Page 1

daftar isi

edisi 78 Tahun 2009

MENU BULAN INI daftar isi sapaan redaksi info mendatang saran dan salam ucapan ultah facebook mencari pekerjaan sajian utama seputar paroki kategorial info keuskupan english corner padi seeds kalender liturgi kuis anak komik cerber fresh surat cinta tuk Yesus kisah nyata info kesehatan santo benediktus laporan keuangan

1 3 4 9 11 13 14 25 53 54 57 61 65 66 67 68 70 71 72 85 86 88

BONUS : BUKU MISA MEI 2009

Kini Paroki FX juga ada di FACEBOOK!! Klik www.KutaFX.com untuk info detail

GEREJA KATOLIK St. Fransiskus Xaverius

Jl. Kartika Plaza 107 KUTA-80362 BALI - INDONESIA Telp : 0361 - 751144, 750043

WWW.KUTAFX.COM

INFO 4 MENDATANG saran 9

salam SAJIAN UTAMA

14

liputan

25 PASKAH

49

PELAYANAN KESEHATAN SEMINARI

54 T U K A KISAH

NYATA 72

edisi Mei 2009

1


staf redaksi

edisi 78 Tahun 2009

Wartakan Kasih Allah bersama W arta FX Warta

Penasehat : Rm. Hady Setiawan, Pr Penanggung Jawab : Sie.Komunikasi Sosial (KomSos) Pemimpin ‘Perusahaan’ Anita Darkim Pemimpin Redaksi : John Germanus Seran Staf Redaksi : yoviE , biMO, marTina, aDhi, dJoHan, LuLU, YasYOdhAra, John, InGe, MaRiA, aGunG, TedDy, dHiEta, ariJani Wartawan Foto : BiMo, YoViE, ArGO, Dhieta, Ferry, MalVin, AgUng, BuDi, TeddY Bendahara: Sienny Ratnasari Arijani Marketing Team : AniTa dArKim, JeFF, SieNNy, InGe, LiAnA Sirkulasi & Distributor : tArZi, DaNny, RoBert Bu RoManA, pHilipUs Alamat redaksi : Gereja Katolik St. Fransiskus Xaverius - Kuta Jl. Kartika Plaza 107 Kuta Bali (belakang basement) website : www.KutaFX.com email : warta@kutafx.com

No Rekening WartaFX Bank BCA

No : 768 0163698 A/N : Anita Darkim (HP : 0855370 0219) Printed by GOLDEN GRAFIKA

(Telp. 728 729 / 742 0651) isi diluar tanggung jawab percetakan

2

Redaksi Warta FX mengajak segenap umat paroki St. Fransiskus Xaverius-Kuta untuk bersama-sama mewartakan kasih Allah yang kita alami lewat media informasi dan komunikasi. Bagaimana caranya ? Kepada para pengurus seksi, Wilayah, Lingkungan dan Kelompok Kategorial; kami mengajak untuk membuat laporan kegiatan (reportase) sendiri atas kegiatan-kegiatan yang dilakukan untuk memperkaya rubrik liputan kegiatan dalam majalah Warta FX ini. Kepada segenap umat dari segala usia; kami mengajak untuk mengisi rubrik berupa artikel, renungan, puisi, humor, sharing pengalaman, lukisan, dan sejenisnya. 1. Foto reportase, gambar, print-out naskah dan diskette dapat dikirim ke Sekretariat WartaFX (basement gereja) 2. Jika anda ingin memanfaatkan email, kami tunggu kiriman anda di :warta@kutafx.com 3. Untuk membuat janji agar kami dapat meliput kegiatan anda atau pemasangan iklan, silakan hubungi :

Sekretariat WartaFX-Martina (794 6226) Bagian Iklan-Anita Darkim(0855370 0219) Redaksi BERHAK mengedit, menyeleksi atau menolak naskah yang masuk TANPA pemberitahuan kepada penulis.

BATAS AKHIR PENYERAHAN BERITA/IKLAN SETIAP BULANNYA TGL 15

TARIF IKLAN WARTAFX : Cover belakang Full Color (FC)1 hal Cover depan/belakang dalam (FC) 1 hal Halaman dalam 1 halaman (FC) Halaman dalam 1/2 halaman (FC) Halaman dalam 1 halaman (BW) Halaman dalam 1/2 halaman (BW) Halaman dalam 1/4 halaman (BW)

TARIF IKLAN BUKU MISA :

Rp. 600.000 Rp. 500.000 Rp. 450.000 Rp. 250.000 Rp. 250.000 Rp. 150.000 Rp. 75.000

Cover belakang Full Color (FC)1 hal Rp. 700.000 Cover depan/belakang dalam (FC) 1 hal Rp. 550.000 Halaman dalam 1 halaman (FC) Rp. 500.000 Halaman dalam 1/2 halaman (FC) Rp. 300.000 ** BW = HITAM PUTIH / FC = FULL COLOR Dengan memasang iklan di WartaFX, berarti anda telah ikut membantu dalam pelayanan pewartaan. Mari ikut peduli dengan Warta FX

edisi Mei 2009


edisi 78 Tahun 2009

sapaan redaksi

PAPA-MAMAKU

D

ua kata ini, papa-mama, merupakan pembahasaan dari eksistensi dan peran suami-isteri Katolik sebagai ‘representase’ ALLAH, entah itu dalam kehidupan berkeluarga, maupun kehidupan bergereja dan bermasyarakat. Bahwa dalam dan melalui sakramen perkawinan yang sah menurut tata cara dan ajaran resmi Gereja, suami-isteri Katolik berkomitmen untuk saling mengasihi, saling setia seumur hidup, baik dalam untung maupun malang. Mereka juga berkomitmen untuk mengambil bagian dalam tugas prokreasi, yakni melahirkan keturunan dan mendidik mereka sesuai dengan iman Katolik yang benar. Itulah papa-mamaku, yang disajikan WFX edisi ini. Pekan Suci atau Hari Raya Paskah yang baru saja berlalu pun tentu meninggalkan banyak pesan dan kesan. Ada banyak hikmah yang tentu sangat bermanfaat bagi perkembangan dan pertumbuhan iman kita masingmasing. Semuanya inipun tidak terlepas dari pantauan WFX sebagai media gereja. Berbagai peristiwa itu dapat disimak dalam liputan khusus Paskah, juga dalam edisi ini. Bulan ini (Mei) adalah adalah bulan Maria. Gereja mengajak umat beriman sekalian untuk meningkatkan devosi dan penghormatan kepada Maria, sambil berusaha untuk meneladani kebajikan-kebajikannya. Akhir kata, selamat menikmati sajian-sajian berikut dan semoga kita menjadi papa-mama yang baik bagi anak-anak kita, yang pada akhirnya menjadi garam dan terang bagi dunia. Salam Redaksi

TEMA WARTA FX MENDATANG :

Warta FX Edisi Juni 2009 : Sukacita Anak-Anak Allah Warta FX Edisi Juli 2009 : Benih yang bertumbuh Warta FX Edisi Agustus 2009 : Lepas Bebas !! edisi Mei 2009

3


info mendatang

edisi 78 Tahun 2009

jadwal misa di paroki St.FX-KUTA

Mass Schedule in The Catholic Church of St. Francis Xavier- Kuta Jadwal Misa St. FX Church Kuta / Masses Schedule Misa / Masses Misa Minggu Sunday Mass Sabtu / Saturday Minggu / Sunday

Misa Harian, Senin s/d Sabtu Daily Masses, Monday - Saturday Misa Hari Jumat dan Adorasi Friday Mass with Adoration

Waktu/Time

Bahasa / Language

18.00 wita 06.30 wita 09.00 wita 18.00 wita 06.00 wita 06.00 wita

Indonesia/ Indonesian Indonesia/ Indonesian Indonesia/ Indonesian Inggris / English Indonesia + English Indonesia + English

18.00 wita

Indonesia/ Indonesian

Misa Karismatik / Catholic Charismatic Mass

Tiap Sabtu ke-2 dan Minggu IV Every 2nd Saturday and 4th Sunday

Na m a

18.00 wita 18.00 wita

Indonesia/ Inggris Indonesia / English

no telpon penting N o T e lp .

S e kre ta ria t p a ro ki 7 500 4 3 P a ro k i 7 511 4 4 S ta si M B S B -N u sa D u a 7 74 81 1 R m .H a d i S e tia w a n ,P r 08 1 238 2 646 2 K e tu a D e w a n P a ro ki 081 138 5186 W a rta F X 79 4 622 6 W il a ya h K u ta 7 59 03 0 W il a ya h T u b a n 7 68 04 6 W il a ya h K e d o n g a n a n 7 05 49 0 W il a ya h J im b a ra n 081 337 46372 9 W il a ya h K e ro b o ka n 786026 9 R u ku n K e m a ti a n 7 65 27 9 R u m a h R e tre t B e ta n ia 7 53 00 3 S ie K e a m a n a n G e re ja 741168 7 P S E (P e n g e m b a n g a n S o si a l Eko n o m i) 80 1 090 9 H P S e kre ta ria t G e re ja - P a k. Ny m . G a b rie l : 0 8 5 9 3 5 3 5 1 0 3 9 T P A & S u ste ra n R V M 758040

4

edisi Mei 2009


edisi 78 Tahun 2009

info mendatang

petugas liturgi misa Mei 2009 paroki St.FX-Kuta PENANGGALAN LITURGI THN B/I DAN KETERANGAN

HARI/TANGGAL/BULAN

DEVOSI BUNDA MARIA BUNDA GEREJA

JUMAT, 01 MEI 2009

DAN SAKRAMEN MAHAKUDUS

JAM 18.00

HARI MINGGU PASKAH IV

SABTU, 02 MEI 2009 JAM 18.00 MINGGU, 03 MEI 2009 JAM 06.30 JAM 09.00 JAM 18.00

PETUGAS PELAYANAN LITURGI KOOR/PEMAZMUR/LEKTOR TATA TERTIB/KOLEKTAN PEMBAWA PERSEMBAHAN MENGHITUNG KOLEKTE

LINGK II WIL ST YOH BAPTISTA

ANGGOTA DPP

LINGK I&III WIL ST YOH BAPTISTA

LINGK II WIL ST ELISABETH

WIL ST MIKHAEL LINGK III WIL ST ELISABETH ENGLISH COM CHOIR

LINGK I WIL ST ELISABETH LINGK II WIL ST YOH BAPTISTA LINGK I WIL ST MARIA

PD KHARISMATIK

LINGK II WIL ST MARIA

MUDIKA LINGK I&II WIL ST MARIA LINGK III WIL ST MARIA

LINGK III WIL ST MARIA WIL ST MIKHAEL I DOJCC

HARI MINGGU PASKAH V

SABTU, 09 MEI 2009 JAM 18.00 MINGGU, 10 MEI 2009 JAM 06.30 JAM 09.00 JAM 18.00

LINGK I&II WIL ST ELISABETH

WIL ST MIKHAEL II

HARI MINGGU PASKAH VI

SABTU, 16 MEI 2009 JAM 18.00 MINGGU, 17 MEI 2009 JAM 06.30 JAM 09.00 JAM 18.00

LINGK II WIL ST YOH BAPTISTA WIL ST MIKHAEL DOJCC

MUDIKA LINGK I WIL ST ELISABETH LINGK II WIL ST ELISABETH

HARI RAYA KENAIKAN TUHAN

KAMIS, 21 MEI 2009 JAM 09.00 JAM 18.00

CANTATA '90 ENGLISH COM CHOIR

PANITIA PASKAH

LINGK I&II WIL ST MARIA

LINGK III WIL ST ELIASBETH

LINGK III WIL ST ELISABETH LINGK I&III WIL ST YOH BAPTISTA PD KHARISMATIK

LINGK II WIL ST YOH BAPTISTA LINGK I WIL ST MARIA LINGK II WIL ST MARIA

MUDIKA

LINGK III WIL ST MARIA

LINGK I&II WIL ST ELISABETH SEKAMI DOJCC

LINGK I&III WIL ST YOH BAPTISTA WIL ST MIKHAEL I WIL ST MIKHAEL II

HARI MINGGU PASKAH VII

HARI RAYA PENTAKOSTA

SABTU, 23 MEI 2009 JAM 18.00 MINGGU, 24 MEI 2009 JAM 06.30 JAM 09.00 JAM 18.00 SABTU, 30 MEI 2009 JAM 18.00 MINGGU, 31 MEI 2009 JAM 06.30 JAM 09.00 JAM 18.00

CATATAN : Kepada masing-masing kelompok pelayanan diharapkan pengertiannya, apabila ada tamu yang ingin mengisi koor pelayanan, hingga pelayanannya harus di tunda. Terima kasih.

Petugas koor yang belum menyiapkan slide lagu, harap menyetorkan lagu ke sekretariat KomSos paling lambat 3 hari sebelum tugas koor. edisi Mei 2009

5


info mendatang

edisi 78 Tahun 2009

JADWAL TUGAS SIE. KOMSOS PAROKI St. FRANSISKUS XAVERIUS KUTA Mei 2009 PENANGGALAN LITURG I THN B/I DAN KETERANG AN

HARI/TANGGAL/BULAN

DEVOSI BUNDA M ARIA BUNDA G EREJA

JUM AT , 01 M EI 2009

PETUG AS PELAYANANSIE KO M SO S OPERATO R M ULTI M EDIA LIPUT & FO TO DISTRIBUTOR WFX

Misa Pembk Bulan Maria, Pesta U ltah gereja Baru yang ke-3 & Pesta Sto Yoseph.

DAN SAK RAM EN M AHAKUDUS

JAM 18.00

HARI M INGG U PASKAH IV

M ING G U, 03 M EI 2009

SABT U, 02 M EI 2009

ANG EL

R OBER T

JAM 18.00

JAM 06.30

ANG EL

JAM 09.00

CH AR LES

JAM 18.00

ARI

SABT U, 09 M EI 2009

YUSNIT A

Robert, Nona

JAM 18.00 HARI M ING G U PASK AH V

M ING G U, 10 M EI 2009 JAM 06.30

ARG O

JAM 18.00

YUST IN US

SABT U, 16 M EI 2009 JAM 18.00 HARI M INGG U PASKAH VI

D itiadakan, karena pada jam 9pg Mis a U ltah G ereja bers ama U skup

JAM 09.00

YANES

bu Rom ana, Christine Danny, Tarsi

Tarsi, Danny

M ING G U, 17 M EI 2009 JAM 06.30

ANG EL

JAM 09.00

AG UNG

JAM 18.00

R OBER T

Bu Rom ana, Christine Robert, Nona Bu Rom ana, Christine

KAM IS, 21 M EI 2009 HAR I RAY A K ENAIKAN T UHAN

JAM 09.00

U CHE

JAM 18.00

ARI

SABT U, 23 M EI 2009 JAM 18.00 HARI M INGG U PASKAH VII

Bu Rom ana, Christine

M ING G U, 24 M EI 2009 JAM 06.30

YUSNIT A

JAM 09.00

YUDI

JAM 18.00

YANES

SABT U, 30 M EI 2009 JAM 18.00 HAR I RAY A PENT AK OST A

AR GO /YU STINU S

Tarsi, Danny Robert, Nona

U CHE

Tarsi, Danny Robert, Nona Tarsi, Danny

Toko

M ING G U, 31 M EI 2009 JAM 06.30

AG UNG

JAM 09.00

CH AR LES

JAM 18.00

ANG EL

Toko Toko Toko

Perhatian : Bagi Lingkungan atau W ilayah, supaya m em asukkan Nomer lagu yang akan dinyanyikan ke kotak lagu depan pintu sekretariat Kom sos & W artaFX. Terim a kasih atas kerja sam anya.

TALK SHOW Kitab Suci bersama Rm. Hari Kustono, Pr . dari Seminari St. Paulus Kentungan Yogjakarta , KAMIS TGL 4 JUNI 2009 JAM 19.00 (setelah Misa Sore)

Penyelenggara : Seksi Kitab Suci Paroki FX (Bpk. Yangyung) 6

edisi Mei 2009


edisi 78 Tahun 2009

info mendatang

jadwal tetap wilayah St.FX-KUTA W ila y a h

K e g ia ta n

W a k tu

In fo

S t. E L IS A B E T H - T u b a n L in g ku n g a n I d a n II

L a ti h a n K o o r

L in g ku n g a n III

D o a lin g ku n g a n : L a ti h a n k o o r D o a lin g ku n g a n :

S e ti a p S e l a sa , p k . 1 9 . 3 0

T e lp . 759619/ 758912/ 768046 S e ti a p K a m i s, p k l . 1 9 . 3 0 S e ti a p S e l a sa d a n T e lp .763993 J u m a t, p k l . 1 9 . 3 0 . W i ta se ti a p K a m i s, p k l . 1 9 . 3 0

S e k r e ta r i a t w i l a y a h T u b a n : J l . P e l i ta N o . 5 1 A , T u b a n . T e l p . (0 3 6 1 ) 7 6 8 0 4 6

S t. Y o h a n e s B a p tis ta - K u ta L in g k. I d a n III

L a tih a n K o o r s e tia p S e n in ,R a b u & J u m a t d i Ge r e ja p k . 1 9 .0 0

se ti a p S e l a sa I V M i sa W i l a y a h I n fo l e b i h l a n j u t h u b . :B p k . L a u r e n ti u s R a d u n g . T e l p . (0 3 6 1 ) 7 5 9 0 3 0

S t. M ik a e l -

K E RO B O K AN

D o a W ila ya h S e ti a p J u m a t I I I p k 1 9 . 3 0 L a ti h a n K o o r S e ti a p S e n i n & K a m i s p k . 1 9 . 3 0 I n fo l e b i h l a n j u t h u b . :B p k . K R I S I N D R A W A N T e l p . 0 3 6 1 -7 8 6 0 2 6 9 W ila ya h

S t. M a r ia J im b a r a n L in g k I d a n II D o a ti a p K a m i s, L a ti h a n K o r S e l a sa d a n J u m a t L in g k III J a d w a l d i se su a i k a n I n fo l e b i h l a n j u t h u b . :B p k . I V A N D H U L O H P . 0 8 1 3 3 7 4 6 3 7 2 9

KLINIK FX mulai bulan Juni 2009 buka setiap hari !! Senin sd. Jumat 17.00 - 20.00 Sabtu pk. 19.30 - selesai Minggu pk. 10.30 - selesai

info 0361 - 85 11223 edisi Mei 2009

7


info mendatang

edisi 78 Tahun 2009

jadwal kategorial di paroki K E G IA T A N

W a k tu

Tempat

KET.

S E K O L A H B IN A IM A N A N A K -A N A K / S E K A M I IN F O D A N P E N D A F T A R A N H U B . IB U S T E V E N T E L P . 7 0 4 0 1 6 P E R TE M U AN AN AK

S e t ia p M in g g u I d a n III.P k . 0 9 .0 0

R u m a h R e tr e t B e ta n i a

M U D IK A S T .F R A N S IS K U S X A VE R IU S -K U T A D o a M u d ik a L a tih a n k o o r

S e ti a p S e l a sa I V

B ase me nt B a s e m e n t / G e r e ja

P k .1 9 .0 0

S E L A S A k e -1 s/ d 3

P ER T EM U A N B U L A N A N

L a ti h a n S e ti a p M i n g g u I V ,

S e te l a h M I S A k e -3

P k .1 0 .3 0

S e ti a p M i n g g u I

B a se m e n t

P k .1 0 .3 0

S e ti a p K a m i s,

B a se m e n t

P k . 1 6 .0 0

M IS D IN A R WKRI

P k .1 9 .0 0

I n f o le n g k a p h u b u n g i I b u S y a m s u l : (0 3 6 1) 7 5 16 4 2 P ER T EM U A N B U L A N A N S e n a m d a n O la h ra g a b e r sa m a

L E G IO M A R IA

I n g in b e r g a b u n g ?

H u b . B p k . M a r tin u s 0 8 1 7 4 70 9 4 5 0 / ( 0 3 6 1 ) 8 0 0 7 9 0 4 . se ti a p M I N G G U p k . 1 1 . 3 0

DOA

d i S u ste r a n R V M

P E R S E K U T U A N D O A K A R IS M A T IK K A T O L IK S t. FX - K u ta IN F O Ib u L U C IA te lp : 0 3 6 1 :8 7 7 7 2 7 1 -H P : 0 8 1 9 3 3 0 6 5 7 3 7 : B a p a k D a n n y T e lp : 0 8 1 7 9 7 1 4 8 8 4 d i R u a n g S e r b a G u n a F X p k 1 9 .0 0 P E R S E K U T U AN D O A S e tia p R a b u 2 ,3 d a n 4

P e r s e k u tu a n D o a K a r is m a tik K a to lik M u d a -M u d i S t.D O N B O S C O - K u ta In g in b e r g a b u n g ?

IN F O H U B . D AN N Y H P . 0 8 5 9 3 6 1 5 8 1 0 9

P E R S E K U T U A N D O A S e ti a p R a b u I p k . 1 9 . 0 0 P e rte m u a n S e l

S e ti a p S e n i n

p k.19.00

d i R u a n g D o a C V .M a ria p k .1 9 .0 0 I n fo m e l a l u i K e tu a S e l p k.19.00

K O M U N IT A S P E R J A N J IA N M U R ID -M U R ID Y E S U S ( D O J C C ) w w w .D O J C C .c o m (D IS C IP L E S O F J E S U S C O V E N A N T C O M M U N IT Y ) I N F O h u b . B p . H e r i T e l p . 7 4 0 9 2 9 4 / 7 4 1 1 2 2 3 P e r t e m u a n D o a ( C o m m u n it y G a t h e r in g )

S e ti a p M i n g g u M a l a m p k . 1 9 . 0 0 W i ta

S y u k u r a n M a k a n b e r s a m a ( C e le b r a t io n M e a l)

p k. 19.00 M g I d a n III : R u a n g S e r b a G u n a F X . U t k M in g g u II d a n IV : T K . S t . Y o s e p h ( B e la k a n g M a t a h a r i DPS)

S a b t u d a la m m in g g u t e r a k h ir

P k .1 9 .3 0

F X P H O T O C L U B ( K o m u n ita s P h o to g r a p h e r F X K u ta - B a li) In g in b e r g a b u n g ?

IN F O H U B .B IM O H P . 0 8 1 8 2 9 0 5 6 3 / AR G O : 0 8 1 5 9 2 6 8 1 3 2

P e rt e m u a n H u n t in g P e rt e m u a n R e vie w P h o t o d a n S e m in a r P h o t o

Jadwal Jaga Klinik FX Bulan Mei 2009 Tgl 2 dr Nathasa, Tgl 3 dr Jane, Tgl 9 dr Tita, Tgl 10 dr Fredy, Tgl 16 dr nathasa, 8

edisi Mei 2009

Tgl 17 dr chandra, Tgl 23 dr Tita, Tgl 24 dr Eva, Tgl 30 dr Regina, Tgl 31 dr Chandra.


edisi 78 Tahun 2009

saran & salam

SARAN ANDA & SALAM ANDA

kirim uneg-unegmu mengenai gereja, dewan, umat, dll via SMS ke no 0361-7946226 atau email warta@kutafx.com

Akan disediakan hadiah buat 1 orang pemenang. Hadiah 3 bulan gratis berlangganan WFX. Pemenang akan mendapatkan SMS balasan dan bisa mengambil kartu hadiah di Sekretariat Gereja dengan menunjukkan SMS dari WartaFX. Untuk memudahkan penulisan naskah, no HP tidak akan dicantumkan SARAN_WFX : Usul buat DPP khususnya sie liturgi. Bagaimana klo koor Paroki dibentuk?? Dulu kita punya koor paroki, tapi sudah lama tidak aktif lagi. Bagaimana kalau sekarang diaktifkan lagi? Tolong ditindak lanjutkan ya pak. GBU TANGGAPAN_WFX : Buat Sie Liturgi, silahkan dipertimbangkan saran ini. SARAN_WFX : Hi, WFX... jangan mau donk dimanfaatin oleh para pencari kerja yang tidak bertanggungjawab. Sudah terlalu sering para pencari kerja di MP_WFX, mengecewakan para pencari tenaga kerja. Apakah mereka serius ataukah tidak? Lebih banyak terkesan iseng.. bagaimana kalau setiap orang yang ingin memasukan namanya di MP_WFX dikenai biaya Rp. 10.000,- misalnya? Akan kelihatan mana yang serius mencari kerja dan mana yang iseng. Matur nuwun‌ TANGGAPAN_WFX : Usul yang bagus. Namun dari awal kami memang hanya sebagai fasilitator buat mereka yang kesulitan mencari kerja. Ada yang serius dan mungkin ada juga yang iseng. Tak jarang ada juga perusahaan yang mendapatkan tenaga kerja dari para pencari kerja di WFX ini. Semuanya dikembalikan kepada hati nurani kita masing-masing. SARAN_WFX : Buat WFX, khususnya distributor, agar berhati-hati menerima sisipan iklan atau pesan yang diminta untuk dimasukin di majalah wartaFX yang

sedang atau akan dijual. Kalaupun diterima seharusnya seijin ketua Komsos. Kami mendapati kertas bertuliskan protes atau kritikan terhadap salah satu koor. Bunyinya, “Gereja bukan tempat untuk konser!!!� dan ternyata, kertas itu jumlahnya tidak banyak. Tolong agar WaratFX lebih berhati-hati. GBU. TANGGAPAN_WFX : Terima kasih atas masukannya. Ketua Komsos selalu menolak iklan semacam brosur/ flyer suatu perusahaan/produk komersil yang ingin diselipkan di WartaFX. Mengenai kertas yang dimaksud, hal tersebut sama sekali di luar sepengetahuan kami dan suatu hal yang pastinya tidak kami perbolehkan untuk diselipkan di WartaFX (Sie. KomSos) SALAM_WFX : Betapa syukur saya Katolik umat Gereja FX karena ada WartaFX iklan cari kerja. Yg Bpk/Ibu pengusahanya serius cari pegawai tidak spt kejadian di iklan Koran. GBU. SALAM_WFX : Hai sdr/i-ku. Tak ada yang sampoerna maka lebih baik saran daripada kritik, daripada kritik lebih baik ambil bagian & jika merasa kurang, lebih baik lagi menjadi bagian gereja, tapi bila itu semua belum bisa, alangkah baiknya bersyukur karena yang enggak sempurna aja mau melayani malah yang merasa sempurna Cuma bisa?? Yanto (umat biasa). Tanggapan_WFX : Terima kasih mas

edisi Mei 2009

9


saran & salam yanto... Mas Yanto mau mulai melayani kan dari sekarang? Silakan hubungi Sekretariat WFX untuk info pelayanan di gereja kita. Selamat bergabung! SALAM_WFX : Semoga cahaya Kristus yg bangkit mulia menghalau kegelapan dari hati dan budi kita. Alleluia!!. Met paskah. Gbu. SALAM_WFX : Met pesta Paska... smoga damai tuhan senantiasa menyertai kita (phillipe). SALAM_WFX : Kami sekeluarga mngucapkan selamat merayakan pesta kerahiman Ilahi pada hari Minggu ke-2 setelah Paskah. SALAM_WFX : Mari kita jadikan semangat akan kebangkitan Kristus sebagai momentum instropeksi diri & kebangkitan iman Kristiani, met damai Paskah 09.. SALAM_WFX: someone is loving U caring U watching over U protecting U who? J*E*S*U*S That’s why He died for U Coz HE loves U so much=) Happy easter.

edisi 78 Tahun 2009 SALAM_WFX : Jesus loves us until End.. may His love be yr strength. May His blessing be with u all on this holy day & always..!!! happy easter. SALAM_WFX : Paket pazkah.. tok tok tokmw ngntar paket pazkah spring damai sjhtera, sglas sukacita & smankok kasih setia + berkat gratis!! Tak perlu byar. Krn s’mua order sdh d’byr cash sma Tuhan Yesus. Met hari paskah. Iyut. SALAM_WFX: The best Mathematical equation I have ever seen: 1 cross + 3 nails = 4 giveness. That’s how God love us! Happy easter. GBU. SALAM_WFX: seikat IMAN menghadirkan mujizat. Seikat harapan membuat penantian terasa dekat. Seikat kasih membawa pemulihan yang indah dalam hidup. Selamat Paskah – gbu. SALAM_WFX: Selamat Paskah kiranya dgn kebangkitan Tuhan Yesus membawa damai dan berkat bagi kita.

PT. AGM is looking for a staff with the following requirements : 1. Female, single, age 22-27 2. Min. D3 computer/design graphic. 3. Have a good personality, able to work in long hours and willing to work on the field if required. 4. Must be able to operate photoshop and other design software. 5. Good in English, verbal and written will be an advantage.

Send your application, CV and resume to:

PT. AGM Jl. Gn. Andakasa no 35X Fax 0361-425550 Denpasar 80117 – Bali Attn: Operational Manager 10

edisi Mei 2009


Gereja FX

Ignatius Susilo at 4:27pm May 4 HAPPY BIRTHDAY to FX Church.. Semoga semua umat yang berkumpul untuk merayakan misa di Gereja ini selalu akan merasakan damai dan sukacita.. Kiranya juga semua yang ada di Gereja ini (Dari romo paroki sampai para petugas kebersihan Gereja) selalu dilindungi dalam berkat Tuhan. PROFICIAT wat Gereja FX.. "SusiloJakarta" Irenee Maria at 4:32pm May 4 Met Ultah yah...Grejaku Tercinta, Gereja FX-KUTA, semoga semakin banyak umat yang memilki kerinduan untuk senantiasa mengunjungi mu dan semakin banyak pula jiwa yang di pulihkan dengan kehadiran mu di KUTA - BALI, Bravo FX.Church...stay cool and become a church of every nation..Irenee.ii Lily Hartati at 5:16pm May 4 Met Ultah Buat Gereja FX, salam buat Romo Hadi, selalu berbahagia dalam pelayanan ya Romo.. Tuhan memberkati. Budi Kristanto at 5:51pm May 4 Proficiat buat gereja FX yang berulang tahun.....Sukses selalu, semoga iman umat semakin kokoh dan berkat perlindungan dari FX membuat berkat bagi pelayanan umatnya di masyarakat.....

John Adoramo at 6:34pm May 4 Semoga semakin menjadi Gereja. Artinya sadar, hidup, dan berkegiatan sebagai orangrang terpilih (ekklesia/the chosen people) dan milik Allah (Kyriake/Church). Budi Arianto at 1:03am May 5 Hepi Besdei buat Gereja Kuta FX. Semoga dapat dijadikan tempat berteduh dan dapat mengayomi umat Katolik yang membawa kehidupan damai sejahtera dan berkat melimpah. Maju terus Kuta FX ........

Caecilia Nita at 4:20pm May 4 HAPPY BIRTHDAY untuk Paroki FX yaa... semoga sukses selalu yaa... Balinda Krisanti at 5:07pm May 4 wah... Met Ultah aja dech Gerejaku yg tercinta........

