saat ini,” katanya. Karena sibuk kuliah dan menjalani profesi keartisan, waktu Donita jadi semakin sedikit. Diakui sang mama kerap melakukan protes. “Mama saya suka bilang, seperti tidak punya anak. Sebab saya kalau di rumah cuma numpang tidur saja,” katanya sambil tergelak. Diakui semua itu merupakan risiko yang harus ia terima. “Kalau ingin sukses yang harus bersusah -susah dulu, tapi Alhamdulillah karena semuanya saya jalani dengan senang jadinya capek itu tidak terasa,” papar bintang iklan produk perawatan kulit ini.  mala

BERPROFESI sebagai artis mengharuskan Donita senantiasa tampil cantik dan sehat. Bila sebagian besar rekan seprofesinya menghabiskan biaya hingga puluhan juta rupiah demi mendapatkan keduanya, dia mengaku cukup berbekal lotion, pelembab untuk wajah, dan sunblock jika harus lama beraktivitas di luar ruangan, serta berolahraga. “Olahraga juga bermakna untuk menjaga kecantikan,” kata wanita yang dilahirkan pada 14 Februari 1989 dengan nama Noni Anissa Ramadhani ini.

“Perempuan kan kalau gendut kelihatan di perut, pipi, tangan. Nah aku rutin sit up tiap malam sebelum tidur dan setelah bangun tidur. Bawa beban 1,5 kilogram. Jadi kalau pun berat badan naik, perut tetap rata,” lanjut pemeran Moza dalam sinetron Cinta Fitri ini. Donita mengaku bukanlah orang yang ribet dalam urusan kecantikan. Kalau pun harus ke salon, hanya untuk menata rambut. Untuk body spa dan body scrub barulah dia datang ke rumah kecantikan sekaligus melakukan relaksasi. Selebihnya dilakukan di rumah. Pengoleksi pernak-pernik serba babi ini menambahkan, meski tips cantiknya terkesan sederhana tapi jika dilakukan secara rutin akan mendapatkan hasil yang jauh lebih maksimal daripada perawatan mahal dari klinik kecantikan. “Setiap orang itu sudah memiliki kecantikannya masing-masing, tinggal seperti apa memaksimalkannya dan merawatnya,” tutur mahasiswa jurusan komunikasi Universitas Pembangunan Jaya ini saat berkunjung ke Surabaya baru-baru ini. Untuk menjaga kebugarannya, Donita rajin melakukan beragam jenis olahraga. Selain sit up, model dan bintang iklan ini mengaku juga menyukai olahraga renang, lari, dan bersepeda. Dalam seminggu ketiganya setidaknya sekali dilakukan. “Minimal seminggu sekali ya. Kalau olahraga ringan kayak sit up tiap hari 100 kali, 50 kali pagi setelah bangun tidur dan 50 kali malam hari sebelum tidur. Kalau berenang biasanya sebulan 1 – 2 kali minimal sejam, kalau kebetulan kegiatan tidak terlalu padat. Berenang kalau sejam full sudah cukup banget. Untuk sit up selalu rutin saya lakukan untuk menjaga perut agar tetap rata. Kan bagian perut merupakan bagian yang paling cepat berlemak,” tandas Donita yang punya berat badan 43 kg dan tinggi 173 cm ini. Tak cukup hanya berolahraga, artis yang mengawali karir lewat film horor Suster Ngesot ini juga menjaga pola makan dan waktu istirahatnya. Pelantun lagu Menanti Sebuah Jawaban ini mengaku tidak punya menu khusus, hanya dalam 4 tahun terakhir ia tak lagi mengonsumsi nasi putih dan menggantinya dengan beras merah. Dia juga lebih menyukai makanan rumahan terutama yang dibuat oleh sang mama. Alasannya, selain kaya nutrisi, kebersihannya juga terjaga. “Sebab kita tahu bahan-bahannya yang digunakan seperti apa dan cara pengolahannya,” tuturnya. Donita juga tidak terlalu menyukai makanan yang digoreng, paling yang ditumis atau di grill. “Kalau untuk menumis biasanya mama lebih banyak pakai minyak jagung atau zaitun, karena lebih sehat,” terang penggemar sushi ini. Semua itu dilakukan berdasarkan pengalaman. Awalnya ia kurang memperhatikan makanan yang dikonsumsi. Apa saja yang disediakan oleh tim produksi sinetron dia makan begitu saja. Ketidakpedulian inilah yang kemudian membuat dirinya harus dirawat di rumah sakit. Dia divonis terkena typhus. “Wah semua jadwal malah kacau karena saya sakit. Dari pengalaman itulah akhirnya mama khusus menyediakan makanan dari rumah untuk konsumsi saya di lokasi syuting. Jadi kesehatannya lebih terjaga,” katanya. Kalau istirahat, menurut Donita yang paling penting adalah kualitasnya. “Kalau ada waktu sedikit aja aku gunain untuk istirahat. Percuma juga kalo lama istirahatnya, tapi gak berkualitas. Jadi walau pun cuma semenit atau sejam istirahat gak apa-apa yang penting kualitas,” ujar bintang iklan produk perawatan wajah ini. Selain kecantikan lahiriah, tambah Donita. yang tak kalah penting juga kecantikan batin karena berhubungan dengan pancaran aura. “Kecantikan hati itu penting, tidak hanya fisik saja. Karena bila hatinya sudah cantik, tanpa make up tebal pun kecantikannya itu sudah terpancar,” katanya. Terpenting bagi Donita, kesibukan tidak boleh jadi alasan bagi wanita untuk melupakan perawatan kecantikan dan kesehatan tubuhnya.  mala

EDISI EDISIIII  JUNI MEI 2012


kon sultasi dr. Sofyan Rizalanda Kasubid Bina Kesertaan KB Jalur Pemerintah dan Swasta Perwakilan BKKBN Jatim

SELAMA ini istri saya menggunakan alat kontrasepsi jenis KB suntik 3 bulanan. Tapi belakangan ini istri saya menghentikan KB-nya dengan alasan takut terkena kanker. Soalnya begini dok, dengan mengikuti KB Suntik 3 bulanan tersebut, istri saya tidak mendapatkan haid. Pertanyaan saya, benarkah darah haid yang tidak keluar karena KB suntik tersebut bisa menyebabkan kanker dan bisa membahayakan istri saya? Karena kami berencana untuk tidak menambah momongan dalam waktu dekat, jenis alat kontrasepsi apa yang paling aman untuk digunakan. Terima kasih. Suprapto, Banyu Urip Kidul Surabaya

Tidak Haid Karena

KB Suntik,

BERBAHAYAKAH? JAWABAN: Pak Suprapto, sebenarnya semua alat kontrasepsi yang ada tidak berbahaya bagi penggunanya. Begitu pula dengan jenis alat kontrasepsi KB suntik 3 bulanan. Darah haid yang tidak keluar karena KB suntik tidak berbahaya. Cara kerja obat suntik 3 bulanan itu memang membuat seorang wanita tidak mengalami menstruasi. Lalu kemana

Olahraga Pasca

Operasi Saraf, Tulang Belakang SAYA wanita berusia 30 tahun, sekitar 6 tahun yang lalu saya menjalani operasi saraf tulang belakang. Saat ini saya dan suami saya berencana untuk memiliki momongan. Karena banyaknya lemak di kandungan saya, dokter kandungan menyarankan saya untuk melakukan diet dengan menjaga pola makan dan berolahraga. Pertanyaan saya, olahraga apa saja yang boleh saya lakukan yang aman bagi kesehatan saraf tulang belakang saya. Terimakasih Heni Yaziera Surabaya.

