Issuu on Google+


ffi

n"'

r:

TIF"IK{SI Tr]\GI{AT KEStrJAHTERAAN KARYAWAN PE.RKEBUI\AJT I(ELAPA SAWIT Oleh : Firdaus

I

Dosen Koperfls Wi/ayah Dpk pada UNAYA - Banda Aceh Mllmmilrfilrrurll,

;-ia:kan taraf hidup karyawan, perusahaan memberikan pekerlaan-peker;aan e<stra atau -- adalah suatu penghargaan atau ukuran balas jasa yang diberikan oieh DerLlsanaan :-,'awan yang telah menambah jam kerjanya dan melaksanakan tugasnya Oenqan Oaik, -; d,tetapkan oleh perusahaan. ; : :: :=ta, diperoleh kesimpulan bahwa pada PT. Perkebunan Nusantara III Sei Baruhur: : - : - i -3 - Karyawan pemetik buah lebih tinggi dibandingkan dengan karyawan p"r.lir,uru, :_ .-:sr-antef:: adatah.tinskat sejahiera rrr yakni : karyawan dapat pokok, kebutuhan sekunder dan-mampu *"nuLuniit"i.oi'tJrr* ',.n"#* j:,uu,rhan -_=

l$fiffiitillfill]illlill' ifllllffiroililuruiLrrrl

dfr[utllilr

iitirri

I

Slf,-i1ffil:lr*

ffiftriitiiitii

ian

S1-, -nrp.*'** &,',"',,

-'nn:' 1": :

.

*mll|n ,ri$t:: i. ,. r

- .::'t g

" :. - - pemL.an( unan yang sedang .: .: - ::.::i-ang ini :dalah'peningt<atan

..:

:: - : -t - .:iJSUSnya dan keSejahtefaan , .. * _---.:. Dalam pt lita I pJp Ii tugaS ml0tiliiiiirir ,::- t:-t_-tpetaniar adalah: ifl llllilililiilnitrlllltii:,' ., i: :j:-.:r-:n kerja, (l) Meningkatkan lffitmrL ,i:iil"- , ,i . " t -:mi di daer,i,ri ter:entu, (3) =. : illllllltillrir;;r ; t .: " :.-.: - li.lan yang ie.:ih c,epat daii emah, (4) Merringkatkan flfl0liilil;li1;l : -',.'. . ::-::iransmigraSi, perUmahan, f,llfllflil1rirt;:,;, ,r :.r =".::^ kesehatan (Nazri, 19-00). : :_, r.tan perkebr:n:n dapat i*lfitg,;,*tilltii"|,:: filnlltllfiilirlrlrriiLl

':

,in

mil1llllll]ilillllL,i,i

:eningkatan proclrrksi untuk :.. :: dan pendapatar: negara : * -. a peningkatan pro luktivitas

-

; :an laba perusahaa rr), (2) l.- -,'i peningkatan kesejateraan *asyarakat), (3) Me mililrara

* ":ngka mencapai tLrjuan rlrii,rlllll '". ::L.erapa kebijaka' perkebunan t$llillliinlllll :: 't=',^,Dangan " ii

illlffifrrir

Surnberdaya manuSia

3fl5|iil; :: :j-?-ibungan/ baik mâ&#x201A;Źrigenai - , m|lfilllliil illiri,,iri : =:-ampilan teknis, ketrampilan lill' ''::-::an yang Sampai ke pelOsOk -:. (2) penyesuaian dan lllllllllllllllllli' - r: :: sebagaimana layaknya bisnis mmilililiLlilr'" -' - -tr:na .-"s group/ (3) Untuk memperoleh - =: ---asi dufmmnir yang lebih cepat, (4) r,.

mm,UlliirlLjl'

;

tfiIll|lilliilliltillii

1

.,,i

,,,i:

Itllfflllilitl]iiIIII

flflilirir"

ltl,,,,'

"

:':duktivitas

:

per ha

dengan menjalankan repffi 47o per tahun dengan perumusan bibit yang relatif unggul (Nazri, 1990). Kesejahteraan rumah tangga adalah keluarga yang telah Capat mem"nuhi kebutuhan dasarnya (kebutuhan fisik) dan sosial psikologisnya

atau dapat

memenuhi seluruh

kebutuhan

keluarganya serta memiliki kepedulian yang tinggi

da.lam meningkatkan kesejahteraan' tietuaG sekitarnya ( Majalah Warta Ekonomi, tggT ). Berdasarkan data yang diperoleh pada tahun (2002), bahwa pengeluaran rata-rata perkapita sebulan di indonesia untuk konsumsi pangan sebesar Rp. 273.294,- sedangkan untuk konsumsi non pangan sebesar Rp ISZ.7B4,- hal ini menunjukkan persentase pengeluaran konsumsi masih tinggi, yaitu sekitar 64,I3o/o dari total

pengeluaran Rp 426,078,-

.

