Issuu on Google+

SPORT VAGANZA

EDISI IV

mEI 2013 A


Kemenangan MU Lengkapi Pesta Perpisahan Ferguson di Old Trafford Sport Vaganza - Sir Alex Ferguson tersenyum lebar saat skuad Manchester United memberikan kado perpisahan sebagai manajer di Old Trafford berupa kemenangan 2-1 atas Swansea City, Minggu 12 April 2013. Dua gol kemenangan MU dicetak Javier Hernandez dan Rio Ferdinand. Seremoni perpisahan Ferguson sudah terasa jelang pertandingan di mana puluhan ribu suporter MU membentangkan spanduk dan poster besar bergambar Ferguson. Suporter MU tidak berhenti mengibarkan bendera merah bertuliskan ‘Champions’. Sinyal kemenangan MU telah terlihat saat Javier Hernandez membobol gawang Swansea dimenit 39. Skor 1-0 untuk MU bertahan hingga turun minum. Memasuki babak kedua, The Swans ternyata mampu menyamakan kedudukan melalui tandukan Michu.

Setelah pertandingan, Ferguson memberikan pidato di tengah lapangan. Dia mengucapkan terima kasih kepada seluruh pemain, offisial, staff pelatih, manajemen, dan pendukung atas kepercayaan yang telah diberikan selama lebih dari dua dekade menukangi MU. Sepanjang karier melatih MU, Ferguson mempersembahkan 38 trofi bergengsi. Musim 2012-13, Ferguson memberikan gelar Premier League ke-20 buat MU. Susunan Pemain Manchester United: David De Gea, Patrice Evra, Phil Jones, Rio Ferdinand, Nemanja Vidic, Javier Hernandez (Ryan Giggs), Michael Carrick, Danny Welbeck (Antonio Valencia), Paul Scholes (Anderson), Shinji Kagawa, Robin Van Persie Swansea City: Gerhard Tremmel, Neil Taylor (Ben Davies), Chico, Ashley Williams, Dwight Tiendalli, Leon Britton, Pablo (Kemy Agustien), Nathan Dyer, Wayne Routledge, Jonathan De Guzman, Michu (Angel Rangel)

Sadar Swansea City mulai bangkit, Manchester United tidak memberikan tim tamu mengembangkan permainan. The Red Devils berusaha menguasai lapangan tengah untuk mendikte permainan Swansea. Untuk menambah kreativitas di lini tengah, Sir Alex Ferguson menarik keluar Danny Welbeck dan memasukkan Antonio Valencia. Pelatih kawan yang memutuskan pensiun akhir musim nanti juga menyuntikkan tenaga baru Anderson. Pemain asal Brasil itu menggantikan Paul Scholes. Usaha MU membalikkan kedudukan tercipta di menit 86 saat Rio Ferdinand berhasil mengubah kedudukan menjadi 2-1. Tendangan voli Ferdinand menyambut umpan sepak pojok Nemanja Vidic membuat bola bergulir deras masuk ke gawang Swansea. Tuan rumah memimpin dengan skor tipis 2-1. Kedudukan itu bertahan hingga bubar.

A SPORT VAGANZA

EDISI IV

mEI 2013

SPORT VAGANZA

EDISI IV

mEI 2013 A


2013 BABAK AKHIR PERSETERUAN SEPAKBOLA INDONESIA ?? Keputusan Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat yang memberikan izin digelarnya Kompetisi Liga Super Indonesia (ISL) dinilai akan semakin memperpanjang perseteruan kedua kubu yaitu PSSI dan KPSI. Menurut Salah seorang Anggota Komisi X dari Fraksi PDI Perjuangan TB Dedi Gumelar di Jakarta, Sabtu (5/1) seperti yang dikutip dari Metro News “Pemberian izin tersebut akan makin memperparah perpecahan IPL dan ISL. Seharusnya pemerintah untuk menuntaskan dualisme yang terjadi, jangan terburu-buru untuk menggelar kompetisi” ungkapnya.

untuk turun tangan menengahi perseteruan tersebut, namun hingga saat ini kedua kubu tersebut seolaholah tidak merasa takut dan malu apabila FIFA memberikan sangsi terhadap Indonesia. Entah sampai kapan FIFA akan memberikan batas waktu untuk menyelesaikan masalah ini, karena FIFA terus memberikan keleluasaan terhadap Indonesia dengan mengundurkan batas waktu tersebut.