Nathasa Lay at 8:13pm May 4 Met ultah Gereja FX, semoga semakin banyak umat yang mendapat berkat melalui gereja kita tercinta ini. Theresia Diaz at 8:31pm May 4 Happy anniversary my church, I hope our church will be full of peace and love and god always bless us . Amen Congratulation*


met ultah FX Agatha Apriliani at 10:10pm May 4 Gereja FX bagiku walau jauh dimata dekat di hati. selamat berulang tahun. Margaretha Putu Yulianti Anggriani at 9:07am May 5

Happy b’day FX Kuta Makin Jaya 3 tahun umur yg baru tapi kiprah Qt COOL abiessss. Congrat y!!!!! Buon Compleanno! Bonne Fete! semua intinya SELAMAT ULANG TAHUN

Leonie Limantoputri at 9:08am May 5 happy b'day Gereja FX, semoga selalu jadi rumah Tuhan yg bikin hati adem.... GBU all... Teddy Phangandy at 8:08pm May 5 Met ulang taun yang ke-3 Gerejaku!walau Teddy ngga ikut ultah yg ke1&2 tp Teddy dapet keluarga baru di FX Kuta ini. ada Papi Hady, Suster, Frater, anak warta, Mudika de el el. Proficiat. Mathew Widi at 9:24pm May 5 Gereja St.FX - Kuta bagaikan secangkir teh hangat yang diseduh dari hati untuk umatNya. Met Ultah yang Ke3, saya harap ada Pastor Baru yang membantu Father Hady untuk melayani umatnya. that's it ....

edisi 78 Tahun 2009 Arvin Christanto at 10:13pm May 5 SELAMAT ULANG TAHUN UNTUK GEREJA SANTO FRANSISKUS XAVERIUS KITA YANG TERCINTA GBU...... Elisabet Novita Rani Sulistyo at 11:44pm May 4

Buon Compleanno...!!! proficiat ya buat Gereja FX.. semoga dengan bertambahnya umur, Gereja FX makin berkembang dan sukses selalu.. dan iman umatnya makin bertumbuh dalam kasih Kristus... AMIIIINNN...!!! maju terus pantang mundurrrr...... Agnez Kd Martini at 4:54pm May 4

Huuhuuuy** Ultah lagii nii Happy b'day FX kutaa Smoga smakiin jayaa,slaluu di berkati oleh Tuhan kita YESUS KRISTUS Amiiiin**

www.FACEBOOK.com (compiled by Yovie)

Pingin gabung jadi fans Gereja FX di Facebook ?? klik disini http://www.facebook.com/pages/Gereja-FX-Kuta/70846388488

atau klik logo Facebook di pojok kiri atas di www.KutaFX.com

12

edisi Mei 2009


edisi 78 Tahun 2009

mencari pekerjaan

MENCARI PEKERJAAN Gratis pasang iklan di WartaFX Bila anda mencari lowongan pekerjaan, kirim SMS ke no 0361 - 794 6226 dengan mengetikkan: MP_WFX Jenis Kelamin, Umur, Asal, Keahlian anda, posisi yang diharapkan, nama dan nomor yang bisa dihubungi,alamat, dll.

TIDAK DIPUNGUT BAYARAN !! ALIAS GRATIS !! WartaFX tidak memverifikasi satu-persatu atas keaslian nomor telepon yang diberikan oleh pemasang pencari pekerjaan. MP_WFX : Single. East java. 34 y/o. S1 of law, need a job be admintr. 8 hour a day. Please call: 087861801607. Thx. gBU MP_WFX : Pria. Katolik. 24 th. Flores. Single. Sedang kuliah. Bisa dikit2 komputer. Pingin kerja shiff/paruh waktu, hub: Phillipe d no : 081337029673, 08191666579. MP_WFX : 08179145929. Female 28. lived & educated in New Zealand (20yrs). Multi-lingual. Native English & Mandarin speaker. 4/5 star hotel exp in NZ. Seeking work in hospitality (Gro). Ph: 0817-914-5929. thx. God bless. MP_WFX : Wanita, 28 th. Katolik. Bali. Pengalaman kerja 4th. SPG. Ingin kerja sbg SPG. Hub. Putu. 081339481819. GBU MP_WFX : Pria. Katolik. 38th. Sumba. Ingin kerja apa aja. Untk hidupi keluarga. Skrg msh nganggur. 10th krj di warung makan. Hub. Stefanus. 081236336343.

MP_WFX : Catholic. East Java. Single. 34 y/o. s1 of law. Need a job be admint. 085237087098. gbu. MP_WFX : Pria. Katolik. 33th. Belu. Ingin bkrja apa sj, yg penting halal. Tlg hub. Elfridus yoseph. 081338700787. MP_WFX : Wanita. Katolik. Jawa. 34th. S1. ingin kerja bagian Administrasi. Hub. 0361-2743930. MP_WFX : Wanita. 42th. Single. Semarang. Memberi les Inggris SD, SMP, SMA dll. Maria Esther : 08886502767. MP_WFX : Wanita. Katolik. 24th. Flores. S1. ingin kerja di hotel or travel (ticketing). Hub. Yuli: 081338099582. thx a lot & GBU. MP_WFX ; Woman. 26th. Jawa Tengah tp tinggal di Bali. S1 Komunikasi. Has experience as PR and Coord Event 8th. Seeking a job be Public Relation. Please call : 085647555707.

edisi Mei 2009

13


sajian utama

edisi 78 Tahun 2009

KELUARGA ALLAH Maria Josef adalah keluarga bahagia. Telah bertahun tahun hidup sebagai keluarga dengan proses jatuh bangun. Kadang iman mereka diuji; kadang harapan sirna namun kasih Tuhan selalu membawa mereka akan kesadaran bahwa hidup ini adalah anugerah. Pada p e r i n g a t a n p e r k a w i n a n mereka, mereka m e n g e n a n g kembali saat-saat awal menikah dan buah-buah yang telah mereka tuai. Inilah kisahnya: Saat itu lonceng gereja berdentang, Dokar yang membawa pengantin b a r u : oleh : Maria dan Rm. Hubert Hady J o s e f berbunyi Setiawan, Pr tak…tik…tuk; tak..tik..tuk. Di sepanjang jalan menuju Gereja berapa pasang mata memandang pasangan yang langka ini. Biasanya turis Taiwan yang menggunakan dokar, tetapi kali ini pengantin. “Wow, pengantin! Sahut seseorang di jalan. Maria dan Josef senyum-senyum saja mendengar komentar mereka. Yang penting adalah hari ini kami berbahagia. Maka wajah mereka harus penuh kegembiraan. Cuaca pun menunjang perkawinan: Awan cerah; Udara segar. Tak terasa dokar sudah sampai di depan gereja Santo Fransiskus Xaverius. Balon biru putih dan burung merpati sudah ada bersama dengan penjor yang menjulang tinggi di sisi kiri dan kanan. Sesampainya di Gereja tampak Pastor sudah menunggu dengan

14

edisi Mei 2009

putera altar, sementara para peserta koor sudah siap dengan seragam yang menawan. So pasti suaranya indah!. Para tamu sudah duduk di bangku Gereja. Suasana membuat Maria dan Josef terharu. Begitu indah gereja yang disiapkan untuk pernikahan mereka. Sesudah imam memerciki Maria-Josef dan penyerahan keluarga kepada Pastor, maka Maria-Josef berarak menuju altar. Lagu yang merdu dilantunkan: The Wedding. Kaki berderap anggun memecah kesunyian sore itu. Sesampainya di altar Maria-Josef duduk didampingi oleh kedua saksi perkawinan. Dengan rasa haru keduanya duduk sambil memperhatikan acara demi acara yang berlalu. Lektor membaca 1 Kor 13:1-13… “Demikianlah tinggal ketiga hal ini yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antarnya ialah kasih”. Kemudian dilanjutkan dengan Injil Mateus 19:1-6: “Apa yang telah dipersatukan oleh Allah, tidak boleh diceraikan oleh manusia”. (Mt19:6). Lalu pastor memulai dengan homili singkatnya. Awalnya pastor bertanya kepada Maria Josef: “Kapan bertemu, di mana bertemu, mengapa melanjutkan perkenalan, apa mimpi masa depan mereka” sebagai awal atau pembukaan homilinya. Lalu Pastor melanjutkan dengan homili singkat sebagai berikut: “Apakah Maria Josef sadar bahwa apa yang akan kamu katakan dalam perjanjian nikah berarti kalian memikul salib? Salib terdiri dari berapa huruf? Lima, jawab Maria. Singkatan apa itu? Mereka berdua mengernyitkan dahi mereka tidak paham akan apa yang ditanya. Lalu pastor melanjutkan: “Begini Maria-Josef, sambil mengangkat Kitab Suci – Salib adalah singkatan dari Sabda Allah Lebih Indah, Bacalah! Ini tugas utama keluarga kristiani. Menjadikan Kitab Suci dasar pijakan iman. Karena dalam Kitab Suci yang adalah Sabda Allah memuat jurus-


edisi 78 Tahun 2009 jurus kehidupan yang dapat direnungkan bagi kita. Demikian pula salib dapat diterjemahkan dalam bahasa Inggris yang berarti CROSS. Cross yang terdiri dari lima huruf ini merupakan singkatan : Commitment, Relationship; Obedience, Sanctifying and Supporting. Ketika kalian mengatakan perjanjian nikah: “Saya, Josef mengambilmu, Maria sebagai istriku; Yosef, saya Maria, mengambilmu sebagai suami saya dan dilanjutkan dengan “Saya berjanji kepadamu dalam sehat dan sakit; dalam untung dan malang; saya mau mencintai dan menghormatimu sepanjang hidup.” artinya pernyataan ini menguraikan komitmen dan janjimu seumur hidup dalam monogami dan tidak terceraikan. Maka kemudian relasi satu sama lain semakin mewarnai keharmonisanmu; belum lagi ditambah dengan Obedience yang artinya taat dan setia hanya kepada pasanganmu, menambah indahnya kehidupan berkeluarga. Kehidupan keluarga perlu diwarnai pula dengan kehidupan rohani pula. Maka diharapkan kalian mengikuti teladan Jesus Maria Josef dalam keluarga Kudus yang terus berdoa, pantang menyerah kepada segala percobaan hidup ini. Biarlah kalian menjadi tiang kasih Allah dan terangNya melalui doa-doa yang dipanjatkan dan akhirnya kalian pun harus saling menunjang satu sama lain sebagai satu keluarga (supporting). Kedua baris kehidupan baik Salib maupun Cross akan menyertaimu senantiasa. Karena Yesus berkata: “Jangan takut, Aku selalu menyertaimu senantiasa”. Acara dilanjutkan dengan perjanjian nikah. Inilah yang membuat hati mereka berdebar-debar. Namun sesudah mengucapkan kata-kata bermakna itu semua menjadi lebih ringan. Tangan Tuhan menyertai mereka. Inilah keindahan cinta yang Tuhan berikan kepada setiap pasangan. Mereka merasa waktu begitu cepat bergulir. Namun hati mereka bahagia. Apa yang terjadi ternyata telah dilewati bertahun-tahun. Ternyata Tuhan merenda.

sajian utama Maka bila ingat akan peristiwa perkawinan ini Maria-Josef mengajak Yohanes melagukan lagu: Tuhanlah gembalaku takkan kekurangan Aku. Begitu besar kasih Allah kepada kita keluarga kristiani. Namun bukan berarti kerikil-kerikil kehidupan tidak hadir menghiasi kehidupan ini. Kadang ada kejenuhan dan kepiluan; kecemasan dan kegundahan mewarnai kehidupan ini. Sering salah faham dan salah pengertian memberi warna dan sering membuat putus asa. Namun anugerah Allah tidak pernah sirna. Maka marilah sebagai keluarga kristiani kita selalu bersyukur kepada Tuhan atas kasih karunianya dan telah memilih kita sebagai keluarga Allah yang boleh mempersiapkan masa depan anak-anak, gereja dan bangsa. Keluarga yang penuh kasih akan melahirkan anak-anak yang penuh kasih dan gairah dalam hidupnya. Keluarga yang harmonis akan mempersiapkan pemimpin masa depan yang handal. Keluarga yang tawakal akan melahirkan pemimpin agama yang bijaksana. Doa : Tuhan kami bersyukur kepadaMu Karena Engkau telah memberi kami keluarga Dimana ayah-ibu, adik-kakak hidup saling kasih mengasihi, Dimana dua tiga orang berkumpul berdoa kepadaMu Menjadikan kami suatu keluarga yang tahu bersyukur. Hari demi hari, tahun demi tahun Kau ukir dan Kauukur kasihMu Betapa indah kasihMu Yang kami rasakan dalam keluarga Karena keluarga adalah Tunas iman, harapan dan kasih Keluarga adalah dasar dan kekuatan gereja, nusa dan bangsa. Maka berkatilah keluarga kami Agar sejahtera baik secara jasmani dan rohani. Biarlah kami boleh selalu belajar dalam waktu dan ruang kasihMu. Amin. Kuta, 03 Mei 2009.

edisi Mei 2009

15


sajian utama

edisi 78 Tahun 2009

Ayah Saya Melakukan Banyak Hal, Tapi Saya Akan Selalu Mengingatnya Sebagai…

Ayah Yang Mengajak Saya Makan Pizza oleh : Bo Sanchez (www.bosanchez.ph) Ayah saya telah pergi. Pahlawan saya. Penasehat saya. Telah pergi. Satu jam sebelum ia menghembuskan nafas terakhirnya, saya mengusap rambutnya yang berwarna abu-abu dengan lembut. Saya menatap wajahnya yang tampak lelah, tangannya yang berkeriput, selang yang tersambung di lengannya – dan sesuatu di dalam diri saya mengatakan pada saya kalau waktu ayah sudah tiba. Ia ingin pulang ke rumah. Saya berdoa baginya. Satu jam kemudian, ia meninggal dengan tenang dalam tidurnya. Teman, hal ini harusnya terjadi sebelas tahun lalu…

Tuhan Memberinya Perpanjangan Waktu Sebelas tahun lalu, ayah saya sedang memperbaiki lampu di garasi kami. Ia berdiri di sebuah tangga, berusaha menjangkaunya, dan kehilangan keseimbangannya. Ia terjatuh ke bawah, belakang kepalanya membentur lantai beton. Kami segera membawanya ke rumah sakit. Dengan cepat, ia kehilangan kendali atas tungkai dan lengannya. Saya masih dapat mengingat dengan jelas kejadian ketika ayah saya, seorang pria yang kuat, sedang menuruni anak tangga dengan hampir dibopong oleh kedua kakak perempuan saya. Ia tidak lagi mampu menggerakkan kedua kakinya. Melalui scan otak, para dokter melihat tiga gumpalan darah dalam otaknya. Segera, kata mereka, ia akan meninggal karena ketiga gumpalan tersebut. Mereka

16

edisi Mei 2009

melakukan dua kali bedah otak terhadapnya. Ia tinggal di ICU selama tiga bulan. Kami hampir kehilangan dia karena radang paru-paru yang parah. Tapi keajaiban dari banyaknya keajaiban, secara perlahan ia pulih dari cengkeraman maut…Tuhan menganugerahinya kehidupan kedua.

Untuk Mengajar Kami Agar Lebih Mengasihi Itu sebelas tahun lalu – dan saya sangat menikmati kesebelas tahun itu! Ya, ia tidak lagi dapat bekerja atau melayani gereja atau komunitas. Ia tidak lagi dapat berbicara dengan jelas. Hanya kata-kata yang kacau. Penglihatannya menjadi sangat buruk. Dan pusat emosional di otaknya juga rusak, sehingga ia menjadi tidak menentu dan terkadang bertingkah seperti seorang anak kecil. Ia hanyalah bayangan dari siapa dirinya sebelumnya. Tapi selama sebelas tahun itu, sangat mudah membuatnya tersenyum. Yang saya lakukan hanyalah membawanya ke restoran Jepang yang murah. Ia sangat menyukai sashimi dengan saus wasabe. Selama masa ini dalam hidupnya, makan di luar bersama keluarganya adalah satusatunya yang membuatnya gembira. Selama sebelas tahun, saya memeluknya setiap kami bertemu – hal yang tidak saya lakukan sebelum kecelakaan yang dialaminya. Selama sebelas tahun, saya selalu mengatakan, “Saya sayang Ayah.” Selama sebelas tahun, sayalah yang menggunting kuku tangan dan kakinya – hal yang saya


edisi 78 Tahun 2009 senangi (dan akan saya rindukan). Saya percaya salah satu alasan mengapa Tuhan memperpanjang hidupnya selama sebelas tahun lagi adalah agar kami dapat belajar bagaimana untuk lebih mengasihi. Itu adalah tugas terakhirnya dari atas. Dan kemudian tibalah saatnya untuk mengatakan selamat tinggal…

Hembusan Nafas Terakhirnya Dua minggu, ibu saya memperhatikan ayah semakin melemah. Ibu berkata bahwa ayah sangat sulit menaiki tangga ke Ruang Doa Light of Jesus Community yang berada persis di sebelah rumahnya – suatu tempat yang ia kunjungi dua kali sehari, pagi dan malam. (Selama dua puluh tahun ini, Sakramen Maha Kudus ditahtakan di sana, 24 jam sehari, dan ayah serta ibu selalu berada di sana bersekutu dengan Tuhan setiap hari.) Tujuh hari lalu, karena kondisi lemah yang terus bertambah ini, ayah jatuh saat menuju kamar tidurnya, dahinya membentur tangga kayu. Seorang dokter dari komunitas datang untuk menjahit lukanya yang dalam – total 12 jahitan. Ia menjalani dua kali scan otak tapi para dokter hanya melihat satu gumpalan darah lama yang terjadi sebelas tahun yang lalu. Namun, seiring dengan bertambahnya hari, kami memperhatikan kalau dia semakin melemah. Empat hari lalu, dengan susah payah ia mampu bangun dari tempat tidurnya. Saat kami membawanya ke rumah sakit dua hari lalu, ia hampir selalu tertidur. Dan pagi ini, satu jam setelah tengah malam, ia menghembuskan nafas terakhirnya. Ayah berumur 88 tahun.

Akankah Anda Mengikuti Seorang Anak Laki Berusia 13 Tahun? Oh, ada banyak hal yang dapat saya katakan tentang ayah saya. Misalnya, selama 16 tahun, ayah

sajian utama melayani di Light of Jesus Community sebagai salah satu pemimpin, hingga kecelakaan yang dialaminya memaksanya untuk mengundurkan diri. Dan apapun kelompok yang ayah masuki, entah itu Asosiasi Para Pemilik Rumah atau Dewan Paroki, ia selalu terpilih sebagai Bendahara. Karena ia terlihat sangat jujur. Dan ia sungguh jujur. Karena hal ini, ia juga yang bertanggungjawab atas keuangan komunitas kami. Ia bekerja agar setiap sen betul-betul tercatat. (Saya percaya alasan mengapa kami tetap kuat hingga hari ini adalah karena keuangan kami tidak dapat dicela – suatu warisan yang ia tinggalkan.) Lebih dari semua ini, saya percaya ia adalah salah satu dari orang yang paling rendaSiapa di antara Anda akan mengikuti anak laki-laki Anda yang berusia 13 tahun? Sejak saya mulai berkotbah di usia 13, ia duduk di antara umat mendengarkan kotbah saya. Dan Pimpinan Komunitas dan ia hanya salah satu dari para pemimpin yang ada di bawah saya. Sekalipun ayah masih sebagai pimpinan di rumah, ia mengikuti kepemimpinan saya dalam komunitas. Saat itu ayah adalah Asisten Wakil Presiden dari San Miguel Corporation dan memegang gelar MBA dari University of the Philippines. Mengapa ia mau mengikuti anaknya? Tapi ia melakukannya karena ia percaya bahwa Tuhan mengurapi saya untuk memimpin. Selama bertahun-tahun ini, ia konsisten dalam peranannya sebagai supporter saya. Saya ingat suatu hari, ia menarik saya dan berkata, “Bo, kamu punya talenta untuk mewartakan Firman Tuhan. Ayah tidak memiliki karunia itu. Ayah berharap ayah memilikinya. Jika ayah memiliki karunia itu, ayah akan berkotbah setiap hari. Bo, kamu punya karunia itu. Gunakan itu. Manfaatkan itu setiap hari.” Ketika saya masih kecil, saya punya ide-ide gila. Suatu hari, saya meminta Komunitas untuk menyerahkan kelekatan mereka pada Tuhan. Maka dalam suatu pertemuan doa, orang-orang

edisi Mei 2009

17


sajian utama menyerahkan perhiasan mereka, pakaianpakaian, dan perangkat TV pada Tuhan. Ayah memberikan sofa kami, perabotan yang paling indah yang kami miliki, menjualnya dan memberikan hasilnya kepada komunitas. Ya, tidak perduli betapa gilanya ide saya, ia mendukung saya.

Ia Mengajak Saya Makan Pizza Tapi jika Anda bertanya pada saya apa yang paling saya ingat tentang ayah, saya akan berkata, “Ia mengajak saya makan pizza.” Ayah meluangkan banyak waktu dengan saya. Setiap hari, ketika saya masih anakanak, kami akan jogging bersama. Anda jangan salah sangka, ia bukanlah pelari yang hebat. Yang ia lakukan hanya berlari mengelilingi mobilnya beberapa kali. Setelah lari, ia akan duduk dan saya akan duduk di pangkuannya – dan kami akan membaca koran bersama. Bukan halaman depan, atau bagian berita bisnis, atau halaman olahraga – tapi halaman komik. Ia akan membacakannya untuk saya dan menjelaskan mengapa cerita itu lucu. Setiap hari. Sebagai seorang anak, saya ingat betapa saya selalu menantinantikan waktu bersamanya setiap malam. Dan setiap Sabtu sore, ia akan berkata, “Bo, ayo pergi ke luar.” Kita akan pergi makan pizza. Sate hotdog. Sebungkus kacang. Sebuah es krim cone. Kami juga akan pergi ke toko mainan, memainkan mainan-mainan bersama tanpa membeli satu pun. Bagi saya tidak apa-apa. Tangan saya mungkin kosong, tapi hati saya dipenuhi oleh kasih ayah. Ia tahu saya suka pizza. Jadi ketika Shakeys buka pertama kali di Filipin, ia berkata kalau ia akan membawa saya ke sana. Masalahnya adalah letaknya sangat jauh di Angeles, Pampanga. (Seperti Puncaknya Jakarta). Tapi bagi dia, hal itu sama sekali bukan masalah. Ia mengajak saya dengan mengendarai mobil hanya supaya saya

18

edisi Mei 2009

edisi 78 Tahun 2009 bisa makan pizza. Itu benar. Pada akhir hidup seseorang, Anda tidak diingat karena prestasi-prestasi hebat yang Anda raih. Rumah yang Anda bangun. Pekerjaan yang Anda miliki. Kekayaan yang Anda hasilkan. Di akhir hidup Anda, Anda akan diingat karena bagaimana Anda mencintai dengan cara yang sederhana. Entah Anda mengajak anak Anda makan pizza atau tidak. Ayah saya melakukannya. Sahabatmu, Bo Sanchez PS :Ini adalah surat yang saya tulis untuk ayah. Ayah, saya kangen ayah. Saya kangen menggunting kuku tangan dan kaki ayah. Saya kangen pelukan kita. Ayah, terima kasih karena mencintai saya dengan cara yang hanya dapat dilakukan oleh ayah. Ayah mendukung saya dalam pekerjaan saya sebagai seorang Pengkotbah dan Pemimpin. Tidak perduli seberapa gilanya ide-ide saya, ayah selalu berdiri di belakang saya. Terima kasih karena telah begitu mempercayai saya. Ayah, terima kasih karena telah meluangkan waktu bersama saya ketika saya masih anak-anak. Terima kasih karena membiarkan saya duduk di pangkuan ayah, membacakan halaman komik untuk saya setiap malam. Terima kasih karena telah membawa saya ke toko mainan. Terima kasih untuk hotdog. Untuk es krim cone. Untuk pizza. Hei, di belakangmu. Seorang pria sebelum kecelakaan. Waktu ini, sempurna. Ayah dapat kembali melihat dengan indah. Semua warna, keindahan, …. Ayah dapat kembali berbicara dengan jelas – tidak lagi gumaman yang ayah ucapkan selama 11 tahun. Ayah dapat kembali bekerja. (Apakah mereka membutuhkan keahlian akunting ayah di sana?) Ayah dapat kembali berlari. Selamat datang kembali ayah. Saya sayang ayah! (terjemahan : Jessica)


edisi 78 Tahun 2009

sajian utama

PAPA MAMAKU: “ TUHAN ALLAH ”- KU Oleh: John Germanus Seran “Surga di telapak kaki ibu, nafkah di bahu ayah”. Begitulah kata pepatah klasik yang sudah tidak asing lagi di telinga kita. Pepata ini sendiri mau mengafirmasi peran penting seorang ayah dan ibu bagi kehidupan ini. Ibu adalah dia yang mengandung, melahirkan, menyusui, dan seterusnya. Ayah adalah dia yang membanting tulang, berpeluh di bawah terik mentari dan guyuran hujan demi nafkah bagi kelangsungan hidup ini. Itulah ibu dan ayah. Suatu waktu di pertengahan tahun silam, saya terlibat sebuah obrolan lepas dengan seorang sahabat dalam pelayaran Tenau – Benoa dengan KM AWU. Dia berkomentar soal peribahasa ‘surga di telapak kaki ibu’. Katanya, “Benar kawan, surga memang ada di telapak kaki ibu, tetapi sekarang banyak ibu yang dengan enteng menginjak-injak surga. Nafkah memang ada di bahu ayah, tetapi banyak ayah yang membuangnya dan tidak mau memikulnya”. Sahabatku itu tidak berkata apa-apa lagi, karena seorang bocah lakilaki keburu menariknya ke dalam, meninggalkanku sendiri di buritan kapal, menatap mentari yang akan terbenam dengan berjuta pertanyaan dan pernyataan seputar komentar sahabat tadi. “Surga di telapak kaki ibu, tetapi banyak ibu yang dengan enteng menginjak-injak surga”. Apakah karena surga terlalu dekat dengan kaki ibu, maka gampang terinjak-injak? Entahlah. Yang jelas ‘surga’ itu terinjak. Banyak ibu yang menggugurkan kandungannya. Banyak ibu yang membuang dan membiarkan anaknya terlantar. Banyak ibu yang tidak peduli dengan kebahagiaan anaknya.

Bahkan ada ibu yang tega menjual anaknya. Inilah gambaran ‘surga’ yang terinjak-injak. Surga (baca: kebahagiaan) yang mestinya menjadi milik anak-anak, ternyata harus direnggut secara paksa lewat tindakan-tindakan tidak bermoral dan tidak bertanggung jawab. “Nafkah di bahu ayah, tetapi banyak ayah yang tidak mau memikulnya”. Banyak kasus kehamilan di luar nikah, yang akhirnya meninggalkan kepahitan bagi banyak wanita karena harus menerima kenyataan melahirkan anak ‘tak berayah’. Banyak ayah yang mengeksploitasi tenaga anaknya sendiri dengan dalih ‘membantu orang tua’. Ini adalah fakta-fakta yang akhirnya melahirkan rasa pesimis akan peran penting figur ayah dan ibu dalam kehidupan ini. Banyak anak akhirnya jauh dari ‘kasih’ dan terjerumus ke dalam halhal negatif karena tidak pernah merasakan ‘surga’ di telapak kaki sang ibu. Banyak anak akhirnya terlantar dan tak pernah merasakah ‘surga’ (baca: kebahagiaan), karena tidak pernah menikmati nafkah di bahu sang ayah. Tetapi lepas dari fakta-fakta negatif di atas, ternyata ada juga fakta-fakta positif yang tentu mengafirmasi kebenaran pepatah di atas. Fakta mengatakan bahwa ada banyak ibu yang rela mempertaruhkan hidupnya: jiwa dan raga, bahkan nyawanya sendiri bagi kehidupan dan kebahagiaan sang anak. Ada juga ayah yang membanting tulang tanpa mengenal lelah, tanpa memperhitungkan hujan dan panas demi kebahagiaan anak dan isteri. Akhirnya sunset di tengah samudera itu menghantarkan saya pada sebuah kesimpulan bahwa, papa-mamaku adalah ‘Tuhan Allah’ – ku. Kesimpulan ini tampaknya berlebihan, tetapi bukannya tanpa alasan. Dan saya

edisi Mei 2009

19


sajian utama sengaja memberikan tanda petik pada ‘Tuhan Allah’ dengan maksud bahwa saya tidak menyamakan papa-mamaku dengan Tuhan. Tetapi bahwa ada hal-hal atau sifatsifat tertentu di dalam diri papa-mamaku yang mencerminkan sifat-sifat Tuhan Allah. Dan sifat-sifat ini, hemat saya, mestinya wajib dimiliki setiap orang tua (papa-mama) Katolik yang sejati. Pertama, kasih. Sebagaimana Allah itu penuh kasih, papa-mama Katolik yang baik harus penuh kasih: kasih satu terhadap yang lain dan kasih terhadap anak-anak yang dianugerahkan Tuhan kepada mereka dalam perkawinannya. Hubungan yang mereka bangun dan bentuk, yang kemudian dikukuhkan dalam sakramen perkawinan harus berdasarkan cinta yang tulus tanpa paksaan. Maka dalam sakramen perkawinan mereka harus menyatakan kesediaannya yang rela dan bebas untuk meresmikan pernikahan. Ikatan yang telah dibangun atas dasar cinta itu akhirnya berlanjut kepada anak-anak yang kelak dianugerahkan kepada mereka. Kedua, sebagaimana Tuhan Allah itu kekal, begitu jualah papa-mamaku. Sifat kekal Allah itu harus ada juga di dalam diri papa-mamaku. Maka sifat sakramen perkawinan katolik itu adalah monogami dan tak terceraikan. Monogami berarti seseorang hanya boleh menikah dengan satu orang. Tak terceraikan berarti perkawinan yang telah disahkan lewat

edisi 78 Tahun 2009 sakramen perkawinan tidak bisa diceraikan oleh siapapun, kecuali oleh maut. “Yang dipersatukan Allah tidak boleh diceraikan manusia” (Matius19:6). Implementasinya adalah kesetiaan. “Say no to WIL atau Say no to PIL”. “No selingkuh, no main serong”. Ketiga, Tuhan itu baik dan mencintai kehidupan ini. Ia adalah pencipta kehidupan ini dan menginginkan supaya kehidupan ini berkelanjutan dan terpelihara dengan baik. Karena itu IA menciptakan manusia dan memberkatinya dengan mandat ‘ikut berpartisipasi’ dalam memelihara kehidupan ini. Karena itu sangatlah tidak baik dan alangkah bertentangan dengan kehendak Allah, ketika ibu menginjak-injak surga dan ayah enggan memikul nafkah di bahunya. Akhirnya, Tuhan Allah itu adalah Allah yang setia. Allah yang tidak pernah lupa akan janji-Nya dan yang tidak pernah berpaling dari kasih-Nya. Papamamakupun hendaknya menjadi papamama yang setia. Papa-mama yang setia pada cinta mereka. Papa-mama yang selalu sabar membimbingku menuju kedewasaan. Papa-mama yang kapan saja, di mana saja dan dalam situasi apa saja, tetap menjadi papa-mamaku. Sehingga lewat papa-mamaku, aku dapat mengenal Tuhan Allahku. Karena Tuhan Allahku tercermin dalam diri papamamaku. Ya, papa-mamaku adalah ‘Tuhan Allah’- ku. Semoga. ****

Kini Paroki FX juga ada di

Klik www.KutaFX.com untuk info detail sstttt... Romo Hady, Romo Deni, Rm. Babey, Rm. Venus, Mgr. Pujasumarta (Uskup Bandung) juga ada di facebook lho. So, see you there !! 20

edisi Mei 2009


sajian utama

edisi 78 Tahun 2009

LOWONGAN

Perusahaan yg bergerak dibidang pengelolaan dan penyewaan Villa di Nusa Dua membutuhkan segera karyawan untuk posisi sbb:

ASSISTANT VILLA MAINTENANCE MGR Syarat2: ijazah SMK mekanik, listrik, praktek kerja lapangan

ASSISTAN ESTATE MAINTENANCE MGR Syarat2: ijazah SMK mekanik, listrik Memiliki jiwa Pemimpin dan komuniatif. Terbiasa memimpin bawahan, menguasai bhs ingrris lisan. Memahami dan bertanggung jawab atas peralatan listrik, genset, kolam, pompa dll. Memiliki kemampuan berkomunikasi dan interpersonal yg baik.

