Page 45

AGAMA Harus Tegas Kendati banyak desakan terkait munculnya film tersebut, ironisnya SBY hanya terpikir menulis artikel internasional. Tujuannya untuk menyerukan sikap saling menghargai antar umat di dunia. Membakar kitab suci, menyerukan untuk membenci, janganlah kegiatan seperti itu terjadi. Langkah yang akan diambil SBY patut diapresiasi, namun pertanyaannya, di tengah pelecehan yang meruyak, apakah seorang kepala negara dengan mayoritas umat Islam terbesar di dunia hanya mengetengahkan solusi dengan menulis sebuah artikel saja? Semua orang tentu akan menjawab serentak pertanyaan tersebut. Akan tetapi, jika Presiden SBY dapat mengambil langkah tegas kepada Amerika Serika tentu akan dapat mereduksi gemuruh penolakan yang terus terjadi di berbagai daerah. Sebagaimana diketahui, protes keras dari masyarakat muslim di Indonesia terkait peredaran film The Innocence of Moslem terus mengalir deras. Bentrok yang terjadi 17 September 2012 di depan Kedubes AS di Jakarta tentu dapat menjadi catatan penting SBY. Tidak ada yang bisa menjamin, semua akan ademadem saja atas penghinaan yang tanpa henti dihembuskan Barat. Melalui sikap tegas dan keras itu, pada dasarnya SBY juga

mengajarkan bagaimana seharus ekspresi kemarahan itu dilakukan kepada rakyat Indonesia, bukan dengan kekerasan. Lagi pula, konflik yang sudah menyeret embel-embel agama jauh lebih seram dan intoleran. Dengan hadirnya SBY meyalurkan sikap mayoritas umat Islam tentu dapat mengurangi gelora amarah yang terjadi di tengah masyarakat. Langkah tegas dan kongkret SBY juga akan menjadi catatan bagi pihak-pihak yang gemar melecehkan agama lainnya di Indonesia. Sikap SBY juga akan membuat Indonesia kian disegani di kancah internasional, tentu langkah Indonesia akan disokong oleh Dunia Islam yang memang sudah geram dengan kepongahan AS selama ini. Jika pelecehan seperti ini hanya diakhiri dengan gertakan sambal, tentu tidak menutup kemungkinan ulah dan kecongkakan serupa akan terulang kembali, bahkan tidak

munutup kemungkinan terjadi di Bumi Pertiwi. Sebab, gertakan semacam itu hanya hangat untuk beberapa saat, dan akan segera dilupakan. Tidak berlebihan kiranya, jika banyak yang menuntut bahwa SBY mengeluarkan sikap yang tegas dan kerasnya untuk menekan kesemena-menaan warga AS. Lagi pula, dampak dari sikap SBY akan berpengaruh baik dalam sekala nasional maupun internasional. Kunci semua itu hanya bergantung kepada Presiden Republik Indonesia, Bambang Sosilo Yudhoyono. Akankah mengambil sikap terpuji atau hanya mengecam dengan buhulan janji. Dua tahun menjelang lengsernya Sang Presiden dari kursi kekuasaan tentu sikap elok semacam itu sangat dinanti-natni. Selain meningkatkan nilai bargaining Indonesia, tentu akan memulihkan keizzahan Islam yang terus saja dilecehkan oleh Barat. ‹owen putra

DUMAS EDISI XVII OKTOBER 2012 ‹

45

DUMAS EDISI OKTOBER 2012  

JASMERAH PKI

DUMAS EDISI OKTOBER 2012  

JASMERAH PKI