Ini Dia, Kongres “Perseteruan Sepakbola Sontoloyo Indonesia!”.

Akhirnya kita cuma berharap sikap legowo dari kedua belah pihak untuk mundur secara terhormat baik dari PSSI maupun KPSI, dengan begitu pemerintah dapat membentuk kepengurusan PSSI yang baru dengan orang-orang yang berkompeten demi memajukan persepakbolaan di tanah air. Marilah kita saling menghormati dan lebih mementingkan kepentingan bangsa diatas kepentingan pribadi masing-masing.

Hotel Sultan-Jakarta 20 mei 2011. Hari ini (jum’at) sejak jam 13.20 WIB saya sudah nongkrong di Hotel Sultan jalan Gatot Subroto-Jakarta. Dengan maksud khusus tentunya yakni mengintai kongres PSSI, haha. Terlihat ada yang sangat luar biasa nampaknya. Karena, disana-sini saya melihat berbagai atribut pelaksanaan sebuah perhelatan akbar sebuah organisasi persepakbolaan yang terbesar di negeri ini. .

Semoga Tahun 2013 ini babak akhir dari permasalahan persepakbolaan di Indonesia sehingga mimpi Sepakbola Indonesia menuju pentas dunia segera terwujud. Revolusi PSSI sekarang .....Hidup Sepakbola Indonesia.

“Walaupun ISL berjanji akan mengirimkan pemainnya untuk memperkuat Timnas, tidaklah cukup, kalau permasalahan dualismenya tidak dituntaskan, maka kondisi persepakbolaan Indonesia akan tetap rawan dan kompetisi sulit untuk stabil.” ujarnya.

.

Miris memang melihat kesombongan dari dua kubu yang paling merasa memiliki tersebut semakin memperburuk kondisi persepakbolaan di Indonesia, jangankan rentetan prestasi yang diraih oleh Timnas PSSI akan tetapi kegagalan demi kegagalan dengan hasil yang memalukan diterima.

Jam 14.30 WIB dari luar tempat pelaksanaan Kongres saya melihat satu persatu peserta kongres masuk keruangan tempat pelaksanaan kegiatan. Nampaknya, tidak sembarang orang boleh masuk kedalam ruangan tersebut. Hanya peserta kongres dan yang memiliki ID Card yang boleh masuk termasuk wartawan media cetak dan media elektronik. Saya termasuk orang yang beruntung bisa nyempil masuk ke dalam ruangan tersebut. Biasalah pake ilmu sirep dikit-dikitlah wakakaka. Eits, gaklah yaouwww? Kebetulan adik saya termasuk salah satu peserta kongres yang memiliki hak suara. Maka, dengan beralasan mengantarkan perangkat private mobilenya saya diberikan ijin masuk oleh panitia. Hahaha, selanjutnya lagi-lagi saya mengunakan akal-akalan ala arek-arek Suroboyo (ala-bonek maksudnya). Sayapun langsung nyungsep dan bergabung dengan daerah asal adik saya (rahasia) dan secara kebetulan pula ada kawan yang mau meminjamkan baju jas

PSSI periode kepemimpinan Djohar Arifin saat ini merupakan periode yang sangat sulit dikarenakan terdapat dualisme pemahaman terutama soal kompetisi sepakbola, Kubu KPSI yang dipimpin oleh La Nyalla menilai Djohar Arifin telah menyalahi statuta PSSI dengan menggelar kompetisi sepakbola yang menurut mereka tidak sah karena menyatukan kompetisi IPL dan ISL. Kompetisi IPL dinilai pihak La Nyalla adalah kompetisi yang tidak diakui oleh PSSI pada masa kepemimpinan Nurdin Halid. Dari situlah dimulainya perseteruan antara kedua belah pihak hingga saat ini. Kodisi tersebut akhirnya memaksa FIFA melalui AFC

A SPORT VAGANZA

EDISI IV

Berbagai macam bentuk orang-orang berseliweran disana-sini masing-masing dengan gayanya. Ada yang bergaya borju, kalem, berwibawa, ada yang lebay, ada yang bergaya drakula sok pamer gigi masnya dan adapula yang bergaya ala preman pasar. Ahayyy,….ternyata ada juga yang cantik dan sexy lho? Wah, Diseputaran Hotel Sultan saya juga melihat sekian banyak berseliweran orang-orang berseragam The Police. Ada yang berpakaian lengkap ada juga yang menyamar dengan berpakaian sipil. Dalam hati saya berdecak kagum; “Wow, wow, wooooow…ck ck ck penjagaan demikian ketatnya. Wah, kayaknya bakalan rame neh!”