EDISI II I  MEI JUNI2012 2012

JAWABAN: Kepada Ibu Heni bersama suami yang tengah menanti kehadiran seorang putra, operasi saraf di tulang belakang itu dibedakan dalam beberapa kasus. Sayangnya dalam pertanyaan di atas, Ibu Heni tidak mengungkapkan jenis operasi apa yang pernah ibu jalani sehingga saya tidak bisa memberikan informasi yang sesuai dengan kebutuhan itu. Secara umum untuk operasi saraf tulang belakang dibedakan menjadi empat kasus. Yang pertama adalah operasi saraf tulang belakang dikarenakan adanya tulang belakang yang melesat saja dan mengenai sarafnya. Operasi yang kedua adalah Herniated Nucleus Pulposus (HNP) yaitu suatu gangguan akibat merembes atau melelehnya (hernia) lapisan atau bantalan permukaan ruas tulang belakang (nucleus pulposus) dari ruang antar ruas tulang (discus intervertebralis). Operasi saraf tulang belakang yang ketiga adalah Spondyloarthrosis cervical. Spondyloarthrosis merupakan suatu kondisi proses degenerasi pada discus intervertebralis dan jaringan pengikat

hilangnya peluruhan dinding rahim? Pertanyaan itu akan selalu muncul. Yang perlu Bapak Suprapto serta seluruh pembaca Tabloid Global Sehat ketahui adalah, obat KB suntik 3 bulanan tidak membuat dan tidak merangsang tumbuhnya dinding rahim pada seorang perempuan. Sehingga, tidak ada proses penebalan dinding rahim. Terjadinya penebalan dinding rahim pada wanita akan mengalami peluruhan bila tidak ada pembuahan. Proses peluruhan itulah yang disebut menstruasi. Jadi bapak maupun ibu yang menggunakan KB suntik 3 bulanan tidak perlu takut karena tidak mendapatkan mesntruasi setiap bulannya. Dengan informasi ini, saya berharap agar Bapak serta Ibu Suprapto tidak usah takut untuk kembali menggunakan KB suntik 3 bulanan. Alat kontrasepsi apa yang aman digunakan? Pada dasarnya semua aman. Alat kontrasepsi yang paling aman itu tergantung pada kondisi kesehatan ibu dan tergantung pada kebutuhan. Kalau masih muda dan tidak ingin punya anak dalam jangka panjang, maka sebaiknya menggunakan IUD (Intra Uterine Device) atau implan. Sedang untuk pasangan suami istri yang tidak ingin memiliki anak dalam jangka waktu yang pendek, mereka bisa memilih alat kontrasepsi suntik atau kondom. Demikian penjelasan dari saya, semoga berkenan.

Dr Wijoto SpS (K) spesialis saraf RSU dr Soetomo Surabaya

persendian antara ruas-ruas tulang belakang. Sedang operasi syaraf tulang belakang yang keempat adalah infeksi spondilitis tuberkolosa atau TBC tulang belakang. Spondilitis tuberculosa adalah infeksi yang sifatnya kronis berupa infeksi granulomatosis di sebabkan oleh kuman spesifik yaitu mycubacterium tuberculosa yang mengenai tulang vertebra. Untuk HNP, kondisi pasien akan membaik dalam waktu enam minggu paska operasi. Meskipun sudah membaik, pasien tidak boleh mengangkat atau membawa beban berat. Tidak hanya untuk HNP saja, namun untuk keseluruhan olahraga yang dianjurkan adalah olahraga yang tidak membawa beban. Misalkan berenang, karena dalam renang seluruh bagian tubuh akan bergerak namun tidak memberikan beban pada tubuh. Jenis olahraga lainnya yang dianjurkan adalah jalan sehat atau jalan kaki. Untuk gerakan punggung yang bagus tanpa mencederai saraf yang menempel di tulang belakang adalah gerakan ruku dan sujud pada waktu umat Islam melakukan sholat. Ulangi gerakan ruku dan sujud berulang-ulang tanpa membawa beban apapun. Demikian semoga penjelasan ini bisa memberi manfaat.

29


Rekor Muri Pertama, Pawai Bayi di Atas Kereta Dorong

FOTO : GS/YUDHI D.ANGGORO

U

NTUK memperingati Hari Ulang Tahun ke-719 Kota Surabaya, sebanyak 741 orangtua dengan anak yang dinaikkan kereta dorong (baby stoler) berhasil mencatatkan diri dalam Museum Rekor Indonesia (MURI). Sebelum dicatat MURI, mereka lebih dulu pawai keliling mengitari Plaza Surabaya dengan start Jl Pemuda, Jl Boulevard Pemuda, dan masuk ke parkir timur Plaza Surabaya melalui samping Hotel Surabaya Plaza. PR Manager P & G Home Products Indonesia, Endi Febrina Herlambang mengungkapkan, acara Happynesia Festival Surabaya yang diselenggarakan Minggu (27/5) pagi ini sengaja digelar untuk mengajak keluarga yang ada di Surabaya dan sekitarnya berkumpul bersama happy baby mereka. Acara ini sekaligus diselenggarakan untuk turut merayakan HUT Kota Pahlawan yang sudah diramaikan dengan berbagai even menarik. “Ini merupakan event Happynesia Festival Surabaya, dengan masuk MURI sebagai pawai balita berkereta dorong terbanyak,” ujarnya. Febrina menjelaskan alasan pemilihan tema happynesia tidak lain karena mereka ingin mewujudkan Indonesia yang bahagia. Dimana kebahagiaan tersebut berawal dari kebahagiaan seorang bayi yang merasa bahagia karena mendapatkan tidur yang berkualitas. Sehingga, saat mereka bangun mereka bisa beraktivitas dengan bebas. Bila bayi mereka senang maka kedua orang tua serta keluarga pun akan turut senang.  Siska Prestiwati

Derya Sert dengan suaminya, Mustafa Sert

ANKARA – Berkat kemajuan teknologi dunia medis, kini wanita yang lahir tanpa rahim pun bisa memiliki anakyaitu melalui transplantasi rahim alias cangkok rahim. Derya Sert (22) yang terlahir tanpa rahim, kini boleh tersenyum bahagia setelah berhasil menerima rahim yang sehat dalam operasi tujuh jam. Hasil scan menunjukkan rahim cangkokan dari seorang wanita yang meninggal dalam kecelakaan mobil telah menyatu dengan tubuhnya. Istri Mustafa Sert ini akan memulai terapi IVF (In Vitro Fertilization) atau bayi tabung di Turki pada bulan September yang akan datang dengan harapan bisa hamil. Pada bulan Agustus tahun lalu, Derya Sert menjadi wanita pertama di dunia yang menerima rahim dari donor mati. Operasi transplantasi dilakukan di Akdeniz University Hospital di kota Antalya, Turki. Operasi ini melibatkan ahli bedah plastik terkemuka, Omer Ozkan, tujuh dokter lain, dan tujuh petugas kesehatan. Sert menghabiskan enam bulan di rumah sakit dan diberi obat penekan kekebalan yang kuat untuk menghentikan tubuhnya menolak rahim baru. Tiga minggu setelah operasi, sinyal menunjukkan rahim barunya bekerja dengan baik. Dokter bedahnya, yang percaya transplantasi rahim akan menjadi umum di masa depan, mengatakan bahwa keinginan beberapa wanita untuk hamil adalah begitu kuat. Mereka, katanya, berani mengambil risiko—bahkan kematian—untuk memiliki anak. Transplantasi rahim memang bukan tanpa risiko. Umumnya adalah penolakan terhadap rahim Derya dengan Omer Ozkan, dokter yang menangani cangkok rahimnya

