Page 38

AGAMA

Skenario Berantai Pelecehan terhadap Islam dan Nabi Muhammad seakan tak pernah henti. Prinsip kebebasan Barat adalah kebebasan menghina dan menista orang lain.

G

elombang protes terhadap munculnya film “Innocence of Muslim” merebak di berbagai penjuru dunia. Aksi protes keras dan menelan korban jiwa tak hanya meledak hebat di Timur Tengah, tetapi juga di Indonesia. Adalah Sam Bacile, pria keturunan Israel-Amerika dan pengembang real-estate di California Selatan, AS, yang membuat film berdurasi dua jam pada 2011 ini. Dalam film ini digambarkan Muhammad berhubungan seks dengan istrinya, Khadijah dan wanita lainnya. Trailer film ini juga menggambarkan Muhammad dan pengikutnya sebagai pembunuh, perampok dan pemeras. Sejarah mencatat, bukan kali pertama tindakan amoral itu terjadi, namun telah berulang terjadi. Sejumlah film, novel, dan kartun sengaja dibuat atas nama kebebasan berekspresi dan berpendapat meski bakal memicu kontroversi. Masih segar dalam ingatan kita, bagaimana novel Salman Rushdie berjudul “Satanic Verses” (Ayat-ayat Setan) tahun 1998 dikutuk oleh umat Islam. Bahkan, ada yang mengeluarkan fatwa Salman Rusdhie halal dibunuh. Kematiannya bahkan dianggap sangat pantas sebagai tebusan akibat penghinaan yang dilakukan. Tak hanya itu, kerusuhan mematikan yang dipicu buku karya pria kelahiran Mumbai, India, 19 Juni 1947, itu juga meletus di Islamabad, Pakistan dan Mumbai, India. Novel itu pun dilarang beredar di Afrika Selatan,

38 ‹ DUMAS

Menikam ISLAM India, Pakistan, Bangladesh dan beberapa negara lainnya. Novel itu menggambarkan dan menyinggung kehidupan Nabi Muhammad serta proses turunnya Al Quran secara tidak benar. Lebih gila lagi, novel itu mendeskripsikan Allah Swt sebagai salah satu tokoh dalam ceritanya. Konon, Salman Rusdhie terinspirasi menulis novel tersebut langsung kisah hidup Nabi Muhammad Saw. Akibat ulahnya, penulis berusia 65 tahun itu sempat bersembunyi selama bertahun-tahun setelah pemimpin Iran, Ayatollah Khomeini mengeluarkan fatwa halal membunuhnya. Kasus penistaan terhadap Islam dan melecehkan umat Islam kembali muncul pada 29 Agustus 2004, melalui film bertajuk “Submission” yang dirilis di jaringan TV publik Belanda (VPRO). Film pendek berdurasi 11 menit itu disutradarai Theo Van Gogh dan skenarionya ditulis Ayaan Hirsi Ali, mantan anggota parlemen Belanda. Film itu menceritakan empat karakter fiksi yang diperankan aktris tunggal perempuan bercadar yang tubuhnya dipenuhi tato ayatayat Al Quran. Ia mengalami berbagai kekerasan dari suaminya dan ayat Al Quran yang ditato

EDISI XVII OKTOBER 2012

pada tubuhnya itulah yang melegalkan perilaku itu. Tak pelak, film itu memicu kemarahan umat Islam. Dan sutradara film itu, Theo Van Gogh, dibunuh oleh Mohammed Bouyeri pada 2 November 2004. Bouyeri diganjar hukuman seumur hidup tanpa remisi. Ihwal sutradara film “Innocence of Muslim”, Sam Bacile, yang akhirnya merasa ketakutan, agaknya memang tidak pernah mau mengambil pelajaran dari kasus serupa sebelumnya. Betapa tidak, kita masih ingat kasus kartun Nabi Muhammad Saw yang dipublikasikan surat kabar Denmark Jyllands-Posten pada September 2005 silam. Kartun tersebut menggambarkan wajah Nabi Muhammad Saw dengan memakai sorban yang dililit sumbu bom di bagian atasnya. Akibat pelecehan itu, gelombang aksi protes kekerasan kembali dilakukan oleh umat Islam. Puluhan orang tewas dalam sejumlah aksi protes dengan serangan dan kekerasan terhadap misi diplomatik Denmark di Suriah, Iran, Afghanistan

DUMAS EDISI OKTOBER 2012  

JASMERAH PKI

DUMAS EDISI OKTOBER 2012  

JASMERAH PKI