Kirim lamaran ke P.O.Box 235, 80363 Nusa Dua (sertakan penghasilan yg diinginkan/harapkan)

ULTAH GEREJA FX ke-3 9 MEI 2009 : ACARA JALAN SANTAI BERSIH – BERSIH PANTAI AND DILANJUT-IN DENGAN BERBAGAI MACAM GAMES YANG SERU HABIS 10 MEI 2009: Pk. 09.00 MISA KUDUS BERSAMA

MGR. SILVESTER SAN, Pr MISA PUKUL 06 :30 WITA DITIADAKAN TALK SHOW BARENG BAPA USKUP DILANJUTKAN DENGAN

BAZAAR MURAH HIBURAN MUSIK live band : FX BAND edisi Mei 2009

21


sajian utama

edisi 78 Tahun 2009

GAYA HIDUP KELUARGA

METROPOLIS Oleh: Kornelis M. Mandonsa Pada hari Minggu, 05 April 2009 stasiun RCTI dalam mimbar agama Katolik yang tayang pada pukul 14.00 wita sebagai suatu acara dalam masa prapaskah menampilkan suatu problematika kehidupan rumah tangga yang agaknya merupakan fenomena kehidupan keluarga-keluarga baik yang Katolik maupun yang bukan Katolik pada zaman dewasa ini yaitu gaya hidup metropolis. Dalam acara tersebut dikisahkan bagaimana sibuknya ayah dan ibu untuk bekerja. Anak semata wayang mereka harus berjuang mencari pemecahan sendiri atas permasalahan yang ia hadapi. Konflik muncul karena ketiadaan waktu ayah dan ibu untuk berkumpul bersama. Setiap hari anak tersebut harus terus mendengar pertengkaran ayah dan ibunya. Sementara ia sendiri harus berjuang menyelesaikan konflik yang timbul dalam dirinya sebagai seorang remaja. Klimaks dari konflik dalam keluarga tersebut ditampilkan dalam pertentangan batin anak yang mencoba mencari pedoman arah yang seakan hilang. Untungnya bahwa sang sutradara membuat suatu penyelesaian dengan memunculkan tokoh anak sebagai penyelamat. Berdasarkan kisah tersebut di atas, masing-masing kita tentunya memiliki pengartian dan pengapresiasian yang berbeda-beda. Dalam tulisan ini saya ingin menampilkan beberapa pokok pikiran yang merupakan suatu refleksi atas fenomena yang ada dan terjadi di sekitar kita ataupun yang mungkin kita sendiri mengalaminya. A. Kesibukan Kerja : Sebuah Eksistensi? Suatu saat aku ditelepon oleh keluargaku dari kampung halamanku pada pukul 22.30 wita. Karena lagi dalam perjalanan menuju tempat kerja, aku tidak menjawab panggilan telepon tersebut. Begitu tiba di tempat kerja

22

edisi Mei 2009

aku balik menelepon dan mengatakan bahwa aku tidak menjawab panggilan teleponnya karena masih dalam perjalanan menuju tempat kerja dimana aku masuk kerja pada pukul 11.00 malam dan akan pulang ke kostku pada keesokan harinya pukul 07.00 pagi. Keluargaku itu sangat tidak percaya dengan apa yang aku katakan. Bagi dia dengan suasana desanya ia hanya tahu dan mengerti bahwa manusia bekerja dari pagi sampai sore menjelang malam. Manakala hari mulai malam manusia berhenti beraktifitas dan beristirahat. Pemahaman keluargaku tersebut diatas (orang desa dengan persepsi tradisionalnya) merupakan pemahaman orang yang belum terkontaminasi oleh situasi kota. Pemahaman tersebut tidak dapat dikatakan sebagai “salah� sebab pemahaman tersebut berlandaskan pada situasi tradisional yang menghinggapinya. Pada tataran lain, harus diakui bahwa pemahaman biasanya lebih banyak dibangun dengan berlandaskan pada pengalaman. Bahwa situasiku (yang mengharuskan saya masuk kerja pada tengah malam) merupakan suatu situasi yang mencirikan situasi metropolis. Sebuah suasana yang mengharuskan orang –orang metropolis untuk mau tidak mau harus terlibat dan tidak bisa tidak. Sebab suasana metropolis dicirikan oleh aktifitas yang berlangsung kontinyu selama 24 jam penuh. Manusia memahami bahwa melalui kerja manusia menyatakan diri sebagai makluk Tuhan yang berdaya guna. Melalui kerja manusia semakin memanusiawikan dirinya. Tidak ada yang salah dalam pandangan ini. Pada akhirnya yang salah adalah cara mengaktualisasikan pola pikir ini dalam kenyataan. Orang menjadi gila kerja. Orang terus bekerja dan bekerja.


edisi 78 Tahun 2009 Tidak ada lagi waktu buat yang lain. Tidak ada waktu untuk keluarga. Bahkan anak yang harus terus membutuhkan perhatian menjadi terlupakan dan terabaikan. Anak dibiarkan mandiri dalam konsepnya sendiri. Mandiri lalu pada akhirnya dimegerti oleh anak sebagai bebas tanpa kontrol. Pada tataran ini aspek kerja lalu bernilai negatif sebab manusia terbelenggu dalam penjara pemikiran altruistis yang salah kaprah. Kerja lalu seakan menjadi sebuah eksistensi. Tapi apakah eksistensi ini dapat dipertanggungjawabkan? Harus direfleksikan lebih jauh. B. “Bersama kita bisa” SBY dengan partai Demoktratnya (maaf, ini bukan sebuah kampanye terselubung) atau slogannya Barack Obama, “Yes we can”, mengusung slogan politik yang mereduksi “aku-aku” kepada “kita”. Dalam paparan politis, sebuah refleksi komunal – entahkah disadari atau tidak oleh si penggagas ide tersebut - harus dikemukakan oleh sebab ruang lingkup yang maha luas. Kekuasaan sebagai pengaplikasian kepemimpinan menemukan dasar dan fondamen yang kokoh hanya dalam suatu komitmen kebersamaan. Di luar bingkai tersebut, kesia-siaan dan kegagalan frontal menjadi muara sebuah kebijaksanaan. Keluarga sebagai sel yang paling kecil dibangun atas dasar kebersamaan. Keberanian untuk membangun sebuah keluarga Katolik yang diawali dengan mengucapkan janji pernikahan pada saat seorang pria dan wanita menyatakan untuk saling mengikat diri dalam perkawinan sekaligus menghadirkan konsekuensi logis yang mengangkat kebersamaan sebagai suatu cita-cita. Cita-cita untuk membangun keluarga Katolik yang sakinah. Cita-cita yang dibangun dengan pertama-tama harus mengeliminir “aku-aku” kepada “kita”. Sebuah pengeliminiran yang tidak dimaksudkan sebagai penghapusan akuaku tetapi lebih tepat sebagai penggabungan kapasitas aku-aku. Pengeliminiran aku-aku memungkinkan “kebersatuan” kita untuk merumuskan visi dan langkah strategis mencapai misi. Dan misi setiap keluarga Katolik adalah membangun keluarga Katolik yang sungguh Katolik. Dalam perjalanan waktu, ketika usaha

sajian utama memperjuangkan dan membangun cita-cita tersebut tentu ada aral dan kendala yang menghambat. Di sini, peran organisatoris dari orang-orang yang terlibat sangat menentukan kesuksesan untuk menghindari atau memecahkan suatu problem. Karenanya, pemecahan sebuah problem hanya dapat dicapai dalam bingkai kebersamaan. Sebab, manakala sebuah problem coba diselesaikan oleh hanya satu orang sementara problem tersebut melibatkan semua orang dalam keluarga, maka problem tersebut tinggal tetap sebagai sesuatu problem yang tidak terselesaikan. Karena itu, “bersama kita bisa” hendaknya juga menjadi slogan keluarga-keluarga Katolik. C. Kecil Itu Bermakna Konflik keluarga yang ditampilkan pada acara mimbar agama Katolik tersebut menemukan penyelesaiannya dalam tokoh anak. Anak yang dalam kaca mata orang dewasa terkadang dianggap sebagai belum apa-apa, masih sangat kecil, justru tampil sebagai tokoh yang membawa perdamaian dan mencairkan konflik dan perang dingin antara ayah dan ibunya. Ada beberapa hal menarik yang dapat ditarik dari peristiwa tersebut Pertama, orang tua diajak untuk menghargai dan menghormati seorang anak dalam keluarga sebab anak-anak adalah titipan Tuhan. Hal ini juga selaras dengan salah satu janji perkawinan yang diucapkan orang tua saat pernikahan untuk menerima, merawat, membesarkan dan mendidik anak yang akan diberikan Tuhan kepada orang tua dalam spirit Katolik. Tuhan Yesus mengajak setiap orang tua untuk menerima anak-anak sebab merekalah yang empunya kerajaan Allah. Dalam konteks regenerasi dan estafet kepemimpinan, sabda ini sangatlah tepat. Sebab, siapakah yang akan menjadi pemimpin dan penerus Gereja ketika mereka yang pada saat ini memimpin telah tua renta? Jawabannya, anak-anak. Kedua, setiap orang Katolik diajak untuk belajar menghargai dan menghormati orang-orang kecil yang tampaknya tidak ada apa-apanya. Sebab, banyak hal justru dikerjakan oleh orang-orang yang tampaknya kecil dan tak berarti apa-apa. Lihat saja, seorang majikan justru hidup dari

edisi Mei 2009

23


sajian utama pelayanan jongosnya. Atau ketika sang majikan tidur lelap sambil bermimpi menghitung lembar demi lembar uang penghasilannya, justru ia dijaga oleh satpamnya yang mungkin hanya tamatan SD supaya mimpinya tidak sampai terpotong apalagi buyar. Karenanya, kita diajak untuk menghargai orang bukan dari pangkat dan kedudukannya, tetapi karena ia seorang manusia. Dan dalam semangat kekatolikan setiap orang harus dihargai dan dihormati karena kita semua adalah saudara dalam Yesus. Ketiga, setiap orang Katolik diajak untuk rendah hati dan menjadi sama seperti seorang anak kecil. Sikap rendah hati memungkinkan setiap orang saling memandang sebagai saudara. Sikap rendah hati ini dianalogkan Tuhan Yesus dengan sikap seorang anak kecil. Hanya dalam sikap ini, maka kerajaan surga akan ditemukan. Karenanya, setiap orang tua Katolik diajak untuk tidak malu-malu belajar dari sikap seorang anak kecil. D. Berlututlah Saat Semua Tampak Beres Ketika problem keluarganya tidak lagi bisa ditemukan jalan keluarnya, sang anak dalam acara mimbar agama Katolik tersebut justru berlari dan menancapkan lututnya di depan patung Bunda Maria. Bukan hanya sekali ia datang untuk berdoa dan memohon bantuan Bunda Maria atas persoalan keluarganya, tapi berulan-ulang. Sebuah sikap yang penuh kepasrahan dan rendah hati untuk mengharapkan bantuan dan

edisi 78 Tahun 2009 pertolongan dari Tuhan melalui Bunda Maria. Dan pada akhirnya, ia dapat menemukan jalan keluar. Ketika gaya hidup metropolis terus mendera kehidupan keluarga Katolik, yang dapat menjerumuskan keluarga-keluarga Katolik dalam keterbengkelaian, pertanyaannya, seberapa sering orang berdoa dan memohon bantuan Tuhan? Atau berapa kali seorang anak diajak untuk berdoa bersama? Doa, dalam banyak hal sangat membantu untuk menemukan solusi atas problem yang tampaknya sangat sulit dan tak mungkin. Karena itu, hendaknya setiap keluarga Katolik membiasakan diri untuk menganggap doa sebagai sebuah kebutuhan. Teruslah berlutut di depan Tuhan, bukan saja pada saat ada masalah tapi juga pada saat semua tampaknya serba beres. Sebab semua yang tampaknya beres adalah juga karunia Tuhan Yesus. Keserbaberesan harus selalu dimengerti sebagai anugerah yang tak terhingga. Paroki St. Fransiskus Xaverius Kuta adalah salah satu paroki metropolis di Keukupan Denpasar. Pada saat ini, gaya hidup metropolis sedemikian kencang menghujamkan cakar pengaruhnya dalam kehidupan manusia metropolis, tidak terkecuali bagi umat paroki FX Kuta. Sejauhmana setiap umat Katolik menyikapi dan memberi jawab atas pengaruh gaya hidup metropolis dalam dirinya? Jawabannya ada dalam konteks kekinian kita masing-masing.

Mari kita salurkan sumbangan kasih kita untuk Gedung Pastoral Keuskupan Denpasar Bank BCA Ac. 0403757575 An. HB Hady Setiawan 24

edisi Mei 2009


edisi 78 Tahun 2009

seputar paroki

LIPUTAN PEKAN SUCI Gereja St. F.X. Kuta SABTU & MINGGU PALMA

Lihatlah Rajamu! Sabtu, 4 April, sekitar pukul 17.30 wita, umat telah memenuhi halaman depan gereja. Seperti tahuntahun sebelumnya, Misa Palma didahului dengan prosesi di depan gereja ( prosesi pemberkatan daun palma dan perarakan). “Yerusalem,Yerusalem, lihatlah Rajamu, Hosana terpujilah Kristus Raja Maha Jaya!” Demikian bait refrain yang dengan gempita dinyanyikan oleh koor dan seluruh umat, sambil melambaikan daun palma saat perarakan ke dalam gereja. Dominasi warna merah mewarnai Misa Palma saat itu. Dekorasi, jubah romo , misdinar dan petugas koor turut menyemarakkan peristiwa mengenang penyambutan Yesus Kristus di kota Yerusalem. Misa berlangsung lancar dan hikmat. Pasio yang dibacakan oleh Bapak Andreas, Ibu Arijani dan Mery mengingatkan kita saat peristiwa penangkapan dan peristiwa penyaliban Tuhan kita Yesus Kristus. Pekan suci yang dimulai Minggu Palma senantiasa

meneguhkan kita akan cinta sejati Allah Bapa kepada umatNya dengan pengorbanan putraNya di kayu salib. Misa dipimpin oleh Romo Hady didampingi oleh Romo Edi ( Romo tamu yang saat ini bertugas di Jepang). Di dalam homilinya, Romo Hady mengingatkan tentang pertobatan yang sejati.Persekutuan Doa Pembaharuan Karismatik Katolik St . Don Bosco dan St. Fransiskus Xaverius mendapat tugas koor saat misa berlangsung. (bimo)

5 April 2009 Pkl 09.00 “Terpujilah Putera Daud! Terberkatilah Dia yang datang atas nama Tuhan! Terpujilah Yang Maha Tinggi! ” Tak terasa sudah 40 hari lamanya kita mempersiapkan diri kita dalam masa Prapaskah. Kita telah melaksanakan pantang dan puasa (mati raga) sebagai wujud tobat kita. Hari ini kita mengenangkan kembali Yesus yang memasuki kota Yerusalem. Yesus yang disambut sebagai seorang Raja memasuki kota Yerusalem dengan menunggang seekor keledai. Walau tampak sederhana namun tetap meriah. Mereka mengelu-elukan Yesus dengan melambailambaikan daun Palma dan menghamparkan

edisi Mei 2009

25


seputar paroki

pakaiannya di jalan yang dilalui oleh Yesus. “Hosana ! Terpujilah yang datang atas nama Tuhan, Terpujilah kerajaan Bapa Daud yang kini tiba. Terpujilah Yang Mahatinggi!” Umat memulai perarakan dengan berkumpul di halaman gereja, sebelum daun-daun Palma diberkati, Romo mengawali dengan doa pemberkatan. Setelah pembacaan Injil yang diambil dari Injil Markus Romo Hady, Pr memberikan homily singkat. Dalam Minggu Palma ini kita merasa bahagia sekaligus sedih, bahagia karena Yesus disambut sebagai seorang Raja dan sedih karena dalam minggu ini kita akan memasuki minggu sengsara dimana kita akan mengenangkan kembali

26

edisi Mei 2009

edisi 78 Tahun 2009 sengsara Yesus yang akan dijatuhi hukuman, yaitu wafat dikayu salib. Karena cinta-Nya yang begitu besar kepada umat manusia dan demi keselamatan kita, Yesus rela diadili, Ia merelakan diri-Nya dipukuli, diolok, diludahi, didera bahkan sampai mati di kayu salib. Perayaan dilanjutkan dengan perarakan masuk ke dalam gereja, umat berarak sambil menyanyikan lagu “dikala Yesus disambut di gerbang Yerusalem umat bagai lautan dengan Palma ditangan………” Paduan suara dari Wilayah Yohanes Baptista yang dipimpin oleh Ibu Wies dan diiring oleh piano yang dimainkan oleh Ita Laowo menambah kemeriahan perarakan, sambil melambailambaikan daun Palma umat masuk ke dalam greja. Selain bacaan sabda dan Injil, minggu ini kita juga mendengarkan Pasio. Mengapa sampai sekarang umat Katolik masih mempertahankan Pasio? Pasio atau Jalan Salib sangat berguna bagi kita untuk merefleksikan hidup kita sehari-hari. Karena biarpun kita selalu berbuat baik tetapi sebagai manusia kita tidak akan pernah luput dari kesalahan ataupun dosa, baik melalui pikiran, perkataan maupun perbuatan yang kita lakukan dengan ataupun tanpa sengaja. Jalan salib menggambarkan ketaatan Yesus kepada Bapa-Nya dan menunjukkan


edisi 78 Tahun 2009 bahwa Yesus solider kepada umat manusia. Dalam memanggul salib-Nya ke gunung Golgota Yesus terjatuh sampai 3 kali. Meskipun sudah terjatuh, Yesus tetap berusaha untuk bangkit dan menyelesaikan jalan salib-Nya. Cinta Yesus yang begitu besar kepada umat manusia mampu mengatasi rasa takut dan maut. Romo Hady dalam khotbahnya juga mengambarkan pengorbanan seorang Ibu. Seorang wanita yang sudah menikah dan mempunyai anak pastilah dia akan berbuat kebaikan bagi suami dan terutama bagi anaknya, ia akan rela mengorbankan kebahagiaan dan kesenangannya bagi anak-anaknya. Berkat sengsara, wafat dan kebangkitan-Nya, Yesus telah memperdamaikan kembali hubungan kita dengan Bapa-Nya. Semoga berkat korban Kristus kita semakin dikuatkan dalam Iman, Harapan, dan Kasih. Semoga‌. Liput : by Iyut Foto oleh : Teddy

MINGGU PALMA; 5 APRIL 2009; pk. 18.00 Misa Inggris.

Bahasa

seputar paroki kisah Yesus dielu-elukan di Yerusalem, setiap tahun, bukanlah sesuatu yang menjenuhkan. Sebaliknya, setiap tahun dengan Tema Liturgi yang berbeda, Umat diajak mendalami imannya akan Yesus Kristus dan karya keselamatan dunia oleh Allah kita. Setiap tahun, ada makna tersendiri yang didapatkan setiap orang beriman. Bacaan yang sama tahun lalu, akan berbeda maknanya bila dibaca di tahun ini. Were you there when they crucified my Lord? Were you there when they crucified my Lord? Oh! Sometimes it causes me, to tremble, tremble, tremble. When I think how they crucified my Lord? Lagu di atas mengajak umat merenungkan sengsara Yesus saat pembacaan Pasio. Bagi umat yang jeli, saat Pembacaan Pasio, mereka agak heran bahwa ada seorang Pembaca Pasio yang hanya berdiri tanpa dapat kesempatan melaksanakan tugasnya, karena father Terry ikut aktif dalam pembacaan Pasio itu. Usut punya usut, ternyata, karena di Eropa, dalam Pasio, yang selalu bertugas sebagai tokoh Yesus adalah Imam atau Diakon, bukan umat biasa. Namun demikian, kekhidmatan Misa Minggu Palma tetap berlasung hingga selesai. Liput oleh Nana; Foto by Malfin

The King of glory comes, the nation rejoices. Open the gates before him,lift up your voices. Refrain Syair di atas dinyanyikan saat pembukaan Misa Minggu Palma berbahasa Inggris. Lagu dinamis itu sangat pas dengan tema, Palma, tetapi sedikit umat yang bisa ikut menyanyikan, karena masih baru di telinga. Petugas koor, Komunitas DOJ Bali pun baru dilatih oleh father Terry, seminggu menjelang Misa. Tema Minggu Daun Palma sebagai saat umat Katolik masuk ke Pekan Suci dengan mengenang

edisi Mei 2009

27


seputar paroki KAMIS PUTIH 9 April 2009, pk. 19.00 “MENGENANGKAN PERJAMUAN TUHAN� Sungguh luar biasa yang terjadi pada malam hari ini, Yesus ingin memberikan keseluruhan diri-Nya, pelayanan dan pengorbanan-Nya. Lewat pembasuhan kaki para rasul, Yesus mengajarkan kepada kita untuk berani melayani, menjadikan diri yang paling kecil demi kehidupan dan kebahagiaan orang lain. Tindakan sederhana itu bermakna sangat mendalam bagi umat kristiani dan tetap diikuti oleh gereja sampai saat ini. Peringatan Tri Hari Raya Paskah dimulai dengan perayaan Kamis Putih. Pada hari Kamis Putih kita mengenangkan Perjamuan terakhir Tuhan Yesus bersama para muridNya. Perjamuan merupakan ungkapan Cinta Luhur Tuhan untuk melayani dan meneladani murid sebagai seorang abdi. Perayaan Kamis Putih terbagi menjadi empat bagian yaitu : Liturgi Sabda, Upacara Pembasuhan kaki, Liturgi Ekaristi dan Upacara Penghormatan Sakramen Maha Kudus yang dilanjutkan dengan

28

edisi Mei 2009

edisi 78 Tahun 2009 acara tuguran. Misa Kamis Putih tahun ini hanya diadakan sekali saja, sehingga umat memenuhi dalam gereja dan seluruh bangku dan kursi yang disediakan oleh Panitia Paskah di bawah tenda di halaman depan dan samping serta basement Gereja dipenuhi umat. Koor Misa kali ini dibawakan dengan sangat baik oleh

Wilayah St Elisabeth. Proficiat buat koor, seluruh panitia wilayah St. Mikhael dan Dewan Paroki yang kompak dan sigap!! Pembasuhan kaki dilakukan oleh Romo Hubert Hady Setiawan, selaku Selebran Utama, berperan sebagai Yesus, membasuh 12 umat pilihan mewakili umat dari semua Wilayah yang ada di Paroki Kuta. Cukup mengharukan melihat Romo Hady tunduk, membasuh kaki para rasul pilihan ini dan mencium kaki mereka satu persatu. Semoga rekonsiliasi terjadi dalam paroki dan kehidupan pribadi para rasul pilihan itu. Paskah berarti Tuhan lewat, begitu Romo Hady memulai khotbahnya, para murid pada waktu itu sangat bersyukur namun masih diliputi dengan rasa takut dan was-was karena mereka belum dibebaskan. Yesus


edisi 78 Tahun 2009 ingin memberikan keseluruhan diri-Nya, pelayanan dan pengorbanan yang terus menerus kepada orang lain, kasih-Nya yang mengalir adalah kasih yang dipenuhi oleh kebahagiaan. Pada akhir Injil, Yesus berpesan kepada para murid untuk saling membasuh kaki, ini berarti supaya kita saling melayani, saling mengampuni sehingga kita dapat berkembang tidak hanya secara fisik saja tetapi juga secara rohani. Seperti lazimnya perayaan Kamis Putih di tahun-tahun sebelumnya dan yang akan dating, setelah penerimaan Komuni, altar dikosongkan dari hiasan apa pun, dan tabernakel pun dikosongkan dari Hosti. Semua hosti kudus diarak bersama arakan Hosti dalam Monstran besar, mengelilingi Gereja dari dalam ke luar, melewati dan memberkati umat. Lalu kembali ke dalam, menuju Ruang Adorasi Abadi untuk pentahtaan sampai malam Paskah. Di Ruang Adorasi abadi inilah, semua hosti ditahtakan, disembah umat dalam tuguran dan akan dibagikan keesokan harinya, di Jumat Agung. Malam ini adalah malam berjaga-jaga. Mengenang Yesus di Taman Getsemani dan pengadilan-Nya, adalah moment yang tepat di malam ini. Karena itulah Gereja membuat aturan tuguran bagi seluruh umat setelah Misa Kamis Putih. Setiap kelompok umat dari wilayah dan kelompok

seputar paroki Kategorial mengadakan tuguran sampai tengah malam. MUDIKA Paroki yang bersiap-siap untuk mengandalkan Jalan Salib, di hari Jumat, malam itu menutup tuguran di jam 2.30 dini hari dengan Taize, pembasuhan kaki dan rekonsiliasi. (Iyut-Nana; Foto oleh Yovie, Bimo, Agung)

JALAN SALIB JUMAT AGUNG 10 April 2009, PK.08.00 “DUA JAM BERSAMA ‘MANUSIA SALIB’ KUTA” Jalan Salib (Via Dolorosa) adalah salah satu devosi yang sudah sangat tua di dalam tradisi kekatolikan. Setiap tahun, pada hari jumat selama masa pra-paskah, gereja melaksanakan devosi ini untuk mengenangkan perjalanan Anak Domba Paskah dari Getsemani sampai ke Golgota. Devosi ini akan berakhir pada hari Jumat Agung. Khusus pada hari Jumat Agung, di beberapa tempat, Jalan Salib biasanya dilaksanakan dalam bentuk drama (tablo). Di Gereja Santo Fransiskus Xaverius Kuta, dalam beberapa tahun terakhir ini, para muda-mudi dipecayakan untuk membawakan drama Jalan Salib. Tahun ini, acara Jalan Salib yang diberi tema ‘Jalan Salib Keadilan Yang terkoyak’ ini dikoordinir sendiri oleh Ketua III DPP (Ketua Kepemudaan), Bpk. Dewanto.

edisi Mei 2009

29


seputar paroki

Ibadat Jalan Salib yang dipimpin sendiri oleh Romo Paroki, Rm. Hubert Hady Setiawan, Pr ini, dimulai pada pukul 08.00 dengan durasi kurang lebih dua jam. Ardy, pemeran utama (Yesus) dalam drama tahun ini menjalankan perannya dengan sangat baik. Cambukan demi cambukan, pukulan dan tendangan demi tendangan, ludahan dan caci maki diterimanya. Ia benar-benar merasakan penderitaan ‘orang yang dianiaya’. Beberapa orang yang dimintai komentarnya saat berlangsungnya Jalan Salib, sempat pesimis apakah ‘Manusia Salib’ Kuta ini bisa menyelesaikan perannya. Tetapi Syukur kepada Allah, semuanya dapat berjalan dengan baik dan yang pasti, “kita semua dibawah kepada suasana doa. Profisiat kepada para pemain”, kata seorang umat yang tidak mau namanya disebutkan. Acara ini terselenggara berkat kerja keras Mudika FX Kuta bersama para

30

edisi Mei 2009

edisi 78 Tahun 2009 pendampingnya. Karena itu baiklah, atas nama ratusan umat FX Kuta yang hadir dalam ibadat Jalan Salib Jumat Agung ini, WFX mengucapkan limpah terimakasih kepada semua saja yang telah berpartisipasi dengan caranya masingmasing demi kelancaran acara ini. T u h a n memberkati.*** (Liput: Bung Seran, Foto: Bimo,Yovie, Tedy)

JUMAT AGUNG 10 April 2009-Pk.15.00 Walaupun udara sangat panas namun tidak membuat umat malas untuk ke gereja, terbukti di basement dan di halaman gereja umat tampak memadati kursi-kursi yang telah disediakan. Sejak pukul 14.00 umat telah berbondongbondong memenuhi bangku-bangku dalam gereja, pukul 14.30 petugas tatib menutup pintu masuk ke dalam gereja karena di dalam greja telah penuh. Dengan terpaksa umat yang datang belakangan menempati tempat di basement dan halaman gereja. Ibadat yang dimulai tepat pukul 15.00 dimulai dengan pembukaan oleh MC Irene dari Santo Mikahel; Sementara itu perarakan ajuda, petugas Pasio, petugas


edisi 78 Tahun 2009

lector, pemazmur, prodiakon dan Romo Hady yang memakai jubah berwarna merah menuju Altar. Sesampainya di dalam Gereja, yang tidak ada hiasan apa pun, termasuk altar yang kosong, patungpatung kudus dan salib ditutup kain ungu, Romo Hady merebahkan diri di atas karpet di tengah-tengah antara altar dan umat. Semua umat berlutut. Bersama umat yang mendapat tempat di Balkon, WartaFX bisa memandang dengan leluasa apa yang terjadi di depan. Ada rasa haru menguak ketika melihat Romo Hady merebahkan diri, berbaring sendirian di tengah-tengah depan altar yang luas. Saat itu suasana hening. Walau hanya sejenak, itulah moment yang tepat kita mencoba mendengar suara-Nya. Kami bisa membayangkan Yesus ketika IA tergantung sendirian di atas Salib, antara langit dan bumi, antara Allah dan manusia, menjadi jembatan penyelamat bagi manusia agar bisa bertemu Allah; Panas terik yang membekukan darah di luka-Nya, lalat-lalat yang beterbangan di sekujur Tubuh berdarah itu; betapa sakit dan kesendirian itu; Betapa hebat derita yang musti IA tanggung demi rencana penyelamatan manusia; Betapa sulit kita untuk memahaminya, kalau tidak ada pengosongan diri. Tidak ada keheningan. Kita hanya bisa merasakan penderitaan Yesus ini bila dalam suatu saat di hidup kita penderitaan mendera; beratnya beban tugas tak tertanggungkan lalu kita berserah

seputar paroki

pada-Nya. Lewat setiap tahap ibadat Jumat Agung saya yakin Tuhan berbicara kepada setiap umat-Nya dengan cara yang berbeda. Nada-nada Pasio yang mengalun dari 3 petugas pasio Wilayah Santo Mikhael, membuat umat bisa mendengarkan Kisah sengsara Yesus dengan lebih hikmat. Cium Salib, didahului dengan perarakan Salib dari depan Gereja oleh Romo Hady bersama petugas Liturgi. Salib yang telah ditutup kain Ungu sejak Minggu Palma, kini dibuka tahap demi tahap, sampai terbuka semuanya. Saat yang bersamaan, petugas membuka semua selubung ungu yang menutup Salib dan patung kudus di gereja. Cium Salib adalah puncak penyembahan Umat Katolik akan Salib Kristus, yang dimulai sejak hari Rabu Abu dan ibadah Jalan Salib selama Puasa dan Prapaskah. Umat yang telah mendapat

edisi Mei 2009

31


seputar paroki tanda Abu di dahinya, tentu tidak akan mau melewati Ibadat Jumat Agung ini. Itulah sebabnya, di hari itu Semua Gereja Katolik penuh sesak. Tentang cium Salib di Jumat Agung, pernah seorang yang mendapat penampakkan Tuhan Yesus bertanya tentang makna ibadah ini. Tuhan Yesus menjawabnya, “Setiap kali, di Jumat Agung, Aku dan Bunda-Ku berdiri di kedua sisi pembawa salib, sehingga umat yang merunduk dan mencium Salib itu, diberkati

edisi 78 Tahun 2009 terpisahkan. Proficiate!! Buat Panitia Paskah, Dewan PAroki dan petugas koor. Pada jam yang sama, di Betania, sekelompok Umat merayakan Jumat Agung dalam bahasa Inggris bersama Father Terry. (Liput : nana-iyut/Foto: Ditha, Malvin, Teddy, Yovie)