Berdasarkan data karyawan tenaga kerja pada tahun (2002), tenaga kerja yang terserap di indonesia adalah 91,6 juta penduduk yang bekerla,

mereka yang bekerja disektor pertaniari sekitar 44,34o/o, disektor perdaganga n 19,42o/o, disektor industri 13,2Io/o dan disektor jasa 11,30%.. Perkebunan Kelapa Sawit pT. perkebunan Nusantara III Sei Baruhur ternyata menyerap tenaga kerja karyawan pemetik buah mengalami kenaikan pada tahun 1999 360 orang menjadi 396 orang pada tahun 2003. Sedangkan Kiryawan pemelihara mengalami penurunan tenaga kerja dari 345 orang pada tahun 1999 menjaOi Zgg orang pada tahun 2003. Hal ini disebabkan karyawan tidak tahan dengan upah yang terlalu rendah.

tanaman

14, Oktober-Desember 2004

3l


L-

Firdaus Llctrr ilikasi'l'ittgkut Kcscjulttaruun Ku

--apun penycbaran tr:naga kerja

'::iing yang mengalarni penurunan tenaga "i karyawan pemetik buah dan karyawan Disanlping itu terraga kerja yang paling ::deling 11 karena tanamam kelapa sawit -; tersebut sudah menghasilkan/ terdapat ' :;a yang berpontensial dan pengalaman : -" l,,van yang cukup lama.

:-:,

,il:.

umusan Masalah :i penting yang diperjuankan oleh tenaga :rlait sekedar tersedianya lapangan kerja :sefi:a karyawan meneniukan tingkat -:. nnya. Tingkat kesejalrteraan karyawan .' pengeluaran konsumsi, pendapatan, : - bareing, dan tabungan, lampaknya :--:rli ntasai;rh yang belum teratasi oleh

r

.:

=: :

l

-

:i

denclari uraian diatas

maka

pâ&#x201A;Źi:lltrs.ilah;_rn berhubungan dengan

1.5. Metode Penelitian Metodologi pengumpulan data dilakukan dengan cara-cara sebagai berikut: Melakukan pengamatan terhadap objek yang diteiiti, Melakukan wawancara,

1. 2. 3. 4. 5.

\aryatv

-pakah ada perbedaan

an, konsumsi, kepemilikan :arang r":n tabungan) karyawan :emeliharar dan karyaurarr pemetik ::a

h.

c>r:a. Membaca buku catatan notl vJ!t luLl P!r yang berhubungan dengan data y,a ng

dibutuhkan. Diskusi

2. Landasan Teori

::pun hipotesa pr,,relitian adalali; Pendapatan kalrawan pemr:tik buah lebih tinggi ,1ii;andingkan dengan

Tingkat kesejahtr:raan (pendap;:"an, konsumsi, keper;ilikan barang .,in

tabungan) kary;wan berbeda dengan

pengaruh adat-istiadat dalam

kehidupan

mengeluarkan pendapat, sehingga kesejahteraan merupakan suatu hal yang bersifat subjektif. Aftinya tiap orang ntempunyai pandangan hidup,

nilai-nilai yang berbeda terhadap faktor-faktor yang

Karyawan pemelihiira

penrelih, ira karyawan pem(rtik.

buah, dari sisi pendapatan total.

Perbedaan tingkat pendapatan to;irl ,,nempengaruhi perbedaan tingka,t kesejahteraan karyawan pemetik buah

kesejahteraan mereka

Kesejahteraan rumah tangga adalah keluarga yang telah dapat memenuhi kebutuhan dasarnya (kebutuhan fisik) dan sosial psikologisnya

atau dapat memenuhi seluruh

kebutuhan

keluarganya serta memiliki kepedulian yang tinggi

dalam meningkatkan kesejahteraan

t<eluaiga

sekitarnya ( Majalah Warta Ekonomi, IggT ).

Adapun indikator kesejahteraan rumah

tangga adalah sebagai berikut

a.

:

Pendapatan rumah tangga yaitu seluruh penghasilan/ penerimaan semua anggota rumah tangga yang diperoleh baik yang berupa gaji/ upah, pendapatan rumah tangga, pendapatan

* * --.:an Penelitian Untuk menentukkan besar pendar-:atan

karyawan pemelihara

tingkat

(Sadono, 1985).

dan karyawan pemelihara.

de

ngan

karyawan pemetik buah.