30

baru hingga komplikasi fatal kehamilan. Obat yang dibutuhkan untuk mencegah penolakan rahim oleh tubuh dapat meningkatkan risiko penyakit kanker dan pemicu penyakit lain, seperti diabetes. Keberhasilan transplantasi rahim ini membuka peluang lebih banyak lagi bagi wanita seperti Derya untuk memiliki kesempatan melahirkan anak sendiri. Di seluruh dunia, ada ribuan perempuan muda yang terlahir tanpa rahim atau rahimnya telah diangkat karena kanker atau penyakit lain. “Orang-orang bertanya kepada saya apakah saya ingin anak laki-laki atau perempuan. Bagi saya tidak ada bedanya, saya hanya ingin seorang anak bayi yang sehat. Jika saya punya tongkat sihir, saya ingin hamil sekarang. Saya hanya ingin menggendong bayi di tangan saya, untuk menjadi seorang ibu,” ujar Derya Sert, seperti dilansir Dailymail baru-baru ini. Transplantasi rahim akan menjadi umum di masa depan. Keinginan beberapa wanita untuk hamil begitu kuat sehingga banyak dari mereka akan mengambil risiko bahkan kematian untuk memiliki anak. “Risiko transplantasi rahim terlalu besar dan ada beberapa wanita yang tidak akan bisa memiliki anak. Meskipun sedih, itu yang harus kita hadapi,” jelas ahli kesuburan, Lord Winston. Transplantasi rahim memiliki risiko berkisar dari penolakan terhadap rahim baru hingga menimbulkan komplikasi fatal pada saat kehamilan. Dengan rahim baru, setiap bayi juga harus dilahirkan melalui operasi caesar dan obat yang dibutuhkan untuk mencegah rahim ditolak dapat meningkatkan risiko penyakit kanker dan pemicu penyakit degeneratif seperti diabetes. Sebelumnya, transplantasi rahim telah berhasil dilakukan pada hewan termasuk tikus dan domba. Pada manusia, operasi transplantasi rahim juga telah dilakukan pada seorang wanita di Arab Saudi pada tahun 2000. Tapi rahim sumbangan yang diambil dari donor hidup itu “layu” setelah tiga bulan. Bisa jadi karena pembuluh darah yang digunakan untuk menghubungkannya terlalu sempit . Suksesnya operasi atas Derya Sert akan diikuti operasi sejenis di Inggris. Transplantasi akan dilakukan setelah seorang ibu menyumbangkan rahimnya untuk putrinya pada musim gugur ini. Sang anak, yang memiliki rahim namun tak sehat, dimungkinkan untuk memiliki anak melalui program ini. Di Inggris, setidaknya ada 15.000 perempuan muda yang lahir tanpa rahim atau telah diangkat karena kanker atau penyakit lain.  Dailymail

EDISI EDISIIII  JUNI MEI 2012


dr H Ahmad Salim Sungkar SpKJ (K) Psikiater dan Konsultan Keluarga Sakinah Masjid Al Falah Surabaya

Selama menjadi khalifah di dunia ini, setiap manusia akan menemui permasalahan dan cobaan. Diharapkan setiap manusia yang menerima cobaan bisa ikhlas dan selalu berbaik sangka kepada Allah SWT selaku maha pencipta, maha pengasih, dan maha penyayang.

D

ALAM mencipta, Allah sudah mengatur semuanya, Allah mengetahui apa yang baik dan apa yang tidak baik bagi makhluk ciptaannya. “Allah tidak pernah mendholimi hambanya,” ungkap dr H Ahmad Salim Sungkar SpKJ (K), psikiater yang juga konsultan Keluarga Sakinah Masjid Al Falah Surabaya. Dalam sebuah hadist, ungkap Salim, Allah bersumpah bahwa Allah tidak akan mendholimi setiap hambanya. Sang Maha Pencipta yang memiliki 99 nama ini akan selalu mendengar dan akan mengabulkan setiap permintaan hambanya. Bukankah Allah menciptakan alam semesta berserta isinya ini hanya untuk manusia, seperti oksigen, bumi, tanaman, dan seluruhnya ini diciptakan untuk manusia. Selain sudah menciptakan banyak hal untuk memenuhi kebutuhan manusia, Allah masih berjanji akan mengabulkan setiap permohonan hambanya. Dalam surat Al Mu’min ayat 60 yang berbunyi ‘Dan Tuhanmu berfirman “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orangorang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka jahanam dalam keadaan hina dina.” Salim menjelaskan dalam surat ke-40 tersebut sudah dijelaskan bahwa Allah akan mengabulkan dan memenuhi segala permintaan hambanya. Karena Allah Maha mengetahui apa yang terbaik untuk hambanya, maka Allah akan memberikan yang terbaik. Seperti anak kecil yang meminta es krim kepada orang tuanya tentunya sebagai orang tua yang sangat mengetahui bahwa es krim bisa menyebabkan batuk dan flu pada anaknya, maka kadang orang tua tidak memberikannya. Begitu pula Allah kepada hambanya, kadang kala Allah tidak segera mengabulkan permintaan hambanya karena Allah menilai permintaan tersebut tidak akan membawa kebaikan kepada hambanya. “Sayangnya, masih banyak umat Allah yang berburuk sangka dan belum ikhlas menerima kasih sayang Allah, hanya karena permintaannya belum dikabulkan,” katanya. Padahal, tidak ikhlas akan menyebabkan manusia itu kecewa terhadap apa yang telah diberikan oleh Allah. Kekecewaan yang mendalam banyak menyeret manusia pada stres, depresi serta berbagai macam penyakit hati, yang semua itu bisa menjadi penyakit jiwa yang serius. Dalam Surat Ar Ra’ad ayat 28 yang berbunyi orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram. Begitu pula dalam surat Al A’raf ayat 35 yang berbunyi hai anak-anak Adam, jika datang kepadamu rosul-rosul daripada kamu yang menceritakan kepadamu ayat-ayat KU, maka barang siapa yang bertakwa dan mengadakan perbaikan, tidaklah ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih. “Surat ke 13 dan surat ke 7 tersebut sudah jelas bahwa hanya dengan mengingat dan

selalu berbaik sangka kepada Allah, hati kita akan tenteram dan jauh dari segala penyakit jiwa,” ujarnya. Sebaliknya, dalam surat Ali Imron ayat 151 yang berbunyi ’Akan kami masukkan ke dalam hati orang-orang kafir rasa takut, disebabkan mereka mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah sendiri tidak menurunkan keterangan tentang itu. Tempat kembali mereka adalah neraka, dan itulah seburukburuknya tempat tinggal orang-orang zalim.’ “Surat ke 3 ini sudah jelas bahwa bagi orang-orang tidak ikhlas dalam menerima kasih sayang Allah, maka hatinya akan selalu tidak tenang dan diliputi perasaan takut. Kecemasan tersebut akan mengganggu kesehatan jiwa mereka sendiri,” paparnya. Karena mereka sendiri yang menutup diri terhadap kasih sayang Allah, maka dalam surat Al Baqarah (surat ke-3) ayat 88 yang berbunyi ‘ Dan mereka berkata “Hati Kami Tertutup”. Tetapi sebenarnya Allah telah mengutuk mereka karena keingkaran mereka, maka sedikit sekali mereka yang beriman. Karena Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, maka dalam surat ke-8 yaitu Surat Al Anfal ayat 29 yang berbunyi Hai orang-orang yang beriman, jika kamu bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan kepadamu furqaan (bisa membedakan yang haq dan yang bathil) dan menghapus segala kesalahankesalahanmu dan mengampuni dosadosamu. Dan Allah mempunyai karunia yang besar. Salim menjelaskan, sebaliknya pada orang-orang kafir yang selalu menolak untuk diajak hidup realistis dan mengabaikan serta menutup diri dari ajakan kepada hal-hal yang benar. Maka itu dijelaskan dalam surat ke-2 yaitu Surat Al Baqarah ayat 18 yang berbunyi ‘Mereka tuli, bisu dan buta, maka tidaklah mereka akan kembali (ke jalan yang benar).’ “Tuli, bisu dan buta adalah mata hati mereka, di mana mereka menjalani kehidupan berdasarkan hawa nafsu mereka bukan berdasarkan petunjuk dari Allah,” ujarnya. Bagi mereka yang ingkar dan hidup berdasarkan hawa nafsu, maka dalam Surat Al Mulk ayat 10 yang berbunyi Dan mereka berkata “Sekiranya kami mendengarkan atau memikirkan (peringatan itu) niscaya tidaklah kami termasuk penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala. “Itulah kalimat yang diungkapkan oleh orang-orang