Misa I Malam Paskah, 11 April 2009, Pk. 08.00 “TANPA YESUS KITA TIDAK PERNAH BERKUMPUL” Misa pertama Malam Paskah, pukul 18.00, dimulai dengan pemberkatan Api Baru dan penyalaan Lilin Paskah di depan gereja. Celebrant utama, Rm. Hubert Hady Setiawan, Pr dan para pelayannya berkumpul di depan gereja untuk memulai acara tersebut. Sementara Koor dari Wilayah Santa Maria Jimbaran dan umat sudah memenuhi ruang dalam gereja dan kursi-kursi yang disiapkan panitia di tenda serta basement. Selanjutnya, Romo dan para pelayannya berarak ke altar membawa Lilin Paskah yang sudah dinyalakan. Semua umat menyalakan lilinnya masing-masing dengan api dari lilin Paskah. Nyanyian Exultate dan rangkaian bacaan dari Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru menyusul. Semuanya berkisah tentang sejarah penciptaan manusia dan sejarah keselamatan umat Allah dari jaman Perjanjian Lama hingga Perjanjian

oleh kedua tanganKu dan kedua tangan Bunda-Ku.” Ibadat yang berlangsung kurang lebih 3 jam ini, di bagian luar gereja ditengarai oleh suara gaduh anak-anak yang berteriak dan berlari-lari. Itulah anakanak, mereka punya cara sendiri dalam merayakan Ibadat dan Misa, sekali pun terganggu, hendaklah kita semua bisa menerimanya menjadi bagian yang tak

32

edisi Mei 2009

Baru. Romo Hady, dalam Homilinya mempertegas hal ini. Menurut Romo, bacaan-bacaan Perjanjian Lama yang dimaklumkan pada malam hari itu mengatakan Allah sebagai Allah yang berkuasa, yang memberikan atau menyediakan segala sesuatu. Dalam bacaan ke dua, Abraham mempunyai iman yang luar biasa. Iman Abraham


edisi 78 Tahun 2009

seputar paroki kasih Allah itu luar biasa. Kasih Allah itu tidak sia-sia, walaupun harus kita lewati dalam penderitaan. Pembaharuan janji baptis, yang didahului oleh pendarasan Litani Para Kudus, merupakan upacara yang mengingatkan umat yang hadir untuk membaharui komitmen mereka untuk senantiasa berelasi dengan Yesus.***** (Liput: Bung Seran, Foto: Bimo).

adalah sesuatu yang tidak bisa dimengerti dengan akal dan logika manusia. Umat Israel diselamatkan Allah lewat perantaraan Musa. Semuanya ini, demikian Romo, adalah sejarah keselamatan. Sedangkan sejarah keselamatan Perjanjian Baru, kata Romo Hady, dimulai dengan tampilnya Yesus yang sengsara, wafat dan bangit. Dan sejarah keselamatan ini dapat kita terjemahkan di dalam kehidupan setiap hari dengan cara membangun relasi dengan Yesus. Dan dalam hal ini, kita bisa meneladani Faustina yang menyimpan Yesus di dalam hati, membangun dialog dengan Yesus, ingin m e n g g u n a k a n hidupnya untuk Yesus. Hanya saja, kita harus sadar bahwa orang yang hidup dengan Yesus, hidupnya menjadi tidak bebas, penuh duri. Hidup bersama Yesus berarti kita harus siap menderita. Kendatipun demikian, kata Romo,

Misa Malam Paskah- Misa ke-2 Pk. 22.00 “Baptisan Baru� Misa malam Paskah 11 April 2009 dimulai tepat pukul 22.00. Diawali dengan kata pengantar oleh komentator Charles Trader, sementara upacara cahaya dalam suasana gelap sudah dimulai dari tangga depan Gereja. Upacara cahaya memiliki makna peralihan Kristus dari kematian memasuki kehidupan. Secara khusus gereja mengajak kita untuk mengungkapkan iman akan Kristus yang bangkit dengan mulia. S e t e l a h pemberkatan api sebagai lambang cahaya kemuliaan, dilanjutkan dengan pemberkatan lilin Paskah. Pada lilin Paskah terdapat gambar Salib dan tertulis Alpha dan Omega. Kristus... Awal dan Akhir. Selanjutnya lilin Paskah dibawa oleh Imam dalam perarakan menuju

edisi Mei 2009

33


seputar paroki altar. Tampak dalam perarakan itu, bangkubangku di tenda depan gereja kosong. Misa Paskah tengah malam tahun ini agak sepi. Dari nyala lilin Paskah ini digunakan untuk menyalakan seluruh lilin yang dibawa umat sebagai lambang cahaya Kristus yang bangkit mulia menghalau kegelapan dari hati kita. Kemudian dilanjutkan dengan Pujian Paskah/Exsultate . Memasuki Liturgi Sabda diawali dengan pembacaan dari Kitab Kejadian tentang penciptaan dunia, bahwa Allah menciptakan semuanya, baik adanya. Bacaan kedua menceritakan tentang iman Abraham yang rela mengurbankan Ishak karena ketaatannya pada Allah. Bacaan ketiga menceritakan bagaimana Allah membawa bangsa Israel keluar dari tanah Mesir melalui laut yang kering.

Setelah melalui pembuangan dan tercerai berai, Allah tetap tidak melupakan umatnya. Hati umatnya yang membatu diganti dengan hati yang baru. Hal ini diuraikan dalam Bacaan keempat dari Yehezkiel, “Aku akan memerciki kamu

34

edisi Mei 2009

edisi 78 Tahun 2009

dengan Air suci, dan kamu akan Kuberi Hati yang baru”. Bacaan keempat dilanjutkan dengan “Gloria” yang meriah dengan iringan lonceng gereja. Bacaan Epistola diambil dari Surat Rasul Paulus kepada umat di Roma. Setelah bacaan Injil dari Markus 16:1-8, dilanjutkan dengan homili. Kemudian tibalah saat yang dinantikan para baptisan baru, yaitu penerimaan Sakramen Baptis. Kali ini, gereja bergembira dengan bertambahnya 25 orang baptisan baru. Setelah upacara pembaptisan selesai, giliran umat mendapat kesempatan memperbaharui janji baptis. Pada akhir perayaan ekaristi, Bpk. Frans Hendrik selaku Ketua I DPP mengucapkan terima kasih kepada semua pihak sehingga seluruh rangkaian acara selama Pekan Suci dapat berlangsung dengan baik. Kepada Wilayah Santo Mikhael selaku Panitia Paskah 2009, juga kepada Mudika FX yang terlibat dalam Drama Jalan Salib Jumat Agung, ikut mengatur parkir sampai mempersembahkan koor yang meriah dalam Misa Malam Paskah. Misa yang berakhir menjelang


edisi 78 Tahun 2009

pukul 01.00 pagi itu diakhiri dengan ucapan Selamat Paskah dari Romo Paroki tercinta kita, Rm Hady. Selamat Paskah, semoga kebangkitan Kristus sungguh memperbaharui iman kita!! (Arijani; Foto oleh Ferry-Teddy)

seputar paroki

Misa ini dibawakan oleh Rm Hady,Pr. Paduan suara yang dibawakan oleh Cantata’90, sungguh memukau. Hal ini agak terganggu sedikit dengan gangguan yang ada pada sound system, sehingga umat yang di depan gereja sempat untuk

MINGGU PASKAH 12 April 2009; pk 09.00. Perayaan Ekaristi Paskah, 12 April 2009, yang dimulai jam 09.00 pagi itu menarik minat banyak umat. Terbukti dengan penuhnya gereja dan juga tenda yang didirikan di depan gereja.

beberapa saat tidak dapat mendengar suara.. Tetapi berkat kesigapan panitia, hal itu tidak berlangsung lama dan dapat segera diatasi. Kemudian, Romo Hady mulai membawakan homilinya.. Sejak dahulu, kita merayakan Paskah, temanya sama, ceritanya juga

edisi Mei 2009

35


seputar paroki sama.. Tetapi hal itu diterima secara berbeda dari waktu ke waktu.. Marilah kita merenungkan hidup kita masing-masing. Kita bisa mengambil teladan kehidupan Yesus sebagai manusia. Yang dilahirkan, dibesarkan dan dididik di Yerusalem. Jadi sikap pertobatan adalah sikap manusia yang kurang sempurna dan ingin memperbaiki diri.. Kemudian juga kepergian Yesus yang menjadi buah bibir. Banyak pertanyaan, mengapa orang benar ini harus mati siasia. Tetapi apakah memang benar sia-sia? Atau bahkan sarat oleh makna? Demikian juga dengan permenungan jalan salib ini nyata sekali menunjukkan betapa Allah penuh kasih solider terhadap manusia.. Coba kita telaah kembali. Adakah seseorang yang hidup di dunia ini sama sekali tidak mempunyai permasalahan? Tidak mungkin ada. Karena dalam seluruh hidup manusia selalu ada masalah. Itulah salib-salib yang diberikan Tuhan untuk kita pikul, tetapi bukan untuk berputus asa, melainkan melatih kita agar mempunyai harapan. Dalam peristiwa Kebangkitan ini Yesus berkata :’Jangan takut’ Apapun persoalan yang kita hadapi, jika kita melihatnya dengan kacamata iman, pasti akan terasa ringan dan bukan lagi merupakan persoalan.. Peristiwa kubur yang kosongpun memberikan peneguhan kepada kita, untuk percaya. Tuhan Memberikan pencerahan, bahwa hidupmu tidak akan sia-sia. Inti dari semua ini adalah ajakan untuk kita, guna memperbaiki diri kita masing-masing, Keluarga Kristiani harus menjadi cahaya dan terang bagi orang lain.. Homili ini dibawakan dengan sangat bagusnya, seperti biasa Romo membawakan. Membuat kita semua benar-benar merenungkan arti dari

36

edisi Mei 2009

edisi 78 Tahun 2009 Paskah kali ini. Ucapan terimakasih dari dewan kepada umat yang berpartisipasi dan tentunya untuk kerjakeras panitia yang mempersiapkan pesta Paskah ini sejak beberapa bulan sebelumnya.. Sebelum misa benar-benar berakhir, berkat diberikan kepada anak-anak. Begitu panjangnya antrian anak yang merindukan berkat dari Romo. Bahkan berdesakdesakan. Ini cermin bagi kita, bahwa generasi penerus demikian banyak. Tugas kita semualah untuk memberikan pembelajaran iman kepada mereka, agar mereka benar-benar mengimani Yesus, sebagai satu-satunya Penyelamat kita semua.. Pukul 10.50 misa benar-benar usai. Selamat Paskah.. ! (G Yasyodhara P / foto Bimo)

MINGGU PASKAH, 12 APRIL 2009; Pk. 18.00 Misa Bahasa Inggris. ‘EASTER MASS� Perayaan Paskah di Gereja Fransiskus Xaverius Kuta juga dirayakan dalam Misa Bahasa Inggris pada hari Minggu 12 April 2007. Misa Paskah ini dipimpin oleh Father Terry Burke. Mulai Pukul 17.15 WITA


edisi 78 Tahun 2009 umat sudah mulai berdatangan. Banyak umat dari luar kota serta dari berbagai bangsa yang turut merayakan Paskah di Gereja Kuta. Saat memasuki gereja mereka mulai mengisi buku tamu yang telah disediakan bagi umat yang pertama kali mengikuti English Mass di Gereja Kuta. Tidak seperti biasanya umat yang hadir dalam misa Paskah ini jauh lebih banyak daripada hari biasa. Misa dimulai dengan perarakan misdinar, lektor dan Father Terry yang diiringi oleh lagu pembukaan dibawakan oleh Koor dari English Community. Bacaan pertama diambil dari Kisah Para Rasul yang menceritakan tentang Kebangkitan Yesus dari alam maut, sedangkan bacaan kedua dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Kolose. Yang bertugas sebagai lektor adalah umat yang tergabung dalam English Community. Injil pada Misa Perayaan Paskah diambil dari Injil Yohanes yang mengisahkan bahwa Yesus harus bangkit dari alam maut. Dalam kotbahnya Father Terry menceritakan tentang kesempatan hidup yang baru bagaimana karya keselamatan yang telah Tuhan berikan kepada kita dapat kita wujudkan dalam hidup keseharian. Perayaan Easter Mass tidak berbeda dengan perayaan English Mass pada hari biasa. Ada beberapa umat berkomentar bahwa koornya terlalu biasa untuk sebuah pesta Paskah. Bisa jadi karena lagulagu yang dinyanyikan telah akrab ditelinga umat, serta visualisasi dari perayaan Paskah kurang bisa mereka rasakan jika dibandingkan dengan Natal. Tetapi bagaimana pun juga banyak umat yang

seputar paroki tetap antusias merayakan English Mass, dimana sambutan Father Terry yang ramah bagi semua umat, terutama umat yang baru pertama kali bergabung dalam English Mass di Gereja Fransiskus Xaverius Kuta. Proficiat bagi semua Panitia. Selamat Hari Raya Paskah. Tuhan memberkati. (Lukita; Foto : Malvin)

PASKAH ANAK-ANAK SEKAMI MISA PASKAH ANAK-ANAK SEKAMI bersama YANG MULIA MGR. LEOPOLDO Senin, 13 April 2009 umat di Paroki St Fransiskus Xaverius Kuta sangat berbahagia karena pada perayaan Paskah kedua bersama Sekami, umat kedatangan tamu yang sangat Istimewa yaitu Yang Mulia Mgr. Leopoldo, Duta Besar Vatikan untuk Indonesia. Mgr. Leopoldo yang telah fasih berbahasa Indonesia ini memimpin langsung Misa bersama dengan Romo Hady, Pr. Dengan riang gembira anak-anak Sekami memuji dan memuliakan Tuhan dengan lagu-lagu yang dinyanyikan oleh anak-anak yang tergabung dalam koor Sekami, yang dipimpin oleh Ibu Yustin dan diiringi dengan permainan organ Ita Laowo. Semua yang bertugas dalam misa ini adalah anak-anak sekami, Lektor oleh

edisi Mei 2009

37


seputar paroki Komang Grace dan Mazmur dinyanyikan oleh Christine. Hari ini kita merayakan juga hari kebangkitan Yesus, para wanita yang mengunjungi makam Yesus merasa ketakutan ketika melihat Malaikat dan menjumpai kubur Yesus telah kosong. Namun mereka akhirnya gembira setelah malaikat mengatakan bahwa Yesus telah bangkit, sama seperti yang telah dikatakan-Nya ( Luk 28 : 5-6 ). Yesus memang sudah bangkit, Ia tidak lagi berada dalam kubur, lambang kebinasaan, namun Ia tetap hidup sebab Ia memang datang untuk menghancurkan kuasa maut. Di dalam Dia hanya ada hidup dan kebenaran, Dialah kebangkitan. Mgr. Leopoldo mengucapkan Selamat Paskah dan menyampaikan Salam hangat dari Bapa Paus Benediktus XVI, beliau

edisi 78 Tahun 2009 mengatakan bahwa Bapa Paus sangat mencintai umat Katholik yang ada di Indonesia, umatpun menyambut salam dari Bapa Paus dengan penuh sukacita dan tepuk tangan yang meriah. Seusai Misa umat tidak menyian y i a k a n kesempatan untuk bersalaman dan meminta berkat kepada Yang Mulia Mgr. Leopoldo. Ketika misa berakhir anak-anak sekami pun berbaris di pintu utama gereja karena kakak-kakak Pembina sekami telah menyiapkan bingkisan Paskah. SELAMAT PASKAH‌‌.. (Iyut; Foto oleh Ferry-Teddy)

Para pemain Jalan Salib dari Mudika FX 38

edisi Mei 2009


seputar paroki GALERi FOTO PASKAH 2009 edisi 78 Tahun 2009

edisi Mei 2009

39


seputar paroki

edisi 78 Tahun 2009

Paskah Bersama BICC BICC (Bali International Catholic Chaplaincy) adalah sebuah wadah kekeluargaan bagi para saudara seiman dari berbagai bangsa dan bahasa. Dengan semangat ini banyak dari Warga Bali, dan teman teman yang sudah lama menetap di Bali bergabung bersama BICC untuk menyambut saudara-saudara kita yang belum bisa berbahasa Indonesia dan membantu mereka menjadikan Bali sebagai rumah ke dua. Paskah tahun ini merupakan Paskah kedua BICC di Gereja Katolik Fransiskus Xaverius Kuta. BICC kembali melayani Misa Bahasa Inggris mulai dari Kamis Putih, Jumat Agung, Sabtu Suci dan Minggu Paskah, bertempat di Rumah Retret Bethania. Suasana dan semangat kekeluargaan sungguh terasa di sana. Ruangan yang kecil dipenuhi umat. Pada malam Kamis Putih, sebelum upacara pembasuhan kaki, Romo Terry menyampaikan homili tentang pelayanan. Beliau berkisah tentang bibinya Mary, yang tidak mempunyai anak, sehingga mencurahkan seluruh kasih sayangnya kepada dunia. Sebegitu sayangnya, sampai-sampai ia tidak pernah mengijinkan orang lain melayaninya. Romo menganalogikan kisah ini dengan pelayanan Tuhan. Sering kali kita merasa tidak memerlukan bantuan orang lain. Seperti para murid yang menolak kakinya dibasuh. Tapi kita tidak pernah tahu, pelayanan orang lain mungkin menjadi pengalaman berharga yang menjadikannya bertumbuh. Karena cinta Tuhan mengalir lewat pelayanan itu, dan cinta itu membuatnya bertumbuh. Perayaan Jumat dilaksanakan pada jam 3 sore. Suasana panas di rumah retret tidak menghalangi umat untuk terus

40

edisi Mei 2009


edisi 78 Tahun 2009

seputar paroki

mengikuti misa. Dalam homilinya, Romo Tery mengingatkan, bahwa kita sering tertutup oleh kemarahan kita, mencela teman, saudara, orang yang kita cintai, hingga menghancurkan kepribadiannya. Sampai saat kita tersadar, yang tersisa di hati kita adalah penyesalan. “Salib�, demikian Romo Tery, “adalah perlakuan terburuk, celaan, hukuman terburuk yang tega dilakukan umat manusia terhadap sesamanya. Tuhan Yesus telah menanggung semuanya, agar umat manusia tersadar, dan menyesali perbuatannya. Dan penghormatan kepada salib yang kita lakukan, juga hendaknya m e n u n j u k k a n penyesalan kita.� Pada hari Sabtu Suci, Romo Terry berkotbah tentang Yesus yang bangkit dari maut. Yesus tidak bangkit bersih dari luka. Luka di tangan, kaki dan lambung Yesus tetap ada. Ini berarti, Kebangkitan Yesus tidak menghapus masa lalu, tetapi memperbaikinya. Misa di hari Sabtu Suci berjalan cukup lama. Pada awal misa, lampu di Rumah Retret Bethania dikurangi untuk melambangkan kegelapan yang ada sebelum kebangkitan kristus, dan di padamkan total sesaat sebelum Lilin paskah dinyalakan. Pada malam itu, tercatat juga dalam sejarah paroki Santo Fransiskus Xaverius Kuta, sebuah peristiwa penting, yakni peristiwa pembaptisan keluarga Cardinale,

yang terdiri dari bapak, ibu, satu anak lakilaki dan satu anak perempuan. Setelah pembabtisan mereka berganti baju warna putih untuk melambangkan bahwa dosa mereka telah dihapuskan dengan babtisan roh kudus, dan seluruh umat menyambut mereka dengan suka cita. Dan acara malam itu ditutup dengan pesta kecil dimana tiap orang berbagi penganan seperti kue, roti, lemper dan gorengan.**** (Liput: Eko -BICC, Foto: Malvin,Yovie, Seran)

edisi Mei 2009

41


seputar paroki

edisi 78 Tahun 2009

“Ya Tuhan.., inilah persembahan kami, hanya setetes embun dalam samudra” oleh : Ardhie Mudika FX

Pada awalnya sulit bagiku untuk membayangkan betapa hebatnya Tuhan kita menanggung penderitaan yang demikian ngeri dan sadis.Terkadang saya tak sanggup membuka mataku untuk menatap salib Yesus yang berdiri tegak dan kokoh dengan melihat Tuhan Yesus yang begantung lemah tak berdaya,penuh pasrah dan keyakinanNya bahwa segala sesuatu akan ada yang terbaik dibalik kesemuanya itu, yaitu umatNya diselamatkan dan Ia dimuliakan. Dilihat dari kacamata Imanku, mungkin aku adalah salah satu dari antara prajurit yang mencambuk, menendang dan bahkan meludahi wajah Yesus pada zaman ini, sehingga Yesus disalibkan. Bagaimana tidak,seringkali dalam perjalanan hidup saya merasa bahwa hanya penderitaanku sajalah yang paling berat dan bahkan selalu mencari kambing hitam untuk melemparkan kesalahan itu pada orang lain, sulit bagiku unutk meneladani Simon

42

edisi Mei 2009

dari Kirene yang turut memanggul Salib Yesus pada perjalanan Salib menuju Kalvari atau meneladani Bunda Maria yang dengan setia mengikuti Yesus dalam jalan salib menuju puncak Golgota tetapi kadang kabur di arah keruh aku malah lari dan mencari jalan pintas dengan mencari sesuatu yang tidak bermanfaat yang menambah luka lama Yesus kembali berdarah. Tapi……apakah aku harus terus berdiam??? Ah tidak. Aku harus bangkit dan berdiri. Aku mau mengikuti jejak Kristus.Ia Jatuh, bangkit, jatuh, bangkit, jatuh dan bangkit lagi….itulah yang ada dalam benakku. AKU MAU BANGKIT BERSAMA KRISTUS…… Berangkat dari keinginanku yang kuat untuk merasakan penderitaan Yesus pada Jalan Salib itu,aku mencoba menjadi Yesus pada zaman ini yang kami bawakan melalui dramatisasi pada Jumat Agung yang lalu. Kepada Suster Etha dan Oom


edisi 78 Tahun 2009 Wanto sebagai Sutradara,aku memberanikan diri meminta untuk menjadi Yesus sebagai Pemeran utama dan Suster Etha-pun meng-IYA-kan dan berkata”Oh bagus su to, taon ini kamu harus jadi Yesus, karena taon lalu kamu su jadi prajurit……”. Dengan demikian segala usaha dan tenaga kucoba mempersiapkan diri dengan bebagai macam cara melalui adorasi taize, Doa Koronka, Puasa dan bermati raga dan Pantang semua kulakukan satu demi satu setiap hari. Suatu hal yang membuat saya semakin termotivasi adalah support dari teman-teman di Mudika yang mendorong aku untuk terus maju dan tetap semangat aku sadar bahwa ini adalah hal yang sangat memacu semangatku unutk terus berjuang walau begitu banyak cobaan dan tantangan yang membuat langkahku tersendat tapi aku selalu berusaha untuk berpikir positif bahwa semua tantangan dan cobaan yang kuhadapi adalah kerikil kecil yang membuat kakiku geli dan langkahku menjinjit untuk lebih b e r h a t i - h a t i melangkah dalam memilih jalan yang tepat dan benar untuk mencapai batas yang Tuhan telah tetapkan bagiku. Bagiku, tahun ini merupakan tahun yang penuh berkat, karena Tuhan membiarkan segala sesuatu terjadi begitu saja dalam kehidupan saya,dan aku selalu merasakan penyertaanNya. Terbukti, sampai pada hari yang kutunggu-tunggu (Jumat Agung) aku benar-benar mempunyai kekuatan yang luar biasa, sehingga mulai dari perhentian pertama

seputar paroki kuterima begitu banyak cambukan dan siksaan yang belum pernah kurasakan saat latihan sebelumnya yang membuat langkahku terseok-seok. Perhentian demi perhentian siksaan dan cambukan semakin menjadi-jadi dan menghujan di punggungku, hingga pada perhentian ke Vl aku hampir menyerah karena tak kuat lagi menahan sakitnya cambukan dan kumpalan darah dari babi mentah yang tidak sengaja kutelan membuatku mual dan benar-benar hampir (maaf) muntah. Disitu kurasakan penyiksaan prajurit yang paling keji dan sadis….,namun lagilagi Kuasa Tuhan kembali terjadi karena pada saat itu dalam hati aku berkata ”Tuhan, semua ini kulakukan dengan setia, tapi tolong beri aku kekuatan sampai selesai tugas yang Engkau berikan ini… “Tiba-tiba dengan semangat 45 tenagaku kembali pulih seperti semula dan akupun dengan setia dan sabar m e l a n j u t k a n p e r h e n t i a n berikutnya, siksaan dan kekejian prajuritpun tidak putus sampai disitu, mereka juga menanggalkan Jubahku dengan paksa hingga aku sampai setengah telanjang, dalam hati aku berkata (busyeeeet…badan kerempeng di pamerin lagi,capek dech…) tak puas mereka melihat aku ditelanjang, mereka juga mencambuk badanku (sakiiiit buanget….!!!) dan yang terakhir mereka mengikat aku di salib. Pada saat di salib, sungguh aku merasa tak bisa bernafas lagi, tapi hembusan angin pagi meniup dan mengeringkan keringatku yang belumuran bercampurkan debu dan

edisi Mei 2009

43


seputar paroki

edisi 78 Tahun 2009 sementara(hehehe). Yosef sebagai Petrus membawaku ke Ruang Sekami dan begitu kusadar, aku melihat disekelilingku ada:Team P3K dari Klinic FX di antaranya ad: dr.Nathasa, Ibu Sonny, dan tidak ketinggalan juga Romo-ku tercinta Rm.Hady sambil menyuguhkan obat Betadine-nya(makasi atas perhatiannya Romo ya…,Obatnya TOKCEEERR buanget …hehehe)

darah babi mentah yang menempel di wajah dan tubuhku(Iiiiiiii…. Sangat menjijikkan…!!!). Saat itu pula dalam hati aku berkata Ya Tuhan…, terima kasih untuk saat yang paling indah ini, karena Engkau memberikanku waktu untuk merasakan sedikit dari penderitaan yang Engkau alami dulu. Tapi aku sadar ini adalah persembahanku yang paling kecil jika dibandingkan dengan kasih-MU, persembahanku ini bagaikan setetes embun dalam samudra. Tuhan terimalah persembahanku ini semoga persembahan ini berarti bagi Umat dan Gereja-MU. Terima kasih pula karena Engkau telah memakai aku sebagai AlatMu, semoga Engkau-pun tetap meneguhkan Iman dan Harapanku. Amin. Begitulah doaku saat aku di atas kayu salib. Tak terasa akupun diturunkan dari salib dan tanganku terasa mati…kepalaku begitu sakit dan punggungku kembali perih dan sampai akhirnya aku beneran mati dalam durasi 5 menit alias pingsan

44

edisi Mei 2009

Yeah,kami Mudika FX menyadari akan kelemahan dan kekurangan kami bahwa apa yang kami persembahkan masih jauh dari kesempurnaan karena kesempurnaan bukan milik kami tapi milik Tuhan, semoga segala kritik dan saran anda membangkitkan semangat kami untuk berusaha lebih baik lagi di tahun-tahun yang akan datang. Meskipun demikian kami tidak lupa berterima kasih kepada setiap orang yang dengan caranya masing-masing mendukung kelancaran acara ini khususnya Big Thanks kepada: 1. Pastor Paroki St.Fransiskus XaveriusKuta 2. DPP-Fransiskus Xaverius-Kuta 3. Bpk.Dewanto Anugroho(sutradara) 4. Sr.Marietha, RVM 5.Suster RVM & Suster Adolorata, Suster Katekis, Suster Brigit(Paduan suara) 6. Bpk.Sonny, Fr.Jimmy dan Audy (music) 7. Ibu Theresia Rias - Konsumsi ( buat pemain drama gak kelaparan Hehehe) 8. Panitia dan Pengurus Mudika FX (petugas banting Tulang) 9. Panitia Paskah 2009 (Thanks for your support) 10.Semua umat yang dengan caranya sendiri mendukung acara ini hingga berjalan dgn lancar. Akhirnya,tak ada kata yang terkata,tak ada tutur yang terluhur semoga di maafkan segala kesalahan dan kekurangannya. AMIIIIN FX YOUTH…!! KEEP ON FIRE….. you’re too good to be true………halleluya…

Jesus has Risen..!!! (foto : Bimo/Yovie/Malvin/Indra Video : Teddy)


edisi 78 Tahun 2009

seputar paroki

MISA KERAHIMAN ILAHI “Kalau tidak ada Santa Faustina, kalau tidak ada Paus Yohanes Paulus II, kita tidak akan mengetahui tentang Doa Koronka dan Misa Kerahiman Ilahi.”