-

ngsu ng

Melakukanpencatatan,

menentukan

* ", - ::tesis

-

1a

masyarakat, keadaan iklim dari alam sekitar dan terdapat tidaknya kebebasan dalam bertindak serta

karyawan pemetik

s,aat ini.

Se:e

:

3.

tingkat <esejahl,,raan yang dihitung atas dasar 'pendap.t

:.:lr [:da

-

karyawan pemelihara dan karyawan pemetik buah. Untuk mengetahui tingkat kesejahteraan karyawan pemelihara dan karyawan pemetik buah.

;a ia besar tingkat kesejahteraan rn penrelihara dan karyawan :emeril buah.

rs;ll. pendapatan karyawair

i.rlgl, ,;ria dr:ngatr

-

PerkebLtnurt Kelapa Sau,it

2.I". Pengertian Kesejahteraan Kesejahteraan adalah suatu keadaan dimana seseorang telah dapat memenuhi seluruh kebutuhan jasmani dan rohani yang merupakan harapan dari setiap orang. Tingkat kesejahteraan diukur bukan saja dari tingkat pendapatan saja, tetapi juga faktor-faktor non ekonomi seperti

3:rap.r,-r .,

-

vvctn

karyarwan

Untuk nrengetahui perbedaan tingkat kesejahteraan (pendapatan, konsumsi, kepemilikan, barang dan taburigan)

b.

lainnya.

Konsumsi makanan rumah tangga yaitu

makanan/ bahan makanan yang benarbenar dikonsumsi oleh rumah tangga

tanpa memperhatikan asal

Konsumsi makanan antara lain

barang. : padi-

padian, ubi-ubian, ikan, daging dan susu dll.

i:lj:" :

06, No. 04, Oktober-Desember 2004

.)L


Firdaus Idettti.likusi Tingkat Kescjahteraan Kar.ya.yvatt Parkcbntan Kelapa Sawil

-.:acaan tempat tinggal adalah kondisi

::-npat tinggail seperti : :angunan/ ruangan/

kondisi bahan

dan

:3ngunan.

::s;iitas ternpat tinggal adalah sarana , : iE tersedia seperti : fasilitas air

* l!.rm/ air mandi, kamar

mandi,

::lban keluarga, listrik dll. r:..aian anggota rumah tangga dilihat :=- segi mutu dan banyak pakaian/ ::-an pakaian yang dipakai seperti : ,=--eja, celana dll. ' :senatan anggota rumah tangga dilihat

-z' gangguan kesehatannya, baik *:- Jota rumah tangga tersebut :-;

Cerita penyakit menahun (kronis) gangguan kesehatan lain yang

-

::: *

-','eLlabkan aktivitas

=

kerjanya

::::nggU. =*-.:Cahan mendapatkan pelayanan =,::atan dari tenaga meciis/ paramedis ., : :lr :h kemudahan dilihat dilihat dari seoi segi : '--tlli Clan non ekonomi,, nri:;alnya :

:

berobat murah,

: - ;3manannya,

lancar

jarak mudah cJicapai, ,:Cur mudah. - -dahan nrendapatkan pel lyanan -:-ga Berencana (KB) ao:iah * -iahan yang ditinjau dari s:gi

Ackley, 1973 ),

Pada hakekatnya taraf hidup

tingkat dan pola konsumst,

pendapatannya. Biasanya pola konsums n-r, bagaimana asyrakat selalu beru ba h de nga n berubahnya pendapatan. orang membelanjakan Menurut Hukum Engel, semakin naik pendapatan semakin berkurang persentase yang digunakan untuk pangan dan perumahan, sementara itu persentase yang digunakan untuk sandang dan pelaksanaan rumah tangga konstan sedangkan persentase yang digunakan untuk pendidikan, kesehatan dan kebutuhan lain akan bertambah (Ackley, 1983 ).

Pengaruh jumlah anggota keluarga

terhadap tingkat dan pola konsumsijelas tidak bisa diabaikan karena;

1. Dalam anggaran belanja rumah tangga

biasanya terdapat korelasi positif

antara jumlah anggota keluarga dengan tingkat pengeluaran

mungkrn

KB, jar-ak mudah dicapai.