mEI 2013

Pengda PSSI salah satu Provinsi plus ID Card dadakan (penyusup atau provokator neh?!). Hahaha. . Hm, rasanya saya beruntung banget hari ini bisa sempat nonton langsung pelaksanaan kongres yang luar biasa ini. Namun, saya mesti mengutuk diri saya habis-habisan karena saya tidak membawa kamera untuk merekam peristiwa bersejarah ini. Dancuuukkkk! . Ada hal yang cukup mengejutkan hati saya. Ketika secara sekilas mata saya mencoba merekam berbagai macam bentuk orang-orang yang hadir di ruangan tersebut. Secara nyata saya melihat kumpulan orangorang yang berkelompok-kelompok. Mereka terbagi dalam 3 kelompok. Kelompok pertama adalah kelompok yang paling besar dan paling berisik berada di sisi kiri ruangan kongres (kelompok 78?). Kelompok kedua adalah orang-orang yang berwajah tegang dan cemas. Mereka berada di poros tengah dan terlihat gugup. Dan, kelompok ketiga yang jumlahnya paling kecil yang menyebarkan diri diseluruh ruangan adalah sekelompok orang-orang yang berbadan tegap, mereka terlihat waspada. Hm, kelihatannya dari salah satu angkatan. . Saya hanya bisa membatin; “Duh, seperti mau ada “perang”….wah wah wahhhh bakalan gawat neh?!” Sebagai bonek karbitan saya kuatkan hati saya untuk tetap bertahan di dalam ruangan itu. . Acara di mulai tepat jam 15.13 WIB (sesuai jarum jam butut saya), molor 1 jam dari rencana awal jam 14.00 WIB. Wah, ruangan yang full AC tersebut terasa sangat panas. Disekeliling saya terlihat banyak orang-orang yang tiba-tiba saja jidatnya berkeringat. Saat kongres mulai di buka keadaan dalam ruangan auranya memancarkan ‘keganasan’. Tadinya semuanya berjalan “lancar”. Namun, jadi lain ketika sang pemimpin sidang Agum Gumelar mulai membacakan aturan main kongres. Yang mana dijelaskan bahwa George Toiustta dan Arifin Panigoro tidak boleh dicalonkan atau mencalonkan diri dengan alasan mengikuti aturan dari FIFA. Great!

SPORT VAGANZA

EDISI IV

mEI 2013 A


.

2 jam berikutnya tiba-tiba saja hujan interupsi mengalir dengan kencangnya. Ada yang tereak-tereak. Ada yang banting-banting kaki. Ada yang mencaci maki dengan kata-kata jorok. Ada yang bantingbanting kursi sambil meludah. Ada yang langsung naik ke panggung dengan gaya sangat jagoan. Mereka yang ternyata kelompok besar itu adalah kelompok 78. Mereka-merekalah yang paling keras dan kencang menginterupsi secara terus menerus yang mempertanyakan mengapa George Toisutta dan Arifin Panigoro tidak boleh ikut mencalonkan diri menjadi Ketua Umum PSSI. Hal keributan yang beringas itu pulalah yang menyebabkan juga Direktur Pengembangan dan Keanggotaan Asosiasi Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA), Thierry Regennas segera berdiri “ketakutan?” meninggalkan alias mengamankan dirinya dari kebringasan ala bonek di ruang kongres PSSI tersebut. . Agum Gumelar terlihat mulai kewalahan memimpin jalannya kongres. Sebagai pimpinan sidang sekaligus sebagai Ketua Komite Normalisasi PSSI dan sebagai mandataris absolut dari FIFA kelihatannya sangat tidak siap menghadapi kebringasan yang menggila diruangan kongres itu. Hal tersebut bisa di lihat dari berbagai upayanya untuk menertibkan suasana sama sekali tidak digubris oleh berbagai kelakuan para interuptors. Gaya mereka minta ampun deh! Mereka tereak-tereak seperti orangorang yang kesetanan menuntut agar supaya Agum Gumelar turun dan digantikan oleh yang lain. Gila! Saraf! Sinting! Kampungan! Saya tidak menyangka saja bahwa mereka yang terlihat dari kalangan terpelajar itu tingkah lakunya seperti preman kampung yang tidak pernah makan sekolahan. Sangatlah bisa dikatakan bahwa mereka-mereka itu tidak paham aturan main sebuah kongres resmi setingkat PSSI yang berada di bawah naungan FIFA. . Karena situasi yang semakin panas dan para interuptors preman itu tidak bisa di tertibkan. Akhirnya Dengan menggeleng-gelengkan kepalanya Agum Gumelar menutup kongres itu tepat jam 20.50 WIB tanpa menghasilkan keputusan apa-apa. Beliau pun akhirnya ngacir dan mengamankan dirinya dari