yang tidak ikhlas menerima ketentuan Allah dan mencoba untuk ingkar,” imbuhnya. Sudah banyak contoh pada kehidupan sebelum kehidupan modern saat ini, Allah telah memberikan azab yang pedih kepada hamba-hamba yang ingkar dan sombong. Salah satunya Firaun, yang tenggelam karena kesombongan dan menganggap dirinya sebagai Tuhan karena harta serta kekuasaan yang dimilikinya. Sebagaimana dalam surat Al Buruj ayat 16 dan 17 yang berbunyi ‘Maha Kuasa berbuat apa yang dihendakai-Nya. Sudahkah datang kepadamu berita kaumkaum penentang.’ “Dalam kedua ayat tersebut sudah jelas, bahwa Allah akan memenuhi segala janjinya, baik bagi mereka yang taat maupun bagi mereka yang lalai,” jelasnya. Sesungguhnya hasil akhir yang didapatkan manusia di akhirat kelak, merupakan hasil perbuatan mereka selama mereka menjalankan tugas sebagai seorang khalifah di muka bumi ini. Seperti yang tertulis di Surat An Nisa ayat 79 yang berbunyi ‘Apa saja nikmat yang kamu peroleh adalah dari Allah, dan apa saja bencana yang menimpa kamu, maka dari (kesalahan) darimu sendiri. Kami mengutusmu menjadi Rosul kepada segenap manusia dan cukuplah Allah menjadi saksi.’ “Tidak ada yang bisa kita lakukan selain selalu berbaik sangka kepada Allah yang Maha Mengetahui apa yang terbaik dan apa yang buruk bagi kita. Semoga kita tidak masuk dalam golongan orang-orang yang ingkar atas semua nikmat yang telah Allah berikan,” tandasnya.  Siska Prestiwati

31 FOTO : GS/SISKA PRESTIWATI

EDISI II I  MEI JUNI2012 2012


32 EDISI II  JUNI 2012


SISILain LAPORAN DARI AMERIKA

TAWARKAN SAYURAN SEHAT DI TENGAH KETERBATASAN Kini semakin banyak warga Amerika Serikat, terutama para orang tua, yang menyukai makanan organik yang memang menyehatkan. Sedang para anak muda masih suka yang serba instan. Fenomena ini ditangkap seorang WNI asal Jawa Tengah, Syarif Syaifulloh, sebagai peluang. Berikut penuturannya. SAYA suka cerita pengalaman berkebun dan bertani di Amerika Serikat. Termasuk ketika diwawancarai sebuah radio di Philadelphia. Semuanya karena didasari hobi sehingga saya selalu mencari celah untuk berkebun. Saya selalu ingin menemukan cara baru dalam bercocok tanam. Awalnya memang sangat sulit karena kondisi suhu dan cuaca yang bukan tropis. Dan juga dibatasi oleh waktu, hanya saat musim summer saja saya bisa berkebun. Saya mengawali pembibitan di luar mulai bulan April saat spring, biasanya bibit sudah bisa tumbuh. Tapi kadang karena cuaca kembali dingin, semua bibit tidak tumbuh dan layu. Karena itulah, saya kemudian melakukan pembibitan di dalam rumah. Saya menanam tanaman organik berdasarkan kebiasaan orang Asia yang senang sayur mayur. Ternyata bukan hanya orang Asia saja yang suka. Tren di Amerika, tanaman organik termasuk salah satu sayuran bergensi lantaran mahal karena menanamnya yang memang sulit. Dan tentu saja karena sehat. Sampai-sampai jika musim panas tiba, di setiap minggu selalu ada farm market yaitu jualan sayuran dan buah-buahan dari hasil panen petani organik. Dan biasanya sangat laku sebab penggemarnya banyak, terutama orang-orang Amerika. Fenomena makanan organik juga sering dibahas di TV berikut ulasan tentang keluarga sehat yang melibatkan dokter sebagai nara sumber. Sebuah stasiun radio lalu mewawancarai secara khusus aktivitas saya dengan kegiatan-kegiatan positif. Selain bertani, hobi fotografi, bagaimana mengasuh anak, pantomim, kerja di kebun yang jarang dilakukan oleh kaum laki-laki WNI. Jadi istilahnya tiada hari tanpa aktivitas, karena hidup di Amerika serba mandiri. Termasuk dalam pemenuhan bahan makanan. Saya berusaha menanam sendiri, dengan tanaman yang sehat. Perbandingan harga bibit organik dan non organik adalah kisaran 0.50 sen (sekitar Rp 4.250). Kualitas bibit dan kemasan organik tentu lebih bagus.

Kalangan WNI di Amerika jarang ada yang melakukan, sebab mereka biasanya bermukim di apartemen yang notabene untuk halaman saja tidak ada ruang, kecuali bagi mereka yang rumahnya memiliki halaman. Mereka akan melakukan hal yang sama menanam tanaman organik ini. Namun jarang sekali WNI berkebun karena selain menguras tenaga, juga lebih memilih kerja yang bisa langsung menghasilkan uang. Bicara soal tanaman dan makanan organik sebagai ajang bisnis, hal itu sangat bisa. Sangat potensial. Bila kebun sayur panen selama ini

gampang sekali untuk menjual. Misalnya, seperti yang saya katakan tadi, ikut farm market dengan embel-embel organik. Maka semua orang akan membeli, tergantung selera sayuran yang diminati. Apalagi soal manfaat kesehatan sudah di-“ugemi� oleh warga AS. Sebab sayuran memang sangat bermanfaat, karena kebiasaan orang Amerika sering makan yang serba instan, kalengan, atau burger. Makanan organik menjadi menu alternatif yang sangat menyehatkan. Yang melatar belakangi fenomena orang Amerika suka pada makanan organik adalah adanya perubahan pada usia. Biasanya orang Amerika pada usia muda lebih senang pada makanan siap saji yang serba instan tanpa memedulikan sehat atau tidak. Setelah menginjak

usia tua, orang Amerika beralih ke makanan yang serba sehat, seperti salad, buah, dan sayuran. Dan alhamdulillah, kebun yang saya tanami sayuran seperti brokoli, kol, buncis, kapri, jagung, kale, bit, tomat, bawang merah, bawang putih, bawang bombay, kacang panjang, dan labu siam. Semua jenis sayuran itu disuka orang Amerika yang sekarang gandrung makanan organik. Soal bibit tanaman ini, saya mendapatkannya dari Home Depot. Kami membeli dengan harga variasi antara 1.49 dollar AS (sekitar Rp 12.500) untuk bibit yang biasa dan 1.89 dollar (sekitar Rp 16.000) untuk bibit organik. Ternyata bukan hanya sayur yang ditanam Syarif dengan teknik organik, dia pun menanam buah. Untuk buah saya menanam melon. Selain daun rambatnya sedikit, hasilnya banyak. Saya juga pernah mencoba semangka. Ternyata daun rambatnya sangat luas, dan ini bisa merusak tanaman sekitarnya. Di kebun saya, ada tanaman yang sudah berbuah segar, namun ada pula yang masih pembibitan. Hasil panennya, selain dijual juga untuk konsumsi pribadi. Selebihnya saya bagikan ke tetangga sedikit serta jamaah Masjid Al Falah, berupa sayur yang sudah dimasak atau kita bagi yang baru dipetik. Alhamdulillah juga minggu yang lalu saya juga sempat diwawancarai radio tentang pengalaman berkebun di sini. Banyak orang bertanya soal kebiasaan saya ini. Tapi tidak susah bagi saya berkebun dan bertani di negeri orang, sebab keluarga saya di Magelang Jawa Tengah memang keluarga petani. “Kakek saya adalah petani danbBapak saya adalah Mantri Pertanian. Ibu saya gemar berkebun, pun sampai sekarang walau usianya sudah 76 tahun,� kata Syarif yang hijrah ke Depok Jawa Barat tahun 1980. Kini saya berusaha memasyarakatkan makanan dan tanaman organik di AS. Salah satu caranya, saya selalu memposting hasil tananam lewat facebook dan media lain. Saya juga selalu mengingatkan kepada teman bahwa kembali ke makanan organik adalah sangat bagus buat kesehatan. Bercocok tanam juga memiliki alasan spiritual. Misalnya dengan lingkungan yang asri, saya menjadi semakin betah di rumah. Keutamaan bertani selain menyehatkan badan juga menyegarkan secara kejiwaan. Menjadi penghilang rasa stres. Jantung pun sehat. Pikiran tenang. gus santo