-'-:ahanI nremasukkan rLr tUJUNt\qt I 9t tq\ anak ke JL/ NC SD : : -, kemudahan menyekolahkan I

; ;:ta rumah tangga usia SD dilihat :- .::ndisi ekonomi dan non ekonomi r: : Biaya sekolah terjangkau, ":.. /ake sekolah mudah dicapai,

=---:ahan karena prosedur penerima, ---:ahan rnendapatkan fasilitas - - :tftasi/ pengangkutan.segi . " *--Cahan yang ditinjau dari ekonomi =

:on ekonorni misalnya :

:

ongkos/

murah, fasilitas kendaraan dan :as jalan baik, kemudahan karena ;*asaan kendaraan, ( Astrid, 1990).

milllililirL.'.

"

"

&ffi

: i &lillllllllffi,lirir. :,:' frllllllllilii, - : fiililffi]"]]l

i',onsumsi dalamarti

'-;

1.

mampu

memenuhi kebutuhan pokok tetapi kebutuhan sekunder belum terpenuhi.

a ). Sejahtera II yaitu keluarga yang dapat

memenuhi kebutuhan pokok

+ kebutuhan sekunder terpenuhi tetapi belum mampu menabung. Sejahtera iII yaitu keluarga yang dapat memenuhi kebutuhan pokok +

kebutuhan sekunder terpenuhi dan

mampu menabung tetapi

alokasi

dikeluarkan, kita dapat menilai

=-i.e mbangan karyawan perkebunan.

mempeunyai penting

1eB3 ).

nrasyarakat bagaimana orang membelanjakan .- lran pendapatannya. Biasanya pola nasyaral<at selalu berubah dengan : -:Ca patan. Faktor lain dengan

::

juga

Berdasarkan Survey dilapangan mengenai sosial pedesaan bahwa tingkat kesejahteraan dapat dibagai dalam 5 kriteria: Prasejahtera yaitu keluarga yang belum memenuhi kebutuhan pokoknya sehari-hari. 2. Sejahtera I yaitu keluarga yang dapat

konsumsi

-

konsumsi

terhadap tingkat konsumsi, untuk beberapa jenis pengeluaran tersebut mungkin sekali lebih besar dari pada pengaruh yang berhubungan dengan variasi dalam penghasilan ( Boediono,

II

' ::

a

nrasyarakat menggambarkan dan mergalokasikan

memperoleh

:

-.*,:asi

fifi$llllli,

po

2, Variasi dalam anggota keluarga

-:

'.-:sepsi, kenrudalran

lli|filllllfir;.i.1t..,.'

dan

kenrakmuran suatu masy,arakat tercernrin dalam

mi dan ekonorni misalnya - *lahan mendapatkan alat-aiat

-

-

Faktor pendapatan rumah tangga bukanlah satu-satunya faktor mempengaruhi pola konsumsr suatu barang selalu dipengaruhi oelh tingkat jumlah anggota keluarga, komposisi umur dan jenis kelamin, ietak geografis dan asal -usul, adatistiadat, kekeyaan dan harga yang dikonsumsi (

5.

belum mampu menyumbang. Sejahtera III* yaitu kelurga yang dapat

memenuhi kebutuhan pokok

m

:

C4, Oktober-Desember 2004

+

JJ


Id e n t ifi kas

i

Firdaus Tin

gkat

Kes ej ahteraan

";:butuhan sekunder terpenuhi dan

-3rnpu

menabung serta dapat ^ienyumbang dan peduli kepada -:asyarakat sekitar ( Majalah Wafta i<cnomi, 1997 ).

I

msrmapatan

:=-::patan adalah selisih

antara ulilrllltu{f itTr'l;EJ:- :engan biaya operasi per tahun atau furnmrpmmr iain pendapatan ialah jumlah yang

':: biaya yaitu penerimaan dikuiang-i T ; -:ut untuk memproduksi yang benar_ ;;:=:r

ffimliilmi ,filllilu*iit

hmm

r :,:,:- maupun yang hanya diperhiiungkan, r,::=-atis dapat dituliskan sebagai berikut:

ilmmrrn

rr= -'F

-

-l

fi; r*r:tl--Jll)

m

Fttr"..r,

::,,'enUe (Penerimaan)

;::

Total Cost (biaya

total)

'_:77)

:':-:-:maan dalam hal ini adalah nilai. Dfinliu,ffi,,E- :-:duksi yang diperoleh dari kegiatan mflfittg : :.-(an karyawan dalam perkebunan fupnrmnil -,:-:a yang berlaku pada saat tertentu tmrmn - - ,:n Besar kecilnya penerimaan hrfiffirinL.-; ::da jumlah produksi, jenis pekerjaan.