Demikian Romo Hady membuka kotbah pada Misa Kerahiman Ilahi, tanggal 19 April 2009, tepat jam 15.00 wita. Romo Hady melanjutkan kotbahnya dengan menjelaskan arti ‘KERAHIMAN’ Rahim: bagian terdalam di mana seorang bayi dibesarkan dalam perut seorang ibu. Jadi ‘Kerahiman Ilahi’ menggambarkan KASIH ALLAH yang sangat amat mendalam, yang sulit dicerna dengan perasaan dan pikiran manusia. Di mana dalam janjinya kepada Santa Faustina, seorang suster sederhana dari Polandia, Tuhan Yesus berkata, “Walaupun Aku sudah menderita, wafat dan bangkit demi menyelamatkan umat manusia, masih saja banyak manusia terjatuh ke Neraka. Karena itu sebagai jaminan terakhir, buatlah Devosi ini, Devosi kerahiman Ilahi, di mana doa-doa Koronka yang didaraskan akan menyucikan setiap orang terutama pendosa berat yang berlari ke dalam pelukan Kerahiman Tuhan sebelum akhir hidupnya.” Devosi kerahiman Ilahi ini dimulai

dan dikembangkan sendiri oleh Paus Yohanes Paulus II, yang akhirnya juga menetapkan Suster Faustina menjadi Beata lalu sekarang telah menjadi Santa. Devosi lkerahiman Ilahi sendiri, dilakukan dengan memasang gambar Kerahiman Ilahi yang bertuliskan “Jesus I trusth to You”; Mendoakan Doa Koronka dan Misa Kerahiman setiap hari Minggu II Paskah. Biasanya Misa Kerahiman Ilahi dimulai dengan Novena Kerahiman Ilahi dengan berdoa Koronka, setiap jam 3 petang/ 15.00 wita sejak hari Jumat Agung, sampai dengan hari Minggu ke-2 Paskah ditutup dengan Misa. Umumnya orang mendoakan Doa Koronka pada jam 3 petang (15.00 wita). Tetapi dalam satu pesan-Nya kepada santa Faustina, Yesus tidak mewajibkan orang berdoa Koronka pada jam 3 petang, kecuali bila orang itu memang mempunyai waktu. Bila tidak dapat berdoa, cukup dengan menundukkan kepala sejenak dan mengucapkan kata penghiburan atau ungkapan cinta kepada Yesus. Kami mempunyai satu kesaksian tentang Gambar Kerahiman Ilahi yang menyelamatkan. Suatu hari teman saya seorang Hindu, masuk ke kamar saya dengan sedih hati karena sudah dua tahun nganggur, tidak mempunyai pekerjaan. Ketika melihat gambar Kerahiman Ilahi yang cukup besar di dinding kamar kost saya, ketika ia sendirian, Sastrawati,

edisi Mei 2009

45


seputar paroki teman saya itu berkata sambail memandang gambar itu, “Yesus!!! Emangnya yang beragama itu hanya Tina (Katolik) dan Chandra (Muslim)?? Lalu untuk apa setiap hari saya rajin ngebanten?? Apa gunanya?? Lebih baik saya mati saja!!” Lalu teman saya itu tibatiba ngantuk dan tertidur. Saya datang dan melihat dia terbangun dengan pucat pasi dan menenangkan dia. Saya merasa bahwa saat dia tertidur ada sebuah pelepasan yang dialaminya. Seminggu kemudian, teman saya, Sastrawati, datang dengan senyum mengembang di bibir. Katanya, “Eh, Tin, Tuhan Yesus itu emang penuh dengan kasih sayang. Buktinya Dia memberikan aku pekerjaan, tepat tanggal 14 Februari. Enggak rugi selama ini saya sangat menyukai lagu-lagu Natal dan beberapa lagu Kristiani..” waktu itu tahun 1999 atau 2000. Lalu ia menceritakan doanya seperti yang telah saya kisahkan

edisi 78 Tahun 2009 di atas. Sejak saat itu, teman saya selalu mendapatkan pekerjaan yang baik bagi dia dan keluarganya. Satu hal dia ceritakan lagi, bahwa ia merasa dibebaskan dari black magig yang dipasang orang di rumah mereka untuk menutup rejeki keluarganya. Itu salah satu kesaksian kami tentang keselamatan Gambar Kerahiman Ilahi bagi orang yang bukan Katolik. Apalagi bagi orang katolik yang memasang gambar dan mendoakan Koronka?? Tentu lebih besar upahnya. Sekarang ini di adorasi Abadi mulai digiatkan kembali Koronka bersama setiap hari jam 15.00 wita atau jam 3 sore. Dipimpin oleh Suster Etha, RVM atau Romo Hady. Bagi saudara-saudari yang sedang terbeban atau ingin berdevosi kepada Kerahiman Ilahi, bisa datang ke Ruang Adorasi Abadi setiap hari jam 3 sore. (narita; Foto oleh Melly)

Bagi yang membutuhkan bantuan doa, di depan pintu masuk Gereja FX telah disediakan kotak ujud doa untuk didoakan oleh para petugas adorasi (Adorer)

KESEMPATAN KERJA Perusahaan Outsourching membutuhkan Karyawan, Jujur, Kerja Keras, Ulet untuk Operasional. Syarat : Laki - laki, Max 25 th, Min SMU, Max DIII, SIM C lamaran ke HRD PT. Andalan Arthalestari Jl. Diponegoro 228 Denpasar - Bali (sebelah utara Masjid An’Nur) 46

edisi Mei 2009


edisi 78 Tahun 2009

seputar paroki

Paskah Bersama Para Imam & Biarawati Se-dekenat Bali Timur

Ada yang tidak biasa pada misa harian Senin sore, 27 April 2009 di gereja FX- Kuta. Tampak banyak imam dan suster yang duduk di bangku umat, juga anggota Cantata dengan kebaya putih rapi duduk di bangku koor. Tepat pukul 18.00 bergemalah lagu “Bumi Bersoraklah” mengiringi Bapa Uskup Silvester San,Pr bersama Rm Hady dan Rm Agus Keluli,SVD menuju altar. Ternyata, sore itu diadakan perayaan Paskah bersama para imam dan biarawati se-dekenat Bali Timur. Bapa Uskup mengawali homilinya dengan mengutip cerita dari buku ‘Burung Berkicau’-nya Anthony de Mello. Dikisahkan tentang Nasrudin yang sibuk mencari kuncinya yang hilang. Melihat kesibukan Nasrudin bertanyalah seseorang kepadanya sedang mencari apa? “kunci” jawab Nasrudin. “Dimana hilangnya?” tanya orang tsb. “Di rumah,” jawab Nasrudin “Kalau hilangnya di rumah, mengapa engkau mencarinya di luar rumah?” tanya orang itu keheranan “Karena di sini lebih terang,” jawab Nasrudin dengan enteng. Jelas, Nasrudin mencarinya di

tempat yang salah. Demikian pula dengan ‘orang banyak yang berbondong-bondong mencari Yesus’ di tempat yang salah seperti diuraikan dalam bacaan Injil. Motivasi mereka salah, mereka mencari Yesus untuk mewujudkan impian dan cita-cita mereka sendiri. Yesus kecewa dengan sikap orang banyak yang hanya memanfaatkan Dia, untuk mengenyangkan perut mereka. Padahal Yesus ingin mereka menyadari sesuatu yang lebih penting dari sekedar memenuhi kebutuhan perut saja. Yesus menghendaki kita menemukan ‘roti abadi’ yang diberikan Yesus yaitu ‘roti kehidupan’ berupa tubuh dan darahNya sendiri. Hendaknya kitapun tidak mengulangi kebodohan Nasrudin ataupun orang yang berbondong-bondong mencari Yesus di tempat yang salah. Jangan mencari keselamatan di luar Yesus. Keselamatan yang benar hanya ada pada Yesus, seperti yang diimani Stefanus dalam bacaan I. Stefanus rela mengorbankan nyawanya karena ia telah menemukan keselamatan dalam pribadi Yesus. Kiranya pertemuan kita dengan Kristus dalam ekaristi meningkatkan iman kita, sehingga kita mampu melaksanakan tugas perutusan yang kita emban yaitu menjadikan segala bangsa sebagai murid Yesus. Demikian pesan Bapa Uskup melalui homilinya. Perayaan Ekaristi yang dimeriahkan dengan lagu-lagu indah yang dibawakan dengan apik oleh Cantata, ditutup dengan ucapan terima kasih dari Bapa Uskup kepada Rm. Hady selaku romo paroki FXKuta yang telah menyediakan semua sarana sehingga perayaan paskah bersama dapat berlangsung dengan baik.

edisi Mei 2009

47


seputar paroki Suka cita malam itu tidak usai dengan berakhirnya perayaan Ekaristi. Suasana semakin hangat dan meriah sudah menanti di luar gereja. Bpk. Frans Hendrik selaku Ketua I DPP mengundang seluruh umat yang hadir untuk menikmati jamuan makan malam di halaman gereja. Rm. Kris Ratu,SVD selaku Deken Bali Timur (meliputi Denpasar, Kuta, Nusa Dua, Tegaljaya, Tuka, Gianyar, Klungkung) menyampaikan bahwa pertemuan para imam dan biarawati semacam ini rutin diadakan setiap 3-4 bulan sekali. Untuk tahun ini, pertemuan yang kedua diadakan bertepatan dengan perayaan Paskah dan giliran Paroki FX Kuta sebagai penyelenggara. Tujuan dari pertemuan semacam ini selain membicarakan tugas-tugas pastoral adalah untuk menjalin keakraban di antara para imam dan biarawati Deken Bali Timur. Dan yang lebih penting melalui pertemuan semacam ini mereka menemukan semangat baru untuk melayani Tuhan dan umat lebih baik lagi. Seluruh undangan yang hadir malam itu larut dalam gelak tawa ketika Uskup San, para imam dan suster didaulat mengikuti games-games seru, seperti lomba meniup balon dan membawa kelereng dengan sendok. Akhirnya usai sudah suka cita malam itu dengan doa penutup yang dibawakan oleh Rm. Yoseph Wora, SVD. Semoga suka cita malam itu memberi semangat baru bagi seluruh ‘Abdi Allah’ ini dalam tugas pelayanan di tengah umat. Amin! (Arijani-Foto:Teddy)

48

edisi Mei 2009

edisi 78 Tahun 2009


edisi 78 Tahun 2009

seputar paroki

PELAYANAN KESEHATAN GRATIS DI FX KUTA:

“ KAMI SANGAT TERBANTU “

Di jaman serba susah, ketika biaya hidup, termasuk biaya kesehatan mencekik leher, Klinik FX Kuta kembali mengadakan Pelayanan Kesehatan Gratis untuk membantu umat FX. Kegiatan ini diadakan pada hari Minggu, 26 April 2009 di ruang serba guna FX Kuta, setelah Misa pagi kedua. Kegiatan ini menyita perhatian dan disambut antusias semua umat, termasuk pastor paroki FX, Rm. Hubert Hady Setiawan, Pr, yang terlihat sibuk melakoni profesi barunya sebagai ‘fotografer dadakan’. Sekitar tujuh puluh tiga pasien dari

berbagai jenjang usia terdaftar dan harus berantri untuk mendapatkan pelayanan gratis oleh tujuh orang dokter, yaitu, dr. Nathasa, dr. Tita, dr. Candra, dr. Fredy, dr. Eva, dr. Jane dan dr. Regina. Para dokter sendiri dibantu oleh dua tenaga paramedis, Sr. Hilda, RVM dan perawat Josephine serta para ibu dari Sie PSE FX Kuta. Sebelum memasuki ruangan pemeriksaan, para pasien dan umat yang lain, disuguhi ‘soya milk’ yang nikmat dan sehat menyegarkan, yang diberikan secara cuma-cuma oleh ‘Mama Dia’, pabrik tahu dan soya milk yang tentu sudah tidak asing lagi bagi umat FX Kuta. Bapak Robertus, salah satu pasien, yang ditemui seusai mendapatkan pelayanan gratis, mengatakan bahwa dirinya sangat bersyukur dan berterima kasih atas pelayanan gratis yang diberikan para dokter. “Saya sangat berterima kasih atas pelayanan gratis yang diberikan para dokter. Harapan saya, semoga pelayanan seperti ini terus diadakan untuk membantu umat yang merasa kesulitan dengan biaya kesehatan yang semakin hari semakin tidak terjangkau. Kami sangat terbantu.” *** (Liput: Bung Seran, Foto: Agung)

edisi Mei 2009

49


seputar paroki

edisi 78 Tahun 2009

DONOR DARAH

Pengembangan Sosial Ekonomi atau yang sering disebut PSE- FX Kuta, pada pada pertengahan April 2009, mengadakan kembali aksi Donor Darah. Bekerja sama dengan PMI cabang Denpasar, PSE Rutin mengadakan aksi Donor Darah di Gereja, setiap dua bulan sekali. Selamat bagi umat yang rutin ikut mengumbangkan darah. Tentu sangat berguna darah Anda bagi yang membutuhkannya. Selain Donor Darah, bantuan kepada umat yang sakit, kekurangan pangan dan bahan pakaian tetap dilaksanakan.

Untuk bantuan dan kunjungan rutin bagi mereka yang sakit dan belum sembuh juga tetap dilaksanakan. Bagi yang sakit mendadak bila PSE mendapat informasi maka segera akan dibantu. Seperti yang terjadi dengan Regina Lende, anggota Mudika Paroki yang akrab disapa Relen, seminggu setelah Pesta Paskah tiba-tiba pingsan dan mengelurkan darah segar dari mulutnya. Seminggu di Rumah Sakit, dokter tidak menemukan jenis penyakit yang dideritanya, meskipun sakit itu membuat Relen hanya bisa menerima asupan makanan dari selang infus. Berkat doa yang terus dipanjatkan suster yang datang bersama PSE, saudara dan teman-teman, pak Viktor serta Romo lewat Misa, akhirnya pihak rumah sakit mengijinkan Relen pulang dan rawat jalan. Demikian kegiatan PSE di bulan April. Semoga selalu menjadi saluran berkat bagi mereka yang membutuhkan. Bagi umat yang ingin berbagi dengan sesama, baik berupa barang mau pun dana, silahkan menghubungi ketua PSE Paroki Kuta, IBU MARIA SOSILAWATI; 0361-8010909. (Sie Humas PSE)

Anda sakit ? Butuh konsultasi ?

Datang aja langsung ke

Klinik FX

(bertempat di basement Gereja FX) Kini buka Sabtu dan Minggu seusai misa. Info Telp. 50

0361 - 85 11223 / 311 6598 edisi Mei 2009


edisi 78 Tahun 2009

seputar paroki

MISA 1 MEI 2009 Misa dengan Banyak Perayaan & Intensi Misa Jumat Pertama, sekaligus pembukaan Bulan Maria ini dimulai tepat jam 18.00 wita dengan Doa Rosario bersama yang dipimpin petugas Misdinar. Dengan begitu umat memulai Doa Rosario setiap hari selama bulan Maria ini. Bagi yang jarang berdoa Rosario, mulailah berdoa Rosario penuh sehari sekali, bagi yang belum mampu satu putaran Rosario, baiklah doakan 10 kali Salam Maria dan bagi yang tidak mampu 10 kali Salam Maria, doakan 1 kali Bapa kami dan 3 kali Salam Maria. Semua tentu akan mendapat berkat sesuai kemampuan dan kebutuhan masing-masing. Begitulah kemurahan Tuhan bekerja. Selain Perayaan Jumat Pertama dan Pembukaan bulan Maria, ternyata hari ini kita merayakan juga Pesta Santo Yoseph pelindung para pekerja dan Ulang Tahun Gereja Baru yang ke-3 serta yang merasa istimewa juga hari itu saudara kami Adhi Kristiawan, Wartawan WartaFX berulang tahun ke-23. Misa berjalan seperti biasa dengan kotbah Romo Hady yang menekankan Injil hari itu, tentang pertobatan Rasul Paulus.

Semangat Paulus adalah semangat mencintai Injil Yesus Kristus. Rasul Paulus setelah bertobat melalui banyak penderitaan untuk menyebarkan Injil Yesus Kristus, bukan hanya kepada orang-orang pilihan, tetapi untuk bangsa-bangsa lain, termasuk kita yang percaya sekarang ini adalah hasil penginjilan Rasul Paulus. Sedangkan Santo Yoseph sebagai pelindung para pekerja dirayakan pula pestanya hari itu, di mana Organisasi Buruh Internasional menetapkan pula hari itu sebagai Hari Buruh, di mana para buruh atau pekerja lainnya boleh menyuarakan keinginan mereka untuk mendapat upah dan hak yang lebih pantas. Pesta Ulang tahun Gereja, yang jatuh pula di hari itu, perayaannya ditunda ke tanggal 9 dan 10 Mei. Dimulai dengan kegiatan bersama di pantai, lomba pada tanggal 09 Mei dan puncaknya hari Minggu 10 Mei jam 09.00 pagi Misa bersama Uskup dan kemudian acara ramah tamah serta tatap muka seluruh umat Paroki dengan Uskup setempat. (Nana)

Beberapa kegiatan pelayanan PSE

edisi Mei 2009

51


seputar paroki

TUGAS KALIAN BELUM

S

eperti biasanya, pada awal bulan, di gereja Santo Fransiskus Xaverius Kuta diadakan upacara pembaptisan bayi. Pada bulan ini, kegitan tersebut diadakan pada hari Minggu, tanggal 3 Mei 2009. Acara ini diadakan setelah misa ke tiga dan dipimpin sendiri oleh Romo paroki, Rm. Hubert Hady Setiawan, Pr. Acara diawali dengan pemanggilan nama calon baptisan baru oleh Sie Pewartaan FX Kuta, Bpk. Agus Laowo. Romo Hady, dalam Homily singkatnya, mengucapkan profisiat terimakasih kepada para orangtua dan wali baptis, yang telah menyerahkan anak-anaknya kepada Gereja untuk dibaptis. Menurut Romo, anak adalah anugerah dari Tuhan, yang mestinya diserahkan kembali kepada-Nya. Selanjutnya beliau mengingatkan para orangtua dan wali baptis, bahwa dengan pembaptisan, tidak berarti tugas orangtua telah selesai. “Tugas orangtua tidak berhenti pada pembaptisan. Tetapi sesungguhnya tugas anda baru dimulai. Tugas itu adalah mendampingi anak dengan doa dan teladan-teladan hidup�, kata Romo mengingatkan. Ibadat yang berlangsung hampir satu jam, dengan iringan organis cilik, Marcia dan Om Albert yang bertindak sebagai Song leader ini akhirnya ditutup dengan foto bersama keluarga dan Romo.*** (Liput: Bung Seran, Foto: Ferry)

52

edisi Mei 2009

edisi 78 Tahun 2009

SELESAI !!


kategorial

edisi 78 Tahun 2009

Mudika ‘Gila’ Benar kata orang, menjadi Pelayan memang harus siap menjadi “Orang Gila�. Demikian yang terjadi di Mudika. Menjadi Mudika harus mampu mempersiapkan diri dalam hal melayani baik di Paroki maupun di Mudika itu sendiri. Bagaimana tidak? Coba bayangin aja, anggota Mudika FX tergabung dari berbagai macam latar belakang yang berbeda diantaranya ada yang sebagai pekerja,mahasiswa dan ada beberapa yang masih SMU. Walaupun ada yang masih SMU tapi tak terlihat sedikitpun ada kesenjangan dalam pergaulan dan

dalam melakukan tugas-tugas yang harus dipertanggungjawabkan khususnya dari Gereja itu sendiri. Kami sangat menyadari akan kelemahan dan kekurangan dari setiap pribadi setiap anggota karena Tuhan telah menyatukan kami untuk menjadi satu keluarga yang mau menjadi PelayanNya. Tuhan memberi kami Hati agar mampu menyatukan Visi demi mencapai tujuan bersama. Memang terkadang ada terjadi perselisihan antara anggota, namun kami sangat menyadari bahwa utnuk mencapai tujuan memang harus melalui proses yang lumayan rumit. Dalam kaitannya dengan itu, sejak awal masa prapaskah, kami

sudah mulai mempersiapkan diri untuk menghadapi Paskah dan kami sangat menyadari dengan apa yang harus kami lakukan. Yang ada dalam benak kami adalah tugas utama kami unutk menjaga ketertiban di areal parkiran kendaraan maka kami wajib untuk menanganinya. Tapi dalam kenyataanya, kami juga dipercaya unutk menanggung koor pada malam paskah dan yang lebih beratnya lagi kami harus menghandle umat pada Hari Jumat Agung dengan melakukan Dramatisasi Jalan Salib menuju Gunung Kalvari. Kami sangat berkomitment untuk melakukan sejauh kemampuan kami, dengan langkah yang bertatih-tatih kami selalu berusaha memberikan yang terbaik dari diri kami sampai jauh malam sekalipun kami tak peduli yang terpenting bagi kami adalah kami mau memberi diri kami melalui apa yamg Tuhan telah percayakan kepada kami. Setiap sore sampai malam hari kami pasti sudah berada di areal gereja untuk berlatih, berlatih dan berlatih, baik itu latihan koor maupun Latihan Drama Jalan Salib. Dalam perjalanan kami, tak lupa pula kami selalu menyisihkan waktu kami untuk mampir di adorasi, disana kami mengalami jamahan Tuhan dan tidak sedikit dari kami yang tak tahan membendungkan air mata dan sampai akhirnya kamipun Menangis. Sungguh ironis memang, kami yang mempunyai banyak kekurangan, kelemahan tapi mau untuk bekerja sampai banting tulang, tak kenal lelah. ( Ardhie Mudika FX)

edisi Mei 2009 .

53


info keuskupan

edisi 78 Tahun 2009

SEMINARI TUKA 2010

“MENGAIS REMAH YANG JATUH KE KOLAM PANCING� Minggu 19 April 2009, Kolam Dangin Abianbase tampak dipadati banyak orang. Tua-muda, besarkecil laki-perempuan, ada juga datang berkeluarga. Sebagian besarnya datang dengan membawa peralatan mancing dan aneka umpan. Tak heran memang, karena Kolam Dangin Abianbase adalah salah satu kolam pancing yang sudah cukup dikenal oleh orangorang sekitar Tuka, Tangeb, Kapal dan sekitarnya dan yang selalu ramai dikunjungi orang. Namun pada hari itu kolam ini ramai dikunjungi lantaran ada perlombaan memancing yang dibuat oleh Seminari Roh Kudus Tuka. Sedikit berbeda dari hari-hari sebelumnya, Minggu itu mulai dari jalan masuk sudah dipenuhi spanduk Club Mild dan Nescafe, yang merupakan sponsor utama perlombaan memancing. Ternyata ada perlombaan memancing di kolam itu. Seminari Menengah Roh Kudus Tuka bekerjasama dengan pihak Kolam Pancing menyelenggarakan kegiatan lomba mancing yang dibuka untuk umum dan semua kalangan. Perlombaan yang mengikutsertakan 1.303 orang inisesuai jumlah kupon yang terjualdidukung oleh Bentoel yang menawarkan produk Club Mild dan Nescafe dengan produk Kopi Tubruknya sebagai sponsor utama dan juga sponsor-sponsor pendamping dari Asaparis, Jarum, ExtraJoss, Larutan kaki Tiga, Bali Hai, AIG life, Varis Swalayan,

54

edisi Mei 2009


edisi 78 Tahun 2009

info keuskupan

Denpasar mendapat kesempatan pertama untuk melemparkan mata pancing. Dengan ditemani Rm. Yosef (Vikjen Keuskupan Denpasar), Bapak Uskup selanjutnya ikut dalam barisan para peserta lomba di sepanjang bibir kolam, walaupun pada akhirnya tidak mendapat satu ekor pun. masing-masing tahapan Uskup San (tengah) bersama P a d a m a n c i n g tersebut, dibuat Rm. Vian (kiri) dan Rm. Deni (kanan) beberapa sesi. Sesi pertama, sebagai pemanasan, terlebih dahulu panitia melepaskan dua keranjang ikan. Setelah kurang lebih hampir satu jam, sesi kedua dibuka dengan pelepasan ikan-ikan berpita. Untuk sesi ini, pemancing yang berhasil menakap ikan berpita diberikan sebuah doorprise. Dan akhirnya pada sesi terakhir dilepaskan ikan master. Ikan master yang dilepas memiliki bobot mulai dari 1,5 Kg ke atas. Pemancing yang berhasil Kanisius, Madu Nusantara dan Artha Boga. menangkap ikan master terberatlah yang Perlombaan dimulai pada pkl. 10.00 dan akan menjadi juara dalam lomba pancing berakhir pada pkl.15.00 dengan dua tahap. ini. Hanya ada satu catatan yang harus Tahap pertama berlangsung dari jam diperhatikan oleh para peserta yaitu tidak 10.00-12.00 diselingi istirahat dan boleh dibantu oleh siapapun pada saat dilanjutkan dengan tahap kedua yang hendak mengangkat tangkapannya. berlangsung dari jam 13.00-15.00. Dari Kurang lebih 30 menit berselang penjualan kupon diketahui bahwa peserta setelah perlombaan tahap pertama dimulai lomba mancing ini berjumlah 1303 orang. hujan mengguyur para pemancing di Para peserta berlomba di 8 kolam pancing sekitar arena. Ada yang beranjak namun yang telah disediakan oleh panitia, masingada yang terpaku di tempatnya. Saat ikan masing dengan ukuran Âą 5 x 3 m. Sebagai master dilepaskan, para pemancing pembukaan, Mgr.Silvester San, Pr, Uskup sempat dibuat tegang. Apalagi ketika ikan

edisi Mei 2009

55


info keuskupan master yang sudah termakan umpan ditarik, hendak diangkat ke bibir kolam namun berhasil lolos jatuh lagi ke dalam kolam, semua penonton ikut memberikan sorakan. Kesempatan kedua kembali terulang hal yang sama, senar yang dipakai tidak kuat menarik ikan lele berbobot 1,6 Kg. tak lama berselang terdengar teriakan gembira dari para pemancing di kolam 3, ikan master telah termakan umpan. Dengan sedikit gugup, takut kalau-kalau talinya akan putus lagi, Bpk. Artawan, berusaha untuk menarik ikan berbobot di atas 1 Kg itu. Banyak orang mengelilingi ingin menyaksikan bagaimana “permainan” yang terjadi. Akhirnya ikan itu berhasil ditarik ke permukaan. Bapak Hartawan, keluar sebagai juara I pada lomba mancing tahap pertama dan mendapatkan hadiah sebesar 2,5 juta rupiah. Tahap kedua yang belangsung dari Pkl. 13.00-15.00 tidak kalah tegangnya. Ada beberapa pemancing yang terpaksa membeli lagi tiket, mungkin karena ingin memburu ikan masternya. Selain memancing ada juga perlombaan lain yang dibuat di sekitar daerah kolam untuk meramaikan suasana. Ada perlombaan Fotogenik dan Fashion Show untuk anak-anak dan remaja, ada juga aneka permainan lain. Panitia juga menyiapkan acara hiburan berupa Band dan akustik yang menghadirkan para seminaris dan mudika paroki Katedral, Babakan dan Tabanan. Tidak ketinggalan juga para suster RVM dan ibu-ibu panitia walaupun tidak ikut berlomba namun berpartisipasi dalam makananminuman ringan dan snack di sekitar kolam pancing itu. Rm. Deni Mary, Rektor Seminari, sekaligus inspirator kegiatan lomba mancing ini, dalam sapaan pembukaan sebelum perlombaan dimulai menyampaikan bahwa seluruh hasil dari perlombaan ini murni disumbangkan untuk pembangunan

56

edisi Mei 2009

edisi 78 Tahun 2009 seminari. Oleh karena itu Seminari tentunya sangat berterimakasih kepada semua pihak yang telah mendukung suksesnya kegiatan ini; kepada sponsor utama dan pendamping yang telah mendukung terlaksananya kegiatan ini dan juga kepada semua pihak yang telah dengan caranya masing-masing membantu menyukseskan kegiatan ini. Setelah dihitung, keuntungan bersih dari lomba pancing ini sebesar Rp. 114.200.000,- “Lumayan buat beli besi!” kata sang Rektor Seminari sumringah. Teringat kita semua bagaimana wajahnya tegang takut kuponnya tidak laku. “Hampir sebagian besar yang datang di ancara ini adalah orang non-Katolik!” katanya. “Artinya, mereka datang for the sake of fishing. Kalau yang Katolik? Hmm, hanya Tuhan yang tahu.” demikian mantan pastor Kuta itu berapi-api seperti biasa. (Fregan / foto : yovie)


edisi 78 Tahun 2009

english corner

PALM SUNDAY On Palm Sunday St. Fransiskus Xaverius Church Kuta had 3 Masses. One Mass on 4th Saturday evening 6pm, 2nd Mass on 5th Sunday at 9am & the last one in the evening 6pm English Mass. In each Mass there was blessing of the Palms. In the evening, the English Mass was celebrated By Fr. Terry. Father Blessed the Palms inside the church. The palms were provided to each one before the Mass. At 6pm started the Mass. Each one was holding the palms, standing in their own place in the church & the priest went around the church to bless the palms. After the blessing of the palms, priest entered the altar with procession, as the commemoration that Jesus entered Jerusalem with singing Hosannas. At the same time choir was singing hosanna & the people were welcoming the priest with palms & singing. After it Mass continued as usual till the 2nd reading. The Passion of our Lord Jesus Christ was red by the priest, the chosen ones, & also by the people. After it homily & rest of the Mass as usual.

CHRISM MASS OR PONTIFICAL MASS. 8TH APRIL This Mass, which the Bishop concelebrates with his Presbyterium and at which the oils are blessed, manifests the communion of the priests with their Bishop. In our Diocese we had the Chrism Mass on 8th April at 6.00pm in the Cathedral Roh Kudus. The Mass & the prayers were offered specially for the priests because it is the day of priesthood. The Choir was sung by the religious & also seminarians from Tuka. During the homily the Bishop asked his priests, to be ever faithful to their priestly promises & to be responsible in the service of God & the church. And also Bishop stressed the people to pray for their priests & for their Bishop. After the homily all the priests renewed their Commitment in publicly. Then comes the blessing of the Oils. The oils were brought in a solemn offertory procession such as oil of the sick, Oil of Catechumens & Oil of Chrism & placed on the table. Bishop blessed the Oils with their prayers & consecrated the Chrism. Then Continued the Mass as usual. After the Mass there was a small Agape. (Report by Sr. Iris)

edisi Mei 2009

57


english corner

edisi 78 Tahun 2009

Holy Week Reflections by Dismas Verladroit This fellow welcomes sinners and eats with them. Luke 15:1 would forgive me and welcome me back when, around dinner time, home seemed like a much better place than it was just a few hours earlier.

When the Pharisees complained of Jesus’ companionship with all sorts of low life, they provided a natural introduction for Him to share the parables of: the shepherd, who left his flock of ninety-nine sheep in search of the one missing; the woman who drops everything in search of one missing coin and the story of the prodigal son, welcomed back with joy to his Father’s home. This well known prodigal story tells of the son, who deserted his ancestral home and frittered away the gifts of a loving Father; only to finds himself literally standing in a pig’s sty, longing for the comforts of home and the love the Father he left behind. When I heard this story as a child, I saw it as a friendly reminder that if I really did decide to run away to join the circus or the merchant marines, my parents

58

edisi Mei 2009

The prodigal son story is retold during the Easter season and the passage of years now allows me to understand its true message of God’s standing invitation for us to journey back in faith to His Church. Similarly, I now have a richer adult understanding of the ceremonial beauty of the Holy Week stories: of the last supper, the desolation of Gethsemane, Christ’s trial, crucifixion and eventual resurrection – all reminding me of the welcoming embrace the Savior and the Church prepares for every prodigal, who rediscovers his or her faith. Holy Week for the Bali International Catholic Chaplaincy The crowded program of Holy Week worship services and the heavy demands for use of our beautiful main church, dictate that the English-speaking members of St. Francis Xavier parish must necessarily briefly decamp for three days to worship at the Betania Hall, located directly across the road behind the main church. As a result, Maundy Thursday, Good Friday and the Holy Saturday vigil services were held by necessity in the open, nonair-conditioned Betania hall. Following these three days “out back and across the road” we are eventually welcomed back


edisi 78 Tahun 2009

english corner

to the comforts of the main church for the 6 p.m. service Easter Day service. But no one’s really complaining about the less salubrious surroundings at Betania. In fact, our brief dislocation to a new location brought the added benefit of conscripting the services of many members of the BICC community to help prepare Betania for our three days of worship there. A sound system had to be secured and installed. The altar, lectern and various accoutrements from the second-floor chapel had to be relocated to the main level. Seating had to be brought out of storage, cleaned and set up before the altar for each day’s service. Electric fans were borrowed and pressed into service. Altar covers, decorations and flowers were prepared and donated; bowls, pitchers and towels secured for the washing of feet on Thursday. The choir was rehearsed; a makeshift baptismal fount prepared and decorated; the Paschal candle made ready - and, the new light, ceremonially lit during the Saturday vigil service, was engineered. Holy Week in our “temporary home” also enlisted the active participation of other members of our congregation, called upon to perform readings and recite sacred dialogues, retelling the stories of Christ’s Last Supper, trial, execution and burial. This spurt of “gotong royong” or “community service” involved many hands and served as a reminder of our membership in the family of Christ at St. Francis XavierKuta and the special bond of faith and fellowship we share within the sub-grouping of the BICC community. For me, this special bond came through loud and clear af-

ter the Saturday night service when we gathered at Betania to share cakes and soft drinks. Dalam Jesus, Kita Bersaudara Dalam Jesus, Kita Bersaudara Sekarang dan Selamanya Dalam Jesus, Kita Bersaudara The tale of the prodigal son, our shared task in preparing Betania as our temporary house of worship and the sacred progress of the events commemorated in Holy Week are parallel reminders of the love and affection our Church, its members and Our Holy Redeemer extend to each of us. The Easter Triduum retraces the road to redemption traveled by the prodigal son and the same road traveled by every catholic, who seeks reconciliation with God and the Church during the Paschal period. Maundy Thursday, the day Christ consecrated bread and wine at the Last Supper is the first Holy Mass. On the Thursday before Easter, Father Terry washed the feet of 12 members of the congregation, replicating God’s act of love and humility before his disciples. On that night long ago,

edisi Mei 2009

59


english corner

edisi 78 Tahun 2009 Saturday night: Claudia Sri, Mary Puteri and John Jeff – all of the Cardinale family. The Triduum repeats the invitation extended by God and His Church via the retelling of Holy Week’s events, a story we also retell every time we recite the Apostle’s Creed: I believe in God, the Father Almighty, Creator of Heaven and Earth And in Jesus Christ His only Son, Our Lord Who was conceived of the Holy Spirit Born of the Virgin Mary Suffered under Pontius Pilate Was crucified, died and was

Christ made his disciples’ priests; correctly warned them that as men their resolve was weak and that they would repeatedly fail and deny him; and renewed His eternal promised of a warm welcome “home” whenever we returned to him in contrition and faith. Good Friday is the one day of the year on which no Mass is celebrated in the Catholic Church. Jesus is dead. He lies dead in a tomb. The communion we receive on this day was consecrated the night before at our symbolic “last supper.” On this day, we, the worshippers at Betania, kissed Jesus’ feet on the Cross in humble homage of his selfless sacrifice, made for our sins. Holy Saturday is the day of vigil, awaiting the promise of redemption. This is the period the world lay in suspension, waiting for Jesus’ resurrection to open the closed gates of heaven. Filled with the coming promise of eternal life, we welcomed 3 new members of our family through the sacrament Baptism and Confirmation on

60

edisi Mei 2009

buried. On the third day, he rose again He ascended into Heaven and is seated at the right hand of God, the Father Almighty. He will come again to judge the living and the dead. I believe in the Holy Spirit, the Holy Catholic Church, the Communion of Saints, the forgiveness of sins, the resurrection of the body, and life everlasting. Amen. Following the celebration of the great Triduum – a sacred three-day journey of faith, the members of the Bali International Catholic Chaplaincy returned “home” on Easter Sunday afternoon to St. Francis Xavier Church, certain of the welcoming embrace that awaited us and renewed in our certainty that: This fellow welcomes sinners and eats with them Christ is Risen!