33 EDISI II  JUNI 2012


REFRESHING “Boom….” Begitu aba-aba itu diteriakkan, serentak beberapa orang yang duduk di samping kiri dan kanan perahu karet membungkukkan badan sambil mengangkat dayung mereka.

Suara teriakan suka cita di atas perahu karet yang sempat menabrak bebatuan di tengah derasnya arus Sungai Pekalen terdengar sahut menyahut. “Kanan” terdengar kembali aba-aba dari perahu karet yang lain yang langsung mendapatkan respon dari para peserta rafting atau arung jeram yang tengah menikmati wisata rafting. Ya rafting kini telah menjadi wisata pilihan bagi sebagian masyarakat. Public Relation Noars Rafting, Jovieta Tea mengatakan arung jeram dapat dikategorikan sebagai wisata olahraga. Wisata olahraga ini merupakan salah satu cara yang sering dilakukan bagi sebagian orang yang menyukai tantangan sebagai suatu kegiatan wisata. “Arung jeram memang termasuk dalam kelompok olahraga ektrem yang penuh dengan risiko,” katanya saat ditemui di kantor Noars Rafting di Surabaya. Jovieta mengakui, selain memerlukan tenaga yang ekstra, olahraga ini juga memerlukan keberanian. Sebab, Sungai Pekalen merupakan medan dengan arus sungai yang deras serta berbatu. Untuk bisa menikmati wisata olahraga yang menantang ini, setiap calon peserta tentunya harus mempersiapkan fisik mereka. Sebab jarak pengarungan dari start hingga finish kurang lebih 12 kilometer yang ditempuh selama 3,5 jam. “Jumlah jeram sekitar 50 buah seperti Welcome, Batu Jenggot, Pandawa, Rajawali, Xtravaganza, KPLA, Tripple Ace, The Fly Matador, Hiu, Cucak Rowo, Long Rapid, dan Good Bye. Ada pula Jeram Inul, disebut demikian karena untuk melewati jeram itu, setiap peserta harus ‘bergoyang bak Inul’. Tingkat kesulitan arung jeram di sini yaitu grade II sampai III+,” ujar Jovieta yang mengaku sudah lama tidak berarung jeram ini. Persiapan fisik memang sangat dibutuhkan selama bermain di atas perahu karet. Sebelum peserta bisa menikmati tantangan yang disuguhkan Sungai Pekalen, masing-masing diberi kesempatan untuk berganti pakaian dengan pakaian yang memang siap untuk basah karena pasti akan tersiram oleh

derasnya air sungai. Para penikmat wisata arung jeram dilengkapi pelindung keselamatan seperti helm dan jaket pelampung, serta dipandu oleh seorang pemandu yang terlatih dan berpengalaman. Perahu karet yang dipakai adalah jenis inflatable raft yang memang diperuntukkan untuk melewati jeram dengan aman karena berisi udara yang dapat meredam benturan antara badan perahu dengan bebatuan jeram. “Sebelum berangkat peserta akan diberi penjelasan singkat oleh team Guide tentang cara berarung jeram. Penjelasan sebelum berangkat ini sangat penting karena ini menyangkut keselamatan peserta selama berarung jeram. Maka, harus benar-benar diperhatikan,” tandas perempuan berjilbab. Masih menurut Jovieta, saat briefing peserta akan dikenalkan dengan beberapa istilah “ABA-ABA” / komunikasi di atas perahu selam pengarung. “Dayung Maju” yang berarti mendayung maju, “Dayung Mundur” yang berarti mendayung mundur, “Stop” berarti berhenti mendayung, “Kiri Mundur” yang berarti pendayung kiri mendayung mundur dan pendayung kanan tetap mendayung maju, “Kanan Mundur” berarti pendayung kanan mendayung mundur dan pendayung kiri tetap mendayung maju, “Pindah Kiri/Kanan/Belakang” yang berarti peserta harus pindah duduk ke arah yang diperintahkan dan yang paling penting yaitu “Boom” yang berarti peserta harus duduk di lantai dalam perahu dan mengangkat dayungnya menghadap ke atas – ini dilakukan apabila melewati jeram yang sangat deras dengan dinding samping yang sangat sempit.

Usai mendapatkan pemaparan dari pemandu, setiap peserta harus menuju basecamp yang ada di atas. Karena kondisi jalan menuju kesana tidak begitu bagus, mau tidak mau memaksa para pengunjung “berarung jeram” terlebih dahulu karena melawati jalan akses yang berlubang-lubang. Perjalanan dari jalan raya sampai ke basecamp ini memakan waktu sekitar 1 jam. Untuk sampai ke start arung jeram yang lokasinya paling atas, peserta memang harus berjalan kaki terlebih. “Jalannya setapak, mau nggak mau ya itu. Ini tantangan awal, jalan yang licin dan terjal, tapi benar-benar mengasyikkan,” ujar Vebri yang mengaku tak kapok untuk datang lagi. Sesampainya di start point yang berada di dusun Angin-angin, Desa Ranu Gedang, petualangan berarung jeram bisa mulai dinikmati. Sepanjang perjalanan mengarungi sungai Pekalen itulah peserta akan disuguhi indahnya 7 air terjun (di antaranya bernama air terjun semilir angin, noars beautiful waterfall, air terjun kuba, air terjun tangga dewa ), goa-goa kelelawar, dan struktur batuan alami. “Berarung jeram ya pastinya meninggalkan kesan yang mendalam, selain pemandangan yang masih begitu alami dan airnya masih begitu jernih dan segar. Apalagi pas guide-nya akan menghentikan perahu tepat di bawah derasnya guyuran air terjun,” lanjut Vebri. Tidak hanya menikmati guyuran air terjun, lanjut Jovieta, peserta juga bisa menikmati indahnya goa kelelawar dengan ratusan kelelawar yang sesekali memekik dan beterbangan ke sana-kemari. Bau anyir dari kelelawar dan kotorannya begitu terasa ketika melewati sana. Terdapat pula tempat untuk jumping area noar rafting dari ketinggian sekitar 5 meter. Tempat yang pas untuk melepaskan ketegangan. Jovieta menjelaskan sambil menikmati pesona alam, tanpa disadari selama berarung jeram setiap peserta juga dilatih fisik dan mentalnya. Latihan fisik didapatkan dari perjuangan peserta dimulai dari perjalanan menuju start arung jeram yang berada di lokasi yang harus ditempun selama 1 jam dengan berjalan kaki. Kemudian, tantangan yang harus mereka hadapi selama berada di atas Sungai Pekalen yang memiliki banyak jeram yang mengejutkan. “Di arung jeram juga diberikan pelatihan kerjasama, di mana saat di atas perahu setiap peserta harus bisa bekerjasama untuk bisa menyelesaikan tantangan hingga ke finish Dusun