::-;:rtian konsumsi adalah

runrSU--::- barang dan jasa ekonomi

proses

untuk rplll*un -kebUtuhan manusia termaSuk =igSung hllmrin i: I -?:l tahan lama seperti : makanan, milffiriiitirfti" ::- ain-lain (Saragih, 1994) :=-;eluaran yang dilakukan oleh rumah

:-:s barang-barang dan jasa yang :- :erbagai perusahaan disebut konsumsi :-Jga. HUbungan antara pendapatan,

fumWn ililrill-iirii.ilNl*

l|Nillrm;*. :an tabungan dapat dituliskan secara iilifilililtrllr*tr:r r: ;.: eba ga i beri kUt : =

Y =C+S

i =-" persamanaan tersebut maka konsumsi f,;l]ll'*;iiilr;" :-::a C=Y- S -=-i fungsi tabungan adalah :

:-v_a

u

--t

= r,r:--:::atan

S " *:,qli:inilx

1"981)

hubungan penggunaan pendapatan

:-::-:nen hukum Engel menyatakan

:

bahwa :e-Capatan keluarga meningkat maka akan

tm";,ron

-

rersentase

dari

pendapatan yang

:ibelankan untuk bahan makanan dan perumahan menurun.

3.

sama,

yang

Persentase

dari

pendapatan yang

dibelanjakan untuk pendidikan, kesehatan dan kebutuhan lain

meningkat ( Ackley.G, 1973 ). Bentuk alokasi dari pendapatan dapat berupa konsumsi, tabungan (saving) atau dissaving. Dimana tabungan dilakukan dengan memperkeiil konsumsi, tapi apabila konsumsi lebih tinggi maka terjadilah dissaving (kekurangan uang,jmemin.lam !ang) dengan demikian kemampuan menabung

dipengaruhi oleh konsumsi.

3.1. Konsumsi Pangan Karyawan Kesejahteraan adalah suatu keadaan dimana seseorang telah dapat memenuhi seluruh kebutuhan jasmani dan rohani yang merupakan harapan dari setiap orang. Tingkat kesejahteraan diukur bukan saja dari tingkat pendapatan saja, tetapi juga faktor-faktor non ekonomi seperti

pengaruh adat-istiadat dalam

kehidupan

masyarakat, keadaan iklim dari alam sekitar dan terdapat tidaknya kebebasan dalam bertindak serta

(Sadono, 1985). Pola konsumsi masyarakat menggambarkan bagaimana membelanjakan atau

orang

menglokasikan pendapatannya. Biasanya pola

konsumsi suatu masyarakat selalu berubah dengan berubahnya pendapatan. Faktor lain dengan

mempelajari konsumsi dalamarti

alokasi

pendapatan yang dikeluarkan, kita dapat menilai

sejauh mana perkembangan karyawan perkebunan. Kesejahteraan rumah tangga adalah keluanga yang telah dapat memenuhi kebutuhan dasarnya (kebutuhan fisik) dan sosial psikologisnya atau dapat memenuhi seluruh kebutuhan keluarganya serta memiliki kepedulian yang tinggi dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga sekitarnya, Salah satu indikator kesejahteraan

Karyawan harian tetap pemeliharan kebun lebih banyak mengkonsumsi ikan basah dan daging

dibandingkan dengan ikan kering. Hal ini menunjukkan bahwa pendapatan karyawan sudah mencukupi untuk memenuhi kebutuhan pangan karyawan. Adapun karyawan yang mengkonsumsi ikan kering karena ikan basah tidak terus tersedia di pasar setiap hari, sehingga untuk memenuhi kebutuhan lauk pauk dilakukan ,pembelian ikan kering karena tahan disimpan dalam waktu yang relatif lebih lama.

ffi- ,:

pendapatan

rumah tangga.

;an(saving)(Sadono,

le:r

ulilwr

dari

rumah tangga tersebut adalah konsumsi pangan

lMilll*,mmn

fl

Persentase

dibelanjakan untuk pakaian kurang lebih

mengeluarkan pendapat, sehingga kesejahteraan merupakan suatu hal yang bersifat subjektif

[, {uur"sunrsi

Slllimeu

2.