Alleluia!


edisi 78 Tahun 2009

padi seeds

‘What do you ask of God’s Church?’ by Father Terry

A few months ago, at the end of Sunday Mass, when I was saying goodbye to the people, a smartly dressed young woman came up to me and said, ‘Hello Father, do you remember me?’ I looked at her, puzzled for a moment, but then, as she smiled, I saw, in my mind’s eye, a young woman, dressed in prison clothes and standing at the door of the prison chapel in Bali, as I asked her, ‘What do you ask of God’s Church?’ She had answered, ‘Faith’ and I, then, signed her with the sign of the Cross and led her, hand in hand, into the small prison Chapel, while the other prisoners applauded and reached out to shake her hand to welcome her into the Church, which she could not see, because tears were pouring down her cheeks. Her journey, of course, had begun long before that day she stood at the chapel door and would continue long after she was baptised, but that day stands out in my mind as a vision of what the Holy Spirit was doing in her life – and also in ours. The Holy Spirit, who speaks so gently in our hearts, is urging us and leading us into friendship, into love, into community, where we can find the Lord – for God can only be found in friendship and community. The memory of those other prisoners smiling at her, applauding her, welcoming her as she joined them on their journey, remains with me as one of the most powerful visions of Church that I have. For we are not a community of perfect people; we are not even supposed to be a community of perfect people. We are a ‘Pilgrim People’, a raggle-taggle group of people, all with gifts of some sort, all with failings of one kind or another, but all with the same love of God, growing slowly in our hearts and lives. We are a people growing into one-ness with each other and so growing into one-ness with the Lord. Some years ago, my spiritual director, told me that my task is not to make myself one with the Lord, but “to make the decision”, under grace, that I want to be one with the Lord – it is then the Holy Spirit, who brings that about. It is so important to grasp this aspect of the spiritual life. We are moved by grace, moved by the Holy Spirit, not by our own will-power and not according to our own timetable. All that is required of me is to say, “Lord, I want to be one with you”. This is “making the decision” - the “making of the union” belongs to the Spirit. We so easily overlook this vital work of the Holy Spirit. However, once a year we do remember it - during the Pentecost Novena, which, this year, runs for nine days, from 21st May, to 30th May, the day before Pentecost Sunday. Each day should contain a prayer to the Holy Spirit, a prayer of decision, something like this: Come, Holy Spirit, fill the hearts of those who believe in you. Set fire to our hearts and lives with your love – for through us and with us – You renew the face of the earth. That young woman is now working in China – a new beginning. She was home on holiday and had come to church to thank me for having baptised her. She gave me two shirts as gifts – but I later discovered that both are a little too small. However, I keep them, firstly because of the hope that one day I will slim down enough to wear them, but more importantly, they remind me that in reaching out to others, that which is most important is not that I get the size right, but the love, which prompts the giving. Those shirts remind me of prison chapel doors and the journey we all are on.

edisi Mei 2009

61


english corner

edisi 78 Tahun 2009

MARY, THE GREAT

EVANGELISER Charity and mission exemplified in Mary’s visit to Elizabeth – reflection Mary, by her complete adherence to the father’s will, to his Son’s redemptive work, and to every prompting of the Holy Spirit, is the Church’s model of faith and charity. (cf. CCC 967). “In a wholly singular way she cooperated by her obedience, faith, hope, and burning charity in the Saviour’s work of restoring supernatural life of souls.” (CCC 968). Mary is the model of each of us, for just as she was filled with the Holy Spirit, so too are we. Like Mary, we too are called to mission and aharity with the same courage and selflessness, knowing that no difficulty is too great for God to overcome. So too are we to model Mary’s response to God, as we read in Luke 1:39-45,56. During those days Mary set out and travelled to the hill country in haste to a town of Judah, where she entered the house of Zechariah and greeted Elizabeth. When Elizabeth heard Mary’s greeting, the infant leaped in her womb, and Elizabeth, filled with the Holy Spirit, cried out in a loud voice and said, “Most blessed are you among women, and blessed is the fruit of your womb. And how does this happen to me, that the mother of my Lord should come to me? For at the moment the sound of your greeting reached my ears, the infant in my womb leaped for joy. Blessed are you who believed that what was spoken to you by the Lord would be fulfilled.” Mary remained with her about three months and then returned to her home. Luke tells us that Mary travelled to Elizabeth “in haste”, with boldness and purpose,

62

edisi Mei 2009

knowing that she bore the Son of God. Likewise, we are called to bring Jesus into the activity of life with a renewed sense of boldness and purpose. Mary went to Elizabeth for more than a holiday she went to share her dream, her vision of angels, her Good News – Gospel – of Jesus Christ in her own womb. And she went to help her elderly and pregnant cousin. Mission and charity were intimately connected in her. She preached God’s love by her own loving service. It is also written that Mary stayed with Elizabeth for three months, and so as we follow her model, we are to remember the importance of stillness and prayer accompanied with action – only by incorporating the ideas of action and contemplation together we will be able to sustain the mission to which God has called us. Notice too, that Elizabeth is not without her own gifts – the gift of John the Baptist who leapt for joy in the presence of Jesus and the gift of the Holy Spirit who filled her heart. In our own ministery, we bring our own gifts and we will undoubtedly encounter others who give back to us. Allowing others to serve us, just as we serve them, we will recognize, as Mary did, that we are to be joyful, humble, “Lowly” servants in God’s kingdom. From Mary’s example, we all learn that our love for Jesus and that love for others, especially the poor, are different dimensions of the same love, each needing the other in order to be true. Let us stay close to her, that our life may magnify the Lord as hers did. Mary Mother of mission, Pray for us. (From Text – Sr. Iris Bridgite)


edisi 78 Tahun 2009

I Shed Some A young couple was deliriously happy when a beautiful little girl was born. This young couple was unsaved, in fact they had somehow grown to hate anything and everything that had anything to do with God, and His Son Jesus Christ. Instead of doing as they should, and presenting the baby to the Lord for His blessing, they made a vow that the little girl, whom we shall call Melinda was never to be allowed exposure to anything that had anything to do with Christianity. Throughout her young girlhood she wasn’t allowed to go to Sunday School. If a preacher or soul winners from a local church visited their home, Melinda was sent to her room before the visitors were let in. Melinda’s parents and grandparents were well-to-do; and she had more toys and dolls than she could keep up with, and ate only the best of foods and wore the very best clothing money could buy. Her parents made sure of her secular and cultural training. She studied piano, voice, and ballet with the best teachers and instructors money could afford; but her parents were doing a very good job of keeping her away from learning anything about the Lord. One day Melinda’s mother was baking her husband a birthday cake, and she discovered that she lacked a certain ingredient. She called her beautiful nineyear old daughter and gave her some money and sent her to the store to purchase the ingredient. Her orders were that the girl should go straight down the street to the store, purchase the article and come straight home. Melinda, glad to be going out in the sunny spring day, skipped down the street, went into the store and purchased the article, and started back home. Melinda decided it might be fun to take a different route home. So she turned left at an intersection and walked up a back street. She knew that it would intersect a little farther up with the street that would lead to her home, so no harm could come of it. As she walked along, she began to hear

english corner

Blood For Him some pretty singing and music, and the farther she walked, the louder it became. Finally, she saw that the singing and music was coming from a big building just across the street from her. Melinda loved music and singing, and she possessed the natural curiosity of a nine-year-old, so she crossed the street and entered the building. Though she didn’t know it, this was a mission house, and inside was a goodly number of down-andouters: a cross section of the folks from the lower echelon of society; but many seated there had experienced the regenerating power of receiving Jesus Christ into their lives. Some were there, just fulfilling their obligation for having been given breakfast and perhaps some article of clothing. As Melinda shyly entered, they looked back and smiled at the beautiful little girl. She sat down in back, thinking she would stay just a little while and listen to the group on the podium singing such a beautiful song, but one she had never heard before. The group finished their song, and a pleasant-faced gentleman came to the podium and welcomed the assemblage. After a word of prayer, he began to preach. Melinda knew she should get up and hurry on home, but something seemed to hold her to her seat. The preacher was talking about who Jesus is, and the many compassionate miracles he performed, and finally describing his arrest, trial and cruel treatment by the Roman solders and King Herod Antipas’ guards; and finally his crucifixion. “At that very time of year when lambs were being sacrificed for a covering for sin, Jesus Christ became the Lamb of God; not to cover our sins, but to take them away. Jesus had never committed a sin as we have, but he took all our sins to the Cross, and was nailed there: shedding His precious blood to cleanse us from all sin and make us ready to go to Heaven.” The missionary preached on about why it was necessary for Christ to come down to earth and give His life on Calvary’s cross

edisi Mei 2009

63


english corner to pay our sin debt. Tears flowed from Melinda’s beautiful hazel eyes. The singing group came back to the podium to join the missionary, the piano started up, and they began to sing “There’s Room At the Cross For You.” After the first verse and chorus the missionary began the altar call with the group singing softly behind him. “Some of you have gone too long, living your life without Jesus and his wonderful gift of salvation,” he said. “Here at the mission house we have offered many of you gifts of food, shelter and articles of clothing. You accepted those gifts, and we’re glad; but a greater gift is being offered: the greatest gift ever offered to anyone. The free gift of salvation. And with that gift, another wonderful thing comes to pass: you are adopted into the family of God and become joint heirs with Christ.” Melinda found herself walking down the aisle to the altar in front of the podium. Her face was streaked with tears. A lady knelt beside Melinda and hugged her; then took her Bible and quietly explained how she could give her heart and life to Jesus and be saved. Melinda repeated the sinner’s prayer. There was “joy unspeakable and full of glory” in Melinda’s heart as she left the mission house. When she had started from home there was a warm sun shining, but now a cold rain was pouring down. Melinda knew she would be punished for being gone so long and worrying her parents. By the time she arrived home her pretty dress was drenched, and her blonde curls hung limp down the side of her face. She shivered. Melinda’s mother angrily jerked her around to face her, plying her with questions about where she had been so long. Her father came in with an expression on his face that scared Melinda. Finally, she spoke, “Mama - Daddy - I’m sorry I worried you by being gone so long, but I have something wonderful to tell you. I heard some pretty singing and music, and went inside a building. They told me all about Jesus dying on a cross. Mama Daddy; I gave my heart to Jesus and —— —” Melinda was interrupted by a loud anguished sound coming from deep in her father’s throat. He uttered blasphemous

64

edisi Mei 2009

edisi 78 Tahun 2009 profane exclamations, and became as a man possessed. Melinda had never seen her father like that. Then she saw him strip off his heavy belt and approach her. Melinda’s mother wept in loud cries as her husband beat her daughter until she fell to the floor, mercifully passing out. For two days Melinda was confined to her bedroom. The harsh beating had left not only bruises, but some lacerations. Her mother applied ointments and alcohol rub, saying very little; sometimes with tears in her eyes. The morning of the third day, Melinda awakened with a raging fever and raspy breathing. A doctor was summoned; his diagnosis being double pneumonia. These were the days before penicillin was available. Several medications were tried, but Melinda’s condition only worsened. The fever raged on; and Melinda moved in and out of consciousness; sometimes murmuring bits and pieces of the wonderful things she had heard at the mission. Her mother sat by her bed patting her forehead with a cold cloth. The doctor came by briefly, leaving the room sadly shaking his head. Just before dark Melinda sat up in bed and called for her mother. Her mother had lost a lot of sleep, and had dozed off when she was awakened by Melinda’s call. When she saw her sitting up in bed it gave her a happy start. She thought the fever had broke and there would be a chance for Melinda to recover after all. “Mama,” Melinda said softly. “Yes, sweetheart; I’m here.” “Mama, I want you to bring me the dress I was wearing that day.” “No honey,” her mother groaned. “You don’t want to see that thing. It was soiled and torn and had some bloodstains on it. I threw it in the trash.” “Please Mama, go and get it for me.” “But why, Melinda?” Her mother protested. Melinda’s father appeared in the doorway of the bedroom with guilt and grief written all over his haggard face. Melinda had lain back down again, closing her eyes. She hadn’t seen her father enter. She spoke softly, but loud enough for both parents to hear her final words on earth. “Mama, an angel came and told me I would be going to Heaven soon. I wanted to take the dress with me so I could show Jesus that I shed some blood for him. ”*** (True Story from text by Sr. Iris)


kalender liturgi

edisi 78 Tahun 2009

Kalender Liturgi I/B

Bulan Mei 2009 .

1

2

JUMAT Hari biasa pekan III paskah

SABTU Hari biasa pekan III Paskah

Kis. 9:1-20; Mzm. 117:1.2; Yoh. 6:52-59.

Kis. 9:31-42; Mzm. 116: 12-13.1415.16-17; Yoh. 6:60-69.

3

4

5

6

7

8

9

MINGGU Hari Minggu paskah IV (P)

SENIN Hari biasa Pekan IV Paskah

SELASA Hari biasa Pekan IV Paskah

RABU Hari biasa Pekan IV Paskah

KAMIS Hari biasa Pekan IV Paskah

JUMAT Hari biasa Pekan IV Paskah

SABTU Hari biasa Pekan IV Paskah

Kis. 11:19-26; Mzm. 87:1-3.4-5.6-7; Yoh. 10:22-30.

Kis. 12:24 – 13:5ª; Mzm. 67:2-3.5.6.8; Yoh. 12:44-50.

Kis. 13:13-25; Mzm. 89:2-3.2122.25.27; Yoh. 13:16-20.

Kis. 4 :8-12 ; Mzm. 118 :1.8-9.2123.26.28cd.19 ; 1Yoh. 3 ;1-2 ; Yoh.10 ;11-18.

Kis. 11:1-18; Mzm. 42;2-3; 43:3.4; Yoh. 10;1-10.

Kis. 13:26-33; Mzm. 2:6-7.8-9.1011; Yoh. 14:1-6.

Kis. 13:44-52;Mzm. 98:1.2-3ab.3cd-4; Yoh. 14:7-14.

10

11

12

13

14

15

16

MINGGU Hari Minggu paskah V (P)

SENIN Hari biasa Pekan V Paska

SELASA. Hari biasa Pekan V Paskah

RABU Hari biasa Pekan V Paskah

KAMIS Pesta S. Matias,Ras (M)

JUMAT Hari biasa Pekan V Paskah

SABTU Hari biasa Pekan V Paskah

Kis. 1 :15-17.2026 ; Mzm. 113 ;12.3-4.5-6.7-8 ; Yoh. 15 :9-17.

Kis. 15:22-31; Mzm. 57:8-9.10-12; Yoh. 15:12-17.

Kis. 9:26-31; Mzm. 22:26b27.28.30.31-32; 1Yoh. 3;18-24; Yoh. 15:1-8.

Kis. 14:5-18; Mzm. 115:1-2.34.15-16; Yoh. 14:21-26.

Kis. 14:19-28;Mzm. 145:10-11.1213ab.21; Yoh. 14:27-31ª.

Kis. 15:1-6; Mzm.122:1-2.34ª.4b-5; Yoh. 15:1-8.

Kis. 16:1-10; Mzm. 100:1-2.3.5: Yoh. 15:12-17.

17

18

19

20

21

22

23

MINGGU Hari Minggu paskah VI (P)

SENIN Hari biasa Pekan VI Paskah

SELASA Hari biasa Pekan VI Paskah

RABU Hari biasa Pekan VI Paskah

KAMIS Hari Raya Kenaikan Tuhan (P)

JUMAT Hari biasa Pekan VI Paskah

SABTU Hari biasa Pekan VI Paskah

Kis. 10:25-26.34-35.4448; Mzm. 98:1.2-3ab.3cd-4; 1Yoh. 4:7-10; Yoh. 15:9-17.

Kis. 16:11-15; Mzm. 149:1-2.3.56a.9b; Yoh. 15:26 – 16:4a.

Kis. 16;22-34; Mzm. 138: 1-2a.2bc3.7c-8; Yoh. 16:5-11

Kis. 17:15.22 – 18:1; Mzm. 148:1-2.1112ab.12c14a.14bcd; Yoh. 16:12-15.

Kis. 1:1-11; Mzm. 47:2-3.67.8-9; Ef. 1:17-23; Mrk. 16:15-20.

Kis. 18:9-18; Mzm. 47:2-3.4-5.6-7; Yoh. 16:20-23a.

Kis. 18:23-28; Mzm. 47: 2-3.8-9.10; Yoh. 16:23b-28.

24

25

26

27

28

29

30

MINNGU Hari Minggu paskah VII (P)

SENIN Hari biasa Pekan VII Paskah

SELASA Pw S. Filipus Neri, Im (P)

RABU Hari biasa Pekan VII Paskah

KAMIS Hari biasa Pekan VII Paskah

JUMAT Hari biasa Pekan VII Paskah

SABTU Hari biasa Pekan VII Paskah

Kis. 22:30; 23:611; Mzm. 16:12a.5.7-8.9-10.11; Yoh. 17:20-26.

Kis. 25:13-21; Mzm. 103:1-2.1112.19-21ab; Yoh. 21:15-19

Kis. 1:15-17.20a.20c-26; Mzm. 103:1-2.11-12.1920ab; 1Yoh. 4:11-16; Yoh. 17:11b-19.

31 MINGGU Hari Raya Pentakosta (M)

Kis. 19:1-8; Mzm. 68:2-3.45ac.6-7ab; Yoh. 16:29-33.

Kis. 20:17-27; Mzm. 68:10-11.2021; Yoh. 17:1-11a.

Kis. 20:28-38; Mzm. 68:2930.33-35a.35b36c; Yoh. 17:11b-19

Kis. 28:16-20.30-31; Mzm. 11:4.5.7; Yoh. 21:20-25.

Sumber : Penanggalan Liturgi KWI 2009 tahun B/I.; Sr. Iris.

Kis. 2:1-11; Mzm.104:1ab.24ac.29b c-30.31.34; Gal. 5:16-25; Yoh. 15:26-27; 16:1215.

edisi Mei 2009

65


kuis anak

edisi 78 Tahun 2009

KIRIM JAWABAN VIA SMS

A

B

C

D

E

Gambar diatas adalah gambar Peristiwa Mulia dalam Doa Rosario. Nah tugas kalian, urutkanlah gambar diatas sesuai dengan urutan Peristiwa Mulia dalam doa Rosario. Jawab : 1. .......... 2. ......... 3. ......... 4. ......... 5. ........ (isilah titik-titik dengan huruf diatas)

Silakan kirim jawaban via SMS ke no 0361- 794 6226 Ketik WFX 78, Nama : ___________ dan Jawaban

Hadiah @ RP.50.000 untuk 1 orang pemenang Pemenang diumumkan di WARTA FX EDISI 79/ 2009

QUIZ WFX 77 Jawaban Yang benar adalah : 12 TELUR PEMENANGNYA adalah Gita bening (08563814048). Silakan hubungi KAK TINA (0361) 7946226 untuk pengambilan hadiah 66

edisi Mei 2009


komik

edisi 78 Tahun 2009

PEOPLE OF THE MONTH

Silakan membawa WartaFX ini dan hubungi Sekretariat WartaFX (telp 794 6226) untuk mengambil bingkisan ‘ala kadarnya’.

edisi Mei 2009

67


cerbung

edisi 78 Tahun 2009

PEREMPUAN dan PADMA (2) Mentari baru condong sedikit ke barat. Dua sepeda motor besar meraung-raung memasuki gang. Bising dan memekakkan telinga. Keduanya berhenti di depan rumah nomor tiga belas. Lalu sambil tertawa lebar, kelima pengenderanya meloncat turun, dan tanpa ba bi bu, langsung menyerbu ke dalam rumah. “Hei Brendy… baru bangun kau rupanya”, kata salah satunya dalam logat Batak kental. “Bandit-bandit sialan, senangnya bangunin orang tidur”, kata yang disapa sambil mengucak matanya. “Di mana isteri kau Bran?”, tanya si Batak lagi. “Masa tamu tidak disuguhi kopi?”, sambungnya sambil membuang badannya ke atas bangku kayu berukir naga. Yang diajak bicara malah menyelonong ke dalam kamar sambil berkata, “Aku mandi sebentar ya”. Sementara dari arah belakang seorang perempuan muda membawa sebuah dulang dengan enam gelas berisi kopi. Wajahnya pucat dengan beberapa gambaran tangan pada beberapa bagiannya. Matanya lebam dan sayu. Semua orang yang melihatnya akan sependapat kalau perempuan itu kurang tidur, dan bahwa dari kedua kelopak mata itu telah bercucuran banyak air mata.

68

edisi Mei 2009

Entah sudah berapa banyak. Dan entah karena dan untuk siapa. Hanya perempuan itu yang tahu. Dia meletakkan bawaannya ke atas meja, lalu bergegas ke belakang. Sehingga ketika sang suami kembali ke depan, tak didapatinya lagi perempuan itu di sana. Perempuan itu baru kembali ke depan ketika alunan Trisandia menyusup ke telinganya lewak kisikkisik dapur rumahnya. Alunan suara pria yang membawakan untaian doa dalam bahasa Sanskerta ini mengalun indah, menyusup ke sudut-sudut hati setiap insan, yang lalu mengajak mereka untuk segera bersilasana dan bersimpuh di hadapan Syang Hiang Widhi Wasa, untuk memohonkan keselamatan. Alunan lagu surgawi yang juga memproklamirkan kepada jagat, bahwa senja telah berdaulat dan kegelapan malam segera merapat, menyelimuti jagat raya. Dan alunan Trisandia terakhir akhir itu menciptakan suasana hening, yang seolah menghantarkan setiap insan yang memahaminya, seperti perempuan itu, ke dalam alam doa, dimana ia boleh bersimpuh di depan Sang Pencipta. Perempuan itu telah siap ngebanten. Sebuah ameb (selempang) ungu telah


cerbung

edisi 78 Tahun 2009 melilit di pinggangnya. Dalam langkah ringan dan penuh pengharapan, ia ke luar sambil menenteng sebuah dulang berisi canang sari, dupa dan perlengkapan yang diperlukan untuk ngebanten. Dan di depan padma itu, ia bersimpuh dengan iman yang mantap untuk memohonkan ketabahan, keteguhan hati, kesabaran dan segala yang ia butuhkan untuk menghadapi cobaan yang sedang menimpa keluarganya dan untuk menantikan saat dimana sang suami kembali. Ia memohonkan perlindungan Sang Hyiang Widhi Wasa bagi sang suami, juga agar sang suami terketuk hatinya untuk kembali. Dan entah sampai kapan ia harus berharap dan menanti, hanya perempuan itu dan imannya yang bisa menjawab. Yang jelas, kegelapan malam telah melahap habis terangnya hari itu, dan seperti malam-malam sebelumnya dan mungkin malam setelah malam ini, perempuan itu akan terlempar lagi ke dalam kesendirian, kesunyian dan penantian yang panjang. Ia sadar akan itu. Maka setelah bersimpuh di depan padma sari, ia kembali sebentar ke dalam rumah, lalu kembali lagi ke sisi padma itu. Dan seperti malam-malam sebelumnya dan mungkin malam-malam setelah malam ini, ia kembali larut dalam penantian panjangnya. Penantian panjang di sisi padma, yang entah sampai kapan. Malam yang kian pekat dan dingin seolah mempertebal rasa pesimis di dalam hati perempuan itu. Tetapi ketegaran hati dan kokohnya pengharapannya akan membuat setiap orang yang melihatnya berdecak kagum. Bahwa perempuan di sisi padma itu adalah perempuan yang kuat dan setia, seperti Padma yang saban malam tetap kokoh melindungi perempuan itu dari terpaan angin malam yang dingin menusuk tulang. Ia tidak berubah oleh terikdan hujan. Ia tidak goyah oleh terpaan angin dan badai. Ia adalah PADMA, tempat perempuan itu menemukan perlindungan. Ia adalah PADMA, tempat perempuan itu berlari dan mencurahkan semua kegalauan dan

kegundahan di hatinya. Ia adalah PADMA, ibu yang sudah sejak lama dan sampai kapanpun setia merangkul anaknya dalam kasih keibuannya. Ialah PADMA, yang saban malam selalu menemani perempuan itu dan memberikan kepadanya harapan dan peneguhan, bahwa setelah malam yang pekat, akan terbit pagi yang cerah. Bahwa setelah kepahitan itu berlalu akan mengalirlah mata air suka cita, dimana susu dan madu berkelimpahan. Perempuan itu kembali menerawang. Jauh ke mulut gang. Menghitung setiap kendaraan yang masuk dan keluar gang. Senang sebentar ketika ada sorotan lampu kendaraan pada puncak padma, lalu harus membuang kembali kegembiraan itu ketika sorotan lampu itu berbalik haluan. Dan malam itu, seperti malam-malam sebelumnya, dan mungkin malam setelah malam ini, entah sudah berapa kali ia berdiri untuk duduk kembali. Tetapi suka cita itu tak kunjung jua datang. Hanya kegundahan dan kecemasan yang tersembul dari hati kewanitaannya. Hati yang berselimutkan cinta. Hati yang tak luluh oleh dinginnya angin malam. Hati yang tak menyusut sedikitpun oleh pukulan, tendangan dan caci maki sang suami. Hati yang didapatinya dari PADMA, ibunya. Ibu yang selalu melebarkan pangkuan dan rangkulannya untuk menyambut anaknya. Ibu yang selalu memahami dengan baik apa yang dibutuhkan dan diharapkan anaknya. Dan malam itu, seperti malam-malam sebelumnya, dan mungkin malam sesudahnya, ia telah merangkul sang anak dalam pangkuannya. Ia tidak membiarkan sang anak larut dalam kesendirian. Ia menemaninya dengan iman, harapan dan kasih yang berkelimpahan. Iman yang menguatkan hati anaknya, harapan yang membuatnya selalu setia menanti dan kasih tanpa batas, yang membuatnya tetap teguh menantikan ‘kembalinya’ sang suami. *** (Bung Seran) – Bersambung.

edisi Mei 2009

69


fresh

edisi 78 Tahun 2009

Apakah kebangkitan Kristus juga membawa “Kebangkitan Rohani”kita? Kristus memang sudah bangkit, kitab suci dengan jelas m e n g u r a i k a n kesaksian banyak orang di masa itu, bahkan Yesus telah menampakkan diri sebanyak 17 kali: 11 kali sebelum kenaikanNya dan 6 kali sesudah kenaikanNya ke surga. Salah satu diantaranya adalah kepada 2 orang murid dalam perjalanan menuju Emaus seperti ditulis dalam Luk 24:13-35. Adalah hal yang sangat manusiawi, jika para rasul dan murid-murid Yesus merasa ketakutan, tertekan, bingung setelah ditinggal Yesus. Padahal mereka dahulu sangat mengharapkan Yesus datang untuk membebaskan bangsa Israel (Luk 24:21). Hal yang sama sering kita alami dalam hidup ini. Kita merasa tertekan, stress, bingung mengambil keputusan, putus asa menghadapi berbagai persoalan yang datang silih berganti. Kita ‘lamban hati’ seperti kedua murid itu. Kita sibuk dengan persoalan kita sendiri tanpa menyadari kehadiran Yesus di setiap situasi yang kita hadapi. Kita hendaknya belajar seperti kedua murid yang setelah menyadari kehadiran