34 34 EDISI EDISIIII  JUNI 2012


REFRESHING

Gembleng, Desa Pesawahan,� terangnya. Kerjasama tim ini, jelas Jovieta ini merupakan latihan mental. Selain melatih kerjasama tim, dalam berarung jeram setiap peserta juga dilatih untuk bisa melewati semua tantangan dan hambatan yang mereka temui mulai dari persiapan awal sampai menuju ke tempat finish. Meskipun tergolong olahraga ekstrem, keamanan peserta tetap terjaga dengan adanya perlengkapan yang berstandar keamanan internasional dan ada tim rescue yang akan mengikuti dan memantau keselamatan peserta. Masih menurut Jovieta, olahraga ini sudah bisa dinikmati oleh anak-anak minimal usia lima tahun dan orang dewasa maksimal usia 55 tahun tentunya dengan kondisi kesehatan yang baik dan tidak boleh memiliki riwayat menderita sakit jantung. “Meski termasuk olah raga air, namun peserta yang tidak bisa berenang juga tetap bisa mengikuti karena masing-masing diwajibkan menggunakan pelambung yang bisa membantu mereka bila mereka jatuh ke sungai. Mereka yang berukuran extra, tidak perlu takut karena sudah tersedia pelampung dengan ukuran extra large,� paparnya.Siska Prestiwati

Tips sebelum arung jeram: 1. Musim basah menjadi waktu yang tepat bagi Anda untuk mencoba arung jeram. Karena mengandung risiko yang cukup berbahaya, kegiatan ini masuk kelompok extreme sport atau olahraga ekstrim. Namun, seorang pemula yang bahkan tak bisa berenang tetap bisa mencoba. Syarat utamanya, pastikan Anda sehat. Bawalah obat-obatan pribadi, termasuk plester luka untuk mengobati luka ringan yang kerap terjadi. 2. Pilih operator arung jeram yang menawarkan tariff sesuai dengan kantong Anda. Carilah info terlebih dahulu tentang biaya dan paket-paket yang ditawarkan. Anda bisa lebih berhemat jika bergabung dalam rombongan besar. Masalah keamanan peserta sudah pasti mereka utamakan. Jadi Anda bisa lebih fokus memilih kenyamanan fasilitas yang disediakan. 3. Jaket pelampung dan helm harus digunakan dengan tepat. Kencangkan tali-talinya agar pas dengan tubuh atau kepala, tetapi jangan sampai membuat sesak. Kemudian, pilih dayung dan cobalah latihan menggenggam dengan sempurna. 4. Jaket pelampung dan helm untuk keselamatan. 5. Sebelum mulai mengarung, dengarkan betul-betul arahan yang disampaikan pemandu. Ia akan mengajari Anda teknik mendayung dalam waktu singkat. Olahraga ini menuntut kekompakan tim, sehingga aba-aba pemandu menjadi acuan penting. 6. Dengarkan dengan seksama petunjuk pemandu saat briefing. 7. Jika menggunakan kacamata, gunakan tali atau strap untuk mencegahnya jatuh ke air. Sebagai pengganti, operator menyediakan karet gelang. Kacamata gelap bisa menambah gaya Anda saat digunakan dalam cuaca cerah. Namun, kala mendung atau hujan, sebaiknya lepaskan kacamata agar Anda bisa melihat dengan jelas. 8. Kenakan pakaian yang nyaman. Pakai kaos lengan panjang atau gunakan sunblock jika tak ingin kulit Anda hitam. Celana pendek mungkin lebih menguntungkan pergerakan Anda selama perjalanan. Legging, celana katun, atau celana parasut, bisa jadi pilihan. Hindari celana berbahan jins agar tak berat saat basah. Terakhir, jangan lupa membawa pakaian ganti komplit, luar dan dalam. 

35 EDISI II I  JUNI JUNI2012 2012


B

ERADA di lingkungan perumahan lama, membuat Puskesmas Pucang Sewu memiliki pasien lanjut usia cukup banyak. Demi melayani mereka, puskesmas yang terletak di Jl Pucang Anom Timur ini membuat Poli Lansia yang merupakan salah satu program unggulannya. Kepala Puskesmas Pucang Sewu, drg Prasukma Yogawarti, meng-

ungkapkan, Poli Lansia itu dimaksudkan untuk memberikan kenyamanan pada pasien-pasien sepuh yang berusia 56 tahun ke atas. Pertimbangannya, kalau mereka digabungkan dengan pasien Poli Umum berarti harus antre lama karena ada nomor antrean. Agar memudahkan, kursi tunggu untuk pasien lansia ini juga dibedakan, yaitu diberi tulisan “KHUSUS

BERLOKASI di lingkungan lokalisasi menjadikan Puskesmas Mentikan beda dibanding puskesmas yang lain. Puskesmas yang dipimpin dr Magdalena Sitorus ini memiliki spesifikasi khusus yaitu menangani penyakit kelamin. “Sebetulnya kami juga melayani pengobatan dari berbagai macam penyakit, tapi karena lokasi puskesmas ini berada di lingkungan lokalisasi, kami jadi antusias menggalakkan penyuluhan kesehatan terutama yang berhubungan dengan

LANSIA” pada bagian sandaran punggung dan sisi baliknya. “Dengan adanya poli lansia ini, pasienpasien yang sepuh bisa langsung ditangani tanpa mereka harus antre terlalu lama,” ujar drg Prasukma yang akrab dipanggil Yuki ini. Di poli lansia itu, pasien tak perlu berlama-lama menunggu tapi bisa langsung masuk ruang pemeriksaan. Selanjutnya akan ditangani

penyakit kelamin,” kata dr Magda saat ditemui di ruang kerjanya. “Kita semua tahu, penyakit tersebut menular dan membahayakan kesehatan,” tambah dokter yang selalu antusias setiap memberikan penyuluhan kesehatan. Demi lancarnya penyuluhan itu, di lokasi lokalisasi Balung Cangkring kawasan Cakarayam disediakan posko khusus untuk pemeriksaan. Harapannya, mereka yang ingin memeriksakan diri tak perlu jauh-jauh datang ke puskesman tapi cukup ke posko saja. Dr

langsung oleh dokter spesialis penyakit dalam yang berpraktik setiap Rabu dan Jumat . Pertimbangannya, keluhan yang paling banyak diungkapkan pasien lansia ini berkaitan dengan penyakit dalam, seperti jantung, diabetes, arthritis atau nyeri sendi. Selain melalui penyuluhan tentang penyakit-penyakit tersebut, pihak puskesmas tengah

Magda pun tak segan untuk terjun langsung melakukan pemeriksaan di posko tersebut. “Dengan begitu saya bisa langsung tahu keluhan-keluhan mereka,” ujarnya. Diungkapkan, berkutat di puskesmas yang berlokasi di dekat lokalisasi memunculkan banyak suka maupun duka. “Paling senang kalau bisa menyembuhkan pasien, terutama yang kena penyakit kelamin. Apalagi kalau mereka akhirnya sembuh total dan tak lagi jadi penghuni lokalisasi,” kata dr Magda. Tak jarang ada pasien yang penyakitnya parah sehingga pihak puskesmas terpaksa harus mendatanginya. “Tapi ada juga yang meski sudah didatangi ke lokalisasi malah

36

EDISI II  JUNI 2012


menyiapkan senam lansia. Harapannya, para lansia bisa berolahraga bersama, sekaligus bisa saling silaturahmi dengan sebaya-nya. Setelah poli lansia berjalan, kini Puskesmas yang memiliki wilayah kerja yang mencakup kelurahan Kertajaya, Baratajaya, dan Pucang Sewu ini tengah merintis pelayanan ramah anak. “Kami upayakan supaya pasien anak dibedakan dengan pasien dewasa. Selama ini anak-anak kan masih masuk di poli umum, lewat program yang sedang kami rintis ini nantinya anak-anak memiliki ruang sendiri. Ruangannya juga didesain agar mereka nyaman dan tidak takut,” terang drg Yuki yang telah bergabung dengan Puskesmas Pucang Sewu sejak 2000 sebagai dokter gigi fungsional.