3. Pembahasan

filliltt'liilirriir;*

ffi ,,, ---

wan Perkebunan

36, No. 04, Oktober-Desember 2004


Firdaus

b"t* -^tltf::- t:*,,,^};:un"'.ilt"x|:[3:""i|;l dan kacanE-kacansan sudah;;ffi ,;;.tJ'i"ff:r:?'il:;5ffT::;] :-:r-buah pl',i*nuun maka karyawan akan mendapatkan ;ffi:n'"iul ffi, premi Jan kalau tidak sesuai dengan standar ;.tiil gaji ffiffi;-,--?Csogan sudah dapat dibeli ol."l perusahian' karyawan hanya mendapatkan ffi11T,,,,;;:- Pemenuhan kebutuhan ini dapat rila kesejahteraan karyawan sudah pokok' fl,nJilii*: : pemetik buah bekerja dari jam il*mm

trr:---

:-sumsi savuran untuk karyawan

harian

: -::'t tanaman dan pemetik buah tidak flHr"- n - lebih ililr*ift - -ana karyawan pemelihara tanaman u"ttk *engkonsumsi jenis sayuran' Mlni,,l -

p111',;,ii:

?-

pemetik

bi;;

tid'ak ada yang.

ini karena

Uai ll,**lr;: : ---:nsi wortel sebagai Sayur. ,lllillgm*nn:,.- harga wortel yang relatif mahal llililuunn:.;-:- daridaerah lain.

pokok, Tunjangan Beras,

ffi :,aji

--rjangan Transport, Jamsostek yang : ::rima olerrliariawan Harian Tetap

Karyawan

t:99^^:::11:^-o:*:lr.,tl"?"o""tffil,tr"::".:l:t' *"ng"i* target..produksi -kelapa sawit' sedangkan mulai dari

karyawan peirelihara tanaman bekerja jam 7'00 sampai dengan iam 14'00' dari sumber penJapatan karyawan berasal premi' dan Jamsostek --,, -,pokok' gaji - tunjangan' -pendapatan

g"tu'nyu

karyawan pada PT Sei Beruhur dapat dilihat pada

Perkebunan IIi Tabel 1l' Tetap pada Tabel i- Pendapatan Karyawan Harian Sei Bahur III Nusantara PT' Perkebunan er Bulan Pendapatan (RP) No.

ffif'fi#t3'Hl;.*H"ffi

1.

Gaji Pokok

2. a

Tunjangan Beras Tunjangan Transpod

4.

lamsostek

5.

fiu|,=.-:::.empuan/laki-laki)diberikan15kgper

foililtiillrt' {uim;,::l

( l,n -^ 7 per hrrtan bulan kg nar 7,5 :='=;a diberikan

ril,,*,,inl

;:

reras diberikan pada anak

Premi

Total PendaPatan

Karyawan

.

Pemetik Buah 539.768,40 87.702,30 36.504,25 33.655,25 593.648,70 1.291.278,90

Dari Tabel 1 dapat dilihat bahwa karyawan

ffi, I:::::ffix;;'in";"?1ffi _

Karyawan Pemelihara Tanaman 509.513,15 73.982,00 33.436,20 21.064,10 ?40.518.05 978.613,50

uraian

apabira

,.,',-1i1,'":::::"1Y:; nrorni v^no besar pemetik buah memperoreh premi vans lebih pemeliha'ra karyawan --Har dengan OinanOinqkan pekerjaan memetik tanaman] -i"Uif, ini d-'isebabkan sehingga memiliki Iama bekerja' buuf,

: jamsostek tunjangan beras'.tunjangan transpott' menikah' pemetik Karyawan oun piu*i ving'bnih tinggi' ,rnur anak kurang dari 75 tahun yang hasil *"*enuhi standar iu tu'i[ kuliah setiap buah bekerja u-ntuk ::abila yang Karyawan __=.unnyu.'" telah ditetapkan oleh perusahaan. ditetapkan yang 16 tahun r"n"'"t*t'ti standar produksi premi sesuai ''r'iur anak kurang dari atau berhenti pururut'luun Ld^ )ENUrqr -yingakan mendapatkan ::abila iu'iuL'-r"[Jlah perusahaan'

.-,.eria sebagai berikut '[W**-,*.-- :rak belum

sekolah'

,.taksimal 3 orang

anak.

ditetapkan d"ngun -T'la?fun parfawan pemelihara tanaman hanya mendapatKan

lui.l.lY:' galr - pokok dan tunjangan-tunja.ngan

.-"

- ' Dari haSil tersebut dapat dilihat bahwa Sei BeruhUr, ::-<3[unan Nusantara III -j.r1 besar karyawan pendapatan karyawan pemetik buah lebih rr rs dii.riru o LrrLsr o#"-r,,,*,,: -:ah vu"g" pemelihara dibandingkan dengan karyawan inffimflffifr ::' ' -i gaji ::,rsp

r

fi

' buah ;il*,: :^ pemetik -:-an per hari 17.250 Rp. irL 1.150 Rp. i* ::s s borong

Asuransi ;aii yani diperoleh ditambah .'e1a 3 r :,{rT3;: sebesa 0,, ,ar,:: ,:: lm' -=-an Rp' rl L;*