70

edisi Mei 2009

Yesus, ikut ‘bangkit rohani’ dan berani m e w a r t a k a n kebangkitan Yesus. Apakah kita setelah merayakan Paskah, berani meninggalkan ‘manusia lama’ dan menggantikannya dengan ‘Yesus yang hidup’ dalam kita? Kita dapat mewartakan kepada orang lain bahwa Yesus sungguh sudah bangkit, bila kita sendiri telah mengalami perjumpaan pribadi dengan Yesus, seperti yang dialami kedua murid itu. Sesungguhnya setiap saat kita berjumpa dengan Yesus secara pribadi, dalam ekaristi, dalam doa, dalam persekutuan doa dan dalam setiap peristiwa hidup kita. Tetapi apakah perjumpaan kita dengan Yesus, sudah ‘mengubah’ hidup kita? Seperti para rasul dan murid-murid Yesus, yang mengalami perubahan setelah perjumpaannya dengan Yesus. Mereka yang tadinya penuh ketakutan menjadi berkobar-kobar mewartakan kebangkitan Yesus dan kerajaan Allah. Paskah membawa makna, bila membawa perubahan dalam diri kita. Menjadi lebih baik, lebih berani, lebih setia kepada Yesus. Semoga! (Dari renungan yang dibawakan Rm.Vian dalam acara PD FX- arijani)


edisi 78 Tahun 2009

surat cinta ‘tuk Yesus

YESUS, TOLONG BERI AKU

HIDUP SEKALI LAGI… Selamat pagi Yesus yang baik…. Engkau adalah tempat curhat yang paling asyik buatku, karena Engkau tak pernah menghakimiku karena kesalahan dan kebodohanku, tak pernah tersinggung dengan bahasaku yang kadang kasar, yang kadang ngelunjak, tak pernah marah dengan complaint-complaintku dan tak pernah ember membocorkan rahasiaku ke orang lain …. Yesus, hari ini aku sedang Black out, aku serasa pengen pencet tombol Replay untuk mengulang kembali hidupku, seandainya Tuhan berkenan…please…ijinkan aku hidup sekali lagi setelah hidupku kali ini ya… Aku ingin me-replay hidupku dari awal lagi, Aku ingin lahir dan tumbuh lagi dengan tidak melewati jalan gelap yang terlanjur pernah aku lalui ini. Aku tak mau lagi tumbuh menjadi bocah kecil yang nakal dengan chasing manis, yang sering berulah jail menyebabkan banyak orang kesal dengan tingkahku itu. Aku tak mau kehilangan ayah ketika usiaku baru 20 tahun dan kemudian kehilangan ibu 7 tahun berikutnya sehingga aku harus tumbuh sendiri di”jalanan” karena semua itu membuat banyak hal yang aku putuskan dalam hidup ini terasa serba salah. Sesungguhnya aku masih butuh figure ayah yang bisa membimbing dan menopangku ketika aku jatuh. Aku juga masih butuh sosok ibu yang bisa membuatku damai ketika aku gelisah dan membuatku merasa aman dibawah “ketiak”nya ketika aku terancam. Aku pasti akan rela hidup dengan keterbatasan-keterbatasan yang memang

itu kehendakMU karena memang aku hanya manusia yang sudah seharusnya bergantung padaMU, tapi aku tak mau hidup dengan keterbatasan itu jika oleh karenanya aku harus menyusahkan orang lain. Aku yang dari kecil selalu diajari untuk disiplin dan selalu menepati janji apapun yang di-publikasi-kan oleh bibirku, tetapi pada kenyataannya karena beberapa kondisi buruk yang menimpaku sehingga sekarang membuat aku menjadi (seperti) orang yang tidak bisa dipercaya. Yesus…Engkau juga pasti tau impianku saat ini kan? Aku ingin hidup wajar bersama seseorang. Seseorang yang selama 6 bulan ini telah menjadi radioku, yang meng-entertaint-ku, yang selalu berusaha membuatku tersenyum disaat aku terpuruk, seseorang yang padanya aku serasa menemukan kembali orang-orang yang sudah tiada, seseorang yang membuatku merasa lebih hebat dari yang sesungguhnya. Yesus… yang jelas aku ingin memiliki hidup yang lebih baik dengan selalu berorientasi padaMU, lebih bersih dengan terbebas dari permasalahan yang memalukan atau yang merugikan orang lain atau yang menyakitkan, lebih indah dengan tergapainya impian-impianku. Yesus, pastinya semua ini hanya mimpi dan harapan, bukan berarti aku tidak mensyukuri apa yang selama ini telah aku terima dariMU… karya tanganMU sungguh hebat dan ajaib jadi aku tetap pengen kasih aku kesempatan hidup sekaliiiiiiii lagiiii……bisa yaaaa…… Very early morning April 16th 2009 Ilalang

edisi Mei 2009

71


kisah nyata

edisi 78 Tahun 2009

MENTARI NATHASA BAUMMAN Perbedaan Bangsa yang Memperkaya Diri Sebuah keluarga berlibur dari Swiss. Ingin merayakan Paskah di Bali. Keluarga Baumann (ayah Hans Baumann asli Swiss) dengan Ibu, Rita Trombine (Flores) dengan dua putri Mentari Nathasa dan Wulandari, masih sempat mengikuti Misa Bahasa Inggris, Minggu Palma di gereja FX Kuta. Rabu kelabu, sehari menjelang Kamis Putih, hal yang tidak terduga pun terjadi. Mbak Rita, akan menyebrangi jalan di depan Rumah Sakit BMIC. Sekitar jam 14.00 wita/ jam 2 siang, mbak Rita serta anak-anaknya menyetop kenderaan yang lewat dengan melambaikan tangannya. Kenderaan pada berhenti. Mentari dan Wulan pun segera menyeberang jalan lebar itu. Mentari, 15 tahun, berjalan lebih dahulu dengan kakikakinya yang jenjang. Tiba-tiba sebuah sepeda motor nyelonong, Wussssshhh!! ‘Hey!! hey!! Teriak sang pengemudi sambil berusaha mendorong Mentari ketika sepeda motornya melewati gadis belia itu, tetapi tak ayal, kena juga. Mentari jatuh berlumuran darah, sambil berteriak-teriak ‘Mamiii, mamiiii’. Mbak Rita berusaha membantu anaknya sambil harus memegang Wulan yang masih 10 th . Beberapa orang berusaha membantu Mentari dan membopongnya ke RS terdekat BMIC. Mentari pun segera mendapatkan pertolongan pertama. Beberapa orang yang bersimpati berhasil mengejar pengemudi motor itu sampai ke Bandara. Dengan rasa bersalah yang amat sangat pengemudi motor itu pun datang mengikuti proses

72

edisi Mei 2009

Mentari dan Wulan penyembuhan Mentari, mulai dari operasi sampai dirawat di Rumah sakit. Ternyata, sang pengemudi sedang terburu-buru mengejar pesawat hendak pulang ke Jakarta untuk Pemilu. Mbak Rita dengan bijak menolak bantuan pengemudi itu dan mengingatkannya agar lain kali memperhitungkan waktu dan lama perjalanan sehingga tidak harus ngebut dan mencelakai orang lain. Dan akhirnya keluarga ini harus merayakan Tri Hari Suci dan Paskah di Rumah Sakit. Keluarga Baumman berterima kasih kepada Gereja FX untuk kursi Roda yang dipinjamkan buat Mentari selama proses penyembuhan. Walau pun harus merayakan Paskah di Rumah sakit, Mentari yang awalnya sempat stress, tetap mau datang lagi ke Bali, bila liburan. Kami kagum dengan keluarga ini, karena walau pun tinggal di Swiss, anakanaknya Mentari dan Wulan tetap bangga sebagai orang Indonesia (Flores); dengan bahasa Indonesia yang cukup lancar,


edisi 78 Tahun 2009 anak-anak ini di Swiss termasuk anakanak yang aktif ke gereja dan bertugas sebagai Misdinar atau petugas liturgis lainnya dalam Misa setiap hari Minggu. Mentari, putri pertama, termasuk siswi berprestasi yang mendapatkan bea siswa dari pemerintah Swiss untuk bersekolah dan bekerja di salah satu Negara di mana ada Kedutaan Swiss di seluruh dunia. Dengan demikian Mentari mendapat kesempatan untuk magang di Negaranegara di Eropa sesuai dengan pilihannya. Selain prestasi akademiknya, salah satu yang membuat Mentari terpilih sebagai siswi yang mendapat beasiswa dari Kedutaan Swiss, adalah ketika diinterview, Mentari menceritakan tentang pengalaman realita yang dialaminya selama beberapa kali liburan ke Indonesia, khususnya Bali. Hampir setiap keadaan yang pernah dilihatnya, tidak terluput dari pengamatannya dan itu dituangkannya dalam essay spontan kepada pengujinya. Saat itu Mentari membandingkan kesejahteraan penduduk Indonesia dengan penduduk Swiss. Hal inilah yang melatarbelakangi Mentari bercita-cita menjadi politisi Internasional, dan bermimpi suatu saat ia juga bisa membawa aspirasi bangsa Indonesia ke dunia Internasional. Salah satu buktinya, setiap keluarga yang datang menjenguknya di Rumah Sakit, Mentari akan bertanya, “Sudah ikut pemilu caleg?” Kalau ada yang menjawab, “Belum”. Mentari akan menegur dan berkata, ‘Kalau tidak memberikan suaramu, jangan sampai kalau tidak puas dengan pemerintahan lalu protes.” Di usia yang belia, Mentari sudah paham tentang pentingnya memberikan suara dalam pemilu. Dengan menguasai 5 bahasa; bahasa Swiss, bahasa Prancis, bahasa Inggris, bahasa Indonesia dan bahasa Jerman, kita berharap semoga suatu hari Mentari mewakili Bali menjadi

kisah nyata Miss Indonesia sebelum menjadi politisi Internasional. Kami melihat peranan seorang ibu yang cukup kuat dalam pribadi Mentari dan Wulan yang tinggal di Eropa, tetapi tetap bangga sebagai orang Indonesia dan tetap taat ke gereja. Sebagai seorang Ibu Rumah tangga biasa, yang tinggal di negara orang, mbak Rita mampu menanamkan dalam diri putri-putrinya iman yang teguh dan adat ketimuran, tanpa membuat anak-anaknya tertinggal dalam hal pengetahuan di dunia Internasional. Bapak Hans Baumann, yang berkebangsaan Swiss, sangat menghargai sang Istri, mbak Rita Trombine. Di rumah mereka di Swiss, percakapan setiap hari menggunakan bahasa Indonesia, kecuali ada tamu. Jenis menu makanan yang disajikan setiap hari di rumah pun bervariasi antara makanan Indonesia dan Eropa. Jadi bagi kedua putrinya, Mentari dan Wulan, makan sayur bayam dan tempe tahu, adalah hal biasa. Gadis-gadis yang ingin punya suami Bule, belajarlah dari mami Rita Trombine, agar anak-anak tidak kehilangan jati diri Indonesia dan iman Katolik. Semoga tulisan ini bisa menjadi berkat. Amin! (Nana & Lulu)

edisi Mei 2009

73


fresh

edisi 78 Tahun 2009

Tradisi Tionghoa tentang Kematian dan Kehidupan Kekal dalam Perspektif Iman Katolik ( Fout! Bestandsnaam niet opgegeven. ) oleh: P. Agustinus Lie, CDD *

BAGIAN KE-2 3. Rahmat atau Bencana Terjadi pemahaman dualisme yang bertentangan. Di satu pihak dikatakan bahwa arwah-arwah perlu ditolong dengan persembahan- persembahan. Namun di lain pihak, orang Tionghoa berpikir bila arwah orangtua tidak disembahyangi, maka arwahnya akan menjadi hantu yang marah dan mengganggu keluarga yang masih hidup, bahkan mendatangkan bencana. Sebaliknya, bila arwah senang, maka keluarga akan merasa dilindungi dan diberkati. Seakan-akan arwah itu sendiri mempunyai kekuatan dan kuasa untuk mendatangkan berkat atau kutuk. Untuk itu, keluarga yang masih hidup harus berhati-hati memperlakukan arwah, terutama dalam upacara-upacara sembahyang. Banyak syarat yang harus dijalankan agar arwah menjadi tenang. Apalagi kalau ada anggota keluarga yang mendapatkan mimpi tentang keadaan orangtua atau leluhur yang menderita di alam yin . Dalam Perspektif Katolik, mendoakan arwah (perhatikan, bukan berdoa kepada arwah) muncul dari sikap cinta dan hormat kepada orang yang meninggal. Orang Katolik tidak berdoa karena takut arwah-arwah itu dapat mendatangkan bencana

74

edisi Mei 2009

atau rahmat. Rahmat hanya dari Allah untuk menolong manusia menjadi semakin dekat dengan-Nya dan membantu manusia mengatasi tantangan-tantangan hidup. Bila arwah sudah tidak berdaya terhadap diri mereka sendiri, bagaimana mungkin mereka bisa mengganggu manusia yang hidup? Kepercayaan akan mimpi justru akan semakin menjerumuskan orang Katolik kepada tahyul. Apalagi sampai karena mimpi, iman orang menjadi terganggu dan goyah sehingga mulai tergoda untuk memberikan persembahanpersembahan kepada arwah. Justru di sini bisa dipertanyakan apakah setan bekerja untuk menjerumuskan kita sehingga melanggar perintah pertama dari dekalog (10 Perintah Allah).


fresh

edisi 78 Tahun 2009 4. Jasa atau Teladan Tokoh Kerapkali dalam kehidupan ini ada orang-orang yang begitu menonjol keutamaan hidup atau ajarannya. Sebut saja Konfusius, yang ajarannya menjadi inti tradisi masyarakat Tionghua. Maka jasajasa dan teladannya selalu dikenang. Pelbagai tokoh dari pelbagai jaman juga selalu dikenang dan dihormati. Pelbagai cerita rakyat, yang kemudian berubah menjadi pesta rakyat, dikenangkan dengan pelbagai cara. Banyak kisah kepahlawanan, kesetiaan, keadilan, kejujuran, dan segala macam kualitas yang baik dari tokoh diwariskan turun temurun dalam pelbagai simbol. Misalnya kisah Jie Zi Dui (600 SM) dari Kerajaan Jin, atau Yue Fei dari Dinasti Song Selatan (1103-1142). Kadangkala penghormatan berkembang hingga berlebihan, sehingga terjadi bias dari meneladan dan menghormati jasa-jasa menjadi penyembahan kepada pribadi orang tersebut. Sebutlah Guanyu (Kuang Kong) yang banyak disembah di klentengklenteng. Hal ini muncul dari sikap masyarakat Tionghua sendiri yang masih sangat kuat dipengaruhi oleh paham animistik. Dalam Perspektif Katolik, mengenangkan jasa orang yang sudah meninggal, terutama para pengaku iman dan martir, merupakan sikap yang sangat terpuji. Bahkan penggunaan nama-nama mereka sebagai santo / santa pelindung sangat dianjurkan dan menjadi tradisi Gereja. Santo / santa menjadi teladan dalam beriman kepada Kristus. Kendati menghadapi banyak kesulitan dalam hidup, mereka tetap teguh dan menjadikan Allah sebagai fokus hidup mereka. Kekudusan yang mereka capai bukanlah hasil usaha mereka, melainkan karena rahmat Allah, dan mereka berjuang untuk menjadikan Allah sebagai harta terindah dalam hidupnya. Maka para kudus menjadi dorongan bagi umat Kristiani untuk bertumbuh dalam panggilan yang didapat melalui Sakramen Baptis. PENUTUP Besarnya penghormatan masyarakat

Tionghoa terhadap para leluhur tercermin dalam banyak hal. Pertama-tama tentunya sikap bakti kepada orangtua atau leluhur. Sikap inilah yang kemudian berkembang di mana-mana. Karena kurangnya discretio (pembedaan, pemahaman) dari masyarakat Tionghua sendiri, dan rancu dengan pemikiran yang keliru terutama karena pengaruh pandangan animistik, maka bakti kepada orangtua dan leluhur berkembang menjadi kecenderungan menyembah dan berdoa seperti kepada roh-roh dan berhala. Tidak jarang umat Kristiani ikut mengkonfirmasi bahwa “penyembahan” yang dilakukan kepada leluhur sungguh ada hasilnya, misalnya mendapat mimpi arwah leluhur yang menderita, dan sesudah mengadakan upacara, mereka mendapat mimpi lagi bahwa arwah sudah senang. Pikiran ini sebenarnya masih pikiran yang terikat kepada kebiasaan lama yang tidak Kristiani, masih terbelenggu, diperbudak oleh masa lalu yang belum mengenal Yesus Kristus. Padahal umat kristiani sudah “dimerdekakan dari perbudakan kebinasaan dan masuk ke dalam kemerdekaan kemuliaan anak-anak Allah” (Roma 8:21). Selain itu, Rasul Paulus mengajar kita untuk melihat Yesus Kristus sebagai pusat seluruh hidup dan pengenalan kita. Apakah kita mampu berkata seperti Paulus, “ Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia daripada semuanya. Oleh karena Dia-lah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus” (Filipi 3:8). BEBERAPA PERTANYAAN YANG SERING MUNCUL 1. Bolehkah makan makanan persembahan? Makan atau tidak makan sama saja, karena berhala-berhala tidak ada (Mzm 115:4-8; 1Kor 8:4). Makanan tersebut tidak membuat kita lebih baik atau lebih buruk. Jadi, bagaimana sebaiknya sikap kita? Saya menganjurkan untuk tidak makan terutama jika ada bahaya menjadi batu sandungan bagi orang lain; selain itu tidak

edisi Mei 2009

75


fresh

edisi 78 Tahun 2009

makan makanan persembahan merupakan suatu ungkapan komitmen kita untuk mengamalkan hidup Kristiani. Namun demikian, jika ada situasi yang tidak bisa dihindari, keputusan ada di tangan kita masing-masing apakah memakannya atau tidak ; dan kalau kita makan pun kita tidak berdosa. 2. Bolehkah menggunakan hio? Ada tiga manfaat hio: sebagai alat sembahyang, pengharum ruangan, dan pengukur waktu. Boleh tidaknya menggunakan hio tergantung dari intensi kita dalam menggunakan hio. Berhadapan dengan leluhur: apakah kita mempergunakan hio sebagai ungkapan hormat; ataukah kita mempergunakannya sebagai wujud pengakuan bahwa mereka mempunyai kuasa. Kita tidak mempergunakan hio untuk menyembah berhala.

3. Bolehkah mendirikan meja abu atau altar keluarga? Kita mempunyai meja abu atau altar keluarga dengan papan nama leluhur warisan dari orangtua. Jika kita membuangnya, kita takut dianggap tidak berbakti kepada leluhur, takut mengundang bencana, sebab itu kita masih merawat dan terkadang masih menempatkan persembahan di sana . Bagaimanakah seharusnya sikap kita sebagai seorang Kristiani? Kita mengubah meja abu atau altar keluarga menjadi Altar Keluarga Kudus dengan menempatkan patung Tuhan Yesus, Santa Maria dan Santo Yosef. Papan nama leluhur diganti dengan foto leluhur yang dapat ditempatkan dekat bendabenda devosionalia. (selesai). * P. Agustinus Lie, CDD adalah dosen Sekolah Tinggi Filsafat dan Theologi, Malang . (arijani)

PENJOR TOURS

76

edisi Mei 2009


fresh

edisi 78 Tahun 2009

Santa Maria dari Guadalupe (1) Kisah penampakan Maria dan tilma Guadalupe Pada bulan Mei 2008, Romo Hady mendampingi para peziarah yang berangkat ke Mexico. Tujuan utama ziarah adalah Gereja Guadalupe yang terkenal dengan lukisan asli Bunda Maria di atas kain tenun orang Indian (Tilma). Sepulangnya dari Mexico Romo Hady membawakan oleh-oleh teks kisah penampakan Bunda Maria Guadalupe bersama hasil penelitian terhadap kain tilma tersebut. Untuk menghormati kesucian Bunda Maria, mulai bulan ini kami turunkan terjemahan teks tersebut oleh Suster Hilda yang kami urutkan sesuai kisah kejadiannya. Pada dini hari mengunjungi tanggal 9 rumah pamannya Desember 1531, untuk mengurusi sehari setelah pamannya dan pesta Immaculate menengok tanaman Conception / Maria di kebun Yang Dikandung pamannya. Tetapi Tanpa Noda, di pada hari Sabtu suatu tanah luas di yang dingin itu, sebelah utara kota Juan Bernardino Meksiko, seorang tidak melihat sedang berjalan keponakannya sendirian menuju datang. Juan Diego Misa pagi. Juan Ditelah meninggalkan ego adalah seorang desanya pagi-pagi pria berumur 57 sekali untuk tahun dari suku Azmenghadiri Misa tec yang telah pagi dalam dibaptis, yang memperingati nama aslinya Bunda Maria. adalah Elang Gerejanya terletak Bernyanyi. di desa Tlaltelolco Dia tinggal 8 kidan para Romo di lometer di luar kota sana selalu Meksiko, di menekankan kampung Tolpetlac. pentingnya untuk Juan tinggal datang ke Misa Kusendirian, tetapi dia dus. Sebelum sangat dekat dimulai Misa, para dengan pamannya Romo biasanya yang sangat memanggil satudikasihinya. persatu namaPamannya tersebut, nama orang yang Juan Bernardino, sudah dibaptis telah menjadi figur sebelum Misa Kudus dimulai. Ketika ayah baginya selama ini, dan dia telah tua berlari-lari melewati perbukitan seperti renta. Sekarang giliran Juan Diego untuk biasanya, Juan Diego menghentikan menjaganya. Setiap hari Juan Diego akan langkahnya tiba-tiba karena mendengar

edisi Mei 2009

77


fresh

edisi 78 Tahun 2009

suara yang diduganya adalah suara burung. Ini sangat membuatnya terheranheran karena pada bulan sekian, semestinya semua burung-burung sudah bermigrasi ke wilayah yang lebih hangat. Agaknya suara kicauan itu begitu tajam dan mengejutkan... Sesuatu yang tidak dapat diabaikan. Serentetan nada yang serasi datang dari bukit kecil yang tandus yang disebut Tepeyac di mana dulunya di sana berdiri suatu kuil bagi Bunda Dewi yang dipuja oleh suku Aztec. Sekonyongkonyong suara musik itu berhenti diisi dengan keheningan, lantas terdengar suara seorang wanita yang memanggilm a n g g i l n a m a n y a : “Juan! Juan Diego! Juanito! Juan Dieguito!” Siapa pun orangnya, panggilan itu membuatnya s a n g a t terdorong untuk m e n e m u i orangnya. Dia berlari ke puncak bukit dan baru setibanya dia di sana dia melihat sesuatu. Seorang gadis Meksiko muda yang berusia sekitar 14 tahun dengan kilauan keemasan yang terpancar dari sekujur tubuhnya dari kepala sampai ke kaki. Segala pancaindera Juan Diego terliputi seolah dunia telah menghilang dan yang ada hanyalah penglihatan akan gadis muda yang sangat cantik dan suaranya. Gadis itu berbicara kepadanya dalam bahasa asli Aztec: “Nopiltzin, campa tiauh?” Demikian gadis itu berkata “Juan, anakku yang mungil, hendak ke mana engkau pergi?” Juan menjawab, “Bunda dan Puteri, aku sedang bergegas ke Tlaltelolco untuk menghadiri Misa Kudus dan mendengarkan Injil.”Wanita itu lantas berkata: “Puteraku yang baik, aku mengasihimu. Aku ingin engkau tahu siapa aku. Aku adalah Maria Perawan Abadi, Bunda Allah sejati yang

78

edisi Mei 2009

memberi hidup dan memeliharanya. Dia menciptakan segala hal. Dia ada di segala tempat. Dia adalah Tuhan dari langit dan bumi. Aku menginginkan sebuah teocali (=kuil atau gereja) di tempat ini di mana aku akan menunjukkan belahkasihku kepada kaummu dan kepada semua orang yang dengan tulus hati meminta pertolonganku dalam kerja dan kesulitan mereka. Di sini, aku akan melihat air mata mereka. Aku akan menghibur mereka dan mereka akan merasakan kedamaian. Oleh karena itu sekarang pergilah ke Tenochtitlan (= sekarang adalah kota Meksiko) dan katakan kepada Bapa Uskup semua yang telah kamu lihat dan dengarkan.” J u a n menjatuhkan diri berlutut keraskeras di atas batu cadas ketika sang P e r a w a n mengatakan kepadanya siapa dirinya, akan tetapi meski demikian dia tidak merasakan sakit sedikitpun. Dia menyungkurkan dirinya di kaki Bunda Maria dan menjawab: “Bunda yang mulia, aku akan melakukan apapun yang engkau titahkan kepadaku!” Maka berangkatlah dia. Sembari berlari-lari menuruni bukit, terpikirkan olehnya bahwa apa yang diminta oleh Bunda Maria bukanlah suatu perkara kecil. Pertama-tama jarak yang ditempuh sekitar 8 kilometer cukup melelahkan bagi seorang yang sudah berusia 57 tahun. Selain itu, terpikirkan juga apa yang mungkin akan dilakukan oleh para tentara dan tukang pukul Spanyol yang melihat dirinya orang miskin yang hina dina yang berani datang ke kota besar. Ditambah lagi masalah mencari tempat tinggal sang Uskup, karena dia

bersambung ke hal. 81


fresh

edisi 78 Tahun 2009

Mengapa Saya Berpindah Ke Katolik ? ( Bagian 13 ) Jelas, sebelum imam memberikan pengampunan dosa, imam itu harus mendengar pengakuan mereka. Hal itu diisyaratkan di dalam kuasa untuk mengampuni yang dilimpahkan oleh Yesus. Sebagai seorang Evangelis pada waktu itu, saya sungguh salah mengerti pengakuan. Sekarang pergi pengakuan kira-kira dua kali sebulan. Bapa pengakuan saya mendengarkan ribuan pengakuan setiap tahun. Ia tidak menginginkan nama maupun detail-detail seseorang. Saya tetap dapat menjadi anonym jika saya menghendakinya. Setahu saya tidak seorang pun imam menikmati mendengar pengakuan-pengakuan. Itu pekerjaan yang berat. Para imam melakukan hal itu untuk membantu orang dan untuk menaati Allah. Tidak seorang pun imam mengklaim mengampuni dosa atas kuasanya sendiri. Ia mewakili Kristus; jadi Yesuslah yang berada di sana. Orang Katolik sungguh percaya akan tubuh mistik Kristus (Yesus menunjukkan hal itu dan Paulus secara tegas mengajarkan hal itu); mereka dapat mengatakan bahwa dalam mengampuni kita, Yesus menggunakan satu bagian dari tubuhnya – pita suara imam tersebut. Berdasarkan kekuasaan yang diberikan kepada pemimpin-pemimpin Gereja, yang dicatat di dalam bacaan di atas, suara Kristuslah yang kita dengar mengampuni kita dalam Sakramen Tobat. Sebagai anggota Gereja, kamu dan saya sesungguhnya bagian dari tubuh mistik Kristus di dunia. Ketika kita melakukan sesuatu untuk Kristus di dalam pelayanan– Nya sebagaimana diperintahkan-Nya, sesungguhnya Kristus sendirilah yang melakukan itu. Dengan demikian, Kristuslah, di dalam tubuh mistik-Nya, yang mengampuni dalam pengakuan. Saat saya mengerti bahwa Sakramen

Tobat berakar dan berdasar pada doktrin tentang tubuh mistik Kristus, saya jatuh cinta padanya. Sekarang menjadi begitu mudah memahami perintah Yakobus: “Hendaklah kamu saling mengaku dosamu”(Yak 5:16). Ada keinginan dasariah dari kita untuk mendengar katakata pengampunan ketika kita telah berbuat salah kepada seseorang yang kita kasihi. Colleen dan saya selalu mengatakan “saya memaafkanmu” setelah terjadi suatu percekcokan. Dosa sungguhnya suatu pemberontakan melawan Allah yang dicintai oleh setiap orang Kristen. Di dalam Sakramen Tobat, saya dengan sangat jujur mengakui dosadosa saya kepada Allah, dan saya mendengar pengampunan dari Kristus. Mengaku kepada seorang imam menguatkan saya, menjernihkan suara hati saya, dan membantu saya untuk mengasihi Allah dengan hati yang baru. Bagi mereka yang ragu-ragu, saya ingin memperdengarkan kepada mereka sebuah pepatah dari masa remaja saya: “Jika kamu belum pernah mencobanya, jangan mengecamnya”. Mungkin saya harus mengatakan bahwa dalam pikiran orang Evangelis, Gereja Katolik melakukan skandal karena membiarkan orang-orang yang kurang sempurna tetap berada dalam Gereja. Semenjak penganiayaan yang dialami Gereja purba, orang-orang Kristen telah berdebat mengenai berapa banyak pengampunan yang harus diberikan kepada orang berdosa. Namun, Yesus mengajarkan para murid-Nya bahwa orang-orang yang beriman palsu akan selalu menjadi bagian dari Gereja sejati-Nya. Di dalam perumpamaan gandum dan lalang serta jala dan ikan, Yesus secara jelas mengatakan kepada para pemimpin Gereja-Nya bahwa akan selalu ada orang

edisi Mei 2009

79


fresh

edisi 78 Tahun 2009

Kristen palsu. Penting memperhatikan bagaimana kita menangani “lalang� ini di dalam Gereja. Yesus memerintahkan kita untuk membiarkan mereka di dalam Gereja, dan membiarkan Dia yang memisahkan mereka. Membuang setiap lalang atau setiap ikan yang jelek bukan kewajiban Gereja (Mat 13:24-30, 47-52). Ajaran ini sulit bagi para Evangelis karena kesukaan mereka akan organisasi yang murni. Gereja Katolik mendapat banyak kecaman karena kesediaannya untuk memberikan pengampunan, namun ia tetap setia terhadap hal ini sesuai dengan ajaran Penyelamat kita. Orang Katolik mengaku dosa mereka setiap kali mereka berpartisipasi dalam perayaan Ekaristi. Para imam tidak memiliki kekuasaan mengampuni terpisah dari uskupnya. Dengan berkembangnya Gereja, tidak mungkin lagi bagi uskup untuk merayakan Ekaristi dan mendegarkan pengakuanpengakuan setiap orang secara pribadi. Para imam ditahbiskan untuk membantu uskup. Mereka hanya mempunyai kewajiban-kewajiban yang diberikan uskup kepada mereka. Saya pernah meminta nasihat pada seorang imam. Saya sangat terkejut ketika ia mengatakan kepada saya bahwa ia tidak akan pernah mengatakan kepada siapa pun mengenai masturbasi, aborsi, atau menggunakan alat kontrasepsi sebagai sesuatu yang salah. Ia melanjutkan, ia tidak menemukan alasan yang cukup untuk mengatakan hal itu sebagai sesuatu yang salah. Ia merasa bahwa rekonsiliasi dengan Gereja Katolik mempunyai risiko yang jauh lebih besar daripada keuntungan. Ketika mendengar pernyataan itu, saya pikir, “Apakah saya satu-satunya orang yang percaya akan ajaran Gereja Katolik? Saya sendiri belum sah menjadi Katolik!� Sampai saat ini saya selalu ingat perkataan imam ini yang melukai saya. Saya tidak pernah melupakannya, namun saya tidak mau menghakiminya. Banyak orang Kristen mengalami krisis iman dalam peziarahan mereka, namun Allah tetap setia. Jika kita berusaha keras untuk mengikuti Kristus, Ia membantu kita agar bertumbuh seturut harapan-Nya. Pengalaman ini membantu saya untuk