Pada Agustus 2008, Puskesmas Pucang Sewu yang kini menjadi puskesmas rujukan, meraih sertifikat ISO 9001 : 2008. Ini termasuk puskemas angkatan pertama yang menerima sertifikasi bagi standar kelayakan pelayanan. “Dengan adanya ISO itu berarti ada nilai lebih, setidaknya prosedur kerja jadi terstandar, tupoksi (tugas pokok dan fungsi) teman-teman juga jadi lebih jelas, jadi ada semacam budaya kerja,” ujarnya. Diakui dengan adanya sertifikasi ISO 9001:2008 itu kepercayaan masyakarat jadi meningkat. Ini bisa dilihat dari banyaknya kunjungan pasien yang ingin mendapatkan kesembuhan atau ingin berkonsultasi. “Harapannya pasien merasa puas dengan pelayanan kami. Kami pun harus memberikan pelayanan dengan sepenuh hati,” lanjut alumnus Unair yang efektif jadi kepala Puskesmas Pucang Sewu sejak 2011. Terkait layanan itu, Puskesmas Pucang Sewu juga membuka layanan sore setiap hari dari pukul 15.30 hingga 18.30 untuk poli umum. Sedang poli gigi buka pada Senin dan Kamis. Dibanding pagi hari, karcis untuk layanan sore hari lebih mahal, tapi pasien tak perlu harus antre lama. Dijelaskan, puskesmas sore ini sengaja didesain untuk mereka yang pagi hari harus bekerja sehingga baru bisa berkunjung ke puskesmas pada sore hari. Puskesmas Pucang Sewu berkembang dari BKIA (balai kesehatan ibu dan anak) yang telah ada sejak tahun 60-an. Dalam perjalanannya, BKIA ini dikembangkan menjadi puskesmas pembantu Puskesmas Jagir, kemudian di tahun 80-an jadi puskesmas

induk Pucang Sewu dengan puskesmas pembantu di Bratang Binangun. Layanan yang juga dikembangkan di puskesmas ini, di antaranya poli kesehatan ibu dan anak (KIA)/KB, poli IMS, pojok gizi, konsultasi psikologi, dan poli gigi. Untuk poli gigi kini juga dilengkapi oral diagnostic camera yang memungkinkan pasien melihat langsung keadaan giginya dari layar komputer di hadapannya. Sebagai puskesmas rujukan, Puskesmas Pucang Sewu didukung oleh dokter umum sebanyak 4 orang (seorang di puskesmas pembantu), dokter gigi 4 orang (3 di pusat dan seorang di puskesmas pembantu), perawat 5 orang (4 di pusat dan seorang di puskesmas pembantu) serta bidan 4 orang (3 di pusat, 1 di puskesmas pembantu), tenaga psikolog, apoteker, asisten apoteker, dan tenaga analis. “Untuk bidan dan perawat saya akui masih kurang. Kami sebetulnya sudah ajukan ke Dinkes, tapi belum ada respon,” terang istri dr Tarmono SpU ini. Untuk meluaskan jangkauan pelayanan, puskesmas ini juga memiliki Pusling (puskesmas keliling) di setiap kelurahan, Pusling Lansia, Posyandu Balita, dan Posyandu Lansia. “Kami juga sedang merintis posyandu remaja, hanya masih belum menemukan waktu yang pas,” ujar drg Prasukma. Posyandu remaja yang melibatkan psikolog puskesmas masih diujicobakan di Kelurahan Baratajaya 2 bulan sekali diakui diminati. “Dari dua kali pertemuan, mereka itu antusias, banyak hal yang dibahas dari masalah reproduksi sampai narkoba. Karena itu perlu dipikirkan waktu yang mereka bisa, kami dari puskesmas juga bisa,” lanjutnya ibu tiga anak tersebut.  Retno

FOTO: GS/RETNO

kabur. Saya itu kan khawatir, bayangkan ada berapa orang lagi yang kemungkinan akan tertular penyakitnya itu,” tambahnya. Kendati di berada di lingkungan lokalisasi, masyarakat di sekitarnya tak merasa risih datang ke puskesmas tersebut. Mereka terlihat enjoy saja menunggu panggilan untuk pemeriksaan. “Kenapa mesti takut, masak dokternya mau nulari pasiennya dengan penyakit pasien yang lain. Kalau ke puskesmas lain misalnya, malah tambah jauh,” ujar salah seorang pasien puskesmas Mentikan. Puskesmas Mentikan secara ajeg juga mengadakan pemeriksaan spesifikasi kelamin yang biasa disebut IMS (Infeksi Menular

EDISI II  JUNI 2012

Seksual). Kegiatan ini digelar setiap bulan pada hari Selasa minggu terakhir dengan mendatangkan dokter langsung dari Surabaya. Untuk pasien lanjut usia (lansia), Puskesmas Mentikan juga memberikan kemudahan-kemudahan pelayanan. Di antaranya disediakan hari khusus dan ruang khusus dengan tujuan agar mereka tidak perlu terlalu lama berdiri saat antre. Mereka juga mendapatkan penyuluhan/konseling gizi tentang menu-menu makanan sehat dan penyakit degeneratif. Untuk melaksanakan program kesehatan di lingkungannya, Puskesmas Mentikan didukung oleh 3 dokter, 1 dokter gigi, 6 bidan, 9 perawat, 2 perawat gigi, 2 petugas gizi, asisten apoteker, analis laboratorium, sanitarian, serta sejumlah tenaga administrasi. Puskesmas Mentikan yang terletak di kecamatan Prajurit Kulon Kota Mojokerto ini membawahi 4 kelurahan

yaitu Kauman, Miji, Mentikan, dan Pulorejo dengan total jumlah penduduk sebanyak 23.210 jiwa dengan 7.382 kepala keluarga. Sebanyak 4.488 di antaranya adalah pemegang kartu Jamkesmas. Dari empat kelurahan itu penyakit terbanyak yang tercatat di Puskesmas Mentikan sepanjang tahun 2011 lalu adalah hipertensi primer dengan angka prevalensi 6.896, menyusul nasopharingitis akuta (radang tenggorokan) sebanyak 6.633, infeksi akut lain pada saluran pernafasan bagian atas sebanyak 6.086. Sedang kencing manis (diabetes mellitus) menempati urutan 8 dengan jumlah pasien 1.986.  Naning