A SPORT VAGANZA

amuk orang-orang yang tiba-tiba jadi preman dadakan itu. Weleh! Weleeehhhh! . Ada hal yang saya tidak mengerti bahwa kenapa mereka yang mengaku sebagai kelompok 78 ini sangat menolak keberadaan Agum Gumelar sebagai pemimpin kongres? Padahal Agum Gumelar sangat dipercaya dan diberikan mandat penuh oleh FIFA untuk mengamankan dan melaksanakan sebuah kongres yang dilaksanakan oleh PSSI dalam rangka memilih ketua umum yang sesuai dengan aturan main FIFA. Artinya segala macam bentuk kepengurusan PSSI bagaimanapun jadinya kemudian harus sesuai dengan statuta FIFA. . Jika ada yang mengatakan bahwa pemerintah harus mengambil alih pelaksanaan pemilihan Ketua Umum PSSI. Pastinya hal ini Indonesia akan ditertawai oleh orang seluruh dunia khususnya para pemerhati dan penikmat Sepakbola. . Pemerintah harus hati-hati dalam menyikapi hal ini. Jangan sampai bertindak kebablasan yang nantinya akan merugikan belantara persepakbolaan Indonesia. Hal yang perlu di ingat PSSI adalah organisasi yang bernaung di bawah FIFA bukan bernaung di bawah lembaga negara. Apapun bentuknya, Siapapun dia harus taat, tunduk dan patuh dengan aturan main (statuta) yang telah ditetapkan oleh FIFA. “Ingat lhooooo Oommmmm…..FIFA itu bukan partai politik!” . Sampai saat saya tayangkan laporan sederhana ala bonek ini para orang-orang yang mengaku dari kelompok 78 masih terlihat kasak-kusuk dengan berbagai macam gayanya diseputaran area kongres. Saya pun akhirnya harus merasa bersyukur ternyata saya sempat dapat bocoran nama-nama pentolan Kelompok 78 tersebut.

EDISI IV

mEI 2013

SPORT VAGANZA

EDISI IV

mEI 2013 A


A SPORT VAGANZA

EDISI IV

mEI 2013

SPORT VAGANZA

EDISI IV

mEI 2013 A


A SPORT VAGANZA

EDISI IV

mEI 2013

SPORT VAGANZA

EDISI IV

mEI 2013 A


A SPORT VAGANZA

EDISI IV

mEI 2013

SPORT VAGANZA

EDISI IV

mEI 2013 A


A SPORT VAGANZA

EDISI IV

mEI 2013

SPORT VAGANZA

EDISI IV

mEI 2013 A


A SPORT VAGANZA

EDISI IV

mEI 2013

SPORT VAGANZA

EDISI IV

mEI 2013 A


A SPORT VAGANZA

EDISI IV

mEI 2013

SPORT VAGANZA

EDISI IV

mEI 2013 A


A SPORT VAGANZA

EDISI IV

mEI 2013

SPORT VAGANZA

EDISI IV

mEI 2013 A


A SPORT VAGANZA

EDISI IV

mEI 2013

SPORT VAGANZA

EDISI IV

mEI 2013 A


A SPORT VAGANZA

EDISI IV

mEI 2013

SPORT VAGANZA

EDISI IV

mEI 2013 A


A SPORT VAGANZA

EDISI IV

mEI 2013

SPORT VAGANZA

EDISI IV

mEI 2013 A


A SPORT VAGANZA

EDISI IV

mEI 2013

SPORT VAGANZA

EDISI IV

mEI 2013 A


A SPORT VAGANZA

EDISI IV

mEI 2013

SPORT VAGANZA

EDISI IV

mEI 2013 A


A SPORT VAGANZA

EDISI IV

mEI 2013


sport