80

edisi Mei 2009

melihat di mana sesungguhnya kekuasaan apostolic berada. Kekuasaan itu berada di tangan uskup dan jabatannya. Seorang imam tidak memiliki kekuasaan untuk mengajar di luar wewenang yang dipercayakan kepadanya oleh uskupnya. Apa yang dikatakan oleh seorang imam selama Misa telah ditulis dalam buku Misa, sehingga tidak sulit untuk mengetahui jika seorang imam sedang melakukan penyimpangan. Karena itu, imam dan awam yang dipercayakan harus siap terlebih dahulu sebelum menjalankan tugasnya, saat membacakan Firman, membacakan buku Misa, atau berbicara. Imam tidak boleh mengubah apa pun yang telah ditetapkan oleh Gereja. Bila hal itu terjadi, ia dianggap melangkahi aturan Gereja. Namun, pengalaman dari Yesus dengan Yudas menunjukkan kepada kita bahwa seorang imam atau uskup yang berkhianat tidak dapat menghancurkan Gereja Allah. Allah selalu membawa yang baik keluar dari yang jahat. Tidak lama sesudah saya memberitahukan pendeta Evangelis saya mengenai apa yang sedang saya renungkan, Uskup Agung dari keuskupan kami dituntut oleh seorang pria dengan tuduhan melakukan pelecehan seksual. Bagi peziarahan pribadi saya, berita tersebut datang pada saat yang tidak tepat. Saya ingat, saat itu saya mengambil waktu satu jam pada saat makan siang pergi ke gereja untuk berdoa. Di sana saya menyadari bahwa bersalah atau tidaknya Uskup Agung itu tidak berhubungan dengan keputusan saya. Saya bukan mengikuti orang tertentu ataupun ajaran dari satu orang. Allah yang memanggil saya untuk bergabung dengan GerejaNya, dengan seluruh umat-Nya. Uskup Agung kemudian dibebaskan dari tuduhan tersebut ketika pria yang menuntutnya meminta maaf dan mengakui ingatannya tidak dapat dipercayai (kemungkinan dipengaruh hipnotis). Saya mau mengatakan bahwa jabatan uskup merupakan dasar dari bangunan hierarki Gereja. Para imam harus tinggal di dalam persekutuan dengan ajaran-ajaran uskup mereka,


fresh

edisi 78 Tahun 2009 dan para uskup perlu tinggal di dalam persekutuan dengan ajaran-ajaran Paus dan uskup-uskup sejawat mereka. Tentu Paus mempunyai Kitab Suci, tradisi dari Paus-Paus sebelumnya, dan konsili-konsili untuk membimbingnya. Di dalam semua itu, Roh Kudus Allah berkarya untuk melindungi kebenaran. Tidak seorang pun dari mereka yang sempurna, dan mereka mengakui kenyataan ini. Sebagian besar dari para imam yang saya temui sungguh setia kepada ajaran Gereja. Saya tidak pernah menjumpai seorang “imam Yudas”. Para imam berkorban cukup besar demi pekerjaan mereka; mereka sangat mencintai Allah dan Gereja. Sebagai seorang Evangelis, saya tidak pernah tahu berapa banyak waktu setiap hari yang harus digunakan oleh setiap imam untuk berdoa. Orang Katolik memanggil imam mereka “Bapa/Romo” untuk menghormati kepemimpinan mereka. Bagaimanapun juga, kita semua adalah keluarga Allah. Banyak keputusan yang dibuat hanya oleh seorang imam. Sedangkan di gerejagereja Evangelis ditangani dan diputuskan oleh sekelompok orang. Mungkin ada or-

ang mengkritik sistem ini, namun saya lihat sangat menyegarkan. Hal itu membebaskan Gereja untuk melakukan pekerjaan penting dalam pelayanan. Dulu saya berpikir bahwa Matius 23:9 melarang kebiasaan Katolik ini: “Janganlah kamu menyebut siapa pun bapa di bumi ini.” Kemudian saya ingat para evangelis memanggil pengajar dengan “Guru sekolah minggu” dan “Guru Alkitab”, meskipun ayat selanjutnya mengatakan: Janganlah pula kamu disebut pemimpin (=Guru. Dalam terjemahan Inggris pemimpin disebut dengan “Teacher” yang berarti “Guru”), karena hanya ada satu pemimpinmu (guru), yaitu Mesias” (Mat 23:10). Bahkan Paulus ingin dianggap sebagai ayah dari anak-anak rohaninya: “Anak-anakku yang kukasihi…aku telah menjadi bapamu melalui Injil” (1Kor 4:145). Yesus jelas tidak melarang menggunakan kata “Bapa” sebagaimana digunakan oleh orang Katolik. Kita adalah keluarga. (bersambung). (Kisah pertobatan seorang fundamentalis Intelektual; oleh David B. Currie; Fidei Press; 021-8509929/ fideipress@yahoo.com/Iris)

sambungan hal. 78 sama sekali tidak tahu di mana letaknya. Setelah melalui berbagai masalah, akhirnya Juan Diego berhasil menemukan tempat sang Uskup, dan setelah diperlakukan secara kasar oleh para pelayan, dia akhirnya diperbolehkan masuk ke dalam untuk menemui sang Uskup. Uskup Don Fray Juan de Zumarraga sebetulnya baru terpilih dan belum dikonsekrasikan sebagai Uskup. Tetapi dia telah melakukan banyak hal terutama mengurangi perlakuan kasar para Konquistador (penakluk) Spanyol, terhadap orang-orang suku Indian, dan beliau sangat dihormati. Dia menemui Juan Diego setelah waktu yang cukup lama, karena dia sendiri baru diberi tahu tentang kedatangan Juan setelah tertunda waktu yang lama. Agaknya seseorang akhirnya memutuskan untuk memberi tahu sang Uskup mengenai orang dusun yang sedang

menunggu-nunggu kehadirannya dengan sebuah pesan yang hanya boleh disampaikan kepada bapa Uskup pribadi. Dengan sopan bapa Uskup mendengarkan kisah yang dituturkan oleh Juan lewat seorang penterjemah, dan beliau terkesan oleh ketulusan dan kerendah-hatian Juan Diego. Dia menanyakan Juan sejumlah pertanyaan, dan puas akan kenyataan bahwa Juan adalah seorang yang telah mendapat katekis yang baik.Tetapi pesan yang dibawa oleh Juan menyangkut permintaan mendirikan sebuah bangunan gereja di tengah-tengah tanah tandus sulit untuk diterima. Dia mengatakan kepada Juan bahwa dia akan memikirkannya dan bahwa mereka akan melanjutkan percakapan nantinya. ( bersambung) (teks terjemahan Sr. Hilde - Jeffry Komala / Foto: dok. Rm. Hady

edisi Mei 2009

81


kisah nyata

edisi 78 Tahun 2009

INDAHNYA RENCANAMU TUHAN (2) A

tas saran dari seorang teman dan tetangga, kami pun pergi ke dokter ahli bedah tulang di Denpasar, hari Selasa sore kami pergi dengan diantar oleh tetanggaku, setelah diperiksa kamipun tercengang oleh perkataan dokter itu, beliau mengatakan tulangku tidak nyambung dan infeksinya sudah parah, “Syukurnya infeksi itu belum sampai ke dalam tulang sehingga belum membahayakan. Kalau kamu mau sembuh besok atau lusa kakimu harus dioperasi ulang karena hari Jumat Dokter akan pergi keluar negeri untuk dua minggu dan bila tidak segera dioperasi maka kakimu bisa diamputasi!” Jujur waktu itu aku dan istriku sangat terkejut dan tidak bisa berkata apaapa lalu dokter pun memberikan surat rujukan ke Rumah Sakit Surya Husada, “kalau sudah siap telpon saya untuk menentukan jadwal operasi.” begitu ucapan dokter ketika kami akan keluar dari ruang prakteknya. Kami pun pulang dengan lemas dan saling membisu, tak bisa berkata apa-apa, pikiran terus menerawang…bagaimana bisa operasi? Uang kami sudah tidak punya, aku tidak bekerja dan istrikupun tidak, muncul juga perasaan bersalah terhadap istri dan anakanakku. Tiba di rumah aku mengajak istri dan kedua anak kami untuk berdoa, saat itu kami menyadari betapa rapuh dan tidak berdayanya kami dalam menghadapi masalah yang ada. Ada penyesalan yang mendalam atas dosa dan salah kami terutama kesombonganku. Ada kepasrahan yang total pada Tuhan karena kami sungguh-sungguh tak berdaya lagi.

82

edisi Mei 2009

Kami benar-benar menyerah dan terus mengharapkan belas kasih dari Tuhan, kami kehabisan kata-kata dan hanya bisa menangis dan tak tahu lagi apa yang harus kami perbuat. Malam itu kami tidur sangat lelap mungkin karena terlalu capek memikirkan semua yang terjadi. Sehabis doa pagi bersama istri, aku teringat akan temanku yang bekerja di Koperasi Katolik di Denpasar, aku menelponnya dan menceritakan permasalahan yang aku alami, kemudian tanpa banyak berfikir temanku itu pun berkata, “Oke Mathias kami akan bantu, berapapun yang kamu butuhkan kami akan sediakan” walau pengembalian pinjamanku sebelumnya macet. Aku seakan tak percaya mendengarnya, begitu cepatnya doa kami dijawab oleh-Nya, kami merasakan belas kasih Tuhan yang luar biasa dan ucapan syukur kepada Tuhan terus mengalir dari bibir dan hati yang paling dalam. Siang itu istriku pergi kerumah sakit untuk mengurus segalanya sehingga pada hari Jumat pagi aku bisa masuk Rumah Sakit dan langsung menjalai operasi bongkar pasang pen karena malam harinya dokter akan pergi ke luar negeri. Puji Tuhan operasi dapat berjalan dengan lancar sehingga hanya 3 hari aku berada dirumah sakit dan akhirnya pulang kerumah. Kami kembali menjalani perjuangan hidup babak kedua setelah empat bulan pertama yang gagal. Pengalaman yang gagal mendidik kami untuk terus merefleksikan diri. Kami lebih dalam lagi menyelami Tuhan melalui doa dan Kitab Suci dan kami bisa merasakan betapa Tuhan sangat mengasihi kami dan Dia sangat dekat dan nampak lewat


edisi 78 Tahun 2009 istri,anak,saudara,tetangga,teman-teman basis dan komunitas doa juga sahabat dan kenalan dari gereja. Melalui mereka kami merasakan dan menikmati belas kasih Tuhan yang terus mengalir bagi kami. Berkat doa dan dukungan mereka kami merasa lebih menikmati kehidupan di babak ke dua. Tak ada lagi keluh kesah dari mulut ini dan yang ada hanya puji dan syukur pada Tuhan dan mohon berkat berlimpah bagi siapa saja yang menjadi penyalur Berkat Tuhan bagi kami sekeluarga. Enam bulan kami melaluinya dan kami melihatnya sebagai cara Tuhan yang sangat indah untuk membentuk kami. Dokter mengatakan kakiku sudah nyambung dan siap untuk dibongkar kembali pennya. Kami sepakat hari Rabu untuk o p e r a s i mengeluarkan pen, namun pada hari Minggu sepulang dari Gereja, kira-kira 500 meter dari rumah istri dan anak pertamaku Stella m e n g a l a m i kecelakaan. Mereka menghindari seorang kakek yang lewat dalam keadaan mabuk dengan sebotol minuman keras dalam genggaman tangannya. Kakek itu terjatuh dan mengalami luka lecet juga terkena pecahan botol yang dibawanya. Anakku tidak apa-apa tapi istriku mengalami retak tulang jari telunjuk pada tangan kanannya. Setelah dirawat di Klinik Jimbaran kami pulang tapi rasa sakit membuatnya tak bisa tidur semalaman. Saya ingin mengantarnya malam itu ke RS Surya Husada tapi apa daya kami tidak punya

kisah nyata uang sama sekali. Perawatan di Klinik Jimbaran dibayar oleh tetanggaku yang mengantar. Pagi harinya kami sepakat untuk menjual motor yang sudah dua kali membawa sial buat kami tapi akhirnya menolong kami untuk membiayai pengobatan istriku pada sore harinya dan membiayai operasiku yang saat itu belum cukup karena ada yang kami sisihkan untuk kredit motor yang baru, tapi kami dapat pinjaman dari bosku yang baik hati. Aku teringat selama hampir dua tahun, begitu banyak derita yang kami rasakan dan perjuangan yang cukup melelahkan bahkan sampai kedua anakku pun h a r u s merasakannya. Aku teringat ketika suatu hari anak keduaku Jeane menangis karena tidak bisa minum susu 1 minggu karena kami tidak m a m p u membelinya, aku dan istriku sudah membujuknya dengan berbagai cara namun tetap saja dia tidak berhenti menangis, kemudian akupun mengambil segelas air putih, aku berdoa sambil menitikkan air mata, aku memohon kepada Tuhan Yesus. “Tuhan Yesus jika 2000 tahun lalu Engkau mengubah air menjadi anggur, kini dengan rendah hati aku memohon kepada-Mu, ubahlah air ini supaya dengan air ini anakku menjadi kenyang dan tidak rewel

edisi Mei 2009

83


kisah nyata lagi”. Ajaib setelah berdoa dan sedikit merayu, kuberikan air putih itu kepada anakku dan dia mau meminumnya lalu diapun berhenti menangis dan lupa akan keinginannya untuk minum susu hingga seminggu berikutnya setelah kami punya uang untuk membeli susu lagi. Pernah juga kami tidak mempunyai lauk, istriku hanya bisa memasak nasi putih, ketika kedua anak kami meminta makan kami bingung, mau makan pakai apa? Sebagai istri wajar bila istriku sedikit ngomel karena dia tidak sampai hati memberikan nasi putih kosong pada anak kami tapi aku tetap menyuapi mereka, sambil menitikkan air mata aku pun berdoa dalam hatiku supaya nasi ini dapat berasa lebih enak dan dapat menguatkan jiwa raga mereka. Puji Tuhan kedua anakku makan nasi putih itu dengan lahapnya tanpa banyak protes bahkan ketika selesai makan aku bertanya, “gimana Jeni nasinya?” dia jawab, “mak nyus…!” Aku tersenyum bahagia dan sangat terharu mendengarnya, bathinku berkata terima kasih Tuhan, Engkau Baik sekali, Engkau sungguh Ada…...! Ketika tiba waktunya aku masuk kerja aku mendengar isu yang tidak mengenakkan, bosku tidak lagi memakai karyawan Outside Personal Contac (OPC), dia hanya akan memakai telemarketing untuk mencari client. Aku pun berpikir bagaimana caranya aku menafkahi keluargaku? Aku dan keluarga hanya bisa berdoa dan terus mengharapkan Belas Kasih Tuhan dan pengalaman yang kami rasakan sebelumnya membuat kami percaya Tuhan pasti menyediakan yang terbaik buat kami. Dan yang kami lakukan hanya tetap setia pada-Nya dan terus mengharapkan belas kasih-Nya. Hingga suatu ketika aku dipanggil oleh bosku, dia menanyakanku, apa yang akan aku lakukan jika dia memberhentikan semua staf OPC. Saya menceritakan keinginanku untuk dapat mempunyai usaha sendiri, ya walaupun kecil-kecilan. Beberapa hari kemudian saya

84

edisi Mei 2009

edisi 78 Tahun 2009 dan dua orang teman dipanggil bosku untuk datang ke rumahnya di Sanur. Dia menanyakan kami masing-masing tentang apa yang akan kami lakukan setelah berhenti kerja. Saya kembali mengutarakan keinginan saya sebelumnya. Sebulan kemudian saya dipanggil lagi untuk menghadap bos, dia merelakan toilet yang tak terpakai di samping pintu kantornya untuk tempat usahaku. Betapa bahagianya hatiku mendengar hal itu dan akupun langsung bersujud di ruang adorasi, “Aku memuji kebesaran-Mu Tuhan dan mengucap syukur atas semua Kerahiman-Mu yang kunikmati dalam hidup ini. Rancangan-Mu begitu indah dan Engkau menggenapinya tepat pada waktunya. Itulah sepenggal doa sukacitaku.” Puji Tuhan, tempat kecil yang dulunya toilet tak berguna kini sudah disulap menjadi sebuah counter Tourist Information, tempat dimana kami bisa mengais rejeki. Kini kami terus dan terus percaya bahwa Tuhan selalu bersama kami baik dalam susah maupun senang, dan kami melihat hidup ini adalah sebuah berkat yang terus dan terus disyukuri. Pertanyaan temanku dulu, ‘Matias, apakah kamu mengenal Yesus?” dapat aku jawab dengan pasti sekarang ini setelah melewati dua tahun pengalaman mengalami penderitaan Ayub: aku menemukan jawaban seperti jawaban Rasul Paulus, “Ya, aku tahu kepada Siapa aku percaya!! Dalam kesempatan ini kami pun mengucapkan banyak-banyak terima kasih kepada Romo Hady, Romo Deni, Sie. PSE FX Kuta, Para Adorer, Ibu-ibu wilayah St.Maria Jimbaran, bapak ibu, saudarasaudari, teman, kerabat yang tidak dapat kami sebutkan satu persatu, melalui cara Anda masing-masing Anda telah menjadi penyalur kasih Tuhan bagi kami sekeluarga. Doa kami menyertai langkah hidup Anda semua, terima kasih….. Tuhan memberkati kita semua, Amin ! ***

(Kiriman Mathias & Maria)


edisi 78 Tahun 2009

info kesehatan

Perlu Waspadai

Virus Flu Babi Flu Babi (Swine Flu) yang disebabkan virus H1N1, saat ini telah menelan 149 korban meninggal dunia di Meksiko dan menyerang 1.600 orang lainnya. Menurut catatan WHO 29 April 2009 sudah 9 negara yang mempunyai kasus swine influenza A/H1N1. Di Amerika Serikat dilaporkan berdasarkan pemeriksaan laboratorium terdapat 91 kasus dengan satu kematian. Di Meksiko dilaporkan 26 kasus yang positif, 7 diantaranya meninggal dunia. Tujuh negara yang juga melaporkan kasus swine influenza A yaitu Austria (1 kasus), Kanada (13 kasus), Jerman (3 kasus), Israel (2 kasus), New Zeland (3 kasus), Spanyol (4 kasus) dan di Inggris (5 kasus)selain di Meksiko dan Amerika Serikat. Walaupun belum ditemukan di Indonesia, Departemen Kesehatan telah melakukan antisipasi agar penyakit mematikan tersebut tidak masuk ke Indonesia. Langkah yang dilakukan adalah memasang 10 thermal scanner untuk mendetektsi suhu badan di terminal kedatangan bandara internasional dan sarana karantina di bandara. Mengaktifkan kembali sekitar 100 sentinel untuk surveillance terhadap penyakit serupa influenza atau Influenza Like Ilness (ILI) dan pneumonia baik dalam bentuk klinik maupun virologi, ujar Menkes. Menkes menambahkan, Depkes juga menyiapkan obat-obatan untuk penanggulangan Flu Babi yang pada dasarnya adalah Oseltamivir/tamiflu di Puskesmas dan rumah sakit. Selain itu, Depkes juga menyiagakan 100 RS rujukan Flu Burung yang sudah ada untuk menangani kasus Flu Babi. Menyiapkan laboratorium untuk pemeriksaan virus H1N1 di berbagai Laboratorium Flu Burung yang sudah ada serta menyebarluaskan informasi ke masyarakat luas dan lintas sektor terkait, ujar Menkes.

Sedangkan untuk meningkatkan kapasitas dan kemampuan masyarakat, pemerintah dan lintas sektor terkait, dalam menghadapi kemungkinan pandemi influenza telah melakukan dua kali simulasi. Simulasi Penanggulangan Pandemi Influenza pertama dilakukan tanggal 25-27 April 2008 dan yang kedua di Makassar tanggal 25-26 April 2009. Hal ini adalah merupakan upaya nyata persiapan pemerintah dalam menghadapi berbagai kemungkinan KLB/PHEIC = Public Health Emergency International Concern seperti Flu Babi. Gejala flu babi mirip dengan flu burung, yaitu demam, batuk pilek, lesu, letih, nyeri tenggorokan, napas cepat atau sesak napas, mungkin disertai mual, muntah dan diare. Cara penularannya melalui udara dan dapat juga melalui kontak langsung dengan penderita dengan masa inkubasinya 3 sampai 5 hari. Karena itu, masyarakat dihimbau untuk mewaspadai flu babi dengan menjaga perilaku hidup bersih dan sehat, menutup hidung dan mulut apabila bersin, tidak meludah di sembarang tempat, mencuci tangan pakai sabun setelah beraktivitas, mencuci tangan setelah kontak dengan binatang dan segera memeriksakan kesehatan apabila mengalami gejala flu. Bagi masyarakat yang telah melakukan perjalanan ke negara terjangkit flu babi, disarankan memeriksakan kesehatannya ke fasilitas kesehatan terdekat, imbuh Menkes. Berita ini disiarkan oleh Pusat Komunikasi Publik, Sekretariat Jenderal Departemen Kesehatan. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui nomor telepon/faks: 021-52907416-9 dan 52921669, atau alamat e-mail puskom.publik@yahoo.co.id. Disadur dari: www.depkes.go.id (Klinik FX)

edisi Mei 2009

85


santo benediktus

edisi 78 Tahun 2009

SANTO BENEDIKTUS (17) Cerita ke 24 - HUTANG SESEORANG DILUNASI SECARA MENTAKJUBKAN Peregrinus, murid santo Benediktus, bercerita tentang seorang awam Katolik yang mengalami tekanan berat karena banyak hutang. Baginya satu-satunya harapan ialah pergi menghadap santo Benediktus untuk membeberkan kemalangannya. Maka pergilah ia kepada santo Benediktus. D i u r a i k a n n y a kepadanya bagaimana ia mendapatkan tekanan terusmenerus dari fihak teman yang meminjamkan uang sebanyak duabelas keping emas. “Sayang”, jawab santo Benediktus, ‘Saya tidak mempunyai uang sebanyak itu’. Untuk menghibur orang yang malang itu santo Benediktus masih menambahkan, ‘Saya tidak dapat memberikan apa-apa hari ini, tetapi datanglah kembali dua hari lagi’. Sementara itu santo Benediktus membaktikan diri kepada doa dengan semangatnya seperti biasa. Tatkala pada hari ketiga tamunya datang kembali, para rahib keheran-heranan menemukan tiga belas keping emas di atas peti yang berisi

86

edisi Mei 2009

gandum. Benediktus segera menyuruh ambil uang itu. Katanya kepada tamunya, ‘Ambillah ini. Pakailah yang dua belas keping untuk melunasi hutang anda dan satunya untuk keperluan anda sendiri’. Saya masih ingin m e n g i s a h k a n beberapa peristiwa lain yang saya dengar dari keempat murid santo Benediktus yang saya sebutkan pada awal buku ini. Ada seorang pria yang hatinya pahit karena iri hati. Sehingga ia mencoba m e m b u n u h saingannya dengan diam-diam meracuni m i n u m a n n y a . Racunnya ternyata tidak mematikan, tetapi toh menghasilkan lukaluka mengerikan menyerupai penyakit kusta. Seluruh tubuh korban yang malang itu terkena penyakit. Dalam keadaan seperti itu ia dibawa ke pria Allah. Disentuhnya ia dengan tangannya dan hilanglah penyakitnya. Disuruhnya ia pulang dengan segar-bugar. Cerita yang ke 25 - SANTO BENEDIKTUS MELIHAT JIWA ADIKNYA MENINGGALKAN BADAN Gregorius: Paginya Skolastika kembali ke


edisi 78 Tahun 2009 biaranya dan Benediktus pun kembali ke biaranya.Tiga hari kemudian, ketika sedang berdiri di biliknya memandang langit, Santo Benediktus melihat jiwa adiknya meninggalkan badan dan memasuki bangsal surgawi dalam bentuk merpati. Benediktus sangat gembira atas kemuliaan abadi adiknya. Ia mengucap syukur kepada Allah dengan madah pujian. Diberitahunya rahib-rahibnya tentang kematian Skolastika,lalu di utusnya beberapa rahib untuk mengambil jenasahnya dan membawanya ke biara untuk di tanam dalam makam yang di siapkannya untuk dirinya sendiri.Sekarang jenasah keduanya beristirahat dalam makam yang sama,seperti juga di dalam hidupnya keduanya selalu bersatu dalam Allah. Cerita ke-26 SEBUAH BOTOL DILEMPARKAN KENA WADAS TAPI TIDAK PECAH Tatkala Kampania mengalami kelaparan, santo Benediktus membagikan simpanan makanan biara kepada orangorang miskin, sehingga di gudang hanya tinggal minyak sedikit di dalam botol gelas. Pada suatu hari datanglah Agapitus, seorang subdiakon, minta minyak. Pria Allah memerintahkan supaya minyak sedikit yang masih ada itu diberikan, sebab ia menghendaki, agar segala sesuatu yang ada dibagikan kepada kaum miskin dan dengan demikian ia mau menimbun harta di surga. Bendahara memang mendengarkan abasnya tetapi ia tidak melaksanakannya. Sebentar kemudian santo Benediktus mertanya, apakah minyaknya sudah diberikan kepada Agapitus. “Belum� jawab bendahara, “minyaknya tidak saya berikan, sebab kalau begitu nanti tidak ada minyak sama sekali untuk komunitas�. Mendengar ini pria Allah marah. Ia tidak mau, bahwa ada sesuatu yang tersimpan untuk biara berkat pelanggaran ketaatan. Disuruhnya seorang rahib lain mengambil botol minyak itu dan melemparkannya ke

santo benediktus luar jendela. Kali ini perintahnya ditaati. Botol tadi dilemparkan ke luar dan kena pada wadas di bawah jendela. Meskipun begitu botolnya tetap utuh seakan-akan tidak dilemparkan sama sekkali. Botolnya tidak pecah dan minyaknya tidak tertuang sedikitpun juga. Santo Benediktus menyuruh mengambil botol itu, untuk diserahkan kepada subdiakon. Lalu dipanggilnya seluruh komunitas dan ditegurnya di hadapan mereka bendaharanya yang tidak taat karena sombong dan tidak percaya. Cerita ke 27 - TEMPAYAN KOSONG DIPENUHI MINYAK Sesudah itu santo Benediktus berlutut dan berdoa bersama para rahibnya. Di ruang tempat mereka berlutut itu kebetulan ada sebuah tempayan kosong yang ada tutupnya. Sementara santo Benediktus berdoa, tempayan itu terisi oleh minyak sedikit demi sedikit sampai tutupnya mulai terapung-apung. Akhirnya minyaknya melimpah dan mengalir ke lantai. Melihat ini, santo Benediktus segera menghentikan doanya dan minyak pun berhenti mengalir. Lalu santo Benediktus mengarahkan pandangannya kepada rahib yang tidak taat dan kurang percaya tadi sambil mendesak kepadanya supaya berusaha maju dalam kepercayaan dan kerendahan hati. Teguran yang sehat ini menyebabkan bendahara tadi malu sekali. Sebab abasnya yang suci tidak hanya menyuruh dia percaya kepada Allah, tetapi juga menunjukkan dengan mukjizatnya betapa besar kuasa kepercayaan yang dianjurkannya itu. Siapa lagi masih akan sangsi akan janji-janji-Nya? Bukkankah Ia dalam sekejap menggantikan minyak sedikit yang tersisa dalam botol dengan tempayan yang penuh minyak melimpah? (Sumber : Buku Santo Benediktus oleh St. Gregorius Agung/mw)

edisi Mei 2009

87


laporan keuangan

edisi 78 Tahun 2009

DANA PEMBANGUNAN GEREJA SANTO FRANSISKUS XAVERIUS KUTA Periode : Tanggal 1 s/d 31 Maret Tahun 2009 No.

Tanggal

Keterangan

Debet

Saldo Awal Kas in Bank

Kredit

Balance

200,561,734.57

200,561,734.57

1

02/03/2009

Sumbangan dr SURYA TIRTANA

2,000,000.00

202,561,734.57

2

05/03/2009

Sumbangan dr ROSALINA LAY

1,000,000.00

203,561,734.57

3

05/03/2009

Kolekte Sabtu,21-02-09

2,204,450.00

205,766,184.57

4

05/03/2009

Kolekte Minggu I, 22-02-09

1,324,500.00

207,090,684.57

5

05/03/2009

Kolekte Minggu II, 22-02-09

2,848,800.00

209,939,484.57

6

05/03/2009

Kolekte Minggu III, 22-02-09

1,884,850.00

211,824,334.57

7

05/03/2009

Dropping dari kas Paroki

6,400,150.00

218,224,484.57

8

10/03/2009

Sumbangan dr THOMAS LEO LAY

1,500,000.00

219,724,484.57

9

13/03/2009

Rabu abu 25-02-09

3,422,200.00

223,146,684.57

10

13/03/2009

Kolekte Sabtu,28-02-09

1,652,000.00

224,798,684.57

11

13/03/2009

Kolekte Minggu I, 01-03-09

1,133,200.00

225,931,884.57

12

13/03/2009

Kolekte Minggu II, 01-03-09

3,119,000.00

229,050,884.57

13

13/03/2009

Kolekte Minggu III, 01-03-09

2,152,250.00

231,203,134.57

14

13/03/2009

Dropping dari kas Paroki

7,551,300.00

238,754,434.57

15

13/03/2009

Sumbangan dr KOTAK DANA

7,456,000.00

246,210,434.57

16

13/03/2009

Kolekte Sabtu,07-03-09

2,368,000.00

248,578,434.57

17

13/03/2009

Kolekte Minggu I, 08-03-09

2,081,000.00

250,659,434.57

18

13/03/2009

Kolekte Minggu II, 08-03-09

4,390,500.00

255,049,934.57

19

13/03/2009

Kolekte Minggu III, 08-03-09

2,987,100.00

258,037,034.57

7,111,750.00

20

13/03/2009

Dropping dari kas Paroki

21

20/03/2009

Biaya Cetak Mutasi

22

24/03/2009

Sumbangan dr ROSALINA LAY

1,000,000.00

265,148,784.57 2,500.00

265,146,284.57 266,146,284.57

23

24/03/2009

Kolekte Sabtu,14-03-09

1,699,500.00

267,845,784.57

24

24/03/2009

Kolekte Minggu I, 15-03-09

1,196,500.00

269,042,284.57

25

24/03/2009

Kolekte Minggu II, 15-03-09

3,324,700.00

272,366,984.57

26

24/03/2009

Kolekte Minggu III, 15-03-09

1,532,300.00

273,899,284.57

27

24/03/2009

Dropping dari kas Paroki

7,491,300.00

281,390,584.57

28

24/03/2009

Sumbangan dr SUGIHARTO UTAMA

1,000,000.00

282,390,584.57

29

24/03/2009

Uang Muka Kusen Aluminium (BCA XP 583932)

30

24/03/2009

Biaya Transfer

31

24/03/2009

Perbaikan Kebocoran Toko Religiosa (BCA XP 583932)

32

24/03/2009

33

24/03/2009

34

24/03/2009

Honor Pelaksana Lap & Konsumsi utk bln Feb 09 (BCA XP 583932)

35

24/03/2009

36

31,899,319.00

250,491,265.57

5,000.00

250,486,265.57

2,661,000.00

247,825,265.57

Upah harian tukang 16/02'09 - 28/02'09 (BCA XP 583932)

830,000.00

246,995,265.57

Upah harian tukang 02/03'09 - 14/03'09 (BCA XP 583932)

270,000.00

246,725,265.57

1,990,000.00

244,735,265.57

Honor Pembantu Pengawas & Konsumsi utk bln Feb 09 (BCA XP 583932)

840,000.00

243,895,265.57

24/03/2009

Honor Pembukuan utk bln Feb 09 (BCA XP 583932)

500,000.00

243,395,265.57

37

30/03/2009

Sumbangan dr LILIS TAUFAN

38

31/03/2009

Biaya administrasi

30,000.00

243,865,265.57

38,127.94

244,017,777.35

39,065,946.94

244,017,777.35

39

31/03/2009

Bunga BCA

40

31/03/2009

Pajak Bunga BCA

500,000.00

243,895,265.57

190,639.72 T O T A L

283,083,724.29

244,055,905.29

Posisi keuangan per 31-Maret-2009 : - BCA A/C No.146 125 7122 A/N Panitia Pembangunan Gereja St.F.X.-Kuta - Panin A/C No.8025010802 A/N Panitia Pembangunan Gereja St.F.X.-Kuta

228,888,998.92 15,128,778.43 244,017,777.35

- Total Kas in Bank Keseluruhan

Kuta, 08 April 2009 Panitia Pembangunan Gereja St. Fransiskus Xaverius - Kuta

Stefanus Hanny Arianto Bendahara I

88

edisi Mei 2009

Anita Darkim Bendahara II

WartaFX Edisi 78/ Mei 2009  

Majalah Paroki Fransiskus Xaverius Kuta - Bali

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you