37


Posyandu Penarip Kranggan Mojokerto

Rogoh Kocek Pribadi demi Balita SESUAI konsepnya,memberikan layanan kesehatan dari masyarakat, oleh masyarakat dan untuk masyarakat, aktivitas posyandu Penarip Kranggan Kota Mojokerto terus digerakkan. Untuk saat ini , para kader posyandu masih berkonsentrasi membidik para balita dan lanjut usia (lansia) lewat kegiatan yang digelar sebulan sekali secara terpisah. Kegiatan yang diselenggarakan itu meliputi penyuluhan kesehatan, pemberian makanan tambahan (PMT), dan tentu saja penimbangan berat badan. Yang menarik, dalam berkegiatan ibu-ibu di lingkungan Penarip Kranggan yang menjadi kader posyandu tidak hanya menyumbangkan tenaga dan fikiran, mereka kadang-kadang juga merogoh koceknya. Semua ini dilakukan sekadar untuk membenahi menu yang akan dihidangkan untuk para balita. “Ini murni sukarela. Kami para kader tentunya ingin para balita yang dibawa ke sini bisa bertumbuh kembang dengan baik,” kata Ny Hj Rofi’ah yang diamini Ny Hj Kasan yang samasama sudah puluhan tahun mengabdi di kegiatan sosial tersebut. Sambil menimbang bayi, Ny Rofi’ah berujar dirinya senang beraktivitas di posyandu karena pada dasarnya dia suka anak-anak. Itulah yang membuatnya bertahan hingga 25 tahun. Mere-

baknya kasus diare yang menimpa para balita akhir-akhir ini menjadi ide para kader posyandu untuk memberikan penyuluhan tentang cara penanganan diare. Penyuluhan yang diberikan oleh bidan Yunita dari Dinas Kesehatan Kota Mojokerto dilakukan setelah semua balita selesai ditimbang dan diperiksa. Yang menarik, dari hasil penimbangan dan pemeriksaan pada Mei lalu ternyata balita di lingkungan Penarip Mojokerto terbebas dari kekurangan gizi. Tidak seperti di posyandu pada umumnya, di Posyandu Penarip ini pelaksanaan penimbangan dilakukan dua kali dalam sebulan di tempat yang berbeda. Ini semata-mata untuk mengakomodir para balita di dua wilayah yang terpisah oleh jalan raya. “Ya daripada mereka nggak bisa ke sini karena harus menyeberang jalan, ya kita saja yang

ngalahi ke sana,” terang Ny Rofiah. Ny Emi, salah satu ibu yang paling rajin membawa anakny ke posyandung mengatakan, salah satu tujuan yang paling mendasar kenapa dirinya rajin datang, karena dia ingin anaknya tumbuh kembang dengan sehat. “Juga supaya anak saya ini nggak kuper (kurang pergaulan, red). Di sini dia kan bisa berinteraksi dengan teman sesama balita,” ujarnya. Agar anak-anak tidak bosan menunggu giliran ditimbang dan diperiksa, setiap digelar kegiatan selalu disediakan pula bermacam-macam mainan. “Kalau ada mainannya anak-anak kan bisa asyik bermain, kalau dibiarkan tanpa kegiatan nanti mereka bosan dan tak mau lagi datang ke sini,” kata Ny Kasan.  Naning

FOTO-FOTO: GS/SRI HIDAYATI

38 EDISI II  JUNI 2012


Bukan hanya anak-anak usia di bawah lima tahun (balita) yang butuh pemberian makanan tambahan (PMT), kaum lanjut usia (lansia) pun perlu diperhatikan gizinya agar kesehatannya terjaga. Di posyandu lansia, para lansia tak hanya mendapatkan PMT tapi juga informasi tentang kesehatan yang bermanfaat. SEIRING meningkatnya angka harapan hidup, angka pertumbuhan lanjut usia (lansia) juga semakin meningkat. Konsekuensinya, fasilitas pelayanan kesehatan di sekitar lingkungan dan panduan pengetahuan tentang kebutuhan yang untuk mendukung para lanjut usia dalam menjaga kesehatannya juga makin diperlukan. Secara biologis seseorang yang disebut lansia adalah mereka yang mengalami proses penuaan secara terus-menerus yang ditandai dengan turunnya daya tahan fisik yang bisa mengakibatkan kerentanan terhadap serangan penyakit yang dapat menyebabkan kematian. Penurunan ketahanan fisik disebabkan terjadinya perubahan dalam struktur sel, jaringan, serta sistem organ. Selain itu secara ekonomi, lansia kerap dipandang sebagai beban dari pada sebagai sumber daya. Penyuluhan atau sosialisasi tentang keberadaan dan manfaat posyandu lansia bagi para lansia, akan mendorong lansia untuk datang dan merasakan sendiri manfaat dari keberadaan posyandu lansia. Dengan menghadiri kegiatan posyandu, para lansia akan mendapatkan penyuluhan tentang bagaimana cara hidup sehat dengan segala keterbatasan atau tentang masalah kesehatan yang melekat pada mereka. Lebih dari itu, mereka bisa bertemu dan bersilatuhami dengan sesama lansia sehingga bisa memunculkan efek positif, yaitu perasaan senang, yang tentu saja bermanfaat bagi kesehatannya. Posyandu lansia Medokan Asri yang berada di wilayah kerja Puskesmas Medokan Ayu secara ajeg menggelar beragam kegiatan, senam, penyuluhan, pemeriksaan kesehatan. Terdapat sekitar 92 lansia

EDISI II  JUNI 2012

aktif di dalam posyandu itu, mereka berhak menerima Pemberian Makanan Tambahan (PMT) setiap bulannya. Kalau pun ada anggota lansia yang tidak ikut dalam kegiatan ini, PMT itu akan diantar ke rumah masing-masing karena makanan itu sudah menjadi hak mereka. “Kegiatan posyandu lansia ini disusun dan dilaksanakan oleh ibu-ibu yang bergabung di dalam organisasi lansia yang biasa disebut karang werdha. Nah karang werdha di wilayah posyandu kami namanya Karang Werdha Bambu Runcing,” kata Ny Waluyo, ketua posyandu lansia Medokan Asri. Diungkapkan, kegiatan Pelayanan Kesehatan Keluarga dilakukan setiap awal bulan. Selain menerima PMT, para lansia juga menjalani pemeriksaan status gizi melalui penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan yang nantinya akan dicatat pada grafik indeks massa tubuh (IMT), serta tentu saja tekanan darah. Para lansia juga menjalani pemeriksaan gula darah, pemeriksaan mata selain pemeriksaan kesehatan mental emosional. Semua ini dicatat dan dipantau dengan Kartu Menuju Sehat (KMS) untuk mengetahui lebih awal penyakit yang diderita atau ancaman masalah kesehatan yang dialami. “Semua jadwal yang kami punya adalah jadwal yang sudah disusun dan ditetapkan oleh Puskesmas, jadi kami memang bekerjasama dengan Puskesmas pada setiap jadwal kegiatan di posyandu ini,” terang Ny Waluyo. Pada setiap pertemuan, ketua Posyandu Lansia Medokan Asri biasanya menyempatkan menyampaikan ilmu dan pengetahuan serta memberikan informasi terkait dengan kegiatan dia ikuti di kelurahan, kecamatan atau dari seminar yang diikuti. Ny Waluyo juga mengingatkan perlunya lansia untuk mencari kesibukan guna melatih otak agar tidak mudah lupa karena dengan berorganisasi seseorang akan selalu aktif berpikir. Masalah kesehatan pada lansia, lanjutnya, tentu saja berbeda dengan jenjang umur yang lain. Penyakit pada lansia merupakan gabungan dari kelainankelainan yang timbul akibat penyakit dan proses menua yaitu proses menghilangnya secara perlahanlahan kemampuan jaringan untuk memerbaiki diri atau mengganti sel serta mempertahankan struktur dan fungsi normalnya. “Seiring bertambahnya umur, sistem kekebalan tubuh juga semakin melemah sehingga lansia tidak dapat bertahan terhadap infeksi dan memperbaiki kerusakan yang terjadi pada organ dalam maupun luar tubuh,” ujarnya. Tak cuma kegiatan pemeriksaan dan penyuluhan bulanan atau senam pagi pada Selasa dan Sabtu, setiap tahun sekali peserta posyandu lansia ini mengadakan rekreasi ke luar kota sekadar untuk refreshing, bersosialisasi, dan berkumpul bersama-sama. Tawa, canda dan senyuman para lansia ini diharapkan akan memberikan efek yang baik bagi kesehatan fisik dan psikologis lansia.  Siska

39 39


40 EDISI II  JUNI 2012


global sehat II