Page 2

LAPORAN KHUSUS

Dosa Besar Palu Arit

D

I akhir opininya Tempo menulis; Menyebut komunis sebagai ateis merupakan salah kaprah yang bertahuntahun terlanjur dipercaya. Karena itu, Tempo menyarankan, hadapi komunis denganm rileks. Sebab ideologi itu sesungguhnya biasabiasa saja. Sah-sah saja. Tetapi, Tempo tidak boleh merasa benar, apalagi menyebut salah kaprah, lalu tergesa-gesa menyalahkan orang yang berupaya memahami palu arit secara utuh. Bahwa mengubur sejarah kelam, itu baik. Tetapi melupakan, bahkan memelitir sejarah kelam, itu berbahaya, bisa menjemuskan diri dalam lubang yang sama. Jangankan kita (bangsa Indonesia), masyarakat dunia saja sulit mengubur dosa besar palu arit. Sedikitnya ada tiga masalah serius yang membalut mereka. Pertama, seperti Opini Tempo tadi, benarkah komunis itu tidak ateis? Kedua, benarkah komunis itu peduli terhadap Hak Asasi Manusia (HAM)? Ketiga, apa benar komunis itu mengusung semangat demokratisasi?

82 ‹ DUMAS

Buku yang membedah paham komunis tidak cuma satu dan dua. Untuk mengetahui sikap MarxisLeninis terhadap agama, ada baiknya kalau doktrin yang pernah dikemukakan dicermati kembali. Karl Marx mengatakan : “Agama adalah madat bagi masyarakat. Menghujat agama adalah syarat utama semua hujatan. Agama harus dihancurkan karena agama mengilusi rakyat dalam memperoleh kebahagiaan yang sejati. Agama hanyalah matahari palsu yang beredar di sekitar manusia apabila ia tidak mengamati sekelilingnya.” Lalu, mengenai Tuhan, Marx mengatakan :” Eksistensi Tuhan tidak masuk akal. Tuhan adalah konsep yang menjijikkan. Pendek kata, aku menaruh dendam kepada semua Tuhan.” Doktrin ini sudah tidak diragukan lagi. Apalagi kalau dikaitkan dengan gerakan mereka yang jauh dari moral. Sembilan tahun sesudah penghianatan PKI Madiun 1948, tepatnya di Palembang tahun 1957, berlangsung muktamar alim ulama se-Indonesia, dihadiri 609 orang. “Saat itu diputuskan bahwa komunis itu musuh kaum beragama. Keputusan ini bukan tanpa dalih. Tempo tidak paham itu,” jelas Arukat Djaswadi, Direktur CICS. Saat itu, para ulama juga

EDISI XVII OKTOBER 2012

mengkaji bidang filsafat, politik, sosial, ekonomi, dan agama. Mereka memutuskan dari sudut pandang Islam, ideologi komunis kufur hukumnya, dan haram bagi umat Islam. Mendengar keputusan ulama ini, orang-orang Palu Arit berusaha mengaburkan masalah, dan selalu menyebut dirinya tidak anti agama. “Karena kenyataannya banyak orang beragama terhepnotis kampanye mereka,” lanjutnya. Jadi? Mereka takut kehilangan anggota, sehingga semangat Marx dan Lenin yang anti-Tuhan ditutupi. Inilah yang menurut Taufik Ismail, paham komunis akan berupaya terus bangkit. Jadi, bisa saja benar, bahwa pendukung komunis di lapisan bawah adalah orang-orang religius, karena mereka tidak tahu menahu konsep Marx dan Lenin tentang agama itu.”Saya melihat komunis itu seperti kanker, bila tidak dioperasi total dan masih tersisa dari pembedahan, maka koloni-koloni selnya akan menyebar dan merembet ke mana-mana,” kata sastrawan sekaligus budayawan nasional ini. Benarkah komunisme peduli HAM? Dengan demikian mereka kemudian layak disebut korban pembantaian. Kenyataan tidak demikian. Rangkaian pembantaian justru dilakukan kaum komunis Sejuta rakyat Eropa Timur, 150 ribu

DUMAS EDISI OKTOBER 2012  

JASMERAH PKI

DUMAS EDISI OKTOBER 2012  

JASMERAH PKI