Page 93

PROFIL tambahan sebagai tenaga pemasaran. Di tengah keasyikan menghasilkan karya keterampilan, Sriana kerap mengingatkan mereka untuk tidak terlalu asyik berkarya sehingga lupa dengan kegiatan rutin perawatn RGM (rendam, gosok, minyak) karena jika sampai lupa merawat sakitnya nanti lukanya atau cacatnya akan bertambah parah. Dengan memiliki keterampilan dan berpenghasilan, rasa percaya diri penderita ternyata semakin meningkat, apalagi saat mereka mendengar hasil kerajinannya laku dijual. Meski demikian, Sriana merasa keterampilan saja tak cukup bagi penderita kusta. Ia pun berinovasi dengan menciptakan senam khusus

yang dinamai Senam Kusta. Berbekal kemampuannya sebagai pelatih senam kebugaran pada kelompok ibu-ibu, ia mengolah beragam gerakan senam agar bermanfaat bagi penderita kusta. ”Untuk melatih syaraf-syaraf yang terganggu, saya terdorong untuk menciptakan olah raga senam bagi penderita kusta dan menciptakan lagu mars KPD Ngudi Sehat untuk memberikan semangat hidup kepada mereka,” tuturnya. Senam ini tak semata membangun kebersamaan dan memberikan hiburan, unsur kesehatan juga diperhatikan. Gerakan inti senam ini melatih syaraf mereka agar syaraf yang terganggu bisa berfungsi kembali. Gerakannya meliputi gerakan tangan, jari tangan, dan kaki. ”Di sini kelelahan atau stres fisik yang memicu reaksi bisa dihindari,” tambahnya. Semua gerakan dilakukan perlahan-lahan dan hati-hati. Walaupun merupakan bagian dari terapi syaraf, senam ini diiringi musik agar menyenangkan. Sriana memilihkan lagu pengiring senam yang menghibur dengan ritme lambat. ”Terapi murni membuat pasien jenuh. Tetapi kalau (terapi) digabung dengan senam, mereka menjadi lebih rileks, terhibur, dan bersemangat. Kondisi psikologi penderita yang mengalami perasaan senang ini dapat membantu penyembuhan,” jelas ibunda dari Althaf Kansava Mashuri, Iqbal Safadhil Mashuri, Garneta Fabiana Mashuri ini. egiatan Sriana dalam menjalani profesinya tidak hanya sebatas mengobati, merawat, menghibur, dan memberdayakan penderita kusta, lebih daripada itu ia bersemangat untuk melakukan kampanye. ”Karena desa saya termasuk desa kantong kusta, saya tergerak untuk membangkitkan kesadaran masyarakat agar terhindar dari ancaman penyakit kusta, saya mengadakan kampanye dengan membuat stiker tentang kusta dan foto ciri-ciri penderita kusta, saya tempel di rumah-rumah, di toko-toko, di warung-warung, dan di kantor desa. Dengan demikian

masyarakat bisa memiliki wawasan kesehatan terutama mengenai penyakit menular. Di desa tempat saya tinggal, bersama tim saya mempromosikan gerakan PHBS. Dalam program PHBS saya menggerakkan masyarakat membuat tempat cuci tangan di setiap rumah warga dalam rangka mewujudkan budaya CTPS (Cuci Tangan Pakai Sabun). Dana anggaran yang digunakan untuk program ini saya kumpulkan secara swadaya dari perkumpulan senam ibu-ibu di Desa Sogo. Selain CTPS, saya juga menggerakkan masyarakat dalam kegiatan GJBG (Gerakan Jemur Bantal Guling) karena hal ini bisa mngurangi atau mencegah terjadinya penyakit menular. Selain itu, saya mencanangkan Deklarasi Rumah Bebas Asap Rokok, saya buat stiker saya tempel di tiap-tiap rumah. Gerakan ini sudah berjalan lima bulan, dan hasilnya anggota warga yang suka atau biasa merokok sekarang keluar rumah jika akan merokok. Dengan begitu saya membebaskan warga dari bahaya asap rokok,” papar Sriana. Ketika ditanya, apa sasaran dari semua program ini? Sriana menjelaskan bahwa ia punya harapan agar masyarakat menjadi sadar kesehatan. Selain itu, biar masyarakat di desanya bisa mewujudkan program PHBS secara mandiri. Komitmen dan Prestasi Motivasi Sriana untuk mengabdikan dirinya dalam pengobatan dan penyembuhan kusta maupun TB diliputi keikhlasan. ”Komitmen saya dalam berkerja, bahwa bekerja itu adalah keikhlasan mengemban amanah dan mencintai pekerjaan,” begitulah ujar Sriana menunjukkan sikapnya sebagai seorang perawat yang ingin meraih sukses dalam profesinya. Profesionalisme Sriana bukan sekadar lip service. Ia membuktikan komitmennya itu dalam profesionalitas yang nyata dan teruji. Apa hasil dari kerja penuh ikhlas itu? Sriana banyak memperoleh

DUMAS EDISI XVII OKTOBER 2012 ‹

93

DUMAS EDISI OKTOBER 2012  

JASMERAH PKI

DUMAS EDISI OKTOBER 2012  

JASMERAH PKI