:-

Vo. pemelihara 17'200/hari 'Lvvtttatt ;* :*lur ditambah Astek diperoleh urlqrrr! lng urPsrurcrr ,.- :- Eaji yang :,b ,m*r*r,.- I :-';"'an pemetik buah bekerja harus :erget sesuai dengan standar

jenis penerimaan seperti tunu*un-untuk setia!'blras' tunjangan transport' pokok, tunjangan jamsostek, premi dan gaji kotor'

dan 3.3' Nilai KonSumsi Pangan' Non Pangan Harian gersih Karyawan Pendapatan Tanaman PT' Pem-efihara i"t"p per Bulan P"iL"uun-n - -Pendapatanrrr sei Baruhur

bersih karyawan ditentukan

kotor dikurangi berdasarkan besarnya pendapatan dengan biaya

dan non pangan

'konsumsi^pangan Besarnya pendapatan bersih

puoil.tilp'tahunnya.

''nffn**_.-

m. "- -= cf4,

35

oktober-Desember 2004


Fird6us Tingkat Kesejahteraan Katyawan Perkebunan Kelapa Sau,it

llllilllll|]il

I '=-=p karyawan pada PT. Perkebunan III -' ::Dat dilihat pada Tabel 2.

Sei

Slm-m

il0iilulu,

:endapatan Bersih Karyawan Harian -etap pada pT. perkebunan Nusantara -lI Sei Bahur per Bulan

-

978.613,50 701.160,00

r.29r.278,90 699.080,00

keluarga dapat memenuhi kebutuhan pot ot< + kebutuhan sekunder terpenuhi dan mampu menabung tetapi belum mampu menyumbang. Pendapatan bersih rata-rata karyawan harian tetap pemetik buah sebesar Rp, 449,942,20 dengan rata_ rata skor 3,90. I,laka tingkat kesejahteraan karyawan harian tetap pemetjk buah dikategorikan pada sejahtera III yaitu keluarga dapat memenuhi kebutuhan pokok + kebutuhan sekuncer terpenuhi dan mampu menabung tetapi beir..:m rramDu menyumbang,

Analisa perbandingan pendapatan Karyawan pemelihara Tanaman dengan Karyawan pemetik Buah di pf, Perkebunan Nusantara III, Sei Baruhur , ^ ^ _^ ?lti !u:il pengujian diperoleh.tsltuns sâ&#x201A;Źbâ&#x201A;Źsar l-2.048,43 | lebih besar dari t654 sebeid, t,lZ+.

3.5.

:- Tabel 2 dapat ditihat bahwa ':- bersilr l.laryawan pemetik buah lebih : :=-iingkarr I

Wll'lLJr..l

dengan karyawan pemelihara Sisa (s.zving) karyawan pemetik buah : r, 459.282,20 flNllllt ll ii dan sisa (saving) ffilll'-rr:: ' '= t*nanran sebesar Rp. 109.686,70. Win;': ::- {ayewan pemeliharaan tanaman yang ffi:r l ::::Ka'n konsumsi pangan yang terlalu filltilttn,;ir,

illllliiii:

-

r:

- -:nring itu gaji yang diterima oleh :=nt k buah lebih besar dibandingkan

ms]ir

tillf'i

tir,

,

:

Mttlr ".;, '

"

ilillili

:

lllJlllililll ."i.]

illlllliilsi-" ri

ii'r

illllllrr

"

1

: -. 3',.,,. I pemelihara tanaman. :- nas:l kuesioner diperoleh bahwa ada =-g n emiliki pendapatan bersih nilainya :: - -:aiIir pada oada karyawan kanrawan pemelihara namolihrrr i1al Jal ini ini disebabkan disehahkan sebahagian ceheh:nirn ^'iemilrki jumlah tanggungan yang

:ia

0trlli"' ';;

-:-

ruIrir;.,:,-

tilfli,

rr''

-'

Lrntuk mentenuhi

kekurangan

.=rsebut h:rrya sebagian kecil ,:^g mâ&#x201A;Ź,ncari kerja sampingan setelah

= =;a dari perkebunan. r)isamping

Sllllililli.u;

:-:-

&illlllrrr*1l

pemelihara tanaman. Hipotesa yang menyatakan bahwa pendapatan karyawan pdmeiik buah lebih tinggi dibandingkan dengan karyawan pemelihara dapat diterima.

4. Kesimpulan dan Saran

4.1. Kesimpulan 1. Pendapatan karyawan pemetik buah lebih tinggi dibandingkan dengan

2.

. .::.. ntemiliki lahan sama Se:kali. * -;<at ff,nlllr, Kesejahteraan Karyawan

109.686,70.

3. Tingkat

ilnll]]lriiitrir'i-i:

r:-:lihara Tanaman dengan Karyawan r*q,r-:tik Buah di FT. tr a!.kebunan - :.ara

'rtlll.;.Ea

'1,*u -r: --- )d

IlI,

$ei Saruhur, Iiecamatan

:i kesejahteraan karyawan sangat .lffiffilvtnr - - ;. :leh besarnya pend'apa._an yang ';iflfintmu:i *"' : karyawan tersebut dan biaya yang :- =r*ntuk memenuhi kebutuhan 'primef Iffk'{tritn,.;,r,"

fli{tltil;,r'ln,*'

:::t tabungan.

penetapar: tingkat

Wi|fi*t;,!rfl:"::- didasarkan pada jumlah rataan skor mriiln; ':=;orikan sesuai dengan beSarnya ffiilflrliiilils:- :ersih karyawan. pendapatan bersih lffiffi,r

; ';:

,

:'/awan harian tetap

pemelihara

:.:: PT. Perkebunan Nusantara III, Sei iffilfl.,,r'r'*' ::::sar Rp. 109.686,70/bulan dengan r0lrllriiiiii : _--rata skor 3,80. Maka tingkat glffil ,ri-:-::- karyawan harian tetap pemelihara : ":iegorikan pada sejahtera IIi yaitu

karyawan pemelihara.

Tabungan (saving) karyawan pemetik

buah sebesar Rp. 4Sg.ZBZ,ZO dan pemelihara tanaman sebesar Rp,

itu

memiiiki lahan rata-ra1.a dua hektar,

.:. _-- nrenghasiikan, sedangkrn pemelihara

Smrrrrr.

Berarti t-hitung berada pada daerah penerimaan H,

maka terdapat perbedaan pendapatan antara karyawan pemetik buah dengan karyawan

kesejahteraan karyawan perkebunan adalah tingkat sejahtera III yakni karyawan dapat memenuhi kebutuhan pokok, kebutuhan sekunder dan mampu menabung tetapi belum mampu menyumbang. Tingkat pendapatan total karyawan

:

4.

pemetik buah berbeda

dengan

karyawan pemelihara.

4.2. Saran Disarankan kepada karyawan, untuk meningkatkan pendapatan bersih sebaiknya karyawan mengurangi kebutuhan yang kurang perlu seperti minuman ringan dan makanan ringan.

Daftar Pustaka

llf,lllilillilil*,;-

Ackley G. 1973. Teori Ekonomi tvlakro. penerbit Universitas Indonesia,

Ja

karta.

filillliillllllirr'-i,il'r'

36


Fiidaus Idcn t i/i kas

ft9.

i

Tingku t Kesej

Karyuwutt Parkabunun K

Dasar-DasarManajemen Ghalia, Nazri, G. dkk, 1990. Kumpulan Makalah Peftemuan

L992. Ekonomi Pembangunan. Penerbit

lbhh

Tinggi Ilmu

Ekonomi

Teknis Kelapa Sawit, Dinas Perkebunan PropinsiTingkat I Sumatera Utara, Medan

YKPN,

tgyakafta.

Majalah Warta Ekonomi,

1997.

Sosial Ekonomi

Pedesaan, Jakarta.

Sosiologi Pembangunan, Penerbit lakarta

Marbun,

P,

L9BI. Anatisis Pendapbn Karyawan,

Penerbit Gramedia, lakarta.

1937, Ekononti Makro BPFE,

,

Jakarta.

2002, Indikator Kesejateraan Rakyat Jakarta

igg:,

Siegel, S. 1985. Statistik Non Pammetik Untuk Ilmu-Ilmu sosial, PT. Gammedia Pustaka Utama, Jakafta

Perkebunan Indonesia, Simajuntak, P.J. 1985. Pengantar Ekonomi Sumber

l!82.

Upah Menurut jenis Pekerjaan, PT. Gramedia Pustaka, lakata.

G,

No. 04, Oktober-Desember 2004

Daya Manusia Penerbit FE. UI. Jakata.

37


Identifikasi tingkat kesejahteraan karyawan perkebunan kelapa sawit